P. 1
Makalah Itp

Makalah Itp

|Views: 41|Likes:
lihatlah
lihatlah

More info:

Published by: Khristina 'dama-damay' on Jun 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/28/2013

pdf

text

original

MAKALAH SISTEM HEMATOLOGI ITP

Oleh :

KELOMPOK 4/S1B 1. MARIA MAGDALENA SARI. W 2. NURUL MULYANA 3. RANI WANDA. L 4. ROMANDUS ANTO 5. TRI MULYANTORO ADI .N 6. VINDYANI YUNITA. P 7. YULIANI 8. YULIUS TRI .W 9. YUYUN CITRA DEWI (201011060) (201011072) (201011078) (201011084) (201011096) (201011102) (201011108) (201011110) (201011111)

PRODI S1 KEPERAWATAN STIKES ST. ELISABETH SEMARANG 2010/2011

Jika jumlah sel darah merah ini sangat rendah. Rumusan Masalah 1. pematangan dan penghancuran trombosit! 2. Jelasskan mekanisme hemostasis! 4. Jelaskan tentang proses pembentukan. Jelaskan pemeriksaan diagnostic yang menegakkan diagnose ITP! 6. Anda mungkin juga mendengar istilah ITP ini sebagai singkatan dari 'Immune Thrombocytopenic Purpura'. patofisiologi idiopatik trombositopenia purpura! 5. B. Kadang bintik-bintik kecil merah (disebut Petechiae) muncul pula pada permukaan kulitnya. sel-sel darahnya kecuali sel darah merah berada dalam jumlah yang normal. Latar belakang ITP adalah singkatan dari Idiopathic Thrombocytopenic Purpura.BAB 1 PENDAHULUAN A. penderita ITP bisa juga mengalami mimisan yang sukar berhenti. “Purpura” berarti seseorang memiliki luka memar yang banyak (berlebihan). 'Idiopathic'berarti 'tidak diketahui penyebabnya. etiologi. Seseorang dengan sel darah merah yang terlalu sedikit dalam tubuhnya akan sangat mudah mengalamiluka memar dan bahkan mengalami perdarahan dalam periode cukup lama setelah mengalami trauma luka. Jelaskan penatalaksanaan medis. Sel darah merah (Platelets) adalah sel-sel sangat kecil yang menutupi area tubuh paska luka atau akibat teriris/terpotong dan kemudian membentuk bekuan darah. Dalam tubuh seseorang yang menderita ITP. Jelaskan pathway dari idiopatik trombosit purpura yang menggambarkan tentang definisi. Jelaskan hasil analisa asuhan keperawatan dari kasus di atas! . jelaskan fungsi trombosit dalam tubuh! 3. Thrombocytopenic berarti darah yang tidak cukup memiliki sel darah merah (trombosit). farmakologi dan gizi yang bisa dilakukan pasien ITP! 7. atau mengalami perdarahan dalam organ ususnya.

terapi dan diet serta melakukan asuhan keperawatan dan mengangkat masalah keperawatan pada pasien. tanda . Mengetahui penatalaksanaan medis. pematangan dan penghancuran trombosit! 2. komplikasi. Manfaat Agar mahasiswa mengetahui anatomi dan fisiologi trombosit. mekanisme kompensasi tubuh . mampu memahami proses pembentukan trombosit. Mengetahui hasil analisa asuhan keperawatan dari kasus di atas! D. Tujuan 1. dapat menganalisa dan memahami factor-faktor yang mempengaruhi pembentukan trombosit dan dapat menjelaskan proses terjadinya penyakit ITP dengan menganalisa etiologi . etiologi.C. Mengetahui fungsi trombosit dalam tubuh! 3. Mengetahui pathway dari idiopatik trombosit purpura yang menggambarkan tentang definisi. Mengetahui tentang proses pembentukan. Mengetahui mekanisme hemostasis! 4. . farmakologi dan gizi yang bisa dilakukan pasien ITP! 7. patofisiologi idiopatik trombositopenia purpura! 5.pemeriksaan diagnostic. Mengetahui pemeriksaan diagnostic yang menegakkan diagnose ITP! 6.gejala .

6-1. Umurnya 8-10 hari Fisiologi a. . Mudah pecah bila tersentuh benda kasar f. berpatroli dalam sistem vaskular. tidak melekat juga pada sel darah lain. Proses pembentukan. tetapi jika ada endotel yang cedera. Berjumlah sekitar 0. Diameter berkisar antara 2-4mm h. Mekanisme homeopstasis dan pembekuan darah melibatkan suatu rangkaian proses yang sangat cepat . Bentuknya tidak teratur b. Biasanya trombosit tidak saling melekat. Trombosit yang beredar secara tetap. atau pada dinding pembuluh.0% dari sel darah g. c. Trombosit berfungsi dalam hemostasis (penghentian pendarahan ) dan perbaikan pembuluh darah yang robek b. Tidak berwarna c. Berukuran lebih kecil dari eritrosit dan leukosit e. pematangan dan penghancuran trombosit Anatomi a.BAB II ISI KASUS ANALISA KASUS 1. Tidak berinti d.

Jumlah sel pada orang dewasa sekitar 200. Trombosit berperan penting dalam hemostasis.1997.2005).000-500. penghentian perdarahan dari cedera pembuluh darah (Guyton. Fungsi trombosit dalam tubuh Berikut fungsi dari trombosit (A. 2005): .2001).trombosit menjadi lengket dan dengan cepat saling melekat.V Hoffbrand et al. yaitu interleukin-11 (A. 2005). dengan reseptor CMPL serta suatu reseptor lain. Enzim pengatur utama produksi trombosit adalah trombopoietin yang dihasilkan di hati dan ginjal. Jumlah trombosit normal Trombosit / keping darah disebut pula dengan sel darah pembeku. maka orang tersebut menderita hemofili. Sherwood.000 sel/cc.V Hoffbrand et al. Pembentukan Trombosit dihasilkan oleh sumsum tulang (stem sel) yang berdiferensiasi menjadi megakariosit (Candrasoma. Di dalam trombosit tedapat banyak factorpembeku (hemostasis) antara lain adalah factor VIII (Anti Heamofili Faktor) jika seseorang secara geetis trombositnya tidak mengandung factor tersebut. 2. Megakariosit ini melakukan replikasi inti endomitotiknya kemudian volume sitoplasma membesar seiring dengan penambahan lobus inti menjadi kelipatannya. Kemudian sitoplasma menjadi granular dan trombosit dilepaskan dalam bentuk platelet/keping-keping. dan pada tempat cedera untuk mengawali pembekuan darah yang membatasi darah yang hilang dan mulai proses pemulihan.

2008) b. h) Autoimnue. sedormid). Mencegah kebocoran darah spontan pada pembuluh darah kecil dengan cara adhesi. panas). dan fusi (hemostasis).Perdarahan yangterjadi umumnya pada kulit berupa bintik merah hingga ruam kebiruan. etiologi. Fenil butazon. agregasi. ITP (Idiopathic ThrombocytopenicPurpura)juga bisadikatakan merupakan suatu kelainan pada sel pembekuan darah yakni trombosit yang jumlahnya menurun sehingga menimbulkan perdarahan. . f) Kekurangan factor pematangan (malnutrisi). c) Intoksikasi makanan/obat (asetosal para amino salisilat (PAS).  Sitotoksis sebagai sel efektor penyembuhan jaringan. diamokkina. 4. 'Idiopathic'berarti 'tidak diketahui penyebabnya. patofisiologi ITP! a. d) Bahan kimia. b) Infeksi virus. “Purpura” berarti seseorang memiliki luka memar yang banyak (berlebihan). Thrombocytopenic berarti darah yang tidak cukup memiliki sel darah merah (trombosit). Anda mungkin juga mendengar istilah ITP ini sebagai singkatan dari 'Immune Thrombocytopenic Purpura'.  Berperan dalam respon inflamasi. Definisi ITP adalah singkatan dari Idiopathic Thrombocytopenic Purpura. Pathway dari ITP yang menggambarkan definisi. e) Pengaruh fisik (radiasi. sekresi. g) Koagulasi intra vascular diseminata CKID. Etiologi 1) Penyebab pasti belum diketahui (idiopatik). 2) Tetapi kemungkinan akibat dari: a) Hipersplenisme. (Imran.

9) Melana. 5) Menoragia. 8) Hematuria. Retikulositosis ringan c. Retraksi bekuan terganggu . Reseptor yang dianggap antigen tersebut adalah glikopotrein I-b/IX sebagai reseptor faktor von willerbrand pada proses adhesi dan glikopotrein II-B/III-a sebagai reseptor fibrinogen dan faktor von willerbrand pada proses agregrasi trombosit. keletihan. demam dan nyeri abdomen.c. sehingga trombosit hancur. 7) Anemia terjadi jika banyak darah yang hilang karena perdarahan. 3) Epistaksis. Trombositopenia b. 5. Selanjutnya terjadi ikatan komplek imun dengan reseptor Fc dari makrofag dan terjadi fagositosis. 4) Perdarahan mukosa mulut. Anemia bila terjadi perdarahan kronis d. d. Tanda dan gejala 1) Masa prodormal. 6) Memar. pemeriksaan diagnostic ITP Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan hal-hal sebagai berikut : a. 2) Secara spontan timbul petekie dan ekimosis pada kulit. Waktu perdarahan memanjang e. Patofisiologi ITP Protein pada permukaan trombosit yang dianggap benda asing merangsang system imun untuk membentuk antibody. Disamping itu terjadi juga aktivasi dan fiksasi komplemen C5-9 pada permukaan trombosit yang menyebabkan lisisnya trombosit.

e. 3) Leukosit biasanya normal: bila terjadi perdarahan hebat dapat terjadi leukositosis. 6) Masa perdarahan memanjang. 1) Hitung darah lengkap dan jumlah trombosit menunjukkan penurunan hemoglobin. trombosit (trombosit di bawah 20 ribu/mm3). respon terapi prednisone terjadi dalam 2minggu dan pada umumnya terjadi dalam minggu pertama. 5) Sum-sum tulang biasanya normal. digunakan bila tejadi pendarahan internal.5 mg/kg BB/hr selama 2 minggu. hematokrit. kemudian taperi.f. c. retraksi pembekuan abnormal. test RL (+). Prednisone Terapi awal PTI dengan prednisone dosis 1 – 1. efek splenektomi pada kasus yang berhasil adalah menghilangkan tempat – tempat anti bodi yang tertempel trombosit yang bersifat merusak dan menghilangkan produksi antibody antitrombin. Antibody monoclonal untuk mendeteksi glikoprotein spesifik pada membrane trombosit mempunyai spesifisitas 85%. Pendekatan terapi konvensional a. masa pembekuan normal. prothrombin consumption memendek. 2) Anemia normositik: bila lama berjenis mikrositik hipokrom. Steroid dosis tinggi . Pada sum-sum tulang dijumpai banyak megakariosit dan agranuler atau tidak mengandung trombosit g. Splenektomi Pada PTI dewasa dipertimbangkan sebagai terapi lini kedua yang gagal berespon dengan terapi kortikosteroid atau yang periu terapi trombosit terus – menerus. b. Imunoglobullin intravena Dosis 1 gr/kg/hr selama 2 – 3 hr berturut – turut. jika respon baik kortikosteroid dilanjutkan sampai 1 bulan. 4) Ringan pada keadaan lama: limfositosis relative dan leucopenia ringan. Terapi dan diet Terapi Terapi awal PTI ( standart ) a. tetapu megakariosit muda dapat bertambah dengan maturation arrest pada stadium megakariosit. belum digunakan secara luas.

000. deksametason 40 mg /hari selama 4hari. d.D INTRAVENA Dosis anti – D 50 – 75 mg/kg/hari/IV. autoimmune thrombocytopenia yang berhubungan pada lupus mungkin berhubungan dengan komplikasi-komplikasi lain dari lupus.Terapi pasien PTI refrakter selain prednisone dapat digunakan deksametason oral dosis tinggi. diulang setiap 28 hari untuk 6siklus b. Komplikasi-komplikasi lain mungkin berhubungan pada segala faktor-faktor atau kondisi-kondisi lain yang mendasarinya. c. Komplikasi Komplikasi-komplikasi dari thrombocytopenia mungkin adalah perdarahan yang berlebihan setelah terpotong atau luka yang berakibat pada hemorrhage dan kehilangan darah yang banyak. TTP atau HUS dapat mempunyai banyak komplikasi-komplikasi termasuk anemia yang . Anti – D intravena telah menunjukkan peningkatan AT 79 – 90%. Metilprednisolon Steroid parenteral seperti metal prednisolon digunakan sebagai lini kedua dan ketiga PTI refrakter. perdarahan yang spontan (tanpa segala luka atau terpotong) yang disebabkan oleh thrombocytopenia adalah tidak umum. IgIV dosis tinggi 1 mg/kg/hari selama 2 hari berturut – turut sering dikombinasikan dengan kortikosteroid akan meningkatkan AT dengan cepat. Danasol Dosis danasol 200 mg P. Diet f. Contohnya. bila respon terjadi respon diteruskan sampai dosis maksimal sekurang – kurangnya 1 tahun dan kemudian diturunkan 200 mg/hari selama 4bulan. kecuali jumlah platelet adalah kurang dari 20. Anti. Bagaimanapun. pada pasien PTI berat menggunakan dosis tinggi 30 mg/kg IV kemudian dosis diturunkan setiap 3 hari sampai 1 mg/kg sekali sehari dibandingkan dengan pasien PTI klinis ringan yang telah mendapatkan terapi prednisone dosis konvensional.O 4x sehari selama sedikitnya 6 bulan karena respon sering lambat. e. Pada dosis tinggi dapat diberikan pada PTI anak dan dewasa yang resisten terhadap terapi prednisone dosis konvensional.

HIT atau heparin yang menginduksi thrombocytopenia dapat mempunyai komplikasi-komplikasi yang membinasakan yang berhubungan pada pembentukan gumpalan darah (thrombosis).parah. Pengkajian pola Gordon 1) Pola Persepsi Kesehatan. jumlah makanan yang dikonsumsi? b) Bagaimana pola makan dalam satu hari? c) Bagaimana nafsu makan pasien? d) Apakah ada keluhan saat menelan? 3) Pola Eliminasi a) Bagaimana kebiasaan BAK dan BAB pasien? b) Apakah BAB cair / keras? c) Frekuensi BAB dan BAK dalam sehari 4) Pola Aktivitas dan Latihan a) Kebiasaan aktivitas sehari-hari sebelum dan sesudah sakit? b) Jenis aktivitas yang dilakukan? c) Apakah pasien merasa pusing dan lelah pada saat melakukan aktivitas? d) Apakah pasien bisa beraktivitas secara mandiri/ dengan bantuan orng lain dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari? 5) Pola Istirahat dan Tidur a) Apakah ada gangguan tidur? b) Kebiasaan tidur sehari ? c) Bagaimana kualitas tidur? .Pemeliharaan Kesehatan a) Apakah pasien tahu tentang penyakit yang sedang diderita? b) Bagaimana tanda dan gejalanya? c) Bagaimana perawatan pada saat sakit? 2) Pola Nutrisi Metabolik a) Jenis. kebingungan atau perubahan-perubahan neurologic lain. g. atau gagal ginjal. Mekanisme kompensasi tubuh h. frekuensi.

cemas akan penyakit yang diderita? 11) Pola Sistem Kepercayaan a) Adakah gangguan beribadah? b) Apakah klien menyerahkan sepenuhnya penyakitnya kepada Tuhan? c) Apakah klien beraggapan kalau penyakit itu berasal dari kutukan? i. 2) Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan komponen seluler yang diperlukan untuk pengiriman oksigen dan nutrisi ke sel. .6) Pola Persepsi Kognitif a) Bagaimana ekspresi pasien saat pengkajian / wawancara? b) Bagaimana cara klien dalam mengungkapkan rasa sakit (ekspresi wajah)? c) Apakah kemampuan klien mengingat dan pendengaran terganggu? d) Apakah pasien mengalami ketidakmampuan konsentrasi? 7) Pola Persepsi dan Konsep Diri a) Adakah klien merasa ada perubahan sehubungan dengan sakitnya? b) Apakah pasien merasa malu dan minder dengan penyakitnya? 8) Pola Peran dan Hubungan dengan Sesama a) Bagaimana hubungan dengan keluarga? b) Apakah ada perubahan peran pada klien? c) Bagaimana hubungan dengan orang lain sehubungan dengan penyakitnya? 9) Pola Reproduksi Seksualitas a) Adakah gangguan seksualitas? 10) Pola Mekanisme Koping dan Toleransi terhadap Stress a) Adakah perasaan takut. Masalah keperawatan 1) Gangguan pemenuhan nutrisi dan cairan kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia. 3) Gangguan pemenuhan kebutuhan oksigen berhubungan dengan penurunan kapasitas pembawa oksigen darah.

5) Kurang pengetahuan pada keluarga tentang kondisi dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan salah interpretasi informasi. Perencanaan .4) Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan. j.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->