P. 1
Modul BK Lengkap

Modul BK Lengkap

|Views: 2,629|Likes:
Published by Fadel Mahsus Junior
Materi Bimtek Guru BK SMK 2012 Lengkap (Mulai Assessment sampai Evaluasi). Hasil dari BIMTEK Guru BK SMK di UNY Yogyakarta
Materi Bimtek Guru BK SMK 2012 Lengkap (Mulai Assessment sampai Evaluasi). Hasil dari BIMTEK Guru BK SMK di UNY Yogyakarta

More info:

Published by: Fadel Mahsus Junior on Jun 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/25/2015

pdf

text

original

BAB I ASESMEN DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING

A. PENGANTAR Bimbingan dan konseling merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan pada setiap jenis, tingkat dan satuan pendidikan. Penyelenggara utama bimbingan dan konseling adalah guru bimbingan dan konseling (BK) atau konselor. Berbagai ketentuan, aturan dan pedoman resmi tentang keberadaan dan pelaksanaan tugas guru BK atau konselor, antara lain dapat dirujuk pada Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar isi, Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru, Permendiknas Nomor 27 tahun 2008 Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor, Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru Dan Angka Kreditnya, Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 03/V/Pb/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya dan Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru (PK Guru) yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 2010 (Buku 2: Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru). Penyelenggaraan tugas guru BK harus didukung oleh sejumlah kompetensi yang dapat dikelompokkan ke dalam empat kompetensi utama dengan segenap penjabarannya, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi profesional, dan kompetensi kepribadian. Salah satu kompetensi profesional guru bimbingan dan konseling atau konselor adalah menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli (Permendiknas Nomor 27 tahun 2008). Uraian dan pembahasan pada bab ini dimaksudkan untuk meningkatkan sebagian dari kompetensi tersebut, dan terutama untuk penerapannya dalam penyelenggaraan pelayanan konseling di sekolah.

BIMTEK GURU BK SMK 2012

1

B.

KOMPETENSI, SUB KOMPETENSI DAN INDIKATOR Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor (SKAKK) dikemukakan salah satu kompetensi profesional konselor adalah menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli. Sedangkan penjabaran dari kompetensi tersebut adalah: 1. menguasai hakikat asesmen 2. memilih teknik asesmen, sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling 3. menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling 4. mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalah-masalah konseli 5. memilih dan mengadministrasikan teknik asesmen pengungkapan kemampuan dasar dan kecenderungan pribadi konseli 6. memilih dan mengadministrasikan instrumen untuk mengungkapkan kondisi aktual konseli berkaitan dengan lingkungan 7. mengakses data dokumentasi tentang konseli dalam pelayanan bimbingan dan konseling 8. menggunakan hasil asesmen dalam pelayanan bimbingan dan konseling dengan tepat 9. menampilkan tanggung jawab profesional dalam praktik asesmen Berpedoman pada isi program yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah, Direktorak Jenderal Pendidikan Menengah Subdit PTK SMK yang lebih mengarah pada bimbingan teknis (Bimtek), dan berdasarkan arahan dari Direktur Pembinaan PTK Dikmen, kompetensi yang menjadi fokus dalam Bimtek ini adalah berkenaan dengan pengembangan instrumen, pemilihan instrumen, penggunaan instrumen, himpunan data, dan pelaporan. Merujuk pada Buku 2 Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru, khusus untuk guru BK, indikator yang hendak dicapai dalam bimtek ini adalah sebagai berikut. 1. Guru BK/Konselor dapat mengembangkan instrumen nontes (pedoman wawancara, angket, atau format lainnya) untuk keperluan pelayanan BK. 2. Guru BK/Konselor dapat mengaplikasikan instrumen nontes untuk mengungkapkan kondisi aktual peserta didik/konseli berkaitan dengan lingkungan. 3. Guru BK/Konselor dapat memilih jenis asesmen (Instrumen Tugas Perkembangan/ITP, Alat Ungkap Masalah/AUM, Daftar Cek Masalah/DCM, atau instrumen non tes lainnya) yang sesuai dengan kebutuhan layanan bimbingan dan konseling. 4. Guru BK/Konselor dapat mengadministrasikan asesmen (merencanakan, melaksanakan, mengolah data) untuk

BIMTEK GURU BK SMK 2012

2

mengungkapkan potensi, kebutuhan, dan masalah peserta didik/konseli 5. Guru BK/Konselor dapat menampilkan tanggung jawab profesional sesuai dengan azas BK (misalnya kerahasiaan, keterbukaan, kemutakhiran, dll.) dalam praktik asesmen. C. MATERI 1. Pengembangan instrumen a. Data yang dikumpulkan Program bimbingan dan konseling harus disusun berdasarkan analisis data dan kebutuhan peserta didik/konseli. Untuk itu diperlukan data yang akurat dan memadai berkenaan dengan diri, potensi, kebutuhan dan permasalahan serta lingkungan konseli. Analisis data dan kebutuhan didahului dengan pengumpulan data dan need assessment dengan menggunakan berbagai instrumen. Banyak data yang diperlukan untuk penyusunan program bimbingan dan konseling. Data tersebut antara lain adalah identitas diri, keluarga, riwayat kesehatan, riwayat pendidikan, kecerdasan, bakat, minat, kepribadian, pengalaman dan lingkungan sosial, harapan dan cita-cita, hobi dan kebiasaan, serta masalah-masalah dan kebutuhan (Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor,2010). Menurut Furqon dan Yaya Sunarya (2011), data yang diperlukan untuk penyelenggaraan bimbingan dan konseling dapat dibedakan menjadi empat kelompok data, yaitu data pribadi, data kelompok, data umum, dan data khusus. Data pribadi adalah data atau keterangan secara lengkap dan menyeluruh yang menyangkut diri masing-masing siswa secara individual (perorangan), antara lain data identitas pribadi, keadaan fisik, data keluarga, riwayat pendidikan sebelumnya, dan riwayat kesehatan. Data kelompok menyangkut aspek tertentu dari sekelompok siswa, seperti gambaran menyeluruh tentang prestasi belajar siswa dalam satu kelas, hasil sosiometri, laporan penyelenggaraan hasil belajar kelompok, penyelenggaraan dan isi bimbingan dan konseling kelompok. Data umum (data lingkungan) merupakan data atau keterangan yang tidak secara langsung menyangkut diri siswa baik secara individual maupun secara kelompok, seperti informasi kesempatan mengikuti pendidikan dan pekerjaan, informasi keadaan lingkungan fisik-sosial-budaya. Sedangkan data khusus adalah keterangan tentang siswa dalam hal khusus, misalnya data tentang inteligensi, bakat, kebiasaan belajar, minat, hubungan sosial. Dikaitkan dengan fungsi pemahaman, data yang perlu dipahami dalam penyelenggaraan bimbingan dan konseling antara lain adalah kondisi diri, lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan masyarakat, informasi pendidikan dan pekerjaan (Prayitno, dkk., 2004; Tim Penyusun Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling, 2004). Di samping itu, W.S. Winkel dan M.M. Sri Hastuti (2010)
BIMTEK GURU BK SMK 2012 3

(3) taraf prestasi yang mempunyai kaitan dengan perencanaan pendidikan lanjutan dan penentuan pekerjaan/jabatan. meliputi: a) kemampuan berkomunikasi serta menerima dan menyampaikan pendapat secara logis. taraf ekonomi keluarga. (2004). secara umum data atau keterangan yang diperlukan adalah (1) kebiasaan dan sikap dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. serta penyaluran dan pengembangannya kelemahan diri dan upaya penanggulangannya kemampuan mengambil keputusan dan pengarahan diri kepribadian (kepemimpinan. dkk. data yang diperlukan untuk pelayanan bimbingan dan konseling sebagai berikut. Apabila dikelompokkan untuk setiap bidang pengembangan siswa (pribadi. watak. sosial. Furqon dan Yaya Sunarya (2011). ILO (2011). (6) kondisi keluarga dan lingkungan. emosi. kesulitan-kesulitan yang dialami. (7) pengalaman di luar sekolah. keterampilan dan kemampuan belajar. (2) riwayat sekolah/pendidikan: seluruh jenjang pendidikan yang telah ditempuh termasuk lamanya. (4) kemampuan intelektual dan kemampuan akademik. sekolah dan masyarakat) dengan menjunjung tinggi BIMTEK GURU BK SMK 2012 4 . sikap dalam menghadapi permasalahan. (8) ciri-ciri kepribadian khusus. keadaan emosi. penyakit yang pernah diderita. kebiasaan.mengelompokkan data yang diperlukan untuk pelayanan bimbingan dan konseling adalah (1) latar belakang keluarga (data tentang orangtua. bakat dan minat. tanggung jawab. suasana kehidupan dalam keluarga. sosiabilitas) perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat Data untuk pengembangan sosial. efektif dan produktif b) kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial (di rumah. 1) a) b) c) d) e) f) g) 2) Data untuk pengembangan pribadi. sikap. meliputi: kebiasaan dan sikap dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa pengenalan dan penerimaan perubahan. (5) informasi karir dan pendidikan. pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikis yang terjadi pada diri siswa pengenalan tentang kekuatan diri. gangguan pada alat indra. nilai kehidupan. seperti temperamen. belajar dan karir). (9) kesehatan jasmani antara lain kesehatan pada umumnya. (3) lingkungan dan hubungan sosial. (5) bakat khusus. (4) tujuan. (2) kondisi mental dan fisik siswa. Depdiknas (2007). Prayitno. saudara-saudara. (6) minat terhadap bidang studi dan bidang pekerjaan tertentu. Ditinjau dari tujuan penyelenggaraan aplikasi instrumentasi dalam bimbingan dan konseling. hubungan sosial. karakter.

Data untuk pengembangan karir. minat. meliputi: kemampuan. mengerjakan tugas atau PR. sosial dan budaya di sekolah. bakat. kondisi diri dan sosial ekonomi terkait dengan pekerjaan/karir b) pilihan dan latihan keterampilan c) orientasi karir. di rumah. kepribadian. efisien. BIMTEK GURU BK SMK 2012 5 . minat) i) orientasi belajar di perguruan tinggi j) fasilitas belajar dan pemanfaatannya 4) Khusus untuk pengembangan kegiatan belajar. dan latihan/keterampilan kejuruan f) motivasi belajar g) pengenalan dan pemanfaatan kondisi fisik. dan produktif e) penguasaan materi pelajaran.c) d) e) f) g) 3) a) tatakrama. di tempat praktik/magang. setiap faktor tersebut berinteraksi dan saling terkait satu dengan yang lainnya. Dari berbagai sumber. menyarikan bacaan/membaca efektif. dunia kerja dan upaya memperoleh penghasilan d) informasi lembaga-lembaga keterampilan. norma dan nilai-nilai agama. tempat latihan/magang dan lingkungan belajar h) potensi diri (kemampuan. praktik dan magang c) keterampilan belajar. dunia kerja dan industri sesuai dengan pilihan pekerjaan dan arah pengembangan karir Data untuk pengembangan kegiatan belajar. mempesiapkan diri untuk belajar dan ujian. baik internal maupun eksternal. Daharnis (2005. 2011) merangkum berbagai faktor yang mepengaruhi proses dan hasil belajar. seperti mencatat materi pelajaran. bertanya/menjawab/menanggapi. adapt istiadat dan kebiasaan yang berlaku hubungan dengan teman sebaya (di sekolah dan di masyarakat) penerimaan sosial oleh teman di sekolah pemahaman dan pelaksanaan disiplin dan peraturan sekolah. perlu juga dipertimbangkan data berkenaan dengan berbagai faktor yang berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar. bakat. di lingkungan sekitar dan masyarakat pengenalan dan pengamalan pola hidup sederhana yang sehat dan diterima lingkungan sosial kemampuan bergotong royong. d) kegiatan dan disiplin belajar serta berlatih secara efektif. dsb. meliputi: a) pengenalan akan tujuan dan manfaat belajar b) sikap dan kebiasaan belajar.

konsentrasi k. antara lain: a. kemampuan dasar umum/inteligensi b. Kondisi dalam keluarga. teknik i. aspirasi dan cita-cita h. Kondisi psikologis. penguasaan keterampilan/pengetahuan dasar f. tugas-tugas yang harus dikerjakan siswa k. kondisi sosial ekonomi keluarga (orangtua) c. umpan balik dan reward 2. kurikulum c. motivasi serta perlakuan orangtua/anggota keluarga terhadap kegiatan belajar siswa/mahasiswa 1.Di antara faktor internal yang cukup besar pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar siswa/mahasiswa adalah: 1. motivasi e. antara lain: a. media j. Kondisi masyarakat. sarana dan prasarana d. antara lain: BIMTEK GURU BK SMK 2012 6 . kondisi fisik b. kegiatan/kebiasaan dan gaya belajar g. hubungan antar sesama anggota keluarga b. minat d. kematangan dan kesiapan i. suasana serta hubungan siswa dengan guru dan antar siswa f. antara lain: a. antara lain: a. perhatian m. ketekunan j. bakat c. perhatian. penilaian m. disiplin g. aspirasi dan persepsi angota keluarga terutama terhadap pendidikan d. kondisi tubuh pada umumnya dan kesehatan b. Kondisi sekolah. persepsi 2. cacat tubuh/fisik Sedangkan faktor eksternal yang cukup besar pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar mahasiswa dapat ditinjau dari segi 1. pengelolaan pembelajaran l. locus of control l. kondisi panca indra c. metode h. karakteristik guru dan personil lainnya e. ingatan n. Kondisi fisiologis.

pergaulan dengan teman sebaya media masa d unia kerja nilai/norma masyarakat Interaksi dan saling keterkaitan faktor-faktor tersebut dapat dilihat pada gambar-gambar berikut.

a. b. c. d.

BIMTEK GURU BK SMK 2012

7

PRESAGE VARIABLES Karakteristik

Guru
• Kelas sosial • Umur • Jenis kelamin • Pendd.& Pengalaman • Inteligensi • Motivasi • Ket. mengajar • Kepribadian CONTEXT VARIABLES Karakteristik Siswa • • • • • • Kelas sosial Umur Jenis kelamin Kemampuan Pengetahuan Sikap Kondisi Masyarakat, Sekolah/kelas

PROCESS VARIABLES

Perilaku di kelas Perilaku Guru Perubahan Perilaku Siswa Perilaku Siswa
PRODUCT VARIABLES

Hasil Belajar

• dll.

Ukuran sekolah/kelas. • Fasilitas • Suasana
Gambar 1. Variabel-variabel yang berkaitan dengan kegiatan dan hasil belajar siswa (Diadaptasi dari Dunkin dan Biddle oleh Daharnis, 2005)

BIMTEK GURU BK SMK 2012

8

Karakteristik Guru • Kualitas • Pengalaman • Bakat • Pengt. tentang materi pelajaran • Pengt. tentang pengajaran • Nilai dan sikap • Ekspektasi • Kelas sosial • dll.

Karakteristik Siswa • Pengaruh kelas sosial, ras dan orangtua • Bakat dan pengetahuan • Nilai dan sikap • Ekspektasi • Aspirasi • Persepsi • Gaya belajar • dll.

• • • • • • • • •

Kondisi Sekolah Ukuran Sumber keuangan Ratio Guru-Siswa. Administarsi Pelayanan staf Fasilitas Lokasi Kelas sosial Komposisi ras, dll

Performasi pengajaran Guru

Perilaku Belajar Siswa

Hasil Belajar

Kondisi Sekolah • Org. & adm. • Organisasi pengajaran • Pengaruh kelompok sebaya • Ukuran kelas • Lingkungan, dll

Catatan: Menunjukkan hubungan kausal Menunjukkan hubungan, tetapi tidak hubungan kausal

Gambar 2. Variabel-variabel yang berkaitan dengan kegiatan dan hasil belajar siswa (Diadaptasi oleh Daharnis (2005 & 2011) dari: Centra dan Potter (dalam Elliot, Kratochwill, Littlefield, dan Travers, 1996)

Data lain yang diperlukan untuk penyusunan program bimbingan dan konseling adalah data masalah-masalah yang mungkin dialami oleh siswa. Dalam Mooney Problem Check List (MPCL) yang dikembangkan oleh Ross L. Mooney terdapat 330 masalah yang mungkin dialami oleh siswa-siswa tingkat SLTA yang dikelompokkan kedalam sebelas bidang (Mudjiran, dkk., 2010), yaitu: 1. Perkembangan jasmani dan kesehatan 2. Keuangan, lingkungan dan pekerjaan
BIMTEK GURU BK SMK 2012 9

melalui aplikasi berbagai instrumen. 2012). termuat 225 butir masalah yang mungkin dialami oleh siswa SLTA. Balitbang Depdiknas. Kegiatan sosial dan rekreasi Seks. Kurikulum dan pengajaran Sedangkan dalam Alat Ungkap Masalah (AUM) Seri Umum Format 2 untuk siswa SLTA yang dikembangkan sejak tahun 1997. Teknik dan Instrumen yang digunakan Pengumpulan data dan need assessment dalam bimbingan dan konseling dilakukan melalui aplikasi instrumenasi (Pusat Kurikulum. 10.3. 9. nilai dan moral 8) Hubungan muda-mudi dan perkawinan 9) Keadaan dan hubungan dalam keluarga 10) Waktu senggang b. 2011). Tes merupakan himpunan pertanyaan yang harus dijawab atau pernyataan-pernyataan yang harus dipilih/ditanggapi atau tugas-tugas yang harus dilakukan oleh orang yang dites (testi) dengan tujuan untuk mengukur suatu aspek perilaku atau memperoleh informasi tentang trait atau atribut dari orang yang dites (Furqon dan Yaya Sunarya. 2011) atau menggunakan instrumen tes dan instrumen non tes (Prayitno. yaitu : 1) Jasmani dan kesehatan 2) Diri pribadi 3) Hubungan sosial 4) Ekonomi dan keuangan 5) Karier dan pekerjaan 6) Pendidikan dan pelajaran 7) Agama. yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik/sasaran layanan dan lingkungannya. pacaran dan perkawinan Hubungan sosial-kejiwaan Hubungan pribadi-kejiwaan Moral dan agama Rumah dan keluarga Masa depan pekerjaan dan pendidikan Penyesuaian terhadap tugas-tugas sekolah 11. 5. 4. 2011). 8. yang kesemuanya dikelompokkan kedalam sepuluh kelompok. 7. Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor (2010) mengemukakan bahwa teknik yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data adalah teknik tes dan teknik non tes (Furqon dan Yaya Sunarya. 6. Sejalan dengan itu Prayitno (2012) mengemukakan bahwa suatu instrumen disebut tes apabila BIMTEK GURU BK SMK 2012 10 . baik tes maupun non-tes.

tidak semua teknik dan instrumen pengumpul data dibahas dalam uraian materi ini. Perbedaan antara teknik/pendekatan tes dan non tes antara lain adalah (1) pada tes ada jawaban benar atau salah. tes bakat. Melalui observasi. penggunaan inventori minat karir. 1) Observasi Pengertian Observasi merupakan pengamatan sistematis tentang suatu objek. tes minat. walaupun akhirnya dapat dikualitatifkan. (5) penyelenggaraan dan pengawasan tes lebih ketat dibandingkan dengan non tes. dan tes hasil belajar. sementara jawaban instrumen non tes bukan atas benar salahnya. catatan anekdot. baik berupa tes atau pun non tes. sedangkan pada non tes.jawaban responden atas soal-soal yang diperiksa berdasarkan benar-salahnya jawaban tersebut. Sesuai dengan kebutuhan bimbingan teknis untuk peningkatan profesionalitas guru BK SMK dan memperhatikan relevansinya dengan analisis kebutuhan dalam penyusunan program bimbingan dan konseling di SMK. benar atau salah. (4) waktu pelaksanaan tes lebih ketat dibandingkan dengan pelaksanaan non tes. dan penyelenggaraan sosiometri. kuesioner/angket. hubungan sosial. dan alat-alat mekanik). seorang guru BK dan tenaga pendidik BIMTEK GURU BK SMK 2012 11 . dalam peyelenggaraan bimbingan teknis di lapangan. skala penilaian. (3) pelaksana tes (psikologis) adalah orang profesional (berkewenangan khusus untuk melaksanakan tes tersebut) sedangkan pelaksana non tes tidak selamanya orang yang sangat profesional (Furqon dan Yaya Sunarya. 2011). Namun. instrumen non tes digunakan untuk mengetahui kondisi responden sebagaimana apa adanya. Banyak teknik dan instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam bimbingan dan konseling. dan tugas-tugas perkembangan. melainkan untuk melihat gambaran tentang kondisi responden tanpa menekankan apakah kondisi itu mutunya tinggi atau rendah. tes kepribadian. jawaban benar atau salah sangat bervariasi dan semuanya bisa betul/benar. kreativitas. studi dokumentasi. otobiografi). sedangkan beberapa teknik dan instrumen non tes antara lain dengan melakukan observasi (dengan menggunakan instrumen daftar cek. (2) hasil pada non tes lebih kualitatif sedangkan pada tes lebih kuantitatif. interviu/ wawancara. penggunaan daftar cek masalah atau alat ungkap masalah--AUM (baik masalah belajar ataupun masalah-masalah umum). pembahasan dapat berkembang pada teknik-teknik dan instrumen yang tidak dibahas secara eksplisit dalam uraian materi ini. Diantara teknik tes adalah menyelenggarakan tes kecerdasan.

(2) observasi sistematis. ada beberapa jenis observasi. Kunci keberhasilan observasi sebagai teknik pengumpulan data sangat banyak ditentukan oleh pengamat itu sendiri. terutama untuk pemahaman individu konseli. yaitu sebagai pengamat yang tidak diketahui dan dirasakan oleh anggota yang lain. dan kedua sebagai anggota yang berperan aktif sesuai dengan tugas yang dipercayakan kepadanya.2005). terencana dan dipersiapkan. yaitu observasi yang dipersiapkan secara sistematis. observasi yang tidak menggunakan pedoman observasi.2010). Muri Yusuf. yaitu suatu bentuk observasi dimana pengamat (observer) secara teratur berpartisipasi dan terlibat dalam kegiatan yang diamati. Jenis Observasi Menurut Furqon dan Yaya Sunarya (2011). mengikuti proses belajar dan pembelajaran. 2005). berinteraksi dengan orang lain. (2) diketahui intensitas perilaku secara detail.lainnya dapat mengetahui tingkah laku non verbal konseli (A. Dalam menyelenggarakan pengumpulan data melalui observasi diperlukan pencatatan yang sistematis tentang hal-hal yang diamati. Muri Yusuf. Sedangkan non BIMTEK GURU BK SMK 2012 12 . antara lain fakta-fakta tentang tingkah laku siswa/konseli. Dalam hal ini pengamat mempunyai fungsi ganda.2010). yang akhirnya dapat digunakan sebagai tolok ukur menyusun program bimbingan dan konseling komprehensif--lazim dinamakan need assessment (Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. yaitu (1) observasi sehari-hari. atau dilakukan secara incidental. misalnya dalam melakukan tugas. mencium atau mendengarkan sesuatu tentang objek yang diamati. karena pengamat dapat melihat. yaitu observasi yang tidak dipersiapkan secara seksama. Participant observer. maupun sifat-sifat khusus yang nampak dalam menghadapi suatu situasi atau masalah (Furqon dan Yaya Sunarya. dan observasi non partisipatif (non participation observer). atau teknik merekam data tingkah laku individu melalui proses pengamatan langsung dan/atau tidak langsung dalam suatu kegiatan untuk memperoleh gambaran observable behavior (Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. mendengar. sehingga pengamat dapat mengambil kesimpulan. misalnya sambil mengerjakan tugas sehari-hari. 2011). karena (1) diperoleh data perilaku spontan secara natural. Manfaat Observasi Observasi atau pengamatan bermanfaat untuk penyusunan program bimbingan dan konseling. (3) observasi partisipatif (participant observer). dan (3) diketahui penyebab munculnya perilaku (A.

participation observer, yaitu suatu bentuk observasi dimana pengamat tidak terlibat langsung dalam kegiatan kelompok, atau dapat juga dikatan pengamat tidak ikut serta dalam kegiatan yang diamatinya (A. Muri Yusuf, 2005).

Pedoman observasi Teknik observasi perlu dilengkapi dengan instrumen observasi, antara lain Daftar Cek ( Checklist), Skala Penilaian (Rating Scale), Catatan Anekdot (Anecdotal Records), dan alatalat mekanik. Berikut dikemukakan beberapa instrumen yang digunakan dalam observasi, yang diambil dan dimodifikasi dari draft yang dikembangkan oleh Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor tahun 2010. a) Daftar Cek (Checklist) Pengertian Daftar cek sebagai instrumen observasi merupakan suatu daftar pernyataan tentang aspek-aspek yang mungkin terdapat dalam suatu situasi, tingkah laku, dan kegiatan (individu/kelompok). Gejala-gejala perilaku individu/konseli yang dapat diobservasi dengan instrumen/pedoman daftar cek adalah: kebiasaan belajar secara umum, kebiasaan belajar pada jam kosong atau saat guru tidak berada di kelas, kebiasaan dan keterampilan bekerja, aktivitas diskusi kelompok/kelas, kegiatan komunikasi dengan orang lain (teman, guru atau pihak lain), aktivitas ekstrakurikuler di sekolah (seperti Pramuka, KIR, PMR, Basket, Volly, dsb.), dan lain-lain topik yang relevan dengan kegiatan akadmik dan non akademik. Manfaat Daftar Cek Berbagai manfaat daftar cek untuk kepentingan pemahaman diri konseli di antaranya (a) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku secara sistematis, (b) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku dalam waktu singkat, (c) mencatat kemunculan perilaku di dalam dan/atau di luar sekolah, serta (d) mencatat kemunculan perilaku individu dan kelompok sekaligus. Prosedur Pengadministrasian Daftar Cek Selama mengadministrasikan pedoman daftar cek, maka ada tiga (3) tahap yang lazim di tempuh, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap analisis hasil. Tahap persiapan mencakup langkah-langkah berikut: (a) penetapan topik, (b) penentuan variabel, (c) penentuan indikator, (d) penentuan prediktor, dan (e) penyusunan pernyataan/item. Tahap pelaksananaan meliputi langkah-langkah berikut: (a) penyiapan pedoman/format, (b) penentuan posisi mudah mengamati perilaku observi dan tidak
BIMTEK GURU BK SMK 2012 13

menimbulkan perhatian observi, (c) pelaksanaan pengamatan yaitu mencatat dan menandai perilaku observi yang muncul pada format, dan (d) pencatatan terhadap perilaku observi (siswa/konseli yang diobservasi). Tahap analisis data mencakup langkah-langkah berikut: (a) skoring, (b) analisis dan interpretasi, dan (c) kesimpulan. Aplikasi Prosedur Pengadministrasian Daftar Cek 1) Tahap Persiapan, meliputi langkah-langkah berikut: (1) Penentuan topik yang akan diobservasi, misalnya kebiasaan belajar (2) Penentuan variabel, misalnya pertama adalah situasi jam kosong atau pada saat guru tidak ada di kelas; variabel kedua adalah kebiasaan belajar siswa di kelas. (3) Penentuan indikator dengan dua kategori yaitu kategori “Ya” sebagai petunjuk kemunculan sub-sub variabel atau pernyataan, dan kategori “Tidak” terhadap ketidakmunculan sub-sub variabel yang mungkin atau diperkirakan terjadi pada kebiasaan perilaku subyek/observi. Biasanya petunjuk “Tidak” dapat saja tidak disertakan dalam pedoman daftar cek . (4) Penentuan prediktor yaitu menetapkan kreterium terhadap frekuensi kemunculan perilaku. Kreterium ini dibuat berdasarkan kajian teori tentang kebiasaan belajar sebagaimana tertera pada topik. Prediktor ini sekaligus digunakan sebagai acuan untuk interpretasi data. Biasanya digunakan empat (4) kreterium untuk mengkonversi data, sebagaimana tercantum pada tabel konversi berikut.
Tabel Konversi Interval Persentase (%) 76 – 100 51 – 75 26 – 50 1 – 25 Klasifikasi Sangat Tinggi Cukup Tinggi Sedang Rendah Interpretasi Sangat rajin belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas Rajin belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas Cukup rajin belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas Tidak rajin/malas belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas

(5) Penyusunan pernyataan/item dengan merumuskan pernyataan/item sub-sub variabel sebagai ejawantahan aspek perilaku yang diobservasi, khususnya kebiasaan belajar siswa di kelas pada situasi jam kosong atau saat guru tidak ada di kelas. Berikut contoh pedoman/format daftar cek tentang kebiasaan belajar siswa di kelas pada saat jam kosong atau guru tidak ada di kelas (Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan

BIMTEK GURU BK SMK 2012

14

Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor,2010).

BIMTEK GURU BK SMK 2012

15

Tujuan observasi ada V. Pernyataan/Item NO 1 2 3 4 5 6 7 8 . Petunjuk : Berilah tanda cek (V) pada kolom yang sesuai dengan pernyataan atau gejala perilaku yang diamati YA TIDAK II.. . Nama 2. Tempat observasi 8. Hari/tgl observasi 7. Tempat/tgl lahir 6. Dst PERNYATAAN (SUB-SUB VERIABEL) Membaca catatan yang lalu Berbincang dengan teman tentang materi pelajaran Memprakarsai teman se kelas melakukan diskusi Berdiskusi dengan beberapa teman tentang materi pelajaran Mempelajari bahan pengayaan yang ditawarkan Menyusun masalah sendiri dan berusaha menemukan solusi Melakukan eksperimen atas prakarsa sendiri Mengoreksi kembali PR Kesimpulan: ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… Observer __________ BIMTEK GURU BK SMK 2012 16 . NIS/absen 4.. Aspek yang diobservasi III.Pedoman Daftar Cek (Individual) I. Waktu/durasi : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : Kebiasaan belajar siswa pada situasi jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas : Mengetahui kebiasaan belajar siswa pada situasi jam kosong dan saat guru tidak di kelas IV. Jenis Kelamin 5. Kelas/program 3. Identitas Siswa 1.

maka diperoleh sejumlah 10 lembar daftar cek yang sudah diisi. maka diketahui (f). (2) menentukan N dengan cara mengalikan jumlah item pernyataan (n = 8) dengan k (sebanyak 10).. Dst Kesimpulan: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… Observer _________ PERNYATAAN Membaca catatan yang lalu Berbincang dengan teman tentang materi pelajaran Memprakarsai teman se kelas melakukan diskusi Berdiskusi dengan beberapa teman tentang materi pelajaran Mempelajari bahan pengayaan yang ditawarkan Menyusun masalah sendiri dan berusaha menemukan solusi Melakukan eksperimen atas prakarsa sendiri Mengoreksi kembali PR NAMA SISWA 2) Tahap Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan ini terlebih dahulu observer menyiapkan pedoman daftar cek. (1) menghitung jumlah frekuensi observasi (k). pada saat pelaksanaan ini diusahakan agar observi tidak ‘menyadari’ jika dirinya sedang diobservasi. sehingga hasilnya sebesar 75%. (4) menghitung persentase (%) dengan rumus p = f/N X 100%. 3) Tahap Analisis Hasil dan Interpretasi Ada lima (5) langkah lazim digunakan pada tahap analisis hasil. (5) mengkonversikan hasil persentase BIMTEK GURU BK SMK 2012 17 . . maka p = 60/80 X 100%. misalnya. sebanyak 60. selanjutnya observer menempati posisi ‘dekat’ dengan observi kemudian mencatat perilaku observi. misalnya dilakukan sepuluh kali. sehingga hasil perkalian tersebut diketahui N = 8X10= 80. yaitu N = n X k.Pedoman Daftar Cek (Kelompok) No 1 2 3 4 5 6 7 8 . (3) menjumlahkan seluruh frekuensi kemunculan perilaku kebiasaan belajar siswa (selama 10 kali pengmatan)..

Hal terpenting dalam pencatatan gejala perilaku observi dengan skala penilaian adalah makna tiap-tiap skala beserta penjabarannya. dan lain-lain topik yang relevan dengan kegiatan akadmik dan non akademik di sekolah. kebiasaan dan keterampilan bekerja. Manfaatnya adalah (a) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku secara sistematis. aktivitas diskusi kelompok/kelas. BIMTEK GURU BK SMK 2012 18 . b) Skala Penilaian (Rating Scale) Pengertian Skala Penilaian Skala penilaian adalah alat rekam observasi yang memuat daftar gejala tingkah laku observable behavior yang dicatat/cek secara berskala. Proses pengamatan dengan skala penilaian ini. yaitu tahap persiapan. aktivitas ekstrakurikuler di sekolah. (c) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku dalam derajat penilaian. skala kualitatif/deskriptif dijabarkan dalam rentang deskripsi yang memiliki derajat penilaian berbeda mulai dari penilaian paling tinggi sampai penilaian paling rendah. kebiasaan belajar mata pelajaran tertentu. Berdasarkan hasil konversi dapat diketahui bahwa frekuensi kemunculan kebiasaan belajar siswa pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas sebesar 75%. yang berarti siswa tersebut tergolong rajin belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas berdasarkan pencatatan/hasil observasi dengan menggunakan pedoman daftar cek. skala kualitatif (skala deskriptif/kata). Ada tiga jenis skala yang sering digunakan dalam pelaksanaan observasi. keterampilan komunikasi dengan teman sebaya atau guru. yaitu skala kuantitatif (skala angka). observer mencatat kemunculan perilaku berdasarkan kategori skala.dengan tabel konversi yang dibuat sebelumnya (Tabel Konversi). kebiasaan belajar pada jam kosong dan saat guru tidak ada di kelas. Gejala perilaku dapat dicatat dengan menggunakan instrumen/pedoman skala penilaian antara lain: partisipasi siswa dalam kegiatan diskusi. dan skala grafis (perpaduan skala angka dan kata). kegiatan belajar siswa secara umu. Prosedur Pengadministrasian Skala Penilaian Pengadministrasian observasi dengan pedoman skala penilaian dilakukan melalui tiga tahapan. Manfaat Skala Penilaian Pada dasarnya skala penilaian ini bermanfaat bagi kepentingan pemahaman diri konseli melalui teknik observasi yang lebih khas diukur dari derajat penilaian. (b) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku dalam waktu singkat. Misalnya. sehingga hasil interpretasi data dapat disimpulkan. (d) mencatat kemunculan perilaku di dalam dan/atau di luar sekolah. serta (e) mencatat kemunculan perilaku individu dan kelompok sekaligus.

pelaksanaan, dan analisis hasil. Tahap persiapan mencakup langkah-langkah berikut: (a) penetapan topik, (b) penentuan variabel, (c) penentuan indikator, (d) penentuan prediktor, dan (e) penyusunan pernyataan/item. Tahap pelaksananaan meliputi langkah-langkah berikut: (a) penyiapan pedoman/format skala penilaian, (b) penentuan posisi observasi yaitu observer mengambil posisi yang tepat agar mudah mengamati perilaku observi dan tidak mengganggu perhatian observi, (c) pelaksanaan pengamatan yaitu mencatat derajat perilaku observi yang muncul pada format skala penilaian, dan (d) pencatatan terhadap perilaku observi (siswa/konseli yang diobservasi). Tahap analisis hasil mencakup langkah-langkah berikut: (a) skoring, (b) analisis dan interpretasi, dan (c) kesimpulan. Aplikasi Prosedur Pengadministrasian Skala Penilaian 1) Tahap persiapan, meliputi langkah-langkah berikut: (1) Penentuan topik yang relevan, misalnya kebiasaan belajar siswa’ (2) Penentuan variabel adalah kebiasaan belajar di sekolah. Variabel tersebut diuraikan menjadi sub-sub variabel yaitu kehadiran, kesiapan belajar, kelengkapan sarana belajar. Berdasarkan sub-sub variabel disusun penyataan/item dengan menggunakan kata-kata yang menggambarkan observable behavior. (3) Penentuan indikator. Pada langkah ini terlebih dahulu ditetapkan jenis atau derajat penilaian/skala, baik skala kuantitatif atau skala kualitatif/deskriptif maupun skala grafis. Misalnya, derajat penilaian kuantitatif ditetapkan dengan angka 1 – 5, derajat penilaian kualitatif/deskriptif dengan pernyataan mulai dari selalu, sering, kadang-kadang, dan tidak pernah, dan derajat penilaian grafis dengan penggabungan skala angka dan kata-kata. Pada dasarnya, langkah ini dimaknai sebagai penetapan derajat penilaian atas kemunculan perilaku observi pada suatu kegiatan. (4) Penentuan prediktor, yaitu menetapkan kreterium terhadap frekuensi kemunculan perilaku. Kreterium ini dibuat berdasarkan kajian teori tentang kebiasaan belajar sebagaimana tertera pada topik. Prediktor ini sekaligus digunakan sebagai acuan untuk interpretasi data. Ada empat (4) kreterium yang biasa digunakan untuk mengkonversi data, sebagaimana tercantum pada tabel konversi berikut.

BIMTEK GURU BK SMK 2012

19

Tabel Konversi Interval Persentase (%) 76 – 100 51 – 75 26 – 50 1 – 25 Klasifikasi Sangat Tinggi Cukup Tinggi Sedang Rendah Interpretasi Sangat rajin belajar Rajin belajar Cukup rajin belajar Tidak rajin/malas belajar

(5) Penyusunan pernyataan/item dengan merumuskan pernyataan/item berdasarkan pada penjabaran sub-sub variabel sebagai ejawantahan aspek perilaku yang diobservasi, khususnya kebiasaan belajar siswa. Berikut contoh pedoman skala penilaian.

BIMTEK GURU BK SMK 2012

20

Pedoman Skala Penilaian Kualitatif I. Identitas Siswa 1. Nama 2. Kelas/program 3. NIS/absen 4. Jenis Kelamin 5. Tempat/tgl lahir 6. Hari/tgl observasi 7. Tempat observasi 8. Waktu/durasi : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : ……………………………….. : Kebiasaan belajar siswa di : Mengetahui kebiasaan belajar di sekolah : Berilah tanda cek (V) pada skala yang sesuai dengan pernyataan gejala perilaku yang diamati V. Pernyataan/Item No 1 2 3 4 5 .. .. dst Kesimpulan: ……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………… Observer _________ Sub Variabel Pernyataan Tingkah laku Datang tepat pada waktunya, atau lebih awal Mempersiapkan kelengkapan peralatan belajar Memperhatikan guru menyajikan pelajaran Mencatat materi pelajaran Merespon apabila diberi kesempatan Skala Selalu Sering Kadangkadang Tidak pernah

II. Aspek yang diobservasi sekolah III. Tujuan observasi siswa IV. Petunjuk atau

BIMTEK GURU BK SMK 2012

21

. : ………………………………. : ……………………………….Pedoman Skala Penilaian Kuantitatif I. Tempat observasi 8. : Partisipasi diskusi mata pelajaran PKn III. Petunjuk atau gejala perilaku yang diamati V. : ………………………………. : ………………………………... Tempat/tgl lahir 6. Pernyataan/Item Skala No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 . dst Kesimpulan: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… Observer Sub Variabel Pernyataan Tingkah laku Kehadiran di kelas Duduk di tempat yang tersedia di kelas Mengeluarkan buku catatan dan peralatan tulis Mendengarkan penyajian materi diskusi Bertanya materi yang didiskusikan Menjawab pertanyaan sambil berargumen sesuai materi Menyampaikan saran-saran perbaikan Menulis/mencatat hasil diskusi Mengantuk atau tertidur Melakukan kegiatan lain sewaktu belajar Nilai 4 10 9 Nilai 3 8 7 6 Nilai 2 5 4 3 Nilai 1 2 1 : Mengetahui tingkat partisipasi siswa pada saat diskusi di kelas : Berilah tanda cek (V) pada skala yang sesuai dengan pernyataan II.... Aspek yang diobservasi BIMTEK GURU BK SMK 2012 22 .. Waktu/durasi : ………………………………. : ………………………………. Identitas Siswa 1... Tujuan observasi IV.. : ………………………………. Jenis Kelamin 5.. : ………………………………. Kelas/program 3. Nama 2. Hari/tgl observasi 7. NIS/absen 4.

_________ BIMTEK GURU BK SMK 2012 23 .

Petunjuk V. : ………………………………. Sikap duduk di kelas 1 Tidak sopan sopan 2 Kurang sopan 3 Siap 4 Sangat 3 Sopan 4 Sangat 4.. : ………………………………. Nama 2. : Kebiasaan siswa mengikuti pelajaran di kelas : Mengetahui kebiasaan siswa mengikuti pelajaran di kelas : Berilah tanda cek (V) pada garis skala yang sesuai dengan pernyataan/gejala perilaku yang diamati II.Pedoman Skala Penilaian Grafis I. : ………………………………. : ………………………………. Identitas Siswa 1. : ………………………………. Persipan mengikuti pelajaran 1 2 Tidak siap Kurang siap siap 3... Kelas/program 3. Waktu/durasi : ……………………………….. Mendengar penjelasan guru 1 2 Tidak pernah kadang-kadang 3 Sering 4 Selalu Kesimpulan: ……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………… Observer _________ 2) Tahap Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan ini terlebih dahulu observer menyiapkan pedoman skala penilaian (Skala Penilaian Kualitatif. Kehadiran siswa saat mengikuti pelajaran 1 Terlambat awal 2 Agak terlambat 3 Tepat waktu 4 Sangat 2. Tempat/tgl lahir 6. Pernyataan/Item 1... dan Skala Penilaian Grafis). Skala Penilaian Kuantitatif. NIS/absen 4. selanjutnya observer menempati posisi ‘dekat’ dengan observi kemudian mencatat perilaku observi. Hari/tgl observasi 7.. Pada saat pelaksanaan ini BIMTEK GURU BK SMK 2012 24 . Aspek yang diobservasi III. Tujuan observasi IV. Tempat observasi 8. Jenis Kelamin 5.. : ………………………………. : ……………………………….

menyontek. Tahap analisis hasil observasi sebagaimana contoh di atas berlaku untuk analisis Skala Penilaian Kualitatif dan Skala Penilaian Grafis. yaitu catatan yang menggambarkan perilaku. Rekaman catatan anekdot ini sangat berguna untuk menyelidiki kasus dan menelaah perkembangan individu atau sekelompok individu. (2) menentukan N dengan cara mengalikan jumlah item pernyataan (n = 10) dengan k (= 5) dan s (= 4). c) Catatan Anekdot (Anecdotal Records) Pengertian Catatan anekdot merupakan alat perekam observasi secara berkala terhadap suatu peristiwa atau kejadian penting yang melukiskan perilaku dan kepribadian seseorang dalam bentuk pernyataan singkat dan objektif. maka diperoleh lembaran sebanyak 5 lembar. kegiatan atau situasi BIMTEK GURU BK SMK 2012 25 . misalnya lima kali. (5) mengkonversikan hasil persentase dengan tabel konversi yang dibuat sebelumnya (Tabel Konversi). Pencatatan laporan peristiwa penting harus dibedakan antara berita atau fakta dan pendapat (opini) observer. alih-alih khusus. (4) menghitung persentase (%) dengan rumus p = f/N X 100%. Menurut bentuknya catatan anekdot ini diklasifikasikan menjadi 3 yaitu: (a) Catatan Anekdot Deskriptif. maka N = n X k X s. maka p = 150/200 X 100% diperoleh penghitungan sebesar 75%. dengan derajat penilaian kuantitatif 4 skala (s) yaitu 1-2-3-4. Berdasarkan hasil konversi diketahui bahwa frekuensi kemunculan partisipasi siswa pada saat belajar di kelas (untuk mata pelajaran tertentu) sebesar 75%. artinya perilaku keseharian yang terjadinya tidak umum. misalnya 150. yang berarti bahwa siswa tersebut tergolong siswa yang aktif belajar berdasarkan pencatatan/hasil observasi dengan menggunakan pedoman Skala Penilaian Kuantitatif. observasi ini dilakukan terhadap perilaku khusus.diusahakan agar observi tidak ‘menyadari’ jika dirinya sedang diobservasi atau terganggu oleh kegiatan observer. (1) menghitung jumlah frekuensi observasi (k). 3) Tahap Analisis Hasil dan Interpretasi Ada lima langkah yang diperlukan pada tahap analisis hasil observasi dengan menggunakan Skala Penilaian Kuantitatif. (3) menjumlahkan seluruh frekuensi kemunculan perilaku kebiasaan belajar siswa selama 5 kali pada derajat penilaian kuantitatif tertentu. Rekaman peristiwa penting itu menggambarkan perilaku khusus. sehingga hasil perkalian tersebut diketahui N = 10 X 5 X 4 = 200. Peristiwa penting yang dimaksud seperti: perkelahian. membuat gaduh di kelas. maka diketahui (f). Dengan kata lain. membolos. sehingga hasil interpretasi data dapat disimpulkan.

melainkan lebih mengarah pada persiapan pelaksanaan. perkelahian. dan (c) Catatan Anekdot Evaluatif.dalam bentuk pernyataan. Prosedur Pengadministrasian Catatan Anekdot Pengadministrasian catatan anekdot terhadap peristiwa/perilaku khusus dilakukan dalam 3 tahapan. dan (c) mencatat perilaku observer. Manfaat Catatan Anekdot Berbagai manfaat catatan anekdot adalah: (a) dapat memperoleh diskripsi perilaku individu yang lebih tepat. layak-tidak layak. Tahap pelaksanaan mencakup langkah-langkah: (a) menyiapkan format catatan anekdot. membuat gaduh. yaitu tahap persiapan. sehingga akan mengenal ihwal mereka. dan analisis hasil. pelaksanaan. misalnya: kerjasama. menyontek. menggambarkan perilaku. Aspek-aspek perilaku tersebut. (ii) guru yang berminat untuk memahami problema-problema siswa. kegunaan catatan anekdot bagi pemahaman diri individu. ketelitian. meliputi langkah-langkah: (a) penetapan siapa observi. Aplikasi Prosedur Pengadministrasian Catatan Anekdot 1) Tahap persiapan mencakup langkah-langkah berikut: (1) Menentukan aspek perilaku observi yang akan dicatat. dan sebagainya. Pada langkah ini perlu ada penegasan siapa saja yang dilibatkan dalam proses pengamatan dan dalam kapasitas profesional. (b) dapat memperoleh gambaran sebab-akibat perilaku khusus individu. (b) bentuk catatan anekdot yang digunakan. maka catatan anekdot ini pun berguna bagi: (i) guru baru dalam rangka penyesuaian diri dengan siswa. Di samping. besar kemungkinan diprioritaskan bagi anak-anak yang mengalami masalah dan menunjukkan prilaku khusus (khusus). dan dapat diterima-tidak dapat diterima. baik pernyataan yang bersifat umum maupun khusus. benarsalah. dan (c) dapat mengembangkan cara-cara penyesuaian diri dengan masalah-masalah dan kebutuhan individu secara mendalam. membolos. kegiatan atau situasi berupa penilaian oleh observer berdasarkan ukuran baik-buruk. Tahap persiapan ini tidak seperti umumnya dilakukan pada alat rekam observasi yang lain. (b) menentukan posisi observasi. Tahap analisis hasil yaitu memberi komentar dan interpretasi. kegiatan atau situasi yang penafsirannya didukung oleh fakta. yaitu catatan yang menggambarkan perilaku. (2) Menentukan siapa yang melakukan pencatatan. (b) Catatan Anekdot Interpretatif. Semua perilaku anak tanpa terkecuali perlu diamati secara sistematis. Akan tetapi dalam praktiknya. BIMTEK GURU BK SMK 2012 26 . dan (c) berapa banyak observer yang terlibat selama proses pengamatan. dan (iii) bagi konselor untuk memberikan layanan konseling bahkan untuk mengadakan pertemuan kasus (konferensi kasus).

sehingga dipertanggungjawabkan kerahasiaannya. Apabila pencatatan ini dilakukan oleh seorang guru.Apabila pencatatan dilakukan oleh seorang konselor untuk kepentingan bimbingan dan konseling. Sedangkan kartu yang berukuran satu halaman jenis kertas folio berisi beberapa peristiwa siswa yang sama. maka terlebih dahulu mereka harus mempunyai pemahaman dan menyadari pentingnya catatan anekdot. Berbagai bentuk catatan anekdot seperti: kartu kecil yang berukuran setengah halaman jenis kertas folio berisi satu peristiwa dan lazim di sebut kartu/catatan asli.2010). agar tumbuh kesediaan untuk menyusun catatan jika sewaktu-waktu diperlukan. Catatan asli merupakan bahan konfidensial. Beberapa contoh kartu/form catatan adalah sebagai berikut (Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. maka kesediaan dan kompetensi mereka dalam pengamatan tidak diragukan. Selanjutnya menentukan berapa banyak observer yang dilibatkan untuk melakukan pencatatan terhadap perilaku siswa. Form I: Kartu Catatan Anekdot BIMTEK GURU BK SMK 2012 27 . (3) Menetapkan bentuk catatan anekdot. dan bentuk catatan anekdor berkala.

. kemudian mengambil posisi yang memudahkan proses BIMTEK GURU BK SMK 2012 28 .. L/P No Tanggal Tempat Pengamat Kelas: ……………………… Kejadian …………………. Pengamat 2) Tahap Pelaksanaan Pada tahap pelasanaan observer menyiapkan format catatan asli.Siswa: ……………………… L/P Kelas: ……………………… Tanggal: ………………………… Tempat: ………………………… Kejadian Pengamat: …………………… Form II: Catatan Beberapa Peristiwa NO Tanggal Tempat Kejadian Komentar/ interpretasi Saran Pengamat: ……… Form III. Ringkasan Catatan Anekdot Berkala Siswa: ………………………….

Daftar Tallis BIMTEK GURU BK SMK 2012 29 . dan analisis hasil. pelaksanaan. antara lain: (1) Berisi ulasan kesimpulan dan komentar dari observer mengenai perilaku observi (2) Bersifat penilaian evaluatif (baik-buruk. 3) Tahap Analisis Hasil Tahap analisis hasil berupa pemberian komentar/interpretasi observer terhadap perilaku observi pada suatu kejadian berdasarkan hasil pencatatan. Prosedur Pengadministrasian Tally Pengadministrasian observasi dengan tally dilakukan dalam tiga tahapan. Tahap persiapan dilakukan dengan menyiapkan alat pencatat tally sebagai contoh berikut. yaitu tahap persiapan. Selanjutnya observer melakukan pencatatan terhadap perilaku khusus observi dan diusahakan agar ia tidak menyadari jika sedang diamati. kebiasaan. Manfaat Tally Tally bermanfaat untuk mencatat intensitas perilaku dari waktu ke waktu dan berguna memahami individu untuk kepentingan layanan bimbingan dan konseling.pencatatan. tally merupakan alat pencatatan observasi terhadap kemunculan perilaku dengan tanda garis tegak. Ada beberapa hal yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam membuat interpretasi. dan sifat-sifat individu observi d) Tally Pengertian Sebagaimana alat rekam observasi yang telah di sebutkan di atas. benar-salah) (3) Mengungkap “kemungkinan” dibalik perilaku dan simpulan perilaku (4) Mempertimbangkan perasaan observi saat berperilaku dan sasaran perilakunya (5) Mencatat respon lingkungan (6) Memperhatikan anteseden control dan stimulus (7) Peka potensi konflik.

yaitu wawancara yang dilakukan dengan individu tertentu tetapi tidak untuk mendapatkan data tentang individu yang bersangkutan.S... Alat-alat mekanik ini biasanya digunakan sebagai alat bantu/dukung pengumpulan data dengan teknik observasi dan teknik lain. 2002. wawancara dapat dikategorikan dalam tiga bentuk yaitu: (a) wawancara terencana-terstruktur. dan dalam hal ini pewawancara hanya membacakan pertanyaan yang telah disusun dan kemudian mencatat jawaban responden secara tepat.Nama: ………………………………. data akan lebih lengkap dan dapat digunakan kembali untuk menetapkan keabsahan data berdasarkan teknik yang digunakan. (b) wawancara terencana-tidak terstruktur.Winkel & M. yaitu wawancara yang dilakukan langsung berhadapan dengan responden. misalnya wawancara. Robert Edenborough. yaitu suatu bentuk wawancara dimana pewawancara dalam hal ini telah menyusun secara terinci dan sistematis rencana atau pedoman pertanyaan menurut pola tertentu dengan menggunakan format yang baku.M Sri Hastuti. ……………………………. (2) berdasarkan responden yang diwawancarai: (a) wawancara langsung. Wawancara dapat dibedakan menjadi beberapa kategori: (1) berdasarkan pertanyaan yang diajukan. Tingkah laku Mencoret-coret buku Bergurau Menjerit-jerit Memukul teman Keluar dari kerja kelompok …………………………….Muri Yusuf. (b) wawancara tidak langsung. 2010) interviu atau wawancara dapat diartikan suatu cara pengumpulan data dengan jalan mengajukan pertanyaan secara lisan kepada sumber data dan sumber data juga memberikan jawaban secara lisan pula. yaitu suatu bentuk wawancara dimana pewawancara menyusun rencana wawancara tetapi tidak menggunaka format dan urutan yang baku. Kelas: ……………………… Sekolah:…………………. tidak diikat atau diatur oleh suatu pedoman atau oleh suatu format yang baku. W.…. A. ……………………………. 2005. melainkan untuk mendapatkan data tentang BIMTEK GURU BK SMK 2012 30 .1993. Umur: ………………………………. 2) Wawancara (Interviu) Dari berbagai sumber (Wayan Nurkancana. yaitu wawancara berlangsung secara alami. Dengan memanfaatkan alat-alat mekanik ini. (c) wawancara bebas. Hari/Tgl/bulan/Tahun e) Alat-alat Mekanik Alat-alat mekanik adalah alat-alat elektronis dan optis yang digunakan untuk merekam data selama proses observasi.

Pedoman Wawancara Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam penyusunan pedoman wawancara adalah sebagai berikut (A. sikap yang menyenangkan. Aturan Umum Wawancara A. 2005 mengemukakan beberapa aturan umum yang perlu diperhatikan pewawancara. ramah tamah. menyangkut kesederhanaan. rendah hati. (3) catat jawaban pertanyaan secara tepat dan benar. (b) wawancara informal. (4) berdasarkan perencanaan wawancara: (a) wawancara berencana. yaitu wawancara yang dilakukan karena waktu dan tempat wawancara telah direncanakan terlebih dahulu. b) Menentukan bentuk pertanyaa wawancara (1) Apakah menggunakan langsung bentuk langsung atau tidak BIMTEK GURU BK SMK 2012 31 . yaitu menggali informasi lebih dalam sehingga terdapat jawaban yang lebih spesifik. gunakan teknik menjaring/probing. yaitu apabila wawancara tersebut dilakukan dalam suatu ruangan tertentu yang memang sengaja disiapkan untuk mengadakan wawancara dan antara penginterviu dan responden terjalin hubungan yang bersifat resmi. (2) ikuti kata-kata dalam pertanyaan dengan tepat. yaitu sebagai berikut: (1) penampilan dan sikap. lebih terbuka.individu lain. mampu berbahasa yang baik dan benar serta mau dan dapat mendengarkan pernyataan responden dengan baik. Perlu diingat bahwa pewawancara jangan sekali-kali menghafal pertanyaan yang akan diajukan. yaitu wawancara dilakukan karena kebetulan ada kesempatan yang baik untuk mengadakan wawancara. (4) bila jawaban belum jelas. netral.2005): a) Melakukan studi literatur untuk memahami dan menjernihkan masalah secara tuntas. kebersihan dan kerapian dalam penampilan yang akan mendorong kerjasama yang baik dari responden. (1) Melakukan “domain” sebenarnya. (3) berdasarkan situasi wawancara: (a) wawancara formal. Muri Yusuf. tepat dan makna yang lebih jelas serta baik. yaitu apabila wawancara dilaksanakan tidak di tempat khusus dan antara pewawancara dengan responden terjalin hubungan yang tidak resmi. (3) Menentukan tipe wawancara yang akan digunakan. Muri Yusuf. Pewawancara hendaklah terbiasa dengan model pertanyaan yang akan disampaikan. penuh perhatian. (b) wawancara incidental. hormat terhadap responden. yang mewakili masalah yang (2) Mengidentifikasi sampel secara terinci.

Pada waktu wawancara berusahalah: 1) 2) Ikuti tata aturan yang telah ditetapkan dalam petunjuk Tanyakan pertanyaan dengan hati-hati dan berusahalah agar bersifat informal sehingga hubungan tanya jawab menjadi lebih komunikatif. tetapi bacalah pedoman yang telah dibuat sebelumnya. yang menyarankan responden untuk memberikan jawaban sesuai dengan yang diharapkan pewawancara. Harus diingat bahwa wawancara bukanlah percakapan biasa. Memilih waktu yang tepat c. (5) Pewawancara jangan mencoba berkomunikasi sebagai responden karena akan mengurangi hormat dari responden. Jangan menambah kata dari pertanyaan yang ada. (6) Hindari pertanyaan yang membimbing. Janganlah menyarankan jawaban atau membuat persetujuan atau menolak suatu jawaban yang diberikan responden.(2) Apakah khusus atau tidak khusus (3) Apakah yang ditanyakan fakta atau pendapat (4) Apakah berupa pertanyaan atau pernyataan c) Menentukan isi pertanyaan wawancara (1) Nyatakan pertanyaan dalam urutan yang jelas (2) Mulai dari pertanyaan fakta dan sederhana (3) Pertanyaan yang kompleks (4) Gunakan bahan yang tidak meragukan dalam bentuk yang khusus sehingga dapat dipahami responden. Dalam pelaksanaan wawancara. b. Ikutilah urutan pertanyaan yang ada dalam pedoman pertanyaan. beberapa pedoman yang perlu diperhatikan yaitu: a. Jangan bertanya berdasarkan pertanyaan yang telah dihafal. 3) 4) 5) 6) 7) BIMTEK GURU BK SMK 2012 32 . Janganlah menginterpretasikan suatu pertanyaan.

Tugas wawancara mengambil dan informasi. yaitu pertanyaan berkaitan dengan cara responden menilai sesuatu tentang perilakunya sendiri dalam hubungannya dengan orang lain atau lingkungan. dan hasilnya digunakan untuk menggali serta menghimpun keterangan. semua jawaban dari responden. Muri Yusuf. Usahakan selalu bersikap sabar dan terjauh dari perbuatan emosional. 12) Usahakan selama wawancara tidak ada orang lain yang menggangu wawancara. kuesioner dapat dibedakan: (a) Pertanyaan fakta dan informasi. (b) pertanyaan tentang pendapat dan sikap. Pada akhir wawancara jangan lupa mengucapkan terimakasih kepada responden atas bantuannya. 13) Usahakan datang sendirian kepada responden. (2) ditinjau dari bentuk pertanyaan.8) 9) Jangan bersikap reaktif terhadap jawaban responden. kecuali jika merupakan suatu tim. dimana pertanyaan/pernyataannya BIMTEK GURU BK SMK 2012 33 . bukan memberi informasi. yaitu pertanyaan fakta dan informasi yang tersedia berkaitan dengan pengetahuan yang diketahui tentang sesuatu. 14) 15) 16) 17) 18) Selalulah melakukan konsultasi dengan pembimbing jika pewawancara mengalami kesulitan. informasi atau data sebagaimana dibutuhkan. yaitu pertanyaan yang berkaitan dengan perasaan dan sikap responden tentang sesuatu. 11) Usahakan untuk tidak menceriterakan pertanyaan berikutnya. 3) Angket (Kuesioner) Angket adalah alat pengumpulan data secara tertulis yang berisi serangkaian pertanyaan atau pernyataan berhbungan dengan topik tertentu yang diisi oleh siswa/konseli. Usahakan untuk selalu wajar dalam tindakan. sebelum pertanyaan yang diberikan dijawab responden. (c) pertanyaan perilaku. kuesioner dapat dibedakan: (a) angket terbuka. mengumpulkan 10) Usahakan merekam atau mencatat dengan baik. 2005): (1) ditinjau dari segi isi. Usahakan selama wawancara untuk selalu memusatkan perhatian responden pada pertanyaan. Angket terdiri dari beberapa jenis (A.

Menentukan terlebih dahulu apakah akan menggunakan pertanyaa langsung atau tidak langsung 8. Jangan apriori mengasumsikan bahwa responden mempunyai informasi factual atau mempunyai pendapat dari tangan pertama 7. 10. dan kabur.memberikan kebebasan kepada responden untuk memberikan jawaban dan pendapat sesuai dengan keinginan mereka. Menghindari pertanyaan yang panjang. Menentukan terlebih dahulu apakah yang dibutuhkan pertanyaan umum atau khusus. Tanyakan dulu yang lebih sederhana. d) pertanyaan/pernyataan harus relevan. 4. Hindari kata-kata yang bersifat emosional dan sentimentil 15. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat pertanyaan atau pernyataan dalam angket yaitu: a) pertanyaan/pernyataan yang dibuat harus jelas dan tidak meragukan. c) responden harus mampu menjawab. jelas dan utuh 13. Berikut dikemukakan beberapa tips pengembangan angket yang dimodifikasi dari A. sebelum ke yang lebih kompleks BIMTEK GURU BK SMK 2012 34 . Menetapkan terlebih dahulu apakah digunakan pertanyaan terbuka atau tertutup atau kombinasi keduanya. Menetapkan kerangka rujukan pertanyaan 6. 3. 5. (b) angket tertutup. Susun pertanyaan yang tidak memaksa atau mengarahkan siswa/konseli untuk menjawab ke satu arah 14. f) hindari pertanyaan/pernyataan yang bersifat bias/sugestif. Menetapkan aspek atau data yang akan dikumpulkan 2. Lindungi ego dan perasaan siswa/konseli 11. Setiap pertanyaan dinyatakan dengan ringkas. Muri Yusuf (2005): 1. e) pertanyaan/pernyataan sebaiknya tidak terlalu panjang. 9. Menyatakan pertanyaan dengan jelas dan spesifik. Memformulasikan pertanyaan sesuai dengan data yang dibutuhkan. b) hindari pertanyaan/pernyataan ganda. Hindari kata-kata yang meragukan atau kata-kata yang tidak ada gunanya 12. dimana pertanyaan/pernyataannya tidak memberikan kebebasan kepada responden memberikan jawaban dan pendapatnya sesuai dengan keinginan mereka.

Keefektifan AUM Umum Jenis Alat Ungkap Jumlah masalah Terendah Tertinggi Rata-rata BIMTEK GURU BK SMK 2012 35 . Jasmani dan kesehatan 2.16. Jangan jawaban dipengaruhi oleh gaya bahasa atau bentuk jawaban tertentu 17. rapi dan mudah dibaca 20. Mahasiswa. dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Beri kode tertentu (misalnya garis bawah) untuk hal-hal spesifik 18. Aum Umum untuk Siswa SLTA (AUM yang lain untuk SD. dan tingkat keterandalan (dengan teknik tes-rites) sebesar 0. Usahakan pengetikan dan perwajahan bersih. Kesepuluh bidang masalah tersebut adalah sebagai berikut: 1. Agama. Sedangkan keefektifan AUM. Waktu senggang AUM Umum untuk SLTA memiliki kesahihan dengan indeks kecocokan sebesar 84. Karier dan pekerjaan 6. SLTP. Ekonomi dan keuangan 5. Diri pribadi 3. dan Masyarakat). Kategori respon hendaklah mudah dipahami 19. nilai dan moral 8. Hubungan sosial 4. dengan membandingkan jumlah masalah yang dikemukakan siswa melalui cara non-AUM (yaitu dengan menuliskan masalahmasalah yang dialami pada selembar kertas kosong) dengan masalah-masalah yang terungkap melalui AUM. terdiri dari 225 butir yang dikelompokkan ke dalam 10 bidang masalah. Hubungan muda-mudi dan perkawinan 9.25%. Keadaan dan hubungan dalam keluarga 10. Ke 225 butir AUM Umum Siswa SLTA tersebut pernah ditandai oleh siswa (ujicoba) sebagai suatu masalah yang dialaminya.86. Pendidikan dan pelajaran 7. Para calon guru BK/konselor diharapkan memahami dan terlatih dalam pengadministrasiannya sehingga dapat menunjang pelayanan konseling yang akan dilakukannya dalam bertugas. Jangan lupa memberi pengantar dan petunjuk cara mengerjakan 4) Alat Ungkap Masalah (AUM) Umum AUM Umum merupakan salah satu jenis instrumen non tes yang dapat digunakan oleh guru BK/konselor untuk mengungkapkan masalah-masalah umum yang dialami oleh para siswa.

66 AUM PTSDL dilengkapi dengan manual yang berisi tentang deskripsi umum (latar belakang. 367 45. pengolahan hasil (tata cara pengolahan. Para guru BK/konselor diharapkan memahami dan terlatih dalam pengadministrasiannya sehingga dapat menunjang pelayanan konseling yang akan dilakukannya dalam bertugas. 5) AUM PTSDL AUM PTSDL merupakan salah satu jenis instrumen non tes yang dapat digunakan oleh guru BK/konselor untuk mengungkapkan mutu dan masalah belajar yang dialami oleh para siswa. petunjuk pengadministrasian (petunjuk pengerjaan. Keterampilan Belajar (T). dan frekuensi pengadministrasian). yaitu Prasyarat Penguasaan Materi Pelajaran (P). waktu penyelenggaraan. karakteristik). AUM PTSDL untuk siswa SLTA memiliki kesahihan dengan indeks kecocokan sebesar 86. dengan membandingkan jumlah masalah yang dikemukakan siswa melalui cara non-AUM (yaitu dengan menuliskan masalah-masalah yang dialami pada selembar kertas kosong) dengan masalah-masalah yang terungkap melalui AUM. Sarana Belajar (S). dan tingkat keterandalan (dengan teknik tes-rites) sebesar 0. Diri Pribadi (D). karakteristik). dan berdasarkan jenis-jenis layanan BK). Keefektifan AUM PTSDL SLTA Jumlah Masalah Terendah Tertinggi 1 4 9 97 Jenis Alat Ungkap Non – AUM PTSDL AUM AUM PTSDL Rata-rata 1. petunjuk pengadministrasian (petunjuk pengerjaan. BIMTEK GURU BK SMK 2012 36 .176 Sebagai suatu instrumen yang telah distandardisasikan. penggunaan hasil (umum.36%. AUM PTSDL untuk siswa SLTA terdiri dari 165 butir yang dikelompokkan ke dalam lima bidang. dapat dilihat pada tabel di bawah ini. lembaran jawaban.94 45.Non – AUM AUM 2 8 7 126 1. lembaran jawaban. data yang diperoleh— individual dan kelompok).76. dan Lingkungan Belajar dan Sosio Emosional (L). Sedangkan keefektifan AUM. AUM ini dilengkapi dengan manual yang berisi tentang deskripsi umum (latar belakang.

memperbaiki penyesuaian hubungan sosial siswa secara individual. atau untuk mengumpulkan data tentang pola dan struktur hubungan antara individu-individu dalam suatu kelompok (Wayan Nurkancana. tujuan digunakannya teknik sosiometri adalah sebagai alat penyaringan untuk mengidentifikasi pola hubungan antar individu pada suatu kelompok. dengan tujuan untuk mengetahui hubungan yang ada di antara anggota dalam suatu kelompok (A. konflik dan potensi kelompok yang dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk menciptakan iklim kelompok yang positif dan mendukung pengembangan diri individu (Eko Susanto. penolakan. merencanakan kegiatan intervensi dalam menciptakan iklim sosial yang diharapkan dengan cara meningkatkan hubungan sosial. penggunaan hasil (umum. dan pemahaman diri antar siswa berkenaan dengan pergaulan sosialnya. baik tentang mutu kegiatan belajar maupun masalah belajar). 2005:145). ketertarikan. atau dapat dikatakan bahwa sosiometri merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengetahui tingkat dan pola hubungan sosial antar individu dalam suatu kelompok yang mengacu pada kriteria tertentu.waktu penyelenggaraan. Muri Yusuf. antara lain untuk memperbaiki struktur hubungan sosial para siswa. data yang diperoleh— individual dan kelompok. terkait dengan penyesuaian diri. menemukan norma-norma pergaulan antar siswa yang diinginkan dalam kelompok/ kelas yang bersangkutan. penerimaan sosial. yang diselidiki melalui metode ini adalah status sosial masing-masing anggota kelompok menurut pandangan pribadi anggota yang lain dalam kelompok. status sosial ini tercermin pada diterima atau tidak diterima oleh anggota kelompok. pengolahan hasil (tata cara pengolahan. popularitas. 1993). 2010). kriteria ini terkait dengan pengalaman individu dalam berinteraksi dengan individu lain di dalam suatu kelompok. Merujuk pada definisi di atas. dan frekuensi pengadministrasian). dan berdasarkan jenis-jenis layanan BK). 2011). 6) Sosiometri Sosiometri merupakan suatu metode untuk memperoleh data tentang hubungan sosial dalam suatu kelompok berdasarkan preferensi pribadi antara anggota-anggota kelompok (WS. menjadi dasar pertimbangan untuk menempatkan siswa dalam kelompok yang sesuai. membantu konselor/guru BK BIMTEK GURU BK SMK 2012 37 . Hasil sosiometri tersebut dapat digunakan. Preferensi pribadi dinyatakan dalam kesukaan untuk berada bersama dengan beberapa anggota kelompok dalam melakukan kegiatan tertentu. partisipasi sosial. Winkel.

induvidu yang demikian disebut bintang (stars). jika tidak mencari informasi dengan menggunakan nominasi negatif. Individu yang tidak menerima nominasi positif atau negatif disebut misterius (ghost). Eko Susanto (2011) merangkum berbagai istilah yang umum digunakan dalam sosiometri. (2) Isolate. pernyataan/pertanyaan sosiometri. metode yang dapat digunakan untuk mengevaluasi struktur kelompok. merekaadalah individu yang belum pernah mendapatkan pilihan positif dari siapapun didalam sebuah kelompok yang demikian biasanya didefinisikan sebagai isolate. Dalam visualisasi sosiogram biasanya diletakkan diluar pinggiran atau tepi untuk menandai isolate dalam sebuah kelompok. disebut juga individu populer yang menerima jumlah pilihan yang besar pada sosiometri. sehingga banyak panah yang semuanya mengarah kepada individu tertentu. istilah yang digunakan pada diagram yang secara visual menunjukkan struktur sosiometri. Dalam penggunaan teknik sosiometri.Tentu saja. sebagai dasar dalam penyusunan program bimbingan konseling. biasanya dibuat dalam bentuk tabel. Tak seorang pun yang memilih BIMTEK GURU BK SMK 2012 38 . Istilah terisolasi (isolate). (3) Misterius (ghost). maka tidak akan ada perbedaan antara misterius (ghost) dan terisolasi (isolate). Mereka menjadi pusat atau pusat tarikmenarik (hub of attraction ). sebagai berikut: a) (1) (2) (3) (4) Istilah umum Sosiometri . Sosiogram . Kriteria . biasanya tidak digunakan untuk menggambarkan individu yang tidak menerima nominsasi negatif. b) Istilah yang digunakan untuk menunjukkan fenomena individual (1) Bintang(Star). Dalam beberapa kasus dengan kriteria negatif mungkin kita akan menemukan individu yang terpilih sebagai bintang negatif (negative star). jumlah individu yang tersisihkan/terisolasi dari anggota kelompok yang lain.mengidentifikasi siswa yang memiliki potensi dan masalah berkenaan dengan hubungan sosial. visualisasi deretan kode yang menunjukkan arah pilihan yang dihubungkan secara vertikal dan horizontal. Sosiomatriks . Ketika sosiogram menunjukkanbanyak individu yang secara positif memilih orang yang sama. seperti dijelaskan di atas bahwa individu yang misterius (ghost) adalah seseorang yang bahkan tidak diakui sama sekali di dalam sebuah kelompok. tampilan ini juga disebut tabulasi.

Perlu dipahami bahwa istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan pilihan pertama dari nominasi yang diajukan. segitiga (triangels) dan lingkaran (circle). BIMTEK GURU BK SMK 2012 39 . Akibatnya. Semakin banyak hubungan yang menyenangkan di dalam kelompok dengan demikian memungkinkanakan tercipta iklim sosial positif yang lebih besar ke dalam kelompok. seperti pulau (island). fenomena pilihan negatif akan membawa situasi berbahaya di dalam kelompok dan harus dihindari. kondisi ini menggambarkan kelompok tersebut sebagai kepulauan (islands). (5) Rejectee . pilihan bolak-balik.mereka pada nominasi positif dan mereka tidak pula menerima pilihan pada nominasi negatif. (2) Gaps. Bagaimanapun. pilihan berurutan seperti A-B-C-D. Dengan demikian jelas bahwa. (a) Kepulauan (Islands). namun memberikan pilihan yang relatif kecil pada individu diluar kelompok. (4) Neglectee: individu yang menerima pilihan relatif kecil pada sosiometri. individu yang menerima pilihan negatif/penolakan. ketika pasangan saling memilih (mutual choice) sehingga membentuk kelompokkelompok kecil yang terpisah dari pola-pola yang lebih besar.Kondisi seperti ini merupakan fenomena yang diharapkan dalam suasana kelompok. Istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan pilihan pertama dari nominasi yang diajukan. mereka mungkin juga tidak dikenal atau tidak diakui keberadaannya di dalam kelompok. dan anggota dari kelompok ini tidak dinominasikan oleh siapa pun dalam pola-pola lain. atau pasangan. (6) Mutual . c) Istilah yang digunakan untuk menunjukkan fenomena kelompok (1) Rantai (Chain).Pasangan ini terdiri dari anak-anak yang memilih satu sama lain. kelompok kecil ---kesenjangan dalam kelompok yakni situasi dimana sejumlah individu saling memilih pada kriteria sosiometri yang sama. atau setidaknya digunakan sebagai pengetahuan yang bermanfaat ketika mereka berada pada satu kelompok dengan kelompok yang lain. dalam kondisi tersebut memungkinkan untuk dievaluasi dengan intervensi sosial yang dilakukan oleh konselor. ketika satu individu menominasikan individu lain dan pada gilirannya ia menominasikan individu yang lain begitu seterusnya. dua individu yang saling memilih satu sama lain pada kriteria sosiometri yang sama. mereka telah membuat nominasi.

(b) Segitiga dan Lingkaran (Trianglesand Circles). khususnya untuk pengembangan alat ukur psikologis. Untuk mendapatkan instrumen yang baik. menentukan dasar konseptual atau dasar teoritis yang digunakan sebagai landasan. pengujian reliabilitas. dan norma. uji coba. penyusunan bentuk akhir. menyusun kisi-kisi atau blue-print. antara lain dapat ditinjau dari segi validitas. reliabilitas. ketika sebuah rantai datang kembali pada dirinya sendiri oleh karena orang terakhir yang mencalonkan orang pertama. merakit soal. menentukan materi alat ukur. penulisan item dan reviu item. penilaian. Djoemadi Darmodjo (2002) mengemukakan prosedur pengembangan instrumen: Perencanaan umum. penulisan item atau soal. Hampir bersamaan dengan itu. analisis item. menentukan jumlah soal. pemilihan format stimulus dan penskalaan. penelaahan dan penyempurnaan item/soal. prosedur yang ditempuh adalah menentukan wilayah yang akan dikenai pengukuran. c. efektifitas. validasi. Prosedur Pengembangan Instrumen Instrumen yang baik harus memenuhi berbagai persyaratan. prates. Sumadi Suryabrata (2000). penggunaan. menentukan subjek yang akan dikenai pengukuran. menentukan taraf kesukaran soal. daya beda. Sedangkan menurut Syaifuddin Azwar (2004) prosedur pengembangan instrumen (khusus untuk pengungkapan aspekaspek psikologis) adalah: identifikasi tujuan (penetapan konstrak psikologis). Menurut Gerald Goldstein & Michel Hersen (2000) prosedur pengembangan instrumen asesmen adalah dengan mengikuti langkah-langkah berikut: 1) reviewing the literature 2) defining the construc 3) test planning and lay out 4) designing the test 5) item tryout 6) item analysis 7) building a scale 8) standardizing the test BIMTEK GURU BK SMK 2012 40 . spesifikasi tujuan dan isi. kompilasi I (seleksi item). Jika terdapat lebih dari tiga orang dengan pola demikian disebut sebagai lingkaran. kompilasi II (format final). operasionalisasi konsep (indikator perilaku). perlu diikuti prosedur pengembangan yang dikemukakan oleh berbagai ahli. menentukan tipe soal. kondisi ini disebut sebagai SEGITIGA jika hanya melibatkan tiga orang.

6) Tahap validasi pertama yang ditempuh adalah validasi teoritik. 2011. 8) Setelah konsep instrumen dianggap valid secara teoritik atau scara konseptual.Di samping itu. 3) Membuat kisi-kisi instrumen dalam bentuk tabel spesifikasi yang memuat dimensi. tipe dan bentuk instrumen yang akan dikembangkan BIMTEK GURU BK SMK 2012 41 . nomor. indikator. dilakukanlah penggandaan instrumen secara terbatas untuk keperluan uji coba 9) Uji coba instrumen di lapangan merupakan bagian dari proses validasi empirik 10) Pengujian validitas 11) Berdasarkan pengujian validitas tersebut. 2005) yang dapat dilakukan oleh guru BK untuk kepentingan pelayanan konseling di sekolah. Djaali dan Pudji Muljano (dalam Imam Hanuji. yaitu melalui pemeriksaan pakar atau melalui panel yang pada dasarnya menelaah seberapa jauh butir instrumen yang dibuat secara tepat dapat mengukur indikator. A. 4) Menulis butir-buti instrumen yang dapat berbentuk pertanyaan atau pernyataan. 7) Revisi atau perbaikan berdasarkan saran dari pakar atau berdasarkan hasil panel. butir dan jumlah butir untuk setiap dimensi dan indikator. kemudian dirumuskan konstruk dari variabel tersebut. diperoleh kesimpulan mengenai valid atau tidaknya sebuah butir atau sebuah perangkat instrumen. berikut dikemukakan prosedur umum pengembangan instrumen (Furqon dan Yaya Sunarya. 1) Menetapkan tujuan 2) Mengembangkan spesifikasi/kisi-kisi/blue print instrumen 3) Menentukan format. 2) Berdasarkan konstruk tersebut dikembangkan dimensi dan indikator variabel. 5) Butir-butir yang telah ditulis merupakan konsep instrumen yang harus melalui proses validasi. baik teoritik maupun empirik. Muri Yusuf. Dengan merujuk pendapat-pendapat di atas. 12) Berdasarkan hasil analisis butir maka butir-butir yang tidak valid dikeluarkan atau diperbaiki untuk diuji coba ulang sedangkan butir-butir yang valid dirakit kembali menjadi sebuah perangkat instrumen 13) Selanjutnya dihitung koefisien reliabilitas 14) Perakitan butir-butir instrumen yang valid untuk dijadikan instrumen yang final. 2011) merinci langkah-langkah penyusunan dan pengembangan instrumen (untuk penelitian) sebagai berikut: 1) Berdasarkan sintesis dari teori yang dikaji tentang suatu konsep dari variabel yang hendak diukur.

Analisis data dan kebutuhan didahului dengan pengumpulan data dan need assessment dengan menggunakan berbagai instrumen. khusus) yang akan dikumpulkan dengan penggunaan tersebut. validitas. Untuk itu diperlukan data yang akurat dan memadai berkenaan dengan diri. individual. tidak untuk mengukur bakat atau minat. Untuk itu langkah-langkah umum yang perlu diikuti oleh guru BK atau konselor adalah: 1) mempelajari manual instrumen 2) mengidentifikasi karakteristik responden 3) melihat kesesuaian antara instrumen dan reponden 4) menyiapkan diri untuk mampu menyelenggarakan pengadiministrasian instrumen 5) menyiapkan aspek teknis dan adminstratif BIMTEK GURU BK SMK 2012 42 . artinya instrumen benar-benar cocok digunakan untuk mengungkapkan apa yang ada pada diri responden.4) Menulis atau merumuskan item-item sesuai dengan format yang dipilih 5) Mengkaji ulang rumusan item-item oleh ahli lain ( judgment) 6) Merevisi item-item berdasarkan hasil judgement 7) Menggandakan instrumen 8) Menggunakan instrumen 2. kebutuhan dan permasalahan serta lingkungan konseli. baik tes mau pun non tes. bukan hasil belajar matematika. serta bentuk data (kelompok. tes inteligensi hanya cocok untuk mengukur kecerdasan. Agar penggunaan instrumen tersebut sesuai dengan tujuan dan maksud penggunaannya. Hal ini diperlukan karena tidak semua instrumen cocok dan perlu digunakan untuk semua responden. umum. kebutuhan untuk apa data hasil instrumen tersebut akan digunakan. Konselor yang akan mengaplikasikan intrumen harus benar-benar memilih dan menyesuaikan instrumen (materi. Pemilihan Instrumen Program bimbingan dan konseling harus disusun berdasarkan data dan analisis kebutuhan peserta didik. bahkan seringkali suatu instrumen hanya dapat digunakan untuk kelompok responden dengan kondisi tertentu. inventori kreatifitas untuk mengukur kreatifitas. Dalam pemilihan instrumen yang akan digunakan. diperlukan komampuan dan kejelian dalam memilih instrumen yang akan digunakan. potensi. misalnya AUM PTSDL SLTP hanya cocok untuk mengungkapkan masalah-masalah anak SMP atau sedrajat. dan sebagainya. reliabilitas) dengan responden dan karakteristik yang hendak diakses pada diri responden (Prayitno. maching antara instrumen dan responden harus benar-benar tepat. 2012).

2010. Penggunaan Instrumen a. operasionalisasi pengadmistrasian instrumen (mulai dari perencanaan sampai pada pelaporan adalah sebagai berikut (Mudjiran dkk. 1) Perencanaan a) Menetapkan objek yang akan diukur/diungkapkan b) Menetapkan subjek yang akan mengikuti asesmen c) Menetapkan/menyusun instrumen sesuai dengan objek dan subjek yang akan dites d) Menetapkan prosedur asesmen e) Menetapkan fasilitas f) Menyiapkan kelengkapan administratif 2) a) Pelaksanaan Mengkomunikasikan rencana aplikasi instrumen kepada pihak terkait pelaksanaan BIMTEK GURU BK SMK 2012 43 . tujuan. 2012). bentuk. Dalam hal ini konselor perlu mengemukakan: 1) pokok isi. pengadminstrasian instrumen perlu diawali dengan penjelasan tentang apa. Tata cara pelaksanaan Pengadministrasian instrumen pada dasarnya dilaksanakan sesuai dengan petunjuk yang dikemukakan dalam manual instrumen. mengapa. yaitu: 1) memahami isi dan bentuk instrumen yang akan digunakan secara mendalam dan menyeluruh 2) memahami dan dapat melaksanakan prosedur dan cara-cara pengadministrasian instrumen yang akan digunakan 3) memahami dan dapat melaksanakan cara pengolahan respon/jawaban responden/konseli 4) memahamai dan dapat melaksanakan interpretasi/penafsiran terhadap hasil-hasil instrumen Untuk keperluan pelayanan konseling. Kewenangan menyelenggarakan administrasi instrumen non tes pada umumnya lebih terbuka. dengan catatan calon penyelenggara itu harus terlebih dulu berlatih sehingga benar-benar mampu menyelenggarakan sesuai dengan syarat-syarat asesmen yang baik (Prayitno. dan kegunaan instrumen bagi responden 2) bagaimana menjawab dan mengerjakan instrumen. termasuk alokasi waktu yang disediakan 3) bagaimana jawaban/respon responden diolah 4) bagaimana hasil pengolahan disampaikan kepada responden 5) bagaimana hasil tersebut digunakan dan apa yang perlu atau diharapkan dilakukan responden Secara umum. 2012).3. Prayitno. bagaimana dan untuk apa instrumen itu diadministrasikan kepada siswa atau konseli. khususnya instrumen yang sudah distandardisasikan.

Sedapatdapatnya paling lambat dalam satu minggu hasil instrumen telah terolah dan digunakan. untuk selanjutnya dipergunakan dalam pelayanan bimbingan dan konseling tertentu terhadap siswa yang bersangkutan. Tata cara pengolahan hasil instrumen. Jika hasil demikian itu terjadi. biasanya sudah termuat dalam manual instrumen yang digunakan. Sedangkan untuk instrumen yang dikembangkan sendiri oleh guru BK atau konselor. tidak cocok lagi dengan keadaan siswa yang sudah berubah.b) c) d) e) f) Mengorganisasikan kegiatan instrumentasi Mengadministrasikan instrumen Mengolah jawaban/respon responden Menafsirkan hasil instrumentasi Menetapkan arah penggunaan instrumentasi hasil 3) a) b) c) d) 4) Evaluasi Menetapkan materi evaluasi terhadap kegiatan instrumenasi serta penggunaan hasil-hasilnya Menetapkan prosedur dan cara-cara evaluasi Melaksanakan kegiatan evaluasi Mengolah dan menafsirkan hasil evaluasi Tindak Lanjut a) Menetapkan jenis dan arah tindak lanjut terhadap kegiatan instrumenasi serta penggunaan hasil-hasilnya b) Mengkomunikasikan rencana tindak lanjut kepada pihak terkait c) Melaksanakan rencana tindak lanjut a) b) c) Laporan Menyusun laporan kegiatan aplikasi instrumenasi Menyampaikan laporan kepada pihak terkait Mendokumentasikan laporan kegiatan 5) b. hasil-hasil pengadministrasian instrumen tersebut akan menjadi kedaluarsa. 2010). Masalah-masalah siswa pada satu atau dua bulan kemudian. Apabila pengolahan tertunda. besar kemungkinan berbeda dari masalah-masalah yang mereka alami dan terungkapkan melalui instrumen pada waktu sebelumnya. maka hasil instrumen akan menjadi siasia. biasanya sewaktu pengembangan instrumen tersebut sudah BIMTEK GURU BK SMK 2012 44 . Pengolahan hasil instrumen Hasil pengadministrasian instrumen harus segera diolah. lebih-lebih dalam waktu yang lebih lama lagi. kesegeraan dalam pengolahan hasil AUM akan menjunjung azas kekinian dalam bimbingan dan konseling (Mudjiran dkk. khususnya instrumen yang sudah distandardisasikan.

1. tetapi juga mengarah pada potensi (kekuatan dan hal-hal yang “positif”) dan kebutuhan siswa/konseli. dan norma. ada pula jenis instrumen yang pengolahannya menggunakan kunci untuk memperoleh skor (misalnya tes. Berikut dikemukakan langkah-langkah umum pengolahan data dari suatu instrumen dengan cara manual. tidak hanya menghasilkan data berkenaan dengan kelemahan dan/atau masalah-masalah yang dialami siswa/konseli (hal-hal yang “negatif”). Mengkonversi hasil pengolahan data dengan kriteria/norma instrumen (sesuai manual) Menginterpretasikan hasil pengolahan data BIMTEK GURU BK SMK 2012 45 2. kebutuhan dan permasalahan serta lingkungan siswa atau konseli. potensi. Ditinjau dari keperluan pengumpulan data. Menyiapkan kelengkapan pengolahan data. Ada di antara instrumen yang pengolahan datanya dengan men-tally atau menghitung frekuensi dan persentase. Sesuai dengan kelompok data. maka pengolahan data dan hasilnya mengarah pada keperluan tersebut. pengolahan hasilnya dapat dilakukan per item dan dapat pula untuk keseluruhan item dalam satu instrumen tersebut. baik dengan men-tally/menghitung frekuensi dan persentase. ataupun menskor jawaban siswa/konseli Memasukkan hasil pengolahan (langkah kedua) ke dalam tabel-tabel atau format-format yang telah dipersiapkan. tabel data individual dan kelompok). 5. Artinya pengolahan data dan hasilnya. akan menghasilkan minimal data individual dan kelompok. kelompok. Di sisi lain. sedangkan untuk data potensi akan dikembangkan melalui program bimbingan dan konseling. Untuk data kelemahan/masalah siswa akan dientaskan. terutama formatformat hasil pengolahan. hasil pengolahan instrumen akan mengarah pada pengelompokan data tersebut.dirancang juga tata cara pengolahan datanya serta penggunaan hasilnya. dengan mengumpulkan data diri. untuk satu instrumen. umum. kunci/pedoman scoring (untuk intrumen yang memerlukan kunci). Satu instrumen yang diadministrasikan terhadap sekelompok atau satu kelas siswa. dan membandingkannya dengan kriteria/norma (yang telah ditetapkan). yaitu berupa data individual. yaitu untuk keperluan penyusunan program bimbingan dan konseling. dan khusus. . 4. 3. baik untuk jenis data individual maupun kelompok (tabel tabulasi. AUM PTSDL) dan membandingkannya dengan kriteria/norma yang ada dalam manual instrumen. Melakukan pengolahan.

di samping data tidak valid dan terbuang sia-sia sehingga program bimbingan dan konseling tidak tepat sasaran. ITP. dari hasil interpretasi. baik untuk data kelompok maupun individual. tes. biasanya juga termuat dalam manual instrumen atau telah dirancang sebelumnya sewaktu pengembangan instrumen yang dilakukan oleh guru BK/konselor. range. misalnya dengan memperhatikan rerata. data hasil pengolahan akan diperoleh. baik dalam pengadministrasian. supaya tidak terjadi kekeliruan.6. skor tertinggi dan terendah. pengolahan ataupun dalam interpretasinya. serta kondisi lingkungan yang menghambat ataupun yang menunjang kesuksesan dan perkembangan siswa/konseli. Penafsiran hasil Setelah pengolahan data hasil instrumen (khususnya setelah konversi data dengan menggunakan kriteria/norma). atau instrumen lain yang telah dirancang program pengolahannya). Dari hasil interpretasi tersebut akan diketahui potensi. akan diketahui potensi. juga akan diketahui perbandingan antara individu dengan individu lain atau antara individu dengan kelompok. Tata cara interpretasi data. sedangkan dari data kelompok akan dapat dilihat potensi. Kesalahan akan berakibat. biasanya dapat dilakukan untuk data kelompok/kelas dan data individual. kebutuhan. Melalui program tersebut. Sosiometri. untuk setiap item dan untuk keseluruhan item (total) dalam suatu instrumen. serta kondisi lingkungan yang menghambat ataupun yang menunjang kesuksesan untuk sekelompok siswa/konseli. akan diketahui siapa dan BIMTEK GURU BK SMK 2012 46 . Dari data tersebut. Oleh sebab itu. Hasil interpretasi itu akan dimasukkan ke dalam himpunan data yang selanjutnya akan digunakan untuk penyusunan program bimbingan dan konseling. guru BK/konselor harus mempelajari manualnya dengan seksama. c. masalahmasalah yang dialami. kebutuhan. bagi konselor yang menggunakan instrumen yang dikembangkan oleh orang lain (sudah distandardisasikan). langkah berikutnya yang harus dilakukan oleh guru BK atau konselor adalah penafsiran atau interpretasi data. Untuk data individual misalnya. membahayakan terhadap pribadi-pribadi siswa/konseli. Menetapkan arah penggunaan hasil instrumenasi Apabila pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program computer (misalnya AUM Umum dan AUM PTSDL. biasanya guru BK atau konselor cukup mengentrikan data dan mengikuti “perintah-perintah” yang ada dalam manual program pengolahan data instrumen tersebut. Interpretasi instrumen. masalah-masalah yang dialami. Dengan kata lain. kebutuhan dan permasalahan serta lingkungan siswa atau konseli.

Balitbang Depdiknas. Kegiatan himpunan data dalam bimbingan dan konseling berarti kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik/sasaran layanan. sistematis. minat • Identitas keluarga • Riwayat kesehatan • Catatan anekdot (kejadian khusus) • Masalah diri pribadi b. bakat. Data perkembangan. seperti: • Nilai hasil belajar • Data kegiatan belajar • Riwayat pendidikan • Masalah belajar d. dikolompokkan dan dikemas dalam bentuk tertentu. 2012). seperti: • Identitas diri • Potensi dasar: inteligensi. terpadu. arah dan persiapan karir. Himpunan Data Data merupakan gambaran atau keterangan atau catatan tentang ada dan keadaan tertentu. seperti: • Pekerjaan orangtua/keluarga • Bakat-minat karir. Data yang dihimpun tersebut adalah berkanaan dengan: a. Data perkembangan. Data kemampuan. dan bersifat rahasia (Pusat Kurikulum. dan kondisi (positif dan “negatif”). seperti: • Sosiogram • Teman dekat • Data hubungan sosial • Masalah sosial c. sedangkan himpunan data ( commulative record) berarti berbagai jenis data dihimpun. Data kemampuan. 4. dengan tujuan menyediakan data dalam kualitas yang baik dan lengkap untuk menunjang pelayanan konseling sesuai dengan kebutuhan konseli (Prayitno. baik secara individual maupun dalam posisinya sebagai anggota kelompok/kelas. jurusan yang diambil • Masalah karir BIMTEK GURU BK SMK 2012 47 .bagaimana potensi. kondisi hubungan dan lingkungan sosial. yang diselenggarakan secara berkelanjutan. komprehensif. kegiatan dan belajar. kondisi dan lingkungan diri pribadi siswa. kebutuhan. 2011).

kewarganegaraan. Data Umum: Data yang tidak mengenai diri seseorang dan tidak pula berkenaan dengan kelompok individu tertentu (berasal dari luar diri pribadi atau kelompok). cita-cita • Hasil karya • Status dan kondisi keluarga • Status dan kondisi pekerjaan atau karir • Kondisi kehidupan sehari-hari dan permasalahannya b. Penggunaan Data BIMTEK GURU BK SMK 2012 48 . Misalnya kumpulan leaflet. Prayitno (2012) mengemukakan tiga pengelompokan data. data lingkungan. Pengembangan Data • Langsung: dari sumber asli • Luas: sebanyak-banyaknya tetapi sesuai keperluan • Lugas: bersifat apa adanya. informasi karir dan pendidikan. Data Kelompok: Data mengenai sekelompok individu. gelar. dan sumber informasi lain) Dalam penyelenggaraannya. antara lain: • Hubungan sosial antar individu • Kondisi kebersamaan • Kerjasama kelompok • Hasil belajar sekelompok individu c. (3) kumpulan data kelompok dan laporan kegiatan. (4) program computer (file). minat dan kecenderungan pribadi. umum).Ditinjau dari pengelompokan data (pribadi. (5) kumpulan data umum. Menghimpun data • Data pribadi • Data kelompok • Data umum b. mudah menghimpunnya dan mudah pula mengaksesnya untuk digunakan c. padat dan jelas • Luwes: tidak statis. data dapat dihimpun dalam (1) buku data pribadi. bakat. Data pribadi: semua data yang berkaitan dengan pribadi seseorang. kelompok. alamat. 2012): a. yang tidak berguna dibuang. dan selalu ditambah dengan data baru yang benar-benar berguna • Lancar: mudah penyelenggaraannya dan mudah menggunakannya. Sedangkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan himpunan data adalah (Prayitno. agama • Kondisi fisik dan kesehatan • Potensi diri: kemampuan dasar. (2) himpunan lembaran dengan format yang dirancang khusus. antara lain: • Identitas pribadi: nama. tempat dan tanggal lahir. brosur. yaitu a.

keakuratan. a. Laporan 1) Menyusun laporan (secara berkala) kegiatan himpunan data 2) Menyampaikan laporan kepada pihak terkait BIMTEK GURU BK SMK 2012 49 . keakuratan dan keaktualan data 3) Kemanfataan data 4) Penggunaan teknologi 5) Teknik penyelenggaraan e. Evaluasi 1) Mengkaji efisiensi. Pelaksanaan 1) Mengumpulkan dan memasukkan data ke dalam himpunan data sesuai dengan klasifikasi dan sistem etika yang ditetapkan 2) Memanfaatkan data untuk berbagai jenis layanan konseling 3) Memelihara dan mengembangkan himpunan data c. 2010. dan sistematika data 2) Kelengkapan. klasifikasi. sistematika dan penggunaan fasilitas yang digunakan 2) Memeriksa kelengkapan. 2012). operasionalisasi kegiatan himpunan data (mulai dari perencanaan sampai pada pelaporan adalah sebagai berikut (Mudjiran dkk. kemanfaatan data dalam himpunan data d. mengembangkan lebih lanjut sesuai dengan hasil evaluasi: 1) Bentuk. Perencanaan 1) Menetapkan jenis dan klasifikasi data serta sumber-sumbernya 2) Menetapkan bentuk himpunan data 3) Menetapkan dan himpunan data menata fasilitas pengisian. untuk penyelengaraan dan 4) Menetapkan mekanisme penggunaan himpunan data pemelihraaan 5) Menyiapkan kelengkapan administrasi b. keaktualan dan Tindak Lanjut.• Perencanaan/program layanan • Isi layanan • Laporan kegiatan layanan Secara umum. Prayitno.

serta penggunaan atau arah penggunaan data. atau melakukan kegiatan himpunan data. Materi latihan dapat berupa pengembangan item-item dari contoh instrumen yang sudah dikemukakan dalam bab ini (daftar cek. Secara umum. Jangan sampai data tentang siswa sampai kepada pihak-pihak yang dapat merugikan siswa/konseli. Menyampaikan laporan kepada pihak terkait. peserta diharapkan melakukan latihan. tally). Mendokomentasikan laporan dengan memperhatikan azas kerahasiaan D. yang memuat tentang proses. Pelaporan Kegiatan instrumenasi dan himpunan data yang dilakukan perlu disusun laporannya untuk berbagai keperluan. hasil dan penafsirannya. angket. instrumen dan fasilitas yang digunakan. instrumen dan fasilitas yang digunakan. hasil. Teknik/Instrumen yang Digunakan Petunjuk: 1. baik secara sendiri-sendiri ataupun secara berkelompok. dengan memperhatikan azas kerahasiaan c. b. Tulis jenis data dan tentukan teknik/instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dengan mengisi tabel di bawah ini! BIMTEK GURU BK SMK 2012 50 E. Lampiran (Petunjuk dan format latihan) 1. adalah penerapan azas kerahasiaan. terutama berkenaan dengan instrumen dan kegiatan himpunan data dalam pelayanan bimbingan dan konselig di SMK. Latihan Dalam kegiatan Bimtek ini. Menyusun laporan. Latihan dilakukan dalam kelas yang didampingi oleh instruktur. kegiatan yang dilakukan dalam pelaporan adalah: a. Suatu hal yang sangat perlu diperhatikan. skala. penyimpanan/pendokumentasian ataupun penyampaian laporan kepada pihak terkait.3) Mendokomentasikan laporan 5. Hasil yang diharapkan dari latihan ini adalah peserta dapat mengaplikasikan kemampuannya di tempat bertugas. atau mengerjakan latihan dengan mengisi format-format yang tertera pada lampiran. sosiometri. baik berkenaan dengan penyusunan. Jenis Data dan . dan penggunaannya. baik berkaitan dengan proses. misalnya kepada kepala sekolah/wakil. pengembangan instrumen wawancara.

2. Kelompokkan data tersebut dan rancang instrumen yang akan digunakan untuk pengumpulan data tersebut BIMTEK GURU BK SMK 2012 51 .

BIMTEK GURU BK SMK 2012 52 . …….Tabel Jenis Data dan Teknik/Instrumen yang Digunakan Teknik/Instrumen No Jenis Data Obs Wwc Ang Ket Tes Sosiometri Cat anek AUM ITP ……. …….

2. Layanan yang Dilaksanakan Petunjuk: Jenis Data dan Jenis Tulis jenis data dan tentukan jenis layanan yang dilaksanakan dengan mengisi tabel di bawah ini! Tabel Jenis Data dan Jenis Layanan yang Dilaksanakan Jenis Layanan No Jenis Data BIMTEK GURU BK SMK 2012 53 .

dalam hal ini peran bimbingan dan konseling memberikan fasilitasi bagi siswa untuk dapat mengoptimalkan fungsi potensinya sehingga dapat mencapai kemandirian dan dapat mengatasi persoalannya secara bertanggung jawab. Siswa memiliki keterbatasan. Untuk itu. Bimbingan dan konseling (BK) dalam seting pendidikan dilaksanakan oleh tenaga professional yaitu Sarjana Pendidikan bidang Bimbingan dan Konseling dan telah menempuh pendidikan profesi konselor. unik dan dinamik. Tenaga yang BIMTEK GURU BK SMK 2012 54 . memiliki harapan untuk sukes studi dan karirnya.BAB II PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING A. Siswa dalam kehidupannya tidak lepas dari persoalan yang harus diatasinya dan karena keterbatasan memerlukan bantuan dari pihak lain. mengharapkan dapat bekerja sesuai dengan potensinya dan mengharapkan mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan. PENGANTAR Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terkategori usia remaja. memiliki hak untuk menempuh pendidikan. memiliki potensi untuk berkembang. mempunyai kesempatan untuk memperoleh fasilitasi pendidikan dan bimbingan dan konseling.

BIMTEK GURU BK SMK 2012 55 . bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 27 Tahun 2008 adalah mampu merancang program bimbingan dan konseling. berakhlak mulia. KOMPETENSI. bangsa dan negara. cakap. serta ketrampilan yang diperlukan dirinya.tidak professional diyakini tidak dapat melaksanakan tugas profesinya dengan baik. SUB KOMPETENSI. persoalan secara bertangung jawab dan mencapai kehidupan yang sejahtera dan bahagia. kebijakan pemerintah yang mendukung program BK. B. Untuk melaksanakan layanan profesi BK diperlukan tenaga professional dalam bidang BK. akhlak mulia. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. berkembang optimal. kepribadian. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk itu. Kinerja Guru BK yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan siswa sangatlah diharapkan. dan menjadi warga negara yang demokratis serta tanggung jawab. mandiri. kecerdasan. masyarakat. dan program layanan BK di sekolah membantu tercapainya tujuan pendidikan nasional sebagaimana dituangkan dalam UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. berilmu. sehat. dan kesadaran masyarakat terhadap profesi. Salah satu tugas guru BK sesuai dengan rumusan stadar kompetensi konselor sebagaimana tertuang dalam Permendiknas No. kreatif. DAN INDIKATOR KOMPETENSI Materi bimbingan teknis bagi guru BK SMK disiapkan untuk memberikan pengalaman pelajar yang sesuai dengan kompetensi yang harus dimiliki oleh guru BK atau konselor yaitu kompetensi profesional konselor. diperlukan bimtek bagi guru BK tentang kompetensi tersebut. pengendalian diri. BK memfasilitasi mengentaskan siswa agar dapat mandiri.

INDIKATOR Beberapa indikator materi bimbingan teknis (bimtek) kompetensi profesional dengan sub kompetensi merancang program Bimbingan dan Konseling. (3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. meliputi : 1. mereka harus mendapatkan kesempatan untuk: (1) mengenal dan memahami potensi. dan tugas-tugas perkem-bangannya. maupun lingkungan kerja.SUB KOMPETENSI : Sub kompetensi profesional yang disiapkan bagi guru BK SMK dalam Bab ini adalah Merancang Program Bimbingan dan Konseling. kekuatan. TUJUAN BIMBINGAN DAN KONSELING Tujuan pelayanan BK ialah membantu siswa/ konseli agar dapat: (1) merencanakan kegiatan penyelesaian studi. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. 1. (2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin. lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya. MATERI. (4) mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi. (2) mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya. (3) mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana BIMTEK GURU BK SMK 2012 56 . masyarakat. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. Menganalisis kebutuhan konseli 2. Merencanakan sarana dan biaya penyelenggaraan program bimbingan dan konseling. Menyusun rencana pelaksanaan program bimbingan dan konseling 4. Menyusun program bimbingan dan konseling yang berkelanjutan berdasarkan kebutuhan peserta didik secara komprehensif dengan pendekatan perkembangan 3. perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang. C.

dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing. Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif. Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain. baik fisik maupun psikis. Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME. baik dalam kehidupan pribadi. belajar (akademik). f. tidak melecehkan martabat atau harga dirinya. (4) memahami dan mengatasi kesulitankesulitan sendiri (5) menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya.pencapaian tujuan tersebut. dan karir. e. h. menghormati atau menghargai orang lain. Aspek pribadi-sosial siswa. d. maupun masyarakat pada umumnya. c. yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajibannya. Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat g. dan (7) mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal. sekolah. Bersikap respek terhadap orang lain. yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan. keluarga. pergaulan dengan teman sebaya. Memiliki rasa tanggung jawab. 1. kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat. a. b. Secara khusus BK bertujuan untuk membantu siswa/ konseli agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial. serta dan mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut. i. persaudaraan. BIMTEK GURU BK SMK 2012 57 . tempat kerja. Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship). baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan. Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugrah) dan yang tidak menyenangkan (musibah). Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain. (6) menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya.

Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif. k. dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas. Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain. dan sesuai dengan norma agama. seperti kebiasaan membaca buku. a. j. Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang BIMTEK GURU BK SMK 2012 58 . asal bermakna bagi dirinya. b. f. seperti membuat jadwal belajar. Aspek belajar adalah sebagai berikut. dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya. d. dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. mencatat pelajaran. minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan. a. mengerjakan tugastugas.. dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif. 2. b. seperti keterampilan membaca buku. Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir.atau silaturahim dengan sesama manusia. c. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun. memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu. Memiliki pemahaman diri (kemampuan. tanpa merasa rendah diri. Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar. Aspek karir adalah sebagai berikut. mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran. disiplin dalam belajar. Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif. e. Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian. Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat. d. mengggunakan kamus. 3. Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan. c.

Memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karir. i. Dapat membentuk pola-pola karir. dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan tersebut. kemampuan. h. e. Apabila seorang siswa bercita-cita menjadi seorang guru. g. maka dia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut. maka dapat dilakukan beberapa upaya antara lain: guru BK atau konselor menyusun materi informasi sesuai tujuan BK aspek karir yaitu nomor 3 a s/d i. lingkungan sosiopsikologis pekerjaan. f. Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir. maka setiap orang perlu memahami kemampuan dan minatnya. oberservasi dan magang ke berbagai dunia usaha dan industri yang relevan dengan potensi siswa. Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki. dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan. kemampuan (persyaratan) yang dituntut. prospek kerja. dalam bidang pekerjaan apa dia mampu. kemampuan dan minat. Untuk dapat memberikan pengalaman belajar yang memadai tentang aspek karir siswa. Mengenal keterampilan. pameran hasil karya siswa yang dapat diperdagangkan. Memiliki kemampuan merencanakan masa depan. dan kerjasama dengan lembaga usaha dan industri untuk memberikan pengalaman belajar dan peluang berkar ya serta kesempatan BIMTEK GURU BK SMK 2012 59 . dan kondisi kehidupan sosial ekonomi. Oleh karena itu. menghadirkan alumni yang berhasil untuk memberikan informasi dan orientasi keberhasilannya.pekerjaan yang menjadi citra-cita karirnya masa depan. yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat. siswa diberikan informasi dunia karir baik jenis maupun persaratan dan cara mencapai karir tersebut. yaitu kecenderungan arah karir. dan kesejahteraan kerja.

(5) pengadaptasian dalam arti membantu pihak lain dalam upaya memahami siswa untuk kepentingan layanan bagi siswa yang bersangkutan. (4) penempatan dalam arti membantu menempatkan siswa sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan. konseling kelompok. bimbingan klasikal. media. (3) penyembuhan dalam arti menyembuhkan penyakit yang dapat sembuh dengan informasi-informasi yang tepat. Untuk dapat memberikan layanan BK secara baik dan terarah diperlukan pemahaman secara mendalam tentang diri siswa (konseli) dan kondisi sekolah serta prospek siswa setelah lulus SMK. home visit. kerjasama dengan orang tua. dan (5) pengembangan dalam arti mengembangan bakat dan minat sesuai dengan potensi yang dimiliki siswa dan kesempatan yang ada.(2) perbaikan dalam arti memperbaiki kesalahan pikiran-perasaan-perilaku. ANALISIS POTENSI DAN KEBUTUHAN Layanan BK diperuntukkan bagi seluruh siswa terkategori normal dalam upaya memberikan bantuan pencapaian keberhasilan belajar. Layanan BK bersifat (1) pencegahan dalam arti bahwa mencegah jangan sampai siswa memiliki masalah.bekerja. kerjasama dengan profesi lain. pertemuan kasus. bimbingan kelompok. minat dan kegemaran sesuai dengan kesempatan yang ada. kerjasama dengan instansi/lembaga/perusahaan yang dapat mengembangkan potensi siswa. (4) pemeliharaan dalam arti memelihara situasi dan kondisi siswa agar tetap terjaga menjadi stabil. Di samping itu. (2) penyesuaian dalam arti membantu siswa untuk menyesuaian terhadap situasi baru dimana siswa berada. (3) penyaluran dalam arti membantu siswa untuk menyalurkan bakat. sosial. Strategi layanan BK antara lain dapat dilakukan dengan cara konseling individual. referral. Pemahaman tentang diri siswa dapat dilakukan dengan cara penerapan teknik tes dan teknik non tes (sebagaimana diuraikan di Bab I). dan karirnya. pengembangan pribadi. 2. BIMTEK GURU BK SMK 2012 60 . layanan BK berfungsi: (1) pemahaman dalam arti membantu siswa untuk memahami diri secara baik tentang kelebihan dan kelemahannya.

kepribadian. latar belakang sekolah/pendidikan. Hasil pemahaman dapat dipergunakan sebagai dasar penyusunan program layanan BK. dan (11) Kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga. emosi. cita-cita. (6) Kesadaran gender. kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. ketrampilan. (10) Kematangan hubungan dengan teman sebaya. (8) Perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis). Kondisi latar belakang sekolah/pendidikan antara lain meliputi status sekolah. Siswa memiliki kebutuhan dan diharapkan berkembang optimal sesuai dengan potensi diri dan mencapai kemandirian dalam kehidupannya. fasilitas sekolah. kesehatan panca indera. kegagalan dalam pendidikan. (7) Pengembangan diri. kedisiplinan. karakterisitik budayanya. Masing-masing aspek perkembangan memiliki BIMTEK GURU BK SMK 2012 61 . latar belakang keluarga. kebiasaan. Guru BK atau Konselor hendaknya memahami dan memberikan bantuan pengembangan diri siswa sebagaimana yang telah dirumuskan menjadi Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD) yang meliputi (1) Landasan hidup religius. minat. hubungan sosial dengan guru-karyawan-antar teman. kondisi fisik. (9) Wawasan dan kesiapan karier. pengalaman belajar. kelebihan dan kelemahan fisik. intensitas hubungan antar anggota keluarga. kecerdasan. (4) Kematangan intelektual. tokoh-tokoh yang dianut dan disegani. hoby. Kondisi keluarga antara lain meliputi identitas orang tua. peran dalam kemasyarakatan. iklim sekolah. Kondisi psikis siswa antara lain meliputi bakat. Kondisi fisik siswa antara lain meliputi kelengkapan anggota tubuh. fasilitas kebutuhan dalam kehidupan. keberhasilan dalam pendidikan. latar belakang sosio-kultural dan kemasyarakatan. Kondisi latar belakang sosio-kultural dan kemasyarakatan antara lain meliputi budaya yang dianut. (3) Kematangan emosi. (5) Kesadaran tanggung jawab sosial. kualitas pendidik dan tenaga kependidikan. psikis. kesehatan organ tubuh. dan kebutuhan layanan. pendidikan orang tua. kondisi lingkungan dalam sekolah. status sosial ekonomi. perkembangan siswa. perhatian orang tua. motivasi. (2) Landasan perilaku etis. status anak dalam keluarga. dan fungsi organ tubuh. prestasi yang dicapai.Setidaknya perlu memahami siswa tentang identitas.

tiga dimensi tujuan.Menyadari akan keputusan dan keputusan dan cara pengambilan keragaman alternatif dan pemecahan BIMTEK GURU BK SMK 2012 .terbuka konflik Mengambil keputusan masalah atas dasar 62 Landasan perilaku 2 etis keragaman sumber Keragaman sumber norma yang berlaku di masyaraakat Mempelajari cara- 3 Kematangan emosi cara menghindari konflik dengan orang lain diri sendiri dan orang dan tidak menimbulkan Kematangan 4 intelektual Mempelajari cara. STANDAR KOMPETENSI KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK PADA SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT ATAS dan penyiapan materi layanan dan memberikannya secara terencana dan terjadwal perlu dilakukan oleh guru No Aspek Perkembangan Landasan hidup Tataran/Internalisasi Tujuan Pengenalan Mempelajari hal ihwal ibadah Mengenal Akomodasi Mengembangkan pemikiran tentang Tindakan Melaksanakan ibadah atas keyakinan sendiri 1 religious kehidupan beragama disertai sikap toleransi Menghargai norma sebagai rujukan pengambilan keputusan Bersikap toleran terhadap ragam ekspresi perasaan lain Berperilaku atas dasar keputusan yang mempertimbangkan aspek-aspek etis Mengekspresikan perasaan dalam caracara yang bebas. (2) akomodasi (memperoleh pemaknaan dan internalisasi atas aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai) dan (3) tindakan (perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari dari aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai). Pemahaman tentang standar kompetensi kemandirian peserta didik (SKKPD) BK atau konselor. yaitu: (1) pengenalan/penyadaran (memperoleh pengetahuan dan pemahaman tentang aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai).

ulet sungguh-sungguh peluang untuk berperilaku kekurangannya Menampilkan keunikan diri secara harmonis dalam keragaman 7 Perilaku kewirausahaan Menampilkan hidup hemat.No Aspek Perkembangan Pengenalan pemecahan masalah secara objektif Tataran/Internalisasi Tujuan Akomodasi konsekuensi yang dihadapinya Menyadari nilai-nilai Tindakan informasi/data secara objektif Kesadaran 5 tanggung jawab sosial Mempelajari keragaman interaksi sosial persahabatan dan Berinteraksi dengan keharmonisan dalam orang lain atas dasar konteks keragaman kesamaan interaksi sosial Menghargai Mempelajari Kesadaran gender antar jenis dalam keragaman peraan Berkolaborasi secara harmonis dengan lain perilaku kolaborasi laki-laki atau 6 perempuan sebagai jenis dalam keragaman keharmonisan hidup ragam kehidupan aset kolaborasi dan peran Mempelajari Pengembangan diri Menerima keunikan keunikan diri dalam diri dengan segala konteks kehidupan kelebihan dan sosial Mempelajari strategi dan Menerima nilai-nilai hidup hemat. Internalisasi nilai- Mengembangkan karir dengan 63 niolai yang melandasialternatif perencanaan peluang dan ragam pertimbangan BIMTEK GURU BK SMK 2012 . sungguhsungguh dan kompetitif atas dasar kesadaran sendiri hemat. dan kompetitif 8 (kemandirian sengguh-sungguh sebagai aset untuk perilaku ekonomis) dan kompetitif mencapai hidup dalam keragaman mandiri kehidupan Wawasan dan 9 kesiapan karier Mempelajari kemampuan diri. ulet.ulet.

No Aspek Perkembangan Pengenalan pekerjaan. kondisi lingkungan sekolah. pendidikan. dan aktifitas yang terfokus pada pengembangan Tataran/Internalisasi Tujuan Akomodasi Tindakan pemilihan alternatif karir mempertimbangkan kemampuan. peluang dan ragam karir alternatif karir yang lebih terarah Mempelajari caraKematangan 10 hubungan dengan teman sebaya cara membina dan kerjasama dan toleransi dalam pergaulan dengan teman sebaya Menghargai nilai-nilai kerjasama dan toleransi sebagai persahabatan dengan teman sebaya Mengharagai normanorma pernikahan Kesiapan diri untuk Mengenal norma11 menikah dan berkeluarga norma pernikahan dan berkeluarga dan berkeluarga sebagai landasan bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis Mengekspresikan keinginannya untuk mempelajari lebih intensif tentang norma pernikahan dan berkeluarga Mempererat jalinan persahabatan yang lebih memperhatikan norma yang berlaku dasar untuk menjalin akrab dengan 3. fasilitasi sekolah. peta permasalahan yang dihadapi siswa. konsep BK serta mendukungan tercapainya BIMTEK GURU BK SMK 2012 64 . KONSELING PENYUSUNAN PROGRAM BIMBINGAN DAN Program BK di SMK disusun atas dasar kebutuhan perkembangan diri siswa (standar kemandirian peserta didik). visi dan misi BK. kemampuan guru BK.

personalia pelaksana program. Program BK memberikan gambaran apa yang akan dilaksanakan dalam layanan BK. dan pelaporan program BK. 2. anggaran yang diperlukan dan sumber serta pertanggunganjawaban. dan mingguan. Ke dalam rumusan ini dapat menyangkut konsep dasar yang digunakan. evaluasi baik perencanaan. Rasional Rumusan dasar pemikiran tentang urgensi BK dalam keseluruhan program Sekolah. struktur dan isi/materi program ini bersifat fleksibel disesuaikan dengan kondisi atau kebutuhan siswa berdasarkan hasil penilaian kebutuhan di masing-masing sekolah. landasan hukum. dampak perkembangan iptek dan sosial budaya terhadap gaya hidup masyarakat (termasuk para peserta didik).tujuan pendidikan nasional. Dalam merumuskan program. semesteran. bidang gerak. Visi dan Misi Secara mendasar visi dan misi BK perlu dirumuskan ulang ke dalam fokus isi: Visi: Membangun iklim Sekolah bagi kesuksesan siswa BIMTEK GURU BK SMK 2012 65 . masing-masing saling terkait sehingga menjadi satu matarantai rencana program BK yang utuh. strategi layanan. Dalam rancangan program hendaknya disajikan : rasional. waktu pelaksanaan. kaitan BK dengan implementasi kurikulum. dan hal-hal lain yang dianggap relevan. 1. proses. visi dan misi BK. Program BK yang disusun tahunan. Program dapat terlaksana dan mencapai hasil yang diharapkan sebagaimana dalam rancangan program apabila rancangan disusun secara tepat dan kualitas unggul dan dilaksanakan sesuai rencana. komponen program layanan yang akan dilaksanakan. maupun pelaksanaan. pengembangan rencana pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling (RPLBK). tujuan yang ingin dicapai dari program layanan. sasaran. bulanan. depkripsi hasil analisis kebutuhan layanan bagi siswa berdasarkan need asesmen.

baik kegiatan BIMTEK GURU BK SMK 2012 66 . (b) Komponen Pelayanan Responsif. Rumusan ini tiada lain adalah rumusan tugas-tugas perkembangan. Akomodasi. Rencana kegiatan diperlukan untuk menjamin program BK dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien. karir berlandaskan pada tata kehidupan etis normatif dan ketaqwaan kepada Tuhan YME. Tujuan a. dan d) Komponen Dukungan Sistem (manajemen) 6. Rumuskan tujuan yang akan dicapai dalam bentuk perilaku yang harus dikuasai siswa setelah memperoleh pelayanan BK. Penyadaran. Sedangkan visi dan misi ditentukan oleh sekolah masing-masing. Rencana Operasional. 3. (c) Komponen Perencanaan Individual. 4. dan d. Deskripsi Kebutuhan Rumusan hasil needs assessment (penilaian kebutuhan) siswa dan lingkungannya ke dalam rumusan perilaku-perilaku yang diharapkan dikuasai peserta didik. Komponen Program Komponen program meliputi: (a) Komponen Pelayanan Dasar.Misi: Memfasilitasi seluruh siswa memperoleh dan menguasai kompetensi di bidang akademik. Rencana kegiatan adalah uraian detil dari program yang menggambarkan struktur isi program. yakni Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD). untuk membangun pemaknaan. Tindakan. 5. untuk membangun pengetahuan dan pemahaman peserta didik terhadap perilaku atau standar kompetensi yang harus dipelajari dan dikuasai c. pribadi-sosial. dan menjadikan perilaku atau kompetensi baru sebagai bagian dari kemampuan dirinya. internalisasi. Tujuan hendaknya dirumuskan ke dalam tataran tujuan: b. yaitu mendorong peserta didik untuk mewujudkan perilaku dan kompetensi baru itu dalam tindakan nyata sehari-hari.

Berapa banyak waktu dan yang diperlukan dalam untuk setiap melaksanakan pelayanan bimbingan konseling komponen program perlu dirancang dengan cermat. Pertimbangkan porsi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan di atas. semesteran.di Sekolah maupun luar Sekolah. dan (b) tanpa kontak langsung dengan siswa. Apakah kegiatan itu dilakukan dalam waktu tertentu atau terus menerus. Program Tahunan dan Program semester. dan mingguan. 7. Inventarisasikan kebutuhan yang diperoleh dari needs assessment ke dalam tabel kebutuhan yang akan menjadi rencana kegiatan. Program BK perlu dilaksanakan dalam bentuk (a) kontak langsung. Rencana kegiatan dimaksud dituangkan ke dalam rancangan jadwal kegiatan untuk selama satu tahun. atau majalah dinding). buku-buku. d. Adapun kegiatan bimbingan tanpa kontak langsung dengan peserta didik dapat dilaksanakan melalui tulisan (seperti e-mail. untuk memfasilitasi siswa mencapai tugas perkembangan atau kompetensi tertentu. dan alih tangan (referral). brosur. Tema BIMTEK GURU BK SMK 2012 67 . Kalender kegiatan mencakup kalender tahunan. Untuk kegiatan kontak langsung yang dilakukan secara klasikal di kelas (pelayanan dasar) perlu dialokasikan waktu terjadwal 2 (dua) jam pelajaran per-kelas per-minggu. Pengembangan Tema/Topik (bisa dalam bentuk dokumen tersendiri) Tema ini merupakan rincian lanjut dari kegiatan yang sudah diidentifikasikan yang terkait dengan tugas-tugas perkembangan. e. Program BK Sekolah yang telah dituangkan ke dalam rencana kegiatan perlu dijadwalkan ke dalam bentuk kalender kegiatan. Atas dasar komponen program di atas maka : a. c. bulanan. Perencanaan waktu ini didasarkan kepada isi program dan dukungan manajemen yang harus dilakukan oleh konselor. Kegiatan ini diturunkan dari perilaku/tugas perkembangan/ kompetensi yang harus dikuasai peserta didik b. konferensi kasus . Identifikasikan dan rumuskan berbagai kegiatan yang harus/perlu dilakukan. home visit. Rancangan ini bisa dalam bentuk matrik.

(2) pelayanan responsif. yaitu: (1) pelayanan dasar bimbingan. 10. (3) perencanaan individual. Anggaran Rencana anggaran untuk mendukung implementasi program dinyatakan secara cermat. KONSELING Program BK mengandung empat komponen pelayanan. sebagai bentuk akuntabilitas pelayanan BK. 4. Kolaborasi.Indiv. rasional. dan realistik. Sejauh mungkin perlu dirumuskan pula evaluasi program yang berfokus kepada keterlaksanaan program. Pengembangan Satuan Pelayanan atau Rencana Pelayanan Bimbingan dan Konseling (dapat dalam bentuk dokumen tersendiri) Dikembangkan secara bertahap sesuai dengan tema/topik. Dukungan Sistem Konsultasi. dan Kegiatan Manajemen BIMTEK GURU BK SMK 2012 68 . dan (4) dukungan sistem. Pengembangan Profesional. Evaluasi Rencana evaluasi perkembangan siswa dirumuskan atas dasar tujuan yang ingin dicapai. 8. Keempat komponen program tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. Pelayanan Dasar KOMPONEN PROGRAM BIMBINGAN DAN Komponen Program BK Pelayanan Responsif Peserta didik Pelayanan Per.secara spesifik dirumuskan dalam bentuk materi untuk setiap komponen program. 9.

Pelayanan Dasar 1). atau dengan kata lain membantu konseli agar mereka dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya. dan . pekerjaan. Pelayanan responsive = 15 – 25 %. Tujuan Pelayanan ini bertujuan untuk membantu semua siswa/ konseli agar memperoleh perkembangan yang normal. memiliki mental yang sehat. Secara rinci tujuan pelayanan ini dapat dirumuskan sebagai upaya untuk membantu konseli agar (1) memiliki kesadaran (pemahaman) tentang diri dan lingkungannya (pendidikan. Asesmen kebutuhan diperlukan untuk dijadikan landasan pengembangan pengalaman terstruktur yang disebutkan. Komponen Program Bimbingan dan Konseling Komposisi pengaturan waktu layanan setiap komponen program BK adalah Pelayanan Dasar = 25 – 35 %. Penggunaan instrumen asesmen perkembangan dan kegiatan tatap muka terjadwal di kelas sangat diperlukan untuk mendukung implementasi komponen ini. sosial budaya dan agama). (2) mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku BIMTEK GURU BK SMK 2012 69 25-35% (dapat maksimal). 2).Gambar 1. Pengertian Pelayanan dasar diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada seluruh siswa/ konseli melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan (yang dituangkan sebagai standar kompetensi kemandirian peserta didik) yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya. Pelayanan perencanaan individual = Dukungan sistem = 10-15% a. dan memperoleh keterampilan dasar hidupnya.

Fokus pengembangan Untuk dikembangkan mencapai tujuan tersebut. 4). (5) perkembangan dunia kerja. dan (10) dampak pergaulan bebas. (9) bahayanya perkelahian masal (tawuran). (7) cara melamar pekerjaan. (3) keterampilan kerja profesional. berprestasi. 3). (4) kesiapan pribadi (fisik-psikis. (6) penyadaran keragaman budaya. pemantapan pilihan program studi. sosial. b). (3) mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya. konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada para peserta didik. Materi pelayanan dasar dirumuskan dan dikemas atas dasar standar kompetensi kemandirian peserta didik self-esteem. (3) keterampilan pengambilan keputusan. bertanggung jawab. (6) iklim kehidupan dunia kerja. Semua ini berkaitan erat dengan upaya membantu siswa/ konseli dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya (sebagai standar kompetensi kemandirian). belajar dan karir. Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau brain storming (curah pendapat). (2) motivasi antara lain mencakup pengembangan: (1) pemecahan masalah.yang layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya.Bimbingan Kelas Program yang dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta didik di kelas. (8) kasus-kasus kriminalitas. jasmaniah-rohaniah) dalam menghadapi pekerjaan. Pelayanan Orientasi Pelayanan ini merupakan suatu kegiatan yang memungkinkan siswa dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. (4) keterampilan (5) keterampilan hubungan antar pribadi atau dan (7) perilaku (2) berkomunikasi. Strategi Pelayanan dasar a). untuk BIMTEK GURU BK SMK 2012 70 . fokus perilaku yang menyangkut aspek-aspek pribadi. Hal-hal yang terkait dengan perkembangan karir mencakup pengembangan: (1) fungsi agama bagi kehidupan. dan (4) mampu mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya. Secara terjadwal.

b. staf dan guru-guru. Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai instrumen. Konseling individual. 10 orang). dan tata tertib sekolah. melalui komunikasi langsung. Pengertian Pelayanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada siswa / konseli yang menghadapi kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera. Pelayanan Informasi Yaitu pemberian informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi peserta didik. Materi pelayanan orientasi di sekolah biasanya mencakup organisasi sekolah. d). Pelayanan orientasi ini biasanya dilaksanakan pada awal program pelajaran baru. sebab jika tidak segera dibantu dapat menimbulkan gangguan dalam proses pencapaian tugas-tugas perkembangan. dan alih tangan kepada ahli lain adalah ragam bantuan yang dapat dilakukan dalam pelayanan responsif. Topik yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini. c).mempermudah atau memperlancar berperannya mereka di lingkungan baru tersebut. konseling krisis.d. dan mengelola stress. program ekstrakurikuler. fasilitas atau sarana prasarana. konsultasi dengan orangtua. dan internet). dan lingkungan peserta didik. leaflet. adalah masalah yang bersifat umum (common problem) dan tidak rahasia. kurikulum. e). guru. majalah. 2). Bimbingan ini ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat para peserta didik. seperti : buku. program BK. Pelayanan Pengumpulan Data (Aplikasi Instrumentasi) Merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang pribadi peserta didik. kiat-kiat menghadapi ujian. Bimbingan Kelompok Konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik melalui kelompok-kelompok kecil (5 s. seperti : cara-cara belajar yang efektif. Pelayanan responsif 1).Tujuan BIMTEK GURU BK SMK 2012 71 . baik tes maupun non-tes. maupun tidak langsung (melalui media cetak maupun elektronik. brosur.

3). berkenaan dengan masalah sosial-pribadi. Masalah siswa / konseli pada umumnya tidak mudah diketahui secara langsung tetapi dapat dipahami melalui gejala-gejala perilaku yang ditampilkannya. Fokus pengembangan Fokus pelayanan responsif bergantung kepada masalah atau kebutuhan konseli. dan (13) masalah dalam keluarga. Tujuan pelayanan ini dapat juga dikemukakan sebagai upaya untuk mengintervensi masalah-masalah atau kepedulian pribadi konseli yang muncul segera dan dirasakan saat itu. (5) malas belajar. karir. kegagalan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. (3) berperilaku impulsif (kekanak-kanakan atau melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkannya secara matang). (11) masalah tawuran. minuman keras. pergaulan bebas. bahaya obat terlarang.Tujuan pelayanan responsif adalah membantu siswa konseli agar dapat memenuhi kebutuhannya dan memecahkan masalah yang dialaminya atau membantu konseli yang mengalami hambatan. dan atau masalah pengembangan pendidikan. karena tidak terpenuhi kebutuhannya. Kebutuhan ini seperti kebutuhan untuk memperoleh informasi antara lain tentang pilihan karir dan program studi. sumbersumber belajar. Masalah yang mungkin dialami siswa/ konseli diantaranya: (1) merasa cemas tentang masa depan. (7) kurang bisa bergaul. (9) malas beribadah. Masalah lainnya adalah yang berkaitan dengan berbagai hal yang dirasakan mengganggu kenyamanan hidup atau menghambat perkembangan diri siswa/ konseli. narkotika. (4) membolos dari sekolah. (2) merasa rendah diri. (8) prestasi belajar rendah. (6) kurang memiliki kebiasaan belajar yang positif. (12) manajemen stress. atau gagal dalam mencapai tugas-tugas perkembangan. (10) masalah pergaulan bebas ( free sex). BIMTEK GURU BK SMK 2012 72 . Masalah dan kebutuhan konseli berkaitan dengan keinginan untuk memahami sesuatu hal karena dipandang penting bagi perkembangan dirinya secara positif.

Guru BK atau konselor berkolaborasi dengan guru mata pelajaran dan wali kelas dalam rangka memperoleh informasi tentang siswa (seperti : prestasi belajar. seperti depresi. suasana kerja. c). kehadiran. (6) memberikan informasi yang up to date tentang kaitan mata pelajaran dengan bidang kerja yang diminati siswa. Aspek-aspek itu di antaranya : (1) menciptakan iklim sosio-emosional kelas yang kondusif bagi belajar siswa. (7) memahami perkembangan dunia industri atau perusahaan.4). (5) mereferal (mengalihtangankan) siswa yang memerlukan pelayanan BK kepada guru BK atau koselor. persyaratan kerja. (4) membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar melalui program remedial teaching. membantu memecahkan masalah siswa. kecanduan narkoba. dan penyakit kronis. Strategi pelayanan responsive. a). maka sebaiknya dia mereferal atau mengalihtangankan kepada ahli lain yang lebih berwenang. dan prospek kerja). sehingga dapat memberikan informasi yang luas kepada siswa tentang dunia kerja (tuntutan keahlian kerja. Referal Apabila guru BK atau konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah siswa/ konseli. Konseling ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. Melalui konseling. aktivitas selama pembelajaran). penyebab masalah. tindak kejahatan (kriminalitas). Kolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran atau Wali Kelas. penemuan alternatif pemecahan masalah. Siswa/ konseli yang sebaiknya direferal adalah mereka yang memiliki masalah. (3) menandai siswa yang diduga bermasalah. (8) menampilkan pribadi yang BIMTEK GURU BK SMK 2012 73 . b). (2) memahami karakteristik siswa yang unik dan beragam. siswa/ konseli dibantu untuk mengidentifikasi masalah. Konseling Individual dan Kelompok Pemberian pelayanan konseling ini ditujukan untuk membantu siswa/konseli yang mengalami kesulitan atau hambatan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. dan pengambilan keputusan secara lebih tepat. dan mengidentifikasi aspek-aspek bimbingan yang dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran.

Untuk melakukan kerjasama dengan orang tua ini. (5) Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK). baik dalam aspek emosional. sosial. Kolaborasi dengan pihak-pihak terkait di luar sekolah. pengertian. (3) organisasi profesi BK. Melalui kerjasama ini memungkinkan terjadinya saling memberikan informasi. e). dan (9) memberikan informasi tentang cara-cara mempelajari mata pelajaran yang diberikannya secara efektif. dan (6) Depnaker (dalam rangka analisis bursa kerja/lapangan pekerjaan). (4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait dalam pendidikan. (2) Sekolah memberikan informasi kepada orang tua (melalui surat) tentang kemajuan belajar atau masalah siswa. orang tua. tetapi juga oleh orang tua di rumah. karena guru merupakan “figur central” bagi siswa). maupun moral-spiritual (hal ini penting. (2) instansi swasta. atau pihak pimpinan Sekolah yang terkait dengan upaya membangun kesamaan persepsi dalam memberikan bimbingan kepada para siswa. yang pelaksanaannya dapat bersamaan dengan pembagian rapor. seperti: (1) kepala Sekolah atau komite Sekolah mengundang para orang tua untuk datang ke Sekolah (minimal satu semester satu kali). Kolaborasi dengan Orang tua Guru BK atau konselor perlu melakukan kerjasama dengan para orang tua peserta didik. Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihakpihak (1) instansi pemerintah. dan tukar pikiran antar guru BK atau konselor dan orang tua dalam upaya mengembangkan potensi siswa atau memecahkan masalah yang mungkin dihadapi siswa. BIMTEK GURU BK SMK 2012 74 . dan (3) orang tua diminta untuk melaporkan keadaan anaknya di rumah ke Sekolah.matang. terutama menyangkut kegiatan belajar dan perilaku sehari-harinya. Kerjasama ini penting agar proses bimbingan terhadap siswa tidak hanya berlangsung di Sekolah. Yaitu berkaitan dengan upaya Sekolah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan bimbingan. Konsultasi Guru BK atau konselor menerima pelayanan konsultasi bagi guru. d). f). dapat dilakukan beberapa upaya.

penafsiran hasil asesmen. dan meningkatkan kualitas program BK. Bimbingan Teman Sebaya (Peer Guidance/Peer Facilitation) Bimbingan teman sebaya ini adalah bimbingan yang dilakukan oleh siswa terhadap siswa yang lainnya. perkembangan. melakukan referal. Pemahaman siswa/ konseli secara mendalam dengan segala karakteristiknya. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik itu. Kunjungan Rumah Yaitu kegiatan untuk memperoleh data atau keterangan tentang peserta didik tertentu yang sedang ditangani. Konferensi Kasus Yaitu kegiatan untuk membahas permasalahan peserta didik dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan.menciptakan lingkungan Sekolah yang kondusif bagi perkembangan siswa. serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya. i). Pertemuan konferensi kasus ini bersifat terbatas dan tertutup. Siswa yang akan diperankan sebagai pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan oleh guru BK atau konselor. melalui kunjungan ke rumahnya. Perencanaan individual 1). Pengertian Perencanaan individual diartikan sebagai bantuan kepada siswa / konseli agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan peren-canaan masa depan berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya. Siswa terlatih berfungsi sebagai mentor atau tutor yang membantu siswa lain dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. baik akademik maupun non-akademik. Di samping itu dia juga berfungsi sebagai mediator yang membantu guru BK atau konselor dengan cara memberikan informasi tentang kondisi. c. dan penyediaan informasi yang akurat sesuai dengan peluang dan potensi yang dimiliki BIMTEK GURU BK SMK 2012 75 . h). g). dalam upaya menggentaskan masalahnya. atau masalah siswa yang perlu mendapat pelayanan BK.

atau pengelolaan terhadap perkembang-an dirinya. Kegiatan orientasi. informasi. termasuk keber-bakatan dan kebutuhan khusus konseli. kola-borasi. dunia kerja. Tujuan perencanaan individual ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya memfasilitasi siswa/ konseli untuk merencanakan. Isi layanan perencanaan individual adalah hal-hal yang menjadi kebutuhan konseli untuk memahami secara khusus tentang perkembangan dirinya sendiri. Tujuan Perencanaan individual bertujuan untuk membantu siswa/ konseli agar (1) memiliki pemahaman tentang diri dan lingkungannya. baik menyangkut aspek pribadi. perencanaan. Melalui pelayanan perencanaan individual. yang didasarkan atas pengetahuan akan dirinya. karir. belajar. dan rencana yang telah dirumuskannya. konseling individual. dan mengembangkan kemampuan sosialpribadi. merencanakan karir. memonitor. tujuan. siswa/ konseli diharapkan dapat: 1) Mempersiapkan diri untuk mengikuti pendidikan lanjutan. dan pengembangan sosial-pribadi oleh dirinya sendiri. tujuan dan keputusan yang ditentukan oleh masing-masing konseli. dan (3) dapat melakukan kegiatan berdasarkan pemahaman.konseli amat diperlukan sehingga konseli mampu memilih dan mengambil keputusan yang tepat di dalam mengem-bangkan potensinya secara optimal. 4) Mengambil keputusan yang merefleksikan perencanaan dirinya. Dengan demikian meskipun perencanaan individual ditujukan untuk memandu seluruh konseli. 2) Menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya dalam rangka pencapaian tujuannya. 3). informasi tentang Sekolah. (2) mampu merumuskan tujuan. Fokus pengembangan BIMTEK GURU BK SMK 2012 76 . dan masyarakatnya. dan advokasi diperlukan di dalam implementasi pelayanan ini. sosial. maupun karir. 3) Mengukur tingkat pencapaian tujuan dirinya. pelayanan yang diberikan lebih bersifat individual karena didasarkan atas perencanaan. dan mengelola rencana pendidikan. rujukan. 2).

dan memahami nilai belajar sepanjang hayat. memahami kebutuhan untuk kebiasaan meliputi pengembangan konsep diri yang positif. tata kerja. dan penyaluran). dan karier. (2) karir bekerja meliputi yang mengeksplorasi positif. (2) melakukan kegiatan yang sesuai dengan tujuan atau perencanaan yang telah ditetapkan. peserta didik akan memiliki pemahaman. Siswa/ konseli menggunakan informasi tentang pribadi. dan pengembangan keterampilan sosial yang efektif. Strategi Guru BK atau konselor membantu siswa menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh. yaitu yang menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangan. Dukungan sistem Dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen. dan (3) mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukannya. karir. dan (3) peluang-peluang sosial-pribadi karir. belajar dan karir yang diperolehnya kegiatan untuk (1) merumuskan yang tujuan. d. belajar. memilih kursus atau pelajar-an tambahan yang tepat. sosial. mengeksplorasi latihan-latihan pekerjaan. melakukan pemilihan pendidikan lanjutan atau pilihan jurusan. Melalui kegiatan penilaian diri ini. Pelayanan perencanaan individual ini dapat dilakukan juga melalui pelayanan penempatan (penjurusan. dan merencanakan (alternatif kegiatan) menunjang pengembangan dirinya. 4). atau kegiatan yang berfungsi untuk memperbaiki kelemahan dirinya. dan sosial-pribadi. sosial. penerimaan. dan pengarahan dirinya secara positif dan konstruktif. untuk membentuk siswa menempati posisi yang sesuai dengan bakat dan minatnya. atau aspekaspek pribadi. infra struktur (misalnya Teknologi Informasi dan BIMTEK GURU BK SMK 2012 77 .Fokus pelayanan perencanaan individual berkaitan erat dengan pengembangan aspek akademik. Secara rinci cakupan fokus tersebut antara lain mencakup pengembangan aspek (1) akademik meliputi memanfaatkan keterampilan belajar.

Pengembangan Profesionalitas Guru BK atau konselor secara terus menerus berusaha untuk memutakhirkan pengetahuan dan keterampilannya melalui (a) inservice training. Dukungan sistem ini meliputi aspek-aspek: (1) pengembangan jejaring (networking). a). (2) kegiatan manajemen. (3) berpartisipasi dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan Sekolah. Program ini memberikan dukungan kepada guru BK atau konselor dalam memperlancar penyelenggaraan pelayanan diatas. Sedangkan bagi personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar penyelenggaraan program pendidikan di Sekolah. (d) melakukan riset. 2) Kegiatan Manajemen Kegiatan manajemen merupakan berbagai upaya untuk memantapkan. dan pengembangan kemampuan profesional guru BK atau konselor secara berkelanjutan. (2) pengembangan staf. (c) aktif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah. (4) bekerjasama dengan personel Sekolah lainnya dalam rangka menciptakan lingkungan Sekolah/Madrasah yang kondusif bagi perkembangan konseli. (b) aktif dalam organisasi profesi. (2) menyelenggarakan program kerjasama dengan orang tua atau masyarakat. (e) menempuh BIMTEK GURU BK SMK 2012 78 . dan meningkatkan mutu program BK melalui kegiatankegiatan (1) pengembangan program. (3) riset dan pengembangan. memelihara.Komunikasi). (3) pemanfaatan sumber daya. (5) melakukan penelitian tentang masalah-masalah yang berkaitan erat dengan bimbingan dan konseling. dan (4) pengembangan penataan kebijakan. 1) Pengembangan Jejaring (networking) Pengembangan jejaring menyangkut kegiatan guru BK atau konselor yang meliputi (1) konsultasi dengan guru-guru. dan (6) melakukan kerjasama atau kolaborasi dengan ahli lain yang terkait dengan pelayanan BK. yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada konseli atau memfasilitasi kelancaran perkembangan siswa/ konseli.

Dengan kata lain strategi ini berkaitan dengan upaya Sekolah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan BK. sarana. dan pembiayaan. melakukan referal. dan orang tua siswa/ konseli. dan umpan balik tentang pelayanan bantuan yang telah diberikannya kepada para siswa/ konseli. dan terarah. dalam arti dilakukan secara jelas. (3) organisasi profesi. c). dan pihak institusi di luar Sekolah (pemerintah. (5) Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK). Keterkaitan antar komponen pelayanan dan strategi peluncurannya dapat kerangka kerja utuh BK sebagai berikut. dan (6) Depnaker (dalam rangka analisis bursa kerja/lapangan pekerjaan). dan tercapai bila tidak memiliki suatu sistem pengelolaan (manajemen) yang bermutu. staf Sekolah lainnya. BIMTEK GURU BK SMK 2012 79 . serta meningkatkan kualitas program BK. Pemberian Konsultasi dan Berkolaborasi Guru BK/ Konselor perlu melakukan konsultasi dan kolaborasi dengan guru. Oleh karena itu BK harus ditempatkan sebagai bagian terpadu dari seluruh program pendidikan/ sekolah dengan dukungan wajar baik dalam aspek ketersediaan sumber daya manusia (konselor). dan swasta) untuk memperoleh informasi. orang tua. dan program yang lebih tinggi. (f) melanjutkan studi ke b). (2) instansi swasta. menciptakan lingkungan Sekolah yang kondusif bagi perkembangan siswa/ konseli.pendidikan profesi konselor (PPK). Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak (1) instansi pemerintah. Manajemen Program Suatu program pelayanan BK tidak mungkin akan terselenggara. sistematis. (4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait.

melaksanakan dan memanfaatkan penelitian dalam BK untuk meningkatkan kualitas layanan BK sebagai sumber data bagi kepentingan kebijakan sekolah dan implementasi proses pembelajaran. Tindakan) Permasalahan yang perlu Asesmen Perkembangan Konseli Harapan dan Kondisi Konseli Pelayanan Orientasi Pelayanan Informasi  Konseling Individual Konseling kelompok  Bimbingan kelompok Bimbingan klasikal  R eferal Bimbingan Teman Sebaya Pengembangan media Instrumentasi Penilaian Individual atau Kelompok Penempatan dan penyaluran Kunjungan rumah Konferensi kasus Kolaborasi Guru Kolaborasi Orangtua Kolaborasi Ahli Lain Konsultasi Akses informasi dan teknologi Sistem Manajemen Evaluasi. (3) mengembangkan kesadaran komitmen terhadap etika BIMTEK GURU BK SMK 2012 80 . Sosial) Dukungan Sistem (Aspek Manajemen dan Pengembangan) Perangkat Tugas Perkembangan/ (Kompetensi/ kecakapan hidup. nilai dan moral peserta didik) Tataran Tujuan Bimbingan dan Konseling (Penyadaran Akomodasi. serta pengembangan program bagi peningkatan unjuk kerja professional. Riset dan Pengembangan kegiatan riset dan pengembangan merupakan aktivitas guru BK atau konselor yang berhubungan dengan pengembangan professional secara berkelanjutan. (2) merancang dan melaksanakan serta mengevaluasi aktivitas pengembangan diri guru BK atau konselor professional sesuai dengan standar kompetensi konselor. Remidiasi) Pelayanan Perencanaan Individual (Perencanaan Pendidikan.Asesmen Lingkungan Harapan dan Kondisi Lingkungan KOMPONEN PROGRAM STRATEGI PELAYANAN Pelayanan Dasar Bimbingan dan Konseling (Untuk seluruh peserta didik dan Orientasi Jangka Panjang) Pelayanan Responsif (Pemecahan Masalah. Akuntabilitas Pengembangan Profesi Kerangka Kerja Utuh Bimbingan dan Konseling d). Karir. meliputi : (1) merancang. Personal.

5. catatan-catatan layanan BK. dan SARANA DAN PEMBIAYAAN PENYELENGGARAAN BIMTEK GURU BK SMK 2012 81 . PROGRAM BK Sarana dan prasarana serta biaya yang memadai bagi pelaksanaan profesi bimbingan dan konseling akan membantu kelancaran dan pencapaian tujuan layanan BK. Jenis ruangan yang diperlukan meliputi: (1) ruang kerja. Antar ruangan sebaiknya tidak tembus pandang. dan prinsip-prinsip confidential tetap terjaga.professional. Letak atau lokasi ruang BK di sekolah dipilih lokasi yang mudah diakses (strategis) oleh siswa/ konseli tetapi tidak terlalu terbuka. ukuran. Dengan demikian seluruh siswa/konseli bisa dengan mudah dan tertarik mengunjungi ruang BK. serta berbagai fasilitas pendukung yang diperlukan. dan (7) ruang tamu. ruang administrasi/ data. pengadaan ruang BK perlu mempertimbangkan letak atau lokasi. (3) ruang konseling individual. dan almari. (5) ruang biblio terapi. a. (4) berperan aktif di dalam organisasi dan kegiatan profesi BK. Ruangan administrasi/data perlu dilengkapi dengan fasilitas berupa: lemari penyimpan dokumen (buku pribadi. Dengan memperhatikan prinsipprinsip BK. Jumlah ruang BK disesuaikan dengan kebutuhan jenis layanan dan jumlah personal. jaringan internet. maka diperlukan fasilitas berupa: komputer. jenis dan jumlah ruangan. (4) ruang bimbingan dan konseling kelompok. Ruang Bimbingan dan Konseling Ruang BK merupakan salah satu sarana penting yang turut mempengaruhi keberhasilan pelayanan BK. sebagainya. Ruangan kerja BK disiapkan agar dapat berfungsi mendukung produktivitas kinerja guru BK/ konselor. antara lain. Adapun besaran ukuran ruangan disesuaikan dengan jumlah kehadiran siswa/ konseli ke ruang BK dan jumlah guru BK/ konselor yang ada di suatu sekolah. meja-kursi kerja. (6) ruang relaksasi/ desensitisasi. (2).

buku daftar kunjungan siswa. tape recorder. VCD dan televisi. peribahasa. Ruangan BK kelompok merupakan tempat yang nyaman dan aman untuk terjadinya dinamika kelompok dalam interaksi antara guru BK/ konselor dengan konseli dan konseli dengan konseli. tempat untuk menyimpan majalah. Ruangan relaksasi / desensitisasi / sensitisasi. Ruangan ini dilengkapi dengan perlengkapan antara lain: sejumlah kursi. Jika memungkinkan ruangan ini dapat dilengkapi dengan karpet. karpet . rak buku. jam dinding. Dalam hal ini harus menjamin keamanan data yang disimpan. dan disimpan dalam bentuk soft copy. sosial. baik yang berkenaan dengan informasi pribadi. tulisan dan atau gambar yang memotivasi siswa/ konseli untuk berkembang dapat berupa motto. buku tamu. dan bantal . Fasilitas ruangan yang diharapkan tersedia ialah ruangan tempat bimbingan yang khusus dan teratur. dan karir di masa datang. Ruangan ini dilengkapi dengan satu set meja kursi atau sofa. yang dapat berfungsi sebagai biblio terapi. sehat. dan lukisan. Jika memungkinkan fasilitas pendukung seperti fasilitas internet. Ruangan tamu hendaknya berisi kursi dan meja tamu. Ruangan itu hendaknya sedemikian rupa sehingga di satu segi para siswa/ konseli yang berkunjung ke ruangan tersebut merasa nyaman. dan segi lain di ruangan tersebut dapat dilaksanakan pelayanan dan kegiatan BK lainnya sesuai dengan asas-asas dan kode etik BK. Karena itu selain menyediakan informasi secara lengkap. Khusus ruangan konseling BIMTEK GURU BK SMK 2012 82 . nyaman. Ruangan ini dilengkapi dengan perlengkapan sebagai berikut: daftar buku/ referensi (katalog). serta perlengkapan lain yang memungkinkan tercapainya proses pelayanan BK yang bermutu.lain-lain). ruang baca. VCD/ DVD. tape recorder. Ruangan biblio terapi pada prinsipnya mampu menjadi tempat bagi siswa/ konseli dalam menerima informasi. yang bersih. dan aman. ruangan nyapun mampu menopang banyak orang. televisi. Ruangan konseling individual merupakan tempat yang nyaman dan aman untuk terjadinya interaksi antara guru BK/ konselor dengan konseli. belajar/akademik.

Alat pengumpul data berupa tes yaitu: tes inteligensi. b). Dokumen program BK (misalnya : buku program tahunan. pedoman observasi dalam BK kelompok). fasilitas lain yang diperlukan untuk penyelenggaraan bimbingan dan konseling antara lain: 1). Ruangan BK yang cukup dan penataan ruang kerja professional. biografi dan autobiografi. Di samping itu.2007). Kenyamanan itu merupakan modal utama bagi BIMTEK GURU BK SMK 2012 83 . ruangan kesuksesan program. daftar cek. dan tes prestasi belajar. Di samping. dapat dikembangkan alternative tata ruang BK dengan memperhatikan jumlah personal BK dan lokasi gendung sebagaimana terlampir. Ruangan tersebut hendaknya juga mampu memuat berbagai penampilan. Instrumen pengumpul data dan kelengkapan administrasi seperti: a). tes bakat. Fasilitas Lain Selain ruangan. buku kasus. pedoman wawancara. nyaman dan menjamin kerahasiaan konseli. Alat pengumpul data teknik non-tes yaitu: biodata siswa/konseli.individual harus merupakan ruangan yang memberi rasa aman. tes/inventori minat. skala penilaian. Contoh panataan ruang BK di sekolah dikutip dari Rambu-Rambu Penyelenggaraan Bimbingan Dan Konseling Dalam Jalr Pendidikan Formal (PMPTK. himpunan data siswa/ konseli. tes/inventori kepribadian. tes bakat khusus. Di dalam ruangan hendaknya juga dapat disimpan segenap perangkat instrumen BK. dengan contoh sebagaimana terlampir. pedoman observasi (seperti pedoman observasi dalam kegiatan pembelajaran. dan berbagai data serta informasi lainnya. sosiometri. AUM. dengan modifikasi ukuran ruang. seperti penampilan informasi pendidikan dan jabatan. angket (angket siswa/konseli dan orang tua). ITP. dan buku harian) 2). format rencana/satuan pelayanan. b. format-format surat hendaknya nyaman yang menyebabkan para pelaksana BK betah bekerja. buku program semesteran. catatan anekdot.

Bentuk kartu ini dibuat sedemikian rupa dengan ukuran-ukuran serta warna tertentu. blanko konferensi kasus. sehingga mudah untuk disimpan dalam filling cabinet. buku informasi tentang studi lanjutan atau kursus-kursus. dan dengan daya jangkau pelayanan yang lebih luas. guru BK atau konselor dapat memberikan pelayanan BK secara lebih efisien. perangkat komunikasi dan berbagai software untuk membantu mengumpulkan data. Komputer yang disediakan di ruang BK hendaknya memiliki memori yang cukup karena akan menyimpan semua data BIMTEK GURU BK SMK 2012 84 . Banyak sekali perangkat lunak yang dapat dimanfaatkan oleh guru BK atau konselor dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada para siswa/konseli. alat bantu bimbingan perlengkapan administrasi. buku pribadi.(panggilan. kartu konsultasi. Perangkat tersebut memiliki peranan yang sangat strategis dalam pelayanan BK. c). kartu kasus. mengolah data. Kelengkapan penunjang teknis. seperti data informasi. referal). guru BK/ konselor perlu terampil menggunakan perangkat komputer. menampilkan data maupun memaknai data sehingga dapat diakases secara cepat dan secara interaktif. blanko surat. Mengingat banyak sekali aspek-aspek data konseli yang perlu dan harus dicatat. dan format evaluasi. Untuk menyimpan berbagai keterangan. Dalam kerangka pikir dan kerangka kerja BK terkini. buku-buku panduan. informasi atau pun data untuk masing-masing konseli. para guru BK atau konselor dituntut untuk menguasai sewajarnya penggunaan beberapa perangkat lunak dan perangkat keras komputer. Dalam konteks ini. maka diperlukan adanya suatu alat yang dapat menghimpun data secara keseluruhan yaitu buku pribadi. map dan file dalam komputer. maka perlu disediakan map pribadi. paket bimbingan. khususnya dalam bentuk himpunan data. Alat penyimpan data itu dapat berbentuk kartu. dan agenda surat. format pelaksanaan pelayanan. d). seperti alat tulis menulis. Alat penyimpan data. Selain itu dengan menggunakan perangkat lunak komputer.

c. dan CD interaktif. buku realisasi kegiatan BK. buku hasil wawancara. bahan-bahan informasi pengembangan keterampilan pribadi.siswa/konseli. TV). Biaya Perencanaan anggaran merupakan komponen penting dari manajemen BK. Strategi manajemen program yang dipilih harus disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki. Kebijakan lembaga yang kondusif perlu diupayakan. modul bimbingan. perangkat elektronik (seperti komputer. memiliki kelengkapan audio agar dapat dimanfaatkan setiap konseli untuk menggunakan berbagai CD interaktif informasi maupun pelatihan sesuai dengan kebutuhan dan masalah. film. serta kelengkapan akses internet agar dapat mengakses informasi penting yang diperlukan konseli maupun dimanfaatkan konseli untuk melakukan e-counseling. dan papan informasi BK. filing kabinet/ lemari data (tempat penyimpanan dokumentasi dan data konseli). data kehadiran konseli. CD pembelajaran. Komponen anggaran meliputi: BIMTEK GURU BK SMK 2012 85 . Pelaksanaan program BK harus diperlakukan sebagai kegiatan yang utuh dari seluruh program pendidikan. Anggaran ini harus masuk ke dalam Anggaran dan Belanja Sekolah (ABS) Memilih strategi manajemen yang tepat dalam usaha mencapai tujuan program BK memerlukan analisa terhadap anggaran yang dimiliki. atau buku materi pelayanan bimbingan. leger Bimbingan dan Konseling. laporan kegiatan pelayanan. dan buku/ bahan informasi pengembangan keterampilan hidup. sosial. Kepala Sekolah harus memberikan dukungan yang serius dan sistematis terhadap penyelenggaraan program BK. Strategi yang dipilih tanpa mempertimbangkan anggaran yang dimiliki mungkin hanya akan menjadi angan-angan yang mungkin sulit untuk sampai mencapai tujuan program. belajar maupun karir. OHP. oleh karena itu perlu dirancang dengan cermat berapa anggaran yang diperlukan untuk mendukung implementasi program. berbagai macam program ( software ). tape recorder. LCD.

pembelian alat/ media untuk pelayanan BK.1. BIMTEK GURU BK SMK 2012 86 . penyiapan perangkat layanan konseling individual dan kelompok). dana block grand pemerintah. dan sumber lain yang tidak mengikat sekolah. penyelenggaraan MGBK. Anggaran untuk aktivitas pendukung ( misalnya : home visit. pengembangan alat/ media untuk pelayanan BK). Sumber biaya program BK adalah ABS ( Anggaran Belanja Sekolah). Dengan demikian satuan biaya penyelenggaraan program BK sesuai dengan aturan keuangan yang ditetapkan baik dana dari pemerintah maupun dana sumber lain yang tidak mengikat. pembelian buku pendukung/ sumber bacaan. Anggaran untuk semua aktivitas yang tercantum pada program 2. mengikuti seminar/ workshop atau kegiatan profesi dan organisasi profesi. sumber dana hibah kompetitif. Anggaran untuk pengembangan dan peningkatan kenyamanan ruang atau pelayanan BK (misalnya : pembenahan ruangan. pengadaan buku-buku untuk terapi pustaka. pengembangan staf. 3.

Komponen program BK (pengertian dan strategi) J. TAHUN PELAJARAN 2012-2013 A. Visi dan Misi BK E. LATIHAN Sebagai lanjutan dari sajian materi secara teoritis. Waktu pelaksanaan Program ( tahun ajaran). dan bulanan serta harian). Anggaran yang diperlukan untuk keterlaksanaan program Jakarta. Sifat / fungsi layanan BK I. atau profesi lain yang praktik) O. semesteran. Sasaran/ subyek layanan BK N. PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING SMK ………………. 2. Pengembangan Satuan Layanan/ Rencana Pelaksanaan Layanan Konseling Individual (RPLKI). 23 Mei 2012 Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor Tulislah Konselor bagi yang sudah Kons. adakah mahasiswa praktik. peserta Bimtek diharapkan untuk melakukan pemahaman dan pelatihan meliputi : 1. Pengembangan Tema/Topik layanan L. Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok (RPLBK) Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan Klasikal (RPLBK). Rasional B. Rencana Pelaksanaan Layanan Konseling Kelompok (RPLKK) . Personalia (guru BK atau konselor. K. prasarana BK Menyusun rancangan program BK di sekolah Menyusun rancangan pengembangan sarana dan 1. Bidang gerak BK H. Visi dan Misi Sekolah D. Evaluasi keterlaksanaan program dan hasil Q. Mengetahui Kepala Sekolah 87 . P. Rencana Operasional. Tujuan BK G. Landasan Yuridis C. MENYUSUN RANCANGAN PROGRAM BK Alternatif format 1. (disusunnya program tahunan.. M.D. Diskripsi kebutuhan siswa (SKKPD) F.

PROGRAM TAHUNAN BIMBINGAN DAN KONSELING SMK …. PROGRAM SEMESTERAN/BULANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SMK …. (semester yang Nampak bulan) . Tahun Ajaran 2012/2013 No Prog ram laya nan tuju an Bida ng BK Standar Kompet ensi Kompo nen progra m Strat egi layan an sasar an Tol ok uku r Evalu asi Wak tu (bul an) Penangg ung jawab Alternative format 4. Rencana kebutuhan ruang kerja BK. NEED ASSESSMEN KEBUTUHAN (PENILAIAN KEBUTUHAN) SISWA/ KONSELI. No Kebutuhan/ permasalahan Tujuan Kegiatan Komponen Program Strategi layanan Alternative format 3.Alternative format 2. berdasarkan format 3 dapat disusun alternative format 4. Tahun Ajaran 2012/2013 Disusun berdasarkan waktu. 88 . 2. Rencana kebutuhan barang/alat BK No Nama Spesifikasi Jumlah barang/alat Harga satuan Harga Kegunaan Alternative format 2. MENYUSUN RENCANA SARANA DAN PRASARANA Alternative format 1.

dengan modifikasi ukuran tata ruang konseling) 89 . Contoh penataan ruang Bimbingan dan Konseling (dikutip dari Rambu-rambu pelaksanaan BK dalam Jalur Pendidikan Formal. PMPTK.Dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah dan jumlah personal namun tetap memperhatikan tata ruang kerja professional. 2007.

90 .Alternative 1 Contoh penataan ruang Bimbingan dan Konseling dengan memperhatikan model tersebut dengan penambahan ruang.

91 .Alternative 2 Contoh penataan ruang Bimbingan dan Konseling dengan memperhatikan model tersebut dengan penambahan ruang.

Dalam pendekatan kolaboratif ini dikemukakan kemampuan Konselor bekerja secara kolaboratif. Pada bagian awal akan dikemukakan berbagai kegiatan yang harus dilakukan oleh Konselor sebagai sebuah pedekatan kolaboratif. bimbingan klasikal. dan konseling kelompok. PENGANTAR Program Bimbingan dan Konseling sebagaimana telah dirancang pada Bab II yang dikembangkan dari analisis kebutuhan sebagaimana dijelaskan di Bab I. dan sosial konseli. Sub kompetensi pertama tidak dijabarkan tersendiri. dan karier konseli. resapi dulu indikatorindikator sebagai perwujudan dari kompetensi yang harus dicapai setelah mengikuti bimbingan teknis di bab ini. karier. Materi secara berturut-turut dijabarkan untuk mencapai kompetensi yang telah ditentukan.BAB III IMPLEMENTASI PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING A. dengan mempelajari bab ini. SUB KOMPETENSI. Bab ini ditutup dengan latihan yang harus diselenggarakan setelah mengikuti semua topik pembahasan. Pada bab ini akan dikemukakan berbagai kemampuan yang harus dikuasai oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor untuk mengimplementasikan program. dan pemberian pelayanan referal. peserta akan mengembangkan kemampuan ini dalam praktik nyata di sekolah. Oleh karena itu. Pada bagian terakhir akan dikemukakan kemampuan Konselor untuk mengelola saran dan biaya program. sehingga ada kesempatan untuk melakukan testing realitas walaupun masih dengan kolega guru Bimbingan dan Konseling sendiri. mampu melaksanakan pendekatan kolaboratif dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Pada bagian berikutnya dikembangkan materi terkait dengan kemampuan Konselor untuk menfasilitasi perkembangan pribadi-sosial. Dalam latihan akan diselenggarakan secara berkelompok. KOMPETENSI. kemampuan konsultasi. membutuhkan berbagai kemampuan pengimplementasiannya. B. INDIKATOR Kompetensi 92 . sebab yang dimaksud sub kompetensi itu bila diprasyarati oleh sub kompetensi yang berikutnya. konseling individual. belajar. guru bimbingan dan konseling atau konselor diharapkan dapat melaksanakan program bimbingan dan konseling lebih baik dari yang mereka kerjakan selama ini. Sebelum mempelajari dan berlatih terkait materi. mampu memfasilitasi perkembangan akademik. personal. serta dapat mengelola sarana dan biaya program bimbingan dan konseling secara efektif dan efisien. Harapannya. Beberapa kemampuan yang harus dikuasai Konselor adalah kemampuan untuk melakukan bimbingan kelompok.

karier. dimana setiap komponennya memiliki arah yang sama yakni perkembangan optimal setiap siswa. dan konseling kelompok. karier.Mengimplementasikan program Bimbingan dan Konseling yang komprehensif. Kegiatan bersama antara berbagai fihak dalam Bimbingan dan Konseling yang paling banyak dilakukan adalah kerja kolaborasi. dan sosial konseli. MATERI 1. dan sosial peserta didik/konseli melalui layanan bimbingan kelompok. Indikator − Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat melaksanakan pelayanan Bimbingan dan Konseling sesuai program yang telah direncanakan. termasuk referal dan konsultasi. − Memfasilitasi perkembangan akademik. dan konsultasi. personal. referal. DAN KONSULTASI Pekerjaan Bimbingan dan Konseling merupakan pekerjaan yang bersifat kompleks. Sub Kompetensi − Melaksanakan program Bimbingan dan Konseling. Berbagai fihak harus terlibat aktif dalam pelaksanaan bantuan untuk mengembangkan semua siswa secara optimal. KOLABORASI Mengapa program Bimbingan dan Konseling yang diusulkan akhir-akhir ini bersifat komprehensif? Ini terkait dengan kedudukan Bimbingan dan Konseling dalam seting pendidikan. − Melaksanakan pendekatan kolaboratif dalam pelayanan Bimbingan dan Konseling. C. − Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat melaksanakan pendekatan kolaboratif dengan pihak terkait dalam pelayanan Bimbingan dan Konseling. − Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat mengelola sarana dan biaya program pelayanan Bimbingan dan Konseling. bimbingan klasikal. − Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat memfasilitasi perkembangan akademik. konseling individual. personal. sehingga tidak mungkin dilakukan sendiri oleh Konselor. Program Bimbingan dan Konseling memiliki sejumlah keuntungan bagi fihak-fihak 93 . IMPLEMENTASI PROGRAM KOLABORASI. REFERAL. − Mengelola sarana dan biaya program Bimbingan dan Konseling.

c. Menjelaskan kesan program Bimbingan dan Konseling sekolah kepada masyarakat. Memberikan kerangka kerja untuk mengevaluasi usaha-usaha program Bimbingan dan Konseling sekolah.terkait. Mengembangkan keterampilan pengambilan keputusan. dan f. Membantu orangtua untuk memperoleh sumber-sumber yang diperlukan. Bagi Staf Pelayanan Siswa Lainnya (dokter. psikolog. Mengembangkan sistem untuk perencanaan jangka panjang anaknya. Meningkatkan pengetahuan akan diri sendiri untuk berhubungan secara efektif dengan orang lain. Bagi Kepala Sekolah: a. dan h. Konselor. Memberikan struktur program dengan isi khusus melibatkan peran Konselor. dan d. Mendorong hubungan kerja yang suportif dan positif. Meningkatkan kerja tim dalam mendukung belajar anak. b. g. dan c. Memberikan pemahaman yang jelas akan peran dan fungsi Konselor. e. Memberikan alat manajemen program. Bagi Orangtua: a. Memperluas pengetahuan akan dunia yang selalu berubah. Memberikan dukungan orangtua dalam memperhatikan perkembangan pendidikan anak-anak mereka. Bagi Guru: e. dan c. antara lain siswa. guru. pekerja sosial): 94 . b. kepala sekolah. Meningkatkan hubungan Konselor-siswa. b. Meningkatkan kesempatan interaksi konselor-orangtua. orangtua. Menawarkan kesempatan untuk melayani semua siswa. c. dan lainlain. Membantu siswa untuk mempelajari pelajaran yang diampunya secara tuntas dan efektif. Bagi Siswa: a. b. Menjelaskan peran Konselor sebagai orang sumber. Membantu mengenali potensi akademik. d. f. Bagi Konselor: a. Meningkatkan pengetahuan dan bantuan dalam eksplorasi karier.

b. pembagian tanggungjawab dicontohkan sebagai berikut. c. b. staf pelayanan lainnya. Memberikan kesempatan kolaborasi antara Konselor dan masyarakat kerja. dan d. Ada pula peran kolaborasi eksternal yakni dengan orangtua dan kalangan bisnis dan industri. guru. b. Dalam bidang pelayanan belajar ( service learning) misalnya. Sebagai gambaran umum. TANGGUNGJAWAB KEPALA SEKOLAH Mengevalasi usaha sebelumnya dan mengidentifikasi kebutuhan sistem saat ini Memberi peluang inservice untuk pengembangan profesionalitas. serta siswa. Bagi Kalangan Industri dan Bisnis: a. Catatan tentang keuntungan program Bimbingan dan Konseling di atas. Memberikan batasan overlapping wilayah layanan. Memberikan dasar bagi alokasi dana bagi program Bimbingan dan Konseling. Membentuk komisi TANGGUNGJAWAB GURU Mengidentifikasi kebutuhan siswa saat ini TANGGTUNGJAWAB KONSELOR Membuat alat asesmen untuk mengidentifikasi kebutuhan siswa dan sekolah Menghasilkan progam service-learning untuk kegiatan in-service pengembangan profesionalitas pendidik Berpartisipasi dalam TANGGUNGJAWAB BERBAGI (KS. mengisyaratkan kebutuhan perencanaan kerja kolaboratif yang utuh dari berbagai fihak. Mendorong pendekatan tim untuk meningkatkan hubungan kerja kooperatif. Di lingkungan sekolah dapat dijelaskan kolaborasi yang ditandai dengan job describtion yang tegas untuk bidang Bimbingan dan Konseling. ada peran-peran kolaboratif internal di sekolah yakni dengan kepala sekolah. Dengan demikian Bimbingan dan Konseling tidak dipandang sebagai tambal sulam saja dalam proses pendidikan di sekolah. GURU. Menyiapkan tenaga kerja potensial dengan keterampilan pengambilan keputusan yang kuat dan kematangan pekerja yang meningkat.a. KONSELOR) Merumuskan tujuan pelayanan belajar Berpartisipasi dalam inservice dalam pengembangan profesionalitas Berpartisipasi dalam Menerima strategi service-learning Membina hubungan 95 . Meningkatkan kesempatan kalangan industri dan bisnis untuk berpartisipasi dalam program sekolah. Peran Bimbingan dan Konseling yang nyata diantara berbagai fihak yang berkepenting-an dengan pendidikan dan penyiapan karier siswa perlu dirancang dengan baik. Memberikan informasi adanya pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam meningkatkan prestasi siswa. Bagi Dinas Pendidikan: a. Menjelaskan peran Konselor sebagai orang sumber bagi industri dan bisnis.

seperti kesulitan belajar. psikiater. Selain itu tujuan khusus dari layanan referal ialah terwujudnya keempat fungsi Bimbingan dan Konseling tarutama dalam upaya pengentasan masalah konseli. kepolisian. kecanduan narkoba. REFERAL Pada dasarnya layanan referal berada dalam satuan kegiatan layanan responsif yang dilakukan dalam upaya membantu konseli agar mereka mendapatkan layanan yang optimal dari ahli lain yang benar-benar handal. Merefleksi pengalamanpengalaman servicelearning Mengukur dan mengevaluasi hasil akademik dari pelayanan belajar Mengevaluasi dampak masyarakatnya Mengatur jadwal pelayanan Memberi kesempatan bagi siswa untuk merefleksi belajar sosial. dan karier dapat dikembangkan oleh Saudara sendiri. untuk bidang lainnya yakni binbingan pribadi. Konseli yang sebaiknya direferal adalah mereka yang memiliki masalah yang tak terselesaikan bersama konselor. Namun demikian juga untuk mewujudkan upaya pemahaman dan pencegahan serta pengembangan dan pemeliharaan. Ada sejumlah masalah yang tidak menjadi kewenangan Konselor. Mendukung supervisi yang tepat dalam masyarakat Mengkompilasi data refleksi siswa Menfasilitasi hubungan partnerships sekolah dan masyarakat Mengakui pentingnya refleksi dalam belajar Mengawali pengalaman masyarakat Memberi kesempatan bagi siswa untuk merefleksi belajar sosial. tindak kejahatan (kriminalitas). depresi. dan akademiknya. emosional. Merefleksi pengalamanpengalaman servicelearning Mengukur dan mengevaluasi hasil perkembangan sosial dan emosional dari pelayanan belajar Mengevaluasi dampak masyarakatnya Memberi kesempatan pertemuan dewan guru Bekerja dengan dinas pendidikan untuk mempertahankan keberlangsungan kurikulum service-learning Memberikan insentif atas pelayanan yang dilakukan dewan guru Mengkompilasi data refleksi diri professional Menentukan komponenkomponen pelayanan pembelajaran yang efektif Mengenali prestasi siswa Contoh diatas adalah untuk bidang bimbingan belajar. Konseli dan masalahnya. dan akademik. emosional. Secara umum. sosial. tujuan layanan referal adalah agar konseli mendapat layanan yang optimal atas masalah yang dialaminya. dan lain-lain. maka sebaiknya dia mereferal atau mengalihtangankan kepada pihak lain yang lebih berwenang. dokter. etika. seperti guru mata pelajaran. psikolog. Komponen Referal a. etika. emosional. Apabila Konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah konseli. dan akademiknya. dan penyakit kronis. Beberapa masalah tersebut misalnya masalah 96 .kurikulum Menfasilitasi kontak masyarakat pengembangan kurikulum Membuat kurikulum akademik pengembangan kurikulum Membuat kurikulum sosial dan emosional kolaboratif Mengintegrasikan kurikulum sosial.

Perencanaan Menetapkan kasus yang akan direferal. penggunaan zat psikotropika. kemudian mengkaji hasil referral kaitannya dengan upaya mengatasi masalah yang dialami konseli. Konselor perlu menyadari akan keterbatasan kewenangannya. penyakit. karena keterbatasan kewenangan Konselor. Beberapa ahli guru mata pelajaran. dimana siswa tetap akan menjadi bagian pelayanannya selama ia masih sekolah. 97 . f. referal perlu dilakukan. Ahli lain. Pelaksanaan Mengkomunikasikan rencana referal kepada pihak terkait dan mereferalkan konseli kepada pihak terkait tersebut. menyiapkan materi referal dan kelengkapan administrasinya. e. polisi. Konselor. psikiater. c. dan beberapa profesi lainnya menjadi rujukan penting bagi Konselor.belajar substansi mata pelajaran. Evaluasi Membahas hasil referal melalui refleksi oleh konseli. karena Konselor bekerja di sekolah. Dalam banyak catatan Konselor bekerja membantu individu yang sehatnormal. azas kerahasiaan juga harus dijaga oleh Konselor. perbuatan kriminal. dokter. laporan dari ahli lain dan analisis hasil referral. b. b. azas yang digunakan adalah kesukarelaan konseli untuk dipindahtangankan kepada ahli lain yang diprediksi akan lebih pas bagi penyelesaian masalahnya. Analisis hasil evaluasi Melakukan analisis terhadap efektivitas referal bagi penyelesaian masalah kaitannya dengan perkembangan konseli. menghubungi ahli lain yang menjadi arah referal. Pelaporan Menyusun laporan kegiatan referal. Dalam melaksanakan referal. Namun demikian. d. menyampaikan laporan dan mendokumentasinya. Tahap-Tahap Referal a. Dalam hal ini tanggungjawab Konselor tetap ada. meyakinkan konseli akan referal. c. psikolog. Tindak lanjut Menyelenggarakan layanan lanjutan oleh Konselor jika diperlukan atau konseli memerlukan referal ke ahli lain lagi. dan sebagainya. Bila dijumpai masalahmasalah seperti itu.

Dalam konteks layanan responsif. tidak ada satu difinisipun yang bisa diterima secara universal.KONSULTASI Bimbingan dan Konseling di sekolah sebagaimana komponen pendidikan lainnya juga mengalami reformasi. Konselor. dan konsultan adalah orang yang membantu consulti memecahkan masalah konseli. Salah satu bentuk pelayanan yang harus dilakukan guru Bimbingan dan Konseling adalah konsultasi. konsultasi (consulting) dirancang untuk memberikan bantuan teknis kepada guru. ORTU KONSELI Gambar: Pola Hubungan Konsultasi 98 . biasanya dihubungkan dengan pemberian bantuan. 1981). terutama bagi penyelesaian masalah. dan konselor lain untuk perbaikan terhadap hal-hal yang membatasi efektivitas para siswa dimana hal tersebut bisa membatasi efektivitas pendidikan di sekolah. Konsultasi. seperti konseling. 2009). administrator dan orang tua dalam membantu siswa agar lebih efektif (Shertzer dan Stone. konsulti. Konsultasi merupakan sebuah elemen penting dari program bimbingan. atau sistem dengan suatu masalah. konseling kelompok. Konsultasi dalam bimbingan dan konseling didefinisikan sebagai suatu proses dari menyediakan bantuan secara teknis kepada para guru. Konseli adalah orang. Dari review tentang literatur konsultasi. konsultasi sebagai bentuk kegiatan sejajar dengan konseling individual. orang tua. kepala sekolah. melakukan pelayanan untuk membantu siswa memenuhi kebutuhan dan mengatasi masalahnya. Kebanyakan definisi konsultasi menyertakan acuan kata konseli. Dalam bidang Bimbingan dan Konseling. karena Konselor menyadari bahwa model layanan langsung tidak selalu tepat dalam kasus-kasus tertentu. sendiri atau dalam kerjasama dengan staf sekolah lainnya dan stakeholders. organisasi. Bimbingan dan Konseling berubah dari model posisi pelayanan. consulti adalah orang yang berusaha memecahkan masalah. Konselor mencari metode-metode alternatif yang akan memiliki pengaruh positif terhadap individu atau kelompok atau terhadap sistem yang memiliki pengaruh negatif kepada siswa. menuju ke program komprehensif yang berlandaskan pada pertumbuhan dan perkembangan manusia (Gysbers dan Henderson. dan referral. Hal ini mengisyaratkan bahwa kerjasama dengan staf pendidikan lain di sekolah dan orangtua menjadi sangat penting. dan konsultan. KONSULTAN/ KONSELOR KONSULTI/GURU .

Sangat perlu untuk mengidentifikasi terhadap situasi-situasi yang bermasalah dan pengembangan kesiapan konsultasi melalui melibatkan sumber-sumber informasi. sehingga solusinya tidak akan dipaksakan. Konselor dapat menggunakan konsultasi untuk membantu guru dalam memahami perilaku-perilaku bermasalah dari siswa-siswa tertentu. merencanakan dan mengimplementasikan strategi-strategi kelas untuk mengatasi perilaku-perilaku ini dan membantu perkembangan siswa. − membantu orang lain mempelajari cara mempelajari perilaku. agar dalam kerjanya Konselor tidak memaksakan perubahan-perubahan. yang kondusif informasi yang − mendudukkan peran dan fungsi dari semua fihak dalam meningkatkan lingkungan belajar. Konsultasi ini didasarkan pada pemberian bantuan kepada guru untuk menjalankan aktifitasnya. perubahan fihak konsulti kaitannya dengan konseli membutuhkan kearifan yang mendalam dari Konselor. Tugas pertama yang harus dilakukan oleh konselor sebagai seorang konsultan adalah mengidentifikasi situasi-situasi yang paling bermasalah dalam organisasi (sekolah/keluarga) dan mengenal orang-orang yang membutuhkan bantuan (siswa sebagai konseli). Tujuan tersebut terdiri atas: − meningkatkan dan mengembangkan lingkungan belajar bagi siswa. − memperluas pendidikan in-service bagi guru dan kepala sekolah. bukan mengkritik dan mengevaluasi prosedur-prosedur pengajarannya. Guru. konsustasi memiliki sejumlah tujuan.Tujuan konsultasi Di sekolah. Sasaran Konsultasi a. − membentuk lembaga self-help atau setiap komponen pendidikan sekolah dapat memahami perannya dan berkiprah untuk meningkatkan prestasi siswa. lambat laun konsulti mau untuk berubah demi perkembangan siswa. − menciptakan sebuah lingkungan yang memadukan seluruh komponen pendidikan yang bisa membentuk sebuah lingkungan belajar yang kondusif. − meningkatkan komunikasi melalui menyampaikan diperlukan oleh orang-orang yang kompeten. Secara sadar. Sebagai seorang konsultan. Konselor bisa membantu menemukan dan membentuk 99 . Seringkali konsultan harus membantu mengembangkan keinginan konsulti untuk berubah. Semua aspek tujuan selalu kembali untuk kepentingan siswa. Konsultasi dibutuhkan karena guru melihat siswa menunjukkan perilaku yang salah dan merusak di kelas. − meningkatkan layanan ahli. Dengan kata lain.

konsultan menyatakan masalah yang dihadapi dan menyatakan prognosis seandainya masalah tidak diselesaikan. wakil kepala sekolah. Konselor berkonsultasi dengan staf administrasi sekolah. Mengumpulkan Informasi. Diantara situasi tersebut mencakup peningkatan hubungan orang tua-anak. Mendefinisikan Masalah. Tahap-Tahap konsultasi a. dan staf pengawas untuk mengembangkan program. kebutuhan. Perubahan-perubahan ini tidak muncul dengan mudah tapi sebagian besar administrator memiliki ide-ide yang sangat bagus mengenai apa yang dibutuhkan. Atas temuan kesenjangan yang ada yang diperkirakan mengganggu kinerja sistem. dan tujuan-tujuan lembaga. e. Gaya pembelajaran guru dan pola motivasional bisa dianalisis untuk menentukan pengalaman pembelajaran terbaik yang bisa digunakan siswa. aktivitas in-service atau perubahan-perubahan organisasi yang dibutuhkan. b. asumsi. 100 . yang tugasnya membantu menangani masalah. termasuk kepala diknas pendidikan. dalam hal ini sekolah. Menilai informasi untuk menemukan masalah yang diharapkan diselesaikan dalam pertemuan konsultatif. Situasi pelaksanaan konsultasi dengan orang tua telah dirangkum oleh Dinkmeyer dan Carlson. Situasi lainnya meliputi pengorganisasian sekolah dan rumah untuk mencapai usaha-usaha konsisten dalam pendidikan anak dan membantu orang tua dalam memahami pengaruh dari keluarga terhadap perkembangan anak. Mengumpulkan informasi tambahan yang dibutuhkan bersama dengan konsulti untuk memperoleh gambaran komprehensif adanya masalah. dan membantu pemerolehan ketrampilan komunikasi yang efektif. b. Walz dan Benjamin mengidentifikasi empat cara dasar yang digunakan oleh Konselor dalam melakukan perubahan: (a) memberikan energi bagi sistem sekolah dengan mendorongnya untuk melakukan sesuatu terhadap masalah yang ada. Orang Tua. dan (d) berfungsi sebagai konsultan proses. Konsultan menjelaskan nilai-nilai. jadwal yang ada. prosedur. membantu orang tua memahami makna dari hubungannya dan dialognya dengan anak-anak mereka. c. dan hasil-hasil yang diharapkan.materi-materi pembelajaran atau membantu guru dalam mengubah gaya pembelajarannya. (b) menawarkan solusi bagi perubahan-perubahan yang dibutuhkan (c) berfungsi sebagai penghubung terhadap sumber-sumber daya manusia dan fisik yang tersedia di lingkungan pendidikan. Informasi dianalisis dan disintesis untuk menemukan alternatif-alternatif solusi terbaik. d. Administrator. wali kelas. Menentukan Langkah Mengatasi Masalah . Memasuki Konsultasi. Sebelum Konsultasi. c. kepala sekolah.

Setiap siswa membutuhkan program dan pelayanan Bimbingan dan Konseling yang akan membantu mereka terkait dengan (1) penyelesaian masalah dengan teman. i. serta menjadi pebelajar sepanjang hidup. personil sekolah. bimbingan klasikal. a. BIMBINGAN KELOMPOK Melalui usaha-usaha kolaboratif pendidik. h.f. Mengakhiri bantuan konsultasi. serta perkembangan pendidikan. g. perkembangan fisik dan intelektialnya serta 101 . orangtua. Untuk itu semua. Perkembangan Pribadi-Sosial Bimbingan kelompok berperan dalam pengembangan pribadi-sosial siswa. Masing-masing diuraikan sebagai berikut. dan orangtua. perkembangan yang dimaksudkan antara lain: 1) (1) siswa akan menyadari. dengan siapa. konseling kelompok. memahami. dan menghargai karakteristik pribadinya. Intervensi yang telah dipilih direncanakan secara operasional dalam bentuk panduan terbimbing. FASILITASI PERKEMBANGAN Dalam menfasilitasi perkembangan pribadi. guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor setidaknya harus menguasai empat pendekatan utama yaitu bimbingan kelompok. Menyatakan Tujuan Konsultasi. sosial. yang secara efektif mampu menghadapi tantangan-tantangan dalam kehidupan di masyarakat global. dan (4) memaksimalkan prestasi pendidikan mereka. Secara terus menerus (on going) pelaksanaan dan hasil bantuan konsultasi dimonitor dan dinilai efisiensi dan efektivitasnya. dan karier setiap peserta didik. belajar. dan orang-orang kunci lainnya. dan bagaimana melakukan rencana dirinci sedetail mungkin. program Bimbingan dan Konseling sekolah memberdayakan setiap siswa untuk menjadi penyelesai masalah yang lebih kreatif. konseling individual. (2) memahami dan memperjelas perasaan mereka dan penyelesaiannya dalam cara-cara yang tepat secara sosial. (3) merencanakan pendidikan dan karier mereka ke depan. maka program Bimbingan dan Konseling baik individual maupun kelompok sebagai pelayanan yang unik dari Konselor atau guru Bimbingan dan Konseling diharapkan menjadi pengalaman pendidikan total bagi setiap siswa. Kapan. Dapat dikatakan bahwa program dan pelayanan Bimbingan dan Konseling dimaksudkan untuk membantu perkembangan pribadi-sosial. 2. Banyak dari perkembangan ini yang dapat dilakukan melalui bimbingan kelompok. Terminasi. Mengimplementasikan Rencana Tindakan . Evaluasi. warga negara yang peduli dan gemar menolong. dimana. Yaitu menyatakan tujuan yang berupa hasil akhir dari konsultasi yang dinyatakan secara operasional dan terukur. perencanaan hidup dan karier.

2) siswa akan memahami. Secara rinci antara lain: 1) siswa akan menggunakan proses pengambilan keputusan secara sistematis. Siswa akan dapat mengetahui perbedaan antara sentuhan dan sapaan yang tepat dan yang tidak tepat. Apa yang dipelajari dari setiap aspek tersebut. 5) siswa akan mengambil keputusan dengan tepat tentang penggunaan obat-obatan dan 102lcohol. intelektual dan emosionalnya. 2) siswa akan menggunakan proses problemsolving secara efektif dan bijak. dan peduli terhadap orang lain dengan maksud untuk mengembangkan dan mempertahankan hubungan yang efektif dengan teman sebaya dan orang dewasa. Siswa akan dapat mengenali bahwa semua orang didengarkan dan berbicara dengan orang-orang lainnya. menghargai. 6) siswa akan mengambil keputusan dengan tepat tentang keamanan pribadinya. perlu Hubungan dengan orang lain secara efektif:  Komunikasi yang efektif:  Keterampilan Kepemimpinan : Kerjasama  Siswa akan dapat beriteraksi dengan orang lain dalam cara yang menunjukkan perilaku kerjasama. 3) siswa akan menggunakan keterampilan merencanakan dan menyusun tujuan untuk menetapkan tujuan karier 102 . Penerimaan dan penghargaan diri:  Siswa akan dapat mengenali karakteristik fisik. intelektual dan emosional orang lain. Siswa akan dapat memahami bahwa ada banyak jenis obat-obatan. dan bahwa beberapa obat akan membantu fisiknya dan sebagian lainnya merusak fisik. Siswa akan dapat mengenali karakteristik fisik. masing-masing dapat dicontohkan sebagai berikut. 3) siswa akan mengembangkan dan memelihara keterampilan mendengarkan dan mengekspresikan diri untuk berhubungan secara efektif dengan orang lain. Obat-obatan dan alkohol: Jenis/Menolong/Merusak  Keamanan Pribadi: Sentuhan dan Sapaan  Perencanaan Hidup dan karier Bimbingan kelompok juga berperan dalam membantu siswa mengembang kan kemampuan untuk merencanakan hidup dan kariernya.perkembangan kepribadiannya. 4) siswa akan mengembangkan keterampilan interaksi kelompok dan keterampilan kepemimpinan.

4) Siswa akan mempelajari keterampilan-keterampilan mengikuti tes. Siswa akan mengenali situasi-situasi yang menghasilkan perasaan bahagia atau tidak bahagia atau bahkan kemarahan serta bagaimana untuk mengatasinya. antara lain: 1) (1) Siswa akan mengambil tanggungjawab untuk belajar di sekolah. 3) siswa akan mengambil tanggungjawab akan tingkahlaku-tingkahlakunya di lingkungan sekolah. Siswa akan dapat mendeskribsikan perguruan tinggi apa ke depan yang akan disenangi dan apa yang akan ditempuh di tingkat selanjutnya itu. kapabilitas dan nilai-nilai yang dianutnya. Siswa akan dapat mendeskribsikan aktivitas-aktivitas dan minatminat yang mendatangkan kepuasan. 2) siswa akan mengambil tanggungjawab untuk merencanakan menggunakan kesempatan pendidikan masa depan. dan masyarakat. Kesempatan Pendidikan: Melongok ke Masa Depan  Tanggungjawab Pribadi: Penghargaan 103 . Penyelesaian Masalah: Mengenali Perasaan  Perumusan Tujuan: Aktivitas/Minat  Kerja: Definisi  Perkembangan Pendidikan Dalam hal perkembangan pendidikan ada beberapa hal yang harus dilakukan bimbngan kelompok dalam membantu siswa. 5) siswa akan menyiapkan untuk menemukan dan mempertahankan pekerjaan. dengan menekankan pada perencanaan dalam mengambil langkah pendidikan lanjutan secara berhasil.tentatifnya sejalan dengan minat. namun tetap berniat untuk memperbaikinya. Siswa akan dapat mendefinisikan “kerja” dan mengenali situasi atau kesempatan kerja di rumah. Sekolah/Belajar: Membuat Kesalahan  Siswa akan dapat memahami bahwa membuat kesalahan merupakan hal yang wajar di dalam belajar. 4) siswa akan menghubungkan pilihan kariernya dengan tuntutan dunia kerja. Sebagai contoh diuraikan berikut. Pembuatan keputusan: Kesulitan Memutuskan  Siswa akan mengenali bahwa keputusan-keputusan kadangkadang sulit dilakukan. sekolah. Masing-masing dicontohkan sebagai berikut.

Tujuan bimbingan kelompok (a) memberi kesempatan siswa untuk saling berbagi informasi terkait topik-topik informasi karier. Bimbingan kelompok dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhankebutuhan khusus anggota dan memberi kesempatan kepada anggota kelompok untuk mengembangkan dan mengeksplorasi tujuan-tujuan serta meningkatkan perubahan-perubahan positif dalam suasana yang saling berbagi dan saling mendengarkan. milik lembaga sekolah. 104 . dan keterampilan komunikasi. Siswa akan mampu untuk mendeskripsikan bagaimana mengingat informasi-informasi yang penting dengan cepat. Jadinya beberapa orang siswa akan merasa sangat terbantu melalui belajar bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi masalahnya. Layanan Bimbingan dan Konseling memiliki pengaruh sinergik dalam mengembangkan pertumbuhan sosial dan emosional positif siswa seraya meningkatkan hasil perkembangan karier dan akademik mereka. terutama dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan perkembangannya dan untuk menerapkan program-program pencegahan maupun pengentasan dari masalah yang dihadapi. (b) untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan seperti keterampilan peer helping. Hakekat Bimbingan Kelompok Bimbingan dan Konseling merupakan strategi untuk memfasilitasi perkembangan positif siswa-siswa di sekolah dalam semua aspek di atas. dan pribadi-sosial. Ini merupakan cara yang efektif dalam merespon berbagai kebutuhan siswa dan biasanya dilakukan dalam seting kelas. mengatasi tekanan teman sebaya. Diakui bahwa bimbingan kelompok merupakan cara yang efektif dan efisien untuk mendukung dan membantu siswa dalam mencegah timbulnya masalah dan memecahkan masalahmasalah di bidang perkembangan pendidikan. (c) untuk membantu siswa mengembang-kan pengetahuan dan mempelajari keterampilan sosial serta pengelolaan pribadi seperti mengatasi masalah perasaan. Mengikuti Tes: Ingatan akan Informasi • Semua kegiatan dalam bidang-bidang Bimbingan dan Konseling di atas dapat dikemas dalam pelayanan bimbingan kelompok. peer tutoring dan conflict resolution/management . konselor mendorong setiap anggota untuk mengekspresikan perasaannya. Di dalam kelompok. merumuskan tujuan hidup. memecahkan masalah. milik orang lain. Siswa akan dapat menunjukkan tanggungjawab dan menghargai miliknya. karier. keterampilan belajar. Bimbingan kelompok melibatkan beberapa orang yang bertemu dalam kelompok dimana setiap orang mendiskusikan masalahnya untuk semua anggota kelompok lainnya. dan persoalan-persoalan pribadi-sosial lainnya.

10) beri kesempatan setiap anggota untuk bicara. ada sejumlah cara yang dapat digunakan untuk memulai belajar “sesuatu” atau topik yang telah direncanakan berdasar kebutuhan secara efektif dalam kelompok. 3) buat kontak mata. 105 . Tahap Inti sebagai Kelompok Setelah kelompok terbentuk. Sebagai pedoman umum yang perlu dikenali pemimpin kelompok bahwa dalam tahap inti ini setiap anggota dalam kelompok dapat diperankan sebagai pengamat. dan (2) adanya interdependensi positif antar anggota. (2) Kelas didorong untuk menjadi kelompok yang kohesif. yakni memahami perspektif orang lain dan keterampilan berinteraksi. Ada dua elemen dasar dari aktivitas kooperatif. pencatat. 9) bentuk kelompok tanpa mengabaikan lainnya. Biasanya kita bisa bekerja secara berkelompok dengan mudah kalau bersama dengan kawan akrab. 4) betahlah bertahan dalam kelompok. 6) gunakan atau sebut nama orang. yaitu (1) Tahap membentuk kelompok. biasanya kelompok memilih mengawali dengan membuat aturan-aturan dan menyusun langkah-langkah. Dengan memanfaatkan dua karakteristik sebagaimana dikemukakan di muka. Membentuk Kelompok Ketika kita membentuk kelompok diperlukan keterampilan kooperatif. dipraktekkan. dan (4) Tahap mengelola Perbedaan-Perbedaan. Bagaimana mulai kelompok. dan (3) Individu diberi tanggung jawab untuk belajar dan melakukan aktivitas. 7) berkelilinglah. maka untuk merancang bimbingan kelompok perlu memperhatikan dimensi kolaboratif yang ditujukan pada pembentukan keterampilan kooperatif. 8) jaga tangan dan kaki untuk mereka.Proses Bimbingan Kelompok Proses bimbingan kelompok menganut peristiwa belajar kolaboratif yang didasarkan atas tiga prinsip utama. 2) buat pasangan atau lingkaran. maka pemimpin kelompok dapat mengawali kerja kelompok. (3) Tahap Pemecahan Masalah. pemberi penguatan. pemerjelas. Namun konfigurasi lain harus dicoba. penanya. penyimpul. yaitu (1) Keterampilan kooperatif diajarkan. yaitu (1) adanya tujuan yang sama. (2) Tahap Inti sebagai kelompok. Secara tradisional. dan penjaga waktu. karena anggota kelompok dengan keterampilan kooperatif tertentu bisa menjadi model bagi yang lainnya. kita dapat melakukan dengan cara-cara 1) buat jarak antar orang. Ada empat keterampilan kooperatif yang harus dikuasai dalam belajar kolaboratif. dan 11) dengarkan secara aktif. 5) gunakan suara jelas. Atas dasar prinsip di atas. dan balikan diberikan pada bagaimana sebaiknya keterampilan-keterampilan digunakan. Ada gunanya kita membentuk kelompok heterogin. pengorganisasi.

2) lihat masalah dari berbagai sudut pandang. Atas dasar kenyataan adanyat perbedaan tersebut dibutuhkan kemampuan mengelolanya oleh setiap anggota kelompok dan pimpinan kelompok. Mengelola Perbedaan-Perbedaan Pada uraian di muka telah disinggung-singgung adanya perbedaan. Konselor 106 . Dalam reformasi pendidikan kita harus diperhatikan ke arah mana siswa dikembangkan. 8) mengorganisasi informasi. Pengelolaan ini dengan prinsip memanfaatkan setiap adanya perbedaan untuk meningkatklan kekohesifan kelompok. Oleh karena bimbinban kelompok ini dimaksudkan untuk menghantarkan siswa SMK agar mencapai prestasi tinggi (terkait indikasi banyak siswa SMK jeblok perolehan danemnya) dan agar mampu merencanakan karier dengan baik maka dalam contoh-contoh teknik bimbingan kelompok ini ditekankan penggunaannya di kedua bidang garapan Bimbingan dan Konseling. 4) mengkonfirmasi ide. Melihat masalah dari berbagai perspektif. dan 9) menemukan solusisolusi atas permasalahan. peduli terhadap orang lain. Ada sejumlah teknik bimbingan kelompok yang bisa diterapkan untuk mengembangkan siswa dalam setiap bidang pengembangan. Jadi perbedaan tidak ditutup-tutupi. Mestinya kita menyiapkan siswa menjadi warga negara yang bertanggungjawab yang berpengetahuan luas dan terampil dalam bidang yang digelutinya. belajar untuk bersosialisasi. Dimana maknanya belajar di bidang akademik. 2) brainstorming.Memecahkan Masalah Untuk memecahkan masalah-masalah yang diangkat sebagai suatu masalah kelompok. Perasaan terlibat menjadi bagian kelompok dan kekohesifan kelompok merupakan tiket bagi terjadinya suasana kooperatif. 5) mengelaborasi ide. yakni perbedaan kemampuan dan perbedaan latar kehidupan anggota kelompok. 3) mengklarifikasi ide. malahan dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok seluasluasnya. 6) melihat konsekuensi-konsekuensi dari keputusan tindakan. Konselor berperan dalam hal service learning. 3) melakukan negosiasi. Terkait dengan belajar. 7) memberikan tanggapan kritis terhadap ide. karier. kita dapat mengembangkan keterampilan-keterampilan seperti 1) keterampilan mendefinisikan masalah. Tantangannya adalah bagaimana semua siswa belajar dan siap untuk bertanggungjawab secara sosial. tetapi juga di rumah dan kehidupan lainnya. dan menengahi konflik yang “panas” tidak hanya diperlukan di sekolah. Apa saja keterampilan yang harus dikuasai dalam mengelola perbedaan? Keterampilan mengelola perbedaan antara lain 1) nyatakan posisi mereka dalam kelompok. Perkembangan keterampilan kooperatif merupakan inti dari bimbingan kelompok kolaboratif. serta 5) membuat konsensus. 4) memberikan mediasi. sosial. Keterampilan mengelola perbedaan-perbedaan merupakan keterampilan yang penting dimanapun. dan emosional.

yaitu 1) mengawali pertemuan dengan membangun rapport dan mengatur pertemuan. sehingga masalah tidak terjadi. Cara ini akan memberi banyak peluang bagi Konselor untuk memhami dengan cermat tentang konseli yang dilayani dan dapat memantulkan kembali kondisi ini untuk modal pengubahan pikiran. Namun yang sering terjadi adalah program bimbingan belajar emosional dan sosial ini tidak nyambung dengan misi sekolah yang dapat dipertanggung-jawabkan kaitannya dengan tugas sekolah untuk membantu siswa mencapai prestasi akademik tinggi. Banyak teori yang mengungkap bahwa konseling cenderung merupakan proses mendengarkan secara aktif. dan pendekatan konseling. dan perilaku mereka. Selama ini ada kesan. 3) merumuskan tujuan. yakni isu-isu praktik konseling. dimana konseling tidak saja diorientasikan bagi penyelesaian masalah. KONSELING INDIVIDUAL Dalam membahas konseling individual. Penjelajahan aset positif konseli dan bila selalu diperhatikan dalam lima tahap di atas akan memberikan jaminan bagi proses wawancara yang baik.memiliki tanggungjawab panjang atas pentingnya belajar emosional dan sosial di sekolah. akan menyusun 107 . 2) mengumpulkan data untuk mengenali kekuatan dan masalah konseli. Konseling diartikan sebagai upaya bantuan untuk memecahkan masalah. dan 5) mengakhiri pertemuan. Makna Wawancara dalam Konseling Modal utama konseling adalah kemampuan wawancara. b. Pandangan bahwa konseling adalah nasehat banyak dibantah dengan berbagai teori konseling dan wawancara intensional untuk konseling. Isu-Isu Pokok Praktik Konseling Masalah vs Aset Positif Mendengar kata konseling selalu diasosiasikan dengan individu yang menghadapi masalah. ada beberapa hal yang dikemukakan. 4) working atau tahap inti bantuan konseling. Harapan yang ada di balik memperhatikan aset positif dalam kelima tahap dijelaskan sebagai berikut. keterampilan dasar komunikasi. konseling itu identik dengan nasehat. tetapi dikandung maksud untuk mengenali asset positif setiap konseli dan mengoptimalkan asset positif tersebut bagi perkembangan setiap konseli yang dilayani. perasaan. mereka akan menceriterakan hidupnya. Proses Konseling Secara garis besar proses konseling terbagi ke dalam lima tahapan. Pandangan ini mulai beralih ke sisi lain. Secara umum konseli akan mempertahankan hubungan yang positif dengan Konselor.

Konseling Person-centered. Pendekatan ini dikembangkan selama tahun 1940s sebagai reaksi nondirektif terhadap psychoanalysis. maka diharapkan konseli mendemonstrasikan perubahan tingkalaku. kebebasan dan tanggungjawab untuk membentuk kehidupan seseorang. Existential therapy. tokoh kunci: Natalie Rogers. perasaan. Ia mengintegrasikan fungsi tubuh dan pikiran. Konseling Adlerian. diikuti Rudolf Dreikurs yang terkenal di AS. Dalam setiap tahapan tersebut diuraikan sebagai berikut. filosofi hakekat manusia. dan akan mentransfer hasil belajar yang baru tersebut ke kehidupan sehari-hari. Teori perkembangan kepribadian. teori ini menempatkan kepercayaan dan memberikan tanggung jawab kepada konseli dalam menghadapi masalah dan kekhawatirannya. Tokoh Alfred Adler. menciptakan satu destiny. akan mengembangkan pandangan-pandangan baru. Tahap II: Konseli akan berbagi pikiran. dan menemukan makna dan tujuan untuk menciptakan kehidupan yang lebih berarah tujuan. menghadapi tantangan baru. Pendekatan ini lebih menekankan pada tanggung jawab. ia tumbuh sebagai reaksi terhadap konseling psikoanalitik.tujuan. Perhatian ditujukan pada usia 6 tahun pertama sebagai penentu (determinants) perkembangan kepribadian pada usia selanjutnya. Tokoh: Sigmund Freud. pikiran. 108 . dan perilakunya. Konseling Gestalt. konseli akan menyampaikan kekuatan-kekuatan dirinya dan sumber-sumber yang tersedia untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Berdasarkan pada pandangan subyektif atas pengalaman manusia. perasaan itu dalam kehidupan sehari-hari di luar seting wawancara. Tahap I: Konseli akan merasa difasilitasi dan tahu mengenai apa yang diharapkan darinya. serta self-determination. Tahap V: Jika tahap 1-4 berhasil. and Irvin Yalom. Penemu: Fritz and Laura Perls. Rollo May. Konseling ini memusatkan pada kualitas hubungan terapeutik person-to-person. Tokoh Kunci: Miriam and Erving Polster. Tahap III: Konseli akan mendiskusikan arah baru. Creative problem solving menjadi penting disini. Tahap IV: Konseli akan menguji kembali tujuannya dan mulai bergerak ke arah ceritera hidup baru dan perbuatan baru melalui mengkonfrontasi adanya kesenjangan-kesenjangan. Konseling experiential menekankan pada kesadaran dan integrasi. Bereaksi terhadap kecenderungan memandang konseling sebagai sistem teknik yang didefinisikan dengan baik. Tokoh: Viktor Frankl. Overviu Teori Konseling Konseling Psikoanalitik. Penemu: Carl Rogers. perasaan yang diinginkan. dan perilaku yang hendak diubah. Dengan maksud mengejar aset positifnya. pikiran baru. dan metode psikokonseling yang berfokus pada faktor-faktor ketidaksadaran ( unconscious) yang memotivasi perilaku. model ini menekankan membangun konseling pada kondisi-kondisi dasar adanya manusia seperti pilihan.

Metode pendekatan ini selalu dalam proses perbaikan. Steve de Shazer dan Insoo Kim Berg yang mengembangkan solution-focused brief therapy. Keterampilan komunikasi perlu dikuasai konselor karena saat ini berkembang pemikiran bahwa semua layanan the helping professions mengutamakan penemuan self-healing capacity dari setiap individu yang 109 . dan (b) penguasaan keterampilan komunikasi yang merupakan wahana utama dalam pelaksanaan konseling. Pendekatan ini mempertahankan bahwa konseli adalah seorang ahli dalam hidupnya sendiri. Skinner. konseli dapat belajar dengan cara yang lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Murray Bowen. Salvador Minuchin. solution-focused brief therapy. Pendekatan Postmodern. suatu model konseling yang sangat berorientasi didaktik. Pendekatan sistemik ini didasarkan pada asusmi bahwa kunci perubahan individu adalah pemahaman dan kerja dengan keluarga. Tokoh Kunci: Albert Ellis penemu rational emotive behavior therapy. Secara ringkas akan dipraktikan masing-masing dua teori dalam konseling individual dan konseling kelompok. Konseling behavior-kognitif. Pendekatan short-term ini didasarkan pada teori pilihan ( choice theory) dan memusatkan pada konseli untuk memikul tanggung jawab di masa sekarang. Selama proses konseling. dan action yang menekankan peranan berpikir dan sistem belief sebagai akar probem pribadi. dan narrative therapy semua berasumsi bahwa tidak ada kebenaran tunggal. Pendekatan ini mnerapkan prinsip-prinsip belajar untuk meresolusi masalah-masalah perilaku spesifik. Hasil merupakan subyek elsperimentasi terus-menerus. melainkan diyakini bahwa realitas dikonstruksi secara sosial melalui interaksi manusia. Arnold Lazarus. Tokoh Kunci: Robert Wubbolding. Dalam bimtek ini tentu tidak cukup waktu untuk mempelajari semua teori konseling tersebut. yaitu (a) eksplorasi Paradigma Baru dalam Terapan Kontekstual Konseling. Family systems therapy. Carl Whitaker. Ada sejumlah tokoh kunci. Michael White dan David Epston merupakan tokoh-tokoh kunci narrative therapy. dan Albert Bandura. Ada sejumlah tokoh kunci antara lain Alfred Adler. F. Jay Haley. Konstruksionisme sosial. Konseling merupakan wilayah yang berkaitan dengan layanan ahli bagi individu normalsehat yang dinamakan konseli (counselee). Virginia Satir.Konseling Behavior. namun mengalami gangguan fungsi sosial-vokasional sehingga perlu diatasi dalam rangka penyelenggaraan layanan Bimbingan dan Konseling. Keterampilan Dasar Komunikasi a) Kedudukan Komunikasi dalam Konseling Bimbingan teknis di bagian ini merupakan bagian utama dalam pengembangan kompetensi Konselor yang pada dasarnya bergerak di seputar dua sumbu. dan Cloé Madanes. Konseling Realita. Penemu: William Glasser. kognitif. Tokoh Kunci: B.

yaitu terapan yang mempersyaratkan penggunaan rujukan normatif sebagai kriteria keberhasilan layanan. selain ditentukan oleh ketepatan pilihan paradigma. dan Triyono. Ini berarti bahwa keberhasilan Konseling sangat bergantung pada adanya saling percaya ( trust) dalam hubungan antara Konseli dengan Konselor (Joni. dan sebagaiman diketahui.dilayani sehingga masing-masing mampu mengatasi masalahnya sendiri. Ini berarti bahwa diperlukan kejernihan makna dalam komunikasi sehingga tidak ada salah tangkap antara apa yang dimaksud oleh pihak yang menyampaikan pesan (konseli) dengan pihak yang menerima pesan (konselor). 110 . layanan ahli Konseling meniscayakan penggunaan terapan kontekstual. Kesetalaan persepsi ini penting ditekankan. komunikasi antar pribadi merupakan wahana utama dalam interaksi Konseling. Pada gilirannya. Sebagaimana halnya dalam pembelajaran. Pada dasarnya trust terbangun atas dasar dua unsur yang dipersepsi oleh konseli yaitu adanya kepercayaan oleh Konseli kepada Konselor bahwa Konselor yang membantunya (a) memiliki kompetensi untuk menolong dirinya. Sutanto. melihat konselinya dan melihat dunianya. berpikir dan berperilaku berdasarkan caranya ia melihat tugasnya. maka layanan ahli Konseling menetapkan kemandirian konseli dalam melakukan pilihan. kemampuan meraih serta kemampuan mempertahankan karier untuk hidup produktif dan sejahtera serta kepedulian terhadap kemaslahatan umum ( the Common Good) sebagai kriteria keberhasilan. dan rujukan prosedural yang menyediakan rambu-rambu teknis penerapannya. melainkan harus ditumbuhkan setahap demi setahap melalui interaksi yang produktif serta menyejukkan. Artinya. 2007). Sebagaimana telah diisyaratkan. dan (b) Konselor tidak akan menggunakan kelebihan kompetensinya itu untuk mencederai dirinya. yang pada dasarnya tergantung pada kesetalaan antara pengolah makna budaya yang digunakan oleh Konselor dengan pengolah makna budaya yang digunakan oleh Konseli. Dalam Konseling diperlukan penyetalaan (fine-tuning) antara cara Konselor merasa. kemampuan Konselor dalam berkomunikasi akan mampu menjaring kapasitas konseli ( positive asset search). dalam komunikasi peran sebagai pengirim dan sebagai penerima pesan itu selalu berganti secara dinamis. Selanjutnya. berbeda dari sumber dan penerima suara dalam sarana pancar-rekam mekanik. Ini juga berarti bahwa trust itu tidak “jatuh dari langit”. berpikir dan berperilaku berdasarkan asumsinya tentang cara konseli atau konseli tersebut melihat dirinya dan melihat dunianya. seandainya rujukan serta cara penataan diri itu disarankan kepada dirinya. dengan pemahamannya tentang cara tiap konselinya itu merasa. sebab dalam melaksanakan konseling seyogianya Konselor tidak menyarankan kepada konselinya rujukan serta cara penataan diri yang tidak akan dia ikuti. kemanjuran faktor-faktor umum tersebut terfasilitasi oleh komunikasi yang efektif antara Konselor dengan Konseli. kejernihan makna dalam komunikasi antar pribadi juga sangat tergantung pada makna kontekstual yang melekat pada tiap ujaran dan isyarat non-verbal yang lazim menyertai ujaran. Apabila Pembelajaran yang Mendidik menetapkan terbentuknya karakter serta penguasaan hard skills dan soft skills sebagai pengejawantahan tujuan utuh pendidikan.

selain bergantung pada kejernihan komunikasi. (3) Motif yang berakar dalam kebutuhan berlebih untuk mendapatkan pembenaran. (5) Kaidah-kaidah-dalam-diri. Konselor yang memiliki atau menguasai internal skills dan external skills dan mempribadikannya (menginternalisasika sebagai bagian pribadinya). maka dipotong aja kakinya biar cukup). keterampilan mendengarkan. (6) Citra-citra visual-dalam-diri. Penggunaan keterampilan konseling (keterampilan komunikasi interpersonal atau eksternal) tidak akan mengejawantah dalam efek terapeutik jika mereka tidak meluber dari Konselor yang telah dan selalu menata motif-motif dalam dirinya dan mendayagunakan mind-skills yang membantu serta berefek penyembuhan atau terapeutik. kemanjuran konseling juga bergantung pada ketepatan pilihan paradigma yang diterapkan dalam pelaksanaan konseling. Keterampilan eksternal yang secara umum terdiri atas keterampilan memperhatikan. untuk menghindari terjadinya apa yang dinamakan sindroma the Procrustean Bed. Mind-skills yang perlu selalu ditata adalah: (1) Wicara-dalam-diri. peserta akan belajar bagaimana berkomunikasi dengan orang lain secara efektif. Penataan motif-motif itu secara praktikal bermakna menumbuh-kembangkan motif membantu (altruistic). yaitu: (1) Motif yang berakar dalam nyeri jiwani yang belum terselesaikan. dan mempengaruhi (influencing) secara tepat. (4) Persepsi-persepsi-dalam-diri. (Ini istilah yang menggambarkan ketika pasien tidak cukup di tempat tidur. 2007).Pada gilirannya. Semuanya harus menyatu menjadi motif altruistic yang diharapkan oleh setiap diri konseli. mendengarkan (listening). (2) Pengharapan-pengharapan-dalam-diri. 2007). Artinya. dan menggarap-mengatasi-melampaui motif-motif yang berpotensi membahayakan. menyelaraskan motif pragmatik dengan motif altruistik yang selalu ditumbuhkembangkan. (2) Motif yang berakar dalam kebutuhan berlebih untuk mendominasi dan mengontrol. kita tidak bisa memaksakan pendekatan konseling kita dan membiarkan konseli mengikuti mau kita sesuai pendekatan yang kita anut. 111 . (5) Motif yang berakar dalam mentalitas korban (Joni dkk. Jadi dalam bagian ini. dan keterampilan mempengaruhi harus dikuasai agar Konselor mampu menjadi trust sehingga tercapai maksud: On becoming a humane counselor . (3) Penjelasan-penjelasan-dalam-diri. Peserta diharapkan menguasai ketrampilan memperhatikan ( attending). (4) Motif yang berakar dalam kebutuhan mencari keintiman dan relasi seksual. diharapkan akan mampu membantu konseli secara tepat. sebab orientasi membantunya akan didasarkan pada internal frame of reference dari setiap konseli yang dibantunya (Joni dkk. Keterampilan Memperhatikan Overview di muka mengisyaratkan bahwa Konselor harus mampu memadukan kekuatan-kekuatan pribadi sebagai internal skills dan keterampilan-keterampilan yang dipelajari sebagai external skills. terutama dengan konseli.

Dalam praktik konseling, trust ini dibangun sejak awal pertemuan pertama. Rapport merupakan aspek penting yang harus dibangun dalam menjamin terjadinya trust. Menyebut nama merupakan bagian utama dalam menciptakan rapport. Ini dilakukan sepanjang sesi konseling. Membangun rapport, oleh sejumlah kalangan dipandang tahapan awal yang paling penting. Membangun rapport membutuhkan dua keterampilan yaitu: perilaku memperhatikan dan keterampilan mengamati konseli. Perilaku memperhatikan dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Konselor memahami dan “tertarik/berminat” tehadap konseli. Dengan cara ini diharapkan konseli menjadi merasa enak atau menjadi rilek dalam kebersamaannya dengan Konselor. Syarat Konselor yang bisa membangun rapport: open, authentic, congruent dengan konseli, serta luwes dalam menemukan kebutuhankebutuhan yang diekspresikan konseli. Perilaku memperhatikan ditujukan terhadap tampilan visual ( visual/eye contacts), vokal (vocal qualities), verbal (verbal tracking), dan bahasa tubuh (attentive and authentic body language ). Konsekuensi yang diharapkan, konseli akan lebih bebas dan terbuka, khususnya di seputar topik yang diberi perhatian. Dalam konseling, structuring merupakan bagian penting kedua di tahap awal, setelah rapport. Ini dimaksudkan untuk menangkap apa yang diharapkan konseli dari interview. Bila Konselor menampilkan keterampilan memperhatikan dan mendengarkan, maka konseli akan merasa bahwa Konselor benar-benar menjadi pendengar yang diharapkan. Ketika seseorang tiba-tiba datang dan menyatakan: “ Saya minta saransaran agar hubunganku dengan teman-teman di sekolah ini menjadi harmonis lagi, kayak dulu.” Dalam percakapan awam, mayoritas orang akan langsung memberi saran dengan referensi pengalaman pribadinya atau informasi yang pernah didengarnya. Bisakah Konselor langsung memberi saran? Di muka telah dikupas bahwa Konselor bekerja berlandaskan pada internal frame of reference-nya konseli. Ini berarti bahwa ada keperluan untuk melakukan pembatasan peran dan dinyatakan dalam pertemuan pembantuan tersebut. Beberapa hal harus dibatasi, antara lain pembatasan peran, pembatasan masalah atau topic, pembatasan waktu, karena konseling merupakan hubungan professional. Keterampilan Mendengarkan Fungsi dan tujuan pengumpulan data adalah untuk menemukan mengapa konseli datang konseling dan mendengarkan apa ceriteranya. Keterampilan mendefinisikan masalah akan membantu menghindari pembahasan topik yang tidak berguna dan memberi arah bagi wawancara selanjutnya. Ketrampilan ini juga akan membantu untuk mengidentifikasi kekuatankekuatan yang nyata yang dimiliki konseli. Fungsi dan tujuan pengumpulan data adalah untuk menemukan mengapa konseli datang konseling dan mendengarkan apa ceriteranya. Keterampilan mendefinisikan masalah akan

112

membantu menghindari pembahasan topik yang tidak berguna dan memberi arah bagi wawancara selanjutnya. Ketrampilan ini juga akan membantu untuk mengidentifikasi kekuatan-kekuatan yang nyata yang dimiliki konseli. Keterampilan yang umumnya digunakan adalah mendengarkan secara aktif. Keterampilan lain dapat digunakan jika diperlukan. Misalnya, jika masalahnya tidak jelas, kita bisa gunakan keterampilan mempengaruhi. Pencarian aset positif konseli akan sangat bermanfaat dalam menyelesaikan masalah. Fungsi dan tujuan pengumpulan data adalah untuk menemukan mengapa konseli datang konseling dan mendengarkan apa ceriteranya. Keterampilan mendefinisikan masalah akan membantu menghindari pembahasan topik yang tidak berguna dan memberi arah bagi wawancara selanjutnya. Ketrampilan ini juga akan membantu untuk mengidentifikasi kekuatankekuatan yang nyata yang dimiliki konseli. Fungsi dan tujuan pengumpulan data adalah untuk menemukan mengapa konseli datang ke konseling dan mendengarkan apa ceriteranya. Keterampilan mendefinisikan masalah akan membantu menghindari pembahasan topik yang tidak berguna dan memberi arah bagi wawancara selanjutnya. Pencarian aset positif konseli akan sangat bermanfaat dalam menyelesaikan masalah. Kemampuan mendengarkan secara aktif terdiri atas lima teknik komunikasi yaitu questioning, encouraging, paraphrasing, reflecting feeling, dan summarizing. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. 1) Questioning Isu-isu utama terkait keterampilan bertanya, antara lain 1) Pertanyaan membantu memulai percakapan. 2) Pertanyaan terbuka akan membantu mengelaborasi dan memperkaya ceritera konseli. 3) Pertanyaan membantu mengungkap dunia spesifik-konkrit konseli. 4) Pertanyaan merupakan hal kritis dalam asesmen. 5) Kata pertama dalam pertanyaan terbuka akan menentukan apakah konseli mau melanjutkan ceiteranya. 6) Pertanyaan potensial menjadi masalah. 7) Dalam situasi lintas-budaya, pertanyaan dapat menimbulkan distrust. 8) Pertanyaan dapat digunakan untuk membantu konseli menjelajahi aset-aset positifnya. Ada dua jenis pertanyaan, yaitu pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup. Konsekuensi dari pertanyaan, konseli akan menjawab pertanyaan terbuka secara lebih detail. Sebaliknya konseli akan memberi informasi khusus atas pertanyaan tertutup. Hati-hati, seringkali pertanyaan tertutup membuat konseli hanya menjawab “Ya” atau “Tidak” (bisa terjebak resistensi) 2) Encouraging Mendengarkan bukan proses pasif, keterampilan-keterampilan yang dibahas mulai dari encouraging ini tanda bahwa Konselor aktif. Encouraging merupakan perilaku verbal dan non-verbal Konselor yang menjadi penanda bagi konseli untuk melanjutkan ceritera hidupnya. Beberapa jenis keterampilan encouraging ini adalah acceptance, restatement, dan silent. Acceptance

113

− Non-verbal: anggukan kepala, gerakan membuka tangan − Verbal: “he eh”, “ya ya”, “ok”, “saya mengerti jalan pikiranmu”, “saya memahami perasaanmu” Restatement − Kata: ulangi kata atau frasa kunci yang dinyatakan konseli. − Kalimat: Ulangi kalimat, sebagian atau seluruhnya. Silent Diam kadang diperlukan karena konselipun diam. Mengapa konseli diam? − Konseli kehabisan energi − Konseli kehabisan bahan ceritera − Konseli resisten Senyuman dan kehangatan interpersonal yang tepat merupakan encouragers utama yang akan membantu konseli merasa nyaman dan suka berceritera terus. 3) Paraphrasing Paraphrasing merupakan feedback bagi konseli terkait esensi dari apa yang dikatakan. Konselor akan meringkas dan memperjelas pernyataanpernyataan konseli yang panjang dan seringkali tidak teratur. Konselor/konselings = guru bahasa yang bisa membuat kalimat baru, ringkas, segar, dan tepat. Membuat parafrase bukan pembeo, Konselors menggunakan kata-kata sendiri dipadu dengan kata-kata penting yang dinyatakan konseli. Biasanya digunakan awal kalimat: • • • Singkatnya … Pada intinya … Boleh dikatakan …

Paraphrasing dilakukan sebagai tanda bahwa helper mendengakan. Artinya helper menegaskan apa isi pokok pernyataan konseli. Fungsi dari paraphrasing sebagai feedback bagi konseli akan apa yang ia katakan. Catatan: Konselor harus tepat memilih kata baru dan segar sebagai padanan pernyataan konseli. Konsekuensi yang diharapkan: Konseli akan merasa didengar, sehingga cenderung melanjutkan ceritera, tidak mengulang-ulang ceritera yang sama. Jika parafrase tak sama, akan memberi kesempatan konseli mengoreksi konselings. Jika disuarakan dengan nada tanya, konseli akan ceritera lebih lanjut.

114

5) Summarizing Summarizing intinya sama dengan paraphrasing. Teknik ini berfungsi sebagai feedback bagi konseli akan apa yang ia katakan. Utamanya: mengintegrasikan pikiran. Simpulan di tengah: Simpulan dilakukan ketika beberapa pernyataan konseli perlu diringkas sehingga jelas kelebihan/kekuatan dan kelemahan/masalah konseli. Banyak penulis yang mengakui bahwa pikiran-pikiran dan perbuatan kita hanya merupakan cerminan dari pengalaman perasaan dan emosi kita. gusar. 2) Kata-kata emosional implisit tidak dinyatakan langsung. Simpulan menggunakan gabungan bahasa paraphrasing dan reflecting feeling. Simpulan di akhir: 115 .4) Reflecting feeling Dalam proses merefleksi perasaan. Selanjutnya diikuti dengan memantulkan perasaan yang ada di balik pernyataan. Bedanya summarizing untuk menyimpulkan beberapa pernyataan konseli. dan akhir pertemuan. perasaan. Konselor mengobservasi perasan verbal dan non verbal. Konsekuensi yang diharapkan: Konseli merasa didengarkan dan belajar bagaimana ceritera mereka diintegrasikan. Perasaan dapat dilihat langsung. transisi ke topik baru. Jenis: memulai/mengakhiri wawancara. dan 4) Paduan cue verbal dan nonverbal. atau direfleksi dari apa yang ada di balik pernyataan. Emosi dan perasaan dapat ditangkap dari labeling perilaku konseli: sedih. tengah. muram. sebab seringkali ada beda antara pernyataan verbal dan ekspresi nonverbal konseli. Simpulan di awal: Biasanya dilakukan untuk menyatakan apa-apa yang telah dibahas pada pertemuan-(pertemuan) sebelumnya. Ia dapat dilakukan di awal. 3) Ekspresi non verbal yang dapat ditangkap melalui gerak tubuh.Utama: mengorganisasi pikiran helper dan konseli menganai apa yang terjadi dalam wawancara. ceria. Mengapa “menangkap” emosi penting? Emosi dan perasan sebagai sumber dari banyak pikiran dan perbuatan konseli. ditangkap melalui bertanya. Beberapa hal yang harus dicatat: 1) Kata-kata emosional digunakan oleh konseli. Observasi harus jeli. dan tingkahlaku konseli. Keterampilan reflecting feeling dimaksudkan untuk membantu orang lain merasakan dan mengalami bagian dirinya yang dalam. mengklarifikasi isu-isu kompleks. Konsekuensi yang diharapkan: Konseli akan masuk ke dalam pengalaman emosionalnya dan konseli dapat mengoreksi dengan kata-kata perasaan lainnya.

Simpulan merupakan review dari keseluruhan wawancara pada suatu sesi. maka perlu diperhatikan dalam pembuatan rumusan tujuan aspek kekuatan konseli. Tapi malam lalu …kami memiliki pandangan yang berbeda dan masing-masing mempunyai argumentasinya.” Pernyataan konseli di atas. langsung putar tv. Jika saya coba tanya. bagaimana bunyinya:  Key-word encouragers: ……………………………. Saya jadi gila. konseli akan puas bila bisa tidur nyenyak di malam hari (itu saja cukup). ia selalu menghindar.  Paraphrase: ………………………………………………………. Konselor ingin memberikan 116 . yakni seringkali apa yang dipikirkan konseli berbeda dari apa yang dipikirkan Konselor. saya nggak bisa berbuat apa. Bagaimana Bapak dan Ibu merespon pernyataan konseli sebagai berikut: “ Saya bermasalah dengan isteri saya.  Restatement: ……………………………………………. Atas dasar temuan-temuan masalah pada tahap 2 (Pengumpulan Data) dirumuskan perilaku target yang akan menghantarkan Konselor melayani konseli merancang program tindakan yang tepat. sedangkan Konselor mengangap bahwa konseli ybs harus mampu merekonstruksi kepribadiannya. Tak tahu apa yang harus saya lakukan. Misalnya. Contoh penerapan teknik komunikasi terhadap pernyataan konseli sebagai berikut: “Saya tak tahu. dan kedua pada emosi) − Restatement: “Jika anda coba tanya. sayapun demikian melihat isteri saya sempurna. ia memalingkan muka. Perumusan tujuan konseling yang ideal adalah dilakukan secara bersama-sama antara konseli dan Konselor. tak berkata apa-apa. Henny pulang. bekerja. Ia selalu merasa bahwa ia harus selalu ke luar rumah. melihat dunia luar. Kadang keduanya sejalan.” Respon konselo r sebagai berikut: − Nonverbal encourager: (anggukan kepala) − Key-word encouragers: “Menghindarimu?”. Ada hal yang perlu diperhatikan. ia memalingkan muka?” − Paraphrase: “Hanny menghindarimu dan kamu tak tahu harus berbuat apa?” − Reflecting feeling: “Anda benar-benar frustrasi menghadapi situasi itu” Dalam banyak kasus wawancara. kalau direspon dengan teknikteknik berikut. misalnya konseli ingin pekerjaan baru. Oleh karena kunci keberhasilan membantu terletak pada pemikiran bahwa konseli tumbuh dari kekuatannya sendiri . Anak saya melihat Surti sebagai Ibu yang sempurna. konselings bisa gunakan paduan dari respon-respon encouraging. dan reflecting feeling. paraphrasing. “Jadi gila?” (fokus pertama pada isi. Saya seorang manajer dan saya pikir saya memiliki income yang baik.

5) Antara pandangan dua atau lebih orang. Advice. 117 . di sisi lain …” Tahap Utama merespon dengan konfrontasi: 1) Mengidentifikasi konflik melalui memadukan pesan-pesan kesenjangan. Dalam respon konfrontasi. 1) Confronting Sebuah perlawanan suportif yang didalamnya ketidaksebangunan/ kesenjangan yang tampak pada diri konseli. menengah sampai pengaruh yang kuat. konseli seringkali tidak mampu datang dengan alternatif. pikiran-pikiran. Self-Disclosure. Kesenjangan bisa jadi: 1) Antara dua pernyataan. Beberapa teknik mempengaruhi yang kuat antara lain Confronting. Kedua. respon Konselor berbentuk konflik: “ Di satu sisi …. 2) Menyatakan konflik tersebut kepada konseli dengan jelas. diberi feedback. Dalam praktik. Bagaimana mengkonfrontasi adanya kesenjangan antara harapan dan perilaku konseli? Ada dua pilihan tindakan Konselor/Konselor: Pertama. Reflecting Meaning. Masalahnya. Pada initinya semua teknik komunikasi (merespon konseli) itu ada unsur mempengaruhi konseli. atau membuat konseli inactive menjadi active. Teknik ini digunakan untuk menunjukkan kesenjangan pada diri konseli yang membuat konseli menjadi mandeg (tidak berkembang). tujuan utamanya memecahkan masalah dan menemukan jalan baru bagi konseli. membuat ringkasan konflik dan menambahkan frame of reference Konselor dengan teknik-teknik mempengaruhi. Konseluensi yang diharapkan Konseli akan merespon terhadap konfrontasi dengan ide-ide. sebaliknya yang beracuan decision making misalnya konseling behaviorisme. Namun. 3) Antara pernyataan lisan dan ekspresi non-verbal. dan perilaku-perilaku baru. Oleh karena itu. dan 3) Mengevaluasi keefektifan intervensi terhadap perubahan dan pertumbuhan konseli. kadang konseli mempunyai harapan berlebih dari apa yang mampu dilakukan Konselor. Keterampilan Mempengaruhi Pada tahap working yaitu tahap dimana alternatif penyelesaian masalah dikembangkan. Namun tingkat pengaruh interpersonal bervariasi mulai dari pengaruh yang lemah.tes vokasional. pernyataan tujuan –penting dan tidaknya– sangat bergantung pendekatan yang Konselor gunakan. perasaan-perasaan. Ibarat dokter gunakan teknik kejutan jika pasien jantungnya mandeg. Konselor yang beracuan Rogerian menghindari tujuan konkrit. 2) Antara apa yang dikatakan dan apa yang dilakukan (gerak). membuat ringkasan konflik dengan frame of reference konseli dan dengan teknik-teknik mendengarkan menghantarkan konseli mencari solusi. tugas Konselor menemukan berbagai kemungkinan dan membantu konseli menemukan cara-cara baru untuk bertindak secara tepat. Feedback. Reassurance . 4) Antara pernyatan dan konteks kejadian. REBT akan mementingkan pembuatan rumusan tujuan yang dapat diukur secara objektif.

Konseluensi yang diharapkan konseli akan tergerak untuk mengalami self-disclosure lebih dalam. dan pemahaman yang mendalam di balik ceritera tersebut. 3) Harus spesifik dan konkrit. 3) Self-Disclosure Konselor sharing dirinya melalui menyampaikan pengalaman hidup pribadinya. “Saya rasa. 2) Kata kerja isi atau perasaan: “Saya pikir …”. Isi self-disclosure terdiri atas: 1) Mengunakan pernyataan: “Saya…” (subyek. “Pengalaman saya bercerai. perasaan.” “Saya berpengalaman …” (predikat). diterima konselikah? 5) Advice 118 . 4) Relatif tanpa penilaian. 2) Memuatkan pada kekuatan atau hal yang dilakukan konseli. dan 6) Lihat kembali bagaimana feedback Anda. Saya merasa …” dan 4) Kata perasaan atau ekspresi perasaan. Bila efektif akan membuat konseli merasa lebih enak dalam hubungan terapeutik. dan perilaku dan hal ini dapat mengarahkan ke perubahan yang dikehendaki..2) Reflecting Meaning Reflecting meaning menekankan pada pikiran-pikiran yang mendalam terkait dengan nilai-nilai dan sikap. Petunjuk memberi feedback: 1) Konseli yang menerima feedback harus dalam keadaan siap (be in charge). Seringkali dimulai dengan kata “Saya”. 3) Objeknya berupa deskriptor sifat: “Saya merasa bahagia karena Anda mampu lebih terbuka (asertif) dengan orangtua secara langsung”. isu. membuat lebih trust dan menciptakan hubungan sederajat ( equal relationship). Untuk disentuh sebagaimana kita menyentuh orang lain. 5) Harus persis. Sebaliknya. Konsekuensi yang diharapkan Konseli memperoleh perspektif Konselor atau orang lain tentang fikiran. dan masalah secara lebih dalam dengan menekankan pada makna. pribadi). Teknik ini digunakan dengan mengharapkan konsekuensi berupa konseli akan mendiskusikan ceritera. Feedback efektif untuk melihat diri sendiri sebagaimana orang lain melihat kita. 4) Feedback Memberikan data yang akurat tentang bagaimana Konselor atau orang lain memandang terhadap sudut pandang konseli. Teknik paraphrasing dan reflecting feeling menjadi bagian penting disini. Topik self-disclosure sampai saat ini masih menjadi perdebatan: boleh atau tidak boleh? Banyak ahli yang beranggapan bahwa Konselor yang berbagi diri secara terbuka akan membuat jarak. nilai. Untuk mendengar bagaimana orang lain mendengarkan kita. seperti Anda. banyak juga yang mengakui bahwa self-disclosure akan membua konseli berceitera.

dan factual reassurance. misalnya. − Persuasive advice diberikan kalau konseli sudah tahu alasanalasan logis atas rencananya. ternyata apa yang Anda bayangkan selama ini tidak terbukti. Konselor/Konselor dapat membantu meringankan beban konseli dengan memberikan dukungan faktual bahwa apa yang dialami konseli juga dapat dialami oleh orang lain dan merasakan seperti apa yang dirasakan konseli saat ini. Masing-masing digambarkan sebagai berikut. 6) Reassurance Konselor mendukung apa yang dinyatakan konseli. dan mengambil berbagai strategi kognitif dan perilaku untuk mewujudkan 119 . Mereka akan sangat berguna dalam konseling apapun dengan kadar yang berbeda-beda. prediction reassurance. Dukungan ini diharapkan menghantarkan konseli mampu menganisipasi secara lebih baik konsekuensi dari perbuatan dan perubahan pikiran. dan perilakunya. yaitu: − Direct advice diberikan kalau konseli tidak tahu sama sekali. Prediction Reassurance: Ketika konseli menyatakan bahwa ia akan melakukan suatu rencana tindakan positif. Mis: “ Bagus. Pembahasan berikut adalah teori-teori konseling yang ditertapkan dalam Teori Konseling Kontemporer: REBT a) Pandangan Hakekat Manusia Pendekatan Konseling Rasional Emotif Behavior (REB) didasarkan pada model psikoedukasionaI yang terstruktur. Keterampilan-keterampilan dasar komunikasi di atas akan sangat penting bagi pelaksanaan konseling.Memberi informasi/nasehat kepada konseli agar ia menjadi lebih jelas/lebih pasti tentang apa yang hendak dilakukan. maka Konselor/Konselor dapat mendukung pernyataan konseli tersebut. tetapi dengan keberaniannya ternyata ia berhasil juga menyelesaikan tugas yang selama ini ia takutkan. Mis: Jika benar2 Kau lakukan rencana itu. perasaan. Setidak-tidaknya mereka akan memahami dampaknya bagi dirinya. maka … (prediksi)” Postdiction reassurance: Semula konseli merasa takut menghadapi sesuatu. − Alternative advice diberikan setelah konseli tahu kelebihan dan kelemahan setiap alternatif. menempatkan tanggung-jawab pada konseli untuk mengambil peran aktif baik selama di dalam dan di luar sesi konseling. Setidaknya ada tiga jenis saran.” Factual reassurance: Pada saat konseli mengalami musibah. Ada tiga jenis dukungan yaitu postdiction reassurance. dan mereka menekankan peran pekerjaan rumah.

interpretasi. sehingga dianggap sebagai pendekatan yang terpadu. bukannya pada pengungkapan perasaan. berkomuni-kasi dengan orang lain. dan karena pandangan. takhayul. mencintai. Manusia memiliki kemampuan reflektif (berbicara pada diri sendiri). tetapi oleh pandangan mereka sendiri terhadap sesuatu hal tersebut”. Fokusnya adalah bekerja dengan pemikiran dan tindakan. menyalahkan diri. 120 . dan juga pada gejala-gejala khusus dalam cara mereka menginterpretasi peristiwa dan situasi. Konselor harus memberikan alat agar bisa mengidenfikasi dan mengatasi keyakinan yang tidak rasional yang terjadi ~ karena proses indoktrinasi diri konseli. 5. terus melakukan kesalahan. Manusia dilahirkan dengan potensi pemikiran yang rasional dan irasional. Manusia juga memiliki kecenderungan merusak diri. Kepada konseli. evaluasi. 6. dan tindakan mereka”. dan perilaku berinteraksi secara signifikan dan mempunyai huhungan sebab akibat timbal-balik. tidak toleran. Konseli belajar bagaimana menggantikan cara berpikir yang tidak efektif dengan kognisi yang rasional dan afeksi yang benar. dan penghindaran dari aktualisasi diri. Konseling REB memandang manusia sebagai berikut.perubahan. Konseling REB berusaha membantu agar manusia mampu menerima diri mereka sendiri sebagai makhluk yang meskipun terus membuat kesalahan namun pada saat yang bersamaan belajar hidup damai dengan dirinya sendiri. 3. perasaan. Sebagian besar Konseling REB didasarkan pada asumsi bahwa reorganisasi pernyataan diri seseorang akan menghasilkan reorganisasi perilaku seseorang. Konseling REB menganut paham bahwa “orang terganggu bukan oleh sesuatu hal. Manusia memiliki predisposisi dalam usaha rnencapai kebahagiaan. Asumsi dasar Konseling REB adalah bahwa orang berkontribusi pada permasalahan psikologisnya sendiri. dan reaksi kita terhadap situasi pekerjaan. REB didasarkan pada asumsi bahwa kesadaran. emosi. dapat mengevaluasi dan menguatkan diri. 4. REB secara konsisten menekankan ketiga modalitas ini dalam interaksinya. berpikiran dan benkemampuan verbal. Hipotesis Konseling REB adalah bahwa emosi kita utamanya muncul dari keyakinan. mahkluk yang meskipun terus membuat kesalahan namun pada saat bersamaan belajar hidup damai dengan dirinya sendiri. Ada kolaborasi antara konseli dan Konselor. mampu menjaga diri. Manusia memiliki kecenderungan untuk bertumbuh dan dapat mengaktualisasikan diri namun kurang berkembang dan bertumbuh karena pola penyalahan (mempersalahkan) diri yang dipelajari. dan mampu mengaktualisasikan diri. perfeksionis. Ellis kemudian mengatakan:”orang mengganggu dirinya sendiri karena hal-hal yang terjadi pada dirinya. 2. 1. bertumbuh. menghindari diri dari pemikiran.

“seharusnya” dan dari tuntutan atau perintah yang irasional. − Menunjukkan bahwa pengindoktrinasian diri secara berulang yang dilakukan konseli adalah suatu yang tidak logis dan tidak realistis. − Mengembangkan filosofi hidup yang rasional sehingga di masa depan mereka mampu menghindari diri agar tidak menjadi korban keyakinan tidak rasional yang lainnya. − Membantu konseli memodifikasi pemikiran dan mengabaikan gagasan yang irasional. Manusia memiliki kecenderungan kuat untuk membuat dirinya terganggu secara emosional. membantu konseli memahami proses lingkaran setan menyalahkan diri sendiri dan mengubah penyalahan diri itu. 121 . Saat konseli lebih mampu menerima diri mereka sendiri. Kedua. Artinya. melihat bagaimana keduanya berhubungan. Untuk memulihkan diri dari gangguan emosi bisa dilakukan melalui berhenti menyalahkan diri. menerima dan menghindari diri dari hasrat untuk mengatakan “harus”. Peran dan Fungsi Konselor − Menunjukkan kepada konseli bahwa keyakinan tentang “harus” dan “sebaiknya” yang ada dalam diri mereka itu adalah suatu yang irasional. b) Kondisi-kondisi Konseling Tujuan Konseling − Manusia cenderung menilai tindakannya dengan predikat “baik” dan “buruk”. − Tujuan utama Konseling REB. Gangguan terjadi karena pada masa kanak-kanak manusia mempelajari keyakinan yang irasional dan penyalahan diri. saya harus mendapatkan cinta dan pengakuan dari orang-orang penting dalam hidup saya. Misalnya. Pertama. maka mereka cenderung akan menerima orang lain tanpa syarat. Konselor mengajak konseli bertanggungjawab penuh untuk mengubah kondisi mereka. Oleh karena itu tujuan konseling REB adaIah mendidik konseli bagaimana cara memisahkan evaluasi tingkah laku mereka dan evaluasi esensi diri dari totalitasnya dan cara menerima diri dengan segala kekurangannya. 8. “bernilai” dan “sia-sia” dan mengukur dirinya berdasarkan apa yang nampak. − Meminimalisir gangguan emosi dan tingkah laku penyalahan diri dengan memahami filosofis hidup yang lebih realistis dan bisa dijalankan: mengajari konseli méngubah tingkah laku dan emosi disfungsional menjadi tingkah laku dan emosi yang sehat yang fungsional. membantu konseli dalam proses mencapai penenimaan diri tanpa syarat ( Unconditional Self Acceptance) dan penerimaan orang lain tanpa syarat ( Unconditional Others Acceptance).7.

konseli dapat belajar untuk mengendalikan emosi mereka dan menjadi sadar akan pikiran-pikiran yang mendasari masalah mereka serta belajar alternatif untuk mengubah pikiran mereka yang irasional. − konseli bekerja aktif di luar sesi konselingi: belajar cara yang efektif untuk meruntuhkan pemikiran yang menyalahkan diri. tahap emotif. 122 .Peran Konseli − Peran konseli adalah sebagai pebelajar dan pelaksana tindakan. Fase emotif ditujukan untuk membantu konseli menyadari pikiran-pikiran mereka. dan mengidentifikasi strategi pengatasan masalah potensial yang berkelanjutan. dan tahap behavioristik. Tahap Kognitif. Seperti setiap mulai sesi konseling bertanya. Konselor menyajikan alasan kognitif kepada konseli. menyelesaikan pekerjaan rumah untuk memecahkan masalah untuk mencapai perubahan emosi. Konseling dipandang sebagai proses reedukatif dimana konseli belajar cara menerapkan pemikiran psikologis. Konselor menunjukkan penerimaan penuh dengan tidak mengevaluasi diri konseli. membuat rencana. konseling REB terbagi menjadi tiga tahapan. − Proses penyembuhan berfokus pada pengalaman konselit di masa kini. " Apa masalah yang mengganggu diri Anda?". bereksperimen. yaitu tahap kognitif. c) Proses dan Teknik Konseling Proses konseling REB Secara garis besar. mengulas kemajuanya sendiri. Hal ini sering dilakukan dengan meminta konseli untuk menuliskan pikiran-pemikiran yang mengganggu mereka. Tahap Emotif. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. − Konselor membangun hubungan dengan konseli dengan cara menunjukkan pada konseli bahwa Konselor memiliki keyakinan yang besar akan kemampuan konseli dalam mengubah diri mereka sendiri dan mengatakan bahwa Konselor mempunyai cara untuk membantu mereka melakukannya. − Konselor menerima konseli sebagai makhluk tidak sempurna yang bisa ditolong dengan menunjukkan bahwa Konselor peduli tanpa membuat konseli merasa didikte dan dengan menggunakan beragam tehnik seperti bibliokonseling dan modifikasi tingkah laku. Hubungan Konselor dan Konseli − Hubungan ditandai dengan menerima semua konseli dan mengajari mereka untuk tanpa syarat menenima orang lain dan diri mereka sendiri. Selama tahap awal.

Mereka juga mendengar dan mengevaluasi rekaman sesi konseling mereka sendiri. perasaan. Pergantian itu akan membawa konseli kepada penerapan pernyataan diri yang baru.” . Misalnya mengubah dari mengatakan “akan sangat kacau bila. dan tingkah laku konseli. Dalam pembahasan lain. mencari keyakinan absolutisme mereka. Selama tahap akhir. mereka juga mulai merasakan perbedaannya. 4) Humor. Teknik-Teknik Konseling REB Teknik Kognitif 1) Mempersoalkan keyakinan tidak rasional dan mengajari konseli cara mengatasi tantangan ketidakrasionalanya sampai ia mampu menghilangkan dan melunturnya kata “harus” dalam dirinya. . “Jika saya tidak mendapatkan pekerjaan seperti yang saya inginkan. Dengan cara yang perlahan-lahan dan yang dibagi ke dalam beberapa sesi. dan mempertentangkan keyakinan-keyakinan tersebut. Pertanyaan yang perlu dipelajari konseli misalnya. . akan sangat mengecewakan. . − Assessment of feeling and activating event − Empathic reflection of feelings by counselor − Assessment of the ABC relationship − Assessment of behavioral consequence − Assessment of cognition − Counselor summarizes ABC assessment data − Counselor guides client toward solving problem (Disputing-Effect-New feeling) Dalam setiap tahapan di atas dapat digunakan berbagai teknik yang akaj diuraikan pada bagian berikut. 3) Mengubah bahasa “harus” dan “sebaiknya” untuk meminimalisir kesalahan diri. tahap-tahap konseling REBT terbagi menjadi …..“ menjadi mengatakan “akan kurang baik kiranya. walaupun saya bisa bertahan?” 2) Mengerjakan pekerjaan rumah. konseli belajar mengatasi kecemasan dan mempertanyakan pemikiran tidak rasionalnya yang mendasar. “ Mengapa orang harus memperlakukan saya secara adil”? Atau pernyataan. Mereka diminta untuk belajar membuat diri sendiri bahagia dan tidak terpengaruh oleh gangguan-gangguan. Konseli membuat daftar masalah mereka. Semua itu dilakukan untuk merevisi pemikiran. Gangguan emosi sering disebakan oleh karena terlalu seriusnya seseorang menganggap sesuatu sehingga kehilangan perspektif humor 123 .Tahap Behavioristik. Sebagai konsekuensinya. konseli dilatih untuk melakukan verbalisasi kognisi alternatif dan untuk mengubah perilaku mereka. yang membantu mereka berpikir dan bertindak secara berbeda..

Konseli membayangkan diri mereka berpikir. dan latihan mencegah rasa malu dan pemberian tugas yang selektif. Caranya dengan menugaskan konseli melakukan tindakan yang ditakuti karena memikirkan perasaan orang terhadap apa yang dilakukannya. pemodelan. bagaimana merasakan perasaan tersebut secara intensif. Konseli disarankan untuk menggunakan kekuatan dan energi sebagai satu cara untuk membantu berpindah dan berwawasan intelektual menjadi berwawasan emosional. dan bertingkahlaku pensis seperti cara berpikir. Hal itu dilakukan beberapa minggu supaya mencapai titik di mana konseli tidak lagi akan merasa marah apabila terjadi peristiwa negatif.terhadap peristiwa hidup. Juga bisa dilakukan dengan ceritera-ceritera lucu dalam buku atau film. konseli diminta untuk melawannya dengan berbagai daya 124 . Konseli bisa melatih beberapa tingkah laku yang diperlukan dalam situasi tertentu. merasakan. 4) Menggunakan kekuatan dan energi . Teknik Emotif Dengan menggunakan beragam prosedur emotif yang penuh penerimaan tanpa syarat. konseli diminita untuk menyanyikannya di saat mereka merasa tertekan dan cemas. emosi. Latihan terus dilakukan sampai konseli menyadari bahwa tidak ada gunanya menggubris reaksi atau pemikiran orang lain yang akan menghambatnya untuk melakukan sesuatu yang dikehendaki. dan bertingkahlaku yang mereka kehendaki dalam kehidupan nyata. Latihan ini ditujukan untuk meningkatkan penerimaan diri dan tanggung-jawab serta membantu konseli memandang bahwa sebagian besar perasaan mereka tentang rasa malu berhubungan dengan cara mereka mengenali kenyataan. Kepada konseli juga ditunjukkan cara bagaimana melakukan dialog memaksa diri mereka sendiri di mana mereka bisa mengekspresikan keyakinan tidak rasional dan kemudian dengan kekuatan penuh mempertanyakannya. 2) Bermain peran. membantu konseli mengubah sejumlah pemikiran. Kepada mereka ditunjukkan bagaimana cara membayangkan salah satu hal terburuk yang mungkin terjadi pada mereka. Konseli dihadapkan dengan kondisi sosial yang direkayasa. humor bisa dilakukan dengan menyanyikan lagu humor. dan kemudian mengubahnya menjadi perasaan negatif yang sehat. Teknik ini merupakan bentuk praktek mental yang dirancang untuk menciptakan pola emosi baru. dan tingkah laku mereka. Terkadang konseli akan melakukan permainan peran terbalik dengan filosofi penyalahan diri yang dipegang kuat. Humor menunjukkan absurditas beberapa gagasan yang dihadapi konseli. imajinasi emotif rasional. 1) Perbandingan emotif rasional. yang secara nyata membebani mereka. dan humon bisa sangat berharga untuk membantu konseli lebih santai dan tidak menganggap masalahnya terlalu serius. 3) Latihan menanggulangi rasa malu. Selanjutnya. permainan peran emotif rasional. Misalnya. merasakan.

guru tidak selalu suka menghadapi anak yang underachieving dan atau anak-anak yang berperilaku menyimpang. prinsip manajemen diri. sementara kepala sekolah menuntut keadaan “zero” kekerasan di sekolahnya. kekuatan daripada kelemahan memberi insentif bagi usaha-usaha yang berhasil ke depan. Masalah-masalah yang sering terjadi di sekolah: siswa tidak selalu siap belajar. Iklim sekolah membikin stres. banyak anak yang melakukan kekerasan. terutama pemerintah akan perolehan prestasi siswa yang terukur dengan standar tinggi harus dicapai. 2) Memberikan tugas yang dilaksanakan secara sistematis dan dicatat serta dianalisis dalam sebuah format isian. karena dengan memusatkan pada kesuksesan. Dengan memusatkan pada kelebihan. dan kesuksesan sebagai kunci keberhasilan pendidikan di sekolah. Resistensi akan dapat dikurangi karena secara sadar ia ingin terlibat terus dalam proses konseling. sekolah dapat menempatkan solusi. Teknik-tekni tersebut diharspkan telah menjadi pengetahuan siap pada diri konselor dalam bimtek ini. Konselor akan menemukan bahwa dengan memusatkan pada solusi ketimbang problem dalam setiap sesi. Demikianpun tuntutan dan tekanan dari berbagai fihak. Desakan dan kekuatan merupakan bagian dasar latihan pencegahan rasa malu. Model ini menggunakan pendekatan sistematis dengan tahapan yang lebih ditentukan oleh konseli. untuk meningkatkan prestasi akademik semua siswa. dan perilaku menyimpang lain di lingkungan sekolah. Konseli akan menjadi diberdayakan bila sejak awal dikenali kemampuan-kemampuannya. 3) Konseli dipacu untuk menyembuhkan diri secara perlahan. Proses membuat konseli terlibat aktif dan sekaligus menerima tangungjawab akan tingkahlakunya. dan pemodelan.upaya untuk meninggalkan gagasan disfungsional tersebut. kekuatan. 125 . Tehnik Behavior 1) Dalam teknik ini Konselor menggunakan prosedur behavioral: pengkondisian. teknik relaksasi. misalnya konseli yang takut naik elevator mungkin akan bisa mengurangi rasa ketakutannya melalui teknik flooding dengan cara naik turun elevator 20 sampai 30 kali sehari. dan hampir selalu berhasil. ketimbang ngurusi masalah. desensitisasi sistematis. aktivitas geng. seraya membangun lingkungan belajar yang berpusat pada siswa. Digunakan dengan berbagai macam masalah. Teori Konseling Postmodern: SFBT a) Konsep Kunci Oleh karena memusatkan pada keberhasilan daripada kegagalan konseli. konseli lebih tertantang. Menghadapi hal di muka. membuat Solution-Focused Brief Therapy (SFBT) lebih cepat berhasil ketimbang konseling lainnya. akan berdampak lebih positif.

Ada pengecualian (exceptions) – yakni waktu-waktu dimana masalah telah terjadi tetapi tidak diapa-apakan– yang dapat digunakan oleh Konselor untuk mengkonstruk solusi. 1988. berbeda dari konseling tradisional dimana keterampilan tersebut untuk mendiagnosis dan mentreatment. Dolan et al.. Konseli didorong untuk meningkatkan frekuensi perilaku-perilaku yang bermanfaat saat ini. 1985. maka ia konsisten dengan ciri-ciri intervensi yang menekankan keberhasilan di sekolah. 1991. Diakui bahwa perubahan-perubahan skala kecil akan menghantarkan ke perubahan yang besar. Proses dan Teknik SFBT 126 . konfrontasi. 1998. SFBT didasarkan pada orientasi membangun solusi ketimbang memecah-kan masalah. telah menerapkan secara berhasil untuk mengubah perilaku anak dan remaja. DeShazer et al. de Shazer. Konselor bersama pendidik lain. Littrell. kekuatan-kekuatan. 1992) serta koleganya (seperti Miller.. dan sumber daya ( sources) yang ada untuk mengkonstrusi jalan tol khusus bagi konseli untuk menjadikan visinya menjadi sebuah kenyataan. Hubble. Sebaliknya. 1995. Wisconsin (Steve DeShazer (DeShazer. dan edukasi pada konseli. Oleh karena SFBT menekankan pendekatan konstrusi sosial dan mendorong keterlibatan guru. orangtua. Berg & Miller. 2006. 1996.2008. SFBT. & Vanderwood. dan fihak lain yang terkait dengan pendidikan anak. Berbeda dari intervensi membangun keterampilan dan perilaku oleh model konseling sebelumnya. Biever. dalam Corey. Berg & DeJong. termasuk perilaku agresif siswa. De Jong & Berg. dan interaksi keduanya. & Duncan. 1996. pikiran. Konseling tradisional fokusnya untuk mengeksplorasi perasaan. Walter & Peller. 2009 ). memberikan interpretasi. Insoo Kim Berg (Berg. 1986). 1994. Moore.Untuk itu. perlu mengutamakan solusi yang harus selalu siap diterjadikan di sekolahnya. dan interaksi yang diinginkan saat ini. 1992). Fokusnya pada keinginan konseli mendatang ketimbang problem masa lalu atau konflik-konfliknya saat ini. Studi efektivitas SFBT lebih jauh di sekolah telah dilakukan banyak peneliti (Franklin. Malia. 2001. Clemons. pikiran. Dilanjutkan dengan mengeksplorasi dan mengatur hubungan pengecualian ( exceptions). Tidak ada masalah yang terjadi sepanjang waktu. 1996. suatu pendekatan yang berasal dari the Family Therapy Center di Milwaukee. LaFountain & Gardner. 1994. & Scamardo. model SFBT ini beranggapan bahwa tingkahlaku solusi telah ada dalam diri konseli. Geil. Konselor membantu konseli untuk menemukan alternatif pola perilaku. Keterampilan percakapan ( conversational skills) diperlukan untuk mendorong konseli membuat solusi. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa SFBT tepat untuk meningkatkan self-esteem dan sikap-sikap positif anak. SFBT membantu konseli membuat visi masa depan ketimbang ngurusi problem untuk dipecahkan.

tahap-tahap konseling SFBT secara berurut dikemuka-kan sebagai berikut. dengan tekanan khusus pada apa yang mereka perbuat saat kejadian ini terjadi. Pada akhir setiap percakapan pembuatan solusi. Dalam sebuah ringkasan. Konselor dan konseli bekerja bareng untuk mengembangkan tujuan yang paling mungkin dapat dicapai. dalam Corey (2009) mendefinisikan empat aspek SFBT. memberi penguatan. Menciptakan hubungan kolaboratif 127 . (4) pelihara konseling ringkas ini dengan selalu memperhatikan sesi-sesi konseling. Oleh karena itu. Konselor mendengarkan dengan penuh perhatian ketika konseli menjawab pertanyaan “Bagaimana saya akan dapat berguna bagimu? ” 2. Konselor diharapkan ahli dalam menciptakan lingkungan untuk terjadinya perubahan. (3) jika konseli tidak melakukan apa yang ingin dilakukan. dorong konseli untuk mencoba dengan berbagai cara yang berbeda. pendekatan problem solving merupakan kunci SFBT dan secara berurutan dapat ditempuh melalui tahap-tahap sebagai berikut: 1. jika masalah Anda diselesaikan? ” 3. 5. 4. konselor melihat apa yang konseli lakukan dan mendorong mereka untuk melanjutkan dalam arah yang benar. dan merangsang apa yang mungkin konseli amati atau lakukan sebelum sesi pertemuan selanjutnya untuk memecahkan masalah mereka . konselor menawarkan kepada konseli balikan ringkas. Konselor bertanya kepada konseli tentang jika saat ini masalah-masalah Anda tidak muncul atau jika masalah Anda kurang berpengaruh. yaitu (1) menemukan apa yang konseli inginkan ketimbang mencari apa yang mereka tidak inginkan. Konselor bersama konseli mengevaluasi kemajuan dalam menemukan solusi yang memuaskan dengan menggunakan ratings scale. (2) tidak melihat patologi atau gangguan dan tidak mencoba untuk mereduksi konseli dengan label diagnostik. 1. dalam Corey (2009) menekankan pentingnya menciptakan hubungan terapeutik kolaboratif yang sangat diperlukan dalam konseling yang berhasil. Konseli ditanya tentang kebutuhan apa yang mereka inginkan sebelum melihat problem yang hendak dipecahkan dan juga apa yang mereka inginkan mendatang. Konseli dibantu dalam mengeksplorasi pengecualian-pengecualian ini. Konseli diberi kesempatan untuk mendeskripsikan masalahnya sendiri. “Apa yang akan menjadi berbeda dalam kehidupan Anda.Bertolino and O’Hanlon. Kita yakin bahwa setiap diri konseli dapat membangun solusi sendiri atas masalah yang dihadapinya tanpa mengungkit-ungkit masalahnya. Walter and Peller. Alih-alih mendiagnosis. Kita juga tahu bahwa konseli adalah ahli dalam kehidupan mereka sendiri dan seringkali memiliki pemahaman yang baik tentang apa yang dikerjakan dan tidak dikerjakan yang lalu serta mungkin yang dikerjakan mendatang.

3. Perubahan dalam Prakonseling Pada pertemuan awal konseling umumnya konselor bertanya: “ Apa yang telah Anda lakukan yang telah membuat perbedaan dalam masalah Anda?” Dengan bertanya tentang perubahan-perubahan tersebut. artinya kita cenderung untuk mendorong konseli untuk kurang mengandalkan konselor mereka melainkan lebih mengandalkan pada sumber daya mereka sendiri untuk menyelesaikan pencapaian tujuan konseling mereka (de Shazer & Dolan. Pertanyaan Pengecualian (Exceptions) SFBT didasarkan pada pandangan bahwa ada waktu-waktu dalam kehidupan konseli dimana masalah-masalah diidentifikasi bukan problematik. melibatkan kekuatan. Namun demikian. yang merupakan teknik utama SFBT. Pertanyaan Ajaib (Miracle) Tujuan konseling dikembangkan dengan menggunakan pertanyaan ajaib. tidak akan tercapai hasil yang efektif. McKeel. Melalui membantu konseli mengidentifikasi dan mengukur exceptions ini akan muncul kesempatan bagi konseli untuk bekerja kearah solusi. Konselor bertanya. Yang penting bahwa konselor harus benar-benar yakin bahwa konseli mereka adalah ahli dalam hidup mereka sendiri. atau jika masalah tidak berat. dan apa yang akan menjadi berbeda? " Konseli kemudian didorong untuk memberlakukan "apa yang akan menjadi berbeda" meskipun masalah tetap dirasakan. Weiner-Davis. 2007. & Gingerich. 1996. Mintalah konseli untuk mempertimbang-kan bahwa keajaiban akan membuka berbagai kemungkinan masa depan. Konselor mengajukan pertanyaan-pertanyaan exceptions langsung kepada konseli jika masalah tampak tidak ada. tetapi juga menyediakan peluang sebagai sumber daya yang membangkitkan. Ada waktu-waktu yang disebut exceptions. "Jika keajaiban terjadi dan masalah Anda terpecahkan dalam semalam. Eksplorasi ini mengingatkan konseli bahwa masalah tidak semuanya kuat dan tidak akan ada selamanya. 1987. membangkitkan. konselor dapat menjabarkan. 2009). Perubahan ini tidak dapat dikaitkan dengan proses konseling itu sendiri. dalam Corey. bagaimana Anda tahu itu terpecahkan. 4. Konseli disarankan untuk membiarkan diri mereka untuk bermimpi sebagai cara untuk mengidentifikasi jenis 128 . Semua teknik yang dibahas disini harus diimplementasikan atas dasar hubungan kerja kolaboratif. dan memposisikan kemungkinan solusi. jika prosedur ini dilakukan secara rutin tanpa pengembangan kerja bersama-sama. 2.Konselor dapat memilih dari sejumlah intervensi ketika membantu konseli dalam mencari dan menemukan solusi serta membuat hidup lebih berbahagia. de Shazer. dan memperkuat apa yang konseli telah siap lakukan untuk membuat perubahan-perubahan positif. Exceptions merupakan pengalaman masa lalu dalam kehidupan konseli dimana ia menjadi alasan kuat adanya masalah.

Pertanyaan Penskalaan (Scaling Question) Konselor juga menggunakan pertanyaan scaling ketika perubahan pengalaman manusia tidak mudah diamati. Ada tiga bagian dasar struktur umpan balik yaitu pujian. Tidak masalah jika perubahan akan terjadi. kehidupan. Jenis penugasan memungkinkan konseli berharap bahwa perubahan tidak bisa dihindari. Balikan Konselor Terhadap Konseli Umumnya konselor SFBT mengambil istirahat 5 sampai 10 menit menjelang akhir setiap sesi untuk menulis pesan ringkasan untuk konseli. sehingga Anda dapat menjelaskan kepada saya waktu berikutnya. Intervensi ini menggeser penekanan dari masalah masa lalu dan saat ini menuju kehidupan yang lebih memuaskan di masa depan. jembatan. Pujian diberikan kepada apa yang sudah konseli lakukan yang mengarah pada solusi yang efektif. tapi kapan itu akan terjadi. Adalah penting bahwa memuji tidak dilakukan dengan cara rutin atau mekanistis. atau komunikasi. bagaimana anda menilai kecemasan Anda saat ini?" Jika konseli hanya menjauh dari nol ke satu. Konselor mengatakan: "Antara sekarang dan waktu berikutnya kita bertemu. 6. 5. Intervensi ini cenderung meningkatkan optimisme konseli. seorang wanita melaporkan perasaan panik atau kecemasannya. konseli diminta menceriterakan apa yang mereka amati dan apa yang mereka ingin memiliki di masa depan. hubungan.perubahan yang paling mereka ingin lihat. Formula Tugas Sesi Pertama Formula tugas sesi pertama adalah suatu bentuk pekerjaan rumah yang diberikan kepada konseli dari sesi pertama ke sesi kedua. saya ingin Anda untuk melakukan pengamatan. 7. dll) yang ingin terus terjadi”. dia sudah membaik. tetapi dengan cara yang menggembirakan yang menciptakan harapan dan menyampaikan harapan kepada konseli bahwa mereka dapat 129 . Hal yang penting bahwa konseli merasa dimengerti sebelum mereka diarahkan untuk membuat perubahan. apa yang terjadi dalam diri Anda (termasuk di dalamnya keluarga. suasana hati. dan tugas sugesti. mungkin konselor bisa bertanya: "Pada skala 0 sampai 10 dimana nol adalah bagaimana perasaanmu ketika pertama kali datang ke konseling dan 10 adalah bagaimana perasaan Anda sehari setelah keajaiban terjadi dan masalah Anda hilang. Bagaimana dia melakukannya? Apa yang dia lakukan untuk memindahkan ke skala lain sampai skala 10? Pertanyaan Scaling memungkinkan konseli untuk memperhatikan lebih dekat terhadap apa yang mereka lakukan dan bagaimana mereka dapat mengambil langkah-langkah yang akan mengarah pada perubahan yang mereka inginkan. Pertanyaan ini memiliki fokus masa depan dimana konseli dapat mulai mempertimbangkan kehidupan yang berbeda yang tidak didominasi oleh masalah tertentu. Pada sesi kedua. Sebagai contoh. seperti perasaan. Selama istirahat konselor merumuskan umpan balik yang akan diberikan kepada konseli setelah istirahat.

maka konselor dapat mengakhiri konseling.mencapai tujuan mereka dengan menggambarkan kekuatan dan keberhasilannya. Tugas observasional meminta konseli untuk memperhatikan beberapa aspek kehidupan mereka. sangat mungkin bahwa konseli akan mengalami masalah perkembangan lain di lain waktu. konselor membantu konseli dalam mengidentifikasi hal-hal yang dapat mereka lakukan untuk melanjutkan perubahan yang mereka telah buat ke masa depan. hal lain apa yang akan Anda lakukan?” Dengan menggunakan pertanyaan penskalaan ( Scaling questions). KONSELING KELOMPOK 1. 8. jembatan yang menghubungkan pujian awal dengan tugas sugesti yang akan diberikan. Sebelum mengakhiri konseling. Proses pemantauan diri membantu konseli perhatikan perbedaan yang lebih baik. ada berbagai 130 . Konseli dapat meminta sesi tambahan setiap kali mereka merasa perlu untuk mendapatkan kehidupan mereka kembali ke jalur yang benar atau untuk memperbarui kisah mereka. Tugas perilaku mengharuskan konseli benar-benar melakukan sesuatu dan konselor percaya bahwa apa yang dilakukan akan berguna untuk mereka dalam membangun solusi. Umpan balik konselor kepada konseli membahas apa yang harus konseli lakukan secara berbeda untuk meningkatkan kemungkinan pencapaian tujuan mereka. konselor dapat membantu konseli untuk memonitor kemajuan mereka sehingga konseli dapat menentukan kapan mereka tidak membutuhkan lagi datang ke konselor. Jembatan ini memberikan alasan atas saran/sugesti yang diberikan. atau berperilaku. misalnya “Kebutuhan-kebutuhan apakah yang berbeda dalam kehidupan Anda sebagai hasil dari pertemuan kita?”. Dalam konteks sekolah. Karena model konseling adalah singkat. Kedua. Hal yang terpenting dalam akhir konseling adalah konselor membantu konseli untuk mengidentifikasi halhal yang bisa dilakukan untuk melanjutkan perubahan-perubahan mendatang. “Jika masalah terselesaikan. Terminasi Jika konseli telah mampu mengkonstruk solusi. maka konseling kelompok dipandang efektif. merasa. terutama apa yang berbeda tentang cara mereka berpikir. Pentingnya Konseling Kelompok Ada banyak catatan mengapa konseling kelompok penting. Dalam kaitan ini seringkali terkait dengan pertanyaan konselor yang berbunyi. Konseli juga dapat dibantu untuk mengidentifikasi rintangan atau hambatan yang dirasakan yang bisa menghalangi dalam mempertahankan perubahan yang telah mereka buat. Oleh karena praktik Bimbingan dan Konseling di sekolah menghadapi banyak siswa dengan berbagai kemungkinan permasalahannya yang bisa jadi mirip. c. Aspek ketiga dari umpan balik berupa tugas sugesti kepada konseli. yang dapat dianggap sebagai pekerjaan rumah.

Kebanyakan kelompok jangka pendek. serta tahap transisi. 2) Screening dan seleksi anggota kelompok Ada stadar etika yang harus diperhatikan dalam memilih anggota. Walaupun bisa diberitahukan lewat tertulis. Misalnya datang langsung ke kelas menyampaikan kegiatan konseling kelompok ini dan diberitahukan prosedurnya. Proses Awal Perkembangan Kelompok Dalam konseling kelompok. latar kehidupan. misalnya kecemasan menghadapi ujian. 2. dan banyak lainnya yang mendorong perlunya dibantu secara efisien. − Kelompok terbuka vs Kelompok tertutup . Sebaliknya. problem. Konselor bisa menjadi integratif dalam menerapkan teori-teori konseling.kesamaan misalnya dalam hal usia. 3) Hal-hal praktis dalam formasi kelompok Ada beberapa hal praktis yang harus diperhartikan dalam membentuk kelompok. berpusat solusi. Konselor harus bertanya pada diri sendiri: “Bagaimana saya bisa memutuskan siapa yang paling mungkin memperoleh manfaat dari kelompok yang saya rencanakan?” “Siapa yang mungkin terganggu oleh partisipasi kelompok atau menjadi pengaruh negatif untuk anggota lainnya?” Screening harus proses dua-arah. isu anak laki-laki. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. orientasi dan eksplorasi. Kelompok terbuka atau tertutup ditentukan 131 . a) Tahap 1: Isu-Isu Prakelompok—Membentuk Kelompok 1) Memberitahukan kelompok dan rekrutmen anggota kelompok Bagaimana kelompok diperkenalkan akan mempengaruhi diterima/ tidaknya oleh anggota-anggota potensial dan orang-orang yang diduga cocok mengikuti kegiatan kelompok. dan banyak isuisu yang mirip dialami oleh siswa-siswa. Masalah-masalah terkait perkembangan pendidikan. Konseling kelompok juga bermatra preventif disamping utamanya kuratif. Konselor (pimpinan kelompok) harus mendorong anggota terlibat dalam mengambil keputusan bahwa ia tepat berpartisipasi dalam kelompok. Bentuk-bentuk kelompok tersebut antara lain. isu-isu anak perempuan. Calon anggota harus memperoleh kesempatan interviu pribadi untuk mengajukan pertanyaan apakah kelompok benar-benar bermanfaat baginya. Kebutuhan dan tujuan anggota merupakan aspek utama. tapi ketemu langsung dengan populasi sangat penting. Pendekatan kelompok memiliki keuntungan khusus dalam konseling di sekolah. dan karier siswa dapat dibantu dan saling membantu di antara siswa. Pada proses awal ada tiga tahap yang dilakukan yaitu membentuk kelompok. pribadi sosial. secara garis besar ada dua tahap utama yaitu proses awal perkembangan kelompok dan proses lanjut perkembangan kelompok.

4) Pedoman orientasi dan penyiapan anggota Pertemuan kelompok yang pertama kali dimanfaatkan untuk orientasi proses kelompok. sebagai dasar dari proses kelompok. Apakah anggota kelompok hanya yang sukarela saja atau boleh juga yang tidak sukarela? Dalam banyak pengalaman. tempat yang memungkinkan terjadinya interaksi face to face. Seberapa sering kelompok ketemu dan seberapa lama setiap pertemuan? Ini bergantung tipe kelompok juga pengalaman pemimpin kelompok. banyak anggota yang tidak sukarelapun memperoleh manfaat dari konseling kelompok yang diikutinya. Di lembaga sekolah keanggotaan tidak sukarela ini perlu digarap. Bahwa partisipasi anggota merupakan 132 . Semua usaha harus membuat suasana aman. Ada manfaat dari perbedaan yang ada untuk saling membantu. Adalah bijak jika terminasi kelompok merupakan hasil komitmen. Tapi untuk konseli anak dan remaja lebih baik sering tetapi waktunya lebih pendek. Namun diakui juga kelompok heterogin juga membawa manfaat. − Besar kelompok. miskonsepsi anggota. Setting pertemuan merupakan aspek lain yang harus diperhatikan. misalnya usia. Kebijakan berapa lama tentu saja bergantung keperluan lembaga dan konseli. populasi. lembaga. Masing-masing punya kelebihan tergantung pada isu-isu yang digarap. karena permasalahan mereka relatif serupa. − Tempat pertemuan. terutama homogin dalam usia. Besarnya kelompok bergantung pada beberapa faktor. dan tipe problem yang dieksplor. − Kelompok homogin vs heterogin. apakah tanggungjawab pimpinan agar anggota memperoleh keuntungan optimal dari kegiatan kelompok? − Persiapan harus mengeksplorasi harapan. − Setelah kelompok terbangun. pengalaman Konselor. tipe kelompok. Hal privacy harus diperhatikan. Biasanya dilakukan seminggu sekali. − Keanggotaan sukarela vs tidak sukarela . Resiko psikologis bagi anggota harus diminimalisir. ketakutan-ketakutan.oleh populasi dan setting-nya. − Frekuensi dan lamanya pertemuan. Seting yang jelek dapat membikin suasana yang negatif yang berpengaruh pada kohesivitas kelompok. Namun pada umumnya yang efektif bergerak antara 4 – 8 orang. Apakah jangka pendek atau panjang bergantung pada tipe kelompok. − Kelompok jangka pendek vs jangka panjang . Diakui bahwa kelompok homogin lebih membawa manfaat. tujuan. karena senyatanya masih banyak ditengarai siswa enggan memanfaatkan pelayanan konseling.

Anggota diminta menuliskan jurnal reaksi-reaksi mereka setiap sesi. − Anggota perlu menentukan kapan kelompok tepat bagi dirinya. Setiap anggota diharapkan belajar fungsi kelompok. menyadari bahwa kelompok ini merupakan tempat yang pas bagi realisasi pengharapan-pengharapannya. Anggota biasa bertanya-tanya: saya akan di dalam atau keluar dari kelompok ini? Sebewrapa banyak saya akan terbuka akan diri sendiri? Seberapa banyak aku ingin ambil resiko? seberapa aman untuk mengambil risiko? saya bisakah benarbenar percaya orang-orang ini?Seberapa lama aku bisa bertahan? Akankah aku ditolak atau diterima? 133 . Orientasi dan eksplorasi yang terdiri atas peristiwa 1) menentukan struktur kelompok. Dalam hal inklusi dan identifikasi dimaksudkan untuk menemukan identitas dalam kelompok dan menentukan sejauh mana seseorang akan menjadi anggota kelompok yang aktif adalah tugas utama tahap awal. 2) berkenalan.investasi kerja kelompok. dan 3) mengeksplorasi pengharapan anggota. membuat prediksi keberhasilan anggota. − Anggota dapat memperoleh keuntungan melalui menyiapkan diri berpikir apa yang ingin dialami selama kelompok. Ringkasan isu prakelompok. Tugas utama dalam tahap inisiasi ini terdiri atas dua hal yaitu inkluasi dan identifikasi serta membangun trust. b) Tahap 2: Tahap Awal –Orientasi dan Eksplorasi Karakteristik pada tahap awal ini sebagai berikut. Anggota diminta untuk memanfaatkan kelompok untuk mencoba tingkahlaku baru. − Anggota harus memiliki pengetahuan memadai tentang hakekat kelompok dan dampaknya bagi dirinya. Dorong anggota memikirkan sebelumnya tentang isu-isu pribadi yang ingin dieksplorasi. − Mengidentifikasi tujuan umum dan sasaran khusus kelompok − Mengembangkan proposal tertulis wecara jelas mengenai formasi kelompok − Memberitahu kelompok dg cara memberi informasi tepat bagi partisipan. − Melakukan interviu awal − Mengambil keputusan dalam memilih anggota − Mengorganisasi detail praktis untuk keberhasilan kelompok − Minta ijin orangttua (jika perlu) − Menyiapkan secara psikologis akan tugas kepemimpinan − Mengatur sesi awal untuk membuat aturan. dapat disebutkan sebagai berikut.

dan 2) Perasaan negatif anggota ke anggota lain dan pemimpin bisa tidak efektif. 3) Mengatur tanggung jawab. a) Tahap 4: Tahap Inti –Pembentukan Kohesivitas dan Produktivitas 1) Perkembangan Kohesi Kelompok Hakekat kohesi kelompok adalah sense of belonging. kalau tidak dijaga. Tahapmini penting. eksplorasi diri kecil. Ini jangan cepat dituruti. c) Tahap 3: Tahap Transisi –Mengatasi Resistensi Pada tahap transisi dapat digambarkan anggota kelompok dalam keadaan − Cemas (anxiety) − Konflik dan berjuang untuk mengontrol konflik − Tantangan bagi pimpinan kelompok − Resistensi Mengatasi reaksi diri terhadap resistensi anggota. tantangan konstruktuf tak akan terjadi. Kohesi sebagai kekuatan pemersatu…. konsolidasi dan terminasi. 3. Cara mempertahankan trust: 1) Ada kecendeungan anggota untuk cepat2 melompat ke saran. Cara membangun trust: 1) Tingkahlaku pimpinan dapat berpengaruh pada iklim kelompok. dan structuring. cenderung mengarah ke kurang serius. 2) Karakteristik Kerja Kelompom Yang Efektif 134 . Proses Lanjut Perkembangan Kelompok Pada proses lanjut. serta evaluasi dan tindak lanjut. Peranan pimpinan kelompkm selama tahap inisiasi: 1) Modeling. 2) Membantu mengidentifikasi tujuan. dan solidaritas. kelompok akan berjalan di bawah hambatan perasaan tersembunyi. Perlu perubahan prosedur agar anggota terbebas dari perasaan negatif. “ Saya tidak sendirian dalam kesakitan saya dan dengan problem saya ”. namun bisa menghambat perkembangan kelompok bila tidak didorong maju ke depan. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. 3) Trust tudak hanya bergantung sikap dan perilak pemimpin tetap juga anggota. Tanpa trust…interaksi akan di permukaan saja. Apakah pimpinan hadir antusias. pimpinan harus memperhatikan bahwa pribadi Konselor dapat mempengaruhi tingkahlaku masalah. inklusi. hadir secara psikologis dan terbuka? 2) Pemimpin yang sukses dalam mempertahankan trust tergantung pada seberapa baik ia mempersiapkan kelompok. juga ada tiga tahapan yaitu tahapan inti untuk pembentukan kohesivitas dan produktivitas. Biasanya kalau kohesivitas terbangun. penuh pribadi.Trust harus dibangun untuk keberlangsungan kelompok. hindari mengkategorikan orang atas tipe masalah.

b) Tahap 5: Tahap Akhir –Konsolidasi dan Terminasi Cara efektif mengakhiri kelompok adalah mengurusi perasaan anggota kelompok. − Siap identifikasi tujuan − Berkeinginan melakukan di luar kelompok dg tingkahlaku yang telah berubah − Merasa “in” dalam kelompok − Terus mengukur tingkat kepuasannya dalam kelompok. ada kebebasan untuk bereksperimen. 3) Faktor-faktor Terapeutik Kelompok Agar kelompok efektif sebagai kelompok untuk penyembuhan. kurang bergantung kepada pemimpin kelompok. ada konfrontasi dan balikan. 2) Tindak Lanjut Sesi Kelompok 135 . Minta anggota menjawab pertanyaan singkat… (Adakah kelompok berpengaruh negatif? Apa kelompok mempengaruhi anda dalam berhubungan dengan orang lain? Perubahan apakah yang anda dapatkan? ). ada kesempatan melakukan restrukturisasi kognitif. ada kesempatan membuka diri. melengkapi tugas-tugas yang belum dapat diselesaikan dalam kelompok (melengkapi unfinished business-nya). Anggota benar-benar menjadi kelompok dan telah mengembangkan keterampilan relasi antar anggota. Pada tahap ini minta anggota menuliskan pengalaman kelompom mereka. Sehingga dapat dikatakan bahwa anggota mengalami perubahan perasaan …di awal takut…di tengah dapat dukungan…di akhir sendiri lagi menghadapi rasa takutnya. dibutuhkan sejumlah syarat. komitmen terhadap perubahan. penuh harapan. Cirinya: − Fokus pada isu disini dan sekarang. intim. Pada saat ini semua anggota memberi dan menerima balikan. Mengukur efek kelompok melalui memberi kesempatan setiap anggota untuk menyampaikan lesson learn-nya atau pengalamannya selama mengikuti kegiatan konseling kelompok. ada kesempatan katarsis.Ada produktivitas kerja yang efektif. antara lain saling percaya dan menerima. empati dan perhatian. c) Tahap 6: Isu-Isu Pasca Kelompok –Evaluasi dan Tindak Lanjut 1) Mengevaluasi Proses dan Hasil Kelompok Evaluasi sebagai aspek dasar yang menguntungkan bagi anggota dan pimpinan kelompok. Evaluasi gunanya untuk melihat efektivitas kelompok.

dan konseling bagian integral dan berkesinambungan. Jika prates dilakukan di akhir juga bisa dilakukan pascates untuk mengukur sikap. antara lain: 1) Melakukan penilaian perilaku. nilai. 2) Mengkaji tujuan konseling dengan tepat. Asesmen perilaku ditujukan untuk mengumpulkan informasi rinci tentang masalah konseli. Konseling kelompok behavioral memiliki karakteristik yang unik yang membedakan dengan pendekatan lain. walaupun pemimpin kelompok memimpin diskusi untuk mencapai tujuan. dan penyesuaian pribadinya. kognisi. Keputusan tujuan pribadi tetap dari anggota kelompok itu sendiri. − Perilaku konseli bermasalah bukan hanya gejala masalah. Semua sesi kelompok di atas akan terejawantahkan dalam semua pendekatan konseling. Sebagai pengalaman belajar. tapi juga anggota untuk memberi gambaran realistik atas pengaruh kelompok kepadanya dan teman-temannya.Adalah bijak di sesi akhir untuk memberi kesempatan anggota mendiskusikan pengalaman-pengalamannya. mengambil sampel dari perilaku konseli untuk memberikan informasi tentang bagaimana tindakan konseli seharusnya dalam berbagai situasi. lebih fokus pada perilaku konseli. Anggota dapat mendiskusikan usaha nyata setelah ddi kehidupan nyata. dan emosi yang telah dipelajari dapat dimodifikasi melalui proses belajar. Wawancara individual sekitar 20 menitan dapat digunakan untuk membantu anggota membicarakan hal yang tak terungkap dalam kelompok. berfokus pada kondisi konseli saat ini. 4. setelah sesi konseling kelompok ditindaklanjuti pertemuan face to face. dan 4) Secara objektif dilakukan evaluasi hasil konseling. − Konseling kelompok sebagai sebuah proses pendidikan menekankan pada pembelajaran yang memiliki nilai-nilai yang melekat dalam sebuah kelompok. 3) Sesi Tindak Lanjut Individual Jika mungkin. tetapi dapat diukur dan dapat diamati. dalam bimtek ini akan dipelajari penerapan konseling kelompok behavioristik dan konseling kelompok realitas. Tujuan Konseling Menentukan arah gerakan terapeutik. Ini tidak hanya bernilai bagi pemimpin. 136 . 3) Merumuskan prosedur konseling secara spesifik. Pendekatan Teoritik Konseling Kelompok a) Pendekatan Behavioristik Asumsi − Bahwa sebagian besar masalah perilaku.

Pemimpin kelompok dengan hati-hati mengamati dan menilai perilaku untuk menentukan kondisi yang terkait dengan masalah-masalah tertentu dan kondisi yang akan memfasilitasi perubahan. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. lanjutkan merencanakan treatmen melalui menerapkan teknik-teknik: − Reinforcement − Contingency contract − Modeling − Behavioral rehearsal − Coaching − Homework − Feedback dengan 137 . Working Stage Setelah hubungan terbangun dengan baik. maka dirumuskanlah rencana untuk mencapai tujuan tersebut. Di sesi awal. Hal yang penting pada tahap awal adalah proses membangun kohesi. dan mendukung peran dalam kelompok dan menerapkan pengetahuan tentang prinsip-prinsip perilaku dan keterampilan penyelesain masalah. Tahap Konseling Kelompok Behavioral Sebagaimana konseling kelompok lainnya. Corey membaginya menjadi tiga tahapan besar. yang berlandaskan pada teknik perilaku yang berorientasi tindakan. Peran dan Fungsi Pimpinan Kelompok Pemimpin harus terampil dalam memilih berbagai intervensi singkat yang secara efisien dan efektif memecahkan masalah dan membantu anggota dalam mengembangkan keterampilan baru. Initial Stage Wawancara individual dan sesi awal kelompok bisa untuk mengeksplorasi pengharapan siswa sehingga siswa mau bergabung dalam kelompok. 2. Kelompok behavioral menekankan pentingnya evaluasi efektivitas teknik-teknik yang digunakan untuk menilai kemajuan konseli guna mencapai tujuan mereka secara terus-menerus. 1. anggota kelompok belajar mengenai fungsi kelompok dan bagaimana setiap sesi diatur. Pemimpin harus mampu menciptakan situasi kelompok menjadi situasi yang hangat dan menyenangkan bagi setiap anggota kelompok.Perencanaan Treatment Setelah anggota menetapkan tujuan-tujuan mereka. yaitu initial stage. dan final stage. working stage. Pemimpin kelompok diharapkan untuk aktif. direktif.

Dalam pandangan Glasser. konseling dimaksudkan untuk mengubah perilaku anak dari beridentitas gagal menuju ke identitas berhasil. kebebasan (freedom). Dorong anggota untuk bertanggungjawab atas tingkahlakunya. Latih anggota dengan tingkahlaku target yang diinginkan. Dengan demikian. b) Pendekatan Konseling Kelompok Realitas Konsep-konsep kunci Konseling Kelompok Realitas 1) Konseling realitas adalah konseling yang dikembangkan oleh William Glasser. kekuasaan dan prestasi (power and achievement). dan kesenangan (fun). maka padanya akan berkembang identitas sukses ( success identity). berfokus pada perencanaan perilaku dan perbuatan. Sekolah harus dibangun sebagai lingkungan yang mampu membangun identitas sukses bagi seluruh siswa. didaktik. konseling realitas ini pas diterapkan untuk membantu siswa-siswa mengembangkan diri. Final Stage Transfer perubahan perilaku yang dipelajari dalam kelompok ke lingkungan hidup dari hari ke hari. seorang ahli psikiatri. yang penuh ampunan. Sekolah lebih banyak bertanya apa yang terjadi dan apa selanjutnya. School without failure. cinta dan rasa memiliki (love and belonging). 2) Dalam bukunya yang terkenal. semua manusia memiliki lima kebutuhan dasar untuk dipenuhi. bagaimana selanjutnya. sekolah harus bebas dari suasan yang menghukum. namun tidak cukup untuk diterjadikannya perubahan pada diri konseli dari identitas gagal menuju identitas sukses. Beri situasi praktis untuk menstimulasi tingkahlaku dalam kehidupan nyata. dan right). direktif. 3) Prinsip penting yang diajarkan Glasser adalah prinsip 3R’s ( responsibility. sebaliknya jika perilakunya tidak memenuhi 3 Rs. Hubungan baik dalam konseling diperlukan untuk menunjukkan dan memenuhi kebutuhan akan cinta kasih lingkungan. Apabila anak berperilaku memenuhi syarat 3 Rs tersebut. 3. yaitu kebutuhan bertahan hidup secara fisik (physical survival). 138 . maka padanya akan berkembang identitas gagal (failure identity). reality.− Cognitive restructuring − Problem solving Teknik-teknik tersebut akan dibahas penerapannya dalam bimtek. Karena jawaban atas pertanyaan mengapa akan berujung pada alasan-alasan yang biasanya berujung ampunan. sebaliknya tidak pula permisif. 4) Konseling Kelompok Realitas bersifat aktif. menghindarkan pertanyaan mengapa terjadi. Siapkan anggota hadapi situasi yang tak bersahabat dalam dunia nyata. Lingkungan sekolah yang baik adalah yang memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk mengembangkan identitas berhasilnya sedikit demi sedikit.

Pertanyaan: Apakah yang Anda lakukan selama ini akan membawa pada keinginanmu? 139 . menjelaskan. Dengan mendeskripsikan tujuan umum mereka. selanjutnya berjuang untuk memenuhi kebutuhan mereka demi memuaskan hidup mereka sendiri dan masyarakat. perasaan dan penampakan fisiknya sebagai roda belakang. Terkait lingkungan konseling. dan (2) prosedur spesifik yang mengarah pada perubahan tingkahlaku. WDEP kependekan dari W = wants. E = selfevaluation. D = direction and doing. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut. dan memprioritaskan elemen-elemen kebutuhan yang ada dalam gambaran dunia mental mereka. Wubbolding.” Untuk melakukan konseling secara sistematis. Prosedur Konseling Kelompok Realitas Praktik konseling realitas berisi dua komponen utama: (1) lingkungan konseling. Perbuatan dan berpikirnya sebagai roda depan. Konselor membantu konseli untuk menyatukan. Pertanyaan: Apa yang Anda inginkan? Eksplorasi: Penjelasan tentang apa yang mereka harapkan atau mereka butuhkan. Kebutuhan dasarnya sebagai motornya. Glasser mengatakan bahwa “konseling untuk mengaitkan komponenkomponen kekuatan dalam diri konseli menjadi satu kekuatan untuk membantu konseli mengevaluasi hidup mereka dan berpindah ke arah perilaku baru yang lebih efektif.5) Total perilaku manusia ibarat mobil. mendefinisikan. konseli akan menjadi siap untuk mengevaluasi dan mengubah cara berpikir dan perilaku mereka saat ini. dan P = planning. Evaluasi: Apakah hal itu yang paling Anda inginkan? Direction dan Doing Tanyakan kepada konseli apa yang ia lakukan selama ini dan apa tujuan umum mereka. W (Wants) Tanyakan kepada konseli apa yang mereka inginkan dengan menggunakan pertanyaan yang cerdas dan tidak cepat menyerah. Pertanyaan global berikut bertujuan membantu konseli meningkatkan pengetahuan mereka terkait pilihan hidup mereka. tugas pertama Konselor adalah menciptakan iklim yang aman bagi anggota kelompok sebagai dasar penggunaan konselng secara efektif. dalam Corey (2009) telah memformulakan komponen-komponen konseling ke dalam sistem WDEP. Sikap dan perilaku konselor juga menjadi bagian penting dalam menghantarkan perubahan yang positif. dimana setiap huruf merepresentasikan sekelompok kemampuan dan teknik untuk mendukung konseli agar memiliki kontrol yang lebih baik atas hidup mereka.

Karakter-karakter rencana yang berhasil adalah sederhana. Evaluasi dimaksukan untuk menghubungkan antara tingkahlakutingkahlaku saat ini dengan kebutuhan. intervensi Konselor kecil. Pertanyaan: Perilaku apa yang akan menyebabkan kesuksesan? Perilaku apa yang akan menyebabkan kegagalan? Perubahan apa yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan? Focus: Pada tahap ini. dan memiliki tujuan. Ketika konseli membuat recana dan mengikuti rencana itu. Ketika konseli bisa menjawab pertanyaan “Apakah rencana anda dengan strategi yang detail untuk berubah?” maka mereka telah mengambil kontrol dan tujuan yang lebih baik atas hidup mereka. Rencana yang paling efektif adalah yang dibentuk bersama-sama dengan konseli. bukan yang disarankan Konselor. Konselor memfasilitasi pembentukan rencana dengan mengajarkan karakteristik rencana yang berhasil. Fokus: Pembicaraan berfokus pada masa sekarang dan masa mendatang. dapat diukur. Tujuan dari konseling realitas adalah perubahan perilaku. serta keceriaan. serahkan konseli untuk menilai tingkahlakunya sendiri. mudah diraih. membuat keputusan secara lebih baik. …? Fokus : Terbuatnya rencana tingkahlaku baru yang diharapkan benar-benar mampu memenuhi kebutuhan konseli. 140 . sehingga semakin efektif semakin memuaskan kebutuhan akan ketahanan fisik. langsung. Glasser mendeskripsikan evaluasi diri sebagai inti dari konseling. kebebasan. Wubbolding melihat evaluasi diri sebagai dasar dari prosedur konseling. mereka berkuasa atas jalan hidup mereka sendiri dengan mengirimkan energi positif bagi hidup mereka. cinta dan keterlibatan atau rasa memiliki. Self-Evaluation Mintalah konseli untuk melakukan evaluasi diri yakni mengevaluasi apakah tingkahlakunya selama ini mengarah tujuan atau mampu memenuhi kebutuhannya. Planning Mintalah konseli membuat rencana untuk memenuhi kebutuhan mereka secara lebih efektif. Pertanyaan : Rencana apa yang diprediksi mampu memenuhi kebutuhan Anda. gaya hidup yang lebih baik dan berkembang. sehingga jika tidak dilakukan akan terjadi kekacauan. pertumbuhan kepribadian.Pengarahan: Menghadapkan konseli pada realitas dan konsekuensi dari perilakunya selama ini. kekuasaan dan prestasi.

ruangan itu hendaklah nyaman yang menyebaBimbingan dan Konselingan para pelaksana Bimbingan dan Konseling betah bekerja. seperti penampilan informasi pendidikan dan jabatan. buku program semesteran. Alat pengumpul data yang berupa non-tes yaitu: pedoman observasi. buku harian. Ruangan hendaknya sedemikian rupa sehingga di satu segi para siswa yang berkunjung ke ruangan tersebut merasa senang. dan jumlah yang cukup untuk digunakan.PENGELOLAAN SARANA DAN ANGGARAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING Pengelolaan Sarana Semua sarana harus mudah diakses untuk mendukung program Bimbingan dan Konseling. (2) instrumen dan kelengkapan administrasi. dan ruang penyimpanan. baik tes maupun non-tes. skala penilaian. dan buku realisasi kegiatan Bimbingan dan Konseling. alat-alat mekanis. pedoman observasi. (1) Alat pengumpul data. akses mudah menuju fasilitas untuk melakukan konseling dan bimbingan kelompok kecil/kelompok besar atau klasikal. buku kasus. Konselor harus memiliki file terkunci dan hubungan telepon tersendiri. atau buku materi layanan bimbingan. Bahan harus relevan dengan program. Di dalam ruangan itu hendaknya juga dapat disimpan segenap perangkat instrumen Bimbingan dan Konseling. Sarana yang diperlukan untuk penunjang layanan Bimbingan dan Konseling adalah sebagai berikut. dan (5) filing kabinet (tempat penyimpanan dokumentasi dan data siswa). aman dan nyaman. himpunan data siswa. format satuan layanan. pedoman wawancara. modul bimbingan. dan tes prestasi belajar. catatan anekdot. dibangun dengan pertimbangan hak privasi dan kerahasiaan siswa. dan tape recorder). dan sebagainya. biografi dan autobiografi. Semuanya dimaksudkan untuk menfasilitasi tercapainya proses layanan Bimbingan dan Konseling yang bermutu. Kenyamanan itu merupakan modal utama bagi kesuksesan pelayanan yang terselenggara. buku informasi tentang studi lanjutan atau kursus-kursus. tes/inventori kepribadian. tes bakat khusus. angket. seperti : angket siswa dan orang tua. dan sosiometri. daftar cek. ruang yang memadai untuk mengorganisir dan menampilkan bahan bimbingan. Semua fasilitas harus mudah diakses dan memadai untuk pelaksanaan program bimbingan. buku hasil wawancara. Ruangan tersebut hendaknya juga mampu memuat berbagai penampilan. ruang layanan konseling dan bimbingan kelompok. tes bakat sekolah. (4) perangkat elektronik (seperti komputer. Unsur-unsur sarana Bimbingan dan Konseling: (1) tempat kegiatan. khususnya. dan ruang perpustakaan. Yang tidak kalah penting ialah. pedoman wawancara. 141 . dan format surat referal. yang layak bagi masyarakat. laporan kegiatan layanan. yang meliputi ruang kerja Konselor. informasi tentang kegiatan ekstra kurikuler. data kehadiran siswa. ruang tenaga administrasi. tes/inventori minat. format konseling. leger Bimbingan dan Konseling. buku program tahunan. serta segi lain di ruangan tersebut dapat dilaksanakan layanan dan kegiatan bimbingan lainnya sesuai dengan asas-asas dan kode etik Bimbingan dan Konseling. Alat pengumpul data berupa tes yaitu: tes inteligensi. dan berbagai data serta informasi lainnya. ruang tunggu tamu. lengkap dan kedap suara. (3) Buku-buku panduan. konselor harus memiliki setidaknya hal berikut: sebuah kantor.

format rencana satuan layanan dan kegiatan pendukung serta blanko laporan kegiatan. b. mengembangkan Bekerjasama dengan guru bahasa Indonesia untuk mengembangkan kemampuan komunikasi siswa Bersama guru. blanko surat. ditemukan seorang siswa yang membutuhkan bantuan fihak lain. dan sebagainya. susunlah RPP materi tertentu dan diantara susunan RPP tersebut sebutkan efek samping dari pengembangan pribadi siswa yang merupakan kerja dari guru bimbingan dan konseling atau konselor. Anggaran ini harus masuk ke dalam Anggaran dan Belanja Sekolah. namun prestasi belajarnya selalu rendah. Latihan Konsultasi Seorang siswa mempunyai potensi akademik yang tinggi. Mengingat banyak sekali aspek-aspek data siswa yang perlu dan harus dicatat. dan agenda surat. alat bantu bimbingan Perlengkapan administrasi.(2) Alat penyimpan data. Bentuk kartu ini dibuat sedemikian rupa dengan ukuran-ukuran serta warna tertentu. khususnya dalam bentuk himpunan data. 3. karena persoalan yang dhadapi siswa di luar batas kewenangan Saudara. blanko konferensi kasus. maka diperlukan adanya suatu alat yang dapat menghimpun data secara keseluruhan yaitu buku pribadi. Pengelolaan Anggaran Perencanaan anggaran merupakan komponen penting dari manajemen Bimbingan dan Konseling. buku pribadi dan map. Pilih dari antara bentuk-bentuk kegiatan berikut: a. ada siswa yang mengalami hambatan belajar dikirim ke guru bidang studi. paket bimbingan. Bekerjasama dengan guru matematika untuk kemampuan regulasi diri dalam belajar matematika. seperti alat tulis menulis. seperti data informasi. Latihan Referal Di sekolah saudara. informasi atau pun data untuk masing-masing siswa. Penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa tidaklah mungkin siswa dapat berprestasi tinggi karena ada pekerjaan di 142 . Perlu dirancang dengan cermat berapa anggaran yang diperlukan untuk mendukung implementasi program. (3) Kelengkapan penunjang teknis. kartu konsultasi. maka perlu disediakan map pribadi. LATIHAN 1. Latihan Kegiatan Kolaborasi Berlatihlah untuk bekerja secara kolaboratif dengan guru mata pelajaran. kartu kasus. D. 2. Misalnya. sehingga mudah untuk disimpan dalam filling cabinet. Alat penyimpan data itu dapat berbentuk kartu. Untuk menyimpan berbagai keterangan. siswa terlibat penggunaan narkoba dikirm ke dokter.

dan − cara Saudara untuk memberikan tugas. serta menutup pertemuan konseling. 4. dengan tulisan yang mudah terbaca. Latihan Bimbingan Kelompok Susunlah RPBK dengan mengambil topik bimbingan pribadi social. tetapi terpaksa dilakukan anak. Isi scenario dengan catatan sebagai berikut.rumah yang menyita waktunya. bukan percakapan konselor dan konseli (verbatim). a) Ikuti 9 tahap konsultasi untuk membantu siswa tersebut. Untuk itu. Cara ini ditempuh agar fasilitator dapat membantu Saudara membenahi bagianbagian yang masih belum tuntas Saudara pelajari. b) Praktikkan dalam kelompok orangtua bagi belajar anaknya. Praktikkan dalam bentuk bimbingan kelompok atau bimbingan klasikal dan dilakukan pengamatan serta refleksi pasca praktik. − cara Saudara melihat bagaimana konseli menata emosinya dan bagaimana cara mengembangkan tingkahlaku baru yang lebih rasional. − cara Saudara mengidentifikasi perasaan dan perilaku negative akibat masalah (C) dan menemukan kejadian-kejadian yang menimbulkan masalah (A). Sebenarnya pekerjaan ini tidaklah prinsip. atau menerapkan teknik-teknik konseling. Latihan Konseling Individual Latihan konseling individual terdiri atas dua tugas yaitu menyusun scenario konseling individual dan praktik konseling individual. susunlah scenario. 5. 1) Isi scenario hanyalah cerita singkat dari setiap tahap konseling. 3) Isi scenario konseling REB Dalam scenario konseling REB saudara harus menjelaskan bagaimana − cara Saudara membangun/membina hubungan baik. perubahan harus dilakukan melalui perubahan peran orangtua terhadap anaknya. belajar. dan karier di materi di atas. 2) Scenario ditulis paling banyak 2 halaman. − cara Saudara dalam menemukan pikiran-pikiran irrasional (Bir) yang merupakan persepsi mereka terhadap A. c) Skenario konseling Untuk persiapan kegiatan praktikum konseling. − cara Saudara mengajak konseli menguasai Pemahaman Kognisi. Disini harus jelas teknik konseling apa yang akan Saudara gunakan untuk Disputing (D). 4) Isi scenario konseling SFBT bagaimana Saudara memberdayakan 143 . melakukan komitmen.

− cara Saudara menformulasikan tugas sesi pertama. dan − cara saudara melakukan evaluasi dan terminasi. − Cara konselor mengidentifikasi perilaku konseli dalam memenuhi kebutuhannya (Direction/Doing). − Cara konselor mengajak konseli melakukan pertimbangan nilai 144 . keinginan. a) Skenario Konseling Kelompok − Pilih salah satu pendekatan konseling kelompok yang kita pelajari dalam bimtek ini. dan susunlah skenario konselingnya. Catatan setiap pendekatan konseling yang dipilih. − cara Saudara memberikan balikan kepada konseli. − Cara konselor mengidentifikasi perilaku kekinian. − cara saudara dalam menelaah tingkahlaku faulty learning (assesment). − cara Saudara menggunakan pertanyaan ajaib. kebutuhan konseli (Want). 6.− cara Saudara membangun/membina hubungan kolaboratif. − Konseling kelompok behavioral Dalam scenario konseling behavioral saudara harus menjelaskan bagaimana … − cara saudara dalam membangun/membina hubungan baik. − cara Saudara menggunakan pertanyaan penskalaan. d) Praktikum konseling individual Praktikkan scenario Saudara dan lakukan pengamatan serta refleksi atas latihan. − cara Saudara mengidentifkasi perubahan-perubahan prakonseling. Latihan Konseling Kelompok Latihan konseling kelompok dibagi menjadi dua bagian yaitu menyusun scenario konseling kelompok dan mempraktikan secara simulatif. − Konseling kelompok realitas Dalam scenario konseling Realita Saudara harus jelas bagaimana … − Cara membentuk/membina hubungan penuh cinta dan pengharapan. merencana langkah-langkah aplikasi teknik konseling. − Tuliskan secara ringkas bagaimana langkah-langkah konseling dilakukan untuk mengatasi masalah yang Saudara pilih. − cara saudara menerapkan teknik konseling (techniques implementation): menfokuskan tingkahlaku yang hendak diubah. melalui melihat berbagai aspek tingkahlaku. − cara saudara mengajak konseli merumuskan tujuan konseling (goal setting). − cara Saudara menggunakan pertanyaan pengecualian. − cara Saudara melakukan terminasi.

Kemudian. Dalam praktik simulatif ini. PENGANTAR Keberhasilan suatu kegiatan atau program yang telah dilaksanakan akan tampak pada hasil yang ditunjukkan berupa pencapaian terhadap tujuan yang telah ditetapkan. lakukan pengamatan dan diskusikan hasilnya. yang memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan evaluasi program adalah guru bimbingan dan konseling atau konselor itu sendiri. − Cara konselor mengajak konseli melakukan Komitmen. 145 . Melalui suatu tahapan kegiatan yang disebut dengan evaluasi. karena hasil evaluasi dapat mendorong semua pihak untuk memberikan masukan dan merencanakan langkah-langkah perbaikan dan peningkatan bagi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.(Evaluation). b) Praktik Konseling Kelompok. sebagai bagian dalam penyusunan dan pengembangan program bimbingan dan konseling. − Cara konselor mengembangan perencanaan perilaku baru yang lebih memenuhi 3R’s (Planning). Dalam pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling. Demikian pula kekurangan atau kelemahan yang dimiliki akan dapat dilihat serta penyebab tujuan yang belum dapat diraih sepenuhnya. pihak lain yang dapat mengevaluasi adalah pihak atasan (pimpinan) pelaksana progran serta pihak yang menerima sasaran kegiatan. Praktikkan scenario yang telah Saudara tuliskan. terutama pihak yang melaksanakan program tersebut. evaluasi menjadi tahapan yang sangat penting untuk dilaksanakan. Oleh karena itu. Evaluasi suatu program lazimnya dilakukan oleh beberapa pihak. Evaluasi program sebenarnya memberikan informasi yang sangat berarti bagi kelanjutan pelaksanaan program berikutnya. dan − Cara konselor mengakhiri pertemuan konseling. BAB IV EVALUASI PROSES DAN HASIL PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. mengenali dan kemudian menganalisis kelemahan-kelemahan tersebut untuk dilakukan perbaikan dalam proses berikutnya. pelaksana suatu kegiatan dapat melihat.

Sehingga pada akhirnya siswa dapat merasakan dampak langsung dari pelaksanaan evaluasi baik itu berupa perkembangan. Sesuai dengan perkembangan yang terjadi baik pada program sekolah secara kesuluruhan. dalam Bimbingan dan 146 . Menggunakan hasil pelaksanaan evaluasi untuk merevisi dan mengembang-kan program bimbingan dan konseling. Melakukan penyesuaian proses pelayanan bimbingan dan konseling 3. namun pelaksanaan evaluasi akan memberikan dampak terhadap peningkatan layanan yang dibutuhkan oleh siswa. suatu program layananan bimbingan dan konseling perlu dikembangkan dan diperbaiki sehingga dapat dirancang dan direalisasikan sesuai dengan perkembangan kebutuhan peserta didik sebagai salah satu sasaran layanan. KOMPETENSI DAN INDIKATOR Kompetensi: Menilai proses dan hasil kegiatan bimbingan dan konseling Indikator: 1. C. Demikian pula dilihat dari perkembangan program itu sendiri. Pentingnya Evaluasi dan Model Evaluasi Konseling Evaluasi atau penilaian merupakan bagian penting dalam pengelolaan atau manajeman pelaksanaan bimbingan dan konseling. Sekalipun layanan evaluasi bukan merupakan layanan yang langsung kepada siswa. MATERI 1.B. Menginformasikan hasil pelaksanaan evaluasi pelayanan bimbingan dan konseling kepada pihak terkait 4. Melakukan evaluasi hasil. perkembangan sosial dan tantangan yang terjadi dalam pendidikan maka program layanan bimbingan dan konseling tidak boleh statis atau dari itu ke itu. peningkatan atau perubahan yang sesuai dengan dinamika pada aspek yang dikembangkan dalam suatu program. proses dan program bimbingan dan konseling 2.

(4) Menemukan situasi dimana capaian target tersebut dapat ditunjukkan. maka untuk mengukur keberhasilannya bisa membandingkan hasil yang dicapai dengan kriteria yang ditetapkan. Tahap-tahap evaluasi model berorientasi tujuan secara umum (1) Menentukan tujuan umum. (6) Mengumpulkan data performansi. model berdasar tujuan. Di dalam model berorientasi tujuan dikenali model utamanya yaitu model kesenjangan. Malcolm Provus (1973) memandang evaluasi sebagai proses manajemen informasi yang berkelanjutan. (5) Mengembangkan atau memilih teknik-teknik pengukuran. dan (7) Membandingkan data performansi dengan tingkahlaku yang telah ditentukan dalam tujuan. 3) 147 . Oleh karena orientasi program bimbingan dan konseling berdasarkan pada standar dan kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan. model pendapat ahli. model natural. (2) Mengklasifikasikan tujuan umum dan tujuan khusus (goal and objective). 2) menentukan ada/tidak ada kesenjangan yang muncul antara performansi dan sejumlah aspek program dan perangkat standar untuk performansi tersebut.Evaluasi program dapat dilaksanakan dengan menggunakan beberapa model. Ia memahami bahwa evaluasi sebagai sebuah proses yang cukup mudah menentukan tujuan-tujuan program mana yang telah tercapai dan mana yang belum dapat dicapai. Bentuk utama dari orientasi tujuan dikembangkan oleh Provus yang diberi nama model kesenjangan (descripancy model). setiap model dapat dipilih berdasarkan kepentingan dan kesesuaian dengan program yang sedang dilaksanakan. peserta akan dilatih untuk mampu mengevaluasi dengan satu model yang relatif mudah untuk dilakukan di lapangan yaitu model berorientasi yang dikembangkan oleh Ralph W Tyler. Dalam Bimtek ini. sementara pada model berorientasi manajemen dikenali model CIPP. Posavac dan Carey (1992) menjelaskan beberapa model evaluasi yaitu model tradisional. (3) Menentukan tujuan dalam rumusan tingkahlaku nyata. Evaluasi merupakan proses yang mencakup 1) kesepakatan tentang standarstandar dan kriteria-kriteria tertentu (kata lain dari sasaran/ objective). model berorientasi manajemen.

proses. (3) Proses (hasil sementara). Menggunakan model kesenjangan ini hanya perlu menempuh empat tahap yaitu (1) Perencanaan. dan (4) Hasil. Desain program dalam hal ini dijadikan sebagai standar untuk pelaksanaan penilaian program. (2) Instalasi. 148 . kalau diperlukan). untuk kemudian diputuskan apakah program tersebut diberlakukan ulang atau dihentikan. 4. Evaluator menghasilkan perangkat tes (alat ukur) yang sesuai untuk mengidentifikasi sejumlah kesenjangan antara yang diharapkan dengan implementasi program yang aktual. Peninjauan dapat dilakukan terhadap program yang disinyalir banyak “siswa” yang mengalami kesulitan. dan output (outcomes). Tahap ketiga: proses. Tahap kedua: instalasi. 1. 2.menggunakan informasi tentang kesenjangan dalam memutuskan untuk mengembangkan atau melanjutkan atau menghentikan program keseluruhan ataupun salah satu aspek dari program tersebut. Tahap pertama: Perencanaan Tahap perencanaan difokuskan pada menentukan tujuan. 3. Jika diperlukan dapat ditambahkan tahap yang ke lima yaitu analisa biaya (pilihan. Tahap keempat: hasil. Penilaian memfokuskan pada pengumpulan data tentang laporan-laporan partisipan untuk menentukan apakah mereka menunjukkan perubahan tingkahlaku seperti yang diharapkan. Provus menganggap bahwa program adalah sebuah sistem dinamik yang meliputi input (antecedents). proses atau aktivitas dan memaparkan sumber-sumber kekuatan yang diperlukan serta partisipan yang turut-serta dalam pelaksanaan dan menyelesaikan tujuan-tujuan.

termasuk program Bimbingan dan Konseling di sekolah. tidakmemiliki dalam personil 149 . Provus juga menambahkan fase kelima sebagai suatu pilihan. walaupun mengetahui bahwa evaluasi merupakan bagian penting dalam program pelayanan Bimbingan dan Konseling. Selain empat fase tersebut. Yaitu. antara lain: 1. Proses ini untuk menjawab pertanyaan: 1) mengapa ada ketidaksesuaian ?. serta menghasilkan informasi bagi para pengambil kebijakan program untuk melakukan perbaikan yang berkait dengan misi yang akan dicapai. yaitu berkaitan dengan analisis tentang biaya. Ada beberapa alasan yang diajukan guru bimbingan dan konseling atau Konselor. 2. Provus membedakan antara istilah terminal objective (immediate outcome) dengan ultimate objectives (longterm outcome). 3) tindakan korektif apa yang paling sesuai? Kekuatan dan daya tarik terbesar dari pendekatan yang berorientasi pada tujuan ke evaluasi adalah kesederhanaannya. Kesulitan dalam melaksanakan evaluasi program Bimbingan dan Konseling Dalam banyak kasus. diikuti dan diterapkan. mudah dipahami. 2) tindakan korektif apa yang mungkin dapat dilakukan? dan. evaluasi terhadap program jarang dilakukan. karena merasa kekurangan memberilakan layanan. mengapa mereka tidak melakukan evaluasi. 2. Apabila dalam pelaksanaannya terjadi ketidaksesuaian antara program dengan hasil. Hal ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana memperkirakan biaya yang akan dikeluarkan dalam program tersebut. Provus menyarankan agar dilakukan proses problem solving oleh staf program atau konselor dan evaluator.Evaluasi dilakukan untuk menentukan apakah tujuan jangka pendek (terminal objectives) dari program tersebut telah dicapai. Materi yang diperoleh pada saat perkuliahan belum memberikan pengalaman praktis dalam evaluasi program. Banyak praktisi Bimbingan dan Konseling menyatakan merasa waktu untuk mengevalasi. Dalam bidang Bimbingan dan Konseling. Konselor seringkali tidak melakukan evaluasi.

karena standar keberhasilannya belum konkrit sehingga sulit untuk menemukan indikatornya. sehingga kesulitan dalam mengumpulkan data. guru mata pelajaran. 7. Melihat pentingnya evaluasi terhadap layanan bimbingan dan konseling. 5. sehingga merasa tidak ada tuntutan. 4. Program bimbingan dan konseling dipandang unik. Kesulitan ini akan bertambah. dengan berbagai alasan seperti diungkapkan dalam 150 . 6. memberikan alasan untuk tidak melakukan evaluasi yang semestinya dilakukan. Guru bimbingan dan konseling merasa kesulitan untuk merumuskan kriteria keberhasilan layanan. Sikap Yang Perlu Dimiliki Oleh Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Melaksanakan Evaluasi Program Pentingnya evaluasi terhadap program perlu diketahui dan disadari oleh guru bimbingan dan konseling sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas kerja seiring dengan tuntutan sebagai guru bimbingan dan konseling yang profesional. Evaluasi terhadap hasil layanan bimbingan dan konseling hanya dilakukan apabila ada kepentingan sekolah dalam memenuhi program tertentu. diharapkan guru bimbingan dan konseling dapat memiliki pemahaman dan kemampuan untuk melaksanakan evaluasi program bimbingan dan konseling. sehingga kondisi yang ada di sekolahnya menjadi bagian yang dievaluasi dan memberikan alasan yang kuat untuk berupaya melakukan peningkatan sehingga kinerja guru bimbingan dan konseling dapat menunjukkan akuntabilitasnya yang dipercaya oleh pimpinan. Pihak pimpinan dipandang tidak meminta hasil evaluasi yang terprogram dan terencana. Tidak terbiasa mencatat dan mendokumentasikan layanan yang telah diberikan serta hasilnya. dan kompleks sehingga sulit untuk diberikan penilaian. Kesulitan yang dihadapi guru bimbingan dan konseling seperti disebutkan di atas. dan personil lainnya yang menjadi bagian dukungan sistem terhadap pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. manakala pihak sekolah tidak menunjukkan kepedulian terhadap proses maupun hasil layanan bimbingan dan konseling. 3.3. Kesadaran untuk melakukan evaluasi bisa jadi belum dimiliki oleh semua guru bimbingan dan konseling.

Sikap yang dimaksud antara lain : a. b. Kesiapan untuk melaksanakan evaluasi hendaknya disadari sebagai suatu tahap atau kegiatan dalam penyusunan program bimbingan dan konseling seperti halnya dalam penyusunan program apapun pada umumnya. Menyediakan diri untuk berdialog dengan pihak-pihak yang memberikan penilaian Sikap terbuka akan masukan dan menerima kekurangan serta keinginan untuk meningkatkan berkelanjutan diri merupakan dapat kunci pembuka untuk melakukan evaluasi program sehingga mengantarkan bagi pengembangan selanjutnya dan kesempatan mengembangkan diri bagi guru bimbingan dan konseling (konselor). Ada beberapa istilah evaluasi yang bersifat aplikatif atau sering digunakan di kehidupan sehari- 151 . Memiliki keinginan dan kebutuhan untuk mengetahui kekurangan atau kelemahan sebagai bahan untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik. d. Uraian di atas diharapkan dapat menjawab alasan para konselor yang tidak melakukan asesmen dan evaluasi atas program dan pelayanannya. personil lain di sekolah serta pihak orang tua maupun siswa. Berusaha untuk memaknai masukan sebagai kesempatan meningkatkan diri g. Memaknai kekurangan sebagai bagian dari proses untuk mengembangkan diri. Selain itu guru bimbingan dan konseling perlu memiliki sikap yang positif tentang perlunya evaluasi terhadap aktivitas dan layanan bimbingan dan konseling yang telah diberikannya. kolega (guru mata pelajaran). c. Membuka pikiran untuk belajar dari kegagalan yang dialami f. Berbicara tentang asesmen tidak dapat dilepaskan dengan istilah evaluasi. Menerima masukan dan kritikan dari pihak lain baik pimpinan. e.kesulitan melakukan evaluasi. Membandingkan apa yang sudah dilakukan dengan hasil yang diperoleh h. baik terhadap kondisi-kondisi yang memungkinkan terlaksananya program. proses yang terjadi serta hasil atau produk yang diperoleh. Memahami bahwa dalam pelaksanaan suatu program dimungkinkan akan ada kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan belum tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.

Tujuan lainnya adalah memberikan informasi sebagai dasar perbaikan program. kualitas. 4. melanjutkan program atau melakukan ekspansi program. sedangkan evaluator eksternal dapat memberikan kredibilitas yang lebih tinggi dalam evaluasi dan membawa perspektif segar terhadap evaluasi. Evaluator dapat diambil secara internal dan eksternal organisasi. Pihak-pihak yang dilibatkan untuk mengevalusi dalam hal ini evaluator mempunyai banyak peran termasuk sebagai ahli. Langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan standar kualitas dan tingkat relativitas dari standar layanan Bimbingan dan Konseling yakni standar kemandirian peserta didik yang menjadi pengarusutamaan seluruh hasil pelayanan bimbingan dan konseling. berarti mengarahkan 152 . dapat memfasilitasi komunikasi dan penggunaan hasil evaluasi. sedangkan evaluasi sumatif berfungsi sebagai dasar keputusan tentang proses melaksanakan program. evaluasi penting dalam kegunaannya sebagai alat kunci dalam melayani secara adil. Berdasarkan pengertian etis. Kedua. Tujuan Evaluasi Evaluasi digunakan sebagai metode untuk penelitian dan pengambilan keputusan. utilitas dan efektifitasnya. Berdasarkan kajian definisi aplikatif itu akhirnya dapat disimpulkan bahwa evaluasi mengandung keputusan substansial tentang kebermanfaatan atau keuntungan dari sesuatu. misalnya evaluator internal lebih mengetahui lingkungan organisasional sekolah. kolaborator. Tujuan dasar evaluasi adalah menyampaikan keputusan tentang nilai dari objek yang dievaluasi. Evaluasi bisa berbentuk sumatif atau formatif. fasilitator. pengambil keputusan dan sebagai kritikus. Dalam konteks pengertian pelayanan pendidikan di sekolah termasuk bimbingan dan konseling.. Evaluasi formatif dirancang untuk perbaikan program dan kinerja orang-orang yang terkait program. mengaplikasikan standar untuk menentukan nilai. dan ketiga. mengumpulkan informasi yang relevan dengan pelayanan bimbingan dan konseling. Keduanya memiliki arti penting. artinya bisa dari lingkung sekolah atau dari lingkung di luar sekolah. perencana. seperti dari perguruan tinggi.hari. mendorong dialog yang bermanfaat dan memberikan wawasan terhadap kesempurnaan program dan hasil pelayanan bimbingan dan konseling.

Bagaimana konsultasi oleh guru bimbingan dan konseling? e. Evaluasi program merupakan penelitian terapan. Menurut konteks pengertian pribadi. Bagaimana pengelolaan program? b. dapat direncanakan dan diimplementasikan oleh para praktisi bimbingan dan konseling. terutama pengarusutamaan (mainstraim) perkembangan kemandirian siswa. Bagaimana koordinasi dilakukan dengan pihak lain? 153 . evaluasi penting untuk memberikan dasar bagi penghargaan diri konselor.usaha pendidikan yang paling dibutuhkan saat ini dan yang akan datang. Objek Utama Evaluasi Bimbingan dan Konseling Sebuah pertanyaan yang tidak mudah dijawab adalah “Bagaimana Konselor menunjukkan bukti bahwa program bimbingan dan konseling telah memberikan perubahan di sekolah?” evaluasi program adalah salah satu proses yang dapat digunakanuntuk membantuKonselorsekolahdalam memberikan bukti ini. Bagaimana program konseling dilaksanakan? d. 5. serta dapat digunakan untuk mengkomunikan dampak program dan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap pencapaian prestasi siswa dalam bidang akademik/belajar. sehingga akuntabilitasnya dapat dipertanggung jawabkan bimbingan dan konseling. Ada beberapa pertanyaan kunci evaluasi program bimbingan dan konseling yang dapat membantu konselor. 2000). dan dampak dari program dan layanan (Boulmetis &Dutwin. Salah satu alasan bahwa evaluasi program dipandang sebagai alat berharga bagi Konselor karena evaluasi dapat dianggap sebagai suatu jenis penelitian tindakan yang dimaksudkan untuk memantau dan meningkatkan program atau layanan bimbingan dan konseling yang diselengarakan. efektivitas. pribadi dan sosial serta karir juga variabel penting lainnya. Evaluasi dapat dilakukan pada skala yang lebih kecil. Sedangkan dalam pengertian intelektualnya berarti memperbaiki konsep-konsep pemikiran sistem pendidikan yang mutakhir. seperti: a. Bagaimana program bimbingan dilaksanakan? c. didefinisikan sebagai proses sistematis dalam mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang efisiensi.

dan program tersebut harus berfungsi penuh untuk mencapai hasil yang diinginkan. 154 .f. Personel sebuah program harus melakukan pekerjaan program. Setiap jenis evaluasi itu penting. Evaluasi Kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor Agar kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor efektif. evaluasi personil. Bagaimana standar professional guru bimbingan dan konseling? Evaluasi kinerja guru bimbingan dan konseling menjadi bagian penting dari evaluasi program bimbingan dan konseling komprehensif. Tiga jenis evaluasi diperlukan konselor untuk menunjukkan bahwa pekerjaan mereka dalam kerangka program bimbingan dan konseling komprehensif serta memberikan kontribusi untuk keberhasilan siswa secara keseluruhan. berfokus pada dampak kegiatan dan pelayanan bimbingan dan konseling bagi siswa. soaial dan karir. Bagaimana penilaian kebutuhan (need assessment) dilakukan? g. Evaluasi personil ditambah evaluasi program sama dengan evaluasi hasil. Terakhir. Konselor harus memiliki kemampuan komunikasi yang efektif dengan orang lain dari semua level dan latarbelakang suku yang berbeda. dan berkomitmen terhadap perubahan dan perkembangan diri. Konselor semakin dituntut untuk menunjukkan bahwa pekerjaan mereka memberikan kontribusi atas keberhasilan siswa. baik dibidang akademik. review terhadap status program kaitannya dengan standar program yang ditetapkan untuk memastikan sejauh mana program dilaksanakan. 6. pribadi. Pertama. Bagaimana sikap professional guru bimbingan dan konseling? h. Kedua. evaluasi program. dan masyarakat. ketiga adalah evaluasi hasil. maka kemungkinan memiliki program bimbingan dan konseling yang efektif akan meningkat. Ketika seorang guru bimbingan dan konseling memiliki komptensi yang dijelaskan diatas. menggambarkan cara konselor disupervisi dan dievaluasi. menampilkan sikap penerimaan dan optimis terhadap potensi siswa dan percaya bahwa siswa dapat berubah ke arah yang positif. sekolah. guru bimbingan dan konseling atau konselor harus memiliki karakteristik kepribadian sebagai berikut: hangat dan penuh pemahaman. bagaimana mereka berhubungan dan berinteraksi satu sama lain akan menjadi lebih penting lagi.

mengimplementasikan. Bidang Konseling. Delapan bidang berikut merupakan tanggungjawab seorang guru bimbingan dan konseling profesional. administrasi yang mendukung terhadap program bimbingan dan konseling. (3) perencanaan individual (4) dukungan sistem. Guru bimbingan dan konseling yang bekerja dalam lingkungan yang positif akan memiliki kebebasan untuk membuat kontribusi yang unik terhadap program pendidikan dan terhadap pertumbuhan dan perkembangan siswa. pribadi dan 155 .Dalam rangka mengimplementasikan program dengan efektivitas yang optimal. a. c. sumber daya fisik. Konselor berkolaborasi dengan yang lainnya untuk menentukan keseimbangan diantara empat komponen tersebut untuk memenuhi kebutuhan siswa dan komunitas sekolah. karir. b. konselor merencanakan. Managemen program menuntut personel yang terorganisir. termasuk hubungan interpersonal yang baik dengan staf. Konselor menggunakan bimbingan untuk layanan menyediakan aktivitas pengembangan yang tepat melalui bidang komprehensif. dan pertumbuhan sosial selama sekolah dan setelahnya. prioritas dan objektivitas dalam rangka menjaga kontribusi program bimbingan dan konseling terhadap program pendidikan secara keseluruhan. dana yang memadai dan materi bimbingan. Guru bimbingan dan konseling menggunakan kompetensi managemen program dalam komponen dukungan sistem pada program bimbingan dan konseling komprehensif. Bidang Bimbingan. berfokus pada pribadi. (2) layanan responsif. konseling adalah intervensi yang diberikan kepada dasar dan perncanaan individual dalam program bimbingan dan konseling seluruh siswa yang membutuhkannnya. guru bimbingan dan konseling harus berada dalam lingkungan kerja yang postif. Konselor secara proaktif membantu siswa untuk mengembangkan dan mengaplikasikan keterampilan untuk pencapaian pendidikan karir. Bidang manajemen (pengelolaan) program. dalam memberikan bimbingan. mengevaluasi dan mengadvokasi program bimbingan perkembangan komprehensif termasuk 4 komponen berikut (1) kurikulum bimbingan (layanan dasar). dan aktivitas dalam rangka memenuhi kebutuhan. atau pada masalah yang mengganggu perkembangan akademis. pribadi.

orang tua dan komunitas sekolah lainnya dalam memahami perilaku individu dan hubungan diantara manusia. dan beberapa deskripsi berdasarkan pedoman evaluasi kinerja konselor. sekolah. dan deskriptor kinerja konselor dalam program bimbingan dan konseling komprehensif? Untuk menggambarkan. Bidang Standar Profesional. Bidang Koordinasi. d.sosial. Bidang profesional menerima tanggung jawab untuk selalu mengembangkan profesionalitasnya melalui usaha yang berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensinya. Perilaku profesional. kriteria. Bidang Asesmen. perencanaan individual. h. Deskripsi Standar managemen program: Standar 1 : merancang program bimbingan dan konseling komprehensif yang seimbang yang termasuk layanan dasar. 7. mengadvokasi siswa dan merupakan ahli profesional dalam membantu staf. layanan responsif. mengkoordinasikan personel dan sumberdaya yang ada di rumah. Konselor sebagai koordinator. kriteria. Bidang konsultasi. Guru bimbingan dan konseling menggunakan kompetensi konselingnya dalam komponen layanan responsif pada program bimbingan dan konseling komprehensif. Guru bimbingan dan konseling yang profesional menggunakan standar yang profesional dalam semua komponen proram bimbingan dan konseling komprehensif. karir. dan komunitas untuk mendukung optimalisasi perkembangan siswa dalam bidang akademik. Konselor berfungsi sebagai konsultan. petugas administrasi. Guru bimbingan dan konseling yang g. berikut ini adalah dua contoh standar. dan dukungan sistem 156 . Konselor menginterpretasi hasil tes dan data lainnya tentang siswa dalam mengambil keputusan. pribadi dan sosial. Pengembangan Standar Dan Kreteria Keberhasilan Seperti apa standar. f. Konselor mengumpulkan informasi yang relevan dari komunitas sekolah terkait dengan perkembangan dan kebutuhan siswa e.

Standar 2 Standar 3 Standar 4 Standar 5 : Implementasi program : Evaluasi dan pengembangan berkelanjutan : Pengembangan area kontent program : pengelolaan personel dan sumber daya Standar 6 : Kolaborasi guru bimbingan dan konseling dengan personel sekolah. sekolah dan komunitas sekolah 3. Mendapatkan dukungan dana bagi pelaksanaan program. siswa. memonitor dan mengelola perkembangan akademis siswa. guru. Penilaian terhadap kebutuhan siswa. orang tua. Standar 4 : Membimbing siswa secara individu dan kelompok beserta orang tua dalam merencanakan. Membuat tujuan program 4. Merancang prioritas program bimbingan 2. terstruktur yang 157 . Berkolaborasi dengan komponen sekolah lainnya 5. Deskripsi Bidang Bimbingan Standar 1 Standar 2 Standar 3 : Merencanakan kelompok materi yang terstruktur : Memberikan kelompok materi yang efektif dan diberikan pada layanan dasar : Melibatkan siswa. masyarakat danlain-lain. orang tua dan yang lainnya untuk mempromosikan implementasi bimbingan klasikal. Standar 7 : Mengadvokasi program Bimbingan dan Konseling komprehensif.Deskripsi : 1.

158 . memonitor dan mengelola perkembangan pribadi sosial siswa. pencegahan. memonitor dan mengelola perkembangan karir siswa Standar 6 : Membimbing siswa secara individu dan kelompok beserta orang tua dalam merencanakan. remedial.Standar 5 : Membimbing siswa secara individu dan kelompok beserta orang tua dalam merencanakan. pribadi dan sosial. Standar 7 : Menggunakan teori dan teknik yang efektif untuk mempromosikan perkembangan siswa dalam bidang karir. lingkungan sekolah dan hubungan antara manusia. atau konseling krisis. perilaku individual. Standar 2 : Berkonsultasi dengan personel sekolah. remedial atau konseling krisis Standar 2 : Menggunakan teori yang dapat diterima dan tekhnik yang efektif untuk membantu perkembangan kelompok. dan komunitas sekolah lainnya dalam rangka membantu meningkatkan efektifitas pendidikan siswa. personel sekolah. Deskripsi bidang konseling Standar 1 : Menggunakan teori yang dapat diterima dan tekhnik yang efektif untuk membantu perkembangan individu. akademis. Standar 3 : kolaborasi dalam mengadvokasi individu siswa dan kelompok siswa tertentu. orang tua dan komunitas sekolah lainnya untuk membantu memahami perkembangan siswa. Deskripsi Bidang Konsultasi Standar 1 : Berkonsultasi dengan orang tua. pencegahan.

rumah dan komunitas lainnya untuk mendukung kesuksesan siswa. Bidang tindakan Profesional Standar 1 : Menunjukan profesionalisme. dan prosedur di sekolah. Bidang Standar Profesional Standar 1 Standar 2 : Mendukung standar yang legal termasuk kebijakan sekolah : Mendukung standar. aturan. termasuk komitmen untuk mengembangkan profesionalitas. 159 . dan anggota komunitas sekolah. Deskripsi Bidang penilaian siswa (assessment) Standar 1 : Menggunakan standar yang profesional. Deskripsi Bidang Koordinasi Standar 1 : Mengkoordinir orang dan sumber lainnya di sekolah. legal dan etis dalam melakukan penilaian (assessment) Standar 2 Standar 3 : Menginterpretasi hasil tes : Memberikan pemahaman mengenai hasil tes dan data penilaian lainnya kepada personel sekolah dan orang tua. guru. Standar 2 : Mengadvokasi lingkungan sekolah yang memberikan pemahaman dan penghormatan terhadap perbedaan. personel sekolah.2. Standar 3 : Menjaga hubungan yang profesional diantara petugas administrasi. Standar 2 : Menggunakan proses yang efektif ketika mereferal siswa.

3. (catatan: standar ini untuk program bimbingan kelas/kelompok). … dst … Konselor profesional: 1. Tabel 4. menggunakan strategi pembelajaran yang efektif. 2. mengatur unit bimbingan yang harus dikuasai siswa berdasarkanpada kebutuhan siswa. menetapkan suatu lingkungan belajar yang kondusif bagisiswa melalui penggunaan manajemen kelas yang efektif. Standar 4 Standar 5 Standar 6 : Mengikuti standar etik organisasi profesi : Menunjukan kinerja yang profesional dan bertanggungjawab : Menggunakan keterampilan menulis.Standar 3 : Berkomitmen terhadap standar profesional terbaru dalam hal kompetensi dan praktek. 1. dan deskriptor kinerja Konselor dalam program Bimbingan dan Konseling komprehensif? Untuk menggambarkan.  Pengembangan Standar Dan Kreteria Keberhasilan Seperti apa standar. Konselor profesional mendorong keterlibatan staf sekolah untuk memastikan pelaksanaan pelayanan dasar efektif KRITERIA Konselor profesional mengajarkan unit bimbingan secaraefektif. bekerja sama dengan atau membantu guru dalam mengembangkan unit pengajaran dan/atau bimbingan secara efektif. berikut ini adalah dua contoh standar. komunikasi dan hubungan interpersonal yang profesional.1 Standar. DESKRIPTOR Konselor profesional: 1. dan beberapa deskripsi berdasarkan pedoman evaluasi kinerja Konselor. dan Deskriptor Kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor STANDAR Konselor profesional menerapkan Komponen Kurikulum Bimbingan (Layanan Dasar) melalui penggunaan keterampilan pembelajaran yang efektif dan perencanaan sesi kelompok terstruktur yang cermat untuk semua siswa. 160 . kriteria. kriteria. Kriteria.

3. dan karir. Implementasi Implementasi Awal Parsial Penuh Untuk mengukur pencapaian kriteria konseling kelompok kecil digunakan skala 5: 1 2 3 4 5 Implementasi Implementasi Awal Parsial Implementasi Penuh Evaluasi konselor dengan menggunakan standar. dan karier mereka. Konseling kelompok kecil tersedia untuk semua siswa yang mungkin mengalami masalah yang mempengaruhiperkembangan pribadi. akademik. dan deskriptor harus ditemukan dalam dokumen pedoman evaluasi formatif dan sumatif. menyediakan pelatihan in-service bagi guru mata pelajaran yang berhubungan dengan bimbingan dan metode pembelajaran dan bimbingan.STANDAR KRITERIA DESKRIPTOR 2. berfungsi sebagai resources tentang bahan yang memadai untuk unit-unit bimbingan yang diajarkan. sosial. Sementara evaluasi sumatif dari proses evaluasi kinerja konselor ada pada akhir 8. sosial. sosial. kriteria. Layanan konseling individu tersedia untuk semua siswa yang mungkin mengalami masalah yang mengganggu perkembangan pribadi. kriteria. Penilaian dibuat tentang status program dengan menggunakan standar evaluasi program dan kriteria yang bersumber langsung dari bahasa kerangka program 161 . 4. dan karier mereka. belajar. atas merupakan bagian dari evaluasi formatif. belajar. … dst … Untuk mengukur pencapaian kriteria konseling individual digunakan skala 5: 1 2 3 4 5 Implementasi Siswa memiliki akses untuk memperoleh layanan responsif yang membantu mereka dalam menangani isu-isu dan masalah yang dapat mempengaruhi perkembangan pribadi. dan deskripsi di program bimbingan dan konseling. Pengembangan profesional berkelanjutan dan prosedur supervisi menggunakan standar. Evaluasi Proses dan Hasil Pelayanan Bimbingan dan Konseling Evaluasi program adalah prosedur yang digunakan untuk menentukan sejauh mana program bimbingan dan konseling komprehensif berfungsi sepenuhnya.

Kriteria 1: Layanan konseling individu tersedia untuk semua siswa yang mungkin mengalami masalah yang mengganggu perkembangan yang sehat mereka. Kadang-kadang pedoman skoring disediakan sehingga mampu menjelaskan apa yang harus evaluator perhatikan dalam setiap titik skala. Setelah standar dan kriteria dipilih yang sepenuhnya mewakili program bimbingan dan konseling komprehensif. Standar 2: Siswa memiliki akses untuk memperoleh layanan responsif yang membantu mereka dalam mengatasi masalah dan kecemasan yang dapat mempengaruhi perkembangan pribadi. Kriteria 1: Konseling kelompok kecil tersedia untuk semua siswa yang mungkin mengalami masalah yang mengganggu perkembangan kesehatan mereka. Seperti apa standar evaluasi program teresebut? Untuk menggambarkan. dan karir mereka.bimbingan dan konseling komprehensif (Gysbers & Henderson. Kecukupan standar dan kriteria evaluasi program diperlukan untuk memastikan bahwa panduan program bimbingan dan konseling komprehensif lengkap dan sepenuhnya diwakili oleh standar dan kriteria tersebut. Sebuah panduan skoring juga dapat mencakup contohcontoh bukti yang evaluator harapkan temukan bersama dengan dokumentasi yang diperlukan untuk menunjukkan sejauh mana standar dan kriteria telah dipenuhi. akademik. berikut ini adalah contoh standar dengan beberapa contoh kriteria. Kita dapat menggunakan evaluasi program untuk menentukan apakah program Bimbingan dan Konseling sekolah kita telah memenuhi standar dan kriteria sebagaimana telah ditetapkan. sosial. Untukmenilaisejauh manasetiap kriteriadi atas dicapai. Apakah evaluasi 162 . 2006). selanjutnya skala dibuat untuk setiap kriteria yang dapat berkisar dari 5 sampai 6 atau 7 poin. dikembangkan skala7 poinsebagai berikut: 1 Mulai Dilaksanakan 2 3 4 5 6 7 Sebagian Dilaksanakan Sepenuhnya Dilaksanakan Kapan dan seberapa sering kita harus melakukan evaluasi program bergantung pada tujuanyang ingin dicapai.

bagaimana desain evaluasi yang akan digunakan. seharusnya dilakukan evaluasi. Terhadap setiap pelayanan yang kita gelar. nilai tes prestasi belajar. akan mampu melihat apakah program yang telah ditetapkan mampu dilaksanakan dengan baik. Perubahan positif dalam hal-hal di atas diantisipasi sebagai hasil dari partisipasi siswa dalam program bimbingan dan konseling komprehensif.program dilakukan tahunan atau berkala. Disarankan bahwa konselor mengembangkan dan melaksanakan rencana evaluasi berbasis hasil sebagai bagian dari pelaksanaan keseluruhan bimbingan dan konseling komprehensif mereka. bagaimana data akan dikumpulkan dan dianalisis. kegiatan atau layanan yang akan digunakan untuk mencapai hasil yang diinginkan. dan jenis laporan yang bagaimana yang akan disiapkan dan kepada siapa akan disajikan. Sebuah rencana evaluasi 163 . maka rencana perlu menyertakan hasil spesifik yang diinginkan. terutama pada prestasi akademik mereka? Hasil yang biasanya dibahas dalam evaluasi hasil meliputi tingkat kehadiran di kelas. Sebuah rencana evaluasi hasil dapat difokuskan pada bimbingan khusus dan kegiatan konseling atau layanan yang dipilih sehingga hasil yang spesifik dapat diidentifikasi dalam rencana perbaikan komprehensif atas segala layanan bimbingan dan konseling. perilaku disiplin. Evaluasi Hasil Evaluasi hasil merupakan prosedur yang digunakan untuk menjawab pertanyaan “Apa dampak program bimbingan dan konseling komprehensif (kegiatan dan layanan) terhadap keberhasilan dan kemandirian siswa. Hasil evaluasi program menunjukkan di mana kemajuan telah dibuat atau aspek apakah yang kurang menunjukkan kemajuan dari keseluruhan program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling komprehensif. dan perilaku siswa di kelas/sekolah. nilai rata-rata. kemampuan siswa dalam mengambil keputusan. Hasil yang diharapkan harus sudah dibahas dalam rencana kegiatan bimbingan dan konseling untuk melakukan perbaikan pernyataan misi dan/atau rencana strategis bimbingan dan konseling. Jika pendekatan ini yang dipilih. bagaimana kegiatan atau layanan akan diberikan dan diberikan oleh siapa. Dokumen-dokumen ini berisi hasil yang direncanakan untuk mencapai.

Pendidikan khusus yang pernah diterima. Program ini memungkinkan kita untuk memasukkan data hasil dan melakukan berbagai prosedur statistik yang sesuai. 3. 4. dan 8. Selain itu. Status sosial ekonomi. tingkat kedisiplinan. Data hasil merupakan jenis ketiga. Etnis. Pemerincian data merupakan langkah penting dalam analisis data karena memungkinkan kita untuk melihat jika ada siswa yang tidak melakukan sesuatu sebagaimana siswa lainnya. atau orang lain pikirkan atau rasakan tentang kegiatan dan layanan serta pekerjaan konselor. Bidang umum untuk dirinci adalah sebagai berikut: 1. dan minat serta kepribadian siswa. Jenis pertama adalah data proses yang menggambarkan kegiatan bimbingan dan konseling dan layanan apa. Pekerjaan (catatan program pekerjaan sepanjang sejarah hidup anak). Data proses memberikan bukti bahwa kegiatan dan layanan bimbingan dan konseling benar-benar disediakan. beberapa jenis data dapat digunakan. yaitu perilaku sebenarnya dari siswa yang diukur dengan tingkat kehadiran. misalkan data ainteligensi siswa. kepala sekolah. Semua jenis data berguna dalam memastikan dampak program bimbingan dan konseling komprehensif terhadap perilaku siswa. yang memberitahu kita apa yang siswa.hasil juga dapat lebih fokus pada dampak luas bimbingan dan konseling ke seluruh program pendidikan sekolah. 5. Salah satu penggunaan data tersebut untuk menunjukkan 164 . dan untuk siapa diberikan. Bahasa lisan di rumah. kapan diberikan. 7. bakat. Sebuah alat yang penting untuk analisis data hasil adalah program pencatatan hasil seperti Microsoft Excel. guru. Jenis yang kedua adalah data persepsi. rencana evaluasi hasil perlu menekankan bagaimana hasil data akan digunakan. Jenis kelamin. Dalam merancang rencana evaluasi hasil. Akhirnya. nilai rata-rata di kelas. orang tua. 2. 6. Tingkat kelas. berbagai grafik dapat dibuat untuk menunjukkan hubungan dari data hasil evaluasi dengan hasil lainnya. dan skor tes prestasi. Guru-guru yang pernah mengajarnya.

9. Jadi asesmen dan evaluasi terhadap program dan hasil bimbingan dan konseling akan sangat berguna untuk membuat dan meningkakan program bimbingan dan konseling sekolah.2 Contoh Instrumen Pengelolaan Program NO 1 Pernyataan Guru bimbingan dan konseling membuat rancangan program bimbingan dan konseling 2 Guru bimbingan dan konseling melaksanakan need assessment terhadap kebutuhan siswa 3 Guru bimbingan dan konseling melaksanakan need assessment terhadap kebutuhan sekolah 4 5 Guru bimbingan dan konseling membuat tujuan program Guru bimbingan dan konseling berkolaborasi dengan komponen sekolah lainnya dalam membuat tujuan program 6 Guru bimbingan dan konseling mengembangkan kalender tahunan 7 Guru bimbingan dan konseling menggunakan keterampilan organisasi yang efektif 8 Guru bimbingan dan konseling memilih aktivitas yang sesuai dengan prioritas kebutuhan siswa dan sekolah 9 Guru bimbingan dan konseling membuat rancangan program dengan waktu yang sesuai dan efektif Jawaban ya tidak 165 . Yang kedua adalah bagaimana data digunakan untuk meningkatkan program bimbingan dan konseling komprehensif saat ini.kontribusi Konselor terhadap tujuan pendidikan seperti yang disajikan dalam rencana perbaikan komprehensif sekolah. Instrumen Evaluasi Program Dan Hasil Tabel 4.

guru. prioritas dan praktek program bimbingan secara efektif dan akurat 20 Guru bimbingan dan konseling menginformasikan kepada siswa. 22 Guru bimbingan dan konseling mengevaluasi kinerja secara berkala 166 . petugas administrasi dan komponen sekolah lainnya mengenai program bimbingan 21 Guru bimbingan dan konseling menghargai keahlian dan profesionalitas personel sekolah lainnya. strategi dan aktivitas 13 Guru bimbingan dan konseling mengukur hasil bimbingan secara sistematis dan berkala 14 Guru bimbingan dan konseling merancang program yang memungkinkan siswa ikut terlibat aktif di dalamnya 15 Guru bimbingan dan konseling berkolaborasi dengan guru.NO 10 Pernyataan Guru bimbingan dan konseling bertanggung jawab memberikan layanan kepada siswa sesuai dengan kbutuhannya Jawaban ya tidak 11 Guru bimbingan dan konseling menggunakan instrumen untuk mendapatkan informasi dari siswa 12 Guru bimbingan dan konseling menggunakan hasil evaluasi untuk memperkokoh tujuan. petugas administrasi dalam menjalankan program 16 Guru bimbingan dan konseling mengevaluasi penguasaan siswa terhadap materi program bimbingan 17 Guru bimbingan dan konseling menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien 18 Guru bimbingan dan konseling menerima saran dengan fikiran terbuka 19 Guru bimbingan dan konseling menjelaskan filosofi.

NO 23 Guru bimbingan Pernyataan dan konseling menganalisis dan Jawaban ya tidak menginterpretasi data siswa 24 Guru bimbingan dan konseling merancang aktivitas yang dapat membantu siswa secara efektif 25 Guru bimbingan dan konseling menjaga sarana dan fasilitas yang tersedia 26 Guru bimbingan dan konseling menggunakan materi yang tepat dalam mengimplementasikan program 27 Guru bimbingan dan konseling membuat kesimpulan dari data yang didapatkan dari siswa 28 Guru bimbingan dan konseling membuat rekomendasi dari data yang didapatkan dari siswa 29 Guru bimbingan dan konseling memberikan dukungan terhadap guru bimbingan dan konseling baru (in-training) 30 Guru bimbingan dan konseling menjelaskan kontribusi yang dapat diberikan oleh personal sekolah Tabel 4.3 Contoh Instrumen perencanaan individual NO 1 Pernyataan Apakah terdapat proses yang sistematis yang dapat membantu siswa mengembangkan rencana belajarnya? 2 3 Apakah terdapat sistem perencanaan individual di sekolah Apakah terdapat sistem yang dapat melibatkan orang tua siswa? 4 Apakah guru bimbingan dan konseling melaksanakan aktivitas Jawaban ya tidak 167 .

............ d) ............................... perencanaan individual........... buatlah deskripsi dari standar-standar tersebut! 1) Bidang Manajemen Program Standar 1 “Merancang program bimbingan dan konseling komprehensif yang seimbang meliputi layanan dasar.................................................................................. b) ...........NO Pernyataan penilaian (Need Assessmenet) Jawaban ya tidak 5 6 Apakah guru bimbingan dan konseling melaksanakan konsultasi Apakah siswa guru bimbingan dan konseling melaksanakan identifikasi tujuan karir jangka pendek dan jangka panjang bagi 7 Apakah guru bimbingan dan konseling membantu siswa dalam mendapatkan pendidikan karir 8 Apakah guru bimbingan dan konseling berkolaborasi dengan orang tua 9 Apakah guru bimbingan dan konseling membantu siswa dalam membuat rencana pribadi siswa yang direvisi paling tidak setahun sekali 10 Apakah tersedia prosedur dalam proses perencanaan individual D. 168 . c) ..................................................................................................................................... layanan responsif............. dan dukungan sistem”............. LATIHAN Di bawah ini terdapat standar-standar yang harus dicapai dari masing-masing bidang...................... Deskripsi: a) .................

......... f) Dst. f) Dst......................................................................................................................................... d) .............................................. Deskripsi: a) .............................. b) . e) ................................................................................................................................................................................................................................................................ d) ................................................... e) .... f) Dst...... c) .................................................................................... b) ............................................ Deskripsi: a) ............................e) ......... Standar 2 “Mengimplementasikan program yang telah dirancang”................................................... 169 ............................................. c) ..................................................................................................... Standar 3 “Evaluasi dan pengembangan berkelanjutan”......................................

........................................................................................................................... c) ........................................................................................................... b) ............................................................................................................ Deskripsi: a) ............................................................................ f) Dst........ f) Dst.............................................................. Deskripsi: a) ................................ d) ....... b) . d) ................. e) ............................................................................................................................................................... Standar 3 “Melibatkan siswa.......................................... Deskripsi: a) ................... e) .. 170 .........2) Bidang Bimbingan Standar 1 “Merencanakan kelompok materi yang terstruktur”.... orang tua dan yang lainnya untuk mempromosikan implementasi bimbingan klasikal”.......... Standar 2 “Memberikan kelompok materi yang efektif dan terstruktur yang diberikan pada layanan dasar”..................................................................................... guru................................................ c) ........................

................................... f) Dst.. b) ................................................. 4) Bidang Konsultasi Standar 1 “Berkonsultasi dengan orang tua......................................................b) ...................................................................................................... Deskripsi: a) ........................... personel sekolah............................................................................ c) ................................................................................................................................... d) .......... e) Dst.................................... b) .... dan komunitas sekolah lainnya dalam rangka membantu meningkatkan efektivitas pendidikan siswa”.............................................. 3) Bidang Konseling Standar 1 “Menggunakan teori yang dapat diterima dan tekhnik yang efektif untuk membantu perkembangan individu....... Deskripsi: a) ................................................................................................................. d) ........... pencegahan................................ e) ....... 171 ....................... c) ........................................................ remedial atau konseling krisis”........................................................................................................................ c) ...

................. f) Dst......................... d) .................................................................... c) ..................................................................................................................................................... 6) Bidang Penilaian Siswa (Assessment) Standar 1 “Menggunakan standar yang profesional.................................... 172 ..................................... legal dan etis dalam melakukan penilaian (asessment)”.............................................................................. d) ........ Deskripsi: a) ................................................................ c) ......... b) ...................................................................................................................................... f) Dst................................d) .......................................................................................................... rumah dan komunitas lainnya untuk mendukung kesuksesan siswa”...................... 5) Bidang Koordinasi Standar 1 “Mengkoordinir orang dan sumber lainnya di sekolah................. Deskripsi: a) ................................. b) ......................................... e) ................ e) ..................................................

....................................................... profesionalisme.................................................................... b) ..................................... c) .............................................................e) .................... 8) Bidang Profesional Standar 1 “Mendukung standar yang legal termasuk kebijakan sekolah”............................. b) ............... c) .............................. Deskripsi: a) ........................................................................................................................................................................ f) Dst........................................ 173 ................... d) ......................................... 7) Bidang Tindakan Profesional Standar 1 “Menunjukan Deskripsi: a) ..................................................... e) Dst... termasuk komitmen untuk mengembangkan profesionalitas”........................................................ e) Dst.............................. d) ...............................................

................................................................................................................... d) .................................................. b) ......................... Deskripsi: a) ................................................................................... Deskripsi: a) ................... f) Dst.................................................................................... dan prosedur di sekolah”.............................................................................................Standar 2 “Mendukung standar..................... 174 .......... b) ................................................. f) Dst.... e) ................. aturan.................................................................................. Standar 3 “Berkomitmen terhadap standar profesional terbaru dalam hal kompetensi dan praktek”......................................... c) ............ e) ................................................................................................................... d) ........ c) .............................

175 .

L. Daharnis. Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling . Fourth Edition. Berg. Belmont. Pengembangan Tes Lokal. Jakarta: Rajawali Press Gerald Goldstein & Michel Hersen (eds). Daharnis. & Travers. Locus of Control. 2003.R.W. Kondisi Lingkungan. B. Jurusan BK FIP UNP Depdiknas. Tesis tidak diterbitkan. 2011.F. 2011. Group Counseling Concepts and Procedures. San Fransisco: Jessev-Base. Disertasi tidak diterbitkan.. Landreth. Persepsi. 2002. Madison Avenue. UNP Elliot. Design Evaluation of Educations & Social Program . 1996. Bimbingan dan Konseling Berbasis Kompetensi. C.. 1984. Malang: PPS UM Eko Susanto. 2006. Corey. Jakarta: Depdiknas Djoemadi Darmodjo. Padang. Gerald. Nigeria. Garry L.J. & Bradly. 2011. http://aace. Theory and Practice of Counseling and Psychotherapy . R. 7: 147-157. 2007. New York: Elsevier Science 176 . Laporan Penelitian (Tidak diterbitkan). Gerald. 1963. Pembelajaran.. 2004. Assessment of secondary school student needs in Kwara State. Educational Psychology. & Kevin A. 2011. Theory & Practice of Group Counseling.F. Pengembangan Instrumen dan Program Analisis Sosiometri untuk Bimbingan dan Konseling di Sekolah (Studi pada SMP dan SMA di Kota Padang). Bahan Pelatihan Sertifikasi Tes bagi Konselor Pendidikan. CA: Brooks/ Cole Cronbach. Angkatan dan Status Masuk dengan Kegiatan Belajar Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP UNP. Competencies in Assessment and Evaluation for School Counselor . Belmont. Madison: Brown & Benchmark Furqon dan Yaya Sunarya.E. Jakarta: Depdiknas Depdiknas.DAFTAR PUSTAKA AACE. Littlefield.edu Ahia. T. Robert. Malang: Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. 2009.ncat. Kegiatan Belajar dan Prestasi Belajar Mahasiswa Universitas Negeri Padang. 2000. Corey. Hubungan Sejumlah Karakteristik Mahasiswa. Pengembangan Instrumen Asesmen Perkembangan Siswa. dalam Mamat Supriatna. Rambu-rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Kratochwill. 2005. Fall. Hanbook of Psychological Assesment. S. International Journal for The Advancement of Counseling. CA: Thomson Higher Education. J. Hubungan Aspirasi. New York: Routledge. 2012.H. J.

Psychoeducational Groups: Process And Practice. Louis. Henderson. 2010. 2003. VA: ACA.. Panduan Pelayanan Bimbingan Karir Bagi Guru Bimbingan Konseling/Konselor pada Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah . Jakarta: Organisasi Perburuhan Internasional Imam Hanuji. Hoskins. and Patricia Henderson. Limas Sutanto. 2011. dan P. Randall L. and Wendy J. Padang: UNP Muri Yusuf . Praktik Instrumentasi dalam Konseling. Triyono. Dr.Brown. Joni. Counselling Pupils in Schools: Skills and strategies for teachers New Fetter Lane. Article Hornby. Jakarta: Kemendiknas Mudjiran dkk. Garry. Comprehensive Guidance and Counseling Program Evaluation: Program + Personnel = Results . Developing and Managing your School Guidance and Counseling Program (4th Ed). 2007. New York: Brunner-Routledge Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 03/V/Pb/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar isi Permendiknas Nomor 27 tahun 2008 Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor 177 . Gysbers. Norman C. Carol Hall. Comprehensive Guidance and Counseling Programs:The Evolution of Accountability.. Materi Pelatihan bagi Psikiater Februari sd Mei 2007 di PPS UM Malang Kelly Coker J.2003. London: Routledge Falmer ILO. A version of this article was presented at the ACES/ASCA School Counseling Research Summit on June 28–29. 2011. 2004. and Eric Hall .Gysbers. C. Padang: Universitas Negeri Padang. Hamka Kabupaten Padang Pariaman. T. Astramovich. Metodologi Penelitian. Penajaman Teknik Konseling dan Psikoterapi. Raka. Norman C. Gysbers. Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru (Buku 2): Penilaian Kinerja Guru (PK GURU). 2003. 2010. Hubungan Persepsi Siswa tentang Penerapan High-Touch oleh Wali Kamar dengan Penyesuaian Diri Siswa di Asrama serta Implikasinya dalam Bibingan dan Konseling di SMP Pesantren Modern Terpadu Prof. Tesis (Tidak diterbitkan). A lexandria. 2005. in St. MO. N. A. 2006. UNP Nina W. Introducing the Accountability Bridge Model: A Program Evaluation Framework for School Counselors. Article Kemendiknas. Second Edition. Padang.

U. 2010. Carrie Mason-Sears.1993. Counseling Techniques: Improving Relationships With Others. New Jersey : John Wiley & Sons. Hoboken. Penyusunan Skala Psikologi. 2010. Seri Pemandu Pelaksanaan Pelayanan Bimbingan dan Konseling di SMK. Yogyakarta: Andi Syaifuddin Azwar. 1981. Richard.Prayitno. 2004. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. B. Our Families. 2012. 2008. Boston: Houghton Mifflin Company Suherman. Jakarta: Puskur Robert Edenborough. Prayitno. Ourselves. Rosemary A. Yogyakarta: Media Abadi Wayan Nurkancana. Consultation Skills for Mental Health Professionals.dkk. Rudisill. Draft Belum Diterbitkn Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional W.Winkel & M. Padang: UNP Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. Manajemen dalam Bimbingan dan Konseling . W. 2004.. Pemahaman Individu. Asesmen dan Pemahaman Individu.S. 2006. And Our Environment.M Sri Hastuti. Model Pengembangan Diri. Jakarta: Bina Sumber Daya MIPA. Bandung: Madani Sumadi Suryabrata.Surabaya: Usaha Nasional 178 . 2004. Fundamental of Guidance. Madison Avenue. Shertzer. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Tim Penyusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. 2003. Jenis Layanan dan Kegiatan Pendukung Konseling . 2002. New York: Routledge Sears.C. S. 2011. John R. Inc. Pengembangan Alat Ukur Psikologis. Thompson.. London: Clays Ltd. Effective Interviewing: A Handbook of Skills and Techniques. & Stone.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->