TEKNOLOGI PENGOLAHAN SUSU DAN HASIL IKUTAN TERNAK ENIZA SALEH Program Studi Produksi Ternak Fakultas Pertanian

Universitas Sumatera Utara I. PENDAHULUAN

Susu segar merupakan bahan makanan yang bergizi tinggi karena mengandung zat-zat makanan yang lengkap dan seimbang seperti protein, lemak, karbohidrat, mineral, dan vitamin yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Nilai gizinya yang tinggi juga menyebabkan susu merupakan medium yang sangat disukai oleh mikrooganisme untuk pertumbuhan dan perkembangannya sehingga dalam waktu yang sangat singkat susu menjadi tidak layak dikonsumsi bila tidak ditangani secara benar. Mikroorganisme yang berkembang didalam susu selain menyebabkan susu menjadi rusak juga membahayakan kesehatan masyarakat sebagai konsumen akhir. Disamping itu penanganan susu yang benar juga dapat menyebabkan daya simpan susu menjadi singkat, harga jual murah yang pada akhirnya juga akan mempengaruhi pendapatan peternak sebagai produsen susu. Kerusakan pada susu disebabkan oleh terbentuknya asam laktat sebagai hasil fermentasi laktosa oleh koli. Fermentasi oleh bakteri ini akan menyebabkan aroma susu menjadi berubah dan tidak disukai oleh konsumen. Untuk meminimalkan kontaminasi oleh mikroorganisme dan menghambat pertumbuhan bakteri pada susu agar dapat disimpan lebih lama maka penanganan sesudah pemerahan hendaknya menjadi perhatian utama peternak. Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mencegah kerusakan pada susu adalah dengan cara pemanasan (pasteurisasi) baik dengan suhu tinggi maupun suhu rendah yang dapat diterapkan pada peternak. Dengan pemanasan ini diharapkan akan dapat membunuh bakteri patogen yang membahayakan kesehatan manusia dan meminimalisasi perkembangan bakteri lain, baik selama pemanasan maupun pada saat penyimpanan. Proses pengolahan susu bertujuan untuk memperoleh susu yang beraneka ragam, berkualitas tinggi, berkadar gizi tinggi, tahan simpan, mempermudah pemasaran dan transportasi, sekaligus meningkatkan nilai tukar dan daya guna bahan mentahnya. Proses pengolahan susu selalu berkembang sejalan dengan berkembangnya ilmu dibidang tekologi pangan. Dengan demikian semakin lama akan semakin banyak jenis produk susu yang dikenal. Hal ini sangat menggembirakan dan merupakan langkah yang sangat tepat untuk mengimbangi laju permintaan pasar. Banyak jenis bahan makanan yang dapat dibuat dari bahan baku susu. Antara lain jenis produk susu yang sudah dikenal dikalangan masyarakat adalah es krim, susu bubuk, susu kental, mentega, yoghurt yang dihasilkan melalui proses homogenisasi, sterilisasi, pasteurisasi dan fermentasi. Penyebaran produksi susu akan lebih mempercepat perbaikan gizi masyarakat. Telah tersedianya listrik hingga pelosok desa akan menopang penggunaan pengolahan susu pasteurisasi. Teknologi pengolahan susu yang telah dikenal rakyat seperti pengolahan dadih dan danke di Sumatera Barat dan

©2004 Digitized by USU digital library

1

Sulawesi Selatan dapat mempercepat dan merupakan cikal bakal diversifikasi penggunaan susu. Diversifikasi air susu sapi ini bisa dikelola secara home industry maupun secara besar-besaran, dan sudah barang tentu untuk yang kedua ini diperlukan peralatan yang serba praktis dan modern, agar diperoleh hasil yang maksimal. Tetapi untuk keperluan keluarga kecil cukup dengan alat sederhana yang alatalatnya bisa diperoleh disekeliling kita dengan harga murah, seperti diperlukannya es batu dan beberapa kotak dari aluminium yang berfungsi sebagai tempatnya. II. PENANGANAN AIR SUSU Penanganan susu segar sangat diperlukan untuk memperlambat penurunan kualitas susu atau memperpanjang massa simpan susu. Didalam penanganan air susu dituntut keterampilan dalam hal: a. Penanganan kandang dan kamar air susu Jangan biarkan air susu terlalu lama di daerah kandang pemerahan, dan jangan simpan air susu pada ruang/kamar air susu yang berbau atau baru dicat. b. Pengaturan ransum sapi yang sedang laktasi Hendaknya makan yang diberikan kepada sapi sedang berlaktasi jangan berbau, oleh karena bau dari makanan akan diserap air susu melalui peredaran darah. c. Teknis pemerahan Baik tukang perah maupun alat-alat perah misalnya ember, bus, saringan hendaknya bebas dari kuman. Untuk alat-alat perah dicuci dengan desinfektan, kemudian dibilas dengan air sebersih mungkin dan dijemur. Perlakuan terhadap ambing mendapat perhatian khusus. Ambing berfungsi sebagai mesin memproduksi air susu. Bila terjadi kelainan maka produksi dapat terganggu. d. Pasca panen Yang diartikan pasca panen ialah perawatan/penanganan air susu setelah diperah hingga air susu dikonsumsi oleh konsumen. Hal ini meliputi processing, storage, pachage, transportasi dan pemasaran. Setiap fase penanganan diatas dengan mudah mengalami penurunan mutu dan jumlah. Penanganan Susu Hasil Pemerahan Cara penanganan air susu sesudah pemerahan adalah sebagai berikut: 1. Air susu hasil pemerahan harus segera dikeluarkan dari kandang untuk menjaga jangan sampai susu tersebut berbau sapi atau kandang. Keadaan ini penting terutama jika keadaan ventilasi kandang tidak baik. 2. Air susu tersebut disaring dengan saringan yang terbuat dari kapas atau kain putih dan bersih, susu tersebut disaring langsung dalam milk can. Segera setalah selesai penyaringan milk can tersebut ditutup rapat. Kain penyaring harus dicuci bersih dan digodok kemudian dijemur. Bila kain penyaring tersebut hendak dipakai kembali sebaiknya disetrika terlebih dahulu. 3. Tanpa menghiraukan banyaknya kuman yang telah ada, air susu perlu didinginkan secepat mungkin sesudah pemerahan dan penyaringan

©2004 Digitized by USU digital library

2

sekurang-kurangnya pada suhu 4oC–7oC selama 2 atau 3 jam. Hal ini dilakukan untuk mencegah berkembangnya kuman yang terdapat didalam air susu.bila tidak mempunyai alat pendingin maka pendinginan tersebut dilakukan dengan menggunakan balok es, dalam hal ini milk can yang telah berisi susu dimasukkan kedalam bak yang berisi es balok dan ditutup rapat. Jika peternakan tidak mempunyai alat pendingin, susu harus dibawa ke cooling unit atau KUD yang mempunyai alat pendingin dalam waktu tidak lebih dari 2,5 jam sesudah pemerahan. Bila tidak dapat ditempuh dalam waktu 2,5 jam maka dianjurkan menambahkan H2O2 (Hidrogen Peroksida) dengan kepekatan 35% sebanyak 2 cc untuk setiap liter air susu. Dengan perlakuan demikian air susu dapat tahan selama 24 jam di daerah tropis. Tanpa perlakuan penanganan, susu tidak dapat disimpan lebih dari 12 jam. Berdasarkan uji reduktase, penambahan H2O2 0,06%, air susu dapat disimpan selama 48 jam, sedangkan berdasarkan uji alkohol, susu dapat disimpan selama 24 jam. Susu masak dan susu kukus dapat disimpan selama 24 jam berdasarkan uji reduktase dan 12 jam berdasarkan uji alkohol (Ernawati, et al., 1986). Ernawati (1991) menyatakan hasil penelitiannya tentang pengaruh tata laksanan pemerahan terhadap kualitas susu kambing, sebagai berikut: Tata laksana pemerahan yang baik akan menghasilkan susu dengan jumlah mikroorganisme yang lebih sedikit (3,86%) dibandingkan dengan tata laksana yang kurang baik. Selain itu dikatakan bahwa tata laksana pemerahan tidak berpengaruh terhadap komposisi, keasaman dan pH susu kambing. III. PRODUK SUSU DAN HASIL IKUTAN TERNAK Berbagai produk berasal dari susu telah banyak dipasarkan dan dikonsumsi sebagai sumber gizi prima. Tabel 1. berikut menunjukkan produkproduk susu yang umum kini tersedia bagi para konsumen (Blakely, J. dan D.H. Bade, 1991). Tabel 1. Produk-produk susu Produk Susu Cair Susu homogenisasi(lemak > 3,25%) Susu lemak rendah (lemak 1 atau 2%) Susu skim (lemak < lemak 0,5%) Half and half (lemak 10,5%) Whipping cream (lemak 32%) Produk susu dengan aroma susu coklat (lemak 3,25%) Minuman coklat (lemak <3,25%) Eggnog (lemak 6%) Produk susu fermentasi Buttermilk Yoghurt Sour cream Sour half and half Produk Padat Susu skim kering Mentega Keju - Cheddar (Colby, Monterey J.) - Swiss - Italia - Brick - Limburger - Blue - Cottage Dessert Beku - Es krim (lemak> 10%) - Sherberts - Susu es (2-7%)

• • •

©2004 Digitized by USU digital library

3

dengan rincian: keju 24%. pengikat air dan pelapis. Apabila setelah proses homogenisasi dilakukan penyimpanan pada suhu 10-15 °C selama 48 jam tidak akan terjadi pemisahan krim pada susu. 2. J.Unggas • Campuran bahan pakan ternak • Pengelap debu . Didalam susu yang belum dihomogenisasi. keset. produk es krim 10%. Angka-angka persentase itu masih bervariasi sedikit dari tahun ke tahun. Alat untuk menyeragamkan globulaglobula lemak tersebut disebut homogenizer. pengental. dan D. Produk dari hasil ikutan ternak lainnya yaitu tulang tidak kalah pentingnya. tempat susu tersebut dihasilkan.Domba Ambal/hiasan dinding Kotoran • Pupuk kandang • Bio gas • Bio arang • Campuran bahan pakan ternak Hasil ikutan utama yang memiliki nilai ekonomis sebagai komoditi dari pemotongan sapi adalah kulit sapi.H. Berbagai Produk Hasil Ikutan Ternak Jenis Hasil Ikutan Ternak Jenis Produk Kulit (Sapi) Kulit Samak Tulang Gelatin Bulu : . karpet dan lain-lain. salah satu misalnya es krim. Dalam industri pangan gelatin berfungsi sebagai pembentuk gel. IV. dan susu evaporasi serta kondensasi sekitar 2%. (1991) menyatakan bahwa meski susu digunakan sebagai dasar untuk pembuatan produk yang bermacam-macam. adalah gelatin. karena hasilnya tidak akan terasa halus. Kulit sapi merupakan bahan baku industri (tas. globula-globula lemak ini besarnya tidak seragam yaitu antara 2-10 mikrometer. Jenis produk dari hasil ikutan ternak dapat dilihat pada Tabel 2 berikut: Tabel.Blakely. penjernih. Dari satu kali pencukuran bulu domba akan bisa didapatkan bahan baku bulu sebanyak 300 gram per ekor. Proses homogenisasi bertujuan untuk menyeragamkan besarnya globula-globula lemak susu. tetapi kerugian susu homogen adalah mudah mengalami creaming yaitu memisahnya kepala susu (krim) dibagian atas ©2004 Digitized by USU digital library 4 . Bulu domba dapat diolah menjadi barang yang bernilai ekonomis. seperti hiasan dinding. tergantung pada kecenderungan konsumsi serta produksi susu itu. tas. pakaian) yang tidak hanya dibutuhkan untuk industri dalam negeri. Ketidakhomogenan didalam pembuatan produk-produk olahan susu tertentu. PENGOLAHAN PRODUK SUSU Susu Homogen Susu homogen adalah susu yang telah mengalami homogenisasi. sepatu. Gelatin digunakan dalam pengolahan pangan lebih disebabkan sifat kimia dan fisikanya yang khas dari pada nilai gizinya sebagai sumber protein. Produk sampingan susu mencakup jumlah sekitar 56%. tetapi juga merupakan komoditi ekspor yang menghasilkan devisa negara. mentega 18%. sekitar 44% dari jumlah susu yang dihasilkan di Amerika Serikat masih dikonsumsi sebagai susu segar atau cream. yang 2% lagi masih digunakan didalam peternakan. Bade. pemantap emulsi.

Half and half cream Yaitu yang hanya mengandung lemak 10. Krim mempunyai berat jenis yang rendah karena banyak mengandung lemak. f. Krim dipasteurisasi. Krim dan susu skim dapat dipisahkan dengan alat yang disebut separator. Susu skim seharusnya tidak digunakan untuk makanan bayi tanpa adanya pengawasan gizi karena tidak adanya lemak dan vitamin-vitamin yang larut dalam lemak. Krim ini biasanya diperoleh dari mencampur krim yang kandungan lemaknya tinggi dengan susu segar sehingga tercapai kadar lemak tersebut diatas.5-16%.Produk dengan kandungan bahan kering (konsentrasi susu) tinggi . Pemisahan krim dan susu skim dapat terjadi karena kedua bahan tersebut mempunyai berat jenis yang berbeda. Susu skim mempunyai berat jenis yang tinggi karena banyak mengandung protein. Krim ini tidak dihomogenisasi sebab perlakuan homogeniasi akan menyebabkan krim mempunyai daya mengembang yang kecil.terpisah dari serum yang terletak dibagian bawah. Krim ini juga tidak dihomogenisasi. sering disebut “serum susu”. Light whipping cream Yaitu krim yang mempunyai kandungan lemak 30-34%. dan susu skim juga digunakan dalam pembuatan keju dengan lemak rendah dan yoghurt. Susu skim dapat digunakan oleh orang yang menginginkan nilai kalori rendah di dalam makanannya. yaitu: a. Krim dan Susu Skim Krim adalah bagian susu yang banyak mengandung lemak yang timbul ke bagian atas dari susu pada waktu didiamkan atau dipisahkan dengan alat pemisah. b.Produk dengan kandungan lemak tinggi . Yang diperam dengan bakteri asam laktat. sehingga dalam sentrifugasi akan berada dibagian dalam. Sour cream (krim asam) Yaitu krim yang kadar lemaknya tidak kurang daripada 18%.Produk dengan kandungan lemak rendah . Ada pula yang menyebutnya ‘kepala susu”. karena susu skim hanya mengandung 55% dari seluruh energi susu. c. Ada enam macam krim. Susu skim adalah bagian susu yang banyak mengandung protein. digunakan untuk: . Two stage homogenization.Produk yang memerlukan viscositas tinggi 2. Susu skim mengandung semua zat makanan dari susu kecuali lemak dan vitamin-vitamin yang larut dalam lemak. Tahapan proses homogenisasi dapat dilakukan dengan : 1. Whips ©2004 Digitized by USU digital library 5 . Single stage homogenization.Produk dengan viscositas rendah.Produk yang memerlukan homogenisasi berat (heavy) . e. Biasanya telah mengalami homogenisasi. Heavy whipping cream Yaitu krim yang mempunyai kandungan lemak lebih besar dari pada 34%. Alat ini bekerja berdasarkan gaya sentrifuge. digunakan untuk homogenisasi: . Homogenisasi dapat meningkatkan viscositas (viscosity) + 10 %. d. Light cream Yaitu krim yang mempunyai kadar lemak 18-22%.

0 66.2 45.Sterilisasi dalam polyethylene 8.1 36. Susu Pasteurisasi Produk olahan ini adalah susu yang telah mengalami proses pasteurisasi.65oC selama 30 menit 2.8 30.Susu pasteurisasi 1. Untuk mempertinggi atau memperpanjang daya simpan bahan ©2004 Digitized by USU digital library 6 .3 Sedangkan pengaruh suhu terhadap vitamin yang terlarut dalam air pada susu dapat dilihat pada Tabel 4. berikut: Tabel 4. Untuk membunuh bacteri tertentu yaitu dengan mengatur tingginya suhu dan lamanya waktu pasteurisasi c.0 Vitamin C 12. Bahan-bahan pemberi cita rasa dan zat penstabil.5 Tujuan Pasteurisasi: a.Yaitu krim pasteurisasi yang mengandung gula. Untuk membunuh bakteri pathogen. yang segera diikuti dengan proses pendinginan.7 . Ada 2 macam cara pasteurisasi yaitu: 1.8 .8 17. seperti yang tertera pada Tabel 3 berikut: Tabel 3. Proses pasteurisasi termasuk proses pemanasan yang dapat didefenisikan sebagai berikut: pasteurisasi adalah proses pemanasan setiap komponen (partikel) dalam susu pada suhu 62oC selama 30 menit. atau pemanasan pada suhu 72oC selama 15 detik. Pasteurisasi sekejap (HTST= High Temperature Short Time) dengan suhu 85oC – 95oC selama 1-2 menit Perlakuan panas dapat mempengaruhi kandungan lysin dalam susu pasteurisasi. yaitu bakteri-bakteri yang berbahaya karena dapat menimbulkan penyakit pada manusia (mycobacterium tubercolosis) b.5 39.8 Vit B12 4.UHT tidak langsung 5.6 50.Terilisasi dalam gelas (kaca) 11.7 31.6 54.UHT langsung 3.9 . Pengaruh Suhu pada Susu Perlakuan panas Susu pasteurisasi UHT langsung UHT tidak langsung Sterilisasi dalam polyethylene Sterilisasi dalam gelas (kaca) Pengolahan terhadap Vitamin yang Larut dalam Air Kehilangan (%) Asam folat 7. Pasteurisasi lama (LTLT= Low Temperature Long Time) dengan suhu 62oC. Pengaruh Perlakuan Panas terhadap Kehilangan Lysin Perlakuan panas Rata-rata kehilangan lysine (mean losses (%) of available lysine) . Untuk mengurangi populasi bakteri dalam bahan susu d.6 16.8 .3 19.6 35.

Proses sterilisasi juga termasuk pemanasan. Suhu yang digunakan lebih tinggi dari suhu pasteurisasi yaitu sekitar 104-140oC. Ada dua macam (tipe) alat yang digunakan dalam pengeringan yaitu: 1. Continuous sterilisasi. sampai mencapai kadar kurang lebih 45-50% saja. Susu ini banyak mengandung protein. Hasil susu dari peternak yang berbeda komposisinya dicampur sampai homogen yaitu dengan cara mengaduk ataupun dengan menuang susu dari wadah yang satu ke wadah yang lainnya. Susu Steril Susu steril yang banyak dijual orang adalah susu ultra. proses ini dapat menginaktifkan fosfatase dan katalase. kadar airnya 5% 3. yaitu dengan melakukan kedua metoda diatas. Alat yang digunakan untuk pemanasan pendahuluan adalah evaporator. Pada pasteurisasi susu. Tujuan pemanasan pendahuluan adalah menguapkan sebagian air yang terkandung oleh susu. silindris (drum dryer) 2.Kadar airnya 5% 2. Tahap-tahap pembuatan susu bubuk adalah perlakuan pendahuluan. Metode yang digunakan dalam proses sterilisasi ada 3 yaitu: 1. semprotan Macam-macam susu bubuk: 1. pengeringan dan pengepakan. bubuk susu instant dan lain-lain. Bubuk whey. Two stage (UHT) dengan suhu 135-155oC selama 2-5 detik 3. Alat yang digunakan untuk sterilisasi misalnya otoklav (kapasitas kecil) dan retrot (kapasitas besar). Susu penuh yaitu susu bubuk yang dibuat dari susu segar yang tidak mengalami separasi . Terutama dikerjakan apabila ingin dibuat bubuk krim atau bubuk skim. 4. Penyaringan bertujuan memisahkan benda-benda asing misalnya debu. yaitu enzim-enzim yang membuat susu cepat rusak. Pada perlakuan pendahuluan yang harus dikerjakan adalah penyaringan. Separasi bertujuan untuk memisahkan krim dan susu skim. pemanasan pendahuluan.e. separasi dan standarisasi. Bubuk krim atau bubuk susu mentega. Bubuk susu skim yaitu susu bubuk yang dibuat dari susu skim. Standarisasi adalah membuat susu menjadi sama komposisinya. One stage (autoclave) dengan suhu 110-120oC selama 10-40 menit 2. Dapat memberikan atau menimbulkan cita rasa yang lebih menarik konsumen f. bulu. ©2004 Digitized by USU digital library 7 .Kadar lemaknya 26% . Apabila pasteurisasi hanya bertujuan membunuh bakteri-bakteri pathogen maka sterilisasi bertujuan untuk membunuh semua bakteri baik pathogen maupun non pathogen. Dibuat dari krim yang mengandung banyak lemak. dan sebagainya yang terdapat dalam susu. pasir. Untuk memanaskan digunakan udara yang bersuhu antara 65-177oC tergantung jenis produk yang dibuat. Susu Bubuk Prinsip pembuatan susu bubuk adalah menguapkan sebanyak mungkin kandungan air susu dengan cara pemanasan (pengeringan). bubuk susu coklat. dengan yang sangat pendek kurang lebih 1-4 detik saja.

lemak. TS. kualitas mikrobiologis (Enterobacteriaceae. Dengan kadar air yang rendah ini susu dapat tahan disimpan lama dalam keadaan baik. susu kental harus diencerkan lagi dengan air panas atau air hangat. Apabila akan diminum. Susu Kental Susu kental diperoleh dengan cara mengurangi (menguapkan) kandungan air susu sampai kandungan airnya tinggi sekitar 40%. uji pemalsuan. laktosa. Tahapan pembuatan susu kental: ¾ Penyaringan (klarifikasi) ¾ Standarisasi (I) ¾ Pemanasan untuk mengurangi kadar air susu sampai kadar tententu Koperasi susu Pengumpul susu dari peternak Diuji: kualitas fisik (warna. SNF). susu skim kental dan krim kental. susu kental manis. bau. E. Beberapa contoh jenis susu kental adalah: susu kental tidak manis. fres milk Standarisasi Clarifier / Penyaringan Pengumpul susu dari peternak Evaporasi Suhu mulai 63-78oC tekanan vakum Pasteurisasi Plate penukar panas 80oC 6 detik Sterilisasi Direct Steam Injection 1050oC 6 detik Homogenisasi Spray drying SUSU BUBUK ©2004 Digitized by USU digital library 8 .Skema/cara pembuatan susu bubuk dapat dilihat pada Gambar 1. kualitas kimia (protein. potassium kaseinat. butter oil. coli. Beda susu kental manis dengan susu kental tidak manis adalah penambahan gula sehingga terasa manis. Total plate Count) Penerimaan Susu Segar Silo Pencampuran dengan MSK. berat jenis. dl).

Homogenisasi untuk menyeragamkan ukuran globula lemak susu. Skema Pembuatan Susu Kental Manis ©2004 Digitized by USU digital library 9 .lemak dan vitamin Testing Sampel Pencampuran Penyaringan Homogenisasi 1000 lb/inc2 Pasteurisasi 195oF 7 detik Vacum cooling Storage Vat (Penyimpanan) Pengalengan Pemberian Label SUSU KENTAL MANIS Gambar 2. Pada Gambar 2. Skema Pembuatan Susu Bubuk . .Gambar 1. krim. terlihat pembuatan susu kental manis. skim.Pendinginan.Sterilisasi (setelah masuk kaleng) pada suhu 128oC selama 2-10 menit.susu segar . zat penstabil) . Penuangan : . vit D.Standarisasi (II) (ditambahkan air . .susu bubuk dan gula .

diperoleh melalui proses pengocokan (Churning) sejumlah krim. krim ini dapat diambil dengan sendok atau dengan memasukkan selang plastik kedasar wadah dan menyedot serumnya hingga yang tertinggal hanya krimnya. Cultured unsalted butter (EEC Country) 4. Sweet cream salted butter 2.susu segar . Satu contoh adalah ketengikan yang disebabkan oleh pembebasan asam lemak oleh enzym lipase yang disebut lipolysis. Mentega merupakan sumber vitamin A yang sangat baik dan merupakan makanan yang berenergi tinggi (7-9 kalori/g).Garam . lakton. Ada 4 macam tipe mentega yang diproduksi antar lain: 1. Bila lipolysis terjadi sebelum penyimpanan (storage) asam lemak bebas akan ada pada mentega dengan konsekuensi yang serius pada rasa produk yang dihasilkan. Mentega yang baik harus mengandung lemak minimal 80%. Pengolahan susu harus hati-hati dengan demikian kandungan asam lemak bebas pada susu tidak meningkat. penyimpanan dalam tangki pendingin.Alat pemanas (panci dan kompor) .Pewarna Alat yang digunakan: . Bila cream separator tidak ada. Kadar air maksimal 16%.Susu yang ditangani dan disimpan pada kondisi yang bersih dan suhu rendah . Bahan lain yang terdapat dalam jumlah kecil adalah vitamin Air susu. E. butirat dan laktat.Berasal dari ternak yang sehat . Susu yang digunakan untuk pembuatan mentega: . Bahan untuk membuat mentega : . Ini penting juga untuk transportasi susu dengan sistem pipa. oleat dan stearat serta sejumlah kecil asam butirat dan asam lemak sejenis lainnya. tidak mengandung laktosa dan mineral serta berprotein rendah. dan D serta sebagai flavour adalah diasetil. ©2004 Digitized by USU digital library 10 . Lapisan krim yang berwarna kuning akan berada dibagian permukaan.Cream separator (dapat dimodifikasi) . pemisahan krim dapat dilakukan dengan cara berikut: susu segar dimasukkan kedalam wadah yang bermulut lebar dan disimpan di lemari pendingin yang bersuhu 5-10oC selama 12 jam.Mentega Mentega adalah produk olahan susu yang bersifat plastis. Warna kuning pada mentega disebabkan oleh zat warna β karoten dalam krim.Bau tidak enak yang berkembang saat susu dihasilkan dapat pindah kementega. Sweet cream unsaltedd butter (Produksi meningkat dibanding yang lain) Lemak mentega sebagian besar terdiri dari asam palmitat. Nilai gizi mentega banyak tergantung pada kandungan lemak dan vitamin-vitamin yang larut dalam lemak. Cultured salted butter (Nothern Europe) 3.Alat pengocok (Churn) Skema/cara pembuatan mentega dapat dilihat pada Gambar 3. kadar protein maksimal 1% dan MSNF (Milk Solids-Non-Fat) tidak lebih dari 2 %.

Yoghurt lebih mudah dicerna didalam perut dibandingkan susu biasa. yang merupakan hasil pemeraman susu dalam bentuk mirip bubur atau es krim yang mempunyai rasa agak asam sebagai hasil fermentasi oleh bakteri-bakteri tertentu. Skema Pembuatan Mentega Yoghurt Yoghurt adalah bahan makanan yang berasal dari susu sapi. Selain itu yoghurt juga mengandung nilai pengobatan terhadap lambung dan ©2004 Digitized by USU digital library 11 . Pembuatannya telah berevolusi dari pengalaman beberapa abad yang lalu dengan membiarkan susu yang tercemar secara alami menjadi masam pada suhu tinggi.Susu segar Pemisahan krim Netralisasi krim dengan basa Pasteurisasi 85oC selama 15 detik Didinginkan sampai 7oC Pewarnaan (bila perlu) Churning Penggaraman (bila perlu) Peremasan MENTEGA Gambar 3. full krim atau bahkan dari kacang kedelai (disebut Soyghurt). mungkin sekitar 40-50°C. Akhir-akhir ini ditemukan pula bahwa yoghurt dapat pula dibuat dari susu skim.

Hal ini tentu sangat bermanfaat bagi orang yang ingin melakukan diet. karena adanya perubahan laktosa menjadi asam laktat oleh bakteri-bakteri tersebut. Yoghurt mempunyai kandungan protein lebih daripada susu sapi. Dalam proses pembuatan yoghurt . sehingga dapat mencegah terjadinya penyumbatan pembuluh darah (atherosklerosis). dimana tubuh tidak mampu mengubah laktose menjadi glukosa dan galaktosa. tambahkan zat pemanis (gula.Flavour buatan (bila perlu) . sirup) maupun berbagai flavour buatan dari buah-buahan strawberry. tetapi mempunyai lemak yang lebih rendah. Kelainan ini mengakibatkan timbulnya sakit perut dan diare setelah mengkonsumsi susu. Prinsip pembuatan yoghurt adalah fermentasi susu dengan cara penambahan bakteri-bakteri laktobacillus bulgaris dan streptoccus thermophillus. sebaiknya tidak dilakukan sambil bercakap-cakap atau bergurau.Gula atau sirup (bila perlu) Alat: . kadar kolestrol didalam darah dapat diturunkan dengan mengkonsumsi yoghurt. Yoghurt sangat sesuai dikonsumsi oleh penderita defisiensi enzim laktase dalam tubuhnya (lactose intolerance). tumbuh jamur atau kapang pada permukaan yoghurt. mempunyai bau yang menyimpang dari bau yoghurt atau membusuk.alat pengaduk . Adapun ciri-ciri yoghurt yang rusak adalah: encer.Susu sapi atau susu bubuk .inkubator (bila tersedia) Skema/cara pembuatan yoghurt dapat dilihat pada gambar 4. Apabila tidak diinginkan rasa yang tidak terlalu asam. jambu. untuk menghindari masuknya kotoran maupun bakteri-bakteri yang tidak diinginkan dari dalam mulut kedalam yoghurt. Dengan mengkonsumsi yoghurt kejadian tersebut tidak perlu terjadi.usus yang terluka.Bakteri starter lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus atau dapat diganti dengan yoghurt yang telah siap jadi sebelumnya. timbul gas. .kompor . Bahan: .panci email . Dengan fermentasi ini maka rasa yoghurt akan menjadi asam. mangga. sehingga pembuatan yoghurt akan memberikan hasil yang kurang baik. dan sebagainya. ©2004 Digitized by USU digital library 12 . nenas.

Skema Pembuatan Yoghurt Kefir Kefir juga merupakan produk hasil fermentasi susu. Lactobacillus casei 4. Mikroba penyusun kefir adalah sebagai berikut: 1. Lactobacillus acidophilus 5. tetapi mikroba yang digunakan berbeda.Susu murni Diencerkan dengan air hangat Dipanaskan sampai mendidih + susu skim bubuk + gula 6-8% dari susu segar Diaduk dengan rata Didinginkan hingga mencapai 45oC + bakteri starter yoghurt Dimasukkan ke dalam botol steril atau gelas plastik inkubasi 12-14 jam pada susu ruang YOGHURT Gambar 4. Candida kefir ©2004 Digitized by USU digital library 13 . Streptoccus lactis 2. Streptoccus cremoris 3. Cara pembuatannya adalah dengan fermentasi susu segar dari sapi. kambing atau domba dengan kultur kefir (kefir grain) yang terdiri dari bakteri asam laktat dan khamir.

Cairan kefir yang diperoleh selanjutnya didinginkan pada suhu 5oC selama 2-3 jam untuk proses pematangan. Pemanasan produk dalam botol atau wadah lain sesuai kebutuhan. 3.Kain saring . Panaskan susu pada suhu 85oC selama 30 menit atau pada suhu 95oC selama 5 menit. setelah itu ditambahkan butir kefir secukupnya dan siinkubasi pada suhu 23oC selama kurang lebih 20 jam atau pada suhu 10oC selama 2 hari. Biji kefir dalam bentuk kering ini jika disimpan pada suhu kamar 4oC tahan 12-18 bulan. yaitu dengan menyaring kefir yang sudah jadi. Bila butir kefir ini dimasukkan kedalam susu. maka butir tersebut akan menyerap air sehingga mengembang dan warnanya berubah menjadi putih. Selain itu dimaksudkan untuk mendenaturasi protein sehingga meningkatkan viskositas produk yang diperoleh. 2.Botol . Pemanasan yang tidak diinginkan pada usu dan yang kemungkinan bersifat patogen. tidak larut dalam air maupun beberapa pelarut lainnya serta sulit untuk dihidrolisis oleh enzim. Bahan: . Alat: . Susu yang telah dipanaskan tersebut kemudian idinginkan pada suhu kamar sampai mencapai suhu 22oC.Susu sapi/kambing/domba butir kefir. Butir kefirnya disimpan untuk digunakan kembali sedangkan filtratnya (bagian cairnya) merupakan minuman kefir yang segar.6. Selanjutnya dilakukan pemisahan butir kefir dengan cara penyaringan.Alat pemanas (kompor) . Penyimpanan dalam bentuk kering dapat dilakukan dengan cara membungkus butir kefir yang telah dicuci air dengan kain bersih selama 36-48 jam pada suhu kamar. 5. 4. ©2004 Digitized by USU digital library 14 . Butir kefir yang diperoleh dicuci dan direndam dalam air dingin dan disimpan pada suhu 4oC. Butir kefir dapat dipakai berulang kali.Lemari pendingin Cara pembuatan: 1. Kluyveromyces fragilis Butir kefir tersebut berwarna putih kekuningan. Skema pembuatan kefir dapat dilihat pada Gambar 5.

dan dicampur dengan telur.Susu segar Dipanaskan 85oC (30 menit) Atau 95oC (5 menit) Didinginkan sampai 22oC Butir kefir kefir Inkubasi 23oC (20 jam) Atau 10oC (2 hari) Penyaringan Butir kefir Filtrat Didinginkan 5oC 92-3 jam) Dikemas KEFIR Gambar 5. Skema Pembuatan Kefir Es Krim Es krim merupakan makanan beku yang terbuat dari campuran produkproduk susu dengan persentase lemak susu yang tertentu ukurannya. ditambah dengan bahan penegas cita rasa dan pewarna ©2004 Digitized by USU digital library 15 .

kompor .slaagroom of whip (plumprose of whip cream) Alat: . ¾ Bahan penstabil (stabilizer) : Sodium atau propylene glycol alginate. gelatin.67 1. madu. Komposisi Umum dari Beberapa Tipe Es Krim % Lemak %MSNF % Gula % E/S Dessert ice Ice cream Milk ice Sherbet Water ice 15 10 4 2 0 10 11 12 4 0 15 14 13 22 22 0. Contoh pembuatan es krim : Bahan : .4 0. lecithin. buttermilk. guar. Tabel 5. berbagai macam sirup. Dalam bentuk paling sederhana. sweat cream. arabic. es krim mengandung 5-6 persen jumlah pewarna dan bahan cita rasa dari volume bagian es krim yang tidak beku.6 0.0 0 Unsur pokok pembentuk es krim: ¾ Lemak susu : berasal dari susu krim (sweat cream).3 0.pengaduk Cara pembuatan: ©2004 Digitized by USU digital library 16 .wajan .4 0.2 %Overru n 110 100 85 50 0 %MSNF/fat 0.gula pasir/putih . krim plastik. Klasifikasi dan komposisi es krim tidak ada yang standard. polyoxyethylene. carob bean dan locust bean ¾ Bahan pengemulsi (emulsifier) : mono dan digliserida. susu skim manis kondensasidan whey padat. agar-agar dan gums seperti tragacanth. diperoleh dari tingginya kadar kemanisan es krim. hal ini tergantung dari peneliti dan negara tempat es krim berasal. dextrosa. disodium phosphate. sodium carboxymethylcellulose. ¾ Garam mineral : Ca atau Mg oksida. krim beku.kuning telur . Komposisi umum dari beberapa tipe es krim dapat dilihat pada Tabel 5.susu sapi .tertentu sehingga lebih menarik. turunan alkohol hexahydric.0 2. fruktosa dan lain-lain ¾ Milk Solids Non Fat (MSNF) : Skim susu segar. mentega tidak mengandung garam atau minyak mentega.0 3. sodium citrate.tepung meizena . carrageenan (hasil ekstraksi rumput laut dari kelas Rhodophyceae/alga merah yang diektraksi dengan air atau larutan alkali yakni kalsium hidroksida atau natrium hidroksida). pectin. Kandungan kalori yang tinggi dalam es krim. glycol dan glycol ester. laktosa. sodium tetrapyrophosphate dan sodium hexametaphosphate. ¾ Bahan pemanis : Gula. susu skim bubuk. caraya. Es krim mempunyai nilai protein tinggi selain vitamin dan mineral. Karena penambahan gula.

5 butir kuning telur yang tersedia dikocok dengan menggunakan alat pengocok (Mixer) ataupun garpu. Gula pasir dan susu dimasak diatas api kecil sampai susu tersebut mencapai suhu 70oC 2. Setelah adonan telur merata dimasukkan ke dalam adonan susu sambil diaduk-aduk.1. dapat ditambahkan potongan-potongan buah sebagai pelengkap. 3. Bila diinginkan adanya rasa buahbuahan. serta dicampur dengan slaagroom of whip. Campurkan kedua adonan tersebut. Skema pembuatan es krim dapat dilihat pada Gambar 6. setelah es krim terbentuk. Pengadukan terus dilakukan sehingga adonan merata. 4. dimasukkan ke dalam ruang pendingin (Freezer) hingga mengeras. Kemudian larutan ini dituangkan kedalam susu panas dan dipanaskan lagi. Tepung maizena dicampurkan kedalah sedikit air hangat dan diaduk sehingga tepung menjadi hancur. ©2004 Digitized by USU digital library 17 . Pemasakan dilakukan kira-kira selama 2-3 jam kemudian diangkat.

mencair dan sebagainya. es krim bergetah. Kerugian pada produk akhir yang disebabkan oleh homogenisasi yang tidak tepat adalah overrun rendah. Skema Pembuatan Es Krim Homogenisasai pada pembuatan es krim: Homogenisasi dari pengocokan es krim dimaksudkan untuk mengurangi semua ukuran lemak menjadi ≤ 2 µm. Pelaksanaan ©2004 Digitized by USU digital library 18 . tekstur es krim kasar.Susu Gula Pasir Dicampur Tepung meizena dalam air hangat Dimasak hingga mendidih Campur Diaduk 5 kuning telur + slaagroom of whip dikocok Diangkat Dicampur Diaduk Dimasukkan kedalam freezer Es krim Gambar 6.

Pendinginan dan Pemeraman: Adonan didinginkan pada suhu 0-4°C setelah dihomogenkan dan diletakkan di dalam tempat penyimpanan refrigerator. 2. body and texture. Untuk mencapai overrun yang baik maka kondisi pembekuan harus cepat yaitu sekitar 2 jam. Overrun yang baik bila besarnya 100-120%. Pembekuan adonan dengan lemak tak berkristal akan cenderung menghasilkan suatu pengocokan yang tidak terkontrol dalam freezer. terlalu banyak gumpalan lemak dan protein susu yang tidak stabil. tekstur dan palatabilitas. hasilnya tidak nyata. 2. Suhu yang baik untuk homogenisasi sekitar 71°C. Rasa (flavor) bahan yang ditambahkan. ©2004 Digitized by USU digital library 19 . Overrun es krim sangat penting karena dua faktor : 1. serta melting quality. Untuk Es Krim Sederhana : % Overrun = berat adonan per vol unit – berat es krim per vol unit x 100 berat es krim per vol unit Formula 2. Untuk menjaga kualitas adonan. color and package. suhu lebih dingin lebih baik. yang harus diperhatikan adalah flavor. Pengaruh pada tubuh. Overrun: Jumlah udara yang tergabung dalam es krim di ekspresikan sebagai % overrun. Tidak ada kartu skor yang umum untuk penilaian es krim. Berhubungan dengan hasil dan keuntungan. Bila diperam hanya 2-4 jam. dengan kata lain pengembangan volume yaitu kenaikan es krim antara sebelum dan sesudah pembekuan. Adonan membutuhkan waktu untuk diperam 24 jam. Pemeraman merubah kemampuan pengocokan adonan menjadi sebaik tekstur es krim akhir.homogenisasi yang tidak tepat tersebut antara lain adalah tekanan terlalu tinggi atau rendah. Rumus untuk mendapatkan %Overrun es krim menurut Cross dan Overby (1988) adalah : Formula 1. Metode pengolahan adonan dan 3. Untuk es krim buah dan kacang % Overrun = vol es krim – (vol adonan + vol buah) x 100 vol adonan + vol buah Kerusakan Es Krim Untuk penilaian atau mengetahui kerusakan es krim. Protein susu dan penstabil protein membutuhkan beberapa jam untuk menyerap air sebagai hidrasi. guna mencegah terjadinya kristal-kristal yang kasar. Pemeraman membuat lemak dan protein susu menjadi kristal dan bahan penstabil menyerap air bebas sebagai air hidrasi. bakteria. Variasi komposisi adonan. Waktu yang dibutuhkan untuk pembekuan dipengaruhi oleh beberapa faktor: 1.

Bau karena penyimpanan yang terlalu lama.1% dari adonan. hal ini tergantung dari komposisi adonan dan jumlah udara selama pembekuan. Gula tidak boleh melebihi15%. Tekstur kasar pada es krim merupakan kerusakan yang sangat serius. Texture dapat dijelaskan adalah kehalusan pada lidah bila es krim dikonsumsi. tetapi ini bukan merupakan kerusakan yang serius karena konsumen lebih suka body berat dengan overrun rendah. 6. Stabilisasi tidak benar 2. Homogenisasi tidak benar 3. Lembek(soggy). 7. Bau akibat pemanasan yaitu bau gosong. 9. Rapuh/mudah hancur (crumbly). Bila es krim terasa asam terjadi karena menggunakan bahan yang asam atau karena terbentuknya asam laktat dalam adonan. berasal dari alat dan susu dari peternakan atau bahan pembuat es krim yang sudah lama. Kerusakan Penampilan dan tekstur (Body and texture defect): Body berhubungan dengan ketahanan untuk mencair bila es krim dikonsumsi. Rasa asin yang disebabkan terlalu tinggi persentase MSNF atau menggunakan mentega yang mengandung garam. yaitu bau kardus. Bila terdapat rasa yang tidak diinginkan atau rasa tidak alamiah misalnya menggunakan rasa/aroma buatan tidak sama dengan rasa/aroma yang asli. 4. Menggunakan terlalu tinggi persentase sirup jagung yang mana cenderung menutupi flavor. Bergetah (gummy) 4. Rasa es krim yang tidak enak. Encer (weak) atau ada benang halus (fluffy) 2. hal ini disebabkan oleh: 1. Oxidized flavor terjadi bila adonan es krim atau bahannya bersentuhan langsung dengan aluminium teroksidasi seperti copper atau dengan sinar matahari. bau buah atau bau kacang yang apak pada eskrim. bila terlalu lama dimasak atau kurang pengadukan selama pemanasan. fluktuasi suhu pada retail cabinet dan freezer di rumah ©2004 Digitized by USU digital library 20 . 3. 5. Terlalu manis akibat kelebihan gula.namun demikian yang selama ini digunakan di Amerika Utara adalah sebagai berikut : Flavor 45 point Body and texture 30 point Bacteria 15 point Color and package 5 point Melting Quality 5 point Total 100 point Kerusakan flavor pada es krim dapat dikategorikan sebagai berikut: 1. Kandungan garam es krim tidak boleh melebihi 0. hal ini disebabkan kandungan gula rendah. 8. 2. 3. pembekuan lambat dengan membiarkan es krim menunggu lama sebelum dimasukkan ke freezer. Rasa asin mempertegas rasa pada es krim. Body defects dapat diklasifikasikan senagai berikut: 1.

Usaha pengawetan kulit sapi Pada mulanya lebih kurang 150 tahun yang lalu pengawetan kulit ini telah dilakukan. jamur dan serangga yang menyebabkan pembusukan dan kerusakan kulit. • Secara kebetulan juga orang Eskimo mengerjakan atau meremas-remas kulit hewan dengan otak hewan atau minyak ikan. noda darah dan kotoran-kotoran yang menempel. Untuk menghindari kerusakan kulit sapi. Pengawetan kulit selain mempertimbangkan segi teknologis juga mempertimbangkan segi ekonomisnya. Bila tidak segera memperoleh penanganan. Prinsip pengawetan kulit adalah mengurangi kadar air kulit segar sedemikian rupa sampai kadar air kulit kurang dari batas minimum air yang diperlukan untuk hidup dan berkembangnya mikroorganisme (kadar air 7 – 15%). Kalau sudah ©2004 Digitized by USU digital library 21 . kulit sapi akan terkontaminasi dengan organisme. hanya saja bersifat empiris yaitu : • Secara kebetulan pemburu mengampaikan kulit pada dahan atau merendam kulit hewan buruannya kedalam cairan kulit kayu yang rasanya sangat sepat. Pembersihan kulit dapat menggunakan pisau tumpul atau kikir. namun kulit mudah sekali membusuk jika terkena air atau basah dan akan menjadi keras bila kering. dan membusuk. Usaha untuk menjadikan kulit hewan tidak busuk bila basah dan tetap lemas bila kering.. Pengeringan Sebelum diawetkan kulit harus dibersihkan dari daging. hanya dapat bertahan selam 12 jam setelah pengulitan. Ada beberapa cara untuk meningkatkan potensi kulit sapi sebagai komoditi. agar kulit tidak rusak. Pada hakekatnya tujuan pengawetan kulit adalah melindungi kulit terhadap serangan bakteri. Syarat-syarat yang perlu diperhatikan atau dipertimbangkan pada pengawetan kulit adalah : • Mudah dilakukan • Biayanya murah • Bahan pengawet tidak mengadakan reaksi kimia dengan zat kulit • Reversible (kulit dapat dikembalikan ke keadaan semula). Penggaraman. Sedangkan otak hewan dan minyak ikan ternyata mengandung lemak yang memiliki banyak ikatan rangkap (lemak tak jenuh). dan bisa memasarkannya sebagai bahan baku industri. antara lain: 1.V. diperlukan teknologi agar daya tahan dan daya simpan kulit tersebut menjadi meningkat. kulit sapi harus diawetkan. Pengolahan Hasil Ikutan Ternak Kulit yang diawetkan / kulit samak : Kulit sapi yang baru selesai dikuliti. Pada tingkat kemajuan pengetahuan. peristiwa tersebut dipahami bahwa rasa sepat pada cairan kayu tersebut mengandung tannin yang sampai saat ini masih digunakan sebagai bahan penyamak nabati (vegetable tannin). sering dilakukan adalah: a). Teknologi penyamakan kulit sebenarnya termasuk salah satu aset kebudayaan manusia yang tertua. lemak. Sejak zaman dulu orang telah menggunakan kulit hewan untuk pakaian dan alat perlengkapan lainnya. Proses pengawetan kulit yang Pengeringan dan b). a. Peristiwa tersebut ternyata menjadikan kulit hewan lebih awet dan lebih lemas bila dijadikan sebagai bahan pakaian atau keperluan lainnya .

tetapi tidak boleh diperas. Ada dua cara penyamakan kulit : a. Bila sudah dianggap cukup. serta diangin-anginkan antara pukul 11. bagian daging pada kulit ditaburu garam sebanyak 10 persen dari berat kulit sapi. 200 gram soda. kulit sapi bisa segera diangkat dan dibilas dengan dengan air bersih. ¾ Penggaraman Kering: Bila penuntasan air dianggap cukup. karena akan merusak kualitas kulit. Posisi yang paling baik untuk penjemuran dengan sinar matahari adalah posisi sudut 45°.00-11. Ukurannya 35 liter air. ¾ ¾ ¾ ¾ ¾ 2. kulit sapi bisa diangkat dan dibentangkan pada lantai yang miring untuk menuntaskan air. Kemudian kulit lainnya ditumpukkan dengan bagian bulu di bawah.00 WIB dan pukul 15.. Ini dilakuakan untuk menghilangkan lemak yang masih menempel pada kulit tetapi tidak terlihat oleh mata. didiamkan sampai 30 hari. Jangan diperas. Kulit yang sudah bersih bisa dijemur sebentar. lemak. harus dicuci lebih dahulu dengan air bersih agar menjadi lunak. dan bagian daging ditaburi garam dan seterusnya. Campuran diaduk sampai merata. yaitu penggaraman kering dan penggaraman basah.bersih. Setelah kulit dirasa cukup kering (kadar air 7-15%).00-15. b. penjemuran hanya dilakukan antara pukul 09. Usaha Penyamakan kulit Kulit sapi yang akan disamak. kemudian kulit direndam selama 2-3 jam. caranya sebagai berikut ©2004 Digitized by USU digital library 22 . Selanjutnya kulit didiamkan 24 jam. kepekatan larutan harus terkontrol dengan baik. Pekerjaan yang terakhir adalah penjemuran kulit sapi dengan alat perentang. Selama 36 jam perendaman. dan 1500 gram sabun cuci. Penggaraman Basah: Bila penuntasan air dianggap cukup. Penyamakan kulit dengan garam dan asam belerang. Selanjutnya kulit bagian daging dibersihkan dari daging. Penggaraman Ada dua cara penggaraman. noda kotoran atau darah yang menempel. Proses penjemuran dan pengeringan dianggap cukup/sudah selesai apabila : Keadaan kulit tembus cahaya (transparan) Keadaan kulit tegang Bagian daging dan bulu kering Penampang kulit kalau diketuk dengan jari berbunyi nyaring.00 WIB pada tempat yang teduh. dan ditaburi lagi sebanyak 20 persen dari berat kulit. kulit dibentangkan dan bagian daging pada kulit ditaburi 30 persen dari berat kulit basah. kulit direntang dengan alat perentang dari kayu kemudian dijemur dalam keadaan terbentang.00 WIB. Selesai perendaman dalam larutan garam. dan kemudian didiamkan sampai 2-3 jam.00-17. Sediakan air hangat yang bercampur soda (borax) dan sabun cuci (detergent). lalu kulit bagian daging dicuci dengan bensin. baru dilakukan perendaman dalam larutan garam (campuran 100 liter air dengan 50 kg garam) selama 36 jam. sampai air tuntas sempurna. Untuk menjaga kualitas kulit.

Selesai perendaman.35 liter air dicampur 4500 gram tawas (kalium aluminium sulfat). diperlukan pekerjaan yang hati-hati.Kulit sapi lalu dibilas dengan air bersih.Setelah melewati proses pengolesan pasta selama 3 hari. 1100 gram soda dan 2250 gram garam. Pelaksanaan penyamakan kulit macam ini.Agar kulit sapi tetap lemas dan memiliki kualitas penyamakan yang baik. . dimasukkan sedikit-sedikit dan aduk sampai menjadi adonan pasta. ©2004 Digitized by USU digital library 23 . Ukuran campuran adalah 35 liter air.Larutan 1 dicampur dengan larutan 2. diaduk sampai merata (laruatan 1) . Namun untuk melaksanakan penyamakan kulit sapi dengan garam dan asam belerang. Perlskusn seperti ini dilaksanakan sampai tiga kali berturut-turut. dan diaduk lagi sampai merata semua. Gelatin berbeda dengan hidrokoloid lain. . Esoknya kertas dan adonan pasta dilepas dan dibuang. kemudian dimasukkan 100 cc asam belerang. secara merata pada bagian daging dan bila selesai diberi penutup kertas. . Lalu didiamkan selama 24 jam. dan selama perendaman harus sering diaduk-aduk agar proses perendaman berlangsung sempurna. dan bila sampai terkena pada kulit tangan dan baju. . kulit sapi bisa diangkat dan dicelupkan pada air yang dicampur dengan soda (borax).35 liter air dicampur dengan 4500 gram garam. karena kulit sapi bisa lemas. sehingga membentuk larutan. .5 liter air dicampur 1100 gram soda dan 2250 gram garam. maka pada hari yang keempat diolesi pasta sekali lagi.Kulit sapi dijemur dengan menggunakan alat perentang. diaduk merata. Gelatin Gelatin adalah salah satu hidrokoloid yang dapat digunakan sebagai gelling. umumnya dilakukan oleh industri penyamakan kulit. .Ambil secukupnya capuran diatas ditambah tepung kanji (aci) secukupnya. Komposisi asam amino dari gelatin dapat dilihat pada tabel 6. karena kebanyakan hidrokoloid adalah polisakarida seperti karagenan dan pektin. caranya: .17. . Penyamakan kulit dengan pasta.5 liter air.asam amino essensial kecuali triptofan. sedangkan gelatin merupakan protein mudah dicerna. Selanjutnya dibilas dengan air bersih. Pencelupan kulit sapi hanya dilakukan selama 10 menit. bahan pengental (thickner) atau penstabil..Terakhir cuci kulit dengan campuran: 17. diaduk merata sempurna (larutan 2) . maka kulit sapi sebelum begitu kering harus diolesi vaseline dan sering kali digosok dengan kain. b. tetapi didiamkan selama 4 hari. mengandung semua asam. dan 300 gram soda. Dari dua cara penyamakan tersebut penyamakan kulit dengan garam dan asam belerang akan menghasilkan kualitas penyamakan lebih baik dari pada cara penyamakan kulit dengan pasta. lalu dijemur dengan alat perentang. lalu diganti dengan adonan pasta yang baru dan ditutup kertas. berbeda dengan penyamakan dengan pasta yang menghasilkan kulit agak keras dan sulit dilipat. aduk rata . .Kulit sapi selanjutnya direndam selama 3 hari.Kulit sapi yang sudah bersih diolesi adonan pasta setebal 3 mm. sebab asam belerang yang kental sangat berbahaya bagi manusia bila asapnya sempat tersedot.

Kegunaan gelatin terutama adalah untuk mengubah cairan menjadi padatan yang elastis atau mengubah bentuk sol menjadi gel.3 – 14. gelatin merupakan suatu senyawa ampoter.1 – 11.Tabel 6.4 – 30.5 Asam glutamat 11. ©2004 Digitized by USU digital library 24 . Struktur gelatin adalah seperti Gambar 7. Struktur Kimia Gelatin.7 Alanin 8.0 – 18. CH2 CH2 CH2 CH CO .0 Hidroksiprolin 13. Keadaan tersebut membedakan dengan gel dari pektin. alginat. albumin telur dan protein susu yang bentuk gelnya irreversible. Muatan asam amino dapat berubah positif atau negatif tergantung dari media sekitarnya (pelarut). pati. Reaksi pembentukan gel oleh gelatin bersifat reversible karena bila gel dipanaskan akan terbentuk sol dan sewaktu didinginkan akan kembali terbentuk gel lagi.NH CO CO C H-CO-NH R Glisin Prolin Y Glisin X CO CH-CO R Hidroksiprolin CO N CH2 CH NH CH2 CHOH CH2 NH CH2 N Gambar 7.6 – 11.3 Sumber : Parker (1982) disitasi oleh Septriansyah (2000) Ditinjau dari struktur kimianya yang merupakan polipeptida asam amino. Standar mutu gelatin dapat dilihat pada Tabel 8.5 Prolin 14. Kandungan Asam Amino pada Gelatin Jenis Asam Amino Jumlah (persen) Glisin 26. Sifat sisik secara umum dan kandungan unsur-unsur mineral tertentu dalam gelatin dapat digunakan untuk menilai mutu gelatin.

pemekatan. Gelatin Tipe A Bahan baku gelatin tipe A biasanya berasal dari kulit babi atau dari ossein (tulang yang telah mengalami demineralisasi yaitu penghilangan kalsium fosfat). asam fosfat dan yang terbaik adalah asam klorida) dengan konsentrasi antara 4-7%. Persiapan bahan baku 2. reduksi ukuran tulang. Pengecilan ukuran tulang untuk memperluas permukaan tulang sehingga reaksi berlangsung lebih cepat dan sempurna. Proses produksi utama gelatin dibagi dalam tiga tahap: 1. asam sulfit. Pemurnian serta perolehan gelatin dalam bentuk kering. demineralisasi.dan asam fofat. Demineralisasi bertujuan untuk menghilangkan garam kalsium dan garamgaram lainnya sehingga diperoleh ossein. Reduksi ukuran tulang adalah pengecilan ukuran tulang kira-kira 2-4 cm2. liming. sehingga dihasilkan kelarutan lemak yang optimum. degreasing. dalam larutan asam (bisa asam sulfat. Tipe produk akhirnya ada dua yaitu tipe A dan tipe B. Adapun tahap-tahap pembuatan gelatin dari tulang ayam meliputi pembersihan. pengeringan. Standar Mutu Gelatin Karakteristik Syarat Warna Bau.25% Maksimum 50 mg/kg Maksimum 2 mg/kg Maksimum 30 mg/kg Maksimum 100 mg/kg Maksimum 1000 mg/kg Proses Pembuatan Gelatin Pada prinsipnya proses pembuatan gelatin dapat dibagi menjadi dua macam yaitu proses asam dan proses basa. Perbedaan keduanya terletak pada proses perendamannya. Kalsium tulang terutama dalam bentuk kalsium fosfat dalam larutan HCl terurai menjadi Ca2. Konversi kolagen menjadi gelatin 3. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut: 3CaCl2 + 2H3PO4 Ca3(PO4)2 + 6HCl Keuntungan dari proses asam antara lain adalah persiapan bahan baku hanya memerlukan waktu relatif singkat. rasa Kadar air Kadar abu Logam berat Arsen Tembaga Seng Sulfit Tidak berwarna Normal (dapat diterima konsumen) Maksimum 16% Maksimum 3. ekstraksi.Tabel 7. biaya lebih murah dan dalam waktu ©2004 Digitized by USU digital library 25 . Proses ini berlangsung selama 10-14 hari dalam wadah tahan asam . Penghilangan lemak pada tulang efektif dilakukan pada suhu antara titik cair lemak dan suhu koagulasi albumin tulang yaitu antara 32-80°C. Degreasing adalah proses penghilangan lemak dari jaringan tulang.

Untuk proses selanjutnya sama seperti proses pembuatan gelatin tipe A. Pemisahan. Penenunan. Penyaringan larutan dilakukan untuk menghilangkan zat-zat lain yang tidak larut yang akan mengurangi kemurnian gelatin. Pemekatan larutan gelatin untuk meningkatkan total solid larutan sehingga mempercepat proses pengeringan dengan menggunakan evaporator. sedangkan proses basa dihasilkan rantai ganda. 7. 11. Ossein yang lunak akan memudahkan proses ekstraksi karena larutan gelatin mudah terbentuk selama proses perendaman Perubahan lain yang terjadi selama proses liming adalah pemutusan ikatan hidogen dan ikatan elektrostatik. Kisaran temperatur ekstraksi yang digunakan antara 50°C dan 100°C atau lebih rendah. 9. Penyortiran. Dalam pembuatan gelatin tipe A. Pemintalan 8. 6. 2. Pemutihan. yaitu : a.singkat pula asam mampu mengubah serat kolagen tripel heliks menjadi rantai tunggal. Bila proses liming tidak dilakukan dengan tepat (waktu dan konsentrasinya). Pencucian. Pengeringan selesai apabila kadar air gelatin mencapai 9-12% selama 24 jam. 4. Penyisiran. Pencukuran Bulu ¾ Bulu domba dicukur dengan gunting ¾ Hasil guntingan bulu dikumpulkan Penyortiran ¾ Pisahkan bulu dari kotoran (feses). Gelatin Tipe B Pada prinsipnya perbedaan proses pembuatan gelatin tipe A dan tipe B adalah pada proses perendamannya. sedangkan nilai pH ekstraksi dapat bervariasi untuk setiap metode. rumput. tanah dan lain-lain Pencucian Bulu Pencucian bulu dilakukan tiga tahap. Tahap terakhir adalah pengeringan gelatin pekat yang telah padat dengan sinar matahari langsung atau dengan mengguanakan mesin pengering yang bersuhu 32-60°C. 3. Pembuatan Disain. Pemekatan dilakukan selama 5 jam pada suhu 70°C hingga kepekatan mencapai 25-30%. Pencukuran bulu. Bahan baku gelatin tipe B berasal dari kulit hewan dan tulang. Ektraksi adalah proses denaturasi untuk mengubah serat kolagen yang tidak larut air dengan penambahan senyawa pemecah ikatan hidrogen pada suhu kamar atau suhu lebih rendah. Proses ini disebut dengan proses alkali. Perendaman ¾ Bulu direndam dalam air selama 12 jam (satu malam) ¾ Kemudian dibilas ©2004 Digitized by USU digital library 26 . Proses ini bertujuan untuk melarutkan komponen non kolagen dan untuk melunakkan ossein. 5. bahan baku diberi perlakuan perendaman dalam asam sedangkan perlakuan yang diaplikasikan untuk menghasilkan gelatin tipe B adalah perendaman dalam air kapur. ranting. Pada produksi gelatin tipe B dilakukan perendaman tulang dalam larutan hidroksida (liming) dengan konsentrasi antara 5-15% selama 3-8 minggu. Teknik Pengolahan Bulu Domba Tahap-tahap pengolahan bulu domba meliputi: 1. serta beberapa kovalen antar rantai kolagen dapat terputus. Pewarnaan. 10. Penjemuran. Hal ini dapat menyebabkan penurunan rendemen gelatin yang dihasilkan. dapat terjadi kelarutan kolagen dalam larutan kapur.

maka digunting dan dibuang saja. diperas dan langsung dijemur.3 liter biang cuka + pewarna ¾ Rebus benang dalam campuran pewarna tersebut selama 1 jam. Penyisiran Bulu ¾ Bulu diletakkan di atas sisir ¾ Kemudian sisir diputar-putar sampai bulu tersebut terbentuk lembaranlembaran tipis. ©2004 Digitized by USU digital library 27 . Pemisahan Bulu ¾ Sobek-sobek bulu yang masih menggumpal dengan kedua tangan sampai bulu menjadi terurai ¾ Apabila gumpalan bulu tersebut sulit diuraikan. lalu angkat dan ditiriskan ¾ Kemudian benang dicuci sekali lagi dan terakhir dikeringkan. Penjemuran ¾ Hamparkan (tipis saja) di atas meja penjemuran. ¾ Kemudian angkat. Pemutihan ¾ Benang hasil pintalan perlu diputihkan ¾ Rebus air 2 liter sampai mendidih lalu masukkan 2 sendok (± 10 ml) H2O2 dan 2 sendok deterjen ¾ Kemudian didihkan lagi dan masukkan benang yang akan diputihkan. sesuai dengan warna yang diinginkan ¾ Campur 10 liter air + 0. lalu dijemur Pewarnaan ¾ Pewarnaan benang menggunakan pewarna tekstil. ¾ Kemudia setiap dua helai benang dipintal/digabung menjadi benang. ¾ Jemur selama 1-2 hari pada waktu yang cerah. Pemintalan ¾ Bulu yang sudah disisr dimasukkan sedikit demi sedikit ke dalam lubang benang alat pintal ¾ Kemudian putar roda dengan kaki terus menerus sampai terbentuk helaihelai benang. Pembuatan Disain ¾ Disain disesuaikan dengan barang kerajinan yang akan dibuat (misalnya: keset. Pencucian dengan deterjen ¾ Larutkan 100 gram deterjen ke dalam 10 liter air ¾ Rendam bulu selama 15 menit ¾ Kemudian angkat dan bilas dengan air bersih c. ¾ Celupkan bulu yang sudah dicuci dengan deterjen ke dalam larutan desinfektan.b. diaduk-aduk sampai berbusa (± 5 menit) ¾ Angkat dan bilas dengan air sampai bersih. hiasan dinding) ¾ Gambar ukuran dan motif yang diinginkan ¾ Tentukan warna-warna pada motif yang diinginkan. tas. Pencucian dengan Desinfektan ¾ Larutkan desinfektan (lisol atau densol) sebanyak 100 cc ke dalam 10 liter air.

Pengambilan kotoran ternak ayam dilakukan dua minggu setelah ayam dipanen atau diafkir sehingga kotoran telah mengalami proses penyimpanan di dalam kandang yang cukup lama. beratap. biasanya masih memperlihatkan warna aslinya. Ternak kecil . kotoran ternak akan berubah menjadi pupuk kandang. beratap dan tidak berdinding agar mudah terangin-anginkan . . Bila kotoran ternak dalam kondisi seperti ini diberikan ke tanaman maka akan mengundang jutaan bakteri untuk menguraikan rantai karbon. Oleh karena itu sebelum penggunaannya. Sebenarnya dengan membiarkan begitu saja di kandang.Setelah dijemur. b. Cara yang sering dipergunakan untuk mengubah kotoran ternak menjadi pupuk kandang ada dua macam. timbun di tempat tanah yang ditinggikan. kotoran dan rumput telah hancur dan matang dengan warna kehitaman mirip kompos. Kotoran ternak belum dapat langsung digunakan untuk pupuk (menyuburkan tanaman) bahkan dapat menyebabkan tanaman layu dan mati. Tempat penyimpanan berupa tanah yang ditinggikan dan diberi atap. Kotoran ternak besar . perbandingan unsur C dan N (C/N ratio) bernilai tinggi. . Namun jika tidak ditangani denganbaik.Setelah 2 minggu penimbunan kotoran biasanya sudah matang dan siap untuk digunakan.Setelah ± 1 bulan penimbunan. tetapi dalam penggunaannya harus hati-hati. . Dengan demikian. tidak berdinding dan tidak beralas. Cara mengubah kotoran ternak menjadi pupuk kandang cukup mudah. Kotoran ini sudah menjadi pupuk dan siap digunakan.Kotoran yang bercampur rumput sekali-sekali disiram untuk mempercepat terjadinya pembusukan. Cara mengubah beberapa jenis kotoran ternak sebagai berikut : a. dalam waktu tertntu. Pada kotoran ternak yang masih mentah. kotoran yang diambil dari kandang biasanya telah matang sehingga siap digunakan. Sistem terbuka Pada sistem ini. yaitu sistem terbuka dan sistem tertutup. Kotoran ternak unggas. Dengan demikian perlu adanya usaha menanganinya. tetapi lebih kering.Kotoran ternak yang telah terkumpul dijemur selama 2-3 hari. Kotoran yang tidak tercampur rumput. Hal inilah yang menyebabkan tanaman layu atau mati karena kepanasan. 1. Proses ini akan menaikkan suhu tanah. kotoran ternak ditimbun ditempat terbuka di permukaan tanah. hal ini akan menyebabkan pencemaran lingkungan dan penyusutan unsur hara dalam kotoran tersebut. kotoran ternak perlu dirubah terlebih dahulu menjadi pupuk kandang. . Kelebihan penggunaan sistem ini ialah kotoran ternak lebih cepat matang dibandingkan sistem kedua. Proses inilah yang disebut dengan proses dekomposisi (penguraian) . Hal ini disebabkan kotoran ternak masih “mentah” atau menurut istilah petani masih “panas”. Namun kekurangannya ialah selama proses penguraian bau kotoran akan terbawa angin sehingga penyebarannya lebih jauh.Kotoran yang terkumpul ditimbun di tempat tanah yang ditinggikan.Pupuk Kandang Meskipun kotoran ternak memiliki banyak manfaat bagi kesuburan tanah dan tanaman. b. ©2004 Digitized by USU digital library 28 .

Bioarang Pada pembuatan bioarang harus tersedia bahan baku (kotoran ternak). tetapi masih belum dapat menyala. misalnya bentuk silinder. Ukuran lubang tempat penimbunan dibuat sesuai dengan jumlah kotoran. Ketersediaan dalam hal ini tidak hanya berarti jumlahnya yang mencukupi. 3. alat pemanas dan kompor (tungku). Prasyarat yang perlu dipenuhi untuk pembuatan gasbio adalah ketersediaan kotoran ternak (bahan baku) dan suhu udara yang sesuai. Tahapan pembuatan bioarang adalah sebagai berikut: 1. Diisi secara terus menerus sekali sehari. pada permukaannya ditaburi kapur tohor yang telah dihaluskan tipis-tipis dan merata agar tidak terjadi pengasaman pupuk. Model-model ini mempunyai fungsi yang sama. Cara membuat gas bio adalah sebagai berikut: Kotoran ternak dicampurkan air dengan perbandingan 1:1. briket dikeringkan dahulu di panas matahari.Jika akan disimpan terlebih dahulu. Pembuatan/pencetakanbriket: Masukkan kotoran ternak kedalam corong pemasukkan sampai penuh. Setelah lubang penuh terisi kotoran. Gas pertama ini dbuang dengan membukakan kran yang ada.5 (v/v). Selanjutnya briket siap diarangkan setelah tampak kering. Pupuk kandang biasanya terbentuk setelah 2-3 bulan. konstruksi dan cara membuatnya sedikit berbeda-beda. Sistem tertutup Pada sistem ini. Limbah organik ini dengan pengolahan teknologi sederhana dapat diupayakan menghasilkan gasbio. Gasbio (Biogas) Kotoran ternak dominan akan bahan organik. Prinsip utama pemanfaatan kotoran ternak untuk dapat menghasilkan gasbio adalah perombakan bahan organik pada kondisi kedap udara (anaerob) tidak kontak dengan udara luar. Yang membedakan model-model ini yaitu bahan yang digunakan. Setelah itu kran ditutup kembali. sebaiknya pupuk dimasukkan ke dalam karung dan disimpan di tempat yang beratap. Pengarangan dilakukan dengan membakar briket dalam alat ©2004 Digitized by USU digital library 29 . Proses pengarangan (pirolisis) Setelah briket terbentuk sebagai hasil pencetakan. Ada beberapa model alat penghasil gasbio yaitu model sederhana. kotoran ditimbun di dalam lubang yang diberi atap. Suhu udara yang terlalu rendah (< 15°C) atau terlalu tinggi kurang baik untuk pembentukan gasbio. dimana gas ini dapat digunakan sebagai bahan bakar menggunakan kompor gas seperti lazimnya pemanfaatan gas LPG. yaitu menghasilkan gasbio. kemudian alat pencetak briket dioperasikan sedemikian rupa sehingga bahan dimanpatkan sehingga terbentuk briket yang padat. Suhu yang paling baik untuk berlangsungnya proses pembentukan gasbio adalah sekitar 32-37°C . dimasukkan ke dalam tong (digester). 2. Gas yang terbentuk kemudian sudah dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Alat pencetak briket merupakan alat pengepres kotoran menjadi bentuk briket yang sesuai dengan keinginan sipembuat. Bongkar dan siap digunakan. tetapi juga kelangsungannya (kontinuitas). alat pencetak briket. Setelah itu timbunan kotoran ternak tersebut ditutup tanah dan daerah disekelilingnya dibuatkan parit kecil agar tidak terjadi genangan air. Setelah 3-4 minggu. model vertikal dan model horizontal. biasanya gas pertama mulai terbentuk.

Overby. Ilmu Pangan. Meat Science. Dinas Peternakan Propinsi DTI Jawa Barat–Fakultas Peternakan IPB. Buckle. 1996. Untuk mengetahui lebih jauh tentang pembuatan alat pencetak dan alat pemanas briket dapat dipelajari dari Setiawan (1996). Fourth Edition. Bogor. Pengaruh Tatalaksana Pemerahan Terhadap Kualitas Susu Kambing. Amsterdam-Oxford-New York-Tokyo. Milk Science and Technology. 1989. R. Blakely. Teknologi Pengolahan Pangan Hewani Tepat Guna. Bade. Briket yang telah menjadi arang dikeluarkan dari alat pemanas. Laporan Pilot Proyek Kerajinan Bulu Domba Di Kabupaten DT II Garut.. USA. PPS. ©2004 Digitized by USU digital library 30 . 1988. Prentice Hall. P. Jurusan Ilmu Produksi Ternak Jurusan. IPB. Medan.A. kemudian dikeringkan di bawah panas matahari. Fleet and M. pintu alat pemanas dibuka dan briket yang masih membara disemprot dengan air. Media Peternakan Vol 15: 38-46. Bogor.. 1991. Inc. K. J. Proses pirolisis ditandai dengan timbulnya asap mengepul dari cerobong asap yang semakin lama semakin banyak.R and A. Bogor.J. Ernawani.V. New Jersey 07632.pemanas yang berkaki pada kompor/tungku. 1987. Setelah asapnya habis. Penerbit Universitas Indonesia. Basuki. Pemanfaatan Limbah Urine Sebagai Aktivator Proses Produksi Gas Methan dan Pupuk Organik pada Ternak Potong Ruminansia. W. 2000. DAFTAR PUSTAKA Astawan M. IPB. 1998. Dinas Peternakan Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara.H. Englewood Cliffs. Jakarta. Buku Statistik Peternakan Tahun 2000. dan D. H.H. Fakultas Peternakan. Astawan. kompor atau tungku diambil dan biarkan proses pirolisis berlangsung terus. dan M. The Science of Animal Husbandry.. Pada saat asap mencapai kondisi terbanyak. G. Bioarang siap digunakan untuk keperluan pembakaran atau memasak.. Edwards. Elsevier Science Publishers B. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Cross.. A. 1985. Akademi Presindo. Jakarta. Woolton. A Division of Simon and Schuster.

Najib dan Ratih. Jurnal Sainteks Vol: IX No. 1983. Bogor. 1999. 1999. Penerbit Liberty. Pengaruh Penanganan Lama Penyimpanan terhadap Kualitas Air Susu Sapi..Ernawati et al. Bogor. Sudono. Fakultas Peternakan. I. Winarno. Jurnal Peternakan dan Lingkungan Vol:2 No. S. Jurnal Sainteks Vol: VII No. Institut Pertanian Bogor. A.. Departemen Ilmu Produksi Ternak. A. Menafaatkan Kotoran Ternak. F.G. 1995.M. Malang.. Malang. 2: 77-85. Indomilk Jakarta. 03. I. Bogor. A. Fakultas Pertanian Universitas Wangsa Manggala. Pemanfaatan Gas Bio dari Feses Sapi Potong dan Babi Untuk Sumber Energi Rumah Tangga. Sudono.. Penebar swadaya. Fakultas Peternakan. Daging dan Susu Sebagai Sumber Gizi Prima. Wahyuningsih. Yogyakarta. Jurusan Ilmu Produksi Ternak. 1986. Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. 1996. ©2004 Digitized by USU digital library 31 .. 2002. Penggunaan Karaginan Untuk Meningkatkan Kualitas Yoghurt. Institut Pertanian Bogor.. Media Peternakan Vol: 50-59. Fakultas Peternakan Universitas Andalas. Padang. Produksi Sapi Perah. Fakultas Peternakan. Pengujian Mutu Susu dan Hasil Olahannya. Abdulgani. Penuntun Praktikum Ilmu Produksi Ternak Perah.. Thohari. Uji Fisik dan Kimiawi Susu Kental Manis “Cap Enak” di PT. 1: 84-88.. Jakarta. IK. 1994. H. S. Iswoyo dan Hakim. Hadiwiyoto. A. Yogyakarta. Institut Pertanian Bogor. 1996. Setiawan. Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya..