P. 1
Bpd

Bpd

|Views: 150|Likes:
Published by sdn_samberan

More info:

Published by: sdn_samberan on Jun 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as ODT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/12/2015

pdf

text

original

KEPUTUSAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DANDER NOMOR : 01 TAHUN 2007 TENTANG PERATURAN TATA TERTIB BADAN PERMUSYAWARATAN DESA

Menimbang : Bahwa sebagai pelaksanaan Pasal 97 huruf f Peraturan Daerah Kabupaten Bojonegoro No. 8 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Desa maka untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa perlu menetapkan Keputusan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dander tentang Peraturan Tata Tertib Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Mengingat Undang-undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah No. 72 tahun 2005 tentang Desa. Peraturan Daerah Kabupaten Bojonegoro No. 8 tahun 2006 tentang Pemerintahan Desa. Peraturan Bupati Bojonegoro No. 28 tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Bojonegoro No. 8 tahun 2006 tentang Pemerintahan Desa: Keputusan Bupati Bojonegoro No. 188/27/KEP/412.11/2007 tanggal 27 Maret Tahun 2007 Tentang Pemberhentian Anggota Badan Perwakilan Desa dan Pengesahan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dander Kecamatan Dander, Memperhatikan Kabupaten Bojonegoro, Periode Tahun 2007 – 2013. Hasil Musyawarah Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dander pada hari Selasa tanggal 17 April 2007. MEMUTUSKAN : Menetapkan KEPUTUSAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DANDER TENTANG PERATURAN TATA TERTIB BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DANDER KECAMATAN DANDER KABUPATEN BOJONEGORO.

BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Keputusan Peraturan Tata Tertib ini yang dimaksud dengan : 1. 2. 3. 4. Pemerintah Kabupaten adalah Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Bupati adalah Bupati Bojonegoro. Bupati atau Pejabat yang ditunjuk adalah pejabat yang berwenang dan berhak mengesahkan pengangkatan dan pemberhentian Kepala Desa. Camat adalah Camat Dander, yang merupakan unsur perangkat daerah sebagai pemimpin kecamatan yang melaksanakan pelimpahan sebagai wewenang Bupati untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah. 5. Kepala Desa atau Penjabat Kepala Desa adalah Kepala Desa Dander atau Penjabat Kepala Desa Dander, seorang pejabat yang ditunjuk dan diangkat oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan hak, wewenang dan kewajiban Kepala Desa dalam kurun waktu tertentu. 6. Badan Permusyawaratan Desa, selanjutnya disebut BPD adalah lembaga yang 7. 8. merupakan perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa, sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Desa. Pemerintah Desa adalah Kepala Desa, Sekretaris Desa dan Perangkat Desa lainnya sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Desa. Pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan Pemerintahan oleh Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 9. 10. Peraturan Desa adalah peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh Badan Permusyawaratan Desa bersama Kepala Desa. Lembaga Kemasyarakatan adalah lembaga yang dibentuk oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan merupakan mitra Pemerintah Desa dalam memberdayakan masyarakat. 11. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa, selanjutnya disebut APBDes

2. Badan Usaha Milik Desa. 13. 12. Tanah Kas Desa adalah tanah bekas bengkok dan tanah lain yang dikuasai Desa berupa tanah sawah dan atau tanah darat yang menjadi kekayaan Desa. Pihak Ketiga adalah instansi. 14. Lembaga Keuangan dalam dan luar negeri. BPD sebagai Badan Permusyawaratan Desa merupakan wahana untuk melaksanakan Demokrasi berdasarkan Pancasila. lembaga. 3. BAB II KEDUDUKAN. TUGAS DAN WEWENANG BPD Pasal 2 1. Koperasi. . BPD berkedudukan sejajar dan menjadi mitra Pemerintah Desa. Pemerintah Propinsi. Kode Etik BPD adalah suatu ketentuan etika perilaku sebagai acuan kinerja Anggota BPD dalam melaksanakan tugasnya. dan Swasta Asing. BPD berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa. badan hukum dan perorangan diluar Pemerintah Desa. Swasta Nasional. Pemerintah negara Asing. Badan Usaha Milik Negara. yang ditetapkan dengan Peraturan Desa. Badan Usaha Milik Daerah. FUNGSI. Pemerintah Kabupaten.adalah rencana keuangan tahunan Pemerintahan Desa yang dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Desa dan BPD. antara lain Pemerintah.

e. Bersama Kepala Desa membentuk panitia pemilihan Perangkat Desa. Memberitahukan kepada Kepala Desa mengenai akan berakhirnya masa jabatan Kepala Desa secara tertulis 6 (enam) bulan sebelum berakhir masa jabatan. d. l. f. g. Memberikan persetujuan kerjasama antar Desa dalam Kabupaten maupun antar desa di luar Kabupaten. Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan Peraturan Desa dan Peraturan Kepala Desa. Membahas. Memberikan persetujuan pengangkatan dan pemberhentian Perangkat Desa. dan Keputusan Kepala Desa. Memberikan persetujuan penunjukan seorang pejabat dari Perangkat Desa oleh Kepala Desa dalam hal terdapat lowongan jabatan Perangkat Desa. Mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian Kepala Desa. i. menampung. c. Mengawasi pelaksanaan kebijakan Peraturan Desa. b. Membentuk panitia pemilihan Kepala Desa. menyetujui dan menetapkan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa. Pasal 4 BPD mempunyai tugas dan wewenang : a. Menggali. merumuskan dan menyalurkan . Mengayomi dan menjaga kelestarian adat istiadat yang hidup dan berkembang dalam masyarakat sepanjang menunjang pelaksanaan pembangunan. Membahas rancangan Peraturan Desa bersama Kepala Desa. j. Melakukan pengawasan terhadap kebijakan Pemerintah Desa dalam pengurusan dan pengelolaan sumber pendapatan dan kekayaan desa.Pasal 3 (1) (2) (3) BPD berfungsi menetapkan Peraturan Desa bersama Kepala Desa. menghimpun. k. menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat. h.

Menyusun tata tertib Badan Permusyawaratan Desa (BPD). o. b. Meminta keterangan kepada pengurus Lembaga Kemasyarakatan Desa atau warga masyarakat baik secara lesan atau tertulis dengan menjunjung . Mengadakan perubahan Peraturan Desa bersama Kepala Desa. p. Memberikan persetujuan pengalihan Sumber Pendapatan Desa yang dimiliki dan dikelola oleh Pemerintah Desa kepada pihak lain. Memberikan persetujuan pengelolaan kekayaan Desa yang dilakukan dengan pihak lain yang saling menguntungkan. pemberhentian sementara dan pemberhentian setelah didahului pemeriksaan instansi yang berwenang. Bupati atas laporan BPD dapat memberikan sanksi administratif berupa peringatan.aspirasi masyarakat. m. apabila Kepala Desa melakukan pelanggaran pada peraturan dan perundang-undangan atau norma masyarakat yang berlaku. paling banyak 3 (tiga) kali secara berturut-turut dengan tenggang waktu masing-masing 30 (tiga puluh) hari. n. BAB III HAK DAN KEWAJIBAN BPD Pasal 7 BPD mempunyai hak : a. Memberikan persetujuan atas perubahan fungsi Tanah Kas Desa untuk kepentingan desa sendiri maupun kepentingan pihak lain. q. dan atau dalam melaksanakan tugasnya tidak dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat secara adil. Pasal 6 Apabila sampai dengan teguran ke 3 (tiga) tidak diindahkan oleh Kepala Desa. Meminta keterangan kepada Pemerintah Desa mengenai permasalahan Desa. diskriminatif serta mempersulit setiap keperluan masyarakat. Pasal 5 BPD berwenang memberikan peringatan tertulis kepada Kepala Desa.

c. Menyerap. Mengamalkan Pancasila. e. kelompok dan golongan. dan obyektifitas. melaksanakan Undang-Undang Dasar 1945. Melaksanakan kehidupan demokrasi dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa. dan menaati segala peraturan perundang-undangan. Memperoleh tunjangan. Mempertahankan dan memelihara hukum nasional serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menerima laporan akhir masa jabatan Kepala Desa. c. b. Mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. d. (2) Anggota BPD mempunyai kewajiban : a. f. g. Menyampaikan usul dan pendapat kepada Pemerintah Desa. e. menghimpun dan menindaklanjuti aspirasi . d. dan uang sidang serta penghasilan lain yang sah yang besarnya disesuaikan dengan kemampuan keuangan desa. Mengajukan rancangan Peraturan Desa dan atau menyetujui perubahan mengenai peraturan desa yang diusulkan oleh Pemerintah Desa. masyarakat. b. kejujuran. Memproses pemilihan Kepala Desa. Memilih dan dipilih. Pasal 8 (1) Anggota BPD mempunyai hak : a. Menghormati nilai-nilai sosial budaya dan adat istiadat masyarakat menampung. Menerima laporan keterangan pertanggungjawaban atas laporan pertanggungjawaban Kepala Desa yang disampaikan kepada Bupati. Mengajukan pertanyaan. Menyatakan pendapat. dan e.tinggi keterbukaan. c. d.

. dan .setempat. h. Menjaga norma dan etika dalam hubungan kerja dengan lembaga kemasyarakatan.

Melanggar larangan bagi Anggota BPD. Dinyatakan melanggar sumpah / janji. (2) a. Tidak dapat melaksanakan tugas secara berkelanjutan atau berhalangan tetap secara berturut-turut selama 6 (enam) bulan. c. Tidak melaksanakan kewajiban sebagai Anggota BPD. c. Diberhentikan. d. . e. Tidak lagi memenuhi syarat sebagai Anggota BPD. f. Pimpinan BPD terdiri dari 1 (satu) orang Ketua. Anggota BPD diberhentikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c karena : Berakhir masa keanggotaannya. dan 1 (satu) orang sekretaris. Pasal 10 (1) a.BAB IV PEMBERHENTIAN DAN MASA KEANGGOTAAN Pasal 9 (1) (2) Anggota BPD berhenti bersama-sama pada saat BPD yang baru telah disahkan dan dilantik oleh Bupati atau Pejabat yang ditunjuk. Apabila ada Anggota BPD yang berhenti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digantikan warga masyarakat yang sudah ditetapkan menjadi calon Anggota BPD dari wilayah yang diwakili. Masa keanggotaan BPD adalah 6 (enam) tahun dan dapat diangkat / diusulakn kembali untuk 1 (satu) kali masa keanggotaan berikutnya. 1 (satu) orang Wakil Ketua. (3) Anggota BPD berhenti karena : Meninggal dunia. b. BAB V PIMPINAN BPD Pasal 11 (1). b. Permintaan sendiri. dan atau.

sumpah atau janji Anggota BPD. Peringatan kepada Anggota BPD sebagaimana dimaksud ayat (1) di atas apabila tidak diindahkan oleh anggota yang bersangkutan maka diberikan peringatan secara tertulis. Sekretaris BPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) selain sebagai unsur pimpinan. Rapat pemilihan pimpinan BPD untuk pertama kali dipimpin oleh anggota tertua dan dibantu oleh anggota termuda. Pasal 12 Kewenangan Pimpinan terhadap Anggota BPD : 1.(2). Memberikan peringatan secara lesan kepada Anggota BPD yang melalaikan tugas dan melanggar kode etik. 3. Apabila dalam musyawarah tidak tercapai kesepakatan maka pemilihan dilaksanakan secara voting. Pimpinan BPD sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (1) dipilih dari dan oleh anggota BPD secara langsung dalam rapat BPD yang diadakan secara khusus dengan cara musyawarah mufakat. (2). 2. memimpin sekretariat BPD dan dapat dibantu oleh staf sesuai kebutuhan yang diangkat oleh Kepala Desa dan bukan dari Perangkat Desa. (3). Pimpinan BPD berhak mengundang rapat untuk anggota BPD. Masa jabatan Ketua BPD adalah 6 (enam) tahun. Dalam hal Ketua berhalangan hadir dalam rapat maka Wakil Ketua mengganti Kedudukan Ketua dan selanjutnya sekretaris mengganti kedudukan Wakil Ketua. . (5). Pasal 13 (1). (4). dan jika tetap tidak ada perubahan maka pimpinan BPD mengusulkan kepada Bupati untuk memberhentikan yang bersangkutan dan mengusulkan pengganti yang sudah ditetapkan menjadi calon Anggota BPD dari wilayah yang diwakili.

BAB VI PENGATURAN TATA TERTIB DAN MEKANISME KERJA Pasal 14 (1). rapat dipimpin oleh Wakil Ketua. (7). (9). Dalam hal Ketua BPD berhalangan. Dalam hal tertentu rapat BPD dinyatakan sah apabila dihadiri paling sedikit ⅔ (dua per tiga) dari jumlah anggota BPD. (2). Rapat BPD dipimpin oleh Pimpinan BPD. (6). (4). Dalam hal pengambilan keputusan mengenai sesuatu permasalahan yang tidak menyangkut orang maka voting dilakukan secara terbuka. dan keputusan ditetapkan berdasarkan suara terbanyak. Hasil rapat BPD ditetapkan dengan Keputusan BPD dan dilengkapi dengan notulen rapat yang dibuat oleh sekretaris BPD. (8). (5). Pengambilan keputusan BPD dilaksanakan secara musyawarah mufakat. (3). dan apabila tidak dapat dicapai musyawarah mufakat maka ditempuh melalui suara terbanyak / voting. Rapat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dinyatakan sah apabila dihadiri paling sedikit ½ (satu per dua) dari jumlah anggota BPD. BAB VII TATA CARA PENETAPAN PERATURAN DESA Pasal 16 . Dalam pengambilan keputusan mengenai orang atau lembaga maka voting dilakukan secara tertutup. Rapat BPD dapat dilakukan setiap saat atas usulan ⅔ Anggota BPD. dan keputusan ditetapkan dengan persetujuan paling sedikit ½ (satu per dua) ditambah 1 (satu) dari jumlah anggota BPD yang hadir. Pasal 15 (1) (2) Tata tertib BPD ditetapkan dengan Keputusan BPD Keputusan BPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Bupati dengan tembusan Camat dan Kepala Desa.

dan disampaikan secara tertulis kepada Kepala Desa.(1) (2) Rancangan Peraturan Desa dapat disusun oleh Kepala Desa dan atau BPD. Rancangan Peraturan Desa yang berasal dari Kepala Desa disampaikan secara tertulis kepada Ketua BPD melalui sekretaris BPD dan ketua-ketua bidang untuk diadakan pembahasan lebih lanjut. Pemandangan umum dalam rapat paripurna oleh pimpinan BPD yang membawakan suara BPD. Jawaban Pimpinan BPD dalam rapat paripurna BPD terhadap pendapat Kepala Desa sebagaimana dimaksud pada huruf (a). Pengambilan keputusan diadakan dalam rapat kerja BPD yang disetujui oleh sekurang-kurangnya ½ (satu per dua) ditambah 1 (satu) dari yang hadir (2) Dalam hal Rancangan Peraturan Desa berasal dari BPD : a. e. c. b. Pasal 17 Tahap Pembahasan Peraturan Desa (1) Dalam hal Rancangan Peraturan Desa berasal dari Kepala Desa : a. (3) Rancangan Peraturan Desa yang disusun oleh BPD setelah mendapat persetujuan 2/3 dari jumlah Anggota BPD. d. Sebelum diambil keputusan atas Rancangan Peraturan Desa mengadakan rapat kerja BPD untuk membahas lebih lanjut Rancangan Peraturan Desa dimaksud untuk kemudian ditetapkan menjadi Peraturan . Pendapat Kepala Desa dalam dalam hal rapat paripurna BPD atas rancangan peraturan Desa yang berasal dari BPD. Jawaban Kepala Desa secara lesan atau tertulis terhadap pemandangan umum BPD. c. (4) BPD menetapkan Peraturan Desa bersama Kepala Desa. b. BPD sebelum mengambil keputusan tentang Rancangan Peraturan Desa berasal dari Kepala Desa terlebih dahulu diadakan musyawarah dengan Anggota BPD. Kepala Desa memberikan penjelasan dalam rapat paripurna BPD terhadap Rancangan Peraturan Desa yang diajukan oleh Kepala Desa.

desa apabila dapat disetujui oleh Kepala Desa atau dihentikan pembahasannya apabila tidak disetujui oleh Kepala Desa. .

b. Rapat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihadiri oleh Camat atau Pejabat yang ditunjuk sebagai fasilitator. Panitia Pemilihan Kepala Desa beserta susunan . Membahas mengenai sumber biaya pemilihan Kepala Desa. BPD mengadakan rapat dipimpin Ketua BPD untuk : Membentuk kepanitiaannya. Menetapkan Tata Kerja Panitia Pemilihan Kepala Desa. (6) Dalam rapat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Camat memberikan penjelasan kepada peserta rapat mengenai hal-hal yang perlu untuk diketahui dan dipedomani dalam pelaksanaan pemilihan Kepala Desa. (5) Panitia sebagaimana dimaksud ayat (3) sebanyak-banyaknya terdiri dari 11 (sebelas) orang dan dapat dibantu oleh petugas yang ditunjuk panitia serta mendapatkan surat tugas dari ketua Panitia. (7) (8) Panitia Pemilihan Kepala Desa ditetapkan dengan Keputusan BPD dan dilaporkan kepada Bupati melalui Camat. Pengangkatan Panitia Pemilihan Kepala Desa harus mempertimbangkan kecakapan dalam bidang administrasi. c. Pengurus Lembaga Kemasyarakatan dan tokoh masyarakat. Dalam melaksanakan tugasnya Panitia Pemilihan Kepala Desa berpedoman kepada Tata Kerja Panitia Pemilihan Kepala Desa yang ditetapkan oleh BPD. (4) Keterwakilan unsur kewilayahan serta kelembagaan masyarakat Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (3) terdiri dari unsur Perangkat Desa. kemampuan fisik dan keterwakilan unsur kewilayahan serta kelembagaan masyarakat Desa.BAB VIII PEMBENTUKAN PANITIA PEMILIHAN KEPALA DESA Pasal 18 (1) a. (2) (3) Sebelum diadakan pemilihan Kepala Desa.

temu warga atau bentuk lain sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat. Aspirasi masyarakat yang ditampung.BAB IX TATA CARA MENGGALI. BAB XI TUNJANGAN DAN PEMBIAYAAN BPD Pasal 21 (1) (2) Pimpinan dan Anggota BPD menerima tunjangan sesuai dengan kemampuan desa. anjangsana. Pasal 22 . Tunjangan pimpinan dan Anggota BPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam APBDes. (2) (3) Menerima masukan dan saran aspirasi masyarakat guna bahan pertimbangan kebijakan untuk disampaikan Pemerintah Desa. MENAMPUNG DAN MENYALURKAN ASPIRASI MASYARAKAT Pasal 19 (1) Cara menggali dan menampung aspirasi masyarakat dapat dilakukan dengan sarasehan. (2) Hubungan kerja BPD dengan Lembaga Kemasyarakatan merupakan hubungan konsultatif dan koordinatif. pembangunan dan kemasyarakatan. BAB X HUBUNGAN KERJA BPD DENGAN KEPALA DESA DAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN Pasal 20 (1) Hubungan kerja BPD dengan Kepala Desa merupakan hubungan timbal balik dan kemitraan dalam rangka penyelenggaraan. disalurkan kepada Pemerintah Desa guna peningkatan penyelenggaraan Pemerintahan Desa.

dan kredibilitas anggota BPD serta membantu anggota BPD dalam melaksanakan tugas. atau tidak patut dilakukan oleh anggota BPD. Ucapan. Kode Etik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi norma-norma atau aturan-aturan yang merupakan kesatuan landasan etik atau filosofis dengan Peraturan Sikap. BAB XII KODE ETIK BPD Pasal 24 (1). BPD diberikan tunjangan dan biaya operasional dari APBD Kabupaten. Pasal 25 Kode Etik bertujuan untuk menjaga martabat. Penggunaan tunjangan dan biaya kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipertanggungjawabkan kepada Bupati melalui Camat. citra. wewenang dan kewajiban serta tanggung jawabnya kepada masyarakat dan Negara. Tata Hubungan antar Lembaga Pemerintah Desa dan antar anggota serta antar Anggota BPD dengan pihak lain mengenai hal-hal yang diwajibkan. Tata Kerja. dilarang. Pasal 23 (1) (2) Dalam hal pelaksanaan kegiatannya. Biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan setiap tahun dalam APBDes. kehormatan. Pasal 26 . tugas dan kewajibannya anggota BPD wajib menaati Kode Etik. Perilaku.(1) (2) Untuk kegiatan BPD disediakan biaya operasional sesuai kemampuan keuangan desa yang dikelola oleh Sekretaris BPD. Dalam melaksanakan wewenang. (2).

dan Gender. Menyusun rencana kerja dan mengadakan pembagian kerja Ketua dan Wakil Ketua dan bidang-bidang BPD serta mengumumkannya dalam rapat BPD. b. berintegritas tinggi. menunjukkan profesionalisme sebagai anggota BPD dan selalu berupaya meningkatkan kualitas dan kinerjanya. Golongan. berjiwa Pancasila. menghormati keberadaan BPD dalam melaksanakan tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya demi kepentingan dan kesejahteraan rakyat. . d. BAB XIII PEMBAGIAN TUGAS PENGURUS BPD Pasal 28 Pengurus BPD mempunyai tugas : a. mengemban amanat penderitaan rakyat. Menetapkan kebijakan mengenai urusan rumah tangga BPD. melaksanakan tugasnya secara adil. jujur dengan senantiasa menegakkan kebenaran dan keadilan. harus menjadi anggota salah satu bidang. Mengadakan koordinasi dengan Kepala Desa. Pasal 27 (1) Anggota BPD bertanggung jawab mengemban amanat penderitaan rakyat. f. Memimpin rapat BPD. Menyimpulkan hasil rapat BPD. c. serta mempertahankan keutuhan bangsa dan kedaulatan Negara. Setiap Anggota BPD kecuali unsur pimpinan BPD. Agama. menjunjung tinggi demokrasi dan hak asasi manusia. (2) Anggota BPD bertanggung jawab menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat desa secara adil tanpa memandang suku. mematuhi hukum. memenuhi Peraturan Tata Tertib BPD.Anggota BPD wajib bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. taat kepada Undang-undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945 dan peraturan perundang-undangan. Ras. e.

Tugas dan Kewajiban Pimpinan BPD : 1. 3. Mengadakan koordinasi dan konsultasi dengan pihak atau lembaga terkait. b. Membantu pimpinan BPD untuk mengupayakan penyelesaian masalah yang disampaikan Kepala Desa kepada BPD. Menyimpulkan hasil pembahasan dalam rapat yang dipimpinnya. Menetapkan kebijakan mengenai urusan rumah tangga BPD. 7. Bidang-bidang BPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : 1. 3. Setiap bidang dipimpin oleh ketua bidang. memberikan izin berbicara dan menjaga agar pembicara dapat menyampaikan pandangannya dengan tidak terganggu. c. Melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Desa. 5. Pelaksanaan Pembangunan dan pelayanan terhadap masyarakat yang termasuk tugas bidangnya. 8. Melaksanakan Keputusan Rapat. Melakukan pembahasan terhadap Rancangan Peraturan dan rancangan Keputusan BPD ysng termasuk dalam tugas bidang masing-masing. Bidang Pemerintahan Bidang Pembangunan Bidang Kesra Anggota BPD pengganti antar waktu menduduki tempat anggota bidang yang digantikannya. 2. Menyampaikan hasil musyawarah yang dianggap perlu kepada Kepala Desa. Pasal 30 Bidang-bidang BPD mempunyai tugas : a. Menyampaikan keputusan rapat kepada pihak-pihak yang terkait langsung. Menyusun rencana kerja dan mengadakan pembagian kerja Ketua dan Wakil Ketua serta sekretaris serta mengumumkannya dalam rapat BPD. .g. 2. Memimpin rapat BPD dengan menjaga agar peraturan Tata Tertib dilaksanakan dengan seksama. 4. Pasal 29 i. 6. h.

c. Rapat pimpinan adalah rapat unsur pimpinan yang dipimpin oleh Ketua BPD. Rapat Istimewa adalah rapat Anggota BPD atau bersama Pemerintah Desa untuk membahas permasalahan mendesak yang bersifat urgen untuk diselesaikan dan bersifat tertutup. Mengajukan usul dan saran kepada Pimpinan BPD yang termasuk dalam ruang lingkup pada bidangnya masing-masing. Untuk mengintensifkan kinerja BPD diadakan rapat rutin setiap tiga bulan. d. Pasal 33 . Mengadakan rapat kerja BPD atau rapat dengar pendapat dengan Kepala Desa. Perangkat Desa maupun Pengurus Lembaga Kemasyarakatan desa. Rapat Kerja adalah rapat antara BPD dengan Pemerintah Desa atau dengan Lembaga Kemasyarakatan Desa. Rapat BPD dilakukan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu tahun. d. c. Waktu rapat dapat dilaksanakan pada siang hari atau malam hari yang dijadwalnya ditetapkan oleh pimpinan BPD. b. Pasal 32 Penentuan waktu rapat : a. e. Apabila terdapat kepentingan yang bersifat mendesak BPD dapat mengadakan rapat atau sidang sesuai dengan kebutuhan.d. b. BAB XIV RAPAT BPD Pasal 31 Jenis rapat BPD antara lain : a. Rapat Paripurna adalah rapat Anggota BPD yang dipimpin oleh Ketua atau Wakil Ketua selaku pimpinan rapat dan merupakan forum tertinggi dalam melaksanakan wewenang dan tugas BPD serta dapat mengambil keputusan untuk ditetapkan menjadi keputusan BPD.

meresahkan sekelompok masyarakat dan mendiskriminasikan warga atau golongan masyarakat lain. c. seperti perbuatan asusila. BAB XV LARANGAN ANGGOTA BPD Pasal 34 (1) (2) a. Melanggar sumpah atau janji jabatan. b. f. Anggota BPD yang menandatangani daftar hadir apabila akan meningggalkan rapat harus memberitahukan kepada pimpinan rapat. serta melakukan perbuatan yang dapat menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap ketokohannya. d. Melakukan perbuatan yang bertentangan dengan peraturan perundangundangan yang berlaku dan atau bertentangan dengan norma yang hidup dan berkembang dimasyarakat. nepotisme dan menerima uang. Rapat dibuka oleh pimpinan rapat apabila quorum telah tercapai berdasrkan kehadiran secara fisik kecuali ditentukan lain. Pimpinan dan Anggota BPD dilarang : Sebagai pelaksana proyek desa. Melakukan korupsi. dan lain sebagainya. d. Sebelum rapat dimulai setiap Anggota BPD harus menandatangani daftar hadir. dan. BAB XVI PENYIDIKAN TERHADAP ANGGOTA BPD . barang dan atau jasa dari pihak lain yang dapat mempengaruhi keputusan atau tindakan yang akan dilakukannya.Tata cara rapat BPD : a. Menyalahgunakan wewenang. mabuk-mabukan. e. Pimpinan dan Anggota BPD tidak diperbolehkan merangkap jabatan sebagai Kepala Desa dan Perangkat Desa. kolusi. baik perjudian. Merugikan kepentingan umum. c. Untuk para undangan disediakan daftar hadir tersendiri. b.

Hal-hal lain yang dikecualikan dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah : Tertangkap tangan melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih. Hal-hal yang belum cukup diatur dalam Peraturan Tata Tertib BPD ini diatur lebih lanjut. Untuk kelancaran pelaksanaan Peraturan Tata Tertib BPD ini semua anggota wajib mendukung kinerja dan program BPD yang bersifat positif.Pasal 35 (1) (2) a. Diduga telah melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam dengan pidana mati. Tindakan penyidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberitahukan kepada Bupati paling lama 3 (tiga) hari. . BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 36 (1) (2) (3) (4) Ketentuan-ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Tata Tertib ini menjadi pedoman kerja BPD. Ditetapkan di Pada Tanggal : Dander : 10 Mei 2007 BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DESA DANDER Ketua. b. (3) Tindakan penyidikan terhadap Anggota BPD dilaksanakan setelah adanya persetujuan tertulis dari Bupati. Peraturan Tata Tertib BPD ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Drs. DARMAJI .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->