BAB I ASESMEN DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING

A. PENGANTAR Bimbingan dan konseling merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan pada setiap jenis, tingkat dan satuan pendidikan. Penyelenggara utama bimbingan dan konseling adalah guru bimbingan dan konseling (BK) atau konselor. Berbagai ketentuan, aturan dan pedoman resmi tentang keberadaan dan pelaksanaan tugas guru BK atau konselor, antara lain dapat dirujuk pada Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar isi, Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru, Permendiknas Nomor 27 tahun 2008 Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor, Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru Dan Angka Kreditnya, Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 03/V/Pb/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya dan Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru (PK Guru) yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 2010 (Buku 2: Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru). Penyelenggaraan tugas guru BK harus didukung oleh sejumlah kompetensi yang dapat dikelompokkan ke dalam empat kompetensi utama dengan segenap penjabarannya, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi profesional, dan kompetensi kepribadian. Salah satu kompetensi profesional guru bimbingan dan konseling atau konselor adalah menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli (Permendiknas Nomor 27 tahun 2008). Uraian dan pembahasan pada bab ini dimaksudkan untuk meningkatkan sebagian dari kompetensi tersebut, dan terutama untuk penerapannya dalam penyelenggaraan pelayanan konseling di sekolah.

BIMTEK GURU BK SMK 2012

1

B.

KOMPETENSI, SUB KOMPETENSI DAN INDIKATOR Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor (SKAKK) dikemukakan salah satu kompetensi profesional konselor adalah menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli. Sedangkan penjabaran dari kompetensi tersebut adalah: 1. menguasai hakikat asesmen 2. memilih teknik asesmen, sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling 3. menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling 4. mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalah-masalah konseli 5. memilih dan mengadministrasikan teknik asesmen pengungkapan kemampuan dasar dan kecenderungan pribadi konseli 6. memilih dan mengadministrasikan instrumen untuk mengungkapkan kondisi aktual konseli berkaitan dengan lingkungan 7. mengakses data dokumentasi tentang konseli dalam pelayanan bimbingan dan konseling 8. menggunakan hasil asesmen dalam pelayanan bimbingan dan konseling dengan tepat 9. menampilkan tanggung jawab profesional dalam praktik asesmen Berpedoman pada isi program yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah, Direktorak Jenderal Pendidikan Menengah Subdit PTK SMK yang lebih mengarah pada bimbingan teknis (Bimtek), dan berdasarkan arahan dari Direktur Pembinaan PTK Dikmen, kompetensi yang menjadi fokus dalam Bimtek ini adalah berkenaan dengan pengembangan instrumen, pemilihan instrumen, penggunaan instrumen, himpunan data, dan pelaporan. Merujuk pada Buku 2 Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru, khusus untuk guru BK, indikator yang hendak dicapai dalam bimtek ini adalah sebagai berikut. 1. Guru BK/Konselor dapat mengembangkan instrumen nontes (pedoman wawancara, angket, atau format lainnya) untuk keperluan pelayanan BK. 2. Guru BK/Konselor dapat mengaplikasikan instrumen nontes untuk mengungkapkan kondisi aktual peserta didik/konseli berkaitan dengan lingkungan. 3. Guru BK/Konselor dapat memilih jenis asesmen (Instrumen Tugas Perkembangan/ITP, Alat Ungkap Masalah/AUM, Daftar Cek Masalah/DCM, atau instrumen non tes lainnya) yang sesuai dengan kebutuhan layanan bimbingan dan konseling. 4. Guru BK/Konselor dapat mengadministrasikan asesmen (merencanakan, melaksanakan, mengolah data) untuk

BIMTEK GURU BK SMK 2012

2

mengungkapkan potensi, kebutuhan, dan masalah peserta didik/konseli 5. Guru BK/Konselor dapat menampilkan tanggung jawab profesional sesuai dengan azas BK (misalnya kerahasiaan, keterbukaan, kemutakhiran, dll.) dalam praktik asesmen. C. MATERI 1. Pengembangan instrumen a. Data yang dikumpulkan Program bimbingan dan konseling harus disusun berdasarkan analisis data dan kebutuhan peserta didik/konseli. Untuk itu diperlukan data yang akurat dan memadai berkenaan dengan diri, potensi, kebutuhan dan permasalahan serta lingkungan konseli. Analisis data dan kebutuhan didahului dengan pengumpulan data dan need assessment dengan menggunakan berbagai instrumen. Banyak data yang diperlukan untuk penyusunan program bimbingan dan konseling. Data tersebut antara lain adalah identitas diri, keluarga, riwayat kesehatan, riwayat pendidikan, kecerdasan, bakat, minat, kepribadian, pengalaman dan lingkungan sosial, harapan dan cita-cita, hobi dan kebiasaan, serta masalah-masalah dan kebutuhan (Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor,2010). Menurut Furqon dan Yaya Sunarya (2011), data yang diperlukan untuk penyelenggaraan bimbingan dan konseling dapat dibedakan menjadi empat kelompok data, yaitu data pribadi, data kelompok, data umum, dan data khusus. Data pribadi adalah data atau keterangan secara lengkap dan menyeluruh yang menyangkut diri masing-masing siswa secara individual (perorangan), antara lain data identitas pribadi, keadaan fisik, data keluarga, riwayat pendidikan sebelumnya, dan riwayat kesehatan. Data kelompok menyangkut aspek tertentu dari sekelompok siswa, seperti gambaran menyeluruh tentang prestasi belajar siswa dalam satu kelas, hasil sosiometri, laporan penyelenggaraan hasil belajar kelompok, penyelenggaraan dan isi bimbingan dan konseling kelompok. Data umum (data lingkungan) merupakan data atau keterangan yang tidak secara langsung menyangkut diri siswa baik secara individual maupun secara kelompok, seperti informasi kesempatan mengikuti pendidikan dan pekerjaan, informasi keadaan lingkungan fisik-sosial-budaya. Sedangkan data khusus adalah keterangan tentang siswa dalam hal khusus, misalnya data tentang inteligensi, bakat, kebiasaan belajar, minat, hubungan sosial. Dikaitkan dengan fungsi pemahaman, data yang perlu dipahami dalam penyelenggaraan bimbingan dan konseling antara lain adalah kondisi diri, lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan masyarakat, informasi pendidikan dan pekerjaan (Prayitno, dkk., 2004; Tim Penyusun Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling, 2004). Di samping itu, W.S. Winkel dan M.M. Sri Hastuti (2010)
BIMTEK GURU BK SMK 2012 3

keadaan emosi. emosi. (9) kesehatan jasmani antara lain kesehatan pada umumnya. penyakit yang pernah diderita. (3) taraf prestasi yang mempunyai kaitan dengan perencanaan pendidikan lanjutan dan penentuan pekerjaan/jabatan. kesulitan-kesulitan yang dialami. belajar dan karir). Prayitno. pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikis yang terjadi pada diri siswa pengenalan tentang kekuatan diri. sosiabilitas) perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat Data untuk pengembangan sosial. (6) kondisi keluarga dan lingkungan. (8) ciri-ciri kepribadian khusus. (7) pengalaman di luar sekolah. data yang diperlukan untuk pelayanan bimbingan dan konseling sebagai berikut. nilai kehidupan. (4) kemampuan intelektual dan kemampuan akademik. (2) riwayat sekolah/pendidikan: seluruh jenjang pendidikan yang telah ditempuh termasuk lamanya. (3) lingkungan dan hubungan sosial. Depdiknas (2007). ILO (2011). sikap dalam menghadapi permasalahan. (6) minat terhadap bidang studi dan bidang pekerjaan tertentu. 1) a) b) c) d) e) f) g) 2) Data untuk pengembangan pribadi. serta penyaluran dan pengembangannya kelemahan diri dan upaya penanggulangannya kemampuan mengambil keputusan dan pengarahan diri kepribadian (kepemimpinan. Apabila dikelompokkan untuk setiap bidang pengembangan siswa (pribadi. efektif dan produktif b) kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial (di rumah. (2) kondisi mental dan fisik siswa. sosial. meliputi: a) kemampuan berkomunikasi serta menerima dan menyampaikan pendapat secara logis. taraf ekonomi keluarga. saudara-saudara. meliputi: kebiasaan dan sikap dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa pengenalan dan penerimaan perubahan. (4) tujuan. keterampilan dan kemampuan belajar. tanggung jawab. gangguan pada alat indra. Ditinjau dari tujuan penyelenggaraan aplikasi instrumentasi dalam bimbingan dan konseling. sikap. Furqon dan Yaya Sunarya (2011). secara umum data atau keterangan yang diperlukan adalah (1) kebiasaan dan sikap dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. suasana kehidupan dalam keluarga. (5) bakat khusus. seperti temperamen. kebiasaan. karakter. watak. dkk.mengelompokkan data yang diperlukan untuk pelayanan bimbingan dan konseling adalah (1) latar belakang keluarga (data tentang orangtua. (2004). bakat dan minat. hubungan sosial. (5) informasi karir dan pendidikan. sekolah dan masyarakat) dengan menjunjung tinggi BIMTEK GURU BK SMK 2012 4 .

sosial dan budaya di sekolah. bakat. di tempat praktik/magang. baik internal maupun eksternal. meliputi: kemampuan. Data untuk pengembangan karir. bertanya/menjawab/menanggapi. mempesiapkan diri untuk belajar dan ujian. dunia kerja dan upaya memperoleh penghasilan d) informasi lembaga-lembaga keterampilan. d) kegiatan dan disiplin belajar serta berlatih secara efektif. dan produktif e) penguasaan materi pelajaran. 2011) merangkum berbagai faktor yang mepengaruhi proses dan hasil belajar. di rumah. kepribadian. kondisi diri dan sosial ekonomi terkait dengan pekerjaan/karir b) pilihan dan latihan keterampilan c) orientasi karir. adapt istiadat dan kebiasaan yang berlaku hubungan dengan teman sebaya (di sekolah dan di masyarakat) penerimaan sosial oleh teman di sekolah pemahaman dan pelaksanaan disiplin dan peraturan sekolah. perlu juga dipertimbangkan data berkenaan dengan berbagai faktor yang berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar. menyarikan bacaan/membaca efektif. Dari berbagai sumber. efisien. norma dan nilai-nilai agama. dunia kerja dan industri sesuai dengan pilihan pekerjaan dan arah pengembangan karir Data untuk pengembangan kegiatan belajar.c) d) e) f) g) 3) a) tatakrama. minat. BIMTEK GURU BK SMK 2012 5 . praktik dan magang c) keterampilan belajar. di lingkungan sekitar dan masyarakat pengenalan dan pengamalan pola hidup sederhana yang sehat dan diterima lingkungan sosial kemampuan bergotong royong. bakat. meliputi: a) pengenalan akan tujuan dan manfaat belajar b) sikap dan kebiasaan belajar. tempat latihan/magang dan lingkungan belajar h) potensi diri (kemampuan. dsb. dan latihan/keterampilan kejuruan f) motivasi belajar g) pengenalan dan pemanfaatan kondisi fisik. Daharnis (2005. seperti mencatat materi pelajaran. setiap faktor tersebut berinteraksi dan saling terkait satu dengan yang lainnya. mengerjakan tugas atau PR. minat) i) orientasi belajar di perguruan tinggi j) fasilitas belajar dan pemanfaatannya 4) Khusus untuk pengembangan kegiatan belajar.

aspirasi dan persepsi angota keluarga terutama terhadap pendidikan d. kemampuan dasar umum/inteligensi b. kurikulum c. Kondisi fisiologis. bakat c. konsentrasi k. disiplin g. kondisi sosial ekonomi keluarga (orangtua) c. penguasaan keterampilan/pengetahuan dasar f. locus of control l. kondisi fisik b. motivasi serta perlakuan orangtua/anggota keluarga terhadap kegiatan belajar siswa/mahasiswa 1. hubungan antar sesama anggota keluarga b. minat d. ingatan n. karakteristik guru dan personil lainnya e. Kondisi psikologis. antara lain: a. antara lain: BIMTEK GURU BK SMK 2012 6 . Kondisi sekolah. perhatian. antara lain: a. persepsi 2. kondisi tubuh pada umumnya dan kesehatan b. sarana dan prasarana d. metode h. teknik i.Di antara faktor internal yang cukup besar pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar siswa/mahasiswa adalah: 1. penilaian m. antara lain: a. ketekunan j. tugas-tugas yang harus dikerjakan siswa k. media j. perhatian m. umpan balik dan reward 2. pengelolaan pembelajaran l. suasana serta hubungan siswa dengan guru dan antar siswa f. Kondisi masyarakat. kematangan dan kesiapan i. kondisi panca indra c. cacat tubuh/fisik Sedangkan faktor eksternal yang cukup besar pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar mahasiswa dapat ditinjau dari segi 1. aspirasi dan cita-cita h. Kondisi dalam keluarga. motivasi e. kegiatan/kebiasaan dan gaya belajar g. antara lain: a.

pergaulan dengan teman sebaya media masa d unia kerja nilai/norma masyarakat Interaksi dan saling keterkaitan faktor-faktor tersebut dapat dilihat pada gambar-gambar berikut.

a. b. c. d.

BIMTEK GURU BK SMK 2012

7

PRESAGE VARIABLES Karakteristik

Guru
• Kelas sosial • Umur • Jenis kelamin • Pendd.& Pengalaman • Inteligensi • Motivasi • Ket. mengajar • Kepribadian CONTEXT VARIABLES Karakteristik Siswa • • • • • • Kelas sosial Umur Jenis kelamin Kemampuan Pengetahuan Sikap Kondisi Masyarakat, Sekolah/kelas

PROCESS VARIABLES

Perilaku di kelas Perilaku Guru Perubahan Perilaku Siswa Perilaku Siswa
PRODUCT VARIABLES

Hasil Belajar

• dll.

Ukuran sekolah/kelas. • Fasilitas • Suasana
Gambar 1. Variabel-variabel yang berkaitan dengan kegiatan dan hasil belajar siswa (Diadaptasi dari Dunkin dan Biddle oleh Daharnis, 2005)

BIMTEK GURU BK SMK 2012

8

Karakteristik Guru • Kualitas • Pengalaman • Bakat • Pengt. tentang materi pelajaran • Pengt. tentang pengajaran • Nilai dan sikap • Ekspektasi • Kelas sosial • dll.

Karakteristik Siswa • Pengaruh kelas sosial, ras dan orangtua • Bakat dan pengetahuan • Nilai dan sikap • Ekspektasi • Aspirasi • Persepsi • Gaya belajar • dll.

• • • • • • • • •

Kondisi Sekolah Ukuran Sumber keuangan Ratio Guru-Siswa. Administarsi Pelayanan staf Fasilitas Lokasi Kelas sosial Komposisi ras, dll

Performasi pengajaran Guru

Perilaku Belajar Siswa

Hasil Belajar

Kondisi Sekolah • Org. & adm. • Organisasi pengajaran • Pengaruh kelompok sebaya • Ukuran kelas • Lingkungan, dll

Catatan: Menunjukkan hubungan kausal Menunjukkan hubungan, tetapi tidak hubungan kausal

Gambar 2. Variabel-variabel yang berkaitan dengan kegiatan dan hasil belajar siswa (Diadaptasi oleh Daharnis (2005 & 2011) dari: Centra dan Potter (dalam Elliot, Kratochwill, Littlefield, dan Travers, 1996)

Data lain yang diperlukan untuk penyusunan program bimbingan dan konseling adalah data masalah-masalah yang mungkin dialami oleh siswa. Dalam Mooney Problem Check List (MPCL) yang dikembangkan oleh Ross L. Mooney terdapat 330 masalah yang mungkin dialami oleh siswa-siswa tingkat SLTA yang dikelompokkan kedalam sebelas bidang (Mudjiran, dkk., 2010), yaitu: 1. Perkembangan jasmani dan kesehatan 2. Keuangan, lingkungan dan pekerjaan
BIMTEK GURU BK SMK 2012 9

2011). Kurikulum dan pengajaran Sedangkan dalam Alat Ungkap Masalah (AUM) Seri Umum Format 2 untuk siswa SLTA yang dikembangkan sejak tahun 1997. Sejalan dengan itu Prayitno (2012) mengemukakan bahwa suatu instrumen disebut tes apabila BIMTEK GURU BK SMK 2012 10 . Teknik dan Instrumen yang digunakan Pengumpulan data dan need assessment dalam bimbingan dan konseling dilakukan melalui aplikasi instrumenasi (Pusat Kurikulum. 2011) atau menggunakan instrumen tes dan instrumen non tes (Prayitno. 6. 10. 4. 8. Kegiatan sosial dan rekreasi Seks. 5. baik tes maupun non-tes. Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor (2010) mengemukakan bahwa teknik yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data adalah teknik tes dan teknik non tes (Furqon dan Yaya Sunarya. 7. 2011). nilai dan moral 8) Hubungan muda-mudi dan perkawinan 9) Keadaan dan hubungan dalam keluarga 10) Waktu senggang b. termuat 225 butir masalah yang mungkin dialami oleh siswa SLTA. yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik/sasaran layanan dan lingkungannya. Balitbang Depdiknas. yaitu : 1) Jasmani dan kesehatan 2) Diri pribadi 3) Hubungan sosial 4) Ekonomi dan keuangan 5) Karier dan pekerjaan 6) Pendidikan dan pelajaran 7) Agama. yang kesemuanya dikelompokkan kedalam sepuluh kelompok. 9.3. 2012). melalui aplikasi berbagai instrumen. Tes merupakan himpunan pertanyaan yang harus dijawab atau pernyataan-pernyataan yang harus dipilih/ditanggapi atau tugas-tugas yang harus dilakukan oleh orang yang dites (testi) dengan tujuan untuk mengukur suatu aspek perilaku atau memperoleh informasi tentang trait atau atribut dari orang yang dites (Furqon dan Yaya Sunarya. pacaran dan perkawinan Hubungan sosial-kejiwaan Hubungan pribadi-kejiwaan Moral dan agama Rumah dan keluarga Masa depan pekerjaan dan pendidikan Penyesuaian terhadap tugas-tugas sekolah 11.

1) Observasi Pengertian Observasi merupakan pengamatan sistematis tentang suatu objek. pembahasan dapat berkembang pada teknik-teknik dan instrumen yang tidak dibahas secara eksplisit dalam uraian materi ini. seorang guru BK dan tenaga pendidik BIMTEK GURU BK SMK 2012 11 . melainkan untuk melihat gambaran tentang kondisi responden tanpa menekankan apakah kondisi itu mutunya tinggi atau rendah. (2) hasil pada non tes lebih kualitatif sedangkan pada tes lebih kuantitatif. tes kepribadian. instrumen non tes digunakan untuk mengetahui kondisi responden sebagaimana apa adanya. sedangkan beberapa teknik dan instrumen non tes antara lain dengan melakukan observasi (dengan menggunakan instrumen daftar cek. (3) pelaksana tes (psikologis) adalah orang profesional (berkewenangan khusus untuk melaksanakan tes tersebut) sedangkan pelaksana non tes tidak selamanya orang yang sangat profesional (Furqon dan Yaya Sunarya. kreativitas. catatan anekdot. baik berupa tes atau pun non tes. tes minat. dan penyelenggaraan sosiometri. benar atau salah. tidak semua teknik dan instrumen pengumpul data dibahas dalam uraian materi ini. penggunaan inventori minat karir. dalam peyelenggaraan bimbingan teknis di lapangan. 2011). dan tugas-tugas perkembangan. studi dokumentasi. sedangkan pada non tes. (4) waktu pelaksanaan tes lebih ketat dibandingkan dengan pelaksanaan non tes. Diantara teknik tes adalah menyelenggarakan tes kecerdasan. kuesioner/angket. jawaban benar atau salah sangat bervariasi dan semuanya bisa betul/benar. hubungan sosial. Banyak teknik dan instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam bimbingan dan konseling.jawaban responden atas soal-soal yang diperiksa berdasarkan benar-salahnya jawaban tersebut. Namun. sementara jawaban instrumen non tes bukan atas benar salahnya. dan tes hasil belajar. penggunaan daftar cek masalah atau alat ungkap masalah--AUM (baik masalah belajar ataupun masalah-masalah umum). dan alat-alat mekanik). (5) penyelenggaraan dan pengawasan tes lebih ketat dibandingkan dengan non tes. walaupun akhirnya dapat dikualitatifkan. Sesuai dengan kebutuhan bimbingan teknis untuk peningkatan profesionalitas guru BK SMK dan memperhatikan relevansinya dengan analisis kebutuhan dalam penyusunan program bimbingan dan konseling di SMK. otobiografi). tes bakat. Perbedaan antara teknik/pendekatan tes dan non tes antara lain adalah (1) pada tes ada jawaban benar atau salah. skala penilaian. interviu/ wawancara. Melalui observasi.

Muri Yusuf. yaitu observasi yang dipersiapkan secara sistematis. Kunci keberhasilan observasi sebagai teknik pengumpulan data sangat banyak ditentukan oleh pengamat itu sendiri. terutama untuk pemahaman individu konseli.2010). mengikuti proses belajar dan pembelajaran. 2011). yaitu sebagai pengamat yang tidak diketahui dan dirasakan oleh anggota yang lain. (2) observasi sistematis. ada beberapa jenis observasi. berinteraksi dengan orang lain. sehingga pengamat dapat mengambil kesimpulan. Muri Yusuf. maupun sifat-sifat khusus yang nampak dalam menghadapi suatu situasi atau masalah (Furqon dan Yaya Sunarya.lainnya dapat mengetahui tingkah laku non verbal konseli (A. misalnya dalam melakukan tugas. dan kedua sebagai anggota yang berperan aktif sesuai dengan tugas yang dipercayakan kepadanya. dan observasi non partisipatif (non participation observer). (2) diketahui intensitas perilaku secara detail. atau teknik merekam data tingkah laku individu melalui proses pengamatan langsung dan/atau tidak langsung dalam suatu kegiatan untuk memperoleh gambaran observable behavior (Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. misalnya sambil mengerjakan tugas sehari-hari. yang akhirnya dapat digunakan sebagai tolok ukur menyusun program bimbingan dan konseling komprehensif--lazim dinamakan need assessment (Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor.2005). (3) observasi partisipatif (participant observer). Participant observer. yaitu observasi yang tidak dipersiapkan secara seksama. mencium atau mendengarkan sesuatu tentang objek yang diamati. karena pengamat dapat melihat. Jenis Observasi Menurut Furqon dan Yaya Sunarya (2011). Sedangkan non BIMTEK GURU BK SMK 2012 12 . Manfaat Observasi Observasi atau pengamatan bermanfaat untuk penyusunan program bimbingan dan konseling. Dalam hal ini pengamat mempunyai fungsi ganda. karena (1) diperoleh data perilaku spontan secara natural. observasi yang tidak menggunakan pedoman observasi. dan (3) diketahui penyebab munculnya perilaku (A. yaitu (1) observasi sehari-hari.2010). 2005). atau dilakukan secara incidental. yaitu suatu bentuk observasi dimana pengamat (observer) secara teratur berpartisipasi dan terlibat dalam kegiatan yang diamati. antara lain fakta-fakta tentang tingkah laku siswa/konseli. Dalam menyelenggarakan pengumpulan data melalui observasi diperlukan pencatatan yang sistematis tentang hal-hal yang diamati. mendengar. terencana dan dipersiapkan.

participation observer, yaitu suatu bentuk observasi dimana pengamat tidak terlibat langsung dalam kegiatan kelompok, atau dapat juga dikatan pengamat tidak ikut serta dalam kegiatan yang diamatinya (A. Muri Yusuf, 2005).

Pedoman observasi Teknik observasi perlu dilengkapi dengan instrumen observasi, antara lain Daftar Cek ( Checklist), Skala Penilaian (Rating Scale), Catatan Anekdot (Anecdotal Records), dan alatalat mekanik. Berikut dikemukakan beberapa instrumen yang digunakan dalam observasi, yang diambil dan dimodifikasi dari draft yang dikembangkan oleh Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor tahun 2010. a) Daftar Cek (Checklist) Pengertian Daftar cek sebagai instrumen observasi merupakan suatu daftar pernyataan tentang aspek-aspek yang mungkin terdapat dalam suatu situasi, tingkah laku, dan kegiatan (individu/kelompok). Gejala-gejala perilaku individu/konseli yang dapat diobservasi dengan instrumen/pedoman daftar cek adalah: kebiasaan belajar secara umum, kebiasaan belajar pada jam kosong atau saat guru tidak berada di kelas, kebiasaan dan keterampilan bekerja, aktivitas diskusi kelompok/kelas, kegiatan komunikasi dengan orang lain (teman, guru atau pihak lain), aktivitas ekstrakurikuler di sekolah (seperti Pramuka, KIR, PMR, Basket, Volly, dsb.), dan lain-lain topik yang relevan dengan kegiatan akadmik dan non akademik. Manfaat Daftar Cek Berbagai manfaat daftar cek untuk kepentingan pemahaman diri konseli di antaranya (a) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku secara sistematis, (b) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku dalam waktu singkat, (c) mencatat kemunculan perilaku di dalam dan/atau di luar sekolah, serta (d) mencatat kemunculan perilaku individu dan kelompok sekaligus. Prosedur Pengadministrasian Daftar Cek Selama mengadministrasikan pedoman daftar cek, maka ada tiga (3) tahap yang lazim di tempuh, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap analisis hasil. Tahap persiapan mencakup langkah-langkah berikut: (a) penetapan topik, (b) penentuan variabel, (c) penentuan indikator, (d) penentuan prediktor, dan (e) penyusunan pernyataan/item. Tahap pelaksananaan meliputi langkah-langkah berikut: (a) penyiapan pedoman/format, (b) penentuan posisi mudah mengamati perilaku observi dan tidak
BIMTEK GURU BK SMK 2012 13

menimbulkan perhatian observi, (c) pelaksanaan pengamatan yaitu mencatat dan menandai perilaku observi yang muncul pada format, dan (d) pencatatan terhadap perilaku observi (siswa/konseli yang diobservasi). Tahap analisis data mencakup langkah-langkah berikut: (a) skoring, (b) analisis dan interpretasi, dan (c) kesimpulan. Aplikasi Prosedur Pengadministrasian Daftar Cek 1) Tahap Persiapan, meliputi langkah-langkah berikut: (1) Penentuan topik yang akan diobservasi, misalnya kebiasaan belajar (2) Penentuan variabel, misalnya pertama adalah situasi jam kosong atau pada saat guru tidak ada di kelas; variabel kedua adalah kebiasaan belajar siswa di kelas. (3) Penentuan indikator dengan dua kategori yaitu kategori “Ya” sebagai petunjuk kemunculan sub-sub variabel atau pernyataan, dan kategori “Tidak” terhadap ketidakmunculan sub-sub variabel yang mungkin atau diperkirakan terjadi pada kebiasaan perilaku subyek/observi. Biasanya petunjuk “Tidak” dapat saja tidak disertakan dalam pedoman daftar cek . (4) Penentuan prediktor yaitu menetapkan kreterium terhadap frekuensi kemunculan perilaku. Kreterium ini dibuat berdasarkan kajian teori tentang kebiasaan belajar sebagaimana tertera pada topik. Prediktor ini sekaligus digunakan sebagai acuan untuk interpretasi data. Biasanya digunakan empat (4) kreterium untuk mengkonversi data, sebagaimana tercantum pada tabel konversi berikut.
Tabel Konversi Interval Persentase (%) 76 – 100 51 – 75 26 – 50 1 – 25 Klasifikasi Sangat Tinggi Cukup Tinggi Sedang Rendah Interpretasi Sangat rajin belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas Rajin belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas Cukup rajin belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas Tidak rajin/malas belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas

(5) Penyusunan pernyataan/item dengan merumuskan pernyataan/item sub-sub variabel sebagai ejawantahan aspek perilaku yang diobservasi, khususnya kebiasaan belajar siswa di kelas pada situasi jam kosong atau saat guru tidak ada di kelas. Berikut contoh pedoman/format daftar cek tentang kebiasaan belajar siswa di kelas pada saat jam kosong atau guru tidak ada di kelas (Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan

BIMTEK GURU BK SMK 2012

14

Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor,2010).

BIMTEK GURU BK SMK 2012

15

Petunjuk : Berilah tanda cek (V) pada kolom yang sesuai dengan pernyataan atau gejala perilaku yang diamati YA TIDAK II. Jenis Kelamin 5. Tempat observasi 8.. Pernyataan/Item NO 1 2 3 4 5 6 7 8 . Hari/tgl observasi 7. Identitas Siswa 1. . Nama 2. NIS/absen 4. Waktu/durasi : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : Kebiasaan belajar siswa pada situasi jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas : Mengetahui kebiasaan belajar siswa pada situasi jam kosong dan saat guru tidak di kelas IV. Aspek yang diobservasi III. Dst PERNYATAAN (SUB-SUB VERIABEL) Membaca catatan yang lalu Berbincang dengan teman tentang materi pelajaran Memprakarsai teman se kelas melakukan diskusi Berdiskusi dengan beberapa teman tentang materi pelajaran Mempelajari bahan pengayaan yang ditawarkan Menyusun masalah sendiri dan berusaha menemukan solusi Melakukan eksperimen atas prakarsa sendiri Mengoreksi kembali PR Kesimpulan: ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… Observer __________ BIMTEK GURU BK SMK 2012 16 . Kelas/program 3. Tempat/tgl lahir 6.Pedoman Daftar Cek (Individual) I. Tujuan observasi ada V..

. misalnya.. selanjutnya observer menempati posisi ‘dekat’ dengan observi kemudian mencatat perilaku observi. (5) mengkonversikan hasil persentase BIMTEK GURU BK SMK 2012 17 . Dst Kesimpulan: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… Observer _________ PERNYATAAN Membaca catatan yang lalu Berbincang dengan teman tentang materi pelajaran Memprakarsai teman se kelas melakukan diskusi Berdiskusi dengan beberapa teman tentang materi pelajaran Mempelajari bahan pengayaan yang ditawarkan Menyusun masalah sendiri dan berusaha menemukan solusi Melakukan eksperimen atas prakarsa sendiri Mengoreksi kembali PR NAMA SISWA 2) Tahap Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan ini terlebih dahulu observer menyiapkan pedoman daftar cek. 3) Tahap Analisis Hasil dan Interpretasi Ada lima (5) langkah lazim digunakan pada tahap analisis hasil.. maka p = 60/80 X 100%.Pedoman Daftar Cek (Kelompok) No 1 2 3 4 5 6 7 8 . maka diperoleh sejumlah 10 lembar daftar cek yang sudah diisi. pada saat pelaksanaan ini diusahakan agar observi tidak ‘menyadari’ jika dirinya sedang diobservasi. (2) menentukan N dengan cara mengalikan jumlah item pernyataan (n = 8) dengan k (sebanyak 10). sehingga hasilnya sebesar 75%. misalnya dilakukan sepuluh kali. sebanyak 60. sehingga hasil perkalian tersebut diketahui N = 8X10= 80. (1) menghitung jumlah frekuensi observasi (k). yaitu N = n X k. maka diketahui (f). (4) menghitung persentase (%) dengan rumus p = f/N X 100%. (3) menjumlahkan seluruh frekuensi kemunculan perilaku kebiasaan belajar siswa (selama 10 kali pengmatan).

Gejala perilaku dapat dicatat dengan menggunakan instrumen/pedoman skala penilaian antara lain: partisipasi siswa dalam kegiatan diskusi. b) Skala Penilaian (Rating Scale) Pengertian Skala Penilaian Skala penilaian adalah alat rekam observasi yang memuat daftar gejala tingkah laku observable behavior yang dicatat/cek secara berskala. aktivitas diskusi kelompok/kelas. kebiasaan belajar mata pelajaran tertentu. yaitu skala kuantitatif (skala angka). Misalnya. (c) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku dalam derajat penilaian. yaitu tahap persiapan. keterampilan komunikasi dengan teman sebaya atau guru. (d) mencatat kemunculan perilaku di dalam dan/atau di luar sekolah. yang berarti siswa tersebut tergolong rajin belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas berdasarkan pencatatan/hasil observasi dengan menggunakan pedoman daftar cek. kegiatan belajar siswa secara umu. Manfaat Skala Penilaian Pada dasarnya skala penilaian ini bermanfaat bagi kepentingan pemahaman diri konseli melalui teknik observasi yang lebih khas diukur dari derajat penilaian. Ada tiga jenis skala yang sering digunakan dalam pelaksanaan observasi. dan lain-lain topik yang relevan dengan kegiatan akadmik dan non akademik di sekolah. observer mencatat kemunculan perilaku berdasarkan kategori skala. kebiasaan belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas. serta (e) mencatat kemunculan perilaku individu dan kelompok sekaligus. Manfaatnya adalah (a) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku secara sistematis. sehingga hasil interpretasi data dapat disimpulkan. dan skala grafis (perpaduan skala angka dan kata). kebiasaan dan keterampilan bekerja. skala kualitatif (skala deskriptif/kata). BIMTEK GURU BK SMK 2012 18 . skala kualitatif/deskriptif dijabarkan dalam rentang deskripsi yang memiliki derajat penilaian berbeda mulai dari penilaian paling tinggi sampai penilaian paling rendah.dengan tabel konversi yang dibuat sebelumnya (Tabel Konversi). Hal terpenting dalam pencatatan gejala perilaku observi dengan skala penilaian adalah makna tiap-tiap skala beserta penjabarannya. Proses pengamatan dengan skala penilaian ini. Prosedur Pengadministrasian Skala Penilaian Pengadministrasian observasi dengan pedoman skala penilaian dilakukan melalui tiga tahapan. Berdasarkan hasil konversi dapat diketahui bahwa frekuensi kemunculan kebiasaan belajar siswa pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas sebesar 75%. (b) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku dalam waktu singkat. aktivitas ekstrakurikuler di sekolah.

pelaksanaan, dan analisis hasil. Tahap persiapan mencakup langkah-langkah berikut: (a) penetapan topik, (b) penentuan variabel, (c) penentuan indikator, (d) penentuan prediktor, dan (e) penyusunan pernyataan/item. Tahap pelaksananaan meliputi langkah-langkah berikut: (a) penyiapan pedoman/format skala penilaian, (b) penentuan posisi observasi yaitu observer mengambil posisi yang tepat agar mudah mengamati perilaku observi dan tidak mengganggu perhatian observi, (c) pelaksanaan pengamatan yaitu mencatat derajat perilaku observi yang muncul pada format skala penilaian, dan (d) pencatatan terhadap perilaku observi (siswa/konseli yang diobservasi). Tahap analisis hasil mencakup langkah-langkah berikut: (a) skoring, (b) analisis dan interpretasi, dan (c) kesimpulan. Aplikasi Prosedur Pengadministrasian Skala Penilaian 1) Tahap persiapan, meliputi langkah-langkah berikut: (1) Penentuan topik yang relevan, misalnya kebiasaan belajar siswa’ (2) Penentuan variabel adalah kebiasaan belajar di sekolah. Variabel tersebut diuraikan menjadi sub-sub variabel yaitu kehadiran, kesiapan belajar, kelengkapan sarana belajar. Berdasarkan sub-sub variabel disusun penyataan/item dengan menggunakan kata-kata yang menggambarkan observable behavior. (3) Penentuan indikator. Pada langkah ini terlebih dahulu ditetapkan jenis atau derajat penilaian/skala, baik skala kuantitatif atau skala kualitatif/deskriptif maupun skala grafis. Misalnya, derajat penilaian kuantitatif ditetapkan dengan angka 1 – 5, derajat penilaian kualitatif/deskriptif dengan pernyataan mulai dari selalu, sering, kadang-kadang, dan tidak pernah, dan derajat penilaian grafis dengan penggabungan skala angka dan kata-kata. Pada dasarnya, langkah ini dimaknai sebagai penetapan derajat penilaian atas kemunculan perilaku observi pada suatu kegiatan. (4) Penentuan prediktor, yaitu menetapkan kreterium terhadap frekuensi kemunculan perilaku. Kreterium ini dibuat berdasarkan kajian teori tentang kebiasaan belajar sebagaimana tertera pada topik. Prediktor ini sekaligus digunakan sebagai acuan untuk interpretasi data. Ada empat (4) kreterium yang biasa digunakan untuk mengkonversi data, sebagaimana tercantum pada tabel konversi berikut.

BIMTEK GURU BK SMK 2012

19

Tabel Konversi Interval Persentase (%) 76 – 100 51 – 75 26 – 50 1 – 25 Klasifikasi Sangat Tinggi Cukup Tinggi Sedang Rendah Interpretasi Sangat rajin belajar Rajin belajar Cukup rajin belajar Tidak rajin/malas belajar

(5) Penyusunan pernyataan/item dengan merumuskan pernyataan/item berdasarkan pada penjabaran sub-sub variabel sebagai ejawantahan aspek perilaku yang diobservasi, khususnya kebiasaan belajar siswa. Berikut contoh pedoman skala penilaian.

BIMTEK GURU BK SMK 2012

20

Pedoman Skala Penilaian Kualitatif I. Identitas Siswa 1. Nama 2. Kelas/program 3. NIS/absen 4. Jenis Kelamin 5. Tempat/tgl lahir 6. Hari/tgl observasi 7. Tempat observasi 8. Waktu/durasi : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : Kebiasaan belajar siswa di : Mengetahui kebiasaan belajar di sekolah : Berilah tanda cek (V) pada skala yang sesuai dengan pernyataan gejala perilaku yang diamati V. Pernyataan/Item No 1 2 3 4 5 .. .. dst Kesimpulan: ……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………… Observer _________ Sub Variabel Pernyataan Tingkah laku Datang tepat pada waktunya, atau lebih awal Mempersiapkan kelengkapan peralatan belajar Memperhatikan guru menyajikan pelajaran Mencatat materi pelajaran Merespon apabila diberi kesempatan Skala Selalu Sering Kadangkadang Tidak pernah

II. Aspek yang diobservasi sekolah III. Tujuan observasi siswa IV. Petunjuk atau

BIMTEK GURU BK SMK 2012

21

Tempat/tgl lahir 6.Pedoman Skala Penilaian Kuantitatif I.. NIS/absen 4. Waktu/durasi : ………………………………. Tujuan observasi IV. Kelas/program 3. : ………………………………... Tempat observasi 8. dst Kesimpulan: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… Observer Sub Variabel Pernyataan Tingkah laku Kehadiran di kelas Duduk di tempat yang tersedia di kelas Mengeluarkan buku catatan dan peralatan tulis Mendengarkan penyajian materi diskusi Bertanya materi yang didiskusikan Menjawab pertanyaan sambil berargumen sesuai materi Menyampaikan saran-saran perbaikan Menulis/mencatat hasil diskusi Mengantuk atau tertidur Melakukan kegiatan lain sewaktu belajar Nilai 4 10 9 Nilai 3 8 7 6 Nilai 2 5 4 3 Nilai 1 2 1 : Mengetahui tingkat partisipasi siswa pada saat diskusi di kelas : Berilah tanda cek (V) pada skala yang sesuai dengan pernyataan II. Nama 2...... : ………………………………. : ………………………………. : Partisipasi diskusi mata pelajaran PKn III. : ……………………………….. : ……………………………….. Jenis Kelamin 5. . Identitas Siswa 1. Hari/tgl observasi 7. Petunjuk atau gejala perilaku yang diamati V. : ………………………………. Pernyataan/Item Skala No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 . : ………………………………. Aspek yang diobservasi BIMTEK GURU BK SMK 2012 22 .

_________ BIMTEK GURU BK SMK 2012 23 .

. : ………………………………. Kehadiran siswa saat mengikuti pelajaran 1 Terlambat awal 2 Agak terlambat 3 Tepat waktu 4 Sangat 2. : ………………………………. : Kebiasaan siswa mengikuti pelajaran di kelas : Mengetahui kebiasaan siswa mengikuti pelajaran di kelas : Berilah tanda cek (V) pada garis skala yang sesuai dengan pernyataan/gejala perilaku yang diamati II. selanjutnya observer menempati posisi ‘dekat’ dengan observi kemudian mencatat perilaku observi. : ………………………………. Jenis Kelamin 5. Pada saat pelaksanaan ini BIMTEK GURU BK SMK 2012 24 .. : ………………………………. Aspek yang diobservasi III. Petunjuk V. Skala Penilaian Kuantitatif. Tujuan observasi IV. Tempat observasi 8.. Tempat/tgl lahir 6.Pedoman Skala Penilaian Grafis I. : ……………………………….. dan Skala Penilaian Grafis)... Sikap duduk di kelas 1 Tidak sopan sopan 2 Kurang sopan 3 Siap 4 Sangat 3 Sopan 4 Sangat 4.. : ………………………………. Hari/tgl observasi 7. Mendengar penjelasan guru 1 2 Tidak pernah kadang-kadang 3 Sering 4 Selalu Kesimpulan: ……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………… Observer _________ 2) Tahap Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan ini terlebih dahulu observer menyiapkan pedoman skala penilaian (Skala Penilaian Kualitatif. Nama 2. Persipan mengikuti pelajaran 1 2 Tidak siap Kurang siap siap 3. Kelas/program 3.. Identitas Siswa 1. Waktu/durasi : ………………………………. Pernyataan/Item 1. : ………………………………. NIS/absen 4.

(4) menghitung persentase (%) dengan rumus p = f/N X 100%. maka diperoleh lembaran sebanyak 5 lembar. alih-alih khusus. membuat gaduh di kelas. kegiatan atau situasi BIMTEK GURU BK SMK 2012 25 . maka p = 150/200 X 100% diperoleh penghitungan sebesar 75%. artinya perilaku keseharian yang terjadinya tidak umum. Pencatatan laporan peristiwa penting harus dibedakan antara berita atau fakta dan pendapat (opini) observer. yang berarti bahwa siswa tersebut tergolong siswa yang aktif belajar berdasarkan pencatatan/hasil observasi dengan menggunakan pedoman Skala Penilaian Kuantitatif. Rekaman peristiwa penting itu menggambarkan perilaku khusus. (2) menentukan N dengan cara mengalikan jumlah item pernyataan (n = 10) dengan k (= 5) dan s (= 4). membolos. maka diketahui (f). misalnya 150. Tahap analisis hasil observasi sebagaimana contoh di atas berlaku untuk analisis Skala Penilaian Kualitatif dan Skala Penilaian Grafis. Rekaman catatan anekdot ini sangat berguna untuk menyelidiki kasus dan menelaah perkembangan individu atau sekelompok individu. dengan derajat penilaian kuantitatif 4 skala (s) yaitu 1-2-3-4. menyontek. (1) menghitung jumlah frekuensi observasi (k). 3) Tahap Analisis Hasil dan Interpretasi Ada lima langkah yang diperlukan pada tahap analisis hasil observasi dengan menggunakan Skala Penilaian Kuantitatif. observasi ini dilakukan terhadap perilaku khusus. misalnya lima kali. Menurut bentuknya catatan anekdot ini diklasifikasikan menjadi 3 yaitu: (a) Catatan Anekdot Deskriptif. yaitu catatan yang menggambarkan perilaku.diusahakan agar observi tidak ‘menyadari’ jika dirinya sedang diobservasi atau terganggu oleh kegiatan observer. maka N = n X k X s. sehingga hasil interpretasi data dapat disimpulkan. Dengan kata lain. (3) menjumlahkan seluruh frekuensi kemunculan perilaku kebiasaan belajar siswa selama 5 kali pada derajat penilaian kuantitatif tertentu. c) Catatan Anekdot (Anecdotal Records) Pengertian Catatan anekdot merupakan alat perekam observasi secara berkala terhadap suatu peristiwa atau kejadian penting yang melukiskan perilaku dan kepribadian seseorang dalam bentuk pernyataan singkat dan objektif. Berdasarkan hasil konversi diketahui bahwa frekuensi kemunculan partisipasi siswa pada saat belajar di kelas (untuk mata pelajaran tertentu) sebesar 75%. (5) mengkonversikan hasil persentase dengan tabel konversi yang dibuat sebelumnya (Tabel Konversi). Peristiwa penting yang dimaksud seperti: perkelahian. sehingga hasil perkalian tersebut diketahui N = 10 X 5 X 4 = 200.

(b) Catatan Anekdot Interpretatif. kegiatan atau situasi berupa penilaian oleh observer berdasarkan ukuran baik-buruk. besar kemungkinan diprioritaskan bagi anak-anak yang mengalami masalah dan menunjukkan prilaku khusus (khusus). Di samping. yaitu catatan yang menggambarkan perilaku. (ii) guru yang berminat untuk memahami problema-problema siswa. sehingga akan mengenal ihwal mereka. dan dapat diterima-tidak dapat diterima. misalnya: kerjasama. dan (iii) bagi konselor untuk memberikan layanan konseling bahkan untuk mengadakan pertemuan kasus (konferensi kasus). layak-tidak layak. Akan tetapi dalam praktiknya. perkelahian. meliputi langkah-langkah: (a) penetapan siapa observi. pelaksanaan. dan analisis hasil. Aplikasi Prosedur Pengadministrasian Catatan Anekdot 1) Tahap persiapan mencakup langkah-langkah berikut: (1) Menentukan aspek perilaku observi yang akan dicatat. menggambarkan perilaku. dan sebagainya. Aspek-aspek perilaku tersebut. benarsalah. yaitu tahap persiapan. membuat gaduh. baik pernyataan yang bersifat umum maupun khusus. membolos. Manfaat Catatan Anekdot Berbagai manfaat catatan anekdot adalah: (a) dapat memperoleh diskripsi perilaku individu yang lebih tepat. dan (c) Catatan Anekdot Evaluatif. Semua perilaku anak tanpa terkecuali perlu diamati secara sistematis. (b) menentukan posisi observasi. dan (c) dapat mengembangkan cara-cara penyesuaian diri dengan masalah-masalah dan kebutuhan individu secara mendalam. Tahap persiapan ini tidak seperti umumnya dilakukan pada alat rekam observasi yang lain. dan (c) mencatat perilaku observer.dalam bentuk pernyataan. Tahap pelaksanaan mencakup langkah-langkah: (a) menyiapkan format catatan anekdot. kegiatan atau situasi yang penafsirannya didukung oleh fakta. (b) dapat memperoleh gambaran sebab-akibat perilaku khusus individu. maka catatan anekdot ini pun berguna bagi: (i) guru baru dalam rangka penyesuaian diri dengan siswa. kegunaan catatan anekdot bagi pemahaman diri individu. dan (c) berapa banyak observer yang terlibat selama proses pengamatan. (b) bentuk catatan anekdot yang digunakan. melainkan lebih mengarah pada persiapan pelaksanaan. Tahap analisis hasil yaitu memberi komentar dan interpretasi. BIMTEK GURU BK SMK 2012 26 . Prosedur Pengadministrasian Catatan Anekdot Pengadministrasian catatan anekdot terhadap peristiwa/perilaku khusus dilakukan dalam 3 tahapan. (2) Menentukan siapa yang melakukan pencatatan. menyontek. Pada langkah ini perlu ada penegasan siapa saja yang dilibatkan dalam proses pengamatan dan dalam kapasitas profesional. ketelitian.

Form I: Kartu Catatan Anekdot BIMTEK GURU BK SMK 2012 27 . Selanjutnya menentukan berapa banyak observer yang dilibatkan untuk melakukan pencatatan terhadap perilaku siswa. dan bentuk catatan anekdor berkala. Apabila pencatatan ini dilakukan oleh seorang guru. agar tumbuh kesediaan untuk menyusun catatan jika sewaktu-waktu diperlukan. Beberapa contoh kartu/form catatan adalah sebagai berikut (Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. sehingga dipertanggungjawabkan kerahasiaannya. maka terlebih dahulu mereka harus mempunyai pemahaman dan menyadari pentingnya catatan anekdot. Berbagai bentuk catatan anekdot seperti: kartu kecil yang berukuran setengah halaman jenis kertas folio berisi satu peristiwa dan lazim di sebut kartu/catatan asli.Apabila pencatatan dilakukan oleh seorang konselor untuk kepentingan bimbingan dan konseling. Sedangkan kartu yang berukuran satu halaman jenis kertas folio berisi beberapa peristiwa siswa yang sama. (3) Menetapkan bentuk catatan anekdot. maka kesediaan dan kompetensi mereka dalam pengamatan tidak diragukan.2010). Catatan asli merupakan bahan konfidensial.

.. L/P No Tanggal Tempat Pengamat Kelas: ……………………… Kejadian …………………. kemudian mengambil posisi yang memudahkan proses BIMTEK GURU BK SMK 2012 28 .Siswa: ……………………… L/P Kelas: ……………………… Tanggal: ………………………… Tempat: ………………………… Kejadian Pengamat: …………………… Form II: Catatan Beberapa Peristiwa NO Tanggal Tempat Kejadian Komentar/ interpretasi Saran Pengamat: ……… Form III. Ringkasan Catatan Anekdot Berkala Siswa: …………………………. Pengamat 2) Tahap Pelaksanaan Pada tahap pelasanaan observer menyiapkan format catatan asli.

antara lain: (1) Berisi ulasan kesimpulan dan komentar dari observer mengenai perilaku observi (2) Bersifat penilaian evaluatif (baik-buruk.pencatatan. Prosedur Pengadministrasian Tally Pengadministrasian observasi dengan tally dilakukan dalam tiga tahapan. tally merupakan alat pencatatan observasi terhadap kemunculan perilaku dengan tanda garis tegak. dan analisis hasil. benar-salah) (3) Mengungkap “kemungkinan” dibalik perilaku dan simpulan perilaku (4) Mempertimbangkan perasaan observi saat berperilaku dan sasaran perilakunya (5) Mencatat respon lingkungan (6) Memperhatikan anteseden control dan stimulus (7) Peka potensi konflik. yaitu tahap persiapan. kebiasaan. Tahap persiapan dilakukan dengan menyiapkan alat pencatat tally sebagai contoh berikut. Manfaat Tally Tally bermanfaat untuk mencatat intensitas perilaku dari waktu ke waktu dan berguna memahami individu untuk kepentingan layanan bimbingan dan konseling. Daftar Tallis BIMTEK GURU BK SMK 2012 29 . Ada beberapa hal yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam membuat interpretasi. dan sifat-sifat individu observi d) Tally Pengertian Sebagaimana alat rekam observasi yang telah di sebutkan di atas. 3) Tahap Analisis Hasil Tahap analisis hasil berupa pemberian komentar/interpretasi observer terhadap perilaku observi pada suatu kejadian berdasarkan hasil pencatatan. Selanjutnya observer melakukan pencatatan terhadap perilaku khusus observi dan diusahakan agar ia tidak menyadari jika sedang diamati. pelaksanaan.

(c) wawancara bebas. (2) berdasarkan responden yang diwawancarai: (a) wawancara langsung. 2010) interviu atau wawancara dapat diartikan suatu cara pengumpulan data dengan jalan mengajukan pertanyaan secara lisan kepada sumber data dan sumber data juga memberikan jawaban secara lisan pula. ……………………………. 2) Wawancara (Interviu) Dari berbagai sumber (Wayan Nurkancana. data akan lebih lengkap dan dapat digunakan kembali untuk menetapkan keabsahan data berdasarkan teknik yang digunakan. yaitu wawancara yang dilakukan langsung berhadapan dengan responden.M Sri Hastuti. melainkan untuk mendapatkan data tentang BIMTEK GURU BK SMK 2012 30 .. Umur: ………………………………. Dengan memanfaatkan alat-alat mekanik ini. Tingkah laku Mencoret-coret buku Bergurau Menjerit-jerit Memukul teman Keluar dari kerja kelompok ……………………………. 2002. yaitu suatu bentuk wawancara dimana pewawancara menyusun rencana wawancara tetapi tidak menggunaka format dan urutan yang baku. ……………………………. yaitu wawancara berlangsung secara alami. Robert Edenborough.1993. Alat-alat mekanik ini biasanya digunakan sebagai alat bantu/dukung pengumpulan data dengan teknik observasi dan teknik lain.Winkel & M. wawancara dapat dikategorikan dalam tiga bentuk yaitu: (a) wawancara terencana-terstruktur. dan dalam hal ini pewawancara hanya membacakan pertanyaan yang telah disusun dan kemudian mencatat jawaban responden secara tepat. (b) wawancara terencana-tidak terstruktur. tidak diikat atau diatur oleh suatu pedoman atau oleh suatu format yang baku. Wawancara dapat dibedakan menjadi beberapa kategori: (1) berdasarkan pertanyaan yang diajukan.S.…. Hari/Tgl/bulan/Tahun e) Alat-alat Mekanik Alat-alat mekanik adalah alat-alat elektronis dan optis yang digunakan untuk merekam data selama proses observasi.Muri Yusuf.. Kelas: ……………………… Sekolah:…………………. (b) wawancara tidak langsung. 2005. yaitu suatu bentuk wawancara dimana pewawancara dalam hal ini telah menyusun secara terinci dan sistematis rencana atau pedoman pertanyaan menurut pola tertentu dengan menggunakan format yang baku. A. misalnya wawancara. yaitu wawancara yang dilakukan dengan individu tertentu tetapi tidak untuk mendapatkan data tentang individu yang bersangkutan. W.Nama: ……………………………….

(2) ikuti kata-kata dalam pertanyaan dengan tepat. (1) Melakukan “domain” sebenarnya. menyangkut kesederhanaan. Perlu diingat bahwa pewawancara jangan sekali-kali menghafal pertanyaan yang akan diajukan. tepat dan makna yang lebih jelas serta baik. (3) Menentukan tipe wawancara yang akan digunakan. yaitu apabila wawancara dilaksanakan tidak di tempat khusus dan antara pewawancara dengan responden terjalin hubungan yang tidak resmi. netral. (b) wawancara incidental. Pewawancara hendaklah terbiasa dengan model pertanyaan yang akan disampaikan. yaitu menggali informasi lebih dalam sehingga terdapat jawaban yang lebih spesifik. penuh perhatian. gunakan teknik menjaring/probing. rendah hati. Aturan Umum Wawancara A. (3) catat jawaban pertanyaan secara tepat dan benar. yaitu apabila wawancara tersebut dilakukan dalam suatu ruangan tertentu yang memang sengaja disiapkan untuk mengadakan wawancara dan antara penginterviu dan responden terjalin hubungan yang bersifat resmi.2005): a) Melakukan studi literatur untuk memahami dan menjernihkan masalah secara tuntas. 2005 mengemukakan beberapa aturan umum yang perlu diperhatikan pewawancara. lebih terbuka. yaitu wawancara yang dilakukan karena waktu dan tempat wawancara telah direncanakan terlebih dahulu. (4) bila jawaban belum jelas. yaitu wawancara dilakukan karena kebetulan ada kesempatan yang baik untuk mengadakan wawancara. Muri Yusuf. yaitu sebagai berikut: (1) penampilan dan sikap. Pedoman Wawancara Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam penyusunan pedoman wawancara adalah sebagai berikut (A. b) Menentukan bentuk pertanyaa wawancara (1) Apakah menggunakan langsung bentuk langsung atau tidak BIMTEK GURU BK SMK 2012 31 . (4) berdasarkan perencanaan wawancara: (a) wawancara berencana. Muri Yusuf. yang mewakili masalah yang (2) Mengidentifikasi sampel secara terinci.individu lain. sikap yang menyenangkan. (3) berdasarkan situasi wawancara: (a) wawancara formal. (b) wawancara informal. mampu berbahasa yang baik dan benar serta mau dan dapat mendengarkan pernyataan responden dengan baik. kebersihan dan kerapian dalam penampilan yang akan mendorong kerjasama yang baik dari responden. hormat terhadap responden. ramah tamah.

Ikutilah urutan pertanyaan yang ada dalam pedoman pertanyaan. Jangan menambah kata dari pertanyaan yang ada. tetapi bacalah pedoman yang telah dibuat sebelumnya. (5) Pewawancara jangan mencoba berkomunikasi sebagai responden karena akan mengurangi hormat dari responden. 3) 4) 5) 6) 7) BIMTEK GURU BK SMK 2012 32 . Janganlah menginterpretasikan suatu pertanyaan. yang menyarankan responden untuk memberikan jawaban sesuai dengan yang diharapkan pewawancara. Janganlah menyarankan jawaban atau membuat persetujuan atau menolak suatu jawaban yang diberikan responden. b. Dalam pelaksanaan wawancara. Jangan bertanya berdasarkan pertanyaan yang telah dihafal. Harus diingat bahwa wawancara bukanlah percakapan biasa. beberapa pedoman yang perlu diperhatikan yaitu: a.(2) Apakah khusus atau tidak khusus (3) Apakah yang ditanyakan fakta atau pendapat (4) Apakah berupa pertanyaan atau pernyataan c) Menentukan isi pertanyaan wawancara (1) Nyatakan pertanyaan dalam urutan yang jelas (2) Mulai dari pertanyaan fakta dan sederhana (3) Pertanyaan yang kompleks (4) Gunakan bahan yang tidak meragukan dalam bentuk yang khusus sehingga dapat dipahami responden. Pada waktu wawancara berusahalah: 1) 2) Ikuti tata aturan yang telah ditetapkan dalam petunjuk Tanyakan pertanyaan dengan hati-hati dan berusahalah agar bersifat informal sehingga hubungan tanya jawab menjadi lebih komunikatif. Memilih waktu yang tepat c. (6) Hindari pertanyaan yang membimbing.

yaitu pertanyaan yang berkaitan dengan perasaan dan sikap responden tentang sesuatu. Tugas wawancara mengambil dan informasi. Muri Yusuf. semua jawaban dari responden. 3) Angket (Kuesioner) Angket adalah alat pengumpulan data secara tertulis yang berisi serangkaian pertanyaan atau pernyataan berhbungan dengan topik tertentu yang diisi oleh siswa/konseli. bukan memberi informasi. Usahakan untuk selalu wajar dalam tindakan. dan hasilnya digunakan untuk menggali serta menghimpun keterangan. Usahakan selalu bersikap sabar dan terjauh dari perbuatan emosional. Angket terdiri dari beberapa jenis (A. 14) 15) 16) 17) 18) Selalulah melakukan konsultasi dengan pembimbing jika pewawancara mengalami kesulitan. Usahakan selama wawancara untuk selalu memusatkan perhatian responden pada pertanyaan. dimana pertanyaan/pernyataannya BIMTEK GURU BK SMK 2012 33 . 12) Usahakan selama wawancara tidak ada orang lain yang menggangu wawancara. kuesioner dapat dibedakan: (a) angket terbuka. sebelum pertanyaan yang diberikan dijawab responden. kecuali jika merupakan suatu tim. 11) Usahakan untuk tidak menceriterakan pertanyaan berikutnya. Pada akhir wawancara jangan lupa mengucapkan terimakasih kepada responden atas bantuannya. mengumpulkan 10) Usahakan merekam atau mencatat dengan baik. (2) ditinjau dari bentuk pertanyaan. 13) Usahakan datang sendirian kepada responden. informasi atau data sebagaimana dibutuhkan. (c) pertanyaan perilaku. 2005): (1) ditinjau dari segi isi. kuesioner dapat dibedakan: (a) Pertanyaan fakta dan informasi. (b) pertanyaan tentang pendapat dan sikap.8) 9) Jangan bersikap reaktif terhadap jawaban responden. yaitu pertanyaan fakta dan informasi yang tersedia berkaitan dengan pengetahuan yang diketahui tentang sesuatu. yaitu pertanyaan berkaitan dengan cara responden menilai sesuatu tentang perilakunya sendiri dalam hubungannya dengan orang lain atau lingkungan.

Menetapkan aspek atau data yang akan dikumpulkan 2. Muri Yusuf (2005): 1. Menentukan terlebih dahulu apakah yang dibutuhkan pertanyaan umum atau khusus. Tanyakan dulu yang lebih sederhana. dimana pertanyaan/pernyataannya tidak memberikan kebebasan kepada responden memberikan jawaban dan pendapatnya sesuai dengan keinginan mereka. Susun pertanyaan yang tidak memaksa atau mengarahkan siswa/konseli untuk menjawab ke satu arah 14. b) hindari pertanyaan/pernyataan ganda. 4. f) hindari pertanyaan/pernyataan yang bersifat bias/sugestif. (b) angket tertutup. Menetapkan kerangka rujukan pertanyaan 6. dan kabur. Lindungi ego dan perasaan siswa/konseli 11. 3. jelas dan utuh 13. Jangan apriori mengasumsikan bahwa responden mempunyai informasi factual atau mempunyai pendapat dari tangan pertama 7. Menyatakan pertanyaan dengan jelas dan spesifik. Menetapkan terlebih dahulu apakah digunakan pertanyaan terbuka atau tertutup atau kombinasi keduanya. Menentukan terlebih dahulu apakah akan menggunakan pertanyaa langsung atau tidak langsung 8. c) responden harus mampu menjawab. 5. Berikut dikemukakan beberapa tips pengembangan angket yang dimodifikasi dari A. 9. Menghindari pertanyaan yang panjang. Hindari kata-kata yang bersifat emosional dan sentimentil 15.memberikan kebebasan kepada responden untuk memberikan jawaban dan pendapat sesuai dengan keinginan mereka. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat pertanyaan atau pernyataan dalam angket yaitu: a) pertanyaan/pernyataan yang dibuat harus jelas dan tidak meragukan. d) pertanyaan/pernyataan harus relevan. Setiap pertanyaan dinyatakan dengan ringkas. 10. Hindari kata-kata yang meragukan atau kata-kata yang tidak ada gunanya 12. Memformulasikan pertanyaan sesuai dengan data yang dibutuhkan. e) pertanyaan/pernyataan sebaiknya tidak terlalu panjang. sebelum ke yang lebih kompleks BIMTEK GURU BK SMK 2012 34 .

Jasmani dan kesehatan 2. Agama. Hubungan muda-mudi dan perkawinan 9. dapat dilihat pada tabel di bawah ini.86. Hubungan sosial 4. Kategori respon hendaklah mudah dipahami 19. dengan membandingkan jumlah masalah yang dikemukakan siswa melalui cara non-AUM (yaitu dengan menuliskan masalahmasalah yang dialami pada selembar kertas kosong) dengan masalah-masalah yang terungkap melalui AUM. nilai dan moral 8. dan Masyarakat). Waktu senggang AUM Umum untuk SLTA memiliki kesahihan dengan indeks kecocokan sebesar 84.25%. SLTP. Karier dan pekerjaan 6. rapi dan mudah dibaca 20. Ke 225 butir AUM Umum Siswa SLTA tersebut pernah ditandai oleh siswa (ujicoba) sebagai suatu masalah yang dialaminya. Beri kode tertentu (misalnya garis bawah) untuk hal-hal spesifik 18. Kesepuluh bidang masalah tersebut adalah sebagai berikut: 1. Usahakan pengetikan dan perwajahan bersih. Ekonomi dan keuangan 5. Jangan jawaban dipengaruhi oleh gaya bahasa atau bentuk jawaban tertentu 17. terdiri dari 225 butir yang dikelompokkan ke dalam 10 bidang masalah. Mahasiswa. Sedangkan keefektifan AUM. dan tingkat keterandalan (dengan teknik tes-rites) sebesar 0. Para calon guru BK/konselor diharapkan memahami dan terlatih dalam pengadministrasiannya sehingga dapat menunjang pelayanan konseling yang akan dilakukannya dalam bertugas. Aum Umum untuk Siswa SLTA (AUM yang lain untuk SD. Keefektifan AUM Umum Jenis Alat Ungkap Jumlah masalah Terendah Tertinggi Rata-rata BIMTEK GURU BK SMK 2012 35 . Diri pribadi 3. Pendidikan dan pelajaran 7. Jangan lupa memberi pengantar dan petunjuk cara mengerjakan 4) Alat Ungkap Masalah (AUM) Umum AUM Umum merupakan salah satu jenis instrumen non tes yang dapat digunakan oleh guru BK/konselor untuk mengungkapkan masalah-masalah umum yang dialami oleh para siswa. Keadaan dan hubungan dalam keluarga 10.16.

Para guru BK/konselor diharapkan memahami dan terlatih dalam pengadministrasiannya sehingga dapat menunjang pelayanan konseling yang akan dilakukannya dalam bertugas.36%. Sarana Belajar (S). Diri Pribadi (D). AUM PTSDL untuk siswa SLTA terdiri dari 165 butir yang dikelompokkan ke dalam lima bidang. penggunaan hasil (umum. dan frekuensi pengadministrasian). AUM ini dilengkapi dengan manual yang berisi tentang deskripsi umum (latar belakang. dengan membandingkan jumlah masalah yang dikemukakan siswa melalui cara non-AUM (yaitu dengan menuliskan masalah-masalah yang dialami pada selembar kertas kosong) dengan masalah-masalah yang terungkap melalui AUM.76. yaitu Prasyarat Penguasaan Materi Pelajaran (P). 5) AUM PTSDL AUM PTSDL merupakan salah satu jenis instrumen non tes yang dapat digunakan oleh guru BK/konselor untuk mengungkapkan mutu dan masalah belajar yang dialami oleh para siswa.176 Sebagai suatu instrumen yang telah distandardisasikan. Sedangkan keefektifan AUM. dan Lingkungan Belajar dan Sosio Emosional (L). BIMTEK GURU BK SMK 2012 36 .94 45. karakteristik). pengolahan hasil (tata cara pengolahan. lembaran jawaban. karakteristik). dan berdasarkan jenis-jenis layanan BK). dan tingkat keterandalan (dengan teknik tes-rites) sebesar 0. data yang diperoleh— individual dan kelompok).66 AUM PTSDL dilengkapi dengan manual yang berisi tentang deskripsi umum (latar belakang. Keterampilan Belajar (T). AUM PTSDL untuk siswa SLTA memiliki kesahihan dengan indeks kecocokan sebesar 86. lembaran jawaban. petunjuk pengadministrasian (petunjuk pengerjaan. dapat dilihat pada tabel di bawah ini.Non – AUM AUM 2 8 7 126 1. Keefektifan AUM PTSDL SLTA Jumlah Masalah Terendah Tertinggi 1 4 9 97 Jenis Alat Ungkap Non – AUM PTSDL AUM AUM PTSDL Rata-rata 1. 367 45. waktu penyelenggaraan. petunjuk pengadministrasian (petunjuk pengerjaan.

antara lain untuk memperbaiki struktur hubungan sosial para siswa. atau dapat dikatakan bahwa sosiometri merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengetahui tingkat dan pola hubungan sosial antar individu dalam suatu kelompok yang mengacu pada kriteria tertentu. Muri Yusuf. 2005:145). penolakan. penggunaan hasil (umum. kriteria ini terkait dengan pengalaman individu dalam berinteraksi dengan individu lain di dalam suatu kelompok. menemukan norma-norma pergaulan antar siswa yang diinginkan dalam kelompok/ kelas yang bersangkutan. merencanakan kegiatan intervensi dalam menciptakan iklim sosial yang diharapkan dengan cara meningkatkan hubungan sosial. dengan tujuan untuk mengetahui hubungan yang ada di antara anggota dalam suatu kelompok (A. terkait dengan penyesuaian diri. tujuan digunakannya teknik sosiometri adalah sebagai alat penyaringan untuk mengidentifikasi pola hubungan antar individu pada suatu kelompok. pengolahan hasil (tata cara pengolahan. 2011). memperbaiki penyesuaian hubungan sosial siswa secara individual. data yang diperoleh— individual dan kelompok. yang diselidiki melalui metode ini adalah status sosial masing-masing anggota kelompok menurut pandangan pribadi anggota yang lain dalam kelompok. 6) Sosiometri Sosiometri merupakan suatu metode untuk memperoleh data tentang hubungan sosial dalam suatu kelompok berdasarkan preferensi pribadi antara anggota-anggota kelompok (WS. Hasil sosiometri tersebut dapat digunakan. baik tentang mutu kegiatan belajar maupun masalah belajar). Winkel. konflik dan potensi kelompok yang dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk menciptakan iklim kelompok yang positif dan mendukung pengembangan diri individu (Eko Susanto. dan frekuensi pengadministrasian). membantu konselor/guru BK BIMTEK GURU BK SMK 2012 37 .waktu penyelenggaraan. popularitas. 1993). partisipasi sosial. menjadi dasar pertimbangan untuk menempatkan siswa dalam kelompok yang sesuai. dan berdasarkan jenis-jenis layanan BK). Preferensi pribadi dinyatakan dalam kesukaan untuk berada bersama dengan beberapa anggota kelompok dalam melakukan kegiatan tertentu. dan pemahaman diri antar siswa berkenaan dengan pergaulan sosialnya. atau untuk mengumpulkan data tentang pola dan struktur hubungan antara individu-individu dalam suatu kelompok (Wayan Nurkancana. status sosial ini tercermin pada diterima atau tidak diterima oleh anggota kelompok. penerimaan sosial. Merujuk pada definisi di atas. ketertarikan. 2010).

Individu yang tidak menerima nominasi positif atau negatif disebut misterius (ghost). pernyataan/pertanyaan sosiometri. Istilah terisolasi (isolate). biasanya tidak digunakan untuk menggambarkan individu yang tidak menerima nominsasi negatif. Dalam beberapa kasus dengan kriteria negatif mungkin kita akan menemukan individu yang terpilih sebagai bintang negatif (negative star). (2) Isolate. merekaadalah individu yang belum pernah mendapatkan pilihan positif dari siapapun didalam sebuah kelompok yang demikian biasanya didefinisikan sebagai isolate. Dalam penggunaan teknik sosiometri. sehingga banyak panah yang semuanya mengarah kepada individu tertentu.Tentu saja. induvidu yang demikian disebut bintang (stars). Eko Susanto (2011) merangkum berbagai istilah yang umum digunakan dalam sosiometri. jika tidak mencari informasi dengan menggunakan nominasi negatif. sebagai berikut: a) (1) (2) (3) (4) Istilah umum Sosiometri . jumlah individu yang tersisihkan/terisolasi dari anggota kelompok yang lain. tampilan ini juga disebut tabulasi. (3) Misterius (ghost). disebut juga individu populer yang menerima jumlah pilihan yang besar pada sosiometri. Kriteria . seperti dijelaskan di atas bahwa individu yang misterius (ghost) adalah seseorang yang bahkan tidak diakui sama sekali di dalam sebuah kelompok. biasanya dibuat dalam bentuk tabel. b) Istilah yang digunakan untuk menunjukkan fenomena individual (1) Bintang(Star). Ketika sosiogram menunjukkanbanyak individu yang secara positif memilih orang yang sama. Dalam visualisasi sosiogram biasanya diletakkan diluar pinggiran atau tepi untuk menandai isolate dalam sebuah kelompok. metode yang dapat digunakan untuk mengevaluasi struktur kelompok. istilah yang digunakan pada diagram yang secara visual menunjukkan struktur sosiometri. maka tidak akan ada perbedaan antara misterius (ghost) dan terisolasi (isolate).mengidentifikasi siswa yang memiliki potensi dan masalah berkenaan dengan hubungan sosial. Sosiogram . visualisasi deretan kode yang menunjukkan arah pilihan yang dihubungkan secara vertikal dan horizontal. Sosiomatriks . Tak seorang pun yang memilih BIMTEK GURU BK SMK 2012 38 . Mereka menjadi pusat atau pusat tarikmenarik (hub of attraction ). sebagai dasar dalam penyusunan program bimbingan konseling.

(5) Rejectee . mereka telah membuat nominasi. c) Istilah yang digunakan untuk menunjukkan fenomena kelompok (1) Rantai (Chain). individu yang menerima pilihan negatif/penolakan.Kondisi seperti ini merupakan fenomena yang diharapkan dalam suasana kelompok. atau pasangan. (4) Neglectee: individu yang menerima pilihan relatif kecil pada sosiometri. ketika satu individu menominasikan individu lain dan pada gilirannya ia menominasikan individu yang lain begitu seterusnya. (6) Mutual . BIMTEK GURU BK SMK 2012 39 . mereka mungkin juga tidak dikenal atau tidak diakui keberadaannya di dalam kelompok. Bagaimanapun.mereka pada nominasi positif dan mereka tidak pula menerima pilihan pada nominasi negatif. Istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan pilihan pertama dari nominasi yang diajukan. pilihan bolak-balik. atau setidaknya digunakan sebagai pengetahuan yang bermanfaat ketika mereka berada pada satu kelompok dengan kelompok yang lain. namun memberikan pilihan yang relatif kecil pada individu diluar kelompok. segitiga (triangels) dan lingkaran (circle). dan anggota dari kelompok ini tidak dinominasikan oleh siapa pun dalam pola-pola lain. Akibatnya. kelompok kecil ---kesenjangan dalam kelompok yakni situasi dimana sejumlah individu saling memilih pada kriteria sosiometri yang sama. (2) Gaps. dalam kondisi tersebut memungkinkan untuk dievaluasi dengan intervensi sosial yang dilakukan oleh konselor.Pasangan ini terdiri dari anak-anak yang memilih satu sama lain. ketika pasangan saling memilih (mutual choice) sehingga membentuk kelompokkelompok kecil yang terpisah dari pola-pola yang lebih besar. Semakin banyak hubungan yang menyenangkan di dalam kelompok dengan demikian memungkinkanakan tercipta iklim sosial positif yang lebih besar ke dalam kelompok. Dengan demikian jelas bahwa. dua individu yang saling memilih satu sama lain pada kriteria sosiometri yang sama. fenomena pilihan negatif akan membawa situasi berbahaya di dalam kelompok dan harus dihindari. pilihan berurutan seperti A-B-C-D. seperti pulau (island). Perlu dipahami bahwa istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan pilihan pertama dari nominasi yang diajukan. (a) Kepulauan (Islands). kondisi ini menggambarkan kelompok tersebut sebagai kepulauan (islands).

analisis item. perlu diikuti prosedur pengembangan yang dikemukakan oleh berbagai ahli. penyusunan bentuk akhir. pengujian reliabilitas. menentukan jumlah soal. reliabilitas. Menurut Gerald Goldstein & Michel Hersen (2000) prosedur pengembangan instrumen asesmen adalah dengan mengikuti langkah-langkah berikut: 1) reviewing the literature 2) defining the construc 3) test planning and lay out 4) designing the test 5) item tryout 6) item analysis 7) building a scale 8) standardizing the test BIMTEK GURU BK SMK 2012 40 .(b) Segitiga dan Lingkaran (Trianglesand Circles). menentukan dasar konseptual atau dasar teoritis yang digunakan sebagai landasan. penulisan item dan reviu item. uji coba. Sumadi Suryabrata (2000). menentukan tipe soal. Prosedur Pengembangan Instrumen Instrumen yang baik harus memenuhi berbagai persyaratan. Hampir bersamaan dengan itu. spesifikasi tujuan dan isi. kompilasi II (format final). kompilasi I (seleksi item). validasi. operasionalisasi konsep (indikator perilaku). menentukan taraf kesukaran soal. antara lain dapat ditinjau dari segi validitas. menentukan materi alat ukur. ketika sebuah rantai datang kembali pada dirinya sendiri oleh karena orang terakhir yang mencalonkan orang pertama. menentukan subjek yang akan dikenai pengukuran. Djoemadi Darmodjo (2002) mengemukakan prosedur pengembangan instrumen: Perencanaan umum. penelaahan dan penyempurnaan item/soal. merakit soal. penggunaan. khususnya untuk pengembangan alat ukur psikologis. dan norma. prosedur yang ditempuh adalah menentukan wilayah yang akan dikenai pengukuran. kondisi ini disebut sebagai SEGITIGA jika hanya melibatkan tiga orang. pemilihan format stimulus dan penskalaan. menyusun kisi-kisi atau blue-print. efektifitas. Sedangkan menurut Syaifuddin Azwar (2004) prosedur pengembangan instrumen (khusus untuk pengungkapan aspekaspek psikologis) adalah: identifikasi tujuan (penetapan konstrak psikologis). Untuk mendapatkan instrumen yang baik. Jika terdapat lebih dari tiga orang dengan pola demikian disebut sebagai lingkaran. penulisan item atau soal. c. daya beda. prates. penilaian.

7) Revisi atau perbaikan berdasarkan saran dari pakar atau berdasarkan hasil panel. 2005) yang dapat dilakukan oleh guru BK untuk kepentingan pelayanan konseling di sekolah. 2011) merinci langkah-langkah penyusunan dan pengembangan instrumen (untuk penelitian) sebagai berikut: 1) Berdasarkan sintesis dari teori yang dikaji tentang suatu konsep dari variabel yang hendak diukur. diperoleh kesimpulan mengenai valid atau tidaknya sebuah butir atau sebuah perangkat instrumen. 6) Tahap validasi pertama yang ditempuh adalah validasi teoritik. 12) Berdasarkan hasil analisis butir maka butir-butir yang tidak valid dikeluarkan atau diperbaiki untuk diuji coba ulang sedangkan butir-butir yang valid dirakit kembali menjadi sebuah perangkat instrumen 13) Selanjutnya dihitung koefisien reliabilitas 14) Perakitan butir-butir instrumen yang valid untuk dijadikan instrumen yang final. 5) Butir-butir yang telah ditulis merupakan konsep instrumen yang harus melalui proses validasi. indikator. 1) Menetapkan tujuan 2) Mengembangkan spesifikasi/kisi-kisi/blue print instrumen 3) Menentukan format. 2) Berdasarkan konstruk tersebut dikembangkan dimensi dan indikator variabel.Di samping itu. kemudian dirumuskan konstruk dari variabel tersebut. 4) Menulis butir-buti instrumen yang dapat berbentuk pertanyaan atau pernyataan. baik teoritik maupun empirik. 3) Membuat kisi-kisi instrumen dalam bentuk tabel spesifikasi yang memuat dimensi. 2011. 8) Setelah konsep instrumen dianggap valid secara teoritik atau scara konseptual. dilakukanlah penggandaan instrumen secara terbatas untuk keperluan uji coba 9) Uji coba instrumen di lapangan merupakan bagian dari proses validasi empirik 10) Pengujian validitas 11) Berdasarkan pengujian validitas tersebut. Dengan merujuk pendapat-pendapat di atas. tipe dan bentuk instrumen yang akan dikembangkan BIMTEK GURU BK SMK 2012 41 . Djaali dan Pudji Muljano (dalam Imam Hanuji. yaitu melalui pemeriksaan pakar atau melalui panel yang pada dasarnya menelaah seberapa jauh butir instrumen yang dibuat secara tepat dapat mengukur indikator. A. Muri Yusuf. butir dan jumlah butir untuk setiap dimensi dan indikator. berikut dikemukakan prosedur umum pengembangan instrumen (Furqon dan Yaya Sunarya. nomor.

Dalam pemilihan instrumen yang akan digunakan. maching antara instrumen dan responden harus benar-benar tepat. bukan hasil belajar matematika. kebutuhan dan permasalahan serta lingkungan konseli. dan sebagainya. misalnya AUM PTSDL SLTP hanya cocok untuk mengungkapkan masalah-masalah anak SMP atau sedrajat. diperlukan komampuan dan kejelian dalam memilih instrumen yang akan digunakan. artinya instrumen benar-benar cocok digunakan untuk mengungkapkan apa yang ada pada diri responden. Pemilihan Instrumen Program bimbingan dan konseling harus disusun berdasarkan data dan analisis kebutuhan peserta didik. Hal ini diperlukan karena tidak semua instrumen cocok dan perlu digunakan untuk semua responden. bahkan seringkali suatu instrumen hanya dapat digunakan untuk kelompok responden dengan kondisi tertentu. 2012). Untuk itu diperlukan data yang akurat dan memadai berkenaan dengan diri. baik tes mau pun non tes. reliabilitas) dengan responden dan karakteristik yang hendak diakses pada diri responden (Prayitno. individual. kebutuhan untuk apa data hasil instrumen tersebut akan digunakan. Analisis data dan kebutuhan didahului dengan pengumpulan data dan need assessment dengan menggunakan berbagai instrumen. serta bentuk data (kelompok. Untuk itu langkah-langkah umum yang perlu diikuti oleh guru BK atau konselor adalah: 1) mempelajari manual instrumen 2) mengidentifikasi karakteristik responden 3) melihat kesesuaian antara instrumen dan reponden 4) menyiapkan diri untuk mampu menyelenggarakan pengadiministrasian instrumen 5) menyiapkan aspek teknis dan adminstratif BIMTEK GURU BK SMK 2012 42 . tes inteligensi hanya cocok untuk mengukur kecerdasan. khusus) yang akan dikumpulkan dengan penggunaan tersebut. Agar penggunaan instrumen tersebut sesuai dengan tujuan dan maksud penggunaannya.4) Menulis atau merumuskan item-item sesuai dengan format yang dipilih 5) Mengkaji ulang rumusan item-item oleh ahli lain ( judgment) 6) Merevisi item-item berdasarkan hasil judgement 7) Menggandakan instrumen 8) Menggunakan instrumen 2. umum. validitas. potensi. tidak untuk mengukur bakat atau minat. Konselor yang akan mengaplikasikan intrumen harus benar-benar memilih dan menyesuaikan instrumen (materi. inventori kreatifitas untuk mengukur kreatifitas.

mengapa. 2010. Tata cara pelaksanaan Pengadministrasian instrumen pada dasarnya dilaksanakan sesuai dengan petunjuk yang dikemukakan dalam manual instrumen. pengadminstrasian instrumen perlu diawali dengan penjelasan tentang apa. Dalam hal ini konselor perlu mengemukakan: 1) pokok isi. khususnya instrumen yang sudah distandardisasikan. operasionalisasi pengadmistrasian instrumen (mulai dari perencanaan sampai pada pelaporan adalah sebagai berikut (Mudjiran dkk. tujuan. termasuk alokasi waktu yang disediakan 3) bagaimana jawaban/respon responden diolah 4) bagaimana hasil pengolahan disampaikan kepada responden 5) bagaimana hasil tersebut digunakan dan apa yang perlu atau diharapkan dilakukan responden Secara umum. 2012). Penggunaan Instrumen a. yaitu: 1) memahami isi dan bentuk instrumen yang akan digunakan secara mendalam dan menyeluruh 2) memahami dan dapat melaksanakan prosedur dan cara-cara pengadministrasian instrumen yang akan digunakan 3) memahami dan dapat melaksanakan cara pengolahan respon/jawaban responden/konseli 4) memahamai dan dapat melaksanakan interpretasi/penafsiran terhadap hasil-hasil instrumen Untuk keperluan pelayanan konseling. bentuk. Kewenangan menyelenggarakan administrasi instrumen non tes pada umumnya lebih terbuka.3. 2012). dan kegunaan instrumen bagi responden 2) bagaimana menjawab dan mengerjakan instrumen. 1) Perencanaan a) Menetapkan objek yang akan diukur/diungkapkan b) Menetapkan subjek yang akan mengikuti asesmen c) Menetapkan/menyusun instrumen sesuai dengan objek dan subjek yang akan dites d) Menetapkan prosedur asesmen e) Menetapkan fasilitas f) Menyiapkan kelengkapan administratif 2) a) Pelaksanaan Mengkomunikasikan rencana aplikasi instrumen kepada pihak terkait pelaksanaan BIMTEK GURU BK SMK 2012 43 . Prayitno. bagaimana dan untuk apa instrumen itu diadministrasikan kepada siswa atau konseli. dengan catatan calon penyelenggara itu harus terlebih dulu berlatih sehingga benar-benar mampu menyelenggarakan sesuai dengan syarat-syarat asesmen yang baik (Prayitno.

hasil-hasil pengadministrasian instrumen tersebut akan menjadi kedaluarsa. Sedangkan untuk instrumen yang dikembangkan sendiri oleh guru BK atau konselor. besar kemungkinan berbeda dari masalah-masalah yang mereka alami dan terungkapkan melalui instrumen pada waktu sebelumnya. biasanya sewaktu pengembangan instrumen tersebut sudah BIMTEK GURU BK SMK 2012 44 . Masalah-masalah siswa pada satu atau dua bulan kemudian. 2010). Tata cara pengolahan hasil instrumen. Sedapatdapatnya paling lambat dalam satu minggu hasil instrumen telah terolah dan digunakan. biasanya sudah termuat dalam manual instrumen yang digunakan. tidak cocok lagi dengan keadaan siswa yang sudah berubah. khususnya instrumen yang sudah distandardisasikan. Pengolahan hasil instrumen Hasil pengadministrasian instrumen harus segera diolah.b) c) d) e) f) Mengorganisasikan kegiatan instrumentasi Mengadministrasikan instrumen Mengolah jawaban/respon responden Menafsirkan hasil instrumentasi Menetapkan arah penggunaan instrumentasi hasil 3) a) b) c) d) 4) Evaluasi Menetapkan materi evaluasi terhadap kegiatan instrumenasi serta penggunaan hasil-hasilnya Menetapkan prosedur dan cara-cara evaluasi Melaksanakan kegiatan evaluasi Mengolah dan menafsirkan hasil evaluasi Tindak Lanjut a) Menetapkan jenis dan arah tindak lanjut terhadap kegiatan instrumenasi serta penggunaan hasil-hasilnya b) Mengkomunikasikan rencana tindak lanjut kepada pihak terkait c) Melaksanakan rencana tindak lanjut a) b) c) Laporan Menyusun laporan kegiatan aplikasi instrumenasi Menyampaikan laporan kepada pihak terkait Mendokumentasikan laporan kegiatan 5) b. lebih-lebih dalam waktu yang lebih lama lagi. kesegeraan dalam pengolahan hasil AUM akan menjunjung azas kekinian dalam bimbingan dan konseling (Mudjiran dkk. maka hasil instrumen akan menjadi siasia. untuk selanjutnya dipergunakan dalam pelayanan bimbingan dan konseling tertentu terhadap siswa yang bersangkutan. Jika hasil demikian itu terjadi. Apabila pengolahan tertunda.

dan norma. akan menghasilkan minimal data individual dan kelompok. maka pengolahan data dan hasilnya mengarah pada keperluan tersebut. Berikut dikemukakan langkah-langkah umum pengolahan data dari suatu instrumen dengan cara manual. 4. 1. kebutuhan dan permasalahan serta lingkungan siswa atau konseli. tidak hanya menghasilkan data berkenaan dengan kelemahan dan/atau masalah-masalah yang dialami siswa/konseli (hal-hal yang “negatif”). dengan mengumpulkan data diri. Di sisi lain. Sesuai dengan kelompok data. . AUM PTSDL) dan membandingkannya dengan kriteria/norma yang ada dalam manual instrumen. dan membandingkannya dengan kriteria/norma (yang telah ditetapkan). pengolahan hasilnya dapat dilakukan per item dan dapat pula untuk keseluruhan item dalam satu instrumen tersebut. umum. baik dengan men-tally/menghitung frekuensi dan persentase. hasil pengolahan instrumen akan mengarah pada pengelompokan data tersebut. terutama formatformat hasil pengolahan. Melakukan pengolahan. Artinya pengolahan data dan hasilnya. Satu instrumen yang diadministrasikan terhadap sekelompok atau satu kelas siswa. 3. ada pula jenis instrumen yang pengolahannya menggunakan kunci untuk memperoleh skor (misalnya tes. yaitu untuk keperluan penyusunan program bimbingan dan konseling.dirancang juga tata cara pengolahan datanya serta penggunaan hasilnya. potensi. dan khusus. tetapi juga mengarah pada potensi (kekuatan dan hal-hal yang “positif”) dan kebutuhan siswa/konseli. Untuk data kelemahan/masalah siswa akan dientaskan. Menyiapkan kelengkapan pengolahan data. baik untuk jenis data individual maupun kelompok (tabel tabulasi. ataupun menskor jawaban siswa/konseli Memasukkan hasil pengolahan (langkah kedua) ke dalam tabel-tabel atau format-format yang telah dipersiapkan. Mengkonversi hasil pengolahan data dengan kriteria/norma instrumen (sesuai manual) Menginterpretasikan hasil pengolahan data BIMTEK GURU BK SMK 2012 45 2. Ditinjau dari keperluan pengumpulan data. kunci/pedoman scoring (untuk intrumen yang memerlukan kunci). Ada di antara instrumen yang pengolahan datanya dengan men-tally atau menghitung frekuensi dan persentase. yaitu berupa data individual. 5. sedangkan untuk data potensi akan dikembangkan melalui program bimbingan dan konseling. kelompok. tabel data individual dan kelompok). untuk satu instrumen.

Dengan kata lain. baik dalam pengadministrasian. di samping data tidak valid dan terbuang sia-sia sehingga program bimbingan dan konseling tidak tepat sasaran. supaya tidak terjadi kekeliruan. juga akan diketahui perbandingan antara individu dengan individu lain atau antara individu dengan kelompok. skor tertinggi dan terendah.6. biasanya dapat dilakukan untuk data kelompok/kelas dan data individual. kebutuhan. masalah-masalah yang dialami. kebutuhan dan permasalahan serta lingkungan siswa atau konseli. Sosiometri. biasanya guru BK atau konselor cukup mengentrikan data dan mengikuti “perintah-perintah” yang ada dalam manual program pengolahan data instrumen tersebut. kebutuhan. ITP. Untuk data individual misalnya. sedangkan dari data kelompok akan dapat dilihat potensi. pengolahan ataupun dalam interpretasinya. misalnya dengan memperhatikan rerata. atau instrumen lain yang telah dirancang program pengolahannya). bagi konselor yang menggunakan instrumen yang dikembangkan oleh orang lain (sudah distandardisasikan). dari hasil interpretasi. c. Hasil interpretasi itu akan dimasukkan ke dalam himpunan data yang selanjutnya akan digunakan untuk penyusunan program bimbingan dan konseling. Menetapkan arah penggunaan hasil instrumenasi Apabila pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program computer (misalnya AUM Umum dan AUM PTSDL. serta kondisi lingkungan yang menghambat ataupun yang menunjang kesuksesan dan perkembangan siswa/konseli. serta kondisi lingkungan yang menghambat ataupun yang menunjang kesuksesan untuk sekelompok siswa/konseli. masalahmasalah yang dialami. Dari data tersebut. Dari hasil interpretasi tersebut akan diketahui potensi. akan diketahui siapa dan BIMTEK GURU BK SMK 2012 46 . biasanya juga termuat dalam manual instrumen atau telah dirancang sebelumnya sewaktu pengembangan instrumen yang dilakukan oleh guru BK/konselor. Tata cara interpretasi data. Oleh sebab itu. Melalui program tersebut. range. tes. guru BK/konselor harus mempelajari manualnya dengan seksama. Interpretasi instrumen. untuk setiap item dan untuk keseluruhan item (total) dalam suatu instrumen. Kesalahan akan berakibat. baik untuk data kelompok maupun individual. langkah berikutnya yang harus dilakukan oleh guru BK atau konselor adalah penafsiran atau interpretasi data. membahayakan terhadap pribadi-pribadi siswa/konseli. data hasil pengolahan akan diperoleh. akan diketahui potensi. Penafsiran hasil Setelah pengolahan data hasil instrumen (khususnya setelah konversi data dengan menggunakan kriteria/norma).

yang diselenggarakan secara berkelanjutan. arah dan persiapan karir. Kegiatan himpunan data dalam bimbingan dan konseling berarti kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik/sasaran layanan. kondisi dan lingkungan diri pribadi siswa. Balitbang Depdiknas. terpadu. sedangkan himpunan data ( commulative record) berarti berbagai jenis data dihimpun. dikolompokkan dan dikemas dalam bentuk tertentu. kebutuhan. komprehensif. baik secara individual maupun dalam posisinya sebagai anggota kelompok/kelas. dan kondisi (positif dan “negatif”). seperti: • Pekerjaan orangtua/keluarga • Bakat-minat karir. jurusan yang diambil • Masalah karir BIMTEK GURU BK SMK 2012 47 . Data perkembangan. seperti: • Identitas diri • Potensi dasar: inteligensi.bagaimana potensi. sistematis. Data yang dihimpun tersebut adalah berkanaan dengan: a. seperti: • Sosiogram • Teman dekat • Data hubungan sosial • Masalah sosial c. minat • Identitas keluarga • Riwayat kesehatan • Catatan anekdot (kejadian khusus) • Masalah diri pribadi b. bakat. dengan tujuan menyediakan data dalam kualitas yang baik dan lengkap untuk menunjang pelayanan konseling sesuai dengan kebutuhan konseli (Prayitno. kegiatan dan belajar. 2012). 4. Data kemampuan. Data kemampuan. 2011). kondisi hubungan dan lingkungan sosial. seperti: • Nilai hasil belajar • Data kegiatan belajar • Riwayat pendidikan • Masalah belajar d. Himpunan Data Data merupakan gambaran atau keterangan atau catatan tentang ada dan keadaan tertentu. dan bersifat rahasia (Pusat Kurikulum. Data perkembangan.

Menghimpun data • Data pribadi • Data kelompok • Data umum b. (2) himpunan lembaran dengan format yang dirancang khusus. informasi karir dan pendidikan. Penggunaan Data BIMTEK GURU BK SMK 2012 48 . kewarganegaraan. Data pribadi: semua data yang berkaitan dengan pribadi seseorang. umum). mudah menghimpunnya dan mudah pula mengaksesnya untuk digunakan c. dan selalu ditambah dengan data baru yang benar-benar berguna • Lancar: mudah penyelenggaraannya dan mudah menggunakannya. antara lain: • Hubungan sosial antar individu • Kondisi kebersamaan • Kerjasama kelompok • Hasil belajar sekelompok individu c. cita-cita • Hasil karya • Status dan kondisi keluarga • Status dan kondisi pekerjaan atau karir • Kondisi kehidupan sehari-hari dan permasalahannya b. yaitu a. kelompok. (5) kumpulan data umum. Data Kelompok: Data mengenai sekelompok individu. tempat dan tanggal lahir.Ditinjau dari pengelompokan data (pribadi. data lingkungan. antara lain: • Identitas pribadi: nama. alamat. minat dan kecenderungan pribadi. Sedangkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan himpunan data adalah (Prayitno. Prayitno (2012) mengemukakan tiga pengelompokan data. brosur. data dapat dihimpun dalam (1) buku data pribadi. Data Umum: Data yang tidak mengenai diri seseorang dan tidak pula berkenaan dengan kelompok individu tertentu (berasal dari luar diri pribadi atau kelompok). bakat. 2012): a. padat dan jelas • Luwes: tidak statis. dan sumber informasi lain) Dalam penyelenggaraannya. (4) program computer (file). gelar. Pengembangan Data • Langsung: dari sumber asli • Luas: sebanyak-banyaknya tetapi sesuai keperluan • Lugas: bersifat apa adanya. yang tidak berguna dibuang. agama • Kondisi fisik dan kesehatan • Potensi diri: kemampuan dasar. (3) kumpulan data kelompok dan laporan kegiatan. Misalnya kumpulan leaflet.

sistematika dan penggunaan fasilitas yang digunakan 2) Memeriksa kelengkapan. keakuratan dan keaktualan data 3) Kemanfataan data 4) Penggunaan teknologi 5) Teknik penyelenggaraan e. mengembangkan lebih lanjut sesuai dengan hasil evaluasi: 1) Bentuk. untuk penyelengaraan dan 4) Menetapkan mekanisme penggunaan himpunan data pemelihraaan 5) Menyiapkan kelengkapan administrasi b. 2012). Prayitno. operasionalisasi kegiatan himpunan data (mulai dari perencanaan sampai pada pelaporan adalah sebagai berikut (Mudjiran dkk. Evaluasi 1) Mengkaji efisiensi. 2010. Laporan 1) Menyusun laporan (secara berkala) kegiatan himpunan data 2) Menyampaikan laporan kepada pihak terkait BIMTEK GURU BK SMK 2012 49 . Pelaksanaan 1) Mengumpulkan dan memasukkan data ke dalam himpunan data sesuai dengan klasifikasi dan sistem etika yang ditetapkan 2) Memanfaatkan data untuk berbagai jenis layanan konseling 3) Memelihara dan mengembangkan himpunan data c. Perencanaan 1) Menetapkan jenis dan klasifikasi data serta sumber-sumbernya 2) Menetapkan bentuk himpunan data 3) Menetapkan dan himpunan data menata fasilitas pengisian. a. keakuratan. kemanfaatan data dalam himpunan data d. keaktualan dan Tindak Lanjut.• Perencanaan/program layanan • Isi layanan • Laporan kegiatan layanan Secara umum. dan sistematika data 2) Kelengkapan. klasifikasi.

serta penggunaan atau arah penggunaan data. Latihan Dalam kegiatan Bimtek ini. Menyampaikan laporan kepada pihak terkait. Lampiran (Petunjuk dan format latihan) 1. Jangan sampai data tentang siswa sampai kepada pihak-pihak yang dapat merugikan siswa/konseli. atau melakukan kegiatan himpunan data. baik secara sendiri-sendiri ataupun secara berkelompok. tally). hasil dan penafsirannya. adalah penerapan azas kerahasiaan. Hasil yang diharapkan dari latihan ini adalah peserta dapat mengaplikasikan kemampuannya di tempat bertugas. baik berkenaan dengan penyusunan. hasil. terutama berkenaan dengan instrumen dan kegiatan himpunan data dalam pelayanan bimbingan dan konselig di SMK. skala. Pelaporan Kegiatan instrumenasi dan himpunan data yang dilakukan perlu disusun laporannya untuk berbagai keperluan. angket. peserta diharapkan melakukan latihan. pengembangan instrumen wawancara.3) Mendokomentasikan laporan 5. Menyusun laporan. dan penggunaannya. kegiatan yang dilakukan dalam pelaporan adalah: a. instrumen dan fasilitas yang digunakan. sosiometri. penyimpanan/pendokumentasian ataupun penyampaian laporan kepada pihak terkait. Materi latihan dapat berupa pengembangan item-item dari contoh instrumen yang sudah dikemukakan dalam bab ini (daftar cek. Suatu hal yang sangat perlu diperhatikan. Jenis Data dan . instrumen dan fasilitas yang digunakan. Mendokomentasikan laporan dengan memperhatikan azas kerahasiaan D. b. dengan memperhatikan azas kerahasiaan c. yang memuat tentang proses. Tulis jenis data dan tentukan teknik/instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dengan mengisi tabel di bawah ini! BIMTEK GURU BK SMK 2012 50 E. atau mengerjakan latihan dengan mengisi format-format yang tertera pada lampiran. baik berkaitan dengan proses. Latihan dilakukan dalam kelas yang didampingi oleh instruktur. Secara umum. misalnya kepada kepala sekolah/wakil. Teknik/Instrumen yang Digunakan Petunjuk: 1.

2. Kelompokkan data tersebut dan rancang instrumen yang akan digunakan untuk pengumpulan data tersebut BIMTEK GURU BK SMK 2012 51 .

Tabel Jenis Data dan Teknik/Instrumen yang Digunakan Teknik/Instrumen No Jenis Data Obs Wwc Ang Ket Tes Sosiometri Cat anek AUM ITP ……. BIMTEK GURU BK SMK 2012 52 . ……. …….

2. Layanan yang Dilaksanakan Petunjuk: Jenis Data dan Jenis Tulis jenis data dan tentukan jenis layanan yang dilaksanakan dengan mengisi tabel di bawah ini! Tabel Jenis Data dan Jenis Layanan yang Dilaksanakan Jenis Layanan No Jenis Data BIMTEK GURU BK SMK 2012 53 .

Untuk itu. memiliki potensi untuk berkembang. Tenaga yang BIMTEK GURU BK SMK 2012 54 . unik dan dinamik. mempunyai kesempatan untuk memperoleh fasilitasi pendidikan dan bimbingan dan konseling. mengharapkan dapat bekerja sesuai dengan potensinya dan mengharapkan mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan. Siswa dalam kehidupannya tidak lepas dari persoalan yang harus diatasinya dan karena keterbatasan memerlukan bantuan dari pihak lain. dalam hal ini peran bimbingan dan konseling memberikan fasilitasi bagi siswa untuk dapat mengoptimalkan fungsi potensinya sehingga dapat mencapai kemandirian dan dapat mengatasi persoalannya secara bertanggung jawab. Bimbingan dan konseling (BK) dalam seting pendidikan dilaksanakan oleh tenaga professional yaitu Sarjana Pendidikan bidang Bimbingan dan Konseling dan telah menempuh pendidikan profesi konselor. memiliki hak untuk menempuh pendidikan. Siswa memiliki keterbatasan.BAB II PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING A. PENGANTAR Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terkategori usia remaja. memiliki harapan untuk sukes studi dan karirnya.

kepribadian. sehat. Untuk itu. bangsa dan negara. Salah satu tugas guru BK sesuai dengan rumusan stadar kompetensi konselor sebagaimana tertuang dalam Permendiknas No. Kinerja Guru BK yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan siswa sangatlah diharapkan. BK memfasilitasi mengentaskan siswa agar dapat mandiri. kreatif. dan program layanan BK di sekolah membantu tercapainya tujuan pendidikan nasional sebagaimana dituangkan dalam UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk melaksanakan layanan profesi BK diperlukan tenaga professional dalam bidang BK. pengendalian diri. B. DAN INDIKATOR KOMPETENSI Materi bimbingan teknis bagi guru BK SMK disiapkan untuk memberikan pengalaman pelajar yang sesuai dengan kompetensi yang harus dimiliki oleh guru BK atau konselor yaitu kompetensi profesional konselor. cakap. BIMTEK GURU BK SMK 2012 55 . KOMPETENSI. SUB KOMPETENSI. kebijakan pemerintah yang mendukung program BK. berilmu. masyarakat. diperlukan bimtek bagi guru BK tentang kompetensi tersebut. mandiri.tidak professional diyakini tidak dapat melaksanakan tugas profesinya dengan baik. dan kesadaran masyarakat terhadap profesi. berkembang optimal. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. serta ketrampilan yang diperlukan dirinya. akhlak mulia. dan menjadi warga negara yang demokratis serta tanggung jawab. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. persoalan secara bertangung jawab dan mencapai kehidupan yang sejahtera dan bahagia. kecerdasan. berakhlak mulia. 27 Tahun 2008 adalah mampu merancang program bimbingan dan konseling.

mereka harus mendapatkan kesempatan untuk: (1) mengenal dan memahami potensi.SUB KOMPETENSI : Sub kompetensi profesional yang disiapkan bagi guru BK SMK dalam Bab ini adalah Merancang Program Bimbingan dan Konseling. masyarakat. C. INDIKATOR Beberapa indikator materi bimbingan teknis (bimtek) kompetensi profesional dengan sub kompetensi merancang program Bimbingan dan Konseling. (3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. kekuatan. 1. (3) mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana BIMTEK GURU BK SMK 2012 56 . TUJUAN BIMBINGAN DAN KONSELING Tujuan pelayanan BK ialah membantu siswa/ konseli agar dapat: (1) merencanakan kegiatan penyelesaian studi. (2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin. lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya. MATERI. maupun lingkungan kerja. perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang. dan tugas-tugas perkem-bangannya. meliputi : 1. Menyusun rencana pelaksanaan program bimbingan dan konseling 4. (2) mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Merencanakan sarana dan biaya penyelenggaraan program bimbingan dan konseling. Menyusun program bimbingan dan konseling yang berkelanjutan berdasarkan kebutuhan peserta didik secara komprehensif dengan pendekatan perkembangan 3. (4) mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi. Menganalisis kebutuhan konseli 2. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan.

Aspek pribadi-sosial siswa. baik fisik maupun psikis. baik dalam kehidupan pribadi. Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat g. dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing.pencapaian tujuan tersebut. h. menghormati atau menghargai orang lain. Memiliki rasa tanggung jawab. tidak melecehkan martabat atau harga dirinya. Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain. d. c. i. b. keluarga. (6) menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya. yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan. persaudaraan. tempat kerja. dan (7) mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal. serta dan mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut. Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugrah) dan yang tidak menyenangkan (musibah). baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan. Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME. pergaulan dengan teman sebaya. 1. maupun masyarakat pada umumnya. (4) memahami dan mengatasi kesulitankesulitan sendiri (5) menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya. e. a. yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajibannya. Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain. Bersikap respek terhadap orang lain. f. BIMTEK GURU BK SMK 2012 57 . Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship). sekolah. kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat. Secara khusus BK bertujuan untuk membantu siswa/ konseli agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial. belajar (akademik). Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif. dan karir.

Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang BIMTEK GURU BK SMK 2012 58 . f. memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu. seperti membuat jadwal belajar. dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. disiplin dalam belajar. j. mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran. asal bermakna bagi dirinya. dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar. Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain. Memiliki pemahaman diri (kemampuan. 3. Aspek karir adalah sebagai berikut. mengerjakan tugastugas. 2. d. b. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun. seperti keterampilan membaca buku. tanpa merasa rendah diri. d. mengggunakan kamus. dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas. mencatat pelajaran. Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja.. k. Aspek belajar adalah sebagai berikut. Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif. seperti kebiasaan membaca buku. Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian. a.atau silaturahim dengan sesama manusia. b. Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat. e. c. Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif. Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif. c. a. Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan. dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya. Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir. minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan. dan sesuai dengan norma agama.

Memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karir. i. kemampuan. prospek kerja. dan kesejahteraan kerja. menghadirkan alumni yang berhasil untuk memberikan informasi dan orientasi keberhasilannya.pekerjaan yang menjadi citra-cita karirnya masa depan. pameran hasil karya siswa yang dapat diperdagangkan. f. g. siswa diberikan informasi dunia karir baik jenis maupun persaratan dan cara mencapai karir tersebut. h. Oleh karena itu. yaitu kecenderungan arah karir. e. yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat. dan kondisi kehidupan sosial ekonomi. kemampuan dan minat. maka setiap orang perlu memahami kemampuan dan minatnya. Memiliki kemampuan merencanakan masa depan. dalam bidang pekerjaan apa dia mampu. lingkungan sosiopsikologis pekerjaan. dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan tersebut. Untuk dapat memberikan pengalaman belajar yang memadai tentang aspek karir siswa. Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki. dan kerjasama dengan lembaga usaha dan industri untuk memberikan pengalaman belajar dan peluang berkar ya serta kesempatan BIMTEK GURU BK SMK 2012 59 . Mengenal keterampilan. oberservasi dan magang ke berbagai dunia usaha dan industri yang relevan dengan potensi siswa. dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan. kemampuan (persyaratan) yang dituntut. maka dapat dilakukan beberapa upaya antara lain: guru BK atau konselor menyusun materi informasi sesuai tujuan BK aspek karir yaitu nomor 3 a s/d i. Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir. maka dia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut. Apabila seorang siswa bercita-cita menjadi seorang guru. Dapat membentuk pola-pola karir.

Strategi layanan BK antara lain dapat dilakukan dengan cara konseling individual. media. minat dan kegemaran sesuai dengan kesempatan yang ada.bekerja. bimbingan kelompok. pengembangan pribadi. dan (5) pengembangan dalam arti mengembangan bakat dan minat sesuai dengan potensi yang dimiliki siswa dan kesempatan yang ada. pertemuan kasus. sosial. home visit.(2) perbaikan dalam arti memperbaiki kesalahan pikiran-perasaan-perilaku. (4) penempatan dalam arti membantu menempatkan siswa sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan. dan karirnya. Di samping itu. layanan BK berfungsi: (1) pemahaman dalam arti membantu siswa untuk memahami diri secara baik tentang kelebihan dan kelemahannya. referral. (3) penyaluran dalam arti membantu siswa untuk menyalurkan bakat. ANALISIS POTENSI DAN KEBUTUHAN Layanan BK diperuntukkan bagi seluruh siswa terkategori normal dalam upaya memberikan bantuan pencapaian keberhasilan belajar. bimbingan klasikal. Pemahaman tentang diri siswa dapat dilakukan dengan cara penerapan teknik tes dan teknik non tes (sebagaimana diuraikan di Bab I). (5) pengadaptasian dalam arti membantu pihak lain dalam upaya memahami siswa untuk kepentingan layanan bagi siswa yang bersangkutan. 2. BIMTEK GURU BK SMK 2012 60 . (2) penyesuaian dalam arti membantu siswa untuk menyesuaian terhadap situasi baru dimana siswa berada. (4) pemeliharaan dalam arti memelihara situasi dan kondisi siswa agar tetap terjaga menjadi stabil. kerjasama dengan orang tua. Layanan BK bersifat (1) pencegahan dalam arti bahwa mencegah jangan sampai siswa memiliki masalah. Untuk dapat memberikan layanan BK secara baik dan terarah diperlukan pemahaman secara mendalam tentang diri siswa (konseli) dan kondisi sekolah serta prospek siswa setelah lulus SMK. konseling kelompok. kerjasama dengan profesi lain. kerjasama dengan instansi/lembaga/perusahaan yang dapat mengembangkan potensi siswa. (3) penyembuhan dalam arti menyembuhkan penyakit yang dapat sembuh dengan informasi-informasi yang tepat.

Kondisi latar belakang sekolah/pendidikan antara lain meliputi status sekolah. Masing-masing aspek perkembangan memiliki BIMTEK GURU BK SMK 2012 61 . (6) Kesadaran gender. motivasi. minat. Kondisi keluarga antara lain meliputi identitas orang tua. kualitas pendidik dan tenaga kependidikan. hubungan sosial dengan guru-karyawan-antar teman. (7) Pengembangan diri. perhatian orang tua. prestasi yang dicapai. latar belakang keluarga. kesehatan organ tubuh. kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. (2) Landasan perilaku etis. kesehatan panca indera.Setidaknya perlu memahami siswa tentang identitas. psikis. Siswa memiliki kebutuhan dan diharapkan berkembang optimal sesuai dengan potensi diri dan mencapai kemandirian dalam kehidupannya. kecerdasan. hoby. Kondisi fisik siswa antara lain meliputi kelengkapan anggota tubuh. (4) Kematangan intelektual. peran dalam kemasyarakatan. fasilitas kebutuhan dalam kehidupan. kepribadian. fasilitas sekolah. status anak dalam keluarga. status sosial ekonomi. Guru BK atau Konselor hendaknya memahami dan memberikan bantuan pengembangan diri siswa sebagaimana yang telah dirumuskan menjadi Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD) yang meliputi (1) Landasan hidup religius. (10) Kematangan hubungan dengan teman sebaya. (8) Perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis). cita-cita. Hasil pemahaman dapat dipergunakan sebagai dasar penyusunan program layanan BK. dan fungsi organ tubuh. kedisiplinan. karakterisitik budayanya. dan kebutuhan layanan. (3) Kematangan emosi. latar belakang sosio-kultural dan kemasyarakatan. pengalaman belajar. kegagalan dalam pendidikan. keberhasilan dalam pendidikan. kelebihan dan kelemahan fisik. dan (11) Kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga. iklim sekolah. pendidikan orang tua. Kondisi latar belakang sosio-kultural dan kemasyarakatan antara lain meliputi budaya yang dianut. emosi. (5) Kesadaran tanggung jawab sosial. (9) Wawasan dan kesiapan karier. kebiasaan. latar belakang sekolah/pendidikan. ketrampilan. tokoh-tokoh yang dianut dan disegani. perkembangan siswa. Kondisi psikis siswa antara lain meliputi bakat. intensitas hubungan antar anggota keluarga. kondisi fisik. kondisi lingkungan dalam sekolah.

(2) akomodasi (memperoleh pemaknaan dan internalisasi atas aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai) dan (3) tindakan (perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari dari aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai). STANDAR KOMPETENSI KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK PADA SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT ATAS dan penyiapan materi layanan dan memberikannya secara terencana dan terjadwal perlu dilakukan oleh guru No Aspek Perkembangan Landasan hidup Tataran/Internalisasi Tujuan Pengenalan Mempelajari hal ihwal ibadah Mengenal Akomodasi Mengembangkan pemikiran tentang Tindakan Melaksanakan ibadah atas keyakinan sendiri 1 religious kehidupan beragama disertai sikap toleransi Menghargai norma sebagai rujukan pengambilan keputusan Bersikap toleran terhadap ragam ekspresi perasaan lain Berperilaku atas dasar keputusan yang mempertimbangkan aspek-aspek etis Mengekspresikan perasaan dalam caracara yang bebas.tiga dimensi tujuan. yaitu: (1) pengenalan/penyadaran (memperoleh pengetahuan dan pemahaman tentang aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai).terbuka konflik Mengambil keputusan masalah atas dasar 62 Landasan perilaku 2 etis keragaman sumber Keragaman sumber norma yang berlaku di masyaraakat Mempelajari cara- 3 Kematangan emosi cara menghindari konflik dengan orang lain diri sendiri dan orang dan tidak menimbulkan Kematangan 4 intelektual Mempelajari cara.Menyadari akan keputusan dan keputusan dan cara pengambilan keragaman alternatif dan pemecahan BIMTEK GURU BK SMK 2012 . Pemahaman tentang standar kompetensi kemandirian peserta didik (SKKPD) BK atau konselor.

ulet. ulet.ulet sungguh-sungguh peluang untuk berperilaku kekurangannya Menampilkan keunikan diri secara harmonis dalam keragaman 7 Perilaku kewirausahaan Menampilkan hidup hemat. sungguhsungguh dan kompetitif atas dasar kesadaran sendiri hemat. Internalisasi nilai- Mengembangkan karir dengan 63 niolai yang melandasialternatif perencanaan peluang dan ragam pertimbangan BIMTEK GURU BK SMK 2012 . dan kompetitif 8 (kemandirian sengguh-sungguh sebagai aset untuk perilaku ekonomis) dan kompetitif mencapai hidup dalam keragaman mandiri kehidupan Wawasan dan 9 kesiapan karier Mempelajari kemampuan diri.No Aspek Perkembangan Pengenalan pemecahan masalah secara objektif Tataran/Internalisasi Tujuan Akomodasi konsekuensi yang dihadapinya Menyadari nilai-nilai Tindakan informasi/data secara objektif Kesadaran 5 tanggung jawab sosial Mempelajari keragaman interaksi sosial persahabatan dan Berinteraksi dengan keharmonisan dalam orang lain atas dasar konteks keragaman kesamaan interaksi sosial Menghargai Mempelajari Kesadaran gender antar jenis dalam keragaman peraan Berkolaborasi secara harmonis dengan lain perilaku kolaborasi laki-laki atau 6 perempuan sebagai jenis dalam keragaman keharmonisan hidup ragam kehidupan aset kolaborasi dan peran Mempelajari Pengembangan diri Menerima keunikan keunikan diri dalam diri dengan segala konteks kehidupan kelebihan dan sosial Mempelajari strategi dan Menerima nilai-nilai hidup hemat.

peluang dan ragam karir alternatif karir yang lebih terarah Mempelajari caraKematangan 10 hubungan dengan teman sebaya cara membina dan kerjasama dan toleransi dalam pergaulan dengan teman sebaya Menghargai nilai-nilai kerjasama dan toleransi sebagai persahabatan dengan teman sebaya Mengharagai normanorma pernikahan Kesiapan diri untuk Mengenal norma11 menikah dan berkeluarga norma pernikahan dan berkeluarga dan berkeluarga sebagai landasan bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis Mengekspresikan keinginannya untuk mempelajari lebih intensif tentang norma pernikahan dan berkeluarga Mempererat jalinan persahabatan yang lebih memperhatikan norma yang berlaku dasar untuk menjalin akrab dengan 3. konsep BK serta mendukungan tercapainya BIMTEK GURU BK SMK 2012 64 . pendidikan. peta permasalahan yang dihadapi siswa.No Aspek Perkembangan Pengenalan pekerjaan. kemampuan guru BK. KONSELING PENYUSUNAN PROGRAM BIMBINGAN DAN Program BK di SMK disusun atas dasar kebutuhan perkembangan diri siswa (standar kemandirian peserta didik). kondisi lingkungan sekolah. fasilitasi sekolah. dan aktifitas yang terfokus pada pengembangan Tataran/Internalisasi Tujuan Akomodasi Tindakan pemilihan alternatif karir mempertimbangkan kemampuan. visi dan misi BK.

struktur dan isi/materi program ini bersifat fleksibel disesuaikan dengan kondisi atau kebutuhan siswa berdasarkan hasil penilaian kebutuhan di masing-masing sekolah. Rasional Rumusan dasar pemikiran tentang urgensi BK dalam keseluruhan program Sekolah. depkripsi hasil analisis kebutuhan layanan bagi siswa berdasarkan need asesmen. Dalam merumuskan program. Program dapat terlaksana dan mencapai hasil yang diharapkan sebagaimana dalam rancangan program apabila rancangan disusun secara tepat dan kualitas unggul dan dilaksanakan sesuai rencana. masing-masing saling terkait sehingga menjadi satu matarantai rencana program BK yang utuh. Dalam rancangan program hendaknya disajikan : rasional. Visi dan Misi Secara mendasar visi dan misi BK perlu dirumuskan ulang ke dalam fokus isi: Visi: Membangun iklim Sekolah bagi kesuksesan siswa BIMTEK GURU BK SMK 2012 65 . dan mingguan. landasan hukum. 1. tujuan yang ingin dicapai dari program layanan. Program BK memberikan gambaran apa yang akan dilaksanakan dalam layanan BK. Program BK yang disusun tahunan. bulanan. pengembangan rencana pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling (RPLBK). sasaran. visi dan misi BK. anggaran yang diperlukan dan sumber serta pertanggunganjawaban. maupun pelaksanaan. personalia pelaksana program. waktu pelaksanaan.tujuan pendidikan nasional. dan pelaporan program BK. dampak perkembangan iptek dan sosial budaya terhadap gaya hidup masyarakat (termasuk para peserta didik). bidang gerak. evaluasi baik perencanaan. 2. strategi layanan. semesteran. kaitan BK dengan implementasi kurikulum. dan hal-hal lain yang dianggap relevan. Ke dalam rumusan ini dapat menyangkut konsep dasar yang digunakan. proses. komponen program layanan yang akan dilaksanakan.

Rumuskan tujuan yang akan dicapai dalam bentuk perilaku yang harus dikuasai siswa setelah memperoleh pelayanan BK.Misi: Memfasilitasi seluruh siswa memperoleh dan menguasai kompetensi di bidang akademik. 3. internalisasi. Tujuan hendaknya dirumuskan ke dalam tataran tujuan: b. pribadi-sosial. dan menjadikan perilaku atau kompetensi baru sebagai bagian dari kemampuan dirinya. untuk membangun pengetahuan dan pemahaman peserta didik terhadap perilaku atau standar kompetensi yang harus dipelajari dan dikuasai c. Rencana kegiatan adalah uraian detil dari program yang menggambarkan struktur isi program. yakni Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD). Rencana kegiatan diperlukan untuk menjamin program BK dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien. karir berlandaskan pada tata kehidupan etis normatif dan ketaqwaan kepada Tuhan YME. (b) Komponen Pelayanan Responsif. dan d) Komponen Dukungan Sistem (manajemen) 6. untuk membangun pemaknaan. dan d. Penyadaran. 5. (c) Komponen Perencanaan Individual. Deskripsi Kebutuhan Rumusan hasil needs assessment (penilaian kebutuhan) siswa dan lingkungannya ke dalam rumusan perilaku-perilaku yang diharapkan dikuasai peserta didik. 4. Rumusan ini tiada lain adalah rumusan tugas-tugas perkembangan. Tujuan a. Tindakan. Rencana Operasional. Komponen Program Komponen program meliputi: (a) Komponen Pelayanan Dasar. Akomodasi. baik kegiatan BIMTEK GURU BK SMK 2012 66 . yaitu mendorong peserta didik untuk mewujudkan perilaku dan kompetensi baru itu dalam tindakan nyata sehari-hari. Sedangkan visi dan misi ditentukan oleh sekolah masing-masing.

Inventarisasikan kebutuhan yang diperoleh dari needs assessment ke dalam tabel kebutuhan yang akan menjadi rencana kegiatan. dan alih tangan (referral). Kegiatan ini diturunkan dari perilaku/tugas perkembangan/ kompetensi yang harus dikuasai peserta didik b. Adapun kegiatan bimbingan tanpa kontak langsung dengan peserta didik dapat dilaksanakan melalui tulisan (seperti e-mail. e. untuk memfasilitasi siswa mencapai tugas perkembangan atau kompetensi tertentu. atau majalah dinding).di Sekolah maupun luar Sekolah. Apakah kegiatan itu dilakukan dalam waktu tertentu atau terus menerus. bulanan. Tema BIMTEK GURU BK SMK 2012 67 . c. brosur. Atas dasar komponen program di atas maka : a. Program BK Sekolah yang telah dituangkan ke dalam rencana kegiatan perlu dijadwalkan ke dalam bentuk kalender kegiatan. Berapa banyak waktu dan yang diperlukan dalam untuk setiap melaksanakan pelayanan bimbingan konseling komponen program perlu dirancang dengan cermat. dan (b) tanpa kontak langsung dengan siswa. home visit. Pertimbangkan porsi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan di atas. buku-buku. d. 7. konferensi kasus . Perencanaan waktu ini didasarkan kepada isi program dan dukungan manajemen yang harus dilakukan oleh konselor. semesteran. Rencana kegiatan dimaksud dituangkan ke dalam rancangan jadwal kegiatan untuk selama satu tahun. Rancangan ini bisa dalam bentuk matrik. Identifikasikan dan rumuskan berbagai kegiatan yang harus/perlu dilakukan. Program Tahunan dan Program semester. Kalender kegiatan mencakup kalender tahunan. Pengembangan Tema/Topik (bisa dalam bentuk dokumen tersendiri) Tema ini merupakan rincian lanjut dari kegiatan yang sudah diidentifikasikan yang terkait dengan tugas-tugas perkembangan. Untuk kegiatan kontak langsung yang dilakukan secara klasikal di kelas (pelayanan dasar) perlu dialokasikan waktu terjadwal 2 (dua) jam pelajaran per-kelas per-minggu. Program BK perlu dilaksanakan dalam bentuk (a) kontak langsung. dan mingguan.

KONSELING Program BK mengandung empat komponen pelayanan. 9. dan (4) dukungan sistem. (2) pelayanan responsif. 4. yaitu: (1) pelayanan dasar bimbingan. Pelayanan Dasar KOMPONEN PROGRAM BIMBINGAN DAN Komponen Program BK Pelayanan Responsif Peserta didik Pelayanan Per. dan realistik. (3) perencanaan individual. Evaluasi Rencana evaluasi perkembangan siswa dirumuskan atas dasar tujuan yang ingin dicapai. dan Kegiatan Manajemen BIMTEK GURU BK SMK 2012 68 .secara spesifik dirumuskan dalam bentuk materi untuk setiap komponen program.Indiv. Keempat komponen program tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. Pengembangan Profesional. sebagai bentuk akuntabilitas pelayanan BK. Sejauh mungkin perlu dirumuskan pula evaluasi program yang berfokus kepada keterlaksanaan program. Dukungan Sistem Konsultasi. Pengembangan Satuan Pelayanan atau Rencana Pelayanan Bimbingan dan Konseling (dapat dalam bentuk dokumen tersendiri) Dikembangkan secara bertahap sesuai dengan tema/topik. Kolaborasi. rasional. 8. 10. Anggaran Rencana anggaran untuk mendukung implementasi program dinyatakan secara cermat.

(2) mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku BIMTEK GURU BK SMK 2012 69 25-35% (dapat maksimal). atau dengan kata lain membantu konseli agar mereka dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya. pekerjaan. 2). dan . Tujuan Pelayanan ini bertujuan untuk membantu semua siswa/ konseli agar memperoleh perkembangan yang normal.Gambar 1. Penggunaan instrumen asesmen perkembangan dan kegiatan tatap muka terjadwal di kelas sangat diperlukan untuk mendukung implementasi komponen ini. Pengertian Pelayanan dasar diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada seluruh siswa/ konseli melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan (yang dituangkan sebagai standar kompetensi kemandirian peserta didik) yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya. Pelayanan perencanaan individual = Dukungan sistem = 10-15% a. Pelayanan responsive = 15 – 25 %. Komponen Program Bimbingan dan Konseling Komposisi pengaturan waktu layanan setiap komponen program BK adalah Pelayanan Dasar = 25 – 35 %. sosial budaya dan agama). Pelayanan Dasar 1). Asesmen kebutuhan diperlukan untuk dijadikan landasan pengembangan pengalaman terstruktur yang disebutkan. Secara rinci tujuan pelayanan ini dapat dirumuskan sebagai upaya untuk membantu konseli agar (1) memiliki kesadaran (pemahaman) tentang diri dan lingkungannya (pendidikan. memiliki mental yang sehat. dan memperoleh keterampilan dasar hidupnya.

(8) kasus-kasus kriminalitas. bertanggung jawab. Pelayanan Orientasi Pelayanan ini merupakan suatu kegiatan yang memungkinkan siswa dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. jasmaniah-rohaniah) dalam menghadapi pekerjaan. berprestasi. Strategi Pelayanan dasar a). (3) keterampilan pengambilan keputusan. (7) cara melamar pekerjaan. (9) bahayanya perkelahian masal (tawuran). (5) perkembangan dunia kerja. (6) penyadaran keragaman budaya. fokus perilaku yang menyangkut aspek-aspek pribadi. (4) keterampilan (5) keterampilan hubungan antar pribadi atau dan (7) perilaku (2) berkomunikasi. pemantapan pilihan program studi. (6) iklim kehidupan dunia kerja. 4). (2) motivasi antara lain mencakup pengembangan: (1) pemecahan masalah. Hal-hal yang terkait dengan perkembangan karir mencakup pengembangan: (1) fungsi agama bagi kehidupan. Semua ini berkaitan erat dengan upaya membantu siswa/ konseli dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya (sebagai standar kompetensi kemandirian).Bimbingan Kelas Program yang dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta didik di kelas. Materi pelayanan dasar dirumuskan dan dikemas atas dasar standar kompetensi kemandirian peserta didik self-esteem. konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada para peserta didik. sosial. dan (10) dampak pergaulan bebas. b). Secara terjadwal. Fokus pengembangan Untuk dikembangkan mencapai tujuan tersebut. (3) mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya.yang layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya. dan (4) mampu mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya. belajar dan karir. 3). (3) keterampilan kerja profesional. untuk BIMTEK GURU BK SMK 2012 70 . (4) kesiapan pribadi (fisik-psikis. Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau brain storming (curah pendapat).

Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai instrumen. program ekstrakurikuler. brosur. leaflet. d). Pelayanan orientasi ini biasanya dilaksanakan pada awal program pelajaran baru. Pelayanan responsif 1). dan alih tangan kepada ahli lain adalah ragam bantuan yang dapat dilakukan dalam pelayanan responsif. 2). maupun tidak langsung (melalui media cetak maupun elektronik. Bimbingan Kelompok Konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik melalui kelompok-kelompok kecil (5 s. staf dan guru-guru. adalah masalah yang bersifat umum (common problem) dan tidak rahasia.mempermudah atau memperlancar berperannya mereka di lingkungan baru tersebut. konsultasi dengan orangtua. program BK. majalah.d. dan tata tertib sekolah. dan lingkungan peserta didik. Topik yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini. Konseling individual. kurikulum. seperti : buku. baik tes maupun non-tes.Tujuan BIMTEK GURU BK SMK 2012 71 . 10 orang). Pengertian Pelayanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada siswa / konseli yang menghadapi kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera. seperti : cara-cara belajar yang efektif. guru. kiat-kiat menghadapi ujian. b. e). Pelayanan Informasi Yaitu pemberian informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi peserta didik. dan internet). Materi pelayanan orientasi di sekolah biasanya mencakup organisasi sekolah. konseling krisis. fasilitas atau sarana prasarana. Bimbingan ini ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat para peserta didik. Pelayanan Pengumpulan Data (Aplikasi Instrumentasi) Merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang pribadi peserta didik. dan mengelola stress. melalui komunikasi langsung. c). sebab jika tidak segera dibantu dapat menimbulkan gangguan dalam proses pencapaian tugas-tugas perkembangan.

Masalah siswa / konseli pada umumnya tidak mudah diketahui secara langsung tetapi dapat dipahami melalui gejala-gejala perilaku yang ditampilkannya. atau gagal dalam mencapai tugas-tugas perkembangan. (5) malas belajar. (6) kurang memiliki kebiasaan belajar yang positif. karir. Tujuan pelayanan ini dapat juga dikemukakan sebagai upaya untuk mengintervensi masalah-masalah atau kepedulian pribadi konseli yang muncul segera dan dirasakan saat itu. minuman keras. Fokus pengembangan Fokus pelayanan responsif bergantung kepada masalah atau kebutuhan konseli. narkotika. berkenaan dengan masalah sosial-pribadi. Masalah dan kebutuhan konseli berkaitan dengan keinginan untuk memahami sesuatu hal karena dipandang penting bagi perkembangan dirinya secara positif. Masalah yang mungkin dialami siswa/ konseli diantaranya: (1) merasa cemas tentang masa depan. kegagalan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. BIMTEK GURU BK SMK 2012 72 . (2) merasa rendah diri. (8) prestasi belajar rendah. (7) kurang bisa bergaul. (9) malas beribadah. dan (13) masalah dalam keluarga. dan atau masalah pengembangan pendidikan. (4) membolos dari sekolah. Kebutuhan ini seperti kebutuhan untuk memperoleh informasi antara lain tentang pilihan karir dan program studi. 3). pergaulan bebas. bahaya obat terlarang. (12) manajemen stress. (10) masalah pergaulan bebas ( free sex). Masalah lainnya adalah yang berkaitan dengan berbagai hal yang dirasakan mengganggu kenyamanan hidup atau menghambat perkembangan diri siswa/ konseli. (11) masalah tawuran. (3) berperilaku impulsif (kekanak-kanakan atau melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkannya secara matang). karena tidak terpenuhi kebutuhannya.Tujuan pelayanan responsif adalah membantu siswa konseli agar dapat memenuhi kebutuhannya dan memecahkan masalah yang dialaminya atau membantu konseli yang mengalami hambatan. sumbersumber belajar.

siswa/ konseli dibantu untuk mengidentifikasi masalah. Siswa/ konseli yang sebaiknya direferal adalah mereka yang memiliki masalah. penyebab masalah. Strategi pelayanan responsive. Konseling ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. Referal Apabila guru BK atau konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah siswa/ konseli. membantu memecahkan masalah siswa. Konseling Individual dan Kelompok Pemberian pelayanan konseling ini ditujukan untuk membantu siswa/konseli yang mengalami kesulitan atau hambatan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. c). sehingga dapat memberikan informasi yang luas kepada siswa tentang dunia kerja (tuntutan keahlian kerja. (8) menampilkan pribadi yang BIMTEK GURU BK SMK 2012 73 . (3) menandai siswa yang diduga bermasalah. Guru BK atau konselor berkolaborasi dengan guru mata pelajaran dan wali kelas dalam rangka memperoleh informasi tentang siswa (seperti : prestasi belajar. b). persyaratan kerja. seperti depresi. dan mengidentifikasi aspek-aspek bimbingan yang dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran. dan prospek kerja). (7) memahami perkembangan dunia industri atau perusahaan. penemuan alternatif pemecahan masalah. tindak kejahatan (kriminalitas). a). suasana kerja. (5) mereferal (mengalihtangankan) siswa yang memerlukan pelayanan BK kepada guru BK atau koselor. kehadiran. dan penyakit kronis. (6) memberikan informasi yang up to date tentang kaitan mata pelajaran dengan bidang kerja yang diminati siswa. (4) membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar melalui program remedial teaching. kecanduan narkoba. Melalui konseling. (2) memahami karakteristik siswa yang unik dan beragam. Aspek-aspek itu di antaranya : (1) menciptakan iklim sosio-emosional kelas yang kondusif bagi belajar siswa. maka sebaiknya dia mereferal atau mengalihtangankan kepada ahli lain yang lebih berwenang. dan pengambilan keputusan secara lebih tepat. aktivitas selama pembelajaran). Kolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran atau Wali Kelas.4).

Melalui kerjasama ini memungkinkan terjadinya saling memberikan informasi. BIMTEK GURU BK SMK 2012 74 . (2) instansi swasta. dan (6) Depnaker (dalam rangka analisis bursa kerja/lapangan pekerjaan). (4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait dalam pendidikan. Kolaborasi dengan pihak-pihak terkait di luar sekolah. dan (9) memberikan informasi tentang cara-cara mempelajari mata pelajaran yang diberikannya secara efektif. yang pelaksanaannya dapat bersamaan dengan pembagian rapor. Kolaborasi dengan Orang tua Guru BK atau konselor perlu melakukan kerjasama dengan para orang tua peserta didik. orang tua. atau pihak pimpinan Sekolah yang terkait dengan upaya membangun kesamaan persepsi dalam memberikan bimbingan kepada para siswa. dan (3) orang tua diminta untuk melaporkan keadaan anaknya di rumah ke Sekolah. Yaitu berkaitan dengan upaya Sekolah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan bimbingan. d). dan tukar pikiran antar guru BK atau konselor dan orang tua dalam upaya mengembangkan potensi siswa atau memecahkan masalah yang mungkin dihadapi siswa. maupun moral-spiritual (hal ini penting. tetapi juga oleh orang tua di rumah. Untuk melakukan kerjasama dengan orang tua ini. karena guru merupakan “figur central” bagi siswa). (5) Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK). terutama menyangkut kegiatan belajar dan perilaku sehari-harinya. Kerjasama ini penting agar proses bimbingan terhadap siswa tidak hanya berlangsung di Sekolah. (2) Sekolah memberikan informasi kepada orang tua (melalui surat) tentang kemajuan belajar atau masalah siswa. Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihakpihak (1) instansi pemerintah. seperti: (1) kepala Sekolah atau komite Sekolah mengundang para orang tua untuk datang ke Sekolah (minimal satu semester satu kali).matang. e). f). baik dalam aspek emosional. dapat dilakukan beberapa upaya. Konsultasi Guru BK atau konselor menerima pelayanan konsultasi bagi guru. pengertian. sosial. (3) organisasi profesi BK.

Pengertian Perencanaan individual diartikan sebagai bantuan kepada siswa / konseli agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan peren-canaan masa depan berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya. Perencanaan individual 1). Siswa terlatih berfungsi sebagai mentor atau tutor yang membantu siswa lain dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. Pertemuan konferensi kasus ini bersifat terbatas dan tertutup.menciptakan lingkungan Sekolah yang kondusif bagi perkembangan siswa. c. i). baik akademik maupun non-akademik. Konferensi Kasus Yaitu kegiatan untuk membahas permasalahan peserta didik dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan. perkembangan. h). g). melalui kunjungan ke rumahnya. Bimbingan Teman Sebaya (Peer Guidance/Peer Facilitation) Bimbingan teman sebaya ini adalah bimbingan yang dilakukan oleh siswa terhadap siswa yang lainnya. melakukan referal. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik itu. Di samping itu dia juga berfungsi sebagai mediator yang membantu guru BK atau konselor dengan cara memberikan informasi tentang kondisi. Siswa yang akan diperankan sebagai pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan oleh guru BK atau konselor. Kunjungan Rumah Yaitu kegiatan untuk memperoleh data atau keterangan tentang peserta didik tertentu yang sedang ditangani. penafsiran hasil asesmen. dan meningkatkan kualitas program BK. Pemahaman siswa/ konseli secara mendalam dengan segala karakteristiknya. atau masalah siswa yang perlu mendapat pelayanan BK. serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya. dalam upaya menggentaskan masalahnya. dan penyediaan informasi yang akurat sesuai dengan peluang dan potensi yang dimiliki BIMTEK GURU BK SMK 2012 75 .

dan rencana yang telah dirumuskannya. Dengan demikian meskipun perencanaan individual ditujukan untuk memandu seluruh konseli. belajar. termasuk keber-bakatan dan kebutuhan khusus konseli. dan masyarakatnya. rujukan. karir. Kegiatan orientasi. tujuan dan keputusan yang ditentukan oleh masing-masing konseli. Isi layanan perencanaan individual adalah hal-hal yang menjadi kebutuhan konseli untuk memahami secara khusus tentang perkembangan dirinya sendiri. Tujuan perencanaan individual ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya memfasilitasi siswa/ konseli untuk merencanakan. dan (3) dapat melakukan kegiatan berdasarkan pemahaman. dan advokasi diperlukan di dalam implementasi pelayanan ini. informasi. sosial. dunia kerja. tujuan. siswa/ konseli diharapkan dapat: 1) Mempersiapkan diri untuk mengikuti pendidikan lanjutan. yang didasarkan atas pengetahuan akan dirinya. baik menyangkut aspek pribadi. dan mengembangkan kemampuan sosialpribadi. 3). maupun karir. dan pengembangan sosial-pribadi oleh dirinya sendiri. Melalui pelayanan perencanaan individual. perencanaan. dan mengelola rencana pendidikan. kola-borasi. atau pengelolaan terhadap perkembang-an dirinya. merencanakan karir. Fokus pengembangan BIMTEK GURU BK SMK 2012 76 . 2).konseli amat diperlukan sehingga konseli mampu memilih dan mengambil keputusan yang tepat di dalam mengem-bangkan potensinya secara optimal. 2) Menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya dalam rangka pencapaian tujuannya. Tujuan Perencanaan individual bertujuan untuk membantu siswa/ konseli agar (1) memiliki pemahaman tentang diri dan lingkungannya. 3) Mengukur tingkat pencapaian tujuan dirinya. memonitor. pelayanan yang diberikan lebih bersifat individual karena didasarkan atas perencanaan. konseling individual. 4) Mengambil keputusan yang merefleksikan perencanaan dirinya. informasi tentang Sekolah. (2) mampu merumuskan tujuan.

dan penyaluran). melakukan pemilihan pendidikan lanjutan atau pilihan jurusan. infra struktur (misalnya Teknologi Informasi dan BIMTEK GURU BK SMK 2012 77 . dan merencanakan (alternatif kegiatan) menunjang pengembangan dirinya. penerimaan. dan karier.Fokus pelayanan perencanaan individual berkaitan erat dengan pengembangan aspek akademik. Dukungan sistem Dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen. Secara rinci cakupan fokus tersebut antara lain mencakup pengembangan aspek (1) akademik meliputi memanfaatkan keterampilan belajar. Siswa/ konseli menggunakan informasi tentang pribadi. (2) karir bekerja meliputi yang mengeksplorasi positif. belajar. untuk membentuk siswa menempati posisi yang sesuai dengan bakat dan minatnya. dan pengarahan dirinya secara positif dan konstruktif. memahami kebutuhan untuk kebiasaan meliputi pengembangan konsep diri yang positif. atau kegiatan yang berfungsi untuk memperbaiki kelemahan dirinya. belajar dan karir yang diperolehnya kegiatan untuk (1) merumuskan yang tujuan. memilih kursus atau pelajar-an tambahan yang tepat. peserta didik akan memiliki pemahaman. (2) melakukan kegiatan yang sesuai dengan tujuan atau perencanaan yang telah ditetapkan. sosial. d. 4). dan pengembangan keterampilan sosial yang efektif. tata kerja. Melalui kegiatan penilaian diri ini. karir. dan (3) peluang-peluang sosial-pribadi karir. Pelayanan perencanaan individual ini dapat dilakukan juga melalui pelayanan penempatan (penjurusan. dan sosial-pribadi. mengeksplorasi latihan-latihan pekerjaan. dan memahami nilai belajar sepanjang hayat. atau aspekaspek pribadi. yaitu yang menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangan. dan (3) mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukannya. Strategi Guru BK atau konselor membantu siswa menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh. sosial.

(3) pemanfaatan sumber daya. dan pengembangan kemampuan profesional guru BK atau konselor secara berkelanjutan. dan meningkatkan mutu program BK melalui kegiatankegiatan (1) pengembangan program. (c) aktif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah. (e) menempuh BIMTEK GURU BK SMK 2012 78 . (3) berpartisipasi dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan Sekolah. a). (2) pengembangan staf.Komunikasi). (4) bekerjasama dengan personel Sekolah lainnya dalam rangka menciptakan lingkungan Sekolah/Madrasah yang kondusif bagi perkembangan konseli. (5) melakukan penelitian tentang masalah-masalah yang berkaitan erat dengan bimbingan dan konseling. dan (6) melakukan kerjasama atau kolaborasi dengan ahli lain yang terkait dengan pelayanan BK. 1) Pengembangan Jejaring (networking) Pengembangan jejaring menyangkut kegiatan guru BK atau konselor yang meliputi (1) konsultasi dengan guru-guru. 2) Kegiatan Manajemen Kegiatan manajemen merupakan berbagai upaya untuk memantapkan. (b) aktif dalam organisasi profesi. Pengembangan Profesionalitas Guru BK atau konselor secara terus menerus berusaha untuk memutakhirkan pengetahuan dan keterampilannya melalui (a) inservice training. Program ini memberikan dukungan kepada guru BK atau konselor dalam memperlancar penyelenggaraan pelayanan diatas. (2) menyelenggarakan program kerjasama dengan orang tua atau masyarakat. (d) melakukan riset. dan (4) pengembangan penataan kebijakan. (2) kegiatan manajemen. memelihara. Sedangkan bagi personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar penyelenggaraan program pendidikan di Sekolah. (3) riset dan pengembangan. yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada konseli atau memfasilitasi kelancaran perkembangan siswa/ konseli. Dukungan sistem ini meliputi aspek-aspek: (1) pengembangan jejaring (networking).

orang tua. dan pembiayaan. c). dan (6) Depnaker (dalam rangka analisis bursa kerja/lapangan pekerjaan). (2) instansi swasta. dalam arti dilakukan secara jelas. Manajemen Program Suatu program pelayanan BK tidak mungkin akan terselenggara. dan program yang lebih tinggi. melakukan referal. sarana. dan umpan balik tentang pelayanan bantuan yang telah diberikannya kepada para siswa/ konseli. dan tercapai bila tidak memiliki suatu sistem pengelolaan (manajemen) yang bermutu. dan pihak institusi di luar Sekolah (pemerintah. serta meningkatkan kualitas program BK. BIMTEK GURU BK SMK 2012 79 . staf Sekolah lainnya.pendidikan profesi konselor (PPK). menciptakan lingkungan Sekolah yang kondusif bagi perkembangan siswa/ konseli. Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak (1) instansi pemerintah. dan terarah. dan swasta) untuk memperoleh informasi. Oleh karena itu BK harus ditempatkan sebagai bagian terpadu dari seluruh program pendidikan/ sekolah dengan dukungan wajar baik dalam aspek ketersediaan sumber daya manusia (konselor). Dengan kata lain strategi ini berkaitan dengan upaya Sekolah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan BK. Keterkaitan antar komponen pelayanan dan strategi peluncurannya dapat kerangka kerja utuh BK sebagai berikut. (4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait. dan orang tua siswa/ konseli. (3) organisasi profesi. (5) Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK). sistematis. Pemberian Konsultasi dan Berkolaborasi Guru BK/ Konselor perlu melakukan konsultasi dan kolaborasi dengan guru. (f) melanjutkan studi ke b).

melaksanakan dan memanfaatkan penelitian dalam BK untuk meningkatkan kualitas layanan BK sebagai sumber data bagi kepentingan kebijakan sekolah dan implementasi proses pembelajaran. serta pengembangan program bagi peningkatan unjuk kerja professional. nilai dan moral peserta didik) Tataran Tujuan Bimbingan dan Konseling (Penyadaran Akomodasi. Karir. Akuntabilitas Pengembangan Profesi Kerangka Kerja Utuh Bimbingan dan Konseling d). (3) mengembangkan kesadaran komitmen terhadap etika BIMTEK GURU BK SMK 2012 80 . (2) merancang dan melaksanakan serta mengevaluasi aktivitas pengembangan diri guru BK atau konselor professional sesuai dengan standar kompetensi konselor. Remidiasi) Pelayanan Perencanaan Individual (Perencanaan Pendidikan. meliputi : (1) merancang. Sosial) Dukungan Sistem (Aspek Manajemen dan Pengembangan) Perangkat Tugas Perkembangan/ (Kompetensi/ kecakapan hidup. Riset dan Pengembangan kegiatan riset dan pengembangan merupakan aktivitas guru BK atau konselor yang berhubungan dengan pengembangan professional secara berkelanjutan.Asesmen Lingkungan Harapan dan Kondisi Lingkungan KOMPONEN PROGRAM STRATEGI PELAYANAN Pelayanan Dasar Bimbingan dan Konseling (Untuk seluruh peserta didik dan Orientasi Jangka Panjang) Pelayanan Responsif (Pemecahan Masalah. Personal. Tindakan) Permasalahan yang perlu Asesmen Perkembangan Konseli Harapan dan Kondisi Konseli Pelayanan Orientasi Pelayanan Informasi  Konseling Individual Konseling kelompok  Bimbingan kelompok Bimbingan klasikal  R eferal Bimbingan Teman Sebaya Pengembangan media Instrumentasi Penilaian Individual atau Kelompok Penempatan dan penyaluran Kunjungan rumah Konferensi kasus Kolaborasi Guru Kolaborasi Orangtua Kolaborasi Ahli Lain Konsultasi Akses informasi dan teknologi Sistem Manajemen Evaluasi.

Letak atau lokasi ruang BK di sekolah dipilih lokasi yang mudah diakses (strategis) oleh siswa/ konseli tetapi tidak terlalu terbuka. sebagainya. Jumlah ruang BK disesuaikan dengan kebutuhan jenis layanan dan jumlah personal.professional. 5. dan (7) ruang tamu. meja-kursi kerja. antara lain. Ruangan administrasi/data perlu dilengkapi dengan fasilitas berupa: lemari penyimpan dokumen (buku pribadi. (4) ruang bimbingan dan konseling kelompok. Dengan memperhatikan prinsipprinsip BK. Jenis ruangan yang diperlukan meliputi: (1) ruang kerja. Ruangan kerja BK disiapkan agar dapat berfungsi mendukung produktivitas kinerja guru BK/ konselor. (5) ruang biblio terapi. Adapun besaran ukuran ruangan disesuaikan dengan jumlah kehadiran siswa/ konseli ke ruang BK dan jumlah guru BK/ konselor yang ada di suatu sekolah. jenis dan jumlah ruangan. ruang administrasi/ data. catatan-catatan layanan BK. pengadaan ruang BK perlu mempertimbangkan letak atau lokasi. dan almari. PROGRAM BK Sarana dan prasarana serta biaya yang memadai bagi pelaksanaan profesi bimbingan dan konseling akan membantu kelancaran dan pencapaian tujuan layanan BK. Antar ruangan sebaiknya tidak tembus pandang. a. dan SARANA DAN PEMBIAYAAN PENYELENGGARAAN BIMTEK GURU BK SMK 2012 81 . maka diperlukan fasilitas berupa: komputer. Dengan demikian seluruh siswa/konseli bisa dengan mudah dan tertarik mengunjungi ruang BK. Ruang Bimbingan dan Konseling Ruang BK merupakan salah satu sarana penting yang turut mempengaruhi keberhasilan pelayanan BK. (6) ruang relaksasi/ desensitisasi. serta berbagai fasilitas pendukung yang diperlukan. ukuran. (3) ruang konseling individual. dan prinsip-prinsip confidential tetap terjaga. jaringan internet. (2). (4) berperan aktif di dalam organisasi dan kegiatan profesi BK.

televisi. tape recorder. buku daftar kunjungan siswa. tulisan dan atau gambar yang memotivasi siswa/ konseli untuk berkembang dapat berupa motto. Fasilitas ruangan yang diharapkan tersedia ialah ruangan tempat bimbingan yang khusus dan teratur. Khusus ruangan konseling BIMTEK GURU BK SMK 2012 82 . Ruangan itu hendaknya sedemikian rupa sehingga di satu segi para siswa/ konseli yang berkunjung ke ruangan tersebut merasa nyaman. Jika memungkinkan ruangan ini dapat dilengkapi dengan karpet. Ruangan biblio terapi pada prinsipnya mampu menjadi tempat bagi siswa/ konseli dalam menerima informasi. tape recorder. Ruangan ini dilengkapi dengan satu set meja kursi atau sofa. Ruangan konseling individual merupakan tempat yang nyaman dan aman untuk terjadinya interaksi antara guru BK/ konselor dengan konseli. dan aman. dan disimpan dalam bentuk soft copy. rak buku.lain-lain). dan lukisan. dan segi lain di ruangan tersebut dapat dilaksanakan pelayanan dan kegiatan BK lainnya sesuai dengan asas-asas dan kode etik BK. Ruangan ini dilengkapi dengan perlengkapan antara lain: sejumlah kursi. sosial. Dalam hal ini harus menjamin keamanan data yang disimpan. baik yang berkenaan dengan informasi pribadi. serta perlengkapan lain yang memungkinkan tercapainya proses pelayanan BK yang bermutu. dan bantal . jam dinding. Jika memungkinkan fasilitas pendukung seperti fasilitas internet. nyaman. Ruangan relaksasi / desensitisasi / sensitisasi. VCD dan televisi. peribahasa. Ruangan BK kelompok merupakan tempat yang nyaman dan aman untuk terjadinya dinamika kelompok dalam interaksi antara guru BK/ konselor dengan konseli dan konseli dengan konseli. VCD/ DVD. buku tamu. tempat untuk menyimpan majalah. sehat. Karena itu selain menyediakan informasi secara lengkap. belajar/akademik. yang bersih. dan karir di masa datang. Ruangan ini dilengkapi dengan perlengkapan sebagai berikut: daftar buku/ referensi (katalog). Ruangan tamu hendaknya berisi kursi dan meja tamu. ruang baca. ruangan nyapun mampu menopang banyak orang. yang dapat berfungsi sebagai biblio terapi. karpet .

Di samping itu. pedoman wawancara. Fasilitas Lain Selain ruangan. AUM. sosiometri. tes bakat khusus. dan buku harian) 2). Kenyamanan itu merupakan modal utama bagi BIMTEK GURU BK SMK 2012 83 . b). Di dalam ruangan hendaknya juga dapat disimpan segenap perangkat instrumen BK. Instrumen pengumpul data dan kelengkapan administrasi seperti: a). format-format surat hendaknya nyaman yang menyebabkan para pelaksana BK betah bekerja. nyaman dan menjamin kerahasiaan konseli. Ruangan tersebut hendaknya juga mampu memuat berbagai penampilan. fasilitas lain yang diperlukan untuk penyelenggaraan bimbingan dan konseling antara lain: 1). tes bakat. biografi dan autobiografi. buku program semesteran. ruangan kesuksesan program. tes/inventori kepribadian. dan tes prestasi belajar. buku kasus. catatan anekdot. angket (angket siswa/konseli dan orang tua). Di samping. Alat pengumpul data teknik non-tes yaitu: biodata siswa/konseli. Contoh panataan ruang BK di sekolah dikutip dari Rambu-Rambu Penyelenggaraan Bimbingan Dan Konseling Dalam Jalr Pendidikan Formal (PMPTK. tes/inventori minat. Alat pengumpul data berupa tes yaitu: tes inteligensi. seperti penampilan informasi pendidikan dan jabatan. pedoman observasi dalam BK kelompok). dengan contoh sebagaimana terlampir. himpunan data siswa/ konseli. daftar cek. ITP.individual harus merupakan ruangan yang memberi rasa aman. b. dapat dikembangkan alternative tata ruang BK dengan memperhatikan jumlah personal BK dan lokasi gendung sebagaimana terlampir. pedoman observasi (seperti pedoman observasi dalam kegiatan pembelajaran. Dokumen program BK (misalnya : buku program tahunan.2007). skala penilaian. dengan modifikasi ukuran ruang. dan berbagai data serta informasi lainnya. format rencana/satuan pelayanan. Ruangan BK yang cukup dan penataan ruang kerja professional.

Dalam kerangka pikir dan kerangka kerja BK terkini. dan agenda surat. Selain itu dengan menggunakan perangkat lunak komputer. kartu kasus. informasi atau pun data untuk masing-masing konseli. Alat penyimpan data itu dapat berbentuk kartu. c). paket bimbingan. menampilkan data maupun memaknai data sehingga dapat diakases secara cepat dan secara interaktif. Mengingat banyak sekali aspek-aspek data konseli yang perlu dan harus dicatat. Dalam konteks ini. para guru BK atau konselor dituntut untuk menguasai sewajarnya penggunaan beberapa perangkat lunak dan perangkat keras komputer. dan dengan daya jangkau pelayanan yang lebih luas. Alat penyimpan data. map dan file dalam komputer. buku-buku panduan. maka perlu disediakan map pribadi. blanko konferensi kasus. Banyak sekali perangkat lunak yang dapat dimanfaatkan oleh guru BK atau konselor dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada para siswa/konseli. Bentuk kartu ini dibuat sedemikian rupa dengan ukuran-ukuran serta warna tertentu. d). Untuk menyimpan berbagai keterangan. Perangkat tersebut memiliki peranan yang sangat strategis dalam pelayanan BK. referal). khususnya dalam bentuk himpunan data. buku pribadi. guru BK/ konselor perlu terampil menggunakan perangkat komputer. kartu konsultasi. perangkat komunikasi dan berbagai software untuk membantu mengumpulkan data. blanko surat. dan format evaluasi. alat bantu bimbingan perlengkapan administrasi. sehingga mudah untuk disimpan dalam filling cabinet.(panggilan. maka diperlukan adanya suatu alat yang dapat menghimpun data secara keseluruhan yaitu buku pribadi. buku informasi tentang studi lanjutan atau kursus-kursus. Komputer yang disediakan di ruang BK hendaknya memiliki memori yang cukup karena akan menyimpan semua data BIMTEK GURU BK SMK 2012 84 . format pelaksanaan pelayanan. seperti data informasi. Kelengkapan penunjang teknis. guru BK atau konselor dapat memberikan pelayanan BK secara lebih efisien. mengolah data. seperti alat tulis menulis.

belajar maupun karir. laporan kegiatan pelayanan. perangkat elektronik (seperti komputer. oleh karena itu perlu dirancang dengan cermat berapa anggaran yang diperlukan untuk mendukung implementasi program. memiliki kelengkapan audio agar dapat dimanfaatkan setiap konseli untuk menggunakan berbagai CD interaktif informasi maupun pelatihan sesuai dengan kebutuhan dan masalah. Komponen anggaran meliputi: BIMTEK GURU BK SMK 2012 85 . serta kelengkapan akses internet agar dapat mengakses informasi penting yang diperlukan konseli maupun dimanfaatkan konseli untuk melakukan e-counseling. c. berbagai macam program ( software ). Strategi yang dipilih tanpa mempertimbangkan anggaran yang dimiliki mungkin hanya akan menjadi angan-angan yang mungkin sulit untuk sampai mencapai tujuan program. Kebijakan lembaga yang kondusif perlu diupayakan. dan papan informasi BK. sosial. OHP. tape recorder. Pelaksanaan program BK harus diperlakukan sebagai kegiatan yang utuh dari seluruh program pendidikan. buku hasil wawancara. modul bimbingan. CD pembelajaran. bahan-bahan informasi pengembangan keterampilan pribadi. filing kabinet/ lemari data (tempat penyimpanan dokumentasi dan data konseli). atau buku materi pelayanan bimbingan. Anggaran ini harus masuk ke dalam Anggaran dan Belanja Sekolah (ABS) Memilih strategi manajemen yang tepat dalam usaha mencapai tujuan program BK memerlukan analisa terhadap anggaran yang dimiliki. LCD. data kehadiran konseli. Kepala Sekolah harus memberikan dukungan yang serius dan sistematis terhadap penyelenggaraan program BK. dan CD interaktif. leger Bimbingan dan Konseling. Biaya Perencanaan anggaran merupakan komponen penting dari manajemen BK. buku realisasi kegiatan BK. Strategi manajemen program yang dipilih harus disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki. film. dan buku/ bahan informasi pengembangan keterampilan hidup. TV).siswa/konseli.

penyelenggaraan MGBK. pembelian alat/ media untuk pelayanan BK. Anggaran untuk semua aktivitas yang tercantum pada program 2. dana block grand pemerintah. mengikuti seminar/ workshop atau kegiatan profesi dan organisasi profesi. Anggaran untuk aktivitas pendukung ( misalnya : home visit. 3. sumber dana hibah kompetitif. dan sumber lain yang tidak mengikat sekolah. pengembangan alat/ media untuk pelayanan BK). penyiapan perangkat layanan konseling individual dan kelompok). Anggaran untuk pengembangan dan peningkatan kenyamanan ruang atau pelayanan BK (misalnya : pembenahan ruangan.1. BIMTEK GURU BK SMK 2012 86 . Sumber biaya program BK adalah ABS ( Anggaran Belanja Sekolah). Dengan demikian satuan biaya penyelenggaraan program BK sesuai dengan aturan keuangan yang ditetapkan baik dana dari pemerintah maupun dana sumber lain yang tidak mengikat. pengadaan buku-buku untuk terapi pustaka. pembelian buku pendukung/ sumber bacaan. pengembangan staf.

Sifat / fungsi layanan BK I. dan bulanan serta harian). Visi dan Misi BK E. semesteran. 23 Mei 2012 Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor Tulislah Konselor bagi yang sudah Kons. atau profesi lain yang praktik) O. 2. MENYUSUN RANCANGAN PROGRAM BK Alternatif format 1. Anggaran yang diperlukan untuk keterlaksanaan program Jakarta. Pengembangan Tema/Topik layanan L. Personalia (guru BK atau konselor. Komponen program BK (pengertian dan strategi) J. Sasaran/ subyek layanan BK N. Rencana Pelaksanaan Layanan Konseling Kelompok (RPLKK) . Diskripsi kebutuhan siswa (SKKPD) F. Bidang gerak BK H. P. Visi dan Misi Sekolah D. Waktu pelaksanaan Program ( tahun ajaran). K.. Rencana Operasional.D. TAHUN PELAJARAN 2012-2013 A. M. Mengetahui Kepala Sekolah 87 . Evaluasi keterlaksanaan program dan hasil Q. Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok (RPLBK) Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan Klasikal (RPLBK). Rasional B. LATIHAN Sebagai lanjutan dari sajian materi secara teoritis. Landasan Yuridis C. PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING SMK ………………. prasarana BK Menyusun rancangan program BK di sekolah Menyusun rancangan pengembangan sarana dan 1. adakah mahasiswa praktik. (disusunnya program tahunan. Pengembangan Satuan Layanan/ Rencana Pelaksanaan Layanan Konseling Individual (RPLKI). Tujuan BK G. peserta Bimtek diharapkan untuk melakukan pemahaman dan pelatihan meliputi : 1.

Tahun Ajaran 2012/2013 No Prog ram laya nan tuju an Bida ng BK Standar Kompet ensi Kompo nen progra m Strat egi layan an sasar an Tol ok uku r Evalu asi Wak tu (bul an) Penangg ung jawab Alternative format 4. (semester yang Nampak bulan) . MENYUSUN RENCANA SARANA DAN PRASARANA Alternative format 1. PROGRAM TAHUNAN BIMBINGAN DAN KONSELING SMK …. PROGRAM SEMESTERAN/BULANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SMK …. No Kebutuhan/ permasalahan Tujuan Kegiatan Komponen Program Strategi layanan Alternative format 3. Tahun Ajaran 2012/2013 Disusun berdasarkan waktu. 2. NEED ASSESSMEN KEBUTUHAN (PENILAIAN KEBUTUHAN) SISWA/ KONSELI. berdasarkan format 3 dapat disusun alternative format 4. Rencana kebutuhan barang/alat BK No Nama Spesifikasi Jumlah barang/alat Harga satuan Harga Kegunaan Alternative format 2.Alternative format 2. 88 . Rencana kebutuhan ruang kerja BK.

Contoh penataan ruang Bimbingan dan Konseling (dikutip dari Rambu-rambu pelaksanaan BK dalam Jalur Pendidikan Formal.Dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah dan jumlah personal namun tetap memperhatikan tata ruang kerja professional. 2007. dengan modifikasi ukuran tata ruang konseling) 89 . PMPTK.

Alternative 1 Contoh penataan ruang Bimbingan dan Konseling dengan memperhatikan model tersebut dengan penambahan ruang. 90 .

91 .Alternative 2 Contoh penataan ruang Bimbingan dan Konseling dengan memperhatikan model tersebut dengan penambahan ruang.

KOMPETENSI. Pada bab ini akan dikemukakan berbagai kemampuan yang harus dikuasai oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor untuk mengimplementasikan program. belajar. kemampuan konsultasi. konseling individual. membutuhkan berbagai kemampuan pengimplementasiannya. guru bimbingan dan konseling atau konselor diharapkan dapat melaksanakan program bimbingan dan konseling lebih baik dari yang mereka kerjakan selama ini. bimbingan klasikal. Dalam pendekatan kolaboratif ini dikemukakan kemampuan Konselor bekerja secara kolaboratif. Sub kompetensi pertama tidak dijabarkan tersendiri. mampu memfasilitasi perkembangan akademik. Dalam latihan akan diselenggarakan secara berkelompok. sebab yang dimaksud sub kompetensi itu bila diprasyarati oleh sub kompetensi yang berikutnya. INDIKATOR Kompetensi 92 . Pada bagian terakhir akan dikemukakan kemampuan Konselor untuk mengelola saran dan biaya program. PENGANTAR Program Bimbingan dan Konseling sebagaimana telah dirancang pada Bab II yang dikembangkan dari analisis kebutuhan sebagaimana dijelaskan di Bab I. Sebelum mempelajari dan berlatih terkait materi. SUB KOMPETENSI. Beberapa kemampuan yang harus dikuasai Konselor adalah kemampuan untuk melakukan bimbingan kelompok. dan pemberian pelayanan referal. Pada bagian berikutnya dikembangkan materi terkait dengan kemampuan Konselor untuk menfasilitasi perkembangan pribadi-sosial. Harapannya. dan sosial konseli. Pada bagian awal akan dikemukakan berbagai kegiatan yang harus dilakukan oleh Konselor sebagai sebuah pedekatan kolaboratif. personal. Bab ini ditutup dengan latihan yang harus diselenggarakan setelah mengikuti semua topik pembahasan. peserta akan mengembangkan kemampuan ini dalam praktik nyata di sekolah. dengan mempelajari bab ini. dan konseling kelompok.BAB III IMPLEMENTASI PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING A. Oleh karena itu. serta dapat mengelola sarana dan biaya program bimbingan dan konseling secara efektif dan efisien. B. sehingga ada kesempatan untuk melakukan testing realitas walaupun masih dengan kolega guru Bimbingan dan Konseling sendiri. karier. mampu melaksanakan pendekatan kolaboratif dalam pelayanan bimbingan dan konseling. dan karier konseli. resapi dulu indikatorindikator sebagai perwujudan dari kompetensi yang harus dicapai setelah mengikuti bimbingan teknis di bab ini. Materi secara berturut-turut dijabarkan untuk mencapai kompetensi yang telah ditentukan.

Sub Kompetensi − Melaksanakan program Bimbingan dan Konseling. dimana setiap komponennya memiliki arah yang sama yakni perkembangan optimal setiap siswa. karier. − Melaksanakan pendekatan kolaboratif dalam pelayanan Bimbingan dan Konseling. dan konseling kelompok. KOLABORASI Mengapa program Bimbingan dan Konseling yang diusulkan akhir-akhir ini bersifat komprehensif? Ini terkait dengan kedudukan Bimbingan dan Konseling dalam seting pendidikan. − Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat memfasilitasi perkembangan akademik. REFERAL. IMPLEMENTASI PROGRAM KOLABORASI. Kegiatan bersama antara berbagai fihak dalam Bimbingan dan Konseling yang paling banyak dilakukan adalah kerja kolaborasi.Mengimplementasikan program Bimbingan dan Konseling yang komprehensif. C. dan konsultasi. DAN KONSULTASI Pekerjaan Bimbingan dan Konseling merupakan pekerjaan yang bersifat kompleks. − Mengelola sarana dan biaya program Bimbingan dan Konseling. dan sosial konseli. MATERI 1. referal. − Memfasilitasi perkembangan akademik. personal. dan sosial peserta didik/konseli melalui layanan bimbingan kelompok. Indikator − Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat melaksanakan pelayanan Bimbingan dan Konseling sesuai program yang telah direncanakan. konseling individual. bimbingan klasikal. sehingga tidak mungkin dilakukan sendiri oleh Konselor. Berbagai fihak harus terlibat aktif dalam pelaksanaan bantuan untuk mengembangkan semua siswa secara optimal. karier. Program Bimbingan dan Konseling memiliki sejumlah keuntungan bagi fihak-fihak 93 . personal. − Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat mengelola sarana dan biaya program pelayanan Bimbingan dan Konseling. termasuk referal dan konsultasi. − Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat melaksanakan pendekatan kolaboratif dengan pihak terkait dalam pelayanan Bimbingan dan Konseling.

pekerja sosial): 94 . Bagi Guru: e. psikolog. Memberikan dukungan orangtua dalam memperhatikan perkembangan pendidikan anak-anak mereka. b. Konselor. guru. Membantu orangtua untuk memperoleh sumber-sumber yang diperlukan. Mengembangkan sistem untuk perencanaan jangka panjang anaknya. Meningkatkan kesempatan interaksi konselor-orangtua. Membantu siswa untuk mempelajari pelajaran yang diampunya secara tuntas dan efektif.terkait. Meningkatkan hubungan Konselor-siswa. Mengembangkan keterampilan pengambilan keputusan. Mendorong hubungan kerja yang suportif dan positif. d. f. b. dan f. antara lain siswa. Memberikan kerangka kerja untuk mengevaluasi usaha-usaha program Bimbingan dan Konseling sekolah. dan h. b. Memperluas pengetahuan akan dunia yang selalu berubah. c. orangtua. Memberikan alat manajemen program. Bagi Orangtua: a. g. Meningkatkan pengetahuan dan bantuan dalam eksplorasi karier. Menjelaskan kesan program Bimbingan dan Konseling sekolah kepada masyarakat. e. dan d. Bagi Konselor: a. kepala sekolah. Menjelaskan peran Konselor sebagai orang sumber. Bagi Kepala Sekolah: a. Menawarkan kesempatan untuk melayani semua siswa. Meningkatkan pengetahuan akan diri sendiri untuk berhubungan secara efektif dengan orang lain. dan lainlain. Membantu mengenali potensi akademik. Memberikan struktur program dengan isi khusus melibatkan peran Konselor. Bagi Staf Pelayanan Siswa Lainnya (dokter. Bagi Siswa: a. Memberikan pemahaman yang jelas akan peran dan fungsi Konselor. b. dan c. c. Meningkatkan kerja tim dalam mendukung belajar anak. dan c.

serta siswa. Peran Bimbingan dan Konseling yang nyata diantara berbagai fihak yang berkepenting-an dengan pendidikan dan penyiapan karier siswa perlu dirancang dengan baik. Ada pula peran kolaborasi eksternal yakni dengan orangtua dan kalangan bisnis dan industri.a. Memberikan informasi adanya pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam meningkatkan prestasi siswa. Bagi Kalangan Industri dan Bisnis: a. mengisyaratkan kebutuhan perencanaan kerja kolaboratif yang utuh dari berbagai fihak. KONSELOR) Merumuskan tujuan pelayanan belajar Berpartisipasi dalam inservice dalam pengembangan profesionalitas Berpartisipasi dalam Menerima strategi service-learning Membina hubungan 95 . GURU. Mendorong pendekatan tim untuk meningkatkan hubungan kerja kooperatif. Dalam bidang pelayanan belajar ( service learning) misalnya. Di lingkungan sekolah dapat dijelaskan kolaborasi yang ditandai dengan job describtion yang tegas untuk bidang Bimbingan dan Konseling. Membentuk komisi TANGGUNGJAWAB GURU Mengidentifikasi kebutuhan siswa saat ini TANGGTUNGJAWAB KONSELOR Membuat alat asesmen untuk mengidentifikasi kebutuhan siswa dan sekolah Menghasilkan progam service-learning untuk kegiatan in-service pengembangan profesionalitas pendidik Berpartisipasi dalam TANGGUNGJAWAB BERBAGI (KS. pembagian tanggungjawab dicontohkan sebagai berikut. staf pelayanan lainnya. Menyiapkan tenaga kerja potensial dengan keterampilan pengambilan keputusan yang kuat dan kematangan pekerja yang meningkat. Memberikan batasan overlapping wilayah layanan. Meningkatkan kesempatan kalangan industri dan bisnis untuk berpartisipasi dalam program sekolah. Dengan demikian Bimbingan dan Konseling tidak dipandang sebagai tambal sulam saja dalam proses pendidikan di sekolah. dan d. c. Catatan tentang keuntungan program Bimbingan dan Konseling di atas. Menjelaskan peran Konselor sebagai orang sumber bagi industri dan bisnis. guru. b. Memberikan kesempatan kolaborasi antara Konselor dan masyarakat kerja. ada peran-peran kolaboratif internal di sekolah yakni dengan kepala sekolah. Sebagai gambaran umum. Bagi Dinas Pendidikan: a. b. Memberikan dasar bagi alokasi dana bagi program Bimbingan dan Konseling. b. TANGGUNGJAWAB KEPALA SEKOLAH Mengevalasi usaha sebelumnya dan mengidentifikasi kebutuhan sistem saat ini Memberi peluang inservice untuk pengembangan profesionalitas.

Komponen Referal a. emosional. Merefleksi pengalamanpengalaman servicelearning Mengukur dan mengevaluasi hasil perkembangan sosial dan emosional dari pelayanan belajar Mengevaluasi dampak masyarakatnya Memberi kesempatan pertemuan dewan guru Bekerja dengan dinas pendidikan untuk mempertahankan keberlangsungan kurikulum service-learning Memberikan insentif atas pelayanan yang dilakukan dewan guru Mengkompilasi data refleksi diri professional Menentukan komponenkomponen pelayanan pembelajaran yang efektif Mengenali prestasi siswa Contoh diatas adalah untuk bidang bimbingan belajar. seperti kesulitan belajar. Secara umum. Selain itu tujuan khusus dari layanan referal ialah terwujudnya keempat fungsi Bimbingan dan Konseling tarutama dalam upaya pengentasan masalah konseli. Konseli dan masalahnya. dan akademiknya. psikiater.kurikulum Menfasilitasi kontak masyarakat pengembangan kurikulum Membuat kurikulum akademik pengembangan kurikulum Membuat kurikulum sosial dan emosional kolaboratif Mengintegrasikan kurikulum sosial. untuk bidang lainnya yakni binbingan pribadi. emosional. kecanduan narkoba. tindak kejahatan (kriminalitas). dan lain-lain. seperti guru mata pelajaran. etika. dan akademiknya. dokter. psikolog. maka sebaiknya dia mereferal atau mengalihtangankan kepada pihak lain yang lebih berwenang. Apabila Konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah konseli. dan karier dapat dikembangkan oleh Saudara sendiri. tujuan layanan referal adalah agar konseli mendapat layanan yang optimal atas masalah yang dialaminya. Konseli yang sebaiknya direferal adalah mereka yang memiliki masalah yang tak terselesaikan bersama konselor. Namun demikian juga untuk mewujudkan upaya pemahaman dan pencegahan serta pengembangan dan pemeliharaan. dan akademik. sosial. kepolisian. depresi. Ada sejumlah masalah yang tidak menjadi kewenangan Konselor. REFERAL Pada dasarnya layanan referal berada dalam satuan kegiatan layanan responsif yang dilakukan dalam upaya membantu konseli agar mereka mendapatkan layanan yang optimal dari ahli lain yang benar-benar handal. etika. dan penyakit kronis. Merefleksi pengalamanpengalaman servicelearning Mengukur dan mengevaluasi hasil akademik dari pelayanan belajar Mengevaluasi dampak masyarakatnya Mengatur jadwal pelayanan Memberi kesempatan bagi siswa untuk merefleksi belajar sosial. emosional. Beberapa masalah tersebut misalnya masalah 96 . Mendukung supervisi yang tepat dalam masyarakat Mengkompilasi data refleksi siswa Menfasilitasi hubungan partnerships sekolah dan masyarakat Mengakui pentingnya refleksi dalam belajar Mengawali pengalaman masyarakat Memberi kesempatan bagi siswa untuk merefleksi belajar sosial.

Tindak lanjut Menyelenggarakan layanan lanjutan oleh Konselor jika diperlukan atau konseli memerlukan referal ke ahli lain lagi. Ahli lain. menyampaikan laporan dan mendokumentasinya. dan beberapa profesi lainnya menjadi rujukan penting bagi Konselor. psikiater. penggunaan zat psikotropika. penyakit. d. Beberapa ahli guru mata pelajaran. Pelaporan Menyusun laporan kegiatan referal. b. perbuatan kriminal. Pelaksanaan Mengkomunikasikan rencana referal kepada pihak terkait dan mereferalkan konseli kepada pihak terkait tersebut. karena keterbatasan kewenangan Konselor. menyiapkan materi referal dan kelengkapan administrasinya. Konselor perlu menyadari akan keterbatasan kewenangannya. polisi. dan sebagainya. Evaluasi Membahas hasil referal melalui refleksi oleh konseli.belajar substansi mata pelajaran. f. azas kerahasiaan juga harus dijaga oleh Konselor. b. meyakinkan konseli akan referal. Namun demikian. laporan dari ahli lain dan analisis hasil referral. azas yang digunakan adalah kesukarelaan konseli untuk dipindahtangankan kepada ahli lain yang diprediksi akan lebih pas bagi penyelesaian masalahnya. menghubungi ahli lain yang menjadi arah referal. karena Konselor bekerja di sekolah. Analisis hasil evaluasi Melakukan analisis terhadap efektivitas referal bagi penyelesaian masalah kaitannya dengan perkembangan konseli. referal perlu dilakukan. Perencanaan Menetapkan kasus yang akan direferal. Dalam melaksanakan referal. c. Bila dijumpai masalahmasalah seperti itu. Tahap-Tahap Referal a. kemudian mengkaji hasil referral kaitannya dengan upaya mengatasi masalah yang dialami konseli. 97 . dimana siswa tetap akan menjadi bagian pelayanannya selama ia masih sekolah. Dalam hal ini tanggungjawab Konselor tetap ada. Dalam banyak catatan Konselor bekerja membantu individu yang sehatnormal. psikolog. Konselor. dokter. e. c.

consulti adalah orang yang berusaha memecahkan masalah.KONSULTASI Bimbingan dan Konseling di sekolah sebagaimana komponen pendidikan lainnya juga mengalami reformasi. administrator dan orang tua dalam membantu siswa agar lebih efektif (Shertzer dan Stone. Salah satu bentuk pelayanan yang harus dilakukan guru Bimbingan dan Konseling adalah konsultasi. Bimbingan dan Konseling berubah dari model posisi pelayanan. organisasi. Konsultasi. Dalam konteks layanan responsif. 1981). atau sistem dengan suatu masalah. tidak ada satu difinisipun yang bisa diterima secara universal. kepala sekolah. seperti konseling. Dalam bidang Bimbingan dan Konseling. Dari review tentang literatur konsultasi. KONSULTAN/ KONSELOR KONSULTI/GURU . terutama bagi penyelesaian masalah. menuju ke program komprehensif yang berlandaskan pada pertumbuhan dan perkembangan manusia (Gysbers dan Henderson. konsultasi (consulting) dirancang untuk memberikan bantuan teknis kepada guru. dan konselor lain untuk perbaikan terhadap hal-hal yang membatasi efektivitas para siswa dimana hal tersebut bisa membatasi efektivitas pendidikan di sekolah. ORTU KONSELI Gambar: Pola Hubungan Konsultasi 98 . dan konsultan adalah orang yang membantu consulti memecahkan masalah konseli. dan referral. konseling kelompok. konsulti. sendiri atau dalam kerjasama dengan staf sekolah lainnya dan stakeholders. dan konsultan. konsultasi sebagai bentuk kegiatan sejajar dengan konseling individual. 2009). biasanya dihubungkan dengan pemberian bantuan. Kebanyakan definisi konsultasi menyertakan acuan kata konseli. Konseli adalah orang. Konselor. orang tua. Konsultasi dalam bimbingan dan konseling didefinisikan sebagai suatu proses dari menyediakan bantuan secara teknis kepada para guru. melakukan pelayanan untuk membantu siswa memenuhi kebutuhan dan mengatasi masalahnya. Konselor mencari metode-metode alternatif yang akan memiliki pengaruh positif terhadap individu atau kelompok atau terhadap sistem yang memiliki pengaruh negatif kepada siswa. Hal ini mengisyaratkan bahwa kerjasama dengan staf pendidikan lain di sekolah dan orangtua menjadi sangat penting. Konsultasi merupakan sebuah elemen penting dari program bimbingan. karena Konselor menyadari bahwa model layanan langsung tidak selalu tepat dalam kasus-kasus tertentu.

merencanakan dan mengimplementasikan strategi-strategi kelas untuk mengatasi perilaku-perilaku ini dan membantu perkembangan siswa. konsustasi memiliki sejumlah tujuan. − meningkatkan komunikasi melalui menyampaikan diperlukan oleh orang-orang yang kompeten. Konsultasi dibutuhkan karena guru melihat siswa menunjukkan perilaku yang salah dan merusak di kelas. lambat laun konsulti mau untuk berubah demi perkembangan siswa. agar dalam kerjanya Konselor tidak memaksakan perubahan-perubahan. − meningkatkan layanan ahli. Konsultasi ini didasarkan pada pemberian bantuan kepada guru untuk menjalankan aktifitasnya. Sasaran Konsultasi a. Konselor dapat menggunakan konsultasi untuk membantu guru dalam memahami perilaku-perilaku bermasalah dari siswa-siswa tertentu. Konselor bisa membantu menemukan dan membentuk 99 . Guru. sehingga solusinya tidak akan dipaksakan. Tugas pertama yang harus dilakukan oleh konselor sebagai seorang konsultan adalah mengidentifikasi situasi-situasi yang paling bermasalah dalam organisasi (sekolah/keluarga) dan mengenal orang-orang yang membutuhkan bantuan (siswa sebagai konseli). Sangat perlu untuk mengidentifikasi terhadap situasi-situasi yang bermasalah dan pengembangan kesiapan konsultasi melalui melibatkan sumber-sumber informasi. Seringkali konsultan harus membantu mengembangkan keinginan konsulti untuk berubah. Tujuan tersebut terdiri atas: − meningkatkan dan mengembangkan lingkungan belajar bagi siswa. Secara sadar. perubahan fihak konsulti kaitannya dengan konseli membutuhkan kearifan yang mendalam dari Konselor. Sebagai seorang konsultan. − membentuk lembaga self-help atau setiap komponen pendidikan sekolah dapat memahami perannya dan berkiprah untuk meningkatkan prestasi siswa.Tujuan konsultasi Di sekolah. Semua aspek tujuan selalu kembali untuk kepentingan siswa. yang kondusif informasi yang − mendudukkan peran dan fungsi dari semua fihak dalam meningkatkan lingkungan belajar. bukan mengkritik dan mengevaluasi prosedur-prosedur pengajarannya. − membantu orang lain mempelajari cara mempelajari perilaku. − memperluas pendidikan in-service bagi guru dan kepala sekolah. Dengan kata lain. − menciptakan sebuah lingkungan yang memadukan seluruh komponen pendidikan yang bisa membentuk sebuah lingkungan belajar yang kondusif.

Mengumpulkan informasi tambahan yang dibutuhkan bersama dengan konsulti untuk memperoleh gambaran komprehensif adanya masalah. wali kelas. Situasi lainnya meliputi pengorganisasian sekolah dan rumah untuk mencapai usaha-usaha konsisten dalam pendidikan anak dan membantu orang tua dalam memahami pengaruh dari keluarga terhadap perkembangan anak. Atas temuan kesenjangan yang ada yang diperkirakan mengganggu kinerja sistem. dan hasil-hasil yang diharapkan. Menilai informasi untuk menemukan masalah yang diharapkan diselesaikan dalam pertemuan konsultatif. Informasi dianalisis dan disintesis untuk menemukan alternatif-alternatif solusi terbaik. kepala sekolah. d. Konsultan menjelaskan nilai-nilai. Administrator. yang tugasnya membantu menangani masalah. e. prosedur. konsultan menyatakan masalah yang dihadapi dan menyatakan prognosis seandainya masalah tidak diselesaikan. c. Konselor berkonsultasi dengan staf administrasi sekolah. dan (d) berfungsi sebagai konsultan proses. asumsi.materi-materi pembelajaran atau membantu guru dalam mengubah gaya pembelajarannya. Diantara situasi tersebut mencakup peningkatan hubungan orang tua-anak. (b) menawarkan solusi bagi perubahan-perubahan yang dibutuhkan (c) berfungsi sebagai penghubung terhadap sumber-sumber daya manusia dan fisik yang tersedia di lingkungan pendidikan. dan tujuan-tujuan lembaga. dan staf pengawas untuk mengembangkan program. 100 . Gaya pembelajaran guru dan pola motivasional bisa dianalisis untuk menentukan pengalaman pembelajaran terbaik yang bisa digunakan siswa. aktivitas in-service atau perubahan-perubahan organisasi yang dibutuhkan. Mengumpulkan Informasi. kebutuhan. dan membantu pemerolehan ketrampilan komunikasi yang efektif. Walz dan Benjamin mengidentifikasi empat cara dasar yang digunakan oleh Konselor dalam melakukan perubahan: (a) memberikan energi bagi sistem sekolah dengan mendorongnya untuk melakukan sesuatu terhadap masalah yang ada. b. c. membantu orang tua memahami makna dari hubungannya dan dialognya dengan anak-anak mereka. wakil kepala sekolah. jadwal yang ada. Menentukan Langkah Mengatasi Masalah . Perubahan-perubahan ini tidak muncul dengan mudah tapi sebagian besar administrator memiliki ide-ide yang sangat bagus mengenai apa yang dibutuhkan. Mendefinisikan Masalah. Memasuki Konsultasi. Orang Tua. Tahap-Tahap konsultasi a. Situasi pelaksanaan konsultasi dengan orang tua telah dirangkum oleh Dinkmeyer dan Carlson. b. termasuk kepala diknas pendidikan. dalam hal ini sekolah. Sebelum Konsultasi.

maka program Bimbingan dan Konseling baik individual maupun kelompok sebagai pelayanan yang unik dari Konselor atau guru Bimbingan dan Konseling diharapkan menjadi pengalaman pendidikan total bagi setiap siswa. dan bagaimana melakukan rencana dirinci sedetail mungkin. a. konseling kelompok. Kapan.f. serta menjadi pebelajar sepanjang hidup. perkembangan fisik dan intelektialnya serta 101 . konseling individual. (2) memahami dan memperjelas perasaan mereka dan penyelesaiannya dalam cara-cara yang tepat secara sosial. program Bimbingan dan Konseling sekolah memberdayakan setiap siswa untuk menjadi penyelesai masalah yang lebih kreatif. Dapat dikatakan bahwa program dan pelayanan Bimbingan dan Konseling dimaksudkan untuk membantu perkembangan pribadi-sosial. BIMBINGAN KELOMPOK Melalui usaha-usaha kolaboratif pendidik. Setiap siswa membutuhkan program dan pelayanan Bimbingan dan Konseling yang akan membantu mereka terkait dengan (1) penyelesaian masalah dengan teman. 2. Mengimplementasikan Rencana Tindakan . Evaluasi. i. dan karier setiap peserta didik. warga negara yang peduli dan gemar menolong. Yaitu menyatakan tujuan yang berupa hasil akhir dari konsultasi yang dinyatakan secara operasional dan terukur. dan menghargai karakteristik pribadinya. Perkembangan Pribadi-Sosial Bimbingan kelompok berperan dalam pengembangan pribadi-sosial siswa. dan (4) memaksimalkan prestasi pendidikan mereka. serta perkembangan pendidikan. Banyak dari perkembangan ini yang dapat dilakukan melalui bimbingan kelompok. perkembangan yang dimaksudkan antara lain: 1) (1) siswa akan menyadari. dengan siapa. Untuk itu semua. Masing-masing diuraikan sebagai berikut. (3) merencanakan pendidikan dan karier mereka ke depan. orangtua. Intervensi yang telah dipilih direncanakan secara operasional dalam bentuk panduan terbimbing. perencanaan hidup dan karier. dan orangtua. yang secara efektif mampu menghadapi tantangan-tantangan dalam kehidupan di masyarakat global. belajar. Secara terus menerus (on going) pelaksanaan dan hasil bantuan konsultasi dimonitor dan dinilai efisiensi dan efektivitasnya. bimbingan klasikal. dimana. FASILITASI PERKEMBANGAN Dalam menfasilitasi perkembangan pribadi. memahami. Terminasi. sosial. h. Menyatakan Tujuan Konsultasi. dan orang-orang kunci lainnya. guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor setidaknya harus menguasai empat pendekatan utama yaitu bimbingan kelompok. Mengakhiri bantuan konsultasi. g. personil sekolah.

2) siswa akan menggunakan proses problemsolving secara efektif dan bijak. intelektual dan emosionalnya. 2) siswa akan memahami. Siswa akan dapat memahami bahwa ada banyak jenis obat-obatan. Penerimaan dan penghargaan diri:  Siswa akan dapat mengenali karakteristik fisik. Siswa akan dapat mengetahui perbedaan antara sentuhan dan sapaan yang tepat dan yang tidak tepat. Siswa akan dapat mengenali karakteristik fisik. Obat-obatan dan alkohol: Jenis/Menolong/Merusak  Keamanan Pribadi: Sentuhan dan Sapaan  Perencanaan Hidup dan karier Bimbingan kelompok juga berperan dalam membantu siswa mengembang kan kemampuan untuk merencanakan hidup dan kariernya. 5) siswa akan mengambil keputusan dengan tepat tentang penggunaan obat-obatan dan 102lcohol. menghargai.perkembangan kepribadiannya. intelektual dan emosional orang lain. 3) siswa akan menggunakan keterampilan merencanakan dan menyusun tujuan untuk menetapkan tujuan karier 102 . Apa yang dipelajari dari setiap aspek tersebut. 6) siswa akan mengambil keputusan dengan tepat tentang keamanan pribadinya. masing-masing dapat dicontohkan sebagai berikut. Secara rinci antara lain: 1) siswa akan menggunakan proses pengambilan keputusan secara sistematis. perlu Hubungan dengan orang lain secara efektif:  Komunikasi yang efektif:  Keterampilan Kepemimpinan : Kerjasama  Siswa akan dapat beriteraksi dengan orang lain dalam cara yang menunjukkan perilaku kerjasama. dan peduli terhadap orang lain dengan maksud untuk mengembangkan dan mempertahankan hubungan yang efektif dengan teman sebaya dan orang dewasa. 4) siswa akan mengembangkan keterampilan interaksi kelompok dan keterampilan kepemimpinan. Siswa akan dapat mengenali bahwa semua orang didengarkan dan berbicara dengan orang-orang lainnya. 3) siswa akan mengembangkan dan memelihara keterampilan mendengarkan dan mengekspresikan diri untuk berhubungan secara efektif dengan orang lain. dan bahwa beberapa obat akan membantu fisiknya dan sebagian lainnya merusak fisik.

4) siswa akan menghubungkan pilihan kariernya dengan tuntutan dunia kerja. Masing-masing dicontohkan sebagai berikut. antara lain: 1) (1) Siswa akan mengambil tanggungjawab untuk belajar di sekolah. Kesempatan Pendidikan: Melongok ke Masa Depan  Tanggungjawab Pribadi: Penghargaan 103 . Sekolah/Belajar: Membuat Kesalahan  Siswa akan dapat memahami bahwa membuat kesalahan merupakan hal yang wajar di dalam belajar. namun tetap berniat untuk memperbaikinya. dengan menekankan pada perencanaan dalam mengambil langkah pendidikan lanjutan secara berhasil. Siswa akan dapat mendeskribsikan aktivitas-aktivitas dan minatminat yang mendatangkan kepuasan. 4) Siswa akan mempelajari keterampilan-keterampilan mengikuti tes. kapabilitas dan nilai-nilai yang dianutnya. 2) siswa akan mengambil tanggungjawab untuk merencanakan menggunakan kesempatan pendidikan masa depan. dan masyarakat. sekolah. Siswa akan dapat mendefinisikan “kerja” dan mengenali situasi atau kesempatan kerja di rumah. Pembuatan keputusan: Kesulitan Memutuskan  Siswa akan mengenali bahwa keputusan-keputusan kadangkadang sulit dilakukan.tentatifnya sejalan dengan minat. 3) siswa akan mengambil tanggungjawab akan tingkahlaku-tingkahlakunya di lingkungan sekolah. Siswa akan dapat mendeskribsikan perguruan tinggi apa ke depan yang akan disenangi dan apa yang akan ditempuh di tingkat selanjutnya itu. 5) siswa akan menyiapkan untuk menemukan dan mempertahankan pekerjaan. Sebagai contoh diuraikan berikut. Penyelesaian Masalah: Mengenali Perasaan  Perumusan Tujuan: Aktivitas/Minat  Kerja: Definisi  Perkembangan Pendidikan Dalam hal perkembangan pendidikan ada beberapa hal yang harus dilakukan bimbngan kelompok dalam membantu siswa. Siswa akan mengenali situasi-situasi yang menghasilkan perasaan bahagia atau tidak bahagia atau bahkan kemarahan serta bagaimana untuk mengatasinya.

konselor mendorong setiap anggota untuk mengekspresikan perasaannya. dan keterampilan komunikasi. milik lembaga sekolah. (c) untuk membantu siswa mengembang-kan pengetahuan dan mempelajari keterampilan sosial serta pengelolaan pribadi seperti mengatasi masalah perasaan. keterampilan belajar. Mengikuti Tes: Ingatan akan Informasi • Semua kegiatan dalam bidang-bidang Bimbingan dan Konseling di atas dapat dikemas dalam pelayanan bimbingan kelompok. merumuskan tujuan hidup. Tujuan bimbingan kelompok (a) memberi kesempatan siswa untuk saling berbagi informasi terkait topik-topik informasi karier. (b) untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan seperti keterampilan peer helping. Ini merupakan cara yang efektif dalam merespon berbagai kebutuhan siswa dan biasanya dilakukan dalam seting kelas. Siswa akan mampu untuk mendeskripsikan bagaimana mengingat informasi-informasi yang penting dengan cepat. mengatasi tekanan teman sebaya. Diakui bahwa bimbingan kelompok merupakan cara yang efektif dan efisien untuk mendukung dan membantu siswa dalam mencegah timbulnya masalah dan memecahkan masalahmasalah di bidang perkembangan pendidikan. Layanan Bimbingan dan Konseling memiliki pengaruh sinergik dalam mengembangkan pertumbuhan sosial dan emosional positif siswa seraya meningkatkan hasil perkembangan karier dan akademik mereka. peer tutoring dan conflict resolution/management . terutama dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan perkembangannya dan untuk menerapkan program-program pencegahan maupun pengentasan dari masalah yang dihadapi. Bimbingan kelompok dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhankebutuhan khusus anggota dan memberi kesempatan kepada anggota kelompok untuk mengembangkan dan mengeksplorasi tujuan-tujuan serta meningkatkan perubahan-perubahan positif dalam suasana yang saling berbagi dan saling mendengarkan. Bimbingan kelompok melibatkan beberapa orang yang bertemu dalam kelompok dimana setiap orang mendiskusikan masalahnya untuk semua anggota kelompok lainnya. milik orang lain. Siswa akan dapat menunjukkan tanggungjawab dan menghargai miliknya. 104 . Hakekat Bimbingan Kelompok Bimbingan dan Konseling merupakan strategi untuk memfasilitasi perkembangan positif siswa-siswa di sekolah dalam semua aspek di atas. memecahkan masalah. Jadinya beberapa orang siswa akan merasa sangat terbantu melalui belajar bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi masalahnya. dan persoalan-persoalan pribadi-sosial lainnya. Di dalam kelompok. karier. dan pribadi-sosial.

10) beri kesempatan setiap anggota untuk bicara. Membentuk Kelompok Ketika kita membentuk kelompok diperlukan keterampilan kooperatif. Dengan memanfaatkan dua karakteristik sebagaimana dikemukakan di muka. 7) berkelilinglah. pengorganisasi. yaitu (1) Tahap membentuk kelompok. biasanya kelompok memilih mengawali dengan membuat aturan-aturan dan menyusun langkah-langkah. kita dapat melakukan dengan cara-cara 1) buat jarak antar orang.Proses Bimbingan Kelompok Proses bimbingan kelompok menganut peristiwa belajar kolaboratif yang didasarkan atas tiga prinsip utama. Tahap Inti sebagai Kelompok Setelah kelompok terbentuk. 3) buat kontak mata. karena anggota kelompok dengan keterampilan kooperatif tertentu bisa menjadi model bagi yang lainnya. dipraktekkan. 9) bentuk kelompok tanpa mengabaikan lainnya. Ada dua elemen dasar dari aktivitas kooperatif. dan (2) adanya interdependensi positif antar anggota. 105 . Ada empat keterampilan kooperatif yang harus dikuasai dalam belajar kolaboratif. Biasanya kita bisa bekerja secara berkelompok dengan mudah kalau bersama dengan kawan akrab. 4) betahlah bertahan dalam kelompok. maka untuk merancang bimbingan kelompok perlu memperhatikan dimensi kolaboratif yang ditujukan pada pembentukan keterampilan kooperatif. dan (3) Individu diberi tanggung jawab untuk belajar dan melakukan aktivitas. (3) Tahap Pemecahan Masalah. Namun konfigurasi lain harus dicoba. pencatat. yaitu (1) adanya tujuan yang sama. 8) jaga tangan dan kaki untuk mereka. dan 11) dengarkan secara aktif. Atas dasar prinsip di atas. Ada gunanya kita membentuk kelompok heterogin. Sebagai pedoman umum yang perlu dikenali pemimpin kelompok bahwa dalam tahap inti ini setiap anggota dalam kelompok dapat diperankan sebagai pengamat. Bagaimana mulai kelompok. 6) gunakan atau sebut nama orang. yaitu (1) Keterampilan kooperatif diajarkan. ada sejumlah cara yang dapat digunakan untuk memulai belajar “sesuatu” atau topik yang telah direncanakan berdasar kebutuhan secara efektif dalam kelompok. 2) buat pasangan atau lingkaran. (2) Kelas didorong untuk menjadi kelompok yang kohesif. yakni memahami perspektif orang lain dan keterampilan berinteraksi. penanya. 5) gunakan suara jelas. Secara tradisional. penyimpul. pemerjelas. (2) Tahap Inti sebagai kelompok. maka pemimpin kelompok dapat mengawali kerja kelompok. pemberi penguatan. dan penjaga waktu. dan (4) Tahap mengelola Perbedaan-Perbedaan. dan balikan diberikan pada bagaimana sebaiknya keterampilan-keterampilan digunakan.

Jadi perbedaan tidak ditutup-tutupi. 4) memberikan mediasi. Ada sejumlah teknik bimbingan kelompok yang bisa diterapkan untuk mengembangkan siswa dalam setiap bidang pengembangan. dan emosional. dan menengahi konflik yang “panas” tidak hanya diperlukan di sekolah. Terkait dengan belajar. Mengelola Perbedaan-Perbedaan Pada uraian di muka telah disinggung-singgung adanya perbedaan. kita dapat mengembangkan keterampilan-keterampilan seperti 1) keterampilan mendefinisikan masalah. 3) mengklarifikasi ide. 3) melakukan negosiasi. tetapi juga di rumah dan kehidupan lainnya. serta 5) membuat konsensus. 2) brainstorming. Tantangannya adalah bagaimana semua siswa belajar dan siap untuk bertanggungjawab secara sosial. Konselor 106 . Mestinya kita menyiapkan siswa menjadi warga negara yang bertanggungjawab yang berpengetahuan luas dan terampil dalam bidang yang digelutinya. Dalam reformasi pendidikan kita harus diperhatikan ke arah mana siswa dikembangkan. Atas dasar kenyataan adanyat perbedaan tersebut dibutuhkan kemampuan mengelolanya oleh setiap anggota kelompok dan pimpinan kelompok. Keterampilan mengelola perbedaan-perbedaan merupakan keterampilan yang penting dimanapun. 7) memberikan tanggapan kritis terhadap ide. 2) lihat masalah dari berbagai sudut pandang. belajar untuk bersosialisasi. 8) mengorganisasi informasi. 4) mengkonfirmasi ide. sosial. karier. Dimana maknanya belajar di bidang akademik. 6) melihat konsekuensi-konsekuensi dari keputusan tindakan. Oleh karena bimbinban kelompok ini dimaksudkan untuk menghantarkan siswa SMK agar mencapai prestasi tinggi (terkait indikasi banyak siswa SMK jeblok perolehan danemnya) dan agar mampu merencanakan karier dengan baik maka dalam contoh-contoh teknik bimbingan kelompok ini ditekankan penggunaannya di kedua bidang garapan Bimbingan dan Konseling. yakni perbedaan kemampuan dan perbedaan latar kehidupan anggota kelompok. peduli terhadap orang lain. Melihat masalah dari berbagai perspektif. Pengelolaan ini dengan prinsip memanfaatkan setiap adanya perbedaan untuk meningkatklan kekohesifan kelompok.Memecahkan Masalah Untuk memecahkan masalah-masalah yang diangkat sebagai suatu masalah kelompok. dan 9) menemukan solusisolusi atas permasalahan. Perkembangan keterampilan kooperatif merupakan inti dari bimbingan kelompok kolaboratif. malahan dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok seluasluasnya. Apa saja keterampilan yang harus dikuasai dalam mengelola perbedaan? Keterampilan mengelola perbedaan antara lain 1) nyatakan posisi mereka dalam kelompok. Perasaan terlibat menjadi bagian kelompok dan kekohesifan kelompok merupakan tiket bagi terjadinya suasana kooperatif. 5) mengelaborasi ide. Konselor berperan dalam hal service learning.

mereka akan menceriterakan hidupnya. yaitu 1) mengawali pertemuan dengan membangun rapport dan mengatur pertemuan. sehingga masalah tidak terjadi. Proses Konseling Secara garis besar proses konseling terbagi ke dalam lima tahapan. Penjelajahan aset positif konseli dan bila selalu diperhatikan dalam lima tahap di atas akan memberikan jaminan bagi proses wawancara yang baik. akan menyusun 107 . Cara ini akan memberi banyak peluang bagi Konselor untuk memhami dengan cermat tentang konseli yang dilayani dan dapat memantulkan kembali kondisi ini untuk modal pengubahan pikiran. Namun yang sering terjadi adalah program bimbingan belajar emosional dan sosial ini tidak nyambung dengan misi sekolah yang dapat dipertanggung-jawabkan kaitannya dengan tugas sekolah untuk membantu siswa mencapai prestasi akademik tinggi. tetapi dikandung maksud untuk mengenali asset positif setiap konseli dan mengoptimalkan asset positif tersebut bagi perkembangan setiap konseli yang dilayani. perasaan. 2) mengumpulkan data untuk mengenali kekuatan dan masalah konseli. ada beberapa hal yang dikemukakan. KONSELING INDIVIDUAL Dalam membahas konseling individual. Banyak teori yang mengungkap bahwa konseling cenderung merupakan proses mendengarkan secara aktif. Harapan yang ada di balik memperhatikan aset positif dalam kelima tahap dijelaskan sebagai berikut. yakni isu-isu praktik konseling. 4) working atau tahap inti bantuan konseling. Konseling diartikan sebagai upaya bantuan untuk memecahkan masalah. b. dimana konseling tidak saja diorientasikan bagi penyelesaian masalah. Isu-Isu Pokok Praktik Konseling Masalah vs Aset Positif Mendengar kata konseling selalu diasosiasikan dengan individu yang menghadapi masalah. dan perilaku mereka. dan 5) mengakhiri pertemuan. Pandangan ini mulai beralih ke sisi lain. Pandangan bahwa konseling adalah nasehat banyak dibantah dengan berbagai teori konseling dan wawancara intensional untuk konseling.memiliki tanggungjawab panjang atas pentingnya belajar emosional dan sosial di sekolah. keterampilan dasar komunikasi. Secara umum konseli akan mempertahankan hubungan yang positif dengan Konselor. Makna Wawancara dalam Konseling Modal utama konseling adalah kemampuan wawancara. dan pendekatan konseling. konseling itu identik dengan nasehat. Selama ini ada kesan. 3) merumuskan tujuan.

Dalam setiap tahapan tersebut diuraikan sebagai berikut.tujuan. dan perilakunya. perasaan. Rollo May. Konseling Adlerian. dan metode psikokonseling yang berfokus pada faktor-faktor ketidaksadaran ( unconscious) yang memotivasi perilaku. Konseling Person-centered. teori ini menempatkan kepercayaan dan memberikan tanggung jawab kepada konseli dalam menghadapi masalah dan kekhawatirannya. Tahap V: Jika tahap 1-4 berhasil. akan mengembangkan pandangan-pandangan baru. Pendekatan ini lebih menekankan pada tanggung jawab. Berdasarkan pada pandangan subyektif atas pengalaman manusia. Teori perkembangan kepribadian. konseli akan menyampaikan kekuatan-kekuatan dirinya dan sumber-sumber yang tersedia untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Tahap I: Konseli akan merasa difasilitasi dan tahu mengenai apa yang diharapkan darinya. tokoh kunci: Natalie Rogers. and Irvin Yalom. Pendekatan ini dikembangkan selama tahun 1940s sebagai reaksi nondirektif terhadap psychoanalysis. Bereaksi terhadap kecenderungan memandang konseling sebagai sistem teknik yang didefinisikan dengan baik. Existential therapy. menciptakan satu destiny. dan menemukan makna dan tujuan untuk menciptakan kehidupan yang lebih berarah tujuan. Tahap III: Konseli akan mendiskusikan arah baru. menghadapi tantangan baru. pikiran. dan perilaku yang hendak diubah. filosofi hakekat manusia. kebebasan dan tanggungjawab untuk membentuk kehidupan seseorang. Tokoh Alfred Adler. Overviu Teori Konseling Konseling Psikoanalitik. dan akan mentransfer hasil belajar yang baru tersebut ke kehidupan sehari-hari. diikuti Rudolf Dreikurs yang terkenal di AS. serta self-determination. pikiran baru. Konseling ini memusatkan pada kualitas hubungan terapeutik person-to-person. ia tumbuh sebagai reaksi terhadap konseling psikoanalitik. 108 . Dengan maksud mengejar aset positifnya. Tahap II: Konseli akan berbagi pikiran. perasaan itu dalam kehidupan sehari-hari di luar seting wawancara. model ini menekankan membangun konseling pada kondisi-kondisi dasar adanya manusia seperti pilihan. Penemu: Carl Rogers. Tokoh Kunci: Miriam and Erving Polster. Ia mengintegrasikan fungsi tubuh dan pikiran. Penemu: Fritz and Laura Perls. Creative problem solving menjadi penting disini. Tahap IV: Konseli akan menguji kembali tujuannya dan mulai bergerak ke arah ceritera hidup baru dan perbuatan baru melalui mengkonfrontasi adanya kesenjangan-kesenjangan. Konseling Gestalt. perasaan yang diinginkan. Tokoh: Sigmund Freud. Perhatian ditujukan pada usia 6 tahun pertama sebagai penentu (determinants) perkembangan kepribadian pada usia selanjutnya. maka diharapkan konseli mendemonstrasikan perubahan tingkalaku. Tokoh: Viktor Frankl. Konseling experiential menekankan pada kesadaran dan integrasi.

Tokoh Kunci: B. Konseling behavior-kognitif. Penemu: William Glasser. namun mengalami gangguan fungsi sosial-vokasional sehingga perlu diatasi dalam rangka penyelenggaraan layanan Bimbingan dan Konseling. Ada sejumlah tokoh kunci. dan (b) penguasaan keterampilan komunikasi yang merupakan wahana utama dalam pelaksanaan konseling. Keterampilan komunikasi perlu dikuasai konselor karena saat ini berkembang pemikiran bahwa semua layanan the helping professions mengutamakan penemuan self-healing capacity dari setiap individu yang 109 . Dalam bimtek ini tentu tidak cukup waktu untuk mempelajari semua teori konseling tersebut. Secara ringkas akan dipraktikan masing-masing dua teori dalam konseling individual dan konseling kelompok. kognitif. Konseling Realita. Metode pendekatan ini selalu dalam proses perbaikan. Salvador Minuchin. suatu model konseling yang sangat berorientasi didaktik. Jay Haley. melainkan diyakini bahwa realitas dikonstruksi secara sosial melalui interaksi manusia. Pendekatan ini mempertahankan bahwa konseli adalah seorang ahli dalam hidupnya sendiri. Pendekatan Postmodern. Steve de Shazer dan Insoo Kim Berg yang mengembangkan solution-focused brief therapy. dan Albert Bandura. Pendekatan short-term ini didasarkan pada teori pilihan ( choice theory) dan memusatkan pada konseli untuk memikul tanggung jawab di masa sekarang. F. Carl Whitaker. Virginia Satir. Michael White dan David Epston merupakan tokoh-tokoh kunci narrative therapy. Konstruksionisme sosial. dan action yang menekankan peranan berpikir dan sistem belief sebagai akar probem pribadi. Tokoh Kunci: Robert Wubbolding. yaitu (a) eksplorasi Paradigma Baru dalam Terapan Kontekstual Konseling. Keterampilan Dasar Komunikasi a) Kedudukan Komunikasi dalam Konseling Bimbingan teknis di bagian ini merupakan bagian utama dalam pengembangan kompetensi Konselor yang pada dasarnya bergerak di seputar dua sumbu. Family systems therapy. konseli dapat belajar dengan cara yang lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Ada sejumlah tokoh kunci antara lain Alfred Adler. Skinner. Tokoh Kunci: Albert Ellis penemu rational emotive behavior therapy. Arnold Lazarus.Konseling Behavior. Murray Bowen. Selama proses konseling. Konseling merupakan wilayah yang berkaitan dengan layanan ahli bagi individu normalsehat yang dinamakan konseli (counselee). solution-focused brief therapy. Hasil merupakan subyek elsperimentasi terus-menerus. dan Cloé Madanes. Pendekatan sistemik ini didasarkan pada asusmi bahwa kunci perubahan individu adalah pemahaman dan kerja dengan keluarga. dan narrative therapy semua berasumsi bahwa tidak ada kebenaran tunggal. Pendekatan ini mnerapkan prinsip-prinsip belajar untuk meresolusi masalah-masalah perilaku spesifik.

Apabila Pembelajaran yang Mendidik menetapkan terbentuknya karakter serta penguasaan hard skills dan soft skills sebagai pengejawantahan tujuan utuh pendidikan. dan Triyono. sebab dalam melaksanakan konseling seyogianya Konselor tidak menyarankan kepada konselinya rujukan serta cara penataan diri yang tidak akan dia ikuti. Ini berarti bahwa keberhasilan Konseling sangat bergantung pada adanya saling percaya ( trust) dalam hubungan antara Konseli dengan Konselor (Joni. 2007). Pada gilirannya. kemanjuran faktor-faktor umum tersebut terfasilitasi oleh komunikasi yang efektif antara Konselor dengan Konseli.dilayani sehingga masing-masing mampu mengatasi masalahnya sendiri. seandainya rujukan serta cara penataan diri itu disarankan kepada dirinya. 110 . dan rujukan prosedural yang menyediakan rambu-rambu teknis penerapannya. dan (b) Konselor tidak akan menggunakan kelebihan kompetensinya itu untuk mencederai dirinya. Sutanto. kemampuan Konselor dalam berkomunikasi akan mampu menjaring kapasitas konseli ( positive asset search). dengan pemahamannya tentang cara tiap konselinya itu merasa. berpikir dan berperilaku berdasarkan asumsinya tentang cara konseli atau konseli tersebut melihat dirinya dan melihat dunianya. yaitu terapan yang mempersyaratkan penggunaan rujukan normatif sebagai kriteria keberhasilan layanan. Sebagaimana halnya dalam pembelajaran. layanan ahli Konseling meniscayakan penggunaan terapan kontekstual. dan sebagaiman diketahui. dalam komunikasi peran sebagai pengirim dan sebagai penerima pesan itu selalu berganti secara dinamis. selain ditentukan oleh ketepatan pilihan paradigma. berpikir dan berperilaku berdasarkan caranya ia melihat tugasnya. melainkan harus ditumbuhkan setahap demi setahap melalui interaksi yang produktif serta menyejukkan. yang pada dasarnya tergantung pada kesetalaan antara pengolah makna budaya yang digunakan oleh Konselor dengan pengolah makna budaya yang digunakan oleh Konseli. kemampuan meraih serta kemampuan mempertahankan karier untuk hidup produktif dan sejahtera serta kepedulian terhadap kemaslahatan umum ( the Common Good) sebagai kriteria keberhasilan. kejernihan makna dalam komunikasi antar pribadi juga sangat tergantung pada makna kontekstual yang melekat pada tiap ujaran dan isyarat non-verbal yang lazim menyertai ujaran. Sebagaimana telah diisyaratkan. Kesetalaan persepsi ini penting ditekankan. Selanjutnya. berbeda dari sumber dan penerima suara dalam sarana pancar-rekam mekanik. maka layanan ahli Konseling menetapkan kemandirian konseli dalam melakukan pilihan. Dalam Konseling diperlukan penyetalaan (fine-tuning) antara cara Konselor merasa. melihat konselinya dan melihat dunianya. Pada dasarnya trust terbangun atas dasar dua unsur yang dipersepsi oleh konseli yaitu adanya kepercayaan oleh Konseli kepada Konselor bahwa Konselor yang membantunya (a) memiliki kompetensi untuk menolong dirinya. Ini berarti bahwa diperlukan kejernihan makna dalam komunikasi sehingga tidak ada salah tangkap antara apa yang dimaksud oleh pihak yang menyampaikan pesan (konseli) dengan pihak yang menerima pesan (konselor). Ini juga berarti bahwa trust itu tidak “jatuh dari langit”. komunikasi antar pribadi merupakan wahana utama dalam interaksi Konseling. Artinya.

(5) Motif yang berakar dalam mentalitas korban (Joni dkk. (Ini istilah yang menggambarkan ketika pasien tidak cukup di tempat tidur. Semuanya harus menyatu menjadi motif altruistic yang diharapkan oleh setiap diri konseli. dan mempengaruhi (influencing) secara tepat. (4) Motif yang berakar dalam kebutuhan mencari keintiman dan relasi seksual. diharapkan akan mampu membantu konseli secara tepat. keterampilan mendengarkan. kita tidak bisa memaksakan pendekatan konseling kita dan membiarkan konseli mengikuti mau kita sesuai pendekatan yang kita anut. Keterampilan eksternal yang secara umum terdiri atas keterampilan memperhatikan. Penggunaan keterampilan konseling (keterampilan komunikasi interpersonal atau eksternal) tidak akan mengejawantah dalam efek terapeutik jika mereka tidak meluber dari Konselor yang telah dan selalu menata motif-motif dalam dirinya dan mendayagunakan mind-skills yang membantu serta berefek penyembuhan atau terapeutik. (3) Penjelasan-penjelasan-dalam-diri. Keterampilan Memperhatikan Overview di muka mengisyaratkan bahwa Konselor harus mampu memadukan kekuatan-kekuatan pribadi sebagai internal skills dan keterampilan-keterampilan yang dipelajari sebagai external skills. yaitu: (1) Motif yang berakar dalam nyeri jiwani yang belum terselesaikan. (2) Motif yang berakar dalam kebutuhan berlebih untuk mendominasi dan mengontrol. untuk menghindari terjadinya apa yang dinamakan sindroma the Procrustean Bed. (6) Citra-citra visual-dalam-diri. Konselor yang memiliki atau menguasai internal skills dan external skills dan mempribadikannya (menginternalisasika sebagai bagian pribadinya). sebab orientasi membantunya akan didasarkan pada internal frame of reference dari setiap konseli yang dibantunya (Joni dkk. (4) Persepsi-persepsi-dalam-diri. mendengarkan (listening). 2007). terutama dengan konseli. Jadi dalam bagian ini. maka dipotong aja kakinya biar cukup). dan menggarap-mengatasi-melampaui motif-motif yang berpotensi membahayakan. Artinya. 2007). (2) Pengharapan-pengharapan-dalam-diri. (5) Kaidah-kaidah-dalam-diri.Pada gilirannya. selain bergantung pada kejernihan komunikasi. (3) Motif yang berakar dalam kebutuhan berlebih untuk mendapatkan pembenaran. 111 . kemanjuran konseling juga bergantung pada ketepatan pilihan paradigma yang diterapkan dalam pelaksanaan konseling. Penataan motif-motif itu secara praktikal bermakna menumbuh-kembangkan motif membantu (altruistic). peserta akan belajar bagaimana berkomunikasi dengan orang lain secara efektif. menyelaraskan motif pragmatik dengan motif altruistik yang selalu ditumbuhkembangkan. Mind-skills yang perlu selalu ditata adalah: (1) Wicara-dalam-diri. Peserta diharapkan menguasai ketrampilan memperhatikan ( attending). dan keterampilan mempengaruhi harus dikuasai agar Konselor mampu menjadi trust sehingga tercapai maksud: On becoming a humane counselor .

Dalam praktik konseling, trust ini dibangun sejak awal pertemuan pertama. Rapport merupakan aspek penting yang harus dibangun dalam menjamin terjadinya trust. Menyebut nama merupakan bagian utama dalam menciptakan rapport. Ini dilakukan sepanjang sesi konseling. Membangun rapport, oleh sejumlah kalangan dipandang tahapan awal yang paling penting. Membangun rapport membutuhkan dua keterampilan yaitu: perilaku memperhatikan dan keterampilan mengamati konseli. Perilaku memperhatikan dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Konselor memahami dan “tertarik/berminat” tehadap konseli. Dengan cara ini diharapkan konseli menjadi merasa enak atau menjadi rilek dalam kebersamaannya dengan Konselor. Syarat Konselor yang bisa membangun rapport: open, authentic, congruent dengan konseli, serta luwes dalam menemukan kebutuhankebutuhan yang diekspresikan konseli. Perilaku memperhatikan ditujukan terhadap tampilan visual ( visual/eye contacts), vokal (vocal qualities), verbal (verbal tracking), dan bahasa tubuh (attentive and authentic body language ). Konsekuensi yang diharapkan, konseli akan lebih bebas dan terbuka, khususnya di seputar topik yang diberi perhatian. Dalam konseling, structuring merupakan bagian penting kedua di tahap awal, setelah rapport. Ini dimaksudkan untuk menangkap apa yang diharapkan konseli dari interview. Bila Konselor menampilkan keterampilan memperhatikan dan mendengarkan, maka konseli akan merasa bahwa Konselor benar-benar menjadi pendengar yang diharapkan. Ketika seseorang tiba-tiba datang dan menyatakan: “ Saya minta saransaran agar hubunganku dengan teman-teman di sekolah ini menjadi harmonis lagi, kayak dulu.” Dalam percakapan awam, mayoritas orang akan langsung memberi saran dengan referensi pengalaman pribadinya atau informasi yang pernah didengarnya. Bisakah Konselor langsung memberi saran? Di muka telah dikupas bahwa Konselor bekerja berlandaskan pada internal frame of reference-nya konseli. Ini berarti bahwa ada keperluan untuk melakukan pembatasan peran dan dinyatakan dalam pertemuan pembantuan tersebut. Beberapa hal harus dibatasi, antara lain pembatasan peran, pembatasan masalah atau topic, pembatasan waktu, karena konseling merupakan hubungan professional. Keterampilan Mendengarkan Fungsi dan tujuan pengumpulan data adalah untuk menemukan mengapa konseli datang konseling dan mendengarkan apa ceriteranya. Keterampilan mendefinisikan masalah akan membantu menghindari pembahasan topik yang tidak berguna dan memberi arah bagi wawancara selanjutnya. Ketrampilan ini juga akan membantu untuk mengidentifikasi kekuatankekuatan yang nyata yang dimiliki konseli. Fungsi dan tujuan pengumpulan data adalah untuk menemukan mengapa konseli datang konseling dan mendengarkan apa ceriteranya. Keterampilan mendefinisikan masalah akan

112

membantu menghindari pembahasan topik yang tidak berguna dan memberi arah bagi wawancara selanjutnya. Ketrampilan ini juga akan membantu untuk mengidentifikasi kekuatan-kekuatan yang nyata yang dimiliki konseli. Keterampilan yang umumnya digunakan adalah mendengarkan secara aktif. Keterampilan lain dapat digunakan jika diperlukan. Misalnya, jika masalahnya tidak jelas, kita bisa gunakan keterampilan mempengaruhi. Pencarian aset positif konseli akan sangat bermanfaat dalam menyelesaikan masalah. Fungsi dan tujuan pengumpulan data adalah untuk menemukan mengapa konseli datang konseling dan mendengarkan apa ceriteranya. Keterampilan mendefinisikan masalah akan membantu menghindari pembahasan topik yang tidak berguna dan memberi arah bagi wawancara selanjutnya. Ketrampilan ini juga akan membantu untuk mengidentifikasi kekuatankekuatan yang nyata yang dimiliki konseli. Fungsi dan tujuan pengumpulan data adalah untuk menemukan mengapa konseli datang ke konseling dan mendengarkan apa ceriteranya. Keterampilan mendefinisikan masalah akan membantu menghindari pembahasan topik yang tidak berguna dan memberi arah bagi wawancara selanjutnya. Pencarian aset positif konseli akan sangat bermanfaat dalam menyelesaikan masalah. Kemampuan mendengarkan secara aktif terdiri atas lima teknik komunikasi yaitu questioning, encouraging, paraphrasing, reflecting feeling, dan summarizing. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. 1) Questioning Isu-isu utama terkait keterampilan bertanya, antara lain 1) Pertanyaan membantu memulai percakapan. 2) Pertanyaan terbuka akan membantu mengelaborasi dan memperkaya ceritera konseli. 3) Pertanyaan membantu mengungkap dunia spesifik-konkrit konseli. 4) Pertanyaan merupakan hal kritis dalam asesmen. 5) Kata pertama dalam pertanyaan terbuka akan menentukan apakah konseli mau melanjutkan ceiteranya. 6) Pertanyaan potensial menjadi masalah. 7) Dalam situasi lintas-budaya, pertanyaan dapat menimbulkan distrust. 8) Pertanyaan dapat digunakan untuk membantu konseli menjelajahi aset-aset positifnya. Ada dua jenis pertanyaan, yaitu pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup. Konsekuensi dari pertanyaan, konseli akan menjawab pertanyaan terbuka secara lebih detail. Sebaliknya konseli akan memberi informasi khusus atas pertanyaan tertutup. Hati-hati, seringkali pertanyaan tertutup membuat konseli hanya menjawab “Ya” atau “Tidak” (bisa terjebak resistensi) 2) Encouraging Mendengarkan bukan proses pasif, keterampilan-keterampilan yang dibahas mulai dari encouraging ini tanda bahwa Konselor aktif. Encouraging merupakan perilaku verbal dan non-verbal Konselor yang menjadi penanda bagi konseli untuk melanjutkan ceritera hidupnya. Beberapa jenis keterampilan encouraging ini adalah acceptance, restatement, dan silent. Acceptance

113

− Non-verbal: anggukan kepala, gerakan membuka tangan − Verbal: “he eh”, “ya ya”, “ok”, “saya mengerti jalan pikiranmu”, “saya memahami perasaanmu” Restatement − Kata: ulangi kata atau frasa kunci yang dinyatakan konseli. − Kalimat: Ulangi kalimat, sebagian atau seluruhnya. Silent Diam kadang diperlukan karena konselipun diam. Mengapa konseli diam? − Konseli kehabisan energi − Konseli kehabisan bahan ceritera − Konseli resisten Senyuman dan kehangatan interpersonal yang tepat merupakan encouragers utama yang akan membantu konseli merasa nyaman dan suka berceritera terus. 3) Paraphrasing Paraphrasing merupakan feedback bagi konseli terkait esensi dari apa yang dikatakan. Konselor akan meringkas dan memperjelas pernyataanpernyataan konseli yang panjang dan seringkali tidak teratur. Konselor/konselings = guru bahasa yang bisa membuat kalimat baru, ringkas, segar, dan tepat. Membuat parafrase bukan pembeo, Konselors menggunakan kata-kata sendiri dipadu dengan kata-kata penting yang dinyatakan konseli. Biasanya digunakan awal kalimat: • • • Singkatnya … Pada intinya … Boleh dikatakan …

Paraphrasing dilakukan sebagai tanda bahwa helper mendengakan. Artinya helper menegaskan apa isi pokok pernyataan konseli. Fungsi dari paraphrasing sebagai feedback bagi konseli akan apa yang ia katakan. Catatan: Konselor harus tepat memilih kata baru dan segar sebagai padanan pernyataan konseli. Konsekuensi yang diharapkan: Konseli akan merasa didengar, sehingga cenderung melanjutkan ceritera, tidak mengulang-ulang ceritera yang sama. Jika parafrase tak sama, akan memberi kesempatan konseli mengoreksi konselings. Jika disuarakan dengan nada tanya, konseli akan ceritera lebih lanjut.

114

Ia dapat dilakukan di awal. muram. mengklarifikasi isu-isu kompleks. Konsekuensi yang diharapkan: Konseli akan masuk ke dalam pengalaman emosionalnya dan konseli dapat mengoreksi dengan kata-kata perasaan lainnya. tengah. Selanjutnya diikuti dengan memantulkan perasaan yang ada di balik pernyataan. perasaan. dan 4) Paduan cue verbal dan nonverbal. dan akhir pertemuan. transisi ke topik baru. Simpulan menggunakan gabungan bahasa paraphrasing dan reflecting feeling. Observasi harus jeli. Jenis: memulai/mengakhiri wawancara. Emosi dan perasaan dapat ditangkap dari labeling perilaku konseli: sedih. Utamanya: mengintegrasikan pikiran. Simpulan di akhir: 115 .4) Reflecting feeling Dalam proses merefleksi perasaan. Beberapa hal yang harus dicatat: 1) Kata-kata emosional digunakan oleh konseli. Konselor mengobservasi perasan verbal dan non verbal. 2) Kata-kata emosional implisit tidak dinyatakan langsung. 3) Ekspresi non verbal yang dapat ditangkap melalui gerak tubuh. ditangkap melalui bertanya. Perasaan dapat dilihat langsung. atau direfleksi dari apa yang ada di balik pernyataan. ceria. dan tingkahlaku konseli. Banyak penulis yang mengakui bahwa pikiran-pikiran dan perbuatan kita hanya merupakan cerminan dari pengalaman perasaan dan emosi kita. gusar. Simpulan di awal: Biasanya dilakukan untuk menyatakan apa-apa yang telah dibahas pada pertemuan-(pertemuan) sebelumnya. 5) Summarizing Summarizing intinya sama dengan paraphrasing. Mengapa “menangkap” emosi penting? Emosi dan perasan sebagai sumber dari banyak pikiran dan perbuatan konseli. Teknik ini berfungsi sebagai feedback bagi konseli akan apa yang ia katakan. Konsekuensi yang diharapkan: Konseli merasa didengarkan dan belajar bagaimana ceritera mereka diintegrasikan. sebab seringkali ada beda antara pernyataan verbal dan ekspresi nonverbal konseli. Simpulan di tengah: Simpulan dilakukan ketika beberapa pernyataan konseli perlu diringkas sehingga jelas kelebihan/kekuatan dan kelemahan/masalah konseli.Utama: mengorganisasi pikiran helper dan konseli menganai apa yang terjadi dalam wawancara. Keterampilan reflecting feeling dimaksudkan untuk membantu orang lain merasakan dan mengalami bagian dirinya yang dalam. Bedanya summarizing untuk menyimpulkan beberapa pernyataan konseli.

Anak saya melihat Surti sebagai Ibu yang sempurna. ia selalu menghindar. Saya seorang manajer dan saya pikir saya memiliki income yang baik. yakni seringkali apa yang dipikirkan konseli berbeda dari apa yang dipikirkan Konselor. konselings bisa gunakan paduan dari respon-respon encouraging. bagaimana bunyinya:  Key-word encouragers: ……………………………. kalau direspon dengan teknikteknik berikut. paraphrasing. “Jadi gila?” (fokus pertama pada isi.Simpulan merupakan review dari keseluruhan wawancara pada suatu sesi. Perumusan tujuan konseling yang ideal adalah dilakukan secara bersama-sama antara konseli dan Konselor. langsung putar tv. konseli akan puas bila bisa tidur nyenyak di malam hari (itu saja cukup). melihat dunia luar. Bagaimana Bapak dan Ibu merespon pernyataan konseli sebagai berikut: “ Saya bermasalah dengan isteri saya. Jika saya coba tanya. Tak tahu apa yang harus saya lakukan. maka perlu diperhatikan dalam pembuatan rumusan tujuan aspek kekuatan konseli. sayapun demikian melihat isteri saya sempurna.” Respon konselo r sebagai berikut: − Nonverbal encourager: (anggukan kepala) − Key-word encouragers: “Menghindarimu?”. Ada hal yang perlu diperhatikan.” Pernyataan konseli di atas.  Paraphrase: ………………………………………………………. Tapi malam lalu …kami memiliki pandangan yang berbeda dan masing-masing mempunyai argumentasinya. misalnya konseli ingin pekerjaan baru. Misalnya. sedangkan Konselor mengangap bahwa konseli ybs harus mampu merekonstruksi kepribadiannya. saya nggak bisa berbuat apa. Saya jadi gila. Contoh penerapan teknik komunikasi terhadap pernyataan konseli sebagai berikut: “Saya tak tahu. Kadang keduanya sejalan. Atas dasar temuan-temuan masalah pada tahap 2 (Pengumpulan Data) dirumuskan perilaku target yang akan menghantarkan Konselor melayani konseli merancang program tindakan yang tepat.  Restatement: ……………………………………………. Henny pulang. Oleh karena kunci keberhasilan membantu terletak pada pemikiran bahwa konseli tumbuh dari kekuatannya sendiri . dan reflecting feeling. bekerja. tak berkata apa-apa. ia memalingkan muka?” − Paraphrase: “Hanny menghindarimu dan kamu tak tahu harus berbuat apa?” − Reflecting feeling: “Anda benar-benar frustrasi menghadapi situasi itu” Dalam banyak kasus wawancara. dan kedua pada emosi) − Restatement: “Jika anda coba tanya. ia memalingkan muka. Ia selalu merasa bahwa ia harus selalu ke luar rumah. Konselor ingin memberikan 116 .

Konseluensi yang diharapkan Konseli akan merespon terhadap konfrontasi dengan ide-ide. 1) Confronting Sebuah perlawanan suportif yang didalamnya ketidaksebangunan/ kesenjangan yang tampak pada diri konseli. dan 3) Mengevaluasi keefektifan intervensi terhadap perubahan dan pertumbuhan konseli. perasaan-perasaan. Teknik ini digunakan untuk menunjukkan kesenjangan pada diri konseli yang membuat konseli menjadi mandeg (tidak berkembang). di sisi lain …” Tahap Utama merespon dengan konfrontasi: 1) Mengidentifikasi konflik melalui memadukan pesan-pesan kesenjangan. 4) Antara pernyatan dan konteks kejadian.tes vokasional. dan perilaku-perilaku baru. Oleh karena itu. Konselor yang beracuan Rogerian menghindari tujuan konkrit. Namun tingkat pengaruh interpersonal bervariasi mulai dari pengaruh yang lemah. Dalam respon konfrontasi. membuat ringkasan konflik dengan frame of reference konseli dan dengan teknik-teknik mendengarkan menghantarkan konseli mencari solusi. Ibarat dokter gunakan teknik kejutan jika pasien jantungnya mandeg. Advice. 2) Antara apa yang dikatakan dan apa yang dilakukan (gerak). tugas Konselor menemukan berbagai kemungkinan dan membantu konseli menemukan cara-cara baru untuk bertindak secara tepat. membuat ringkasan konflik dan menambahkan frame of reference Konselor dengan teknik-teknik mempengaruhi. Kedua. pikiran-pikiran. atau membuat konseli inactive menjadi active. Feedback. respon Konselor berbentuk konflik: “ Di satu sisi …. Reassurance . Namun. 2) Menyatakan konflik tersebut kepada konseli dengan jelas. tujuan utamanya memecahkan masalah dan menemukan jalan baru bagi konseli. Dalam praktik. Reflecting Meaning. 3) Antara pernyataan lisan dan ekspresi non-verbal. 5) Antara pandangan dua atau lebih orang. pernyataan tujuan –penting dan tidaknya– sangat bergantung pendekatan yang Konselor gunakan. Masalahnya. konseli seringkali tidak mampu datang dengan alternatif. Beberapa teknik mempengaruhi yang kuat antara lain Confronting. Pada initinya semua teknik komunikasi (merespon konseli) itu ada unsur mempengaruhi konseli. menengah sampai pengaruh yang kuat. Self-Disclosure. sebaliknya yang beracuan decision making misalnya konseling behaviorisme. REBT akan mementingkan pembuatan rumusan tujuan yang dapat diukur secara objektif. Keterampilan Mempengaruhi Pada tahap working yaitu tahap dimana alternatif penyelesaian masalah dikembangkan. Kesenjangan bisa jadi: 1) Antara dua pernyataan. 117 . diberi feedback. kadang konseli mempunyai harapan berlebih dari apa yang mampu dilakukan Konselor. Bagaimana mengkonfrontasi adanya kesenjangan antara harapan dan perilaku konseli? Ada dua pilihan tindakan Konselor/Konselor: Pertama.

diterima konselikah? 5) Advice 118 . 3) Self-Disclosure Konselor sharing dirinya melalui menyampaikan pengalaman hidup pribadinya. Konsekuensi yang diharapkan Konseli memperoleh perspektif Konselor atau orang lain tentang fikiran. Saya merasa …” dan 4) Kata perasaan atau ekspresi perasaan. 4) Feedback Memberikan data yang akurat tentang bagaimana Konselor atau orang lain memandang terhadap sudut pandang konseli. perasaan.2) Reflecting Meaning Reflecting meaning menekankan pada pikiran-pikiran yang mendalam terkait dengan nilai-nilai dan sikap. 4) Relatif tanpa penilaian. Isi self-disclosure terdiri atas: 1) Mengunakan pernyataan: “Saya…” (subyek. Teknik paraphrasing dan reflecting feeling menjadi bagian penting disini. 2) Kata kerja isi atau perasaan: “Saya pikir …”. “Pengalaman saya bercerai. Topik self-disclosure sampai saat ini masih menjadi perdebatan: boleh atau tidak boleh? Banyak ahli yang beranggapan bahwa Konselor yang berbagi diri secara terbuka akan membuat jarak. dan 6) Lihat kembali bagaimana feedback Anda. Konseluensi yang diharapkan konseli akan tergerak untuk mengalami self-disclosure lebih dalam. Untuk mendengar bagaimana orang lain mendengarkan kita. seperti Anda. dan pemahaman yang mendalam di balik ceritera tersebut. Untuk disentuh sebagaimana kita menyentuh orang lain. banyak juga yang mengakui bahwa self-disclosure akan membua konseli berceitera. Teknik ini digunakan dengan mengharapkan konsekuensi berupa konseli akan mendiskusikan ceritera. 2) Memuatkan pada kekuatan atau hal yang dilakukan konseli.. Sebaliknya.” “Saya berpengalaman …” (predikat). dan masalah secara lebih dalam dengan menekankan pada makna. 5) Harus persis. 3) Objeknya berupa deskriptor sifat: “Saya merasa bahagia karena Anda mampu lebih terbuka (asertif) dengan orangtua secara langsung”. membuat lebih trust dan menciptakan hubungan sederajat ( equal relationship). isu. Petunjuk memberi feedback: 1) Konseli yang menerima feedback harus dalam keadaan siap (be in charge). nilai. Bila efektif akan membuat konseli merasa lebih enak dalam hubungan terapeutik. 3) Harus spesifik dan konkrit. Seringkali dimulai dengan kata “Saya”. pribadi). dan perilaku dan hal ini dapat mengarahkan ke perubahan yang dikehendaki. Feedback efektif untuk melihat diri sendiri sebagaimana orang lain melihat kita. “Saya rasa.

Dukungan ini diharapkan menghantarkan konseli mampu menganisipasi secara lebih baik konsekuensi dari perbuatan dan perubahan pikiran. Mis: “ Bagus. Mereka akan sangat berguna dalam konseling apapun dengan kadar yang berbeda-beda.Memberi informasi/nasehat kepada konseli agar ia menjadi lebih jelas/lebih pasti tentang apa yang hendak dilakukan. ternyata apa yang Anda bayangkan selama ini tidak terbukti. − Alternative advice diberikan setelah konseli tahu kelebihan dan kelemahan setiap alternatif. 6) Reassurance Konselor mendukung apa yang dinyatakan konseli. − Persuasive advice diberikan kalau konseli sudah tahu alasanalasan logis atas rencananya. Keterampilan-keterampilan dasar komunikasi di atas akan sangat penting bagi pelaksanaan konseling. Konselor/Konselor dapat membantu meringankan beban konseli dengan memberikan dukungan faktual bahwa apa yang dialami konseli juga dapat dialami oleh orang lain dan merasakan seperti apa yang dirasakan konseli saat ini. yaitu: − Direct advice diberikan kalau konseli tidak tahu sama sekali.” Factual reassurance: Pada saat konseli mengalami musibah. perasaan. dan factual reassurance. maka Konselor/Konselor dapat mendukung pernyataan konseli tersebut. maka … (prediksi)” Postdiction reassurance: Semula konseli merasa takut menghadapi sesuatu. prediction reassurance. Pembahasan berikut adalah teori-teori konseling yang ditertapkan dalam Teori Konseling Kontemporer: REBT a) Pandangan Hakekat Manusia Pendekatan Konseling Rasional Emotif Behavior (REB) didasarkan pada model psikoedukasionaI yang terstruktur. dan perilakunya. Setidak-tidaknya mereka akan memahami dampaknya bagi dirinya. Mis: Jika benar2 Kau lakukan rencana itu. Prediction Reassurance: Ketika konseli menyatakan bahwa ia akan melakukan suatu rencana tindakan positif. misalnya. dan mereka menekankan peran pekerjaan rumah. dan mengambil berbagai strategi kognitif dan perilaku untuk mewujudkan 119 . Ada tiga jenis dukungan yaitu postdiction reassurance. tetapi dengan keberaniannya ternyata ia berhasil juga menyelesaikan tugas yang selama ini ia takutkan. Setidaknya ada tiga jenis saran. menempatkan tanggung-jawab pada konseli untuk mengambil peran aktif baik selama di dalam dan di luar sesi konseling. Masing-masing digambarkan sebagai berikut.

perfeksionis.perubahan. 120 . Sebagian besar Konseling REB didasarkan pada asumsi bahwa reorganisasi pernyataan diri seseorang akan menghasilkan reorganisasi perilaku seseorang. evaluasi. Konseling REB menganut paham bahwa “orang terganggu bukan oleh sesuatu hal. 1. Manusia dilahirkan dengan potensi pemikiran yang rasional dan irasional. 5. emosi. berpikiran dan benkemampuan verbal. bertumbuh. Kepada konseli. 4. Manusia memiliki kecenderungan untuk bertumbuh dan dapat mengaktualisasikan diri namun kurang berkembang dan bertumbuh karena pola penyalahan (mempersalahkan) diri yang dipelajari. Konseling REB berusaha membantu agar manusia mampu menerima diri mereka sendiri sebagai makhluk yang meskipun terus membuat kesalahan namun pada saat yang bersamaan belajar hidup damai dengan dirinya sendiri. Ada kolaborasi antara konseli dan Konselor. Manusia juga memiliki kecenderungan merusak diri. mencintai. Konselor harus memberikan alat agar bisa mengidenfikasi dan mengatasi keyakinan yang tidak rasional yang terjadi ~ karena proses indoktrinasi diri konseli. 2. menyalahkan diri. perasaan. dapat mengevaluasi dan menguatkan diri. terus melakukan kesalahan. Manusia memiliki kemampuan reflektif (berbicara pada diri sendiri). Konseling REB memandang manusia sebagai berikut. Fokusnya adalah bekerja dengan pemikiran dan tindakan. dan juga pada gejala-gejala khusus dalam cara mereka menginterpretasi peristiwa dan situasi. mampu menjaga diri. Asumsi dasar Konseling REB adalah bahwa orang berkontribusi pada permasalahan psikologisnya sendiri. menghindari diri dari pemikiran. 3. dan penghindaran dari aktualisasi diri. mahkluk yang meskipun terus membuat kesalahan namun pada saat bersamaan belajar hidup damai dengan dirinya sendiri. dan reaksi kita terhadap situasi pekerjaan. berkomuni-kasi dengan orang lain. dan perilaku berinteraksi secara signifikan dan mempunyai huhungan sebab akibat timbal-balik. REB secara konsisten menekankan ketiga modalitas ini dalam interaksinya. 6. tetapi oleh pandangan mereka sendiri terhadap sesuatu hal tersebut”. REB didasarkan pada asumsi bahwa kesadaran. tidak toleran. sehingga dianggap sebagai pendekatan yang terpadu. dan karena pandangan. Konseli belajar bagaimana menggantikan cara berpikir yang tidak efektif dengan kognisi yang rasional dan afeksi yang benar. takhayul. dan mampu mengaktualisasikan diri. Manusia memiliki predisposisi dalam usaha rnencapai kebahagiaan. interpretasi. bukannya pada pengungkapan perasaan. dan tindakan mereka”. Hipotesis Konseling REB adalah bahwa emosi kita utamanya muncul dari keyakinan. Ellis kemudian mengatakan:”orang mengganggu dirinya sendiri karena hal-hal yang terjadi pada dirinya.

− Meminimalisir gangguan emosi dan tingkah laku penyalahan diri dengan memahami filosofis hidup yang lebih realistis dan bisa dijalankan: mengajari konseli méngubah tingkah laku dan emosi disfungsional menjadi tingkah laku dan emosi yang sehat yang fungsional. Artinya. Konselor mengajak konseli bertanggungjawab penuh untuk mengubah kondisi mereka. 8. b) Kondisi-kondisi Konseling Tujuan Konseling − Manusia cenderung menilai tindakannya dengan predikat “baik” dan “buruk”. Peran dan Fungsi Konselor − Menunjukkan kepada konseli bahwa keyakinan tentang “harus” dan “sebaiknya” yang ada dalam diri mereka itu adalah suatu yang irasional. melihat bagaimana keduanya berhubungan. membantu konseli dalam proses mencapai penenimaan diri tanpa syarat ( Unconditional Self Acceptance) dan penerimaan orang lain tanpa syarat ( Unconditional Others Acceptance). Manusia memiliki kecenderungan kuat untuk membuat dirinya terganggu secara emosional. menerima dan menghindari diri dari hasrat untuk mengatakan “harus”. Oleh karena itu tujuan konseling REB adaIah mendidik konseli bagaimana cara memisahkan evaluasi tingkah laku mereka dan evaluasi esensi diri dari totalitasnya dan cara menerima diri dengan segala kekurangannya. − Menunjukkan bahwa pengindoktrinasian diri secara berulang yang dilakukan konseli adalah suatu yang tidak logis dan tidak realistis. saya harus mendapatkan cinta dan pengakuan dari orang-orang penting dalam hidup saya. − Tujuan utama Konseling REB. Gangguan terjadi karena pada masa kanak-kanak manusia mempelajari keyakinan yang irasional dan penyalahan diri. Misalnya. 121 . “bernilai” dan “sia-sia” dan mengukur dirinya berdasarkan apa yang nampak. − Mengembangkan filosofi hidup yang rasional sehingga di masa depan mereka mampu menghindari diri agar tidak menjadi korban keyakinan tidak rasional yang lainnya.7. Kedua. membantu konseli memahami proses lingkaran setan menyalahkan diri sendiri dan mengubah penyalahan diri itu. “seharusnya” dan dari tuntutan atau perintah yang irasional. Pertama. Saat konseli lebih mampu menerima diri mereka sendiri. maka mereka cenderung akan menerima orang lain tanpa syarat. − Membantu konseli memodifikasi pemikiran dan mengabaikan gagasan yang irasional. Untuk memulihkan diri dari gangguan emosi bisa dilakukan melalui berhenti menyalahkan diri.

Seperti setiap mulai sesi konseling bertanya. tahap emotif. Fase emotif ditujukan untuk membantu konseli menyadari pikiran-pikiran mereka. dan mengidentifikasi strategi pengatasan masalah potensial yang berkelanjutan. Konselor menunjukkan penerimaan penuh dengan tidak mengevaluasi diri konseli. menyelesaikan pekerjaan rumah untuk memecahkan masalah untuk mencapai perubahan emosi. membuat rencana.Peran Konseli − Peran konseli adalah sebagai pebelajar dan pelaksana tindakan. − konseli bekerja aktif di luar sesi konselingi: belajar cara yang efektif untuk meruntuhkan pemikiran yang menyalahkan diri. yaitu tahap kognitif. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. mengulas kemajuanya sendiri. Hal ini sering dilakukan dengan meminta konseli untuk menuliskan pikiran-pemikiran yang mengganggu mereka. dan tahap behavioristik. Konseling dipandang sebagai proses reedukatif dimana konseli belajar cara menerapkan pemikiran psikologis. − Proses penyembuhan berfokus pada pengalaman konselit di masa kini. Selama tahap awal. Konselor menyajikan alasan kognitif kepada konseli. − Konselor menerima konseli sebagai makhluk tidak sempurna yang bisa ditolong dengan menunjukkan bahwa Konselor peduli tanpa membuat konseli merasa didikte dan dengan menggunakan beragam tehnik seperti bibliokonseling dan modifikasi tingkah laku. Tahap Emotif. Tahap Kognitif. − Konselor membangun hubungan dengan konseli dengan cara menunjukkan pada konseli bahwa Konselor memiliki keyakinan yang besar akan kemampuan konseli dalam mengubah diri mereka sendiri dan mengatakan bahwa Konselor mempunyai cara untuk membantu mereka melakukannya. konseling REB terbagi menjadi tiga tahapan. Hubungan Konselor dan Konseli − Hubungan ditandai dengan menerima semua konseli dan mengajari mereka untuk tanpa syarat menenima orang lain dan diri mereka sendiri. " Apa masalah yang mengganggu diri Anda?". konseli dapat belajar untuk mengendalikan emosi mereka dan menjadi sadar akan pikiran-pikiran yang mendasari masalah mereka serta belajar alternatif untuk mengubah pikiran mereka yang irasional. 122 . bereksperimen. c) Proses dan Teknik Konseling Proses konseling REB Secara garis besar.

“ Mengapa orang harus memperlakukan saya secara adil”? Atau pernyataan. Pertanyaan yang perlu dipelajari konseli misalnya. Semua itu dilakukan untuk merevisi pemikiran. Dengan cara yang perlahan-lahan dan yang dibagi ke dalam beberapa sesi. Mereka diminta untuk belajar membuat diri sendiri bahagia dan tidak terpengaruh oleh gangguan-gangguan. Konseli membuat daftar masalah mereka. “Jika saya tidak mendapatkan pekerjaan seperti yang saya inginkan. tahap-tahap konseling REBT terbagi menjadi …. 3) Mengubah bahasa “harus” dan “sebaiknya” untuk meminimalisir kesalahan diri. dan mempertentangkan keyakinan-keyakinan tersebut.. konseli belajar mengatasi kecemasan dan mempertanyakan pemikiran tidak rasionalnya yang mendasar. . konseli dilatih untuk melakukan verbalisasi kognisi alternatif dan untuk mengubah perilaku mereka. walaupun saya bisa bertahan?” 2) Mengerjakan pekerjaan rumah. 4) Humor. − Assessment of feeling and activating event − Empathic reflection of feelings by counselor − Assessment of the ABC relationship − Assessment of behavioral consequence − Assessment of cognition − Counselor summarizes ABC assessment data − Counselor guides client toward solving problem (Disputing-Effect-New feeling) Dalam setiap tahapan di atas dapat digunakan berbagai teknik yang akaj diuraikan pada bagian berikut. akan sangat mengecewakan. mereka juga mulai merasakan perbedaannya. Sebagai konsekuensinya. mencari keyakinan absolutisme mereka. Pergantian itu akan membawa konseli kepada penerapan pernyataan diri yang baru.. dan tingkah laku konseli. Mereka juga mendengar dan mengevaluasi rekaman sesi konseling mereka sendiri. Selama tahap akhir. .“ menjadi mengatakan “akan kurang baik kiranya. Dalam pembahasan lain. .Tahap Behavioristik. Teknik-Teknik Konseling REB Teknik Kognitif 1) Mempersoalkan keyakinan tidak rasional dan mengajari konseli cara mengatasi tantangan ketidakrasionalanya sampai ia mampu menghilangkan dan melunturnya kata “harus” dalam dirinya. Gangguan emosi sering disebakan oleh karena terlalu seriusnya seseorang menganggap sesuatu sehingga kehilangan perspektif humor 123 . Misalnya mengubah dari mengatakan “akan sangat kacau bila. yang membantu mereka berpikir dan bertindak secara berbeda.” . perasaan.

dan bertingkahlaku pensis seperti cara berpikir. dan humon bisa sangat berharga untuk membantu konseli lebih santai dan tidak menganggap masalahnya terlalu serius. emosi. Latihan terus dilakukan sampai konseli menyadari bahwa tidak ada gunanya menggubris reaksi atau pemikiran orang lain yang akan menghambatnya untuk melakukan sesuatu yang dikehendaki. Teknik ini merupakan bentuk praktek mental yang dirancang untuk menciptakan pola emosi baru. permainan peran emotif rasional. 2) Bermain peran. Konseli dihadapkan dengan kondisi sosial yang direkayasa. dan tingkah laku mereka. membantu konseli mengubah sejumlah pemikiran. Terkadang konseli akan melakukan permainan peran terbalik dengan filosofi penyalahan diri yang dipegang kuat. konseli diminita untuk menyanyikannya di saat mereka merasa tertekan dan cemas. Hal itu dilakukan beberapa minggu supaya mencapai titik di mana konseli tidak lagi akan merasa marah apabila terjadi peristiwa negatif. Misalnya. merasakan. bagaimana merasakan perasaan tersebut secara intensif. Kepada konseli juga ditunjukkan cara bagaimana melakukan dialog memaksa diri mereka sendiri di mana mereka bisa mengekspresikan keyakinan tidak rasional dan kemudian dengan kekuatan penuh mempertanyakannya. Selanjutnya. 1) Perbandingan emotif rasional.terhadap peristiwa hidup. yang secara nyata membebani mereka. merasakan. Kepada mereka ditunjukkan bagaimana cara membayangkan salah satu hal terburuk yang mungkin terjadi pada mereka. 3) Latihan menanggulangi rasa malu. Humor menunjukkan absurditas beberapa gagasan yang dihadapi konseli. pemodelan. Konseli disarankan untuk menggunakan kekuatan dan energi sebagai satu cara untuk membantu berpindah dan berwawasan intelektual menjadi berwawasan emosional. dan kemudian mengubahnya menjadi perasaan negatif yang sehat. imajinasi emotif rasional. Latihan ini ditujukan untuk meningkatkan penerimaan diri dan tanggung-jawab serta membantu konseli memandang bahwa sebagian besar perasaan mereka tentang rasa malu berhubungan dengan cara mereka mengenali kenyataan. Konseli bisa melatih beberapa tingkah laku yang diperlukan dalam situasi tertentu. Caranya dengan menugaskan konseli melakukan tindakan yang ditakuti karena memikirkan perasaan orang terhadap apa yang dilakukannya. Konseli membayangkan diri mereka berpikir. humor bisa dilakukan dengan menyanyikan lagu humor. dan bertingkahlaku yang mereka kehendaki dalam kehidupan nyata. Teknik Emotif Dengan menggunakan beragam prosedur emotif yang penuh penerimaan tanpa syarat. konseli diminta untuk melawannya dengan berbagai daya 124 . Juga bisa dilakukan dengan ceritera-ceritera lucu dalam buku atau film. dan latihan mencegah rasa malu dan pemberian tugas yang selektif. 4) Menggunakan kekuatan dan energi .

dan kesuksesan sebagai kunci keberhasilan pendidikan di sekolah. Desakan dan kekuatan merupakan bagian dasar latihan pencegahan rasa malu. sekolah dapat menempatkan solusi. dan hampir selalu berhasil. 3) Konseli dipacu untuk menyembuhkan diri secara perlahan. Dengan memusatkan pada kelebihan. teknik relaksasi. Menghadapi hal di muka. Model ini menggunakan pendekatan sistematis dengan tahapan yang lebih ditentukan oleh konseli. sementara kepala sekolah menuntut keadaan “zero” kekerasan di sekolahnya. Teori Konseling Postmodern: SFBT a) Konsep Kunci Oleh karena memusatkan pada keberhasilan daripada kegagalan konseli. banyak anak yang melakukan kekerasan. Masalah-masalah yang sering terjadi di sekolah: siswa tidak selalu siap belajar. 125 .upaya untuk meninggalkan gagasan disfungsional tersebut. konseli lebih tertantang. aktivitas geng. misalnya konseli yang takut naik elevator mungkin akan bisa mengurangi rasa ketakutannya melalui teknik flooding dengan cara naik turun elevator 20 sampai 30 kali sehari. terutama pemerintah akan perolehan prestasi siswa yang terukur dengan standar tinggi harus dicapai. membuat Solution-Focused Brief Therapy (SFBT) lebih cepat berhasil ketimbang konseling lainnya. karena dengan memusatkan pada kesuksesan. desensitisasi sistematis. Iklim sekolah membikin stres. prinsip manajemen diri. Proses membuat konseli terlibat aktif dan sekaligus menerima tangungjawab akan tingkahlakunya. seraya membangun lingkungan belajar yang berpusat pada siswa. Teknik-tekni tersebut diharspkan telah menjadi pengetahuan siap pada diri konselor dalam bimtek ini. guru tidak selalu suka menghadapi anak yang underachieving dan atau anak-anak yang berperilaku menyimpang. Demikianpun tuntutan dan tekanan dari berbagai fihak. Konselor akan menemukan bahwa dengan memusatkan pada solusi ketimbang problem dalam setiap sesi. ketimbang ngurusi masalah. 2) Memberikan tugas yang dilaksanakan secara sistematis dan dicatat serta dianalisis dalam sebuah format isian. Resistensi akan dapat dikurangi karena secara sadar ia ingin terlibat terus dalam proses konseling. kekuatan. Tehnik Behavior 1) Dalam teknik ini Konselor menggunakan prosedur behavioral: pengkondisian. akan berdampak lebih positif. kekuatan daripada kelemahan memberi insentif bagi usaha-usaha yang berhasil ke depan. Digunakan dengan berbagai macam masalah. dan perilaku menyimpang lain di lingkungan sekolah. dan pemodelan. untuk meningkatkan prestasi akademik semua siswa. Konseli akan menjadi diberdayakan bila sejak awal dikenali kemampuan-kemampuannya.

Ada pengecualian (exceptions) – yakni waktu-waktu dimana masalah telah terjadi tetapi tidak diapa-apakan– yang dapat digunakan oleh Konselor untuk mengkonstruk solusi. 1986). Proses dan Teknik SFBT 126 . dan interaksi keduanya.. Moore. Diakui bahwa perubahan-perubahan skala kecil akan menghantarkan ke perubahan yang besar. 1991. SFBT membantu konseli membuat visi masa depan ketimbang ngurusi problem untuk dipecahkan. Walter & Peller. Konselor membantu konseli untuk menemukan alternatif pola perilaku. 1985. & Scamardo. termasuk perilaku agresif siswa. Studi efektivitas SFBT lebih jauh di sekolah telah dilakukan banyak peneliti (Franklin. Malia. dan fihak lain yang terkait dengan pendidikan anak. kekuatan-kekuatan. 1994. pikiran. Insoo Kim Berg (Berg. orangtua. dan interaksi yang diinginkan saat ini. maka ia konsisten dengan ciri-ciri intervensi yang menekankan keberhasilan di sekolah.2008. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa SFBT tepat untuk meningkatkan self-esteem dan sikap-sikap positif anak. dalam Corey. & Vanderwood. 2006. De Jong & Berg. Keterampilan percakapan ( conversational skills) diperlukan untuk mendorong konseli membuat solusi. Berg & DeJong.Untuk itu. 1995. 1988. Fokusnya pada keinginan konseli mendatang ketimbang problem masa lalu atau konflik-konfliknya saat ini. Littrell. Hubble. 1996.. Konselor bersama pendidik lain. dan edukasi pada konseli. Konseling tradisional fokusnya untuk mengeksplorasi perasaan. LaFountain & Gardner. SFBT. Berg & Miller. pikiran. konfrontasi. Konseli didorong untuk meningkatkan frekuensi perilaku-perilaku yang bermanfaat saat ini. 1996. dan sumber daya ( sources) yang ada untuk mengkonstrusi jalan tol khusus bagi konseli untuk menjadikan visinya menjadi sebuah kenyataan. Wisconsin (Steve DeShazer (DeShazer. perlu mengutamakan solusi yang harus selalu siap diterjadikan di sekolahnya. 2009 ). 1994. berbeda dari konseling tradisional dimana keterampilan tersebut untuk mendiagnosis dan mentreatment. Dolan et al. 2001. & Duncan. telah menerapkan secara berhasil untuk mengubah perilaku anak dan remaja. Dilanjutkan dengan mengeksplorasi dan mengatur hubungan pengecualian ( exceptions). Sebaliknya. Geil. SFBT didasarkan pada orientasi membangun solusi ketimbang memecah-kan masalah. Berbeda dari intervensi membangun keterampilan dan perilaku oleh model konseling sebelumnya. Oleh karena SFBT menekankan pendekatan konstrusi sosial dan mendorong keterlibatan guru. Tidak ada masalah yang terjadi sepanjang waktu. suatu pendekatan yang berasal dari the Family Therapy Center di Milwaukee. model SFBT ini beranggapan bahwa tingkahlaku solusi telah ada dalam diri konseli. 1992) serta koleganya (seperti Miller. Biever. 1996. 1992). 1998. de Shazer. memberikan interpretasi. Clemons. DeShazer et al.

tahap-tahap konseling SFBT secara berurut dikemuka-kan sebagai berikut. Alih-alih mendiagnosis. Kita yakin bahwa setiap diri konseli dapat membangun solusi sendiri atas masalah yang dihadapinya tanpa mengungkit-ungkit masalahnya. Konselor mendengarkan dengan penuh perhatian ketika konseli menjawab pertanyaan “Bagaimana saya akan dapat berguna bagimu? ” 2. Konselor bertanya kepada konseli tentang jika saat ini masalah-masalah Anda tidak muncul atau jika masalah Anda kurang berpengaruh. dan merangsang apa yang mungkin konseli amati atau lakukan sebelum sesi pertemuan selanjutnya untuk memecahkan masalah mereka . 5. Konselor diharapkan ahli dalam menciptakan lingkungan untuk terjadinya perubahan. Walter and Peller. 4. Konseli ditanya tentang kebutuhan apa yang mereka inginkan sebelum melihat problem yang hendak dipecahkan dan juga apa yang mereka inginkan mendatang. yaitu (1) menemukan apa yang konseli inginkan ketimbang mencari apa yang mereka tidak inginkan. (3) jika konseli tidak melakukan apa yang ingin dilakukan.Bertolino and O’Hanlon. 1. “Apa yang akan menjadi berbeda dalam kehidupan Anda. Konseli diberi kesempatan untuk mendeskripsikan masalahnya sendiri. dalam Corey (2009) mendefinisikan empat aspek SFBT. Menciptakan hubungan kolaboratif 127 . Dalam sebuah ringkasan. (4) pelihara konseling ringkas ini dengan selalu memperhatikan sesi-sesi konseling. Oleh karena itu. konselor melihat apa yang konseli lakukan dan mendorong mereka untuk melanjutkan dalam arah yang benar. dalam Corey (2009) menekankan pentingnya menciptakan hubungan terapeutik kolaboratif yang sangat diperlukan dalam konseling yang berhasil. Konselor dan konseli bekerja bareng untuk mengembangkan tujuan yang paling mungkin dapat dicapai. Konselor bersama konseli mengevaluasi kemajuan dalam menemukan solusi yang memuaskan dengan menggunakan ratings scale. memberi penguatan. konselor menawarkan kepada konseli balikan ringkas. (2) tidak melihat patologi atau gangguan dan tidak mencoba untuk mereduksi konseli dengan label diagnostik. jika masalah Anda diselesaikan? ” 3. Kita juga tahu bahwa konseli adalah ahli dalam kehidupan mereka sendiri dan seringkali memiliki pemahaman yang baik tentang apa yang dikerjakan dan tidak dikerjakan yang lalu serta mungkin yang dikerjakan mendatang. Pada akhir setiap percakapan pembuatan solusi. dorong konseli untuk mencoba dengan berbagai cara yang berbeda. dengan tekanan khusus pada apa yang mereka perbuat saat kejadian ini terjadi. pendekatan problem solving merupakan kunci SFBT dan secara berurutan dapat ditempuh melalui tahap-tahap sebagai berikut: 1. Konseli dibantu dalam mengeksplorasi pengecualian-pengecualian ini.

Melalui membantu konseli mengidentifikasi dan mengukur exceptions ini akan muncul kesempatan bagi konseli untuk bekerja kearah solusi. dan memperkuat apa yang konseli telah siap lakukan untuk membuat perubahan-perubahan positif. Semua teknik yang dibahas disini harus diimplementasikan atas dasar hubungan kerja kolaboratif. dan apa yang akan menjadi berbeda? " Konseli kemudian didorong untuk memberlakukan "apa yang akan menjadi berbeda" meskipun masalah tetap dirasakan. Ada waktu-waktu yang disebut exceptions. artinya kita cenderung untuk mendorong konseli untuk kurang mengandalkan konselor mereka melainkan lebih mengandalkan pada sumber daya mereka sendiri untuk menyelesaikan pencapaian tujuan konseling mereka (de Shazer & Dolan. 3. dalam Corey. Konseli disarankan untuk membiarkan diri mereka untuk bermimpi sebagai cara untuk mengidentifikasi jenis 128 . tetapi juga menyediakan peluang sebagai sumber daya yang membangkitkan. Mintalah konseli untuk mempertimbang-kan bahwa keajaiban akan membuka berbagai kemungkinan masa depan. Yang penting bahwa konselor harus benar-benar yakin bahwa konseli mereka adalah ahli dalam hidup mereka sendiri. konselor dapat menjabarkan. atau jika masalah tidak berat. Eksplorasi ini mengingatkan konseli bahwa masalah tidak semuanya kuat dan tidak akan ada selamanya. Perubahan dalam Prakonseling Pada pertemuan awal konseling umumnya konselor bertanya: “ Apa yang telah Anda lakukan yang telah membuat perbedaan dalam masalah Anda?” Dengan bertanya tentang perubahan-perubahan tersebut. Pertanyaan Pengecualian (Exceptions) SFBT didasarkan pada pandangan bahwa ada waktu-waktu dalam kehidupan konseli dimana masalah-masalah diidentifikasi bukan problematik. Exceptions merupakan pengalaman masa lalu dalam kehidupan konseli dimana ia menjadi alasan kuat adanya masalah. dan memposisikan kemungkinan solusi. 2009). & Gingerich. membangkitkan. 4. Konselor bertanya. 2007. Namun demikian. "Jika keajaiban terjadi dan masalah Anda terpecahkan dalam semalam.Konselor dapat memilih dari sejumlah intervensi ketika membantu konseli dalam mencari dan menemukan solusi serta membuat hidup lebih berbahagia. de Shazer. tidak akan tercapai hasil yang efektif. bagaimana Anda tahu itu terpecahkan. Weiner-Davis. melibatkan kekuatan. 1987. yang merupakan teknik utama SFBT. 1996. Perubahan ini tidak dapat dikaitkan dengan proses konseling itu sendiri. jika prosedur ini dilakukan secara rutin tanpa pengembangan kerja bersama-sama. Konselor mengajukan pertanyaan-pertanyaan exceptions langsung kepada konseli jika masalah tampak tidak ada. Pertanyaan Ajaib (Miracle) Tujuan konseling dikembangkan dengan menggunakan pertanyaan ajaib. 2. McKeel.

dia sudah membaik. saya ingin Anda untuk melakukan pengamatan. Sebagai contoh. Formula Tugas Sesi Pertama Formula tugas sesi pertama adalah suatu bentuk pekerjaan rumah yang diberikan kepada konseli dari sesi pertama ke sesi kedua. Balikan Konselor Terhadap Konseli Umumnya konselor SFBT mengambil istirahat 5 sampai 10 menit menjelang akhir setiap sesi untuk menulis pesan ringkasan untuk konseli. dan tugas sugesti. Jenis penugasan memungkinkan konseli berharap bahwa perubahan tidak bisa dihindari. Hal yang penting bahwa konseli merasa dimengerti sebelum mereka diarahkan untuk membuat perubahan. atau komunikasi. bagaimana anda menilai kecemasan Anda saat ini?" Jika konseli hanya menjauh dari nol ke satu. Pertanyaan Penskalaan (Scaling Question) Konselor juga menggunakan pertanyaan scaling ketika perubahan pengalaman manusia tidak mudah diamati. jembatan. Pujian diberikan kepada apa yang sudah konseli lakukan yang mengarah pada solusi yang efektif. tetapi dengan cara yang menggembirakan yang menciptakan harapan dan menyampaikan harapan kepada konseli bahwa mereka dapat 129 . tapi kapan itu akan terjadi. 5. seperti perasaan. 7. suasana hati. Adalah penting bahwa memuji tidak dilakukan dengan cara rutin atau mekanistis.perubahan yang paling mereka ingin lihat. Tidak masalah jika perubahan akan terjadi. sehingga Anda dapat menjelaskan kepada saya waktu berikutnya. 6. Ada tiga bagian dasar struktur umpan balik yaitu pujian. Pada sesi kedua. seorang wanita melaporkan perasaan panik atau kecemasannya. Intervensi ini cenderung meningkatkan optimisme konseli. apa yang terjadi dalam diri Anda (termasuk di dalamnya keluarga. kehidupan. mungkin konselor bisa bertanya: "Pada skala 0 sampai 10 dimana nol adalah bagaimana perasaanmu ketika pertama kali datang ke konseling dan 10 adalah bagaimana perasaan Anda sehari setelah keajaiban terjadi dan masalah Anda hilang. Selama istirahat konselor merumuskan umpan balik yang akan diberikan kepada konseli setelah istirahat. Intervensi ini menggeser penekanan dari masalah masa lalu dan saat ini menuju kehidupan yang lebih memuaskan di masa depan. dll) yang ingin terus terjadi”. Konselor mengatakan: "Antara sekarang dan waktu berikutnya kita bertemu. hubungan. Bagaimana dia melakukannya? Apa yang dia lakukan untuk memindahkan ke skala lain sampai skala 10? Pertanyaan Scaling memungkinkan konseli untuk memperhatikan lebih dekat terhadap apa yang mereka lakukan dan bagaimana mereka dapat mengambil langkah-langkah yang akan mengarah pada perubahan yang mereka inginkan. konseli diminta menceriterakan apa yang mereka amati dan apa yang mereka ingin memiliki di masa depan. Pertanyaan ini memiliki fokus masa depan dimana konseli dapat mulai mempertimbangkan kehidupan yang berbeda yang tidak didominasi oleh masalah tertentu.

mencapai tujuan mereka dengan menggambarkan kekuatan dan keberhasilannya. Kedua. yang dapat dianggap sebagai pekerjaan rumah. hal lain apa yang akan Anda lakukan?” Dengan menggunakan pertanyaan penskalaan ( Scaling questions). 8. Karena model konseling adalah singkat. Tugas observasional meminta konseli untuk memperhatikan beberapa aspek kehidupan mereka. Oleh karena praktik Bimbingan dan Konseling di sekolah menghadapi banyak siswa dengan berbagai kemungkinan permasalahannya yang bisa jadi mirip. misalnya “Kebutuhan-kebutuhan apakah yang berbeda dalam kehidupan Anda sebagai hasil dari pertemuan kita?”. c. Sebelum mengakhiri konseling. maka konselor dapat mengakhiri konseling. atau berperilaku. KONSELING KELOMPOK 1. Umpan balik konselor kepada konseli membahas apa yang harus konseli lakukan secara berbeda untuk meningkatkan kemungkinan pencapaian tujuan mereka. Dalam konteks sekolah. sangat mungkin bahwa konseli akan mengalami masalah perkembangan lain di lain waktu. ada berbagai 130 . Aspek ketiga dari umpan balik berupa tugas sugesti kepada konseli. terutama apa yang berbeda tentang cara mereka berpikir. Hal yang terpenting dalam akhir konseling adalah konselor membantu konseli untuk mengidentifikasi halhal yang bisa dilakukan untuk melanjutkan perubahan-perubahan mendatang. Tugas perilaku mengharuskan konseli benar-benar melakukan sesuatu dan konselor percaya bahwa apa yang dilakukan akan berguna untuk mereka dalam membangun solusi. Konseli juga dapat dibantu untuk mengidentifikasi rintangan atau hambatan yang dirasakan yang bisa menghalangi dalam mempertahankan perubahan yang telah mereka buat. merasa. maka konseling kelompok dipandang efektif. konselor dapat membantu konseli untuk memonitor kemajuan mereka sehingga konseli dapat menentukan kapan mereka tidak membutuhkan lagi datang ke konselor. Terminasi Jika konseli telah mampu mengkonstruk solusi. konselor membantu konseli dalam mengidentifikasi hal-hal yang dapat mereka lakukan untuk melanjutkan perubahan yang mereka telah buat ke masa depan. jembatan yang menghubungkan pujian awal dengan tugas sugesti yang akan diberikan. Konseli dapat meminta sesi tambahan setiap kali mereka merasa perlu untuk mendapatkan kehidupan mereka kembali ke jalur yang benar atau untuk memperbarui kisah mereka. “Jika masalah terselesaikan. Proses pemantauan diri membantu konseli perhatikan perbedaan yang lebih baik. Jembatan ini memberikan alasan atas saran/sugesti yang diberikan. Dalam kaitan ini seringkali terkait dengan pertanyaan konselor yang berbunyi. Pentingnya Konseling Kelompok Ada banyak catatan mengapa konseling kelompok penting.

Konselor bisa menjadi integratif dalam menerapkan teori-teori konseling. Kebutuhan dan tujuan anggota merupakan aspek utama. isu anak laki-laki. serta tahap transisi. 3) Hal-hal praktis dalam formasi kelompok Ada beberapa hal praktis yang harus diperhartikan dalam membentuk kelompok. dan banyak lainnya yang mendorong perlunya dibantu secara efisien.kesamaan misalnya dalam hal usia. 2. problem. Walaupun bisa diberitahukan lewat tertulis. dan karier siswa dapat dibantu dan saling membantu di antara siswa. − Kelompok terbuka vs Kelompok tertutup . Bentuk-bentuk kelompok tersebut antara lain. secara garis besar ada dua tahap utama yaitu proses awal perkembangan kelompok dan proses lanjut perkembangan kelompok. Proses Awal Perkembangan Kelompok Dalam konseling kelompok. latar kehidupan. a) Tahap 1: Isu-Isu Prakelompok—Membentuk Kelompok 1) Memberitahukan kelompok dan rekrutmen anggota kelompok Bagaimana kelompok diperkenalkan akan mempengaruhi diterima/ tidaknya oleh anggota-anggota potensial dan orang-orang yang diduga cocok mengikuti kegiatan kelompok. Misalnya datang langsung ke kelas menyampaikan kegiatan konseling kelompok ini dan diberitahukan prosedurnya. tapi ketemu langsung dengan populasi sangat penting. Konselor harus bertanya pada diri sendiri: “Bagaimana saya bisa memutuskan siapa yang paling mungkin memperoleh manfaat dari kelompok yang saya rencanakan?” “Siapa yang mungkin terganggu oleh partisipasi kelompok atau menjadi pengaruh negatif untuk anggota lainnya?” Screening harus proses dua-arah. orientasi dan eksplorasi. Calon anggota harus memperoleh kesempatan interviu pribadi untuk mengajukan pertanyaan apakah kelompok benar-benar bermanfaat baginya. misalnya kecemasan menghadapi ujian. Pendekatan kelompok memiliki keuntungan khusus dalam konseling di sekolah. Konseling kelompok juga bermatra preventif disamping utamanya kuratif. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. 2) Screening dan seleksi anggota kelompok Ada stadar etika yang harus diperhatikan dalam memilih anggota. Kebanyakan kelompok jangka pendek. Pada proses awal ada tiga tahap yang dilakukan yaitu membentuk kelompok. Kelompok terbuka atau tertutup ditentukan 131 . isu-isu anak perempuan. Sebaliknya. pribadi sosial. berpusat solusi. Masalah-masalah terkait perkembangan pendidikan. dan banyak isuisu yang mirip dialami oleh siswa-siswa. Konselor (pimpinan kelompok) harus mendorong anggota terlibat dalam mengambil keputusan bahwa ia tepat berpartisipasi dalam kelompok.

karena permasalahan mereka relatif serupa. Di lembaga sekolah keanggotaan tidak sukarela ini perlu digarap. − Tempat pertemuan. tujuan. Namun pada umumnya yang efektif bergerak antara 4 – 8 orang. terutama homogin dalam usia. populasi. Namun diakui juga kelompok heterogin juga membawa manfaat. Seting yang jelek dapat membikin suasana yang negatif yang berpengaruh pada kohesivitas kelompok. Seberapa sering kelompok ketemu dan seberapa lama setiap pertemuan? Ini bergantung tipe kelompok juga pengalaman pemimpin kelompok. Hal privacy harus diperhatikan. Bahwa partisipasi anggota merupakan 132 . Adalah bijak jika terminasi kelompok merupakan hasil komitmen. Diakui bahwa kelompok homogin lebih membawa manfaat. Resiko psikologis bagi anggota harus diminimalisir. Kebijakan berapa lama tentu saja bergantung keperluan lembaga dan konseli. tipe kelompok. − Kelompok jangka pendek vs jangka panjang . misalnya usia. karena senyatanya masih banyak ditengarai siswa enggan memanfaatkan pelayanan konseling. tempat yang memungkinkan terjadinya interaksi face to face. Apakah anggota kelompok hanya yang sukarela saja atau boleh juga yang tidak sukarela? Dalam banyak pengalaman. lembaga. − Frekuensi dan lamanya pertemuan. sebagai dasar dari proses kelompok. 4) Pedoman orientasi dan penyiapan anggota Pertemuan kelompok yang pertama kali dimanfaatkan untuk orientasi proses kelompok. pengalaman Konselor. − Besar kelompok. − Kelompok homogin vs heterogin.oleh populasi dan setting-nya. Masing-masing punya kelebihan tergantung pada isu-isu yang digarap. Biasanya dilakukan seminggu sekali. Semua usaha harus membuat suasana aman. Ada manfaat dari perbedaan yang ada untuk saling membantu. ketakutan-ketakutan. Apakah jangka pendek atau panjang bergantung pada tipe kelompok. Setting pertemuan merupakan aspek lain yang harus diperhatikan. dan tipe problem yang dieksplor. − Setelah kelompok terbangun. apakah tanggungjawab pimpinan agar anggota memperoleh keuntungan optimal dari kegiatan kelompok? − Persiapan harus mengeksplorasi harapan. − Keanggotaan sukarela vs tidak sukarela . miskonsepsi anggota. banyak anggota yang tidak sukarelapun memperoleh manfaat dari konseling kelompok yang diikutinya. Besarnya kelompok bergantung pada beberapa faktor. Tapi untuk konseli anak dan remaja lebih baik sering tetapi waktunya lebih pendek.

− Melakukan interviu awal − Mengambil keputusan dalam memilih anggota − Mengorganisasi detail praktis untuk keberhasilan kelompok − Minta ijin orangttua (jika perlu) − Menyiapkan secara psikologis akan tugas kepemimpinan − Mengatur sesi awal untuk membuat aturan. Tugas utama dalam tahap inisiasi ini terdiri atas dua hal yaitu inkluasi dan identifikasi serta membangun trust. Anggota biasa bertanya-tanya: saya akan di dalam atau keluar dari kelompok ini? Sebewrapa banyak saya akan terbuka akan diri sendiri? Seberapa banyak aku ingin ambil resiko? seberapa aman untuk mengambil risiko? saya bisakah benarbenar percaya orang-orang ini?Seberapa lama aku bisa bertahan? Akankah aku ditolak atau diterima? 133 . membuat prediksi keberhasilan anggota. − Anggota harus memiliki pengetahuan memadai tentang hakekat kelompok dan dampaknya bagi dirinya. Orientasi dan eksplorasi yang terdiri atas peristiwa 1) menentukan struktur kelompok. Anggota diminta untuk memanfaatkan kelompok untuk mencoba tingkahlaku baru. Anggota diminta menuliskan jurnal reaksi-reaksi mereka setiap sesi. − Mengidentifikasi tujuan umum dan sasaran khusus kelompok − Mengembangkan proposal tertulis wecara jelas mengenai formasi kelompok − Memberitahu kelompok dg cara memberi informasi tepat bagi partisipan. Dorong anggota memikirkan sebelumnya tentang isu-isu pribadi yang ingin dieksplorasi. b) Tahap 2: Tahap Awal –Orientasi dan Eksplorasi Karakteristik pada tahap awal ini sebagai berikut. menyadari bahwa kelompok ini merupakan tempat yang pas bagi realisasi pengharapan-pengharapannya. dan 3) mengeksplorasi pengharapan anggota. − Anggota dapat memperoleh keuntungan melalui menyiapkan diri berpikir apa yang ingin dialami selama kelompok. Setiap anggota diharapkan belajar fungsi kelompok. Dalam hal inklusi dan identifikasi dimaksudkan untuk menemukan identitas dalam kelompok dan menentukan sejauh mana seseorang akan menjadi anggota kelompok yang aktif adalah tugas utama tahap awal. dapat disebutkan sebagai berikut. 2) berkenalan. − Anggota perlu menentukan kapan kelompok tepat bagi dirinya. Ringkasan isu prakelompok.investasi kerja kelompok.

eksplorasi diri kecil. cenderung mengarah ke kurang serius. Peranan pimpinan kelompkm selama tahap inisiasi: 1) Modeling. Cara mempertahankan trust: 1) Ada kecendeungan anggota untuk cepat2 melompat ke saran. hindari mengkategorikan orang atas tipe masalah. 3. kalau tidak dijaga. a) Tahap 4: Tahap Inti –Pembentukan Kohesivitas dan Produktivitas 1) Perkembangan Kohesi Kelompok Hakekat kohesi kelompok adalah sense of belonging.Trust harus dibangun untuk keberlangsungan kelompok. 3) Mengatur tanggung jawab. Ini jangan cepat dituruti. dan solidaritas. Kohesi sebagai kekuatan pemersatu…. c) Tahap 3: Tahap Transisi –Mengatasi Resistensi Pada tahap transisi dapat digambarkan anggota kelompok dalam keadaan − Cemas (anxiety) − Konflik dan berjuang untuk mengontrol konflik − Tantangan bagi pimpinan kelompok − Resistensi Mengatasi reaksi diri terhadap resistensi anggota. dan 2) Perasaan negatif anggota ke anggota lain dan pemimpin bisa tidak efektif. Apakah pimpinan hadir antusias. Perlu perubahan prosedur agar anggota terbebas dari perasaan negatif. serta evaluasi dan tindak lanjut. 2) Membantu mengidentifikasi tujuan. namun bisa menghambat perkembangan kelompok bila tidak didorong maju ke depan. konsolidasi dan terminasi. Tahapmini penting. Biasanya kalau kohesivitas terbangun. Tanpa trust…interaksi akan di permukaan saja. Cara membangun trust: 1) Tingkahlaku pimpinan dapat berpengaruh pada iklim kelompok. inklusi. tantangan konstruktuf tak akan terjadi. hadir secara psikologis dan terbuka? 2) Pemimpin yang sukses dalam mempertahankan trust tergantung pada seberapa baik ia mempersiapkan kelompok. 2) Karakteristik Kerja Kelompom Yang Efektif 134 . 3) Trust tudak hanya bergantung sikap dan perilak pemimpin tetap juga anggota. Proses Lanjut Perkembangan Kelompok Pada proses lanjut. pimpinan harus memperhatikan bahwa pribadi Konselor dapat mempengaruhi tingkahlaku masalah. “ Saya tidak sendirian dalam kesakitan saya dan dengan problem saya ”. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. dan structuring. juga ada tiga tahapan yaitu tahapan inti untuk pembentukan kohesivitas dan produktivitas. kelompok akan berjalan di bawah hambatan perasaan tersembunyi. penuh pribadi.

antara lain saling percaya dan menerima. Evaluasi gunanya untuk melihat efektivitas kelompok. dibutuhkan sejumlah syarat. penuh harapan. ada kesempatan katarsis. Mengukur efek kelompok melalui memberi kesempatan setiap anggota untuk menyampaikan lesson learn-nya atau pengalamannya selama mengikuti kegiatan konseling kelompok. 2) Tindak Lanjut Sesi Kelompok 135 . Pada tahap ini minta anggota menuliskan pengalaman kelompom mereka. Minta anggota menjawab pertanyaan singkat… (Adakah kelompok berpengaruh negatif? Apa kelompok mempengaruhi anda dalam berhubungan dengan orang lain? Perubahan apakah yang anda dapatkan? ). kurang bergantung kepada pemimpin kelompok. melengkapi tugas-tugas yang belum dapat diselesaikan dalam kelompok (melengkapi unfinished business-nya). − Siap identifikasi tujuan − Berkeinginan melakukan di luar kelompok dg tingkahlaku yang telah berubah − Merasa “in” dalam kelompok − Terus mengukur tingkat kepuasannya dalam kelompok. komitmen terhadap perubahan. ada kebebasan untuk bereksperimen. ada konfrontasi dan balikan. ada kesempatan membuka diri.Ada produktivitas kerja yang efektif. Anggota benar-benar menjadi kelompok dan telah mengembangkan keterampilan relasi antar anggota. Pada saat ini semua anggota memberi dan menerima balikan. c) Tahap 6: Isu-Isu Pasca Kelompok –Evaluasi dan Tindak Lanjut 1) Mengevaluasi Proses dan Hasil Kelompok Evaluasi sebagai aspek dasar yang menguntungkan bagi anggota dan pimpinan kelompok. Sehingga dapat dikatakan bahwa anggota mengalami perubahan perasaan …di awal takut…di tengah dapat dukungan…di akhir sendiri lagi menghadapi rasa takutnya. b) Tahap 5: Tahap Akhir –Konsolidasi dan Terminasi Cara efektif mengakhiri kelompok adalah mengurusi perasaan anggota kelompok. empati dan perhatian. Cirinya: − Fokus pada isu disini dan sekarang. intim. ada kesempatan melakukan restrukturisasi kognitif. 3) Faktor-faktor Terapeutik Kelompok Agar kelompok efektif sebagai kelompok untuk penyembuhan.

Wawancara individual sekitar 20 menitan dapat digunakan untuk membantu anggota membicarakan hal yang tak terungkap dalam kelompok. dalam bimtek ini akan dipelajari penerapan konseling kelompok behavioristik dan konseling kelompok realitas. dan emosi yang telah dipelajari dapat dimodifikasi melalui proses belajar. tetapi dapat diukur dan dapat diamati. lebih fokus pada perilaku konseli. mengambil sampel dari perilaku konseli untuk memberikan informasi tentang bagaimana tindakan konseli seharusnya dalam berbagai situasi. − Perilaku konseli bermasalah bukan hanya gejala masalah. Sebagai pengalaman belajar. kognisi. Jika prates dilakukan di akhir juga bisa dilakukan pascates untuk mengukur sikap. 136 . Konseling kelompok behavioral memiliki karakteristik yang unik yang membedakan dengan pendekatan lain. 2) Mengkaji tujuan konseling dengan tepat. setelah sesi konseling kelompok ditindaklanjuti pertemuan face to face. − Konseling kelompok sebagai sebuah proses pendidikan menekankan pada pembelajaran yang memiliki nilai-nilai yang melekat dalam sebuah kelompok. Ini tidak hanya bernilai bagi pemimpin. berfokus pada kondisi konseli saat ini. walaupun pemimpin kelompok memimpin diskusi untuk mencapai tujuan. Semua sesi kelompok di atas akan terejawantahkan dalam semua pendekatan konseling. Tujuan Konseling Menentukan arah gerakan terapeutik. Asesmen perilaku ditujukan untuk mengumpulkan informasi rinci tentang masalah konseli. Keputusan tujuan pribadi tetap dari anggota kelompok itu sendiri. Anggota dapat mendiskusikan usaha nyata setelah ddi kehidupan nyata. Pendekatan Teoritik Konseling Kelompok a) Pendekatan Behavioristik Asumsi − Bahwa sebagian besar masalah perilaku. dan konseling bagian integral dan berkesinambungan.Adalah bijak di sesi akhir untuk memberi kesempatan anggota mendiskusikan pengalaman-pengalamannya. tapi juga anggota untuk memberi gambaran realistik atas pengaruh kelompok kepadanya dan teman-temannya. dan 4) Secara objektif dilakukan evaluasi hasil konseling. antara lain: 1) Melakukan penilaian perilaku. 3) Sesi Tindak Lanjut Individual Jika mungkin. 4. nilai. dan penyesuaian pribadinya. 3) Merumuskan prosedur konseling secara spesifik.

Peran dan Fungsi Pimpinan Kelompok Pemimpin harus terampil dalam memilih berbagai intervensi singkat yang secara efisien dan efektif memecahkan masalah dan membantu anggota dalam mengembangkan keterampilan baru. anggota kelompok belajar mengenai fungsi kelompok dan bagaimana setiap sesi diatur. lanjutkan merencanakan treatmen melalui menerapkan teknik-teknik: − Reinforcement − Contingency contract − Modeling − Behavioral rehearsal − Coaching − Homework − Feedback dengan 137 . Pemimpin kelompok dengan hati-hati mengamati dan menilai perilaku untuk menentukan kondisi yang terkait dengan masalah-masalah tertentu dan kondisi yang akan memfasilitasi perubahan.Perencanaan Treatment Setelah anggota menetapkan tujuan-tujuan mereka. dan final stage. Corey membaginya menjadi tiga tahapan besar. Hal yang penting pada tahap awal adalah proses membangun kohesi. Di sesi awal. 2. Kelompok behavioral menekankan pentingnya evaluasi efektivitas teknik-teknik yang digunakan untuk menilai kemajuan konseli guna mencapai tujuan mereka secara terus-menerus. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. direktif. yang berlandaskan pada teknik perilaku yang berorientasi tindakan. 1. Tahap Konseling Kelompok Behavioral Sebagaimana konseling kelompok lainnya. maka dirumuskanlah rencana untuk mencapai tujuan tersebut. Working Stage Setelah hubungan terbangun dengan baik. Pemimpin harus mampu menciptakan situasi kelompok menjadi situasi yang hangat dan menyenangkan bagi setiap anggota kelompok. Initial Stage Wawancara individual dan sesi awal kelompok bisa untuk mengeksplorasi pengharapan siswa sehingga siswa mau bergabung dalam kelompok. Pemimpin kelompok diharapkan untuk aktif. yaitu initial stage. working stage. dan mendukung peran dalam kelompok dan menerapkan pengetahuan tentang prinsip-prinsip perilaku dan keterampilan penyelesain masalah.

kekuasaan dan prestasi (power and achievement). 3. 138 . Hubungan baik dalam konseling diperlukan untuk menunjukkan dan memenuhi kebutuhan akan cinta kasih lingkungan. dan kesenangan (fun). Beri situasi praktis untuk menstimulasi tingkahlaku dalam kehidupan nyata. Dalam pandangan Glasser. 2) Dalam bukunya yang terkenal. Karena jawaban atas pertanyaan mengapa akan berujung pada alasan-alasan yang biasanya berujung ampunan. 3) Prinsip penting yang diajarkan Glasser adalah prinsip 3R’s ( responsibility. School without failure. Latih anggota dengan tingkahlaku target yang diinginkan. 4) Konseling Kelompok Realitas bersifat aktif. sekolah harus bebas dari suasan yang menghukum. Dorong anggota untuk bertanggungjawab atas tingkahlakunya. kebebasan (freedom). Sekolah lebih banyak bertanya apa yang terjadi dan apa selanjutnya. menghindarkan pertanyaan mengapa terjadi. Siapkan anggota hadapi situasi yang tak bersahabat dalam dunia nyata. direktif. reality. konseling realitas ini pas diterapkan untuk membantu siswa-siswa mengembangkan diri. Lingkungan sekolah yang baik adalah yang memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk mengembangkan identitas berhasilnya sedikit demi sedikit. b) Pendekatan Konseling Kelompok Realitas Konsep-konsep kunci Konseling Kelompok Realitas 1) Konseling realitas adalah konseling yang dikembangkan oleh William Glasser. seorang ahli psikiatri. berfokus pada perencanaan perilaku dan perbuatan. Dengan demikian. Apabila anak berperilaku memenuhi syarat 3 Rs tersebut. semua manusia memiliki lima kebutuhan dasar untuk dipenuhi. maka padanya akan berkembang identitas gagal (failure identity). namun tidak cukup untuk diterjadikannya perubahan pada diri konseli dari identitas gagal menuju identitas sukses. sebaliknya jika perilakunya tidak memenuhi 3 Rs. sebaliknya tidak pula permisif. konseling dimaksudkan untuk mengubah perilaku anak dari beridentitas gagal menuju ke identitas berhasil. dan right).− Cognitive restructuring − Problem solving Teknik-teknik tersebut akan dibahas penerapannya dalam bimtek. Final Stage Transfer perubahan perilaku yang dipelajari dalam kelompok ke lingkungan hidup dari hari ke hari. yaitu kebutuhan bertahan hidup secara fisik (physical survival). Sekolah harus dibangun sebagai lingkungan yang mampu membangun identitas sukses bagi seluruh siswa. bagaimana selanjutnya. didaktik. cinta dan rasa memiliki (love and belonging). yang penuh ampunan. maka padanya akan berkembang identitas sukses ( success identity).

D = direction and doing. W (Wants) Tanyakan kepada konseli apa yang mereka inginkan dengan menggunakan pertanyaan yang cerdas dan tidak cepat menyerah.5) Total perilaku manusia ibarat mobil. Konselor membantu konseli untuk menyatukan. menjelaskan. Evaluasi: Apakah hal itu yang paling Anda inginkan? Direction dan Doing Tanyakan kepada konseli apa yang ia lakukan selama ini dan apa tujuan umum mereka. perasaan dan penampakan fisiknya sebagai roda belakang. Wubbolding. Pertanyaan global berikut bertujuan membantu konseli meningkatkan pengetahuan mereka terkait pilihan hidup mereka. dan P = planning. Prosedur Konseling Kelompok Realitas Praktik konseling realitas berisi dua komponen utama: (1) lingkungan konseling. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. tugas pertama Konselor adalah menciptakan iklim yang aman bagi anggota kelompok sebagai dasar penggunaan konselng secara efektif. Dengan mendeskripsikan tujuan umum mereka. dan (2) prosedur spesifik yang mengarah pada perubahan tingkahlaku. Terkait lingkungan konseling. dan memprioritaskan elemen-elemen kebutuhan yang ada dalam gambaran dunia mental mereka. Perbuatan dan berpikirnya sebagai roda depan.” Untuk melakukan konseling secara sistematis. Sikap dan perilaku konselor juga menjadi bagian penting dalam menghantarkan perubahan yang positif. Kebutuhan dasarnya sebagai motornya. dimana setiap huruf merepresentasikan sekelompok kemampuan dan teknik untuk mendukung konseli agar memiliki kontrol yang lebih baik atas hidup mereka. Pertanyaan: Apakah yang Anda lakukan selama ini akan membawa pada keinginanmu? 139 . Glasser mengatakan bahwa “konseling untuk mengaitkan komponenkomponen kekuatan dalam diri konseli menjadi satu kekuatan untuk membantu konseli mengevaluasi hidup mereka dan berpindah ke arah perilaku baru yang lebih efektif. mendefinisikan. Pertanyaan: Apa yang Anda inginkan? Eksplorasi: Penjelasan tentang apa yang mereka harapkan atau mereka butuhkan. dalam Corey (2009) telah memformulakan komponen-komponen konseling ke dalam sistem WDEP. E = selfevaluation. selanjutnya berjuang untuk memenuhi kebutuhan mereka demi memuaskan hidup mereka sendiri dan masyarakat. konseli akan menjadi siap untuk mengevaluasi dan mengubah cara berpikir dan perilaku mereka saat ini. WDEP kependekan dari W = wants.

Rencana yang paling efektif adalah yang dibentuk bersama-sama dengan konseli. Ketika konseli bisa menjawab pertanyaan “Apakah rencana anda dengan strategi yang detail untuk berubah?” maka mereka telah mengambil kontrol dan tujuan yang lebih baik atas hidup mereka. mereka berkuasa atas jalan hidup mereka sendiri dengan mengirimkan energi positif bagi hidup mereka. Wubbolding melihat evaluasi diri sebagai dasar dari prosedur konseling. Glasser mendeskripsikan evaluasi diri sebagai inti dari konseling. serta keceriaan. Evaluasi dimaksukan untuk menghubungkan antara tingkahlakutingkahlaku saat ini dengan kebutuhan. intervensi Konselor kecil. kebebasan. Pertanyaan: Perilaku apa yang akan menyebabkan kesuksesan? Perilaku apa yang akan menyebabkan kegagalan? Perubahan apa yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan? Focus: Pada tahap ini. mudah diraih.Pengarahan: Menghadapkan konseli pada realitas dan konsekuensi dari perilakunya selama ini. sehingga jika tidak dilakukan akan terjadi kekacauan. bukan yang disarankan Konselor. Self-Evaluation Mintalah konseli untuk melakukan evaluasi diri yakni mengevaluasi apakah tingkahlakunya selama ini mengarah tujuan atau mampu memenuhi kebutuhannya. dapat diukur. Planning Mintalah konseli membuat rencana untuk memenuhi kebutuhan mereka secara lebih efektif. Fokus: Pembicaraan berfokus pada masa sekarang dan masa mendatang. membuat keputusan secara lebih baik. Karakter-karakter rencana yang berhasil adalah sederhana. 140 . sehingga semakin efektif semakin memuaskan kebutuhan akan ketahanan fisik. dan memiliki tujuan. Ketika konseli membuat recana dan mengikuti rencana itu. Pertanyaan : Rencana apa yang diprediksi mampu memenuhi kebutuhan Anda. cinta dan keterlibatan atau rasa memiliki. Konselor memfasilitasi pembentukan rencana dengan mengajarkan karakteristik rencana yang berhasil. gaya hidup yang lebih baik dan berkembang. pertumbuhan kepribadian. langsung. …? Fokus : Terbuatnya rencana tingkahlaku baru yang diharapkan benar-benar mampu memenuhi kebutuhan konseli. Tujuan dari konseling realitas adalah perubahan perilaku. serahkan konseli untuk menilai tingkahlakunya sendiri. kekuasaan dan prestasi.

konselor harus memiliki setidaknya hal berikut: sebuah kantor. modul bimbingan. Unsur-unsur sarana Bimbingan dan Konseling: (1) tempat kegiatan. Semuanya dimaksudkan untuk menfasilitasi tercapainya proses layanan Bimbingan dan Konseling yang bermutu. (4) perangkat elektronik (seperti komputer. buku hasil wawancara. buku kasus. ruangan itu hendaklah nyaman yang menyebaBimbingan dan Konselingan para pelaksana Bimbingan dan Konseling betah bekerja. (1) Alat pengumpul data. alat-alat mekanis. serta segi lain di ruangan tersebut dapat dilaksanakan layanan dan kegiatan bimbingan lainnya sesuai dengan asas-asas dan kode etik Bimbingan dan Konseling. pedoman wawancara. angket. dan berbagai data serta informasi lainnya. tes/inventori minat. Ruangan tersebut hendaknya juga mampu memuat berbagai penampilan.PENGELOLAAN SARANA DAN ANGGARAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING Pengelolaan Sarana Semua sarana harus mudah diakses untuk mendukung program Bimbingan dan Konseling. dan format surat referal. akses mudah menuju fasilitas untuk melakukan konseling dan bimbingan kelompok kecil/kelompok besar atau klasikal. dan tes prestasi belajar. buku harian. Sarana yang diperlukan untuk penunjang layanan Bimbingan dan Konseling adalah sebagai berikut. 141 . Alat pengumpul data yang berupa non-tes yaitu: pedoman observasi. Bahan harus relevan dengan program. pedoman wawancara. seperti : angket siswa dan orang tua. tes bakat sekolah. dan sosiometri. format satuan layanan. dibangun dengan pertimbangan hak privasi dan kerahasiaan siswa. skala penilaian. dan jumlah yang cukup untuk digunakan. yang layak bagi masyarakat. leger Bimbingan dan Konseling. dan buku realisasi kegiatan Bimbingan dan Konseling. pedoman observasi. Konselor harus memiliki file terkunci dan hubungan telepon tersendiri. Semua fasilitas harus mudah diakses dan memadai untuk pelaksanaan program bimbingan. catatan anekdot. biografi dan autobiografi. buku program semesteran. format konseling. dan sebagainya. atau buku materi layanan bimbingan. ruang tenaga administrasi. Kenyamanan itu merupakan modal utama bagi kesuksesan pelayanan yang terselenggara. daftar cek. buku program tahunan. ruang layanan konseling dan bimbingan kelompok. dan ruang penyimpanan. Ruangan hendaknya sedemikian rupa sehingga di satu segi para siswa yang berkunjung ke ruangan tersebut merasa senang. lengkap dan kedap suara. Di dalam ruangan itu hendaknya juga dapat disimpan segenap perangkat instrumen Bimbingan dan Konseling. buku informasi tentang studi lanjutan atau kursus-kursus. laporan kegiatan layanan. data kehadiran siswa. informasi tentang kegiatan ekstra kurikuler. yang meliputi ruang kerja Konselor. seperti penampilan informasi pendidikan dan jabatan. ruang yang memadai untuk mengorganisir dan menampilkan bahan bimbingan. ruang tunggu tamu. Alat pengumpul data berupa tes yaitu: tes inteligensi. baik tes maupun non-tes. dan (5) filing kabinet (tempat penyimpanan dokumentasi dan data siswa). Yang tidak kalah penting ialah. dan ruang perpustakaan. khususnya. tes bakat khusus. (3) Buku-buku panduan. (2) instrumen dan kelengkapan administrasi. himpunan data siswa. dan tape recorder). tes/inventori kepribadian. aman dan nyaman.

blanko konferensi kasus. ditemukan seorang siswa yang membutuhkan bantuan fihak lain. LATIHAN 1. Alat penyimpan data itu dapat berbentuk kartu. kartu konsultasi. Mengingat banyak sekali aspek-aspek data siswa yang perlu dan harus dicatat. kartu kasus. khususnya dalam bentuk himpunan data. Penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa tidaklah mungkin siswa dapat berprestasi tinggi karena ada pekerjaan di 142 . maka perlu disediakan map pribadi. Anggaran ini harus masuk ke dalam Anggaran dan Belanja Sekolah. Bentuk kartu ini dibuat sedemikian rupa dengan ukuran-ukuran serta warna tertentu. siswa terlibat penggunaan narkoba dikirm ke dokter. Latihan Kegiatan Kolaborasi Berlatihlah untuk bekerja secara kolaboratif dengan guru mata pelajaran. Bekerjasama dengan guru matematika untuk kemampuan regulasi diri dalam belajar matematika.(2) Alat penyimpan data. sehingga mudah untuk disimpan dalam filling cabinet. Latihan Referal Di sekolah saudara. 3. D. buku pribadi dan map. seperti alat tulis menulis. Latihan Konsultasi Seorang siswa mempunyai potensi akademik yang tinggi. dan agenda surat. Untuk menyimpan berbagai keterangan. paket bimbingan. alat bantu bimbingan Perlengkapan administrasi. b. informasi atau pun data untuk masing-masing siswa. mengembangkan Bekerjasama dengan guru bahasa Indonesia untuk mengembangkan kemampuan komunikasi siswa Bersama guru. (3) Kelengkapan penunjang teknis. Pilih dari antara bentuk-bentuk kegiatan berikut: a. ada siswa yang mengalami hambatan belajar dikirim ke guru bidang studi. Perlu dirancang dengan cermat berapa anggaran yang diperlukan untuk mendukung implementasi program. karena persoalan yang dhadapi siswa di luar batas kewenangan Saudara. Pengelolaan Anggaran Perencanaan anggaran merupakan komponen penting dari manajemen Bimbingan dan Konseling. blanko surat. format rencana satuan layanan dan kegiatan pendukung serta blanko laporan kegiatan. susunlah RPP materi tertentu dan diantara susunan RPP tersebut sebutkan efek samping dari pengembangan pribadi siswa yang merupakan kerja dari guru bimbingan dan konseling atau konselor. namun prestasi belajarnya selalu rendah. maka diperlukan adanya suatu alat yang dapat menghimpun data secara keseluruhan yaitu buku pribadi. seperti data informasi. dan sebagainya. 2. Misalnya.

1) Isi scenario hanyalah cerita singkat dari setiap tahap konseling. − cara Saudara dalam menemukan pikiran-pikiran irrasional (Bir) yang merupakan persepsi mereka terhadap A. Disini harus jelas teknik konseling apa yang akan Saudara gunakan untuk Disputing (D). Latihan Konseling Individual Latihan konseling individual terdiri atas dua tugas yaitu menyusun scenario konseling individual dan praktik konseling individual. − cara Saudara mengidentifikasi perasaan dan perilaku negative akibat masalah (C) dan menemukan kejadian-kejadian yang menimbulkan masalah (A). perubahan harus dilakukan melalui perubahan peran orangtua terhadap anaknya. serta menutup pertemuan konseling. Latihan Bimbingan Kelompok Susunlah RPBK dengan mengambil topik bimbingan pribadi social. susunlah scenario. Sebenarnya pekerjaan ini tidaklah prinsip. dan karier di materi di atas. a) Ikuti 9 tahap konsultasi untuk membantu siswa tersebut. Cara ini ditempuh agar fasilitator dapat membantu Saudara membenahi bagianbagian yang masih belum tuntas Saudara pelajari. 4. dengan tulisan yang mudah terbaca. Isi scenario dengan catatan sebagai berikut. 3) Isi scenario konseling REB Dalam scenario konseling REB saudara harus menjelaskan bagaimana − cara Saudara membangun/membina hubungan baik. atau menerapkan teknik-teknik konseling. dan − cara Saudara untuk memberikan tugas. 5. Untuk itu. melakukan komitmen. belajar.rumah yang menyita waktunya. 4) Isi scenario konseling SFBT bagaimana Saudara memberdayakan 143 . 2) Scenario ditulis paling banyak 2 halaman. − cara Saudara mengajak konseli menguasai Pemahaman Kognisi. c) Skenario konseling Untuk persiapan kegiatan praktikum konseling. b) Praktikkan dalam kelompok orangtua bagi belajar anaknya. tetapi terpaksa dilakukan anak. − cara Saudara melihat bagaimana konseli menata emosinya dan bagaimana cara mengembangkan tingkahlaku baru yang lebih rasional. Praktikkan dalam bentuk bimbingan kelompok atau bimbingan klasikal dan dilakukan pengamatan serta refleksi pasca praktik. bukan percakapan konselor dan konseli (verbatim).

− Konseling kelompok behavioral Dalam scenario konseling behavioral saudara harus menjelaskan bagaimana … − cara saudara dalam membangun/membina hubungan baik. − Cara konselor mengidentifikasi perilaku konseli dalam memenuhi kebutuhannya (Direction/Doing). − cara Saudara mengidentifkasi perubahan-perubahan prakonseling. − cara Saudara menformulasikan tugas sesi pertama. − cara Saudara memberikan balikan kepada konseli. 6.− cara Saudara membangun/membina hubungan kolaboratif. Catatan setiap pendekatan konseling yang dipilih. − cara saudara mengajak konseli merumuskan tujuan konseling (goal setting). − cara Saudara melakukan terminasi. Latihan Konseling Kelompok Latihan konseling kelompok dibagi menjadi dua bagian yaitu menyusun scenario konseling kelompok dan mempraktikan secara simulatif. dan − cara saudara melakukan evaluasi dan terminasi. − Tuliskan secara ringkas bagaimana langkah-langkah konseling dilakukan untuk mengatasi masalah yang Saudara pilih. − Cara konselor mengajak konseli melakukan pertimbangan nilai 144 . − cara Saudara menggunakan pertanyaan pengecualian. keinginan. melalui melihat berbagai aspek tingkahlaku. merencana langkah-langkah aplikasi teknik konseling. kebutuhan konseli (Want). − cara Saudara menggunakan pertanyaan penskalaan. d) Praktikum konseling individual Praktikkan scenario Saudara dan lakukan pengamatan serta refleksi atas latihan. − Cara konselor mengidentifikasi perilaku kekinian. − Konseling kelompok realitas Dalam scenario konseling Realita Saudara harus jelas bagaimana … − Cara membentuk/membina hubungan penuh cinta dan pengharapan. − cara Saudara menggunakan pertanyaan ajaib. − cara saudara menerapkan teknik konseling (techniques implementation): menfokuskan tingkahlaku yang hendak diubah. − cara saudara dalam menelaah tingkahlaku faulty learning (assesment). dan susunlah skenario konselingnya. a) Skenario Konseling Kelompok − Pilih salah satu pendekatan konseling kelompok yang kita pelajari dalam bimtek ini.

PENGANTAR Keberhasilan suatu kegiatan atau program yang telah dilaksanakan akan tampak pada hasil yang ditunjukkan berupa pencapaian terhadap tujuan yang telah ditetapkan. Kemudian. mengenali dan kemudian menganalisis kelemahan-kelemahan tersebut untuk dilakukan perbaikan dalam proses berikutnya. lakukan pengamatan dan diskusikan hasilnya. BAB IV EVALUASI PROSES DAN HASIL PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. Praktikkan scenario yang telah Saudara tuliskan. dan − Cara konselor mengakhiri pertemuan konseling. Dalam praktik simulatif ini. karena hasil evaluasi dapat mendorong semua pihak untuk memberikan masukan dan merencanakan langkah-langkah perbaikan dan peningkatan bagi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. sebagai bagian dalam penyusunan dan pengembangan program bimbingan dan konseling. yang memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan evaluasi program adalah guru bimbingan dan konseling atau konselor itu sendiri. terutama pihak yang melaksanakan program tersebut. Melalui suatu tahapan kegiatan yang disebut dengan evaluasi. pelaksana suatu kegiatan dapat melihat. Demikian pula kekurangan atau kelemahan yang dimiliki akan dapat dilihat serta penyebab tujuan yang belum dapat diraih sepenuhnya. Oleh karena itu. − Cara konselor mengembangan perencanaan perilaku baru yang lebih memenuhi 3R’s (Planning). evaluasi menjadi tahapan yang sangat penting untuk dilaksanakan. − Cara konselor mengajak konseli melakukan Komitmen. 145 . b) Praktik Konseling Kelompok.(Evaluation). Dalam pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling. pihak lain yang dapat mengevaluasi adalah pihak atasan (pimpinan) pelaksana progran serta pihak yang menerima sasaran kegiatan. Evaluasi program sebenarnya memberikan informasi yang sangat berarti bagi kelanjutan pelaksanaan program berikutnya. Evaluasi suatu program lazimnya dilakukan oleh beberapa pihak.

dalam Bimbingan dan 146 . suatu program layananan bimbingan dan konseling perlu dikembangkan dan diperbaiki sehingga dapat dirancang dan direalisasikan sesuai dengan perkembangan kebutuhan peserta didik sebagai salah satu sasaran layanan. Sekalipun layanan evaluasi bukan merupakan layanan yang langsung kepada siswa. MATERI 1. Sesuai dengan perkembangan yang terjadi baik pada program sekolah secara kesuluruhan. namun pelaksanaan evaluasi akan memberikan dampak terhadap peningkatan layanan yang dibutuhkan oleh siswa. Menginformasikan hasil pelaksanaan evaluasi pelayanan bimbingan dan konseling kepada pihak terkait 4. peningkatan atau perubahan yang sesuai dengan dinamika pada aspek yang dikembangkan dalam suatu program. C. proses dan program bimbingan dan konseling 2. KOMPETENSI DAN INDIKATOR Kompetensi: Menilai proses dan hasil kegiatan bimbingan dan konseling Indikator: 1. Sehingga pada akhirnya siswa dapat merasakan dampak langsung dari pelaksanaan evaluasi baik itu berupa perkembangan. Pentingnya Evaluasi dan Model Evaluasi Konseling Evaluasi atau penilaian merupakan bagian penting dalam pengelolaan atau manajeman pelaksanaan bimbingan dan konseling. Menggunakan hasil pelaksanaan evaluasi untuk merevisi dan mengembang-kan program bimbingan dan konseling. Melakukan evaluasi hasil.B. perkembangan sosial dan tantangan yang terjadi dalam pendidikan maka program layanan bimbingan dan konseling tidak boleh statis atau dari itu ke itu. Demikian pula dilihat dari perkembangan program itu sendiri. Melakukan penyesuaian proses pelayanan bimbingan dan konseling 3.

Malcolm Provus (1973) memandang evaluasi sebagai proses manajemen informasi yang berkelanjutan. (6) Mengumpulkan data performansi. (2) Mengklasifikasikan tujuan umum dan tujuan khusus (goal and objective). Tahap-tahap evaluasi model berorientasi tujuan secara umum (1) Menentukan tujuan umum. model pendapat ahli.Evaluasi program dapat dilaksanakan dengan menggunakan beberapa model. Di dalam model berorientasi tujuan dikenali model utamanya yaitu model kesenjangan. dan (7) Membandingkan data performansi dengan tingkahlaku yang telah ditentukan dalam tujuan. (3) Menentukan tujuan dalam rumusan tingkahlaku nyata. setiap model dapat dipilih berdasarkan kepentingan dan kesesuaian dengan program yang sedang dilaksanakan. Dalam Bimtek ini. peserta akan dilatih untuk mampu mengevaluasi dengan satu model yang relatif mudah untuk dilakukan di lapangan yaitu model berorientasi yang dikembangkan oleh Ralph W Tyler. 3) 147 . Evaluasi merupakan proses yang mencakup 1) kesepakatan tentang standarstandar dan kriteria-kriteria tertentu (kata lain dari sasaran/ objective). (5) Mengembangkan atau memilih teknik-teknik pengukuran. Oleh karena orientasi program bimbingan dan konseling berdasarkan pada standar dan kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan. (4) Menemukan situasi dimana capaian target tersebut dapat ditunjukkan. model berorientasi manajemen. maka untuk mengukur keberhasilannya bisa membandingkan hasil yang dicapai dengan kriteria yang ditetapkan. sementara pada model berorientasi manajemen dikenali model CIPP. Ia memahami bahwa evaluasi sebagai sebuah proses yang cukup mudah menentukan tujuan-tujuan program mana yang telah tercapai dan mana yang belum dapat dicapai. model berdasar tujuan. 2) menentukan ada/tidak ada kesenjangan yang muncul antara performansi dan sejumlah aspek program dan perangkat standar untuk performansi tersebut. Posavac dan Carey (1992) menjelaskan beberapa model evaluasi yaitu model tradisional. model natural. Bentuk utama dari orientasi tujuan dikembangkan oleh Provus yang diberi nama model kesenjangan (descripancy model).

Jika diperlukan dapat ditambahkan tahap yang ke lima yaitu analisa biaya (pilihan. (3) Proses (hasil sementara). dan (4) Hasil. (2) Instalasi. Tahap kedua: instalasi. Menggunakan model kesenjangan ini hanya perlu menempuh empat tahap yaitu (1) Perencanaan. dan output (outcomes). Tahap keempat: hasil. Tahap ketiga: proses. 2. Evaluator menghasilkan perangkat tes (alat ukur) yang sesuai untuk mengidentifikasi sejumlah kesenjangan antara yang diharapkan dengan implementasi program yang aktual. Tahap pertama: Perencanaan Tahap perencanaan difokuskan pada menentukan tujuan. proses. 3. Penilaian memfokuskan pada pengumpulan data tentang laporan-laporan partisipan untuk menentukan apakah mereka menunjukkan perubahan tingkahlaku seperti yang diharapkan. Desain program dalam hal ini dijadikan sebagai standar untuk pelaksanaan penilaian program. proses atau aktivitas dan memaparkan sumber-sumber kekuatan yang diperlukan serta partisipan yang turut-serta dalam pelaksanaan dan menyelesaikan tujuan-tujuan. Provus menganggap bahwa program adalah sebuah sistem dinamik yang meliputi input (antecedents). untuk kemudian diputuskan apakah program tersebut diberlakukan ulang atau dihentikan.menggunakan informasi tentang kesenjangan dalam memutuskan untuk mengembangkan atau melanjutkan atau menghentikan program keseluruhan ataupun salah satu aspek dari program tersebut. 4. kalau diperlukan). Peninjauan dapat dilakukan terhadap program yang disinyalir banyak “siswa” yang mengalami kesulitan. 148 . 1.

Selain empat fase tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana memperkirakan biaya yang akan dikeluarkan dalam program tersebut. Materi yang diperoleh pada saat perkuliahan belum memberikan pengalaman praktis dalam evaluasi program. mudah dipahami. Provus menyarankan agar dilakukan proses problem solving oleh staf program atau konselor dan evaluator. Dalam bidang Bimbingan dan Konseling. Provus juga menambahkan fase kelima sebagai suatu pilihan. 3) tindakan korektif apa yang paling sesuai? Kekuatan dan daya tarik terbesar dari pendekatan yang berorientasi pada tujuan ke evaluasi adalah kesederhanaannya. antara lain: 1. tidakmemiliki dalam personil 149 . walaupun mengetahui bahwa evaluasi merupakan bagian penting dalam program pelayanan Bimbingan dan Konseling. Provus membedakan antara istilah terminal objective (immediate outcome) dengan ultimate objectives (longterm outcome). diikuti dan diterapkan. termasuk program Bimbingan dan Konseling di sekolah. yaitu berkaitan dengan analisis tentang biaya. Konselor seringkali tidak melakukan evaluasi. evaluasi terhadap program jarang dilakukan.Evaluasi dilakukan untuk menentukan apakah tujuan jangka pendek (terminal objectives) dari program tersebut telah dicapai. serta menghasilkan informasi bagi para pengambil kebijakan program untuk melakukan perbaikan yang berkait dengan misi yang akan dicapai. Yaitu. Kesulitan dalam melaksanakan evaluasi program Bimbingan dan Konseling Dalam banyak kasus. Banyak praktisi Bimbingan dan Konseling menyatakan merasa waktu untuk mengevalasi. 2. 2) tindakan korektif apa yang mungkin dapat dilakukan? dan. mengapa mereka tidak melakukan evaluasi. Proses ini untuk menjawab pertanyaan: 1) mengapa ada ketidaksesuaian ?. Apabila dalam pelaksanaannya terjadi ketidaksesuaian antara program dengan hasil. 2. Ada beberapa alasan yang diajukan guru bimbingan dan konseling atau Konselor. karena merasa kekurangan memberilakan layanan.

4. Tidak terbiasa mencatat dan mendokumentasikan layanan yang telah diberikan serta hasilnya.3. Kesulitan ini akan bertambah. diharapkan guru bimbingan dan konseling dapat memiliki pemahaman dan kemampuan untuk melaksanakan evaluasi program bimbingan dan konseling. Kesadaran untuk melakukan evaluasi bisa jadi belum dimiliki oleh semua guru bimbingan dan konseling. Sikap Yang Perlu Dimiliki Oleh Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Melaksanakan Evaluasi Program Pentingnya evaluasi terhadap program perlu diketahui dan disadari oleh guru bimbingan dan konseling sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas kerja seiring dengan tuntutan sebagai guru bimbingan dan konseling yang profesional. Guru bimbingan dan konseling merasa kesulitan untuk merumuskan kriteria keberhasilan layanan. Melihat pentingnya evaluasi terhadap layanan bimbingan dan konseling. 7. 3. sehingga merasa tidak ada tuntutan. karena standar keberhasilannya belum konkrit sehingga sulit untuk menemukan indikatornya. sehingga kondisi yang ada di sekolahnya menjadi bagian yang dievaluasi dan memberikan alasan yang kuat untuk berupaya melakukan peningkatan sehingga kinerja guru bimbingan dan konseling dapat menunjukkan akuntabilitasnya yang dipercaya oleh pimpinan. Program bimbingan dan konseling dipandang unik. dan kompleks sehingga sulit untuk diberikan penilaian. manakala pihak sekolah tidak menunjukkan kepedulian terhadap proses maupun hasil layanan bimbingan dan konseling. sehingga kesulitan dalam mengumpulkan data. Pihak pimpinan dipandang tidak meminta hasil evaluasi yang terprogram dan terencana. dengan berbagai alasan seperti diungkapkan dalam 150 . dan personil lainnya yang menjadi bagian dukungan sistem terhadap pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Kesulitan yang dihadapi guru bimbingan dan konseling seperti disebutkan di atas. Evaluasi terhadap hasil layanan bimbingan dan konseling hanya dilakukan apabila ada kepentingan sekolah dalam memenuhi program tertentu. memberikan alasan untuk tidak melakukan evaluasi yang semestinya dilakukan. guru mata pelajaran. 5. 6.

Ada beberapa istilah evaluasi yang bersifat aplikatif atau sering digunakan di kehidupan sehari- 151 . Menerima masukan dan kritikan dari pihak lain baik pimpinan. Uraian di atas diharapkan dapat menjawab alasan para konselor yang tidak melakukan asesmen dan evaluasi atas program dan pelayanannya. baik terhadap kondisi-kondisi yang memungkinkan terlaksananya program. c. e. proses yang terjadi serta hasil atau produk yang diperoleh. personil lain di sekolah serta pihak orang tua maupun siswa. b. Kesiapan untuk melaksanakan evaluasi hendaknya disadari sebagai suatu tahap atau kegiatan dalam penyusunan program bimbingan dan konseling seperti halnya dalam penyusunan program apapun pada umumnya. kolega (guru mata pelajaran). Selain itu guru bimbingan dan konseling perlu memiliki sikap yang positif tentang perlunya evaluasi terhadap aktivitas dan layanan bimbingan dan konseling yang telah diberikannya. Memaknai kekurangan sebagai bagian dari proses untuk mengembangkan diri. Membuka pikiran untuk belajar dari kegagalan yang dialami f. Sikap yang dimaksud antara lain : a. Menyediakan diri untuk berdialog dengan pihak-pihak yang memberikan penilaian Sikap terbuka akan masukan dan menerima kekurangan serta keinginan untuk meningkatkan berkelanjutan diri merupakan dapat kunci pembuka untuk melakukan evaluasi program sehingga mengantarkan bagi pengembangan selanjutnya dan kesempatan mengembangkan diri bagi guru bimbingan dan konseling (konselor). Berusaha untuk memaknai masukan sebagai kesempatan meningkatkan diri g.kesulitan melakukan evaluasi. d. Berbicara tentang asesmen tidak dapat dilepaskan dengan istilah evaluasi. Memiliki keinginan dan kebutuhan untuk mengetahui kekurangan atau kelemahan sebagai bahan untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik. Membandingkan apa yang sudah dilakukan dengan hasil yang diperoleh h. Memahami bahwa dalam pelaksanaan suatu program dimungkinkan akan ada kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan belum tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.

mengumpulkan informasi yang relevan dengan pelayanan bimbingan dan konseling. sedangkan evaluasi sumatif berfungsi sebagai dasar keputusan tentang proses melaksanakan program.hari. dan ketiga. Kedua. seperti dari perguruan tinggi. 4. Langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan standar kualitas dan tingkat relativitas dari standar layanan Bimbingan dan Konseling yakni standar kemandirian peserta didik yang menjadi pengarusutamaan seluruh hasil pelayanan bimbingan dan konseling. mendorong dialog yang bermanfaat dan memberikan wawasan terhadap kesempurnaan program dan hasil pelayanan bimbingan dan konseling. utilitas dan efektifitasnya. Tujuan dasar evaluasi adalah menyampaikan keputusan tentang nilai dari objek yang dievaluasi. sedangkan evaluator eksternal dapat memberikan kredibilitas yang lebih tinggi dalam evaluasi dan membawa perspektif segar terhadap evaluasi. Keduanya memiliki arti penting. Pihak-pihak yang dilibatkan untuk mengevalusi dalam hal ini evaluator mempunyai banyak peran termasuk sebagai ahli. berarti mengarahkan 152 . artinya bisa dari lingkung sekolah atau dari lingkung di luar sekolah.. Berdasarkan pengertian etis. Berdasarkan kajian definisi aplikatif itu akhirnya dapat disimpulkan bahwa evaluasi mengandung keputusan substansial tentang kebermanfaatan atau keuntungan dari sesuatu. fasilitator. misalnya evaluator internal lebih mengetahui lingkungan organisasional sekolah. Tujuan lainnya adalah memberikan informasi sebagai dasar perbaikan program. Evaluator dapat diambil secara internal dan eksternal organisasi. kolaborator. evaluasi penting dalam kegunaannya sebagai alat kunci dalam melayani secara adil. Evaluasi formatif dirancang untuk perbaikan program dan kinerja orang-orang yang terkait program. kualitas. dapat memfasilitasi komunikasi dan penggunaan hasil evaluasi. pengambil keputusan dan sebagai kritikus. Evaluasi bisa berbentuk sumatif atau formatif. Dalam konteks pengertian pelayanan pendidikan di sekolah termasuk bimbingan dan konseling. mengaplikasikan standar untuk menentukan nilai. melanjutkan program atau melakukan ekspansi program. perencana. Tujuan Evaluasi Evaluasi digunakan sebagai metode untuk penelitian dan pengambilan keputusan.

Bagaimana pengelolaan program? b. Bagaimana program bimbingan dilaksanakan? c. seperti: a. dan dampak dari program dan layanan (Boulmetis &Dutwin. sehingga akuntabilitasnya dapat dipertanggung jawabkan bimbingan dan konseling. Menurut konteks pengertian pribadi. Evaluasi dapat dilakukan pada skala yang lebih kecil. efektivitas. Sedangkan dalam pengertian intelektualnya berarti memperbaiki konsep-konsep pemikiran sistem pendidikan yang mutakhir. Salah satu alasan bahwa evaluasi program dipandang sebagai alat berharga bagi Konselor karena evaluasi dapat dianggap sebagai suatu jenis penelitian tindakan yang dimaksudkan untuk memantau dan meningkatkan program atau layanan bimbingan dan konseling yang diselengarakan. dapat direncanakan dan diimplementasikan oleh para praktisi bimbingan dan konseling. Bagaimana program konseling dilaksanakan? d. 5. Bagaimana koordinasi dilakukan dengan pihak lain? 153 . evaluasi penting untuk memberikan dasar bagi penghargaan diri konselor.usaha pendidikan yang paling dibutuhkan saat ini dan yang akan datang. serta dapat digunakan untuk mengkomunikan dampak program dan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap pencapaian prestasi siswa dalam bidang akademik/belajar. Ada beberapa pertanyaan kunci evaluasi program bimbingan dan konseling yang dapat membantu konselor. Bagaimana konsultasi oleh guru bimbingan dan konseling? e. Objek Utama Evaluasi Bimbingan dan Konseling Sebuah pertanyaan yang tidak mudah dijawab adalah “Bagaimana Konselor menunjukkan bukti bahwa program bimbingan dan konseling telah memberikan perubahan di sekolah?” evaluasi program adalah salah satu proses yang dapat digunakanuntuk membantuKonselorsekolahdalam memberikan bukti ini. pribadi dan sosial serta karir juga variabel penting lainnya. terutama pengarusutamaan (mainstraim) perkembangan kemandirian siswa. Evaluasi program merupakan penelitian terapan. 2000). didefinisikan sebagai proses sistematis dalam mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang efisiensi.

6. Bagaimana standar professional guru bimbingan dan konseling? Evaluasi kinerja guru bimbingan dan konseling menjadi bagian penting dari evaluasi program bimbingan dan konseling komprehensif. maka kemungkinan memiliki program bimbingan dan konseling yang efektif akan meningkat. guru bimbingan dan konseling atau konselor harus memiliki karakteristik kepribadian sebagai berikut: hangat dan penuh pemahaman. Personel sebuah program harus melakukan pekerjaan program. 154 . evaluasi program. Kedua. Konselor harus memiliki kemampuan komunikasi yang efektif dengan orang lain dari semua level dan latarbelakang suku yang berbeda. dan masyarakat. dan program tersebut harus berfungsi penuh untuk mencapai hasil yang diinginkan. pribadi. menampilkan sikap penerimaan dan optimis terhadap potensi siswa dan percaya bahwa siswa dapat berubah ke arah yang positif.f. menggambarkan cara konselor disupervisi dan dievaluasi. Bagaimana penilaian kebutuhan (need assessment) dilakukan? g. ketiga adalah evaluasi hasil. Tiga jenis evaluasi diperlukan konselor untuk menunjukkan bahwa pekerjaan mereka dalam kerangka program bimbingan dan konseling komprehensif serta memberikan kontribusi untuk keberhasilan siswa secara keseluruhan. review terhadap status program kaitannya dengan standar program yang ditetapkan untuk memastikan sejauh mana program dilaksanakan. soaial dan karir. Konselor semakin dituntut untuk menunjukkan bahwa pekerjaan mereka memberikan kontribusi atas keberhasilan siswa. Bagaimana sikap professional guru bimbingan dan konseling? h. Ketika seorang guru bimbingan dan konseling memiliki komptensi yang dijelaskan diatas. Evaluasi personil ditambah evaluasi program sama dengan evaluasi hasil. Pertama. Evaluasi Kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor Agar kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor efektif. sekolah. baik dibidang akademik. bagaimana mereka berhubungan dan berinteraksi satu sama lain akan menjadi lebih penting lagi. Terakhir. Setiap jenis evaluasi itu penting. evaluasi personil. dan berkomitmen terhadap perubahan dan perkembangan diri. berfokus pada dampak kegiatan dan pelayanan bimbingan dan konseling bagi siswa.

mengimplementasikan. b. Bidang Bimbingan. c. mengevaluasi dan mengadvokasi program bimbingan perkembangan komprehensif termasuk 4 komponen berikut (1) kurikulum bimbingan (layanan dasar). Bidang Konseling. termasuk hubungan interpersonal yang baik dengan staf. administrasi yang mendukung terhadap program bimbingan dan konseling. Guru bimbingan dan konseling menggunakan kompetensi managemen program dalam komponen dukungan sistem pada program bimbingan dan konseling komprehensif. Bidang manajemen (pengelolaan) program. berfokus pada pribadi. dana yang memadai dan materi bimbingan.Dalam rangka mengimplementasikan program dengan efektivitas yang optimal. Guru bimbingan dan konseling yang bekerja dalam lingkungan yang positif akan memiliki kebebasan untuk membuat kontribusi yang unik terhadap program pendidikan dan terhadap pertumbuhan dan perkembangan siswa. konseling adalah intervensi yang diberikan kepada dasar dan perncanaan individual dalam program bimbingan dan konseling seluruh siswa yang membutuhkannnya. Konselor secara proaktif membantu siswa untuk mengembangkan dan mengaplikasikan keterampilan untuk pencapaian pendidikan karir. atau pada masalah yang mengganggu perkembangan akademis. sumber daya fisik. Konselor menggunakan bimbingan untuk layanan menyediakan aktivitas pengembangan yang tepat melalui bidang komprehensif. (3) perencanaan individual (4) dukungan sistem. pribadi. Delapan bidang berikut merupakan tanggungjawab seorang guru bimbingan dan konseling profesional. karir. konselor merencanakan. dan pertumbuhan sosial selama sekolah dan setelahnya. a. dan aktivitas dalam rangka memenuhi kebutuhan. (2) layanan responsif. pribadi dan 155 . Konselor berkolaborasi dengan yang lainnya untuk menentukan keseimbangan diantara empat komponen tersebut untuk memenuhi kebutuhan siswa dan komunitas sekolah. Managemen program menuntut personel yang terorganisir. dalam memberikan bimbingan. guru bimbingan dan konseling harus berada dalam lingkungan kerja yang postif. prioritas dan objektivitas dalam rangka menjaga kontribusi program bimbingan dan konseling terhadap program pendidikan secara keseluruhan.

Guru bimbingan dan konseling menggunakan kompetensi konselingnya dalam komponen layanan responsif pada program bimbingan dan konseling komprehensif. kriteria. perencanaan individual. Bidang Koordinasi. Guru bimbingan dan konseling yang profesional menggunakan standar yang profesional dalam semua komponen proram bimbingan dan konseling komprehensif. f. Bidang konsultasi. Bidang Asesmen. Konselor menginterpretasi hasil tes dan data lainnya tentang siswa dalam mengambil keputusan. Deskripsi Standar managemen program: Standar 1 : merancang program bimbingan dan konseling komprehensif yang seimbang yang termasuk layanan dasar. Pengembangan Standar Dan Kreteria Keberhasilan Seperti apa standar. mengkoordinasikan personel dan sumberdaya yang ada di rumah. layanan responsif. dan deskriptor kinerja konselor dalam program bimbingan dan konseling komprehensif? Untuk menggambarkan. mengadvokasi siswa dan merupakan ahli profesional dalam membantu staf. Bidang profesional menerima tanggung jawab untuk selalu mengembangkan profesionalitasnya melalui usaha yang berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensinya. Konselor berfungsi sebagai konsultan.sosial. Guru bimbingan dan konseling yang g. orang tua dan komunitas sekolah lainnya dalam memahami perilaku individu dan hubungan diantara manusia. karir. petugas administrasi. pribadi dan sosial. d. dan dukungan sistem 156 . Bidang Standar Profesional. dan beberapa deskripsi berdasarkan pedoman evaluasi kinerja konselor. Konselor mengumpulkan informasi yang relevan dari komunitas sekolah terkait dengan perkembangan dan kebutuhan siswa e. berikut ini adalah dua contoh standar. Konselor sebagai koordinator. h. dan komunitas untuk mendukung optimalisasi perkembangan siswa dalam bidang akademik. kriteria. 7. Perilaku profesional. sekolah.

Membuat tujuan program 4. Deskripsi Bidang Bimbingan Standar 1 Standar 2 Standar 3 : Merencanakan kelompok materi yang terstruktur : Memberikan kelompok materi yang efektif dan diberikan pada layanan dasar : Melibatkan siswa. sekolah dan komunitas sekolah 3. orang tua. memonitor dan mengelola perkembangan akademis siswa. Merancang prioritas program bimbingan 2. siswa. Standar 7 : Mengadvokasi program Bimbingan dan Konseling komprehensif. guru.Deskripsi : 1. orang tua dan yang lainnya untuk mempromosikan implementasi bimbingan klasikal. Standar 4 : Membimbing siswa secara individu dan kelompok beserta orang tua dalam merencanakan. Berkolaborasi dengan komponen sekolah lainnya 5. masyarakat danlain-lain. terstruktur yang 157 . Standar 2 Standar 3 Standar 4 Standar 5 : Implementasi program : Evaluasi dan pengembangan berkelanjutan : Pengembangan area kontent program : pengelolaan personel dan sumber daya Standar 6 : Kolaborasi guru bimbingan dan konseling dengan personel sekolah. Penilaian terhadap kebutuhan siswa. Mendapatkan dukungan dana bagi pelaksanaan program.

Deskripsi bidang konseling Standar 1 : Menggunakan teori yang dapat diterima dan tekhnik yang efektif untuk membantu perkembangan individu. pribadi dan sosial. Standar 7 : Menggunakan teori dan teknik yang efektif untuk mempromosikan perkembangan siswa dalam bidang karir. pencegahan. remedial. Standar 2 : Berkonsultasi dengan personel sekolah. orang tua dan komunitas sekolah lainnya untuk membantu memahami perkembangan siswa. personel sekolah. Deskripsi Bidang Konsultasi Standar 1 : Berkonsultasi dengan orang tua. atau konseling krisis. dan komunitas sekolah lainnya dalam rangka membantu meningkatkan efektifitas pendidikan siswa. lingkungan sekolah dan hubungan antara manusia. pencegahan. akademis. 158 . memonitor dan mengelola perkembangan karir siswa Standar 6 : Membimbing siswa secara individu dan kelompok beserta orang tua dalam merencanakan. perilaku individual.Standar 5 : Membimbing siswa secara individu dan kelompok beserta orang tua dalam merencanakan. memonitor dan mengelola perkembangan pribadi sosial siswa. Standar 3 : kolaborasi dalam mengadvokasi individu siswa dan kelompok siswa tertentu. remedial atau konseling krisis Standar 2 : Menggunakan teori yang dapat diterima dan tekhnik yang efektif untuk membantu perkembangan kelompok.

Deskripsi Bidang Koordinasi Standar 1 : Mengkoordinir orang dan sumber lainnya di sekolah. 159 . Standar 2 : Mengadvokasi lingkungan sekolah yang memberikan pemahaman dan penghormatan terhadap perbedaan. Bidang Standar Profesional Standar 1 Standar 2 : Mendukung standar yang legal termasuk kebijakan sekolah : Mendukung standar. legal dan etis dalam melakukan penilaian (assessment) Standar 2 Standar 3 : Menginterpretasi hasil tes : Memberikan pemahaman mengenai hasil tes dan data penilaian lainnya kepada personel sekolah dan orang tua. Bidang tindakan Profesional Standar 1 : Menunjukan profesionalisme. dan anggota komunitas sekolah. Standar 2 : Menggunakan proses yang efektif ketika mereferal siswa. rumah dan komunitas lainnya untuk mendukung kesuksesan siswa. personel sekolah. guru. Deskripsi Bidang penilaian siswa (assessment) Standar 1 : Menggunakan standar yang profesional. dan prosedur di sekolah.2. termasuk komitmen untuk mengembangkan profesionalitas. Standar 3 : Menjaga hubungan yang profesional diantara petugas administrasi. aturan.

Kriteria. … dst … Konselor profesional: 1. komunikasi dan hubungan interpersonal yang profesional.1 Standar. kriteria. Konselor profesional mendorong keterlibatan staf sekolah untuk memastikan pelaksanaan pelayanan dasar efektif KRITERIA Konselor profesional mengajarkan unit bimbingan secaraefektif.Standar 3 : Berkomitmen terhadap standar profesional terbaru dalam hal kompetensi dan praktek. dan deskriptor kinerja Konselor dalam program Bimbingan dan Konseling komprehensif? Untuk menggambarkan. (catatan: standar ini untuk program bimbingan kelas/kelompok). dan Deskriptor Kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor STANDAR Konselor profesional menerapkan Komponen Kurikulum Bimbingan (Layanan Dasar) melalui penggunaan keterampilan pembelajaran yang efektif dan perencanaan sesi kelompok terstruktur yang cermat untuk semua siswa. bekerja sama dengan atau membantu guru dalam mengembangkan unit pengajaran dan/atau bimbingan secara efektif. 2. 160 . 1. 3.  Pengembangan Standar Dan Kreteria Keberhasilan Seperti apa standar. menggunakan strategi pembelajaran yang efektif. Tabel 4. mengatur unit bimbingan yang harus dikuasai siswa berdasarkanpada kebutuhan siswa. DESKRIPTOR Konselor profesional: 1. kriteria. dan beberapa deskripsi berdasarkan pedoman evaluasi kinerja Konselor. Standar 4 Standar 5 Standar 6 : Mengikuti standar etik organisasi profesi : Menunjukan kinerja yang profesional dan bertanggungjawab : Menggunakan keterampilan menulis. berikut ini adalah dua contoh standar. menetapkan suatu lingkungan belajar yang kondusif bagisiswa melalui penggunaan manajemen kelas yang efektif.

Sementara evaluasi sumatif dari proses evaluasi kinerja konselor ada pada akhir 8. 3. Penilaian dibuat tentang status program dengan menggunakan standar evaluasi program dan kriteria yang bersumber langsung dari bahasa kerangka program 161 . sosial. akademik. sosial. dan deskriptor harus ditemukan dalam dokumen pedoman evaluasi formatif dan sumatif. kriteria. menyediakan pelatihan in-service bagi guru mata pelajaran yang berhubungan dengan bimbingan dan metode pembelajaran dan bimbingan. Pengembangan profesional berkelanjutan dan prosedur supervisi menggunakan standar. sosial. … dst … Untuk mengukur pencapaian kriteria konseling individual digunakan skala 5: 1 2 3 4 5 Implementasi Siswa memiliki akses untuk memperoleh layanan responsif yang membantu mereka dalam menangani isu-isu dan masalah yang dapat mempengaruhi perkembangan pribadi. belajar. Evaluasi Proses dan Hasil Pelayanan Bimbingan dan Konseling Evaluasi program adalah prosedur yang digunakan untuk menentukan sejauh mana program bimbingan dan konseling komprehensif berfungsi sepenuhnya. Layanan konseling individu tersedia untuk semua siswa yang mungkin mengalami masalah yang mengganggu perkembangan pribadi. atas merupakan bagian dari evaluasi formatif.STANDAR KRITERIA DESKRIPTOR 2. Konseling kelompok kecil tersedia untuk semua siswa yang mungkin mengalami masalah yang mempengaruhiperkembangan pribadi. belajar. dan deskripsi di program bimbingan dan konseling. berfungsi sebagai resources tentang bahan yang memadai untuk unit-unit bimbingan yang diajarkan. Implementasi Implementasi Awal Parsial Penuh Untuk mengukur pencapaian kriteria konseling kelompok kecil digunakan skala 5: 1 2 3 4 5 Implementasi Implementasi Awal Parsial Implementasi Penuh Evaluasi konselor dengan menggunakan standar. 4. dan karier mereka. kriteria. dan karier mereka. dan karir.

2006). akademik. Kadang-kadang pedoman skoring disediakan sehingga mampu menjelaskan apa yang harus evaluator perhatikan dalam setiap titik skala. selanjutnya skala dibuat untuk setiap kriteria yang dapat berkisar dari 5 sampai 6 atau 7 poin. sosial. berikut ini adalah contoh standar dengan beberapa contoh kriteria. dan karir mereka. Apakah evaluasi 162 . Standar 2: Siswa memiliki akses untuk memperoleh layanan responsif yang membantu mereka dalam mengatasi masalah dan kecemasan yang dapat mempengaruhi perkembangan pribadi. dikembangkan skala7 poinsebagai berikut: 1 Mulai Dilaksanakan 2 3 4 5 6 7 Sebagian Dilaksanakan Sepenuhnya Dilaksanakan Kapan dan seberapa sering kita harus melakukan evaluasi program bergantung pada tujuanyang ingin dicapai. Kita dapat menggunakan evaluasi program untuk menentukan apakah program Bimbingan dan Konseling sekolah kita telah memenuhi standar dan kriteria sebagaimana telah ditetapkan. Untukmenilaisejauh manasetiap kriteriadi atas dicapai. Kriteria 1: Layanan konseling individu tersedia untuk semua siswa yang mungkin mengalami masalah yang mengganggu perkembangan yang sehat mereka. Sebuah panduan skoring juga dapat mencakup contohcontoh bukti yang evaluator harapkan temukan bersama dengan dokumentasi yang diperlukan untuk menunjukkan sejauh mana standar dan kriteria telah dipenuhi. Seperti apa standar evaluasi program teresebut? Untuk menggambarkan. Kecukupan standar dan kriteria evaluasi program diperlukan untuk memastikan bahwa panduan program bimbingan dan konseling komprehensif lengkap dan sepenuhnya diwakili oleh standar dan kriteria tersebut.bimbingan dan konseling komprehensif (Gysbers & Henderson. Kriteria 1: Konseling kelompok kecil tersedia untuk semua siswa yang mungkin mengalami masalah yang mengganggu perkembangan kesehatan mereka. Setelah standar dan kriteria dipilih yang sepenuhnya mewakili program bimbingan dan konseling komprehensif.

Hasil yang diharapkan harus sudah dibahas dalam rencana kegiatan bimbingan dan konseling untuk melakukan perbaikan pernyataan misi dan/atau rencana strategis bimbingan dan konseling. Sebuah rencana evaluasi 163 . Hasil evaluasi program menunjukkan di mana kemajuan telah dibuat atau aspek apakah yang kurang menunjukkan kemajuan dari keseluruhan program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling komprehensif. terutama pada prestasi akademik mereka? Hasil yang biasanya dibahas dalam evaluasi hasil meliputi tingkat kehadiran di kelas. Disarankan bahwa konselor mengembangkan dan melaksanakan rencana evaluasi berbasis hasil sebagai bagian dari pelaksanaan keseluruhan bimbingan dan konseling komprehensif mereka. bagaimana data akan dikumpulkan dan dianalisis. perilaku disiplin. kemampuan siswa dalam mengambil keputusan. nilai tes prestasi belajar. dan jenis laporan yang bagaimana yang akan disiapkan dan kepada siapa akan disajikan. Perubahan positif dalam hal-hal di atas diantisipasi sebagai hasil dari partisipasi siswa dalam program bimbingan dan konseling komprehensif. seharusnya dilakukan evaluasi. akan mampu melihat apakah program yang telah ditetapkan mampu dilaksanakan dengan baik. Evaluasi Hasil Evaluasi hasil merupakan prosedur yang digunakan untuk menjawab pertanyaan “Apa dampak program bimbingan dan konseling komprehensif (kegiatan dan layanan) terhadap keberhasilan dan kemandirian siswa. Sebuah rencana evaluasi hasil dapat difokuskan pada bimbingan khusus dan kegiatan konseling atau layanan yang dipilih sehingga hasil yang spesifik dapat diidentifikasi dalam rencana perbaikan komprehensif atas segala layanan bimbingan dan konseling. Terhadap setiap pelayanan yang kita gelar. Dokumen-dokumen ini berisi hasil yang direncanakan untuk mencapai. maka rencana perlu menyertakan hasil spesifik yang diinginkan. nilai rata-rata.program dilakukan tahunan atau berkala. dan perilaku siswa di kelas/sekolah. Jika pendekatan ini yang dipilih. bagaimana kegiatan atau layanan akan diberikan dan diberikan oleh siapa. bagaimana desain evaluasi yang akan digunakan. kegiatan atau layanan yang akan digunakan untuk mencapai hasil yang diinginkan.

5. Tingkat kelas. dan minat serta kepribadian siswa. Pendidikan khusus yang pernah diterima. Program ini memungkinkan kita untuk memasukkan data hasil dan melakukan berbagai prosedur statistik yang sesuai. dan 8. guru. 4. Jenis kelamin. tingkat kedisiplinan. Pekerjaan (catatan program pekerjaan sepanjang sejarah hidup anak). Pemerincian data merupakan langkah penting dalam analisis data karena memungkinkan kita untuk melihat jika ada siswa yang tidak melakukan sesuatu sebagaimana siswa lainnya. 7. kapan diberikan. atau orang lain pikirkan atau rasakan tentang kegiatan dan layanan serta pekerjaan konselor. 3. 6. misalkan data ainteligensi siswa. yang memberitahu kita apa yang siswa. Data hasil merupakan jenis ketiga. Selain itu. orang tua. kepala sekolah. Akhirnya. Etnis. Status sosial ekonomi. Jenis pertama adalah data proses yang menggambarkan kegiatan bimbingan dan konseling dan layanan apa. dan skor tes prestasi. 2. Salah satu penggunaan data tersebut untuk menunjukkan 164 . Sebuah alat yang penting untuk analisis data hasil adalah program pencatatan hasil seperti Microsoft Excel. Bahasa lisan di rumah. Dalam merancang rencana evaluasi hasil. rencana evaluasi hasil perlu menekankan bagaimana hasil data akan digunakan. Guru-guru yang pernah mengajarnya. Data proses memberikan bukti bahwa kegiatan dan layanan bimbingan dan konseling benar-benar disediakan. bakat.hasil juga dapat lebih fokus pada dampak luas bimbingan dan konseling ke seluruh program pendidikan sekolah. Semua jenis data berguna dalam memastikan dampak program bimbingan dan konseling komprehensif terhadap perilaku siswa. dan untuk siapa diberikan. yaitu perilaku sebenarnya dari siswa yang diukur dengan tingkat kehadiran. Jenis yang kedua adalah data persepsi. Bidang umum untuk dirinci adalah sebagai berikut: 1. nilai rata-rata di kelas. beberapa jenis data dapat digunakan. berbagai grafik dapat dibuat untuk menunjukkan hubungan dari data hasil evaluasi dengan hasil lainnya.

2 Contoh Instrumen Pengelolaan Program NO 1 Pernyataan Guru bimbingan dan konseling membuat rancangan program bimbingan dan konseling 2 Guru bimbingan dan konseling melaksanakan need assessment terhadap kebutuhan siswa 3 Guru bimbingan dan konseling melaksanakan need assessment terhadap kebutuhan sekolah 4 5 Guru bimbingan dan konseling membuat tujuan program Guru bimbingan dan konseling berkolaborasi dengan komponen sekolah lainnya dalam membuat tujuan program 6 Guru bimbingan dan konseling mengembangkan kalender tahunan 7 Guru bimbingan dan konseling menggunakan keterampilan organisasi yang efektif 8 Guru bimbingan dan konseling memilih aktivitas yang sesuai dengan prioritas kebutuhan siswa dan sekolah 9 Guru bimbingan dan konseling membuat rancangan program dengan waktu yang sesuai dan efektif Jawaban ya tidak 165 . Jadi asesmen dan evaluasi terhadap program dan hasil bimbingan dan konseling akan sangat berguna untuk membuat dan meningkakan program bimbingan dan konseling sekolah. Yang kedua adalah bagaimana data digunakan untuk meningkatkan program bimbingan dan konseling komprehensif saat ini. Instrumen Evaluasi Program Dan Hasil Tabel 4.kontribusi Konselor terhadap tujuan pendidikan seperti yang disajikan dalam rencana perbaikan komprehensif sekolah. 9.

prioritas dan praktek program bimbingan secara efektif dan akurat 20 Guru bimbingan dan konseling menginformasikan kepada siswa. petugas administrasi dalam menjalankan program 16 Guru bimbingan dan konseling mengevaluasi penguasaan siswa terhadap materi program bimbingan 17 Guru bimbingan dan konseling menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien 18 Guru bimbingan dan konseling menerima saran dengan fikiran terbuka 19 Guru bimbingan dan konseling menjelaskan filosofi. 22 Guru bimbingan dan konseling mengevaluasi kinerja secara berkala 166 . strategi dan aktivitas 13 Guru bimbingan dan konseling mengukur hasil bimbingan secara sistematis dan berkala 14 Guru bimbingan dan konseling merancang program yang memungkinkan siswa ikut terlibat aktif di dalamnya 15 Guru bimbingan dan konseling berkolaborasi dengan guru. guru. petugas administrasi dan komponen sekolah lainnya mengenai program bimbingan 21 Guru bimbingan dan konseling menghargai keahlian dan profesionalitas personel sekolah lainnya.NO 10 Pernyataan Guru bimbingan dan konseling bertanggung jawab memberikan layanan kepada siswa sesuai dengan kbutuhannya Jawaban ya tidak 11 Guru bimbingan dan konseling menggunakan instrumen untuk mendapatkan informasi dari siswa 12 Guru bimbingan dan konseling menggunakan hasil evaluasi untuk memperkokoh tujuan.

3 Contoh Instrumen perencanaan individual NO 1 Pernyataan Apakah terdapat proses yang sistematis yang dapat membantu siswa mengembangkan rencana belajarnya? 2 3 Apakah terdapat sistem perencanaan individual di sekolah Apakah terdapat sistem yang dapat melibatkan orang tua siswa? 4 Apakah guru bimbingan dan konseling melaksanakan aktivitas Jawaban ya tidak 167 .NO 23 Guru bimbingan Pernyataan dan konseling menganalisis dan Jawaban ya tidak menginterpretasi data siswa 24 Guru bimbingan dan konseling merancang aktivitas yang dapat membantu siswa secara efektif 25 Guru bimbingan dan konseling menjaga sarana dan fasilitas yang tersedia 26 Guru bimbingan dan konseling menggunakan materi yang tepat dalam mengimplementasikan program 27 Guru bimbingan dan konseling membuat kesimpulan dari data yang didapatkan dari siswa 28 Guru bimbingan dan konseling membuat rekomendasi dari data yang didapatkan dari siswa 29 Guru bimbingan dan konseling memberikan dukungan terhadap guru bimbingan dan konseling baru (in-training) 30 Guru bimbingan dan konseling menjelaskan kontribusi yang dapat diberikan oleh personal sekolah Tabel 4.

................................ perencanaan individual........ layanan responsif.................... dan dukungan sistem”........NO Pernyataan penilaian (Need Assessmenet) Jawaban ya tidak 5 6 Apakah guru bimbingan dan konseling melaksanakan konsultasi Apakah siswa guru bimbingan dan konseling melaksanakan identifikasi tujuan karir jangka pendek dan jangka panjang bagi 7 Apakah guru bimbingan dan konseling membantu siswa dalam mendapatkan pendidikan karir 8 Apakah guru bimbingan dan konseling berkolaborasi dengan orang tua 9 Apakah guru bimbingan dan konseling membantu siswa dalam membuat rencana pribadi siswa yang direvisi paling tidak setahun sekali 10 Apakah tersedia prosedur dalam proses perencanaan individual D.................................................. buatlah deskripsi dari standar-standar tersebut! 1) Bidang Manajemen Program Standar 1 “Merancang program bimbingan dan konseling komprehensif yang seimbang meliputi layanan dasar........................................................ LATIHAN Di bawah ini terdapat standar-standar yang harus dicapai dari masing-masing bidang........................... Deskripsi: a) ........ 168 .......... b) ......................... d) .............................................................................. c) .........................

............................ d) ............. d) ............................ b) ................................... e) ............................ 169 ........... c) ........................................................................... e) .................................................................... f) Dst............................................................................................................................................................................................... Standar 2 “Mengimplementasikan program yang telah dirancang”............ Standar 3 “Evaluasi dan pengembangan berkelanjutan”.......... c) .............. f) Dst............................. f) Dst.................................................... Deskripsi: a) .................................................................e) ............................................ b) ......................................................................................................................................................................... Deskripsi: a) .....................................................................

................. b) ...... f) Dst...... Deskripsi: a) ...................... d) .......................................... Deskripsi: a) ...................... c) .................................... c) ..................................... 170 ...... b) . guru.......... Standar 3 “Melibatkan siswa................................................................ e) ............................................................................................................... Deskripsi: a) .................................................................................... f) Dst................ e) ............. d) ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................2) Bidang Bimbingan Standar 1 “Merencanakan kelompok materi yang terstruktur”. Standar 2 “Memberikan kelompok materi yang efektif dan terstruktur yang diberikan pada layanan dasar”.......... orang tua dan yang lainnya untuk mempromosikan implementasi bimbingan klasikal”.......................................................................................................

.............. personel sekolah........................ d) ..................................................................... f) Dst...................................................................... dan komunitas sekolah lainnya dalam rangka membantu meningkatkan efektivitas pendidikan siswa”........................................ c) ........................................................................................ c) ....................................................................... b) ..................................... 4) Bidang Konsultasi Standar 1 “Berkonsultasi dengan orang tua....................................... b) ......................................................................................................................................................... Deskripsi: a) .......... 3) Bidang Konseling Standar 1 “Menggunakan teori yang dapat diterima dan tekhnik yang efektif untuk membantu perkembangan individu.......... Deskripsi: a) ................................................ d) ........................ c) ........... e) Dst............. e) .........................................b) ........... remedial atau konseling krisis”. pencegahan..................................................................................................................... 171 .....................................................

.................................................................. rumah dan komunitas lainnya untuk mendukung kesuksesan siswa”...................................................................................................................... d) ................................................................................ 5) Bidang Koordinasi Standar 1 “Mengkoordinir orang dan sumber lainnya di sekolah.................................................................................... f) Dst.......... Deskripsi: a) ....................................d) ...................................... b) ........................................................................ 172 ...................... d) ................................. c) . e) ........................................................... legal dan etis dalam melakukan penilaian (asessment)”.... b) .................................................... 6) Bidang Penilaian Siswa (Assessment) Standar 1 “Menggunakan standar yang profesional................ Deskripsi: a) ....................................................... f) Dst............................................................................................................................. e) ........... c) ............................................................

.................... d) ............................................................ 7) Bidang Tindakan Profesional Standar 1 “Menunjukan Deskripsi: a) .................................................................................................................................................................................... e) Dst........ 173 ................................... f) Dst....................................................................................... e) Dst...................... termasuk komitmen untuk mengembangkan profesionalitas”...................................................... profesionalisme................................................................................... 8) Bidang Profesional Standar 1 “Mendukung standar yang legal termasuk kebijakan sekolah”.. c) ....................... d) .............................................. c) ........................... b) ...... Deskripsi: a) ...............................................................e) ......................... b) ...............................

..................................................................... f) Dst.................................. 174 .................................................................................................................................................................................. e) ................................. e) ..... Deskripsi: a) ............................... Deskripsi: a) ........................................... d) ............................................................................................... aturan................................ d) .................................................................... c) .......Standar 2 “Mendukung standar............................................... b) ................. b) ............................. Standar 3 “Berkomitmen terhadap standar profesional terbaru dalam hal kompetensi dan praktek”...................................................................... f) Dst.................................... c) ........................................ dan prosedur di sekolah”.......................

175 .

http://aace. Garry L.. Kratochwill. 2005. Jakarta: Rajawali Press Gerald Goldstein & Michel Hersen (eds). Padang. Persepsi. Pengembangan Tes Lokal. Gerald. Corey. Belmont. Disertasi tidak diterbitkan. Daharnis.J. International Journal for The Advancement of Counseling..F. Daharnis. Assessment of secondary school student needs in Kwara State. 2011. Jakarta: Depdiknas Djoemadi Darmodjo. Laporan Penelitian (Tidak diterbitkan). Rambu-rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Group Counseling Concepts and Procedures. Pembelajaran.edu Ahia. Hubungan Sejumlah Karakteristik Mahasiswa.F. 2011. Pengembangan Instrumen dan Program Analisis Sosiometri untuk Bimbingan dan Konseling di Sekolah (Studi pada SMP dan SMA di Kota Padang). 2012. Gerald. New York: Elsevier Science 176 . Kondisi Lingkungan. Theory & Practice of Group Counseling.W. CA: Brooks/ Cole Cronbach. Kegiatan Belajar dan Prestasi Belajar Mahasiswa Universitas Negeri Padang.E. Design Evaluation of Educations & Social Program . Madison Avenue. 1984. 1963.R. Educational Psychology. Competencies in Assessment and Evaluation for School Counselor . Robert. 2003. Tesis tidak diterbitkan. T. Hubungan Aspirasi. 2006. Bahan Pelatihan Sertifikasi Tes bagi Konselor Pendidikan. & Kevin A. Pengembangan Instrumen Asesmen Perkembangan Siswa. Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling . UNP Elliot. B. Hanbook of Psychological Assesment. Locus of Control. dalam Mamat Supriatna. Malang: PPS UM Eko Susanto. Landreth. Malang: Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. 7: 147-157. J. L. Jakarta: Depdiknas Depdiknas. Littlefield. Corey.H. Fall. J. & Travers. S. Nigeria. Bimbingan dan Konseling Berbasis Kompetensi. C. Madison: Brown & Benchmark Furqon dan Yaya Sunarya. Berg. 2007. & Bradly. 2009. 2004. San Fransisco: Jessev-Base. Belmont. CA: Thomson Higher Education.. 2011. 1996. 2000. R.DAFTAR PUSTAKA AACE.ncat. Angkatan dan Status Masuk dengan Kegiatan Belajar Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP UNP. 2011. Fourth Edition. Jurusan BK FIP UNP Depdiknas. 2002. Theory and Practice of Counseling and Psychotherapy . New York: Routledge.

VA: ACA.. 2010. Comprehensive Guidance and Counseling Program Evaluation: Program + Personnel = Results . in St. 2005. Penajaman Teknik Konseling dan Psikoterapi. Astramovich. Triyono. Joni. Counselling Pupils in Schools: Skills and strategies for teachers New Fetter Lane.. Dr. Padang. Tesis (Tidak diterbitkan). Garry. Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru (Buku 2): Penilaian Kinerja Guru (PK GURU). Louis. Panduan Pelayanan Bimbingan Karir Bagi Guru Bimbingan Konseling/Konselor pada Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah . 2004. N. Hubungan Persepsi Siswa tentang Penerapan High-Touch oleh Wali Kamar dengan Penyesuaian Diri Siswa di Asrama serta Implikasinya dalam Bibingan dan Konseling di SMP Pesantren Modern Terpadu Prof.Brown. Psychoeducational Groups: Process And Practice. Padang: Universitas Negeri Padang. 2011. Article Hornby.2003. Gysbers. Introducing the Accountability Bridge Model: A Program Evaluation Framework for School Counselors. Developing and Managing your School Guidance and Counseling Program (4th Ed). 2007. Second Edition.Gysbers. 2006. 2011. Comprehensive Guidance and Counseling Programs:The Evolution of Accountability. London: Routledge Falmer ILO. A. Randall L. Norman C. 2003. Norman C. T. Raka. and Eric Hall . A lexandria. A version of this article was presented at the ACES/ASCA School Counseling Research Summit on June 28–29. Carol Hall. Hoskins. Padang: UNP Muri Yusuf . MO. Jakarta: Organisasi Perburuhan Internasional Imam Hanuji. UNP Nina W. Praktik Instrumentasi dalam Konseling. Jakarta: Kemendiknas Mudjiran dkk. 2010. Henderson. C. Materi Pelatihan bagi Psikiater Februari sd Mei 2007 di PPS UM Malang Kelly Coker J. Article Kemendiknas. Hamka Kabupaten Padang Pariaman. Metodologi Penelitian. and Patricia Henderson. 2003. New York: Brunner-Routledge Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 03/V/Pb/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar isi Permendiknas Nomor 27 tahun 2008 Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor 177 . Gysbers. Limas Sutanto. dan P. and Wendy J.

Seri Pemandu Pelaksanaan Pelayanan Bimbingan dan Konseling di SMK. 2010. Rudisill.M Sri Hastuti. Yogyakarta: Media Abadi Wayan Nurkancana. Our Families. 2010. Ourselves.. Draft Belum Diterbitkn Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional W.C. Prayitno. Padang: UNP Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. 2012. Model Pengembangan Diri. John R. Counseling Techniques: Improving Relationships With Others.Prayitno. B.1993. Jakarta: Puskur Robert Edenborough. Hoboken. Manajemen dalam Bimbingan dan Konseling . Madison Avenue. 2011. 2004. Asesmen dan Pemahaman Individu. 2003. Shertzer. And Our Environment. 2004. 2006. U. 2002. W. 1981.S. Pemahaman Individu. Boston: Houghton Mifflin Company Suherman. Fundamental of Guidance. 2008.. Pengembangan Alat Ukur Psikologis. & Stone. Yogyakarta: Andi Syaifuddin Azwar. London: Clays Ltd. Carrie Mason-Sears. Thompson.Surabaya: Usaha Nasional 178 . New Jersey : John Wiley & Sons. S. Penyusunan Skala Psikologi.dkk. Bandung: Madani Sumadi Suryabrata. Inc. Effective Interviewing: A Handbook of Skills and Techniques.Winkel & M. Jakarta: Bina Sumber Daya MIPA. Consultation Skills for Mental Health Professionals. Richard. 2004. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. Rosemary A. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jenis Layanan dan Kegiatan Pendukung Konseling . New York: Routledge Sears.