P. 1
PENGARUH BESAR MANUSIA TERHADAP EKOLOGI

PENGARUH BESAR MANUSIA TERHADAP EKOLOGI

|Views: 804|Likes:
1.1 Latar Belakang
Di era globalisasi sekarang ini dunia dihadapi berbagai masalah, manusia dianggap sebagai yang paling berpengaruh di bumi seharusnya dapat mengelola bumi yang semestinya. Tetapi yang terjadi justru kebalikan dari yang seharusnya. Perilaku-perilaku manusia yang negatif akan berdampak buruk bagi kelangsungan lingkungan, hewan, dan apapun yang ada di sana. Beberapa contoh tindakan yang negatif yang telah dilakukan oleh manusia antara lain, penbangan hutan yang dapat mengakibatkan populasi hewan menurun.
Meskipun begitu tidak semua manusia melakukan tindakan yang merugikan, salah satunya yaitu konservasi yang dilakukan oleh lembaga-lembaga tertentu atas pembiayaan pemerintah yang bekerja sama dengan ilmuan dan pemerhati lingkungan. Tentunya ini sangat berdampak baik bagi kelangsungan ekologi bumi dan makhluk hidup di dalamnya.

1.2 Rumusan masalah
1. Bagaimana pengaruh manusia terhadap ekologi hewan?
2. Apa saja pengaruh manusia terhadap ekologi hewan?
3. Seperti apakah penelitian ekologi hewan jangka panjang?

1.3 Tujuan
1. Menjelaskan tentang pengaruh manusia terhadap ekologi hewan
2. Manjelaskan tentang macam-macam hal negatif yang dilakukan manusia
3. Menjelaskan penelitian ekologi hewan jangka panjang yang disertai dengan contoh





BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Ekosistem Dan Pengaruhnya Terhadap Ekologi
Sebuah ekosistem adalah level paling kompleks dari sebuah organisasi alam. Ekosistem terbentuk dari sebuah komunitas dan lingkungan abiotiknya seperti iklim, tanah, air, udara, nutrien dan energi. Ahli ekologi sistem adalah mereka yang mencoba menghubungkan bersama beberapa perbedaan aktifitas fisika dan biologi di dalam suatu lingkungan. Penelitian mereka seringkali terfokus pada aliran energi dan perputaran material-material yang ada di dalam sebuah ekosistem. Mereka biasanya menggunakan komputer yang canggih untuk membantu memahami data-data yang dikumpulkan dari penelitian di lapangan dan untuk memprediksi perkembangan yang akan terjadi.
Para ahli ekologi mengkategorikan elemen-elemen yang membentuk atau yang memberi efek pada sebuah ekosistem menjadi 6 bagian utama berdasarkan para aliran energi dan nutrien yang mengalir pada sistem:
1. Matahari
2. Bahan-bahan anorganik
3. Produsen
4. Konsumen Pertama
5. Konsumen Kedua
6. Pengurai ( Anonymous, 2010)

Ekosistem sendiri adalah tempat atau lingkungan yang saling memberi atau menerima antara makhluk hidup dan lingkungannya. Yang mana ekosistem ini tersusun atas organisme hidup (biotic) dan organisme yang tak hidup ( abiotik). Ekosistem terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik terdiri dari tumbuhan dan hewan. Sedangkan komponen abiotik terdiri dari batu, tanah, air, sungai, dan lain-lain.Dalam suatu ekosistem harus ada keseimbangan antara produsen dan konsumen. Kehidupan dapat tetap berlangsung jika jumlah produsen lebih besar dari konsumen tingkat I. Konsumen tingkat I lebih banyak dari konsumen tingkat II dan seterusnya (Anonymous,2012).
Ekosistem selalu berinteraksi antara satu dengan yang lainnya. Hal ini tentu saja terjadi secara terus-menerus dan berkelanjutan. Mereka berubah sesuai dengan porsinya masing-masing di alam. Hal ini dapat dikatakan sebagai adaptasi. Tapi kehadiran manusia dapat mempengaruhi semuanya. Baik kecil ataupun besar. Manusia dianggap paling berpengaruh terhadap lingkungan dan ekosistemnya. Karena pengaruh tindakan manusia ini mempunyai pengaruh timbal balik yang pada umumnya bersifat dekstruktif (merusak) terhadap bumi. Yang sebenarnya manusia sendiri sangat tergantung di dalamnya. Pengaruh kuat manusia ini meliputi hal-hal dalam bidang pertanian, perikanan, agrikultur, pembukaan lahan, sampai pada konservasinya.
2.1.1 Pengaruh negatif
Perubahan yang terjadi di bumi ini, berasal dari beberapa faktor internal dan eksternal. perubahan yang berasal dari faktor internal terjadi secara alamiah di alam
1.1 Latar Belakang
Di era globalisasi sekarang ini dunia dihadapi berbagai masalah, manusia dianggap sebagai yang paling berpengaruh di bumi seharusnya dapat mengelola bumi yang semestinya. Tetapi yang terjadi justru kebalikan dari yang seharusnya. Perilaku-perilaku manusia yang negatif akan berdampak buruk bagi kelangsungan lingkungan, hewan, dan apapun yang ada di sana. Beberapa contoh tindakan yang negatif yang telah dilakukan oleh manusia antara lain, penbangan hutan yang dapat mengakibatkan populasi hewan menurun.
Meskipun begitu tidak semua manusia melakukan tindakan yang merugikan, salah satunya yaitu konservasi yang dilakukan oleh lembaga-lembaga tertentu atas pembiayaan pemerintah yang bekerja sama dengan ilmuan dan pemerhati lingkungan. Tentunya ini sangat berdampak baik bagi kelangsungan ekologi bumi dan makhluk hidup di dalamnya.

1.2 Rumusan masalah
1. Bagaimana pengaruh manusia terhadap ekologi hewan?
2. Apa saja pengaruh manusia terhadap ekologi hewan?
3. Seperti apakah penelitian ekologi hewan jangka panjang?

1.3 Tujuan
1. Menjelaskan tentang pengaruh manusia terhadap ekologi hewan
2. Manjelaskan tentang macam-macam hal negatif yang dilakukan manusia
3. Menjelaskan penelitian ekologi hewan jangka panjang yang disertai dengan contoh





BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Ekosistem Dan Pengaruhnya Terhadap Ekologi
Sebuah ekosistem adalah level paling kompleks dari sebuah organisasi alam. Ekosistem terbentuk dari sebuah komunitas dan lingkungan abiotiknya seperti iklim, tanah, air, udara, nutrien dan energi. Ahli ekologi sistem adalah mereka yang mencoba menghubungkan bersama beberapa perbedaan aktifitas fisika dan biologi di dalam suatu lingkungan. Penelitian mereka seringkali terfokus pada aliran energi dan perputaran material-material yang ada di dalam sebuah ekosistem. Mereka biasanya menggunakan komputer yang canggih untuk membantu memahami data-data yang dikumpulkan dari penelitian di lapangan dan untuk memprediksi perkembangan yang akan terjadi.
Para ahli ekologi mengkategorikan elemen-elemen yang membentuk atau yang memberi efek pada sebuah ekosistem menjadi 6 bagian utama berdasarkan para aliran energi dan nutrien yang mengalir pada sistem:
1. Matahari
2. Bahan-bahan anorganik
3. Produsen
4. Konsumen Pertama
5. Konsumen Kedua
6. Pengurai ( Anonymous, 2010)

Ekosistem sendiri adalah tempat atau lingkungan yang saling memberi atau menerima antara makhluk hidup dan lingkungannya. Yang mana ekosistem ini tersusun atas organisme hidup (biotic) dan organisme yang tak hidup ( abiotik). Ekosistem terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik terdiri dari tumbuhan dan hewan. Sedangkan komponen abiotik terdiri dari batu, tanah, air, sungai, dan lain-lain.Dalam suatu ekosistem harus ada keseimbangan antara produsen dan konsumen. Kehidupan dapat tetap berlangsung jika jumlah produsen lebih besar dari konsumen tingkat I. Konsumen tingkat I lebih banyak dari konsumen tingkat II dan seterusnya (Anonymous,2012).
Ekosistem selalu berinteraksi antara satu dengan yang lainnya. Hal ini tentu saja terjadi secara terus-menerus dan berkelanjutan. Mereka berubah sesuai dengan porsinya masing-masing di alam. Hal ini dapat dikatakan sebagai adaptasi. Tapi kehadiran manusia dapat mempengaruhi semuanya. Baik kecil ataupun besar. Manusia dianggap paling berpengaruh terhadap lingkungan dan ekosistemnya. Karena pengaruh tindakan manusia ini mempunyai pengaruh timbal balik yang pada umumnya bersifat dekstruktif (merusak) terhadap bumi. Yang sebenarnya manusia sendiri sangat tergantung di dalamnya. Pengaruh kuat manusia ini meliputi hal-hal dalam bidang pertanian, perikanan, agrikultur, pembukaan lahan, sampai pada konservasinya.
2.1.1 Pengaruh negatif
Perubahan yang terjadi di bumi ini, berasal dari beberapa faktor internal dan eksternal. perubahan yang berasal dari faktor internal terjadi secara alamiah di alam

More info:

Published by: Ariyanti Tety Cass Xiahtichwaighting on Jun 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/26/2014

pdf

text

original

MAKALAH EKOLOGI HEWAN PENGARUH BESAR MANUSIA TERHADAP EKOLOGI, TERUTAMA PADA HEWAN

Disusun oleh: Risa Lilis Karnia Tetty ariyanti Hattahin Reza Syaifullah 201010070311055 201010070311070 201010070311081 201010070311080

JURUSAN F.MIPA BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2012

1

Meskipun begitu tidak semua manusia melakukan tindakan yang merugikan. Menjelaskan penelitian ekologi hewan jangka panjang yang disertai dengan contoh 2 . dan apapun yang ada di sana.1 Latar Belakang Di era globalisasi sekarang ini dunia dihadapi berbagai masalah. Perilaku-perilaku manusia yang negatif akan berdampak buruk bagi kelangsungan lingkungan. manusia dianggap sebagai yang paling berpengaruh di bumi seharusnya dapat mengelola bumi yang semestinya. Tetapi yang terjadi justru kebalikan dari yang seharusnya. Seperti apakah penelitian ekologi hewan jangka panjang? 1. penbangan hutan yang dapat mengakibatkan populasi hewan menurun.3 Tujuan 1. Manjelaskan tentang macam-macam hal negatif yang dilakukan manusia 3. salah satunya yaitu konservasi yang dilakukan oleh lembaga-lembaga tertentu atas pembiayaan pemerintah yang bekerja sama dengan ilmuan dan pemerhati lingkungan. Menjelaskan tentang pengaruh manusia terhadap ekologi hewan 2. 1. Bagaimana pengaruh manusia terhadap ekologi hewan? 2. Beberapa contoh tindakan yang negatif yang telah dilakukan oleh manusia antara lain.BAB I PENDAHULUAN 1. Apa saja pengaruh manusia terhadap ekologi hewan? 3.2 Rumusan masalah 1. Tentunya ini sangat berdampak baik bagi kelangsungan ekologi bumi dan makhluk hidup di dalamnya. hewan.

Sedangkan komponen abiotik terdiri dari batu. 2010) Ekosistem sendiri adalah tempat atau lingkungan yang saling memberi atau menerima antara makhluk hidup dan lingkungannya. Pengurai ( Anonymous. Para ahli ekologi mengkategorikan elemen-elemen yang membentuk atau yang memberi efek pada sebuah ekosistem menjadi 6 bagian utama berdasarkan para aliran energi dan nutrien yang mengalir pada sistem: 1. Konsumen Pertama 5. udara. dan lain-lain. Matahari 2. Ahli ekologi sistem adalah mereka yang mencoba menghubungkan bersama beberapa perbedaan aktifitas fisika dan biologi di dalam suatu lingkungan.BAB II PEMBAHASAN 2. Konsumen Kedua 6. tanah. sungai. tanah. Bahan-bahan anorganik 3. air. air. nutrien dan energi.1 Ekosistem Dan Pengaruhnya Terhadap Ekologi Sebuah ekosistem adalah level paling kompleks dari sebuah organisasi alam. Penelitian mereka seringkali terfokus pada aliran energi dan perputaran material-material yang ada di dalam sebuah ekosistem. Mereka biasanya menggunakan komputer yang canggih untuk membantu memahami data-data yang dikumpulkan dari penelitian di lapangan dan untuk memprediksi perkembangan yang akan terjadi. Komponen biotik terdiri dari tumbuhan dan hewan. Ekosistem terdiri dari komponen biotik dan abiotik.Dalam 3 . Produsen 4. Ekosistem terbentuk dari sebuah komunitas dan lingkungan abiotiknya seperti iklim. Yang mana ekosistem ini tersusun atas organisme hidup (biotic) dan organisme yang tak hidup ( abiotik).

Manusia sering tidak memikirkan dampak terhadap keseimbangan lingkungan dan apa yang terjadi di masa depan. Manusia dengan ilmu yang dimilikinya. Tapi kehadiran manusia dapat mempengaruhi semuanya. Pengaruh kuat manusia ini meliputi hal-hal dalam bidang pertanian. Hal ini dapat dikatakan sebagai adaptasi. banyak manusia yang mengolah alam dengan teknologi yang dibuatnya. perikanan. Hal ini tentu saja terjadi secara terus-menerus dan berkelanjutan.1 Pengaruh negatif Perubahan yang terjadi di bumi ini. manusia membutuhkan tiga hal pokok. Semua kebutuhan manusia tersebut tersedia di alam ini. Tuhan memperbolehkan kamu untuk mengolah alam ini dengan sebaik-baiknya.2012). secara tidak terkendali. Kehidupan dapat tetap berlangsung jika jumlah produsen lebih besar dari konsumen tingkat I. Mereka berubah sesuai dengan porsinya masing-masing di alam. pembukaan lahan. Berikut ini adalah beberapa aktivitas manusia yang dapat mengubah keseimbangan lingkungan:  Penebangan hutan dan perburuan liar 4 . Baik kecil ataupun besar. agrikultur.1. Ekosistem selalu berinteraksi antara satu dengan yang lainnya. 2. Manusia dianggap paling berpengaruh terhadap lingkungan dan ekosistemnya. dan papan. karena sifat dasar manusia yang tidak pernah puas. perubahan yang berasal dari faktor internal terjadi secara alamiah di alam secara berangsur-angsur dan memerlukan waktu yang lama. pangan.suatu ekosistem harus ada keseimbangan antara produsen dan konsumen. berasal dari beberapa faktor internal dan eksternal. Yang sebenarnya manusia sendiri sangat tergantung di dalamnya. mengembangkan berbagai teknologi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Akan tetapi. sampai pada konservasinya. Kebutuhan pokok tersebut ialah sandang. Selain itu dalam menjalankan kehidupannya. Karena pengaruh tindakan manusia ini mempunyai pengaruh timbal balik yang pada umumnya bersifat dekstruktif (merusak) terhadap bumi. Konsumen tingkat I lebih banyak dari konsumen tingkat II dan seterusnya (Anonymous.

Pengeboran minyak dan penambangan mineral secara terbuka pun akan menimbulkan kerusakan lingkungan. hutan merupakan tempat tinggal dan tempat berlindung sebagian besar makhluk hidup. Apalagi dengan perburuan liar terhadap hewan hewan.  Kegiatan Pembangunan Pembangunan jalan yang melewati hutan dapat merusak lingkungan. seperti banjir dan tanah longsor. akan semakin merusak lingkungan. hewan yang ada di dalam hutan akan kehilangan tempat tinggal dan sumber makanan.Hutan merupakan paru-paru. Daerah-daerah di sekitar perbukitan dapat terkena bencana.  Pembuangan Limbah dan Sampah 5 . Akibat kegiatan tersebut cukup sulit untuk ditanggulangi dan menyebabkan suatu daerah menjadi tidak produktif. Selain itu. Selain itu. Daerah resapan air berkurang. Jika pohon-pohon di hutan ditebang untuk industri dan pembukaan lahan pertanian secara liar dan berlebihan. Pembangunan pabrik atau industri juga sangat mempengaruhi lingkungan karena limbah pabrik dapat mencemari air dan tanah di sekitar pabrik. akan berpengaruh terhadap kehidupan yang ada sebelumnya. Hutan merupakan tempat resapan serta cadangan air tanah bagikehidupan makhluk hidup di bumi. Aktivitas ini sangat mengganggu keseimbangan lingkungan. dan suplai oksigen berkurang merupakan akibat penebangan pohon. Pohon-pohon yang menjadi tempat tinggal dan sumber makanan hewan ditebang sehingga hewan tersebut terancam keberadaannya.

Asap kendaraan merupakan limbah transportasi.Plastik pembungkus merupakan contoh limbah rumah tangga.2011). Akibatnya adalah kerusakan lingkungan sungai dan akan membunuh makhluk hidup yang ada di sungai.Sebagian besar aktivitas yang dilakukan manusia pasti menghasilkan sampah atau limbah. terdapat juga dampak positif dari interaksi manusia terhadap lingkungan dan beberapa makhluk hidup yang ada di sana.  Penggunaan pupuk dan pestisida secara belebihan Pupuk buatan dan pestisida mengandung zat-zat kimia yang berbahaya. Pestisida digunakan untuk memberantas hama dan penyakit yang menyerang tanaman. Bahkan penggunaan insektisida yang berlebihan juga membuat serangga kebal terhadap isektisida tersebut sehinnga serangga makin sulit untuk dibasmi (Anynomous.2 Pengaruh positif Selain terdapat dampak negatif.Sampah dan limbah tersebut ada yang mudah diuraikan dan ada pula yang sulit diuraikan. Penggunaan pestisida dan pupuk buatan yang berlebihan menyebabkan pencemaran tanah dan air. Pestisida jika digunakan berlebihan dapat menjadi limbah pertanian. memelihara lingkungan demi kelangsungan kehidupan di bumi. yang sampai digunakan limbah sebagai industri. Beberapa contoh kegiatan yang telah dilakukan antara lain:  Suaka margasatwa 6 . yang terjadi adalah kerusakan lingkungan. Pupuk ditambahkan pada tanaman untuk menyediakan mineral-mineral yang diperlukan tanaman. transportasi. dan beberapa ilmuan saling bekerja sama untuk terus menjaga. Jika pengolahan sampah tidak dilakukan dengan benar. mengolah. pertanian. pemerhati lingkungan. Apakah kamu pernah melihat sungai yang kotor dan bau? Hal itu merupakan hasil pembuangan sampah dan limbah ke sungai. Adapun contoh limbah industri berupa limbah cair dan asap. akibatnya beberapa makhluk hidup yang hidup di tanah dan di air akan terbunuh. 2. Pemerintah.1. Mulai dari limbah rumah tangga.

cagar alam dapat dimanfaatkan untuk.  Cagar alam 7 . teknis. penelitian dan pengembangan yang menunjang pengawetan. Suatu kawasan suaka margasatwa dikelola berdasarkan satu rencana pengelolaan yang disusun berdasarkan kajian aspekaspek ekologi. perlindungan dan pengamanan kawasan. dan garis besar kegiatan yang menunjang upaya perlindungan. Dan sesuai dengan fungsinya. penelitian dan pengembangan.Suaka Margasatwa adalah Hutan Suaka Alam yang ditetapkan sebagai suatu tempat hidup margasatwa yang mempunyai nilai khas bagi ilmu pengetahuan dan kebudayaan serta merupakan kekayaan dan kebanggaan nasional. Upaya pengawetan kawasan suaka margasatwa dilaksanakan dalam bentuk kegiatan yang dilakukan antara lain. pengawetan dan pemanfaatan kawasan. Rencana pengelolaan suaka margasatwa sekurang-kurangnya memuat tujuan pengelolaan. wisata alam terbatas. ekonomis dan sosial budaya. inventarisasi potensi kawasan. pendidikan. ilmu pengetahuan. kegiatan penunjang budidaya. pembinaan habitat dan populasi satwa. Pemerintah bertugas mengelola kawasan suaka margasatwa. dll.

Mamalia (babirusa. 2011). Berbagai flora yang terdapat di cagaralam Morowali. Salah satu cagar alam yang ada di Indonesia adalah Cagar alam yang berada di Morowali. Sedangkan untuk berbagai jenis fauna. ular rumput). Hutan Lumut. Rencana pengelolaan sekurang-kurangnya memuat tujuan pengelolaan. Upaya pengawetan kawasan cagar alam dilaksanakan dalam bentuk kegiatan seperti perlindungan dan pengamanan kawasan. Sulawesi Tengah. terutama pada tanah 8 . diantaranya. inventarisasi potensi kawasan. diantaranya Hutan Mangrove. ular hijau.Kawasan cagar alam adalah kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan. belibis). biawak dan kura-kura juga ada dalam kawasan ini (fidelia. pengawetan dan pemanfaatan kawasan. Burung (maleo. kus-kus).  Penghijauan Penghijauan merupakan kegiatan penanaman pada lahan kosong di luar kawasan hutan. kera. Cagar Alam Morowali kaya dengan berbagai macam jenis flora dan fauna. dan garis besar kegiatan yang menunjang upaya perlindungan. dan Hutan Pegunungan. satwa dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan cagar perkembangannya alam berlangsung secara alami. Reptile (ular sanca. penelitian dan pengembangan yang menunjang pengawetan. elang putih. Hutan Aluvial.

lebih saat juga upaya buruk sekarang. pohon buah. misalnya jenis-jenis pohon hutan. sedangkan dari segi ekologi. dipertahankan.  Konservasi konservasi merupakan suatu bentuk evolusi kultural dimana pada daripada Konservasi saat dulu. Tujuan penanaman agar lahan tersebut dapat dipulihkan. tanaman pupuk hijau. konservasi merupakan alokasi sumberdaya alam untuk sekarang dan masa yang akan datang. tanaman perkebunan.milik rakyat dengan tanaman keras. dapat konservasi dipandang dari segi ekonomi dan ekologi dimana konservasi dari segi ekonomi berarti mencoba mengalokasikan sumberdaya alam untuk sekarang. tanaman penguat teras. dan rumput pekan ternak. dan ditingkatkan kembali kesuburannya.  Taman wisata alam 9 .

2009).Kawasan taman wisata alam adalah kawasan pelestarian alam dengan tujuan utama untuk dimanfaatkan bagi kepentingan pariwisata dan rekreasi alam. (Anonymous. Hal ini disebabkan oleh sifat hewan yang senantiasa bergerak dan berpindahpindah baik secara liar maupun jinak. metode dan teknik pengamatan. Gambar diatas menunjukkan tempat Pusat Latihan Gajah Seblat di Kabupaten Bengkulu Utara. karena tergabung dalam proyek. lingkungan yang 10 . Walau dalam penelitian ekologi terdapat masalah-masalah proses ekologis penting yang terjadi dalam kurun waktu yangcukup panjang dan tidak dapat ditemukan dengan menggunakan penelitian jangka pendek (Sukarsono. pendidikan 4. habitat gajah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai lokasi ekoturisme andalan di Provinsi Bengkulu. Tujuan dari penelitian ekologi ini sendiri membantu kita untuk menjaga dan mengatur sumber-sumber alam dan melindungi lingkungan. Dalam ekologi hewan salah satu kendala yang sulit adalah pengukuran. atau memang sengaja dilakukan oleh lembagalembaga tertentu dengan adanya bantuan pendanaan dari lembaga-lembaga tertentu pula. widya wisata. pariwisata alam dan rekreasi 2.2 Penelitian Ekologi jangka panjang Penelitian ekologi jangka panjang ini membutuhkan waktu yang lama. penelitian dan pengembangan (kegiatan pendidikan dapat berupa karya wisata. dan pemanfaatan hasil-hasil penelitian serta peragaan dokumentasi tentang potensi kawasan wisata alam tersebut). Dan sesuai dengan fungsinya. Bengkulu. kegiatan penunjang budaya 5. stadia perkembangan. yang kini berubah menjadi Taman Wisata Alam. Biasa dilakukan oleh para mahasiswi yang sedang melakukan penelitian sebagai bagian dari tugas kelulusan. 2012) 2. ukuran tubuh mulai dari milimikron sampai yang besar dan tinggi. taman wisata alam dapat dimanfaatkan untuk: 1. lapangan dan matematik. Pendekatannya dapat dilakukan secara laboratories. 3. kecepatan dan daya gerak yang berbeda-beda. Misalnya menyangkut penentuan kelimpahan dan perilaku hewan yang diteliti. Dengan harapan.

gas. Claudio Ciofi. dan minyak.. M Jeri Imansyah. Indonesia pada tahun 2002-2006 yang dilakukan oleh Tim S Jessop. Jika jumlah penduduk terus bertambah maka masalah-masalah kekurangan minyak. Andy Phillips yang 11 . Kondisi lingkungan dalam suatu penelitian laboratorium merupakan kondisi yang dapat dikendalikan oleh peneliti. kemiskinan dan gangguan cuaca juga akan semakin memburuk. sasaran dan manfaat dari penelitian itu. pada dasarnya melibatkan 2 komponen atau perangkat obyek yang diteliti. tetapi hal lain yang sangat penting adalah tujuan. polusi. Perangkat control merupakan suatu perangkat obyek yang diamati dan kondisinya serupa benar dengan perangkat eksperimen.2012) Dalam studi kasus yang ada. Ibrahim. pembukaan hutan. batubara. 2. misalnya dibuat sangat berbeda dalam satu atau lebih faktor lingkungan dibandingkan dengan kondisi lingkungan alami atau dibuat sedemikian rupa yang sangat mirip dengan kondisi lingkungan alami.1 Berikut merupakan contoh penelitian ekologi yang berkelanjutan dan waktu yang lama: Contoh dari penelitian ekologi lanjut salah satunya yaitu penelitian ekologi biawak komodo di Balai Taman Nasional Komodo. Deni Purwandana.ditempati juga berbeda-beda seperti. prosedur kerja serta pengolahan data secara statistic. kemacetan. Penelitian ekologi hewan yang bersifat deskriptif ataupun eksperimental dengan data kuantitatif memerlukan desain (rancangan). perairan tawar ataupun laut serta keunikan dan kespecifikan perilaku hidupnya termasuk aktivitasnya dalam sehari. perangkat eksperimen (perlakuan) dan control. para ahli ekologi mengkhawatirkan yangmenghabiskan tentang jumlah manusia sumber-sumber yang tidak dapat diperbaharui seperti . Heru Rudiharto. Penelitian eksperimen. kecuali ada hal-hal tertentu merupakan faktor atau proses yang diteliti atau yang diberikan sebagai perlakuan. Pada umumnya penelitian eksperimen dilakukan di dalam laboratorium yang kondisinya sangat berbeda dengan kondisi di lingkungan alami atau kondisi habitat alami yang ditempati hewan yang diteliti. yakni. Metode dan teknik penelitian bukan saja ditentukan oleh hal-hal tersebut di atas. Aganto Seno. Achmad Ariefiandi. (Stiawan. habitat daratan.2. juga polusi yang ditimbulkannya karena pemakaian yang terus menerus.

berjudul Ringkasan Penelitian Ekologi Biawak Komodo Di Balai Taman Nasional Komodo. antara 12 -36 tetasan akan keluar dari sarang sekitar bulan February atau Maret (rata-rata 19. 2004.Pada tahun 2002 sebuah proyek penelitian selama 5 tahun diinisiasi di Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) untuk membangun dasar-dasar pemantauan dan identifikasi kecenderungan ekologis pada populasi biawak Komodo dan spesies mangsa utamanya. 10 lokasi studi dipilih mencakup seluruh kawasan BTNK untuk menyediakan sebuah dasar yang dapat secara nyata mengembangkan manajemen hidupan liar dan konservasi spesies terrestrial kunci. panjang tubuh total 42. betina biawak Komodo akan menjaga sarang selama sekitar tiga bulan. Indonesia. ringkasan beberapa kunci temuan dari penelitian yang dilaksanakan antara tahun 2002-2006 salah satunya yaitu kebiasaan komodo dalam bersarang. 17. Dimana hanya satu betina yang tercatat bersarang selama empat tahun berturut-turut. namun pada tahun-tahun berikutnya terjadi penurunan jumlah sarang aktif menjadi 22. Penjagaan sarang ini nampaknya berkaitan dengan masa berkurangnya aktivitas mencari makan pada betina sebagaimana teramati terjadinya pengurangan berat badan (rata-rata 3. 2005. yaitu sarang lubang tanah dan sarang bukit. Setelah melatakkan telurnya. Interval aktivitas bersarang pada betina menujukkan bervariasi. dan 2006. Kecenderungan aktivitas bersarang oleh Biawak Komodo 12 . Kegiatan besarang oleh betina biawak Komodo menunjukkan kencenderungan penurunan dalam lima tahun terakhir.42 kg). Dalam pelaksanaan penelitian tersebut .48 cm. Hal ini menunjukkan bahwa kebanyakan betina berbiak tidak selalu setiap tahun.56 tetasan per sarang per tahun). 17. Kelimpahan sarang pada biawak Komodo secara positif berkorelasi dengan luas lembah (dalam hal ini semakin besar lembah. dan berat 91. Pada tahun 2002. Kebanyakan betina yang bersarang lebih memilih untuk menggunakan sarang gundukan (sarang gundukan ex burung Gosong Megapodius reindwardt) dari pada tipe lain. dan 7 pada 2003. dua betina aktif selama dua tahun berturut-turut.43 grams. sebanyak dua puluh tujuh (27) sarang tercatat aktif. semakin banyak pula sarang yang ditemukan). Grafik 1. Tetasan-tetasan tersebut memiliki ratarata ukuran SVL 18.20 cm. secara berturut-turut. Setiap tahun. dan kebanyakan betina tercatat hanya aktif sekali.

terdapat kesamaan penggunaan habitat pada kedua kelas biawak Komodo yang belum dewasa ini dalam menggunakan hutan musim keraing dari pada tipe habita lainnya. a. Jarak pergerakan harian dan ukuran wilayah aktivitas pada tetasan secara signifikan lebih kecil dibandingkan dengan anakan. aktivitas baik betina maupun jantan menunjukkan variasi bulanan untuk jarak pergerakan harian dan ukuran wilayah aktivitas. jarak pergerakan dan 13 . Berat badan betina selama masa bersarang (SR) dan non bersarang (NSR). dan terendah pad abulan September. dan tingkat arboreal mereka sangatlah kuat berkorelasi dengan ukuran tubuh individual. Pada Komodo dewasa. ketika musim kawin dimulai. Selama masa awal hidup mereka. Secara umum. Namun. ketika musim kawin berakhir dan betina mulai bersarang. jarak pergerakan harian dan ukuran wilayah aktivitas pada biawak Komodo berukuran lebih besar memiliki jarak dan ukuran yang secara signifikan lebih besar dari pada Komodo berukuran lebih kecil. tetasan sangat arboreal dibandingkan anakan. Betina yang bersarang menunjukkan aktivitas yang selalu berpusat di sarang yang mereka jaga selama masa bersarang (Agustus hingga Desember). wilayah inti mereka tidak menunjukkan perbedaan bulanan yang signifikan. Pergerakan tertinggi pada jantan dewasa tercatat pada bulan Juni. Pergerakan Spatial dan Wilayah Aktivitas Pergerakan pada tetasan dari sarang mereka menunjukkan pola yang secara adalah linear (lurus) dan konsisten dengan natal dispersal. Jarak pergerakan harian pada Komodo dewasa jantan bervariasi stiap bulannya. Namun.Grafik 2. Betina bersaran mengalami peningkatan jarak pergerakan harian setelah bulan ketiga.

Rusa Timor (Cervus timorensis) dan Kerbau air (Bubalus bubalis) dinilai setiap tahunnya dari 2003-2006.82 573. secara signifikan lebih tinggi dari pada kepadatan di pulau kecil.00 b.00 Home range 3. Komodo dan Rinca. di mana pulau besar.61 129.31 75. Kepadatan tertinggi tercatat di pulau Komodo. Kepadatan mangsa diketahui berkaitan secara positif dengan luasan pulau. Indeks tahuna kepadatan rusa mengindikasikan kecenderungan penurunan dalam empat tahun terakhir.02 24. Grafik 3.ukuran luas wilayah aktivitas secara signifikan dan positif berkorelasi dengan ukuran tubuh individu. sedangkan terendah di Gili Motang.17 705. Indeks kepadatan kerbau di pulau Rinca menunjukkan kecenderungan berfluktuasi selama empat tahun terakhir ini. sedangkan di pulau Komodo cenderung stabil. Perbedaan dalam ekologi spasial ini menunjukkan terdapatnya perubahan penting dalam tekanan seleksi yang berlaku pada setiap kelas ukuran yang berbeda pada biawak Komodo. Dugaan Kepadatan Mangsa Indeks tahunan kepadatan spesies mangsa besar untuk biawak Komodo. Nusa Kode dan Gili Motang. Table 1. Average of rates of movement (m) and size of home ranges (ha) for each size class. 14 .14 285. Indeks kepadatan tiap pulau untuk Rusa Timor (a) dan Kerbau Air (b). Daily movement Hatchling Juvenile Nesting Female Adult Male 32.

Kepadatan biawak Komodo secara signifkan berkorelasi positif kuat dengan indeks kepadatan 15 . Nusa Kode dan Gili Motang. Komodo dan Rinca.8 individu. Kepadatan biawak Komodo secara signifikan berbeda antara tiap pulau.58 individu / km2) dari pada populasi di tiga pulau lainnya.5 individu. Namun ekstrapolasi dapat dilakukan untuk pulau kecil. Dugaan Populasi dan Kepadatan Ekstrapolasi untuk melakukan pendugaan kelimpahan populasi di pulau besar. Kelimpahan populasi di pulau Nusa Kode diduga terdapat 86. yang memiliki tipe habitat lebih seragam. sedangkan di Gili Motang diduga berada pada tingkat 126.c. tidak memungkinkan dilakukan karena perbedaan mencolok tipe habitat di kedua pulau tersebut. Populasi di pulau Rinca secara signifkan lebih padat (30.

Stokastisiti (faktor-faktor tidak terduga yang bersifak buruk) demografik seringkali merupakan komponen utama ancaman terhadap viabilitas ukuran populasi pada tingkatan populasi yang berjumlah 100 individu atau kurang.rusa pada masing-masing pulau. BAB III PENUTUP 16 . Hasil dugaan kelimpahan populasi di pulau Nusa Kode dan Gili Motang saat ini berada pada tingkat sekitar atau bahkan dibawah beberapa batas teoritis yang digunakan untuk menandai terjadinya gejala kepunahan.

Penelitian ekologi hewan jangka panjang tidak dilakukan oleh sembarang pihak.1 Kesimpulan 1. Manusia tentunya berpengaruh besar terhadap ekosistem dan ekologi yang ada di Bumi. Pengaruh yang di bawa dapat berupa dampak positif dan negatif 3.3. 4. 2. Penelitian lanjut yang sudah dilakukan dapat menjadi acuan dalam melakukan pembangunan lanjut di bidang ekologi 17 .

Pengaruh Kegiatan Manusia Terhadap Keseimbangan Ekosistem.KeindahanCagarAlam.id/6923/ Anonymous.com/tag/ekologi-spasial/ Mia.php/pub/detail/beberapa-aspekbiologi-dan-ekologi-colobocentrotus-atratus-di-pantai-pasir-panjang-cagar-alam-pulausempu-kabupaten-malang-magdalena-putri-nugrahani-38375.wordpress.com/Konservasi.com/artikel/ekologi.http://staff. Umm press.DAFTAR PUSTAKA Sukarsono.com/social-sciences/education/2273581-macam-tujuanpenelitian/ Fidelia.KomplekpenelitianEkologi. 2010.com/keindahan-cagar-alammorowali Anoymous.http://komododragon. 2009.http://www.org/mw/diakses 22maret 2012 Anonymous. 2010.http://library.Suakamargasatwahttp://www. 2010. 2010.id/sites/default/files/metode %20penelitian%20biologi-pertama.ac.pdf Tugino.shvoong.http://andre4088. Malang.Keseimbanganekosistem. 2009. 2010.uny. 2012. Mulyana.um.ac. 2002.ac.RingkasanpenelitianBiawak Komodo.html Anonymous. 2010.Pendekatanekologidalamhewan.htm#konservasi Ibayati.Penelitiandalambiologi.pendakierror.com/2011/05/01/keseimbangan -ekosistem/#more-4043diakses 22 maret 2012 Andre.wordpress. http://travel.crayonpedia.http://eprints.com/2012/03/pendekatandalam-ekologi-hewan.blogspot.ghiboo.http://id.EkologiHewan.html 18 . 2004. 2011.http://id.html Anonymous.undip.id/free-contents/index.http://tugino230171.merbabu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->