DISUSUN OLEH : RENY MADURATRI NIM. 07.40.

085 PEMBIMBING : ERFANDY MASALAH MENTAL DAN PSIKIATRI PADA LANSIA Pendahuluan Psikogeriatri atau psikiatri geriatri adalah cabang ilmu kedokteran yang memperhatikan pencegahan,diagnosisi,dan terapi gangguan fisik dan psikologik atau psikiatrik pada lanjut usia .Saat ini disiplin ini sudah berkembang menjadi suatu cabang psikiatri,analog dengan psikiatri anak(Brocklehurst,Allen,1987).Diagnosisi dan terapi gangguan mental pada lanjut usia memerlukan pengetahuan khusus,karena kemungkinan perbedaan dalam manifestasi klinis,patogenesis dan patofisiologi gangguan mental antara patogenesis dewasa muda dan lanjut usia (Weinberg,1995; KolbBrodie,1982).Faktor penyulit pada pasien lanjut usi juga perlu dipertimbangkan,antara lain sering adanya penyakit dan kecacatan medis kronis penyerta,pemakaian banyak obat (polifarmasi) dan peningkatan kerentanan terhadap gangguan kognitif ( Weinberg,1995;Gunadi,1984). Sehubungan dengan meningkatnya populasi usia lanjut (lihat tulisan mengenai demografi di bagian lain buku ini),perlu mulai dipertimbangkan adanya pelayanan psikogeriatri di rumah sakit yang cukup besar .Bangsal akut,kronis dan day hospital,merupakan tiga layanan yang mungkin harus sudah,merupakan tiga layanan yang mungkin harus sudah mulai difikirkan ( Brocklehurst,Allen,1987).Tentang bagaimana kerjasama antara bidang psikogeriatri dan geriatri dapat dilihat pada bab mengenai pelayanan kesehatan pada usia lanjut. Pemeriksaan Psikiatrik pada usia lanjut Penggalian riwayat psikiatrik dan pemeriksaan status mental pada penderita usi lanjut harus mengikuti format yang sama dengan yang berlaku pada dewasa muda .Karena tingginya prevalensi gangguan kognitif pada usi lanjut,dokter/calon dokter harus menentukan apakah penderita mengerti sifat dan tujuan pemeriksaan .Jika penderita mengalami gangguan kognitif,riwayat pra-morbid dan riwayat sakit harus didapatkan dari anggota keluarga atau mereka yang merawatnya.Namun,penderita juga tetap harus diperiksa tersendiri(walaupun terlihat adanya gangguan yang jelas)untuk mempertahankan privasi hubungan dokter dan penderita dan untuk menggali adakah pikiran bunuh diri atau gagasan paranoid dari penderita yang mungkin tidak diungkapkan dengan kehadiran sanak saudara atau seorang perawat (Kaplan et al 1997;Hamilton,1985). Riwayat psikiatrik Bisa didapatkan dari alo- atau oto- anamnesisi.Riwayat psikiatrik lengkap termasuk identifikasi awal (nama,usia,jenis kelamin,status perkawinan),keluhan utama,riwayat penyakit sekarang ,riwayat penyakit dahulu (termasuk gangguan fisik yang pernah diderita ),riwayat pribadi dan riwayat keluarga.Pemakainan obat (termasuk obat yang dibeli bebas).yang sedang atau pernah digunakan penderita juga penting untuk diketahui. Penderita yang berusia diatas 65 tahun (atau di atas 60 tahun di Asia) sering memiliki keluhan subyektif adanya gangguan daya ingat yang ringan,seperti tidak dapat mengingat kembali nama orang atau keliru meletakkan benda-benda.Gangguan daya ingat yang berhubungan dengan usia tersebut

1985).Siapa yang harus merawat penderita.Jika mungkin informasi tentang kematian orang tua.Kaplan et al.Oleh karenanya pemeriksaan ide bunuh diri pada penderita lanjut usi sangat penting.perasaan dan afek.Hamilton.19917). Pemeriksaan status mental Pemeriksaan status mental meliputi bagaimana penderita berfikir(proses pikir).harus digali bagaimana rasa duka citanya dulu saat ditinggal mati oleh pasanganya.terutama gangguan kejang.Kaplan et al.Perasaan kesepian .1985).antara lain gaya berjalan menyeret.1995.berdandan dan makan.nyeri kepala .tidak peduli terhadap adanya perbedaan usia (Weinberg.aktivitas psikomotorik.1997) Riwayat perkawinan.Kaplan et al. putus asa dan tidak berdaya adalah gejala depresi.bertahan dan tak berterima kasih dapat memberi petunjuk tentang kemungkinan adanya reaksi transferensi. Mood.1995.menyiapkan makanan.1997.Jika penderita adalah janda atau duda.Hamilton.gerakan jari seperti memilin pil. Penderita lanjut usia harus diperiksa tentang kemampuan mereka untuk mempertahankan kemandirian dan untuk melakukan aktivitas dalam kehidupan sehari-hari.posisi tubuh membungkuk. Sikap penderita pada pemeriksa untuk bekerjasama.1982).Riwayat sosial ekonomi dipakai untuk menilai peran ekonomi dalam mengelola pemyakit penderita dalam membuat anjuran terapi yang realistik (Gunadi.Adanya alat bantu dengar atau indikasi lain bahwa penderita menderita gangguan pendengaran.curiga. Gangguan motorik.mastrubasi.misalnya selalu minta pertanyaan diulang.Dir Kes Wa.termasuk penjelasan tentang pasangan hidup dan karakteristik hubungan.1995. Riwayat seksual penderita termasuk aktivitas seksual.riwayat gangguan jiwa dalam keluarga. Riwayat keluarga harus termasuk penjelasan tentang sikap orang tua penderita dan adaptasi terhadap ketuaan mereka.Riwayat medis penderita harus meliputi semua penyakit berat .Bagaimana karakteristik hubungan orangtua-anak.Hamilton.Penderita lanjut usia dapat bereaksi pada dokter muda seolah-olah dokter adalah seorang tokoh yang lebih tua .Keadaan umum penderita adalah termasuk penampilan .Di negara lain.Wajah seperti topeng terdapat pada penderita penyakit parkison (Kaplan et al.1985). Bicara penderita dalam keadaan teragitasi dan cemas mungkin tertekan.tremor dan asimetris tubuh perlu dicatat (Kaplan et al.merasakan dan bertingkah laku selama pemeriksaan.terutama si penderita merasa frustasi karena tidak mampu menjawab pertanyaan pemeriksa (Weinberg.penderita dalam keadaan resiko tinggi mengalami peristiwa fisik atau psikologik yang merugikan (Dir Kes Wa.Banyak penderita depresi mungkin lambat dalam bicara dan gerakannya.berpakaian .Riwayat penggunaan alkohol dan pemakaian zat yang lama perlu diketahui karena bisa menyebabkan kelainan saat ini (Kolb-Brodie.orientasi libido.1982.bunuh diri adalah salah satu penyebab utama kematian pada golongan usia lanjut.masalah penglihatan dan kehilangan pendengaran.Aktvitas tersebut adalah termasuk ke toilet.Laitman.1984).kehilangan kesadaran .1997.hubungan gelap diluar perkawinan dan gejala disfungsi seksual (Dir Kes Wa.1982.sikap terhadap pemeriksaan dan aktivitas bicara.Keluar air mata dan menangis ditemukan pada gangguan depresi dan gangguan kognitif.Laitman.harus dicatat (Gunadi.perlu dibedakan dengan adanya kecemasan pada saat dilakukanpemeriksaan/wawancara (Weinberg.1990).tidak berguna.1995.apakah penderita mempunyai anak.Kesepian .1997.Jika kehilangan pasangan hidup terjadi dalam satu tahun terakhir.!982).1990) Penilaian fungsi. Situasi sosial penderita sekarang harus dinilai.Derajat kemampuan fungsional dari perilaku sehari-hari adalah suatu pertimbangan penting dalam menyusun rencana terapi selanjutnya (Weinberg.1982).

1985).dan apakah juga mengenali perawat dan dokter.Atau dengan memberikan cerita singkat pada penderita dan penderita diminta untuk mengulangi cerita tadi secara tepat/persisi (Hamilton.Hilangnya kemampuan untuk dapat mengerti pikiran abstrak mungkin tanda awal dementia.sirkumstansialitas.Hamilton.Pemeriksaan yang lebih lanjut diperlukan untuk menegakkan diagnosis pasti (Halmiton.1985).Indikator yang peka terhadap disfungsi otak adalah adanya perubahan kesadaran .Gangguan orientasi terhadap waktu.1985).asosiasi longgar. Fungsi visuospasial.Hamilton.Hamilton.Kaplan et al.1995) Orientasi.adanya fluktuasi tingkat kesadaran atau tampak letargik.Sejumlah fungsi intelektual mungkin . Kesadaran.1997.Laitman.Orientasi waktu diuji dengan menanyakan tanggal.dan retardasi. Isi pikiran harus diperiksa adanya obsesi .!990). Fungsi intelektual.preokupasi somatik.Daya ingat jangka panjang diuji dengan menanyakan tempat dan tanggal lahir.Tes yang diberikan pada penderita dengan memberikan angka enam digit dan penderita diminta untuk mengulangi maju mundur .Pemeriksa harus mencatat apakah penderita mengalami kebingungan terhadap waktu atau tempat selama episode halusinasi dapat disebabkan oleh tumor otak dan patologo fokal yang lain. Proses berpikir.gangguan kecemasan.Suatu penurunan kapasitas visuospasial adalah normal dengan lanjutnya usia.gangguan buatan.1995.Pemeriksa harus menguji orientasi terhadap tempat dengan meminta penderita menggambar lokasi saat ini.1982.nama dan hari ulang tahun anak-anak penderita. Sensorium mempermasalhkan fungsi dari indra tertentu.Gagasan tentang bunuh diri atau pembunuhan harus dicari .pendek dan segera.flight of ideas.1984.kompulsi atau waham. 1997.Penderita dengan daya ingat yang tak terganggu biasanya dapat mengingat enam angka maju dan lima angka mundur .informasi dan kecerdasan.sedangkan kognisi mempermasalahkan inrformasi dan intelektual (Weinberg. Sensorium dan kognisi.terutama selam periode stres fisik atau lingkungan yang tidak mendukung (Kaplan et al.bulan dan hari.Meminta penderita untuk mencotoh gambar atau menggambar mungkin membantu dalam penilaian. Gangguan persepsi .mengenali namnya sendiri. Halusinasi dan ilusi pada lanjut usia merupakan fenomena yang disebabkan oleh penurunan ketajaman sensorik.Orientasi terhadap orang mungkin dinilai dengan dua cara :apakah penderita.1997.Hamilton.1997.Pemeriksaan neuropsikologis harus dilaksanakan jika fungsi visuospasial sangat terganggu (Kaplan et al.Pasien yang sulit mendengar mungkin secara keliru diklasifikasikan sebagai paranoid atau pencuriga(Weinberg.Daya ingat jangka pendek dapat diperiksa dengan beberapa cara .1985).konsentrasi.Daya ingat dinilai dalam hal daya ingat jangka panjang.Gangguan orientasi sering ditemukan pada gangguan kognitif. Gangguan pada progresi pikiran adalah neologisme.1995.misalnya dengan menyebut tiga benda pada awal wawancara dan meminta penderita mengingat kembali benda tersebut akhir wawancara.gado-gado kata.Waham mungkin merupakan alasan untuk dirawat.1985.Gunadi.asosiasi bunyi.1995.1985).tahun.Hamilton.Kolb-Brodie.Depresi merupakan resiko yang tinggi untuk bunuh diri (Weinberg.Pemeriksaan harus menentukan apakah terdapat waham dan bagaimana waham tersebut mempengaruhi kehidupan penderita.gangguan konversi dan gangguan kepribadian.merupakan alasan yang paling sering dinyatakan oleh para lanjut usia yang ingin bunuh diri . Daya ingat.tempat dan orang berhubungan dengan gangguan kognisi.Pada keadaan yang berat penderita dalam keadaan somnolen atau stupor (Kaplan et al.

Pikiran berulang tentang kematian (bukan sekedar takut mati).berkosentrasi atau membuat keputusan. Hilangnya kemampuan untuk berpikir.Apakah menulis dengan tangan kiri atau kanan juga perlu dicatat(Hamilton. Secara nyata berkurang perhatian atau keinginan untuk berbagi kesenangan.taetapi dilain pihak terhadap lansia yang walaupun hidup dilingkungan yang beranggotakan cukup banyak .Kriteria DSM-III R*(!987) untuk diagnosis depresi 1.mengalami kesepian. 6. Agitasi atau retardasi psikomotorik.Pemeriksa mencatat respons sebagai dasar untuk penguji selanjutnya.rasa bersalah yang berlebihan atau tidak tepat (seiring bersifat delusi) 8. Pada penedreita kesepian ini peran dari organisasi sosial sangat berarti. Perasaan tertekan hampir sepanjang hari 2.Hamilton. 9.Menghitung dapat diujikan dengan meminta penderita untu mengurangi 7 dari angka 100 dan mengurangi 7 lagi dari hasil akhir dan seterusnya sampai tercapai angka 2.terutama bila dirinya sendiri saat itu juga mengalami penurunan status kesehatan.biasanya dialami oleh seorang lanjut usia pada saat meninggalnya pasangan hidup atau teman dekat .1987) Harus dibedakan antara kesepian dengan hidup sendiri.terutama gangguan pendengaran (Brocklehurst-Allen.1985).Pemeriksa juga dapat meminta penderita intuk menghitung mundur dari 20 ke 1. Isomnia atau justru hipersomnia 5. 7.atau atas semua atau hampir semua aktivitas. Berat badan turun atau naik secara nyata.pikiran berulang untuk lakukan bunuh diri tanpa rencana yang jelas.Pemeriksaan dapat meminta penderita membaca kisah singkat dengan suara keras atau menulis kalimat sederhana untuk menguji gangguan membaca atau menulis pada penderita .disamping memberikan bantuan pengerjaan pekerjaan dirumah bila bila memang terdapat disabilitas penderita dalam hal-hal tersebut.misalnya menderita berbagai penyakit fisik berat.diajukan untuk menilai pengetahuan umum dan fungsi intelektual. Rasa capai/lemah atau hilangnya kekuatan. 3. Depresi Menurut kriteria baku yang dikeluarkan oleh DSM-III R Yang dikeluarkan oleh Asosiasi Psikiater Amerika.1997.karena bisa bertindak menghibur.diagnosis depresi harus memenuhi kriteria dibawah ini (Van der Cammen.karena aktivitas sosial yang masih tinggi.Penting bagi klinisi untuk memeriksa kemampuan membaca menulis dan menetukan apakah penderita mempunyai defisit bicara khusus. Beberapa masalah di bidang psikogeriatris Kesepian Kesepian atau loneliness.1991) Tabel 1.Banyak diantara lansia yang hidup sendiri tidak mengalami kesepian.gangguan mobilitas atau gangguan sensorik.1985). Perasaan tidakn berharga.memberikan motivasi untuk lebih meningkatkan peran sosial penderita. Membaca dan menulis.atau turun atau naiknya selera makan secara nyata 4.dan mencatat waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pemeriksaan tersebut (Kaplan et al.atau upaya bunuh diri atau rencana khusus untuk melakukan bunuh diri Ditambah lagi .

Tabel 2.antara lain mudah lelah dan penurunan berat badan.Pada saat gangguan tersebut tidak pernah terjadi ilusi atau halusinasi selama berturut-turut 2 minggu tanpa adanya gejala perasaan hati yang nyata(misal sebelum gejala perasaan hati tersebut atau setelah perasaan hati menjadi lebih baik).perhatian serta memburuknya kognitif secara nyata.gangguan skizofreniform. . Penatalaksanaan .gangguan memori.Penderita dengan hipokondria.obsesionalitas. • Kecemasan.Takdapat duibuktikan bahwa perasaan/gangguan tersebut disebabkan oleh gangguan organik .Gangguan tersebut bukan suatu reaksi normal atas kematian seseorang yang dicintainya (Komplikasi duka-cita) . Mengingat hal-hal tersebut diatas.maka dalam setiap asesmen geriatri seringkali disertakan form pemeriksaan untuk depresi.misal gejala neurologik dadanya dementia Diagnosis Anamnesis merupakan hal yang sngat penting dalam diagnosis depresi dan harus diarahkan pada pencarian terjadinya berbagai perubahan dari fungsi terdahulu dan terdapatnya 5 atau lebih gejala depresi mayor seperti disebutkan pada defenisi depresi di atas.Seringkali sukar untuk mengorek adanya penurunan perhatian dari hal-hal yang sebelumnya disukai.penurunan nafsu makan.gangguan delusional atau psikotik.Aloanamnesis dengan keluarga atau informan lain bisa sangat membantu.yang seringkali berupa skala depresi geriatrik (GDS) atau skala penilian (depresi)Hamilton (Hamilton Rating Scale=HRS)..Tidak merupakan superimposing pada suatu skizofrenia. Depresi pada usia lanjut seringkali kurang atau tidak terdiagnosis karena hal-hal berikut : • Penyakit fisik yang diderita seringkali mengacaukan gambaran depresi.misalnya justru sering dimasukkan ke bangsal Penyakit Dalam atau Bedah (misalnya karena diperlukan penelitian untuk konstipasi dan lain sebagainya) • Masalah sosial yang juga di derita seringkali membuat gambaran depresi menjadi lebih rumit. Gejala depresi pada usi lanjut sering hanya berupa apatis dan penarikan diri dari aktifitas sosial. • Golongan lanjut usia sering kali menutupi rasa sedihnya dengan justru menunjukan bahwa dia lebih aktif.aktivitas atau sukar tidur.Prognosis depresi pada usi lanjut Prognosis baik Usia < 70 tahun Riwayat keluarga adanya penderita depresi atau manik Riwayat pernah depresi berat (sembuh sempurna) sebelum usia 5 tahun Kepribadian ekstrovert dan tempramen yang datar (Tak berubah-ubah) Prognosis buruk Usia>70 tahun dengan wajah tua Terdapat penyakit fisik serius + disabilitas Riwayat depresi terus menerus selama 2 tahun Terbukti adanya kerusakan otak.histeria dan hipokondria yang sering merupakan gejala depresi justru sering menutupi depresinya.Tanda disfori atau sedih yang jelas seringkali tidak terdapat .

penyakit medis. Gangguan cemas Gangguan cemas dibagi dalam beberapa golongan .gangguan cemas umum.penatalaksanaan dan pencegahan sosial dan penatalaksanaan farmakologik.sebaiknya tidak diberikan obat yang memberikan efek sedatif.gangguan stres pasca trauma dan gangguan obsesif-kompulsif.1991 Walaupun obat golongan litium mungkin bisa memberikan efek.Penatalaksanaan terdiri atas penatalaksanaan psikologik.oleh karenanya tidak akan disinggung lebih mendalam.obat ini sebaiknya hanya diberikan setelah berkonsultasi pada psikiater. Psikologis pada usia lanjut Berbagai bentuk psikosis bisa terdapat pada usia lanjut.Pada usia lanjut seringkali gangguan cemas ini merupakan kelanjutan dari dewasa muda.Berbagai pilihan obat antidepresan Antidepresan trisiklik Yang bersifat sedatif : Amitriptilin Dotipin Sedikit bersifat sedatif : Imipramin Nortriptilin Protriptilin Antidepresan yang lebih baru Bersifat sedatif : Trasodon Mianserin Kurang sedatif : Maprotilin Lofepramin Flukfosamin Dari Van der Cammen.delusi atau halusinasi berat − tidak memberikan tanggapan atau tak patuh terhadap pengobatan yang diberikan − Memerlukan tindakan/rawat inap di institusi atau pelayanan psikiatrik lain.Rujukan ke psikiater dianjurkan apabila penderita menunjukan gejala (Van der Cammen.yaitu fobia.terutama penderita dengan depresi manik.Obat juga harus diberikan dengan dosis awal rendah dan berhati-hati bila terdapat penurunan fungsi ginjal.Walaupun beberapa jenis khusus akan .1996).Pada dasarnya jenis dan Penatalaksanaanya hampir tidak berbeda dengan yang terdapat pada populasi dewasa muda.gangguan panik.1991).baik sebagai kelanjutan keadaan pada dewasa muda atau yang timbul pada usia lanjut. Diantara obat-obat depresi harus dipilih dan disesuaikan dengan keadaan dan gejala yang diderita.Untuk penderita yang secara fisik aktif.dan prevalensi pada lansia lebih kecil dibandingkan pada dewasa muda. Gejala dan pengobatan pada usia lanjut hampir serupa dengan pada usia dewasa muda. − Masalah diagnostik yang serius − Risiko bunuh diri tinggi − Pengabaian diri (self neglect)yang serius − agitasi.sebaliknya penderita yang agiant golongan obat tersebut mungkin diperlukan Tabel 3.Puncak Insidensi antara usi 20-40 tahun.Awitan yang terjadi pada usia lanjut biasanya berhubungan/sekunder akibat depresi.efek samping obat atau gejala penghentian mendadak dari suatu obat (Reuben et al.

Bina Rupa Aksara.Rumah atau kamar sangat kotor.WB Saunders Co.karena setelah beberapa waktu hal tersebut akan terulang kembali.Washington DC. Reuben DB.Tikus berkeliaran dan sebagainya . Direktorat Kesehatan Jiwa.1997.Yoshikawa TT and Besdine RW.1990 11.bristol. Kolb LC.Apabila waham tersebut menimbulkan keributan antar tetangga atau bahkan skandal.Sadock BJ and Greb.Geriatric Medicine for students. Laitman LR Paraphrenias and other psychoses.Brodie HK.Jakarta. Individu lanjut usi yang menderita keadaan ini biasanya mempunyai IQ yang tinggi.pemberian terapi dengan derivat fenotiasin sering bisa menenangkan (Brocklehurst-Allen.Geriatric Medicine for students.Adelaide.Word Congress of Gerontology.Diagnostic and statistical manual of mental disorder.Geriatric Review Syllabus. Parafrenia.Philadelphia.biasanya akan gagal.1985 7. Hadi Martono.1019-1024.revised. 9.bercak dan bau urin dan feses dimanamana(karena sering penderita terlihat bermain-main dengan feses/urin).Care of the dying.Jiwa XVII (4): 89-97.Wright. Brocklehurs JC and Allen SC.1987).In Brocklehurs JC and Allen SC (eds).1984 6.50% kasus intelektualnya normal (Brocklehurs-Allen.Pedoman Pengelolaan Jiwa dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia.Adalah suatu bentuk skizofrenia lanjut yang sering terdpat pada lanjut usia yang ditandai dengan waham (Biasanya waham curiga dan menuduh).Problematik usia lanjut ditinjau dari sudut kesehatan jiwa .sering penderita merasa tetangga mencuri barang-barangnya atau tetangga berniat membunuhnya (Brocklehurst-Allen.Fish's clinical psychophysiology. 8.Yoshikawa TT and Besdine RW (eds) .1987. Kesimpulan Bahwa pelayanan geriatri di Indonesia sudah saatnya diupayakan diseluruh jenjang pelayanan kesehatan di Indonesia.Tatacara pemeriksaan dasar psikogeriatri oleh karena itu sering disertakan dalam pemeriksaan/asesmen geriatri.2nd eds.Mereka biasanya menolak untuk dimasukkan di institusi.Modern clinical psychiatry.Untuk itu pengetahuan mengenai geriatri harus sudah merupakan pengetahuan yang diajarkan pada semua tenaga kesehatan.Sinpsi Psikiatri vol 1/7.Adalah suatu keadaan dimana seorang lanjut usia menunjukkan penampakan perilaku yang sangat terganggu .3rd eds.Socio cultural factors influencing the development of depression in elderly patients admited to the acute geriatric wards in Indonesia.1982 10. Sindroma Diogenes. Daftar pustaka 1.Penderita menumpuk barang-barangnya dengan tidak teratur (“nyusuh”). 4.antara lain mengenai pemeriksaan gangguan mental.Geriatric psychiatry. American psychiatric Association.Dep Kes RI.1987).In Geriatric Medicine and Gerontology. Kaplan HI.1982 5. 2.1997.Upaya untuk mengadakan pengaturan/pembersihan rumah/kasar. 3.Geriatri.Kognitif.Churchill Livingstone.Biasanya terjadi pada individu yang terisolasi atau menarik diri pada kegiatan sosial. Hamilton M.867-881.Churchill Livingstone.McGraw Hill New York. Gunadi H.Kendall-Hunt Publishing .In Brocklehurst JC anf Allen SC (eds).Dalam hal ini pengetahuan mengenai psikogeriatri atau kesehatan jiwa pada usia lanjut merupakan salah satu diantara berbagai pengetahuan yang perlu diketahui . Brocklehurs JC and Allen SC (1987).3rd edits.1987).In Reuben DB.Alih bahasa :Wijaya Kusuma.Sociological and psychological gerontology.depresi dan beberapa pemeriksaan lain.disinggung sedikit berikut ini.

2507-1527.Iowa.Comprehensive Textbook of Psychiatry. Weinberg J..Chuchill Livingstone.1991 13.In Freedman AN.The William-Wilkins Co.Genatric psychiatry.Rai TGS and Exton-Smith AN (eds).6th eds. Van der Cammen TJM.1996 12.Kaplan HI anf Sadock RJ (eds).Manual of Geriatric Medicine.Coy.Debuque.1995 .Edinburgh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful