Alat-Alat Pengukuran

4-1

ALAT DIAL GAUGE (DIAL INDICATOR)
← Uraian Dial gauge digunakan untuk meng-ukur kebengkokan poros, run out, dan backlash. Dengan ketelitian : 0,01 mm Apabila jarum panjang membuat satu putaran penuh (100 strip), maka jarum pendek bergerak 1 strip (1 mm)

↑ Metoda Pengukuran Pengukuran run out

1. Bersihkan benda yang akan diukur 2. Letakkan V-block pada tempat yang rata dan letakkan poros (cam shaft) di atas V-block 3. Sentuhkan spindle dial gauge pada permukaan poros dan pastikan spindle tegak lurus dengan poros 4. Putar poros perlahan-lahan, dan bacalah jumlah gerakan pointer 5. Hasil pengukuran adalah 0,08 mm

Daihatsu Training Center

4-2

Alat-Alat Pengukuran

MICROMETER
← Uraian Micrometer dibagi menjadi dua macam : 1. Outside micrometer : Mengukur diameter luar 2. Inside micrometer : Mengukur diameter dalam Kedua alat ini memiliki ketelitian 0,01 mm. Satu putaran thimble terdiri dari 50 strip (0,5 mm)
1 2

↑ Kalibrasi Outside Micrometer 1. Memeriksa tanda “0” Bersihkan anvil dan spindle dengan kain bersih. Putar rachet stopper sampai anvil dan spindle bersentuhan, dan putar stopper 2 atau 3 kali putaran untuk lebih meyakinkan. Micrometer telah dikalibrasikan dengan benar jika “0” thimble lurus dengan garis pada outer sleeve

Daihatsu Training Center

dan periksa kembali tanda “0”.5 mm.02 mm atau kurang. • Jika kesalahannya melebihi 0. → Membaca Hasil Pengukuran Jarak strip di atas garis pada outer sleeve adalah 1 mm.01 mm. Menyetel tanda “0” • Jika kesalahannya 0. kendorkan stopper sam-pai thimble bebas. dan periksa kembali tanda “0”. Kemudian putar outer sleeve sampai tanda “0” thimble lurus dengan garis. Nilai hasil ukur ialah jumlah pembaca-an ketiga skala tersebut Daihatsu Training Center . dan kencang-kan kembali rachet stopper. dan jarak strip di bawah garis adalah 0. Kunci spindle dengan lock clamp. Dan nilai 1 strip pada thimble adalah 0.Alat-Alat Pengukuran 4-3 2. luruskan tanda “0” thimble dengan garis pada outer sleeve.02 mm. Kunci spindle dengan lock clamp.

4-4 Alat-Alat Pengukuran ↓ Contoh dan Test Pengukuran Pembacaan skala di atas garis : Pembacaan skala di bawah garis : Pembacaan skala thimble : Hasil ukur = 7.50 mm 0.15 mm + 7.00 mm 0.20 mm Daihatsu Training Center .00 mm 0.65 mm 5.00 mm 0.20 mm + 5.

nilai di depan koma diambil dari penunjukkan angka “0” vernier. hasilnya terdapat celah 0.1 mm Jika skala vernier digerakkan ke kanan sampai angka 5 lurus dengan salah satu strip “skala utama” seperti gambar di samping.7 mm Daihatsu Training Center .5 mm → Membaca Hasil Pengukuran Seperti gambar di samping.05 mm ↑ Prinsip Pengukuran Jika skala vernier digerakkan ke kanan sampai angka 1 lurus dengan salah satu strip “skala utama” seperti gambar di samping. hasilnya terdapat celah 0.Alat-Alat Pengukuran 4-5 VERNIER CALIPER ← Uraian Vernier caliper digunakan untuk mengukur diameter luar. dan mengukur keda-laman. diame-ter dalam. Ketelitiannya adalah 0. yaitu 25 mm sedangkan angka di belakang koma diambil dari titik dimana kedua garis skala vernier dan skala utama bertemu yaitu 7 jadi pembacaan adalah 25.

4-6 Alat-Alat Pengukuran ↓ Menangani Vernier Caliper • • Sebelum pengukuran bersihkan vernier caliper dan benda yang akan di ukur Perhatikan cara-cara pengukuran di bawah ini : ° Test Pengukuran Daihatsu Training Center .

apakah lebih besar atau lebih kecil dari 0. pilihlah sebagai berikut : 50 mm 3 mm Daihatsu Training Center .30 mm. dengan ketelitian 0. pilihlah sebagai berikut : 50 mm 2 mm 52.5 mm Contoh : • Bila hasil pengukuran Replacement rod Replacement washer • Bila hasil pengukuran Replacement rod Replacement washer : : : : : : 52.Alat-Alat Pengukuran 4-7 CYLINDER GAUGE ← Uraian Cylinder gauge adalah alat untuk mengukur diameter silinder.70 mm.01 mm ↑ Cara Pemilihan Replacement Rod dan Washer • • Ukur diameter silinder dengan vernier caliper Lihat angka dibelakang koma.

08 mm lebih besar dari 91 mm.08 mm (91. Karena itu diameter silinder adalah 91. Bila hasil pengukuran diameter adalah 91. gunakan replacement rod 90 mm dan replacement washer 1 mm 2. Set micrometer pada 91 mm (seperti hasil ukur di atas). berarti dia-meter silinder adalah 0.00 + 0. Bila hasil pembacaan adalah 0. dan pasangkan pada silinder gauge.08 mm) Daihatsu Training Center . Masukkan cylinder gauge pada posisi diagonal ke da-lam silinder.08 mm sebelum “0”.00 mm. gerakkan cylin-der gauge sampai diperoleh hasil pembacaan terkecil. dan dial gauge diset ke “0” 3. Pilihlah re-placement rod dan washer yang sesuai.4-8 Alat-Alat Pengukuran → Metoda Pengukuran 1. Ukur diameter silinder deng-an vernier caliper. masukkan replacement rod dan measuring point kedalam micrometer.

40 mm. Gerakkan caliper sampai mendapat angka terkecil. Tekan tombol caliper gauge dan masukkan lug pada diameter dalam benda yang akan diukur dan bebaskan tombol.102.051-0.229 mm). Tempatkan kaki-kaki caliper di-antara anvil dan spindle micro-meter. Ukurlah diameter dalam dengan vernier caliper. ↑ Metoda pengukuran 1. Plastigage mempunyai ukuran yang berbeda : warna hijau (0.152 mm) Daihatsu Training Center . Kemudian set dial gauge ke “0” 3.50 – 0.Alat-Alat Pengukuran 4-9 CALIPER GAUGE ← Uraian Caliper gauge adalah alat ukur yang menggunakan dial gauge. Ada 2 tipe caliper gauge yaitu inside caliper dan outside caliper Yang umum digunakan untuk mengukur komponen automotif adalah inside caliper gauge.08 mm. PLASTIGAGE ← Uraian Plastigage digunakan untuk mengukur celah oli dari poros engkol.50 mm 2.5 mm yaitu 8. Gerakkan caliper sampai didapat pembacaan terkecil. Jika pembacaan menunjukkan 0.076 mm). selanjutnya set micrometer ke angka yang mendekati hasil ukur dari vernier caliper dan kelipatan dari 0.08 mm). warna merah (0. warna biru (0. Katakanlah hasil-nya 8.0.42 mm (8.0250. berarti diameter dalam adalah 8.

Pasang bearing cap dan ken-cangkan mur– murnya sesuai moment spesifikasi.4-10 Alat-Alat Pengukuran ↑ Metoda Pengukuran 1. Bila lebar tidak merata. crank shaft pin dan bantalan 2. Ambil plastigage dari dalam am-plopnya sesuai lebar bantalan 3. Lepas bearing cap dan ukurlah lebar plastigage dengan meng-gunakan skala yang terdapat pada amplopnya. Jangan me-mutar crank shaft 5. Letakkan plastigage dari dalam pembungkus pada crank shaft pin seperti pada gambar 4. Bersihkan tangan. ukurlah pada tempat yang paling lebar Daihatsu Training Center .

Apabila tidak. Penggunaannya un-tuk mengukur tegangan DC dan AC. anda harus memastikan bahwa jarum penunjuk ada di bagian garis ujung sebelah kiri pada skala. Multi tester dibagi menjadi dua yaitu tipe digital dan tipe analog. tahanan. Petunjuk berikut ini adalah untuk tester model analog (tipe jarum) ↑ Metoda Pengukuran • Pemeriksaan dan Penyetelan Skala Nol Sebelum menggunakan multi tester. dan arus DC. putarkan pointer calibration screw dengan obeng sampai jarum penunjuk berada tepat pada ujung garis kiri. Daihatsu Training Center . dan AMPERE METER) ← Uraian Multi tester adalah alat pengetes kelistrikan.Alat-Alat Pengukuran 4-11 MULTI TESTER (VOLT. OHM.

Hubungkan test lead warna merah ke terminal positif dan test lead warna hitam ke terminal negatif tester. Contoh : Range selector dipilih pada 25 DCV.5 – 10 10 – 25 25 – 50 50 – 500 Kemudian hubungkan test lead warna merah dengan terminal positif dari sumber arus dan test lead warna hitam dengan terminal negatif dari sumber arus.4-12 Alat-Alat Pengukuran → Mengukur Tegangan DC Daerah pengukuran tegangan adalah 0 – 500 Volt. dengan kata lain multi tester dihubungkan pararel dengan rangkaian. Hubungkan test lead dan posisikan range selector pada salah satu daerah ACV dengan pilihan Range Selector 10 25 250 1000 Voltage yang dapat diukur (V) 0 – 10 10 – 25 25 – 250 250 – 1000 Daihatsu Training Center . ↓ Mengukur Tegangan AC Daerah pengukuran tegangan adalah 0 – 1000 Volt. Posisikan range selector pada salah satu daerah DCV dengan pilihan : Range Selector 2. jarum penunjuk akan terbaca 12 V.5 2.5 10 25 50 500 Voltage yang dapat diukur (V) 0 – 2.

sebab selector diset pada 250mA Daihatsu Training Center . Mengukur arus DC dari 0 – 250 mA Hubungkan test lead pada terminal tester dan setel selector ke 250mA DCA. Contoh : Nilai pengukuran adalah 30 mA. hubungkan test lead secara seri pada rangkaian.Alat-Alat Pengukuran 4-13 Hubungkan test lead secara pararel dengan rangkaian Contoh : Pembacaannya adalah 100 Volt AC. sebab range selectornya diset pada 250 ACV ° Mengukur Arus DC Daerah arus yang dapat diukur adalah 0 – 20 A 1.

Contoh : Nilai pengukuran adalah 1 A. dengan ujung test lead dihubungkan sampai jarum menunjukkan ang-ka “0” pada skala ohm. hubungkan test lead secara seri pada rangkaian. Kalibrasi Sebelum anda mengukur tahan-an. Kalibrasi ini diperlukan setiap kali anda merubah range Daihatsu Training Center . Mengukur arus DC dari 0 – 20 A Hubungkan test lead pada terminal tester dan setel selector ke DC A 20A. pertama anda harus memu-tar tombol kalibrasi ohm. sebab selector diset pada 20A ± Mengukur Tahanan 1.4-14 Alat-Alat Pengukuran 2.

Ada beberapa skala untuk mengukur tahanan. Pengukuran Setel selektor pada salah satu posisi ohm. dengan demikian 10 K berarti 10.Alat-Alat Pengukuran 4-15 2.000. Posisi “K” untuk 1. sebab range selector diset pada X10  Daihatsu Training Center .000 dan sebagainya Range X1 X10 X100 X1 K Tingkat tahanan yang dapat diukur () 0 – 1K 0 – 10 K 0 – 100 K 0–≡ Contoh : Nilai pengukuran adalah 90 .

Jika tidak ganti battery 2. set dengan memu-tar adjusting screw Keluarkan pick-up probe dari bagian belakang tachometer dan pasang pada connector Set batt/RPM selection switch pada posisi “Batt Chk” dan periksa apakah jarum berge-rak ke daerah OK .1 Baca hasil pengukuran Daihatsu Training Center . Pengecekan RPM • • • • • Set cycle selection knob ke 4 Set sensitivity pada auto Set Batt/RPM selection switch ke posisi “RPM” Hubungkan pick-up probe ke injector holder no. Persiapan • • • Pastikan jarum pada posisi “0” Jika tidak.4-16 Alat-Alat Pengukuran TACHOMETER MESIN DIESEL ← Uraian dan Cara Pemakaian Tachometer adalah alat untuk mengukur putaran mesin [RPM (Rotary Per Minute)] 1.

Niple selang vakum dan penyetel damper vakum 4. Rpm d. Pengecekan dwell angle dan Rpm 5. dwell angle. Kabel klip power battery 11. L/H lamp led indikator Lampu indikator putaran rendah (L) Lampu indikator putaran tinggi (H) 8. Volt 2. Saklar seleksi (test select) a. putaran mesin (rpm). sistem pengisian dan kevakuman dari intake manifold 1. Pick up klip distributor 13. Saklar seleksi jumlah silinder : 4 Cyl. Breaker point dan volt 7. Adaptor vakum intake manifold Daihatsu Training Center . tegangan battery. 8 Cyl 3.Alat-Alat Pengukuran 4-17 TUNE UP TESTER ← Uraian tune up tester adalah alat yang berfungsi untuk memeriksa breaker point. Kabel klip distributor 12. Meter indikator : Rpm. Dwell. 6 Cyl. Breaker point b. Vakum meter 9. Dwell c. Timing light 10. Pengecekan out put 6.

maka jarum akan bergerak dan baca angka yang tertera pada skala volt (6). d. maka jarum akan bergerak dan baca angka yang tertera pada skala dwell (6). Putar saklar (2) menurut jumlah silinder dari mesin. maka jarum pada posisi strip hijau (OK) di kiri. Tentukan pemakaian tester dengan memutar saklar (1) pada posisi breaker point. • • • Daihatsu Training Center . Pasangkan kabel (10) warna merah pada (+) battery dan warna hitam pada (-) battery atau massa body. b. e. c. Pengukuran breaker point dilakukan saat mesin mati tetapi kunci kontak pada posisi ON. e. maka jarum akan bergerak dan baca angka yang tertera pada skala rpm (6). c.Untuk rpm lebih tinggi dari 1600 rpm maka lampu H akan menya-la dan bacalah skala 0 – 8000 rpm. Pasangkan kabel (11) warna hijau pada terminal breaker point di distributor atau pada (-) ignition coil. Pasangkan kabel (11) warna hijau pada terminal breaker point di distributor atau pada (-) ignition coil. Hidupkan mesin dan panaskan sampai temperatur kerjanya. . Hidupkan mesin dan panaskan sampai temperatur kerjanya. Mengukur Dwell Angle a.Out put alternator = 13 – 15 volt. Pasangkan kabel (10) warna merah pada (+) battery dan warna hitam pada (-) battery atau massa body. . Putar saklar (2) menurut jumlah silinder dari mesin. Pasangkan kabel (11) warna hijau pada terminal breaker point di distributor atau pada (-) ignition coil. Sedangkan apabila point tidak baik. c. d. e. b. Mengukur rpm a. Hidupkan mesin dan panaskan sampai temperatur kerjanya. d.Untuk rpm rendah baca skala 0–1600 rpm dan lampu L menyala.4-18 Alat-Alat Pengukuran ↑ Cara Penggunaan • Mengukur Breaker Point a. Putar saklar (2) menurut jumlah silinder dari mesin. Tentukan pemakaian tester dengan memutar saklar (1) pada posisi rpm. Pasangkan kabel (10) warna merah pada (+) battery dan warna hitam pada (-) battery atau massa body. Mengukur Voltase Out put Alternator a. Tentukan pemakaian tester dengan memutar saklar (1) pada posisi volt. Apabila breaker point pada saat ini dalam keadaan tertutup dan hubungan point tersebut baik. c. .Jangan mempergunakan tune up tester untuk tegangan lebih dari 20 volt. maka jarum berada di luar daerah hijau. Pasangkan kabel (11) warna hijau pada terminal breaker point di distributor atau pada (-) ignition coil. e. f. Pasangkan kabel (10) warna merah pada (+) battery dan warna hitam pada (-) battery atau massa body. . b. Tentukan pemakaian tester dengan memutar saklar (1) pada posisi dwell. Putar saklar (2) menurut jumlah silinder dari mesin. b. d.

Alat-Alat Pengukuran 4-19 • Mengukur Waktu Pengapian a. b. Plate type 2. c. Pasangkan kabel (10) warna merah pada (+) battery dan warna hitam pada (-) battery atau massa body. agar mencapai kete-gangan tertentu Dan terdiri dari 2 tipe : 1. Putar saklar (2) menurut jumlah silinder dari mesin. d. Hidupkan mesin dan panaskan sampai temperatur kerjanya. e. Pasangkan kabel (11) warna hijau pada terminal breaker point di distributor atau pada (-) ignition coil. 1 dan saklar timing light (9) harus pada posisi ON dan arahkan pada puli mesin atau penun-juk saat pengapian KUNCI MOMENT (TORQUE WRENCH) ← Uraian 1 Kunci moment digunakan untuk mengukur gaya puntir pada baut dan mur. Pasangkan kabel (12) pada kabel busi no. Pre-set type 2 Daihatsu Training Center .

Putar skala utama (main scale / skala ratusan) dan skala sub (sub scale / skala puluhan) se-suai dengan momen yang dibutuhkan. seperti pada gambar → Cara Penggunaan Kunci momen Preset Type • • Lepaskan locker dengan arah berlawanan arah jarum jam. Contoh : Main scale : 300 kgf.cm Kemudian keraskan pengunci-nya (locker) dengan arah searah jarum jam.4-20 Alat-Alat Pengukuran ↑ Peringatan Penting • • Gunakan kunci moment pengerasan akhir hanya untuk Gunakan kunci moment yang mempunyai tingkat moment yang cukup (maximum torque) • Untuk mencegah agar kunci soc-ket tidak meleset.cm Sub scale : 60 kgf. Sub scale • • Daihatsu Training Center . Kunci momen siap digunakan.cm Momen 360 kgf. tahanlah de-ngan tangan kiri sambil menarik handle.

Pemasangan pada lubang injektor atau glow plug NOZZLE TESTER Nozzle tester digunakan untuk meme-riksa tekanan pembukaan injektor dan kondisi injektor (kebocoran setelah injeksi) Daihatsu Training Center .(t – 20) Dimana : S20 = berat jenis koreksi St = berat jenis terukur t = suhu saat pengukuran bila berat jenis kurang dari 1. sehingga rumus ini digunakan untuk menentukan hubungannya : S20 = St + 0.26 – 1.007.23.28. maka harus digunakan gauge dengan tekanan tinggi. Karena tekanan kompresi pada mesin diesel tinggi. Berat jenis juga dipengaruhi oleh suhu.Alat-Alat Pengukuran 4-21 HIDROMETER Hidrometer berfungsi untuk mengukur berat jenis elektrolit battery. Berat jenis battery penuh adalah 1. harus dilakukan pengisian battery COMPRESSION TESTER Compression tester digunakan untuk mengukur tekanan kompresi. Berat jenis elektrolit berubah menurut tingkat isi battery.

4-22 Alat-Alat Pengukuran RADIATOR DAN RADIATOR CAP TESTER Tester ini digunakan untuk memeriksa kondisi radiator (sistem pendinginan) dari kebocoran dan tutup radiator STATIC TIMING GAUGE Static timing gauge berfungsi untuk memeriksa timing injeksi pada pompa injeksi tipe distributor / VE (langkah plunger) VALVE SPRING TESTER Valve spring tester berfungsi untuk memeriksa tegangan pegas-pegas katup masuk dan katup buang VACUUM GAUGE (METYVAC) Vacuum gauge berfungsi untuk menghasilkan vakum untuk meme-riksa komponen yang berhubungan dengan vakum Daihatsu Training Center .

Alat-Alat Pengukuran 4-23 TYRE PRESSURE GAUGE Tyre pressure gauge berfungsi untuk mengukur tekanan angin ban TURNING RADIUS GAUGE Turning radius gauge berfungsi untuk mengukur sudut belok roda CAMBER CASTER GAUGE Camber caster gauge berfungsi untuk mengukur sudut camber. dan king pin inclination TOE GAUGE Toe gauge berfungsi untuk mengukur besarnya toe in dalam mm Daihatsu Training Center . caster.

4-24 Alat-Alat Pengukuran SIDE SLIP TESTER Side slip tester berfungsi untuk meng-ukur jumlah side slip (penyimpangan roda saat kendaraan berjalan) per meter. Suara buzzer atau lampu peringatan akan menyala bila side slip melebihi standar yang ditentukan SPEEDOMETER TESTER Speedometer tester berfungsi untuk memeriksa kesalahan speedo meter. Smoke tester ini menunjukkan tingkat pencemaran dalam % (persen) Daihatsu Training Center . apabila terjadi perbedaan yang besar antara speedo meter pada mobil dan pada alat maka speedo meter harus diganti POWER STEERING TESTER Power steering tester digunakan untuk Mengukur tekanan minyak power steering SMOKE (MULTIGAS) TESTER Smoke tester berfungsi untuk meng-ukur kandungan emisi (sulfur) dalam gas buang mesin diesel. Roda pengerak kendaraan digerakkan oleh rollerroller.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.