BAB I ASESMEN DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING

A. PENGANTAR Bimbingan dan konseling merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan pada setiap jenis, tingkat dan satuan pendidikan. Penyelenggara utama bimbingan dan konseling adalah guru bimbingan dan konseling (BK) atau konselor. Berbagai ketentuan, aturan dan pedoman resmi tentang keberadaan dan pelaksanaan tugas guru BK atau konselor, antara lain dapat dirujuk pada Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar isi, Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru, Permendiknas Nomor 27 tahun 2008 Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor, Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru Dan Angka Kreditnya, Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 03/V/Pb/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya dan Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru (PK Guru) yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 2010 (Buku 2: Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru). Penyelenggaraan tugas guru BK harus didukung oleh sejumlah kompetensi yang dapat dikelompokkan ke dalam empat kompetensi utama dengan segenap penjabarannya, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi profesional, dan kompetensi kepribadian. Salah satu kompetensi profesional guru bimbingan dan konseling atau konselor adalah menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli (Permendiknas Nomor 27 tahun 2008). Uraian dan pembahasan pada bab ini dimaksudkan untuk meningkatkan sebagian dari kompetensi tersebut, dan terutama untuk penerapannya dalam penyelenggaraan pelayanan konseling di sekolah.

BIMTEK GURU BK SMK 2012

1

B.

KOMPETENSI, SUB KOMPETENSI DAN INDIKATOR Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor (SKAKK) dikemukakan salah satu kompetensi profesional konselor adalah menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli. Sedangkan penjabaran dari kompetensi tersebut adalah: 1. menguasai hakikat asesmen 2. memilih teknik asesmen, sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling 3. menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling 4. mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalah-masalah konseli 5. memilih dan mengadministrasikan teknik asesmen pengungkapan kemampuan dasar dan kecenderungan pribadi konseli 6. memilih dan mengadministrasikan instrumen untuk mengungkapkan kondisi aktual konseli berkaitan dengan lingkungan 7. mengakses data dokumentasi tentang konseli dalam pelayanan bimbingan dan konseling 8. menggunakan hasil asesmen dalam pelayanan bimbingan dan konseling dengan tepat 9. menampilkan tanggung jawab profesional dalam praktik asesmen Berpedoman pada isi program yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah, Direktorak Jenderal Pendidikan Menengah Subdit PTK SMK yang lebih mengarah pada bimbingan teknis (Bimtek), dan berdasarkan arahan dari Direktur Pembinaan PTK Dikmen, kompetensi yang menjadi fokus dalam Bimtek ini adalah berkenaan dengan pengembangan instrumen, pemilihan instrumen, penggunaan instrumen, himpunan data, dan pelaporan. Merujuk pada Buku 2 Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru, khusus untuk guru BK, indikator yang hendak dicapai dalam bimtek ini adalah sebagai berikut. 1. Guru BK/Konselor dapat mengembangkan instrumen nontes (pedoman wawancara, angket, atau format lainnya) untuk keperluan pelayanan BK. 2. Guru BK/Konselor dapat mengaplikasikan instrumen nontes untuk mengungkapkan kondisi aktual peserta didik/konseli berkaitan dengan lingkungan. 3. Guru BK/Konselor dapat memilih jenis asesmen (Instrumen Tugas Perkembangan/ITP, Alat Ungkap Masalah/AUM, Daftar Cek Masalah/DCM, atau instrumen non tes lainnya) yang sesuai dengan kebutuhan layanan bimbingan dan konseling. 4. Guru BK/Konselor dapat mengadministrasikan asesmen (merencanakan, melaksanakan, mengolah data) untuk

BIMTEK GURU BK SMK 2012

2

mengungkapkan potensi, kebutuhan, dan masalah peserta didik/konseli 5. Guru BK/Konselor dapat menampilkan tanggung jawab profesional sesuai dengan azas BK (misalnya kerahasiaan, keterbukaan, kemutakhiran, dll.) dalam praktik asesmen. C. MATERI 1. Pengembangan instrumen a. Data yang dikumpulkan Program bimbingan dan konseling harus disusun berdasarkan analisis data dan kebutuhan peserta didik/konseli. Untuk itu diperlukan data yang akurat dan memadai berkenaan dengan diri, potensi, kebutuhan dan permasalahan serta lingkungan konseli. Analisis data dan kebutuhan didahului dengan pengumpulan data dan need assessment dengan menggunakan berbagai instrumen. Banyak data yang diperlukan untuk penyusunan program bimbingan dan konseling. Data tersebut antara lain adalah identitas diri, keluarga, riwayat kesehatan, riwayat pendidikan, kecerdasan, bakat, minat, kepribadian, pengalaman dan lingkungan sosial, harapan dan cita-cita, hobi dan kebiasaan, serta masalah-masalah dan kebutuhan (Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor,2010). Menurut Furqon dan Yaya Sunarya (2011), data yang diperlukan untuk penyelenggaraan bimbingan dan konseling dapat dibedakan menjadi empat kelompok data, yaitu data pribadi, data kelompok, data umum, dan data khusus. Data pribadi adalah data atau keterangan secara lengkap dan menyeluruh yang menyangkut diri masing-masing siswa secara individual (perorangan), antara lain data identitas pribadi, keadaan fisik, data keluarga, riwayat pendidikan sebelumnya, dan riwayat kesehatan. Data kelompok menyangkut aspek tertentu dari sekelompok siswa, seperti gambaran menyeluruh tentang prestasi belajar siswa dalam satu kelas, hasil sosiometri, laporan penyelenggaraan hasil belajar kelompok, penyelenggaraan dan isi bimbingan dan konseling kelompok. Data umum (data lingkungan) merupakan data atau keterangan yang tidak secara langsung menyangkut diri siswa baik secara individual maupun secara kelompok, seperti informasi kesempatan mengikuti pendidikan dan pekerjaan, informasi keadaan lingkungan fisik-sosial-budaya. Sedangkan data khusus adalah keterangan tentang siswa dalam hal khusus, misalnya data tentang inteligensi, bakat, kebiasaan belajar, minat, hubungan sosial. Dikaitkan dengan fungsi pemahaman, data yang perlu dipahami dalam penyelenggaraan bimbingan dan konseling antara lain adalah kondisi diri, lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan masyarakat, informasi pendidikan dan pekerjaan (Prayitno, dkk., 2004; Tim Penyusun Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling, 2004). Di samping itu, W.S. Winkel dan M.M. Sri Hastuti (2010)
BIMTEK GURU BK SMK 2012 3

sosial. efektif dan produktif b) kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial (di rumah. sikap dalam menghadapi permasalahan. keadaan emosi. (6) kondisi keluarga dan lingkungan. kebiasaan. serta penyaluran dan pengembangannya kelemahan diri dan upaya penanggulangannya kemampuan mengambil keputusan dan pengarahan diri kepribadian (kepemimpinan. (2) riwayat sekolah/pendidikan: seluruh jenjang pendidikan yang telah ditempuh termasuk lamanya. data yang diperlukan untuk pelayanan bimbingan dan konseling sebagai berikut. (6) minat terhadap bidang studi dan bidang pekerjaan tertentu. meliputi: a) kemampuan berkomunikasi serta menerima dan menyampaikan pendapat secara logis. nilai kehidupan. karakter. secara umum data atau keterangan yang diperlukan adalah (1) kebiasaan dan sikap dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. (3) taraf prestasi yang mempunyai kaitan dengan perencanaan pendidikan lanjutan dan penentuan pekerjaan/jabatan. Apabila dikelompokkan untuk setiap bidang pengembangan siswa (pribadi. suasana kehidupan dalam keluarga. (7) pengalaman di luar sekolah. (2) kondisi mental dan fisik siswa. Prayitno. seperti temperamen. (4) kemampuan intelektual dan kemampuan akademik. (2004). keterampilan dan kemampuan belajar. Furqon dan Yaya Sunarya (2011). meliputi: kebiasaan dan sikap dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa pengenalan dan penerimaan perubahan. dkk. tanggung jawab. 1) a) b) c) d) e) f) g) 2) Data untuk pengembangan pribadi. sikap.mengelompokkan data yang diperlukan untuk pelayanan bimbingan dan konseling adalah (1) latar belakang keluarga (data tentang orangtua. (3) lingkungan dan hubungan sosial. (8) ciri-ciri kepribadian khusus. gangguan pada alat indra. (9) kesehatan jasmani antara lain kesehatan pada umumnya. watak. Depdiknas (2007). (5) informasi karir dan pendidikan. bakat dan minat. kesulitan-kesulitan yang dialami. penyakit yang pernah diderita. emosi. ILO (2011). (5) bakat khusus. saudara-saudara. taraf ekonomi keluarga. Ditinjau dari tujuan penyelenggaraan aplikasi instrumentasi dalam bimbingan dan konseling. belajar dan karir). sosiabilitas) perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat Data untuk pengembangan sosial. sekolah dan masyarakat) dengan menjunjung tinggi BIMTEK GURU BK SMK 2012 4 . (4) tujuan. pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikis yang terjadi pada diri siswa pengenalan tentang kekuatan diri. hubungan sosial.

di lingkungan sekitar dan masyarakat pengenalan dan pengamalan pola hidup sederhana yang sehat dan diterima lingkungan sosial kemampuan bergotong royong. d) kegiatan dan disiplin belajar serta berlatih secara efektif. tempat latihan/magang dan lingkungan belajar h) potensi diri (kemampuan. dunia kerja dan upaya memperoleh penghasilan d) informasi lembaga-lembaga keterampilan. setiap faktor tersebut berinteraksi dan saling terkait satu dengan yang lainnya. dsb. dan latihan/keterampilan kejuruan f) motivasi belajar g) pengenalan dan pemanfaatan kondisi fisik. meliputi: a) pengenalan akan tujuan dan manfaat belajar b) sikap dan kebiasaan belajar. bakat. Dari berbagai sumber. kepribadian. minat) i) orientasi belajar di perguruan tinggi j) fasilitas belajar dan pemanfaatannya 4) Khusus untuk pengembangan kegiatan belajar. 2011) merangkum berbagai faktor yang mepengaruhi proses dan hasil belajar. minat. kondisi diri dan sosial ekonomi terkait dengan pekerjaan/karir b) pilihan dan latihan keterampilan c) orientasi karir. Data untuk pengembangan karir. meliputi: kemampuan. efisien. mengerjakan tugas atau PR. bertanya/menjawab/menanggapi. dan produktif e) penguasaan materi pelajaran. BIMTEK GURU BK SMK 2012 5 . bakat. adapt istiadat dan kebiasaan yang berlaku hubungan dengan teman sebaya (di sekolah dan di masyarakat) penerimaan sosial oleh teman di sekolah pemahaman dan pelaksanaan disiplin dan peraturan sekolah. perlu juga dipertimbangkan data berkenaan dengan berbagai faktor yang berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar. mempesiapkan diri untuk belajar dan ujian. praktik dan magang c) keterampilan belajar. seperti mencatat materi pelajaran. sosial dan budaya di sekolah. dunia kerja dan industri sesuai dengan pilihan pekerjaan dan arah pengembangan karir Data untuk pengembangan kegiatan belajar. norma dan nilai-nilai agama. baik internal maupun eksternal. di rumah. menyarikan bacaan/membaca efektif. di tempat praktik/magang. Daharnis (2005.c) d) e) f) g) 3) a) tatakrama.

perhatian. antara lain: a. kematangan dan kesiapan i. antara lain: BIMTEK GURU BK SMK 2012 6 . cacat tubuh/fisik Sedangkan faktor eksternal yang cukup besar pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar mahasiswa dapat ditinjau dari segi 1. konsentrasi k. penguasaan keterampilan/pengetahuan dasar f. locus of control l. kemampuan dasar umum/inteligensi b. kondisi panca indra c. kondisi fisik b. kondisi sosial ekonomi keluarga (orangtua) c. kurikulum c. persepsi 2. disiplin g. ingatan n. tugas-tugas yang harus dikerjakan siswa k. Kondisi psikologis. pengelolaan pembelajaran l. Kondisi masyarakat. aspirasi dan cita-cita h. ketekunan j. teknik i. umpan balik dan reward 2. antara lain: a. suasana serta hubungan siswa dengan guru dan antar siswa f. metode h. bakat c. minat d. Kondisi fisiologis. motivasi serta perlakuan orangtua/anggota keluarga terhadap kegiatan belajar siswa/mahasiswa 1. sarana dan prasarana d. perhatian m. karakteristik guru dan personil lainnya e. penilaian m. kondisi tubuh pada umumnya dan kesehatan b. motivasi e. hubungan antar sesama anggota keluarga b. Kondisi sekolah. aspirasi dan persepsi angota keluarga terutama terhadap pendidikan d.Di antara faktor internal yang cukup besar pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar siswa/mahasiswa adalah: 1. antara lain: a. media j. Kondisi dalam keluarga. kegiatan/kebiasaan dan gaya belajar g. antara lain: a.

pergaulan dengan teman sebaya media masa d unia kerja nilai/norma masyarakat Interaksi dan saling keterkaitan faktor-faktor tersebut dapat dilihat pada gambar-gambar berikut.

a. b. c. d.

BIMTEK GURU BK SMK 2012

7

PRESAGE VARIABLES Karakteristik

Guru
• Kelas sosial • Umur • Jenis kelamin • Pendd.& Pengalaman • Inteligensi • Motivasi • Ket. mengajar • Kepribadian CONTEXT VARIABLES Karakteristik Siswa • • • • • • Kelas sosial Umur Jenis kelamin Kemampuan Pengetahuan Sikap Kondisi Masyarakat, Sekolah/kelas

PROCESS VARIABLES

Perilaku di kelas Perilaku Guru Perubahan Perilaku Siswa Perilaku Siswa
PRODUCT VARIABLES

Hasil Belajar

• dll.

Ukuran sekolah/kelas. • Fasilitas • Suasana
Gambar 1. Variabel-variabel yang berkaitan dengan kegiatan dan hasil belajar siswa (Diadaptasi dari Dunkin dan Biddle oleh Daharnis, 2005)

BIMTEK GURU BK SMK 2012

8

Karakteristik Guru • Kualitas • Pengalaman • Bakat • Pengt. tentang materi pelajaran • Pengt. tentang pengajaran • Nilai dan sikap • Ekspektasi • Kelas sosial • dll.

Karakteristik Siswa • Pengaruh kelas sosial, ras dan orangtua • Bakat dan pengetahuan • Nilai dan sikap • Ekspektasi • Aspirasi • Persepsi • Gaya belajar • dll.

• • • • • • • • •

Kondisi Sekolah Ukuran Sumber keuangan Ratio Guru-Siswa. Administarsi Pelayanan staf Fasilitas Lokasi Kelas sosial Komposisi ras, dll

Performasi pengajaran Guru

Perilaku Belajar Siswa

Hasil Belajar

Kondisi Sekolah • Org. & adm. • Organisasi pengajaran • Pengaruh kelompok sebaya • Ukuran kelas • Lingkungan, dll

Catatan: Menunjukkan hubungan kausal Menunjukkan hubungan, tetapi tidak hubungan kausal

Gambar 2. Variabel-variabel yang berkaitan dengan kegiatan dan hasil belajar siswa (Diadaptasi oleh Daharnis (2005 & 2011) dari: Centra dan Potter (dalam Elliot, Kratochwill, Littlefield, dan Travers, 1996)

Data lain yang diperlukan untuk penyusunan program bimbingan dan konseling adalah data masalah-masalah yang mungkin dialami oleh siswa. Dalam Mooney Problem Check List (MPCL) yang dikembangkan oleh Ross L. Mooney terdapat 330 masalah yang mungkin dialami oleh siswa-siswa tingkat SLTA yang dikelompokkan kedalam sebelas bidang (Mudjiran, dkk., 2010), yaitu: 1. Perkembangan jasmani dan kesehatan 2. Keuangan, lingkungan dan pekerjaan
BIMTEK GURU BK SMK 2012 9

4. 2011). 10. pacaran dan perkawinan Hubungan sosial-kejiwaan Hubungan pribadi-kejiwaan Moral dan agama Rumah dan keluarga Masa depan pekerjaan dan pendidikan Penyesuaian terhadap tugas-tugas sekolah 11. melalui aplikasi berbagai instrumen. 7. yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik/sasaran layanan dan lingkungannya. 2011). Teknik dan Instrumen yang digunakan Pengumpulan data dan need assessment dalam bimbingan dan konseling dilakukan melalui aplikasi instrumenasi (Pusat Kurikulum. yaitu : 1) Jasmani dan kesehatan 2) Diri pribadi 3) Hubungan sosial 4) Ekonomi dan keuangan 5) Karier dan pekerjaan 6) Pendidikan dan pelajaran 7) Agama. 6. Sejalan dengan itu Prayitno (2012) mengemukakan bahwa suatu instrumen disebut tes apabila BIMTEK GURU BK SMK 2012 10 . nilai dan moral 8) Hubungan muda-mudi dan perkawinan 9) Keadaan dan hubungan dalam keluarga 10) Waktu senggang b.3. Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor (2010) mengemukakan bahwa teknik yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data adalah teknik tes dan teknik non tes (Furqon dan Yaya Sunarya. 2011) atau menggunakan instrumen tes dan instrumen non tes (Prayitno. 8. Tes merupakan himpunan pertanyaan yang harus dijawab atau pernyataan-pernyataan yang harus dipilih/ditanggapi atau tugas-tugas yang harus dilakukan oleh orang yang dites (testi) dengan tujuan untuk mengukur suatu aspek perilaku atau memperoleh informasi tentang trait atau atribut dari orang yang dites (Furqon dan Yaya Sunarya. yang kesemuanya dikelompokkan kedalam sepuluh kelompok. baik tes maupun non-tes. Balitbang Depdiknas. Kurikulum dan pengajaran Sedangkan dalam Alat Ungkap Masalah (AUM) Seri Umum Format 2 untuk siswa SLTA yang dikembangkan sejak tahun 1997. termuat 225 butir masalah yang mungkin dialami oleh siswa SLTA. Kegiatan sosial dan rekreasi Seks. 2012). 5. 9.

kuesioner/angket. dan tes hasil belajar. pembahasan dapat berkembang pada teknik-teknik dan instrumen yang tidak dibahas secara eksplisit dalam uraian materi ini. Sesuai dengan kebutuhan bimbingan teknis untuk peningkatan profesionalitas guru BK SMK dan memperhatikan relevansinya dengan analisis kebutuhan dalam penyusunan program bimbingan dan konseling di SMK. jawaban benar atau salah sangat bervariasi dan semuanya bisa betul/benar. penggunaan daftar cek masalah atau alat ungkap masalah--AUM (baik masalah belajar ataupun masalah-masalah umum). Banyak teknik dan instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam bimbingan dan konseling. dan alat-alat mekanik). sedangkan beberapa teknik dan instrumen non tes antara lain dengan melakukan observasi (dengan menggunakan instrumen daftar cek. instrumen non tes digunakan untuk mengetahui kondisi responden sebagaimana apa adanya. Namun. tes minat. dalam peyelenggaraan bimbingan teknis di lapangan. 2011). baik berupa tes atau pun non tes. studi dokumentasi. (3) pelaksana tes (psikologis) adalah orang profesional (berkewenangan khusus untuk melaksanakan tes tersebut) sedangkan pelaksana non tes tidak selamanya orang yang sangat profesional (Furqon dan Yaya Sunarya. tidak semua teknik dan instrumen pengumpul data dibahas dalam uraian materi ini. Perbedaan antara teknik/pendekatan tes dan non tes antara lain adalah (1) pada tes ada jawaban benar atau salah. hubungan sosial. (4) waktu pelaksanaan tes lebih ketat dibandingkan dengan pelaksanaan non tes. catatan anekdot. dan tugas-tugas perkembangan. tes bakat. otobiografi). dan penyelenggaraan sosiometri. Diantara teknik tes adalah menyelenggarakan tes kecerdasan. seorang guru BK dan tenaga pendidik BIMTEK GURU BK SMK 2012 11 . tes kepribadian. Melalui observasi. walaupun akhirnya dapat dikualitatifkan. interviu/ wawancara.jawaban responden atas soal-soal yang diperiksa berdasarkan benar-salahnya jawaban tersebut. 1) Observasi Pengertian Observasi merupakan pengamatan sistematis tentang suatu objek. sedangkan pada non tes. kreativitas. skala penilaian. sementara jawaban instrumen non tes bukan atas benar salahnya. (2) hasil pada non tes lebih kualitatif sedangkan pada tes lebih kuantitatif. (5) penyelenggaraan dan pengawasan tes lebih ketat dibandingkan dengan non tes. benar atau salah. penggunaan inventori minat karir. melainkan untuk melihat gambaran tentang kondisi responden tanpa menekankan apakah kondisi itu mutunya tinggi atau rendah.

misalnya sambil mengerjakan tugas sehari-hari. yaitu observasi yang tidak dipersiapkan secara seksama. mencium atau mendengarkan sesuatu tentang objek yang diamati. mengikuti proses belajar dan pembelajaran. maupun sifat-sifat khusus yang nampak dalam menghadapi suatu situasi atau masalah (Furqon dan Yaya Sunarya. dan kedua sebagai anggota yang berperan aktif sesuai dengan tugas yang dipercayakan kepadanya. (2) diketahui intensitas perilaku secara detail.2005). dan (3) diketahui penyebab munculnya perilaku (A. observasi yang tidak menggunakan pedoman observasi.2010). ada beberapa jenis observasi. yaitu observasi yang dipersiapkan secara sistematis. Kunci keberhasilan observasi sebagai teknik pengumpulan data sangat banyak ditentukan oleh pengamat itu sendiri. mendengar.lainnya dapat mengetahui tingkah laku non verbal konseli (A. Manfaat Observasi Observasi atau pengamatan bermanfaat untuk penyusunan program bimbingan dan konseling. terencana dan dipersiapkan. Sedangkan non BIMTEK GURU BK SMK 2012 12 . karena pengamat dapat melihat. antara lain fakta-fakta tentang tingkah laku siswa/konseli. 2005). atau teknik merekam data tingkah laku individu melalui proses pengamatan langsung dan/atau tidak langsung dalam suatu kegiatan untuk memperoleh gambaran observable behavior (Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor.2010). Muri Yusuf. Participant observer. Muri Yusuf. 2011). atau dilakukan secara incidental. yaitu suatu bentuk observasi dimana pengamat (observer) secara teratur berpartisipasi dan terlibat dalam kegiatan yang diamati. karena (1) diperoleh data perilaku spontan secara natural. yaitu (1) observasi sehari-hari. yaitu sebagai pengamat yang tidak diketahui dan dirasakan oleh anggota yang lain. Dalam hal ini pengamat mempunyai fungsi ganda. misalnya dalam melakukan tugas. dan observasi non partisipatif (non participation observer). terutama untuk pemahaman individu konseli. (2) observasi sistematis. sehingga pengamat dapat mengambil kesimpulan. yang akhirnya dapat digunakan sebagai tolok ukur menyusun program bimbingan dan konseling komprehensif--lazim dinamakan need assessment (Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. (3) observasi partisipatif (participant observer). Jenis Observasi Menurut Furqon dan Yaya Sunarya (2011). berinteraksi dengan orang lain. Dalam menyelenggarakan pengumpulan data melalui observasi diperlukan pencatatan yang sistematis tentang hal-hal yang diamati.

participation observer, yaitu suatu bentuk observasi dimana pengamat tidak terlibat langsung dalam kegiatan kelompok, atau dapat juga dikatan pengamat tidak ikut serta dalam kegiatan yang diamatinya (A. Muri Yusuf, 2005).

Pedoman observasi Teknik observasi perlu dilengkapi dengan instrumen observasi, antara lain Daftar Cek ( Checklist), Skala Penilaian (Rating Scale), Catatan Anekdot (Anecdotal Records), dan alatalat mekanik. Berikut dikemukakan beberapa instrumen yang digunakan dalam observasi, yang diambil dan dimodifikasi dari draft yang dikembangkan oleh Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor tahun 2010. a) Daftar Cek (Checklist) Pengertian Daftar cek sebagai instrumen observasi merupakan suatu daftar pernyataan tentang aspek-aspek yang mungkin terdapat dalam suatu situasi, tingkah laku, dan kegiatan (individu/kelompok). Gejala-gejala perilaku individu/konseli yang dapat diobservasi dengan instrumen/pedoman daftar cek adalah: kebiasaan belajar secara umum, kebiasaan belajar pada jam kosong atau saat guru tidak berada di kelas, kebiasaan dan keterampilan bekerja, aktivitas diskusi kelompok/kelas, kegiatan komunikasi dengan orang lain (teman, guru atau pihak lain), aktivitas ekstrakurikuler di sekolah (seperti Pramuka, KIR, PMR, Basket, Volly, dsb.), dan lain-lain topik yang relevan dengan kegiatan akadmik dan non akademik. Manfaat Daftar Cek Berbagai manfaat daftar cek untuk kepentingan pemahaman diri konseli di antaranya (a) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku secara sistematis, (b) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku dalam waktu singkat, (c) mencatat kemunculan perilaku di dalam dan/atau di luar sekolah, serta (d) mencatat kemunculan perilaku individu dan kelompok sekaligus. Prosedur Pengadministrasian Daftar Cek Selama mengadministrasikan pedoman daftar cek, maka ada tiga (3) tahap yang lazim di tempuh, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap analisis hasil. Tahap persiapan mencakup langkah-langkah berikut: (a) penetapan topik, (b) penentuan variabel, (c) penentuan indikator, (d) penentuan prediktor, dan (e) penyusunan pernyataan/item. Tahap pelaksananaan meliputi langkah-langkah berikut: (a) penyiapan pedoman/format, (b) penentuan posisi mudah mengamati perilaku observi dan tidak
BIMTEK GURU BK SMK 2012 13

menimbulkan perhatian observi, (c) pelaksanaan pengamatan yaitu mencatat dan menandai perilaku observi yang muncul pada format, dan (d) pencatatan terhadap perilaku observi (siswa/konseli yang diobservasi). Tahap analisis data mencakup langkah-langkah berikut: (a) skoring, (b) analisis dan interpretasi, dan (c) kesimpulan. Aplikasi Prosedur Pengadministrasian Daftar Cek 1) Tahap Persiapan, meliputi langkah-langkah berikut: (1) Penentuan topik yang akan diobservasi, misalnya kebiasaan belajar (2) Penentuan variabel, misalnya pertama adalah situasi jam kosong atau pada saat guru tidak ada di kelas; variabel kedua adalah kebiasaan belajar siswa di kelas. (3) Penentuan indikator dengan dua kategori yaitu kategori “Ya” sebagai petunjuk kemunculan sub-sub variabel atau pernyataan, dan kategori “Tidak” terhadap ketidakmunculan sub-sub variabel yang mungkin atau diperkirakan terjadi pada kebiasaan perilaku subyek/observi. Biasanya petunjuk “Tidak” dapat saja tidak disertakan dalam pedoman daftar cek . (4) Penentuan prediktor yaitu menetapkan kreterium terhadap frekuensi kemunculan perilaku. Kreterium ini dibuat berdasarkan kajian teori tentang kebiasaan belajar sebagaimana tertera pada topik. Prediktor ini sekaligus digunakan sebagai acuan untuk interpretasi data. Biasanya digunakan empat (4) kreterium untuk mengkonversi data, sebagaimana tercantum pada tabel konversi berikut.
Tabel Konversi Interval Persentase (%) 76 – 100 51 – 75 26 – 50 1 – 25 Klasifikasi Sangat Tinggi Cukup Tinggi Sedang Rendah Interpretasi Sangat rajin belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas Rajin belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas Cukup rajin belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas Tidak rajin/malas belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas

(5) Penyusunan pernyataan/item dengan merumuskan pernyataan/item sub-sub variabel sebagai ejawantahan aspek perilaku yang diobservasi, khususnya kebiasaan belajar siswa di kelas pada situasi jam kosong atau saat guru tidak ada di kelas. Berikut contoh pedoman/format daftar cek tentang kebiasaan belajar siswa di kelas pada saat jam kosong atau guru tidak ada di kelas (Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan

BIMTEK GURU BK SMK 2012

14

Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor,2010).

BIMTEK GURU BK SMK 2012

15

Pedoman Daftar Cek (Individual) I. Tempat/tgl lahir 6. Petunjuk : Berilah tanda cek (V) pada kolom yang sesuai dengan pernyataan atau gejala perilaku yang diamati YA TIDAK II. Kelas/program 3. Aspek yang diobservasi III. Tempat observasi 8. . Pernyataan/Item NO 1 2 3 4 5 6 7 8 . Tujuan observasi ada V. NIS/absen 4. Hari/tgl observasi 7. Identitas Siswa 1. Jenis Kelamin 5.. Waktu/durasi : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : Kebiasaan belajar siswa pada situasi jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas : Mengetahui kebiasaan belajar siswa pada situasi jam kosong dan saat guru tidak di kelas IV. Dst PERNYATAAN (SUB-SUB VERIABEL) Membaca catatan yang lalu Berbincang dengan teman tentang materi pelajaran Memprakarsai teman se kelas melakukan diskusi Berdiskusi dengan beberapa teman tentang materi pelajaran Mempelajari bahan pengayaan yang ditawarkan Menyusun masalah sendiri dan berusaha menemukan solusi Melakukan eksperimen atas prakarsa sendiri Mengoreksi kembali PR Kesimpulan: ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… Observer __________ BIMTEK GURU BK SMK 2012 16 .. Nama 2.

yaitu N = n X k. selanjutnya observer menempati posisi ‘dekat’ dengan observi kemudian mencatat perilaku observi.Pedoman Daftar Cek (Kelompok) No 1 2 3 4 5 6 7 8 . Dst Kesimpulan: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… Observer _________ PERNYATAAN Membaca catatan yang lalu Berbincang dengan teman tentang materi pelajaran Memprakarsai teman se kelas melakukan diskusi Berdiskusi dengan beberapa teman tentang materi pelajaran Mempelajari bahan pengayaan yang ditawarkan Menyusun masalah sendiri dan berusaha menemukan solusi Melakukan eksperimen atas prakarsa sendiri Mengoreksi kembali PR NAMA SISWA 2) Tahap Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan ini terlebih dahulu observer menyiapkan pedoman daftar cek. (2) menentukan N dengan cara mengalikan jumlah item pernyataan (n = 8) dengan k (sebanyak 10). maka diketahui (f).. (5) mengkonversikan hasil persentase BIMTEK GURU BK SMK 2012 17 . sehingga hasilnya sebesar 75%. misalnya dilakukan sepuluh kali. . (1) menghitung jumlah frekuensi observasi (k). pada saat pelaksanaan ini diusahakan agar observi tidak ‘menyadari’ jika dirinya sedang diobservasi. misalnya.. sehingga hasil perkalian tersebut diketahui N = 8X10= 80. sebanyak 60. (4) menghitung persentase (%) dengan rumus p = f/N X 100%. (3) menjumlahkan seluruh frekuensi kemunculan perilaku kebiasaan belajar siswa (selama 10 kali pengmatan). maka p = 60/80 X 100%. 3) Tahap Analisis Hasil dan Interpretasi Ada lima (5) langkah lazim digunakan pada tahap analisis hasil. maka diperoleh sejumlah 10 lembar daftar cek yang sudah diisi.

Proses pengamatan dengan skala penilaian ini. observer mencatat kemunculan perilaku berdasarkan kategori skala. Berdasarkan hasil konversi dapat diketahui bahwa frekuensi kemunculan kebiasaan belajar siswa pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas sebesar 75%. kebiasaan dan keterampilan bekerja. Manfaatnya adalah (a) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku secara sistematis. (d) mencatat kemunculan perilaku di dalam dan/atau di luar sekolah. dan lain-lain topik yang relevan dengan kegiatan akadmik dan non akademik di sekolah. kebiasaan belajar mata pelajaran tertentu. serta (e) mencatat kemunculan perilaku individu dan kelompok sekaligus. yaitu tahap persiapan. Gejala perilaku dapat dicatat dengan menggunakan instrumen/pedoman skala penilaian antara lain: partisipasi siswa dalam kegiatan diskusi. kebiasaan belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas. (b) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku dalam waktu singkat. BIMTEK GURU BK SMK 2012 18 . yaitu skala kuantitatif (skala angka). Misalnya. aktivitas diskusi kelompok/kelas. Manfaat Skala Penilaian Pada dasarnya skala penilaian ini bermanfaat bagi kepentingan pemahaman diri konseli melalui teknik observasi yang lebih khas diukur dari derajat penilaian. skala kualitatif/deskriptif dijabarkan dalam rentang deskripsi yang memiliki derajat penilaian berbeda mulai dari penilaian paling tinggi sampai penilaian paling rendah.dengan tabel konversi yang dibuat sebelumnya (Tabel Konversi). kegiatan belajar siswa secara umu. sehingga hasil interpretasi data dapat disimpulkan. keterampilan komunikasi dengan teman sebaya atau guru. skala kualitatif (skala deskriptif/kata). aktivitas ekstrakurikuler di sekolah. Hal terpenting dalam pencatatan gejala perilaku observi dengan skala penilaian adalah makna tiap-tiap skala beserta penjabarannya. Ada tiga jenis skala yang sering digunakan dalam pelaksanaan observasi. (c) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku dalam derajat penilaian. yang berarti siswa tersebut tergolong rajin belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas berdasarkan pencatatan/hasil observasi dengan menggunakan pedoman daftar cek. b) Skala Penilaian (Rating Scale) Pengertian Skala Penilaian Skala penilaian adalah alat rekam observasi yang memuat daftar gejala tingkah laku observable behavior yang dicatat/cek secara berskala. Prosedur Pengadministrasian Skala Penilaian Pengadministrasian observasi dengan pedoman skala penilaian dilakukan melalui tiga tahapan. dan skala grafis (perpaduan skala angka dan kata).

pelaksanaan, dan analisis hasil. Tahap persiapan mencakup langkah-langkah berikut: (a) penetapan topik, (b) penentuan variabel, (c) penentuan indikator, (d) penentuan prediktor, dan (e) penyusunan pernyataan/item. Tahap pelaksananaan meliputi langkah-langkah berikut: (a) penyiapan pedoman/format skala penilaian, (b) penentuan posisi observasi yaitu observer mengambil posisi yang tepat agar mudah mengamati perilaku observi dan tidak mengganggu perhatian observi, (c) pelaksanaan pengamatan yaitu mencatat derajat perilaku observi yang muncul pada format skala penilaian, dan (d) pencatatan terhadap perilaku observi (siswa/konseli yang diobservasi). Tahap analisis hasil mencakup langkah-langkah berikut: (a) skoring, (b) analisis dan interpretasi, dan (c) kesimpulan. Aplikasi Prosedur Pengadministrasian Skala Penilaian 1) Tahap persiapan, meliputi langkah-langkah berikut: (1) Penentuan topik yang relevan, misalnya kebiasaan belajar siswa’ (2) Penentuan variabel adalah kebiasaan belajar di sekolah. Variabel tersebut diuraikan menjadi sub-sub variabel yaitu kehadiran, kesiapan belajar, kelengkapan sarana belajar. Berdasarkan sub-sub variabel disusun penyataan/item dengan menggunakan kata-kata yang menggambarkan observable behavior. (3) Penentuan indikator. Pada langkah ini terlebih dahulu ditetapkan jenis atau derajat penilaian/skala, baik skala kuantitatif atau skala kualitatif/deskriptif maupun skala grafis. Misalnya, derajat penilaian kuantitatif ditetapkan dengan angka 1 – 5, derajat penilaian kualitatif/deskriptif dengan pernyataan mulai dari selalu, sering, kadang-kadang, dan tidak pernah, dan derajat penilaian grafis dengan penggabungan skala angka dan kata-kata. Pada dasarnya, langkah ini dimaknai sebagai penetapan derajat penilaian atas kemunculan perilaku observi pada suatu kegiatan. (4) Penentuan prediktor, yaitu menetapkan kreterium terhadap frekuensi kemunculan perilaku. Kreterium ini dibuat berdasarkan kajian teori tentang kebiasaan belajar sebagaimana tertera pada topik. Prediktor ini sekaligus digunakan sebagai acuan untuk interpretasi data. Ada empat (4) kreterium yang biasa digunakan untuk mengkonversi data, sebagaimana tercantum pada tabel konversi berikut.

BIMTEK GURU BK SMK 2012

19

Tabel Konversi Interval Persentase (%) 76 – 100 51 – 75 26 – 50 1 – 25 Klasifikasi Sangat Tinggi Cukup Tinggi Sedang Rendah Interpretasi Sangat rajin belajar Rajin belajar Cukup rajin belajar Tidak rajin/malas belajar

(5) Penyusunan pernyataan/item dengan merumuskan pernyataan/item berdasarkan pada penjabaran sub-sub variabel sebagai ejawantahan aspek perilaku yang diobservasi, khususnya kebiasaan belajar siswa. Berikut contoh pedoman skala penilaian.

BIMTEK GURU BK SMK 2012

20

Pedoman Skala Penilaian Kualitatif I. Identitas Siswa 1. Nama 2. Kelas/program 3. NIS/absen 4. Jenis Kelamin 5. Tempat/tgl lahir 6. Hari/tgl observasi 7. Tempat observasi 8. Waktu/durasi : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : Kebiasaan belajar siswa di : Mengetahui kebiasaan belajar di sekolah : Berilah tanda cek (V) pada skala yang sesuai dengan pernyataan gejala perilaku yang diamati V. Pernyataan/Item No 1 2 3 4 5 .. .. dst Kesimpulan: ……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………… Observer _________ Sub Variabel Pernyataan Tingkah laku Datang tepat pada waktunya, atau lebih awal Mempersiapkan kelengkapan peralatan belajar Memperhatikan guru menyajikan pelajaran Mencatat materi pelajaran Merespon apabila diberi kesempatan Skala Selalu Sering Kadangkadang Tidak pernah

II. Aspek yang diobservasi sekolah III. Tujuan observasi siswa IV. Petunjuk atau

BIMTEK GURU BK SMK 2012

21

. Kelas/program 3. NIS/absen 4. Tempat observasi 8..Pedoman Skala Penilaian Kuantitatif I. : Partisipasi diskusi mata pelajaran PKn III... . Jenis Kelamin 5. Tujuan observasi IV. : ………………………………. : ………………………………. Pernyataan/Item Skala No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 .. Hari/tgl observasi 7. : ………………………………. Waktu/durasi : ………………………………. Petunjuk atau gejala perilaku yang diamati V. : ……………………………….. Aspek yang diobservasi BIMTEK GURU BK SMK 2012 22 . dst Kesimpulan: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… Observer Sub Variabel Pernyataan Tingkah laku Kehadiran di kelas Duduk di tempat yang tersedia di kelas Mengeluarkan buku catatan dan peralatan tulis Mendengarkan penyajian materi diskusi Bertanya materi yang didiskusikan Menjawab pertanyaan sambil berargumen sesuai materi Menyampaikan saran-saran perbaikan Menulis/mencatat hasil diskusi Mengantuk atau tertidur Melakukan kegiatan lain sewaktu belajar Nilai 4 10 9 Nilai 3 8 7 6 Nilai 2 5 4 3 Nilai 1 2 1 : Mengetahui tingkat partisipasi siswa pada saat diskusi di kelas : Berilah tanda cek (V) pada skala yang sesuai dengan pernyataan II. Tempat/tgl lahir 6. : ……………………………….... Nama 2.. : ………………………………. Identitas Siswa 1. : ……………………………….

_________ BIMTEK GURU BK SMK 2012 23 .

NIS/absen 4. : ………………………………. selanjutnya observer menempati posisi ‘dekat’ dengan observi kemudian mencatat perilaku observi. : ………………………………. Persipan mengikuti pelajaran 1 2 Tidak siap Kurang siap siap 3. : ……………………………….. Sikap duduk di kelas 1 Tidak sopan sopan 2 Kurang sopan 3 Siap 4 Sangat 3 Sopan 4 Sangat 4... : ……………………………….. Aspek yang diobservasi III. Tempat observasi 8. : ………………………………. Skala Penilaian Kuantitatif. : Kebiasaan siswa mengikuti pelajaran di kelas : Mengetahui kebiasaan siswa mengikuti pelajaran di kelas : Berilah tanda cek (V) pada garis skala yang sesuai dengan pernyataan/gejala perilaku yang diamati II. : ………………………………. Pada saat pelaksanaan ini BIMTEK GURU BK SMK 2012 24 ..Pedoman Skala Penilaian Grafis I. Nama 2. Jenis Kelamin 5. Kehadiran siswa saat mengikuti pelajaran 1 Terlambat awal 2 Agak terlambat 3 Tepat waktu 4 Sangat 2. Hari/tgl observasi 7. Kelas/program 3. Pernyataan/Item 1.. Identitas Siswa 1. : ……………………………….. Tempat/tgl lahir 6.. Waktu/durasi : ………………………………. Tujuan observasi IV. Petunjuk V. Mendengar penjelasan guru 1 2 Tidak pernah kadang-kadang 3 Sering 4 Selalu Kesimpulan: ……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………… Observer _________ 2) Tahap Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan ini terlebih dahulu observer menyiapkan pedoman skala penilaian (Skala Penilaian Kualitatif. dan Skala Penilaian Grafis).

membuat gaduh di kelas. misalnya lima kali. Peristiwa penting yang dimaksud seperti: perkelahian. Menurut bentuknya catatan anekdot ini diklasifikasikan menjadi 3 yaitu: (a) Catatan Anekdot Deskriptif.diusahakan agar observi tidak ‘menyadari’ jika dirinya sedang diobservasi atau terganggu oleh kegiatan observer. (4) menghitung persentase (%) dengan rumus p = f/N X 100%. Tahap analisis hasil observasi sebagaimana contoh di atas berlaku untuk analisis Skala Penilaian Kualitatif dan Skala Penilaian Grafis. (2) menentukan N dengan cara mengalikan jumlah item pernyataan (n = 10) dengan k (= 5) dan s (= 4). Rekaman peristiwa penting itu menggambarkan perilaku khusus. c) Catatan Anekdot (Anecdotal Records) Pengertian Catatan anekdot merupakan alat perekam observasi secara berkala terhadap suatu peristiwa atau kejadian penting yang melukiskan perilaku dan kepribadian seseorang dalam bentuk pernyataan singkat dan objektif. alih-alih khusus. yaitu catatan yang menggambarkan perilaku. Dengan kata lain. maka p = 150/200 X 100% diperoleh penghitungan sebesar 75%. dengan derajat penilaian kuantitatif 4 skala (s) yaitu 1-2-3-4. sehingga hasil perkalian tersebut diketahui N = 10 X 5 X 4 = 200. 3) Tahap Analisis Hasil dan Interpretasi Ada lima langkah yang diperlukan pada tahap analisis hasil observasi dengan menggunakan Skala Penilaian Kuantitatif. (3) menjumlahkan seluruh frekuensi kemunculan perilaku kebiasaan belajar siswa selama 5 kali pada derajat penilaian kuantitatif tertentu. Rekaman catatan anekdot ini sangat berguna untuk menyelidiki kasus dan menelaah perkembangan individu atau sekelompok individu. Pencatatan laporan peristiwa penting harus dibedakan antara berita atau fakta dan pendapat (opini) observer. yang berarti bahwa siswa tersebut tergolong siswa yang aktif belajar berdasarkan pencatatan/hasil observasi dengan menggunakan pedoman Skala Penilaian Kuantitatif. (5) mengkonversikan hasil persentase dengan tabel konversi yang dibuat sebelumnya (Tabel Konversi). artinya perilaku keseharian yang terjadinya tidak umum. (1) menghitung jumlah frekuensi observasi (k). sehingga hasil interpretasi data dapat disimpulkan. kegiatan atau situasi BIMTEK GURU BK SMK 2012 25 . maka N = n X k X s. membolos. menyontek. misalnya 150. maka diketahui (f). Berdasarkan hasil konversi diketahui bahwa frekuensi kemunculan partisipasi siswa pada saat belajar di kelas (untuk mata pelajaran tertentu) sebesar 75%. observasi ini dilakukan terhadap perilaku khusus. maka diperoleh lembaran sebanyak 5 lembar.

Aplikasi Prosedur Pengadministrasian Catatan Anekdot 1) Tahap persiapan mencakup langkah-langkah berikut: (1) Menentukan aspek perilaku observi yang akan dicatat. melainkan lebih mengarah pada persiapan pelaksanaan. Semua perilaku anak tanpa terkecuali perlu diamati secara sistematis. Aspek-aspek perilaku tersebut.dalam bentuk pernyataan. membuat gaduh. baik pernyataan yang bersifat umum maupun khusus. pelaksanaan. (2) Menentukan siapa yang melakukan pencatatan. dan (iii) bagi konselor untuk memberikan layanan konseling bahkan untuk mengadakan pertemuan kasus (konferensi kasus). dan (c) mencatat perilaku observer. dan (c) Catatan Anekdot Evaluatif. sehingga akan mengenal ihwal mereka. membolos. (b) bentuk catatan anekdot yang digunakan. (b) dapat memperoleh gambaran sebab-akibat perilaku khusus individu. BIMTEK GURU BK SMK 2012 26 . (b) menentukan posisi observasi. yaitu catatan yang menggambarkan perilaku. dan (c) berapa banyak observer yang terlibat selama proses pengamatan. misalnya: kerjasama. (ii) guru yang berminat untuk memahami problema-problema siswa. Akan tetapi dalam praktiknya. Tahap persiapan ini tidak seperti umumnya dilakukan pada alat rekam observasi yang lain. kegunaan catatan anekdot bagi pemahaman diri individu. menggambarkan perilaku. Pada langkah ini perlu ada penegasan siapa saja yang dilibatkan dalam proses pengamatan dan dalam kapasitas profesional. yaitu tahap persiapan. menyontek. benarsalah. layak-tidak layak. maka catatan anekdot ini pun berguna bagi: (i) guru baru dalam rangka penyesuaian diri dengan siswa. ketelitian. Tahap analisis hasil yaitu memberi komentar dan interpretasi. kegiatan atau situasi berupa penilaian oleh observer berdasarkan ukuran baik-buruk. Manfaat Catatan Anekdot Berbagai manfaat catatan anekdot adalah: (a) dapat memperoleh diskripsi perilaku individu yang lebih tepat. dan dapat diterima-tidak dapat diterima. besar kemungkinan diprioritaskan bagi anak-anak yang mengalami masalah dan menunjukkan prilaku khusus (khusus). kegiatan atau situasi yang penafsirannya didukung oleh fakta. Prosedur Pengadministrasian Catatan Anekdot Pengadministrasian catatan anekdot terhadap peristiwa/perilaku khusus dilakukan dalam 3 tahapan. meliputi langkah-langkah: (a) penetapan siapa observi. dan sebagainya. dan (c) dapat mengembangkan cara-cara penyesuaian diri dengan masalah-masalah dan kebutuhan individu secara mendalam. (b) Catatan Anekdot Interpretatif. Di samping. dan analisis hasil. Tahap pelaksanaan mencakup langkah-langkah: (a) menyiapkan format catatan anekdot. perkelahian.

2010). maka kesediaan dan kompetensi mereka dalam pengamatan tidak diragukan. Beberapa contoh kartu/form catatan adalah sebagai berikut (Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. agar tumbuh kesediaan untuk menyusun catatan jika sewaktu-waktu diperlukan. Sedangkan kartu yang berukuran satu halaman jenis kertas folio berisi beberapa peristiwa siswa yang sama. maka terlebih dahulu mereka harus mempunyai pemahaman dan menyadari pentingnya catatan anekdot. Apabila pencatatan ini dilakukan oleh seorang guru. dan bentuk catatan anekdor berkala. Berbagai bentuk catatan anekdot seperti: kartu kecil yang berukuran setengah halaman jenis kertas folio berisi satu peristiwa dan lazim di sebut kartu/catatan asli. Catatan asli merupakan bahan konfidensial. Selanjutnya menentukan berapa banyak observer yang dilibatkan untuk melakukan pencatatan terhadap perilaku siswa. sehingga dipertanggungjawabkan kerahasiaannya. (3) Menetapkan bentuk catatan anekdot. Form I: Kartu Catatan Anekdot BIMTEK GURU BK SMK 2012 27 .Apabila pencatatan dilakukan oleh seorang konselor untuk kepentingan bimbingan dan konseling.

Ringkasan Catatan Anekdot Berkala Siswa: …………………………. kemudian mengambil posisi yang memudahkan proses BIMTEK GURU BK SMK 2012 28 . Pengamat 2) Tahap Pelaksanaan Pada tahap pelasanaan observer menyiapkan format catatan asli..Siswa: ……………………… L/P Kelas: ……………………… Tanggal: ………………………… Tempat: ………………………… Kejadian Pengamat: …………………… Form II: Catatan Beberapa Peristiwa NO Tanggal Tempat Kejadian Komentar/ interpretasi Saran Pengamat: ……… Form III. L/P No Tanggal Tempat Pengamat Kelas: ……………………… Kejadian …………………..

dan analisis hasil. Tahap persiapan dilakukan dengan menyiapkan alat pencatat tally sebagai contoh berikut. benar-salah) (3) Mengungkap “kemungkinan” dibalik perilaku dan simpulan perilaku (4) Mempertimbangkan perasaan observi saat berperilaku dan sasaran perilakunya (5) Mencatat respon lingkungan (6) Memperhatikan anteseden control dan stimulus (7) Peka potensi konflik. yaitu tahap persiapan. Prosedur Pengadministrasian Tally Pengadministrasian observasi dengan tally dilakukan dalam tiga tahapan. Ada beberapa hal yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam membuat interpretasi. pelaksanaan. 3) Tahap Analisis Hasil Tahap analisis hasil berupa pemberian komentar/interpretasi observer terhadap perilaku observi pada suatu kejadian berdasarkan hasil pencatatan. kebiasaan. tally merupakan alat pencatatan observasi terhadap kemunculan perilaku dengan tanda garis tegak. Manfaat Tally Tally bermanfaat untuk mencatat intensitas perilaku dari waktu ke waktu dan berguna memahami individu untuk kepentingan layanan bimbingan dan konseling. antara lain: (1) Berisi ulasan kesimpulan dan komentar dari observer mengenai perilaku observi (2) Bersifat penilaian evaluatif (baik-buruk.pencatatan. Daftar Tallis BIMTEK GURU BK SMK 2012 29 . dan sifat-sifat individu observi d) Tally Pengertian Sebagaimana alat rekam observasi yang telah di sebutkan di atas. Selanjutnya observer melakukan pencatatan terhadap perilaku khusus observi dan diusahakan agar ia tidak menyadari jika sedang diamati.

Winkel & M. (c) wawancara bebas. (b) wawancara tidak langsung. yaitu wawancara yang dilakukan dengan individu tertentu tetapi tidak untuk mendapatkan data tentang individu yang bersangkutan.M Sri Hastuti. 2005. 2002.S. data akan lebih lengkap dan dapat digunakan kembali untuk menetapkan keabsahan data berdasarkan teknik yang digunakan. ……………………………. 2010) interviu atau wawancara dapat diartikan suatu cara pengumpulan data dengan jalan mengajukan pertanyaan secara lisan kepada sumber data dan sumber data juga memberikan jawaban secara lisan pula.. Robert Edenborough. Wawancara dapat dibedakan menjadi beberapa kategori: (1) berdasarkan pertanyaan yang diajukan.. wawancara dapat dikategorikan dalam tiga bentuk yaitu: (a) wawancara terencana-terstruktur.Nama: ………………………………. yaitu wawancara berlangsung secara alami. (b) wawancara terencana-tidak terstruktur. Dengan memanfaatkan alat-alat mekanik ini. yaitu wawancara yang dilakukan langsung berhadapan dengan responden. Kelas: ……………………… Sekolah:…………………. tidak diikat atau diatur oleh suatu pedoman atau oleh suatu format yang baku.…. Tingkah laku Mencoret-coret buku Bergurau Menjerit-jerit Memukul teman Keluar dari kerja kelompok ……………………………. dan dalam hal ini pewawancara hanya membacakan pertanyaan yang telah disusun dan kemudian mencatat jawaban responden secara tepat. W. Alat-alat mekanik ini biasanya digunakan sebagai alat bantu/dukung pengumpulan data dengan teknik observasi dan teknik lain. A.Muri Yusuf. 2) Wawancara (Interviu) Dari berbagai sumber (Wayan Nurkancana. Hari/Tgl/bulan/Tahun e) Alat-alat Mekanik Alat-alat mekanik adalah alat-alat elektronis dan optis yang digunakan untuk merekam data selama proses observasi. melainkan untuk mendapatkan data tentang BIMTEK GURU BK SMK 2012 30 . ……………………………. (2) berdasarkan responden yang diwawancarai: (a) wawancara langsung.1993. yaitu suatu bentuk wawancara dimana pewawancara dalam hal ini telah menyusun secara terinci dan sistematis rencana atau pedoman pertanyaan menurut pola tertentu dengan menggunakan format yang baku. Umur: ………………………………. yaitu suatu bentuk wawancara dimana pewawancara menyusun rencana wawancara tetapi tidak menggunaka format dan urutan yang baku. misalnya wawancara.

Perlu diingat bahwa pewawancara jangan sekali-kali menghafal pertanyaan yang akan diajukan. menyangkut kesederhanaan. ramah tamah. yaitu menggali informasi lebih dalam sehingga terdapat jawaban yang lebih spesifik. (4) berdasarkan perencanaan wawancara: (a) wawancara berencana. netral. yaitu apabila wawancara dilaksanakan tidak di tempat khusus dan antara pewawancara dengan responden terjalin hubungan yang tidak resmi. (4) bila jawaban belum jelas. (3) Menentukan tipe wawancara yang akan digunakan.individu lain. (3) berdasarkan situasi wawancara: (a) wawancara formal. (b) wawancara informal. Pewawancara hendaklah terbiasa dengan model pertanyaan yang akan disampaikan. sikap yang menyenangkan. gunakan teknik menjaring/probing. Muri Yusuf. Pedoman Wawancara Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam penyusunan pedoman wawancara adalah sebagai berikut (A. b) Menentukan bentuk pertanyaa wawancara (1) Apakah menggunakan langsung bentuk langsung atau tidak BIMTEK GURU BK SMK 2012 31 . (1) Melakukan “domain” sebenarnya. yaitu wawancara yang dilakukan karena waktu dan tempat wawancara telah direncanakan terlebih dahulu. yaitu sebagai berikut: (1) penampilan dan sikap. Aturan Umum Wawancara A. kebersihan dan kerapian dalam penampilan yang akan mendorong kerjasama yang baik dari responden. penuh perhatian. (2) ikuti kata-kata dalam pertanyaan dengan tepat. rendah hati.2005): a) Melakukan studi literatur untuk memahami dan menjernihkan masalah secara tuntas. Muri Yusuf. 2005 mengemukakan beberapa aturan umum yang perlu diperhatikan pewawancara. tepat dan makna yang lebih jelas serta baik. (b) wawancara incidental. hormat terhadap responden. lebih terbuka. yaitu wawancara dilakukan karena kebetulan ada kesempatan yang baik untuk mengadakan wawancara. yang mewakili masalah yang (2) Mengidentifikasi sampel secara terinci. mampu berbahasa yang baik dan benar serta mau dan dapat mendengarkan pernyataan responden dengan baik. (3) catat jawaban pertanyaan secara tepat dan benar. yaitu apabila wawancara tersebut dilakukan dalam suatu ruangan tertentu yang memang sengaja disiapkan untuk mengadakan wawancara dan antara penginterviu dan responden terjalin hubungan yang bersifat resmi.

Jangan menambah kata dari pertanyaan yang ada. (6) Hindari pertanyaan yang membimbing. Memilih waktu yang tepat c. yang menyarankan responden untuk memberikan jawaban sesuai dengan yang diharapkan pewawancara. tetapi bacalah pedoman yang telah dibuat sebelumnya.(2) Apakah khusus atau tidak khusus (3) Apakah yang ditanyakan fakta atau pendapat (4) Apakah berupa pertanyaan atau pernyataan c) Menentukan isi pertanyaan wawancara (1) Nyatakan pertanyaan dalam urutan yang jelas (2) Mulai dari pertanyaan fakta dan sederhana (3) Pertanyaan yang kompleks (4) Gunakan bahan yang tidak meragukan dalam bentuk yang khusus sehingga dapat dipahami responden. beberapa pedoman yang perlu diperhatikan yaitu: a. Dalam pelaksanaan wawancara. (5) Pewawancara jangan mencoba berkomunikasi sebagai responden karena akan mengurangi hormat dari responden. Janganlah menginterpretasikan suatu pertanyaan. Jangan bertanya berdasarkan pertanyaan yang telah dihafal. Harus diingat bahwa wawancara bukanlah percakapan biasa. Pada waktu wawancara berusahalah: 1) 2) Ikuti tata aturan yang telah ditetapkan dalam petunjuk Tanyakan pertanyaan dengan hati-hati dan berusahalah agar bersifat informal sehingga hubungan tanya jawab menjadi lebih komunikatif. b. Ikutilah urutan pertanyaan yang ada dalam pedoman pertanyaan. Janganlah menyarankan jawaban atau membuat persetujuan atau menolak suatu jawaban yang diberikan responden. 3) 4) 5) 6) 7) BIMTEK GURU BK SMK 2012 32 .

Angket terdiri dari beberapa jenis (A. dimana pertanyaan/pernyataannya BIMTEK GURU BK SMK 2012 33 . kuesioner dapat dibedakan: (a) angket terbuka. 14) 15) 16) 17) 18) Selalulah melakukan konsultasi dengan pembimbing jika pewawancara mengalami kesulitan. 2005): (1) ditinjau dari segi isi. dan hasilnya digunakan untuk menggali serta menghimpun keterangan. yaitu pertanyaan berkaitan dengan cara responden menilai sesuatu tentang perilakunya sendiri dalam hubungannya dengan orang lain atau lingkungan. 11) Usahakan untuk tidak menceriterakan pertanyaan berikutnya. kecuali jika merupakan suatu tim. Muri Yusuf. yaitu pertanyaan fakta dan informasi yang tersedia berkaitan dengan pengetahuan yang diketahui tentang sesuatu. 3) Angket (Kuesioner) Angket adalah alat pengumpulan data secara tertulis yang berisi serangkaian pertanyaan atau pernyataan berhbungan dengan topik tertentu yang diisi oleh siswa/konseli. Tugas wawancara mengambil dan informasi. (2) ditinjau dari bentuk pertanyaan. yaitu pertanyaan yang berkaitan dengan perasaan dan sikap responden tentang sesuatu. Usahakan untuk selalu wajar dalam tindakan. 13) Usahakan datang sendirian kepada responden.8) 9) Jangan bersikap reaktif terhadap jawaban responden. (b) pertanyaan tentang pendapat dan sikap. informasi atau data sebagaimana dibutuhkan. Usahakan selalu bersikap sabar dan terjauh dari perbuatan emosional. kuesioner dapat dibedakan: (a) Pertanyaan fakta dan informasi. 12) Usahakan selama wawancara tidak ada orang lain yang menggangu wawancara. bukan memberi informasi. semua jawaban dari responden. (c) pertanyaan perilaku. Usahakan selama wawancara untuk selalu memusatkan perhatian responden pada pertanyaan. mengumpulkan 10) Usahakan merekam atau mencatat dengan baik. sebelum pertanyaan yang diberikan dijawab responden. Pada akhir wawancara jangan lupa mengucapkan terimakasih kepada responden atas bantuannya.

Menentukan terlebih dahulu apakah yang dibutuhkan pertanyaan umum atau khusus. f) hindari pertanyaan/pernyataan yang bersifat bias/sugestif. Memformulasikan pertanyaan sesuai dengan data yang dibutuhkan. Setiap pertanyaan dinyatakan dengan ringkas.memberikan kebebasan kepada responden untuk memberikan jawaban dan pendapat sesuai dengan keinginan mereka. e) pertanyaan/pernyataan sebaiknya tidak terlalu panjang. 3. Jangan apriori mengasumsikan bahwa responden mempunyai informasi factual atau mempunyai pendapat dari tangan pertama 7. Menyatakan pertanyaan dengan jelas dan spesifik. Hindari kata-kata yang bersifat emosional dan sentimentil 15. Menentukan terlebih dahulu apakah akan menggunakan pertanyaa langsung atau tidak langsung 8. 4. Muri Yusuf (2005): 1. dimana pertanyaan/pernyataannya tidak memberikan kebebasan kepada responden memberikan jawaban dan pendapatnya sesuai dengan keinginan mereka. Menetapkan kerangka rujukan pertanyaan 6. (b) angket tertutup. Tanyakan dulu yang lebih sederhana. Lindungi ego dan perasaan siswa/konseli 11. d) pertanyaan/pernyataan harus relevan. jelas dan utuh 13. dan kabur. b) hindari pertanyaan/pernyataan ganda. Menetapkan terlebih dahulu apakah digunakan pertanyaan terbuka atau tertutup atau kombinasi keduanya. Hindari kata-kata yang meragukan atau kata-kata yang tidak ada gunanya 12. c) responden harus mampu menjawab. 10. sebelum ke yang lebih kompleks BIMTEK GURU BK SMK 2012 34 . Susun pertanyaan yang tidak memaksa atau mengarahkan siswa/konseli untuk menjawab ke satu arah 14. Menghindari pertanyaan yang panjang. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat pertanyaan atau pernyataan dalam angket yaitu: a) pertanyaan/pernyataan yang dibuat harus jelas dan tidak meragukan. 5. 9. Berikut dikemukakan beberapa tips pengembangan angket yang dimodifikasi dari A. Menetapkan aspek atau data yang akan dikumpulkan 2.

Para calon guru BK/konselor diharapkan memahami dan terlatih dalam pengadministrasiannya sehingga dapat menunjang pelayanan konseling yang akan dilakukannya dalam bertugas. Kesepuluh bidang masalah tersebut adalah sebagai berikut: 1. Sedangkan keefektifan AUM. dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Kategori respon hendaklah mudah dipahami 19. Ke 225 butir AUM Umum Siswa SLTA tersebut pernah ditandai oleh siswa (ujicoba) sebagai suatu masalah yang dialaminya.25%. Diri pribadi 3. Waktu senggang AUM Umum untuk SLTA memiliki kesahihan dengan indeks kecocokan sebesar 84. Hubungan muda-mudi dan perkawinan 9. Beri kode tertentu (misalnya garis bawah) untuk hal-hal spesifik 18. rapi dan mudah dibaca 20. dan tingkat keterandalan (dengan teknik tes-rites) sebesar 0. Jangan jawaban dipengaruhi oleh gaya bahasa atau bentuk jawaban tertentu 17. nilai dan moral 8.86. Karier dan pekerjaan 6. terdiri dari 225 butir yang dikelompokkan ke dalam 10 bidang masalah. Mahasiswa. Keadaan dan hubungan dalam keluarga 10. Agama. dengan membandingkan jumlah masalah yang dikemukakan siswa melalui cara non-AUM (yaitu dengan menuliskan masalahmasalah yang dialami pada selembar kertas kosong) dengan masalah-masalah yang terungkap melalui AUM. Jangan lupa memberi pengantar dan petunjuk cara mengerjakan 4) Alat Ungkap Masalah (AUM) Umum AUM Umum merupakan salah satu jenis instrumen non tes yang dapat digunakan oleh guru BK/konselor untuk mengungkapkan masalah-masalah umum yang dialami oleh para siswa. dan Masyarakat). Hubungan sosial 4. Usahakan pengetikan dan perwajahan bersih. Keefektifan AUM Umum Jenis Alat Ungkap Jumlah masalah Terendah Tertinggi Rata-rata BIMTEK GURU BK SMK 2012 35 . Ekonomi dan keuangan 5. Aum Umum untuk Siswa SLTA (AUM yang lain untuk SD.16. Pendidikan dan pelajaran 7. SLTP. Jasmani dan kesehatan 2.

dapat dilihat pada tabel di bawah ini. dengan membandingkan jumlah masalah yang dikemukakan siswa melalui cara non-AUM (yaitu dengan menuliskan masalah-masalah yang dialami pada selembar kertas kosong) dengan masalah-masalah yang terungkap melalui AUM. Diri Pribadi (D). Keterampilan Belajar (T). AUM ini dilengkapi dengan manual yang berisi tentang deskripsi umum (latar belakang.76. Sarana Belajar (S). Para guru BK/konselor diharapkan memahami dan terlatih dalam pengadministrasiannya sehingga dapat menunjang pelayanan konseling yang akan dilakukannya dalam bertugas. lembaran jawaban. petunjuk pengadministrasian (petunjuk pengerjaan.Non – AUM AUM 2 8 7 126 1. waktu penyelenggaraan. yaitu Prasyarat Penguasaan Materi Pelajaran (P). dan frekuensi pengadministrasian). Sedangkan keefektifan AUM.94 45. BIMTEK GURU BK SMK 2012 36 . 5) AUM PTSDL AUM PTSDL merupakan salah satu jenis instrumen non tes yang dapat digunakan oleh guru BK/konselor untuk mengungkapkan mutu dan masalah belajar yang dialami oleh para siswa.36%.176 Sebagai suatu instrumen yang telah distandardisasikan. dan Lingkungan Belajar dan Sosio Emosional (L). penggunaan hasil (umum. data yang diperoleh— individual dan kelompok). pengolahan hasil (tata cara pengolahan. lembaran jawaban. karakteristik). AUM PTSDL untuk siswa SLTA memiliki kesahihan dengan indeks kecocokan sebesar 86. AUM PTSDL untuk siswa SLTA terdiri dari 165 butir yang dikelompokkan ke dalam lima bidang. 367 45. karakteristik). Keefektifan AUM PTSDL SLTA Jumlah Masalah Terendah Tertinggi 1 4 9 97 Jenis Alat Ungkap Non – AUM PTSDL AUM AUM PTSDL Rata-rata 1. petunjuk pengadministrasian (petunjuk pengerjaan. dan berdasarkan jenis-jenis layanan BK).66 AUM PTSDL dilengkapi dengan manual yang berisi tentang deskripsi umum (latar belakang. dan tingkat keterandalan (dengan teknik tes-rites) sebesar 0.

antara lain untuk memperbaiki struktur hubungan sosial para siswa. atau dapat dikatakan bahwa sosiometri merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengetahui tingkat dan pola hubungan sosial antar individu dalam suatu kelompok yang mengacu pada kriteria tertentu. 2011). Winkel. data yang diperoleh— individual dan kelompok. popularitas. Merujuk pada definisi di atas. Muri Yusuf. membantu konselor/guru BK BIMTEK GURU BK SMK 2012 37 . partisipasi sosial. dan frekuensi pengadministrasian). status sosial ini tercermin pada diterima atau tidak diterima oleh anggota kelompok. 6) Sosiometri Sosiometri merupakan suatu metode untuk memperoleh data tentang hubungan sosial dalam suatu kelompok berdasarkan preferensi pribadi antara anggota-anggota kelompok (WS. pengolahan hasil (tata cara pengolahan. 1993). ketertarikan. yang diselidiki melalui metode ini adalah status sosial masing-masing anggota kelompok menurut pandangan pribadi anggota yang lain dalam kelompok. penolakan. penggunaan hasil (umum. dengan tujuan untuk mengetahui hubungan yang ada di antara anggota dalam suatu kelompok (A. Preferensi pribadi dinyatakan dalam kesukaan untuk berada bersama dengan beberapa anggota kelompok dalam melakukan kegiatan tertentu. Hasil sosiometri tersebut dapat digunakan. konflik dan potensi kelompok yang dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk menciptakan iklim kelompok yang positif dan mendukung pengembangan diri individu (Eko Susanto. menemukan norma-norma pergaulan antar siswa yang diinginkan dalam kelompok/ kelas yang bersangkutan. atau untuk mengumpulkan data tentang pola dan struktur hubungan antara individu-individu dalam suatu kelompok (Wayan Nurkancana. dan berdasarkan jenis-jenis layanan BK). tujuan digunakannya teknik sosiometri adalah sebagai alat penyaringan untuk mengidentifikasi pola hubungan antar individu pada suatu kelompok. 2005:145). penerimaan sosial. memperbaiki penyesuaian hubungan sosial siswa secara individual. dan pemahaman diri antar siswa berkenaan dengan pergaulan sosialnya. baik tentang mutu kegiatan belajar maupun masalah belajar).waktu penyelenggaraan. merencanakan kegiatan intervensi dalam menciptakan iklim sosial yang diharapkan dengan cara meningkatkan hubungan sosial. 2010). kriteria ini terkait dengan pengalaman individu dalam berinteraksi dengan individu lain di dalam suatu kelompok. menjadi dasar pertimbangan untuk menempatkan siswa dalam kelompok yang sesuai. terkait dengan penyesuaian diri.

Mereka menjadi pusat atau pusat tarikmenarik (hub of attraction ). sebagai dasar dalam penyusunan program bimbingan konseling. merekaadalah individu yang belum pernah mendapatkan pilihan positif dari siapapun didalam sebuah kelompok yang demikian biasanya didefinisikan sebagai isolate. jumlah individu yang tersisihkan/terisolasi dari anggota kelompok yang lain. jika tidak mencari informasi dengan menggunakan nominasi negatif. Dalam penggunaan teknik sosiometri. (2) Isolate. metode yang dapat digunakan untuk mengevaluasi struktur kelompok. tampilan ini juga disebut tabulasi. Eko Susanto (2011) merangkum berbagai istilah yang umum digunakan dalam sosiometri. Dalam visualisasi sosiogram biasanya diletakkan diluar pinggiran atau tepi untuk menandai isolate dalam sebuah kelompok. istilah yang digunakan pada diagram yang secara visual menunjukkan struktur sosiometri. induvidu yang demikian disebut bintang (stars). Tak seorang pun yang memilih BIMTEK GURU BK SMK 2012 38 . visualisasi deretan kode yang menunjukkan arah pilihan yang dihubungkan secara vertikal dan horizontal. Istilah terisolasi (isolate). Sosiomatriks . Dalam beberapa kasus dengan kriteria negatif mungkin kita akan menemukan individu yang terpilih sebagai bintang negatif (negative star). biasanya tidak digunakan untuk menggambarkan individu yang tidak menerima nominsasi negatif. sebagai berikut: a) (1) (2) (3) (4) Istilah umum Sosiometri . seperti dijelaskan di atas bahwa individu yang misterius (ghost) adalah seseorang yang bahkan tidak diakui sama sekali di dalam sebuah kelompok. Individu yang tidak menerima nominasi positif atau negatif disebut misterius (ghost). sehingga banyak panah yang semuanya mengarah kepada individu tertentu. maka tidak akan ada perbedaan antara misterius (ghost) dan terisolasi (isolate). pernyataan/pertanyaan sosiometri. Ketika sosiogram menunjukkanbanyak individu yang secara positif memilih orang yang sama. biasanya dibuat dalam bentuk tabel.Tentu saja. Kriteria . disebut juga individu populer yang menerima jumlah pilihan yang besar pada sosiometri. b) Istilah yang digunakan untuk menunjukkan fenomena individual (1) Bintang(Star).mengidentifikasi siswa yang memiliki potensi dan masalah berkenaan dengan hubungan sosial. Sosiogram . (3) Misterius (ghost).

Perlu dipahami bahwa istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan pilihan pertama dari nominasi yang diajukan. atau setidaknya digunakan sebagai pengetahuan yang bermanfaat ketika mereka berada pada satu kelompok dengan kelompok yang lain. segitiga (triangels) dan lingkaran (circle). ketika satu individu menominasikan individu lain dan pada gilirannya ia menominasikan individu yang lain begitu seterusnya. dua individu yang saling memilih satu sama lain pada kriteria sosiometri yang sama. (4) Neglectee: individu yang menerima pilihan relatif kecil pada sosiometri. kelompok kecil ---kesenjangan dalam kelompok yakni situasi dimana sejumlah individu saling memilih pada kriteria sosiometri yang sama. kondisi ini menggambarkan kelompok tersebut sebagai kepulauan (islands). dan anggota dari kelompok ini tidak dinominasikan oleh siapa pun dalam pola-pola lain. pilihan bolak-balik. ketika pasangan saling memilih (mutual choice) sehingga membentuk kelompokkelompok kecil yang terpisah dari pola-pola yang lebih besar. namun memberikan pilihan yang relatif kecil pada individu diluar kelompok. c) Istilah yang digunakan untuk menunjukkan fenomena kelompok (1) Rantai (Chain). Akibatnya. Istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan pilihan pertama dari nominasi yang diajukan. individu yang menerima pilihan negatif/penolakan.Kondisi seperti ini merupakan fenomena yang diharapkan dalam suasana kelompok. mereka mungkin juga tidak dikenal atau tidak diakui keberadaannya di dalam kelompok. Dengan demikian jelas bahwa. fenomena pilihan negatif akan membawa situasi berbahaya di dalam kelompok dan harus dihindari. Bagaimanapun. atau pasangan. (5) Rejectee . Semakin banyak hubungan yang menyenangkan di dalam kelompok dengan demikian memungkinkanakan tercipta iklim sosial positif yang lebih besar ke dalam kelompok. (2) Gaps. BIMTEK GURU BK SMK 2012 39 . (a) Kepulauan (Islands). seperti pulau (island). dalam kondisi tersebut memungkinkan untuk dievaluasi dengan intervensi sosial yang dilakukan oleh konselor. pilihan berurutan seperti A-B-C-D.mereka pada nominasi positif dan mereka tidak pula menerima pilihan pada nominasi negatif. (6) Mutual . mereka telah membuat nominasi.Pasangan ini terdiri dari anak-anak yang memilih satu sama lain.

menentukan tipe soal. Untuk mendapatkan instrumen yang baik. menentukan jumlah soal. Hampir bersamaan dengan itu. uji coba. penulisan item dan reviu item. menentukan taraf kesukaran soal. daya beda. prates. dan norma. analisis item. antara lain dapat ditinjau dari segi validitas. penelaahan dan penyempurnaan item/soal. Sumadi Suryabrata (2000). operasionalisasi konsep (indikator perilaku). pengujian reliabilitas. Menurut Gerald Goldstein & Michel Hersen (2000) prosedur pengembangan instrumen asesmen adalah dengan mengikuti langkah-langkah berikut: 1) reviewing the literature 2) defining the construc 3) test planning and lay out 4) designing the test 5) item tryout 6) item analysis 7) building a scale 8) standardizing the test BIMTEK GURU BK SMK 2012 40 . kondisi ini disebut sebagai SEGITIGA jika hanya melibatkan tiga orang. menyusun kisi-kisi atau blue-print. perlu diikuti prosedur pengembangan yang dikemukakan oleh berbagai ahli. reliabilitas. Djoemadi Darmodjo (2002) mengemukakan prosedur pengembangan instrumen: Perencanaan umum. prosedur yang ditempuh adalah menentukan wilayah yang akan dikenai pengukuran. c. khususnya untuk pengembangan alat ukur psikologis. Prosedur Pengembangan Instrumen Instrumen yang baik harus memenuhi berbagai persyaratan. spesifikasi tujuan dan isi. penulisan item atau soal. Jika terdapat lebih dari tiga orang dengan pola demikian disebut sebagai lingkaran. ketika sebuah rantai datang kembali pada dirinya sendiri oleh karena orang terakhir yang mencalonkan orang pertama. penggunaan. pemilihan format stimulus dan penskalaan. validasi. penyusunan bentuk akhir. kompilasi I (seleksi item). merakit soal.(b) Segitiga dan Lingkaran (Trianglesand Circles). menentukan materi alat ukur. kompilasi II (format final). menentukan subjek yang akan dikenai pengukuran. Sedangkan menurut Syaifuddin Azwar (2004) prosedur pengembangan instrumen (khusus untuk pengungkapan aspekaspek psikologis) adalah: identifikasi tujuan (penetapan konstrak psikologis). penilaian. menentukan dasar konseptual atau dasar teoritis yang digunakan sebagai landasan. efektifitas.

indikator. 6) Tahap validasi pertama yang ditempuh adalah validasi teoritik. 4) Menulis butir-buti instrumen yang dapat berbentuk pertanyaan atau pernyataan. diperoleh kesimpulan mengenai valid atau tidaknya sebuah butir atau sebuah perangkat instrumen. 8) Setelah konsep instrumen dianggap valid secara teoritik atau scara konseptual. 2) Berdasarkan konstruk tersebut dikembangkan dimensi dan indikator variabel. Dengan merujuk pendapat-pendapat di atas. tipe dan bentuk instrumen yang akan dikembangkan BIMTEK GURU BK SMK 2012 41 . 1) Menetapkan tujuan 2) Mengembangkan spesifikasi/kisi-kisi/blue print instrumen 3) Menentukan format. yaitu melalui pemeriksaan pakar atau melalui panel yang pada dasarnya menelaah seberapa jauh butir instrumen yang dibuat secara tepat dapat mengukur indikator. berikut dikemukakan prosedur umum pengembangan instrumen (Furqon dan Yaya Sunarya. 3) Membuat kisi-kisi instrumen dalam bentuk tabel spesifikasi yang memuat dimensi. Muri Yusuf.Di samping itu. dilakukanlah penggandaan instrumen secara terbatas untuk keperluan uji coba 9) Uji coba instrumen di lapangan merupakan bagian dari proses validasi empirik 10) Pengujian validitas 11) Berdasarkan pengujian validitas tersebut. baik teoritik maupun empirik. 2011) merinci langkah-langkah penyusunan dan pengembangan instrumen (untuk penelitian) sebagai berikut: 1) Berdasarkan sintesis dari teori yang dikaji tentang suatu konsep dari variabel yang hendak diukur. 7) Revisi atau perbaikan berdasarkan saran dari pakar atau berdasarkan hasil panel. kemudian dirumuskan konstruk dari variabel tersebut. 2005) yang dapat dilakukan oleh guru BK untuk kepentingan pelayanan konseling di sekolah. A. butir dan jumlah butir untuk setiap dimensi dan indikator. 2011. nomor. 12) Berdasarkan hasil analisis butir maka butir-butir yang tidak valid dikeluarkan atau diperbaiki untuk diuji coba ulang sedangkan butir-butir yang valid dirakit kembali menjadi sebuah perangkat instrumen 13) Selanjutnya dihitung koefisien reliabilitas 14) Perakitan butir-butir instrumen yang valid untuk dijadikan instrumen yang final. 5) Butir-butir yang telah ditulis merupakan konsep instrumen yang harus melalui proses validasi. Djaali dan Pudji Muljano (dalam Imam Hanuji.

validitas. Untuk itu diperlukan data yang akurat dan memadai berkenaan dengan diri. 2012). diperlukan komampuan dan kejelian dalam memilih instrumen yang akan digunakan. inventori kreatifitas untuk mengukur kreatifitas. bahkan seringkali suatu instrumen hanya dapat digunakan untuk kelompok responden dengan kondisi tertentu. umum. individual. bukan hasil belajar matematika. khusus) yang akan dikumpulkan dengan penggunaan tersebut. kebutuhan untuk apa data hasil instrumen tersebut akan digunakan. Agar penggunaan instrumen tersebut sesuai dengan tujuan dan maksud penggunaannya. dan sebagainya. serta bentuk data (kelompok. Analisis data dan kebutuhan didahului dengan pengumpulan data dan need assessment dengan menggunakan berbagai instrumen. tes inteligensi hanya cocok untuk mengukur kecerdasan. Pemilihan Instrumen Program bimbingan dan konseling harus disusun berdasarkan data dan analisis kebutuhan peserta didik. potensi. Konselor yang akan mengaplikasikan intrumen harus benar-benar memilih dan menyesuaikan instrumen (materi. misalnya AUM PTSDL SLTP hanya cocok untuk mengungkapkan masalah-masalah anak SMP atau sedrajat. kebutuhan dan permasalahan serta lingkungan konseli.4) Menulis atau merumuskan item-item sesuai dengan format yang dipilih 5) Mengkaji ulang rumusan item-item oleh ahli lain ( judgment) 6) Merevisi item-item berdasarkan hasil judgement 7) Menggandakan instrumen 8) Menggunakan instrumen 2. baik tes mau pun non tes. reliabilitas) dengan responden dan karakteristik yang hendak diakses pada diri responden (Prayitno. Dalam pemilihan instrumen yang akan digunakan. maching antara instrumen dan responden harus benar-benar tepat. Hal ini diperlukan karena tidak semua instrumen cocok dan perlu digunakan untuk semua responden. Untuk itu langkah-langkah umum yang perlu diikuti oleh guru BK atau konselor adalah: 1) mempelajari manual instrumen 2) mengidentifikasi karakteristik responden 3) melihat kesesuaian antara instrumen dan reponden 4) menyiapkan diri untuk mampu menyelenggarakan pengadiministrasian instrumen 5) menyiapkan aspek teknis dan adminstratif BIMTEK GURU BK SMK 2012 42 . artinya instrumen benar-benar cocok digunakan untuk mengungkapkan apa yang ada pada diri responden. tidak untuk mengukur bakat atau minat.

operasionalisasi pengadmistrasian instrumen (mulai dari perencanaan sampai pada pelaporan adalah sebagai berikut (Mudjiran dkk. tujuan. yaitu: 1) memahami isi dan bentuk instrumen yang akan digunakan secara mendalam dan menyeluruh 2) memahami dan dapat melaksanakan prosedur dan cara-cara pengadministrasian instrumen yang akan digunakan 3) memahami dan dapat melaksanakan cara pengolahan respon/jawaban responden/konseli 4) memahamai dan dapat melaksanakan interpretasi/penafsiran terhadap hasil-hasil instrumen Untuk keperluan pelayanan konseling. dan kegunaan instrumen bagi responden 2) bagaimana menjawab dan mengerjakan instrumen. khususnya instrumen yang sudah distandardisasikan. pengadminstrasian instrumen perlu diawali dengan penjelasan tentang apa. mengapa. 2012). 2010. bentuk. termasuk alokasi waktu yang disediakan 3) bagaimana jawaban/respon responden diolah 4) bagaimana hasil pengolahan disampaikan kepada responden 5) bagaimana hasil tersebut digunakan dan apa yang perlu atau diharapkan dilakukan responden Secara umum. Dalam hal ini konselor perlu mengemukakan: 1) pokok isi.3. Penggunaan Instrumen a. 2012). bagaimana dan untuk apa instrumen itu diadministrasikan kepada siswa atau konseli. Prayitno. dengan catatan calon penyelenggara itu harus terlebih dulu berlatih sehingga benar-benar mampu menyelenggarakan sesuai dengan syarat-syarat asesmen yang baik (Prayitno. 1) Perencanaan a) Menetapkan objek yang akan diukur/diungkapkan b) Menetapkan subjek yang akan mengikuti asesmen c) Menetapkan/menyusun instrumen sesuai dengan objek dan subjek yang akan dites d) Menetapkan prosedur asesmen e) Menetapkan fasilitas f) Menyiapkan kelengkapan administratif 2) a) Pelaksanaan Mengkomunikasikan rencana aplikasi instrumen kepada pihak terkait pelaksanaan BIMTEK GURU BK SMK 2012 43 . Tata cara pelaksanaan Pengadministrasian instrumen pada dasarnya dilaksanakan sesuai dengan petunjuk yang dikemukakan dalam manual instrumen. Kewenangan menyelenggarakan administrasi instrumen non tes pada umumnya lebih terbuka.

Tata cara pengolahan hasil instrumen. biasanya sudah termuat dalam manual instrumen yang digunakan. Sedangkan untuk instrumen yang dikembangkan sendiri oleh guru BK atau konselor. maka hasil instrumen akan menjadi siasia. khususnya instrumen yang sudah distandardisasikan. 2010). Jika hasil demikian itu terjadi. untuk selanjutnya dipergunakan dalam pelayanan bimbingan dan konseling tertentu terhadap siswa yang bersangkutan. Masalah-masalah siswa pada satu atau dua bulan kemudian. hasil-hasil pengadministrasian instrumen tersebut akan menjadi kedaluarsa. Sedapatdapatnya paling lambat dalam satu minggu hasil instrumen telah terolah dan digunakan. Apabila pengolahan tertunda. tidak cocok lagi dengan keadaan siswa yang sudah berubah. Pengolahan hasil instrumen Hasil pengadministrasian instrumen harus segera diolah. kesegeraan dalam pengolahan hasil AUM akan menjunjung azas kekinian dalam bimbingan dan konseling (Mudjiran dkk. besar kemungkinan berbeda dari masalah-masalah yang mereka alami dan terungkapkan melalui instrumen pada waktu sebelumnya. biasanya sewaktu pengembangan instrumen tersebut sudah BIMTEK GURU BK SMK 2012 44 . lebih-lebih dalam waktu yang lebih lama lagi.b) c) d) e) f) Mengorganisasikan kegiatan instrumentasi Mengadministrasikan instrumen Mengolah jawaban/respon responden Menafsirkan hasil instrumentasi Menetapkan arah penggunaan instrumentasi hasil 3) a) b) c) d) 4) Evaluasi Menetapkan materi evaluasi terhadap kegiatan instrumenasi serta penggunaan hasil-hasilnya Menetapkan prosedur dan cara-cara evaluasi Melaksanakan kegiatan evaluasi Mengolah dan menafsirkan hasil evaluasi Tindak Lanjut a) Menetapkan jenis dan arah tindak lanjut terhadap kegiatan instrumenasi serta penggunaan hasil-hasilnya b) Mengkomunikasikan rencana tindak lanjut kepada pihak terkait c) Melaksanakan rencana tindak lanjut a) b) c) Laporan Menyusun laporan kegiatan aplikasi instrumenasi Menyampaikan laporan kepada pihak terkait Mendokumentasikan laporan kegiatan 5) b.

dan norma. untuk satu instrumen. pengolahan hasilnya dapat dilakukan per item dan dapat pula untuk keseluruhan item dalam satu instrumen tersebut. tidak hanya menghasilkan data berkenaan dengan kelemahan dan/atau masalah-masalah yang dialami siswa/konseli (hal-hal yang “negatif”). kelompok. kebutuhan dan permasalahan serta lingkungan siswa atau konseli. 5. Berikut dikemukakan langkah-langkah umum pengolahan data dari suatu instrumen dengan cara manual. tabel data individual dan kelompok). akan menghasilkan minimal data individual dan kelompok. yaitu untuk keperluan penyusunan program bimbingan dan konseling. Di sisi lain. Melakukan pengolahan. potensi. . Satu instrumen yang diadministrasikan terhadap sekelompok atau satu kelas siswa. Ada di antara instrumen yang pengolahan datanya dengan men-tally atau menghitung frekuensi dan persentase. Ditinjau dari keperluan pengumpulan data. 1. sedangkan untuk data potensi akan dikembangkan melalui program bimbingan dan konseling. Menyiapkan kelengkapan pengolahan data. 4. hasil pengolahan instrumen akan mengarah pada pengelompokan data tersebut. ada pula jenis instrumen yang pengolahannya menggunakan kunci untuk memperoleh skor (misalnya tes. umum. Untuk data kelemahan/masalah siswa akan dientaskan. Sesuai dengan kelompok data. Mengkonversi hasil pengolahan data dengan kriteria/norma instrumen (sesuai manual) Menginterpretasikan hasil pengolahan data BIMTEK GURU BK SMK 2012 45 2. 3. kunci/pedoman scoring (untuk intrumen yang memerlukan kunci). dengan mengumpulkan data diri. tetapi juga mengarah pada potensi (kekuatan dan hal-hal yang “positif”) dan kebutuhan siswa/konseli. dan membandingkannya dengan kriteria/norma (yang telah ditetapkan). yaitu berupa data individual. Artinya pengolahan data dan hasilnya. terutama formatformat hasil pengolahan. maka pengolahan data dan hasilnya mengarah pada keperluan tersebut. dan khusus. ataupun menskor jawaban siswa/konseli Memasukkan hasil pengolahan (langkah kedua) ke dalam tabel-tabel atau format-format yang telah dipersiapkan.dirancang juga tata cara pengolahan datanya serta penggunaan hasilnya. baik untuk jenis data individual maupun kelompok (tabel tabulasi. AUM PTSDL) dan membandingkannya dengan kriteria/norma yang ada dalam manual instrumen. baik dengan men-tally/menghitung frekuensi dan persentase.

Oleh sebab itu. masalahmasalah yang dialami. kebutuhan. dari hasil interpretasi. Interpretasi instrumen. baik dalam pengadministrasian. misalnya dengan memperhatikan rerata. membahayakan terhadap pribadi-pribadi siswa/konseli. c. biasanya guru BK atau konselor cukup mengentrikan data dan mengikuti “perintah-perintah” yang ada dalam manual program pengolahan data instrumen tersebut. Dari hasil interpretasi tersebut akan diketahui potensi. biasanya dapat dilakukan untuk data kelompok/kelas dan data individual. ITP. data hasil pengolahan akan diperoleh. akan diketahui siapa dan BIMTEK GURU BK SMK 2012 46 . supaya tidak terjadi kekeliruan. kebutuhan. Menetapkan arah penggunaan hasil instrumenasi Apabila pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program computer (misalnya AUM Umum dan AUM PTSDL. serta kondisi lingkungan yang menghambat ataupun yang menunjang kesuksesan untuk sekelompok siswa/konseli. sedangkan dari data kelompok akan dapat dilihat potensi. masalah-masalah yang dialami. juga akan diketahui perbandingan antara individu dengan individu lain atau antara individu dengan kelompok. Kesalahan akan berakibat. Tata cara interpretasi data. langkah berikutnya yang harus dilakukan oleh guru BK atau konselor adalah penafsiran atau interpretasi data. bagi konselor yang menggunakan instrumen yang dikembangkan oleh orang lain (sudah distandardisasikan). pengolahan ataupun dalam interpretasinya. Dari data tersebut. tes. atau instrumen lain yang telah dirancang program pengolahannya). skor tertinggi dan terendah. Hasil interpretasi itu akan dimasukkan ke dalam himpunan data yang selanjutnya akan digunakan untuk penyusunan program bimbingan dan konseling. serta kondisi lingkungan yang menghambat ataupun yang menunjang kesuksesan dan perkembangan siswa/konseli. baik untuk data kelompok maupun individual. kebutuhan dan permasalahan serta lingkungan siswa atau konseli. guru BK/konselor harus mempelajari manualnya dengan seksama. biasanya juga termuat dalam manual instrumen atau telah dirancang sebelumnya sewaktu pengembangan instrumen yang dilakukan oleh guru BK/konselor. di samping data tidak valid dan terbuang sia-sia sehingga program bimbingan dan konseling tidak tepat sasaran. range. Penafsiran hasil Setelah pengolahan data hasil instrumen (khususnya setelah konversi data dengan menggunakan kriteria/norma). Sosiometri. Melalui program tersebut. akan diketahui potensi. Dengan kata lain. Untuk data individual misalnya. untuk setiap item dan untuk keseluruhan item (total) dalam suatu instrumen.6.

minat • Identitas keluarga • Riwayat kesehatan • Catatan anekdot (kejadian khusus) • Masalah diri pribadi b. kebutuhan. baik secara individual maupun dalam posisinya sebagai anggota kelompok/kelas.bagaimana potensi. seperti: • Identitas diri • Potensi dasar: inteligensi. sistematis. 2011). sedangkan himpunan data ( commulative record) berarti berbagai jenis data dihimpun. Data perkembangan. Data kemampuan. dengan tujuan menyediakan data dalam kualitas yang baik dan lengkap untuk menunjang pelayanan konseling sesuai dengan kebutuhan konseli (Prayitno. 2012). Balitbang Depdiknas. seperti: • Pekerjaan orangtua/keluarga • Bakat-minat karir. 4. arah dan persiapan karir. kegiatan dan belajar. kondisi hubungan dan lingkungan sosial. dan kondisi (positif dan “negatif”). Data perkembangan. bakat. dan bersifat rahasia (Pusat Kurikulum. komprehensif. Kegiatan himpunan data dalam bimbingan dan konseling berarti kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik/sasaran layanan. terpadu. seperti: • Sosiogram • Teman dekat • Data hubungan sosial • Masalah sosial c. Data yang dihimpun tersebut adalah berkanaan dengan: a. kondisi dan lingkungan diri pribadi siswa. dikolompokkan dan dikemas dalam bentuk tertentu. yang diselenggarakan secara berkelanjutan. jurusan yang diambil • Masalah karir BIMTEK GURU BK SMK 2012 47 . seperti: • Nilai hasil belajar • Data kegiatan belajar • Riwayat pendidikan • Masalah belajar d. Data kemampuan. Himpunan Data Data merupakan gambaran atau keterangan atau catatan tentang ada dan keadaan tertentu.

(2) himpunan lembaran dengan format yang dirancang khusus. minat dan kecenderungan pribadi. data dapat dihimpun dalam (1) buku data pribadi. brosur. Pengembangan Data • Langsung: dari sumber asli • Luas: sebanyak-banyaknya tetapi sesuai keperluan • Lugas: bersifat apa adanya.Ditinjau dari pengelompokan data (pribadi. Prayitno (2012) mengemukakan tiga pengelompokan data. Penggunaan Data BIMTEK GURU BK SMK 2012 48 . (4) program computer (file). Menghimpun data • Data pribadi • Data kelompok • Data umum b. Data Kelompok: Data mengenai sekelompok individu. dan selalu ditambah dengan data baru yang benar-benar berguna • Lancar: mudah penyelenggaraannya dan mudah menggunakannya. Sedangkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan himpunan data adalah (Prayitno. antara lain: • Hubungan sosial antar individu • Kondisi kebersamaan • Kerjasama kelompok • Hasil belajar sekelompok individu c. kewarganegaraan. umum). agama • Kondisi fisik dan kesehatan • Potensi diri: kemampuan dasar. data lingkungan. (3) kumpulan data kelompok dan laporan kegiatan. informasi karir dan pendidikan. Data Umum: Data yang tidak mengenai diri seseorang dan tidak pula berkenaan dengan kelompok individu tertentu (berasal dari luar diri pribadi atau kelompok). bakat. tempat dan tanggal lahir. antara lain: • Identitas pribadi: nama. 2012): a. gelar. padat dan jelas • Luwes: tidak statis. yang tidak berguna dibuang. dan sumber informasi lain) Dalam penyelenggaraannya. kelompok. (5) kumpulan data umum. cita-cita • Hasil karya • Status dan kondisi keluarga • Status dan kondisi pekerjaan atau karir • Kondisi kehidupan sehari-hari dan permasalahannya b. yaitu a. alamat. mudah menghimpunnya dan mudah pula mengaksesnya untuk digunakan c. Data pribadi: semua data yang berkaitan dengan pribadi seseorang. Misalnya kumpulan leaflet.

a. keaktualan dan Tindak Lanjut. mengembangkan lebih lanjut sesuai dengan hasil evaluasi: 1) Bentuk. Laporan 1) Menyusun laporan (secara berkala) kegiatan himpunan data 2) Menyampaikan laporan kepada pihak terkait BIMTEK GURU BK SMK 2012 49 . klasifikasi. dan sistematika data 2) Kelengkapan. sistematika dan penggunaan fasilitas yang digunakan 2) Memeriksa kelengkapan. operasionalisasi kegiatan himpunan data (mulai dari perencanaan sampai pada pelaporan adalah sebagai berikut (Mudjiran dkk. 2010. 2012). kemanfaatan data dalam himpunan data d. keakuratan dan keaktualan data 3) Kemanfataan data 4) Penggunaan teknologi 5) Teknik penyelenggaraan e. Evaluasi 1) Mengkaji efisiensi.• Perencanaan/program layanan • Isi layanan • Laporan kegiatan layanan Secara umum. Pelaksanaan 1) Mengumpulkan dan memasukkan data ke dalam himpunan data sesuai dengan klasifikasi dan sistem etika yang ditetapkan 2) Memanfaatkan data untuk berbagai jenis layanan konseling 3) Memelihara dan mengembangkan himpunan data c. untuk penyelengaraan dan 4) Menetapkan mekanisme penggunaan himpunan data pemelihraaan 5) Menyiapkan kelengkapan administrasi b. Perencanaan 1) Menetapkan jenis dan klasifikasi data serta sumber-sumbernya 2) Menetapkan bentuk himpunan data 3) Menetapkan dan himpunan data menata fasilitas pengisian. Prayitno. keakuratan.

pengembangan instrumen wawancara. instrumen dan fasilitas yang digunakan. baik berkenaan dengan penyusunan. baik secara sendiri-sendiri ataupun secara berkelompok. sosiometri. Menyusun laporan. Menyampaikan laporan kepada pihak terkait. tally).serta penggunaan atau arah penggunaan data. Pelaporan Kegiatan instrumenasi dan himpunan data yang dilakukan perlu disusun laporannya untuk berbagai keperluan. Hasil yang diharapkan dari latihan ini adalah peserta dapat mengaplikasikan kemampuannya di tempat bertugas. dan penggunaannya. atau mengerjakan latihan dengan mengisi format-format yang tertera pada lampiran. peserta diharapkan melakukan latihan. atau melakukan kegiatan himpunan data. Latihan Dalam kegiatan Bimtek ini. Suatu hal yang sangat perlu diperhatikan. Latihan dilakukan dalam kelas yang didampingi oleh instruktur. yang memuat tentang proses. b. Jenis Data dan . Jangan sampai data tentang siswa sampai kepada pihak-pihak yang dapat merugikan siswa/konseli. hasil dan penafsirannya. instrumen dan fasilitas yang digunakan. Mendokomentasikan laporan dengan memperhatikan azas kerahasiaan D. penyimpanan/pendokumentasian ataupun penyampaian laporan kepada pihak terkait. Tulis jenis data dan tentukan teknik/instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dengan mengisi tabel di bawah ini! BIMTEK GURU BK SMK 2012 50 E. dengan memperhatikan azas kerahasiaan c. baik berkaitan dengan proses. Secara umum. skala.3) Mendokomentasikan laporan 5. Teknik/Instrumen yang Digunakan Petunjuk: 1. hasil. Materi latihan dapat berupa pengembangan item-item dari contoh instrumen yang sudah dikemukakan dalam bab ini (daftar cek. adalah penerapan azas kerahasiaan. kegiatan yang dilakukan dalam pelaporan adalah: a. angket. Lampiran (Petunjuk dan format latihan) 1. misalnya kepada kepala sekolah/wakil. terutama berkenaan dengan instrumen dan kegiatan himpunan data dalam pelayanan bimbingan dan konselig di SMK.

2. Kelompokkan data tersebut dan rancang instrumen yang akan digunakan untuk pengumpulan data tersebut BIMTEK GURU BK SMK 2012 51 .

……. BIMTEK GURU BK SMK 2012 52 . …….Tabel Jenis Data dan Teknik/Instrumen yang Digunakan Teknik/Instrumen No Jenis Data Obs Wwc Ang Ket Tes Sosiometri Cat anek AUM ITP …….

Layanan yang Dilaksanakan Petunjuk: Jenis Data dan Jenis Tulis jenis data dan tentukan jenis layanan yang dilaksanakan dengan mengisi tabel di bawah ini! Tabel Jenis Data dan Jenis Layanan yang Dilaksanakan Jenis Layanan No Jenis Data BIMTEK GURU BK SMK 2012 53 .2.

Bimbingan dan konseling (BK) dalam seting pendidikan dilaksanakan oleh tenaga professional yaitu Sarjana Pendidikan bidang Bimbingan dan Konseling dan telah menempuh pendidikan profesi konselor. memiliki harapan untuk sukes studi dan karirnya. Tenaga yang BIMTEK GURU BK SMK 2012 54 .BAB II PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING A. mempunyai kesempatan untuk memperoleh fasilitasi pendidikan dan bimbingan dan konseling. Siswa dalam kehidupannya tidak lepas dari persoalan yang harus diatasinya dan karena keterbatasan memerlukan bantuan dari pihak lain. Untuk itu. PENGANTAR Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terkategori usia remaja. Siswa memiliki keterbatasan. memiliki potensi untuk berkembang. dalam hal ini peran bimbingan dan konseling memberikan fasilitasi bagi siswa untuk dapat mengoptimalkan fungsi potensinya sehingga dapat mencapai kemandirian dan dapat mengatasi persoalannya secara bertanggung jawab. memiliki hak untuk menempuh pendidikan. unik dan dinamik. mengharapkan dapat bekerja sesuai dengan potensinya dan mengharapkan mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan.

cakap. persoalan secara bertangung jawab dan mencapai kehidupan yang sejahtera dan bahagia. Salah satu tugas guru BK sesuai dengan rumusan stadar kompetensi konselor sebagaimana tertuang dalam Permendiknas No.tidak professional diyakini tidak dapat melaksanakan tugas profesinya dengan baik. bangsa dan negara. B. dan kesadaran masyarakat terhadap profesi. Untuk melaksanakan layanan profesi BK diperlukan tenaga professional dalam bidang BK. serta ketrampilan yang diperlukan dirinya. dan program layanan BK di sekolah membantu tercapainya tujuan pendidikan nasional sebagaimana dituangkan dalam UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. BIMTEK GURU BK SMK 2012 55 . KOMPETENSI. mandiri. akhlak mulia. berakhlak mulia. pengendalian diri. sehat. Untuk itu. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. kreatif. DAN INDIKATOR KOMPETENSI Materi bimbingan teknis bagi guru BK SMK disiapkan untuk memberikan pengalaman pelajar yang sesuai dengan kompetensi yang harus dimiliki oleh guru BK atau konselor yaitu kompetensi profesional konselor. masyarakat. 27 Tahun 2008 adalah mampu merancang program bimbingan dan konseling. SUB KOMPETENSI. kebijakan pemerintah yang mendukung program BK. berilmu. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. kepribadian. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. BK memfasilitasi mengentaskan siswa agar dapat mandiri. Kinerja Guru BK yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan siswa sangatlah diharapkan. dan menjadi warga negara yang demokratis serta tanggung jawab. diperlukan bimtek bagi guru BK tentang kompetensi tersebut. berkembang optimal. kecerdasan.

masyarakat. (3) mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana BIMTEK GURU BK SMK 2012 56 . Merencanakan sarana dan biaya penyelenggaraan program bimbingan dan konseling. C. Menganalisis kebutuhan konseli 2. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya. INDIKATOR Beberapa indikator materi bimbingan teknis (bimtek) kompetensi profesional dengan sub kompetensi merancang program Bimbingan dan Konseling. (3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. kekuatan.SUB KOMPETENSI : Sub kompetensi profesional yang disiapkan bagi guru BK SMK dalam Bab ini adalah Merancang Program Bimbingan dan Konseling. dan tugas-tugas perkem-bangannya. maupun lingkungan kerja. (2) mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya. MATERI. 1. Menyusun program bimbingan dan konseling yang berkelanjutan berdasarkan kebutuhan peserta didik secara komprehensif dengan pendekatan perkembangan 3. (2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin. mereka harus mendapatkan kesempatan untuk: (1) mengenal dan memahami potensi. perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang. Menyusun rencana pelaksanaan program bimbingan dan konseling 4. TUJUAN BIMBINGAN DAN KONSELING Tujuan pelayanan BK ialah membantu siswa/ konseli agar dapat: (1) merencanakan kegiatan penyelesaian studi. meliputi : 1. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. (4) mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi.

e. Memiliki rasa tanggung jawab. f. pergaulan dengan teman sebaya.pencapaian tujuan tersebut. Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat g. Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship). baik dalam kehidupan pribadi. tempat kerja. Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain. belajar (akademik). BIMTEK GURU BK SMK 2012 57 . a. serta dan mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut. menghormati atau menghargai orang lain. Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugrah) dan yang tidak menyenangkan (musibah). dan (7) mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal. yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan. d. (4) memahami dan mengatasi kesulitankesulitan sendiri (5) menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya. maupun masyarakat pada umumnya. baik fisik maupun psikis. dan karir. kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat. i. Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME. sekolah. c. h. Aspek pribadi-sosial siswa. persaudaraan. keluarga. 1. Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain. (6) menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya. b. Secara khusus BK bertujuan untuk membantu siswa/ konseli agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial. Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif. dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing. yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajibannya. baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan. tidak melecehkan martabat atau harga dirinya. Bersikap respek terhadap orang lain.

Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif. dan sesuai dengan norma agama. mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran. c. Aspek karir adalah sebagai berikut. Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. 2. Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar.. f. Memiliki pemahaman diri (kemampuan. mencatat pelajaran. Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan. dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas. b. memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu. seperti keterampilan membaca buku. Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang BIMTEK GURU BK SMK 2012 58 . Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun. e. Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif. asal bermakna bagi dirinya. b. Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain. dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya.atau silaturahim dengan sesama manusia. Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir. d. Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif. Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat. c. d. minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan. 3. disiplin dalam belajar. dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. mengggunakan kamus. seperti kebiasaan membaca buku. a. seperti membuat jadwal belajar. a. k. j. mengerjakan tugastugas. Aspek belajar adalah sebagai berikut. dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. tanpa merasa rendah diri.

pameran hasil karya siswa yang dapat diperdagangkan.pekerjaan yang menjadi citra-cita karirnya masa depan. oberservasi dan magang ke berbagai dunia usaha dan industri yang relevan dengan potensi siswa. Memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karir. Oleh karena itu. Mengenal keterampilan. Apabila seorang siswa bercita-cita menjadi seorang guru. yaitu kecenderungan arah karir. prospek kerja. maka setiap orang perlu memahami kemampuan dan minatnya. Memiliki kemampuan merencanakan masa depan. kemampuan (persyaratan) yang dituntut. Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki. dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan tersebut. maka dia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut. f. maka dapat dilakukan beberapa upaya antara lain: guru BK atau konselor menyusun materi informasi sesuai tujuan BK aspek karir yaitu nomor 3 a s/d i. siswa diberikan informasi dunia karir baik jenis maupun persaratan dan cara mencapai karir tersebut. dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan. Untuk dapat memberikan pengalaman belajar yang memadai tentang aspek karir siswa. dan kerjasama dengan lembaga usaha dan industri untuk memberikan pengalaman belajar dan peluang berkar ya serta kesempatan BIMTEK GURU BK SMK 2012 59 . Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir. g. menghadirkan alumni yang berhasil untuk memberikan informasi dan orientasi keberhasilannya. dan kondisi kehidupan sosial ekonomi. Dapat membentuk pola-pola karir. yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat. kemampuan. e. h. dan kesejahteraan kerja. dalam bidang pekerjaan apa dia mampu. lingkungan sosiopsikologis pekerjaan. i. kemampuan dan minat.

(3) penyembuhan dalam arti menyembuhkan penyakit yang dapat sembuh dengan informasi-informasi yang tepat. minat dan kegemaran sesuai dengan kesempatan yang ada.bekerja. (4) penempatan dalam arti membantu menempatkan siswa sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan. pertemuan kasus. (5) pengadaptasian dalam arti membantu pihak lain dalam upaya memahami siswa untuk kepentingan layanan bagi siswa yang bersangkutan. Di samping itu. pengembangan pribadi. kerjasama dengan orang tua. (4) pemeliharaan dalam arti memelihara situasi dan kondisi siswa agar tetap terjaga menjadi stabil.(2) perbaikan dalam arti memperbaiki kesalahan pikiran-perasaan-perilaku. Layanan BK bersifat (1) pencegahan dalam arti bahwa mencegah jangan sampai siswa memiliki masalah. media. home visit. konseling kelompok. BIMTEK GURU BK SMK 2012 60 . kerjasama dengan profesi lain. dan (5) pengembangan dalam arti mengembangan bakat dan minat sesuai dengan potensi yang dimiliki siswa dan kesempatan yang ada. 2. bimbingan kelompok. ANALISIS POTENSI DAN KEBUTUHAN Layanan BK diperuntukkan bagi seluruh siswa terkategori normal dalam upaya memberikan bantuan pencapaian keberhasilan belajar. Untuk dapat memberikan layanan BK secara baik dan terarah diperlukan pemahaman secara mendalam tentang diri siswa (konseli) dan kondisi sekolah serta prospek siswa setelah lulus SMK. sosial. (3) penyaluran dalam arti membantu siswa untuk menyalurkan bakat. kerjasama dengan instansi/lembaga/perusahaan yang dapat mengembangkan potensi siswa. bimbingan klasikal. (2) penyesuaian dalam arti membantu siswa untuk menyesuaian terhadap situasi baru dimana siswa berada. Pemahaman tentang diri siswa dapat dilakukan dengan cara penerapan teknik tes dan teknik non tes (sebagaimana diuraikan di Bab I). layanan BK berfungsi: (1) pemahaman dalam arti membantu siswa untuk memahami diri secara baik tentang kelebihan dan kelemahannya. Strategi layanan BK antara lain dapat dilakukan dengan cara konseling individual. referral. dan karirnya.

dan (11) Kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga. emosi. (4) Kematangan intelektual. minat. motivasi. kondisi fisik. keberhasilan dalam pendidikan. (8) Perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis). dan kebutuhan layanan. latar belakang keluarga. (7) Pengembangan diri. fasilitas sekolah. Kondisi latar belakang sekolah/pendidikan antara lain meliputi status sekolah. perhatian orang tua. psikis. kegagalan dalam pendidikan. Siswa memiliki kebutuhan dan diharapkan berkembang optimal sesuai dengan potensi diri dan mencapai kemandirian dalam kehidupannya. Masing-masing aspek perkembangan memiliki BIMTEK GURU BK SMK 2012 61 . kualitas pendidik dan tenaga kependidikan. pendidikan orang tua. kesehatan organ tubuh. cita-cita. status sosial ekonomi. kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. (2) Landasan perilaku etis. Kondisi keluarga antara lain meliputi identitas orang tua. peran dalam kemasyarakatan. (6) Kesadaran gender. hoby. perkembangan siswa. latar belakang sosio-kultural dan kemasyarakatan. (5) Kesadaran tanggung jawab sosial. intensitas hubungan antar anggota keluarga. Hasil pemahaman dapat dipergunakan sebagai dasar penyusunan program layanan BK. kebiasaan. Kondisi fisik siswa antara lain meliputi kelengkapan anggota tubuh. karakterisitik budayanya. pengalaman belajar. fasilitas kebutuhan dalam kehidupan. kesehatan panca indera. (3) Kematangan emosi. prestasi yang dicapai. status anak dalam keluarga. kondisi lingkungan dalam sekolah. kepribadian. Kondisi psikis siswa antara lain meliputi bakat. latar belakang sekolah/pendidikan. tokoh-tokoh yang dianut dan disegani. ketrampilan. iklim sekolah. (10) Kematangan hubungan dengan teman sebaya. hubungan sosial dengan guru-karyawan-antar teman. kedisiplinan. Kondisi latar belakang sosio-kultural dan kemasyarakatan antara lain meliputi budaya yang dianut. (9) Wawasan dan kesiapan karier. kecerdasan. dan fungsi organ tubuh. Guru BK atau Konselor hendaknya memahami dan memberikan bantuan pengembangan diri siswa sebagaimana yang telah dirumuskan menjadi Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD) yang meliputi (1) Landasan hidup religius.Setidaknya perlu memahami siswa tentang identitas. kelebihan dan kelemahan fisik.

tiga dimensi tujuan. Pemahaman tentang standar kompetensi kemandirian peserta didik (SKKPD) BK atau konselor. STANDAR KOMPETENSI KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK PADA SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT ATAS dan penyiapan materi layanan dan memberikannya secara terencana dan terjadwal perlu dilakukan oleh guru No Aspek Perkembangan Landasan hidup Tataran/Internalisasi Tujuan Pengenalan Mempelajari hal ihwal ibadah Mengenal Akomodasi Mengembangkan pemikiran tentang Tindakan Melaksanakan ibadah atas keyakinan sendiri 1 religious kehidupan beragama disertai sikap toleransi Menghargai norma sebagai rujukan pengambilan keputusan Bersikap toleran terhadap ragam ekspresi perasaan lain Berperilaku atas dasar keputusan yang mempertimbangkan aspek-aspek etis Mengekspresikan perasaan dalam caracara yang bebas.terbuka konflik Mengambil keputusan masalah atas dasar 62 Landasan perilaku 2 etis keragaman sumber Keragaman sumber norma yang berlaku di masyaraakat Mempelajari cara- 3 Kematangan emosi cara menghindari konflik dengan orang lain diri sendiri dan orang dan tidak menimbulkan Kematangan 4 intelektual Mempelajari cara.Menyadari akan keputusan dan keputusan dan cara pengambilan keragaman alternatif dan pemecahan BIMTEK GURU BK SMK 2012 . yaitu: (1) pengenalan/penyadaran (memperoleh pengetahuan dan pemahaman tentang aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai). (2) akomodasi (memperoleh pemaknaan dan internalisasi atas aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai) dan (3) tindakan (perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari dari aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai).

ulet. Internalisasi nilai- Mengembangkan karir dengan 63 niolai yang melandasialternatif perencanaan peluang dan ragam pertimbangan BIMTEK GURU BK SMK 2012 . dan kompetitif 8 (kemandirian sengguh-sungguh sebagai aset untuk perilaku ekonomis) dan kompetitif mencapai hidup dalam keragaman mandiri kehidupan Wawasan dan 9 kesiapan karier Mempelajari kemampuan diri.No Aspek Perkembangan Pengenalan pemecahan masalah secara objektif Tataran/Internalisasi Tujuan Akomodasi konsekuensi yang dihadapinya Menyadari nilai-nilai Tindakan informasi/data secara objektif Kesadaran 5 tanggung jawab sosial Mempelajari keragaman interaksi sosial persahabatan dan Berinteraksi dengan keharmonisan dalam orang lain atas dasar konteks keragaman kesamaan interaksi sosial Menghargai Mempelajari Kesadaran gender antar jenis dalam keragaman peraan Berkolaborasi secara harmonis dengan lain perilaku kolaborasi laki-laki atau 6 perempuan sebagai jenis dalam keragaman keharmonisan hidup ragam kehidupan aset kolaborasi dan peran Mempelajari Pengembangan diri Menerima keunikan keunikan diri dalam diri dengan segala konteks kehidupan kelebihan dan sosial Mempelajari strategi dan Menerima nilai-nilai hidup hemat.ulet sungguh-sungguh peluang untuk berperilaku kekurangannya Menampilkan keunikan diri secara harmonis dalam keragaman 7 Perilaku kewirausahaan Menampilkan hidup hemat.ulet. sungguhsungguh dan kompetitif atas dasar kesadaran sendiri hemat.

kondisi lingkungan sekolah. KONSELING PENYUSUNAN PROGRAM BIMBINGAN DAN Program BK di SMK disusun atas dasar kebutuhan perkembangan diri siswa (standar kemandirian peserta didik). peta permasalahan yang dihadapi siswa. kemampuan guru BK. fasilitasi sekolah.No Aspek Perkembangan Pengenalan pekerjaan. pendidikan. konsep BK serta mendukungan tercapainya BIMTEK GURU BK SMK 2012 64 . visi dan misi BK. dan aktifitas yang terfokus pada pengembangan Tataran/Internalisasi Tujuan Akomodasi Tindakan pemilihan alternatif karir mempertimbangkan kemampuan. peluang dan ragam karir alternatif karir yang lebih terarah Mempelajari caraKematangan 10 hubungan dengan teman sebaya cara membina dan kerjasama dan toleransi dalam pergaulan dengan teman sebaya Menghargai nilai-nilai kerjasama dan toleransi sebagai persahabatan dengan teman sebaya Mengharagai normanorma pernikahan Kesiapan diri untuk Mengenal norma11 menikah dan berkeluarga norma pernikahan dan berkeluarga dan berkeluarga sebagai landasan bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis Mengekspresikan keinginannya untuk mempelajari lebih intensif tentang norma pernikahan dan berkeluarga Mempererat jalinan persahabatan yang lebih memperhatikan norma yang berlaku dasar untuk menjalin akrab dengan 3.

1. bulanan. Program dapat terlaksana dan mencapai hasil yang diharapkan sebagaimana dalam rancangan program apabila rancangan disusun secara tepat dan kualitas unggul dan dilaksanakan sesuai rencana. depkripsi hasil analisis kebutuhan layanan bagi siswa berdasarkan need asesmen. Program BK yang disusun tahunan. strategi layanan. proses. komponen program layanan yang akan dilaksanakan. semesteran. maupun pelaksanaan. personalia pelaksana program. masing-masing saling terkait sehingga menjadi satu matarantai rencana program BK yang utuh. tujuan yang ingin dicapai dari program layanan. dan hal-hal lain yang dianggap relevan. Program BK memberikan gambaran apa yang akan dilaksanakan dalam layanan BK. evaluasi baik perencanaan. 2. anggaran yang diperlukan dan sumber serta pertanggunganjawaban. Rasional Rumusan dasar pemikiran tentang urgensi BK dalam keseluruhan program Sekolah. landasan hukum. waktu pelaksanaan. Dalam rancangan program hendaknya disajikan : rasional. dan pelaporan program BK. dan mingguan. visi dan misi BK. Ke dalam rumusan ini dapat menyangkut konsep dasar yang digunakan. sasaran. pengembangan rencana pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling (RPLBK). kaitan BK dengan implementasi kurikulum. bidang gerak. dampak perkembangan iptek dan sosial budaya terhadap gaya hidup masyarakat (termasuk para peserta didik). Dalam merumuskan program.tujuan pendidikan nasional. struktur dan isi/materi program ini bersifat fleksibel disesuaikan dengan kondisi atau kebutuhan siswa berdasarkan hasil penilaian kebutuhan di masing-masing sekolah. Visi dan Misi Secara mendasar visi dan misi BK perlu dirumuskan ulang ke dalam fokus isi: Visi: Membangun iklim Sekolah bagi kesuksesan siswa BIMTEK GURU BK SMK 2012 65 .

karir berlandaskan pada tata kehidupan etis normatif dan ketaqwaan kepada Tuhan YME. 5. Penyadaran. Rencana kegiatan adalah uraian detil dari program yang menggambarkan struktur isi program. (b) Komponen Pelayanan Responsif. 4. Deskripsi Kebutuhan Rumusan hasil needs assessment (penilaian kebutuhan) siswa dan lingkungannya ke dalam rumusan perilaku-perilaku yang diharapkan dikuasai peserta didik. Komponen Program Komponen program meliputi: (a) Komponen Pelayanan Dasar. dan d) Komponen Dukungan Sistem (manajemen) 6. Akomodasi. dan menjadikan perilaku atau kompetensi baru sebagai bagian dari kemampuan dirinya. Rencana Operasional. Sedangkan visi dan misi ditentukan oleh sekolah masing-masing. Rumuskan tujuan yang akan dicapai dalam bentuk perilaku yang harus dikuasai siswa setelah memperoleh pelayanan BK. 3. untuk membangun pemaknaan. pribadi-sosial. Rumusan ini tiada lain adalah rumusan tugas-tugas perkembangan.Misi: Memfasilitasi seluruh siswa memperoleh dan menguasai kompetensi di bidang akademik. Tujuan hendaknya dirumuskan ke dalam tataran tujuan: b. internalisasi. baik kegiatan BIMTEK GURU BK SMK 2012 66 . untuk membangun pengetahuan dan pemahaman peserta didik terhadap perilaku atau standar kompetensi yang harus dipelajari dan dikuasai c. Rencana kegiatan diperlukan untuk menjamin program BK dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien. (c) Komponen Perencanaan Individual. Tindakan. Tujuan a. dan d. yakni Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD). yaitu mendorong peserta didik untuk mewujudkan perilaku dan kompetensi baru itu dalam tindakan nyata sehari-hari.

atau majalah dinding). Rancangan ini bisa dalam bentuk matrik. dan alih tangan (referral). Program BK Sekolah yang telah dituangkan ke dalam rencana kegiatan perlu dijadwalkan ke dalam bentuk kalender kegiatan. c. Berapa banyak waktu dan yang diperlukan dalam untuk setiap melaksanakan pelayanan bimbingan konseling komponen program perlu dirancang dengan cermat. Program Tahunan dan Program semester. Rencana kegiatan dimaksud dituangkan ke dalam rancangan jadwal kegiatan untuk selama satu tahun. d. Atas dasar komponen program di atas maka : a. untuk memfasilitasi siswa mencapai tugas perkembangan atau kompetensi tertentu. buku-buku. Tema BIMTEK GURU BK SMK 2012 67 . Adapun kegiatan bimbingan tanpa kontak langsung dengan peserta didik dapat dilaksanakan melalui tulisan (seperti e-mail. Apakah kegiatan itu dilakukan dalam waktu tertentu atau terus menerus. Perencanaan waktu ini didasarkan kepada isi program dan dukungan manajemen yang harus dilakukan oleh konselor.di Sekolah maupun luar Sekolah. Program BK perlu dilaksanakan dalam bentuk (a) kontak langsung. Kalender kegiatan mencakup kalender tahunan. Inventarisasikan kebutuhan yang diperoleh dari needs assessment ke dalam tabel kebutuhan yang akan menjadi rencana kegiatan. Pertimbangkan porsi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan di atas. 7. Untuk kegiatan kontak langsung yang dilakukan secara klasikal di kelas (pelayanan dasar) perlu dialokasikan waktu terjadwal 2 (dua) jam pelajaran per-kelas per-minggu. brosur. bulanan. konferensi kasus . home visit. Kegiatan ini diturunkan dari perilaku/tugas perkembangan/ kompetensi yang harus dikuasai peserta didik b. Identifikasikan dan rumuskan berbagai kegiatan yang harus/perlu dilakukan. dan (b) tanpa kontak langsung dengan siswa. Pengembangan Tema/Topik (bisa dalam bentuk dokumen tersendiri) Tema ini merupakan rincian lanjut dari kegiatan yang sudah diidentifikasikan yang terkait dengan tugas-tugas perkembangan. semesteran. e. dan mingguan.

sebagai bentuk akuntabilitas pelayanan BK. Dukungan Sistem Konsultasi. Anggaran Rencana anggaran untuk mendukung implementasi program dinyatakan secara cermat. Sejauh mungkin perlu dirumuskan pula evaluasi program yang berfokus kepada keterlaksanaan program. Keempat komponen program tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. 8. dan Kegiatan Manajemen BIMTEK GURU BK SMK 2012 68 . KONSELING Program BK mengandung empat komponen pelayanan. Kolaborasi. Pengembangan Profesional. dan (4) dukungan sistem. 10. dan realistik. rasional. Evaluasi Rencana evaluasi perkembangan siswa dirumuskan atas dasar tujuan yang ingin dicapai. Pengembangan Satuan Pelayanan atau Rencana Pelayanan Bimbingan dan Konseling (dapat dalam bentuk dokumen tersendiri) Dikembangkan secara bertahap sesuai dengan tema/topik. Pelayanan Dasar KOMPONEN PROGRAM BIMBINGAN DAN Komponen Program BK Pelayanan Responsif Peserta didik Pelayanan Per. (2) pelayanan responsif.Indiv. (3) perencanaan individual. yaitu: (1) pelayanan dasar bimbingan. 9. 4.secara spesifik dirumuskan dalam bentuk materi untuk setiap komponen program.

dan memperoleh keterampilan dasar hidupnya. Komponen Program Bimbingan dan Konseling Komposisi pengaturan waktu layanan setiap komponen program BK adalah Pelayanan Dasar = 25 – 35 %. Pelayanan Dasar 1). atau dengan kata lain membantu konseli agar mereka dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya. Pengertian Pelayanan dasar diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada seluruh siswa/ konseli melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan (yang dituangkan sebagai standar kompetensi kemandirian peserta didik) yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya. dan . sosial budaya dan agama). 2). Penggunaan instrumen asesmen perkembangan dan kegiatan tatap muka terjadwal di kelas sangat diperlukan untuk mendukung implementasi komponen ini.Gambar 1. Pelayanan responsive = 15 – 25 %. Secara rinci tujuan pelayanan ini dapat dirumuskan sebagai upaya untuk membantu konseli agar (1) memiliki kesadaran (pemahaman) tentang diri dan lingkungannya (pendidikan. pekerjaan. Asesmen kebutuhan diperlukan untuk dijadikan landasan pengembangan pengalaman terstruktur yang disebutkan. Tujuan Pelayanan ini bertujuan untuk membantu semua siswa/ konseli agar memperoleh perkembangan yang normal. Pelayanan perencanaan individual = Dukungan sistem = 10-15% a. (2) mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku BIMTEK GURU BK SMK 2012 69 25-35% (dapat maksimal). memiliki mental yang sehat.

(3) keterampilan pengambilan keputusan.Bimbingan Kelas Program yang dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta didik di kelas. Strategi Pelayanan dasar a). (7) cara melamar pekerjaan. fokus perilaku yang menyangkut aspek-aspek pribadi. (3) keterampilan kerja profesional. 4). bertanggung jawab. (5) perkembangan dunia kerja. (2) motivasi antara lain mencakup pengembangan: (1) pemecahan masalah. berprestasi. (6) iklim kehidupan dunia kerja. b). Materi pelayanan dasar dirumuskan dan dikemas atas dasar standar kompetensi kemandirian peserta didik self-esteem. (4) kesiapan pribadi (fisik-psikis. Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau brain storming (curah pendapat). konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada para peserta didik. (9) bahayanya perkelahian masal (tawuran). sosial. Pelayanan Orientasi Pelayanan ini merupakan suatu kegiatan yang memungkinkan siswa dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. (8) kasus-kasus kriminalitas. (3) mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya. Semua ini berkaitan erat dengan upaya membantu siswa/ konseli dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya (sebagai standar kompetensi kemandirian). dan (10) dampak pergaulan bebas. belajar dan karir. (6) penyadaran keragaman budaya.yang layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya. Secara terjadwal. dan (4) mampu mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya. jasmaniah-rohaniah) dalam menghadapi pekerjaan. Hal-hal yang terkait dengan perkembangan karir mencakup pengembangan: (1) fungsi agama bagi kehidupan. untuk BIMTEK GURU BK SMK 2012 70 . (4) keterampilan (5) keterampilan hubungan antar pribadi atau dan (7) perilaku (2) berkomunikasi. pemantapan pilihan program studi. 3). Fokus pengembangan Untuk dikembangkan mencapai tujuan tersebut.

staf dan guru-guru. dan alih tangan kepada ahli lain adalah ragam bantuan yang dapat dilakukan dalam pelayanan responsif. sebab jika tidak segera dibantu dapat menimbulkan gangguan dalam proses pencapaian tugas-tugas perkembangan. majalah. fasilitas atau sarana prasarana. Topik yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini. melalui komunikasi langsung. maupun tidak langsung (melalui media cetak maupun elektronik. leaflet. Pelayanan Informasi Yaitu pemberian informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi peserta didik. Materi pelayanan orientasi di sekolah biasanya mencakup organisasi sekolah. brosur. program BK. seperti : cara-cara belajar yang efektif. e). Pelayanan orientasi ini biasanya dilaksanakan pada awal program pelajaran baru. Pelayanan Pengumpulan Data (Aplikasi Instrumentasi) Merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang pribadi peserta didik. 10 orang). program ekstrakurikuler. Konseling individual. seperti : buku. 2). Pelayanan responsif 1). dan lingkungan peserta didik. Pengertian Pelayanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada siswa / konseli yang menghadapi kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera. konseling krisis. b. d). dan internet). kiat-kiat menghadapi ujian. dan mengelola stress. guru. baik tes maupun non-tes. c). adalah masalah yang bersifat umum (common problem) dan tidak rahasia. konsultasi dengan orangtua. Bimbingan ini ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat para peserta didik. Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai instrumen. Bimbingan Kelompok Konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik melalui kelompok-kelompok kecil (5 s. kurikulum.mempermudah atau memperlancar berperannya mereka di lingkungan baru tersebut.Tujuan BIMTEK GURU BK SMK 2012 71 . dan tata tertib sekolah.d.

dan (13) masalah dalam keluarga. (9) malas beribadah. Fokus pengembangan Fokus pelayanan responsif bergantung kepada masalah atau kebutuhan konseli. (7) kurang bisa bergaul. dan atau masalah pengembangan pendidikan. 3). (3) berperilaku impulsif (kekanak-kanakan atau melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkannya secara matang). (5) malas belajar. kegagalan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. BIMTEK GURU BK SMK 2012 72 . (2) merasa rendah diri. Masalah yang mungkin dialami siswa/ konseli diantaranya: (1) merasa cemas tentang masa depan. bahaya obat terlarang. (6) kurang memiliki kebiasaan belajar yang positif. pergaulan bebas. (10) masalah pergaulan bebas ( free sex). (12) manajemen stress. Masalah siswa / konseli pada umumnya tidak mudah diketahui secara langsung tetapi dapat dipahami melalui gejala-gejala perilaku yang ditampilkannya. (11) masalah tawuran. Masalah dan kebutuhan konseli berkaitan dengan keinginan untuk memahami sesuatu hal karena dipandang penting bagi perkembangan dirinya secara positif. (8) prestasi belajar rendah.Tujuan pelayanan responsif adalah membantu siswa konseli agar dapat memenuhi kebutuhannya dan memecahkan masalah yang dialaminya atau membantu konseli yang mengalami hambatan. minuman keras. sumbersumber belajar. karir. Masalah lainnya adalah yang berkaitan dengan berbagai hal yang dirasakan mengganggu kenyamanan hidup atau menghambat perkembangan diri siswa/ konseli. Kebutuhan ini seperti kebutuhan untuk memperoleh informasi antara lain tentang pilihan karir dan program studi. atau gagal dalam mencapai tugas-tugas perkembangan. karena tidak terpenuhi kebutuhannya. (4) membolos dari sekolah. berkenaan dengan masalah sosial-pribadi. Tujuan pelayanan ini dapat juga dikemukakan sebagai upaya untuk mengintervensi masalah-masalah atau kepedulian pribadi konseli yang muncul segera dan dirasakan saat itu. narkotika.

siswa/ konseli dibantu untuk mengidentifikasi masalah. (4) membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar melalui program remedial teaching. dan pengambilan keputusan secara lebih tepat. aktivitas selama pembelajaran). dan mengidentifikasi aspek-aspek bimbingan yang dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran. Melalui konseling. kecanduan narkoba. maka sebaiknya dia mereferal atau mengalihtangankan kepada ahli lain yang lebih berwenang. sehingga dapat memberikan informasi yang luas kepada siswa tentang dunia kerja (tuntutan keahlian kerja. suasana kerja. (7) memahami perkembangan dunia industri atau perusahaan. Strategi pelayanan responsive. penemuan alternatif pemecahan masalah. tindak kejahatan (kriminalitas). Konseling ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. a). Kolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran atau Wali Kelas. seperti depresi. Referal Apabila guru BK atau konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah siswa/ konseli. dan prospek kerja). membantu memecahkan masalah siswa. Siswa/ konseli yang sebaiknya direferal adalah mereka yang memiliki masalah. dan penyakit kronis. penyebab masalah. kehadiran. Konseling Individual dan Kelompok Pemberian pelayanan konseling ini ditujukan untuk membantu siswa/konseli yang mengalami kesulitan atau hambatan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Guru BK atau konselor berkolaborasi dengan guru mata pelajaran dan wali kelas dalam rangka memperoleh informasi tentang siswa (seperti : prestasi belajar. b). (2) memahami karakteristik siswa yang unik dan beragam. persyaratan kerja. c). (8) menampilkan pribadi yang BIMTEK GURU BK SMK 2012 73 . Aspek-aspek itu di antaranya : (1) menciptakan iklim sosio-emosional kelas yang kondusif bagi belajar siswa.4). (3) menandai siswa yang diduga bermasalah. (5) mereferal (mengalihtangankan) siswa yang memerlukan pelayanan BK kepada guru BK atau koselor. (6) memberikan informasi yang up to date tentang kaitan mata pelajaran dengan bidang kerja yang diminati siswa.

(4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait dalam pendidikan. orang tua. (2) Sekolah memberikan informasi kepada orang tua (melalui surat) tentang kemajuan belajar atau masalah siswa. f). baik dalam aspek emosional. karena guru merupakan “figur central” bagi siswa). Kerjasama ini penting agar proses bimbingan terhadap siswa tidak hanya berlangsung di Sekolah. Konsultasi Guru BK atau konselor menerima pelayanan konsultasi bagi guru. BIMTEK GURU BK SMK 2012 74 .matang. terutama menyangkut kegiatan belajar dan perilaku sehari-harinya. pengertian. Yaitu berkaitan dengan upaya Sekolah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan bimbingan. dan (3) orang tua diminta untuk melaporkan keadaan anaknya di rumah ke Sekolah. (2) instansi swasta. dan tukar pikiran antar guru BK atau konselor dan orang tua dalam upaya mengembangkan potensi siswa atau memecahkan masalah yang mungkin dihadapi siswa. dan (9) memberikan informasi tentang cara-cara mempelajari mata pelajaran yang diberikannya secara efektif. maupun moral-spiritual (hal ini penting. dapat dilakukan beberapa upaya. Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihakpihak (1) instansi pemerintah. (5) Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK). sosial. yang pelaksanaannya dapat bersamaan dengan pembagian rapor. d). tetapi juga oleh orang tua di rumah. atau pihak pimpinan Sekolah yang terkait dengan upaya membangun kesamaan persepsi dalam memberikan bimbingan kepada para siswa. Untuk melakukan kerjasama dengan orang tua ini. (3) organisasi profesi BK. e). dan (6) Depnaker (dalam rangka analisis bursa kerja/lapangan pekerjaan). Melalui kerjasama ini memungkinkan terjadinya saling memberikan informasi. Kolaborasi dengan Orang tua Guru BK atau konselor perlu melakukan kerjasama dengan para orang tua peserta didik. Kolaborasi dengan pihak-pihak terkait di luar sekolah. seperti: (1) kepala Sekolah atau komite Sekolah mengundang para orang tua untuk datang ke Sekolah (minimal satu semester satu kali).

Kunjungan Rumah Yaitu kegiatan untuk memperoleh data atau keterangan tentang peserta didik tertentu yang sedang ditangani. Di samping itu dia juga berfungsi sebagai mediator yang membantu guru BK atau konselor dengan cara memberikan informasi tentang kondisi. dan penyediaan informasi yang akurat sesuai dengan peluang dan potensi yang dimiliki BIMTEK GURU BK SMK 2012 75 . melakukan referal. Pertemuan konferensi kasus ini bersifat terbatas dan tertutup. melalui kunjungan ke rumahnya. Pengertian Perencanaan individual diartikan sebagai bantuan kepada siswa / konseli agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan peren-canaan masa depan berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya. perkembangan. Konferensi Kasus Yaitu kegiatan untuk membahas permasalahan peserta didik dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan. Pemahaman siswa/ konseli secara mendalam dengan segala karakteristiknya. baik akademik maupun non-akademik. Bimbingan Teman Sebaya (Peer Guidance/Peer Facilitation) Bimbingan teman sebaya ini adalah bimbingan yang dilakukan oleh siswa terhadap siswa yang lainnya. Siswa yang akan diperankan sebagai pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan oleh guru BK atau konselor. atau masalah siswa yang perlu mendapat pelayanan BK. g). h). serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik itu. penafsiran hasil asesmen. c. dalam upaya menggentaskan masalahnya. dan meningkatkan kualitas program BK. i). Siswa terlatih berfungsi sebagai mentor atau tutor yang membantu siswa lain dalam memecahkan masalah yang dihadapinya.menciptakan lingkungan Sekolah yang kondusif bagi perkembangan siswa. Perencanaan individual 1).

memonitor. dan masyarakatnya. Melalui pelayanan perencanaan individual. yang didasarkan atas pengetahuan akan dirinya. dan mengembangkan kemampuan sosialpribadi. belajar. dan (3) dapat melakukan kegiatan berdasarkan pemahaman. baik menyangkut aspek pribadi. siswa/ konseli diharapkan dapat: 1) Mempersiapkan diri untuk mengikuti pendidikan lanjutan. 2) Menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya dalam rangka pencapaian tujuannya. 3) Mengukur tingkat pencapaian tujuan dirinya. pelayanan yang diberikan lebih bersifat individual karena didasarkan atas perencanaan. konseling individual. perencanaan. Tujuan perencanaan individual ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya memfasilitasi siswa/ konseli untuk merencanakan. 2). Fokus pengembangan BIMTEK GURU BK SMK 2012 76 . tujuan. termasuk keber-bakatan dan kebutuhan khusus konseli. informasi tentang Sekolah. dunia kerja. informasi. Tujuan Perencanaan individual bertujuan untuk membantu siswa/ konseli agar (1) memiliki pemahaman tentang diri dan lingkungannya. dan mengelola rencana pendidikan. Kegiatan orientasi. 4) Mengambil keputusan yang merefleksikan perencanaan dirinya. merencanakan karir. dan advokasi diperlukan di dalam implementasi pelayanan ini. atau pengelolaan terhadap perkembang-an dirinya. rujukan. 3). sosial. Isi layanan perencanaan individual adalah hal-hal yang menjadi kebutuhan konseli untuk memahami secara khusus tentang perkembangan dirinya sendiri. dan pengembangan sosial-pribadi oleh dirinya sendiri. kola-borasi. maupun karir. dan rencana yang telah dirumuskannya. Dengan demikian meskipun perencanaan individual ditujukan untuk memandu seluruh konseli. tujuan dan keputusan yang ditentukan oleh masing-masing konseli.konseli amat diperlukan sehingga konseli mampu memilih dan mengambil keputusan yang tepat di dalam mengem-bangkan potensinya secara optimal. (2) mampu merumuskan tujuan. karir.

atau kegiatan yang berfungsi untuk memperbaiki kelemahan dirinya. yaitu yang menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangan. infra struktur (misalnya Teknologi Informasi dan BIMTEK GURU BK SMK 2012 77 . Strategi Guru BK atau konselor membantu siswa menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh. (2) karir bekerja meliputi yang mengeksplorasi positif. penerimaan. memahami kebutuhan untuk kebiasaan meliputi pengembangan konsep diri yang positif. dan penyaluran). tata kerja. dan pengarahan dirinya secara positif dan konstruktif. Siswa/ konseli menggunakan informasi tentang pribadi. belajar dan karir yang diperolehnya kegiatan untuk (1) merumuskan yang tujuan. dan sosial-pribadi. untuk membentuk siswa menempati posisi yang sesuai dengan bakat dan minatnya. mengeksplorasi latihan-latihan pekerjaan. dan merencanakan (alternatif kegiatan) menunjang pengembangan dirinya. dan pengembangan keterampilan sosial yang efektif. dan (3) mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukannya. memilih kursus atau pelajar-an tambahan yang tepat. dan karier. Pelayanan perencanaan individual ini dapat dilakukan juga melalui pelayanan penempatan (penjurusan. atau aspekaspek pribadi. (2) melakukan kegiatan yang sesuai dengan tujuan atau perencanaan yang telah ditetapkan. Dukungan sistem Dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen. karir. sosial. sosial.Fokus pelayanan perencanaan individual berkaitan erat dengan pengembangan aspek akademik. belajar. 4). Melalui kegiatan penilaian diri ini. dan (3) peluang-peluang sosial-pribadi karir. d. dan memahami nilai belajar sepanjang hayat. Secara rinci cakupan fokus tersebut antara lain mencakup pengembangan aspek (1) akademik meliputi memanfaatkan keterampilan belajar. melakukan pemilihan pendidikan lanjutan atau pilihan jurusan. peserta didik akan memiliki pemahaman.

2) Kegiatan Manajemen Kegiatan manajemen merupakan berbagai upaya untuk memantapkan. (e) menempuh BIMTEK GURU BK SMK 2012 78 . (2) pengembangan staf. (3) pemanfaatan sumber daya. (2) menyelenggarakan program kerjasama dengan orang tua atau masyarakat. dan (4) pengembangan penataan kebijakan. dan meningkatkan mutu program BK melalui kegiatankegiatan (1) pengembangan program. Program ini memberikan dukungan kepada guru BK atau konselor dalam memperlancar penyelenggaraan pelayanan diatas. (c) aktif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah. a). dan (6) melakukan kerjasama atau kolaborasi dengan ahli lain yang terkait dengan pelayanan BK. (4) bekerjasama dengan personel Sekolah lainnya dalam rangka menciptakan lingkungan Sekolah/Madrasah yang kondusif bagi perkembangan konseli. memelihara. yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada konseli atau memfasilitasi kelancaran perkembangan siswa/ konseli. Pengembangan Profesionalitas Guru BK atau konselor secara terus menerus berusaha untuk memutakhirkan pengetahuan dan keterampilannya melalui (a) inservice training. (3) berpartisipasi dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan Sekolah. (5) melakukan penelitian tentang masalah-masalah yang berkaitan erat dengan bimbingan dan konseling. (3) riset dan pengembangan. 1) Pengembangan Jejaring (networking) Pengembangan jejaring menyangkut kegiatan guru BK atau konselor yang meliputi (1) konsultasi dengan guru-guru. (b) aktif dalam organisasi profesi. Sedangkan bagi personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar penyelenggaraan program pendidikan di Sekolah. Dukungan sistem ini meliputi aspek-aspek: (1) pengembangan jejaring (networking). (d) melakukan riset. (2) kegiatan manajemen. dan pengembangan kemampuan profesional guru BK atau konselor secara berkelanjutan.Komunikasi).

dan program yang lebih tinggi. serta meningkatkan kualitas program BK. (4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait. dan pembiayaan. Oleh karena itu BK harus ditempatkan sebagai bagian terpadu dari seluruh program pendidikan/ sekolah dengan dukungan wajar baik dalam aspek ketersediaan sumber daya manusia (konselor). BIMTEK GURU BK SMK 2012 79 . dan umpan balik tentang pelayanan bantuan yang telah diberikannya kepada para siswa/ konseli. sarana. dan swasta) untuk memperoleh informasi. Manajemen Program Suatu program pelayanan BK tidak mungkin akan terselenggara. melakukan referal. dan (6) Depnaker (dalam rangka analisis bursa kerja/lapangan pekerjaan). c). (3) organisasi profesi. sistematis. dan orang tua siswa/ konseli. Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak (1) instansi pemerintah. dalam arti dilakukan secara jelas. dan terarah. (f) melanjutkan studi ke b). menciptakan lingkungan Sekolah yang kondusif bagi perkembangan siswa/ konseli.pendidikan profesi konselor (PPK). dan tercapai bila tidak memiliki suatu sistem pengelolaan (manajemen) yang bermutu. Pemberian Konsultasi dan Berkolaborasi Guru BK/ Konselor perlu melakukan konsultasi dan kolaborasi dengan guru. orang tua. Dengan kata lain strategi ini berkaitan dengan upaya Sekolah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan BK. (5) Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK). dan pihak institusi di luar Sekolah (pemerintah. Keterkaitan antar komponen pelayanan dan strategi peluncurannya dapat kerangka kerja utuh BK sebagai berikut. (2) instansi swasta. staf Sekolah lainnya.

Remidiasi) Pelayanan Perencanaan Individual (Perencanaan Pendidikan. Tindakan) Permasalahan yang perlu Asesmen Perkembangan Konseli Harapan dan Kondisi Konseli Pelayanan Orientasi Pelayanan Informasi  Konseling Individual Konseling kelompok  Bimbingan kelompok Bimbingan klasikal  R eferal Bimbingan Teman Sebaya Pengembangan media Instrumentasi Penilaian Individual atau Kelompok Penempatan dan penyaluran Kunjungan rumah Konferensi kasus Kolaborasi Guru Kolaborasi Orangtua Kolaborasi Ahli Lain Konsultasi Akses informasi dan teknologi Sistem Manajemen Evaluasi. serta pengembangan program bagi peningkatan unjuk kerja professional. (3) mengembangkan kesadaran komitmen terhadap etika BIMTEK GURU BK SMK 2012 80 . Karir. meliputi : (1) merancang. melaksanakan dan memanfaatkan penelitian dalam BK untuk meningkatkan kualitas layanan BK sebagai sumber data bagi kepentingan kebijakan sekolah dan implementasi proses pembelajaran. Riset dan Pengembangan kegiatan riset dan pengembangan merupakan aktivitas guru BK atau konselor yang berhubungan dengan pengembangan professional secara berkelanjutan. nilai dan moral peserta didik) Tataran Tujuan Bimbingan dan Konseling (Penyadaran Akomodasi. Sosial) Dukungan Sistem (Aspek Manajemen dan Pengembangan) Perangkat Tugas Perkembangan/ (Kompetensi/ kecakapan hidup. (2) merancang dan melaksanakan serta mengevaluasi aktivitas pengembangan diri guru BK atau konselor professional sesuai dengan standar kompetensi konselor. Akuntabilitas Pengembangan Profesi Kerangka Kerja Utuh Bimbingan dan Konseling d).Asesmen Lingkungan Harapan dan Kondisi Lingkungan KOMPONEN PROGRAM STRATEGI PELAYANAN Pelayanan Dasar Bimbingan dan Konseling (Untuk seluruh peserta didik dan Orientasi Jangka Panjang) Pelayanan Responsif (Pemecahan Masalah. Personal.

Jenis ruangan yang diperlukan meliputi: (1) ruang kerja. Ruangan kerja BK disiapkan agar dapat berfungsi mendukung produktivitas kinerja guru BK/ konselor. dan prinsip-prinsip confidential tetap terjaga. Jumlah ruang BK disesuaikan dengan kebutuhan jenis layanan dan jumlah personal. catatan-catatan layanan BK. Dengan demikian seluruh siswa/konseli bisa dengan mudah dan tertarik mengunjungi ruang BK. antara lain. pengadaan ruang BK perlu mempertimbangkan letak atau lokasi. (5) ruang biblio terapi.professional. a. dan SARANA DAN PEMBIAYAAN PENYELENGGARAAN BIMTEK GURU BK SMK 2012 81 . Ruang Bimbingan dan Konseling Ruang BK merupakan salah satu sarana penting yang turut mempengaruhi keberhasilan pelayanan BK. 5. PROGRAM BK Sarana dan prasarana serta biaya yang memadai bagi pelaksanaan profesi bimbingan dan konseling akan membantu kelancaran dan pencapaian tujuan layanan BK. Letak atau lokasi ruang BK di sekolah dipilih lokasi yang mudah diakses (strategis) oleh siswa/ konseli tetapi tidak terlalu terbuka. jaringan internet. Antar ruangan sebaiknya tidak tembus pandang. (4) berperan aktif di dalam organisasi dan kegiatan profesi BK. Adapun besaran ukuran ruangan disesuaikan dengan jumlah kehadiran siswa/ konseli ke ruang BK dan jumlah guru BK/ konselor yang ada di suatu sekolah. Ruangan administrasi/data perlu dilengkapi dengan fasilitas berupa: lemari penyimpan dokumen (buku pribadi. Dengan memperhatikan prinsipprinsip BK. dan almari. ukuran. (3) ruang konseling individual. meja-kursi kerja. (2). jenis dan jumlah ruangan. ruang administrasi/ data. serta berbagai fasilitas pendukung yang diperlukan. dan (7) ruang tamu. (4) ruang bimbingan dan konseling kelompok. maka diperlukan fasilitas berupa: komputer. (6) ruang relaksasi/ desensitisasi. sebagainya.

yang bersih. Ruangan BK kelompok merupakan tempat yang nyaman dan aman untuk terjadinya dinamika kelompok dalam interaksi antara guru BK/ konselor dengan konseli dan konseli dengan konseli. VCD/ DVD. tape recorder. Ruangan biblio terapi pada prinsipnya mampu menjadi tempat bagi siswa/ konseli dalam menerima informasi. buku tamu. serta perlengkapan lain yang memungkinkan tercapainya proses pelayanan BK yang bermutu. sosial. Ruangan ini dilengkapi dengan perlengkapan antara lain: sejumlah kursi. rak buku. televisi. yang dapat berfungsi sebagai biblio terapi. Ruangan relaksasi / desensitisasi / sensitisasi. VCD dan televisi. karpet . dan segi lain di ruangan tersebut dapat dilaksanakan pelayanan dan kegiatan BK lainnya sesuai dengan asas-asas dan kode etik BK. tape recorder. Jika memungkinkan fasilitas pendukung seperti fasilitas internet. ruangan nyapun mampu menopang banyak orang. tulisan dan atau gambar yang memotivasi siswa/ konseli untuk berkembang dapat berupa motto. Ruangan ini dilengkapi dengan perlengkapan sebagai berikut: daftar buku/ referensi (katalog). sehat. Dalam hal ini harus menjamin keamanan data yang disimpan. dan disimpan dalam bentuk soft copy. Khusus ruangan konseling BIMTEK GURU BK SMK 2012 82 . buku daftar kunjungan siswa. Fasilitas ruangan yang diharapkan tersedia ialah ruangan tempat bimbingan yang khusus dan teratur. Jika memungkinkan ruangan ini dapat dilengkapi dengan karpet. tempat untuk menyimpan majalah. peribahasa. Ruangan konseling individual merupakan tempat yang nyaman dan aman untuk terjadinya interaksi antara guru BK/ konselor dengan konseli. Ruangan ini dilengkapi dengan satu set meja kursi atau sofa. dan lukisan. Karena itu selain menyediakan informasi secara lengkap. ruang baca. baik yang berkenaan dengan informasi pribadi. dan karir di masa datang. jam dinding. belajar/akademik. dan bantal . nyaman. Ruangan tamu hendaknya berisi kursi dan meja tamu. Ruangan itu hendaknya sedemikian rupa sehingga di satu segi para siswa/ konseli yang berkunjung ke ruangan tersebut merasa nyaman. dan aman.lain-lain).

Kenyamanan itu merupakan modal utama bagi BIMTEK GURU BK SMK 2012 83 . Instrumen pengumpul data dan kelengkapan administrasi seperti: a). dengan modifikasi ukuran ruang. biografi dan autobiografi. pedoman observasi dalam BK kelompok). himpunan data siswa/ konseli. dan buku harian) 2). dengan contoh sebagaimana terlampir. catatan anekdot. dan berbagai data serta informasi lainnya. tes bakat. b). b. format-format surat hendaknya nyaman yang menyebabkan para pelaksana BK betah bekerja. tes/inventori kepribadian. seperti penampilan informasi pendidikan dan jabatan. buku program semesteran. Di samping. fasilitas lain yang diperlukan untuk penyelenggaraan bimbingan dan konseling antara lain: 1). angket (angket siswa/konseli dan orang tua). skala penilaian. buku kasus. Dokumen program BK (misalnya : buku program tahunan. Di dalam ruangan hendaknya juga dapat disimpan segenap perangkat instrumen BK. Ruangan BK yang cukup dan penataan ruang kerja professional. Di samping itu. dan tes prestasi belajar. tes/inventori minat. pedoman observasi (seperti pedoman observasi dalam kegiatan pembelajaran. Contoh panataan ruang BK di sekolah dikutip dari Rambu-Rambu Penyelenggaraan Bimbingan Dan Konseling Dalam Jalr Pendidikan Formal (PMPTK. ruangan kesuksesan program. Alat pengumpul data teknik non-tes yaitu: biodata siswa/konseli. tes bakat khusus. sosiometri. ITP.2007). pedoman wawancara. nyaman dan menjamin kerahasiaan konseli. Fasilitas Lain Selain ruangan. Alat pengumpul data berupa tes yaitu: tes inteligensi.individual harus merupakan ruangan yang memberi rasa aman. daftar cek. format rencana/satuan pelayanan. dapat dikembangkan alternative tata ruang BK dengan memperhatikan jumlah personal BK dan lokasi gendung sebagaimana terlampir. AUM. Ruangan tersebut hendaknya juga mampu memuat berbagai penampilan.

buku-buku panduan. blanko surat. kartu kasus. Dalam konteks ini. maka diperlukan adanya suatu alat yang dapat menghimpun data secara keseluruhan yaitu buku pribadi. seperti data informasi. seperti alat tulis menulis. d). dan format evaluasi. perangkat komunikasi dan berbagai software untuk membantu mengumpulkan data. mengolah data. map dan file dalam komputer. Untuk menyimpan berbagai keterangan. Dalam kerangka pikir dan kerangka kerja BK terkini. Komputer yang disediakan di ruang BK hendaknya memiliki memori yang cukup karena akan menyimpan semua data BIMTEK GURU BK SMK 2012 84 . buku informasi tentang studi lanjutan atau kursus-kursus. format pelaksanaan pelayanan. Alat penyimpan data itu dapat berbentuk kartu. sehingga mudah untuk disimpan dalam filling cabinet. Kelengkapan penunjang teknis. khususnya dalam bentuk himpunan data. para guru BK atau konselor dituntut untuk menguasai sewajarnya penggunaan beberapa perangkat lunak dan perangkat keras komputer. Mengingat banyak sekali aspek-aspek data konseli yang perlu dan harus dicatat. informasi atau pun data untuk masing-masing konseli. maka perlu disediakan map pribadi. menampilkan data maupun memaknai data sehingga dapat diakases secara cepat dan secara interaktif. Perangkat tersebut memiliki peranan yang sangat strategis dalam pelayanan BK. kartu konsultasi. Alat penyimpan data. paket bimbingan. Selain itu dengan menggunakan perangkat lunak komputer. referal). c). Banyak sekali perangkat lunak yang dapat dimanfaatkan oleh guru BK atau konselor dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada para siswa/konseli. guru BK atau konselor dapat memberikan pelayanan BK secara lebih efisien. dan agenda surat. dan dengan daya jangkau pelayanan yang lebih luas. Bentuk kartu ini dibuat sedemikian rupa dengan ukuran-ukuran serta warna tertentu.(panggilan. blanko konferensi kasus. guru BK/ konselor perlu terampil menggunakan perangkat komputer. alat bantu bimbingan perlengkapan administrasi. buku pribadi.

sosial. belajar maupun karir. Pelaksanaan program BK harus diperlakukan sebagai kegiatan yang utuh dari seluruh program pendidikan. Strategi yang dipilih tanpa mempertimbangkan anggaran yang dimiliki mungkin hanya akan menjadi angan-angan yang mungkin sulit untuk sampai mencapai tujuan program. oleh karena itu perlu dirancang dengan cermat berapa anggaran yang diperlukan untuk mendukung implementasi program. TV). dan buku/ bahan informasi pengembangan keterampilan hidup. buku realisasi kegiatan BK. Anggaran ini harus masuk ke dalam Anggaran dan Belanja Sekolah (ABS) Memilih strategi manajemen yang tepat dalam usaha mencapai tujuan program BK memerlukan analisa terhadap anggaran yang dimiliki. modul bimbingan. film. data kehadiran konseli. dan papan informasi BK. CD pembelajaran. Biaya Perencanaan anggaran merupakan komponen penting dari manajemen BK. Kebijakan lembaga yang kondusif perlu diupayakan. tape recorder. Strategi manajemen program yang dipilih harus disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki.siswa/konseli. bahan-bahan informasi pengembangan keterampilan pribadi. LCD. Komponen anggaran meliputi: BIMTEK GURU BK SMK 2012 85 . serta kelengkapan akses internet agar dapat mengakses informasi penting yang diperlukan konseli maupun dimanfaatkan konseli untuk melakukan e-counseling. leger Bimbingan dan Konseling. c. perangkat elektronik (seperti komputer. buku hasil wawancara. laporan kegiatan pelayanan. filing kabinet/ lemari data (tempat penyimpanan dokumentasi dan data konseli). Kepala Sekolah harus memberikan dukungan yang serius dan sistematis terhadap penyelenggaraan program BK. atau buku materi pelayanan bimbingan. dan CD interaktif. memiliki kelengkapan audio agar dapat dimanfaatkan setiap konseli untuk menggunakan berbagai CD interaktif informasi maupun pelatihan sesuai dengan kebutuhan dan masalah. berbagai macam program ( software ). OHP.

3. penyelenggaraan MGBK. dan sumber lain yang tidak mengikat sekolah. Sumber biaya program BK adalah ABS ( Anggaran Belanja Sekolah). mengikuti seminar/ workshop atau kegiatan profesi dan organisasi profesi. Anggaran untuk aktivitas pendukung ( misalnya : home visit. penyiapan perangkat layanan konseling individual dan kelompok). dana block grand pemerintah. pengadaan buku-buku untuk terapi pustaka. Dengan demikian satuan biaya penyelenggaraan program BK sesuai dengan aturan keuangan yang ditetapkan baik dana dari pemerintah maupun dana sumber lain yang tidak mengikat. Anggaran untuk pengembangan dan peningkatan kenyamanan ruang atau pelayanan BK (misalnya : pembenahan ruangan. sumber dana hibah kompetitif. pembelian buku pendukung/ sumber bacaan. pembelian alat/ media untuk pelayanan BK. pengembangan alat/ media untuk pelayanan BK). Anggaran untuk semua aktivitas yang tercantum pada program 2. pengembangan staf.1. BIMTEK GURU BK SMK 2012 86 .

peserta Bimtek diharapkan untuk melakukan pemahaman dan pelatihan meliputi : 1. semesteran. Sifat / fungsi layanan BK I. MENYUSUN RANCANGAN PROGRAM BK Alternatif format 1. adakah mahasiswa praktik. Landasan Yuridis C. atau profesi lain yang praktik) O. Pengembangan Tema/Topik layanan L. prasarana BK Menyusun rancangan program BK di sekolah Menyusun rancangan pengembangan sarana dan 1. Pengembangan Satuan Layanan/ Rencana Pelaksanaan Layanan Konseling Individual (RPLKI). Evaluasi keterlaksanaan program dan hasil Q. PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING SMK ………………. Visi dan Misi BK E. Sasaran/ subyek layanan BK N. Anggaran yang diperlukan untuk keterlaksanaan program Jakarta. Bidang gerak BK H. Rasional B. M. LATIHAN Sebagai lanjutan dari sajian materi secara teoritis. Personalia (guru BK atau konselor. Diskripsi kebutuhan siswa (SKKPD) F. Rencana Pelaksanaan Layanan Konseling Kelompok (RPLKK) . dan bulanan serta harian). K. Rencana Operasional. P. 2.D. Mengetahui Kepala Sekolah 87 . Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok (RPLBK) Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan Klasikal (RPLBK).. Visi dan Misi Sekolah D. TAHUN PELAJARAN 2012-2013 A. (disusunnya program tahunan. 23 Mei 2012 Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor Tulislah Konselor bagi yang sudah Kons. Tujuan BK G. Waktu pelaksanaan Program ( tahun ajaran). Komponen program BK (pengertian dan strategi) J.

Alternative format 2. NEED ASSESSMEN KEBUTUHAN (PENILAIAN KEBUTUHAN) SISWA/ KONSELI. 2. PROGRAM SEMESTERAN/BULANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SMK …. (semester yang Nampak bulan) . MENYUSUN RENCANA SARANA DAN PRASARANA Alternative format 1. 88 . Rencana kebutuhan barang/alat BK No Nama Spesifikasi Jumlah barang/alat Harga satuan Harga Kegunaan Alternative format 2. Rencana kebutuhan ruang kerja BK. No Kebutuhan/ permasalahan Tujuan Kegiatan Komponen Program Strategi layanan Alternative format 3. PROGRAM TAHUNAN BIMBINGAN DAN KONSELING SMK …. Tahun Ajaran 2012/2013 No Prog ram laya nan tuju an Bida ng BK Standar Kompet ensi Kompo nen progra m Strat egi layan an sasar an Tol ok uku r Evalu asi Wak tu (bul an) Penangg ung jawab Alternative format 4. berdasarkan format 3 dapat disusun alternative format 4. Tahun Ajaran 2012/2013 Disusun berdasarkan waktu.

Contoh penataan ruang Bimbingan dan Konseling (dikutip dari Rambu-rambu pelaksanaan BK dalam Jalur Pendidikan Formal. PMPTK. 2007. dengan modifikasi ukuran tata ruang konseling) 89 .Dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah dan jumlah personal namun tetap memperhatikan tata ruang kerja professional.

Alternative 1 Contoh penataan ruang Bimbingan dan Konseling dengan memperhatikan model tersebut dengan penambahan ruang. 90 .

91 .Alternative 2 Contoh penataan ruang Bimbingan dan Konseling dengan memperhatikan model tersebut dengan penambahan ruang.

Dalam pendekatan kolaboratif ini dikemukakan kemampuan Konselor bekerja secara kolaboratif. Pada bagian terakhir akan dikemukakan kemampuan Konselor untuk mengelola saran dan biaya program. Bab ini ditutup dengan latihan yang harus diselenggarakan setelah mengikuti semua topik pembahasan. peserta akan mengembangkan kemampuan ini dalam praktik nyata di sekolah. sebab yang dimaksud sub kompetensi itu bila diprasyarati oleh sub kompetensi yang berikutnya. SUB KOMPETENSI. kemampuan konsultasi. Pada bagian berikutnya dikembangkan materi terkait dengan kemampuan Konselor untuk menfasilitasi perkembangan pribadi-sosial. KOMPETENSI. serta dapat mengelola sarana dan biaya program bimbingan dan konseling secara efektif dan efisien. dengan mempelajari bab ini. bimbingan klasikal. Pada bagian awal akan dikemukakan berbagai kegiatan yang harus dilakukan oleh Konselor sebagai sebuah pedekatan kolaboratif. PENGANTAR Program Bimbingan dan Konseling sebagaimana telah dirancang pada Bab II yang dikembangkan dari analisis kebutuhan sebagaimana dijelaskan di Bab I. Pada bab ini akan dikemukakan berbagai kemampuan yang harus dikuasai oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor untuk mengimplementasikan program. dan sosial konseli. Oleh karena itu. dan konseling kelompok. sehingga ada kesempatan untuk melakukan testing realitas walaupun masih dengan kolega guru Bimbingan dan Konseling sendiri. konseling individual. guru bimbingan dan konseling atau konselor diharapkan dapat melaksanakan program bimbingan dan konseling lebih baik dari yang mereka kerjakan selama ini. Dalam latihan akan diselenggarakan secara berkelompok. Sebelum mempelajari dan berlatih terkait materi. dan karier konseli. B. belajar. personal. INDIKATOR Kompetensi 92 . Materi secara berturut-turut dijabarkan untuk mencapai kompetensi yang telah ditentukan. Sub kompetensi pertama tidak dijabarkan tersendiri.BAB III IMPLEMENTASI PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING A. karier. dan pemberian pelayanan referal. Harapannya. membutuhkan berbagai kemampuan pengimplementasiannya. Beberapa kemampuan yang harus dikuasai Konselor adalah kemampuan untuk melakukan bimbingan kelompok. resapi dulu indikatorindikator sebagai perwujudan dari kompetensi yang harus dicapai setelah mengikuti bimbingan teknis di bab ini. mampu melaksanakan pendekatan kolaboratif dalam pelayanan bimbingan dan konseling. mampu memfasilitasi perkembangan akademik.

Indikator − Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat melaksanakan pelayanan Bimbingan dan Konseling sesuai program yang telah direncanakan. karier.Mengimplementasikan program Bimbingan dan Konseling yang komprehensif. dan sosial peserta didik/konseli melalui layanan bimbingan kelompok. − Mengelola sarana dan biaya program Bimbingan dan Konseling. − Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat melaksanakan pendekatan kolaboratif dengan pihak terkait dalam pelayanan Bimbingan dan Konseling. − Memfasilitasi perkembangan akademik. − Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat memfasilitasi perkembangan akademik. bimbingan klasikal. Kegiatan bersama antara berbagai fihak dalam Bimbingan dan Konseling yang paling banyak dilakukan adalah kerja kolaborasi. − Melaksanakan pendekatan kolaboratif dalam pelayanan Bimbingan dan Konseling. KOLABORASI Mengapa program Bimbingan dan Konseling yang diusulkan akhir-akhir ini bersifat komprehensif? Ini terkait dengan kedudukan Bimbingan dan Konseling dalam seting pendidikan. REFERAL. konseling individual. Berbagai fihak harus terlibat aktif dalam pelaksanaan bantuan untuk mengembangkan semua siswa secara optimal. Program Bimbingan dan Konseling memiliki sejumlah keuntungan bagi fihak-fihak 93 . dan sosial konseli. Sub Kompetensi − Melaksanakan program Bimbingan dan Konseling. − Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat mengelola sarana dan biaya program pelayanan Bimbingan dan Konseling. dan konseling kelompok. MATERI 1. C. dimana setiap komponennya memiliki arah yang sama yakni perkembangan optimal setiap siswa. sehingga tidak mungkin dilakukan sendiri oleh Konselor. karier. dan konsultasi. referal. IMPLEMENTASI PROGRAM KOLABORASI. DAN KONSULTASI Pekerjaan Bimbingan dan Konseling merupakan pekerjaan yang bersifat kompleks. personal. personal. termasuk referal dan konsultasi.

Membantu orangtua untuk memperoleh sumber-sumber yang diperlukan. Memberikan dukungan orangtua dalam memperhatikan perkembangan pendidikan anak-anak mereka. Bagi Konselor: a. Memberikan alat manajemen program. dan h. psikolog. antara lain siswa. orangtua. Menjelaskan peran Konselor sebagai orang sumber. pekerja sosial): 94 .terkait. Memberikan kerangka kerja untuk mengevaluasi usaha-usaha program Bimbingan dan Konseling sekolah. kepala sekolah. c. guru. Memberikan struktur program dengan isi khusus melibatkan peran Konselor. dan f. dan d. Bagi Kepala Sekolah: a. Mengembangkan sistem untuk perencanaan jangka panjang anaknya. Meningkatkan pengetahuan akan diri sendiri untuk berhubungan secara efektif dengan orang lain. Meningkatkan kerja tim dalam mendukung belajar anak. Menawarkan kesempatan untuk melayani semua siswa. b. Meningkatkan hubungan Konselor-siswa. Membantu mengenali potensi akademik. Mengembangkan keterampilan pengambilan keputusan. b. f. Bagi Guru: e. Menjelaskan kesan program Bimbingan dan Konseling sekolah kepada masyarakat. Mendorong hubungan kerja yang suportif dan positif. dan c. d. Meningkatkan pengetahuan dan bantuan dalam eksplorasi karier. c. g. b. Bagi Staf Pelayanan Siswa Lainnya (dokter. Memberikan pemahaman yang jelas akan peran dan fungsi Konselor. Meningkatkan kesempatan interaksi konselor-orangtua. Membantu siswa untuk mempelajari pelajaran yang diampunya secara tuntas dan efektif. Bagi Siswa: a. dan lainlain. e. Bagi Orangtua: a. dan c. Memperluas pengetahuan akan dunia yang selalu berubah. b. Konselor.

Mendorong pendekatan tim untuk meningkatkan hubungan kerja kooperatif. Menyiapkan tenaga kerja potensial dengan keterampilan pengambilan keputusan yang kuat dan kematangan pekerja yang meningkat. guru. ada peran-peran kolaboratif internal di sekolah yakni dengan kepala sekolah. Ada pula peran kolaborasi eksternal yakni dengan orangtua dan kalangan bisnis dan industri. b. Memberikan kesempatan kolaborasi antara Konselor dan masyarakat kerja. Memberikan dasar bagi alokasi dana bagi program Bimbingan dan Konseling. GURU. b. Membentuk komisi TANGGUNGJAWAB GURU Mengidentifikasi kebutuhan siswa saat ini TANGGTUNGJAWAB KONSELOR Membuat alat asesmen untuk mengidentifikasi kebutuhan siswa dan sekolah Menghasilkan progam service-learning untuk kegiatan in-service pengembangan profesionalitas pendidik Berpartisipasi dalam TANGGUNGJAWAB BERBAGI (KS. staf pelayanan lainnya. Menjelaskan peran Konselor sebagai orang sumber bagi industri dan bisnis. b.a. Meningkatkan kesempatan kalangan industri dan bisnis untuk berpartisipasi dalam program sekolah. pembagian tanggungjawab dicontohkan sebagai berikut. Dalam bidang pelayanan belajar ( service learning) misalnya. Dengan demikian Bimbingan dan Konseling tidak dipandang sebagai tambal sulam saja dalam proses pendidikan di sekolah. Peran Bimbingan dan Konseling yang nyata diantara berbagai fihak yang berkepenting-an dengan pendidikan dan penyiapan karier siswa perlu dirancang dengan baik. dan d. Bagi Kalangan Industri dan Bisnis: a. Bagi Dinas Pendidikan: a. Sebagai gambaran umum. mengisyaratkan kebutuhan perencanaan kerja kolaboratif yang utuh dari berbagai fihak. Memberikan batasan overlapping wilayah layanan. c. Catatan tentang keuntungan program Bimbingan dan Konseling di atas. TANGGUNGJAWAB KEPALA SEKOLAH Mengevalasi usaha sebelumnya dan mengidentifikasi kebutuhan sistem saat ini Memberi peluang inservice untuk pengembangan profesionalitas. serta siswa. Memberikan informasi adanya pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam meningkatkan prestasi siswa. KONSELOR) Merumuskan tujuan pelayanan belajar Berpartisipasi dalam inservice dalam pengembangan profesionalitas Berpartisipasi dalam Menerima strategi service-learning Membina hubungan 95 . Di lingkungan sekolah dapat dijelaskan kolaborasi yang ditandai dengan job describtion yang tegas untuk bidang Bimbingan dan Konseling.

kurikulum Menfasilitasi kontak masyarakat pengembangan kurikulum Membuat kurikulum akademik pengembangan kurikulum Membuat kurikulum sosial dan emosional kolaboratif Mengintegrasikan kurikulum sosial. Ada sejumlah masalah yang tidak menjadi kewenangan Konselor. Beberapa masalah tersebut misalnya masalah 96 . kepolisian. REFERAL Pada dasarnya layanan referal berada dalam satuan kegiatan layanan responsif yang dilakukan dalam upaya membantu konseli agar mereka mendapatkan layanan yang optimal dari ahli lain yang benar-benar handal. maka sebaiknya dia mereferal atau mengalihtangankan kepada pihak lain yang lebih berwenang. emosional. untuk bidang lainnya yakni binbingan pribadi. etika. Apabila Konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah konseli. psikolog. dan penyakit kronis. dan karier dapat dikembangkan oleh Saudara sendiri. dan akademik. depresi. etika. seperti guru mata pelajaran. dokter. emosional. tindak kejahatan (kriminalitas). emosional. psikiater. Selain itu tujuan khusus dari layanan referal ialah terwujudnya keempat fungsi Bimbingan dan Konseling tarutama dalam upaya pengentasan masalah konseli. Merefleksi pengalamanpengalaman servicelearning Mengukur dan mengevaluasi hasil akademik dari pelayanan belajar Mengevaluasi dampak masyarakatnya Mengatur jadwal pelayanan Memberi kesempatan bagi siswa untuk merefleksi belajar sosial. Konseli dan masalahnya. dan akademiknya. Mendukung supervisi yang tepat dalam masyarakat Mengkompilasi data refleksi siswa Menfasilitasi hubungan partnerships sekolah dan masyarakat Mengakui pentingnya refleksi dalam belajar Mengawali pengalaman masyarakat Memberi kesempatan bagi siswa untuk merefleksi belajar sosial. Secara umum. sosial. kecanduan narkoba. Namun demikian juga untuk mewujudkan upaya pemahaman dan pencegahan serta pengembangan dan pemeliharaan. dan lain-lain. Merefleksi pengalamanpengalaman servicelearning Mengukur dan mengevaluasi hasil perkembangan sosial dan emosional dari pelayanan belajar Mengevaluasi dampak masyarakatnya Memberi kesempatan pertemuan dewan guru Bekerja dengan dinas pendidikan untuk mempertahankan keberlangsungan kurikulum service-learning Memberikan insentif atas pelayanan yang dilakukan dewan guru Mengkompilasi data refleksi diri professional Menentukan komponenkomponen pelayanan pembelajaran yang efektif Mengenali prestasi siswa Contoh diatas adalah untuk bidang bimbingan belajar. Komponen Referal a. tujuan layanan referal adalah agar konseli mendapat layanan yang optimal atas masalah yang dialaminya. Konseli yang sebaiknya direferal adalah mereka yang memiliki masalah yang tak terselesaikan bersama konselor. seperti kesulitan belajar. dan akademiknya.

b. Beberapa ahli guru mata pelajaran. Pelaporan Menyusun laporan kegiatan referal. Tindak lanjut Menyelenggarakan layanan lanjutan oleh Konselor jika diperlukan atau konseli memerlukan referal ke ahli lain lagi. f. meyakinkan konseli akan referal. Dalam melaksanakan referal. kemudian mengkaji hasil referral kaitannya dengan upaya mengatasi masalah yang dialami konseli. Ahli lain. karena keterbatasan kewenangan Konselor. dan beberapa profesi lainnya menjadi rujukan penting bagi Konselor. penyakit. referal perlu dilakukan. Evaluasi Membahas hasil referal melalui refleksi oleh konseli. Namun demikian. Pelaksanaan Mengkomunikasikan rencana referal kepada pihak terkait dan mereferalkan konseli kepada pihak terkait tersebut. Konselor perlu menyadari akan keterbatasan kewenangannya. Analisis hasil evaluasi Melakukan analisis terhadap efektivitas referal bagi penyelesaian masalah kaitannya dengan perkembangan konseli. dokter. karena Konselor bekerja di sekolah. menyiapkan materi referal dan kelengkapan administrasinya. Tahap-Tahap Referal a. e. Bila dijumpai masalahmasalah seperti itu. Dalam banyak catatan Konselor bekerja membantu individu yang sehatnormal. menyampaikan laporan dan mendokumentasinya. dan sebagainya. d. polisi. c. c. laporan dari ahli lain dan analisis hasil referral. Dalam hal ini tanggungjawab Konselor tetap ada. azas kerahasiaan juga harus dijaga oleh Konselor. menghubungi ahli lain yang menjadi arah referal. 97 . psikiater. perbuatan kriminal. b. azas yang digunakan adalah kesukarelaan konseli untuk dipindahtangankan kepada ahli lain yang diprediksi akan lebih pas bagi penyelesaian masalahnya.belajar substansi mata pelajaran. penggunaan zat psikotropika. dimana siswa tetap akan menjadi bagian pelayanannya selama ia masih sekolah. psikolog. Konselor. Perencanaan Menetapkan kasus yang akan direferal.

konseling kelompok. 1981). Dalam konteks layanan responsif. sendiri atau dalam kerjasama dengan staf sekolah lainnya dan stakeholders. biasanya dihubungkan dengan pemberian bantuan. atau sistem dengan suatu masalah. dan konsultan. konsulti. tidak ada satu difinisipun yang bisa diterima secara universal. seperti konseling. konsultasi sebagai bentuk kegiatan sejajar dengan konseling individual. menuju ke program komprehensif yang berlandaskan pada pertumbuhan dan perkembangan manusia (Gysbers dan Henderson. dan konselor lain untuk perbaikan terhadap hal-hal yang membatasi efektivitas para siswa dimana hal tersebut bisa membatasi efektivitas pendidikan di sekolah. kepala sekolah. konsultasi (consulting) dirancang untuk memberikan bantuan teknis kepada guru. 2009). organisasi. Konsultasi dalam bimbingan dan konseling didefinisikan sebagai suatu proses dari menyediakan bantuan secara teknis kepada para guru. Konsultasi merupakan sebuah elemen penting dari program bimbingan. melakukan pelayanan untuk membantu siswa memenuhi kebutuhan dan mengatasi masalahnya. terutama bagi penyelesaian masalah. KONSULTAN/ KONSELOR KONSULTI/GURU . Konseli adalah orang. ORTU KONSELI Gambar: Pola Hubungan Konsultasi 98 . karena Konselor menyadari bahwa model layanan langsung tidak selalu tepat dalam kasus-kasus tertentu. administrator dan orang tua dalam membantu siswa agar lebih efektif (Shertzer dan Stone. Hal ini mengisyaratkan bahwa kerjasama dengan staf pendidikan lain di sekolah dan orangtua menjadi sangat penting. Konselor mencari metode-metode alternatif yang akan memiliki pengaruh positif terhadap individu atau kelompok atau terhadap sistem yang memiliki pengaruh negatif kepada siswa. Kebanyakan definisi konsultasi menyertakan acuan kata konseli. orang tua. Konselor. Bimbingan dan Konseling berubah dari model posisi pelayanan. Dari review tentang literatur konsultasi. dan konsultan adalah orang yang membantu consulti memecahkan masalah konseli. Salah satu bentuk pelayanan yang harus dilakukan guru Bimbingan dan Konseling adalah konsultasi. Konsultasi.KONSULTASI Bimbingan dan Konseling di sekolah sebagaimana komponen pendidikan lainnya juga mengalami reformasi. consulti adalah orang yang berusaha memecahkan masalah. Dalam bidang Bimbingan dan Konseling. dan referral.

Guru. Secara sadar. konsustasi memiliki sejumlah tujuan. − meningkatkan komunikasi melalui menyampaikan diperlukan oleh orang-orang yang kompeten. − menciptakan sebuah lingkungan yang memadukan seluruh komponen pendidikan yang bisa membentuk sebuah lingkungan belajar yang kondusif. Tujuan tersebut terdiri atas: − meningkatkan dan mengembangkan lingkungan belajar bagi siswa. Konsultasi dibutuhkan karena guru melihat siswa menunjukkan perilaku yang salah dan merusak di kelas. sehingga solusinya tidak akan dipaksakan. bukan mengkritik dan mengevaluasi prosedur-prosedur pengajarannya. Konsultasi ini didasarkan pada pemberian bantuan kepada guru untuk menjalankan aktifitasnya. Seringkali konsultan harus membantu mengembangkan keinginan konsulti untuk berubah. − membentuk lembaga self-help atau setiap komponen pendidikan sekolah dapat memahami perannya dan berkiprah untuk meningkatkan prestasi siswa.Tujuan konsultasi Di sekolah. Konselor dapat menggunakan konsultasi untuk membantu guru dalam memahami perilaku-perilaku bermasalah dari siswa-siswa tertentu. Sasaran Konsultasi a. Tugas pertama yang harus dilakukan oleh konselor sebagai seorang konsultan adalah mengidentifikasi situasi-situasi yang paling bermasalah dalam organisasi (sekolah/keluarga) dan mengenal orang-orang yang membutuhkan bantuan (siswa sebagai konseli). lambat laun konsulti mau untuk berubah demi perkembangan siswa. − membantu orang lain mempelajari cara mempelajari perilaku. − meningkatkan layanan ahli. perubahan fihak konsulti kaitannya dengan konseli membutuhkan kearifan yang mendalam dari Konselor. Sebagai seorang konsultan. Konselor bisa membantu menemukan dan membentuk 99 . merencanakan dan mengimplementasikan strategi-strategi kelas untuk mengatasi perilaku-perilaku ini dan membantu perkembangan siswa. Sangat perlu untuk mengidentifikasi terhadap situasi-situasi yang bermasalah dan pengembangan kesiapan konsultasi melalui melibatkan sumber-sumber informasi. agar dalam kerjanya Konselor tidak memaksakan perubahan-perubahan. Dengan kata lain. − memperluas pendidikan in-service bagi guru dan kepala sekolah. yang kondusif informasi yang − mendudukkan peran dan fungsi dari semua fihak dalam meningkatkan lingkungan belajar. Semua aspek tujuan selalu kembali untuk kepentingan siswa.

kepala sekolah. Memasuki Konsultasi. 100 . dan (d) berfungsi sebagai konsultan proses. Menentukan Langkah Mengatasi Masalah . aktivitas in-service atau perubahan-perubahan organisasi yang dibutuhkan. wali kelas.materi-materi pembelajaran atau membantu guru dalam mengubah gaya pembelajarannya. Mengumpulkan informasi tambahan yang dibutuhkan bersama dengan konsulti untuk memperoleh gambaran komprehensif adanya masalah. Sebelum Konsultasi. Gaya pembelajaran guru dan pola motivasional bisa dianalisis untuk menentukan pengalaman pembelajaran terbaik yang bisa digunakan siswa. b. Tahap-Tahap konsultasi a. b. Situasi pelaksanaan konsultasi dengan orang tua telah dirangkum oleh Dinkmeyer dan Carlson. dan hasil-hasil yang diharapkan. wakil kepala sekolah. Konselor berkonsultasi dengan staf administrasi sekolah. Administrator. Walz dan Benjamin mengidentifikasi empat cara dasar yang digunakan oleh Konselor dalam melakukan perubahan: (a) memberikan energi bagi sistem sekolah dengan mendorongnya untuk melakukan sesuatu terhadap masalah yang ada. Orang Tua. c. membantu orang tua memahami makna dari hubungannya dan dialognya dengan anak-anak mereka. Atas temuan kesenjangan yang ada yang diperkirakan mengganggu kinerja sistem. d. c. Situasi lainnya meliputi pengorganisasian sekolah dan rumah untuk mencapai usaha-usaha konsisten dalam pendidikan anak dan membantu orang tua dalam memahami pengaruh dari keluarga terhadap perkembangan anak. Perubahan-perubahan ini tidak muncul dengan mudah tapi sebagian besar administrator memiliki ide-ide yang sangat bagus mengenai apa yang dibutuhkan. prosedur. asumsi. Mendefinisikan Masalah. dan staf pengawas untuk mengembangkan program. Mengumpulkan Informasi. (b) menawarkan solusi bagi perubahan-perubahan yang dibutuhkan (c) berfungsi sebagai penghubung terhadap sumber-sumber daya manusia dan fisik yang tersedia di lingkungan pendidikan. Konsultan menjelaskan nilai-nilai. konsultan menyatakan masalah yang dihadapi dan menyatakan prognosis seandainya masalah tidak diselesaikan. kebutuhan. dan tujuan-tujuan lembaga. dan membantu pemerolehan ketrampilan komunikasi yang efektif. jadwal yang ada. Menilai informasi untuk menemukan masalah yang diharapkan diselesaikan dalam pertemuan konsultatif. dalam hal ini sekolah. yang tugasnya membantu menangani masalah. Informasi dianalisis dan disintesis untuk menemukan alternatif-alternatif solusi terbaik. termasuk kepala diknas pendidikan. e. Diantara situasi tersebut mencakup peningkatan hubungan orang tua-anak.

Perkembangan Pribadi-Sosial Bimbingan kelompok berperan dalam pengembangan pribadi-sosial siswa. konseling kelompok. program Bimbingan dan Konseling sekolah memberdayakan setiap siswa untuk menjadi penyelesai masalah yang lebih kreatif. g. guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor setidaknya harus menguasai empat pendekatan utama yaitu bimbingan kelompok. orangtua. sosial. dimana. Kapan.f. serta menjadi pebelajar sepanjang hidup. dengan siapa. BIMBINGAN KELOMPOK Melalui usaha-usaha kolaboratif pendidik. bimbingan klasikal. Banyak dari perkembangan ini yang dapat dilakukan melalui bimbingan kelompok. maka program Bimbingan dan Konseling baik individual maupun kelompok sebagai pelayanan yang unik dari Konselor atau guru Bimbingan dan Konseling diharapkan menjadi pengalaman pendidikan total bagi setiap siswa. Untuk itu semua. Secara terus menerus (on going) pelaksanaan dan hasil bantuan konsultasi dimonitor dan dinilai efisiensi dan efektivitasnya. (2) memahami dan memperjelas perasaan mereka dan penyelesaiannya dalam cara-cara yang tepat secara sosial. 2. Terminasi. dan orang-orang kunci lainnya. Yaitu menyatakan tujuan yang berupa hasil akhir dari konsultasi yang dinyatakan secara operasional dan terukur. dan menghargai karakteristik pribadinya. konseling individual. yang secara efektif mampu menghadapi tantangan-tantangan dalam kehidupan di masyarakat global. h. serta perkembangan pendidikan. Setiap siswa membutuhkan program dan pelayanan Bimbingan dan Konseling yang akan membantu mereka terkait dengan (1) penyelesaian masalah dengan teman. Dapat dikatakan bahwa program dan pelayanan Bimbingan dan Konseling dimaksudkan untuk membantu perkembangan pribadi-sosial. belajar. memahami. warga negara yang peduli dan gemar menolong. dan (4) memaksimalkan prestasi pendidikan mereka. FASILITASI PERKEMBANGAN Dalam menfasilitasi perkembangan pribadi. dan orangtua. personil sekolah. perkembangan yang dimaksudkan antara lain: 1) (1) siswa akan menyadari. Menyatakan Tujuan Konsultasi. Mengimplementasikan Rencana Tindakan . i. perencanaan hidup dan karier. Mengakhiri bantuan konsultasi. Evaluasi. dan bagaimana melakukan rencana dirinci sedetail mungkin. a. dan karier setiap peserta didik. (3) merencanakan pendidikan dan karier mereka ke depan. perkembangan fisik dan intelektialnya serta 101 . Intervensi yang telah dipilih direncanakan secara operasional dalam bentuk panduan terbimbing. Masing-masing diuraikan sebagai berikut.

Secara rinci antara lain: 1) siswa akan menggunakan proses pengambilan keputusan secara sistematis. masing-masing dapat dicontohkan sebagai berikut. menghargai. intelektual dan emosionalnya. 6) siswa akan mengambil keputusan dengan tepat tentang keamanan pribadinya. dan peduli terhadap orang lain dengan maksud untuk mengembangkan dan mempertahankan hubungan yang efektif dengan teman sebaya dan orang dewasa. 3) siswa akan mengembangkan dan memelihara keterampilan mendengarkan dan mengekspresikan diri untuk berhubungan secara efektif dengan orang lain. 3) siswa akan menggunakan keterampilan merencanakan dan menyusun tujuan untuk menetapkan tujuan karier 102 . Siswa akan dapat mengenali karakteristik fisik. Obat-obatan dan alkohol: Jenis/Menolong/Merusak  Keamanan Pribadi: Sentuhan dan Sapaan  Perencanaan Hidup dan karier Bimbingan kelompok juga berperan dalam membantu siswa mengembang kan kemampuan untuk merencanakan hidup dan kariernya.perkembangan kepribadiannya. Penerimaan dan penghargaan diri:  Siswa akan dapat mengenali karakteristik fisik. dan bahwa beberapa obat akan membantu fisiknya dan sebagian lainnya merusak fisik. intelektual dan emosional orang lain. 2) siswa akan menggunakan proses problemsolving secara efektif dan bijak. 2) siswa akan memahami. 5) siswa akan mengambil keputusan dengan tepat tentang penggunaan obat-obatan dan 102lcohol. Siswa akan dapat mengetahui perbedaan antara sentuhan dan sapaan yang tepat dan yang tidak tepat. Siswa akan dapat memahami bahwa ada banyak jenis obat-obatan. Siswa akan dapat mengenali bahwa semua orang didengarkan dan berbicara dengan orang-orang lainnya. perlu Hubungan dengan orang lain secara efektif:  Komunikasi yang efektif:  Keterampilan Kepemimpinan : Kerjasama  Siswa akan dapat beriteraksi dengan orang lain dalam cara yang menunjukkan perilaku kerjasama. 4) siswa akan mengembangkan keterampilan interaksi kelompok dan keterampilan kepemimpinan. Apa yang dipelajari dari setiap aspek tersebut.

Masing-masing dicontohkan sebagai berikut. Pembuatan keputusan: Kesulitan Memutuskan  Siswa akan mengenali bahwa keputusan-keputusan kadangkadang sulit dilakukan. dan masyarakat. Siswa akan dapat mendeskribsikan perguruan tinggi apa ke depan yang akan disenangi dan apa yang akan ditempuh di tingkat selanjutnya itu. sekolah. Siswa akan dapat mendefinisikan “kerja” dan mengenali situasi atau kesempatan kerja di rumah. 4) siswa akan menghubungkan pilihan kariernya dengan tuntutan dunia kerja. 5) siswa akan menyiapkan untuk menemukan dan mempertahankan pekerjaan. 2) siswa akan mengambil tanggungjawab untuk merencanakan menggunakan kesempatan pendidikan masa depan. Sekolah/Belajar: Membuat Kesalahan  Siswa akan dapat memahami bahwa membuat kesalahan merupakan hal yang wajar di dalam belajar. Siswa akan dapat mendeskribsikan aktivitas-aktivitas dan minatminat yang mendatangkan kepuasan. Siswa akan mengenali situasi-situasi yang menghasilkan perasaan bahagia atau tidak bahagia atau bahkan kemarahan serta bagaimana untuk mengatasinya. kapabilitas dan nilai-nilai yang dianutnya. namun tetap berniat untuk memperbaikinya. 4) Siswa akan mempelajari keterampilan-keterampilan mengikuti tes. Kesempatan Pendidikan: Melongok ke Masa Depan  Tanggungjawab Pribadi: Penghargaan 103 . antara lain: 1) (1) Siswa akan mengambil tanggungjawab untuk belajar di sekolah. dengan menekankan pada perencanaan dalam mengambil langkah pendidikan lanjutan secara berhasil.tentatifnya sejalan dengan minat. 3) siswa akan mengambil tanggungjawab akan tingkahlaku-tingkahlakunya di lingkungan sekolah. Penyelesaian Masalah: Mengenali Perasaan  Perumusan Tujuan: Aktivitas/Minat  Kerja: Definisi  Perkembangan Pendidikan Dalam hal perkembangan pendidikan ada beberapa hal yang harus dilakukan bimbngan kelompok dalam membantu siswa. Sebagai contoh diuraikan berikut.

milik orang lain. Mengikuti Tes: Ingatan akan Informasi • Semua kegiatan dalam bidang-bidang Bimbingan dan Konseling di atas dapat dikemas dalam pelayanan bimbingan kelompok. karier. Tujuan bimbingan kelompok (a) memberi kesempatan siswa untuk saling berbagi informasi terkait topik-topik informasi karier. dan keterampilan komunikasi. Di dalam kelompok. Hakekat Bimbingan Kelompok Bimbingan dan Konseling merupakan strategi untuk memfasilitasi perkembangan positif siswa-siswa di sekolah dalam semua aspek di atas. dan pribadi-sosial. terutama dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan perkembangannya dan untuk menerapkan program-program pencegahan maupun pengentasan dari masalah yang dihadapi. merumuskan tujuan hidup. peer tutoring dan conflict resolution/management . Bimbingan kelompok melibatkan beberapa orang yang bertemu dalam kelompok dimana setiap orang mendiskusikan masalahnya untuk semua anggota kelompok lainnya. milik lembaga sekolah. dan persoalan-persoalan pribadi-sosial lainnya. (b) untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan seperti keterampilan peer helping. Diakui bahwa bimbingan kelompok merupakan cara yang efektif dan efisien untuk mendukung dan membantu siswa dalam mencegah timbulnya masalah dan memecahkan masalahmasalah di bidang perkembangan pendidikan. Jadinya beberapa orang siswa akan merasa sangat terbantu melalui belajar bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi masalahnya. Layanan Bimbingan dan Konseling memiliki pengaruh sinergik dalam mengembangkan pertumbuhan sosial dan emosional positif siswa seraya meningkatkan hasil perkembangan karier dan akademik mereka. memecahkan masalah. Siswa akan dapat menunjukkan tanggungjawab dan menghargai miliknya. mengatasi tekanan teman sebaya. Ini merupakan cara yang efektif dalam merespon berbagai kebutuhan siswa dan biasanya dilakukan dalam seting kelas. Siswa akan mampu untuk mendeskripsikan bagaimana mengingat informasi-informasi yang penting dengan cepat. Bimbingan kelompok dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhankebutuhan khusus anggota dan memberi kesempatan kepada anggota kelompok untuk mengembangkan dan mengeksplorasi tujuan-tujuan serta meningkatkan perubahan-perubahan positif dalam suasana yang saling berbagi dan saling mendengarkan. keterampilan belajar. 104 . konselor mendorong setiap anggota untuk mengekspresikan perasaannya. (c) untuk membantu siswa mengembang-kan pengetahuan dan mempelajari keterampilan sosial serta pengelolaan pribadi seperti mengatasi masalah perasaan.

yakni memahami perspektif orang lain dan keterampilan berinteraksi. (2) Tahap Inti sebagai kelompok. 8) jaga tangan dan kaki untuk mereka. 4) betahlah bertahan dalam kelompok. (3) Tahap Pemecahan Masalah.Proses Bimbingan Kelompok Proses bimbingan kelompok menganut peristiwa belajar kolaboratif yang didasarkan atas tiga prinsip utama. Bagaimana mulai kelompok. Membentuk Kelompok Ketika kita membentuk kelompok diperlukan keterampilan kooperatif. (2) Kelas didorong untuk menjadi kelompok yang kohesif. 3) buat kontak mata. pengorganisasi. ada sejumlah cara yang dapat digunakan untuk memulai belajar “sesuatu” atau topik yang telah direncanakan berdasar kebutuhan secara efektif dalam kelompok. Secara tradisional. 10) beri kesempatan setiap anggota untuk bicara. 2) buat pasangan atau lingkaran. karena anggota kelompok dengan keterampilan kooperatif tertentu bisa menjadi model bagi yang lainnya. dan (3) Individu diberi tanggung jawab untuk belajar dan melakukan aktivitas. biasanya kelompok memilih mengawali dengan membuat aturan-aturan dan menyusun langkah-langkah. yaitu (1) Tahap membentuk kelompok. dan 11) dengarkan secara aktif. kita dapat melakukan dengan cara-cara 1) buat jarak antar orang. penanya. dipraktekkan. 105 . Dengan memanfaatkan dua karakteristik sebagaimana dikemukakan di muka. pemerjelas. Ada gunanya kita membentuk kelompok heterogin. dan penjaga waktu. dan (4) Tahap mengelola Perbedaan-Perbedaan. Tahap Inti sebagai Kelompok Setelah kelompok terbentuk. yaitu (1) adanya tujuan yang sama. 9) bentuk kelompok tanpa mengabaikan lainnya. pencatat. maka pemimpin kelompok dapat mengawali kerja kelompok. Biasanya kita bisa bekerja secara berkelompok dengan mudah kalau bersama dengan kawan akrab. 7) berkelilinglah. 5) gunakan suara jelas. pemberi penguatan. maka untuk merancang bimbingan kelompok perlu memperhatikan dimensi kolaboratif yang ditujukan pada pembentukan keterampilan kooperatif. Namun konfigurasi lain harus dicoba. Ada dua elemen dasar dari aktivitas kooperatif. dan (2) adanya interdependensi positif antar anggota. Atas dasar prinsip di atas. yaitu (1) Keterampilan kooperatif diajarkan. penyimpul. 6) gunakan atau sebut nama orang. Sebagai pedoman umum yang perlu dikenali pemimpin kelompok bahwa dalam tahap inti ini setiap anggota dalam kelompok dapat diperankan sebagai pengamat. Ada empat keterampilan kooperatif yang harus dikuasai dalam belajar kolaboratif. dan balikan diberikan pada bagaimana sebaiknya keterampilan-keterampilan digunakan.

tetapi juga di rumah dan kehidupan lainnya. 4) memberikan mediasi. malahan dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok seluasluasnya. Keterampilan mengelola perbedaan-perbedaan merupakan keterampilan yang penting dimanapun. kita dapat mengembangkan keterampilan-keterampilan seperti 1) keterampilan mendefinisikan masalah. karier. belajar untuk bersosialisasi. Terkait dengan belajar. Jadi perbedaan tidak ditutup-tutupi. sosial. 4) mengkonfirmasi ide.Memecahkan Masalah Untuk memecahkan masalah-masalah yang diangkat sebagai suatu masalah kelompok. 7) memberikan tanggapan kritis terhadap ide. dan menengahi konflik yang “panas” tidak hanya diperlukan di sekolah. 3) mengklarifikasi ide. Mengelola Perbedaan-Perbedaan Pada uraian di muka telah disinggung-singgung adanya perbedaan. Perasaan terlibat menjadi bagian kelompok dan kekohesifan kelompok merupakan tiket bagi terjadinya suasana kooperatif. Konselor 106 . Ada sejumlah teknik bimbingan kelompok yang bisa diterapkan untuk mengembangkan siswa dalam setiap bidang pengembangan. serta 5) membuat konsensus. dan 9) menemukan solusisolusi atas permasalahan. Oleh karena bimbinban kelompok ini dimaksudkan untuk menghantarkan siswa SMK agar mencapai prestasi tinggi (terkait indikasi banyak siswa SMK jeblok perolehan danemnya) dan agar mampu merencanakan karier dengan baik maka dalam contoh-contoh teknik bimbingan kelompok ini ditekankan penggunaannya di kedua bidang garapan Bimbingan dan Konseling. Melihat masalah dari berbagai perspektif. Atas dasar kenyataan adanyat perbedaan tersebut dibutuhkan kemampuan mengelolanya oleh setiap anggota kelompok dan pimpinan kelompok. Tantangannya adalah bagaimana semua siswa belajar dan siap untuk bertanggungjawab secara sosial. 2) brainstorming. Konselor berperan dalam hal service learning. Apa saja keterampilan yang harus dikuasai dalam mengelola perbedaan? Keterampilan mengelola perbedaan antara lain 1) nyatakan posisi mereka dalam kelompok. Dalam reformasi pendidikan kita harus diperhatikan ke arah mana siswa dikembangkan. Mestinya kita menyiapkan siswa menjadi warga negara yang bertanggungjawab yang berpengetahuan luas dan terampil dalam bidang yang digelutinya. 8) mengorganisasi informasi. 3) melakukan negosiasi. Pengelolaan ini dengan prinsip memanfaatkan setiap adanya perbedaan untuk meningkatklan kekohesifan kelompok. 5) mengelaborasi ide. yakni perbedaan kemampuan dan perbedaan latar kehidupan anggota kelompok. Dimana maknanya belajar di bidang akademik. 2) lihat masalah dari berbagai sudut pandang. dan emosional. Perkembangan keterampilan kooperatif merupakan inti dari bimbingan kelompok kolaboratif. peduli terhadap orang lain. 6) melihat konsekuensi-konsekuensi dari keputusan tindakan.

KONSELING INDIVIDUAL Dalam membahas konseling individual. Secara umum konseli akan mempertahankan hubungan yang positif dengan Konselor. 3) merumuskan tujuan. b. akan menyusun 107 . sehingga masalah tidak terjadi. perasaan. Pandangan ini mulai beralih ke sisi lain. konseling itu identik dengan nasehat. ada beberapa hal yang dikemukakan. Proses Konseling Secara garis besar proses konseling terbagi ke dalam lima tahapan. keterampilan dasar komunikasi. Isu-Isu Pokok Praktik Konseling Masalah vs Aset Positif Mendengar kata konseling selalu diasosiasikan dengan individu yang menghadapi masalah. Penjelajahan aset positif konseli dan bila selalu diperhatikan dalam lima tahap di atas akan memberikan jaminan bagi proses wawancara yang baik. yakni isu-isu praktik konseling. tetapi dikandung maksud untuk mengenali asset positif setiap konseli dan mengoptimalkan asset positif tersebut bagi perkembangan setiap konseli yang dilayani.memiliki tanggungjawab panjang atas pentingnya belajar emosional dan sosial di sekolah. dan 5) mengakhiri pertemuan. Pandangan bahwa konseling adalah nasehat banyak dibantah dengan berbagai teori konseling dan wawancara intensional untuk konseling. dimana konseling tidak saja diorientasikan bagi penyelesaian masalah. Banyak teori yang mengungkap bahwa konseling cenderung merupakan proses mendengarkan secara aktif. Makna Wawancara dalam Konseling Modal utama konseling adalah kemampuan wawancara. dan perilaku mereka. 2) mengumpulkan data untuk mengenali kekuatan dan masalah konseli. mereka akan menceriterakan hidupnya. Selama ini ada kesan. Harapan yang ada di balik memperhatikan aset positif dalam kelima tahap dijelaskan sebagai berikut. Namun yang sering terjadi adalah program bimbingan belajar emosional dan sosial ini tidak nyambung dengan misi sekolah yang dapat dipertanggung-jawabkan kaitannya dengan tugas sekolah untuk membantu siswa mencapai prestasi akademik tinggi. 4) working atau tahap inti bantuan konseling. yaitu 1) mengawali pertemuan dengan membangun rapport dan mengatur pertemuan. dan pendekatan konseling. Konseling diartikan sebagai upaya bantuan untuk memecahkan masalah. Cara ini akan memberi banyak peluang bagi Konselor untuk memhami dengan cermat tentang konseli yang dilayani dan dapat memantulkan kembali kondisi ini untuk modal pengubahan pikiran.

model ini menekankan membangun konseling pada kondisi-kondisi dasar adanya manusia seperti pilihan. konseli akan menyampaikan kekuatan-kekuatan dirinya dan sumber-sumber yang tersedia untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Konseling experiential menekankan pada kesadaran dan integrasi. menciptakan satu destiny. perasaan. Perhatian ditujukan pada usia 6 tahun pertama sebagai penentu (determinants) perkembangan kepribadian pada usia selanjutnya. Pendekatan ini lebih menekankan pada tanggung jawab. maka diharapkan konseli mendemonstrasikan perubahan tingkalaku. Bereaksi terhadap kecenderungan memandang konseling sebagai sistem teknik yang didefinisikan dengan baik. dan menemukan makna dan tujuan untuk menciptakan kehidupan yang lebih berarah tujuan. Dalam setiap tahapan tersebut diuraikan sebagai berikut. Tahap V: Jika tahap 1-4 berhasil. akan mengembangkan pandangan-pandangan baru. perasaan itu dalam kehidupan sehari-hari di luar seting wawancara. Konseling ini memusatkan pada kualitas hubungan terapeutik person-to-person. Penemu: Fritz and Laura Perls. Penemu: Carl Rogers. pikiran baru. Tahap II: Konseli akan berbagi pikiran. Existential therapy. Tahap IV: Konseli akan menguji kembali tujuannya dan mulai bergerak ke arah ceritera hidup baru dan perbuatan baru melalui mengkonfrontasi adanya kesenjangan-kesenjangan. Tahap III: Konseli akan mendiskusikan arah baru.tujuan. ia tumbuh sebagai reaksi terhadap konseling psikoanalitik. Konseling Adlerian. tokoh kunci: Natalie Rogers. menghadapi tantangan baru. dan akan mentransfer hasil belajar yang baru tersebut ke kehidupan sehari-hari. Berdasarkan pada pandangan subyektif atas pengalaman manusia. Tokoh Kunci: Miriam and Erving Polster. dan perilaku yang hendak diubah. Konseling Person-centered. Ia mengintegrasikan fungsi tubuh dan pikiran. Tokoh: Sigmund Freud. Teori perkembangan kepribadian. perasaan yang diinginkan. kebebasan dan tanggungjawab untuk membentuk kehidupan seseorang. diikuti Rudolf Dreikurs yang terkenal di AS. Creative problem solving menjadi penting disini. Overviu Teori Konseling Konseling Psikoanalitik. Dengan maksud mengejar aset positifnya. Tokoh Alfred Adler. Pendekatan ini dikembangkan selama tahun 1940s sebagai reaksi nondirektif terhadap psychoanalysis. Rollo May. teori ini menempatkan kepercayaan dan memberikan tanggung jawab kepada konseli dalam menghadapi masalah dan kekhawatirannya. 108 . Tokoh: Viktor Frankl. dan perilakunya. serta self-determination. pikiran. Konseling Gestalt. and Irvin Yalom. dan metode psikokonseling yang berfokus pada faktor-faktor ketidaksadaran ( unconscious) yang memotivasi perilaku. filosofi hakekat manusia. Tahap I: Konseli akan merasa difasilitasi dan tahu mengenai apa yang diharapkan darinya.

Tokoh Kunci: B. Ada sejumlah tokoh kunci antara lain Alfred Adler. Tokoh Kunci: Robert Wubbolding. Ada sejumlah tokoh kunci. Metode pendekatan ini selalu dalam proses perbaikan. Keterampilan Dasar Komunikasi a) Kedudukan Komunikasi dalam Konseling Bimbingan teknis di bagian ini merupakan bagian utama dalam pengembangan kompetensi Konselor yang pada dasarnya bergerak di seputar dua sumbu. Konseling merupakan wilayah yang berkaitan dengan layanan ahli bagi individu normalsehat yang dinamakan konseli (counselee). Salvador Minuchin. dan Albert Bandura. Jay Haley. Family systems therapy. Selama proses konseling. Arnold Lazarus. Murray Bowen. dan Cloé Madanes. F. Pendekatan ini mempertahankan bahwa konseli adalah seorang ahli dalam hidupnya sendiri. konseli dapat belajar dengan cara yang lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Pendekatan Postmodern. Penemu: William Glasser. Konseling Realita. Keterampilan komunikasi perlu dikuasai konselor karena saat ini berkembang pemikiran bahwa semua layanan the helping professions mengutamakan penemuan self-healing capacity dari setiap individu yang 109 . suatu model konseling yang sangat berorientasi didaktik. melainkan diyakini bahwa realitas dikonstruksi secara sosial melalui interaksi manusia. Pendekatan ini mnerapkan prinsip-prinsip belajar untuk meresolusi masalah-masalah perilaku spesifik. Pendekatan short-term ini didasarkan pada teori pilihan ( choice theory) dan memusatkan pada konseli untuk memikul tanggung jawab di masa sekarang. kognitif. Secara ringkas akan dipraktikan masing-masing dua teori dalam konseling individual dan konseling kelompok. Skinner. dan (b) penguasaan keterampilan komunikasi yang merupakan wahana utama dalam pelaksanaan konseling. Virginia Satir. Dalam bimtek ini tentu tidak cukup waktu untuk mempelajari semua teori konseling tersebut. yaitu (a) eksplorasi Paradigma Baru dalam Terapan Kontekstual Konseling. Steve de Shazer dan Insoo Kim Berg yang mengembangkan solution-focused brief therapy. solution-focused brief therapy. Konseling behavior-kognitif. Tokoh Kunci: Albert Ellis penemu rational emotive behavior therapy. Carl Whitaker. dan action yang menekankan peranan berpikir dan sistem belief sebagai akar probem pribadi. Michael White dan David Epston merupakan tokoh-tokoh kunci narrative therapy. Hasil merupakan subyek elsperimentasi terus-menerus. dan narrative therapy semua berasumsi bahwa tidak ada kebenaran tunggal. Konstruksionisme sosial.Konseling Behavior. namun mengalami gangguan fungsi sosial-vokasional sehingga perlu diatasi dalam rangka penyelenggaraan layanan Bimbingan dan Konseling. Pendekatan sistemik ini didasarkan pada asusmi bahwa kunci perubahan individu adalah pemahaman dan kerja dengan keluarga.

Selanjutnya. Sutanto. Sebagaimana halnya dalam pembelajaran. kemampuan Konselor dalam berkomunikasi akan mampu menjaring kapasitas konseli ( positive asset search). 110 . seandainya rujukan serta cara penataan diri itu disarankan kepada dirinya. Ini berarti bahwa diperlukan kejernihan makna dalam komunikasi sehingga tidak ada salah tangkap antara apa yang dimaksud oleh pihak yang menyampaikan pesan (konseli) dengan pihak yang menerima pesan (konselor). Pada gilirannya. Sebagaimana telah diisyaratkan. melainkan harus ditumbuhkan setahap demi setahap melalui interaksi yang produktif serta menyejukkan. dengan pemahamannya tentang cara tiap konselinya itu merasa. sebab dalam melaksanakan konseling seyogianya Konselor tidak menyarankan kepada konselinya rujukan serta cara penataan diri yang tidak akan dia ikuti.dilayani sehingga masing-masing mampu mengatasi masalahnya sendiri. kejernihan makna dalam komunikasi antar pribadi juga sangat tergantung pada makna kontekstual yang melekat pada tiap ujaran dan isyarat non-verbal yang lazim menyertai ujaran. dalam komunikasi peran sebagai pengirim dan sebagai penerima pesan itu selalu berganti secara dinamis. kemampuan meraih serta kemampuan mempertahankan karier untuk hidup produktif dan sejahtera serta kepedulian terhadap kemaslahatan umum ( the Common Good) sebagai kriteria keberhasilan. dan sebagaiman diketahui. kemanjuran faktor-faktor umum tersebut terfasilitasi oleh komunikasi yang efektif antara Konselor dengan Konseli. yaitu terapan yang mempersyaratkan penggunaan rujukan normatif sebagai kriteria keberhasilan layanan. berpikir dan berperilaku berdasarkan asumsinya tentang cara konseli atau konseli tersebut melihat dirinya dan melihat dunianya. dan (b) Konselor tidak akan menggunakan kelebihan kompetensinya itu untuk mencederai dirinya. Pada dasarnya trust terbangun atas dasar dua unsur yang dipersepsi oleh konseli yaitu adanya kepercayaan oleh Konseli kepada Konselor bahwa Konselor yang membantunya (a) memiliki kompetensi untuk menolong dirinya. Ini juga berarti bahwa trust itu tidak “jatuh dari langit”. 2007). Kesetalaan persepsi ini penting ditekankan. selain ditentukan oleh ketepatan pilihan paradigma. maka layanan ahli Konseling menetapkan kemandirian konseli dalam melakukan pilihan. berpikir dan berperilaku berdasarkan caranya ia melihat tugasnya. melihat konselinya dan melihat dunianya. berbeda dari sumber dan penerima suara dalam sarana pancar-rekam mekanik. layanan ahli Konseling meniscayakan penggunaan terapan kontekstual. dan Triyono. yang pada dasarnya tergantung pada kesetalaan antara pengolah makna budaya yang digunakan oleh Konselor dengan pengolah makna budaya yang digunakan oleh Konseli. Dalam Konseling diperlukan penyetalaan (fine-tuning) antara cara Konselor merasa. Ini berarti bahwa keberhasilan Konseling sangat bergantung pada adanya saling percaya ( trust) dalam hubungan antara Konseli dengan Konselor (Joni. dan rujukan prosedural yang menyediakan rambu-rambu teknis penerapannya. komunikasi antar pribadi merupakan wahana utama dalam interaksi Konseling. Artinya. Apabila Pembelajaran yang Mendidik menetapkan terbentuknya karakter serta penguasaan hard skills dan soft skills sebagai pengejawantahan tujuan utuh pendidikan.

selain bergantung pada kejernihan komunikasi. (4) Motif yang berakar dalam kebutuhan mencari keintiman dan relasi seksual. menyelaraskan motif pragmatik dengan motif altruistik yang selalu ditumbuhkembangkan. Artinya. (4) Persepsi-persepsi-dalam-diri. (2) Motif yang berakar dalam kebutuhan berlebih untuk mendominasi dan mengontrol. (3) Penjelasan-penjelasan-dalam-diri. Konselor yang memiliki atau menguasai internal skills dan external skills dan mempribadikannya (menginternalisasika sebagai bagian pribadinya). Peserta diharapkan menguasai ketrampilan memperhatikan ( attending). (Ini istilah yang menggambarkan ketika pasien tidak cukup di tempat tidur. Penataan motif-motif itu secara praktikal bermakna menumbuh-kembangkan motif membantu (altruistic). Keterampilan Memperhatikan Overview di muka mengisyaratkan bahwa Konselor harus mampu memadukan kekuatan-kekuatan pribadi sebagai internal skills dan keterampilan-keterampilan yang dipelajari sebagai external skills. 2007). sebab orientasi membantunya akan didasarkan pada internal frame of reference dari setiap konseli yang dibantunya (Joni dkk. Mind-skills yang perlu selalu ditata adalah: (1) Wicara-dalam-diri. (3) Motif yang berakar dalam kebutuhan berlebih untuk mendapatkan pembenaran.Pada gilirannya. keterampilan mendengarkan. terutama dengan konseli. Keterampilan eksternal yang secara umum terdiri atas keterampilan memperhatikan. Jadi dalam bagian ini. diharapkan akan mampu membantu konseli secara tepat. mendengarkan (listening). (5) Motif yang berakar dalam mentalitas korban (Joni dkk. kemanjuran konseling juga bergantung pada ketepatan pilihan paradigma yang diterapkan dalam pelaksanaan konseling. peserta akan belajar bagaimana berkomunikasi dengan orang lain secara efektif. (2) Pengharapan-pengharapan-dalam-diri. maka dipotong aja kakinya biar cukup). 2007). dan mempengaruhi (influencing) secara tepat. Penggunaan keterampilan konseling (keterampilan komunikasi interpersonal atau eksternal) tidak akan mengejawantah dalam efek terapeutik jika mereka tidak meluber dari Konselor yang telah dan selalu menata motif-motif dalam dirinya dan mendayagunakan mind-skills yang membantu serta berefek penyembuhan atau terapeutik. dan menggarap-mengatasi-melampaui motif-motif yang berpotensi membahayakan. (6) Citra-citra visual-dalam-diri. (5) Kaidah-kaidah-dalam-diri. dan keterampilan mempengaruhi harus dikuasai agar Konselor mampu menjadi trust sehingga tercapai maksud: On becoming a humane counselor . Semuanya harus menyatu menjadi motif altruistic yang diharapkan oleh setiap diri konseli. 111 . yaitu: (1) Motif yang berakar dalam nyeri jiwani yang belum terselesaikan. untuk menghindari terjadinya apa yang dinamakan sindroma the Procrustean Bed. kita tidak bisa memaksakan pendekatan konseling kita dan membiarkan konseli mengikuti mau kita sesuai pendekatan yang kita anut.

Dalam praktik konseling, trust ini dibangun sejak awal pertemuan pertama. Rapport merupakan aspek penting yang harus dibangun dalam menjamin terjadinya trust. Menyebut nama merupakan bagian utama dalam menciptakan rapport. Ini dilakukan sepanjang sesi konseling. Membangun rapport, oleh sejumlah kalangan dipandang tahapan awal yang paling penting. Membangun rapport membutuhkan dua keterampilan yaitu: perilaku memperhatikan dan keterampilan mengamati konseli. Perilaku memperhatikan dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Konselor memahami dan “tertarik/berminat” tehadap konseli. Dengan cara ini diharapkan konseli menjadi merasa enak atau menjadi rilek dalam kebersamaannya dengan Konselor. Syarat Konselor yang bisa membangun rapport: open, authentic, congruent dengan konseli, serta luwes dalam menemukan kebutuhankebutuhan yang diekspresikan konseli. Perilaku memperhatikan ditujukan terhadap tampilan visual ( visual/eye contacts), vokal (vocal qualities), verbal (verbal tracking), dan bahasa tubuh (attentive and authentic body language ). Konsekuensi yang diharapkan, konseli akan lebih bebas dan terbuka, khususnya di seputar topik yang diberi perhatian. Dalam konseling, structuring merupakan bagian penting kedua di tahap awal, setelah rapport. Ini dimaksudkan untuk menangkap apa yang diharapkan konseli dari interview. Bila Konselor menampilkan keterampilan memperhatikan dan mendengarkan, maka konseli akan merasa bahwa Konselor benar-benar menjadi pendengar yang diharapkan. Ketika seseorang tiba-tiba datang dan menyatakan: “ Saya minta saransaran agar hubunganku dengan teman-teman di sekolah ini menjadi harmonis lagi, kayak dulu.” Dalam percakapan awam, mayoritas orang akan langsung memberi saran dengan referensi pengalaman pribadinya atau informasi yang pernah didengarnya. Bisakah Konselor langsung memberi saran? Di muka telah dikupas bahwa Konselor bekerja berlandaskan pada internal frame of reference-nya konseli. Ini berarti bahwa ada keperluan untuk melakukan pembatasan peran dan dinyatakan dalam pertemuan pembantuan tersebut. Beberapa hal harus dibatasi, antara lain pembatasan peran, pembatasan masalah atau topic, pembatasan waktu, karena konseling merupakan hubungan professional. Keterampilan Mendengarkan Fungsi dan tujuan pengumpulan data adalah untuk menemukan mengapa konseli datang konseling dan mendengarkan apa ceriteranya. Keterampilan mendefinisikan masalah akan membantu menghindari pembahasan topik yang tidak berguna dan memberi arah bagi wawancara selanjutnya. Ketrampilan ini juga akan membantu untuk mengidentifikasi kekuatankekuatan yang nyata yang dimiliki konseli. Fungsi dan tujuan pengumpulan data adalah untuk menemukan mengapa konseli datang konseling dan mendengarkan apa ceriteranya. Keterampilan mendefinisikan masalah akan

112

membantu menghindari pembahasan topik yang tidak berguna dan memberi arah bagi wawancara selanjutnya. Ketrampilan ini juga akan membantu untuk mengidentifikasi kekuatan-kekuatan yang nyata yang dimiliki konseli. Keterampilan yang umumnya digunakan adalah mendengarkan secara aktif. Keterampilan lain dapat digunakan jika diperlukan. Misalnya, jika masalahnya tidak jelas, kita bisa gunakan keterampilan mempengaruhi. Pencarian aset positif konseli akan sangat bermanfaat dalam menyelesaikan masalah. Fungsi dan tujuan pengumpulan data adalah untuk menemukan mengapa konseli datang konseling dan mendengarkan apa ceriteranya. Keterampilan mendefinisikan masalah akan membantu menghindari pembahasan topik yang tidak berguna dan memberi arah bagi wawancara selanjutnya. Ketrampilan ini juga akan membantu untuk mengidentifikasi kekuatankekuatan yang nyata yang dimiliki konseli. Fungsi dan tujuan pengumpulan data adalah untuk menemukan mengapa konseli datang ke konseling dan mendengarkan apa ceriteranya. Keterampilan mendefinisikan masalah akan membantu menghindari pembahasan topik yang tidak berguna dan memberi arah bagi wawancara selanjutnya. Pencarian aset positif konseli akan sangat bermanfaat dalam menyelesaikan masalah. Kemampuan mendengarkan secara aktif terdiri atas lima teknik komunikasi yaitu questioning, encouraging, paraphrasing, reflecting feeling, dan summarizing. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. 1) Questioning Isu-isu utama terkait keterampilan bertanya, antara lain 1) Pertanyaan membantu memulai percakapan. 2) Pertanyaan terbuka akan membantu mengelaborasi dan memperkaya ceritera konseli. 3) Pertanyaan membantu mengungkap dunia spesifik-konkrit konseli. 4) Pertanyaan merupakan hal kritis dalam asesmen. 5) Kata pertama dalam pertanyaan terbuka akan menentukan apakah konseli mau melanjutkan ceiteranya. 6) Pertanyaan potensial menjadi masalah. 7) Dalam situasi lintas-budaya, pertanyaan dapat menimbulkan distrust. 8) Pertanyaan dapat digunakan untuk membantu konseli menjelajahi aset-aset positifnya. Ada dua jenis pertanyaan, yaitu pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup. Konsekuensi dari pertanyaan, konseli akan menjawab pertanyaan terbuka secara lebih detail. Sebaliknya konseli akan memberi informasi khusus atas pertanyaan tertutup. Hati-hati, seringkali pertanyaan tertutup membuat konseli hanya menjawab “Ya” atau “Tidak” (bisa terjebak resistensi) 2) Encouraging Mendengarkan bukan proses pasif, keterampilan-keterampilan yang dibahas mulai dari encouraging ini tanda bahwa Konselor aktif. Encouraging merupakan perilaku verbal dan non-verbal Konselor yang menjadi penanda bagi konseli untuk melanjutkan ceritera hidupnya. Beberapa jenis keterampilan encouraging ini adalah acceptance, restatement, dan silent. Acceptance

113

− Non-verbal: anggukan kepala, gerakan membuka tangan − Verbal: “he eh”, “ya ya”, “ok”, “saya mengerti jalan pikiranmu”, “saya memahami perasaanmu” Restatement − Kata: ulangi kata atau frasa kunci yang dinyatakan konseli. − Kalimat: Ulangi kalimat, sebagian atau seluruhnya. Silent Diam kadang diperlukan karena konselipun diam. Mengapa konseli diam? − Konseli kehabisan energi − Konseli kehabisan bahan ceritera − Konseli resisten Senyuman dan kehangatan interpersonal yang tepat merupakan encouragers utama yang akan membantu konseli merasa nyaman dan suka berceritera terus. 3) Paraphrasing Paraphrasing merupakan feedback bagi konseli terkait esensi dari apa yang dikatakan. Konselor akan meringkas dan memperjelas pernyataanpernyataan konseli yang panjang dan seringkali tidak teratur. Konselor/konselings = guru bahasa yang bisa membuat kalimat baru, ringkas, segar, dan tepat. Membuat parafrase bukan pembeo, Konselors menggunakan kata-kata sendiri dipadu dengan kata-kata penting yang dinyatakan konseli. Biasanya digunakan awal kalimat: • • • Singkatnya … Pada intinya … Boleh dikatakan …

Paraphrasing dilakukan sebagai tanda bahwa helper mendengakan. Artinya helper menegaskan apa isi pokok pernyataan konseli. Fungsi dari paraphrasing sebagai feedback bagi konseli akan apa yang ia katakan. Catatan: Konselor harus tepat memilih kata baru dan segar sebagai padanan pernyataan konseli. Konsekuensi yang diharapkan: Konseli akan merasa didengar, sehingga cenderung melanjutkan ceritera, tidak mengulang-ulang ceritera yang sama. Jika parafrase tak sama, akan memberi kesempatan konseli mengoreksi konselings. Jika disuarakan dengan nada tanya, konseli akan ceritera lebih lanjut.

114

Bedanya summarizing untuk menyimpulkan beberapa pernyataan konseli. dan akhir pertemuan. Mengapa “menangkap” emosi penting? Emosi dan perasan sebagai sumber dari banyak pikiran dan perbuatan konseli. 5) Summarizing Summarizing intinya sama dengan paraphrasing.Utama: mengorganisasi pikiran helper dan konseli menganai apa yang terjadi dalam wawancara. Simpulan di akhir: 115 . atau direfleksi dari apa yang ada di balik pernyataan. Selanjutnya diikuti dengan memantulkan perasaan yang ada di balik pernyataan. 2) Kata-kata emosional implisit tidak dinyatakan langsung. Teknik ini berfungsi sebagai feedback bagi konseli akan apa yang ia katakan. Simpulan di awal: Biasanya dilakukan untuk menyatakan apa-apa yang telah dibahas pada pertemuan-(pertemuan) sebelumnya. 3) Ekspresi non verbal yang dapat ditangkap melalui gerak tubuh. Emosi dan perasaan dapat ditangkap dari labeling perilaku konseli: sedih. dan 4) Paduan cue verbal dan nonverbal. ditangkap melalui bertanya. muram. Perasaan dapat dilihat langsung. Simpulan di tengah: Simpulan dilakukan ketika beberapa pernyataan konseli perlu diringkas sehingga jelas kelebihan/kekuatan dan kelemahan/masalah konseli. Simpulan menggunakan gabungan bahasa paraphrasing dan reflecting feeling. perasaan. Ia dapat dilakukan di awal. transisi ke topik baru. Keterampilan reflecting feeling dimaksudkan untuk membantu orang lain merasakan dan mengalami bagian dirinya yang dalam. Konsekuensi yang diharapkan: Konseli merasa didengarkan dan belajar bagaimana ceritera mereka diintegrasikan. Beberapa hal yang harus dicatat: 1) Kata-kata emosional digunakan oleh konseli. sebab seringkali ada beda antara pernyataan verbal dan ekspresi nonverbal konseli. Konselor mengobservasi perasan verbal dan non verbal. Utamanya: mengintegrasikan pikiran. tengah. gusar.4) Reflecting feeling Dalam proses merefleksi perasaan. dan tingkahlaku konseli. Konsekuensi yang diharapkan: Konseli akan masuk ke dalam pengalaman emosionalnya dan konseli dapat mengoreksi dengan kata-kata perasaan lainnya. ceria. Jenis: memulai/mengakhiri wawancara. Banyak penulis yang mengakui bahwa pikiran-pikiran dan perbuatan kita hanya merupakan cerminan dari pengalaman perasaan dan emosi kita. Observasi harus jeli. mengklarifikasi isu-isu kompleks.

konselings bisa gunakan paduan dari respon-respon encouraging. ia selalu menghindar. sayapun demikian melihat isteri saya sempurna. Ada hal yang perlu diperhatikan. Perumusan tujuan konseling yang ideal adalah dilakukan secara bersama-sama antara konseli dan Konselor. paraphrasing. saya nggak bisa berbuat apa. tak berkata apa-apa. Anak saya melihat Surti sebagai Ibu yang sempurna. Oleh karena kunci keberhasilan membantu terletak pada pemikiran bahwa konseli tumbuh dari kekuatannya sendiri . Misalnya. melihat dunia luar. Saya jadi gila. Ia selalu merasa bahwa ia harus selalu ke luar rumah.” Pernyataan konseli di atas. bagaimana bunyinya:  Key-word encouragers: ……………………………. bekerja. Contoh penerapan teknik komunikasi terhadap pernyataan konseli sebagai berikut: “Saya tak tahu. langsung putar tv. Jika saya coba tanya. kalau direspon dengan teknikteknik berikut.” Respon konselo r sebagai berikut: − Nonverbal encourager: (anggukan kepala) − Key-word encouragers: “Menghindarimu?”. misalnya konseli ingin pekerjaan baru. sedangkan Konselor mengangap bahwa konseli ybs harus mampu merekonstruksi kepribadiannya. Bagaimana Bapak dan Ibu merespon pernyataan konseli sebagai berikut: “ Saya bermasalah dengan isteri saya. ia memalingkan muka?” − Paraphrase: “Hanny menghindarimu dan kamu tak tahu harus berbuat apa?” − Reflecting feeling: “Anda benar-benar frustrasi menghadapi situasi itu” Dalam banyak kasus wawancara. Henny pulang. konseli akan puas bila bisa tidur nyenyak di malam hari (itu saja cukup).  Restatement: ……………………………………………. Atas dasar temuan-temuan masalah pada tahap 2 (Pengumpulan Data) dirumuskan perilaku target yang akan menghantarkan Konselor melayani konseli merancang program tindakan yang tepat. ia memalingkan muka. dan kedua pada emosi) − Restatement: “Jika anda coba tanya. Tak tahu apa yang harus saya lakukan. Konselor ingin memberikan 116 .Simpulan merupakan review dari keseluruhan wawancara pada suatu sesi. Kadang keduanya sejalan. dan reflecting feeling. Tapi malam lalu …kami memiliki pandangan yang berbeda dan masing-masing mempunyai argumentasinya. yakni seringkali apa yang dipikirkan konseli berbeda dari apa yang dipikirkan Konselor. Saya seorang manajer dan saya pikir saya memiliki income yang baik. maka perlu diperhatikan dalam pembuatan rumusan tujuan aspek kekuatan konseli. “Jadi gila?” (fokus pertama pada isi.  Paraphrase: ……………………………………………………….

Bagaimana mengkonfrontasi adanya kesenjangan antara harapan dan perilaku konseli? Ada dua pilihan tindakan Konselor/Konselor: Pertama. Reassurance . 117 . Konseluensi yang diharapkan Konseli akan merespon terhadap konfrontasi dengan ide-ide. Teknik ini digunakan untuk menunjukkan kesenjangan pada diri konseli yang membuat konseli menjadi mandeg (tidak berkembang). kadang konseli mempunyai harapan berlebih dari apa yang mampu dilakukan Konselor. tujuan utamanya memecahkan masalah dan menemukan jalan baru bagi konseli. di sisi lain …” Tahap Utama merespon dengan konfrontasi: 1) Mengidentifikasi konflik melalui memadukan pesan-pesan kesenjangan. respon Konselor berbentuk konflik: “ Di satu sisi …. Keterampilan Mempengaruhi Pada tahap working yaitu tahap dimana alternatif penyelesaian masalah dikembangkan. Masalahnya. membuat ringkasan konflik dengan frame of reference konseli dan dengan teknik-teknik mendengarkan menghantarkan konseli mencari solusi. Beberapa teknik mempengaruhi yang kuat antara lain Confronting. atau membuat konseli inactive menjadi active. Reflecting Meaning. Namun. tugas Konselor menemukan berbagai kemungkinan dan membantu konseli menemukan cara-cara baru untuk bertindak secara tepat. Ibarat dokter gunakan teknik kejutan jika pasien jantungnya mandeg. 5) Antara pandangan dua atau lebih orang. Self-Disclosure. Konselor yang beracuan Rogerian menghindari tujuan konkrit. diberi feedback. pernyataan tujuan –penting dan tidaknya– sangat bergantung pendekatan yang Konselor gunakan. sebaliknya yang beracuan decision making misalnya konseling behaviorisme. dan perilaku-perilaku baru. 2) Antara apa yang dikatakan dan apa yang dilakukan (gerak). pikiran-pikiran.tes vokasional. konseli seringkali tidak mampu datang dengan alternatif. Kesenjangan bisa jadi: 1) Antara dua pernyataan. 2) Menyatakan konflik tersebut kepada konseli dengan jelas. Feedback. Dalam praktik. REBT akan mementingkan pembuatan rumusan tujuan yang dapat diukur secara objektif. 4) Antara pernyatan dan konteks kejadian. 3) Antara pernyataan lisan dan ekspresi non-verbal. Dalam respon konfrontasi. perasaan-perasaan. Kedua. menengah sampai pengaruh yang kuat. Oleh karena itu. 1) Confronting Sebuah perlawanan suportif yang didalamnya ketidaksebangunan/ kesenjangan yang tampak pada diri konseli. Pada initinya semua teknik komunikasi (merespon konseli) itu ada unsur mempengaruhi konseli. dan 3) Mengevaluasi keefektifan intervensi terhadap perubahan dan pertumbuhan konseli. membuat ringkasan konflik dan menambahkan frame of reference Konselor dengan teknik-teknik mempengaruhi. Advice. Namun tingkat pengaruh interpersonal bervariasi mulai dari pengaruh yang lemah.

perasaan. Petunjuk memberi feedback: 1) Konseli yang menerima feedback harus dalam keadaan siap (be in charge). Konsekuensi yang diharapkan Konseli memperoleh perspektif Konselor atau orang lain tentang fikiran. isu. 4) Relatif tanpa penilaian. “Saya rasa. 2) Kata kerja isi atau perasaan: “Saya pikir …”. Isi self-disclosure terdiri atas: 1) Mengunakan pernyataan: “Saya…” (subyek. Sebaliknya. Teknik ini digunakan dengan mengharapkan konsekuensi berupa konseli akan mendiskusikan ceritera. 4) Feedback Memberikan data yang akurat tentang bagaimana Konselor atau orang lain memandang terhadap sudut pandang konseli. Seringkali dimulai dengan kata “Saya”. Saya merasa …” dan 4) Kata perasaan atau ekspresi perasaan.. diterima konselikah? 5) Advice 118 . Feedback efektif untuk melihat diri sendiri sebagaimana orang lain melihat kita. Bila efektif akan membuat konseli merasa lebih enak dalam hubungan terapeutik.” “Saya berpengalaman …” (predikat). “Pengalaman saya bercerai. 3) Harus spesifik dan konkrit.2) Reflecting Meaning Reflecting meaning menekankan pada pikiran-pikiran yang mendalam terkait dengan nilai-nilai dan sikap. 3) Objeknya berupa deskriptor sifat: “Saya merasa bahagia karena Anda mampu lebih terbuka (asertif) dengan orangtua secara langsung”. dan pemahaman yang mendalam di balik ceritera tersebut. Untuk mendengar bagaimana orang lain mendengarkan kita. dan perilaku dan hal ini dapat mengarahkan ke perubahan yang dikehendaki. 5) Harus persis. membuat lebih trust dan menciptakan hubungan sederajat ( equal relationship). banyak juga yang mengakui bahwa self-disclosure akan membua konseli berceitera. seperti Anda. dan 6) Lihat kembali bagaimana feedback Anda. pribadi). Konseluensi yang diharapkan konseli akan tergerak untuk mengalami self-disclosure lebih dalam. 2) Memuatkan pada kekuatan atau hal yang dilakukan konseli. 3) Self-Disclosure Konselor sharing dirinya melalui menyampaikan pengalaman hidup pribadinya. nilai. Untuk disentuh sebagaimana kita menyentuh orang lain. Topik self-disclosure sampai saat ini masih menjadi perdebatan: boleh atau tidak boleh? Banyak ahli yang beranggapan bahwa Konselor yang berbagi diri secara terbuka akan membuat jarak. Teknik paraphrasing dan reflecting feeling menjadi bagian penting disini. dan masalah secara lebih dalam dengan menekankan pada makna.

Memberi informasi/nasehat kepada konseli agar ia menjadi lebih jelas/lebih pasti tentang apa yang hendak dilakukan. dan mengambil berbagai strategi kognitif dan perilaku untuk mewujudkan 119 . Keterampilan-keterampilan dasar komunikasi di atas akan sangat penting bagi pelaksanaan konseling. Ada tiga jenis dukungan yaitu postdiction reassurance. − Persuasive advice diberikan kalau konseli sudah tahu alasanalasan logis atas rencananya. Setidaknya ada tiga jenis saran. Konselor/Konselor dapat membantu meringankan beban konseli dengan memberikan dukungan faktual bahwa apa yang dialami konseli juga dapat dialami oleh orang lain dan merasakan seperti apa yang dirasakan konseli saat ini. 6) Reassurance Konselor mendukung apa yang dinyatakan konseli. Mis: “ Bagus. Dukungan ini diharapkan menghantarkan konseli mampu menganisipasi secara lebih baik konsekuensi dari perbuatan dan perubahan pikiran. tetapi dengan keberaniannya ternyata ia berhasil juga menyelesaikan tugas yang selama ini ia takutkan. menempatkan tanggung-jawab pada konseli untuk mengambil peran aktif baik selama di dalam dan di luar sesi konseling. dan factual reassurance. dan perilakunya.” Factual reassurance: Pada saat konseli mengalami musibah. − Alternative advice diberikan setelah konseli tahu kelebihan dan kelemahan setiap alternatif. prediction reassurance. dan mereka menekankan peran pekerjaan rumah. perasaan. misalnya. Pembahasan berikut adalah teori-teori konseling yang ditertapkan dalam Teori Konseling Kontemporer: REBT a) Pandangan Hakekat Manusia Pendekatan Konseling Rasional Emotif Behavior (REB) didasarkan pada model psikoedukasionaI yang terstruktur. Setidak-tidaknya mereka akan memahami dampaknya bagi dirinya. Prediction Reassurance: Ketika konseli menyatakan bahwa ia akan melakukan suatu rencana tindakan positif. yaitu: − Direct advice diberikan kalau konseli tidak tahu sama sekali. maka … (prediksi)” Postdiction reassurance: Semula konseli merasa takut menghadapi sesuatu. ternyata apa yang Anda bayangkan selama ini tidak terbukti. Masing-masing digambarkan sebagai berikut. maka Konselor/Konselor dapat mendukung pernyataan konseli tersebut. Mis: Jika benar2 Kau lakukan rencana itu. Mereka akan sangat berguna dalam konseling apapun dengan kadar yang berbeda-beda.

Konseling REB memandang manusia sebagai berikut. menghindari diri dari pemikiran. evaluasi. 3. bukannya pada pengungkapan perasaan. dan tindakan mereka”. Ada kolaborasi antara konseli dan Konselor. dan mampu mengaktualisasikan diri. sehingga dianggap sebagai pendekatan yang terpadu. menyalahkan diri. interpretasi. tetapi oleh pandangan mereka sendiri terhadap sesuatu hal tersebut”. dan reaksi kita terhadap situasi pekerjaan. REB didasarkan pada asumsi bahwa kesadaran. Asumsi dasar Konseling REB adalah bahwa orang berkontribusi pada permasalahan psikologisnya sendiri. 1. bertumbuh. Konseling REB menganut paham bahwa “orang terganggu bukan oleh sesuatu hal. perfeksionis. dan perilaku berinteraksi secara signifikan dan mempunyai huhungan sebab akibat timbal-balik. Konseling REB berusaha membantu agar manusia mampu menerima diri mereka sendiri sebagai makhluk yang meskipun terus membuat kesalahan namun pada saat yang bersamaan belajar hidup damai dengan dirinya sendiri. dapat mengevaluasi dan menguatkan diri. mahkluk yang meskipun terus membuat kesalahan namun pada saat bersamaan belajar hidup damai dengan dirinya sendiri. 5. 2. Manusia memiliki predisposisi dalam usaha rnencapai kebahagiaan. berkomuni-kasi dengan orang lain. Ellis kemudian mengatakan:”orang mengganggu dirinya sendiri karena hal-hal yang terjadi pada dirinya. takhayul. 120 . emosi. Konseli belajar bagaimana menggantikan cara berpikir yang tidak efektif dengan kognisi yang rasional dan afeksi yang benar. Manusia juga memiliki kecenderungan merusak diri.perubahan. Fokusnya adalah bekerja dengan pemikiran dan tindakan. mampu menjaga diri. tidak toleran. Sebagian besar Konseling REB didasarkan pada asumsi bahwa reorganisasi pernyataan diri seseorang akan menghasilkan reorganisasi perilaku seseorang. 4. Kepada konseli. Manusia memiliki kecenderungan untuk bertumbuh dan dapat mengaktualisasikan diri namun kurang berkembang dan bertumbuh karena pola penyalahan (mempersalahkan) diri yang dipelajari. perasaan. dan juga pada gejala-gejala khusus dalam cara mereka menginterpretasi peristiwa dan situasi. Hipotesis Konseling REB adalah bahwa emosi kita utamanya muncul dari keyakinan. 6. berpikiran dan benkemampuan verbal. Manusia memiliki kemampuan reflektif (berbicara pada diri sendiri). dan penghindaran dari aktualisasi diri. Manusia dilahirkan dengan potensi pemikiran yang rasional dan irasional. terus melakukan kesalahan. dan karena pandangan. mencintai. Konselor harus memberikan alat agar bisa mengidenfikasi dan mengatasi keyakinan yang tidak rasional yang terjadi ~ karena proses indoktrinasi diri konseli. REB secara konsisten menekankan ketiga modalitas ini dalam interaksinya.

Kedua. Saat konseli lebih mampu menerima diri mereka sendiri. melihat bagaimana keduanya berhubungan. Pertama. Misalnya. − Tujuan utama Konseling REB. “bernilai” dan “sia-sia” dan mengukur dirinya berdasarkan apa yang nampak. saya harus mendapatkan cinta dan pengakuan dari orang-orang penting dalam hidup saya. − Menunjukkan bahwa pengindoktrinasian diri secara berulang yang dilakukan konseli adalah suatu yang tidak logis dan tidak realistis.7. b) Kondisi-kondisi Konseling Tujuan Konseling − Manusia cenderung menilai tindakannya dengan predikat “baik” dan “buruk”. − Mengembangkan filosofi hidup yang rasional sehingga di masa depan mereka mampu menghindari diri agar tidak menjadi korban keyakinan tidak rasional yang lainnya. menerima dan menghindari diri dari hasrat untuk mengatakan “harus”. Manusia memiliki kecenderungan kuat untuk membuat dirinya terganggu secara emosional. “seharusnya” dan dari tuntutan atau perintah yang irasional. Artinya. − Meminimalisir gangguan emosi dan tingkah laku penyalahan diri dengan memahami filosofis hidup yang lebih realistis dan bisa dijalankan: mengajari konseli méngubah tingkah laku dan emosi disfungsional menjadi tingkah laku dan emosi yang sehat yang fungsional. 8. maka mereka cenderung akan menerima orang lain tanpa syarat. Konselor mengajak konseli bertanggungjawab penuh untuk mengubah kondisi mereka. Peran dan Fungsi Konselor − Menunjukkan kepada konseli bahwa keyakinan tentang “harus” dan “sebaiknya” yang ada dalam diri mereka itu adalah suatu yang irasional. membantu konseli memahami proses lingkaran setan menyalahkan diri sendiri dan mengubah penyalahan diri itu. membantu konseli dalam proses mencapai penenimaan diri tanpa syarat ( Unconditional Self Acceptance) dan penerimaan orang lain tanpa syarat ( Unconditional Others Acceptance). 121 . Gangguan terjadi karena pada masa kanak-kanak manusia mempelajari keyakinan yang irasional dan penyalahan diri. Oleh karena itu tujuan konseling REB adaIah mendidik konseli bagaimana cara memisahkan evaluasi tingkah laku mereka dan evaluasi esensi diri dari totalitasnya dan cara menerima diri dengan segala kekurangannya. − Membantu konseli memodifikasi pemikiran dan mengabaikan gagasan yang irasional. Untuk memulihkan diri dari gangguan emosi bisa dilakukan melalui berhenti menyalahkan diri.

" Apa masalah yang mengganggu diri Anda?". Hubungan Konselor dan Konseli − Hubungan ditandai dengan menerima semua konseli dan mengajari mereka untuk tanpa syarat menenima orang lain dan diri mereka sendiri. c) Proses dan Teknik Konseling Proses konseling REB Secara garis besar. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. tahap emotif. Konseling dipandang sebagai proses reedukatif dimana konseli belajar cara menerapkan pemikiran psikologis. − Proses penyembuhan berfokus pada pengalaman konselit di masa kini. 122 . − Konselor menerima konseli sebagai makhluk tidak sempurna yang bisa ditolong dengan menunjukkan bahwa Konselor peduli tanpa membuat konseli merasa didikte dan dengan menggunakan beragam tehnik seperti bibliokonseling dan modifikasi tingkah laku. yaitu tahap kognitif. bereksperimen. Seperti setiap mulai sesi konseling bertanya. Konselor menunjukkan penerimaan penuh dengan tidak mengevaluasi diri konseli. − Konselor membangun hubungan dengan konseli dengan cara menunjukkan pada konseli bahwa Konselor memiliki keyakinan yang besar akan kemampuan konseli dalam mengubah diri mereka sendiri dan mengatakan bahwa Konselor mempunyai cara untuk membantu mereka melakukannya. dan mengidentifikasi strategi pengatasan masalah potensial yang berkelanjutan. mengulas kemajuanya sendiri. konseli dapat belajar untuk mengendalikan emosi mereka dan menjadi sadar akan pikiran-pikiran yang mendasari masalah mereka serta belajar alternatif untuk mengubah pikiran mereka yang irasional. Hal ini sering dilakukan dengan meminta konseli untuk menuliskan pikiran-pemikiran yang mengganggu mereka.Peran Konseli − Peran konseli adalah sebagai pebelajar dan pelaksana tindakan. Tahap Kognitif. − konseli bekerja aktif di luar sesi konselingi: belajar cara yang efektif untuk meruntuhkan pemikiran yang menyalahkan diri. membuat rencana. konseling REB terbagi menjadi tiga tahapan. Konselor menyajikan alasan kognitif kepada konseli. dan tahap behavioristik. Selama tahap awal. Fase emotif ditujukan untuk membantu konseli menyadari pikiran-pikiran mereka. menyelesaikan pekerjaan rumah untuk memecahkan masalah untuk mencapai perubahan emosi. Tahap Emotif.

Mereka diminta untuk belajar membuat diri sendiri bahagia dan tidak terpengaruh oleh gangguan-gangguan. “Jika saya tidak mendapatkan pekerjaan seperti yang saya inginkan. − Assessment of feeling and activating event − Empathic reflection of feelings by counselor − Assessment of the ABC relationship − Assessment of behavioral consequence − Assessment of cognition − Counselor summarizes ABC assessment data − Counselor guides client toward solving problem (Disputing-Effect-New feeling) Dalam setiap tahapan di atas dapat digunakan berbagai teknik yang akaj diuraikan pada bagian berikut.Tahap Behavioristik.“ menjadi mengatakan “akan kurang baik kiranya. Semua itu dilakukan untuk merevisi pemikiran. mencari keyakinan absolutisme mereka. dan tingkah laku konseli. konseli dilatih untuk melakukan verbalisasi kognisi alternatif dan untuk mengubah perilaku mereka. mereka juga mulai merasakan perbedaannya. dan mempertentangkan keyakinan-keyakinan tersebut. Misalnya mengubah dari mengatakan “akan sangat kacau bila. 3) Mengubah bahasa “harus” dan “sebaiknya” untuk meminimalisir kesalahan diri. Mereka juga mendengar dan mengevaluasi rekaman sesi konseling mereka sendiri. “ Mengapa orang harus memperlakukan saya secara adil”? Atau pernyataan. Konseli membuat daftar masalah mereka. akan sangat mengecewakan. walaupun saya bisa bertahan?” 2) Mengerjakan pekerjaan rumah. konseli belajar mengatasi kecemasan dan mempertanyakan pemikiran tidak rasionalnya yang mendasar. . perasaan. tahap-tahap konseling REBT terbagi menjadi …. 4) Humor.. Pertanyaan yang perlu dipelajari konseli misalnya. . Selama tahap akhir. Pergantian itu akan membawa konseli kepada penerapan pernyataan diri yang baru. Dengan cara yang perlahan-lahan dan yang dibagi ke dalam beberapa sesi. Sebagai konsekuensinya.” . . Dalam pembahasan lain. yang membantu mereka berpikir dan bertindak secara berbeda.. Teknik-Teknik Konseling REB Teknik Kognitif 1) Mempersoalkan keyakinan tidak rasional dan mengajari konseli cara mengatasi tantangan ketidakrasionalanya sampai ia mampu menghilangkan dan melunturnya kata “harus” dalam dirinya. Gangguan emosi sering disebakan oleh karena terlalu seriusnya seseorang menganggap sesuatu sehingga kehilangan perspektif humor 123 .

dan bertingkahlaku yang mereka kehendaki dalam kehidupan nyata. membantu konseli mengubah sejumlah pemikiran. dan bertingkahlaku pensis seperti cara berpikir. 3) Latihan menanggulangi rasa malu. dan latihan mencegah rasa malu dan pemberian tugas yang selektif. Konseli dihadapkan dengan kondisi sosial yang direkayasa. 4) Menggunakan kekuatan dan energi . dan humon bisa sangat berharga untuk membantu konseli lebih santai dan tidak menganggap masalahnya terlalu serius. pemodelan. konseli diminita untuk menyanyikannya di saat mereka merasa tertekan dan cemas. Humor menunjukkan absurditas beberapa gagasan yang dihadapi konseli. Kepada konseli juga ditunjukkan cara bagaimana melakukan dialog memaksa diri mereka sendiri di mana mereka bisa mengekspresikan keyakinan tidak rasional dan kemudian dengan kekuatan penuh mempertanyakannya. Latihan ini ditujukan untuk meningkatkan penerimaan diri dan tanggung-jawab serta membantu konseli memandang bahwa sebagian besar perasaan mereka tentang rasa malu berhubungan dengan cara mereka mengenali kenyataan. Selanjutnya. merasakan. Kepada mereka ditunjukkan bagaimana cara membayangkan salah satu hal terburuk yang mungkin terjadi pada mereka. Teknik Emotif Dengan menggunakan beragam prosedur emotif yang penuh penerimaan tanpa syarat. merasakan. dan kemudian mengubahnya menjadi perasaan negatif yang sehat. Terkadang konseli akan melakukan permainan peran terbalik dengan filosofi penyalahan diri yang dipegang kuat. imajinasi emotif rasional. Misalnya. konseli diminta untuk melawannya dengan berbagai daya 124 . permainan peran emotif rasional. Hal itu dilakukan beberapa minggu supaya mencapai titik di mana konseli tidak lagi akan merasa marah apabila terjadi peristiwa negatif. bagaimana merasakan perasaan tersebut secara intensif. Konseli bisa melatih beberapa tingkah laku yang diperlukan dalam situasi tertentu. emosi. Konseli membayangkan diri mereka berpikir. humor bisa dilakukan dengan menyanyikan lagu humor. Latihan terus dilakukan sampai konseli menyadari bahwa tidak ada gunanya menggubris reaksi atau pemikiran orang lain yang akan menghambatnya untuk melakukan sesuatu yang dikehendaki. 1) Perbandingan emotif rasional. Teknik ini merupakan bentuk praktek mental yang dirancang untuk menciptakan pola emosi baru. 2) Bermain peran. yang secara nyata membebani mereka. Juga bisa dilakukan dengan ceritera-ceritera lucu dalam buku atau film.terhadap peristiwa hidup. dan tingkah laku mereka. Konseli disarankan untuk menggunakan kekuatan dan energi sebagai satu cara untuk membantu berpindah dan berwawasan intelektual menjadi berwawasan emosional. Caranya dengan menugaskan konseli melakukan tindakan yang ditakuti karena memikirkan perasaan orang terhadap apa yang dilakukannya.

Resistensi akan dapat dikurangi karena secara sadar ia ingin terlibat terus dalam proses konseling. terutama pemerintah akan perolehan prestasi siswa yang terukur dengan standar tinggi harus dicapai. Demikianpun tuntutan dan tekanan dari berbagai fihak. Teori Konseling Postmodern: SFBT a) Konsep Kunci Oleh karena memusatkan pada keberhasilan daripada kegagalan konseli. Desakan dan kekuatan merupakan bagian dasar latihan pencegahan rasa malu. Konseli akan menjadi diberdayakan bila sejak awal dikenali kemampuan-kemampuannya. aktivitas geng. desensitisasi sistematis. Teknik-tekni tersebut diharspkan telah menjadi pengetahuan siap pada diri konselor dalam bimtek ini. dan pemodelan. membuat Solution-Focused Brief Therapy (SFBT) lebih cepat berhasil ketimbang konseling lainnya. sekolah dapat menempatkan solusi. guru tidak selalu suka menghadapi anak yang underachieving dan atau anak-anak yang berperilaku menyimpang. 2) Memberikan tugas yang dilaksanakan secara sistematis dan dicatat serta dianalisis dalam sebuah format isian. misalnya konseli yang takut naik elevator mungkin akan bisa mengurangi rasa ketakutannya melalui teknik flooding dengan cara naik turun elevator 20 sampai 30 kali sehari. Proses membuat konseli terlibat aktif dan sekaligus menerima tangungjawab akan tingkahlakunya. Iklim sekolah membikin stres. Menghadapi hal di muka. dan hampir selalu berhasil. Dengan memusatkan pada kelebihan. Tehnik Behavior 1) Dalam teknik ini Konselor menggunakan prosedur behavioral: pengkondisian. untuk meningkatkan prestasi akademik semua siswa. Model ini menggunakan pendekatan sistematis dengan tahapan yang lebih ditentukan oleh konseli. Konselor akan menemukan bahwa dengan memusatkan pada solusi ketimbang problem dalam setiap sesi. prinsip manajemen diri. dan perilaku menyimpang lain di lingkungan sekolah. kekuatan daripada kelemahan memberi insentif bagi usaha-usaha yang berhasil ke depan. Masalah-masalah yang sering terjadi di sekolah: siswa tidak selalu siap belajar. banyak anak yang melakukan kekerasan. akan berdampak lebih positif. kekuatan. ketimbang ngurusi masalah. 125 . teknik relaksasi.upaya untuk meninggalkan gagasan disfungsional tersebut. Digunakan dengan berbagai macam masalah. 3) Konseli dipacu untuk menyembuhkan diri secara perlahan. konseli lebih tertantang. dan kesuksesan sebagai kunci keberhasilan pendidikan di sekolah. karena dengan memusatkan pada kesuksesan. seraya membangun lingkungan belajar yang berpusat pada siswa. sementara kepala sekolah menuntut keadaan “zero” kekerasan di sekolahnya.

de Shazer. 1986). Tidak ada masalah yang terjadi sepanjang waktu. Geil. Berg & Miller. Diakui bahwa perubahan-perubahan skala kecil akan menghantarkan ke perubahan yang besar. Ada pengecualian (exceptions) – yakni waktu-waktu dimana masalah telah terjadi tetapi tidak diapa-apakan– yang dapat digunakan oleh Konselor untuk mengkonstruk solusi. dan fihak lain yang terkait dengan pendidikan anak. 1994. Insoo Kim Berg (Berg. Studi efektivitas SFBT lebih jauh di sekolah telah dilakukan banyak peneliti (Franklin. Dilanjutkan dengan mengeksplorasi dan mengatur hubungan pengecualian ( exceptions). 1996. Walter & Peller.Untuk itu. suatu pendekatan yang berasal dari the Family Therapy Center di Milwaukee. pikiran. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa SFBT tepat untuk meningkatkan self-esteem dan sikap-sikap positif anak. 1992). Proses dan Teknik SFBT 126 . Berg & DeJong. 1991. telah menerapkan secara berhasil untuk mengubah perilaku anak dan remaja. Konselor membantu konseli untuk menemukan alternatif pola perilaku. DeShazer et al. 1985. & Scamardo. Dolan et al. dan interaksi keduanya. Fokusnya pada keinginan konseli mendatang ketimbang problem masa lalu atau konflik-konfliknya saat ini. Biever. 1996. 2006. Hubble. 2001. & Duncan. Wisconsin (Steve DeShazer (DeShazer. 1996. Keterampilan percakapan ( conversational skills) diperlukan untuk mendorong konseli membuat solusi. 1995. pikiran.. kekuatan-kekuatan. Malia. 2009 ). Moore. Konseling tradisional fokusnya untuk mengeksplorasi perasaan. & Vanderwood. termasuk perilaku agresif siswa. Konseli didorong untuk meningkatkan frekuensi perilaku-perilaku yang bermanfaat saat ini. 1998. dan edukasi pada konseli. orangtua. perlu mengutamakan solusi yang harus selalu siap diterjadikan di sekolahnya. 1994. memberikan interpretasi. dalam Corey. SFBT didasarkan pada orientasi membangun solusi ketimbang memecah-kan masalah.2008. De Jong & Berg. Berbeda dari intervensi membangun keterampilan dan perilaku oleh model konseling sebelumnya. Sebaliknya. konfrontasi. maka ia konsisten dengan ciri-ciri intervensi yang menekankan keberhasilan di sekolah. 1988. SFBT membantu konseli membuat visi masa depan ketimbang ngurusi problem untuk dipecahkan. model SFBT ini beranggapan bahwa tingkahlaku solusi telah ada dalam diri konseli. Konselor bersama pendidik lain. 1992) serta koleganya (seperti Miller. Clemons. berbeda dari konseling tradisional dimana keterampilan tersebut untuk mendiagnosis dan mentreatment. Oleh karena SFBT menekankan pendekatan konstrusi sosial dan mendorong keterlibatan guru. dan interaksi yang diinginkan saat ini. LaFountain & Gardner.. SFBT. dan sumber daya ( sources) yang ada untuk mengkonstrusi jalan tol khusus bagi konseli untuk menjadikan visinya menjadi sebuah kenyataan. Littrell.

(3) jika konseli tidak melakukan apa yang ingin dilakukan. dengan tekanan khusus pada apa yang mereka perbuat saat kejadian ini terjadi.Bertolino and O’Hanlon. Kita yakin bahwa setiap diri konseli dapat membangun solusi sendiri atas masalah yang dihadapinya tanpa mengungkit-ungkit masalahnya. jika masalah Anda diselesaikan? ” 3. Alih-alih mendiagnosis. Konselor mendengarkan dengan penuh perhatian ketika konseli menjawab pertanyaan “Bagaimana saya akan dapat berguna bagimu? ” 2. tahap-tahap konseling SFBT secara berurut dikemuka-kan sebagai berikut. yaitu (1) menemukan apa yang konseli inginkan ketimbang mencari apa yang mereka tidak inginkan. pendekatan problem solving merupakan kunci SFBT dan secara berurutan dapat ditempuh melalui tahap-tahap sebagai berikut: 1. Konseli diberi kesempatan untuk mendeskripsikan masalahnya sendiri. (4) pelihara konseling ringkas ini dengan selalu memperhatikan sesi-sesi konseling. Kita juga tahu bahwa konseli adalah ahli dalam kehidupan mereka sendiri dan seringkali memiliki pemahaman yang baik tentang apa yang dikerjakan dan tidak dikerjakan yang lalu serta mungkin yang dikerjakan mendatang. 1. Walter and Peller. Pada akhir setiap percakapan pembuatan solusi. dalam Corey (2009) menekankan pentingnya menciptakan hubungan terapeutik kolaboratif yang sangat diperlukan dalam konseling yang berhasil. Konselor dan konseli bekerja bareng untuk mengembangkan tujuan yang paling mungkin dapat dicapai. Oleh karena itu. Dalam sebuah ringkasan. dan merangsang apa yang mungkin konseli amati atau lakukan sebelum sesi pertemuan selanjutnya untuk memecahkan masalah mereka . memberi penguatan. Konselor bersama konseli mengevaluasi kemajuan dalam menemukan solusi yang memuaskan dengan menggunakan ratings scale. 5. Konseli ditanya tentang kebutuhan apa yang mereka inginkan sebelum melihat problem yang hendak dipecahkan dan juga apa yang mereka inginkan mendatang. Konselor bertanya kepada konseli tentang jika saat ini masalah-masalah Anda tidak muncul atau jika masalah Anda kurang berpengaruh. dorong konseli untuk mencoba dengan berbagai cara yang berbeda. Konseli dibantu dalam mengeksplorasi pengecualian-pengecualian ini. (2) tidak melihat patologi atau gangguan dan tidak mencoba untuk mereduksi konseli dengan label diagnostik. Menciptakan hubungan kolaboratif 127 . “Apa yang akan menjadi berbeda dalam kehidupan Anda. dalam Corey (2009) mendefinisikan empat aspek SFBT. 4. konselor melihat apa yang konseli lakukan dan mendorong mereka untuk melanjutkan dalam arah yang benar. Konselor diharapkan ahli dalam menciptakan lingkungan untuk terjadinya perubahan. konselor menawarkan kepada konseli balikan ringkas.

McKeel. Semua teknik yang dibahas disini harus diimplementasikan atas dasar hubungan kerja kolaboratif. Perubahan dalam Prakonseling Pada pertemuan awal konseling umumnya konselor bertanya: “ Apa yang telah Anda lakukan yang telah membuat perbedaan dalam masalah Anda?” Dengan bertanya tentang perubahan-perubahan tersebut. Konselor bertanya. tetapi juga menyediakan peluang sebagai sumber daya yang membangkitkan. 2. Melalui membantu konseli mengidentifikasi dan mengukur exceptions ini akan muncul kesempatan bagi konseli untuk bekerja kearah solusi. dan memperkuat apa yang konseli telah siap lakukan untuk membuat perubahan-perubahan positif. Yang penting bahwa konselor harus benar-benar yakin bahwa konseli mereka adalah ahli dalam hidup mereka sendiri. de Shazer. 1987. Eksplorasi ini mengingatkan konseli bahwa masalah tidak semuanya kuat dan tidak akan ada selamanya. dan apa yang akan menjadi berbeda? " Konseli kemudian didorong untuk memberlakukan "apa yang akan menjadi berbeda" meskipun masalah tetap dirasakan. melibatkan kekuatan. Pertanyaan Pengecualian (Exceptions) SFBT didasarkan pada pandangan bahwa ada waktu-waktu dalam kehidupan konseli dimana masalah-masalah diidentifikasi bukan problematik.Konselor dapat memilih dari sejumlah intervensi ketika membantu konseli dalam mencari dan menemukan solusi serta membuat hidup lebih berbahagia. Pertanyaan Ajaib (Miracle) Tujuan konseling dikembangkan dengan menggunakan pertanyaan ajaib. Perubahan ini tidak dapat dikaitkan dengan proses konseling itu sendiri. tidak akan tercapai hasil yang efektif. artinya kita cenderung untuk mendorong konseli untuk kurang mengandalkan konselor mereka melainkan lebih mengandalkan pada sumber daya mereka sendiri untuk menyelesaikan pencapaian tujuan konseling mereka (de Shazer & Dolan. konselor dapat menjabarkan. membangkitkan. yang merupakan teknik utama SFBT. Mintalah konseli untuk mempertimbang-kan bahwa keajaiban akan membuka berbagai kemungkinan masa depan. bagaimana Anda tahu itu terpecahkan. Weiner-Davis. Namun demikian. Konseli disarankan untuk membiarkan diri mereka untuk bermimpi sebagai cara untuk mengidentifikasi jenis 128 . & Gingerich. Exceptions merupakan pengalaman masa lalu dalam kehidupan konseli dimana ia menjadi alasan kuat adanya masalah. jika prosedur ini dilakukan secara rutin tanpa pengembangan kerja bersama-sama. dalam Corey. dan memposisikan kemungkinan solusi. "Jika keajaiban terjadi dan masalah Anda terpecahkan dalam semalam. 2007. 2009). Konselor mengajukan pertanyaan-pertanyaan exceptions langsung kepada konseli jika masalah tampak tidak ada. Ada waktu-waktu yang disebut exceptions. 3. 4. atau jika masalah tidak berat. 1996.

Pertanyaan Penskalaan (Scaling Question) Konselor juga menggunakan pertanyaan scaling ketika perubahan pengalaman manusia tidak mudah diamati. Selama istirahat konselor merumuskan umpan balik yang akan diberikan kepada konseli setelah istirahat. Hal yang penting bahwa konseli merasa dimengerti sebelum mereka diarahkan untuk membuat perubahan. Intervensi ini cenderung meningkatkan optimisme konseli. Pertanyaan ini memiliki fokus masa depan dimana konseli dapat mulai mempertimbangkan kehidupan yang berbeda yang tidak didominasi oleh masalah tertentu. Jenis penugasan memungkinkan konseli berharap bahwa perubahan tidak bisa dihindari. Balikan Konselor Terhadap Konseli Umumnya konselor SFBT mengambil istirahat 5 sampai 10 menit menjelang akhir setiap sesi untuk menulis pesan ringkasan untuk konseli. tetapi dengan cara yang menggembirakan yang menciptakan harapan dan menyampaikan harapan kepada konseli bahwa mereka dapat 129 . tapi kapan itu akan terjadi. konseli diminta menceriterakan apa yang mereka amati dan apa yang mereka ingin memiliki di masa depan. mungkin konselor bisa bertanya: "Pada skala 0 sampai 10 dimana nol adalah bagaimana perasaanmu ketika pertama kali datang ke konseling dan 10 adalah bagaimana perasaan Anda sehari setelah keajaiban terjadi dan masalah Anda hilang. Ada tiga bagian dasar struktur umpan balik yaitu pujian. Konselor mengatakan: "Antara sekarang dan waktu berikutnya kita bertemu. Adalah penting bahwa memuji tidak dilakukan dengan cara rutin atau mekanistis. apa yang terjadi dalam diri Anda (termasuk di dalamnya keluarga. 6. dll) yang ingin terus terjadi”. sehingga Anda dapat menjelaskan kepada saya waktu berikutnya. 7. kehidupan. 5. jembatan. Bagaimana dia melakukannya? Apa yang dia lakukan untuk memindahkan ke skala lain sampai skala 10? Pertanyaan Scaling memungkinkan konseli untuk memperhatikan lebih dekat terhadap apa yang mereka lakukan dan bagaimana mereka dapat mengambil langkah-langkah yang akan mengarah pada perubahan yang mereka inginkan. suasana hati. Pada sesi kedua. Pujian diberikan kepada apa yang sudah konseli lakukan yang mengarah pada solusi yang efektif. seorang wanita melaporkan perasaan panik atau kecemasannya. seperti perasaan. Sebagai contoh. atau komunikasi. Tidak masalah jika perubahan akan terjadi. Intervensi ini menggeser penekanan dari masalah masa lalu dan saat ini menuju kehidupan yang lebih memuaskan di masa depan. hubungan. bagaimana anda menilai kecemasan Anda saat ini?" Jika konseli hanya menjauh dari nol ke satu. dia sudah membaik.perubahan yang paling mereka ingin lihat. saya ingin Anda untuk melakukan pengamatan. dan tugas sugesti. Formula Tugas Sesi Pertama Formula tugas sesi pertama adalah suatu bentuk pekerjaan rumah yang diberikan kepada konseli dari sesi pertama ke sesi kedua.

hal lain apa yang akan Anda lakukan?” Dengan menggunakan pertanyaan penskalaan ( Scaling questions). ada berbagai 130 . 8.mencapai tujuan mereka dengan menggambarkan kekuatan dan keberhasilannya. “Jika masalah terselesaikan. Umpan balik konselor kepada konseli membahas apa yang harus konseli lakukan secara berbeda untuk meningkatkan kemungkinan pencapaian tujuan mereka. Sebelum mengakhiri konseling. jembatan yang menghubungkan pujian awal dengan tugas sugesti yang akan diberikan. Dalam kaitan ini seringkali terkait dengan pertanyaan konselor yang berbunyi. Dalam konteks sekolah. sangat mungkin bahwa konseli akan mengalami masalah perkembangan lain di lain waktu. Tugas perilaku mengharuskan konseli benar-benar melakukan sesuatu dan konselor percaya bahwa apa yang dilakukan akan berguna untuk mereka dalam membangun solusi. Konseli dapat meminta sesi tambahan setiap kali mereka merasa perlu untuk mendapatkan kehidupan mereka kembali ke jalur yang benar atau untuk memperbarui kisah mereka. Jembatan ini memberikan alasan atas saran/sugesti yang diberikan. Aspek ketiga dari umpan balik berupa tugas sugesti kepada konseli. merasa. Karena model konseling adalah singkat. Oleh karena praktik Bimbingan dan Konseling di sekolah menghadapi banyak siswa dengan berbagai kemungkinan permasalahannya yang bisa jadi mirip. terutama apa yang berbeda tentang cara mereka berpikir. atau berperilaku. KONSELING KELOMPOK 1. c. Terminasi Jika konseli telah mampu mengkonstruk solusi. maka konselor dapat mengakhiri konseling. Konseli juga dapat dibantu untuk mengidentifikasi rintangan atau hambatan yang dirasakan yang bisa menghalangi dalam mempertahankan perubahan yang telah mereka buat. Tugas observasional meminta konseli untuk memperhatikan beberapa aspek kehidupan mereka. Hal yang terpenting dalam akhir konseling adalah konselor membantu konseli untuk mengidentifikasi halhal yang bisa dilakukan untuk melanjutkan perubahan-perubahan mendatang. yang dapat dianggap sebagai pekerjaan rumah. konselor dapat membantu konseli untuk memonitor kemajuan mereka sehingga konseli dapat menentukan kapan mereka tidak membutuhkan lagi datang ke konselor. Kedua. maka konseling kelompok dipandang efektif. Proses pemantauan diri membantu konseli perhatikan perbedaan yang lebih baik. Pentingnya Konseling Kelompok Ada banyak catatan mengapa konseling kelompok penting. misalnya “Kebutuhan-kebutuhan apakah yang berbeda dalam kehidupan Anda sebagai hasil dari pertemuan kita?”. konselor membantu konseli dalam mengidentifikasi hal-hal yang dapat mereka lakukan untuk melanjutkan perubahan yang mereka telah buat ke masa depan.

Misalnya datang langsung ke kelas menyampaikan kegiatan konseling kelompok ini dan diberitahukan prosedurnya. pribadi sosial. Masalah-masalah terkait perkembangan pendidikan. Konseling kelompok juga bermatra preventif disamping utamanya kuratif. tapi ketemu langsung dengan populasi sangat penting. berpusat solusi. 2. Bentuk-bentuk kelompok tersebut antara lain. Calon anggota harus memperoleh kesempatan interviu pribadi untuk mengajukan pertanyaan apakah kelompok benar-benar bermanfaat baginya. misalnya kecemasan menghadapi ujian. 3) Hal-hal praktis dalam formasi kelompok Ada beberapa hal praktis yang harus diperhartikan dalam membentuk kelompok. dan banyak isuisu yang mirip dialami oleh siswa-siswa. Proses Awal Perkembangan Kelompok Dalam konseling kelompok. isu-isu anak perempuan. a) Tahap 1: Isu-Isu Prakelompok—Membentuk Kelompok 1) Memberitahukan kelompok dan rekrutmen anggota kelompok Bagaimana kelompok diperkenalkan akan mempengaruhi diterima/ tidaknya oleh anggota-anggota potensial dan orang-orang yang diduga cocok mengikuti kegiatan kelompok. − Kelompok terbuka vs Kelompok tertutup . Konselor harus bertanya pada diri sendiri: “Bagaimana saya bisa memutuskan siapa yang paling mungkin memperoleh manfaat dari kelompok yang saya rencanakan?” “Siapa yang mungkin terganggu oleh partisipasi kelompok atau menjadi pengaruh negatif untuk anggota lainnya?” Screening harus proses dua-arah.kesamaan misalnya dalam hal usia. Kelompok terbuka atau tertutup ditentukan 131 . problem. isu anak laki-laki. Walaupun bisa diberitahukan lewat tertulis. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. latar kehidupan. Kebanyakan kelompok jangka pendek. Sebaliknya. Kebutuhan dan tujuan anggota merupakan aspek utama. dan karier siswa dapat dibantu dan saling membantu di antara siswa. Pada proses awal ada tiga tahap yang dilakukan yaitu membentuk kelompok. 2) Screening dan seleksi anggota kelompok Ada stadar etika yang harus diperhatikan dalam memilih anggota. orientasi dan eksplorasi. dan banyak lainnya yang mendorong perlunya dibantu secara efisien. Konselor bisa menjadi integratif dalam menerapkan teori-teori konseling. Konselor (pimpinan kelompok) harus mendorong anggota terlibat dalam mengambil keputusan bahwa ia tepat berpartisipasi dalam kelompok. Pendekatan kelompok memiliki keuntungan khusus dalam konseling di sekolah. secara garis besar ada dua tahap utama yaitu proses awal perkembangan kelompok dan proses lanjut perkembangan kelompok. serta tahap transisi.

− Kelompok jangka pendek vs jangka panjang . − Frekuensi dan lamanya pertemuan. − Kelompok homogin vs heterogin. Di lembaga sekolah keanggotaan tidak sukarela ini perlu digarap. − Tempat pertemuan. karena senyatanya masih banyak ditengarai siswa enggan memanfaatkan pelayanan konseling. Kebijakan berapa lama tentu saja bergantung keperluan lembaga dan konseli. terutama homogin dalam usia. apakah tanggungjawab pimpinan agar anggota memperoleh keuntungan optimal dari kegiatan kelompok? − Persiapan harus mengeksplorasi harapan. Seberapa sering kelompok ketemu dan seberapa lama setiap pertemuan? Ini bergantung tipe kelompok juga pengalaman pemimpin kelompok. lembaga. karena permasalahan mereka relatif serupa. Masing-masing punya kelebihan tergantung pada isu-isu yang digarap. tipe kelompok. Setting pertemuan merupakan aspek lain yang harus diperhatikan. Adalah bijak jika terminasi kelompok merupakan hasil komitmen. sebagai dasar dari proses kelompok. − Setelah kelompok terbangun. populasi. Hal privacy harus diperhatikan. banyak anggota yang tidak sukarelapun memperoleh manfaat dari konseling kelompok yang diikutinya. Namun pada umumnya yang efektif bergerak antara 4 – 8 orang. Resiko psikologis bagi anggota harus diminimalisir. dan tipe problem yang dieksplor. tempat yang memungkinkan terjadinya interaksi face to face. pengalaman Konselor. Apakah jangka pendek atau panjang bergantung pada tipe kelompok. 4) Pedoman orientasi dan penyiapan anggota Pertemuan kelompok yang pertama kali dimanfaatkan untuk orientasi proses kelompok. Bahwa partisipasi anggota merupakan 132 . Seting yang jelek dapat membikin suasana yang negatif yang berpengaruh pada kohesivitas kelompok.oleh populasi dan setting-nya. ketakutan-ketakutan. Ada manfaat dari perbedaan yang ada untuk saling membantu. Namun diakui juga kelompok heterogin juga membawa manfaat. − Besar kelompok. Besarnya kelompok bergantung pada beberapa faktor. Apakah anggota kelompok hanya yang sukarela saja atau boleh juga yang tidak sukarela? Dalam banyak pengalaman. misalnya usia. Tapi untuk konseli anak dan remaja lebih baik sering tetapi waktunya lebih pendek. Biasanya dilakukan seminggu sekali. Diakui bahwa kelompok homogin lebih membawa manfaat. Semua usaha harus membuat suasana aman. miskonsepsi anggota. tujuan. − Keanggotaan sukarela vs tidak sukarela .

Orientasi dan eksplorasi yang terdiri atas peristiwa 1) menentukan struktur kelompok. Dalam hal inklusi dan identifikasi dimaksudkan untuk menemukan identitas dalam kelompok dan menentukan sejauh mana seseorang akan menjadi anggota kelompok yang aktif adalah tugas utama tahap awal. 2) berkenalan. Setiap anggota diharapkan belajar fungsi kelompok. − Anggota dapat memperoleh keuntungan melalui menyiapkan diri berpikir apa yang ingin dialami selama kelompok. − Anggota harus memiliki pengetahuan memadai tentang hakekat kelompok dan dampaknya bagi dirinya. membuat prediksi keberhasilan anggota. menyadari bahwa kelompok ini merupakan tempat yang pas bagi realisasi pengharapan-pengharapannya. Ringkasan isu prakelompok. − Mengidentifikasi tujuan umum dan sasaran khusus kelompok − Mengembangkan proposal tertulis wecara jelas mengenai formasi kelompok − Memberitahu kelompok dg cara memberi informasi tepat bagi partisipan. dapat disebutkan sebagai berikut. Tugas utama dalam tahap inisiasi ini terdiri atas dua hal yaitu inkluasi dan identifikasi serta membangun trust. − Anggota perlu menentukan kapan kelompok tepat bagi dirinya. Anggota diminta untuk memanfaatkan kelompok untuk mencoba tingkahlaku baru. Anggota biasa bertanya-tanya: saya akan di dalam atau keluar dari kelompok ini? Sebewrapa banyak saya akan terbuka akan diri sendiri? Seberapa banyak aku ingin ambil resiko? seberapa aman untuk mengambil risiko? saya bisakah benarbenar percaya orang-orang ini?Seberapa lama aku bisa bertahan? Akankah aku ditolak atau diterima? 133 . b) Tahap 2: Tahap Awal –Orientasi dan Eksplorasi Karakteristik pada tahap awal ini sebagai berikut. Dorong anggota memikirkan sebelumnya tentang isu-isu pribadi yang ingin dieksplorasi. − Melakukan interviu awal − Mengambil keputusan dalam memilih anggota − Mengorganisasi detail praktis untuk keberhasilan kelompok − Minta ijin orangttua (jika perlu) − Menyiapkan secara psikologis akan tugas kepemimpinan − Mengatur sesi awal untuk membuat aturan. Anggota diminta menuliskan jurnal reaksi-reaksi mereka setiap sesi.investasi kerja kelompok. dan 3) mengeksplorasi pengharapan anggota.

serta evaluasi dan tindak lanjut. Apakah pimpinan hadir antusias. 3) Trust tudak hanya bergantung sikap dan perilak pemimpin tetap juga anggota. dan solidaritas. namun bisa menghambat perkembangan kelompok bila tidak didorong maju ke depan. kelompok akan berjalan di bawah hambatan perasaan tersembunyi. Cara membangun trust: 1) Tingkahlaku pimpinan dapat berpengaruh pada iklim kelompok. Ini jangan cepat dituruti. Kohesi sebagai kekuatan pemersatu…. inklusi. tantangan konstruktuf tak akan terjadi. dan 2) Perasaan negatif anggota ke anggota lain dan pemimpin bisa tidak efektif. 3) Mengatur tanggung jawab. Biasanya kalau kohesivitas terbangun. juga ada tiga tahapan yaitu tahapan inti untuk pembentukan kohesivitas dan produktivitas. Tahapmini penting. Cara mempertahankan trust: 1) Ada kecendeungan anggota untuk cepat2 melompat ke saran. 2) Membantu mengidentifikasi tujuan. 3. hadir secara psikologis dan terbuka? 2) Pemimpin yang sukses dalam mempertahankan trust tergantung pada seberapa baik ia mempersiapkan kelompok. Tanpa trust…interaksi akan di permukaan saja. “ Saya tidak sendirian dalam kesakitan saya dan dengan problem saya ”. hindari mengkategorikan orang atas tipe masalah. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. konsolidasi dan terminasi. kalau tidak dijaga. Peranan pimpinan kelompkm selama tahap inisiasi: 1) Modeling. eksplorasi diri kecil. penuh pribadi. 2) Karakteristik Kerja Kelompom Yang Efektif 134 . dan structuring. Perlu perubahan prosedur agar anggota terbebas dari perasaan negatif. pimpinan harus memperhatikan bahwa pribadi Konselor dapat mempengaruhi tingkahlaku masalah. Proses Lanjut Perkembangan Kelompok Pada proses lanjut. a) Tahap 4: Tahap Inti –Pembentukan Kohesivitas dan Produktivitas 1) Perkembangan Kohesi Kelompok Hakekat kohesi kelompok adalah sense of belonging. cenderung mengarah ke kurang serius. c) Tahap 3: Tahap Transisi –Mengatasi Resistensi Pada tahap transisi dapat digambarkan anggota kelompok dalam keadaan − Cemas (anxiety) − Konflik dan berjuang untuk mengontrol konflik − Tantangan bagi pimpinan kelompok − Resistensi Mengatasi reaksi diri terhadap resistensi anggota.Trust harus dibangun untuk keberlangsungan kelompok.

dibutuhkan sejumlah syarat. b) Tahap 5: Tahap Akhir –Konsolidasi dan Terminasi Cara efektif mengakhiri kelompok adalah mengurusi perasaan anggota kelompok. ada kesempatan melakukan restrukturisasi kognitif. c) Tahap 6: Isu-Isu Pasca Kelompok –Evaluasi dan Tindak Lanjut 1) Mengevaluasi Proses dan Hasil Kelompok Evaluasi sebagai aspek dasar yang menguntungkan bagi anggota dan pimpinan kelompok. ada kesempatan membuka diri. 3) Faktor-faktor Terapeutik Kelompok Agar kelompok efektif sebagai kelompok untuk penyembuhan. kurang bergantung kepada pemimpin kelompok. intim. Anggota benar-benar menjadi kelompok dan telah mengembangkan keterampilan relasi antar anggota.Ada produktivitas kerja yang efektif. Cirinya: − Fokus pada isu disini dan sekarang. ada kebebasan untuk bereksperimen. Mengukur efek kelompok melalui memberi kesempatan setiap anggota untuk menyampaikan lesson learn-nya atau pengalamannya selama mengikuti kegiatan konseling kelompok. komitmen terhadap perubahan. penuh harapan. Pada saat ini semua anggota memberi dan menerima balikan. − Siap identifikasi tujuan − Berkeinginan melakukan di luar kelompok dg tingkahlaku yang telah berubah − Merasa “in” dalam kelompok − Terus mengukur tingkat kepuasannya dalam kelompok. Minta anggota menjawab pertanyaan singkat… (Adakah kelompok berpengaruh negatif? Apa kelompok mempengaruhi anda dalam berhubungan dengan orang lain? Perubahan apakah yang anda dapatkan? ). empati dan perhatian. ada kesempatan katarsis. 2) Tindak Lanjut Sesi Kelompok 135 . Evaluasi gunanya untuk melihat efektivitas kelompok. antara lain saling percaya dan menerima. melengkapi tugas-tugas yang belum dapat diselesaikan dalam kelompok (melengkapi unfinished business-nya). Sehingga dapat dikatakan bahwa anggota mengalami perubahan perasaan …di awal takut…di tengah dapat dukungan…di akhir sendiri lagi menghadapi rasa takutnya. Pada tahap ini minta anggota menuliskan pengalaman kelompom mereka. ada konfrontasi dan balikan.

dan penyesuaian pribadinya. − Konseling kelompok sebagai sebuah proses pendidikan menekankan pada pembelajaran yang memiliki nilai-nilai yang melekat dalam sebuah kelompok. Semua sesi kelompok di atas akan terejawantahkan dalam semua pendekatan konseling. 3) Merumuskan prosedur konseling secara spesifik.Adalah bijak di sesi akhir untuk memberi kesempatan anggota mendiskusikan pengalaman-pengalamannya. setelah sesi konseling kelompok ditindaklanjuti pertemuan face to face. tetapi dapat diukur dan dapat diamati. Jika prates dilakukan di akhir juga bisa dilakukan pascates untuk mengukur sikap. dan konseling bagian integral dan berkesinambungan. Tujuan Konseling Menentukan arah gerakan terapeutik. nilai. dalam bimtek ini akan dipelajari penerapan konseling kelompok behavioristik dan konseling kelompok realitas. Anggota dapat mendiskusikan usaha nyata setelah ddi kehidupan nyata. berfokus pada kondisi konseli saat ini. Ini tidak hanya bernilai bagi pemimpin. Keputusan tujuan pribadi tetap dari anggota kelompok itu sendiri. Sebagai pengalaman belajar. 136 . dan emosi yang telah dipelajari dapat dimodifikasi melalui proses belajar. lebih fokus pada perilaku konseli. kognisi. Asesmen perilaku ditujukan untuk mengumpulkan informasi rinci tentang masalah konseli. 3) Sesi Tindak Lanjut Individual Jika mungkin. 4. walaupun pemimpin kelompok memimpin diskusi untuk mencapai tujuan. Pendekatan Teoritik Konseling Kelompok a) Pendekatan Behavioristik Asumsi − Bahwa sebagian besar masalah perilaku. − Perilaku konseli bermasalah bukan hanya gejala masalah. Konseling kelompok behavioral memiliki karakteristik yang unik yang membedakan dengan pendekatan lain. antara lain: 1) Melakukan penilaian perilaku. mengambil sampel dari perilaku konseli untuk memberikan informasi tentang bagaimana tindakan konseli seharusnya dalam berbagai situasi. Wawancara individual sekitar 20 menitan dapat digunakan untuk membantu anggota membicarakan hal yang tak terungkap dalam kelompok. dan 4) Secara objektif dilakukan evaluasi hasil konseling. 2) Mengkaji tujuan konseling dengan tepat. tapi juga anggota untuk memberi gambaran realistik atas pengaruh kelompok kepadanya dan teman-temannya.

Working Stage Setelah hubungan terbangun dengan baik. dan mendukung peran dalam kelompok dan menerapkan pengetahuan tentang prinsip-prinsip perilaku dan keterampilan penyelesain masalah. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. Corey membaginya menjadi tiga tahapan besar. 2. Kelompok behavioral menekankan pentingnya evaluasi efektivitas teknik-teknik yang digunakan untuk menilai kemajuan konseli guna mencapai tujuan mereka secara terus-menerus. working stage. anggota kelompok belajar mengenai fungsi kelompok dan bagaimana setiap sesi diatur. Tahap Konseling Kelompok Behavioral Sebagaimana konseling kelompok lainnya.Perencanaan Treatment Setelah anggota menetapkan tujuan-tujuan mereka. Pemimpin kelompok dengan hati-hati mengamati dan menilai perilaku untuk menentukan kondisi yang terkait dengan masalah-masalah tertentu dan kondisi yang akan memfasilitasi perubahan. yaitu initial stage. yang berlandaskan pada teknik perilaku yang berorientasi tindakan. direktif. Pemimpin kelompok diharapkan untuk aktif. Initial Stage Wawancara individual dan sesi awal kelompok bisa untuk mengeksplorasi pengharapan siswa sehingga siswa mau bergabung dalam kelompok. Di sesi awal. maka dirumuskanlah rencana untuk mencapai tujuan tersebut. dan final stage. lanjutkan merencanakan treatmen melalui menerapkan teknik-teknik: − Reinforcement − Contingency contract − Modeling − Behavioral rehearsal − Coaching − Homework − Feedback dengan 137 . Pemimpin harus mampu menciptakan situasi kelompok menjadi situasi yang hangat dan menyenangkan bagi setiap anggota kelompok. Hal yang penting pada tahap awal adalah proses membangun kohesi. 1. Peran dan Fungsi Pimpinan Kelompok Pemimpin harus terampil dalam memilih berbagai intervensi singkat yang secara efisien dan efektif memecahkan masalah dan membantu anggota dalam mengembangkan keterampilan baru.

3) Prinsip penting yang diajarkan Glasser adalah prinsip 3R’s ( responsibility. seorang ahli psikiatri. menghindarkan pertanyaan mengapa terjadi. yaitu kebutuhan bertahan hidup secara fisik (physical survival). reality. 3. cinta dan rasa memiliki (love and belonging). Final Stage Transfer perubahan perilaku yang dipelajari dalam kelompok ke lingkungan hidup dari hari ke hari. Beri situasi praktis untuk menstimulasi tingkahlaku dalam kehidupan nyata. semua manusia memiliki lima kebutuhan dasar untuk dipenuhi. direktif. Dorong anggota untuk bertanggungjawab atas tingkahlakunya. Apabila anak berperilaku memenuhi syarat 3 Rs tersebut. konseling dimaksudkan untuk mengubah perilaku anak dari beridentitas gagal menuju ke identitas berhasil. dan right). Dalam pandangan Glasser. sebaliknya tidak pula permisif.− Cognitive restructuring − Problem solving Teknik-teknik tersebut akan dibahas penerapannya dalam bimtek. Lingkungan sekolah yang baik adalah yang memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk mengembangkan identitas berhasilnya sedikit demi sedikit. School without failure. Latih anggota dengan tingkahlaku target yang diinginkan. didaktik. kekuasaan dan prestasi (power and achievement). b) Pendekatan Konseling Kelompok Realitas Konsep-konsep kunci Konseling Kelompok Realitas 1) Konseling realitas adalah konseling yang dikembangkan oleh William Glasser. konseling realitas ini pas diterapkan untuk membantu siswa-siswa mengembangkan diri. dan kesenangan (fun). 4) Konseling Kelompok Realitas bersifat aktif. Dengan demikian. 2) Dalam bukunya yang terkenal. maka padanya akan berkembang identitas gagal (failure identity). Hubungan baik dalam konseling diperlukan untuk menunjukkan dan memenuhi kebutuhan akan cinta kasih lingkungan. maka padanya akan berkembang identitas sukses ( success identity). yang penuh ampunan. namun tidak cukup untuk diterjadikannya perubahan pada diri konseli dari identitas gagal menuju identitas sukses. Sekolah harus dibangun sebagai lingkungan yang mampu membangun identitas sukses bagi seluruh siswa. Karena jawaban atas pertanyaan mengapa akan berujung pada alasan-alasan yang biasanya berujung ampunan. bagaimana selanjutnya. 138 . sekolah harus bebas dari suasan yang menghukum. Sekolah lebih banyak bertanya apa yang terjadi dan apa selanjutnya. Siapkan anggota hadapi situasi yang tak bersahabat dalam dunia nyata. sebaliknya jika perilakunya tidak memenuhi 3 Rs. kebebasan (freedom). berfokus pada perencanaan perilaku dan perbuatan.

Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. perasaan dan penampakan fisiknya sebagai roda belakang.5) Total perilaku manusia ibarat mobil. dan memprioritaskan elemen-elemen kebutuhan yang ada dalam gambaran dunia mental mereka. Evaluasi: Apakah hal itu yang paling Anda inginkan? Direction dan Doing Tanyakan kepada konseli apa yang ia lakukan selama ini dan apa tujuan umum mereka. menjelaskan. E = selfevaluation. dimana setiap huruf merepresentasikan sekelompok kemampuan dan teknik untuk mendukung konseli agar memiliki kontrol yang lebih baik atas hidup mereka. Konselor membantu konseli untuk menyatukan. Sikap dan perilaku konselor juga menjadi bagian penting dalam menghantarkan perubahan yang positif. Kebutuhan dasarnya sebagai motornya. Pertanyaan: Apa yang Anda inginkan? Eksplorasi: Penjelasan tentang apa yang mereka harapkan atau mereka butuhkan. konseli akan menjadi siap untuk mengevaluasi dan mengubah cara berpikir dan perilaku mereka saat ini. tugas pertama Konselor adalah menciptakan iklim yang aman bagi anggota kelompok sebagai dasar penggunaan konselng secara efektif. selanjutnya berjuang untuk memenuhi kebutuhan mereka demi memuaskan hidup mereka sendiri dan masyarakat. Perbuatan dan berpikirnya sebagai roda depan. dan P = planning. dalam Corey (2009) telah memformulakan komponen-komponen konseling ke dalam sistem WDEP. WDEP kependekan dari W = wants. dan (2) prosedur spesifik yang mengarah pada perubahan tingkahlaku. Terkait lingkungan konseling. Prosedur Konseling Kelompok Realitas Praktik konseling realitas berisi dua komponen utama: (1) lingkungan konseling. Glasser mengatakan bahwa “konseling untuk mengaitkan komponenkomponen kekuatan dalam diri konseli menjadi satu kekuatan untuk membantu konseli mengevaluasi hidup mereka dan berpindah ke arah perilaku baru yang lebih efektif. Dengan mendeskripsikan tujuan umum mereka. Pertanyaan global berikut bertujuan membantu konseli meningkatkan pengetahuan mereka terkait pilihan hidup mereka. mendefinisikan. Wubbolding. W (Wants) Tanyakan kepada konseli apa yang mereka inginkan dengan menggunakan pertanyaan yang cerdas dan tidak cepat menyerah. Pertanyaan: Apakah yang Anda lakukan selama ini akan membawa pada keinginanmu? 139 . D = direction and doing.” Untuk melakukan konseling secara sistematis.

pertumbuhan kepribadian. Rencana yang paling efektif adalah yang dibentuk bersama-sama dengan konseli. sehingga jika tidak dilakukan akan terjadi kekacauan. …? Fokus : Terbuatnya rencana tingkahlaku baru yang diharapkan benar-benar mampu memenuhi kebutuhan konseli. gaya hidup yang lebih baik dan berkembang. dapat diukur. dan memiliki tujuan. Karakter-karakter rencana yang berhasil adalah sederhana. Self-Evaluation Mintalah konseli untuk melakukan evaluasi diri yakni mengevaluasi apakah tingkahlakunya selama ini mengarah tujuan atau mampu memenuhi kebutuhannya. Konselor memfasilitasi pembentukan rencana dengan mengajarkan karakteristik rencana yang berhasil. bukan yang disarankan Konselor. kebebasan. Ketika konseli membuat recana dan mengikuti rencana itu. membuat keputusan secara lebih baik. mereka berkuasa atas jalan hidup mereka sendiri dengan mengirimkan energi positif bagi hidup mereka. mudah diraih. Ketika konseli bisa menjawab pertanyaan “Apakah rencana anda dengan strategi yang detail untuk berubah?” maka mereka telah mengambil kontrol dan tujuan yang lebih baik atas hidup mereka. sehingga semakin efektif semakin memuaskan kebutuhan akan ketahanan fisik.Pengarahan: Menghadapkan konseli pada realitas dan konsekuensi dari perilakunya selama ini. intervensi Konselor kecil. Tujuan dari konseling realitas adalah perubahan perilaku. langsung. Pertanyaan : Rencana apa yang diprediksi mampu memenuhi kebutuhan Anda. serahkan konseli untuk menilai tingkahlakunya sendiri. kekuasaan dan prestasi. 140 . Planning Mintalah konseli membuat rencana untuk memenuhi kebutuhan mereka secara lebih efektif. Glasser mendeskripsikan evaluasi diri sebagai inti dari konseling. serta keceriaan. Evaluasi dimaksukan untuk menghubungkan antara tingkahlakutingkahlaku saat ini dengan kebutuhan. Fokus: Pembicaraan berfokus pada masa sekarang dan masa mendatang. cinta dan keterlibatan atau rasa memiliki. Wubbolding melihat evaluasi diri sebagai dasar dari prosedur konseling. Pertanyaan: Perilaku apa yang akan menyebabkan kesuksesan? Perilaku apa yang akan menyebabkan kegagalan? Perubahan apa yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan? Focus: Pada tahap ini.

dibangun dengan pertimbangan hak privasi dan kerahasiaan siswa. konselor harus memiliki setidaknya hal berikut: sebuah kantor. seperti : angket siswa dan orang tua. ruang tenaga administrasi. tes/inventori kepribadian. Yang tidak kalah penting ialah. buku informasi tentang studi lanjutan atau kursus-kursus. ruangan itu hendaklah nyaman yang menyebaBimbingan dan Konselingan para pelaksana Bimbingan dan Konseling betah bekerja. dan format surat referal. serta segi lain di ruangan tersebut dapat dilaksanakan layanan dan kegiatan bimbingan lainnya sesuai dengan asas-asas dan kode etik Bimbingan dan Konseling. format satuan layanan. dan buku realisasi kegiatan Bimbingan dan Konseling. buku program tahunan. dan sosiometri. atau buku materi layanan bimbingan. data kehadiran siswa. seperti penampilan informasi pendidikan dan jabatan. Unsur-unsur sarana Bimbingan dan Konseling: (1) tempat kegiatan. buku program semesteran. informasi tentang kegiatan ekstra kurikuler. (2) instrumen dan kelengkapan administrasi. Sarana yang diperlukan untuk penunjang layanan Bimbingan dan Konseling adalah sebagai berikut. yang meliputi ruang kerja Konselor. baik tes maupun non-tes. tes bakat khusus. Semua fasilitas harus mudah diakses dan memadai untuk pelaksanaan program bimbingan. leger Bimbingan dan Konseling. dan tape recorder). 141 . alat-alat mekanis. catatan anekdot. khususnya. format konseling. buku harian. Ruangan hendaknya sedemikian rupa sehingga di satu segi para siswa yang berkunjung ke ruangan tersebut merasa senang. Bahan harus relevan dengan program. dan berbagai data serta informasi lainnya. dan ruang penyimpanan.PENGELOLAAN SARANA DAN ANGGARAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING Pengelolaan Sarana Semua sarana harus mudah diakses untuk mendukung program Bimbingan dan Konseling. dan jumlah yang cukup untuk digunakan. lengkap dan kedap suara. dan (5) filing kabinet (tempat penyimpanan dokumentasi dan data siswa). buku hasil wawancara. Konselor harus memiliki file terkunci dan hubungan telepon tersendiri. dan ruang perpustakaan. yang layak bagi masyarakat. Alat pengumpul data berupa tes yaitu: tes inteligensi. pedoman observasi. daftar cek. (3) Buku-buku panduan. skala penilaian. ruang yang memadai untuk mengorganisir dan menampilkan bahan bimbingan. buku kasus. ruang tunggu tamu. (4) perangkat elektronik (seperti komputer. ruang layanan konseling dan bimbingan kelompok. tes/inventori minat. Di dalam ruangan itu hendaknya juga dapat disimpan segenap perangkat instrumen Bimbingan dan Konseling. himpunan data siswa. (1) Alat pengumpul data. Semuanya dimaksudkan untuk menfasilitasi tercapainya proses layanan Bimbingan dan Konseling yang bermutu. aman dan nyaman. modul bimbingan. pedoman wawancara. Ruangan tersebut hendaknya juga mampu memuat berbagai penampilan. laporan kegiatan layanan. Kenyamanan itu merupakan modal utama bagi kesuksesan pelayanan yang terselenggara. tes bakat sekolah. angket. dan tes prestasi belajar. akses mudah menuju fasilitas untuk melakukan konseling dan bimbingan kelompok kecil/kelompok besar atau klasikal. pedoman wawancara. dan sebagainya. Alat pengumpul data yang berupa non-tes yaitu: pedoman observasi. biografi dan autobiografi.

Mengingat banyak sekali aspek-aspek data siswa yang perlu dan harus dicatat. (3) Kelengkapan penunjang teknis. Pilih dari antara bentuk-bentuk kegiatan berikut: a. 2. D. 3. Misalnya. Untuk menyimpan berbagai keterangan. maka diperlukan adanya suatu alat yang dapat menghimpun data secara keseluruhan yaitu buku pribadi. Latihan Konsultasi Seorang siswa mempunyai potensi akademik yang tinggi. namun prestasi belajarnya selalu rendah. b. mengembangkan Bekerjasama dengan guru bahasa Indonesia untuk mengembangkan kemampuan komunikasi siswa Bersama guru. format rencana satuan layanan dan kegiatan pendukung serta blanko laporan kegiatan. karena persoalan yang dhadapi siswa di luar batas kewenangan Saudara. siswa terlibat penggunaan narkoba dikirm ke dokter.(2) Alat penyimpan data. Pengelolaan Anggaran Perencanaan anggaran merupakan komponen penting dari manajemen Bimbingan dan Konseling. dan sebagainya. maka perlu disediakan map pribadi. Perlu dirancang dengan cermat berapa anggaran yang diperlukan untuk mendukung implementasi program. kartu kasus. khususnya dalam bentuk himpunan data. Bentuk kartu ini dibuat sedemikian rupa dengan ukuran-ukuran serta warna tertentu. ada siswa yang mengalami hambatan belajar dikirim ke guru bidang studi. blanko surat. kartu konsultasi. Alat penyimpan data itu dapat berbentuk kartu. ditemukan seorang siswa yang membutuhkan bantuan fihak lain. LATIHAN 1. Latihan Referal Di sekolah saudara. seperti alat tulis menulis. buku pribadi dan map. Penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa tidaklah mungkin siswa dapat berprestasi tinggi karena ada pekerjaan di 142 . paket bimbingan. Bekerjasama dengan guru matematika untuk kemampuan regulasi diri dalam belajar matematika. sehingga mudah untuk disimpan dalam filling cabinet. Latihan Kegiatan Kolaborasi Berlatihlah untuk bekerja secara kolaboratif dengan guru mata pelajaran. dan agenda surat. alat bantu bimbingan Perlengkapan administrasi. informasi atau pun data untuk masing-masing siswa. susunlah RPP materi tertentu dan diantara susunan RPP tersebut sebutkan efek samping dari pengembangan pribadi siswa yang merupakan kerja dari guru bimbingan dan konseling atau konselor. seperti data informasi. Anggaran ini harus masuk ke dalam Anggaran dan Belanja Sekolah. blanko konferensi kasus.

b) Praktikkan dalam kelompok orangtua bagi belajar anaknya. serta menutup pertemuan konseling. dan − cara Saudara untuk memberikan tugas. Cara ini ditempuh agar fasilitator dapat membantu Saudara membenahi bagianbagian yang masih belum tuntas Saudara pelajari. atau menerapkan teknik-teknik konseling. Untuk itu. perubahan harus dilakukan melalui perubahan peran orangtua terhadap anaknya. Praktikkan dalam bentuk bimbingan kelompok atau bimbingan klasikal dan dilakukan pengamatan serta refleksi pasca praktik.rumah yang menyita waktunya. a) Ikuti 9 tahap konsultasi untuk membantu siswa tersebut. 2) Scenario ditulis paling banyak 2 halaman. 5. melakukan komitmen. − cara Saudara mengidentifikasi perasaan dan perilaku negative akibat masalah (C) dan menemukan kejadian-kejadian yang menimbulkan masalah (A). 3) Isi scenario konseling REB Dalam scenario konseling REB saudara harus menjelaskan bagaimana − cara Saudara membangun/membina hubungan baik. Disini harus jelas teknik konseling apa yang akan Saudara gunakan untuk Disputing (D). 4) Isi scenario konseling SFBT bagaimana Saudara memberdayakan 143 . dengan tulisan yang mudah terbaca. belajar. susunlah scenario. Latihan Konseling Individual Latihan konseling individual terdiri atas dua tugas yaitu menyusun scenario konseling individual dan praktik konseling individual. − cara Saudara mengajak konseli menguasai Pemahaman Kognisi. Latihan Bimbingan Kelompok Susunlah RPBK dengan mengambil topik bimbingan pribadi social. Isi scenario dengan catatan sebagai berikut. 1) Isi scenario hanyalah cerita singkat dari setiap tahap konseling. c) Skenario konseling Untuk persiapan kegiatan praktikum konseling. 4. dan karier di materi di atas. Sebenarnya pekerjaan ini tidaklah prinsip. tetapi terpaksa dilakukan anak. bukan percakapan konselor dan konseli (verbatim). − cara Saudara melihat bagaimana konseli menata emosinya dan bagaimana cara mengembangkan tingkahlaku baru yang lebih rasional. − cara Saudara dalam menemukan pikiran-pikiran irrasional (Bir) yang merupakan persepsi mereka terhadap A.

− cara Saudara melakukan terminasi. − Konseling kelompok realitas Dalam scenario konseling Realita Saudara harus jelas bagaimana … − Cara membentuk/membina hubungan penuh cinta dan pengharapan. − cara Saudara mengidentifkasi perubahan-perubahan prakonseling. − cara saudara menerapkan teknik konseling (techniques implementation): menfokuskan tingkahlaku yang hendak diubah. d) Praktikum konseling individual Praktikkan scenario Saudara dan lakukan pengamatan serta refleksi atas latihan. − cara saudara dalam menelaah tingkahlaku faulty learning (assesment). − Cara konselor mengidentifikasi perilaku konseli dalam memenuhi kebutuhannya (Direction/Doing). − cara Saudara memberikan balikan kepada konseli. − Cara konselor mengajak konseli melakukan pertimbangan nilai 144 . − Konseling kelompok behavioral Dalam scenario konseling behavioral saudara harus menjelaskan bagaimana … − cara saudara dalam membangun/membina hubungan baik. melalui melihat berbagai aspek tingkahlaku. keinginan. − Tuliskan secara ringkas bagaimana langkah-langkah konseling dilakukan untuk mengatasi masalah yang Saudara pilih. − cara Saudara menformulasikan tugas sesi pertama. − cara Saudara menggunakan pertanyaan pengecualian.− cara Saudara membangun/membina hubungan kolaboratif. − cara Saudara menggunakan pertanyaan penskalaan. − cara Saudara menggunakan pertanyaan ajaib. − cara saudara mengajak konseli merumuskan tujuan konseling (goal setting). merencana langkah-langkah aplikasi teknik konseling. kebutuhan konseli (Want). − Cara konselor mengidentifikasi perilaku kekinian. dan − cara saudara melakukan evaluasi dan terminasi. a) Skenario Konseling Kelompok − Pilih salah satu pendekatan konseling kelompok yang kita pelajari dalam bimtek ini. dan susunlah skenario konselingnya. Catatan setiap pendekatan konseling yang dipilih. Latihan Konseling Kelompok Latihan konseling kelompok dibagi menjadi dua bagian yaitu menyusun scenario konseling kelompok dan mempraktikan secara simulatif. 6.

mengenali dan kemudian menganalisis kelemahan-kelemahan tersebut untuk dilakukan perbaikan dalam proses berikutnya. karena hasil evaluasi dapat mendorong semua pihak untuk memberikan masukan dan merencanakan langkah-langkah perbaikan dan peningkatan bagi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. pelaksana suatu kegiatan dapat melihat. Dalam pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling. Dalam praktik simulatif ini. − Cara konselor mengajak konseli melakukan Komitmen. Evaluasi program sebenarnya memberikan informasi yang sangat berarti bagi kelanjutan pelaksanaan program berikutnya. Kemudian. BAB IV EVALUASI PROSES DAN HASIL PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. lakukan pengamatan dan diskusikan hasilnya.(Evaluation). Demikian pula kekurangan atau kelemahan yang dimiliki akan dapat dilihat serta penyebab tujuan yang belum dapat diraih sepenuhnya. Praktikkan scenario yang telah Saudara tuliskan. Evaluasi suatu program lazimnya dilakukan oleh beberapa pihak. pihak lain yang dapat mengevaluasi adalah pihak atasan (pimpinan) pelaksana progran serta pihak yang menerima sasaran kegiatan. Melalui suatu tahapan kegiatan yang disebut dengan evaluasi. Oleh karena itu. − Cara konselor mengembangan perencanaan perilaku baru yang lebih memenuhi 3R’s (Planning). terutama pihak yang melaksanakan program tersebut. b) Praktik Konseling Kelompok. 145 . dan − Cara konselor mengakhiri pertemuan konseling. sebagai bagian dalam penyusunan dan pengembangan program bimbingan dan konseling. PENGANTAR Keberhasilan suatu kegiatan atau program yang telah dilaksanakan akan tampak pada hasil yang ditunjukkan berupa pencapaian terhadap tujuan yang telah ditetapkan. yang memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan evaluasi program adalah guru bimbingan dan konseling atau konselor itu sendiri. evaluasi menjadi tahapan yang sangat penting untuk dilaksanakan.

Sehingga pada akhirnya siswa dapat merasakan dampak langsung dari pelaksanaan evaluasi baik itu berupa perkembangan. perkembangan sosial dan tantangan yang terjadi dalam pendidikan maka program layanan bimbingan dan konseling tidak boleh statis atau dari itu ke itu. Melakukan penyesuaian proses pelayanan bimbingan dan konseling 3. Sekalipun layanan evaluasi bukan merupakan layanan yang langsung kepada siswa. Sesuai dengan perkembangan yang terjadi baik pada program sekolah secara kesuluruhan. MATERI 1. Demikian pula dilihat dari perkembangan program itu sendiri. Menginformasikan hasil pelaksanaan evaluasi pelayanan bimbingan dan konseling kepada pihak terkait 4.B. peningkatan atau perubahan yang sesuai dengan dinamika pada aspek yang dikembangkan dalam suatu program. Melakukan evaluasi hasil. suatu program layananan bimbingan dan konseling perlu dikembangkan dan diperbaiki sehingga dapat dirancang dan direalisasikan sesuai dengan perkembangan kebutuhan peserta didik sebagai salah satu sasaran layanan. namun pelaksanaan evaluasi akan memberikan dampak terhadap peningkatan layanan yang dibutuhkan oleh siswa. dalam Bimbingan dan 146 . KOMPETENSI DAN INDIKATOR Kompetensi: Menilai proses dan hasil kegiatan bimbingan dan konseling Indikator: 1. proses dan program bimbingan dan konseling 2. C. Menggunakan hasil pelaksanaan evaluasi untuk merevisi dan mengembang-kan program bimbingan dan konseling. Pentingnya Evaluasi dan Model Evaluasi Konseling Evaluasi atau penilaian merupakan bagian penting dalam pengelolaan atau manajeman pelaksanaan bimbingan dan konseling.

model natural. Di dalam model berorientasi tujuan dikenali model utamanya yaitu model kesenjangan. 2) menentukan ada/tidak ada kesenjangan yang muncul antara performansi dan sejumlah aspek program dan perangkat standar untuk performansi tersebut. model pendapat ahli. 3) 147 . Ia memahami bahwa evaluasi sebagai sebuah proses yang cukup mudah menentukan tujuan-tujuan program mana yang telah tercapai dan mana yang belum dapat dicapai. Evaluasi merupakan proses yang mencakup 1) kesepakatan tentang standarstandar dan kriteria-kriteria tertentu (kata lain dari sasaran/ objective). model berdasar tujuan. Bentuk utama dari orientasi tujuan dikembangkan oleh Provus yang diberi nama model kesenjangan (descripancy model).Evaluasi program dapat dilaksanakan dengan menggunakan beberapa model. setiap model dapat dipilih berdasarkan kepentingan dan kesesuaian dengan program yang sedang dilaksanakan. model berorientasi manajemen. Dalam Bimtek ini. (4) Menemukan situasi dimana capaian target tersebut dapat ditunjukkan. Tahap-tahap evaluasi model berorientasi tujuan secara umum (1) Menentukan tujuan umum. (2) Mengklasifikasikan tujuan umum dan tujuan khusus (goal and objective). Oleh karena orientasi program bimbingan dan konseling berdasarkan pada standar dan kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan. dan (7) Membandingkan data performansi dengan tingkahlaku yang telah ditentukan dalam tujuan. (3) Menentukan tujuan dalam rumusan tingkahlaku nyata. (5) Mengembangkan atau memilih teknik-teknik pengukuran. Posavac dan Carey (1992) menjelaskan beberapa model evaluasi yaitu model tradisional. maka untuk mengukur keberhasilannya bisa membandingkan hasil yang dicapai dengan kriteria yang ditetapkan. sementara pada model berorientasi manajemen dikenali model CIPP. (6) Mengumpulkan data performansi. peserta akan dilatih untuk mampu mengevaluasi dengan satu model yang relatif mudah untuk dilakukan di lapangan yaitu model berorientasi yang dikembangkan oleh Ralph W Tyler. Malcolm Provus (1973) memandang evaluasi sebagai proses manajemen informasi yang berkelanjutan.

dan output (outcomes). Tahap ketiga: proses. Peninjauan dapat dilakukan terhadap program yang disinyalir banyak “siswa” yang mengalami kesulitan. 3. Tahap pertama: Perencanaan Tahap perencanaan difokuskan pada menentukan tujuan. 1. Tahap kedua: instalasi. Jika diperlukan dapat ditambahkan tahap yang ke lima yaitu analisa biaya (pilihan. Penilaian memfokuskan pada pengumpulan data tentang laporan-laporan partisipan untuk menentukan apakah mereka menunjukkan perubahan tingkahlaku seperti yang diharapkan. untuk kemudian diputuskan apakah program tersebut diberlakukan ulang atau dihentikan. Menggunakan model kesenjangan ini hanya perlu menempuh empat tahap yaitu (1) Perencanaan.menggunakan informasi tentang kesenjangan dalam memutuskan untuk mengembangkan atau melanjutkan atau menghentikan program keseluruhan ataupun salah satu aspek dari program tersebut. dan (4) Hasil. Evaluator menghasilkan perangkat tes (alat ukur) yang sesuai untuk mengidentifikasi sejumlah kesenjangan antara yang diharapkan dengan implementasi program yang aktual. proses atau aktivitas dan memaparkan sumber-sumber kekuatan yang diperlukan serta partisipan yang turut-serta dalam pelaksanaan dan menyelesaikan tujuan-tujuan. (2) Instalasi. Provus menganggap bahwa program adalah sebuah sistem dinamik yang meliputi input (antecedents). proses. 148 . (3) Proses (hasil sementara). 2. Desain program dalam hal ini dijadikan sebagai standar untuk pelaksanaan penilaian program. 4. kalau diperlukan). Tahap keempat: hasil.

mengapa mereka tidak melakukan evaluasi. Provus membedakan antara istilah terminal objective (immediate outcome) dengan ultimate objectives (longterm outcome). walaupun mengetahui bahwa evaluasi merupakan bagian penting dalam program pelayanan Bimbingan dan Konseling. 2. tidakmemiliki dalam personil 149 . Kesulitan dalam melaksanakan evaluasi program Bimbingan dan Konseling Dalam banyak kasus. Yaitu. termasuk program Bimbingan dan Konseling di sekolah. karena merasa kekurangan memberilakan layanan. antara lain: 1. Dalam bidang Bimbingan dan Konseling.Evaluasi dilakukan untuk menentukan apakah tujuan jangka pendek (terminal objectives) dari program tersebut telah dicapai. Proses ini untuk menjawab pertanyaan: 1) mengapa ada ketidaksesuaian ?. 2. Provus juga menambahkan fase kelima sebagai suatu pilihan. mudah dipahami. evaluasi terhadap program jarang dilakukan. 3) tindakan korektif apa yang paling sesuai? Kekuatan dan daya tarik terbesar dari pendekatan yang berorientasi pada tujuan ke evaluasi adalah kesederhanaannya. Apabila dalam pelaksanaannya terjadi ketidaksesuaian antara program dengan hasil. Materi yang diperoleh pada saat perkuliahan belum memberikan pengalaman praktis dalam evaluasi program. Hal ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana memperkirakan biaya yang akan dikeluarkan dalam program tersebut. Provus menyarankan agar dilakukan proses problem solving oleh staf program atau konselor dan evaluator. Banyak praktisi Bimbingan dan Konseling menyatakan merasa waktu untuk mengevalasi. yaitu berkaitan dengan analisis tentang biaya. 2) tindakan korektif apa yang mungkin dapat dilakukan? dan. diikuti dan diterapkan. Konselor seringkali tidak melakukan evaluasi. Ada beberapa alasan yang diajukan guru bimbingan dan konseling atau Konselor. Selain empat fase tersebut. serta menghasilkan informasi bagi para pengambil kebijakan program untuk melakukan perbaikan yang berkait dengan misi yang akan dicapai.

Evaluasi terhadap hasil layanan bimbingan dan konseling hanya dilakukan apabila ada kepentingan sekolah dalam memenuhi program tertentu. Sikap Yang Perlu Dimiliki Oleh Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Melaksanakan Evaluasi Program Pentingnya evaluasi terhadap program perlu diketahui dan disadari oleh guru bimbingan dan konseling sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas kerja seiring dengan tuntutan sebagai guru bimbingan dan konseling yang profesional. manakala pihak sekolah tidak menunjukkan kepedulian terhadap proses maupun hasil layanan bimbingan dan konseling. Pihak pimpinan dipandang tidak meminta hasil evaluasi yang terprogram dan terencana.3. 5. sehingga kesulitan dalam mengumpulkan data. Kesadaran untuk melakukan evaluasi bisa jadi belum dimiliki oleh semua guru bimbingan dan konseling. 3. 4. Tidak terbiasa mencatat dan mendokumentasikan layanan yang telah diberikan serta hasilnya. sehingga merasa tidak ada tuntutan. Program bimbingan dan konseling dipandang unik. Kesulitan yang dihadapi guru bimbingan dan konseling seperti disebutkan di atas. 7. Guru bimbingan dan konseling merasa kesulitan untuk merumuskan kriteria keberhasilan layanan. dengan berbagai alasan seperti diungkapkan dalam 150 . memberikan alasan untuk tidak melakukan evaluasi yang semestinya dilakukan. dan kompleks sehingga sulit untuk diberikan penilaian. diharapkan guru bimbingan dan konseling dapat memiliki pemahaman dan kemampuan untuk melaksanakan evaluasi program bimbingan dan konseling. dan personil lainnya yang menjadi bagian dukungan sistem terhadap pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. guru mata pelajaran. karena standar keberhasilannya belum konkrit sehingga sulit untuk menemukan indikatornya. sehingga kondisi yang ada di sekolahnya menjadi bagian yang dievaluasi dan memberikan alasan yang kuat untuk berupaya melakukan peningkatan sehingga kinerja guru bimbingan dan konseling dapat menunjukkan akuntabilitasnya yang dipercaya oleh pimpinan. Kesulitan ini akan bertambah. Melihat pentingnya evaluasi terhadap layanan bimbingan dan konseling. 6.

Ada beberapa istilah evaluasi yang bersifat aplikatif atau sering digunakan di kehidupan sehari- 151 . Berusaha untuk memaknai masukan sebagai kesempatan meningkatkan diri g. personil lain di sekolah serta pihak orang tua maupun siswa. Memaknai kekurangan sebagai bagian dari proses untuk mengembangkan diri. b. proses yang terjadi serta hasil atau produk yang diperoleh. Menerima masukan dan kritikan dari pihak lain baik pimpinan. Memahami bahwa dalam pelaksanaan suatu program dimungkinkan akan ada kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan belum tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Membandingkan apa yang sudah dilakukan dengan hasil yang diperoleh h. Sikap yang dimaksud antara lain : a. Menyediakan diri untuk berdialog dengan pihak-pihak yang memberikan penilaian Sikap terbuka akan masukan dan menerima kekurangan serta keinginan untuk meningkatkan berkelanjutan diri merupakan dapat kunci pembuka untuk melakukan evaluasi program sehingga mengantarkan bagi pengembangan selanjutnya dan kesempatan mengembangkan diri bagi guru bimbingan dan konseling (konselor). Berbicara tentang asesmen tidak dapat dilepaskan dengan istilah evaluasi. Memiliki keinginan dan kebutuhan untuk mengetahui kekurangan atau kelemahan sebagai bahan untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik. baik terhadap kondisi-kondisi yang memungkinkan terlaksananya program. d. e. Selain itu guru bimbingan dan konseling perlu memiliki sikap yang positif tentang perlunya evaluasi terhadap aktivitas dan layanan bimbingan dan konseling yang telah diberikannya. Membuka pikiran untuk belajar dari kegagalan yang dialami f. Kesiapan untuk melaksanakan evaluasi hendaknya disadari sebagai suatu tahap atau kegiatan dalam penyusunan program bimbingan dan konseling seperti halnya dalam penyusunan program apapun pada umumnya. c. Uraian di atas diharapkan dapat menjawab alasan para konselor yang tidak melakukan asesmen dan evaluasi atas program dan pelayanannya. kolega (guru mata pelajaran).kesulitan melakukan evaluasi.

mendorong dialog yang bermanfaat dan memberikan wawasan terhadap kesempurnaan program dan hasil pelayanan bimbingan dan konseling. kualitas. Tujuan lainnya adalah memberikan informasi sebagai dasar perbaikan program. 4. misalnya evaluator internal lebih mengetahui lingkungan organisasional sekolah. Tujuan Evaluasi Evaluasi digunakan sebagai metode untuk penelitian dan pengambilan keputusan. Dalam konteks pengertian pelayanan pendidikan di sekolah termasuk bimbingan dan konseling. mengaplikasikan standar untuk menentukan nilai. sedangkan evaluator eksternal dapat memberikan kredibilitas yang lebih tinggi dalam evaluasi dan membawa perspektif segar terhadap evaluasi.. pengambil keputusan dan sebagai kritikus. Evaluator dapat diambil secara internal dan eksternal organisasi. Evaluasi formatif dirancang untuk perbaikan program dan kinerja orang-orang yang terkait program. artinya bisa dari lingkung sekolah atau dari lingkung di luar sekolah. utilitas dan efektifitasnya. Evaluasi bisa berbentuk sumatif atau formatif. Kedua. Langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan standar kualitas dan tingkat relativitas dari standar layanan Bimbingan dan Konseling yakni standar kemandirian peserta didik yang menjadi pengarusutamaan seluruh hasil pelayanan bimbingan dan konseling. melanjutkan program atau melakukan ekspansi program.hari. perencana. Tujuan dasar evaluasi adalah menyampaikan keputusan tentang nilai dari objek yang dievaluasi. berarti mengarahkan 152 . kolaborator. Keduanya memiliki arti penting. dapat memfasilitasi komunikasi dan penggunaan hasil evaluasi. fasilitator. seperti dari perguruan tinggi. sedangkan evaluasi sumatif berfungsi sebagai dasar keputusan tentang proses melaksanakan program. mengumpulkan informasi yang relevan dengan pelayanan bimbingan dan konseling. dan ketiga. evaluasi penting dalam kegunaannya sebagai alat kunci dalam melayani secara adil. Berdasarkan pengertian etis. Pihak-pihak yang dilibatkan untuk mengevalusi dalam hal ini evaluator mempunyai banyak peran termasuk sebagai ahli. Berdasarkan kajian definisi aplikatif itu akhirnya dapat disimpulkan bahwa evaluasi mengandung keputusan substansial tentang kebermanfaatan atau keuntungan dari sesuatu.

pribadi dan sosial serta karir juga variabel penting lainnya. efektivitas. dapat direncanakan dan diimplementasikan oleh para praktisi bimbingan dan konseling. Ada beberapa pertanyaan kunci evaluasi program bimbingan dan konseling yang dapat membantu konselor. sehingga akuntabilitasnya dapat dipertanggung jawabkan bimbingan dan konseling. Bagaimana program konseling dilaksanakan? d. dan dampak dari program dan layanan (Boulmetis &Dutwin. seperti: a. evaluasi penting untuk memberikan dasar bagi penghargaan diri konselor. didefinisikan sebagai proses sistematis dalam mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang efisiensi. Bagaimana pengelolaan program? b. serta dapat digunakan untuk mengkomunikan dampak program dan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap pencapaian prestasi siswa dalam bidang akademik/belajar. Sedangkan dalam pengertian intelektualnya berarti memperbaiki konsep-konsep pemikiran sistem pendidikan yang mutakhir. 5. Bagaimana konsultasi oleh guru bimbingan dan konseling? e. Evaluasi dapat dilakukan pada skala yang lebih kecil. Bagaimana program bimbingan dilaksanakan? c. Menurut konteks pengertian pribadi. 2000).usaha pendidikan yang paling dibutuhkan saat ini dan yang akan datang. terutama pengarusutamaan (mainstraim) perkembangan kemandirian siswa. Evaluasi program merupakan penelitian terapan. Salah satu alasan bahwa evaluasi program dipandang sebagai alat berharga bagi Konselor karena evaluasi dapat dianggap sebagai suatu jenis penelitian tindakan yang dimaksudkan untuk memantau dan meningkatkan program atau layanan bimbingan dan konseling yang diselengarakan. Objek Utama Evaluasi Bimbingan dan Konseling Sebuah pertanyaan yang tidak mudah dijawab adalah “Bagaimana Konselor menunjukkan bukti bahwa program bimbingan dan konseling telah memberikan perubahan di sekolah?” evaluasi program adalah salah satu proses yang dapat digunakanuntuk membantuKonselorsekolahdalam memberikan bukti ini. Bagaimana koordinasi dilakukan dengan pihak lain? 153 .

Konselor semakin dituntut untuk menunjukkan bahwa pekerjaan mereka memberikan kontribusi atas keberhasilan siswa. Ketika seorang guru bimbingan dan konseling memiliki komptensi yang dijelaskan diatas. evaluasi program. 6. Bagaimana penilaian kebutuhan (need assessment) dilakukan? g. dan berkomitmen terhadap perubahan dan perkembangan diri. Terakhir. baik dibidang akademik. dan program tersebut harus berfungsi penuh untuk mencapai hasil yang diinginkan. Bagaimana standar professional guru bimbingan dan konseling? Evaluasi kinerja guru bimbingan dan konseling menjadi bagian penting dari evaluasi program bimbingan dan konseling komprehensif. menggambarkan cara konselor disupervisi dan dievaluasi. Evaluasi Kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor Agar kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor efektif. 154 . bagaimana mereka berhubungan dan berinteraksi satu sama lain akan menjadi lebih penting lagi. sekolah. evaluasi personil.f. Tiga jenis evaluasi diperlukan konselor untuk menunjukkan bahwa pekerjaan mereka dalam kerangka program bimbingan dan konseling komprehensif serta memberikan kontribusi untuk keberhasilan siswa secara keseluruhan. review terhadap status program kaitannya dengan standar program yang ditetapkan untuk memastikan sejauh mana program dilaksanakan. Bagaimana sikap professional guru bimbingan dan konseling? h. soaial dan karir. Kedua. berfokus pada dampak kegiatan dan pelayanan bimbingan dan konseling bagi siswa. Setiap jenis evaluasi itu penting. Konselor harus memiliki kemampuan komunikasi yang efektif dengan orang lain dari semua level dan latarbelakang suku yang berbeda. maka kemungkinan memiliki program bimbingan dan konseling yang efektif akan meningkat. ketiga adalah evaluasi hasil. Pertama. dan masyarakat. Evaluasi personil ditambah evaluasi program sama dengan evaluasi hasil. guru bimbingan dan konseling atau konselor harus memiliki karakteristik kepribadian sebagai berikut: hangat dan penuh pemahaman. Personel sebuah program harus melakukan pekerjaan program. menampilkan sikap penerimaan dan optimis terhadap potensi siswa dan percaya bahwa siswa dapat berubah ke arah yang positif. pribadi.

(3) perencanaan individual (4) dukungan sistem. sumber daya fisik. atau pada masalah yang mengganggu perkembangan akademis. Konselor berkolaborasi dengan yang lainnya untuk menentukan keseimbangan diantara empat komponen tersebut untuk memenuhi kebutuhan siswa dan komunitas sekolah. mengevaluasi dan mengadvokasi program bimbingan perkembangan komprehensif termasuk 4 komponen berikut (1) kurikulum bimbingan (layanan dasar). Bidang Bimbingan. dalam memberikan bimbingan. Managemen program menuntut personel yang terorganisir. karir. dana yang memadai dan materi bimbingan. Konselor menggunakan bimbingan untuk layanan menyediakan aktivitas pengembangan yang tepat melalui bidang komprehensif. Konselor secara proaktif membantu siswa untuk mengembangkan dan mengaplikasikan keterampilan untuk pencapaian pendidikan karir. Bidang manajemen (pengelolaan) program. a. konselor merencanakan. pribadi dan 155 . c. dan aktivitas dalam rangka memenuhi kebutuhan. pribadi. dan pertumbuhan sosial selama sekolah dan setelahnya. mengimplementasikan. Bidang Konseling. berfokus pada pribadi. konseling adalah intervensi yang diberikan kepada dasar dan perncanaan individual dalam program bimbingan dan konseling seluruh siswa yang membutuhkannnya. (2) layanan responsif. termasuk hubungan interpersonal yang baik dengan staf. Guru bimbingan dan konseling menggunakan kompetensi managemen program dalam komponen dukungan sistem pada program bimbingan dan konseling komprehensif. Guru bimbingan dan konseling yang bekerja dalam lingkungan yang positif akan memiliki kebebasan untuk membuat kontribusi yang unik terhadap program pendidikan dan terhadap pertumbuhan dan perkembangan siswa. guru bimbingan dan konseling harus berada dalam lingkungan kerja yang postif. b.Dalam rangka mengimplementasikan program dengan efektivitas yang optimal. Delapan bidang berikut merupakan tanggungjawab seorang guru bimbingan dan konseling profesional. administrasi yang mendukung terhadap program bimbingan dan konseling. prioritas dan objektivitas dalam rangka menjaga kontribusi program bimbingan dan konseling terhadap program pendidikan secara keseluruhan.

kriteria. d. Bidang Standar Profesional. dan dukungan sistem 156 . dan deskriptor kinerja konselor dalam program bimbingan dan konseling komprehensif? Untuk menggambarkan. Guru bimbingan dan konseling menggunakan kompetensi konselingnya dalam komponen layanan responsif pada program bimbingan dan konseling komprehensif. Konselor mengumpulkan informasi yang relevan dari komunitas sekolah terkait dengan perkembangan dan kebutuhan siswa e. Konselor menginterpretasi hasil tes dan data lainnya tentang siswa dalam mengambil keputusan. layanan responsif. mengadvokasi siswa dan merupakan ahli profesional dalam membantu staf. pribadi dan sosial. Pengembangan Standar Dan Kreteria Keberhasilan Seperti apa standar.sosial. dan beberapa deskripsi berdasarkan pedoman evaluasi kinerja konselor. f. berikut ini adalah dua contoh standar. kriteria. petugas administrasi. 7. Bidang konsultasi. orang tua dan komunitas sekolah lainnya dalam memahami perilaku individu dan hubungan diantara manusia. Perilaku profesional. Konselor sebagai koordinator. Guru bimbingan dan konseling yang profesional menggunakan standar yang profesional dalam semua komponen proram bimbingan dan konseling komprehensif. Konselor berfungsi sebagai konsultan. Deskripsi Standar managemen program: Standar 1 : merancang program bimbingan dan konseling komprehensif yang seimbang yang termasuk layanan dasar. mengkoordinasikan personel dan sumberdaya yang ada di rumah. Bidang Koordinasi. Guru bimbingan dan konseling yang g. h. perencanaan individual. Bidang profesional menerima tanggung jawab untuk selalu mengembangkan profesionalitasnya melalui usaha yang berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensinya. karir. dan komunitas untuk mendukung optimalisasi perkembangan siswa dalam bidang akademik. sekolah. Bidang Asesmen.

memonitor dan mengelola perkembangan akademis siswa. Standar 4 : Membimbing siswa secara individu dan kelompok beserta orang tua dalam merencanakan. Deskripsi Bidang Bimbingan Standar 1 Standar 2 Standar 3 : Merencanakan kelompok materi yang terstruktur : Memberikan kelompok materi yang efektif dan diberikan pada layanan dasar : Melibatkan siswa. masyarakat danlain-lain. orang tua. guru.Deskripsi : 1. Standar 2 Standar 3 Standar 4 Standar 5 : Implementasi program : Evaluasi dan pengembangan berkelanjutan : Pengembangan area kontent program : pengelolaan personel dan sumber daya Standar 6 : Kolaborasi guru bimbingan dan konseling dengan personel sekolah. Standar 7 : Mengadvokasi program Bimbingan dan Konseling komprehensif. Membuat tujuan program 4. siswa. sekolah dan komunitas sekolah 3. Merancang prioritas program bimbingan 2. Berkolaborasi dengan komponen sekolah lainnya 5. terstruktur yang 157 . Mendapatkan dukungan dana bagi pelaksanaan program. orang tua dan yang lainnya untuk mempromosikan implementasi bimbingan klasikal. Penilaian terhadap kebutuhan siswa.

dan komunitas sekolah lainnya dalam rangka membantu meningkatkan efektifitas pendidikan siswa.Standar 5 : Membimbing siswa secara individu dan kelompok beserta orang tua dalam merencanakan. perilaku individual. 158 . pribadi dan sosial. pencegahan. lingkungan sekolah dan hubungan antara manusia. atau konseling krisis. Standar 3 : kolaborasi dalam mengadvokasi individu siswa dan kelompok siswa tertentu. Deskripsi bidang konseling Standar 1 : Menggunakan teori yang dapat diterima dan tekhnik yang efektif untuk membantu perkembangan individu. Standar 2 : Berkonsultasi dengan personel sekolah. Standar 7 : Menggunakan teori dan teknik yang efektif untuk mempromosikan perkembangan siswa dalam bidang karir. memonitor dan mengelola perkembangan karir siswa Standar 6 : Membimbing siswa secara individu dan kelompok beserta orang tua dalam merencanakan. remedial. personel sekolah. Deskripsi Bidang Konsultasi Standar 1 : Berkonsultasi dengan orang tua. orang tua dan komunitas sekolah lainnya untuk membantu memahami perkembangan siswa. memonitor dan mengelola perkembangan pribadi sosial siswa. remedial atau konseling krisis Standar 2 : Menggunakan teori yang dapat diterima dan tekhnik yang efektif untuk membantu perkembangan kelompok. pencegahan. akademis.

Bidang tindakan Profesional Standar 1 : Menunjukan profesionalisme. personel sekolah. Deskripsi Bidang penilaian siswa (assessment) Standar 1 : Menggunakan standar yang profesional. Deskripsi Bidang Koordinasi Standar 1 : Mengkoordinir orang dan sumber lainnya di sekolah. dan anggota komunitas sekolah.2. rumah dan komunitas lainnya untuk mendukung kesuksesan siswa. aturan. Standar 3 : Menjaga hubungan yang profesional diantara petugas administrasi. legal dan etis dalam melakukan penilaian (assessment) Standar 2 Standar 3 : Menginterpretasi hasil tes : Memberikan pemahaman mengenai hasil tes dan data penilaian lainnya kepada personel sekolah dan orang tua. termasuk komitmen untuk mengembangkan profesionalitas. Bidang Standar Profesional Standar 1 Standar 2 : Mendukung standar yang legal termasuk kebijakan sekolah : Mendukung standar. Standar 2 : Mengadvokasi lingkungan sekolah yang memberikan pemahaman dan penghormatan terhadap perbedaan. guru. dan prosedur di sekolah. 159 . Standar 2 : Menggunakan proses yang efektif ketika mereferal siswa.

menggunakan strategi pembelajaran yang efektif. … dst … Konselor profesional: 1. 3. dan beberapa deskripsi berdasarkan pedoman evaluasi kinerja Konselor. komunikasi dan hubungan interpersonal yang profesional. kriteria. Konselor profesional mendorong keterlibatan staf sekolah untuk memastikan pelaksanaan pelayanan dasar efektif KRITERIA Konselor profesional mengajarkan unit bimbingan secaraefektif. dan deskriptor kinerja Konselor dalam program Bimbingan dan Konseling komprehensif? Untuk menggambarkan. DESKRIPTOR Konselor profesional: 1. dan Deskriptor Kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor STANDAR Konselor profesional menerapkan Komponen Kurikulum Bimbingan (Layanan Dasar) melalui penggunaan keterampilan pembelajaran yang efektif dan perencanaan sesi kelompok terstruktur yang cermat untuk semua siswa. 2. mengatur unit bimbingan yang harus dikuasai siswa berdasarkanpada kebutuhan siswa. (catatan: standar ini untuk program bimbingan kelas/kelompok). menetapkan suatu lingkungan belajar yang kondusif bagisiswa melalui penggunaan manajemen kelas yang efektif. berikut ini adalah dua contoh standar. Kriteria. 160 . bekerja sama dengan atau membantu guru dalam mengembangkan unit pengajaran dan/atau bimbingan secara efektif. Tabel 4. Standar 4 Standar 5 Standar 6 : Mengikuti standar etik organisasi profesi : Menunjukan kinerja yang profesional dan bertanggungjawab : Menggunakan keterampilan menulis.  Pengembangan Standar Dan Kreteria Keberhasilan Seperti apa standar. kriteria.1 Standar. 1.Standar 3 : Berkomitmen terhadap standar profesional terbaru dalam hal kompetensi dan praktek.

kriteria. dan karier mereka. Layanan konseling individu tersedia untuk semua siswa yang mungkin mengalami masalah yang mengganggu perkembangan pribadi. sosial. dan karier mereka. dan deskriptor harus ditemukan dalam dokumen pedoman evaluasi formatif dan sumatif. Konseling kelompok kecil tersedia untuk semua siswa yang mungkin mengalami masalah yang mempengaruhiperkembangan pribadi. akademik. 4.STANDAR KRITERIA DESKRIPTOR 2. kriteria. Implementasi Implementasi Awal Parsial Penuh Untuk mengukur pencapaian kriteria konseling kelompok kecil digunakan skala 5: 1 2 3 4 5 Implementasi Implementasi Awal Parsial Implementasi Penuh Evaluasi konselor dengan menggunakan standar. dan deskripsi di program bimbingan dan konseling. menyediakan pelatihan in-service bagi guru mata pelajaran yang berhubungan dengan bimbingan dan metode pembelajaran dan bimbingan. 3. sosial. Pengembangan profesional berkelanjutan dan prosedur supervisi menggunakan standar. berfungsi sebagai resources tentang bahan yang memadai untuk unit-unit bimbingan yang diajarkan. belajar. dan karir. belajar. atas merupakan bagian dari evaluasi formatif. Evaluasi Proses dan Hasil Pelayanan Bimbingan dan Konseling Evaluasi program adalah prosedur yang digunakan untuk menentukan sejauh mana program bimbingan dan konseling komprehensif berfungsi sepenuhnya. sosial. Penilaian dibuat tentang status program dengan menggunakan standar evaluasi program dan kriteria yang bersumber langsung dari bahasa kerangka program 161 . Sementara evaluasi sumatif dari proses evaluasi kinerja konselor ada pada akhir 8. … dst … Untuk mengukur pencapaian kriteria konseling individual digunakan skala 5: 1 2 3 4 5 Implementasi Siswa memiliki akses untuk memperoleh layanan responsif yang membantu mereka dalam menangani isu-isu dan masalah yang dapat mempengaruhi perkembangan pribadi.

selanjutnya skala dibuat untuk setiap kriteria yang dapat berkisar dari 5 sampai 6 atau 7 poin. berikut ini adalah contoh standar dengan beberapa contoh kriteria. Sebuah panduan skoring juga dapat mencakup contohcontoh bukti yang evaluator harapkan temukan bersama dengan dokumentasi yang diperlukan untuk menunjukkan sejauh mana standar dan kriteria telah dipenuhi. sosial. Standar 2: Siswa memiliki akses untuk memperoleh layanan responsif yang membantu mereka dalam mengatasi masalah dan kecemasan yang dapat mempengaruhi perkembangan pribadi. 2006). Apakah evaluasi 162 . Kriteria 1: Konseling kelompok kecil tersedia untuk semua siswa yang mungkin mengalami masalah yang mengganggu perkembangan kesehatan mereka. Kadang-kadang pedoman skoring disediakan sehingga mampu menjelaskan apa yang harus evaluator perhatikan dalam setiap titik skala. Kriteria 1: Layanan konseling individu tersedia untuk semua siswa yang mungkin mengalami masalah yang mengganggu perkembangan yang sehat mereka. dikembangkan skala7 poinsebagai berikut: 1 Mulai Dilaksanakan 2 3 4 5 6 7 Sebagian Dilaksanakan Sepenuhnya Dilaksanakan Kapan dan seberapa sering kita harus melakukan evaluasi program bergantung pada tujuanyang ingin dicapai. Setelah standar dan kriteria dipilih yang sepenuhnya mewakili program bimbingan dan konseling komprehensif. Untukmenilaisejauh manasetiap kriteriadi atas dicapai. Kita dapat menggunakan evaluasi program untuk menentukan apakah program Bimbingan dan Konseling sekolah kita telah memenuhi standar dan kriteria sebagaimana telah ditetapkan. akademik. Kecukupan standar dan kriteria evaluasi program diperlukan untuk memastikan bahwa panduan program bimbingan dan konseling komprehensif lengkap dan sepenuhnya diwakili oleh standar dan kriteria tersebut. Seperti apa standar evaluasi program teresebut? Untuk menggambarkan.bimbingan dan konseling komprehensif (Gysbers & Henderson. dan karir mereka.

maka rencana perlu menyertakan hasil spesifik yang diinginkan. Perubahan positif dalam hal-hal di atas diantisipasi sebagai hasil dari partisipasi siswa dalam program bimbingan dan konseling komprehensif. perilaku disiplin. Dokumen-dokumen ini berisi hasil yang direncanakan untuk mencapai. kemampuan siswa dalam mengambil keputusan. Hasil evaluasi program menunjukkan di mana kemajuan telah dibuat atau aspek apakah yang kurang menunjukkan kemajuan dari keseluruhan program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling komprehensif. seharusnya dilakukan evaluasi. akan mampu melihat apakah program yang telah ditetapkan mampu dilaksanakan dengan baik. Terhadap setiap pelayanan yang kita gelar. terutama pada prestasi akademik mereka? Hasil yang biasanya dibahas dalam evaluasi hasil meliputi tingkat kehadiran di kelas. dan jenis laporan yang bagaimana yang akan disiapkan dan kepada siapa akan disajikan. nilai rata-rata. Sebuah rencana evaluasi 163 . Jika pendekatan ini yang dipilih. Hasil yang diharapkan harus sudah dibahas dalam rencana kegiatan bimbingan dan konseling untuk melakukan perbaikan pernyataan misi dan/atau rencana strategis bimbingan dan konseling. bagaimana data akan dikumpulkan dan dianalisis. Evaluasi Hasil Evaluasi hasil merupakan prosedur yang digunakan untuk menjawab pertanyaan “Apa dampak program bimbingan dan konseling komprehensif (kegiatan dan layanan) terhadap keberhasilan dan kemandirian siswa. Sebuah rencana evaluasi hasil dapat difokuskan pada bimbingan khusus dan kegiatan konseling atau layanan yang dipilih sehingga hasil yang spesifik dapat diidentifikasi dalam rencana perbaikan komprehensif atas segala layanan bimbingan dan konseling. nilai tes prestasi belajar.program dilakukan tahunan atau berkala. dan perilaku siswa di kelas/sekolah. bagaimana desain evaluasi yang akan digunakan. Disarankan bahwa konselor mengembangkan dan melaksanakan rencana evaluasi berbasis hasil sebagai bagian dari pelaksanaan keseluruhan bimbingan dan konseling komprehensif mereka. bagaimana kegiatan atau layanan akan diberikan dan diberikan oleh siapa. kegiatan atau layanan yang akan digunakan untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Program ini memungkinkan kita untuk memasukkan data hasil dan melakukan berbagai prosedur statistik yang sesuai. Jenis pertama adalah data proses yang menggambarkan kegiatan bimbingan dan konseling dan layanan apa. berbagai grafik dapat dibuat untuk menunjukkan hubungan dari data hasil evaluasi dengan hasil lainnya. Bidang umum untuk dirinci adalah sebagai berikut: 1. dan 8. Tingkat kelas. Jenis kelamin. Bahasa lisan di rumah. Selain itu. Pemerincian data merupakan langkah penting dalam analisis data karena memungkinkan kita untuk melihat jika ada siswa yang tidak melakukan sesuatu sebagaimana siswa lainnya. dan untuk siapa diberikan.hasil juga dapat lebih fokus pada dampak luas bimbingan dan konseling ke seluruh program pendidikan sekolah. 3. Sebuah alat yang penting untuk analisis data hasil adalah program pencatatan hasil seperti Microsoft Excel. 4. beberapa jenis data dapat digunakan. orang tua. Pendidikan khusus yang pernah diterima. 7. rencana evaluasi hasil perlu menekankan bagaimana hasil data akan digunakan. atau orang lain pikirkan atau rasakan tentang kegiatan dan layanan serta pekerjaan konselor. nilai rata-rata di kelas. Data hasil merupakan jenis ketiga. Dalam merancang rencana evaluasi hasil. kepala sekolah. kapan diberikan. Pekerjaan (catatan program pekerjaan sepanjang sejarah hidup anak). Jenis yang kedua adalah data persepsi. Semua jenis data berguna dalam memastikan dampak program bimbingan dan konseling komprehensif terhadap perilaku siswa. dan minat serta kepribadian siswa. Data proses memberikan bukti bahwa kegiatan dan layanan bimbingan dan konseling benar-benar disediakan. bakat. Status sosial ekonomi. yang memberitahu kita apa yang siswa. 5. misalkan data ainteligensi siswa. 6. Salah satu penggunaan data tersebut untuk menunjukkan 164 . tingkat kedisiplinan. Etnis. yaitu perilaku sebenarnya dari siswa yang diukur dengan tingkat kehadiran. guru. Guru-guru yang pernah mengajarnya. 2. dan skor tes prestasi. Akhirnya.

Jadi asesmen dan evaluasi terhadap program dan hasil bimbingan dan konseling akan sangat berguna untuk membuat dan meningkakan program bimbingan dan konseling sekolah. Instrumen Evaluasi Program Dan Hasil Tabel 4. 9.2 Contoh Instrumen Pengelolaan Program NO 1 Pernyataan Guru bimbingan dan konseling membuat rancangan program bimbingan dan konseling 2 Guru bimbingan dan konseling melaksanakan need assessment terhadap kebutuhan siswa 3 Guru bimbingan dan konseling melaksanakan need assessment terhadap kebutuhan sekolah 4 5 Guru bimbingan dan konseling membuat tujuan program Guru bimbingan dan konseling berkolaborasi dengan komponen sekolah lainnya dalam membuat tujuan program 6 Guru bimbingan dan konseling mengembangkan kalender tahunan 7 Guru bimbingan dan konseling menggunakan keterampilan organisasi yang efektif 8 Guru bimbingan dan konseling memilih aktivitas yang sesuai dengan prioritas kebutuhan siswa dan sekolah 9 Guru bimbingan dan konseling membuat rancangan program dengan waktu yang sesuai dan efektif Jawaban ya tidak 165 . Yang kedua adalah bagaimana data digunakan untuk meningkatkan program bimbingan dan konseling komprehensif saat ini.kontribusi Konselor terhadap tujuan pendidikan seperti yang disajikan dalam rencana perbaikan komprehensif sekolah.

22 Guru bimbingan dan konseling mengevaluasi kinerja secara berkala 166 .NO 10 Pernyataan Guru bimbingan dan konseling bertanggung jawab memberikan layanan kepada siswa sesuai dengan kbutuhannya Jawaban ya tidak 11 Guru bimbingan dan konseling menggunakan instrumen untuk mendapatkan informasi dari siswa 12 Guru bimbingan dan konseling menggunakan hasil evaluasi untuk memperkokoh tujuan. guru. petugas administrasi dan komponen sekolah lainnya mengenai program bimbingan 21 Guru bimbingan dan konseling menghargai keahlian dan profesionalitas personel sekolah lainnya. prioritas dan praktek program bimbingan secara efektif dan akurat 20 Guru bimbingan dan konseling menginformasikan kepada siswa. petugas administrasi dalam menjalankan program 16 Guru bimbingan dan konseling mengevaluasi penguasaan siswa terhadap materi program bimbingan 17 Guru bimbingan dan konseling menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien 18 Guru bimbingan dan konseling menerima saran dengan fikiran terbuka 19 Guru bimbingan dan konseling menjelaskan filosofi. strategi dan aktivitas 13 Guru bimbingan dan konseling mengukur hasil bimbingan secara sistematis dan berkala 14 Guru bimbingan dan konseling merancang program yang memungkinkan siswa ikut terlibat aktif di dalamnya 15 Guru bimbingan dan konseling berkolaborasi dengan guru.

NO 23 Guru bimbingan Pernyataan dan konseling menganalisis dan Jawaban ya tidak menginterpretasi data siswa 24 Guru bimbingan dan konseling merancang aktivitas yang dapat membantu siswa secara efektif 25 Guru bimbingan dan konseling menjaga sarana dan fasilitas yang tersedia 26 Guru bimbingan dan konseling menggunakan materi yang tepat dalam mengimplementasikan program 27 Guru bimbingan dan konseling membuat kesimpulan dari data yang didapatkan dari siswa 28 Guru bimbingan dan konseling membuat rekomendasi dari data yang didapatkan dari siswa 29 Guru bimbingan dan konseling memberikan dukungan terhadap guru bimbingan dan konseling baru (in-training) 30 Guru bimbingan dan konseling menjelaskan kontribusi yang dapat diberikan oleh personal sekolah Tabel 4.3 Contoh Instrumen perencanaan individual NO 1 Pernyataan Apakah terdapat proses yang sistematis yang dapat membantu siswa mengembangkan rencana belajarnya? 2 3 Apakah terdapat sistem perencanaan individual di sekolah Apakah terdapat sistem yang dapat melibatkan orang tua siswa? 4 Apakah guru bimbingan dan konseling melaksanakan aktivitas Jawaban ya tidak 167 .

.. dan dukungan sistem”.......NO Pernyataan penilaian (Need Assessmenet) Jawaban ya tidak 5 6 Apakah guru bimbingan dan konseling melaksanakan konsultasi Apakah siswa guru bimbingan dan konseling melaksanakan identifikasi tujuan karir jangka pendek dan jangka panjang bagi 7 Apakah guru bimbingan dan konseling membantu siswa dalam mendapatkan pendidikan karir 8 Apakah guru bimbingan dan konseling berkolaborasi dengan orang tua 9 Apakah guru bimbingan dan konseling membantu siswa dalam membuat rencana pribadi siswa yang direvisi paling tidak setahun sekali 10 Apakah tersedia prosedur dalam proses perencanaan individual D... buatlah deskripsi dari standar-standar tersebut! 1) Bidang Manajemen Program Standar 1 “Merancang program bimbingan dan konseling komprehensif yang seimbang meliputi layanan dasar...................................................................................... perencanaan individual............................................. 168 .. d) ......................................................... LATIHAN Di bawah ini terdapat standar-standar yang harus dicapai dari masing-masing bidang............................................. b) ................... layanan responsif............................... Deskripsi: a) ............ c) ......................................

................................................................................... d) .................................................... Deskripsi: a) ......................................................................................................... c) ............... f) Dst.................................................. e) ....................... b) ......................... 169 .e) ...................................................................................... f) Dst.. e) .... Deskripsi: a) ..................... b) .............................................................................................................................................................................................. Standar 2 “Mengimplementasikan program yang telah dirancang”.......................................................................................................................................... d) ...................... f) Dst................................................................ Standar 3 “Evaluasi dan pengembangan berkelanjutan”... c) .........................................................

.......................................... Deskripsi: a) ........... Standar 2 “Memberikan kelompok materi yang efektif dan terstruktur yang diberikan pada layanan dasar”.................................. e) ................................ 170 ....................................................................................................................................................................................................... Deskripsi: a) ................................... e) ................. orang tua dan yang lainnya untuk mempromosikan implementasi bimbingan klasikal”.............. c) ... f) Dst............................... b) ............................................................................................. guru................................... c) .................................................................................................... d) ................................................................................. b) .......................... f) Dst...........................2) Bidang Bimbingan Standar 1 “Merencanakan kelompok materi yang terstruktur”....... Standar 3 “Melibatkan siswa.... Deskripsi: a) ...................................................................................... d) ..................................................................

.......................b) ............................ dan komunitas sekolah lainnya dalam rangka membantu meningkatkan efektivitas pendidikan siswa”.. c) ........... e) ................................... d) ....................... personel sekolah.......................................... Deskripsi: a) ................................ b) ................................................... c) ................................................................. Deskripsi: a) ................................................................................................................................ 3) Bidang Konseling Standar 1 “Menggunakan teori yang dapat diterima dan tekhnik yang efektif untuk membantu perkembangan individu.......... d) ................................................................................................. e) Dst................................. f) Dst........................... b) ................................................................................................................... 171 ............. pencegahan...................................................................................................................................................................... remedial atau konseling krisis”.......... 4) Bidang Konsultasi Standar 1 “Berkonsultasi dengan orang tua........................... c) ......

....................................................................................................................................................................... rumah dan komunitas lainnya untuk mendukung kesuksesan siswa”.......................................................... f) Dst............................................ f) Dst............................................................... e) ...............d) ...................................... 172 ................... legal dan etis dalam melakukan penilaian (asessment)”........................................................................ c) ....................................................................................................................... 5) Bidang Koordinasi Standar 1 “Mengkoordinir orang dan sumber lainnya di sekolah............. e) ......................................... c) ................................................................................. b) ......... d) ...................................... b) ............................................. d) ...... 6) Bidang Penilaian Siswa (Assessment) Standar 1 “Menggunakan standar yang profesional................................................................................... Deskripsi: a) .............................. Deskripsi: a) .

.......................... d) ...................................................................................... 7) Bidang Tindakan Profesional Standar 1 “Menunjukan Deskripsi: a) ..................................... b) .................................................... termasuk komitmen untuk mengembangkan profesionalitas”....... f) Dst..... e) Dst............................................................................................. 173 ......e) ....................................... c) ........ profesionalisme....... e) Dst..................................................... 8) Bidang Profesional Standar 1 “Mendukung standar yang legal termasuk kebijakan sekolah”................................................. d) ................................................. Deskripsi: a) ..................................................................... c) .............................................................................................................................................................. b) ............................

......................................... b) ................................................................................. c) ............................................................................. d) .. c) ..................................Standar 2 “Mendukung standar............................ b) ...................................................................................................... e) .......................... f) Dst.......... e) ......... Standar 3 “Berkomitmen terhadap standar profesional terbaru dalam hal kompetensi dan praktek”........ aturan................................................................................................................................................................. dan prosedur di sekolah”........................ f) Dst.............................. d) .................. 174 ........................................................................................................................................ Deskripsi: a) ................................................... Deskripsi: a) ...................

175 .

International Journal for The Advancement of Counseling.W.ncat. Angkatan dan Status Masuk dengan Kegiatan Belajar Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP UNP. Madison Avenue.F.DAFTAR PUSTAKA AACE.J. Theory & Practice of Group Counseling. Belmont. Educational Psychology. 2005. Gerald. 2002. Corey. & Kevin A. & Bradly. Laporan Penelitian (Tidak diterbitkan). 2007. J. R. San Fransisco: Jessev-Base. Bimbingan dan Konseling Berbasis Kompetensi. Fall. Jakarta: Depdiknas Depdiknas. Garry L. Assessment of secondary school student needs in Kwara State. Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling . Malang: Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. http://aace. Landreth. 2011. CA: Brooks/ Cole Cronbach. Hanbook of Psychological Assesment. Hubungan Sejumlah Karakteristik Mahasiswa. New York: Routledge. Daharnis. 1963. Theory and Practice of Counseling and Psychotherapy . 2003.H. & Travers. Nigeria. Berg. 2006. Pembelajaran. 1996. C. Kegiatan Belajar dan Prestasi Belajar Mahasiswa Universitas Negeri Padang. 7: 147-157.. T. Corey.E. Pengembangan Tes Lokal. J. Jurusan BK FIP UNP Depdiknas. Tesis tidak diterbitkan. Fourth Edition. Hubungan Aspirasi. B. Belmont.F. Pengembangan Instrumen dan Program Analisis Sosiometri untuk Bimbingan dan Konseling di Sekolah (Studi pada SMP dan SMA di Kota Padang). Jakarta: Depdiknas Djoemadi Darmodjo. Persepsi. S. Disertasi tidak diterbitkan. Daharnis. Padang. Design Evaluation of Educations & Social Program . Bahan Pelatihan Sertifikasi Tes bagi Konselor Pendidikan.. Gerald.R. Robert. 2012. L. Kondisi Lingkungan. dalam Mamat Supriatna. Madison: Brown & Benchmark Furqon dan Yaya Sunarya. Littlefield. UNP Elliot. Rambu-rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Locus of Control.. Malang: PPS UM Eko Susanto. Jakarta: Rajawali Press Gerald Goldstein & Michel Hersen (eds). 2009. Pengembangan Instrumen Asesmen Perkembangan Siswa. 2004. 2011. 2011.edu Ahia. CA: Thomson Higher Education. 1984. 2011. Kratochwill. Competencies in Assessment and Evaluation for School Counselor . New York: Elsevier Science 176 . Group Counseling Concepts and Procedures. 2000.

Hubungan Persepsi Siswa tentang Penerapan High-Touch oleh Wali Kamar dengan Penyesuaian Diri Siswa di Asrama serta Implikasinya dalam Bibingan dan Konseling di SMP Pesantren Modern Terpadu Prof. 2011. UNP Nina W. C. 2003.Brown. 2010. VA: ACA. 2005. 2004. Developing and Managing your School Guidance and Counseling Program (4th Ed). Louis. Comprehensive Guidance and Counseling Program Evaluation: Program + Personnel = Results . 2007. Penajaman Teknik Konseling dan Psikoterapi.. London: Routledge Falmer ILO. Randall L. Dr. 2010. Psychoeducational Groups: Process And Practice. Materi Pelatihan bagi Psikiater Februari sd Mei 2007 di PPS UM Malang Kelly Coker J.Gysbers. Counselling Pupils in Schools: Skills and strategies for teachers New Fetter Lane. Padang. Panduan Pelayanan Bimbingan Karir Bagi Guru Bimbingan Konseling/Konselor pada Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah . Raka. Article Kemendiknas. A lexandria. in St. dan P. Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru (Buku 2): Penilaian Kinerja Guru (PK GURU). Jakarta: Organisasi Perburuhan Internasional Imam Hanuji. Jakarta: Kemendiknas Mudjiran dkk. Joni. Norman C. Metodologi Penelitian. Article Hornby. Hoskins. 2011. N.2003. Hamka Kabupaten Padang Pariaman. New York: Brunner-Routledge Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 03/V/Pb/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar isi Permendiknas Nomor 27 tahun 2008 Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor 177 . Norman C. and Patricia Henderson. A. Carol Hall. Gysbers. Tesis (Tidak diterbitkan). Astramovich. Triyono. 2006. Praktik Instrumentasi dalam Konseling. T. Comprehensive Guidance and Counseling Programs:The Evolution of Accountability. Second Edition. A version of this article was presented at the ACES/ASCA School Counseling Research Summit on June 28–29. Padang: UNP Muri Yusuf . and Wendy J.. Henderson. 2003. Garry. MO. Gysbers. and Eric Hall . Padang: Universitas Negeri Padang. Introducing the Accountability Bridge Model: A Program Evaluation Framework for School Counselors. Limas Sutanto.

& Stone. Rudisill.Prayitno. Carrie Mason-Sears. 2003. Pengembangan Alat Ukur Psikologis. Consultation Skills for Mental Health Professionals. 2006. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Prayitno. U. Jenis Layanan dan Kegiatan Pendukung Konseling . Rosemary A.dkk. 2004. B. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. Model Pengembangan Diri. Yogyakarta: Media Abadi Wayan Nurkancana. Counseling Techniques: Improving Relationships With Others. Manajemen dalam Bimbingan dan Konseling . 2004.1993. And Our Environment. 2010. Effective Interviewing: A Handbook of Skills and Techniques. W. Richard. Pemahaman Individu. 2004.M Sri Hastuti. New Jersey : John Wiley & Sons. Jakarta: Bina Sumber Daya MIPA. Yogyakarta: Andi Syaifuddin Azwar. 2012. 1981. Hoboken. Jakarta: Puskur Robert Edenborough. Our Families.C. Seri Pemandu Pelaksanaan Pelayanan Bimbingan dan Konseling di SMK. 2011. Inc. Asesmen dan Pemahaman Individu.Winkel & M. 2008.S. Draft Belum Diterbitkn Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional W. Thompson. 2010. London: Clays Ltd. Ourselves.. Boston: Houghton Mifflin Company Suherman. Padang: UNP Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. Fundamental of Guidance. Madison Avenue. Bandung: Madani Sumadi Suryabrata. John R. S.. Shertzer. Penyusunan Skala Psikologi. New York: Routledge Sears.Surabaya: Usaha Nasional 178 . 2002.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful