ANAMNESA DAN PEMERIKSAAN FISIK

dr. Ambar Rialita SpKK

 Dlm kedokteran. dimana biasanya tersebar luas dan seringkali gatal.Prinsip Diagnosis Klinis  Ketika penderita mencari pendapat dermatologik. biasanya untuk satu dari dua alasan berikut: Suatu “pertumbuhan” atau karena kuatir keganasan Yang kedua adalah karena “ruam”.pendekatan tradisional adalah melakukan anamnesa sebelum pemeriksaan fisik. Sangat berguna untuk bertanya baik sebelum dan sesudah pemeriksaan: “apa masalah kulit anda?” “timbulnya sejak kapan?” “apakah membaik/memburuk setelah mendapat pengobatan?” “apakah mengganggu anda?” “apakah gatal?” “bagaimana anda mengobatinya?” 2 .

Diagnosis neurofibromatosis merupakan penyakit yang diturunkan secara dominan.Anamnesa Lesi Kulit  7 Pertanyaan Kunci:        Kapan mulai timbul? Apakah ada rasa gatal. 3 . hay fever) akan membantu mendukung diagnosis. terbakar. asma. atau nyeri? Pada bagian tubuh mana lesi tersebut mulai timbul? Bagaimana penyebarannya? (pola penyebaran) Bagaimana masing-masing lesi berubah? (evaluasi) Faktor pencetus? Pengobatan terdahulu?  Riwayat keluarga Suatu riwayat keluarga yang positif untuk penyakit atopik (dermatitis atopik.

pertanyaan tentang pajanan pekerjaan dapat penting dan harus diarahkan khususnya pada bahan dan zat yang kontak dengan penderita.  Dermatitis kontak. dokter akan mencari tahu tentang stres penderita. fenomena Raynaud 4 . artralgia. melalui pemegangan atau pencelupan. dengan perhatian khusus pada hubungan yang mungkin antara tanda kutaneus dan penyakit sistem organ lain (contohnya keluhan rematik): mialgia. dermatitis tangan kronik. suatu penyakit yang terkadang dipicu oleh alkohol.  Neurodermatitis. Tinjauan sistem sesuai yang diindikasikan situasi klinis.Anamnesa Lesi Kulit  Riwayat Sosial  Porfiria kutanea tarda.

alkohol.alergi. penyalahgunaan obat) .kebiasaan (merokok.penyakit . terutama alergi obat .obat-obatan (dahulu dan sekarang) .riwayat atopik (asma.Anamnesa Lesi Kulit  Riwayat medik terdahulu . eksema) 5 . hay fever.operasi .

Pemeriksaan Fisik   Inspeksi Bagian paling penting pada pemeriksaan fisik adalah inspeksi. 6 . rambut kuku. memakai gaun pemeriksaan  Pencahayaan adekuat.  Pemeriksaan seksama kulit. Untuk kulit yang diinspeksi secara adekuat. lebih disukai cahaya alami atau lampu fluoresen terang di atas kepala. terdapat 3 kebutuhan esensial:  Penderita yang melepaskan seluruh pakaiannya. dan membran mukosa.  Dokter pemeriksa yang siap melihat apa yang di hadapannya.

lipatan. batang tubuh. 7 . Bentuk lesi individual : anuler. Konfigurasi lesi : multipel. Jenis lesi: makula. c. universal. linear. iris. daerah lipatan. kulit tak berambut. daerah terbuka. papula. arsiform. 4. linear. regional. bulat. Inspeksi 1. arsiform. retikuler. generalisata. Pola: simetri. herpetiform.Pemeriksaan Fisik Empat gambaran kardinal. Lokasi karakteristik: fleksural. telapak tangan. dll. 3. anuler. 2. tersebar. zosteriform. dll. dll. berkelompok. umbilikasi. ekstensor. lokasi penekanan. mulut. daerah terbuka. vesikel. terisolasi. dan telapak kaki). dll. ekstremitas bawah. Luasnya keterlibatan: terbatas. b. nodul. a. oval. telapak tangan dan kaki. Disribusi (pastikan memeriksa kulit kepala.

fluktuasi. Tujuan Utama Meyakinkan penderita bahwa kita tidak takut untuk menyentuh lesi kulitnya. eritema nodosum). kekerasan. kedalaman). Mengevaluasi nyeri atau tidaknya lesi (selulitis.Pemeriksaan Fisik Palpasi Menilai tekstur dan konsistensi lesi kulit (kehalusan. 8 .

Tanda Nikolsky menunjuk pada pelepasan epidermis yang menyerupai lembaran dengan tarikan lembut yang dapat diamati pada beberapa penyakit. dimana pada melanoma maligna dan nevus melanositik menonjol keluar di atas bidang awalnya (menjadi meninggi). Pemberian tekanan lateral dengan ibu jari dan jari telunjuk mengakibatkan pembentukan depresi (dekik) pada dermatofibroma. yang paling penting adalah pemfigus vulgaris dan nekrolisis epidermal toksik.Tanda Klinis   Tanda Dimple  membedakan dermatofibroma (lesi jinak. seperti kulit normal ketika manuver ini dilakukan. dan noduler yang seringkali berpigmentasi) dengan melanoma maligna. keras. 9 .

Urtika tersebut. Tanda Auspitz  menunjuk pada penampilan titik-titik perdarahan pinpoint pada bagian atas kapiler yang ruptur pada saat skuama dilepaskan dengan paksa dari plakat psoriatik.Tanda Klinis (lanjutan)   Tanda Darier  menunjuk pada perkembangan urtika pada lesi urtikaria pigmentosa (suatu makula atau papula coklat yang sedikit meninggi) sesudah digosok dengan ujung pena yang bulat. dapat tidak timbul untuk 5-10 menit. 10 . yang berbatas tegas pada tepi lesi.

Pemeriksaan Laboratorium Prosedur khusus 1. Biopsi untuk histopatologik dan analisis lain 2. virus. Kultur bakteriologik. dan untuk perubahan pigmentasi 7. Preparat sitologik (hapusan Tzanck) pada erupsi vesikuler dan bulosa 5. Pemeriksaan lampu Wood urin untuk porfirin dan rambut & kulit untuk fluoresens. skuama. Kerokan untuk skabies 8. Acetowhitening 11 . Preparat KOH untuk ragi atau jamur 4. atau eksudat 3. Pengecatan Gram krusta. dan jamur sesuai indikasi 6. Tes tempel 9.

& pemeriksaan radiologik. tes serologik (contohnya TSS. kimia klinik. ANA). urinalisis. pemeriksaan feses. dan lebih dari satu biops mungkin diperlukan untuk diagnosis definitif. 12 .Pemeriksaan laboratorium Umum: Darah rutin. Diagnosis akhir Pemeriksaan ulang setelah beberapa waktu.

Predileksi penyakit kulit . 13 .

14 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful