KEPUTUSAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DANDER NOMOR : 01 TAHUN 2007 TENTANG PERATURAN TATA TERTIB BADAN PERMUSYAWARATAN DESA

Menimbang : Bahwa sebagai pelaksanaan Pasal 97 huruf f Peraturan Daerah Kabupaten Bojonegoro No. 8 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Desa maka untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa perlu menetapkan Keputusan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dander tentang Peraturan Tata Tertib Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Mengingat Undang-undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah No. 72 tahun 2005 tentang Desa. Peraturan Daerah Kabupaten Bojonegoro No. 8 tahun 2006 tentang Pemerintahan Desa. Peraturan Bupati Bojonegoro No. 28 tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Bojonegoro No. 8 tahun 2006 tentang Pemerintahan Desa: Keputusan Bupati Bojonegoro No. 188/27/KEP/412.11/2007 tanggal 27 Maret Tahun 2007 Tentang Pemberhentian Anggota Badan Perwakilan Desa dan Pengesahan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dander Kecamatan Dander, Memperhatikan Kabupaten Bojonegoro, Periode Tahun 2007 – 2013. Hasil Musyawarah Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dander pada hari Selasa tanggal 17 April 2007. MEMUTUSKAN : Menetapkan KEPUTUSAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DANDER TENTANG PERATURAN TATA TERTIB BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DANDER KECAMATAN DANDER KABUPATEN BOJONEGORO.

BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Keputusan Peraturan Tata Tertib ini yang dimaksud dengan : 1. 2. 3. 4. Pemerintah Kabupaten adalah Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Bupati adalah Bupati Bojonegoro. Bupati atau Pejabat yang ditunjuk adalah pejabat yang berwenang dan berhak mengesahkan pengangkatan dan pemberhentian Kepala Desa. Camat adalah Camat Dander, yang merupakan unsur perangkat daerah sebagai pemimpin kecamatan yang melaksanakan pelimpahan sebagai wewenang Bupati untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah. 5. Kepala Desa atau Penjabat Kepala Desa adalah Kepala Desa Dander atau Penjabat Kepala Desa Dander, seorang pejabat yang ditunjuk dan diangkat oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan hak, wewenang dan kewajiban Kepala Desa dalam kurun waktu tertentu. 6. Badan Permusyawaratan Desa, selanjutnya disebut BPD adalah lembaga yang 7. 8. merupakan perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa, sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Desa. Pemerintah Desa adalah Kepala Desa, Sekretaris Desa dan Perangkat Desa lainnya sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Desa. Pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan Pemerintahan oleh Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 9. 10. Peraturan Desa adalah peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh Badan Permusyawaratan Desa bersama Kepala Desa. Lembaga Kemasyarakatan adalah lembaga yang dibentuk oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan merupakan mitra Pemerintah Desa dalam memberdayakan masyarakat. 11. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa, selanjutnya disebut APBDes

Swasta Nasional. Pemerintah Kabupaten. Badan Usaha Milik Daerah. . Kode Etik BPD adalah suatu ketentuan etika perilaku sebagai acuan kinerja Anggota BPD dalam melaksanakan tugasnya. BAB II KEDUDUKAN. lembaga. antara lain Pemerintah. 3. Tanah Kas Desa adalah tanah bekas bengkok dan tanah lain yang dikuasai Desa berupa tanah sawah dan atau tanah darat yang menjadi kekayaan Desa. Badan Usaha Milik Negara. BPD berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa. FUNGSI.adalah rencana keuangan tahunan Pemerintahan Desa yang dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Desa dan BPD. Badan Usaha Milik Desa. 12. Koperasi. 14. Pihak Ketiga adalah instansi. dan Swasta Asing. 2. Lembaga Keuangan dalam dan luar negeri. yang ditetapkan dengan Peraturan Desa. badan hukum dan perorangan diluar Pemerintah Desa. Pemerintah negara Asing. 13. TUGAS DAN WEWENANG BPD Pasal 2 1. Pemerintah Propinsi. BPD berkedudukan sejajar dan menjadi mitra Pemerintah Desa. BPD sebagai Badan Permusyawaratan Desa merupakan wahana untuk melaksanakan Demokrasi berdasarkan Pancasila.

d. menghimpun. Mengawasi pelaksanaan kebijakan Peraturan Desa. dan Keputusan Kepala Desa. Bersama Kepala Desa membentuk panitia pemilihan Perangkat Desa. Memberikan persetujuan pengangkatan dan pemberhentian Perangkat Desa. g. Memberikan persetujuan penunjukan seorang pejabat dari Perangkat Desa oleh Kepala Desa dalam hal terdapat lowongan jabatan Perangkat Desa. Pasal 4 BPD mempunyai tugas dan wewenang : a. Memberitahukan kepada Kepala Desa mengenai akan berakhirnya masa jabatan Kepala Desa secara tertulis 6 (enam) bulan sebelum berakhir masa jabatan. Membahas. menyetujui dan menetapkan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa. l. c. menampung. Memberikan persetujuan kerjasama antar Desa dalam Kabupaten maupun antar desa di luar Kabupaten. i. e. h. Melakukan pengawasan terhadap kebijakan Pemerintah Desa dalam pengurusan dan pengelolaan sumber pendapatan dan kekayaan desa.Pasal 3 (1) (2) (3) BPD berfungsi menetapkan Peraturan Desa bersama Kepala Desa. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa. k. Membahas rancangan Peraturan Desa bersama Kepala Desa. Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan Peraturan Desa dan Peraturan Kepala Desa. f. Membentuk panitia pemilihan Kepala Desa. Mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian Kepala Desa. b. Mengayomi dan menjaga kelestarian adat istiadat yang hidup dan berkembang dalam masyarakat sepanjang menunjang pelaksanaan pembangunan. Menggali. j. menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat. merumuskan dan menyalurkan .

n. dan atau dalam melaksanakan tugasnya tidak dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat secara adil. Memberikan persetujuan pengalihan Sumber Pendapatan Desa yang dimiliki dan dikelola oleh Pemerintah Desa kepada pihak lain. m. Pasal 5 BPD berwenang memberikan peringatan tertulis kepada Kepala Desa. Meminta keterangan kepada Pemerintah Desa mengenai permasalahan Desa. Menyusun tata tertib Badan Permusyawaratan Desa (BPD). p. pemberhentian sementara dan pemberhentian setelah didahului pemeriksaan instansi yang berwenang. Memberikan persetujuan pengelolaan kekayaan Desa yang dilakukan dengan pihak lain yang saling menguntungkan. Memberikan persetujuan atas perubahan fungsi Tanah Kas Desa untuk kepentingan desa sendiri maupun kepentingan pihak lain. BAB III HAK DAN KEWAJIBAN BPD Pasal 7 BPD mempunyai hak : a. Mengadakan perubahan Peraturan Desa bersama Kepala Desa. b. apabila Kepala Desa melakukan pelanggaran pada peraturan dan perundang-undangan atau norma masyarakat yang berlaku. Meminta keterangan kepada pengurus Lembaga Kemasyarakatan Desa atau warga masyarakat baik secara lesan atau tertulis dengan menjunjung . diskriminatif serta mempersulit setiap keperluan masyarakat. Pasal 6 Apabila sampai dengan teguran ke 3 (tiga) tidak diindahkan oleh Kepala Desa. Bupati atas laporan BPD dapat memberikan sanksi administratif berupa peringatan.aspirasi masyarakat. paling banyak 3 (tiga) kali secara berturut-turut dengan tenggang waktu masing-masing 30 (tiga puluh) hari. o. q.

kelompok dan golongan. Memilih dan dipilih. Memperoleh tunjangan. Menghormati nilai-nilai sosial budaya dan adat istiadat masyarakat menampung. e. kejujuran. d. menghimpun dan menindaklanjuti aspirasi . g. Mempertahankan dan memelihara hukum nasional serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menyatakan pendapat. b. Mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. dan menaati segala peraturan perundang-undangan. Pasal 8 (1) Anggota BPD mempunyai hak : a. masyarakat. (2) Anggota BPD mempunyai kewajiban : a. melaksanakan Undang-Undang Dasar 1945. b. Mengajukan rancangan Peraturan Desa dan atau menyetujui perubahan mengenai peraturan desa yang diusulkan oleh Pemerintah Desa. dan e. Menerima laporan akhir masa jabatan Kepala Desa. c. c. c. dan obyektifitas. Menyerap.tinggi keterbukaan. Menerima laporan keterangan pertanggungjawaban atas laporan pertanggungjawaban Kepala Desa yang disampaikan kepada Bupati. Melaksanakan kehidupan demokrasi dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa. d. Memproses pemilihan Kepala Desa. f. Mengajukan pertanyaan. e. dan uang sidang serta penghasilan lain yang sah yang besarnya disesuaikan dengan kemampuan keuangan desa. d. Mengamalkan Pancasila. Menyampaikan usul dan pendapat kepada Pemerintah Desa.

h. Menjaga norma dan etika dalam hubungan kerja dengan lembaga kemasyarakatan.setempat. . dan .

. Tidak lagi memenuhi syarat sebagai Anggota BPD. Diberhentikan. c. Tidak melaksanakan kewajiban sebagai Anggota BPD. Permintaan sendiri. BAB V PIMPINAN BPD Pasal 11 (1). 1 (satu) orang Wakil Ketua. (2) a. f. b. dan atau. d. dan 1 (satu) orang sekretaris. (3) Anggota BPD berhenti karena : Meninggal dunia. b. Apabila ada Anggota BPD yang berhenti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digantikan warga masyarakat yang sudah ditetapkan menjadi calon Anggota BPD dari wilayah yang diwakili. Pasal 10 (1) a. c.BAB IV PEMBERHENTIAN DAN MASA KEANGGOTAAN Pasal 9 (1) (2) Anggota BPD berhenti bersama-sama pada saat BPD yang baru telah disahkan dan dilantik oleh Bupati atau Pejabat yang ditunjuk. Masa keanggotaan BPD adalah 6 (enam) tahun dan dapat diangkat / diusulakn kembali untuk 1 (satu) kali masa keanggotaan berikutnya. Tidak dapat melaksanakan tugas secara berkelanjutan atau berhalangan tetap secara berturut-turut selama 6 (enam) bulan. e. Melanggar larangan bagi Anggota BPD. Anggota BPD diberhentikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c karena : Berakhir masa keanggotaannya. Dinyatakan melanggar sumpah / janji. Pimpinan BPD terdiri dari 1 (satu) orang Ketua.

Pimpinan BPD berhak mengundang rapat untuk anggota BPD. 3. Pimpinan BPD sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (1) dipilih dari dan oleh anggota BPD secara langsung dalam rapat BPD yang diadakan secara khusus dengan cara musyawarah mufakat. (3). Pasal 13 (1). Peringatan kepada Anggota BPD sebagaimana dimaksud ayat (1) di atas apabila tidak diindahkan oleh anggota yang bersangkutan maka diberikan peringatan secara tertulis. sumpah atau janji Anggota BPD. 2. Pasal 12 Kewenangan Pimpinan terhadap Anggota BPD : 1. . Dalam hal Ketua berhalangan hadir dalam rapat maka Wakil Ketua mengganti Kedudukan Ketua dan selanjutnya sekretaris mengganti kedudukan Wakil Ketua. (2). Sekretaris BPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) selain sebagai unsur pimpinan.(2). dan jika tetap tidak ada perubahan maka pimpinan BPD mengusulkan kepada Bupati untuk memberhentikan yang bersangkutan dan mengusulkan pengganti yang sudah ditetapkan menjadi calon Anggota BPD dari wilayah yang diwakili. (4). Apabila dalam musyawarah tidak tercapai kesepakatan maka pemilihan dilaksanakan secara voting. Masa jabatan Ketua BPD adalah 6 (enam) tahun. Rapat pemilihan pimpinan BPD untuk pertama kali dipimpin oleh anggota tertua dan dibantu oleh anggota termuda. (5). memimpin sekretariat BPD dan dapat dibantu oleh staf sesuai kebutuhan yang diangkat oleh Kepala Desa dan bukan dari Perangkat Desa. Memberikan peringatan secara lesan kepada Anggota BPD yang melalaikan tugas dan melanggar kode etik.

(5). Dalam hal tertentu rapat BPD dinyatakan sah apabila dihadiri paling sedikit ⅔ (dua per tiga) dari jumlah anggota BPD. (6). (2). Pasal 15 (1) (2) Tata tertib BPD ditetapkan dengan Keputusan BPD Keputusan BPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Bupati dengan tembusan Camat dan Kepala Desa. Rapat BPD dapat dilakukan setiap saat atas usulan ⅔ Anggota BPD. (9). (8). Pengambilan keputusan BPD dilaksanakan secara musyawarah mufakat. Hasil rapat BPD ditetapkan dengan Keputusan BPD dan dilengkapi dengan notulen rapat yang dibuat oleh sekretaris BPD. dan apabila tidak dapat dicapai musyawarah mufakat maka ditempuh melalui suara terbanyak / voting. (4). Rapat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dinyatakan sah apabila dihadiri paling sedikit ½ (satu per dua) dari jumlah anggota BPD. Dalam hal Ketua BPD berhalangan. (3). dan keputusan ditetapkan berdasarkan suara terbanyak. BAB VII TATA CARA PENETAPAN PERATURAN DESA Pasal 16 . Dalam hal pengambilan keputusan mengenai sesuatu permasalahan yang tidak menyangkut orang maka voting dilakukan secara terbuka. dan keputusan ditetapkan dengan persetujuan paling sedikit ½ (satu per dua) ditambah 1 (satu) dari jumlah anggota BPD yang hadir. (7). rapat dipimpin oleh Wakil Ketua. Dalam pengambilan keputusan mengenai orang atau lembaga maka voting dilakukan secara tertutup. Rapat BPD dipimpin oleh Pimpinan BPD.BAB VI PENGATURAN TATA TERTIB DAN MEKANISME KERJA Pasal 14 (1).

c. (4) BPD menetapkan Peraturan Desa bersama Kepala Desa. Jawaban Pimpinan BPD dalam rapat paripurna BPD terhadap pendapat Kepala Desa sebagaimana dimaksud pada huruf (a). e. b. Jawaban Kepala Desa secara lesan atau tertulis terhadap pemandangan umum BPD. Rancangan Peraturan Desa yang berasal dari Kepala Desa disampaikan secara tertulis kepada Ketua BPD melalui sekretaris BPD dan ketua-ketua bidang untuk diadakan pembahasan lebih lanjut. dan disampaikan secara tertulis kepada Kepala Desa. Pendapat Kepala Desa dalam dalam hal rapat paripurna BPD atas rancangan peraturan Desa yang berasal dari BPD. BPD sebelum mengambil keputusan tentang Rancangan Peraturan Desa berasal dari Kepala Desa terlebih dahulu diadakan musyawarah dengan Anggota BPD. (3) Rancangan Peraturan Desa yang disusun oleh BPD setelah mendapat persetujuan 2/3 dari jumlah Anggota BPD. Kepala Desa memberikan penjelasan dalam rapat paripurna BPD terhadap Rancangan Peraturan Desa yang diajukan oleh Kepala Desa. Pengambilan keputusan diadakan dalam rapat kerja BPD yang disetujui oleh sekurang-kurangnya ½ (satu per dua) ditambah 1 (satu) dari yang hadir (2) Dalam hal Rancangan Peraturan Desa berasal dari BPD : a. d. Pemandangan umum dalam rapat paripurna oleh pimpinan BPD yang membawakan suara BPD. Pasal 17 Tahap Pembahasan Peraturan Desa (1) Dalam hal Rancangan Peraturan Desa berasal dari Kepala Desa : a. b. Sebelum diambil keputusan atas Rancangan Peraturan Desa mengadakan rapat kerja BPD untuk membahas lebih lanjut Rancangan Peraturan Desa dimaksud untuk kemudian ditetapkan menjadi Peraturan .(1) (2) Rancangan Peraturan Desa dapat disusun oleh Kepala Desa dan atau BPD. c.

.desa apabila dapat disetujui oleh Kepala Desa atau dihentikan pembahasannya apabila tidak disetujui oleh Kepala Desa.

(5) Panitia sebagaimana dimaksud ayat (3) sebanyak-banyaknya terdiri dari 11 (sebelas) orang dan dapat dibantu oleh petugas yang ditunjuk panitia serta mendapatkan surat tugas dari ketua Panitia. c. (4) Keterwakilan unsur kewilayahan serta kelembagaan masyarakat Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (3) terdiri dari unsur Perangkat Desa. Panitia Pemilihan Kepala Desa beserta susunan . Menetapkan Tata Kerja Panitia Pemilihan Kepala Desa. Pengangkatan Panitia Pemilihan Kepala Desa harus mempertimbangkan kecakapan dalam bidang administrasi. (7) (8) Panitia Pemilihan Kepala Desa ditetapkan dengan Keputusan BPD dan dilaporkan kepada Bupati melalui Camat. Pengurus Lembaga Kemasyarakatan dan tokoh masyarakat. Rapat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihadiri oleh Camat atau Pejabat yang ditunjuk sebagai fasilitator. Dalam melaksanakan tugasnya Panitia Pemilihan Kepala Desa berpedoman kepada Tata Kerja Panitia Pemilihan Kepala Desa yang ditetapkan oleh BPD. b. BPD mengadakan rapat dipimpin Ketua BPD untuk : Membentuk kepanitiaannya. (2) (3) Sebelum diadakan pemilihan Kepala Desa. kemampuan fisik dan keterwakilan unsur kewilayahan serta kelembagaan masyarakat Desa. Membahas mengenai sumber biaya pemilihan Kepala Desa. (6) Dalam rapat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Camat memberikan penjelasan kepada peserta rapat mengenai hal-hal yang perlu untuk diketahui dan dipedomani dalam pelaksanaan pemilihan Kepala Desa.BAB VIII PEMBENTUKAN PANITIA PEMILIHAN KEPALA DESA Pasal 18 (1) a.

(2) Hubungan kerja BPD dengan Lembaga Kemasyarakatan merupakan hubungan konsultatif dan koordinatif. Tunjangan pimpinan dan Anggota BPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam APBDes. anjangsana. BAB X HUBUNGAN KERJA BPD DENGAN KEPALA DESA DAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN Pasal 20 (1) Hubungan kerja BPD dengan Kepala Desa merupakan hubungan timbal balik dan kemitraan dalam rangka penyelenggaraan. Pasal 22 . disalurkan kepada Pemerintah Desa guna peningkatan penyelenggaraan Pemerintahan Desa. Aspirasi masyarakat yang ditampung. temu warga atau bentuk lain sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat. (2) (3) Menerima masukan dan saran aspirasi masyarakat guna bahan pertimbangan kebijakan untuk disampaikan Pemerintah Desa. BAB XI TUNJANGAN DAN PEMBIAYAAN BPD Pasal 21 (1) (2) Pimpinan dan Anggota BPD menerima tunjangan sesuai dengan kemampuan desa. pembangunan dan kemasyarakatan.BAB IX TATA CARA MENGGALI. MENAMPUNG DAN MENYALURKAN ASPIRASI MASYARAKAT Pasal 19 (1) Cara menggali dan menampung aspirasi masyarakat dapat dilakukan dengan sarasehan.

dan kredibilitas anggota BPD serta membantu anggota BPD dalam melaksanakan tugas. Pasal 25 Kode Etik bertujuan untuk menjaga martabat. Pasal 23 (1) (2) Dalam hal pelaksanaan kegiatannya. Kode Etik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi norma-norma atau aturan-aturan yang merupakan kesatuan landasan etik atau filosofis dengan Peraturan Sikap. Perilaku. BAB XII KODE ETIK BPD Pasal 24 (1). Biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan setiap tahun dalam APBDes. atau tidak patut dilakukan oleh anggota BPD. Ucapan. kehormatan.(1) (2) Untuk kegiatan BPD disediakan biaya operasional sesuai kemampuan keuangan desa yang dikelola oleh Sekretaris BPD. (2). Tata Kerja. Pasal 26 . dilarang. Tata Hubungan antar Lembaga Pemerintah Desa dan antar anggota serta antar Anggota BPD dengan pihak lain mengenai hal-hal yang diwajibkan. tugas dan kewajibannya anggota BPD wajib menaati Kode Etik. Dalam melaksanakan wewenang. wewenang dan kewajiban serta tanggung jawabnya kepada masyarakat dan Negara. Penggunaan tunjangan dan biaya kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipertanggungjawabkan kepada Bupati melalui Camat. BPD diberikan tunjangan dan biaya operasional dari APBD Kabupaten. citra.

BAB XIII PEMBAGIAN TUGAS PENGURUS BPD Pasal 28 Pengurus BPD mempunyai tugas : a. menghormati keberadaan BPD dalam melaksanakan tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya demi kepentingan dan kesejahteraan rakyat. e. melaksanakan tugasnya secara adil. Pasal 27 (1) Anggota BPD bertanggung jawab mengemban amanat penderitaan rakyat. Menyimpulkan hasil rapat BPD. Menetapkan kebijakan mengenai urusan rumah tangga BPD. menunjukkan profesionalisme sebagai anggota BPD dan selalu berupaya meningkatkan kualitas dan kinerjanya. Mengadakan koordinasi dengan Kepala Desa. Menyusun rencana kerja dan mengadakan pembagian kerja Ketua dan Wakil Ketua dan bidang-bidang BPD serta mengumumkannya dalam rapat BPD. c.Anggota BPD wajib bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Memimpin rapat BPD. mengemban amanat penderitaan rakyat. Agama. d. . mematuhi hukum. taat kepada Undang-undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945 dan peraturan perundang-undangan. memenuhi Peraturan Tata Tertib BPD. menjunjung tinggi demokrasi dan hak asasi manusia. f. Ras. serta mempertahankan keutuhan bangsa dan kedaulatan Negara. (2) Anggota BPD bertanggung jawab menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat desa secara adil tanpa memandang suku. berjiwa Pancasila. Setiap Anggota BPD kecuali unsur pimpinan BPD. berintegritas tinggi. b. dan Gender. harus menjadi anggota salah satu bidang. jujur dengan senantiasa menegakkan kebenaran dan keadilan. Golongan.

memberikan izin berbicara dan menjaga agar pembicara dapat menyampaikan pandangannya dengan tidak terganggu. 4. Pasal 30 Bidang-bidang BPD mempunyai tugas : a. 3. Menyampaikan hasil musyawarah yang dianggap perlu kepada Kepala Desa. Bidang-bidang BPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : 1. 7. Mengadakan koordinasi dan konsultasi dengan pihak atau lembaga terkait.g. 6. 2. Bidang Pemerintahan Bidang Pembangunan Bidang Kesra Anggota BPD pengganti antar waktu menduduki tempat anggota bidang yang digantikannya. Melaksanakan Keputusan Rapat. 5. Pasal 29 i. Menyampaikan keputusan rapat kepada pihak-pihak yang terkait langsung. Tugas dan Kewajiban Pimpinan BPD : 1. h. Pelaksanaan Pembangunan dan pelayanan terhadap masyarakat yang termasuk tugas bidangnya. . Melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Desa. Setiap bidang dipimpin oleh ketua bidang. Menyimpulkan hasil pembahasan dalam rapat yang dipimpinnya. 2. 3. c. Melakukan pembahasan terhadap Rancangan Peraturan dan rancangan Keputusan BPD ysng termasuk dalam tugas bidang masing-masing. Menetapkan kebijakan mengenai urusan rumah tangga BPD. b. Memimpin rapat BPD dengan menjaga agar peraturan Tata Tertib dilaksanakan dengan seksama. Menyusun rencana kerja dan mengadakan pembagian kerja Ketua dan Wakil Ketua serta sekretaris serta mengumumkannya dalam rapat BPD. Membantu pimpinan BPD untuk mengupayakan penyelesaian masalah yang disampaikan Kepala Desa kepada BPD. 8.

d. c. Untuk mengintensifkan kinerja BPD diadakan rapat rutin setiap tiga bulan. Mengadakan rapat kerja BPD atau rapat dengar pendapat dengan Kepala Desa. c. Rapat pimpinan adalah rapat unsur pimpinan yang dipimpin oleh Ketua BPD. Rapat Paripurna adalah rapat Anggota BPD yang dipimpin oleh Ketua atau Wakil Ketua selaku pimpinan rapat dan merupakan forum tertinggi dalam melaksanakan wewenang dan tugas BPD serta dapat mengambil keputusan untuk ditetapkan menjadi keputusan BPD. Rapat Kerja adalah rapat antara BPD dengan Pemerintah Desa atau dengan Lembaga Kemasyarakatan Desa. d. Waktu rapat dapat dilaksanakan pada siang hari atau malam hari yang dijadwalnya ditetapkan oleh pimpinan BPD. Apabila terdapat kepentingan yang bersifat mendesak BPD dapat mengadakan rapat atau sidang sesuai dengan kebutuhan. e. Pasal 32 Penentuan waktu rapat : a. b. Rapat Istimewa adalah rapat Anggota BPD atau bersama Pemerintah Desa untuk membahas permasalahan mendesak yang bersifat urgen untuk diselesaikan dan bersifat tertutup.d. Rapat BPD dilakukan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu tahun. Perangkat Desa maupun Pengurus Lembaga Kemasyarakatan desa. b. BAB XIV RAPAT BPD Pasal 31 Jenis rapat BPD antara lain : a. Pasal 33 . Mengajukan usul dan saran kepada Pimpinan BPD yang termasuk dalam ruang lingkup pada bidangnya masing-masing.

Rapat dibuka oleh pimpinan rapat apabila quorum telah tercapai berdasrkan kehadiran secara fisik kecuali ditentukan lain. seperti perbuatan asusila. Melakukan korupsi. Melanggar sumpah atau janji jabatan. Untuk para undangan disediakan daftar hadir tersendiri. e. Merugikan kepentingan umum. mabuk-mabukan. d. d. c. Pimpinan dan Anggota BPD dilarang : Sebagai pelaksana proyek desa. meresahkan sekelompok masyarakat dan mendiskriminasikan warga atau golongan masyarakat lain. BAB XVI PENYIDIKAN TERHADAP ANGGOTA BPD . Anggota BPD yang menandatangani daftar hadir apabila akan meningggalkan rapat harus memberitahukan kepada pimpinan rapat. b. BAB XV LARANGAN ANGGOTA BPD Pasal 34 (1) (2) a. Sebelum rapat dimulai setiap Anggota BPD harus menandatangani daftar hadir. Pimpinan dan Anggota BPD tidak diperbolehkan merangkap jabatan sebagai Kepala Desa dan Perangkat Desa. nepotisme dan menerima uang. dan lain sebagainya.Tata cara rapat BPD : a. Menyalahgunakan wewenang. c. kolusi. Melakukan perbuatan yang bertentangan dengan peraturan perundangundangan yang berlaku dan atau bertentangan dengan norma yang hidup dan berkembang dimasyarakat. serta melakukan perbuatan yang dapat menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap ketokohannya. dan. baik perjudian. b. f. barang dan atau jasa dari pihak lain yang dapat mempengaruhi keputusan atau tindakan yang akan dilakukannya.

Diduga telah melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam dengan pidana mati. Tindakan penyidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberitahukan kepada Bupati paling lama 3 (tiga) hari. Untuk kelancaran pelaksanaan Peraturan Tata Tertib BPD ini semua anggota wajib mendukung kinerja dan program BPD yang bersifat positif. Peraturan Tata Tertib BPD ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.Pasal 35 (1) (2) a. Hal-hal yang belum cukup diatur dalam Peraturan Tata Tertib BPD ini diatur lebih lanjut. Ditetapkan di Pada Tanggal : Dander : 10 Mei 2007 BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DESA DANDER Ketua. BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 36 (1) (2) (3) (4) Ketentuan-ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Tata Tertib ini menjadi pedoman kerja BPD. . Hal-hal lain yang dikecualikan dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah : Tertangkap tangan melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih. (3) Tindakan penyidikan terhadap Anggota BPD dilaksanakan setelah adanya persetujuan tertulis dari Bupati. b.

DARMAJI .Drs.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful