MAKALAH ELEKTRONIKA ANALOG

“MEMBUAT MAKALAH TENTANG OP-AMP”
Tugas ini dibuat guna memenuhi tugas dari dosen pengampu matakuliah elektronika analog

Dosen Pengampu : Drs. Kartono MP.d

DISUSUN OLEH : AGUNG TEGAR PRIBADI (5301408076)

PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNNES 2010

[5] Istilah penguat operasional itu sendiri baru digunakan pertama kali oleh John Ragazzini dan kawan-kawan dalam sebuah karya tulis yang dipublikasikan pada tahun 1947. integrator dan differensiator.al. pengurangan.300 V dan memiliki berat 85 g dan berukuran 3. BAB II PEMBAHASAN SEJARAH OP-AMP Awal dari penggunaan penguat operasional adalah tahun 1940an. ketika sirkuit elektronika dasar dibuat dengan menggunakan tabung vakum untuk melakukan operasi matematika seperti penjumlahan. et.4 cm dan dijual seharga US$22. maka [6] digunakan istilah penguat operasional.[5][4] Penguat operasional tersebut harus dijalankan pada tegangan +/. 1947)[6] (dalam bahasa Indonesia: "Oleh karena penguat dapat dihubungkan untuk melakukan operasi matematika dan kalkulus terhadap tegangan yang dikenakan terhadap masukannya. integral. karakteristik op-amp dan aplikasinya. yaitu rangkaian penguat inverting.") Penguat operasional yang tersedia secara komersial untuk pertama kalinya adalah K2-W yang diproduksi oleh Philbrick Researches. dan turunan. non-inverting differensiator dan integrator. Sebenarnya Operational Amplifier atau di singkat op-amp merupakan salah satu komponen analog yang sering digunakan dalam berbagai aplikasi rangkaian elektronika. pembagian.4 cm x 10.[5] Saat ini penguat operasional tersedia dalam bentuk sirkuit terpadu dan tidak lagi menggunakan tabung vakum.8 cm x 5." (Ragazzini. melainkan menggunakan .[6] Kutipan bersejarah dalam karya tulis tersebut adalah: "As an amplifier so connected can perform the mathematical operations of arithmetic and calculus on the voltages applied to its inputs. dari Boston antara tahun 1952 hingga awal 1970an. Inc.BAB I PENDAHULUAN Pada makalah yang saya buat ini saya menerangkan sebagaian besar tentang pengertian op-amp. Aplikasi op-amp yang paling sering dipakai antara lain adalah rangkaian inverter. it is hereafter termed an operational amplifier. perkalian. non-inverter. Pada pokok bahasan kali ini akan dipaparkan beberapa aplikasi op-amp yang paling dasar.

[5][7] Penguat operasional KA741 dari Fairchild Semiconductor yang banyak digunakan bahkan hanya berukuran 5.8mm dan tersedia di pasaran dengan harga hanya Rp. Op-amp ideal .3.[5] Hasilnya.transistor. penguat operasional modern hanya membutuhkan tegangan listrik +/. umpanbalik positif akan menghasilkan osilasi sedangkan umpanbalik negatif menghasilkan penguatan yang dapat terukur. non-inverting differensiator dan integrator. Aplikasi opamp yang paling sering dipakai antara lain adalah rangkaian inverter.[5][8] PENGERTIA OP-AMP Beberapa pakar mengemukakan pengertian Op-Amp seperti dibawah ini :  Lord Kelvin Konsep rangkaian penguat diferensial mekanik dengan penguatan tinggi tetapi tidak presisi presisi. Pada pokok bahasan kali ini akan dipaparkan beberapa aplikasi op-amp yang paling dasar.500 (US$0.9mm x 1.7mm x 4.  HS Black. yaitu rangkaian penguat inverting. Secara umum. integrator dan differensiator.  Vanenar Bush Konsep matematis penguat diferensial dengan feedback menghasilkan kontrol presisi. Pada Op-Amp memiliki 2 rangkaian feedback (umpan balik) yaitu feedback negatif dan feedback positif dimana Feedback negatif pada opamp memegang peranan penting.1.5 V.18 V.[5] Dalam suatu sirkuit terpadu penguat operasional umumnya terdapat lebih dari 25 transistor beserta resistor dan kapasitor yang diperlukan hanya dalam satu cip silikon. digunakan dengan feedback menghasilkan penguatan presisi.37). bahkan beberapa jenis seperti LM324 dapat berjalan pada tegangan hanya +/. dan DB Parkinson Menggunakan konsep rangkaian dengan elektronika untuk kontrol posisi laras meriam OPAMP tabung Operational Amplifier atau di singkat op-amp merupakan salah satu komponen analog yang sering digunakan dalam berbagai aplikasi rangkaian elektronika. HW Bode. non-inverter.

KARAKTERISTIK DASAR OP-AMP Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa pada dasarnya Op-amp adalah sebuah differential amplifier (penguat diferensial). Aturan ini dalam beberapa literatur dinamakan golden rule. Ada dua aturan penting dalam melakukan analisa rangkaian op-amp berdasarkan karakteristik op-amp ideal. sehingga op-amp dapat dirangkai menjadi aplikasi dengan nilai penguatan yang terukur (finite).Op-amp pada dasarnya adalah sebuah differential amplifier (penguat diferensial) yang memiliki dua masukan. yang mana memiliki 2 input masukan yaitu input inverting (V-) dan input noninverting(V+).= 0) Inilah dua aturan penting op-amp menganalisa rangkaian op-amp. Op-amp ideal memiliki open loop gain (penguatan loop terbuka) yang tak terhingga besarnya.v= 0 atau v+ = v. sehingga mestinya arus input pada tiap masukannya adalah 0.) Aturan 2: Arus pada input Op-amp adalah nol (i+ = i. Input (masukan) opamp ada yang dinamakan input inverting dan non-inverting. Rangkaian dasar dari penguat diferensial dapat dilihat pada gambar 1 dibawah ini: ideal yang digunakan untuk . Disinilah peran rangkaian negative feedback (umpanbalik negatif) diperlukan. op-amp LM741 memiliki impedansi input Zin = 106 Ohm. Impedasi input op-amp ideal mestinya adalah tak terhingga. Penguatan yang sebesar ini membuat op-amp menjadi tidak stabil. dan penguatannya menjadi tidak terukur (infinite). yaitu : Aturan 1: Perbedaan tegangan antara input v+ dan v.adalah nol (v+ . Nilai impedansi ini masih relatif sangat besar sehingga arus input op-amp LM741 mestinya sangat kecil. Sebagai perbandingan praktis. memiliki karakteristik tipikal open loop gain sebesar 104 ~ 105. Seperti misalnya op-amp LM741 yang sering digunakan oleh banyak praktisi elektronika.

Titik input v1 dikatakan sebagai input non-iverting. Diagram Blok Op-amp Op-amp di dalamnya terdiri dari beberapa bagian. yang pertama adalah penguat diferensial. gambar 2 (a) : Diagram Blok Op-Amp . Sedangkan sebaliknya titik v2 dikatakan input inverting sebab berlawanan phasa dengan tengangan vout. dapat diketahui tegangan output (Vout) adalah Vout = A(v1-v2) dengan A adalah penguatan dari penguat diferensial ini. lalu ada tahap penguatan (gain). selanjutnya ada rangkaian penggeser level (level shifter) dan kemudian penguat akhir yang biasanya dibuat dengan penguat push-pull kelas B. Gambar-2(a) berikut menunjukkan diagram dari op-amp yang terdiri dari beberapa bagian tersebut. sebab tegangan vout satu phase dengan v1.Gambar 1 : Penguat Diferensial Pada rangkaian diatas.

karakteristik satu op-amp dapat berbeda dengan op-amp lain. Rout adalah resistansi output dan besar resistansi idealnya 0 (nol). Untuk tipe yang sama. Simbol rangkaian di dalam op-amp pada gambar 2 (b) adalah parameter umum dari sebuah op-amp. Op-amp standard type 741 dalam kemasan IC DIP 8 pin. Tergantung dari teknologi pembuatan dan desain IC-nya. . LM741 buatan National Semiconductor. SN741 dari Texas Instrument dan lain sebagainya. BAB III PENUTUP KESIMPULAN Saat ini banyak terdapat tipe-tipe op-amp dengan karakterisktik yang spesifik.gambar 2 (b) : Diagram Schematic Simbol Op-Amp Simbol op-amp adalah seperti pada gambar 2 (b) dengan 2 input. non-inverting (+) dan input inverting (-). Sedangkan AOL adalah nilai penguatan open loop dan nilai idealnya tak terhingga. Misalnya dikenal MC1741 dari motorola. Rin adalah resitansi input yang nilai idealnya infinit (tak terhingga). Umumnya op-amp bekerja dengan dual supply (+Vcc dan –Vee) namun banyak juga op-amp dibuat dengan single supply (Vcc – ground). tiap pabrikan mengeluarkan seri IC dengan insial atau nama yang berbeda.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful