AKAL SANG HAKIM

Setelah saya mencoba membahas secara berkesinambungan terhadap problematika umat Islam dan manusia dalam kumpulan artikel: Pengkhianat Tuhan, Rekonstruksi Berfikir, Rekonstruksi Pemahaman As Sunnah, maka pada kali ini saya akan tutup serial ini dengan artikel pamungkas, yaitu serial Akal Sang Hakim. Sudah sangat umum pengertian di tengah-tengah masyarakat bahwa tatkala kita berkata tentang AKAL, maka yang dimaksudkan dengan akal itu langsung saja tertuju kepada instrumen OTAK kita. Saat kita berkata: “ Pikirin dong…, gunakan akal sehat dong…, akalmu kemana, waah akal saya buntu…? ”, maka yang kita maksud umumnya adalah wilayah otak kita sambil telunjuk kita mengarah ke arah otak kita. Begitu juga saat kita berkata : “Kau gunakan logika berfikir dong…!!”, sama saja…, otak-otak juga yang dimaksud. Mari kita bahas mengenai OTAK dan AKAL ini secara lebih detail. Otak adalah kumpulan sel-sel lunak yang dapat menyimpan data-data yang masuk kedalamnya lewat ke enam indra kita. Ada data tentang pengamatan dan penelitian yang bisa masuk hanya melalui telinga, ada pula pencerapan yang hanya bisa masuk lewat mata, lewat lidah, lewat hidung, lewat kulit, dan ada juga yang lewat dada (berupa rasa). Otak yang tak lebih dari sebesar bola basket ini, ternyata mampu menyimpan file-file data tersebut dengan cara yang sangat mengagumkan. Data-data yang masuk itu bisa berupa logika matematika, biologi sosiologi, filsafat, AGAMA, dan segala macam pengetahuan lainnya, dan ada pula yang berupa gambaran, suasana atau hal tentang suatu keadaan baik secara secara terpotong-potong maupun secara utuh. Semakin banyak logika-logika dan pengetahuan yang masuk kedalam otak seseorang, maka orang tersebut dinamakan orang yang berperadaban tinggi. Begitu juga tatkala otak manusia diisi dengan data yang melimpah ruah, maka orang tersebut dikatakan sebagai orang yang cerdas. Karena dengan data yang banyak tersedia itu dia akan mempunyai pertimbangan-pertimbangan yang lebih menyeluruh terhadap permasalahan yang dia hadapi. Peradaban suku pedalaman BADUY di wilayah Banten dikatakan lebih rendah dari peradaban masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Karena file-file data tentang peradaban baru yang merupakan hasil dari kemajuan zaman tidak masuk ke dalam otak orang Baduy itu. Selama puluhan bahkan ratusan tahun, masyarakat Baduy berusaha menutup otak mereka dari menerima file-file baru. Mereka mengisolir diri di kedalaman hutan belantara. Sehingga mereka tumbuh sebagai sebuah komunitas masyarakat yang peradabannya tertinggal digilas roda sejarah. Alat komunikasi, transportasi, dan gaya hidup mereka begitu statis, sehingga mereka kemudian menjadi komunitas yang jadi tontonan orang hanya karena keprimitifannya. Peradaban masyarakat Jakarta dikatakan juga lebih rendah dari peradaban masyarakat kota-kota besar lainnya di dunia, seperti masyarakat Tokyo, New York, dan Paris. Walaupun sekilas terlihat hampir tidak ada bedanya, akan tetapi selalu saja ada rasa minder dan rendah diri masyarakat Jakarta jika berhadapan dengan masyarakat berperadaban maju tersebut. Untuk menutupi rasa minder tersebut, maka masyarakat

Sehingga sedotan rokok mereka tak ubahnya seperti sepur tua yang sedang ngos-ngosan. tidak ada file tentang kedokteran modern.setting ke zaman kedua kerajaan kuno tersebut. menurut logika Syi’ah. Kalau dikatakan akal itu adalah yang tertinggi. komunikasi. Bagi AKAL sekelompok orang. maka peradaban kedua kerajaan tersebut sudah sangat jauh ketinggalan zaman. Tidak lebih. maka boleh dikatakan peradaban saat itu tidak akan jauh berbeda dengan peradaban masyarakat Baduy di Banten saat ini. pemerintahan demokrasi. mayoritas masyarakat tidak siap. peradaban masyarakat modern sekarang dengan masyarakat Indonesia dia zaman kerajaan MAJAPAHIT dan SRIWIJAYA dulu. Sehingga bagi kelompok tersebut melihat orang merokok tak ubahnya seperti melihat orang yang sudah melakukan dosa yang sangat besar. transportasi.?. rokok bukanlah hal yang haram. sehingga tidak jarang mereka menjauhkan diri dari orang yang merokok. Tidakkah kita selama ini terlalu sering berucap bahwa AKAL adalah milik manusia yang TERTINGGI yang membedakan manusia dengan binatang dan makhluk-makhluk lainnya…?. dan juga melalui film-film ber. ya…. Di dalam otak Rasulullah SAW dan para Sahabat beliau saat itu tidak ada file tentang peradaban modern seperti sekarang ini. dan siapa….paling jatuhnya ke makruh. misalnya masalah rokok. Yang tertinggal sekarang hanyalah nostalgia indah yang dinikmati orang lewat acara-acara seremonial. dan berbagai produk peradaban modern lainnya. rokok itu dikatakan haram jadah. agar bisa pula dikatakan orang sebagai masyarakat yang berperadaban tinggi. Sunni itu sangatlah rendah.Jakarta biasanya bertindak melebih-lebihkan aksi (over acting). Kemudian kalau sejarah kita coba tarik mundur ke zaman Rasulullah dan para sahabat Beliau. maka sekarang mari kita ajukan pertanyaan: • • • • Kalau begitu AKAL itu yang mana. Kalau dibandingkan lebih lanjut. Misalnya. kenapa ada masyarakat yang dikatakan yang mempunyai akal dan peradaban yang rendah seperti suku Baduy diatas…?. karena pencetus awal Sunni. Dengan memperhatikan tentang isi otak yang membentuk peradaban ini. Sedangkan bagi sekelompok lainnya. Akan tetapi kenapa dikatakan bahwa Rasulullah dan para sahabat Beliau adalah generasi yang mempunyai AKAL yang sangat tinggi dan sangat cerdas serta menembus zaman demi zaman…???. Sehingga kalau hanya didasarkan pada data-data yang tersimpan di otak beliau-beliau yang mulia itu. Kalau begitu apakah barangkali ada akal yang tinggi dan ada pula akal yang rendah…???”. misalnya “N”. yaitu Aisyah dan Muawwiyah. Akal lah yang menyebabkan malaikat sampaisampai harus sujud menghormat kepada manusia. telah dengan tega-teganya mempelopori pembunuhan cucu Rasulullah dan . buruk sekali. Akan tetapi untuk mengatakan bahwa peradaban zaman Nabi sangat jauh tertinggal seperti ini. maka kita akan dihadapkan kepada perbedaan yang sangat signifikan antar orang ke orang. karena kebanyakan kita sepertinya selalu saja melakukan “mind setting” sesuai dengan keadaan masyarakat kita sekarang ini. ngepul terus. Kalau begitu akal orang yang mana yang benar?. sebut saja “T”. apa. Mari kita lihat salah satu saja. Yang lebih tragis lagi adalah kalau sudah masuk kepada logika. paling. maka peradaban saat itu akan jauh lebih tertinggal lagi dari peradaban saat ini. Belum lagi kalau isi otak itu kalau mau ditinjau pula file-file tentang baik dan buruk.

Menurut logika berfikir orang di pedalaman Papua. Saling menyalahkanlah. AKAL.Ali Ra. Manusia itu juga diagungkan lebih dari makhluk lainnya adalah karena akalmya.???. Belum lagi kalau dimasukkan sub mainstream lainnya. Kalau yang mati di kedua belah pihak sudah sama banyak. poligami sudah menjadi barang aneh dan jadi tontonan orang. untuk berperang mereka benar-benar menyiapkan senjata perang yang memiriskan nyali lawan-lawannya. poligami adalah suatu yang niscaya saja. Lalu apakah Akal itu sama dengan logika…??. ratusan ribu orang bisa meninggal sia-sia . Logika berfikir ini sangat tergantung kepada HIMPUNAN input-input dari masyarakat itu sendiri dan lingkungannya pada zaman tertentu. Sehingga seorang laki-laki dengan banyak istri merupakan simbol kejantanan dan kewibawaan. wuih lebih ruwet lagi. misalnya para artis. Mari kita kupas…. rasa malu itu tidak cukup hanya ditutupi dengan memakai koteka. Sunni ini menurut beberapa literatur yang saya ketahui. Begitu pun sebaliknya. kita ambil mulai dari zaman-zaman awal semasa Nabi Adam. Akan tetapi rasa malu itu harus ditutupi dengan menutup hampir seluruh tubuh dengan pakaian.!!!. Dan manusia yang terbunuh dalam perang modern sekarang ini pun tak tanggung-tanggung. Bandingkan dengan logika berfikir manusia zaman sekarang. Menurut logika berfikir pada zaman Nabi Adam tersebut. Logika akal dari agama-agama yang ada telah menjadikan bumi ini bersimbah darah dari zaman ke zaman. Misalnya. maka menurut AKAL SEHAT mereka. karena dianggap melecehkan wanita. di Jakarta akan menjadi tontonan aneh bagi masyarakat sekitarnya. Akan tetapi menurut logika berfikir orang Amerika sana. yang membuat rasa malu mereka hanyalah tatkala kelaminnya kelihatan. Sering dikatakan bahwa Akal itu adalah anasir yang tertinggi dan selalu benar karena dia berasal dari Tuhan. Cukup itu…!. Benarkah…???.. Makanya tatkala ada orang yang membuka-buka bagian tubuhnya. incest (kawin dengan saudara kandung) adalah HALAL. Menurut logika berfikir generasi sebelum abad 20. sehingga hampir tidak ada wanita lagi pada zaman sekarang yang mau suaminya berpoligami. Karena wanita-wanita zaman sekarang sudah mempunyai logika berfikir yang jauh berbeda dengan generasi ibu dan nenek mereka. dalam berperang mereka cukup hanya dengan memakai panah beracun dan senjata tajam lainnya untuk menghadapi lawannya. kalau tidak mau dikatakan saling mengkafirkan. Ini baru masuk pada dua mainstream yang saling mengaku dirinya adalah Islam yang benar. Akan tetapi menurut logika berfikir mayoritas orang Jakarta. yang dititipkan oleh Tuhan kepada manusia. seperti tak henti-hentinya. Begitu juga dalam hal persenjataan. menurut logika berfikir orang di Papua sana. Dan dikatakan lagi bahwa akal itu akan tahu mana yang baik dan mana yang buruk. yang tidak bisa sedikitpun menerima logika berfikir perkawinan incest ini. logika berfikir…. maka perang dianggap selesai. Akan tetapi menurut logika berfikir tahun-tahun belakangan ini. Kok bisa yah akal saling bertentangan…???. Logika berfikir ternyata sangat tergantung pada kesepakatan (IJMAK ZAMANI) dari orang-orang yang terkait atau sengaja mengaitkan dirinya terhadap SESUATU.. untuk menutup malunya laki-laki di Papua sana cukup hanya dengan menutup kelaminnya dengan koteka dan bagi perempuannya cukup menutup wilayah sekitar paha mereka dengan daun-daunan. Aha…. Yang lebih ultra tragis lagi adalah kalau sudah masuk pada hubungan multi agama dan kepercayaan. menurut AKAL SEHAT Syi’ah dianggap kafir. Lalu Akal itu dimana….

Tapi anehnya adalah bahwa masing-masing berdo’a kepada Tuhan yang sama untuk kelaknatan kelompok “lawannya”. Sekarang mari kita masuk kepada logika beragama… Mari kita lihat tentang masalah haram dan halal yang akan menentukan diterima atau tidaknya sebuah praktek keagamaan. Logika berfikir kelompok Syi’ah pun sangat jauh berbeda dengan logika berfikir kelompok Sunni. Ehhh…. misalnya jenggot. Dan dengan ego masing-masing itulah mereka MENCIPTAKAN TUHAN dan KARAKTER RASULULLAH sesuai dengan KESEPAKATAN masing-masing kelompok atau aliran itu berdasarkan data-data dan file-file yang tersimpan di otak mereka. Lalu dimana makna bahwa AKAL yang sering dikatakan YANG TAHU tentang mana yang halal dan mana yang haram…???. ciri-ciri ketubuhan Nabi. logika berfikir seorang operator di sebuah fasilitas produksi akan sangat jauh berbeda dengan logika berfikir seorang Direktur.dengan tubuh tercabik-cabik dan hancur luluh. Adalah hal yang sangat biasa antara NU dan Muhammadiyah terjadi perbedaan SATU HARI dalam menentukan hari Lebaran. Padahal Tuhan lah yang MENCIPTAKAN KITA. karena ruang otak kita tidak pernah diisi dengan file-file informasi tentang ciri ketubuhan Abu Lahab dan Abu Jahal itu. Saat Muhammadiyah merayakan Lebaran. Padahal masing-masing mereka saling mengaku bahwa mereka menyembah Tuhan Yang sama yaitu Allah. Begitu juga dengan slogan bahwa kelompok demi kelompok manusia saling mengaku-ngaku mengikuti karakter Nabi Muhammad SAW mulai dari ciri-ciri fisik Beliau sampai dengan ibadahibadah Beliau yang sering diistilahkan sebagai SUNNAH Beliau. alangkah leluasanya manusia-manusia selama ini MENCIPTAKAN TUHAN. Jangankan tentang masalah logika aliran-aliran agama yang ruwet di atas. Padahal secara logika berfikir sederhana saja. Akan tetapi logika berfikir yang dipakai oleh kelompok NU seringkali berbeda dengan kelompok Muhammadiyah. Yakin benar kita bahwa apa-apa yang kita lakukan telah mengikuti apa-apa yang dicontohkan Nabi…!!. Atau sebaliknya. adakalanya NU masih berpuasa. otaknya kosong. bukankah ini hanya semata-mata luapan ego mereka masingmasing saja…???. Karena otak seorang operator tidak memuat ruangan yang dibutuhkan untuk data-data dan file yang dibutuhkan oleh seorang Direktur. Padahal dalam perbedaan ini ada masalah HALAL dan HARAM. dari mana validasinya…???. Pada tataran yang lebih real. Ya…. Yaa…. makanya kita tidak bisa “ngeh” (paham). Padahal Tuhan ataupun agama Tuhan itu tidak perlu dibela-belain. Karena pada orang pedalaman Papua otaknya tidak punya ruangan bagi logika berfikir perang modern seperti ruangan otak orang Amerika sana. Lalu kalau ada perbedaan seperti itu. rambut.. dan bernabikan manusia yang sama yaitu Muhammad Rasulullah SAW. Ruang otak Direktur mempunyai sapuan jangkauan horizon yang lebih luas dibandingkan horizon seorang operator.?. Kedua kelompok itu pun sama-sama mengaku bahwa mereka mengikuti teladan yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad. Pada penentuan Lebaran saja. Yaa…. mengenai apa yang dinamakan orang dengan ILMU ALAM pun sebenarnya yang ada adalah logika . sorban. Hampir semua aliran yang ada dalam Islam setuju bahwa berpuasa pada tanggal 1 Syawal (hari Lebaran pertama) adalah haram hukumnya. nggak ada ruangan apa-apa untuk logika perang modern.. sehingga manusia-manusia saling berebut untuk membela Tuhan atau paling tidak mengaku saling membela agama Tuhan. dan mengikuti apa-apa yang diperintahkan Tuhan di dalam Al Qur’an. dan pakaian Beliau tidak akan jauh berbeda dengan ciri-ciri ketubuhan Abu Lahab dan Abu Jahal. AKAL yang mana yang benar. logika berfikir orang bisa berbeda-beda.

Dialah yang akan menimbang dan memutuskan segala sesuatunya berdasarkan data-data peradaban yang ada di dalam otak kita. Muhammadiyah dsb. Kalau tidak sepakat. AKAL adalah Sang Utusan. yang menghakiminya . maka mereka disebut pula sebagai bukan termasuk ke dalam kelompok asal mereka lagi. Seberapa banyak informasi. Logika berfikir ini jugalah yang akan membentuk peradaban-peradaban manusia yang berbeda dari zaman ke zaman. walaupun semangatnya tetap sama. data. Mari kita cari hidayah (petunjuk) yang dihamparkan Tuhan di dalam Al Qur’an. dia tidak bawa pengetahuan apa-apa. maka mereka dikatakan bukan lagi sebagai seorang yang berlogika kristiani. Atau tepatnya TIDAK SAMA. Karakter Syi’ah di Iran akan berbeda dengan Syi’ah yang ada di Indonesia. kalau mereka keluar dari logika berfikir Sunni atau kelompok lainnya. dan suasana yang tersimpan di dalamnya.kesepakatan antar umat manusia saja. Dia adalah Sang Hakim. mereka lalu menciptakan karakter baru berupa Anak Tuhan. Akal Sang Hakim… Lalu sang AKAL itu seperti apa…?. Dia tidak membawa ilmu. sangat jauh berbeda dengan Sunni ala Indonesia. Logika berfikir aliran-aliran diatas juga sangat bervariasi untuk daerah dan suku bangsa yang berbeda. yang mengamatinya. maka dibuat orang pula ukuran lain untuk ukuran panjang. Logika ini sangat tergantung kepada ruangan otak kita. Begitu juga dengan logika berfikir agama-agama yang lainnya. Malah dia tidak membawa peradaban apa-apa dan juga dia tidak punya apa-apa. maka mereka disebut bukan Syi’ah lagi. Kalau begitu samakah AKAL dengan LOGIKA…???. kalau begitu Sang Utusan itu berada Dimana dan Siapa DIA sebenarnya …???. dan sebagainya. Allah memberitahu kita bahwa: Balil insanu ‘ala nafsihi bashirah Pada manusia itu. misalnya Sunni ala NU. Kalau ada orang Kristen yang keluar dari logika berfikir tentang ketuhanan Yesus ini. yaitu Kristus. Ternyata tidak juga…???. (al Qiyaamah 14) . kalau menurut logika berfikir Kristen. Logika berfikir inilah yang membedakan setiap manusia atau kelompok manusia dengan yang lainnya. maka akibat ketidakmampuan mereka memahami hakikat Tuhan. lalu Yesus itu sendiri disembah dan dimintakan pertolongan sebagaimana layaknya Tuhan sendiri. ukuran untuk 1 meter di sepakati orang sama dengan panjang sebuah benda atau gelombang tertentu yang dijadikan sebagai acuannya. Logika berfikir Syi’ah akan melahirkan peradaban ala Syi’ah. di atas Nafsnya (diri-nya) ada bashirah. Kalau ada orang Syi’ah yang keluar dari logika berfikir kesyi’ahan ini. Tujuannya untuk memudahkan mereka dalam mengarahkan objek fikir mereka dalam beribadah. Begitu juga logika berfikir Sunni di Arab Saudi yang lebih dikenal sebagai Wahabi. Salafi. Dengan atribut seperti ini. Logika ternyata hanyalah sebuah RELATIVITAS BERFIKIR antar manusia atau sekelompok orang yang saling sepakat terhadap SESUATU yang mereka hadapi. amal. Akal ini diturunkan dengan tidak membawa DATA apa-apa. Aha…. yang tahu. Misalnya. misalnya inch dan segala turunannya. lengkap dengan atribut kemanusiaan Beliau. Misalnya. Begitu juga kelompok Sunni.

Jelaslah sekarang bahwa AKAL adalah Sang Bashirah. Aku adalah RUH-Nya…. . Aku adalah milik-Tuhan…. adalah DIATAS NAFS manusia (‘ala nafsihi). Jadi akal itu berada di atas TUBUH. AKAL itu MELIPUTI OTAK KITA. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya. dan juga di atas LOGIKA RASA manusia. Katakanlah: "RUH itu patuh kepada perintah (amr) Tuhan-ku. FIKIRAN. AKAL bukanlah otak itu sendiri.!!!. Oleh karena sensasi KETUBUHAN. Sang Tahu. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya RUH-KU. “Dan sesungguhnya Kami telah meciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Aku adalah semurni-murni RUH yang berasal dari Tuhan. dan telah meniupkan ke dalamnya RUH-KU. maka mari kita searching lagi ke dalam kumpulan hidayah Tuhan. Sang Bijaksana. atas apa-apa yang tersimpan di dalam otak saya. Akal itu MENINGGI melampaui segala alam-alam dan peradaban yang ada. “innalillahi wa inna ilaihi raji’uun”…!!!. yaitu Al Qur’an: “(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah". AKAL adalah YANG TAHU tentang apa peradaban yang ada di dalam otak kita ini. maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya". (Shaad 71-72)”. maka dengan kehendak Tuhan pula Aku mempunyai fitrah (tarikan kecenderungan) untuk selalu ingin kembali kepada Tuhan Ku…. Jelasnya. Untuk mengenal lebih jauh tentang siapa sebenarnya Sang Hakim ini. itu RUH-KU (MIN-RUHI)….. dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit” (Al Israa’ 85). “… Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan RUH-NYA …” (Al Mujadilah 22). maka akal itu selalu selaras dengan Fitrah Tuhan dan selalu pula patuh kepada perintah (amr) Tuhan. Tuhan menyebut AKAL yang tahu tentang segala sepak terjang NAFS manusia ini dengan sebutan yang sangat mesra. di atas LOGIKA FIKIRAN. dan atas apa-apa yang ada terasa di dalam dada saya. maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud” (Al Hijr 28-29). Lalu Sang Akal berikrar: “Aku adalah dari-Nya…. Karena Sang AKAL itu TAHU dan menjadi SAKSI atas apa-apa yang terjadi maupun yang dilakukan oleh tubuh saya. dan RASA ini dikoordinasikan bahkan di FILE di dalam OTAK manusia. Karena AKAL itu adalah RUH-TUHAN.Ayat di atas memberi tahu kita bahwa KEBERADAAN AKAL Sang Hakim. “Dan mereka bertanya kepadamu tentang RUH. maka kalau diringkas dan dipadatkan dapat dikatakan bahwa AKAL itu berada di atas OTAK manusia. Siapa Dia…???. AKAL jauh melampau otak kita.

yang ditandai dengan ADANYA diri Adam. dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku…!!. Lalu dengan lembut tapi tegas PENGAJARAN Allah menyusupkan ke dalam pengertian Malaikat: "…Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui…" . Malaikat dengan galau bertanya-tanya kepada Allah: "… Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah. "Hai Adam. menyimak Adam dengan lancar menyebutkan apa-apa yang telah diajarkan Tuhan kepadanya. Ruh-Ku... Malaikat mengira bahwa cukuplah bagi setiap makhluk Allah itu untuk selalu bertasbih. padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?". tiada apa-apa pun yang kekal kecuali hanyalah WAJAH AKU. sujud…. apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. sehingga yang ada hanyalah Aku Yang Hakiki…. TERNYATA karakter yang tidak patuh itu. inilah yang pada awalnya GAGAL disadari oleh Malaikat sehingga Malaikat sempat mempertanyakan penciptaan manusia (Adam). Dengan merunduk-runduk Malaikat pun tidak bisa berkata-kata lagi selain hanya tunduk sambil memuja Allah. sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah". (Thaahaa : 14) Lalu para Malaikat melepaskan keakuannya. Karena disini ada Aku. karena pada tanah yang Ku bentuk indah itu ada RUH-KU . Terlebih lagi kepada Adam itu: “…Kutiupkan RUH-KU…”. semua fana. Akan tetapi…. Iblis pun menjawab: "Aku lebih baik daripadanya. sujudlah kamu kepada Adam…. Ku ajari untuk mengetahui apa-apa yang kamu lahirkan dan apa-apa yang kamu sembunyikan…”. Sujud…. Lalu Allah menyusupkan pertanyaan pedas ke relung pengertian IBLIS: “Wahai iblis. tiada Tuhan selain Aku.. memuji. dengan cerdas dan berakalnya Adam. Cukuplah mereka saja yang ada. Sesungguhnya Aku ini Allah. “Innani ana Allah laa ilaha illa ana fa’budni wa aqii mishshalata lidzikri. Karakter yang tidak patuh atas perintah ini lalu disebut Allah dengan panggilan IBLIS. Akhirnya Malaikat tersungkur sujud menyembah Sang Aku. Subhanaka…!!! Lalu dengan tegas Allah berfirman: “SUJUD. dan mensucikan Tuhan. Ku ajari melihat. Sang Aku. dengan hidup dan bergeraknya Adam. beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini. Ada yang tidak patuh mengikuti perintah untuk bersujud kepada Adam yang padanya ada tiupan RUH-KU. ternyata ada yang TIDAK SUJUD." Dan Malaikat pun terdiam. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?”. Iblis hanya mampu menyadari . Dengan Ruh-Ku itulah Adam Ku bacakan (IQRA) nama-nama. IBLIS. Ku ajari mendengar. karena Engkau ciptakan aku dari api.Ternyata keberadaan Akal. Ku ajari rahasia langit dan bumi. sujudlah kalian semua wahai hamba-hamba Ku. maka sembahlah Aku. hanya terpaku pada citra bahan dasar penciptaan antara ketubuhan dia dan ketubuhan Adam.

memberi gerak.”. karena Aku meliputi segala sesuatu.. hukum fiqih yang saya ketahui adalah fikih dari ulama-ulama “M”. misalnya seperti contoh kita di atas. tak lebih dan tak kurang. Sampai disini jelaslah. “Dalam file saya yang ada hanya file tentang “M” ya Tuan Hakim. dan memberi fungsifungsi lainnya. dan Adam di citra dari tanah. Iblis benar-benar tidak mampu menyadari dan “melihat” bahwa pada diri Adam itu ternyata ada MIN-RUHI. “Tidak ada ya Tuan Hakim. Akal itu tidak terpengaruh dengan tinggi rendahnya peradaban manusia. Akan tetapi AKAL adalah salah satu BUAH dari keberadaan MIN-RUHI yang akan bertindak sebagai HAKIM atas DIRI (nafs) manusia.. Sang Hakim In Action . Akal Sang Hakim TAHU bahwa ada dua informasi yang berbeda yang masuk ke dalam otak. bahwa lebaran tahun ini jatuh pada dua tanggal yang berbeda. Kelompok “M” dan mayoritas umat Islam Indonesia sepakat bahwa Lebaran jatuh pada tanggal 28 Januari. dan dimana posisinya terhadap otak manusia. Akal juga tidak tergantung dari agama. sekte apa yang dianut oleh manusia itu. Akal hanya bergantung.?”. yaitu masalah hari Lebaran. Otak menjawab. Akibatnya sungguh-sungguh fatal: “Allah berfirman: "Maka keluarlah kamu dari surga.. Karena orang tua saya membesarkan saya dilingkungan “M”. Dan oleh karena Iblis sudah bertekad bulat untuk tidak melepaskan keakuan dirinya menuju Aku Yang Hakiki. disamping untuk memberi hidup. Kemudian terjadilah pengadilan antara Akal sebagai Hakim dengan Otak sebagai terdakwa: Sang Hakim bertanya. pendidikan saya di “M” . Iblis telah menyempitkan peran Aku hanya sebatas citra ketubuhan (diri) nya sendiri. “Ada informasi lain. Tiada sesuatu apapun yang luput dari LIPUTAN Aku. Setelah kita bedah apa dan siapa itu AKAL. maka selama tekad itu pula Iblis akan merasakan siksa yang sangat pedih. maka sekarang mari kita ikuti bagaimana Sang Akal bertindak sebagai Hakim terhadap diri manusia. bisa pula melalui telinga. mahzab. Suatu saat otak manusia dimasuki informasi. sesungguhnya kamu adalah makhluk-Ku yang terkutuk. ada Aku…!!!. sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan…". bisa melalui mata. “Hei otak. jawab sang otak. . aliran.bahwa dirinya di citra dari api. Ada dua informasi yang masuk ke otak kita.. tanya Sang Akal. dan tunduk kepada Tuhan sebagai pemiliknya. kau punya file apa tentang kelompok-kelompok panutan yang kamu ikuti”. Sedangkan kelompok “N” berdasarkan hitungan hisab menetapkan bahwa Lebaran terjadi pada tanggal 27 Januari. misalnya. Hanya itu. kepercayaan. Bahkan pada diri IBLIS itu sendiri sebenarnya ada Aku. bahwa AKAL bukanlah logika berfikir otak yang merupakan fungsi dari data-data yang pernah disimpan di dalam otak itu. Iblis ternyata TIDAK bisa melepaskan keakuan dirinya menjadi Aku Yang Hakiki. Artinya bagi warga “N” puasa tanggal 27 Januari itu HARAM hukumnya. patuh.

tanya Sang Hakim. “Siap Tuan Hakim…!!. putus Sang Hakim. telinga dan rasa. “Ada sih…. sekali ini saja…!!!”. Yang Memutuskan apa-apa yang harus dilakukan oleh sang otak sesuai dengan kesepakatan apa yang tersimpan di dalamnya. maka Sang Hakim langsung turun tangan: “Eeee…. “Benar Tuan Hakim…. jawab sang otak tegas. tidak ada data tentang fikih “N”…?. Sang Hakim mengingatkan lagi. Sang otak mulai merayu. Saya akan ambil yang lebih duluan saja. dan FITRAHNYA pasti dan sesuai dengan FITRAH ALLAH. JIWA). “Tidak ada keraguan lagi…?”. Fitrahnya tidak berubah sedikitpun. semata-mata hanyalah untuk mematuhi kesepakatan apa yang ada di dalamnya.. tapi saya sudah kadung menerima pendapat fikih ulama “M” Tuan Hakim. di otakmu kan adanya file tentang “M”.. jawab sang otak. menjalankan file-file kesepakatan . yang dalam istilah agamanya disebut sebagai NAFS (DIRI.. menyiksa lagi. akhirnya sang otak menyerah untuk mengikuti putusan Akal Sang Hakim. katanya kamu kelompok “M”. Begitulah Akal itu dari dulu. Suer deh”. Akal tidak ikut-ikutan. lagi dan lagi…!!! “Oke deh Tuan Hakim. Semua menjadi tanggung jawab sang otak dengan segala perangkat ikutannya. laksanakan.!!!. sang Hakim mulai menggangu. “Nggak apa-apa sekali ini Tuan Hakim…. di dalam otak kita informasi yang ada cocok hanya untuk kita mengambil lebaran tanggal 28 Januari. Lalu Sang Akal kembali ke posisi PENGAMAT. Yang Mengingatkan. memaksa lagi. Saya akan berhari raya tanggal 28 Januari”. “Kalau begitu….!!!”. Yang Mengadili. tanya Sang Hakim mempertegas. kau lanjutkan puasamu dan lebaranlah tanggal 28 Januari . kan file mu mengatakan bahwa itu dosa…!!”. Yang Manghakimi atas apa-apa data dan informasi baru maupun kesepakatan-kesepakatan baru yang masuk ke dalam otak melalui instrumen mata. sang otak mulai mengungkapkan keragu-raguannya.. Sang Akal meyakinkan. Kan lebih enak”.. masak lebaranya ada 2 hari yang berbeda …??. akan tetapi kita coba-coba untuk berlebaran pada tanggal 27 Januari. Akan tetapi tatkala sang otak yang mempunyai kecenderungan (hawa) coba-coba menabrak putusan Sang Hakim yang telah tetapkan berdasarkan hukum kesepakatan yang ada di dalam otak kita. Misalnya. Maka jadilah seseorang itu merayakan Lebaran pada tanggal 28 Januari. dan saya tidak akan mengganggu kamu lagi . “Tapi saya bingung Tuan Hakim…. sekarang. yaitu Allah. Itu salah…!!!. Kalau begitu puasamu tidak genap 30 hari”. Sedangkan Sang Akal hanyalah berfungsi sebagai Yang Menghakimi. “Eeee…. AKAL Sang Hakim akan mengganggu dan mengganggu tak henti-hentinya atas ketidak konsistenan otak dalam menjalankan dirinya sendiri.. Akal tidak senang maupun tidak susah atas apa-apa yang dijalankan oleh otak. Karena dia berasal dari Yang Maha Netral. tegas sang otak. dan yang akan datang. Setiap saat Sang Akal mendapatkan pengajaran dari ALLAH. kata Sang Hakim. “Jangan begitu wahai otak . “Yaap…. AKAL kembali ke posisi Yang Tahu.!!!. Apapun yang dilaksanakan di bawah koordinasi Sang Otak. Akal itu NETRAL.”. masak kamu mau ikutan kelompok “N”.“Benar nih….

maka Akal Sang Hakim pun memberikan apresiasi kepada Sang Nafs dengan munculnya rasa puas dan lega. Jadi syurga itu realitasnya ada saat ini juga. Ya…. misalnya ke otak Pak “Andi” yang terkenal dengan pemikiran-pemikiran kesyi’ahannya. Misalnya. Tersiksanya kita sekarang ini (barangkali) merupakan tanda-tanda awal (indikasi) bahwa di akhirat pun kita akan tersiksa dengan lebih dahsyat lagi..!.. otakmu isinya apa. Sang Nafs selalu diingatkan dan diganggu dengan rasa bersalah. "Nggak lah Tuan Hakim. ”Kau percaya pada zaman Adam ada incest. Dalam bahasa agamanya. Sehingga orang-orang tersebut menjadi tahu. Pemahaman yang . Akal lalu melihat ke dalam otak seseorang. atau bisa pula dari hasil membaca di buku lainnya. tanya Akal dengan tegas..!!. Tapi akibatnya… Dueer. Apapun aliran atau mahzabnya. Yaa…. informasi tersebut masuk ke dalam otak orang-orang yang sempat dialiri oleh informasi tersebut dari mana pun sumbernya dan dimana pun orang itu berada.. Ada sebuah informasi yang mengalir.. berperilaku. Sejarah hidup para Nabi merupakan mata rantai yang tak terpisahkan dari sebuah konsep ketuhanan yang utuh. Yang tahu memang hanya ada SATU. sehingga suatu tindakan itu bisa dijalankan dengan tanpa beban. Karena Akal itu memang adalah Sang Hakim. yang tahu itu juga sama. karena itu adalah sebuah pertanda awal bahwa insya Allah di alam akhirat nanti dia juga akan merasakan realitas syurga yang sampai saat ini belum ada yang tahu seperti apa bayangannya.. berpendapat. Apakah orang tersebut berada di gedung atau wilayah yang sama maupun yang berbeda. nggak usah jauh-jauh. ini bukan nakut-nakutin lho…. dan yang paling menyiksa adalah munculnya rasa berdosa.. Sebaliknya. kisah para Nabi dan Rasul memiliki kedudukan yang berbeda dengan kisah orang-orang biasa.. rasa ragu-ragu. dan Sang Akal mulai menyidik: "Hei Andi. Begitu juga saat mendapatkan rasa nyaman dan bahagia yang amat sangat.??".??".. "Logika Syi'ah Tuan Hakim. Akal Sang Hakim akan menghukum kita dengan berbagai rasa yang MENYIKSA atas beraniberaninya kita menjalankan suatu yang BUKAN merupakan file-file kesepakatan di dalam otak kita. misalnya tentang 'halalnya' kawin INCEST (kawin dengan saudara kandung) di zaman Nabi Adam... Ya neraka itu ternyata realitasnya bisa kita rasakan saat ini juga. Begitu Sang Nafs menjalankan file-file yang ada di dalam dirinya (otak). hanya segini saja informasi itu yang mengalir lewat tulisan ini.. Begini. Termasuk beberapa logika berfikir lainnya. Ada yang tahu. Informasi itu bisa saja didapatkan saat membaca artikel ini. Dalam bahasa agamanya RASA tersiksa ini disebut sebagai NERAKA. Berbahagialah manusia-manusia yang bisa mendapatkan realitas syurga ini saat ini juga. sehingga sangat sulit membersihkannya kalau orang sudah kecemplung ke dalamnya.. adalah masalah perseteruan antara Syi’ah dan Sunni yang sudah sangat karatan. dan melaksanakan file-file data yang ada di dalam otaknya.. He he he….. Yang tahu itu sama dimana-mana. Sang Hakim mengingatkan terus kepada Nafs agar Sang Nafs itu bertindak. yang dalam bahasa populernya disebut dengan AKAL yang akan MENGHAKIMI informasi yang masuk itu..". Ada yang tahu atas informasi itu. file saya memuat bahwa bagi kalangan mazhab Ahlulbait. sahut otak Andi dengan mantap. selidik Sang Hakim. Mari kita lihat bagaimana Akal Sang Hakim ini bertindak pada permasalahan lain. maka insya Allah itu diistilahkan sebagai kita mendapatkan realitas SYURGA. suasana nyaman ini disebut sebagai kita mendapatkan PAHALA.yang ada didalam dirinya sendiri.

???.. wong saya satu guru. "Hanya Allah saja yang paling tahu atas segala sesuatu. "Benar Tuan Hakim.!!!". Tuan Hakim". Tuan Hakim.. Sang Hakim hampir sampai pada vonis terakhirnya.. "Hanya Allah yang paling tahu atas segala sesuatu... incest anak-anak Adam dan lain-lain) yang diyakini oleh kalangan mainstream.!.. Lalu Sang Akal kembali ke posisi PENGAMAT. Nazla dan Naima berwujud manusia.??"..??0... bukan semata-mata kesalahan penulisan sejarah para nabi dan rasul an sich. wong itu nggak sreg dengan rangkaian logika berfikir di dalam file saya... Sang Hakim menyelidiki keyakinan otaknya Andi.".".. tapi menurut filemu bagaimana proses kelanjutan keturunan anak-anak Adam. dalam kitab yang pernah saya baca atau buku anu.. Tuan Hakim". Nabi terkena sihir.. Dan juga menurut file saya tentang: Darimana kira2 ide cerita tulang rusuk tsb ya? Sama seperti cerita perkawinan incest........ satu mahdzab.?".. yakni Jehana. Suueer. urai otak Andi. kau tahu yang benarnya bagaimana. Kalaupun ada. itu?". ya data itu nggak saya pakai. file saya sama dengan file yang ada di otak Pak Andi..??"... “Ya.... Kalau begitu tetaplah kau di jalur berfikir seperti ini. "Kau tahu atas apa yang kau sebutkan itu kejadiannya memang seperti begitu. Karenanya kisah-kisah melenceng tentang para Nabi (seperti Nabi bermuka masam. itu pasti.. "Bagus.. "Bagus." Sang Hakim dengan telaten mengadili otak Andi. tanya Sang Hakim meyakinkan. "Jadi kau tetap pada jalur berfikir seperti yang kau tulis.. dan bukan sebaliknya. Katamu kau nggak setuju dengan pendapat halalnya incest di zaman Nabi Adam.. jawab otak Abdi menambahkan sedikit demi sedikit. "Hei Abdi. selidik Sang Hakim.. Sang Hakim lalu mengetokkan palu atas keputusan otak Andi tentang tidak mungkinnya terjadi perkawinan Incest di Zaman Nabi ADAM. jawab Otak Andi. "Tuan Hakim. itu?".. satu jalur. walaupun tidak berasal dari bumi.. Kalau nggak percaya belahlah kepala ku.!.... Cuma file saya ada tambahannya sedikit yaitu: jodoh putra-putra Nabi Adam as. hanya Allah yang paling tahu segala sesuatu.. "Siap. "Hanya Allah yang paling tahu atas segala sesuatu. Nggak ada lagi data yang lain dalam file saya. Artinya kau tetap Syi'ah.. Tuan Hakim.. "Tetap Tuan Hakim.. tanya sang Hakim dengan tegas.". kisah-kisah seperti ini kayaknya adalah kisah-kisah israiliat. Tuan Hakim. atau wasiat Imam saya yang mulia. "Bagus.benar terhadap konsep ketuhanan (baca : akidah) akan melahirkan pemahaman yang benar terhadap sejarah hidup para nabi.. Jadi file kau sama dan sejenis dengan file otaknya Andi.?. jawab otak Andi pasti.. jawab otak Abdi pasti.!!. jawab otak Andi lagi.. Sueerr.... nanti Tuan Hakim pasti menemukan bahwa aku kosong dari file lainnya. tetapi disebabkan oleh kesalahan konsep ketuhanan yang mereka anut".. Sang Akal lalu mengamati otak Pak “Abdi”.... bukan makhluk lain... jawab otak Andi lagi. menurut file otakmu ada nggak kawin incest di zaman Nabi Adam. banyak juga isi file-mu. Bagus. "Ku tanya kau tahu nggak kejadian itu... kau yakin kebenaran itu sama dengan yang kau tulis.. Sang Hakim mengajukan pertanyaan terakhir.. cerita tulang rusuk ini juga bisa didapatkan dalam Bibel. yang selama ini juga diketahui sebagai seorang syi’ah yang tak kalah hebatnya... menurut saya begini.. ..!!!". Tuan Hakim".... urai otak Andi bersemangat sekali..

Oala…. bagus. Lalu Sang Akal kembali ke posisi PENGAMAT.. orang Syiah nomor wahid..... "Bagus….. Jodoh Adam itu jin barangkali ya Tuan Hakim....!!!.. Kesulitan kedua adalah jika pun ada tokoh hero yang akan mengawini Ataqah maka keturunannya adalah bukan disebut bani Adam.."Oke. Syaratnya gampang.. Dan terjadi pulalah persidangan sebagai berikut: "Hei DIDI. sanggah otak Didi dengan agak sedikit renyah.. jawab otak Didi sambil merasakan kelucuan... asal jin itu bisa berwujud manusia. Begitu juga harimau.. wahai Didi?.. maka semakin lama pula pengadilan atas informasi baru itu masuk tadi antara Akal sebagai Sang Hakim di satu sisi dan otak Pak Didi sebagai wujud yang akan dihakimi di sisi lainnya.... saya mau kasih komentar kepada teman-teman saya yang berminat untuk kawin lagi bahwa itu tuh orang Syiah membuka lowongan untuk kawin dengan perawan dari jin. "Ada Tuan Hakim..?.. Sang Hakim lalu memukulkan palu keputusannya. saya jadi ingat sayup-sayup saja tentang sebuah cerita yang memuat seorang keturunan Adam yang diberi nama “Ataqah” yang di dalam cerita itu sengaja dimatikan.?". tidak akan bisa menghasilkan keturunan kalau dikawinkan. tanya Sang Akal dengan telaten. tanya Sang Akal dengan sangat sabar. "Saya mau nanggapi saja dulu ya Tuan Hakim ... "Ada lagi yang ingin kau tanggapi. Semakin banyak file dan dalil-dalil yang ada di dalam otak Pak Didi ini.!!".. "Ada Tuan Hakim.. "Ada lagi file mu wahai Didi.. ada manusia keturunan jin.. Saya lihat jawaban Pak Abdi itu sangat tidak masuk akal. ya Tuan Hakim".bagus. menurut file otakmu ada nggak kawin incest di zaman Nabi Adam. Kemudian terjadilah tanya jawab diatas tak henti-hentinya antara Akal Sang Hakim dengan otak Pak Didi tentang informasi baru yang coba-coba masuk ke dalam otak Didi itu. Menurut file saya uraian Pak Andi dan Pak Abdi di atas itu kok kelihatan lucu ya Tuan Hakim.. . Sehingga si Ataqah dimatikan saja biar nggak ruwet-ruwet. Dan untuk urusan berbohong dan berdusta (taqiyah) ini.... Masak Adam jodohnya adalah makhluk yang bukan berasal dari bumi. meskipun wujudnya sama. Balas otaknya Pak Didi nyerocos mengeluarkan informasi dari dalamnya dengan agak tersendat-sendat dan rada-rada nggak nyambung. Sedangkan yang lain adalah dari keturunan bangsa jin (sudah umum diketahui bangsa jin banyak yang kafir)... Menurut saya alasan istri anakanak nabi Adam tidak diciptakan dari lumpur seperti dalam cerita itu adalah karena pengarang cerita itu bermaksud untuk menunjukkan keunggulan rasnya sebagai keturunan dari ibu bidadari. Sang Akal lalu mengamati otak Pak DIDI yang selama ini terkenal dengan kekentalannya dalam memelihara risalah Ahlussunnah. dan Abdi begitu. ini”. Alasan dimatikannya tokoh Ataqah itu menurut saya adalah karena pengarang cerita tersebut kesulitan menemukan suaminya dari kalangan jin atau bidadara. singa. Ada lagi file andai-andaimu. ya Tuan Hakim.??". sampai saatnya nanti Sang Hakim mengetokkan palu keputusannya sesuai dengan file terakhir yang ada di dalam otak Pak Didi. selidik Sang Hakim sambil menyodorkan informasi diatas yang secara tak sengaja masuk ke dalam otak Pak Didi lewat sebuah diskusi via internet. Menurut temanmu Andi begini.?". Terus begitu.. Ada-ada saja....??". cheetah belum pernah saya file untuk bisa dikawinkan satu sama lainnya... Jangan-jangan cerita Pak Abdi diatas juga dalam rangka taqiyah... tetapi bani 'Hero' (karena susah untuk membuktikan keberadaannya).!!.. kau benar-benar kembarannya Andi.. bagus. lalu ada manusia keturunan bidadari. Menurut file saya: kuda dan zebra yang wujudnya sama saja. Sang Hakim terus mendesak. macan kumbang.

karena di atas tanah Karbala itulah syahidnya cucu Rasulullah. sehingga memudahkan kaum sufi untuk larut dalam dzikir mereka. menganiaya orang. mengamati Otak Deka. AKAL mempunyai KEKUATAN MEMAKSA agar diri sang manusia bertindak dan berperilaku sesuai dengan file-file logika berfikir yang ada di dalam otak manusia itu sendiri. mengamati Otak Gardu. Wahabi di Arab Saudi sana. ganja. misalnya. Untuk selanjutnya mari kita coba amati bagaimana AKAL SANG HAKIM mengadili otak manusia-manusia dari zaman ke zaman… Yang tetap paling menarik untuk dicermati adalah bagaimana AKAL menghakimi logika berfikir otak-otak manusia diberbagai belahan dunia. bersilat kata sana-sini.. . Imam Hanafi. saat ajaran-ajaran sufi dengan gencar tersebar ke seluruh penjuru dunia.Lalu Sang Akal kembali ke posisi PENGAMAT.!!!. Logika berfikir fikih yang satu bisa bertolak belakang dengan logika fikih yang lainnya. agama. Belum lagi kalau kita masuk kewilayah FIKIH. Ada logika berfikir yang setuju dengan ini.!!!. maka tidak jarang para kaum sufi itu mengisap HASYIS (sebangsa opium) dulu. Otak siapa saja…. pasti ada kesepakatan bersama bahwa mencuri. Mungkin belum banyak yang tahu juga bahwa pada zaman abad pertengahan. misalnya di Irak dan di Iran sana (walau tidak semua). misalnya di wilayah Aceh dan Afghanistan. opium. adalah perbuatanperbuatan yang dikategorikan sebagai perbuatan negatif dan tercela. Konon kabarnya ada aliran di dalam Syi’ah sendiri yang meyakini bahwa shalat diatas tanah atau bebatuan yang ada tanah Karbala di bawahnya adalah lebih afdal. maka lahirlah fikih paling tidak ala Imam Syafi’i. untuk dijalankan oleh masing-masing pemilik otak itu. Itulah sebabnya di di wilayah-wilayah yang ajaran sufinya sangat kental sering didapati ganja. Sang Akal lalu mengamati Otak Bimbi. Misalnya lagi. menangkis. tidak adil. maka saat itulah otak-otak itu akan menjadi sibuk membantah. Lalu Sang Akal menjatuhkan keputusannya berdasarkan file-file kesepakatan pribadi maupun kolektif. maupun kesepakatan bersama antar manusia. Lalu ada juga yang tidak cocok dengan ini. Belum lagi kalau ditambahkan menurut logika berfikir ala Imam Syi’ah. hasyis. merampok. untuk memudahkan mendapatkan ekstasis dan mi’rajnya jiwa. misalnya : yang akan membatalkan shalat atau membatalkan agama. Hasyis memberikan efek pelereman fikiran. Karena darah beliau berdua telah tumpah sebagai martir bagi kelompok Syi’ah. padahal yang akan dihukumi adalah sesuatu yang menentukan diterima atau tidaknya sebuah perilaku ibadah. opium ini dianggap sebagai zat yang sangat terlarang. Dari perbedaan logika berfikir wilayah fikih ini. terbang menuju tak berhingga. maka jadilah orang Indonesia bermahdzab Syafi’i. mengamati Otak ABC. Imam Maliki. AKAL akan mengganggu terus atas apa-apa yang kita lakukan yang tidak sesuai dengan logika kesepakatan bersama tadi. Sibuk-sibuk lagi…. tentang perseteruan antara kelompok-kelompok agama. maka mereka memilih mahzab yang lainnya. Akan tetapi logika berfikir ini salah kalau dilihat dari kacamata. Lalu kalau ada yang melakukan perilaku negatif itu pastilah akan diadili oleh AKAL. Kalau otak itu coba-coba pindah haluan ke file lain yang belum bisa mengalahkan file yang ada di dalamnya. Imam Hambali. Siapa pun pasti setuju. Karena pada saat-saat awal Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh orangorang yang menganut fikih Imam Syafi’i. Hasan dan Husein ra. karena mereka menganggap ada yang lebih baik. berdusta. Akan tetapi dalam logika berfikir peradaban sekarang. Dalam setiap peradaban.

Yang bukan Tuhan saja dihormati sebagaimana layaknya penghormatan kepada Tuhan. Dalam berpolitik. Demikian. Hanya dengan mengikuti Al Qur’an lah kita akan berperilaku sama dengan perilaku (Sunnah) Rasulullah SAW.Demikianlah terus … !!!. dalam berbudaya pun kita cenderung menjadi liar. Tidak itu saja. Selesai Artikel Akal Sang Hakim untuk milis Dzikrullah & PatrapNet Wassalam Deka . untuk berketuhanan saja manusiamanusia cenderung menjadi liar. Perkembangan peradaban manusia memang punya kecenderungan untuk menjadi LIAR. Dia masih memberikan petunjuk-Nya melalui Al Qur’an agar semua tidak menjadi liar. Sungguh Tuhan sangat penyayang kepada kita. Maka ikutilah Al Qur’an.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful