P. 1
Estetika Sufi Dalam Sastra Melayu Dan Jejaknya

Estetika Sufi Dalam Sastra Melayu Dan Jejaknya

|Views: 178|Likes:
Published by Muhammad Aswar

More info:

Published by: Muhammad Aswar on Jun 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/28/2015

pdf

text

original

Estetika Sufi dalam Sastra Melayu dan Jejaknya dalam Sastra Modern Oleh: Abdul Hadi W. M.

Babakan penting sejarah sastra Melayu Nusantara mengambil waktu pada peralihan abad ke-16 – 17 M bersamaan dengan derasnya proses pengislaman penduduk Nusantara dan munculnya kerajaankerajaan Islam di pesisir Sumatra, Semenanjung Malaya, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Nusatenggara. Penerimaan Islam secara luas itu tidak semata-mata disebabkan oleh faktor politik dan perdagangan, tetapi terutama karena Islam yang didakwahkan kepada penduduk kepulauan Nusantara adalah ajaran al-Qur’an dan Sunnah yang ditafsirkan oleh para ahli tasawuf ke dalam berbagai bidang kehidupan dan ilmu seperti etika, hukum, metafisika, estetika, konsep pemerintahan, ekonomi, politik, seni, sastra, adat istiadat, dan sudah barang tentu dalam berbagai bidang ilmu keagamaan seperti syariah, fiqih, kalam, dan ilmu suluk atau tariqat. Ajaran Islam bercorak sufistik yang merupakan hasil penafsiran mendalam ahli-ahli tasawuf itu terutama ditulis dalam bahasa Melayu, menggunakan ungkapan-ungkapan sastra dan tidak jarang menggunakan sarana sastra seperti hikayat dan syair, dan diajarkan di lembaga-lembaga pendidikan Islam, yang selain menggunakan bahasa Arab juga menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar. Sebagai bahasa Nusantara pertama yang mengalami proses islamisasi, bahasa Melayu telah siap menjadi bahasa ilmu pengetahuan, keagamaan, dan sastra, karena perbendaraan katanya telah diperkaya dengan kata-kata dan istilah-istilah konseptual Islam terutama dari bahasa Arab. Terintegrasinya bahasa Melayu ke dalam peradaban Islam itu memungkin ia menjelma sebagai bahasa pergaulan utama antar etnik di Nusantara baik di bidang perdagangan maupun di bidang intelektual-keagamaan dan kebudayaan. Mantapnya kedudukan tersebut diperoleh karena penyebaran agama Islam yang telah marak sejak abad ke-13 M. Orang-orang Islam yang berpengaruh di bidang perdagangan, politik dan kegiatan intelektual menggunakan bahasa Melayu sebagai media utama bagi penyampaian ajaran agama, ilmu-ilmu keagamaan dan falsafah (al-Attas 1970; Braginsky 1992; Abdul Hadi W. M. 2001). Cepatnya perkembangan bahasa Melayu itu bisa terjadi karena pusat-pusat utama penyebaran agama Islam seperti Samudra Pasai (1272-1450), Malaka (1400-1511) dan Aceh Darussalam (1516-1700) merupakan kota-kota dagang dan pelabuhan utama di Selat Malaka. Di kota-kota inilah kapal-kapal asing singgah untuk mengambil barang dagangan, sehingga dengan cepatnya pula kota-kota ini maju dan makmur, yang dengan demikian mudah pula berkembang menjadi pusat kegiatan intelektual dan kebudayaan. Ketiga kerajaan ini pula sejak lama penduduknya menggunakan bahasa Melayu yang diwarisi dari pendahulunya yaitu kerajaan Sriwijaya (Collin 1992; Azyumardi Azra 1995:22-55; Ibrahim Alfian 1999:53) Pada awal abad ke-16 M dengan ditalukkannya Malaka oleh Portugis (1511) serta merta kegiatan penulisan sastra Melayu mandeg untuk beberapa waktu lamanya. Tetapi tidak lama kemudian, pada tahun 1516 M, sebuah kerajaan Islam lain yaitu Aceh Darussalam muncul tidak jauh dari bekas tapak kerajaan Samudra Pasai. Dengan munculnya Aceh kegiatan penulisan kitab keagamaan dan sastra Melayu berkembang pesat. Karya-karya Melayu yang ditulis di Pasai dan Malaka disalin kembali dalam jumlah besar. Majunya perkembangan penulisan kitab itu terutama terjadi pada masa pemerintahan Sultan Ala’uddin Riayat Syah (1589-1604) dan Sultan Iskandar Muda (1607-1636 M) . Taufik Abdullah (2003) menyebutkan pada periode ini terjadi gelombang kedua dalam sejarah intelektual Islam di Nusantara. Gelombang pertama mengambil masa pada abad ke-14-16 M, yaitu sejak munculnya Samudra Pasai hingga berkembangnya Malaka dan Aceh. Pada periode yang sangat gencar dilakukan ialah pengenalan asas-asas kosmopolitan dari ajaran Islam. Karya-karya Arab dan Persia disadur dalam jumlah besar ke dalam bahasa Melayu, dan dengan demikian Islam hadir sebagai realitas dunia baru dalam pikiran bangsa-bangsa Nusantara. Dalam gelombang kedua terjadi proses islamisasi kebudayaan dan realitas

Ini terlihat mula-mula dalam karya Bukhari al-Jauhari Taj al-Salatin atau Mahkota Raja-raja (1603 M). Brakel (1979). Tetapi proses islamisasi benar-benar telah dijalankan pada abad ke-16 dan 17 itu. yang dengan itu kesadaran bersama dan solidaritas kemasyarakatan dapat direalisasikan. Dalam kenyataan pengalaman rohani dalam tasawuf hanya bisa diperoleh secara personal. karena ia telah memainkan peranannya sebagai fundasi utama kebudayaan Melayu Nusantara. Walaupun beberapa sarjana Eropah seperti Overbeck (1920). Kecenderungan kedua ini memunculkan hasrat menyusun etika politik dan teori pemerintahan yang ideal. dan di pihak lain ikhtiar untuk membangun tatanan kehidupan sosial politik berdasarkan cara pandang Islam. Malahan mereka dapat menunjukkan relevansi serta sumbangan besar penulis-penulis klasik itu bagi perkembangan sastra Indonesia secara keseluruhan. Demikianlah yang mereka ajarkan pertama-tama ialah pentingnya individualitas dan tanggungjawab pribadi dalam menjalankan kehidupan keagamaan dan sosial. Sunda. Sebagai khalifah Tuhan mereka memiliki freewill dan harus menjalani kehidupan berdasarkan freewill atau ikhtiar pribadinya. namun demikian pengalaman itu bisa dibagi kepada orang lain. karena karya-karya zaman peralihan – seperti saduran karya-karya Arab dan Parsi dan gubahan dari karya-karya zaman Hindu yang telah diislamkan – masih terus disalin dan digubah dalam sastra Melayu. . Karya-karya dari zaman Hindu Buddha disadur dan ditransformasikan ke dalam situasi pemikiran Islam. Mereka juga mengajarkan semangat persaudaraan dan egaliter. hasil-hasil sastra Melayu Islam sangat penting. Kecuali itu dengan memandang manusia sebagai khalifah Tuhan di muka bumi maka berarti mereka telah menempatkan manusia sebagai pusat dan penggerak utama perputaran peristiwa di dunia. Karya-karya penulis sufi seperti Hamzah Fansuri dan murid-muridnya mereka juga mengungkapkan bahwa manusia. Aceh. yang saling berkaitan muncul pada masa ini. Islam dipakai sevagai cermin untuk melihat dan memahami realitas. Madura. Kebaruan karya para penulis abad ke-16 dan 17 itu ialah pertama-tama. Menurut Braginsky. kemudian dalam karya Nuruddin al-Raniri Bustan al-Salatin (1637 M). Teeuw (1994) dan lain-lain memandang lebih arif. Braginsky (1992). dan berperan besar pula sebagai penyebar gagasan dan pandangan dunia yang relevan sampai abad ini. misalnya alAttas (1970). Syamsudin Pasai atau Syamsudin Sumatrani dan Bukhari al-Jauhari. Pada masa inilah muncul tokoh besar di bidang penulisan sastra keagamaan dan adab seperti tampak pada Hamzah Fansuri. yang dengan itu sebuah kehidupan masyarakat religius dan beradab dapat diselenggarakan. Dua gejala dominan. yaitu di satu pihak kecenderungan untuk memusatkan diri pada renungan-renungan tasawuf yang mendalam dan personal dalam ikhtiar menjawab masalah hubungan manusia dengan Yang Abadi. bahkan dalam sastra Nusantara lain seperti Jawa. Minangkabau. tidak sedikit sarjana mutakhir. Zaman ini menandakan berakhirnya zaman peralihan dari tradisi Hindu-Budhha ke tradisi Islam. yaitu kebudayaan Indonesia dan Malaysia. Realitas yang ditampilkan adalah realitas yang hidup dalam masyarakat dan kebudayaan Melayu Nusantara yang telah berhasil diislamkan. selaku hamba dan khalifah Tuhan di dunia memiliki kedudukan setara di hadapan Tuhan di hadapan Tuhan dan hukum ilahi. Windstedt (1920) dan lain-lain memandang sebelah mata terhadap keaslian dan relevansi karya para penulis itu. dan bermulanya penulisan karya-karya yang benar-benar bercorak Islam baik secara estetik maupun isi yang dikandungnya. terletak pada keberanian pengarang untuk mengekspresikan pengalaman dan pengetahuan pribadinya.secara besar-besaran. Memang akhir masa peralihan ini tidak dapat dibatasi dengan jelas. terutama mereka yang sejalan dalam kehidupan rohani dan keagamaan. Ini dimungkinkan karena mereka berkarya berdasarkan estetika sufi dan ilmu tasawuf. Bugis Makassar dan lain-lain.

Pesan moral.a. Hikayat pahlawan-pahlawan Islam digubah berdasar sumber sejarah dan kisah-kisah lain yang bercorak fiksi. (10) Syair Rampai. yang dihasilkan sejak akhir abad ke-16 sampai menjelang akhir abad ke-19. Braginsky (1992) mengatakan bahwa karya-karya itu. Termasuk dalam kategori ini ialah syair-syair Tasawuf yang sering dikenal sebagai Syair Tauhid dan Makrifat.w. Berdasarkan sumbernya saja dengan segera kita akan melihat betapa karya-karya tersebut benar-benar bercorak Islam. termasuk kisah binatang. kerohanian dan keagamaan yang disajikan karya-karya ini juga berkaitan dengan ajaran Islam yang ditemui dalam tafsir al-Qur’an.. Yang benar-benar bercorak fiksi ialah cerita berbingkai dan pelipur lara. Cerita Rakyat dan kitab-kitab keagamaan seperti fiqih. berhasil menyadarkan pembaca Nusantara tentang betapa pentingnya budaya membaca dan menulis bagi perkembangan dan kelangsungan peradaban. (6) Karangan bercorak Tasawuf.. yaitu Yang Satu. termasuk wawasan estetiknya. Malahan beberapa gagasan penting mereka. Bugis Makasar. Aceh. yang amat penting bagi seorang Muslim untuk mengenal perannya sebagai khalifah Tuhan di atas dunia dan sekaligus hamba-Nya. (3) Hikayat Para Sahabat Nabi. Zabur dan Injil. Sesuai jenisnya karya-karya tersebut dapat dikelompokkan menjadi: (1) Hikayat Nabi Muhammad s. sebagaimana juga sejarah orang-orang saleh dan suci atau para wali. (2) Karya yang menggarap lapis Faedah dan Hikmah. jalan kerohanian (suluk). Peranan Penulis dan Fungsi Sastra Karya-karya penulis Melayu klasik. Braginsky (1993) mengelompokkan karya-karya Melayu warisan peradaban Islam menjadi tiga berdasar peringkat wilayah atau lapisan garapannya: (1) Karya yang menggarap lapis Kesempurnaan dan Estetika Batin. tasawuf dan siyas (politik). dan sumber penulisannya juga berbeda-beda. Karya-karya yang menggarap sfera kesempurnaan (kamal). kitab syariah dan tasawuf. Banjar dan lain-lain. (2) Hikayat Nabi-nabi sebelum Rasulullah. bentuk pengalaman dan keadaan rohani (maqam dan ahwal) yang diperoleh seorang penempuh jalan rohani (salik) dan lain sebagainya. (9) Cerita Berbingkai. Karya-karya yang menggarap sfera kesempurnaan jiwa ini juga menggambarkan cita-cita manusia mencapai pribadi insan kamil meneladani Nabi Muhammad s. dilengkapi dengan kisahkisah yang telah lama dikenal bangsa Arab dan Ibrani melalui Taurat. (11) Cerita Jenaka. (7) Karangan bercorak kesejarahan. (8) Sastra Adab.a. Hikayat Nabi Muhammad s. Madura. . termasuk kesaksian kerabat dekat dan sahaba-sahabat Nabi yang mengikuti perjuangannya menyebarkan agama Islam sejak awal. Sunda. Tarikh.w. dalam batas tertentu. (1). kalam. kerinduan seorang `asyik (pencinta) kepada Sang Kekasih (mahbub). Kisah berhubungan dengan asal-usul kerohanian Nabi Muhammad yang diramu berdasarkan konsep kosmologi sufi ialah Hikayat Kejadian Nur Muhamad. (12) Pelipur lara dan lainlain.w misalnya bersumber pada sejarah kehidupan Nabi Muhammad dari sumber-sumber paling awal. sehingga tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa sastra Islam itu tidak ada. (5) Hikayat Pahlawan-pahlawan Islam. (3) Karya yang menggarap lapis Hiburan dan Estetika Zahir.Mengenai pandangan dunia (worldview) yang mendasar karya para penulis sufi Melayu itu. Khususnya seperti yang dikumpulkan oleh al-Tabari pada abad ke-8 M dalam kitabnya Sirah Nabi Muhammad.a. Hikayat Nabi-nabi sebelum Rasulullah misalnya ditulis berdasarkan sumber-sumber al-Qur’an. (4) Hikayat Orang-orang Saleh dan Suci. karya-karya tersebut menjadi teladan dan dijadikan sumber ilham bagi penulisan karya sejenis dalam berbagai bahasa Nusantara lain seperti Jawa. Masing-masing jenis dari hikayat ini mempunyai ciri dan fungsi tersendiri. Sastra Adab adalah disusun berdasarkan sumber yang beragam seperti al-Qur`an. Arti penting lain ialah karena sampai abad ke-19. Minangkabau. Hadis. Dalam karya kategori ini dipaparkan juga jalan pengenalan diri. dilanjutkan oleh beberapa penulis abad ke-20 dengan memberinya cita rasa modern. amat berlimpah dan aneka ragam jenis dan coraknya. Hikayat Para Sahabat Nabi benar-benar didasarkan atas sumber sejarah. menggambarkan upaya manusia mencapai pengetahuan tertinggi (ma`rifat).

Syamsudin Pasai. karangan-karangan ahli tasawuf ini sangat menarik perhatian pengkaji. Di antara penulis risalah tasawuf dan ta'wil (hermeneutika sufi) yang terkenal ialah Hamzah Fansuri. Jumlah karya bercorak sejarah sangat banyak. sebab-sebab kejatuhan dan kebangunannya. Termasuk Hikayat Nabi dan para sahabatnya. (2) Karya-karya yang mengungkap sfera faedah. Hikayat Maulana Hasanuddin. Misa Melayu. Menurut Ali Ahmad (1991) karya bercorak sejarah yang disebut salasilah memiliki unit cerita yang terdiri dari kisah-kisah dan legenda. . selalu dicari sebabnya pada krisis moral dan akhlaq. Di antara yang masyhur ialah Tambo Minangkabau. Hikayat Pahlawan Islam. Hikayat Johor. dan dengan demikian agama berkembang. Hikayat Merong Mahawangsa. Salasilah Melayu dan Bugis Salasilah Kutai. Karya-karya ini menjadi cermin pengajaran dan tuntunan bagi raja-raja. karena kalbulah yang merupakan sarana penghayatan intuitif terhadap keberadaan Yang Haq dan Yang Satu. Syamsudin Pasai. pegawai pemerintahan dan pemimpin masyarakat dalam menjalankan pemerintahan agar tercapai keadilan dan kesejahteraan sosial. Karya-karya Hamzah Fansuri dan murid-muridnya seperti Abdul Jamal. Syair Alif dan lain-lain. Abdul Rauf Singkili. Di antaranya Syair Perahu (dalam tiga versi yang berbeda). Syair Moko-moko. juga ada yang ditulis dalam bentuk kisah perumpamaan. Hikayat Banjar. Di Jawa genre serupa disebut babad seperti Babad Tanah Jawi. Arsyad Banjari. Syair Singapura Terbakar. Syair Dagang (yang agaknya ditulis penyair asal Minangkabau). Krisis yang terjadi dalam sebuah negara. Karya bercorak sejarah yang ditulis dalam bentuk syair di antaranya ialah Syair Perang Mengkasar. misalnya tidak dilaksanakannya keadilan dan raja tidak lagi taat pada undang-undang dan tidak berperan sebagai pelindung rakyat dalam arti yang sebenar-benarnya. yang membuat jatuhnya sebuah dinasti atau seorang raja. namun tidak seperti hikayat yang diikat oleh perkembangan tokohnya yang stereotype. yaitu sarana intelektualnya. Syair Kompeni Walanda Perang dengan Cina dan lain-lain. Kecuali karya tiga penulis ini terdapat karya ahli tasawuf lain yang namanya belum diketahui. Syair Sultan Zainal Abidin. Syair Sultan Maulana. Babad Besuki dan lain-lain. Ki Fakhrudin Palimbangi. Karya katagori ini bermaksud memperkuat dan menyempurnakan akal manusia. Syair Pangeran Syarif Hasyim. Bustan al-Salatin merupakan karya bercorak sejarah dan adab. Syair Perang Siak. Daud Pontiani dan lain-lain. serta karya kesejarahan dan adab. serta penyimpangannya terhadap ajaran Islam. Hikayat Patani. dengan membeberkan kisah-kisah yang mengandung hikmah dan pengajaran. Nuruddin Raniri. Selain yang telah disebut. Yusuf Mengkasari. Karya bercorak sejarah ada yang ditulis dalam bentuk syair dan ada yang ditulis dalam bentuk prosa. Hikayat Burung Pingai. Hikayat Bengkulu dan lain-lain. Di samping itu para sufi amat produktif menulis risalah tasawuf dan interpretasi teks dalam bahasa sastra yang tinggi dengan pengetahuan yang dalam.Selain ditulis dalam bentuk puisi didaktis dan imaginatif simbolik. Menurut Braginsky (1993) karya-karya yang termasuk ke dalam kategori ini mempunyai tujuan menyucikan kalbu dan jiwa manusia. Di antara karya termasuk sastra adab yang terkenal ialah Taj alSalatin (Mahkota Raja-raja) karya Bukhari Jauhari dan Bustan al-Salatin (Taman Raja-raja) karya Nuruddin Raniri dan Nasih Luqman al-Hakim (anonim). Syair Siti Zubaidah Perang dengan Cina. Babad Madura. Di Minangkabau karya kesejarahan disebut tambo. Babad Giyanti. Keindahan yang dipaparkan dalam karya-karya katagori ini ialah keindahan tersirat atau keindahan batin. Ikat-ikatan Bahr al-Nisa' (Lautan Perempuan). Sedangkan karya bercorak sejarah menggambarkan jatuh bangunnya raja-raja dan dinasti. Daud Fatani. Karya bercorak sejarah lain yang terkenal ialah Hikayat Aceh (anonim). karya kesejarahan diikat oleh perkembangan kejadian dan hikmah yang dikandung dalam kejadian tersebut. dan juga beberapa karangan Abdul Rauf Singkel dan lain-lain termasuk dalam kategori ini. Selain karya bercorak sejarah dan hikayat-hikayat tertentu. Sulalat al-Salatin atau Sejarah Melayu karya Tun Sri Lanang dan Tuhfat alNafis karya Raja Ali Haji. Sejarah Raja-raja Riau. Hasan Fansuri. karya kesejarahan lain yang masyhur ialah Hikayat Pasai. Abdul Samad Palimbangi. Babad Pasundan. peristiwa-peristiwa penting yang mempengaruhi kehidupan masyarakat dan jalannya sejarah.

Dalam hikayat yang tergolong pelipur lara tidak jarang penulis menyelipkan ajaran agama atau tasawuf. dan pada saat yang sama memperkuat dasar keberadaannya. bukan baru bermula pada abad ke-20 dengan munculnya Pujangga Baru dan Chairil Anwar. Karena itu tidak mengherankan apabila banyak kritikus. Brakel dan Braginsky. Di antara pembaharuan itu termasuk: .Menurut Ali Ahmad lagi. termasuk ke dalam jenis ini ialah Pelipur Lara. menggambarkan latar belakang tempat dan kebudayaan Melayu dengan jelasnya di mana Islam telah dihayati pada peringkat fikrah dan amalannya. (3) Karya yang menggarap sfera hiburan dan estetika zahir (luaran). Alam misal mempunyai tempat tersendiri dalam teori sastra dan estetika Islam. Malahan Teuw (1994) tidak tanggung-tanggung menyebut Hamzah Fansuri sebagai Pemula Puisi Indonesia. sebuah sarana penghayatan indrawi atau sensual manusia dalam menanggapi kehidupan. Pembaharuan yang dilakukan sang sufi dari Barus itu tiga abad mendahului pembaharuan Pujangga Baru dan Chairil Anwar. kesadaran akan pentingnya individualitas. dalam arti berkaitan dengan soal hubungan manusia dengan Tuhan dan berkaitan pula dengan soal hubungan manusia dengan sesamanya. tetapi terbuka kepada berbagai-bagai kemungkinan. melainkan sebagai representasi pengalaman jiwa manusia yang ruang kejadiannya berlaku di alam misal atau alam imaginal. Kecuali itu karya para penyair Sumatra itu membuka babakan baru sejarah kepenyairan kita dengan puisi-puisi. Pengalaman dan pengetahuan tersebut dicapai melalui upaya intelektual dan spiritual yang disadari. Hamzah Fansuri dan murid-muridnya telah mempelopori kesadaran tersebut lebih tiga abad sebelum mereka. sebab ia menumpukan maknanya pada nilai Tauhid dan konsekwensi moralnya bagi mereka yang menghayati keluasan makna Tauhid. secara kreatif dan luar biasa telah diterapkan dalam penulisan oleh Hamzah Fansuri dan murid-muridnya. yang sesudah itu sang tokoh hikayat turun kembali ke dunia nyata untuk memainkan perannya selaku khalifah Tuhan di atas dunia. Kisah-kisah ajaib ini tidak dimaksudkan sebagai mitos. Tujuan karya seperti itu ialah menyerasikan kesan-kesan kejiwaan yang kacau disebabkan kobaran hawa nafsu. Dengan demikian estetika yang ditonjolkan ialah estetika berkenaan hikmah atau Estetika Hikmah. karena apa yang dialami seseorang dalam alam tersebut merupakan realitas yang menghubungkan pengalaman zahir dengan pengalaman transendental. Begitu pula gagasan tentang kemerdekaan penyair dalam merombak bahasa demi pengucapan estetik. yang tidak lain merupakan kias perjalanan manusia dari alam rendah menuju alam tinggi. seperti alAttas. Puisi dan Kesadaran Diri Dalam sejarah sastra Indonesia. Perjalanan tersebut sering digambarkan sebagai perjalanan menuju puncak bukit atau gunung untuk menyucikan diri. munculnya karya kesejarahan dan hikayat yang bernaeka ragam itu. memandang Hamzah Fansuri sebagai Bapak Bahasa dan Sastra Melayu. Kesan-kesan kejiwaan yang kacau harus diserasikan dengan nilai moral dan ajaran agama. Juga karya-karya itu. getaran hati nurani atau pengucapan diri. yaitu menghibur atau melipur. Misalnya sebagaimana nampak dalam Hikayat Syekh Mardan yang masyhur itu dan telah dikaji oleh beberapa sarjana. Ini menjadikan nilainya meningkat. Karangan-karangan dalam kategori ini termasuk hikayat dan syair percintaan. yang menyajikan pencerahan profetik. Karya-karya mereka otentik sebab didasarkan atas pengalaman dan pengetahuan pribadi. kian menjadikan kesusastraan Melayu tidak lagi streotaip. dan upaya ke arah itu dicapai melalui bantuan keindahan karya sastra yang memberikan semacam psikoterapi kepada jiwa. yang disebut licensia poetica. kisah petualangan yang dibumbui kisah-kisah luar biasa atau ajaib. seorang perintis jalan yang melalui karya-karyanya berhasil membawa sastra Melayu memasuki babakan yang universal dan kosmopolitan dalam semangat penciptaan. Penyajian peristiwa di alam misal juga berfungsi sebagai pemaparan simbolik sebuah kisah. serta penyebarannya yang luas.

Pertama. Pembaca yang terbiasa menganggap puisi dapat dinikmati hanya dengan perasaan semata-mata. Hamzah Fansuri menciptakan karya yang individual dan modern. bait dan lain-lain. syair tidak ada dalam kesusastraan Arab dan Persia.. Dari perkataan 'syair' itulah perkataan 'penyair' berasal. ungkapan-ungkapannya kaya dan orisinal. serta sangat kreatif terhadap bahasa dan intens dalam berekspresi." Pendek kata. Lagi pula bagi seorang sufi puisi tidak lain ialah tafsir spiritual dan estetis terhadap ayat-ayat al-Qur`an tertentu. dengan bahasa yang kreatif dan intens. Namun demikian Hamzah dapat mencipta bentuk puisi tersebut disebabkan pengetahuannya yang dalam mengenai puitika Arab dan Persia. begitu pula istilah-istilah sastra lain seperti sajak. sengaja dimasukkan dengan bebasnya ke dalam baris sajak-sajaknya. Kedua. Petikan atau potongan ayat-ayat al-Qur`an itu juga berfungsi sebagai unsur estetik dan sekaligus pelita yang menerangi makna keseluruhan sajak. Hamzah Fansuri memperkenalkan bentuk puisi baru. Melalui kreativitas sang penyair maka lahirlah bahasa Melayu Baru yang sangat berbeda dari bahasa Melayu lama serta lebih kaya dan bertenaga. Sebagai bentuk puisi empat (4) baris dengan skema rima AAAA. yaitu bait penutup ikat-ikatan sajaknya.Kata-kata dan ungkapan Arab. Saya ingin mengutip pernyataan Teeuw: "Mungkin pada penglihatan pertama pembaca menganggap pemakaian kata-kata Arab berlebih-lebihan dan mengganggu. tanpa perlu berpikir.Bagaimana Hamzah Fansuri membubuhkan namanya dalam bait-bait penutup ikat-ikatan syairnya. Hamzah Fansuri sangat kreatif menggunakan bahasa. dan juga tidak dalam kesusastraan Nusantara sebelumnya. Juga ada kreativitas bunyi. Ketiga. begitu juga tamsil dan imagerinya. Tidak kurang terdapat 800 kata-kata Arab lepas dijumpai dalam 32 ikat-ikatan syairnya. dapat diperhatikan melalui contoh berikut: Hamzah miskin hina dan karam Bermain mata dengan Rabb al-`Alam Selamnya sangat terlalu dalam Seperti mayat sudah tertanam Hamzah sesat di dalam hutan Pergi uzlat berbulan-bulan Akan kiblatnya picik dan jawadan Itulah lambat mendapat Tuhan Hamzah miskin orang `uryani Seperti Ismail jadi qurbani Bukannya `Ajami lagi Arabi Nentiasa wasil dengan Yang Baqi . yaitu Syair. Puisi Hamzah Fansuri memerlukan pengetahuan yang luas di bidang bahasa dan kebudayaan Arab Persia. atau dengan menggunakan istilah Chairil Anwar 'sangat destruktif' terhadap bahasa Melayu. termasuk pengetahuan tentang Islam dan tasawufnya. apabila penyair-penyair sebelumnya malu-malu membubuhkan namanya dalam karyanya. menurut Teeuw. berasal dari karangan-karangan Hamzah Fansuri. malahan petikan ayat-ayat al-Qur'an dan Hadis yang sangat bermakna. Munculnya Hamzah Fansuri membuat zaman Sahibul Hikayat menjadi masa silam. yang kemudian sangat popular. belum termasuk puluhan ungkapan dan potongan ayat-ayat al-Qur'an yang sangat dalam dan luas maknanya. serta puitika Melayu yang hidup dalam tradisi sastra lisan.. akan kecewa membaca puisi Hamzah Fansuri. Kekayaan daya pikir dan luasnya pengetuan yang diperlukan untuk membaca puisi Hamzah Fansuri bukanlah tanda kelemahan atau kegagalan puisi Hamzah Fansuri. Puisi Hamzah Fansuri juga kaya dengan unsur puitik: diksi puisinya khas. Hamzah Fansuri tidak segan-segan membubuhkan nama pribadi dan gelar atau takhallusnya dalam setiap akhir karangannya.

Tayr al`uryan. Dalam sajak itu Hamzah memakai tamsil burung sebagaimana digunakan Fariduddin `Attar dalam Mantiq al-Tayr (Percakapan Burung) yang masyhur itu. yaitu hakekat terdalam kemanusiaan kita yang bersifat kerohanian di mana rahasia penciptaan tersembunyi dan mesti disingkap oleh mereka yang ingin mengenal Tuhan. yaitu jiwa seorang faqir yang telah bebas dari beban kepentingan diri dan jiwanya damai mutmaina) karena kerinduannya kepada Yang Satu telah terpenuhi.Hamzah Fansuri di dalam Mekkah Mencari Tuhan di Bayt al-Ka`bah Di Barus ke Quds terlalu payah Akhirnya dijumpa di dalam rumah Hamzah `uzlat di dalam tubuh Romanya habis sekalian luruh Zahir dan batin menjadi suluh Olehnya itu tiada bermusuh Bersamaan dengan pembubuhan nama dirinya sang penyair mengungkapkan pengalaman kerohanian yang diraihnya dalam jalan tasawuf dan gagasan universal Sufi tentang diri. asal segala sesuatu. Tamsil burung dipakai untuk menggambarkan jiwa atau roh manusia yang senantiasa gelisah disebabkan kerinduannya yang mendalam kepada Yang Satu. arti harafiahnya burung telanjang. Demikianlah Hamzah Fansuri menulis: Tayr al-`uryan unggas sultani Bangsanya nur al-rahmani Tasbihnya Allah subhani Unggas itu terlalu pingai Warnanya terlalu bisai Rumahnya tiada berbidai Duduknya da'im di balik tirai Awalnya itu bernama ruhi Millatnya terlalu safi Mushafnya besar surahnya Kufi Tubuhnya itu terlalu suci `Arasy Allah akan pangkalannya Habib Allah akan taulannya Bayt Allah akan sangkarannya Menghadap Tuhan dengan sopannya Sufinya bukannya kain Fi`l Mekkah da'im bermain Ilmunya zahir dan batin Menyembah Allah terlalu rajin Kitab Allah dipersandangnya Alam Lahut akan kandangnya . Salah satu ikat-ikatan syair Hamzah Fansuri yang indah dan mengungkapkan gagasan tentang pencarian diri melalui penerbangan jiwa ke puncak kehidupan ialah ikat-ikatan yang bermula dengan "Tayr al-`uryan" (Burung Fakir).

`Alam lahut = alam ketuhanan. maksudnya salat tahajjud pada waktu malam. di bawah alam ini berturut-turut ke bawah ialah alam jabarut (alam roh). maksudnya menyatu dalam lautan hakikat wujud). bisai = elok. Sajak yang telah dikutip ini sangat halus dan indah. alam malakut (alam batin) dan alam nasut (alam jasmani). qa’im = menegakkan salat. da’irah Hu = Lingkaran Dia. senantiasa. maksudnya salat. F al-Mekkah = di negeri Mekkah. da’im = selalu. washil = hampir. Apabila kita baca kembali sajak-sajak Sanusi Pane dan kemudian membandingkannya dengan sajak-sajak Hamzah Fansuri. Tidak mungkin ia ditulis oleh seorang penyajak yang hanya mengetahui tasawuf. sebagai lambing hakikat ketuhanan dan hakikat diri yang sejati. syurbat tauhid = minuman tauhid. sekaligus penyair besar. sebutan untuk burung simbolis Simurgh atau `Anqa.Pada da'irah Hu tempat pandangnya Zikir Allah kiri kanannya Fikir Allah rupa badannya Syurbat Tauhid akan minumannya Da'im bertemu dengan Tuhannya (Catatan: Nur al-rahmani = Cahaya Allah yang maha pengasih. naïf itsbat = meniadakan dan mengiyakan. pingai = cemerlang keemasan. istilah dalam kosmologi sufi. akan tampak pola persajakan kedua penyair tidak jauh berbeda. merujuk pada posisi melingkar para sufi ketika berzikir mmengelilingi guru kerohanian. Kita kutip dua bait sajak Sanusi Pane "Dibawa Gelombang" yang mistikal itu: Alun membawa bidukku pelahan Dalam kesunyian malam waktu Tidak berpawang tidak berkawan Entah kemana aku tak tahu Jauh di atas bintang kemilau Seperti sudah berabad-abad Dengan damai mereka meninjau Kehidupan bumi yang kecil amat Bandingkan dengan dua bait sajak Hamzah Fansuri Jika hendak engkau menjeling sawang Ingat-ingat akan ujung karang Jabat kemudi jangan kau mamang Supaya betul ke bandar datang Anak mu`allim tahu akan jalan Da'im berlayar di laut nyaman Markabmu itu tiada berpapan Olehnya itu tiada berlawan . `isyqi = cinta ilahi. tetapi tidak memiliki bakat puitik yang besar. khususnya Sanusi Pane dan Amir Hamzah. musyaf = buku. millat = madzab atau aliran keagamaan. yaitu Phoenix. serta sangat dalam maknanya. yang merupakan lambing dari pusat kehidupan rohani. bayt Allah = rumah Tuhan. tetapi juga penyair-penyair Indonesia modern. habib Allah = kekasih Tuhan. menyatu. anggun. merujuk pada kalimah La ilaha (nafi) ill Allah (itsbat). Hamzah Fansuri ialah sufi besar Asia Tenggara. begitu pula cita rasa estetisnya. musyaf. Bukan hanya penyairpenyair Melayu Klasik berhutang budi kepadanya. bidai = tirai penutup pintu dari rotan. berasal dari ucapan syatahat Bayaid al-Bhistami. sha’im = puasa. ruhi = bersifat kerohanian. yaitu Tuhan. zikir dan wirid. Subhani = Maha Terpuji Aku.

keindahan obyek yang berbagaibagai di dunia. yang dikenal sebagai Teori Rasa atau Rasa-dhwani (sugesti rasa). Pada manusia keseluruhan hikmah alam semesta direkam dengan diringkas. darimana wawasan estetik mereka diturunkan. Cara meresapi dan memahami hakekat penciptaan. sebuah karya sastra. takjub. merujuk pada keadaan rohani di atas. Semua itu dihadirkan secara estetik untuk memberi efek tertentu kepada jiwa. Sebelum agama Islam datang. Mereka memandang karya sastra sebagai bangunan struktural yang kompleks dari pengalaman kejiwaan dan spiritual yang diungkapkan melalui bahasa figuratif (majaz) dan simbolik (tamsil). hendaknya diusahakan dapat memberi sugesti atau isyarat tentang kehadiran rahasia Tuhan dan keberadaan gaib-Nya di antara ciptaan-ciptaan-Nya. lena. Estetika sebagai teori seni atau pandangan tentang keindahan seni. selain memupuk kesadaran sosial dan kemanusiaan berdasar pemahaman terhadap Tauhid. Sebagaimana dunia. Pertautan jiwa Amir Hamzah dengan pendahulunya itu nampak dalam sajaknya "Berdiri Aku". bukan hal baru bagi para penulis Nusantara. yang bentuk-bentuknya antara lain ialah fana` (persatuan mistik) dan ma`rifat. Namun tidak mungkin kita dapat memahami pertautan tersebut tanpa memahami gambaran atau pandangan dunia penulis Melayu secara keseluruhan. Ananda Wardhana. Perkataan seperti berahi. gharib. ialah melalui peresapan kalbu atau pemahaman intuitif (`isyq). Menurut mereka lagi. Mahmud al-Shabistari dan lain-lain. khususnya strukturalisme Abdul Qahir al-Jurjani (abad ke-12 M) dan pandangan para sastrawan dan estetikus sufi seperti Imam al-Ghazali. `Attar. sebagaimana tubuh beserta gerak dan isyarat yang disampaikan anggotaanggotanya. Abinawa Gupta dan lain-lain. pribadi manusia juga merupakan sebuah kitab agung. Sang Khalik menjelmakan dunia ini dari Perbendaharaan Ilmu-Nya yang tersembunyi (kanz makhfiy) didorong oleh Cinta. peristiwa-peristiwa sosial dan sejarah. mabuk. Mengenai gambaran dunia para penulis Melayu melihat alam semesta sebagai kitab agung yang sangat indah. selain dengan jalan akal dan inderawi. Sesuai dengan gambaran tersebut karya sastra mesti dibentuk menyerupai pribadi manusia. Penulis menyajikan obyek-obyek visual dalam karyanya sebagai image dan simbol untuk membawa pembaca mencapai pengalaman transendental `isyq (cinta ilahi). asyik. Ungkapan zahir atau bentuk luar (surah) karya sastra. Imaginasi (takhyil) dan pengalaman spiritual sangat menentukan mutu karya yang dihasilkan seorang penyair. leka. termasuk Amir Hamzah. tetapi juga dalam hal wawasan estetik dan gambaran dunia (weltanschauung) yang disajikan. (Braginsky 1993). yaitu tangga naik menuju hakekat tertinggi. Ibn `Arabi. merupakan manifestasi dari Cinta Tuhan dan Pengetahuan-Nya yang tersembunyi itu. yaitu tanda-tanda-Nya yang menakjubkan. Demikianlah gejala-gejala alam. penulis-penulis Jawa dan Melayu menerapkan estetika India yang didasarkan pada teori Bharata. `Iraqi. Karena itu mengenal hakekat diri sangat penting bagi manusia (baca Kimia Kebahagiaan karangan Imam al-Ghazali). Pengaruh tersebut tidak terbatas pada aspek puitik dan pola persajakan. Di samping itu karya sastra juga berfungsi sebagai ikhtiar penyucian diri. sebuah karya sastra agung. Di antara sajak Amir Hamzah yang mewakili pandangan dunia dan estetika seperti ialah "Berdiri Aku": . Hikmah-hikmah tersebut hadir sebagai ayat-ayat-Nya.Tetapi pengaruh Hamzah Fansuri lebih ketara pada Amir Hamzah. salah satu tujuan seni ialah membawa penikmatnya mencapai pengalaman unio-mystica atau meluluhkan rasa dengan kesadaran semesta. Dalam sistem estetika Melayu ini karya seni dipandang terutama sebagai sarana transendensi. rindu. Menurut teori Rasa. karib tamasya dan lain-lain. yang banyak dijumpai dalam puisi-puisi Melayu klasik. yang secara struktural merupakan kesatuan bangunan kejiwaan yang kompleks. Jalaluddin Rumi. dunia ditulis dengan kalam Tuhan pada Lembaran Terpelihara (lawh al-mahfudz). Setelah agama Islam datang maka yang mempengaruhi wawasan seni penulis Melayu ialah teori Arab dan Persia.

yang selain masih merupakan bagian dari sistem kerohanian masyarakat Melayu. Hal seperti itulah yang dijumpai dalam sajak Amir Hamzah. Gerakan-gerakan alam yang disajikan Amir Hamzah juga sangat kuat dalam memberi sugesti akan kehadiran Yang Satu melalui keindahan yang berbagai-bagai di alam ciptaan. Penyair-penyair sufi lebih jauh menggunakan image dalam puisi dengan maksud memberi efek kerohanian. Pendek kata melalui sajak tersebut Amir Hamzah memberikan pencerahan (enlightenment) kepada pembacanya sebagaimana penyair-penyair Melayu sebelumnya. ada pada bait terakhir. image-image dalam puisi di dalam keseluruhan bangunannya. juga penting dihayati pembaca modern yang sehari-harinya sering berhadapan dengan masalah kekosongan spiritual dan ketiadaan makna hidup. 'memuncak sunyi' 'sayap tergulung' dan lain-lain. 'mengempas emas'. yang menggambarkan serangkaian keadaan dan pengalaman rohani penyair ketika menyaksikan keindahan alam pada waktu senja hari. bukan semata-mata efek inderawi atau sosial. Semua bentuk keindahan zahir itu dapat dijadikan sarana transendensi apabila kita dapat meresapinya dengan kalbu. disadari atau tidak. Perhatikan ungkapan-ungkapan seperti 'mengurai puncak'. Perkembangan lembaga pendidikan telah maju di Aceh sejak zaman Ali . Jakarta 2 Juli 1998 Catatan Kaki 1 Di antara factor-faktor yang membuat kegiatan penulisan kitab dan sastra begitu berkembang pada masa ini ialah: (1) Pesatnya perkembangan lembaga pendidikan tinggi yang mampu melahirkan kaum terpelajar dan cerdik cendikia yang selain menguasai berbagai bidang ilmu keagamaan juga mempunyai apresiasi sastra yang tinggi. Inilah antara lain sumbangan penting penulis Melayu Klasik kepada kita di dunia modern. Efek kerohanian tertinggi yang dikehendaki penyair melalui sajaknya. khususnya kerinduan kepada Tuhan. Mereka memberikan kepada kita gambaran dunia dan cita rasa estetik. 'berjulang datang'. dicipta untuk memberi efek kejiwaan dan moral tertentu kepada pembacanya.Berdiri aku di senja senyap Camar melayang menepis buih Melayah bakau mengurai puncak Berjulang datang ubur terkembang Angin pulang menyejuk bumi Nenepuk teluk mmengempas emas Lari ke gunung memuncak sunyi Berayun-ayun di atas alas Benang raja mencelup ujung Naik marak menyerak sorak Elang leka sayap tergulung Dimabuk warna berarak-arak Dalam rupa maha sempurna Rindu sendu mengharu kalbu Ingin datang merasa sentosa Mencecap rindu bertentu tuju (dalam Buah Rindu) Menurut Ibn Sina dan al-Jurjani.

Ahmad Jelani Hilmi (1991). Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka. Ilmu Siyas (Politik)) dan lain-lain (Ahmad Je. khususnya tasawuf. Ali Ahmad dan Siti Hajar Che' Man.ani Halimi). p. M. . Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.(1970). Kuala Lumpur 27-8 Oktober. Abdul Hadi W. Leiden: KITLV Press. Kuala Lumpur: Universiti Malay Press. JMBRAS Vol. Abu Deeb (1979). The Mysticism of Hamzah Fansuri. dkk (2003).42. Jakarta: Pusat Bahasa. 1993. Braginsky. (2) Sultan-sultan yang memegang tampuk pemerintahan di Aceh hingga pertenghan abad ke-17 adalah pencinta besar ilmu keagamaan. Bunga Rampai Sastera Melayu Warisan Islam. “Sejarah Awal Pendidikan Islam di Alam Melayu”. 29-40. pemikiran falsafah dan sastra. (3) Sebagai kerajaan yang makmur dan kaya Aceh mampu mengimpor alat-alat baca tulis dalam jumlah besar. Ali Ahmad (1991). (1992). Jilid 13 Bilangan 12. Wilts: Aris & Philips Ltd. begitu juga dalam bidang penulisan puisi dan kegiatan seni (Schimmel 1981. "The Birthplace of Hamza Fansuri". Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka. Kesusasteraan Melayu Dalam Tasawwur Islam. --------------------------. Desember: 11-15. Adab dan Adat: Refleksi Sastra Nusantara. Berkat adanya lembaga pendidikan inilah lahir beberapa lokal jenius seperti Hamzah Fansuri. Kepustakaan Abdul Hadi W. Kerajaan ini mewarisi kejayaan lembaga penddikan dari kerajaan Samudra Pasai. Warminster. -----------------------. Universitas ini dibagi ke dalam beberapa fakultas atau jurusan seperti fakultas Ilmu Tafsir.(1993). Pusat pendidikan terbesar ialah Jami`ah Bayt al-Rahman (Universitas Baitur Rahman) di Kutaraja. L. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka. Dalam sejarah Islam para guru dan pemimpin sufi terkenal sebagai golongan cerdik cendekia yang mempunyai apresiasi tinggi terhadap kegiatan ilmu. Prelimanary Statement in a General Theory of Islamization of the MalayIndonesia Archipelago. Al-Attas. Jakarta: Paramadina. "The Emergence of Literary Self Awareness and Its Role in the Shaping of Classical Malay Literature". M. (4) Tariqat sufi berkembang pesat. Abdul Hadi W. Naquib (1969).(1994) Nada-nada Islam Dalam Sastera Melayu Klasik. (1969) . Brakel. Pulau Pinang: Universiti Sains Malaysia. ---------------. Tasawuf Yang Tertindas: Kajian Hermeneutik Terhadap Karya-karya Hamzah Fansuri. Ilmu Tib (Kimia). Di antaranya ialah naskah-naskah dalam bahasa Arab dan Persia yang sangat mahal ketika itu. I. Bandung: Mizan. Azyumardi Azra (1995). F. dan sastra. “Puisi Sufi Perintis Jalan”. Ceramah di Sudut Penulis Dewan Bahasa dan Pustaka. Pada akhr abad ke-16 kertas merupakan bahan perdagangan yang penting di Nusantara dan Aceh merupakan kerajaan Nusantara paling awal yang mengimpor kertas dalam jumlah besar untuk kepentingan pendidikan dan penulisan kitab (Mahyudin Haji Yahaya 2000:10-12). 1996. 2001).Mughayat Syah (1511-1530 M). M. Ilmu Hisab (matematika). (2001). Banda Aceh sekarang ini. Bukhari al-Jauhari dan lain-lain.(1991)The Origin of the Malay Sha`ir. Syamsudin Pasai. ----------------. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII. kemudian kertas dan tinta yang harganya juga mahal. M. Dalam The System of Classical Malay Literature. V. Al-Jurjani’s Theory of Poetic Imagery.

Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka. “Pemikiran Islam di Nusantara Dalam Perspektif Sejarah”. Siddiq Fadzil (1990). Martiya. J. Verspreiche geschrifter VI. Dewan Budaya Jilid 12 Bilangan 11. Banda Aceh: Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh. Socrates. O (1972). Rabindranath Tagore dan Muhamad Iqbal.Collins. Pemula Puisi Indonesia". Shah Alam Selangor 4 – 7 Juni 1993. Jerman. Universitas Gadjah Mada hingga tingkat sarjana muda (19651967). K. James (1993). Abdul Hadi Widji Muthari dilahirkan di Sumenep. Ramalan Arah”. Lahir dari garis keturunan saudagar Tionghoa. (1917). Jakarta 5 September 2002. (1994) . Hal. Karya Klasik Melayu Islam. lalu melanjutkan ke studi Filsafat Barat di universitas yang sama hingga tingkat doktoral (19681971). Terj.(2003). Imam Ghazali. Amerika Serikat (1973-1974) lalu beberapa tahun di Hamburg. Ayahnya. ABDUL HADI WM Dikenal sebagai salah satu ahli filsafat di Indonesia. RA. Dalam Indonesia: Antara Kelisanan dan Keberaksaraan. Menempuh pendidikan di Fakultas Sastra. Jakarta: Balai Pustaka. Ismail Hamid (1990). Zahrah Ibrahim (1986). Sempat mengikuti International Writing Program di Iowa University. ---------------------. seorang saudagar dan guru bahasa Jerman. Jakarta: Pustaka Jaya. Ismail M. Imam al-Ghazali (1985). Kern H. Menggeli Khazanah Sastra Melayu Klasiik. Sastera Sejarah: Interpretasi dan Penilaian. Tim Mizan. A History of Classical Malay Literature. Universitas Padjadjaran mengambil program studi antropologi (1971-1973). Jawa Timur. Mahayudin Haji Yahaya (2000). Dehiyat (1974) . Avicenna's Commentary on the 'Poetics' of Aristotle. Edwar Djamaris (1990). Asas-asas Kesusasteraan Islam. Ibunya. juga tidak selesai. Teeuw A. “Pengislaman Dunia Melayu: Transformasi Kemanusiaan dan Revolusi Kebudayaan”. 44-73. Windstedt. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka. Jakarta: LP3ES. Bandung: Mizan. Brill. Akhirnya ia mendapatkan kesempatan studi dan mengambil gelar Master dan Doktor dari Universiti Sains Malaysia di Pulau Penang (1992-1996). November: 36-39. seorang putridkeraton asa Solo. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka. R. Kertas Kerja Hari Sastra Malaysia. Abu Muthar. Leiden: E. “Bahasa Melayu Di Batas Zaman: Renungan Sejarah. Ibrahim Alfian (1999). Wajah Aceh Dalam Lintasan Sejarah. Jawa Tengah. "Hamzah Fansuri. 24 Juni 1948. Ia beralih ke Fakultas Sastra. Madura. Kuala Lumpur: Oxford University Press. The Hague: Martinus Nijhoff. untuk mendalami sastra dan filsafat . Kimia Kebahagiaan. namun tidak diselesaikannya. Islam dan Masyarakat. Sejak kecil ia telah mencintai puisi. Makalah Diskusi Peluncuran Buku Ensiklopedi Tematia Dunia Islam. Taufik Abdullah (1987). Di masa kecilnya ia sudah berkenalan dengan bacaan-bacaan yang berat pemikir-pemikir kelas dunia seperti Plato.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->