P. 1
Tentang Kisah Inspiratif

Tentang Kisah Inspiratif

|Views: 331|Likes:
Published by rosiwindy

More info:

Published by: rosiwindy on Jun 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2014

pdf

text

original

Tentang Kisah Inspiratif, Kisah Cinta Seorang Ayah Bisu kepada Anaknya

Disusun oleh: Rosi windiyani R. (06.316.1111.160) Esa nurlaela (06.316.1111.156) Enen suherti (06.316.1111.142) Linda lindiawati (06.316.1111.146) Dede Erni (06.316.1111.163) Yosep anggara S. (06.316.1111.158)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI Jl. R. Syamsudin, No. 50 Sukabumi Tlp. (0266) 218345, Fax. (0266) 218342 Website : www.ummi.ac.id E-mail : info_ummi@yahoo.com

Sebuah Kisah Inspiratif, Kisah Cinta Seorang Ayah Bisu kepada anaknya
Sebuah kisah yang mungkin dapat sejenak mengingatkan kita akan besarnya cinta orang tua kepada anaknya, walaupun mungkin kita sebagai anak sering lupa dengan keadaan orang tua kita sekarang yang sejak dahulu telah mengorbankan segalanya, untuk membuat kita selalu tersenyum dan bahagia. semoga bisa membuat kita selalu ingat dengan kedua orang tua yang selalu mencintai kita selamanya. Kisah ini berawal dari seorang ayah yang bisu mencintai anaknya dengan tulus. Namun ketulusan itu dianggap tidak wajar dan berlebihan oleh anaknya. Padahal dengan sekuat tenaga ayahnya berjuang untuk membahagiakannya. Setiap hari ayahnya selalu mengantarkannya ke sekolah dan memberikan dia semangat. Tapi dia seolah-olah malu akan keberadaan ayahnya itu dan tidak menghargai apa yang telah ayahnya lakukan untuknya. Saat ayahnya berkata dengan menggunakan isarat “ Be good at school”, dia malah langsung pergi dan merasa tidak senang. Dia merenung dan berkata: “ I want a better father”... “Someone who’s not a deaf-mute”... Saat dia beristirahat dikantin, dia di ejek oleh temannuya dengan menempelkan selembar kertas dengan bertuliskan “Deaf Dumb Dad”. Dia marah kepada temannya lalu dia langsung mendatangi temannya tersebut dan mulai bertengkar, tidak ada yang melerai pertengkarannya tersebut. Malah menonton seakan-akan senang melihat dengan keaadan tersebut. Gurunya pun sama tidak ada yang melerainya. Dia berkata: “A dad like everyone else’s”... “A father who can listen to my hopes and fears”... “ A father who speaks who understand me”... Dia kesal dan sepulangnya sekolah dia langsung menemui pacarnya sampai larut malam. Ayahnya memarahinya karena dia pulang terlalu larut malam, dia tidak menerimanya dia malah membentak ayahnya dan pergi. Dan keesokan harinya dia tidak masuk sekolah, dia malah melamun di pinggir jalan. Menjelang malam dia pergi menemui pacarnya, dia menceritakan apa yang terjadi. Saat itu pacaranya menasehatinya, namun dia malah menangis dan terlihat stres. Kemudian dia pulang ke rumah, dia mengurung diri di kamarnya dan melamun, padahal ayahnya sudah menyiapkan kue ulang tahun yang di belinya dengan susah payah, berharap bahwa anaknya merasa bahagia. Ayahnya menuliskan sebuah surat: “Happy brithday! Always be happy love dad! I was born a deaf mute. I’m sorry for that. I can’t speak like other fathers. But I want you know that I love you with an my heart”. Namun kenyataan berkata lain, anaknya malah

bunuh diri. Dengan rasa panik ayahnya langsung membawanya kerumah sakit. Sesampainya dirumah sakit ayahnya menemui dokter dengan memohon-mohon agar anaknya di selamatkan dan dia berkata “Please don’t let anything happen to my daughter.” “ I have money. I have house. Take it All!!! My dauughter. Can not die!!”. Setelah beberapa menit kemudian dokternya memberitahukan bahwa anaknya membutuhkan banyak darah yang sama dengan dia. Ayahnya berkata “ Take my blood”. Kemu dian karena darahnya sama maka di donorkanlah darahnya, namun tidak disangka ayahnya meninggal dunia dan dia selamat. Setelah siuman dari komanya dia menyadari bahwa ayahnya telah pergi untuk selamanya dan menyadari bahwa semua pengorbanan ayahnya begitu berharga. Sambil menangis dan memegang tangan ayahnya, di dalam hati kecilnya “There are no perfect fathers. But a father will always love perfectly”.1 “Remember to care for those who care for you”.

THE END...

Semoga kisah ini menjadi sebuah pelajaran berharga bagi kita semua yang masih mempunyai orang tua dan selalu bersyukur atas apa yang telah kita miliki.

1

https://www.youtube.com/watch?v=iKTJ7l2D-TY&feature=youtube_gdata_player

RESENSI
Perilaku sosial adalah tingkah laku seseorang dalam menghadapai setiap situasi yang harus mengikuti kaidah, nilai-nilai normatif yang berlaku. Hubungan kisah ini dengan materi Perilaku Sosial adalah Dia tidak memikirkan tentang kaidah dan nilai-nilai normatif tentang kesopanan berbicara terhadap orang tua, bagaimana bertingkah laku kepada orang tua. Dia tidak bisa menghadapi situasi saat dia sedang di nasehati oleh orang tuanya dia malah membentaknya dan pergi begitu saja, tanpa ada rasa penyesalan sama sekali. Dia malah malu akan keberadaan ayahnya tersebut dan malah menjadi beban baginya. Dia tidak menghargai apa yang telah ayahnya lakukan dan tidak bisa menerima kekurangan yang ayahnya miliki. Kemudian saat dia diejek oleh temannya dia tidak bisa menghadapi situasi itu dia malah marah dan tidak bisa mengontrol emosinya.2 Hubungan kisah ini dengan materi tindakan sosial terdapat ciri pokok yaitu Tindakan yang memiliki makna subjektif: tindakan seseorang merupakan cerminan dari keinginan yang dinyatakan dalam bentuk suatu tindakan nyata sehingga dari tindakannya tersebut memiliki makna bagi dirinya, yang belum tentu memiliki makna bagi orang lain. Contohnya adalah Keinginan ayahnya yang ingin melihat anaknya senang dan bahagia, dia selalu menyemangati dan berusaha memberikan hadiah dan surprise pada saat anaknya ulang tahun.3 Tindakan Sosial di dalam kisah ini terdapat Tindakan Afektif: tindakan ini didominasi dengan emosi (dia malah memilih bunuh diri tanpa berpikir bagaimana akibatnya), karena emosi tadi dia tidak bisa berpikir logis dan bertindak tidak sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku, yang akibatnya akan merugikan dirinya sendiri dan merugikan orang lain di sekitarnya karena perbuatannya tersebut.4 Dalam materi bentuk interaksi sosial ada yang bersifat disosiatif yaitu pertentangan atau pertiakaian (conflict). Hubungannya dengan kisah ini pada saat dia bertengakar dengan ayahnya dan dia bertengakar dengan temannya.5 Dalam kaitannya dengan materi Konflik Sosial terdapat sumber terjadinya konflik sosial adalah faktor perbedaan individu dalam masyarakat yaitu perbedaan ini terjadi berdasarkan pada perbedaan antar anggota masyarakat secara orang perorangan, baik secara fisik dan mental
2 3

Udin S. Wiantaputra. Dkk., 2007. Materi dan Pembelajaraan IPS SD. Jakarta: Universitas Terbuka. hal: 2.5 Udin S. Wiantaputra. Dkk., 2007. Materi dan Pembelajaraan IPS SD. Jakarta: Universitas Terbuka. hal: 2.6 4 Udin S. Wiantaputra. Dkk., 2007. Materi dan Pembelajaraan IPS SD. Jakarta: Universitas Terbuka. hal: 2.8 5 Udin S. Wiantaputra. Dkk., 2007. Materi dan Pembelajaraan IPS SD. Jakarta: Universitas Terbuka. hal: 2.10

maupun perbedaan material dan nonmaterial. Perbedaan fisik lebih menekankan pada keadaan jasmaniah, misalnya rupa dan kecantikan. Kesempurnaan indera dan bentuk tubuh. Contohnya dalam kisah ini yaitu anaknya tidak menerima keadaan ayahnya yang mempunyai kekurangan fisik yaitu bisu dan tuli. Dia malah malu akan keadaan ayahnya tersebut dan karena keadaan ayahnya itu temannya menjadikan hal tersebut menjadi bahan ejekan bagi dirinya.6

6

Udin S. Wiantaputra. Dkk., 2007. Materi dan Pembelajaraan IPS SD. Jakarta: Universitas Terbuka. hal: 2.27

DAFTAR PUSTAKA
https://www.youtube.com/watch?v=iKTJ7l2D-TY&feature=youtube_gdata_player Udin S. Wiantaputra. Dkk., 2007. Materi dan Pembelajaraan IPS SD. Jakarta: Universitas Terbuka.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->