P. 1
Proposal Cadangan Bauksit

Proposal Cadangan Bauksit

|Views: 290|Likes:
Published by Albert Pontus

More info:

Published by: Albert Pontus on Jun 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/25/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang

Penambangan bahan galian merupakan kegiatan dari penyediaan bahan baku untuk kegiatan pembangunan dan kelangsungan hidup disegala bidang. Oleh karena itu usaha pertambangan tidak lepas dari pekerjaan dalam mencari bahan tambang. Estimasi atau perkiraan cadangan merupakan salah satu pekerjaan yang penting dalam mengevaluasi suatu proyek pertambangan, dimana diperlukan suatu perkiraan mengenai keadaan suatu bahan galian agar dapat dimanfaatkan secara maksimal. Perhitungan cadangan berperan penting dalam menentukan jumlah, kualitas, dan kemudahan dalam menentukan daerah-daerah yang bias ditambang. Sebab dari itu perhitungan cadangan yang baik dan akurat yang sesuai denga keberadaannya di lapangan dapat menetukan investasi yang akan ditanam oleh investor sebagai

penanaman modal dalam usaha penambangan, penentuan kerja produksi, cara penambangan yang akan dilakukan, bahkan dalam memperkirakan waktu yang akan dibutuhkan oleh perusahaan dalam melaksanakan usaha penambangannya. Bauksit merupakan salah satu bahan galian tambang yang saat ini digunakan dalam berbagai bidang kehidupan, dimana kebutuhan akan Bauksit semakin besar seiring meningkatnya penggunaan bijih bauksit tersebut dalam pembangunan. Bijih Bauksit yang merupakan sumber daya alam yang tidak terbaharukan harus dikelola dengan baik dan semaksimal mungkin, maka dari itu menyelidiki cadangan bijih Bauksit yang lebih banyak, diperlukan suatu metode eksplorasi yang lebih akurat dan sesuai, sehingga keterdapatan bijih bauksit dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. Untuk menentukan estimasi cadangan bijih bauksit diperlukan metode estimasi yang sesuai dengan kondisi geologi,genesa dan mineralisasi pada daerah penelitian, maka
1

penulis mencoba untuk menghitung nilai evaluasi cadangan bijih Bauksit di PT. X, Kabupaten Y dengan membandingkan metode penampang tegak dan metode daerah pengaruh. 1.2. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dari penelitian ini yaitu: 1) Berapa besar jumlah cadangan bijih Bauksit terukur yang sesuai cut of grade (COG) dengan menggunakan metode penampang tegak dan metode daerah pengaruh? 2) Berapa persen kesalahan perhitungan cadangan dengan membandingkan hasil perhitungan antara metode penampang tegak dan metode daerah pengaruh? 1.3. Tujuan

Dari rumusan masalah diatas, maka tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) Mengetahuin jumlah cadangan bijih bauksit terukur sesuai cut of grade pada PT. X, Kabupaten Y, sehingga jumlah cadangan Bauksit dapat menjadi patokan pengambilan keputusan untuk proses penambangan selanjutnya. 2) Meyakinkan hasil perhitungan dengan menguji persen kesalah antara kedua metode tersebut. 1.4. Batasan Masalah

Batasan masalah pada penelitian ini yaitu mengarah pada perhitungan cadangan bijih Bauksit dengan menggunakan metode penampang tegak dan metode daerah pengaruh, menguji persen kesalahan antara kedua metode tersebut dan mengetahui penyebaran endapan bijih Bauksit dari hasil analisa conto dan hasil channel sampling (sumur uji) endapan bijih Bauksit.

