BAB I ASESMEN DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING

A. PENGANTAR Bimbingan dan konseling merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan pada setiap jenis, tingkat dan satuan pendidikan. Penyelenggara utama bimbingan dan konseling adalah guru bimbingan dan konseling (BK) atau konselor. Berbagai ketentuan, aturan dan pedoman resmi tentang keberadaan dan pelaksanaan tugas guru BK atau konselor, antara lain dapat dirujuk pada Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar isi, Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru, Permendiknas Nomor 27 tahun 2008 Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor, Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru Dan Angka Kreditnya, Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 03/V/Pb/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya dan Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru (PK Guru) yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 2010 (Buku 2: Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru). Penyelenggaraan tugas guru BK harus didukung oleh sejumlah kompetensi yang dapat dikelompokkan ke dalam empat kompetensi utama dengan segenap penjabarannya, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi profesional, dan kompetensi kepribadian. Salah satu kompetensi profesional guru bimbingan dan konseling atau konselor adalah menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli (Permendiknas Nomor 27 tahun 2008). Uraian dan pembahasan pada bab ini dimaksudkan untuk meningkatkan sebagian dari kompetensi tersebut, dan terutama untuk penerapannya dalam penyelenggaraan pelayanan konseling di sekolah.

BIMTEK GURU BK SMK 2012

1

B.

KOMPETENSI, SUB KOMPETENSI DAN INDIKATOR Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor (SKAKK) dikemukakan salah satu kompetensi profesional konselor adalah menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli. Sedangkan penjabaran dari kompetensi tersebut adalah: 1. menguasai hakikat asesmen 2. memilih teknik asesmen, sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling 3. menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling 4. mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalah-masalah konseli 5. memilih dan mengadministrasikan teknik asesmen pengungkapan kemampuan dasar dan kecenderungan pribadi konseli 6. memilih dan mengadministrasikan instrumen untuk mengungkapkan kondisi aktual konseli berkaitan dengan lingkungan 7. mengakses data dokumentasi tentang konseli dalam pelayanan bimbingan dan konseling 8. menggunakan hasil asesmen dalam pelayanan bimbingan dan konseling dengan tepat 9. menampilkan tanggung jawab profesional dalam praktik asesmen Berpedoman pada isi program yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah, Direktorak Jenderal Pendidikan Menengah Subdit PTK SMK yang lebih mengarah pada bimbingan teknis (Bimtek), dan berdasarkan arahan dari Direktur Pembinaan PTK Dikmen, kompetensi yang menjadi fokus dalam Bimtek ini adalah berkenaan dengan pengembangan instrumen, pemilihan instrumen, penggunaan instrumen, himpunan data, dan pelaporan. Merujuk pada Buku 2 Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru, khusus untuk guru BK, indikator yang hendak dicapai dalam bimtek ini adalah sebagai berikut. 1. Guru BK/Konselor dapat mengembangkan instrumen nontes (pedoman wawancara, angket, atau format lainnya) untuk keperluan pelayanan BK. 2. Guru BK/Konselor dapat mengaplikasikan instrumen nontes untuk mengungkapkan kondisi aktual peserta didik/konseli berkaitan dengan lingkungan. 3. Guru BK/Konselor dapat memilih jenis asesmen (Instrumen Tugas Perkembangan/ITP, Alat Ungkap Masalah/AUM, Daftar Cek Masalah/DCM, atau instrumen non tes lainnya) yang sesuai dengan kebutuhan layanan bimbingan dan konseling. 4. Guru BK/Konselor dapat mengadministrasikan asesmen (merencanakan, melaksanakan, mengolah data) untuk

BIMTEK GURU BK SMK 2012

2

mengungkapkan potensi, kebutuhan, dan masalah peserta didik/konseli 5. Guru BK/Konselor dapat menampilkan tanggung jawab profesional sesuai dengan azas BK (misalnya kerahasiaan, keterbukaan, kemutakhiran, dll.) dalam praktik asesmen. C. MATERI 1. Pengembangan instrumen a. Data yang dikumpulkan Program bimbingan dan konseling harus disusun berdasarkan analisis data dan kebutuhan peserta didik/konseli. Untuk itu diperlukan data yang akurat dan memadai berkenaan dengan diri, potensi, kebutuhan dan permasalahan serta lingkungan konseli. Analisis data dan kebutuhan didahului dengan pengumpulan data dan need assessment dengan menggunakan berbagai instrumen. Banyak data yang diperlukan untuk penyusunan program bimbingan dan konseling. Data tersebut antara lain adalah identitas diri, keluarga, riwayat kesehatan, riwayat pendidikan, kecerdasan, bakat, minat, kepribadian, pengalaman dan lingkungan sosial, harapan dan cita-cita, hobi dan kebiasaan, serta masalah-masalah dan kebutuhan (Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor,2010). Menurut Furqon dan Yaya Sunarya (2011), data yang diperlukan untuk penyelenggaraan bimbingan dan konseling dapat dibedakan menjadi empat kelompok data, yaitu data pribadi, data kelompok, data umum, dan data khusus. Data pribadi adalah data atau keterangan secara lengkap dan menyeluruh yang menyangkut diri masing-masing siswa secara individual (perorangan), antara lain data identitas pribadi, keadaan fisik, data keluarga, riwayat pendidikan sebelumnya, dan riwayat kesehatan. Data kelompok menyangkut aspek tertentu dari sekelompok siswa, seperti gambaran menyeluruh tentang prestasi belajar siswa dalam satu kelas, hasil sosiometri, laporan penyelenggaraan hasil belajar kelompok, penyelenggaraan dan isi bimbingan dan konseling kelompok. Data umum (data lingkungan) merupakan data atau keterangan yang tidak secara langsung menyangkut diri siswa baik secara individual maupun secara kelompok, seperti informasi kesempatan mengikuti pendidikan dan pekerjaan, informasi keadaan lingkungan fisik-sosial-budaya. Sedangkan data khusus adalah keterangan tentang siswa dalam hal khusus, misalnya data tentang inteligensi, bakat, kebiasaan belajar, minat, hubungan sosial. Dikaitkan dengan fungsi pemahaman, data yang perlu dipahami dalam penyelenggaraan bimbingan dan konseling antara lain adalah kondisi diri, lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan masyarakat, informasi pendidikan dan pekerjaan (Prayitno, dkk., 2004; Tim Penyusun Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling, 2004). Di samping itu, W.S. Winkel dan M.M. Sri Hastuti (2010)
BIMTEK GURU BK SMK 2012 3

sikap dalam menghadapi permasalahan. (2) kondisi mental dan fisik siswa. (3) taraf prestasi yang mempunyai kaitan dengan perencanaan pendidikan lanjutan dan penentuan pekerjaan/jabatan. sekolah dan masyarakat) dengan menjunjung tinggi BIMTEK GURU BK SMK 2012 4 . suasana kehidupan dalam keluarga. secara umum data atau keterangan yang diperlukan adalah (1) kebiasaan dan sikap dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. efektif dan produktif b) kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial (di rumah. sikap. Depdiknas (2007). Prayitno. hubungan sosial. Ditinjau dari tujuan penyelenggaraan aplikasi instrumentasi dalam bimbingan dan konseling. 1) a) b) c) d) e) f) g) 2) Data untuk pengembangan pribadi. data yang diperlukan untuk pelayanan bimbingan dan konseling sebagai berikut. (9) kesehatan jasmani antara lain kesehatan pada umumnya. ILO (2011). (5) informasi karir dan pendidikan. (6) kondisi keluarga dan lingkungan. penyakit yang pernah diderita. sosiabilitas) perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat Data untuk pengembangan sosial. nilai kehidupan. saudara-saudara. belajar dan karir). taraf ekonomi keluarga. keadaan emosi. tanggung jawab. (7) pengalaman di luar sekolah. (2004). kebiasaan. (4) tujuan.mengelompokkan data yang diperlukan untuk pelayanan bimbingan dan konseling adalah (1) latar belakang keluarga (data tentang orangtua. bakat dan minat. dkk. (3) lingkungan dan hubungan sosial. (5) bakat khusus. seperti temperamen. (8) ciri-ciri kepribadian khusus. keterampilan dan kemampuan belajar. emosi. (2) riwayat sekolah/pendidikan: seluruh jenjang pendidikan yang telah ditempuh termasuk lamanya. (4) kemampuan intelektual dan kemampuan akademik. meliputi: kebiasaan dan sikap dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa pengenalan dan penerimaan perubahan. serta penyaluran dan pengembangannya kelemahan diri dan upaya penanggulangannya kemampuan mengambil keputusan dan pengarahan diri kepribadian (kepemimpinan. karakter. Furqon dan Yaya Sunarya (2011). kesulitan-kesulitan yang dialami. (6) minat terhadap bidang studi dan bidang pekerjaan tertentu. Apabila dikelompokkan untuk setiap bidang pengembangan siswa (pribadi. gangguan pada alat indra. watak. meliputi: a) kemampuan berkomunikasi serta menerima dan menyampaikan pendapat secara logis. sosial. pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikis yang terjadi pada diri siswa pengenalan tentang kekuatan diri.

norma dan nilai-nilai agama. adapt istiadat dan kebiasaan yang berlaku hubungan dengan teman sebaya (di sekolah dan di masyarakat) penerimaan sosial oleh teman di sekolah pemahaman dan pelaksanaan disiplin dan peraturan sekolah. menyarikan bacaan/membaca efektif. sosial dan budaya di sekolah. di tempat praktik/magang. bertanya/menjawab/menanggapi. Dari berbagai sumber. mempesiapkan diri untuk belajar dan ujian. minat) i) orientasi belajar di perguruan tinggi j) fasilitas belajar dan pemanfaatannya 4) Khusus untuk pengembangan kegiatan belajar. d) kegiatan dan disiplin belajar serta berlatih secara efektif. baik internal maupun eksternal. Daharnis (2005. kondisi diri dan sosial ekonomi terkait dengan pekerjaan/karir b) pilihan dan latihan keterampilan c) orientasi karir. Data untuk pengembangan karir. bakat. 2011) merangkum berbagai faktor yang mepengaruhi proses dan hasil belajar. perlu juga dipertimbangkan data berkenaan dengan berbagai faktor yang berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar. di lingkungan sekitar dan masyarakat pengenalan dan pengamalan pola hidup sederhana yang sehat dan diterima lingkungan sosial kemampuan bergotong royong. seperti mencatat materi pelajaran. meliputi: a) pengenalan akan tujuan dan manfaat belajar b) sikap dan kebiasaan belajar. kepribadian. di rumah. meliputi: kemampuan. efisien. dan latihan/keterampilan kejuruan f) motivasi belajar g) pengenalan dan pemanfaatan kondisi fisik. dunia kerja dan upaya memperoleh penghasilan d) informasi lembaga-lembaga keterampilan. bakat.c) d) e) f) g) 3) a) tatakrama. mengerjakan tugas atau PR. tempat latihan/magang dan lingkungan belajar h) potensi diri (kemampuan. dunia kerja dan industri sesuai dengan pilihan pekerjaan dan arah pengembangan karir Data untuk pengembangan kegiatan belajar. minat. BIMTEK GURU BK SMK 2012 5 . dan produktif e) penguasaan materi pelajaran. praktik dan magang c) keterampilan belajar. setiap faktor tersebut berinteraksi dan saling terkait satu dengan yang lainnya. dsb.

minat d. media j. Kondisi psikologis. antara lain: BIMTEK GURU BK SMK 2012 6 . antara lain: a. sarana dan prasarana d. metode h.Di antara faktor internal yang cukup besar pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar siswa/mahasiswa adalah: 1. penilaian m. persepsi 2. kegiatan/kebiasaan dan gaya belajar g. cacat tubuh/fisik Sedangkan faktor eksternal yang cukup besar pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar mahasiswa dapat ditinjau dari segi 1. pengelolaan pembelajaran l. suasana serta hubungan siswa dengan guru dan antar siswa f. antara lain: a. kurikulum c. bakat c. kondisi sosial ekonomi keluarga (orangtua) c. Kondisi dalam keluarga. Kondisi masyarakat. hubungan antar sesama anggota keluarga b. karakteristik guru dan personil lainnya e. umpan balik dan reward 2. antara lain: a. kondisi fisik b. aspirasi dan persepsi angota keluarga terutama terhadap pendidikan d. teknik i. tugas-tugas yang harus dikerjakan siswa k. kemampuan dasar umum/inteligensi b. antara lain: a. disiplin g. ingatan n. locus of control l. penguasaan keterampilan/pengetahuan dasar f. kondisi panca indra c. motivasi serta perlakuan orangtua/anggota keluarga terhadap kegiatan belajar siswa/mahasiswa 1. ketekunan j. Kondisi sekolah. perhatian m. kematangan dan kesiapan i. Kondisi fisiologis. konsentrasi k. motivasi e. perhatian. aspirasi dan cita-cita h. kondisi tubuh pada umumnya dan kesehatan b.

pergaulan dengan teman sebaya media masa d unia kerja nilai/norma masyarakat Interaksi dan saling keterkaitan faktor-faktor tersebut dapat dilihat pada gambar-gambar berikut.

a. b. c. d.

BIMTEK GURU BK SMK 2012

7

PRESAGE VARIABLES Karakteristik

Guru
• Kelas sosial • Umur • Jenis kelamin • Pendd.& Pengalaman • Inteligensi • Motivasi • Ket. mengajar • Kepribadian CONTEXT VARIABLES Karakteristik Siswa • • • • • • Kelas sosial Umur Jenis kelamin Kemampuan Pengetahuan Sikap Kondisi Masyarakat, Sekolah/kelas

PROCESS VARIABLES

Perilaku di kelas Perilaku Guru Perubahan Perilaku Siswa Perilaku Siswa
PRODUCT VARIABLES

Hasil Belajar

• dll.

Ukuran sekolah/kelas. • Fasilitas • Suasana
Gambar 1. Variabel-variabel yang berkaitan dengan kegiatan dan hasil belajar siswa (Diadaptasi dari Dunkin dan Biddle oleh Daharnis, 2005)

BIMTEK GURU BK SMK 2012

8

Karakteristik Guru • Kualitas • Pengalaman • Bakat • Pengt. tentang materi pelajaran • Pengt. tentang pengajaran • Nilai dan sikap • Ekspektasi • Kelas sosial • dll.

Karakteristik Siswa • Pengaruh kelas sosial, ras dan orangtua • Bakat dan pengetahuan • Nilai dan sikap • Ekspektasi • Aspirasi • Persepsi • Gaya belajar • dll.

• • • • • • • • •

Kondisi Sekolah Ukuran Sumber keuangan Ratio Guru-Siswa. Administarsi Pelayanan staf Fasilitas Lokasi Kelas sosial Komposisi ras, dll

Performasi pengajaran Guru

Perilaku Belajar Siswa

Hasil Belajar

Kondisi Sekolah • Org. & adm. • Organisasi pengajaran • Pengaruh kelompok sebaya • Ukuran kelas • Lingkungan, dll

Catatan: Menunjukkan hubungan kausal Menunjukkan hubungan, tetapi tidak hubungan kausal

Gambar 2. Variabel-variabel yang berkaitan dengan kegiatan dan hasil belajar siswa (Diadaptasi oleh Daharnis (2005 & 2011) dari: Centra dan Potter (dalam Elliot, Kratochwill, Littlefield, dan Travers, 1996)

Data lain yang diperlukan untuk penyusunan program bimbingan dan konseling adalah data masalah-masalah yang mungkin dialami oleh siswa. Dalam Mooney Problem Check List (MPCL) yang dikembangkan oleh Ross L. Mooney terdapat 330 masalah yang mungkin dialami oleh siswa-siswa tingkat SLTA yang dikelompokkan kedalam sebelas bidang (Mudjiran, dkk., 2010), yaitu: 1. Perkembangan jasmani dan kesehatan 2. Keuangan, lingkungan dan pekerjaan
BIMTEK GURU BK SMK 2012 9

8. Sejalan dengan itu Prayitno (2012) mengemukakan bahwa suatu instrumen disebut tes apabila BIMTEK GURU BK SMK 2012 10 . yang kesemuanya dikelompokkan kedalam sepuluh kelompok. 6. 5. Balitbang Depdiknas. 2011) atau menggunakan instrumen tes dan instrumen non tes (Prayitno. yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik/sasaran layanan dan lingkungannya. 4. Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor (2010) mengemukakan bahwa teknik yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data adalah teknik tes dan teknik non tes (Furqon dan Yaya Sunarya. Kurikulum dan pengajaran Sedangkan dalam Alat Ungkap Masalah (AUM) Seri Umum Format 2 untuk siswa SLTA yang dikembangkan sejak tahun 1997. Tes merupakan himpunan pertanyaan yang harus dijawab atau pernyataan-pernyataan yang harus dipilih/ditanggapi atau tugas-tugas yang harus dilakukan oleh orang yang dites (testi) dengan tujuan untuk mengukur suatu aspek perilaku atau memperoleh informasi tentang trait atau atribut dari orang yang dites (Furqon dan Yaya Sunarya. 2011). 7. Teknik dan Instrumen yang digunakan Pengumpulan data dan need assessment dalam bimbingan dan konseling dilakukan melalui aplikasi instrumenasi (Pusat Kurikulum. 10. melalui aplikasi berbagai instrumen. baik tes maupun non-tes. pacaran dan perkawinan Hubungan sosial-kejiwaan Hubungan pribadi-kejiwaan Moral dan agama Rumah dan keluarga Masa depan pekerjaan dan pendidikan Penyesuaian terhadap tugas-tugas sekolah 11.3. nilai dan moral 8) Hubungan muda-mudi dan perkawinan 9) Keadaan dan hubungan dalam keluarga 10) Waktu senggang b. Kegiatan sosial dan rekreasi Seks. 2012). 9. 2011). yaitu : 1) Jasmani dan kesehatan 2) Diri pribadi 3) Hubungan sosial 4) Ekonomi dan keuangan 5) Karier dan pekerjaan 6) Pendidikan dan pelajaran 7) Agama. termuat 225 butir masalah yang mungkin dialami oleh siswa SLTA.

2011). Melalui observasi. tes minat. walaupun akhirnya dapat dikualitatifkan. (5) penyelenggaraan dan pengawasan tes lebih ketat dibandingkan dengan non tes. (2) hasil pada non tes lebih kualitatif sedangkan pada tes lebih kuantitatif. sementara jawaban instrumen non tes bukan atas benar salahnya. Diantara teknik tes adalah menyelenggarakan tes kecerdasan. penggunaan daftar cek masalah atau alat ungkap masalah--AUM (baik masalah belajar ataupun masalah-masalah umum). baik berupa tes atau pun non tes. pembahasan dapat berkembang pada teknik-teknik dan instrumen yang tidak dibahas secara eksplisit dalam uraian materi ini. (3) pelaksana tes (psikologis) adalah orang profesional (berkewenangan khusus untuk melaksanakan tes tersebut) sedangkan pelaksana non tes tidak selamanya orang yang sangat profesional (Furqon dan Yaya Sunarya. dan tes hasil belajar. penggunaan inventori minat karir. Banyak teknik dan instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam bimbingan dan konseling. Namun. sedangkan beberapa teknik dan instrumen non tes antara lain dengan melakukan observasi (dengan menggunakan instrumen daftar cek. interviu/ wawancara. catatan anekdot. dan alat-alat mekanik). tidak semua teknik dan instrumen pengumpul data dibahas dalam uraian materi ini. kreativitas. dan tugas-tugas perkembangan. Perbedaan antara teknik/pendekatan tes dan non tes antara lain adalah (1) pada tes ada jawaban benar atau salah. sedangkan pada non tes. Sesuai dengan kebutuhan bimbingan teknis untuk peningkatan profesionalitas guru BK SMK dan memperhatikan relevansinya dengan analisis kebutuhan dalam penyusunan program bimbingan dan konseling di SMK. tes kepribadian. otobiografi). dan penyelenggaraan sosiometri. instrumen non tes digunakan untuk mengetahui kondisi responden sebagaimana apa adanya. studi dokumentasi. jawaban benar atau salah sangat bervariasi dan semuanya bisa betul/benar. (4) waktu pelaksanaan tes lebih ketat dibandingkan dengan pelaksanaan non tes. 1) Observasi Pengertian Observasi merupakan pengamatan sistematis tentang suatu objek. seorang guru BK dan tenaga pendidik BIMTEK GURU BK SMK 2012 11 . hubungan sosial.jawaban responden atas soal-soal yang diperiksa berdasarkan benar-salahnya jawaban tersebut. melainkan untuk melihat gambaran tentang kondisi responden tanpa menekankan apakah kondisi itu mutunya tinggi atau rendah. dalam peyelenggaraan bimbingan teknis di lapangan. tes bakat. benar atau salah. kuesioner/angket. skala penilaian.

yaitu (1) observasi sehari-hari. Jenis Observasi Menurut Furqon dan Yaya Sunarya (2011).lainnya dapat mengetahui tingkah laku non verbal konseli (A. berinteraksi dengan orang lain. mendengar. Dalam menyelenggarakan pengumpulan data melalui observasi diperlukan pencatatan yang sistematis tentang hal-hal yang diamati. atau dilakukan secara incidental. yaitu sebagai pengamat yang tidak diketahui dan dirasakan oleh anggota yang lain. mencium atau mendengarkan sesuatu tentang objek yang diamati. (2) diketahui intensitas perilaku secara detail. dan kedua sebagai anggota yang berperan aktif sesuai dengan tugas yang dipercayakan kepadanya. Sedangkan non BIMTEK GURU BK SMK 2012 12 . Manfaat Observasi Observasi atau pengamatan bermanfaat untuk penyusunan program bimbingan dan konseling. misalnya dalam melakukan tugas. atau teknik merekam data tingkah laku individu melalui proses pengamatan langsung dan/atau tidak langsung dalam suatu kegiatan untuk memperoleh gambaran observable behavior (Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. misalnya sambil mengerjakan tugas sehari-hari. Muri Yusuf. dan observasi non partisipatif (non participation observer). maupun sifat-sifat khusus yang nampak dalam menghadapi suatu situasi atau masalah (Furqon dan Yaya Sunarya. Muri Yusuf. yang akhirnya dapat digunakan sebagai tolok ukur menyusun program bimbingan dan konseling komprehensif--lazim dinamakan need assessment (Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. mengikuti proses belajar dan pembelajaran. terencana dan dipersiapkan.2010). Participant observer. Dalam hal ini pengamat mempunyai fungsi ganda. terutama untuk pemahaman individu konseli. observasi yang tidak menggunakan pedoman observasi. karena (1) diperoleh data perilaku spontan secara natural. yaitu observasi yang dipersiapkan secara sistematis. 2005). antara lain fakta-fakta tentang tingkah laku siswa/konseli. yaitu suatu bentuk observasi dimana pengamat (observer) secara teratur berpartisipasi dan terlibat dalam kegiatan yang diamati.2010). yaitu observasi yang tidak dipersiapkan secara seksama. (2) observasi sistematis. 2011).2005). sehingga pengamat dapat mengambil kesimpulan. karena pengamat dapat melihat. (3) observasi partisipatif (participant observer). dan (3) diketahui penyebab munculnya perilaku (A. ada beberapa jenis observasi. Kunci keberhasilan observasi sebagai teknik pengumpulan data sangat banyak ditentukan oleh pengamat itu sendiri.

participation observer, yaitu suatu bentuk observasi dimana pengamat tidak terlibat langsung dalam kegiatan kelompok, atau dapat juga dikatan pengamat tidak ikut serta dalam kegiatan yang diamatinya (A. Muri Yusuf, 2005).

Pedoman observasi Teknik observasi perlu dilengkapi dengan instrumen observasi, antara lain Daftar Cek ( Checklist), Skala Penilaian (Rating Scale), Catatan Anekdot (Anecdotal Records), dan alatalat mekanik. Berikut dikemukakan beberapa instrumen yang digunakan dalam observasi, yang diambil dan dimodifikasi dari draft yang dikembangkan oleh Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor tahun 2010. a) Daftar Cek (Checklist) Pengertian Daftar cek sebagai instrumen observasi merupakan suatu daftar pernyataan tentang aspek-aspek yang mungkin terdapat dalam suatu situasi, tingkah laku, dan kegiatan (individu/kelompok). Gejala-gejala perilaku individu/konseli yang dapat diobservasi dengan instrumen/pedoman daftar cek adalah: kebiasaan belajar secara umum, kebiasaan belajar pada jam kosong atau saat guru tidak berada di kelas, kebiasaan dan keterampilan bekerja, aktivitas diskusi kelompok/kelas, kegiatan komunikasi dengan orang lain (teman, guru atau pihak lain), aktivitas ekstrakurikuler di sekolah (seperti Pramuka, KIR, PMR, Basket, Volly, dsb.), dan lain-lain topik yang relevan dengan kegiatan akadmik dan non akademik. Manfaat Daftar Cek Berbagai manfaat daftar cek untuk kepentingan pemahaman diri konseli di antaranya (a) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku secara sistematis, (b) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku dalam waktu singkat, (c) mencatat kemunculan perilaku di dalam dan/atau di luar sekolah, serta (d) mencatat kemunculan perilaku individu dan kelompok sekaligus. Prosedur Pengadministrasian Daftar Cek Selama mengadministrasikan pedoman daftar cek, maka ada tiga (3) tahap yang lazim di tempuh, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap analisis hasil. Tahap persiapan mencakup langkah-langkah berikut: (a) penetapan topik, (b) penentuan variabel, (c) penentuan indikator, (d) penentuan prediktor, dan (e) penyusunan pernyataan/item. Tahap pelaksananaan meliputi langkah-langkah berikut: (a) penyiapan pedoman/format, (b) penentuan posisi mudah mengamati perilaku observi dan tidak
BIMTEK GURU BK SMK 2012 13

menimbulkan perhatian observi, (c) pelaksanaan pengamatan yaitu mencatat dan menandai perilaku observi yang muncul pada format, dan (d) pencatatan terhadap perilaku observi (siswa/konseli yang diobservasi). Tahap analisis data mencakup langkah-langkah berikut: (a) skoring, (b) analisis dan interpretasi, dan (c) kesimpulan. Aplikasi Prosedur Pengadministrasian Daftar Cek 1) Tahap Persiapan, meliputi langkah-langkah berikut: (1) Penentuan topik yang akan diobservasi, misalnya kebiasaan belajar (2) Penentuan variabel, misalnya pertama adalah situasi jam kosong atau pada saat guru tidak ada di kelas; variabel kedua adalah kebiasaan belajar siswa di kelas. (3) Penentuan indikator dengan dua kategori yaitu kategori “Ya” sebagai petunjuk kemunculan sub-sub variabel atau pernyataan, dan kategori “Tidak” terhadap ketidakmunculan sub-sub variabel yang mungkin atau diperkirakan terjadi pada kebiasaan perilaku subyek/observi. Biasanya petunjuk “Tidak” dapat saja tidak disertakan dalam pedoman daftar cek . (4) Penentuan prediktor yaitu menetapkan kreterium terhadap frekuensi kemunculan perilaku. Kreterium ini dibuat berdasarkan kajian teori tentang kebiasaan belajar sebagaimana tertera pada topik. Prediktor ini sekaligus digunakan sebagai acuan untuk interpretasi data. Biasanya digunakan empat (4) kreterium untuk mengkonversi data, sebagaimana tercantum pada tabel konversi berikut.
Tabel Konversi Interval Persentase (%) 76 – 100 51 – 75 26 – 50 1 – 25 Klasifikasi Sangat Tinggi Cukup Tinggi Sedang Rendah Interpretasi Sangat rajin belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas Rajin belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas Cukup rajin belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas Tidak rajin/malas belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas

(5) Penyusunan pernyataan/item dengan merumuskan pernyataan/item sub-sub variabel sebagai ejawantahan aspek perilaku yang diobservasi, khususnya kebiasaan belajar siswa di kelas pada situasi jam kosong atau saat guru tidak ada di kelas. Berikut contoh pedoman/format daftar cek tentang kebiasaan belajar siswa di kelas pada saat jam kosong atau guru tidak ada di kelas (Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan

BIMTEK GURU BK SMK 2012

14

Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor,2010).

BIMTEK GURU BK SMK 2012

15

Nama 2. . Hari/tgl observasi 7. Petunjuk : Berilah tanda cek (V) pada kolom yang sesuai dengan pernyataan atau gejala perilaku yang diamati YA TIDAK II. Jenis Kelamin 5. Tujuan observasi ada V.. Dst PERNYATAAN (SUB-SUB VERIABEL) Membaca catatan yang lalu Berbincang dengan teman tentang materi pelajaran Memprakarsai teman se kelas melakukan diskusi Berdiskusi dengan beberapa teman tentang materi pelajaran Mempelajari bahan pengayaan yang ditawarkan Menyusun masalah sendiri dan berusaha menemukan solusi Melakukan eksperimen atas prakarsa sendiri Mengoreksi kembali PR Kesimpulan: ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… Observer __________ BIMTEK GURU BK SMK 2012 16 .. Waktu/durasi : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : Kebiasaan belajar siswa pada situasi jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas : Mengetahui kebiasaan belajar siswa pada situasi jam kosong dan saat guru tidak di kelas IV. Tempat/tgl lahir 6. Tempat observasi 8. Kelas/program 3. Identitas Siswa 1.Pedoman Daftar Cek (Individual) I. Pernyataan/Item NO 1 2 3 4 5 6 7 8 . Aspek yang diobservasi III. NIS/absen 4.

selanjutnya observer menempati posisi ‘dekat’ dengan observi kemudian mencatat perilaku observi. .. maka diketahui (f). (3) menjumlahkan seluruh frekuensi kemunculan perilaku kebiasaan belajar siswa (selama 10 kali pengmatan). maka diperoleh sejumlah 10 lembar daftar cek yang sudah diisi.Pedoman Daftar Cek (Kelompok) No 1 2 3 4 5 6 7 8 . sebanyak 60. Dst Kesimpulan: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… Observer _________ PERNYATAAN Membaca catatan yang lalu Berbincang dengan teman tentang materi pelajaran Memprakarsai teman se kelas melakukan diskusi Berdiskusi dengan beberapa teman tentang materi pelajaran Mempelajari bahan pengayaan yang ditawarkan Menyusun masalah sendiri dan berusaha menemukan solusi Melakukan eksperimen atas prakarsa sendiri Mengoreksi kembali PR NAMA SISWA 2) Tahap Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan ini terlebih dahulu observer menyiapkan pedoman daftar cek. (4) menghitung persentase (%) dengan rumus p = f/N X 100%. (5) mengkonversikan hasil persentase BIMTEK GURU BK SMK 2012 17 . maka p = 60/80 X 100%. (1) menghitung jumlah frekuensi observasi (k). misalnya. sehingga hasil perkalian tersebut diketahui N = 8X10= 80. sehingga hasilnya sebesar 75%. pada saat pelaksanaan ini diusahakan agar observi tidak ‘menyadari’ jika dirinya sedang diobservasi. misalnya dilakukan sepuluh kali. (2) menentukan N dengan cara mengalikan jumlah item pernyataan (n = 8) dengan k (sebanyak 10).. yaitu N = n X k. 3) Tahap Analisis Hasil dan Interpretasi Ada lima (5) langkah lazim digunakan pada tahap analisis hasil.

(b) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku dalam waktu singkat. Misalnya. Manfaatnya adalah (a) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku secara sistematis. skala kualitatif/deskriptif dijabarkan dalam rentang deskripsi yang memiliki derajat penilaian berbeda mulai dari penilaian paling tinggi sampai penilaian paling rendah. serta (e) mencatat kemunculan perilaku individu dan kelompok sekaligus.dengan tabel konversi yang dibuat sebelumnya (Tabel Konversi). aktivitas ekstrakurikuler di sekolah. Proses pengamatan dengan skala penilaian ini. Berdasarkan hasil konversi dapat diketahui bahwa frekuensi kemunculan kebiasaan belajar siswa pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas sebesar 75%. Manfaat Skala Penilaian Pada dasarnya skala penilaian ini bermanfaat bagi kepentingan pemahaman diri konseli melalui teknik observasi yang lebih khas diukur dari derajat penilaian. (d) mencatat kemunculan perilaku di dalam dan/atau di luar sekolah. Hal terpenting dalam pencatatan gejala perilaku observi dengan skala penilaian adalah makna tiap-tiap skala beserta penjabarannya. Gejala perilaku dapat dicatat dengan menggunakan instrumen/pedoman skala penilaian antara lain: partisipasi siswa dalam kegiatan diskusi. kebiasaan dan keterampilan bekerja. kebiasaan belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas. dan skala grafis (perpaduan skala angka dan kata). b) Skala Penilaian (Rating Scale) Pengertian Skala Penilaian Skala penilaian adalah alat rekam observasi yang memuat daftar gejala tingkah laku observable behavior yang dicatat/cek secara berskala. observer mencatat kemunculan perilaku berdasarkan kategori skala. skala kualitatif (skala deskriptif/kata). kebiasaan belajar mata pelajaran tertentu. BIMTEK GURU BK SMK 2012 18 . keterampilan komunikasi dengan teman sebaya atau guru. yaitu tahap persiapan. aktivitas diskusi kelompok/kelas. yaitu skala kuantitatif (skala angka). Prosedur Pengadministrasian Skala Penilaian Pengadministrasian observasi dengan pedoman skala penilaian dilakukan melalui tiga tahapan. (c) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku dalam derajat penilaian. Ada tiga jenis skala yang sering digunakan dalam pelaksanaan observasi. kegiatan belajar siswa secara umu. yang berarti siswa tersebut tergolong rajin belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas berdasarkan pencatatan/hasil observasi dengan menggunakan pedoman daftar cek. dan lain-lain topik yang relevan dengan kegiatan akadmik dan non akademik di sekolah. sehingga hasil interpretasi data dapat disimpulkan.

pelaksanaan, dan analisis hasil. Tahap persiapan mencakup langkah-langkah berikut: (a) penetapan topik, (b) penentuan variabel, (c) penentuan indikator, (d) penentuan prediktor, dan (e) penyusunan pernyataan/item. Tahap pelaksananaan meliputi langkah-langkah berikut: (a) penyiapan pedoman/format skala penilaian, (b) penentuan posisi observasi yaitu observer mengambil posisi yang tepat agar mudah mengamati perilaku observi dan tidak mengganggu perhatian observi, (c) pelaksanaan pengamatan yaitu mencatat derajat perilaku observi yang muncul pada format skala penilaian, dan (d) pencatatan terhadap perilaku observi (siswa/konseli yang diobservasi). Tahap analisis hasil mencakup langkah-langkah berikut: (a) skoring, (b) analisis dan interpretasi, dan (c) kesimpulan. Aplikasi Prosedur Pengadministrasian Skala Penilaian 1) Tahap persiapan, meliputi langkah-langkah berikut: (1) Penentuan topik yang relevan, misalnya kebiasaan belajar siswa’ (2) Penentuan variabel adalah kebiasaan belajar di sekolah. Variabel tersebut diuraikan menjadi sub-sub variabel yaitu kehadiran, kesiapan belajar, kelengkapan sarana belajar. Berdasarkan sub-sub variabel disusun penyataan/item dengan menggunakan kata-kata yang menggambarkan observable behavior. (3) Penentuan indikator. Pada langkah ini terlebih dahulu ditetapkan jenis atau derajat penilaian/skala, baik skala kuantitatif atau skala kualitatif/deskriptif maupun skala grafis. Misalnya, derajat penilaian kuantitatif ditetapkan dengan angka 1 – 5, derajat penilaian kualitatif/deskriptif dengan pernyataan mulai dari selalu, sering, kadang-kadang, dan tidak pernah, dan derajat penilaian grafis dengan penggabungan skala angka dan kata-kata. Pada dasarnya, langkah ini dimaknai sebagai penetapan derajat penilaian atas kemunculan perilaku observi pada suatu kegiatan. (4) Penentuan prediktor, yaitu menetapkan kreterium terhadap frekuensi kemunculan perilaku. Kreterium ini dibuat berdasarkan kajian teori tentang kebiasaan belajar sebagaimana tertera pada topik. Prediktor ini sekaligus digunakan sebagai acuan untuk interpretasi data. Ada empat (4) kreterium yang biasa digunakan untuk mengkonversi data, sebagaimana tercantum pada tabel konversi berikut.

BIMTEK GURU BK SMK 2012

19

Tabel Konversi Interval Persentase (%) 76 – 100 51 – 75 26 – 50 1 – 25 Klasifikasi Sangat Tinggi Cukup Tinggi Sedang Rendah Interpretasi Sangat rajin belajar Rajin belajar Cukup rajin belajar Tidak rajin/malas belajar

(5) Penyusunan pernyataan/item dengan merumuskan pernyataan/item berdasarkan pada penjabaran sub-sub variabel sebagai ejawantahan aspek perilaku yang diobservasi, khususnya kebiasaan belajar siswa. Berikut contoh pedoman skala penilaian.

BIMTEK GURU BK SMK 2012

20

Pedoman Skala Penilaian Kualitatif I. Identitas Siswa 1. Nama 2. Kelas/program 3. NIS/absen 4. Jenis Kelamin 5. Tempat/tgl lahir 6. Hari/tgl observasi 7. Tempat observasi 8. Waktu/durasi : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : Kebiasaan belajar siswa di : Mengetahui kebiasaan belajar di sekolah : Berilah tanda cek (V) pada skala yang sesuai dengan pernyataan gejala perilaku yang diamati V. Pernyataan/Item No 1 2 3 4 5 .. .. dst Kesimpulan: ……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………… Observer _________ Sub Variabel Pernyataan Tingkah laku Datang tepat pada waktunya, atau lebih awal Mempersiapkan kelengkapan peralatan belajar Memperhatikan guru menyajikan pelajaran Mencatat materi pelajaran Merespon apabila diberi kesempatan Skala Selalu Sering Kadangkadang Tidak pernah

II. Aspek yang diobservasi sekolah III. Tujuan observasi siswa IV. Petunjuk atau

BIMTEK GURU BK SMK 2012

21

Waktu/durasi : ………………………………... dst Kesimpulan: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… Observer Sub Variabel Pernyataan Tingkah laku Kehadiran di kelas Duduk di tempat yang tersedia di kelas Mengeluarkan buku catatan dan peralatan tulis Mendengarkan penyajian materi diskusi Bertanya materi yang didiskusikan Menjawab pertanyaan sambil berargumen sesuai materi Menyampaikan saran-saran perbaikan Menulis/mencatat hasil diskusi Mengantuk atau tertidur Melakukan kegiatan lain sewaktu belajar Nilai 4 10 9 Nilai 3 8 7 6 Nilai 2 5 4 3 Nilai 1 2 1 : Mengetahui tingkat partisipasi siswa pada saat diskusi di kelas : Berilah tanda cek (V) pada skala yang sesuai dengan pernyataan II.Pedoman Skala Penilaian Kuantitatif I.. : ……………………………….. Pernyataan/Item Skala No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 .. Jenis Kelamin 5. . Aspek yang diobservasi BIMTEK GURU BK SMK 2012 22 . Nama 2. : ………………………………. Kelas/program 3. Tujuan observasi IV.. Tempat observasi 8. Hari/tgl observasi 7. : ………………………………. Tempat/tgl lahir 6. : ………………………………. : Partisipasi diskusi mata pelajaran PKn III.. : ………………………………. Identitas Siswa 1. : ……………………………….. NIS/absen 4. Petunjuk atau gejala perilaku yang diamati V... : ……………………………….

_________ BIMTEK GURU BK SMK 2012 23 .

: ………………………………. Jenis Kelamin 5.... dan Skala Penilaian Grafis). : ………………………………. Pada saat pelaksanaan ini BIMTEK GURU BK SMK 2012 24 . Nama 2. Kelas/program 3. Aspek yang diobservasi III. : Kebiasaan siswa mengikuti pelajaran di kelas : Mengetahui kebiasaan siswa mengikuti pelajaran di kelas : Berilah tanda cek (V) pada garis skala yang sesuai dengan pernyataan/gejala perilaku yang diamati II.. Sikap duduk di kelas 1 Tidak sopan sopan 2 Kurang sopan 3 Siap 4 Sangat 3 Sopan 4 Sangat 4. Mendengar penjelasan guru 1 2 Tidak pernah kadang-kadang 3 Sering 4 Selalu Kesimpulan: ……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………… Observer _________ 2) Tahap Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan ini terlebih dahulu observer menyiapkan pedoman skala penilaian (Skala Penilaian Kualitatif... : ………………………………. Petunjuk V. : ………………………………. Hari/tgl observasi 7.. Kehadiran siswa saat mengikuti pelajaran 1 Terlambat awal 2 Agak terlambat 3 Tepat waktu 4 Sangat 2. Identitas Siswa 1. : ………………………………. Tempat/tgl lahir 6. Persipan mengikuti pelajaran 1 2 Tidak siap Kurang siap siap 3. : ………………………………. Tempat observasi 8. : ………………………………. NIS/absen 4. Waktu/durasi : ………………………………. Skala Penilaian Kuantitatif.Pedoman Skala Penilaian Grafis I. Pernyataan/Item 1.. Tujuan observasi IV. selanjutnya observer menempati posisi ‘dekat’ dengan observi kemudian mencatat perilaku observi.

diusahakan agar observi tidak ‘menyadari’ jika dirinya sedang diobservasi atau terganggu oleh kegiatan observer. sehingga hasil perkalian tersebut diketahui N = 10 X 5 X 4 = 200. alih-alih khusus. c) Catatan Anekdot (Anecdotal Records) Pengertian Catatan anekdot merupakan alat perekam observasi secara berkala terhadap suatu peristiwa atau kejadian penting yang melukiskan perilaku dan kepribadian seseorang dalam bentuk pernyataan singkat dan objektif. kegiatan atau situasi BIMTEK GURU BK SMK 2012 25 . yang berarti bahwa siswa tersebut tergolong siswa yang aktif belajar berdasarkan pencatatan/hasil observasi dengan menggunakan pedoman Skala Penilaian Kuantitatif. yaitu catatan yang menggambarkan perilaku. maka p = 150/200 X 100% diperoleh penghitungan sebesar 75%. (1) menghitung jumlah frekuensi observasi (k). maka N = n X k X s. Pencatatan laporan peristiwa penting harus dibedakan antara berita atau fakta dan pendapat (opini) observer. Dengan kata lain. misalnya lima kali. (2) menentukan N dengan cara mengalikan jumlah item pernyataan (n = 10) dengan k (= 5) dan s (= 4). observasi ini dilakukan terhadap perilaku khusus. (5) mengkonversikan hasil persentase dengan tabel konversi yang dibuat sebelumnya (Tabel Konversi). membolos. Rekaman catatan anekdot ini sangat berguna untuk menyelidiki kasus dan menelaah perkembangan individu atau sekelompok individu. 3) Tahap Analisis Hasil dan Interpretasi Ada lima langkah yang diperlukan pada tahap analisis hasil observasi dengan menggunakan Skala Penilaian Kuantitatif. maka diperoleh lembaran sebanyak 5 lembar. (3) menjumlahkan seluruh frekuensi kemunculan perilaku kebiasaan belajar siswa selama 5 kali pada derajat penilaian kuantitatif tertentu. Menurut bentuknya catatan anekdot ini diklasifikasikan menjadi 3 yaitu: (a) Catatan Anekdot Deskriptif. Berdasarkan hasil konversi diketahui bahwa frekuensi kemunculan partisipasi siswa pada saat belajar di kelas (untuk mata pelajaran tertentu) sebesar 75%. Tahap analisis hasil observasi sebagaimana contoh di atas berlaku untuk analisis Skala Penilaian Kualitatif dan Skala Penilaian Grafis. Rekaman peristiwa penting itu menggambarkan perilaku khusus. membuat gaduh di kelas. sehingga hasil interpretasi data dapat disimpulkan. misalnya 150. dengan derajat penilaian kuantitatif 4 skala (s) yaitu 1-2-3-4. maka diketahui (f). artinya perilaku keseharian yang terjadinya tidak umum. Peristiwa penting yang dimaksud seperti: perkelahian. (4) menghitung persentase (%) dengan rumus p = f/N X 100%. menyontek.

(ii) guru yang berminat untuk memahami problema-problema siswa. dan (c) berapa banyak observer yang terlibat selama proses pengamatan.dalam bentuk pernyataan. (b) Catatan Anekdot Interpretatif. Semua perilaku anak tanpa terkecuali perlu diamati secara sistematis. Aplikasi Prosedur Pengadministrasian Catatan Anekdot 1) Tahap persiapan mencakup langkah-langkah berikut: (1) Menentukan aspek perilaku observi yang akan dicatat. yaitu tahap persiapan. baik pernyataan yang bersifat umum maupun khusus. (b) bentuk catatan anekdot yang digunakan. Tahap pelaksanaan mencakup langkah-langkah: (a) menyiapkan format catatan anekdot. pelaksanaan. Prosedur Pengadministrasian Catatan Anekdot Pengadministrasian catatan anekdot terhadap peristiwa/perilaku khusus dilakukan dalam 3 tahapan. Akan tetapi dalam praktiknya. maka catatan anekdot ini pun berguna bagi: (i) guru baru dalam rangka penyesuaian diri dengan siswa. sehingga akan mengenal ihwal mereka. kegiatan atau situasi yang penafsirannya didukung oleh fakta. menggambarkan perilaku. dan dapat diterima-tidak dapat diterima. yaitu catatan yang menggambarkan perilaku. melainkan lebih mengarah pada persiapan pelaksanaan. Tahap analisis hasil yaitu memberi komentar dan interpretasi. kegiatan atau situasi berupa penilaian oleh observer berdasarkan ukuran baik-buruk. dan (c) Catatan Anekdot Evaluatif. (2) Menentukan siapa yang melakukan pencatatan. dan (c) mencatat perilaku observer. dan (c) dapat mengembangkan cara-cara penyesuaian diri dengan masalah-masalah dan kebutuhan individu secara mendalam. membolos. BIMTEK GURU BK SMK 2012 26 . Di samping. Aspek-aspek perilaku tersebut. (b) dapat memperoleh gambaran sebab-akibat perilaku khusus individu. menyontek. ketelitian. dan analisis hasil. besar kemungkinan diprioritaskan bagi anak-anak yang mengalami masalah dan menunjukkan prilaku khusus (khusus). layak-tidak layak. Tahap persiapan ini tidak seperti umumnya dilakukan pada alat rekam observasi yang lain. Manfaat Catatan Anekdot Berbagai manfaat catatan anekdot adalah: (a) dapat memperoleh diskripsi perilaku individu yang lebih tepat. dan sebagainya. meliputi langkah-langkah: (a) penetapan siapa observi. Pada langkah ini perlu ada penegasan siapa saja yang dilibatkan dalam proses pengamatan dan dalam kapasitas profesional. (b) menentukan posisi observasi. perkelahian. membuat gaduh. benarsalah. misalnya: kerjasama. kegunaan catatan anekdot bagi pemahaman diri individu. dan (iii) bagi konselor untuk memberikan layanan konseling bahkan untuk mengadakan pertemuan kasus (konferensi kasus).

dan bentuk catatan anekdor berkala. sehingga dipertanggungjawabkan kerahasiaannya. Catatan asli merupakan bahan konfidensial. Sedangkan kartu yang berukuran satu halaman jenis kertas folio berisi beberapa peristiwa siswa yang sama. agar tumbuh kesediaan untuk menyusun catatan jika sewaktu-waktu diperlukan.2010). maka terlebih dahulu mereka harus mempunyai pemahaman dan menyadari pentingnya catatan anekdot.Apabila pencatatan dilakukan oleh seorang konselor untuk kepentingan bimbingan dan konseling. (3) Menetapkan bentuk catatan anekdot. maka kesediaan dan kompetensi mereka dalam pengamatan tidak diragukan. Beberapa contoh kartu/form catatan adalah sebagai berikut (Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. Form I: Kartu Catatan Anekdot BIMTEK GURU BK SMK 2012 27 . Apabila pencatatan ini dilakukan oleh seorang guru. Selanjutnya menentukan berapa banyak observer yang dilibatkan untuk melakukan pencatatan terhadap perilaku siswa. Berbagai bentuk catatan anekdot seperti: kartu kecil yang berukuran setengah halaman jenis kertas folio berisi satu peristiwa dan lazim di sebut kartu/catatan asli.

. L/P No Tanggal Tempat Pengamat Kelas: ……………………… Kejadian ………………….Siswa: ……………………… L/P Kelas: ……………………… Tanggal: ………………………… Tempat: ………………………… Kejadian Pengamat: …………………… Form II: Catatan Beberapa Peristiwa NO Tanggal Tempat Kejadian Komentar/ interpretasi Saran Pengamat: ……… Form III. Ringkasan Catatan Anekdot Berkala Siswa: ………………………….. kemudian mengambil posisi yang memudahkan proses BIMTEK GURU BK SMK 2012 28 . Pengamat 2) Tahap Pelaksanaan Pada tahap pelasanaan observer menyiapkan format catatan asli.

dan sifat-sifat individu observi d) Tally Pengertian Sebagaimana alat rekam observasi yang telah di sebutkan di atas.pencatatan. Manfaat Tally Tally bermanfaat untuk mencatat intensitas perilaku dari waktu ke waktu dan berguna memahami individu untuk kepentingan layanan bimbingan dan konseling. kebiasaan. Prosedur Pengadministrasian Tally Pengadministrasian observasi dengan tally dilakukan dalam tiga tahapan. yaitu tahap persiapan. benar-salah) (3) Mengungkap “kemungkinan” dibalik perilaku dan simpulan perilaku (4) Mempertimbangkan perasaan observi saat berperilaku dan sasaran perilakunya (5) Mencatat respon lingkungan (6) Memperhatikan anteseden control dan stimulus (7) Peka potensi konflik. Selanjutnya observer melakukan pencatatan terhadap perilaku khusus observi dan diusahakan agar ia tidak menyadari jika sedang diamati. pelaksanaan. 3) Tahap Analisis Hasil Tahap analisis hasil berupa pemberian komentar/interpretasi observer terhadap perilaku observi pada suatu kejadian berdasarkan hasil pencatatan. Daftar Tallis BIMTEK GURU BK SMK 2012 29 . Tahap persiapan dilakukan dengan menyiapkan alat pencatat tally sebagai contoh berikut. Ada beberapa hal yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam membuat interpretasi. antara lain: (1) Berisi ulasan kesimpulan dan komentar dari observer mengenai perilaku observi (2) Bersifat penilaian evaluatif (baik-buruk. tally merupakan alat pencatatan observasi terhadap kemunculan perilaku dengan tanda garis tegak. dan analisis hasil.

Muri Yusuf. ……………………………. A.S. yaitu suatu bentuk wawancara dimana pewawancara dalam hal ini telah menyusun secara terinci dan sistematis rencana atau pedoman pertanyaan menurut pola tertentu dengan menggunakan format yang baku. 2010) interviu atau wawancara dapat diartikan suatu cara pengumpulan data dengan jalan mengajukan pertanyaan secara lisan kepada sumber data dan sumber data juga memberikan jawaban secara lisan pula. Umur: ………………………………. …………………………….1993. Kelas: ……………………… Sekolah:…………………. 2) Wawancara (Interviu) Dari berbagai sumber (Wayan Nurkancana. (b) wawancara terencana-tidak terstruktur. yaitu wawancara yang dilakukan dengan individu tertentu tetapi tidak untuk mendapatkan data tentang individu yang bersangkutan. W. Tingkah laku Mencoret-coret buku Bergurau Menjerit-jerit Memukul teman Keluar dari kerja kelompok ……………………………. misalnya wawancara. yaitu wawancara berlangsung secara alami. yaitu wawancara yang dilakukan langsung berhadapan dengan responden. melainkan untuk mendapatkan data tentang BIMTEK GURU BK SMK 2012 30 . Wawancara dapat dibedakan menjadi beberapa kategori: (1) berdasarkan pertanyaan yang diajukan. data akan lebih lengkap dan dapat digunakan kembali untuk menetapkan keabsahan data berdasarkan teknik yang digunakan. yaitu suatu bentuk wawancara dimana pewawancara menyusun rencana wawancara tetapi tidak menggunaka format dan urutan yang baku. (b) wawancara tidak langsung. 2002.Winkel & M..M Sri Hastuti. Alat-alat mekanik ini biasanya digunakan sebagai alat bantu/dukung pengumpulan data dengan teknik observasi dan teknik lain. Hari/Tgl/bulan/Tahun e) Alat-alat Mekanik Alat-alat mekanik adalah alat-alat elektronis dan optis yang digunakan untuk merekam data selama proses observasi. dan dalam hal ini pewawancara hanya membacakan pertanyaan yang telah disusun dan kemudian mencatat jawaban responden secara tepat. (2) berdasarkan responden yang diwawancarai: (a) wawancara langsung.Nama: ………………………………. 2005. (c) wawancara bebas. tidak diikat atau diatur oleh suatu pedoman atau oleh suatu format yang baku. Robert Edenborough. Dengan memanfaatkan alat-alat mekanik ini.. wawancara dapat dikategorikan dalam tiga bentuk yaitu: (a) wawancara terencana-terstruktur.….

Muri Yusuf. Perlu diingat bahwa pewawancara jangan sekali-kali menghafal pertanyaan yang akan diajukan. yaitu apabila wawancara dilaksanakan tidak di tempat khusus dan antara pewawancara dengan responden terjalin hubungan yang tidak resmi. yaitu wawancara yang dilakukan karena waktu dan tempat wawancara telah direncanakan terlebih dahulu. lebih terbuka. penuh perhatian. (1) Melakukan “domain” sebenarnya. yaitu menggali informasi lebih dalam sehingga terdapat jawaban yang lebih spesifik. (3) berdasarkan situasi wawancara: (a) wawancara formal. hormat terhadap responden. 2005 mengemukakan beberapa aturan umum yang perlu diperhatikan pewawancara. (4) bila jawaban belum jelas. yaitu apabila wawancara tersebut dilakukan dalam suatu ruangan tertentu yang memang sengaja disiapkan untuk mengadakan wawancara dan antara penginterviu dan responden terjalin hubungan yang bersifat resmi. yang mewakili masalah yang (2) Mengidentifikasi sampel secara terinci. kebersihan dan kerapian dalam penampilan yang akan mendorong kerjasama yang baik dari responden. rendah hati. yaitu wawancara dilakukan karena kebetulan ada kesempatan yang baik untuk mengadakan wawancara. tepat dan makna yang lebih jelas serta baik. Pewawancara hendaklah terbiasa dengan model pertanyaan yang akan disampaikan. (3) catat jawaban pertanyaan secara tepat dan benar. netral. (b) wawancara incidental.individu lain. (2) ikuti kata-kata dalam pertanyaan dengan tepat. ramah tamah. menyangkut kesederhanaan. Pedoman Wawancara Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam penyusunan pedoman wawancara adalah sebagai berikut (A. gunakan teknik menjaring/probing. yaitu sebagai berikut: (1) penampilan dan sikap. Aturan Umum Wawancara A. (b) wawancara informal. b) Menentukan bentuk pertanyaa wawancara (1) Apakah menggunakan langsung bentuk langsung atau tidak BIMTEK GURU BK SMK 2012 31 . mampu berbahasa yang baik dan benar serta mau dan dapat mendengarkan pernyataan responden dengan baik. sikap yang menyenangkan. Muri Yusuf. (3) Menentukan tipe wawancara yang akan digunakan.2005): a) Melakukan studi literatur untuk memahami dan menjernihkan masalah secara tuntas. (4) berdasarkan perencanaan wawancara: (a) wawancara berencana.

Ikutilah urutan pertanyaan yang ada dalam pedoman pertanyaan. Janganlah menyarankan jawaban atau membuat persetujuan atau menolak suatu jawaban yang diberikan responden. Jangan menambah kata dari pertanyaan yang ada. (5) Pewawancara jangan mencoba berkomunikasi sebagai responden karena akan mengurangi hormat dari responden.(2) Apakah khusus atau tidak khusus (3) Apakah yang ditanyakan fakta atau pendapat (4) Apakah berupa pertanyaan atau pernyataan c) Menentukan isi pertanyaan wawancara (1) Nyatakan pertanyaan dalam urutan yang jelas (2) Mulai dari pertanyaan fakta dan sederhana (3) Pertanyaan yang kompleks (4) Gunakan bahan yang tidak meragukan dalam bentuk yang khusus sehingga dapat dipahami responden. tetapi bacalah pedoman yang telah dibuat sebelumnya. b. yang menyarankan responden untuk memberikan jawaban sesuai dengan yang diharapkan pewawancara. Dalam pelaksanaan wawancara. Pada waktu wawancara berusahalah: 1) 2) Ikuti tata aturan yang telah ditetapkan dalam petunjuk Tanyakan pertanyaan dengan hati-hati dan berusahalah agar bersifat informal sehingga hubungan tanya jawab menjadi lebih komunikatif. Janganlah menginterpretasikan suatu pertanyaan. Harus diingat bahwa wawancara bukanlah percakapan biasa. 3) 4) 5) 6) 7) BIMTEK GURU BK SMK 2012 32 . beberapa pedoman yang perlu diperhatikan yaitu: a. Memilih waktu yang tepat c. Jangan bertanya berdasarkan pertanyaan yang telah dihafal. (6) Hindari pertanyaan yang membimbing.

dan hasilnya digunakan untuk menggali serta menghimpun keterangan. (b) pertanyaan tentang pendapat dan sikap. Usahakan untuk selalu wajar dalam tindakan. mengumpulkan 10) Usahakan merekam atau mencatat dengan baik. dimana pertanyaan/pernyataannya BIMTEK GURU BK SMK 2012 33 . yaitu pertanyaan fakta dan informasi yang tersedia berkaitan dengan pengetahuan yang diketahui tentang sesuatu. yaitu pertanyaan berkaitan dengan cara responden menilai sesuatu tentang perilakunya sendiri dalam hubungannya dengan orang lain atau lingkungan. kecuali jika merupakan suatu tim. bukan memberi informasi. kuesioner dapat dibedakan: (a) angket terbuka. 14) 15) 16) 17) 18) Selalulah melakukan konsultasi dengan pembimbing jika pewawancara mengalami kesulitan. Angket terdiri dari beberapa jenis (A. kuesioner dapat dibedakan: (a) Pertanyaan fakta dan informasi. semua jawaban dari responden. Usahakan selalu bersikap sabar dan terjauh dari perbuatan emosional. (c) pertanyaan perilaku. 2005): (1) ditinjau dari segi isi. 12) Usahakan selama wawancara tidak ada orang lain yang menggangu wawancara. yaitu pertanyaan yang berkaitan dengan perasaan dan sikap responden tentang sesuatu. sebelum pertanyaan yang diberikan dijawab responden. informasi atau data sebagaimana dibutuhkan. 3) Angket (Kuesioner) Angket adalah alat pengumpulan data secara tertulis yang berisi serangkaian pertanyaan atau pernyataan berhbungan dengan topik tertentu yang diisi oleh siswa/konseli.8) 9) Jangan bersikap reaktif terhadap jawaban responden. Pada akhir wawancara jangan lupa mengucapkan terimakasih kepada responden atas bantuannya. 11) Usahakan untuk tidak menceriterakan pertanyaan berikutnya. 13) Usahakan datang sendirian kepada responden. (2) ditinjau dari bentuk pertanyaan. Muri Yusuf. Tugas wawancara mengambil dan informasi. Usahakan selama wawancara untuk selalu memusatkan perhatian responden pada pertanyaan.

Setiap pertanyaan dinyatakan dengan ringkas. Jangan apriori mengasumsikan bahwa responden mempunyai informasi factual atau mempunyai pendapat dari tangan pertama 7. Muri Yusuf (2005): 1. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat pertanyaan atau pernyataan dalam angket yaitu: a) pertanyaan/pernyataan yang dibuat harus jelas dan tidak meragukan. e) pertanyaan/pernyataan sebaiknya tidak terlalu panjang. 9. Menentukan terlebih dahulu apakah akan menggunakan pertanyaa langsung atau tidak langsung 8.memberikan kebebasan kepada responden untuk memberikan jawaban dan pendapat sesuai dengan keinginan mereka. b) hindari pertanyaan/pernyataan ganda. 3. 4. Memformulasikan pertanyaan sesuai dengan data yang dibutuhkan. Menetapkan kerangka rujukan pertanyaan 6. Menetapkan terlebih dahulu apakah digunakan pertanyaan terbuka atau tertutup atau kombinasi keduanya. 5. d) pertanyaan/pernyataan harus relevan. sebelum ke yang lebih kompleks BIMTEK GURU BK SMK 2012 34 . Menghindari pertanyaan yang panjang. Tanyakan dulu yang lebih sederhana. dimana pertanyaan/pernyataannya tidak memberikan kebebasan kepada responden memberikan jawaban dan pendapatnya sesuai dengan keinginan mereka. f) hindari pertanyaan/pernyataan yang bersifat bias/sugestif. Menentukan terlebih dahulu apakah yang dibutuhkan pertanyaan umum atau khusus. Susun pertanyaan yang tidak memaksa atau mengarahkan siswa/konseli untuk menjawab ke satu arah 14. Hindari kata-kata yang bersifat emosional dan sentimentil 15. Menyatakan pertanyaan dengan jelas dan spesifik. dan kabur. Berikut dikemukakan beberapa tips pengembangan angket yang dimodifikasi dari A. 10. jelas dan utuh 13. Hindari kata-kata yang meragukan atau kata-kata yang tidak ada gunanya 12. (b) angket tertutup. Lindungi ego dan perasaan siswa/konseli 11. c) responden harus mampu menjawab. Menetapkan aspek atau data yang akan dikumpulkan 2.

rapi dan mudah dibaca 20. dapat dilihat pada tabel di bawah ini. SLTP.25%. Jasmani dan kesehatan 2. Hubungan muda-mudi dan perkawinan 9. Jangan lupa memberi pengantar dan petunjuk cara mengerjakan 4) Alat Ungkap Masalah (AUM) Umum AUM Umum merupakan salah satu jenis instrumen non tes yang dapat digunakan oleh guru BK/konselor untuk mengungkapkan masalah-masalah umum yang dialami oleh para siswa. dan Masyarakat). Usahakan pengetikan dan perwajahan bersih. Diri pribadi 3. Ke 225 butir AUM Umum Siswa SLTA tersebut pernah ditandai oleh siswa (ujicoba) sebagai suatu masalah yang dialaminya. dan tingkat keterandalan (dengan teknik tes-rites) sebesar 0. Karier dan pekerjaan 6. dengan membandingkan jumlah masalah yang dikemukakan siswa melalui cara non-AUM (yaitu dengan menuliskan masalahmasalah yang dialami pada selembar kertas kosong) dengan masalah-masalah yang terungkap melalui AUM. Kategori respon hendaklah mudah dipahami 19. Hubungan sosial 4. Pendidikan dan pelajaran 7. Para calon guru BK/konselor diharapkan memahami dan terlatih dalam pengadministrasiannya sehingga dapat menunjang pelayanan konseling yang akan dilakukannya dalam bertugas.86. Ekonomi dan keuangan 5. Agama. Waktu senggang AUM Umum untuk SLTA memiliki kesahihan dengan indeks kecocokan sebesar 84.16. Keefektifan AUM Umum Jenis Alat Ungkap Jumlah masalah Terendah Tertinggi Rata-rata BIMTEK GURU BK SMK 2012 35 . terdiri dari 225 butir yang dikelompokkan ke dalam 10 bidang masalah. Jangan jawaban dipengaruhi oleh gaya bahasa atau bentuk jawaban tertentu 17. Keadaan dan hubungan dalam keluarga 10. Aum Umum untuk Siswa SLTA (AUM yang lain untuk SD. Sedangkan keefektifan AUM. Kesepuluh bidang masalah tersebut adalah sebagai berikut: 1. nilai dan moral 8. Beri kode tertentu (misalnya garis bawah) untuk hal-hal spesifik 18. Mahasiswa.

dan berdasarkan jenis-jenis layanan BK). karakteristik). dan frekuensi pengadministrasian). Sedangkan keefektifan AUM. pengolahan hasil (tata cara pengolahan. AUM PTSDL untuk siswa SLTA memiliki kesahihan dengan indeks kecocokan sebesar 86. Sarana Belajar (S). data yang diperoleh— individual dan kelompok).176 Sebagai suatu instrumen yang telah distandardisasikan.Non – AUM AUM 2 8 7 126 1. yaitu Prasyarat Penguasaan Materi Pelajaran (P). AUM PTSDL untuk siswa SLTA terdiri dari 165 butir yang dikelompokkan ke dalam lima bidang. lembaran jawaban.94 45. Para guru BK/konselor diharapkan memahami dan terlatih dalam pengadministrasiannya sehingga dapat menunjang pelayanan konseling yang akan dilakukannya dalam bertugas. BIMTEK GURU BK SMK 2012 36 . 5) AUM PTSDL AUM PTSDL merupakan salah satu jenis instrumen non tes yang dapat digunakan oleh guru BK/konselor untuk mengungkapkan mutu dan masalah belajar yang dialami oleh para siswa. lembaran jawaban. dapat dilihat pada tabel di bawah ini. karakteristik). 367 45. dengan membandingkan jumlah masalah yang dikemukakan siswa melalui cara non-AUM (yaitu dengan menuliskan masalah-masalah yang dialami pada selembar kertas kosong) dengan masalah-masalah yang terungkap melalui AUM. dan Lingkungan Belajar dan Sosio Emosional (L). penggunaan hasil (umum. Diri Pribadi (D). Keefektifan AUM PTSDL SLTA Jumlah Masalah Terendah Tertinggi 1 4 9 97 Jenis Alat Ungkap Non – AUM PTSDL AUM AUM PTSDL Rata-rata 1. AUM ini dilengkapi dengan manual yang berisi tentang deskripsi umum (latar belakang. petunjuk pengadministrasian (petunjuk pengerjaan. dan tingkat keterandalan (dengan teknik tes-rites) sebesar 0.36%. Keterampilan Belajar (T).76. petunjuk pengadministrasian (petunjuk pengerjaan.66 AUM PTSDL dilengkapi dengan manual yang berisi tentang deskripsi umum (latar belakang. waktu penyelenggaraan.

yang diselidiki melalui metode ini adalah status sosial masing-masing anggota kelompok menurut pandangan pribadi anggota yang lain dalam kelompok. 2005:145). pengolahan hasil (tata cara pengolahan. 6) Sosiometri Sosiometri merupakan suatu metode untuk memperoleh data tentang hubungan sosial dalam suatu kelompok berdasarkan preferensi pribadi antara anggota-anggota kelompok (WS. data yang diperoleh— individual dan kelompok. 2011). baik tentang mutu kegiatan belajar maupun masalah belajar). Hasil sosiometri tersebut dapat digunakan. memperbaiki penyesuaian hubungan sosial siswa secara individual. penggunaan hasil (umum. merencanakan kegiatan intervensi dalam menciptakan iklim sosial yang diharapkan dengan cara meningkatkan hubungan sosial. tujuan digunakannya teknik sosiometri adalah sebagai alat penyaringan untuk mengidentifikasi pola hubungan antar individu pada suatu kelompok. Winkel. 1993). ketertarikan. kriteria ini terkait dengan pengalaman individu dalam berinteraksi dengan individu lain di dalam suatu kelompok. terkait dengan penyesuaian diri. dan pemahaman diri antar siswa berkenaan dengan pergaulan sosialnya. Merujuk pada definisi di atas. atau untuk mengumpulkan data tentang pola dan struktur hubungan antara individu-individu dalam suatu kelompok (Wayan Nurkancana. konflik dan potensi kelompok yang dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk menciptakan iklim kelompok yang positif dan mendukung pengembangan diri individu (Eko Susanto. partisipasi sosial. penolakan. menemukan norma-norma pergaulan antar siswa yang diinginkan dalam kelompok/ kelas yang bersangkutan. Muri Yusuf. popularitas.waktu penyelenggaraan. dan frekuensi pengadministrasian). membantu konselor/guru BK BIMTEK GURU BK SMK 2012 37 . dan berdasarkan jenis-jenis layanan BK). antara lain untuk memperbaiki struktur hubungan sosial para siswa. menjadi dasar pertimbangan untuk menempatkan siswa dalam kelompok yang sesuai. penerimaan sosial. dengan tujuan untuk mengetahui hubungan yang ada di antara anggota dalam suatu kelompok (A. Preferensi pribadi dinyatakan dalam kesukaan untuk berada bersama dengan beberapa anggota kelompok dalam melakukan kegiatan tertentu. atau dapat dikatakan bahwa sosiometri merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengetahui tingkat dan pola hubungan sosial antar individu dalam suatu kelompok yang mengacu pada kriteria tertentu. 2010). status sosial ini tercermin pada diterima atau tidak diterima oleh anggota kelompok.

Tentu saja. Eko Susanto (2011) merangkum berbagai istilah yang umum digunakan dalam sosiometri. visualisasi deretan kode yang menunjukkan arah pilihan yang dihubungkan secara vertikal dan horizontal. Sosiomatriks . Dalam penggunaan teknik sosiometri. Sosiogram . sehingga banyak panah yang semuanya mengarah kepada individu tertentu.mengidentifikasi siswa yang memiliki potensi dan masalah berkenaan dengan hubungan sosial. sebagai dasar dalam penyusunan program bimbingan konseling. Tak seorang pun yang memilih BIMTEK GURU BK SMK 2012 38 . Mereka menjadi pusat atau pusat tarikmenarik (hub of attraction ). pernyataan/pertanyaan sosiometri. istilah yang digunakan pada diagram yang secara visual menunjukkan struktur sosiometri. merekaadalah individu yang belum pernah mendapatkan pilihan positif dari siapapun didalam sebuah kelompok yang demikian biasanya didefinisikan sebagai isolate. b) Istilah yang digunakan untuk menunjukkan fenomena individual (1) Bintang(Star). Ketika sosiogram menunjukkanbanyak individu yang secara positif memilih orang yang sama. Individu yang tidak menerima nominasi positif atau negatif disebut misterius (ghost). disebut juga individu populer yang menerima jumlah pilihan yang besar pada sosiometri. tampilan ini juga disebut tabulasi. induvidu yang demikian disebut bintang (stars). (3) Misterius (ghost). jika tidak mencari informasi dengan menggunakan nominasi negatif. Dalam visualisasi sosiogram biasanya diletakkan diluar pinggiran atau tepi untuk menandai isolate dalam sebuah kelompok. (2) Isolate. biasanya dibuat dalam bentuk tabel. Kriteria . biasanya tidak digunakan untuk menggambarkan individu yang tidak menerima nominsasi negatif. seperti dijelaskan di atas bahwa individu yang misterius (ghost) adalah seseorang yang bahkan tidak diakui sama sekali di dalam sebuah kelompok. Istilah terisolasi (isolate). maka tidak akan ada perbedaan antara misterius (ghost) dan terisolasi (isolate). sebagai berikut: a) (1) (2) (3) (4) Istilah umum Sosiometri . jumlah individu yang tersisihkan/terisolasi dari anggota kelompok yang lain. metode yang dapat digunakan untuk mengevaluasi struktur kelompok. Dalam beberapa kasus dengan kriteria negatif mungkin kita akan menemukan individu yang terpilih sebagai bintang negatif (negative star).

mereka pada nominasi positif dan mereka tidak pula menerima pilihan pada nominasi negatif. (a) Kepulauan (Islands). (6) Mutual .Kondisi seperti ini merupakan fenomena yang diharapkan dalam suasana kelompok.Pasangan ini terdiri dari anak-anak yang memilih satu sama lain. c) Istilah yang digunakan untuk menunjukkan fenomena kelompok (1) Rantai (Chain). mereka telah membuat nominasi. segitiga (triangels) dan lingkaran (circle). Dengan demikian jelas bahwa. Semakin banyak hubungan yang menyenangkan di dalam kelompok dengan demikian memungkinkanakan tercipta iklim sosial positif yang lebih besar ke dalam kelompok. BIMTEK GURU BK SMK 2012 39 . Perlu dipahami bahwa istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan pilihan pertama dari nominasi yang diajukan. (4) Neglectee: individu yang menerima pilihan relatif kecil pada sosiometri. namun memberikan pilihan yang relatif kecil pada individu diluar kelompok. dua individu yang saling memilih satu sama lain pada kriteria sosiometri yang sama. pilihan bolak-balik. atau setidaknya digunakan sebagai pengetahuan yang bermanfaat ketika mereka berada pada satu kelompok dengan kelompok yang lain. dalam kondisi tersebut memungkinkan untuk dievaluasi dengan intervensi sosial yang dilakukan oleh konselor. (2) Gaps. kondisi ini menggambarkan kelompok tersebut sebagai kepulauan (islands). atau pasangan. (5) Rejectee . dan anggota dari kelompok ini tidak dinominasikan oleh siapa pun dalam pola-pola lain. seperti pulau (island). Bagaimanapun. Akibatnya. kelompok kecil ---kesenjangan dalam kelompok yakni situasi dimana sejumlah individu saling memilih pada kriteria sosiometri yang sama. individu yang menerima pilihan negatif/penolakan. ketika satu individu menominasikan individu lain dan pada gilirannya ia menominasikan individu yang lain begitu seterusnya. Istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan pilihan pertama dari nominasi yang diajukan. mereka mungkin juga tidak dikenal atau tidak diakui keberadaannya di dalam kelompok. ketika pasangan saling memilih (mutual choice) sehingga membentuk kelompokkelompok kecil yang terpisah dari pola-pola yang lebih besar. fenomena pilihan negatif akan membawa situasi berbahaya di dalam kelompok dan harus dihindari. pilihan berurutan seperti A-B-C-D.

Djoemadi Darmodjo (2002) mengemukakan prosedur pengembangan instrumen: Perencanaan umum. penggunaan. penelaahan dan penyempurnaan item/soal. menentukan tipe soal. menentukan materi alat ukur. efektifitas. ketika sebuah rantai datang kembali pada dirinya sendiri oleh karena orang terakhir yang mencalonkan orang pertama. prosedur yang ditempuh adalah menentukan wilayah yang akan dikenai pengukuran. uji coba. reliabilitas. menentukan dasar konseptual atau dasar teoritis yang digunakan sebagai landasan. khususnya untuk pengembangan alat ukur psikologis. menentukan taraf kesukaran soal. kondisi ini disebut sebagai SEGITIGA jika hanya melibatkan tiga orang. validasi. penyusunan bentuk akhir. penulisan item dan reviu item. c. spesifikasi tujuan dan isi. dan norma. menyusun kisi-kisi atau blue-print. prates. analisis item. perlu diikuti prosedur pengembangan yang dikemukakan oleh berbagai ahli. daya beda. Untuk mendapatkan instrumen yang baik. operasionalisasi konsep (indikator perilaku). pemilihan format stimulus dan penskalaan. kompilasi I (seleksi item). merakit soal.(b) Segitiga dan Lingkaran (Trianglesand Circles). Jika terdapat lebih dari tiga orang dengan pola demikian disebut sebagai lingkaran. penilaian. antara lain dapat ditinjau dari segi validitas. penulisan item atau soal. Hampir bersamaan dengan itu. menentukan jumlah soal. Sedangkan menurut Syaifuddin Azwar (2004) prosedur pengembangan instrumen (khusus untuk pengungkapan aspekaspek psikologis) adalah: identifikasi tujuan (penetapan konstrak psikologis). menentukan subjek yang akan dikenai pengukuran. pengujian reliabilitas. Sumadi Suryabrata (2000). Prosedur Pengembangan Instrumen Instrumen yang baik harus memenuhi berbagai persyaratan. kompilasi II (format final). Menurut Gerald Goldstein & Michel Hersen (2000) prosedur pengembangan instrumen asesmen adalah dengan mengikuti langkah-langkah berikut: 1) reviewing the literature 2) defining the construc 3) test planning and lay out 4) designing the test 5) item tryout 6) item analysis 7) building a scale 8) standardizing the test BIMTEK GURU BK SMK 2012 40 .

8) Setelah konsep instrumen dianggap valid secara teoritik atau scara konseptual. Dengan merujuk pendapat-pendapat di atas. nomor. Djaali dan Pudji Muljano (dalam Imam Hanuji. tipe dan bentuk instrumen yang akan dikembangkan BIMTEK GURU BK SMK 2012 41 . yaitu melalui pemeriksaan pakar atau melalui panel yang pada dasarnya menelaah seberapa jauh butir instrumen yang dibuat secara tepat dapat mengukur indikator. 2) Berdasarkan konstruk tersebut dikembangkan dimensi dan indikator variabel. indikator.Di samping itu. 3) Membuat kisi-kisi instrumen dalam bentuk tabel spesifikasi yang memuat dimensi. dilakukanlah penggandaan instrumen secara terbatas untuk keperluan uji coba 9) Uji coba instrumen di lapangan merupakan bagian dari proses validasi empirik 10) Pengujian validitas 11) Berdasarkan pengujian validitas tersebut. Muri Yusuf. 4) Menulis butir-buti instrumen yang dapat berbentuk pertanyaan atau pernyataan. kemudian dirumuskan konstruk dari variabel tersebut. 1) Menetapkan tujuan 2) Mengembangkan spesifikasi/kisi-kisi/blue print instrumen 3) Menentukan format. butir dan jumlah butir untuk setiap dimensi dan indikator. diperoleh kesimpulan mengenai valid atau tidaknya sebuah butir atau sebuah perangkat instrumen. 2011. A. 7) Revisi atau perbaikan berdasarkan saran dari pakar atau berdasarkan hasil panel. 6) Tahap validasi pertama yang ditempuh adalah validasi teoritik. baik teoritik maupun empirik. berikut dikemukakan prosedur umum pengembangan instrumen (Furqon dan Yaya Sunarya. 2005) yang dapat dilakukan oleh guru BK untuk kepentingan pelayanan konseling di sekolah. 5) Butir-butir yang telah ditulis merupakan konsep instrumen yang harus melalui proses validasi. 12) Berdasarkan hasil analisis butir maka butir-butir yang tidak valid dikeluarkan atau diperbaiki untuk diuji coba ulang sedangkan butir-butir yang valid dirakit kembali menjadi sebuah perangkat instrumen 13) Selanjutnya dihitung koefisien reliabilitas 14) Perakitan butir-butir instrumen yang valid untuk dijadikan instrumen yang final. 2011) merinci langkah-langkah penyusunan dan pengembangan instrumen (untuk penelitian) sebagai berikut: 1) Berdasarkan sintesis dari teori yang dikaji tentang suatu konsep dari variabel yang hendak diukur.

potensi. misalnya AUM PTSDL SLTP hanya cocok untuk mengungkapkan masalah-masalah anak SMP atau sedrajat. 2012). Agar penggunaan instrumen tersebut sesuai dengan tujuan dan maksud penggunaannya. Konselor yang akan mengaplikasikan intrumen harus benar-benar memilih dan menyesuaikan instrumen (materi. bahkan seringkali suatu instrumen hanya dapat digunakan untuk kelompok responden dengan kondisi tertentu. individual. umum. Hal ini diperlukan karena tidak semua instrumen cocok dan perlu digunakan untuk semua responden. tidak untuk mengukur bakat atau minat. kebutuhan untuk apa data hasil instrumen tersebut akan digunakan. dan sebagainya.4) Menulis atau merumuskan item-item sesuai dengan format yang dipilih 5) Mengkaji ulang rumusan item-item oleh ahli lain ( judgment) 6) Merevisi item-item berdasarkan hasil judgement 7) Menggandakan instrumen 8) Menggunakan instrumen 2. tes inteligensi hanya cocok untuk mengukur kecerdasan. reliabilitas) dengan responden dan karakteristik yang hendak diakses pada diri responden (Prayitno. baik tes mau pun non tes. serta bentuk data (kelompok. bukan hasil belajar matematika. diperlukan komampuan dan kejelian dalam memilih instrumen yang akan digunakan. khusus) yang akan dikumpulkan dengan penggunaan tersebut. inventori kreatifitas untuk mengukur kreatifitas. maching antara instrumen dan responden harus benar-benar tepat. artinya instrumen benar-benar cocok digunakan untuk mengungkapkan apa yang ada pada diri responden. Dalam pemilihan instrumen yang akan digunakan. Analisis data dan kebutuhan didahului dengan pengumpulan data dan need assessment dengan menggunakan berbagai instrumen. kebutuhan dan permasalahan serta lingkungan konseli. Untuk itu diperlukan data yang akurat dan memadai berkenaan dengan diri. Untuk itu langkah-langkah umum yang perlu diikuti oleh guru BK atau konselor adalah: 1) mempelajari manual instrumen 2) mengidentifikasi karakteristik responden 3) melihat kesesuaian antara instrumen dan reponden 4) menyiapkan diri untuk mampu menyelenggarakan pengadiministrasian instrumen 5) menyiapkan aspek teknis dan adminstratif BIMTEK GURU BK SMK 2012 42 . validitas. Pemilihan Instrumen Program bimbingan dan konseling harus disusun berdasarkan data dan analisis kebutuhan peserta didik.

Prayitno. pengadminstrasian instrumen perlu diawali dengan penjelasan tentang apa. dan kegunaan instrumen bagi responden 2) bagaimana menjawab dan mengerjakan instrumen. Penggunaan Instrumen a. yaitu: 1) memahami isi dan bentuk instrumen yang akan digunakan secara mendalam dan menyeluruh 2) memahami dan dapat melaksanakan prosedur dan cara-cara pengadministrasian instrumen yang akan digunakan 3) memahami dan dapat melaksanakan cara pengolahan respon/jawaban responden/konseli 4) memahamai dan dapat melaksanakan interpretasi/penafsiran terhadap hasil-hasil instrumen Untuk keperluan pelayanan konseling. operasionalisasi pengadmistrasian instrumen (mulai dari perencanaan sampai pada pelaporan adalah sebagai berikut (Mudjiran dkk. Tata cara pelaksanaan Pengadministrasian instrumen pada dasarnya dilaksanakan sesuai dengan petunjuk yang dikemukakan dalam manual instrumen. 2012). tujuan. dengan catatan calon penyelenggara itu harus terlebih dulu berlatih sehingga benar-benar mampu menyelenggarakan sesuai dengan syarat-syarat asesmen yang baik (Prayitno. bagaimana dan untuk apa instrumen itu diadministrasikan kepada siswa atau konseli. termasuk alokasi waktu yang disediakan 3) bagaimana jawaban/respon responden diolah 4) bagaimana hasil pengolahan disampaikan kepada responden 5) bagaimana hasil tersebut digunakan dan apa yang perlu atau diharapkan dilakukan responden Secara umum. Dalam hal ini konselor perlu mengemukakan: 1) pokok isi. khususnya instrumen yang sudah distandardisasikan. 2010. Kewenangan menyelenggarakan administrasi instrumen non tes pada umumnya lebih terbuka. bentuk. mengapa. 2012). 1) Perencanaan a) Menetapkan objek yang akan diukur/diungkapkan b) Menetapkan subjek yang akan mengikuti asesmen c) Menetapkan/menyusun instrumen sesuai dengan objek dan subjek yang akan dites d) Menetapkan prosedur asesmen e) Menetapkan fasilitas f) Menyiapkan kelengkapan administratif 2) a) Pelaksanaan Mengkomunikasikan rencana aplikasi instrumen kepada pihak terkait pelaksanaan BIMTEK GURU BK SMK 2012 43 .3.

Pengolahan hasil instrumen Hasil pengadministrasian instrumen harus segera diolah. lebih-lebih dalam waktu yang lebih lama lagi. untuk selanjutnya dipergunakan dalam pelayanan bimbingan dan konseling tertentu terhadap siswa yang bersangkutan. biasanya sewaktu pengembangan instrumen tersebut sudah BIMTEK GURU BK SMK 2012 44 . 2010). khususnya instrumen yang sudah distandardisasikan. Jika hasil demikian itu terjadi. Masalah-masalah siswa pada satu atau dua bulan kemudian. kesegeraan dalam pengolahan hasil AUM akan menjunjung azas kekinian dalam bimbingan dan konseling (Mudjiran dkk. Sedapatdapatnya paling lambat dalam satu minggu hasil instrumen telah terolah dan digunakan. biasanya sudah termuat dalam manual instrumen yang digunakan. Tata cara pengolahan hasil instrumen. Sedangkan untuk instrumen yang dikembangkan sendiri oleh guru BK atau konselor. Apabila pengolahan tertunda. hasil-hasil pengadministrasian instrumen tersebut akan menjadi kedaluarsa. besar kemungkinan berbeda dari masalah-masalah yang mereka alami dan terungkapkan melalui instrumen pada waktu sebelumnya. tidak cocok lagi dengan keadaan siswa yang sudah berubah.b) c) d) e) f) Mengorganisasikan kegiatan instrumentasi Mengadministrasikan instrumen Mengolah jawaban/respon responden Menafsirkan hasil instrumentasi Menetapkan arah penggunaan instrumentasi hasil 3) a) b) c) d) 4) Evaluasi Menetapkan materi evaluasi terhadap kegiatan instrumenasi serta penggunaan hasil-hasilnya Menetapkan prosedur dan cara-cara evaluasi Melaksanakan kegiatan evaluasi Mengolah dan menafsirkan hasil evaluasi Tindak Lanjut a) Menetapkan jenis dan arah tindak lanjut terhadap kegiatan instrumenasi serta penggunaan hasil-hasilnya b) Mengkomunikasikan rencana tindak lanjut kepada pihak terkait c) Melaksanakan rencana tindak lanjut a) b) c) Laporan Menyusun laporan kegiatan aplikasi instrumenasi Menyampaikan laporan kepada pihak terkait Mendokumentasikan laporan kegiatan 5) b. maka hasil instrumen akan menjadi siasia.

Di sisi lain. kebutuhan dan permasalahan serta lingkungan siswa atau konseli. Menyiapkan kelengkapan pengolahan data. Satu instrumen yang diadministrasikan terhadap sekelompok atau satu kelas siswa. . yaitu berupa data individual. kelompok. potensi. tidak hanya menghasilkan data berkenaan dengan kelemahan dan/atau masalah-masalah yang dialami siswa/konseli (hal-hal yang “negatif”). Melakukan pengolahan. Berikut dikemukakan langkah-langkah umum pengolahan data dari suatu instrumen dengan cara manual.dirancang juga tata cara pengolahan datanya serta penggunaan hasilnya. baik untuk jenis data individual maupun kelompok (tabel tabulasi. kunci/pedoman scoring (untuk intrumen yang memerlukan kunci). akan menghasilkan minimal data individual dan kelompok. untuk satu instrumen. 1. Ada di antara instrumen yang pengolahan datanya dengan men-tally atau menghitung frekuensi dan persentase. ataupun menskor jawaban siswa/konseli Memasukkan hasil pengolahan (langkah kedua) ke dalam tabel-tabel atau format-format yang telah dipersiapkan. Untuk data kelemahan/masalah siswa akan dientaskan. 3. dengan mengumpulkan data diri. dan membandingkannya dengan kriteria/norma (yang telah ditetapkan). baik dengan men-tally/menghitung frekuensi dan persentase. umum. dan norma. maka pengolahan data dan hasilnya mengarah pada keperluan tersebut. pengolahan hasilnya dapat dilakukan per item dan dapat pula untuk keseluruhan item dalam satu instrumen tersebut. terutama formatformat hasil pengolahan. hasil pengolahan instrumen akan mengarah pada pengelompokan data tersebut. Sesuai dengan kelompok data. sedangkan untuk data potensi akan dikembangkan melalui program bimbingan dan konseling. tetapi juga mengarah pada potensi (kekuatan dan hal-hal yang “positif”) dan kebutuhan siswa/konseli. dan khusus. tabel data individual dan kelompok). Mengkonversi hasil pengolahan data dengan kriteria/norma instrumen (sesuai manual) Menginterpretasikan hasil pengolahan data BIMTEK GURU BK SMK 2012 45 2. Artinya pengolahan data dan hasilnya. yaitu untuk keperluan penyusunan program bimbingan dan konseling. Ditinjau dari keperluan pengumpulan data. 5. 4. ada pula jenis instrumen yang pengolahannya menggunakan kunci untuk memperoleh skor (misalnya tes. AUM PTSDL) dan membandingkannya dengan kriteria/norma yang ada dalam manual instrumen.

serta kondisi lingkungan yang menghambat ataupun yang menunjang kesuksesan dan perkembangan siswa/konseli. Hasil interpretasi itu akan dimasukkan ke dalam himpunan data yang selanjutnya akan digunakan untuk penyusunan program bimbingan dan konseling. biasanya guru BK atau konselor cukup mengentrikan data dan mengikuti “perintah-perintah” yang ada dalam manual program pengolahan data instrumen tersebut. akan diketahui siapa dan BIMTEK GURU BK SMK 2012 46 . di samping data tidak valid dan terbuang sia-sia sehingga program bimbingan dan konseling tidak tepat sasaran. membahayakan terhadap pribadi-pribadi siswa/konseli. Melalui program tersebut. supaya tidak terjadi kekeliruan. juga akan diketahui perbandingan antara individu dengan individu lain atau antara individu dengan kelompok. sedangkan dari data kelompok akan dapat dilihat potensi. tes. untuk setiap item dan untuk keseluruhan item (total) dalam suatu instrumen. Oleh sebab itu. Dari data tersebut. kebutuhan dan permasalahan serta lingkungan siswa atau konseli. masalahmasalah yang dialami. akan diketahui potensi. misalnya dengan memperhatikan rerata. guru BK/konselor harus mempelajari manualnya dengan seksama. atau instrumen lain yang telah dirancang program pengolahannya). kebutuhan. langkah berikutnya yang harus dilakukan oleh guru BK atau konselor adalah penafsiran atau interpretasi data.6. baik untuk data kelompok maupun individual. skor tertinggi dan terendah. biasanya dapat dilakukan untuk data kelompok/kelas dan data individual. Kesalahan akan berakibat. pengolahan ataupun dalam interpretasinya. Tata cara interpretasi data. range. biasanya juga termuat dalam manual instrumen atau telah dirancang sebelumnya sewaktu pengembangan instrumen yang dilakukan oleh guru BK/konselor. bagi konselor yang menggunakan instrumen yang dikembangkan oleh orang lain (sudah distandardisasikan). ITP. data hasil pengolahan akan diperoleh. Penafsiran hasil Setelah pengolahan data hasil instrumen (khususnya setelah konversi data dengan menggunakan kriteria/norma). kebutuhan. Sosiometri. masalah-masalah yang dialami. Dari hasil interpretasi tersebut akan diketahui potensi. Untuk data individual misalnya. Dengan kata lain. Interpretasi instrumen. Menetapkan arah penggunaan hasil instrumenasi Apabila pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program computer (misalnya AUM Umum dan AUM PTSDL. baik dalam pengadministrasian. serta kondisi lingkungan yang menghambat ataupun yang menunjang kesuksesan untuk sekelompok siswa/konseli. dari hasil interpretasi. c.

Kegiatan himpunan data dalam bimbingan dan konseling berarti kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik/sasaran layanan. kegiatan dan belajar. dan kondisi (positif dan “negatif”). dengan tujuan menyediakan data dalam kualitas yang baik dan lengkap untuk menunjang pelayanan konseling sesuai dengan kebutuhan konseli (Prayitno. terpadu. sedangkan himpunan data ( commulative record) berarti berbagai jenis data dihimpun. seperti: • Sosiogram • Teman dekat • Data hubungan sosial • Masalah sosial c. baik secara individual maupun dalam posisinya sebagai anggota kelompok/kelas. yang diselenggarakan secara berkelanjutan. arah dan persiapan karir. Himpunan Data Data merupakan gambaran atau keterangan atau catatan tentang ada dan keadaan tertentu. jurusan yang diambil • Masalah karir BIMTEK GURU BK SMK 2012 47 . komprehensif. bakat. sistematis. seperti: • Identitas diri • Potensi dasar: inteligensi. 2011). Balitbang Depdiknas. 2012).bagaimana potensi. minat • Identitas keluarga • Riwayat kesehatan • Catatan anekdot (kejadian khusus) • Masalah diri pribadi b. seperti: • Pekerjaan orangtua/keluarga • Bakat-minat karir. Data kemampuan. Data yang dihimpun tersebut adalah berkanaan dengan: a. kondisi dan lingkungan diri pribadi siswa. 4. seperti: • Nilai hasil belajar • Data kegiatan belajar • Riwayat pendidikan • Masalah belajar d. Data kemampuan. Data perkembangan. dikolompokkan dan dikemas dalam bentuk tertentu. dan bersifat rahasia (Pusat Kurikulum. Data perkembangan. kondisi hubungan dan lingkungan sosial. kebutuhan.

agama • Kondisi fisik dan kesehatan • Potensi diri: kemampuan dasar.Ditinjau dari pengelompokan data (pribadi. Data pribadi: semua data yang berkaitan dengan pribadi seseorang. (5) kumpulan data umum. kewarganegaraan. Data Kelompok: Data mengenai sekelompok individu. antara lain: • Identitas pribadi: nama. dan selalu ditambah dengan data baru yang benar-benar berguna • Lancar: mudah penyelenggaraannya dan mudah menggunakannya. Sedangkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan himpunan data adalah (Prayitno. yaitu a. cita-cita • Hasil karya • Status dan kondisi keluarga • Status dan kondisi pekerjaan atau karir • Kondisi kehidupan sehari-hari dan permasalahannya b. (3) kumpulan data kelompok dan laporan kegiatan. (2) himpunan lembaran dengan format yang dirancang khusus. dan sumber informasi lain) Dalam penyelenggaraannya. Misalnya kumpulan leaflet. tempat dan tanggal lahir. alamat. umum). padat dan jelas • Luwes: tidak statis. data lingkungan. gelar. Data Umum: Data yang tidak mengenai diri seseorang dan tidak pula berkenaan dengan kelompok individu tertentu (berasal dari luar diri pribadi atau kelompok). brosur. data dapat dihimpun dalam (1) buku data pribadi. bakat. Penggunaan Data BIMTEK GURU BK SMK 2012 48 . yang tidak berguna dibuang. mudah menghimpunnya dan mudah pula mengaksesnya untuk digunakan c. Pengembangan Data • Langsung: dari sumber asli • Luas: sebanyak-banyaknya tetapi sesuai keperluan • Lugas: bersifat apa adanya. Menghimpun data • Data pribadi • Data kelompok • Data umum b. 2012): a. antara lain: • Hubungan sosial antar individu • Kondisi kebersamaan • Kerjasama kelompok • Hasil belajar sekelompok individu c. minat dan kecenderungan pribadi. (4) program computer (file). kelompok. informasi karir dan pendidikan. Prayitno (2012) mengemukakan tiga pengelompokan data.

Perencanaan 1) Menetapkan jenis dan klasifikasi data serta sumber-sumbernya 2) Menetapkan bentuk himpunan data 3) Menetapkan dan himpunan data menata fasilitas pengisian. klasifikasi. kemanfaatan data dalam himpunan data d. dan sistematika data 2) Kelengkapan. Laporan 1) Menyusun laporan (secara berkala) kegiatan himpunan data 2) Menyampaikan laporan kepada pihak terkait BIMTEK GURU BK SMK 2012 49 . 2010. operasionalisasi kegiatan himpunan data (mulai dari perencanaan sampai pada pelaporan adalah sebagai berikut (Mudjiran dkk. keakuratan dan keaktualan data 3) Kemanfataan data 4) Penggunaan teknologi 5) Teknik penyelenggaraan e. untuk penyelengaraan dan 4) Menetapkan mekanisme penggunaan himpunan data pemelihraaan 5) Menyiapkan kelengkapan administrasi b. a. sistematika dan penggunaan fasilitas yang digunakan 2) Memeriksa kelengkapan. Prayitno. mengembangkan lebih lanjut sesuai dengan hasil evaluasi: 1) Bentuk.• Perencanaan/program layanan • Isi layanan • Laporan kegiatan layanan Secara umum. keakuratan. 2012). Pelaksanaan 1) Mengumpulkan dan memasukkan data ke dalam himpunan data sesuai dengan klasifikasi dan sistem etika yang ditetapkan 2) Memanfaatkan data untuk berbagai jenis layanan konseling 3) Memelihara dan mengembangkan himpunan data c. Evaluasi 1) Mengkaji efisiensi. keaktualan dan Tindak Lanjut.

Lampiran (Petunjuk dan format latihan) 1. dan penggunaannya. terutama berkenaan dengan instrumen dan kegiatan himpunan data dalam pelayanan bimbingan dan konselig di SMK. Jangan sampai data tentang siswa sampai kepada pihak-pihak yang dapat merugikan siswa/konseli. baik berkenaan dengan penyusunan. penyimpanan/pendokumentasian ataupun penyampaian laporan kepada pihak terkait. Materi latihan dapat berupa pengembangan item-item dari contoh instrumen yang sudah dikemukakan dalam bab ini (daftar cek. instrumen dan fasilitas yang digunakan. Menyampaikan laporan kepada pihak terkait. pengembangan instrumen wawancara. Secara umum.serta penggunaan atau arah penggunaan data. Hasil yang diharapkan dari latihan ini adalah peserta dapat mengaplikasikan kemampuannya di tempat bertugas.3) Mendokomentasikan laporan 5. Pelaporan Kegiatan instrumenasi dan himpunan data yang dilakukan perlu disusun laporannya untuk berbagai keperluan. Teknik/Instrumen yang Digunakan Petunjuk: 1. Jenis Data dan . baik berkaitan dengan proses. baik secara sendiri-sendiri ataupun secara berkelompok. atau melakukan kegiatan himpunan data. Mendokomentasikan laporan dengan memperhatikan azas kerahasiaan D. Tulis jenis data dan tentukan teknik/instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dengan mengisi tabel di bawah ini! BIMTEK GURU BK SMK 2012 50 E. hasil. dengan memperhatikan azas kerahasiaan c. yang memuat tentang proses. sosiometri. peserta diharapkan melakukan latihan. Latihan dilakukan dalam kelas yang didampingi oleh instruktur. Latihan Dalam kegiatan Bimtek ini. Menyusun laporan. angket. Suatu hal yang sangat perlu diperhatikan. b. instrumen dan fasilitas yang digunakan. kegiatan yang dilakukan dalam pelaporan adalah: a. tally). adalah penerapan azas kerahasiaan. misalnya kepada kepala sekolah/wakil. atau mengerjakan latihan dengan mengisi format-format yang tertera pada lampiran. skala. hasil dan penafsirannya.

Kelompokkan data tersebut dan rancang instrumen yang akan digunakan untuk pengumpulan data tersebut BIMTEK GURU BK SMK 2012 51 .2.

……. …….Tabel Jenis Data dan Teknik/Instrumen yang Digunakan Teknik/Instrumen No Jenis Data Obs Wwc Ang Ket Tes Sosiometri Cat anek AUM ITP ……. BIMTEK GURU BK SMK 2012 52 .

Layanan yang Dilaksanakan Petunjuk: Jenis Data dan Jenis Tulis jenis data dan tentukan jenis layanan yang dilaksanakan dengan mengisi tabel di bawah ini! Tabel Jenis Data dan Jenis Layanan yang Dilaksanakan Jenis Layanan No Jenis Data BIMTEK GURU BK SMK 2012 53 .2.

BAB II PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING A. Untuk itu. unik dan dinamik. memiliki potensi untuk berkembang. PENGANTAR Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terkategori usia remaja. mempunyai kesempatan untuk memperoleh fasilitasi pendidikan dan bimbingan dan konseling. mengharapkan dapat bekerja sesuai dengan potensinya dan mengharapkan mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan. Bimbingan dan konseling (BK) dalam seting pendidikan dilaksanakan oleh tenaga professional yaitu Sarjana Pendidikan bidang Bimbingan dan Konseling dan telah menempuh pendidikan profesi konselor. memiliki harapan untuk sukes studi dan karirnya. Siswa dalam kehidupannya tidak lepas dari persoalan yang harus diatasinya dan karena keterbatasan memerlukan bantuan dari pihak lain. Tenaga yang BIMTEK GURU BK SMK 2012 54 . dalam hal ini peran bimbingan dan konseling memberikan fasilitasi bagi siswa untuk dapat mengoptimalkan fungsi potensinya sehingga dapat mencapai kemandirian dan dapat mengatasi persoalannya secara bertanggung jawab. memiliki hak untuk menempuh pendidikan. Siswa memiliki keterbatasan.

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.tidak professional diyakini tidak dapat melaksanakan tugas profesinya dengan baik. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. kebijakan pemerintah yang mendukung program BK. diperlukan bimtek bagi guru BK tentang kompetensi tersebut. masyarakat. berilmu. mandiri. sehat. B. kreatif. dan menjadi warga negara yang demokratis serta tanggung jawab. akhlak mulia. berakhlak mulia. DAN INDIKATOR KOMPETENSI Materi bimbingan teknis bagi guru BK SMK disiapkan untuk memberikan pengalaman pelajar yang sesuai dengan kompetensi yang harus dimiliki oleh guru BK atau konselor yaitu kompetensi profesional konselor. 27 Tahun 2008 adalah mampu merancang program bimbingan dan konseling. SUB KOMPETENSI. Untuk itu. berkembang optimal. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. dan kesadaran masyarakat terhadap profesi. pengendalian diri. kepribadian. Salah satu tugas guru BK sesuai dengan rumusan stadar kompetensi konselor sebagaimana tertuang dalam Permendiknas No. kecerdasan. KOMPETENSI. dan program layanan BK di sekolah membantu tercapainya tujuan pendidikan nasional sebagaimana dituangkan dalam UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kinerja Guru BK yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan siswa sangatlah diharapkan. persoalan secara bertangung jawab dan mencapai kehidupan yang sejahtera dan bahagia. serta ketrampilan yang diperlukan dirinya. BIMTEK GURU BK SMK 2012 55 . bangsa dan negara. Untuk melaksanakan layanan profesi BK diperlukan tenaga professional dalam bidang BK. BK memfasilitasi mengentaskan siswa agar dapat mandiri. cakap.

(3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. meliputi : 1. mereka harus mendapatkan kesempatan untuk: (1) mengenal dan memahami potensi. Menyusun rencana pelaksanaan program bimbingan dan konseling 4. perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang. masyarakat. TUJUAN BIMBINGAN DAN KONSELING Tujuan pelayanan BK ialah membantu siswa/ konseli agar dapat: (1) merencanakan kegiatan penyelesaian studi. dan tugas-tugas perkem-bangannya. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. (3) mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana BIMTEK GURU BK SMK 2012 56 . 1. Merencanakan sarana dan biaya penyelenggaraan program bimbingan dan konseling. Menyusun program bimbingan dan konseling yang berkelanjutan berdasarkan kebutuhan peserta didik secara komprehensif dengan pendekatan perkembangan 3. C. MATERI. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. INDIKATOR Beberapa indikator materi bimbingan teknis (bimtek) kompetensi profesional dengan sub kompetensi merancang program Bimbingan dan Konseling. maupun lingkungan kerja. (2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin.SUB KOMPETENSI : Sub kompetensi profesional yang disiapkan bagi guru BK SMK dalam Bab ini adalah Merancang Program Bimbingan dan Konseling. kekuatan. Menganalisis kebutuhan konseli 2. (2) mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya. (4) mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi. lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya.

Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME. Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat g. h. yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan. Aspek pribadi-sosial siswa. keluarga. (4) memahami dan mengatasi kesulitankesulitan sendiri (5) menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya. yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajibannya. c. baik fisik maupun psikis.pencapaian tujuan tersebut. maupun masyarakat pada umumnya. b. Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain. Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain. menghormati atau menghargai orang lain. tempat kerja. baik dalam kehidupan pribadi. pergaulan dengan teman sebaya. kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat. d. 1. Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif. sekolah. Secara khusus BK bertujuan untuk membantu siswa/ konseli agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial. baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan. a. Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship). Memiliki rasa tanggung jawab. serta dan mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut. (6) menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya. Bersikap respek terhadap orang lain. dan (7) mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal. f. persaudaraan. belajar (akademik). dan karir. Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugrah) dan yang tidak menyenangkan (musibah). e. dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing. tidak melecehkan martabat atau harga dirinya. i. BIMTEK GURU BK SMK 2012 57 .

mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran. asal bermakna bagi dirinya. c. Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain. seperti kebiasaan membaca buku. seperti membuat jadwal belajar. d. a. minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun. dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya. d. Aspek belajar adalah sebagai berikut. Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir. dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas. j. Memiliki pemahaman diri (kemampuan. Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif. tanpa merasa rendah diri. Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian. 2. dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. c. Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif. a. memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu. f.. b. Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar. mengerjakan tugastugas. mencatat pelajaran. Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang BIMTEK GURU BK SMK 2012 58 . disiplin dalam belajar. seperti keterampilan membaca buku. dan sesuai dengan norma agama. 3. Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat. k. mengggunakan kamus. b. Aspek karir adalah sebagai berikut. Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif. e. Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan.atau silaturahim dengan sesama manusia.

kemampuan dan minat. g. yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat. kemampuan (persyaratan) yang dituntut. i. yaitu kecenderungan arah karir. dan kesejahteraan kerja. Mengenal keterampilan. pameran hasil karya siswa yang dapat diperdagangkan. Apabila seorang siswa bercita-cita menjadi seorang guru. maka setiap orang perlu memahami kemampuan dan minatnya. dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan. dan kerjasama dengan lembaga usaha dan industri untuk memberikan pengalaman belajar dan peluang berkar ya serta kesempatan BIMTEK GURU BK SMK 2012 59 . Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir. lingkungan sosiopsikologis pekerjaan.pekerjaan yang menjadi citra-cita karirnya masa depan. oberservasi dan magang ke berbagai dunia usaha dan industri yang relevan dengan potensi siswa. maka dia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut. kemampuan. Oleh karena itu. menghadirkan alumni yang berhasil untuk memberikan informasi dan orientasi keberhasilannya. dan kondisi kehidupan sosial ekonomi. siswa diberikan informasi dunia karir baik jenis maupun persaratan dan cara mencapai karir tersebut. Untuk dapat memberikan pengalaman belajar yang memadai tentang aspek karir siswa. Memiliki kemampuan merencanakan masa depan. prospek kerja. Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki. dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan tersebut. Dapat membentuk pola-pola karir. Memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karir. f. maka dapat dilakukan beberapa upaya antara lain: guru BK atau konselor menyusun materi informasi sesuai tujuan BK aspek karir yaitu nomor 3 a s/d i. h. dalam bidang pekerjaan apa dia mampu. e.

dan karirnya. bimbingan klasikal. ANALISIS POTENSI DAN KEBUTUHAN Layanan BK diperuntukkan bagi seluruh siswa terkategori normal dalam upaya memberikan bantuan pencapaian keberhasilan belajar. BIMTEK GURU BK SMK 2012 60 . (4) pemeliharaan dalam arti memelihara situasi dan kondisi siswa agar tetap terjaga menjadi stabil. Di samping itu. Pemahaman tentang diri siswa dapat dilakukan dengan cara penerapan teknik tes dan teknik non tes (sebagaimana diuraikan di Bab I). Strategi layanan BK antara lain dapat dilakukan dengan cara konseling individual.bekerja. (4) penempatan dalam arti membantu menempatkan siswa sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan. kerjasama dengan instansi/lembaga/perusahaan yang dapat mengembangkan potensi siswa. home visit. kerjasama dengan orang tua. referral. layanan BK berfungsi: (1) pemahaman dalam arti membantu siswa untuk memahami diri secara baik tentang kelebihan dan kelemahannya. dan (5) pengembangan dalam arti mengembangan bakat dan minat sesuai dengan potensi yang dimiliki siswa dan kesempatan yang ada. (2) penyesuaian dalam arti membantu siswa untuk menyesuaian terhadap situasi baru dimana siswa berada. Untuk dapat memberikan layanan BK secara baik dan terarah diperlukan pemahaman secara mendalam tentang diri siswa (konseli) dan kondisi sekolah serta prospek siswa setelah lulus SMK. konseling kelompok.(2) perbaikan dalam arti memperbaiki kesalahan pikiran-perasaan-perilaku. media. pengembangan pribadi. minat dan kegemaran sesuai dengan kesempatan yang ada. pertemuan kasus. (3) penyaluran dalam arti membantu siswa untuk menyalurkan bakat. Layanan BK bersifat (1) pencegahan dalam arti bahwa mencegah jangan sampai siswa memiliki masalah. (3) penyembuhan dalam arti menyembuhkan penyakit yang dapat sembuh dengan informasi-informasi yang tepat. bimbingan kelompok. (5) pengadaptasian dalam arti membantu pihak lain dalam upaya memahami siswa untuk kepentingan layanan bagi siswa yang bersangkutan. kerjasama dengan profesi lain. sosial. 2.

status sosial ekonomi. latar belakang sekolah/pendidikan. kedisiplinan. (10) Kematangan hubungan dengan teman sebaya. kebiasaan. prestasi yang dicapai. latar belakang keluarga. (7) Pengembangan diri. Hasil pemahaman dapat dipergunakan sebagai dasar penyusunan program layanan BK. Kondisi fisik siswa antara lain meliputi kelengkapan anggota tubuh. perkembangan siswa. dan kebutuhan layanan. Siswa memiliki kebutuhan dan diharapkan berkembang optimal sesuai dengan potensi diri dan mencapai kemandirian dalam kehidupannya. peran dalam kemasyarakatan. Kondisi latar belakang sekolah/pendidikan antara lain meliputi status sekolah. iklim sekolah. minat. latar belakang sosio-kultural dan kemasyarakatan. kesehatan panca indera. kualitas pendidik dan tenaga kependidikan. pendidikan orang tua. cita-cita. kecerdasan. status anak dalam keluarga. Kondisi latar belakang sosio-kultural dan kemasyarakatan antara lain meliputi budaya yang dianut. (8) Perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis). Kondisi psikis siswa antara lain meliputi bakat. (4) Kematangan intelektual. perhatian orang tua. karakterisitik budayanya. (5) Kesadaran tanggung jawab sosial. dan (11) Kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga. dan fungsi organ tubuh. fasilitas kebutuhan dalam kehidupan. kondisi fisik. kepribadian. kelebihan dan kelemahan fisik.Setidaknya perlu memahami siswa tentang identitas. fasilitas sekolah. hoby. (9) Wawasan dan kesiapan karier. kesehatan organ tubuh. emosi. motivasi. keberhasilan dalam pendidikan. intensitas hubungan antar anggota keluarga. Masing-masing aspek perkembangan memiliki BIMTEK GURU BK SMK 2012 61 . Guru BK atau Konselor hendaknya memahami dan memberikan bantuan pengembangan diri siswa sebagaimana yang telah dirumuskan menjadi Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD) yang meliputi (1) Landasan hidup religius. (2) Landasan perilaku etis. kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. hubungan sosial dengan guru-karyawan-antar teman. pengalaman belajar. (3) Kematangan emosi. psikis. (6) Kesadaran gender. tokoh-tokoh yang dianut dan disegani. kondisi lingkungan dalam sekolah. Kondisi keluarga antara lain meliputi identitas orang tua. kegagalan dalam pendidikan. ketrampilan.

Pemahaman tentang standar kompetensi kemandirian peserta didik (SKKPD) BK atau konselor. STANDAR KOMPETENSI KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK PADA SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT ATAS dan penyiapan materi layanan dan memberikannya secara terencana dan terjadwal perlu dilakukan oleh guru No Aspek Perkembangan Landasan hidup Tataran/Internalisasi Tujuan Pengenalan Mempelajari hal ihwal ibadah Mengenal Akomodasi Mengembangkan pemikiran tentang Tindakan Melaksanakan ibadah atas keyakinan sendiri 1 religious kehidupan beragama disertai sikap toleransi Menghargai norma sebagai rujukan pengambilan keputusan Bersikap toleran terhadap ragam ekspresi perasaan lain Berperilaku atas dasar keputusan yang mempertimbangkan aspek-aspek etis Mengekspresikan perasaan dalam caracara yang bebas. yaitu: (1) pengenalan/penyadaran (memperoleh pengetahuan dan pemahaman tentang aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai).terbuka konflik Mengambil keputusan masalah atas dasar 62 Landasan perilaku 2 etis keragaman sumber Keragaman sumber norma yang berlaku di masyaraakat Mempelajari cara- 3 Kematangan emosi cara menghindari konflik dengan orang lain diri sendiri dan orang dan tidak menimbulkan Kematangan 4 intelektual Mempelajari cara.tiga dimensi tujuan. (2) akomodasi (memperoleh pemaknaan dan internalisasi atas aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai) dan (3) tindakan (perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari dari aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai).Menyadari akan keputusan dan keputusan dan cara pengambilan keragaman alternatif dan pemecahan BIMTEK GURU BK SMK 2012 .

No Aspek Perkembangan Pengenalan pemecahan masalah secara objektif Tataran/Internalisasi Tujuan Akomodasi konsekuensi yang dihadapinya Menyadari nilai-nilai Tindakan informasi/data secara objektif Kesadaran 5 tanggung jawab sosial Mempelajari keragaman interaksi sosial persahabatan dan Berinteraksi dengan keharmonisan dalam orang lain atas dasar konteks keragaman kesamaan interaksi sosial Menghargai Mempelajari Kesadaran gender antar jenis dalam keragaman peraan Berkolaborasi secara harmonis dengan lain perilaku kolaborasi laki-laki atau 6 perempuan sebagai jenis dalam keragaman keharmonisan hidup ragam kehidupan aset kolaborasi dan peran Mempelajari Pengembangan diri Menerima keunikan keunikan diri dalam diri dengan segala konteks kehidupan kelebihan dan sosial Mempelajari strategi dan Menerima nilai-nilai hidup hemat. ulet.ulet sungguh-sungguh peluang untuk berperilaku kekurangannya Menampilkan keunikan diri secara harmonis dalam keragaman 7 Perilaku kewirausahaan Menampilkan hidup hemat. sungguhsungguh dan kompetitif atas dasar kesadaran sendiri hemat. Internalisasi nilai- Mengembangkan karir dengan 63 niolai yang melandasialternatif perencanaan peluang dan ragam pertimbangan BIMTEK GURU BK SMK 2012 . dan kompetitif 8 (kemandirian sengguh-sungguh sebagai aset untuk perilaku ekonomis) dan kompetitif mencapai hidup dalam keragaman mandiri kehidupan Wawasan dan 9 kesiapan karier Mempelajari kemampuan diri.ulet.

pendidikan. konsep BK serta mendukungan tercapainya BIMTEK GURU BK SMK 2012 64 . dan aktifitas yang terfokus pada pengembangan Tataran/Internalisasi Tujuan Akomodasi Tindakan pemilihan alternatif karir mempertimbangkan kemampuan. peta permasalahan yang dihadapi siswa. peluang dan ragam karir alternatif karir yang lebih terarah Mempelajari caraKematangan 10 hubungan dengan teman sebaya cara membina dan kerjasama dan toleransi dalam pergaulan dengan teman sebaya Menghargai nilai-nilai kerjasama dan toleransi sebagai persahabatan dengan teman sebaya Mengharagai normanorma pernikahan Kesiapan diri untuk Mengenal norma11 menikah dan berkeluarga norma pernikahan dan berkeluarga dan berkeluarga sebagai landasan bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis Mengekspresikan keinginannya untuk mempelajari lebih intensif tentang norma pernikahan dan berkeluarga Mempererat jalinan persahabatan yang lebih memperhatikan norma yang berlaku dasar untuk menjalin akrab dengan 3.No Aspek Perkembangan Pengenalan pekerjaan. visi dan misi BK. fasilitasi sekolah. kondisi lingkungan sekolah. kemampuan guru BK. KONSELING PENYUSUNAN PROGRAM BIMBINGAN DAN Program BK di SMK disusun atas dasar kebutuhan perkembangan diri siswa (standar kemandirian peserta didik).

depkripsi hasil analisis kebutuhan layanan bagi siswa berdasarkan need asesmen. Rasional Rumusan dasar pemikiran tentang urgensi BK dalam keseluruhan program Sekolah. strategi layanan. anggaran yang diperlukan dan sumber serta pertanggunganjawaban. dan hal-hal lain yang dianggap relevan. bulanan. kaitan BK dengan implementasi kurikulum. semesteran. proses. Program BK memberikan gambaran apa yang akan dilaksanakan dalam layanan BK.tujuan pendidikan nasional. tujuan yang ingin dicapai dari program layanan. sasaran. dampak perkembangan iptek dan sosial budaya terhadap gaya hidup masyarakat (termasuk para peserta didik). Ke dalam rumusan ini dapat menyangkut konsep dasar yang digunakan. evaluasi baik perencanaan. Program BK yang disusun tahunan. personalia pelaksana program. visi dan misi BK. Program dapat terlaksana dan mencapai hasil yang diharapkan sebagaimana dalam rancangan program apabila rancangan disusun secara tepat dan kualitas unggul dan dilaksanakan sesuai rencana. Visi dan Misi Secara mendasar visi dan misi BK perlu dirumuskan ulang ke dalam fokus isi: Visi: Membangun iklim Sekolah bagi kesuksesan siswa BIMTEK GURU BK SMK 2012 65 . struktur dan isi/materi program ini bersifat fleksibel disesuaikan dengan kondisi atau kebutuhan siswa berdasarkan hasil penilaian kebutuhan di masing-masing sekolah. masing-masing saling terkait sehingga menjadi satu matarantai rencana program BK yang utuh. dan mingguan. pengembangan rencana pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling (RPLBK). 1. maupun pelaksanaan. waktu pelaksanaan. bidang gerak. landasan hukum. Dalam rancangan program hendaknya disajikan : rasional. Dalam merumuskan program. 2. dan pelaporan program BK. komponen program layanan yang akan dilaksanakan.

Rumusan ini tiada lain adalah rumusan tugas-tugas perkembangan. dan menjadikan perilaku atau kompetensi baru sebagai bagian dari kemampuan dirinya. pribadi-sosial. Deskripsi Kebutuhan Rumusan hasil needs assessment (penilaian kebutuhan) siswa dan lingkungannya ke dalam rumusan perilaku-perilaku yang diharapkan dikuasai peserta didik. 4. Rumuskan tujuan yang akan dicapai dalam bentuk perilaku yang harus dikuasai siswa setelah memperoleh pelayanan BK. (b) Komponen Pelayanan Responsif. Tujuan a. Rencana kegiatan diperlukan untuk menjamin program BK dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien. Tindakan. baik kegiatan BIMTEK GURU BK SMK 2012 66 . yakni Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD). untuk membangun pengetahuan dan pemahaman peserta didik terhadap perilaku atau standar kompetensi yang harus dipelajari dan dikuasai c. karir berlandaskan pada tata kehidupan etis normatif dan ketaqwaan kepada Tuhan YME. Komponen Program Komponen program meliputi: (a) Komponen Pelayanan Dasar. (c) Komponen Perencanaan Individual. Rencana kegiatan adalah uraian detil dari program yang menggambarkan struktur isi program. untuk membangun pemaknaan. 3. Tujuan hendaknya dirumuskan ke dalam tataran tujuan: b. dan d. Sedangkan visi dan misi ditentukan oleh sekolah masing-masing. dan d) Komponen Dukungan Sistem (manajemen) 6. Penyadaran. internalisasi. Akomodasi. Rencana Operasional. yaitu mendorong peserta didik untuk mewujudkan perilaku dan kompetensi baru itu dalam tindakan nyata sehari-hari. 5.Misi: Memfasilitasi seluruh siswa memperoleh dan menguasai kompetensi di bidang akademik.

7. Program Tahunan dan Program semester. Tema BIMTEK GURU BK SMK 2012 67 . bulanan. Adapun kegiatan bimbingan tanpa kontak langsung dengan peserta didik dapat dilaksanakan melalui tulisan (seperti e-mail. Identifikasikan dan rumuskan berbagai kegiatan yang harus/perlu dilakukan. Pertimbangkan porsi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan di atas. dan mingguan. Kegiatan ini diturunkan dari perilaku/tugas perkembangan/ kompetensi yang harus dikuasai peserta didik b. d. untuk memfasilitasi siswa mencapai tugas perkembangan atau kompetensi tertentu. Berapa banyak waktu dan yang diperlukan dalam untuk setiap melaksanakan pelayanan bimbingan konseling komponen program perlu dirancang dengan cermat. Program BK Sekolah yang telah dituangkan ke dalam rencana kegiatan perlu dijadwalkan ke dalam bentuk kalender kegiatan. Program BK perlu dilaksanakan dalam bentuk (a) kontak langsung. c. e. Rancangan ini bisa dalam bentuk matrik.di Sekolah maupun luar Sekolah. dan alih tangan (referral). buku-buku. Inventarisasikan kebutuhan yang diperoleh dari needs assessment ke dalam tabel kebutuhan yang akan menjadi rencana kegiatan. Perencanaan waktu ini didasarkan kepada isi program dan dukungan manajemen yang harus dilakukan oleh konselor. Atas dasar komponen program di atas maka : a. Rencana kegiatan dimaksud dituangkan ke dalam rancangan jadwal kegiatan untuk selama satu tahun. Untuk kegiatan kontak langsung yang dilakukan secara klasikal di kelas (pelayanan dasar) perlu dialokasikan waktu terjadwal 2 (dua) jam pelajaran per-kelas per-minggu. semesteran. Kalender kegiatan mencakup kalender tahunan. konferensi kasus . atau majalah dinding). Pengembangan Tema/Topik (bisa dalam bentuk dokumen tersendiri) Tema ini merupakan rincian lanjut dari kegiatan yang sudah diidentifikasikan yang terkait dengan tugas-tugas perkembangan. brosur. Apakah kegiatan itu dilakukan dalam waktu tertentu atau terus menerus. dan (b) tanpa kontak langsung dengan siswa. home visit.

dan Kegiatan Manajemen BIMTEK GURU BK SMK 2012 68 .Indiv. rasional. Anggaran Rencana anggaran untuk mendukung implementasi program dinyatakan secara cermat. (2) pelayanan responsif. Pengembangan Profesional. Sejauh mungkin perlu dirumuskan pula evaluasi program yang berfokus kepada keterlaksanaan program. 10. 8. Pengembangan Satuan Pelayanan atau Rencana Pelayanan Bimbingan dan Konseling (dapat dalam bentuk dokumen tersendiri) Dikembangkan secara bertahap sesuai dengan tema/topik. yaitu: (1) pelayanan dasar bimbingan. KONSELING Program BK mengandung empat komponen pelayanan.secara spesifik dirumuskan dalam bentuk materi untuk setiap komponen program. Dukungan Sistem Konsultasi. Keempat komponen program tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. 9. dan realistik. 4. Evaluasi Rencana evaluasi perkembangan siswa dirumuskan atas dasar tujuan yang ingin dicapai. Kolaborasi. (3) perencanaan individual. sebagai bentuk akuntabilitas pelayanan BK. Pelayanan Dasar KOMPONEN PROGRAM BIMBINGAN DAN Komponen Program BK Pelayanan Responsif Peserta didik Pelayanan Per. dan (4) dukungan sistem.

memiliki mental yang sehat. Komponen Program Bimbingan dan Konseling Komposisi pengaturan waktu layanan setiap komponen program BK adalah Pelayanan Dasar = 25 – 35 %. atau dengan kata lain membantu konseli agar mereka dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya. (2) mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku BIMTEK GURU BK SMK 2012 69 25-35% (dapat maksimal). dan . Penggunaan instrumen asesmen perkembangan dan kegiatan tatap muka terjadwal di kelas sangat diperlukan untuk mendukung implementasi komponen ini. pekerjaan. Secara rinci tujuan pelayanan ini dapat dirumuskan sebagai upaya untuk membantu konseli agar (1) memiliki kesadaran (pemahaman) tentang diri dan lingkungannya (pendidikan. Pengertian Pelayanan dasar diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada seluruh siswa/ konseli melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan (yang dituangkan sebagai standar kompetensi kemandirian peserta didik) yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya. Pelayanan responsive = 15 – 25 %. Pelayanan Dasar 1). 2). sosial budaya dan agama). dan memperoleh keterampilan dasar hidupnya. Tujuan Pelayanan ini bertujuan untuk membantu semua siswa/ konseli agar memperoleh perkembangan yang normal. Asesmen kebutuhan diperlukan untuk dijadikan landasan pengembangan pengalaman terstruktur yang disebutkan.Gambar 1. Pelayanan perencanaan individual = Dukungan sistem = 10-15% a.

(6) penyadaran keragaman budaya. Hal-hal yang terkait dengan perkembangan karir mencakup pengembangan: (1) fungsi agama bagi kehidupan. 4). sosial. untuk BIMTEK GURU BK SMK 2012 70 . pemantapan pilihan program studi. (4) keterampilan (5) keterampilan hubungan antar pribadi atau dan (7) perilaku (2) berkomunikasi. Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau brain storming (curah pendapat). dan (4) mampu mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya. (8) kasus-kasus kriminalitas. Secara terjadwal. (5) perkembangan dunia kerja. (3) mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya. dan (10) dampak pergaulan bebas. fokus perilaku yang menyangkut aspek-aspek pribadi. Pelayanan Orientasi Pelayanan ini merupakan suatu kegiatan yang memungkinkan siswa dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. (3) keterampilan kerja profesional. Semua ini berkaitan erat dengan upaya membantu siswa/ konseli dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya (sebagai standar kompetensi kemandirian). konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada para peserta didik. (3) keterampilan pengambilan keputusan. Materi pelayanan dasar dirumuskan dan dikemas atas dasar standar kompetensi kemandirian peserta didik self-esteem. (7) cara melamar pekerjaan. berprestasi. (4) kesiapan pribadi (fisik-psikis. bertanggung jawab.Bimbingan Kelas Program yang dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta didik di kelas. b). 3). Fokus pengembangan Untuk dikembangkan mencapai tujuan tersebut. Strategi Pelayanan dasar a). (6) iklim kehidupan dunia kerja. (2) motivasi antara lain mencakup pengembangan: (1) pemecahan masalah. jasmaniah-rohaniah) dalam menghadapi pekerjaan. (9) bahayanya perkelahian masal (tawuran). belajar dan karir.yang layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya.

Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai instrumen. Pelayanan Informasi Yaitu pemberian informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi peserta didik. Pelayanan responsif 1). Bimbingan Kelompok Konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik melalui kelompok-kelompok kecil (5 s. c). fasilitas atau sarana prasarana. baik tes maupun non-tes. dan mengelola stress. dan tata tertib sekolah. leaflet. majalah. Pengertian Pelayanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada siswa / konseli yang menghadapi kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera. d).Tujuan BIMTEK GURU BK SMK 2012 71 . maupun tidak langsung (melalui media cetak maupun elektronik. Materi pelayanan orientasi di sekolah biasanya mencakup organisasi sekolah. seperti : buku.mempermudah atau memperlancar berperannya mereka di lingkungan baru tersebut. brosur. dan lingkungan peserta didik.d. program BK. e). seperti : cara-cara belajar yang efektif. kiat-kiat menghadapi ujian. guru. Topik yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini. dan alih tangan kepada ahli lain adalah ragam bantuan yang dapat dilakukan dalam pelayanan responsif. b. dan internet). Pelayanan Pengumpulan Data (Aplikasi Instrumentasi) Merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang pribadi peserta didik. konsultasi dengan orangtua. Bimbingan ini ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat para peserta didik. kurikulum. konseling krisis. program ekstrakurikuler. staf dan guru-guru. Konseling individual. adalah masalah yang bersifat umum (common problem) dan tidak rahasia. melalui komunikasi langsung. 2). Pelayanan orientasi ini biasanya dilaksanakan pada awal program pelajaran baru. sebab jika tidak segera dibantu dapat menimbulkan gangguan dalam proses pencapaian tugas-tugas perkembangan. 10 orang).

dan atau masalah pengembangan pendidikan. Tujuan pelayanan ini dapat juga dikemukakan sebagai upaya untuk mengintervensi masalah-masalah atau kepedulian pribadi konseli yang muncul segera dan dirasakan saat itu. Kebutuhan ini seperti kebutuhan untuk memperoleh informasi antara lain tentang pilihan karir dan program studi. Masalah lainnya adalah yang berkaitan dengan berbagai hal yang dirasakan mengganggu kenyamanan hidup atau menghambat perkembangan diri siswa/ konseli. (12) manajemen stress. (10) masalah pergaulan bebas ( free sex). 3). kegagalan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Fokus pengembangan Fokus pelayanan responsif bergantung kepada masalah atau kebutuhan konseli. pergaulan bebas. berkenaan dengan masalah sosial-pribadi. (9) malas beribadah. Masalah yang mungkin dialami siswa/ konseli diantaranya: (1) merasa cemas tentang masa depan. dan (13) masalah dalam keluarga. (3) berperilaku impulsif (kekanak-kanakan atau melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkannya secara matang). (11) masalah tawuran. bahaya obat terlarang. (8) prestasi belajar rendah. (5) malas belajar. BIMTEK GURU BK SMK 2012 72 . (6) kurang memiliki kebiasaan belajar yang positif. sumbersumber belajar.Tujuan pelayanan responsif adalah membantu siswa konseli agar dapat memenuhi kebutuhannya dan memecahkan masalah yang dialaminya atau membantu konseli yang mengalami hambatan. (2) merasa rendah diri. (7) kurang bisa bergaul. Masalah siswa / konseli pada umumnya tidak mudah diketahui secara langsung tetapi dapat dipahami melalui gejala-gejala perilaku yang ditampilkannya. Masalah dan kebutuhan konseli berkaitan dengan keinginan untuk memahami sesuatu hal karena dipandang penting bagi perkembangan dirinya secara positif. minuman keras. narkotika. (4) membolos dari sekolah. karir. karena tidak terpenuhi kebutuhannya. atau gagal dalam mencapai tugas-tugas perkembangan.

4). (6) memberikan informasi yang up to date tentang kaitan mata pelajaran dengan bidang kerja yang diminati siswa. Aspek-aspek itu di antaranya : (1) menciptakan iklim sosio-emosional kelas yang kondusif bagi belajar siswa. dan penyakit kronis. kecanduan narkoba. suasana kerja. c). (3) menandai siswa yang diduga bermasalah. Konseling Individual dan Kelompok Pemberian pelayanan konseling ini ditujukan untuk membantu siswa/konseli yang mengalami kesulitan atau hambatan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. a). (4) membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar melalui program remedial teaching. Referal Apabila guru BK atau konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah siswa/ konseli. (8) menampilkan pribadi yang BIMTEK GURU BK SMK 2012 73 . sehingga dapat memberikan informasi yang luas kepada siswa tentang dunia kerja (tuntutan keahlian kerja. siswa/ konseli dibantu untuk mengidentifikasi masalah. Guru BK atau konselor berkolaborasi dengan guru mata pelajaran dan wali kelas dalam rangka memperoleh informasi tentang siswa (seperti : prestasi belajar. persyaratan kerja. Konseling ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. b). Kolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran atau Wali Kelas. Siswa/ konseli yang sebaiknya direferal adalah mereka yang memiliki masalah. penyebab masalah. dan prospek kerja). kehadiran. dan pengambilan keputusan secara lebih tepat. Strategi pelayanan responsive. aktivitas selama pembelajaran). seperti depresi. tindak kejahatan (kriminalitas). (7) memahami perkembangan dunia industri atau perusahaan. dan mengidentifikasi aspek-aspek bimbingan yang dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran. Melalui konseling. maka sebaiknya dia mereferal atau mengalihtangankan kepada ahli lain yang lebih berwenang. membantu memecahkan masalah siswa. penemuan alternatif pemecahan masalah. (5) mereferal (mengalihtangankan) siswa yang memerlukan pelayanan BK kepada guru BK atau koselor. (2) memahami karakteristik siswa yang unik dan beragam.

atau pihak pimpinan Sekolah yang terkait dengan upaya membangun kesamaan persepsi dalam memberikan bimbingan kepada para siswa. Untuk melakukan kerjasama dengan orang tua ini. Kolaborasi dengan Orang tua Guru BK atau konselor perlu melakukan kerjasama dengan para orang tua peserta didik. sosial. Yaitu berkaitan dengan upaya Sekolah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan bimbingan. dan tukar pikiran antar guru BK atau konselor dan orang tua dalam upaya mengembangkan potensi siswa atau memecahkan masalah yang mungkin dihadapi siswa. BIMTEK GURU BK SMK 2012 74 . e). maupun moral-spiritual (hal ini penting. (4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait dalam pendidikan. (2) instansi swasta. seperti: (1) kepala Sekolah atau komite Sekolah mengundang para orang tua untuk datang ke Sekolah (minimal satu semester satu kali). baik dalam aspek emosional. Melalui kerjasama ini memungkinkan terjadinya saling memberikan informasi. tetapi juga oleh orang tua di rumah. (5) Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK). Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihakpihak (1) instansi pemerintah. (3) organisasi profesi BK. f). dan (3) orang tua diminta untuk melaporkan keadaan anaknya di rumah ke Sekolah. pengertian.matang. Konsultasi Guru BK atau konselor menerima pelayanan konsultasi bagi guru. (2) Sekolah memberikan informasi kepada orang tua (melalui surat) tentang kemajuan belajar atau masalah siswa. d). karena guru merupakan “figur central” bagi siswa). yang pelaksanaannya dapat bersamaan dengan pembagian rapor. Kolaborasi dengan pihak-pihak terkait di luar sekolah. dapat dilakukan beberapa upaya. orang tua. terutama menyangkut kegiatan belajar dan perilaku sehari-harinya. dan (6) Depnaker (dalam rangka analisis bursa kerja/lapangan pekerjaan). dan (9) memberikan informasi tentang cara-cara mempelajari mata pelajaran yang diberikannya secara efektif. Kerjasama ini penting agar proses bimbingan terhadap siswa tidak hanya berlangsung di Sekolah.

Konferensi Kasus Yaitu kegiatan untuk membahas permasalahan peserta didik dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan. Di samping itu dia juga berfungsi sebagai mediator yang membantu guru BK atau konselor dengan cara memberikan informasi tentang kondisi. g). Kunjungan Rumah Yaitu kegiatan untuk memperoleh data atau keterangan tentang peserta didik tertentu yang sedang ditangani. Siswa terlatih berfungsi sebagai mentor atau tutor yang membantu siswa lain dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. Bimbingan Teman Sebaya (Peer Guidance/Peer Facilitation) Bimbingan teman sebaya ini adalah bimbingan yang dilakukan oleh siswa terhadap siswa yang lainnya. h). Pengertian Perencanaan individual diartikan sebagai bantuan kepada siswa / konseli agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan peren-canaan masa depan berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya. atau masalah siswa yang perlu mendapat pelayanan BK. c. melakukan referal. Siswa yang akan diperankan sebagai pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan oleh guru BK atau konselor. dalam upaya menggentaskan masalahnya. perkembangan. dan meningkatkan kualitas program BK. dan penyediaan informasi yang akurat sesuai dengan peluang dan potensi yang dimiliki BIMTEK GURU BK SMK 2012 75 .menciptakan lingkungan Sekolah yang kondusif bagi perkembangan siswa. melalui kunjungan ke rumahnya. Pemahaman siswa/ konseli secara mendalam dengan segala karakteristiknya. Perencanaan individual 1). Pertemuan konferensi kasus ini bersifat terbatas dan tertutup. serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya. baik akademik maupun non-akademik. i). kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik itu. penafsiran hasil asesmen.

3). Tujuan Perencanaan individual bertujuan untuk membantu siswa/ konseli agar (1) memiliki pemahaman tentang diri dan lingkungannya. dan (3) dapat melakukan kegiatan berdasarkan pemahaman. sosial. dan mengelola rencana pendidikan. informasi tentang Sekolah. 2) Menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya dalam rangka pencapaian tujuannya. 3) Mengukur tingkat pencapaian tujuan dirinya. termasuk keber-bakatan dan kebutuhan khusus konseli. 2). Dengan demikian meskipun perencanaan individual ditujukan untuk memandu seluruh konseli. kola-borasi. belajar. merencanakan karir. 4) Mengambil keputusan yang merefleksikan perencanaan dirinya.konseli amat diperlukan sehingga konseli mampu memilih dan mengambil keputusan yang tepat di dalam mengem-bangkan potensinya secara optimal. maupun karir. rujukan. (2) mampu merumuskan tujuan. Fokus pengembangan BIMTEK GURU BK SMK 2012 76 . dan advokasi diperlukan di dalam implementasi pelayanan ini. perencanaan. tujuan. dan masyarakatnya. Isi layanan perencanaan individual adalah hal-hal yang menjadi kebutuhan konseli untuk memahami secara khusus tentang perkembangan dirinya sendiri. Melalui pelayanan perencanaan individual. Tujuan perencanaan individual ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya memfasilitasi siswa/ konseli untuk merencanakan. dan rencana yang telah dirumuskannya. memonitor. atau pengelolaan terhadap perkembang-an dirinya. dunia kerja. konseling individual. Kegiatan orientasi. dan pengembangan sosial-pribadi oleh dirinya sendiri. siswa/ konseli diharapkan dapat: 1) Mempersiapkan diri untuk mengikuti pendidikan lanjutan. baik menyangkut aspek pribadi. informasi. yang didasarkan atas pengetahuan akan dirinya. pelayanan yang diberikan lebih bersifat individual karena didasarkan atas perencanaan. tujuan dan keputusan yang ditentukan oleh masing-masing konseli. dan mengembangkan kemampuan sosialpribadi. karir.

tata kerja. sosial. Dukungan sistem Dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen. karir. infra struktur (misalnya Teknologi Informasi dan BIMTEK GURU BK SMK 2012 77 .Fokus pelayanan perencanaan individual berkaitan erat dengan pengembangan aspek akademik. atau aspekaspek pribadi. sosial. dan sosial-pribadi. dan karier. dan memahami nilai belajar sepanjang hayat. (2) karir bekerja meliputi yang mengeksplorasi positif. dan merencanakan (alternatif kegiatan) menunjang pengembangan dirinya. untuk membentuk siswa menempati posisi yang sesuai dengan bakat dan minatnya. dan pengarahan dirinya secara positif dan konstruktif. dan pengembangan keterampilan sosial yang efektif. Siswa/ konseli menggunakan informasi tentang pribadi. Secara rinci cakupan fokus tersebut antara lain mencakup pengembangan aspek (1) akademik meliputi memanfaatkan keterampilan belajar. dan penyaluran). dan (3) peluang-peluang sosial-pribadi karir. penerimaan. belajar dan karir yang diperolehnya kegiatan untuk (1) merumuskan yang tujuan. d. belajar. Melalui kegiatan penilaian diri ini. memilih kursus atau pelajar-an tambahan yang tepat. Pelayanan perencanaan individual ini dapat dilakukan juga melalui pelayanan penempatan (penjurusan. (2) melakukan kegiatan yang sesuai dengan tujuan atau perencanaan yang telah ditetapkan. memahami kebutuhan untuk kebiasaan meliputi pengembangan konsep diri yang positif. Strategi Guru BK atau konselor membantu siswa menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh. dan (3) mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukannya. yaitu yang menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangan. atau kegiatan yang berfungsi untuk memperbaiki kelemahan dirinya. 4). peserta didik akan memiliki pemahaman. mengeksplorasi latihan-latihan pekerjaan. melakukan pemilihan pendidikan lanjutan atau pilihan jurusan.

a). (5) melakukan penelitian tentang masalah-masalah yang berkaitan erat dengan bimbingan dan konseling. Pengembangan Profesionalitas Guru BK atau konselor secara terus menerus berusaha untuk memutakhirkan pengetahuan dan keterampilannya melalui (a) inservice training. (c) aktif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah.Komunikasi). 1) Pengembangan Jejaring (networking) Pengembangan jejaring menyangkut kegiatan guru BK atau konselor yang meliputi (1) konsultasi dengan guru-guru. 2) Kegiatan Manajemen Kegiatan manajemen merupakan berbagai upaya untuk memantapkan. yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada konseli atau memfasilitasi kelancaran perkembangan siswa/ konseli. dan meningkatkan mutu program BK melalui kegiatankegiatan (1) pengembangan program. (2) kegiatan manajemen. Sedangkan bagi personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar penyelenggaraan program pendidikan di Sekolah. (e) menempuh BIMTEK GURU BK SMK 2012 78 . dan (6) melakukan kerjasama atau kolaborasi dengan ahli lain yang terkait dengan pelayanan BK. (2) pengembangan staf. memelihara. (3) berpartisipasi dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan Sekolah. dan (4) pengembangan penataan kebijakan. (3) pemanfaatan sumber daya. (4) bekerjasama dengan personel Sekolah lainnya dalam rangka menciptakan lingkungan Sekolah/Madrasah yang kondusif bagi perkembangan konseli. Dukungan sistem ini meliputi aspek-aspek: (1) pengembangan jejaring (networking). Program ini memberikan dukungan kepada guru BK atau konselor dalam memperlancar penyelenggaraan pelayanan diatas. (b) aktif dalam organisasi profesi. (2) menyelenggarakan program kerjasama dengan orang tua atau masyarakat. dan pengembangan kemampuan profesional guru BK atau konselor secara berkelanjutan. (3) riset dan pengembangan. (d) melakukan riset.

(4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait. dan tercapai bila tidak memiliki suatu sistem pengelolaan (manajemen) yang bermutu. Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak (1) instansi pemerintah. (3) organisasi profesi. dan pihak institusi di luar Sekolah (pemerintah.pendidikan profesi konselor (PPK). Oleh karena itu BK harus ditempatkan sebagai bagian terpadu dari seluruh program pendidikan/ sekolah dengan dukungan wajar baik dalam aspek ketersediaan sumber daya manusia (konselor). c). Keterkaitan antar komponen pelayanan dan strategi peluncurannya dapat kerangka kerja utuh BK sebagai berikut. dan orang tua siswa/ konseli. BIMTEK GURU BK SMK 2012 79 . Dengan kata lain strategi ini berkaitan dengan upaya Sekolah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan BK. melakukan referal. dan swasta) untuk memperoleh informasi. dalam arti dilakukan secara jelas. dan (6) Depnaker (dalam rangka analisis bursa kerja/lapangan pekerjaan). sistematis. (5) Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK). dan terarah. Pemberian Konsultasi dan Berkolaborasi Guru BK/ Konselor perlu melakukan konsultasi dan kolaborasi dengan guru. orang tua. serta meningkatkan kualitas program BK. dan umpan balik tentang pelayanan bantuan yang telah diberikannya kepada para siswa/ konseli. dan program yang lebih tinggi. (2) instansi swasta. sarana. menciptakan lingkungan Sekolah yang kondusif bagi perkembangan siswa/ konseli. (f) melanjutkan studi ke b). Manajemen Program Suatu program pelayanan BK tidak mungkin akan terselenggara. staf Sekolah lainnya. dan pembiayaan.

Remidiasi) Pelayanan Perencanaan Individual (Perencanaan Pendidikan. Personal. nilai dan moral peserta didik) Tataran Tujuan Bimbingan dan Konseling (Penyadaran Akomodasi. serta pengembangan program bagi peningkatan unjuk kerja professional. melaksanakan dan memanfaatkan penelitian dalam BK untuk meningkatkan kualitas layanan BK sebagai sumber data bagi kepentingan kebijakan sekolah dan implementasi proses pembelajaran. meliputi : (1) merancang. Akuntabilitas Pengembangan Profesi Kerangka Kerja Utuh Bimbingan dan Konseling d). (2) merancang dan melaksanakan serta mengevaluasi aktivitas pengembangan diri guru BK atau konselor professional sesuai dengan standar kompetensi konselor. Karir.Asesmen Lingkungan Harapan dan Kondisi Lingkungan KOMPONEN PROGRAM STRATEGI PELAYANAN Pelayanan Dasar Bimbingan dan Konseling (Untuk seluruh peserta didik dan Orientasi Jangka Panjang) Pelayanan Responsif (Pemecahan Masalah. Riset dan Pengembangan kegiatan riset dan pengembangan merupakan aktivitas guru BK atau konselor yang berhubungan dengan pengembangan professional secara berkelanjutan. (3) mengembangkan kesadaran komitmen terhadap etika BIMTEK GURU BK SMK 2012 80 . Tindakan) Permasalahan yang perlu Asesmen Perkembangan Konseli Harapan dan Kondisi Konseli Pelayanan Orientasi Pelayanan Informasi  Konseling Individual Konseling kelompok  Bimbingan kelompok Bimbingan klasikal  R eferal Bimbingan Teman Sebaya Pengembangan media Instrumentasi Penilaian Individual atau Kelompok Penempatan dan penyaluran Kunjungan rumah Konferensi kasus Kolaborasi Guru Kolaborasi Orangtua Kolaborasi Ahli Lain Konsultasi Akses informasi dan teknologi Sistem Manajemen Evaluasi. Sosial) Dukungan Sistem (Aspek Manajemen dan Pengembangan) Perangkat Tugas Perkembangan/ (Kompetensi/ kecakapan hidup.

(5) ruang biblio terapi. serta berbagai fasilitas pendukung yang diperlukan. meja-kursi kerja. (4) berperan aktif di dalam organisasi dan kegiatan profesi BK. Adapun besaran ukuran ruangan disesuaikan dengan jumlah kehadiran siswa/ konseli ke ruang BK dan jumlah guru BK/ konselor yang ada di suatu sekolah. pengadaan ruang BK perlu mempertimbangkan letak atau lokasi. a. Antar ruangan sebaiknya tidak tembus pandang. dan SARANA DAN PEMBIAYAAN PENYELENGGARAAN BIMTEK GURU BK SMK 2012 81 . (4) ruang bimbingan dan konseling kelompok. Ruangan administrasi/data perlu dilengkapi dengan fasilitas berupa: lemari penyimpan dokumen (buku pribadi. ruang administrasi/ data. jenis dan jumlah ruangan. Letak atau lokasi ruang BK di sekolah dipilih lokasi yang mudah diakses (strategis) oleh siswa/ konseli tetapi tidak terlalu terbuka. (2). Jenis ruangan yang diperlukan meliputi: (1) ruang kerja. catatan-catatan layanan BK. PROGRAM BK Sarana dan prasarana serta biaya yang memadai bagi pelaksanaan profesi bimbingan dan konseling akan membantu kelancaran dan pencapaian tujuan layanan BK. Ruang Bimbingan dan Konseling Ruang BK merupakan salah satu sarana penting yang turut mempengaruhi keberhasilan pelayanan BK. ukuran. dan prinsip-prinsip confidential tetap terjaga. Jumlah ruang BK disesuaikan dengan kebutuhan jenis layanan dan jumlah personal. dan almari. antara lain. dan (7) ruang tamu. sebagainya. Dengan memperhatikan prinsipprinsip BK. jaringan internet. (6) ruang relaksasi/ desensitisasi.professional. (3) ruang konseling individual. 5. Ruangan kerja BK disiapkan agar dapat berfungsi mendukung produktivitas kinerja guru BK/ konselor. maka diperlukan fasilitas berupa: komputer. Dengan demikian seluruh siswa/konseli bisa dengan mudah dan tertarik mengunjungi ruang BK.

rak buku. Ruangan ini dilengkapi dengan perlengkapan sebagai berikut: daftar buku/ referensi (katalog). nyaman. Ruangan tamu hendaknya berisi kursi dan meja tamu. Jika memungkinkan fasilitas pendukung seperti fasilitas internet. Ruangan biblio terapi pada prinsipnya mampu menjadi tempat bagi siswa/ konseli dalam menerima informasi. Ruangan relaksasi / desensitisasi / sensitisasi. karpet . belajar/akademik. tulisan dan atau gambar yang memotivasi siswa/ konseli untuk berkembang dapat berupa motto. yang dapat berfungsi sebagai biblio terapi. dan karir di masa datang. dan segi lain di ruangan tersebut dapat dilaksanakan pelayanan dan kegiatan BK lainnya sesuai dengan asas-asas dan kode etik BK. jam dinding. Ruangan ini dilengkapi dengan perlengkapan antara lain: sejumlah kursi. VCD dan televisi. Ruangan ini dilengkapi dengan satu set meja kursi atau sofa. ruang baca. peribahasa. Ruangan BK kelompok merupakan tempat yang nyaman dan aman untuk terjadinya dinamika kelompok dalam interaksi antara guru BK/ konselor dengan konseli dan konseli dengan konseli. sehat. dan aman. dan bantal . Dalam hal ini harus menjamin keamanan data yang disimpan. dan lukisan. buku tamu. Ruangan konseling individual merupakan tempat yang nyaman dan aman untuk terjadinya interaksi antara guru BK/ konselor dengan konseli. Khusus ruangan konseling BIMTEK GURU BK SMK 2012 82 . Jika memungkinkan ruangan ini dapat dilengkapi dengan karpet. televisi. tape recorder. dan disimpan dalam bentuk soft copy. buku daftar kunjungan siswa. Fasilitas ruangan yang diharapkan tersedia ialah ruangan tempat bimbingan yang khusus dan teratur. baik yang berkenaan dengan informasi pribadi. Karena itu selain menyediakan informasi secara lengkap.lain-lain). yang bersih. sosial. VCD/ DVD. tempat untuk menyimpan majalah. tape recorder. Ruangan itu hendaknya sedemikian rupa sehingga di satu segi para siswa/ konseli yang berkunjung ke ruangan tersebut merasa nyaman. serta perlengkapan lain yang memungkinkan tercapainya proses pelayanan BK yang bermutu. ruangan nyapun mampu menopang banyak orang.

b). dan berbagai data serta informasi lainnya. biografi dan autobiografi. Di samping itu. Ruangan BK yang cukup dan penataan ruang kerja professional. dan buku harian) 2). pedoman wawancara. skala penilaian. catatan anekdot. buku kasus. tes/inventori minat.individual harus merupakan ruangan yang memberi rasa aman. dapat dikembangkan alternative tata ruang BK dengan memperhatikan jumlah personal BK dan lokasi gendung sebagaimana terlampir. AUM. format-format surat hendaknya nyaman yang menyebabkan para pelaksana BK betah bekerja. dengan contoh sebagaimana terlampir. tes/inventori kepribadian. dan tes prestasi belajar. tes bakat. b. nyaman dan menjamin kerahasiaan konseli. buku program semesteran. Di samping. ITP. Dokumen program BK (misalnya : buku program tahunan. dengan modifikasi ukuran ruang. Instrumen pengumpul data dan kelengkapan administrasi seperti: a). sosiometri. Kenyamanan itu merupakan modal utama bagi BIMTEK GURU BK SMK 2012 83 . ruangan kesuksesan program.2007). Contoh panataan ruang BK di sekolah dikutip dari Rambu-Rambu Penyelenggaraan Bimbingan Dan Konseling Dalam Jalr Pendidikan Formal (PMPTK. Alat pengumpul data berupa tes yaitu: tes inteligensi. pedoman observasi dalam BK kelompok). Fasilitas Lain Selain ruangan. angket (angket siswa/konseli dan orang tua). Ruangan tersebut hendaknya juga mampu memuat berbagai penampilan. Di dalam ruangan hendaknya juga dapat disimpan segenap perangkat instrumen BK. pedoman observasi (seperti pedoman observasi dalam kegiatan pembelajaran. Alat pengumpul data teknik non-tes yaitu: biodata siswa/konseli. tes bakat khusus. format rencana/satuan pelayanan. seperti penampilan informasi pendidikan dan jabatan. himpunan data siswa/ konseli. daftar cek. fasilitas lain yang diperlukan untuk penyelenggaraan bimbingan dan konseling antara lain: 1).

Selain itu dengan menggunakan perangkat lunak komputer. para guru BK atau konselor dituntut untuk menguasai sewajarnya penggunaan beberapa perangkat lunak dan perangkat keras komputer. d). buku pribadi. blanko surat. Perangkat tersebut memiliki peranan yang sangat strategis dalam pelayanan BK. Banyak sekali perangkat lunak yang dapat dimanfaatkan oleh guru BK atau konselor dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada para siswa/konseli. dan agenda surat. map dan file dalam komputer. seperti data informasi. alat bantu bimbingan perlengkapan administrasi. referal). maka diperlukan adanya suatu alat yang dapat menghimpun data secara keseluruhan yaitu buku pribadi. dan dengan daya jangkau pelayanan yang lebih luas. informasi atau pun data untuk masing-masing konseli. maka perlu disediakan map pribadi. paket bimbingan. Alat penyimpan data. perangkat komunikasi dan berbagai software untuk membantu mengumpulkan data. Komputer yang disediakan di ruang BK hendaknya memiliki memori yang cukup karena akan menyimpan semua data BIMTEK GURU BK SMK 2012 84 . Dalam konteks ini. menampilkan data maupun memaknai data sehingga dapat diakases secara cepat dan secara interaktif. buku-buku panduan. khususnya dalam bentuk himpunan data.(panggilan. seperti alat tulis menulis. guru BK/ konselor perlu terampil menggunakan perangkat komputer. blanko konferensi kasus. Dalam kerangka pikir dan kerangka kerja BK terkini. mengolah data. guru BK atau konselor dapat memberikan pelayanan BK secara lebih efisien. Alat penyimpan data itu dapat berbentuk kartu. Bentuk kartu ini dibuat sedemikian rupa dengan ukuran-ukuran serta warna tertentu. Untuk menyimpan berbagai keterangan. Mengingat banyak sekali aspek-aspek data konseli yang perlu dan harus dicatat. format pelaksanaan pelayanan. dan format evaluasi. Kelengkapan penunjang teknis. buku informasi tentang studi lanjutan atau kursus-kursus. c). kartu konsultasi. sehingga mudah untuk disimpan dalam filling cabinet. kartu kasus.

berbagai macam program ( software ). TV). oleh karena itu perlu dirancang dengan cermat berapa anggaran yang diperlukan untuk mendukung implementasi program. LCD. Kepala Sekolah harus memberikan dukungan yang serius dan sistematis terhadap penyelenggaraan program BK. Biaya Perencanaan anggaran merupakan komponen penting dari manajemen BK. Strategi yang dipilih tanpa mempertimbangkan anggaran yang dimiliki mungkin hanya akan menjadi angan-angan yang mungkin sulit untuk sampai mencapai tujuan program. laporan kegiatan pelayanan. OHP. leger Bimbingan dan Konseling. belajar maupun karir. data kehadiran konseli. dan papan informasi BK. Strategi manajemen program yang dipilih harus disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki. serta kelengkapan akses internet agar dapat mengakses informasi penting yang diperlukan konseli maupun dimanfaatkan konseli untuk melakukan e-counseling. perangkat elektronik (seperti komputer. dan CD interaktif. buku hasil wawancara. sosial. buku realisasi kegiatan BK. CD pembelajaran. film. modul bimbingan. Kebijakan lembaga yang kondusif perlu diupayakan.siswa/konseli. bahan-bahan informasi pengembangan keterampilan pribadi. Komponen anggaran meliputi: BIMTEK GURU BK SMK 2012 85 . filing kabinet/ lemari data (tempat penyimpanan dokumentasi dan data konseli). Anggaran ini harus masuk ke dalam Anggaran dan Belanja Sekolah (ABS) Memilih strategi manajemen yang tepat dalam usaha mencapai tujuan program BK memerlukan analisa terhadap anggaran yang dimiliki. c. memiliki kelengkapan audio agar dapat dimanfaatkan setiap konseli untuk menggunakan berbagai CD interaktif informasi maupun pelatihan sesuai dengan kebutuhan dan masalah. atau buku materi pelayanan bimbingan. Pelaksanaan program BK harus diperlakukan sebagai kegiatan yang utuh dari seluruh program pendidikan. dan buku/ bahan informasi pengembangan keterampilan hidup. tape recorder.

3. pengembangan staf. pembelian alat/ media untuk pelayanan BK. BIMTEK GURU BK SMK 2012 86 . dan sumber lain yang tidak mengikat sekolah. mengikuti seminar/ workshop atau kegiatan profesi dan organisasi profesi. penyelenggaraan MGBK. sumber dana hibah kompetitif. pengadaan buku-buku untuk terapi pustaka. penyiapan perangkat layanan konseling individual dan kelompok). Anggaran untuk aktivitas pendukung ( misalnya : home visit.1. Anggaran untuk pengembangan dan peningkatan kenyamanan ruang atau pelayanan BK (misalnya : pembenahan ruangan. pembelian buku pendukung/ sumber bacaan. dana block grand pemerintah. Sumber biaya program BK adalah ABS ( Anggaran Belanja Sekolah). pengembangan alat/ media untuk pelayanan BK). Anggaran untuk semua aktivitas yang tercantum pada program 2. Dengan demikian satuan biaya penyelenggaraan program BK sesuai dengan aturan keuangan yang ditetapkan baik dana dari pemerintah maupun dana sumber lain yang tidak mengikat.

Rasional B. Komponen program BK (pengertian dan strategi) J. 2. Waktu pelaksanaan Program ( tahun ajaran). (disusunnya program tahunan. atau profesi lain yang praktik) O. Landasan Yuridis C. Personalia (guru BK atau konselor. TAHUN PELAJARAN 2012-2013 A. Evaluasi keterlaksanaan program dan hasil Q. prasarana BK Menyusun rancangan program BK di sekolah Menyusun rancangan pengembangan sarana dan 1. Mengetahui Kepala Sekolah 87 . peserta Bimtek diharapkan untuk melakukan pemahaman dan pelatihan meliputi : 1. Rencana Operasional. Diskripsi kebutuhan siswa (SKKPD) F. Visi dan Misi BK E. P.. 23 Mei 2012 Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor Tulislah Konselor bagi yang sudah Kons. MENYUSUN RANCANGAN PROGRAM BK Alternatif format 1. Visi dan Misi Sekolah D. Tujuan BK G. Sifat / fungsi layanan BK I. Pengembangan Satuan Layanan/ Rencana Pelaksanaan Layanan Konseling Individual (RPLKI). semesteran. Anggaran yang diperlukan untuk keterlaksanaan program Jakarta. PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING SMK ………………. Pengembangan Tema/Topik layanan L. dan bulanan serta harian). adakah mahasiswa praktik. Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok (RPLBK) Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan Klasikal (RPLBK). Bidang gerak BK H. M. Sasaran/ subyek layanan BK N. K.D. Rencana Pelaksanaan Layanan Konseling Kelompok (RPLKK) . LATIHAN Sebagai lanjutan dari sajian materi secara teoritis.

Tahun Ajaran 2012/2013 No Prog ram laya nan tuju an Bida ng BK Standar Kompet ensi Kompo nen progra m Strat egi layan an sasar an Tol ok uku r Evalu asi Wak tu (bul an) Penangg ung jawab Alternative format 4. NEED ASSESSMEN KEBUTUHAN (PENILAIAN KEBUTUHAN) SISWA/ KONSELI. Rencana kebutuhan barang/alat BK No Nama Spesifikasi Jumlah barang/alat Harga satuan Harga Kegunaan Alternative format 2. Tahun Ajaran 2012/2013 Disusun berdasarkan waktu. No Kebutuhan/ permasalahan Tujuan Kegiatan Komponen Program Strategi layanan Alternative format 3. MENYUSUN RENCANA SARANA DAN PRASARANA Alternative format 1. berdasarkan format 3 dapat disusun alternative format 4. Rencana kebutuhan ruang kerja BK. (semester yang Nampak bulan) . PROGRAM SEMESTERAN/BULANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SMK …. 2.Alternative format 2. PROGRAM TAHUNAN BIMBINGAN DAN KONSELING SMK …. 88 .

dengan modifikasi ukuran tata ruang konseling) 89 .Dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah dan jumlah personal namun tetap memperhatikan tata ruang kerja professional. PMPTK. Contoh penataan ruang Bimbingan dan Konseling (dikutip dari Rambu-rambu pelaksanaan BK dalam Jalur Pendidikan Formal. 2007.

Alternative 1 Contoh penataan ruang Bimbingan dan Konseling dengan memperhatikan model tersebut dengan penambahan ruang. 90 .

91 .Alternative 2 Contoh penataan ruang Bimbingan dan Konseling dengan memperhatikan model tersebut dengan penambahan ruang.

membutuhkan berbagai kemampuan pengimplementasiannya. Pada bab ini akan dikemukakan berbagai kemampuan yang harus dikuasai oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor untuk mengimplementasikan program. INDIKATOR Kompetensi 92 . Pada bagian terakhir akan dikemukakan kemampuan Konselor untuk mengelola saran dan biaya program. Oleh karena itu. SUB KOMPETENSI.BAB III IMPLEMENTASI PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING A. Pada bagian berikutnya dikembangkan materi terkait dengan kemampuan Konselor untuk menfasilitasi perkembangan pribadi-sosial. Sub kompetensi pertama tidak dijabarkan tersendiri. sebab yang dimaksud sub kompetensi itu bila diprasyarati oleh sub kompetensi yang berikutnya. guru bimbingan dan konseling atau konselor diharapkan dapat melaksanakan program bimbingan dan konseling lebih baik dari yang mereka kerjakan selama ini. Dalam latihan akan diselenggarakan secara berkelompok. Pada bagian awal akan dikemukakan berbagai kegiatan yang harus dilakukan oleh Konselor sebagai sebuah pedekatan kolaboratif. Materi secara berturut-turut dijabarkan untuk mencapai kompetensi yang telah ditentukan. B. PENGANTAR Program Bimbingan dan Konseling sebagaimana telah dirancang pada Bab II yang dikembangkan dari analisis kebutuhan sebagaimana dijelaskan di Bab I. Dalam pendekatan kolaboratif ini dikemukakan kemampuan Konselor bekerja secara kolaboratif. dan sosial konseli. mampu memfasilitasi perkembangan akademik. Harapannya. kemampuan konsultasi. Beberapa kemampuan yang harus dikuasai Konselor adalah kemampuan untuk melakukan bimbingan kelompok. peserta akan mengembangkan kemampuan ini dalam praktik nyata di sekolah. bimbingan klasikal. Bab ini ditutup dengan latihan yang harus diselenggarakan setelah mengikuti semua topik pembahasan. karier. dan konseling kelompok. dan karier konseli. KOMPETENSI. dan pemberian pelayanan referal. belajar. Sebelum mempelajari dan berlatih terkait materi. dengan mempelajari bab ini. sehingga ada kesempatan untuk melakukan testing realitas walaupun masih dengan kolega guru Bimbingan dan Konseling sendiri. konseling individual. mampu melaksanakan pendekatan kolaboratif dalam pelayanan bimbingan dan konseling. serta dapat mengelola sarana dan biaya program bimbingan dan konseling secara efektif dan efisien. resapi dulu indikatorindikator sebagai perwujudan dari kompetensi yang harus dicapai setelah mengikuti bimbingan teknis di bab ini. personal.

− Memfasilitasi perkembangan akademik. konseling individual. dan sosial konseli. referal. karier. IMPLEMENTASI PROGRAM KOLABORASI. dan sosial peserta didik/konseli melalui layanan bimbingan kelompok. Indikator − Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat melaksanakan pelayanan Bimbingan dan Konseling sesuai program yang telah direncanakan. − Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat melaksanakan pendekatan kolaboratif dengan pihak terkait dalam pelayanan Bimbingan dan Konseling. C. MATERI 1. Program Bimbingan dan Konseling memiliki sejumlah keuntungan bagi fihak-fihak 93 . − Mengelola sarana dan biaya program Bimbingan dan Konseling. bimbingan klasikal. personal. Kegiatan bersama antara berbagai fihak dalam Bimbingan dan Konseling yang paling banyak dilakukan adalah kerja kolaborasi. karier. dimana setiap komponennya memiliki arah yang sama yakni perkembangan optimal setiap siswa. Berbagai fihak harus terlibat aktif dalam pelaksanaan bantuan untuk mengembangkan semua siswa secara optimal. dan konsultasi.Mengimplementasikan program Bimbingan dan Konseling yang komprehensif. termasuk referal dan konsultasi. DAN KONSULTASI Pekerjaan Bimbingan dan Konseling merupakan pekerjaan yang bersifat kompleks. − Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat memfasilitasi perkembangan akademik. personal. − Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat mengelola sarana dan biaya program pelayanan Bimbingan dan Konseling. Sub Kompetensi − Melaksanakan program Bimbingan dan Konseling. dan konseling kelompok. sehingga tidak mungkin dilakukan sendiri oleh Konselor. − Melaksanakan pendekatan kolaboratif dalam pelayanan Bimbingan dan Konseling. KOLABORASI Mengapa program Bimbingan dan Konseling yang diusulkan akhir-akhir ini bersifat komprehensif? Ini terkait dengan kedudukan Bimbingan dan Konseling dalam seting pendidikan. REFERAL.

b. Bagi Konselor: a. dan c. d. b. Memperluas pengetahuan akan dunia yang selalu berubah. dan c. Bagi Siswa: a. Menjelaskan peran Konselor sebagai orang sumber.terkait. g. antara lain siswa. Memberikan alat manajemen program. Meningkatkan hubungan Konselor-siswa. Menawarkan kesempatan untuk melayani semua siswa. dan d. Menjelaskan kesan program Bimbingan dan Konseling sekolah kepada masyarakat. Memberikan kerangka kerja untuk mengevaluasi usaha-usaha program Bimbingan dan Konseling sekolah. Bagi Staf Pelayanan Siswa Lainnya (dokter. c. e. b. dan h. Konselor. Bagi Guru: e. b. Meningkatkan kesempatan interaksi konselor-orangtua. orangtua. pekerja sosial): 94 . Mengembangkan keterampilan pengambilan keputusan. guru. Memberikan struktur program dengan isi khusus melibatkan peran Konselor. f. Membantu siswa untuk mempelajari pelajaran yang diampunya secara tuntas dan efektif. Mendorong hubungan kerja yang suportif dan positif. Meningkatkan kerja tim dalam mendukung belajar anak. Memberikan pemahaman yang jelas akan peran dan fungsi Konselor. c. Meningkatkan pengetahuan akan diri sendiri untuk berhubungan secara efektif dengan orang lain. Meningkatkan pengetahuan dan bantuan dalam eksplorasi karier. Membantu mengenali potensi akademik. Memberikan dukungan orangtua dalam memperhatikan perkembangan pendidikan anak-anak mereka. Bagi Kepala Sekolah: a. Membantu orangtua untuk memperoleh sumber-sumber yang diperlukan. psikolog. dan f. Mengembangkan sistem untuk perencanaan jangka panjang anaknya. kepala sekolah. Bagi Orangtua: a. dan lainlain.

TANGGUNGJAWAB KEPALA SEKOLAH Mengevalasi usaha sebelumnya dan mengidentifikasi kebutuhan sistem saat ini Memberi peluang inservice untuk pengembangan profesionalitas. c. pembagian tanggungjawab dicontohkan sebagai berikut. Catatan tentang keuntungan program Bimbingan dan Konseling di atas. b. KONSELOR) Merumuskan tujuan pelayanan belajar Berpartisipasi dalam inservice dalam pengembangan profesionalitas Berpartisipasi dalam Menerima strategi service-learning Membina hubungan 95 . Ada pula peran kolaborasi eksternal yakni dengan orangtua dan kalangan bisnis dan industri. Di lingkungan sekolah dapat dijelaskan kolaborasi yang ditandai dengan job describtion yang tegas untuk bidang Bimbingan dan Konseling. Peran Bimbingan dan Konseling yang nyata diantara berbagai fihak yang berkepenting-an dengan pendidikan dan penyiapan karier siswa perlu dirancang dengan baik. mengisyaratkan kebutuhan perencanaan kerja kolaboratif yang utuh dari berbagai fihak. GURU. dan d. Memberikan kesempatan kolaborasi antara Konselor dan masyarakat kerja. Memberikan dasar bagi alokasi dana bagi program Bimbingan dan Konseling. staf pelayanan lainnya. Membentuk komisi TANGGUNGJAWAB GURU Mengidentifikasi kebutuhan siswa saat ini TANGGTUNGJAWAB KONSELOR Membuat alat asesmen untuk mengidentifikasi kebutuhan siswa dan sekolah Menghasilkan progam service-learning untuk kegiatan in-service pengembangan profesionalitas pendidik Berpartisipasi dalam TANGGUNGJAWAB BERBAGI (KS. Mendorong pendekatan tim untuk meningkatkan hubungan kerja kooperatif. Meningkatkan kesempatan kalangan industri dan bisnis untuk berpartisipasi dalam program sekolah. Bagi Kalangan Industri dan Bisnis: a. Memberikan informasi adanya pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam meningkatkan prestasi siswa. guru. serta siswa. Sebagai gambaran umum. Bagi Dinas Pendidikan: a. Dengan demikian Bimbingan dan Konseling tidak dipandang sebagai tambal sulam saja dalam proses pendidikan di sekolah. b. ada peran-peran kolaboratif internal di sekolah yakni dengan kepala sekolah. Dalam bidang pelayanan belajar ( service learning) misalnya. Memberikan batasan overlapping wilayah layanan. b.a. Menjelaskan peran Konselor sebagai orang sumber bagi industri dan bisnis. Menyiapkan tenaga kerja potensial dengan keterampilan pengambilan keputusan yang kuat dan kematangan pekerja yang meningkat.

Apabila Konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah konseli. kecanduan narkoba. dan karier dapat dikembangkan oleh Saudara sendiri. depresi. etika. seperti kesulitan belajar. Komponen Referal a. tindak kejahatan (kriminalitas). Merefleksi pengalamanpengalaman servicelearning Mengukur dan mengevaluasi hasil akademik dari pelayanan belajar Mengevaluasi dampak masyarakatnya Mengatur jadwal pelayanan Memberi kesempatan bagi siswa untuk merefleksi belajar sosial. Secara umum. dan akademiknya. Merefleksi pengalamanpengalaman servicelearning Mengukur dan mengevaluasi hasil perkembangan sosial dan emosional dari pelayanan belajar Mengevaluasi dampak masyarakatnya Memberi kesempatan pertemuan dewan guru Bekerja dengan dinas pendidikan untuk mempertahankan keberlangsungan kurikulum service-learning Memberikan insentif atas pelayanan yang dilakukan dewan guru Mengkompilasi data refleksi diri professional Menentukan komponenkomponen pelayanan pembelajaran yang efektif Mengenali prestasi siswa Contoh diatas adalah untuk bidang bimbingan belajar. tujuan layanan referal adalah agar konseli mendapat layanan yang optimal atas masalah yang dialaminya. psikolog. Konseli yang sebaiknya direferal adalah mereka yang memiliki masalah yang tak terselesaikan bersama konselor. REFERAL Pada dasarnya layanan referal berada dalam satuan kegiatan layanan responsif yang dilakukan dalam upaya membantu konseli agar mereka mendapatkan layanan yang optimal dari ahli lain yang benar-benar handal. kepolisian. Ada sejumlah masalah yang tidak menjadi kewenangan Konselor. untuk bidang lainnya yakni binbingan pribadi.kurikulum Menfasilitasi kontak masyarakat pengembangan kurikulum Membuat kurikulum akademik pengembangan kurikulum Membuat kurikulum sosial dan emosional kolaboratif Mengintegrasikan kurikulum sosial. dan akademik. Beberapa masalah tersebut misalnya masalah 96 . Namun demikian juga untuk mewujudkan upaya pemahaman dan pencegahan serta pengembangan dan pemeliharaan. emosional. dan penyakit kronis. dan akademiknya. etika. dan lain-lain. psikiater. emosional. seperti guru mata pelajaran. emosional. maka sebaiknya dia mereferal atau mengalihtangankan kepada pihak lain yang lebih berwenang. Mendukung supervisi yang tepat dalam masyarakat Mengkompilasi data refleksi siswa Menfasilitasi hubungan partnerships sekolah dan masyarakat Mengakui pentingnya refleksi dalam belajar Mengawali pengalaman masyarakat Memberi kesempatan bagi siswa untuk merefleksi belajar sosial. Konseli dan masalahnya. dokter. sosial. Selain itu tujuan khusus dari layanan referal ialah terwujudnya keempat fungsi Bimbingan dan Konseling tarutama dalam upaya pengentasan masalah konseli.

penggunaan zat psikotropika. karena Konselor bekerja di sekolah. Analisis hasil evaluasi Melakukan analisis terhadap efektivitas referal bagi penyelesaian masalah kaitannya dengan perkembangan konseli. menghubungi ahli lain yang menjadi arah referal. Bila dijumpai masalahmasalah seperti itu. Dalam banyak catatan Konselor bekerja membantu individu yang sehatnormal. dan sebagainya. penyakit. referal perlu dilakukan. polisi. Ahli lain. azas yang digunakan adalah kesukarelaan konseli untuk dipindahtangankan kepada ahli lain yang diprediksi akan lebih pas bagi penyelesaian masalahnya. menyiapkan materi referal dan kelengkapan administrasinya. Dalam hal ini tanggungjawab Konselor tetap ada. perbuatan kriminal. kemudian mengkaji hasil referral kaitannya dengan upaya mengatasi masalah yang dialami konseli. Namun demikian. dimana siswa tetap akan menjadi bagian pelayanannya selama ia masih sekolah. Dalam melaksanakan referal. Perencanaan Menetapkan kasus yang akan direferal.belajar substansi mata pelajaran. psikolog. azas kerahasiaan juga harus dijaga oleh Konselor. Pelaksanaan Mengkomunikasikan rencana referal kepada pihak terkait dan mereferalkan konseli kepada pihak terkait tersebut. Tindak lanjut Menyelenggarakan layanan lanjutan oleh Konselor jika diperlukan atau konseli memerlukan referal ke ahli lain lagi. f. b. dan beberapa profesi lainnya menjadi rujukan penting bagi Konselor. Beberapa ahli guru mata pelajaran. menyampaikan laporan dan mendokumentasinya. b. c. c. dokter. d. Evaluasi Membahas hasil referal melalui refleksi oleh konseli. laporan dari ahli lain dan analisis hasil referral. karena keterbatasan kewenangan Konselor. 97 . Pelaporan Menyusun laporan kegiatan referal. e. meyakinkan konseli akan referal. Tahap-Tahap Referal a. Konselor. psikiater. Konselor perlu menyadari akan keterbatasan kewenangannya.

melakukan pelayanan untuk membantu siswa memenuhi kebutuhan dan mengatasi masalahnya. Konsultasi. Kebanyakan definisi konsultasi menyertakan acuan kata konseli.KONSULTASI Bimbingan dan Konseling di sekolah sebagaimana komponen pendidikan lainnya juga mengalami reformasi. Konselor mencari metode-metode alternatif yang akan memiliki pengaruh positif terhadap individu atau kelompok atau terhadap sistem yang memiliki pengaruh negatif kepada siswa. dan konsultan adalah orang yang membantu consulti memecahkan masalah konseli. menuju ke program komprehensif yang berlandaskan pada pertumbuhan dan perkembangan manusia (Gysbers dan Henderson. KONSULTAN/ KONSELOR KONSULTI/GURU . Konseli adalah orang. konsulti. 2009). Hal ini mengisyaratkan bahwa kerjasama dengan staf pendidikan lain di sekolah dan orangtua menjadi sangat penting. organisasi. consulti adalah orang yang berusaha memecahkan masalah. atau sistem dengan suatu masalah. seperti konseling. Konsultasi dalam bimbingan dan konseling didefinisikan sebagai suatu proses dari menyediakan bantuan secara teknis kepada para guru. administrator dan orang tua dalam membantu siswa agar lebih efektif (Shertzer dan Stone. Konsultasi merupakan sebuah elemen penting dari program bimbingan. Dalam konteks layanan responsif. kepala sekolah. dan referral. konsultasi (consulting) dirancang untuk memberikan bantuan teknis kepada guru. sendiri atau dalam kerjasama dengan staf sekolah lainnya dan stakeholders. konseling kelompok. biasanya dihubungkan dengan pemberian bantuan. Dalam bidang Bimbingan dan Konseling. orang tua. Bimbingan dan Konseling berubah dari model posisi pelayanan. konsultasi sebagai bentuk kegiatan sejajar dengan konseling individual. karena Konselor menyadari bahwa model layanan langsung tidak selalu tepat dalam kasus-kasus tertentu. dan konsultan. ORTU KONSELI Gambar: Pola Hubungan Konsultasi 98 . tidak ada satu difinisipun yang bisa diterima secara universal. dan konselor lain untuk perbaikan terhadap hal-hal yang membatasi efektivitas para siswa dimana hal tersebut bisa membatasi efektivitas pendidikan di sekolah. Dari review tentang literatur konsultasi. Salah satu bentuk pelayanan yang harus dilakukan guru Bimbingan dan Konseling adalah konsultasi. Konselor. terutama bagi penyelesaian masalah. 1981).

Sebagai seorang konsultan. − meningkatkan layanan ahli. Konselor bisa membantu menemukan dan membentuk 99 . yang kondusif informasi yang − mendudukkan peran dan fungsi dari semua fihak dalam meningkatkan lingkungan belajar. Konsultasi dibutuhkan karena guru melihat siswa menunjukkan perilaku yang salah dan merusak di kelas. konsustasi memiliki sejumlah tujuan. sehingga solusinya tidak akan dipaksakan. Seringkali konsultan harus membantu mengembangkan keinginan konsulti untuk berubah.Tujuan konsultasi Di sekolah. Sangat perlu untuk mengidentifikasi terhadap situasi-situasi yang bermasalah dan pengembangan kesiapan konsultasi melalui melibatkan sumber-sumber informasi. Dengan kata lain. − membentuk lembaga self-help atau setiap komponen pendidikan sekolah dapat memahami perannya dan berkiprah untuk meningkatkan prestasi siswa. − menciptakan sebuah lingkungan yang memadukan seluruh komponen pendidikan yang bisa membentuk sebuah lingkungan belajar yang kondusif. lambat laun konsulti mau untuk berubah demi perkembangan siswa. Secara sadar. Tugas pertama yang harus dilakukan oleh konselor sebagai seorang konsultan adalah mengidentifikasi situasi-situasi yang paling bermasalah dalam organisasi (sekolah/keluarga) dan mengenal orang-orang yang membutuhkan bantuan (siswa sebagai konseli). bukan mengkritik dan mengevaluasi prosedur-prosedur pengajarannya. perubahan fihak konsulti kaitannya dengan konseli membutuhkan kearifan yang mendalam dari Konselor. Semua aspek tujuan selalu kembali untuk kepentingan siswa. Konsultasi ini didasarkan pada pemberian bantuan kepada guru untuk menjalankan aktifitasnya. Guru. agar dalam kerjanya Konselor tidak memaksakan perubahan-perubahan. − membantu orang lain mempelajari cara mempelajari perilaku. − memperluas pendidikan in-service bagi guru dan kepala sekolah. Konselor dapat menggunakan konsultasi untuk membantu guru dalam memahami perilaku-perilaku bermasalah dari siswa-siswa tertentu. Tujuan tersebut terdiri atas: − meningkatkan dan mengembangkan lingkungan belajar bagi siswa. merencanakan dan mengimplementasikan strategi-strategi kelas untuk mengatasi perilaku-perilaku ini dan membantu perkembangan siswa. Sasaran Konsultasi a. − meningkatkan komunikasi melalui menyampaikan diperlukan oleh orang-orang yang kompeten.

jadwal yang ada. Sebelum Konsultasi. e. dan (d) berfungsi sebagai konsultan proses. konsultan menyatakan masalah yang dihadapi dan menyatakan prognosis seandainya masalah tidak diselesaikan. dan tujuan-tujuan lembaga. 100 . Mengumpulkan Informasi. dalam hal ini sekolah. c. Konselor berkonsultasi dengan staf administrasi sekolah. b. Menentukan Langkah Mengatasi Masalah . termasuk kepala diknas pendidikan. membantu orang tua memahami makna dari hubungannya dan dialognya dengan anak-anak mereka. Informasi dianalisis dan disintesis untuk menemukan alternatif-alternatif solusi terbaik. Menilai informasi untuk menemukan masalah yang diharapkan diselesaikan dalam pertemuan konsultatif. Situasi lainnya meliputi pengorganisasian sekolah dan rumah untuk mencapai usaha-usaha konsisten dalam pendidikan anak dan membantu orang tua dalam memahami pengaruh dari keluarga terhadap perkembangan anak.materi-materi pembelajaran atau membantu guru dalam mengubah gaya pembelajarannya. Memasuki Konsultasi. d. Orang Tua. Perubahan-perubahan ini tidak muncul dengan mudah tapi sebagian besar administrator memiliki ide-ide yang sangat bagus mengenai apa yang dibutuhkan. dan membantu pemerolehan ketrampilan komunikasi yang efektif. dan hasil-hasil yang diharapkan. prosedur. Mengumpulkan informasi tambahan yang dibutuhkan bersama dengan konsulti untuk memperoleh gambaran komprehensif adanya masalah. wakil kepala sekolah. (b) menawarkan solusi bagi perubahan-perubahan yang dibutuhkan (c) berfungsi sebagai penghubung terhadap sumber-sumber daya manusia dan fisik yang tersedia di lingkungan pendidikan. kebutuhan. yang tugasnya membantu menangani masalah. Situasi pelaksanaan konsultasi dengan orang tua telah dirangkum oleh Dinkmeyer dan Carlson. Mendefinisikan Masalah. c. Atas temuan kesenjangan yang ada yang diperkirakan mengganggu kinerja sistem. Konsultan menjelaskan nilai-nilai. wali kelas. Gaya pembelajaran guru dan pola motivasional bisa dianalisis untuk menentukan pengalaman pembelajaran terbaik yang bisa digunakan siswa. asumsi. b. dan staf pengawas untuk mengembangkan program. Tahap-Tahap konsultasi a. aktivitas in-service atau perubahan-perubahan organisasi yang dibutuhkan. Diantara situasi tersebut mencakup peningkatan hubungan orang tua-anak. Walz dan Benjamin mengidentifikasi empat cara dasar yang digunakan oleh Konselor dalam melakukan perubahan: (a) memberikan energi bagi sistem sekolah dengan mendorongnya untuk melakukan sesuatu terhadap masalah yang ada. Administrator. kepala sekolah.

Terminasi. i. 2. konseling individual. dan orang-orang kunci lainnya. serta menjadi pebelajar sepanjang hidup. memahami. perkembangan yang dimaksudkan antara lain: 1) (1) siswa akan menyadari. Dapat dikatakan bahwa program dan pelayanan Bimbingan dan Konseling dimaksudkan untuk membantu perkembangan pribadi-sosial. personil sekolah. Banyak dari perkembangan ini yang dapat dilakukan melalui bimbingan kelompok. konseling kelompok. Kapan. g. Masing-masing diuraikan sebagai berikut. (2) memahami dan memperjelas perasaan mereka dan penyelesaiannya dalam cara-cara yang tepat secara sosial. Yaitu menyatakan tujuan yang berupa hasil akhir dari konsultasi yang dinyatakan secara operasional dan terukur. dan menghargai karakteristik pribadinya. belajar. (3) merencanakan pendidikan dan karier mereka ke depan. program Bimbingan dan Konseling sekolah memberdayakan setiap siswa untuk menjadi penyelesai masalah yang lebih kreatif.f. dan karier setiap peserta didik. Perkembangan Pribadi-Sosial Bimbingan kelompok berperan dalam pengembangan pribadi-sosial siswa. a. Menyatakan Tujuan Konsultasi. maka program Bimbingan dan Konseling baik individual maupun kelompok sebagai pelayanan yang unik dari Konselor atau guru Bimbingan dan Konseling diharapkan menjadi pengalaman pendidikan total bagi setiap siswa. dimana. Mengimplementasikan Rencana Tindakan . guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor setidaknya harus menguasai empat pendekatan utama yaitu bimbingan kelompok. Intervensi yang telah dipilih direncanakan secara operasional dalam bentuk panduan terbimbing. FASILITASI PERKEMBANGAN Dalam menfasilitasi perkembangan pribadi. warga negara yang peduli dan gemar menolong. dan bagaimana melakukan rencana dirinci sedetail mungkin. Setiap siswa membutuhkan program dan pelayanan Bimbingan dan Konseling yang akan membantu mereka terkait dengan (1) penyelesaian masalah dengan teman. yang secara efektif mampu menghadapi tantangan-tantangan dalam kehidupan di masyarakat global. h. Evaluasi. sosial. dan (4) memaksimalkan prestasi pendidikan mereka. perencanaan hidup dan karier. dengan siapa. dan orangtua. BIMBINGAN KELOMPOK Melalui usaha-usaha kolaboratif pendidik. Secara terus menerus (on going) pelaksanaan dan hasil bantuan konsultasi dimonitor dan dinilai efisiensi dan efektivitasnya. Mengakhiri bantuan konsultasi. Untuk itu semua. perkembangan fisik dan intelektialnya serta 101 . bimbingan klasikal. orangtua. serta perkembangan pendidikan.

Apa yang dipelajari dari setiap aspek tersebut. Obat-obatan dan alkohol: Jenis/Menolong/Merusak  Keamanan Pribadi: Sentuhan dan Sapaan  Perencanaan Hidup dan karier Bimbingan kelompok juga berperan dalam membantu siswa mengembang kan kemampuan untuk merencanakan hidup dan kariernya. menghargai. Penerimaan dan penghargaan diri:  Siswa akan dapat mengenali karakteristik fisik. dan peduli terhadap orang lain dengan maksud untuk mengembangkan dan mempertahankan hubungan yang efektif dengan teman sebaya dan orang dewasa. Secara rinci antara lain: 1) siswa akan menggunakan proses pengambilan keputusan secara sistematis. 3) siswa akan mengembangkan dan memelihara keterampilan mendengarkan dan mengekspresikan diri untuk berhubungan secara efektif dengan orang lain.perkembangan kepribadiannya. 4) siswa akan mengembangkan keterampilan interaksi kelompok dan keterampilan kepemimpinan. 2) siswa akan menggunakan proses problemsolving secara efektif dan bijak. 3) siswa akan menggunakan keterampilan merencanakan dan menyusun tujuan untuk menetapkan tujuan karier 102 . intelektual dan emosional orang lain. intelektual dan emosionalnya. perlu Hubungan dengan orang lain secara efektif:  Komunikasi yang efektif:  Keterampilan Kepemimpinan : Kerjasama  Siswa akan dapat beriteraksi dengan orang lain dalam cara yang menunjukkan perilaku kerjasama. 5) siswa akan mengambil keputusan dengan tepat tentang penggunaan obat-obatan dan 102lcohol. 2) siswa akan memahami. Siswa akan dapat mengetahui perbedaan antara sentuhan dan sapaan yang tepat dan yang tidak tepat. Siswa akan dapat mengenali bahwa semua orang didengarkan dan berbicara dengan orang-orang lainnya. 6) siswa akan mengambil keputusan dengan tepat tentang keamanan pribadinya. masing-masing dapat dicontohkan sebagai berikut. dan bahwa beberapa obat akan membantu fisiknya dan sebagian lainnya merusak fisik. Siswa akan dapat memahami bahwa ada banyak jenis obat-obatan. Siswa akan dapat mengenali karakteristik fisik.

Kesempatan Pendidikan: Melongok ke Masa Depan  Tanggungjawab Pribadi: Penghargaan 103 . 2) siswa akan mengambil tanggungjawab untuk merencanakan menggunakan kesempatan pendidikan masa depan. antara lain: 1) (1) Siswa akan mengambil tanggungjawab untuk belajar di sekolah. kapabilitas dan nilai-nilai yang dianutnya.tentatifnya sejalan dengan minat. dengan menekankan pada perencanaan dalam mengambil langkah pendidikan lanjutan secara berhasil. Pembuatan keputusan: Kesulitan Memutuskan  Siswa akan mengenali bahwa keputusan-keputusan kadangkadang sulit dilakukan. 3) siswa akan mengambil tanggungjawab akan tingkahlaku-tingkahlakunya di lingkungan sekolah. Penyelesaian Masalah: Mengenali Perasaan  Perumusan Tujuan: Aktivitas/Minat  Kerja: Definisi  Perkembangan Pendidikan Dalam hal perkembangan pendidikan ada beberapa hal yang harus dilakukan bimbngan kelompok dalam membantu siswa. 5) siswa akan menyiapkan untuk menemukan dan mempertahankan pekerjaan. Siswa akan mengenali situasi-situasi yang menghasilkan perasaan bahagia atau tidak bahagia atau bahkan kemarahan serta bagaimana untuk mengatasinya. sekolah. 4) Siswa akan mempelajari keterampilan-keterampilan mengikuti tes. namun tetap berniat untuk memperbaikinya. Masing-masing dicontohkan sebagai berikut. dan masyarakat. Sebagai contoh diuraikan berikut. Siswa akan dapat mendeskribsikan aktivitas-aktivitas dan minatminat yang mendatangkan kepuasan. 4) siswa akan menghubungkan pilihan kariernya dengan tuntutan dunia kerja. Siswa akan dapat mendefinisikan “kerja” dan mengenali situasi atau kesempatan kerja di rumah. Siswa akan dapat mendeskribsikan perguruan tinggi apa ke depan yang akan disenangi dan apa yang akan ditempuh di tingkat selanjutnya itu. Sekolah/Belajar: Membuat Kesalahan  Siswa akan dapat memahami bahwa membuat kesalahan merupakan hal yang wajar di dalam belajar.

merumuskan tujuan hidup. mengatasi tekanan teman sebaya. Bimbingan kelompok melibatkan beberapa orang yang bertemu dalam kelompok dimana setiap orang mendiskusikan masalahnya untuk semua anggota kelompok lainnya. Mengikuti Tes: Ingatan akan Informasi • Semua kegiatan dalam bidang-bidang Bimbingan dan Konseling di atas dapat dikemas dalam pelayanan bimbingan kelompok. (c) untuk membantu siswa mengembang-kan pengetahuan dan mempelajari keterampilan sosial serta pengelolaan pribadi seperti mengatasi masalah perasaan. dan persoalan-persoalan pribadi-sosial lainnya. Bimbingan kelompok dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhankebutuhan khusus anggota dan memberi kesempatan kepada anggota kelompok untuk mengembangkan dan mengeksplorasi tujuan-tujuan serta meningkatkan perubahan-perubahan positif dalam suasana yang saling berbagi dan saling mendengarkan. Jadinya beberapa orang siswa akan merasa sangat terbantu melalui belajar bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi masalahnya. Tujuan bimbingan kelompok (a) memberi kesempatan siswa untuk saling berbagi informasi terkait topik-topik informasi karier. Siswa akan dapat menunjukkan tanggungjawab dan menghargai miliknya. keterampilan belajar. milik lembaga sekolah. Di dalam kelompok. Diakui bahwa bimbingan kelompok merupakan cara yang efektif dan efisien untuk mendukung dan membantu siswa dalam mencegah timbulnya masalah dan memecahkan masalahmasalah di bidang perkembangan pendidikan. peer tutoring dan conflict resolution/management . Hakekat Bimbingan Kelompok Bimbingan dan Konseling merupakan strategi untuk memfasilitasi perkembangan positif siswa-siswa di sekolah dalam semua aspek di atas. Siswa akan mampu untuk mendeskripsikan bagaimana mengingat informasi-informasi yang penting dengan cepat. memecahkan masalah. dan keterampilan komunikasi. Ini merupakan cara yang efektif dalam merespon berbagai kebutuhan siswa dan biasanya dilakukan dalam seting kelas. 104 . karier. dan pribadi-sosial. Layanan Bimbingan dan Konseling memiliki pengaruh sinergik dalam mengembangkan pertumbuhan sosial dan emosional positif siswa seraya meningkatkan hasil perkembangan karier dan akademik mereka. konselor mendorong setiap anggota untuk mengekspresikan perasaannya. terutama dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan perkembangannya dan untuk menerapkan program-program pencegahan maupun pengentasan dari masalah yang dihadapi. (b) untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan seperti keterampilan peer helping. milik orang lain.

karena anggota kelompok dengan keterampilan kooperatif tertentu bisa menjadi model bagi yang lainnya. 5) gunakan suara jelas. Ada empat keterampilan kooperatif yang harus dikuasai dalam belajar kolaboratif. Dengan memanfaatkan dua karakteristik sebagaimana dikemukakan di muka. Sebagai pedoman umum yang perlu dikenali pemimpin kelompok bahwa dalam tahap inti ini setiap anggota dalam kelompok dapat diperankan sebagai pengamat. yaitu (1) Keterampilan kooperatif diajarkan. (3) Tahap Pemecahan Masalah. dan (4) Tahap mengelola Perbedaan-Perbedaan. penanya. maka untuk merancang bimbingan kelompok perlu memperhatikan dimensi kolaboratif yang ditujukan pada pembentukan keterampilan kooperatif. ada sejumlah cara yang dapat digunakan untuk memulai belajar “sesuatu” atau topik yang telah direncanakan berdasar kebutuhan secara efektif dalam kelompok. 9) bentuk kelompok tanpa mengabaikan lainnya. pencatat. biasanya kelompok memilih mengawali dengan membuat aturan-aturan dan menyusun langkah-langkah. 4) betahlah bertahan dalam kelompok. 7) berkelilinglah. maka pemimpin kelompok dapat mengawali kerja kelompok. dan 11) dengarkan secara aktif. yakni memahami perspektif orang lain dan keterampilan berinteraksi. 10) beri kesempatan setiap anggota untuk bicara. (2) Kelas didorong untuk menjadi kelompok yang kohesif. (2) Tahap Inti sebagai kelompok. dan balikan diberikan pada bagaimana sebaiknya keterampilan-keterampilan digunakan. kita dapat melakukan dengan cara-cara 1) buat jarak antar orang. yaitu (1) Tahap membentuk kelompok. dipraktekkan. pengorganisasi.Proses Bimbingan Kelompok Proses bimbingan kelompok menganut peristiwa belajar kolaboratif yang didasarkan atas tiga prinsip utama. Membentuk Kelompok Ketika kita membentuk kelompok diperlukan keterampilan kooperatif. Namun konfigurasi lain harus dicoba. 2) buat pasangan atau lingkaran. Ada dua elemen dasar dari aktivitas kooperatif. dan penjaga waktu. 8) jaga tangan dan kaki untuk mereka. penyimpul. pemberi penguatan. Bagaimana mulai kelompok. pemerjelas. Ada gunanya kita membentuk kelompok heterogin. 3) buat kontak mata. dan (3) Individu diberi tanggung jawab untuk belajar dan melakukan aktivitas. Biasanya kita bisa bekerja secara berkelompok dengan mudah kalau bersama dengan kawan akrab. 6) gunakan atau sebut nama orang. Atas dasar prinsip di atas. dan (2) adanya interdependensi positif antar anggota. yaitu (1) adanya tujuan yang sama. 105 . Secara tradisional. Tahap Inti sebagai Kelompok Setelah kelompok terbentuk.

Dimana maknanya belajar di bidang akademik. Oleh karena bimbinban kelompok ini dimaksudkan untuk menghantarkan siswa SMK agar mencapai prestasi tinggi (terkait indikasi banyak siswa SMK jeblok perolehan danemnya) dan agar mampu merencanakan karier dengan baik maka dalam contoh-contoh teknik bimbingan kelompok ini ditekankan penggunaannya di kedua bidang garapan Bimbingan dan Konseling. kita dapat mengembangkan keterampilan-keterampilan seperti 1) keterampilan mendefinisikan masalah. Mengelola Perbedaan-Perbedaan Pada uraian di muka telah disinggung-singgung adanya perbedaan. 4) memberikan mediasi. 5) mengelaborasi ide. Tantangannya adalah bagaimana semua siswa belajar dan siap untuk bertanggungjawab secara sosial. Jadi perbedaan tidak ditutup-tutupi. Perkembangan keterampilan kooperatif merupakan inti dari bimbingan kelompok kolaboratif. 2) lihat masalah dari berbagai sudut pandang.Memecahkan Masalah Untuk memecahkan masalah-masalah yang diangkat sebagai suatu masalah kelompok. sosial. karier. serta 5) membuat konsensus. Konselor berperan dalam hal service learning. 7) memberikan tanggapan kritis terhadap ide. 4) mengkonfirmasi ide. Apa saja keterampilan yang harus dikuasai dalam mengelola perbedaan? Keterampilan mengelola perbedaan antara lain 1) nyatakan posisi mereka dalam kelompok. Konselor 106 . 6) melihat konsekuensi-konsekuensi dari keputusan tindakan. Melihat masalah dari berbagai perspektif. dan emosional. peduli terhadap orang lain. Pengelolaan ini dengan prinsip memanfaatkan setiap adanya perbedaan untuk meningkatklan kekohesifan kelompok. Perasaan terlibat menjadi bagian kelompok dan kekohesifan kelompok merupakan tiket bagi terjadinya suasana kooperatif. 3) mengklarifikasi ide. Keterampilan mengelola perbedaan-perbedaan merupakan keterampilan yang penting dimanapun. Ada sejumlah teknik bimbingan kelompok yang bisa diterapkan untuk mengembangkan siswa dalam setiap bidang pengembangan. 3) melakukan negosiasi. malahan dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok seluasluasnya. 8) mengorganisasi informasi. dan 9) menemukan solusisolusi atas permasalahan. Dalam reformasi pendidikan kita harus diperhatikan ke arah mana siswa dikembangkan. yakni perbedaan kemampuan dan perbedaan latar kehidupan anggota kelompok. tetapi juga di rumah dan kehidupan lainnya. Mestinya kita menyiapkan siswa menjadi warga negara yang bertanggungjawab yang berpengetahuan luas dan terampil dalam bidang yang digelutinya. belajar untuk bersosialisasi. 2) brainstorming. dan menengahi konflik yang “panas” tidak hanya diperlukan di sekolah. Atas dasar kenyataan adanyat perbedaan tersebut dibutuhkan kemampuan mengelolanya oleh setiap anggota kelompok dan pimpinan kelompok. Terkait dengan belajar.

Isu-Isu Pokok Praktik Konseling Masalah vs Aset Positif Mendengar kata konseling selalu diasosiasikan dengan individu yang menghadapi masalah. perasaan. Cara ini akan memberi banyak peluang bagi Konselor untuk memhami dengan cermat tentang konseli yang dilayani dan dapat memantulkan kembali kondisi ini untuk modal pengubahan pikiran. KONSELING INDIVIDUAL Dalam membahas konseling individual. Makna Wawancara dalam Konseling Modal utama konseling adalah kemampuan wawancara. 2) mengumpulkan data untuk mengenali kekuatan dan masalah konseli. Secara umum konseli akan mempertahankan hubungan yang positif dengan Konselor. ada beberapa hal yang dikemukakan. akan menyusun 107 . dimana konseling tidak saja diorientasikan bagi penyelesaian masalah. dan 5) mengakhiri pertemuan. dan perilaku mereka. yaitu 1) mengawali pertemuan dengan membangun rapport dan mengatur pertemuan. yakni isu-isu praktik konseling. Pandangan ini mulai beralih ke sisi lain. Proses Konseling Secara garis besar proses konseling terbagi ke dalam lima tahapan. dan pendekatan konseling. Pandangan bahwa konseling adalah nasehat banyak dibantah dengan berbagai teori konseling dan wawancara intensional untuk konseling. Konseling diartikan sebagai upaya bantuan untuk memecahkan masalah. 4) working atau tahap inti bantuan konseling. sehingga masalah tidak terjadi. Namun yang sering terjadi adalah program bimbingan belajar emosional dan sosial ini tidak nyambung dengan misi sekolah yang dapat dipertanggung-jawabkan kaitannya dengan tugas sekolah untuk membantu siswa mencapai prestasi akademik tinggi. Banyak teori yang mengungkap bahwa konseling cenderung merupakan proses mendengarkan secara aktif.memiliki tanggungjawab panjang atas pentingnya belajar emosional dan sosial di sekolah. 3) merumuskan tujuan. Selama ini ada kesan. keterampilan dasar komunikasi. konseling itu identik dengan nasehat. tetapi dikandung maksud untuk mengenali asset positif setiap konseli dan mengoptimalkan asset positif tersebut bagi perkembangan setiap konseli yang dilayani. Harapan yang ada di balik memperhatikan aset positif dalam kelima tahap dijelaskan sebagai berikut. Penjelajahan aset positif konseli dan bila selalu diperhatikan dalam lima tahap di atas akan memberikan jaminan bagi proses wawancara yang baik. mereka akan menceriterakan hidupnya. b.

and Irvin Yalom. 108 . perasaan yang diinginkan. dan akan mentransfer hasil belajar yang baru tersebut ke kehidupan sehari-hari. Creative problem solving menjadi penting disini. ia tumbuh sebagai reaksi terhadap konseling psikoanalitik. Perhatian ditujukan pada usia 6 tahun pertama sebagai penentu (determinants) perkembangan kepribadian pada usia selanjutnya. Tokoh: Sigmund Freud. Bereaksi terhadap kecenderungan memandang konseling sebagai sistem teknik yang didefinisikan dengan baik. Penemu: Fritz and Laura Perls. Teori perkembangan kepribadian. serta self-determination. maka diharapkan konseli mendemonstrasikan perubahan tingkalaku. Tahap V: Jika tahap 1-4 berhasil. menciptakan satu destiny. Pendekatan ini dikembangkan selama tahun 1940s sebagai reaksi nondirektif terhadap psychoanalysis. dan metode psikokonseling yang berfokus pada faktor-faktor ketidaksadaran ( unconscious) yang memotivasi perilaku. Tokoh Alfred Adler. Existential therapy. model ini menekankan membangun konseling pada kondisi-kondisi dasar adanya manusia seperti pilihan. perasaan itu dalam kehidupan sehari-hari di luar seting wawancara. dan perilakunya. menghadapi tantangan baru. Overviu Teori Konseling Konseling Psikoanalitik. tokoh kunci: Natalie Rogers. kebebasan dan tanggungjawab untuk membentuk kehidupan seseorang. Pendekatan ini lebih menekankan pada tanggung jawab. Konseling Adlerian. akan mengembangkan pandangan-pandangan baru. Tahap III: Konseli akan mendiskusikan arah baru. Konseling Person-centered. Tahap II: Konseli akan berbagi pikiran. dan perilaku yang hendak diubah. perasaan. Dengan maksud mengejar aset positifnya. Konseling ini memusatkan pada kualitas hubungan terapeutik person-to-person. dan menemukan makna dan tujuan untuk menciptakan kehidupan yang lebih berarah tujuan. Dalam setiap tahapan tersebut diuraikan sebagai berikut. teori ini menempatkan kepercayaan dan memberikan tanggung jawab kepada konseli dalam menghadapi masalah dan kekhawatirannya. Ia mengintegrasikan fungsi tubuh dan pikiran. Tokoh Kunci: Miriam and Erving Polster. Rollo May. Konseling Gestalt. Penemu: Carl Rogers. filosofi hakekat manusia. pikiran baru. Tahap IV: Konseli akan menguji kembali tujuannya dan mulai bergerak ke arah ceritera hidup baru dan perbuatan baru melalui mengkonfrontasi adanya kesenjangan-kesenjangan. Tokoh: Viktor Frankl. pikiran. Berdasarkan pada pandangan subyektif atas pengalaman manusia. diikuti Rudolf Dreikurs yang terkenal di AS. Tahap I: Konseli akan merasa difasilitasi dan tahu mengenai apa yang diharapkan darinya. konseli akan menyampaikan kekuatan-kekuatan dirinya dan sumber-sumber yang tersedia untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi.tujuan. Konseling experiential menekankan pada kesadaran dan integrasi.

Murray Bowen. melainkan diyakini bahwa realitas dikonstruksi secara sosial melalui interaksi manusia. yaitu (a) eksplorasi Paradigma Baru dalam Terapan Kontekstual Konseling. Ada sejumlah tokoh kunci antara lain Alfred Adler. Michael White dan David Epston merupakan tokoh-tokoh kunci narrative therapy. Konseling behavior-kognitif. Konstruksionisme sosial. dan narrative therapy semua berasumsi bahwa tidak ada kebenaran tunggal. Arnold Lazarus. suatu model konseling yang sangat berorientasi didaktik. Secara ringkas akan dipraktikan masing-masing dua teori dalam konseling individual dan konseling kelompok. Pendekatan ini mempertahankan bahwa konseli adalah seorang ahli dalam hidupnya sendiri. konseli dapat belajar dengan cara yang lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Pendekatan sistemik ini didasarkan pada asusmi bahwa kunci perubahan individu adalah pemahaman dan kerja dengan keluarga. Tokoh Kunci: Robert Wubbolding. Keterampilan komunikasi perlu dikuasai konselor karena saat ini berkembang pemikiran bahwa semua layanan the helping professions mengutamakan penemuan self-healing capacity dari setiap individu yang 109 . dan Albert Bandura. Konseling Realita. F. Tokoh Kunci: B. kognitif.Konseling Behavior. Dalam bimtek ini tentu tidak cukup waktu untuk mempelajari semua teori konseling tersebut. Penemu: William Glasser. Pendekatan Postmodern. Steve de Shazer dan Insoo Kim Berg yang mengembangkan solution-focused brief therapy. Carl Whitaker. Virginia Satir. Family systems therapy. Metode pendekatan ini selalu dalam proses perbaikan. Pendekatan ini mnerapkan prinsip-prinsip belajar untuk meresolusi masalah-masalah perilaku spesifik. Skinner. Konseling merupakan wilayah yang berkaitan dengan layanan ahli bagi individu normalsehat yang dinamakan konseli (counselee). solution-focused brief therapy. Selama proses konseling. Pendekatan short-term ini didasarkan pada teori pilihan ( choice theory) dan memusatkan pada konseli untuk memikul tanggung jawab di masa sekarang. Jay Haley. Salvador Minuchin. Ada sejumlah tokoh kunci. dan Cloé Madanes. Tokoh Kunci: Albert Ellis penemu rational emotive behavior therapy. Keterampilan Dasar Komunikasi a) Kedudukan Komunikasi dalam Konseling Bimbingan teknis di bagian ini merupakan bagian utama dalam pengembangan kompetensi Konselor yang pada dasarnya bergerak di seputar dua sumbu. Hasil merupakan subyek elsperimentasi terus-menerus. dan (b) penguasaan keterampilan komunikasi yang merupakan wahana utama dalam pelaksanaan konseling. namun mengalami gangguan fungsi sosial-vokasional sehingga perlu diatasi dalam rangka penyelenggaraan layanan Bimbingan dan Konseling. dan action yang menekankan peranan berpikir dan sistem belief sebagai akar probem pribadi.

komunikasi antar pribadi merupakan wahana utama dalam interaksi Konseling. kemampuan Konselor dalam berkomunikasi akan mampu menjaring kapasitas konseli ( positive asset search). Ini juga berarti bahwa trust itu tidak “jatuh dari langit”. berbeda dari sumber dan penerima suara dalam sarana pancar-rekam mekanik. melainkan harus ditumbuhkan setahap demi setahap melalui interaksi yang produktif serta menyejukkan. Sebagaimana telah diisyaratkan. Kesetalaan persepsi ini penting ditekankan. yang pada dasarnya tergantung pada kesetalaan antara pengolah makna budaya yang digunakan oleh Konselor dengan pengolah makna budaya yang digunakan oleh Konseli. maka layanan ahli Konseling menetapkan kemandirian konseli dalam melakukan pilihan. layanan ahli Konseling meniscayakan penggunaan terapan kontekstual. dan rujukan prosedural yang menyediakan rambu-rambu teknis penerapannya. 2007). berpikir dan berperilaku berdasarkan asumsinya tentang cara konseli atau konseli tersebut melihat dirinya dan melihat dunianya. Sebagaimana halnya dalam pembelajaran. kemanjuran faktor-faktor umum tersebut terfasilitasi oleh komunikasi yang efektif antara Konselor dengan Konseli. dan sebagaiman diketahui. selain ditentukan oleh ketepatan pilihan paradigma. yaitu terapan yang mempersyaratkan penggunaan rujukan normatif sebagai kriteria keberhasilan layanan. dengan pemahamannya tentang cara tiap konselinya itu merasa. Dalam Konseling diperlukan penyetalaan (fine-tuning) antara cara Konselor merasa. dan Triyono. kemampuan meraih serta kemampuan mempertahankan karier untuk hidup produktif dan sejahtera serta kepedulian terhadap kemaslahatan umum ( the Common Good) sebagai kriteria keberhasilan. Pada gilirannya. Artinya. seandainya rujukan serta cara penataan diri itu disarankan kepada dirinya. Ini berarti bahwa diperlukan kejernihan makna dalam komunikasi sehingga tidak ada salah tangkap antara apa yang dimaksud oleh pihak yang menyampaikan pesan (konseli) dengan pihak yang menerima pesan (konselor). Ini berarti bahwa keberhasilan Konseling sangat bergantung pada adanya saling percaya ( trust) dalam hubungan antara Konseli dengan Konselor (Joni. Pada dasarnya trust terbangun atas dasar dua unsur yang dipersepsi oleh konseli yaitu adanya kepercayaan oleh Konseli kepada Konselor bahwa Konselor yang membantunya (a) memiliki kompetensi untuk menolong dirinya. kejernihan makna dalam komunikasi antar pribadi juga sangat tergantung pada makna kontekstual yang melekat pada tiap ujaran dan isyarat non-verbal yang lazim menyertai ujaran. Selanjutnya. melihat konselinya dan melihat dunianya. 110 . dalam komunikasi peran sebagai pengirim dan sebagai penerima pesan itu selalu berganti secara dinamis.dilayani sehingga masing-masing mampu mengatasi masalahnya sendiri. Apabila Pembelajaran yang Mendidik menetapkan terbentuknya karakter serta penguasaan hard skills dan soft skills sebagai pengejawantahan tujuan utuh pendidikan. berpikir dan berperilaku berdasarkan caranya ia melihat tugasnya. dan (b) Konselor tidak akan menggunakan kelebihan kompetensinya itu untuk mencederai dirinya. sebab dalam melaksanakan konseling seyogianya Konselor tidak menyarankan kepada konselinya rujukan serta cara penataan diri yang tidak akan dia ikuti. Sutanto.

Artinya. kita tidak bisa memaksakan pendekatan konseling kita dan membiarkan konseli mengikuti mau kita sesuai pendekatan yang kita anut. (3) Motif yang berakar dalam kebutuhan berlebih untuk mendapatkan pembenaran. yaitu: (1) Motif yang berakar dalam nyeri jiwani yang belum terselesaikan. Penggunaan keterampilan konseling (keterampilan komunikasi interpersonal atau eksternal) tidak akan mengejawantah dalam efek terapeutik jika mereka tidak meluber dari Konselor yang telah dan selalu menata motif-motif dalam dirinya dan mendayagunakan mind-skills yang membantu serta berefek penyembuhan atau terapeutik. Mind-skills yang perlu selalu ditata adalah: (1) Wicara-dalam-diri. 2007). (5) Kaidah-kaidah-dalam-diri. selain bergantung pada kejernihan komunikasi. maka dipotong aja kakinya biar cukup).Pada gilirannya. (2) Motif yang berakar dalam kebutuhan berlebih untuk mendominasi dan mengontrol. mendengarkan (listening). (2) Pengharapan-pengharapan-dalam-diri. (5) Motif yang berakar dalam mentalitas korban (Joni dkk. terutama dengan konseli. (Ini istilah yang menggambarkan ketika pasien tidak cukup di tempat tidur. Keterampilan Memperhatikan Overview di muka mengisyaratkan bahwa Konselor harus mampu memadukan kekuatan-kekuatan pribadi sebagai internal skills dan keterampilan-keterampilan yang dipelajari sebagai external skills. Peserta diharapkan menguasai ketrampilan memperhatikan ( attending). Penataan motif-motif itu secara praktikal bermakna menumbuh-kembangkan motif membantu (altruistic). sebab orientasi membantunya akan didasarkan pada internal frame of reference dari setiap konseli yang dibantunya (Joni dkk. (3) Penjelasan-penjelasan-dalam-diri. Keterampilan eksternal yang secara umum terdiri atas keterampilan memperhatikan. 2007). (4) Persepsi-persepsi-dalam-diri. (4) Motif yang berakar dalam kebutuhan mencari keintiman dan relasi seksual. Konselor yang memiliki atau menguasai internal skills dan external skills dan mempribadikannya (menginternalisasika sebagai bagian pribadinya). dan menggarap-mengatasi-melampaui motif-motif yang berpotensi membahayakan. kemanjuran konseling juga bergantung pada ketepatan pilihan paradigma yang diterapkan dalam pelaksanaan konseling. Jadi dalam bagian ini. dan mempengaruhi (influencing) secara tepat. diharapkan akan mampu membantu konseli secara tepat. (6) Citra-citra visual-dalam-diri. keterampilan mendengarkan. peserta akan belajar bagaimana berkomunikasi dengan orang lain secara efektif. untuk menghindari terjadinya apa yang dinamakan sindroma the Procrustean Bed. Semuanya harus menyatu menjadi motif altruistic yang diharapkan oleh setiap diri konseli. 111 . menyelaraskan motif pragmatik dengan motif altruistik yang selalu ditumbuhkembangkan. dan keterampilan mempengaruhi harus dikuasai agar Konselor mampu menjadi trust sehingga tercapai maksud: On becoming a humane counselor .

Dalam praktik konseling, trust ini dibangun sejak awal pertemuan pertama. Rapport merupakan aspek penting yang harus dibangun dalam menjamin terjadinya trust. Menyebut nama merupakan bagian utama dalam menciptakan rapport. Ini dilakukan sepanjang sesi konseling. Membangun rapport, oleh sejumlah kalangan dipandang tahapan awal yang paling penting. Membangun rapport membutuhkan dua keterampilan yaitu: perilaku memperhatikan dan keterampilan mengamati konseli. Perilaku memperhatikan dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Konselor memahami dan “tertarik/berminat” tehadap konseli. Dengan cara ini diharapkan konseli menjadi merasa enak atau menjadi rilek dalam kebersamaannya dengan Konselor. Syarat Konselor yang bisa membangun rapport: open, authentic, congruent dengan konseli, serta luwes dalam menemukan kebutuhankebutuhan yang diekspresikan konseli. Perilaku memperhatikan ditujukan terhadap tampilan visual ( visual/eye contacts), vokal (vocal qualities), verbal (verbal tracking), dan bahasa tubuh (attentive and authentic body language ). Konsekuensi yang diharapkan, konseli akan lebih bebas dan terbuka, khususnya di seputar topik yang diberi perhatian. Dalam konseling, structuring merupakan bagian penting kedua di tahap awal, setelah rapport. Ini dimaksudkan untuk menangkap apa yang diharapkan konseli dari interview. Bila Konselor menampilkan keterampilan memperhatikan dan mendengarkan, maka konseli akan merasa bahwa Konselor benar-benar menjadi pendengar yang diharapkan. Ketika seseorang tiba-tiba datang dan menyatakan: “ Saya minta saransaran agar hubunganku dengan teman-teman di sekolah ini menjadi harmonis lagi, kayak dulu.” Dalam percakapan awam, mayoritas orang akan langsung memberi saran dengan referensi pengalaman pribadinya atau informasi yang pernah didengarnya. Bisakah Konselor langsung memberi saran? Di muka telah dikupas bahwa Konselor bekerja berlandaskan pada internal frame of reference-nya konseli. Ini berarti bahwa ada keperluan untuk melakukan pembatasan peran dan dinyatakan dalam pertemuan pembantuan tersebut. Beberapa hal harus dibatasi, antara lain pembatasan peran, pembatasan masalah atau topic, pembatasan waktu, karena konseling merupakan hubungan professional. Keterampilan Mendengarkan Fungsi dan tujuan pengumpulan data adalah untuk menemukan mengapa konseli datang konseling dan mendengarkan apa ceriteranya. Keterampilan mendefinisikan masalah akan membantu menghindari pembahasan topik yang tidak berguna dan memberi arah bagi wawancara selanjutnya. Ketrampilan ini juga akan membantu untuk mengidentifikasi kekuatankekuatan yang nyata yang dimiliki konseli. Fungsi dan tujuan pengumpulan data adalah untuk menemukan mengapa konseli datang konseling dan mendengarkan apa ceriteranya. Keterampilan mendefinisikan masalah akan

112

membantu menghindari pembahasan topik yang tidak berguna dan memberi arah bagi wawancara selanjutnya. Ketrampilan ini juga akan membantu untuk mengidentifikasi kekuatan-kekuatan yang nyata yang dimiliki konseli. Keterampilan yang umumnya digunakan adalah mendengarkan secara aktif. Keterampilan lain dapat digunakan jika diperlukan. Misalnya, jika masalahnya tidak jelas, kita bisa gunakan keterampilan mempengaruhi. Pencarian aset positif konseli akan sangat bermanfaat dalam menyelesaikan masalah. Fungsi dan tujuan pengumpulan data adalah untuk menemukan mengapa konseli datang konseling dan mendengarkan apa ceriteranya. Keterampilan mendefinisikan masalah akan membantu menghindari pembahasan topik yang tidak berguna dan memberi arah bagi wawancara selanjutnya. Ketrampilan ini juga akan membantu untuk mengidentifikasi kekuatankekuatan yang nyata yang dimiliki konseli. Fungsi dan tujuan pengumpulan data adalah untuk menemukan mengapa konseli datang ke konseling dan mendengarkan apa ceriteranya. Keterampilan mendefinisikan masalah akan membantu menghindari pembahasan topik yang tidak berguna dan memberi arah bagi wawancara selanjutnya. Pencarian aset positif konseli akan sangat bermanfaat dalam menyelesaikan masalah. Kemampuan mendengarkan secara aktif terdiri atas lima teknik komunikasi yaitu questioning, encouraging, paraphrasing, reflecting feeling, dan summarizing. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. 1) Questioning Isu-isu utama terkait keterampilan bertanya, antara lain 1) Pertanyaan membantu memulai percakapan. 2) Pertanyaan terbuka akan membantu mengelaborasi dan memperkaya ceritera konseli. 3) Pertanyaan membantu mengungkap dunia spesifik-konkrit konseli. 4) Pertanyaan merupakan hal kritis dalam asesmen. 5) Kata pertama dalam pertanyaan terbuka akan menentukan apakah konseli mau melanjutkan ceiteranya. 6) Pertanyaan potensial menjadi masalah. 7) Dalam situasi lintas-budaya, pertanyaan dapat menimbulkan distrust. 8) Pertanyaan dapat digunakan untuk membantu konseli menjelajahi aset-aset positifnya. Ada dua jenis pertanyaan, yaitu pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup. Konsekuensi dari pertanyaan, konseli akan menjawab pertanyaan terbuka secara lebih detail. Sebaliknya konseli akan memberi informasi khusus atas pertanyaan tertutup. Hati-hati, seringkali pertanyaan tertutup membuat konseli hanya menjawab “Ya” atau “Tidak” (bisa terjebak resistensi) 2) Encouraging Mendengarkan bukan proses pasif, keterampilan-keterampilan yang dibahas mulai dari encouraging ini tanda bahwa Konselor aktif. Encouraging merupakan perilaku verbal dan non-verbal Konselor yang menjadi penanda bagi konseli untuk melanjutkan ceritera hidupnya. Beberapa jenis keterampilan encouraging ini adalah acceptance, restatement, dan silent. Acceptance

113

− Non-verbal: anggukan kepala, gerakan membuka tangan − Verbal: “he eh”, “ya ya”, “ok”, “saya mengerti jalan pikiranmu”, “saya memahami perasaanmu” Restatement − Kata: ulangi kata atau frasa kunci yang dinyatakan konseli. − Kalimat: Ulangi kalimat, sebagian atau seluruhnya. Silent Diam kadang diperlukan karena konselipun diam. Mengapa konseli diam? − Konseli kehabisan energi − Konseli kehabisan bahan ceritera − Konseli resisten Senyuman dan kehangatan interpersonal yang tepat merupakan encouragers utama yang akan membantu konseli merasa nyaman dan suka berceritera terus. 3) Paraphrasing Paraphrasing merupakan feedback bagi konseli terkait esensi dari apa yang dikatakan. Konselor akan meringkas dan memperjelas pernyataanpernyataan konseli yang panjang dan seringkali tidak teratur. Konselor/konselings = guru bahasa yang bisa membuat kalimat baru, ringkas, segar, dan tepat. Membuat parafrase bukan pembeo, Konselors menggunakan kata-kata sendiri dipadu dengan kata-kata penting yang dinyatakan konseli. Biasanya digunakan awal kalimat: • • • Singkatnya … Pada intinya … Boleh dikatakan …

Paraphrasing dilakukan sebagai tanda bahwa helper mendengakan. Artinya helper menegaskan apa isi pokok pernyataan konseli. Fungsi dari paraphrasing sebagai feedback bagi konseli akan apa yang ia katakan. Catatan: Konselor harus tepat memilih kata baru dan segar sebagai padanan pernyataan konseli. Konsekuensi yang diharapkan: Konseli akan merasa didengar, sehingga cenderung melanjutkan ceritera, tidak mengulang-ulang ceritera yang sama. Jika parafrase tak sama, akan memberi kesempatan konseli mengoreksi konselings. Jika disuarakan dengan nada tanya, konseli akan ceritera lebih lanjut.

114

Selanjutnya diikuti dengan memantulkan perasaan yang ada di balik pernyataan. Konsekuensi yang diharapkan: Konseli akan masuk ke dalam pengalaman emosionalnya dan konseli dapat mengoreksi dengan kata-kata perasaan lainnya. dan tingkahlaku konseli. ceria. Perasaan dapat dilihat langsung. atau direfleksi dari apa yang ada di balik pernyataan. Teknik ini berfungsi sebagai feedback bagi konseli akan apa yang ia katakan. 2) Kata-kata emosional implisit tidak dinyatakan langsung. muram. dan akhir pertemuan. Utamanya: mengintegrasikan pikiran. tengah. transisi ke topik baru. 3) Ekspresi non verbal yang dapat ditangkap melalui gerak tubuh. Simpulan di tengah: Simpulan dilakukan ketika beberapa pernyataan konseli perlu diringkas sehingga jelas kelebihan/kekuatan dan kelemahan/masalah konseli. Emosi dan perasaan dapat ditangkap dari labeling perilaku konseli: sedih. Beberapa hal yang harus dicatat: 1) Kata-kata emosional digunakan oleh konseli. 5) Summarizing Summarizing intinya sama dengan paraphrasing. Observasi harus jeli. Keterampilan reflecting feeling dimaksudkan untuk membantu orang lain merasakan dan mengalami bagian dirinya yang dalam. Mengapa “menangkap” emosi penting? Emosi dan perasan sebagai sumber dari banyak pikiran dan perbuatan konseli. Konsekuensi yang diharapkan: Konseli merasa didengarkan dan belajar bagaimana ceritera mereka diintegrasikan. Simpulan di awal: Biasanya dilakukan untuk menyatakan apa-apa yang telah dibahas pada pertemuan-(pertemuan) sebelumnya. Simpulan di akhir: 115 . perasaan. Bedanya summarizing untuk menyimpulkan beberapa pernyataan konseli.4) Reflecting feeling Dalam proses merefleksi perasaan. mengklarifikasi isu-isu kompleks. ditangkap melalui bertanya. dan 4) Paduan cue verbal dan nonverbal. Ia dapat dilakukan di awal. sebab seringkali ada beda antara pernyataan verbal dan ekspresi nonverbal konseli. Simpulan menggunakan gabungan bahasa paraphrasing dan reflecting feeling. Konselor mengobservasi perasan verbal dan non verbal.Utama: mengorganisasi pikiran helper dan konseli menganai apa yang terjadi dalam wawancara. Jenis: memulai/mengakhiri wawancara. gusar. Banyak penulis yang mengakui bahwa pikiran-pikiran dan perbuatan kita hanya merupakan cerminan dari pengalaman perasaan dan emosi kita.

konseli akan puas bila bisa tidur nyenyak di malam hari (itu saja cukup). maka perlu diperhatikan dalam pembuatan rumusan tujuan aspek kekuatan konseli. saya nggak bisa berbuat apa. Ia selalu merasa bahwa ia harus selalu ke luar rumah. sayapun demikian melihat isteri saya sempurna. Perumusan tujuan konseling yang ideal adalah dilakukan secara bersama-sama antara konseli dan Konselor. paraphrasing. sedangkan Konselor mengangap bahwa konseli ybs harus mampu merekonstruksi kepribadiannya. melihat dunia luar. ia memalingkan muka?” − Paraphrase: “Hanny menghindarimu dan kamu tak tahu harus berbuat apa?” − Reflecting feeling: “Anda benar-benar frustrasi menghadapi situasi itu” Dalam banyak kasus wawancara. Bagaimana Bapak dan Ibu merespon pernyataan konseli sebagai berikut: “ Saya bermasalah dengan isteri saya. ia selalu menghindar. Tapi malam lalu …kami memiliki pandangan yang berbeda dan masing-masing mempunyai argumentasinya. “Jadi gila?” (fokus pertama pada isi. Henny pulang. kalau direspon dengan teknikteknik berikut. langsung putar tv. Saya jadi gila. Contoh penerapan teknik komunikasi terhadap pernyataan konseli sebagai berikut: “Saya tak tahu. Kadang keduanya sejalan. dan reflecting feeling. yakni seringkali apa yang dipikirkan konseli berbeda dari apa yang dipikirkan Konselor. Misalnya. Konselor ingin memberikan 116 .  Paraphrase: ……………………………………………………….  Restatement: …………………………………………….” Respon konselo r sebagai berikut: − Nonverbal encourager: (anggukan kepala) − Key-word encouragers: “Menghindarimu?”. misalnya konseli ingin pekerjaan baru. Tak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya seorang manajer dan saya pikir saya memiliki income yang baik. ia memalingkan muka. bagaimana bunyinya:  Key-word encouragers: …………………………….Simpulan merupakan review dari keseluruhan wawancara pada suatu sesi. dan kedua pada emosi) − Restatement: “Jika anda coba tanya. konselings bisa gunakan paduan dari respon-respon encouraging. Jika saya coba tanya. Anak saya melihat Surti sebagai Ibu yang sempurna.” Pernyataan konseli di atas. Atas dasar temuan-temuan masalah pada tahap 2 (Pengumpulan Data) dirumuskan perilaku target yang akan menghantarkan Konselor melayani konseli merancang program tindakan yang tepat. tak berkata apa-apa. Ada hal yang perlu diperhatikan. bekerja. Oleh karena kunci keberhasilan membantu terletak pada pemikiran bahwa konseli tumbuh dari kekuatannya sendiri .

Kedua. membuat ringkasan konflik dengan frame of reference konseli dan dengan teknik-teknik mendengarkan menghantarkan konseli mencari solusi. kadang konseli mempunyai harapan berlebih dari apa yang mampu dilakukan Konselor. pernyataan tujuan –penting dan tidaknya– sangat bergantung pendekatan yang Konselor gunakan. 3) Antara pernyataan lisan dan ekspresi non-verbal. Reflecting Meaning. Advice. dan perilaku-perilaku baru. 2) Menyatakan konflik tersebut kepada konseli dengan jelas. Self-Disclosure. sebaliknya yang beracuan decision making misalnya konseling behaviorisme. Reassurance . menengah sampai pengaruh yang kuat. 1) Confronting Sebuah perlawanan suportif yang didalamnya ketidaksebangunan/ kesenjangan yang tampak pada diri konseli. 5) Antara pandangan dua atau lebih orang. Keterampilan Mempengaruhi Pada tahap working yaitu tahap dimana alternatif penyelesaian masalah dikembangkan. Bagaimana mengkonfrontasi adanya kesenjangan antara harapan dan perilaku konseli? Ada dua pilihan tindakan Konselor/Konselor: Pertama. Pada initinya semua teknik komunikasi (merespon konseli) itu ada unsur mempengaruhi konseli. Oleh karena itu. Kesenjangan bisa jadi: 1) Antara dua pernyataan. Namun tingkat pengaruh interpersonal bervariasi mulai dari pengaruh yang lemah. tujuan utamanya memecahkan masalah dan menemukan jalan baru bagi konseli. atau membuat konseli inactive menjadi active. diberi feedback. perasaan-perasaan. Konselor yang beracuan Rogerian menghindari tujuan konkrit. Feedback. Masalahnya. 2) Antara apa yang dikatakan dan apa yang dilakukan (gerak). Dalam praktik. tugas Konselor menemukan berbagai kemungkinan dan membantu konseli menemukan cara-cara baru untuk bertindak secara tepat. di sisi lain …” Tahap Utama merespon dengan konfrontasi: 1) Mengidentifikasi konflik melalui memadukan pesan-pesan kesenjangan. konseli seringkali tidak mampu datang dengan alternatif. Konseluensi yang diharapkan Konseli akan merespon terhadap konfrontasi dengan ide-ide. respon Konselor berbentuk konflik: “ Di satu sisi …. REBT akan mementingkan pembuatan rumusan tujuan yang dapat diukur secara objektif. dan 3) Mengevaluasi keefektifan intervensi terhadap perubahan dan pertumbuhan konseli.tes vokasional. pikiran-pikiran. 117 . Ibarat dokter gunakan teknik kejutan jika pasien jantungnya mandeg. Beberapa teknik mempengaruhi yang kuat antara lain Confronting. Teknik ini digunakan untuk menunjukkan kesenjangan pada diri konseli yang membuat konseli menjadi mandeg (tidak berkembang). membuat ringkasan konflik dan menambahkan frame of reference Konselor dengan teknik-teknik mempengaruhi. 4) Antara pernyatan dan konteks kejadian. Dalam respon konfrontasi. Namun.

Teknik ini digunakan dengan mengharapkan konsekuensi berupa konseli akan mendiskusikan ceritera. 5) Harus persis. membuat lebih trust dan menciptakan hubungan sederajat ( equal relationship). 3) Objeknya berupa deskriptor sifat: “Saya merasa bahagia karena Anda mampu lebih terbuka (asertif) dengan orangtua secara langsung”. dan perilaku dan hal ini dapat mengarahkan ke perubahan yang dikehendaki.2) Reflecting Meaning Reflecting meaning menekankan pada pikiran-pikiran yang mendalam terkait dengan nilai-nilai dan sikap. dan pemahaman yang mendalam di balik ceritera tersebut. “Pengalaman saya bercerai. Sebaliknya. Petunjuk memberi feedback: 1) Konseli yang menerima feedback harus dalam keadaan siap (be in charge). diterima konselikah? 5) Advice 118 . Topik self-disclosure sampai saat ini masih menjadi perdebatan: boleh atau tidak boleh? Banyak ahli yang beranggapan bahwa Konselor yang berbagi diri secara terbuka akan membuat jarak. Feedback efektif untuk melihat diri sendiri sebagaimana orang lain melihat kita. Teknik paraphrasing dan reflecting feeling menjadi bagian penting disini. seperti Anda. 3) Harus spesifik dan konkrit. perasaan. Konsekuensi yang diharapkan Konseli memperoleh perspektif Konselor atau orang lain tentang fikiran. “Saya rasa. 4) Relatif tanpa penilaian. isu. banyak juga yang mengakui bahwa self-disclosure akan membua konseli berceitera. Saya merasa …” dan 4) Kata perasaan atau ekspresi perasaan. Isi self-disclosure terdiri atas: 1) Mengunakan pernyataan: “Saya…” (subyek. nilai. dan 6) Lihat kembali bagaimana feedback Anda. Untuk disentuh sebagaimana kita menyentuh orang lain. dan masalah secara lebih dalam dengan menekankan pada makna. Seringkali dimulai dengan kata “Saya”.” “Saya berpengalaman …” (predikat). 2) Kata kerja isi atau perasaan: “Saya pikir …”. 3) Self-Disclosure Konselor sharing dirinya melalui menyampaikan pengalaman hidup pribadinya. Bila efektif akan membuat konseli merasa lebih enak dalam hubungan terapeutik. 4) Feedback Memberikan data yang akurat tentang bagaimana Konselor atau orang lain memandang terhadap sudut pandang konseli. pribadi).. 2) Memuatkan pada kekuatan atau hal yang dilakukan konseli. Konseluensi yang diharapkan konseli akan tergerak untuk mengalami self-disclosure lebih dalam. Untuk mendengar bagaimana orang lain mendengarkan kita.

Setidak-tidaknya mereka akan memahami dampaknya bagi dirinya. dan factual reassurance. dan mereka menekankan peran pekerjaan rumah. perasaan. Mis: “ Bagus. tetapi dengan keberaniannya ternyata ia berhasil juga menyelesaikan tugas yang selama ini ia takutkan. Masing-masing digambarkan sebagai berikut. − Alternative advice diberikan setelah konseli tahu kelebihan dan kelemahan setiap alternatif. 6) Reassurance Konselor mendukung apa yang dinyatakan konseli. − Persuasive advice diberikan kalau konseli sudah tahu alasanalasan logis atas rencananya. Pembahasan berikut adalah teori-teori konseling yang ditertapkan dalam Teori Konseling Kontemporer: REBT a) Pandangan Hakekat Manusia Pendekatan Konseling Rasional Emotif Behavior (REB) didasarkan pada model psikoedukasionaI yang terstruktur. menempatkan tanggung-jawab pada konseli untuk mengambil peran aktif baik selama di dalam dan di luar sesi konseling. Setidaknya ada tiga jenis saran. Prediction Reassurance: Ketika konseli menyatakan bahwa ia akan melakukan suatu rencana tindakan positif. maka Konselor/Konselor dapat mendukung pernyataan konseli tersebut. Keterampilan-keterampilan dasar komunikasi di atas akan sangat penting bagi pelaksanaan konseling. Dukungan ini diharapkan menghantarkan konseli mampu menganisipasi secara lebih baik konsekuensi dari perbuatan dan perubahan pikiran. Konselor/Konselor dapat membantu meringankan beban konseli dengan memberikan dukungan faktual bahwa apa yang dialami konseli juga dapat dialami oleh orang lain dan merasakan seperti apa yang dirasakan konseli saat ini. misalnya. ternyata apa yang Anda bayangkan selama ini tidak terbukti. prediction reassurance.” Factual reassurance: Pada saat konseli mengalami musibah. yaitu: − Direct advice diberikan kalau konseli tidak tahu sama sekali.Memberi informasi/nasehat kepada konseli agar ia menjadi lebih jelas/lebih pasti tentang apa yang hendak dilakukan. dan mengambil berbagai strategi kognitif dan perilaku untuk mewujudkan 119 . Ada tiga jenis dukungan yaitu postdiction reassurance. dan perilakunya. Mereka akan sangat berguna dalam konseling apapun dengan kadar yang berbeda-beda. maka … (prediksi)” Postdiction reassurance: Semula konseli merasa takut menghadapi sesuatu. Mis: Jika benar2 Kau lakukan rencana itu.

berkomuni-kasi dengan orang lain. bukannya pada pengungkapan perasaan. Konseling REB memandang manusia sebagai berikut. dan perilaku berinteraksi secara signifikan dan mempunyai huhungan sebab akibat timbal-balik. dan reaksi kita terhadap situasi pekerjaan. 4. Manusia juga memiliki kecenderungan merusak diri. mencintai. Konseli belajar bagaimana menggantikan cara berpikir yang tidak efektif dengan kognisi yang rasional dan afeksi yang benar. interpretasi. dan mampu mengaktualisasikan diri. Manusia dilahirkan dengan potensi pemikiran yang rasional dan irasional. Sebagian besar Konseling REB didasarkan pada asumsi bahwa reorganisasi pernyataan diri seseorang akan menghasilkan reorganisasi perilaku seseorang. Ellis kemudian mengatakan:”orang mengganggu dirinya sendiri karena hal-hal yang terjadi pada dirinya. bertumbuh. mampu menjaga diri. tetapi oleh pandangan mereka sendiri terhadap sesuatu hal tersebut”. REB secara konsisten menekankan ketiga modalitas ini dalam interaksinya. emosi. Konselor harus memberikan alat agar bisa mengidenfikasi dan mengatasi keyakinan yang tidak rasional yang terjadi ~ karena proses indoktrinasi diri konseli. 120 . Manusia memiliki kemampuan reflektif (berbicara pada diri sendiri). Manusia memiliki predisposisi dalam usaha rnencapai kebahagiaan. 3. Konseling REB menganut paham bahwa “orang terganggu bukan oleh sesuatu hal. Kepada konseli. perasaan. sehingga dianggap sebagai pendekatan yang terpadu. menyalahkan diri. Asumsi dasar Konseling REB adalah bahwa orang berkontribusi pada permasalahan psikologisnya sendiri. dan karena pandangan. tidak toleran. Manusia memiliki kecenderungan untuk bertumbuh dan dapat mengaktualisasikan diri namun kurang berkembang dan bertumbuh karena pola penyalahan (mempersalahkan) diri yang dipelajari. berpikiran dan benkemampuan verbal. 6. dan tindakan mereka”. 1. dan penghindaran dari aktualisasi diri. 2. menghindari diri dari pemikiran. Fokusnya adalah bekerja dengan pemikiran dan tindakan. mahkluk yang meskipun terus membuat kesalahan namun pada saat bersamaan belajar hidup damai dengan dirinya sendiri. evaluasi. Ada kolaborasi antara konseli dan Konselor. perfeksionis. REB didasarkan pada asumsi bahwa kesadaran. dan juga pada gejala-gejala khusus dalam cara mereka menginterpretasi peristiwa dan situasi. terus melakukan kesalahan.perubahan. Konseling REB berusaha membantu agar manusia mampu menerima diri mereka sendiri sebagai makhluk yang meskipun terus membuat kesalahan namun pada saat yang bersamaan belajar hidup damai dengan dirinya sendiri. Hipotesis Konseling REB adalah bahwa emosi kita utamanya muncul dari keyakinan. 5. takhayul. dapat mengevaluasi dan menguatkan diri.

Kedua. − Meminimalisir gangguan emosi dan tingkah laku penyalahan diri dengan memahami filosofis hidup yang lebih realistis dan bisa dijalankan: mengajari konseli méngubah tingkah laku dan emosi disfungsional menjadi tingkah laku dan emosi yang sehat yang fungsional. b) Kondisi-kondisi Konseling Tujuan Konseling − Manusia cenderung menilai tindakannya dengan predikat “baik” dan “buruk”. Artinya. Pertama. Saat konseli lebih mampu menerima diri mereka sendiri.7. “seharusnya” dan dari tuntutan atau perintah yang irasional. − Membantu konseli memodifikasi pemikiran dan mengabaikan gagasan yang irasional. “bernilai” dan “sia-sia” dan mengukur dirinya berdasarkan apa yang nampak. 8. − Mengembangkan filosofi hidup yang rasional sehingga di masa depan mereka mampu menghindari diri agar tidak menjadi korban keyakinan tidak rasional yang lainnya. melihat bagaimana keduanya berhubungan. saya harus mendapatkan cinta dan pengakuan dari orang-orang penting dalam hidup saya. − Tujuan utama Konseling REB. Gangguan terjadi karena pada masa kanak-kanak manusia mempelajari keyakinan yang irasional dan penyalahan diri. Peran dan Fungsi Konselor − Menunjukkan kepada konseli bahwa keyakinan tentang “harus” dan “sebaiknya” yang ada dalam diri mereka itu adalah suatu yang irasional. membantu konseli memahami proses lingkaran setan menyalahkan diri sendiri dan mengubah penyalahan diri itu. menerima dan menghindari diri dari hasrat untuk mengatakan “harus”. Misalnya. − Menunjukkan bahwa pengindoktrinasian diri secara berulang yang dilakukan konseli adalah suatu yang tidak logis dan tidak realistis. membantu konseli dalam proses mencapai penenimaan diri tanpa syarat ( Unconditional Self Acceptance) dan penerimaan orang lain tanpa syarat ( Unconditional Others Acceptance). Untuk memulihkan diri dari gangguan emosi bisa dilakukan melalui berhenti menyalahkan diri. 121 . maka mereka cenderung akan menerima orang lain tanpa syarat. Manusia memiliki kecenderungan kuat untuk membuat dirinya terganggu secara emosional. Konselor mengajak konseli bertanggungjawab penuh untuk mengubah kondisi mereka. Oleh karena itu tujuan konseling REB adaIah mendidik konseli bagaimana cara memisahkan evaluasi tingkah laku mereka dan evaluasi esensi diri dari totalitasnya dan cara menerima diri dengan segala kekurangannya.

Konselor menunjukkan penerimaan penuh dengan tidak mengevaluasi diri konseli. dan tahap behavioristik. − konseli bekerja aktif di luar sesi konselingi: belajar cara yang efektif untuk meruntuhkan pemikiran yang menyalahkan diri. konseling REB terbagi menjadi tiga tahapan. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. Konselor menyajikan alasan kognitif kepada konseli. 122 . Tahap Kognitif. − Konselor menerima konseli sebagai makhluk tidak sempurna yang bisa ditolong dengan menunjukkan bahwa Konselor peduli tanpa membuat konseli merasa didikte dan dengan menggunakan beragam tehnik seperti bibliokonseling dan modifikasi tingkah laku. Konseling dipandang sebagai proses reedukatif dimana konseli belajar cara menerapkan pemikiran psikologis. Seperti setiap mulai sesi konseling bertanya. c) Proses dan Teknik Konseling Proses konseling REB Secara garis besar. − Konselor membangun hubungan dengan konseli dengan cara menunjukkan pada konseli bahwa Konselor memiliki keyakinan yang besar akan kemampuan konseli dalam mengubah diri mereka sendiri dan mengatakan bahwa Konselor mempunyai cara untuk membantu mereka melakukannya. − Proses penyembuhan berfokus pada pengalaman konselit di masa kini. " Apa masalah yang mengganggu diri Anda?". bereksperimen. dan mengidentifikasi strategi pengatasan masalah potensial yang berkelanjutan. konseli dapat belajar untuk mengendalikan emosi mereka dan menjadi sadar akan pikiran-pikiran yang mendasari masalah mereka serta belajar alternatif untuk mengubah pikiran mereka yang irasional. tahap emotif.Peran Konseli − Peran konseli adalah sebagai pebelajar dan pelaksana tindakan. mengulas kemajuanya sendiri. yaitu tahap kognitif. Tahap Emotif. Hal ini sering dilakukan dengan meminta konseli untuk menuliskan pikiran-pemikiran yang mengganggu mereka. Selama tahap awal. Fase emotif ditujukan untuk membantu konseli menyadari pikiran-pikiran mereka. Hubungan Konselor dan Konseli − Hubungan ditandai dengan menerima semua konseli dan mengajari mereka untuk tanpa syarat menenima orang lain dan diri mereka sendiri. menyelesaikan pekerjaan rumah untuk memecahkan masalah untuk mencapai perubahan emosi. membuat rencana.

dan mempertentangkan keyakinan-keyakinan tersebut. dan tingkah laku konseli. − Assessment of feeling and activating event − Empathic reflection of feelings by counselor − Assessment of the ABC relationship − Assessment of behavioral consequence − Assessment of cognition − Counselor summarizes ABC assessment data − Counselor guides client toward solving problem (Disputing-Effect-New feeling) Dalam setiap tahapan di atas dapat digunakan berbagai teknik yang akaj diuraikan pada bagian berikut. . Teknik-Teknik Konseling REB Teknik Kognitif 1) Mempersoalkan keyakinan tidak rasional dan mengajari konseli cara mengatasi tantangan ketidakrasionalanya sampai ia mampu menghilangkan dan melunturnya kata “harus” dalam dirinya. Konseli membuat daftar masalah mereka. 3) Mengubah bahasa “harus” dan “sebaiknya” untuk meminimalisir kesalahan diri. perasaan. Dengan cara yang perlahan-lahan dan yang dibagi ke dalam beberapa sesi. . konseli belajar mengatasi kecemasan dan mempertanyakan pemikiran tidak rasionalnya yang mendasar. Mereka diminta untuk belajar membuat diri sendiri bahagia dan tidak terpengaruh oleh gangguan-gangguan. Selama tahap akhir. walaupun saya bisa bertahan?” 2) Mengerjakan pekerjaan rumah. “Jika saya tidak mendapatkan pekerjaan seperti yang saya inginkan. Pertanyaan yang perlu dipelajari konseli misalnya.. Mereka juga mendengar dan mengevaluasi rekaman sesi konseling mereka sendiri. Misalnya mengubah dari mengatakan “akan sangat kacau bila. 4) Humor.Tahap Behavioristik..” . akan sangat mengecewakan. . mereka juga mulai merasakan perbedaannya. Semua itu dilakukan untuk merevisi pemikiran. Dalam pembahasan lain. “ Mengapa orang harus memperlakukan saya secara adil”? Atau pernyataan. Pergantian itu akan membawa konseli kepada penerapan pernyataan diri yang baru. tahap-tahap konseling REBT terbagi menjadi …. mencari keyakinan absolutisme mereka. yang membantu mereka berpikir dan bertindak secara berbeda. konseli dilatih untuk melakukan verbalisasi kognisi alternatif dan untuk mengubah perilaku mereka. Gangguan emosi sering disebakan oleh karena terlalu seriusnya seseorang menganggap sesuatu sehingga kehilangan perspektif humor 123 .“ menjadi mengatakan “akan kurang baik kiranya. Sebagai konsekuensinya.

permainan peran emotif rasional. Misalnya. dan kemudian mengubahnya menjadi perasaan negatif yang sehat. Konseli dihadapkan dengan kondisi sosial yang direkayasa. imajinasi emotif rasional. 2) Bermain peran. yang secara nyata membebani mereka. Konseli membayangkan diri mereka berpikir. Terkadang konseli akan melakukan permainan peran terbalik dengan filosofi penyalahan diri yang dipegang kuat. 4) Menggunakan kekuatan dan energi . Humor menunjukkan absurditas beberapa gagasan yang dihadapi konseli. Juga bisa dilakukan dengan ceritera-ceritera lucu dalam buku atau film. dan bertingkahlaku pensis seperti cara berpikir. Kepada konseli juga ditunjukkan cara bagaimana melakukan dialog memaksa diri mereka sendiri di mana mereka bisa mengekspresikan keyakinan tidak rasional dan kemudian dengan kekuatan penuh mempertanyakannya. membantu konseli mengubah sejumlah pemikiran. Teknik Emotif Dengan menggunakan beragam prosedur emotif yang penuh penerimaan tanpa syarat. Latihan ini ditujukan untuk meningkatkan penerimaan diri dan tanggung-jawab serta membantu konseli memandang bahwa sebagian besar perasaan mereka tentang rasa malu berhubungan dengan cara mereka mengenali kenyataan. Teknik ini merupakan bentuk praktek mental yang dirancang untuk menciptakan pola emosi baru. dan tingkah laku mereka. 3) Latihan menanggulangi rasa malu. Kepada mereka ditunjukkan bagaimana cara membayangkan salah satu hal terburuk yang mungkin terjadi pada mereka. Caranya dengan menugaskan konseli melakukan tindakan yang ditakuti karena memikirkan perasaan orang terhadap apa yang dilakukannya. humor bisa dilakukan dengan menyanyikan lagu humor. dan latihan mencegah rasa malu dan pemberian tugas yang selektif. konseli diminta untuk melawannya dengan berbagai daya 124 . merasakan. dan bertingkahlaku yang mereka kehendaki dalam kehidupan nyata. Hal itu dilakukan beberapa minggu supaya mencapai titik di mana konseli tidak lagi akan merasa marah apabila terjadi peristiwa negatif. 1) Perbandingan emotif rasional. pemodelan. dan humon bisa sangat berharga untuk membantu konseli lebih santai dan tidak menganggap masalahnya terlalu serius. Latihan terus dilakukan sampai konseli menyadari bahwa tidak ada gunanya menggubris reaksi atau pemikiran orang lain yang akan menghambatnya untuk melakukan sesuatu yang dikehendaki. emosi. konseli diminita untuk menyanyikannya di saat mereka merasa tertekan dan cemas.terhadap peristiwa hidup. Konseli bisa melatih beberapa tingkah laku yang diperlukan dalam situasi tertentu. Selanjutnya. merasakan. Konseli disarankan untuk menggunakan kekuatan dan energi sebagai satu cara untuk membantu berpindah dan berwawasan intelektual menjadi berwawasan emosional. bagaimana merasakan perasaan tersebut secara intensif.

konseli lebih tertantang. desensitisasi sistematis. Konselor akan menemukan bahwa dengan memusatkan pada solusi ketimbang problem dalam setiap sesi. karena dengan memusatkan pada kesuksesan. seraya membangun lingkungan belajar yang berpusat pada siswa. Desakan dan kekuatan merupakan bagian dasar latihan pencegahan rasa malu. Masalah-masalah yang sering terjadi di sekolah: siswa tidak selalu siap belajar. banyak anak yang melakukan kekerasan. Digunakan dengan berbagai macam masalah. Iklim sekolah membikin stres. aktivitas geng. dan kesuksesan sebagai kunci keberhasilan pendidikan di sekolah. misalnya konseli yang takut naik elevator mungkin akan bisa mengurangi rasa ketakutannya melalui teknik flooding dengan cara naik turun elevator 20 sampai 30 kali sehari. Resistensi akan dapat dikurangi karena secara sadar ia ingin terlibat terus dalam proses konseling. Model ini menggunakan pendekatan sistematis dengan tahapan yang lebih ditentukan oleh konseli. dan perilaku menyimpang lain di lingkungan sekolah. Demikianpun tuntutan dan tekanan dari berbagai fihak. Menghadapi hal di muka. kekuatan daripada kelemahan memberi insentif bagi usaha-usaha yang berhasil ke depan. sekolah dapat menempatkan solusi. terutama pemerintah akan perolehan prestasi siswa yang terukur dengan standar tinggi harus dicapai. sementara kepala sekolah menuntut keadaan “zero” kekerasan di sekolahnya. guru tidak selalu suka menghadapi anak yang underachieving dan atau anak-anak yang berperilaku menyimpang. Dengan memusatkan pada kelebihan. kekuatan. 125 . Teori Konseling Postmodern: SFBT a) Konsep Kunci Oleh karena memusatkan pada keberhasilan daripada kegagalan konseli. dan pemodelan.upaya untuk meninggalkan gagasan disfungsional tersebut. untuk meningkatkan prestasi akademik semua siswa. 2) Memberikan tugas yang dilaksanakan secara sistematis dan dicatat serta dianalisis dalam sebuah format isian. Proses membuat konseli terlibat aktif dan sekaligus menerima tangungjawab akan tingkahlakunya. Tehnik Behavior 1) Dalam teknik ini Konselor menggunakan prosedur behavioral: pengkondisian. prinsip manajemen diri. teknik relaksasi. membuat Solution-Focused Brief Therapy (SFBT) lebih cepat berhasil ketimbang konseling lainnya. ketimbang ngurusi masalah. 3) Konseli dipacu untuk menyembuhkan diri secara perlahan. dan hampir selalu berhasil. Teknik-tekni tersebut diharspkan telah menjadi pengetahuan siap pada diri konselor dalam bimtek ini. Konseli akan menjadi diberdayakan bila sejak awal dikenali kemampuan-kemampuannya. akan berdampak lebih positif.

de Shazer. Keterampilan percakapan ( conversational skills) diperlukan untuk mendorong konseli membuat solusi. 1994. dalam Corey. dan fihak lain yang terkait dengan pendidikan anak. Konselor bersama pendidik lain. SFBT membantu konseli membuat visi masa depan ketimbang ngurusi problem untuk dipecahkan. suatu pendekatan yang berasal dari the Family Therapy Center di Milwaukee. Berbeda dari intervensi membangun keterampilan dan perilaku oleh model konseling sebelumnya. Berg & Miller.2008. Diakui bahwa perubahan-perubahan skala kecil akan menghantarkan ke perubahan yang besar. berbeda dari konseling tradisional dimana keterampilan tersebut untuk mendiagnosis dan mentreatment. 1996. Fokusnya pada keinginan konseli mendatang ketimbang problem masa lalu atau konflik-konfliknya saat ini. pikiran. maka ia konsisten dengan ciri-ciri intervensi yang menekankan keberhasilan di sekolah. DeShazer et al. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa SFBT tepat untuk meningkatkan self-esteem dan sikap-sikap positif anak. 2001. dan sumber daya ( sources) yang ada untuk mengkonstrusi jalan tol khusus bagi konseli untuk menjadikan visinya menjadi sebuah kenyataan. 1998. orangtua. konfrontasi. Insoo Kim Berg (Berg. dan edukasi pada konseli. dan interaksi yang diinginkan saat ini. Dolan et al. SFBT didasarkan pada orientasi membangun solusi ketimbang memecah-kan masalah. Konseling tradisional fokusnya untuk mengeksplorasi perasaan. Littrell. Konselor membantu konseli untuk menemukan alternatif pola perilaku. 1988. Moore. Sebaliknya. Proses dan Teknik SFBT 126 . & Vanderwood. termasuk perilaku agresif siswa. perlu mengutamakan solusi yang harus selalu siap diterjadikan di sekolahnya. 1992). SFBT. Geil. 1995. De Jong & Berg. Dilanjutkan dengan mengeksplorasi dan mengatur hubungan pengecualian ( exceptions).. Tidak ada masalah yang terjadi sepanjang waktu. Wisconsin (Steve DeShazer (DeShazer. Konseli didorong untuk meningkatkan frekuensi perilaku-perilaku yang bermanfaat saat ini. Biever. kekuatan-kekuatan. & Duncan. 1985. dan interaksi keduanya. model SFBT ini beranggapan bahwa tingkahlaku solusi telah ada dalam diri konseli. Hubble. 1986). & Scamardo. 1992) serta koleganya (seperti Miller. Oleh karena SFBT menekankan pendekatan konstrusi sosial dan mendorong keterlibatan guru. Studi efektivitas SFBT lebih jauh di sekolah telah dilakukan banyak peneliti (Franklin. 2006. Walter & Peller. Malia. 1994. 1996. 1996. Berg & DeJong. Ada pengecualian (exceptions) – yakni waktu-waktu dimana masalah telah terjadi tetapi tidak diapa-apakan– yang dapat digunakan oleh Konselor untuk mengkonstruk solusi. 1991.. memberikan interpretasi. Clemons. pikiran. LaFountain & Gardner.Untuk itu. telah menerapkan secara berhasil untuk mengubah perilaku anak dan remaja. 2009 ).

Kita juga tahu bahwa konseli adalah ahli dalam kehidupan mereka sendiri dan seringkali memiliki pemahaman yang baik tentang apa yang dikerjakan dan tidak dikerjakan yang lalu serta mungkin yang dikerjakan mendatang. Menciptakan hubungan kolaboratif 127 . dengan tekanan khusus pada apa yang mereka perbuat saat kejadian ini terjadi. Konseli diberi kesempatan untuk mendeskripsikan masalahnya sendiri. dorong konseli untuk mencoba dengan berbagai cara yang berbeda. Pada akhir setiap percakapan pembuatan solusi. Konseli ditanya tentang kebutuhan apa yang mereka inginkan sebelum melihat problem yang hendak dipecahkan dan juga apa yang mereka inginkan mendatang. Alih-alih mendiagnosis. dalam Corey (2009) mendefinisikan empat aspek SFBT.Bertolino and O’Hanlon. konselor melihat apa yang konseli lakukan dan mendorong mereka untuk melanjutkan dalam arah yang benar. Konselor dan konseli bekerja bareng untuk mengembangkan tujuan yang paling mungkin dapat dicapai. Konselor bersama konseli mengevaluasi kemajuan dalam menemukan solusi yang memuaskan dengan menggunakan ratings scale. Kita yakin bahwa setiap diri konseli dapat membangun solusi sendiri atas masalah yang dihadapinya tanpa mengungkit-ungkit masalahnya. pendekatan problem solving merupakan kunci SFBT dan secara berurutan dapat ditempuh melalui tahap-tahap sebagai berikut: 1. yaitu (1) menemukan apa yang konseli inginkan ketimbang mencari apa yang mereka tidak inginkan. “Apa yang akan menjadi berbeda dalam kehidupan Anda. dalam Corey (2009) menekankan pentingnya menciptakan hubungan terapeutik kolaboratif yang sangat diperlukan dalam konseling yang berhasil. jika masalah Anda diselesaikan? ” 3. 5. (3) jika konseli tidak melakukan apa yang ingin dilakukan. Konselor diharapkan ahli dalam menciptakan lingkungan untuk terjadinya perubahan. Konselor mendengarkan dengan penuh perhatian ketika konseli menjawab pertanyaan “Bagaimana saya akan dapat berguna bagimu? ” 2. 1. Konseli dibantu dalam mengeksplorasi pengecualian-pengecualian ini. memberi penguatan. Oleh karena itu. (4) pelihara konseling ringkas ini dengan selalu memperhatikan sesi-sesi konseling. dan merangsang apa yang mungkin konseli amati atau lakukan sebelum sesi pertemuan selanjutnya untuk memecahkan masalah mereka . konselor menawarkan kepada konseli balikan ringkas. (2) tidak melihat patologi atau gangguan dan tidak mencoba untuk mereduksi konseli dengan label diagnostik. Dalam sebuah ringkasan. tahap-tahap konseling SFBT secara berurut dikemuka-kan sebagai berikut. Konselor bertanya kepada konseli tentang jika saat ini masalah-masalah Anda tidak muncul atau jika masalah Anda kurang berpengaruh. 4. Walter and Peller.

McKeel. Mintalah konseli untuk mempertimbang-kan bahwa keajaiban akan membuka berbagai kemungkinan masa depan. tetapi juga menyediakan peluang sebagai sumber daya yang membangkitkan. dan memperkuat apa yang konseli telah siap lakukan untuk membuat perubahan-perubahan positif. 3. Ada waktu-waktu yang disebut exceptions. Pertanyaan Ajaib (Miracle) Tujuan konseling dikembangkan dengan menggunakan pertanyaan ajaib. melibatkan kekuatan. Semua teknik yang dibahas disini harus diimplementasikan atas dasar hubungan kerja kolaboratif. Yang penting bahwa konselor harus benar-benar yakin bahwa konseli mereka adalah ahli dalam hidup mereka sendiri. 2. Weiner-Davis. dan apa yang akan menjadi berbeda? " Konseli kemudian didorong untuk memberlakukan "apa yang akan menjadi berbeda" meskipun masalah tetap dirasakan. Namun demikian. de Shazer. 2009). jika prosedur ini dilakukan secara rutin tanpa pengembangan kerja bersama-sama.Konselor dapat memilih dari sejumlah intervensi ketika membantu konseli dalam mencari dan menemukan solusi serta membuat hidup lebih berbahagia. 1996. Melalui membantu konseli mengidentifikasi dan mengukur exceptions ini akan muncul kesempatan bagi konseli untuk bekerja kearah solusi. Konseli disarankan untuk membiarkan diri mereka untuk bermimpi sebagai cara untuk mengidentifikasi jenis 128 . membangkitkan. & Gingerich. 1987. Pertanyaan Pengecualian (Exceptions) SFBT didasarkan pada pandangan bahwa ada waktu-waktu dalam kehidupan konseli dimana masalah-masalah diidentifikasi bukan problematik. dalam Corey. artinya kita cenderung untuk mendorong konseli untuk kurang mengandalkan konselor mereka melainkan lebih mengandalkan pada sumber daya mereka sendiri untuk menyelesaikan pencapaian tujuan konseling mereka (de Shazer & Dolan. Konselor mengajukan pertanyaan-pertanyaan exceptions langsung kepada konseli jika masalah tampak tidak ada. Konselor bertanya. yang merupakan teknik utama SFBT. 2007. bagaimana Anda tahu itu terpecahkan. 4. Exceptions merupakan pengalaman masa lalu dalam kehidupan konseli dimana ia menjadi alasan kuat adanya masalah. dan memposisikan kemungkinan solusi. atau jika masalah tidak berat. Eksplorasi ini mengingatkan konseli bahwa masalah tidak semuanya kuat dan tidak akan ada selamanya. "Jika keajaiban terjadi dan masalah Anda terpecahkan dalam semalam. tidak akan tercapai hasil yang efektif. Perubahan ini tidak dapat dikaitkan dengan proses konseling itu sendiri. konselor dapat menjabarkan. Perubahan dalam Prakonseling Pada pertemuan awal konseling umumnya konselor bertanya: “ Apa yang telah Anda lakukan yang telah membuat perbedaan dalam masalah Anda?” Dengan bertanya tentang perubahan-perubahan tersebut.

dia sudah membaik. konseli diminta menceriterakan apa yang mereka amati dan apa yang mereka ingin memiliki di masa depan. seorang wanita melaporkan perasaan panik atau kecemasannya. kehidupan. sehingga Anda dapat menjelaskan kepada saya waktu berikutnya. Pada sesi kedua. apa yang terjadi dalam diri Anda (termasuk di dalamnya keluarga. Jenis penugasan memungkinkan konseli berharap bahwa perubahan tidak bisa dihindari. Adalah penting bahwa memuji tidak dilakukan dengan cara rutin atau mekanistis. suasana hati. bagaimana anda menilai kecemasan Anda saat ini?" Jika konseli hanya menjauh dari nol ke satu. Balikan Konselor Terhadap Konseli Umumnya konselor SFBT mengambil istirahat 5 sampai 10 menit menjelang akhir setiap sesi untuk menulis pesan ringkasan untuk konseli. Ada tiga bagian dasar struktur umpan balik yaitu pujian. hubungan. Selama istirahat konselor merumuskan umpan balik yang akan diberikan kepada konseli setelah istirahat. dll) yang ingin terus terjadi”. jembatan. 5.perubahan yang paling mereka ingin lihat. Sebagai contoh. saya ingin Anda untuk melakukan pengamatan. tapi kapan itu akan terjadi. Konselor mengatakan: "Antara sekarang dan waktu berikutnya kita bertemu. Pertanyaan Penskalaan (Scaling Question) Konselor juga menggunakan pertanyaan scaling ketika perubahan pengalaman manusia tidak mudah diamati. Tidak masalah jika perubahan akan terjadi. tetapi dengan cara yang menggembirakan yang menciptakan harapan dan menyampaikan harapan kepada konseli bahwa mereka dapat 129 . atau komunikasi. 6. 7. Pujian diberikan kepada apa yang sudah konseli lakukan yang mengarah pada solusi yang efektif. Intervensi ini cenderung meningkatkan optimisme konseli. dan tugas sugesti. Bagaimana dia melakukannya? Apa yang dia lakukan untuk memindahkan ke skala lain sampai skala 10? Pertanyaan Scaling memungkinkan konseli untuk memperhatikan lebih dekat terhadap apa yang mereka lakukan dan bagaimana mereka dapat mengambil langkah-langkah yang akan mengarah pada perubahan yang mereka inginkan. seperti perasaan. Formula Tugas Sesi Pertama Formula tugas sesi pertama adalah suatu bentuk pekerjaan rumah yang diberikan kepada konseli dari sesi pertama ke sesi kedua. Intervensi ini menggeser penekanan dari masalah masa lalu dan saat ini menuju kehidupan yang lebih memuaskan di masa depan. Hal yang penting bahwa konseli merasa dimengerti sebelum mereka diarahkan untuk membuat perubahan. mungkin konselor bisa bertanya: "Pada skala 0 sampai 10 dimana nol adalah bagaimana perasaanmu ketika pertama kali datang ke konseling dan 10 adalah bagaimana perasaan Anda sehari setelah keajaiban terjadi dan masalah Anda hilang. Pertanyaan ini memiliki fokus masa depan dimana konseli dapat mulai mempertimbangkan kehidupan yang berbeda yang tidak didominasi oleh masalah tertentu.

Terminasi Jika konseli telah mampu mengkonstruk solusi. Oleh karena praktik Bimbingan dan Konseling di sekolah menghadapi banyak siswa dengan berbagai kemungkinan permasalahannya yang bisa jadi mirip. konselor dapat membantu konseli untuk memonitor kemajuan mereka sehingga konseli dapat menentukan kapan mereka tidak membutuhkan lagi datang ke konselor. Tugas perilaku mengharuskan konseli benar-benar melakukan sesuatu dan konselor percaya bahwa apa yang dilakukan akan berguna untuk mereka dalam membangun solusi. Tugas observasional meminta konseli untuk memperhatikan beberapa aspek kehidupan mereka. Aspek ketiga dari umpan balik berupa tugas sugesti kepada konseli. ada berbagai 130 . jembatan yang menghubungkan pujian awal dengan tugas sugesti yang akan diberikan. Konseli dapat meminta sesi tambahan setiap kali mereka merasa perlu untuk mendapatkan kehidupan mereka kembali ke jalur yang benar atau untuk memperbarui kisah mereka. Sebelum mengakhiri konseling. hal lain apa yang akan Anda lakukan?” Dengan menggunakan pertanyaan penskalaan ( Scaling questions). sangat mungkin bahwa konseli akan mengalami masalah perkembangan lain di lain waktu. misalnya “Kebutuhan-kebutuhan apakah yang berbeda dalam kehidupan Anda sebagai hasil dari pertemuan kita?”. Jembatan ini memberikan alasan atas saran/sugesti yang diberikan. Dalam konteks sekolah. maka konseling kelompok dipandang efektif. merasa. yang dapat dianggap sebagai pekerjaan rumah. Karena model konseling adalah singkat. 8. Konseli juga dapat dibantu untuk mengidentifikasi rintangan atau hambatan yang dirasakan yang bisa menghalangi dalam mempertahankan perubahan yang telah mereka buat. c. Pentingnya Konseling Kelompok Ada banyak catatan mengapa konseling kelompok penting. maka konselor dapat mengakhiri konseling. Hal yang terpenting dalam akhir konseling adalah konselor membantu konseli untuk mengidentifikasi halhal yang bisa dilakukan untuk melanjutkan perubahan-perubahan mendatang. KONSELING KELOMPOK 1. “Jika masalah terselesaikan. Proses pemantauan diri membantu konseli perhatikan perbedaan yang lebih baik.mencapai tujuan mereka dengan menggambarkan kekuatan dan keberhasilannya. Umpan balik konselor kepada konseli membahas apa yang harus konseli lakukan secara berbeda untuk meningkatkan kemungkinan pencapaian tujuan mereka. Kedua. Dalam kaitan ini seringkali terkait dengan pertanyaan konselor yang berbunyi. terutama apa yang berbeda tentang cara mereka berpikir. atau berperilaku. konselor membantu konseli dalam mengidentifikasi hal-hal yang dapat mereka lakukan untuk melanjutkan perubahan yang mereka telah buat ke masa depan.

berpusat solusi. Walaupun bisa diberitahukan lewat tertulis. 3) Hal-hal praktis dalam formasi kelompok Ada beberapa hal praktis yang harus diperhartikan dalam membentuk kelompok. Kebutuhan dan tujuan anggota merupakan aspek utama. problem. orientasi dan eksplorasi. serta tahap transisi. dan karier siswa dapat dibantu dan saling membantu di antara siswa. 2) Screening dan seleksi anggota kelompok Ada stadar etika yang harus diperhatikan dalam memilih anggota. Misalnya datang langsung ke kelas menyampaikan kegiatan konseling kelompok ini dan diberitahukan prosedurnya. Konselor (pimpinan kelompok) harus mendorong anggota terlibat dalam mengambil keputusan bahwa ia tepat berpartisipasi dalam kelompok. isu anak laki-laki. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. Proses Awal Perkembangan Kelompok Dalam konseling kelompok. Kebanyakan kelompok jangka pendek. 2. Konseling kelompok juga bermatra preventif disamping utamanya kuratif.kesamaan misalnya dalam hal usia. Pada proses awal ada tiga tahap yang dilakukan yaitu membentuk kelompok. Kelompok terbuka atau tertutup ditentukan 131 . Konselor bisa menjadi integratif dalam menerapkan teori-teori konseling. Pendekatan kelompok memiliki keuntungan khusus dalam konseling di sekolah. − Kelompok terbuka vs Kelompok tertutup . Sebaliknya. pribadi sosial. Konselor harus bertanya pada diri sendiri: “Bagaimana saya bisa memutuskan siapa yang paling mungkin memperoleh manfaat dari kelompok yang saya rencanakan?” “Siapa yang mungkin terganggu oleh partisipasi kelompok atau menjadi pengaruh negatif untuk anggota lainnya?” Screening harus proses dua-arah. dan banyak lainnya yang mendorong perlunya dibantu secara efisien. Bentuk-bentuk kelompok tersebut antara lain. misalnya kecemasan menghadapi ujian. isu-isu anak perempuan. latar kehidupan. secara garis besar ada dua tahap utama yaitu proses awal perkembangan kelompok dan proses lanjut perkembangan kelompok. a) Tahap 1: Isu-Isu Prakelompok—Membentuk Kelompok 1) Memberitahukan kelompok dan rekrutmen anggota kelompok Bagaimana kelompok diperkenalkan akan mempengaruhi diterima/ tidaknya oleh anggota-anggota potensial dan orang-orang yang diduga cocok mengikuti kegiatan kelompok. Masalah-masalah terkait perkembangan pendidikan. dan banyak isuisu yang mirip dialami oleh siswa-siswa. tapi ketemu langsung dengan populasi sangat penting. Calon anggota harus memperoleh kesempatan interviu pribadi untuk mengajukan pertanyaan apakah kelompok benar-benar bermanfaat baginya.

Besarnya kelompok bergantung pada beberapa faktor. karena senyatanya masih banyak ditengarai siswa enggan memanfaatkan pelayanan konseling. Kebijakan berapa lama tentu saja bergantung keperluan lembaga dan konseli. Di lembaga sekolah keanggotaan tidak sukarela ini perlu digarap. tujuan. − Keanggotaan sukarela vs tidak sukarela . Biasanya dilakukan seminggu sekali. Seting yang jelek dapat membikin suasana yang negatif yang berpengaruh pada kohesivitas kelompok. − Tempat pertemuan. Seberapa sering kelompok ketemu dan seberapa lama setiap pertemuan? Ini bergantung tipe kelompok juga pengalaman pemimpin kelompok. Semua usaha harus membuat suasana aman. Setting pertemuan merupakan aspek lain yang harus diperhatikan. Ada manfaat dari perbedaan yang ada untuk saling membantu. − Frekuensi dan lamanya pertemuan. Namun pada umumnya yang efektif bergerak antara 4 – 8 orang.oleh populasi dan setting-nya. misalnya usia. Namun diakui juga kelompok heterogin juga membawa manfaat. terutama homogin dalam usia. karena permasalahan mereka relatif serupa. Hal privacy harus diperhatikan. Bahwa partisipasi anggota merupakan 132 . lembaga. − Kelompok homogin vs heterogin. − Kelompok jangka pendek vs jangka panjang . populasi. dan tipe problem yang dieksplor. Apakah jangka pendek atau panjang bergantung pada tipe kelompok. sebagai dasar dari proses kelompok. Diakui bahwa kelompok homogin lebih membawa manfaat. Adalah bijak jika terminasi kelompok merupakan hasil komitmen. apakah tanggungjawab pimpinan agar anggota memperoleh keuntungan optimal dari kegiatan kelompok? − Persiapan harus mengeksplorasi harapan. tempat yang memungkinkan terjadinya interaksi face to face. Apakah anggota kelompok hanya yang sukarela saja atau boleh juga yang tidak sukarela? Dalam banyak pengalaman. − Besar kelompok. Resiko psikologis bagi anggota harus diminimalisir. ketakutan-ketakutan. Tapi untuk konseli anak dan remaja lebih baik sering tetapi waktunya lebih pendek. tipe kelompok. pengalaman Konselor. miskonsepsi anggota. Masing-masing punya kelebihan tergantung pada isu-isu yang digarap. 4) Pedoman orientasi dan penyiapan anggota Pertemuan kelompok yang pertama kali dimanfaatkan untuk orientasi proses kelompok. banyak anggota yang tidak sukarelapun memperoleh manfaat dari konseling kelompok yang diikutinya. − Setelah kelompok terbangun.

Anggota diminta menuliskan jurnal reaksi-reaksi mereka setiap sesi. Ringkasan isu prakelompok. − Melakukan interviu awal − Mengambil keputusan dalam memilih anggota − Mengorganisasi detail praktis untuk keberhasilan kelompok − Minta ijin orangttua (jika perlu) − Menyiapkan secara psikologis akan tugas kepemimpinan − Mengatur sesi awal untuk membuat aturan. dapat disebutkan sebagai berikut. − Anggota dapat memperoleh keuntungan melalui menyiapkan diri berpikir apa yang ingin dialami selama kelompok. − Mengidentifikasi tujuan umum dan sasaran khusus kelompok − Mengembangkan proposal tertulis wecara jelas mengenai formasi kelompok − Memberitahu kelompok dg cara memberi informasi tepat bagi partisipan. Anggota biasa bertanya-tanya: saya akan di dalam atau keluar dari kelompok ini? Sebewrapa banyak saya akan terbuka akan diri sendiri? Seberapa banyak aku ingin ambil resiko? seberapa aman untuk mengambil risiko? saya bisakah benarbenar percaya orang-orang ini?Seberapa lama aku bisa bertahan? Akankah aku ditolak atau diterima? 133 . Orientasi dan eksplorasi yang terdiri atas peristiwa 1) menentukan struktur kelompok. menyadari bahwa kelompok ini merupakan tempat yang pas bagi realisasi pengharapan-pengharapannya. Dalam hal inklusi dan identifikasi dimaksudkan untuk menemukan identitas dalam kelompok dan menentukan sejauh mana seseorang akan menjadi anggota kelompok yang aktif adalah tugas utama tahap awal.investasi kerja kelompok. membuat prediksi keberhasilan anggota. Setiap anggota diharapkan belajar fungsi kelompok. b) Tahap 2: Tahap Awal –Orientasi dan Eksplorasi Karakteristik pada tahap awal ini sebagai berikut. − Anggota perlu menentukan kapan kelompok tepat bagi dirinya. − Anggota harus memiliki pengetahuan memadai tentang hakekat kelompok dan dampaknya bagi dirinya. dan 3) mengeksplorasi pengharapan anggota. Tugas utama dalam tahap inisiasi ini terdiri atas dua hal yaitu inkluasi dan identifikasi serta membangun trust. 2) berkenalan. Dorong anggota memikirkan sebelumnya tentang isu-isu pribadi yang ingin dieksplorasi. Anggota diminta untuk memanfaatkan kelompok untuk mencoba tingkahlaku baru.

inklusi. 3. Cara mempertahankan trust: 1) Ada kecendeungan anggota untuk cepat2 melompat ke saran. hadir secara psikologis dan terbuka? 2) Pemimpin yang sukses dalam mempertahankan trust tergantung pada seberapa baik ia mempersiapkan kelompok. “ Saya tidak sendirian dalam kesakitan saya dan dengan problem saya ”. hindari mengkategorikan orang atas tipe masalah. juga ada tiga tahapan yaitu tahapan inti untuk pembentukan kohesivitas dan produktivitas. konsolidasi dan terminasi. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. tantangan konstruktuf tak akan terjadi.Trust harus dibangun untuk keberlangsungan kelompok. Kohesi sebagai kekuatan pemersatu…. Peranan pimpinan kelompkm selama tahap inisiasi: 1) Modeling. Perlu perubahan prosedur agar anggota terbebas dari perasaan negatif. penuh pribadi. kelompok akan berjalan di bawah hambatan perasaan tersembunyi. eksplorasi diri kecil. Tanpa trust…interaksi akan di permukaan saja. cenderung mengarah ke kurang serius. Tahapmini penting. Apakah pimpinan hadir antusias. 3) Trust tudak hanya bergantung sikap dan perilak pemimpin tetap juga anggota. Ini jangan cepat dituruti. dan structuring. a) Tahap 4: Tahap Inti –Pembentukan Kohesivitas dan Produktivitas 1) Perkembangan Kohesi Kelompok Hakekat kohesi kelompok adalah sense of belonging. c) Tahap 3: Tahap Transisi –Mengatasi Resistensi Pada tahap transisi dapat digambarkan anggota kelompok dalam keadaan − Cemas (anxiety) − Konflik dan berjuang untuk mengontrol konflik − Tantangan bagi pimpinan kelompok − Resistensi Mengatasi reaksi diri terhadap resistensi anggota. dan 2) Perasaan negatif anggota ke anggota lain dan pemimpin bisa tidak efektif. 2) Karakteristik Kerja Kelompom Yang Efektif 134 . Proses Lanjut Perkembangan Kelompok Pada proses lanjut. 3) Mengatur tanggung jawab. namun bisa menghambat perkembangan kelompok bila tidak didorong maju ke depan. serta evaluasi dan tindak lanjut. Biasanya kalau kohesivitas terbangun. 2) Membantu mengidentifikasi tujuan. Cara membangun trust: 1) Tingkahlaku pimpinan dapat berpengaruh pada iklim kelompok. dan solidaritas. pimpinan harus memperhatikan bahwa pribadi Konselor dapat mempengaruhi tingkahlaku masalah. kalau tidak dijaga.

ada kesempatan melakukan restrukturisasi kognitif. ada kesempatan katarsis. c) Tahap 6: Isu-Isu Pasca Kelompok –Evaluasi dan Tindak Lanjut 1) Mengevaluasi Proses dan Hasil Kelompok Evaluasi sebagai aspek dasar yang menguntungkan bagi anggota dan pimpinan kelompok. Mengukur efek kelompok melalui memberi kesempatan setiap anggota untuk menyampaikan lesson learn-nya atau pengalamannya selama mengikuti kegiatan konseling kelompok. dibutuhkan sejumlah syarat. melengkapi tugas-tugas yang belum dapat diselesaikan dalam kelompok (melengkapi unfinished business-nya). Pada tahap ini minta anggota menuliskan pengalaman kelompom mereka. 2) Tindak Lanjut Sesi Kelompok 135 .Ada produktivitas kerja yang efektif. − Siap identifikasi tujuan − Berkeinginan melakukan di luar kelompok dg tingkahlaku yang telah berubah − Merasa “in” dalam kelompok − Terus mengukur tingkat kepuasannya dalam kelompok. Evaluasi gunanya untuk melihat efektivitas kelompok. empati dan perhatian. intim. Sehingga dapat dikatakan bahwa anggota mengalami perubahan perasaan …di awal takut…di tengah dapat dukungan…di akhir sendiri lagi menghadapi rasa takutnya. ada konfrontasi dan balikan. komitmen terhadap perubahan. Anggota benar-benar menjadi kelompok dan telah mengembangkan keterampilan relasi antar anggota. Pada saat ini semua anggota memberi dan menerima balikan. kurang bergantung kepada pemimpin kelompok. penuh harapan. 3) Faktor-faktor Terapeutik Kelompok Agar kelompok efektif sebagai kelompok untuk penyembuhan. Minta anggota menjawab pertanyaan singkat… (Adakah kelompok berpengaruh negatif? Apa kelompok mempengaruhi anda dalam berhubungan dengan orang lain? Perubahan apakah yang anda dapatkan? ). b) Tahap 5: Tahap Akhir –Konsolidasi dan Terminasi Cara efektif mengakhiri kelompok adalah mengurusi perasaan anggota kelompok. antara lain saling percaya dan menerima. ada kesempatan membuka diri. ada kebebasan untuk bereksperimen. Cirinya: − Fokus pada isu disini dan sekarang.

berfokus pada kondisi konseli saat ini. Wawancara individual sekitar 20 menitan dapat digunakan untuk membantu anggota membicarakan hal yang tak terungkap dalam kelompok. Sebagai pengalaman belajar. mengambil sampel dari perilaku konseli untuk memberikan informasi tentang bagaimana tindakan konseli seharusnya dalam berbagai situasi. dalam bimtek ini akan dipelajari penerapan konseling kelompok behavioristik dan konseling kelompok realitas. dan emosi yang telah dipelajari dapat dimodifikasi melalui proses belajar. Anggota dapat mendiskusikan usaha nyata setelah ddi kehidupan nyata. Tujuan Konseling Menentukan arah gerakan terapeutik. Konseling kelompok behavioral memiliki karakteristik yang unik yang membedakan dengan pendekatan lain. dan 4) Secara objektif dilakukan evaluasi hasil konseling. kognisi. tapi juga anggota untuk memberi gambaran realistik atas pengaruh kelompok kepadanya dan teman-temannya. Pendekatan Teoritik Konseling Kelompok a) Pendekatan Behavioristik Asumsi − Bahwa sebagian besar masalah perilaku. 2) Mengkaji tujuan konseling dengan tepat. − Perilaku konseli bermasalah bukan hanya gejala masalah. lebih fokus pada perilaku konseli. 136 . 3) Sesi Tindak Lanjut Individual Jika mungkin. Jika prates dilakukan di akhir juga bisa dilakukan pascates untuk mengukur sikap. dan penyesuaian pribadinya. Keputusan tujuan pribadi tetap dari anggota kelompok itu sendiri.Adalah bijak di sesi akhir untuk memberi kesempatan anggota mendiskusikan pengalaman-pengalamannya. Semua sesi kelompok di atas akan terejawantahkan dalam semua pendekatan konseling. Asesmen perilaku ditujukan untuk mengumpulkan informasi rinci tentang masalah konseli. − Konseling kelompok sebagai sebuah proses pendidikan menekankan pada pembelajaran yang memiliki nilai-nilai yang melekat dalam sebuah kelompok. dan konseling bagian integral dan berkesinambungan. nilai. walaupun pemimpin kelompok memimpin diskusi untuk mencapai tujuan. 4. 3) Merumuskan prosedur konseling secara spesifik. antara lain: 1) Melakukan penilaian perilaku. Ini tidak hanya bernilai bagi pemimpin. setelah sesi konseling kelompok ditindaklanjuti pertemuan face to face. tetapi dapat diukur dan dapat diamati.

Di sesi awal. Peran dan Fungsi Pimpinan Kelompok Pemimpin harus terampil dalam memilih berbagai intervensi singkat yang secara efisien dan efektif memecahkan masalah dan membantu anggota dalam mengembangkan keterampilan baru.Perencanaan Treatment Setelah anggota menetapkan tujuan-tujuan mereka. dan mendukung peran dalam kelompok dan menerapkan pengetahuan tentang prinsip-prinsip perilaku dan keterampilan penyelesain masalah. dan final stage. 2. anggota kelompok belajar mengenai fungsi kelompok dan bagaimana setiap sesi diatur. yang berlandaskan pada teknik perilaku yang berorientasi tindakan. maka dirumuskanlah rencana untuk mencapai tujuan tersebut. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. working stage. Hal yang penting pada tahap awal adalah proses membangun kohesi. Pemimpin kelompok dengan hati-hati mengamati dan menilai perilaku untuk menentukan kondisi yang terkait dengan masalah-masalah tertentu dan kondisi yang akan memfasilitasi perubahan. Pemimpin kelompok diharapkan untuk aktif. Tahap Konseling Kelompok Behavioral Sebagaimana konseling kelompok lainnya. lanjutkan merencanakan treatmen melalui menerapkan teknik-teknik: − Reinforcement − Contingency contract − Modeling − Behavioral rehearsal − Coaching − Homework − Feedback dengan 137 . Pemimpin harus mampu menciptakan situasi kelompok menjadi situasi yang hangat dan menyenangkan bagi setiap anggota kelompok. yaitu initial stage. Corey membaginya menjadi tiga tahapan besar. Kelompok behavioral menekankan pentingnya evaluasi efektivitas teknik-teknik yang digunakan untuk menilai kemajuan konseli guna mencapai tujuan mereka secara terus-menerus. Working Stage Setelah hubungan terbangun dengan baik. Initial Stage Wawancara individual dan sesi awal kelompok bisa untuk mengeksplorasi pengharapan siswa sehingga siswa mau bergabung dalam kelompok. 1. direktif.

seorang ahli psikiatri. Dorong anggota untuk bertanggungjawab atas tingkahlakunya. maka padanya akan berkembang identitas gagal (failure identity). 4) Konseling Kelompok Realitas bersifat aktif. Hubungan baik dalam konseling diperlukan untuk menunjukkan dan memenuhi kebutuhan akan cinta kasih lingkungan. reality. konseling dimaksudkan untuk mengubah perilaku anak dari beridentitas gagal menuju ke identitas berhasil. Final Stage Transfer perubahan perilaku yang dipelajari dalam kelompok ke lingkungan hidup dari hari ke hari. 3. menghindarkan pertanyaan mengapa terjadi. Lingkungan sekolah yang baik adalah yang memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk mengembangkan identitas berhasilnya sedikit demi sedikit. yang penuh ampunan. Sekolah lebih banyak bertanya apa yang terjadi dan apa selanjutnya. dan kesenangan (fun). 3) Prinsip penting yang diajarkan Glasser adalah prinsip 3R’s ( responsibility. semua manusia memiliki lima kebutuhan dasar untuk dipenuhi. b) Pendekatan Konseling Kelompok Realitas Konsep-konsep kunci Konseling Kelompok Realitas 1) Konseling realitas adalah konseling yang dikembangkan oleh William Glasser. bagaimana selanjutnya. Latih anggota dengan tingkahlaku target yang diinginkan. maka padanya akan berkembang identitas sukses ( success identity). 2) Dalam bukunya yang terkenal. didaktik. yaitu kebutuhan bertahan hidup secara fisik (physical survival). cinta dan rasa memiliki (love and belonging). Siapkan anggota hadapi situasi yang tak bersahabat dalam dunia nyata. sebaliknya tidak pula permisif. Apabila anak berperilaku memenuhi syarat 3 Rs tersebut. Dengan demikian. direktif. namun tidak cukup untuk diterjadikannya perubahan pada diri konseli dari identitas gagal menuju identitas sukses. Beri situasi praktis untuk menstimulasi tingkahlaku dalam kehidupan nyata. dan right). Dalam pandangan Glasser. kekuasaan dan prestasi (power and achievement). School without failure. konseling realitas ini pas diterapkan untuk membantu siswa-siswa mengembangkan diri. sebaliknya jika perilakunya tidak memenuhi 3 Rs. kebebasan (freedom). berfokus pada perencanaan perilaku dan perbuatan.− Cognitive restructuring − Problem solving Teknik-teknik tersebut akan dibahas penerapannya dalam bimtek. Sekolah harus dibangun sebagai lingkungan yang mampu membangun identitas sukses bagi seluruh siswa. Karena jawaban atas pertanyaan mengapa akan berujung pada alasan-alasan yang biasanya berujung ampunan. 138 . sekolah harus bebas dari suasan yang menghukum.

5) Total perilaku manusia ibarat mobil. WDEP kependekan dari W = wants. menjelaskan. Perbuatan dan berpikirnya sebagai roda depan. Evaluasi: Apakah hal itu yang paling Anda inginkan? Direction dan Doing Tanyakan kepada konseli apa yang ia lakukan selama ini dan apa tujuan umum mereka. Pertanyaan: Apakah yang Anda lakukan selama ini akan membawa pada keinginanmu? 139 .” Untuk melakukan konseling secara sistematis. dimana setiap huruf merepresentasikan sekelompok kemampuan dan teknik untuk mendukung konseli agar memiliki kontrol yang lebih baik atas hidup mereka. dalam Corey (2009) telah memformulakan komponen-komponen konseling ke dalam sistem WDEP. D = direction and doing. Wubbolding. Glasser mengatakan bahwa “konseling untuk mengaitkan komponenkomponen kekuatan dalam diri konseli menjadi satu kekuatan untuk membantu konseli mengevaluasi hidup mereka dan berpindah ke arah perilaku baru yang lebih efektif. Kebutuhan dasarnya sebagai motornya. W (Wants) Tanyakan kepada konseli apa yang mereka inginkan dengan menggunakan pertanyaan yang cerdas dan tidak cepat menyerah. Prosedur Konseling Kelompok Realitas Praktik konseling realitas berisi dua komponen utama: (1) lingkungan konseling. selanjutnya berjuang untuk memenuhi kebutuhan mereka demi memuaskan hidup mereka sendiri dan masyarakat. dan memprioritaskan elemen-elemen kebutuhan yang ada dalam gambaran dunia mental mereka. Pertanyaan global berikut bertujuan membantu konseli meningkatkan pengetahuan mereka terkait pilihan hidup mereka. Terkait lingkungan konseling. E = selfevaluation. dan (2) prosedur spesifik yang mengarah pada perubahan tingkahlaku. dan P = planning. Sikap dan perilaku konselor juga menjadi bagian penting dalam menghantarkan perubahan yang positif. Dengan mendeskripsikan tujuan umum mereka. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. mendefinisikan. Konselor membantu konseli untuk menyatukan. konseli akan menjadi siap untuk mengevaluasi dan mengubah cara berpikir dan perilaku mereka saat ini. Pertanyaan: Apa yang Anda inginkan? Eksplorasi: Penjelasan tentang apa yang mereka harapkan atau mereka butuhkan. tugas pertama Konselor adalah menciptakan iklim yang aman bagi anggota kelompok sebagai dasar penggunaan konselng secara efektif. perasaan dan penampakan fisiknya sebagai roda belakang.

Tujuan dari konseling realitas adalah perubahan perilaku. mudah diraih. cinta dan keterlibatan atau rasa memiliki.Pengarahan: Menghadapkan konseli pada realitas dan konsekuensi dari perilakunya selama ini. serahkan konseli untuk menilai tingkahlakunya sendiri. bukan yang disarankan Konselor. Evaluasi dimaksukan untuk menghubungkan antara tingkahlakutingkahlaku saat ini dengan kebutuhan. gaya hidup yang lebih baik dan berkembang. sehingga jika tidak dilakukan akan terjadi kekacauan. kebebasan. langsung. kekuasaan dan prestasi. pertumbuhan kepribadian. Ketika konseli bisa menjawab pertanyaan “Apakah rencana anda dengan strategi yang detail untuk berubah?” maka mereka telah mengambil kontrol dan tujuan yang lebih baik atas hidup mereka. mereka berkuasa atas jalan hidup mereka sendiri dengan mengirimkan energi positif bagi hidup mereka. …? Fokus : Terbuatnya rencana tingkahlaku baru yang diharapkan benar-benar mampu memenuhi kebutuhan konseli. Ketika konseli membuat recana dan mengikuti rencana itu. intervensi Konselor kecil. Fokus: Pembicaraan berfokus pada masa sekarang dan masa mendatang. serta keceriaan. Rencana yang paling efektif adalah yang dibentuk bersama-sama dengan konseli. Wubbolding melihat evaluasi diri sebagai dasar dari prosedur konseling. Planning Mintalah konseli membuat rencana untuk memenuhi kebutuhan mereka secara lebih efektif. Self-Evaluation Mintalah konseli untuk melakukan evaluasi diri yakni mengevaluasi apakah tingkahlakunya selama ini mengarah tujuan atau mampu memenuhi kebutuhannya. membuat keputusan secara lebih baik. dan memiliki tujuan. dapat diukur. sehingga semakin efektif semakin memuaskan kebutuhan akan ketahanan fisik. Konselor memfasilitasi pembentukan rencana dengan mengajarkan karakteristik rencana yang berhasil. Glasser mendeskripsikan evaluasi diri sebagai inti dari konseling. Karakter-karakter rencana yang berhasil adalah sederhana. Pertanyaan : Rencana apa yang diprediksi mampu memenuhi kebutuhan Anda. Pertanyaan: Perilaku apa yang akan menyebabkan kesuksesan? Perilaku apa yang akan menyebabkan kegagalan? Perubahan apa yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan? Focus: Pada tahap ini. 140 .

format konseling. seperti penampilan informasi pendidikan dan jabatan. Semuanya dimaksudkan untuk menfasilitasi tercapainya proses layanan Bimbingan dan Konseling yang bermutu. 141 . Alat pengumpul data yang berupa non-tes yaitu: pedoman observasi. Ruangan hendaknya sedemikian rupa sehingga di satu segi para siswa yang berkunjung ke ruangan tersebut merasa senang. Unsur-unsur sarana Bimbingan dan Konseling: (1) tempat kegiatan. dibangun dengan pertimbangan hak privasi dan kerahasiaan siswa. Sarana yang diperlukan untuk penunjang layanan Bimbingan dan Konseling adalah sebagai berikut. tes/inventori kepribadian. (4) perangkat elektronik (seperti komputer. dan ruang perpustakaan. informasi tentang kegiatan ekstra kurikuler. pedoman wawancara. buku program tahunan. khususnya. ruangan itu hendaklah nyaman yang menyebaBimbingan dan Konselingan para pelaksana Bimbingan dan Konseling betah bekerja. data kehadiran siswa. akses mudah menuju fasilitas untuk melakukan konseling dan bimbingan kelompok kecil/kelompok besar atau klasikal. Alat pengumpul data berupa tes yaitu: tes inteligensi. buku program semesteran. yang meliputi ruang kerja Konselor. ruang tunggu tamu. (1) Alat pengumpul data. baik tes maupun non-tes. dan buku realisasi kegiatan Bimbingan dan Konseling. dan jumlah yang cukup untuk digunakan. dan sosiometri. catatan anekdot. aman dan nyaman. format satuan layanan. dan format surat referal. buku informasi tentang studi lanjutan atau kursus-kursus. ruang yang memadai untuk mengorganisir dan menampilkan bahan bimbingan. tes bakat sekolah. alat-alat mekanis.PENGELOLAAN SARANA DAN ANGGARAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING Pengelolaan Sarana Semua sarana harus mudah diakses untuk mendukung program Bimbingan dan Konseling. Ruangan tersebut hendaknya juga mampu memuat berbagai penampilan. dan ruang penyimpanan. laporan kegiatan layanan. konselor harus memiliki setidaknya hal berikut: sebuah kantor. daftar cek. atau buku materi layanan bimbingan. skala penilaian. pedoman observasi. dan tes prestasi belajar. Yang tidak kalah penting ialah. Kenyamanan itu merupakan modal utama bagi kesuksesan pelayanan yang terselenggara. pedoman wawancara. leger Bimbingan dan Konseling. himpunan data siswa. seperti : angket siswa dan orang tua. tes bakat khusus. Semua fasilitas harus mudah diakses dan memadai untuk pelaksanaan program bimbingan. dan tape recorder). angket. buku kasus. (3) Buku-buku panduan. dan sebagainya. buku harian. ruang layanan konseling dan bimbingan kelompok. Konselor harus memiliki file terkunci dan hubungan telepon tersendiri. serta segi lain di ruangan tersebut dapat dilaksanakan layanan dan kegiatan bimbingan lainnya sesuai dengan asas-asas dan kode etik Bimbingan dan Konseling. (2) instrumen dan kelengkapan administrasi. lengkap dan kedap suara. Di dalam ruangan itu hendaknya juga dapat disimpan segenap perangkat instrumen Bimbingan dan Konseling. Bahan harus relevan dengan program. modul bimbingan. biografi dan autobiografi. dan (5) filing kabinet (tempat penyimpanan dokumentasi dan data siswa). buku hasil wawancara. tes/inventori minat. yang layak bagi masyarakat. ruang tenaga administrasi. dan berbagai data serta informasi lainnya.

Anggaran ini harus masuk ke dalam Anggaran dan Belanja Sekolah. Penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa tidaklah mungkin siswa dapat berprestasi tinggi karena ada pekerjaan di 142 . dan sebagainya. ada siswa yang mengalami hambatan belajar dikirim ke guru bidang studi. maka diperlukan adanya suatu alat yang dapat menghimpun data secara keseluruhan yaitu buku pribadi. Perlu dirancang dengan cermat berapa anggaran yang diperlukan untuk mendukung implementasi program. blanko surat. khususnya dalam bentuk himpunan data. Misalnya. 2. Latihan Konsultasi Seorang siswa mempunyai potensi akademik yang tinggi. dan agenda surat. maka perlu disediakan map pribadi. Alat penyimpan data itu dapat berbentuk kartu. b. Pengelolaan Anggaran Perencanaan anggaran merupakan komponen penting dari manajemen Bimbingan dan Konseling. seperti alat tulis menulis. LATIHAN 1. kartu kasus. Pilih dari antara bentuk-bentuk kegiatan berikut: a. informasi atau pun data untuk masing-masing siswa. blanko konferensi kasus. mengembangkan Bekerjasama dengan guru bahasa Indonesia untuk mengembangkan kemampuan komunikasi siswa Bersama guru. seperti data informasi. Untuk menyimpan berbagai keterangan.(2) Alat penyimpan data. Latihan Kegiatan Kolaborasi Berlatihlah untuk bekerja secara kolaboratif dengan guru mata pelajaran. Latihan Referal Di sekolah saudara. ditemukan seorang siswa yang membutuhkan bantuan fihak lain. namun prestasi belajarnya selalu rendah. paket bimbingan. karena persoalan yang dhadapi siswa di luar batas kewenangan Saudara. format rencana satuan layanan dan kegiatan pendukung serta blanko laporan kegiatan. alat bantu bimbingan Perlengkapan administrasi. buku pribadi dan map. 3. Bekerjasama dengan guru matematika untuk kemampuan regulasi diri dalam belajar matematika. sehingga mudah untuk disimpan dalam filling cabinet. (3) Kelengkapan penunjang teknis. D. Mengingat banyak sekali aspek-aspek data siswa yang perlu dan harus dicatat. Bentuk kartu ini dibuat sedemikian rupa dengan ukuran-ukuran serta warna tertentu. susunlah RPP materi tertentu dan diantara susunan RPP tersebut sebutkan efek samping dari pengembangan pribadi siswa yang merupakan kerja dari guru bimbingan dan konseling atau konselor. siswa terlibat penggunaan narkoba dikirm ke dokter. kartu konsultasi.

4. 2) Scenario ditulis paling banyak 2 halaman. bukan percakapan konselor dan konseli (verbatim). 5. − cara Saudara mengidentifikasi perasaan dan perilaku negative akibat masalah (C) dan menemukan kejadian-kejadian yang menimbulkan masalah (A). dengan tulisan yang mudah terbaca. 4) Isi scenario konseling SFBT bagaimana Saudara memberdayakan 143 . − cara Saudara melihat bagaimana konseli menata emosinya dan bagaimana cara mengembangkan tingkahlaku baru yang lebih rasional. Disini harus jelas teknik konseling apa yang akan Saudara gunakan untuk Disputing (D). − cara Saudara dalam menemukan pikiran-pikiran irrasional (Bir) yang merupakan persepsi mereka terhadap A. serta menutup pertemuan konseling. susunlah scenario. tetapi terpaksa dilakukan anak. Isi scenario dengan catatan sebagai berikut. − cara Saudara mengajak konseli menguasai Pemahaman Kognisi. 1) Isi scenario hanyalah cerita singkat dari setiap tahap konseling.rumah yang menyita waktunya. dan − cara Saudara untuk memberikan tugas. Latihan Bimbingan Kelompok Susunlah RPBK dengan mengambil topik bimbingan pribadi social. dan karier di materi di atas. Praktikkan dalam bentuk bimbingan kelompok atau bimbingan klasikal dan dilakukan pengamatan serta refleksi pasca praktik. Sebenarnya pekerjaan ini tidaklah prinsip. a) Ikuti 9 tahap konsultasi untuk membantu siswa tersebut. c) Skenario konseling Untuk persiapan kegiatan praktikum konseling. Cara ini ditempuh agar fasilitator dapat membantu Saudara membenahi bagianbagian yang masih belum tuntas Saudara pelajari. belajar. Latihan Konseling Individual Latihan konseling individual terdiri atas dua tugas yaitu menyusun scenario konseling individual dan praktik konseling individual. perubahan harus dilakukan melalui perubahan peran orangtua terhadap anaknya. atau menerapkan teknik-teknik konseling. b) Praktikkan dalam kelompok orangtua bagi belajar anaknya. melakukan komitmen. 3) Isi scenario konseling REB Dalam scenario konseling REB saudara harus menjelaskan bagaimana − cara Saudara membangun/membina hubungan baik. Untuk itu.

keinginan. − cara saudara mengajak konseli merumuskan tujuan konseling (goal setting). − Konseling kelompok realitas Dalam scenario konseling Realita Saudara harus jelas bagaimana … − Cara membentuk/membina hubungan penuh cinta dan pengharapan. − Cara konselor mengidentifikasi perilaku konseli dalam memenuhi kebutuhannya (Direction/Doing). dan susunlah skenario konselingnya. − Konseling kelompok behavioral Dalam scenario konseling behavioral saudara harus menjelaskan bagaimana … − cara saudara dalam membangun/membina hubungan baik. d) Praktikum konseling individual Praktikkan scenario Saudara dan lakukan pengamatan serta refleksi atas latihan. kebutuhan konseli (Want). − cara saudara menerapkan teknik konseling (techniques implementation): menfokuskan tingkahlaku yang hendak diubah. a) Skenario Konseling Kelompok − Pilih salah satu pendekatan konseling kelompok yang kita pelajari dalam bimtek ini. − cara Saudara menggunakan pertanyaan penskalaan. − cara Saudara memberikan balikan kepada konseli. − cara Saudara melakukan terminasi. − cara Saudara menformulasikan tugas sesi pertama. Latihan Konseling Kelompok Latihan konseling kelompok dibagi menjadi dua bagian yaitu menyusun scenario konseling kelompok dan mempraktikan secara simulatif. − cara Saudara mengidentifkasi perubahan-perubahan prakonseling. − cara Saudara menggunakan pertanyaan pengecualian. − Cara konselor mengajak konseli melakukan pertimbangan nilai 144 . Catatan setiap pendekatan konseling yang dipilih. − Tuliskan secara ringkas bagaimana langkah-langkah konseling dilakukan untuk mengatasi masalah yang Saudara pilih. merencana langkah-langkah aplikasi teknik konseling.− cara Saudara membangun/membina hubungan kolaboratif. − cara Saudara menggunakan pertanyaan ajaib. dan − cara saudara melakukan evaluasi dan terminasi. − cara saudara dalam menelaah tingkahlaku faulty learning (assesment). − Cara konselor mengidentifikasi perilaku kekinian. melalui melihat berbagai aspek tingkahlaku. 6.

b) Praktik Konseling Kelompok. karena hasil evaluasi dapat mendorong semua pihak untuk memberikan masukan dan merencanakan langkah-langkah perbaikan dan peningkatan bagi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. pihak lain yang dapat mengevaluasi adalah pihak atasan (pimpinan) pelaksana progran serta pihak yang menerima sasaran kegiatan. Praktikkan scenario yang telah Saudara tuliskan.(Evaluation). − Cara konselor mengajak konseli melakukan Komitmen. lakukan pengamatan dan diskusikan hasilnya. Dalam praktik simulatif ini. Melalui suatu tahapan kegiatan yang disebut dengan evaluasi. mengenali dan kemudian menganalisis kelemahan-kelemahan tersebut untuk dilakukan perbaikan dalam proses berikutnya. PENGANTAR Keberhasilan suatu kegiatan atau program yang telah dilaksanakan akan tampak pada hasil yang ditunjukkan berupa pencapaian terhadap tujuan yang telah ditetapkan. − Cara konselor mengembangan perencanaan perilaku baru yang lebih memenuhi 3R’s (Planning). dan − Cara konselor mengakhiri pertemuan konseling. evaluasi menjadi tahapan yang sangat penting untuk dilaksanakan. terutama pihak yang melaksanakan program tersebut. yang memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan evaluasi program adalah guru bimbingan dan konseling atau konselor itu sendiri. 145 . sebagai bagian dalam penyusunan dan pengembangan program bimbingan dan konseling. Kemudian. Oleh karena itu. pelaksana suatu kegiatan dapat melihat. BAB IV EVALUASI PROSES DAN HASIL PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. Dalam pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling. Evaluasi suatu program lazimnya dilakukan oleh beberapa pihak. Demikian pula kekurangan atau kelemahan yang dimiliki akan dapat dilihat serta penyebab tujuan yang belum dapat diraih sepenuhnya. Evaluasi program sebenarnya memberikan informasi yang sangat berarti bagi kelanjutan pelaksanaan program berikutnya.

Sekalipun layanan evaluasi bukan merupakan layanan yang langsung kepada siswa. Menginformasikan hasil pelaksanaan evaluasi pelayanan bimbingan dan konseling kepada pihak terkait 4. MATERI 1. peningkatan atau perubahan yang sesuai dengan dinamika pada aspek yang dikembangkan dalam suatu program. Pentingnya Evaluasi dan Model Evaluasi Konseling Evaluasi atau penilaian merupakan bagian penting dalam pengelolaan atau manajeman pelaksanaan bimbingan dan konseling. suatu program layananan bimbingan dan konseling perlu dikembangkan dan diperbaiki sehingga dapat dirancang dan direalisasikan sesuai dengan perkembangan kebutuhan peserta didik sebagai salah satu sasaran layanan. KOMPETENSI DAN INDIKATOR Kompetensi: Menilai proses dan hasil kegiatan bimbingan dan konseling Indikator: 1. Melakukan evaluasi hasil. Demikian pula dilihat dari perkembangan program itu sendiri. perkembangan sosial dan tantangan yang terjadi dalam pendidikan maka program layanan bimbingan dan konseling tidak boleh statis atau dari itu ke itu. namun pelaksanaan evaluasi akan memberikan dampak terhadap peningkatan layanan yang dibutuhkan oleh siswa. C. proses dan program bimbingan dan konseling 2. Menggunakan hasil pelaksanaan evaluasi untuk merevisi dan mengembang-kan program bimbingan dan konseling. dalam Bimbingan dan 146 . Sehingga pada akhirnya siswa dapat merasakan dampak langsung dari pelaksanaan evaluasi baik itu berupa perkembangan.B. Sesuai dengan perkembangan yang terjadi baik pada program sekolah secara kesuluruhan. Melakukan penyesuaian proses pelayanan bimbingan dan konseling 3.

Di dalam model berorientasi tujuan dikenali model utamanya yaitu model kesenjangan. 2) menentukan ada/tidak ada kesenjangan yang muncul antara performansi dan sejumlah aspek program dan perangkat standar untuk performansi tersebut. Malcolm Provus (1973) memandang evaluasi sebagai proses manajemen informasi yang berkelanjutan. setiap model dapat dipilih berdasarkan kepentingan dan kesesuaian dengan program yang sedang dilaksanakan. dan (7) Membandingkan data performansi dengan tingkahlaku yang telah ditentukan dalam tujuan. (5) Mengembangkan atau memilih teknik-teknik pengukuran. model pendapat ahli. model natural.Evaluasi program dapat dilaksanakan dengan menggunakan beberapa model. peserta akan dilatih untuk mampu mengevaluasi dengan satu model yang relatif mudah untuk dilakukan di lapangan yaitu model berorientasi yang dikembangkan oleh Ralph W Tyler. Bentuk utama dari orientasi tujuan dikembangkan oleh Provus yang diberi nama model kesenjangan (descripancy model). (6) Mengumpulkan data performansi. maka untuk mengukur keberhasilannya bisa membandingkan hasil yang dicapai dengan kriteria yang ditetapkan. sementara pada model berorientasi manajemen dikenali model CIPP. 3) 147 . Posavac dan Carey (1992) menjelaskan beberapa model evaluasi yaitu model tradisional. Tahap-tahap evaluasi model berorientasi tujuan secara umum (1) Menentukan tujuan umum. (4) Menemukan situasi dimana capaian target tersebut dapat ditunjukkan. (2) Mengklasifikasikan tujuan umum dan tujuan khusus (goal and objective). (3) Menentukan tujuan dalam rumusan tingkahlaku nyata. Dalam Bimtek ini. model berorientasi manajemen. Evaluasi merupakan proses yang mencakup 1) kesepakatan tentang standarstandar dan kriteria-kriteria tertentu (kata lain dari sasaran/ objective). Oleh karena orientasi program bimbingan dan konseling berdasarkan pada standar dan kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan. Ia memahami bahwa evaluasi sebagai sebuah proses yang cukup mudah menentukan tujuan-tujuan program mana yang telah tercapai dan mana yang belum dapat dicapai. model berdasar tujuan.

proses atau aktivitas dan memaparkan sumber-sumber kekuatan yang diperlukan serta partisipan yang turut-serta dalam pelaksanaan dan menyelesaikan tujuan-tujuan. dan output (outcomes). 1. 2. Tahap ketiga: proses. Desain program dalam hal ini dijadikan sebagai standar untuk pelaksanaan penilaian program. Provus menganggap bahwa program adalah sebuah sistem dinamik yang meliputi input (antecedents). (3) Proses (hasil sementara). proses. Tahap kedua: instalasi.menggunakan informasi tentang kesenjangan dalam memutuskan untuk mengembangkan atau melanjutkan atau menghentikan program keseluruhan ataupun salah satu aspek dari program tersebut. kalau diperlukan). Peninjauan dapat dilakukan terhadap program yang disinyalir banyak “siswa” yang mengalami kesulitan. Tahap pertama: Perencanaan Tahap perencanaan difokuskan pada menentukan tujuan. 4. Penilaian memfokuskan pada pengumpulan data tentang laporan-laporan partisipan untuk menentukan apakah mereka menunjukkan perubahan tingkahlaku seperti yang diharapkan. dan (4) Hasil. Menggunakan model kesenjangan ini hanya perlu menempuh empat tahap yaitu (1) Perencanaan. untuk kemudian diputuskan apakah program tersebut diberlakukan ulang atau dihentikan. Jika diperlukan dapat ditambahkan tahap yang ke lima yaitu analisa biaya (pilihan. 3. Tahap keempat: hasil. 148 . Evaluator menghasilkan perangkat tes (alat ukur) yang sesuai untuk mengidentifikasi sejumlah kesenjangan antara yang diharapkan dengan implementasi program yang aktual. (2) Instalasi.

2. 2. evaluasi terhadap program jarang dilakukan. Dalam bidang Bimbingan dan Konseling. diikuti dan diterapkan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana memperkirakan biaya yang akan dikeluarkan dalam program tersebut. Banyak praktisi Bimbingan dan Konseling menyatakan merasa waktu untuk mengevalasi. yaitu berkaitan dengan analisis tentang biaya. termasuk program Bimbingan dan Konseling di sekolah. antara lain: 1. 3) tindakan korektif apa yang paling sesuai? Kekuatan dan daya tarik terbesar dari pendekatan yang berorientasi pada tujuan ke evaluasi adalah kesederhanaannya. 2) tindakan korektif apa yang mungkin dapat dilakukan? dan. Konselor seringkali tidak melakukan evaluasi. mengapa mereka tidak melakukan evaluasi. Provus menyarankan agar dilakukan proses problem solving oleh staf program atau konselor dan evaluator. Kesulitan dalam melaksanakan evaluasi program Bimbingan dan Konseling Dalam banyak kasus.Evaluasi dilakukan untuk menentukan apakah tujuan jangka pendek (terminal objectives) dari program tersebut telah dicapai. Yaitu. serta menghasilkan informasi bagi para pengambil kebijakan program untuk melakukan perbaikan yang berkait dengan misi yang akan dicapai. karena merasa kekurangan memberilakan layanan. Selain empat fase tersebut. Ada beberapa alasan yang diajukan guru bimbingan dan konseling atau Konselor. Proses ini untuk menjawab pertanyaan: 1) mengapa ada ketidaksesuaian ?. Materi yang diperoleh pada saat perkuliahan belum memberikan pengalaman praktis dalam evaluasi program. walaupun mengetahui bahwa evaluasi merupakan bagian penting dalam program pelayanan Bimbingan dan Konseling. Apabila dalam pelaksanaannya terjadi ketidaksesuaian antara program dengan hasil. tidakmemiliki dalam personil 149 . Provus membedakan antara istilah terminal objective (immediate outcome) dengan ultimate objectives (longterm outcome). mudah dipahami. Provus juga menambahkan fase kelima sebagai suatu pilihan.

Melihat pentingnya evaluasi terhadap layanan bimbingan dan konseling. sehingga kondisi yang ada di sekolahnya menjadi bagian yang dievaluasi dan memberikan alasan yang kuat untuk berupaya melakukan peningkatan sehingga kinerja guru bimbingan dan konseling dapat menunjukkan akuntabilitasnya yang dipercaya oleh pimpinan. Tidak terbiasa mencatat dan mendokumentasikan layanan yang telah diberikan serta hasilnya. 3. manakala pihak sekolah tidak menunjukkan kepedulian terhadap proses maupun hasil layanan bimbingan dan konseling. dan personil lainnya yang menjadi bagian dukungan sistem terhadap pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling.3. 4. karena standar keberhasilannya belum konkrit sehingga sulit untuk menemukan indikatornya. 7. Evaluasi terhadap hasil layanan bimbingan dan konseling hanya dilakukan apabila ada kepentingan sekolah dalam memenuhi program tertentu. sehingga kesulitan dalam mengumpulkan data. Guru bimbingan dan konseling merasa kesulitan untuk merumuskan kriteria keberhasilan layanan. Sikap Yang Perlu Dimiliki Oleh Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Melaksanakan Evaluasi Program Pentingnya evaluasi terhadap program perlu diketahui dan disadari oleh guru bimbingan dan konseling sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas kerja seiring dengan tuntutan sebagai guru bimbingan dan konseling yang profesional. dengan berbagai alasan seperti diungkapkan dalam 150 . Kesulitan yang dihadapi guru bimbingan dan konseling seperti disebutkan di atas. diharapkan guru bimbingan dan konseling dapat memiliki pemahaman dan kemampuan untuk melaksanakan evaluasi program bimbingan dan konseling. memberikan alasan untuk tidak melakukan evaluasi yang semestinya dilakukan. Kesadaran untuk melakukan evaluasi bisa jadi belum dimiliki oleh semua guru bimbingan dan konseling. dan kompleks sehingga sulit untuk diberikan penilaian. guru mata pelajaran. sehingga merasa tidak ada tuntutan. 6. Kesulitan ini akan bertambah. Pihak pimpinan dipandang tidak meminta hasil evaluasi yang terprogram dan terencana. Program bimbingan dan konseling dipandang unik. 5.

e. Memaknai kekurangan sebagai bagian dari proses untuk mengembangkan diri. Berbicara tentang asesmen tidak dapat dilepaskan dengan istilah evaluasi. Membandingkan apa yang sudah dilakukan dengan hasil yang diperoleh h. Sikap yang dimaksud antara lain : a. Memiliki keinginan dan kebutuhan untuk mengetahui kekurangan atau kelemahan sebagai bahan untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik. Selain itu guru bimbingan dan konseling perlu memiliki sikap yang positif tentang perlunya evaluasi terhadap aktivitas dan layanan bimbingan dan konseling yang telah diberikannya. proses yang terjadi serta hasil atau produk yang diperoleh. Menyediakan diri untuk berdialog dengan pihak-pihak yang memberikan penilaian Sikap terbuka akan masukan dan menerima kekurangan serta keinginan untuk meningkatkan berkelanjutan diri merupakan dapat kunci pembuka untuk melakukan evaluasi program sehingga mengantarkan bagi pengembangan selanjutnya dan kesempatan mengembangkan diri bagi guru bimbingan dan konseling (konselor). Uraian di atas diharapkan dapat menjawab alasan para konselor yang tidak melakukan asesmen dan evaluasi atas program dan pelayanannya. kolega (guru mata pelajaran). Memahami bahwa dalam pelaksanaan suatu program dimungkinkan akan ada kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan belum tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Ada beberapa istilah evaluasi yang bersifat aplikatif atau sering digunakan di kehidupan sehari- 151 . d. c.kesulitan melakukan evaluasi. Menerima masukan dan kritikan dari pihak lain baik pimpinan. Membuka pikiran untuk belajar dari kegagalan yang dialami f. baik terhadap kondisi-kondisi yang memungkinkan terlaksananya program. Kesiapan untuk melaksanakan evaluasi hendaknya disadari sebagai suatu tahap atau kegiatan dalam penyusunan program bimbingan dan konseling seperti halnya dalam penyusunan program apapun pada umumnya. Berusaha untuk memaknai masukan sebagai kesempatan meningkatkan diri g. personil lain di sekolah serta pihak orang tua maupun siswa. b.

artinya bisa dari lingkung sekolah atau dari lingkung di luar sekolah. Dalam konteks pengertian pelayanan pendidikan di sekolah termasuk bimbingan dan konseling. Berdasarkan kajian definisi aplikatif itu akhirnya dapat disimpulkan bahwa evaluasi mengandung keputusan substansial tentang kebermanfaatan atau keuntungan dari sesuatu. Evaluasi bisa berbentuk sumatif atau formatif. Evaluasi formatif dirancang untuk perbaikan program dan kinerja orang-orang yang terkait program. kualitas. perencana. mengumpulkan informasi yang relevan dengan pelayanan bimbingan dan konseling.. 4. mendorong dialog yang bermanfaat dan memberikan wawasan terhadap kesempurnaan program dan hasil pelayanan bimbingan dan konseling. seperti dari perguruan tinggi. misalnya evaluator internal lebih mengetahui lingkungan organisasional sekolah. dapat memfasilitasi komunikasi dan penggunaan hasil evaluasi. kolaborator. mengaplikasikan standar untuk menentukan nilai. utilitas dan efektifitasnya. Tujuan dasar evaluasi adalah menyampaikan keputusan tentang nilai dari objek yang dievaluasi. Berdasarkan pengertian etis. fasilitator. sedangkan evaluasi sumatif berfungsi sebagai dasar keputusan tentang proses melaksanakan program. Langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan standar kualitas dan tingkat relativitas dari standar layanan Bimbingan dan Konseling yakni standar kemandirian peserta didik yang menjadi pengarusutamaan seluruh hasil pelayanan bimbingan dan konseling. Keduanya memiliki arti penting. evaluasi penting dalam kegunaannya sebagai alat kunci dalam melayani secara adil.hari. Evaluator dapat diambil secara internal dan eksternal organisasi. berarti mengarahkan 152 . Tujuan lainnya adalah memberikan informasi sebagai dasar perbaikan program. pengambil keputusan dan sebagai kritikus. sedangkan evaluator eksternal dapat memberikan kredibilitas yang lebih tinggi dalam evaluasi dan membawa perspektif segar terhadap evaluasi. melanjutkan program atau melakukan ekspansi program. Tujuan Evaluasi Evaluasi digunakan sebagai metode untuk penelitian dan pengambilan keputusan. dan ketiga. Pihak-pihak yang dilibatkan untuk mengevalusi dalam hal ini evaluator mempunyai banyak peran termasuk sebagai ahli. Kedua.

Ada beberapa pertanyaan kunci evaluasi program bimbingan dan konseling yang dapat membantu konselor. terutama pengarusutamaan (mainstraim) perkembangan kemandirian siswa. Objek Utama Evaluasi Bimbingan dan Konseling Sebuah pertanyaan yang tidak mudah dijawab adalah “Bagaimana Konselor menunjukkan bukti bahwa program bimbingan dan konseling telah memberikan perubahan di sekolah?” evaluasi program adalah salah satu proses yang dapat digunakanuntuk membantuKonselorsekolahdalam memberikan bukti ini. 5. Bagaimana program konseling dilaksanakan? d. Bagaimana koordinasi dilakukan dengan pihak lain? 153 . Sedangkan dalam pengertian intelektualnya berarti memperbaiki konsep-konsep pemikiran sistem pendidikan yang mutakhir. Bagaimana konsultasi oleh guru bimbingan dan konseling? e. seperti: a. Menurut konteks pengertian pribadi. 2000). pribadi dan sosial serta karir juga variabel penting lainnya.usaha pendidikan yang paling dibutuhkan saat ini dan yang akan datang. didefinisikan sebagai proses sistematis dalam mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang efisiensi. Bagaimana program bimbingan dilaksanakan? c. serta dapat digunakan untuk mengkomunikan dampak program dan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap pencapaian prestasi siswa dalam bidang akademik/belajar. evaluasi penting untuk memberikan dasar bagi penghargaan diri konselor. dan dampak dari program dan layanan (Boulmetis &Dutwin. Salah satu alasan bahwa evaluasi program dipandang sebagai alat berharga bagi Konselor karena evaluasi dapat dianggap sebagai suatu jenis penelitian tindakan yang dimaksudkan untuk memantau dan meningkatkan program atau layanan bimbingan dan konseling yang diselengarakan. sehingga akuntabilitasnya dapat dipertanggung jawabkan bimbingan dan konseling. dapat direncanakan dan diimplementasikan oleh para praktisi bimbingan dan konseling. Evaluasi dapat dilakukan pada skala yang lebih kecil. Evaluasi program merupakan penelitian terapan. Bagaimana pengelolaan program? b. efektivitas.

Bagaimana standar professional guru bimbingan dan konseling? Evaluasi kinerja guru bimbingan dan konseling menjadi bagian penting dari evaluasi program bimbingan dan konseling komprehensif. soaial dan karir. baik dibidang akademik. Evaluasi personil ditambah evaluasi program sama dengan evaluasi hasil. guru bimbingan dan konseling atau konselor harus memiliki karakteristik kepribadian sebagai berikut: hangat dan penuh pemahaman. 6. maka kemungkinan memiliki program bimbingan dan konseling yang efektif akan meningkat. pribadi. menggambarkan cara konselor disupervisi dan dievaluasi. 154 . bagaimana mereka berhubungan dan berinteraksi satu sama lain akan menjadi lebih penting lagi. Tiga jenis evaluasi diperlukan konselor untuk menunjukkan bahwa pekerjaan mereka dalam kerangka program bimbingan dan konseling komprehensif serta memberikan kontribusi untuk keberhasilan siswa secara keseluruhan. evaluasi personil.f. Evaluasi Kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor Agar kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor efektif. menampilkan sikap penerimaan dan optimis terhadap potensi siswa dan percaya bahwa siswa dapat berubah ke arah yang positif. Pertama. Setiap jenis evaluasi itu penting. dan berkomitmen terhadap perubahan dan perkembangan diri. sekolah. Konselor harus memiliki kemampuan komunikasi yang efektif dengan orang lain dari semua level dan latarbelakang suku yang berbeda. Ketika seorang guru bimbingan dan konseling memiliki komptensi yang dijelaskan diatas. Personel sebuah program harus melakukan pekerjaan program. berfokus pada dampak kegiatan dan pelayanan bimbingan dan konseling bagi siswa. Bagaimana penilaian kebutuhan (need assessment) dilakukan? g. ketiga adalah evaluasi hasil. Terakhir. evaluasi program. dan program tersebut harus berfungsi penuh untuk mencapai hasil yang diinginkan. review terhadap status program kaitannya dengan standar program yang ditetapkan untuk memastikan sejauh mana program dilaksanakan. Kedua. dan masyarakat. Konselor semakin dituntut untuk menunjukkan bahwa pekerjaan mereka memberikan kontribusi atas keberhasilan siswa. Bagaimana sikap professional guru bimbingan dan konseling? h.

Bidang Bimbingan. Bidang manajemen (pengelolaan) program. Managemen program menuntut personel yang terorganisir. Konselor secara proaktif membantu siswa untuk mengembangkan dan mengaplikasikan keterampilan untuk pencapaian pendidikan karir. termasuk hubungan interpersonal yang baik dengan staf. dana yang memadai dan materi bimbingan. (2) layanan responsif. Guru bimbingan dan konseling menggunakan kompetensi managemen program dalam komponen dukungan sistem pada program bimbingan dan konseling komprehensif. prioritas dan objektivitas dalam rangka menjaga kontribusi program bimbingan dan konseling terhadap program pendidikan secara keseluruhan. sumber daya fisik. dan pertumbuhan sosial selama sekolah dan setelahnya. dan aktivitas dalam rangka memenuhi kebutuhan. Konselor berkolaborasi dengan yang lainnya untuk menentukan keseimbangan diantara empat komponen tersebut untuk memenuhi kebutuhan siswa dan komunitas sekolah. Delapan bidang berikut merupakan tanggungjawab seorang guru bimbingan dan konseling profesional. Guru bimbingan dan konseling yang bekerja dalam lingkungan yang positif akan memiliki kebebasan untuk membuat kontribusi yang unik terhadap program pendidikan dan terhadap pertumbuhan dan perkembangan siswa. konseling adalah intervensi yang diberikan kepada dasar dan perncanaan individual dalam program bimbingan dan konseling seluruh siswa yang membutuhkannnya. berfokus pada pribadi. konselor merencanakan. atau pada masalah yang mengganggu perkembangan akademis. a. b. Konselor menggunakan bimbingan untuk layanan menyediakan aktivitas pengembangan yang tepat melalui bidang komprehensif. karir.Dalam rangka mengimplementasikan program dengan efektivitas yang optimal. mengimplementasikan. Bidang Konseling. (3) perencanaan individual (4) dukungan sistem. administrasi yang mendukung terhadap program bimbingan dan konseling. guru bimbingan dan konseling harus berada dalam lingkungan kerja yang postif. dalam memberikan bimbingan. c. mengevaluasi dan mengadvokasi program bimbingan perkembangan komprehensif termasuk 4 komponen berikut (1) kurikulum bimbingan (layanan dasar). pribadi dan 155 . pribadi.

sosial. layanan responsif. Bidang konsultasi. Konselor sebagai koordinator. sekolah. Bidang Standar Profesional. mengkoordinasikan personel dan sumberdaya yang ada di rumah. Konselor berfungsi sebagai konsultan. Guru bimbingan dan konseling yang g. 7. d. dan deskriptor kinerja konselor dalam program bimbingan dan konseling komprehensif? Untuk menggambarkan. mengadvokasi siswa dan merupakan ahli profesional dalam membantu staf. h. Perilaku profesional. Bidang Asesmen. f. Konselor mengumpulkan informasi yang relevan dari komunitas sekolah terkait dengan perkembangan dan kebutuhan siswa e. dan komunitas untuk mendukung optimalisasi perkembangan siswa dalam bidang akademik. Bidang profesional menerima tanggung jawab untuk selalu mengembangkan profesionalitasnya melalui usaha yang berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensinya. perencanaan individual. Konselor menginterpretasi hasil tes dan data lainnya tentang siswa dalam mengambil keputusan. Guru bimbingan dan konseling yang profesional menggunakan standar yang profesional dalam semua komponen proram bimbingan dan konseling komprehensif. Bidang Koordinasi. pribadi dan sosial. dan beberapa deskripsi berdasarkan pedoman evaluasi kinerja konselor. berikut ini adalah dua contoh standar. kriteria. Guru bimbingan dan konseling menggunakan kompetensi konselingnya dalam komponen layanan responsif pada program bimbingan dan konseling komprehensif. orang tua dan komunitas sekolah lainnya dalam memahami perilaku individu dan hubungan diantara manusia. Deskripsi Standar managemen program: Standar 1 : merancang program bimbingan dan konseling komprehensif yang seimbang yang termasuk layanan dasar. kriteria. petugas administrasi. dan dukungan sistem 156 . Pengembangan Standar Dan Kreteria Keberhasilan Seperti apa standar. karir.

masyarakat danlain-lain.Deskripsi : 1. Mendapatkan dukungan dana bagi pelaksanaan program. orang tua dan yang lainnya untuk mempromosikan implementasi bimbingan klasikal. sekolah dan komunitas sekolah 3. Merancang prioritas program bimbingan 2. memonitor dan mengelola perkembangan akademis siswa. orang tua. Standar 7 : Mengadvokasi program Bimbingan dan Konseling komprehensif. guru. terstruktur yang 157 . Standar 2 Standar 3 Standar 4 Standar 5 : Implementasi program : Evaluasi dan pengembangan berkelanjutan : Pengembangan area kontent program : pengelolaan personel dan sumber daya Standar 6 : Kolaborasi guru bimbingan dan konseling dengan personel sekolah. Berkolaborasi dengan komponen sekolah lainnya 5. Standar 4 : Membimbing siswa secara individu dan kelompok beserta orang tua dalam merencanakan. Membuat tujuan program 4. Deskripsi Bidang Bimbingan Standar 1 Standar 2 Standar 3 : Merencanakan kelompok materi yang terstruktur : Memberikan kelompok materi yang efektif dan diberikan pada layanan dasar : Melibatkan siswa. Penilaian terhadap kebutuhan siswa. siswa.

pribadi dan sosial.Standar 5 : Membimbing siswa secara individu dan kelompok beserta orang tua dalam merencanakan. 158 . Standar 2 : Berkonsultasi dengan personel sekolah. perilaku individual. remedial atau konseling krisis Standar 2 : Menggunakan teori yang dapat diterima dan tekhnik yang efektif untuk membantu perkembangan kelompok. atau konseling krisis. personel sekolah. Deskripsi Bidang Konsultasi Standar 1 : Berkonsultasi dengan orang tua. pencegahan. pencegahan. remedial. Standar 7 : Menggunakan teori dan teknik yang efektif untuk mempromosikan perkembangan siswa dalam bidang karir. memonitor dan mengelola perkembangan karir siswa Standar 6 : Membimbing siswa secara individu dan kelompok beserta orang tua dalam merencanakan. memonitor dan mengelola perkembangan pribadi sosial siswa. lingkungan sekolah dan hubungan antara manusia. akademis. Deskripsi bidang konseling Standar 1 : Menggunakan teori yang dapat diterima dan tekhnik yang efektif untuk membantu perkembangan individu. orang tua dan komunitas sekolah lainnya untuk membantu memahami perkembangan siswa. dan komunitas sekolah lainnya dalam rangka membantu meningkatkan efektifitas pendidikan siswa. Standar 3 : kolaborasi dalam mengadvokasi individu siswa dan kelompok siswa tertentu.

dan prosedur di sekolah. 159 . Bidang Standar Profesional Standar 1 Standar 2 : Mendukung standar yang legal termasuk kebijakan sekolah : Mendukung standar. Standar 3 : Menjaga hubungan yang profesional diantara petugas administrasi. Deskripsi Bidang Koordinasi Standar 1 : Mengkoordinir orang dan sumber lainnya di sekolah. Standar 2 : Mengadvokasi lingkungan sekolah yang memberikan pemahaman dan penghormatan terhadap perbedaan. aturan. guru. Deskripsi Bidang penilaian siswa (assessment) Standar 1 : Menggunakan standar yang profesional. dan anggota komunitas sekolah. Standar 2 : Menggunakan proses yang efektif ketika mereferal siswa.2. legal dan etis dalam melakukan penilaian (assessment) Standar 2 Standar 3 : Menginterpretasi hasil tes : Memberikan pemahaman mengenai hasil tes dan data penilaian lainnya kepada personel sekolah dan orang tua. rumah dan komunitas lainnya untuk mendukung kesuksesan siswa. personel sekolah. termasuk komitmen untuk mengembangkan profesionalitas. Bidang tindakan Profesional Standar 1 : Menunjukan profesionalisme.

Kriteria.  Pengembangan Standar Dan Kreteria Keberhasilan Seperti apa standar. mengatur unit bimbingan yang harus dikuasai siswa berdasarkanpada kebutuhan siswa. menggunakan strategi pembelajaran yang efektif. Tabel 4. (catatan: standar ini untuk program bimbingan kelas/kelompok). bekerja sama dengan atau membantu guru dalam mengembangkan unit pengajaran dan/atau bimbingan secara efektif. 3. dan deskriptor kinerja Konselor dalam program Bimbingan dan Konseling komprehensif? Untuk menggambarkan. menetapkan suatu lingkungan belajar yang kondusif bagisiswa melalui penggunaan manajemen kelas yang efektif. kriteria. 2. kriteria.1 Standar. DESKRIPTOR Konselor profesional: 1. 160 . Konselor profesional mendorong keterlibatan staf sekolah untuk memastikan pelaksanaan pelayanan dasar efektif KRITERIA Konselor profesional mengajarkan unit bimbingan secaraefektif. … dst … Konselor profesional: 1. Standar 4 Standar 5 Standar 6 : Mengikuti standar etik organisasi profesi : Menunjukan kinerja yang profesional dan bertanggungjawab : Menggunakan keterampilan menulis. berikut ini adalah dua contoh standar. 1. dan beberapa deskripsi berdasarkan pedoman evaluasi kinerja Konselor.Standar 3 : Berkomitmen terhadap standar profesional terbaru dalam hal kompetensi dan praktek. dan Deskriptor Kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor STANDAR Konselor profesional menerapkan Komponen Kurikulum Bimbingan (Layanan Dasar) melalui penggunaan keterampilan pembelajaran yang efektif dan perencanaan sesi kelompok terstruktur yang cermat untuk semua siswa. komunikasi dan hubungan interpersonal yang profesional.

4. Sementara evaluasi sumatif dari proses evaluasi kinerja konselor ada pada akhir 8. dan deskripsi di program bimbingan dan konseling. sosial.STANDAR KRITERIA DESKRIPTOR 2. menyediakan pelatihan in-service bagi guru mata pelajaran yang berhubungan dengan bimbingan dan metode pembelajaran dan bimbingan. dan karir. kriteria. Evaluasi Proses dan Hasil Pelayanan Bimbingan dan Konseling Evaluasi program adalah prosedur yang digunakan untuk menentukan sejauh mana program bimbingan dan konseling komprehensif berfungsi sepenuhnya. dan karier mereka. Pengembangan profesional berkelanjutan dan prosedur supervisi menggunakan standar. atas merupakan bagian dari evaluasi formatif. Implementasi Implementasi Awal Parsial Penuh Untuk mengukur pencapaian kriteria konseling kelompok kecil digunakan skala 5: 1 2 3 4 5 Implementasi Implementasi Awal Parsial Implementasi Penuh Evaluasi konselor dengan menggunakan standar. 3. kriteria. Konseling kelompok kecil tersedia untuk semua siswa yang mungkin mengalami masalah yang mempengaruhiperkembangan pribadi. akademik. belajar. … dst … Untuk mengukur pencapaian kriteria konseling individual digunakan skala 5: 1 2 3 4 5 Implementasi Siswa memiliki akses untuk memperoleh layanan responsif yang membantu mereka dalam menangani isu-isu dan masalah yang dapat mempengaruhi perkembangan pribadi. dan karier mereka. sosial. sosial. Penilaian dibuat tentang status program dengan menggunakan standar evaluasi program dan kriteria yang bersumber langsung dari bahasa kerangka program 161 . belajar. Layanan konseling individu tersedia untuk semua siswa yang mungkin mengalami masalah yang mengganggu perkembangan pribadi. dan deskriptor harus ditemukan dalam dokumen pedoman evaluasi formatif dan sumatif. berfungsi sebagai resources tentang bahan yang memadai untuk unit-unit bimbingan yang diajarkan.

Kecukupan standar dan kriteria evaluasi program diperlukan untuk memastikan bahwa panduan program bimbingan dan konseling komprehensif lengkap dan sepenuhnya diwakili oleh standar dan kriteria tersebut. Kriteria 1: Layanan konseling individu tersedia untuk semua siswa yang mungkin mengalami masalah yang mengganggu perkembangan yang sehat mereka. Apakah evaluasi 162 .bimbingan dan konseling komprehensif (Gysbers & Henderson. Kita dapat menggunakan evaluasi program untuk menentukan apakah program Bimbingan dan Konseling sekolah kita telah memenuhi standar dan kriteria sebagaimana telah ditetapkan. Setelah standar dan kriteria dipilih yang sepenuhnya mewakili program bimbingan dan konseling komprehensif. Standar 2: Siswa memiliki akses untuk memperoleh layanan responsif yang membantu mereka dalam mengatasi masalah dan kecemasan yang dapat mempengaruhi perkembangan pribadi. Kadang-kadang pedoman skoring disediakan sehingga mampu menjelaskan apa yang harus evaluator perhatikan dalam setiap titik skala. dikembangkan skala7 poinsebagai berikut: 1 Mulai Dilaksanakan 2 3 4 5 6 7 Sebagian Dilaksanakan Sepenuhnya Dilaksanakan Kapan dan seberapa sering kita harus melakukan evaluasi program bergantung pada tujuanyang ingin dicapai. Kriteria 1: Konseling kelompok kecil tersedia untuk semua siswa yang mungkin mengalami masalah yang mengganggu perkembangan kesehatan mereka. Seperti apa standar evaluasi program teresebut? Untuk menggambarkan. selanjutnya skala dibuat untuk setiap kriteria yang dapat berkisar dari 5 sampai 6 atau 7 poin. dan karir mereka. 2006). Sebuah panduan skoring juga dapat mencakup contohcontoh bukti yang evaluator harapkan temukan bersama dengan dokumentasi yang diperlukan untuk menunjukkan sejauh mana standar dan kriteria telah dipenuhi. sosial. berikut ini adalah contoh standar dengan beberapa contoh kriteria. Untukmenilaisejauh manasetiap kriteriadi atas dicapai. akademik.

Perubahan positif dalam hal-hal di atas diantisipasi sebagai hasil dari partisipasi siswa dalam program bimbingan dan konseling komprehensif. dan jenis laporan yang bagaimana yang akan disiapkan dan kepada siapa akan disajikan. Hasil yang diharapkan harus sudah dibahas dalam rencana kegiatan bimbingan dan konseling untuk melakukan perbaikan pernyataan misi dan/atau rencana strategis bimbingan dan konseling. Sebuah rencana evaluasi hasil dapat difokuskan pada bimbingan khusus dan kegiatan konseling atau layanan yang dipilih sehingga hasil yang spesifik dapat diidentifikasi dalam rencana perbaikan komprehensif atas segala layanan bimbingan dan konseling. Sebuah rencana evaluasi 163 . maka rencana perlu menyertakan hasil spesifik yang diinginkan. nilai tes prestasi belajar. dan perilaku siswa di kelas/sekolah. Disarankan bahwa konselor mengembangkan dan melaksanakan rencana evaluasi berbasis hasil sebagai bagian dari pelaksanaan keseluruhan bimbingan dan konseling komprehensif mereka. perilaku disiplin. kegiatan atau layanan yang akan digunakan untuk mencapai hasil yang diinginkan. bagaimana kegiatan atau layanan akan diberikan dan diberikan oleh siapa. seharusnya dilakukan evaluasi.program dilakukan tahunan atau berkala. Dokumen-dokumen ini berisi hasil yang direncanakan untuk mencapai. Hasil evaluasi program menunjukkan di mana kemajuan telah dibuat atau aspek apakah yang kurang menunjukkan kemajuan dari keseluruhan program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling komprehensif. akan mampu melihat apakah program yang telah ditetapkan mampu dilaksanakan dengan baik. terutama pada prestasi akademik mereka? Hasil yang biasanya dibahas dalam evaluasi hasil meliputi tingkat kehadiran di kelas. Evaluasi Hasil Evaluasi hasil merupakan prosedur yang digunakan untuk menjawab pertanyaan “Apa dampak program bimbingan dan konseling komprehensif (kegiatan dan layanan) terhadap keberhasilan dan kemandirian siswa. Terhadap setiap pelayanan yang kita gelar. bagaimana data akan dikumpulkan dan dianalisis. Jika pendekatan ini yang dipilih. bagaimana desain evaluasi yang akan digunakan. nilai rata-rata. kemampuan siswa dalam mengambil keputusan.

hasil juga dapat lebih fokus pada dampak luas bimbingan dan konseling ke seluruh program pendidikan sekolah. Data proses memberikan bukti bahwa kegiatan dan layanan bimbingan dan konseling benar-benar disediakan. 4. beberapa jenis data dapat digunakan. Selain itu. 5. Data hasil merupakan jenis ketiga. 3. Sebuah alat yang penting untuk analisis data hasil adalah program pencatatan hasil seperti Microsoft Excel. dan 8. Pemerincian data merupakan langkah penting dalam analisis data karena memungkinkan kita untuk melihat jika ada siswa yang tidak melakukan sesuatu sebagaimana siswa lainnya. kapan diberikan. Jenis pertama adalah data proses yang menggambarkan kegiatan bimbingan dan konseling dan layanan apa. nilai rata-rata di kelas. Program ini memungkinkan kita untuk memasukkan data hasil dan melakukan berbagai prosedur statistik yang sesuai. Tingkat kelas. Semua jenis data berguna dalam memastikan dampak program bimbingan dan konseling komprehensif terhadap perilaku siswa. Akhirnya. tingkat kedisiplinan. Pekerjaan (catatan program pekerjaan sepanjang sejarah hidup anak). rencana evaluasi hasil perlu menekankan bagaimana hasil data akan digunakan. Jenis yang kedua adalah data persepsi. orang tua. guru. Dalam merancang rencana evaluasi hasil. Etnis. yang memberitahu kita apa yang siswa. Pendidikan khusus yang pernah diterima. 6. kepala sekolah. atau orang lain pikirkan atau rasakan tentang kegiatan dan layanan serta pekerjaan konselor. yaitu perilaku sebenarnya dari siswa yang diukur dengan tingkat kehadiran. Guru-guru yang pernah mengajarnya. berbagai grafik dapat dibuat untuk menunjukkan hubungan dari data hasil evaluasi dengan hasil lainnya. dan skor tes prestasi. Jenis kelamin. Salah satu penggunaan data tersebut untuk menunjukkan 164 . Bahasa lisan di rumah. bakat. misalkan data ainteligensi siswa. Status sosial ekonomi. dan untuk siapa diberikan. Bidang umum untuk dirinci adalah sebagai berikut: 1. dan minat serta kepribadian siswa. 7. 2.

Yang kedua adalah bagaimana data digunakan untuk meningkatkan program bimbingan dan konseling komprehensif saat ini. Jadi asesmen dan evaluasi terhadap program dan hasil bimbingan dan konseling akan sangat berguna untuk membuat dan meningkakan program bimbingan dan konseling sekolah. 9. Instrumen Evaluasi Program Dan Hasil Tabel 4.kontribusi Konselor terhadap tujuan pendidikan seperti yang disajikan dalam rencana perbaikan komprehensif sekolah.2 Contoh Instrumen Pengelolaan Program NO 1 Pernyataan Guru bimbingan dan konseling membuat rancangan program bimbingan dan konseling 2 Guru bimbingan dan konseling melaksanakan need assessment terhadap kebutuhan siswa 3 Guru bimbingan dan konseling melaksanakan need assessment terhadap kebutuhan sekolah 4 5 Guru bimbingan dan konseling membuat tujuan program Guru bimbingan dan konseling berkolaborasi dengan komponen sekolah lainnya dalam membuat tujuan program 6 Guru bimbingan dan konseling mengembangkan kalender tahunan 7 Guru bimbingan dan konseling menggunakan keterampilan organisasi yang efektif 8 Guru bimbingan dan konseling memilih aktivitas yang sesuai dengan prioritas kebutuhan siswa dan sekolah 9 Guru bimbingan dan konseling membuat rancangan program dengan waktu yang sesuai dan efektif Jawaban ya tidak 165 .

22 Guru bimbingan dan konseling mengevaluasi kinerja secara berkala 166 .NO 10 Pernyataan Guru bimbingan dan konseling bertanggung jawab memberikan layanan kepada siswa sesuai dengan kbutuhannya Jawaban ya tidak 11 Guru bimbingan dan konseling menggunakan instrumen untuk mendapatkan informasi dari siswa 12 Guru bimbingan dan konseling menggunakan hasil evaluasi untuk memperkokoh tujuan. petugas administrasi dalam menjalankan program 16 Guru bimbingan dan konseling mengevaluasi penguasaan siswa terhadap materi program bimbingan 17 Guru bimbingan dan konseling menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien 18 Guru bimbingan dan konseling menerima saran dengan fikiran terbuka 19 Guru bimbingan dan konseling menjelaskan filosofi. strategi dan aktivitas 13 Guru bimbingan dan konseling mengukur hasil bimbingan secara sistematis dan berkala 14 Guru bimbingan dan konseling merancang program yang memungkinkan siswa ikut terlibat aktif di dalamnya 15 Guru bimbingan dan konseling berkolaborasi dengan guru. prioritas dan praktek program bimbingan secara efektif dan akurat 20 Guru bimbingan dan konseling menginformasikan kepada siswa. guru. petugas administrasi dan komponen sekolah lainnya mengenai program bimbingan 21 Guru bimbingan dan konseling menghargai keahlian dan profesionalitas personel sekolah lainnya.

3 Contoh Instrumen perencanaan individual NO 1 Pernyataan Apakah terdapat proses yang sistematis yang dapat membantu siswa mengembangkan rencana belajarnya? 2 3 Apakah terdapat sistem perencanaan individual di sekolah Apakah terdapat sistem yang dapat melibatkan orang tua siswa? 4 Apakah guru bimbingan dan konseling melaksanakan aktivitas Jawaban ya tidak 167 .NO 23 Guru bimbingan Pernyataan dan konseling menganalisis dan Jawaban ya tidak menginterpretasi data siswa 24 Guru bimbingan dan konseling merancang aktivitas yang dapat membantu siswa secara efektif 25 Guru bimbingan dan konseling menjaga sarana dan fasilitas yang tersedia 26 Guru bimbingan dan konseling menggunakan materi yang tepat dalam mengimplementasikan program 27 Guru bimbingan dan konseling membuat kesimpulan dari data yang didapatkan dari siswa 28 Guru bimbingan dan konseling membuat rekomendasi dari data yang didapatkan dari siswa 29 Guru bimbingan dan konseling memberikan dukungan terhadap guru bimbingan dan konseling baru (in-training) 30 Guru bimbingan dan konseling menjelaskan kontribusi yang dapat diberikan oleh personal sekolah Tabel 4.

.......................................... b) .......... d) .......................................... dan dukungan sistem”.............. buatlah deskripsi dari standar-standar tersebut! 1) Bidang Manajemen Program Standar 1 “Merancang program bimbingan dan konseling komprehensif yang seimbang meliputi layanan dasar......... 168 ....................................... c) .......................................................................................NO Pernyataan penilaian (Need Assessmenet) Jawaban ya tidak 5 6 Apakah guru bimbingan dan konseling melaksanakan konsultasi Apakah siswa guru bimbingan dan konseling melaksanakan identifikasi tujuan karir jangka pendek dan jangka panjang bagi 7 Apakah guru bimbingan dan konseling membantu siswa dalam mendapatkan pendidikan karir 8 Apakah guru bimbingan dan konseling berkolaborasi dengan orang tua 9 Apakah guru bimbingan dan konseling membantu siswa dalam membuat rencana pribadi siswa yang direvisi paling tidak setahun sekali 10 Apakah tersedia prosedur dalam proses perencanaan individual D...... layanan responsif.......... LATIHAN Di bawah ini terdapat standar-standar yang harus dicapai dari masing-masing bidang.................................. Deskripsi: a) ..................... perencanaan individual.................................

.................................................................................... Standar 3 “Evaluasi dan pengembangan berkelanjutan”............................................................... Standar 2 “Mengimplementasikan program yang telah dirancang”........... f) Dst... c) ............................................. Deskripsi: a) ....... c) .............................. Deskripsi: a) ................. e) ............................................................................................................................................................................................................ f) Dst....................................... b) ........................................................ b) ........................................ 169 ............................................... e) ......................................................................................................................e) .............................. d) .................................................................................................... f) Dst........................................... d) ....

.... orang tua dan yang lainnya untuk mempromosikan implementasi bimbingan klasikal”..... c) ................................................................................................. Deskripsi: a) ............................................... 170 .............................................................................. d) .... Standar 3 “Melibatkan siswa.................................................... e) ................ Standar 2 “Memberikan kelompok materi yang efektif dan terstruktur yang diberikan pada layanan dasar”...................................................................... b) ....................................................... Deskripsi: a) ...................................... d) .......................................................................................... Deskripsi: a) .......................................... e) ..................................................... guru................. c) ......................................................................... f) Dst..................................... b) ........................................................................................................................................2) Bidang Bimbingan Standar 1 “Merencanakan kelompok materi yang terstruktur”................ f) Dst.............

............................b) ...................................................... Deskripsi: a) .............................................. d) ................................................ Deskripsi: a) ........... d) ...................................... c) ............................ 171 ....... e) ............................................................ 3) Bidang Konseling Standar 1 “Menggunakan teori yang dapat diterima dan tekhnik yang efektif untuk membantu perkembangan individu.......................................................................................................... 4) Bidang Konsultasi Standar 1 “Berkonsultasi dengan orang tua............... f) Dst.............................................................. e) Dst.................................................. personel sekolah................................................................. b) ................................... c) ................................................... c) .................................. b) ......................................................................................................................... pencegahan.......... dan komunitas sekolah lainnya dalam rangka membantu meningkatkan efektivitas pendidikan siswa”...................................... remedial atau konseling krisis”.....................................

............................................................................................................................................................................................................................ 172 .................................................................................................................................................... rumah dan komunitas lainnya untuk mendukung kesuksesan siswa”... b) .... legal dan etis dalam melakukan penilaian (asessment)”.......... d) ...................... c) .................................................................................................................. Deskripsi: a) ......................................................... f) Dst...................... e) .............d) ......................................................... f) Dst..................................... Deskripsi: a) ...................................... 6) Bidang Penilaian Siswa (Assessment) Standar 1 “Menggunakan standar yang profesional...... 5) Bidang Koordinasi Standar 1 “Mengkoordinir orang dan sumber lainnya di sekolah............................................................................................ e) ............................................ c) .. b) ........................... d) ..........................

..................... profesionalisme.................................................................................................................. c) ................................e) .............................................................. f) Dst........................................................ c) ....... b) .................................................................................................... d) ................................................................................... Deskripsi: a) ....... e) Dst........................ b) ..... d) ............................................................ 7) Bidang Tindakan Profesional Standar 1 “Menunjukan Deskripsi: a) ...... 8) Bidang Profesional Standar 1 “Mendukung standar yang legal termasuk kebijakan sekolah”......... termasuk komitmen untuk mengembangkan profesionalitas”...................................................................................................... e) Dst...................................................... 173 ..............................

.................................................. f) Dst.............................. b) ................................................. d) ..................................................................... e) .........Standar 2 “Mendukung standar.................................... Deskripsi: a) ...... 174 ............. Standar 3 “Berkomitmen terhadap standar profesional terbaru dalam hal kompetensi dan praktek”..................................................................... d) ................................................................................................................................... dan prosedur di sekolah”........................................ c) .. c) .................................................................................. f) Dst.................................................... Deskripsi: a) ................................................................................... e) ....................................................................................................... aturan............................... b) ..

175 .

. 2002. Madison: Brown & Benchmark Furqon dan Yaya Sunarya. Pengembangan Instrumen Asesmen Perkembangan Siswa. 2005.. 2007. Littlefield. S. Hubungan Aspirasi. Theory and Practice of Counseling and Psychotherapy .DAFTAR PUSTAKA AACE. CA: Brooks/ Cole Cronbach. 2011. Hanbook of Psychological Assesment. Theory & Practice of Group Counseling. Belmont. Landreth. Rambu-rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Kegiatan Belajar dan Prestasi Belajar Mahasiswa Universitas Negeri Padang. Garry L. 2003. Corey. New York: Routledge.F. Laporan Penelitian (Tidak diterbitkan). J. Tesis tidak diterbitkan.J. R.H. Daharnis. Kondisi Lingkungan.edu Ahia. 7: 147-157. Jakarta: Rajawali Press Gerald Goldstein & Michel Hersen (eds). 2011. Pembelajaran. 2011. Hubungan Sejumlah Karakteristik Mahasiswa. 2011. Bimbingan dan Konseling Berbasis Kompetensi. Assessment of secondary school student needs in Kwara State. Pengembangan Tes Lokal. Pengembangan Instrumen dan Program Analisis Sosiometri untuk Bimbingan dan Konseling di Sekolah (Studi pada SMP dan SMA di Kota Padang). 2004. Fourth Edition. http://aace.W. C.F. Design Evaluation of Educations & Social Program . Competencies in Assessment and Evaluation for School Counselor . & Bradly. San Fransisco: Jessev-Base. International Journal for The Advancement of Counseling. L. J. & Kevin A. Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling . Belmont. Disertasi tidak diterbitkan. Angkatan dan Status Masuk dengan Kegiatan Belajar Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP UNP. Jakarta: Depdiknas Djoemadi Darmodjo. 1963. 1996. UNP Elliot. Locus of Control. 2012. Gerald. Jurusan BK FIP UNP Depdiknas. Berg. T. 1984. New York: Elsevier Science 176 . Jakarta: Depdiknas Depdiknas. 2009. Fall. Malang: Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Madison Avenue. dalam Mamat Supriatna. CA: Thomson Higher Education.R. Gerald. Persepsi. B.E. & Travers. Corey. 2006. Bahan Pelatihan Sertifikasi Tes bagi Konselor Pendidikan. Robert. Educational Psychology. Kratochwill. Malang: PPS UM Eko Susanto. Padang. Nigeria..ncat. Group Counseling Concepts and Procedures. Daharnis. 2000.

C.. A lexandria. Limas Sutanto. Astramovich. Jakarta: Kemendiknas Mudjiran dkk. A. 2011. Hoskins.. Triyono. 2010. Article Hornby. Introducing the Accountability Bridge Model: A Program Evaluation Framework for School Counselors. Dr. Psychoeducational Groups: Process And Practice. Henderson. Second Edition. Developing and Managing your School Guidance and Counseling Program (4th Ed). A version of this article was presented at the ACES/ASCA School Counseling Research Summit on June 28–29. N. Padang: UNP Muri Yusuf . Padang: Universitas Negeri Padang.Gysbers. Gysbers. Hubungan Persepsi Siswa tentang Penerapan High-Touch oleh Wali Kamar dengan Penyesuaian Diri Siswa di Asrama serta Implikasinya dalam Bibingan dan Konseling di SMP Pesantren Modern Terpadu Prof. UNP Nina W. Garry. Praktik Instrumentasi dalam Konseling. Louis. dan P. Joni. Hamka Kabupaten Padang Pariaman. London: Routledge Falmer ILO. Penajaman Teknik Konseling dan Psikoterapi. Panduan Pelayanan Bimbingan Karir Bagi Guru Bimbingan Konseling/Konselor pada Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah . Counselling Pupils in Schools: Skills and strategies for teachers New Fetter Lane. 2010. Norman C. Raka. 2011. 2007. 2003. Carol Hall. 2004. and Wendy J. Gysbers. in St.Brown. T. Jakarta: Organisasi Perburuhan Internasional Imam Hanuji. and Patricia Henderson. Norman C. 2006. Materi Pelatihan bagi Psikiater Februari sd Mei 2007 di PPS UM Malang Kelly Coker J. 2005. Article Kemendiknas.2003. Tesis (Tidak diterbitkan). Padang. Comprehensive Guidance and Counseling Program Evaluation: Program + Personnel = Results . Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru (Buku 2): Penilaian Kinerja Guru (PK GURU). New York: Brunner-Routledge Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 03/V/Pb/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar isi Permendiknas Nomor 27 tahun 2008 Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor 177 . and Eric Hall . Comprehensive Guidance and Counseling Programs:The Evolution of Accountability. Randall L. Metodologi Penelitian. MO. VA: ACA. 2003.

Pemahaman Individu. 2004.Surabaya: Usaha Nasional 178 . Prayitno. New York: Routledge Sears. 2010. Effective Interviewing: A Handbook of Skills and Techniques. Fundamental of Guidance. Rosemary A. 2006. Draft Belum Diterbitkn Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional W. Bandung: Madani Sumadi Suryabrata. 2012. 1981. U.Winkel & M. Richard. Counseling Techniques: Improving Relationships With Others. 2010. Yogyakarta: Andi Syaifuddin Azwar. Jakarta: Bina Sumber Daya MIPA. S. Penyusunan Skala Psikologi.dkk.. Yogyakarta: Media Abadi Wayan Nurkancana.S. Our Families. 2002. Pengembangan Alat Ukur Psikologis. John R. Thompson. Shertzer. Madison Avenue. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Carrie Mason-Sears. Jenis Layanan dan Kegiatan Pendukung Konseling . Manajemen dalam Bimbingan dan Konseling . W. B.C. Boston: Houghton Mifflin Company Suherman. And Our Environment. Seri Pemandu Pelaksanaan Pelayanan Bimbingan dan Konseling di SMK.1993. Consultation Skills for Mental Health Professionals. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. Jakarta: Puskur Robert Edenborough. Rudisill. London: Clays Ltd. Inc. 2011. 2003. 2008. Hoboken. New Jersey : John Wiley & Sons.M Sri Hastuti..Prayitno. Padang: UNP Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. 2004. Ourselves. 2004. & Stone. Model Pengembangan Diri. Asesmen dan Pemahaman Individu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful