JURNAL

TAHAP PERKEMBANGAN PSIKOLOGI PADA BAYIM, ANAK, REMAJA, IBU HAMIL IBU BERSALIN DAN IBU NIFAS

Disusun oleh: Stivilia Runtunuwu NIM.1105.15.078 Kelas C 2

YAYASAN PENDIDIKAN 23 MARET KOTAMOBAGU AKADEMI KEBIDANAN BUNDA 2013

kekuatan yang hebat atau iri hati yang tidak masuk akal. Takut : perasaan terancam oleh suatu objek yang di anggap membahayakan. berjalan. Lambat laun.1. sehingga . e. b. berdiri. Perkembangan Psikologi pada Bayi Pertumbuhan pada masa bayi terlihat menonjol dalam fisik maupun psikologis. 2. Cemas : perasaan takut yang bersifat khayalan. Perkembangan Psikologi pada Anak Pada tahap ini. c. Marah : perasaan tidak senang atau benci. Pada masa ini. berlari serta memanipulasi objek di sekitarnya. emosi balita sangat kuat di tandai oleh ledakan amarah. Cemburu : perasaan tidak senang pada orang lain. melalui perkembangannya seorang bayi mulai menurunkan ketergantungan dengan kemampuna untuk bisa duduk. Kegembiraan. kesenangan dan kenikmatan : masukkan yang positif. Pola emosi umum yang terjadi pada masa balita antara lain : a. d. nyaman karena terpenuhi keinginannya. anak dapat menghadapi dan menyelesaikan tugas atau perbuatan yang dapat membuahkan hasil.

Perkembangan Psikologi pada Remaja Masa Remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/ fungsi untuk memasuki masa dewasa. anak tidak lagi bersifat egosentris. melainkan terhadap guru. Dalam hal ini proses sosialisasi banyak terpengaruh oleh guru dan teman sebaya. setia kawan dan belajar peraturan – peraturan yang berlaku. yaitu pada saat anak berada di sekolah. Melalui proses pendidikan ini. 3. kooperatif dengan orang lain.dunia psikosial anak menjadi semakin kompleks. saling memberi dan menerima. mampu memecahkan masalahnya sendiri dan mulai melakukan identifikasi terhadap tokoh tertentu yang menarik perhatiannya. Selain itu. yaitu 12-15 tahun = masa remaja awal. ia telah mempunyai jiwa kompetitif sehingga dapat memilah apa yang baik bagi dirinya. dan 18-21 tahun = masa remaja . Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga. anak belajar untuk bersaing (kompetitif). 15-18 tahun = masa remaja pertengahan. Identifikasi bukan lagi terhadap orang tua. Anak sudah siap untuk meninggalkan rumah dan orang tuanya dalam waktu terbatas.

dan identitas (jati diri) 4. Perkembangan Psikologi pada Ibu Hamil . perkembangan psikologi remaja dapat digambarkan sebagai berikut : a. Memikirkan masa depan. Wawasan berfikirnya semakin meluas. Munculnya kemampuan nalar secara ilmiah. keadilan. membuat keputusan-keputusan. Berfungsinya kegiatan kognitif tingkat tinggi yaitu membuat rencana. membedakan yang konkrit dengan yang abstrak d. Mulai menyadari proses berfikir efisien dan belajar berinstropeksi g. Secara intelektual remaja mulai dapat berfikir logis tentang gagasan abstrak b. strategi. Sudah mampu menggunakan abstraksi-abstraksi. perencanaan.akhir. dan mengeksplorasi alternatif untuk mencapainya psikologi remaja f. belajar menguji hipotesis e. Pertumbuhan otak mencapai kesempurnaan pada usia 12–20 thn secara fungsional. serta memecahkan masalah c. bisa meliputi agama. moralitas.

a. Trimester II 1) Mengalami perubahan fisik yang lebih nyata 2) Ibu merasakan adanya pergerakan janin karenanya ia menerima dan menganggap sebagai bagian dari dirinya 3) Dorongan seksual dapat meningkat atau menurun 4) Mencari perhatian suami 5) Berkonsentrasi pada kebutuhan diri dan bayinya . mulai tertarik karena akan menjadi ibu 4) Antipati karena ada perasaan tidak nyaman terutama pada ibu yang tidak menginginkan kehamilan 5) Perasaan gembira 6) Ada perasaan cemas karena akan punya tanggung jawab sebagai ibu 7) Menerima atau menolak perubahan fisik b. Trimester I 1) Terbuka atau diam-diam 2) Perasaan ambivalent terhadap kehamilannya 3) Berkembang perasaan khusus.

6) Perasaan lebih berkembang sehingga ibu mulai mempersiapkan perlengkapan bayinya 7) Perasaan cenderung lebih stabil c. merasa cemas terhadap kondisi bayi dan dirinya Adanya perasaan tidak nyaman 4) Sukar tidur oleh karena kondisi fisik atau frustasi terhadap persalinan 5) Menyibukan diri dalam persiapan menghadapi persalinan suami berpaling atau tidak menyenangi 5. Trimester III 1) Kecemasan dan ketegangan semakin meningkat oleh karena perubahan postur tubuh atau terjadi gangguan body image 2) Merasa tidak feminim menyebabkan perasaan takut perhatian kondisinya 3) 6-8 minggu menjelang persalinan perasaan takut semakin meningkat. Perkembangan Psikologi pada Ibu Bersalin Beberapa perkembangan psikologis pada persalinan ditandai antara lain : .

Perilaku motorik : Kecemasan seseorang terwujud dalam gerakan tidak menentu seperti gemetar. e.a. ketegangan otot. perasaan tegang yang berlebihan. d. sering kencing. Beberapa perubahan yang terjadi secara psikologis yaitu : a. tangan dan kaki kaku. Phase Honeymoon . seringkali memikirkan tentang malapetaka atau kejadian buruk yang akan terjadi. peningkatan tekanan darah dan lain‐lain. Karena rasa berdosa inilah wanita takut jika bayi yang akan dilahirkan akan mengalami cacat jasmani ataupun rohani. Perkembangan Psikologi pada Ibu Nifas Menjadi orang tua adalah merupakan krisis dari melewati masa transisi. Kecemasan dan ketakutan terhadap dosa-dosa atau kesalahan –kesalahan sendiri. 6. Manifestasi kognitif terwujud dalam pikiran seseorang. Perasaan gelisah. Muncul dalam keadaan mulut kering. c. diare. b.

Ibu tidak menginginkan kontak dengan bayinya tetapi bukan berarti tidak memperhatikan. dan tetap dalam ikatan kasih. Masing-masing saling memperhatikan anaknya dan menciptakan hubungan yang baru. mungkin pasif dan tergantung berlangsung 1 – 2 hari. Phase Pada Masa Nifas 1) Phase “ Taking in “ Perhatian ibu terutama terhadap kebutuhan dirinya. Perhatian terhadap . dimana diadakan kontak antara ibuayah-anak. c. Hal ini dapat dikatakan sebagai “ Psikis Honeymoon “ yang tidak memerlukan hal-hal yang romantik. b. Ikatan kasih ( Bonding dan Attachment ) Terjadi pada kala IV. 2) Phase “ Taking hold “ Phase kedua masa nifas adalah phase taking hold ibu berusaha mandiri dan berinisiatif.Phase Honeymoon ialah Phase anak lahir dimana terjadi intimasi dan kontak yang lama antara ibu-ayah-anak.

3) Odor ( Bau Badan ) : Indra penciuman bayi sudah berkembang dengan baik dan masih memainkan peranan dalam nalurinya untuk mempertahankan hidup. 4) Body Warm ( Kehangatan Tubuh ) : Jika tidak ada komplikasi yang serius seorang ibu akan dapat langsung meletakan bayinya diatas perut ibu. e. 1) Touch ( sentuhan ) : Ibu memulai dengan ujung jarinya untuk memeriksa bagian kepala dan ekstremitas bayinya. d.kemampuan mengatasi fungsi tubuhnya misalnya kelancaran buang air besar hormon dan peran transisi. Bounding Attachment Bounding Atachmen adalah kontak awal antara ibu dan bayi setelah kelahiran. 2) Eye To Eye Contact ( Kontak Mata ) : Kesadaran untuk membuat kontak mata dilakukan kemudian dengan segera. Kontak yang segera . untuk memberikan kasih sayang yang merupakan dasar interaksi antara keduanya secara terus menerus. Respon Antara Ibu dan Bayinya Sejak Kontak Awal Hingga Tahap Perkembangannya.

Dari tangisan tersebut ibu merasa tenang karena merasa bayinya baik (hidup).ini memberikan banyak manfaat baik bagi ibu maupun si bayi kontak kulit agar bayi tetap hangat. 5) Voice ( Suara ) : Respon antara ibu dan bayi berupa suara masing-masing orang tua akan menantikan tangisan pertama bayinya. 6) Entrainment ( gaya bahasa ) : BBL menemukan perubahan struktur pembicaraan dari orang dewasa artinya perkembangan bayi dalam bahasa dipengaruhi diatur. Salah satu tugas bayi setelah adalah menyesuaikan irama dirinya sendiri. . jauh sebelum ia menggunakan bahasa dalam berkomunikasi ( komunikasi yang positip ) 7) Biorhytmicity ( Irama Kehidupan ) Janin dalam rahim dapat dikatakan menyesuaikan dengan irama alamiah ibunya seperti halnya denyut jantung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful