P. 1
45 Butir Pengamalan Pancasila

45 Butir Pengamalan Pancasila

|Views: 76|Likes:
Published by Penny N R Lestari
45 Butir Pengamalan Pancasila
45 Butir Pengamalan Pancasila

More info:

Published by: Penny N R Lestari on Jun 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/06/2013

pdf

text

original

45 Butir Pengamalan Pancasila

PANCASILA adalah Dasar Negara Kesatun Republik Indonesia. Proses lahirnya Pancasila menjadi sejarah yang tidak akan pernah terlupakan oleh bangsa Indonesia dan tentu saja tidak terlepas dari peran para tokoh perjuangan bangsa yang telah melahirkan Pancasila sebagai Dasar Negara. Pancasila merupakan hasil kesepakatan bersama para Pendiri Bangsa yang kemudian sering disebut sebagai sebuah “Perjanjian Luhur” bangsa Indonesia. Kata Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta. Panca berarti lima dan Sila berarti prinsip atau asas. Pancasila berarti Lima Prinsip atau Lima Asas atau Lima Dasar atau Lima Sila. Lima Sila tersebut adalah: Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Masing-masing sila mengandung nilai-nilai yang menjadi pedoman bagi bangsa Indonesia untuk mengamalkan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ada 36 butir pengamalan Pancasila seperti yang tertuang dalam P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) pada TAP MPR No. II/MPR/1978. Lihat TAP MPR No. II/MPR/1978. Menurut TAP MPR No. II/MPR/1978, Pancasila disebut EKAPRASETIA PANCAKARSA. Ekaprasetia Pancakarsa berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya “TEKAD TUNGGAL UNTUK MELAKSANAKAN LIMA KEHENDAK”. Sungguh indah bahasa tersebut. Namun kemudian Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetia Pancakarsa) dalam TAP MPR No. II/MPR/1978 dinyatakan tidak berlaku lagi setelah dikeluarkannya TAP MPR No. XVIII/MPR/1998. Lihat TAP MPR No. XVIII/MPR/1998. Dalam TAP MPR No. XVIII/MPR/1998 ini terdapat 45 butir pengamalan Pancasila. Berikut ini 45 Butir Pengamalan Pancasila yang patut kita amalkan dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat : Ketuhanan Yang Maha Esa 1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 2. Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. 3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

warna kulit dan sebagainya. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. 3. 8. 7.5. 6. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan 1. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia. 2. serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain. agama. Mengakui persamaan derajad. 2. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain. . hak dan kewajiban yang sama. kesatuan. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain. Mampu menempatkan persatuan. Berani membela kebenaran dan keadilan. kepercayaan. persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia. 3. 3. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira. 6. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain. 5. 9. setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan. 4. 10. 4. jenis kelamin. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab 1. 6. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. perdamaian abadi dan keadilan sosial. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah. 5. 4. Persatuan Indonesia 1. 2. 7. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa. keturrunan. tanpa membeda-bedakan suku. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan. 7. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika. 5. kedudukan sosial. Sebagai warga negara dan warga masyarakat.

9. tentunya degradasi moral dan kebiadaban masyarakat kita dapat diminimalisir. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain. . Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum. 2. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan. menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. Belum lagi saat ini jati diri Indonesia mulai goyah ketika sekelompok pihak mulai mementingkan dirinya sendiri untuk kembali menjadikan negara ini sebagai negara berideologi agama tertentu. nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama. 8. 10. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama. 7. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah. Dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah. para reformator alergi dengan semua produk yang berbau orde baru termasuk P4 sehingga terkesan meninggalkannya begitu saja. 6. Apabila Bangsa Indonesia benar-benar mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.6. 4. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa. yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. Mengembangkan perbuatan yang luhur. 7. 3. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. Kenyataannya setelah era reformasi. 11. 8. 9. 5. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. Suka bekerja keras. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia 1. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri. Menghormati hak orang lain. 10.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->