FIX LOW DOSE COMBINATION IS LOGICAL AND EFFECTIVE ALTERNATIVE TO OTHER FIRST LINE ANTIHYPERTENSIVES

Prof.Dr.dr.H. Djanggan Sargowo, SpPD.,SpJP (K), FIHA, FACC, FAPSC, FESC

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2008

Penyekat Beta (BB):
Masih Rasionalkah Sebagai Obat Antihipertensi ?
Djanggan Sargowo Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya - Malang

Ringkasan
Sejak diterbitkannya petunjuk manajemen hipertensi oleh WHO/ISH/1999 banyak fakta yang mendukung bahwa ambang tekanan darah sistolik 140 mmHg adalah pasien dengan resiko rendah. Modifikasi gaya hidup dianjurkan untuk semua individu. Beberapa bukti menunjukkan bahwa agen spesifik mempunyai keuntungan bagi pasien dengan beberapa indikasi dan monoterapi tidak adekuat pada sebagian besar pasien. Untuk pasien tanpa indikasi untuk menggunakan obat khusus, berdasarkan beberapa data percobaan, ketersediaan dan harga obat, golongan diuretik dosis rendah sebaiknya digunakan untuk terapi awal. Di banyak tempat, diuretik thiazide adalah pilihan yang paling murah dan efektif, tetapi untuk beberapa pasien dengan indikasi tertentu yang membutuhkan obat tambahan, meskipun mahal, obat tersebut mempunyai cost-effective yang lebih baik. Pada pasien resiko tinggi, obat yang sangat mahal mungkin lebih efektif tetapi untuk resiko rendah tidak efektif kecuali harganya rendah. Summary Since publication of the WHO/ISH Guidelines for the Management of Hypertension in 1999, more evidence has become available to support a systolic blood pressure threshold of 140 mmHg for even "low-risk" patients. In high-risk patients there is evidence for lower thresholds. Lifestyle modification is recommended for all individuals. There is evidence that specific agents have benefits for patients with particular compelling indications, and that monotherapy is inadequate for the majority of patients. For patients without a compelling indication for a particular drug class, on the basis of comparative trial data, availability, and cost, a low dose of diuretic should be considered for initiation of therapy. In most places a thiazide diuretic is the cheapest option and thus most cost effective, but for compelling indications where other classes provide additional benefits, even if more expensive, they may be more cost effective. In high-risk patients who attain large benefits from treatment, may be cost-effective, but in low-risk patients treatment may not be cost-effective unless the drugs are cheap.

2

hanya terjadi peningkatan marginal dari masing-masing kenaikan dosis tambahan. Kebanyakan obat antihipertensi digunakan pasien untuk mengendalikan tekanan darah 50% sampai 60%. Lebih dari itu. Pendekatan yang pertama adalah untuk menentukan obat terbaru yang menawarkan peningkatan kemanjuran dan lebih sedikit efek samping. obat lain sebagai tambahan kombinasi terapi. Yang kedua adalah untuk menggunakan dosis yang paling rendah dari obat yang sudah ditentukan. 1 . di luar tingkatan dosis tertentu. Pendahuluan Kecenderungan sekarang dalam terapi hipertensi adalah menentukan dosis mungkin yang paling rendah dari obat antihipertensi. dengan mengabaikan kelas tapi usaha untuk mengurangi efek samping terkait dengan dosis. perawatan hipertensi secara farmakologik bersandar pada penggunaan obat tunggal dengan dosis titrasi sampai target klinis yang diinginkan diperoleh rencana ini mencapai sasaran sering mengakibatkan reaksi dose-dependent.I. dan dosis rendah cardioselektif β. Pendekatan yang ketiga adalah dosis titrasi untuk memaksimalkan kemanjuran sampai pembatasan yang menimbulkan efek samping. Pada gilirannya. Biasanya dokter sudah mengambil tiga pendekatan untuk menjaga keseimbangan antara kemanjuran dengan memperkecil efek samping terkait dengan dosis.25 sampai 12. Sebagai contoh beberapa peneliti melaporkan penggunaan diuretik dosis rendah (6. Dalam dua dekade. akibat sampingan ini menurunkan kualitas hidup pasien hipertensi dan mengakibatkan perawatan yang tidak berguna. Walaupun low-dose terapi menawarkan suatu solusi parsial pada masalah efficacy side-effects. satu kelemahan utama masih tersisa: dosis monotherapy yang rendah mungkin sedikit manjur. Peningkatan ini mungkin disertai timbulnya efek samping terkait dengan dosis. dengan mengabaikan kelas atau jenis dan dapat memelihara tekanan darah secara efektif.5 mg) dapat memperkecil efek samping terkait dengan dosis yang tidak diinginkan.blockers menimbulnya efek samping yang lebih rendah dari yang tidak selektip β-blockers.

menghasilkan 2 . ambang terapi sebaiknya sarna untuk kedua jenis kelamin. keputusan sebaiknya dibuat berdasarkan faktor individu dan terapi dan seharusnya tidak ditarik kembali pada pasien diatas 80 tahun.. Setelah itu. Meskipun wanita mempunyai resiko penyakit kardiovaskuler yang rendah dan fakta RCT menunjukkan proporsi laki-Iaki lebih banyak daripada wanita. terlepas tekanan darah awal. keuntungan terapi awal dengan obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah pada batas sistolik < 160 mmHg hanya terbatas untuk data observasional. ambang terapi sebaiknya tidak dipengaruhi oleh usia pada sekurang-kurangnya 80 tahun. Percobaan ini mendukung hipotesa bahwa penambahan penurunan tekanan darah pada pasien resiko tinggi. hampir semua percobaan memperkuat keuntungan dari pengobatan pada level 160 mmHg untuk sistolik dan 100 mmHg untuk diastolik.II. data observasional diterbitkan tahun 1999 untuk mendukung penurunan ambang sistolik. Data observasional ini memberikan kesan bahwa pasien resiko rendah dengan tekanan darah sistolik 2: 140 mmHg dan atau diastolik 2: 90 mmHg mungkin bermanfaat daripada tekanan darah yang lebih rendah. Baik data dari percobaan klinis maupun data observasional diterbitkan sejak 1999 mendukung penurunan tekanan darah sistolik. Ketika beberapahasil Randomized Controlled Trials (RCT) mendukung adanya intervensi ambang diastolik 90 mmHg. Penurunan Tekanan darah pasien Hipertensi Sebelum tahun 1999 ketika panduan WHO/ISH tentang manajemen hipertensi belum diterbitkan. Ketika tidak didapatkan hasil percobaan klinis yang baru untuk mendukung penurunan ambang sistolik dibawah 160 mmHg dan diastolik dibawah 90 mmHg pada pasien hipertensi resiko rendah. beberapa percobaan baru pada penyakit resiko tinggi telah mengemukakan keuntungan penurunan tekanan darah dari nilai ambang secara signifikan di bawah 160 mmHg untuk sistolik dan dibawah 90 mmHg untuk diastolik. Sejak 1999. Hal ini diperoleh dari meta analisis data pasien diatas 80 tahun pada kelompok pengobatan anti hipertensi yang menunjukkan penurunan kejadian stroke secara signifikan dibandingkan dengan group kontrol. Saat ini. Resiko mutlak dari penyakit kardiovaskuler oleh karena hipertensi meningkat dengan usia tetapi hanya fakta dari RCT yang saat ini dapat memberikan manfaat pada usia diatas 80 tahun.

β-bloker. Berdasarkan hasil percobaan klinis dan epidemiologis. membandingkan diuretic. Bagaimanapun percobaan HOT menduga bahwa banyak manfaat yang dicapai dengan penurunaan sistolik :!: 90 mmHg pada pasien non diabetes. Seperti halnya percobaan yang lain tentang evaluasi efek dari Angiotensin II receptor blocker (ARBs) pada nephropathy disarankan terapi tersebut diberikan mulai dari ambang yang lebih rendah. dan calsium channel bloker (CCBs) dengan placebo pada pasien 3 . Tidak ada fakta percobaan terbaru tentang target tekanan darah pada pasien hipertensi resiko menengah yang lebih baik dari yang sudah ada yaitu dari percobaan Hipertensi Optimal Treatment (HOT) 1999. insuffisiensi renal. tidak ada satupun yang berusaha mengidentifikasi tekanan darah optimal yang menjadi sasaran pada beberapa penyakit. sistolik dianggap lebih penting. Namun demikian beberapa percobaan telah menunjukkan bahwa pasien dengan diabetes. sasaran tekanan darah < 130/< 80 mmHg nampaknya tepat. penurunan tekanan darah diastolik :!: 80 mmHg dan sistolik sekitar 130 mmHg disertai dengan penurunan komplikasi kardiovaskuler ataupoo mikrovaskuler akibat diabetes dibandingkan dengan pasien yang tidak terkontrol tekanan darahnya. Data lebih dari 20 RCTs telah dipublikasikan sejak 1967. Pada individu usia> 55 tahoo. dimana dinyatakan penurunan maksimal adalah:!: 139/83. Namun demikian survey berdasarkan data klinis dan populasi dilanjutkan ootuk membuktikan bahwajika tekanan darah mencapai level rendah. diabetes melitus. Sasaran Penurunan Tekanan Darah pada Penyakit Hipertensi dengan Resiko Tinggi Pengaturan tekanan darah efektif memberikan manfaat yang nyata dan segera pada penyakit dengan penyakit kardiovaskuler.penurunan dari kardiovaskuler. Tak ada fakta perlunya modifikasi sasaran tekanan darah ini ootuk wanita atau pasien tua dengan hipertensi. angka kejadian penyakit kardiovaskuler juga rendah. Pada saat beberapa percobaan baru menunjukkan dengan jelas keuntungan kardiovaskuler sehubungan dengan penurunan tekanan darah yang nyata di bawah 160/90 mmHg. sehingga tujuan utama dari terapi adalah untuk pasien wanita atau usia tua dengan hipertensi tanpa komplikasi.

Namun. Efek dua pilihan lain pada ALLHA T dibandingkan dengan diuretic pada akibat primer penyakit koroner fatal dan nonfatal adalah identik. Beberapa perbedaan tampak pada proteksi selain akibat sekunder yang bervariasi. pada uji coba perbandingan ini. misalnya diuretic dan β-bloker. Pada ALLHAT. data tersebut menunjukkan penurunan pada mortalitas dan morbiditas dengan ketiga kelas obat tersebut. sedangkan CCbs berhubungan dengan insiden yang lebih rendah pada stroke daripada diuretic :t β-bloker. Secara ringkas. misalnya resiko tinggi stroke dengan ACEI pada Afro-Amerika mengikuti dan suatu resiko tinggi gagal jantung dengan ACEI dan CCB. misalnya angiotensin-converting enzyme inhibitors (ACEIs) dan CCBs.000 pasien hipertensi dipublikasikan pada tahun 2000. Dua uji coba besar yang lain telah dipublikasikan sejak meta-analisis tahun 2000. pada hampir 75. yaitu Antihypertensive and Lipid-Lowering Treatment to Prevent Heart Attack Trial (ALL HAT) (61) dan Second Australian National Blood Pressure Study (ANBP2). meta-analisis tidak menunjukkan perbedaan bermakna yang meyakinkan antara kelas-kelas obat atau antara grup obat lama dan barn. suatu a-bloker (doxazosin). lebih dari 42. atau suatu calsium channel blocker (CCB) (amlodipine). dengan kelas lama. suatu angiotensin converting enzyme inhibitor (ACEI) (lisinopril). Sebagai akhir total mortalitas kardiovaskuler. Suatu meta-analisis data dari RCTs membandingkan dua kelas baru.hipertensi. data yang tersedia tidak memasukkan perbedaan yang sedikit hingga yang sederhana diantara kelas-kelas atau obat-obat yang berbeda pada akibat spesifik yang fatal maupun non-fatal. Untuk lebih jelasnya. Cabang alfa-bloker distop sejak awal oleh karena peningkatan resiko akibat sekunder dari penyakit kardiovaskuler (dimana gagal jantung menjadi kontributor utama). ACEIs berhubungan dengan insiden yang lebih rendah pada penyakit jantung koroner daripada CCBs. meskipun tidak ada perbedaan pada kejadian koroner atau mortalitas.000 hipertensi dengan rata-rata tekanan darah awa1146/84 (90% telah menerima terapi antihipertensi) secara random diberi diuretic (chlorthalidone). Proteksi yang berkurang dengan ACEI mungkin ditunjukkan pada bagian besar sampai 3 mmHg lebih menurun pada tekanan darah 4 .

Dihydropiridine Calcium Channel Blocker III. terutama yang berusia 50 tahun keatas. rencana dietetik kaya kalium 5 .65 27 28 Endpoin primer Stroke Stroke Gagal Ginjal progresif Gagal Ginjal progresif Gagal Ginjal progresif Mortalitas Mortalitas Gagal Hati Mortalitas Mortalitas Mortalitas Morbiditas dan Mortalitas CV Stroke yang rekunen Stroke yang rekunen DHPCCB. berkaitan dengan penurunan komplikasi PJK. Karena sebagian besar pasien hipertensi. Pasien hipertensi dengan diabetes atau penyakit ginjal.sistolik yang diberikan oleh obat tersebut dibandingkan dengan diuretic.74 75 76 76. Tujuan Terapi Hipertensi Tujuan akhir terapi antihipertensi adalah menurunkan morbiditas dan mortalitas. Pencapaian target TD sistolik dan diastolik. Modifikasi gaya hidup yang penting termasuk penurunan berat badan pada individu dengan berat badan berlebih atau obese. akan mencapai target TD diastolik dan TD sistolik bisa dicapai. TD target adalah 130/80mmHg. Sehingga fokus primer terapi adalah untuk mencapai TD sistolik target.77 78 79 64. Modifikasi gaya hidup: Penerapan gaya hidup yang sehat adalah penting untuk mencegah peningkatan TD dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari penanganan pasien hipertensi. Indikasi dari obat anti hipertensi yang spesifik Indikasi Tua dengan isolated sistolik hipertensi Penyakit ginjal Diabetic nephropathy tipe 1 Diabetic nephropathy tipe 2 Non-diabetic nephropathy Penyakit jantung Pos-MI Disfungsi ventrikel kiri CHF (diuretic termasuk) Hipertropi ventrikel kiri Penyakit kardiovaskuler Obat pilihan Diuretic DHPCCB ACEI ARB ACEI ACEI B-bloker ACEI ACEI B-bloker Spironokalton ARB ACEI Diuretik Referensi Eviden 71 72 73 30-32 70 26. yaitu 140/90mmHg.

Modifikasi gaya hid up. termasuk yang telah dilaporkan terakhir oleh Antihypertensive and Lipid Lowering Treatment to Prevent Heart Attack Trial. Sebagai contoh. Memulai terapi dengan 6 . Ca antagonis dan diuretik tiazid. Jika suatu obat terdapat kontraindikasi. Mencapai Kontrol TD Pada Pasien (Secara Individual): Sebagian besar pasien hipertensi memerlukan 2 atau lebih obat antihipertensi untuk mencapai TD sasaran. juga memperbaiki efikasi. Pengecualian yaitu Second Australian National Blood Pressure Trial yang melaporkan perbaikan sedikit lebih baik pada orang kulit putih dengan regimen yang dimulai dengan ACE inhibitor dibandingkan dengan diuretik. bisa sang at berguna dalam mencapai TD terkontrol. maka satu dari kelas lain terbukti menurunkan kejadian PJK. Diuretik meningkatkan efikasi banyak regimen obat antihipertensi. Pengobatan farmakologik: Percobaan klinik menakjubkan menunjukkan data penurunan TD dengan beberapa kelompok obat. Diuretik tiazid telah menjadi obat dasar pada sebagian besar percobaan sebelumnya. dan menurunkan resiko PJK. baik dalam sediaan terpisah maupun kombinasi jadi satu. atau kombinasi dengan 1 atau lebih golongan yang lain. termasuk ACE inhibitor. Pada percobaan kali ini. baik tersendiri maupun tunggal. Diuretik tiazid digunakan sebagai terapi awal untuk sebagian besar pasien hipertensi. diet 1600mg natrium pada pasien hipertensi memiliki efek yang sarna dengan terapi obat tunggal. Ketika TD >20/1 OmmHg diatas target. Kombinasi 2 atau lebih modifikasi gaya hidup akan memberikan hasil yang lebih baik. dan lebih menguntungkan daripada obat antihipertensi yang lain. selain menurunkan TD. diuretik masih tetap digunakan. Tambahan obat kedua dari golongan yang berbeda hams dilakukan lebih awal jika penggunaan tunggal dalam dosis cukup gagal mencapai TD sasaran. tapi rendah natrium.dan kalsium. menurunkan komplikasi hipertensi. diuretik diakui lebih unggul dalam mencegah komplikasi hipertensi. ARBs (Angiotensin-receptor blockers). Karena temuan ini. aktivitas fisik dan mengurangi konsumsi alkohol. beta bloker. pertimbangkan memakai 2 obat.

seperti gagal jantung. Kombinasi terapi Sebagai Obat Antihipertensi Secara klinis permasalahan efek samping terkait dengan dosis mungkin dapat dipecahkan dengan pengenalan tentang low-dose obat kombinasi untuk first-line terapi antihipertensi. Diuretik tiazid. Kunjungan lebih sering sangat diperlukan untuk pasien hipertensi grade II atau pada keadaan terdapat komorbid komplikasi. Setelah TD target tercapai dan stabil. dan Ca antagonis berguna untuk menurunkan insiden PJK dan stroke pada pasien diabetes. dan kebutuhan tes laboratorium mempengaruhi frekuensi kunjungan. oleh karena resiko stroke perdarahan meningkat pada pasien hipertensi tidak terkontrol. dan merokok harus dihindari untuk lebih menunjang terapi dan upaya mencapai target. Tindak Lanjut (follow up) dan Monitor: Sekali diterapi dengan antihipertensi. ARBs. dan ARBs dilaporkan menurunkan mikroalbuminuria. dan pada pasien yang sudah tua. penyakit penyerta seperti diabetes. kunjungan follow up bisa dilakukan dengan interval 3-6 bulan. disfungsi otonom. Keuntungan potensiallow-dose kombinasi antihipertensi adalah. Faktor resiko kardiovaskuler lainnya harus dikontrol untuk mempertahankan TD stabil. Kombinasi 2 obat atau lebih biasanya diperlukan untuk mencapai TD sasaran <130/80mmHg. IV. Terapi aspirin dosis rendah dipertimbangkan hanya jika TD terkontrol.lebih dari 1 obat dapat mencapai TD sasaran dalam waktu lebih singkat. Serum potasium dan kreatinin harus dimonitor setidaknya 1-2 kali pertahun. Pengobatan dengan ACE inhibitor atau ARBs mempengaruhi progresifitas diabetik nefropati dan menurunkan albuminuria. tetapi juga meningkatkan resiko terjadinya hipotensi ortostatik. pasien harus kembali untuk follow up dan pengaturan terapi. Potensi kemanjuran  Ketergantungan atau efek synergistic 7 . seperti pada pasien diabetes. Hal-hal yang memperberat. ACE inhibitor. beta bloker. dengan interval setiap 1 bulan sampai TD sasaran tercapai. Penggunaan obat generik atau obat-obat kombinasi ditujukan untuk mengurangi biaya pengobatan.

misalnya lebih sedikit kehilangan kalium ketika p-blocker dikombinasikan dengan 6.25 mg dosis HCTZ Pemenuhan kebutuhan pasien yang ditingkatkan Lebih baik dengan dua obat dosis tetap atau satu obat dosis yang tinggi. first-line therapy untuk penanganan hipertensi adalah kombinasi lowdose p-blocker dan diuretik. kemampuan hemodinamik. Kurangi dosis satu atau kedua komponen     Data terbaru menunjukkan awal terapi untuk hipertensi sering melibatkan penggunaan calcium channel blockers dan angiotensin-converting-enzyme (ACE) inhibitors. 8 . dan potensi untuk once-daily dosing. Tidak ada peningkatan respon dengan satu komponen Lebih sedikit efek samping dose-dependent. Pengalaman dengan obat ini menimbulkan efek aditif. P-blockers dan diuretik telah menununjukkan dapat mengurangi morbiditas dan mortalitas dalam klinis jangka panjang. kemampuan untuk menghindari toleransi obat. kemanjuran dan keselamatan. Suatu biaya lebih rendah. suatu altematif yang banyak digunakan.

Once-daily LODOZ adalah multimechanism agen yang pertama dikembangkan untuk memaksimalkan kemanjuran terkait dengan dosis.. karena itu dosis lebih kecil digunakan untukmencapai target". latar belakang kesukuan.      Pengalaman jangka panjang menunjukkan keselamatan.. LODOZ sebagai first-line therapy 9 . perubahan toleransi Potensi untuk once-daily dosing JNC VI mengesahkaan sebagai first-line therapy Mengurangi tekanan darah melalui mekanisme berbeda        Kemanjuran. Penggunaan yang bersama menyebabkan kecanduan tetapi disertai dengan manfaat yang klasik β-blocker dan diuretic dan profil efek samping dapat diperbandingkan dengan placebo.25 mg) hydrochlorothiazide (HCTZ).5. Penggunaan dosis rendah dua obat dari kelas berbeda membantu ke arah mencapai kemanjuran dan mengurangi efek samping terkait dengan dosis. ketiadaan Efek aditif Antihypertensive Efek gangguan hemodynamik Hindari efek samping p-blocker Hindari efek samping thiazide diuretik Memperkecil efek kurang baik pada metabolisme lipid dan glukosa Sediakan kemanjuran dengan mengabaikan umur. and Treatment of High Blood Pressure Adapted. dosis rendah cardioselective βblocker adrenergic Bisoprolol (2. jika dosis rendah dua antihipertensi dengan tindakan berbeda lalu dikombinasikan dapat memperkecil dose-dependent yang menimbulkan efek kurang baik. JVC VI = Sixth Report of the Join National Committee on Detection. jenis kelamin.Keuntungan low-dose potensial p-therapy blocker/diuretik.5 atau 10 mg) dengan suatu dosis rendah (6. Evaluation. Dasar pemikiran ilmiah untuk pendekatan ini dinyatakan oleh Epstein dan Bakris: ". dan status merokok. Kombinasi Bisoprolol dan Hydrochlorothiazide (LODOZ) menawarkan suatu cara untuk memecahkan permasalahan efek samping terkait dengan dosis.

ras. (2) untuk dibandingkan profil keamanan dan kemanjuran antara LODOZ dengan Amlodipine dan Enalapril. dapat mengurangi tekanan sistolik dan diastolik.untuk penanganan hipertensi menghadirkan sebagai terobosan barn dalam manajemen hipertensi. (1) untuk menyelidiki apakah dosis rendah dua obat bisa mengendalikan hipertensi dan mengurangi efek samping terkait dengan dosis. ataujenis kelamin. suatu double-blind.600 pasien dengan mild-to-moderate hipertensi. Komparatip studi dirancang. pada percobaan multi senter klinis (1 multifaktorial. Kemanjuran LODOZ Secara klinis. diastolic (DBP) dan tekanan darah systolic (SBP) telah dilakukan pada 512 pasien yang rnenerima 12 perawatan dalam 12 minggu. Dalam studi pada sedikit pasien menarik dari LODOZ terkait dengan ketiadaan potensi atau ketiadaan toleransi. 1 konfirmasi. Subjek adalah 10 . dan 2 komparatif) menyertakan 1. Studi multifactorial dan konfirmasi Studi pertama sangat penting. (2) untuk menentukan dosis efektif yang paling rendah dimana obat dapat mencapai target klinis. LODOZ telah terbukti efektif.25 mg) dengan menambah Bisoprolol yang mempunyai efek pressure-lowering. Hasil mengesankan ini adalah dengan mengabaikan umur. Perbandingan LODOZ dibandingkan dengan Amlodipine dan Enalapril menunjukkan bahwa pemakaian LODOZ terdapat pengurangan pada tekanan darah diastolik dibandingkan dengan Enalapril dan Amlodipine. sudah jelas manfaat LODOZ pada pasien. Bukti pressure-lowering efek dari LODOZ telah didemonstrasikan. Percobaan multifaktorial dan konfirmasi mempunyai sasaran yang berikut: (1) untuk menentukan low-dose HCTZ ( 6. dosis sesuai efek pada tekanan darah.

5.25 mg HCTZ adalah suatu multimechanism terapi. Studi multifactorial dan konfirmasi dibandingkan terhadap Bisoprolol tunggal. 25 mg). 25. Dengan begttu prosentase meningkat 24 jam setelah dosing adalah 61 %. Suatu total 512 pasien dengan mild to moderate hipertensi adalah randomized untuk once-daily perawatan dengan Bisoprolol (0. efek kecanduan 6. atau 40 mg). 4 minggu percobaan placebocontrolled (n=547) disajikan oleh efek penurunan tekanan darah LODOZ 5 mg. atau LODOZ 5 mg. lebih lanjut.randomized untuk menerima once-a-day placebo. dan 10 mg dibanding placebo. dengan pengurangan bermakna dari awal DBP dan SBP.25 mg dihubungkan dengan timbulnya hipokalemia dan hiperuricemia dibandingkan dengan yang dosis 25 mg HCTZ. Bisoprolol dan HCTZ memperlihatkan efek kecanduan Efek Bisoprolol dan HCTZ terbukti menyebabkan kecanduan berkenaan dengan pengurangan tekanan diastolik dan systolik. berturut-turut. dosis HCTZ 6. 25. efek multimechanical therapy menyebabkan kecanduan untuk semua dosis.5. Setelah 3 sampai 4 minggu terapi. 5 mg Bisoprolol fumarate. Hasil menunjukkan suatu penurunan bermakna pada tekanan darah ketika HCTZ ditambahkan dengan Bisoprolol. Semua terjadi pengurangan lebih besar dari awal DBP dan SBP dibanding placebo dalam studi keduanya. suatu double-blind. Fishman dkk. 2. diukur 24 jam setelah dosing. Studi yang kedua. Bisoprolol fumorate monotherapy (2. atau 25 mg). Dengan perbandingan placebo penurunan berkisar dari 23% untuk 27%. menggunakan suatu desain multifaktorial untuk mengevaluasi efektivitas dan keselamatan dosis LODOZ yang berbeda dengan placebo. 5 mg. data menunjukkan bahwa tingkat ketaatan lebih baik untuk pasien yang diberi LODOZ 2. atau kombinasi keduanya. Di dalam studi efek pengobatan telah digambarkan tingginya DBP :S 90 mmHg atau berkurang dari baseline 2: 10 mmHg. Dalam studi konfirmasi.73% dan 80% untuk LODOZ 2.5 mg.5. atau salah satu dari enam dosis Bisoprolol fumarate dan HCTZ yang diberikan bersama-sama. HCTZ monotherapy (6. 40 mg). Lagi pula. HCTZ (0. semua kelompok studi DBP 11 .5 dan 10 mg dosis. 10. kisaran antara 13% sampai 20% yang tergantung pada Bisoprolol fumarate. 6. 10. Pokok adalah randomized untuk menerima once-a-day placebo atau salah satu dari tiga terapi: 25 mg HCTZ.

berturut-turut).Ol. SBP dari baseline kepada akhir studi.Ol) LODOZ digunakan sebagai obat yang lebih baik pengurangan SiDBP dibandingkan dengan pasien yang diberi Bisoprolol fumarate 5 mg atau HCTZ 25 mg tunggal (P=0. Suatu studi doubleblind. RataRata nilai DBP lebih besar untuk pasien yang diberi Bisoprolol fumarate 5 mg dibanding HCTZ 25 mg saja (P=0. Studi Komparatif Beberapa studi komparatif secara klinis telah dilakukan untuk menguji keamanan dan kemanjuran LODOZ dengan obat antihipertensi lain. mengungkapkan LODOZ 5 mg menyebabkan secara konsisten pengurangan (P<O. paralel khusus membandingkan keamanan dan kemanjuran LODOZ terhadap Amlodipine pada pasien ~ 60 tahun dengan hipertensi systolik terisolasi menunjukkan kemanjuran LODOZ dalam kelompok umur juga.02 dan P<O.OI). dan Placebo. dan profil efek sampingan pada 12 . Efektif kontro/ 24-hour Bukti yang menguatkan 24-hour antihipertensi tentang kemanjuran LODOZ sendiri menyertakan 36 pasien mild-to-moderate. usia. Fakta bahwa LODOZ adalah efektif pada pasien yang berkulit hitam dan lebih tua adalah penting. Data dikumpulkan dalam 2 dan 4 minggu terapi. Tekanan darah diastolikdan Systolik menurun dibandingkan dengan awal24-hour (P<O.05) sebelum dosis yang berikutnya. atau merokok maupun jenis kelamin.dibandingkan dengan placebo ( P<O. Perbandingan dengan Amlodipine dan Enalapril Studi Neutel et al.03). LODOZ dievaluasi dibandingkan terhadap Amlodipine dan ACE-inhibitor Enalapril. Ni1ai LODOZ adalah konsisten.Ol) systolik dan diastolik diatas 24 jam tanpa bertentangan dengan 24hour variasi sirkadian tekanan darah. Suatu studi randomized double-blind lebih lanjut membandingkan LODOZ dengan Losartan tung gal atau kombinasi dengan HCTZ. mendisain untuk membandingkan kemanjuran dalam DBP. sepanjang siang dan malam hari (P<O. dan Prisant et al.OI). 1. dan akhir 2 jam (P<0. dengan mengabaikan latar belakang pasien kesukuan. karena kelompok kedua-duanya sukar untuk diterapi dengan β-blockers.

Setelah 6 minggu. 5. Analisa Kemanjuran adalah intent-to-treat basis dan mencakup semua pasien randomized sepanjang double-blind tahap studio Kedua studi dirancang untuk pengujian efek LODOZ pada sub-sub kelompok. Titik akhir lain kemanjuran mencakup perubahan data dasar ke minggu 12 pada SBP dan HR. atau 10 mg q. Sebagai tambahan keduanya juga mengevaluasi data untuk menilai keamanan dan kemanjuran obat dan kelainan seksual.10. Kedua studi adalah randomize. dua tahap pemeliharaan. [percobaan kedua] dan Amlodipine (2. Neutel juga memakai suatu placebo.d.i. dengan 4 sampai 5 minggu periode bebas diikuti oleh 6 minggu. Pengobatan bisa ditingkatkan dosis diukur pada waktu 2 minggu interval setelah randomisasi sampai DBP : S 90 mmHg. [percobaan pertama].d.d. dan jenis kelarnin (pria atau wanita). placebo periode digambarkan sebagai data dasar. dan 1 minggu untuk memastikan kearnanan obat. dan 10 mg q. Titikakhir utama analisa kemanjuran adalah perubahan data dasar ke minggu 12 pada DBP.d.i. dan 20 mg b.. pasien dengan DBP :S 95 mmHg dikeluarkan dari studio Sebagai konsekwensi. SBP. Dosis serupa studi yang kedua. HR tiga kunjungan yang terakhir single-blind.d. studi yang kedua mempunyai suatu ekstra 4 minggu dalam tahap pemeliharaan dosis.) bagaimanapun. pasien tinggal pada dosis yang sarna sarnpai 6 minggu. Rata-Rata DBP. studi perbandingan yang kedua telah dilakukan selama 23 minggu.d.5. 4 minggu double-blind periode titrasi dosis. double-blind. dan pasien dibuat stratifikasi ras (hitam melawan tidak hitarn).5.) pada pasien mild-to-moderate hipertensi. Evaluasi dilakukan terhadap data awal studi sampai perawatan 12 minggu digunakan untuk analisa kearnanan dan kemanjuran . 5. Enalapril. Awal tahap pemeliharaan. parallel-group dose-escalation yang membandingkan LODOZ (2.20 mg q.d.i. 8 minggu tahap pemeliharaan. umur < 60 tahun melawan 2: 60 tahun). Dua percobaan ini mencakup populasi pasien yang sarna dengan disain studi serupa. double-blind tahap titrasi dan 12 minggu. Suatu pertimbangan klinis penting adalah waktu dimana penilaian klinis diambil.5. dengan penambahan placebo dan Enalapril dosis tinggi (20 mg b. 10 mg b. Amlodipine. studi yang kedua juga dengan suatu placebo. Studi yang pertarna terdiri dari 4-5 minggu periode.pasien mild-to-moderate hipertensi terapi dengan LODOZ. Penilaian studi ini telah dilakukan pada akhir dosis interval.) dengan Enalapril (5. 10 mg q. 13 .

7.3/6.03).8/-9. Low-dose kombinasi terapi dengan LODOZ nampak seperti suatu altematif efektif pada awaI pharmakoterapi untuk hipertensi.OOI). Setelah double-blind periode.9 mmHg. Studi ini mempertunjukkan dosis rendah LODOZ adalah sangat efektif. 70% untuk Amlodipine.02).8/10. Yang paling rendah tingkat penyelesaian adalah placebo (42%). dan placebo berturut-turut. 541 pasien dilakukan randomized double-blind studio Ada 153 pasien memakai LODOZ. dan 79 placebo. perubahan systolik dan diastolik adalah 14.Total 736 pasien telah disaring untuk studi. Tekanan darah Systolik menurun pada pasien LODOZ dibandingkan dengan Enalapril (p=0. 403/541 (75%) pasien menyelesaikan 12 minggu perawatan. dan yang paling tinggi LODOZ (90%). 12.01).002) atau Amlodipine (p=0. dan -1. -11. tetapi tidak dibandingkan dengan Amlodipine (p=0. Keseluruhan.5/-12. Hasil studi Neutel Studi mengkonfirmasikan bahwa antihipertensi terapi dengan LODOZ dapat mengakibatkan penurunan tekanan darah lebih besar dibanding dengan higherdose monotherapy. tingkat penyelesaian Amlodipine ( 78%) dan Enalapril (73%). 155 Enalapril. dan 7.6 mmHg untuk LODOZ. rata-rata berubah dengan Enalapril (p<0. Enalapril. Penurunan tekanan darah diastolik pasien LODOZlebih besar dari penurunan dengan Enalapril (p=0. 69% untuk Amlodipine. dan 45% untuk Enalapril. dan 24% untuk placebo.4/10.22).1/-1.2. dan Enalapril berturut-turut. Amlodipine. Respon terhadap DBP:S 90 mmHg atau penurunan DBP > 10 mmHg adalah 84% untuk LODOZ. tingkat respon adalah 71% untuk LODOZ. Studi PRISANT. Pengurangan ketiga kelompok perawatan dibandingkan dengan kelompok placebo (p<O. walaupun once-daily dosing Enalapril dan dosis maksimum 20 mg menggunakan studi ini tidak optimal untuk obat ini. Amlodipine.7 mmHg. dan 52% untuk Enalapril. 14 . 154 Amlodipine.9 mmHg untuk LODOZ. Rata-rata penurunan darah sytolik/diastolik pressures dari baseline adalah 13.

Suatu tinjauan ulang pada pasien lebih tua menekankan bahwa percobaan perawatan 15 . Penurunan tekanan darah systolik bermakna untuk LODOZ dibandingkan Enalapril dan placebo. Keseluruhan respon untuk LODOZ lebih baik dari pada placebo dan Enalapril.43%). sedangkan 30% pada Amlodipine. tiga dosis LODOZ efektif mengurangi tekanan darah pada hipertensi pasien lebih tua.4 mmHg. Pengurangan Tekanan darah efektif pada pasien tua dan muda Prevalensi hipertensi meningkat sesuai umur.S multicenter. 1988-1991. Rata-rata penurunan SiDBP pada lebih tua (60 tahun) berkisar dari 10. tetapi tidak dengan Amlodipine. Penurunan serupa adalahjuga dilihat di SiHR. Kira-Kira sepertiga pasien kelompok perawatan adalah 2: 60 tahun (berkisar 28% . Joint National Committee menyarankan diuretik atau beta blockers sebagai obat pertarna untuk penggunaan antihipertensi dengan indikasi spesitik.Hasil Gabungan Dua Studi Dalam analisa yang digabungkan 49°% LODOZ pasien menuju keberhasilan dan kendali pemeliharaan adalah dosis terendah (satu titrasi).4 mmHg.4 mmHg. prevalensi hipertensi untuk yang tua 65 sarnpai 74 tahun adalah 72% untuk orang Amerika-Afrika. dan 55% untuk orang Amerika-Mexico. Subgroup analisa menunjukkan bahwa once-daily therapy dengan tiga dosis LODOZ sarna efektif menurunkan SiDBP dan SiSBP mengukur 24 jam setelah 3 sampai 4 minggu. mungkin mempunyai efek yang meningkat sebagai hasil perubahan yang fisiologi.9 sarnpai 13. Penggunaan LODOZ low~dose therapi pada pasien lebih tua. Data dari D. Keseluruhan analisa kemanjuran yang didokumentasikan terlihat penurunan tekanan darah diastolik untuk LODOZ dibandingkan dengan Amlodipine.4 sampai 15.2 sampai 15. Menurut National Health and Nutrition Examination Survey III. 53% untuk orang kulit putih. Dalam perccobaan klinis. suatu analisa retrospektif dilakukan untuk menentukan keamanan dan kemanjuran LODOZ pada pasien < 60 tahun dibandingkan dengan pasien 2: 60 tahun. 26% pada Enalapril.7 sampai 18 mmHg dan pada pasien lebih muda dari 14. Enalapril. percobaan placebo-controlled (n=1059). dan placebo. Penurunan SiSBP pada pasien lebih tua bergerak dari 12. pasien lebih muda menunjukkan suatu cakupan dari 10.

Studi yang menguji kombinasi therapi melaporkan penurunan lebih besar pada sitolik :Iibanding tekanan darah diastolik. efek sampingnya dan pengaruhnya terhadap kualitas hidup. Parameter yang digunakan untuk mengetahui perbaikan kualitas hidup antara lain: kemampuan untuk merawat diri sendiri. penilaian terhadap tanda-tanda vital. Pada penelitian lain yang dilakukan secara acak dengan cara "double-blind" terhadap 218 pasien yang telah dikelompokkan menjadi beberapa kelompok menurut dosis dengan maksud untuk membandingkan pengaruh yang dihasilkan oleh LODOZ. ini berguna bagi yang lebih tua. dan nilai "Zung self-rating Depression". Amlodipine. Suatu analisa terbaru mendokumentasikan tekanan darah sistolik adalah suatu perarnal lebih baik suatu peristiwa kardiovaskuler dibanding tekanan darah diastolik. Fixed-dose kombinasi mempunyai suatu keuntungan untuk yang lebih tua dimana dapat membantu meningkatkan kepatuhan dengan penyederhanaan obat therapi. kemudian diberikan plasebo. di dalam mana tekanan darah sistolik sering meningkat disproportional. Kualitas 16 . sedangkan pada pasien yang diterapi dengan Enalapril menunjukkan penurunan dalam kualitas hidup.hipertensi randomized selama 15 tahun kombinasi obat sering diperlukan untuk kendali tekanan darah sesuai target dan pengurangan penyakit vaskuler. Banyak pasien lebih tua mungkin memakai dua atau tiga obat sebagai tambahan terhadap antihipertensi. Keamanan dan Perbaikan Kualitas Hidup dari LODOZ Pengamatan terhadap 36 pasien yang diterapi LODOZ 5 mg menunjukkan hasil yang memuaskan dan mereka menunjukan adanya perbaikan dalam kualitas hidup selama periode terapi aktif. V. Pada penelitian tersebut menunjukkan bahwa pasien yang diterapi dengan LODOZ dan Amlodipin memiliki kualitas hidup yang lebih baik. dan selanjutnya diberikan terapi yang optimal selama 12 minggu. mula-mula pasien yang mendapatkan terapi seperti biasanya. Kebanyakan dari studi mendokumentasikan manfaat pressure-lowering dengan menggunakan diuretik sedikitnya 35% pasien. Tingkat perbaikan diketahui dengan membandingkan antara jumlah dan besarnya efek samping yang terjadi pada dosis terendah dengan dosis terapi. dan Enalapril terhadap penurunan tekanan darah.

Penilaian dilakukan dengan menilai kemampuan pasien untuk mengurus diri sendiri. Hasilnya adalah tidak ada perbedaan yang bermakna dalam perbaikan kualitas hidup antata kedua kelompok tersebut. Keamanan dari LODOZ LODOZ (2. 10 mg dan 40 mg). Dimana pada pasien diberiakan obat dengan dosis yang berbeda-beda dan diamati selama 12 minggu kemudian dilakukan pemeriksaan ulang selama 4 minggu. depresi. LODOZ juga terbukti tidak menyebabkan terjadinya disfungsi seksual pada pria.25 mg. Berbagai keunggulan tersebut dapat menunjang kualitas hidup dari pasien. Hal ini karena LODOZ menggunakan dosis HCTZ 6. Keamanan dari LODOZ telah dibuktikan pada berbagai penelitian yang dilakukan di berbagai pus at kesehatan di Amerika Serikat. Akhir-akhir ini penelitian dilakukan pada berbagai kelompok yang diambil secara acak. Nilal kualitas hidup secara nyata meningkat bila dibandingkan antara awal terapi dengan setelah terapi selama 12 minggu dengan kedua macam obat diatas. ataupun terapi tunggal dengan HCTZ (6. dan kadar natrium juga tidak terpengaruh. Pada penelitian yang lain menunjukkan adanya efek ketergantungan terhadap Bisoprolol dan HCTZ dosis rendah pada 512 pasien yang mendapatkan terapi tunggal dengan Bisoprolol (2. dengan menggunakan indeks dari "The Psycological General Well Being". 17 . sehingga efek samping terhadap metabolik lebih ringan bila dibandingkan dengan HCTZ 25 mg. pemikiran yang positif dan vitalitas. 5 mg dan 10 mg) mempunyai efek samping yang menyerupai plasebo dan lebih baik bila dibandingkan dengan obat anti hipertensi yang lain.5 mg.5 mg dibandingkan dengan Amlodipin 5 mg terhadap penuruanan tekanan darah pada pasien dengan "Isolated Systolic Hypertensien" yang berusia lebih dari 60 tahun. kesehatan.hidup ditunjukkan oleh efek samping yang terjadi dan bukan oleh menilai penurunan tekanan darah baik sistol maupun diastol yang terjadi.5 mg. yang terdiri dari 22 pertanyaan dan pemyataan dalam rangka menilai derajat kecemasan. untuk mengetahui perbandingan antara kegunaan dan keamanan LODOZ 2.25 mg dan 25 mg) ataupun pada kombinasi kedua obat tersebut maupun pada terapi dengan plasebo.

Amlodipin (28 %) dan Enalapril (25%). semua terapi berdayaguna dengan baik.. kemudian tiga pasien lagi ditolak karena tekanan darah yang tidak terkontrol. plasebo (27%). sedangkan angka kejadian batuk pada pasien yang diterapi dengan Enalapril (5%0) lebih tinggi bila dibandingkan dengan pasien yang diterapi dengan LODOZ (10/30 (33%) tapi sedikit lebih tinggi bila dibandingkan dengan pasien yang diterapi dengan plasebo. Disamping itu juga ada pasien yang dikeluarkan dari penelitian karena efek samping terapi. Angka kejadian terjadinya edema pada pasien yang mendapat terapi dengan Amlodipin (15%) lebih tinggi bila dibandingkan dengan pasien yang diterapi dengan LODOZ (2%). LODOZ lebih efektif bila dibandingkan dengan obat antihipertensi lain Pada beberapa penelitian menunjukkan bahwa LODOZ lebih bisa diterima dengan baik bila dibandingkan dengan Ca Channel Blocker (Amlodipin) ataupun ACE inhibitor (Enalapril). paling sedikit 1 pasien mendapat efek samping dari obat yang diberikan. Fakta penelitian lain yang membandingkan Losartan dengan Losartan/HCT atau plasebo. Efek Samping yang terjadi pada terapi dengan LODOZ berupa sakit kepa1a (5%) danl rasa lelah (3%). Namun efek Samping ini tidak sebanding dengan efek terapi yang diberikan. Efek samping pada kelompok pasien yang diterapi dengan LODOZ 10/30 (33%). masing-masing kelompok satu orang. LODOZ (24 %). asthenia serta rasa lelah yang ditemukan pada 2 % dari total pasien dan hal ini hampir sarna dengan efek samping yang diakibatkan oleh plasebo.Perbandingan antar efek samping LODOZ dengan Plasebo Efek samping yang sering terjadi pada pasien yang mendapatkan terapi dengan LODOZ adalah pusing. 18 . 11/30 (37%) pada kelompok pasien yang diterapi dengan Losartan maupun pada pasien yang diterapi denganLosartan/HCTZ dan 7/15 (47%) pada pasien yang diterapi dengan plasebo. dua diantaranya karena sesak yaitu pada pasien yang diterapi dengan Losartan dan plasebo dan seorang lagi karena sakit kepala berat yaitu pada pasien yang diterapi dengan plasebo. Analisayang dilakukan terhadap 541 pasien menunjukkan bahwa pada minggu ke 12. Efek samping ini berhubungan dengan efek samping yang diakibatkan oleh β-bloker.

Keamanan yang diberikan oleh LODOZ dapat dikatakan sarna pada pasien muda (usia kurang dari 60 tahun) maupun pasien tua (usia lebih dari 60 tallun). kadar lemak dan toleransi terhadap glukosa. serta pada pasien usia muda maupun tua. hipokalemi biasanya baru timbul pada kadar HCT 25 mg.25 mg sehingga efek samping yang terjadi lebih ringan bila dibandingkan dengan HCT 25 mg.LODOZ bisa digunakan pada pria maupun wanita. Pemberian LODOZ tidak mempengaruhi kadar Kalium Karena LODOZ menggunakan HCT 6. dimana hal ini sulit dilakukan oleh obat-obat anti hipertensi yang lain. efek farmakokinetik. Faktorfaktor tersebut digunakan untuk menilai apakah terapi tersebut efektif untuk mengobati hipertensi dan kemungkinan yang minimal akan timbul efek samping serta dapat digunakan dengan dosis sekali sehari. pasien kulit hitam maupun bukan kulit hitam. selain itu LODOZ juga relatif tidak menyebabkan hiperurisemia bila dibandingkan dengan HCT 25 mg. Ia biasanya menimbulkan terjadinya peningkatan trigliserida (14%) dan penurunan HDL-C (5%). interaksi dengan obat-obat anti hipertensi yang lain serta daya gunanya dalam mengendalikan tekanan darah.5 mg (n=84) 19 . Terapi dengan LODOZ juga tidak mempengaruhi kolesterol total (kurang dari 1 % bila dibandingkan dengan plasebo). termasuk diantaranya peningkatan sensitifitas terhadap oat antihipertensi yang lain. karena kemampuannya dalam mengontrol tekanan darah. Beberapa data mendukung penggunaan LODOZ sebagai pilihan untuk pasien usia tua dengan hipertensi. selain itu efeknya terhadap timbulnya akibat orthostatik hipotensi juga minimal. Pada penelitian yang dilakukan padta pasien "Isolated Hypertension Sistolic" yang berusia lebih dari 60 tahun yang diterapi menggunakanLODOZ 2. Secara umum kadar kalium tidak terganggu pada pasien yang menggunakan LODOZ. Penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa LODOZ dapat diterima karena LODOZ memiliki efek samping yang minimal terhadap kadar kalium. Tingkat keamanannya sarna pada berbagai kelompok usia Pemilihan obat antihipertensi sangat penting pada pasien yang tua dengan mempertimbangkan berbagai alasan.

Rata-rata angka terjadinya disfungsi seksual setelah terapi jangka pendek dengan obat antihipertensi atau plasebo adalah 2. Amlodipin maupun plasebo. Untuk menerangkan efek dari berbagai macam obat antihipertensi sebagai terapi tunggal ataupun sebagai terapi kombinasi dan efek sampingnya terhadap penurunan libido dan impotensi telah dilakukan oleh gender. sebagaimana yang telah dilaporkan oleh Neutel et al. Penelitian yang dilakukan. LODOZ tidak menyebabkan terjadinya disfungsi seksual bila dibandingkan dengan plasebo Disfungsi seksual yang diakibatan oleh obat antihipertensi akan menurunkan kualitas hidup pasien sehingga pasien menjadi tidak teratur melakukan pengobatan dan akhirnya tekanan darahnya jadi tidak terkontrol. HCT. trigliserida atau glukosa dan kedua perlakuan. bahwa angka kejadian putus obat terhadap LODOZ sekitar 2%.251 pasien) dan 0.4% pada pria (30 dari 1.3% pada wanita (2 dari 661 pasien). sedangkan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Prisant et al. Amlodipine 20 . tampak bahwa tidak ada perubahan yang bermkna pada total kolesterol. dan dari hasil kombinasi kedua penelitian tersebut menunjukkan bahwa angka kejadian putus obat yang diakbatkan oleh LODOZ lebih kecil bila dibandingkan dengan plasebo. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna angka kejadian disfungsi seksual pada pasien yang diterapi LODOZ bila dibandingkan dengan mereka yang diterapi dengan HCT. Bisoprolol.912 pasien hipertensi yang diberikan plasebo. Enalapril. Rendahnya angka putus obat Beberapa pasien mengalami putus obat dengan LODOZ karena efek samping yang ditimbulkannya. hal ini berlawanan dengan mereka yang menggunakan β-bloker sebagai terapi.oleh "The Veterans Affair Cooperative Study Group" pada pria yang menggunakan HCT sebagai pilihan terapi hipertensinya menunjukkan bahwa tidak terjadi disfungsi seksual pada mereka.dibandingkan dengan pasien yang menggunakan Amlodipin 5 mg (n=8~). LDL dan HDL. Enalapril. Bisoprolol atau LODOZ selama 6-12 minggu. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 1. Amlodipin.

mengingat pada pengobatan hipertensi biasanya dipermasalahkan mengenai efek samping yang terjadi setelah pengobatan.0%). pada penelitian tersebut terbukti bahwa LODOZ 2. LODOZ merupakan obat dosis rendah pertama yang digunakan untuk penanganan hipertensi ringan maupun sedang. sedangkan pada plasebo sebesar 4%. Penutup LODOZ merupakan campuran antara ~-bloker dengan diuretik dosis rendah dengan efek samping yang menyerupai plasebo. Pada keadaan yang asimtomatik sebagaimana pada hipertensi. Belakangan ini kegunaan LODOZ dibandingkan dengan obat golongan ACE inhibitor. Keamanan LODOZ ditunjang oleh berbagai penelitian yang menunjukan bahwa efek samping yang terjadi adalah ringan dan bersifat sementara sebagaimana pada plasebo. Pada penelitian selanjutnya menunjukan bahwa angka kejadian putus obat pada penggunaan Bisoprolol 2. masalah toleransi terhadap obat menjadi penting dan LODOZ mempunyai efek samping yang mirip dengan plasebo yang bersifat sementara dan minimal. Hal ini dikarenakan efek samping yang terjadi pada mereka yang menggunakan LODOZ lebih kecil bila dibandingkan yang lain.5 mg. LODOZ telah melalui berbagai penelitian.2%) dan lelah (3.atau Enalapril. Hal ini merupakan suatu terobosan bam dalam penanganan hipertensi. 21 . dah hasilnya menunjukkan bahwa LODOZ memberikan respon pada lebih dari 84% obyek dari berbagai kelompok umur.25 mg adalah 3%" pada dosis 5 mg sebesar 2% dan 1 % pada dosis 10 mg. dan LODOZ terbukti tidak menyebabkan gangguan dalam kualitas hidup. disamping itu LODOZ juga mempunyai efek samping yang minimal terhadap fungsi metabolik bila dibandingkan dengan obat diuretik maupun β-bloker. 5 mg dan 10 mg mampu mengontrol hipertensi hingga lebih dari 80% pasien. ras danjenis kelamin. Ca Channel bloker dan prototype dari Angiotensin II Antagonis. Adapun efek samping dari LODOZ adalah pusing (3. diantaranya yang dilakukan di Amerika Serikat pada 974 pasien hipertensi ringan sampai sedang. HCT 6. diantaranya adalah : hipokalemia. Sedangkan efek sampingfisiologis dan metabolik dari kombinasi ~bloker dengan diuretik adalah minimal. VI.5 mg.

et al. Lancet. TURAKKA H. mudah dibawa. W AEBER B. 1981 . 1996. MENHARD J. 8: 3-11. HAUSLER G. a population-base study in Eastern Finland. LODOZ bisa dikatakan sebagai obat yang sempurna dalam menangani hipertensi pada berbagai pasien.156:1969-1978. Morbidity and mortality in the Swedish Trial in Old Patients with hypertension (STOP Hypertension). 22:875-880. High ~1-selectivity and favourable Pharrnacokinetics as the outstanding properties of Bisoprolol. et al. Pathophysiologic and pharmacotherapy consideration in the management of the black hypertensive patient. a once-a-day ~blocking agent for patients with mild to moderate hypertension. Arch Intern Med.Clin. SLATON PE.2787. 22 . Thiazide diuretics. DE CARVALHO JGR. Cardiol. 1981. 1991. Eur J Clin Pharmacol. 17(5): 263-268. DAHL OF B. Am Heart J. 1990. SINGH SP. et al. BAKRIS G. Combination therapy in hypertension. J Cardiovasc Pharmacol. Acta Med Scand Suppl. 267: 2786 . TOUMILEHTO J. Newer approaches to antihypertensive therapy: use of fixed dose combination therapy. 1988. DEVIDOV ME. HOLLINFIELD JW.. Daftar Pustaka ALDERMAN MH. VII. Treating the individual hypertensive patient: considerations on dose. J Hypertens . hypokalemia and cardiac arritmias. et al. et al. Vlachakis ND.hiperkolesterolemia. Keunggulan yang lain adalah dosisnya yang sekali sehari sehingga diharapkan akan memudahkan penggunaan terutama pada merek yang asimtomatik. Which antihypertensive drungs first drug and why! JAMA. 1986. 116: 288295. 338: 1281-1285. LINDHOLM LH. ENLUND H. efektif dan berdayaguna baik. hiperglikemia dan hiperurisemia. Bisoprolol. 8 (supl 11):2. 1992. Clin Phannacol Ther. BRUNER HR.21 : 1-8. sequential monotherapy and drug combinations. DUNN FG. 1994. (Editorial review) COOK CA. LOHMOLLER G. HANSSON L. Hemodynamic correlates of prolonged thiazide therapy: comparison of responders and nonresponders. 647:67-73. EPSTEIN M. 1977.

No. JNC VI/The Sixth Report of the joint National Committee on Detection. PRlSANT LM. et al. 1998. NIH Publication. and treatment of High Blod Pressure (JNC VI). NEUTEL JM. 1991. NEUTEL JM. Low-dose combinatidn therapy in hypertension. LEWIN AJ. 1282. 1997. Amer Heart J. KAPLAN NM. Eur Heart 1. 56: 1275-1276. et al. EPSTEIN M. TARGUM S. WEBER M. LEOPOLD G. Low-dose combination treatment for hypertension versus Single drug treatment Bisoprololol/Hydrochlorothiazide versus Amlodipine. SMITH DHG. J Clin Hypertens. Fixed dose combination medication for the treatment of hypertenson: a critical review. Am Fam Physician. 3: 278-293. 10: 245-265. 1987. PRISANT LM. Enalapril and placebo: Combined analysis of comparative studies.98-4080. et al. black and nonblack) using ambulatory blood pressure monitoring.4: 970-971. 1997. Primary Cardio!. 5:313-321. PAPADEMETRIOU V. Clin Cardiol. Am J Ther. The case for low dose diuretic therapy. OSTER JR. et al. 1279. 21: 29:31. evaluation. old.JNC V / The Fifth Report of the joint National Committee on Detection. 1993. LEUG MC. J Cardiovasc Pharmacol. 153: 154-183. Am J Hypertens.1993. RAM CVS. and treatment of High Blod Pressure (JNC V). Low-dose combination therapy in the management of hypertension. PRISANT LM. A clinical trial evaluation the 24-hours effects of Bisoprolol 51 Hidrochlorothiazide 6. Am J Cardio!. et al. J Natl 23 . Comparison of Bisoprolol with Atenolol for systemic hypertension in four population group (young. Low-dose combination therapy as first line hypertension treatment for black and non-black. Balanced Pharmacokinetics and metabolism of Bisoprolol. 8 (Suppl M): 9-14. 72:4148. MCDEVITT DG. 1987. FERDINAND K. 16: 732-736. MOSER M. 1995. Comprison of pharmacokinetik properties of 13-adrenoseptor blocking drug.25 combination in patient with mild to moderate hypertension. evaluation. 1986:8(supplll): S 16. Arch Intern Med. 1997. NEUTEL J. 1993. Discussion: Recent data on safety and efficacy of newer therapies in the management of hypertension. NEUTEL JM. PAPADEMETRlOU V. et al.39. PRlSANT LM.

24 . 1999. 91: 40-48.Med Assoc.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful