DISUSUN OLEH : ELIS SEPIANESI (10101001019) BAGUS YUSRO B (10101001022) MONA ELIZABETH S (10101001026) RINI ANDRIANI (10101001028) DELLA

AGUSTINA (10101001049) BAEL NOPRIDO (10101001060) SONDANG VALENTINE (10101001074) LIONITA SIMANJUNTAK (10101001021) RIZKA ISTI QOMARYA (10101001023) M.AZIZ HASYIM (10101001027) AMANDA AGUSTINA (10101001052) STEVANI EKA PURNAMA (10101001056) OKTIZA LANTARI (10101001062)

MATA KULIAH : DOSEN :

SISTEM MANAJEMEN K3 ANISYAH, S.KM, M.Sc

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2013
KATA PENGANTAR
P2K3 Page 1

Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Pemurah, karena berkat kemurahan-Nya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini kami membahas “Panitia Pembina Kesehatan dan Keselamatan Kerja (P2K3) ”. Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman mengenai Ilmu Kesehatan Masyarakat khususnya P2K3 itu sendiri dan sekaligus melakukan apa yang menjadi tugas mahasiswa yang mengikuti mata kuliah “Sistem Manajemen K3”. Dalam proses pendalaman materi ini, tentunya kami mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi dan saran, untuk itu rasa terima kasih yang dalam kami sampaikan kepada: • • • Dosen Pembimbing Mata Kuliah “Sistem Manajemen K3” Rekan-rekan mahasiswa yang telah banyak memberikan masukan dalam pembuatan makalah ini. Semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu dalam membantu penyelesaian makalah ini. Demikian makalah ini kami buat semoga bermanfaat.

Palembang, April 2013 Hormat Kami,

Penyusun

DAFTAR ISI
P2K3 Page 2

........25 Daftar Pustaka ...............................................20 2..............................2.................... 25 3.........................................8...............................................................2..............26 BAB I PENDAHULUAN P2K3 Page 3 ...........3 1........... Saran .......................4 2..........16 2.............................................................7 2.....................................4.................3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.................................................................................7............ Tujuan ..............8 2............................................ Stuktur Organisasi P2K3 ..............................12 2.................... Langkah-langkah Pembentukan P2K3…………………………………..............................................5 2..3.......................... Tujuan Pembentukan dan Pelaksanaan P2K3 .......................................................9.... Rumusan Masalah .............5.......................................................................2....................................................... Syarat Pembentukan P2K3 ...........3...... Kesimpulan ............................ Pengertian P2K3 ........1 1............................................................................................................................. Peran dan Fungsi P2K3 ...................... Latar Belakang .........ii BAB I PENDAHULUAN 1... Syarat Keanggotaan P2K3 ..............4 2............................1.................................................................................6........1.................... Dasar Hukum P2K3 ......................23 BAB III PENUTUP 3...................................................................Kata Pengantar .i Daftar Isi ................................1....................... Program Kerja P2K3 ..............

Untuk itu semua pihak yang terlibat dalam usaha produksi khususnya para pengusaha dan tenaga kerja diharapkan dapat memahami dan menerapkan K3 di tempat kerja masing – masing. Agar terdapat keseragaman dalam P2K3 Page 4 .1. Oleh karena itu. Hal tersebut disamping memberi kemudahan proses produksi dapat pula menambah jumlah dan ragam sumber bahaya di tempat kerja. Dengan keadaan demikian. proses dan sifat pekerjaan yang berbahaya. Sejalan dengan langkah pembangunan negara dewasa ini. Selanjutnya. elektrifikasi dan modernisasi. pesawat – pesawat. tentram dan meningkatkan kegiatan dan kegairahan kerja pada tenaga kerja yang bersangkutan. penyakit akibat kerja. kebakaran. Dalam keadaan demikian maka penggunaan mesin – mesin. Dalam praktek dan pengalaman perlu dirasakan adanya pengaturan yang baik sebelum perusahaan-perusahaan didirikan atau dibangun untuk merubah dan merombak kembali apa yang dibangun dan apa yang telah terpasang di dalamnya.1 LATAR BELAKANG Indonesia sebagai Negara yang sedang giat-giatnya melakukan pembangunan yang senantiasa selalu berkembang meluas memasuki seluruh bidang dan sector kegiatan. proses ini ditandai antara lain dengan mekanisme. Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) ialah suatu badan yang dibentuk disuatu perusahaan untuk membantu melaksanakan dan menangani usaha-usaha keselamatan dan kesehatan kerja yang keanggotaannya terdiri dari unsur pengusaha dan tenaga kerja. Masalah tersebut diatas akan sangat mempengaruhi dan mendorong peningkatan jumlah maupun tingkat keseriusan kecelakaan kerja. instalasi – instalasi modern serta pemakaian bahan berbahaya semakin meningkat. maka akan terdapat lebih banyak lagi sumber-sumber bahaya baru di tempat kerja. yang semua itu merupakan tantangan baru dan menuntut adanya peningkatan usaha keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka meningkatkan perlindungan dan perawatan tenaga kerja. K3 yang merupakan salah satu bagian perlindungan tenaga kerja perlu dikembangkan dan ditingkatkan. serta peningkatan intensitas kerja operasional tenaga kerja. guna memenuhi persyaratan-persyaratan kesempatan kerja yang bersangkutan. dengan aturan-aturan yang lebih maju akan dicapai keamanan yang baik dan realistis. yang merupakan faktor yang sangat penting dalam memberikan rasa aman. peledakan maupun pencemaran lingkungan. menuju negara Industri yang maju dan mandiri. termasuk pula sector industri. hal ini akan terjadi pula lingkungan kerja yang kurang memenuhi syarat.

merencanakan. Perubahan kinerja K3 kearah yang lebih baik akan lebih mudah dicapai apabila antara pengurus atau pihak manajemen dengan tenaga kerja bekerja sama (melalui forum P2K3). Sedangkan tugas dan kewajiban dari kedua belah pihak adalah melancarkan usaha produksi melalui peningkatan kinerja K3. saling pengertian dan partisipasi efektif adalah suatu bentuk keterlibatan (involvement) dari kedua belah pihak.” Yang dimaksud dengan memperkembangkan kerja sama. Dalam UU Keselamatan Kerja. P2K3 mempunyai peran central di dalam menjamin kinerja K3 di tempat kerja.yaitu: P2K3 Page 5 . P2K3 sebagai wadah forum rembuk K3 dapat membawa pengurus dan perwakilan tenaga kerja bersama-sama untuk mempertimbangkan isu-isu umum K3 di tempat kerja secara luas. maka dapat dikemukakan rumusan masalah dalam makalah ini. mendiskusikannya dan mencari solusi atas semua masalah K3 yang muncul di tempat kerja. saling berkonsultasi tentang potensi bahaya.pengertian. 1. melaksanakan dan memantau program-program K3 yang telah dibuat.2 RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas. Dalam hal ini. dalam rangka melancarkan usaha produksi. saling pengertian dan partisipasi efektif dari pengusaha atau pengurus dan tenaga kerja dalam tempat kerja untuk melaksanakan tugas dan kewajiban bersama dibidang K3. pemahaman dan persepsi K3 maka perlu adanya suatu pelatihan yang dilaksanakan secara terencana dan berkesinambungan. Pasal 10 (1) dinyatakan bahwa “Menteri Tenaga Kerja berwenang membentuk P2K3 guna memperkembangkan kerja sama.

BAB II PEMBAHASAN 2. Mencegah dan atau mengurangi kecelakaan.1 PENGERTIAN P2K3 P2K3 Page 6 . Perlindungan setiap orang lainnya yang berada ditempat kerja agar selalu dalam keadaan selamat dan sehat. Perlindungan terhadap tenaga kerja yang berada ditempat kerja agar selalu terjamin keselamatan dan kesehatannya sehingga dapat diwujudkan peningkatkan produksi dan produktivitas kerja. Apakah Tujuan dibentuknya pembinaan dan pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja ? 2.3 TUJUAN MAKALAH Tujuan umum : 1. 2. pesawat. sehat dan penyesuaian antara pekerja dengan manuasi atau manusia dengan pekerjaan. 2. instalasi. bahan baku dan bahan hasil produksi 3. Mengamankan mesin. nyaman. Bagaimana stuktur organisasi yang dibuat oleh pembinaan dan pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja? 3. alat kerja. peledakan dan penyakit akibat kerja. Langkah-langkah pembentukan apa saja yang akan dilakukan dalam pembinaan dan pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja bagi tenaga kerja? 1.1. kebakaran. 3. Tujuan Khusus : 1. Menciptakan lingkungan dan tempat kerja yang aman. Perlindungan terhadap bahan dan peralatan produksi agar dapat dipakai dan digunakan secara aman dan efisien.

2. Keputusan Menteri Tenaga kerja No. Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja ialah tenaga teknis berkeahlian khusus dari luar Depnaker yang diberi wewenang oleh Menteri Tenaga Kerja untuk melaksanakan sebagian dari tugas-tugas pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja. dan tugas Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan kerja ialah Undang-undang No. KEP-125/MEN/82 tentang Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional. 1 tahun 1970 dan peraturan-peraturan lainnya yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja. KEP-04/MEN/87 tentang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Tata Cara Penunjukan Ahli Keselamatan Kerja. Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja ialah suatu badan yang dibentuk baik di Pusat dan Wilayah-wilayah untuk memberikan saran dan perimbangan kepada pemerintah tentang usaha-usaha keselamatan dan kesehatan kerja. 2. Pegawai Pengawas Keselamatan dan Kesehatan Kerja ialah pejabat Depnaker yang mempunyai keahlian khusus di bidang keselamatan dan kesehatan kerja dan diberi wewenang untuk mengawasi langsung terhadap ditaatinya UU No. Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Wilayah dan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja. yang disempurnakan dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. susunan.Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) ialah suatu badan yang dibentuk disuatu perusahaan untuk membantu melaksanakan dan menangani usaha-usaha keselamatan dan kesehatan kerja yang keanggotaannya terdiri dari unsur pengusaha dan tenaga kerja. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pasal 10 ayat (1). KEP-155/MEN/84. 2.2 DASAR HUKUM P2K3 Sebagai dasar hukum pembentukan. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No.3 TUJUAN PEMBENTUKAN DAN PELAKSANAAN P2K3 Dalam Permenaker No. Pasal 1 (d) dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang selanjutnya disebut P2K3 adalah P2K3 Page 7 . (2) dengan peraturan pelaksanaannya yaitu : 1. PER-04/MEN/1987 tentang P2K3 serta Tata Cara Penunjukan Ahli Keselamatan Kerja.

melaksanakan dan memantau program-program K3 yang telah dibuat. Sedangkan tugas dan kewajiban dari kedua belah pihak adalah melancarkan usaha produksi melalui peningkatan kinerja K3. alat-alat sumber produksi lainnya sewaktu bekerja peningkatan dan pengamanan produksi dalam rangka industrialisasi dan pembangunan Perusahaanperusahaan kecil juga dianjurkan secara bersama-sama mempunyai ahli K3 didalam perusahaan perlu dibentuk panitia pembinaan K3. keseatan dan kesejahteraan karyawan. mendiskusikannya dan mencari solusi atas semua masalah K3 yang muncul di tempat kerja.pencegahan terjadinya penyakit akibat kerja pencegahan/ penekanan menjadi sekecil-kecilnya terjadinya kematian akibat kecelakaan oleh karena pekerjaan peningkatan produktivitas atas dasar tingkat keamanan kerja yang tinggi penghindaran pemborosan kerja. saling berkonsultasi tentang potensi bahaya.Perubahan kinerja K3 kearah yang lebih baik akan lebih mudah dicapai apabila antara pengurus atau pihak manajemen dengan tenaga kerja bekerja sama (melalui forum P2K3). Tujuannya adalah peningkatan keselamatan dan kesehatan melalui kerja sama Bipatriet yaitu antara pengusaha dan pekerja. modal.badan pembantu di tempat kerja yang merupakan wadah kerjasama antara pengusaha dan pekerja untuk mengembangkan kerjasama saling pengertian dan partisipasi efektif dalam penerapan K3. Dalam hal ini. saling pengertian dan partisipasi efektif dari pengusaha atau pengurus dan tenaga kerja dalam tempat kerja untuk melaksanakan tugas dan kewajiban bersama dibidang K3.” Yang dimaksud dengan memperkembangkan kerja sama. Setiap kegiatan dan aktivitas panitia Pembina keselamatan dan kesehatan kerja selalu memiliki maksud dan tujuan tertentu dan pada umumnya ditujukan pada peningkatan produktivitas perusahaan secara menyeluruh. Taat azas dengan setiap prosedur operasional yang dirancang untuk Pencegahan terjadinya kecelakaan. merencanakan. Namun menurut konsep manajemen modern perusahaan harus menjunjung tinggi keselamatan. Pasal 10 (1) dinyatakan bahwa “Menteri Tenaga Kerja berwenang membentuk P2K3 guna memperkembangkan kerja sama. Seperti apa yang tertuang di dalam UU Keselamatan Kerja. saling pengertian dan partisipasi efektif adalah suatu bentuk keterlibatan (involvement) dari kedua belah pihak. P2K3 sebagai wadah forum rembuk K3 dapat membawa pengurus dan perwakilan tenaga kerja bersama-sama untuk mempertimbangkan isu-isu umum K3 di tempat kerja secara luas. dalam rangka melancarkan usaha produksi. P2K3 Page 8 . P2K3 mempunyai peran central di dalam menjamin kinerja K3 di tempat kerja.

Program pemerintah khususnya pembinaan dan pengawasan bersama-sama dengan praktek K3 di perusahaanperusahaan isi mengisi sehingga dicapai tingkat keselamatan dan kesehatan di perusahaan setinggi-tingginya. Mengamankan mesin. Pada tingkat perusahaan. di perusahaan-perusahaan dan lain-lain. Mencegah dan atau mengurangi kecelakaan. 2. instalasi. Menciptakan lingkungan dan tempat kerja yang aman. pengusaha dan pekerja adalah kunci kearah keberhasilan program K3. ikatan profesi meningkatkan pula profesi keselamatan kerja. 2.4 SYARAT PEMBENTUKAN P2K3 Permenaker No. peledakan dan penyakit akibat kerja. agar menunjang program keselamatan kerja. Perlindungan terhadap tenaga kerja yang berada ditempat kerja agar selalu terjamin keselamatan dan kesehatannya sehingga dapat diwujudkan peningkatkan produksi dan produktivitas kerja.Sedangkan organisasi K3 terdapat pada unsur pemerintahan dalam ikatan profesi. kebakaran. 3. sehat dan penyesuaian antara pekerja dengan manuasi atau manusia dengan pekerjaan. PER-04/MEN/1987 tentang P2K3 serta Tata Cara Penunjukan Ahli Keselamatan Kerja Pasal 2. 2. selain itu perusahaan dalam meningkatkan penerapan keselamatan kerja di perusahaannya dapat memperoleh bantuan keahlian dari badan-badan konsultan. Tujuan umum yaitu : 1. Sedangkan secara khusus antara lain : 1. badan konsultasi dimasyarakat. pesawat. Perlindungan setiap orang lainnya yang berada ditempat kerja agar selalu dalam keadaan selamat dan sehat. bahan baku dan bahan hasil produksi. alat kerja. mensyaratkan bahwa setiap tempat kerja dengan kriteria tertentu pengusaha atau pengurus WAJIB membentuk P2K3. 3. Kriteria tempat kerja dimaksud ialah: P2K3 Page 9 . Perlindungan terhadap bahan dan peralatan produksi agar dapat dipakai dan digunakan secara aman dan efisien. nyaman. Usaha keselamatan dan kesehatan kerja pada dasarnya mempunyai tujuan umum dan tujuan khusus.

Pada saat memutuskan kebutuhan organisasi P2K3 yang sesui dengan tempat kerja atau perusahaan dan dapat memenuhi tuntutan peraturan perundangan. Tujuan pembentukan P2K3 harus dapat menjamin bahwa organisasi yang akan dibentuk merupakan perwakilan seluruh komponen yang ada di tempat kerja. Dengan demikian inisiatif pembentukan P2K3 di tempat kerja atau perusahaan harus mucul dari pengurus atau pengusaha yang didasarakan pada kesadaran untuk memenuhi kewajiban seperti yang ditetapkan dalam peraturan perundangan. Tempat kerja dimana pengusaha wajib membentuk P2K3 atau pengurus mempekerjakan 100 orang atau lebih. hal-hal yang harus difikirkan antara lain adalah : 1. Setiap tempat kerja dengan criteria tertentu. Besar kecilnya tempat kerja atau perusahaan 2. Terdapat beberapa hal penting sebagai dasar pertimbangan pada saat pembentukan P2K3. Kriteria yang dimaksud adalah : • • • Tempat kerja dengan ≥ 50 orang pekerja Tempat kerja dengan < 50 orang (tingkat bahaya sangat besar) Kelompok tempat kerja (centra industri kecil) dimana dipekerjakan < 50 orang c. Jenis operasional dan pengaturan tempat kerja 3. Potensi bahaya dan tingkat resiko yang ada di tempat kerja P2K3 10 Page .a. Selanjutnya pada Pasal 3 (3) dinyatakan bahwa “P2K3 ditetapkan oleh Menteri atau pejabat yang ditunjuknya atas usul dari pengusaha ataua pengurus yang bersangkutan”. b. Konsultasi antara pihak manajemen dengan pekerja harus terfokus pada pengembangan struktur P2K3 yang betul-betul sesuai dengan kebutuhan tempat kerja atau perusahaan. Panitia Pembina keselamatan dan Kesehatan Kerja dibentuk oleh pengusaha atau pengurus dan disahkan oleh Menteri tenaga kerja atau pejabat yang ditunjukkan. pengusaha atau pengurus wajib membentuk P2K3.

Ukuran ideal organisasi yanag dapat bekerja secara efektif Pada perusahaan besar atau tempat kerja yang luas akan diperlukan jumlah yang lebih besar kelompok kerja yang akan ditunjuk. jumlah anggota sekurang-kurangnya 6 (enam) orang terdiri P2K3 11 Page . 2. 3. jumlah anggota sekurang-kurangnya 12 (dua belas) orang terdiri dari 6 (enam) orang mewakili pengusaha/pimpinan perusahaan dan 6 (enam) orang mewakili tenaga kerja. Calon-calon anggota dari setiap kelompok kerja yang akan mengisi struktur organisasi 5. Jika P2K3 mempunyai banyak anggota maka akan diperlukan suatu upaya atau perjuangan untuk dapat bekerja secara efektif.4. Ketua P2K3 ialah Pimpinan Perusahaan atau salah satu Pimpinan Perusahaan yang ditunjuk (khusus untuk kelompok perusahaan/centra industri). 4. Jumlah dan susunan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah sebagai berikut : • Perusahaan yang mempunyai tenaga kerja 100 (seratus) orang atau lebih. untuk itu harus dibuat atau disusun struktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. sekretaris dan anggota. • Pengusaha yang mempunyai tenaga kerja 50 (lima puluh) orang sampai 100 (seratus) orang.5 SYARAT KEANGGOTAAN P2K3 1. Untuk itu. mungkin perlu membuat lebih dari satu organisasi K3 dan selanjutnya tinggal mengatur untuk langkah koordinasi diantara mereka. Hal yang perlu disadari bahwa terlalu banyak atau terlalu sedikit anggota P2K3 akan menimbulkan suatu permasalahan. Sekretaris Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja ialah Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja yg sudah mendapatkan penujukan dari Menteri atau Petugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja di perusahaan. 2. Keanggotaan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja terdiri atas unsur pengusaha dan tenaga kerja yang susunannya terdiri dari atas ketua.

pemilihan oleh pekerja atau serikat pekerja.6 STUKTUR ORGANISASI P2K3 1. • Perusahaan yang mempunyai tenaga kerja 50 (lima puluh). Kepengurusan dari pada organisasi P2K3 terdiri dari seorang Ketua. bentuknya kegiatan dari perusahaan dan sebagainya. • • • Ketua dijabat oleh salah seorang Pimpinan Perusahaan (Presdir/Direktur) yang mempunyai kewenangan dalam menetapkan kebijaksanaan di perusahaan. jumlah anggota sekurang-kurangnya 6 (enam) orang terdiri dari 3 (tiga) orang mewakili pengusaha/pimpinan perusahaan dan 3 (tiga) orang mewakili tenaga kerja. P2K3 12 Page . seorang atau lebih Sekretaris dan beberapa anggota yang terdiri dari unsur pengusaha dan pekerja. Sekretaris dijabat oleh ahli K3/Petugas K3 (Safety Officer) atau calon yang dipersiapkan untuk menjadi Petugas K3. dan tanggung jawab (Safety Rep/Coordinator)  Bisa rotasi/bergiliran atau diganti sesuai kondisi. Bentuk Organisasi dan Kepengurusan Suatu organisasi P2K3 dapat mempunyai banyak variasi tergantung pada besarnya. 2. Anggota P2K3 :  Ditunjuk untuk mewakili pekerja & manajemen  Mewakili departemen/lokasi/divisi perusahaan  Penunjukannya berdasarkan: sukarela. Para anggota terdiri dari wakil unit-unit kerja yang ada dalam perusahaan dan telah memahami permasalahan K3 (akan mendapat pelatihan khusus dari Depnaker). Wakil Ketua. • Kelompok perrusahaan yang mempunyai tenaga kerja kurang 50 (lima puluh) untuk setiap anggota kelompok. dengan tingkat risiko bahaya sangat berat jumlah anggota sekurang-kurangnya 6 (enam) orang terdiri dari 3 (tiga) orang mewakili pengusaha/pimpinan perusahaan dan 3 (tiga) orang mewakili tenaga kerja. jenisnya bidang.dari 3 (tiga) orang mewakili pengusaha/pimpinan perusahaan dan 3 (tiga) orang mewakili tenaga kerja.

1 Struktur Orangisasi P2K3 PANITIA PEMBINA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (P2K3) KETUA SEKRETARIS ANGGOTA TETAP PIC PROJECTS ANGGOTA PENGAWAS / TIM KHUSUS ANGGOTA TIDAK TETAP MANAJEMEN KARYAWAN Keterangan : Ketua Sekretaris Anggota tetap : : : Direksi Direktur Operation HSE Coordinator HSE Field officer Management Representative : Anggota tidak tetap. merupakan anggota tambahan bergilir dan anggotanya disesuaikan dengan focus kegiatan K3 pada tahun berjalan. 4 tahun 1987 tentang Panitia Pembina K3 dan tata cara Penunjukan Ahli K3 pasal 3 .Berdasarkan Kepmenaker No. Sekretaris dan Anggota. (2) Sekretaris P2K3 ialah ahli Keselamatan Kerja dari perusahaan yang bersangkutan. struktur organisasi P2K3 terdiri dari : (1) Keanggotaan P2K3 terdiri dari unsur pengusaha dan pekerja yang susunannya terdiri dari Ketua. Anggota tidak tetap ditunjuk oleh manajemen secara bergilir minimal untuk waktu 6 bulan. khususnya untuk : • • • P2K3 13 perwakilan manajemen : Kepala Bagian/Departemen perwakilan karyawan : Kepala regu petugas K3 khusus : safety officer lapangan Page . Gambar 2. (3) P2K3 ditetapkan oleh Menteri atau Pejabat yang ditunjuknya atas usul dari pengusaha atau pengurus yang bersangkutan.

demi suksesnya program-program K3. Mengesahkan hasil rapat P2K3 dan mendelegasikan tugas pada anggota. Sekretaris dan anggota-anggota harus diuraikan secara jelas dalam pembagian tugas (Job Discription) sebagai berikut : (1) Ketua • • • • • • Menetapkan jadwal dan memimpin semua rapat pleno P2K3 atau menunjuk anggota untuk memimpin rapat pleno. policy demi tercapainya pelaksanaan program-program P2K3. Membantu ketua dalam pemantauan pelaksanaan programprogram atau rekomendasi dari P2K3. Tugas-Tugas Pengurus P2K3 Tugas-tugas Ketua. Memberikan bantuan/saran-saran yang diperlukan oleh seksi-seksi. (2) Wakil Ketua • Sebagai wakil dari ketua dalam melaksanakan tugas-tugasnya dalam hal ketua berhalangan. Memonitor perusahaan. • • Menyebarluaskan hasil rapat kepada semua anggota P2K3. Membuat laporan ke departemen-departemen yang bersangkutan mengenai adanya tindakan tidak aman (unsafe act) dan kondisi tidak aman (unsafe condition) di tempat kerja. (3) Sekretaris • • • • • Membuat undangan rapat dan membuat notulennya. Mengelola administrasi surat-surat P2K3.2. Menentukan langkah. Wakil Ketua. (4) Anggota P2K3 14 Page dan mengevaluasi pelaksanaan program-program K3 di . Mencatat data-data yang berhubungan dengan K3. Mempertanggung jawabkan pelaksanaan K3 di perusahaan kepada Depnaker melalui perusahaan. Mempertanggung jawabkan program-program P2K3 dan pelaksanaannya kepada Direksi.

Dalam hal terjadinya kecelakaan kerja. Tugas dan Tanggungjawab Tim P2K3 a. Secara aktif memberikan laporan dan informasi tentang adanya keadaan yang dapat membahayakan keselamatan perusahaan maupun yang dapat mencelakakan manusia. Ikut serta secara aktif berpartisipasi serta mendorong orang lain dalam menegakan peraturan umum K3 dan prosedur K3. maka setiap anggota P2K3 dan karyawan lainnya yang ditunjuk berkewajiban untuk memadamkan kebakaran sesuai prosedur keselamatan kerja tentang penanggulangan bahaya kebakaran. Mencatat pelanggar. setiap anggota P2K3 berkewajiban turut serta memberikan tegoran kepada setiap karyawan yang melakukan pelanggaran. diwajibkan memberi pertolongan pertama sesuai dengan prosedur keselamatan kerja tentang pertolongan pertama. baik pencegahan maupun pemadaman kebakaran. kecelakaan. Seluruh karyawan yang ditunjuk diwajibkan mengikuti latihan pemadaman kebakaran serta latihan K3 yang diselenggarakan oleh seksi K3. dll). 3. 3. b. 2. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan rapat tersebut baik dalam hal penyampaian saran atau alternatif solusi K3 dan masalahmasalah K3 (laporan bahaya. Dalam hal pelanggaran terhadap peraturan umum dan prosedur K3. Ikut serta dan mendorong orang lain dalam penanggulangan bahaya kebakaran. Tugas 1. 4. Menghadiri undangan untuk kegiatan rapat P2K3. Melaporkan kepada ketua atas kegiatan yang dilaksanakan. Ikut serta aktif mencegah terjadinya kecelakaan.• • • • Melaksanakan program-program dan bertanggung jawab hasil pelaksanaan yang telah ditetapkan sesuai dengan lingkup kerja/bagian/seksi masing-masing. 4. Dalam hal terjadinya kebakaran. Setiap karyawan tanpa kecuali harus memelihara kebersihan lingkungan kerjanya sehingga tercipta tempat kerja yang rapih. 3. bagian/biro dimana karyawan tersebut bekerja dan melaporkan kepada sekretaris P2K3 dan atasan langsung pelanggar. Kewajiban 1. 2. 2.7 PROGRAM KERJA P2K3 P2K3 15 Page . bersih dan menggairahkan.

siapa saja pembicaranya. di project melakukan toolbox safety meeting setiap pagi sebelum dimulainya pekerjaan. Untuk pelaksanaanya. perbaikan dan peluang peningkatan berkelanjutan dari sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. foreman. Toolbox meeting juga dapat digunakan sebagai media komunikasi untuk sharing mengenai masalah safety dan isu-isu yang sedang berkembang saat ini yang berhubungan dengan pekerjaan yang akan dilakukan. attendance list semua karyawan yang mengikuti meeting ini kemudian buat notulen dari meeting ini. b. hasil pemantauan dan pengukuran kinerja.bentuk dokumentasi yang dapat dibuat ialah seperti foto pelaksanaan. Toolbox meeting merupakan pertemuan yang umumnya dilakukan pada pagi hari sebelum dimulainya pekerjaan untuk membahas apa saja kegiatan yang akan dilakukan hari ini kemudian review pekerjaan yang telah dilakukan kemarin. engineer. Selain toolbox meeting yang dilakukan setiap harinya. lalu pembagian tugas / job desc dari supervisor kepada masing-masing pekerja sehingga tidak ada lagi missed saat telah bekerja di lapangan serta yang paling penting dari toolbox meeting ialah mengingatkan kembali kepada seluruh pekerja mengenai Keselamatan. Bahan-bahan rapat yang dapat digunakan seperti : bukti implementasi.1. Bentuk . ada juga weekly safety meeting dan forum meeting tiap bulannya. Diikuti oleh supervisor. Rapat ini dihadiri oleh tim P2K3 (pegawai pengawas keselamatan dan kesehatan kerja). HSE serta seluruh pekerja yang terlibat dalam pekerjaan ini. Pre Job Safety Meeting atau biasa disingkat dengan PJSM merupakan meeting yang dilakukan sebelum dimulai nya pekerjaan di lokasi kerja ( per job desc). Pendokumentasian dari setiap meeting ini sangat penting. Safety Meeting merupakan rapat yang membahas mengenai keseluruhan elemen sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. yang mengulas apa saja yang sudah dibahas kemudian siapa . perwakilan dari setiap satuan kerja dan jajaran manajemen untuk membahas perjalanan. Bentuk Safety Meeting ini diantaranya berupa : a. PJSM ini merupakan salah satu elemnt dari izin P2K3 16 Page . maka pekerja di bagi menjadi beberapa kelompok untuk beberapa pekerjaan yang berbeda dan di lokasi pekerjaan yang berbeda beda itulah juga di lakukan PJSM. hasil safety patrol dan safety audit. jadi ketika toolbox meeting selesai. Kesehatan Kerja serta Lingkungan ( dalam arti lain = penyegaran mengenai safety behavior).

meeting ini dilakukan setiap sebulan sekali yang dihadiri oleh client dan semua wakil management dari setiap kontraktor yang bekerja di dalam area client tersebut. adakah accident atau incident dalam minggu ini. termasuk didalamnya menjelaskan dimana lokasi muster point terdekat ketika terjadi emergency condition. Dari hasil ini dapat diketahui juga seberapa besar kepedulian management kontraktor ini dalam hal HSE. dalam meeting ini biasanya membahas apa saja yang telah dialami dalam minggu ini. PJSM ini harus juga terdapat dokumentasi seperti foto dan attendance list seperti pada pelaksanaan Toolbox Meeting sebelumnya. kemudian biasanya juga ada review mengenai berapa TRR saat ini. PJSM ini menjelaskan semua job step dari pekerjaan yang akan dilakukan serta bahaya dan resiko apa saja yang ada dimana pekerjaan tersebut. Penjelasan mengenai resiko dan pengendaliannya dijelaskan melalui dokumen JSA (Job Safety Analysis) yang juga merupakan elemen dari PTW itu sendiri. biasanya juga diberikan beberapa pertanyaan seputar HSE kemudian bagi siapa yang dapat menjawab pertanyaan tersebut disediakan token atau hadiah dari Client sebagai wujud apresiasi kepedulian dari pihak karyawan mengenai HSE. pertemuan mingguan ini juga bertujuan untuk refreshing karyawan setelah seminggu penuh beraktifitas. c. kemudian ada kejadian apa saja. Weekly Safety Meeting ini merupakan meeting mingguan yang dilakukan rutin setiap minggu dan dihadiri oleh seluruh kontraktor dan client sendiri. isu apa saja yang sedang berkembang mengenai aspek .aspek HSE yang telah dilakukan selama ini sejauh apa. yang menilai apakah PJSM telah dilakukan dengan benar oleh pimpinan kerja setempat serta telah P2K3 17 Page . termasuk jika ada sesuatu yang dapat dijadikan lesson learns. Beberapa hal yang jadi penilaian untuk aspek HSE seperti Permit / PTW audit. d. yang isi nya apakah PTW tersebut telah disusun sesuai standart dan lengkap serta implementasinya dilapangan sudah benar atau tidak. kemudian bagaimana mengendalikan dan meminimalisir resiko bahaya tersebut sehingga tidak berbahaya lagi bagi pekerja ketika melakukan pekerjaan tersebut. Forum Monthly Meeting Seperti yang disebutkan dalam namanya .aspek HSE. kemudian PJSM audit.kerja atau Work Permit atau biasa disebut juga Permit to Work (PTW). Pertemuan ini membahas KPI (Key Performance Indicator) mengenai penilaian aspek .

semuanya dijelaskan dalam checklist tersebut.bahaya dan pengendaliaanya seperti apa. 2. P2K3 18 Page . ban nya juga. baik yang penting maupun yang tidak penting. 3. Selain itu. apakah sesuai dengan target atau malah jauh dari target tersebut. kartu yang berisi mengenai mengenai safe atau unsafe action and condition yang diamati oleh seseorang yang kemudian dicatat dan diobservasi oleh orang yang menulis kartu tersebut. Penilaian KPI atau tingkat kepedulian manajemen dari kontraktor mengenai aspek HSE ini dapat dilihat dari berapa target mereka untuk melakukan PTW audit.menjelaskan job step serta bahaya .rambu yang ada serta batas kecepatan maksimal berkendara dalam perusahaan dipatuhi atau tidak. Kemudian satu lagi yang dibahas ialah ride along checklist yang membahas mengenai apakah pengemudi mobil sebelum berangkat telah melakukan pengecekan pada kondisi mobil dan semua indicator nya. kemudian Observation Card. 4. kemudian setelah berada di jalan apakah mematuhi rambu . inventarisasi juga terdiri dari dokumen terkait permasalahan K3 yang mungkin terjadi. PJSM audit. Penerapan norma K3 adalah salah satu program kerja P2K3 yang memastikan bahwa perusahaan benar-benar menerapkan norma-norma K3 dengan meningkatkan kesadaran. pernah terjadi. Identifikasi dan inventarisasi sumber bahaya adalah mengidentifikasi dan menginventarisasi sumber bahaya yang berpotensi menimbulkan penyakit akibat kerja maupun kerugian lainnya di tempat kerja. Inventarisasi permasalahan K3 adalah dokumen – dokumen tentang permasalahan terkait keselamatan dan kesehatan kerja serta sumber – sumber yang berpotensi membahayakan para pekerja. partisipasi dan tanggung jawab menciptakan perilaku K3 sehingga K3 benar-benar menjadi budaya. Observation card dan Ride along checklist yang harus diserahkan pada client serta berapa persen progressnya hingga saat ini.

Materi training disesuaikan dengan karakteristik pekerjaan yang beresiko terhadap keselamatan dan kesehatan kerja. Safety patrol dapat optimal dilakukan melalui tim lintas fungsi (dapartemen dan kontraktor). Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja. Dan selanjutnya petugas P2K3 memberikan rekomendasi kepada pihak top manajemen untuk mencegah kecelakaan terjadi kembali.5. Pendidikan dan latihan meliputi melakukan training safety untuk karyawan disemua tingkatan dan sesuai dengan kepentingan (didalam atau diluar perusahaan). P2K3 19 Page . Membuat film-film tentang K3. Hasil inspeksi ini langsung dikomunikasikan dengan departemen terkait untuk segera ditanggapi dan dibuatkan tindakan perbaikan. Inspeksi/safety patrol adalah mengadakan piket patroli harian yang berfungsi untuk memantau kondisi operasional yang berlangsung selama jam kerja. serta melakukan seminar didalam atau diluar perusahaan dengan mengundang tenaga ahli K3. Safety patrol merupakan kegiatan inspeksi K3 terencana yang dilaksanakan oleh keterlibatan seluruh karyawan dan pihak kontraktor. Status tindak lanjut dari tindakan perbaikan akan dipantau oleh safety officer. memberikan pendidikan dalam bentuk: memasang spanduk-spanduk K3. hal ini dapat mendorong kemampuan karyawan untuk bekerja dengan mengedepankan keselamatan dan kesehatan kerja. Safety patrol tidak hanya sebatas memantau saja tetapi juga memberikan himbauan dan saran kepada pekerja saat melakukan kegiatan yang berbahaya misalnya mengingatkan pekerja apakah sudah menggunakan alat pengaman yang sesuai atau belum. buletin & majalah tentang K3. Departemen terkait tidak diperbolehkan melakukan safety patrol di-areanya sendiri agar hasil yang didapat lebih obyektif untuk perbaikan berkelanjutan. Penyelidikan dan analisa kecelakaan yaitu petugas P2K3 melakukan penyelidikan dan analisis penyebab kecelakaan yang terjadi di perusahaan. Setiap tim safety patrol juga dilengkapi dengan checklist untuk objek yang akan diinspeksi. 6. 7. Safety patrol dilaksanakan sesuai rencana internal perusahaan pada daerah yang telah ditetapkan (terjadwal).

Sedangkan laporan kepada pimpinan perusahaan yang bersangkutan dibuat dan disampaikan setiap setelah diselenggarakan pertemuan baik pertemuan rutin maupun pertemuan khusus.8 PERAN DAN FUNGSI P2K3 1. Laporan pertanggungjawaban harus membuat dan menyampaikan laporan secara reguler baik kepada pemerintah maupun kepada pimpinan perusahaan yang bersangkutan. Fungsi Panitia Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) ialah menghimpun dan mengolah segala data dan atau permasalahan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) P2K3 20 Page . Penelitian adalah kegiatan P2K3 untuk meneliti lebih lanjut mengenai penerapan SMK3 perusahaan. 9. Laporan kegiatan P2K3 kepada pemerintah disampaiakan kepada Kepala Dinas atau kepala Kantor yang membidangi ketenagakerjaan kabupaten atau kota setempat dalam bentuk laporan triwulan dan ditembuskan kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja Propinsi dan Dewan K3 Propinsi. Prosedur dan tata cara evakuasi yaitu membuat prosedur dan tata cara evakuasi dalam keadaan darurat yang efektif dan efisien.Tujuan akhir dari safety training ini dapat membangkitkan dan meningkatkan kepedulian seluruh karyawan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja dimana saja dan dalam setiap aktivitas pekerjaannya. 2. 2. Laporan pertanggungjawaban adalah laporan atas hasil kegiatan P2K3 yang dibuat oleh ketua P2K3. Peran pokok Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) sebagai badan pertimbangan di tempat kerja ialah memberikan saran dan pertimbangan baik diminta maupun tidak kepada pengusaha/pengurus tempat kerja yang bersangkutan mengenai masalah-masalah keselamatan dan kesehatan kerja. Catatan dan data K3 adalah kegiatan P2K3 untuk senantiasa menghimpun data dan membuat catatan serta laporan terkait penerapan K3 di perusahaan. 8. 10.

Menentukan tindakan koreksi dengan alternatif berbaik. Membantu menunjukkan dan menjelaskan kepada setiap tenaga kerja: • Berbagai faktor bahaya di tempat kerja yang dapat menimbulkan gangguan K3. PER-04/MEN/1987 tentang P2K3 serta Tata Cara Penunjukan Ahli Keselamatan Kerja Pasal 4 (1) menyatakan bahwa “P2K3 mempunyai TUGAS memberikan saran dan pertimbangan baik diminta maupun tidak kepada pengusaha atau pengurus mengenai masalah K3”. latihan dan penelitian Keselamatan dan Kesehatan Kerja. peledakan serta cara penanggulangannya. Sebagai referensi tugas dan fungsi P2K3. maka P2K3 mempunyai fungsi: A. Membantu pengusaha atau pengurus dalam: • • • • • • • • • Mengevaluasi cara kerja. proses dan lingkungan kerja. Mengembangkan penyuluhan dan penelitihan di bidang keselamatan kerja.di tempat kerja yang bersangkutan. higene perusahaan. kesehatan kerja dan ergonomi. Menghimpun dan mengelola data tentang K3 di tempat kerja. Alat pelindung diri bagi tenaga kerja yang bersangkutan. termasuk bahaya kebakaran. B. C. • • • Faktor yang dapat mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja. selanjutnya untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut. Permenaker No. melakukan pemeriksaan laboratorium dan melaksanakan interpretasi hasil pemeriksaan. Mengembangkan pelayanan kesehatan kerja. Memeriksa kelengkapan peralatan keselamatan kerja. penyakit akibat kerja serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan. serta mendorong ditingkatkannya penyuluhan. pengawasan. Melaksanakan pemantauan terhadap gizi kerja dan menyelenggarakan makanana di perusahaan. Mengembangkan laboratorium K3. P2K3 21 Page . Cara dan sikap yang benar dan aman dalam melaksanakan pekerjaannya. Mengembangkan sistem pengendalian bahaya terhadap K3 Mengevaluasi penyebab timbulnya kecelakaan.

Mengembangkan Pelayanan Laboratorium K3. 8. 6. b.• Menyelenggarakan administrasi keselamatan kerja. 5. f. e. 9. higene perusahaan. Mengembangkan Penyuluhan dan Penelitian K3. Memainkan peranan yang penting dalam pengembangan program pengendalian bahaya di tempat kerja. 4. Fungsi Pembentukan P2K3 : a. Menyelenggarakan Administrasi K3. Membantu Pengusaha/Pengurus Dalam: 1. Mengembangkan Sistem Pengendalian Bahaya. d. Mengembangkan Pelayanan Kesehatan Kerja. Mengevaluasi penyebab kecelakaan. Mendorong kejasama manajemen dan pekerja mengenali masalah K3 dan mencari penyelesaiannya. 3. 7. higene perusahaan dan kesehatan kerja D. Mengkomunikasikan dan menyebarluaskan informasi K3. Mengevaluasi Cara Kerja. P2K3 22 Page . 2. kesehatan kerja.Proses dan Lingkungan Kerja. ergonomi dan gizi tenaga kerja. Memeriksa Kelengkapan Peralatan K3. c. Memantau Gizi dan Penyelenggaraan Makanan. Menyampaikan rekomendasi K3 kepada Manajemen. Membantu pimpinan perusahaan menyusun kebijakan manajemen dan pedoman kerja dalam rangka upaya meningkatkan keselamatan kerja. Menyediakan suatu forum dialog yang konstruktif dan reguler antara Manajemen dan Pekerja tentang kepedulian mereka terhadap K3.

Pengurus harus terlebih dulu menggariskan dan menjalankan pokok-pokok kebijakan K3 secara umum dan menetapkan maksud tujuan untuk membentuk P2K3.2. • Semua personel mulai dari top manajemen sampai garis organisasi perusahaan paling bawah harus memahami dan ikut aktif di dalam segala kegiatan K3 yang diselenggarakan oleh perusahaan. Perlu dilakukan pembinaan dan latihan secara terus menerus untuk peningkatan kinerja K3. 4. TAHAP PERSIAPAN : Internal perusahaan harus mempersiapkan pembentukan P2K3 yang meliputi hal-hal sebagai berikut: 1. 2. 3. Kebijakan K3 tersebut lazin disebut sebagai “SAFETY AND HEALTH POLICY”. • Pimpinan perusahaan bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan usaha K3 di perusahaannya.9 LANGKAH-LANGKAH PEMBENTUKAN P2K3 Untuk dapat pembentukan organisasi P2K3 yang baik perlu suatu langkah-langkah efektif yang dimulai dari tahap persiapan dan dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan pembentukan. Perlu penyediaan anggaran operasional yang cukup. Membuat Kebijakan K3. Secara garis besar kebijakan tersebut berupa penegasan bahwa: • K3 merupakan salah satu faktor yang tidak dapat diabaikan dalam kelancaran proses produksi perusahaan. Pengawasan dan pelaksanaan semua ketentuan K3 yang telah digariskan. P2K3 23 Page .

P2K3 berfungsi sebagai penggerak dilaksanakannya K3 di perusahaan. Kebijakan K3 harus dituangkan secara tertulis. Melaporkan ke Disnakertrans setempat Selanjutnya pimpinan perusahaan atau pengurus menyampaikan usulan pembentukan P2K3 kepada Menteri Tenaga Kerja melalui Dinas atau Kantor yang membidangi ketenagakerjaan setempat untuk mendapatkan pengesahan dari Menteri atau pejabat yang ditunjuk sesuai peraturan yang berlaku. Hal ini penting bagi semua pihak yang terkait dengan K3 perusahaan dan beberapa alasan penting seperti: • • Mempermudah pelaksanaan kebijakan K3 yang telah ditetapkan. Membentuk P2K3 Setelah pengurus berhasil mendapatkan dan menyusun calon anggota P2K3. • Inventarisasi calon anggota P2K3. Dalam hal ini pengurus menyusun daftar calon anggota P2K3 yang telah dipilih dan diusulkan oleh masing-masing unit kerja baik dari pihak perwakilan pekerja maupun perwakilan pihak manajemen. 2. dll. maka langkah berikutnya adalah melakukan pembentukan P2K3 secara resmi. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan calon anggota yang dapat mewakili seluruh komponen atau unsur perusahaan.5. Mempermudah para pengawas K3 perusahaan melaksanakan kebijakan tersebut • Mempermudah para pekerja untuk mematuhi peraturan K3 beserta instruksiinstruksi teknisnya. P2K3 24 Page . khususnya dinas atau kantor yang membidangi ketenagakerjaan setempat untuk mendapatkan petunjuk-petunjuk teknis yang diperlukan berkaitan dengan pembentukan P2K3. TAHAP PELAKSANAAN PEMBENTUKAN : 1. Konsultasi dengan pihak pemerintah.

Selain itu P2K3 didasari dasar hokum yang mengatur UU No. prosedur dan tata cara evakuasi. 3. penerapan norma K3 yang harus dipatuhi. dan mengecek secara berkala tentang kerugian-kerugian yang mungkin terjadi di perusahaan seperti cedera.BAB III PENUTUP 3. Dari semua program Kerja P2K3 ini yang sudah dibuat diharapkan fungsi P2K3 dalam menghimpun dan mengolah segala data dan atau permasalahan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di tempat kerja yang bersangkutan. catatan dan data K3 serta laporan pertanggungjawaban P2K3. P2K3 ini sangat penting dan harus ada di Perusahaan supaya dapat membantu mengawasi tenaga kerja supaya tenaga kerja dapat bekerja dengan aman dan nyaman serta terjaga dalam bahaya yang mungkin mencederai tenaga kerja ditempat kerja. 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja Pasal 10 ayat 1 dan 2 dengan pengaturan pelaksanaan keputusan menteri tenaga kerja. Suatu program kegiatan P2K3 harus berjalan dengan mestinya dan sesuai dengan stuktur organisasi yang jelas dan setiap tujuan P2K3 25 Page . suatu program P2K3 harus komitmen menjalankan tugas dalam mengadakan pengawasan dan pemantauan disetiap lini perusahan. identifikasi dan inventrarilisasi sumber daya yang menimbulkan PAK dan kerugian lainnya di tempat kerja. Program Kerja P2K3 terdiri dari Safety meeting (membahas keseluruhan elemen system manajemen K3).2 SARAN Agar Panitia Pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) berjalan dengan baik. pengawasan. inventarilisasai permasalahan K3 (dokumen-dokumen yang berisi permasalahan-pemasalahan K3).1 KESIMPULAN Panitia Pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) merupakan suatu badan yang dibentuk dalam perusahaan untuk membantu melaksanakan dan menangani keselamatan dan kesehatan kerja yang anggotanya terdiri dari unsur pengusaha dan tenaga kerja. latihan dan penelitian Keselamatan dan Kesehatan Kerja berjalan dengan baik. pendidikan dan pelatihan K3. serta mendorong ditingkatkannya penyuluhan. penyakit akibat kerja.

pdf.id/20509/1/2503-ki-fh-02.com/search/label/Program%20Kerja %20P2K3 diakses pada tanggal 20 April 2013. pasal 12 tentang Pelaporan Kegiatan P2K3. http://xa.unair. http://xa./EfektifitasP2K3-dalamSMK3.com diakses pada tanggal 20 April 2013. Diakses tanggal 20 April 2013. 9. 12. 13. http://www. Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan Kerja.pdf.ac. http://danarpradhipta. Permenaker No. DR.com/kq/groups/1051902/60313316/name/P2K3. 11.4 tahun 1987. Sumakmur. Panitia Pembina Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (P2K3) . http://safelindo. Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan.PDF.com/2010/09/safety-patrol. 5. 10. Diakses tanggal 20 April 2013.html diakses pada tanggal 20 April 2013. http://safetyonblog.html 15. 6.id/.com/2008/11/panitia-pembinakeselamatan-dan.com/idn/wp-content/uploads/group-documents/3/1300758370PERMENAKER41987PANITIAPEMBINAK3DANPENUNJUKANAHLIK3.blogspot. Makalah Online. Dirjen Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja.fkm.http://safelindo. Anonim. Semarang: Fakultas Hukum Universitas Diponogoro. diakses tanggal 21 April 2013.ac. eprints. 2012. ‘Pembinaan dan Pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sebagai Upaya Perlindungan Terhadap Tenaga Kerja’ . (1994 / 1995) Proyek P2K3 26 Page . PK. http://jumro.qshes-safetyclub.html 16.html diakses pada tanggal 20 April 2013.http://safelindo. ‘Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja P2K3’. Andin. 4. 1988. Efektivitas Anggota P2K3 Dalam SMK3.PDF http://safelindo. CV Haji Mas Agung: Jakarta. 2002.com/2011/10/safety-meeting.com/2008/11/panitia-pembina-keselamatan dan.html diakses pada tanggal 20 April 2013. Diakses tanggal 20 April 2013.blogspot. http://www. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 4 Tahun 1987.. DAFTAR PUSTAKA 1. http://eprints.blogspot. Safety Patrol.. 3. 2.undip.pembentukan dan pelaksanaan P2K3 di tempat kerja harus menggunakan langkah-langkah yang dapat membuat perusahaan itu safety dalam keselamatan dan kesehatan tenaga kerja. http://raiarsa.blogspot.com/2013/01/smk3-dan-p2k3. 7. ‘Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3)’ . Safety Meeting.com/kq/groups/1051902/60313316/name/P2K3.yimg.blogspot.pdf. Wahyudin.blogspot.pdf diakses pada tanggal 20 April 2013. http://qshessafetyclub.html.blogspot. Diakses tanggal 20 April 2013. 8.html 14. www.yimg.com/2008/11/panitia-pembina-keselamatandan.ac. Program Kerja P2K3.undip. Sombaji.com/2008/11/panitia-pembina- keselamatan-dan.blogspot.id/20509/1/2503-ki-fh-02.MSC.

(1994) Pedoman Pencegahan Kecelakaan. Pembinaan Operasional P2K3 – Modul 3. International Labour Office. Keselamatan Kerja Depnaker. Undang-undang No. Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. P2K3 27 Page . 17.B. Pustaka Binaman Pressindo.: PT. Pustaka Binaman Pressindo. Jakarta.Pengembangan Kondisi Lingkungan Kerja dan Perlindungan Tenaga Kerja. (1995). Jakarta. Silalahi. 18. dan Silalahi.N. PT. B.B. R. 1 Tahun 1970.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful