P. 1
LP TBC

LP TBC

|Views: 36|Likes:

More info:

Published by: Aditya Mandala Putra on Jun 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/28/2014

pdf

text

original

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA DENGAN TB PARU

Disusun Oleh : ASRI SAYUTI 1.1.20350

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN SEMARANG POLITEKNIK KESEHATAN SEMARANG 2006

kemudian kuman tersebut menyebar dari paru-paru ke organ yang lain melalui peredaran darah. 2001:584) Sebagian besar kuman terdiri atas asam lemak (lipid).kompas. Walaupun TBC dapat menyerang berbagai organ tubuh. Africanus (www. Tuberkulosis dapat pula ditularkan ke bagian tubuh lainnya termasuk meningen. Menurut Smeltzer (2001) Tuberkulasis (TB) adalah penyakit infeksius. Lipid inilah yang membentuk kuman lebih tahan terhadap asam dan lebih tahan terhadap gangguan kimia dan fisik. Dalam hal . Dari sifat dormant ini kuman dapat bangkit kembali dan menjadikan tuberkulosis aktif lagi (Bahar. Hal ini teradi karena kuman berada dalam sifat dormant. yaitu : kelenjar limfe.tempointeraktif. PENGERTIAN Tuberkulosis paru adalah penyakit infeksi menahun menular yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis). dan nodus limfe. Kuman lain yang dapat menyebabkan TBC adalah Mycobacterium Bovis dan M. Kuman dapat tahan hidup dalam udara kering maupun dalam keadaan dingin (dapat tahan bertahun-tahun dalam lemari es). Kuman tersebut biasanya masuk ke dalam tubuh manusia melalui udara (pernapasan) kedalam paru-paru. ginjal.com). sifat ini menunjukkan bahwa kuman lebih menyenangi jaringan yang lebih tinggi kandungan oksigennya. 1998). Kuman Mycobacterium tuberculosis adalah kuman berbentuk batang aerobic tahan asam yang tumbuh dengan lambat dan sensitive terhadap panas dan sinar ultraviolet (Smeltzer. yang terutama menyerang parenkim paru. namun kuman ini paling sering menyerang organ paru (www. tulang. ETIOLOGI Penyebab Tuberkulosis adalah Mycobacterium tuberculosis. B.KONSEP DASAR TUBERKULOSIS PARU A. saluran pernapasan atau penyebaran langsung ke organ tubuh lain (Depkes RI. Sifat lain kuman ini adalah aerob. Tuberkulosis adalah infeksi yang disebabkan oleh Basil Tahan Asam (BTA).com).1999:715).

Bila menetap di jarigan paru. Sembuh sama sekali tanpa meninggalkan .ini tekanan oksigen pada daerah apikal paru-paru lebih tinggi daripada bagian lain. Sinar matahari langsung dapat mematikan kuman.2 jam. tertawa.2000:102). Kuman TBC menyebar melalui udara (batuk. cacat. Dalam suasana lembab dan gelap kuman dapat tahan berhari-hari sampai berbulan-bulan. akan tumbuh dan berkembang biak dalam sitoplasma makrofag.tempointeraktif. PATOFISIOLOGI 1. Partikel infeksi ini dapat menetap dalam udara bebas selama 1. akan tetapi kuman dapat hidup beberapa jam dalam keadaan gelap (www. Dari sarang primer akan timbul peradangan saluran getah bening menuju hilus (limfangitis lokal) dan juga diikuti pembesaran kelenjar getah bening hilus (limfangitis regional) yang menyebabkan terjadinya kompleks primer. C.1978 dikutip oleh Danusantoso. Bila partikel infeksi ini dapat terhisap oleh orang sehat ia akan menempel pada jalan napas atau paru-paru. Penularan tuberkulosis paru terjadi karena kuman dibatukkan atau dibersinkan keluar menjadi droplet dalam udara. sehingga bagian apikal ini merupakan tempat prediksi penyakit tuberkulosis. Tuberkulosis Primer Tuberkulosis primer ialah penyakit TB yang timbul dalam lima tahun pertama setelah terjadi infeksi basil TB untuk pertama kalinya (infeksi primer) (STYBLO. Kompleks primer ini selanjutnya dapat menjadi : a. dan bersin) dan melepaskan droplet. Kuman yang bersarang di jaringan paru-paru akan membentuk sarang tuberkulosa pneumonia kecil dan disebut sarang primer atau afek primer dan dapat terjadi di semua bagian jaringan paru.com).

Sarang mula-mula meluas. cacat b. 1999:716) Tuberkulosis Post-Primer (Sekunder) Adalah kuman yang dormant pada tuberkulosis primer akan Secara linfogen. Tergantung dari jenis kuman. tapi segera menyembuh dengan sembuhan jaringan fibrosis Sarang dini yang meluas dimana granuloma berkembang menghancurkan jaringan sekitarnya dan bagian tengahnya mengalami nekrosis dan menjadi lembek membentuk jaringan keju Diresorbsi kembali tanpa menimbulkan . c. yakni menyebar Secara bronkogen pada paru yang bersangkutan maupun paru di sebelahnya. 1) ke sekitarnya.b. ke organ tubuh lainnya (Bahar. Hal ini dipengaruhi penurunan daya tahan tubuh atau status gizi yang buruk. 4) Secara hematogen. 3) lainnya. 2) Sembuh dengan meninggalkan sedikit bekas (kerusakan jaringan paru). sarang dini ini dapat menjadi : a. virulensinya dan imunitas penderita. Sarang dini ini awalnya juga berbentuk sarang pneumonia kecil. muncul bertahun-tahun kemudian sebagai infeksi endogen menjadi tuberkulosis dewasa (tuberkulosis post-primer). Dapat juga kuman tertelan bersama sputum dan ludah sehingga menyebar ke usus. Berkomplikasi dan menyebar secara : Per kontinuitatum. Tuberkulosis pasca primer ditandai dengan adanya kerusakan paru yang luas dengan terjadinya kavitas atau efusi pleura. c. ke organ tubuh 2. Tuberkulosis post-primer ini dimulai dengan sarang dini di regio atas paru-paru.

1999:716) Faktor tosik (rokok. alcohol) Terpapar penderita TBC Lingkungan yang buruk Social ekonomi rendah Gizi buruk Daya tahan tubuh rendah D. anorexia Ganggaun rasa nyaman Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan . PATHWAYS TUBERKULOSIS Mycobacterium Tuberculosis aktif menjadi kuman patogen Infeksi paru-paru (tuberculosis paru) Menghasilkan sekret Tidak bisa batuk efektif Hipertermi Kurang pengetahuan tentang perawatan dan penularan TBC Pembentukan tuberkel oleh makrofag (sarang primer) Sarang primer + limfangitis local + limfadenitis regional Penumpukan secret >> Resti penularan TBC Inefektif bersihan jalan nafas Kompleks primer Sembuh total Sembuh dengan sarang gohn pleura Infeksi endogen oleh kuman dormant pleuritis jantung perikarditis Penyebaran ke organ lain tulang TB tulang Nyeri pada tulang Sembuh dengan jaringan fibrotik otak meningitis TIK Nyeri kepala Saluran pencernaan lambung HCL Infeksi post primer Diresorbsi kembali/sembuh Sarang meluas Membentuk kavitas Menembus pleura (efusi pleura) Anerisma arteri pulmonalis Hemaptoe Suplai O2 Perdarahan >> Sesak nafas Resiko syok hipovolemik Gangguan pertukaran gas hipoksia Kelelahan Intoleransi aktivitas Memadat dan membungkus diri (tuberkuloma) Mengganggu perfusi dan difusi O2 Bersih & sembuh Mual. muntah. Bila tidak mendapat pengobatan yang tepat penyakit ini dapat berkembang biak dan merusak jaringan paru lain atau menyebar ke organ tubuh lain (Bahar.d.

Kelelahan. KLISIFIKASI TUBERKULOSIS Di Indonesia klasifikasi yang banyak dipakai adalah : 1. Timbul bila infiltrasi radang sudah sampai ke pleura sehingga menimbulkan pleuritis. biasanya pada pagi hari. Keringat malam hari tanpa kegiatan. Selain gejala batuk disertai dengan gejala dan tanda lain seperti tersebut di bawah ini : 1. Gejala ii jarang ditemukan. Demam.1999:719) F. Nyeri dada. 5. 4. sifat batuk dimulai dari batuk kering (non produktif) kemudian setelah timbul peradangan menjadi produktif (menghasilkan sputum).E. dimana infiltrasinya sudah setengah bagian paru. Batuk darah atau dahak bercampur darah (Bahar. 2. TB paru : sputum BTA (+) TB paru tersangka : sputum BTA (-) dengan klinis dan radiologis (+) . 6. 2. MANIFESTASI KLINIK Tanda dan gejala yang sering ditemui pada tuberkulosis adalah batuk yang tidak spesifik tetapi progresif. Batuk terjadi karena adanya iritasi pada bronkus. Terjadi lebih dari sebulan. 3. Biasanya tiga minggu atau lebih dan tidak ada dahak. 7. Hilangnya nafsu makan dan penurunan berat badan. Sesak nafas akan ditemukan pada penyakit yang sudah berlanjut.

a. 1996:719) Pemeriksaan radiologis dapat menunjukkan gambarang yang bermacam-macam dan tidak dapat dijadikan gambaran diagnostik yang absolut dari tuberkulosis (www. Pada awal penyakit dimana lesi masih merupakan sarang-sarang pneumonia gambaran radiologis adalah berupa bercak-bercak seperti awan dengan batas yang tidak tegas. tapi tandatanda lain (+) TB paru tersangka yang tidak diobati : sputum BTA (-) dan tanda-tanda lain juga meragukan. Pada satu foto dada sering didapatkan bermacam-macam bayangan sekaligus (pada tuberkulosa lebih lanjut) seperti infiltrat + garis-garis fibrotik + klasifikasi + kavitas (sklerotik/nonsklerotik).tempointeraktif. G. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. a. radiologis menetap (www. sehingga dikatakan ”tuberkulosis is the greatest imitator”(Bahar. 2. Pemeriksaan Laboratorium Pemeriksaan Darah Pada pemeriksaan darah yang diperiksa adalah jumlah leukosit dan limfosit yang meningkat pada saat tuberkulosis mulai (aktif). Lesi ini dikenal dengan nema tuberkuloma. Bila lesi sudah diliputi jaringan ikat akan terlihat bulatan dengan batas yang tegas.com). yang terbagi dalam : TB paru tersangka yang diobati : sputum BTA (-). Tuberkulosis sering memberikan gambaran yang aneh-aneh. b. klinis (-). bercak-bercak awan jadi lebih padat dan batasnya jadi lebih jelas. Bekas TB paru : riwayat obat anti tuberkulosis (OAT) adekuat dengan sputum (-).kompas.com) Menurut Bahar (1996) klisifikasi TB paru yaitu : 1. 2. Bila telah berlanjut. TB paru Bekas TB paru TB tersangka. Pemeriksaan Radiologis Pemeriksaan radiologis dada merupakan cara yang praktis untuk menemukan lesi tuberkulosis. Pada .3. 3.

Pemeriksaan Pemeriksaan Sputum sputum adalah penting karena dengan ditemukannya kuman BTA diagnosis tuberkulosis sudah bisa dipastikan. Pemeriksaan dahak dilakukan tiga kali yaitu : dahak sewaktu datang.1998). Bila satu pisitif.1996:719). Setelah 48-72 jam tuberkulin disuntikkan. dua kali negatif maka pemeriksaan perlu diulang kembali. bilasan bronkus. jumlah leukosit mulai normal dan jumlah limfosit masih tetap tinggi dan Laju Endap Darah mulai turun ke arah normal lagi (Bahar.pemeriksaan Laju Endap Darah mengalami peningkatan. . b. Bila didapatkan hasil dua kali positif maka dikatakan mikroskopik BTA positif. Bila penyakit mulai sembuh. Pada pemeriksaan ulang akan didapatkan satu kali positif maka dikatakan mikroskopik BTA positif. bilasan lambung cairan pleura atau jaringan paru adalah sangat penting untuk mendiagnosa TBC paru. Untuk memastikan jenis c. akan timbul reaksi berupa indurasi kemerahan yang terdiri dari infiltrasi limfosit yakni persenyawaan antara antibody dan antigen tuberkulin.1cc tuberkulin PPD (Purified Protein Derivate) intra cutan. dahak pagi dan dahak sewaktu berkunjung hari kedua. Penemuan adanya BTA pada dahak. sedangkan bila tiga kali negatif dikatakan mikroskopik BTA negatif. tapi Laju Endap Daanh yang normal bukan berarti menyingkirkan adanya proses tuberkulosis. Hasil tes mentoux dibagi dalam : 1) 2) 3) Indurasi 0-5 mm (diameternya) : mantoux negative Indurasi 6-9 mm Indurasi 10-15 mm positive : hasil meragukan : hasil mantoux perlu diakukan pemeriksaan biakan/kultur kuman atau biakan yang diambil (Depkes RI. kuman yang menginfeksi Tes Tuberkulin Biasanya dipakai cara mantoux yakni dengan menyuntikkan 0.

Pengobatan untuk penderita aktif selama 6 bualan.Isoniazid (INH).1996:721). Menurut Endang Nuraini (2002). Pengobatan TBC paru Tujuan pemberian obat pada penderita tuberkulosis paru yaitu. H.8%) Kelemahan tes ini juga dapat positif palsu yakni pemberian BCG atau terinfeksi dengan Mycobacterium lain. pusing.depkes. Negatif palsu lebih banyak ditemukan daripada positif palsu (Bahar. diare. PENATALAKSANAAN 1. yaitu dengan banyaknya obat yang harus dikonsumsi. dilakukan dua tahap yaitu: . Akibatnya. mual. banyak obat yang dikonsumsi menimbulkan beberapa efek samping yaitu. Dengan adanya obat FDC 4 ini penderita hanya cukup satu butir saja. dan Pyrazinamid. Obat yang sekarang digunakan adalah Fix Drugs Combination (FDC) 4 obat ini merupakan obat baru yang memiliki kandungan sama dengan obat lama yaitu. dengan model pengobatan lama. Rivampisin. untuk mencegah kematian dan kekambuhan (www. Sebab. Etambutol.com). menyembuhkan. banyak penderita yang menghentikan konsumsi obat.kompas.kom). Dalam pembarian obat ada beberapa macam cara pengobatan : a. Prinsip di dalam penyembuhan penyakit TBC adalah kerajinan minum obat (www. tingkat kegagalan penyembuhan sangat tinggi.4) kuat Indurasi lebih dari 16 mm : hasil mantoux positif Biasanya hampir seluruh penderita memberikan reaksi mantoux yamg positif (99.

− Istirahat teratur minimal 8 jam perhari. oleh badan kesehatan dunia (WHO) dilakukan strategi DOTS (Dyrecly Observed Treatment Shortcourse).sinarharapan. yaitu : Obat diminum setiap hari selama 3 bulan Suntikan Streptomicyn setiap hari selama 2 Obat diminum 3 kali seminggu selama 5 (Depkes RI. lama pengobatan 2 atau 3 bulan tergantung berat ringannya Obat lanjutan : diminum 3 kali seminggu lama pengobatan 4 atau 5 bulan tergantung berat ringannya Pengobatan untuk penderita kambuhan atau gagal pada pengobatan pertama yang dilakukan selama 8 bulan. Perawatan bagi penderita TBC Perawatan yang harus dilakukan pada penderita tuberkulosis adalah : − Awasi penderita minum obat.com). yang paling berperan disini adalah orang terdekat penderita yaitu keluarga. Lima langkah strategi DOTS adalah dukungan dari semua kalangan. Strategi ini merupakan yang paling efektif untuk mengontrol pengobatan tuberkulosis (www. − − bulan − bulan Tahap awal : obat diminum tiap hari. semua orang yang batuk dalam tiga minggu harus diperiksa dahaknya. pengobatan harus dipantau selama enam bulan oleh Pengawas Minum Obat dan ada sistem pencatatan/pelaporan. 2001).− penyakit. harus ada obat yang disiapkan oleh pemerintah. − Mengetahui adanya gejala samping obat dan rujuk bila diperlukan. Untuk keberhasilan pengobatan. b. 2. − Mencukupi kebutuhan gizi yang seimbang penderita. − penyakit. .

cahaya dan ventilasi yang baik. − Makan makanan bergizi. − Menciptakan lingkungan rumah dengan ventilasi dan pencahayaan yang baik (Pepkes RI. Monica Ester.Pendit. − Membuang dahak tidak di sembarang tempat. Buku Saku Patofisiologi. − Memisahkan alat makan dan minum bekas penderita. dan keenam.Jakarta : Hipokrates. Perawatan Kesehatan Masyarakat : Anduan Asuhan Keluarga dengan Kasus TB Paru. Ibu Hamil Beresiko.U. Ibu Hamil Anemia. Buku Saku Ilmu Penyakit Paru. Balita KEP. Jakarta : EGC.1998). . Buang dahak pada wadah tertutup yang diberi lysol 5% atau kaleng yang berisi pasir 1/3 dan diberi lysol. Ed. Neonatal BBLR. Halim. Tetanus Neonatorum. Neonatal Beresiko. − Memperhatikan lingkungan rumah.Jakarta : Depkes RI. Danusantoso.J. kelima.8. Elizabeth. (1998). Pencegahan penularan TBC Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah : − Menutup mulut bila batuk. L. Kusta. Corwin. DAFTAR PUSTAKA Carpenitto. − Untuk bayi diberikan imunisasi BCG (Depkes RI.(2000).− Mengingatkan penderita untuk periksa ulang dahak pada bulan kedua. (2000). Ibu Hamil Preeklamsi. Brahm. Alih bahasa.1998) 3. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Depkes RI.Jakarta : EGC. Alih bahasa.(2000).J.

(23 Juli 2005). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah – Brunner&Suddart. et. Mahmoedin. ( 23 Juli 2005). Batuk Darah Tak Perlu Ditakuti (online).kompas. (2001). Bandung : Yayasan IAPK Pajajaran. (1996). Barbara.htm.depkes. Perawatan Medikal Bedah 2. Ilmu Penyakit Dalam. C. Ed.id/index. Imron.htm.Buku Pedoman Kader Kesehatan Paru.com/kompas-cetak/0209/24/jateng/indo26.php? option=news&taks=viewarticle&sid=407&itemid=2. Indonesia Peringkat Ketiga Penderita TBC (online). Smeltzer. Soeparman. Jakarta : EGC.com/2005/07/08/brk. Jakarta : Depkes RI.20050708-62609.com /kestbc. Tersedia di: http://www.go.all. Long. Suzanne. (2001).tripod. C. Tersedia di: http://www.3.nusaindah. Tersedia di: http://www. TBC (online). Depkes RI. (1999). Alih Bahasa Agung Waluyo. (23 Juli 2005). Jakarta : Balai Penerbit FKUI.Depkes RI.tempointeraktif.html. Tersedia di : http://www. Ed. Rosjid. Indonesia Peringkat Ketiga Penderita TBC (online). Saharawati.id. Depkes RI. (1998).Panduan Pengawas Menelan Obat TBC.8. . Erawati. (23 Juli 2005). Terjemahan Yayasan Ikatan Alumni Pendidikan Keperawatan. Jakarta : Depkes RI.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->