PENYAKIT KANKER PAYUDARA DALAM TINJAUAN EPIDEMIOLOGI

1. LATAR BELAKANG Kanker payudara merupakan ancaman bagi kaum wanita. Walaupun kini sudah ada pengobatan terbaik, tetapi perjuangan melawan kanker payudara tidak selalu berhasil. Hal itu karena masih kurangnya atensi dari kaum wanita dalam memahami kanker payudara guna menghindarkan diri dari serangan kanker payudara serta cara melakukan deteksi sejak dini1. Menurut WHO 8-9% wanita akan mengalami kanker payudara. Ini menjadikan kanker payudara sebagai jenis kanker yang paling banyak ditemui pada wanita. Setiap tahun lebih dari 250,000 kasus baru kanker payudara terdiagnosa di Eropa dan kurang lebih 175,000 di Amerika Serikat. Masih menurut WHO, tahun 2000 diperkirakan 1,2 juta wanita terdiagnosis kanker payudara dan lebih dari 700,000 meninggal karenanya. Belum ada data statistik yang akurat di Indonesia, namun data yang terkumpul dari rumah sakit menunjukkan bahwa kanker payudara menduduki ranking pertamadiantara kanker lainnya pada wanita. Kanker payudara merupakan penyebab utama kematian pada wanita akibat kanker. Setiap tahunnya, di Amerika Serikat 44,000 pasien meninggal karena penyakit ini sedangkan di Eropa lebih dari 165,000. Setelah menjalani perawatan, sekitar 50% pasien mengalami kanker payudara stadium akhir dan hanya bertahan hidup 18 – 30 bulan.2 2. PEMBAHASAN 2.1 Definisi Kanker payudara adalah neoplasma ganas, suatu pertumbuhan jaringan payudara abnormal yang tidak memandang jaringan sekitarnya, tumbuh infiltratif dan destruktif, serta dapat bermetastase. Tumor ini tumbuh progresif, dan relatif cepat membesar. Pada stadium awal tidak terdapat keluhan sama sekali, hanya berupa fibroadenoma atau fibrokistik yang kecil saja, bentuk tidak teratur, batas tidak tegas, permukaan tidak rata, dan konsistensi padat dan keras (Ramli,1994). 2.2 Gejala Kanker Payudara

1

Eni Setiati. 2009. Waspada 4 Kanker Ganas Pembunuh Wanita. Jogjakarta : C.V ANDI OFFSET

2

http://www.hompedin.org/download/kankerpayudara.pdf, diakses pada Kamis 9 Juni 2011

Pembesaran kelenjar getah bening di ketiak. Pembengkakan atau adanya tarikan pada puting susu3 2. serta pemeriksaan payudara. b. kecepatan pertumbuhan massa serta apakah ada hubungan dengan menstruasi. gejala-gejala di bawah ini mungkin muncul: a. c. bengkak pada lengan. Sedangkan riwayat penyakit atau keluhan yang dialami saat ini yang perlu diperharikan adalah kapan waktu timbulnya massa. Mammografi dapat mendeteksi tumor payudara 2 tahun sebelum kanker tersebut mencapai ukuran yang dapat dirasakan melalui metode palpasi.4 Diagnosis Kanker Payudara4 Deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan dengan pemeriksaan klinik payudara dan mammogram.com/id/tentang-kanker-payudara. riwayat kelainan payudara yang pernah dialami sebelumnya.usu. a. Anamnesis Anamnesis yang dilakukan meliputi beberapa hal yaitu status menstruasi. 2009). dan penyakit ginekologik. f. adanya benjolan atau 3 http://www. biasanya kita tidak merasakan sakit atau tidak ada tanda-tandanya sama sekali. e.id/bitstream/123456789/23162/4/Chapter%20II. Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik dilakukan secara menyeluruh sesuai dengan pemeriksaan rutin.pitapink. biasanya tidak sakit dan terasa keras bila disentuh atau penebalan pada kulit payudara atau di sekitar ketiak. Kerutan pada kulit payudara.ac. riwayat keluarga dengan kanker. perkawinan. d. Benjolan yang tidak hilang atau permanen. menyusui. ketika tumor semakin membesar. Perubahan ukuran atau bentuk payudara.Pada tahap awal kanker payudara. Association Cancer Sosiety merekomendasikan untuk melakukan mammogram dimulai pada usia 40 tahun dan melakukan pemeriksaan klinik payudara minimal setiap 3 tahun sekali (LeMone & Burke. Keluarnya cairan dari payudara. Namun. 2008).html diakses pada tanggal 10 Juni 2011 http://repository. Metode pemeriksaan fisik dapat dilakukan dengan cara inspeksi yaitu dengan mengamati kesimetrisan kedua payudara. umumnya berupa darah. riwayat partus. b. dan penyebaran kanker ke seluruh tubuh (Hendrapalaga. fungsi kelenjar tiroid.pdf diakses pada tanggal 10 Juni 2011 4 .

Host Wanita yang berusia 30 sampai 39 tahun. apakah kondisi benjolan melakat pada dasarnya dan apakah ada nyeri tekan. dll. 4. kemerahan. dapat juga terjadipada pria dengan persentase sebesar 5% Genetik (hubungan keluarga). Di antaranya . kondisi batas. c. maka harus dikaji lokasi. unsur kimiawi yang disebabkan karena bahan dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh sendiri (karbon monoksid. 3. Metode palpasi dilakukan untuk mengetahui adanya benjolan serta sifatnya pada payudara.perubahan patologik pada kulit seperti edema. permukaan. pestisida. Jika sewaktu melakukan palpasi teraba benjolan. perubahan hormonal dan unsur fisioloigis seperti kehamilan. Demikian juga dengan unsur kebiasaan hidup (rokok. dll) serta unsur psikis atau genetik yang terkait dengan heriditer atau keturunan. persalinan. obat-obatan. arsen. dll). alcohol. cekungan. • 1. 2. Namun. jika hal tersebut terjadi maka harus dibuat apusan untuk dilakukan pemeriksaan sitologi. Pemeriksaaan penunjang 1) Mamografi 2) USG 3) MRI Payudara 4) Pemeriksaan Laboratorium 5) Pemeriksaan sitologi aspirasi jarum halus 6) Pemeriksaan histologik pungsi jarum mandarin 2. ukuran. Pengguna estrogen Pengguna pil oral Kebiasaan hidup dan kehidupan sosial dari host sendiri .5 Konsep Host Agent dan Environment • Agent Faktor resiko dari kanker payudara ini hampir sama dengan kanker serviks. erosi dan nodul. 5. mobilitas. Sekret pada papilla payudara kemungkinan juga didapatkan sewaktu dilakukan pemeriksaan. Metode pemeriksaan fisik selanjutnya yang dilakukan adalah dengan cara palpasi. konsistensi. retraksi.

Studi menunjukkan bahwa risiko kanker payudara meningkat seiring dengan banyaknya jumlah konsumsi alkohol. terpapar dengan estrogen dalam waktu yang lama. Merokok. terutama bagi perempuan setelah tidak haid (menopause). aktivitas fisik dan konsumsi alkohol. Konsumsi alkohol. Cahaya lampu yang kusam pada malam hari dapat menekan produksi melatonin nocturnal pada otak sehingga hormone estrogen yang diproduksi oleh ovarium meningkat. 2. Bukti yang berkembang bahwa latihan dapat mengurangi resiko kanker payudara. riwayat keluarga. Latihan/Olahraga. Wanita bekerja pada malam hari. Faktor risiko yang dapat dikendalikan: 1. Karena hormon estrogen perempuan merangsang pertumbuhan sel payudara. Alkohol dapat membatasi kemampuan hati untuk mengendalikan tingkat hormon estrogen darah yang pada gilirannya dapat meningkatkan risiko. termasuk kanker payudara. 3. 2. dan riwayat medis.6 Faktor Resiko Kanker Payudara “Faktor resiko” adalah sesuatu yang meningkatkan risiko menderita kanker payudara. American Cancer Society merekomendasikan melakukan olahraga selama 45-60 menit 5 hari atau lebih dalam seminggu. seperti berat badan. Bobot/berat badan. ada beberapa faktor risiko yang dapat dikontrol. Amerika Serikat. Merokok dikaitkan dengan sedikit peningkatan resiko kanker payudara. Pusat penelitian kanker Fired Hutchison Cancer di Seatle. tetapi belum ada studi mengenai jenis makanan yang meningkatkan risiko tersebut. seperti usia. Diet diduga merupakan faktor risiko untuk berbagai jenis kanker. 7. Banyak faktor risiko terpenting untuk kanker payudara berada diluar kendali kita. Namun. 5. 6. menyebutkan bahwa wanita yang bekerja pada malam hari mempunyai peluang 60% terkena kanker payudara. Padahal diketahui melatonin dapat menekan pertumbuhan sel kanker payudara.• Environment Lingkungan Sosial Ekonomi Yang termasuk dalam faktor lingkungan soial ekonomi adalah sistem ekonomi yang berlaku yang mengacu pada pekerjaan sesorang dan berdampak pada penghasilan yang akan berpengaruh pada kondisi kesehatannya. Diet. tanpa terputus dapat meningkatkan risiko kanker payudara. 4. Kegemukan yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara. Penggunaan estrogen. .

Jika seseorang memiliki garis keturunan pertama (ibu. Perubahan seluler payudara. tanpa jeda. Terpapar estrogen. 4. risikonya adalah 1 dalam 233. Peningkatan risiko kelihatannya meningkat jika radiasi diberikan saat payudara masih berkembang (selama masih remaja). Perubahan ini meliputi pertumbuhan yg terlalu cepat dari sel (disebut hyperplasia) atau penampakan yang abnormal (atipikal). Gender/Jenis Kelamin. Yang menjadi 1 dari 27 atau hampir 4% pada saat seseorang berada di usia 60 tahun.7 RAP Kanker Payudara Sistem penentuan stadium yang tersering digunakan adalah yang telah dirancang oleh American Joint Committe on Cancer Staging dan International Union Againts Cancer. Usia. baik di payudara yang sama atau payudara lainnya. anak perempuan. 8. maka risiko berkembang lagi.43%. atau 0. berarti seseorang tersebut memiliki resiko lebih tinggi mendapatkan kanker payudara. lebih tinggi daripada jika tidak pernah memiliki penyakit ini sebelumnya. Dari usia 30 sampai 39. saudara perempuan) yang memiliki kanker payudara atau ada beberapa keluarga yang terkena kanker payudara atau ovarium (terutama sebelum mereka berumur 50). Perempuan kulit putih sedikit lebih tinggi untuk mendapat kanker payudara selain perempuan afro amerika. Jika seseorang telah didiagnosa dengan kanker payudara. Orang asia. Perubahan sel payudara yang tidak biasanya ditemukan saat biopsi payudara dapat menjadi faktor risiko untuk kanker payudara. Karsinoma invasif dengan ukuran 2 cm atau kurang disertai metastasis ke kelenjar getah bening negatif.Faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan: 1. 6. 2. merangsang pertumbuhan sel payudara. yaitu: Stadium 0 Stadium I DCIS (termasuk penyakit Paget pada puting payudara) dan LCIS. Terapi radiasi pada dada. 7. 2. 3. 5. terpapar estrogen lebih lama. Setelah terapi radiasi pada daerah dada saat masih anakanak atau dewasa muda untuk pengobatan kanker lain secara signifikan meningkatkan resiko kanker payudara. . Wanita adalah faktor risiko kanker payudara. Hispanic dan non amerika memiliki resiko lebih rendah kanker payudara. Riwayat pribadi kanker payudara. Ras. Riwayat kanker payudara dalam keluarga. dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

keganasan tersering di Indonesia tidak banyak berubah.000 di negara yang sedang berkembang (Moningkey. Stadium IIIA Karsinoma invasif ukuran berapa pun dengan kelenjar getah bening terfiksasi (yaitu invasi ekstranodus yang meluas diantara kelenjar getah bening atau menginvasi ke dalam struktur lain) atau karsinoma dengan ukuran lebih dari 5 cmdengan metastasis kelenjar getah bening nonfiksasi. keganasan ini paling sering terjadi pada wanita dewasa. Bahkan. Stadium IIB Karsinoma invasif dengan ukuran lebih dari 2 cm. 1999). sedangkan 250. 2000).000 orang di antaranya meninggal setiap tahunnya (Oemiati. 1995). Stadium IV Metastasis ke tempat jauh.000 penderita kanker payudara yang berobat ke rumah sakit.Stadium IIA Karsinoma invasif dengan ukuran 2cm atau kurang disertai metastasis ke kelenjar getah bening atau karsinoma invasif lebih dari 2 cm. Di Amerika Serikat. Kanker leher rahim dan kanker payudara tetap menduduki tempat teratas. tetapi kurang dari 5 cm denan kelenjar getah bening positif atau karsinoma invasif berukuran lebih dari 5 cm tanpa keterlibatan kelenjar getah bening.000 di antaranya ditemukan di negara maju.8 Prevalensi Kanker Payudara Kanker payudara sering ditemukan di seluruh dunia dengan insidens relatif tinggi. karsinoma dengan nodus kulit satelit.000 kasus kanker payudara baru yang didiagnosis setiap tahunnya.000 di antaranya meninggal antara 1990-2000 (Moningkey. karsinoma yang menginvasi dinding dada. 1995). 2. Selain jumlah kasus yang banyak. lebih dari 70% penderita kanker payudara 5 Nasrin Kodim. tetapi kurang dari 5 cm dengan kelenjar getah bening negatif. karsinoma yang menginvasi kulit. Stadium IIIB Karsinoma inflamasi. yaitu 20% dari seluruh keganasan (Tjahjadi. 2000). Diperkirakan di AS 175. Dari 600. Sebanyak 350. Sejak 1988 sampai 1992. American Cancer Society memperkirakan kanker payudara di Amerika akan mencapai 2 juta dan 460. disebutkan dari 150.5 Kanker payudara merupakan kanker terbanyak kedua sesudah kanker leher rahim di Indonesia (Tjindarbumi. atau setiap karsinoma dengan metastasis ke kelenjar getah bening mammaria interna ipsilateral. Himpunan Bahan Kuliah Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. 44. .000 wanita didiagnosis menderita kanker payudara yang mewakili 32% dari semua kanker yang menyerang wanita.

tempo. yaitu dari 3.html diakses pada tanggal 10 juni 2011. Sebanyak 350.7 2. 1998).970 kasus kematian pada wanita dan 460 kasus kematian pada pria (Anonimc. kanker payudara menempati urutan ke dua setelah kanker leher rahim (Tjindarbumi. .blogspot. hanya saja prevalensi pada wanita jauh lebih tinggi.ditemukan pada stadium lanjut (Moningkey.6 Diperkirakan pada tahun 2006 di Amerika.720 kasus baru pada pria. Kejadian kanker payudara di Indonesia sebesar 11% dari seluruh kejadian kanker (Siswono. Tempat8 Kanker payudara sering ditemukan di seluruh dunia dengan insidens relatif tinggi.co. http://www.9 Distribusi Kanker Payudara Menurut Orang Tempat Waktu a.000 kasus kanker payudara baru yang didiagnosis setiap tahunnya. terdapat 212. Di Indonesia.000 di antaranya ditemukan di negara maju. c. Data dari Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan menunjukkan bahwa Case Fatality Rate (CFR) akibat kanker payudara menurut golongan penyebab sakit menunjukkan peningkatan dari tahun 1992-1993. Orang Kanker payudara dapat terjadi pada pria maupun wanita.920 kasus baru kanker payudara pada wanita dan 1. Dari 600. sedangkan 250. 2003).com/ensiklopedia-kanker/kanker-mammae-2/ diakses pada tanggal 9 Juni 2011 8 7 6 http://blognyayoan. dengan 40. yaitu 20% dari seluruh keganasan. Dimana saat penderitanya tidak dapat menjaga dan memeriksa kesehatan payudara mereka. kanker payudara menempati urutan ke dua setelah kanker leher rahim (Tjindarbumi.id/medika/arsip/082002/pus-3. Waktu Kanker payudara tidak terbatas oleh waktu. Di Indonesia. 1995).000 di negara yang sedang berkembang. 2000). kanker payudara dapat menyerang kapan saja.9 menjadi 7. 1995).8 (Ambarsari.htm diakses pada tanggal 9 Juni 2011 http://ccrcfarmasiugm. b.wordpress. 2006).com/2009/11/crs-kanker-payudara.

dan penyebaran informasi. dilakukan melalui pencegahan faktor risiko. Upaya pengendalian kanker. Cari tahu apakah ada sejarah kanker payudara pada keluarga Perhatikan konsumsi alkohol Perhatikan berat badan (Obesitas) Olahraga secara teratur 9 http://berita8.. Perhatikan setiap perubahan pada payudara menjadi bagian penting perawatan kesehatan wanita.com/news. • • • • • jika menemukan gumpalan. edukasi pola hidup sehat dan pencegahan faktor risiko kanker serta pengkajian dan pengembangan vaksin. Pencegahan sekunder dilakukan dengan deteksi dini dan pengobatan segera.php?cat=4&id=18887 diakses pada tanggal 9 Juni 2011 . deteksi dini.9 • Pencegahan primer Pada tahap ini dilakukan penyuluhan tentang kanker payudara terutama mengenai factor-faktor resiko dan bagaimana melaksanakan pola hidup sehat dengan menghindari komsumsi lemak berlebihan dengan mengkonsumsi buah dan sayur serta giat berolah raga. dan tersier. menurut dia. Beberapa penelitian menunjukkan ada hubungan antara pemberian ASI dan menurunnya resiko berkembangnya kanker payudara meskipun belum ada kesepakatan yang jelas akan hal ini. Program deteksi dini kanker leher rahim dan payudara ditargetkan dapat menjangkau 80 persen perempuan usia 30-50 tahun. segera ke dokter.2. (Buku eptm) Berikut 13 tips yang dapat membantu pencegahan kanker payudara: • Kesadaran akan payudara itu sendiri Lebih dari 90% tumor payudara dideteksi oleh wanita itu sendiri. pemerintah juga melakukan upaya pencegahan primer.10 Pencegahan Kanker Payudara dan Program Pemerintah Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama menjelaskan bahwa pengendalian kanker dilaksanakan secara terpadu. • Berikan ASI pada bayi. surveilans epidemilogi. Upaya pencegahan primer dilakukan dengan promosi. Selain mengembangkan program deteksi dini. Pencegahan tersier dengan pengobatan komprehensif dan perawatan paliatif. sekunder.

Karena itu.  Pada wanita dengan faktor risiko mendapat rujukan untuk dilakukan mammografi . karena secara ilmiah terbukti cokelat sebagai agen yang memerangi kanker. kudaplah dark chocolate sesekali. lakukan screening payudara secara teratur Belajar relaks Banyak tercatat bahwa stres dapat menyebabkan semua jenis masalah kesehatan. Masukkan brokoli ke dalam menu harian Anda. brokoli mengandung senyawa sulfuraphane yang secara ilmiah terbukti mengurangi risiko kanker. Pilihlah sayuran berwarna hijau dan oranye. Disamping minum the hijau.• • • Setelah usia 50 tahun. (buku eptm). Namun ingat jangan cokelat manis. Kira-kira dalam sehari Anda hanya membutuhkan secangkir brokoli.10 • Pencegahan sekunder Deteksi dini merupakan bentuk pencegahan sekunder dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri dan mamografi digunakan terutama pada wanita yang mempunyai resiko tinggi. skrining dengan mammografi tetap dapat dilaksanakan dengan beberapa pertimbangan antara lain:  Wanita yang sudah mencapai usia 40 tahun dianjurkan melakukan cancer risk assessement setiap tahun. Foster dan Constanta menemukan bahwa kematian oleh kanker payudara lebih sedikit pada wanita yang melakukan pemeriksaan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dibandingkan yang tidak. karena Anda tidak akan mendapat manfaatnya. • Minumlah teh hijau yang kaya antioksidan. • Jangan lupakan buah dan sayur dalam menu harian. tetapi keterpaparan terus-menerus pada mammografi pada wanita yang sehat merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker payudara. Tahukah Anda.com/2009/03/02/13-cara-cegah-kankerpayudara/ diakses pada tanggal 9 Juni 2011 10 survey. Makanlah tomat yang kaya dengan likopen.  Wanita normal mendapat rujukan mammografi setiap 2 tahun sampai mencapai usia 50 tahun. Walaupun sensitivitas SADARI untuk mendeteksi kanker http://documentdinda. Konon likopen juga agen yang berfungsi memerangi kanker.wordpress. Skrining melalui mammografi diklaim memiliki akurasi 90% dari semua penderita kanker payudara.

* Skrining tes: Skrining tes seperti mammografi tahunan-hasilnya disebut mammogram.id/medika/arsip/082002/pus-3. biopsi perlu dilakukan untuk mendapatkan contoh jaringan guna dilakukan tes di bawah mikroskop dan meneliti kemungkinan adanya tumor. dilakukan tindakan kemoterapi dengan sitostatika. mamografi tahunan atau dua kali setahun dan USG khusus payudara disarankan untuk mendeteksi adanya kelainan pada wanita berusia lanjut dan wanita berisiko tinggi kanker payudara. Himpunan Bahan Kuliah Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. namun dapat terdeteksi oleh mamogram.11 (Sumber : buku epid tdk menular).htm diakses pada tanggal 9 Juni 2011 13 http://repository. Skrining mamografi untuk mendeteksi tumor pada payudara perlu dilakukan karena tumor membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membesar sehingga dapat dirasakan oleh kita. Bila kanker telah jauh bermetastasis. http://www.12 2. Tindakan Pembedahan 11 12 Nasrin Kodim.co. pengobatan diberikan hanya berupa simptomatik dan dianjurkan untuk mencari pengobatan aiternatif. Pada stadium tertentu. Jika terdiagnosis kanker.11 Pengobatan Kanker Payudara13 a.pdf diakses pada tanggal 9 Juni 2011 . sebelum terjadi kanker.payudara hanya 26%. Tindakan pengobatan dapat berupa operasi walaupun tidak berpengaruh banyak terhadap ketahanan hidup penderita.ac. Pencegahan tertier ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup penderita serta mencegah komplikasi penyakit dan meneruskan pengobatan.diberikan secara rutin untuk orang-orang yang sehat dan tidak diduga mengalami kanker payudara.tempo.id/bitstream/123456789/23162/4/Chapter%20II. Tujuannya adalah untuk menemukan kanker payudara sedini mungkin sebelum gejala kanker berkembang dan biasanya lebih mudah untuk ditangani.usu. • Pencegahan tersier Dilakukan penanganan yang tepat pada penderita untuk dapat mengurangi kecacatan. maka perlu dilakukan serangkaian tes seperti status reseptor hormon pada jaringan yang terkena. bila dikombinasikan dengan mammografi maka sensitivitas mendeteksi secara dini menjadi 75%. Jika benjolan bisa teraba atau kelainan terdeteksi saat mamografi.

2006) DAFTAR PUSTAKA . anastrozole. Pada wanita dengan hasil tes positif terhadap reseptor estrogen akan diberikan terapi hormon untuk menghalangi efek dari estrogen terhadap pertumbuhan sel kanker.1) Modified Radical Mastectomy 2) Total Mastectomy 3) Breast Conservation Treatment 4) Sentinel Lymph Node Biopsy (SLNB) b. namun obat tersebut tidak efektif digunakan pada wanita premenopause (Makhoul. Tamoxifen adalah obat anti-esrtogen yang paling banyak digunakan dan penggunaannya efektif pada wanita dengan postmenstruasi maupun premenstruasi. Terapi Hormonal Estrogen merupakan hormon yang diproduksi oleh ovarium yang turut berperan dalam perkembangan sel payudara. Dengan penggunaan tamoxifen selama 5 tahun. Radioterapi Tiga tujuan dari radioterapi adalah: 1) Radioterapi murni kuratif 2) Radioterapi adjuvant 3) Radiotarapi paliatif c. Obat-obatan yang tergolong AIs tersebut adalah etrozole. Obat-obat tersebut bekerja untuk menghalangi kerja enzim untuk memproduksi sedikit estrogen pada wanita postmenopause. Kemoterapi 1) Kemoterapi pra-operasi 2) Kemoterapi adjuvant pasca operasi 3) Kemoterapi terhadap kanker payudara stadium lanjut atau rekuren dan metastatik d. dan exemestane. Angka kekambuhan kanker payudara dapat diturunkan dan pasien menunjukkan angka survival mencapai 10 tahun dengan menggunakan terapi ini. menunjukkan 41% penurunan kekambuhan dan 33% penurunan kematian yang diakibatkan oleh kanker payudara. Terapi hormonal lain yang digunakan dalam pengobatan kanker payudara adalah aromatase inhibitor (AIs) yang dapat digunakan untuk terapi kanker payudara stadium awal dan lanjut.

org/download/kankerpayudara. 2009.id/medika/arsip/082002/pus-3. Eni Setiati.htm diakses pada Kamis 9 Juni 2011 11.hompedin. diakses pada Kamis 9 Juni 2011 9. http://blognyayoan. diakses pada diakses Kamis 9 . Nasrin Kodim.pdf pada tanggal 9 Juni 2011 7. http://www.alhamsyah.id/bitstream/123456789/23162/4/Chapter%20II.com/id/tentang-kanker-payudara.V ANDI OFFSET 2.ac. http://www.php?cat=4&id=18887 diakses tanggal 9 Juni 2011 3.com/blog/artikel/kanker-payudara-gejala-danpengobatannya.html.html tanggal 10 juni 2011. http://www. http://ccrcfarmasiugm.com/news.pitapink. diakses pada Juni 2011 10. Jogjakarta : C. Waspada 4 Kanker Ganas Pembunuh Wanita.tempo.1. http://documentdinda.wordpress.wordpress.com/2009/03/02/13-cara-cegah-kanker-payudara/ diakses pada tanggal 9 Juni 2011 6.usu.com/2009/11/crs-kanker-payudara. 4. http://repository.html diakses tanggal 9 Juni 2011 8.com/ensiklopedia-kanker/kanker-mammae-2/ diakses pada Kamis 9 Juni 2011 5.pdf. http://www.blogspot. http://berita8.co. Himpunan Bahan Kuliah Epidemiologi Penyakit Tidak Menular.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful