ABSTRAKSI

Audit kinerja (performance audit) terhadap sektor publik dapat membantu masyarakat dalam mengetahui kinerja yang lebih lengkap dari organisasi masyarakat (public). Audit kinerja bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dan mengidentifikasi kesempatan untuk peningkatan rekomendasi guna perbaikan atau tindakan lebih lanjut. Metode penulisan yang diimplementasikan dalam makalah ini ialah metode pustaka, yakni dengan menggali berbagai data yang dibutuhkan dari buku. Kemudian, dalam proses penyelesaian makalah juga menggunakan data yang diperoleh via internet. Hasil studi menunjukkan bahwa dengan adanya audit kinerja, masyarakat dapat mengetahui kinerja yang lebih lengkap dari organisasi pemerintahan yang mengelola dana mereka serta dapat membantu pemimpin organisasi tersebut dalam pelaksanakan tugas dan tanggung jawab, dan memberikan informasi yang bermutu, tepat waktu untuk pengambilan keputusan, dalam rangka pencapaian tujuan yaitu efesiensi dan efektif operasi. Implikasi dari studi ini adalah audit performance seharusnya dilakukan secara regular seperti pada audit konvensional sehingga seberapa efisien, ekonomis dan efektivitas suatu organisasi dapat ditelaah dari waktu ke waktu untuk mengetahui perkembangan suatu unit atau instansi pemerintahan,dan ini dapat dilakukan oleh BPK, BPKP, Inspektorat Jenderal/ Wilayah/ dan Kabupaten, bahkan oleh auditor independen bila diminta secara khusus oleh DPRD atau oleh Pemda sendiri.

1

I. 1.1. Latar Belakang

PENDAHULUAN

Reformasi yang terjadi tahun 1998 membawa dampak yang signifikan dalam pengelolaan keuangan negara. Sekitar sepuluh tahun terakhir, tuntutan masyarakat akan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana masyarakat oleh pemerintah semakin meningkat. Masyarakat ingin

mengetahui apakah berbagai program telah tercapai dan apakah tercapainya program tersebut telah dilakukan dengan prinsip ekonomi (kehematan), dengan cara efisien, dan dengan hasil yang efektif atau yang lebih dikenal dengan istilah spend well, spend less, spend wisely. Keinginan dan tuntutan masyarakat tersebut belum sepenuhnya dapat dipenuhi apabila hanya mengandalkan hasil audit laporan keuangan yang memuat opini tentang neraca, perbandingan anggaran dan realisasi, arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Masyarakat ingin mengetahui apakah penyelenggaraan kegiatan oleh pemerintah dengan menggunakan dana publik dapat memberikan nilai lebih bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, perlu diadakan perluasan tujuan dan jenis audit dari audit keuangan menuju audit kinerja (performance audit). Audit kinerja (performance audit) terhadap sektor publik dapat membantu masyarakat dalam mengetahui kinerja yang lebih lengkap dari organisasi masyarakat (public). Audit Kinerja dapat dilakukan baik pada sektor swasta maupun sektor publik dan badan pemerintah, karena dari semua tujuan kepentingan masyarakat merupakan prioritas utama. Audit kinerja bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dan mengidentifikasi kesempatan untuk peningkatan rekomendasi guna perbaikan atau tindakan lebih lanjut. Selama ini, hasil dari audit kinerja cenderung diasumsikan sebagai informasi yang ditujukan kepada konsumsi pihak internal perusahaan, karena menelaah secara sistematik kegiatan organisasi dalam hubungannya dengan tujuan tertentu. Padahal laporan audit kinerja ini juga bisa digunakan oleh pihak eksternal untuk pengambilan keputusan.

2

Mengetahui peran audit kinerja 1. yakni dengan menggali berbagai data yang dibutuhkan dari buku. Kemudian. Mengetahui perkembangan audit kinerja 2. dalam proses penyelesaian makalah juga menggunakan data yang diperoleh via internet. Menganalisis proses dan tahapan audit kinerja 4. Apakah peran auditor dalam audit kinerja? 3 . II.2. Metode Penulisan Metode penulisan yang diimplementasikan dalam makalah ini ialah metode pustaka.3. Menganalisis audit kinerja untuk akuntabilitas publik 3. Bagaimanakah relasi antara audit kinerja terhadap akuntabilitas publik? 3. Tujuan Penulisan 1. Bagaimanakah proses dan tahapan audit kinerja? 4.1. Bagaimanakah perkembangan audit kinerja? 2. PERUMUSAN MASALAH 1.

Pelaksanaan audit kinerja di seluruh dunia. Pada awalnya. dan masyarakat terhadap efektivitas program dan efisiensi administrasi pemerintah. mereka mulai menyusun dan menyempurnakan manual audit kinerja yang ada. tema audit yang berfokus pada mutu dan akuntabilitas kebijakan pemerintah merupakan perluasan dari audit keuangan yang berfokus pada penganggaran. 3. Pada perkembangannya. audit kinerja mengalami evolusi yang cukup lama.1. parlemen. audit kinerja dimulai pada tahun 1970-an. dengan sedikit kendali dari pusat. pemeriksaan 4 . Dalam kurun waktu yang hampir bersamaan. audit kinerja berfokus pada efisiensi. tahun 1971 Elmer B Staat dari United State Comptoreller General Accounting Office untuk pertama kalinya memperkenalkan audit kinerja (performance audit) pada kongres INTOSAI (International Organization of Supreme Audit Intitution).III. departemen pemerintah banyak diberikan kebebasan untuk mengelola operasi mereka. dimulai dari financial statement auditing pada tahum 1930. Pada saat itu. Di Australian National Audit Office (BPK Australia). termasuk di Indonesia terus mengalami pasang surut. Pada BPK Belanda. Kemudian. Perkembangan Audit Kinerja PEMBAHASAN Sebelum mencapai bentuknya. Audit kinerja mulai berkembang di Australia karena ketertarikan pemerintah. perkembangan audit dimulai dengan pemberian mandat untuk melakukan audit kinerja pada tahun 1976. Pada awalnya. dilanjutkan dengan management auditing pada tahun 1950 dan program auditing pada tahun 1970. mereka mengintegrasi teknologi informasi dan komunikasi dalam audit kinerja (antara lain untuk menganalisis data) serta menggunakan pendekatan strategis dalam menyusun tema audit. Kanada. Sejak itu. Sebagai gambaran pada Netherland Court of Audit (BPK Belanda). audit kinerja yang merupakan perluasan audit keuangan mulai diimplementasikan pada audit sektor publik oleh Supreme Public Institution di seluruh dunia. di Montreal.

ANAO membuat hampir 50 laporan audit kinerja setiap tahunnya. Akuntabilitas program (program accountability) 4. dengan rincian 37 audit 6 di kantor pusat dan 62 audit di kantor perwakilan daerah. Di Indonesia.2. Grafik ini menunjukkan audit kinerja atas BUMN masih sangat sedikit. BPK telah melaksanakan 99 audit kinerja. Akuntabilitas kebijakan (policy accountability) 5 .1. Audit Kinerja untuk Akuntabilitas Publik Akuntabilitas publik meliputi : 1. Rekap audit kinerja pada tahun 2004-2007 dapat dilihat di grafik 3. Akuntabilitas kejujuran dan akuntabilitas hukum (accountability for probity and legality) 2. Saat ini. ANAO hanya membuat tujuh laporan audit kinerja.2. Antara tahun 1980-1983. Serupa dengan negara lain. audit kinerja mulai diperkenalkan pada tahun 1976 yang dimulai dengan management audit course di Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) dengan bekerja sama dengan US-GAO.kinerja hanya divisi kecil dari ANAO. Akuntabilitas proses (process accountability) 3. audit kinerja di Indonesia juga mengalami pasang surut. Sejak tahun 20042007. 3.

terutama dalam hal menilai tingkat keberhasilan kinerja suatu kementerian atau lembaga pemerintah dan memastikan sesuai atau tidaknya sasaran kegiatan yang menggunakan anggaran dan transparansi dalam pelaksanaannya. pengembangan bentuk-bentuk laporan akuntabilitas. perbaikan indikator kinerja. Pada sektor publik. Secara umum. Struktur audit kinerja 2. Tujuan umum masing-masing elemen 6 . struktur audit kinerja terdiri atas: a. Proses dan Tahapan Audit Kinerja PROSES AUDIT Secara umum. 3.Akuntabilitas Publik tidak bisa dipisahkan dari prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance). audit kinerja dilakukan untuk meningkatkan akuntabilitas berupa peningkatan pertanggungjawaban manajemen kepada lembaga perwakilan. proses audit kinerja memiliki sistematika: 1. Elemen masing-masing tahap audit c.3. Tahap-tahap audit b. Kinerja inilah dapat diidentifikasi dan dievaluasi melalui audit kinerja. hal yg membedakan adalah spesific tasks pada tiap tahap audit yg menggambarkan kebutuhan dari masing-masing audit. struktur audit adalah sama. Salah satu tata kelola yang baik ialah dengan adanya kinerja yang baik. serta penyajian informasi yang lebih jelas dan normatif. Struktur Audit Kinerja Pada dasarnya. audit kinerja sangat diperlukan dalam akuntabilitas publik. Oleh sebab itu. Tahapan audit kinerja 3. Kriteria atau indikator yang menjadi tolok ukur audit kinerja. perbaikan perbandingan kinerja antara organisasi sejenis yang diperiksa.

Survei Pendahuluan (Preliminary Survey) Survei pendahuluan. dapat dikembangkan struktur audit kinerja yang terdiri atas: a) Tahap pengenalan dan perencanaan (familiarization and planning phase) b) Tahap pengauditan (audit phase) c) Tahap pelaporan (reporting phase) d) Tahap penindaklanjutan (follow-up phase) A. TAHAP PENGENALAN & PERENCANAAN (Familiarization and Planning Phase) Tahap pengenalan dan perencanaan terdiri dari dua elemen: a.d. bertujuan untuk menghasilkan research plan yang detail yg dapat membantu auditor dalam mengukur kinerja Auditor akan berupaya untuk memperoleh gambaran yang akurat tentang lingkungan organisasi yang diaudit. Berdasarkan kerangka umum struktur audit di atas. terutama berkaitan dengan: 7 . Tugas-tugas yang diperlukan utuk mencapai setiap tujuan Tahapan Audit Kinerja Audit kinerja merupakan perluasan dari audit keuangan dalam hal tujuan dan prosedurya.

dan sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku. dependability. bertujuan untuk mengembangkan temuan berdasarkan perbandingan antara kinerja dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Pengendalian manajemen bertujuan utk memastikan bahwa tujuan organisasi dicapai secara ekonomis. efisien. memanfaatkan sumber daya yang ada untuk berbagai hal yang bersifat material. standar. audit dimulai dengan review dan evaluasi terhadap SPI terutama yang berkaitan dengan prosedur akuntansinya. Membandingkannya dengan model yang ada. c. Tiga langkah prosedur audit yg dilakukan pada review sistem pengendalian: a. Proses pengumpulan. dan prosedur kerja Deskripsi yang akurat tentang lingkungan organisasi yang diaudit akan membantu auditor untuk menentukan tujuan audit dan rencana audit secara detail. yaitu: 1. b. 8 . dan reliability data. auditor harus menelaah SPM untuk menemukan kelemahan pengendalian yang signifikan agar menjadi perhatian manajemen dan untuk luas. dan pelaporan data  Prosedur yang ada didesain untuk memastikan fairness. Menganalisis sistem manajemen organisasi b. Mencatat dugaan terhadap setiap ketidakcocokan/ketidaksesuaian Kriteria penilaian yang digunakan untuk reliabilitas data dibagi dalam dua area. Review Sistem Pengendalian (Control System Review) Review SPM.o Struktur dan operasi organisasi o Lingkungan manajemen o Kebijakan. perhitungan. mendesain tugas secara efisien dan menghindari kesalahan. sifat dan waktu pekerjaan pemeriksaan berikutnya SPM memberikan gambaran tentang metoda dan prosedur yg digunakan oleh organisasi untuk mengendalikan kinerjanya. Pada audit keuangan. Pada audit kinerja.

2) Planning memorandum dibuat berdasarkan hasil review sistem pengendalian untuk menentukan sifat. luas. Telaah ekonomi dan efisiensi (economy and efficiency review) 3. Telaah kepatuhan (compliance review) Tahapan-tahapan dalam audit kinerja disusun untuk membantu auditor dalam mencapai tujuan audit kinerja. dan waktu pekerjaan audit berikutnya. 2. dibuat dengan dasar yang konsisten dengan tahun sebelumnya Kewajaran dan reliabilitas data disajikan dengan kriteria tertentu Audit pada tahap pengenalan dan perencanaan mempersiapkan dokumen: 1) Analitical memorandum berisi identifikasi kelemahan yang material dalam sistem pengendalian manajemen dan pembuatan rekomendasi untuk perbaikan atas kelemahan tersebut. B. Indikator kinerja dapat membantu pemakai laporan dalam menilai kinerja organisasi yang diaudit. Penggunaan indikator kinerja untuk masingmasing organisasi juga penting untuk mengantisipasi kemungkinan bahwa ukuran kerja untuk suatu organisasi berbeda dengan ukuran kerja organisasi lain. Kecukupan pelaporan data   Data yang dikumpulkan dan dihitung. Pengendalian yang telah ditetapkan sudah dijalankan.   Terdapat pengendalian dalam proses pengumpulan dan penghitungan data untuk memastikan integritas data. yaitu: 1. TAHAPAN AUDIT (Audit Phase) Tahapan dalam audit kinerja terdiri dari tiga elemen. Review hasil-hasil program akan 9 . Telaah hasil-hasil program (program results review) 2. Terdapat dokumentasi yang memadai untuk menentukan integritas data.

Identifikasi Lingkungan Manajemen Auditor harus familiar dengan lingkungan manajemen klien untuk memahami keterbatasan yang dihadapi organisasi. Sistem informasi dan pengendalian (d). Persyaratan hukum dan kinerja (b). Auditor menguji keberadaan tujuan yang ditetapkan secara jelas dan rencana-rencana untuk mencapai tujuan tersebut. komponen audit terdiri dari 1. Dalam menjalankan elemen-elemen tersebut. Review ekonomi dan efisiensi akan mengarahkan auditor untuk mengetahui apakah entitas telah melakukan sesuatu yang benar tadi secara ekonomis dan efisien. dan karyawan. serta keterkaitan antara aktivitas yang dilakukan dengan kebutuhan dan tujuan organisasi. Pemahaman karyawan atas kebutuhan dan harapan. setiap elemen harus dijalankan secara terpisah. Perencanaan dan Tujuan Ini berkaitan dengan review atas proses penetapan rencana dan tujuan organisasi. Atas dasar tersebut. Auditor mengumpulkan informasi sehubungan dengan (a). Struktur organisasi menunjuk pada otoritas formal maupun informal dan tanggung jawab yang terkait organisasi.membantu auditor untuk mengetahui apakah entitas telah melakukan sesuatu yang benar. sesuai aturan dan hukum yang berlaku. Oleh sebab itu. 2. auditor harus mengetahui secara akurat gambaran menyeluruh organisasi dari perspektif hukum. Gambaran organisasi (c). organisasi. 10 . Struktur Organisasi Komponen ini berkaitan dengan bagaimana sebuah unit diatur dan sumber daya dialokasikan untuk mencapai tujuan organisasi. auditor juga harus memepertimbangkan biaya. Review kepatuhan akan membnatu auditor untuk menentukan apakah entitas telah melakukan segala sesuatu dengan cara-cara yang benar. Secara lebih rinci. 3.

dan prosedur organisasi yang berfokus pada efisiensi operasional. 8.4. ketepatan. efektivitas. efektivitas organisasi. dan affirmative actions plans. Praktik Pengelolaan Staf Komponen ini mengacu pada metode prosedur yang digunakan untuk melindungi sumber daya manusia yang digunakan untuk mencapai tujuan organisasi. Pengendalian akuntansi diperlukan untuk menyusun rencana. dan kondisi fisik pekerjaan. Auditor perlu mengevaluasi affirmative action plans untuk memastikan hal ini tidak 11 . 6. dan kebutuhan organisasi. dan kepatuhan terhadap kebijakan manajemen serta ketentuan yang berlaku. 7. metode dan prosedur untuk menilai kinerja karyawan. dan prosedur organisasi untuk menjaga kekayaan perusahaan dan reabilitas data keuangan. Sistem dan Prosedur Ini merupakan rangkaian kegiatan atau aktivitas untuk menelaah struktur pengendalian. Kebijakan dan Praktik Ini mengacu pada kebijakan yang berlaku umum yang merupakan kesepakatan masyarakat yang diwakili lembaga legislatif. Sumber Daya Manusia dan Lingkungan Fisik Ini berkaitan dengan sikap karyawan. Pengendalian dan Metode Berhubungan dengan pengendalian internal terutama accounting control dan administrative control. 5. metode dan prosedur yang mengatur administrasi penggajian. yaitu berbagai rencana yang disetujui pihak-pihak tertentu. logika. metode. kebijakan dan prosedur pelatihan karyawan. Pengendalian administrasi terdiri dari rencana. dokumentasi tentang berbagai aktivitas. dan diformalkan dalam peraturan administratif yang mengacu pada sejumlah aktivitas yang harus dilaksanakan. metoda.

Penelaahan (review) Ini adalah tahap analisi kritis terhadap laporan tertulis yang dilakukan oleh staf audit. Analisis Fiskal Ini dibutuhkan untuk menganalisis informasi keuangan yang secara langsung atau tidak langsung dapat digunakan untuk mengindikasikan efisiensi operasi. ekonomi.bertentangan dengan hukum yang berlaku dan pelaksanaan rencana berjalan secara efektif. Hal terpenting bahwa laporan tersebut dapat dipahami oleh pihak-pihak yang menerima dan membutuhkan. 9. review. dan komentar atas laporan yang diberikan oleh pihak auditor. dan efektivitas unit organisasi yang dievaluasi. 10. serta menyiapkan bukti pendukung dan dokumentasi yang diperlukan. Tiga langkah pengembangan laporan audit. Persiapan (preparation) Pada tahap persiapan. yaitu: 1. Area Khusus Investigasi Ini bersifat lebih spesifik. C. 12 . TAHAPAN PELAPORAN (reporting phase) Laporan tertulis bersifat permanen dan sangat penting untuk akuntabilitas publik. Investigasi ini diarahkan pada usaha mengevaluasi soulusi alternatif yang didesain untuk meningkatkan efektivitas dan sfisiensi atau peningkatan nilai ekonomis sebuah fungsi organisasi. 2. menggabungkannya menjadi sebuah laporan yang koheren dan logis. auditor mulai mengembangkan temuan audit.

2. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan laporan adalah: 1. Pengiriman (transmission) Meliputi persiapan tertulis sebuah laporan yang permanen agar dapat dikirim ke lembaga yang memberi tugas untuk mengaudit. Laporan audit kinerja harus ditulis secara objektif Auditor tidak boleh overstate Informasi yang disajikan harus disertai suatu bukti yang kompeten Auditor hendaknya menulis laporan secara konstruktif. memberikan pengakuan terhadap kinerja yang baik maupun yang buruk 5. Keahlian Manajerial Keahlian yang dibutuhkan untuk merencanakan. ada keahlian yang perlu dimiliki dan dikembangkan oleh auditor agar menghasilkan laporan yang efektif adalah: 1.3. 2. Auditor hendaknya mengakomodasi usaha-usaha yang dilakukan oleh manajemen untuk memperbaiki kinerjanya Selain hal-hal di atas. 13 . Keahlian Teknis Keahlian yang dibutuhkan untuk mengorganisasikan atau menyusun informasi audit menjadi sebuah laporan yang koheren. melaksanakan dan mengendalikan masing-masing tahap audit untuk memastikan hasil akhir yang berkualitas dan tepat waktu. 3. Hal yang terpenting dari laporan ialah dapat dipahami oleh pihakpihak yang membutuhkan dan menerima sehingga efektif. 4. auditor harus memutuskan siapa yang kompeten untuk menulis laporan dan siapa pengguna laporan tersebut. Oleh sebab itu. mengorganisasikan.

Bibliografi d. Dalam praktiknya. Surat pengiriman atau memorandum c. Daftar isi laporan secara keseluruhan e. Laporan ringkasan d. Daftar tabel dan gambar II. Komentar auditee (jika tidak dimasukkan ke dalam teks) e. Umum b. Mengumpulkan semua referensi yang diperlukan untuk mendukung teks 14 . Komentar auditee III. Teks a. Bahan referensi Format di atas menggambarkan susunan laporan akhir audit kinerja. Menyiapkan temuan-temuan secara individual 2. Pendahuluan a. Lampiran c. Pendahuluan b. Body atau badan. kemampuan untuk menyampaikan temuan-temuan negatif menjadi kesempatan-kesempatan positif sehingga mampu meyakinkan manajemen atas potensi-potensi yang ada. Referensi Masalah a. auditor harus melakukan langkah-langkah berikut untuk mengembangakan sebuah laporan audit: 1. Footnotes b. terdiri atas: I. Keahlian interpersonal Keahlian untuk menjaga hubungan baik dengan auditee. mencakup: 1) Pengantar masalah (jika perlu) 2) Temuan-temuan 3) Kesimpulan dan rekomendasi c. Sistematika laporan audit kinerja.3.

jika tidak akan diimplementasikan periode kapan implementasi dilaksanakan. Menyiapkan laporan inti 5. 15 . TAHAP PENINDAKLANJUTAN (follow up) Tahap penindaklanjutan melibatkan auditor. maksudnya bahwa temuan audit akan disajikan secara tertulis sesuai dengan permasalahan yang relevan dan material yang ditemukan selama audit. D. Materialis berkaitan dengan sejauh mana kondisi yang ada berpengaruh secara signifikan terhadap organisasi yang diaudit. Jika rekomendasi auditor tidak dilaksanakan. Dasar Pelaksanaan Follow Up Ini adalah perencanaan yang dilakukan oleh pihak manajemen. manajemen harus menentukan hal tersebut diterima atau ditolak. atau tidak. Menyiapkan teks 4. Menyiapkan memorandum pengiriman laporan Temuan audit merupakan building blocks laporan audit. Tindak lanjut didisain untuk memastikan atau memberikan pendapat apakah rekomendasi auditor sudah diimplementasikan. Dari sisi auditor. Relevansi maksudnya adalah temuan yang diperoleh haruslah sesuai dengan masalah pokok dalam lingkung audit dan tujuan audit. dan pihak lain yang berkompeten. Untuk setiap rekomendasi yang diberikan auditor. Jika diterima apakah rekomendasi tersebut diimplementasikan sekarang. permasalahan apa saja yang dihadapi oleh organisasi dalam implementasi rekomendasi. auditee. yang mencakup argumen yang logis dan komplit serta didukung oleh bukti-bukti yang cukup. seharusnya telah diverifikasi oleh auditor. Jika rekomendasi telah dilaksanakan sebelum laporan diterbitkan. hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tahap penindaklanjutan antara lain: 1.3.

c. yang mana hal ini tergantung dari kompleksitas rekomendasi dan tingkat kesulitan implementasi.2. Batasan Review Follow Up Sebaiknya tidak terbatas pada penilaian pelaksanaan dan dampak rekomendasi yang diusulkan auditor. Hal pertama dilakukan adalah menyusun jadwal. Implementasi oleh unit kerja Unit kerja dapat mengevaluasi dan menggunakan rekomendasi staf auditor ini dikarenakan unit yang diaudit memiliki kesempatan pertama kali untuk mempelajari temuan dan rekomendasi audit. namun juga dihindari terjadi follow up yang overload. Peranan auditor dalam implementasi rekomendasi audit Auditor hanya berperan sebagai pendukung. 3. Kegiatan follow up diharapkan mampu menjelaskan peningkatan aktual yang telah dicapai setelah proses audit dilaksanakan pada organisasi tertentu. tidak terlibat langsung di dalamnya. Implementasi rekomendasi a. Pelaksanaan Review Follow Up Hal ini memberi dasar untuk reviu follow up. Implementasi oleh eksekutif Manajemen biasanya menerima hasil audit terlebih dahulu dibandingkan legislatif. Diskusi antara auitor dan manejemen sebelum laporan audit dipublikasikan akan memungkinkan dihasilkan petunjuk administratif yang didesain untuk mengoreksi permasalahan. Auditor memberi penjelasan bagaimana dan mengapa sebuah 16 . 4. b. Ini untuk menjaga objektivitas dan independensi auditor karena ada kemungkinan bahwa masa-masa mendatang organisasi itu akan diaudit dengan auditor yang sama.

 Tindakan legislatif melalui anggaran. Lembaga legislatif memiliki otoritas atas lokasi dana melalui pengendalian terhadap anggaran. Ada beberapa pendekatan yang dilakukan untuk memastikan implementasi rekomendasi audit. d. Pengimplementasian rekomendasi dilakukan secara tidak formal. mosi. Laporan hasil pemeriksaan sebelumnya dapat dijadikan sebagai dasar memulai pekerjaan audit sehingga dapat menghemat waktu untuk perencanaan audit. dan lain-lain.  Tindakan legislatif secara formal. Pemeriksaan kembali secara periodic Audit kinerja merupakan suatu usaha yang meliputi lebih dari satu periode waktu karena sebagaiman variabel lain yang terus berubah. rekomendasi tersebut ke dalam 17 . Implementasi rekomendasi dapat dilakukan melalui penetapan tujuan dalam anggaran yang akan dibiayai dengan sejumlah dana. misalnya melalui public sharing terhadap temuan audit.  Tindakan legislatif secara informal. Auditor juga memonitor kegiatan dan tindakan manajemen sehubungan dengan laporan audit untuk mengetahui perkembangan implementasi rekomendasi audit.rekomendasi diberikan. kontak langsung antara anggota legislatif dengan masing-masing eksekutif. Setiap organisasi dapat menjadi objek pemeriksaan kembali. dan isu-isu spesifik dapat diidentifikasi lebih awal dari proses perencanaan. Pendekatan ini untuk mengimplementasikan kebijakan formal. kinerja organisasi juga dapat mengalami fluktuasi. 5. Peranan legislatif dalam implementasi rekomendasi audit Merupakan otoritas tingkat akhir yang dapat mengambil tindakan implementasi rekomendasi secara formal dengan mengadopsi peraturan.

Sumarlin dalam bukunya ”Pemeriksa” mengemukakan bahwa : ”Dalam perencanaan audit. Harus tidak berat sebelah. kriteria audit dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Harus berasal dari sumber yan berwenang sehingga hasil penilaiannya dapat dipertahankan 2. Harus dapat disajikan sebagai standar pelaksanaan dan standar hasil serta dapat dicapai (realistic dan attainable) Kriteria harus memenuhi syarat dan untuk mendpatkan kriteria yang memenuhi syarat seperti penilaian kriteria audit yang ada. maka kriteria tersebut: 1. menilai sumber daya. tidak berprasangka (objective). Menentukan Sumber dan Menilai Ketepatan Kriteria Audit C. Menentukan Kriteria Audit Dari Pekerjaan Auditan Pengertian yang dijelaskan diatas dapat disimpulkan bahwa didalam melakukan perencanaan perlu diambil perencanaan yang akan digunakan untuk pengambilan keputusan. Mengenal dan Mengembangkan Kriteria Audit B. J. Supaya kriteria audit dapat digunakan sebagai tolak ukur penilaian. Melihat hal tersebut maka. kriteria audit perlu dikembangkan. B. Harus dapat dinyatakan secara tepat sebagai alat ukur dalam satuan jumlah tertentu (spesifik). menilai proses pekerjaan dan menilai hasil-hasil kerja auditan. Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam mengembangkan kriteria audit adalah: 18 . seorang auditor harus dapat menyatakan kriteria yang akan dipergunakan dalam audit diantaranya: A. tidak memihak. 3. 4. Mengenal dan Mengembangkan Kriteria Audit Kriteria audit dapat dipergunakan sebagai alat untuk menilai pengendalian.Penentuan Kriteria Audit Menurut DR.

Dalam pekerjaan audit yang meluas sampai kepada penilaian kehematan. b) Produk-produk kerja yang ditetapkan dlam peraturan dan perundangan yang berlaku. Menetapkan tujuan atau sasaran audit secara jelas. kriteria audit seperti hal tersebut kemungkinan tidak tersedia dan terodifikasi pada auditan sehingga auditor akan menghadapi kesulitan dalam menentukan kriteria audit. Beberapa sumber informasi yang dapat dipergunakan sbagai referensi dalam menentukan kriteria audit yaitu: a) Tim audit lainnya yang kebetulan mengaudit kegiatan yang sama pada periode sebelumnya. Semakin umum kriteria yang dipergunakan oleh auditor maka semakin kualitatif hasil penilaiannya dan akan lebih banyak mengandung unsur pendapat dan demikian sebaliknya. efesiensi atau efektivitas atas pelaksanaan dan hasil pekerjaan auditan. Menentukan Sumber dan Menilai Ketepatan Kriteria Audit Dalam audit keuangan biasanya sudah tersedia kriteria audit dalam bentuk normanorma yang dpat dipakai sebagai alat untuk menilai pekerjaan auditan seperti norma-norma pembukuan yang lazim dan peraturan perundang-unangan yang berlaku termasuk sasaran. II. 19 . prosedur. b. auditor harus memulai dari pernyataan standar yang kemudian dikembangkan atau dirinci sampai pada pernyataan standar yang lebih khusus sehingga dapat menuntun auditor untuk menilai tercapainya kehematan.I. Pengembangan kriteria dengan cara ini mempunyai manfaat yang besar karena ada jaminan dan kepastian bahwa semua kriteria yang dipakai dalam pekerjaan audit akan berkaitan dengan tujuan auditnya. III. Dalam pengembangan kriteria audit. Menunjuk sumber informasi dari mana kriteria audit akan diangkat. Mengadakan penilaian terhadap kriteria audit. kebijaksanaan. efesiensi dan efektifitas. rencana dan anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya.

g) Pendapat manajemen tertinggi instansi yang diaudit. namun auditor harus menyadari pengaruh negatifnya. j) Kinerja sektor swasta dibidang yang sama. Menentukan Kriteria Audit Dari Pekerjaan Auditan Hubungan antara auditor dengan auditan dalam menentukan dan mengembangkan kriteria audit cukup penting. Banyak terjadi kesalahpahaman antara auditor dan auditan yang disebabkan penentua dasar penilaian yang kurang tepat. Auditor harus dapat meyakinkan auditan tentang objektivitas kriteria yang dipergunakan dalam penilaian dan untuk itu auditor harus dpat menunjukkna sumber informasi yang jelas dan benar akan kebenarannya dari yang bersangkutan. proses kerja dan output. Berdiskusi dengan auditan memberikan peluang bagi auditor untuk menguji objektivitas kriteria yang akan dipakai dan oleh karena itu auditor harus memperhatikan kepentingan auditan sepanjang kepentingan tersebut tidak mengarah pada kepentingan pribadi yang mempengaruhi penilaian atas hasil audit (vested interst). d) Ucapan dan pendapat para ahli dari perguruan tinggi e) Laporan-laporan yang disusun oleh instansi yang diaudit. c. f) Pendapat para ahli dan konsultan. i) Auditan terutama dalam hal penentuan standar input. yaitu bahwa staf yang ditugasi untuk 20 . 3. Kapabilitas teknikal auditor telah diatur dalam standar umum pertama. pengarahan dan pedoman kerja yang ditetapkan oleh organisasi yang diaudit.c) Maksud dan tujuan organissi/program yang di tetapkan undang-undang dan kebijaksanaan pemerintah pusat. Peran Auditor dalam Audit Kinerja Kualitas audit sektor publik pemerintah ditentukan oleh kapabilitas teknikal auditor dan independensi auditor. Kesalahpahaman ini sebetulnya dpat dihindarkan apabila auditor dan auditan telah mendiskusikan kriteria audit yang akan digunakan. h) Kebijaksanaan.4.

 Memberikan rekomendasi dan solusi untuk mengatasi permasalahan yang terjadi. antara auditor dan audite harus berusaha untuk menjaga independensi tersebut sehingga tujuan audit dapat tercapai. memiliki kemampuan professional dan bersifat independen. Walaupun pada kenyataannya prinsip independen ini sulit untuk benar-benar dilaksanakan secara mutlak. serta pada standar umum yang ketiga.  Membantu manajemen mencapai kinerja yang baik dengan memperkenalkan pendekatan yang sistematis untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas pengendalian intern serta memberikan catatam atas kekurangan yang ditemukan selama melakukan evaluasi. karena auditor sering disebut sebagai pihak pertama dan memegang peran utama dalam pelaksanaan audit kinerja. 21 . sebab auditor dapat mengakses informasi keuangan dan informasi manajemen dari organisasi yang diaudit. Berikut merupakan peran auditor dalam proses audit kinerja:  Memberikan review independen dari pihak ketiga atas kinerja manajemen dan menilai apakah kinerja organisasi dapat memenuhi harapan. Disamping standar umum. auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya secara cermat dan seksama. seluruh standar pekerjaan lapangan juga menggambarkan perlunya kapabilitas teknikal seorang auditor.melaksanakan audit harus secara kolektif memiliki kecakapan profesional yang memadai untuk tugas yang disyaratkan. yaitu bahwa dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya. Selain itu. independensi auditor juga diperlukan.

Tanpa kualitas audit yang baik. 4. Rekomendasi Audit performance seharusnya dilakukan secara regular seperti pada audit konvensional sehingga seberapa efisien.IV. peraturan dan hukum yang berlaku. Audit kinerja merupakan suatu proses yang sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara obyektif. kolusi dan berbagai ketidakberesan di pemerintahan. dalam rangka pencapaian tujuan yaitu efesiensi dan efektif operasi. efektifitas dalam pencapaian hasil yang diinginkan dan kepatuhan terhadap kebijakan. Ini disebabkan terus meningkatnya tuntutan dari masyarakat agar organisasi sektor publik mempertahankan kualitasnya. korupsi. 4. menentukan kesesuaian antara kinerja yang telah dicapai dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya serta mengkomunikasikan hasilnya kepada pihakpihak pengguna laporan tersebut. Audit kinerja memfokuskan pemeriksaan pada tindakan-tindakan dan kejadian-kejadian ekonomi yang menggambarkan kinerja entitas atau fungsi yang diaudit. audit kinerja memiliki peran yang sangat esensial khususnya dalam melakukan audit pada sektor publik. seperti munculnya kecurangan. Kemampuan mempertanggungjawabkan (akuntabilitas) dari sektor publik pemerintah sangat tergantung pada kualitas audit sektor publik.1. masyarakat dalam mengetahui kinerja yang lebih lengkap dari organisasi pemerintahan yang mengelola dana mereka serta dapat membantu pemimpin organisasi tersebut dalam pelaksanakan tugas dan tanggung jawab. Beberapa tahun belakangan ini. Simpulan PENUTUPAN Audit kinerja mengalami perkembangan dan perubahan dari periode ke periode sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan adanya audit kinerja. maka akan timbul permasalahan. agar dapat melakukan penilaian secara independen atas ekonomi dan efisiensi operasi.2. tepat waktu untuk pengambilan keputusan. ekonomis dan efektivitas suatu organisasi dapat ditelaah dari waktu ke waktu untuk mengetahui 22 . dan memberikan informasi yang bermutu.

bahkan oleh auditor independen bila diminta secara khusus oleh DPRD atau oleh Pemda sendiri.dan ini dapat dilakukan oleh BPK.perkembangan suatu unit atau instansi pemerintahan. Diharapkan. BPKP. Inspektorat Jenderal/ Wilayah/ dan Kabupaten. 23 . audit kinerja dapat dilakukan baik pada sektor swasta maupun pada sektor publik pada khusunya dan badan pemerintahan karena dari semua tujuan kepentingan masyarakat merupakan prioritas utama.

Salemba Empat: Jakarta Ulum. Bumi Aksara: Jakarta.id/_s/data/jurnal/v06n02/vol-6-artikel-8. Ihyaul. Salemba Empat: Jakarta Ely Suhayati.unikom. 2011. Studi Kasus. Praktik. I Gusti Agung Rai.ac. Audit Sektor Publik. 2008. Indra.V. OPTIMALISASI KINERJA PEMERINTAH DAERAH MELALUI PERFORMANCE AUDIT dalam http://jurnal. DAFTAR PUSTAKA Bastian.pdf/pdf/vol-6-artikel-8.Edisi 2.pdf 24 . Audit sektor publik: Suatu Pengantar. Audit Kinerja pada Sektor Publik: Konsep. 2009.

Di Indonesia kita mengenal dua badan yang berhak melakukan audit yaitu Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). maka pengelolaan keuangan daerah berada pada pemerintah daerah sendiri. di mana perlu adanya sistem pemeriksaan yang efektif untuk memastikan bahwa dana desentralisasi yang telah dipercayakan oleh pusat kepada daerah telah dikelola secara transparan. karena dari semua tujuan kepentingan masyarakat merupakan prioritas utama. Sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas berperan menjalankan aktivitas pembangunan dan pelayanan bagi publik serta pemberdayaan potensipotensi daerah dalam mencapai tujuannya. Audit Kinerja dapat dilakukan baik pada sektor swasta maupun sektor publik dan badan pemerintah.VI. 25 . Audit kinerja atau performance audit terhadap sektor pemerintah dapat membantu masyarakat dalam mengetahui kinerja yang lebih lengkap dari organisasi pemerintah (PEMDA). tidak hanya yang konvensional tetapi juga 3E audit yaitu audit ekonomi. Berhasil tidaknya pembangunan di suatu daerah dalam meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat dan tumbuh secara berkelanjutan yang sangat tergantung pada pengelolaan sumber daya yang dimiliki dan kualitas sumber daya manusianya dalam mengelola. efisiensi dan efektivitas. Sistem pemeriksaan yang efektif. STUDI KASUS LAMPIRAN “Optimalisasi Kinerja Pemerintah Daerah Melalui Perfomance Audit” Dengan adanya Otonomi Daerah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful