BAB I ASESMEN DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING

A. PENGANTAR Bimbingan dan konseling merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan pada setiap jenis, tingkat dan satuan pendidikan. Penyelenggara utama bimbingan dan konseling adalah guru bimbingan dan konseling (BK) atau konselor. Berbagai ketentuan, aturan dan pedoman resmi tentang keberadaan dan pelaksanaan tugas guru BK atau konselor, antara lain dapat dirujuk pada Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar isi, Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru, Permendiknas Nomor 27 tahun 2008 Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor, Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru Dan Angka Kreditnya, Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 03/V/Pb/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya dan Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru (PK Guru) yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 2010 (Buku 2: Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru). Penyelenggaraan tugas guru BK harus didukung oleh sejumlah kompetensi yang dapat dikelompokkan ke dalam empat kompetensi utama dengan segenap penjabarannya, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi profesional, dan kompetensi kepribadian. Salah satu kompetensi profesional guru bimbingan dan konseling atau konselor adalah menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli (Permendiknas Nomor 27 tahun 2008). Uraian dan pembahasan pada bab ini dimaksudkan untuk meningkatkan sebagian dari kompetensi tersebut, dan terutama untuk penerapannya dalam penyelenggaraan pelayanan konseling di sekolah.

BIMTEK GURU BK SMK 2012

1

B.

KOMPETENSI, SUB KOMPETENSI DAN INDIKATOR Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor (SKAKK) dikemukakan salah satu kompetensi profesional konselor adalah menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli. Sedangkan penjabaran dari kompetensi tersebut adalah: 1. menguasai hakikat asesmen 2. memilih teknik asesmen, sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling 3. menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling 4. mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalah-masalah konseli 5. memilih dan mengadministrasikan teknik asesmen pengungkapan kemampuan dasar dan kecenderungan pribadi konseli 6. memilih dan mengadministrasikan instrumen untuk mengungkapkan kondisi aktual konseli berkaitan dengan lingkungan 7. mengakses data dokumentasi tentang konseli dalam pelayanan bimbingan dan konseling 8. menggunakan hasil asesmen dalam pelayanan bimbingan dan konseling dengan tepat 9. menampilkan tanggung jawab profesional dalam praktik asesmen Berpedoman pada isi program yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah, Direktorak Jenderal Pendidikan Menengah Subdit PTK SMK yang lebih mengarah pada bimbingan teknis (Bimtek), dan berdasarkan arahan dari Direktur Pembinaan PTK Dikmen, kompetensi yang menjadi fokus dalam Bimtek ini adalah berkenaan dengan pengembangan instrumen, pemilihan instrumen, penggunaan instrumen, himpunan data, dan pelaporan. Merujuk pada Buku 2 Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru, khusus untuk guru BK, indikator yang hendak dicapai dalam bimtek ini adalah sebagai berikut. 1. Guru BK/Konselor dapat mengembangkan instrumen nontes (pedoman wawancara, angket, atau format lainnya) untuk keperluan pelayanan BK. 2. Guru BK/Konselor dapat mengaplikasikan instrumen nontes untuk mengungkapkan kondisi aktual peserta didik/konseli berkaitan dengan lingkungan. 3. Guru BK/Konselor dapat memilih jenis asesmen (Instrumen Tugas Perkembangan/ITP, Alat Ungkap Masalah/AUM, Daftar Cek Masalah/DCM, atau instrumen non tes lainnya) yang sesuai dengan kebutuhan layanan bimbingan dan konseling. 4. Guru BK/Konselor dapat mengadministrasikan asesmen (merencanakan, melaksanakan, mengolah data) untuk

BIMTEK GURU BK SMK 2012

2

mengungkapkan potensi, kebutuhan, dan masalah peserta didik/konseli 5. Guru BK/Konselor dapat menampilkan tanggung jawab profesional sesuai dengan azas BK (misalnya kerahasiaan, keterbukaan, kemutakhiran, dll.) dalam praktik asesmen. C. MATERI 1. Pengembangan instrumen a. Data yang dikumpulkan Program bimbingan dan konseling harus disusun berdasarkan analisis data dan kebutuhan peserta didik/konseli. Untuk itu diperlukan data yang akurat dan memadai berkenaan dengan diri, potensi, kebutuhan dan permasalahan serta lingkungan konseli. Analisis data dan kebutuhan didahului dengan pengumpulan data dan need assessment dengan menggunakan berbagai instrumen. Banyak data yang diperlukan untuk penyusunan program bimbingan dan konseling. Data tersebut antara lain adalah identitas diri, keluarga, riwayat kesehatan, riwayat pendidikan, kecerdasan, bakat, minat, kepribadian, pengalaman dan lingkungan sosial, harapan dan cita-cita, hobi dan kebiasaan, serta masalah-masalah dan kebutuhan (Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor,2010). Menurut Furqon dan Yaya Sunarya (2011), data yang diperlukan untuk penyelenggaraan bimbingan dan konseling dapat dibedakan menjadi empat kelompok data, yaitu data pribadi, data kelompok, data umum, dan data khusus. Data pribadi adalah data atau keterangan secara lengkap dan menyeluruh yang menyangkut diri masing-masing siswa secara individual (perorangan), antara lain data identitas pribadi, keadaan fisik, data keluarga, riwayat pendidikan sebelumnya, dan riwayat kesehatan. Data kelompok menyangkut aspek tertentu dari sekelompok siswa, seperti gambaran menyeluruh tentang prestasi belajar siswa dalam satu kelas, hasil sosiometri, laporan penyelenggaraan hasil belajar kelompok, penyelenggaraan dan isi bimbingan dan konseling kelompok. Data umum (data lingkungan) merupakan data atau keterangan yang tidak secara langsung menyangkut diri siswa baik secara individual maupun secara kelompok, seperti informasi kesempatan mengikuti pendidikan dan pekerjaan, informasi keadaan lingkungan fisik-sosial-budaya. Sedangkan data khusus adalah keterangan tentang siswa dalam hal khusus, misalnya data tentang inteligensi, bakat, kebiasaan belajar, minat, hubungan sosial. Dikaitkan dengan fungsi pemahaman, data yang perlu dipahami dalam penyelenggaraan bimbingan dan konseling antara lain adalah kondisi diri, lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan masyarakat, informasi pendidikan dan pekerjaan (Prayitno, dkk., 2004; Tim Penyusun Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling, 2004). Di samping itu, W.S. Winkel dan M.M. Sri Hastuti (2010)
BIMTEK GURU BK SMK 2012 3

gangguan pada alat indra. (3) taraf prestasi yang mempunyai kaitan dengan perencanaan pendidikan lanjutan dan penentuan pekerjaan/jabatan. (5) informasi karir dan pendidikan. Apabila dikelompokkan untuk setiap bidang pengembangan siswa (pribadi. dkk. pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikis yang terjadi pada diri siswa pengenalan tentang kekuatan diri. sekolah dan masyarakat) dengan menjunjung tinggi BIMTEK GURU BK SMK 2012 4 . (8) ciri-ciri kepribadian khusus. kesulitan-kesulitan yang dialami. nilai kehidupan. sikap dalam menghadapi permasalahan. keadaan emosi. kebiasaan. (3) lingkungan dan hubungan sosial. (9) kesehatan jasmani antara lain kesehatan pada umumnya. hubungan sosial. (2) kondisi mental dan fisik siswa. Prayitno. belajar dan karir). keterampilan dan kemampuan belajar. meliputi: a) kemampuan berkomunikasi serta menerima dan menyampaikan pendapat secara logis. seperti temperamen. emosi. secara umum data atau keterangan yang diperlukan adalah (1) kebiasaan dan sikap dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. suasana kehidupan dalam keluarga. serta penyaluran dan pengembangannya kelemahan diri dan upaya penanggulangannya kemampuan mengambil keputusan dan pengarahan diri kepribadian (kepemimpinan. (4) kemampuan intelektual dan kemampuan akademik. meliputi: kebiasaan dan sikap dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa pengenalan dan penerimaan perubahan. efektif dan produktif b) kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial (di rumah. sosial. (6) minat terhadap bidang studi dan bidang pekerjaan tertentu. 1) a) b) c) d) e) f) g) 2) Data untuk pengembangan pribadi. Furqon dan Yaya Sunarya (2011). penyakit yang pernah diderita. ILO (2011). (2) riwayat sekolah/pendidikan: seluruh jenjang pendidikan yang telah ditempuh termasuk lamanya. bakat dan minat. (7) pengalaman di luar sekolah. tanggung jawab. sikap. watak. Depdiknas (2007).mengelompokkan data yang diperlukan untuk pelayanan bimbingan dan konseling adalah (1) latar belakang keluarga (data tentang orangtua. karakter. data yang diperlukan untuk pelayanan bimbingan dan konseling sebagai berikut. saudara-saudara. (6) kondisi keluarga dan lingkungan. (2004). (5) bakat khusus. sosiabilitas) perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat Data untuk pengembangan sosial. Ditinjau dari tujuan penyelenggaraan aplikasi instrumentasi dalam bimbingan dan konseling. (4) tujuan. taraf ekonomi keluarga.

di tempat praktik/magang. di lingkungan sekitar dan masyarakat pengenalan dan pengamalan pola hidup sederhana yang sehat dan diterima lingkungan sosial kemampuan bergotong royong. kondisi diri dan sosial ekonomi terkait dengan pekerjaan/karir b) pilihan dan latihan keterampilan c) orientasi karir. bakat. d) kegiatan dan disiplin belajar serta berlatih secara efektif. dunia kerja dan industri sesuai dengan pilihan pekerjaan dan arah pengembangan karir Data untuk pengembangan kegiatan belajar. adapt istiadat dan kebiasaan yang berlaku hubungan dengan teman sebaya (di sekolah dan di masyarakat) penerimaan sosial oleh teman di sekolah pemahaman dan pelaksanaan disiplin dan peraturan sekolah. bakat. meliputi: a) pengenalan akan tujuan dan manfaat belajar b) sikap dan kebiasaan belajar. meliputi: kemampuan. Dari berbagai sumber. Data untuk pengembangan karir. BIMTEK GURU BK SMK 2012 5 . minat. perlu juga dipertimbangkan data berkenaan dengan berbagai faktor yang berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar.c) d) e) f) g) 3) a) tatakrama. 2011) merangkum berbagai faktor yang mepengaruhi proses dan hasil belajar. menyarikan bacaan/membaca efektif. di rumah. bertanya/menjawab/menanggapi. minat) i) orientasi belajar di perguruan tinggi j) fasilitas belajar dan pemanfaatannya 4) Khusus untuk pengembangan kegiatan belajar. kepribadian. tempat latihan/magang dan lingkungan belajar h) potensi diri (kemampuan. dunia kerja dan upaya memperoleh penghasilan d) informasi lembaga-lembaga keterampilan. dsb. dan latihan/keterampilan kejuruan f) motivasi belajar g) pengenalan dan pemanfaatan kondisi fisik. praktik dan magang c) keterampilan belajar. dan produktif e) penguasaan materi pelajaran. efisien. mengerjakan tugas atau PR. mempesiapkan diri untuk belajar dan ujian. setiap faktor tersebut berinteraksi dan saling terkait satu dengan yang lainnya. Daharnis (2005. baik internal maupun eksternal. seperti mencatat materi pelajaran. sosial dan budaya di sekolah. norma dan nilai-nilai agama.

ingatan n. kurikulum c. motivasi serta perlakuan orangtua/anggota keluarga terhadap kegiatan belajar siswa/mahasiswa 1. kondisi tubuh pada umumnya dan kesehatan b. aspirasi dan cita-cita h. penguasaan keterampilan/pengetahuan dasar f. Kondisi masyarakat. Kondisi fisiologis. persepsi 2. aspirasi dan persepsi angota keluarga terutama terhadap pendidikan d. pengelolaan pembelajaran l. Kondisi psikologis. perhatian. antara lain: BIMTEK GURU BK SMK 2012 6 . teknik i. hubungan antar sesama anggota keluarga b. cacat tubuh/fisik Sedangkan faktor eksternal yang cukup besar pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar mahasiswa dapat ditinjau dari segi 1. kegiatan/kebiasaan dan gaya belajar g. kemampuan dasar umum/inteligensi b. locus of control l. kondisi fisik b. tugas-tugas yang harus dikerjakan siswa k. ketekunan j. antara lain: a. kondisi sosial ekonomi keluarga (orangtua) c. suasana serta hubungan siswa dengan guru dan antar siswa f.Di antara faktor internal yang cukup besar pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar siswa/mahasiswa adalah: 1. Kondisi dalam keluarga. disiplin g. karakteristik guru dan personil lainnya e. konsentrasi k. minat d. bakat c. kondisi panca indra c. antara lain: a. Kondisi sekolah. motivasi e. antara lain: a. antara lain: a. metode h. sarana dan prasarana d. kematangan dan kesiapan i. perhatian m. penilaian m. umpan balik dan reward 2. media j.

pergaulan dengan teman sebaya media masa d unia kerja nilai/norma masyarakat Interaksi dan saling keterkaitan faktor-faktor tersebut dapat dilihat pada gambar-gambar berikut.

a. b. c. d.

BIMTEK GURU BK SMK 2012

7

PRESAGE VARIABLES Karakteristik

Guru
• Kelas sosial • Umur • Jenis kelamin • Pendd.& Pengalaman • Inteligensi • Motivasi • Ket. mengajar • Kepribadian CONTEXT VARIABLES Karakteristik Siswa • • • • • • Kelas sosial Umur Jenis kelamin Kemampuan Pengetahuan Sikap Kondisi Masyarakat, Sekolah/kelas

PROCESS VARIABLES

Perilaku di kelas Perilaku Guru Perubahan Perilaku Siswa Perilaku Siswa
PRODUCT VARIABLES

Hasil Belajar

• dll.

Ukuran sekolah/kelas. • Fasilitas • Suasana
Gambar 1. Variabel-variabel yang berkaitan dengan kegiatan dan hasil belajar siswa (Diadaptasi dari Dunkin dan Biddle oleh Daharnis, 2005)

BIMTEK GURU BK SMK 2012

8

Karakteristik Guru • Kualitas • Pengalaman • Bakat • Pengt. tentang materi pelajaran • Pengt. tentang pengajaran • Nilai dan sikap • Ekspektasi • Kelas sosial • dll.

Karakteristik Siswa • Pengaruh kelas sosial, ras dan orangtua • Bakat dan pengetahuan • Nilai dan sikap • Ekspektasi • Aspirasi • Persepsi • Gaya belajar • dll.

• • • • • • • • •

Kondisi Sekolah Ukuran Sumber keuangan Ratio Guru-Siswa. Administarsi Pelayanan staf Fasilitas Lokasi Kelas sosial Komposisi ras, dll

Performasi pengajaran Guru

Perilaku Belajar Siswa

Hasil Belajar

Kondisi Sekolah • Org. & adm. • Organisasi pengajaran • Pengaruh kelompok sebaya • Ukuran kelas • Lingkungan, dll

Catatan: Menunjukkan hubungan kausal Menunjukkan hubungan, tetapi tidak hubungan kausal

Gambar 2. Variabel-variabel yang berkaitan dengan kegiatan dan hasil belajar siswa (Diadaptasi oleh Daharnis (2005 & 2011) dari: Centra dan Potter (dalam Elliot, Kratochwill, Littlefield, dan Travers, 1996)

Data lain yang diperlukan untuk penyusunan program bimbingan dan konseling adalah data masalah-masalah yang mungkin dialami oleh siswa. Dalam Mooney Problem Check List (MPCL) yang dikembangkan oleh Ross L. Mooney terdapat 330 masalah yang mungkin dialami oleh siswa-siswa tingkat SLTA yang dikelompokkan kedalam sebelas bidang (Mudjiran, dkk., 2010), yaitu: 1. Perkembangan jasmani dan kesehatan 2. Keuangan, lingkungan dan pekerjaan
BIMTEK GURU BK SMK 2012 9

2011).3. Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor (2010) mengemukakan bahwa teknik yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data adalah teknik tes dan teknik non tes (Furqon dan Yaya Sunarya. Tes merupakan himpunan pertanyaan yang harus dijawab atau pernyataan-pernyataan yang harus dipilih/ditanggapi atau tugas-tugas yang harus dilakukan oleh orang yang dites (testi) dengan tujuan untuk mengukur suatu aspek perilaku atau memperoleh informasi tentang trait atau atribut dari orang yang dites (Furqon dan Yaya Sunarya. Kegiatan sosial dan rekreasi Seks. 8. 6. yaitu : 1) Jasmani dan kesehatan 2) Diri pribadi 3) Hubungan sosial 4) Ekonomi dan keuangan 5) Karier dan pekerjaan 6) Pendidikan dan pelajaran 7) Agama. 10. termuat 225 butir masalah yang mungkin dialami oleh siswa SLTA. Kurikulum dan pengajaran Sedangkan dalam Alat Ungkap Masalah (AUM) Seri Umum Format 2 untuk siswa SLTA yang dikembangkan sejak tahun 1997. yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik/sasaran layanan dan lingkungannya. pacaran dan perkawinan Hubungan sosial-kejiwaan Hubungan pribadi-kejiwaan Moral dan agama Rumah dan keluarga Masa depan pekerjaan dan pendidikan Penyesuaian terhadap tugas-tugas sekolah 11. 2012). 2011). Sejalan dengan itu Prayitno (2012) mengemukakan bahwa suatu instrumen disebut tes apabila BIMTEK GURU BK SMK 2012 10 . nilai dan moral 8) Hubungan muda-mudi dan perkawinan 9) Keadaan dan hubungan dalam keluarga 10) Waktu senggang b. 4. yang kesemuanya dikelompokkan kedalam sepuluh kelompok. 5. 2011) atau menggunakan instrumen tes dan instrumen non tes (Prayitno. melalui aplikasi berbagai instrumen. 7. 9. baik tes maupun non-tes. Teknik dan Instrumen yang digunakan Pengumpulan data dan need assessment dalam bimbingan dan konseling dilakukan melalui aplikasi instrumenasi (Pusat Kurikulum. Balitbang Depdiknas.

Sesuai dengan kebutuhan bimbingan teknis untuk peningkatan profesionalitas guru BK SMK dan memperhatikan relevansinya dengan analisis kebutuhan dalam penyusunan program bimbingan dan konseling di SMK. baik berupa tes atau pun non tes. Diantara teknik tes adalah menyelenggarakan tes kecerdasan. sedangkan pada non tes. instrumen non tes digunakan untuk mengetahui kondisi responden sebagaimana apa adanya. pembahasan dapat berkembang pada teknik-teknik dan instrumen yang tidak dibahas secara eksplisit dalam uraian materi ini. dan alat-alat mekanik). interviu/ wawancara. Namun. Perbedaan antara teknik/pendekatan tes dan non tes antara lain adalah (1) pada tes ada jawaban benar atau salah. penggunaan daftar cek masalah atau alat ungkap masalah--AUM (baik masalah belajar ataupun masalah-masalah umum). kreativitas. seorang guru BK dan tenaga pendidik BIMTEK GURU BK SMK 2012 11 . tes bakat. dan tugas-tugas perkembangan. jawaban benar atau salah sangat bervariasi dan semuanya bisa betul/benar. skala penilaian. tidak semua teknik dan instrumen pengumpul data dibahas dalam uraian materi ini. Banyak teknik dan instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam bimbingan dan konseling. dan penyelenggaraan sosiometri. tes minat. catatan anekdot. sedangkan beberapa teknik dan instrumen non tes antara lain dengan melakukan observasi (dengan menggunakan instrumen daftar cek. 2011). sementara jawaban instrumen non tes bukan atas benar salahnya. dalam peyelenggaraan bimbingan teknis di lapangan. (5) penyelenggaraan dan pengawasan tes lebih ketat dibandingkan dengan non tes. (3) pelaksana tes (psikologis) adalah orang profesional (berkewenangan khusus untuk melaksanakan tes tersebut) sedangkan pelaksana non tes tidak selamanya orang yang sangat profesional (Furqon dan Yaya Sunarya. (4) waktu pelaksanaan tes lebih ketat dibandingkan dengan pelaksanaan non tes. melainkan untuk melihat gambaran tentang kondisi responden tanpa menekankan apakah kondisi itu mutunya tinggi atau rendah. studi dokumentasi. benar atau salah. otobiografi). (2) hasil pada non tes lebih kualitatif sedangkan pada tes lebih kuantitatif. hubungan sosial. penggunaan inventori minat karir.jawaban responden atas soal-soal yang diperiksa berdasarkan benar-salahnya jawaban tersebut. walaupun akhirnya dapat dikualitatifkan. dan tes hasil belajar. Melalui observasi. 1) Observasi Pengertian Observasi merupakan pengamatan sistematis tentang suatu objek. kuesioner/angket. tes kepribadian.

dan observasi non partisipatif (non participation observer). karena pengamat dapat melihat. terencana dan dipersiapkan. (2) observasi sistematis. ada beberapa jenis observasi. mendengar. Manfaat Observasi Observasi atau pengamatan bermanfaat untuk penyusunan program bimbingan dan konseling. Sedangkan non BIMTEK GURU BK SMK 2012 12 . karena (1) diperoleh data perilaku spontan secara natural. Muri Yusuf. mengikuti proses belajar dan pembelajaran. dan (3) diketahui penyebab munculnya perilaku (A. yang akhirnya dapat digunakan sebagai tolok ukur menyusun program bimbingan dan konseling komprehensif--lazim dinamakan need assessment (Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. yaitu sebagai pengamat yang tidak diketahui dan dirasakan oleh anggota yang lain. dan kedua sebagai anggota yang berperan aktif sesuai dengan tugas yang dipercayakan kepadanya. 2005). observasi yang tidak menggunakan pedoman observasi. yaitu observasi yang tidak dipersiapkan secara seksama.2010). 2011). atau teknik merekam data tingkah laku individu melalui proses pengamatan langsung dan/atau tidak langsung dalam suatu kegiatan untuk memperoleh gambaran observable behavior (Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. misalnya dalam melakukan tugas. terutama untuk pemahaman individu konseli. berinteraksi dengan orang lain. atau dilakukan secara incidental. (3) observasi partisipatif (participant observer). Participant observer. misalnya sambil mengerjakan tugas sehari-hari. Dalam hal ini pengamat mempunyai fungsi ganda. Dalam menyelenggarakan pengumpulan data melalui observasi diperlukan pencatatan yang sistematis tentang hal-hal yang diamati. maupun sifat-sifat khusus yang nampak dalam menghadapi suatu situasi atau masalah (Furqon dan Yaya Sunarya. sehingga pengamat dapat mengambil kesimpulan. Kunci keberhasilan observasi sebagai teknik pengumpulan data sangat banyak ditentukan oleh pengamat itu sendiri.lainnya dapat mengetahui tingkah laku non verbal konseli (A. antara lain fakta-fakta tentang tingkah laku siswa/konseli. yaitu observasi yang dipersiapkan secara sistematis. (2) diketahui intensitas perilaku secara detail. yaitu (1) observasi sehari-hari. Muri Yusuf. yaitu suatu bentuk observasi dimana pengamat (observer) secara teratur berpartisipasi dan terlibat dalam kegiatan yang diamati.2005).2010). mencium atau mendengarkan sesuatu tentang objek yang diamati. Jenis Observasi Menurut Furqon dan Yaya Sunarya (2011).

participation observer, yaitu suatu bentuk observasi dimana pengamat tidak terlibat langsung dalam kegiatan kelompok, atau dapat juga dikatan pengamat tidak ikut serta dalam kegiatan yang diamatinya (A. Muri Yusuf, 2005).

Pedoman observasi Teknik observasi perlu dilengkapi dengan instrumen observasi, antara lain Daftar Cek ( Checklist), Skala Penilaian (Rating Scale), Catatan Anekdot (Anecdotal Records), dan alatalat mekanik. Berikut dikemukakan beberapa instrumen yang digunakan dalam observasi, yang diambil dan dimodifikasi dari draft yang dikembangkan oleh Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor tahun 2010. a) Daftar Cek (Checklist) Pengertian Daftar cek sebagai instrumen observasi merupakan suatu daftar pernyataan tentang aspek-aspek yang mungkin terdapat dalam suatu situasi, tingkah laku, dan kegiatan (individu/kelompok). Gejala-gejala perilaku individu/konseli yang dapat diobservasi dengan instrumen/pedoman daftar cek adalah: kebiasaan belajar secara umum, kebiasaan belajar pada jam kosong atau saat guru tidak berada di kelas, kebiasaan dan keterampilan bekerja, aktivitas diskusi kelompok/kelas, kegiatan komunikasi dengan orang lain (teman, guru atau pihak lain), aktivitas ekstrakurikuler di sekolah (seperti Pramuka, KIR, PMR, Basket, Volly, dsb.), dan lain-lain topik yang relevan dengan kegiatan akadmik dan non akademik. Manfaat Daftar Cek Berbagai manfaat daftar cek untuk kepentingan pemahaman diri konseli di antaranya (a) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku secara sistematis, (b) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku dalam waktu singkat, (c) mencatat kemunculan perilaku di dalam dan/atau di luar sekolah, serta (d) mencatat kemunculan perilaku individu dan kelompok sekaligus. Prosedur Pengadministrasian Daftar Cek Selama mengadministrasikan pedoman daftar cek, maka ada tiga (3) tahap yang lazim di tempuh, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap analisis hasil. Tahap persiapan mencakup langkah-langkah berikut: (a) penetapan topik, (b) penentuan variabel, (c) penentuan indikator, (d) penentuan prediktor, dan (e) penyusunan pernyataan/item. Tahap pelaksananaan meliputi langkah-langkah berikut: (a) penyiapan pedoman/format, (b) penentuan posisi mudah mengamati perilaku observi dan tidak
BIMTEK GURU BK SMK 2012 13

menimbulkan perhatian observi, (c) pelaksanaan pengamatan yaitu mencatat dan menandai perilaku observi yang muncul pada format, dan (d) pencatatan terhadap perilaku observi (siswa/konseli yang diobservasi). Tahap analisis data mencakup langkah-langkah berikut: (a) skoring, (b) analisis dan interpretasi, dan (c) kesimpulan. Aplikasi Prosedur Pengadministrasian Daftar Cek 1) Tahap Persiapan, meliputi langkah-langkah berikut: (1) Penentuan topik yang akan diobservasi, misalnya kebiasaan belajar (2) Penentuan variabel, misalnya pertama adalah situasi jam kosong atau pada saat guru tidak ada di kelas; variabel kedua adalah kebiasaan belajar siswa di kelas. (3) Penentuan indikator dengan dua kategori yaitu kategori “Ya” sebagai petunjuk kemunculan sub-sub variabel atau pernyataan, dan kategori “Tidak” terhadap ketidakmunculan sub-sub variabel yang mungkin atau diperkirakan terjadi pada kebiasaan perilaku subyek/observi. Biasanya petunjuk “Tidak” dapat saja tidak disertakan dalam pedoman daftar cek . (4) Penentuan prediktor yaitu menetapkan kreterium terhadap frekuensi kemunculan perilaku. Kreterium ini dibuat berdasarkan kajian teori tentang kebiasaan belajar sebagaimana tertera pada topik. Prediktor ini sekaligus digunakan sebagai acuan untuk interpretasi data. Biasanya digunakan empat (4) kreterium untuk mengkonversi data, sebagaimana tercantum pada tabel konversi berikut.
Tabel Konversi Interval Persentase (%) 76 – 100 51 – 75 26 – 50 1 – 25 Klasifikasi Sangat Tinggi Cukup Tinggi Sedang Rendah Interpretasi Sangat rajin belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas Rajin belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas Cukup rajin belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas Tidak rajin/malas belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas

(5) Penyusunan pernyataan/item dengan merumuskan pernyataan/item sub-sub variabel sebagai ejawantahan aspek perilaku yang diobservasi, khususnya kebiasaan belajar siswa di kelas pada situasi jam kosong atau saat guru tidak ada di kelas. Berikut contoh pedoman/format daftar cek tentang kebiasaan belajar siswa di kelas pada saat jam kosong atau guru tidak ada di kelas (Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan

BIMTEK GURU BK SMK 2012

14

Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor,2010).

BIMTEK GURU BK SMK 2012

15

. Aspek yang diobservasi III. Tempat observasi 8.Pedoman Daftar Cek (Individual) I. Waktu/durasi : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : Kebiasaan belajar siswa pada situasi jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas : Mengetahui kebiasaan belajar siswa pada situasi jam kosong dan saat guru tidak di kelas IV. Tujuan observasi ada V.. Dst PERNYATAAN (SUB-SUB VERIABEL) Membaca catatan yang lalu Berbincang dengan teman tentang materi pelajaran Memprakarsai teman se kelas melakukan diskusi Berdiskusi dengan beberapa teman tentang materi pelajaran Mempelajari bahan pengayaan yang ditawarkan Menyusun masalah sendiri dan berusaha menemukan solusi Melakukan eksperimen atas prakarsa sendiri Mengoreksi kembali PR Kesimpulan: ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… Observer __________ BIMTEK GURU BK SMK 2012 16 . Nama 2. Identitas Siswa 1. Tempat/tgl lahir 6. Kelas/program 3. Jenis Kelamin 5. NIS/absen 4. Petunjuk : Berilah tanda cek (V) pada kolom yang sesuai dengan pernyataan atau gejala perilaku yang diamati YA TIDAK II. Hari/tgl observasi 7. Pernyataan/Item NO 1 2 3 4 5 6 7 8 . .

Dst Kesimpulan: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… Observer _________ PERNYATAAN Membaca catatan yang lalu Berbincang dengan teman tentang materi pelajaran Memprakarsai teman se kelas melakukan diskusi Berdiskusi dengan beberapa teman tentang materi pelajaran Mempelajari bahan pengayaan yang ditawarkan Menyusun masalah sendiri dan berusaha menemukan solusi Melakukan eksperimen atas prakarsa sendiri Mengoreksi kembali PR NAMA SISWA 2) Tahap Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan ini terlebih dahulu observer menyiapkan pedoman daftar cek.. (4) menghitung persentase (%) dengan rumus p = f/N X 100%. (3) menjumlahkan seluruh frekuensi kemunculan perilaku kebiasaan belajar siswa (selama 10 kali pengmatan).. . misalnya dilakukan sepuluh kali. maka diperoleh sejumlah 10 lembar daftar cek yang sudah diisi. sebanyak 60. yaitu N = n X k. pada saat pelaksanaan ini diusahakan agar observi tidak ‘menyadari’ jika dirinya sedang diobservasi. misalnya. maka p = 60/80 X 100%. 3) Tahap Analisis Hasil dan Interpretasi Ada lima (5) langkah lazim digunakan pada tahap analisis hasil. selanjutnya observer menempati posisi ‘dekat’ dengan observi kemudian mencatat perilaku observi. sehingga hasilnya sebesar 75%. sehingga hasil perkalian tersebut diketahui N = 8X10= 80. (1) menghitung jumlah frekuensi observasi (k). (5) mengkonversikan hasil persentase BIMTEK GURU BK SMK 2012 17 . maka diketahui (f).Pedoman Daftar Cek (Kelompok) No 1 2 3 4 5 6 7 8 . (2) menentukan N dengan cara mengalikan jumlah item pernyataan (n = 8) dengan k (sebanyak 10).

dan skala grafis (perpaduan skala angka dan kata). skala kualitatif (skala deskriptif/kata). yaitu skala kuantitatif (skala angka). kebiasaan belajar mata pelajaran tertentu. Prosedur Pengadministrasian Skala Penilaian Pengadministrasian observasi dengan pedoman skala penilaian dilakukan melalui tiga tahapan. Ada tiga jenis skala yang sering digunakan dalam pelaksanaan observasi. yaitu tahap persiapan. Gejala perilaku dapat dicatat dengan menggunakan instrumen/pedoman skala penilaian antara lain: partisipasi siswa dalam kegiatan diskusi. sehingga hasil interpretasi data dapat disimpulkan. Hal terpenting dalam pencatatan gejala perilaku observi dengan skala penilaian adalah makna tiap-tiap skala beserta penjabarannya. (d) mencatat kemunculan perilaku di dalam dan/atau di luar sekolah. kegiatan belajar siswa secara umu. (b) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku dalam waktu singkat. Manfaat Skala Penilaian Pada dasarnya skala penilaian ini bermanfaat bagi kepentingan pemahaman diri konseli melalui teknik observasi yang lebih khas diukur dari derajat penilaian. kebiasaan belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas. kebiasaan dan keterampilan bekerja. observer mencatat kemunculan perilaku berdasarkan kategori skala. keterampilan komunikasi dengan teman sebaya atau guru. serta (e) mencatat kemunculan perilaku individu dan kelompok sekaligus. Berdasarkan hasil konversi dapat diketahui bahwa frekuensi kemunculan kebiasaan belajar siswa pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas sebesar 75%. (c) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku dalam derajat penilaian. Misalnya. yang berarti siswa tersebut tergolong rajin belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas berdasarkan pencatatan/hasil observasi dengan menggunakan pedoman daftar cek.dengan tabel konversi yang dibuat sebelumnya (Tabel Konversi). aktivitas ekstrakurikuler di sekolah. BIMTEK GURU BK SMK 2012 18 . dan lain-lain topik yang relevan dengan kegiatan akadmik dan non akademik di sekolah. skala kualitatif/deskriptif dijabarkan dalam rentang deskripsi yang memiliki derajat penilaian berbeda mulai dari penilaian paling tinggi sampai penilaian paling rendah. Manfaatnya adalah (a) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku secara sistematis. aktivitas diskusi kelompok/kelas. b) Skala Penilaian (Rating Scale) Pengertian Skala Penilaian Skala penilaian adalah alat rekam observasi yang memuat daftar gejala tingkah laku observable behavior yang dicatat/cek secara berskala. Proses pengamatan dengan skala penilaian ini.

pelaksanaan, dan analisis hasil. Tahap persiapan mencakup langkah-langkah berikut: (a) penetapan topik, (b) penentuan variabel, (c) penentuan indikator, (d) penentuan prediktor, dan (e) penyusunan pernyataan/item. Tahap pelaksananaan meliputi langkah-langkah berikut: (a) penyiapan pedoman/format skala penilaian, (b) penentuan posisi observasi yaitu observer mengambil posisi yang tepat agar mudah mengamati perilaku observi dan tidak mengganggu perhatian observi, (c) pelaksanaan pengamatan yaitu mencatat derajat perilaku observi yang muncul pada format skala penilaian, dan (d) pencatatan terhadap perilaku observi (siswa/konseli yang diobservasi). Tahap analisis hasil mencakup langkah-langkah berikut: (a) skoring, (b) analisis dan interpretasi, dan (c) kesimpulan. Aplikasi Prosedur Pengadministrasian Skala Penilaian 1) Tahap persiapan, meliputi langkah-langkah berikut: (1) Penentuan topik yang relevan, misalnya kebiasaan belajar siswa’ (2) Penentuan variabel adalah kebiasaan belajar di sekolah. Variabel tersebut diuraikan menjadi sub-sub variabel yaitu kehadiran, kesiapan belajar, kelengkapan sarana belajar. Berdasarkan sub-sub variabel disusun penyataan/item dengan menggunakan kata-kata yang menggambarkan observable behavior. (3) Penentuan indikator. Pada langkah ini terlebih dahulu ditetapkan jenis atau derajat penilaian/skala, baik skala kuantitatif atau skala kualitatif/deskriptif maupun skala grafis. Misalnya, derajat penilaian kuantitatif ditetapkan dengan angka 1 – 5, derajat penilaian kualitatif/deskriptif dengan pernyataan mulai dari selalu, sering, kadang-kadang, dan tidak pernah, dan derajat penilaian grafis dengan penggabungan skala angka dan kata-kata. Pada dasarnya, langkah ini dimaknai sebagai penetapan derajat penilaian atas kemunculan perilaku observi pada suatu kegiatan. (4) Penentuan prediktor, yaitu menetapkan kreterium terhadap frekuensi kemunculan perilaku. Kreterium ini dibuat berdasarkan kajian teori tentang kebiasaan belajar sebagaimana tertera pada topik. Prediktor ini sekaligus digunakan sebagai acuan untuk interpretasi data. Ada empat (4) kreterium yang biasa digunakan untuk mengkonversi data, sebagaimana tercantum pada tabel konversi berikut.

BIMTEK GURU BK SMK 2012

19

Tabel Konversi Interval Persentase (%) 76 – 100 51 – 75 26 – 50 1 – 25 Klasifikasi Sangat Tinggi Cukup Tinggi Sedang Rendah Interpretasi Sangat rajin belajar Rajin belajar Cukup rajin belajar Tidak rajin/malas belajar

(5) Penyusunan pernyataan/item dengan merumuskan pernyataan/item berdasarkan pada penjabaran sub-sub variabel sebagai ejawantahan aspek perilaku yang diobservasi, khususnya kebiasaan belajar siswa. Berikut contoh pedoman skala penilaian.

BIMTEK GURU BK SMK 2012

20

Pedoman Skala Penilaian Kualitatif I. Identitas Siswa 1. Nama 2. Kelas/program 3. NIS/absen 4. Jenis Kelamin 5. Tempat/tgl lahir 6. Hari/tgl observasi 7. Tempat observasi 8. Waktu/durasi : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : Kebiasaan belajar siswa di : Mengetahui kebiasaan belajar di sekolah : Berilah tanda cek (V) pada skala yang sesuai dengan pernyataan gejala perilaku yang diamati V. Pernyataan/Item No 1 2 3 4 5 .. .. dst Kesimpulan: ……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………… Observer _________ Sub Variabel Pernyataan Tingkah laku Datang tepat pada waktunya, atau lebih awal Mempersiapkan kelengkapan peralatan belajar Memperhatikan guru menyajikan pelajaran Mencatat materi pelajaran Merespon apabila diberi kesempatan Skala Selalu Sering Kadangkadang Tidak pernah

II. Aspek yang diobservasi sekolah III. Tujuan observasi siswa IV. Petunjuk atau

BIMTEK GURU BK SMK 2012

21

dst Kesimpulan: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… Observer Sub Variabel Pernyataan Tingkah laku Kehadiran di kelas Duduk di tempat yang tersedia di kelas Mengeluarkan buku catatan dan peralatan tulis Mendengarkan penyajian materi diskusi Bertanya materi yang didiskusikan Menjawab pertanyaan sambil berargumen sesuai materi Menyampaikan saran-saran perbaikan Menulis/mencatat hasil diskusi Mengantuk atau tertidur Melakukan kegiatan lain sewaktu belajar Nilai 4 10 9 Nilai 3 8 7 6 Nilai 2 5 4 3 Nilai 1 2 1 : Mengetahui tingkat partisipasi siswa pada saat diskusi di kelas : Berilah tanda cek (V) pada skala yang sesuai dengan pernyataan II. : ………………………………. Hari/tgl observasi 7. Jenis Kelamin 5. : ………………………………. : Partisipasi diskusi mata pelajaran PKn III.... : ……………………………….. Identitas Siswa 1... Tujuan observasi IV. Aspek yang diobservasi BIMTEK GURU BK SMK 2012 22 . : ………………………………. Tempat/tgl lahir 6. Kelas/program 3... : ………………………………. Petunjuk atau gejala perilaku yang diamati V. : ……………………………….Pedoman Skala Penilaian Kuantitatif I. NIS/absen 4. Nama 2. Waktu/durasi : ………………………………. Pernyataan/Item Skala No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 .. . Tempat observasi 8.. : ……………………………….

_________ BIMTEK GURU BK SMK 2012 23 .

Tempat observasi 8. Kehadiran siswa saat mengikuti pelajaran 1 Terlambat awal 2 Agak terlambat 3 Tepat waktu 4 Sangat 2. dan Skala Penilaian Grafis).Pedoman Skala Penilaian Grafis I... : ………………………………. Sikap duduk di kelas 1 Tidak sopan sopan 2 Kurang sopan 3 Siap 4 Sangat 3 Sopan 4 Sangat 4. Skala Penilaian Kuantitatif. NIS/absen 4. Petunjuk V. Persipan mengikuti pelajaran 1 2 Tidak siap Kurang siap siap 3. Mendengar penjelasan guru 1 2 Tidak pernah kadang-kadang 3 Sering 4 Selalu Kesimpulan: ……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………… Observer _________ 2) Tahap Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan ini terlebih dahulu observer menyiapkan pedoman skala penilaian (Skala Penilaian Kualitatif.. Pernyataan/Item 1.. Aspek yang diobservasi III. : Kebiasaan siswa mengikuti pelajaran di kelas : Mengetahui kebiasaan siswa mengikuti pelajaran di kelas : Berilah tanda cek (V) pada garis skala yang sesuai dengan pernyataan/gejala perilaku yang diamati II. : ………………………………. : ………………………………. : ………………………………. : ………………………………. Tujuan observasi IV. Jenis Kelamin 5.. Nama 2. Waktu/durasi : ………………………………. Pada saat pelaksanaan ini BIMTEK GURU BK SMK 2012 24 . : ……………………………….. Kelas/program 3. Hari/tgl observasi 7. : ……………………………….. selanjutnya observer menempati posisi ‘dekat’ dengan observi kemudian mencatat perilaku observi.. Identitas Siswa 1. Tempat/tgl lahir 6.

misalnya 150. Tahap analisis hasil observasi sebagaimana contoh di atas berlaku untuk analisis Skala Penilaian Kualitatif dan Skala Penilaian Grafis. (5) mengkonversikan hasil persentase dengan tabel konversi yang dibuat sebelumnya (Tabel Konversi). yang berarti bahwa siswa tersebut tergolong siswa yang aktif belajar berdasarkan pencatatan/hasil observasi dengan menggunakan pedoman Skala Penilaian Kuantitatif. Berdasarkan hasil konversi diketahui bahwa frekuensi kemunculan partisipasi siswa pada saat belajar di kelas (untuk mata pelajaran tertentu) sebesar 75%. yaitu catatan yang menggambarkan perilaku. membuat gaduh di kelas. kegiatan atau situasi BIMTEK GURU BK SMK 2012 25 . Dengan kata lain.diusahakan agar observi tidak ‘menyadari’ jika dirinya sedang diobservasi atau terganggu oleh kegiatan observer. maka diketahui (f). Peristiwa penting yang dimaksud seperti: perkelahian. maka p = 150/200 X 100% diperoleh penghitungan sebesar 75%. maka diperoleh lembaran sebanyak 5 lembar. 3) Tahap Analisis Hasil dan Interpretasi Ada lima langkah yang diperlukan pada tahap analisis hasil observasi dengan menggunakan Skala Penilaian Kuantitatif. (3) menjumlahkan seluruh frekuensi kemunculan perilaku kebiasaan belajar siswa selama 5 kali pada derajat penilaian kuantitatif tertentu. observasi ini dilakukan terhadap perilaku khusus. Rekaman peristiwa penting itu menggambarkan perilaku khusus. membolos. Rekaman catatan anekdot ini sangat berguna untuk menyelidiki kasus dan menelaah perkembangan individu atau sekelompok individu. dengan derajat penilaian kuantitatif 4 skala (s) yaitu 1-2-3-4. sehingga hasil interpretasi data dapat disimpulkan. menyontek. c) Catatan Anekdot (Anecdotal Records) Pengertian Catatan anekdot merupakan alat perekam observasi secara berkala terhadap suatu peristiwa atau kejadian penting yang melukiskan perilaku dan kepribadian seseorang dalam bentuk pernyataan singkat dan objektif. maka N = n X k X s. (1) menghitung jumlah frekuensi observasi (k). alih-alih khusus. artinya perilaku keseharian yang terjadinya tidak umum. (4) menghitung persentase (%) dengan rumus p = f/N X 100%. Pencatatan laporan peristiwa penting harus dibedakan antara berita atau fakta dan pendapat (opini) observer. misalnya lima kali. (2) menentukan N dengan cara mengalikan jumlah item pernyataan (n = 10) dengan k (= 5) dan s (= 4). sehingga hasil perkalian tersebut diketahui N = 10 X 5 X 4 = 200. Menurut bentuknya catatan anekdot ini diklasifikasikan menjadi 3 yaitu: (a) Catatan Anekdot Deskriptif.

BIMTEK GURU BK SMK 2012 26 . menggambarkan perilaku. dan dapat diterima-tidak dapat diterima. Tahap pelaksanaan mencakup langkah-langkah: (a) menyiapkan format catatan anekdot. Pada langkah ini perlu ada penegasan siapa saja yang dilibatkan dalam proses pengamatan dan dalam kapasitas profesional. kegiatan atau situasi yang penafsirannya didukung oleh fakta. layak-tidak layak. Aspek-aspek perilaku tersebut. (2) Menentukan siapa yang melakukan pencatatan. baik pernyataan yang bersifat umum maupun khusus. menyontek. benarsalah. misalnya: kerjasama. (b) bentuk catatan anekdot yang digunakan. (ii) guru yang berminat untuk memahami problema-problema siswa. pelaksanaan. ketelitian. Prosedur Pengadministrasian Catatan Anekdot Pengadministrasian catatan anekdot terhadap peristiwa/perilaku khusus dilakukan dalam 3 tahapan. maka catatan anekdot ini pun berguna bagi: (i) guru baru dalam rangka penyesuaian diri dengan siswa. Semua perilaku anak tanpa terkecuali perlu diamati secara sistematis.dalam bentuk pernyataan. Akan tetapi dalam praktiknya. dan (c) Catatan Anekdot Evaluatif. (b) Catatan Anekdot Interpretatif. kegunaan catatan anekdot bagi pemahaman diri individu. Tahap analisis hasil yaitu memberi komentar dan interpretasi. Aplikasi Prosedur Pengadministrasian Catatan Anekdot 1) Tahap persiapan mencakup langkah-langkah berikut: (1) Menentukan aspek perilaku observi yang akan dicatat. membuat gaduh. Di samping. dan analisis hasil. perkelahian. membolos. dan (c) mencatat perilaku observer. Tahap persiapan ini tidak seperti umumnya dilakukan pada alat rekam observasi yang lain. melainkan lebih mengarah pada persiapan pelaksanaan. yaitu tahap persiapan. sehingga akan mengenal ihwal mereka. dan (c) berapa banyak observer yang terlibat selama proses pengamatan. (b) menentukan posisi observasi. dan (iii) bagi konselor untuk memberikan layanan konseling bahkan untuk mengadakan pertemuan kasus (konferensi kasus). besar kemungkinan diprioritaskan bagi anak-anak yang mengalami masalah dan menunjukkan prilaku khusus (khusus). meliputi langkah-langkah: (a) penetapan siapa observi. (b) dapat memperoleh gambaran sebab-akibat perilaku khusus individu. Manfaat Catatan Anekdot Berbagai manfaat catatan anekdot adalah: (a) dapat memperoleh diskripsi perilaku individu yang lebih tepat. dan (c) dapat mengembangkan cara-cara penyesuaian diri dengan masalah-masalah dan kebutuhan individu secara mendalam. yaitu catatan yang menggambarkan perilaku. dan sebagainya. kegiatan atau situasi berupa penilaian oleh observer berdasarkan ukuran baik-buruk.

Beberapa contoh kartu/form catatan adalah sebagai berikut (Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. Form I: Kartu Catatan Anekdot BIMTEK GURU BK SMK 2012 27 . sehingga dipertanggungjawabkan kerahasiaannya. Sedangkan kartu yang berukuran satu halaman jenis kertas folio berisi beberapa peristiwa siswa yang sama.2010). maka terlebih dahulu mereka harus mempunyai pemahaman dan menyadari pentingnya catatan anekdot. dan bentuk catatan anekdor berkala. Selanjutnya menentukan berapa banyak observer yang dilibatkan untuk melakukan pencatatan terhadap perilaku siswa. Apabila pencatatan ini dilakukan oleh seorang guru. (3) Menetapkan bentuk catatan anekdot.Apabila pencatatan dilakukan oleh seorang konselor untuk kepentingan bimbingan dan konseling. agar tumbuh kesediaan untuk menyusun catatan jika sewaktu-waktu diperlukan. Catatan asli merupakan bahan konfidensial. maka kesediaan dan kompetensi mereka dalam pengamatan tidak diragukan. Berbagai bentuk catatan anekdot seperti: kartu kecil yang berukuran setengah halaman jenis kertas folio berisi satu peristiwa dan lazim di sebut kartu/catatan asli.

Siswa: ……………………… L/P Kelas: ……………………… Tanggal: ………………………… Tempat: ………………………… Kejadian Pengamat: …………………… Form II: Catatan Beberapa Peristiwa NO Tanggal Tempat Kejadian Komentar/ interpretasi Saran Pengamat: ……… Form III. Pengamat 2) Tahap Pelaksanaan Pada tahap pelasanaan observer menyiapkan format catatan asli.. kemudian mengambil posisi yang memudahkan proses BIMTEK GURU BK SMK 2012 28 .. Ringkasan Catatan Anekdot Berkala Siswa: …………………………. L/P No Tanggal Tempat Pengamat Kelas: ……………………… Kejadian ………………….

Daftar Tallis BIMTEK GURU BK SMK 2012 29 . benar-salah) (3) Mengungkap “kemungkinan” dibalik perilaku dan simpulan perilaku (4) Mempertimbangkan perasaan observi saat berperilaku dan sasaran perilakunya (5) Mencatat respon lingkungan (6) Memperhatikan anteseden control dan stimulus (7) Peka potensi konflik.pencatatan. Selanjutnya observer melakukan pencatatan terhadap perilaku khusus observi dan diusahakan agar ia tidak menyadari jika sedang diamati. yaitu tahap persiapan. Prosedur Pengadministrasian Tally Pengadministrasian observasi dengan tally dilakukan dalam tiga tahapan. pelaksanaan. tally merupakan alat pencatatan observasi terhadap kemunculan perilaku dengan tanda garis tegak. Manfaat Tally Tally bermanfaat untuk mencatat intensitas perilaku dari waktu ke waktu dan berguna memahami individu untuk kepentingan layanan bimbingan dan konseling. dan analisis hasil. Ada beberapa hal yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam membuat interpretasi. 3) Tahap Analisis Hasil Tahap analisis hasil berupa pemberian komentar/interpretasi observer terhadap perilaku observi pada suatu kejadian berdasarkan hasil pencatatan. kebiasaan. Tahap persiapan dilakukan dengan menyiapkan alat pencatat tally sebagai contoh berikut. dan sifat-sifat individu observi d) Tally Pengertian Sebagaimana alat rekam observasi yang telah di sebutkan di atas. antara lain: (1) Berisi ulasan kesimpulan dan komentar dari observer mengenai perilaku observi (2) Bersifat penilaian evaluatif (baik-buruk.

Hari/Tgl/bulan/Tahun e) Alat-alat Mekanik Alat-alat mekanik adalah alat-alat elektronis dan optis yang digunakan untuk merekam data selama proses observasi. Tingkah laku Mencoret-coret buku Bergurau Menjerit-jerit Memukul teman Keluar dari kerja kelompok ……………………………. 2) Wawancara (Interviu) Dari berbagai sumber (Wayan Nurkancana.1993. yaitu suatu bentuk wawancara dimana pewawancara menyusun rencana wawancara tetapi tidak menggunaka format dan urutan yang baku. Robert Edenborough. yaitu wawancara berlangsung secara alami. 2002.. Kelas: ……………………… Sekolah:…………………. …………………………….Nama: ………………………………. (c) wawancara bebas. Umur: ………………………………. 2005. (2) berdasarkan responden yang diwawancarai: (a) wawancara langsung. (b) wawancara tidak langsung. …………………………….M Sri Hastuti.. yaitu wawancara yang dilakukan dengan individu tertentu tetapi tidak untuk mendapatkan data tentang individu yang bersangkutan. (b) wawancara terencana-tidak terstruktur. data akan lebih lengkap dan dapat digunakan kembali untuk menetapkan keabsahan data berdasarkan teknik yang digunakan. melainkan untuk mendapatkan data tentang BIMTEK GURU BK SMK 2012 30 . yaitu suatu bentuk wawancara dimana pewawancara dalam hal ini telah menyusun secara terinci dan sistematis rencana atau pedoman pertanyaan menurut pola tertentu dengan menggunakan format yang baku. tidak diikat atau diatur oleh suatu pedoman atau oleh suatu format yang baku. Wawancara dapat dibedakan menjadi beberapa kategori: (1) berdasarkan pertanyaan yang diajukan.Winkel & M. wawancara dapat dikategorikan dalam tiga bentuk yaitu: (a) wawancara terencana-terstruktur. yaitu wawancara yang dilakukan langsung berhadapan dengan responden. misalnya wawancara.Muri Yusuf.…. A. 2010) interviu atau wawancara dapat diartikan suatu cara pengumpulan data dengan jalan mengajukan pertanyaan secara lisan kepada sumber data dan sumber data juga memberikan jawaban secara lisan pula. Dengan memanfaatkan alat-alat mekanik ini. Alat-alat mekanik ini biasanya digunakan sebagai alat bantu/dukung pengumpulan data dengan teknik observasi dan teknik lain.S. W. dan dalam hal ini pewawancara hanya membacakan pertanyaan yang telah disusun dan kemudian mencatat jawaban responden secara tepat.

(1) Melakukan “domain” sebenarnya. yaitu wawancara yang dilakukan karena waktu dan tempat wawancara telah direncanakan terlebih dahulu. menyangkut kesederhanaan. (3) catat jawaban pertanyaan secara tepat dan benar. tepat dan makna yang lebih jelas serta baik. Pewawancara hendaklah terbiasa dengan model pertanyaan yang akan disampaikan. mampu berbahasa yang baik dan benar serta mau dan dapat mendengarkan pernyataan responden dengan baik. ramah tamah. (4) berdasarkan perencanaan wawancara: (a) wawancara berencana. 2005 mengemukakan beberapa aturan umum yang perlu diperhatikan pewawancara. (3) berdasarkan situasi wawancara: (a) wawancara formal. Muri Yusuf. (4) bila jawaban belum jelas. lebih terbuka. Muri Yusuf. gunakan teknik menjaring/probing. penuh perhatian. hormat terhadap responden.individu lain. netral.2005): a) Melakukan studi literatur untuk memahami dan menjernihkan masalah secara tuntas. yaitu menggali informasi lebih dalam sehingga terdapat jawaban yang lebih spesifik. yaitu wawancara dilakukan karena kebetulan ada kesempatan yang baik untuk mengadakan wawancara. (b) wawancara incidental. (b) wawancara informal. Aturan Umum Wawancara A. yaitu apabila wawancara tersebut dilakukan dalam suatu ruangan tertentu yang memang sengaja disiapkan untuk mengadakan wawancara dan antara penginterviu dan responden terjalin hubungan yang bersifat resmi. yaitu sebagai berikut: (1) penampilan dan sikap. (3) Menentukan tipe wawancara yang akan digunakan. kebersihan dan kerapian dalam penampilan yang akan mendorong kerjasama yang baik dari responden. yaitu apabila wawancara dilaksanakan tidak di tempat khusus dan antara pewawancara dengan responden terjalin hubungan yang tidak resmi. yang mewakili masalah yang (2) Mengidentifikasi sampel secara terinci. (2) ikuti kata-kata dalam pertanyaan dengan tepat. b) Menentukan bentuk pertanyaa wawancara (1) Apakah menggunakan langsung bentuk langsung atau tidak BIMTEK GURU BK SMK 2012 31 . rendah hati. sikap yang menyenangkan. Pedoman Wawancara Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam penyusunan pedoman wawancara adalah sebagai berikut (A. Perlu diingat bahwa pewawancara jangan sekali-kali menghafal pertanyaan yang akan diajukan.

yang menyarankan responden untuk memberikan jawaban sesuai dengan yang diharapkan pewawancara. (5) Pewawancara jangan mencoba berkomunikasi sebagai responden karena akan mengurangi hormat dari responden. Ikutilah urutan pertanyaan yang ada dalam pedoman pertanyaan. Harus diingat bahwa wawancara bukanlah percakapan biasa. b. tetapi bacalah pedoman yang telah dibuat sebelumnya. 3) 4) 5) 6) 7) BIMTEK GURU BK SMK 2012 32 . beberapa pedoman yang perlu diperhatikan yaitu: a. Janganlah menyarankan jawaban atau membuat persetujuan atau menolak suatu jawaban yang diberikan responden. Jangan bertanya berdasarkan pertanyaan yang telah dihafal. Memilih waktu yang tepat c. (6) Hindari pertanyaan yang membimbing. Pada waktu wawancara berusahalah: 1) 2) Ikuti tata aturan yang telah ditetapkan dalam petunjuk Tanyakan pertanyaan dengan hati-hati dan berusahalah agar bersifat informal sehingga hubungan tanya jawab menjadi lebih komunikatif. Dalam pelaksanaan wawancara. Janganlah menginterpretasikan suatu pertanyaan. Jangan menambah kata dari pertanyaan yang ada.(2) Apakah khusus atau tidak khusus (3) Apakah yang ditanyakan fakta atau pendapat (4) Apakah berupa pertanyaan atau pernyataan c) Menentukan isi pertanyaan wawancara (1) Nyatakan pertanyaan dalam urutan yang jelas (2) Mulai dari pertanyaan fakta dan sederhana (3) Pertanyaan yang kompleks (4) Gunakan bahan yang tidak meragukan dalam bentuk yang khusus sehingga dapat dipahami responden.

8) 9) Jangan bersikap reaktif terhadap jawaban responden. informasi atau data sebagaimana dibutuhkan. 12) Usahakan selama wawancara tidak ada orang lain yang menggangu wawancara. 13) Usahakan datang sendirian kepada responden. Muri Yusuf. (c) pertanyaan perilaku. kecuali jika merupakan suatu tim. sebelum pertanyaan yang diberikan dijawab responden. Tugas wawancara mengambil dan informasi. 11) Usahakan untuk tidak menceriterakan pertanyaan berikutnya. dimana pertanyaan/pernyataannya BIMTEK GURU BK SMK 2012 33 . 3) Angket (Kuesioner) Angket adalah alat pengumpulan data secara tertulis yang berisi serangkaian pertanyaan atau pernyataan berhbungan dengan topik tertentu yang diisi oleh siswa/konseli. 14) 15) 16) 17) 18) Selalulah melakukan konsultasi dengan pembimbing jika pewawancara mengalami kesulitan. Pada akhir wawancara jangan lupa mengucapkan terimakasih kepada responden atas bantuannya. yaitu pertanyaan berkaitan dengan cara responden menilai sesuatu tentang perilakunya sendiri dalam hubungannya dengan orang lain atau lingkungan. Angket terdiri dari beberapa jenis (A. kuesioner dapat dibedakan: (a) Pertanyaan fakta dan informasi. 2005): (1) ditinjau dari segi isi. (b) pertanyaan tentang pendapat dan sikap. Usahakan selalu bersikap sabar dan terjauh dari perbuatan emosional. yaitu pertanyaan fakta dan informasi yang tersedia berkaitan dengan pengetahuan yang diketahui tentang sesuatu. mengumpulkan 10) Usahakan merekam atau mencatat dengan baik. dan hasilnya digunakan untuk menggali serta menghimpun keterangan. semua jawaban dari responden. Usahakan selama wawancara untuk selalu memusatkan perhatian responden pada pertanyaan. yaitu pertanyaan yang berkaitan dengan perasaan dan sikap responden tentang sesuatu. (2) ditinjau dari bentuk pertanyaan. Usahakan untuk selalu wajar dalam tindakan. bukan memberi informasi. kuesioner dapat dibedakan: (a) angket terbuka.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat pertanyaan atau pernyataan dalam angket yaitu: a) pertanyaan/pernyataan yang dibuat harus jelas dan tidak meragukan. Muri Yusuf (2005): 1. Hindari kata-kata yang bersifat emosional dan sentimentil 15. Susun pertanyaan yang tidak memaksa atau mengarahkan siswa/konseli untuk menjawab ke satu arah 14. Berikut dikemukakan beberapa tips pengembangan angket yang dimodifikasi dari A.memberikan kebebasan kepada responden untuk memberikan jawaban dan pendapat sesuai dengan keinginan mereka. Hindari kata-kata yang meragukan atau kata-kata yang tidak ada gunanya 12. Lindungi ego dan perasaan siswa/konseli 11. b) hindari pertanyaan/pernyataan ganda. Menetapkan terlebih dahulu apakah digunakan pertanyaan terbuka atau tertutup atau kombinasi keduanya. Menyatakan pertanyaan dengan jelas dan spesifik. f) hindari pertanyaan/pernyataan yang bersifat bias/sugestif. 10. Jangan apriori mengasumsikan bahwa responden mempunyai informasi factual atau mempunyai pendapat dari tangan pertama 7. Menentukan terlebih dahulu apakah yang dibutuhkan pertanyaan umum atau khusus. Menetapkan kerangka rujukan pertanyaan 6. c) responden harus mampu menjawab. 9. 4. e) pertanyaan/pernyataan sebaiknya tidak terlalu panjang. dimana pertanyaan/pernyataannya tidak memberikan kebebasan kepada responden memberikan jawaban dan pendapatnya sesuai dengan keinginan mereka. Tanyakan dulu yang lebih sederhana. 3. sebelum ke yang lebih kompleks BIMTEK GURU BK SMK 2012 34 . jelas dan utuh 13. Menentukan terlebih dahulu apakah akan menggunakan pertanyaa langsung atau tidak langsung 8. Menetapkan aspek atau data yang akan dikumpulkan 2. Menghindari pertanyaan yang panjang. Setiap pertanyaan dinyatakan dengan ringkas. d) pertanyaan/pernyataan harus relevan. dan kabur. (b) angket tertutup. Memformulasikan pertanyaan sesuai dengan data yang dibutuhkan. 5.

Agama. Jangan jawaban dipengaruhi oleh gaya bahasa atau bentuk jawaban tertentu 17. Mahasiswa. Waktu senggang AUM Umum untuk SLTA memiliki kesahihan dengan indeks kecocokan sebesar 84. Kategori respon hendaklah mudah dipahami 19. Usahakan pengetikan dan perwajahan bersih.86. Para calon guru BK/konselor diharapkan memahami dan terlatih dalam pengadministrasiannya sehingga dapat menunjang pelayanan konseling yang akan dilakukannya dalam bertugas. SLTP. dan tingkat keterandalan (dengan teknik tes-rites) sebesar 0. rapi dan mudah dibaca 20. Karier dan pekerjaan 6. Keefektifan AUM Umum Jenis Alat Ungkap Jumlah masalah Terendah Tertinggi Rata-rata BIMTEK GURU BK SMK 2012 35 . Hubungan muda-mudi dan perkawinan 9. Beri kode tertentu (misalnya garis bawah) untuk hal-hal spesifik 18. Ke 225 butir AUM Umum Siswa SLTA tersebut pernah ditandai oleh siswa (ujicoba) sebagai suatu masalah yang dialaminya. dan Masyarakat). Sedangkan keefektifan AUM.25%. Keadaan dan hubungan dalam keluarga 10. Diri pribadi 3. Jangan lupa memberi pengantar dan petunjuk cara mengerjakan 4) Alat Ungkap Masalah (AUM) Umum AUM Umum merupakan salah satu jenis instrumen non tes yang dapat digunakan oleh guru BK/konselor untuk mengungkapkan masalah-masalah umum yang dialami oleh para siswa.16. Jasmani dan kesehatan 2. nilai dan moral 8. Ekonomi dan keuangan 5. dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Pendidikan dan pelajaran 7. Hubungan sosial 4. Aum Umum untuk Siswa SLTA (AUM yang lain untuk SD. terdiri dari 225 butir yang dikelompokkan ke dalam 10 bidang masalah. Kesepuluh bidang masalah tersebut adalah sebagai berikut: 1. dengan membandingkan jumlah masalah yang dikemukakan siswa melalui cara non-AUM (yaitu dengan menuliskan masalahmasalah yang dialami pada selembar kertas kosong) dengan masalah-masalah yang terungkap melalui AUM.

penggunaan hasil (umum. 5) AUM PTSDL AUM PTSDL merupakan salah satu jenis instrumen non tes yang dapat digunakan oleh guru BK/konselor untuk mengungkapkan mutu dan masalah belajar yang dialami oleh para siswa.36%. lembaran jawaban. lembaran jawaban. dan frekuensi pengadministrasian). yaitu Prasyarat Penguasaan Materi Pelajaran (P). dan Lingkungan Belajar dan Sosio Emosional (L). Keefektifan AUM PTSDL SLTA Jumlah Masalah Terendah Tertinggi 1 4 9 97 Jenis Alat Ungkap Non – AUM PTSDL AUM AUM PTSDL Rata-rata 1. AUM ini dilengkapi dengan manual yang berisi tentang deskripsi umum (latar belakang. Diri Pribadi (D). karakteristik).176 Sebagai suatu instrumen yang telah distandardisasikan. dan berdasarkan jenis-jenis layanan BK). dengan membandingkan jumlah masalah yang dikemukakan siswa melalui cara non-AUM (yaitu dengan menuliskan masalah-masalah yang dialami pada selembar kertas kosong) dengan masalah-masalah yang terungkap melalui AUM.Non – AUM AUM 2 8 7 126 1. petunjuk pengadministrasian (petunjuk pengerjaan. data yang diperoleh— individual dan kelompok). Sarana Belajar (S). karakteristik). Sedangkan keefektifan AUM. dapat dilihat pada tabel di bawah ini. BIMTEK GURU BK SMK 2012 36 .66 AUM PTSDL dilengkapi dengan manual yang berisi tentang deskripsi umum (latar belakang. dan tingkat keterandalan (dengan teknik tes-rites) sebesar 0. AUM PTSDL untuk siswa SLTA memiliki kesahihan dengan indeks kecocokan sebesar 86. Para guru BK/konselor diharapkan memahami dan terlatih dalam pengadministrasiannya sehingga dapat menunjang pelayanan konseling yang akan dilakukannya dalam bertugas.94 45. petunjuk pengadministrasian (petunjuk pengerjaan. waktu penyelenggaraan. AUM PTSDL untuk siswa SLTA terdiri dari 165 butir yang dikelompokkan ke dalam lima bidang. Keterampilan Belajar (T).76. pengolahan hasil (tata cara pengolahan. 367 45.

data yang diperoleh— individual dan kelompok. 2005:145). dan berdasarkan jenis-jenis layanan BK). 2010). partisipasi sosial. penolakan. tujuan digunakannya teknik sosiometri adalah sebagai alat penyaringan untuk mengidentifikasi pola hubungan antar individu pada suatu kelompok. atau untuk mengumpulkan data tentang pola dan struktur hubungan antara individu-individu dalam suatu kelompok (Wayan Nurkancana. menemukan norma-norma pergaulan antar siswa yang diinginkan dalam kelompok/ kelas yang bersangkutan. kriteria ini terkait dengan pengalaman individu dalam berinteraksi dengan individu lain di dalam suatu kelompok. membantu konselor/guru BK BIMTEK GURU BK SMK 2012 37 . 6) Sosiometri Sosiometri merupakan suatu metode untuk memperoleh data tentang hubungan sosial dalam suatu kelompok berdasarkan preferensi pribadi antara anggota-anggota kelompok (WS. yang diselidiki melalui metode ini adalah status sosial masing-masing anggota kelompok menurut pandangan pribadi anggota yang lain dalam kelompok. dengan tujuan untuk mengetahui hubungan yang ada di antara anggota dalam suatu kelompok (A.waktu penyelenggaraan. popularitas. ketertarikan. dan frekuensi pengadministrasian). menjadi dasar pertimbangan untuk menempatkan siswa dalam kelompok yang sesuai. 1993). memperbaiki penyesuaian hubungan sosial siswa secara individual. pengolahan hasil (tata cara pengolahan. status sosial ini tercermin pada diterima atau tidak diterima oleh anggota kelompok. penerimaan sosial. Muri Yusuf. merencanakan kegiatan intervensi dalam menciptakan iklim sosial yang diharapkan dengan cara meningkatkan hubungan sosial. penggunaan hasil (umum. atau dapat dikatakan bahwa sosiometri merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengetahui tingkat dan pola hubungan sosial antar individu dalam suatu kelompok yang mengacu pada kriteria tertentu. terkait dengan penyesuaian diri. konflik dan potensi kelompok yang dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk menciptakan iklim kelompok yang positif dan mendukung pengembangan diri individu (Eko Susanto. Winkel. Preferensi pribadi dinyatakan dalam kesukaan untuk berada bersama dengan beberapa anggota kelompok dalam melakukan kegiatan tertentu. Hasil sosiometri tersebut dapat digunakan. 2011). baik tentang mutu kegiatan belajar maupun masalah belajar). dan pemahaman diri antar siswa berkenaan dengan pergaulan sosialnya. antara lain untuk memperbaiki struktur hubungan sosial para siswa. Merujuk pada definisi di atas.

tampilan ini juga disebut tabulasi. merekaadalah individu yang belum pernah mendapatkan pilihan positif dari siapapun didalam sebuah kelompok yang demikian biasanya didefinisikan sebagai isolate. jika tidak mencari informasi dengan menggunakan nominasi negatif. istilah yang digunakan pada diagram yang secara visual menunjukkan struktur sosiometri. Dalam beberapa kasus dengan kriteria negatif mungkin kita akan menemukan individu yang terpilih sebagai bintang negatif (negative star). biasanya tidak digunakan untuk menggambarkan individu yang tidak menerima nominsasi negatif. sebagai berikut: a) (1) (2) (3) (4) Istilah umum Sosiometri . Eko Susanto (2011) merangkum berbagai istilah yang umum digunakan dalam sosiometri. jumlah individu yang tersisihkan/terisolasi dari anggota kelompok yang lain. Kriteria . maka tidak akan ada perbedaan antara misterius (ghost) dan terisolasi (isolate). Istilah terisolasi (isolate). Sosiomatriks .mengidentifikasi siswa yang memiliki potensi dan masalah berkenaan dengan hubungan sosial. disebut juga individu populer yang menerima jumlah pilihan yang besar pada sosiometri. Dalam visualisasi sosiogram biasanya diletakkan diluar pinggiran atau tepi untuk menandai isolate dalam sebuah kelompok. sehingga banyak panah yang semuanya mengarah kepada individu tertentu. Dalam penggunaan teknik sosiometri. b) Istilah yang digunakan untuk menunjukkan fenomena individual (1) Bintang(Star). sebagai dasar dalam penyusunan program bimbingan konseling. metode yang dapat digunakan untuk mengevaluasi struktur kelompok. induvidu yang demikian disebut bintang (stars). Individu yang tidak menerima nominasi positif atau negatif disebut misterius (ghost). Tak seorang pun yang memilih BIMTEK GURU BK SMK 2012 38 . seperti dijelaskan di atas bahwa individu yang misterius (ghost) adalah seseorang yang bahkan tidak diakui sama sekali di dalam sebuah kelompok. pernyataan/pertanyaan sosiometri. Mereka menjadi pusat atau pusat tarikmenarik (hub of attraction ). (3) Misterius (ghost). visualisasi deretan kode yang menunjukkan arah pilihan yang dihubungkan secara vertikal dan horizontal. (2) Isolate. Ketika sosiogram menunjukkanbanyak individu yang secara positif memilih orang yang sama. Sosiogram .Tentu saja. biasanya dibuat dalam bentuk tabel.

Akibatnya. c) Istilah yang digunakan untuk menunjukkan fenomena kelompok (1) Rantai (Chain). Dengan demikian jelas bahwa. kelompok kecil ---kesenjangan dalam kelompok yakni situasi dimana sejumlah individu saling memilih pada kriteria sosiometri yang sama. mereka mungkin juga tidak dikenal atau tidak diakui keberadaannya di dalam kelompok. ketika pasangan saling memilih (mutual choice) sehingga membentuk kelompokkelompok kecil yang terpisah dari pola-pola yang lebih besar. Istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan pilihan pertama dari nominasi yang diajukan. seperti pulau (island). (5) Rejectee . pilihan bolak-balik. (4) Neglectee: individu yang menerima pilihan relatif kecil pada sosiometri. Perlu dipahami bahwa istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan pilihan pertama dari nominasi yang diajukan. mereka telah membuat nominasi. dua individu yang saling memilih satu sama lain pada kriteria sosiometri yang sama. (6) Mutual . kondisi ini menggambarkan kelompok tersebut sebagai kepulauan (islands). (a) Kepulauan (Islands). atau setidaknya digunakan sebagai pengetahuan yang bermanfaat ketika mereka berada pada satu kelompok dengan kelompok yang lain. namun memberikan pilihan yang relatif kecil pada individu diluar kelompok.mereka pada nominasi positif dan mereka tidak pula menerima pilihan pada nominasi negatif. individu yang menerima pilihan negatif/penolakan. (2) Gaps.Pasangan ini terdiri dari anak-anak yang memilih satu sama lain. pilihan berurutan seperti A-B-C-D. dan anggota dari kelompok ini tidak dinominasikan oleh siapa pun dalam pola-pola lain.Kondisi seperti ini merupakan fenomena yang diharapkan dalam suasana kelompok. BIMTEK GURU BK SMK 2012 39 . atau pasangan. segitiga (triangels) dan lingkaran (circle). dalam kondisi tersebut memungkinkan untuk dievaluasi dengan intervensi sosial yang dilakukan oleh konselor. Semakin banyak hubungan yang menyenangkan di dalam kelompok dengan demikian memungkinkanakan tercipta iklim sosial positif yang lebih besar ke dalam kelompok. Bagaimanapun. fenomena pilihan negatif akan membawa situasi berbahaya di dalam kelompok dan harus dihindari. ketika satu individu menominasikan individu lain dan pada gilirannya ia menominasikan individu yang lain begitu seterusnya.

menentukan subjek yang akan dikenai pengukuran. khususnya untuk pengembangan alat ukur psikologis. antara lain dapat ditinjau dari segi validitas. perlu diikuti prosedur pengembangan yang dikemukakan oleh berbagai ahli. Sedangkan menurut Syaifuddin Azwar (2004) prosedur pengembangan instrumen (khusus untuk pengungkapan aspekaspek psikologis) adalah: identifikasi tujuan (penetapan konstrak psikologis). analisis item. pemilihan format stimulus dan penskalaan. penggunaan. operasionalisasi konsep (indikator perilaku). menentukan dasar konseptual atau dasar teoritis yang digunakan sebagai landasan. reliabilitas. penyusunan bentuk akhir.(b) Segitiga dan Lingkaran (Trianglesand Circles). validasi. kompilasi I (seleksi item). Jika terdapat lebih dari tiga orang dengan pola demikian disebut sebagai lingkaran. menentukan materi alat ukur. menyusun kisi-kisi atau blue-print. menentukan tipe soal. prates. prosedur yang ditempuh adalah menentukan wilayah yang akan dikenai pengukuran. penilaian. daya beda. Prosedur Pengembangan Instrumen Instrumen yang baik harus memenuhi berbagai persyaratan. menentukan jumlah soal. uji coba. kondisi ini disebut sebagai SEGITIGA jika hanya melibatkan tiga orang. pengujian reliabilitas. kompilasi II (format final). efektifitas. c. Untuk mendapatkan instrumen yang baik. Djoemadi Darmodjo (2002) mengemukakan prosedur pengembangan instrumen: Perencanaan umum. merakit soal. ketika sebuah rantai datang kembali pada dirinya sendiri oleh karena orang terakhir yang mencalonkan orang pertama. menentukan taraf kesukaran soal. dan norma. spesifikasi tujuan dan isi. penulisan item dan reviu item. Sumadi Suryabrata (2000). penulisan item atau soal. Menurut Gerald Goldstein & Michel Hersen (2000) prosedur pengembangan instrumen asesmen adalah dengan mengikuti langkah-langkah berikut: 1) reviewing the literature 2) defining the construc 3) test planning and lay out 4) designing the test 5) item tryout 6) item analysis 7) building a scale 8) standardizing the test BIMTEK GURU BK SMK 2012 40 . penelaahan dan penyempurnaan item/soal. Hampir bersamaan dengan itu.

1) Menetapkan tujuan 2) Mengembangkan spesifikasi/kisi-kisi/blue print instrumen 3) Menentukan format. 4) Menulis butir-buti instrumen yang dapat berbentuk pertanyaan atau pernyataan. Muri Yusuf. 5) Butir-butir yang telah ditulis merupakan konsep instrumen yang harus melalui proses validasi.Di samping itu. nomor. 2011. 2) Berdasarkan konstruk tersebut dikembangkan dimensi dan indikator variabel. Djaali dan Pudji Muljano (dalam Imam Hanuji. 8) Setelah konsep instrumen dianggap valid secara teoritik atau scara konseptual. berikut dikemukakan prosedur umum pengembangan instrumen (Furqon dan Yaya Sunarya. tipe dan bentuk instrumen yang akan dikembangkan BIMTEK GURU BK SMK 2012 41 . A. kemudian dirumuskan konstruk dari variabel tersebut. dilakukanlah penggandaan instrumen secara terbatas untuk keperluan uji coba 9) Uji coba instrumen di lapangan merupakan bagian dari proses validasi empirik 10) Pengujian validitas 11) Berdasarkan pengujian validitas tersebut. Dengan merujuk pendapat-pendapat di atas. diperoleh kesimpulan mengenai valid atau tidaknya sebuah butir atau sebuah perangkat instrumen. butir dan jumlah butir untuk setiap dimensi dan indikator. baik teoritik maupun empirik. 7) Revisi atau perbaikan berdasarkan saran dari pakar atau berdasarkan hasil panel. indikator. 2005) yang dapat dilakukan oleh guru BK untuk kepentingan pelayanan konseling di sekolah. 3) Membuat kisi-kisi instrumen dalam bentuk tabel spesifikasi yang memuat dimensi. 2011) merinci langkah-langkah penyusunan dan pengembangan instrumen (untuk penelitian) sebagai berikut: 1) Berdasarkan sintesis dari teori yang dikaji tentang suatu konsep dari variabel yang hendak diukur. 12) Berdasarkan hasil analisis butir maka butir-butir yang tidak valid dikeluarkan atau diperbaiki untuk diuji coba ulang sedangkan butir-butir yang valid dirakit kembali menjadi sebuah perangkat instrumen 13) Selanjutnya dihitung koefisien reliabilitas 14) Perakitan butir-butir instrumen yang valid untuk dijadikan instrumen yang final. yaitu melalui pemeriksaan pakar atau melalui panel yang pada dasarnya menelaah seberapa jauh butir instrumen yang dibuat secara tepat dapat mengukur indikator. 6) Tahap validasi pertama yang ditempuh adalah validasi teoritik.

bukan hasil belajar matematika. Untuk itu langkah-langkah umum yang perlu diikuti oleh guru BK atau konselor adalah: 1) mempelajari manual instrumen 2) mengidentifikasi karakteristik responden 3) melihat kesesuaian antara instrumen dan reponden 4) menyiapkan diri untuk mampu menyelenggarakan pengadiministrasian instrumen 5) menyiapkan aspek teknis dan adminstratif BIMTEK GURU BK SMK 2012 42 . Analisis data dan kebutuhan didahului dengan pengumpulan data dan need assessment dengan menggunakan berbagai instrumen. misalnya AUM PTSDL SLTP hanya cocok untuk mengungkapkan masalah-masalah anak SMP atau sedrajat. artinya instrumen benar-benar cocok digunakan untuk mengungkapkan apa yang ada pada diri responden. Agar penggunaan instrumen tersebut sesuai dengan tujuan dan maksud penggunaannya. individual. tes inteligensi hanya cocok untuk mengukur kecerdasan. 2012). kebutuhan dan permasalahan serta lingkungan konseli. diperlukan komampuan dan kejelian dalam memilih instrumen yang akan digunakan. tidak untuk mengukur bakat atau minat. potensi. Pemilihan Instrumen Program bimbingan dan konseling harus disusun berdasarkan data dan analisis kebutuhan peserta didik. kebutuhan untuk apa data hasil instrumen tersebut akan digunakan. Dalam pemilihan instrumen yang akan digunakan. maching antara instrumen dan responden harus benar-benar tepat. Untuk itu diperlukan data yang akurat dan memadai berkenaan dengan diri. Konselor yang akan mengaplikasikan intrumen harus benar-benar memilih dan menyesuaikan instrumen (materi. validitas. reliabilitas) dengan responden dan karakteristik yang hendak diakses pada diri responden (Prayitno. serta bentuk data (kelompok.4) Menulis atau merumuskan item-item sesuai dengan format yang dipilih 5) Mengkaji ulang rumusan item-item oleh ahli lain ( judgment) 6) Merevisi item-item berdasarkan hasil judgement 7) Menggandakan instrumen 8) Menggunakan instrumen 2. Hal ini diperlukan karena tidak semua instrumen cocok dan perlu digunakan untuk semua responden. baik tes mau pun non tes. dan sebagainya. inventori kreatifitas untuk mengukur kreatifitas. khusus) yang akan dikumpulkan dengan penggunaan tersebut. umum. bahkan seringkali suatu instrumen hanya dapat digunakan untuk kelompok responden dengan kondisi tertentu.

termasuk alokasi waktu yang disediakan 3) bagaimana jawaban/respon responden diolah 4) bagaimana hasil pengolahan disampaikan kepada responden 5) bagaimana hasil tersebut digunakan dan apa yang perlu atau diharapkan dilakukan responden Secara umum. Prayitno. 2010. dan kegunaan instrumen bagi responden 2) bagaimana menjawab dan mengerjakan instrumen.3. bagaimana dan untuk apa instrumen itu diadministrasikan kepada siswa atau konseli. mengapa. dengan catatan calon penyelenggara itu harus terlebih dulu berlatih sehingga benar-benar mampu menyelenggarakan sesuai dengan syarat-syarat asesmen yang baik (Prayitno. khususnya instrumen yang sudah distandardisasikan. Penggunaan Instrumen a. Dalam hal ini konselor perlu mengemukakan: 1) pokok isi. Tata cara pelaksanaan Pengadministrasian instrumen pada dasarnya dilaksanakan sesuai dengan petunjuk yang dikemukakan dalam manual instrumen. pengadminstrasian instrumen perlu diawali dengan penjelasan tentang apa. 1) Perencanaan a) Menetapkan objek yang akan diukur/diungkapkan b) Menetapkan subjek yang akan mengikuti asesmen c) Menetapkan/menyusun instrumen sesuai dengan objek dan subjek yang akan dites d) Menetapkan prosedur asesmen e) Menetapkan fasilitas f) Menyiapkan kelengkapan administratif 2) a) Pelaksanaan Mengkomunikasikan rencana aplikasi instrumen kepada pihak terkait pelaksanaan BIMTEK GURU BK SMK 2012 43 . Kewenangan menyelenggarakan administrasi instrumen non tes pada umumnya lebih terbuka. 2012). bentuk. 2012). tujuan. yaitu: 1) memahami isi dan bentuk instrumen yang akan digunakan secara mendalam dan menyeluruh 2) memahami dan dapat melaksanakan prosedur dan cara-cara pengadministrasian instrumen yang akan digunakan 3) memahami dan dapat melaksanakan cara pengolahan respon/jawaban responden/konseli 4) memahamai dan dapat melaksanakan interpretasi/penafsiran terhadap hasil-hasil instrumen Untuk keperluan pelayanan konseling. operasionalisasi pengadmistrasian instrumen (mulai dari perencanaan sampai pada pelaporan adalah sebagai berikut (Mudjiran dkk.

Pengolahan hasil instrumen Hasil pengadministrasian instrumen harus segera diolah. hasil-hasil pengadministrasian instrumen tersebut akan menjadi kedaluarsa. tidak cocok lagi dengan keadaan siswa yang sudah berubah. Apabila pengolahan tertunda. kesegeraan dalam pengolahan hasil AUM akan menjunjung azas kekinian dalam bimbingan dan konseling (Mudjiran dkk. 2010). maka hasil instrumen akan menjadi siasia. lebih-lebih dalam waktu yang lebih lama lagi. besar kemungkinan berbeda dari masalah-masalah yang mereka alami dan terungkapkan melalui instrumen pada waktu sebelumnya. Masalah-masalah siswa pada satu atau dua bulan kemudian. Tata cara pengolahan hasil instrumen. biasanya sewaktu pengembangan instrumen tersebut sudah BIMTEK GURU BK SMK 2012 44 . biasanya sudah termuat dalam manual instrumen yang digunakan. khususnya instrumen yang sudah distandardisasikan. Jika hasil demikian itu terjadi. Sedangkan untuk instrumen yang dikembangkan sendiri oleh guru BK atau konselor.b) c) d) e) f) Mengorganisasikan kegiatan instrumentasi Mengadministrasikan instrumen Mengolah jawaban/respon responden Menafsirkan hasil instrumentasi Menetapkan arah penggunaan instrumentasi hasil 3) a) b) c) d) 4) Evaluasi Menetapkan materi evaluasi terhadap kegiatan instrumenasi serta penggunaan hasil-hasilnya Menetapkan prosedur dan cara-cara evaluasi Melaksanakan kegiatan evaluasi Mengolah dan menafsirkan hasil evaluasi Tindak Lanjut a) Menetapkan jenis dan arah tindak lanjut terhadap kegiatan instrumenasi serta penggunaan hasil-hasilnya b) Mengkomunikasikan rencana tindak lanjut kepada pihak terkait c) Melaksanakan rencana tindak lanjut a) b) c) Laporan Menyusun laporan kegiatan aplikasi instrumenasi Menyampaikan laporan kepada pihak terkait Mendokumentasikan laporan kegiatan 5) b. Sedapatdapatnya paling lambat dalam satu minggu hasil instrumen telah terolah dan digunakan. untuk selanjutnya dipergunakan dalam pelayanan bimbingan dan konseling tertentu terhadap siswa yang bersangkutan.

kebutuhan dan permasalahan serta lingkungan siswa atau konseli. yaitu berupa data individual. tetapi juga mengarah pada potensi (kekuatan dan hal-hal yang “positif”) dan kebutuhan siswa/konseli. dan norma. 1. dengan mengumpulkan data diri. ada pula jenis instrumen yang pengolahannya menggunakan kunci untuk memperoleh skor (misalnya tes. Melakukan pengolahan. Artinya pengolahan data dan hasilnya. tidak hanya menghasilkan data berkenaan dengan kelemahan dan/atau masalah-masalah yang dialami siswa/konseli (hal-hal yang “negatif”). umum. ataupun menskor jawaban siswa/konseli Memasukkan hasil pengolahan (langkah kedua) ke dalam tabel-tabel atau format-format yang telah dipersiapkan. dan khusus. dan membandingkannya dengan kriteria/norma (yang telah ditetapkan). Mengkonversi hasil pengolahan data dengan kriteria/norma instrumen (sesuai manual) Menginterpretasikan hasil pengolahan data BIMTEK GURU BK SMK 2012 45 2. Di sisi lain. baik dengan men-tally/menghitung frekuensi dan persentase. 5. potensi. 3. Untuk data kelemahan/masalah siswa akan dientaskan. sedangkan untuk data potensi akan dikembangkan melalui program bimbingan dan konseling.dirancang juga tata cara pengolahan datanya serta penggunaan hasilnya. akan menghasilkan minimal data individual dan kelompok. Menyiapkan kelengkapan pengolahan data. . kelompok. 4. maka pengolahan data dan hasilnya mengarah pada keperluan tersebut. untuk satu instrumen. kunci/pedoman scoring (untuk intrumen yang memerlukan kunci). yaitu untuk keperluan penyusunan program bimbingan dan konseling. Berikut dikemukakan langkah-langkah umum pengolahan data dari suatu instrumen dengan cara manual. Satu instrumen yang diadministrasikan terhadap sekelompok atau satu kelas siswa. hasil pengolahan instrumen akan mengarah pada pengelompokan data tersebut. Ada di antara instrumen yang pengolahan datanya dengan men-tally atau menghitung frekuensi dan persentase. AUM PTSDL) dan membandingkannya dengan kriteria/norma yang ada dalam manual instrumen. Sesuai dengan kelompok data. terutama formatformat hasil pengolahan. pengolahan hasilnya dapat dilakukan per item dan dapat pula untuk keseluruhan item dalam satu instrumen tersebut. tabel data individual dan kelompok). Ditinjau dari keperluan pengumpulan data. baik untuk jenis data individual maupun kelompok (tabel tabulasi.

akan diketahui siapa dan BIMTEK GURU BK SMK 2012 46 . juga akan diketahui perbandingan antara individu dengan individu lain atau antara individu dengan kelompok. Kesalahan akan berakibat. akan diketahui potensi. kebutuhan. Penafsiran hasil Setelah pengolahan data hasil instrumen (khususnya setelah konversi data dengan menggunakan kriteria/norma). ITP. masalahmasalah yang dialami. Tata cara interpretasi data. Interpretasi instrumen. di samping data tidak valid dan terbuang sia-sia sehingga program bimbingan dan konseling tidak tepat sasaran. c. misalnya dengan memperhatikan rerata. bagi konselor yang menggunakan instrumen yang dikembangkan oleh orang lain (sudah distandardisasikan). membahayakan terhadap pribadi-pribadi siswa/konseli. tes. guru BK/konselor harus mempelajari manualnya dengan seksama. Untuk data individual misalnya. kebutuhan dan permasalahan serta lingkungan siswa atau konseli. Dengan kata lain. langkah berikutnya yang harus dilakukan oleh guru BK atau konselor adalah penafsiran atau interpretasi data. Dari data tersebut. Hasil interpretasi itu akan dimasukkan ke dalam himpunan data yang selanjutnya akan digunakan untuk penyusunan program bimbingan dan konseling.6. skor tertinggi dan terendah. serta kondisi lingkungan yang menghambat ataupun yang menunjang kesuksesan untuk sekelompok siswa/konseli. biasanya juga termuat dalam manual instrumen atau telah dirancang sebelumnya sewaktu pengembangan instrumen yang dilakukan oleh guru BK/konselor. baik dalam pengadministrasian. dari hasil interpretasi. kebutuhan. range. Menetapkan arah penggunaan hasil instrumenasi Apabila pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program computer (misalnya AUM Umum dan AUM PTSDL. sedangkan dari data kelompok akan dapat dilihat potensi. biasanya dapat dilakukan untuk data kelompok/kelas dan data individual. Oleh sebab itu. atau instrumen lain yang telah dirancang program pengolahannya). data hasil pengolahan akan diperoleh. pengolahan ataupun dalam interpretasinya. serta kondisi lingkungan yang menghambat ataupun yang menunjang kesuksesan dan perkembangan siswa/konseli. masalah-masalah yang dialami. untuk setiap item dan untuk keseluruhan item (total) dalam suatu instrumen. Dari hasil interpretasi tersebut akan diketahui potensi. biasanya guru BK atau konselor cukup mengentrikan data dan mengikuti “perintah-perintah” yang ada dalam manual program pengolahan data instrumen tersebut. supaya tidak terjadi kekeliruan. baik untuk data kelompok maupun individual. Sosiometri. Melalui program tersebut.

sistematis. baik secara individual maupun dalam posisinya sebagai anggota kelompok/kelas. Data kemampuan. minat • Identitas keluarga • Riwayat kesehatan • Catatan anekdot (kejadian khusus) • Masalah diri pribadi b. dan kondisi (positif dan “negatif”). bakat.bagaimana potensi. 2011). Data kemampuan. Himpunan Data Data merupakan gambaran atau keterangan atau catatan tentang ada dan keadaan tertentu. sedangkan himpunan data ( commulative record) berarti berbagai jenis data dihimpun. Data perkembangan. Kegiatan himpunan data dalam bimbingan dan konseling berarti kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik/sasaran layanan. komprehensif. kondisi hubungan dan lingkungan sosial. 2012). Data perkembangan. dikolompokkan dan dikemas dalam bentuk tertentu. kondisi dan lingkungan diri pribadi siswa. Data yang dihimpun tersebut adalah berkanaan dengan: a. seperti: • Pekerjaan orangtua/keluarga • Bakat-minat karir. yang diselenggarakan secara berkelanjutan. terpadu. seperti: • Sosiogram • Teman dekat • Data hubungan sosial • Masalah sosial c. arah dan persiapan karir. jurusan yang diambil • Masalah karir BIMTEK GURU BK SMK 2012 47 . kebutuhan. seperti: • Identitas diri • Potensi dasar: inteligensi. Balitbang Depdiknas. dan bersifat rahasia (Pusat Kurikulum. dengan tujuan menyediakan data dalam kualitas yang baik dan lengkap untuk menunjang pelayanan konseling sesuai dengan kebutuhan konseli (Prayitno. 4. seperti: • Nilai hasil belajar • Data kegiatan belajar • Riwayat pendidikan • Masalah belajar d. kegiatan dan belajar.

cita-cita • Hasil karya • Status dan kondisi keluarga • Status dan kondisi pekerjaan atau karir • Kondisi kehidupan sehari-hari dan permasalahannya b. padat dan jelas • Luwes: tidak statis. informasi karir dan pendidikan. tempat dan tanggal lahir. data lingkungan. antara lain: • Identitas pribadi: nama. (4) program computer (file). Pengembangan Data • Langsung: dari sumber asli • Luas: sebanyak-banyaknya tetapi sesuai keperluan • Lugas: bersifat apa adanya. (5) kumpulan data umum. bakat. minat dan kecenderungan pribadi. (3) kumpulan data kelompok dan laporan kegiatan. Prayitno (2012) mengemukakan tiga pengelompokan data. Misalnya kumpulan leaflet.Ditinjau dari pengelompokan data (pribadi. dan sumber informasi lain) Dalam penyelenggaraannya. Data pribadi: semua data yang berkaitan dengan pribadi seseorang. kewarganegaraan. mudah menghimpunnya dan mudah pula mengaksesnya untuk digunakan c. gelar. Data Umum: Data yang tidak mengenai diri seseorang dan tidak pula berkenaan dengan kelompok individu tertentu (berasal dari luar diri pribadi atau kelompok). umum). (2) himpunan lembaran dengan format yang dirancang khusus. alamat. Data Kelompok: Data mengenai sekelompok individu. kelompok. agama • Kondisi fisik dan kesehatan • Potensi diri: kemampuan dasar. brosur. dan selalu ditambah dengan data baru yang benar-benar berguna • Lancar: mudah penyelenggaraannya dan mudah menggunakannya. Penggunaan Data BIMTEK GURU BK SMK 2012 48 . antara lain: • Hubungan sosial antar individu • Kondisi kebersamaan • Kerjasama kelompok • Hasil belajar sekelompok individu c. 2012): a. data dapat dihimpun dalam (1) buku data pribadi. Sedangkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan himpunan data adalah (Prayitno. Menghimpun data • Data pribadi • Data kelompok • Data umum b. yaitu a. yang tidak berguna dibuang.

a. dan sistematika data 2) Kelengkapan. Perencanaan 1) Menetapkan jenis dan klasifikasi data serta sumber-sumbernya 2) Menetapkan bentuk himpunan data 3) Menetapkan dan himpunan data menata fasilitas pengisian. klasifikasi. 2010. Laporan 1) Menyusun laporan (secara berkala) kegiatan himpunan data 2) Menyampaikan laporan kepada pihak terkait BIMTEK GURU BK SMK 2012 49 . Prayitno. sistematika dan penggunaan fasilitas yang digunakan 2) Memeriksa kelengkapan. operasionalisasi kegiatan himpunan data (mulai dari perencanaan sampai pada pelaporan adalah sebagai berikut (Mudjiran dkk. 2012). untuk penyelengaraan dan 4) Menetapkan mekanisme penggunaan himpunan data pemelihraaan 5) Menyiapkan kelengkapan administrasi b. keaktualan dan Tindak Lanjut. keakuratan. mengembangkan lebih lanjut sesuai dengan hasil evaluasi: 1) Bentuk. Evaluasi 1) Mengkaji efisiensi. Pelaksanaan 1) Mengumpulkan dan memasukkan data ke dalam himpunan data sesuai dengan klasifikasi dan sistem etika yang ditetapkan 2) Memanfaatkan data untuk berbagai jenis layanan konseling 3) Memelihara dan mengembangkan himpunan data c.• Perencanaan/program layanan • Isi layanan • Laporan kegiatan layanan Secara umum. keakuratan dan keaktualan data 3) Kemanfataan data 4) Penggunaan teknologi 5) Teknik penyelenggaraan e. kemanfaatan data dalam himpunan data d.

Hasil yang diharapkan dari latihan ini adalah peserta dapat mengaplikasikan kemampuannya di tempat bertugas. skala. terutama berkenaan dengan instrumen dan kegiatan himpunan data dalam pelayanan bimbingan dan konselig di SMK. angket. baik berkaitan dengan proses. instrumen dan fasilitas yang digunakan. dengan memperhatikan azas kerahasiaan c. Teknik/Instrumen yang Digunakan Petunjuk: 1. kegiatan yang dilakukan dalam pelaporan adalah: a. b. hasil dan penafsirannya. Suatu hal yang sangat perlu diperhatikan. Tulis jenis data dan tentukan teknik/instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dengan mengisi tabel di bawah ini! BIMTEK GURU BK SMK 2012 50 E. Pelaporan Kegiatan instrumenasi dan himpunan data yang dilakukan perlu disusun laporannya untuk berbagai keperluan. Lampiran (Petunjuk dan format latihan) 1. pengembangan instrumen wawancara. hasil.serta penggunaan atau arah penggunaan data. peserta diharapkan melakukan latihan. Secara umum. Menyampaikan laporan kepada pihak terkait.3) Mendokomentasikan laporan 5. baik secara sendiri-sendiri ataupun secara berkelompok. misalnya kepada kepala sekolah/wakil. Menyusun laporan. baik berkenaan dengan penyusunan. Latihan dilakukan dalam kelas yang didampingi oleh instruktur. Materi latihan dapat berupa pengembangan item-item dari contoh instrumen yang sudah dikemukakan dalam bab ini (daftar cek. dan penggunaannya. tally). atau melakukan kegiatan himpunan data. atau mengerjakan latihan dengan mengisi format-format yang tertera pada lampiran. sosiometri. instrumen dan fasilitas yang digunakan. yang memuat tentang proses. Latihan Dalam kegiatan Bimtek ini. Jangan sampai data tentang siswa sampai kepada pihak-pihak yang dapat merugikan siswa/konseli. Jenis Data dan . penyimpanan/pendokumentasian ataupun penyampaian laporan kepada pihak terkait. Mendokomentasikan laporan dengan memperhatikan azas kerahasiaan D. adalah penerapan azas kerahasiaan.

2. Kelompokkan data tersebut dan rancang instrumen yang akan digunakan untuk pengumpulan data tersebut BIMTEK GURU BK SMK 2012 51 .

Tabel Jenis Data dan Teknik/Instrumen yang Digunakan Teknik/Instrumen No Jenis Data Obs Wwc Ang Ket Tes Sosiometri Cat anek AUM ITP ……. ……. ……. BIMTEK GURU BK SMK 2012 52 .

2. Layanan yang Dilaksanakan Petunjuk: Jenis Data dan Jenis Tulis jenis data dan tentukan jenis layanan yang dilaksanakan dengan mengisi tabel di bawah ini! Tabel Jenis Data dan Jenis Layanan yang Dilaksanakan Jenis Layanan No Jenis Data BIMTEK GURU BK SMK 2012 53 .

memiliki potensi untuk berkembang. Bimbingan dan konseling (BK) dalam seting pendidikan dilaksanakan oleh tenaga professional yaitu Sarjana Pendidikan bidang Bimbingan dan Konseling dan telah menempuh pendidikan profesi konselor. Untuk itu. dalam hal ini peran bimbingan dan konseling memberikan fasilitasi bagi siswa untuk dapat mengoptimalkan fungsi potensinya sehingga dapat mencapai kemandirian dan dapat mengatasi persoalannya secara bertanggung jawab. mengharapkan dapat bekerja sesuai dengan potensinya dan mengharapkan mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan. Tenaga yang BIMTEK GURU BK SMK 2012 54 . memiliki harapan untuk sukes studi dan karirnya.BAB II PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING A. mempunyai kesempatan untuk memperoleh fasilitasi pendidikan dan bimbingan dan konseling. unik dan dinamik. Siswa memiliki keterbatasan. PENGANTAR Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terkategori usia remaja. memiliki hak untuk menempuh pendidikan. Siswa dalam kehidupannya tidak lepas dari persoalan yang harus diatasinya dan karena keterbatasan memerlukan bantuan dari pihak lain.

DAN INDIKATOR KOMPETENSI Materi bimbingan teknis bagi guru BK SMK disiapkan untuk memberikan pengalaman pelajar yang sesuai dengan kompetensi yang harus dimiliki oleh guru BK atau konselor yaitu kompetensi profesional konselor. kreatif. berakhlak mulia. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. B.tidak professional diyakini tidak dapat melaksanakan tugas profesinya dengan baik. dan program layanan BK di sekolah membantu tercapainya tujuan pendidikan nasional sebagaimana dituangkan dalam UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. mandiri. kecerdasan. sehat. masyarakat. KOMPETENSI. dan menjadi warga negara yang demokratis serta tanggung jawab. akhlak mulia. cakap. Untuk melaksanakan layanan profesi BK diperlukan tenaga professional dalam bidang BK. BK memfasilitasi mengentaskan siswa agar dapat mandiri. BIMTEK GURU BK SMK 2012 55 . 27 Tahun 2008 adalah mampu merancang program bimbingan dan konseling. kebijakan pemerintah yang mendukung program BK. kepribadian. SUB KOMPETENSI. serta ketrampilan yang diperlukan dirinya. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. persoalan secara bertangung jawab dan mencapai kehidupan yang sejahtera dan bahagia. diperlukan bimtek bagi guru BK tentang kompetensi tersebut. berkembang optimal. dan kesadaran masyarakat terhadap profesi. Salah satu tugas guru BK sesuai dengan rumusan stadar kompetensi konselor sebagaimana tertuang dalam Permendiknas No. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. berilmu. bangsa dan negara. Kinerja Guru BK yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan siswa sangatlah diharapkan. pengendalian diri. Untuk itu.

lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya. INDIKATOR Beberapa indikator materi bimbingan teknis (bimtek) kompetensi profesional dengan sub kompetensi merancang program Bimbingan dan Konseling. mereka harus mendapatkan kesempatan untuk: (1) mengenal dan memahami potensi. meliputi : 1. (2) mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya. (3) mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana BIMTEK GURU BK SMK 2012 56 . kekuatan. Merencanakan sarana dan biaya penyelenggaraan program bimbingan dan konseling. 1. Menyusun program bimbingan dan konseling yang berkelanjutan berdasarkan kebutuhan peserta didik secara komprehensif dengan pendekatan perkembangan 3. (3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. dan tugas-tugas perkem-bangannya. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. (2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin. C. TUJUAN BIMBINGAN DAN KONSELING Tujuan pelayanan BK ialah membantu siswa/ konseli agar dapat: (1) merencanakan kegiatan penyelesaian studi. Menganalisis kebutuhan konseli 2. Menyusun rencana pelaksanaan program bimbingan dan konseling 4. masyarakat.SUB KOMPETENSI : Sub kompetensi profesional yang disiapkan bagi guru BK SMK dalam Bab ini adalah Merancang Program Bimbingan dan Konseling. MATERI. perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang. maupun lingkungan kerja. (4) mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi.

pergaulan dengan teman sebaya. d. maupun masyarakat pada umumnya. tempat kerja. c. e. dan karir. baik fisik maupun psikis. f.pencapaian tujuan tersebut. Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat g. dan (7) mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal. dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing. Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif. yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajibannya. b. BIMTEK GURU BK SMK 2012 57 . Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME. serta dan mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut. keluarga. baik dalam kehidupan pribadi. Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain. yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan. Memiliki rasa tanggung jawab. Secara khusus BK bertujuan untuk membantu siswa/ konseli agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial. persaudaraan. Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain. Aspek pribadi-sosial siswa. menghormati atau menghargai orang lain. sekolah. tidak melecehkan martabat atau harga dirinya. Bersikap respek terhadap orang lain. Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship). baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan. (6) menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya. belajar (akademik). i. 1. h. kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat. Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugrah) dan yang tidak menyenangkan (musibah). a. (4) memahami dan mengatasi kesulitankesulitan sendiri (5) menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya.

Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar. asal bermakna bagi dirinya. b. tanpa merasa rendah diri. Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir. a. mengerjakan tugastugas.. dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian. mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran. Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain. Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif. a. Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan. Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif. 2. seperti kebiasaan membaca buku. f. Aspek karir adalah sebagai berikut. c. seperti keterampilan membaca buku. dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas. k. Memiliki pemahaman diri (kemampuan. Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat. memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu. 3. mencatat pelajaran. mengggunakan kamus. minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan. d. Aspek belajar adalah sebagai berikut. Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. e. b. seperti membuat jadwal belajar. disiplin dalam belajar. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun. j. dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya.atau silaturahim dengan sesama manusia. d. dan sesuai dengan norma agama. Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang BIMTEK GURU BK SMK 2012 58 . c. Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif.

kemampuan. dalam bidang pekerjaan apa dia mampu. maka dapat dilakukan beberapa upaya antara lain: guru BK atau konselor menyusun materi informasi sesuai tujuan BK aspek karir yaitu nomor 3 a s/d i. menghadirkan alumni yang berhasil untuk memberikan informasi dan orientasi keberhasilannya. dan kesejahteraan kerja. Mengenal keterampilan. f. Oleh karena itu. dan kerjasama dengan lembaga usaha dan industri untuk memberikan pengalaman belajar dan peluang berkar ya serta kesempatan BIMTEK GURU BK SMK 2012 59 . g. prospek kerja. Memiliki kemampuan merencanakan masa depan. lingkungan sosiopsikologis pekerjaan. h. maka dia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut. e. dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan tersebut. yaitu kecenderungan arah karir. dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan. yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat. kemampuan dan minat. dan kondisi kehidupan sosial ekonomi. maka setiap orang perlu memahami kemampuan dan minatnya. i.pekerjaan yang menjadi citra-cita karirnya masa depan. pameran hasil karya siswa yang dapat diperdagangkan. oberservasi dan magang ke berbagai dunia usaha dan industri yang relevan dengan potensi siswa. Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki. Memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karir. Apabila seorang siswa bercita-cita menjadi seorang guru. Untuk dapat memberikan pengalaman belajar yang memadai tentang aspek karir siswa. Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir. Dapat membentuk pola-pola karir. kemampuan (persyaratan) yang dituntut. siswa diberikan informasi dunia karir baik jenis maupun persaratan dan cara mencapai karir tersebut.

BIMTEK GURU BK SMK 2012 60 . referral. dan karirnya. ANALISIS POTENSI DAN KEBUTUHAN Layanan BK diperuntukkan bagi seluruh siswa terkategori normal dalam upaya memberikan bantuan pencapaian keberhasilan belajar. layanan BK berfungsi: (1) pemahaman dalam arti membantu siswa untuk memahami diri secara baik tentang kelebihan dan kelemahannya. kerjasama dengan instansi/lembaga/perusahaan yang dapat mengembangkan potensi siswa. Layanan BK bersifat (1) pencegahan dalam arti bahwa mencegah jangan sampai siswa memiliki masalah. sosial. konseling kelompok. Di samping itu.bekerja. (3) penyembuhan dalam arti menyembuhkan penyakit yang dapat sembuh dengan informasi-informasi yang tepat. (2) penyesuaian dalam arti membantu siswa untuk menyesuaian terhadap situasi baru dimana siswa berada. minat dan kegemaran sesuai dengan kesempatan yang ada. kerjasama dengan profesi lain. Untuk dapat memberikan layanan BK secara baik dan terarah diperlukan pemahaman secara mendalam tentang diri siswa (konseli) dan kondisi sekolah serta prospek siswa setelah lulus SMK. bimbingan klasikal. (5) pengadaptasian dalam arti membantu pihak lain dalam upaya memahami siswa untuk kepentingan layanan bagi siswa yang bersangkutan. pengembangan pribadi.(2) perbaikan dalam arti memperbaiki kesalahan pikiran-perasaan-perilaku. dan (5) pengembangan dalam arti mengembangan bakat dan minat sesuai dengan potensi yang dimiliki siswa dan kesempatan yang ada. pertemuan kasus. home visit. Pemahaman tentang diri siswa dapat dilakukan dengan cara penerapan teknik tes dan teknik non tes (sebagaimana diuraikan di Bab I). (4) penempatan dalam arti membantu menempatkan siswa sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan. Strategi layanan BK antara lain dapat dilakukan dengan cara konseling individual. kerjasama dengan orang tua. bimbingan kelompok. 2. (4) pemeliharaan dalam arti memelihara situasi dan kondisi siswa agar tetap terjaga menjadi stabil. (3) penyaluran dalam arti membantu siswa untuk menyalurkan bakat. media.

perkembangan siswa. psikis. Kondisi latar belakang sekolah/pendidikan antara lain meliputi status sekolah. Kondisi psikis siswa antara lain meliputi bakat. intensitas hubungan antar anggota keluarga. cita-cita. iklim sekolah. (4) Kematangan intelektual. pengalaman belajar. Masing-masing aspek perkembangan memiliki BIMTEK GURU BK SMK 2012 61 . kualitas pendidik dan tenaga kependidikan. ketrampilan. dan (11) Kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga. kebiasaan. kondisi lingkungan dalam sekolah. (10) Kematangan hubungan dengan teman sebaya. latar belakang sosio-kultural dan kemasyarakatan. (7) Pengembangan diri. Guru BK atau Konselor hendaknya memahami dan memberikan bantuan pengembangan diri siswa sebagaimana yang telah dirumuskan menjadi Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD) yang meliputi (1) Landasan hidup religius. dan fungsi organ tubuh. Kondisi keluarga antara lain meliputi identitas orang tua. karakterisitik budayanya. (2) Landasan perilaku etis. (5) Kesadaran tanggung jawab sosial. kepribadian. kesehatan organ tubuh. perhatian orang tua. peran dalam kemasyarakatan. hubungan sosial dengan guru-karyawan-antar teman. emosi. Hasil pemahaman dapat dipergunakan sebagai dasar penyusunan program layanan BK. latar belakang sekolah/pendidikan. (6) Kesadaran gender. status anak dalam keluarga. kedisiplinan.Setidaknya perlu memahami siswa tentang identitas. Kondisi latar belakang sosio-kultural dan kemasyarakatan antara lain meliputi budaya yang dianut. hoby. kesehatan panca indera. kelebihan dan kelemahan fisik. kegagalan dalam pendidikan. dan kebutuhan layanan. fasilitas kebutuhan dalam kehidupan. status sosial ekonomi. (8) Perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis). Siswa memiliki kebutuhan dan diharapkan berkembang optimal sesuai dengan potensi diri dan mencapai kemandirian dalam kehidupannya. motivasi. fasilitas sekolah. kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. latar belakang keluarga. keberhasilan dalam pendidikan. tokoh-tokoh yang dianut dan disegani. (9) Wawasan dan kesiapan karier. prestasi yang dicapai. minat. (3) Kematangan emosi. kondisi fisik. pendidikan orang tua. kecerdasan. Kondisi fisik siswa antara lain meliputi kelengkapan anggota tubuh.

yaitu: (1) pengenalan/penyadaran (memperoleh pengetahuan dan pemahaman tentang aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai). (2) akomodasi (memperoleh pemaknaan dan internalisasi atas aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai) dan (3) tindakan (perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari dari aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai). Pemahaman tentang standar kompetensi kemandirian peserta didik (SKKPD) BK atau konselor.terbuka konflik Mengambil keputusan masalah atas dasar 62 Landasan perilaku 2 etis keragaman sumber Keragaman sumber norma yang berlaku di masyaraakat Mempelajari cara- 3 Kematangan emosi cara menghindari konflik dengan orang lain diri sendiri dan orang dan tidak menimbulkan Kematangan 4 intelektual Mempelajari cara.tiga dimensi tujuan. STANDAR KOMPETENSI KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK PADA SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT ATAS dan penyiapan materi layanan dan memberikannya secara terencana dan terjadwal perlu dilakukan oleh guru No Aspek Perkembangan Landasan hidup Tataran/Internalisasi Tujuan Pengenalan Mempelajari hal ihwal ibadah Mengenal Akomodasi Mengembangkan pemikiran tentang Tindakan Melaksanakan ibadah atas keyakinan sendiri 1 religious kehidupan beragama disertai sikap toleransi Menghargai norma sebagai rujukan pengambilan keputusan Bersikap toleran terhadap ragam ekspresi perasaan lain Berperilaku atas dasar keputusan yang mempertimbangkan aspek-aspek etis Mengekspresikan perasaan dalam caracara yang bebas.Menyadari akan keputusan dan keputusan dan cara pengambilan keragaman alternatif dan pemecahan BIMTEK GURU BK SMK 2012 .

sungguhsungguh dan kompetitif atas dasar kesadaran sendiri hemat.ulet sungguh-sungguh peluang untuk berperilaku kekurangannya Menampilkan keunikan diri secara harmonis dalam keragaman 7 Perilaku kewirausahaan Menampilkan hidup hemat. ulet. Internalisasi nilai- Mengembangkan karir dengan 63 niolai yang melandasialternatif perencanaan peluang dan ragam pertimbangan BIMTEK GURU BK SMK 2012 .No Aspek Perkembangan Pengenalan pemecahan masalah secara objektif Tataran/Internalisasi Tujuan Akomodasi konsekuensi yang dihadapinya Menyadari nilai-nilai Tindakan informasi/data secara objektif Kesadaran 5 tanggung jawab sosial Mempelajari keragaman interaksi sosial persahabatan dan Berinteraksi dengan keharmonisan dalam orang lain atas dasar konteks keragaman kesamaan interaksi sosial Menghargai Mempelajari Kesadaran gender antar jenis dalam keragaman peraan Berkolaborasi secara harmonis dengan lain perilaku kolaborasi laki-laki atau 6 perempuan sebagai jenis dalam keragaman keharmonisan hidup ragam kehidupan aset kolaborasi dan peran Mempelajari Pengembangan diri Menerima keunikan keunikan diri dalam diri dengan segala konteks kehidupan kelebihan dan sosial Mempelajari strategi dan Menerima nilai-nilai hidup hemat. dan kompetitif 8 (kemandirian sengguh-sungguh sebagai aset untuk perilaku ekonomis) dan kompetitif mencapai hidup dalam keragaman mandiri kehidupan Wawasan dan 9 kesiapan karier Mempelajari kemampuan diri.ulet.

KONSELING PENYUSUNAN PROGRAM BIMBINGAN DAN Program BK di SMK disusun atas dasar kebutuhan perkembangan diri siswa (standar kemandirian peserta didik). peluang dan ragam karir alternatif karir yang lebih terarah Mempelajari caraKematangan 10 hubungan dengan teman sebaya cara membina dan kerjasama dan toleransi dalam pergaulan dengan teman sebaya Menghargai nilai-nilai kerjasama dan toleransi sebagai persahabatan dengan teman sebaya Mengharagai normanorma pernikahan Kesiapan diri untuk Mengenal norma11 menikah dan berkeluarga norma pernikahan dan berkeluarga dan berkeluarga sebagai landasan bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis Mengekspresikan keinginannya untuk mempelajari lebih intensif tentang norma pernikahan dan berkeluarga Mempererat jalinan persahabatan yang lebih memperhatikan norma yang berlaku dasar untuk menjalin akrab dengan 3. kemampuan guru BK. visi dan misi BK.No Aspek Perkembangan Pengenalan pekerjaan. pendidikan. kondisi lingkungan sekolah. peta permasalahan yang dihadapi siswa. fasilitasi sekolah. dan aktifitas yang terfokus pada pengembangan Tataran/Internalisasi Tujuan Akomodasi Tindakan pemilihan alternatif karir mempertimbangkan kemampuan. konsep BK serta mendukungan tercapainya BIMTEK GURU BK SMK 2012 64 .

strategi layanan. bidang gerak. masing-masing saling terkait sehingga menjadi satu matarantai rencana program BK yang utuh. pengembangan rencana pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling (RPLBK). depkripsi hasil analisis kebutuhan layanan bagi siswa berdasarkan need asesmen. proses. evaluasi baik perencanaan. kaitan BK dengan implementasi kurikulum. Rasional Rumusan dasar pemikiran tentang urgensi BK dalam keseluruhan program Sekolah. Dalam rancangan program hendaknya disajikan : rasional. komponen program layanan yang akan dilaksanakan. visi dan misi BK. Program BK yang disusun tahunan. Program BK memberikan gambaran apa yang akan dilaksanakan dalam layanan BK. bulanan. struktur dan isi/materi program ini bersifat fleksibel disesuaikan dengan kondisi atau kebutuhan siswa berdasarkan hasil penilaian kebutuhan di masing-masing sekolah. dan hal-hal lain yang dianggap relevan. Dalam merumuskan program.tujuan pendidikan nasional. 2. Program dapat terlaksana dan mencapai hasil yang diharapkan sebagaimana dalam rancangan program apabila rancangan disusun secara tepat dan kualitas unggul dan dilaksanakan sesuai rencana. landasan hukum. personalia pelaksana program. tujuan yang ingin dicapai dari program layanan. waktu pelaksanaan. Visi dan Misi Secara mendasar visi dan misi BK perlu dirumuskan ulang ke dalam fokus isi: Visi: Membangun iklim Sekolah bagi kesuksesan siswa BIMTEK GURU BK SMK 2012 65 . semesteran. dampak perkembangan iptek dan sosial budaya terhadap gaya hidup masyarakat (termasuk para peserta didik). Ke dalam rumusan ini dapat menyangkut konsep dasar yang digunakan. sasaran. maupun pelaksanaan. dan pelaporan program BK. anggaran yang diperlukan dan sumber serta pertanggunganjawaban. 1. dan mingguan.

Deskripsi Kebutuhan Rumusan hasil needs assessment (penilaian kebutuhan) siswa dan lingkungannya ke dalam rumusan perilaku-perilaku yang diharapkan dikuasai peserta didik. 4. Sedangkan visi dan misi ditentukan oleh sekolah masing-masing. Komponen Program Komponen program meliputi: (a) Komponen Pelayanan Dasar. karir berlandaskan pada tata kehidupan etis normatif dan ketaqwaan kepada Tuhan YME. Rumuskan tujuan yang akan dicapai dalam bentuk perilaku yang harus dikuasai siswa setelah memperoleh pelayanan BK. dan d) Komponen Dukungan Sistem (manajemen) 6. Rencana kegiatan diperlukan untuk menjamin program BK dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien. yakni Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD). Rencana kegiatan adalah uraian detil dari program yang menggambarkan struktur isi program. Tindakan. pribadi-sosial. (c) Komponen Perencanaan Individual. Tujuan hendaknya dirumuskan ke dalam tataran tujuan: b. internalisasi. Rumusan ini tiada lain adalah rumusan tugas-tugas perkembangan. Rencana Operasional. untuk membangun pemaknaan. dan d.Misi: Memfasilitasi seluruh siswa memperoleh dan menguasai kompetensi di bidang akademik. dan menjadikan perilaku atau kompetensi baru sebagai bagian dari kemampuan dirinya. yaitu mendorong peserta didik untuk mewujudkan perilaku dan kompetensi baru itu dalam tindakan nyata sehari-hari. (b) Komponen Pelayanan Responsif. Tujuan a. Penyadaran. 5. untuk membangun pengetahuan dan pemahaman peserta didik terhadap perilaku atau standar kompetensi yang harus dipelajari dan dikuasai c. Akomodasi. baik kegiatan BIMTEK GURU BK SMK 2012 66 . 3.

Berapa banyak waktu dan yang diperlukan dalam untuk setiap melaksanakan pelayanan bimbingan konseling komponen program perlu dirancang dengan cermat. 7. untuk memfasilitasi siswa mencapai tugas perkembangan atau kompetensi tertentu. brosur. e. buku-buku. dan mingguan. Kegiatan ini diturunkan dari perilaku/tugas perkembangan/ kompetensi yang harus dikuasai peserta didik b. atau majalah dinding). Program Tahunan dan Program semester. Program BK Sekolah yang telah dituangkan ke dalam rencana kegiatan perlu dijadwalkan ke dalam bentuk kalender kegiatan. Apakah kegiatan itu dilakukan dalam waktu tertentu atau terus menerus. semesteran. Rancangan ini bisa dalam bentuk matrik. Inventarisasikan kebutuhan yang diperoleh dari needs assessment ke dalam tabel kebutuhan yang akan menjadi rencana kegiatan. bulanan. Kalender kegiatan mencakup kalender tahunan. konferensi kasus . Untuk kegiatan kontak langsung yang dilakukan secara klasikal di kelas (pelayanan dasar) perlu dialokasikan waktu terjadwal 2 (dua) jam pelajaran per-kelas per-minggu. Pengembangan Tema/Topik (bisa dalam bentuk dokumen tersendiri) Tema ini merupakan rincian lanjut dari kegiatan yang sudah diidentifikasikan yang terkait dengan tugas-tugas perkembangan. Rencana kegiatan dimaksud dituangkan ke dalam rancangan jadwal kegiatan untuk selama satu tahun. Pertimbangkan porsi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan di atas. Program BK perlu dilaksanakan dalam bentuk (a) kontak langsung. Tema BIMTEK GURU BK SMK 2012 67 . Perencanaan waktu ini didasarkan kepada isi program dan dukungan manajemen yang harus dilakukan oleh konselor. c. home visit.di Sekolah maupun luar Sekolah. Atas dasar komponen program di atas maka : a. dan alih tangan (referral). Adapun kegiatan bimbingan tanpa kontak langsung dengan peserta didik dapat dilaksanakan melalui tulisan (seperti e-mail. dan (b) tanpa kontak langsung dengan siswa. d. Identifikasikan dan rumuskan berbagai kegiatan yang harus/perlu dilakukan.

8.secara spesifik dirumuskan dalam bentuk materi untuk setiap komponen program. Kolaborasi. sebagai bentuk akuntabilitas pelayanan BK. (3) perencanaan individual.Indiv. rasional. Dukungan Sistem Konsultasi. dan (4) dukungan sistem. 4. Pengembangan Satuan Pelayanan atau Rencana Pelayanan Bimbingan dan Konseling (dapat dalam bentuk dokumen tersendiri) Dikembangkan secara bertahap sesuai dengan tema/topik. 10. Sejauh mungkin perlu dirumuskan pula evaluasi program yang berfokus kepada keterlaksanaan program. Pelayanan Dasar KOMPONEN PROGRAM BIMBINGAN DAN Komponen Program BK Pelayanan Responsif Peserta didik Pelayanan Per. yaitu: (1) pelayanan dasar bimbingan. Evaluasi Rencana evaluasi perkembangan siswa dirumuskan atas dasar tujuan yang ingin dicapai. 9. dan Kegiatan Manajemen BIMTEK GURU BK SMK 2012 68 . KONSELING Program BK mengandung empat komponen pelayanan. dan realistik. Anggaran Rencana anggaran untuk mendukung implementasi program dinyatakan secara cermat. Pengembangan Profesional. Keempat komponen program tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. (2) pelayanan responsif.

Penggunaan instrumen asesmen perkembangan dan kegiatan tatap muka terjadwal di kelas sangat diperlukan untuk mendukung implementasi komponen ini. Pelayanan perencanaan individual = Dukungan sistem = 10-15% a. (2) mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku BIMTEK GURU BK SMK 2012 69 25-35% (dapat maksimal). Tujuan Pelayanan ini bertujuan untuk membantu semua siswa/ konseli agar memperoleh perkembangan yang normal. dan memperoleh keterampilan dasar hidupnya. dan . memiliki mental yang sehat. Pelayanan responsive = 15 – 25 %. pekerjaan. Pelayanan Dasar 1). sosial budaya dan agama). Secara rinci tujuan pelayanan ini dapat dirumuskan sebagai upaya untuk membantu konseli agar (1) memiliki kesadaran (pemahaman) tentang diri dan lingkungannya (pendidikan. Pengertian Pelayanan dasar diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada seluruh siswa/ konseli melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan (yang dituangkan sebagai standar kompetensi kemandirian peserta didik) yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya. 2). Komponen Program Bimbingan dan Konseling Komposisi pengaturan waktu layanan setiap komponen program BK adalah Pelayanan Dasar = 25 – 35 %. Asesmen kebutuhan diperlukan untuk dijadikan landasan pengembangan pengalaman terstruktur yang disebutkan.Gambar 1. atau dengan kata lain membantu konseli agar mereka dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya.

(6) penyadaran keragaman budaya. pemantapan pilihan program studi. Fokus pengembangan Untuk dikembangkan mencapai tujuan tersebut. bertanggung jawab. (4) keterampilan (5) keterampilan hubungan antar pribadi atau dan (7) perilaku (2) berkomunikasi. dan (4) mampu mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya. (6) iklim kehidupan dunia kerja. (4) kesiapan pribadi (fisik-psikis. (8) kasus-kasus kriminalitas. jasmaniah-rohaniah) dalam menghadapi pekerjaan. fokus perilaku yang menyangkut aspek-aspek pribadi. Strategi Pelayanan dasar a). (5) perkembangan dunia kerja. (2) motivasi antara lain mencakup pengembangan: (1) pemecahan masalah. belajar dan karir. dan (10) dampak pergaulan bebas. 3). Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau brain storming (curah pendapat). (9) bahayanya perkelahian masal (tawuran). konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada para peserta didik. sosial. Semua ini berkaitan erat dengan upaya membantu siswa/ konseli dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya (sebagai standar kompetensi kemandirian). berprestasi. 4). Hal-hal yang terkait dengan perkembangan karir mencakup pengembangan: (1) fungsi agama bagi kehidupan.Bimbingan Kelas Program yang dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta didik di kelas. (7) cara melamar pekerjaan.yang layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya. b). (3) keterampilan pengambilan keputusan. (3) keterampilan kerja profesional. untuk BIMTEK GURU BK SMK 2012 70 . (3) mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya. Pelayanan Orientasi Pelayanan ini merupakan suatu kegiatan yang memungkinkan siswa dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Secara terjadwal. Materi pelayanan dasar dirumuskan dan dikemas atas dasar standar kompetensi kemandirian peserta didik self-esteem.

Materi pelayanan orientasi di sekolah biasanya mencakup organisasi sekolah. fasilitas atau sarana prasarana. maupun tidak langsung (melalui media cetak maupun elektronik. staf dan guru-guru. leaflet. e).Tujuan BIMTEK GURU BK SMK 2012 71 . Bimbingan ini ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat para peserta didik. guru. kurikulum. dan mengelola stress. 10 orang). Topik yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini. 2). d). Konseling individual. Pengertian Pelayanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada siswa / konseli yang menghadapi kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera. konseling krisis. majalah. c). melalui komunikasi langsung.d. seperti : cara-cara belajar yang efektif. dan lingkungan peserta didik. seperti : buku. Pelayanan Pengumpulan Data (Aplikasi Instrumentasi) Merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang pribadi peserta didik. baik tes maupun non-tes. kiat-kiat menghadapi ujian. program ekstrakurikuler. b. adalah masalah yang bersifat umum (common problem) dan tidak rahasia. Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai instrumen. Pelayanan orientasi ini biasanya dilaksanakan pada awal program pelajaran baru. Pelayanan responsif 1). Bimbingan Kelompok Konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik melalui kelompok-kelompok kecil (5 s. brosur. Pelayanan Informasi Yaitu pemberian informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi peserta didik. dan tata tertib sekolah. konsultasi dengan orangtua.mempermudah atau memperlancar berperannya mereka di lingkungan baru tersebut. program BK. dan alih tangan kepada ahli lain adalah ragam bantuan yang dapat dilakukan dalam pelayanan responsif. dan internet). sebab jika tidak segera dibantu dapat menimbulkan gangguan dalam proses pencapaian tugas-tugas perkembangan.

Masalah lainnya adalah yang berkaitan dengan berbagai hal yang dirasakan mengganggu kenyamanan hidup atau menghambat perkembangan diri siswa/ konseli. Tujuan pelayanan ini dapat juga dikemukakan sebagai upaya untuk mengintervensi masalah-masalah atau kepedulian pribadi konseli yang muncul segera dan dirasakan saat itu. berkenaan dengan masalah sosial-pribadi. karena tidak terpenuhi kebutuhannya. karir. (8) prestasi belajar rendah. Masalah dan kebutuhan konseli berkaitan dengan keinginan untuk memahami sesuatu hal karena dipandang penting bagi perkembangan dirinya secara positif. (3) berperilaku impulsif (kekanak-kanakan atau melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkannya secara matang). (11) masalah tawuran. (10) masalah pergaulan bebas ( free sex). Fokus pengembangan Fokus pelayanan responsif bergantung kepada masalah atau kebutuhan konseli. kegagalan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. bahaya obat terlarang. Kebutuhan ini seperti kebutuhan untuk memperoleh informasi antara lain tentang pilihan karir dan program studi. 3). (4) membolos dari sekolah. minuman keras. Masalah siswa / konseli pada umumnya tidak mudah diketahui secara langsung tetapi dapat dipahami melalui gejala-gejala perilaku yang ditampilkannya. Masalah yang mungkin dialami siswa/ konseli diantaranya: (1) merasa cemas tentang masa depan. atau gagal dalam mencapai tugas-tugas perkembangan. BIMTEK GURU BK SMK 2012 72 . (5) malas belajar. dan atau masalah pengembangan pendidikan. (9) malas beribadah. (6) kurang memiliki kebiasaan belajar yang positif. (12) manajemen stress. narkotika. dan (13) masalah dalam keluarga. sumbersumber belajar. pergaulan bebas. (7) kurang bisa bergaul.Tujuan pelayanan responsif adalah membantu siswa konseli agar dapat memenuhi kebutuhannya dan memecahkan masalah yang dialaminya atau membantu konseli yang mengalami hambatan. (2) merasa rendah diri.

a). (6) memberikan informasi yang up to date tentang kaitan mata pelajaran dengan bidang kerja yang diminati siswa. (7) memahami perkembangan dunia industri atau perusahaan.4). suasana kerja. c). (4) membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar melalui program remedial teaching. membantu memecahkan masalah siswa. seperti depresi. dan penyakit kronis. Aspek-aspek itu di antaranya : (1) menciptakan iklim sosio-emosional kelas yang kondusif bagi belajar siswa. penemuan alternatif pemecahan masalah. (5) mereferal (mengalihtangankan) siswa yang memerlukan pelayanan BK kepada guru BK atau koselor. penyebab masalah. siswa/ konseli dibantu untuk mengidentifikasi masalah. dan prospek kerja). b). kehadiran. Guru BK atau konselor berkolaborasi dengan guru mata pelajaran dan wali kelas dalam rangka memperoleh informasi tentang siswa (seperti : prestasi belajar. persyaratan kerja. Konseling Individual dan Kelompok Pemberian pelayanan konseling ini ditujukan untuk membantu siswa/konseli yang mengalami kesulitan atau hambatan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Konseling ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. dan pengambilan keputusan secara lebih tepat. (2) memahami karakteristik siswa yang unik dan beragam. (3) menandai siswa yang diduga bermasalah. kecanduan narkoba. Melalui konseling. aktivitas selama pembelajaran). sehingga dapat memberikan informasi yang luas kepada siswa tentang dunia kerja (tuntutan keahlian kerja. Referal Apabila guru BK atau konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah siswa/ konseli. (8) menampilkan pribadi yang BIMTEK GURU BK SMK 2012 73 . Strategi pelayanan responsive. tindak kejahatan (kriminalitas). dan mengidentifikasi aspek-aspek bimbingan yang dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran. Kolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran atau Wali Kelas. maka sebaiknya dia mereferal atau mengalihtangankan kepada ahli lain yang lebih berwenang. Siswa/ konseli yang sebaiknya direferal adalah mereka yang memiliki masalah.

maupun moral-spiritual (hal ini penting. Untuk melakukan kerjasama dengan orang tua ini. Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihakpihak (1) instansi pemerintah. Kolaborasi dengan pihak-pihak terkait di luar sekolah. Yaitu berkaitan dengan upaya Sekolah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan bimbingan. Kolaborasi dengan Orang tua Guru BK atau konselor perlu melakukan kerjasama dengan para orang tua peserta didik. f). dan (6) Depnaker (dalam rangka analisis bursa kerja/lapangan pekerjaan). dan (9) memberikan informasi tentang cara-cara mempelajari mata pelajaran yang diberikannya secara efektif. baik dalam aspek emosional.matang. orang tua. Kerjasama ini penting agar proses bimbingan terhadap siswa tidak hanya berlangsung di Sekolah. (3) organisasi profesi BK. tetapi juga oleh orang tua di rumah. (4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait dalam pendidikan. atau pihak pimpinan Sekolah yang terkait dengan upaya membangun kesamaan persepsi dalam memberikan bimbingan kepada para siswa. dan tukar pikiran antar guru BK atau konselor dan orang tua dalam upaya mengembangkan potensi siswa atau memecahkan masalah yang mungkin dihadapi siswa. Melalui kerjasama ini memungkinkan terjadinya saling memberikan informasi. seperti: (1) kepala Sekolah atau komite Sekolah mengundang para orang tua untuk datang ke Sekolah (minimal satu semester satu kali). (5) Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK). yang pelaksanaannya dapat bersamaan dengan pembagian rapor. terutama menyangkut kegiatan belajar dan perilaku sehari-harinya. (2) Sekolah memberikan informasi kepada orang tua (melalui surat) tentang kemajuan belajar atau masalah siswa. sosial. dan (3) orang tua diminta untuk melaporkan keadaan anaknya di rumah ke Sekolah. dapat dilakukan beberapa upaya. pengertian. Konsultasi Guru BK atau konselor menerima pelayanan konsultasi bagi guru. BIMTEK GURU BK SMK 2012 74 . karena guru merupakan “figur central” bagi siswa). e). (2) instansi swasta. d).

dan meningkatkan kualitas program BK. penafsiran hasil asesmen. Pengertian Perencanaan individual diartikan sebagai bantuan kepada siswa / konseli agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan peren-canaan masa depan berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya.menciptakan lingkungan Sekolah yang kondusif bagi perkembangan siswa. Kunjungan Rumah Yaitu kegiatan untuk memperoleh data atau keterangan tentang peserta didik tertentu yang sedang ditangani. baik akademik maupun non-akademik. serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya. Pertemuan konferensi kasus ini bersifat terbatas dan tertutup. c. Bimbingan Teman Sebaya (Peer Guidance/Peer Facilitation) Bimbingan teman sebaya ini adalah bimbingan yang dilakukan oleh siswa terhadap siswa yang lainnya. Perencanaan individual 1). Siswa terlatih berfungsi sebagai mentor atau tutor yang membantu siswa lain dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. dan penyediaan informasi yang akurat sesuai dengan peluang dan potensi yang dimiliki BIMTEK GURU BK SMK 2012 75 . Pemahaman siswa/ konseli secara mendalam dengan segala karakteristiknya. atau masalah siswa yang perlu mendapat pelayanan BK. dalam upaya menggentaskan masalahnya. Di samping itu dia juga berfungsi sebagai mediator yang membantu guru BK atau konselor dengan cara memberikan informasi tentang kondisi. melakukan referal. g). h). perkembangan. Konferensi Kasus Yaitu kegiatan untuk membahas permasalahan peserta didik dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik itu. Siswa yang akan diperankan sebagai pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan oleh guru BK atau konselor. melalui kunjungan ke rumahnya. i).

baik menyangkut aspek pribadi. Dengan demikian meskipun perencanaan individual ditujukan untuk memandu seluruh konseli. dan rencana yang telah dirumuskannya. Isi layanan perencanaan individual adalah hal-hal yang menjadi kebutuhan konseli untuk memahami secara khusus tentang perkembangan dirinya sendiri. Tujuan Perencanaan individual bertujuan untuk membantu siswa/ konseli agar (1) memiliki pemahaman tentang diri dan lingkungannya. memonitor. dan (3) dapat melakukan kegiatan berdasarkan pemahaman. sosial. Tujuan perencanaan individual ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya memfasilitasi siswa/ konseli untuk merencanakan. Kegiatan orientasi. atau pengelolaan terhadap perkembang-an dirinya. yang didasarkan atas pengetahuan akan dirinya. Melalui pelayanan perencanaan individual. karir. dan masyarakatnya. rujukan. 3) Mengukur tingkat pencapaian tujuan dirinya. informasi tentang Sekolah. maupun karir. 2) Menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya dalam rangka pencapaian tujuannya. konseling individual. perencanaan. 4) Mengambil keputusan yang merefleksikan perencanaan dirinya. merencanakan karir. belajar. informasi. siswa/ konseli diharapkan dapat: 1) Mempersiapkan diri untuk mengikuti pendidikan lanjutan. (2) mampu merumuskan tujuan. kola-borasi. dan mengelola rencana pendidikan. dan advokasi diperlukan di dalam implementasi pelayanan ini. pelayanan yang diberikan lebih bersifat individual karena didasarkan atas perencanaan. termasuk keber-bakatan dan kebutuhan khusus konseli. tujuan. 3).konseli amat diperlukan sehingga konseli mampu memilih dan mengambil keputusan yang tepat di dalam mengem-bangkan potensinya secara optimal. dan pengembangan sosial-pribadi oleh dirinya sendiri. Fokus pengembangan BIMTEK GURU BK SMK 2012 76 . dan mengembangkan kemampuan sosialpribadi. tujuan dan keputusan yang ditentukan oleh masing-masing konseli. dunia kerja. 2).

atau kegiatan yang berfungsi untuk memperbaiki kelemahan dirinya. sosial. d. penerimaan. untuk membentuk siswa menempati posisi yang sesuai dengan bakat dan minatnya. 4). Pelayanan perencanaan individual ini dapat dilakukan juga melalui pelayanan penempatan (penjurusan. dan (3) mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukannya. dan sosial-pribadi. memilih kursus atau pelajar-an tambahan yang tepat. dan penyaluran). atau aspekaspek pribadi. dan karier. dan memahami nilai belajar sepanjang hayat. dan pengarahan dirinya secara positif dan konstruktif. Siswa/ konseli menggunakan informasi tentang pribadi. melakukan pemilihan pendidikan lanjutan atau pilihan jurusan. yaitu yang menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangan.Fokus pelayanan perencanaan individual berkaitan erat dengan pengembangan aspek akademik. infra struktur (misalnya Teknologi Informasi dan BIMTEK GURU BK SMK 2012 77 . Secara rinci cakupan fokus tersebut antara lain mencakup pengembangan aspek (1) akademik meliputi memanfaatkan keterampilan belajar. (2) melakukan kegiatan yang sesuai dengan tujuan atau perencanaan yang telah ditetapkan. Dukungan sistem Dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen. belajar dan karir yang diperolehnya kegiatan untuk (1) merumuskan yang tujuan. peserta didik akan memiliki pemahaman. belajar. Melalui kegiatan penilaian diri ini. (2) karir bekerja meliputi yang mengeksplorasi positif. memahami kebutuhan untuk kebiasaan meliputi pengembangan konsep diri yang positif. mengeksplorasi latihan-latihan pekerjaan. karir. dan merencanakan (alternatif kegiatan) menunjang pengembangan dirinya. dan (3) peluang-peluang sosial-pribadi karir. Strategi Guru BK atau konselor membantu siswa menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh. dan pengembangan keterampilan sosial yang efektif. tata kerja. sosial.

dan (4) pengembangan penataan kebijakan. (3) riset dan pengembangan. (c) aktif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah.Komunikasi). Program ini memberikan dukungan kepada guru BK atau konselor dalam memperlancar penyelenggaraan pelayanan diatas. (2) kegiatan manajemen. (b) aktif dalam organisasi profesi. (2) menyelenggarakan program kerjasama dengan orang tua atau masyarakat. Pengembangan Profesionalitas Guru BK atau konselor secara terus menerus berusaha untuk memutakhirkan pengetahuan dan keterampilannya melalui (a) inservice training. a). (d) melakukan riset. (4) bekerjasama dengan personel Sekolah lainnya dalam rangka menciptakan lingkungan Sekolah/Madrasah yang kondusif bagi perkembangan konseli. (3) berpartisipasi dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan Sekolah. (e) menempuh BIMTEK GURU BK SMK 2012 78 . 1) Pengembangan Jejaring (networking) Pengembangan jejaring menyangkut kegiatan guru BK atau konselor yang meliputi (1) konsultasi dengan guru-guru. dan meningkatkan mutu program BK melalui kegiatankegiatan (1) pengembangan program. yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada konseli atau memfasilitasi kelancaran perkembangan siswa/ konseli. 2) Kegiatan Manajemen Kegiatan manajemen merupakan berbagai upaya untuk memantapkan. Sedangkan bagi personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar penyelenggaraan program pendidikan di Sekolah. (2) pengembangan staf. memelihara. (3) pemanfaatan sumber daya. (5) melakukan penelitian tentang masalah-masalah yang berkaitan erat dengan bimbingan dan konseling. dan pengembangan kemampuan profesional guru BK atau konselor secara berkelanjutan. dan (6) melakukan kerjasama atau kolaborasi dengan ahli lain yang terkait dengan pelayanan BK. Dukungan sistem ini meliputi aspek-aspek: (1) pengembangan jejaring (networking).

(f) melanjutkan studi ke b). orang tua. dan orang tua siswa/ konseli. dan swasta) untuk memperoleh informasi. sarana. (4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait. sistematis. dan pihak institusi di luar Sekolah (pemerintah. dan pembiayaan. (2) instansi swasta. dalam arti dilakukan secara jelas. Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak (1) instansi pemerintah. Oleh karena itu BK harus ditempatkan sebagai bagian terpadu dari seluruh program pendidikan/ sekolah dengan dukungan wajar baik dalam aspek ketersediaan sumber daya manusia (konselor). dan (6) Depnaker (dalam rangka analisis bursa kerja/lapangan pekerjaan). c). dan tercapai bila tidak memiliki suatu sistem pengelolaan (manajemen) yang bermutu. melakukan referal. (5) Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK). Dengan kata lain strategi ini berkaitan dengan upaya Sekolah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan BK. (3) organisasi profesi. dan terarah. Pemberian Konsultasi dan Berkolaborasi Guru BK/ Konselor perlu melakukan konsultasi dan kolaborasi dengan guru. Manajemen Program Suatu program pelayanan BK tidak mungkin akan terselenggara. serta meningkatkan kualitas program BK. menciptakan lingkungan Sekolah yang kondusif bagi perkembangan siswa/ konseli. dan program yang lebih tinggi. Keterkaitan antar komponen pelayanan dan strategi peluncurannya dapat kerangka kerja utuh BK sebagai berikut. BIMTEK GURU BK SMK 2012 79 .pendidikan profesi konselor (PPK). dan umpan balik tentang pelayanan bantuan yang telah diberikannya kepada para siswa/ konseli. staf Sekolah lainnya.

Personal. melaksanakan dan memanfaatkan penelitian dalam BK untuk meningkatkan kualitas layanan BK sebagai sumber data bagi kepentingan kebijakan sekolah dan implementasi proses pembelajaran. (3) mengembangkan kesadaran komitmen terhadap etika BIMTEK GURU BK SMK 2012 80 . nilai dan moral peserta didik) Tataran Tujuan Bimbingan dan Konseling (Penyadaran Akomodasi. Karir. Riset dan Pengembangan kegiatan riset dan pengembangan merupakan aktivitas guru BK atau konselor yang berhubungan dengan pengembangan professional secara berkelanjutan.Asesmen Lingkungan Harapan dan Kondisi Lingkungan KOMPONEN PROGRAM STRATEGI PELAYANAN Pelayanan Dasar Bimbingan dan Konseling (Untuk seluruh peserta didik dan Orientasi Jangka Panjang) Pelayanan Responsif (Pemecahan Masalah. Sosial) Dukungan Sistem (Aspek Manajemen dan Pengembangan) Perangkat Tugas Perkembangan/ (Kompetensi/ kecakapan hidup. meliputi : (1) merancang. Akuntabilitas Pengembangan Profesi Kerangka Kerja Utuh Bimbingan dan Konseling d). serta pengembangan program bagi peningkatan unjuk kerja professional. Remidiasi) Pelayanan Perencanaan Individual (Perencanaan Pendidikan. Tindakan) Permasalahan yang perlu Asesmen Perkembangan Konseli Harapan dan Kondisi Konseli Pelayanan Orientasi Pelayanan Informasi  Konseling Individual Konseling kelompok  Bimbingan kelompok Bimbingan klasikal  R eferal Bimbingan Teman Sebaya Pengembangan media Instrumentasi Penilaian Individual atau Kelompok Penempatan dan penyaluran Kunjungan rumah Konferensi kasus Kolaborasi Guru Kolaborasi Orangtua Kolaborasi Ahli Lain Konsultasi Akses informasi dan teknologi Sistem Manajemen Evaluasi. (2) merancang dan melaksanakan serta mengevaluasi aktivitas pengembangan diri guru BK atau konselor professional sesuai dengan standar kompetensi konselor.

(6) ruang relaksasi/ desensitisasi. Dengan demikian seluruh siswa/konseli bisa dengan mudah dan tertarik mengunjungi ruang BK. antara lain. Jumlah ruang BK disesuaikan dengan kebutuhan jenis layanan dan jumlah personal. jenis dan jumlah ruangan. dan (7) ruang tamu. catatan-catatan layanan BK. pengadaan ruang BK perlu mempertimbangkan letak atau lokasi. Antar ruangan sebaiknya tidak tembus pandang. serta berbagai fasilitas pendukung yang diperlukan. (2). ukuran. Ruang Bimbingan dan Konseling Ruang BK merupakan salah satu sarana penting yang turut mempengaruhi keberhasilan pelayanan BK. dan prinsip-prinsip confidential tetap terjaga. Letak atau lokasi ruang BK di sekolah dipilih lokasi yang mudah diakses (strategis) oleh siswa/ konseli tetapi tidak terlalu terbuka. ruang administrasi/ data. Ruangan administrasi/data perlu dilengkapi dengan fasilitas berupa: lemari penyimpan dokumen (buku pribadi. meja-kursi kerja. dan almari. Adapun besaran ukuran ruangan disesuaikan dengan jumlah kehadiran siswa/ konseli ke ruang BK dan jumlah guru BK/ konselor yang ada di suatu sekolah. Ruangan kerja BK disiapkan agar dapat berfungsi mendukung produktivitas kinerja guru BK/ konselor. sebagainya. (4) berperan aktif di dalam organisasi dan kegiatan profesi BK. a. Dengan memperhatikan prinsipprinsip BK. (5) ruang biblio terapi. Jenis ruangan yang diperlukan meliputi: (1) ruang kerja. dan SARANA DAN PEMBIAYAAN PENYELENGGARAAN BIMTEK GURU BK SMK 2012 81 . 5. (3) ruang konseling individual. (4) ruang bimbingan dan konseling kelompok. PROGRAM BK Sarana dan prasarana serta biaya yang memadai bagi pelaksanaan profesi bimbingan dan konseling akan membantu kelancaran dan pencapaian tujuan layanan BK. jaringan internet. maka diperlukan fasilitas berupa: komputer.professional.

Karena itu selain menyediakan informasi secara lengkap. rak buku. tape recorder. Ruangan konseling individual merupakan tempat yang nyaman dan aman untuk terjadinya interaksi antara guru BK/ konselor dengan konseli. baik yang berkenaan dengan informasi pribadi. buku daftar kunjungan siswa. dan bantal . VCD/ DVD. Ruangan ini dilengkapi dengan perlengkapan antara lain: sejumlah kursi. Ruangan ini dilengkapi dengan satu set meja kursi atau sofa. Ruangan relaksasi / desensitisasi / sensitisasi. yang dapat berfungsi sebagai biblio terapi. Jika memungkinkan ruangan ini dapat dilengkapi dengan karpet. dan karir di masa datang. VCD dan televisi. ruang baca. tape recorder. dan aman. buku tamu. karpet . Ruangan BK kelompok merupakan tempat yang nyaman dan aman untuk terjadinya dinamika kelompok dalam interaksi antara guru BK/ konselor dengan konseli dan konseli dengan konseli. peribahasa. televisi. Jika memungkinkan fasilitas pendukung seperti fasilitas internet. sehat. dan segi lain di ruangan tersebut dapat dilaksanakan pelayanan dan kegiatan BK lainnya sesuai dengan asas-asas dan kode etik BK. Ruangan itu hendaknya sedemikian rupa sehingga di satu segi para siswa/ konseli yang berkunjung ke ruangan tersebut merasa nyaman. belajar/akademik. serta perlengkapan lain yang memungkinkan tercapainya proses pelayanan BK yang bermutu. Khusus ruangan konseling BIMTEK GURU BK SMK 2012 82 . Ruangan ini dilengkapi dengan perlengkapan sebagai berikut: daftar buku/ referensi (katalog). Ruangan tamu hendaknya berisi kursi dan meja tamu. tempat untuk menyimpan majalah. jam dinding. Dalam hal ini harus menjamin keamanan data yang disimpan. dan lukisan. nyaman. ruangan nyapun mampu menopang banyak orang.lain-lain). Ruangan biblio terapi pada prinsipnya mampu menjadi tempat bagi siswa/ konseli dalam menerima informasi. sosial. dan disimpan dalam bentuk soft copy. yang bersih. tulisan dan atau gambar yang memotivasi siswa/ konseli untuk berkembang dapat berupa motto. Fasilitas ruangan yang diharapkan tersedia ialah ruangan tempat bimbingan yang khusus dan teratur.

AUM. format rencana/satuan pelayanan. Ruangan BK yang cukup dan penataan ruang kerja professional. tes/inventori minat. nyaman dan menjamin kerahasiaan konseli. angket (angket siswa/konseli dan orang tua). sosiometri. pedoman observasi dalam BK kelompok). b). ruangan kesuksesan program. dan buku harian) 2). buku kasus. pedoman wawancara. seperti penampilan informasi pendidikan dan jabatan. dengan contoh sebagaimana terlampir. tes bakat khusus. tes/inventori kepribadian. Di samping itu. dan tes prestasi belajar. Instrumen pengumpul data dan kelengkapan administrasi seperti: a). Kenyamanan itu merupakan modal utama bagi BIMTEK GURU BK SMK 2012 83 . Fasilitas Lain Selain ruangan. Ruangan tersebut hendaknya juga mampu memuat berbagai penampilan. Alat pengumpul data berupa tes yaitu: tes inteligensi. catatan anekdot. Di samping. biografi dan autobiografi. ITP. dengan modifikasi ukuran ruang.2007). pedoman observasi (seperti pedoman observasi dalam kegiatan pembelajaran.individual harus merupakan ruangan yang memberi rasa aman. Contoh panataan ruang BK di sekolah dikutip dari Rambu-Rambu Penyelenggaraan Bimbingan Dan Konseling Dalam Jalr Pendidikan Formal (PMPTK. Di dalam ruangan hendaknya juga dapat disimpan segenap perangkat instrumen BK. Alat pengumpul data teknik non-tes yaitu: biodata siswa/konseli. dan berbagai data serta informasi lainnya. fasilitas lain yang diperlukan untuk penyelenggaraan bimbingan dan konseling antara lain: 1). himpunan data siswa/ konseli. Dokumen program BK (misalnya : buku program tahunan. skala penilaian. daftar cek. buku program semesteran. format-format surat hendaknya nyaman yang menyebabkan para pelaksana BK betah bekerja. dapat dikembangkan alternative tata ruang BK dengan memperhatikan jumlah personal BK dan lokasi gendung sebagaimana terlampir. tes bakat. b.

Banyak sekali perangkat lunak yang dapat dimanfaatkan oleh guru BK atau konselor dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada para siswa/konseli. buku informasi tentang studi lanjutan atau kursus-kursus. blanko surat. d). Mengingat banyak sekali aspek-aspek data konseli yang perlu dan harus dicatat. seperti alat tulis menulis. informasi atau pun data untuk masing-masing konseli. dan dengan daya jangkau pelayanan yang lebih luas. guru BK atau konselor dapat memberikan pelayanan BK secara lebih efisien. Perangkat tersebut memiliki peranan yang sangat strategis dalam pelayanan BK. guru BK/ konselor perlu terampil menggunakan perangkat komputer. Dalam kerangka pikir dan kerangka kerja BK terkini. Untuk menyimpan berbagai keterangan. paket bimbingan. seperti data informasi. sehingga mudah untuk disimpan dalam filling cabinet. Dalam konteks ini. buku-buku panduan. map dan file dalam komputer. khususnya dalam bentuk himpunan data. menampilkan data maupun memaknai data sehingga dapat diakases secara cepat dan secara interaktif. Alat penyimpan data itu dapat berbentuk kartu. perangkat komunikasi dan berbagai software untuk membantu mengumpulkan data. Alat penyimpan data. dan format evaluasi. mengolah data. dan agenda surat. c).(panggilan. maka diperlukan adanya suatu alat yang dapat menghimpun data secara keseluruhan yaitu buku pribadi. blanko konferensi kasus. para guru BK atau konselor dituntut untuk menguasai sewajarnya penggunaan beberapa perangkat lunak dan perangkat keras komputer. referal). Bentuk kartu ini dibuat sedemikian rupa dengan ukuran-ukuran serta warna tertentu. alat bantu bimbingan perlengkapan administrasi. format pelaksanaan pelayanan. Kelengkapan penunjang teknis. Selain itu dengan menggunakan perangkat lunak komputer. Komputer yang disediakan di ruang BK hendaknya memiliki memori yang cukup karena akan menyimpan semua data BIMTEK GURU BK SMK 2012 84 . kartu kasus. maka perlu disediakan map pribadi. buku pribadi. kartu konsultasi.

dan papan informasi BK. Biaya Perencanaan anggaran merupakan komponen penting dari manajemen BK. data kehadiran konseli. bahan-bahan informasi pengembangan keterampilan pribadi. dan buku/ bahan informasi pengembangan keterampilan hidup. buku hasil wawancara. Pelaksanaan program BK harus diperlakukan sebagai kegiatan yang utuh dari seluruh program pendidikan. sosial. filing kabinet/ lemari data (tempat penyimpanan dokumentasi dan data konseli). oleh karena itu perlu dirancang dengan cermat berapa anggaran yang diperlukan untuk mendukung implementasi program. Anggaran ini harus masuk ke dalam Anggaran dan Belanja Sekolah (ABS) Memilih strategi manajemen yang tepat dalam usaha mencapai tujuan program BK memerlukan analisa terhadap anggaran yang dimiliki. Kebijakan lembaga yang kondusif perlu diupayakan. serta kelengkapan akses internet agar dapat mengakses informasi penting yang diperlukan konseli maupun dimanfaatkan konseli untuk melakukan e-counseling. c. Strategi manajemen program yang dipilih harus disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki. memiliki kelengkapan audio agar dapat dimanfaatkan setiap konseli untuk menggunakan berbagai CD interaktif informasi maupun pelatihan sesuai dengan kebutuhan dan masalah. belajar maupun karir. film. dan CD interaktif. perangkat elektronik (seperti komputer. OHP. LCD. Strategi yang dipilih tanpa mempertimbangkan anggaran yang dimiliki mungkin hanya akan menjadi angan-angan yang mungkin sulit untuk sampai mencapai tujuan program. TV). buku realisasi kegiatan BK. tape recorder.siswa/konseli. laporan kegiatan pelayanan. modul bimbingan. atau buku materi pelayanan bimbingan. berbagai macam program ( software ). Komponen anggaran meliputi: BIMTEK GURU BK SMK 2012 85 . Kepala Sekolah harus memberikan dukungan yang serius dan sistematis terhadap penyelenggaraan program BK. leger Bimbingan dan Konseling. CD pembelajaran.

sumber dana hibah kompetitif. Anggaran untuk semua aktivitas yang tercantum pada program 2. Anggaran untuk aktivitas pendukung ( misalnya : home visit.1. 3. BIMTEK GURU BK SMK 2012 86 . penyelenggaraan MGBK. dan sumber lain yang tidak mengikat sekolah. pengembangan alat/ media untuk pelayanan BK). pengadaan buku-buku untuk terapi pustaka. pembelian buku pendukung/ sumber bacaan. Anggaran untuk pengembangan dan peningkatan kenyamanan ruang atau pelayanan BK (misalnya : pembenahan ruangan. penyiapan perangkat layanan konseling individual dan kelompok). pengembangan staf. Dengan demikian satuan biaya penyelenggaraan program BK sesuai dengan aturan keuangan yang ditetapkan baik dana dari pemerintah maupun dana sumber lain yang tidak mengikat. dana block grand pemerintah. pembelian alat/ media untuk pelayanan BK. Sumber biaya program BK adalah ABS ( Anggaran Belanja Sekolah). mengikuti seminar/ workshop atau kegiatan profesi dan organisasi profesi.

Mengetahui Kepala Sekolah 87 . Waktu pelaksanaan Program ( tahun ajaran). Anggaran yang diperlukan untuk keterlaksanaan program Jakarta. dan bulanan serta harian). Sifat / fungsi layanan BK I. Evaluasi keterlaksanaan program dan hasil Q. peserta Bimtek diharapkan untuk melakukan pemahaman dan pelatihan meliputi : 1.. Bidang gerak BK H. semesteran. M. MENYUSUN RANCANGAN PROGRAM BK Alternatif format 1. atau profesi lain yang praktik) O. Rasional B. prasarana BK Menyusun rancangan program BK di sekolah Menyusun rancangan pengembangan sarana dan 1. Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok (RPLBK) Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan Klasikal (RPLBK). (disusunnya program tahunan. 23 Mei 2012 Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor Tulislah Konselor bagi yang sudah Kons. Visi dan Misi Sekolah D. Landasan Yuridis C. K. Rencana Operasional. Diskripsi kebutuhan siswa (SKKPD) F. Sasaran/ subyek layanan BK N. P.D. adakah mahasiswa praktik. Tujuan BK G. Pengembangan Tema/Topik layanan L. 2. Rencana Pelaksanaan Layanan Konseling Kelompok (RPLKK) . TAHUN PELAJARAN 2012-2013 A. Personalia (guru BK atau konselor. Komponen program BK (pengertian dan strategi) J. PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING SMK ………………. Visi dan Misi BK E. Pengembangan Satuan Layanan/ Rencana Pelaksanaan Layanan Konseling Individual (RPLKI). LATIHAN Sebagai lanjutan dari sajian materi secara teoritis.

No Kebutuhan/ permasalahan Tujuan Kegiatan Komponen Program Strategi layanan Alternative format 3. berdasarkan format 3 dapat disusun alternative format 4. Tahun Ajaran 2012/2013 No Prog ram laya nan tuju an Bida ng BK Standar Kompet ensi Kompo nen progra m Strat egi layan an sasar an Tol ok uku r Evalu asi Wak tu (bul an) Penangg ung jawab Alternative format 4. Rencana kebutuhan barang/alat BK No Nama Spesifikasi Jumlah barang/alat Harga satuan Harga Kegunaan Alternative format 2. Tahun Ajaran 2012/2013 Disusun berdasarkan waktu. MENYUSUN RENCANA SARANA DAN PRASARANA Alternative format 1. Rencana kebutuhan ruang kerja BK. (semester yang Nampak bulan) . NEED ASSESSMEN KEBUTUHAN (PENILAIAN KEBUTUHAN) SISWA/ KONSELI. PROGRAM SEMESTERAN/BULANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SMK …. PROGRAM TAHUNAN BIMBINGAN DAN KONSELING SMK ….Alternative format 2. 88 . 2.

Dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah dan jumlah personal namun tetap memperhatikan tata ruang kerja professional. Contoh penataan ruang Bimbingan dan Konseling (dikutip dari Rambu-rambu pelaksanaan BK dalam Jalur Pendidikan Formal. dengan modifikasi ukuran tata ruang konseling) 89 . 2007. PMPTK.

Alternative 1 Contoh penataan ruang Bimbingan dan Konseling dengan memperhatikan model tersebut dengan penambahan ruang. 90 .

Alternative 2 Contoh penataan ruang Bimbingan dan Konseling dengan memperhatikan model tersebut dengan penambahan ruang. 91 .

Pada bagian terakhir akan dikemukakan kemampuan Konselor untuk mengelola saran dan biaya program. dan konseling kelompok. Sebelum mempelajari dan berlatih terkait materi. Pada bab ini akan dikemukakan berbagai kemampuan yang harus dikuasai oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor untuk mengimplementasikan program. konseling individual. bimbingan klasikal. sehingga ada kesempatan untuk melakukan testing realitas walaupun masih dengan kolega guru Bimbingan dan Konseling sendiri.BAB III IMPLEMENTASI PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING A. mampu melaksanakan pendekatan kolaboratif dalam pelayanan bimbingan dan konseling. membutuhkan berbagai kemampuan pengimplementasiannya. PENGANTAR Program Bimbingan dan Konseling sebagaimana telah dirancang pada Bab II yang dikembangkan dari analisis kebutuhan sebagaimana dijelaskan di Bab I. sebab yang dimaksud sub kompetensi itu bila diprasyarati oleh sub kompetensi yang berikutnya. belajar. Harapannya. Oleh karena itu. dan sosial konseli. dan karier konseli. Sub kompetensi pertama tidak dijabarkan tersendiri. dengan mempelajari bab ini. SUB KOMPETENSI. INDIKATOR Kompetensi 92 . karier. Bab ini ditutup dengan latihan yang harus diselenggarakan setelah mengikuti semua topik pembahasan. KOMPETENSI. guru bimbingan dan konseling atau konselor diharapkan dapat melaksanakan program bimbingan dan konseling lebih baik dari yang mereka kerjakan selama ini. Materi secara berturut-turut dijabarkan untuk mencapai kompetensi yang telah ditentukan. Dalam latihan akan diselenggarakan secara berkelompok. serta dapat mengelola sarana dan biaya program bimbingan dan konseling secara efektif dan efisien. peserta akan mengembangkan kemampuan ini dalam praktik nyata di sekolah. Pada bagian awal akan dikemukakan berbagai kegiatan yang harus dilakukan oleh Konselor sebagai sebuah pedekatan kolaboratif. resapi dulu indikatorindikator sebagai perwujudan dari kompetensi yang harus dicapai setelah mengikuti bimbingan teknis di bab ini. Pada bagian berikutnya dikembangkan materi terkait dengan kemampuan Konselor untuk menfasilitasi perkembangan pribadi-sosial. Beberapa kemampuan yang harus dikuasai Konselor adalah kemampuan untuk melakukan bimbingan kelompok. Dalam pendekatan kolaboratif ini dikemukakan kemampuan Konselor bekerja secara kolaboratif. dan pemberian pelayanan referal. personal. B. mampu memfasilitasi perkembangan akademik. kemampuan konsultasi.

konseling individual. sehingga tidak mungkin dilakukan sendiri oleh Konselor. DAN KONSULTASI Pekerjaan Bimbingan dan Konseling merupakan pekerjaan yang bersifat kompleks. − Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat mengelola sarana dan biaya program pelayanan Bimbingan dan Konseling. Indikator − Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat melaksanakan pelayanan Bimbingan dan Konseling sesuai program yang telah direncanakan. dan sosial peserta didik/konseli melalui layanan bimbingan kelompok. Sub Kompetensi − Melaksanakan program Bimbingan dan Konseling. C. referal. dimana setiap komponennya memiliki arah yang sama yakni perkembangan optimal setiap siswa. karier. − Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat melaksanakan pendekatan kolaboratif dengan pihak terkait dalam pelayanan Bimbingan dan Konseling. personal. Program Bimbingan dan Konseling memiliki sejumlah keuntungan bagi fihak-fihak 93 . dan sosial konseli. personal. REFERAL. Berbagai fihak harus terlibat aktif dalam pelaksanaan bantuan untuk mengembangkan semua siswa secara optimal. − Mengelola sarana dan biaya program Bimbingan dan Konseling. − Memfasilitasi perkembangan akademik. dan konseling kelompok. MATERI 1. karier. − Melaksanakan pendekatan kolaboratif dalam pelayanan Bimbingan dan Konseling. − Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat memfasilitasi perkembangan akademik. Kegiatan bersama antara berbagai fihak dalam Bimbingan dan Konseling yang paling banyak dilakukan adalah kerja kolaborasi. IMPLEMENTASI PROGRAM KOLABORASI.Mengimplementasikan program Bimbingan dan Konseling yang komprehensif. termasuk referal dan konsultasi. bimbingan klasikal. dan konsultasi. KOLABORASI Mengapa program Bimbingan dan Konseling yang diusulkan akhir-akhir ini bersifat komprehensif? Ini terkait dengan kedudukan Bimbingan dan Konseling dalam seting pendidikan.

pekerja sosial): 94 . dan c. Menjelaskan kesan program Bimbingan dan Konseling sekolah kepada masyarakat. Meningkatkan hubungan Konselor-siswa. b. b. Memperluas pengetahuan akan dunia yang selalu berubah. Mengembangkan keterampilan pengambilan keputusan. Meningkatkan pengetahuan akan diri sendiri untuk berhubungan secara efektif dengan orang lain. orangtua. Membantu orangtua untuk memperoleh sumber-sumber yang diperlukan. guru. psikolog. Memberikan struktur program dengan isi khusus melibatkan peran Konselor. Meningkatkan pengetahuan dan bantuan dalam eksplorasi karier. Menjelaskan peran Konselor sebagai orang sumber. dan f. d. Bagi Orangtua: a. kepala sekolah. Bagi Konselor: a. Bagi Staf Pelayanan Siswa Lainnya (dokter. c. Membantu mengenali potensi akademik. Memberikan pemahaman yang jelas akan peran dan fungsi Konselor. c. e. f. Meningkatkan kerja tim dalam mendukung belajar anak. Bagi Siswa: a. b. Membantu siswa untuk mempelajari pelajaran yang diampunya secara tuntas dan efektif. Mendorong hubungan kerja yang suportif dan positif. Meningkatkan kesempatan interaksi konselor-orangtua. Bagi Kepala Sekolah: a. dan h. g.terkait. Memberikan kerangka kerja untuk mengevaluasi usaha-usaha program Bimbingan dan Konseling sekolah. Konselor. antara lain siswa. Memberikan alat manajemen program. dan lainlain. b. dan c. dan d. Mengembangkan sistem untuk perencanaan jangka panjang anaknya. Menawarkan kesempatan untuk melayani semua siswa. Memberikan dukungan orangtua dalam memperhatikan perkembangan pendidikan anak-anak mereka. Bagi Guru: e.

Menjelaskan peran Konselor sebagai orang sumber bagi industri dan bisnis. Memberikan batasan overlapping wilayah layanan. serta siswa. b. b. b. Memberikan informasi adanya pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam meningkatkan prestasi siswa. Memberikan dasar bagi alokasi dana bagi program Bimbingan dan Konseling. Dalam bidang pelayanan belajar ( service learning) misalnya. KONSELOR) Merumuskan tujuan pelayanan belajar Berpartisipasi dalam inservice dalam pengembangan profesionalitas Berpartisipasi dalam Menerima strategi service-learning Membina hubungan 95 . TANGGUNGJAWAB KEPALA SEKOLAH Mengevalasi usaha sebelumnya dan mengidentifikasi kebutuhan sistem saat ini Memberi peluang inservice untuk pengembangan profesionalitas. dan d. Membentuk komisi TANGGUNGJAWAB GURU Mengidentifikasi kebutuhan siswa saat ini TANGGTUNGJAWAB KONSELOR Membuat alat asesmen untuk mengidentifikasi kebutuhan siswa dan sekolah Menghasilkan progam service-learning untuk kegiatan in-service pengembangan profesionalitas pendidik Berpartisipasi dalam TANGGUNGJAWAB BERBAGI (KS. Bagi Kalangan Industri dan Bisnis: a. Di lingkungan sekolah dapat dijelaskan kolaborasi yang ditandai dengan job describtion yang tegas untuk bidang Bimbingan dan Konseling. c. Ada pula peran kolaborasi eksternal yakni dengan orangtua dan kalangan bisnis dan industri. Mendorong pendekatan tim untuk meningkatkan hubungan kerja kooperatif. Menyiapkan tenaga kerja potensial dengan keterampilan pengambilan keputusan yang kuat dan kematangan pekerja yang meningkat. mengisyaratkan kebutuhan perencanaan kerja kolaboratif yang utuh dari berbagai fihak. Meningkatkan kesempatan kalangan industri dan bisnis untuk berpartisipasi dalam program sekolah. Sebagai gambaran umum. Peran Bimbingan dan Konseling yang nyata diantara berbagai fihak yang berkepenting-an dengan pendidikan dan penyiapan karier siswa perlu dirancang dengan baik. Catatan tentang keuntungan program Bimbingan dan Konseling di atas. staf pelayanan lainnya. Bagi Dinas Pendidikan: a. Dengan demikian Bimbingan dan Konseling tidak dipandang sebagai tambal sulam saja dalam proses pendidikan di sekolah.a. ada peran-peran kolaboratif internal di sekolah yakni dengan kepala sekolah. guru. pembagian tanggungjawab dicontohkan sebagai berikut. GURU. Memberikan kesempatan kolaborasi antara Konselor dan masyarakat kerja.

emosional. kepolisian. dan akademik. etika. psikolog. kecanduan narkoba. dan penyakit kronis. dan akademiknya. Konseli yang sebaiknya direferal adalah mereka yang memiliki masalah yang tak terselesaikan bersama konselor. Selain itu tujuan khusus dari layanan referal ialah terwujudnya keempat fungsi Bimbingan dan Konseling tarutama dalam upaya pengentasan masalah konseli. psikiater. sosial. Ada sejumlah masalah yang tidak menjadi kewenangan Konselor. depresi. dan karier dapat dikembangkan oleh Saudara sendiri. Konseli dan masalahnya. dan lain-lain.kurikulum Menfasilitasi kontak masyarakat pengembangan kurikulum Membuat kurikulum akademik pengembangan kurikulum Membuat kurikulum sosial dan emosional kolaboratif Mengintegrasikan kurikulum sosial. Namun demikian juga untuk mewujudkan upaya pemahaman dan pencegahan serta pengembangan dan pemeliharaan. emosional. Merefleksi pengalamanpengalaman servicelearning Mengukur dan mengevaluasi hasil akademik dari pelayanan belajar Mengevaluasi dampak masyarakatnya Mengatur jadwal pelayanan Memberi kesempatan bagi siswa untuk merefleksi belajar sosial. dan akademiknya. dokter. emosional. seperti kesulitan belajar. Secara umum. untuk bidang lainnya yakni binbingan pribadi. Apabila Konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah konseli. etika. Beberapa masalah tersebut misalnya masalah 96 . tindak kejahatan (kriminalitas). tujuan layanan referal adalah agar konseli mendapat layanan yang optimal atas masalah yang dialaminya. seperti guru mata pelajaran. Komponen Referal a. Merefleksi pengalamanpengalaman servicelearning Mengukur dan mengevaluasi hasil perkembangan sosial dan emosional dari pelayanan belajar Mengevaluasi dampak masyarakatnya Memberi kesempatan pertemuan dewan guru Bekerja dengan dinas pendidikan untuk mempertahankan keberlangsungan kurikulum service-learning Memberikan insentif atas pelayanan yang dilakukan dewan guru Mengkompilasi data refleksi diri professional Menentukan komponenkomponen pelayanan pembelajaran yang efektif Mengenali prestasi siswa Contoh diatas adalah untuk bidang bimbingan belajar. Mendukung supervisi yang tepat dalam masyarakat Mengkompilasi data refleksi siswa Menfasilitasi hubungan partnerships sekolah dan masyarakat Mengakui pentingnya refleksi dalam belajar Mengawali pengalaman masyarakat Memberi kesempatan bagi siswa untuk merefleksi belajar sosial. REFERAL Pada dasarnya layanan referal berada dalam satuan kegiatan layanan responsif yang dilakukan dalam upaya membantu konseli agar mereka mendapatkan layanan yang optimal dari ahli lain yang benar-benar handal. maka sebaiknya dia mereferal atau mengalihtangankan kepada pihak lain yang lebih berwenang.

penggunaan zat psikotropika. karena Konselor bekerja di sekolah. Konselor perlu menyadari akan keterbatasan kewenangannya. b. Dalam banyak catatan Konselor bekerja membantu individu yang sehatnormal. Ahli lain. Bila dijumpai masalahmasalah seperti itu. b. c.belajar substansi mata pelajaran. d. Pelaporan Menyusun laporan kegiatan referal. Dalam melaksanakan referal. dimana siswa tetap akan menjadi bagian pelayanannya selama ia masih sekolah. dan sebagainya. Konselor. meyakinkan konseli akan referal. dokter. kemudian mengkaji hasil referral kaitannya dengan upaya mengatasi masalah yang dialami konseli. Pelaksanaan Mengkomunikasikan rencana referal kepada pihak terkait dan mereferalkan konseli kepada pihak terkait tersebut. Tindak lanjut Menyelenggarakan layanan lanjutan oleh Konselor jika diperlukan atau konseli memerlukan referal ke ahli lain lagi. Tahap-Tahap Referal a. penyakit. perbuatan kriminal. c. karena keterbatasan kewenangan Konselor. azas kerahasiaan juga harus dijaga oleh Konselor. f. laporan dari ahli lain dan analisis hasil referral. Analisis hasil evaluasi Melakukan analisis terhadap efektivitas referal bagi penyelesaian masalah kaitannya dengan perkembangan konseli. psikiater. Perencanaan Menetapkan kasus yang akan direferal. polisi. psikolog. 97 . azas yang digunakan adalah kesukarelaan konseli untuk dipindahtangankan kepada ahli lain yang diprediksi akan lebih pas bagi penyelesaian masalahnya. menyampaikan laporan dan mendokumentasinya. Evaluasi Membahas hasil referal melalui refleksi oleh konseli. menghubungi ahli lain yang menjadi arah referal. menyiapkan materi referal dan kelengkapan administrasinya. Dalam hal ini tanggungjawab Konselor tetap ada. Beberapa ahli guru mata pelajaran. dan beberapa profesi lainnya menjadi rujukan penting bagi Konselor. referal perlu dilakukan. e. Namun demikian.

melakukan pelayanan untuk membantu siswa memenuhi kebutuhan dan mengatasi masalahnya. karena Konselor menyadari bahwa model layanan langsung tidak selalu tepat dalam kasus-kasus tertentu. konsulti. 2009). KONSULTAN/ KONSELOR KONSULTI/GURU . Salah satu bentuk pelayanan yang harus dilakukan guru Bimbingan dan Konseling adalah konsultasi.KONSULTASI Bimbingan dan Konseling di sekolah sebagaimana komponen pendidikan lainnya juga mengalami reformasi. konsultasi (consulting) dirancang untuk memberikan bantuan teknis kepada guru. dan referral. kepala sekolah. Dalam bidang Bimbingan dan Konseling. biasanya dihubungkan dengan pemberian bantuan. Dari review tentang literatur konsultasi. tidak ada satu difinisipun yang bisa diterima secara universal. Konsultasi merupakan sebuah elemen penting dari program bimbingan. dan konsultan. ORTU KONSELI Gambar: Pola Hubungan Konsultasi 98 . organisasi. administrator dan orang tua dalam membantu siswa agar lebih efektif (Shertzer dan Stone. sendiri atau dalam kerjasama dengan staf sekolah lainnya dan stakeholders. dan konselor lain untuk perbaikan terhadap hal-hal yang membatasi efektivitas para siswa dimana hal tersebut bisa membatasi efektivitas pendidikan di sekolah. Konseli adalah orang. Konselor. 1981). menuju ke program komprehensif yang berlandaskan pada pertumbuhan dan perkembangan manusia (Gysbers dan Henderson. Konselor mencari metode-metode alternatif yang akan memiliki pengaruh positif terhadap individu atau kelompok atau terhadap sistem yang memiliki pengaruh negatif kepada siswa. terutama bagi penyelesaian masalah. Konsultasi dalam bimbingan dan konseling didefinisikan sebagai suatu proses dari menyediakan bantuan secara teknis kepada para guru. Konsultasi. Dalam konteks layanan responsif. Hal ini mengisyaratkan bahwa kerjasama dengan staf pendidikan lain di sekolah dan orangtua menjadi sangat penting. konsultasi sebagai bentuk kegiatan sejajar dengan konseling individual. Bimbingan dan Konseling berubah dari model posisi pelayanan. orang tua. dan konsultan adalah orang yang membantu consulti memecahkan masalah konseli. Kebanyakan definisi konsultasi menyertakan acuan kata konseli. consulti adalah orang yang berusaha memecahkan masalah. atau sistem dengan suatu masalah. seperti konseling. konseling kelompok.

Konsultasi dibutuhkan karena guru melihat siswa menunjukkan perilaku yang salah dan merusak di kelas. Tugas pertama yang harus dilakukan oleh konselor sebagai seorang konsultan adalah mengidentifikasi situasi-situasi yang paling bermasalah dalam organisasi (sekolah/keluarga) dan mengenal orang-orang yang membutuhkan bantuan (siswa sebagai konseli). Seringkali konsultan harus membantu mengembangkan keinginan konsulti untuk berubah. Konselor dapat menggunakan konsultasi untuk membantu guru dalam memahami perilaku-perilaku bermasalah dari siswa-siswa tertentu. − membentuk lembaga self-help atau setiap komponen pendidikan sekolah dapat memahami perannya dan berkiprah untuk meningkatkan prestasi siswa. perubahan fihak konsulti kaitannya dengan konseli membutuhkan kearifan yang mendalam dari Konselor. merencanakan dan mengimplementasikan strategi-strategi kelas untuk mengatasi perilaku-perilaku ini dan membantu perkembangan siswa. Konselor bisa membantu menemukan dan membentuk 99 . Sasaran Konsultasi a. Konsultasi ini didasarkan pada pemberian bantuan kepada guru untuk menjalankan aktifitasnya. − menciptakan sebuah lingkungan yang memadukan seluruh komponen pendidikan yang bisa membentuk sebuah lingkungan belajar yang kondusif. Secara sadar. konsustasi memiliki sejumlah tujuan. − membantu orang lain mempelajari cara mempelajari perilaku. Sangat perlu untuk mengidentifikasi terhadap situasi-situasi yang bermasalah dan pengembangan kesiapan konsultasi melalui melibatkan sumber-sumber informasi. − meningkatkan komunikasi melalui menyampaikan diperlukan oleh orang-orang yang kompeten. agar dalam kerjanya Konselor tidak memaksakan perubahan-perubahan. Tujuan tersebut terdiri atas: − meningkatkan dan mengembangkan lingkungan belajar bagi siswa. lambat laun konsulti mau untuk berubah demi perkembangan siswa.Tujuan konsultasi Di sekolah. Guru. − memperluas pendidikan in-service bagi guru dan kepala sekolah. Semua aspek tujuan selalu kembali untuk kepentingan siswa. − meningkatkan layanan ahli. sehingga solusinya tidak akan dipaksakan. yang kondusif informasi yang − mendudukkan peran dan fungsi dari semua fihak dalam meningkatkan lingkungan belajar. Dengan kata lain. bukan mengkritik dan mengevaluasi prosedur-prosedur pengajarannya. Sebagai seorang konsultan.

100 . jadwal yang ada. Atas temuan kesenjangan yang ada yang diperkirakan mengganggu kinerja sistem. Menilai informasi untuk menemukan masalah yang diharapkan diselesaikan dalam pertemuan konsultatif. Mengumpulkan informasi tambahan yang dibutuhkan bersama dengan konsulti untuk memperoleh gambaran komprehensif adanya masalah. Konsultan menjelaskan nilai-nilai. Gaya pembelajaran guru dan pola motivasional bisa dianalisis untuk menentukan pengalaman pembelajaran terbaik yang bisa digunakan siswa. kepala sekolah. c. Walz dan Benjamin mengidentifikasi empat cara dasar yang digunakan oleh Konselor dalam melakukan perubahan: (a) memberikan energi bagi sistem sekolah dengan mendorongnya untuk melakukan sesuatu terhadap masalah yang ada. Situasi lainnya meliputi pengorganisasian sekolah dan rumah untuk mencapai usaha-usaha konsisten dalam pendidikan anak dan membantu orang tua dalam memahami pengaruh dari keluarga terhadap perkembangan anak. Mengumpulkan Informasi. Orang Tua. dan staf pengawas untuk mengembangkan program. yang tugasnya membantu menangani masalah. d. membantu orang tua memahami makna dari hubungannya dan dialognya dengan anak-anak mereka. wakil kepala sekolah. konsultan menyatakan masalah yang dihadapi dan menyatakan prognosis seandainya masalah tidak diselesaikan. Sebelum Konsultasi. Informasi dianalisis dan disintesis untuk menemukan alternatif-alternatif solusi terbaik. (b) menawarkan solusi bagi perubahan-perubahan yang dibutuhkan (c) berfungsi sebagai penghubung terhadap sumber-sumber daya manusia dan fisik yang tersedia di lingkungan pendidikan. dan hasil-hasil yang diharapkan. prosedur. kebutuhan. Administrator.materi-materi pembelajaran atau membantu guru dalam mengubah gaya pembelajarannya. wali kelas. aktivitas in-service atau perubahan-perubahan organisasi yang dibutuhkan. Perubahan-perubahan ini tidak muncul dengan mudah tapi sebagian besar administrator memiliki ide-ide yang sangat bagus mengenai apa yang dibutuhkan. dan tujuan-tujuan lembaga. Mendefinisikan Masalah. Memasuki Konsultasi. b. Konselor berkonsultasi dengan staf administrasi sekolah. c. b. Menentukan Langkah Mengatasi Masalah . dan membantu pemerolehan ketrampilan komunikasi yang efektif. asumsi. dan (d) berfungsi sebagai konsultan proses. Tahap-Tahap konsultasi a. termasuk kepala diknas pendidikan. e. dalam hal ini sekolah. Diantara situasi tersebut mencakup peningkatan hubungan orang tua-anak. Situasi pelaksanaan konsultasi dengan orang tua telah dirangkum oleh Dinkmeyer dan Carlson.

perencanaan hidup dan karier. g. (3) merencanakan pendidikan dan karier mereka ke depan. (2) memahami dan memperjelas perasaan mereka dan penyelesaiannya dalam cara-cara yang tepat secara sosial. maka program Bimbingan dan Konseling baik individual maupun kelompok sebagai pelayanan yang unik dari Konselor atau guru Bimbingan dan Konseling diharapkan menjadi pengalaman pendidikan total bagi setiap siswa. warga negara yang peduli dan gemar menolong. memahami. Intervensi yang telah dipilih direncanakan secara operasional dalam bentuk panduan terbimbing. Evaluasi.f. dan orang-orang kunci lainnya. perkembangan yang dimaksudkan antara lain: 1) (1) siswa akan menyadari. bimbingan klasikal. dan karier setiap peserta didik. Perkembangan Pribadi-Sosial Bimbingan kelompok berperan dalam pengembangan pribadi-sosial siswa. Mengakhiri bantuan konsultasi. a. yang secara efektif mampu menghadapi tantangan-tantangan dalam kehidupan di masyarakat global. guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor setidaknya harus menguasai empat pendekatan utama yaitu bimbingan kelompok. Masing-masing diuraikan sebagai berikut. 2. Kapan. sosial. program Bimbingan dan Konseling sekolah memberdayakan setiap siswa untuk menjadi penyelesai masalah yang lebih kreatif. h. Terminasi. dan orangtua. dengan siapa. Untuk itu semua. perkembangan fisik dan intelektialnya serta 101 . FASILITASI PERKEMBANGAN Dalam menfasilitasi perkembangan pribadi. orangtua. personil sekolah. konseling individual. dan (4) memaksimalkan prestasi pendidikan mereka. dan menghargai karakteristik pribadinya. dan bagaimana melakukan rencana dirinci sedetail mungkin. Setiap siswa membutuhkan program dan pelayanan Bimbingan dan Konseling yang akan membantu mereka terkait dengan (1) penyelesaian masalah dengan teman. dimana. i. Menyatakan Tujuan Konsultasi. BIMBINGAN KELOMPOK Melalui usaha-usaha kolaboratif pendidik. serta perkembangan pendidikan. Dapat dikatakan bahwa program dan pelayanan Bimbingan dan Konseling dimaksudkan untuk membantu perkembangan pribadi-sosial. serta menjadi pebelajar sepanjang hidup. konseling kelompok. Yaitu menyatakan tujuan yang berupa hasil akhir dari konsultasi yang dinyatakan secara operasional dan terukur. Banyak dari perkembangan ini yang dapat dilakukan melalui bimbingan kelompok. Secara terus menerus (on going) pelaksanaan dan hasil bantuan konsultasi dimonitor dan dinilai efisiensi dan efektivitasnya. Mengimplementasikan Rencana Tindakan . belajar.

Penerimaan dan penghargaan diri:  Siswa akan dapat mengenali karakteristik fisik. intelektual dan emosionalnya. 2) siswa akan memahami. 2) siswa akan menggunakan proses problemsolving secara efektif dan bijak. Secara rinci antara lain: 1) siswa akan menggunakan proses pengambilan keputusan secara sistematis. Siswa akan dapat mengenali bahwa semua orang didengarkan dan berbicara dengan orang-orang lainnya. Obat-obatan dan alkohol: Jenis/Menolong/Merusak  Keamanan Pribadi: Sentuhan dan Sapaan  Perencanaan Hidup dan karier Bimbingan kelompok juga berperan dalam membantu siswa mengembang kan kemampuan untuk merencanakan hidup dan kariernya. 3) siswa akan mengembangkan dan memelihara keterampilan mendengarkan dan mengekspresikan diri untuk berhubungan secara efektif dengan orang lain. 6) siswa akan mengambil keputusan dengan tepat tentang keamanan pribadinya. Siswa akan dapat mengetahui perbedaan antara sentuhan dan sapaan yang tepat dan yang tidak tepat. dan bahwa beberapa obat akan membantu fisiknya dan sebagian lainnya merusak fisik.perkembangan kepribadiannya. 3) siswa akan menggunakan keterampilan merencanakan dan menyusun tujuan untuk menetapkan tujuan karier 102 . masing-masing dapat dicontohkan sebagai berikut. 5) siswa akan mengambil keputusan dengan tepat tentang penggunaan obat-obatan dan 102lcohol. Siswa akan dapat memahami bahwa ada banyak jenis obat-obatan. perlu Hubungan dengan orang lain secara efektif:  Komunikasi yang efektif:  Keterampilan Kepemimpinan : Kerjasama  Siswa akan dapat beriteraksi dengan orang lain dalam cara yang menunjukkan perilaku kerjasama. Apa yang dipelajari dari setiap aspek tersebut. 4) siswa akan mengembangkan keterampilan interaksi kelompok dan keterampilan kepemimpinan. Siswa akan dapat mengenali karakteristik fisik. menghargai. intelektual dan emosional orang lain. dan peduli terhadap orang lain dengan maksud untuk mengembangkan dan mempertahankan hubungan yang efektif dengan teman sebaya dan orang dewasa.

Siswa akan dapat mendefinisikan “kerja” dan mengenali situasi atau kesempatan kerja di rumah. antara lain: 1) (1) Siswa akan mengambil tanggungjawab untuk belajar di sekolah. sekolah. dan masyarakat. 4) Siswa akan mempelajari keterampilan-keterampilan mengikuti tes. dengan menekankan pada perencanaan dalam mengambil langkah pendidikan lanjutan secara berhasil. Pembuatan keputusan: Kesulitan Memutuskan  Siswa akan mengenali bahwa keputusan-keputusan kadangkadang sulit dilakukan. 3) siswa akan mengambil tanggungjawab akan tingkahlaku-tingkahlakunya di lingkungan sekolah. 5) siswa akan menyiapkan untuk menemukan dan mempertahankan pekerjaan. kapabilitas dan nilai-nilai yang dianutnya. Sekolah/Belajar: Membuat Kesalahan  Siswa akan dapat memahami bahwa membuat kesalahan merupakan hal yang wajar di dalam belajar. 2) siswa akan mengambil tanggungjawab untuk merencanakan menggunakan kesempatan pendidikan masa depan. Penyelesaian Masalah: Mengenali Perasaan  Perumusan Tujuan: Aktivitas/Minat  Kerja: Definisi  Perkembangan Pendidikan Dalam hal perkembangan pendidikan ada beberapa hal yang harus dilakukan bimbngan kelompok dalam membantu siswa. Siswa akan dapat mendeskribsikan perguruan tinggi apa ke depan yang akan disenangi dan apa yang akan ditempuh di tingkat selanjutnya itu. namun tetap berniat untuk memperbaikinya. Kesempatan Pendidikan: Melongok ke Masa Depan  Tanggungjawab Pribadi: Penghargaan 103 . Masing-masing dicontohkan sebagai berikut. Siswa akan mengenali situasi-situasi yang menghasilkan perasaan bahagia atau tidak bahagia atau bahkan kemarahan serta bagaimana untuk mengatasinya.tentatifnya sejalan dengan minat. Siswa akan dapat mendeskribsikan aktivitas-aktivitas dan minatminat yang mendatangkan kepuasan. Sebagai contoh diuraikan berikut. 4) siswa akan menghubungkan pilihan kariernya dengan tuntutan dunia kerja.

Tujuan bimbingan kelompok (a) memberi kesempatan siswa untuk saling berbagi informasi terkait topik-topik informasi karier. Siswa akan dapat menunjukkan tanggungjawab dan menghargai miliknya. Bimbingan kelompok melibatkan beberapa orang yang bertemu dalam kelompok dimana setiap orang mendiskusikan masalahnya untuk semua anggota kelompok lainnya. keterampilan belajar. Ini merupakan cara yang efektif dalam merespon berbagai kebutuhan siswa dan biasanya dilakukan dalam seting kelas. mengatasi tekanan teman sebaya. 104 . peer tutoring dan conflict resolution/management . merumuskan tujuan hidup. konselor mendorong setiap anggota untuk mengekspresikan perasaannya. karier. Jadinya beberapa orang siswa akan merasa sangat terbantu melalui belajar bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi masalahnya. terutama dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan perkembangannya dan untuk menerapkan program-program pencegahan maupun pengentasan dari masalah yang dihadapi. (b) untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan seperti keterampilan peer helping. Hakekat Bimbingan Kelompok Bimbingan dan Konseling merupakan strategi untuk memfasilitasi perkembangan positif siswa-siswa di sekolah dalam semua aspek di atas. Siswa akan mampu untuk mendeskripsikan bagaimana mengingat informasi-informasi yang penting dengan cepat. Diakui bahwa bimbingan kelompok merupakan cara yang efektif dan efisien untuk mendukung dan membantu siswa dalam mencegah timbulnya masalah dan memecahkan masalahmasalah di bidang perkembangan pendidikan. milik orang lain. Mengikuti Tes: Ingatan akan Informasi • Semua kegiatan dalam bidang-bidang Bimbingan dan Konseling di atas dapat dikemas dalam pelayanan bimbingan kelompok. (c) untuk membantu siswa mengembang-kan pengetahuan dan mempelajari keterampilan sosial serta pengelolaan pribadi seperti mengatasi masalah perasaan. dan pribadi-sosial. dan keterampilan komunikasi. Bimbingan kelompok dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhankebutuhan khusus anggota dan memberi kesempatan kepada anggota kelompok untuk mengembangkan dan mengeksplorasi tujuan-tujuan serta meningkatkan perubahan-perubahan positif dalam suasana yang saling berbagi dan saling mendengarkan. Di dalam kelompok. milik lembaga sekolah. Layanan Bimbingan dan Konseling memiliki pengaruh sinergik dalam mengembangkan pertumbuhan sosial dan emosional positif siswa seraya meningkatkan hasil perkembangan karier dan akademik mereka. memecahkan masalah. dan persoalan-persoalan pribadi-sosial lainnya.

Ada gunanya kita membentuk kelompok heterogin. ada sejumlah cara yang dapat digunakan untuk memulai belajar “sesuatu” atau topik yang telah direncanakan berdasar kebutuhan secara efektif dalam kelompok. dan (2) adanya interdependensi positif antar anggota. 2) buat pasangan atau lingkaran. (2) Kelas didorong untuk menjadi kelompok yang kohesif. biasanya kelompok memilih mengawali dengan membuat aturan-aturan dan menyusun langkah-langkah. Membentuk Kelompok Ketika kita membentuk kelompok diperlukan keterampilan kooperatif. (3) Tahap Pemecahan Masalah. pengorganisasi. yaitu (1) Keterampilan kooperatif diajarkan. dan penjaga waktu. Biasanya kita bisa bekerja secara berkelompok dengan mudah kalau bersama dengan kawan akrab. dan (4) Tahap mengelola Perbedaan-Perbedaan. 10) beri kesempatan setiap anggota untuk bicara. yaitu (1) Tahap membentuk kelompok. kita dapat melakukan dengan cara-cara 1) buat jarak antar orang. maka pemimpin kelompok dapat mengawali kerja kelompok. pemerjelas. 4) betahlah bertahan dalam kelompok. Ada empat keterampilan kooperatif yang harus dikuasai dalam belajar kolaboratif. Secara tradisional. 9) bentuk kelompok tanpa mengabaikan lainnya. 105 . karena anggota kelompok dengan keterampilan kooperatif tertentu bisa menjadi model bagi yang lainnya. Namun konfigurasi lain harus dicoba. maka untuk merancang bimbingan kelompok perlu memperhatikan dimensi kolaboratif yang ditujukan pada pembentukan keterampilan kooperatif. Sebagai pedoman umum yang perlu dikenali pemimpin kelompok bahwa dalam tahap inti ini setiap anggota dalam kelompok dapat diperankan sebagai pengamat. dan balikan diberikan pada bagaimana sebaiknya keterampilan-keterampilan digunakan. penyimpul. 8) jaga tangan dan kaki untuk mereka. Dengan memanfaatkan dua karakteristik sebagaimana dikemukakan di muka. dan 11) dengarkan secara aktif. 6) gunakan atau sebut nama orang. Tahap Inti sebagai Kelompok Setelah kelompok terbentuk. penanya. dan (3) Individu diberi tanggung jawab untuk belajar dan melakukan aktivitas. 3) buat kontak mata.Proses Bimbingan Kelompok Proses bimbingan kelompok menganut peristiwa belajar kolaboratif yang didasarkan atas tiga prinsip utama. dipraktekkan. pencatat. yaitu (1) adanya tujuan yang sama. 5) gunakan suara jelas. Ada dua elemen dasar dari aktivitas kooperatif. pemberi penguatan. 7) berkelilinglah. Atas dasar prinsip di atas. yakni memahami perspektif orang lain dan keterampilan berinteraksi. Bagaimana mulai kelompok. (2) Tahap Inti sebagai kelompok.

Atas dasar kenyataan adanyat perbedaan tersebut dibutuhkan kemampuan mengelolanya oleh setiap anggota kelompok dan pimpinan kelompok. dan emosional. Jadi perbedaan tidak ditutup-tutupi. Oleh karena bimbinban kelompok ini dimaksudkan untuk menghantarkan siswa SMK agar mencapai prestasi tinggi (terkait indikasi banyak siswa SMK jeblok perolehan danemnya) dan agar mampu merencanakan karier dengan baik maka dalam contoh-contoh teknik bimbingan kelompok ini ditekankan penggunaannya di kedua bidang garapan Bimbingan dan Konseling. 7) memberikan tanggapan kritis terhadap ide. Mengelola Perbedaan-Perbedaan Pada uraian di muka telah disinggung-singgung adanya perbedaan. Dimana maknanya belajar di bidang akademik. Mestinya kita menyiapkan siswa menjadi warga negara yang bertanggungjawab yang berpengetahuan luas dan terampil dalam bidang yang digelutinya. 2) lihat masalah dari berbagai sudut pandang. Apa saja keterampilan yang harus dikuasai dalam mengelola perbedaan? Keterampilan mengelola perbedaan antara lain 1) nyatakan posisi mereka dalam kelompok. Pengelolaan ini dengan prinsip memanfaatkan setiap adanya perbedaan untuk meningkatklan kekohesifan kelompok. malahan dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok seluasluasnya. Perasaan terlibat menjadi bagian kelompok dan kekohesifan kelompok merupakan tiket bagi terjadinya suasana kooperatif. 3) mengklarifikasi ide. tetapi juga di rumah dan kehidupan lainnya. Melihat masalah dari berbagai perspektif. serta 5) membuat konsensus. 4) memberikan mediasi. dan 9) menemukan solusisolusi atas permasalahan. 4) mengkonfirmasi ide. 8) mengorganisasi informasi. 6) melihat konsekuensi-konsekuensi dari keputusan tindakan. dan menengahi konflik yang “panas” tidak hanya diperlukan di sekolah. peduli terhadap orang lain. sosial. 5) mengelaborasi ide. 3) melakukan negosiasi. Konselor 106 . Terkait dengan belajar. Perkembangan keterampilan kooperatif merupakan inti dari bimbingan kelompok kolaboratif.Memecahkan Masalah Untuk memecahkan masalah-masalah yang diangkat sebagai suatu masalah kelompok. yakni perbedaan kemampuan dan perbedaan latar kehidupan anggota kelompok. 2) brainstorming. Ada sejumlah teknik bimbingan kelompok yang bisa diterapkan untuk mengembangkan siswa dalam setiap bidang pengembangan. Keterampilan mengelola perbedaan-perbedaan merupakan keterampilan yang penting dimanapun. Tantangannya adalah bagaimana semua siswa belajar dan siap untuk bertanggungjawab secara sosial. karier. Dalam reformasi pendidikan kita harus diperhatikan ke arah mana siswa dikembangkan. Konselor berperan dalam hal service learning. kita dapat mengembangkan keterampilan-keterampilan seperti 1) keterampilan mendefinisikan masalah. belajar untuk bersosialisasi.

Isu-Isu Pokok Praktik Konseling Masalah vs Aset Positif Mendengar kata konseling selalu diasosiasikan dengan individu yang menghadapi masalah. Banyak teori yang mengungkap bahwa konseling cenderung merupakan proses mendengarkan secara aktif. yakni isu-isu praktik konseling. yaitu 1) mengawali pertemuan dengan membangun rapport dan mengatur pertemuan. Makna Wawancara dalam Konseling Modal utama konseling adalah kemampuan wawancara. Cara ini akan memberi banyak peluang bagi Konselor untuk memhami dengan cermat tentang konseli yang dilayani dan dapat memantulkan kembali kondisi ini untuk modal pengubahan pikiran.memiliki tanggungjawab panjang atas pentingnya belajar emosional dan sosial di sekolah. 2) mengumpulkan data untuk mengenali kekuatan dan masalah konseli. Selama ini ada kesan. perasaan. Secara umum konseli akan mempertahankan hubungan yang positif dengan Konselor. konseling itu identik dengan nasehat. 4) working atau tahap inti bantuan konseling. b. dan pendekatan konseling. KONSELING INDIVIDUAL Dalam membahas konseling individual. Proses Konseling Secara garis besar proses konseling terbagi ke dalam lima tahapan. dan 5) mengakhiri pertemuan. 3) merumuskan tujuan. ada beberapa hal yang dikemukakan. Penjelajahan aset positif konseli dan bila selalu diperhatikan dalam lima tahap di atas akan memberikan jaminan bagi proses wawancara yang baik. akan menyusun 107 . Namun yang sering terjadi adalah program bimbingan belajar emosional dan sosial ini tidak nyambung dengan misi sekolah yang dapat dipertanggung-jawabkan kaitannya dengan tugas sekolah untuk membantu siswa mencapai prestasi akademik tinggi. dan perilaku mereka. Pandangan ini mulai beralih ke sisi lain. keterampilan dasar komunikasi. Harapan yang ada di balik memperhatikan aset positif dalam kelima tahap dijelaskan sebagai berikut. Pandangan bahwa konseling adalah nasehat banyak dibantah dengan berbagai teori konseling dan wawancara intensional untuk konseling. sehingga masalah tidak terjadi. mereka akan menceriterakan hidupnya. dimana konseling tidak saja diorientasikan bagi penyelesaian masalah. Konseling diartikan sebagai upaya bantuan untuk memecahkan masalah. tetapi dikandung maksud untuk mengenali asset positif setiap konseli dan mengoptimalkan asset positif tersebut bagi perkembangan setiap konseli yang dilayani.

Tokoh: Viktor Frankl. and Irvin Yalom. teori ini menempatkan kepercayaan dan memberikan tanggung jawab kepada konseli dalam menghadapi masalah dan kekhawatirannya. Konseling ini memusatkan pada kualitas hubungan terapeutik person-to-person. Pendekatan ini lebih menekankan pada tanggung jawab. dan metode psikokonseling yang berfokus pada faktor-faktor ketidaksadaran ( unconscious) yang memotivasi perilaku. Tokoh: Sigmund Freud. Rollo May. Konseling Adlerian. perasaan. Creative problem solving menjadi penting disini. Tahap V: Jika tahap 1-4 berhasil. akan mengembangkan pandangan-pandangan baru. serta self-determination. konseli akan menyampaikan kekuatan-kekuatan dirinya dan sumber-sumber yang tersedia untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. tokoh kunci: Natalie Rogers. Dalam setiap tahapan tersebut diuraikan sebagai berikut. Existential therapy. maka diharapkan konseli mendemonstrasikan perubahan tingkalaku. Dengan maksud mengejar aset positifnya. 108 . diikuti Rudolf Dreikurs yang terkenal di AS. Tahap IV: Konseli akan menguji kembali tujuannya dan mulai bergerak ke arah ceritera hidup baru dan perbuatan baru melalui mengkonfrontasi adanya kesenjangan-kesenjangan.tujuan. Konseling Person-centered. menghadapi tantangan baru. Konseling Gestalt. menciptakan satu destiny. Penemu: Fritz and Laura Perls. Tahap I: Konseli akan merasa difasilitasi dan tahu mengenai apa yang diharapkan darinya. kebebasan dan tanggungjawab untuk membentuk kehidupan seseorang. Teori perkembangan kepribadian. Bereaksi terhadap kecenderungan memandang konseling sebagai sistem teknik yang didefinisikan dengan baik. Overviu Teori Konseling Konseling Psikoanalitik. Tokoh Kunci: Miriam and Erving Polster. Tokoh Alfred Adler. Pendekatan ini dikembangkan selama tahun 1940s sebagai reaksi nondirektif terhadap psychoanalysis. Konseling experiential menekankan pada kesadaran dan integrasi. Penemu: Carl Rogers. Tahap II: Konseli akan berbagi pikiran. dan menemukan makna dan tujuan untuk menciptakan kehidupan yang lebih berarah tujuan. Tahap III: Konseli akan mendiskusikan arah baru. pikiran. perasaan itu dalam kehidupan sehari-hari di luar seting wawancara. dan perilakunya. Ia mengintegrasikan fungsi tubuh dan pikiran. filosofi hakekat manusia. ia tumbuh sebagai reaksi terhadap konseling psikoanalitik. Berdasarkan pada pandangan subyektif atas pengalaman manusia. model ini menekankan membangun konseling pada kondisi-kondisi dasar adanya manusia seperti pilihan. Perhatian ditujukan pada usia 6 tahun pertama sebagai penentu (determinants) perkembangan kepribadian pada usia selanjutnya. dan perilaku yang hendak diubah. perasaan yang diinginkan. pikiran baru. dan akan mentransfer hasil belajar yang baru tersebut ke kehidupan sehari-hari.

dan Cloé Madanes. Jay Haley. Konseling Realita. Pendekatan short-term ini didasarkan pada teori pilihan ( choice theory) dan memusatkan pada konseli untuk memikul tanggung jawab di masa sekarang. dan (b) penguasaan keterampilan komunikasi yang merupakan wahana utama dalam pelaksanaan konseling. Family systems therapy. Arnold Lazarus. Ada sejumlah tokoh kunci antara lain Alfred Adler. Virginia Satir. Konstruksionisme sosial. Penemu: William Glasser. melainkan diyakini bahwa realitas dikonstruksi secara sosial melalui interaksi manusia. Salvador Minuchin. Murray Bowen. Steve de Shazer dan Insoo Kim Berg yang mengembangkan solution-focused brief therapy. Secara ringkas akan dipraktikan masing-masing dua teori dalam konseling individual dan konseling kelompok. suatu model konseling yang sangat berorientasi didaktik. dan narrative therapy semua berasumsi bahwa tidak ada kebenaran tunggal. Pendekatan ini mempertahankan bahwa konseli adalah seorang ahli dalam hidupnya sendiri.Konseling Behavior. Selama proses konseling. Pendekatan ini mnerapkan prinsip-prinsip belajar untuk meresolusi masalah-masalah perilaku spesifik. solution-focused brief therapy. Keterampilan komunikasi perlu dikuasai konselor karena saat ini berkembang pemikiran bahwa semua layanan the helping professions mengutamakan penemuan self-healing capacity dari setiap individu yang 109 . Carl Whitaker. Keterampilan Dasar Komunikasi a) Kedudukan Komunikasi dalam Konseling Bimbingan teknis di bagian ini merupakan bagian utama dalam pengembangan kompetensi Konselor yang pada dasarnya bergerak di seputar dua sumbu. Metode pendekatan ini selalu dalam proses perbaikan. Tokoh Kunci: Albert Ellis penemu rational emotive behavior therapy. yaitu (a) eksplorasi Paradigma Baru dalam Terapan Kontekstual Konseling. Konseling merupakan wilayah yang berkaitan dengan layanan ahli bagi individu normalsehat yang dinamakan konseli (counselee). Tokoh Kunci: B. Ada sejumlah tokoh kunci. Konseling behavior-kognitif. Skinner. Dalam bimtek ini tentu tidak cukup waktu untuk mempelajari semua teori konseling tersebut. Tokoh Kunci: Robert Wubbolding. namun mengalami gangguan fungsi sosial-vokasional sehingga perlu diatasi dalam rangka penyelenggaraan layanan Bimbingan dan Konseling. Michael White dan David Epston merupakan tokoh-tokoh kunci narrative therapy. Pendekatan sistemik ini didasarkan pada asusmi bahwa kunci perubahan individu adalah pemahaman dan kerja dengan keluarga. dan Albert Bandura. Pendekatan Postmodern. konseli dapat belajar dengan cara yang lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. kognitif. dan action yang menekankan peranan berpikir dan sistem belief sebagai akar probem pribadi. Hasil merupakan subyek elsperimentasi terus-menerus. F.

Apabila Pembelajaran yang Mendidik menetapkan terbentuknya karakter serta penguasaan hard skills dan soft skills sebagai pengejawantahan tujuan utuh pendidikan. berbeda dari sumber dan penerima suara dalam sarana pancar-rekam mekanik. dan sebagaiman diketahui. dan rujukan prosedural yang menyediakan rambu-rambu teknis penerapannya. kejernihan makna dalam komunikasi antar pribadi juga sangat tergantung pada makna kontekstual yang melekat pada tiap ujaran dan isyarat non-verbal yang lazim menyertai ujaran. Selanjutnya. Sebagaimana telah diisyaratkan. sebab dalam melaksanakan konseling seyogianya Konselor tidak menyarankan kepada konselinya rujukan serta cara penataan diri yang tidak akan dia ikuti. kemampuan Konselor dalam berkomunikasi akan mampu menjaring kapasitas konseli ( positive asset search). Ini berarti bahwa diperlukan kejernihan makna dalam komunikasi sehingga tidak ada salah tangkap antara apa yang dimaksud oleh pihak yang menyampaikan pesan (konseli) dengan pihak yang menerima pesan (konselor). Sebagaimana halnya dalam pembelajaran. Pada dasarnya trust terbangun atas dasar dua unsur yang dipersepsi oleh konseli yaitu adanya kepercayaan oleh Konseli kepada Konselor bahwa Konselor yang membantunya (a) memiliki kompetensi untuk menolong dirinya. Dalam Konseling diperlukan penyetalaan (fine-tuning) antara cara Konselor merasa. dalam komunikasi peran sebagai pengirim dan sebagai penerima pesan itu selalu berganti secara dinamis. yaitu terapan yang mempersyaratkan penggunaan rujukan normatif sebagai kriteria keberhasilan layanan.dilayani sehingga masing-masing mampu mengatasi masalahnya sendiri. Ini juga berarti bahwa trust itu tidak “jatuh dari langit”. melainkan harus ditumbuhkan setahap demi setahap melalui interaksi yang produktif serta menyejukkan. melihat konselinya dan melihat dunianya. Kesetalaan persepsi ini penting ditekankan. seandainya rujukan serta cara penataan diri itu disarankan kepada dirinya. 2007). Artinya. berpikir dan berperilaku berdasarkan asumsinya tentang cara konseli atau konseli tersebut melihat dirinya dan melihat dunianya. Sutanto. selain ditentukan oleh ketepatan pilihan paradigma. dan Triyono. dengan pemahamannya tentang cara tiap konselinya itu merasa. komunikasi antar pribadi merupakan wahana utama dalam interaksi Konseling. kemampuan meraih serta kemampuan mempertahankan karier untuk hidup produktif dan sejahtera serta kepedulian terhadap kemaslahatan umum ( the Common Good) sebagai kriteria keberhasilan. dan (b) Konselor tidak akan menggunakan kelebihan kompetensinya itu untuk mencederai dirinya. kemanjuran faktor-faktor umum tersebut terfasilitasi oleh komunikasi yang efektif antara Konselor dengan Konseli. layanan ahli Konseling meniscayakan penggunaan terapan kontekstual. Pada gilirannya. 110 . yang pada dasarnya tergantung pada kesetalaan antara pengolah makna budaya yang digunakan oleh Konselor dengan pengolah makna budaya yang digunakan oleh Konseli. Ini berarti bahwa keberhasilan Konseling sangat bergantung pada adanya saling percaya ( trust) dalam hubungan antara Konseli dengan Konselor (Joni. berpikir dan berperilaku berdasarkan caranya ia melihat tugasnya. maka layanan ahli Konseling menetapkan kemandirian konseli dalam melakukan pilihan.

Peserta diharapkan menguasai ketrampilan memperhatikan ( attending). Keterampilan Memperhatikan Overview di muka mengisyaratkan bahwa Konselor harus mampu memadukan kekuatan-kekuatan pribadi sebagai internal skills dan keterampilan-keterampilan yang dipelajari sebagai external skills. mendengarkan (listening). selain bergantung pada kejernihan komunikasi. diharapkan akan mampu membantu konseli secara tepat. Penggunaan keterampilan konseling (keterampilan komunikasi interpersonal atau eksternal) tidak akan mengejawantah dalam efek terapeutik jika mereka tidak meluber dari Konselor yang telah dan selalu menata motif-motif dalam dirinya dan mendayagunakan mind-skills yang membantu serta berefek penyembuhan atau terapeutik. 111 . kita tidak bisa memaksakan pendekatan konseling kita dan membiarkan konseli mengikuti mau kita sesuai pendekatan yang kita anut. (Ini istilah yang menggambarkan ketika pasien tidak cukup di tempat tidur. yaitu: (1) Motif yang berakar dalam nyeri jiwani yang belum terselesaikan. (4) Motif yang berakar dalam kebutuhan mencari keintiman dan relasi seksual. (5) Motif yang berakar dalam mentalitas korban (Joni dkk. kemanjuran konseling juga bergantung pada ketepatan pilihan paradigma yang diterapkan dalam pelaksanaan konseling. (3) Penjelasan-penjelasan-dalam-diri. Semuanya harus menyatu menjadi motif altruistic yang diharapkan oleh setiap diri konseli. peserta akan belajar bagaimana berkomunikasi dengan orang lain secara efektif. dan menggarap-mengatasi-melampaui motif-motif yang berpotensi membahayakan. menyelaraskan motif pragmatik dengan motif altruistik yang selalu ditumbuhkembangkan. terutama dengan konseli. untuk menghindari terjadinya apa yang dinamakan sindroma the Procrustean Bed.Pada gilirannya. (2) Motif yang berakar dalam kebutuhan berlebih untuk mendominasi dan mengontrol. dan mempengaruhi (influencing) secara tepat. Artinya. Konselor yang memiliki atau menguasai internal skills dan external skills dan mempribadikannya (menginternalisasika sebagai bagian pribadinya). keterampilan mendengarkan. (4) Persepsi-persepsi-dalam-diri. sebab orientasi membantunya akan didasarkan pada internal frame of reference dari setiap konseli yang dibantunya (Joni dkk. 2007). Mind-skills yang perlu selalu ditata adalah: (1) Wicara-dalam-diri. Penataan motif-motif itu secara praktikal bermakna menumbuh-kembangkan motif membantu (altruistic). (5) Kaidah-kaidah-dalam-diri. (6) Citra-citra visual-dalam-diri. maka dipotong aja kakinya biar cukup). Keterampilan eksternal yang secara umum terdiri atas keterampilan memperhatikan. 2007). (3) Motif yang berakar dalam kebutuhan berlebih untuk mendapatkan pembenaran. Jadi dalam bagian ini. (2) Pengharapan-pengharapan-dalam-diri. dan keterampilan mempengaruhi harus dikuasai agar Konselor mampu menjadi trust sehingga tercapai maksud: On becoming a humane counselor .

Dalam praktik konseling, trust ini dibangun sejak awal pertemuan pertama. Rapport merupakan aspek penting yang harus dibangun dalam menjamin terjadinya trust. Menyebut nama merupakan bagian utama dalam menciptakan rapport. Ini dilakukan sepanjang sesi konseling. Membangun rapport, oleh sejumlah kalangan dipandang tahapan awal yang paling penting. Membangun rapport membutuhkan dua keterampilan yaitu: perilaku memperhatikan dan keterampilan mengamati konseli. Perilaku memperhatikan dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Konselor memahami dan “tertarik/berminat” tehadap konseli. Dengan cara ini diharapkan konseli menjadi merasa enak atau menjadi rilek dalam kebersamaannya dengan Konselor. Syarat Konselor yang bisa membangun rapport: open, authentic, congruent dengan konseli, serta luwes dalam menemukan kebutuhankebutuhan yang diekspresikan konseli. Perilaku memperhatikan ditujukan terhadap tampilan visual ( visual/eye contacts), vokal (vocal qualities), verbal (verbal tracking), dan bahasa tubuh (attentive and authentic body language ). Konsekuensi yang diharapkan, konseli akan lebih bebas dan terbuka, khususnya di seputar topik yang diberi perhatian. Dalam konseling, structuring merupakan bagian penting kedua di tahap awal, setelah rapport. Ini dimaksudkan untuk menangkap apa yang diharapkan konseli dari interview. Bila Konselor menampilkan keterampilan memperhatikan dan mendengarkan, maka konseli akan merasa bahwa Konselor benar-benar menjadi pendengar yang diharapkan. Ketika seseorang tiba-tiba datang dan menyatakan: “ Saya minta saransaran agar hubunganku dengan teman-teman di sekolah ini menjadi harmonis lagi, kayak dulu.” Dalam percakapan awam, mayoritas orang akan langsung memberi saran dengan referensi pengalaman pribadinya atau informasi yang pernah didengarnya. Bisakah Konselor langsung memberi saran? Di muka telah dikupas bahwa Konselor bekerja berlandaskan pada internal frame of reference-nya konseli. Ini berarti bahwa ada keperluan untuk melakukan pembatasan peran dan dinyatakan dalam pertemuan pembantuan tersebut. Beberapa hal harus dibatasi, antara lain pembatasan peran, pembatasan masalah atau topic, pembatasan waktu, karena konseling merupakan hubungan professional. Keterampilan Mendengarkan Fungsi dan tujuan pengumpulan data adalah untuk menemukan mengapa konseli datang konseling dan mendengarkan apa ceriteranya. Keterampilan mendefinisikan masalah akan membantu menghindari pembahasan topik yang tidak berguna dan memberi arah bagi wawancara selanjutnya. Ketrampilan ini juga akan membantu untuk mengidentifikasi kekuatankekuatan yang nyata yang dimiliki konseli. Fungsi dan tujuan pengumpulan data adalah untuk menemukan mengapa konseli datang konseling dan mendengarkan apa ceriteranya. Keterampilan mendefinisikan masalah akan

112

membantu menghindari pembahasan topik yang tidak berguna dan memberi arah bagi wawancara selanjutnya. Ketrampilan ini juga akan membantu untuk mengidentifikasi kekuatan-kekuatan yang nyata yang dimiliki konseli. Keterampilan yang umumnya digunakan adalah mendengarkan secara aktif. Keterampilan lain dapat digunakan jika diperlukan. Misalnya, jika masalahnya tidak jelas, kita bisa gunakan keterampilan mempengaruhi. Pencarian aset positif konseli akan sangat bermanfaat dalam menyelesaikan masalah. Fungsi dan tujuan pengumpulan data adalah untuk menemukan mengapa konseli datang konseling dan mendengarkan apa ceriteranya. Keterampilan mendefinisikan masalah akan membantu menghindari pembahasan topik yang tidak berguna dan memberi arah bagi wawancara selanjutnya. Ketrampilan ini juga akan membantu untuk mengidentifikasi kekuatankekuatan yang nyata yang dimiliki konseli. Fungsi dan tujuan pengumpulan data adalah untuk menemukan mengapa konseli datang ke konseling dan mendengarkan apa ceriteranya. Keterampilan mendefinisikan masalah akan membantu menghindari pembahasan topik yang tidak berguna dan memberi arah bagi wawancara selanjutnya. Pencarian aset positif konseli akan sangat bermanfaat dalam menyelesaikan masalah. Kemampuan mendengarkan secara aktif terdiri atas lima teknik komunikasi yaitu questioning, encouraging, paraphrasing, reflecting feeling, dan summarizing. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. 1) Questioning Isu-isu utama terkait keterampilan bertanya, antara lain 1) Pertanyaan membantu memulai percakapan. 2) Pertanyaan terbuka akan membantu mengelaborasi dan memperkaya ceritera konseli. 3) Pertanyaan membantu mengungkap dunia spesifik-konkrit konseli. 4) Pertanyaan merupakan hal kritis dalam asesmen. 5) Kata pertama dalam pertanyaan terbuka akan menentukan apakah konseli mau melanjutkan ceiteranya. 6) Pertanyaan potensial menjadi masalah. 7) Dalam situasi lintas-budaya, pertanyaan dapat menimbulkan distrust. 8) Pertanyaan dapat digunakan untuk membantu konseli menjelajahi aset-aset positifnya. Ada dua jenis pertanyaan, yaitu pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup. Konsekuensi dari pertanyaan, konseli akan menjawab pertanyaan terbuka secara lebih detail. Sebaliknya konseli akan memberi informasi khusus atas pertanyaan tertutup. Hati-hati, seringkali pertanyaan tertutup membuat konseli hanya menjawab “Ya” atau “Tidak” (bisa terjebak resistensi) 2) Encouraging Mendengarkan bukan proses pasif, keterampilan-keterampilan yang dibahas mulai dari encouraging ini tanda bahwa Konselor aktif. Encouraging merupakan perilaku verbal dan non-verbal Konselor yang menjadi penanda bagi konseli untuk melanjutkan ceritera hidupnya. Beberapa jenis keterampilan encouraging ini adalah acceptance, restatement, dan silent. Acceptance

113

− Non-verbal: anggukan kepala, gerakan membuka tangan − Verbal: “he eh”, “ya ya”, “ok”, “saya mengerti jalan pikiranmu”, “saya memahami perasaanmu” Restatement − Kata: ulangi kata atau frasa kunci yang dinyatakan konseli. − Kalimat: Ulangi kalimat, sebagian atau seluruhnya. Silent Diam kadang diperlukan karena konselipun diam. Mengapa konseli diam? − Konseli kehabisan energi − Konseli kehabisan bahan ceritera − Konseli resisten Senyuman dan kehangatan interpersonal yang tepat merupakan encouragers utama yang akan membantu konseli merasa nyaman dan suka berceritera terus. 3) Paraphrasing Paraphrasing merupakan feedback bagi konseli terkait esensi dari apa yang dikatakan. Konselor akan meringkas dan memperjelas pernyataanpernyataan konseli yang panjang dan seringkali tidak teratur. Konselor/konselings = guru bahasa yang bisa membuat kalimat baru, ringkas, segar, dan tepat. Membuat parafrase bukan pembeo, Konselors menggunakan kata-kata sendiri dipadu dengan kata-kata penting yang dinyatakan konseli. Biasanya digunakan awal kalimat: • • • Singkatnya … Pada intinya … Boleh dikatakan …

Paraphrasing dilakukan sebagai tanda bahwa helper mendengakan. Artinya helper menegaskan apa isi pokok pernyataan konseli. Fungsi dari paraphrasing sebagai feedback bagi konseli akan apa yang ia katakan. Catatan: Konselor harus tepat memilih kata baru dan segar sebagai padanan pernyataan konseli. Konsekuensi yang diharapkan: Konseli akan merasa didengar, sehingga cenderung melanjutkan ceritera, tidak mengulang-ulang ceritera yang sama. Jika parafrase tak sama, akan memberi kesempatan konseli mengoreksi konselings. Jika disuarakan dengan nada tanya, konseli akan ceritera lebih lanjut.

114

2) Kata-kata emosional implisit tidak dinyatakan langsung. Ia dapat dilakukan di awal. Simpulan di akhir: 115 . Banyak penulis yang mengakui bahwa pikiran-pikiran dan perbuatan kita hanya merupakan cerminan dari pengalaman perasaan dan emosi kita. Konsekuensi yang diharapkan: Konseli merasa didengarkan dan belajar bagaimana ceritera mereka diintegrasikan. Utamanya: mengintegrasikan pikiran. Selanjutnya diikuti dengan memantulkan perasaan yang ada di balik pernyataan. perasaan. mengklarifikasi isu-isu kompleks. Konsekuensi yang diharapkan: Konseli akan masuk ke dalam pengalaman emosionalnya dan konseli dapat mengoreksi dengan kata-kata perasaan lainnya. Konselor mengobservasi perasan verbal dan non verbal. Simpulan menggunakan gabungan bahasa paraphrasing dan reflecting feeling. Mengapa “menangkap” emosi penting? Emosi dan perasan sebagai sumber dari banyak pikiran dan perbuatan konseli. Jenis: memulai/mengakhiri wawancara. Keterampilan reflecting feeling dimaksudkan untuk membantu orang lain merasakan dan mengalami bagian dirinya yang dalam. transisi ke topik baru. Beberapa hal yang harus dicatat: 1) Kata-kata emosional digunakan oleh konseli.Utama: mengorganisasi pikiran helper dan konseli menganai apa yang terjadi dalam wawancara. 3) Ekspresi non verbal yang dapat ditangkap melalui gerak tubuh. Observasi harus jeli. sebab seringkali ada beda antara pernyataan verbal dan ekspresi nonverbal konseli. muram.4) Reflecting feeling Dalam proses merefleksi perasaan. dan akhir pertemuan. ceria. Simpulan di awal: Biasanya dilakukan untuk menyatakan apa-apa yang telah dibahas pada pertemuan-(pertemuan) sebelumnya. dan 4) Paduan cue verbal dan nonverbal. dan tingkahlaku konseli. atau direfleksi dari apa yang ada di balik pernyataan. tengah. gusar. 5) Summarizing Summarizing intinya sama dengan paraphrasing. Perasaan dapat dilihat langsung. ditangkap melalui bertanya. Teknik ini berfungsi sebagai feedback bagi konseli akan apa yang ia katakan. Emosi dan perasaan dapat ditangkap dari labeling perilaku konseli: sedih. Simpulan di tengah: Simpulan dilakukan ketika beberapa pernyataan konseli perlu diringkas sehingga jelas kelebihan/kekuatan dan kelemahan/masalah konseli. Bedanya summarizing untuk menyimpulkan beberapa pernyataan konseli.

Perumusan tujuan konseling yang ideal adalah dilakukan secara bersama-sama antara konseli dan Konselor. “Jadi gila?” (fokus pertama pada isi.” Pernyataan konseli di atas. Saya seorang manajer dan saya pikir saya memiliki income yang baik. Tapi malam lalu …kami memiliki pandangan yang berbeda dan masing-masing mempunyai argumentasinya. Jika saya coba tanya. bagaimana bunyinya:  Key-word encouragers: …………………………….  Paraphrase: ………………………………………………………. konselings bisa gunakan paduan dari respon-respon encouraging. paraphrasing. Saya jadi gila. Henny pulang. langsung putar tv. melihat dunia luar. Ada hal yang perlu diperhatikan. ia memalingkan muka.  Restatement: ……………………………………………. dan reflecting feeling. Bagaimana Bapak dan Ibu merespon pernyataan konseli sebagai berikut: “ Saya bermasalah dengan isteri saya. Kadang keduanya sejalan. tak berkata apa-apa. maka perlu diperhatikan dalam pembuatan rumusan tujuan aspek kekuatan konseli. sayapun demikian melihat isteri saya sempurna. sedangkan Konselor mengangap bahwa konseli ybs harus mampu merekonstruksi kepribadiannya. bekerja. ia memalingkan muka?” − Paraphrase: “Hanny menghindarimu dan kamu tak tahu harus berbuat apa?” − Reflecting feeling: “Anda benar-benar frustrasi menghadapi situasi itu” Dalam banyak kasus wawancara. Misalnya. yakni seringkali apa yang dipikirkan konseli berbeda dari apa yang dipikirkan Konselor. misalnya konseli ingin pekerjaan baru. Anak saya melihat Surti sebagai Ibu yang sempurna. Atas dasar temuan-temuan masalah pada tahap 2 (Pengumpulan Data) dirumuskan perilaku target yang akan menghantarkan Konselor melayani konseli merancang program tindakan yang tepat. Oleh karena kunci keberhasilan membantu terletak pada pemikiran bahwa konseli tumbuh dari kekuatannya sendiri . Konselor ingin memberikan 116 . Tak tahu apa yang harus saya lakukan. kalau direspon dengan teknikteknik berikut. Contoh penerapan teknik komunikasi terhadap pernyataan konseli sebagai berikut: “Saya tak tahu.” Respon konselo r sebagai berikut: − Nonverbal encourager: (anggukan kepala) − Key-word encouragers: “Menghindarimu?”. saya nggak bisa berbuat apa. Ia selalu merasa bahwa ia harus selalu ke luar rumah. ia selalu menghindar. dan kedua pada emosi) − Restatement: “Jika anda coba tanya. konseli akan puas bila bisa tidur nyenyak di malam hari (itu saja cukup).Simpulan merupakan review dari keseluruhan wawancara pada suatu sesi.

Masalahnya. Beberapa teknik mempengaruhi yang kuat antara lain Confronting. membuat ringkasan konflik dan menambahkan frame of reference Konselor dengan teknik-teknik mempengaruhi. Ibarat dokter gunakan teknik kejutan jika pasien jantungnya mandeg. membuat ringkasan konflik dengan frame of reference konseli dan dengan teknik-teknik mendengarkan menghantarkan konseli mencari solusi. menengah sampai pengaruh yang kuat. kadang konseli mempunyai harapan berlebih dari apa yang mampu dilakukan Konselor. 117 . dan perilaku-perilaku baru. diberi feedback. perasaan-perasaan. sebaliknya yang beracuan decision making misalnya konseling behaviorisme. Feedback. Teknik ini digunakan untuk menunjukkan kesenjangan pada diri konseli yang membuat konseli menjadi mandeg (tidak berkembang). Konseluensi yang diharapkan Konseli akan merespon terhadap konfrontasi dengan ide-ide. REBT akan mementingkan pembuatan rumusan tujuan yang dapat diukur secara objektif.tes vokasional. Oleh karena itu. Pada initinya semua teknik komunikasi (merespon konseli) itu ada unsur mempengaruhi konseli. Dalam respon konfrontasi. atau membuat konseli inactive menjadi active. 1) Confronting Sebuah perlawanan suportif yang didalamnya ketidaksebangunan/ kesenjangan yang tampak pada diri konseli. Konselor yang beracuan Rogerian menghindari tujuan konkrit. 2) Menyatakan konflik tersebut kepada konseli dengan jelas. 3) Antara pernyataan lisan dan ekspresi non-verbal. respon Konselor berbentuk konflik: “ Di satu sisi …. Namun tingkat pengaruh interpersonal bervariasi mulai dari pengaruh yang lemah. 2) Antara apa yang dikatakan dan apa yang dilakukan (gerak). Namun. Reassurance . Dalam praktik. pernyataan tujuan –penting dan tidaknya– sangat bergantung pendekatan yang Konselor gunakan. Reflecting Meaning. konseli seringkali tidak mampu datang dengan alternatif. pikiran-pikiran. Keterampilan Mempengaruhi Pada tahap working yaitu tahap dimana alternatif penyelesaian masalah dikembangkan. tugas Konselor menemukan berbagai kemungkinan dan membantu konseli menemukan cara-cara baru untuk bertindak secara tepat. Advice. Kesenjangan bisa jadi: 1) Antara dua pernyataan. Self-Disclosure. 4) Antara pernyatan dan konteks kejadian. 5) Antara pandangan dua atau lebih orang. tujuan utamanya memecahkan masalah dan menemukan jalan baru bagi konseli. di sisi lain …” Tahap Utama merespon dengan konfrontasi: 1) Mengidentifikasi konflik melalui memadukan pesan-pesan kesenjangan. Kedua. Bagaimana mengkonfrontasi adanya kesenjangan antara harapan dan perilaku konseli? Ada dua pilihan tindakan Konselor/Konselor: Pertama. dan 3) Mengevaluasi keefektifan intervensi terhadap perubahan dan pertumbuhan konseli.

Sebaliknya. dan masalah secara lebih dalam dengan menekankan pada makna. Teknik paraphrasing dan reflecting feeling menjadi bagian penting disini. 4) Feedback Memberikan data yang akurat tentang bagaimana Konselor atau orang lain memandang terhadap sudut pandang konseli. 2) Memuatkan pada kekuatan atau hal yang dilakukan konseli. Untuk disentuh sebagaimana kita menyentuh orang lain. seperti Anda. Saya merasa …” dan 4) Kata perasaan atau ekspresi perasaan. Teknik ini digunakan dengan mengharapkan konsekuensi berupa konseli akan mendiskusikan ceritera. dan 6) Lihat kembali bagaimana feedback Anda. dan perilaku dan hal ini dapat mengarahkan ke perubahan yang dikehendaki. Petunjuk memberi feedback: 1) Konseli yang menerima feedback harus dalam keadaan siap (be in charge). 5) Harus persis. 2) Kata kerja isi atau perasaan: “Saya pikir …”. 3) Objeknya berupa deskriptor sifat: “Saya merasa bahagia karena Anda mampu lebih terbuka (asertif) dengan orangtua secara langsung”. 3) Self-Disclosure Konselor sharing dirinya melalui menyampaikan pengalaman hidup pribadinya. Untuk mendengar bagaimana orang lain mendengarkan kita.2) Reflecting Meaning Reflecting meaning menekankan pada pikiran-pikiran yang mendalam terkait dengan nilai-nilai dan sikap. banyak juga yang mengakui bahwa self-disclosure akan membua konseli berceitera. Seringkali dimulai dengan kata “Saya”. pribadi). nilai. membuat lebih trust dan menciptakan hubungan sederajat ( equal relationship). isu. 4) Relatif tanpa penilaian. diterima konselikah? 5) Advice 118 . Konseluensi yang diharapkan konseli akan tergerak untuk mengalami self-disclosure lebih dalam. Konsekuensi yang diharapkan Konseli memperoleh perspektif Konselor atau orang lain tentang fikiran. Topik self-disclosure sampai saat ini masih menjadi perdebatan: boleh atau tidak boleh? Banyak ahli yang beranggapan bahwa Konselor yang berbagi diri secara terbuka akan membuat jarak. “Pengalaman saya bercerai. dan pemahaman yang mendalam di balik ceritera tersebut. Isi self-disclosure terdiri atas: 1) Mengunakan pernyataan: “Saya…” (subyek. 3) Harus spesifik dan konkrit. perasaan. Bila efektif akan membuat konseli merasa lebih enak dalam hubungan terapeutik. Feedback efektif untuk melihat diri sendiri sebagaimana orang lain melihat kita.. “Saya rasa.” “Saya berpengalaman …” (predikat).

dan perilakunya. dan factual reassurance. Prediction Reassurance: Ketika konseli menyatakan bahwa ia akan melakukan suatu rencana tindakan positif. yaitu: − Direct advice diberikan kalau konseli tidak tahu sama sekali. Pembahasan berikut adalah teori-teori konseling yang ditertapkan dalam Teori Konseling Kontemporer: REBT a) Pandangan Hakekat Manusia Pendekatan Konseling Rasional Emotif Behavior (REB) didasarkan pada model psikoedukasionaI yang terstruktur. 6) Reassurance Konselor mendukung apa yang dinyatakan konseli. misalnya. perasaan. dan mengambil berbagai strategi kognitif dan perilaku untuk mewujudkan 119 . maka Konselor/Konselor dapat mendukung pernyataan konseli tersebut.” Factual reassurance: Pada saat konseli mengalami musibah. Setidak-tidaknya mereka akan memahami dampaknya bagi dirinya.Memberi informasi/nasehat kepada konseli agar ia menjadi lebih jelas/lebih pasti tentang apa yang hendak dilakukan. − Alternative advice diberikan setelah konseli tahu kelebihan dan kelemahan setiap alternatif. tetapi dengan keberaniannya ternyata ia berhasil juga menyelesaikan tugas yang selama ini ia takutkan. menempatkan tanggung-jawab pada konseli untuk mengambil peran aktif baik selama di dalam dan di luar sesi konseling. Masing-masing digambarkan sebagai berikut. Konselor/Konselor dapat membantu meringankan beban konseli dengan memberikan dukungan faktual bahwa apa yang dialami konseli juga dapat dialami oleh orang lain dan merasakan seperti apa yang dirasakan konseli saat ini. Keterampilan-keterampilan dasar komunikasi di atas akan sangat penting bagi pelaksanaan konseling. dan mereka menekankan peran pekerjaan rumah. − Persuasive advice diberikan kalau konseli sudah tahu alasanalasan logis atas rencananya. maka … (prediksi)” Postdiction reassurance: Semula konseli merasa takut menghadapi sesuatu. Ada tiga jenis dukungan yaitu postdiction reassurance. Mereka akan sangat berguna dalam konseling apapun dengan kadar yang berbeda-beda. prediction reassurance. ternyata apa yang Anda bayangkan selama ini tidak terbukti. Setidaknya ada tiga jenis saran. Mis: Jika benar2 Kau lakukan rencana itu. Dukungan ini diharapkan menghantarkan konseli mampu menganisipasi secara lebih baik konsekuensi dari perbuatan dan perubahan pikiran. Mis: “ Bagus.

Asumsi dasar Konseling REB adalah bahwa orang berkontribusi pada permasalahan psikologisnya sendiri. Konseling REB berusaha membantu agar manusia mampu menerima diri mereka sendiri sebagai makhluk yang meskipun terus membuat kesalahan namun pada saat yang bersamaan belajar hidup damai dengan dirinya sendiri. berpikiran dan benkemampuan verbal. terus melakukan kesalahan. dan penghindaran dari aktualisasi diri. mencintai. Sebagian besar Konseling REB didasarkan pada asumsi bahwa reorganisasi pernyataan diri seseorang akan menghasilkan reorganisasi perilaku seseorang. interpretasi. 3. menghindari diri dari pemikiran. sehingga dianggap sebagai pendekatan yang terpadu. bertumbuh. mahkluk yang meskipun terus membuat kesalahan namun pada saat bersamaan belajar hidup damai dengan dirinya sendiri. Kepada konseli. 2. Hipotesis Konseling REB adalah bahwa emosi kita utamanya muncul dari keyakinan. Konselor harus memberikan alat agar bisa mengidenfikasi dan mengatasi keyakinan yang tidak rasional yang terjadi ~ karena proses indoktrinasi diri konseli. dapat mengevaluasi dan menguatkan diri. perasaan. Ada kolaborasi antara konseli dan Konselor. Manusia memiliki predisposisi dalam usaha rnencapai kebahagiaan. Fokusnya adalah bekerja dengan pemikiran dan tindakan. tidak toleran. dan perilaku berinteraksi secara signifikan dan mempunyai huhungan sebab akibat timbal-balik. bukannya pada pengungkapan perasaan. REB didasarkan pada asumsi bahwa kesadaran. Manusia dilahirkan dengan potensi pemikiran yang rasional dan irasional. emosi.perubahan. 4. 5. mampu menjaga diri. Konseling REB memandang manusia sebagai berikut. takhayul. Ellis kemudian mengatakan:”orang mengganggu dirinya sendiri karena hal-hal yang terjadi pada dirinya. menyalahkan diri. dan juga pada gejala-gejala khusus dalam cara mereka menginterpretasi peristiwa dan situasi. REB secara konsisten menekankan ketiga modalitas ini dalam interaksinya. perfeksionis. 120 . dan mampu mengaktualisasikan diri. dan karena pandangan. Manusia memiliki kecenderungan untuk bertumbuh dan dapat mengaktualisasikan diri namun kurang berkembang dan bertumbuh karena pola penyalahan (mempersalahkan) diri yang dipelajari. Manusia memiliki kemampuan reflektif (berbicara pada diri sendiri). berkomuni-kasi dengan orang lain. dan tindakan mereka”. Manusia juga memiliki kecenderungan merusak diri. Konseling REB menganut paham bahwa “orang terganggu bukan oleh sesuatu hal. 1. Konseli belajar bagaimana menggantikan cara berpikir yang tidak efektif dengan kognisi yang rasional dan afeksi yang benar. dan reaksi kita terhadap situasi pekerjaan. 6. evaluasi. tetapi oleh pandangan mereka sendiri terhadap sesuatu hal tersebut”.

Untuk memulihkan diri dari gangguan emosi bisa dilakukan melalui berhenti menyalahkan diri. menerima dan menghindari diri dari hasrat untuk mengatakan “harus”. − Mengembangkan filosofi hidup yang rasional sehingga di masa depan mereka mampu menghindari diri agar tidak menjadi korban keyakinan tidak rasional yang lainnya. saya harus mendapatkan cinta dan pengakuan dari orang-orang penting dalam hidup saya. 8. Peran dan Fungsi Konselor − Menunjukkan kepada konseli bahwa keyakinan tentang “harus” dan “sebaiknya” yang ada dalam diri mereka itu adalah suatu yang irasional. Artinya. − Tujuan utama Konseling REB. − Membantu konseli memodifikasi pemikiran dan mengabaikan gagasan yang irasional. “seharusnya” dan dari tuntutan atau perintah yang irasional. Pertama. Manusia memiliki kecenderungan kuat untuk membuat dirinya terganggu secara emosional. Saat konseli lebih mampu menerima diri mereka sendiri. membantu konseli dalam proses mencapai penenimaan diri tanpa syarat ( Unconditional Self Acceptance) dan penerimaan orang lain tanpa syarat ( Unconditional Others Acceptance). membantu konseli memahami proses lingkaran setan menyalahkan diri sendiri dan mengubah penyalahan diri itu. − Menunjukkan bahwa pengindoktrinasian diri secara berulang yang dilakukan konseli adalah suatu yang tidak logis dan tidak realistis. 121 . maka mereka cenderung akan menerima orang lain tanpa syarat. Oleh karena itu tujuan konseling REB adaIah mendidik konseli bagaimana cara memisahkan evaluasi tingkah laku mereka dan evaluasi esensi diri dari totalitasnya dan cara menerima diri dengan segala kekurangannya. Konselor mengajak konseli bertanggungjawab penuh untuk mengubah kondisi mereka. − Meminimalisir gangguan emosi dan tingkah laku penyalahan diri dengan memahami filosofis hidup yang lebih realistis dan bisa dijalankan: mengajari konseli méngubah tingkah laku dan emosi disfungsional menjadi tingkah laku dan emosi yang sehat yang fungsional.7. Kedua. “bernilai” dan “sia-sia” dan mengukur dirinya berdasarkan apa yang nampak. Misalnya. b) Kondisi-kondisi Konseling Tujuan Konseling − Manusia cenderung menilai tindakannya dengan predikat “baik” dan “buruk”. melihat bagaimana keduanya berhubungan. Gangguan terjadi karena pada masa kanak-kanak manusia mempelajari keyakinan yang irasional dan penyalahan diri.

konseling REB terbagi menjadi tiga tahapan. Konseling dipandang sebagai proses reedukatif dimana konseli belajar cara menerapkan pemikiran psikologis. Selama tahap awal. Tahap Emotif. Tahap Kognitif. bereksperimen. − Konselor menerima konseli sebagai makhluk tidak sempurna yang bisa ditolong dengan menunjukkan bahwa Konselor peduli tanpa membuat konseli merasa didikte dan dengan menggunakan beragam tehnik seperti bibliokonseling dan modifikasi tingkah laku. konseli dapat belajar untuk mengendalikan emosi mereka dan menjadi sadar akan pikiran-pikiran yang mendasari masalah mereka serta belajar alternatif untuk mengubah pikiran mereka yang irasional. dan mengidentifikasi strategi pengatasan masalah potensial yang berkelanjutan. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. tahap emotif. − Konselor membangun hubungan dengan konseli dengan cara menunjukkan pada konseli bahwa Konselor memiliki keyakinan yang besar akan kemampuan konseli dalam mengubah diri mereka sendiri dan mengatakan bahwa Konselor mempunyai cara untuk membantu mereka melakukannya. " Apa masalah yang mengganggu diri Anda?". Konselor menyajikan alasan kognitif kepada konseli. Seperti setiap mulai sesi konseling bertanya. Hal ini sering dilakukan dengan meminta konseli untuk menuliskan pikiran-pemikiran yang mengganggu mereka. Hubungan Konselor dan Konseli − Hubungan ditandai dengan menerima semua konseli dan mengajari mereka untuk tanpa syarat menenima orang lain dan diri mereka sendiri. Konselor menunjukkan penerimaan penuh dengan tidak mengevaluasi diri konseli.Peran Konseli − Peran konseli adalah sebagai pebelajar dan pelaksana tindakan. dan tahap behavioristik. mengulas kemajuanya sendiri. − konseli bekerja aktif di luar sesi konselingi: belajar cara yang efektif untuk meruntuhkan pemikiran yang menyalahkan diri. yaitu tahap kognitif. − Proses penyembuhan berfokus pada pengalaman konselit di masa kini. 122 . membuat rencana. c) Proses dan Teknik Konseling Proses konseling REB Secara garis besar. menyelesaikan pekerjaan rumah untuk memecahkan masalah untuk mencapai perubahan emosi. Fase emotif ditujukan untuk membantu konseli menyadari pikiran-pikiran mereka.

Mereka juga mendengar dan mengevaluasi rekaman sesi konseling mereka sendiri. − Assessment of feeling and activating event − Empathic reflection of feelings by counselor − Assessment of the ABC relationship − Assessment of behavioral consequence − Assessment of cognition − Counselor summarizes ABC assessment data − Counselor guides client toward solving problem (Disputing-Effect-New feeling) Dalam setiap tahapan di atas dapat digunakan berbagai teknik yang akaj diuraikan pada bagian berikut. mencari keyakinan absolutisme mereka.” . Gangguan emosi sering disebakan oleh karena terlalu seriusnya seseorang menganggap sesuatu sehingga kehilangan perspektif humor 123 . . Pergantian itu akan membawa konseli kepada penerapan pernyataan diri yang baru. Sebagai konsekuensinya.. Semua itu dilakukan untuk merevisi pemikiran. akan sangat mengecewakan.. tahap-tahap konseling REBT terbagi menjadi …. Konseli membuat daftar masalah mereka. dan mempertentangkan keyakinan-keyakinan tersebut. 3) Mengubah bahasa “harus” dan “sebaiknya” untuk meminimalisir kesalahan diri. dan tingkah laku konseli. konseli dilatih untuk melakukan verbalisasi kognisi alternatif dan untuk mengubah perilaku mereka.Tahap Behavioristik. “ Mengapa orang harus memperlakukan saya secara adil”? Atau pernyataan. Selama tahap akhir. Dalam pembahasan lain. walaupun saya bisa bertahan?” 2) Mengerjakan pekerjaan rumah. . konseli belajar mengatasi kecemasan dan mempertanyakan pemikiran tidak rasionalnya yang mendasar. Teknik-Teknik Konseling REB Teknik Kognitif 1) Mempersoalkan keyakinan tidak rasional dan mengajari konseli cara mengatasi tantangan ketidakrasionalanya sampai ia mampu menghilangkan dan melunturnya kata “harus” dalam dirinya. perasaan. Misalnya mengubah dari mengatakan “akan sangat kacau bila. “Jika saya tidak mendapatkan pekerjaan seperti yang saya inginkan. Pertanyaan yang perlu dipelajari konseli misalnya. 4) Humor.“ menjadi mengatakan “akan kurang baik kiranya. Dengan cara yang perlahan-lahan dan yang dibagi ke dalam beberapa sesi. mereka juga mulai merasakan perbedaannya. Mereka diminta untuk belajar membuat diri sendiri bahagia dan tidak terpengaruh oleh gangguan-gangguan. yang membantu mereka berpikir dan bertindak secara berbeda. .

Konseli membayangkan diri mereka berpikir. bagaimana merasakan perasaan tersebut secara intensif. yang secara nyata membebani mereka. 4) Menggunakan kekuatan dan energi . membantu konseli mengubah sejumlah pemikiran. Konseli bisa melatih beberapa tingkah laku yang diperlukan dalam situasi tertentu. Misalnya. Konseli disarankan untuk menggunakan kekuatan dan energi sebagai satu cara untuk membantu berpindah dan berwawasan intelektual menjadi berwawasan emosional. permainan peran emotif rasional. Teknik Emotif Dengan menggunakan beragam prosedur emotif yang penuh penerimaan tanpa syarat. pemodelan. dan kemudian mengubahnya menjadi perasaan negatif yang sehat. imajinasi emotif rasional. humor bisa dilakukan dengan menyanyikan lagu humor. Kepada konseli juga ditunjukkan cara bagaimana melakukan dialog memaksa diri mereka sendiri di mana mereka bisa mengekspresikan keyakinan tidak rasional dan kemudian dengan kekuatan penuh mempertanyakannya. merasakan. Caranya dengan menugaskan konseli melakukan tindakan yang ditakuti karena memikirkan perasaan orang terhadap apa yang dilakukannya. emosi. merasakan. Kepada mereka ditunjukkan bagaimana cara membayangkan salah satu hal terburuk yang mungkin terjadi pada mereka. Hal itu dilakukan beberapa minggu supaya mencapai titik di mana konseli tidak lagi akan merasa marah apabila terjadi peristiwa negatif. Selanjutnya. 3) Latihan menanggulangi rasa malu. 1) Perbandingan emotif rasional. dan bertingkahlaku yang mereka kehendaki dalam kehidupan nyata. Humor menunjukkan absurditas beberapa gagasan yang dihadapi konseli. dan tingkah laku mereka. Latihan terus dilakukan sampai konseli menyadari bahwa tidak ada gunanya menggubris reaksi atau pemikiran orang lain yang akan menghambatnya untuk melakukan sesuatu yang dikehendaki. konseli diminita untuk menyanyikannya di saat mereka merasa tertekan dan cemas. Teknik ini merupakan bentuk praktek mental yang dirancang untuk menciptakan pola emosi baru. dan bertingkahlaku pensis seperti cara berpikir. Juga bisa dilakukan dengan ceritera-ceritera lucu dalam buku atau film. dan latihan mencegah rasa malu dan pemberian tugas yang selektif. dan humon bisa sangat berharga untuk membantu konseli lebih santai dan tidak menganggap masalahnya terlalu serius.terhadap peristiwa hidup. konseli diminta untuk melawannya dengan berbagai daya 124 . Latihan ini ditujukan untuk meningkatkan penerimaan diri dan tanggung-jawab serta membantu konseli memandang bahwa sebagian besar perasaan mereka tentang rasa malu berhubungan dengan cara mereka mengenali kenyataan. 2) Bermain peran. Konseli dihadapkan dengan kondisi sosial yang direkayasa. Terkadang konseli akan melakukan permainan peran terbalik dengan filosofi penyalahan diri yang dipegang kuat.

akan berdampak lebih positif. sementara kepala sekolah menuntut keadaan “zero” kekerasan di sekolahnya. banyak anak yang melakukan kekerasan. karena dengan memusatkan pada kesuksesan. kekuatan. teknik relaksasi. Iklim sekolah membikin stres. Proses membuat konseli terlibat aktif dan sekaligus menerima tangungjawab akan tingkahlakunya. misalnya konseli yang takut naik elevator mungkin akan bisa mengurangi rasa ketakutannya melalui teknik flooding dengan cara naik turun elevator 20 sampai 30 kali sehari. untuk meningkatkan prestasi akademik semua siswa. Desakan dan kekuatan merupakan bagian dasar latihan pencegahan rasa malu. terutama pemerintah akan perolehan prestasi siswa yang terukur dengan standar tinggi harus dicapai. aktivitas geng. 2) Memberikan tugas yang dilaksanakan secara sistematis dan dicatat serta dianalisis dalam sebuah format isian. membuat Solution-Focused Brief Therapy (SFBT) lebih cepat berhasil ketimbang konseling lainnya. konseli lebih tertantang. Resistensi akan dapat dikurangi karena secara sadar ia ingin terlibat terus dalam proses konseling. Konseli akan menjadi diberdayakan bila sejak awal dikenali kemampuan-kemampuannya. Model ini menggunakan pendekatan sistematis dengan tahapan yang lebih ditentukan oleh konseli. dan hampir selalu berhasil. sekolah dapat menempatkan solusi. desensitisasi sistematis. Digunakan dengan berbagai macam masalah. dan kesuksesan sebagai kunci keberhasilan pendidikan di sekolah. ketimbang ngurusi masalah. dan pemodelan. 3) Konseli dipacu untuk menyembuhkan diri secara perlahan. 125 . Konselor akan menemukan bahwa dengan memusatkan pada solusi ketimbang problem dalam setiap sesi. Menghadapi hal di muka. prinsip manajemen diri. Teori Konseling Postmodern: SFBT a) Konsep Kunci Oleh karena memusatkan pada keberhasilan daripada kegagalan konseli. dan perilaku menyimpang lain di lingkungan sekolah. guru tidak selalu suka menghadapi anak yang underachieving dan atau anak-anak yang berperilaku menyimpang. Masalah-masalah yang sering terjadi di sekolah: siswa tidak selalu siap belajar. seraya membangun lingkungan belajar yang berpusat pada siswa. Demikianpun tuntutan dan tekanan dari berbagai fihak.upaya untuk meninggalkan gagasan disfungsional tersebut. Tehnik Behavior 1) Dalam teknik ini Konselor menggunakan prosedur behavioral: pengkondisian. kekuatan daripada kelemahan memberi insentif bagi usaha-usaha yang berhasil ke depan. Teknik-tekni tersebut diharspkan telah menjadi pengetahuan siap pada diri konselor dalam bimtek ini. Dengan memusatkan pada kelebihan.

1991. telah menerapkan secara berhasil untuk mengubah perilaku anak dan remaja. dan interaksi yang diinginkan saat ini. Konselor membantu konseli untuk menemukan alternatif pola perilaku. Diakui bahwa perubahan-perubahan skala kecil akan menghantarkan ke perubahan yang besar. LaFountain & Gardner. SFBT didasarkan pada orientasi membangun solusi ketimbang memecah-kan masalah. Berg & DeJong. DeShazer et al. Wisconsin (Steve DeShazer (DeShazer. 2009 ). pikiran. 1992).. pikiran. 1994. memberikan interpretasi. Malia. 2001. De Jong & Berg. Littrell. Studi efektivitas SFBT lebih jauh di sekolah telah dilakukan banyak peneliti (Franklin. 1996. de Shazer. Hubble. 1998. maka ia konsisten dengan ciri-ciri intervensi yang menekankan keberhasilan di sekolah. Berbeda dari intervensi membangun keterampilan dan perilaku oleh model konseling sebelumnya. Geil. 2006. Insoo Kim Berg (Berg. berbeda dari konseling tradisional dimana keterampilan tersebut untuk mendiagnosis dan mentreatment. Berg & Miller. Keterampilan percakapan ( conversational skills) diperlukan untuk mendorong konseli membuat solusi. Biever. Ada pengecualian (exceptions) – yakni waktu-waktu dimana masalah telah terjadi tetapi tidak diapa-apakan– yang dapat digunakan oleh Konselor untuk mengkonstruk solusi. Fokusnya pada keinginan konseli mendatang ketimbang problem masa lalu atau konflik-konfliknya saat ini. suatu pendekatan yang berasal dari the Family Therapy Center di Milwaukee.2008. SFBT membantu konseli membuat visi masa depan ketimbang ngurusi problem untuk dipecahkan. dan edukasi pada konseli. perlu mengutamakan solusi yang harus selalu siap diterjadikan di sekolahnya. 1994. & Duncan. dalam Corey. & Vanderwood. Dolan et al. Tidak ada masalah yang terjadi sepanjang waktu. Dilanjutkan dengan mengeksplorasi dan mengatur hubungan pengecualian ( exceptions). Walter & Peller. 1986). dan sumber daya ( sources) yang ada untuk mengkonstrusi jalan tol khusus bagi konseli untuk menjadikan visinya menjadi sebuah kenyataan. orangtua. 1992) serta koleganya (seperti Miller. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa SFBT tepat untuk meningkatkan self-esteem dan sikap-sikap positif anak. Moore. dan interaksi keduanya. 1996. 1988. & Scamardo.. Konseli didorong untuk meningkatkan frekuensi perilaku-perilaku yang bermanfaat saat ini. Konseling tradisional fokusnya untuk mengeksplorasi perasaan. Oleh karena SFBT menekankan pendekatan konstrusi sosial dan mendorong keterlibatan guru. SFBT. model SFBT ini beranggapan bahwa tingkahlaku solusi telah ada dalam diri konseli.Untuk itu. Konselor bersama pendidik lain. 1995. Clemons. konfrontasi. 1996. termasuk perilaku agresif siswa. Proses dan Teknik SFBT 126 . kekuatan-kekuatan. dan fihak lain yang terkait dengan pendidikan anak. 1985. Sebaliknya.

Alih-alih mendiagnosis. Konseli dibantu dalam mengeksplorasi pengecualian-pengecualian ini. (3) jika konseli tidak melakukan apa yang ingin dilakukan. dan merangsang apa yang mungkin konseli amati atau lakukan sebelum sesi pertemuan selanjutnya untuk memecahkan masalah mereka . dalam Corey (2009) mendefinisikan empat aspek SFBT. Konselor bersama konseli mengevaluasi kemajuan dalam menemukan solusi yang memuaskan dengan menggunakan ratings scale. “Apa yang akan menjadi berbeda dalam kehidupan Anda. tahap-tahap konseling SFBT secara berurut dikemuka-kan sebagai berikut. Kita juga tahu bahwa konseli adalah ahli dalam kehidupan mereka sendiri dan seringkali memiliki pemahaman yang baik tentang apa yang dikerjakan dan tidak dikerjakan yang lalu serta mungkin yang dikerjakan mendatang. (2) tidak melihat patologi atau gangguan dan tidak mencoba untuk mereduksi konseli dengan label diagnostik. yaitu (1) menemukan apa yang konseli inginkan ketimbang mencari apa yang mereka tidak inginkan. Walter and Peller. jika masalah Anda diselesaikan? ” 3. 5. Konseli ditanya tentang kebutuhan apa yang mereka inginkan sebelum melihat problem yang hendak dipecahkan dan juga apa yang mereka inginkan mendatang. Kita yakin bahwa setiap diri konseli dapat membangun solusi sendiri atas masalah yang dihadapinya tanpa mengungkit-ungkit masalahnya. dalam Corey (2009) menekankan pentingnya menciptakan hubungan terapeutik kolaboratif yang sangat diperlukan dalam konseling yang berhasil. Dalam sebuah ringkasan. Menciptakan hubungan kolaboratif 127 .Bertolino and O’Hanlon. Oleh karena itu. Konselor diharapkan ahli dalam menciptakan lingkungan untuk terjadinya perubahan. konselor melihat apa yang konseli lakukan dan mendorong mereka untuk melanjutkan dalam arah yang benar. 4. (4) pelihara konseling ringkas ini dengan selalu memperhatikan sesi-sesi konseling. konselor menawarkan kepada konseli balikan ringkas. dengan tekanan khusus pada apa yang mereka perbuat saat kejadian ini terjadi. 1. pendekatan problem solving merupakan kunci SFBT dan secara berurutan dapat ditempuh melalui tahap-tahap sebagai berikut: 1. dorong konseli untuk mencoba dengan berbagai cara yang berbeda. Konselor mendengarkan dengan penuh perhatian ketika konseli menjawab pertanyaan “Bagaimana saya akan dapat berguna bagimu? ” 2. Konselor dan konseli bekerja bareng untuk mengembangkan tujuan yang paling mungkin dapat dicapai. Konseli diberi kesempatan untuk mendeskripsikan masalahnya sendiri. Konselor bertanya kepada konseli tentang jika saat ini masalah-masalah Anda tidak muncul atau jika masalah Anda kurang berpengaruh. memberi penguatan. Pada akhir setiap percakapan pembuatan solusi.

melibatkan kekuatan. Perubahan dalam Prakonseling Pada pertemuan awal konseling umumnya konselor bertanya: “ Apa yang telah Anda lakukan yang telah membuat perbedaan dalam masalah Anda?” Dengan bertanya tentang perubahan-perubahan tersebut. Eksplorasi ini mengingatkan konseli bahwa masalah tidak semuanya kuat dan tidak akan ada selamanya. artinya kita cenderung untuk mendorong konseli untuk kurang mengandalkan konselor mereka melainkan lebih mengandalkan pada sumber daya mereka sendiri untuk menyelesaikan pencapaian tujuan konseling mereka (de Shazer & Dolan. Pertanyaan Pengecualian (Exceptions) SFBT didasarkan pada pandangan bahwa ada waktu-waktu dalam kehidupan konseli dimana masalah-masalah diidentifikasi bukan problematik. Semua teknik yang dibahas disini harus diimplementasikan atas dasar hubungan kerja kolaboratif. Namun demikian. & Gingerich. "Jika keajaiban terjadi dan masalah Anda terpecahkan dalam semalam. Pertanyaan Ajaib (Miracle) Tujuan konseling dikembangkan dengan menggunakan pertanyaan ajaib. 2007. Yang penting bahwa konselor harus benar-benar yakin bahwa konseli mereka adalah ahli dalam hidup mereka sendiri. jika prosedur ini dilakukan secara rutin tanpa pengembangan kerja bersama-sama. konselor dapat menjabarkan. Konselor bertanya. membangkitkan. tidak akan tercapai hasil yang efektif. Mintalah konseli untuk mempertimbang-kan bahwa keajaiban akan membuka berbagai kemungkinan masa depan. Exceptions merupakan pengalaman masa lalu dalam kehidupan konseli dimana ia menjadi alasan kuat adanya masalah. 1987. Konselor mengajukan pertanyaan-pertanyaan exceptions langsung kepada konseli jika masalah tampak tidak ada. 4. de Shazer. dalam Corey. bagaimana Anda tahu itu terpecahkan. dan apa yang akan menjadi berbeda? " Konseli kemudian didorong untuk memberlakukan "apa yang akan menjadi berbeda" meskipun masalah tetap dirasakan. atau jika masalah tidak berat. 1996. yang merupakan teknik utama SFBT. tetapi juga menyediakan peluang sebagai sumber daya yang membangkitkan. dan memperkuat apa yang konseli telah siap lakukan untuk membuat perubahan-perubahan positif. Perubahan ini tidak dapat dikaitkan dengan proses konseling itu sendiri. 2009). McKeel. 2. 3. Melalui membantu konseli mengidentifikasi dan mengukur exceptions ini akan muncul kesempatan bagi konseli untuk bekerja kearah solusi. dan memposisikan kemungkinan solusi.Konselor dapat memilih dari sejumlah intervensi ketika membantu konseli dalam mencari dan menemukan solusi serta membuat hidup lebih berbahagia. Konseli disarankan untuk membiarkan diri mereka untuk bermimpi sebagai cara untuk mengidentifikasi jenis 128 . Weiner-Davis. Ada waktu-waktu yang disebut exceptions.

Bagaimana dia melakukannya? Apa yang dia lakukan untuk memindahkan ke skala lain sampai skala 10? Pertanyaan Scaling memungkinkan konseli untuk memperhatikan lebih dekat terhadap apa yang mereka lakukan dan bagaimana mereka dapat mengambil langkah-langkah yang akan mengarah pada perubahan yang mereka inginkan. Intervensi ini menggeser penekanan dari masalah masa lalu dan saat ini menuju kehidupan yang lebih memuaskan di masa depan. suasana hati. Jenis penugasan memungkinkan konseli berharap bahwa perubahan tidak bisa dihindari. Adalah penting bahwa memuji tidak dilakukan dengan cara rutin atau mekanistis. Formula Tugas Sesi Pertama Formula tugas sesi pertama adalah suatu bentuk pekerjaan rumah yang diberikan kepada konseli dari sesi pertama ke sesi kedua. seorang wanita melaporkan perasaan panik atau kecemasannya. Pujian diberikan kepada apa yang sudah konseli lakukan yang mengarah pada solusi yang efektif. dan tugas sugesti. seperti perasaan. mungkin konselor bisa bertanya: "Pada skala 0 sampai 10 dimana nol adalah bagaimana perasaanmu ketika pertama kali datang ke konseling dan 10 adalah bagaimana perasaan Anda sehari setelah keajaiban terjadi dan masalah Anda hilang.perubahan yang paling mereka ingin lihat. sehingga Anda dapat menjelaskan kepada saya waktu berikutnya. Balikan Konselor Terhadap Konseli Umumnya konselor SFBT mengambil istirahat 5 sampai 10 menit menjelang akhir setiap sesi untuk menulis pesan ringkasan untuk konseli. Selama istirahat konselor merumuskan umpan balik yang akan diberikan kepada konseli setelah istirahat. kehidupan. Hal yang penting bahwa konseli merasa dimengerti sebelum mereka diarahkan untuk membuat perubahan. Ada tiga bagian dasar struktur umpan balik yaitu pujian. apa yang terjadi dalam diri Anda (termasuk di dalamnya keluarga. 7. tetapi dengan cara yang menggembirakan yang menciptakan harapan dan menyampaikan harapan kepada konseli bahwa mereka dapat 129 . dll) yang ingin terus terjadi”. 5. atau komunikasi. Pertanyaan ini memiliki fokus masa depan dimana konseli dapat mulai mempertimbangkan kehidupan yang berbeda yang tidak didominasi oleh masalah tertentu. dia sudah membaik. Tidak masalah jika perubahan akan terjadi. bagaimana anda menilai kecemasan Anda saat ini?" Jika konseli hanya menjauh dari nol ke satu. Konselor mengatakan: "Antara sekarang dan waktu berikutnya kita bertemu. tapi kapan itu akan terjadi. 6. Pertanyaan Penskalaan (Scaling Question) Konselor juga menggunakan pertanyaan scaling ketika perubahan pengalaman manusia tidak mudah diamati. konseli diminta menceriterakan apa yang mereka amati dan apa yang mereka ingin memiliki di masa depan. Pada sesi kedua. jembatan. Sebagai contoh. hubungan. Intervensi ini cenderung meningkatkan optimisme konseli. saya ingin Anda untuk melakukan pengamatan.

Tugas perilaku mengharuskan konseli benar-benar melakukan sesuatu dan konselor percaya bahwa apa yang dilakukan akan berguna untuk mereka dalam membangun solusi. yang dapat dianggap sebagai pekerjaan rumah. Konseli dapat meminta sesi tambahan setiap kali mereka merasa perlu untuk mendapatkan kehidupan mereka kembali ke jalur yang benar atau untuk memperbarui kisah mereka. c. Dalam kaitan ini seringkali terkait dengan pertanyaan konselor yang berbunyi. “Jika masalah terselesaikan. merasa. KONSELING KELOMPOK 1. Aspek ketiga dari umpan balik berupa tugas sugesti kepada konseli. 8. Jembatan ini memberikan alasan atas saran/sugesti yang diberikan. sangat mungkin bahwa konseli akan mengalami masalah perkembangan lain di lain waktu. konselor membantu konseli dalam mengidentifikasi hal-hal yang dapat mereka lakukan untuk melanjutkan perubahan yang mereka telah buat ke masa depan. maka konselor dapat mengakhiri konseling. Oleh karena praktik Bimbingan dan Konseling di sekolah menghadapi banyak siswa dengan berbagai kemungkinan permasalahannya yang bisa jadi mirip. Sebelum mengakhiri konseling. Dalam konteks sekolah. atau berperilaku. Pentingnya Konseling Kelompok Ada banyak catatan mengapa konseling kelompok penting. jembatan yang menghubungkan pujian awal dengan tugas sugesti yang akan diberikan. misalnya “Kebutuhan-kebutuhan apakah yang berbeda dalam kehidupan Anda sebagai hasil dari pertemuan kita?”. Proses pemantauan diri membantu konseli perhatikan perbedaan yang lebih baik. Karena model konseling adalah singkat. Tugas observasional meminta konseli untuk memperhatikan beberapa aspek kehidupan mereka. konselor dapat membantu konseli untuk memonitor kemajuan mereka sehingga konseli dapat menentukan kapan mereka tidak membutuhkan lagi datang ke konselor. maka konseling kelompok dipandang efektif. Terminasi Jika konseli telah mampu mengkonstruk solusi. Konseli juga dapat dibantu untuk mengidentifikasi rintangan atau hambatan yang dirasakan yang bisa menghalangi dalam mempertahankan perubahan yang telah mereka buat.mencapai tujuan mereka dengan menggambarkan kekuatan dan keberhasilannya. Kedua. ada berbagai 130 . Hal yang terpenting dalam akhir konseling adalah konselor membantu konseli untuk mengidentifikasi halhal yang bisa dilakukan untuk melanjutkan perubahan-perubahan mendatang. hal lain apa yang akan Anda lakukan?” Dengan menggunakan pertanyaan penskalaan ( Scaling questions). terutama apa yang berbeda tentang cara mereka berpikir. Umpan balik konselor kepada konseli membahas apa yang harus konseli lakukan secara berbeda untuk meningkatkan kemungkinan pencapaian tujuan mereka.

secara garis besar ada dua tahap utama yaitu proses awal perkembangan kelompok dan proses lanjut perkembangan kelompok. Konselor (pimpinan kelompok) harus mendorong anggota terlibat dalam mengambil keputusan bahwa ia tepat berpartisipasi dalam kelompok. Masalah-masalah terkait perkembangan pendidikan. Kebutuhan dan tujuan anggota merupakan aspek utama. latar kehidupan. − Kelompok terbuka vs Kelompok tertutup . Kebanyakan kelompok jangka pendek. Konselor bisa menjadi integratif dalam menerapkan teori-teori konseling. Sebaliknya. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. dan banyak isuisu yang mirip dialami oleh siswa-siswa.kesamaan misalnya dalam hal usia. serta tahap transisi. isu-isu anak perempuan. isu anak laki-laki. Proses Awal Perkembangan Kelompok Dalam konseling kelompok. 2. tapi ketemu langsung dengan populasi sangat penting. berpusat solusi. dan banyak lainnya yang mendorong perlunya dibantu secara efisien. Calon anggota harus memperoleh kesempatan interviu pribadi untuk mengajukan pertanyaan apakah kelompok benar-benar bermanfaat baginya. a) Tahap 1: Isu-Isu Prakelompok—Membentuk Kelompok 1) Memberitahukan kelompok dan rekrutmen anggota kelompok Bagaimana kelompok diperkenalkan akan mempengaruhi diterima/ tidaknya oleh anggota-anggota potensial dan orang-orang yang diduga cocok mengikuti kegiatan kelompok. 3) Hal-hal praktis dalam formasi kelompok Ada beberapa hal praktis yang harus diperhartikan dalam membentuk kelompok. misalnya kecemasan menghadapi ujian. dan karier siswa dapat dibantu dan saling membantu di antara siswa. Konseling kelompok juga bermatra preventif disamping utamanya kuratif. Pendekatan kelompok memiliki keuntungan khusus dalam konseling di sekolah. 2) Screening dan seleksi anggota kelompok Ada stadar etika yang harus diperhatikan dalam memilih anggota. Walaupun bisa diberitahukan lewat tertulis. orientasi dan eksplorasi. Bentuk-bentuk kelompok tersebut antara lain. pribadi sosial. Misalnya datang langsung ke kelas menyampaikan kegiatan konseling kelompok ini dan diberitahukan prosedurnya. Kelompok terbuka atau tertutup ditentukan 131 . problem. Pada proses awal ada tiga tahap yang dilakukan yaitu membentuk kelompok. Konselor harus bertanya pada diri sendiri: “Bagaimana saya bisa memutuskan siapa yang paling mungkin memperoleh manfaat dari kelompok yang saya rencanakan?” “Siapa yang mungkin terganggu oleh partisipasi kelompok atau menjadi pengaruh negatif untuk anggota lainnya?” Screening harus proses dua-arah.

populasi. Besarnya kelompok bergantung pada beberapa faktor. Apakah jangka pendek atau panjang bergantung pada tipe kelompok. miskonsepsi anggota. − Setelah kelompok terbangun. Namun diakui juga kelompok heterogin juga membawa manfaat. − Keanggotaan sukarela vs tidak sukarela . Apakah anggota kelompok hanya yang sukarela saja atau boleh juga yang tidak sukarela? Dalam banyak pengalaman. Adalah bijak jika terminasi kelompok merupakan hasil komitmen. lembaga. tujuan. 4) Pedoman orientasi dan penyiapan anggota Pertemuan kelompok yang pertama kali dimanfaatkan untuk orientasi proses kelompok. Hal privacy harus diperhatikan. ketakutan-ketakutan. − Tempat pertemuan. Bahwa partisipasi anggota merupakan 132 . − Besar kelompok. sebagai dasar dari proses kelompok. Di lembaga sekolah keanggotaan tidak sukarela ini perlu digarap. misalnya usia. − Kelompok jangka pendek vs jangka panjang .oleh populasi dan setting-nya. Namun pada umumnya yang efektif bergerak antara 4 – 8 orang. Diakui bahwa kelompok homogin lebih membawa manfaat. Ada manfaat dari perbedaan yang ada untuk saling membantu. terutama homogin dalam usia. Semua usaha harus membuat suasana aman. Seberapa sering kelompok ketemu dan seberapa lama setiap pertemuan? Ini bergantung tipe kelompok juga pengalaman pemimpin kelompok. Masing-masing punya kelebihan tergantung pada isu-isu yang digarap. Kebijakan berapa lama tentu saja bergantung keperluan lembaga dan konseli. Resiko psikologis bagi anggota harus diminimalisir. − Frekuensi dan lamanya pertemuan. pengalaman Konselor. dan tipe problem yang dieksplor. Seting yang jelek dapat membikin suasana yang negatif yang berpengaruh pada kohesivitas kelompok. Tapi untuk konseli anak dan remaja lebih baik sering tetapi waktunya lebih pendek. banyak anggota yang tidak sukarelapun memperoleh manfaat dari konseling kelompok yang diikutinya. − Kelompok homogin vs heterogin. karena senyatanya masih banyak ditengarai siswa enggan memanfaatkan pelayanan konseling. apakah tanggungjawab pimpinan agar anggota memperoleh keuntungan optimal dari kegiatan kelompok? − Persiapan harus mengeksplorasi harapan. Setting pertemuan merupakan aspek lain yang harus diperhatikan. tipe kelompok. tempat yang memungkinkan terjadinya interaksi face to face. Biasanya dilakukan seminggu sekali. karena permasalahan mereka relatif serupa.

Tugas utama dalam tahap inisiasi ini terdiri atas dua hal yaitu inkluasi dan identifikasi serta membangun trust. menyadari bahwa kelompok ini merupakan tempat yang pas bagi realisasi pengharapan-pengharapannya. Orientasi dan eksplorasi yang terdiri atas peristiwa 1) menentukan struktur kelompok. dapat disebutkan sebagai berikut. Ringkasan isu prakelompok. − Mengidentifikasi tujuan umum dan sasaran khusus kelompok − Mengembangkan proposal tertulis wecara jelas mengenai formasi kelompok − Memberitahu kelompok dg cara memberi informasi tepat bagi partisipan. − Anggota harus memiliki pengetahuan memadai tentang hakekat kelompok dan dampaknya bagi dirinya. 2) berkenalan. b) Tahap 2: Tahap Awal –Orientasi dan Eksplorasi Karakteristik pada tahap awal ini sebagai berikut. membuat prediksi keberhasilan anggota. − Anggota perlu menentukan kapan kelompok tepat bagi dirinya. Anggota diminta untuk memanfaatkan kelompok untuk mencoba tingkahlaku baru. Dalam hal inklusi dan identifikasi dimaksudkan untuk menemukan identitas dalam kelompok dan menentukan sejauh mana seseorang akan menjadi anggota kelompok yang aktif adalah tugas utama tahap awal. Anggota diminta menuliskan jurnal reaksi-reaksi mereka setiap sesi.investasi kerja kelompok. Setiap anggota diharapkan belajar fungsi kelompok. Dorong anggota memikirkan sebelumnya tentang isu-isu pribadi yang ingin dieksplorasi. − Anggota dapat memperoleh keuntungan melalui menyiapkan diri berpikir apa yang ingin dialami selama kelompok. − Melakukan interviu awal − Mengambil keputusan dalam memilih anggota − Mengorganisasi detail praktis untuk keberhasilan kelompok − Minta ijin orangttua (jika perlu) − Menyiapkan secara psikologis akan tugas kepemimpinan − Mengatur sesi awal untuk membuat aturan. dan 3) mengeksplorasi pengharapan anggota. Anggota biasa bertanya-tanya: saya akan di dalam atau keluar dari kelompok ini? Sebewrapa banyak saya akan terbuka akan diri sendiri? Seberapa banyak aku ingin ambil resiko? seberapa aman untuk mengambil risiko? saya bisakah benarbenar percaya orang-orang ini?Seberapa lama aku bisa bertahan? Akankah aku ditolak atau diterima? 133 .

serta evaluasi dan tindak lanjut. Apakah pimpinan hadir antusias. kalau tidak dijaga. Cara membangun trust: 1) Tingkahlaku pimpinan dapat berpengaruh pada iklim kelompok. cenderung mengarah ke kurang serius. penuh pribadi. Kohesi sebagai kekuatan pemersatu…. Perlu perubahan prosedur agar anggota terbebas dari perasaan negatif. 3) Trust tudak hanya bergantung sikap dan perilak pemimpin tetap juga anggota. kelompok akan berjalan di bawah hambatan perasaan tersembunyi. 3) Mengatur tanggung jawab. Tanpa trust…interaksi akan di permukaan saja. Proses Lanjut Perkembangan Kelompok Pada proses lanjut. eksplorasi diri kecil. c) Tahap 3: Tahap Transisi –Mengatasi Resistensi Pada tahap transisi dapat digambarkan anggota kelompok dalam keadaan − Cemas (anxiety) − Konflik dan berjuang untuk mengontrol konflik − Tantangan bagi pimpinan kelompok − Resistensi Mengatasi reaksi diri terhadap resistensi anggota.Trust harus dibangun untuk keberlangsungan kelompok. dan structuring. Ini jangan cepat dituruti. hadir secara psikologis dan terbuka? 2) Pemimpin yang sukses dalam mempertahankan trust tergantung pada seberapa baik ia mempersiapkan kelompok. inklusi. dan solidaritas. Biasanya kalau kohesivitas terbangun. dan 2) Perasaan negatif anggota ke anggota lain dan pemimpin bisa tidak efektif. Cara mempertahankan trust: 1) Ada kecendeungan anggota untuk cepat2 melompat ke saran. juga ada tiga tahapan yaitu tahapan inti untuk pembentukan kohesivitas dan produktivitas. namun bisa menghambat perkembangan kelompok bila tidak didorong maju ke depan. hindari mengkategorikan orang atas tipe masalah. pimpinan harus memperhatikan bahwa pribadi Konselor dapat mempengaruhi tingkahlaku masalah. “ Saya tidak sendirian dalam kesakitan saya dan dengan problem saya ”. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. konsolidasi dan terminasi. a) Tahap 4: Tahap Inti –Pembentukan Kohesivitas dan Produktivitas 1) Perkembangan Kohesi Kelompok Hakekat kohesi kelompok adalah sense of belonging. tantangan konstruktuf tak akan terjadi. 3. Peranan pimpinan kelompkm selama tahap inisiasi: 1) Modeling. Tahapmini penting. 2) Membantu mengidentifikasi tujuan. 2) Karakteristik Kerja Kelompom Yang Efektif 134 .

antara lain saling percaya dan menerima. penuh harapan. c) Tahap 6: Isu-Isu Pasca Kelompok –Evaluasi dan Tindak Lanjut 1) Mengevaluasi Proses dan Hasil Kelompok Evaluasi sebagai aspek dasar yang menguntungkan bagi anggota dan pimpinan kelompok. Minta anggota menjawab pertanyaan singkat… (Adakah kelompok berpengaruh negatif? Apa kelompok mempengaruhi anda dalam berhubungan dengan orang lain? Perubahan apakah yang anda dapatkan? ). ada konfrontasi dan balikan. melengkapi tugas-tugas yang belum dapat diselesaikan dalam kelompok (melengkapi unfinished business-nya). ada kebebasan untuk bereksperimen. b) Tahap 5: Tahap Akhir –Konsolidasi dan Terminasi Cara efektif mengakhiri kelompok adalah mengurusi perasaan anggota kelompok. 2) Tindak Lanjut Sesi Kelompok 135 . 3) Faktor-faktor Terapeutik Kelompok Agar kelompok efektif sebagai kelompok untuk penyembuhan. Sehingga dapat dikatakan bahwa anggota mengalami perubahan perasaan …di awal takut…di tengah dapat dukungan…di akhir sendiri lagi menghadapi rasa takutnya. intim. Pada tahap ini minta anggota menuliskan pengalaman kelompom mereka. Pada saat ini semua anggota memberi dan menerima balikan. Cirinya: − Fokus pada isu disini dan sekarang. Evaluasi gunanya untuk melihat efektivitas kelompok. − Siap identifikasi tujuan − Berkeinginan melakukan di luar kelompok dg tingkahlaku yang telah berubah − Merasa “in” dalam kelompok − Terus mengukur tingkat kepuasannya dalam kelompok. ada kesempatan membuka diri. komitmen terhadap perubahan. dibutuhkan sejumlah syarat. ada kesempatan katarsis. Mengukur efek kelompok melalui memberi kesempatan setiap anggota untuk menyampaikan lesson learn-nya atau pengalamannya selama mengikuti kegiatan konseling kelompok. Anggota benar-benar menjadi kelompok dan telah mengembangkan keterampilan relasi antar anggota.Ada produktivitas kerja yang efektif. empati dan perhatian. ada kesempatan melakukan restrukturisasi kognitif. kurang bergantung kepada pemimpin kelompok.

tetapi dapat diukur dan dapat diamati. dalam bimtek ini akan dipelajari penerapan konseling kelompok behavioristik dan konseling kelompok realitas. − Perilaku konseli bermasalah bukan hanya gejala masalah. 136 . walaupun pemimpin kelompok memimpin diskusi untuk mencapai tujuan. Semua sesi kelompok di atas akan terejawantahkan dalam semua pendekatan konseling. Jika prates dilakukan di akhir juga bisa dilakukan pascates untuk mengukur sikap. kognisi.Adalah bijak di sesi akhir untuk memberi kesempatan anggota mendiskusikan pengalaman-pengalamannya. − Konseling kelompok sebagai sebuah proses pendidikan menekankan pada pembelajaran yang memiliki nilai-nilai yang melekat dalam sebuah kelompok. Tujuan Konseling Menentukan arah gerakan terapeutik. nilai. berfokus pada kondisi konseli saat ini. Sebagai pengalaman belajar. dan konseling bagian integral dan berkesinambungan. tapi juga anggota untuk memberi gambaran realistik atas pengaruh kelompok kepadanya dan teman-temannya. Konseling kelompok behavioral memiliki karakteristik yang unik yang membedakan dengan pendekatan lain. 2) Mengkaji tujuan konseling dengan tepat. dan penyesuaian pribadinya. mengambil sampel dari perilaku konseli untuk memberikan informasi tentang bagaimana tindakan konseli seharusnya dalam berbagai situasi. dan 4) Secara objektif dilakukan evaluasi hasil konseling. 4. Keputusan tujuan pribadi tetap dari anggota kelompok itu sendiri. Anggota dapat mendiskusikan usaha nyata setelah ddi kehidupan nyata. Pendekatan Teoritik Konseling Kelompok a) Pendekatan Behavioristik Asumsi − Bahwa sebagian besar masalah perilaku. antara lain: 1) Melakukan penilaian perilaku. Ini tidak hanya bernilai bagi pemimpin. Asesmen perilaku ditujukan untuk mengumpulkan informasi rinci tentang masalah konseli. 3) Sesi Tindak Lanjut Individual Jika mungkin. lebih fokus pada perilaku konseli. 3) Merumuskan prosedur konseling secara spesifik. dan emosi yang telah dipelajari dapat dimodifikasi melalui proses belajar. setelah sesi konseling kelompok ditindaklanjuti pertemuan face to face. Wawancara individual sekitar 20 menitan dapat digunakan untuk membantu anggota membicarakan hal yang tak terungkap dalam kelompok.

Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. Kelompok behavioral menekankan pentingnya evaluasi efektivitas teknik-teknik yang digunakan untuk menilai kemajuan konseli guna mencapai tujuan mereka secara terus-menerus. Tahap Konseling Kelompok Behavioral Sebagaimana konseling kelompok lainnya. Di sesi awal. Pemimpin kelompok dengan hati-hati mengamati dan menilai perilaku untuk menentukan kondisi yang terkait dengan masalah-masalah tertentu dan kondisi yang akan memfasilitasi perubahan. maka dirumuskanlah rencana untuk mencapai tujuan tersebut. Initial Stage Wawancara individual dan sesi awal kelompok bisa untuk mengeksplorasi pengharapan siswa sehingga siswa mau bergabung dalam kelompok. Working Stage Setelah hubungan terbangun dengan baik. Pemimpin kelompok diharapkan untuk aktif. Corey membaginya menjadi tiga tahapan besar. direktif. dan final stage. dan mendukung peran dalam kelompok dan menerapkan pengetahuan tentang prinsip-prinsip perilaku dan keterampilan penyelesain masalah. anggota kelompok belajar mengenai fungsi kelompok dan bagaimana setiap sesi diatur. yang berlandaskan pada teknik perilaku yang berorientasi tindakan. Peran dan Fungsi Pimpinan Kelompok Pemimpin harus terampil dalam memilih berbagai intervensi singkat yang secara efisien dan efektif memecahkan masalah dan membantu anggota dalam mengembangkan keterampilan baru. yaitu initial stage.Perencanaan Treatment Setelah anggota menetapkan tujuan-tujuan mereka. Hal yang penting pada tahap awal adalah proses membangun kohesi. 2. working stage. lanjutkan merencanakan treatmen melalui menerapkan teknik-teknik: − Reinforcement − Contingency contract − Modeling − Behavioral rehearsal − Coaching − Homework − Feedback dengan 137 . 1. Pemimpin harus mampu menciptakan situasi kelompok menjadi situasi yang hangat dan menyenangkan bagi setiap anggota kelompok.

3) Prinsip penting yang diajarkan Glasser adalah prinsip 3R’s ( responsibility. sebaliknya tidak pula permisif. direktif. Beri situasi praktis untuk menstimulasi tingkahlaku dalam kehidupan nyata. semua manusia memiliki lima kebutuhan dasar untuk dipenuhi. 3. maka padanya akan berkembang identitas gagal (failure identity). konseling dimaksudkan untuk mengubah perilaku anak dari beridentitas gagal menuju ke identitas berhasil. Sekolah harus dibangun sebagai lingkungan yang mampu membangun identitas sukses bagi seluruh siswa. Hubungan baik dalam konseling diperlukan untuk menunjukkan dan memenuhi kebutuhan akan cinta kasih lingkungan. 138 . sekolah harus bebas dari suasan yang menghukum. Karena jawaban atas pertanyaan mengapa akan berujung pada alasan-alasan yang biasanya berujung ampunan. menghindarkan pertanyaan mengapa terjadi. yaitu kebutuhan bertahan hidup secara fisik (physical survival). sebaliknya jika perilakunya tidak memenuhi 3 Rs. berfokus pada perencanaan perilaku dan perbuatan. dan kesenangan (fun). bagaimana selanjutnya. Siapkan anggota hadapi situasi yang tak bersahabat dalam dunia nyata. Latih anggota dengan tingkahlaku target yang diinginkan. cinta dan rasa memiliki (love and belonging). seorang ahli psikiatri. Dengan demikian. Final Stage Transfer perubahan perilaku yang dipelajari dalam kelompok ke lingkungan hidup dari hari ke hari. Lingkungan sekolah yang baik adalah yang memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk mengembangkan identitas berhasilnya sedikit demi sedikit. reality. School without failure. yang penuh ampunan.− Cognitive restructuring − Problem solving Teknik-teknik tersebut akan dibahas penerapannya dalam bimtek. dan right). Dorong anggota untuk bertanggungjawab atas tingkahlakunya. 4) Konseling Kelompok Realitas bersifat aktif. kekuasaan dan prestasi (power and achievement). 2) Dalam bukunya yang terkenal. b) Pendekatan Konseling Kelompok Realitas Konsep-konsep kunci Konseling Kelompok Realitas 1) Konseling realitas adalah konseling yang dikembangkan oleh William Glasser. Apabila anak berperilaku memenuhi syarat 3 Rs tersebut. Dalam pandangan Glasser. kebebasan (freedom). konseling realitas ini pas diterapkan untuk membantu siswa-siswa mengembangkan diri. didaktik. maka padanya akan berkembang identitas sukses ( success identity). namun tidak cukup untuk diterjadikannya perubahan pada diri konseli dari identitas gagal menuju identitas sukses. Sekolah lebih banyak bertanya apa yang terjadi dan apa selanjutnya.

tugas pertama Konselor adalah menciptakan iklim yang aman bagi anggota kelompok sebagai dasar penggunaan konselng secara efektif. Pertanyaan: Apa yang Anda inginkan? Eksplorasi: Penjelasan tentang apa yang mereka harapkan atau mereka butuhkan. dan P = planning. selanjutnya berjuang untuk memenuhi kebutuhan mereka demi memuaskan hidup mereka sendiri dan masyarakat. menjelaskan. Glasser mengatakan bahwa “konseling untuk mengaitkan komponenkomponen kekuatan dalam diri konseli menjadi satu kekuatan untuk membantu konseli mengevaluasi hidup mereka dan berpindah ke arah perilaku baru yang lebih efektif. Sikap dan perilaku konselor juga menjadi bagian penting dalam menghantarkan perubahan yang positif. dimana setiap huruf merepresentasikan sekelompok kemampuan dan teknik untuk mendukung konseli agar memiliki kontrol yang lebih baik atas hidup mereka. perasaan dan penampakan fisiknya sebagai roda belakang. Terkait lingkungan konseling. W (Wants) Tanyakan kepada konseli apa yang mereka inginkan dengan menggunakan pertanyaan yang cerdas dan tidak cepat menyerah. Pertanyaan: Apakah yang Anda lakukan selama ini akan membawa pada keinginanmu? 139 . dalam Corey (2009) telah memformulakan komponen-komponen konseling ke dalam sistem WDEP.” Untuk melakukan konseling secara sistematis. Kebutuhan dasarnya sebagai motornya. E = selfevaluation. dan (2) prosedur spesifik yang mengarah pada perubahan tingkahlaku. Dengan mendeskripsikan tujuan umum mereka. mendefinisikan. Konselor membantu konseli untuk menyatukan. Evaluasi: Apakah hal itu yang paling Anda inginkan? Direction dan Doing Tanyakan kepada konseli apa yang ia lakukan selama ini dan apa tujuan umum mereka. Prosedur Konseling Kelompok Realitas Praktik konseling realitas berisi dua komponen utama: (1) lingkungan konseling. D = direction and doing. Pertanyaan global berikut bertujuan membantu konseli meningkatkan pengetahuan mereka terkait pilihan hidup mereka. konseli akan menjadi siap untuk mengevaluasi dan mengubah cara berpikir dan perilaku mereka saat ini. Perbuatan dan berpikirnya sebagai roda depan. WDEP kependekan dari W = wants. dan memprioritaskan elemen-elemen kebutuhan yang ada dalam gambaran dunia mental mereka. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. Wubbolding.5) Total perilaku manusia ibarat mobil.

Ketika konseli bisa menjawab pertanyaan “Apakah rencana anda dengan strategi yang detail untuk berubah?” maka mereka telah mengambil kontrol dan tujuan yang lebih baik atas hidup mereka. Ketika konseli membuat recana dan mengikuti rencana itu.Pengarahan: Menghadapkan konseli pada realitas dan konsekuensi dari perilakunya selama ini. Pertanyaan: Perilaku apa yang akan menyebabkan kesuksesan? Perilaku apa yang akan menyebabkan kegagalan? Perubahan apa yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan? Focus: Pada tahap ini. dapat diukur. kekuasaan dan prestasi. Glasser mendeskripsikan evaluasi diri sebagai inti dari konseling. Tujuan dari konseling realitas adalah perubahan perilaku. pertumbuhan kepribadian. serta keceriaan. mereka berkuasa atas jalan hidup mereka sendiri dengan mengirimkan energi positif bagi hidup mereka. cinta dan keterlibatan atau rasa memiliki. Planning Mintalah konseli membuat rencana untuk memenuhi kebutuhan mereka secara lebih efektif. …? Fokus : Terbuatnya rencana tingkahlaku baru yang diharapkan benar-benar mampu memenuhi kebutuhan konseli. intervensi Konselor kecil. Karakter-karakter rencana yang berhasil adalah sederhana. membuat keputusan secara lebih baik. Pertanyaan : Rencana apa yang diprediksi mampu memenuhi kebutuhan Anda. dan memiliki tujuan. serahkan konseli untuk menilai tingkahlakunya sendiri. Evaluasi dimaksukan untuk menghubungkan antara tingkahlakutingkahlaku saat ini dengan kebutuhan. Self-Evaluation Mintalah konseli untuk melakukan evaluasi diri yakni mengevaluasi apakah tingkahlakunya selama ini mengarah tujuan atau mampu memenuhi kebutuhannya. 140 . langsung. Wubbolding melihat evaluasi diri sebagai dasar dari prosedur konseling. sehingga jika tidak dilakukan akan terjadi kekacauan. Rencana yang paling efektif adalah yang dibentuk bersama-sama dengan konseli. Konselor memfasilitasi pembentukan rencana dengan mengajarkan karakteristik rencana yang berhasil. sehingga semakin efektif semakin memuaskan kebutuhan akan ketahanan fisik. gaya hidup yang lebih baik dan berkembang. kebebasan. bukan yang disarankan Konselor. Fokus: Pembicaraan berfokus pada masa sekarang dan masa mendatang. mudah diraih.

dan tes prestasi belajar. Sarana yang diperlukan untuk penunjang layanan Bimbingan dan Konseling adalah sebagai berikut. yang layak bagi masyarakat. Ruangan tersebut hendaknya juga mampu memuat berbagai penampilan. dan format surat referal.PENGELOLAAN SARANA DAN ANGGARAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING Pengelolaan Sarana Semua sarana harus mudah diakses untuk mendukung program Bimbingan dan Konseling. 141 . Semuanya dimaksudkan untuk menfasilitasi tercapainya proses layanan Bimbingan dan Konseling yang bermutu. aman dan nyaman. ruang tunggu tamu. ruang yang memadai untuk mengorganisir dan menampilkan bahan bimbingan. format satuan layanan. himpunan data siswa. pedoman wawancara. angket. modul bimbingan. Alat pengumpul data berupa tes yaitu: tes inteligensi. Unsur-unsur sarana Bimbingan dan Konseling: (1) tempat kegiatan. dan buku realisasi kegiatan Bimbingan dan Konseling. buku harian. biografi dan autobiografi. dan jumlah yang cukup untuk digunakan. ruang layanan konseling dan bimbingan kelompok. ruangan itu hendaklah nyaman yang menyebaBimbingan dan Konselingan para pelaksana Bimbingan dan Konseling betah bekerja. Ruangan hendaknya sedemikian rupa sehingga di satu segi para siswa yang berkunjung ke ruangan tersebut merasa senang. baik tes maupun non-tes. Alat pengumpul data yang berupa non-tes yaitu: pedoman observasi. Di dalam ruangan itu hendaknya juga dapat disimpan segenap perangkat instrumen Bimbingan dan Konseling. dan (5) filing kabinet (tempat penyimpanan dokumentasi dan data siswa). (1) Alat pengumpul data. dan ruang penyimpanan. buku kasus. data kehadiran siswa. Bahan harus relevan dengan program. (3) Buku-buku panduan. pedoman wawancara. yang meliputi ruang kerja Konselor. konselor harus memiliki setidaknya hal berikut: sebuah kantor. informasi tentang kegiatan ekstra kurikuler. Semua fasilitas harus mudah diakses dan memadai untuk pelaksanaan program bimbingan. buku program tahunan. tes/inventori kepribadian. laporan kegiatan layanan. leger Bimbingan dan Konseling. format konseling. dan sebagainya. skala penilaian. lengkap dan kedap suara. pedoman observasi. catatan anekdot. khususnya. serta segi lain di ruangan tersebut dapat dilaksanakan layanan dan kegiatan bimbingan lainnya sesuai dengan asas-asas dan kode etik Bimbingan dan Konseling. dan ruang perpustakaan. alat-alat mekanis. tes bakat sekolah. tes/inventori minat. buku informasi tentang studi lanjutan atau kursus-kursus. Kenyamanan itu merupakan modal utama bagi kesuksesan pelayanan yang terselenggara. daftar cek. akses mudah menuju fasilitas untuk melakukan konseling dan bimbingan kelompok kecil/kelompok besar atau klasikal. dan tape recorder). Konselor harus memiliki file terkunci dan hubungan telepon tersendiri. Yang tidak kalah penting ialah. atau buku materi layanan bimbingan. seperti : angket siswa dan orang tua. seperti penampilan informasi pendidikan dan jabatan. tes bakat khusus. (2) instrumen dan kelengkapan administrasi. (4) perangkat elektronik (seperti komputer. dan berbagai data serta informasi lainnya. ruang tenaga administrasi. buku hasil wawancara. buku program semesteran. dan sosiometri. dibangun dengan pertimbangan hak privasi dan kerahasiaan siswa.

Penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa tidaklah mungkin siswa dapat berprestasi tinggi karena ada pekerjaan di 142 . Perlu dirancang dengan cermat berapa anggaran yang diperlukan untuk mendukung implementasi program. Misalnya. buku pribadi dan map. format rencana satuan layanan dan kegiatan pendukung serta blanko laporan kegiatan. sehingga mudah untuk disimpan dalam filling cabinet. Bekerjasama dengan guru matematika untuk kemampuan regulasi diri dalam belajar matematika. dan agenda surat. mengembangkan Bekerjasama dengan guru bahasa Indonesia untuk mengembangkan kemampuan komunikasi siswa Bersama guru. Latihan Konsultasi Seorang siswa mempunyai potensi akademik yang tinggi. 2. b.(2) Alat penyimpan data. Latihan Referal Di sekolah saudara. blanko surat. Mengingat banyak sekali aspek-aspek data siswa yang perlu dan harus dicatat. Pengelolaan Anggaran Perencanaan anggaran merupakan komponen penting dari manajemen Bimbingan dan Konseling. informasi atau pun data untuk masing-masing siswa. seperti data informasi. seperti alat tulis menulis. namun prestasi belajarnya selalu rendah. paket bimbingan. karena persoalan yang dhadapi siswa di luar batas kewenangan Saudara. siswa terlibat penggunaan narkoba dikirm ke dokter. khususnya dalam bentuk himpunan data. Bentuk kartu ini dibuat sedemikian rupa dengan ukuran-ukuran serta warna tertentu. alat bantu bimbingan Perlengkapan administrasi. D. blanko konferensi kasus. kartu konsultasi. susunlah RPP materi tertentu dan diantara susunan RPP tersebut sebutkan efek samping dari pengembangan pribadi siswa yang merupakan kerja dari guru bimbingan dan konseling atau konselor. LATIHAN 1. ada siswa yang mengalami hambatan belajar dikirim ke guru bidang studi. dan sebagainya. maka diperlukan adanya suatu alat yang dapat menghimpun data secara keseluruhan yaitu buku pribadi. kartu kasus. ditemukan seorang siswa yang membutuhkan bantuan fihak lain. (3) Kelengkapan penunjang teknis. Untuk menyimpan berbagai keterangan. maka perlu disediakan map pribadi. Anggaran ini harus masuk ke dalam Anggaran dan Belanja Sekolah. Pilih dari antara bentuk-bentuk kegiatan berikut: a. Latihan Kegiatan Kolaborasi Berlatihlah untuk bekerja secara kolaboratif dengan guru mata pelajaran. 3. Alat penyimpan data itu dapat berbentuk kartu.

perubahan harus dilakukan melalui perubahan peran orangtua terhadap anaknya. belajar. dengan tulisan yang mudah terbaca. a) Ikuti 9 tahap konsultasi untuk membantu siswa tersebut. Praktikkan dalam bentuk bimbingan kelompok atau bimbingan klasikal dan dilakukan pengamatan serta refleksi pasca praktik. 4. Isi scenario dengan catatan sebagai berikut. susunlah scenario. melakukan komitmen. dan − cara Saudara untuk memberikan tugas. 4) Isi scenario konseling SFBT bagaimana Saudara memberdayakan 143 . 2) Scenario ditulis paling banyak 2 halaman. atau menerapkan teknik-teknik konseling. Untuk itu. − cara Saudara melihat bagaimana konseli menata emosinya dan bagaimana cara mengembangkan tingkahlaku baru yang lebih rasional. Latihan Bimbingan Kelompok Susunlah RPBK dengan mengambil topik bimbingan pribadi social. c) Skenario konseling Untuk persiapan kegiatan praktikum konseling. b) Praktikkan dalam kelompok orangtua bagi belajar anaknya. Disini harus jelas teknik konseling apa yang akan Saudara gunakan untuk Disputing (D). 3) Isi scenario konseling REB Dalam scenario konseling REB saudara harus menjelaskan bagaimana − cara Saudara membangun/membina hubungan baik. 5. bukan percakapan konselor dan konseli (verbatim). Latihan Konseling Individual Latihan konseling individual terdiri atas dua tugas yaitu menyusun scenario konseling individual dan praktik konseling individual. dan karier di materi di atas. Sebenarnya pekerjaan ini tidaklah prinsip. 1) Isi scenario hanyalah cerita singkat dari setiap tahap konseling. Cara ini ditempuh agar fasilitator dapat membantu Saudara membenahi bagianbagian yang masih belum tuntas Saudara pelajari. − cara Saudara dalam menemukan pikiran-pikiran irrasional (Bir) yang merupakan persepsi mereka terhadap A. serta menutup pertemuan konseling. − cara Saudara mengidentifikasi perasaan dan perilaku negative akibat masalah (C) dan menemukan kejadian-kejadian yang menimbulkan masalah (A). − cara Saudara mengajak konseli menguasai Pemahaman Kognisi.rumah yang menyita waktunya. tetapi terpaksa dilakukan anak.

− cara Saudara menggunakan pertanyaan pengecualian. − Cara konselor mengajak konseli melakukan pertimbangan nilai 144 . merencana langkah-langkah aplikasi teknik konseling. d) Praktikum konseling individual Praktikkan scenario Saudara dan lakukan pengamatan serta refleksi atas latihan. − cara saudara dalam menelaah tingkahlaku faulty learning (assesment).− cara Saudara membangun/membina hubungan kolaboratif. keinginan. kebutuhan konseli (Want). Latihan Konseling Kelompok Latihan konseling kelompok dibagi menjadi dua bagian yaitu menyusun scenario konseling kelompok dan mempraktikan secara simulatif. − cara Saudara menformulasikan tugas sesi pertama. − Cara konselor mengidentifikasi perilaku konseli dalam memenuhi kebutuhannya (Direction/Doing). − cara Saudara mengidentifkasi perubahan-perubahan prakonseling. − Konseling kelompok behavioral Dalam scenario konseling behavioral saudara harus menjelaskan bagaimana … − cara saudara dalam membangun/membina hubungan baik. − Konseling kelompok realitas Dalam scenario konseling Realita Saudara harus jelas bagaimana … − Cara membentuk/membina hubungan penuh cinta dan pengharapan. − cara saudara menerapkan teknik konseling (techniques implementation): menfokuskan tingkahlaku yang hendak diubah. − Tuliskan secara ringkas bagaimana langkah-langkah konseling dilakukan untuk mengatasi masalah yang Saudara pilih. − cara Saudara memberikan balikan kepada konseli. melalui melihat berbagai aspek tingkahlaku. a) Skenario Konseling Kelompok − Pilih salah satu pendekatan konseling kelompok yang kita pelajari dalam bimtek ini. − Cara konselor mengidentifikasi perilaku kekinian. − cara Saudara melakukan terminasi. − cara saudara mengajak konseli merumuskan tujuan konseling (goal setting). dan − cara saudara melakukan evaluasi dan terminasi. dan susunlah skenario konselingnya. 6. Catatan setiap pendekatan konseling yang dipilih. − cara Saudara menggunakan pertanyaan penskalaan. − cara Saudara menggunakan pertanyaan ajaib.

Dalam pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling. Dalam praktik simulatif ini. yang memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan evaluasi program adalah guru bimbingan dan konseling atau konselor itu sendiri. karena hasil evaluasi dapat mendorong semua pihak untuk memberikan masukan dan merencanakan langkah-langkah perbaikan dan peningkatan bagi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. 145 . Evaluasi suatu program lazimnya dilakukan oleh beberapa pihak. Kemudian. Praktikkan scenario yang telah Saudara tuliskan. Evaluasi program sebenarnya memberikan informasi yang sangat berarti bagi kelanjutan pelaksanaan program berikutnya. lakukan pengamatan dan diskusikan hasilnya. − Cara konselor mengajak konseli melakukan Komitmen. b) Praktik Konseling Kelompok. evaluasi menjadi tahapan yang sangat penting untuk dilaksanakan. dan − Cara konselor mengakhiri pertemuan konseling. Demikian pula kekurangan atau kelemahan yang dimiliki akan dapat dilihat serta penyebab tujuan yang belum dapat diraih sepenuhnya. sebagai bagian dalam penyusunan dan pengembangan program bimbingan dan konseling. pihak lain yang dapat mengevaluasi adalah pihak atasan (pimpinan) pelaksana progran serta pihak yang menerima sasaran kegiatan. pelaksana suatu kegiatan dapat melihat. BAB IV EVALUASI PROSES DAN HASIL PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. Oleh karena itu. − Cara konselor mengembangan perencanaan perilaku baru yang lebih memenuhi 3R’s (Planning). mengenali dan kemudian menganalisis kelemahan-kelemahan tersebut untuk dilakukan perbaikan dalam proses berikutnya. terutama pihak yang melaksanakan program tersebut. Melalui suatu tahapan kegiatan yang disebut dengan evaluasi.(Evaluation). PENGANTAR Keberhasilan suatu kegiatan atau program yang telah dilaksanakan akan tampak pada hasil yang ditunjukkan berupa pencapaian terhadap tujuan yang telah ditetapkan.

Menggunakan hasil pelaksanaan evaluasi untuk merevisi dan mengembang-kan program bimbingan dan konseling. proses dan program bimbingan dan konseling 2. Menginformasikan hasil pelaksanaan evaluasi pelayanan bimbingan dan konseling kepada pihak terkait 4. Melakukan evaluasi hasil. Melakukan penyesuaian proses pelayanan bimbingan dan konseling 3. Demikian pula dilihat dari perkembangan program itu sendiri. C. Pentingnya Evaluasi dan Model Evaluasi Konseling Evaluasi atau penilaian merupakan bagian penting dalam pengelolaan atau manajeman pelaksanaan bimbingan dan konseling. perkembangan sosial dan tantangan yang terjadi dalam pendidikan maka program layanan bimbingan dan konseling tidak boleh statis atau dari itu ke itu. Sehingga pada akhirnya siswa dapat merasakan dampak langsung dari pelaksanaan evaluasi baik itu berupa perkembangan. MATERI 1. dalam Bimbingan dan 146 .B. KOMPETENSI DAN INDIKATOR Kompetensi: Menilai proses dan hasil kegiatan bimbingan dan konseling Indikator: 1. Sekalipun layanan evaluasi bukan merupakan layanan yang langsung kepada siswa. suatu program layananan bimbingan dan konseling perlu dikembangkan dan diperbaiki sehingga dapat dirancang dan direalisasikan sesuai dengan perkembangan kebutuhan peserta didik sebagai salah satu sasaran layanan. peningkatan atau perubahan yang sesuai dengan dinamika pada aspek yang dikembangkan dalam suatu program. namun pelaksanaan evaluasi akan memberikan dampak terhadap peningkatan layanan yang dibutuhkan oleh siswa. Sesuai dengan perkembangan yang terjadi baik pada program sekolah secara kesuluruhan.

model berorientasi manajemen. dan (7) Membandingkan data performansi dengan tingkahlaku yang telah ditentukan dalam tujuan. Evaluasi merupakan proses yang mencakup 1) kesepakatan tentang standarstandar dan kriteria-kriteria tertentu (kata lain dari sasaran/ objective). model natural. Ia memahami bahwa evaluasi sebagai sebuah proses yang cukup mudah menentukan tujuan-tujuan program mana yang telah tercapai dan mana yang belum dapat dicapai. setiap model dapat dipilih berdasarkan kepentingan dan kesesuaian dengan program yang sedang dilaksanakan. (6) Mengumpulkan data performansi. model berdasar tujuan. Malcolm Provus (1973) memandang evaluasi sebagai proses manajemen informasi yang berkelanjutan. sementara pada model berorientasi manajemen dikenali model CIPP. maka untuk mengukur keberhasilannya bisa membandingkan hasil yang dicapai dengan kriteria yang ditetapkan.Evaluasi program dapat dilaksanakan dengan menggunakan beberapa model. Bentuk utama dari orientasi tujuan dikembangkan oleh Provus yang diberi nama model kesenjangan (descripancy model). (3) Menentukan tujuan dalam rumusan tingkahlaku nyata. Tahap-tahap evaluasi model berorientasi tujuan secara umum (1) Menentukan tujuan umum. 3) 147 . Oleh karena orientasi program bimbingan dan konseling berdasarkan pada standar dan kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan. peserta akan dilatih untuk mampu mengevaluasi dengan satu model yang relatif mudah untuk dilakukan di lapangan yaitu model berorientasi yang dikembangkan oleh Ralph W Tyler. (2) Mengklasifikasikan tujuan umum dan tujuan khusus (goal and objective). Dalam Bimtek ini. (4) Menemukan situasi dimana capaian target tersebut dapat ditunjukkan. Posavac dan Carey (1992) menjelaskan beberapa model evaluasi yaitu model tradisional. Di dalam model berorientasi tujuan dikenali model utamanya yaitu model kesenjangan. model pendapat ahli. (5) Mengembangkan atau memilih teknik-teknik pengukuran. 2) menentukan ada/tidak ada kesenjangan yang muncul antara performansi dan sejumlah aspek program dan perangkat standar untuk performansi tersebut.

3. dan (4) Hasil. Tahap ketiga: proses. kalau diperlukan). 148 . 2. Tahap pertama: Perencanaan Tahap perencanaan difokuskan pada menentukan tujuan. Tahap kedua: instalasi. untuk kemudian diputuskan apakah program tersebut diberlakukan ulang atau dihentikan. Menggunakan model kesenjangan ini hanya perlu menempuh empat tahap yaitu (1) Perencanaan. 4. Desain program dalam hal ini dijadikan sebagai standar untuk pelaksanaan penilaian program. Tahap keempat: hasil. Peninjauan dapat dilakukan terhadap program yang disinyalir banyak “siswa” yang mengalami kesulitan. proses atau aktivitas dan memaparkan sumber-sumber kekuatan yang diperlukan serta partisipan yang turut-serta dalam pelaksanaan dan menyelesaikan tujuan-tujuan. Provus menganggap bahwa program adalah sebuah sistem dinamik yang meliputi input (antecedents).menggunakan informasi tentang kesenjangan dalam memutuskan untuk mengembangkan atau melanjutkan atau menghentikan program keseluruhan ataupun salah satu aspek dari program tersebut. (3) Proses (hasil sementara). Penilaian memfokuskan pada pengumpulan data tentang laporan-laporan partisipan untuk menentukan apakah mereka menunjukkan perubahan tingkahlaku seperti yang diharapkan. dan output (outcomes). Evaluator menghasilkan perangkat tes (alat ukur) yang sesuai untuk mengidentifikasi sejumlah kesenjangan antara yang diharapkan dengan implementasi program yang aktual. 1. Jika diperlukan dapat ditambahkan tahap yang ke lima yaitu analisa biaya (pilihan. (2) Instalasi. proses.

diikuti dan diterapkan. antara lain: 1. Ada beberapa alasan yang diajukan guru bimbingan dan konseling atau Konselor. Yaitu. Hal ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana memperkirakan biaya yang akan dikeluarkan dalam program tersebut. Banyak praktisi Bimbingan dan Konseling menyatakan merasa waktu untuk mengevalasi. 2) tindakan korektif apa yang mungkin dapat dilakukan? dan. karena merasa kekurangan memberilakan layanan. Provus menyarankan agar dilakukan proses problem solving oleh staf program atau konselor dan evaluator. termasuk program Bimbingan dan Konseling di sekolah. Provus membedakan antara istilah terminal objective (immediate outcome) dengan ultimate objectives (longterm outcome). yaitu berkaitan dengan analisis tentang biaya. Kesulitan dalam melaksanakan evaluasi program Bimbingan dan Konseling Dalam banyak kasus. 3) tindakan korektif apa yang paling sesuai? Kekuatan dan daya tarik terbesar dari pendekatan yang berorientasi pada tujuan ke evaluasi adalah kesederhanaannya. Konselor seringkali tidak melakukan evaluasi. Selain empat fase tersebut. Provus juga menambahkan fase kelima sebagai suatu pilihan. serta menghasilkan informasi bagi para pengambil kebijakan program untuk melakukan perbaikan yang berkait dengan misi yang akan dicapai. Dalam bidang Bimbingan dan Konseling. Materi yang diperoleh pada saat perkuliahan belum memberikan pengalaman praktis dalam evaluasi program. Apabila dalam pelaksanaannya terjadi ketidaksesuaian antara program dengan hasil. 2. evaluasi terhadap program jarang dilakukan. walaupun mengetahui bahwa evaluasi merupakan bagian penting dalam program pelayanan Bimbingan dan Konseling. mudah dipahami. 2. tidakmemiliki dalam personil 149 . mengapa mereka tidak melakukan evaluasi. Proses ini untuk menjawab pertanyaan: 1) mengapa ada ketidaksesuaian ?.Evaluasi dilakukan untuk menentukan apakah tujuan jangka pendek (terminal objectives) dari program tersebut telah dicapai.

Tidak terbiasa mencatat dan mendokumentasikan layanan yang telah diberikan serta hasilnya.3. Melihat pentingnya evaluasi terhadap layanan bimbingan dan konseling. dan personil lainnya yang menjadi bagian dukungan sistem terhadap pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. manakala pihak sekolah tidak menunjukkan kepedulian terhadap proses maupun hasil layanan bimbingan dan konseling. Pihak pimpinan dipandang tidak meminta hasil evaluasi yang terprogram dan terencana. sehingga kondisi yang ada di sekolahnya menjadi bagian yang dievaluasi dan memberikan alasan yang kuat untuk berupaya melakukan peningkatan sehingga kinerja guru bimbingan dan konseling dapat menunjukkan akuntabilitasnya yang dipercaya oleh pimpinan. karena standar keberhasilannya belum konkrit sehingga sulit untuk menemukan indikatornya. sehingga merasa tidak ada tuntutan. dengan berbagai alasan seperti diungkapkan dalam 150 . sehingga kesulitan dalam mengumpulkan data. 7. guru mata pelajaran. 6. dan kompleks sehingga sulit untuk diberikan penilaian. diharapkan guru bimbingan dan konseling dapat memiliki pemahaman dan kemampuan untuk melaksanakan evaluasi program bimbingan dan konseling. Kesulitan ini akan bertambah. Kesulitan yang dihadapi guru bimbingan dan konseling seperti disebutkan di atas. Program bimbingan dan konseling dipandang unik. memberikan alasan untuk tidak melakukan evaluasi yang semestinya dilakukan. Sikap Yang Perlu Dimiliki Oleh Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Melaksanakan Evaluasi Program Pentingnya evaluasi terhadap program perlu diketahui dan disadari oleh guru bimbingan dan konseling sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas kerja seiring dengan tuntutan sebagai guru bimbingan dan konseling yang profesional. Evaluasi terhadap hasil layanan bimbingan dan konseling hanya dilakukan apabila ada kepentingan sekolah dalam memenuhi program tertentu. Guru bimbingan dan konseling merasa kesulitan untuk merumuskan kriteria keberhasilan layanan. 3. 5. Kesadaran untuk melakukan evaluasi bisa jadi belum dimiliki oleh semua guru bimbingan dan konseling. 4.

Ada beberapa istilah evaluasi yang bersifat aplikatif atau sering digunakan di kehidupan sehari- 151 . Menerima masukan dan kritikan dari pihak lain baik pimpinan. baik terhadap kondisi-kondisi yang memungkinkan terlaksananya program. Berbicara tentang asesmen tidak dapat dilepaskan dengan istilah evaluasi. Memahami bahwa dalam pelaksanaan suatu program dimungkinkan akan ada kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan belum tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Uraian di atas diharapkan dapat menjawab alasan para konselor yang tidak melakukan asesmen dan evaluasi atas program dan pelayanannya. Memaknai kekurangan sebagai bagian dari proses untuk mengembangkan diri. proses yang terjadi serta hasil atau produk yang diperoleh. e. Menyediakan diri untuk berdialog dengan pihak-pihak yang memberikan penilaian Sikap terbuka akan masukan dan menerima kekurangan serta keinginan untuk meningkatkan berkelanjutan diri merupakan dapat kunci pembuka untuk melakukan evaluasi program sehingga mengantarkan bagi pengembangan selanjutnya dan kesempatan mengembangkan diri bagi guru bimbingan dan konseling (konselor). personil lain di sekolah serta pihak orang tua maupun siswa. Membuka pikiran untuk belajar dari kegagalan yang dialami f. b. Berusaha untuk memaknai masukan sebagai kesempatan meningkatkan diri g. Kesiapan untuk melaksanakan evaluasi hendaknya disadari sebagai suatu tahap atau kegiatan dalam penyusunan program bimbingan dan konseling seperti halnya dalam penyusunan program apapun pada umumnya. Sikap yang dimaksud antara lain : a. Selain itu guru bimbingan dan konseling perlu memiliki sikap yang positif tentang perlunya evaluasi terhadap aktivitas dan layanan bimbingan dan konseling yang telah diberikannya. Membandingkan apa yang sudah dilakukan dengan hasil yang diperoleh h.kesulitan melakukan evaluasi. d. Memiliki keinginan dan kebutuhan untuk mengetahui kekurangan atau kelemahan sebagai bahan untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik. c. kolega (guru mata pelajaran).

dapat memfasilitasi komunikasi dan penggunaan hasil evaluasi. misalnya evaluator internal lebih mengetahui lingkungan organisasional sekolah. Pihak-pihak yang dilibatkan untuk mengevalusi dalam hal ini evaluator mempunyai banyak peran termasuk sebagai ahli. sedangkan evaluator eksternal dapat memberikan kredibilitas yang lebih tinggi dalam evaluasi dan membawa perspektif segar terhadap evaluasi. Evaluasi bisa berbentuk sumatif atau formatif. 4. Evaluasi formatif dirancang untuk perbaikan program dan kinerja orang-orang yang terkait program. artinya bisa dari lingkung sekolah atau dari lingkung di luar sekolah. melanjutkan program atau melakukan ekspansi program. Tujuan lainnya adalah memberikan informasi sebagai dasar perbaikan program. utilitas dan efektifitasnya. pengambil keputusan dan sebagai kritikus. mengaplikasikan standar untuk menentukan nilai. berarti mengarahkan 152 . mendorong dialog yang bermanfaat dan memberikan wawasan terhadap kesempurnaan program dan hasil pelayanan bimbingan dan konseling. Evaluator dapat diambil secara internal dan eksternal organisasi. Dalam konteks pengertian pelayanan pendidikan di sekolah termasuk bimbingan dan konseling. Berdasarkan kajian definisi aplikatif itu akhirnya dapat disimpulkan bahwa evaluasi mengandung keputusan substansial tentang kebermanfaatan atau keuntungan dari sesuatu. Keduanya memiliki arti penting. Berdasarkan pengertian etis. sedangkan evaluasi sumatif berfungsi sebagai dasar keputusan tentang proses melaksanakan program. evaluasi penting dalam kegunaannya sebagai alat kunci dalam melayani secara adil. Tujuan Evaluasi Evaluasi digunakan sebagai metode untuk penelitian dan pengambilan keputusan.hari. perencana. seperti dari perguruan tinggi. kualitas.. Langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan standar kualitas dan tingkat relativitas dari standar layanan Bimbingan dan Konseling yakni standar kemandirian peserta didik yang menjadi pengarusutamaan seluruh hasil pelayanan bimbingan dan konseling. Tujuan dasar evaluasi adalah menyampaikan keputusan tentang nilai dari objek yang dievaluasi. fasilitator. dan ketiga. Kedua. kolaborator. mengumpulkan informasi yang relevan dengan pelayanan bimbingan dan konseling.

sehingga akuntabilitasnya dapat dipertanggung jawabkan bimbingan dan konseling. pribadi dan sosial serta karir juga variabel penting lainnya. 2000). Sedangkan dalam pengertian intelektualnya berarti memperbaiki konsep-konsep pemikiran sistem pendidikan yang mutakhir. Bagaimana program konseling dilaksanakan? d. didefinisikan sebagai proses sistematis dalam mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang efisiensi. Bagaimana pengelolaan program? b. efektivitas. seperti: a. Objek Utama Evaluasi Bimbingan dan Konseling Sebuah pertanyaan yang tidak mudah dijawab adalah “Bagaimana Konselor menunjukkan bukti bahwa program bimbingan dan konseling telah memberikan perubahan di sekolah?” evaluasi program adalah salah satu proses yang dapat digunakanuntuk membantuKonselorsekolahdalam memberikan bukti ini. Salah satu alasan bahwa evaluasi program dipandang sebagai alat berharga bagi Konselor karena evaluasi dapat dianggap sebagai suatu jenis penelitian tindakan yang dimaksudkan untuk memantau dan meningkatkan program atau layanan bimbingan dan konseling yang diselengarakan. Ada beberapa pertanyaan kunci evaluasi program bimbingan dan konseling yang dapat membantu konselor. dapat direncanakan dan diimplementasikan oleh para praktisi bimbingan dan konseling. Bagaimana koordinasi dilakukan dengan pihak lain? 153 . Bagaimana konsultasi oleh guru bimbingan dan konseling? e. serta dapat digunakan untuk mengkomunikan dampak program dan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap pencapaian prestasi siswa dalam bidang akademik/belajar. dan dampak dari program dan layanan (Boulmetis &Dutwin. terutama pengarusutamaan (mainstraim) perkembangan kemandirian siswa. 5. Bagaimana program bimbingan dilaksanakan? c. Menurut konteks pengertian pribadi. Evaluasi program merupakan penelitian terapan. Evaluasi dapat dilakukan pada skala yang lebih kecil. evaluasi penting untuk memberikan dasar bagi penghargaan diri konselor.usaha pendidikan yang paling dibutuhkan saat ini dan yang akan datang.

Evaluasi personil ditambah evaluasi program sama dengan evaluasi hasil. bagaimana mereka berhubungan dan berinteraksi satu sama lain akan menjadi lebih penting lagi. ketiga adalah evaluasi hasil. Setiap jenis evaluasi itu penting. evaluasi program. berfokus pada dampak kegiatan dan pelayanan bimbingan dan konseling bagi siswa. 154 . Tiga jenis evaluasi diperlukan konselor untuk menunjukkan bahwa pekerjaan mereka dalam kerangka program bimbingan dan konseling komprehensif serta memberikan kontribusi untuk keberhasilan siswa secara keseluruhan. review terhadap status program kaitannya dengan standar program yang ditetapkan untuk memastikan sejauh mana program dilaksanakan. sekolah. Ketika seorang guru bimbingan dan konseling memiliki komptensi yang dijelaskan diatas. Personel sebuah program harus melakukan pekerjaan program. Evaluasi Kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor Agar kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor efektif. dan program tersebut harus berfungsi penuh untuk mencapai hasil yang diinginkan. pribadi. dan berkomitmen terhadap perubahan dan perkembangan diri. Bagaimana standar professional guru bimbingan dan konseling? Evaluasi kinerja guru bimbingan dan konseling menjadi bagian penting dari evaluasi program bimbingan dan konseling komprehensif.f. Konselor harus memiliki kemampuan komunikasi yang efektif dengan orang lain dari semua level dan latarbelakang suku yang berbeda. Pertama. 6. Konselor semakin dituntut untuk menunjukkan bahwa pekerjaan mereka memberikan kontribusi atas keberhasilan siswa. Kedua. baik dibidang akademik. Bagaimana sikap professional guru bimbingan dan konseling? h. menampilkan sikap penerimaan dan optimis terhadap potensi siswa dan percaya bahwa siswa dapat berubah ke arah yang positif. Bagaimana penilaian kebutuhan (need assessment) dilakukan? g. guru bimbingan dan konseling atau konselor harus memiliki karakteristik kepribadian sebagai berikut: hangat dan penuh pemahaman. Terakhir. maka kemungkinan memiliki program bimbingan dan konseling yang efektif akan meningkat. evaluasi personil. soaial dan karir. dan masyarakat. menggambarkan cara konselor disupervisi dan dievaluasi.

Guru bimbingan dan konseling menggunakan kompetensi managemen program dalam komponen dukungan sistem pada program bimbingan dan konseling komprehensif. dalam memberikan bimbingan. atau pada masalah yang mengganggu perkembangan akademis. Bidang Konseling. a. Delapan bidang berikut merupakan tanggungjawab seorang guru bimbingan dan konseling profesional. Konselor secara proaktif membantu siswa untuk mengembangkan dan mengaplikasikan keterampilan untuk pencapaian pendidikan karir. b. berfokus pada pribadi. sumber daya fisik. pribadi. c. Managemen program menuntut personel yang terorganisir. konseling adalah intervensi yang diberikan kepada dasar dan perncanaan individual dalam program bimbingan dan konseling seluruh siswa yang membutuhkannnya. Bidang Bimbingan. Konselor berkolaborasi dengan yang lainnya untuk menentukan keseimbangan diantara empat komponen tersebut untuk memenuhi kebutuhan siswa dan komunitas sekolah. pribadi dan 155 . mengimplementasikan. mengevaluasi dan mengadvokasi program bimbingan perkembangan komprehensif termasuk 4 komponen berikut (1) kurikulum bimbingan (layanan dasar). karir. Konselor menggunakan bimbingan untuk layanan menyediakan aktivitas pengembangan yang tepat melalui bidang komprehensif. dan pertumbuhan sosial selama sekolah dan setelahnya. Guru bimbingan dan konseling yang bekerja dalam lingkungan yang positif akan memiliki kebebasan untuk membuat kontribusi yang unik terhadap program pendidikan dan terhadap pertumbuhan dan perkembangan siswa. konselor merencanakan. Bidang manajemen (pengelolaan) program. (3) perencanaan individual (4) dukungan sistem. termasuk hubungan interpersonal yang baik dengan staf. prioritas dan objektivitas dalam rangka menjaga kontribusi program bimbingan dan konseling terhadap program pendidikan secara keseluruhan. dana yang memadai dan materi bimbingan. administrasi yang mendukung terhadap program bimbingan dan konseling. (2) layanan responsif. guru bimbingan dan konseling harus berada dalam lingkungan kerja yang postif. dan aktivitas dalam rangka memenuhi kebutuhan.Dalam rangka mengimplementasikan program dengan efektivitas yang optimal.

mengadvokasi siswa dan merupakan ahli profesional dalam membantu staf. f. Konselor menginterpretasi hasil tes dan data lainnya tentang siswa dalam mengambil keputusan. 7. Guru bimbingan dan konseling menggunakan kompetensi konselingnya dalam komponen layanan responsif pada program bimbingan dan konseling komprehensif. dan dukungan sistem 156 . Guru bimbingan dan konseling yang g. Konselor berfungsi sebagai konsultan. d. Pengembangan Standar Dan Kreteria Keberhasilan Seperti apa standar. Bidang Standar Profesional. karir. Perilaku profesional. sekolah. pribadi dan sosial. Bidang Koordinasi. orang tua dan komunitas sekolah lainnya dalam memahami perilaku individu dan hubungan diantara manusia. mengkoordinasikan personel dan sumberdaya yang ada di rumah.sosial. Bidang Asesmen. Bidang konsultasi. Guru bimbingan dan konseling yang profesional menggunakan standar yang profesional dalam semua komponen proram bimbingan dan konseling komprehensif. dan deskriptor kinerja konselor dalam program bimbingan dan konseling komprehensif? Untuk menggambarkan. Konselor mengumpulkan informasi yang relevan dari komunitas sekolah terkait dengan perkembangan dan kebutuhan siswa e. Deskripsi Standar managemen program: Standar 1 : merancang program bimbingan dan konseling komprehensif yang seimbang yang termasuk layanan dasar. kriteria. layanan responsif. dan komunitas untuk mendukung optimalisasi perkembangan siswa dalam bidang akademik. kriteria. berikut ini adalah dua contoh standar. perencanaan individual. petugas administrasi. Konselor sebagai koordinator. h. Bidang profesional menerima tanggung jawab untuk selalu mengembangkan profesionalitasnya melalui usaha yang berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensinya. dan beberapa deskripsi berdasarkan pedoman evaluasi kinerja konselor.

Berkolaborasi dengan komponen sekolah lainnya 5. Deskripsi Bidang Bimbingan Standar 1 Standar 2 Standar 3 : Merencanakan kelompok materi yang terstruktur : Memberikan kelompok materi yang efektif dan diberikan pada layanan dasar : Melibatkan siswa. Standar 7 : Mengadvokasi program Bimbingan dan Konseling komprehensif. terstruktur yang 157 . memonitor dan mengelola perkembangan akademis siswa. Standar 2 Standar 3 Standar 4 Standar 5 : Implementasi program : Evaluasi dan pengembangan berkelanjutan : Pengembangan area kontent program : pengelolaan personel dan sumber daya Standar 6 : Kolaborasi guru bimbingan dan konseling dengan personel sekolah. Standar 4 : Membimbing siswa secara individu dan kelompok beserta orang tua dalam merencanakan. sekolah dan komunitas sekolah 3. orang tua. Merancang prioritas program bimbingan 2. masyarakat danlain-lain. Mendapatkan dukungan dana bagi pelaksanaan program. orang tua dan yang lainnya untuk mempromosikan implementasi bimbingan klasikal. siswa.Deskripsi : 1. Penilaian terhadap kebutuhan siswa. Membuat tujuan program 4. guru.

remedial atau konseling krisis Standar 2 : Menggunakan teori yang dapat diterima dan tekhnik yang efektif untuk membantu perkembangan kelompok. Standar 3 : kolaborasi dalam mengadvokasi individu siswa dan kelompok siswa tertentu. pencegahan. Deskripsi Bidang Konsultasi Standar 1 : Berkonsultasi dengan orang tua. Deskripsi bidang konseling Standar 1 : Menggunakan teori yang dapat diterima dan tekhnik yang efektif untuk membantu perkembangan individu.Standar 5 : Membimbing siswa secara individu dan kelompok beserta orang tua dalam merencanakan. pencegahan. remedial. personel sekolah. 158 . orang tua dan komunitas sekolah lainnya untuk membantu memahami perkembangan siswa. lingkungan sekolah dan hubungan antara manusia. memonitor dan mengelola perkembangan pribadi sosial siswa. dan komunitas sekolah lainnya dalam rangka membantu meningkatkan efektifitas pendidikan siswa. memonitor dan mengelola perkembangan karir siswa Standar 6 : Membimbing siswa secara individu dan kelompok beserta orang tua dalam merencanakan. perilaku individual. Standar 7 : Menggunakan teori dan teknik yang efektif untuk mempromosikan perkembangan siswa dalam bidang karir. Standar 2 : Berkonsultasi dengan personel sekolah. akademis. atau konseling krisis. pribadi dan sosial.

rumah dan komunitas lainnya untuk mendukung kesuksesan siswa. Standar 3 : Menjaga hubungan yang profesional diantara petugas administrasi. Deskripsi Bidang penilaian siswa (assessment) Standar 1 : Menggunakan standar yang profesional.2. 159 . Deskripsi Bidang Koordinasi Standar 1 : Mengkoordinir orang dan sumber lainnya di sekolah. Standar 2 : Menggunakan proses yang efektif ketika mereferal siswa. dan anggota komunitas sekolah. legal dan etis dalam melakukan penilaian (assessment) Standar 2 Standar 3 : Menginterpretasi hasil tes : Memberikan pemahaman mengenai hasil tes dan data penilaian lainnya kepada personel sekolah dan orang tua. dan prosedur di sekolah. Bidang Standar Profesional Standar 1 Standar 2 : Mendukung standar yang legal termasuk kebijakan sekolah : Mendukung standar. personel sekolah. aturan. termasuk komitmen untuk mengembangkan profesionalitas. guru. Bidang tindakan Profesional Standar 1 : Menunjukan profesionalisme. Standar 2 : Mengadvokasi lingkungan sekolah yang memberikan pemahaman dan penghormatan terhadap perbedaan.

Standar 3 : Berkomitmen terhadap standar profesional terbaru dalam hal kompetensi dan praktek. komunikasi dan hubungan interpersonal yang profesional. menggunakan strategi pembelajaran yang efektif. Standar 4 Standar 5 Standar 6 : Mengikuti standar etik organisasi profesi : Menunjukan kinerja yang profesional dan bertanggungjawab : Menggunakan keterampilan menulis.  Pengembangan Standar Dan Kreteria Keberhasilan Seperti apa standar. bekerja sama dengan atau membantu guru dalam mengembangkan unit pengajaran dan/atau bimbingan secara efektif. Kriteria. 3. kriteria. Konselor profesional mendorong keterlibatan staf sekolah untuk memastikan pelaksanaan pelayanan dasar efektif KRITERIA Konselor profesional mengajarkan unit bimbingan secaraefektif. 2. … dst … Konselor profesional: 1. dan deskriptor kinerja Konselor dalam program Bimbingan dan Konseling komprehensif? Untuk menggambarkan. Tabel 4. kriteria. 160 . dan beberapa deskripsi berdasarkan pedoman evaluasi kinerja Konselor. 1. menetapkan suatu lingkungan belajar yang kondusif bagisiswa melalui penggunaan manajemen kelas yang efektif. mengatur unit bimbingan yang harus dikuasai siswa berdasarkanpada kebutuhan siswa. dan Deskriptor Kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor STANDAR Konselor profesional menerapkan Komponen Kurikulum Bimbingan (Layanan Dasar) melalui penggunaan keterampilan pembelajaran yang efektif dan perencanaan sesi kelompok terstruktur yang cermat untuk semua siswa. berikut ini adalah dua contoh standar. DESKRIPTOR Konselor profesional: 1.1 Standar. (catatan: standar ini untuk program bimbingan kelas/kelompok).

Evaluasi Proses dan Hasil Pelayanan Bimbingan dan Konseling Evaluasi program adalah prosedur yang digunakan untuk menentukan sejauh mana program bimbingan dan konseling komprehensif berfungsi sepenuhnya. Layanan konseling individu tersedia untuk semua siswa yang mungkin mengalami masalah yang mengganggu perkembangan pribadi. dan karier mereka. kriteria. Sementara evaluasi sumatif dari proses evaluasi kinerja konselor ada pada akhir 8. dan deskripsi di program bimbingan dan konseling. belajar. sosial. akademik. kriteria. belajar. 3. menyediakan pelatihan in-service bagi guru mata pelajaran yang berhubungan dengan bimbingan dan metode pembelajaran dan bimbingan. … dst … Untuk mengukur pencapaian kriteria konseling individual digunakan skala 5: 1 2 3 4 5 Implementasi Siswa memiliki akses untuk memperoleh layanan responsif yang membantu mereka dalam menangani isu-isu dan masalah yang dapat mempengaruhi perkembangan pribadi. berfungsi sebagai resources tentang bahan yang memadai untuk unit-unit bimbingan yang diajarkan. Implementasi Implementasi Awal Parsial Penuh Untuk mengukur pencapaian kriteria konseling kelompok kecil digunakan skala 5: 1 2 3 4 5 Implementasi Implementasi Awal Parsial Implementasi Penuh Evaluasi konselor dengan menggunakan standar.STANDAR KRITERIA DESKRIPTOR 2. dan karir. sosial. sosial. 4. dan deskriptor harus ditemukan dalam dokumen pedoman evaluasi formatif dan sumatif. Pengembangan profesional berkelanjutan dan prosedur supervisi menggunakan standar. Konseling kelompok kecil tersedia untuk semua siswa yang mungkin mengalami masalah yang mempengaruhiperkembangan pribadi. atas merupakan bagian dari evaluasi formatif. dan karier mereka. Penilaian dibuat tentang status program dengan menggunakan standar evaluasi program dan kriteria yang bersumber langsung dari bahasa kerangka program 161 .

Kita dapat menggunakan evaluasi program untuk menentukan apakah program Bimbingan dan Konseling sekolah kita telah memenuhi standar dan kriteria sebagaimana telah ditetapkan. selanjutnya skala dibuat untuk setiap kriteria yang dapat berkisar dari 5 sampai 6 atau 7 poin. Kadang-kadang pedoman skoring disediakan sehingga mampu menjelaskan apa yang harus evaluator perhatikan dalam setiap titik skala. Apakah evaluasi 162 . Standar 2: Siswa memiliki akses untuk memperoleh layanan responsif yang membantu mereka dalam mengatasi masalah dan kecemasan yang dapat mempengaruhi perkembangan pribadi. Setelah standar dan kriteria dipilih yang sepenuhnya mewakili program bimbingan dan konseling komprehensif. 2006). Kriteria 1: Konseling kelompok kecil tersedia untuk semua siswa yang mungkin mengalami masalah yang mengganggu perkembangan kesehatan mereka. Sebuah panduan skoring juga dapat mencakup contohcontoh bukti yang evaluator harapkan temukan bersama dengan dokumentasi yang diperlukan untuk menunjukkan sejauh mana standar dan kriteria telah dipenuhi. sosial. Kecukupan standar dan kriteria evaluasi program diperlukan untuk memastikan bahwa panduan program bimbingan dan konseling komprehensif lengkap dan sepenuhnya diwakili oleh standar dan kriteria tersebut. berikut ini adalah contoh standar dengan beberapa contoh kriteria. Kriteria 1: Layanan konseling individu tersedia untuk semua siswa yang mungkin mengalami masalah yang mengganggu perkembangan yang sehat mereka. Seperti apa standar evaluasi program teresebut? Untuk menggambarkan. dan karir mereka. akademik. dikembangkan skala7 poinsebagai berikut: 1 Mulai Dilaksanakan 2 3 4 5 6 7 Sebagian Dilaksanakan Sepenuhnya Dilaksanakan Kapan dan seberapa sering kita harus melakukan evaluasi program bergantung pada tujuanyang ingin dicapai.bimbingan dan konseling komprehensif (Gysbers & Henderson. Untukmenilaisejauh manasetiap kriteriadi atas dicapai.

nilai rata-rata. nilai tes prestasi belajar. Dokumen-dokumen ini berisi hasil yang direncanakan untuk mencapai. kegiatan atau layanan yang akan digunakan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Perubahan positif dalam hal-hal di atas diantisipasi sebagai hasil dari partisipasi siswa dalam program bimbingan dan konseling komprehensif. akan mampu melihat apakah program yang telah ditetapkan mampu dilaksanakan dengan baik. bagaimana desain evaluasi yang akan digunakan. Terhadap setiap pelayanan yang kita gelar.program dilakukan tahunan atau berkala. Evaluasi Hasil Evaluasi hasil merupakan prosedur yang digunakan untuk menjawab pertanyaan “Apa dampak program bimbingan dan konseling komprehensif (kegiatan dan layanan) terhadap keberhasilan dan kemandirian siswa. Sebuah rencana evaluasi hasil dapat difokuskan pada bimbingan khusus dan kegiatan konseling atau layanan yang dipilih sehingga hasil yang spesifik dapat diidentifikasi dalam rencana perbaikan komprehensif atas segala layanan bimbingan dan konseling. Sebuah rencana evaluasi 163 . seharusnya dilakukan evaluasi. Hasil evaluasi program menunjukkan di mana kemajuan telah dibuat atau aspek apakah yang kurang menunjukkan kemajuan dari keseluruhan program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling komprehensif. bagaimana data akan dikumpulkan dan dianalisis. Hasil yang diharapkan harus sudah dibahas dalam rencana kegiatan bimbingan dan konseling untuk melakukan perbaikan pernyataan misi dan/atau rencana strategis bimbingan dan konseling. Disarankan bahwa konselor mengembangkan dan melaksanakan rencana evaluasi berbasis hasil sebagai bagian dari pelaksanaan keseluruhan bimbingan dan konseling komprehensif mereka. maka rencana perlu menyertakan hasil spesifik yang diinginkan. terutama pada prestasi akademik mereka? Hasil yang biasanya dibahas dalam evaluasi hasil meliputi tingkat kehadiran di kelas. dan jenis laporan yang bagaimana yang akan disiapkan dan kepada siapa akan disajikan. Jika pendekatan ini yang dipilih. kemampuan siswa dalam mengambil keputusan. dan perilaku siswa di kelas/sekolah. perilaku disiplin. bagaimana kegiatan atau layanan akan diberikan dan diberikan oleh siapa.

7. yaitu perilaku sebenarnya dari siswa yang diukur dengan tingkat kehadiran. Program ini memungkinkan kita untuk memasukkan data hasil dan melakukan berbagai prosedur statistik yang sesuai. misalkan data ainteligensi siswa. Data proses memberikan bukti bahwa kegiatan dan layanan bimbingan dan konseling benar-benar disediakan. dan 8. atau orang lain pikirkan atau rasakan tentang kegiatan dan layanan serta pekerjaan konselor. Etnis. Akhirnya. 6. Bahasa lisan di rumah. Jenis yang kedua adalah data persepsi. berbagai grafik dapat dibuat untuk menunjukkan hubungan dari data hasil evaluasi dengan hasil lainnya. Jenis kelamin. Status sosial ekonomi. bakat. 3. Salah satu penggunaan data tersebut untuk menunjukkan 164 . Pekerjaan (catatan program pekerjaan sepanjang sejarah hidup anak). Guru-guru yang pernah mengajarnya. orang tua. dan minat serta kepribadian siswa. Selain itu. Sebuah alat yang penting untuk analisis data hasil adalah program pencatatan hasil seperti Microsoft Excel. 5. tingkat kedisiplinan. rencana evaluasi hasil perlu menekankan bagaimana hasil data akan digunakan. Tingkat kelas. 2. kepala sekolah. dan untuk siapa diberikan. yang memberitahu kita apa yang siswa. Data hasil merupakan jenis ketiga. Dalam merancang rencana evaluasi hasil. Semua jenis data berguna dalam memastikan dampak program bimbingan dan konseling komprehensif terhadap perilaku siswa. 4. beberapa jenis data dapat digunakan. nilai rata-rata di kelas. guru. kapan diberikan. Pemerincian data merupakan langkah penting dalam analisis data karena memungkinkan kita untuk melihat jika ada siswa yang tidak melakukan sesuatu sebagaimana siswa lainnya. dan skor tes prestasi. Bidang umum untuk dirinci adalah sebagai berikut: 1.hasil juga dapat lebih fokus pada dampak luas bimbingan dan konseling ke seluruh program pendidikan sekolah. Jenis pertama adalah data proses yang menggambarkan kegiatan bimbingan dan konseling dan layanan apa. Pendidikan khusus yang pernah diterima.

Yang kedua adalah bagaimana data digunakan untuk meningkatkan program bimbingan dan konseling komprehensif saat ini. Jadi asesmen dan evaluasi terhadap program dan hasil bimbingan dan konseling akan sangat berguna untuk membuat dan meningkakan program bimbingan dan konseling sekolah. Instrumen Evaluasi Program Dan Hasil Tabel 4.kontribusi Konselor terhadap tujuan pendidikan seperti yang disajikan dalam rencana perbaikan komprehensif sekolah. 9.2 Contoh Instrumen Pengelolaan Program NO 1 Pernyataan Guru bimbingan dan konseling membuat rancangan program bimbingan dan konseling 2 Guru bimbingan dan konseling melaksanakan need assessment terhadap kebutuhan siswa 3 Guru bimbingan dan konseling melaksanakan need assessment terhadap kebutuhan sekolah 4 5 Guru bimbingan dan konseling membuat tujuan program Guru bimbingan dan konseling berkolaborasi dengan komponen sekolah lainnya dalam membuat tujuan program 6 Guru bimbingan dan konseling mengembangkan kalender tahunan 7 Guru bimbingan dan konseling menggunakan keterampilan organisasi yang efektif 8 Guru bimbingan dan konseling memilih aktivitas yang sesuai dengan prioritas kebutuhan siswa dan sekolah 9 Guru bimbingan dan konseling membuat rancangan program dengan waktu yang sesuai dan efektif Jawaban ya tidak 165 .

strategi dan aktivitas 13 Guru bimbingan dan konseling mengukur hasil bimbingan secara sistematis dan berkala 14 Guru bimbingan dan konseling merancang program yang memungkinkan siswa ikut terlibat aktif di dalamnya 15 Guru bimbingan dan konseling berkolaborasi dengan guru. prioritas dan praktek program bimbingan secara efektif dan akurat 20 Guru bimbingan dan konseling menginformasikan kepada siswa. 22 Guru bimbingan dan konseling mengevaluasi kinerja secara berkala 166 . guru.NO 10 Pernyataan Guru bimbingan dan konseling bertanggung jawab memberikan layanan kepada siswa sesuai dengan kbutuhannya Jawaban ya tidak 11 Guru bimbingan dan konseling menggunakan instrumen untuk mendapatkan informasi dari siswa 12 Guru bimbingan dan konseling menggunakan hasil evaluasi untuk memperkokoh tujuan. petugas administrasi dan komponen sekolah lainnya mengenai program bimbingan 21 Guru bimbingan dan konseling menghargai keahlian dan profesionalitas personel sekolah lainnya. petugas administrasi dalam menjalankan program 16 Guru bimbingan dan konseling mengevaluasi penguasaan siswa terhadap materi program bimbingan 17 Guru bimbingan dan konseling menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien 18 Guru bimbingan dan konseling menerima saran dengan fikiran terbuka 19 Guru bimbingan dan konseling menjelaskan filosofi.

NO 23 Guru bimbingan Pernyataan dan konseling menganalisis dan Jawaban ya tidak menginterpretasi data siswa 24 Guru bimbingan dan konseling merancang aktivitas yang dapat membantu siswa secara efektif 25 Guru bimbingan dan konseling menjaga sarana dan fasilitas yang tersedia 26 Guru bimbingan dan konseling menggunakan materi yang tepat dalam mengimplementasikan program 27 Guru bimbingan dan konseling membuat kesimpulan dari data yang didapatkan dari siswa 28 Guru bimbingan dan konseling membuat rekomendasi dari data yang didapatkan dari siswa 29 Guru bimbingan dan konseling memberikan dukungan terhadap guru bimbingan dan konseling baru (in-training) 30 Guru bimbingan dan konseling menjelaskan kontribusi yang dapat diberikan oleh personal sekolah Tabel 4.3 Contoh Instrumen perencanaan individual NO 1 Pernyataan Apakah terdapat proses yang sistematis yang dapat membantu siswa mengembangkan rencana belajarnya? 2 3 Apakah terdapat sistem perencanaan individual di sekolah Apakah terdapat sistem yang dapat melibatkan orang tua siswa? 4 Apakah guru bimbingan dan konseling melaksanakan aktivitas Jawaban ya tidak 167 .

...................NO Pernyataan penilaian (Need Assessmenet) Jawaban ya tidak 5 6 Apakah guru bimbingan dan konseling melaksanakan konsultasi Apakah siswa guru bimbingan dan konseling melaksanakan identifikasi tujuan karir jangka pendek dan jangka panjang bagi 7 Apakah guru bimbingan dan konseling membantu siswa dalam mendapatkan pendidikan karir 8 Apakah guru bimbingan dan konseling berkolaborasi dengan orang tua 9 Apakah guru bimbingan dan konseling membantu siswa dalam membuat rencana pribadi siswa yang direvisi paling tidak setahun sekali 10 Apakah tersedia prosedur dalam proses perencanaan individual D............................... 168 ........ perencanaan individual...................................... Deskripsi: a) ............... dan dukungan sistem”........................................................................... LATIHAN Di bawah ini terdapat standar-standar yang harus dicapai dari masing-masing bidang.. b) ....................... buatlah deskripsi dari standar-standar tersebut! 1) Bidang Manajemen Program Standar 1 “Merancang program bimbingan dan konseling komprehensif yang seimbang meliputi layanan dasar................... c) ......................... layanan responsif................................... d) .........................................................

............... c) ..................................... d) ..... Standar 2 “Mengimplementasikan program yang telah dirancang”....................................................................................................... e) .............. f) Dst..... d) ...................... Deskripsi: a) ............................... f) Dst........................................................... Deskripsi: a) .............................................................. f) Dst...................................................................................................................... b) ...............................................................e) .................................................................................. 169 ........................................................................ c) ........... e) ........................................................................................................................................... Standar 3 “Evaluasi dan pengembangan berkelanjutan”............................... b) ........................................................................

................ d) ............ orang tua dan yang lainnya untuk mempromosikan implementasi bimbingan klasikal”........................................................................................ c) ...............................2) Bidang Bimbingan Standar 1 “Merencanakan kelompok materi yang terstruktur”.......................................... e) ......................................................................................................................................... f) Dst............................................................ 170 ... e) ...................................... c) ..... Deskripsi: a) . Deskripsi: a) .... f) Dst.............................................. Standar 2 “Memberikan kelompok materi yang efektif dan terstruktur yang diberikan pada layanan dasar”....................................................................................... d) .................... b) ............................................... Deskripsi: a) ........ Standar 3 “Melibatkan siswa..................................................................................................................................................... guru.............................................................................................................................. b) .......................

e) Dst... b) . e) ............ c) ............................................................ Deskripsi: a) .............................................................................................................................................................................................................. 3) Bidang Konseling Standar 1 “Menggunakan teori yang dapat diterima dan tekhnik yang efektif untuk membantu perkembangan individu............................................................................... c) ........................................................................... f) Dst.............................. 4) Bidang Konsultasi Standar 1 “Berkonsultasi dengan orang tua. pencegahan.................................................................................................................................. b) ..... Deskripsi: a) ............. c) ...... d) ............................................................................................................................................................b) .................................... dan komunitas sekolah lainnya dalam rangka membantu meningkatkan efektivitas pendidikan siswa”........... 171 ........................................... d) ................................. remedial atau konseling krisis”.......................................... personel sekolah..

............. Deskripsi: a) ........ 6) Bidang Penilaian Siswa (Assessment) Standar 1 “Menggunakan standar yang profesional............................................................................................................... e) ..d) ......................... c) ................................................... 172 ........ e) ....................................................................... f) Dst......................................................................................................................................................................................................................................................... Deskripsi: a) .................................................................................... rumah dan komunitas lainnya untuk mendukung kesuksesan siswa”........... c) .... legal dan etis dalam melakukan penilaian (asessment)”.......................... d) ........ d) .... b) .......... 5) Bidang Koordinasi Standar 1 “Mengkoordinir orang dan sumber lainnya di sekolah.................................................................................................................................................................... b) ................................................................................. f) Dst............

......................... 7) Bidang Tindakan Profesional Standar 1 “Menunjukan Deskripsi: a) ....................... b) .............. e) Dst.............................................................................................. termasuk komitmen untuk mengembangkan profesionalitas”.................................... c) ................................................................... e) Dst...................................................................................................................................................... 8) Bidang Profesional Standar 1 “Mendukung standar yang legal termasuk kebijakan sekolah”.................................................................................. Deskripsi: a) .........e) ............ d) ............... f) Dst.................................. d) .. c) ...................................................................................... 173 .............................................................................................. profesionalisme......................... b) ....

................................................................ aturan..................................................................... d) .......................................................................................................... b) .................................................................................. Deskripsi: a) ....................................... dan prosedur di sekolah”............ c) ..................................... f) Dst........................................... b) ........ f) Dst........................................................... d) .. Deskripsi: a) .......................................................................................................................... Standar 3 “Berkomitmen terhadap standar profesional terbaru dalam hal kompetensi dan praktek”.................................................... e) ......... c) ............... 174 ........................................................................................................... e) .........Standar 2 “Mendukung standar......................

175 .

Jurusan BK FIP UNP Depdiknas. L. C. CA: Thomson Higher Education. Competencies in Assessment and Evaluation for School Counselor . Tesis tidak diterbitkan. & Kevin A. Kondisi Lingkungan. 2002. http://aace. Kratochwill. Malang: PPS UM Eko Susanto. 2005.F. Persepsi. Bimbingan dan Konseling Berbasis Kompetensi. R. New York: Routledge. International Journal for The Advancement of Counseling. Landreth.F. Bahan Pelatihan Sertifikasi Tes bagi Konselor Pendidikan. Gerald. 2007. 2006. Theory and Practice of Counseling and Psychotherapy . Theory & Practice of Group Counseling. dalam Mamat Supriatna.E. 2011. Robert. CA: Brooks/ Cole Cronbach. Group Counseling Concepts and Procedures. Locus of Control.W.R. Pengembangan Instrumen dan Program Analisis Sosiometri untuk Bimbingan dan Konseling di Sekolah (Studi pada SMP dan SMA di Kota Padang). Gerald. Assessment of secondary school student needs in Kwara State. Laporan Penelitian (Tidak diterbitkan). New York: Elsevier Science 176 .H. Padang.. San Fransisco: Jessev-Base. 7: 147-157. UNP Elliot. Kegiatan Belajar dan Prestasi Belajar Mahasiswa Universitas Negeri Padang.DAFTAR PUSTAKA AACE. & Travers. Garry L. Pengembangan Instrumen Asesmen Perkembangan Siswa. 1984. Educational Psychology. 2000. Madison: Brown & Benchmark Furqon dan Yaya Sunarya. 2011.ncat. Belmont.edu Ahia. 2003. Littlefield. Daharnis. Belmont. S. Daharnis. Pengembangan Tes Lokal. Design Evaluation of Educations & Social Program . 2009. Hanbook of Psychological Assesment. Jakarta: Rajawali Press Gerald Goldstein & Michel Hersen (eds). B. Corey.J. 2011. Pembelajaran. Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling . T. 1963. J. Fourth Edition. 2011. 2012. Disertasi tidak diterbitkan. Jakarta: Depdiknas Djoemadi Darmodjo. Hubungan Aspirasi. Angkatan dan Status Masuk dengan Kegiatan Belajar Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP UNP. Fall. Jakarta: Depdiknas Depdiknas. Nigeria. Berg. 2004. & Bradly. Hubungan Sejumlah Karakteristik Mahasiswa... 1996. J. Rambu-rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Malang: Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Madison Avenue. Corey.

2005. 2003. Henderson. 2010. 2006. Hoskins. Materi Pelatihan bagi Psikiater Februari sd Mei 2007 di PPS UM Malang Kelly Coker J. Hubungan Persepsi Siswa tentang Penerapan High-Touch oleh Wali Kamar dengan Penyesuaian Diri Siswa di Asrama serta Implikasinya dalam Bibingan dan Konseling di SMP Pesantren Modern Terpadu Prof. and Eric Hall . Developing and Managing your School Guidance and Counseling Program (4th Ed). 2004. Louis. Padang: Universitas Negeri Padang. Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru (Buku 2): Penilaian Kinerja Guru (PK GURU). Raka. 2007. Comprehensive Guidance and Counseling Program Evaluation: Program + Personnel = Results . Gysbers. and Patricia Henderson.. Article Hornby. Norman C.. Limas Sutanto. 2010. and Wendy J. Astramovich. A version of this article was presented at the ACES/ASCA School Counseling Research Summit on June 28–29. Hamka Kabupaten Padang Pariaman. Carol Hall. New York: Brunner-Routledge Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 03/V/Pb/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar isi Permendiknas Nomor 27 tahun 2008 Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor 177 . dan P. Triyono. Padang. C. London: Routledge Falmer ILO. A. Praktik Instrumentasi dalam Konseling. T.Brown. in St. A lexandria. Garry. Introducing the Accountability Bridge Model: A Program Evaluation Framework for School Counselors. Dr. N.2003. Norman C. Joni. Randall L. Counselling Pupils in Schools: Skills and strategies for teachers New Fetter Lane. Panduan Pelayanan Bimbingan Karir Bagi Guru Bimbingan Konseling/Konselor pada Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah . Jakarta: Kemendiknas Mudjiran dkk. Second Edition. 2003. Article Kemendiknas. MO. Padang: UNP Muri Yusuf . Tesis (Tidak diterbitkan). 2011. UNP Nina W. Metodologi Penelitian. 2011. Penajaman Teknik Konseling dan Psikoterapi. Gysbers. Jakarta: Organisasi Perburuhan Internasional Imam Hanuji. VA: ACA. Psychoeducational Groups: Process And Practice.Gysbers. Comprehensive Guidance and Counseling Programs:The Evolution of Accountability.

2011.. Prayitno.dkk. Rudisill.S. Effective Interviewing: A Handbook of Skills and Techniques. Carrie Mason-Sears. 2004. Manajemen dalam Bimbingan dan Konseling . New Jersey : John Wiley & Sons. 2004. 2003. London: Clays Ltd.M Sri Hastuti. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor.C. 2002.Winkel & M.Surabaya: Usaha Nasional 178 . Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Andi Syaifuddin Azwar. And Our Environment. 2010. Pemahaman Individu. S. Jakarta: Bina Sumber Daya MIPA. Model Pengembangan Diri. Padang: UNP Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. U. Jenis Layanan dan Kegiatan Pendukung Konseling . 2004. Rosemary A.Prayitno. Consultation Skills for Mental Health Professionals. 2008. Counseling Techniques: Improving Relationships With Others. Thompson. Boston: Houghton Mifflin Company Suherman.1993. Draft Belum Diterbitkn Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional W. Pengembangan Alat Ukur Psikologis. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. W. Fundamental of Guidance. Jakarta: Puskur Robert Edenborough. Bandung: Madani Sumadi Suryabrata. Seri Pemandu Pelaksanaan Pelayanan Bimbingan dan Konseling di SMK. Madison Avenue. New York: Routledge Sears. 2006. Hoboken. Richard. 1981. Inc. Shertzer. Asesmen dan Pemahaman Individu. & Stone. Ourselves. 2010. Our Families. John R. 2012.. Yogyakarta: Media Abadi Wayan Nurkancana. B.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful