1.

Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli
Posted by romadona on Friday, December 14, 2012 Pengertian Pendidikan. Pendidikan adalah proses pembelajaran yang didapat oleh setiap manusia (Peserta Didik) untuk dapat membuat manusia (Peserta Didik) itu mengerti, paham, dan lebih dewasa serta mampu membuat manusia (Peserta Didik) lebih kritis dalam berpikir. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi. Pendidikan bisa diperoleh baik secarah formal dan nonformal. Pend. Formaldiperoleh dalam kita mengikuti progam-program yang sudah dirancang secara terstruktur oleh suatu intitusi, departemen atau kementrian suatu Negara. Pend. non formal adalah pengetahuan yang didapat manusia (Peserta didik) dalam kehidupan sehari-hari (berbagai pengalaman) baik yang dia rasakan sendiri atau yang dipelajarai dari orang lain (mengamati dan mengikuti). Pengertian Pendidikan Menurut Prof. Dr. Prayitno, M.Sc., Ed. Pendidikan adalah upaya memuliakan kemanusiaan manusia, tujuan pendidikan sepenuhnya mengacu kepada seluruh komponen harkat dan martabat manusia (HMM) Pengertian Pendidikan Menurut Prof. Dr. Imam Barnadib pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup atau kemajuan yang lebih baik Pengertian Pendidikan Menurut John Dewey Pendidikan merupakan alat pelanjuta kehidupan sosial (social continuity of life) Pengertian Pendidikan Menurut Doni Koesoema A Pendidikan adalah sebuah konsep yang sangat abstrak, yang tidak dapat emmiliki tujuan - tujuan pendidikan dalam dirinya sendiri. Pengertian Pendidikan Menurut Sir Francis Beacon Pendidikan bukanlah tujuan akhir untuk mencetak generasi ilmuan yang mengenal ilmu dengan cara meniru sistem tradisional yang telah ada Pengertian Pendidikan Menurut Profesor Gurrey Pendidikan adalah untuk menggali dan mengambil segala seni dan pengetahuan yang amat luas,

Pendidikan ialah proses mengeluarkan manusia yang mempunyai kebudayaan dan pengetahuan yang luas Pengertian Pendidikan Menurut W.O.I Smith Pendidikan adalah suatu proses menyampaikan segala anasir- anasir kehidupan suatu masyarakat kepada generasi mudanya bagi melanjutkan warisan anasir-anasir itu agar dapat dipertinggikan dan disampaikan pula kepada generasi lain Pengertian pendidikan menurut Prof. H. Mahmud Yunus pendidikan adalah usaha-usaha yang sengaja dipilih untuk mempengaruhi dan membantu anak dengan tujuan peningkatan keilmuan, jasmani dan akhlak sehingga secara bertahap dapat mengantarkan si anak kepada tujuannya yang paling tinggi. Agar si anak hidup bahagia, serta seluruh apa yang dilakukanya menjadi bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat Pengertian pendidikan menurut Prof. Herman H. Horne pendidikan adalah proses abadi dari penyesuaian lebih tinggi bagi makhluk yang telah berkembang secara fisk dan mental yang bebas dan sadar kepada Tuhan seperti termanifestasikan dalam alam sekitar, intelektual, emosional dan kemauan dari manusia Pengertian pendidikan menurut M.J. Langeveld pendidikan adalah setiap pergaulan yang terjadi adalah setiap pergaulan yang terjadi antara orang dewasa dengan anak-anak merupakan lapangan atau suatu keadaan dimana pekerjaan mendidik itu berlangsung. Pengertian Definisi Pendidikan - Berikut ini adalah beberapa pengertian atau definisi Pendidikan menurut para ahli: M.J. Langeveld (1995) : 1. Pendidikan merupakan upaya manusia dewasa membimbing manusia yang belum dewasa kepada kedewasaan. 2. Pendidikan ialah usaha menolong anak untuk melaksanakan tugastugas hidupnya, agar bisa mandiri, akil-baliq, dan bertanggung jawab secara susila. 3. Pendidikan adalah usaha mencapai penentuan-diri-susila dan tanggung jawab. Stella van Petten Henderson : Pendidikan merupakan kombinasai dari pertumbuhan dan perkembangan insani dengan warisan sosial. Kohnstamm dan Gunning (1995) : Pendidikan adalah pembentukan hati nurani. Pendidikan adalah proses pembentukan diri dan penetuan-diri secara etis, sesuai denga hati nurani. John Dewey (1978) : Aducation is all one with growing; it has no end beyond itself. (pendidikan adalah segala sesuatu bersamaan dengan pertumbuhan; pendidikan sendiri tidak punya tujuan akhir di balik dirinya).

H.H Horne : Dalam pengertian luas, pendidikan merupakan perangkat dengan mana kelompok sosial melanjutkan keberadaannya memperbaharui diri sendiri, dan mempertahankan ideal-idealnya. Carter V. Good Pendidikan adalah proses perkembangan kecakapan seseorang dalam bentuk sikap dan prilaku yang berlaku dalam masyarakatnya. Proses sosial dimana seseorang dipengaruhi oleh sesuatu lingkungan yang terpimpin (khususnya di sekolah) sehingga iya dapat mencapai kecakapan sosial dan mengembangkan kepribadiannya. Thedore Brameld Istilah pendidikan mengandung fungsi yang luas dari pemelihara dan perbaikan kehidupan suatu masyarakat, terutama membawa warga masyarakat yang baru mengenal tanggung jawab bersama di dalam masyarakat. Jadi pendidikan adalah suatu proses yang lebih luas daripada proses yang berlangsung di dalam sekolah saja. Pendidikan adalah suatu aktivitas sosial yang memungkinkan masyarakat tetap ada dan berkembang. Di dalam masyarakat yang kompleks, fungsi pendidikan ini mengalami spesialisasi dan melembaga dengan pendidikan formal yang senantiasa tetap berhubungan dengan proses pendidikan informal di luar sekolah). Definisi Pendidikan menurut Encyclopedia Americana (1978) : Pendidikan merupakan sebarang proses yang dipakai individu untuk memperoleh pengetahuan atau wawasan, atau mengembangkan sikap-sikap ataupun keterampilanketerampilan. Pengertian Pendidikan versi Wikipedia Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan adalah segala perbuatan yang etis, kreatif, sistematis dan intensional dibantu oleh metode dan teknik ilmiah, diarahkan pada pencapaian tujuan pendidikan tertentu. Dari berbagai pengertian-definisi tersebut di atas dapat kita kita simpulkan bahwa pendidikan merupakan gejala insani yang fundamental dalam kehidupan manusia untuk mengantarkan anak manusia ke dunia peradaban. Pendidikan juga merupakan bimbingan eksistensial manusiawi dan bimbingan otentik, agar anak belajar mengenali jatidirinya yang unik, bisa bertahan hidup, dan mampu memiliki, melanjutkan mengembangkan warisan-warisan sosial generasi yang terdahulu.

.j langeveld Pendidikan adalah setiap pergaulan yang terjadi antara orang dewasa dengan anak-anak dan merupakan lapangan atau suatu keadaan dimana pekerjaan mendidik itu berlangsung. Pengertian pendidikan menurut prof h mahmud yunus Pendidikan adalah usaha-usaha yang sengaja dipilih untuk mempengaruhi dan membantu anak dengan tujuan peningkatan keilmuan jasmani dan akhlak sehingga secara bertahap dapat mengantarkan si anak kepada tujuannya yang paling tinggi. Pengertian pendidikan menurut prof herman h horn Pendidikan adalah proses abadi dari penyesuaian lebih tinggi bagi makhluk yang telah berkembang secara fisk dan mental yang bebas dan sadar kepada tuhan seperti termanifestasikan dalam alam sekitar intelektual emosional dan kemauan dari manusia. tergantung persepsi seseorang tentang pendidikan itu sendiri. Pengertian pendidikan Pengertian pendidikan menurut para ahli Pengertian pendidikan menurut prof dr john dewey Pendidikan adalah suatu proses pengalaman karena kehidupan adalah pertumbuhan. Pengertian pendidikan yang sering dibahas tentu saja tidak seragam bagi para individu. agar si anak hidup bahagia serta seluruh apa yang dilakukanya menjadi bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat. Berikut ini beberapa versi pengertian pendidikan yang diambil dari berbagai sumber. Pengertian pendidikan menurut m. Pendidikan berarti membantu pertumbuhan batin tanpa dibatasi oleh usia.Dewasa ini. kata pendidikan merupakan sesuatu yang lazim kita dengar dalam kehidupan bermasyarakat. Proses pertumbuhan ialah proses menyesuaikan pada tiap-tiap fase serta menambahkan kecakapan di dalam perkembangan seseorang.

Pendidikan profesi Pendidikan profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memasuki suatu profesi atau menjadi seorang profesional. serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus. akhlak mulia. Pengertian pendidikan secara umum Dari beberapa pengertian diatas. Pengetahuan tersebut diperoleh secara formal yang berakibat individu mempunyai pola pikir dan perilaku sesuai dengan pendidikan yang telah diperolehnya. maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. akhlak mulia. yaitu: Pendidikan umum Pendidikan umum merupakan pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat. keagamaan. MACAM atau JENIS PENDIDIKAN Dalam wikipedia disebutkan beberapa jenis pendidikan yang berkembang di indonesia. kepribadian kecerdasan.Pengertian pendidikan menurut kamus besar bahasa indonesia 1991 Pendidikan diartikan sebagai proses pembelajaran bagi individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman yang lebih tinggi mengenai obyek-obyek tertentu dan spesifik. Bentuknya: Sekolah Dasar (SD). serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bentuk satuan pendidikannya adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).jenis ini termasuk ke dalam pendidikan formal. Pendidikan kejuruan Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. pengendalian diri. Pengertian pendidikan menurut wikipedia Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual. kecerdasan. Salah satu yang dikembangkan dalam pendidikan tinggi dalam keprofesian adalah yang . Pendidikan akademik Pendidikan akademik merupakan pendidikan tinggi program sarjana dan pascasarjana yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu. pengendalian diri. kepribadian.

kepribadian. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi. dan Sekolah Menengah . akhlak mulia. Pendidikan umum Pendidikan umum merupakan pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pendidikan vokasi Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal dalam jenjang diploma 4 setara dengan program sarjana (strata 1). pertimbangan dan kebijaksanaan.disebut program diploma. Jenis pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan. Dalam bidang keahlian dan keprofesian khususnya Desain Komunikasi Visual terdapat jurusan seperti Desain Grafis untuk D4 dan Desain Multimedia untuk D3 dan Desain Periklanan (D3). mulai dari D1 sampai dengan D4 dengan berbagai konsentrasi bidang ilmu keahlian. menengah. dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan. pengendalian diri. Dalam proses belajar mengajar dalam pendidikan keprofesian akan berbeda dengan jalur kesarjanaan (S1) pada setiap bidang studi tersebut. serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus. Konsentrasi pendidikan profesi dimana para mahasiswa lebih diarahkan kepada minat menguasai keahlian tertentu. Pendidikan keagamaan Pendidikan keagamaan merupakan pendidikan dasar. kecerdasan. dan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan dan pengalaman terhadap ajaran agama dan /atau menjadi ahli ilmu agama. Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bentuknya: Sekolah Dasar (SD). Pendidikan khusus Pendidikan khusus merupakan penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif (bergabung dengan sekolah biasa) atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah (dalam bentuk Sekolah Luar Biasa/SLB).

Pendidikan khusus Pendidikan khusus merupakan penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif (bergabung dengan sekolah biasa) atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah (dalam bentuk Sekolah Luar Biasa/SLB) . Pendidikan vokasi Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal dalam jenjang diploma 4 setara dengan program sarjana (strata 1).jenis ini termasuk ke dalam pendidikan formal. Pendidikan kejuruan Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.Atas (SMA). menengah. Pendidikan keagamaan Pendidikan keagamaan merupakan pendidikan dasar. Pendidikan akademik Pendidikan akademik merupakan pendidikan tinggi program sarjana dan pascasarjana yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu. Pendidikan profesi Pendidikan profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memasuki suatu profesi atau menjadi seorang profesional. dan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan dan pengalaman terhadap ajaran agama dan/atau menjadi ahli ilmu agama. Bentuk satuan pendidikannya adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional: "pendidikan kejuruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan siswa untuk bekerja dalam bidang tertentu". Menurut Djojonegoro (1998). Walaupun definisi di atas berbeda beda. Artinya untuk membidik manusia supaya memiliki pengetahuan dan keterampilan teknik yang memadai serta menjadi manusia yang produktif. Tampak bahwa pendidikan kejuruan adalah pendidikan untuk memasuki dunia kerja. pada prinsipnya ada kesamaan bahwa pendidikan kejuruan adalah pendidikan yang mempersiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja PENDIDIKAN KEJURUAN Oleh Wakhinuddin S . Ini berarti satu bidang studi dipelajari lebih mendalam daripada bidang studi lainnya sebagai bekal masuk kedunia kerja. pendidikan kejuruan adalah bagian dari sistem pendidikan yang mempersiapkan orang agar lebih mampu bekerja pada satu kelompok pekerjaan atau satu bidang pekerjaan daripada bidang lainnya.2. 26 September 2012 Pendidikan kejuruan merupakan salah satu jenis pendidikan dalam sistem pendidikan nasional yang terkait dengan perkembangan jenis pekerjaan dan profesi serta sesuai perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Menurut Undang-Undang No. Pendidikan kejuruan dilaksanakan baik di dalam lingkungan (formal) maupun di luar lembaga pendidikan (non formal). 1998). Tujuan utama dilaksanakannya pendidikan kejuruan adalah mempersiapkan siswa agar dapat bekerja di masyarakat maupun untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang tinggi bagi yang memenuhi syarat (Djojonegoro. Rumusan arti pendidikan bervariasi menurut subyektivitas bagi yang merumuskan. Arti pendidikan kejuruan ini telah dijabarkan lebih spesifik dalam Peraturan Nomor 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah yaitu: "pendidikan menengah kejuruan adalah pendidikan pada jenjang pendidikan menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan siswa untuk pelaksanaan jenis pendidikan tertentu". Lebih lanjut Djojonegoro lebih lanjut merumuskan bahwa pendidikan kejuruan adalah program pendidikan yang secara lansung dikaitkan dengan penyiapan seseorang untuk suatu pekerjaan tertentu atau untuk persiapan seseorang untuk suatu pekerjaan tertentu atau untuk persiapan tambahan karier seseorang. perlu melalui jenjang pendidikan kejuruan.Pengertian Pendidikan Kejuruan Diposkan oleh Be El Ka on Rabu.

Mampu mengikuti pendidikan lanjutan dan atau menyesuaikan dengan perubahan teknologi. training. sikap mandiri. keperawatan dan profesional lainnya. dan kemampuan dalam rangka memenuhi kebutuhan/kesempatan kerja yang sedang dan akan berkembang pada daerah tersebut. dan terampil. Dengan kesungguhan dalam mengikuti pendidikan kejuruan maka para lulusan kelak dapat menjadi manusia yang bermartabat dan mandiri serta menjadi warga negara yang mampu membayar pajak. industri. Pertumbuhan ekonomi dan pendapatan negara melalui pajak penghasilan dan pertambahan nilai. efektif dan efisien dan pentingnya keinginan sukses dalam karirnya sepanjang hayat. Pengertian Pendidikan Kejuruan Banyak kontroversi tentang pengertian pendidikan kejuruan.a. Berdampak sebagai pendukung pertumbuhan industri (kecil atau besar). Dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) No. Schippers (1994). e. b. transportasi. seperti halnya hukum. Dalam proses pendidikan kejuruan perlu ditanamkan pada siswa pentingnya penguasaan pengetahuan dan teknologi. yaitu dengan dimasukkannya pendidikan kejuruan ke dalam pemberdayaan profesional. d. b. Tujuan Pendidikan Kejuruan Prosser (1949). Pendidikan SMK merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang diselenggarakan sebagai lanjutan dari SMP/MTS : a. keterampilan bekerja. Pendidikan kejuruan merupakan latihan sederhana untuk menguasai suatu keterampilan. pelayanan jasa. Lulusan SMK merupakan tenaga terdidik. pelatihan. menjodohkan. Memahami pendapat di atas dapat diketahui bahwa pendidikan kejuruan berhubungan dengan mempersiapkan seseorang untuk bekerja dan dengan memperbaiki pelatihan potensi tenaga kerja. semula pendidikan kejuruan didefinisikan sebagai “vocational educational is simply training for skills. 20 tahun 2003 pasal 15 menyatakan bahwa pendidikan kejuruan adalah pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. yaitu keterampilan tangan. minat. Dapat dikatakan pendidikan kejuruan (SMK) adalah bagian dari sistem pendidikan nasional yang bertujuan mempersiapkan tenaga yang memiliki keterampilan dan pengetahuan sesuai dengan kebutuhan persyaratan lapangan kerja dan mampu mengembangkan potensi dirinya dalam mengadopsi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. sehingga dapat dipergunakan untuk memperbaiki kehidupannya. mengemukakan bahwa pendidikan kejuruan adalah pendidikan non akademis yang berorientasi pada praktek-praktek dalam bidang pertukangan. melatih manusia agar memiliki kebiasaan bekerja untuk dapat memasuki dan berkembang pada dunia kerja (industri). bisnis. atau pelatihan lebih lanjut yang dibentuk untuk mempersiapkan seseorang untuk memasuki atau melanjutkan pekerjaan dalam suatu jabatan yang sah. Pada abad kesembilan belas dimunculkan konsep baru tentang pendidikan kejuruan. dan sebagainya. profesi keinsinyuran. or retraining designed to prepare people to enter or to continue in employment in a recognized occupation. Mengurangi angka pengangguran dan kriminalitas. kedokteran. mengemukakan bahwa pendidikan kejuruan akan lebih efektif jika mampu merubah individu sesuai dengan perhatian. Pendidikan kejuruan adalah pendidikan yang menghubungkan. c. terlatih. Sesuai dengan bakat. training the hands” (Vocational Instructional Service. sifat dan tingkat intelegensinya pada tingkat . Selanjutnya Calhoun (1982:22) mengemukakan : Vocational education is concerned with preparing people for work and with improving the training potential of the labor force. f. Hal ini meliputi berbagai bentuk pendidikan. 1989). pertanian. It covers any forms of education.

tetapi juga dari kompetensi yang dicapai. (2) penghasil tamatan yang memiliki kemampuan produktif. sehingga program kejuruan ditawarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan. standar kurikulum dan standar pengujian dimaksudkan untuk menjamin bahwa sistem pendidikan kejuruan benar-benar memberikan kompetensi yang telah dibutuhkan oleh industri. produktifitas. menyatakan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk menyiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. sehingga merupakan unsur penjamin bahwa sasaran yang telah ditetapkan dapat dicapai secara baik. dan (3) membekali peserta didik dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) agar mampu mengembangkan diri sendiri melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi. (2) meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik. dan kualitas hasil kerja dibandingkan dengan tenaga kerja tanpa pendidikan kejuruan. (3) spesifikasi tim sukses atau tim pelaksana program yang akan bertanggung jawab terhadap keberhasilan sasaran haruslah lengkap dan jelas. akurat. sesuai dengan bidang dan program keahlian yang diminati. dan (5) menyiapkan peserta didik agar menerapkan dan memelihara hidup sehat. yaitu harus memperhatikan : (1) Sasaran produk haruslah terdefinisi secara baik. Setiap keterampilan yang dicapai diberikan sertifikat oleh lembaga yang berwenang seperti majelis pendidikan kejuruan nasional (MPKN). sehingga langkah perbaikan dan penanggulangan dapat ditetapkan segera. SMK bertujuan : (1) menyiapkan peserta didik agar dapat bekerja. Standar kompetensi. sebagai bagian dari sistem pendidikan menengah kejuruan SMK bertujuan : (1) menyiapkan peserta didik agar dapat menjalani kehidupan secara layak. artinya setelah melakukan pendidikan dan pelatihan (diklat) para peserta latihan meningkat keterampilannya. sebagai berikut : Tujuan umum.. . ulet dan gigih dalam berkompetensi dan mampu mengembangkan sikap profesional dalam bidang keahlian yang diminati. 20 tahun 2003 pasal 15. (4) penghasil tamatan dan sikap mental yang kuat untuk dapat mengembangkan dirinya secara berkelanjutan. Bahkan perlu mendudukkan mereka dalam posisi yang penting. (2) perlengkapan (sarana dan prasarana) yang dibutuhkan untuk mencapai yang telah ditetapkan haruslah mencukupi. penghasil sendiri. Kompetensi lulusan pendidikan kejuruan sebagai subsistem dari sistem pendidikan nasional menurut Depdikbud (2001) adalah : (1) penghasil tamatan yang memiliki keterampilan dan penguasaan IPTEK dengan bidang dari tingkat keahlian yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan. Lebih lanjut dijelaskan bahwa sistem pendidikan kejuruan yang memberikan standar kompetensi nasional yang baku. baik secara mandiri atau mengisi lapangan pekerjaan yang ada di dunia usaha dan industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah. dan jelas yang merupakan interaksi yang intens antara sekolah dengan masyarakat. Untuk dapat merealisasikan program ini maka peran serta dunia usaha dan industri sangat diperlukan. Acuan keberhasilan suatu program pendidikan kejuruan menurut pendapat Lesgold (1996). memiliki wawasan lingkungan. (4) menyiapkan peserta didik agar memahami dan menghargai keanekaragaman budaya bangsa Indonesia. (3) penghasil penggerak perkembangna industri Indonesia yang kompetitif menghadapi pasar global. Tujuan khusus. (3) menyiapkan peserta didik agar menjadi warga negara yang mandiri dan bertanggung jawab. UUSPN No. (2) membekali peserta didik agar mampu memilih karir. Ketercapaian kompetensi dilihat dari keterampilan. pengetahuan dan seni. Tujuan tersebut dapat dijabarkan lagi oleh Dikmenjur (2003) menjadi tujuan umum dan tujuan khusus. Oleh karenanya ukuran mutu tamatan pendidikan kejuruan tidak hanya dilihat dari hasil Ujian Akhir Nasional. (4) penelitian atau pengkajian terus menerus dan berkesinambungan agar dapat diketahui.setinggi mungkin. Dikmenjur (2000) mengatakan bahwa hasil kerja pendidikan harus mampu menjadi pembeda dari segi unjuk kerja. mengubah status tamatan dari status beban menjadi aset bangsa yang mandiri. Pada dasarnya pendidikan kejuruan menurut Indrajati Sidi (2003) berdasarkan kebutuhan nyata pasar keja.

yang mempersiapkan siswa menjadi tenaga kerja setingkat teknisi (Wakhinuddin S).Jadi pendidikan kejuruan adalah suatu lembaga yang melaksanakan proses pembelajaran keahlian tertentu beserta evaluasi berbasis kompetensi. KEBIJAKAN UU/PELUANG/TANTANGAN/ KELEMAHAN/ KEKUATAN (ANALISIS SWOT SMK) Pembangunan Bangsa Melalui Pendidikan Kejuruan Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. . Pendidikan kejuruan harus merencanakan dan mengusahakan proses pembelajaran yang berorientasi pada nilai dan moral sejalan dengan program pembangunan karakter bangsa.

Diploma 2. Untuk itu disusunlah Kerangka Pengembangan Pendidikan Tinggi Jangka Panjang (KPPTJP IV 2003-2010) yang selanjutnya disempurnakan menjadi HELTS (Higher Education Long Term Strategy). D-II. D-III. Lulusan pendidikan vokasi akan mendapatkan gelar vokasi. beradaptasi pada bidang pekerjaan tertentu dan dapat menciptakan peluang kerja. dan diploma 4. Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang ditujukan untuk kepentingan praktis dimulai dari D-I. diploma 2. dan kepribadian.3. yang mencakup program pendidikan diploma 1. Tentang Vokasi Pendidikan vokasi adalah pendidikan tinggi yang diarahkan pada penguasaan keahlian terapan tertentu. Diploma 3. maksimal setara dengan program pendidikan sarjana. pemberdayaan. institut dan universitas. Standar nasional pendidikan vokasi dikembangkan berdasarkan standar kompetensi nasional dan/atau internasional. diploma 3. dan Diploma 4. Pendidikan vokasi merupakan pendidikan yang mengarahkan mahasiswa untuk mengembangkan keahlian terapan. Bentuk penyelenggaraan pendidikan vokasi terdiri dari Program Diploma 1. politeknik. di mana isinya berupa suatu rencana strategis pengembangan jangka panjang yang bertujuan menempatkan sistem pendidikan tinggi nasional. Sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tersebut memberikan wawasan dan keyakinan pendidikan tinggi harus dikembangkan ke arah suatu sistem demi kepentingan nasional. Pendidikan vokasi merupakan pendidikan keahlian terapan yang diselenggarakan di perguruan tinggi berbentuk akademi. Pendidikan vokasi berorientasi pada kecakapan kerja sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terapan serta sesuai dengan tuntutan kebutuhan lapangan kerja. dan hal ini mendorong Ditjen Dikti Depdiknas merumuskan serangkaian kebijakan pengembangan pendidikan tinggi. Sarjana Terapan. dengan segala keterbatasan yang ada pada . serta berbagai kecakapan hidup life skill. Magister Terapan dan Doktor Terapan yang berfungsi mengembangkan peserta didik agar memiliki pekerjaan keahlian terapan tertentu melalui program vokasi dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. sekolah tinggi. pembentukan watak. Pendidikan vokasi menganut sistem terbuka (multi-entry-exit system) dan multimakna (berorientasi pada pembudayaan.

yaitu daya saing bangsa (nation’s competitiveness). otonomi dan desentralisasi (autonomy). HELTS merumuskan tiga strategi utama pengembangan pendidikan tinggi. dan kesehatan organisasi (organizational health).kedudukan paling baik di masa depan agar mampu menanggapi tantangan yang dihadapi secara efektif. .

menilai dan mengelola pemecahan masalah dalam segala aspek belajar manusia. Yang dimaksud dengan teknologi dalam teknologi pendidikan adalah teknologi dalam arti luas.Ph. 5. sarana dan organisasi untuk menganalisis masalah dan merancang. Teknologi pendidikan sebagai disiplin ilmu. pemanfaatan.4. melaksanakan. dan tiap kali diberi arah baru bagi bidang tersebut. pengelolaan serta evaluasi proses dan sumber belajar. definisi tersebut telah beberapa kali diperbaharui. bukan hanya teknologi fisik (hardtech). Lilik Gani HA. teknologi pendidikan mencakup sistem lain yang digunakan dalam proses mengembangkan kemampuan manusia.D [2] dapat disimpulkan bahwa: 1. Setiap konsep tentu memerlukan ’istilah’ atau ’nama’ yang diciptakan sebagai lambang untuk mengidentifikasikan konsep yang dimaksud dan untuk mengkomunikasikan gagasan yang ada didalamnya. . prosedur. Tujuan utama teknologi pembelajaran adalah (1) untuk memecahkan masalah belajar atau memfasilitasi pembelajaran. bukan pendekatan yang bersifat parsial). Teknologi pendidikan/pembelajaran menggunakan pendekatan system (pendekatan yang holistic/komprehensif. maka awal perkembangan teknologi pendidikan dapat dikatakan telah ada sejak awal peradaban. dan mengelola proses dan sumber teknologi yang memadai. Usaha untuk merumuskan definisi Teknologi pendidikan secara terorganisasi dimulai sejak tahun 1960. Kawasan teknologi pendidikan dapat meliputi kegiatan analisis. pengembangan.[1] Istilah teknologi pendidikan sering dihubungkan dengan teori belajar dan pembelajaran. Kalau mengacu pada konsep teknologi sebagai cara.pengelolaan. gagasan. teknologi Teknologi pendidikan adalah kajian dan praktik untuk membantu proses belajar dan meningkatkan kinerja dengan membuat. 4.pengembangan. Hasil analisis bersama ini menghasilkan definisi bidang tahun 1994 yaitu : Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek dalam desain. Teknologi pendidikan/teknologi pembelajaran adalah suatu disiplin/bidang (field of study) 2. tapi juga teknologi lunak (softtech) 6.Sc. desain. TP adalah proses kompleks yang terintegrasi meliputi orang. pada awalnmya berkembang sebagai bidang kajian di Amerika Serikat. implementasi dan evaluasi baik prosesproses maupun sumber-sumber belajar.pemanfaatan. M. Bila teori belajar dan pembelajaran mencakup proses dan sistem dalam belajar dan pembelajaran. dan (2) untuk meningkatkan kinerja 3. Berdasarkan definisi-definisi di atas menurut Ir. menggunakan. Definisi teknologi pendidikan Tumbuh dan berkembangnya suatu konsep tidak akan terlepas dari konteks dimana konsep itu akan tumbuh.

selain juga menggabungkan unsurunsur definisi dan kawasan bidang yang tradisonal. Tiap kawasan dari bidang memberikan sumbangan pada teori dan praktek yang menjadi landasan profesi. Definisi 1994 pun memberi tempat pada adanya keragaman dan spesialisasi seperti yang ada sekarang.Definisi 1994 mengenal baik tradisi bidang yang berlaku sekarang maupun kecenderungannya untuk masa depan. .

Salah satu solusi. Saat UU BHP disahkan. meski harus dengan mengutamakan prinsip nirlaba. solusi sudah tidak bisa dipakai lagi. kementerian lain. Prof. Sabtu (21/01) di Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Katanya. Sabtu (21/01) di Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Itulah inti gagasan yang disampaikan Rektor Unesa.5. banyak pihak yang khawatir dengan akan makin mahalnya biaya pendidikan di negeri ini. Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 2010 tentang Pendidikan Kedinasan sudah disahkan pada tanggal 22 Januari 2010. Sabtu (21/01) di Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Dr. Prof. karena perguruan tinggi diharapkan mampu mengelola pendanaannya secara mandiri. Ka . Prof. Dr. Namun diduga kuat istilah tersebut untuk memisahkan dengan perusahaan swasta yang berorientasi kepada bisnis. kita bisa mengarahkan anak atau adik kita yang baru lulus SMA untuk masuk ke sekolah kedinasan. Ia mengutip pasal 29 ayat 2 UU Sisdiknas yang menyatakan bahwa pendidikan kedinasan berfungsi meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam melaksanakan tugas kedinasan bagi pegawai dan calon pegawai negeri suatu departemen atau lembaga pemerintah nondepartemen. Ia mengutip pasal 29 ayat 2 UU Sisdiknas yang menyatakan bahwa pendidikan kedinasan berfungsi meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam melaksanakan tugas kedinasan bagi pegawai dan calon pegawai negeri suatu departemen atau lembaga pemerintah nondepartemen.14 Tahun 2010. Iya.. Dr. Katanya. "Memang pada pasal 29 ayat 2 tersebut pendidikan kedinasan seakan dibatasi hanya untuk pegawai negeri dan calon pegawai negeri.. karena kuliah di sana gratis. Tapi sekarang setelah terbit PP No.. Biaya kuliah sekarang ini makin mahal. kedinasan. Itulah inti gagasan yang disampaikan Rektor Unesa. Muchlas Samani pada Seminar Nasional Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI). Itulah inti gagasan yang disampaikan Rektor Unesa. namun kali ini lebih dikhususkan kepada pendidikan kedinasan. "Mema . Ia mengutip pasal 29 ayat 2 UU Sisdiknas yang menyatakan bahwa pendidikan kedinasan berfungsi meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam melaksanakan tugas kedinasan bagi pegawai dan calon pegawai negeri suatu departemen atau lembaga pemerintah nondepartemen. Muchlas Samani pada Seminar Nasional Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI). Kenapa ? Karena pada pasal 1 ayat (1) dalam peraturan pemerintah ini disebutkan bahwa : Pendidikan kedinasan adalah pendidikan profesi yang diselenggarakan oleh Kementerian. Pengertian Pendidikan Kedinasan Setelah tahun lalu Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP) menuai kontroversi. tahun ini keluar lagi peraturan yang mengatur tentang pendidikan. Sekolah swasta yang membantu pemerintah melayani pendidikan kini . atau lembaga pemerintah nonkementerian yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam pelaksanaan tugas kedinasan bagi pegawai negeri dan calon pegawai negeri. Muchlas Samani pada Seminar Nasional Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI). Pendidikan Guru Layak Dikategorikan Pendidikan Kedinasan pendidikan kedinasan. Pendidikan guru layak dikategorikan pendidikan kedinasan.. Dan sepertinya apa yang dikhawatirkan itu terbukti.

sebagaimana diatur dalam UU nomor 14/2005.. mulai calon guru sampai pembinaan ketika yang bersangkutan sudah bekerja sebagai guru. Kini bangunan gedung PPG berlantai 9 yang dibangun di kampus Lidah Wetan yang .disejajarkan fungsinya dengan sekolah negeri dan persyaratan bagi guru sekolah negeri dan sekolah swasta juga sama. . Dengan pola pikir tersebut. Konsep itulah yang mulai tahun 2012 ini akan diterapkan di Unesa. maka asumsi bahwa pendidikan pendidik adalah pendidikan kedinasan atau paling tidak semi kedinasan dapat diterima nalar.."Menurutnya Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebaiknya merupakan alur sinambung dari prajabatan dan dalam jabatan.

3. serta penilaian pelaksanaannya. dan menilai bahan bahan pembelajaran. 4. Sedangkan pada jenjang S3 adalah sebagai berikut : 1. 6. Mengelola Lembaga sumber belajar. baik pada tingkat mikro/kelas maupun dalam konteks pendidikan maupun latihan. Pada Jenjang S2 kompetensi lulusan adalah sebagai berikut : 1. 4. Melatih dan mendidik orang lain dalam berbagai aspek teknologi pendidikan. Menerapkan pendekatan sistem dalam rangka pengembangan pembelajaran. 3. Memahami landasan teori/riset an aplikasi teknologi pendidikan. 5. 5. 2. Merancang. 2. Mampu mengidentifikasikan dan mengkaji kebijakan pendidikan dan masalah pelaksanaannya. Mampu mengkaji dan menganalisis teori/konsep dan temuan penelitian dibidang instruksional dan meramunya menjadi sutau teori/konsep pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik budaya Indonesia. 2.6. dan menselaraskannya dengan perkembangan IPTEK dan SOSEKBUD. pemilihan strategi pembelajaran. 8. 6. maupun menghasilkan inovasi dalam proses dan sistem pendidikan . keahlian Pendidikan keahlian Teknologi Pendidikan pada jenjang sarjana S1 ditujukan untuk penguasaan kemampuan : 1.dan teknik instruksional Menyebarkan informasi dan produk teknologi pendidikan Mengoperasikan sendiri dan melatih orang lain dalam mengoperasikan peralatan audiovisual.media. memproduksi. Merancang pola instruksional Memproduksi media pendidikan Mengevaluasi program dan produk instruksional Mengelola Media dan sarana belajar Memanfaatkan sarana. baik untuk menguji teori instruksional. 7. Mampu melaksanakan sendiri dan memimpin kegiatan penelitian dan pengembangan. 3. Merencanakan kurikulum. Menyebarkan konsep dan aplikasi teknologi pendidikan.

Menyebarkan konsep dan aplikasi teknologi pendidikan. 2. 3. Merancang. Sedangkan pada jenjang S3 adalah sebagai berikut : 1. Melatih dan mendidik orang lain dalam berbagai aspek teknologi pendidikan. pemilihan strategi pembelajaran. 2. dan menilai bahan bahan pembelajaran. Mengoperasikan sendiri dan melatih orang lain dalam mengoperasikan peralatan audiovisual. Mengevaluasi program dan produk instruksional 5. baik untuk menguji teori instruksional. serta penilaian pelaksanaannya. Memproduksi media pendidikan 4. 3. dan menselaraskannya dengan perkembangan IPTEK dan SOSEKBUD. Mampu mengidentifikasikan dan mengkaji kebijakan pendidikan dan masalah pelaksanaannya. 5. baik pada tingkat mikro/kelas maupun dalam konteks pendidikan maupun latihan. Memahami landasan teori/riset an aplikasi teknologi pendidikan. 2. Menerapkan pendekatan sistem dalam rangka pengembangan pembelajaran. memproduksi. Pada Jenjang S2 kompetensi lulusan adalah sebagai berikut : 1. Merencanakan kurikulum. Mengelola Lembaga sumber belajar. Merancang pola instruksional 3.dan teknik instruksional 7.media. 4. Mampu mengkaji dan menganalisis teori/konsep dan temuan penelitian dibidang instruksional dan meramunya menjadi sutau teori/konsep pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik budaya Indonesia.Pendidikan keahlian Teknologi Pendidikan pada jenjang sarjana S1 ditujukan untuk penguasaan kemampuan : 1. Mengelola Media dan sarana belajar 6. Memanfaatkan sarana. Mampu melaksanakan sendiri dan memimpin kegiatan penelitian dan pengembangan. Menyebarkan informasi dan produk teknologi pendidikan 8. maupun menghasilkan inovasi dalam proses dan sistem pendidikan . 6.

Permendiknas No. 27/2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor menegaskan bahwa Pendidikan Profesi Konselor mensyaratkan pesertanya memiliki kualifikasi akademik Sarjana Pendidikan (S1) dalam bidang Bimbingan dan Konseling. Lulusan pendidikan profesi akan mendapatkan gelar profesi. dengan pendidikan profesi. Terkait dengan pendidikan profesi konselor. yang bermuara pada penganugerahan gelar profesional Konselor.profesi Pendidikan profesi adalah pendidikan tinggi setelah program pendidikan sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus. yang penganugerahan gelar sarjana (S-1) kependidikan bidang bimbingan dan konseling. Oleh karena itu.7. Ketentuan ini mengandung penegasan bahwa pendidikan antara konselor adalah pendidikan berkelanjutan bermuara atau pada berkesinambungan program pendidikan akademik. sebagai satu keutuhan. Penjelasan Pasal 15 UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan profesi adalah pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus. . secara utuh pendidikan konselor dinyatakan dalam payung Pendidikan Profesional Konselor.

dan atau mempengaruhi orang lain. sosial. dipersiapkan dalam rangka mempermudah diterimannya secara suka rela perilaku yang akan meningkatkan dan memelihara kesehatan. atau masyarakat. memberikan pengertian pendidikan kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan. Menurut Ottawwa Charter (1986) yang dikutip dari Notoatmodjo S.Pengertian pendidikan kesehatan pendidikan kesehatan pen. Selain itu untuk mencapai derajat kesehatan yang sempurna. baik individu. unsur program kesehatan dan kedokteran yang didalamnya terkandung rencana untk merubah perilaku perseorangan dan masyarakat dengan tujuan untuk membantu tercapainya program pengobatan. sikap dan pengetahuan yang ada hubungannya dengan kesehatan perseorangan. Menurut Steward dikutip dari Effendi (1997). dam mampu mengubah atau mengatasi lingkungannya (lingkungan fisik.an kesehatan kegiatan di bidang penyuluhan kesehatan umum dng tujuan menyadarkan dan mengubah sikap serta perilaku masyarakat agar tercapai tingkat kesehatan yg diinginkan Referensi: http://kamusbahasaindonesia. mayarakat dan bangsa.dik. dan sebagainya). baik fisik. kelompok. agar melaksanakan perilaku hidup sehat. memberikan pengertian pendidikan kesehatan merupakan sejumlah pengalaman yang pengaruh menguntungkan secara kebiasaan. budaya. Kesemuannya ini.8. Dapat dirumuskan bahwa pengertian pendidikan kesehatan adalah upaya untuk mempengaruhi. kebutuhannya. Sedangkan secara operasional. Kesempatan yang direncanakan untuk individu. kelompok atau masyarakat agar belajar tentang kesehatan dan melakukan perubahanpeubahan secara suka rela dalam tingkah laku individu (Entjang. 1991) Wood dikutip dari Effendi (1997).di.org/pendidikan/mirip#ixzz2T5N9GNwK PENGERTIAN PENDIDIKAN KESEHATAN Pengertian pendidikan kesehatan adalah proses membuat orang mampu meningkatkan kontrol dan memperbaiki kesehatan individu. maka masyarakat harus mampu mengenal dan mewujudkan aspirasinya. mental dan social. rehabilitasi. .

Memberikan kompetensi minimal bidang akademik dan lebih memiliki kompetensi kecakapan hidup. pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM). Memberikan kompetensi kecakapan hidup agar lulusannya mampu hidup mandiri dan belajar sepanjang hayat. Pendidikan Kesetaraan merupakan salah satu jenis pendidikan Nonformal yang berstruktur dan berjenjang. Pendidikan kesetaraan adalah salah satu satuan pendidikan pada jalur pendidikan non formal yang meliputi kelompok belajar (kejar) program paket A setara SD/MI. yang didalamnya perawat berperan sebagai perawat pendidik. Pendidikan kesetaraan merupakan kegiatan yang dapat dilaksanakan dalam pendidikan luar sebagai suatu sub system pendidikan non formal.pendidikan kesehatan merupakan suatu kegiatan untuk memberikan dan atau meningkatkan pengetahuan. 2003: 20) pendidikan kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan. Tujuannya adalah untuk menyiapkan lulusannya siap untuk memasuki dunia kerja. dan program paket C setara SMA/MA yang dapat diselenggarakan melalui sanggar kegiatan belajar (SKB). dan praktek masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri (Notoatmodjo. Sedang dalam keperawatan. 2003) ngertian Pendidikan Kesehatan Menurut (Notoatmodjo. program paket B setara SMP/MTS. atau satuan sejenis lainnya. Program Pendidikan Kesetaraan . kelompok. maupun masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatannya melalui kegiatan pembelajaran. Kesetaraan Pendidikan kesetaraan merupakan pintu masuk bagi praktisi homeschooling yang ingin mengintegrasikan pendidikan anak-anaknya dengan sistem pendidikan nasional yang diterapkan di Indonesia. sikap. B. pendidikan kesehatan merupakan satu bentuk intervensi keperawatan yang mandiri untuk membantu klien baik individu. S.

Pusat kegiatan belajar Masyarakat (PKBM). Pendidikan kesetaraan ini merupakan kegiatan yang dapat dilaksanakan dalam pendidikan luar sekolah sebagai suatu sub system pendidikan non formal. dan informal yang dapat saling melengkapi dan mengganti. Yang dimaksud pendidikan non formal adalah “ pendidikan yang teratur dengan sadar dilakukan tetapi tidak terlalu mengikuti peraturanperaturan yang tetap dan ketat”. nonformal. Program Paket B setara SMP/MTs. Ijazah dari program kesetaraan ini diakui keberadaannya. atau satuan sejenis lainnya. .Pendidikan kesetaraan ini meliputi Program Paket A setara dengan SD. Program Paket B setara dengan SMP. Dengan adanya batasa pengertian tersebut. dan Program Paket C setara dengan SMA. Paket B Setara SMP/MTs dan Paket C Setara SMA/MA dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan. Berkenaan dengan hal tersebut di atas. ketrampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian professional peserta didik. Dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional menyebutkan bahwa jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal. dan Program Paket C setara SMA/MA yang dapat diselenggarakan melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). rupanya pendidikan non formal tersebut berada antara pendidikan formal dan pendidikan informal.2 Pengertian pendidikan kesetaraan merupakan pendidikan nonformal yang mencakup progam Paket A Setara SD/MI. Paket B (setara SMP) dan Paket C (setara SMU). maka salah satu upaya yang ditempuh untuk memperluas akses pendidikan guna mendukung pendidikan sepanjang hayat adalah melalui pendidikan kesetaraan.1 Pendidikan Kesetaraan adalah salah satu satuan pendidikan pada jalur pendidikan nonformal yang meliputi kelompok belajar (kejar) Program Paket A setara SD/MI. Pendidikan kesetaraan merupakan program pendidikan non formal yang menyelenggarakan pendidikan umum yang mencakup Paket A (setara SD).

latihan dan pengembangan dilakukan untuk menutup “gap” antara kecakapan atau kemampuan pegawai dengan permintaan jabatan. Kedua. Pengertian Pendidikan dan Pelatihan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 101 Tahun 2000 Tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. diperlukan Pendidikan & Pelatihan yang mengarah pada : 1. menyatakan bahwa untuk membentuk sosok Pegawai Negeri Sipil seperti tersebut di atas . 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil “Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disebut Diklat adalah proses penyelenggaraan mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan Pegawai Negeri sipil” Menurut Subagyo (1995:40) “Pendidikan dan Pelatihan pegawai adalah aktivitas yang meliputi usaha memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada para pegawai dengan maksud agar pelaksanaan tugas lebih efektif. dan atau kepemimpinannya. Peningkatan kompetensi teknis. Pendidikan & pelatihan merupakan bagian integral dari sistem pembinaan Pegawai Negeri Sipil.” Secara umum tujuan suatu program pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan diarahkan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi perusahaan serta untuk menjembatani kesenjangan antara pengetahuan. manajerial. keterampilan serta sikap pegawai yang ada dan diharapkan baik pula pada masa sekarang maupun pada masa yang akan datang disesuaikan dengan kebutuhan individu maupun kebutuhan perusahaan. KELATIHAN Menurut Notoatmodjo (2003:28) “Pendidikan dan Pelatihan adalah merupakan upaya untuk mengembangkan sumber daya manusia. Peningkatan dengan semangat kerja sama dan tanggung jawab sesuai dengan lingkungan kerja dan organisasi Dasar pemikiran yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah tersebut adalah : 1. negara. . Menurut Handoko (1995.” Tujuan pendidikan dan pelatihan merupakan tolok ukur dari berhasil tidaknya proses pendidikan yang dilaksanakan perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa tujuan dari pendidikan dan pelatihan itu untuk dapat memenuhi kepentingan bagi organisasi maupun individu. dan tanah air. dalam pelaksanaan dan dalam pengawasannya serta evaluasi keberhasilan. 3. Tujuan pendidikan dan pelatihan dapat digunakan sebagai dasar dan pedoman untuk melakukan penyusunan program pendidikan. 2. program-program tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja pegawai dalam mencapai sasaran kerja yang telah ditetapkan. Selanjutnya menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 103) terdapat 2 (dua) tujuan utama dari program pelatihan. bangsa.9. Peningkatan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. yaitu : “Pertama. terutama untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan kepribadian masyarakat”.

yaitu fungsi pendidikan dan fungsi pelatihan yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. keahlian. Pengertian Pendidikan & Pelatihan yang dimaksud Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 101 Tahun 2000 adalah proses penyelenggaraan belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan Pegawai Negeri Sipil. Pendidikan & Pelatihan yang dimaksud Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 101 Tahun 2000.2. 3. dan evaluasi Pendidikan & pelatihan. bertujuan untuk : 1. Menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa. 3. dan dijadikan sebagai suatusuatu siklus yang harus terjadi secara terusmenerus. Memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan. Proses Pendidikan dan Pelatihan Dari gambar itu bila dilihat dari pendekatan sistem terdiri dari : 1. perencanaan. Input adalah peserta diklat 2. keterampilan. termasukpengadaan kader pimpinan dan staf.com/2012/11/tujuan-sasaran-proses-pendidikan-pelatihandiklat. penyelenggaraan.kajianpustaka. Pendidikan & pelatihan diarahkan untuk mempersiapkan Pegawai Negeri Sipil agar memenuhi persyaratan jabatan yang ditentukan dan kebutuhan organisasi.html#ixzz2T5RBXwKe Follow us: @kajianpustaka on Twitter | KajianPustaka on Facebook . Pendidikan dan pelatihan yang ada dalam suatu organisasi merupakan upaya pengembangan sumber daya manusia. http://www. Pendidikan & Pelatihan meliputi dua fungsi sekaligus. 4. Sedangkan outputnya adalah perubahan perilaku dan peningkatan kemampuan. Pendidikan dan pelatihan merupakan suatu proses yang akan menghasilkan output berupa suatu perubahan perilaku dan peningkatan kemampuan berupa pengetahuan dan ketrampilan peserta pendidikan dan pelatihan. Sistem Pendidikan & pelatihan meliputi proses identifikasi kebutuhan. Menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya kepemerintahan yang baik. 4. Proses adalah pendikan dan pelatihan 3. Pendidikan & pelatihan mempunyai keterkaitan dengan pengembangan karier Pegawai Negeri Sipil. dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas jabatan secara profesional dengan dilandasi kepribadian dan etika Pegawai Negeri Sipil sesuai dengan kebutuhan instansi. pengayoman. Meningkatkan pengetahuan. 2. dan pemberdayaan masyarakat.

(Ramayulis. (DEPDIKBUD. artinya sebagai berikut. kepribadian. karena Allah menyempurnakan kejadian manusia dengan meniupkan roh kepada jasadnya. pendidikan keterampilan dapat diartikan dengan upaya seseorang untuk mengembangkan potensi dirinya. dan mendekatkan diri kepada-Nya. mampu. punya kreasi yang tinggi untuk kehidupan yang lebih sempurna. pengendalian diri. mempertahankan diri dan berketurunan. Pendidikan keterampilan perspektif al-Quran adalah pendidikan jasmani dan rohani setiap individu agar cakap dalam mengemban tugas sebagai khalifah Allah di muka bumi. manusia memiliki keutamaan dari makhluk lainnya. 2006: 13) Sedangkan keterampilan berasal dari akar kata terampil. Selain itu. kecerdasan. maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. Dari segi jasad. sebagaimana yang telah dikisahkan oleh al-Quran tentang kehidupan para Rasul dan salafus shaleh. ketrampilan Pendidikan keterampilan adalah dua kata yang digabung menjadi satu yang terdiri dari kata pendidikan dan keterampilan. keterampilan juga berarti kecakapan untuk menyelesaikan tugas. Sebagaimana firman Allah dalam QS. dan negara. masyarakat.10. Dari segi rohani. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiaanya dan telah meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan) Ku. Pendidikan keterampilan pada prinsipnya adalah pendidikan yang melibatkan semua potensi yang ada pada jasmani dan rohani. baik jasmani maupun rohani untuk cakap melaksanakan tugas. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. 1996: 1043). Pendidikan keterampilan merupakan program pilihan yang dapat diberikan kepada peserta . akhlak mulia. dan cekatan. berfikir sistematis serta cakap dalam mengaktualisasikan diri dengan bermacam-macam keahlian. bangsa. yang berarti cakap dalam menyelesaikan tugas. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar perserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan. berfikir sistematis. alHijr/15:29. karakteristik manusia memiliki dorongan untuk berkembang. Jadi. dan profesional dalam bidangnya.

pengendalian diri. mampu. mempertahankan diri dan berketurunan. pendidikan keterampilan dapat diartikan dengan upaya seseorang untuk mengembangkan potensi dirinya. (DEPDIKBUD. berfikir sistematis. serta keinginan daiam melakukan sesuatu kegiatan yang berguna bagi dirinya sendiri dan banyak orang/masyarakat)". ide. dan cekatan. Dari kedua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan keterampilan merupakan kemampuan khusus yang diselenggarakan agar anak didik memiliki kecakapan (keahlian) yang berguna bagi dirinya sendiri sebagai bekal hidupnya di masyarakat.didik yang diarahkan kepada penguasaan satu jenis keterampilan atau lebih yang dapat menjadi bekal hidup di masyarakat. kepribadian. Selain itu. 1996: 1043). bahwa "Keterampilan merupakan kemampuan khusus untuk memanipulasi (memanfaatkan alat. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. Jadi. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar perserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan. baik jasmani maupun rohani untuk cakap melaksanakan tugas. (Ramayulis. punya kreasi yang tinggi untuk kehidupan yang lebih sempurna. Dari segi jasad. 2006: 13) Sedangkan keterampilan berasal dari akar kata terampil. dan negara. Pembelajaran Keterampilan membuat sandal di SLB Sindangsari Ciamis Pendidikan Keterampilan menurut Sudirman (1987: 75) adalah "program pendidikan yang bertujuan untuk memperoleh kecakapan dan keterampilan tertentu yang diperlukan anak didik sebagai bekal hidupnya di masyarakat. yang berarti cakap dalam menyelesaikan tugas. kecerdasan. bangsa. Sejalan dengan pengertian diatas. dan profesional dalam bidangnya. masyarakat. Dari . keterampilan juga berarti kecakapan untuk menyelesaikan tugas. karakteristik manusia memiliki dorongan untuk berkembang. Chaniago dan Sirodjudin (1981:1) mengemukakan. Pendidikan keterampilan pada prinsipnya adalah pendidikan yang melibatkan semua potensi yang ada pada jasmani dan rohani. akhlak mulia. Pendidikan keterampilan adalah dua kata yang digabung menjadi satu yang terdiri dari kata pendidikan dan keterampilan.

karena Allah menyempurnakan kejadian manusia dengan meniupkan roh kepada jasadnya. . manusia memiliki keutamaan dari makhluk lainnya. sebagaimana yang telah dikisahkan oleh al-Quran tentang kehidupan para Rasul dan salafus shaleh. al-Hijr/15:29. Sebagaimana firman Allah dalam QS. maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. berfikir sistematis serta cakap dalam mengaktualisasikan diri dengan bermacam-macam keahlian. artinya sebagai berikut. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiaanya dan telah meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan) Ku.segi rohani. Pendidikan keterampilan perspektif al-Quran adalah pendidikan jasmani dan rohani setiap individu agar cakap dalam mengemban tugas sebagai khalifah Allah di muka bumi. dan mendekatkan diri kepada-Nya.

kehidupan bangsa.lifeskills-stl. dan spiritual dalam prospekpengembangan diri. kehidupan tetangga. Dengan definisi tersebut.11. dan terampil menjalankan kehidupannya. yaitu dapat menjaga kelangsungan hidup dan perkembangannya. dan terampil menjalankan kehidupan dengan nikmat dan bahagia. dan kehidupan-kehidupan lainnya. sehingga pendidikan akan lebih bermakna bagi peserta didik dan akan tumbuh subur. emosional.org/page2. Brolin (l989) mendefinisikan kecakapan hidup sebagai kontinum pengetahuan dan kemampuan yang diperlukan oleh seseorang untuk berfungsi secara independen dalam kehidupan. namun esensi pengertiannya sama. Ciri kehidupan adalah perubahan dan perubahan selalu menuntut kecakapan-kecakapan untuk menghadapinya. namun esensinya sama yaitu bahwa kecakapan hidup adalah kemampuan. sanggup. yang materinya menyatu pada sejumlahmata pelajaran yang ada.html) Malik Fajar (2002) mendefinisikan kecakapan hidup sebagai kecakapan untuk bekerja selain kecakapan untuk berorientasi ke jalur akademik. Banyak pendapat dan literatur yang mengemukakan bahwa pengertian kecakapan hidup bukan sekedar keterampilan untuk bekerja (vokasional) tetapi memiliki makna yang lebih luas. Pendapat lain mengatakan bahwa kecakapan hidup adalah kecakapan sehari-hari yang diperlukan oleh seseorang agar sukses dalam menjalankan kehidupan (http://www. Meskipun kecakapan hidup telah didefinisikan berbeda-beda. pendidikan akan lebih realistis. Kecakapan hidup Pendidikan Kecakapan Hidup merupakan kecakapan-kecakapan yang secara praksis dapat membekali peserta didikdalam mengatasi berbagai macam persoalan hidup dankehidupan. Tidak akan mencabut peserta didik dari akarnya. kehidupan perusahaan. Penentuan isi dan bahan pelajarankecakapan hidup dikaitkan dengan keadaan dan kebutuhanlingkungan agar peserta didik mengenal dan memiliki bekaldalam menjalankan kehidupan dikemudian hari. sertakecakapan kejuruan yang berkaitan dengan pengembanganakhlak peserta didik sehingga mampu menghadapi tuntutan dantantangan hidup dalam kehidupan. lebih kontekstual.sikap yang didalamnya termasuk fisik dan mental. sanggup. Dengan cara ini. WHO (1997) mendefinisikan bahwa kecakapan hidup sebagai keterampilan atau kemampuan untuk dapat beradaptasi dan berperilaku positif. Sementara itu Tim Broad-Based Education(2002) menafsirkan kecakapan hidup sebagai kecakapan yang dimiliki seseorang untuk mau dan berani menghadapi problema hidup dan kehidupan secara wajar tanpa merasa tertekan. kehidupan keluarga. kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya. dan keterampilan yang diperlukan oleh seseorang untuk menjalankan kehidupan dengan nikmat dan bahagia. Kecakapan itu menyangkut aspek pengetahuan. baik yang bersifat preservative maupun progresif. pendidikan yang member bekal dasar dan latihan yang dilakukan secara benar kepada peserta didik tentang nilai-nilai kehidupan seharihari agar yang bersangkutan mampu. Pendidikan kecakapan hidupdapat dilakukan melalui kegiatan intra/ekstrakurikuler untukmengembangkan potensi peserta didik sesuai dengankarakteristik. kesanggupan. Oleh karena itu. Seseorang dikatakan memiliki kecakapan hidup apabila yang bersangkutan mampu. Kehidupan yang dimaksud meliputi kehidupan pribadi. kehidupan masyarakat. sudah sewajarnya jikpa PS dan PLS mengajarkan kecakapan hidup. pendidikan kecakapan hidup adalah. maka pendidikan kecakapan hidup harus merefleksikan nilai-nilai kehidupan nyata seharihari. Oleh karena itu. Meskipun terdapat perbedaan dalam pengertian kecakapan hidup. yang memungkinkan seseorang . Pendidikan perlu diupayakan relevansinya dengan nilai-nilai kehidupan nyata sehari-hari.

namun juga memiliki kemampuan dasar pendukung secara fungsional seperti: membaca. dan berkembang. kelompok maupun melalui sistem dalam menghadapi situasi tertentu. bekerja dalam kelompok. sikap yang didalamnya termasuk fisik dan mental. Kecakapan itu menyangkut aspek pengetahuan. (3) kecakapan sosial. yaitu: (1) kecakapan mengenal diri. dan menggunakan teknologi (Dikdasmen. (4) kecakapan akademik. Sementara Brolin (1989) mengartikan lebih sederhana yaitu bahwa kecakapan hidup merupakan interaksi dari berbagai pengetahuan dan kecakapan sehingga seseorang mampu hidup mandiri. tumbuh. dan (5) kecakapan kejuruan.mampu menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan dalam kehidupan secara lebih efektif. 2002). Kecakapan hidup mencakup lima jenis. Dari pengertian di atas. Barrie Hopson dan Scally (1981) mengemukakan bahwa kecakapan hidup merupakan pengembangan diri untuk bertahan hidup. dan berhitung. memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dan berhubungan baik secara individu. merumuskan dan memecahkan masalah. mengelola sumber daya. . menulis. (2) kecakapan berpikir. Pengertian kecakapan hidup tidak semata-mata memiliki kemampuan tertentu (vocational job). serta kecakapan kejuruan yang berkaitan dengan pengembangan akhlak peserta didik sehingga mampu menghadapi tuntutan dan tantangan hidup dalam kehidupan. dapat diartikan bahwa pendidikan kecakapan hidup merupakan kecakapan-kecakapan yang secara praksis dapat membekali peserta didik dalam mengatasi berbagai macam persoalan hidup dan kehidupan.

Kursus B. Pengertian Pelatihan Menurut Gomes (1997 : 197). dijelaskan bahwa kursus dan pelatihan adalah bentuk pendidikan berkelanjutan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dengan penekanan pada penguasaan keterampilan. Pelatihan merupakan salah satu usaha dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam dunia perhotelan. pelatihan harus dirancang untuk mewujudkan tujuan – tujuan organisasi. pelatihan merupakan “Serangkaian aktivitas yang memberikan kesempatan untuk mendapatkan dan meningkatkan ketrampilan yang berkaitan dengan pekerjaan”. para pekerja akan menjadi lebih trampil dan karenanya akan lebih produktif sekalipun manfaat – manfaat tersebut harus diperhitungkan dengan waktu yang tersita ketika pekerja sedang dilatih”. Pelatihan sering dianggap sebagai aktivitas yang paling umum dan para pimpinan mendukung adanya pelatihan karena melalui pelatihan. yang pada waktu bersamaan juga mewujudkan tujuan – tujuan para pekerja secara perorangan. dan lain sebagainya.2. Sedangkan menurut John R.standar kompetensi. Idealnya. ketrampilan dasar yang mereka butuhkan untuk menjalankan pekerjaan mereka”. “Pelatihan adalah setiap usaha untuk memperbaiki prestasi kerja pada suatu pekerjaan tertentu yang sedang menjadi tanggung jawabnya. strategi. pengembangan sikap kewirausahaan serta pengembangan kepribadian profesional. . Karyawan. Schermerhorn. Jr (1999 : 323). Pelatihan menurut Gary Dessler (1997 : 263) adalah “Proses mengajarkan karyawan baru atau yang ada sekarang.12. Apa kursus dan pelatihan itu? Dalam penjelasan pasal 26 ayat 5 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003. baik yang baru ataupun yang sudah bekerja perlu mengikuti pelatihan karena adanya tuntutan pekerjaan yang dapat berubah akibat perubahan lingkungan kerja.