KATA PENGANTAR

Puji syukur atas segala limpahan rahmat dan karunia Allah SWT sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “metode fungsional” Penulis mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing yang telah membantu penulis dalam membuat makalah ini dan teman-teman yang telah memberi motifasi dan dorongan serta sumua pihak yang brkaitan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan baik dan tepat waktunya Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak trdapat kesalahan dan kekurangan maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak demi perbaikan makalah ini di masa yang akan datang

falsafah dan tujuan serta model keperawatan yang dianut. fungsi memandikan dan lain-lain. Metode ini juga yang banyak digunakan di rumah sakit sekelas rumah sakit tempatku bekerja pelayanan keperawatan dibagi menurut tugas yang berbeda dan dilaksanakan oleh perawat yang berbeda tergantung pada kompleksitas setiap tugas. Tujuan Umum Mampu mengelola pelayanan keperawatan profesional tingkat dasar dengan menerapkan sistem manajemen keperawatan secara bertanggung jawab dan menunjukkan sikap kepemimpinan yang professional. 1. dimana jumlah pendidikan keperawatan meningkat dan banyak lulusan bekerja di rumah sakit dari berbagai jenis program pendidikan keperawatan. Metode fungsional Metode ini mulai diperkenalkan pada tahun 1950 untuk menanggulangi kekurangan tenaga perawat. Model Fungsional dikembangakan setelah perang dunia kedua. fungsi obat. Agar pemanfaatan yang bervariasi tenaga keperawatan tersebut dapat dimaksimalisari.2 Tujuan 1. maka memunculkan ide untuk mengembangkan model fungsional dalam pelayanan asuhan keperawatan.1. pengelola oleh mananajer unit berdasarkan pengetahuan megenai kebutuhan keperawatan pasien dan pengetahuan kemampuan staf termasuk jenis-jenis kategori tenaga yang ada. Contohnya : fungsi suntik. Beberapa metode yang digunakan dalam perencanaan pelayanan keperawatan dalam unit tergantung misi. . Latar Belakang Penugasan pekerjaan dalam pemanfaatan tenaga keperawatan di Rumah sakit adalah keterampilan yang dikembangkan oleh perawat. fungsi merawat luka.BAB I PENDAHULUAN 1.

Tujuan Khusus Pembaca dapat memahami tentang : 1. Agar pemanfaatan yang bervariasi tenaga keperawatan tersebut dapat dimaksimalisari. Prioritas utama yang dikerjakan adalah pemenuhan kebutuhan fisik sesuai dengan kebutuhan pasien dan kurang menekankan kepada pemenuhan kebutuhan pasien secara holistik. 1. Pada model fungsional. 2. 2. Setiap perawat diberikan satu atau beberapa tugas untuk dilaksanakan kepada semua pasien yang dirawat di suatu ruangan. Makalah ini di harapkan dapat bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan bagi pembaca pada umumnya dan Mahasiswa STIKES TMS Bengkulu. dimana jumlah pendidikan keperawatan meningkat dan banyak lulusan bekerja di rumah sakit dari berbagai jenis program pendidikan keperawatan. Seorang perawat mungkin bertanggung jaawb dalam pemberian obat. pemberian asuhan keperawatan ditekankan pada penyelesaian tugas dan prosedur keperawatan. maka memunculkan ide untuk mengembangkan model fungsional dalam pelayanan asuhan keperawatan. 5. 4. BAB II 2. Konsep sistem pengarahan dalam manajemen keperawatan. Model Fungsional dikembangakan setelah perang dunia kedua. Komunikasi antara perawat sangat terbatas. Konsep tentang sistem perencanaan manajemen keperawatan 3. mengganti balutan.1 Definisi Metode fungsional Metode ini dibagi menjadi beberapa bagian dan tenaga ditugaskan pada bagian tersebut secara umum. Konsep dasar kepemimpinan dan manajemen keperawatan. Konsep pengorganisasian dalam manajemen keperawatan.2. sehingga tidak ada satu perawat yang mengetahui tentang satu klien secara .3 Manfaat 1. Konsep sistem pengendalian dalam manajemen keperawatan. monitor infus dan sebagainya. karena pemberian asuhan yang terfragmentasi. sehingga dalam penerapannya kualitas asuhan keperawatan sering terabaikan. Makalah ini di harapkan dapat menjadi panduan oleh mahasiswa dalam proses belajar.

Informasi yang disampaikan bersifat verbal. Kepala Ruangan bertanggung jawab untuk mengarahkan dan mensupervisi. namun pasien selalu tidak mendapat kepuasan dari asuhan keperawatan yang diberikan. Komunikasi antar staf sangat terbatas dalam membahas masalah pasien. Dan orientasi model ini hanya pada penyelesaian tugas.komprehensif. Perawat terkadang tidak mempunyai waktu untuk berdiskusi dengan pasien atau mengobservasi reaksi obat yang diberikan maupun mengevaluasi hasil tindakan keperawatan yang diberikan. kecuali terjadi perubahan yang sangat mencolok. Model fungsional mungkin efisien dalam menyelesaikan tugas-tugas bila jumlah staf sedikit. Kepala Ruangan lah yang bertanggung jawab dalam membuat laporan pasien.Dalam model fungsional ini koordinasi antar perawat sangat kurang sehingga seringkali pasien harus mengulang berbagai pertanyaan atau permintaan kepada semua petugas yang datang kepadanya. Dengan menggungkan model ini Kepala Ruangan kurang mempunyai waktu untuk membantu stafnya untuk mempelajari cara yang terbaik dalam memenuhi kebutuhan pasien atau dalam mengevaluasi kondisi pasien dan hasil asuhan keperawatan. bukan kualitas. dan Kepala Ruanganlah yang memikirkan setiap kebutuhan pasien secara komprehensif. karena seringkali klien tidak mendapat jawaban yang tepat tentang hal-hal yang ditanyakan. sehingga pendekatan secara holistik sukar dicapai. Pada model ini Kepala Ruangan menentukan apa yang menjadi tugas setiap perawat dalam suatu ruangan dan perawat akan melaporkan tugas-tugas yang dikerjakan kepada Kepala Ruangan. yang seringkali terlupakan karena tidak didokumentasikan dan tidak diketahui oleh staf lain yang memberikan asuhan keperawatan. kecuali mungkin Kepala Ruangan. . dan kurang merasakan adanya hubungan saling percaya dengan perawat. Hal ini sering menyebabkan klien kurang puas dengan pelayanan asuhan keperawatan yang diberikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful