PERSEMAIAN dan PEMBIBITAN

PERSEMAIAN/PEMBIBITAN I. PENDAHULUAN Persemaian atau pembibitan merupakan salah satu tahapan dalam sistem silvikultur. Sistem silvikultur apa saja yang diterapkan pasti akan melaksanakan kegiatan persemaian atau pengadaan bibit. Dalam konteks pengelolaan hutan produksi lestari, persemaian atau pengadaan bibit merupakan salah satu tahapan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan bibit bagi kegiatan penanaman, baik rehabilitasi maupun pengayaan guna mengembalikan kondisi hutan agar mendekati kondisi sebelum dilakukannya pemanenan. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk menjamin keberlanjutannya fungsi produksi pada rotasi berikutnya. Selain itu, kegiatan persemaian juga dipersiapkan untuk menghasilkan bibit yang akan digunakan untuk merehabilitasi tempat-tempat terbuka, sehingga dapat mempercepat proses penutupan tanah, yang pada akhirnya akan menurunkan laju erosi. Dari sisi ini, kegiatan persemaian juga berfungsi menjamin keberlanjutan fungsi lingkungan. Dari aspek penggunaan tenagakerja atau kesempatan berusaha, kegiatan persemaian juga merupakan salah satu indikator yang menunjukkan upaya guna mendukung tercapainya kelestarian fungsi sosial. Dalam sistem silvikultur Tebang Pilih Tanam Indonesia (TTPI), kegiatan persemaian/pembibitan merupakan tindak lanjut dari hasil inventarisasi tegakan tinggal (ITT) yang dilaksanakan dua tahun setelah pemanenan. Hasil kegiatan ITT akan memberikan gambaran berapa luas areal yang harus di rehabiitasi dan berapa luas yang harus dilakukan pengayaan. Dari luasan tersebut, kemudian dengan pertimbangan jarak tanam yang akan digunakan, maka dapat dihitung kebutuhan bibit yang harus dipersiapkan. II. PENGERTIAN Untuk memberikan pemahaman yang sama menyangkut dalam kaitannya dengan kegiatan persemaian/pembibitan, maka di bawah ini diberikan beberapa pengertian atau definisi menyangkut beberapa istilah yang digunakan dalam persemaian : 1. Pengadaan bibit adalah kegiatan yang meliputi penyiapan sarana, prasarana, pengumpulan bibit berkualitas baik berupa biji maupun anakan alam (wilding) ataupun teknik lainnya yang diperuntukkan sebagai penyedia materi (bibit) khususnya dalam kegiatan penanaman, pengayaan (enrichment planting),rehabilitasi hutan maupun peruntukan lainnya. 2. Persemaian adalah suatu areal pemeliharaan bibit yang lokasinya tetap dan dibangun dengan peralatan yang rapi dan teratur yang berkaitan dengan kegiatan penghutanan kembali areal tanah kosong dan rusak ataupun peruntukan lainnya. 3. Bibit adalah tanaman anakan yang akan dibudidayakan. 4. Bedeng tabur adalah suatu bedengan yang berisi media tanah, guna membiakkan biji. 5. Bedeng sapih adalah bedengan tempat diletakannya polybag yang berisi bibit yang berasal dari bedeng tabur maupun anakan yang berasal dari kebun bibit guna mempersiapkan ukuran dan mutu bibit yang memadai untuk pengayaan, rehabilitasi ataupun peruntukan lainnya. 6. Media semai adalah media yang berupa tanah, gambut, sekam yang dipersiapkan sedemikian rupa sehingga memungkinkan untuk bibit, biji dapat tumbuh dengan baik. 7. Biji adalah suatu bakal benih yang berasal dari tegakan benih atau pohon induk yang belum dikenai perlakuan khusus atau belum disortir. 8. Pembiakkan vegetatif adalah pembibitan yang menggunakan bahan tanaman stek yang diproduksi dari kebun pangkas.

Persemaian Sementara (Flying Nursery) Persemaian sementara biasanya merupakan persemaian kecil. kebutuhan bahan. Keuntungan dari persemaian tetap adalah :  Kesuburan tanah dapat dipelihara dengan pemupukan  Dapat dikerjakan secara mekanis bila dikehendaki 3 Pengawasan dan pemeliharaan lebih efisien. Persemaian jenis ini biasanya digunaka tidak melebihi jangka waktu 5 tahun. beberapa persyaratan yang perlu dipertimbangkan adalah : a. dengan tujuan untuk melayani areal penanaman yang luas. Pada kegiatan persemaian.  Ongkos pengangkutan bibit murah.  Kesuburan tanah tidak terlalu menjadi masalah karena persemaian selalu berpindah tempat setelah tanah menjadi miskin. tata waktunya tepat dan bibitnya dapat beradaptasi dengan tapak atau kondisi setampat. 2. kualitas bibit lebih baik dan pertumbuhannya lebih seragam Adapun kekurangan dari persemaian tetap adalah :  Kondisi lingkungan tidak selalu mendekati keadaan yang sebenarnya.  Ongkos pengangkutan lebih mahal dibanding dengan jenis persemaian sementara. dan diletakkan di dekat dengan lokasi yang akan ditanami. Keuntungan dari persemaian sementara antara lain :  Kondisi lingkngan mendekati keadaan yang sebenarnya. beberapa pertimbangan yang digunakan dalam merencanakan kegiatan persemaian antara lain penetapan jenis persemaian. Untuk memilih lokasi persemaian persemaian yang baik. dengan staf yang tetap dan terpilih  Perencanaan pekerjaan akan lebih teratur  Produktivitas semai/bibit tinggi.  Tenaga kerja sedikit sehingga mudah pengurusannya. Lokasi Persemaian Penentuan lokasi persemaian harus didahului dengan observasi lapangan.  Seringkali gagal karena kurangnya tenaga kerja yang terlatih. Aspek Teknis . Persemaian Tetap Persemaian ini biasanya berukuran besar (luas) dan lokasinya menetap di suatu tempat. b. lokasi persemaian.  Lokasi persemaian yang terpancar menyulitkan pengawasan. PERENCANAAN PERSEMAIAN Perencanaan merupakan tahap awal dari setiap proses penyelenggaraan kegiatan. kebutuhan peralatan dan tenaga kerja serta tata waktu yang diperlukan. karena sering berganti petugas. Jenis Persemaian Pada umumnya persemaian dikelompokkan menjadi 2. sesuai dengan kebutuhan yang direncanakan. FUNGSI PERSEMAIAN Persemaian atau pembibitan berfungsi untuk menyediakan bibit yang berkualitas dalam jumlah yang memadai.III. IV. yaitu persemaian sementara dan persemaian tetap. 1.  Membutuhkan biaya dan investasi lebih besar dibanding persemaian sementara.. Sedangkan kekurangan dari persemaian sementara yaitu :  Ongkos persemaian jatuhnya mahal karena tersebarnya pekerjaan dengan hasil yang sedikit.  Keterampilan petugas sulit ditingkatkan. a.

Air Keberadaan sumber air dalam jumlah yang cukup amat menentukan berhasil/tidaknya persemaian yang akan dibangun.  Lamanya semai/bibit dipelihara di pesemaian sampai diperoleh ukuran yang dinginkan . dalam tanah dan air hujan.1. kantong plastik (kontiner) pupuk. Luas Persemaian Luas areal persemaian tergantung pada :  Rencana jumlah semai yang akan diproduksi/tahun  cara penanaman apakah sistem akar telanjang (bare root) atau sistemcontainer yang membutuhkan ruang/tempat lebih luas.3. karena itu kebutuhan tenaga kerja juga berbeda.2. mudah dijangkau setiap saat dan terlindung dari tiupan angin yang kencang. Media Tumbuh Tanah merupakan salah satu komponen tempat tumbuh tanaman. c. Material/Bahan Bahan yang dibututhkan untuk kegiatan persemaian terdiri dari benih.a. maka akan semakin sulit pengerjaan persiapan lapangan dan juga semakin banyak tenaga dan biaya yang dibutuhkan. Volume kegiatan pekerjaan di persemaian pada umumnya berbeda pada setiap tahap kegiatan. pasir. Media tumbuh semai memerlukan persyarata sebagai berikut:  Porositas dan drainase baik  Bebas dari batu dan kerikil  pH 5 – 7  Tidak merupakan tanah liat  Banyak mengandung unsur hara (dalam hal media yang digunaka tida subur. Semakin berat topografinya. sekam dsb). Letak Persemaian Lokasi persemaian sedapat mungkin diusahakan berada di tengah areal penanaman atau berada pada jarak yang dekat denga areal penanaman. a. Lokai atau areal persemaian harus berada pada lahan yang terbuka dan mendapat sinar matahari yang cukup/langsung. Aspek Fisik b. fungsida dan pestisida.3. b. mata air. a. Kebutuhan tenaga kerja pada persemaian diusahakan dapat dipenuhi dari masyarakat sekitar atau yang berada dekat dengan persemaian. Pada umumnya sumber air di dalam kawasan hutan berupa sungai. . Kebutuhan tenaga kerja untuk tiap persemaian bergantung pada volume pekerjaan yang ada. Jalan Angkutan Lokasi persemaian harus dilalui jalan angkutan atau sarana transportasi. tanah atau bentuk-bentuk media tumuh yang lain (gambut. Tanaman akan tumbuh subur bila medium tumbuhnya subur dan merana bila medium tumbuhnya tidak subur. sehingga memudahkan dalam kegiatan pengangkutan dan pengawasan. b. dapat dberi pupuk sebagi pengganti) b. 2. Topografi/ Kelerengan Lokasi persemaian diusahakan pada areal yang relatif datar. d. Aspek Tenaga Kerja Ketersediaan tenaga kerja dalam jumlah yag cukup dan kualitas yang memadai menjadi faktor yang menentukan bagi keberhasilan kegiatan persemaian.1. Kelerengan yang dapat dipertimbangkan sebagai areal persemaian tidak lebih dari 10 %.

Pada persemaian modern penyiraman dilakukan dengan cara ”sprinkle irrgation” dengan cara ini air disemprotkan lewat spayer yang dapat diputar seperti air mancur e. Peralatan dan Tenaga Kerja a. Dalam usaha untuk memacu pertumbuhan semai hasil sapihan. Kantor Persemaian .2. Penyediaan benih yang berkualitas baik dan dalam jumlah yang cukup dan tepat waktu sangat menentukan keberhasilan persemaian. terdiri dari :  Ruang kerja  Ruang data  Ruang istirahat  Ruang P3K  Gudang.1. Rumah Jaga Rumah jaga disediakan untuk tempat tinggal dan gudang petugas (mandor persemaian).000 semai akan lebih menguntungkan dengan menggunakan pompa motor dengan penyiraman otomatis. 3. yaitu menggunakan gembor. Agar tidak tergantung dari air hujan. persemaian perlu dillengkapi dengan peralatan berupa pipa penyalur air.d. d. Benda-benda keras yang dimaksud antara lain kerikil. Pasir untuk medium perkecambahan diusahakan sesteril mungkin antara lain dengan cara dijemur pada tempat kena sinar matahari penuh selama 2-3 hari atau disiram air panas atau digoreng untuk menghindari kemungkinan adanya jamur. akhir-akhir ini banyak dilakukan pemberian pupuk yaitu dengan dicampur tanah yang telah dipilih untuk medium sapih. Lebar . kerikil dan benda-benda lain. maka perlu dilakukan pengujian. antara lain masalah adanya gangguan persemaian oleh hama dan penyakit yangbersifat mendadak.000 semai biasanya dilakukan dengan tangan. Untuk penyiraman persemaian dengan kurang dari 50. Sarana Pengairan Sarana pengairan dipersemaian antara lain berupa parit/saluran dan bak penampung air yang cukup memada. Untuk menyakinkan kualitas benih sesuai dengan yag tercantum dalam label. atau batu. b. Sedang untuk persemaian dengan produksi bibit/semai dari 50. bebas batu. Hal ini dapat terjadi bagi suatu daerah yang tidak memiliki stok benih jenis tertentu sehingga harus didatangkan dari luar. Hal ini sangat penting agar persemaian selalu terjaga dan dapat mengambil tindakan secara apabila terdapat masalah-masalah di persemaian. Benih Dua faktor penting yang perlu mendapat perhatian di dalam penyediaan benih adalah kualitas dan kuantitas benih. Untuk jenis-jenis tanaman tertentu seperti meranti dan pinus media sapih berupa tanah dan pupuk juga dicampur dengan mikoriza. Sering terjadi kekurangan benih bukan disebabkan kurangnya jumlah/berat benih yang tersedia. Perbandingan pupuk kandang dengan tanah yaitu 1 : 2. tetapi karena kualitas benihnya yang jelek. sedang bila menggunakan pupuk TSP biasanya digunakan dosis 4 – 5 gram setiap kantong plastik. Pekerjaan ini dilakukan dengan cara mencampur pupuk dan tanah sampai merata (diaduk) baru setelah itu diisikan kekantong plastik yang telah disiapkan. sehingga tidak mengganggu pertumbuhan benih yang dikecambahkan maupun pertumbuhan semai hasil sapihan. Tanah dan Media Pasir dan tanah (jenis medium tumbuh lainnya) Pada dasarnya tanahatau medium tumbuh yang lain untuk medium sapihan dipilih yang baik. Jalan Angkutan dan Jalan Inspeksi Jalan angkutan perlu dibuat untuk mengangkut bahan-bahan dan peralatan yang diperlukan dipersemaian termasuk untuk mengangkut semai pada saat akan ditanam di lapangan. Barak Kerja c. d.

g. TEKNIK PERSEMAIAN Teknik pengadaan bibit yang dapat dilakukan antara lain : 1. f. Penanaman di lapangan biasanya dilakukan pada permulaan musim penghujan. naungan sering dibuka. selain dipengaruhi oleh iklim (musim tanam) setempat. tengelam bila dimasukkan air. Untuk perkecambahan benih dan pertumbuhannya apakah semai itu memerlukan cahaya penuh ataukah perlu naungan. Pada umumnya 8 – 10 minggu sebelum semai dipindahkan ke lapangan. Kalau benih dibeli dari produsen benih yang mempunyai sertifikat yang jelas.  Benih yang bermutu baik mempunyai daya kecambah tinggi 80% dengan kemurnian tinggi yang diwujudkan dalam bentuk biji tidak berlubang. juga dipengaruhi oleh jenis tanaman yang akan disemaikan. percabangan tinggi.5 meter sedang lebar jalan inspeksi antara 0. diberikan naungan yang ringan. Hal ini dimaksudkan agar menjelang penanaman di lapangan semai dapat menyesuaikan diri dari keadaan di lapangan yang biasanya terbuka h. yaitu: .  Untuk memperoleh benih yang unggul lewat program pemuliaan. misalnya naungan yang dibuat dari bahan kasa plastik atau alang-alang/daun kelapa sebagai atap yang diatur tidak terlalu rapat sehingga cahaya matahari masih bisa masuk ke bedengan /bak .  Biji yang telah terkumpul/dibeli segera diangkut ke persemaian dan diseleksi untuk memilih biji yang baik. naungan diperlukan baik untuk jenis yang perlu naungan maupun yang tidak perlu naungan.00 meter. besar dan bijinya seragam. Mengingat musim penghujan untuk masing-masing daerah kemungkinan berbeda-beda. Pemagaran Persemaian Persemaian yang membutuhan pagar biasanya dalam kondisi :  seringkali terjadi hembusan angin yang kencang  adanya gangguan ternak  adanya gangguan babi hutan/rusa. Dalam praktiknya.751. naungan sama sekali ditiadakan. 4. V. bertajuk lebat. Untuk memberikan naungan pada semai hal yang harus diketahui terlebih dahulu adalah sifat jenis semai inti mengenai kebutuhannya akan cahaya. karena masing-masing jenis tanaman sampai siap tanam membutuhkan waktu yang berbeda-beda. sehingga sebelum saat itu tata bibit (semai) harus sudah siap. Tujuannya ialah untuk mendapatkan semai dengan pertumbuhan yang baik dengan jalan memberikan cahaya serta suhu sesuai yang dibutuhkannya. Sarana-sarana lain (cangkul. sprayer dll). Biji  Biji sebaiknya dikumpulkan dari pohon induk yang berbatang lurus. sabit. sehat dan sudah cukup umur. Intensitas naungan dikurangi secara berangsur-angsur. Tata Waktu Penyelenggaraan Persemaian tata waktu kegiatan dipersemaian perlu direncanakan masak-masak mengingat bahwa kegiatan pembuatan tanaman di Indonesia khususnya sangat dipengaruhi oleh keadaan iklim setempat. maka permulaan dari pembuatan persemaian juga mengukuti keadaan setempat. Lamanya waktu penyelenggaraan setiap periode persemaian. Naungan Naungan dibuat dengan maksud untuk menghindari kerusakan semai dari cahaya dan suhu udara yang berlebihan serta kerusakan yang disebabkan oleh tempaaan air hujan. Hanya saja untuk jenis-jenis yang tidak perlu naungan atau memerlukan cahaya penuh. secara umum dapat diklasifikasikan menjadi 2. kecuali jika ada hujan deras dan matahari begitu terik.jalan angkutan biasanya tidak kurang dari 2.

Terbuat dari bahan yang tahan lama seperti sarlon. 4. disusun searah dimana akar dengan akar dan daun dengan daun.  Jenis bibit yang disemaikan adalah dari jenis pohon yang ditebang atau jenis-jenis yang memiliki keunggulan komersil.5–2 meter)x6 meter dengan arah utara–selatan dan jarak antar bedeng 0. diatur. Untuk tahap pertama tiap bibit dapat menghasilkan ± 14 stek . Keperluan benih jangka pendek: Benih-benih yang diperoleh melalui pemilihan dan penunjukan pohon plus. 3. Stek  Pembuatan bedeng kebun pangkas 1. tegakan-tegakan yang baik. maka bibit puteran tersebut dapat dibawa kelokasi penanaman. sekam .  Sebaiknya dilakukan pada saat musim penghujan atau tanah masih basah/lembab.  Anakan alam biasanya memiliki tinggi 15–30 cm dengan jumlah daun 2–5 lembar.  Pembuatan stek 1.  Anakan alam yang telah dipungut hendaknya segera diangkut ke lokasi bedeng sapih. lewat serangkaian kegiatan pemuliaan pohon hingga pembuatan kebun-kebun benih. Ukuran bedeng (1. b.a. Bahan stek diambil dari anakan yang berasal dari kebun pangkas harus bersifat juvenille atau muda dan tunas autotrop bukan cabang. Keperluan benih jangka panjang: Usaha-usaha memperoleh benih yang benar-benar unggul.  Bahan bibit puteran dapat berasal dari biji.  Sasaran pengadaan bibit adalah penyiapan bahan tanaman bagi kegiatan penanaman. Setiap bedeng agar diberi atap sebagai pelindung bibit dari matahari dan air hujan secara langsung. tegakan benih dan sumber provenans.  Bibit yang sudah diputer dibawa ke persemaian untuk dilakukan penyesuaian lingkungan. diisi campuran media setinggi ± 20 cm. Media yang digunakan untuk kebun pangkas adalah campuran top soil. 2. atau stek.6 meter dan disekeliling bedeng agar diberi penahan yang terbuat dari papan dengan tinggi dari permukaan tanah ±15 cm. 3.  Setelah bibit dirawat di persemaian dan sudah siap tanam.  Anakan dicabut dengan hati–hati yang dilakukan dengan pencabutan lurus sejajar batangnya dan diusahakan agar akarnya tidak putus.  Anakan yang telah dipungut. Bahan tanaman kebun pangkas sebaiknya bibit – bibit vegetatif atau bibit dari biji yang berasal dari pohon induk yang fenotipnya bagus. Perbandingan antara luas lahan untuk keperluan jalan inspeksi dengan luas bedengan adalah 1 : 3 5. . 2. cabutan. gambut dengan perbandingan 6 : 3 : 1. pengayaan dan rehabilitasi. Cabutan  Pengumpulan dilakukan terhadap anakan alam disekitar pohon induk dengan radius maksimum 10 meter dari proyeksi tajuk pohon induk. Puteran  Pengadaan bibit dengan sistem puteran dilaksanakan jika ada keperluan bibit tertentu untuk kegiatan penanaman khusus atau pencapaian target bibit. 4.

 Pengumpulan top soil guna pengisian bedeng tabur. 5. bedeng tabur. bedeng sapih. Dalam rangka menstabilkan suhu media konstruksi bak stek agar dibuat dengan dinding beton selebar ±10 Cm 4.5 m x 0.  Bahan vegetatif tanaman (tunas pucuk) untuk pembuatan stek pucuk dapat diperoleh dari beberapa sumber : 1. . batu dibuang. dan sebagainya. PELAKSANAAN KEGIATAN PERSEMAIAN 1. gulma dan semak belukar yang mengganggu. Untuk biji/benih yang berukurean besar yang memerlukan bedeng tabur maka bedeng tabur dibuat :  Penyiapan tanah untuk bedeng tabur ukuran 5 x 1 meter atau sesuai dengan kebutuhan dengan arah yang seragam. Untuk penaungan ini dapat digunakan plastik transparan berwarna putih. Jarak tanam bak stek 5 x 5 Cm.  Tanah dicangkul dan digemburkan sampai menjadi halus. Naungan perlu diberikan supaya intensitas cahaya yang masuk kedalam stek tidak terlalu tinggi (optimum 50%).  Pemagaran calon lokasi persemaian.  Multiplikasi atau perbanyakan propagasi (bahan tanaman yang diperbanyak seperti tunas atau embrio).6 m . bedeng semai dan polibag. Kultur Jaringan  Memilih dan menyiapkan tanaman induk sebagai sumber eksplan. gubuk kerja. gudang. Persiapan Kegiatan 2. Dipilih bibit yang pertumbuhannya seragam baik fungsi maupun jumlah daunnya. Persemaian (pemangkasan bergulir) 3. penyiapan pompa air dan saluran – salurannya. VI.  Pembuatan papan/plang nama persemaian.  Inisiasi kultur atau culture establishment. b. Persiapan Pembuatan Persemaian a. Kebun Pangkas 2.  Menyiapkan media kultur  Sterilisasi eksplan.  Pemanjangan tunas induksi dan perkembangan akar. Pembuatan bedengan Untuk beberapa jenis biji halus/sangat kecil harus ditabur dalam bak – bak penaburan dengan ukuran 0.5 m atau sesuai dengan kebutuhan dan ditempatkan di atas rak berukuran 5 m x 1 m atau sesuai dengan kebutuhan.  Aklimatisasi ke lingkungan eksternal (green house). Ukuran bak stek dengan media padat dan media air (water rooting system) adalah 1 x 2 meter dengan tinggi 0. 3. Semai alami 5.  pemasangan jaringan pengairan seperti : penentuan sumber air.Untuk meningkatkan mutu bibit stek yang dihasilkan dari kebun pangkas dianjurkan lagi untuk digunakan sebagai bahan pembuatan kebun pangkas.   Pembersihan lapangan dari rumput. ringan semua akar.

tanggal penyapihan dan nomor bedengan. Pada tepi bedengan diperkuat dengan batu. Dapat menahan berdirinya bibit 4. Dapat mendukung perkembangan akar Hal yang perlu diperhatikan dalam pengadaan dan persiapan media : a. Media diletakkan pada bak tabur dengan ketebalan 3-4 cm. Pembuatan bedeng sapih  Menyiapkan tanah untuk bedeng sapih dengan ukuran 5 x 1 meter dan arah bedeng sapih seragam. bambu dengan permukaan bedeng ditinggikan 10 s/d 15 cm dari permukaan tanah dan sekitarnya. Aerasi baik 2. Pada pengisian kantong untuk mempercepat pertumbuhan tanaman sapihan dapat ditambahkan pupuk phospat dengan ukuran 1 gram tiap polibag. kayu. b.  Mengisi polibag dengan tebal 0. c. Dapat menjaga kelembaban 3. Setelah lima hari baru benih dicampur.  Setiap bedeng sapih diberi papan/plang keterangan yang memuat nama. 2.  Untuk mempermudah dalam transportasi bibit dianjurkan untuk memakai kontainer dimaksudkan untuk menghindari kerusakan bibit waktu pengangkutan.  Pada tepi bedeng sapih ditandai dengan kayu setinggi 20 cm. Pengadaan dan Persiapan Media Kriteria umum media untuk produksi bibit 1. Media Tabur 1.  Saluran air dibuat sepanjang kanan kiri jalan inspeksi. Selain itu juga berguna memudahkan penyiangan rumput. 2. sebab kontainer tersebut dapat lansung diangkat tanpa mengubah pot–pot bibit .  Sebelum biji ditabur sebaiknya lima hari sebelumnya diadakan sterilisasi media yakni dengan mencampur tiap 1 m2 tanah dengan 4 liter campuran formalin dan air (perbandingan campuran satu liter formalin dicampur 14 liter air) kemudian ditutup dan didiamkan selam 3 hari.  Untuk jenis yang tidak memerlukan penyapihan maka bibitnya langsung dicabut dari bedeng tabur ke lokasi penanaman.kemudian benih ditabur lagi dengan media.5 m dan setiap 5 – 10 bedeng dibuat jalur inspeksi selebar 2 meter. Media Perakaran Stek . Media yang umum digunakan adalah gambut dan sekam padi yang sebelumnya sudah disterilisasi.  Jarak antara bedeng bedeng diberi jalur antara selebar 0.  Bagi benih yang membutuhkan naungan bedeng tabur perlu diberi atap yang dibuat miring. Benih yang sudah mendapat perlakuan ditabur diatas media.  Apabila tanah kurang gembur bisa dicampur dengan pasir dengan perbandingan pasir dengan tanah = 1:3. 3.  Bedeng sapih dibersihkan dari tanaman dan akar–akaran serta diratakan sehingga datar.  Pada bagian pinggir disekitar dasar kantong plastik tersebut masing–masing diberi lubang antara 12–18 lubang.4 m meter ukuran 7 cm atau 10 cm tinggi kantong. jenis.

3.Stek Pucuk  Penyapihan dilakukan dibawah naungan atau didalam green House. Media yang umum digunakan untuk penyapihan bibit adalah gambut. Polybag yang telah terisi media disusun dalam kantong plastik dan siap untuk penayapihan.   Media yang bisa digunakan untuk perakaran arang sekam atau vermiculite 2. Bahan stek diletak dengan baik pada media perakaran.5 x 15 cm untuk Sengon. Media yang sudah siap dimasukkan kedalam polybag. yang sebelumnya telah disiapkan lubang tanam. gula. Pembuatan media kultur disesuaikan dengan tanaman yang akan diperbanyak. yang berbeda adalah perlakuan setelah penyapihan dilakukan. 3. . sekam padi dan topsoil dicampur dengan menggunakan molen. asam amino. agar-agar. sekam padi dan topsoil.zat pengatur tumbuh. Akasia dan Nyawai 7. Pisang (tananam kehidupan) 5.5 cm. . vitamin. yang berbeda hanya perlu dibersihkannya media agar-agar yang digunakan sebelumnya sebagai media perakaran.  Buat lubang tanam sesuai panjang akar. d.contoh: 6. 2.  Setelah disapih tanaman disiram dengan butiran air yang halus. 2. Gambut. . Jati dan Mahoni 10 x 15 cm untuk Aren. Sekarang telah berkembang teknologi KOFFCO. Media Sapih 1. Komponen media kultur antara lain : air. c. hara makro dan mikro.  Penyapihan dilakukan setelah panjang akar minimal 2. Media Kultur Jaringan 1. Pemeliharaan Bibit Adapun tahapan-tahapan pemeliharaan bibit : 1.Puteran Telah dijelaskan sebelumnya .  Setelah disapih tanam disiram dan tempatkan dalam sungkup.  Akar atau tunas yang tumbuh ditanam pada polybag. dan lain-lain. 3. teknologi ini mengkondisikan iklim dalam green house terjaga terutama kelembaban dan temperature serta cahaya sehingga prosentase jadi tanaman bias tinggi. 4. Masing-masing jenis berbeda ukuran polybag. Kapur.Cabutan Telah dijelaskan sebelumnya .Kultur Jaringan  Penyapihan yang dilakukan sama dengan penyapihan stek pucuk. 1. Pada saat pencampuran media tersebut ditambahkan fertilizer berupa Kapur dan TSP. Media diletakkan pada bak perakaran dengan ketebalan 6-10 cm. Penyapihan Teknik pelaksanaan penyapihan pada prinsipnya sama pada semua teknik/metode pengadaan bibit.Biji  Penyapihan dilakukan dibawah naungan dengan hati-hati karena pada proses ini sangat rentan terhadap perubahan lingkungan.5 x 15 cm untuk Meranti. .

Penyiraman yang baik parameternya adalah media tanaman harus basah tidak hanya tanamannya saja yang basah.Produksi. yaitu: fungisida (jamur). Hardening off Tanaman yang telah berumur 4-8 minggu dikeluarkan dari naungan agar dapat beradaptasi dengan lingkungan. Penyiraman Penyiraman dilakukan setiap hari.Penggunaan HOK tenaga kerja harian  Laporan Mingguan Petugas Nursery membuat laporan mingguan berdasarkan laporan harian dan dilaporkan kepada Pengawas dan Kasi Nursery. kematian dan pengiriman bibit. mutasi.  Laporan Bulanan Pengawas dan Kasie Nursery membuat laporan bulanan kepada Manager Nursery berdasarkan laporan mingguan. .Penggunaan material dan bahan produksi. Setiap kali pengangkutan harus disertai dengan trip ticket. . beberapa menit kemudian tanaman disiram dengan air untuk membersihkan daun tanaman yang terkena pupuk. 10. 3. Pelaporan  Laporan Harian Petugas nursery membuat laporan harian yang terdiri dari : . Sedangkan tanaman yang belum memenuhi standar bibit siap tanaman akan mendapat perlakuan tambahan seperti pemupukan sampai bibit tersebut siap untuk ditanam. Mutasi Batas akhir tanggungjawab pihak persemaian adalah saat pengangkutan bibit dari lokasi persemaian ke lokasi penanaman. jika pertumbuhannya dianggap sudah baik maka frekuensi pemupukan dapat dikurangi. Pemberantasan Hama dan Penyakit Pengendalian serangan hama dan penyakit dilakukan dengan cara pengaturan kondisi lingkungan atau penggunaan pestisida. 9. begitu pula sebaliknya. herbisida (gulma). Pemupukan dilakukan setiap 2-4 minggu. 5. 8. Tanaman yang memiliki ukuran dan kualitas yang baik siap untuk di kirim ke lapangan. Seleksi Kegiatan ini adalah mengelompokkan tanaman yang seragam dalam satu kantong plastik. 4. Penyulaman Kegiatan ini dilakukan dengan mengganti semai yang rusak/terserang penyakit/mati agar diperoleh tanaman yang seragam. . Pemupukan Pemupukan dilakukan dengan menambahkan unsur hara atau bahan lainnya agar pertumbuhan tanaman bisa dipacu.2. 7. Penyiraman dilakukan agar tanaman benar-benar memperoleh air yang cukup. Pengangkutan bibit ke lokasi penanaman harus hati-hati agar resiko kerusakan tanaman dapat dikurangi. insektisida (serangga). penyiraman harus hati-hati terutama tanaman yang masih kecil. pemupukan juga disesuaikan dengan kondisi tanaman. Penggantian ini dilakukan 2-4 minggu setelah penyapihan. Penyiangan Penyiangan dilakukan dengan cara membersihkan tanaman pengganggu (rumput atau gulma lainnya) sehingga tanaman dapat tumbuh optimal. Jenis pestisida dibedakan atas penyebab hama dan penyakit yang menjadi sasaran. 6. Pupuk dilarutkan dalam air kemudian disemprotkan kearah media tanaman.

http://sarjanasatu.html .blogspot.com/2011/06/persemaian-dan-pembibitan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful