BAB I ASESMEN DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING

A. PENGANTAR Bimbingan dan konseling merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan pada setiap jenis, tingkat dan satuan pendidikan. Penyelenggara utama bimbingan dan konseling adalah guru bimbingan dan konseling (BK) atau konselor. Berbagai ketentuan, aturan dan pedoman resmi tentang keberadaan dan pelaksanaan tugas guru BK atau konselor, antara lain dapat dirujuk pada Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar isi, Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru, Permendiknas Nomor 27 tahun 2008 Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor, Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru Dan Angka Kreditnya, Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 03/V/Pb/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya dan Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru (PK Guru) yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 2010 (Buku 2: Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru). Penyelenggaraan tugas guru BK harus didukung oleh sejumlah kompetensi yang dapat dikelompokkan ke dalam empat kompetensi utama dengan segenap penjabarannya, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi profesional, dan kompetensi kepribadian. Salah satu kompetensi profesional guru bimbingan dan konseling atau konselor adalah menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli (Permendiknas Nomor 27 tahun 2008). Uraian dan pembahasan pada bab ini dimaksudkan untuk meningkatkan sebagian dari kompetensi tersebut, dan terutama untuk penerapannya dalam penyelenggaraan pelayanan konseling di sekolah.

BIMTEK GURU BK SMK 2012

1

B.

KOMPETENSI, SUB KOMPETENSI DAN INDIKATOR Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor (SKAKK) dikemukakan salah satu kompetensi profesional konselor adalah menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli. Sedangkan penjabaran dari kompetensi tersebut adalah: 1. menguasai hakikat asesmen 2. memilih teknik asesmen, sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling 3. menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling 4. mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalah-masalah konseli 5. memilih dan mengadministrasikan teknik asesmen pengungkapan kemampuan dasar dan kecenderungan pribadi konseli 6. memilih dan mengadministrasikan instrumen untuk mengungkapkan kondisi aktual konseli berkaitan dengan lingkungan 7. mengakses data dokumentasi tentang konseli dalam pelayanan bimbingan dan konseling 8. menggunakan hasil asesmen dalam pelayanan bimbingan dan konseling dengan tepat 9. menampilkan tanggung jawab profesional dalam praktik asesmen Berpedoman pada isi program yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah, Direktorak Jenderal Pendidikan Menengah Subdit PTK SMK yang lebih mengarah pada bimbingan teknis (Bimtek), dan berdasarkan arahan dari Direktur Pembinaan PTK Dikmen, kompetensi yang menjadi fokus dalam Bimtek ini adalah berkenaan dengan pengembangan instrumen, pemilihan instrumen, penggunaan instrumen, himpunan data, dan pelaporan. Merujuk pada Buku 2 Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru, khusus untuk guru BK, indikator yang hendak dicapai dalam bimtek ini adalah sebagai berikut. 1. Guru BK/Konselor dapat mengembangkan instrumen nontes (pedoman wawancara, angket, atau format lainnya) untuk keperluan pelayanan BK. 2. Guru BK/Konselor dapat mengaplikasikan instrumen nontes untuk mengungkapkan kondisi aktual peserta didik/konseli berkaitan dengan lingkungan. 3. Guru BK/Konselor dapat memilih jenis asesmen (Instrumen Tugas Perkembangan/ITP, Alat Ungkap Masalah/AUM, Daftar Cek Masalah/DCM, atau instrumen non tes lainnya) yang sesuai dengan kebutuhan layanan bimbingan dan konseling. 4. Guru BK/Konselor dapat mengadministrasikan asesmen (merencanakan, melaksanakan, mengolah data) untuk

BIMTEK GURU BK SMK 2012

2

mengungkapkan potensi, kebutuhan, dan masalah peserta didik/konseli 5. Guru BK/Konselor dapat menampilkan tanggung jawab profesional sesuai dengan azas BK (misalnya kerahasiaan, keterbukaan, kemutakhiran, dll.) dalam praktik asesmen. C. MATERI 1. Pengembangan instrumen a. Data yang dikumpulkan Program bimbingan dan konseling harus disusun berdasarkan analisis data dan kebutuhan peserta didik/konseli. Untuk itu diperlukan data yang akurat dan memadai berkenaan dengan diri, potensi, kebutuhan dan permasalahan serta lingkungan konseli. Analisis data dan kebutuhan didahului dengan pengumpulan data dan need assessment dengan menggunakan berbagai instrumen. Banyak data yang diperlukan untuk penyusunan program bimbingan dan konseling. Data tersebut antara lain adalah identitas diri, keluarga, riwayat kesehatan, riwayat pendidikan, kecerdasan, bakat, minat, kepribadian, pengalaman dan lingkungan sosial, harapan dan cita-cita, hobi dan kebiasaan, serta masalah-masalah dan kebutuhan (Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor,2010). Menurut Furqon dan Yaya Sunarya (2011), data yang diperlukan untuk penyelenggaraan bimbingan dan konseling dapat dibedakan menjadi empat kelompok data, yaitu data pribadi, data kelompok, data umum, dan data khusus. Data pribadi adalah data atau keterangan secara lengkap dan menyeluruh yang menyangkut diri masing-masing siswa secara individual (perorangan), antara lain data identitas pribadi, keadaan fisik, data keluarga, riwayat pendidikan sebelumnya, dan riwayat kesehatan. Data kelompok menyangkut aspek tertentu dari sekelompok siswa, seperti gambaran menyeluruh tentang prestasi belajar siswa dalam satu kelas, hasil sosiometri, laporan penyelenggaraan hasil belajar kelompok, penyelenggaraan dan isi bimbingan dan konseling kelompok. Data umum (data lingkungan) merupakan data atau keterangan yang tidak secara langsung menyangkut diri siswa baik secara individual maupun secara kelompok, seperti informasi kesempatan mengikuti pendidikan dan pekerjaan, informasi keadaan lingkungan fisik-sosial-budaya. Sedangkan data khusus adalah keterangan tentang siswa dalam hal khusus, misalnya data tentang inteligensi, bakat, kebiasaan belajar, minat, hubungan sosial. Dikaitkan dengan fungsi pemahaman, data yang perlu dipahami dalam penyelenggaraan bimbingan dan konseling antara lain adalah kondisi diri, lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan masyarakat, informasi pendidikan dan pekerjaan (Prayitno, dkk., 2004; Tim Penyusun Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling, 2004). Di samping itu, W.S. Winkel dan M.M. Sri Hastuti (2010)
BIMTEK GURU BK SMK 2012 3

suasana kehidupan dalam keluarga. Apabila dikelompokkan untuk setiap bidang pengembangan siswa (pribadi. serta penyaluran dan pengembangannya kelemahan diri dan upaya penanggulangannya kemampuan mengambil keputusan dan pengarahan diri kepribadian (kepemimpinan. taraf ekonomi keluarga. (6) minat terhadap bidang studi dan bidang pekerjaan tertentu. (4) kemampuan intelektual dan kemampuan akademik. sosial. kesulitan-kesulitan yang dialami. (8) ciri-ciri kepribadian khusus. saudara-saudara. (9) kesehatan jasmani antara lain kesehatan pada umumnya. Furqon dan Yaya Sunarya (2011). efektif dan produktif b) kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial (di rumah. penyakit yang pernah diderita. Depdiknas (2007). ILO (2011). data yang diperlukan untuk pelayanan bimbingan dan konseling sebagai berikut. sikap. (4) tujuan. (3) taraf prestasi yang mempunyai kaitan dengan perencanaan pendidikan lanjutan dan penentuan pekerjaan/jabatan. (2) kondisi mental dan fisik siswa. (5) bakat khusus. kebiasaan. sekolah dan masyarakat) dengan menjunjung tinggi BIMTEK GURU BK SMK 2012 4 . (5) informasi karir dan pendidikan. hubungan sosial. (3) lingkungan dan hubungan sosial. (2) riwayat sekolah/pendidikan: seluruh jenjang pendidikan yang telah ditempuh termasuk lamanya. sikap dalam menghadapi permasalahan. keterampilan dan kemampuan belajar. bakat dan minat. watak. emosi. (2004). sosiabilitas) perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat Data untuk pengembangan sosial. gangguan pada alat indra. 1) a) b) c) d) e) f) g) 2) Data untuk pengembangan pribadi. tanggung jawab. dkk. meliputi: a) kemampuan berkomunikasi serta menerima dan menyampaikan pendapat secara logis.mengelompokkan data yang diperlukan untuk pelayanan bimbingan dan konseling adalah (1) latar belakang keluarga (data tentang orangtua. karakter. pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikis yang terjadi pada diri siswa pengenalan tentang kekuatan diri. seperti temperamen. nilai kehidupan. meliputi: kebiasaan dan sikap dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa pengenalan dan penerimaan perubahan. (7) pengalaman di luar sekolah. keadaan emosi. secara umum data atau keterangan yang diperlukan adalah (1) kebiasaan dan sikap dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. belajar dan karir). Prayitno. Ditinjau dari tujuan penyelenggaraan aplikasi instrumentasi dalam bimbingan dan konseling. (6) kondisi keluarga dan lingkungan.

bakat. di tempat praktik/magang. dunia kerja dan industri sesuai dengan pilihan pekerjaan dan arah pengembangan karir Data untuk pengembangan kegiatan belajar. menyarikan bacaan/membaca efektif. dsb. tempat latihan/magang dan lingkungan belajar h) potensi diri (kemampuan. bakat. adapt istiadat dan kebiasaan yang berlaku hubungan dengan teman sebaya (di sekolah dan di masyarakat) penerimaan sosial oleh teman di sekolah pemahaman dan pelaksanaan disiplin dan peraturan sekolah. d) kegiatan dan disiplin belajar serta berlatih secara efektif. bertanya/menjawab/menanggapi. dan latihan/keterampilan kejuruan f) motivasi belajar g) pengenalan dan pemanfaatan kondisi fisik. efisien. Data untuk pengembangan karir. di lingkungan sekitar dan masyarakat pengenalan dan pengamalan pola hidup sederhana yang sehat dan diterima lingkungan sosial kemampuan bergotong royong. norma dan nilai-nilai agama. Dari berbagai sumber. minat. praktik dan magang c) keterampilan belajar.c) d) e) f) g) 3) a) tatakrama. mengerjakan tugas atau PR. di rumah. meliputi: a) pengenalan akan tujuan dan manfaat belajar b) sikap dan kebiasaan belajar. 2011) merangkum berbagai faktor yang mepengaruhi proses dan hasil belajar. kepribadian. sosial dan budaya di sekolah. setiap faktor tersebut berinteraksi dan saling terkait satu dengan yang lainnya. perlu juga dipertimbangkan data berkenaan dengan berbagai faktor yang berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar. baik internal maupun eksternal. BIMTEK GURU BK SMK 2012 5 . kondisi diri dan sosial ekonomi terkait dengan pekerjaan/karir b) pilihan dan latihan keterampilan c) orientasi karir. mempesiapkan diri untuk belajar dan ujian. minat) i) orientasi belajar di perguruan tinggi j) fasilitas belajar dan pemanfaatannya 4) Khusus untuk pengembangan kegiatan belajar. seperti mencatat materi pelajaran. Daharnis (2005. dan produktif e) penguasaan materi pelajaran. dunia kerja dan upaya memperoleh penghasilan d) informasi lembaga-lembaga keterampilan. meliputi: kemampuan.

antara lain: a. perhatian. antara lain: a. minat d. antara lain: a. antara lain: a. kondisi sosial ekonomi keluarga (orangtua) c. motivasi e. suasana serta hubungan siswa dengan guru dan antar siswa f. kematangan dan kesiapan i. kondisi panca indra c. konsentrasi k. Kondisi fisiologis. Kondisi dalam keluarga. perhatian m. kurikulum c. penilaian m. Kondisi masyarakat. teknik i. disiplin g. Kondisi psikologis. pengelolaan pembelajaran l. Kondisi sekolah. hubungan antar sesama anggota keluarga b. motivasi serta perlakuan orangtua/anggota keluarga terhadap kegiatan belajar siswa/mahasiswa 1. kegiatan/kebiasaan dan gaya belajar g. aspirasi dan cita-cita h. kondisi fisik b. metode h. kemampuan dasar umum/inteligensi b. sarana dan prasarana d. antara lain: BIMTEK GURU BK SMK 2012 6 . aspirasi dan persepsi angota keluarga terutama terhadap pendidikan d. ketekunan j. penguasaan keterampilan/pengetahuan dasar f. karakteristik guru dan personil lainnya e. kondisi tubuh pada umumnya dan kesehatan b. umpan balik dan reward 2. cacat tubuh/fisik Sedangkan faktor eksternal yang cukup besar pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar mahasiswa dapat ditinjau dari segi 1. persepsi 2. media j. tugas-tugas yang harus dikerjakan siswa k. ingatan n. bakat c.Di antara faktor internal yang cukup besar pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar siswa/mahasiswa adalah: 1. locus of control l.

pergaulan dengan teman sebaya media masa d unia kerja nilai/norma masyarakat Interaksi dan saling keterkaitan faktor-faktor tersebut dapat dilihat pada gambar-gambar berikut.

a. b. c. d.

BIMTEK GURU BK SMK 2012

7

PRESAGE VARIABLES Karakteristik

Guru
• Kelas sosial • Umur • Jenis kelamin • Pendd.& Pengalaman • Inteligensi • Motivasi • Ket. mengajar • Kepribadian CONTEXT VARIABLES Karakteristik Siswa • • • • • • Kelas sosial Umur Jenis kelamin Kemampuan Pengetahuan Sikap Kondisi Masyarakat, Sekolah/kelas

PROCESS VARIABLES

Perilaku di kelas Perilaku Guru Perubahan Perilaku Siswa Perilaku Siswa
PRODUCT VARIABLES

Hasil Belajar

• dll.

Ukuran sekolah/kelas. • Fasilitas • Suasana
Gambar 1. Variabel-variabel yang berkaitan dengan kegiatan dan hasil belajar siswa (Diadaptasi dari Dunkin dan Biddle oleh Daharnis, 2005)

BIMTEK GURU BK SMK 2012

8

Karakteristik Guru • Kualitas • Pengalaman • Bakat • Pengt. tentang materi pelajaran • Pengt. tentang pengajaran • Nilai dan sikap • Ekspektasi • Kelas sosial • dll.

Karakteristik Siswa • Pengaruh kelas sosial, ras dan orangtua • Bakat dan pengetahuan • Nilai dan sikap • Ekspektasi • Aspirasi • Persepsi • Gaya belajar • dll.

• • • • • • • • •

Kondisi Sekolah Ukuran Sumber keuangan Ratio Guru-Siswa. Administarsi Pelayanan staf Fasilitas Lokasi Kelas sosial Komposisi ras, dll

Performasi pengajaran Guru

Perilaku Belajar Siswa

Hasil Belajar

Kondisi Sekolah • Org. & adm. • Organisasi pengajaran • Pengaruh kelompok sebaya • Ukuran kelas • Lingkungan, dll

Catatan: Menunjukkan hubungan kausal Menunjukkan hubungan, tetapi tidak hubungan kausal

Gambar 2. Variabel-variabel yang berkaitan dengan kegiatan dan hasil belajar siswa (Diadaptasi oleh Daharnis (2005 & 2011) dari: Centra dan Potter (dalam Elliot, Kratochwill, Littlefield, dan Travers, 1996)

Data lain yang diperlukan untuk penyusunan program bimbingan dan konseling adalah data masalah-masalah yang mungkin dialami oleh siswa. Dalam Mooney Problem Check List (MPCL) yang dikembangkan oleh Ross L. Mooney terdapat 330 masalah yang mungkin dialami oleh siswa-siswa tingkat SLTA yang dikelompokkan kedalam sebelas bidang (Mudjiran, dkk., 2010), yaitu: 1. Perkembangan jasmani dan kesehatan 2. Keuangan, lingkungan dan pekerjaan
BIMTEK GURU BK SMK 2012 9

baik tes maupun non-tes. pacaran dan perkawinan Hubungan sosial-kejiwaan Hubungan pribadi-kejiwaan Moral dan agama Rumah dan keluarga Masa depan pekerjaan dan pendidikan Penyesuaian terhadap tugas-tugas sekolah 11. 10. 2012). 6. yaitu : 1) Jasmani dan kesehatan 2) Diri pribadi 3) Hubungan sosial 4) Ekonomi dan keuangan 5) Karier dan pekerjaan 6) Pendidikan dan pelajaran 7) Agama. 2011) atau menggunakan instrumen tes dan instrumen non tes (Prayitno. 4. termuat 225 butir masalah yang mungkin dialami oleh siswa SLTA. 2011). 5. 8. Kegiatan sosial dan rekreasi Seks. Teknik dan Instrumen yang digunakan Pengumpulan data dan need assessment dalam bimbingan dan konseling dilakukan melalui aplikasi instrumenasi (Pusat Kurikulum. nilai dan moral 8) Hubungan muda-mudi dan perkawinan 9) Keadaan dan hubungan dalam keluarga 10) Waktu senggang b. Tes merupakan himpunan pertanyaan yang harus dijawab atau pernyataan-pernyataan yang harus dipilih/ditanggapi atau tugas-tugas yang harus dilakukan oleh orang yang dites (testi) dengan tujuan untuk mengukur suatu aspek perilaku atau memperoleh informasi tentang trait atau atribut dari orang yang dites (Furqon dan Yaya Sunarya. 2011). Sejalan dengan itu Prayitno (2012) mengemukakan bahwa suatu instrumen disebut tes apabila BIMTEK GURU BK SMK 2012 10 .3. 9. Kurikulum dan pengajaran Sedangkan dalam Alat Ungkap Masalah (AUM) Seri Umum Format 2 untuk siswa SLTA yang dikembangkan sejak tahun 1997. Balitbang Depdiknas. yang kesemuanya dikelompokkan kedalam sepuluh kelompok. melalui aplikasi berbagai instrumen. yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik/sasaran layanan dan lingkungannya. 7. Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor (2010) mengemukakan bahwa teknik yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data adalah teknik tes dan teknik non tes (Furqon dan Yaya Sunarya.

Namun. tes kepribadian. interviu/ wawancara. 1) Observasi Pengertian Observasi merupakan pengamatan sistematis tentang suatu objek. skala penilaian. pembahasan dapat berkembang pada teknik-teknik dan instrumen yang tidak dibahas secara eksplisit dalam uraian materi ini. (5) penyelenggaraan dan pengawasan tes lebih ketat dibandingkan dengan non tes. benar atau salah. kreativitas. tidak semua teknik dan instrumen pengumpul data dibahas dalam uraian materi ini. penggunaan daftar cek masalah atau alat ungkap masalah--AUM (baik masalah belajar ataupun masalah-masalah umum). Banyak teknik dan instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam bimbingan dan konseling. 2011). Melalui observasi. jawaban benar atau salah sangat bervariasi dan semuanya bisa betul/benar. instrumen non tes digunakan untuk mengetahui kondisi responden sebagaimana apa adanya. (4) waktu pelaksanaan tes lebih ketat dibandingkan dengan pelaksanaan non tes. dalam peyelenggaraan bimbingan teknis di lapangan. tes minat. sedangkan pada non tes. (2) hasil pada non tes lebih kualitatif sedangkan pada tes lebih kuantitatif. (3) pelaksana tes (psikologis) adalah orang profesional (berkewenangan khusus untuk melaksanakan tes tersebut) sedangkan pelaksana non tes tidak selamanya orang yang sangat profesional (Furqon dan Yaya Sunarya. hubungan sosial. kuesioner/angket. Diantara teknik tes adalah menyelenggarakan tes kecerdasan. dan penyelenggaraan sosiometri. dan alat-alat mekanik). catatan anekdot. Sesuai dengan kebutuhan bimbingan teknis untuk peningkatan profesionalitas guru BK SMK dan memperhatikan relevansinya dengan analisis kebutuhan dalam penyusunan program bimbingan dan konseling di SMK. otobiografi). dan tes hasil belajar. penggunaan inventori minat karir. sementara jawaban instrumen non tes bukan atas benar salahnya. walaupun akhirnya dapat dikualitatifkan. seorang guru BK dan tenaga pendidik BIMTEK GURU BK SMK 2012 11 . dan tugas-tugas perkembangan. tes bakat. melainkan untuk melihat gambaran tentang kondisi responden tanpa menekankan apakah kondisi itu mutunya tinggi atau rendah. baik berupa tes atau pun non tes.jawaban responden atas soal-soal yang diperiksa berdasarkan benar-salahnya jawaban tersebut. sedangkan beberapa teknik dan instrumen non tes antara lain dengan melakukan observasi (dengan menggunakan instrumen daftar cek. Perbedaan antara teknik/pendekatan tes dan non tes antara lain adalah (1) pada tes ada jawaban benar atau salah. studi dokumentasi.

2010). Kunci keberhasilan observasi sebagai teknik pengumpulan data sangat banyak ditentukan oleh pengamat itu sendiri. yaitu observasi yang dipersiapkan secara sistematis. dan observasi non partisipatif (non participation observer). 2005). yaitu sebagai pengamat yang tidak diketahui dan dirasakan oleh anggota yang lain. yaitu suatu bentuk observasi dimana pengamat (observer) secara teratur berpartisipasi dan terlibat dalam kegiatan yang diamati. mencium atau mendengarkan sesuatu tentang objek yang diamati. terutama untuk pemahaman individu konseli. antara lain fakta-fakta tentang tingkah laku siswa/konseli. (2) observasi sistematis. Manfaat Observasi Observasi atau pengamatan bermanfaat untuk penyusunan program bimbingan dan konseling. mengikuti proses belajar dan pembelajaran. 2011). Dalam menyelenggarakan pengumpulan data melalui observasi diperlukan pencatatan yang sistematis tentang hal-hal yang diamati. (3) observasi partisipatif (participant observer). misalnya sambil mengerjakan tugas sehari-hari. dan (3) diketahui penyebab munculnya perilaku (A. yang akhirnya dapat digunakan sebagai tolok ukur menyusun program bimbingan dan konseling komprehensif--lazim dinamakan need assessment (Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. Muri Yusuf. Muri Yusuf. yaitu (1) observasi sehari-hari.2005). terencana dan dipersiapkan. maupun sifat-sifat khusus yang nampak dalam menghadapi suatu situasi atau masalah (Furqon dan Yaya Sunarya. karena pengamat dapat melihat. Jenis Observasi Menurut Furqon dan Yaya Sunarya (2011).2010). Sedangkan non BIMTEK GURU BK SMK 2012 12 . Dalam hal ini pengamat mempunyai fungsi ganda. Participant observer. yaitu observasi yang tidak dipersiapkan secara seksama. atau dilakukan secara incidental.lainnya dapat mengetahui tingkah laku non verbal konseli (A. karena (1) diperoleh data perilaku spontan secara natural. observasi yang tidak menggunakan pedoman observasi. ada beberapa jenis observasi. mendengar. sehingga pengamat dapat mengambil kesimpulan. (2) diketahui intensitas perilaku secara detail. dan kedua sebagai anggota yang berperan aktif sesuai dengan tugas yang dipercayakan kepadanya. misalnya dalam melakukan tugas. berinteraksi dengan orang lain. atau teknik merekam data tingkah laku individu melalui proses pengamatan langsung dan/atau tidak langsung dalam suatu kegiatan untuk memperoleh gambaran observable behavior (Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor.

participation observer, yaitu suatu bentuk observasi dimana pengamat tidak terlibat langsung dalam kegiatan kelompok, atau dapat juga dikatan pengamat tidak ikut serta dalam kegiatan yang diamatinya (A. Muri Yusuf, 2005).

Pedoman observasi Teknik observasi perlu dilengkapi dengan instrumen observasi, antara lain Daftar Cek ( Checklist), Skala Penilaian (Rating Scale), Catatan Anekdot (Anecdotal Records), dan alatalat mekanik. Berikut dikemukakan beberapa instrumen yang digunakan dalam observasi, yang diambil dan dimodifikasi dari draft yang dikembangkan oleh Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor tahun 2010. a) Daftar Cek (Checklist) Pengertian Daftar cek sebagai instrumen observasi merupakan suatu daftar pernyataan tentang aspek-aspek yang mungkin terdapat dalam suatu situasi, tingkah laku, dan kegiatan (individu/kelompok). Gejala-gejala perilaku individu/konseli yang dapat diobservasi dengan instrumen/pedoman daftar cek adalah: kebiasaan belajar secara umum, kebiasaan belajar pada jam kosong atau saat guru tidak berada di kelas, kebiasaan dan keterampilan bekerja, aktivitas diskusi kelompok/kelas, kegiatan komunikasi dengan orang lain (teman, guru atau pihak lain), aktivitas ekstrakurikuler di sekolah (seperti Pramuka, KIR, PMR, Basket, Volly, dsb.), dan lain-lain topik yang relevan dengan kegiatan akadmik dan non akademik. Manfaat Daftar Cek Berbagai manfaat daftar cek untuk kepentingan pemahaman diri konseli di antaranya (a) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku secara sistematis, (b) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku dalam waktu singkat, (c) mencatat kemunculan perilaku di dalam dan/atau di luar sekolah, serta (d) mencatat kemunculan perilaku individu dan kelompok sekaligus. Prosedur Pengadministrasian Daftar Cek Selama mengadministrasikan pedoman daftar cek, maka ada tiga (3) tahap yang lazim di tempuh, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap analisis hasil. Tahap persiapan mencakup langkah-langkah berikut: (a) penetapan topik, (b) penentuan variabel, (c) penentuan indikator, (d) penentuan prediktor, dan (e) penyusunan pernyataan/item. Tahap pelaksananaan meliputi langkah-langkah berikut: (a) penyiapan pedoman/format, (b) penentuan posisi mudah mengamati perilaku observi dan tidak
BIMTEK GURU BK SMK 2012 13

menimbulkan perhatian observi, (c) pelaksanaan pengamatan yaitu mencatat dan menandai perilaku observi yang muncul pada format, dan (d) pencatatan terhadap perilaku observi (siswa/konseli yang diobservasi). Tahap analisis data mencakup langkah-langkah berikut: (a) skoring, (b) analisis dan interpretasi, dan (c) kesimpulan. Aplikasi Prosedur Pengadministrasian Daftar Cek 1) Tahap Persiapan, meliputi langkah-langkah berikut: (1) Penentuan topik yang akan diobservasi, misalnya kebiasaan belajar (2) Penentuan variabel, misalnya pertama adalah situasi jam kosong atau pada saat guru tidak ada di kelas; variabel kedua adalah kebiasaan belajar siswa di kelas. (3) Penentuan indikator dengan dua kategori yaitu kategori “Ya” sebagai petunjuk kemunculan sub-sub variabel atau pernyataan, dan kategori “Tidak” terhadap ketidakmunculan sub-sub variabel yang mungkin atau diperkirakan terjadi pada kebiasaan perilaku subyek/observi. Biasanya petunjuk “Tidak” dapat saja tidak disertakan dalam pedoman daftar cek . (4) Penentuan prediktor yaitu menetapkan kreterium terhadap frekuensi kemunculan perilaku. Kreterium ini dibuat berdasarkan kajian teori tentang kebiasaan belajar sebagaimana tertera pada topik. Prediktor ini sekaligus digunakan sebagai acuan untuk interpretasi data. Biasanya digunakan empat (4) kreterium untuk mengkonversi data, sebagaimana tercantum pada tabel konversi berikut.
Tabel Konversi Interval Persentase (%) 76 – 100 51 – 75 26 – 50 1 – 25 Klasifikasi Sangat Tinggi Cukup Tinggi Sedang Rendah Interpretasi Sangat rajin belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas Rajin belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas Cukup rajin belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas Tidak rajin/malas belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas

(5) Penyusunan pernyataan/item dengan merumuskan pernyataan/item sub-sub variabel sebagai ejawantahan aspek perilaku yang diobservasi, khususnya kebiasaan belajar siswa di kelas pada situasi jam kosong atau saat guru tidak ada di kelas. Berikut contoh pedoman/format daftar cek tentang kebiasaan belajar siswa di kelas pada saat jam kosong atau guru tidak ada di kelas (Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan

BIMTEK GURU BK SMK 2012

14

Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor,2010).

BIMTEK GURU BK SMK 2012

15

Identitas Siswa 1. Dst PERNYATAAN (SUB-SUB VERIABEL) Membaca catatan yang lalu Berbincang dengan teman tentang materi pelajaran Memprakarsai teman se kelas melakukan diskusi Berdiskusi dengan beberapa teman tentang materi pelajaran Mempelajari bahan pengayaan yang ditawarkan Menyusun masalah sendiri dan berusaha menemukan solusi Melakukan eksperimen atas prakarsa sendiri Mengoreksi kembali PR Kesimpulan: ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… Observer __________ BIMTEK GURU BK SMK 2012 16 . Aspek yang diobservasi III. . NIS/absen 4. Jenis Kelamin 5. Tempat/tgl lahir 6. Waktu/durasi : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : Kebiasaan belajar siswa pada situasi jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas : Mengetahui kebiasaan belajar siswa pada situasi jam kosong dan saat guru tidak di kelas IV. Petunjuk : Berilah tanda cek (V) pada kolom yang sesuai dengan pernyataan atau gejala perilaku yang diamati YA TIDAK II. Kelas/program 3. Nama 2. Pernyataan/Item NO 1 2 3 4 5 6 7 8 .. Tujuan observasi ada V. Hari/tgl observasi 7.Pedoman Daftar Cek (Individual) I.. Tempat observasi 8.

maka diperoleh sejumlah 10 lembar daftar cek yang sudah diisi. . (5) mengkonversikan hasil persentase BIMTEK GURU BK SMK 2012 17 . (1) menghitung jumlah frekuensi observasi (k).Pedoman Daftar Cek (Kelompok) No 1 2 3 4 5 6 7 8 .. sehingga hasilnya sebesar 75%. sehingga hasil perkalian tersebut diketahui N = 8X10= 80. 3) Tahap Analisis Hasil dan Interpretasi Ada lima (5) langkah lazim digunakan pada tahap analisis hasil. Dst Kesimpulan: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… Observer _________ PERNYATAAN Membaca catatan yang lalu Berbincang dengan teman tentang materi pelajaran Memprakarsai teman se kelas melakukan diskusi Berdiskusi dengan beberapa teman tentang materi pelajaran Mempelajari bahan pengayaan yang ditawarkan Menyusun masalah sendiri dan berusaha menemukan solusi Melakukan eksperimen atas prakarsa sendiri Mengoreksi kembali PR NAMA SISWA 2) Tahap Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan ini terlebih dahulu observer menyiapkan pedoman daftar cek. sebanyak 60. maka diketahui (f). (3) menjumlahkan seluruh frekuensi kemunculan perilaku kebiasaan belajar siswa (selama 10 kali pengmatan). misalnya dilakukan sepuluh kali. (4) menghitung persentase (%) dengan rumus p = f/N X 100%. pada saat pelaksanaan ini diusahakan agar observi tidak ‘menyadari’ jika dirinya sedang diobservasi. (2) menentukan N dengan cara mengalikan jumlah item pernyataan (n = 8) dengan k (sebanyak 10). maka p = 60/80 X 100%.. misalnya. yaitu N = n X k. selanjutnya observer menempati posisi ‘dekat’ dengan observi kemudian mencatat perilaku observi.

skala kualitatif/deskriptif dijabarkan dalam rentang deskripsi yang memiliki derajat penilaian berbeda mulai dari penilaian paling tinggi sampai penilaian paling rendah. Prosedur Pengadministrasian Skala Penilaian Pengadministrasian observasi dengan pedoman skala penilaian dilakukan melalui tiga tahapan. serta (e) mencatat kemunculan perilaku individu dan kelompok sekaligus. kebiasaan dan keterampilan bekerja. b) Skala Penilaian (Rating Scale) Pengertian Skala Penilaian Skala penilaian adalah alat rekam observasi yang memuat daftar gejala tingkah laku observable behavior yang dicatat/cek secara berskala. keterampilan komunikasi dengan teman sebaya atau guru. dan skala grafis (perpaduan skala angka dan kata). yaitu skala kuantitatif (skala angka). aktivitas ekstrakurikuler di sekolah. kegiatan belajar siswa secara umu. skala kualitatif (skala deskriptif/kata). aktivitas diskusi kelompok/kelas. Hal terpenting dalam pencatatan gejala perilaku observi dengan skala penilaian adalah makna tiap-tiap skala beserta penjabarannya. observer mencatat kemunculan perilaku berdasarkan kategori skala. kebiasaan belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas. yaitu tahap persiapan. dan lain-lain topik yang relevan dengan kegiatan akadmik dan non akademik di sekolah. Manfaatnya adalah (a) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku secara sistematis. Berdasarkan hasil konversi dapat diketahui bahwa frekuensi kemunculan kebiasaan belajar siswa pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas sebesar 75%. BIMTEK GURU BK SMK 2012 18 . (c) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku dalam derajat penilaian. Misalnya. kebiasaan belajar mata pelajaran tertentu. yang berarti siswa tersebut tergolong rajin belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas berdasarkan pencatatan/hasil observasi dengan menggunakan pedoman daftar cek. (d) mencatat kemunculan perilaku di dalam dan/atau di luar sekolah. Gejala perilaku dapat dicatat dengan menggunakan instrumen/pedoman skala penilaian antara lain: partisipasi siswa dalam kegiatan diskusi.dengan tabel konversi yang dibuat sebelumnya (Tabel Konversi). sehingga hasil interpretasi data dapat disimpulkan. (b) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku dalam waktu singkat. Ada tiga jenis skala yang sering digunakan dalam pelaksanaan observasi. Proses pengamatan dengan skala penilaian ini. Manfaat Skala Penilaian Pada dasarnya skala penilaian ini bermanfaat bagi kepentingan pemahaman diri konseli melalui teknik observasi yang lebih khas diukur dari derajat penilaian.

pelaksanaan, dan analisis hasil. Tahap persiapan mencakup langkah-langkah berikut: (a) penetapan topik, (b) penentuan variabel, (c) penentuan indikator, (d) penentuan prediktor, dan (e) penyusunan pernyataan/item. Tahap pelaksananaan meliputi langkah-langkah berikut: (a) penyiapan pedoman/format skala penilaian, (b) penentuan posisi observasi yaitu observer mengambil posisi yang tepat agar mudah mengamati perilaku observi dan tidak mengganggu perhatian observi, (c) pelaksanaan pengamatan yaitu mencatat derajat perilaku observi yang muncul pada format skala penilaian, dan (d) pencatatan terhadap perilaku observi (siswa/konseli yang diobservasi). Tahap analisis hasil mencakup langkah-langkah berikut: (a) skoring, (b) analisis dan interpretasi, dan (c) kesimpulan. Aplikasi Prosedur Pengadministrasian Skala Penilaian 1) Tahap persiapan, meliputi langkah-langkah berikut: (1) Penentuan topik yang relevan, misalnya kebiasaan belajar siswa’ (2) Penentuan variabel adalah kebiasaan belajar di sekolah. Variabel tersebut diuraikan menjadi sub-sub variabel yaitu kehadiran, kesiapan belajar, kelengkapan sarana belajar. Berdasarkan sub-sub variabel disusun penyataan/item dengan menggunakan kata-kata yang menggambarkan observable behavior. (3) Penentuan indikator. Pada langkah ini terlebih dahulu ditetapkan jenis atau derajat penilaian/skala, baik skala kuantitatif atau skala kualitatif/deskriptif maupun skala grafis. Misalnya, derajat penilaian kuantitatif ditetapkan dengan angka 1 – 5, derajat penilaian kualitatif/deskriptif dengan pernyataan mulai dari selalu, sering, kadang-kadang, dan tidak pernah, dan derajat penilaian grafis dengan penggabungan skala angka dan kata-kata. Pada dasarnya, langkah ini dimaknai sebagai penetapan derajat penilaian atas kemunculan perilaku observi pada suatu kegiatan. (4) Penentuan prediktor, yaitu menetapkan kreterium terhadap frekuensi kemunculan perilaku. Kreterium ini dibuat berdasarkan kajian teori tentang kebiasaan belajar sebagaimana tertera pada topik. Prediktor ini sekaligus digunakan sebagai acuan untuk interpretasi data. Ada empat (4) kreterium yang biasa digunakan untuk mengkonversi data, sebagaimana tercantum pada tabel konversi berikut.

BIMTEK GURU BK SMK 2012

19

Tabel Konversi Interval Persentase (%) 76 – 100 51 – 75 26 – 50 1 – 25 Klasifikasi Sangat Tinggi Cukup Tinggi Sedang Rendah Interpretasi Sangat rajin belajar Rajin belajar Cukup rajin belajar Tidak rajin/malas belajar

(5) Penyusunan pernyataan/item dengan merumuskan pernyataan/item berdasarkan pada penjabaran sub-sub variabel sebagai ejawantahan aspek perilaku yang diobservasi, khususnya kebiasaan belajar siswa. Berikut contoh pedoman skala penilaian.

BIMTEK GURU BK SMK 2012

20

Pedoman Skala Penilaian Kualitatif I. Identitas Siswa 1. Nama 2. Kelas/program 3. NIS/absen 4. Jenis Kelamin 5. Tempat/tgl lahir 6. Hari/tgl observasi 7. Tempat observasi 8. Waktu/durasi : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : Kebiasaan belajar siswa di : Mengetahui kebiasaan belajar di sekolah : Berilah tanda cek (V) pada skala yang sesuai dengan pernyataan gejala perilaku yang diamati V. Pernyataan/Item No 1 2 3 4 5 .. .. dst Kesimpulan: ……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………… Observer _________ Sub Variabel Pernyataan Tingkah laku Datang tepat pada waktunya, atau lebih awal Mempersiapkan kelengkapan peralatan belajar Memperhatikan guru menyajikan pelajaran Mencatat materi pelajaran Merespon apabila diberi kesempatan Skala Selalu Sering Kadangkadang Tidak pernah

II. Aspek yang diobservasi sekolah III. Tujuan observasi siswa IV. Petunjuk atau

BIMTEK GURU BK SMK 2012

21

dst Kesimpulan: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… Observer Sub Variabel Pernyataan Tingkah laku Kehadiran di kelas Duduk di tempat yang tersedia di kelas Mengeluarkan buku catatan dan peralatan tulis Mendengarkan penyajian materi diskusi Bertanya materi yang didiskusikan Menjawab pertanyaan sambil berargumen sesuai materi Menyampaikan saran-saran perbaikan Menulis/mencatat hasil diskusi Mengantuk atau tertidur Melakukan kegiatan lain sewaktu belajar Nilai 4 10 9 Nilai 3 8 7 6 Nilai 2 5 4 3 Nilai 1 2 1 : Mengetahui tingkat partisipasi siswa pada saat diskusi di kelas : Berilah tanda cek (V) pada skala yang sesuai dengan pernyataan II.... Nama 2.. Kelas/program 3. Tempat/tgl lahir 6. : ……………………………….. Hari/tgl observasi 7. Pernyataan/Item Skala No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 .. NIS/absen 4.. Identitas Siswa 1. : ………………………………. : ………………………………. Petunjuk atau gejala perilaku yang diamati V. Tempat observasi 8. : ……………………………….. : Partisipasi diskusi mata pelajaran PKn III. : ………………………………. : ………………………………. Jenis Kelamin 5.. Aspek yang diobservasi BIMTEK GURU BK SMK 2012 22 . Tujuan observasi IV. : ……………………………….. . Waktu/durasi : ……………………………….Pedoman Skala Penilaian Kuantitatif I.

_________ BIMTEK GURU BK SMK 2012 23 .

: ……………………………….Pedoman Skala Penilaian Grafis I. Tempat/tgl lahir 6. : ………………………………. Persipan mengikuti pelajaran 1 2 Tidak siap Kurang siap siap 3.. Tujuan observasi IV. Hari/tgl observasi 7. Tempat observasi 8. Aspek yang diobservasi III. dan Skala Penilaian Grafis). Sikap duduk di kelas 1 Tidak sopan sopan 2 Kurang sopan 3 Siap 4 Sangat 3 Sopan 4 Sangat 4. Kelas/program 3.. Kehadiran siswa saat mengikuti pelajaran 1 Terlambat awal 2 Agak terlambat 3 Tepat waktu 4 Sangat 2... : ……………………………….... Pada saat pelaksanaan ini BIMTEK GURU BK SMK 2012 24 . NIS/absen 4. Pernyataan/Item 1. Identitas Siswa 1. Skala Penilaian Kuantitatif. Nama 2. : ………………………………. Mendengar penjelasan guru 1 2 Tidak pernah kadang-kadang 3 Sering 4 Selalu Kesimpulan: ……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………… Observer _________ 2) Tahap Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan ini terlebih dahulu observer menyiapkan pedoman skala penilaian (Skala Penilaian Kualitatif. selanjutnya observer menempati posisi ‘dekat’ dengan observi kemudian mencatat perilaku observi. : ………………………………. : Kebiasaan siswa mengikuti pelajaran di kelas : Mengetahui kebiasaan siswa mengikuti pelajaran di kelas : Berilah tanda cek (V) pada garis skala yang sesuai dengan pernyataan/gejala perilaku yang diamati II.. : ………………………………. Waktu/durasi : ………………………………. Petunjuk V. Jenis Kelamin 5. : ……………………………….

(4) menghitung persentase (%) dengan rumus p = f/N X 100%. Peristiwa penting yang dimaksud seperti: perkelahian. c) Catatan Anekdot (Anecdotal Records) Pengertian Catatan anekdot merupakan alat perekam observasi secara berkala terhadap suatu peristiwa atau kejadian penting yang melukiskan perilaku dan kepribadian seseorang dalam bentuk pernyataan singkat dan objektif. Berdasarkan hasil konversi diketahui bahwa frekuensi kemunculan partisipasi siswa pada saat belajar di kelas (untuk mata pelajaran tertentu) sebesar 75%. Pencatatan laporan peristiwa penting harus dibedakan antara berita atau fakta dan pendapat (opini) observer.diusahakan agar observi tidak ‘menyadari’ jika dirinya sedang diobservasi atau terganggu oleh kegiatan observer. dengan derajat penilaian kuantitatif 4 skala (s) yaitu 1-2-3-4. maka p = 150/200 X 100% diperoleh penghitungan sebesar 75%. membolos. maka diketahui (f). sehingga hasil perkalian tersebut diketahui N = 10 X 5 X 4 = 200. yaitu catatan yang menggambarkan perilaku. Rekaman catatan anekdot ini sangat berguna untuk menyelidiki kasus dan menelaah perkembangan individu atau sekelompok individu. (5) mengkonversikan hasil persentase dengan tabel konversi yang dibuat sebelumnya (Tabel Konversi). artinya perilaku keseharian yang terjadinya tidak umum. Tahap analisis hasil observasi sebagaimana contoh di atas berlaku untuk analisis Skala Penilaian Kualitatif dan Skala Penilaian Grafis. (1) menghitung jumlah frekuensi observasi (k). menyontek. misalnya lima kali. alih-alih khusus. Menurut bentuknya catatan anekdot ini diklasifikasikan menjadi 3 yaitu: (a) Catatan Anekdot Deskriptif. (2) menentukan N dengan cara mengalikan jumlah item pernyataan (n = 10) dengan k (= 5) dan s (= 4). 3) Tahap Analisis Hasil dan Interpretasi Ada lima langkah yang diperlukan pada tahap analisis hasil observasi dengan menggunakan Skala Penilaian Kuantitatif. yang berarti bahwa siswa tersebut tergolong siswa yang aktif belajar berdasarkan pencatatan/hasil observasi dengan menggunakan pedoman Skala Penilaian Kuantitatif. (3) menjumlahkan seluruh frekuensi kemunculan perilaku kebiasaan belajar siswa selama 5 kali pada derajat penilaian kuantitatif tertentu. Dengan kata lain. observasi ini dilakukan terhadap perilaku khusus. Rekaman peristiwa penting itu menggambarkan perilaku khusus. sehingga hasil interpretasi data dapat disimpulkan. maka N = n X k X s. membuat gaduh di kelas. misalnya 150. kegiatan atau situasi BIMTEK GURU BK SMK 2012 25 . maka diperoleh lembaran sebanyak 5 lembar.

Tahap pelaksanaan mencakup langkah-langkah: (a) menyiapkan format catatan anekdot. kegiatan atau situasi berupa penilaian oleh observer berdasarkan ukuran baik-buruk. (2) Menentukan siapa yang melakukan pencatatan. sehingga akan mengenal ihwal mereka. ketelitian. Pada langkah ini perlu ada penegasan siapa saja yang dilibatkan dalam proses pengamatan dan dalam kapasitas profesional. yaitu tahap persiapan. dan sebagainya. meliputi langkah-langkah: (a) penetapan siapa observi. melainkan lebih mengarah pada persiapan pelaksanaan. Prosedur Pengadministrasian Catatan Anekdot Pengadministrasian catatan anekdot terhadap peristiwa/perilaku khusus dilakukan dalam 3 tahapan. dan (c) berapa banyak observer yang terlibat selama proses pengamatan. dan (c) mencatat perilaku observer. Tahap persiapan ini tidak seperti umumnya dilakukan pada alat rekam observasi yang lain. yaitu catatan yang menggambarkan perilaku.dalam bentuk pernyataan. pelaksanaan. maka catatan anekdot ini pun berguna bagi: (i) guru baru dalam rangka penyesuaian diri dengan siswa. dan (c) dapat mengembangkan cara-cara penyesuaian diri dengan masalah-masalah dan kebutuhan individu secara mendalam. perkelahian. kegiatan atau situasi yang penafsirannya didukung oleh fakta. dan dapat diterima-tidak dapat diterima. Tahap analisis hasil yaitu memberi komentar dan interpretasi. misalnya: kerjasama. besar kemungkinan diprioritaskan bagi anak-anak yang mengalami masalah dan menunjukkan prilaku khusus (khusus). Aspek-aspek perilaku tersebut. menggambarkan perilaku. (b) dapat memperoleh gambaran sebab-akibat perilaku khusus individu. (b) menentukan posisi observasi. membolos. Aplikasi Prosedur Pengadministrasian Catatan Anekdot 1) Tahap persiapan mencakup langkah-langkah berikut: (1) Menentukan aspek perilaku observi yang akan dicatat. membuat gaduh. (b) bentuk catatan anekdot yang digunakan. (ii) guru yang berminat untuk memahami problema-problema siswa. Di samping. Semua perilaku anak tanpa terkecuali perlu diamati secara sistematis. dan (c) Catatan Anekdot Evaluatif. layak-tidak layak. baik pernyataan yang bersifat umum maupun khusus. Manfaat Catatan Anekdot Berbagai manfaat catatan anekdot adalah: (a) dapat memperoleh diskripsi perilaku individu yang lebih tepat. Akan tetapi dalam praktiknya. menyontek. kegunaan catatan anekdot bagi pemahaman diri individu. benarsalah. dan (iii) bagi konselor untuk memberikan layanan konseling bahkan untuk mengadakan pertemuan kasus (konferensi kasus). (b) Catatan Anekdot Interpretatif. BIMTEK GURU BK SMK 2012 26 . dan analisis hasil.

Sedangkan kartu yang berukuran satu halaman jenis kertas folio berisi beberapa peristiwa siswa yang sama. Catatan asli merupakan bahan konfidensial. Selanjutnya menentukan berapa banyak observer yang dilibatkan untuk melakukan pencatatan terhadap perilaku siswa. Apabila pencatatan ini dilakukan oleh seorang guru. maka kesediaan dan kompetensi mereka dalam pengamatan tidak diragukan. agar tumbuh kesediaan untuk menyusun catatan jika sewaktu-waktu diperlukan.Apabila pencatatan dilakukan oleh seorang konselor untuk kepentingan bimbingan dan konseling. (3) Menetapkan bentuk catatan anekdot. sehingga dipertanggungjawabkan kerahasiaannya.2010). Form I: Kartu Catatan Anekdot BIMTEK GURU BK SMK 2012 27 . Beberapa contoh kartu/form catatan adalah sebagai berikut (Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. dan bentuk catatan anekdor berkala. maka terlebih dahulu mereka harus mempunyai pemahaman dan menyadari pentingnya catatan anekdot. Berbagai bentuk catatan anekdot seperti: kartu kecil yang berukuran setengah halaman jenis kertas folio berisi satu peristiwa dan lazim di sebut kartu/catatan asli.

Ringkasan Catatan Anekdot Berkala Siswa: ………………………….Siswa: ……………………… L/P Kelas: ……………………… Tanggal: ………………………… Tempat: ………………………… Kejadian Pengamat: …………………… Form II: Catatan Beberapa Peristiwa NO Tanggal Tempat Kejadian Komentar/ interpretasi Saran Pengamat: ……… Form III. Pengamat 2) Tahap Pelaksanaan Pada tahap pelasanaan observer menyiapkan format catatan asli. kemudian mengambil posisi yang memudahkan proses BIMTEK GURU BK SMK 2012 28 .. L/P No Tanggal Tempat Pengamat Kelas: ……………………… Kejadian …………………..

dan analisis hasil. dan sifat-sifat individu observi d) Tally Pengertian Sebagaimana alat rekam observasi yang telah di sebutkan di atas. Ada beberapa hal yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam membuat interpretasi. kebiasaan. Daftar Tallis BIMTEK GURU BK SMK 2012 29 . pelaksanaan. antara lain: (1) Berisi ulasan kesimpulan dan komentar dari observer mengenai perilaku observi (2) Bersifat penilaian evaluatif (baik-buruk. tally merupakan alat pencatatan observasi terhadap kemunculan perilaku dengan tanda garis tegak. Prosedur Pengadministrasian Tally Pengadministrasian observasi dengan tally dilakukan dalam tiga tahapan. Tahap persiapan dilakukan dengan menyiapkan alat pencatat tally sebagai contoh berikut. yaitu tahap persiapan. 3) Tahap Analisis Hasil Tahap analisis hasil berupa pemberian komentar/interpretasi observer terhadap perilaku observi pada suatu kejadian berdasarkan hasil pencatatan. Manfaat Tally Tally bermanfaat untuk mencatat intensitas perilaku dari waktu ke waktu dan berguna memahami individu untuk kepentingan layanan bimbingan dan konseling.pencatatan. Selanjutnya observer melakukan pencatatan terhadap perilaku khusus observi dan diusahakan agar ia tidak menyadari jika sedang diamati. benar-salah) (3) Mengungkap “kemungkinan” dibalik perilaku dan simpulan perilaku (4) Mempertimbangkan perasaan observi saat berperilaku dan sasaran perilakunya (5) Mencatat respon lingkungan (6) Memperhatikan anteseden control dan stimulus (7) Peka potensi konflik.

2) Wawancara (Interviu) Dari berbagai sumber (Wayan Nurkancana.Nama: ………………………………. (b) wawancara terencana-tidak terstruktur. Tingkah laku Mencoret-coret buku Bergurau Menjerit-jerit Memukul teman Keluar dari kerja kelompok ……………………………. yaitu wawancara yang dilakukan dengan individu tertentu tetapi tidak untuk mendapatkan data tentang individu yang bersangkutan. yaitu wawancara berlangsung secara alami. yaitu wawancara yang dilakukan langsung berhadapan dengan responden.Muri Yusuf. Hari/Tgl/bulan/Tahun e) Alat-alat Mekanik Alat-alat mekanik adalah alat-alat elektronis dan optis yang digunakan untuk merekam data selama proses observasi. (c) wawancara bebas. misalnya wawancara. data akan lebih lengkap dan dapat digunakan kembali untuk menetapkan keabsahan data berdasarkan teknik yang digunakan. 2005. yaitu suatu bentuk wawancara dimana pewawancara menyusun rencana wawancara tetapi tidak menggunaka format dan urutan yang baku.Winkel & M.….M Sri Hastuti. dan dalam hal ini pewawancara hanya membacakan pertanyaan yang telah disusun dan kemudian mencatat jawaban responden secara tepat. Umur: ……………………………….1993. ……………………………. wawancara dapat dikategorikan dalam tiga bentuk yaitu: (a) wawancara terencana-terstruktur. A. Kelas: ……………………… Sekolah:…………………. Dengan memanfaatkan alat-alat mekanik ini... W. Alat-alat mekanik ini biasanya digunakan sebagai alat bantu/dukung pengumpulan data dengan teknik observasi dan teknik lain. melainkan untuk mendapatkan data tentang BIMTEK GURU BK SMK 2012 30 . 2010) interviu atau wawancara dapat diartikan suatu cara pengumpulan data dengan jalan mengajukan pertanyaan secara lisan kepada sumber data dan sumber data juga memberikan jawaban secara lisan pula. ……………………………. 2002. (2) berdasarkan responden yang diwawancarai: (a) wawancara langsung. tidak diikat atau diatur oleh suatu pedoman atau oleh suatu format yang baku. Wawancara dapat dibedakan menjadi beberapa kategori: (1) berdasarkan pertanyaan yang diajukan.S. yaitu suatu bentuk wawancara dimana pewawancara dalam hal ini telah menyusun secara terinci dan sistematis rencana atau pedoman pertanyaan menurut pola tertentu dengan menggunakan format yang baku. (b) wawancara tidak langsung. Robert Edenborough.

yaitu wawancara yang dilakukan karena waktu dan tempat wawancara telah direncanakan terlebih dahulu. yaitu sebagai berikut: (1) penampilan dan sikap. netral. (3) berdasarkan situasi wawancara: (a) wawancara formal. kebersihan dan kerapian dalam penampilan yang akan mendorong kerjasama yang baik dari responden. Pedoman Wawancara Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam penyusunan pedoman wawancara adalah sebagai berikut (A. lebih terbuka. (1) Melakukan “domain” sebenarnya. (4) bila jawaban belum jelas. Pewawancara hendaklah terbiasa dengan model pertanyaan yang akan disampaikan. Aturan Umum Wawancara A. (b) wawancara informal. 2005 mengemukakan beberapa aturan umum yang perlu diperhatikan pewawancara. yaitu menggali informasi lebih dalam sehingga terdapat jawaban yang lebih spesifik. (b) wawancara incidental. mampu berbahasa yang baik dan benar serta mau dan dapat mendengarkan pernyataan responden dengan baik. tepat dan makna yang lebih jelas serta baik. penuh perhatian. Muri Yusuf.2005): a) Melakukan studi literatur untuk memahami dan menjernihkan masalah secara tuntas. menyangkut kesederhanaan. rendah hati.individu lain. ramah tamah. b) Menentukan bentuk pertanyaa wawancara (1) Apakah menggunakan langsung bentuk langsung atau tidak BIMTEK GURU BK SMK 2012 31 . yaitu apabila wawancara dilaksanakan tidak di tempat khusus dan antara pewawancara dengan responden terjalin hubungan yang tidak resmi. (3) Menentukan tipe wawancara yang akan digunakan. (4) berdasarkan perencanaan wawancara: (a) wawancara berencana. Muri Yusuf. hormat terhadap responden. yang mewakili masalah yang (2) Mengidentifikasi sampel secara terinci. (3) catat jawaban pertanyaan secara tepat dan benar. yaitu apabila wawancara tersebut dilakukan dalam suatu ruangan tertentu yang memang sengaja disiapkan untuk mengadakan wawancara dan antara penginterviu dan responden terjalin hubungan yang bersifat resmi. Perlu diingat bahwa pewawancara jangan sekali-kali menghafal pertanyaan yang akan diajukan. yaitu wawancara dilakukan karena kebetulan ada kesempatan yang baik untuk mengadakan wawancara. gunakan teknik menjaring/probing. sikap yang menyenangkan. (2) ikuti kata-kata dalam pertanyaan dengan tepat.

Pada waktu wawancara berusahalah: 1) 2) Ikuti tata aturan yang telah ditetapkan dalam petunjuk Tanyakan pertanyaan dengan hati-hati dan berusahalah agar bersifat informal sehingga hubungan tanya jawab menjadi lebih komunikatif. yang menyarankan responden untuk memberikan jawaban sesuai dengan yang diharapkan pewawancara. Jangan menambah kata dari pertanyaan yang ada. b. 3) 4) 5) 6) 7) BIMTEK GURU BK SMK 2012 32 . Jangan bertanya berdasarkan pertanyaan yang telah dihafal. Janganlah menginterpretasikan suatu pertanyaan. beberapa pedoman yang perlu diperhatikan yaitu: a. (6) Hindari pertanyaan yang membimbing. Janganlah menyarankan jawaban atau membuat persetujuan atau menolak suatu jawaban yang diberikan responden. Dalam pelaksanaan wawancara. Ikutilah urutan pertanyaan yang ada dalam pedoman pertanyaan. Harus diingat bahwa wawancara bukanlah percakapan biasa. (5) Pewawancara jangan mencoba berkomunikasi sebagai responden karena akan mengurangi hormat dari responden.(2) Apakah khusus atau tidak khusus (3) Apakah yang ditanyakan fakta atau pendapat (4) Apakah berupa pertanyaan atau pernyataan c) Menentukan isi pertanyaan wawancara (1) Nyatakan pertanyaan dalam urutan yang jelas (2) Mulai dari pertanyaan fakta dan sederhana (3) Pertanyaan yang kompleks (4) Gunakan bahan yang tidak meragukan dalam bentuk yang khusus sehingga dapat dipahami responden. tetapi bacalah pedoman yang telah dibuat sebelumnya. Memilih waktu yang tepat c.

sebelum pertanyaan yang diberikan dijawab responden. (2) ditinjau dari bentuk pertanyaan. kuesioner dapat dibedakan: (a) angket terbuka. (c) pertanyaan perilaku. dimana pertanyaan/pernyataannya BIMTEK GURU BK SMK 2012 33 . mengumpulkan 10) Usahakan merekam atau mencatat dengan baik. Usahakan selalu bersikap sabar dan terjauh dari perbuatan emosional. 14) 15) 16) 17) 18) Selalulah melakukan konsultasi dengan pembimbing jika pewawancara mengalami kesulitan. 11) Usahakan untuk tidak menceriterakan pertanyaan berikutnya. yaitu pertanyaan fakta dan informasi yang tersedia berkaitan dengan pengetahuan yang diketahui tentang sesuatu. 3) Angket (Kuesioner) Angket adalah alat pengumpulan data secara tertulis yang berisi serangkaian pertanyaan atau pernyataan berhbungan dengan topik tertentu yang diisi oleh siswa/konseli. Angket terdiri dari beberapa jenis (A. yaitu pertanyaan berkaitan dengan cara responden menilai sesuatu tentang perilakunya sendiri dalam hubungannya dengan orang lain atau lingkungan. 2005): (1) ditinjau dari segi isi. bukan memberi informasi. 12) Usahakan selama wawancara tidak ada orang lain yang menggangu wawancara. informasi atau data sebagaimana dibutuhkan. Usahakan selama wawancara untuk selalu memusatkan perhatian responden pada pertanyaan. (b) pertanyaan tentang pendapat dan sikap. kuesioner dapat dibedakan: (a) Pertanyaan fakta dan informasi. semua jawaban dari responden. 13) Usahakan datang sendirian kepada responden. yaitu pertanyaan yang berkaitan dengan perasaan dan sikap responden tentang sesuatu. Muri Yusuf. Pada akhir wawancara jangan lupa mengucapkan terimakasih kepada responden atas bantuannya.8) 9) Jangan bersikap reaktif terhadap jawaban responden. Usahakan untuk selalu wajar dalam tindakan. Tugas wawancara mengambil dan informasi. dan hasilnya digunakan untuk menggali serta menghimpun keterangan. kecuali jika merupakan suatu tim.

Hindari kata-kata yang bersifat emosional dan sentimentil 15. Menentukan terlebih dahulu apakah yang dibutuhkan pertanyaan umum atau khusus. dimana pertanyaan/pernyataannya tidak memberikan kebebasan kepada responden memberikan jawaban dan pendapatnya sesuai dengan keinginan mereka. Tanyakan dulu yang lebih sederhana. Hindari kata-kata yang meragukan atau kata-kata yang tidak ada gunanya 12. (b) angket tertutup. Lindungi ego dan perasaan siswa/konseli 11. f) hindari pertanyaan/pernyataan yang bersifat bias/sugestif. Menetapkan aspek atau data yang akan dikumpulkan 2. b) hindari pertanyaan/pernyataan ganda. 4. Memformulasikan pertanyaan sesuai dengan data yang dibutuhkan. c) responden harus mampu menjawab.memberikan kebebasan kepada responden untuk memberikan jawaban dan pendapat sesuai dengan keinginan mereka. Menentukan terlebih dahulu apakah akan menggunakan pertanyaa langsung atau tidak langsung 8. sebelum ke yang lebih kompleks BIMTEK GURU BK SMK 2012 34 . Berikut dikemukakan beberapa tips pengembangan angket yang dimodifikasi dari A. 3. 10. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat pertanyaan atau pernyataan dalam angket yaitu: a) pertanyaan/pernyataan yang dibuat harus jelas dan tidak meragukan. dan kabur. Menetapkan terlebih dahulu apakah digunakan pertanyaan terbuka atau tertutup atau kombinasi keduanya. e) pertanyaan/pernyataan sebaiknya tidak terlalu panjang. jelas dan utuh 13. Muri Yusuf (2005): 1. Menyatakan pertanyaan dengan jelas dan spesifik. Menetapkan kerangka rujukan pertanyaan 6. Susun pertanyaan yang tidak memaksa atau mengarahkan siswa/konseli untuk menjawab ke satu arah 14. d) pertanyaan/pernyataan harus relevan. Setiap pertanyaan dinyatakan dengan ringkas. 5. Jangan apriori mengasumsikan bahwa responden mempunyai informasi factual atau mempunyai pendapat dari tangan pertama 7. 9. Menghindari pertanyaan yang panjang.

Agama. Hubungan muda-mudi dan perkawinan 9. Waktu senggang AUM Umum untuk SLTA memiliki kesahihan dengan indeks kecocokan sebesar 84. Diri pribadi 3. Hubungan sosial 4. Mahasiswa. Aum Umum untuk Siswa SLTA (AUM yang lain untuk SD. Jangan jawaban dipengaruhi oleh gaya bahasa atau bentuk jawaban tertentu 17. Kesepuluh bidang masalah tersebut adalah sebagai berikut: 1. Para calon guru BK/konselor diharapkan memahami dan terlatih dalam pengadministrasiannya sehingga dapat menunjang pelayanan konseling yang akan dilakukannya dalam bertugas.86. dengan membandingkan jumlah masalah yang dikemukakan siswa melalui cara non-AUM (yaitu dengan menuliskan masalahmasalah yang dialami pada selembar kertas kosong) dengan masalah-masalah yang terungkap melalui AUM. Keadaan dan hubungan dalam keluarga 10. dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Jasmani dan kesehatan 2. nilai dan moral 8. Usahakan pengetikan dan perwajahan bersih. dan Masyarakat).25%. Keefektifan AUM Umum Jenis Alat Ungkap Jumlah masalah Terendah Tertinggi Rata-rata BIMTEK GURU BK SMK 2012 35 . Ke 225 butir AUM Umum Siswa SLTA tersebut pernah ditandai oleh siswa (ujicoba) sebagai suatu masalah yang dialaminya. terdiri dari 225 butir yang dikelompokkan ke dalam 10 bidang masalah. SLTP. Sedangkan keefektifan AUM. Ekonomi dan keuangan 5. Kategori respon hendaklah mudah dipahami 19. Jangan lupa memberi pengantar dan petunjuk cara mengerjakan 4) Alat Ungkap Masalah (AUM) Umum AUM Umum merupakan salah satu jenis instrumen non tes yang dapat digunakan oleh guru BK/konselor untuk mengungkapkan masalah-masalah umum yang dialami oleh para siswa.16. rapi dan mudah dibaca 20. Karier dan pekerjaan 6. Beri kode tertentu (misalnya garis bawah) untuk hal-hal spesifik 18. Pendidikan dan pelajaran 7. dan tingkat keterandalan (dengan teknik tes-rites) sebesar 0.

dan Lingkungan Belajar dan Sosio Emosional (L). AUM ini dilengkapi dengan manual yang berisi tentang deskripsi umum (latar belakang. pengolahan hasil (tata cara pengolahan. AUM PTSDL untuk siswa SLTA memiliki kesahihan dengan indeks kecocokan sebesar 86. Para guru BK/konselor diharapkan memahami dan terlatih dalam pengadministrasiannya sehingga dapat menunjang pelayanan konseling yang akan dilakukannya dalam bertugas. Sedangkan keefektifan AUM. Keterampilan Belajar (T). AUM PTSDL untuk siswa SLTA terdiri dari 165 butir yang dikelompokkan ke dalam lima bidang.36%.76. waktu penyelenggaraan. petunjuk pengadministrasian (petunjuk pengerjaan.66 AUM PTSDL dilengkapi dengan manual yang berisi tentang deskripsi umum (latar belakang. dengan membandingkan jumlah masalah yang dikemukakan siswa melalui cara non-AUM (yaitu dengan menuliskan masalah-masalah yang dialami pada selembar kertas kosong) dengan masalah-masalah yang terungkap melalui AUM.176 Sebagai suatu instrumen yang telah distandardisasikan. Diri Pribadi (D). 367 45. 5) AUM PTSDL AUM PTSDL merupakan salah satu jenis instrumen non tes yang dapat digunakan oleh guru BK/konselor untuk mengungkapkan mutu dan masalah belajar yang dialami oleh para siswa. karakteristik).94 45. Keefektifan AUM PTSDL SLTA Jumlah Masalah Terendah Tertinggi 1 4 9 97 Jenis Alat Ungkap Non – AUM PTSDL AUM AUM PTSDL Rata-rata 1. data yang diperoleh— individual dan kelompok).Non – AUM AUM 2 8 7 126 1. dan tingkat keterandalan (dengan teknik tes-rites) sebesar 0. yaitu Prasyarat Penguasaan Materi Pelajaran (P). dan berdasarkan jenis-jenis layanan BK). lembaran jawaban. penggunaan hasil (umum. BIMTEK GURU BK SMK 2012 36 . petunjuk pengadministrasian (petunjuk pengerjaan. dan frekuensi pengadministrasian). dapat dilihat pada tabel di bawah ini. karakteristik). lembaran jawaban. Sarana Belajar (S).

dan frekuensi pengadministrasian). 2011). merencanakan kegiatan intervensi dalam menciptakan iklim sosial yang diharapkan dengan cara meningkatkan hubungan sosial. Merujuk pada definisi di atas. penolakan. pengolahan hasil (tata cara pengolahan. penerimaan sosial. dengan tujuan untuk mengetahui hubungan yang ada di antara anggota dalam suatu kelompok (A. kriteria ini terkait dengan pengalaman individu dalam berinteraksi dengan individu lain di dalam suatu kelompok. antara lain untuk memperbaiki struktur hubungan sosial para siswa. popularitas. yang diselidiki melalui metode ini adalah status sosial masing-masing anggota kelompok menurut pandangan pribadi anggota yang lain dalam kelompok. menemukan norma-norma pergaulan antar siswa yang diinginkan dalam kelompok/ kelas yang bersangkutan. 2005:145). menjadi dasar pertimbangan untuk menempatkan siswa dalam kelompok yang sesuai. status sosial ini tercermin pada diterima atau tidak diterima oleh anggota kelompok. Winkel. data yang diperoleh— individual dan kelompok. atau dapat dikatakan bahwa sosiometri merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengetahui tingkat dan pola hubungan sosial antar individu dalam suatu kelompok yang mengacu pada kriteria tertentu. dan berdasarkan jenis-jenis layanan BK). tujuan digunakannya teknik sosiometri adalah sebagai alat penyaringan untuk mengidentifikasi pola hubungan antar individu pada suatu kelompok.waktu penyelenggaraan. Preferensi pribadi dinyatakan dalam kesukaan untuk berada bersama dengan beberapa anggota kelompok dalam melakukan kegiatan tertentu. partisipasi sosial. 1993). membantu konselor/guru BK BIMTEK GURU BK SMK 2012 37 . atau untuk mengumpulkan data tentang pola dan struktur hubungan antara individu-individu dalam suatu kelompok (Wayan Nurkancana. 6) Sosiometri Sosiometri merupakan suatu metode untuk memperoleh data tentang hubungan sosial dalam suatu kelompok berdasarkan preferensi pribadi antara anggota-anggota kelompok (WS. penggunaan hasil (umum. memperbaiki penyesuaian hubungan sosial siswa secara individual. Muri Yusuf. dan pemahaman diri antar siswa berkenaan dengan pergaulan sosialnya. konflik dan potensi kelompok yang dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk menciptakan iklim kelompok yang positif dan mendukung pengembangan diri individu (Eko Susanto. terkait dengan penyesuaian diri. baik tentang mutu kegiatan belajar maupun masalah belajar). ketertarikan. 2010). Hasil sosiometri tersebut dapat digunakan.

Tak seorang pun yang memilih BIMTEK GURU BK SMK 2012 38 . Sosiogram . sehingga banyak panah yang semuanya mengarah kepada individu tertentu. Mereka menjadi pusat atau pusat tarikmenarik (hub of attraction ). metode yang dapat digunakan untuk mengevaluasi struktur kelompok. maka tidak akan ada perbedaan antara misterius (ghost) dan terisolasi (isolate). Dalam visualisasi sosiogram biasanya diletakkan diluar pinggiran atau tepi untuk menandai isolate dalam sebuah kelompok. pernyataan/pertanyaan sosiometri. Dalam beberapa kasus dengan kriteria negatif mungkin kita akan menemukan individu yang terpilih sebagai bintang negatif (negative star). Kriteria . disebut juga individu populer yang menerima jumlah pilihan yang besar pada sosiometri. Individu yang tidak menerima nominasi positif atau negatif disebut misterius (ghost). istilah yang digunakan pada diagram yang secara visual menunjukkan struktur sosiometri. induvidu yang demikian disebut bintang (stars). Ketika sosiogram menunjukkanbanyak individu yang secara positif memilih orang yang sama. Istilah terisolasi (isolate). biasanya tidak digunakan untuk menggambarkan individu yang tidak menerima nominsasi negatif.mengidentifikasi siswa yang memiliki potensi dan masalah berkenaan dengan hubungan sosial. Sosiomatriks . visualisasi deretan kode yang menunjukkan arah pilihan yang dihubungkan secara vertikal dan horizontal. sebagai dasar dalam penyusunan program bimbingan konseling. jika tidak mencari informasi dengan menggunakan nominasi negatif. tampilan ini juga disebut tabulasi. (3) Misterius (ghost). b) Istilah yang digunakan untuk menunjukkan fenomena individual (1) Bintang(Star). seperti dijelaskan di atas bahwa individu yang misterius (ghost) adalah seseorang yang bahkan tidak diakui sama sekali di dalam sebuah kelompok. Dalam penggunaan teknik sosiometri. biasanya dibuat dalam bentuk tabel. merekaadalah individu yang belum pernah mendapatkan pilihan positif dari siapapun didalam sebuah kelompok yang demikian biasanya didefinisikan sebagai isolate. (2) Isolate. Eko Susanto (2011) merangkum berbagai istilah yang umum digunakan dalam sosiometri.Tentu saja. sebagai berikut: a) (1) (2) (3) (4) Istilah umum Sosiometri . jumlah individu yang tersisihkan/terisolasi dari anggota kelompok yang lain.

namun memberikan pilihan yang relatif kecil pada individu diluar kelompok. ketika satu individu menominasikan individu lain dan pada gilirannya ia menominasikan individu yang lain begitu seterusnya.Pasangan ini terdiri dari anak-anak yang memilih satu sama lain. kelompok kecil ---kesenjangan dalam kelompok yakni situasi dimana sejumlah individu saling memilih pada kriteria sosiometri yang sama. Dengan demikian jelas bahwa. (2) Gaps. Perlu dipahami bahwa istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan pilihan pertama dari nominasi yang diajukan. seperti pulau (island). mereka mungkin juga tidak dikenal atau tidak diakui keberadaannya di dalam kelompok. Istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan pilihan pertama dari nominasi yang diajukan.mereka pada nominasi positif dan mereka tidak pula menerima pilihan pada nominasi negatif. atau pasangan. individu yang menerima pilihan negatif/penolakan. Bagaimanapun. ketika pasangan saling memilih (mutual choice) sehingga membentuk kelompokkelompok kecil yang terpisah dari pola-pola yang lebih besar. dalam kondisi tersebut memungkinkan untuk dievaluasi dengan intervensi sosial yang dilakukan oleh konselor. atau setidaknya digunakan sebagai pengetahuan yang bermanfaat ketika mereka berada pada satu kelompok dengan kelompok yang lain. pilihan bolak-balik. (5) Rejectee .Kondisi seperti ini merupakan fenomena yang diharapkan dalam suasana kelompok. dua individu yang saling memilih satu sama lain pada kriteria sosiometri yang sama. (4) Neglectee: individu yang menerima pilihan relatif kecil pada sosiometri. (a) Kepulauan (Islands). Semakin banyak hubungan yang menyenangkan di dalam kelompok dengan demikian memungkinkanakan tercipta iklim sosial positif yang lebih besar ke dalam kelompok. mereka telah membuat nominasi. kondisi ini menggambarkan kelompok tersebut sebagai kepulauan (islands). c) Istilah yang digunakan untuk menunjukkan fenomena kelompok (1) Rantai (Chain). fenomena pilihan negatif akan membawa situasi berbahaya di dalam kelompok dan harus dihindari. Akibatnya. (6) Mutual . pilihan berurutan seperti A-B-C-D. dan anggota dari kelompok ini tidak dinominasikan oleh siapa pun dalam pola-pola lain. segitiga (triangels) dan lingkaran (circle). BIMTEK GURU BK SMK 2012 39 .

perlu diikuti prosedur pengembangan yang dikemukakan oleh berbagai ahli. Hampir bersamaan dengan itu. validasi. menentukan tipe soal. menentukan materi alat ukur. Sumadi Suryabrata (2000). kompilasi I (seleksi item). efektifitas. c. Jika terdapat lebih dari tiga orang dengan pola demikian disebut sebagai lingkaran. analisis item. menentukan jumlah soal. penyusunan bentuk akhir. operasionalisasi konsep (indikator perilaku). antara lain dapat ditinjau dari segi validitas. merakit soal. penggunaan. Menurut Gerald Goldstein & Michel Hersen (2000) prosedur pengembangan instrumen asesmen adalah dengan mengikuti langkah-langkah berikut: 1) reviewing the literature 2) defining the construc 3) test planning and lay out 4) designing the test 5) item tryout 6) item analysis 7) building a scale 8) standardizing the test BIMTEK GURU BK SMK 2012 40 . menyusun kisi-kisi atau blue-print. penulisan item atau soal. pengujian reliabilitas. penilaian. kondisi ini disebut sebagai SEGITIGA jika hanya melibatkan tiga orang. pemilihan format stimulus dan penskalaan. reliabilitas. Untuk mendapatkan instrumen yang baik. penulisan item dan reviu item. Prosedur Pengembangan Instrumen Instrumen yang baik harus memenuhi berbagai persyaratan. menentukan taraf kesukaran soal. ketika sebuah rantai datang kembali pada dirinya sendiri oleh karena orang terakhir yang mencalonkan orang pertama. khususnya untuk pengembangan alat ukur psikologis. menentukan dasar konseptual atau dasar teoritis yang digunakan sebagai landasan. prosedur yang ditempuh adalah menentukan wilayah yang akan dikenai pengukuran. spesifikasi tujuan dan isi. uji coba.(b) Segitiga dan Lingkaran (Trianglesand Circles). prates. menentukan subjek yang akan dikenai pengukuran. penelaahan dan penyempurnaan item/soal. kompilasi II (format final). dan norma. Djoemadi Darmodjo (2002) mengemukakan prosedur pengembangan instrumen: Perencanaan umum. daya beda. Sedangkan menurut Syaifuddin Azwar (2004) prosedur pengembangan instrumen (khusus untuk pengungkapan aspekaspek psikologis) adalah: identifikasi tujuan (penetapan konstrak psikologis).

baik teoritik maupun empirik. berikut dikemukakan prosedur umum pengembangan instrumen (Furqon dan Yaya Sunarya. dilakukanlah penggandaan instrumen secara terbatas untuk keperluan uji coba 9) Uji coba instrumen di lapangan merupakan bagian dari proses validasi empirik 10) Pengujian validitas 11) Berdasarkan pengujian validitas tersebut. 5) Butir-butir yang telah ditulis merupakan konsep instrumen yang harus melalui proses validasi. Djaali dan Pudji Muljano (dalam Imam Hanuji. 4) Menulis butir-buti instrumen yang dapat berbentuk pertanyaan atau pernyataan. 12) Berdasarkan hasil analisis butir maka butir-butir yang tidak valid dikeluarkan atau diperbaiki untuk diuji coba ulang sedangkan butir-butir yang valid dirakit kembali menjadi sebuah perangkat instrumen 13) Selanjutnya dihitung koefisien reliabilitas 14) Perakitan butir-butir instrumen yang valid untuk dijadikan instrumen yang final. indikator. 8) Setelah konsep instrumen dianggap valid secara teoritik atau scara konseptual. 6) Tahap validasi pertama yang ditempuh adalah validasi teoritik. nomor. butir dan jumlah butir untuk setiap dimensi dan indikator. 7) Revisi atau perbaikan berdasarkan saran dari pakar atau berdasarkan hasil panel. 2011) merinci langkah-langkah penyusunan dan pengembangan instrumen (untuk penelitian) sebagai berikut: 1) Berdasarkan sintesis dari teori yang dikaji tentang suatu konsep dari variabel yang hendak diukur. diperoleh kesimpulan mengenai valid atau tidaknya sebuah butir atau sebuah perangkat instrumen. yaitu melalui pemeriksaan pakar atau melalui panel yang pada dasarnya menelaah seberapa jauh butir instrumen yang dibuat secara tepat dapat mengukur indikator.Di samping itu. 2) Berdasarkan konstruk tersebut dikembangkan dimensi dan indikator variabel. tipe dan bentuk instrumen yang akan dikembangkan BIMTEK GURU BK SMK 2012 41 . 2011. 1) Menetapkan tujuan 2) Mengembangkan spesifikasi/kisi-kisi/blue print instrumen 3) Menentukan format. Muri Yusuf. kemudian dirumuskan konstruk dari variabel tersebut. Dengan merujuk pendapat-pendapat di atas. 3) Membuat kisi-kisi instrumen dalam bentuk tabel spesifikasi yang memuat dimensi. 2005) yang dapat dilakukan oleh guru BK untuk kepentingan pelayanan konseling di sekolah. A.

dan sebagainya. Agar penggunaan instrumen tersebut sesuai dengan tujuan dan maksud penggunaannya. umum. inventori kreatifitas untuk mengukur kreatifitas. Untuk itu diperlukan data yang akurat dan memadai berkenaan dengan diri. kebutuhan untuk apa data hasil instrumen tersebut akan digunakan. misalnya AUM PTSDL SLTP hanya cocok untuk mengungkapkan masalah-masalah anak SMP atau sedrajat. tidak untuk mengukur bakat atau minat. Dalam pemilihan instrumen yang akan digunakan. potensi. 2012). Konselor yang akan mengaplikasikan intrumen harus benar-benar memilih dan menyesuaikan instrumen (materi. bahkan seringkali suatu instrumen hanya dapat digunakan untuk kelompok responden dengan kondisi tertentu. baik tes mau pun non tes. maching antara instrumen dan responden harus benar-benar tepat. Analisis data dan kebutuhan didahului dengan pengumpulan data dan need assessment dengan menggunakan berbagai instrumen. Untuk itu langkah-langkah umum yang perlu diikuti oleh guru BK atau konselor adalah: 1) mempelajari manual instrumen 2) mengidentifikasi karakteristik responden 3) melihat kesesuaian antara instrumen dan reponden 4) menyiapkan diri untuk mampu menyelenggarakan pengadiministrasian instrumen 5) menyiapkan aspek teknis dan adminstratif BIMTEK GURU BK SMK 2012 42 . diperlukan komampuan dan kejelian dalam memilih instrumen yang akan digunakan. reliabilitas) dengan responden dan karakteristik yang hendak diakses pada diri responden (Prayitno. khusus) yang akan dikumpulkan dengan penggunaan tersebut. individual. Hal ini diperlukan karena tidak semua instrumen cocok dan perlu digunakan untuk semua responden. bukan hasil belajar matematika. kebutuhan dan permasalahan serta lingkungan konseli. tes inteligensi hanya cocok untuk mengukur kecerdasan. artinya instrumen benar-benar cocok digunakan untuk mengungkapkan apa yang ada pada diri responden. Pemilihan Instrumen Program bimbingan dan konseling harus disusun berdasarkan data dan analisis kebutuhan peserta didik. validitas. serta bentuk data (kelompok.4) Menulis atau merumuskan item-item sesuai dengan format yang dipilih 5) Mengkaji ulang rumusan item-item oleh ahli lain ( judgment) 6) Merevisi item-item berdasarkan hasil judgement 7) Menggandakan instrumen 8) Menggunakan instrumen 2.

Kewenangan menyelenggarakan administrasi instrumen non tes pada umumnya lebih terbuka. bagaimana dan untuk apa instrumen itu diadministrasikan kepada siswa atau konseli. 1) Perencanaan a) Menetapkan objek yang akan diukur/diungkapkan b) Menetapkan subjek yang akan mengikuti asesmen c) Menetapkan/menyusun instrumen sesuai dengan objek dan subjek yang akan dites d) Menetapkan prosedur asesmen e) Menetapkan fasilitas f) Menyiapkan kelengkapan administratif 2) a) Pelaksanaan Mengkomunikasikan rencana aplikasi instrumen kepada pihak terkait pelaksanaan BIMTEK GURU BK SMK 2012 43 . 2012). dengan catatan calon penyelenggara itu harus terlebih dulu berlatih sehingga benar-benar mampu menyelenggarakan sesuai dengan syarat-syarat asesmen yang baik (Prayitno.3. operasionalisasi pengadmistrasian instrumen (mulai dari perencanaan sampai pada pelaporan adalah sebagai berikut (Mudjiran dkk. Dalam hal ini konselor perlu mengemukakan: 1) pokok isi. 2012). termasuk alokasi waktu yang disediakan 3) bagaimana jawaban/respon responden diolah 4) bagaimana hasil pengolahan disampaikan kepada responden 5) bagaimana hasil tersebut digunakan dan apa yang perlu atau diharapkan dilakukan responden Secara umum. bentuk. Tata cara pelaksanaan Pengadministrasian instrumen pada dasarnya dilaksanakan sesuai dengan petunjuk yang dikemukakan dalam manual instrumen. khususnya instrumen yang sudah distandardisasikan. pengadminstrasian instrumen perlu diawali dengan penjelasan tentang apa. dan kegunaan instrumen bagi responden 2) bagaimana menjawab dan mengerjakan instrumen. yaitu: 1) memahami isi dan bentuk instrumen yang akan digunakan secara mendalam dan menyeluruh 2) memahami dan dapat melaksanakan prosedur dan cara-cara pengadministrasian instrumen yang akan digunakan 3) memahami dan dapat melaksanakan cara pengolahan respon/jawaban responden/konseli 4) memahamai dan dapat melaksanakan interpretasi/penafsiran terhadap hasil-hasil instrumen Untuk keperluan pelayanan konseling. mengapa. 2010. Prayitno. tujuan. Penggunaan Instrumen a.

Sedapatdapatnya paling lambat dalam satu minggu hasil instrumen telah terolah dan digunakan. Pengolahan hasil instrumen Hasil pengadministrasian instrumen harus segera diolah. hasil-hasil pengadministrasian instrumen tersebut akan menjadi kedaluarsa. biasanya sewaktu pengembangan instrumen tersebut sudah BIMTEK GURU BK SMK 2012 44 . Tata cara pengolahan hasil instrumen. Sedangkan untuk instrumen yang dikembangkan sendiri oleh guru BK atau konselor. 2010). kesegeraan dalam pengolahan hasil AUM akan menjunjung azas kekinian dalam bimbingan dan konseling (Mudjiran dkk. lebih-lebih dalam waktu yang lebih lama lagi. tidak cocok lagi dengan keadaan siswa yang sudah berubah. Apabila pengolahan tertunda. untuk selanjutnya dipergunakan dalam pelayanan bimbingan dan konseling tertentu terhadap siswa yang bersangkutan. maka hasil instrumen akan menjadi siasia. biasanya sudah termuat dalam manual instrumen yang digunakan.b) c) d) e) f) Mengorganisasikan kegiatan instrumentasi Mengadministrasikan instrumen Mengolah jawaban/respon responden Menafsirkan hasil instrumentasi Menetapkan arah penggunaan instrumentasi hasil 3) a) b) c) d) 4) Evaluasi Menetapkan materi evaluasi terhadap kegiatan instrumenasi serta penggunaan hasil-hasilnya Menetapkan prosedur dan cara-cara evaluasi Melaksanakan kegiatan evaluasi Mengolah dan menafsirkan hasil evaluasi Tindak Lanjut a) Menetapkan jenis dan arah tindak lanjut terhadap kegiatan instrumenasi serta penggunaan hasil-hasilnya b) Mengkomunikasikan rencana tindak lanjut kepada pihak terkait c) Melaksanakan rencana tindak lanjut a) b) c) Laporan Menyusun laporan kegiatan aplikasi instrumenasi Menyampaikan laporan kepada pihak terkait Mendokumentasikan laporan kegiatan 5) b. Jika hasil demikian itu terjadi. besar kemungkinan berbeda dari masalah-masalah yang mereka alami dan terungkapkan melalui instrumen pada waktu sebelumnya. Masalah-masalah siswa pada satu atau dua bulan kemudian. khususnya instrumen yang sudah distandardisasikan.

baik dengan men-tally/menghitung frekuensi dan persentase.dirancang juga tata cara pengolahan datanya serta penggunaan hasilnya. AUM PTSDL) dan membandingkannya dengan kriteria/norma yang ada dalam manual instrumen. kelompok. akan menghasilkan minimal data individual dan kelompok. tetapi juga mengarah pada potensi (kekuatan dan hal-hal yang “positif”) dan kebutuhan siswa/konseli. Sesuai dengan kelompok data. yaitu berupa data individual. 3. Di sisi lain. Satu instrumen yang diadministrasikan terhadap sekelompok atau satu kelas siswa. Mengkonversi hasil pengolahan data dengan kriteria/norma instrumen (sesuai manual) Menginterpretasikan hasil pengolahan data BIMTEK GURU BK SMK 2012 45 2. Berikut dikemukakan langkah-langkah umum pengolahan data dari suatu instrumen dengan cara manual. dengan mengumpulkan data diri. Melakukan pengolahan. Ada di antara instrumen yang pengolahan datanya dengan men-tally atau menghitung frekuensi dan persentase. kebutuhan dan permasalahan serta lingkungan siswa atau konseli. 4. terutama formatformat hasil pengolahan. sedangkan untuk data potensi akan dikembangkan melalui program bimbingan dan konseling. 5. Menyiapkan kelengkapan pengolahan data. Artinya pengolahan data dan hasilnya. dan membandingkannya dengan kriteria/norma (yang telah ditetapkan). Ditinjau dari keperluan pengumpulan data. ataupun menskor jawaban siswa/konseli Memasukkan hasil pengolahan (langkah kedua) ke dalam tabel-tabel atau format-format yang telah dipersiapkan. hasil pengolahan instrumen akan mengarah pada pengelompokan data tersebut. 1. tidak hanya menghasilkan data berkenaan dengan kelemahan dan/atau masalah-masalah yang dialami siswa/konseli (hal-hal yang “negatif”). ada pula jenis instrumen yang pengolahannya menggunakan kunci untuk memperoleh skor (misalnya tes. kunci/pedoman scoring (untuk intrumen yang memerlukan kunci). dan norma. dan khusus. maka pengolahan data dan hasilnya mengarah pada keperluan tersebut. pengolahan hasilnya dapat dilakukan per item dan dapat pula untuk keseluruhan item dalam satu instrumen tersebut. baik untuk jenis data individual maupun kelompok (tabel tabulasi. umum. potensi. yaitu untuk keperluan penyusunan program bimbingan dan konseling. Untuk data kelemahan/masalah siswa akan dientaskan. tabel data individual dan kelompok). . untuk satu instrumen.

skor tertinggi dan terendah. Untuk data individual misalnya. guru BK/konselor harus mempelajari manualnya dengan seksama. pengolahan ataupun dalam interpretasinya. kebutuhan. kebutuhan dan permasalahan serta lingkungan siswa atau konseli. bagi konselor yang menggunakan instrumen yang dikembangkan oleh orang lain (sudah distandardisasikan). akan diketahui potensi. juga akan diketahui perbandingan antara individu dengan individu lain atau antara individu dengan kelompok. baik dalam pengadministrasian. Tata cara interpretasi data. biasanya juga termuat dalam manual instrumen atau telah dirancang sebelumnya sewaktu pengembangan instrumen yang dilakukan oleh guru BK/konselor. masalahmasalah yang dialami. dari hasil interpretasi. baik untuk data kelompok maupun individual. Dari data tersebut. Penafsiran hasil Setelah pengolahan data hasil instrumen (khususnya setelah konversi data dengan menggunakan kriteria/norma). Oleh sebab itu. tes. untuk setiap item dan untuk keseluruhan item (total) dalam suatu instrumen. data hasil pengolahan akan diperoleh. atau instrumen lain yang telah dirancang program pengolahannya). ITP. akan diketahui siapa dan BIMTEK GURU BK SMK 2012 46 . c. supaya tidak terjadi kekeliruan. Melalui program tersebut. Dari hasil interpretasi tersebut akan diketahui potensi. misalnya dengan memperhatikan rerata.6. sedangkan dari data kelompok akan dapat dilihat potensi. serta kondisi lingkungan yang menghambat ataupun yang menunjang kesuksesan untuk sekelompok siswa/konseli. biasanya dapat dilakukan untuk data kelompok/kelas dan data individual. kebutuhan. Dengan kata lain. Kesalahan akan berakibat. langkah berikutnya yang harus dilakukan oleh guru BK atau konselor adalah penafsiran atau interpretasi data. serta kondisi lingkungan yang menghambat ataupun yang menunjang kesuksesan dan perkembangan siswa/konseli. range. membahayakan terhadap pribadi-pribadi siswa/konseli. Menetapkan arah penggunaan hasil instrumenasi Apabila pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program computer (misalnya AUM Umum dan AUM PTSDL. masalah-masalah yang dialami. Hasil interpretasi itu akan dimasukkan ke dalam himpunan data yang selanjutnya akan digunakan untuk penyusunan program bimbingan dan konseling. Interpretasi instrumen. di samping data tidak valid dan terbuang sia-sia sehingga program bimbingan dan konseling tidak tepat sasaran. Sosiometri. biasanya guru BK atau konselor cukup mengentrikan data dan mengikuti “perintah-perintah” yang ada dalam manual program pengolahan data instrumen tersebut.

dan bersifat rahasia (Pusat Kurikulum. dengan tujuan menyediakan data dalam kualitas yang baik dan lengkap untuk menunjang pelayanan konseling sesuai dengan kebutuhan konseli (Prayitno. Data kemampuan. kegiatan dan belajar. 2012). dikolompokkan dan dikemas dalam bentuk tertentu. jurusan yang diambil • Masalah karir BIMTEK GURU BK SMK 2012 47 . kebutuhan. seperti: • Pekerjaan orangtua/keluarga • Bakat-minat karir. Data yang dihimpun tersebut adalah berkanaan dengan: a. seperti: • Identitas diri • Potensi dasar: inteligensi. baik secara individual maupun dalam posisinya sebagai anggota kelompok/kelas. Himpunan Data Data merupakan gambaran atau keterangan atau catatan tentang ada dan keadaan tertentu. Data perkembangan. Kegiatan himpunan data dalam bimbingan dan konseling berarti kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik/sasaran layanan. komprehensif. Data perkembangan. dan kondisi (positif dan “negatif”). minat • Identitas keluarga • Riwayat kesehatan • Catatan anekdot (kejadian khusus) • Masalah diri pribadi b. Balitbang Depdiknas. 2011). Data kemampuan. sedangkan himpunan data ( commulative record) berarti berbagai jenis data dihimpun. arah dan persiapan karir. seperti: • Sosiogram • Teman dekat • Data hubungan sosial • Masalah sosial c. kondisi dan lingkungan diri pribadi siswa. kondisi hubungan dan lingkungan sosial. bakat. 4. sistematis. yang diselenggarakan secara berkelanjutan. terpadu. seperti: • Nilai hasil belajar • Data kegiatan belajar • Riwayat pendidikan • Masalah belajar d.bagaimana potensi.

antara lain: • Hubungan sosial antar individu • Kondisi kebersamaan • Kerjasama kelompok • Hasil belajar sekelompok individu c. Menghimpun data • Data pribadi • Data kelompok • Data umum b. Data Umum: Data yang tidak mengenai diri seseorang dan tidak pula berkenaan dengan kelompok individu tertentu (berasal dari luar diri pribadi atau kelompok). Prayitno (2012) mengemukakan tiga pengelompokan data. tempat dan tanggal lahir. Penggunaan Data BIMTEK GURU BK SMK 2012 48 . data dapat dihimpun dalam (1) buku data pribadi. (5) kumpulan data umum. mudah menghimpunnya dan mudah pula mengaksesnya untuk digunakan c. padat dan jelas • Luwes: tidak statis. informasi karir dan pendidikan. bakat. 2012): a. Misalnya kumpulan leaflet. (4) program computer (file). data lingkungan. Data Kelompok: Data mengenai sekelompok individu. yang tidak berguna dibuang. yaitu a. kewarganegaraan. agama • Kondisi fisik dan kesehatan • Potensi diri: kemampuan dasar. minat dan kecenderungan pribadi. dan selalu ditambah dengan data baru yang benar-benar berguna • Lancar: mudah penyelenggaraannya dan mudah menggunakannya. cita-cita • Hasil karya • Status dan kondisi keluarga • Status dan kondisi pekerjaan atau karir • Kondisi kehidupan sehari-hari dan permasalahannya b. Sedangkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan himpunan data adalah (Prayitno. umum). (2) himpunan lembaran dengan format yang dirancang khusus. brosur. (3) kumpulan data kelompok dan laporan kegiatan. dan sumber informasi lain) Dalam penyelenggaraannya.Ditinjau dari pengelompokan data (pribadi. alamat. kelompok. antara lain: • Identitas pribadi: nama. Pengembangan Data • Langsung: dari sumber asli • Luas: sebanyak-banyaknya tetapi sesuai keperluan • Lugas: bersifat apa adanya. Data pribadi: semua data yang berkaitan dengan pribadi seseorang. gelar.

dan sistematika data 2) Kelengkapan. Evaluasi 1) Mengkaji efisiensi. klasifikasi. 2012). Pelaksanaan 1) Mengumpulkan dan memasukkan data ke dalam himpunan data sesuai dengan klasifikasi dan sistem etika yang ditetapkan 2) Memanfaatkan data untuk berbagai jenis layanan konseling 3) Memelihara dan mengembangkan himpunan data c. Prayitno. sistematika dan penggunaan fasilitas yang digunakan 2) Memeriksa kelengkapan. mengembangkan lebih lanjut sesuai dengan hasil evaluasi: 1) Bentuk. a. 2010. keakuratan. Laporan 1) Menyusun laporan (secara berkala) kegiatan himpunan data 2) Menyampaikan laporan kepada pihak terkait BIMTEK GURU BK SMK 2012 49 . kemanfaatan data dalam himpunan data d. operasionalisasi kegiatan himpunan data (mulai dari perencanaan sampai pada pelaporan adalah sebagai berikut (Mudjiran dkk. keakuratan dan keaktualan data 3) Kemanfataan data 4) Penggunaan teknologi 5) Teknik penyelenggaraan e. keaktualan dan Tindak Lanjut.• Perencanaan/program layanan • Isi layanan • Laporan kegiatan layanan Secara umum. untuk penyelengaraan dan 4) Menetapkan mekanisme penggunaan himpunan data pemelihraaan 5) Menyiapkan kelengkapan administrasi b. Perencanaan 1) Menetapkan jenis dan klasifikasi data serta sumber-sumbernya 2) Menetapkan bentuk himpunan data 3) Menetapkan dan himpunan data menata fasilitas pengisian.

Pelaporan Kegiatan instrumenasi dan himpunan data yang dilakukan perlu disusun laporannya untuk berbagai keperluan. Menyampaikan laporan kepada pihak terkait. Mendokomentasikan laporan dengan memperhatikan azas kerahasiaan D. tally). Latihan dilakukan dalam kelas yang didampingi oleh instruktur. instrumen dan fasilitas yang digunakan. Latihan Dalam kegiatan Bimtek ini. yang memuat tentang proses. baik secara sendiri-sendiri ataupun secara berkelompok. dengan memperhatikan azas kerahasiaan c. sosiometri. b. peserta diharapkan melakukan latihan. Secara umum. Teknik/Instrumen yang Digunakan Petunjuk: 1. Suatu hal yang sangat perlu diperhatikan. Menyusun laporan. penyimpanan/pendokumentasian ataupun penyampaian laporan kepada pihak terkait. misalnya kepada kepala sekolah/wakil. baik berkaitan dengan proses. baik berkenaan dengan penyusunan. Hasil yang diharapkan dari latihan ini adalah peserta dapat mengaplikasikan kemampuannya di tempat bertugas. hasil. atau melakukan kegiatan himpunan data. skala. Jangan sampai data tentang siswa sampai kepada pihak-pihak yang dapat merugikan siswa/konseli. hasil dan penafsirannya. pengembangan instrumen wawancara. angket. dan penggunaannya.3) Mendokomentasikan laporan 5. instrumen dan fasilitas yang digunakan. Tulis jenis data dan tentukan teknik/instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dengan mengisi tabel di bawah ini! BIMTEK GURU BK SMK 2012 50 E. kegiatan yang dilakukan dalam pelaporan adalah: a. atau mengerjakan latihan dengan mengisi format-format yang tertera pada lampiran. adalah penerapan azas kerahasiaan. Materi latihan dapat berupa pengembangan item-item dari contoh instrumen yang sudah dikemukakan dalam bab ini (daftar cek.serta penggunaan atau arah penggunaan data. terutama berkenaan dengan instrumen dan kegiatan himpunan data dalam pelayanan bimbingan dan konselig di SMK. Lampiran (Petunjuk dan format latihan) 1. Jenis Data dan .

Kelompokkan data tersebut dan rancang instrumen yang akan digunakan untuk pengumpulan data tersebut BIMTEK GURU BK SMK 2012 51 .2.

Tabel Jenis Data dan Teknik/Instrumen yang Digunakan Teknik/Instrumen No Jenis Data Obs Wwc Ang Ket Tes Sosiometri Cat anek AUM ITP ……. ……. BIMTEK GURU BK SMK 2012 52 . …….

Layanan yang Dilaksanakan Petunjuk: Jenis Data dan Jenis Tulis jenis data dan tentukan jenis layanan yang dilaksanakan dengan mengisi tabel di bawah ini! Tabel Jenis Data dan Jenis Layanan yang Dilaksanakan Jenis Layanan No Jenis Data BIMTEK GURU BK SMK 2012 53 .2.

memiliki hak untuk menempuh pendidikan. Tenaga yang BIMTEK GURU BK SMK 2012 54 . memiliki potensi untuk berkembang. Untuk itu. mengharapkan dapat bekerja sesuai dengan potensinya dan mengharapkan mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan. dalam hal ini peran bimbingan dan konseling memberikan fasilitasi bagi siswa untuk dapat mengoptimalkan fungsi potensinya sehingga dapat mencapai kemandirian dan dapat mengatasi persoalannya secara bertanggung jawab.BAB II PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING A. memiliki harapan untuk sukes studi dan karirnya. Siswa dalam kehidupannya tidak lepas dari persoalan yang harus diatasinya dan karena keterbatasan memerlukan bantuan dari pihak lain. Siswa memiliki keterbatasan. Bimbingan dan konseling (BK) dalam seting pendidikan dilaksanakan oleh tenaga professional yaitu Sarjana Pendidikan bidang Bimbingan dan Konseling dan telah menempuh pendidikan profesi konselor. PENGANTAR Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terkategori usia remaja. unik dan dinamik. mempunyai kesempatan untuk memperoleh fasilitasi pendidikan dan bimbingan dan konseling.

persoalan secara bertangung jawab dan mencapai kehidupan yang sejahtera dan bahagia. diperlukan bimtek bagi guru BK tentang kompetensi tersebut. Kinerja Guru BK yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan siswa sangatlah diharapkan. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. dan kesadaran masyarakat terhadap profesi. mandiri. berakhlak mulia. bangsa dan negara. BIMTEK GURU BK SMK 2012 55 . SUB KOMPETENSI. kecerdasan. cakap. akhlak mulia. kepribadian. kebijakan pemerintah yang mendukung program BK. dan menjadi warga negara yang demokratis serta tanggung jawab. DAN INDIKATOR KOMPETENSI Materi bimbingan teknis bagi guru BK SMK disiapkan untuk memberikan pengalaman pelajar yang sesuai dengan kompetensi yang harus dimiliki oleh guru BK atau konselor yaitu kompetensi profesional konselor. pengendalian diri. kreatif. sehat. BK memfasilitasi mengentaskan siswa agar dapat mandiri.tidak professional diyakini tidak dapat melaksanakan tugas profesinya dengan baik. serta ketrampilan yang diperlukan dirinya. dan program layanan BK di sekolah membantu tercapainya tujuan pendidikan nasional sebagaimana dituangkan dalam UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Untuk melaksanakan layanan profesi BK diperlukan tenaga professional dalam bidang BK. B. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 27 Tahun 2008 adalah mampu merancang program bimbingan dan konseling. Untuk itu. KOMPETENSI. berilmu. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. masyarakat. berkembang optimal. Salah satu tugas guru BK sesuai dengan rumusan stadar kompetensi konselor sebagaimana tertuang dalam Permendiknas No.

(3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. meliputi : 1. INDIKATOR Beberapa indikator materi bimbingan teknis (bimtek) kompetensi profesional dengan sub kompetensi merancang program Bimbingan dan Konseling. perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang. MATERI. lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya. dan tugas-tugas perkem-bangannya. maupun lingkungan kerja. kekuatan. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. (2) mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya.SUB KOMPETENSI : Sub kompetensi profesional yang disiapkan bagi guru BK SMK dalam Bab ini adalah Merancang Program Bimbingan dan Konseling. Menyusun program bimbingan dan konseling yang berkelanjutan berdasarkan kebutuhan peserta didik secara komprehensif dengan pendekatan perkembangan 3. (4) mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi. mereka harus mendapatkan kesempatan untuk: (1) mengenal dan memahami potensi. (3) mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana BIMTEK GURU BK SMK 2012 56 . 1. TUJUAN BIMBINGAN DAN KONSELING Tujuan pelayanan BK ialah membantu siswa/ konseli agar dapat: (1) merencanakan kegiatan penyelesaian studi. Merencanakan sarana dan biaya penyelenggaraan program bimbingan dan konseling. C. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. (2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin. Menyusun rencana pelaksanaan program bimbingan dan konseling 4. Menganalisis kebutuhan konseli 2. masyarakat.

(4) memahami dan mengatasi kesulitankesulitan sendiri (5) menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya. a. baik dalam kehidupan pribadi. 1. keluarga. BIMTEK GURU BK SMK 2012 57 . Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain. Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME. Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain. b. yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajibannya. tempat kerja. Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat g. dan (7) mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal. yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan. (6) menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya. maupun masyarakat pada umumnya. Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship). i. f. d. c. h. baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan. pergaulan dengan teman sebaya. dan karir. belajar (akademik). tidak melecehkan martabat atau harga dirinya. dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing. Secara khusus BK bertujuan untuk membantu siswa/ konseli agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial. persaudaraan.pencapaian tujuan tersebut. Bersikap respek terhadap orang lain. Aspek pribadi-sosial siswa. Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif. baik fisik maupun psikis. Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugrah) dan yang tidak menyenangkan (musibah). sekolah. serta dan mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut. kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat. e. Memiliki rasa tanggung jawab. menghormati atau menghargai orang lain.

2. mencatat pelajaran. memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu. dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran. Aspek belajar adalah sebagai berikut. Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif. Aspek karir adalah sebagai berikut.atau silaturahim dengan sesama manusia. a. seperti membuat jadwal belajar. 3. Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. dan sesuai dengan norma agama. Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir. j. e. Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat. disiplin dalam belajar. c. tanpa merasa rendah diri. c. f. minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan. d. b. d. dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya. Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun. Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain. seperti kebiasaan membaca buku. k. seperti keterampilan membaca buku. mengerjakan tugastugas.. Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang BIMTEK GURU BK SMK 2012 58 . asal bermakna bagi dirinya. Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan. Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif. Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian. Memiliki pemahaman diri (kemampuan. dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. a. Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif. b. dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas. mengggunakan kamus.

Mengenal keterampilan. dan kerjasama dengan lembaga usaha dan industri untuk memberikan pengalaman belajar dan peluang berkar ya serta kesempatan BIMTEK GURU BK SMK 2012 59 . maka setiap orang perlu memahami kemampuan dan minatnya. lingkungan sosiopsikologis pekerjaan. g. Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir. pameran hasil karya siswa yang dapat diperdagangkan. Dapat membentuk pola-pola karir. kemampuan (persyaratan) yang dituntut. yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat. Oleh karena itu. Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki. kemampuan dan minat. yaitu kecenderungan arah karir.pekerjaan yang menjadi citra-cita karirnya masa depan. menghadirkan alumni yang berhasil untuk memberikan informasi dan orientasi keberhasilannya. dan kondisi kehidupan sosial ekonomi. Apabila seorang siswa bercita-cita menjadi seorang guru. Untuk dapat memberikan pengalaman belajar yang memadai tentang aspek karir siswa. h. i. dalam bidang pekerjaan apa dia mampu. e. oberservasi dan magang ke berbagai dunia usaha dan industri yang relevan dengan potensi siswa. Memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karir. dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan. maka dia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut. f. dan kesejahteraan kerja. siswa diberikan informasi dunia karir baik jenis maupun persaratan dan cara mencapai karir tersebut. kemampuan. dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan tersebut. Memiliki kemampuan merencanakan masa depan. maka dapat dilakukan beberapa upaya antara lain: guru BK atau konselor menyusun materi informasi sesuai tujuan BK aspek karir yaitu nomor 3 a s/d i. prospek kerja.

(2) perbaikan dalam arti memperbaiki kesalahan pikiran-perasaan-perilaku. home visit. (3) penyaluran dalam arti membantu siswa untuk menyalurkan bakat. media. bimbingan kelompok. kerjasama dengan instansi/lembaga/perusahaan yang dapat mengembangkan potensi siswa. BIMTEK GURU BK SMK 2012 60 . sosial. Di samping itu. pertemuan kasus. (4) penempatan dalam arti membantu menempatkan siswa sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan. layanan BK berfungsi: (1) pemahaman dalam arti membantu siswa untuk memahami diri secara baik tentang kelebihan dan kelemahannya. minat dan kegemaran sesuai dengan kesempatan yang ada. (2) penyesuaian dalam arti membantu siswa untuk menyesuaian terhadap situasi baru dimana siswa berada. referral. (4) pemeliharaan dalam arti memelihara situasi dan kondisi siswa agar tetap terjaga menjadi stabil. Layanan BK bersifat (1) pencegahan dalam arti bahwa mencegah jangan sampai siswa memiliki masalah. ANALISIS POTENSI DAN KEBUTUHAN Layanan BK diperuntukkan bagi seluruh siswa terkategori normal dalam upaya memberikan bantuan pencapaian keberhasilan belajar. bimbingan klasikal. dan (5) pengembangan dalam arti mengembangan bakat dan minat sesuai dengan potensi yang dimiliki siswa dan kesempatan yang ada. pengembangan pribadi. Strategi layanan BK antara lain dapat dilakukan dengan cara konseling individual. (5) pengadaptasian dalam arti membantu pihak lain dalam upaya memahami siswa untuk kepentingan layanan bagi siswa yang bersangkutan. (3) penyembuhan dalam arti menyembuhkan penyakit yang dapat sembuh dengan informasi-informasi yang tepat.bekerja. 2. dan karirnya. kerjasama dengan profesi lain. Untuk dapat memberikan layanan BK secara baik dan terarah diperlukan pemahaman secara mendalam tentang diri siswa (konseli) dan kondisi sekolah serta prospek siswa setelah lulus SMK. kerjasama dengan orang tua. Pemahaman tentang diri siswa dapat dilakukan dengan cara penerapan teknik tes dan teknik non tes (sebagaimana diuraikan di Bab I). konseling kelompok.

intensitas hubungan antar anggota keluarga. latar belakang sosio-kultural dan kemasyarakatan. pendidikan orang tua. kelebihan dan kelemahan fisik. (3) Kematangan emosi. cita-cita. kesehatan panca indera. kondisi lingkungan dalam sekolah. dan fungsi organ tubuh. (2) Landasan perilaku etis. tokoh-tokoh yang dianut dan disegani. keberhasilan dalam pendidikan. Kondisi psikis siswa antara lain meliputi bakat. hubungan sosial dengan guru-karyawan-antar teman. fasilitas kebutuhan dalam kehidupan. iklim sekolah. kebiasaan. Siswa memiliki kebutuhan dan diharapkan berkembang optimal sesuai dengan potensi diri dan mencapai kemandirian dalam kehidupannya.Setidaknya perlu memahami siswa tentang identitas. Masing-masing aspek perkembangan memiliki BIMTEK GURU BK SMK 2012 61 . minat. (6) Kesadaran gender. fasilitas sekolah. Kondisi fisik siswa antara lain meliputi kelengkapan anggota tubuh. Kondisi keluarga antara lain meliputi identitas orang tua. kegagalan dalam pendidikan. kepribadian. prestasi yang dicapai. status sosial ekonomi. (5) Kesadaran tanggung jawab sosial. psikis. perkembangan siswa. motivasi. Kondisi latar belakang sosio-kultural dan kemasyarakatan antara lain meliputi budaya yang dianut. latar belakang keluarga. kesehatan organ tubuh. dan kebutuhan layanan. (9) Wawasan dan kesiapan karier. Guru BK atau Konselor hendaknya memahami dan memberikan bantuan pengembangan diri siswa sebagaimana yang telah dirumuskan menjadi Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD) yang meliputi (1) Landasan hidup religius. dan (11) Kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga. kondisi fisik. (7) Pengembangan diri. (10) Kematangan hubungan dengan teman sebaya. (4) Kematangan intelektual. latar belakang sekolah/pendidikan. pengalaman belajar. kecerdasan. peran dalam kemasyarakatan. status anak dalam keluarga. Hasil pemahaman dapat dipergunakan sebagai dasar penyusunan program layanan BK. kualitas pendidik dan tenaga kependidikan. kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. emosi. kedisiplinan. Kondisi latar belakang sekolah/pendidikan antara lain meliputi status sekolah. hoby. (8) Perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis). karakterisitik budayanya. perhatian orang tua. ketrampilan.

STANDAR KOMPETENSI KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK PADA SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT ATAS dan penyiapan materi layanan dan memberikannya secara terencana dan terjadwal perlu dilakukan oleh guru No Aspek Perkembangan Landasan hidup Tataran/Internalisasi Tujuan Pengenalan Mempelajari hal ihwal ibadah Mengenal Akomodasi Mengembangkan pemikiran tentang Tindakan Melaksanakan ibadah atas keyakinan sendiri 1 religious kehidupan beragama disertai sikap toleransi Menghargai norma sebagai rujukan pengambilan keputusan Bersikap toleran terhadap ragam ekspresi perasaan lain Berperilaku atas dasar keputusan yang mempertimbangkan aspek-aspek etis Mengekspresikan perasaan dalam caracara yang bebas. yaitu: (1) pengenalan/penyadaran (memperoleh pengetahuan dan pemahaman tentang aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai). (2) akomodasi (memperoleh pemaknaan dan internalisasi atas aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai) dan (3) tindakan (perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari dari aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai).tiga dimensi tujuan.Menyadari akan keputusan dan keputusan dan cara pengambilan keragaman alternatif dan pemecahan BIMTEK GURU BK SMK 2012 . Pemahaman tentang standar kompetensi kemandirian peserta didik (SKKPD) BK atau konselor.terbuka konflik Mengambil keputusan masalah atas dasar 62 Landasan perilaku 2 etis keragaman sumber Keragaman sumber norma yang berlaku di masyaraakat Mempelajari cara- 3 Kematangan emosi cara menghindari konflik dengan orang lain diri sendiri dan orang dan tidak menimbulkan Kematangan 4 intelektual Mempelajari cara.

ulet.No Aspek Perkembangan Pengenalan pemecahan masalah secara objektif Tataran/Internalisasi Tujuan Akomodasi konsekuensi yang dihadapinya Menyadari nilai-nilai Tindakan informasi/data secara objektif Kesadaran 5 tanggung jawab sosial Mempelajari keragaman interaksi sosial persahabatan dan Berinteraksi dengan keharmonisan dalam orang lain atas dasar konteks keragaman kesamaan interaksi sosial Menghargai Mempelajari Kesadaran gender antar jenis dalam keragaman peraan Berkolaborasi secara harmonis dengan lain perilaku kolaborasi laki-laki atau 6 perempuan sebagai jenis dalam keragaman keharmonisan hidup ragam kehidupan aset kolaborasi dan peran Mempelajari Pengembangan diri Menerima keunikan keunikan diri dalam diri dengan segala konteks kehidupan kelebihan dan sosial Mempelajari strategi dan Menerima nilai-nilai hidup hemat. Internalisasi nilai- Mengembangkan karir dengan 63 niolai yang melandasialternatif perencanaan peluang dan ragam pertimbangan BIMTEK GURU BK SMK 2012 . dan kompetitif 8 (kemandirian sengguh-sungguh sebagai aset untuk perilaku ekonomis) dan kompetitif mencapai hidup dalam keragaman mandiri kehidupan Wawasan dan 9 kesiapan karier Mempelajari kemampuan diri.ulet. sungguhsungguh dan kompetitif atas dasar kesadaran sendiri hemat.ulet sungguh-sungguh peluang untuk berperilaku kekurangannya Menampilkan keunikan diri secara harmonis dalam keragaman 7 Perilaku kewirausahaan Menampilkan hidup hemat.

KONSELING PENYUSUNAN PROGRAM BIMBINGAN DAN Program BK di SMK disusun atas dasar kebutuhan perkembangan diri siswa (standar kemandirian peserta didik). kemampuan guru BK. konsep BK serta mendukungan tercapainya BIMTEK GURU BK SMK 2012 64 . kondisi lingkungan sekolah. dan aktifitas yang terfokus pada pengembangan Tataran/Internalisasi Tujuan Akomodasi Tindakan pemilihan alternatif karir mempertimbangkan kemampuan. fasilitasi sekolah. pendidikan. peluang dan ragam karir alternatif karir yang lebih terarah Mempelajari caraKematangan 10 hubungan dengan teman sebaya cara membina dan kerjasama dan toleransi dalam pergaulan dengan teman sebaya Menghargai nilai-nilai kerjasama dan toleransi sebagai persahabatan dengan teman sebaya Mengharagai normanorma pernikahan Kesiapan diri untuk Mengenal norma11 menikah dan berkeluarga norma pernikahan dan berkeluarga dan berkeluarga sebagai landasan bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis Mengekspresikan keinginannya untuk mempelajari lebih intensif tentang norma pernikahan dan berkeluarga Mempererat jalinan persahabatan yang lebih memperhatikan norma yang berlaku dasar untuk menjalin akrab dengan 3.No Aspek Perkembangan Pengenalan pekerjaan. peta permasalahan yang dihadapi siswa. visi dan misi BK.

landasan hukum. Ke dalam rumusan ini dapat menyangkut konsep dasar yang digunakan. dampak perkembangan iptek dan sosial budaya terhadap gaya hidup masyarakat (termasuk para peserta didik). bulanan. Visi dan Misi Secara mendasar visi dan misi BK perlu dirumuskan ulang ke dalam fokus isi: Visi: Membangun iklim Sekolah bagi kesuksesan siswa BIMTEK GURU BK SMK 2012 65 . Program BK yang disusun tahunan. maupun pelaksanaan. dan pelaporan program BK. personalia pelaksana program. visi dan misi BK. Dalam rancangan program hendaknya disajikan : rasional. dan hal-hal lain yang dianggap relevan. Dalam merumuskan program. 2. 1. sasaran. depkripsi hasil analisis kebutuhan layanan bagi siswa berdasarkan need asesmen.tujuan pendidikan nasional. proses. semesteran. strategi layanan. Rasional Rumusan dasar pemikiran tentang urgensi BK dalam keseluruhan program Sekolah. masing-masing saling terkait sehingga menjadi satu matarantai rencana program BK yang utuh. kaitan BK dengan implementasi kurikulum. waktu pelaksanaan. Program dapat terlaksana dan mencapai hasil yang diharapkan sebagaimana dalam rancangan program apabila rancangan disusun secara tepat dan kualitas unggul dan dilaksanakan sesuai rencana. Program BK memberikan gambaran apa yang akan dilaksanakan dalam layanan BK. struktur dan isi/materi program ini bersifat fleksibel disesuaikan dengan kondisi atau kebutuhan siswa berdasarkan hasil penilaian kebutuhan di masing-masing sekolah. anggaran yang diperlukan dan sumber serta pertanggunganjawaban. evaluasi baik perencanaan. bidang gerak. pengembangan rencana pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling (RPLBK). dan mingguan. komponen program layanan yang akan dilaksanakan. tujuan yang ingin dicapai dari program layanan.

yakni Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD). 3. Tujuan hendaknya dirumuskan ke dalam tataran tujuan: b. untuk membangun pemaknaan. Tindakan. pribadi-sosial. Rumuskan tujuan yang akan dicapai dalam bentuk perilaku yang harus dikuasai siswa setelah memperoleh pelayanan BK.Misi: Memfasilitasi seluruh siswa memperoleh dan menguasai kompetensi di bidang akademik. dan d. Akomodasi. Rencana Operasional. untuk membangun pengetahuan dan pemahaman peserta didik terhadap perilaku atau standar kompetensi yang harus dipelajari dan dikuasai c. Rencana kegiatan adalah uraian detil dari program yang menggambarkan struktur isi program. Penyadaran. Tujuan a. 5. baik kegiatan BIMTEK GURU BK SMK 2012 66 . Komponen Program Komponen program meliputi: (a) Komponen Pelayanan Dasar. (c) Komponen Perencanaan Individual. dan d) Komponen Dukungan Sistem (manajemen) 6. dan menjadikan perilaku atau kompetensi baru sebagai bagian dari kemampuan dirinya. Rencana kegiatan diperlukan untuk menjamin program BK dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien. Rumusan ini tiada lain adalah rumusan tugas-tugas perkembangan. internalisasi. yaitu mendorong peserta didik untuk mewujudkan perilaku dan kompetensi baru itu dalam tindakan nyata sehari-hari. karir berlandaskan pada tata kehidupan etis normatif dan ketaqwaan kepada Tuhan YME. Deskripsi Kebutuhan Rumusan hasil needs assessment (penilaian kebutuhan) siswa dan lingkungannya ke dalam rumusan perilaku-perilaku yang diharapkan dikuasai peserta didik. (b) Komponen Pelayanan Responsif. Sedangkan visi dan misi ditentukan oleh sekolah masing-masing. 4.

Kalender kegiatan mencakup kalender tahunan. Perencanaan waktu ini didasarkan kepada isi program dan dukungan manajemen yang harus dilakukan oleh konselor. konferensi kasus . buku-buku. untuk memfasilitasi siswa mencapai tugas perkembangan atau kompetensi tertentu. dan (b) tanpa kontak langsung dengan siswa. Pertimbangkan porsi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan di atas. Identifikasikan dan rumuskan berbagai kegiatan yang harus/perlu dilakukan. dan mingguan. semesteran. Rancangan ini bisa dalam bentuk matrik. c. dan alih tangan (referral). Untuk kegiatan kontak langsung yang dilakukan secara klasikal di kelas (pelayanan dasar) perlu dialokasikan waktu terjadwal 2 (dua) jam pelajaran per-kelas per-minggu. atau majalah dinding). 7. brosur. Pengembangan Tema/Topik (bisa dalam bentuk dokumen tersendiri) Tema ini merupakan rincian lanjut dari kegiatan yang sudah diidentifikasikan yang terkait dengan tugas-tugas perkembangan. bulanan. Atas dasar komponen program di atas maka : a. Kegiatan ini diturunkan dari perilaku/tugas perkembangan/ kompetensi yang harus dikuasai peserta didik b. Tema BIMTEK GURU BK SMK 2012 67 . e. d. Adapun kegiatan bimbingan tanpa kontak langsung dengan peserta didik dapat dilaksanakan melalui tulisan (seperti e-mail. Program BK Sekolah yang telah dituangkan ke dalam rencana kegiatan perlu dijadwalkan ke dalam bentuk kalender kegiatan.di Sekolah maupun luar Sekolah. Rencana kegiatan dimaksud dituangkan ke dalam rancangan jadwal kegiatan untuk selama satu tahun. Apakah kegiatan itu dilakukan dalam waktu tertentu atau terus menerus. Berapa banyak waktu dan yang diperlukan dalam untuk setiap melaksanakan pelayanan bimbingan konseling komponen program perlu dirancang dengan cermat. Inventarisasikan kebutuhan yang diperoleh dari needs assessment ke dalam tabel kebutuhan yang akan menjadi rencana kegiatan. Program Tahunan dan Program semester. home visit. Program BK perlu dilaksanakan dalam bentuk (a) kontak langsung.

(3) perencanaan individual.Indiv. Keempat komponen program tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. Pengembangan Satuan Pelayanan atau Rencana Pelayanan Bimbingan dan Konseling (dapat dalam bentuk dokumen tersendiri) Dikembangkan secara bertahap sesuai dengan tema/topik. Dukungan Sistem Konsultasi. 9. Pengembangan Profesional. dan Kegiatan Manajemen BIMTEK GURU BK SMK 2012 68 . sebagai bentuk akuntabilitas pelayanan BK. dan (4) dukungan sistem. 10. Evaluasi Rencana evaluasi perkembangan siswa dirumuskan atas dasar tujuan yang ingin dicapai. Anggaran Rencana anggaran untuk mendukung implementasi program dinyatakan secara cermat. Kolaborasi. 4.secara spesifik dirumuskan dalam bentuk materi untuk setiap komponen program. (2) pelayanan responsif. dan realistik. yaitu: (1) pelayanan dasar bimbingan. KONSELING Program BK mengandung empat komponen pelayanan. Pelayanan Dasar KOMPONEN PROGRAM BIMBINGAN DAN Komponen Program BK Pelayanan Responsif Peserta didik Pelayanan Per. Sejauh mungkin perlu dirumuskan pula evaluasi program yang berfokus kepada keterlaksanaan program. 8. rasional.

2). Secara rinci tujuan pelayanan ini dapat dirumuskan sebagai upaya untuk membantu konseli agar (1) memiliki kesadaran (pemahaman) tentang diri dan lingkungannya (pendidikan. dan . Penggunaan instrumen asesmen perkembangan dan kegiatan tatap muka terjadwal di kelas sangat diperlukan untuk mendukung implementasi komponen ini.Gambar 1. Pengertian Pelayanan dasar diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada seluruh siswa/ konseli melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan (yang dituangkan sebagai standar kompetensi kemandirian peserta didik) yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya. Pelayanan responsive = 15 – 25 %. dan memperoleh keterampilan dasar hidupnya. sosial budaya dan agama). Pelayanan perencanaan individual = Dukungan sistem = 10-15% a. atau dengan kata lain membantu konseli agar mereka dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya. Pelayanan Dasar 1). Asesmen kebutuhan diperlukan untuk dijadikan landasan pengembangan pengalaman terstruktur yang disebutkan. memiliki mental yang sehat. Tujuan Pelayanan ini bertujuan untuk membantu semua siswa/ konseli agar memperoleh perkembangan yang normal. pekerjaan. Komponen Program Bimbingan dan Konseling Komposisi pengaturan waktu layanan setiap komponen program BK adalah Pelayanan Dasar = 25 – 35 %. (2) mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku BIMTEK GURU BK SMK 2012 69 25-35% (dapat maksimal).

(6) iklim kehidupan dunia kerja. Pelayanan Orientasi Pelayanan ini merupakan suatu kegiatan yang memungkinkan siswa dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Fokus pengembangan Untuk dikembangkan mencapai tujuan tersebut. konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada para peserta didik. (3) keterampilan pengambilan keputusan. (7) cara melamar pekerjaan. (8) kasus-kasus kriminalitas. jasmaniah-rohaniah) dalam menghadapi pekerjaan. (5) perkembangan dunia kerja. Strategi Pelayanan dasar a). fokus perilaku yang menyangkut aspek-aspek pribadi. (2) motivasi antara lain mencakup pengembangan: (1) pemecahan masalah.Bimbingan Kelas Program yang dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta didik di kelas. (9) bahayanya perkelahian masal (tawuran).yang layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya. (6) penyadaran keragaman budaya. (3) mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya. dan (4) mampu mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya. pemantapan pilihan program studi. (3) keterampilan kerja profesional. belajar dan karir. b). (4) kesiapan pribadi (fisik-psikis. untuk BIMTEK GURU BK SMK 2012 70 . Secara terjadwal. (4) keterampilan (5) keterampilan hubungan antar pribadi atau dan (7) perilaku (2) berkomunikasi. berprestasi. sosial. bertanggung jawab. Semua ini berkaitan erat dengan upaya membantu siswa/ konseli dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya (sebagai standar kompetensi kemandirian). 4). 3). Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau brain storming (curah pendapat). Materi pelayanan dasar dirumuskan dan dikemas atas dasar standar kompetensi kemandirian peserta didik self-esteem. Hal-hal yang terkait dengan perkembangan karir mencakup pengembangan: (1) fungsi agama bagi kehidupan. dan (10) dampak pergaulan bebas.

brosur. dan alih tangan kepada ahli lain adalah ragam bantuan yang dapat dilakukan dalam pelayanan responsif. Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai instrumen. staf dan guru-guru. Konseling individual. adalah masalah yang bersifat umum (common problem) dan tidak rahasia. dan mengelola stress. d). Materi pelayanan orientasi di sekolah biasanya mencakup organisasi sekolah.Tujuan BIMTEK GURU BK SMK 2012 71 . 2). melalui komunikasi langsung. 10 orang). dan internet). Pelayanan responsif 1). sebab jika tidak segera dibantu dapat menimbulkan gangguan dalam proses pencapaian tugas-tugas perkembangan. fasilitas atau sarana prasarana. e). Pelayanan Pengumpulan Data (Aplikasi Instrumentasi) Merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang pribadi peserta didik. b. program BK. konsultasi dengan orangtua.d. konseling krisis. program ekstrakurikuler. Bimbingan Kelompok Konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik melalui kelompok-kelompok kecil (5 s. baik tes maupun non-tes. majalah. leaflet. seperti : buku. seperti : cara-cara belajar yang efektif. Pelayanan orientasi ini biasanya dilaksanakan pada awal program pelajaran baru. dan tata tertib sekolah.mempermudah atau memperlancar berperannya mereka di lingkungan baru tersebut. Pelayanan Informasi Yaitu pemberian informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi peserta didik. dan lingkungan peserta didik. kurikulum. guru. Pengertian Pelayanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada siswa / konseli yang menghadapi kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera. maupun tidak langsung (melalui media cetak maupun elektronik. Topik yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini. c). Bimbingan ini ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat para peserta didik. kiat-kiat menghadapi ujian.

(3) berperilaku impulsif (kekanak-kanakan atau melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkannya secara matang). Masalah siswa / konseli pada umumnya tidak mudah diketahui secara langsung tetapi dapat dipahami melalui gejala-gejala perilaku yang ditampilkannya. (8) prestasi belajar rendah. Fokus pengembangan Fokus pelayanan responsif bergantung kepada masalah atau kebutuhan konseli. minuman keras. (6) kurang memiliki kebiasaan belajar yang positif. karena tidak terpenuhi kebutuhannya. (7) kurang bisa bergaul. dan (13) masalah dalam keluarga. karir. sumbersumber belajar. (11) masalah tawuran. kegagalan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. (2) merasa rendah diri. pergaulan bebas. atau gagal dalam mencapai tugas-tugas perkembangan. bahaya obat terlarang. (5) malas belajar. BIMTEK GURU BK SMK 2012 72 .Tujuan pelayanan responsif adalah membantu siswa konseli agar dapat memenuhi kebutuhannya dan memecahkan masalah yang dialaminya atau membantu konseli yang mengalami hambatan. Kebutuhan ini seperti kebutuhan untuk memperoleh informasi antara lain tentang pilihan karir dan program studi. Tujuan pelayanan ini dapat juga dikemukakan sebagai upaya untuk mengintervensi masalah-masalah atau kepedulian pribadi konseli yang muncul segera dan dirasakan saat itu. narkotika. Masalah lainnya adalah yang berkaitan dengan berbagai hal yang dirasakan mengganggu kenyamanan hidup atau menghambat perkembangan diri siswa/ konseli. (9) malas beribadah. 3). (12) manajemen stress. (10) masalah pergaulan bebas ( free sex). dan atau masalah pengembangan pendidikan. (4) membolos dari sekolah. Masalah dan kebutuhan konseli berkaitan dengan keinginan untuk memahami sesuatu hal karena dipandang penting bagi perkembangan dirinya secara positif. berkenaan dengan masalah sosial-pribadi. Masalah yang mungkin dialami siswa/ konseli diantaranya: (1) merasa cemas tentang masa depan.

Kolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran atau Wali Kelas. maka sebaiknya dia mereferal atau mengalihtangankan kepada ahli lain yang lebih berwenang. Siswa/ konseli yang sebaiknya direferal adalah mereka yang memiliki masalah. Konseling ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. a). dan prospek kerja). dan mengidentifikasi aspek-aspek bimbingan yang dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran. (8) menampilkan pribadi yang BIMTEK GURU BK SMK 2012 73 . (7) memahami perkembangan dunia industri atau perusahaan. b). tindak kejahatan (kriminalitas). Guru BK atau konselor berkolaborasi dengan guru mata pelajaran dan wali kelas dalam rangka memperoleh informasi tentang siswa (seperti : prestasi belajar. (6) memberikan informasi yang up to date tentang kaitan mata pelajaran dengan bidang kerja yang diminati siswa. (3) menandai siswa yang diduga bermasalah. seperti depresi. dan pengambilan keputusan secara lebih tepat. (5) mereferal (mengalihtangankan) siswa yang memerlukan pelayanan BK kepada guru BK atau koselor. Aspek-aspek itu di antaranya : (1) menciptakan iklim sosio-emosional kelas yang kondusif bagi belajar siswa. persyaratan kerja. kehadiran. Melalui konseling. Strategi pelayanan responsive. sehingga dapat memberikan informasi yang luas kepada siswa tentang dunia kerja (tuntutan keahlian kerja. c). membantu memecahkan masalah siswa. (4) membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar melalui program remedial teaching. siswa/ konseli dibantu untuk mengidentifikasi masalah. Referal Apabila guru BK atau konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah siswa/ konseli.4). dan penyakit kronis. (2) memahami karakteristik siswa yang unik dan beragam. kecanduan narkoba. Konseling Individual dan Kelompok Pemberian pelayanan konseling ini ditujukan untuk membantu siswa/konseli yang mengalami kesulitan atau hambatan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. suasana kerja. penemuan alternatif pemecahan masalah. penyebab masalah. aktivitas selama pembelajaran).

yang pelaksanaannya dapat bersamaan dengan pembagian rapor. Untuk melakukan kerjasama dengan orang tua ini. dan (9) memberikan informasi tentang cara-cara mempelajari mata pelajaran yang diberikannya secara efektif. Yaitu berkaitan dengan upaya Sekolah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan bimbingan. BIMTEK GURU BK SMK 2012 74 . orang tua. karena guru merupakan “figur central” bagi siswa). e). pengertian. dapat dilakukan beberapa upaya. baik dalam aspek emosional. f). (3) organisasi profesi BK. terutama menyangkut kegiatan belajar dan perilaku sehari-harinya. Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihakpihak (1) instansi pemerintah. dan (6) Depnaker (dalam rangka analisis bursa kerja/lapangan pekerjaan). (4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait dalam pendidikan. Kerjasama ini penting agar proses bimbingan terhadap siswa tidak hanya berlangsung di Sekolah. dan tukar pikiran antar guru BK atau konselor dan orang tua dalam upaya mengembangkan potensi siswa atau memecahkan masalah yang mungkin dihadapi siswa. Kolaborasi dengan Orang tua Guru BK atau konselor perlu melakukan kerjasama dengan para orang tua peserta didik. seperti: (1) kepala Sekolah atau komite Sekolah mengundang para orang tua untuk datang ke Sekolah (minimal satu semester satu kali). sosial. maupun moral-spiritual (hal ini penting. (2) instansi swasta.matang. d). (2) Sekolah memberikan informasi kepada orang tua (melalui surat) tentang kemajuan belajar atau masalah siswa. Kolaborasi dengan pihak-pihak terkait di luar sekolah. tetapi juga oleh orang tua di rumah. Melalui kerjasama ini memungkinkan terjadinya saling memberikan informasi. (5) Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK). dan (3) orang tua diminta untuk melaporkan keadaan anaknya di rumah ke Sekolah. Konsultasi Guru BK atau konselor menerima pelayanan konsultasi bagi guru. atau pihak pimpinan Sekolah yang terkait dengan upaya membangun kesamaan persepsi dalam memberikan bimbingan kepada para siswa.

c. melakukan referal. Di samping itu dia juga berfungsi sebagai mediator yang membantu guru BK atau konselor dengan cara memberikan informasi tentang kondisi. melalui kunjungan ke rumahnya. dalam upaya menggentaskan masalahnya. serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya. baik akademik maupun non-akademik. Perencanaan individual 1). Siswa yang akan diperankan sebagai pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan oleh guru BK atau konselor. atau masalah siswa yang perlu mendapat pelayanan BK. Bimbingan Teman Sebaya (Peer Guidance/Peer Facilitation) Bimbingan teman sebaya ini adalah bimbingan yang dilakukan oleh siswa terhadap siswa yang lainnya. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik itu. Pengertian Perencanaan individual diartikan sebagai bantuan kepada siswa / konseli agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan peren-canaan masa depan berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya. Kunjungan Rumah Yaitu kegiatan untuk memperoleh data atau keterangan tentang peserta didik tertentu yang sedang ditangani. penafsiran hasil asesmen. dan penyediaan informasi yang akurat sesuai dengan peluang dan potensi yang dimiliki BIMTEK GURU BK SMK 2012 75 . Siswa terlatih berfungsi sebagai mentor atau tutor yang membantu siswa lain dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. Pertemuan konferensi kasus ini bersifat terbatas dan tertutup. i). Konferensi Kasus Yaitu kegiatan untuk membahas permasalahan peserta didik dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan. Pemahaman siswa/ konseli secara mendalam dengan segala karakteristiknya. h). dan meningkatkan kualitas program BK. perkembangan. g).menciptakan lingkungan Sekolah yang kondusif bagi perkembangan siswa.

tujuan dan keputusan yang ditentukan oleh masing-masing konseli. yang didasarkan atas pengetahuan akan dirinya. siswa/ konseli diharapkan dapat: 1) Mempersiapkan diri untuk mengikuti pendidikan lanjutan. Dengan demikian meskipun perencanaan individual ditujukan untuk memandu seluruh konseli. 4) Mengambil keputusan yang merefleksikan perencanaan dirinya. pelayanan yang diberikan lebih bersifat individual karena didasarkan atas perencanaan. informasi tentang Sekolah. perencanaan. informasi. 3) Mengukur tingkat pencapaian tujuan dirinya. 2) Menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya dalam rangka pencapaian tujuannya. 2). Kegiatan orientasi. Tujuan Perencanaan individual bertujuan untuk membantu siswa/ konseli agar (1) memiliki pemahaman tentang diri dan lingkungannya. dan advokasi diperlukan di dalam implementasi pelayanan ini. atau pengelolaan terhadap perkembang-an dirinya. dan masyarakatnya. maupun karir. 3). rujukan. dan (3) dapat melakukan kegiatan berdasarkan pemahaman. dan pengembangan sosial-pribadi oleh dirinya sendiri. sosial. merencanakan karir. baik menyangkut aspek pribadi. konseling individual. tujuan. kola-borasi. Melalui pelayanan perencanaan individual. dan mengelola rencana pendidikan.konseli amat diperlukan sehingga konseli mampu memilih dan mengambil keputusan yang tepat di dalam mengem-bangkan potensinya secara optimal. Fokus pengembangan BIMTEK GURU BK SMK 2012 76 . belajar. memonitor. Tujuan perencanaan individual ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya memfasilitasi siswa/ konseli untuk merencanakan. termasuk keber-bakatan dan kebutuhan khusus konseli. dan rencana yang telah dirumuskannya. karir. (2) mampu merumuskan tujuan. dunia kerja. dan mengembangkan kemampuan sosialpribadi. Isi layanan perencanaan individual adalah hal-hal yang menjadi kebutuhan konseli untuk memahami secara khusus tentang perkembangan dirinya sendiri.

Dukungan sistem Dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen. Pelayanan perencanaan individual ini dapat dilakukan juga melalui pelayanan penempatan (penjurusan. Strategi Guru BK atau konselor membantu siswa menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh. dan memahami nilai belajar sepanjang hayat. dan pengembangan keterampilan sosial yang efektif. mengeksplorasi latihan-latihan pekerjaan. dan pengarahan dirinya secara positif dan konstruktif. dan penyaluran). infra struktur (misalnya Teknologi Informasi dan BIMTEK GURU BK SMK 2012 77 .Fokus pelayanan perencanaan individual berkaitan erat dengan pengembangan aspek akademik. untuk membentuk siswa menempati posisi yang sesuai dengan bakat dan minatnya. karir. 4). Melalui kegiatan penilaian diri ini. yaitu yang menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangan. dan merencanakan (alternatif kegiatan) menunjang pengembangan dirinya. sosial. memilih kursus atau pelajar-an tambahan yang tepat. Secara rinci cakupan fokus tersebut antara lain mencakup pengembangan aspek (1) akademik meliputi memanfaatkan keterampilan belajar. dan (3) mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukannya. (2) karir bekerja meliputi yang mengeksplorasi positif. peserta didik akan memiliki pemahaman. dan sosial-pribadi. Siswa/ konseli menggunakan informasi tentang pribadi. dan karier. memahami kebutuhan untuk kebiasaan meliputi pengembangan konsep diri yang positif. d. belajar. dan (3) peluang-peluang sosial-pribadi karir. tata kerja. (2) melakukan kegiatan yang sesuai dengan tujuan atau perencanaan yang telah ditetapkan. atau aspekaspek pribadi. sosial. atau kegiatan yang berfungsi untuk memperbaiki kelemahan dirinya. belajar dan karir yang diperolehnya kegiatan untuk (1) merumuskan yang tujuan. melakukan pemilihan pendidikan lanjutan atau pilihan jurusan. penerimaan.

Dukungan sistem ini meliputi aspek-aspek: (1) pengembangan jejaring (networking). 2) Kegiatan Manajemen Kegiatan manajemen merupakan berbagai upaya untuk memantapkan. dan meningkatkan mutu program BK melalui kegiatankegiatan (1) pengembangan program. (3) berpartisipasi dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan Sekolah. dan (4) pengembangan penataan kebijakan. Sedangkan bagi personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar penyelenggaraan program pendidikan di Sekolah. (4) bekerjasama dengan personel Sekolah lainnya dalam rangka menciptakan lingkungan Sekolah/Madrasah yang kondusif bagi perkembangan konseli. dan (6) melakukan kerjasama atau kolaborasi dengan ahli lain yang terkait dengan pelayanan BK. (2) kegiatan manajemen.Komunikasi). dan pengembangan kemampuan profesional guru BK atau konselor secara berkelanjutan. (5) melakukan penelitian tentang masalah-masalah yang berkaitan erat dengan bimbingan dan konseling. (d) melakukan riset. Pengembangan Profesionalitas Guru BK atau konselor secara terus menerus berusaha untuk memutakhirkan pengetahuan dan keterampilannya melalui (a) inservice training. (3) riset dan pengembangan. (c) aktif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah. (3) pemanfaatan sumber daya. 1) Pengembangan Jejaring (networking) Pengembangan jejaring menyangkut kegiatan guru BK atau konselor yang meliputi (1) konsultasi dengan guru-guru. (2) pengembangan staf. (b) aktif dalam organisasi profesi. a). (2) menyelenggarakan program kerjasama dengan orang tua atau masyarakat. memelihara. (e) menempuh BIMTEK GURU BK SMK 2012 78 . yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada konseli atau memfasilitasi kelancaran perkembangan siswa/ konseli. Program ini memberikan dukungan kepada guru BK atau konselor dalam memperlancar penyelenggaraan pelayanan diatas.

sistematis. Oleh karena itu BK harus ditempatkan sebagai bagian terpadu dari seluruh program pendidikan/ sekolah dengan dukungan wajar baik dalam aspek ketersediaan sumber daya manusia (konselor). dan program yang lebih tinggi. Pemberian Konsultasi dan Berkolaborasi Guru BK/ Konselor perlu melakukan konsultasi dan kolaborasi dengan guru. dan pembiayaan. Keterkaitan antar komponen pelayanan dan strategi peluncurannya dapat kerangka kerja utuh BK sebagai berikut. (5) Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK). Dengan kata lain strategi ini berkaitan dengan upaya Sekolah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan BK. dan (6) Depnaker (dalam rangka analisis bursa kerja/lapangan pekerjaan). staf Sekolah lainnya. orang tua. (3) organisasi profesi. melakukan referal. sarana. dan swasta) untuk memperoleh informasi. dan umpan balik tentang pelayanan bantuan yang telah diberikannya kepada para siswa/ konseli. serta meningkatkan kualitas program BK.pendidikan profesi konselor (PPK). Manajemen Program Suatu program pelayanan BK tidak mungkin akan terselenggara. (4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait. menciptakan lingkungan Sekolah yang kondusif bagi perkembangan siswa/ konseli. dan tercapai bila tidak memiliki suatu sistem pengelolaan (manajemen) yang bermutu. c). dalam arti dilakukan secara jelas. (f) melanjutkan studi ke b). dan pihak institusi di luar Sekolah (pemerintah. BIMTEK GURU BK SMK 2012 79 . dan terarah. (2) instansi swasta. Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak (1) instansi pemerintah. dan orang tua siswa/ konseli.

Akuntabilitas Pengembangan Profesi Kerangka Kerja Utuh Bimbingan dan Konseling d). Personal. meliputi : (1) merancang. Sosial) Dukungan Sistem (Aspek Manajemen dan Pengembangan) Perangkat Tugas Perkembangan/ (Kompetensi/ kecakapan hidup. (2) merancang dan melaksanakan serta mengevaluasi aktivitas pengembangan diri guru BK atau konselor professional sesuai dengan standar kompetensi konselor. serta pengembangan program bagi peningkatan unjuk kerja professional. melaksanakan dan memanfaatkan penelitian dalam BK untuk meningkatkan kualitas layanan BK sebagai sumber data bagi kepentingan kebijakan sekolah dan implementasi proses pembelajaran.Asesmen Lingkungan Harapan dan Kondisi Lingkungan KOMPONEN PROGRAM STRATEGI PELAYANAN Pelayanan Dasar Bimbingan dan Konseling (Untuk seluruh peserta didik dan Orientasi Jangka Panjang) Pelayanan Responsif (Pemecahan Masalah. nilai dan moral peserta didik) Tataran Tujuan Bimbingan dan Konseling (Penyadaran Akomodasi. Remidiasi) Pelayanan Perencanaan Individual (Perencanaan Pendidikan. Tindakan) Permasalahan yang perlu Asesmen Perkembangan Konseli Harapan dan Kondisi Konseli Pelayanan Orientasi Pelayanan Informasi  Konseling Individual Konseling kelompok  Bimbingan kelompok Bimbingan klasikal  R eferal Bimbingan Teman Sebaya Pengembangan media Instrumentasi Penilaian Individual atau Kelompok Penempatan dan penyaluran Kunjungan rumah Konferensi kasus Kolaborasi Guru Kolaborasi Orangtua Kolaborasi Ahli Lain Konsultasi Akses informasi dan teknologi Sistem Manajemen Evaluasi. Riset dan Pengembangan kegiatan riset dan pengembangan merupakan aktivitas guru BK atau konselor yang berhubungan dengan pengembangan professional secara berkelanjutan. (3) mengembangkan kesadaran komitmen terhadap etika BIMTEK GURU BK SMK 2012 80 . Karir.

Antar ruangan sebaiknya tidak tembus pandang. Letak atau lokasi ruang BK di sekolah dipilih lokasi yang mudah diakses (strategis) oleh siswa/ konseli tetapi tidak terlalu terbuka. 5. Ruang Bimbingan dan Konseling Ruang BK merupakan salah satu sarana penting yang turut mempengaruhi keberhasilan pelayanan BK. Dengan demikian seluruh siswa/konseli bisa dengan mudah dan tertarik mengunjungi ruang BK. ruang administrasi/ data. sebagainya.professional. dan (7) ruang tamu. (4) ruang bimbingan dan konseling kelompok. meja-kursi kerja. ukuran. Jumlah ruang BK disesuaikan dengan kebutuhan jenis layanan dan jumlah personal. PROGRAM BK Sarana dan prasarana serta biaya yang memadai bagi pelaksanaan profesi bimbingan dan konseling akan membantu kelancaran dan pencapaian tujuan layanan BK. dan almari. Ruangan kerja BK disiapkan agar dapat berfungsi mendukung produktivitas kinerja guru BK/ konselor. dan SARANA DAN PEMBIAYAAN PENYELENGGARAAN BIMTEK GURU BK SMK 2012 81 . catatan-catatan layanan BK. (2). dan prinsip-prinsip confidential tetap terjaga. Jenis ruangan yang diperlukan meliputi: (1) ruang kerja. Ruangan administrasi/data perlu dilengkapi dengan fasilitas berupa: lemari penyimpan dokumen (buku pribadi. jenis dan jumlah ruangan. a. Dengan memperhatikan prinsipprinsip BK. (5) ruang biblio terapi. (6) ruang relaksasi/ desensitisasi. (4) berperan aktif di dalam organisasi dan kegiatan profesi BK. Adapun besaran ukuran ruangan disesuaikan dengan jumlah kehadiran siswa/ konseli ke ruang BK dan jumlah guru BK/ konselor yang ada di suatu sekolah. pengadaan ruang BK perlu mempertimbangkan letak atau lokasi. antara lain. serta berbagai fasilitas pendukung yang diperlukan. (3) ruang konseling individual. maka diperlukan fasilitas berupa: komputer. jaringan internet.

Karena itu selain menyediakan informasi secara lengkap. Ruangan ini dilengkapi dengan perlengkapan sebagai berikut: daftar buku/ referensi (katalog). Dalam hal ini harus menjamin keamanan data yang disimpan. karpet .lain-lain). Khusus ruangan konseling BIMTEK GURU BK SMK 2012 82 . tape recorder. baik yang berkenaan dengan informasi pribadi. dan aman. buku tamu. dan segi lain di ruangan tersebut dapat dilaksanakan pelayanan dan kegiatan BK lainnya sesuai dengan asas-asas dan kode etik BK. tape recorder. buku daftar kunjungan siswa. belajar/akademik. rak buku. dan bantal . Jika memungkinkan fasilitas pendukung seperti fasilitas internet. VCD dan televisi. dan karir di masa datang. tulisan dan atau gambar yang memotivasi siswa/ konseli untuk berkembang dapat berupa motto. Ruangan ini dilengkapi dengan satu set meja kursi atau sofa. dan disimpan dalam bentuk soft copy. Ruangan biblio terapi pada prinsipnya mampu menjadi tempat bagi siswa/ konseli dalam menerima informasi. nyaman. yang bersih. Jika memungkinkan ruangan ini dapat dilengkapi dengan karpet. sehat. serta perlengkapan lain yang memungkinkan tercapainya proses pelayanan BK yang bermutu. Ruangan konseling individual merupakan tempat yang nyaman dan aman untuk terjadinya interaksi antara guru BK/ konselor dengan konseli. yang dapat berfungsi sebagai biblio terapi. Ruangan BK kelompok merupakan tempat yang nyaman dan aman untuk terjadinya dinamika kelompok dalam interaksi antara guru BK/ konselor dengan konseli dan konseli dengan konseli. sosial. Ruangan itu hendaknya sedemikian rupa sehingga di satu segi para siswa/ konseli yang berkunjung ke ruangan tersebut merasa nyaman. tempat untuk menyimpan majalah. Ruangan ini dilengkapi dengan perlengkapan antara lain: sejumlah kursi. Fasilitas ruangan yang diharapkan tersedia ialah ruangan tempat bimbingan yang khusus dan teratur. jam dinding. VCD/ DVD. ruang baca. ruangan nyapun mampu menopang banyak orang. dan lukisan. Ruangan tamu hendaknya berisi kursi dan meja tamu. peribahasa. televisi. Ruangan relaksasi / desensitisasi / sensitisasi.

buku program semesteran. Ruangan tersebut hendaknya juga mampu memuat berbagai penampilan. Ruangan BK yang cukup dan penataan ruang kerja professional. b. b). dan berbagai data serta informasi lainnya. Di dalam ruangan hendaknya juga dapat disimpan segenap perangkat instrumen BK. pedoman wawancara. angket (angket siswa/konseli dan orang tua). pedoman observasi dalam BK kelompok). biografi dan autobiografi. format rencana/satuan pelayanan. format-format surat hendaknya nyaman yang menyebabkan para pelaksana BK betah bekerja. nyaman dan menjamin kerahasiaan konseli. dengan modifikasi ukuran ruang. ruangan kesuksesan program. Di samping.individual harus merupakan ruangan yang memberi rasa aman. Dokumen program BK (misalnya : buku program tahunan. skala penilaian. dan tes prestasi belajar. pedoman observasi (seperti pedoman observasi dalam kegiatan pembelajaran. tes bakat. dapat dikembangkan alternative tata ruang BK dengan memperhatikan jumlah personal BK dan lokasi gendung sebagaimana terlampir. tes bakat khusus. fasilitas lain yang diperlukan untuk penyelenggaraan bimbingan dan konseling antara lain: 1). ITP. Alat pengumpul data teknik non-tes yaitu: biodata siswa/konseli. sosiometri. Contoh panataan ruang BK di sekolah dikutip dari Rambu-Rambu Penyelenggaraan Bimbingan Dan Konseling Dalam Jalr Pendidikan Formal (PMPTK. tes/inventori kepribadian. Alat pengumpul data berupa tes yaitu: tes inteligensi. Instrumen pengumpul data dan kelengkapan administrasi seperti: a). tes/inventori minat. Fasilitas Lain Selain ruangan. dengan contoh sebagaimana terlampir. AUM. buku kasus. catatan anekdot. himpunan data siswa/ konseli. seperti penampilan informasi pendidikan dan jabatan.2007). Kenyamanan itu merupakan modal utama bagi BIMTEK GURU BK SMK 2012 83 . daftar cek. dan buku harian) 2). Di samping itu.

d). kartu kasus. format pelaksanaan pelayanan. referal). Dalam konteks ini. Perangkat tersebut memiliki peranan yang sangat strategis dalam pelayanan BK. Selain itu dengan menggunakan perangkat lunak komputer. blanko konferensi kasus. informasi atau pun data untuk masing-masing konseli. perangkat komunikasi dan berbagai software untuk membantu mengumpulkan data. alat bantu bimbingan perlengkapan administrasi. c). buku pribadi. Kelengkapan penunjang teknis. dan agenda surat. buku informasi tentang studi lanjutan atau kursus-kursus. guru BK/ konselor perlu terampil menggunakan perangkat komputer. Untuk menyimpan berbagai keterangan. Alat penyimpan data itu dapat berbentuk kartu.(panggilan. Dalam kerangka pikir dan kerangka kerja BK terkini. Alat penyimpan data. buku-buku panduan. maka perlu disediakan map pribadi. blanko surat. seperti data informasi. kartu konsultasi. para guru BK atau konselor dituntut untuk menguasai sewajarnya penggunaan beberapa perangkat lunak dan perangkat keras komputer. dan format evaluasi. Komputer yang disediakan di ruang BK hendaknya memiliki memori yang cukup karena akan menyimpan semua data BIMTEK GURU BK SMK 2012 84 . Mengingat banyak sekali aspek-aspek data konseli yang perlu dan harus dicatat. map dan file dalam komputer. seperti alat tulis menulis. Banyak sekali perangkat lunak yang dapat dimanfaatkan oleh guru BK atau konselor dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada para siswa/konseli. Bentuk kartu ini dibuat sedemikian rupa dengan ukuran-ukuran serta warna tertentu. guru BK atau konselor dapat memberikan pelayanan BK secara lebih efisien. paket bimbingan. maka diperlukan adanya suatu alat yang dapat menghimpun data secara keseluruhan yaitu buku pribadi. mengolah data. dan dengan daya jangkau pelayanan yang lebih luas. menampilkan data maupun memaknai data sehingga dapat diakases secara cepat dan secara interaktif. khususnya dalam bentuk himpunan data. sehingga mudah untuk disimpan dalam filling cabinet.

bahan-bahan informasi pengembangan keterampilan pribadi. CD pembelajaran. OHP. dan CD interaktif. Strategi yang dipilih tanpa mempertimbangkan anggaran yang dimiliki mungkin hanya akan menjadi angan-angan yang mungkin sulit untuk sampai mencapai tujuan program. Komponen anggaran meliputi: BIMTEK GURU BK SMK 2012 85 . film. buku realisasi kegiatan BK. Pelaksanaan program BK harus diperlakukan sebagai kegiatan yang utuh dari seluruh program pendidikan. sosial. Anggaran ini harus masuk ke dalam Anggaran dan Belanja Sekolah (ABS) Memilih strategi manajemen yang tepat dalam usaha mencapai tujuan program BK memerlukan analisa terhadap anggaran yang dimiliki. TV). buku hasil wawancara. dan papan informasi BK. dan buku/ bahan informasi pengembangan keterampilan hidup. belajar maupun karir. Kebijakan lembaga yang kondusif perlu diupayakan. berbagai macam program ( software ). memiliki kelengkapan audio agar dapat dimanfaatkan setiap konseli untuk menggunakan berbagai CD interaktif informasi maupun pelatihan sesuai dengan kebutuhan dan masalah. data kehadiran konseli. Kepala Sekolah harus memberikan dukungan yang serius dan sistematis terhadap penyelenggaraan program BK. Strategi manajemen program yang dipilih harus disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki. filing kabinet/ lemari data (tempat penyimpanan dokumentasi dan data konseli). atau buku materi pelayanan bimbingan. leger Bimbingan dan Konseling. Biaya Perencanaan anggaran merupakan komponen penting dari manajemen BK. LCD.siswa/konseli. serta kelengkapan akses internet agar dapat mengakses informasi penting yang diperlukan konseli maupun dimanfaatkan konseli untuk melakukan e-counseling. c. perangkat elektronik (seperti komputer. oleh karena itu perlu dirancang dengan cermat berapa anggaran yang diperlukan untuk mendukung implementasi program. laporan kegiatan pelayanan. tape recorder. modul bimbingan.

penyiapan perangkat layanan konseling individual dan kelompok). Anggaran untuk pengembangan dan peningkatan kenyamanan ruang atau pelayanan BK (misalnya : pembenahan ruangan. Dengan demikian satuan biaya penyelenggaraan program BK sesuai dengan aturan keuangan yang ditetapkan baik dana dari pemerintah maupun dana sumber lain yang tidak mengikat. dan sumber lain yang tidak mengikat sekolah. Anggaran untuk aktivitas pendukung ( misalnya : home visit. mengikuti seminar/ workshop atau kegiatan profesi dan organisasi profesi. BIMTEK GURU BK SMK 2012 86 . Sumber biaya program BK adalah ABS ( Anggaran Belanja Sekolah). pengadaan buku-buku untuk terapi pustaka. penyelenggaraan MGBK. pengembangan alat/ media untuk pelayanan BK). sumber dana hibah kompetitif.1. 3. dana block grand pemerintah. Anggaran untuk semua aktivitas yang tercantum pada program 2. pengembangan staf. pembelian buku pendukung/ sumber bacaan. pembelian alat/ media untuk pelayanan BK.

Visi dan Misi Sekolah D. Komponen program BK (pengertian dan strategi) J. adakah mahasiswa praktik.. Landasan Yuridis C. Rencana Pelaksanaan Layanan Konseling Kelompok (RPLKK) . Diskripsi kebutuhan siswa (SKKPD) F. Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok (RPLBK) Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan Klasikal (RPLBK). Sasaran/ subyek layanan BK N. Personalia (guru BK atau konselor. atau profesi lain yang praktik) O. dan bulanan serta harian). 23 Mei 2012 Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor Tulislah Konselor bagi yang sudah Kons. MENYUSUN RANCANGAN PROGRAM BK Alternatif format 1. TAHUN PELAJARAN 2012-2013 A. PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING SMK ………………. semesteran. peserta Bimtek diharapkan untuk melakukan pemahaman dan pelatihan meliputi : 1. Tujuan BK G. Evaluasi keterlaksanaan program dan hasil Q. Rasional B. Waktu pelaksanaan Program ( tahun ajaran). Pengembangan Satuan Layanan/ Rencana Pelaksanaan Layanan Konseling Individual (RPLKI). Rencana Operasional. Sifat / fungsi layanan BK I. Mengetahui Kepala Sekolah 87 . M. Anggaran yang diperlukan untuk keterlaksanaan program Jakarta. P.D. LATIHAN Sebagai lanjutan dari sajian materi secara teoritis. (disusunnya program tahunan. Bidang gerak BK H. K. Visi dan Misi BK E. prasarana BK Menyusun rancangan program BK di sekolah Menyusun rancangan pengembangan sarana dan 1. 2. Pengembangan Tema/Topik layanan L.

(semester yang Nampak bulan) . No Kebutuhan/ permasalahan Tujuan Kegiatan Komponen Program Strategi layanan Alternative format 3. MENYUSUN RENCANA SARANA DAN PRASARANA Alternative format 1. 2. Rencana kebutuhan ruang kerja BK. PROGRAM TAHUNAN BIMBINGAN DAN KONSELING SMK ….Alternative format 2. berdasarkan format 3 dapat disusun alternative format 4. 88 . Tahun Ajaran 2012/2013 Disusun berdasarkan waktu. Tahun Ajaran 2012/2013 No Prog ram laya nan tuju an Bida ng BK Standar Kompet ensi Kompo nen progra m Strat egi layan an sasar an Tol ok uku r Evalu asi Wak tu (bul an) Penangg ung jawab Alternative format 4. Rencana kebutuhan barang/alat BK No Nama Spesifikasi Jumlah barang/alat Harga satuan Harga Kegunaan Alternative format 2. NEED ASSESSMEN KEBUTUHAN (PENILAIAN KEBUTUHAN) SISWA/ KONSELI. PROGRAM SEMESTERAN/BULANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SMK ….

PMPTK. Contoh penataan ruang Bimbingan dan Konseling (dikutip dari Rambu-rambu pelaksanaan BK dalam Jalur Pendidikan Formal. dengan modifikasi ukuran tata ruang konseling) 89 . 2007.Dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah dan jumlah personal namun tetap memperhatikan tata ruang kerja professional.

90 .Alternative 1 Contoh penataan ruang Bimbingan dan Konseling dengan memperhatikan model tersebut dengan penambahan ruang.

91 .Alternative 2 Contoh penataan ruang Bimbingan dan Konseling dengan memperhatikan model tersebut dengan penambahan ruang.

Sebelum mempelajari dan berlatih terkait materi. karier. dan karier konseli. dan sosial konseli. Oleh karena itu. Pada bab ini akan dikemukakan berbagai kemampuan yang harus dikuasai oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor untuk mengimplementasikan program. bimbingan klasikal. belajar. kemampuan konsultasi. Bab ini ditutup dengan latihan yang harus diselenggarakan setelah mengikuti semua topik pembahasan. Dalam latihan akan diselenggarakan secara berkelompok. resapi dulu indikatorindikator sebagai perwujudan dari kompetensi yang harus dicapai setelah mengikuti bimbingan teknis di bab ini. mampu melaksanakan pendekatan kolaboratif dalam pelayanan bimbingan dan konseling. mampu memfasilitasi perkembangan akademik. INDIKATOR Kompetensi 92 . dan pemberian pelayanan referal. Harapannya. PENGANTAR Program Bimbingan dan Konseling sebagaimana telah dirancang pada Bab II yang dikembangkan dari analisis kebutuhan sebagaimana dijelaskan di Bab I. sehingga ada kesempatan untuk melakukan testing realitas walaupun masih dengan kolega guru Bimbingan dan Konseling sendiri. Pada bagian berikutnya dikembangkan materi terkait dengan kemampuan Konselor untuk menfasilitasi perkembangan pribadi-sosial. B. membutuhkan berbagai kemampuan pengimplementasiannya. Dalam pendekatan kolaboratif ini dikemukakan kemampuan Konselor bekerja secara kolaboratif. serta dapat mengelola sarana dan biaya program bimbingan dan konseling secara efektif dan efisien. KOMPETENSI. peserta akan mengembangkan kemampuan ini dalam praktik nyata di sekolah. dan konseling kelompok. sebab yang dimaksud sub kompetensi itu bila diprasyarati oleh sub kompetensi yang berikutnya. Pada bagian awal akan dikemukakan berbagai kegiatan yang harus dilakukan oleh Konselor sebagai sebuah pedekatan kolaboratif. SUB KOMPETENSI. guru bimbingan dan konseling atau konselor diharapkan dapat melaksanakan program bimbingan dan konseling lebih baik dari yang mereka kerjakan selama ini.BAB III IMPLEMENTASI PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING A. personal. Beberapa kemampuan yang harus dikuasai Konselor adalah kemampuan untuk melakukan bimbingan kelompok. Materi secara berturut-turut dijabarkan untuk mencapai kompetensi yang telah ditentukan. Sub kompetensi pertama tidak dijabarkan tersendiri. dengan mempelajari bab ini. Pada bagian terakhir akan dikemukakan kemampuan Konselor untuk mengelola saran dan biaya program. konseling individual.

− Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat mengelola sarana dan biaya program pelayanan Bimbingan dan Konseling. Sub Kompetensi − Melaksanakan program Bimbingan dan Konseling.Mengimplementasikan program Bimbingan dan Konseling yang komprehensif. − Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat memfasilitasi perkembangan akademik. C. Berbagai fihak harus terlibat aktif dalam pelaksanaan bantuan untuk mengembangkan semua siswa secara optimal. KOLABORASI Mengapa program Bimbingan dan Konseling yang diusulkan akhir-akhir ini bersifat komprehensif? Ini terkait dengan kedudukan Bimbingan dan Konseling dalam seting pendidikan. Indikator − Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat melaksanakan pelayanan Bimbingan dan Konseling sesuai program yang telah direncanakan. dan konseling kelompok. REFERAL. − Memfasilitasi perkembangan akademik. − Mengelola sarana dan biaya program Bimbingan dan Konseling. karier. personal. sehingga tidak mungkin dilakukan sendiri oleh Konselor. DAN KONSULTASI Pekerjaan Bimbingan dan Konseling merupakan pekerjaan yang bersifat kompleks. referal. konseling individual. personal. Program Bimbingan dan Konseling memiliki sejumlah keuntungan bagi fihak-fihak 93 . dimana setiap komponennya memiliki arah yang sama yakni perkembangan optimal setiap siswa. dan sosial konseli. bimbingan klasikal. dan sosial peserta didik/konseli melalui layanan bimbingan kelompok. termasuk referal dan konsultasi. IMPLEMENTASI PROGRAM KOLABORASI. MATERI 1. Kegiatan bersama antara berbagai fihak dalam Bimbingan dan Konseling yang paling banyak dilakukan adalah kerja kolaborasi. − Melaksanakan pendekatan kolaboratif dalam pelayanan Bimbingan dan Konseling. dan konsultasi. karier. − Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat melaksanakan pendekatan kolaboratif dengan pihak terkait dalam pelayanan Bimbingan dan Konseling.

pekerja sosial): 94 . Memberikan dukungan orangtua dalam memperhatikan perkembangan pendidikan anak-anak mereka. Memperluas pengetahuan akan dunia yang selalu berubah. b. Mendorong hubungan kerja yang suportif dan positif. Bagi Konselor: a. dan d. Konselor. antara lain siswa. Bagi Staf Pelayanan Siswa Lainnya (dokter. orangtua. Meningkatkan pengetahuan akan diri sendiri untuk berhubungan secara efektif dengan orang lain. Bagi Guru: e. b. dan f. psikolog. dan h. Memberikan struktur program dengan isi khusus melibatkan peran Konselor. dan lainlain. Meningkatkan pengetahuan dan bantuan dalam eksplorasi karier. Bagi Kepala Sekolah: a. Memberikan pemahaman yang jelas akan peran dan fungsi Konselor. Membantu mengenali potensi akademik. c. Mengembangkan sistem untuk perencanaan jangka panjang anaknya. Bagi Siswa: a. e. Memberikan alat manajemen program. Bagi Orangtua: a. guru. f. Meningkatkan kesempatan interaksi konselor-orangtua. kepala sekolah. b. Menawarkan kesempatan untuk melayani semua siswa.terkait. d. Mengembangkan keterampilan pengambilan keputusan. Memberikan kerangka kerja untuk mengevaluasi usaha-usaha program Bimbingan dan Konseling sekolah. Meningkatkan kerja tim dalam mendukung belajar anak. Membantu siswa untuk mempelajari pelajaran yang diampunya secara tuntas dan efektif. Menjelaskan peran Konselor sebagai orang sumber. dan c. g. b. Meningkatkan hubungan Konselor-siswa. c. Membantu orangtua untuk memperoleh sumber-sumber yang diperlukan. Menjelaskan kesan program Bimbingan dan Konseling sekolah kepada masyarakat. dan c.

Sebagai gambaran umum. Di lingkungan sekolah dapat dijelaskan kolaborasi yang ditandai dengan job describtion yang tegas untuk bidang Bimbingan dan Konseling. Catatan tentang keuntungan program Bimbingan dan Konseling di atas. Dalam bidang pelayanan belajar ( service learning) misalnya. staf pelayanan lainnya. Membentuk komisi TANGGUNGJAWAB GURU Mengidentifikasi kebutuhan siswa saat ini TANGGTUNGJAWAB KONSELOR Membuat alat asesmen untuk mengidentifikasi kebutuhan siswa dan sekolah Menghasilkan progam service-learning untuk kegiatan in-service pengembangan profesionalitas pendidik Berpartisipasi dalam TANGGUNGJAWAB BERBAGI (KS. guru. Bagi Kalangan Industri dan Bisnis: a. serta siswa. Menjelaskan peran Konselor sebagai orang sumber bagi industri dan bisnis. mengisyaratkan kebutuhan perencanaan kerja kolaboratif yang utuh dari berbagai fihak. Mendorong pendekatan tim untuk meningkatkan hubungan kerja kooperatif. b. Peran Bimbingan dan Konseling yang nyata diantara berbagai fihak yang berkepenting-an dengan pendidikan dan penyiapan karier siswa perlu dirancang dengan baik. KONSELOR) Merumuskan tujuan pelayanan belajar Berpartisipasi dalam inservice dalam pengembangan profesionalitas Berpartisipasi dalam Menerima strategi service-learning Membina hubungan 95 . Dengan demikian Bimbingan dan Konseling tidak dipandang sebagai tambal sulam saja dalam proses pendidikan di sekolah.a. dan d. Menyiapkan tenaga kerja potensial dengan keterampilan pengambilan keputusan yang kuat dan kematangan pekerja yang meningkat. c. b. GURU. Memberikan informasi adanya pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam meningkatkan prestasi siswa. pembagian tanggungjawab dicontohkan sebagai berikut. Ada pula peran kolaborasi eksternal yakni dengan orangtua dan kalangan bisnis dan industri. b. Memberikan dasar bagi alokasi dana bagi program Bimbingan dan Konseling. Bagi Dinas Pendidikan: a. Meningkatkan kesempatan kalangan industri dan bisnis untuk berpartisipasi dalam program sekolah. Memberikan kesempatan kolaborasi antara Konselor dan masyarakat kerja. TANGGUNGJAWAB KEPALA SEKOLAH Mengevalasi usaha sebelumnya dan mengidentifikasi kebutuhan sistem saat ini Memberi peluang inservice untuk pengembangan profesionalitas. ada peran-peran kolaboratif internal di sekolah yakni dengan kepala sekolah. Memberikan batasan overlapping wilayah layanan.

emosional. kecanduan narkoba. dan akademiknya. REFERAL Pada dasarnya layanan referal berada dalam satuan kegiatan layanan responsif yang dilakukan dalam upaya membantu konseli agar mereka mendapatkan layanan yang optimal dari ahli lain yang benar-benar handal. tujuan layanan referal adalah agar konseli mendapat layanan yang optimal atas masalah yang dialaminya. psikiater. kepolisian. dan lain-lain. emosional. untuk bidang lainnya yakni binbingan pribadi. sosial. dan akademiknya. depresi. seperti guru mata pelajaran. tindak kejahatan (kriminalitas). Konseli dan masalahnya. Apabila Konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah konseli. emosional. etika. Ada sejumlah masalah yang tidak menjadi kewenangan Konselor. psikolog. Beberapa masalah tersebut misalnya masalah 96 . dan karier dapat dikembangkan oleh Saudara sendiri. maka sebaiknya dia mereferal atau mengalihtangankan kepada pihak lain yang lebih berwenang.kurikulum Menfasilitasi kontak masyarakat pengembangan kurikulum Membuat kurikulum akademik pengembangan kurikulum Membuat kurikulum sosial dan emosional kolaboratif Mengintegrasikan kurikulum sosial. Merefleksi pengalamanpengalaman servicelearning Mengukur dan mengevaluasi hasil perkembangan sosial dan emosional dari pelayanan belajar Mengevaluasi dampak masyarakatnya Memberi kesempatan pertemuan dewan guru Bekerja dengan dinas pendidikan untuk mempertahankan keberlangsungan kurikulum service-learning Memberikan insentif atas pelayanan yang dilakukan dewan guru Mengkompilasi data refleksi diri professional Menentukan komponenkomponen pelayanan pembelajaran yang efektif Mengenali prestasi siswa Contoh diatas adalah untuk bidang bimbingan belajar. Mendukung supervisi yang tepat dalam masyarakat Mengkompilasi data refleksi siswa Menfasilitasi hubungan partnerships sekolah dan masyarakat Mengakui pentingnya refleksi dalam belajar Mengawali pengalaman masyarakat Memberi kesempatan bagi siswa untuk merefleksi belajar sosial. dokter. Selain itu tujuan khusus dari layanan referal ialah terwujudnya keempat fungsi Bimbingan dan Konseling tarutama dalam upaya pengentasan masalah konseli. Secara umum. Namun demikian juga untuk mewujudkan upaya pemahaman dan pencegahan serta pengembangan dan pemeliharaan. seperti kesulitan belajar. Komponen Referal a. dan akademik. dan penyakit kronis. Konseli yang sebaiknya direferal adalah mereka yang memiliki masalah yang tak terselesaikan bersama konselor. Merefleksi pengalamanpengalaman servicelearning Mengukur dan mengevaluasi hasil akademik dari pelayanan belajar Mengevaluasi dampak masyarakatnya Mengatur jadwal pelayanan Memberi kesempatan bagi siswa untuk merefleksi belajar sosial. etika.

polisi.belajar substansi mata pelajaran. e. b. Dalam hal ini tanggungjawab Konselor tetap ada. Tindak lanjut Menyelenggarakan layanan lanjutan oleh Konselor jika diperlukan atau konseli memerlukan referal ke ahli lain lagi. Analisis hasil evaluasi Melakukan analisis terhadap efektivitas referal bagi penyelesaian masalah kaitannya dengan perkembangan konseli. Evaluasi Membahas hasil referal melalui refleksi oleh konseli. c. Beberapa ahli guru mata pelajaran. referal perlu dilakukan. Ahli lain. Konselor. penyakit. f. 97 . laporan dari ahli lain dan analisis hasil referral. azas kerahasiaan juga harus dijaga oleh Konselor. dan sebagainya. d. c. b. Tahap-Tahap Referal a. Namun demikian. dokter. Pelaporan Menyusun laporan kegiatan referal. Bila dijumpai masalahmasalah seperti itu. Pelaksanaan Mengkomunikasikan rencana referal kepada pihak terkait dan mereferalkan konseli kepada pihak terkait tersebut. kemudian mengkaji hasil referral kaitannya dengan upaya mengatasi masalah yang dialami konseli. azas yang digunakan adalah kesukarelaan konseli untuk dipindahtangankan kepada ahli lain yang diprediksi akan lebih pas bagi penyelesaian masalahnya. karena keterbatasan kewenangan Konselor. karena Konselor bekerja di sekolah. dan beberapa profesi lainnya menjadi rujukan penting bagi Konselor. psikiater. menyiapkan materi referal dan kelengkapan administrasinya. psikolog. menyampaikan laporan dan mendokumentasinya. Dalam banyak catatan Konselor bekerja membantu individu yang sehatnormal. Dalam melaksanakan referal. Perencanaan Menetapkan kasus yang akan direferal. meyakinkan konseli akan referal. Konselor perlu menyadari akan keterbatasan kewenangannya. penggunaan zat psikotropika. perbuatan kriminal. dimana siswa tetap akan menjadi bagian pelayanannya selama ia masih sekolah. menghubungi ahli lain yang menjadi arah referal.

Dalam konteks layanan responsif. terutama bagi penyelesaian masalah. konsultasi (consulting) dirancang untuk memberikan bantuan teknis kepada guru. Bimbingan dan Konseling berubah dari model posisi pelayanan. consulti adalah orang yang berusaha memecahkan masalah. karena Konselor menyadari bahwa model layanan langsung tidak selalu tepat dalam kasus-kasus tertentu. seperti konseling. dan konsultan adalah orang yang membantu consulti memecahkan masalah konseli. Kebanyakan definisi konsultasi menyertakan acuan kata konseli. administrator dan orang tua dalam membantu siswa agar lebih efektif (Shertzer dan Stone. Dari review tentang literatur konsultasi. tidak ada satu difinisipun yang bisa diterima secara universal. konsulti. menuju ke program komprehensif yang berlandaskan pada pertumbuhan dan perkembangan manusia (Gysbers dan Henderson. Konsultasi. dan referral. konsultasi sebagai bentuk kegiatan sejajar dengan konseling individual. kepala sekolah. Salah satu bentuk pelayanan yang harus dilakukan guru Bimbingan dan Konseling adalah konsultasi. atau sistem dengan suatu masalah. Konselor mencari metode-metode alternatif yang akan memiliki pengaruh positif terhadap individu atau kelompok atau terhadap sistem yang memiliki pengaruh negatif kepada siswa. biasanya dihubungkan dengan pemberian bantuan. Konsultasi dalam bimbingan dan konseling didefinisikan sebagai suatu proses dari menyediakan bantuan secara teknis kepada para guru. orang tua. 2009).KONSULTASI Bimbingan dan Konseling di sekolah sebagaimana komponen pendidikan lainnya juga mengalami reformasi. Konsultasi merupakan sebuah elemen penting dari program bimbingan. Konseli adalah orang. organisasi. dan konsultan. KONSULTAN/ KONSELOR KONSULTI/GURU . ORTU KONSELI Gambar: Pola Hubungan Konsultasi 98 . 1981). dan konselor lain untuk perbaikan terhadap hal-hal yang membatasi efektivitas para siswa dimana hal tersebut bisa membatasi efektivitas pendidikan di sekolah. melakukan pelayanan untuk membantu siswa memenuhi kebutuhan dan mengatasi masalahnya. Konselor. Hal ini mengisyaratkan bahwa kerjasama dengan staf pendidikan lain di sekolah dan orangtua menjadi sangat penting. konseling kelompok. Dalam bidang Bimbingan dan Konseling. sendiri atau dalam kerjasama dengan staf sekolah lainnya dan stakeholders.

− meningkatkan layanan ahli. Secara sadar. bukan mengkritik dan mengevaluasi prosedur-prosedur pengajarannya. Konsultasi dibutuhkan karena guru melihat siswa menunjukkan perilaku yang salah dan merusak di kelas. Sangat perlu untuk mengidentifikasi terhadap situasi-situasi yang bermasalah dan pengembangan kesiapan konsultasi melalui melibatkan sumber-sumber informasi. lambat laun konsulti mau untuk berubah demi perkembangan siswa. konsustasi memiliki sejumlah tujuan. − membentuk lembaga self-help atau setiap komponen pendidikan sekolah dapat memahami perannya dan berkiprah untuk meningkatkan prestasi siswa. − menciptakan sebuah lingkungan yang memadukan seluruh komponen pendidikan yang bisa membentuk sebuah lingkungan belajar yang kondusif. sehingga solusinya tidak akan dipaksakan. Konselor bisa membantu menemukan dan membentuk 99 . − meningkatkan komunikasi melalui menyampaikan diperlukan oleh orang-orang yang kompeten. yang kondusif informasi yang − mendudukkan peran dan fungsi dari semua fihak dalam meningkatkan lingkungan belajar. Tujuan tersebut terdiri atas: − meningkatkan dan mengembangkan lingkungan belajar bagi siswa. perubahan fihak konsulti kaitannya dengan konseli membutuhkan kearifan yang mendalam dari Konselor. Sebagai seorang konsultan. merencanakan dan mengimplementasikan strategi-strategi kelas untuk mengatasi perilaku-perilaku ini dan membantu perkembangan siswa. Konsultasi ini didasarkan pada pemberian bantuan kepada guru untuk menjalankan aktifitasnya. Konselor dapat menggunakan konsultasi untuk membantu guru dalam memahami perilaku-perilaku bermasalah dari siswa-siswa tertentu. Guru. Sasaran Konsultasi a. − membantu orang lain mempelajari cara mempelajari perilaku. Seringkali konsultan harus membantu mengembangkan keinginan konsulti untuk berubah. Dengan kata lain. − memperluas pendidikan in-service bagi guru dan kepala sekolah.Tujuan konsultasi Di sekolah. agar dalam kerjanya Konselor tidak memaksakan perubahan-perubahan. Semua aspek tujuan selalu kembali untuk kepentingan siswa. Tugas pertama yang harus dilakukan oleh konselor sebagai seorang konsultan adalah mengidentifikasi situasi-situasi yang paling bermasalah dalam organisasi (sekolah/keluarga) dan mengenal orang-orang yang membutuhkan bantuan (siswa sebagai konseli).

kebutuhan. Gaya pembelajaran guru dan pola motivasional bisa dianalisis untuk menentukan pengalaman pembelajaran terbaik yang bisa digunakan siswa. b. c. dan membantu pemerolehan ketrampilan komunikasi yang efektif. Sebelum Konsultasi. Mendefinisikan Masalah. prosedur. b. Orang Tua. wakil kepala sekolah. Konsultan menjelaskan nilai-nilai. 100 . konsultan menyatakan masalah yang dihadapi dan menyatakan prognosis seandainya masalah tidak diselesaikan. (b) menawarkan solusi bagi perubahan-perubahan yang dibutuhkan (c) berfungsi sebagai penghubung terhadap sumber-sumber daya manusia dan fisik yang tersedia di lingkungan pendidikan. dan hasil-hasil yang diharapkan. yang tugasnya membantu menangani masalah. Walz dan Benjamin mengidentifikasi empat cara dasar yang digunakan oleh Konselor dalam melakukan perubahan: (a) memberikan energi bagi sistem sekolah dengan mendorongnya untuk melakukan sesuatu terhadap masalah yang ada. membantu orang tua memahami makna dari hubungannya dan dialognya dengan anak-anak mereka. Situasi lainnya meliputi pengorganisasian sekolah dan rumah untuk mencapai usaha-usaha konsisten dalam pendidikan anak dan membantu orang tua dalam memahami pengaruh dari keluarga terhadap perkembangan anak. termasuk kepala diknas pendidikan. Administrator. Informasi dianalisis dan disintesis untuk menemukan alternatif-alternatif solusi terbaik.materi-materi pembelajaran atau membantu guru dalam mengubah gaya pembelajarannya. Menilai informasi untuk menemukan masalah yang diharapkan diselesaikan dalam pertemuan konsultatif. d. asumsi. Perubahan-perubahan ini tidak muncul dengan mudah tapi sebagian besar administrator memiliki ide-ide yang sangat bagus mengenai apa yang dibutuhkan. Memasuki Konsultasi. Tahap-Tahap konsultasi a. Atas temuan kesenjangan yang ada yang diperkirakan mengganggu kinerja sistem. Mengumpulkan informasi tambahan yang dibutuhkan bersama dengan konsulti untuk memperoleh gambaran komprehensif adanya masalah. Diantara situasi tersebut mencakup peningkatan hubungan orang tua-anak. kepala sekolah. Konselor berkonsultasi dengan staf administrasi sekolah. e. c. aktivitas in-service atau perubahan-perubahan organisasi yang dibutuhkan. jadwal yang ada. dalam hal ini sekolah. Menentukan Langkah Mengatasi Masalah . dan (d) berfungsi sebagai konsultan proses. dan tujuan-tujuan lembaga. Mengumpulkan Informasi. wali kelas. dan staf pengawas untuk mengembangkan program. Situasi pelaksanaan konsultasi dengan orang tua telah dirangkum oleh Dinkmeyer dan Carlson.

(3) merencanakan pendidikan dan karier mereka ke depan. Terminasi. warga negara yang peduli dan gemar menolong. FASILITASI PERKEMBANGAN Dalam menfasilitasi perkembangan pribadi. maka program Bimbingan dan Konseling baik individual maupun kelompok sebagai pelayanan yang unik dari Konselor atau guru Bimbingan dan Konseling diharapkan menjadi pengalaman pendidikan total bagi setiap siswa. dan bagaimana melakukan rencana dirinci sedetail mungkin. perkembangan fisik dan intelektialnya serta 101 . Banyak dari perkembangan ini yang dapat dilakukan melalui bimbingan kelompok. (2) memahami dan memperjelas perasaan mereka dan penyelesaiannya dalam cara-cara yang tepat secara sosial. serta perkembangan pendidikan. Perkembangan Pribadi-Sosial Bimbingan kelompok berperan dalam pengembangan pribadi-sosial siswa. a. dan orangtua. konseling kelompok. Dapat dikatakan bahwa program dan pelayanan Bimbingan dan Konseling dimaksudkan untuk membantu perkembangan pribadi-sosial. Masing-masing diuraikan sebagai berikut. dan menghargai karakteristik pribadinya. perencanaan hidup dan karier. Evaluasi. dimana. orangtua. belajar. Mengimplementasikan Rencana Tindakan . konseling individual. bimbingan klasikal. personil sekolah. BIMBINGAN KELOMPOK Melalui usaha-usaha kolaboratif pendidik. guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor setidaknya harus menguasai empat pendekatan utama yaitu bimbingan kelompok. Mengakhiri bantuan konsultasi. dan orang-orang kunci lainnya. memahami. Untuk itu semua. program Bimbingan dan Konseling sekolah memberdayakan setiap siswa untuk menjadi penyelesai masalah yang lebih kreatif. perkembangan yang dimaksudkan antara lain: 1) (1) siswa akan menyadari. dengan siapa. 2. yang secara efektif mampu menghadapi tantangan-tantangan dalam kehidupan di masyarakat global. Yaitu menyatakan tujuan yang berupa hasil akhir dari konsultasi yang dinyatakan secara operasional dan terukur. Kapan. dan karier setiap peserta didik. g. serta menjadi pebelajar sepanjang hidup.f. Intervensi yang telah dipilih direncanakan secara operasional dalam bentuk panduan terbimbing. dan (4) memaksimalkan prestasi pendidikan mereka. i. h. Setiap siswa membutuhkan program dan pelayanan Bimbingan dan Konseling yang akan membantu mereka terkait dengan (1) penyelesaian masalah dengan teman. sosial. Menyatakan Tujuan Konsultasi. Secara terus menerus (on going) pelaksanaan dan hasil bantuan konsultasi dimonitor dan dinilai efisiensi dan efektivitasnya.

3) siswa akan menggunakan keterampilan merencanakan dan menyusun tujuan untuk menetapkan tujuan karier 102 . menghargai. Siswa akan dapat mengenali karakteristik fisik. Siswa akan dapat mengetahui perbedaan antara sentuhan dan sapaan yang tepat dan yang tidak tepat. dan peduli terhadap orang lain dengan maksud untuk mengembangkan dan mempertahankan hubungan yang efektif dengan teman sebaya dan orang dewasa. masing-masing dapat dicontohkan sebagai berikut. perlu Hubungan dengan orang lain secara efektif:  Komunikasi yang efektif:  Keterampilan Kepemimpinan : Kerjasama  Siswa akan dapat beriteraksi dengan orang lain dalam cara yang menunjukkan perilaku kerjasama.perkembangan kepribadiannya. Apa yang dipelajari dari setiap aspek tersebut. Secara rinci antara lain: 1) siswa akan menggunakan proses pengambilan keputusan secara sistematis. dan bahwa beberapa obat akan membantu fisiknya dan sebagian lainnya merusak fisik. Siswa akan dapat mengenali bahwa semua orang didengarkan dan berbicara dengan orang-orang lainnya. Penerimaan dan penghargaan diri:  Siswa akan dapat mengenali karakteristik fisik. 2) siswa akan memahami. Siswa akan dapat memahami bahwa ada banyak jenis obat-obatan. Obat-obatan dan alkohol: Jenis/Menolong/Merusak  Keamanan Pribadi: Sentuhan dan Sapaan  Perencanaan Hidup dan karier Bimbingan kelompok juga berperan dalam membantu siswa mengembang kan kemampuan untuk merencanakan hidup dan kariernya. 5) siswa akan mengambil keputusan dengan tepat tentang penggunaan obat-obatan dan 102lcohol. 6) siswa akan mengambil keputusan dengan tepat tentang keamanan pribadinya. 4) siswa akan mengembangkan keterampilan interaksi kelompok dan keterampilan kepemimpinan. intelektual dan emosionalnya. intelektual dan emosional orang lain. 2) siswa akan menggunakan proses problemsolving secara efektif dan bijak. 3) siswa akan mengembangkan dan memelihara keterampilan mendengarkan dan mengekspresikan diri untuk berhubungan secara efektif dengan orang lain.

5) siswa akan menyiapkan untuk menemukan dan mempertahankan pekerjaan. 4) Siswa akan mempelajari keterampilan-keterampilan mengikuti tes. dengan menekankan pada perencanaan dalam mengambil langkah pendidikan lanjutan secara berhasil. 3) siswa akan mengambil tanggungjawab akan tingkahlaku-tingkahlakunya di lingkungan sekolah. Siswa akan dapat mendeskribsikan aktivitas-aktivitas dan minatminat yang mendatangkan kepuasan. 2) siswa akan mengambil tanggungjawab untuk merencanakan menggunakan kesempatan pendidikan masa depan. Masing-masing dicontohkan sebagai berikut. dan masyarakat.tentatifnya sejalan dengan minat. kapabilitas dan nilai-nilai yang dianutnya. sekolah. namun tetap berniat untuk memperbaikinya. Siswa akan dapat mendeskribsikan perguruan tinggi apa ke depan yang akan disenangi dan apa yang akan ditempuh di tingkat selanjutnya itu. Siswa akan mengenali situasi-situasi yang menghasilkan perasaan bahagia atau tidak bahagia atau bahkan kemarahan serta bagaimana untuk mengatasinya. Pembuatan keputusan: Kesulitan Memutuskan  Siswa akan mengenali bahwa keputusan-keputusan kadangkadang sulit dilakukan. Sekolah/Belajar: Membuat Kesalahan  Siswa akan dapat memahami bahwa membuat kesalahan merupakan hal yang wajar di dalam belajar. Kesempatan Pendidikan: Melongok ke Masa Depan  Tanggungjawab Pribadi: Penghargaan 103 . Penyelesaian Masalah: Mengenali Perasaan  Perumusan Tujuan: Aktivitas/Minat  Kerja: Definisi  Perkembangan Pendidikan Dalam hal perkembangan pendidikan ada beberapa hal yang harus dilakukan bimbngan kelompok dalam membantu siswa. Sebagai contoh diuraikan berikut. antara lain: 1) (1) Siswa akan mengambil tanggungjawab untuk belajar di sekolah. 4) siswa akan menghubungkan pilihan kariernya dengan tuntutan dunia kerja. Siswa akan dapat mendefinisikan “kerja” dan mengenali situasi atau kesempatan kerja di rumah.

karier. Di dalam kelompok. terutama dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan perkembangannya dan untuk menerapkan program-program pencegahan maupun pengentasan dari masalah yang dihadapi. mengatasi tekanan teman sebaya. Ini merupakan cara yang efektif dalam merespon berbagai kebutuhan siswa dan biasanya dilakukan dalam seting kelas. peer tutoring dan conflict resolution/management . Layanan Bimbingan dan Konseling memiliki pengaruh sinergik dalam mengembangkan pertumbuhan sosial dan emosional positif siswa seraya meningkatkan hasil perkembangan karier dan akademik mereka. merumuskan tujuan hidup. keterampilan belajar. Jadinya beberapa orang siswa akan merasa sangat terbantu melalui belajar bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi masalahnya. Mengikuti Tes: Ingatan akan Informasi • Semua kegiatan dalam bidang-bidang Bimbingan dan Konseling di atas dapat dikemas dalam pelayanan bimbingan kelompok. memecahkan masalah. dan persoalan-persoalan pribadi-sosial lainnya. Hakekat Bimbingan Kelompok Bimbingan dan Konseling merupakan strategi untuk memfasilitasi perkembangan positif siswa-siswa di sekolah dalam semua aspek di atas. (c) untuk membantu siswa mengembang-kan pengetahuan dan mempelajari keterampilan sosial serta pengelolaan pribadi seperti mengatasi masalah perasaan. 104 . Bimbingan kelompok melibatkan beberapa orang yang bertemu dalam kelompok dimana setiap orang mendiskusikan masalahnya untuk semua anggota kelompok lainnya. dan pribadi-sosial. dan keterampilan komunikasi. Bimbingan kelompok dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhankebutuhan khusus anggota dan memberi kesempatan kepada anggota kelompok untuk mengembangkan dan mengeksplorasi tujuan-tujuan serta meningkatkan perubahan-perubahan positif dalam suasana yang saling berbagi dan saling mendengarkan. milik lembaga sekolah. (b) untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan seperti keterampilan peer helping. konselor mendorong setiap anggota untuk mengekspresikan perasaannya. Diakui bahwa bimbingan kelompok merupakan cara yang efektif dan efisien untuk mendukung dan membantu siswa dalam mencegah timbulnya masalah dan memecahkan masalahmasalah di bidang perkembangan pendidikan. Siswa akan mampu untuk mendeskripsikan bagaimana mengingat informasi-informasi yang penting dengan cepat. Siswa akan dapat menunjukkan tanggungjawab dan menghargai miliknya. milik orang lain. Tujuan bimbingan kelompok (a) memberi kesempatan siswa untuk saling berbagi informasi terkait topik-topik informasi karier.

Dengan memanfaatkan dua karakteristik sebagaimana dikemukakan di muka. Namun konfigurasi lain harus dicoba. Secara tradisional. Tahap Inti sebagai Kelompok Setelah kelompok terbentuk. penanya. Bagaimana mulai kelompok. penyimpul. maka pemimpin kelompok dapat mengawali kerja kelompok. pengorganisasi. Sebagai pedoman umum yang perlu dikenali pemimpin kelompok bahwa dalam tahap inti ini setiap anggota dalam kelompok dapat diperankan sebagai pengamat. 5) gunakan suara jelas. dan penjaga waktu. Membentuk Kelompok Ketika kita membentuk kelompok diperlukan keterampilan kooperatif. dipraktekkan. yakni memahami perspektif orang lain dan keterampilan berinteraksi. dan 11) dengarkan secara aktif. 6) gunakan atau sebut nama orang. (2) Tahap Inti sebagai kelompok. dan (4) Tahap mengelola Perbedaan-Perbedaan. 8) jaga tangan dan kaki untuk mereka. biasanya kelompok memilih mengawali dengan membuat aturan-aturan dan menyusun langkah-langkah. dan (2) adanya interdependensi positif antar anggota. (2) Kelas didorong untuk menjadi kelompok yang kohesif. kita dapat melakukan dengan cara-cara 1) buat jarak antar orang. yaitu (1) Tahap membentuk kelompok. yaitu (1) Keterampilan kooperatif diajarkan. 9) bentuk kelompok tanpa mengabaikan lainnya. pemberi penguatan. 7) berkelilinglah. dan balikan diberikan pada bagaimana sebaiknya keterampilan-keterampilan digunakan. dan (3) Individu diberi tanggung jawab untuk belajar dan melakukan aktivitas. pemerjelas. 2) buat pasangan atau lingkaran.Proses Bimbingan Kelompok Proses bimbingan kelompok menganut peristiwa belajar kolaboratif yang didasarkan atas tiga prinsip utama. pencatat. yaitu (1) adanya tujuan yang sama. ada sejumlah cara yang dapat digunakan untuk memulai belajar “sesuatu” atau topik yang telah direncanakan berdasar kebutuhan secara efektif dalam kelompok. karena anggota kelompok dengan keterampilan kooperatif tertentu bisa menjadi model bagi yang lainnya. Ada dua elemen dasar dari aktivitas kooperatif. Biasanya kita bisa bekerja secara berkelompok dengan mudah kalau bersama dengan kawan akrab. maka untuk merancang bimbingan kelompok perlu memperhatikan dimensi kolaboratif yang ditujukan pada pembentukan keterampilan kooperatif. 10) beri kesempatan setiap anggota untuk bicara. (3) Tahap Pemecahan Masalah. Atas dasar prinsip di atas. Ada empat keterampilan kooperatif yang harus dikuasai dalam belajar kolaboratif. 105 . 4) betahlah bertahan dalam kelompok. 3) buat kontak mata. Ada gunanya kita membentuk kelompok heterogin.

7) memberikan tanggapan kritis terhadap ide. serta 5) membuat konsensus. 8) mengorganisasi informasi. Konselor 106 . 6) melihat konsekuensi-konsekuensi dari keputusan tindakan. 2) lihat masalah dari berbagai sudut pandang. dan menengahi konflik yang “panas” tidak hanya diperlukan di sekolah. 3) melakukan negosiasi. 5) mengelaborasi ide. malahan dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok seluasluasnya. Terkait dengan belajar. 4) mengkonfirmasi ide. dan emosional. tetapi juga di rumah dan kehidupan lainnya. kita dapat mengembangkan keterampilan-keterampilan seperti 1) keterampilan mendefinisikan masalah. peduli terhadap orang lain. Ada sejumlah teknik bimbingan kelompok yang bisa diterapkan untuk mengembangkan siswa dalam setiap bidang pengembangan. 2) brainstorming. Melihat masalah dari berbagai perspektif. Jadi perbedaan tidak ditutup-tutupi. Perasaan terlibat menjadi bagian kelompok dan kekohesifan kelompok merupakan tiket bagi terjadinya suasana kooperatif. Pengelolaan ini dengan prinsip memanfaatkan setiap adanya perbedaan untuk meningkatklan kekohesifan kelompok. Keterampilan mengelola perbedaan-perbedaan merupakan keterampilan yang penting dimanapun. Apa saja keterampilan yang harus dikuasai dalam mengelola perbedaan? Keterampilan mengelola perbedaan antara lain 1) nyatakan posisi mereka dalam kelompok. 4) memberikan mediasi.Memecahkan Masalah Untuk memecahkan masalah-masalah yang diangkat sebagai suatu masalah kelompok. Dimana maknanya belajar di bidang akademik. sosial. Mengelola Perbedaan-Perbedaan Pada uraian di muka telah disinggung-singgung adanya perbedaan. Oleh karena bimbinban kelompok ini dimaksudkan untuk menghantarkan siswa SMK agar mencapai prestasi tinggi (terkait indikasi banyak siswa SMK jeblok perolehan danemnya) dan agar mampu merencanakan karier dengan baik maka dalam contoh-contoh teknik bimbingan kelompok ini ditekankan penggunaannya di kedua bidang garapan Bimbingan dan Konseling. Konselor berperan dalam hal service learning. Atas dasar kenyataan adanyat perbedaan tersebut dibutuhkan kemampuan mengelolanya oleh setiap anggota kelompok dan pimpinan kelompok. karier. Mestinya kita menyiapkan siswa menjadi warga negara yang bertanggungjawab yang berpengetahuan luas dan terampil dalam bidang yang digelutinya. yakni perbedaan kemampuan dan perbedaan latar kehidupan anggota kelompok. belajar untuk bersosialisasi. Tantangannya adalah bagaimana semua siswa belajar dan siap untuk bertanggungjawab secara sosial. Perkembangan keterampilan kooperatif merupakan inti dari bimbingan kelompok kolaboratif. dan 9) menemukan solusisolusi atas permasalahan. Dalam reformasi pendidikan kita harus diperhatikan ke arah mana siswa dikembangkan. 3) mengklarifikasi ide.

yaitu 1) mengawali pertemuan dengan membangun rapport dan mengatur pertemuan.memiliki tanggungjawab panjang atas pentingnya belajar emosional dan sosial di sekolah. perasaan. dimana konseling tidak saja diorientasikan bagi penyelesaian masalah. Pandangan bahwa konseling adalah nasehat banyak dibantah dengan berbagai teori konseling dan wawancara intensional untuk konseling. keterampilan dasar komunikasi. yakni isu-isu praktik konseling. Secara umum konseli akan mempertahankan hubungan yang positif dengan Konselor. dan perilaku mereka. Penjelajahan aset positif konseli dan bila selalu diperhatikan dalam lima tahap di atas akan memberikan jaminan bagi proses wawancara yang baik. Cara ini akan memberi banyak peluang bagi Konselor untuk memhami dengan cermat tentang konseli yang dilayani dan dapat memantulkan kembali kondisi ini untuk modal pengubahan pikiran. KONSELING INDIVIDUAL Dalam membahas konseling individual. Pandangan ini mulai beralih ke sisi lain. akan menyusun 107 . Selama ini ada kesan. Proses Konseling Secara garis besar proses konseling terbagi ke dalam lima tahapan. 4) working atau tahap inti bantuan konseling. tetapi dikandung maksud untuk mengenali asset positif setiap konseli dan mengoptimalkan asset positif tersebut bagi perkembangan setiap konseli yang dilayani. konseling itu identik dengan nasehat. b. Namun yang sering terjadi adalah program bimbingan belajar emosional dan sosial ini tidak nyambung dengan misi sekolah yang dapat dipertanggung-jawabkan kaitannya dengan tugas sekolah untuk membantu siswa mencapai prestasi akademik tinggi. Makna Wawancara dalam Konseling Modal utama konseling adalah kemampuan wawancara. Banyak teori yang mengungkap bahwa konseling cenderung merupakan proses mendengarkan secara aktif. dan pendekatan konseling. Konseling diartikan sebagai upaya bantuan untuk memecahkan masalah. dan 5) mengakhiri pertemuan. Isu-Isu Pokok Praktik Konseling Masalah vs Aset Positif Mendengar kata konseling selalu diasosiasikan dengan individu yang menghadapi masalah. mereka akan menceriterakan hidupnya. ada beberapa hal yang dikemukakan. sehingga masalah tidak terjadi. Harapan yang ada di balik memperhatikan aset positif dalam kelima tahap dijelaskan sebagai berikut. 3) merumuskan tujuan. 2) mengumpulkan data untuk mengenali kekuatan dan masalah konseli.

Konseling ini memusatkan pada kualitas hubungan terapeutik person-to-person. Tokoh Kunci: Miriam and Erving Polster. teori ini menempatkan kepercayaan dan memberikan tanggung jawab kepada konseli dalam menghadapi masalah dan kekhawatirannya. tokoh kunci: Natalie Rogers. kebebasan dan tanggungjawab untuk membentuk kehidupan seseorang. dan perilakunya. perasaan itu dalam kehidupan sehari-hari di luar seting wawancara. pikiran baru. Tahap I: Konseli akan merasa difasilitasi dan tahu mengenai apa yang diharapkan darinya. diikuti Rudolf Dreikurs yang terkenal di AS. Overviu Teori Konseling Konseling Psikoanalitik. Teori perkembangan kepribadian. Berdasarkan pada pandangan subyektif atas pengalaman manusia. Tahap IV: Konseli akan menguji kembali tujuannya dan mulai bergerak ke arah ceritera hidup baru dan perbuatan baru melalui mengkonfrontasi adanya kesenjangan-kesenjangan. Penemu: Fritz and Laura Perls. Tahap V: Jika tahap 1-4 berhasil. konseli akan menyampaikan kekuatan-kekuatan dirinya dan sumber-sumber yang tersedia untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Rollo May. ia tumbuh sebagai reaksi terhadap konseling psikoanalitik. menciptakan satu destiny. serta self-determination. Dengan maksud mengejar aset positifnya. Ia mengintegrasikan fungsi tubuh dan pikiran. Bereaksi terhadap kecenderungan memandang konseling sebagai sistem teknik yang didefinisikan dengan baik. Creative problem solving menjadi penting disini. model ini menekankan membangun konseling pada kondisi-kondisi dasar adanya manusia seperti pilihan. perasaan. Konseling Gestalt. Tokoh: Sigmund Freud. Tahap III: Konseli akan mendiskusikan arah baru. maka diharapkan konseli mendemonstrasikan perubahan tingkalaku. Konseling experiential menekankan pada kesadaran dan integrasi. akan mengembangkan pandangan-pandangan baru. Pendekatan ini dikembangkan selama tahun 1940s sebagai reaksi nondirektif terhadap psychoanalysis. Tokoh: Viktor Frankl. dan akan mentransfer hasil belajar yang baru tersebut ke kehidupan sehari-hari. Perhatian ditujukan pada usia 6 tahun pertama sebagai penentu (determinants) perkembangan kepribadian pada usia selanjutnya. perasaan yang diinginkan. dan menemukan makna dan tujuan untuk menciptakan kehidupan yang lebih berarah tujuan. Konseling Adlerian. dan metode psikokonseling yang berfokus pada faktor-faktor ketidaksadaran ( unconscious) yang memotivasi perilaku. 108 . and Irvin Yalom. Existential therapy. dan perilaku yang hendak diubah. Penemu: Carl Rogers. menghadapi tantangan baru.tujuan. Dalam setiap tahapan tersebut diuraikan sebagai berikut. pikiran. filosofi hakekat manusia. Tokoh Alfred Adler. Tahap II: Konseli akan berbagi pikiran. Konseling Person-centered. Pendekatan ini lebih menekankan pada tanggung jawab.

kognitif. Pendekatan ini mnerapkan prinsip-prinsip belajar untuk meresolusi masalah-masalah perilaku spesifik. Virginia Satir. Keterampilan Dasar Komunikasi a) Kedudukan Komunikasi dalam Konseling Bimbingan teknis di bagian ini merupakan bagian utama dalam pengembangan kompetensi Konselor yang pada dasarnya bergerak di seputar dua sumbu. dan Cloé Madanes. Keterampilan komunikasi perlu dikuasai konselor karena saat ini berkembang pemikiran bahwa semua layanan the helping professions mengutamakan penemuan self-healing capacity dari setiap individu yang 109 . Secara ringkas akan dipraktikan masing-masing dua teori dalam konseling individual dan konseling kelompok. Tokoh Kunci: Albert Ellis penemu rational emotive behavior therapy. dan action yang menekankan peranan berpikir dan sistem belief sebagai akar probem pribadi. namun mengalami gangguan fungsi sosial-vokasional sehingga perlu diatasi dalam rangka penyelenggaraan layanan Bimbingan dan Konseling. Konseling merupakan wilayah yang berkaitan dengan layanan ahli bagi individu normalsehat yang dinamakan konseli (counselee). Tokoh Kunci: Robert Wubbolding. dan narrative therapy semua berasumsi bahwa tidak ada kebenaran tunggal. Pendekatan sistemik ini didasarkan pada asusmi bahwa kunci perubahan individu adalah pemahaman dan kerja dengan keluarga. Dalam bimtek ini tentu tidak cukup waktu untuk mempelajari semua teori konseling tersebut. solution-focused brief therapy. dan Albert Bandura. Arnold Lazarus. Jay Haley.Konseling Behavior. Ada sejumlah tokoh kunci. konseli dapat belajar dengan cara yang lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. F. Pendekatan ini mempertahankan bahwa konseli adalah seorang ahli dalam hidupnya sendiri. melainkan diyakini bahwa realitas dikonstruksi secara sosial melalui interaksi manusia. Konseling Realita. dan (b) penguasaan keterampilan komunikasi yang merupakan wahana utama dalam pelaksanaan konseling. Selama proses konseling. Pendekatan Postmodern. Ada sejumlah tokoh kunci antara lain Alfred Adler. Family systems therapy. Michael White dan David Epston merupakan tokoh-tokoh kunci narrative therapy. Penemu: William Glasser. Konseling behavior-kognitif. Salvador Minuchin. Pendekatan short-term ini didasarkan pada teori pilihan ( choice theory) dan memusatkan pada konseli untuk memikul tanggung jawab di masa sekarang. Skinner. suatu model konseling yang sangat berorientasi didaktik. Steve de Shazer dan Insoo Kim Berg yang mengembangkan solution-focused brief therapy. Hasil merupakan subyek elsperimentasi terus-menerus. Metode pendekatan ini selalu dalam proses perbaikan. Carl Whitaker. yaitu (a) eksplorasi Paradigma Baru dalam Terapan Kontekstual Konseling. Tokoh Kunci: B. Murray Bowen. Konstruksionisme sosial.

Sebagaimana telah diisyaratkan. melainkan harus ditumbuhkan setahap demi setahap melalui interaksi yang produktif serta menyejukkan. berpikir dan berperilaku berdasarkan caranya ia melihat tugasnya. dan rujukan prosedural yang menyediakan rambu-rambu teknis penerapannya. Pada dasarnya trust terbangun atas dasar dua unsur yang dipersepsi oleh konseli yaitu adanya kepercayaan oleh Konseli kepada Konselor bahwa Konselor yang membantunya (a) memiliki kompetensi untuk menolong dirinya. seandainya rujukan serta cara penataan diri itu disarankan kepada dirinya. dengan pemahamannya tentang cara tiap konselinya itu merasa. sebab dalam melaksanakan konseling seyogianya Konselor tidak menyarankan kepada konselinya rujukan serta cara penataan diri yang tidak akan dia ikuti. kemampuan meraih serta kemampuan mempertahankan karier untuk hidup produktif dan sejahtera serta kepedulian terhadap kemaslahatan umum ( the Common Good) sebagai kriteria keberhasilan. 2007). Ini berarti bahwa diperlukan kejernihan makna dalam komunikasi sehingga tidak ada salah tangkap antara apa yang dimaksud oleh pihak yang menyampaikan pesan (konseli) dengan pihak yang menerima pesan (konselor). Apabila Pembelajaran yang Mendidik menetapkan terbentuknya karakter serta penguasaan hard skills dan soft skills sebagai pengejawantahan tujuan utuh pendidikan. Selanjutnya. komunikasi antar pribadi merupakan wahana utama dalam interaksi Konseling. dan Triyono. kejernihan makna dalam komunikasi antar pribadi juga sangat tergantung pada makna kontekstual yang melekat pada tiap ujaran dan isyarat non-verbal yang lazim menyertai ujaran. berbeda dari sumber dan penerima suara dalam sarana pancar-rekam mekanik. berpikir dan berperilaku berdasarkan asumsinya tentang cara konseli atau konseli tersebut melihat dirinya dan melihat dunianya. kemampuan Konselor dalam berkomunikasi akan mampu menjaring kapasitas konseli ( positive asset search). Pada gilirannya. Ini berarti bahwa keberhasilan Konseling sangat bergantung pada adanya saling percaya ( trust) dalam hubungan antara Konseli dengan Konselor (Joni. dan sebagaiman diketahui. Dalam Konseling diperlukan penyetalaan (fine-tuning) antara cara Konselor merasa. yaitu terapan yang mempersyaratkan penggunaan rujukan normatif sebagai kriteria keberhasilan layanan. Ini juga berarti bahwa trust itu tidak “jatuh dari langit”. 110 . dalam komunikasi peran sebagai pengirim dan sebagai penerima pesan itu selalu berganti secara dinamis. yang pada dasarnya tergantung pada kesetalaan antara pengolah makna budaya yang digunakan oleh Konselor dengan pengolah makna budaya yang digunakan oleh Konseli. dan (b) Konselor tidak akan menggunakan kelebihan kompetensinya itu untuk mencederai dirinya. selain ditentukan oleh ketepatan pilihan paradigma. Kesetalaan persepsi ini penting ditekankan. Sutanto. layanan ahli Konseling meniscayakan penggunaan terapan kontekstual. kemanjuran faktor-faktor umum tersebut terfasilitasi oleh komunikasi yang efektif antara Konselor dengan Konseli. Sebagaimana halnya dalam pembelajaran. maka layanan ahli Konseling menetapkan kemandirian konseli dalam melakukan pilihan.dilayani sehingga masing-masing mampu mengatasi masalahnya sendiri. melihat konselinya dan melihat dunianya. Artinya.

(4) Motif yang berakar dalam kebutuhan mencari keintiman dan relasi seksual. dan keterampilan mempengaruhi harus dikuasai agar Konselor mampu menjadi trust sehingga tercapai maksud: On becoming a humane counselor . Mind-skills yang perlu selalu ditata adalah: (1) Wicara-dalam-diri. Keterampilan Memperhatikan Overview di muka mengisyaratkan bahwa Konselor harus mampu memadukan kekuatan-kekuatan pribadi sebagai internal skills dan keterampilan-keterampilan yang dipelajari sebagai external skills. 2007). 111 . Penggunaan keterampilan konseling (keterampilan komunikasi interpersonal atau eksternal) tidak akan mengejawantah dalam efek terapeutik jika mereka tidak meluber dari Konselor yang telah dan selalu menata motif-motif dalam dirinya dan mendayagunakan mind-skills yang membantu serta berefek penyembuhan atau terapeutik. keterampilan mendengarkan. terutama dengan konseli. 2007). Artinya. (6) Citra-citra visual-dalam-diri. kita tidak bisa memaksakan pendekatan konseling kita dan membiarkan konseli mengikuti mau kita sesuai pendekatan yang kita anut. (4) Persepsi-persepsi-dalam-diri. untuk menghindari terjadinya apa yang dinamakan sindroma the Procrustean Bed. dan menggarap-mengatasi-melampaui motif-motif yang berpotensi membahayakan. peserta akan belajar bagaimana berkomunikasi dengan orang lain secara efektif. sebab orientasi membantunya akan didasarkan pada internal frame of reference dari setiap konseli yang dibantunya (Joni dkk. Peserta diharapkan menguasai ketrampilan memperhatikan ( attending). (5) Kaidah-kaidah-dalam-diri. Keterampilan eksternal yang secara umum terdiri atas keterampilan memperhatikan. mendengarkan (listening). maka dipotong aja kakinya biar cukup). (5) Motif yang berakar dalam mentalitas korban (Joni dkk. (2) Pengharapan-pengharapan-dalam-diri. diharapkan akan mampu membantu konseli secara tepat. dan mempengaruhi (influencing) secara tepat. selain bergantung pada kejernihan komunikasi. Jadi dalam bagian ini. Penataan motif-motif itu secara praktikal bermakna menumbuh-kembangkan motif membantu (altruistic). menyelaraskan motif pragmatik dengan motif altruistik yang selalu ditumbuhkembangkan. kemanjuran konseling juga bergantung pada ketepatan pilihan paradigma yang diterapkan dalam pelaksanaan konseling. Semuanya harus menyatu menjadi motif altruistic yang diharapkan oleh setiap diri konseli. (Ini istilah yang menggambarkan ketika pasien tidak cukup di tempat tidur. (3) Motif yang berakar dalam kebutuhan berlebih untuk mendapatkan pembenaran. yaitu: (1) Motif yang berakar dalam nyeri jiwani yang belum terselesaikan. Konselor yang memiliki atau menguasai internal skills dan external skills dan mempribadikannya (menginternalisasika sebagai bagian pribadinya). (2) Motif yang berakar dalam kebutuhan berlebih untuk mendominasi dan mengontrol. (3) Penjelasan-penjelasan-dalam-diri.Pada gilirannya.

Dalam praktik konseling, trust ini dibangun sejak awal pertemuan pertama. Rapport merupakan aspek penting yang harus dibangun dalam menjamin terjadinya trust. Menyebut nama merupakan bagian utama dalam menciptakan rapport. Ini dilakukan sepanjang sesi konseling. Membangun rapport, oleh sejumlah kalangan dipandang tahapan awal yang paling penting. Membangun rapport membutuhkan dua keterampilan yaitu: perilaku memperhatikan dan keterampilan mengamati konseli. Perilaku memperhatikan dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Konselor memahami dan “tertarik/berminat” tehadap konseli. Dengan cara ini diharapkan konseli menjadi merasa enak atau menjadi rilek dalam kebersamaannya dengan Konselor. Syarat Konselor yang bisa membangun rapport: open, authentic, congruent dengan konseli, serta luwes dalam menemukan kebutuhankebutuhan yang diekspresikan konseli. Perilaku memperhatikan ditujukan terhadap tampilan visual ( visual/eye contacts), vokal (vocal qualities), verbal (verbal tracking), dan bahasa tubuh (attentive and authentic body language ). Konsekuensi yang diharapkan, konseli akan lebih bebas dan terbuka, khususnya di seputar topik yang diberi perhatian. Dalam konseling, structuring merupakan bagian penting kedua di tahap awal, setelah rapport. Ini dimaksudkan untuk menangkap apa yang diharapkan konseli dari interview. Bila Konselor menampilkan keterampilan memperhatikan dan mendengarkan, maka konseli akan merasa bahwa Konselor benar-benar menjadi pendengar yang diharapkan. Ketika seseorang tiba-tiba datang dan menyatakan: “ Saya minta saransaran agar hubunganku dengan teman-teman di sekolah ini menjadi harmonis lagi, kayak dulu.” Dalam percakapan awam, mayoritas orang akan langsung memberi saran dengan referensi pengalaman pribadinya atau informasi yang pernah didengarnya. Bisakah Konselor langsung memberi saran? Di muka telah dikupas bahwa Konselor bekerja berlandaskan pada internal frame of reference-nya konseli. Ini berarti bahwa ada keperluan untuk melakukan pembatasan peran dan dinyatakan dalam pertemuan pembantuan tersebut. Beberapa hal harus dibatasi, antara lain pembatasan peran, pembatasan masalah atau topic, pembatasan waktu, karena konseling merupakan hubungan professional. Keterampilan Mendengarkan Fungsi dan tujuan pengumpulan data adalah untuk menemukan mengapa konseli datang konseling dan mendengarkan apa ceriteranya. Keterampilan mendefinisikan masalah akan membantu menghindari pembahasan topik yang tidak berguna dan memberi arah bagi wawancara selanjutnya. Ketrampilan ini juga akan membantu untuk mengidentifikasi kekuatankekuatan yang nyata yang dimiliki konseli. Fungsi dan tujuan pengumpulan data adalah untuk menemukan mengapa konseli datang konseling dan mendengarkan apa ceriteranya. Keterampilan mendefinisikan masalah akan

112

membantu menghindari pembahasan topik yang tidak berguna dan memberi arah bagi wawancara selanjutnya. Ketrampilan ini juga akan membantu untuk mengidentifikasi kekuatan-kekuatan yang nyata yang dimiliki konseli. Keterampilan yang umumnya digunakan adalah mendengarkan secara aktif. Keterampilan lain dapat digunakan jika diperlukan. Misalnya, jika masalahnya tidak jelas, kita bisa gunakan keterampilan mempengaruhi. Pencarian aset positif konseli akan sangat bermanfaat dalam menyelesaikan masalah. Fungsi dan tujuan pengumpulan data adalah untuk menemukan mengapa konseli datang konseling dan mendengarkan apa ceriteranya. Keterampilan mendefinisikan masalah akan membantu menghindari pembahasan topik yang tidak berguna dan memberi arah bagi wawancara selanjutnya. Ketrampilan ini juga akan membantu untuk mengidentifikasi kekuatankekuatan yang nyata yang dimiliki konseli. Fungsi dan tujuan pengumpulan data adalah untuk menemukan mengapa konseli datang ke konseling dan mendengarkan apa ceriteranya. Keterampilan mendefinisikan masalah akan membantu menghindari pembahasan topik yang tidak berguna dan memberi arah bagi wawancara selanjutnya. Pencarian aset positif konseli akan sangat bermanfaat dalam menyelesaikan masalah. Kemampuan mendengarkan secara aktif terdiri atas lima teknik komunikasi yaitu questioning, encouraging, paraphrasing, reflecting feeling, dan summarizing. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. 1) Questioning Isu-isu utama terkait keterampilan bertanya, antara lain 1) Pertanyaan membantu memulai percakapan. 2) Pertanyaan terbuka akan membantu mengelaborasi dan memperkaya ceritera konseli. 3) Pertanyaan membantu mengungkap dunia spesifik-konkrit konseli. 4) Pertanyaan merupakan hal kritis dalam asesmen. 5) Kata pertama dalam pertanyaan terbuka akan menentukan apakah konseli mau melanjutkan ceiteranya. 6) Pertanyaan potensial menjadi masalah. 7) Dalam situasi lintas-budaya, pertanyaan dapat menimbulkan distrust. 8) Pertanyaan dapat digunakan untuk membantu konseli menjelajahi aset-aset positifnya. Ada dua jenis pertanyaan, yaitu pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup. Konsekuensi dari pertanyaan, konseli akan menjawab pertanyaan terbuka secara lebih detail. Sebaliknya konseli akan memberi informasi khusus atas pertanyaan tertutup. Hati-hati, seringkali pertanyaan tertutup membuat konseli hanya menjawab “Ya” atau “Tidak” (bisa terjebak resistensi) 2) Encouraging Mendengarkan bukan proses pasif, keterampilan-keterampilan yang dibahas mulai dari encouraging ini tanda bahwa Konselor aktif. Encouraging merupakan perilaku verbal dan non-verbal Konselor yang menjadi penanda bagi konseli untuk melanjutkan ceritera hidupnya. Beberapa jenis keterampilan encouraging ini adalah acceptance, restatement, dan silent. Acceptance

113

− Non-verbal: anggukan kepala, gerakan membuka tangan − Verbal: “he eh”, “ya ya”, “ok”, “saya mengerti jalan pikiranmu”, “saya memahami perasaanmu” Restatement − Kata: ulangi kata atau frasa kunci yang dinyatakan konseli. − Kalimat: Ulangi kalimat, sebagian atau seluruhnya. Silent Diam kadang diperlukan karena konselipun diam. Mengapa konseli diam? − Konseli kehabisan energi − Konseli kehabisan bahan ceritera − Konseli resisten Senyuman dan kehangatan interpersonal yang tepat merupakan encouragers utama yang akan membantu konseli merasa nyaman dan suka berceritera terus. 3) Paraphrasing Paraphrasing merupakan feedback bagi konseli terkait esensi dari apa yang dikatakan. Konselor akan meringkas dan memperjelas pernyataanpernyataan konseli yang panjang dan seringkali tidak teratur. Konselor/konselings = guru bahasa yang bisa membuat kalimat baru, ringkas, segar, dan tepat. Membuat parafrase bukan pembeo, Konselors menggunakan kata-kata sendiri dipadu dengan kata-kata penting yang dinyatakan konseli. Biasanya digunakan awal kalimat: • • • Singkatnya … Pada intinya … Boleh dikatakan …

Paraphrasing dilakukan sebagai tanda bahwa helper mendengakan. Artinya helper menegaskan apa isi pokok pernyataan konseli. Fungsi dari paraphrasing sebagai feedback bagi konseli akan apa yang ia katakan. Catatan: Konselor harus tepat memilih kata baru dan segar sebagai padanan pernyataan konseli. Konsekuensi yang diharapkan: Konseli akan merasa didengar, sehingga cenderung melanjutkan ceritera, tidak mengulang-ulang ceritera yang sama. Jika parafrase tak sama, akan memberi kesempatan konseli mengoreksi konselings. Jika disuarakan dengan nada tanya, konseli akan ceritera lebih lanjut.

114

2) Kata-kata emosional implisit tidak dinyatakan langsung. Konselor mengobservasi perasan verbal dan non verbal. perasaan. gusar. Selanjutnya diikuti dengan memantulkan perasaan yang ada di balik pernyataan. Simpulan di awal: Biasanya dilakukan untuk menyatakan apa-apa yang telah dibahas pada pertemuan-(pertemuan) sebelumnya. Observasi harus jeli. 3) Ekspresi non verbal yang dapat ditangkap melalui gerak tubuh. Teknik ini berfungsi sebagai feedback bagi konseli akan apa yang ia katakan.Utama: mengorganisasi pikiran helper dan konseli menganai apa yang terjadi dalam wawancara. Konsekuensi yang diharapkan: Konseli akan masuk ke dalam pengalaman emosionalnya dan konseli dapat mengoreksi dengan kata-kata perasaan lainnya. dan akhir pertemuan. Konsekuensi yang diharapkan: Konseli merasa didengarkan dan belajar bagaimana ceritera mereka diintegrasikan. Jenis: memulai/mengakhiri wawancara. Banyak penulis yang mengakui bahwa pikiran-pikiran dan perbuatan kita hanya merupakan cerminan dari pengalaman perasaan dan emosi kita. Keterampilan reflecting feeling dimaksudkan untuk membantu orang lain merasakan dan mengalami bagian dirinya yang dalam. Perasaan dapat dilihat langsung. tengah. dan 4) Paduan cue verbal dan nonverbal. Beberapa hal yang harus dicatat: 1) Kata-kata emosional digunakan oleh konseli. ditangkap melalui bertanya. Simpulan menggunakan gabungan bahasa paraphrasing dan reflecting feeling. Bedanya summarizing untuk menyimpulkan beberapa pernyataan konseli. Ia dapat dilakukan di awal. sebab seringkali ada beda antara pernyataan verbal dan ekspresi nonverbal konseli. muram. Utamanya: mengintegrasikan pikiran. mengklarifikasi isu-isu kompleks. 5) Summarizing Summarizing intinya sama dengan paraphrasing. dan tingkahlaku konseli. Simpulan di tengah: Simpulan dilakukan ketika beberapa pernyataan konseli perlu diringkas sehingga jelas kelebihan/kekuatan dan kelemahan/masalah konseli. transisi ke topik baru. Mengapa “menangkap” emosi penting? Emosi dan perasan sebagai sumber dari banyak pikiran dan perbuatan konseli. Emosi dan perasaan dapat ditangkap dari labeling perilaku konseli: sedih. ceria. Simpulan di akhir: 115 . atau direfleksi dari apa yang ada di balik pernyataan.4) Reflecting feeling Dalam proses merefleksi perasaan.

bagaimana bunyinya:  Key-word encouragers: ……………………………. Tak tahu apa yang harus saya lakukan. Anak saya melihat Surti sebagai Ibu yang sempurna. ia selalu menghindar. ia memalingkan muka?” − Paraphrase: “Hanny menghindarimu dan kamu tak tahu harus berbuat apa?” − Reflecting feeling: “Anda benar-benar frustrasi menghadapi situasi itu” Dalam banyak kasus wawancara. “Jadi gila?” (fokus pertama pada isi. Kadang keduanya sejalan. Bagaimana Bapak dan Ibu merespon pernyataan konseli sebagai berikut: “ Saya bermasalah dengan isteri saya. bekerja. sedangkan Konselor mengangap bahwa konseli ybs harus mampu merekonstruksi kepribadiannya. tak berkata apa-apa. Saya jadi gila.” Pernyataan konseli di atas.” Respon konselo r sebagai berikut: − Nonverbal encourager: (anggukan kepala) − Key-word encouragers: “Menghindarimu?”. Saya seorang manajer dan saya pikir saya memiliki income yang baik. yakni seringkali apa yang dipikirkan konseli berbeda dari apa yang dipikirkan Konselor. melihat dunia luar. dan reflecting feeling. saya nggak bisa berbuat apa. Henny pulang. ia memalingkan muka. maka perlu diperhatikan dalam pembuatan rumusan tujuan aspek kekuatan konseli. Tapi malam lalu …kami memiliki pandangan yang berbeda dan masing-masing mempunyai argumentasinya. paraphrasing.  Restatement: ……………………………………………. Ia selalu merasa bahwa ia harus selalu ke luar rumah. Contoh penerapan teknik komunikasi terhadap pernyataan konseli sebagai berikut: “Saya tak tahu. sayapun demikian melihat isteri saya sempurna. kalau direspon dengan teknikteknik berikut. langsung putar tv. misalnya konseli ingin pekerjaan baru. Ada hal yang perlu diperhatikan. Konselor ingin memberikan 116 . Misalnya.  Paraphrase: ………………………………………………………. Oleh karena kunci keberhasilan membantu terletak pada pemikiran bahwa konseli tumbuh dari kekuatannya sendiri . Atas dasar temuan-temuan masalah pada tahap 2 (Pengumpulan Data) dirumuskan perilaku target yang akan menghantarkan Konselor melayani konseli merancang program tindakan yang tepat. Jika saya coba tanya. konseli akan puas bila bisa tidur nyenyak di malam hari (itu saja cukup).Simpulan merupakan review dari keseluruhan wawancara pada suatu sesi. Perumusan tujuan konseling yang ideal adalah dilakukan secara bersama-sama antara konseli dan Konselor. dan kedua pada emosi) − Restatement: “Jika anda coba tanya. konselings bisa gunakan paduan dari respon-respon encouraging.

Advice.tes vokasional. Kedua. diberi feedback. Feedback. Oleh karena itu. Keterampilan Mempengaruhi Pada tahap working yaitu tahap dimana alternatif penyelesaian masalah dikembangkan. Dalam respon konfrontasi. Self-Disclosure. Namun. perasaan-perasaan. 117 . membuat ringkasan konflik dan menambahkan frame of reference Konselor dengan teknik-teknik mempengaruhi. Bagaimana mengkonfrontasi adanya kesenjangan antara harapan dan perilaku konseli? Ada dua pilihan tindakan Konselor/Konselor: Pertama. membuat ringkasan konflik dengan frame of reference konseli dan dengan teknik-teknik mendengarkan menghantarkan konseli mencari solusi. dan 3) Mengevaluasi keefektifan intervensi terhadap perubahan dan pertumbuhan konseli. konseli seringkali tidak mampu datang dengan alternatif. REBT akan mementingkan pembuatan rumusan tujuan yang dapat diukur secara objektif. 2) Menyatakan konflik tersebut kepada konseli dengan jelas. Dalam praktik. Masalahnya. 4) Antara pernyatan dan konteks kejadian. pikiran-pikiran. dan perilaku-perilaku baru. Kesenjangan bisa jadi: 1) Antara dua pernyataan. Pada initinya semua teknik komunikasi (merespon konseli) itu ada unsur mempengaruhi konseli. Teknik ini digunakan untuk menunjukkan kesenjangan pada diri konseli yang membuat konseli menjadi mandeg (tidak berkembang). Konselor yang beracuan Rogerian menghindari tujuan konkrit. Beberapa teknik mempengaruhi yang kuat antara lain Confronting. pernyataan tujuan –penting dan tidaknya– sangat bergantung pendekatan yang Konselor gunakan. 3) Antara pernyataan lisan dan ekspresi non-verbal. respon Konselor berbentuk konflik: “ Di satu sisi …. kadang konseli mempunyai harapan berlebih dari apa yang mampu dilakukan Konselor. Reflecting Meaning. tugas Konselor menemukan berbagai kemungkinan dan membantu konseli menemukan cara-cara baru untuk bertindak secara tepat. 5) Antara pandangan dua atau lebih orang. Reassurance . 2) Antara apa yang dikatakan dan apa yang dilakukan (gerak). tujuan utamanya memecahkan masalah dan menemukan jalan baru bagi konseli. di sisi lain …” Tahap Utama merespon dengan konfrontasi: 1) Mengidentifikasi konflik melalui memadukan pesan-pesan kesenjangan. Konseluensi yang diharapkan Konseli akan merespon terhadap konfrontasi dengan ide-ide. sebaliknya yang beracuan decision making misalnya konseling behaviorisme. Namun tingkat pengaruh interpersonal bervariasi mulai dari pengaruh yang lemah. Ibarat dokter gunakan teknik kejutan jika pasien jantungnya mandeg. menengah sampai pengaruh yang kuat. 1) Confronting Sebuah perlawanan suportif yang didalamnya ketidaksebangunan/ kesenjangan yang tampak pada diri konseli. atau membuat konseli inactive menjadi active.

3) Harus spesifik dan konkrit. Teknik paraphrasing dan reflecting feeling menjadi bagian penting disini. dan perilaku dan hal ini dapat mengarahkan ke perubahan yang dikehendaki. membuat lebih trust dan menciptakan hubungan sederajat ( equal relationship). perasaan. Konseluensi yang diharapkan konseli akan tergerak untuk mengalami self-disclosure lebih dalam. diterima konselikah? 5) Advice 118 . Seringkali dimulai dengan kata “Saya”. Feedback efektif untuk melihat diri sendiri sebagaimana orang lain melihat kita. Konsekuensi yang diharapkan Konseli memperoleh perspektif Konselor atau orang lain tentang fikiran. Sebaliknya. Bila efektif akan membuat konseli merasa lebih enak dalam hubungan terapeutik. banyak juga yang mengakui bahwa self-disclosure akan membua konseli berceitera. 3) Self-Disclosure Konselor sharing dirinya melalui menyampaikan pengalaman hidup pribadinya. Untuk disentuh sebagaimana kita menyentuh orang lain. 5) Harus persis. “Pengalaman saya bercerai. 4) Relatif tanpa penilaian.2) Reflecting Meaning Reflecting meaning menekankan pada pikiran-pikiran yang mendalam terkait dengan nilai-nilai dan sikap. dan pemahaman yang mendalam di balik ceritera tersebut. 3) Objeknya berupa deskriptor sifat: “Saya merasa bahagia karena Anda mampu lebih terbuka (asertif) dengan orangtua secara langsung”. Teknik ini digunakan dengan mengharapkan konsekuensi berupa konseli akan mendiskusikan ceritera. pribadi). isu. Topik self-disclosure sampai saat ini masih menjadi perdebatan: boleh atau tidak boleh? Banyak ahli yang beranggapan bahwa Konselor yang berbagi diri secara terbuka akan membuat jarak. dan 6) Lihat kembali bagaimana feedback Anda. 4) Feedback Memberikan data yang akurat tentang bagaimana Konselor atau orang lain memandang terhadap sudut pandang konseli. Saya merasa …” dan 4) Kata perasaan atau ekspresi perasaan.. 2) Kata kerja isi atau perasaan: “Saya pikir …”. seperti Anda.” “Saya berpengalaman …” (predikat). Petunjuk memberi feedback: 1) Konseli yang menerima feedback harus dalam keadaan siap (be in charge). dan masalah secara lebih dalam dengan menekankan pada makna. “Saya rasa. Untuk mendengar bagaimana orang lain mendengarkan kita. nilai. Isi self-disclosure terdiri atas: 1) Mengunakan pernyataan: “Saya…” (subyek. 2) Memuatkan pada kekuatan atau hal yang dilakukan konseli.

dan mengambil berbagai strategi kognitif dan perilaku untuk mewujudkan 119 . Setidaknya ada tiga jenis saran. 6) Reassurance Konselor mendukung apa yang dinyatakan konseli. Keterampilan-keterampilan dasar komunikasi di atas akan sangat penting bagi pelaksanaan konseling. tetapi dengan keberaniannya ternyata ia berhasil juga menyelesaikan tugas yang selama ini ia takutkan. Setidak-tidaknya mereka akan memahami dampaknya bagi dirinya. Mis: Jika benar2 Kau lakukan rencana itu.” Factual reassurance: Pada saat konseli mengalami musibah. maka Konselor/Konselor dapat mendukung pernyataan konseli tersebut. Mis: “ Bagus. Prediction Reassurance: Ketika konseli menyatakan bahwa ia akan melakukan suatu rencana tindakan positif. perasaan. menempatkan tanggung-jawab pada konseli untuk mengambil peran aktif baik selama di dalam dan di luar sesi konseling. dan mereka menekankan peran pekerjaan rumah. Ada tiga jenis dukungan yaitu postdiction reassurance. misalnya. Masing-masing digambarkan sebagai berikut.Memberi informasi/nasehat kepada konseli agar ia menjadi lebih jelas/lebih pasti tentang apa yang hendak dilakukan. dan perilakunya. prediction reassurance. maka … (prediksi)” Postdiction reassurance: Semula konseli merasa takut menghadapi sesuatu. yaitu: − Direct advice diberikan kalau konseli tidak tahu sama sekali. − Persuasive advice diberikan kalau konseli sudah tahu alasanalasan logis atas rencananya. Dukungan ini diharapkan menghantarkan konseli mampu menganisipasi secara lebih baik konsekuensi dari perbuatan dan perubahan pikiran. Pembahasan berikut adalah teori-teori konseling yang ditertapkan dalam Teori Konseling Kontemporer: REBT a) Pandangan Hakekat Manusia Pendekatan Konseling Rasional Emotif Behavior (REB) didasarkan pada model psikoedukasionaI yang terstruktur. Konselor/Konselor dapat membantu meringankan beban konseli dengan memberikan dukungan faktual bahwa apa yang dialami konseli juga dapat dialami oleh orang lain dan merasakan seperti apa yang dirasakan konseli saat ini. Mereka akan sangat berguna dalam konseling apapun dengan kadar yang berbeda-beda. ternyata apa yang Anda bayangkan selama ini tidak terbukti. dan factual reassurance. − Alternative advice diberikan setelah konseli tahu kelebihan dan kelemahan setiap alternatif.

dan karena pandangan. Manusia memiliki kemampuan reflektif (berbicara pada diri sendiri). dapat mengevaluasi dan menguatkan diri. REB didasarkan pada asumsi bahwa kesadaran. mampu menjaga diri. Ellis kemudian mengatakan:”orang mengganggu dirinya sendiri karena hal-hal yang terjadi pada dirinya. Fokusnya adalah bekerja dengan pemikiran dan tindakan. Kepada konseli. bertumbuh. menyalahkan diri. 6. emosi. 3. dan tindakan mereka”. sehingga dianggap sebagai pendekatan yang terpadu. Ada kolaborasi antara konseli dan Konselor. Manusia memiliki predisposisi dalam usaha rnencapai kebahagiaan. 4. perasaan. Manusia dilahirkan dengan potensi pemikiran yang rasional dan irasional. bukannya pada pengungkapan perasaan. Konseling REB berusaha membantu agar manusia mampu menerima diri mereka sendiri sebagai makhluk yang meskipun terus membuat kesalahan namun pada saat yang bersamaan belajar hidup damai dengan dirinya sendiri. 2. Hipotesis Konseling REB adalah bahwa emosi kita utamanya muncul dari keyakinan. Konseli belajar bagaimana menggantikan cara berpikir yang tidak efektif dengan kognisi yang rasional dan afeksi yang benar. tidak toleran. evaluasi. mahkluk yang meskipun terus membuat kesalahan namun pada saat bersamaan belajar hidup damai dengan dirinya sendiri.perubahan. dan juga pada gejala-gejala khusus dalam cara mereka menginterpretasi peristiwa dan situasi. interpretasi. takhayul. Manusia juga memiliki kecenderungan merusak diri. Konseling REB memandang manusia sebagai berikut. menghindari diri dari pemikiran. mencintai. Sebagian besar Konseling REB didasarkan pada asumsi bahwa reorganisasi pernyataan diri seseorang akan menghasilkan reorganisasi perilaku seseorang. terus melakukan kesalahan. 5. Konselor harus memberikan alat agar bisa mengidenfikasi dan mengatasi keyakinan yang tidak rasional yang terjadi ~ karena proses indoktrinasi diri konseli. dan mampu mengaktualisasikan diri. 120 . perfeksionis. Konseling REB menganut paham bahwa “orang terganggu bukan oleh sesuatu hal. berpikiran dan benkemampuan verbal. 1. dan penghindaran dari aktualisasi diri. Manusia memiliki kecenderungan untuk bertumbuh dan dapat mengaktualisasikan diri namun kurang berkembang dan bertumbuh karena pola penyalahan (mempersalahkan) diri yang dipelajari. Asumsi dasar Konseling REB adalah bahwa orang berkontribusi pada permasalahan psikologisnya sendiri. REB secara konsisten menekankan ketiga modalitas ini dalam interaksinya. berkomuni-kasi dengan orang lain. dan perilaku berinteraksi secara signifikan dan mempunyai huhungan sebab akibat timbal-balik. dan reaksi kita terhadap situasi pekerjaan. tetapi oleh pandangan mereka sendiri terhadap sesuatu hal tersebut”.

Konselor mengajak konseli bertanggungjawab penuh untuk mengubah kondisi mereka. “seharusnya” dan dari tuntutan atau perintah yang irasional. − Tujuan utama Konseling REB. Misalnya. 121 . Oleh karena itu tujuan konseling REB adaIah mendidik konseli bagaimana cara memisahkan evaluasi tingkah laku mereka dan evaluasi esensi diri dari totalitasnya dan cara menerima diri dengan segala kekurangannya. − Menunjukkan bahwa pengindoktrinasian diri secara berulang yang dilakukan konseli adalah suatu yang tidak logis dan tidak realistis. 8. Peran dan Fungsi Konselor − Menunjukkan kepada konseli bahwa keyakinan tentang “harus” dan “sebaiknya” yang ada dalam diri mereka itu adalah suatu yang irasional. Saat konseli lebih mampu menerima diri mereka sendiri. melihat bagaimana keduanya berhubungan. membantu konseli dalam proses mencapai penenimaan diri tanpa syarat ( Unconditional Self Acceptance) dan penerimaan orang lain tanpa syarat ( Unconditional Others Acceptance). maka mereka cenderung akan menerima orang lain tanpa syarat. Artinya. Manusia memiliki kecenderungan kuat untuk membuat dirinya terganggu secara emosional. Gangguan terjadi karena pada masa kanak-kanak manusia mempelajari keyakinan yang irasional dan penyalahan diri. − Membantu konseli memodifikasi pemikiran dan mengabaikan gagasan yang irasional. − Meminimalisir gangguan emosi dan tingkah laku penyalahan diri dengan memahami filosofis hidup yang lebih realistis dan bisa dijalankan: mengajari konseli méngubah tingkah laku dan emosi disfungsional menjadi tingkah laku dan emosi yang sehat yang fungsional. menerima dan menghindari diri dari hasrat untuk mengatakan “harus”. “bernilai” dan “sia-sia” dan mengukur dirinya berdasarkan apa yang nampak.7. saya harus mendapatkan cinta dan pengakuan dari orang-orang penting dalam hidup saya. Untuk memulihkan diri dari gangguan emosi bisa dilakukan melalui berhenti menyalahkan diri. − Mengembangkan filosofi hidup yang rasional sehingga di masa depan mereka mampu menghindari diri agar tidak menjadi korban keyakinan tidak rasional yang lainnya. Kedua. Pertama. b) Kondisi-kondisi Konseling Tujuan Konseling − Manusia cenderung menilai tindakannya dengan predikat “baik” dan “buruk”. membantu konseli memahami proses lingkaran setan menyalahkan diri sendiri dan mengubah penyalahan diri itu.

tahap emotif. 122 . Seperti setiap mulai sesi konseling bertanya. − Proses penyembuhan berfokus pada pengalaman konselit di masa kini. − Konselor membangun hubungan dengan konseli dengan cara menunjukkan pada konseli bahwa Konselor memiliki keyakinan yang besar akan kemampuan konseli dalam mengubah diri mereka sendiri dan mengatakan bahwa Konselor mempunyai cara untuk membantu mereka melakukannya. menyelesaikan pekerjaan rumah untuk memecahkan masalah untuk mencapai perubahan emosi. − konseli bekerja aktif di luar sesi konselingi: belajar cara yang efektif untuk meruntuhkan pemikiran yang menyalahkan diri. Fase emotif ditujukan untuk membantu konseli menyadari pikiran-pikiran mereka. Tahap Kognitif. Konseling dipandang sebagai proses reedukatif dimana konseli belajar cara menerapkan pemikiran psikologis. Konselor menyajikan alasan kognitif kepada konseli. Hal ini sering dilakukan dengan meminta konseli untuk menuliskan pikiran-pemikiran yang mengganggu mereka. dan tahap behavioristik. konseling REB terbagi menjadi tiga tahapan. Tahap Emotif. − Konselor menerima konseli sebagai makhluk tidak sempurna yang bisa ditolong dengan menunjukkan bahwa Konselor peduli tanpa membuat konseli merasa didikte dan dengan menggunakan beragam tehnik seperti bibliokonseling dan modifikasi tingkah laku. yaitu tahap kognitif. Selama tahap awal.Peran Konseli − Peran konseli adalah sebagai pebelajar dan pelaksana tindakan. mengulas kemajuanya sendiri. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. dan mengidentifikasi strategi pengatasan masalah potensial yang berkelanjutan. Konselor menunjukkan penerimaan penuh dengan tidak mengevaluasi diri konseli. membuat rencana. " Apa masalah yang mengganggu diri Anda?". c) Proses dan Teknik Konseling Proses konseling REB Secara garis besar. Hubungan Konselor dan Konseli − Hubungan ditandai dengan menerima semua konseli dan mengajari mereka untuk tanpa syarat menenima orang lain dan diri mereka sendiri. konseli dapat belajar untuk mengendalikan emosi mereka dan menjadi sadar akan pikiran-pikiran yang mendasari masalah mereka serta belajar alternatif untuk mengubah pikiran mereka yang irasional. bereksperimen.

Sebagai konsekuensinya. . Dalam pembahasan lain. Pergantian itu akan membawa konseli kepada penerapan pernyataan diri yang baru... Selama tahap akhir. Teknik-Teknik Konseling REB Teknik Kognitif 1) Mempersoalkan keyakinan tidak rasional dan mengajari konseli cara mengatasi tantangan ketidakrasionalanya sampai ia mampu menghilangkan dan melunturnya kata “harus” dalam dirinya. walaupun saya bisa bertahan?” 2) Mengerjakan pekerjaan rumah.” . dan tingkah laku konseli. Pertanyaan yang perlu dipelajari konseli misalnya. konseli dilatih untuk melakukan verbalisasi kognisi alternatif dan untuk mengubah perilaku mereka. Gangguan emosi sering disebakan oleh karena terlalu seriusnya seseorang menganggap sesuatu sehingga kehilangan perspektif humor 123 . yang membantu mereka berpikir dan bertindak secara berbeda. dan mempertentangkan keyakinan-keyakinan tersebut. mencari keyakinan absolutisme mereka. mereka juga mulai merasakan perbedaannya. 4) Humor. “Jika saya tidak mendapatkan pekerjaan seperti yang saya inginkan. − Assessment of feeling and activating event − Empathic reflection of feelings by counselor − Assessment of the ABC relationship − Assessment of behavioral consequence − Assessment of cognition − Counselor summarizes ABC assessment data − Counselor guides client toward solving problem (Disputing-Effect-New feeling) Dalam setiap tahapan di atas dapat digunakan berbagai teknik yang akaj diuraikan pada bagian berikut.“ menjadi mengatakan “akan kurang baik kiranya. Mereka diminta untuk belajar membuat diri sendiri bahagia dan tidak terpengaruh oleh gangguan-gangguan. Dengan cara yang perlahan-lahan dan yang dibagi ke dalam beberapa sesi. tahap-tahap konseling REBT terbagi menjadi …. perasaan. akan sangat mengecewakan. “ Mengapa orang harus memperlakukan saya secara adil”? Atau pernyataan. Konseli membuat daftar masalah mereka. . konseli belajar mengatasi kecemasan dan mempertanyakan pemikiran tidak rasionalnya yang mendasar. 3) Mengubah bahasa “harus” dan “sebaiknya” untuk meminimalisir kesalahan diri.Tahap Behavioristik. Mereka juga mendengar dan mengevaluasi rekaman sesi konseling mereka sendiri. . Misalnya mengubah dari mengatakan “akan sangat kacau bila. Semua itu dilakukan untuk merevisi pemikiran.

merasakan. Humor menunjukkan absurditas beberapa gagasan yang dihadapi konseli. dan kemudian mengubahnya menjadi perasaan negatif yang sehat. humor bisa dilakukan dengan menyanyikan lagu humor. 2) Bermain peran. dan tingkah laku mereka. Teknik Emotif Dengan menggunakan beragam prosedur emotif yang penuh penerimaan tanpa syarat. yang secara nyata membebani mereka. Teknik ini merupakan bentuk praktek mental yang dirancang untuk menciptakan pola emosi baru. Selanjutnya. bagaimana merasakan perasaan tersebut secara intensif. Terkadang konseli akan melakukan permainan peran terbalik dengan filosofi penyalahan diri yang dipegang kuat. Kepada konseli juga ditunjukkan cara bagaimana melakukan dialog memaksa diri mereka sendiri di mana mereka bisa mengekspresikan keyakinan tidak rasional dan kemudian dengan kekuatan penuh mempertanyakannya. Konseli disarankan untuk menggunakan kekuatan dan energi sebagai satu cara untuk membantu berpindah dan berwawasan intelektual menjadi berwawasan emosional. membantu konseli mengubah sejumlah pemikiran. Konseli membayangkan diri mereka berpikir. Hal itu dilakukan beberapa minggu supaya mencapai titik di mana konseli tidak lagi akan merasa marah apabila terjadi peristiwa negatif. dan bertingkahlaku yang mereka kehendaki dalam kehidupan nyata. permainan peran emotif rasional. emosi. imajinasi emotif rasional. Latihan ini ditujukan untuk meningkatkan penerimaan diri dan tanggung-jawab serta membantu konseli memandang bahwa sebagian besar perasaan mereka tentang rasa malu berhubungan dengan cara mereka mengenali kenyataan. dan bertingkahlaku pensis seperti cara berpikir. Kepada mereka ditunjukkan bagaimana cara membayangkan salah satu hal terburuk yang mungkin terjadi pada mereka. konseli diminta untuk melawannya dengan berbagai daya 124 . Latihan terus dilakukan sampai konseli menyadari bahwa tidak ada gunanya menggubris reaksi atau pemikiran orang lain yang akan menghambatnya untuk melakukan sesuatu yang dikehendaki. 1) Perbandingan emotif rasional. dan humon bisa sangat berharga untuk membantu konseli lebih santai dan tidak menganggap masalahnya terlalu serius. 3) Latihan menanggulangi rasa malu. 4) Menggunakan kekuatan dan energi . Konseli bisa melatih beberapa tingkah laku yang diperlukan dalam situasi tertentu. Juga bisa dilakukan dengan ceritera-ceritera lucu dalam buku atau film. Konseli dihadapkan dengan kondisi sosial yang direkayasa. merasakan. konseli diminita untuk menyanyikannya di saat mereka merasa tertekan dan cemas.terhadap peristiwa hidup. dan latihan mencegah rasa malu dan pemberian tugas yang selektif. Caranya dengan menugaskan konseli melakukan tindakan yang ditakuti karena memikirkan perasaan orang terhadap apa yang dilakukannya. Misalnya. pemodelan.

Iklim sekolah membikin stres. ketimbang ngurusi masalah. Resistensi akan dapat dikurangi karena secara sadar ia ingin terlibat terus dalam proses konseling. dan perilaku menyimpang lain di lingkungan sekolah. Konselor akan menemukan bahwa dengan memusatkan pada solusi ketimbang problem dalam setiap sesi. dan pemodelan. Digunakan dengan berbagai macam masalah. misalnya konseli yang takut naik elevator mungkin akan bisa mengurangi rasa ketakutannya melalui teknik flooding dengan cara naik turun elevator 20 sampai 30 kali sehari. teknik relaksasi. sekolah dapat menempatkan solusi. Teori Konseling Postmodern: SFBT a) Konsep Kunci Oleh karena memusatkan pada keberhasilan daripada kegagalan konseli. untuk meningkatkan prestasi akademik semua siswa. dan kesuksesan sebagai kunci keberhasilan pendidikan di sekolah. Menghadapi hal di muka. dan hampir selalu berhasil. Desakan dan kekuatan merupakan bagian dasar latihan pencegahan rasa malu. akan berdampak lebih positif. 3) Konseli dipacu untuk menyembuhkan diri secara perlahan. karena dengan memusatkan pada kesuksesan. desensitisasi sistematis. terutama pemerintah akan perolehan prestasi siswa yang terukur dengan standar tinggi harus dicapai. Dengan memusatkan pada kelebihan. Tehnik Behavior 1) Dalam teknik ini Konselor menggunakan prosedur behavioral: pengkondisian. Teknik-tekni tersebut diharspkan telah menjadi pengetahuan siap pada diri konselor dalam bimtek ini. prinsip manajemen diri. aktivitas geng. Proses membuat konseli terlibat aktif dan sekaligus menerima tangungjawab akan tingkahlakunya. kekuatan daripada kelemahan memberi insentif bagi usaha-usaha yang berhasil ke depan. membuat Solution-Focused Brief Therapy (SFBT) lebih cepat berhasil ketimbang konseling lainnya. 125 . Model ini menggunakan pendekatan sistematis dengan tahapan yang lebih ditentukan oleh konseli. Demikianpun tuntutan dan tekanan dari berbagai fihak. kekuatan. sementara kepala sekolah menuntut keadaan “zero” kekerasan di sekolahnya. guru tidak selalu suka menghadapi anak yang underachieving dan atau anak-anak yang berperilaku menyimpang. 2) Memberikan tugas yang dilaksanakan secara sistematis dan dicatat serta dianalisis dalam sebuah format isian. banyak anak yang melakukan kekerasan. Masalah-masalah yang sering terjadi di sekolah: siswa tidak selalu siap belajar.upaya untuk meninggalkan gagasan disfungsional tersebut. konseli lebih tertantang. seraya membangun lingkungan belajar yang berpusat pada siswa. Konseli akan menjadi diberdayakan bila sejak awal dikenali kemampuan-kemampuannya.

Berg & Miller. dan edukasi pada konseli. Wisconsin (Steve DeShazer (DeShazer. SFBT didasarkan pada orientasi membangun solusi ketimbang memecah-kan masalah. perlu mengutamakan solusi yang harus selalu siap diterjadikan di sekolahnya. dan interaksi keduanya. memberikan interpretasi. 1992).Untuk itu. pikiran. Tidak ada masalah yang terjadi sepanjang waktu. Konselor bersama pendidik lain. kekuatan-kekuatan. 1996. Konseling tradisional fokusnya untuk mengeksplorasi perasaan. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa SFBT tepat untuk meningkatkan self-esteem dan sikap-sikap positif anak. LaFountain & Gardner. Malia. & Vanderwood. Konseli didorong untuk meningkatkan frekuensi perilaku-perilaku yang bermanfaat saat ini. SFBT membantu konseli membuat visi masa depan ketimbang ngurusi problem untuk dipecahkan. Studi efektivitas SFBT lebih jauh di sekolah telah dilakukan banyak peneliti (Franklin. maka ia konsisten dengan ciri-ciri intervensi yang menekankan keberhasilan di sekolah. Proses dan Teknik SFBT 126 . telah menerapkan secara berhasil untuk mengubah perilaku anak dan remaja. Berg & DeJong. 1985. Walter & Peller. Oleh karena SFBT menekankan pendekatan konstrusi sosial dan mendorong keterlibatan guru. dan interaksi yang diinginkan saat ini. Hubble. Moore. Insoo Kim Berg (Berg. Clemons. suatu pendekatan yang berasal dari the Family Therapy Center di Milwaukee. Geil. 2001. Keterampilan percakapan ( conversational skills) diperlukan untuk mendorong konseli membuat solusi. berbeda dari konseling tradisional dimana keterampilan tersebut untuk mendiagnosis dan mentreatment. Sebaliknya. 1996. konfrontasi. 1991. dan fihak lain yang terkait dengan pendidikan anak. 1994. Berbeda dari intervensi membangun keterampilan dan perilaku oleh model konseling sebelumnya. 1998. Diakui bahwa perubahan-perubahan skala kecil akan menghantarkan ke perubahan yang besar. Littrell. DeShazer et al. & Duncan. 2006. dalam Corey. 1992) serta koleganya (seperti Miller. pikiran. 1994.. 1988. model SFBT ini beranggapan bahwa tingkahlaku solusi telah ada dalam diri konseli. 2009 ). Biever. termasuk perilaku agresif siswa. dan sumber daya ( sources) yang ada untuk mengkonstrusi jalan tol khusus bagi konseli untuk menjadikan visinya menjadi sebuah kenyataan. orangtua. 1986). Dilanjutkan dengan mengeksplorasi dan mengatur hubungan pengecualian ( exceptions). Ada pengecualian (exceptions) – yakni waktu-waktu dimana masalah telah terjadi tetapi tidak diapa-apakan– yang dapat digunakan oleh Konselor untuk mengkonstruk solusi.2008. De Jong & Berg. & Scamardo. Fokusnya pada keinginan konseli mendatang ketimbang problem masa lalu atau konflik-konfliknya saat ini. 1996. Dolan et al.. de Shazer. Konselor membantu konseli untuk menemukan alternatif pola perilaku. 1995. SFBT.

5. “Apa yang akan menjadi berbeda dalam kehidupan Anda. dorong konseli untuk mencoba dengan berbagai cara yang berbeda. 1. Konselor mendengarkan dengan penuh perhatian ketika konseli menjawab pertanyaan “Bagaimana saya akan dapat berguna bagimu? ” 2. Walter and Peller. konselor melihat apa yang konseli lakukan dan mendorong mereka untuk melanjutkan dalam arah yang benar. Konselor bertanya kepada konseli tentang jika saat ini masalah-masalah Anda tidak muncul atau jika masalah Anda kurang berpengaruh. Konseli dibantu dalam mengeksplorasi pengecualian-pengecualian ini. dan merangsang apa yang mungkin konseli amati atau lakukan sebelum sesi pertemuan selanjutnya untuk memecahkan masalah mereka .Bertolino and O’Hanlon. tahap-tahap konseling SFBT secara berurut dikemuka-kan sebagai berikut. Menciptakan hubungan kolaboratif 127 . dalam Corey (2009) mendefinisikan empat aspek SFBT. (2) tidak melihat patologi atau gangguan dan tidak mencoba untuk mereduksi konseli dengan label diagnostik. Konselor dan konseli bekerja bareng untuk mengembangkan tujuan yang paling mungkin dapat dicapai. dengan tekanan khusus pada apa yang mereka perbuat saat kejadian ini terjadi. Konselor bersama konseli mengevaluasi kemajuan dalam menemukan solusi yang memuaskan dengan menggunakan ratings scale. (4) pelihara konseling ringkas ini dengan selalu memperhatikan sesi-sesi konseling. yaitu (1) menemukan apa yang konseli inginkan ketimbang mencari apa yang mereka tidak inginkan. (3) jika konseli tidak melakukan apa yang ingin dilakukan. memberi penguatan. pendekatan problem solving merupakan kunci SFBT dan secara berurutan dapat ditempuh melalui tahap-tahap sebagai berikut: 1. Kita yakin bahwa setiap diri konseli dapat membangun solusi sendiri atas masalah yang dihadapinya tanpa mengungkit-ungkit masalahnya. Kita juga tahu bahwa konseli adalah ahli dalam kehidupan mereka sendiri dan seringkali memiliki pemahaman yang baik tentang apa yang dikerjakan dan tidak dikerjakan yang lalu serta mungkin yang dikerjakan mendatang. jika masalah Anda diselesaikan? ” 3. konselor menawarkan kepada konseli balikan ringkas. Alih-alih mendiagnosis. Konseli ditanya tentang kebutuhan apa yang mereka inginkan sebelum melihat problem yang hendak dipecahkan dan juga apa yang mereka inginkan mendatang. Konselor diharapkan ahli dalam menciptakan lingkungan untuk terjadinya perubahan. 4. Oleh karena itu. Konseli diberi kesempatan untuk mendeskripsikan masalahnya sendiri. Pada akhir setiap percakapan pembuatan solusi. dalam Corey (2009) menekankan pentingnya menciptakan hubungan terapeutik kolaboratif yang sangat diperlukan dalam konseling yang berhasil. Dalam sebuah ringkasan.

Perubahan dalam Prakonseling Pada pertemuan awal konseling umumnya konselor bertanya: “ Apa yang telah Anda lakukan yang telah membuat perbedaan dalam masalah Anda?” Dengan bertanya tentang perubahan-perubahan tersebut. artinya kita cenderung untuk mendorong konseli untuk kurang mengandalkan konselor mereka melainkan lebih mengandalkan pada sumber daya mereka sendiri untuk menyelesaikan pencapaian tujuan konseling mereka (de Shazer & Dolan. 3. membangkitkan. atau jika masalah tidak berat. Perubahan ini tidak dapat dikaitkan dengan proses konseling itu sendiri. 2007. Pertanyaan Ajaib (Miracle) Tujuan konseling dikembangkan dengan menggunakan pertanyaan ajaib. Exceptions merupakan pengalaman masa lalu dalam kehidupan konseli dimana ia menjadi alasan kuat adanya masalah. dan memperkuat apa yang konseli telah siap lakukan untuk membuat perubahan-perubahan positif. konselor dapat menjabarkan. 1996. Konselor bertanya. Ada waktu-waktu yang disebut exceptions. Namun demikian. 1987. & Gingerich. Semua teknik yang dibahas disini harus diimplementasikan atas dasar hubungan kerja kolaboratif. yang merupakan teknik utama SFBT. jika prosedur ini dilakukan secara rutin tanpa pengembangan kerja bersama-sama. tidak akan tercapai hasil yang efektif. 2009). McKeel. 2. Melalui membantu konseli mengidentifikasi dan mengukur exceptions ini akan muncul kesempatan bagi konseli untuk bekerja kearah solusi. melibatkan kekuatan. de Shazer. dan apa yang akan menjadi berbeda? " Konseli kemudian didorong untuk memberlakukan "apa yang akan menjadi berbeda" meskipun masalah tetap dirasakan. "Jika keajaiban terjadi dan masalah Anda terpecahkan dalam semalam. Mintalah konseli untuk mempertimbang-kan bahwa keajaiban akan membuka berbagai kemungkinan masa depan. Yang penting bahwa konselor harus benar-benar yakin bahwa konseli mereka adalah ahli dalam hidup mereka sendiri. tetapi juga menyediakan peluang sebagai sumber daya yang membangkitkan. Weiner-Davis. 4.Konselor dapat memilih dari sejumlah intervensi ketika membantu konseli dalam mencari dan menemukan solusi serta membuat hidup lebih berbahagia. bagaimana Anda tahu itu terpecahkan. Eksplorasi ini mengingatkan konseli bahwa masalah tidak semuanya kuat dan tidak akan ada selamanya. dan memposisikan kemungkinan solusi. dalam Corey. Pertanyaan Pengecualian (Exceptions) SFBT didasarkan pada pandangan bahwa ada waktu-waktu dalam kehidupan konseli dimana masalah-masalah diidentifikasi bukan problematik. Konseli disarankan untuk membiarkan diri mereka untuk bermimpi sebagai cara untuk mengidentifikasi jenis 128 . Konselor mengajukan pertanyaan-pertanyaan exceptions langsung kepada konseli jika masalah tampak tidak ada.

tapi kapan itu akan terjadi. kehidupan. 6. hubungan. tetapi dengan cara yang menggembirakan yang menciptakan harapan dan menyampaikan harapan kepada konseli bahwa mereka dapat 129 . Pertanyaan Penskalaan (Scaling Question) Konselor juga menggunakan pertanyaan scaling ketika perubahan pengalaman manusia tidak mudah diamati. saya ingin Anda untuk melakukan pengamatan. apa yang terjadi dalam diri Anda (termasuk di dalamnya keluarga. Intervensi ini menggeser penekanan dari masalah masa lalu dan saat ini menuju kehidupan yang lebih memuaskan di masa depan. Jenis penugasan memungkinkan konseli berharap bahwa perubahan tidak bisa dihindari. Konselor mengatakan: "Antara sekarang dan waktu berikutnya kita bertemu. suasana hati. Hal yang penting bahwa konseli merasa dimengerti sebelum mereka diarahkan untuk membuat perubahan. Adalah penting bahwa memuji tidak dilakukan dengan cara rutin atau mekanistis. 5. bagaimana anda menilai kecemasan Anda saat ini?" Jika konseli hanya menjauh dari nol ke satu. atau komunikasi. dan tugas sugesti. dia sudah membaik. Pujian diberikan kepada apa yang sudah konseli lakukan yang mengarah pada solusi yang efektif. mungkin konselor bisa bertanya: "Pada skala 0 sampai 10 dimana nol adalah bagaimana perasaanmu ketika pertama kali datang ke konseling dan 10 adalah bagaimana perasaan Anda sehari setelah keajaiban terjadi dan masalah Anda hilang. Sebagai contoh. Selama istirahat konselor merumuskan umpan balik yang akan diberikan kepada konseli setelah istirahat. Intervensi ini cenderung meningkatkan optimisme konseli. Balikan Konselor Terhadap Konseli Umumnya konselor SFBT mengambil istirahat 5 sampai 10 menit menjelang akhir setiap sesi untuk menulis pesan ringkasan untuk konseli. jembatan. seperti perasaan. dll) yang ingin terus terjadi”. sehingga Anda dapat menjelaskan kepada saya waktu berikutnya. Ada tiga bagian dasar struktur umpan balik yaitu pujian. Pertanyaan ini memiliki fokus masa depan dimana konseli dapat mulai mempertimbangkan kehidupan yang berbeda yang tidak didominasi oleh masalah tertentu. 7. Bagaimana dia melakukannya? Apa yang dia lakukan untuk memindahkan ke skala lain sampai skala 10? Pertanyaan Scaling memungkinkan konseli untuk memperhatikan lebih dekat terhadap apa yang mereka lakukan dan bagaimana mereka dapat mengambil langkah-langkah yang akan mengarah pada perubahan yang mereka inginkan. konseli diminta menceriterakan apa yang mereka amati dan apa yang mereka ingin memiliki di masa depan. seorang wanita melaporkan perasaan panik atau kecemasannya. Tidak masalah jika perubahan akan terjadi. Formula Tugas Sesi Pertama Formula tugas sesi pertama adalah suatu bentuk pekerjaan rumah yang diberikan kepada konseli dari sesi pertama ke sesi kedua.perubahan yang paling mereka ingin lihat. Pada sesi kedua.

Konseli dapat meminta sesi tambahan setiap kali mereka merasa perlu untuk mendapatkan kehidupan mereka kembali ke jalur yang benar atau untuk memperbarui kisah mereka. Konseli juga dapat dibantu untuk mengidentifikasi rintangan atau hambatan yang dirasakan yang bisa menghalangi dalam mempertahankan perubahan yang telah mereka buat. jembatan yang menghubungkan pujian awal dengan tugas sugesti yang akan diberikan. maka konseling kelompok dipandang efektif. KONSELING KELOMPOK 1. terutama apa yang berbeda tentang cara mereka berpikir. Tugas observasional meminta konseli untuk memperhatikan beberapa aspek kehidupan mereka. maka konselor dapat mengakhiri konseling. Dalam kaitan ini seringkali terkait dengan pertanyaan konselor yang berbunyi. Umpan balik konselor kepada konseli membahas apa yang harus konseli lakukan secara berbeda untuk meningkatkan kemungkinan pencapaian tujuan mereka. 8. hal lain apa yang akan Anda lakukan?” Dengan menggunakan pertanyaan penskalaan ( Scaling questions). Dalam konteks sekolah. konselor membantu konseli dalam mengidentifikasi hal-hal yang dapat mereka lakukan untuk melanjutkan perubahan yang mereka telah buat ke masa depan. sangat mungkin bahwa konseli akan mengalami masalah perkembangan lain di lain waktu. Proses pemantauan diri membantu konseli perhatikan perbedaan yang lebih baik. misalnya “Kebutuhan-kebutuhan apakah yang berbeda dalam kehidupan Anda sebagai hasil dari pertemuan kita?”. Sebelum mengakhiri konseling. Karena model konseling adalah singkat. Tugas perilaku mengharuskan konseli benar-benar melakukan sesuatu dan konselor percaya bahwa apa yang dilakukan akan berguna untuk mereka dalam membangun solusi. konselor dapat membantu konseli untuk memonitor kemajuan mereka sehingga konseli dapat menentukan kapan mereka tidak membutuhkan lagi datang ke konselor. Kedua.mencapai tujuan mereka dengan menggambarkan kekuatan dan keberhasilannya. ada berbagai 130 . Pentingnya Konseling Kelompok Ada banyak catatan mengapa konseling kelompok penting. Terminasi Jika konseli telah mampu mengkonstruk solusi. atau berperilaku. merasa. c. Oleh karena praktik Bimbingan dan Konseling di sekolah menghadapi banyak siswa dengan berbagai kemungkinan permasalahannya yang bisa jadi mirip. Hal yang terpenting dalam akhir konseling adalah konselor membantu konseli untuk mengidentifikasi halhal yang bisa dilakukan untuk melanjutkan perubahan-perubahan mendatang. Aspek ketiga dari umpan balik berupa tugas sugesti kepada konseli. “Jika masalah terselesaikan. Jembatan ini memberikan alasan atas saran/sugesti yang diberikan. yang dapat dianggap sebagai pekerjaan rumah.

Masalah-masalah terkait perkembangan pendidikan. serta tahap transisi. 2) Screening dan seleksi anggota kelompok Ada stadar etika yang harus diperhatikan dalam memilih anggota. Konselor harus bertanya pada diri sendiri: “Bagaimana saya bisa memutuskan siapa yang paling mungkin memperoleh manfaat dari kelompok yang saya rencanakan?” “Siapa yang mungkin terganggu oleh partisipasi kelompok atau menjadi pengaruh negatif untuk anggota lainnya?” Screening harus proses dua-arah. Proses Awal Perkembangan Kelompok Dalam konseling kelompok. Konselor (pimpinan kelompok) harus mendorong anggota terlibat dalam mengambil keputusan bahwa ia tepat berpartisipasi dalam kelompok. − Kelompok terbuka vs Kelompok tertutup . Misalnya datang langsung ke kelas menyampaikan kegiatan konseling kelompok ini dan diberitahukan prosedurnya. a) Tahap 1: Isu-Isu Prakelompok—Membentuk Kelompok 1) Memberitahukan kelompok dan rekrutmen anggota kelompok Bagaimana kelompok diperkenalkan akan mempengaruhi diterima/ tidaknya oleh anggota-anggota potensial dan orang-orang yang diduga cocok mengikuti kegiatan kelompok. orientasi dan eksplorasi.kesamaan misalnya dalam hal usia. isu-isu anak perempuan. 3) Hal-hal praktis dalam formasi kelompok Ada beberapa hal praktis yang harus diperhartikan dalam membentuk kelompok. secara garis besar ada dua tahap utama yaitu proses awal perkembangan kelompok dan proses lanjut perkembangan kelompok. Konseling kelompok juga bermatra preventif disamping utamanya kuratif. Kebanyakan kelompok jangka pendek. Pada proses awal ada tiga tahap yang dilakukan yaitu membentuk kelompok. Walaupun bisa diberitahukan lewat tertulis. pribadi sosial. misalnya kecemasan menghadapi ujian. problem. 2. Kebutuhan dan tujuan anggota merupakan aspek utama. berpusat solusi. latar kehidupan. dan banyak isuisu yang mirip dialami oleh siswa-siswa. dan banyak lainnya yang mendorong perlunya dibantu secara efisien. Sebaliknya. isu anak laki-laki. tapi ketemu langsung dengan populasi sangat penting. Pendekatan kelompok memiliki keuntungan khusus dalam konseling di sekolah. Konselor bisa menjadi integratif dalam menerapkan teori-teori konseling. Calon anggota harus memperoleh kesempatan interviu pribadi untuk mengajukan pertanyaan apakah kelompok benar-benar bermanfaat baginya. Kelompok terbuka atau tertutup ditentukan 131 . Bentuk-bentuk kelompok tersebut antara lain. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. dan karier siswa dapat dibantu dan saling membantu di antara siswa.

Ada manfaat dari perbedaan yang ada untuk saling membantu. − Kelompok homogin vs heterogin. misalnya usia. Bahwa partisipasi anggota merupakan 132 . Hal privacy harus diperhatikan. dan tipe problem yang dieksplor.oleh populasi dan setting-nya. karena senyatanya masih banyak ditengarai siswa enggan memanfaatkan pelayanan konseling. − Keanggotaan sukarela vs tidak sukarela . Seting yang jelek dapat membikin suasana yang negatif yang berpengaruh pada kohesivitas kelompok. karena permasalahan mereka relatif serupa. Masing-masing punya kelebihan tergantung pada isu-isu yang digarap. Diakui bahwa kelompok homogin lebih membawa manfaat. − Kelompok jangka pendek vs jangka panjang . ketakutan-ketakutan. Kebijakan berapa lama tentu saja bergantung keperluan lembaga dan konseli. banyak anggota yang tidak sukarelapun memperoleh manfaat dari konseling kelompok yang diikutinya. 4) Pedoman orientasi dan penyiapan anggota Pertemuan kelompok yang pertama kali dimanfaatkan untuk orientasi proses kelompok. terutama homogin dalam usia. Resiko psikologis bagi anggota harus diminimalisir. Di lembaga sekolah keanggotaan tidak sukarela ini perlu digarap. Tapi untuk konseli anak dan remaja lebih baik sering tetapi waktunya lebih pendek. apakah tanggungjawab pimpinan agar anggota memperoleh keuntungan optimal dari kegiatan kelompok? − Persiapan harus mengeksplorasi harapan. tipe kelompok. lembaga. Apakah anggota kelompok hanya yang sukarela saja atau boleh juga yang tidak sukarela? Dalam banyak pengalaman. Semua usaha harus membuat suasana aman. Seberapa sering kelompok ketemu dan seberapa lama setiap pertemuan? Ini bergantung tipe kelompok juga pengalaman pemimpin kelompok. populasi. − Setelah kelompok terbangun. Adalah bijak jika terminasi kelompok merupakan hasil komitmen. miskonsepsi anggota. − Frekuensi dan lamanya pertemuan. Biasanya dilakukan seminggu sekali. tujuan. pengalaman Konselor. Apakah jangka pendek atau panjang bergantung pada tipe kelompok. Besarnya kelompok bergantung pada beberapa faktor. Setting pertemuan merupakan aspek lain yang harus diperhatikan. − Tempat pertemuan. Namun diakui juga kelompok heterogin juga membawa manfaat. sebagai dasar dari proses kelompok. − Besar kelompok. Namun pada umumnya yang efektif bergerak antara 4 – 8 orang. tempat yang memungkinkan terjadinya interaksi face to face.

Orientasi dan eksplorasi yang terdiri atas peristiwa 1) menentukan struktur kelompok. Anggota biasa bertanya-tanya: saya akan di dalam atau keluar dari kelompok ini? Sebewrapa banyak saya akan terbuka akan diri sendiri? Seberapa banyak aku ingin ambil resiko? seberapa aman untuk mengambil risiko? saya bisakah benarbenar percaya orang-orang ini?Seberapa lama aku bisa bertahan? Akankah aku ditolak atau diterima? 133 . − Anggota harus memiliki pengetahuan memadai tentang hakekat kelompok dan dampaknya bagi dirinya. Anggota diminta untuk memanfaatkan kelompok untuk mencoba tingkahlaku baru. Dorong anggota memikirkan sebelumnya tentang isu-isu pribadi yang ingin dieksplorasi. membuat prediksi keberhasilan anggota. Setiap anggota diharapkan belajar fungsi kelompok. 2) berkenalan. menyadari bahwa kelompok ini merupakan tempat yang pas bagi realisasi pengharapan-pengharapannya. − Melakukan interviu awal − Mengambil keputusan dalam memilih anggota − Mengorganisasi detail praktis untuk keberhasilan kelompok − Minta ijin orangttua (jika perlu) − Menyiapkan secara psikologis akan tugas kepemimpinan − Mengatur sesi awal untuk membuat aturan. dapat disebutkan sebagai berikut. − Anggota dapat memperoleh keuntungan melalui menyiapkan diri berpikir apa yang ingin dialami selama kelompok. − Mengidentifikasi tujuan umum dan sasaran khusus kelompok − Mengembangkan proposal tertulis wecara jelas mengenai formasi kelompok − Memberitahu kelompok dg cara memberi informasi tepat bagi partisipan. Anggota diminta menuliskan jurnal reaksi-reaksi mereka setiap sesi. dan 3) mengeksplorasi pengharapan anggota. Ringkasan isu prakelompok. Dalam hal inklusi dan identifikasi dimaksudkan untuk menemukan identitas dalam kelompok dan menentukan sejauh mana seseorang akan menjadi anggota kelompok yang aktif adalah tugas utama tahap awal.investasi kerja kelompok. − Anggota perlu menentukan kapan kelompok tepat bagi dirinya. b) Tahap 2: Tahap Awal –Orientasi dan Eksplorasi Karakteristik pada tahap awal ini sebagai berikut. Tugas utama dalam tahap inisiasi ini terdiri atas dua hal yaitu inkluasi dan identifikasi serta membangun trust.

kelompok akan berjalan di bawah hambatan perasaan tersembunyi. 2) Karakteristik Kerja Kelompom Yang Efektif 134 . 3) Mengatur tanggung jawab. dan structuring. Biasanya kalau kohesivitas terbangun. inklusi. hadir secara psikologis dan terbuka? 2) Pemimpin yang sukses dalam mempertahankan trust tergantung pada seberapa baik ia mempersiapkan kelompok. c) Tahap 3: Tahap Transisi –Mengatasi Resistensi Pada tahap transisi dapat digambarkan anggota kelompok dalam keadaan − Cemas (anxiety) − Konflik dan berjuang untuk mengontrol konflik − Tantangan bagi pimpinan kelompok − Resistensi Mengatasi reaksi diri terhadap resistensi anggota. Proses Lanjut Perkembangan Kelompok Pada proses lanjut. Peranan pimpinan kelompkm selama tahap inisiasi: 1) Modeling. a) Tahap 4: Tahap Inti –Pembentukan Kohesivitas dan Produktivitas 1) Perkembangan Kohesi Kelompok Hakekat kohesi kelompok adalah sense of belonging. penuh pribadi. “ Saya tidak sendirian dalam kesakitan saya dan dengan problem saya ”. tantangan konstruktuf tak akan terjadi. pimpinan harus memperhatikan bahwa pribadi Konselor dapat mempengaruhi tingkahlaku masalah. Apakah pimpinan hadir antusias. 2) Membantu mengidentifikasi tujuan. serta evaluasi dan tindak lanjut. kalau tidak dijaga. cenderung mengarah ke kurang serius. Kohesi sebagai kekuatan pemersatu…. Cara membangun trust: 1) Tingkahlaku pimpinan dapat berpengaruh pada iklim kelompok. 3.Trust harus dibangun untuk keberlangsungan kelompok. Ini jangan cepat dituruti. 3) Trust tudak hanya bergantung sikap dan perilak pemimpin tetap juga anggota. juga ada tiga tahapan yaitu tahapan inti untuk pembentukan kohesivitas dan produktivitas. dan solidaritas. konsolidasi dan terminasi. namun bisa menghambat perkembangan kelompok bila tidak didorong maju ke depan. Perlu perubahan prosedur agar anggota terbebas dari perasaan negatif. dan 2) Perasaan negatif anggota ke anggota lain dan pemimpin bisa tidak efektif. Cara mempertahankan trust: 1) Ada kecendeungan anggota untuk cepat2 melompat ke saran. Tahapmini penting. Tanpa trust…interaksi akan di permukaan saja. eksplorasi diri kecil. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. hindari mengkategorikan orang atas tipe masalah.

b) Tahap 5: Tahap Akhir –Konsolidasi dan Terminasi Cara efektif mengakhiri kelompok adalah mengurusi perasaan anggota kelompok. Pada tahap ini minta anggota menuliskan pengalaman kelompom mereka. antara lain saling percaya dan menerima. Sehingga dapat dikatakan bahwa anggota mengalami perubahan perasaan …di awal takut…di tengah dapat dukungan…di akhir sendiri lagi menghadapi rasa takutnya. ada kesempatan membuka diri. Evaluasi gunanya untuk melihat efektivitas kelompok. − Siap identifikasi tujuan − Berkeinginan melakukan di luar kelompok dg tingkahlaku yang telah berubah − Merasa “in” dalam kelompok − Terus mengukur tingkat kepuasannya dalam kelompok. Cirinya: − Fokus pada isu disini dan sekarang. melengkapi tugas-tugas yang belum dapat diselesaikan dalam kelompok (melengkapi unfinished business-nya). ada konfrontasi dan balikan. 3) Faktor-faktor Terapeutik Kelompok Agar kelompok efektif sebagai kelompok untuk penyembuhan. Minta anggota menjawab pertanyaan singkat… (Adakah kelompok berpengaruh negatif? Apa kelompok mempengaruhi anda dalam berhubungan dengan orang lain? Perubahan apakah yang anda dapatkan? ). dibutuhkan sejumlah syarat.Ada produktivitas kerja yang efektif. ada kebebasan untuk bereksperimen. Mengukur efek kelompok melalui memberi kesempatan setiap anggota untuk menyampaikan lesson learn-nya atau pengalamannya selama mengikuti kegiatan konseling kelompok. Anggota benar-benar menjadi kelompok dan telah mengembangkan keterampilan relasi antar anggota. penuh harapan. Pada saat ini semua anggota memberi dan menerima balikan. kurang bergantung kepada pemimpin kelompok. intim. komitmen terhadap perubahan. ada kesempatan katarsis. empati dan perhatian. ada kesempatan melakukan restrukturisasi kognitif. c) Tahap 6: Isu-Isu Pasca Kelompok –Evaluasi dan Tindak Lanjut 1) Mengevaluasi Proses dan Hasil Kelompok Evaluasi sebagai aspek dasar yang menguntungkan bagi anggota dan pimpinan kelompok. 2) Tindak Lanjut Sesi Kelompok 135 .

Adalah bijak di sesi akhir untuk memberi kesempatan anggota mendiskusikan pengalaman-pengalamannya. 3) Merumuskan prosedur konseling secara spesifik. 3) Sesi Tindak Lanjut Individual Jika mungkin. Anggota dapat mendiskusikan usaha nyata setelah ddi kehidupan nyata. dan emosi yang telah dipelajari dapat dimodifikasi melalui proses belajar. Sebagai pengalaman belajar. kognisi. Keputusan tujuan pribadi tetap dari anggota kelompok itu sendiri. setelah sesi konseling kelompok ditindaklanjuti pertemuan face to face. dalam bimtek ini akan dipelajari penerapan konseling kelompok behavioristik dan konseling kelompok realitas. dan 4) Secara objektif dilakukan evaluasi hasil konseling. Asesmen perilaku ditujukan untuk mengumpulkan informasi rinci tentang masalah konseli. antara lain: 1) Melakukan penilaian perilaku. tetapi dapat diukur dan dapat diamati. 4. Ini tidak hanya bernilai bagi pemimpin. tapi juga anggota untuk memberi gambaran realistik atas pengaruh kelompok kepadanya dan teman-temannya. berfokus pada kondisi konseli saat ini. Tujuan Konseling Menentukan arah gerakan terapeutik. nilai. dan konseling bagian integral dan berkesinambungan. − Perilaku konseli bermasalah bukan hanya gejala masalah. mengambil sampel dari perilaku konseli untuk memberikan informasi tentang bagaimana tindakan konseli seharusnya dalam berbagai situasi. Pendekatan Teoritik Konseling Kelompok a) Pendekatan Behavioristik Asumsi − Bahwa sebagian besar masalah perilaku. 2) Mengkaji tujuan konseling dengan tepat. − Konseling kelompok sebagai sebuah proses pendidikan menekankan pada pembelajaran yang memiliki nilai-nilai yang melekat dalam sebuah kelompok. Konseling kelompok behavioral memiliki karakteristik yang unik yang membedakan dengan pendekatan lain. dan penyesuaian pribadinya. lebih fokus pada perilaku konseli. Semua sesi kelompok di atas akan terejawantahkan dalam semua pendekatan konseling. Jika prates dilakukan di akhir juga bisa dilakukan pascates untuk mengukur sikap. 136 . Wawancara individual sekitar 20 menitan dapat digunakan untuk membantu anggota membicarakan hal yang tak terungkap dalam kelompok. walaupun pemimpin kelompok memimpin diskusi untuk mencapai tujuan.

anggota kelompok belajar mengenai fungsi kelompok dan bagaimana setiap sesi diatur. Pemimpin harus mampu menciptakan situasi kelompok menjadi situasi yang hangat dan menyenangkan bagi setiap anggota kelompok.Perencanaan Treatment Setelah anggota menetapkan tujuan-tujuan mereka. Corey membaginya menjadi tiga tahapan besar. Hal yang penting pada tahap awal adalah proses membangun kohesi. Initial Stage Wawancara individual dan sesi awal kelompok bisa untuk mengeksplorasi pengharapan siswa sehingga siswa mau bergabung dalam kelompok. lanjutkan merencanakan treatmen melalui menerapkan teknik-teknik: − Reinforcement − Contingency contract − Modeling − Behavioral rehearsal − Coaching − Homework − Feedback dengan 137 . 1. dan mendukung peran dalam kelompok dan menerapkan pengetahuan tentang prinsip-prinsip perilaku dan keterampilan penyelesain masalah. maka dirumuskanlah rencana untuk mencapai tujuan tersebut. Working Stage Setelah hubungan terbangun dengan baik. Tahap Konseling Kelompok Behavioral Sebagaimana konseling kelompok lainnya. yaitu initial stage. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. 2. Peran dan Fungsi Pimpinan Kelompok Pemimpin harus terampil dalam memilih berbagai intervensi singkat yang secara efisien dan efektif memecahkan masalah dan membantu anggota dalam mengembangkan keterampilan baru. dan final stage. working stage. Di sesi awal. Pemimpin kelompok dengan hati-hati mengamati dan menilai perilaku untuk menentukan kondisi yang terkait dengan masalah-masalah tertentu dan kondisi yang akan memfasilitasi perubahan. Kelompok behavioral menekankan pentingnya evaluasi efektivitas teknik-teknik yang digunakan untuk menilai kemajuan konseli guna mencapai tujuan mereka secara terus-menerus. yang berlandaskan pada teknik perilaku yang berorientasi tindakan. direktif. Pemimpin kelompok diharapkan untuk aktif.

maka padanya akan berkembang identitas gagal (failure identity). Sekolah lebih banyak bertanya apa yang terjadi dan apa selanjutnya. didaktik. b) Pendekatan Konseling Kelompok Realitas Konsep-konsep kunci Konseling Kelompok Realitas 1) Konseling realitas adalah konseling yang dikembangkan oleh William Glasser. sebaliknya tidak pula permisif. 3. semua manusia memiliki lima kebutuhan dasar untuk dipenuhi. direktif. 4) Konseling Kelompok Realitas bersifat aktif. School without failure. bagaimana selanjutnya. Dorong anggota untuk bertanggungjawab atas tingkahlakunya. Apabila anak berperilaku memenuhi syarat 3 Rs tersebut. yaitu kebutuhan bertahan hidup secara fisik (physical survival). 2) Dalam bukunya yang terkenal. Final Stage Transfer perubahan perilaku yang dipelajari dalam kelompok ke lingkungan hidup dari hari ke hari. Karena jawaban atas pertanyaan mengapa akan berujung pada alasan-alasan yang biasanya berujung ampunan. yang penuh ampunan. Latih anggota dengan tingkahlaku target yang diinginkan. dan kesenangan (fun). Sekolah harus dibangun sebagai lingkungan yang mampu membangun identitas sukses bagi seluruh siswa. Dengan demikian. konseling realitas ini pas diterapkan untuk membantu siswa-siswa mengembangkan diri. 138 . Siapkan anggota hadapi situasi yang tak bersahabat dalam dunia nyata. sebaliknya jika perilakunya tidak memenuhi 3 Rs. sekolah harus bebas dari suasan yang menghukum. cinta dan rasa memiliki (love and belonging). konseling dimaksudkan untuk mengubah perilaku anak dari beridentitas gagal menuju ke identitas berhasil. Beri situasi praktis untuk menstimulasi tingkahlaku dalam kehidupan nyata. Hubungan baik dalam konseling diperlukan untuk menunjukkan dan memenuhi kebutuhan akan cinta kasih lingkungan. dan right). 3) Prinsip penting yang diajarkan Glasser adalah prinsip 3R’s ( responsibility. kekuasaan dan prestasi (power and achievement). Lingkungan sekolah yang baik adalah yang memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk mengembangkan identitas berhasilnya sedikit demi sedikit. menghindarkan pertanyaan mengapa terjadi. reality. berfokus pada perencanaan perilaku dan perbuatan.− Cognitive restructuring − Problem solving Teknik-teknik tersebut akan dibahas penerapannya dalam bimtek. namun tidak cukup untuk diterjadikannya perubahan pada diri konseli dari identitas gagal menuju identitas sukses. maka padanya akan berkembang identitas sukses ( success identity). Dalam pandangan Glasser. seorang ahli psikiatri. kebebasan (freedom).

dan P = planning. Dengan mendeskripsikan tujuan umum mereka. Konselor membantu konseli untuk menyatukan. Pertanyaan global berikut bertujuan membantu konseli meningkatkan pengetahuan mereka terkait pilihan hidup mereka. Glasser mengatakan bahwa “konseling untuk mengaitkan komponenkomponen kekuatan dalam diri konseli menjadi satu kekuatan untuk membantu konseli mengevaluasi hidup mereka dan berpindah ke arah perilaku baru yang lebih efektif. Perbuatan dan berpikirnya sebagai roda depan. Prosedur Konseling Kelompok Realitas Praktik konseling realitas berisi dua komponen utama: (1) lingkungan konseling. tugas pertama Konselor adalah menciptakan iklim yang aman bagi anggota kelompok sebagai dasar penggunaan konselng secara efektif.5) Total perilaku manusia ibarat mobil. Evaluasi: Apakah hal itu yang paling Anda inginkan? Direction dan Doing Tanyakan kepada konseli apa yang ia lakukan selama ini dan apa tujuan umum mereka. selanjutnya berjuang untuk memenuhi kebutuhan mereka demi memuaskan hidup mereka sendiri dan masyarakat. Wubbolding. Terkait lingkungan konseling. Pertanyaan: Apa yang Anda inginkan? Eksplorasi: Penjelasan tentang apa yang mereka harapkan atau mereka butuhkan. perasaan dan penampakan fisiknya sebagai roda belakang. dalam Corey (2009) telah memformulakan komponen-komponen konseling ke dalam sistem WDEP. WDEP kependekan dari W = wants. menjelaskan. mendefinisikan.” Untuk melakukan konseling secara sistematis. dan memprioritaskan elemen-elemen kebutuhan yang ada dalam gambaran dunia mental mereka. E = selfevaluation. dan (2) prosedur spesifik yang mengarah pada perubahan tingkahlaku. W (Wants) Tanyakan kepada konseli apa yang mereka inginkan dengan menggunakan pertanyaan yang cerdas dan tidak cepat menyerah. konseli akan menjadi siap untuk mengevaluasi dan mengubah cara berpikir dan perilaku mereka saat ini. Kebutuhan dasarnya sebagai motornya. Sikap dan perilaku konselor juga menjadi bagian penting dalam menghantarkan perubahan yang positif. dimana setiap huruf merepresentasikan sekelompok kemampuan dan teknik untuk mendukung konseli agar memiliki kontrol yang lebih baik atas hidup mereka. Pertanyaan: Apakah yang Anda lakukan selama ini akan membawa pada keinginanmu? 139 . Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. D = direction and doing.

Wubbolding melihat evaluasi diri sebagai dasar dari prosedur konseling. Konselor memfasilitasi pembentukan rencana dengan mengajarkan karakteristik rencana yang berhasil. mudah diraih. Karakter-karakter rencana yang berhasil adalah sederhana. intervensi Konselor kecil.Pengarahan: Menghadapkan konseli pada realitas dan konsekuensi dari perilakunya selama ini. Planning Mintalah konseli membuat rencana untuk memenuhi kebutuhan mereka secara lebih efektif. Fokus: Pembicaraan berfokus pada masa sekarang dan masa mendatang. kebebasan. sehingga jika tidak dilakukan akan terjadi kekacauan. Glasser mendeskripsikan evaluasi diri sebagai inti dari konseling. Ketika konseli membuat recana dan mengikuti rencana itu. serta keceriaan. langsung. dan memiliki tujuan. mereka berkuasa atas jalan hidup mereka sendiri dengan mengirimkan energi positif bagi hidup mereka. Rencana yang paling efektif adalah yang dibentuk bersama-sama dengan konseli. membuat keputusan secara lebih baik. Self-Evaluation Mintalah konseli untuk melakukan evaluasi diri yakni mengevaluasi apakah tingkahlakunya selama ini mengarah tujuan atau mampu memenuhi kebutuhannya. …? Fokus : Terbuatnya rencana tingkahlaku baru yang diharapkan benar-benar mampu memenuhi kebutuhan konseli. Tujuan dari konseling realitas adalah perubahan perilaku. Evaluasi dimaksukan untuk menghubungkan antara tingkahlakutingkahlaku saat ini dengan kebutuhan. cinta dan keterlibatan atau rasa memiliki. pertumbuhan kepribadian. kekuasaan dan prestasi. bukan yang disarankan Konselor. sehingga semakin efektif semakin memuaskan kebutuhan akan ketahanan fisik. dapat diukur. Pertanyaan: Perilaku apa yang akan menyebabkan kesuksesan? Perilaku apa yang akan menyebabkan kegagalan? Perubahan apa yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan? Focus: Pada tahap ini. 140 . Pertanyaan : Rencana apa yang diprediksi mampu memenuhi kebutuhan Anda. Ketika konseli bisa menjawab pertanyaan “Apakah rencana anda dengan strategi yang detail untuk berubah?” maka mereka telah mengambil kontrol dan tujuan yang lebih baik atas hidup mereka. gaya hidup yang lebih baik dan berkembang. serahkan konseli untuk menilai tingkahlakunya sendiri.

pedoman wawancara. dan jumlah yang cukup untuk digunakan. format satuan layanan. seperti : angket siswa dan orang tua. tes/inventori kepribadian. himpunan data siswa. tes bakat sekolah. ruang yang memadai untuk mengorganisir dan menampilkan bahan bimbingan. ruangan itu hendaklah nyaman yang menyebaBimbingan dan Konselingan para pelaksana Bimbingan dan Konseling betah bekerja. catatan anekdot. aman dan nyaman. khususnya. dan tes prestasi belajar. Alat pengumpul data berupa tes yaitu: tes inteligensi. dan sebagainya. daftar cek. Sarana yang diperlukan untuk penunjang layanan Bimbingan dan Konseling adalah sebagai berikut. Bahan harus relevan dengan program. baik tes maupun non-tes. dan berbagai data serta informasi lainnya. data kehadiran siswa. (3) Buku-buku panduan. Kenyamanan itu merupakan modal utama bagi kesuksesan pelayanan yang terselenggara. Ruangan hendaknya sedemikian rupa sehingga di satu segi para siswa yang berkunjung ke ruangan tersebut merasa senang. buku program semesteran. seperti penampilan informasi pendidikan dan jabatan. biografi dan autobiografi. dan ruang penyimpanan. informasi tentang kegiatan ekstra kurikuler. buku kasus. ruang layanan konseling dan bimbingan kelompok. ruang tenaga administrasi. Alat pengumpul data yang berupa non-tes yaitu: pedoman observasi. dan sosiometri. ruang tunggu tamu. skala penilaian. dibangun dengan pertimbangan hak privasi dan kerahasiaan siswa. Ruangan tersebut hendaknya juga mampu memuat berbagai penampilan. lengkap dan kedap suara. yang meliputi ruang kerja Konselor. dan buku realisasi kegiatan Bimbingan dan Konseling. buku harian. atau buku materi layanan bimbingan. dan format surat referal. leger Bimbingan dan Konseling. angket. Unsur-unsur sarana Bimbingan dan Konseling: (1) tempat kegiatan. buku informasi tentang studi lanjutan atau kursus-kursus. pedoman wawancara. serta segi lain di ruangan tersebut dapat dilaksanakan layanan dan kegiatan bimbingan lainnya sesuai dengan asas-asas dan kode etik Bimbingan dan Konseling. Semua fasilitas harus mudah diakses dan memadai untuk pelaksanaan program bimbingan. format konseling. Yang tidak kalah penting ialah. modul bimbingan. Konselor harus memiliki file terkunci dan hubungan telepon tersendiri. dan tape recorder). Di dalam ruangan itu hendaknya juga dapat disimpan segenap perangkat instrumen Bimbingan dan Konseling. tes bakat khusus. (1) Alat pengumpul data. konselor harus memiliki setidaknya hal berikut: sebuah kantor. tes/inventori minat. dan (5) filing kabinet (tempat penyimpanan dokumentasi dan data siswa). buku program tahunan. yang layak bagi masyarakat. laporan kegiatan layanan. akses mudah menuju fasilitas untuk melakukan konseling dan bimbingan kelompok kecil/kelompok besar atau klasikal. (2) instrumen dan kelengkapan administrasi. dan ruang perpustakaan. (4) perangkat elektronik (seperti komputer. buku hasil wawancara. alat-alat mekanis. pedoman observasi.PENGELOLAAN SARANA DAN ANGGARAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING Pengelolaan Sarana Semua sarana harus mudah diakses untuk mendukung program Bimbingan dan Konseling. 141 . Semuanya dimaksudkan untuk menfasilitasi tercapainya proses layanan Bimbingan dan Konseling yang bermutu.

Perlu dirancang dengan cermat berapa anggaran yang diperlukan untuk mendukung implementasi program. Alat penyimpan data itu dapat berbentuk kartu. Pilih dari antara bentuk-bentuk kegiatan berikut: a. Untuk menyimpan berbagai keterangan. seperti alat tulis menulis. maka diperlukan adanya suatu alat yang dapat menghimpun data secara keseluruhan yaitu buku pribadi. maka perlu disediakan map pribadi. 2. blanko konferensi kasus. Penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa tidaklah mungkin siswa dapat berprestasi tinggi karena ada pekerjaan di 142 . blanko surat. Bekerjasama dengan guru matematika untuk kemampuan regulasi diri dalam belajar matematika. namun prestasi belajarnya selalu rendah. 3. buku pribadi dan map. informasi atau pun data untuk masing-masing siswa. mengembangkan Bekerjasama dengan guru bahasa Indonesia untuk mengembangkan kemampuan komunikasi siswa Bersama guru. sehingga mudah untuk disimpan dalam filling cabinet. Mengingat banyak sekali aspek-aspek data siswa yang perlu dan harus dicatat. LATIHAN 1. siswa terlibat penggunaan narkoba dikirm ke dokter. Misalnya. D. dan agenda surat. format rencana satuan layanan dan kegiatan pendukung serta blanko laporan kegiatan. alat bantu bimbingan Perlengkapan administrasi. seperti data informasi. paket bimbingan. Bentuk kartu ini dibuat sedemikian rupa dengan ukuran-ukuran serta warna tertentu. karena persoalan yang dhadapi siswa di luar batas kewenangan Saudara. ada siswa yang mengalami hambatan belajar dikirim ke guru bidang studi.(2) Alat penyimpan data. dan sebagainya. Latihan Konsultasi Seorang siswa mempunyai potensi akademik yang tinggi. b. ditemukan seorang siswa yang membutuhkan bantuan fihak lain. (3) Kelengkapan penunjang teknis. Anggaran ini harus masuk ke dalam Anggaran dan Belanja Sekolah. susunlah RPP materi tertentu dan diantara susunan RPP tersebut sebutkan efek samping dari pengembangan pribadi siswa yang merupakan kerja dari guru bimbingan dan konseling atau konselor. Latihan Referal Di sekolah saudara. Pengelolaan Anggaran Perencanaan anggaran merupakan komponen penting dari manajemen Bimbingan dan Konseling. Latihan Kegiatan Kolaborasi Berlatihlah untuk bekerja secara kolaboratif dengan guru mata pelajaran. kartu kasus. khususnya dalam bentuk himpunan data. kartu konsultasi.

Praktikkan dalam bentuk bimbingan kelompok atau bimbingan klasikal dan dilakukan pengamatan serta refleksi pasca praktik. 2) Scenario ditulis paling banyak 2 halaman. 1) Isi scenario hanyalah cerita singkat dari setiap tahap konseling. belajar. Latihan Bimbingan Kelompok Susunlah RPBK dengan mengambil topik bimbingan pribadi social. dan karier di materi di atas. 4. bukan percakapan konselor dan konseli (verbatim). susunlah scenario. − cara Saudara mengidentifikasi perasaan dan perilaku negative akibat masalah (C) dan menemukan kejadian-kejadian yang menimbulkan masalah (A). Sebenarnya pekerjaan ini tidaklah prinsip. melakukan komitmen. Cara ini ditempuh agar fasilitator dapat membantu Saudara membenahi bagianbagian yang masih belum tuntas Saudara pelajari. dan − cara Saudara untuk memberikan tugas. tetapi terpaksa dilakukan anak. c) Skenario konseling Untuk persiapan kegiatan praktikum konseling. serta menutup pertemuan konseling. a) Ikuti 9 tahap konsultasi untuk membantu siswa tersebut. − cara Saudara mengajak konseli menguasai Pemahaman Kognisi. perubahan harus dilakukan melalui perubahan peran orangtua terhadap anaknya. 3) Isi scenario konseling REB Dalam scenario konseling REB saudara harus menjelaskan bagaimana − cara Saudara membangun/membina hubungan baik. b) Praktikkan dalam kelompok orangtua bagi belajar anaknya.rumah yang menyita waktunya. Latihan Konseling Individual Latihan konseling individual terdiri atas dua tugas yaitu menyusun scenario konseling individual dan praktik konseling individual. 5. Disini harus jelas teknik konseling apa yang akan Saudara gunakan untuk Disputing (D). − cara Saudara melihat bagaimana konseli menata emosinya dan bagaimana cara mengembangkan tingkahlaku baru yang lebih rasional. Untuk itu. dengan tulisan yang mudah terbaca. 4) Isi scenario konseling SFBT bagaimana Saudara memberdayakan 143 . atau menerapkan teknik-teknik konseling. Isi scenario dengan catatan sebagai berikut. − cara Saudara dalam menemukan pikiran-pikiran irrasional (Bir) yang merupakan persepsi mereka terhadap A.

keinginan. − Konseling kelompok behavioral Dalam scenario konseling behavioral saudara harus menjelaskan bagaimana … − cara saudara dalam membangun/membina hubungan baik.− cara Saudara membangun/membina hubungan kolaboratif. − Cara konselor mengidentifikasi perilaku konseli dalam memenuhi kebutuhannya (Direction/Doing). Catatan setiap pendekatan konseling yang dipilih. melalui melihat berbagai aspek tingkahlaku. kebutuhan konseli (Want). − cara Saudara menggunakan pertanyaan ajaib. − Cara konselor mengajak konseli melakukan pertimbangan nilai 144 . − cara saudara menerapkan teknik konseling (techniques implementation): menfokuskan tingkahlaku yang hendak diubah. merencana langkah-langkah aplikasi teknik konseling. − cara Saudara memberikan balikan kepada konseli. 6. − cara Saudara menggunakan pertanyaan pengecualian. − cara saudara mengajak konseli merumuskan tujuan konseling (goal setting). dan susunlah skenario konselingnya. − Cara konselor mengidentifikasi perilaku kekinian. − cara saudara dalam menelaah tingkahlaku faulty learning (assesment). a) Skenario Konseling Kelompok − Pilih salah satu pendekatan konseling kelompok yang kita pelajari dalam bimtek ini. − Tuliskan secara ringkas bagaimana langkah-langkah konseling dilakukan untuk mengatasi masalah yang Saudara pilih. dan − cara saudara melakukan evaluasi dan terminasi. − cara Saudara menggunakan pertanyaan penskalaan. − cara Saudara menformulasikan tugas sesi pertama. − Konseling kelompok realitas Dalam scenario konseling Realita Saudara harus jelas bagaimana … − Cara membentuk/membina hubungan penuh cinta dan pengharapan. − cara Saudara melakukan terminasi. Latihan Konseling Kelompok Latihan konseling kelompok dibagi menjadi dua bagian yaitu menyusun scenario konseling kelompok dan mempraktikan secara simulatif. d) Praktikum konseling individual Praktikkan scenario Saudara dan lakukan pengamatan serta refleksi atas latihan. − cara Saudara mengidentifkasi perubahan-perubahan prakonseling.

evaluasi menjadi tahapan yang sangat penting untuk dilaksanakan. karena hasil evaluasi dapat mendorong semua pihak untuk memberikan masukan dan merencanakan langkah-langkah perbaikan dan peningkatan bagi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Evaluasi program sebenarnya memberikan informasi yang sangat berarti bagi kelanjutan pelaksanaan program berikutnya.(Evaluation). − Cara konselor mengajak konseli melakukan Komitmen. Melalui suatu tahapan kegiatan yang disebut dengan evaluasi. dan − Cara konselor mengakhiri pertemuan konseling. Dalam praktik simulatif ini. mengenali dan kemudian menganalisis kelemahan-kelemahan tersebut untuk dilakukan perbaikan dalam proses berikutnya. Kemudian. yang memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan evaluasi program adalah guru bimbingan dan konseling atau konselor itu sendiri. Praktikkan scenario yang telah Saudara tuliskan. lakukan pengamatan dan diskusikan hasilnya. pelaksana suatu kegiatan dapat melihat. Dalam pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling. PENGANTAR Keberhasilan suatu kegiatan atau program yang telah dilaksanakan akan tampak pada hasil yang ditunjukkan berupa pencapaian terhadap tujuan yang telah ditetapkan. terutama pihak yang melaksanakan program tersebut. Evaluasi suatu program lazimnya dilakukan oleh beberapa pihak. Demikian pula kekurangan atau kelemahan yang dimiliki akan dapat dilihat serta penyebab tujuan yang belum dapat diraih sepenuhnya. Oleh karena itu. sebagai bagian dalam penyusunan dan pengembangan program bimbingan dan konseling. b) Praktik Konseling Kelompok. 145 . pihak lain yang dapat mengevaluasi adalah pihak atasan (pimpinan) pelaksana progran serta pihak yang menerima sasaran kegiatan. − Cara konselor mengembangan perencanaan perilaku baru yang lebih memenuhi 3R’s (Planning). BAB IV EVALUASI PROSES DAN HASIL PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A.

suatu program layananan bimbingan dan konseling perlu dikembangkan dan diperbaiki sehingga dapat dirancang dan direalisasikan sesuai dengan perkembangan kebutuhan peserta didik sebagai salah satu sasaran layanan. Melakukan penyesuaian proses pelayanan bimbingan dan konseling 3. C.B. Pentingnya Evaluasi dan Model Evaluasi Konseling Evaluasi atau penilaian merupakan bagian penting dalam pengelolaan atau manajeman pelaksanaan bimbingan dan konseling. perkembangan sosial dan tantangan yang terjadi dalam pendidikan maka program layanan bimbingan dan konseling tidak boleh statis atau dari itu ke itu. Sesuai dengan perkembangan yang terjadi baik pada program sekolah secara kesuluruhan. Demikian pula dilihat dari perkembangan program itu sendiri. Menggunakan hasil pelaksanaan evaluasi untuk merevisi dan mengembang-kan program bimbingan dan konseling. Menginformasikan hasil pelaksanaan evaluasi pelayanan bimbingan dan konseling kepada pihak terkait 4. proses dan program bimbingan dan konseling 2. Sehingga pada akhirnya siswa dapat merasakan dampak langsung dari pelaksanaan evaluasi baik itu berupa perkembangan. KOMPETENSI DAN INDIKATOR Kompetensi: Menilai proses dan hasil kegiatan bimbingan dan konseling Indikator: 1. dalam Bimbingan dan 146 . MATERI 1. peningkatan atau perubahan yang sesuai dengan dinamika pada aspek yang dikembangkan dalam suatu program. Melakukan evaluasi hasil. Sekalipun layanan evaluasi bukan merupakan layanan yang langsung kepada siswa. namun pelaksanaan evaluasi akan memberikan dampak terhadap peningkatan layanan yang dibutuhkan oleh siswa.

(4) Menemukan situasi dimana capaian target tersebut dapat ditunjukkan. model pendapat ahli. 2) menentukan ada/tidak ada kesenjangan yang muncul antara performansi dan sejumlah aspek program dan perangkat standar untuk performansi tersebut. maka untuk mengukur keberhasilannya bisa membandingkan hasil yang dicapai dengan kriteria yang ditetapkan. Tahap-tahap evaluasi model berorientasi tujuan secara umum (1) Menentukan tujuan umum. dan (7) Membandingkan data performansi dengan tingkahlaku yang telah ditentukan dalam tujuan. Di dalam model berorientasi tujuan dikenali model utamanya yaitu model kesenjangan. Ia memahami bahwa evaluasi sebagai sebuah proses yang cukup mudah menentukan tujuan-tujuan program mana yang telah tercapai dan mana yang belum dapat dicapai. (5) Mengembangkan atau memilih teknik-teknik pengukuran. Malcolm Provus (1973) memandang evaluasi sebagai proses manajemen informasi yang berkelanjutan. Evaluasi merupakan proses yang mencakup 1) kesepakatan tentang standarstandar dan kriteria-kriteria tertentu (kata lain dari sasaran/ objective). model natural. (6) Mengumpulkan data performansi. sementara pada model berorientasi manajemen dikenali model CIPP. model berorientasi manajemen. (3) Menentukan tujuan dalam rumusan tingkahlaku nyata. (2) Mengklasifikasikan tujuan umum dan tujuan khusus (goal and objective).Evaluasi program dapat dilaksanakan dengan menggunakan beberapa model. 3) 147 . model berdasar tujuan. Posavac dan Carey (1992) menjelaskan beberapa model evaluasi yaitu model tradisional. Bentuk utama dari orientasi tujuan dikembangkan oleh Provus yang diberi nama model kesenjangan (descripancy model). peserta akan dilatih untuk mampu mengevaluasi dengan satu model yang relatif mudah untuk dilakukan di lapangan yaitu model berorientasi yang dikembangkan oleh Ralph W Tyler. setiap model dapat dipilih berdasarkan kepentingan dan kesesuaian dengan program yang sedang dilaksanakan. Dalam Bimtek ini. Oleh karena orientasi program bimbingan dan konseling berdasarkan pada standar dan kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan.

kalau diperlukan). Evaluator menghasilkan perangkat tes (alat ukur) yang sesuai untuk mengidentifikasi sejumlah kesenjangan antara yang diharapkan dengan implementasi program yang aktual. Tahap keempat: hasil. 2. Provus menganggap bahwa program adalah sebuah sistem dinamik yang meliputi input (antecedents). Tahap pertama: Perencanaan Tahap perencanaan difokuskan pada menentukan tujuan. proses atau aktivitas dan memaparkan sumber-sumber kekuatan yang diperlukan serta partisipan yang turut-serta dalam pelaksanaan dan menyelesaikan tujuan-tujuan.menggunakan informasi tentang kesenjangan dalam memutuskan untuk mengembangkan atau melanjutkan atau menghentikan program keseluruhan ataupun salah satu aspek dari program tersebut. Tahap kedua: instalasi. Menggunakan model kesenjangan ini hanya perlu menempuh empat tahap yaitu (1) Perencanaan. Tahap ketiga: proses. Penilaian memfokuskan pada pengumpulan data tentang laporan-laporan partisipan untuk menentukan apakah mereka menunjukkan perubahan tingkahlaku seperti yang diharapkan. (2) Instalasi. (3) Proses (hasil sementara). dan output (outcomes). untuk kemudian diputuskan apakah program tersebut diberlakukan ulang atau dihentikan. Peninjauan dapat dilakukan terhadap program yang disinyalir banyak “siswa” yang mengalami kesulitan. 1. proses. 148 . dan (4) Hasil. 4. Desain program dalam hal ini dijadikan sebagai standar untuk pelaksanaan penilaian program. Jika diperlukan dapat ditambahkan tahap yang ke lima yaitu analisa biaya (pilihan. 3.

Apabila dalam pelaksanaannya terjadi ketidaksesuaian antara program dengan hasil. mudah dipahami. 2) tindakan korektif apa yang mungkin dapat dilakukan? dan. Yaitu. 2. mengapa mereka tidak melakukan evaluasi. Banyak praktisi Bimbingan dan Konseling menyatakan merasa waktu untuk mengevalasi. Provus membedakan antara istilah terminal objective (immediate outcome) dengan ultimate objectives (longterm outcome). Hal ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana memperkirakan biaya yang akan dikeluarkan dalam program tersebut. 2. diikuti dan diterapkan. Provus menyarankan agar dilakukan proses problem solving oleh staf program atau konselor dan evaluator. evaluasi terhadap program jarang dilakukan. antara lain: 1. Ada beberapa alasan yang diajukan guru bimbingan dan konseling atau Konselor. Dalam bidang Bimbingan dan Konseling.Evaluasi dilakukan untuk menentukan apakah tujuan jangka pendek (terminal objectives) dari program tersebut telah dicapai. Materi yang diperoleh pada saat perkuliahan belum memberikan pengalaman praktis dalam evaluasi program. karena merasa kekurangan memberilakan layanan. termasuk program Bimbingan dan Konseling di sekolah. serta menghasilkan informasi bagi para pengambil kebijakan program untuk melakukan perbaikan yang berkait dengan misi yang akan dicapai. Proses ini untuk menjawab pertanyaan: 1) mengapa ada ketidaksesuaian ?. 3) tindakan korektif apa yang paling sesuai? Kekuatan dan daya tarik terbesar dari pendekatan yang berorientasi pada tujuan ke evaluasi adalah kesederhanaannya. Konselor seringkali tidak melakukan evaluasi. Kesulitan dalam melaksanakan evaluasi program Bimbingan dan Konseling Dalam banyak kasus. Provus juga menambahkan fase kelima sebagai suatu pilihan. walaupun mengetahui bahwa evaluasi merupakan bagian penting dalam program pelayanan Bimbingan dan Konseling. Selain empat fase tersebut. tidakmemiliki dalam personil 149 . yaitu berkaitan dengan analisis tentang biaya.

Kesulitan yang dihadapi guru bimbingan dan konseling seperti disebutkan di atas. dan kompleks sehingga sulit untuk diberikan penilaian. dan personil lainnya yang menjadi bagian dukungan sistem terhadap pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. sehingga merasa tidak ada tuntutan. Kesadaran untuk melakukan evaluasi bisa jadi belum dimiliki oleh semua guru bimbingan dan konseling. dengan berbagai alasan seperti diungkapkan dalam 150 . Pihak pimpinan dipandang tidak meminta hasil evaluasi yang terprogram dan terencana. karena standar keberhasilannya belum konkrit sehingga sulit untuk menemukan indikatornya. diharapkan guru bimbingan dan konseling dapat memiliki pemahaman dan kemampuan untuk melaksanakan evaluasi program bimbingan dan konseling. Program bimbingan dan konseling dipandang unik. 4.3. Guru bimbingan dan konseling merasa kesulitan untuk merumuskan kriteria keberhasilan layanan. memberikan alasan untuk tidak melakukan evaluasi yang semestinya dilakukan. sehingga kesulitan dalam mengumpulkan data. Melihat pentingnya evaluasi terhadap layanan bimbingan dan konseling. Sikap Yang Perlu Dimiliki Oleh Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Melaksanakan Evaluasi Program Pentingnya evaluasi terhadap program perlu diketahui dan disadari oleh guru bimbingan dan konseling sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas kerja seiring dengan tuntutan sebagai guru bimbingan dan konseling yang profesional. 7. 3. sehingga kondisi yang ada di sekolahnya menjadi bagian yang dievaluasi dan memberikan alasan yang kuat untuk berupaya melakukan peningkatan sehingga kinerja guru bimbingan dan konseling dapat menunjukkan akuntabilitasnya yang dipercaya oleh pimpinan. 5. Tidak terbiasa mencatat dan mendokumentasikan layanan yang telah diberikan serta hasilnya. Kesulitan ini akan bertambah. manakala pihak sekolah tidak menunjukkan kepedulian terhadap proses maupun hasil layanan bimbingan dan konseling. Evaluasi terhadap hasil layanan bimbingan dan konseling hanya dilakukan apabila ada kepentingan sekolah dalam memenuhi program tertentu. 6. guru mata pelajaran.

Memaknai kekurangan sebagai bagian dari proses untuk mengembangkan diri. Kesiapan untuk melaksanakan evaluasi hendaknya disadari sebagai suatu tahap atau kegiatan dalam penyusunan program bimbingan dan konseling seperti halnya dalam penyusunan program apapun pada umumnya. Membandingkan apa yang sudah dilakukan dengan hasil yang diperoleh h. Menyediakan diri untuk berdialog dengan pihak-pihak yang memberikan penilaian Sikap terbuka akan masukan dan menerima kekurangan serta keinginan untuk meningkatkan berkelanjutan diri merupakan dapat kunci pembuka untuk melakukan evaluasi program sehingga mengantarkan bagi pengembangan selanjutnya dan kesempatan mengembangkan diri bagi guru bimbingan dan konseling (konselor). Uraian di atas diharapkan dapat menjawab alasan para konselor yang tidak melakukan asesmen dan evaluasi atas program dan pelayanannya.kesulitan melakukan evaluasi. Berusaha untuk memaknai masukan sebagai kesempatan meningkatkan diri g. Memiliki keinginan dan kebutuhan untuk mengetahui kekurangan atau kelemahan sebagai bahan untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik. baik terhadap kondisi-kondisi yang memungkinkan terlaksananya program. Memahami bahwa dalam pelaksanaan suatu program dimungkinkan akan ada kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan belum tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Membuka pikiran untuk belajar dari kegagalan yang dialami f. Berbicara tentang asesmen tidak dapat dilepaskan dengan istilah evaluasi. c. proses yang terjadi serta hasil atau produk yang diperoleh. kolega (guru mata pelajaran). d. personil lain di sekolah serta pihak orang tua maupun siswa. Ada beberapa istilah evaluasi yang bersifat aplikatif atau sering digunakan di kehidupan sehari- 151 . Selain itu guru bimbingan dan konseling perlu memiliki sikap yang positif tentang perlunya evaluasi terhadap aktivitas dan layanan bimbingan dan konseling yang telah diberikannya. Sikap yang dimaksud antara lain : a. b. Menerima masukan dan kritikan dari pihak lain baik pimpinan. e.

mengumpulkan informasi yang relevan dengan pelayanan bimbingan dan konseling. sedangkan evaluator eksternal dapat memberikan kredibilitas yang lebih tinggi dalam evaluasi dan membawa perspektif segar terhadap evaluasi. Langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan standar kualitas dan tingkat relativitas dari standar layanan Bimbingan dan Konseling yakni standar kemandirian peserta didik yang menjadi pengarusutamaan seluruh hasil pelayanan bimbingan dan konseling. berarti mengarahkan 152 . dapat memfasilitasi komunikasi dan penggunaan hasil evaluasi. Evaluator dapat diambil secara internal dan eksternal organisasi. kolaborator. fasilitator. kualitas.hari.. Dalam konteks pengertian pelayanan pendidikan di sekolah termasuk bimbingan dan konseling. Evaluasi formatif dirancang untuk perbaikan program dan kinerja orang-orang yang terkait program. Tujuan lainnya adalah memberikan informasi sebagai dasar perbaikan program. dan ketiga. Tujuan dasar evaluasi adalah menyampaikan keputusan tentang nilai dari objek yang dievaluasi. utilitas dan efektifitasnya. Keduanya memiliki arti penting. perencana. 4. pengambil keputusan dan sebagai kritikus. Evaluasi bisa berbentuk sumatif atau formatif. Berdasarkan pengertian etis. artinya bisa dari lingkung sekolah atau dari lingkung di luar sekolah. Berdasarkan kajian definisi aplikatif itu akhirnya dapat disimpulkan bahwa evaluasi mengandung keputusan substansial tentang kebermanfaatan atau keuntungan dari sesuatu. mendorong dialog yang bermanfaat dan memberikan wawasan terhadap kesempurnaan program dan hasil pelayanan bimbingan dan konseling. misalnya evaluator internal lebih mengetahui lingkungan organisasional sekolah. evaluasi penting dalam kegunaannya sebagai alat kunci dalam melayani secara adil. Kedua. Pihak-pihak yang dilibatkan untuk mengevalusi dalam hal ini evaluator mempunyai banyak peran termasuk sebagai ahli. sedangkan evaluasi sumatif berfungsi sebagai dasar keputusan tentang proses melaksanakan program. melanjutkan program atau melakukan ekspansi program. seperti dari perguruan tinggi. mengaplikasikan standar untuk menentukan nilai. Tujuan Evaluasi Evaluasi digunakan sebagai metode untuk penelitian dan pengambilan keputusan.

serta dapat digunakan untuk mengkomunikan dampak program dan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap pencapaian prestasi siswa dalam bidang akademik/belajar. 5. Bagaimana koordinasi dilakukan dengan pihak lain? 153 . Objek Utama Evaluasi Bimbingan dan Konseling Sebuah pertanyaan yang tidak mudah dijawab adalah “Bagaimana Konselor menunjukkan bukti bahwa program bimbingan dan konseling telah memberikan perubahan di sekolah?” evaluasi program adalah salah satu proses yang dapat digunakanuntuk membantuKonselorsekolahdalam memberikan bukti ini. Ada beberapa pertanyaan kunci evaluasi program bimbingan dan konseling yang dapat membantu konselor. pribadi dan sosial serta karir juga variabel penting lainnya. 2000). Sedangkan dalam pengertian intelektualnya berarti memperbaiki konsep-konsep pemikiran sistem pendidikan yang mutakhir. Bagaimana program konseling dilaksanakan? d. Bagaimana pengelolaan program? b. didefinisikan sebagai proses sistematis dalam mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang efisiensi. Bagaimana konsultasi oleh guru bimbingan dan konseling? e. terutama pengarusutamaan (mainstraim) perkembangan kemandirian siswa. Salah satu alasan bahwa evaluasi program dipandang sebagai alat berharga bagi Konselor karena evaluasi dapat dianggap sebagai suatu jenis penelitian tindakan yang dimaksudkan untuk memantau dan meningkatkan program atau layanan bimbingan dan konseling yang diselengarakan. evaluasi penting untuk memberikan dasar bagi penghargaan diri konselor. efektivitas. dapat direncanakan dan diimplementasikan oleh para praktisi bimbingan dan konseling. seperti: a.usaha pendidikan yang paling dibutuhkan saat ini dan yang akan datang. Bagaimana program bimbingan dilaksanakan? c. Evaluasi program merupakan penelitian terapan. Evaluasi dapat dilakukan pada skala yang lebih kecil. Menurut konteks pengertian pribadi. sehingga akuntabilitasnya dapat dipertanggung jawabkan bimbingan dan konseling. dan dampak dari program dan layanan (Boulmetis &Dutwin.

Bagaimana sikap professional guru bimbingan dan konseling? h. Evaluasi personil ditambah evaluasi program sama dengan evaluasi hasil. menampilkan sikap penerimaan dan optimis terhadap potensi siswa dan percaya bahwa siswa dapat berubah ke arah yang positif. Setiap jenis evaluasi itu penting. Kedua. menggambarkan cara konselor disupervisi dan dievaluasi. Personel sebuah program harus melakukan pekerjaan program. berfokus pada dampak kegiatan dan pelayanan bimbingan dan konseling bagi siswa. maka kemungkinan memiliki program bimbingan dan konseling yang efektif akan meningkat. Bagaimana penilaian kebutuhan (need assessment) dilakukan? g. 6. dan masyarakat. bagaimana mereka berhubungan dan berinteraksi satu sama lain akan menjadi lebih penting lagi. pribadi. sekolah. Ketika seorang guru bimbingan dan konseling memiliki komptensi yang dijelaskan diatas. Tiga jenis evaluasi diperlukan konselor untuk menunjukkan bahwa pekerjaan mereka dalam kerangka program bimbingan dan konseling komprehensif serta memberikan kontribusi untuk keberhasilan siswa secara keseluruhan. dan berkomitmen terhadap perubahan dan perkembangan diri. 154 . review terhadap status program kaitannya dengan standar program yang ditetapkan untuk memastikan sejauh mana program dilaksanakan. ketiga adalah evaluasi hasil. evaluasi program. soaial dan karir.f. guru bimbingan dan konseling atau konselor harus memiliki karakteristik kepribadian sebagai berikut: hangat dan penuh pemahaman. baik dibidang akademik. Konselor semakin dituntut untuk menunjukkan bahwa pekerjaan mereka memberikan kontribusi atas keberhasilan siswa. Terakhir. Bagaimana standar professional guru bimbingan dan konseling? Evaluasi kinerja guru bimbingan dan konseling menjadi bagian penting dari evaluasi program bimbingan dan konseling komprehensif. Konselor harus memiliki kemampuan komunikasi yang efektif dengan orang lain dari semua level dan latarbelakang suku yang berbeda. evaluasi personil. Evaluasi Kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor Agar kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor efektif. Pertama. dan program tersebut harus berfungsi penuh untuk mencapai hasil yang diinginkan.

termasuk hubungan interpersonal yang baik dengan staf. (2) layanan responsif. c. atau pada masalah yang mengganggu perkembangan akademis. guru bimbingan dan konseling harus berada dalam lingkungan kerja yang postif. pribadi. dan pertumbuhan sosial selama sekolah dan setelahnya.Dalam rangka mengimplementasikan program dengan efektivitas yang optimal. Delapan bidang berikut merupakan tanggungjawab seorang guru bimbingan dan konseling profesional. administrasi yang mendukung terhadap program bimbingan dan konseling. Bidang Bimbingan. Konselor secara proaktif membantu siswa untuk mengembangkan dan mengaplikasikan keterampilan untuk pencapaian pendidikan karir. berfokus pada pribadi. Konselor berkolaborasi dengan yang lainnya untuk menentukan keseimbangan diantara empat komponen tersebut untuk memenuhi kebutuhan siswa dan komunitas sekolah. pribadi dan 155 . Bidang manajemen (pengelolaan) program. Konselor menggunakan bimbingan untuk layanan menyediakan aktivitas pengembangan yang tepat melalui bidang komprehensif. Guru bimbingan dan konseling yang bekerja dalam lingkungan yang positif akan memiliki kebebasan untuk membuat kontribusi yang unik terhadap program pendidikan dan terhadap pertumbuhan dan perkembangan siswa. b. a. sumber daya fisik. dalam memberikan bimbingan. (3) perencanaan individual (4) dukungan sistem. konseling adalah intervensi yang diberikan kepada dasar dan perncanaan individual dalam program bimbingan dan konseling seluruh siswa yang membutuhkannnya. konselor merencanakan. Bidang Konseling. karir. dan aktivitas dalam rangka memenuhi kebutuhan. mengimplementasikan. Managemen program menuntut personel yang terorganisir. prioritas dan objektivitas dalam rangka menjaga kontribusi program bimbingan dan konseling terhadap program pendidikan secara keseluruhan. mengevaluasi dan mengadvokasi program bimbingan perkembangan komprehensif termasuk 4 komponen berikut (1) kurikulum bimbingan (layanan dasar). Guru bimbingan dan konseling menggunakan kompetensi managemen program dalam komponen dukungan sistem pada program bimbingan dan konseling komprehensif. dana yang memadai dan materi bimbingan.

sekolah. h. Bidang Asesmen. mengadvokasi siswa dan merupakan ahli profesional dalam membantu staf. Bidang Standar Profesional. karir. d. mengkoordinasikan personel dan sumberdaya yang ada di rumah. Konselor mengumpulkan informasi yang relevan dari komunitas sekolah terkait dengan perkembangan dan kebutuhan siswa e. pribadi dan sosial. dan deskriptor kinerja konselor dalam program bimbingan dan konseling komprehensif? Untuk menggambarkan.sosial. dan beberapa deskripsi berdasarkan pedoman evaluasi kinerja konselor. Guru bimbingan dan konseling yang g. kriteria. Konselor sebagai koordinator. perencanaan individual. petugas administrasi. dan dukungan sistem 156 . orang tua dan komunitas sekolah lainnya dalam memahami perilaku individu dan hubungan diantara manusia. berikut ini adalah dua contoh standar. Bidang profesional menerima tanggung jawab untuk selalu mengembangkan profesionalitasnya melalui usaha yang berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensinya. Pengembangan Standar Dan Kreteria Keberhasilan Seperti apa standar. Deskripsi Standar managemen program: Standar 1 : merancang program bimbingan dan konseling komprehensif yang seimbang yang termasuk layanan dasar. Bidang Koordinasi. Guru bimbingan dan konseling yang profesional menggunakan standar yang profesional dalam semua komponen proram bimbingan dan konseling komprehensif. Guru bimbingan dan konseling menggunakan kompetensi konselingnya dalam komponen layanan responsif pada program bimbingan dan konseling komprehensif. Konselor berfungsi sebagai konsultan. dan komunitas untuk mendukung optimalisasi perkembangan siswa dalam bidang akademik. Bidang konsultasi. layanan responsif. kriteria. 7. Perilaku profesional. Konselor menginterpretasi hasil tes dan data lainnya tentang siswa dalam mengambil keputusan. f.

masyarakat danlain-lain. Penilaian terhadap kebutuhan siswa. memonitor dan mengelola perkembangan akademis siswa. siswa. Membuat tujuan program 4. orang tua. Mendapatkan dukungan dana bagi pelaksanaan program. Standar 7 : Mengadvokasi program Bimbingan dan Konseling komprehensif. Standar 4 : Membimbing siswa secara individu dan kelompok beserta orang tua dalam merencanakan. Deskripsi Bidang Bimbingan Standar 1 Standar 2 Standar 3 : Merencanakan kelompok materi yang terstruktur : Memberikan kelompok materi yang efektif dan diberikan pada layanan dasar : Melibatkan siswa. orang tua dan yang lainnya untuk mempromosikan implementasi bimbingan klasikal. Standar 2 Standar 3 Standar 4 Standar 5 : Implementasi program : Evaluasi dan pengembangan berkelanjutan : Pengembangan area kontent program : pengelolaan personel dan sumber daya Standar 6 : Kolaborasi guru bimbingan dan konseling dengan personel sekolah. Merancang prioritas program bimbingan 2.Deskripsi : 1. Berkolaborasi dengan komponen sekolah lainnya 5. terstruktur yang 157 . sekolah dan komunitas sekolah 3. guru.

pencegahan.Standar 5 : Membimbing siswa secara individu dan kelompok beserta orang tua dalam merencanakan. atau konseling krisis. pencegahan. perilaku individual. remedial. 158 . Standar 7 : Menggunakan teori dan teknik yang efektif untuk mempromosikan perkembangan siswa dalam bidang karir. pribadi dan sosial. Deskripsi Bidang Konsultasi Standar 1 : Berkonsultasi dengan orang tua. Standar 2 : Berkonsultasi dengan personel sekolah. personel sekolah. akademis. memonitor dan mengelola perkembangan pribadi sosial siswa. remedial atau konseling krisis Standar 2 : Menggunakan teori yang dapat diterima dan tekhnik yang efektif untuk membantu perkembangan kelompok. Deskripsi bidang konseling Standar 1 : Menggunakan teori yang dapat diterima dan tekhnik yang efektif untuk membantu perkembangan individu. Standar 3 : kolaborasi dalam mengadvokasi individu siswa dan kelompok siswa tertentu. dan komunitas sekolah lainnya dalam rangka membantu meningkatkan efektifitas pendidikan siswa. orang tua dan komunitas sekolah lainnya untuk membantu memahami perkembangan siswa. memonitor dan mengelola perkembangan karir siswa Standar 6 : Membimbing siswa secara individu dan kelompok beserta orang tua dalam merencanakan. lingkungan sekolah dan hubungan antara manusia.

aturan. Standar 2 : Menggunakan proses yang efektif ketika mereferal siswa. Deskripsi Bidang Koordinasi Standar 1 : Mengkoordinir orang dan sumber lainnya di sekolah. Bidang Standar Profesional Standar 1 Standar 2 : Mendukung standar yang legal termasuk kebijakan sekolah : Mendukung standar. Standar 3 : Menjaga hubungan yang profesional diantara petugas administrasi. Deskripsi Bidang penilaian siswa (assessment) Standar 1 : Menggunakan standar yang profesional. dan anggota komunitas sekolah. guru. Standar 2 : Mengadvokasi lingkungan sekolah yang memberikan pemahaman dan penghormatan terhadap perbedaan. termasuk komitmen untuk mengembangkan profesionalitas. legal dan etis dalam melakukan penilaian (assessment) Standar 2 Standar 3 : Menginterpretasi hasil tes : Memberikan pemahaman mengenai hasil tes dan data penilaian lainnya kepada personel sekolah dan orang tua. dan prosedur di sekolah. personel sekolah. 159 . Bidang tindakan Profesional Standar 1 : Menunjukan profesionalisme.2. rumah dan komunitas lainnya untuk mendukung kesuksesan siswa.

dan deskriptor kinerja Konselor dalam program Bimbingan dan Konseling komprehensif? Untuk menggambarkan. menetapkan suatu lingkungan belajar yang kondusif bagisiswa melalui penggunaan manajemen kelas yang efektif. 3. menggunakan strategi pembelajaran yang efektif. komunikasi dan hubungan interpersonal yang profesional. Tabel 4. dan beberapa deskripsi berdasarkan pedoman evaluasi kinerja Konselor. Kriteria.Standar 3 : Berkomitmen terhadap standar profesional terbaru dalam hal kompetensi dan praktek. kriteria. kriteria. 2. DESKRIPTOR Konselor profesional: 1. Standar 4 Standar 5 Standar 6 : Mengikuti standar etik organisasi profesi : Menunjukan kinerja yang profesional dan bertanggungjawab : Menggunakan keterampilan menulis. mengatur unit bimbingan yang harus dikuasai siswa berdasarkanpada kebutuhan siswa. … dst … Konselor profesional: 1.  Pengembangan Standar Dan Kreteria Keberhasilan Seperti apa standar. Konselor profesional mendorong keterlibatan staf sekolah untuk memastikan pelaksanaan pelayanan dasar efektif KRITERIA Konselor profesional mengajarkan unit bimbingan secaraefektif. 160 . (catatan: standar ini untuk program bimbingan kelas/kelompok). berikut ini adalah dua contoh standar. dan Deskriptor Kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor STANDAR Konselor profesional menerapkan Komponen Kurikulum Bimbingan (Layanan Dasar) melalui penggunaan keterampilan pembelajaran yang efektif dan perencanaan sesi kelompok terstruktur yang cermat untuk semua siswa.1 Standar. 1. bekerja sama dengan atau membantu guru dalam mengembangkan unit pengajaran dan/atau bimbingan secara efektif.

dan karir. dan deskripsi di program bimbingan dan konseling. kriteria. 3. menyediakan pelatihan in-service bagi guru mata pelajaran yang berhubungan dengan bimbingan dan metode pembelajaran dan bimbingan. Layanan konseling individu tersedia untuk semua siswa yang mungkin mengalami masalah yang mengganggu perkembangan pribadi. Sementara evaluasi sumatif dari proses evaluasi kinerja konselor ada pada akhir 8. berfungsi sebagai resources tentang bahan yang memadai untuk unit-unit bimbingan yang diajarkan. akademik. 4. sosial. Evaluasi Proses dan Hasil Pelayanan Bimbingan dan Konseling Evaluasi program adalah prosedur yang digunakan untuk menentukan sejauh mana program bimbingan dan konseling komprehensif berfungsi sepenuhnya. atas merupakan bagian dari evaluasi formatif.STANDAR KRITERIA DESKRIPTOR 2. kriteria. belajar. sosial. dan karier mereka. dan deskriptor harus ditemukan dalam dokumen pedoman evaluasi formatif dan sumatif. belajar. … dst … Untuk mengukur pencapaian kriteria konseling individual digunakan skala 5: 1 2 3 4 5 Implementasi Siswa memiliki akses untuk memperoleh layanan responsif yang membantu mereka dalam menangani isu-isu dan masalah yang dapat mempengaruhi perkembangan pribadi. dan karier mereka. Implementasi Implementasi Awal Parsial Penuh Untuk mengukur pencapaian kriteria konseling kelompok kecil digunakan skala 5: 1 2 3 4 5 Implementasi Implementasi Awal Parsial Implementasi Penuh Evaluasi konselor dengan menggunakan standar. Pengembangan profesional berkelanjutan dan prosedur supervisi menggunakan standar. Penilaian dibuat tentang status program dengan menggunakan standar evaluasi program dan kriteria yang bersumber langsung dari bahasa kerangka program 161 . sosial. Konseling kelompok kecil tersedia untuk semua siswa yang mungkin mengalami masalah yang mempengaruhiperkembangan pribadi.

Kecukupan standar dan kriteria evaluasi program diperlukan untuk memastikan bahwa panduan program bimbingan dan konseling komprehensif lengkap dan sepenuhnya diwakili oleh standar dan kriteria tersebut.bimbingan dan konseling komprehensif (Gysbers & Henderson. Apakah evaluasi 162 . sosial. Kita dapat menggunakan evaluasi program untuk menentukan apakah program Bimbingan dan Konseling sekolah kita telah memenuhi standar dan kriteria sebagaimana telah ditetapkan. 2006). dan karir mereka. Sebuah panduan skoring juga dapat mencakup contohcontoh bukti yang evaluator harapkan temukan bersama dengan dokumentasi yang diperlukan untuk menunjukkan sejauh mana standar dan kriteria telah dipenuhi. Seperti apa standar evaluasi program teresebut? Untuk menggambarkan. Kriteria 1: Layanan konseling individu tersedia untuk semua siswa yang mungkin mengalami masalah yang mengganggu perkembangan yang sehat mereka. akademik. berikut ini adalah contoh standar dengan beberapa contoh kriteria. selanjutnya skala dibuat untuk setiap kriteria yang dapat berkisar dari 5 sampai 6 atau 7 poin. Kadang-kadang pedoman skoring disediakan sehingga mampu menjelaskan apa yang harus evaluator perhatikan dalam setiap titik skala. Standar 2: Siswa memiliki akses untuk memperoleh layanan responsif yang membantu mereka dalam mengatasi masalah dan kecemasan yang dapat mempengaruhi perkembangan pribadi. Untukmenilaisejauh manasetiap kriteriadi atas dicapai. Kriteria 1: Konseling kelompok kecil tersedia untuk semua siswa yang mungkin mengalami masalah yang mengganggu perkembangan kesehatan mereka. dikembangkan skala7 poinsebagai berikut: 1 Mulai Dilaksanakan 2 3 4 5 6 7 Sebagian Dilaksanakan Sepenuhnya Dilaksanakan Kapan dan seberapa sering kita harus melakukan evaluasi program bergantung pada tujuanyang ingin dicapai. Setelah standar dan kriteria dipilih yang sepenuhnya mewakili program bimbingan dan konseling komprehensif.

seharusnya dilakukan evaluasi. maka rencana perlu menyertakan hasil spesifik yang diinginkan. nilai rata-rata. terutama pada prestasi akademik mereka? Hasil yang biasanya dibahas dalam evaluasi hasil meliputi tingkat kehadiran di kelas. akan mampu melihat apakah program yang telah ditetapkan mampu dilaksanakan dengan baik. kemampuan siswa dalam mengambil keputusan. dan perilaku siswa di kelas/sekolah. Evaluasi Hasil Evaluasi hasil merupakan prosedur yang digunakan untuk menjawab pertanyaan “Apa dampak program bimbingan dan konseling komprehensif (kegiatan dan layanan) terhadap keberhasilan dan kemandirian siswa. Sebuah rencana evaluasi hasil dapat difokuskan pada bimbingan khusus dan kegiatan konseling atau layanan yang dipilih sehingga hasil yang spesifik dapat diidentifikasi dalam rencana perbaikan komprehensif atas segala layanan bimbingan dan konseling. Sebuah rencana evaluasi 163 . Disarankan bahwa konselor mengembangkan dan melaksanakan rencana evaluasi berbasis hasil sebagai bagian dari pelaksanaan keseluruhan bimbingan dan konseling komprehensif mereka. Hasil evaluasi program menunjukkan di mana kemajuan telah dibuat atau aspek apakah yang kurang menunjukkan kemajuan dari keseluruhan program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling komprehensif. Jika pendekatan ini yang dipilih. nilai tes prestasi belajar.program dilakukan tahunan atau berkala. dan jenis laporan yang bagaimana yang akan disiapkan dan kepada siapa akan disajikan. perilaku disiplin. bagaimana desain evaluasi yang akan digunakan. Hasil yang diharapkan harus sudah dibahas dalam rencana kegiatan bimbingan dan konseling untuk melakukan perbaikan pernyataan misi dan/atau rencana strategis bimbingan dan konseling. Perubahan positif dalam hal-hal di atas diantisipasi sebagai hasil dari partisipasi siswa dalam program bimbingan dan konseling komprehensif. Dokumen-dokumen ini berisi hasil yang direncanakan untuk mencapai. bagaimana data akan dikumpulkan dan dianalisis. bagaimana kegiatan atau layanan akan diberikan dan diberikan oleh siapa. kegiatan atau layanan yang akan digunakan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Terhadap setiap pelayanan yang kita gelar.

Selain itu. Tingkat kelas. orang tua. kepala sekolah. dan 8. bakat. 6. Pekerjaan (catatan program pekerjaan sepanjang sejarah hidup anak). Pendidikan khusus yang pernah diterima. dan minat serta kepribadian siswa. atau orang lain pikirkan atau rasakan tentang kegiatan dan layanan serta pekerjaan konselor. 4. 5. Status sosial ekonomi. yang memberitahu kita apa yang siswa. 3. dan skor tes prestasi. Akhirnya. Jenis yang kedua adalah data persepsi. beberapa jenis data dapat digunakan. Etnis. Salah satu penggunaan data tersebut untuk menunjukkan 164 . kapan diberikan. nilai rata-rata di kelas. Guru-guru yang pernah mengajarnya. Pemerincian data merupakan langkah penting dalam analisis data karena memungkinkan kita untuk melihat jika ada siswa yang tidak melakukan sesuatu sebagaimana siswa lainnya. Jenis kelamin. yaitu perilaku sebenarnya dari siswa yang diukur dengan tingkat kehadiran.hasil juga dapat lebih fokus pada dampak luas bimbingan dan konseling ke seluruh program pendidikan sekolah. dan untuk siapa diberikan. Bahasa lisan di rumah. rencana evaluasi hasil perlu menekankan bagaimana hasil data akan digunakan. guru. Dalam merancang rencana evaluasi hasil. Data proses memberikan bukti bahwa kegiatan dan layanan bimbingan dan konseling benar-benar disediakan. Program ini memungkinkan kita untuk memasukkan data hasil dan melakukan berbagai prosedur statistik yang sesuai. 7. misalkan data ainteligensi siswa. Bidang umum untuk dirinci adalah sebagai berikut: 1. Semua jenis data berguna dalam memastikan dampak program bimbingan dan konseling komprehensif terhadap perilaku siswa. berbagai grafik dapat dibuat untuk menunjukkan hubungan dari data hasil evaluasi dengan hasil lainnya. Jenis pertama adalah data proses yang menggambarkan kegiatan bimbingan dan konseling dan layanan apa. tingkat kedisiplinan. 2. Sebuah alat yang penting untuk analisis data hasil adalah program pencatatan hasil seperti Microsoft Excel. Data hasil merupakan jenis ketiga.

2 Contoh Instrumen Pengelolaan Program NO 1 Pernyataan Guru bimbingan dan konseling membuat rancangan program bimbingan dan konseling 2 Guru bimbingan dan konseling melaksanakan need assessment terhadap kebutuhan siswa 3 Guru bimbingan dan konseling melaksanakan need assessment terhadap kebutuhan sekolah 4 5 Guru bimbingan dan konseling membuat tujuan program Guru bimbingan dan konseling berkolaborasi dengan komponen sekolah lainnya dalam membuat tujuan program 6 Guru bimbingan dan konseling mengembangkan kalender tahunan 7 Guru bimbingan dan konseling menggunakan keterampilan organisasi yang efektif 8 Guru bimbingan dan konseling memilih aktivitas yang sesuai dengan prioritas kebutuhan siswa dan sekolah 9 Guru bimbingan dan konseling membuat rancangan program dengan waktu yang sesuai dan efektif Jawaban ya tidak 165 . Instrumen Evaluasi Program Dan Hasil Tabel 4. 9.kontribusi Konselor terhadap tujuan pendidikan seperti yang disajikan dalam rencana perbaikan komprehensif sekolah. Jadi asesmen dan evaluasi terhadap program dan hasil bimbingan dan konseling akan sangat berguna untuk membuat dan meningkakan program bimbingan dan konseling sekolah. Yang kedua adalah bagaimana data digunakan untuk meningkatkan program bimbingan dan konseling komprehensif saat ini.

guru.NO 10 Pernyataan Guru bimbingan dan konseling bertanggung jawab memberikan layanan kepada siswa sesuai dengan kbutuhannya Jawaban ya tidak 11 Guru bimbingan dan konseling menggunakan instrumen untuk mendapatkan informasi dari siswa 12 Guru bimbingan dan konseling menggunakan hasil evaluasi untuk memperkokoh tujuan. petugas administrasi dalam menjalankan program 16 Guru bimbingan dan konseling mengevaluasi penguasaan siswa terhadap materi program bimbingan 17 Guru bimbingan dan konseling menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien 18 Guru bimbingan dan konseling menerima saran dengan fikiran terbuka 19 Guru bimbingan dan konseling menjelaskan filosofi. strategi dan aktivitas 13 Guru bimbingan dan konseling mengukur hasil bimbingan secara sistematis dan berkala 14 Guru bimbingan dan konseling merancang program yang memungkinkan siswa ikut terlibat aktif di dalamnya 15 Guru bimbingan dan konseling berkolaborasi dengan guru. 22 Guru bimbingan dan konseling mengevaluasi kinerja secara berkala 166 . prioritas dan praktek program bimbingan secara efektif dan akurat 20 Guru bimbingan dan konseling menginformasikan kepada siswa. petugas administrasi dan komponen sekolah lainnya mengenai program bimbingan 21 Guru bimbingan dan konseling menghargai keahlian dan profesionalitas personel sekolah lainnya.

3 Contoh Instrumen perencanaan individual NO 1 Pernyataan Apakah terdapat proses yang sistematis yang dapat membantu siswa mengembangkan rencana belajarnya? 2 3 Apakah terdapat sistem perencanaan individual di sekolah Apakah terdapat sistem yang dapat melibatkan orang tua siswa? 4 Apakah guru bimbingan dan konseling melaksanakan aktivitas Jawaban ya tidak 167 .NO 23 Guru bimbingan Pernyataan dan konseling menganalisis dan Jawaban ya tidak menginterpretasi data siswa 24 Guru bimbingan dan konseling merancang aktivitas yang dapat membantu siswa secara efektif 25 Guru bimbingan dan konseling menjaga sarana dan fasilitas yang tersedia 26 Guru bimbingan dan konseling menggunakan materi yang tepat dalam mengimplementasikan program 27 Guru bimbingan dan konseling membuat kesimpulan dari data yang didapatkan dari siswa 28 Guru bimbingan dan konseling membuat rekomendasi dari data yang didapatkan dari siswa 29 Guru bimbingan dan konseling memberikan dukungan terhadap guru bimbingan dan konseling baru (in-training) 30 Guru bimbingan dan konseling menjelaskan kontribusi yang dapat diberikan oleh personal sekolah Tabel 4.

.......... buatlah deskripsi dari standar-standar tersebut! 1) Bidang Manajemen Program Standar 1 “Merancang program bimbingan dan konseling komprehensif yang seimbang meliputi layanan dasar....... Deskripsi: a) .....................NO Pernyataan penilaian (Need Assessmenet) Jawaban ya tidak 5 6 Apakah guru bimbingan dan konseling melaksanakan konsultasi Apakah siswa guru bimbingan dan konseling melaksanakan identifikasi tujuan karir jangka pendek dan jangka panjang bagi 7 Apakah guru bimbingan dan konseling membantu siswa dalam mendapatkan pendidikan karir 8 Apakah guru bimbingan dan konseling berkolaborasi dengan orang tua 9 Apakah guru bimbingan dan konseling membantu siswa dalam membuat rencana pribadi siswa yang direvisi paling tidak setahun sekali 10 Apakah tersedia prosedur dalam proses perencanaan individual D. perencanaan individual......... layanan responsif...................................................... b) .................................................................................... c) ........................................... 168 ........... dan dukungan sistem”....................................................................................... LATIHAN Di bawah ini terdapat standar-standar yang harus dicapai dari masing-masing bidang...... d) ..............

..................................................... b) ................ d) ....................... Deskripsi: a) ......... f) Dst.................................... e) .........................................................................................e) ..................... b) ..................................................................................................................................................... e) ................................. c) ............................................................................................................................................ f) Dst........................ d) ................................................................................. f) Dst............................. 169 ............................................... Standar 3 “Evaluasi dan pengembangan berkelanjutan”........ c) .......................................................... Deskripsi: a) ................................................................................................ Standar 2 “Mengimplementasikan program yang telah dirancang”.............................

................................................. guru....................................................................................................................... Deskripsi: a) .......................................................... f) Dst................................................. b) ................................................ d) ............................................ Standar 2 “Memberikan kelompok materi yang efektif dan terstruktur yang diberikan pada layanan dasar”............. Standar 3 “Melibatkan siswa..................................... e) ................................................................................................................................................ b) ................ Deskripsi: a) ........................ orang tua dan yang lainnya untuk mempromosikan implementasi bimbingan klasikal”................................. d) ............. c) ......... c) ........................................................................................... e) .......................... f) Dst...................2) Bidang Bimbingan Standar 1 “Merencanakan kelompok materi yang terstruktur”................ Deskripsi: a) ............................................................................ 170 ...........................................................

........................................................................................................................ 3) Bidang Konseling Standar 1 “Menggunakan teori yang dapat diterima dan tekhnik yang efektif untuk membantu perkembangan individu.......................................... 171 .............................................................................. c) .................................................... e) Dst..... d) ... dan komunitas sekolah lainnya dalam rangka membantu meningkatkan efektivitas pendidikan siswa”....b) .................................................................................................. b) .............................................................. e) ......................................... personel sekolah.................. 4) Bidang Konsultasi Standar 1 “Berkonsultasi dengan orang tua............................................................................... d) ................................... Deskripsi: a) ............................ Deskripsi: a) ................................................. f) Dst............................... pencegahan.............................. c) ............. remedial atau konseling krisis”..................... c) ............................................................................................................................ b) ...........

f) Dst......................................................... Deskripsi: a) . legal dan etis dalam melakukan penilaian (asessment)”...................................................... f) Dst........................................................... b) ............................................................... c) ................. d) ............................................................................................................. b) . 5) Bidang Koordinasi Standar 1 “Mengkoordinir orang dan sumber lainnya di sekolah.............. 172 ...... e) .... c) ...................................................................................... e) ..............................................d) .. 6) Bidang Penilaian Siswa (Assessment) Standar 1 “Menggunakan standar yang profesional...................................................................................... d) ....... Deskripsi: a) ............................................................................................................................................. rumah dan komunitas lainnya untuk mendukung kesuksesan siswa”.............................................................................................................................................................................................

..................... e) Dst.................... termasuk komitmen untuk mengembangkan profesionalitas”...... b) ........................................................................................................................ e) Dst.............................................. f) Dst......................................................................................................................................................... c) ............... Deskripsi: a) ......................................................... c) ............................. b) .................................................................................... 8) Bidang Profesional Standar 1 “Mendukung standar yang legal termasuk kebijakan sekolah”. profesionalisme.................................................... 7) Bidang Tindakan Profesional Standar 1 “Menunjukan Deskripsi: a) ................. 173 ................................................................... d) ...... d) ..................................................e) ............................

....................Standar 2 “Mendukung standar............................... Standar 3 “Berkomitmen terhadap standar profesional terbaru dalam hal kompetensi dan praktek”....................................... f) Dst................ d) .................................................. b) ........ dan prosedur di sekolah”.. c) .......... aturan.................................................................... Deskripsi: a) ........... d) ................................................................................. Deskripsi: a) .................................................................................................................... c) .............. b) ............................................................................................. e) ....................................................................................... e) ....................................................................................................................................... f) Dst.......................................... 174 ..................................

175 .

New York: Routledge. Educational Psychology. Pengembangan Instrumen dan Program Analisis Sosiometri untuk Bimbingan dan Konseling di Sekolah (Studi pada SMP dan SMA di Kota Padang). Tesis tidak diterbitkan. Malang: PPS UM Eko Susanto. Assessment of secondary school student needs in Kwara State. Madison Avenue. Jurusan BK FIP UNP Depdiknas. Laporan Penelitian (Tidak diterbitkan). UNP Elliot. Theory and Practice of Counseling and Psychotherapy . Berg.W. Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling . 2009. Hanbook of Psychological Assesment. Design Evaluation of Educations & Social Program . dalam Mamat Supriatna. Competencies in Assessment and Evaluation for School Counselor . Belmont. Hubungan Sejumlah Karakteristik Mahasiswa. Nigeria.ncat. L. Fall..F. 2011. Padang. 7: 147-157. Belmont. Group Counseling Concepts and Procedures. 2012. B. Pengembangan Instrumen Asesmen Perkembangan Siswa.J. CA: Thomson Higher Education.R. 1984.DAFTAR PUSTAKA AACE. Bimbingan dan Konseling Berbasis Kompetensi.. Disertasi tidak diterbitkan. 2005.E. Kratochwill. T. Jakarta: Rajawali Press Gerald Goldstein & Michel Hersen (eds). Fourth Edition. C. 1996. 2004. J. S. http://aace. Daharnis. Landreth. Kondisi Lingkungan. Persepsi. Locus of Control. International Journal for The Advancement of Counseling. Garry L. Jakarta: Depdiknas Djoemadi Darmodjo. Malang: Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. & Bradly. J. Robert. Pengembangan Tes Lokal. & Kevin A. 1963. 2000. Hubungan Aspirasi. Corey. Daharnis. Jakarta: Depdiknas Depdiknas. 2003. Theory & Practice of Group Counseling. Littlefield. New York: Elsevier Science 176 . San Fransisco: Jessev-Base.F. Gerald. 2006. Bahan Pelatihan Sertifikasi Tes bagi Konselor Pendidikan.edu Ahia. 2011. Madison: Brown & Benchmark Furqon dan Yaya Sunarya. Pembelajaran. R. & Travers. 2007.H. Corey. CA: Brooks/ Cole Cronbach. 2011. 2011. Gerald. Rambu-rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal.. Kegiatan Belajar dan Prestasi Belajar Mahasiswa Universitas Negeri Padang. 2002. Angkatan dan Status Masuk dengan Kegiatan Belajar Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP UNP.

2003.2003. 2004. Materi Pelatihan bagi Psikiater Februari sd Mei 2007 di PPS UM Malang Kelly Coker J. A. Padang: UNP Muri Yusuf . UNP Nina W. Joni. Louis. Gysbers.. Developing and Managing your School Guidance and Counseling Program (4th Ed). Comprehensive Guidance and Counseling Programs:The Evolution of Accountability. Norman C. Garry. 2011. New York: Brunner-Routledge Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 03/V/Pb/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar isi Permendiknas Nomor 27 tahun 2008 Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor 177 . Hoskins. Comprehensive Guidance and Counseling Program Evaluation: Program + Personnel = Results . Gysbers. London: Routledge Falmer ILO. Metodologi Penelitian. Penajaman Teknik Konseling dan Psikoterapi. dan P. A lexandria. Norman C.Gysbers. VA: ACA. N. T.Brown. 2007. 2010. Henderson. Introducing the Accountability Bridge Model: A Program Evaluation Framework for School Counselors. 2003. Article Kemendiknas. Triyono. Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru (Buku 2): Penilaian Kinerja Guru (PK GURU). Psychoeducational Groups: Process And Practice. Limas Sutanto. A version of this article was presented at the ACES/ASCA School Counseling Research Summit on June 28–29. Hamka Kabupaten Padang Pariaman. and Eric Hall . Carol Hall. Tesis (Tidak diterbitkan). Padang. 2005. in St. 2010. Astramovich. 2006. Hubungan Persepsi Siswa tentang Penerapan High-Touch oleh Wali Kamar dengan Penyesuaian Diri Siswa di Asrama serta Implikasinya dalam Bibingan dan Konseling di SMP Pesantren Modern Terpadu Prof. Jakarta: Organisasi Perburuhan Internasional Imam Hanuji. and Patricia Henderson. Raka. Dr. Panduan Pelayanan Bimbingan Karir Bagi Guru Bimbingan Konseling/Konselor pada Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah . Padang: Universitas Negeri Padang. Randall L. Counselling Pupils in Schools: Skills and strategies for teachers New Fetter Lane. 2011. Jakarta: Kemendiknas Mudjiran dkk. MO.. C. Praktik Instrumentasi dalam Konseling. and Wendy J. Second Edition. Article Hornby.

Our Families. Shertzer. Jakarta: Puskur Robert Edenborough. 2012. Effective Interviewing: A Handbook of Skills and Techniques. 2004. Bandung: Madani Sumadi Suryabrata. Yogyakarta: Media Abadi Wayan Nurkancana. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. Seri Pemandu Pelaksanaan Pelayanan Bimbingan dan Konseling di SMK. & Stone. 2004.. Draft Belum Diterbitkn Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional W. 2011.M Sri Hastuti. S. 1981. Hoboken. Jenis Layanan dan Kegiatan Pendukung Konseling . W. Consultation Skills for Mental Health Professionals. Inc. 2003.dkk. Rudisill.Winkel & M. John R. Rosemary A.C. Carrie Mason-Sears. U. Pengembangan Alat Ukur Psikologis. 2004. Boston: Houghton Mifflin Company Suherman. Counseling Techniques: Improving Relationships With Others. Asesmen dan Pemahaman Individu. And Our Environment. 2010. Padang: UNP Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. Richard. 2008. Madison Avenue. Ourselves. 2010. Penyusunan Skala Psikologi.Surabaya: Usaha Nasional 178 . 2006. 2002. London: Clays Ltd.S.Prayitno. Yogyakarta: Andi Syaifuddin Azwar. Fundamental of Guidance. New York: Routledge Sears. Pemahaman Individu.1993.. B. Thompson. Prayitno. Model Pengembangan Diri. New Jersey : John Wiley & Sons. Jakarta: Bina Sumber Daya MIPA. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Manajemen dalam Bimbingan dan Konseling .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful