P. 1
95679236 Reaksi Identifikasi Alkaloid

95679236 Reaksi Identifikasi Alkaloid

|Views: 333|Likes:
Published by Purnomo Siddhi
Kimia Farmasi
Kimia Farmasi

More info:

Published by: Purnomo Siddhi on Jun 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/18/2015

pdf

text

original

Armon Fernando Msi, Apt Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau

Alkaloid

adalah

sebuah

golongan

senyawa

basa

bernitrogen yang kebanyakan heterosiklik dan terdapat di tetumbuhan

Alkaloid

biasanya

diklasifikasikan

menurut

kesamaan

sumber asal molekulnya (precursors), didasari dengan metabolisme pathway (metabolic pathway) yang dipakai untuk membentuk molekul itu.

Kalau biosintesis dari sebuah alkaloid tidak diketahui, alkaloid digolongkan menurut nama senyawanya, termasuk nama senyawa yang tidak mengandung nitrogen (karena struktur molekulnya terdapat dalam produk akhir.

Golongan Piridina: piperine, coniine, trigonelline, arecoline, arecaidine, guvacine, cytisine, lobeline, nikotina, anabasine, sparteine, pelletierine. Golongan Pyrrolidine: hygrine, cuscohygrine, nikotina Golongan Tropane: atropine, kokaina, ecgonine, scopolamine, catuabine Golongan Kuinolina: kuinina, kuinidina, dihidrokuinina, dihidrokuinidina,

  

strychnine, brucine, veratrine, cevadine

Golongan Isokuinolina: alkaloid-alkaloid opium (papaverine, narcotine, narceine), sanguinarine, hydrastine, berberine, emetine, berbamine, oxyacanthine


Alkaloid Fenantrena: alkaloid-alkaloid opium (morfin, codeine, thebaine)
Golongan Phenethylamine: mescaline, ephedrine, dopamin

 Golongan Indola: ◦ Tryptamines: serotonin. ergotamine. coronaridine ◦ Alkaloid Strychnos nux-vomica: strychnine. yohimbine ◦ Alkaloid Vinca: vinblastine. 7-hydroxymitragynine ◦ Alkaloid Tabernanthe iboga: ibogaine. 5-MeO-DMT. theophylline . psilocybin ◦ Ergolines (alkaloid-alkaloid dari ergot ): ergine. bufotenine. tetrahydroharmine ◦ Yohimbans: reserpine. harmaline. vincristine ◦ Alkaloid Kratom (Mitragyna speciosa): mitragynine. voacangine. teobromina. DMT. lysergic acid ◦ Beta-carboline: harmine. brucine  Golongan Purine: Xantina: Kafein.

chaconine)  Alkaloid Veratrum (veratramine. choline. solanine. phytolaccotoxin . phytolaccine. jervine. cyclopamine. Golongan Terpenoid: ◦ Alkaloid Aconitum: aconitine ◦ Alkaloid Steroid (yang berkerangka steroid pada struktur yang bernitrogen):  Solanum (contoh: kentang dan alkaloid tomat) (solanidine. cynarin. cycloposine. muldamine)[2]  Alkaloid Salamander berapi (samandarin)  lainnya: conessine   Senyawa ammonium quaternary s: muscarine. neurine Lain-lainnya: capsaicin.

H. tetapi hampir tidak larut dalam pelarut organik . Alkaloid mengandung atom C. O dan pada umumnya juga mengandung atom N  Alkaloid memiliki rasa pahit sebagai rasa yang khas. aktif secara fisiologis dan sebagian sangat beracun  Alkaloid dapat dikristalisasi dan beberapa diantaranya mempunyai bentuk amorf   Alkaloid yang membentuk kristal umumnya berwarna putih Alkaloid dengan asam akan membentuk garam yang akan larut dalam air.

Alkaloid akan dibebaskan dari garamnya dengan

penambahan alkali

Alkaloid memperlihatkan tipe stereoisomer dan umumnya bersifat optis aktif Alkaloid dapat diendapkan oleh reagent Mayer, Wagner, Dragendorff, dan Bouchardat

1.  

Reaksi Mayer : HgI2 HgCl2 1 bagian + KI 4 bagian Cara : zat + pereaksi Mayer timbul endapan kuning atau larutan kuning bening → + alakohol endapannya larut. Reaksi dilakukan di objek glass lalu Kristal dapat dilihat di mikroskop. Jika dilakukan di tabung reaksi lalu dipindahkan, Kristal dapat rusak. Tidak semua alkaloid mengendap dengan reaksi mayer. Pengendapan yang terjadi akibat reaksi mayer bergantung pada rumus bangun alkoloidnya.

Reaksi Bouchardat  I2 2 bagian + KI 4 bagian + aqua ada 100  Cara : sampel zat + pereaksi Bouchardat → coklat merah, + alkohol → endapan larut. 3. Sublimat larutan 5%.  Sublimasi dilakukan dengan cincin sublimasi.  Cara: pada objek glass, taruh zat + talk lalu aduk-aduk, letakkan cincinnya dan taruh objek glass di atas cincin tersebut. Taruh kapas di atasnya, yang dilihat yang di atasnya. 4. Tanin ;larutan 10% (membentuk endapan alkaloidtannat). 5. Asam pikrat/pikrolin 1% ( membentuk endapan pikrat) 6. Reaksi Kalomel: zat digerus dengan kalomel lalu diberi nafas supaya lembab à endapan.
2.

pelan-pelan) → warna. Dengan asam kuat : H2SO4 pekat dan HNO3 pekat (umumnya menghasilkan warna kuning atau merah)  Pereaksi Marquis Zat + 4 tetes formalin + 1 ml H2SO4 pekat (melalui dinding tabung.  Pereaksi Forhde : larutan 1% NH4 molibdat dalam H2SO4 pekat ◦ Zat + pereaksi Forhde → kuning kecoklatan .

 Reaksi King Zat + diazo A (4 bagian) + diazo B (1 bagian) + NaOH sampai alkalis → warna merah intensif. Reaksi Mandelin : zat + H2SO4 + FeCl3 menghasikan warna    Reaksi Serulas & Lefort : larutan zat dalam H2SO4 encer + KI + CHCl3 à dikocok. Reaksi Huseman : zat + H2SO4 pekat à dipanaskan di atas api sehingga dihasilkan apomorfin + HNO3 65% + KNO3 padat à warna. Reaksi Nelzer Larutan zat dalam alkohol absolut + 1 tetes CuSO4 dan CS2 menghasilkan warna coklat seperti minyak.  . lapisan CHCl3 akan berwarna.

panaskan di water bath hingga kering à agak Jingga. Kristal tidak spesifik dan dibuat di objek glass. Reaksi Murexide : Zat + 1 tetes H2O2 3 % atau KClO3 padat + à warna Ungu 1 tetes HCl 25%.   Reaksi Mandelin amonium vanadat ½ % dalam air + H2SO4 pekat. Reaksi Bosman: larutan zat dalam H2SO4 encer endapan coklat. lapisan CHCl3 akan berwarna violet kemudian terbentuk  Reaksi Zwikker : Zat +1 ml Pyridin 10% + CuSO4 à batang panjang tidak berwarna. + KMNO4 à dikocok dengan CHCl3. + NH4OH .

KBr. ditarik dengan CHCl3 à biru hijau. Reaksi Parri : Zat + Co(NO3)2. . diuapkan di atas water bath sampai kering. lalu + uap NH4OH àwarna ungu. Reaksi Vitally : zat + HNO3 berasap. + spir/alkali à ungu.  Reaksi Pesez : zat + H2SO4 + lar. panaskan di atas water bath à hijau. tahan dalam aseton Apomorfin : merah ◦ Strychnine : merah ungu ◦ Veratrin : coklat jingga   Reaksi Lieberrman: H2SO4 pekat + HNO3 pekat Reaksi Sanchez : zat + p-nitrodiabendazol (p-nitoanilin +NaNO2 + NaOH)à ungu à jingga.

 Reaksi Feigel : 5 tetes H2SO4 pkt + sedikit yohimbin ad larut + kristal khloral hidrat panaskan di WB → merah biru stabil.  Reaksi Sanchez. Zat + H2SO4 75 % + 1 tetes reagen + NaOH → ungu tua. asamkan dengan H2SO4 → jingga. Reaksi Thalleiochin : larutan zat dalam asam asetat encer + 1 tetes aqua brom + NH4OH berlebihàhijau zamrud + kloroformàdifloresensi  Reaksi Erytrochin : larutan zat dalam HCl encer + aqua brom (hingga kuning) + kalium ferrocyanida + CHCl3 + NH4OH. (reagen : larutan jenuh p-nitronilin dalam 1% H2SO4 + NaNO2). + air → warna hilang . kocok homogen → lapisan CHCl3 berwarna merah.

 Reaksi Ehrlich : Zat padat + pereaksi p-DAB HCl → berwarna kuning kenari Reaksi Wassicky : zat + p-DAB +H2SO4 pekat à merah ungu  Reaksi korek api : zat + HCl lalu batang korek api dicelupkan à jingga/kuning. Reaksi isonitril : Zat + spiritus + KOH → panaskan → ditambah CHCl3 → panaskan lagi → bau iso nitril (segera diasamkan karena bau beracun/busuk)  Reaksi Runge : Dipanaskan dengan HCl 25% → dinginkan → ditambah NaOH ad basa lemah → berwarna ungu kotor  Reaksi Indophenol: Panaskan dengan HCl → dinginkan diencerkan dengan air + phenol + kaporit → nampak ungu kotor → ditambah NH4OH berlebih → berwarna biru + HNO3 à tidak berwarna kuning. .

sedikit saja digoyangkan di atasnya à Kristal terlihat. diamkan 1 menit à Kristal dragendorf Reaksi Fe-complex & Cu-complex: Pada objek glass. Pada objek glass. (reagen : air + spirtus + asam cuka biang + sedikit H2SO4 dan aqua iod sampai agak kuning pada objek glass). lalu teteskan dragendorf di pinggirnya dan jangan dikocok. gas ditetesi dengan Fe-compleks dan Cu-complex lalu tutup dengan cover glass à panaskan sebentar. Reaksi Herapatiet. lalu lihat Kristal bunga sakura di mikroskop.     Reaksi Kristal dragendorf Pada objek glass. zat + asam lalu ditaburkan serbuk sublimat dengan spatel. Reaksi Iodoform : zat ditetesi NaOH sampai alkali + sol. Iodii lalu dipanaskan hingga berwarna kuning (terbentuk iodoform). zat +HCl aduk. Zat + 1 tetes reagen → kristal lempeng (coklat/violet) . lalu lihat Kristal yang terbentuk.

1 N + 3 ml CCl4 à dikocok . 2. 3. rasa pahit  Kelarutan : larut dalam lebih kurang 4 bagian air Reaksi Identifikasi: 1. Larutan zat dalam air + PbSO4 + NaOH à violet.1 Alkaloid Amin 1.1 Efedrin HCl  Asal (efedrin) : Ephedra vulgaris  Organoleptis : serbuk putih halus.1. Reaksi iodoform (+) . 4. Alkaloid Derivat Fenil Alanin 1. dibiarkan à pisahkan lapisan organik + sedikit tembaga à kocok à keruh lalu terbentuk endapan. Larutan zat dalam air +NaOH 0. Reaksi oksidasi oleh KMnO4 à bau benzaldehid.1. tidak berbau.

6. 7. + H2O2 + NaCl + 6 tetes NaOH à merah violet. Reaksi Nelzer: Larutan zat dalam alkohol absolut + 1 tetes CuSO4 dan CS2 à coklat minyak.5. Zat + sulfanilat + NaOH à merah. + NH4OH à endapan akan larut kembali. Larutan zat dalam air + HCl. . 8. dicuci dengan air. Larutan zat dalam air + AgNO3 à endapan (AgCl).

 Larutan zat dalam HCl + I2 à endapan yang larut dalam spiritus.1.2. .1. Zat + H2SO4 + FeCl3 à dipanaskan dalam air mendidih à biru + HNO3 à merah/coklat merah tua. SANCHEZ.  Reaksi iodoform (+)  Reaksi FROHDE: kuning hijau. Reaksi KING. dan FESEZ (+)  2.  Reaksi MARQUIS: ungu dalam waktu lama.1 Morfin  Asal: Papaver somniferum 1.2.1 Etil Morfin HCl  Sinonim : Dionin  Organoleptis : kristal putih  Kelarutan : larut dalam 12 bagian air Reaksi Identifikasi:  1.  Reaksi MANDELIN: kuning hijau.

2.  . Larutan zat dalam air +1 tetes FeCl3 à biru (hilang dengan penambahan asam/ etanol 95% /jika dipanaskan). putih. tidak berbau.Organoleptis : serbuk hablur atau hablur jarum mengkilat atau massa berbentuk kubus. rasa pahit.  Kelarutan : larut dalam 25 bagian air Reaksi Identifikasi: 1. Zat dilarutkan dalam campuran H2SO4 encer & air (1:19) + KI à coklat kuning.

SANCHEZ. Reaksi FROHDE: ungu lalu menjadi hijau. Reaksi KING. lapisan CHCl3 akan berwarna ungu. Larutan zat dalam air +AgNO3 à endapan (AgCl). dan FESEZ (+) 5. dicuci dengan air. Reaksi HUSEMAN: zat + H2SO4 pekat à dipanaskan di atas api sehingga dihasilkan apomorfin + HNO3 65% + KNO3 padat à violet merah lalu menjadi merah darah. Reaksi SERULAS & LEFORT: larutan zat dalam H2SO4 encer + KI + CHCl3 à dikocok.3. Reaksi MARQUIS: ungu dalam waktu singkat. 9. 4. 8. . + NH4OH à endapan akan larut kembali. 6. Zat + H2SO4 + FeCl3 à dipanaskan dalam air mendidih à biru + HNO3 à merah/coklat merah tua. 7.

Reaksi FROHDE: kuning-hijau-biru. 8. Tidak bereaksi dengan FeCl3 7. Reaksi MANDELIN: hijau biru.Asal : Papaver somniferum Reaksi Umum Kodein: 1. 4. SANCHEZ. 2. 5. Zat + H2SO4 + FeCl3 à biru. Reaksi KING. dan FESEZ (+) 3. Zat + H2SO4 + FeCl3 à dipanaskan dalam air mendidih à biru + HNO3 à merah/coklat merah tua.  . Zat + NH4OH pekat à merah. 6. Reaksi MARQUIS: ungu dalam waktu singkat.

dicuci dengan air + NH4OH à endapan akan larut kembali.  Kelarutan : larut dalam 20 bagian air Reaksi Identifikasi:  Larutan zat dalam air + AgNO3 à endapan (AgCl).  .Organoleptis : serbuk hablur putih atau hablur jarum tidak berwarna.

rasa pahit. putih. Larutan zat dalam HNO3 encer + amonium molibdat à dihangatkan à endapan kuning kenari terang. 2. sangat mudah larut dalam air panas Reaksi Identifikasi: 1. Larutan zat dalam air dinetralkan dengan NH4OH encer + AgNO3 à endapan kuning perak fosfat yang larut dalam HNO3 encer & dalam NH4OH encer.Organoleptis : serbuk hablur atau hablur berbentuk jarum halus.  Kelarutan : mudah larut dalam air. tidak berbau.  .

rasa pahit lalu pedas. Zat dilarutkan dalam H2SO4 à dipanaskan hingga suhu 160oC à violet. tidak berbau. 2.Organoleptis : hablur atau serbuk hablur. Zat berfluoresensi ungu-biru.  Kelarutan : larut dalam lebih kurang 40 bagian air Reaksi Identifikasi: 1. Zat + H2SO4 + FeCl3 à dipanaskan dalam air mendidih à biru + HNO3 à tidak menghasilkan warna merah /coklat merah tua. 3.  . putih.

Larutan zat dalam air + AgNO3 à endapan (AgCl). 7. Reaksi MANDELIN: hijau biru. Reaksi FROHDE: ungu merah kersen. Reaksi BOSMAN: larutan zat dalam H2SO4 encer + KMNO4 à dikocok dengan CHCl3. . Reaksi ERDMANN: ungu. dicuci dengan air + NH4OH à endapan akan larut kembali.4. à lapisan CHCl3 akan berwarna violet kemudian terbentuk endapan coklat. 6. Reaksi MARQUIS: ungu-coklat rosa. 9. 8. 5.

1 Lobelin HCl  Organoleptis rasanya pahit : Bubuk berwana putih. Reaksi Frohde: Kuning Coklat 3. Lalu + Formaldehid àWarna merah 4. Larutan zat + H 2SO 4 pekat à Tidak berwarna .2.K 3Fe(CN)6 . Reaksi Kristal: – KOH Padat . Reaksi Marquis: Ungu (lama) 2.Asam pikrat .HgCl2 . berbau. Pemijaran: bau asetopenon 5.  Kelarutan : Dalam air 1:40. dalam spiritus 1:10 Reaksi Identifikasi: 1.

agak sukar larut dalam etanol 95%. Berwarna putih. . mudah larut dalam spiritus dan CHCl3. berbau terhadap kertas lakmus. pahit.  Kelarutan : Dalam air = 1:20. sukar larut dalam eter.1 Kofein  Organoleptis Rasanya : Serbuk Tidak atau bentuk Bersifat jarum netral mengkilat biasanya menggumpal.3.

Spektrum serapan inframerah zat yang telah dikeringkan pada suhu 80 selama 4 jam dan didispersikan dalam paraffin cair pekat menunjukan maksimum hanya pada panjang gelombang yang sama seperti pada kofein PK. rekristal dengan pemanasan akan tampak kristal jarum panjang  Reaksi Zwikker à batang panjang tidak berwarna . 2. Larutan zat dalam air + I2 à tidak terjadi nedapan. Warna ini akan hilang jika ada penambahan larutan alkali. 3. Reaksi Murexide: Violet. larut dalam NaOH  Larutan zat + larutan tannin dalam air àendapan putih dalam reagen berlebih  Larutan jenuh + larutan HgCl2 5% à endapan putih. + HCl à endapan Coklat.1.

ini yang membedakan Diuretin dengan Morphin dan codein  Larutan zat + K3Po(CN)6 + FeCl3 à hijau berlin. CHCl3  Tidak larut dalam air Reaksi Identifikasi:  Reaksi Frohde à ungu-hijau  Reaksi Marquis à ungu  Reaksi Mandellin à cklat rose  Zat + H2SO4+ FeCl.Organoleptis : Bubuk putih. kocok dengan CHCl3. rasa pahit. aduk. warna agak coklat  Kelarutan : Larut dalam alcohol. lapisan CHCl berfluoresensi biru  Seluras dan Lepori: ( + )  Zat + H2O2 + HNO3 + 1 tetes CuSO4 à kuning jingga  Zat + HAC + NaNO2 à kuning muda  Reaksi Kristal à Dragendorf  . biru berlin  Zat + dinitro benzene . dipanaskan à ( – ). + NaOH à ungu muda-kuning  Zat + H2SO4 + larutan KBr dipanaskan di water bath à warna coklat.

)  Zat + larutan tannian à Endapan putih  Zat + HCl + Aq.004. Reaksi Identifikasi:  Raksi Murexide ( + )  Parri (.03. berfluorosensis ungu biru Kelarutan : Dalam air = 1:0.02 . dalam eter= 1: 0. dalam Spiritus= 1:0. Iod àEndapan coklat à hijau tua  Reaksi Kristal  Dragendorf  Fe-kompleks  Cu-kompleks .Organoleptis : Bubuk hablur. berwarna putih.

 Kelarutan : Dalam air = 1:180. mantap di udara. rasa pahit. berwarna putih. . tidak larut dalam eter. larut dalam 120 bagian etanol 95%. mudah larut dalam alkali hidroksida dan dalam ammonia encer. dalam spiritus = 1:80. sukar larut dalam CHCl3. tidak berbau. Organoleptis : Serbuk hablur. mudah larut dalam air panas.

    Raksi Murexide ( + ) Spektrum serapan inframerah zat yang telah dikeringkan dan didispersikan dalam kalium bromide menunjukan maksimum hanya pada panjang gelombang yang sama seperti pada teofilin BPFI Larutan jenuh + larutan tannin à endapan yang larut dalam pereaksi yang berlebihan Fluoresensi Larutan + NH4OH + AgNO3 à Endapan seperti selai yang larut dalam HNO3 ROUX à Memberiksn warna hijau stabil Reaksi Parri à ungu Zat + aq. Brom à endapan putih stabil Zat + Diazo A + Diazo B + NaOH à warna Merah ◦ Zat padat: biru muda ◦ Dalam H2SO4: biru      .

berwarna putih agak kekuningan. Praktis tidak larut dalam etanol 95% . keringkan pada suhu 105 . Saring lalu cuci endapan dengan air. netralkan dengan asam klorida encer à endapan putih. bau lemah mirip amoniak. Lakukan idendifikasi lagi:  . suhu lebur endapan lebih kurang 272. rasanya pahit  Kelarutan : Larut dalam 5 bagian air. Larutkan zat dalam 10 ml air. jika dibiarkan mungkin menjadi keruh. Praktis tidak larut dalam eter Reaksi Identifikasi:  1.Organoleptis : Bubuk atau serbuk.

 10 mg zat dalam cawan porselen + 1 ml HCl + 10 tetes larutan hidrogenperoksida. suhu lebur hablur lebih kurang 249 . Cuci nedapan dengan 10 ml air. saring. kocok. larutkan dalam 2 ml etanol 90% hangat. Tambahkan larutan natrium hidroksida 8% b/v secukupnya hingga alkalis. yang hilang dengan tambahan larutan alkali   Larutan + NH4OH + AgNO3 à endapan seperti selai yang larut dalam HNO3 Dari filtrat yang diperoleh dari identifikasi A tambahkan 1 ml campuran 1 bagian volume benzoilklorida dan 2 bagian volume eter. jika ditempatkan di atas wadah yang berisi beberapa tetes ammonia encer à warna ungu. Tambahkan 5 ml air à hablur. lalu uapkan di atas tangas air hingga kering. keringkan pada suhu 105.

Reaksi Identifikasi:  Larutkan lebih kurang 20 kurang 20 mg dalam 1 ml asam klorida dalam cawan porselen. tambahkan 100 mg kalium klorat. sedikit asam. keringkan pada suhu 80 selama 4 jam. uapkan di atas air hingga kering. suhu lebur hablur antara 235 dan 237. tambahkan 1 ml larutan kalium permanganate: terbentuk endapan putih. larutan bereaksi terhadap kertas lakmus  Kelarutan : Mudah larut dalam air hangat. pelahan-lahan kofeina terpisah sebagian yang dengan penambahan air larut kembali. Jika diencerkan dengan volume air sama. tidak berbau.  Pada 5 ml larutan 1% b/v tambahkan 1 ml larutan raksa (III) sulfat. Tempatkan cawan terbalik di atas bejana yang berisi beberapa tetes ammonia. rasa agak pahit. panaskan hingga mendidih.5  .  Hablurkan kembali sisa yang diperoleh pada Penetapan kadar kofeina dengan air panas. sisa berwarna lembayung yang dengan penambahan larutan alkali akan hilang.Organoleptis : serbuk putih.

 Dalam (1:60). Kelarutan : : tidak Bubuk kristal atau jarum.1. serbuk spirtus berwarna air hablur putih. .1 Striknin Nitrat (Strychni Semen)  Organoleptis mengkilap. (1:70).1 Alkaloid Pirolidin 4. eter (tidak larut).4. tidak berbau. rasa sangat pahit.

tambah lagi reagen → ungu  Zat + aqua brom → endapan kuning putih . adukaduk → merah ungu larutan diuapkan hingga kering. Vitally : ungu + aseton → merah rosa  Zat + HCl pekat lalu dipanaskan + NaNO2 → merah darah  Zat + K2Cr2O7 padat + H2SO4 pekat.

pahit  Kelarutan : dalam air (1:4800). spiritus (1:1).2.1 Kinin (Chininum)  Organoleptis : hablur putih. Dalam H2SO4 berfluoresensi biru kuat  Reaksi Identifikasi:  Reaksi Thalleiochin → hijau zamrud (warna ini dapat dihasilkan pula jika dikocok dengan kloroform).  Reaksi ini positif terhadap : ◦ ◦ ◦ ◦ cinchonin & cinchonidin → endapan putih codein → merah rosa morfin → coklat merah Antipyrin mengganggu reaksi ini .4.

5. 3. asamkan dengan H2SO4 → jingga 4. spesifik untuk kinin. Reaksi Sanchetz → ungu tua. Reaksi kristal : ◦ Zat + ammonium oksalat → endapan (+) hanya pada kinin ◦ Zat + pereaksi mayer → endapan (+) ◦ Zat + pereaksi bouchardat → endapan (+) . Reaksi Erytrochin → lapisan CHCl3 berwarna merah. Reaksi Herapathiet : zat + 1 tetes reagen → kristal platces (coklat/violet).2.

 .5% b/v tambahkan asam sulfat encer P volume sama → terjadi fluorosensi biru tua. Pada larutan 0.1% b/v tambahkan 2 atau 3 tetes larutan brom P dan 1ml amonia encer P → terjadi warna hijau zamrud.Reaksi identifikasi :  Pada 5ml larutan 0.

tidak berbau. . Kelarutan : larut dalam lebih kurang 25  bagian air. sangat pahit. Organoleptis : hablur jarum mengkilat. dalam lebih kurang 2 bagian etanol (90%) P dan dalam lebih kurang 2 bagian kloroform P . putih. sangat sukar larut dalam eter P.

dan 5 tetes amoniak P → terjadi warna hijau zamrud.  Pada 5ml larutan 0.Reaksi identifikasi:  Larutkan 5mg dalam 10ml air. tambahkan 1 tetes asam sulfat encer P → terjadi fluorosensi biru kuat.1% b/v tambahkan 2 sampai 3 tetes larutan brom P. .

kloroform (1:110). Sanchez (cuprein). praktis tidak larut dalam air Reaksi Identifikasi:  Reaksi Fluoresensi   Reaksi warna (-) terhadap Erythrochin. eter (1:500). alkohol panas (1:2). ◦ Larutan zat dalam air tidak berflouresensi ◦ Larutan zat dalam asam asetat glasial + H2SO4 + formalin → berflouresensi (+) .Organoleptis : kristal jarum ortokrombik  Kelarutan : Larut dalam alkohol (1:60). dan herapathiet.

CHCl3 mudal larut Marquis : hijau coklat Frohde : biru hijau Wassicky : ungu Zat + HNO3 pkt : hijau tua + KOH spir → merah Zat + H2SO4 + K2Cr2O7 pdt → ungu – biru muda Feigel→ merah biru stabil. + air → warna hilang. (khas dan peka) Reaksi Identifikasi:       .eter.  Organoleptis : kristal jarum putih berasa pahit Kelarutan : alkohol.

7). dalam eter (1:2.5). dalam spiritus dan tidak berwarna  (1:3.5). tidak berbau. : dalam air (1:0. dalam kloroform (1:12) . Organoleptis Kelarutan : hablur mengkilap.

Ditambah Aq.Reaksi isonitril : (+). bila berlebihan : timbul endapan putih ..Ditambah HNO3 : tidak berwarna kuning (berbeda dengan phenacetin) .Reaksi Runge → berwarna ungu kotor . + K2Cr2O7 padat diaduk : ungu → biru hijau .Zat padat + H2SO4 conc. bau iso nitril .Reaksi esterifikasi → bau wangi etilasetat .Brom : mula warna hilang.Reaksi Indophenol → berwarna biru .

  Organoleptis : hablur.Zat padat + K2Cr2O7 +H2SO4 pekat → aduk hijau .5)  Reaksi untuk identifikasi: .Zat + HCl → dipanaskan → saring + air → filtrat + K2Cr2O7 → berwarna merah ungu .Reaksi Bouchardat : (+) .7). dalam eter (1 : 1. berwarna putih dan berasa pahit Kelarutan : dalam air (1 : 0.06).Reaksi esterifikasi → bau wangi etilasetat .Ditambah HNO3 : berwarna kuning intensif . dalam spiritus (1 : 6.Reaksi indophenol : ungu .

Reaksi Ekkert :  Zat + resorchin + H2SO4 pekat → panaskan diatas api kecil ad mendidih → dinginkan → tambahkan air + NaOH ad basa → menghasilkan warna ungu merah.. berfluorosensi merah coklat  Zat + H2SO4 pekat → panaskan lalu dinginkan → ditambah air + resorchin + NaOH + I2 → menghasilkan warna ungu tua → ditambah HCl berlebih → berwarna ungu kuning .

rasa sedikit pahit  Kelarutan : Larut dalam air mendidih dan dalam Natrium hidroksida 1N.Uji Fluorosensi : berwarna hijau biru  . putih.Uji fenol : larutan zat + FeCl3 → larutan berwarna ungu-biru .Uji adanya amina aromatis : Zat + NaOH + etanol dipanaskan → larutan berbau isonitril (bau busuk) . mudah larut dalam etanol  Reaksi untuk identifikasi: . tidak berbau.Organoleptis : serbuk hablur.

+ HCl + hypoklorit : biru hijau .Reaksi Ehrlich : berwarna kuning kenari .Reaksi Mayer : (+) . hijau-kuning .+ HNO3 : biru.+ FeCl3 : biru-hijau.  Organoleptis Kelarutan : serbuk hablur putih.+ KMnO4 : warna hilang . hijau-kuning . dalam eter (tidak larut)  Reaksi untuk identifikasi: . berasa pahit : dalam air (mudah). dalam methanol (mudah).Reaksi Bouchardat : (+) .

5 N + pereaksi (HgCl2 + KI + aquadest) → timbul endapan kuning . agak sukar larut dalam eter  Reaksi untuk identifikasi: .Organoleptis : serbuk hablur tidak berwarna atau putih. tidak berbau dan agak pahit  Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air.Larutan dalam air bersifat netral .+ aq.Reaksi Bouchardat : (+).Reaksi Mayer : (+) .Zat + HCl 0. mudah larut dalam etanol dan kloroform.brom : terbentuk endapan putih . pereaksi harus banyak .Reaksi Marquis : jingga terang  .

Larutan zat dalam air + asam tannat → panaskan → timbul endapan putih . : berwarna hijau dan timbul kristal hijau (lama) -Zat + pyramidon + HNO3 encer → berwarna merah coklat .Zat + H2SO4 dil.. ditambah H2SO4 dil. + KNO2 → hijau . : kuning .Zat + HNO3 encer (jika perlu dipanaskan) → berwarna kuning .+ FeCl3 : merah darah.Larutan zat dalam air + NaNO2 + HCl dil.pereaksi Millon : Larutan zat dalam air + pereaksi Millon : berwarna kuning-hijau .

agak pahit  Kelarutan : Dalam air 1:18.Reaksi Bouchardat à (+) . endapan abu-abu .Sinonim : aminofenazon. berlebihan akan hilang .Reaksi Kristal: HgCl2. larut baik dalam eter dan kloroform. aminopirin  Organoleptis : serbuk hablur putih.Zat + HCl dil + NaNO2 à ungu biru . tidak berbau.  Reaksi untuk identifikasi: .Reaksi Mayer à (+) . + H2SO4 dilut à merah darahviolet .Zat + HNO3 pekatàkuning hijau abu-abu.5 .Zat + FeCl3 à ungu.Zat + AgNO3 à biru ungu. dalam spiritus 1:1. asam pikrat  .

Zat + 2 ml NH4OH + 5 ml I2 → panaskan diatas penangas → timbul bau iodoform .5% dalam etanol → mula-mula larut. kocok kuat.Zat + asam asetat + H2SO4 (p) → dipanaskan diatas waterbath → menghasilkan bau etil asetat . tidak berasa.Larutan zat dalam H2SO4 : berfluorosensi biru .Zat + 10 ml HCl (p) 0. berbentuk bulu atau jarum. berangsur-angsur terbentuk endapan putih . Organoleptis : hablur putih.Zat + 10 ml KOH (p) 2. jika dikunyah agak pahit   Kelarutan : dalam air (tidak larut). dalam spiritus (1:2) Reaksi untuk identifikasi: . saring. Pada 5 ml filtrat tambahkan 2-3 tetes brom dan 1 ml NH4OH (e) → terjadi warna hijau . tidak berbau.25%.

netralkan dengan asam nitrat encer P. tidak berbau. hangatkan. terbentuk endapan kuning  . dan eter P. tambahkan 8 ml larutan trinitrofenol P.Lapisan air yang diperoleh pada PK setelah penyarian klorokuin. kloroform dan eter. suhu lebur endapan lebih kurang 207o . berasa pahit  Kelarutan : mudah larut dalam air. etanol (95%) P. praktis tidak larut dalam etanol. tambahkan larutan amonium molibdat P volume sama.Larutkan 25 mg dalam 20 ml air.Organoleptis : serbuk hablur putih.  Reaksi untuk identifikasi: . cuci endapan dengan air.

putih. agak pahit disertai rasa tebal  Kelarutan : sangat sukar larut dalam air. . mudah larut dalam eter P. mudah larut dalam kloroform P. mudah larut dalam etanol (95%) P. tidak berbau.  Sinonim : etil aminobenzoat Organoleptis : serbuk hablur.

Reaksi Liebermann à (+) .25 ml asam sulfat P à bau etilasetat .Reaksi Marquis à (+) . Reaksi untuk identifikasi: .Reaksi Kristal: asam pikrat dan aseton-air .1 ml asam asetat P.Panaskan lebih kurang 50 mg dengan 0.Zat + p-DAB HCl à jingga menggumpal . dan 0.

 . larut dalam minyak. bau khas mantap di udara  Kelarutan : praktis tidak larut dalam air.  Reaksi untuk identifikasi: 100 mg zat larutkan dalam 1 ml etanol (95%) P tambahkan 10 tetes larutan kobalt (II) klorida P. putih agak kekuningan. sangat larut dalam alkohol dan kloroform.Organoleptis : serbuk hablur. kocok selama 2 menit à hijau terang dan endapan halus. mudah larut dalam eter.

putih atau serbuk hablur putih. praktis tidak larut dalam eter. larut dalam etanol. periksa dengan lakmus  . dipanaskan = maka akan keluar NH3 dan etilen diamin.Reaksi pDAB HCl = jingga . larut dalam HCl . sukar larut dalam kloroform.Zat + NaOH.  Kelarutan : Mudah larut dalam air. rasa agak pahit.Reaksi Bouchardat = (+). menunjukkan sifat anestetika lokal jika diletakkan di atas lidah.Reaksi Meyer = terbentuk endapan putih.  Reaksi Identifikasi : . tidak berbau. larut dalam HCl .Organoleptis : hablur kecil.

- Reaksi korek api = (+) KMnO4/asam : warna hilang Reaksi diazotasi = (+) Calomel reduksi = (+) KMnO4/ basa = ungu-hijau (biru)  Reaksi Kristal : HgCl2 Asam pikrat : mula seperti minyak Mayer = bagus .

tidak berbau. terurai perlahan-lahan oleh udara dan cahaya. agak sukar larut dalam etanol (95%). rasa agak pahit. Kelarutan : Mudah larut dalam air. sukar larut dalam kloroform dan eter  . Sinonim : Isonicotinathidrazid/Isoniazid  Organoleptis : hablur tidak berwarna atau serbuk hablur putih.

meleburkan uapnya kuning muda Isonitril = (+) Isoniazid + CaOCl3 + CHCl3 = lapisannya merah  . menimbulkan bau piridin.Reaksi identifikasi : Isoniazid + AgNO3 = mereduksi Isoniazid + Ag ammoniakal = mereduksi Reaksi Luf dan Fehling positif (+) Isoniazid + vanillin + methanol + HCl = kuning hijau (spesifik) Isoniazid + salisilaldehid = kuning muda Isoniazid + asam fosfomolibdat + NH4OH = warna biru Jika dipijar.

kadang-kadang kuning DAB HCl = jingga kuning Korek api = (+) Roux = merah cokelat NaOH = dipanaskan keluar NH3  Reaksi Kristal Dragendorf Fekompleks .Inti Pyridin zat + Na2CO3 dilebur = bau piridin + CNBr + annilin = merah jingga larutan dalam methanol + HCl + DAB = merah coklat.

Frohde + hexamine = hijau rumput –cokelat  Reaksi Kristal . tidak larut dalam kloroform dan eter.  Reaksi identifikasi . Dicodid bitartras larut dalam air.Frohde = kuning-biru-hijau .Marquis = Ungu .Larutan dalam H2SO4 + 1 tetes HNO3 + 1 ml air = kuning citroen .K3Fe(CN)6 : Kristal jarum besar-besar .Dragendorf  .Dyhydrocodeini HCl  Organoleptis : kristal putih  Kelarutan :larut dalam air. sedikit larut dalam alkohol.

panaskan + air = cokelat kuning dengan flouresensi hijau kuat Reaksi Kristal Larutan dalam air + Ca asetat = Kristal Pb asetat = kristal kuning Pyridin + air = Kristal H2SO4 pekat + air = Kristal panjang . dilebur = merah + air = larutan merah Zat + H2SO4 pekat + resorsin.    - Organoleptis : Kristal putih. pada pemanasan lalu menjadi cokelat orange Zat H2SO4 25% tidak berwaarna. rasa pahit Kelarutan : kelarutan dalam air 1: 5000. berbau. + beberapa tetes FeCl3 = merah ungu Larutan dalam spiritus + KOH padat = merah Santonin + Na salisilat. dalam spiritus 1: 40. CHCl3 1: 4 Reaksi identifikasi : Zat + H2SO4 pekat = larutan berwarna kuning.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->