2

tahan panas tapi lentur). Menurut Mc. Bauksit apabila dicampur dengan bahan mineral lain seperti nikel. mulai dari otomotif hingga perkapalan. mudah patah tidak larut dalm air dan tidak terbakar. evaluasi. Gambaran Umum Bauksit Bauksit merupakan kelompok mineral almunim hidroksida. eksplorasi. Bijih Bauksit terjadi di daerah tropis dan subtropis serta membentuk perbukitan landai. Alloy ini banyak digunakan untuk beragam industry.3-2. Tahap kegiatan eksplorasi biasanya dilakukan berbeda untuk setiap jenis endapan mineralnya dan bahkan untuk endapan mineral yang sama sekalipun. pengolahan.E dan Alan M. pemasaran sampai reklamasi. baja atau tembaga akan menghasilkan alloy (almunium yang kuat. Bauksit dapat terbentuk dari batuan yang mempunyai kadar almunium relative tinggi. Bauksit relative sangat lunak (kekerasan 1-3). Bateman (ore deposit 1987). 2.BAB II LANDASAN TEORI 2.1. relative ringan dengan berat jenis 2. ekstraksi.2. dimana kegiatan dimulai dari prospeksi. mempunyai warna putih atau kekuningan dalam keadan murni. Kinstry H. Ini dikarekan adanya perbedaan penekanan pada tahap-tahap eksplorasi yang dilakukan pada endapan jenis tertentu. eksplorasi didefinisikan sebagai kegiatan yang tujuan akhirnya adalah penemuan 3 . kepentingan masing-masing serta kondisi geologi dan endapan mineral itu sendiri. kadar Fe rendah dan sedikit kadar kuarsa (SiO2) bebas. Kegiatan Eksplorasi Eksplorasi merupakan bagian dari kegiatan penambangan.7.

C. Tahap Pengamatan Analisa data sekunder dan peninjauan lapangan untuk menetukan layak atau tidak layaknya dilakukan eksplorasi. B. yang meliputi pekerjaan-pekerjaan untuk mendapatkan ukuran. letak (posisi). bentuk. Hasil yang di dapat adalah endapan yang mungkin ekonomis dan masih merupakan cadangan tereka. Selain itu eksplorasi dapat juga diartikan sebagai pekerjaan selanjutnya setelah ditemukannya endapan mineral berharga. Penyelidikan Pendahuluan Mempersempit daerah prospek dengan cara pemeaan geologi. Eksplorasi Detil Melanjutkan penyelidikan pada sasaran-sasaran eksplorasi dan mendapatkan cadangan yang merupakan cadangan terindikasi. dan jumlah cadangan dari endapan tersebut (Nurhakim. Hasil yang didapat adalah endapan ekonomis dan sudah didapat cadangan terukur.geologis berupa endapan mineral yang bernilai ekonomis. Eksplorasi Lanjut Penetuan secara pasti sifat-sifat yang diperlukan sebagai data persiapan penambangan dan persiapan produksi. Kegiatan eksplorasi meliputi tahap-tahap sebagi berikut: A. E. Studi Literatur Studi literature merupakan salah satu kegiatan untuk mencari atau mendapatkan informasi yang berkaitan dengan peneuan daerah cebakan mineral yang dieksplorasi. D. Bahan Kuliah Teknik Eksplorasi Prodi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat 2006). 4 . geokimia aau geofisika udara untuk sasaran eksplorasi. kadar rata-rata.

Diagram Alir Tahap-Tahap Penambangan 5 . Eksplorasi detil.Prospeksi Tidak ada Ada Eksplorasi pendahuluaan. Eksplorasi lanjut eksplorasi stop Analisis dan perhitungan cadangan Evaluasi Studi kelayakan Tidak layak Layak Stop Development Analisis Penambangan Pengolahan Pemasaran Gambar 2.1.

Struktur. sehingga model geologi endpan mineral dapat diketahui dengan jelas. Cadangan Terkira/Teridikasi (indicated) Cadangan terkira adalah cadangan yang jumlah tonase dan kadarnya sebagian diperoleh dari hasil perhitungan pemercontohan dan sebagian lagi dihitung sebagai proyeksi untuk jarak tertentu berdasarkan keadaan geologi pengukuran jaraknya tidak perlu rapat setempat titik-titik pemercontoh dan sehingga struktur. misalnya dari pemboran.1. 1973 sebagai berikut: A. ketebalan. Kelvey. kedudukan. singkapan dan paritan. B.2. komposisi. Kelvey yang dimaksud dengan cadangan (reserve) adalah bagian dari sumber daya terindikasi dari suatu komoditas mineral yang dapat diperoleh secara ekonomis dan tidak bertentangan dengan hokum dan kebijaksanaan pemerintah pada saat itu. ketebalan. kedudukan. Batas kesalahan perhitungan baik kuantitas maupun kualitas tidak boleh lebih dari 20%.3. Klasifikasi cadangan di Amerika menurut US Berau Of Mine and US Geological Survey (USBM and USGS) dan usulan Mc. kadar. 2. Suatu cadangan dengan mineral biasanya digolongkan berdasarkan ketelitian eksplorasinya. Cadangan Terukur Cadangan terukur adalah cadangan yang kuantitasnya dihitung dari pengukuran nyata.3. dan kelanjutan endapan mineral serta batas penyebarannya dapat ditentukan dengan tepat. dan kelanjutan endapan mineral serta batas penyebarannya belum dapat dihitung secara tepat dan baru 6 . Jarak titik-titik pengambilan contoh dan pengukuran sangat dekat dan terperinci. kadar. sedangkan kadarnya diperoleh dari hasil analisa contoh. Analisa Dan Perhitungan Cadangan Pengertian Cadangan Menurut Mc. jenis .

kuantitasnya sesuai dengan tahap eksplorasinya. Adapun tujuan dari perhitungan cadangan yaitu agar dapat menentukan jumlah dan mutu 7 .40%. Kenaikan tingkat kelayakan ekonomi.3.disimpulkan/dinyatakan berdasar indikasi. karena dianggap paling detil. Klasifikasi cadangan yang diusulkan Mc. sebaran. Ini diperhitungkan dari beberapa titik contoh. Batas kesalahan baik kuantitas maupun kualitas 20% . Kelvey ini berdasarkan pada: a. Perhitungan Cadangan Setelah kita melakukan ekplorasi pada tahap-tahap kegiatan penambangan kemudian melakukan analisa dan perhitungan cadangan. Kelvey. Kriteria kelayakan ekonomi didasarkan pada faktor-faktor ekonomi layak atau tidaknya berdasarkan kesalahan adalah kondisi ekonomi pada baik kuantitas saat itu. Cadangan Terduga/Tereka (infered) Cadangan terduga adalah cadangan yang diperhitungkan kuantitasnya berdasarakan pengetahuan geologi. Di Indonesia mengikuti klasifikasi cadangan menurut Mc. C. kelanjutan endapan mineral. dan memiliki wawasan luas tentang klasifikasi cadangan. Kriteria keyakinan geologi didasarkan tingkat keyakinan mengenai endapan mineral yang meliputi ukuran.2. Toleransi penyimpangan kesalahan terhadap perhitungan cadangan adalah 60%. bentuk. sebagian besar perhitungannya didasarkan kepada kadar dan kelanjutan endapan mineral yang mempunyai ciri endapan sama. mempertimbangkan keadaan geologi. serta batas dari penyebaran. b. ekonomi. Tingkat penyimpangan kesalahan maupun kualitas cadangan yang masih bisa diterima sesuai dengan tahap ekplorasinya. 2. Kenaikan tingkat keyakinan geologi.

Dengan perhitungan cadangan akan dapat mengetahui biaya produksi. tanah. c. control kehilangan dalam penambangan. Pemetaan Tidak mutlak dilaksanakan. dikomunikasikan. untuk pengambilan topografi. Mudah diterapkan. unsur produksi tambang. dan lereng awal jika peta telah tersedia maka hanya dilakukan ploting. dan dipahami. Pengambilan Data Geologi Dapat dilakukan dengan studi literatur dan pengecekkan langsung dilapangan. E. endapan. bentang alam. Pengolahan Data Dilakukan di lapangan (pengecekkan mudah) atau dikirim ke kantor termasuk pekerjaan studio. Tertua dan paling umum digunakan. Mudah di adaptasi dengan semua edapan mineral.kualitas yang dapat dipertanggung jawabkan untuk dieksploitasi sesuai dengan kebutuhan. D. uji laboratorium dan analisa. B. Observasi Lapangan Merupakan gambaran praktis kondisi dan keadaan dilapangan meliputi pengambilan data geografi dan demografi. 8 . dan sebagainya. efisiensi operasi. Kegiatan lapangan untuk memperoleh data guna perhitungan cadangan adalah sebagai berikut: A. Pengambilan Contoh Dapat berupa air. Metode Konvesional a. b. membantu perencanaan. singkapan sesuai dengan metodenya. Untuk Estimasi cadangan tidak lepas dari metode yang akan digunakan. C. adapun metode perhitungan cadangan dapat dikategorikan menjadi: 1.

c. ketebalan dan luas Kedua parameter ini mempunyai hubungan dengan geometri endapan dan penyebaran bijih. Kelemahannya rumit data terbatas dan tidak optimal. f. b. Secara teoritis akan lebih optimal. kadar bijih Di dalam perhitungan cadangan dari bijih merupakan faktor yang menentukan (yang sangat penting) yang digunakan di dalam perhitungan (hal ini) adalah kadar rata-rata dari bijih. b. 2.d. Metode Non Konvesional a. e. Kadar suatu luasan diasumsikan secara matematika. konstan sehingga tidak optimal 9 . karena cendrung menilai kadar tinggi saja. Metoda-metoda konvensional yang digunakan di dalam perhitungan cadangan adalah: 1) Metoda triangular 2) Metoda daerah pengaruh 3) Metoda penampang 4) Metoda isoline Parameter-parameter yang penting adalah antara lain : a. Pengembangan teori matematika dan statistic. Untuk endapan yang terpencar dapat terjadi penafsiran yang salah. Kelemahannya sering menghasilkan perkiraan salah.

relasinya menjadi : Sv Sv Sh Sv Ss = Ss sin β = Ss cos β = luas horisontal = luas vertikal = luas yang sebenarnya c. berat jenis Beberapa hubungan yang penting adalah : 10 .th  ts tv da en n pa Keterangan : ts th tv = tebal yang sebenarnya dari endapan = ketebalan dalam arah horisontal = ketebalan dalam arah vertikal ts = th sin β = tv cos β Untuk luas (S) . porositas dan kandungan air d.

Bijih yang ditambang adalah bijih yang mempunyai kadar yang lebih tinggi dari cut off grade.3. Gm 1. 11 .P (1  M) Gn 1.M Gd Gn  (1  M) Gn  Gm  Gm Gd Gn P M 2. tanpa kandungan air (moisture) = berat jenis dari rock (kering) .Gd Gm  (1  P ) Gd  Gm 1.M (1  P) = berat jenis dari mineral tanpa pori.3.tanpa kandungan air.P P  1 Gd Gm Gd  Gn 1. hanya pori = berat jenis dari rock (natural) dengan pori dan kandungan air = porositas = kandungan air (moisture content) Cut Of Grade Cut off grade adalah kadar rata-rata minimum dari bijih yang dapat ditambang secara ekonomis. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi cut of grade adalah :    Harga pasaran Kemajuan teknologi Keadaan politik Cut off grade merupakan suatu kriteria operasional untuk menambang.

4. Metode Perhitungan Cadangan Dalam melakukan metode perhitungan cadangan haruslah ideal dan sederhana. Kandungan metal rata-rata minimum yang dapat diolah secara ekonomis dapat dihitung sebagai berikut : nmin = Cmin + pr x 100% Vm Rf 1 .Dengan demikian maka bagian dari endapan yang mempunyai kadar lebih tinggi dari cut off grade diidentifikasi sebagai bijih. Kadar rata-rata minimum bijih dapat dinyatakan dalam persen atau gr/ton. Metode perhitungan harus dipilih secara hati-hati dan rumusan yang dipilih harus sederhana dan mempermudah perhitungan sehingga dapat menghasilkan tingakat ketepatan yang sama dengan metode yang komplek. bergantung pada bijih yang ditambang. Untuk suatu bijih tertentu umpamanya tembaga dengan lokasi yang berbeda tetapi genesa sama cut off grade berbeda. cepat dalam pengerjaan dan dapat dipercaya sesuai dengan keperluan dan kegunaan. Maka tingkat kebenaran perhitungan cadangan tergantung pada ketepatan dan kesempurnaan pengetahuan atas endapan mineral seperti asumsi-asumsi yang 12 .y dimana : Cm = ongkos produksi minimum pr = net profit yang diharapkan Vm = harga jual dari logam Rf = recovery y = dilution 2.

Rumus mean area Digunakan untuk endapan yang mempunyai geometri teratur (luasan masing-masing penampang tidak jauh berbeda) S2 S1 L Rumus mean area : Dimana: S1 dan S2 L V = luas penampang = jarak antar penampang = volume 13 .1. 2. Metode penampang tegak (Croos Section) Metode ini digunakan dengan cara sebagai berikut:  Membuat irisan-irisan penampang melintang yang memotong endapan yang akan dihitung.  Dari masing-masing penampang dihitung terlebih dahulu endapan pada masing-masing endapan. maka digunakan rumusan perhitungan pada metode penampang. Beberapa rumusan dalam metode penampang daoat diuraikan sebagai berikut: a.4.digunakan untuk menginterprestasikan variabel-veriabel pada batas-batas endapan dan pada perumusan matematika.  Setelah luasan dihitung.

b. = luasan penampang ujung = luasan penampang tengah = jarak antar S1 & S2 = volume Rumus kerucut terpancung: Dimana: S1 & S2 L V √ = luas penampng atas dan bawah = jarak antara S1 & S2 = volume 14 . Rumus Kerucut Terpancung Digunakan untuk endapan yangmempunyai geometri seperti kerucut yan terpancung pada bagian puncaknya. Rumus Prismoida Digunakan untuk endapan mempunyai geometri tidak teratur (luasan masing-masing penampang tidak teratur) Rumus prismoida: Dimana: S1 & S2 m L V c.

Jika spasi rapat maka ukuran blok akan semakin kecil begitu juga sebaliknya. dan luas daerah pengaruh setiap titik dihitung dengan membagi jarak antara dua titik contoh yang berdekatan menjadi dua. setiap prisma poligon atau blok menggambarkan volume daerah pengaruh suatu titik contoh. Metode ini umumnya menggunakan nilai titik contoh yang berada dipusat blok sebagai pengganti terbaik nilai rata-rata luas tertentu hubunga didalam blok tersebut tanpa mempertimbangkan pengaruh.4.2. Dengan demikian pengaruh dari tiap-tiap titik akan membentuk suatu poligon tertutup. maka ukuran blok dibatasi.2. diekstensikan (perluasan) sejauh setengah jarak dari titik-titik sekitarnya yang membentuk daerah pengaruh. dimana bagian dari endapan yang akan diestimasi cadangannya diganti oleh beberapa prisma poligon. Dalam hal ini pola luasan yang dibentuk segi empat sama sisi dengan luas 625m2. Ukuran blok yang ditentukan oleh tiaptiap titik contoh dipengaruhi langsung oleh spasi contoh. 15 . Ukuran blok dapat ditentukan secara subyektif berdasarkan pengalaman dan perhitungan cadangan sejenis yang pernah dilakukan sebelumnya. Pada metode daerah pengaruh ini semua faktor ditentukan untuk titik tertentu pada endapan mineral. letak. dan ruang titik contoh di sekelilingnya. metode ini mempunyai luas daerah pengaruh yang sama dengan luas daerah pengaruh dari titik-titik contoh terdekat. Sedangkan kadar dari masing-masing 40 titik contoh bervariasi. Metode Daerah Pengaruh Perhitungan cadangan menggunakan metode daerah pengaruh (Area Of Influence) merupakan salah satu metode estimasi cadangan secara konvensional.

Dengan demikian untuk mengestimasi volume daerah pengaruh tiap-tiap poligon. t2. dilakukan dengan cara mengkalikan luas daerah pengaruh tiaptiap poligon dengan tebal bijih pada daerah pengaruh tersebut (tebal pada tiap-tiap poligon). V2. … tn = Luas daerah pengaruh dari masing-masing poligon (m2) = Tebal bijih dari masing-masing poligon (m) Untuk estimasi tonase bijih total digunakan persamaan sebagai berikut: T = T1 + T2 + T3 + … + Tn = (V1 x γ x C1) + (V2 x γ x C2) + (V3 x γ x C3) + … (Vn x γ x Cn) 16 . … an t1. atau = a1 x t1 + a2 x t2 + a3 x t3 + … + an x tn Keterangan: V1. … Vn = Volume masing-masing poligon (m3) a1. Volume dari masing-masing daerah pengaruh dengan menggunakan persamaan sebagai berikut: V=axt Keterangan: V A T = volume daerah pengaruh (m3) = luas daerah pengaruh (m2) = total bijih (m) untuk mengestimasi volume total dari masing-masing dapat diestimasi Sedangkan poligon digunakan persamaan sebagai berikut: Vtotal = V1 + V2 + V3 +… + Vn. a2. a3. t3. V3.

V3.Vn C3. …. C2. . T3.Sedangkan rata-rata diestimasi dengan menggunakan persamaan sebagai berikut: CAV = C1V1+C2V2+C3V3+…+CnVn V1 + V2 + V3 + … Vn Keterangan: T T1.….… .Tn γ V1. V2. T2. = Kadar dari masing-masing poligon (%) Keterangan: Berprospek Tidak Berprospek 17 .Cn = Tonase bijih total dari cadangan (WMT) = Tonase bijih dari masing-masing poligon (WMT) = Densitas Batuan (Ton/m3) = Volume dari masing-masing poligon (m3) C1.

Penentuan Batas Cadangan Ketidakteraturan bentuk endapan bijih dan ketidakmerataan distribusi kadar akan menimbulkan kesulitan dalam penentuan batas-batas endapan bijihnya. Kabupaten Y dengan menggunakan metode penampang tegak dan metode daerah pengaruh akan berbeda. Penanganan masalah ketidakteraturan distribusi cadangan. atau cadangan bijih Bauksit tidak secara ekonomis untuk ditambang. Jika tidak maka hasil perhitungan cadangan harus diuji kembali. yaitu: 1) Penentuan batas cadangan didasarkan pada interprestasi geologi atas daerah mineralisasi.5. maka hipotesa yang dapat diambil yaitu: 1) Hasil perhitungan cadangan mangan pada PT. kadar merupakan bentuk endapan dan ketidakmerataan satu rangkaian dalam penentuan batas-batas 2. 2) Persen kesalahan baru dapat ditentukan setelah melakukan perbandingan hasil kedua metode dan diharapkan kurang dari 20% untuk cadangan bijih Bauksit terukur. sehingga batas-batas struktur maupun litologi juga merupakan batas cadangan.6. 2) Batas cadangan didasarkan atas nilai kandungan bijih bauksit (kadar) didalam bijih. karena variabel-variabel yang digunakan pada masing-masing metode tidak secara akurat menentukan jumlah cadangan. Terdapat dua kriteria dalam penentuan batas cadangan. 18 .2. Hipotesa Berdasarkan dasar teori yang ada. X.

maka penelitian selanjutnya akan dilakukan pengambilan data. Pengolahan Dan Analisis Data Pengolahan dan analisis data yang ada untuk mendapatkan alternative pemecahan permasalahan yang dibahas. X ini merupakan metode kuantitatif. 19 . Studi Literatur Studi literature yaitu kegiatan yang meliputi pembelajaran tentang lokasi-lokasi berpotensi untuk diambil sampel dari sumur uji.BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian yang dilakukan di PT. Jumlah titik sumur uji Cara penambangan Pengambilan conto 2. sehingga dapat menyelesaikan permasalah yang dibahas. berupa data analisis kadar. Tahapan metode ini terdiri dari: 3. peta geologi. Pengambilan data dibagi menjadi dua bagian. yang terdiri dari: a. dan peta sebaran endapan bauksit. berdasarkan data survey awal. Pengambilan Data Stelah melakukan studi literature. b. yaitu: 1. Data Primer Data primer diperoleh langsung dari lapangan. 3. kemudian melakukan perhitungan-perhitungan terhadap alternative pemecahan masalah. c.2. 3. Data Sekunder Data sekunder didapat dari mengumpulkan data dari instansi terkait.3. peta topografi.1.

cara penambangan dan pengambilan conto Data Sekunder Analisis kadar.Diagram Alir Penelitian Mulai Masalah Studi Literatur Penelitian di Lapangan Data Primer Data hasil pengamatan chanel samppling. peta topografi.peta sebaran biih bauksit Pengolahan Data Di lapangan Persen kesalahan perhitungan cadangan dengan membandingkan dua metode Hasil Selesai 20 .peta geologi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->