P. 1
Kultur in Vitro Anggrek

Kultur in Vitro Anggrek

|Views: 344|Likes:

More info:

Published by: Murandari Djequeline on Jun 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/12/2015

pdf

text

original

KULTUR IN VITRO ANGGREK

Oleh : Nama NIM Kelompok Rombongan Asisten : Pety Wulandari : B1J010121 :2 :I : Asna H.

LAPORAN PRAKTIKUM ORKHIDOLOGI

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS BIOLOGI PURWOKERTO 2013

tergantung bahan tanam dan media yang digunakan. Buah atau biji hasil persilangan disemai dengan cara teknik kultur biji. 2009). Syarat-syarat tersebut meliputi pemilihan eksplan sebagai bahan dasar untuk pembentukan kalus. Prinsipnya semua jenis sel dapat ditumbuhkan. PENDAHULUAN A. yang perlu diperhatikan adalah kemasakan embrio. Untuk mendapatkan persediaan bibit secara cepat dan missal. Menurut Sagawa (1976) beberapa keuntungan dapat diperoleh dengan menggunakan kultur in vitro tersebut antara lain merupakan perbanyakan yang .al. seperti : daun muda. Teknik in vitro ini bertujuan agar perbanyakan generatif dan vegetatif dilakukan dengan cepat dan efisien. organ culture. (1994). keadaan yang aseptik dan pengaturan udara yang baik terutama untuk kultur cair. waktu imbibisi.I. Menurut Hendaryono et. Dengan menumbuhkan satu jaringan meristem saja berpotensi menghasilkan 4 juta calon bibit per tahun. Teknik kultur jaringan diharapkan memperoleh tanaman baru yang bersifat unggul. ujung batang. 2005). keeping biji dan sebagainya. Latar Belakang Kegiatan kultur in vitro merupakan kelanjutan dari perbanyakan cara konvensional. Kultur in vitro dikelompokkan menjadi tiga yaitu meristem culture. Bila menggunakan bagian embrio bagian biji-biji yang lain sebagai eksplan. dan dormansi (Abdullah. Itu sama artinya dengan satu tahun lebih cepat dibandingkan perbanyakan bibit lewat biji (TRUBUS. Terdapat beberapa cara pelaksanaan kultur in vitro. Metode itu menghasilkan anggrek dengan pertumbuhan seragam dan mempunyai sifat genetic serupa induknya. ujung akar. kegunaan utama dari kultur jaringan adalah untuk mendapatkan tanaman baru dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang relatif singkat. yang mempunyai sifat fisiologi dan morfologi sama persis dengan tanaman induknya. Bahan tanaman dipilih dari biji dan mata tunas. temperature. maka digunakan metode kultur mata tunas. Teknik kultur in vitro akan berhasil dengan baik apabila syarat-syarat yang diperlukan terpenuhi. serta sel yang mempunyai tipe khusus. tetapi sebaiknya dipilih bagian tanaman yang masih muda dan mudah tumbuh yaitu bagian meristem. penggunaan medium yang cocok.

Dalam penerapannya. mempermudah seleksi mutan. bahan yang digunakan sebagai eksplan adalah : 1. B. Vegetatif (jaringan) dikenal dengan tissue culture. Menyeterilkan biji-biji anggrek yang akan ditanam. 2. 2006). Menumbuhkan biji-biji anggrek hasil penyilangan. . Media yang dapat digunakan untuk menanam biji anggrek adalah knudson C (AgroMedia. Buah anggrek yang sudah matang berwarna hijau kekuningan. Anggrek membutuhkan waktu 4-6 bulan untuk mematangkan buah secara sempurna. 3. Mengetahui tahapan subkultur 2.cepat dan efisien. Perbanyakan generatif dilakukan dengan cara menyemai biji anggrek yang dihasilkan dari penyerbukan. menghindari sterilisasi yang menghambat program hibridisasi. Generatif (biji) dikenal dengan seed culture. Tujuan Tujuan dari praktikum Kultur In Vitro Anggrek adalah dapat : 1. menghasilhan tanaman bebas pathogen dan sebagai pelestarian plasma nutfah.

alkohol 70%. pinset. 2.II. Biji anggrek distrerilisasi terlebih dahulu dengan cara biji dimasukkan kedalam larutan HgCl 0. Materi Alat yang digunakan pada praktikum kultur in vitro anggrek adalah pembakar spirtus. . Sedangkan. MATERI DAN METODE A. serta alat dan bahan di tata di LAF agar memudahkan kerja. c. kertas saring. lalu larutan dibuang dan diganti dengan Alkohol 70% dan digojlok selama 5 menit. Semua kegiatan sterilisasi dilakukan didalam Laminar Air Flow cabinet. Memotong biji anggrek yang sudah steril dibelah menjadi dua secara membujur dengan menggunakan scalpel steril. Kultur Organ 1. Kultur Biji (Seed Culture) a. alkihol 96 % dan media VW (Vacin-Went). B. scalpel. e. 2. aluminium foil. Metode 1.1 %. HgCl 0. Menutup kembali botol yang telah ditaburi biji-biji anggrek dan diletakkan dalam rak inkubasi dengan mengatur suhu ruangan serta pencahayaan yang dapat merangsang perkecambahan biji anggrek. Diamati selama 2 minggu lalu hasilnya dicatat. d. b. LAF disterilisasi dengan menggunakan alkohol dengan cara disemprot dan di lap. bahan yang digunakan pada praktikum kultur in vitro anggrek adalah eksplan anggrek . cawan petri. kemudian diletakkan pada permukaan media secara hati-hati. botol kultur dan wrapper. Mengambil biji anggrek dengan menggunakan pinset steril. Lalu biji dibilas dengan menggunakan aquades selama 5 menit dengan pengulangan sebanyak tiga kali. 3. Plentet anggrek diambil untuk disubkultur dari media dan diletakkan di dalam cawan petri yang berisi kertas saring.1% dan digojlok selama 10 menit. Lampu spirtus dinyalakan.

5. Tutup kembali botol-botol yang telah ditaburi biji-biji anggrek dan letakkan dalam rak inkubasi dengan mengatur suhu ruangan serta pencahayaan yang dapat merangsang perkecambahan biji anggrek. Setelah beberapa minggu biji-biji tersebut akan tumbuh menjadi protocorm. 8. kemudian letakkan biji-biji tersebut di atas permukaan media agar secara hati–hati. Bila biji-biji telah lepas setelah sterilisasi selesai dan di cuci tambahkan sedikit akuades steril untuk mempermudah dalam penaburan biji tersebut. Alat yang digunakan untuk menanam disterilisasi dengan cara dicelupkan dalam alkohol lalu di flaming dan ditiriskan. Disini penaburan biji-biji menggunakan pipet yang telah disterilkan. Ambil sedikit demi sedikit biji-biji anggrek dan taburkan secara merata di atas media yang telah disiapkan. kemudian menjadi anak tanaman anggrek (seedling). 6. 7. Ambil biji-biji anggrek menggunakan jarum ose steril. .4. Selanjutnya biji akan bertunas. 9. berakar.

III. Kultur organ ini tidak mengalami pertumbuhan dan terdapat mikroba kontaminan. dan setelah diamati 2 minggu tidak terjadi perubahan pada biji. 2. B. hal ini dapat disebabkan karena pada saat melaksanakan kultur suasana ruangan tidak aseptik. Hasil 1. C. yang ditanam bijinya kedalam media kultur. Biji anggrek tidak menampakkan perubahan selama 2 minggu. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Pembahasan Praktikum kultur in vitro dilakukan dua macam kultur yaitu kultur biji dan kultur jaringan. Anggrek menghasilkan biji yang berlimpah dalam tiap kapsul buahnya. daun dan batangnya dipotong. Kultur biji secara in vitro merupakan metode yang efektif untuk menghasilkan plantlet anggrek dalam jumlah banyak. Kultur organ Phaleonopsis sp. Berdasarkan metode ini. Kultur biji (seed culture) Dendrobium sp. B. Organ tidak mengalami pertumbuhan dan terdapat kontaminan didalam botol media. serta dilakukan subkultur. yang bagian akar. Beberapa studi dilaporkan bahwa satu kapsul buah dapat menghasilkan 4 juta biji. Pada kultur biji digunakan anggrek Dendrobium sp. D. perbanyakan biji anggrek akan menghasilkan jumlah . Kultur organ digunakan anggrek Phaleonopsis sp. Biji anggrek dalam jumlah banyak akan berkecambah pada kondisi in vitro jika dikulturkan pada media.

Karenanya setiap menbuka botol kultur. lalu dimasukkan kedalam alkohol 70% selama 5 menit sebanyak tiga kali. Dendrobium dapat dikultur dengan menggunakan . 2012) Kultur jaringan merupakan suatu teknik untuk mengisolasi bagian tanaman (eksplan) seperti protoplasma. Teknik ini akan membuka peluang untuk memperbanyak tanaman anggrek dan memperoleh bibit anggrek yang bebas hama serta penyakit yang berkualitas baik. Sedangkan subkultur dilakukan untuk menjaga tanaman agar tetap hidup dan menjaga agar makanan yang dibutuhkan oleh tanaman tetap ada. Kultur jaringan lebih cepat menghasilkan anakan yang banyak dalam waktu yang singkat sedangkan pada kultur biji lama. termasuk tangan penanam. seperti produksi bunga anggrek dan dalam Dendrobium yang digunakan untuk pengobatan tradisional Cina. Sedangkan aquades berfungsi sebagai pembilas yaitu menghilangkan alkohol yang menempel. terjadi kontaminasi yang berupa browning dan jamur. mulut botol harus digarang di atas api. sangat estetika.1% yang berfungsi sebagai pembunuh mikroba yang terdapat pada kulit buah. Sterilisasi biji anggrek digunakan larutan HgCl 0. sel. kemudian menumbuhkannya pada media buatan dalam kondisi aseptik.tanaman yang banyak. Browning dan jamur adalah kontaminasi yang terjadi karena kekurang sterilnya praktikan dan kesalahan dalam pemotongan sehingga mengakibatkan luka.. 2003). Benda-benda yang dimasukan ke dalam LAF atau enkas harus disemprot dengan alkohol. larutan ini berfungsi sebagai penghilang larutan HgCl yang melekat pada kulit buah. Prinsip dalam teknik menanam eksplan dalam botol adalah menanam eksplan dengan kondisi steril. Anggrek adalah salah satu kelompok tanaman yang unik. jaringan dan organ. Respon setiap jenis anggrek terhadap setiap jenis media tumbuh dapat berbeda (Widiyatmanto. Hasil praktikum menunjukan bahwa kultur biji pada Phalaenopsis sp. Eksplan diberi label dan diinkubasi selama 3 bulan dan dilakukan pengamatan (Sandra. Hal ini disebabkan karena biji anggrek tidak memiliki cadangan makanan oleh karena itu untuk mengalami perkecambahan dibutuhkan waktu yang lama. serta telah menjadi salah satu komoditas ekspor yang penting.

Konsentrasi 0. hal tersebut disebabkan biji anggrek hanya mengandung embrio dan testa (pelindung embrio) tanpa cadangan makanan atau endosperm yang menyebabkan biji anggrek sulit berkecambah Salah satu alternatifnya mengatasi hal tersebut adalah melalui teknik kultur jaringan. IBA dan 2. Embrio somatik yang berasal dari kultur sel. Kultur biji yaitu mengisolasi biji steril ke dalam media VW steril untuk menghasilkan tanaman baru yang viable. Tanaman anggrek dapat dibiakkan secara vegetatif dan generatif. Kultur Jaringan yaitu mengisolasi bagian tanaman seperti daun.05-0. tingkat proliferasi. dalam kultur jaringan anggrek. Auksin sintetis (NAA. Keberhasilan embriogenesis . Kultur jaringan merupakan suatu teknik untuk mengisolasi bagian tanaman (eksplan) seperti protoplasma. Konsentrasi yang lebih tinggi (1 .. batang. et al. Embriogenesis somatik atau embriogenesis aseksual adalah proses dimana sel-sel soma berkembang menjadi embrio melalui tahap-tahap morfologi yang khas tanpa melalui fusi gamet. diinduksi tubuh protocorm-seperti. jaringan. ditingkatkan inisiasi tunas adventif. seperti peningkatan protocorm. Embrio somatik yang terbentuk secara langsung meliputi pembentukan embrio dari sel tunggal atau kelompok sel yang menyusun jaringan eksplan tanpa melalui pembentukan kalus. tetapi pertumbuhan sangat lambat. dapat menginduksi pembentukan tunas adventif.. Secara generatif anggrek tersebut berasal dari biji dan dapat tumbuh jika bersimbiosis dengan mikoriza.10 mg / l). akar yang masih muda ke dalam media baru yang steril. jaringan dan organ. sedangkan embrio yang terbentuk secara tidak langsung adalah pembentukan embrio melalui fase kalus. 1998). Sedangkan sbkultur yaitu megisolasi bagian tanaman hasil kultur kedalam media baru yang steril (Silalahi et al. sel. atau organ dapat terbentuk secara langsung dan tidak langsung. 2008).kultur jaringan oleh "protocorm-seperti tubuh". 2010). seperti anggrek (Rizky. kemudian menumbuhkannya pada media buatan dalam kondisi aseptik. Jaringan tanaman budaya tertentu yang cocok untuk membandingkan pengaruh TDZ dan BA pada tanaman yang tumbuh dan berkembang biak perlahan-lahan. beberapa efek TDZ telah dilaporkan.4-D) pada umumnya menyebabkan pembentukan akar sedangkan sitokinin (BA dan TDZ) sering digunakan untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan.1 uM Thidiazuron lebih aktif dibandingkan 4-10 uM BA (Demasabu.

Media kultur pada praktikum kali ini ditambahkan hormon IAA sebanyak 1 ml dan BAP sebanyak 1ml. asam amino. 2007). Berbagai komposisi media tumbuh telah diformulasikan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman . daun muda. semua bagian tanaman biasanya digunakan untuk eksplan. Bagian tanaman yang baiknya digunakan adalah : 1. (1998) menyatakan bahwa penambahan air kelapa pada anggrek Vanda meningkatkan jumlah tunas dan berat bibit. namun tidak semua jaringan tanaman itu mudah ditumbuhkan.. dan agar. Ekspan yang digunakan berukuran besar sekitar 4-10 cm. air kelapa dan kentang. (4) lingkungan kultur. (2) kondisi fisiologis tanaman donor. Eksplan mikroorganisme penyebab penyakit. pucuk tanaman. (2002) menyatakan media dasar yang cocok digunakan untuk kultur jaringan tanaman anggrek hitam adalah media Vacin-Went (VW) yang telah dimodifikasi dengan penambahan gula pasir. tunas muda dan bagian buku tanaman anggrek). asam nukleat fosfor. Air kelapa mengandung zat atau bahan seperti. (3) jenis medium dan kondisi fisik medium.melalui kultur in vitro dipengaruhi beberapa faktor. Menurut Parnata (2005). vitamin. air kelapa. Lebih lanjut lagi Widiastoety dan Syafril (19934menemukan bahwa pemberian air kelapa 150 ml/l ditambah sukrosa 20 g/l dalam media kultur memberikan hasil yang baik terhadap protocorm like bodies (plbs) anggrek Dendrobium. 2009). dan zat tumbuh auksin dan asam giberelat. sehingga dapat menstimulir perkecambahan. Penambahan air kelapa dimaksudkan karena air kelapa sebagai cadangan makanan yang mengandung vitamin dan zat tumbuh. Media tumbuh merupakan salah satu faktor utama penentu keberhasilan dalam kultur biji anggrek secara in vitro. et al. et al. dan (5) Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) (Utami et al.. Bagian tanaman yang sedang mengalami pertumbuhan pesat atau sebagai pusat pertumbuhan (bagian meristem. 2. Demasabu. Faktor-faktor dimaksud adalah (1) genotip tanaman donor. yang berfungsi sebagai penstimulir dalam proliferasi jaringan.. yang digunakan steril. terbebas dari kuman-kuman dan 3. ada pula penambahan pada medianya berupa arang aktif. memperlancar metabolisme dan respirasi (Suryanto. Untari.

525 gram 0. Media tumbuh yang biasa digunakan untuk perkecambahan biji anggrek adalah media Vacin and Went (VW). fase 2 (protokorm dengan primordia daun). Anggrek menghasilkan biji yang berlimpah dalam tiap kapsul buahnya. dan fase 5 (plantlets). Formula Kultur Jaringan Vacin dan went Komposisi Kalium nitrat KNO3 Amonium sulfat (NH4)2SO4 Potasium dihirosulfat MgSO4 Magnesium sulfat MgSO Kalsium fosfat Ca3(PO4)2 Besi tartrat Fe2(C4H4O6)3H2O Mangan sulfat MnSo4 Agar Sukrosa Air kelapa Air Jumlah per Liter Larutan 0.2 0.25 0. Pada beberapa studi dilaporkan bahwa satu kapsul buah dapat menghasilkan 4 juta biji (Widiyatmanto. 2012). dan Murashige dan Skoog (MS) yang garamgaram mineralnya dikurangi menjadi setengahnya atau penuh.0075 8 20 150 850 .yang dikulturkan. Knudson C (KC). formula dari media VW ini menurut Parnata (2005) adalah : Tabel 1. Media yang digunakan untuk kultur adalah media Vacin dan Went (VW). terdapat beberapa fase pertumbuhan dan perkembangan biji anggrek yakni fase 0 (biji tidak berkecambah). fase 4 (protokorm dengan beberapa daun dan rhizoids). fase 1 (protokorm).25 0. fase 3 (protokorm dengan daun dan rhizoid). Pertumbuhan dan perkembangan biji sampai menjadi plantlet ini berlangsung kurang lebih 3 bulan. Kultur biji secara in vitro merupakan metode yang efektif untuk menghasilkan plantlet anggrek dalam jumlah banyak.5 gram 0.028 0.

ujung akar. ujung batang. Kultur jaringan lebih cepat menghasilkan anakan yang banyak dalam waktu yang singkat sedangkan pada kultur biji lama. 3. seperti daun muda. Dipilih bagian tanaman yang masih muda dan mudah tumbuh yaitu bagian meristem. keeping biji dan sebagainya. 2. . KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan yang didapat maka dapat ditarik kesimpulan bahwa : 1. Teknik kultur jaringan akan berhasil dengan baik apabila syarat-syarat yang diperlukan terpenuhi.IV.

Pengaruh Jenis Media Organik dan NAA terhadap Pertumbuhan Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata Lindl. 2005.) By using in vitro technique. Utami. Rizky. Diakses tanggal 30 Mei 2010. Nomor 4 Halaman: 295-299. 2003. Kanisius. Growth and development of protocorm like bodies hybrid dendrobium orchids on ms medium with cytokinin and auxin combination. dan Kojoh. H. Air Kelapa dalam Media Kultur Pembibitan Anggrek. Tegar. Sandra. Kultur Jaringan Anggrek Skala Rumah Tangga. dan Endang Semiarti. Pengaruh α-Naphtaleneacetic Acid (NAA) Terhadap Embriogenesis Somatik Anggrek Bulan Phalaenopsis Amabilis (L. Diakses 29 Mei 2010. Sagawa. Demasabu. Daisy. Panduan Budi Daya dan Perawatan Anggrek. PT. ArgoMedia Pustaka.) di dalam Kultur In Vitro. Daisy P. Silalahi. Anne Nuraini. 1994. 1976. TRUBUS. 2003. W. Sofia. Untari. Biodiversitas: Volume 8. Bogor : Institut Pertanian Bogor. Redaksi Trubus. Kanisius. S.. P et. Yogyakarta. Suryanto.) Bl. 2010. Anggrek Dendrobium. ArgoMedia Pustaka. Skripsi. 2005. . http://wawaorchid. Doodoh B. Teknik Kultur Jaringan. Hendaryono. 6:61-66.wordpress.. Jakarta. 1998. Taryono. Penggunaan Limbah Air Kelapa dan Bahan Substitusi Agar pada Kultur Jaringan Pisang. The effect of adding benzyl amino purine (bap) and napthalene acetic acid (naa) to the growth of black orchid (Coelogyne pandurata lindl. Agriculture Faculty of Padjadjaran University. Depok. Juliana Lumbangaol dan Irni. Ir. Jakarta. Krisan dan Anggrek. 1994. R. 2008. Manado : Universitas Sam Ratulangi. Sriyanti dan Ir. Yogyakarta. D. M. Sumedang. Y. Potential of in vitro culture technigues for improvement of holtikultural. 2009. Jatinangor. E. Edy Setiti Wida. Parnata. Issirep Sumardi. Erni Suminar and Karlina Syahruddin. Teknik Kultur Jaringan : Pengenalan dan Petunjuk Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif-Modern. A. Seminar Nasional Sains dan Teknologi-II 2008.DAFTAR REFERENSI Abdullah. 2009. Ari Wijayani.com/2009/05/05/air-kelapa-dalammedia-kultur-pembibitan-anggrek/. PT.al. Pengertian Kultur Jaringan. Indonesia. 2007. E.

Pengaruh jenis media dan konsentrasi NAA (Naphthalene Acetic Acid) terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji dendrobium capra j.Widiyatmanto. dan Siti Nurfadilah. 2012. P.j smith secara in vitro. P. Tutik Nurhidayati. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->