1

BAB 1 METODE PENUGASAN DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN

Setelah mempelajari bagian ini diharapkan mahasiswa mampu: 1) Menyebutkan macam metode penugasan asuhan keperawatan 2) Menjelaskan metode fungsional dalam pemberian asuhan keperawatan 3) Menjelaskan metode tim dalam pemberian asuhan keperawatan 4) Menjelaskan metode primer dalam pemberian asuhan keperawatan 5) Menjelaskan metode kasus dalam pemberian asuhan keperawatan 6) Menjelaskan metode modifikasi dalam pemberian asuhan keperawatan

A. Pendahuluan Kemajuan jaman menuntut perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan untuk bersikap profesional. Profesionalisme perawat dapat diwujudkan dibidang pelayanan kesehatan di rumah sakit. Salah satu usaha untuk memberikan pelayanan yang berkualitas dan profesional tersebut adalah pengembangan model praktek keperawatan profesional (MPKP) yang memungkinkan perawat professional mengatur pemberian asuhan keperawatan termasuk lingkungan untuk menopang pemberian asuhan tersebut. MPKP sangat bermanfaat bagi perawat, dokter, pasien dan profesi lain dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Dengan MPKP, perawat dapat memahami tugas dan tanggung jawabnya terhadap pasien sejak masuk hingga keluar rumah sakit. Implementasi MPKP harus ditunjang dengan sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang memadai. Banyak metode praktek keperawatan yang telah dikembangkan selama 35 tahun terakhir ini, yang meliputi keperawatan fungsional, keperawatan tim, keperawatan primer, praktik bersama, dan manajemen kasus. Setiap unit keperawatan mempunyai

dan model perawatan berfokus pada pasien. model primer. Misalnya seorang perawat bertanggung jawab untuk pemberian obat-obatan. yaitu: model kasus. waktu dan ruang. dan kebijakan rumah sakit.2 upaya untuk menyeleksi model yang paling tepat berdasarkan kesesuaian antara ketenagaan. Usia. Setiap staff perawat hanya melakukan 1-2 jenis intervensi keperawatan pada semua pasien dibangsal. B. model manajemen perawatan. Model ini digambarkan sebagai keperawatan yang berorientasi pada tugas dimana fungsi keperawatan tertentu ditugaskan pada setiap anggota staff. Menurut Tappen (1995). Katagori pasien didasarkan atas. Perawat ditugaskan untuk melakukan tugas tertentu untuk dilaksanakan kepada semua pasien yang dirawat di suatu ruangan. serta meningkatkan ketrampilan dan motivasi kerja. Perawat senior menyibukan diri dengan tugas manajerial. Macam metode penugasan 1. Seorang perawat bertanggung jawab kepada manajer perawat. kelompok keperawatan yang tidak kalah pentingnya yaitu bagaimana metode penugasan tenaga keperawatan agar dapat dilaksanakan secara teratur. seorang lagi mengatur pemberian intravena. yang lain memberi bantuan mandi dan tidak ada perawat yang bertanggung jawab penuh untuk perawatan seorang pasien. seorang yang lain untuk tindakan perawatan luka. Pelayanan yang profesional identik dengan pelayanan yang bermutu. model fungsional. untuk meningkatkan mutu asuhan keperawatan dalam melakukan kegiatan Dalam caranya penerapan standart asuhan keperawatan dan pendidikan berkelanjutan. Metode Fungsional Model pemberian asuhan keperawatan ini berorientasi pada penyelesaian tugas dan prosedur keperawatan. Penugasan yang dilakukan pada model ini berdasarkan . seorang lagi ditugaskan pada penerimaan dan pemulangan. efesien tenaga. sarana dan prasarana. model tim. 1987). sedangkan perawat pelaksana pada tindakan keperawatan. tingkat pelayanan keperawatan yang dibutuhkan pasien . model pemberian asuhan keperawatan ada enam macam. Diagnosa atau masalah kesehatan yang dialami pasien dan terapi yang dilakukan (Bron .

Model fungsional ini merupakan metode praktek keperawatan yang paling tua yang dilaksanakan oleh perawat dan berkembang pada saat perang dunia kedua. .Memudahkan kepala ruangan untuk mengawasi staf atau peserta didik yang melakukan praktek untuk ketrampilan tertentu.Kekurangan tenaga ahli dapat diganti dengan tenaga yang kurang berpengalaman untuk tugas sederhana. Kelemahan : .Persepsi perawat cenderung kepada tindakan yang berkaitan dengan ketrampilan saja .Menurunkan tanggung jawab dan tanggung gugat perawat . . Kelebihan : . selanjutnya ditetapkan perawat yang akan bertanggung jawab mengerjakan tindakan yang dimaksud. .Efisien karena dapat menyelesaikan banyak pekerjaan dalam waktu singkat dengan pembagian tugas yang jelas dan pengawasan yang baik .Pelayanan keperawatan terpisah-pisah atau tidak total sehingga kesulitan dalam penerapan proses keperawatan. tugas didistribusikan berdasarkan tingkat kemampuan masingmasing perawat dan dipilih perawat yang paling murah.Hubungan perawat dank klien sulit terbentuk .3 kriteria efisiensi.Tidak memberikan kepuasan pada pasien ataupun perawat lainnya.Perawat akan trampil untuk tugas pekerjaan tertentu saja .Mudah memperoleh kepuasan kerja bagi perawat setelah selesai kerja. . Kepala ruangan terlebih dahulu mengidentifikasm tingkat kesulitan tindakan.Sangat baik untuk rumah sakit yang kekurangan tenaga . .Perawat cenderung meninggalkan klien setelah melakukan tugas pekerjaan.

Pada model tim. 1988) 2. Dibawah pimpinan perawat professional.1 : Sistem pemberian asuhan keperawatan fungsional (Marquis & Huston. Model tim .4 Gambar 1. Kelompok ini dipimpin oleh perawat yang berijazah dan berpengalaman kerja serta memiliki pengetahuan dibidangnya (Regestered Nurse). kelompok perawat akan dapat bekerja bersama untuk memenuhi sebagai perawat fungsional. perawat bekerja sama memberikan asuhan keperawatan untuk sekelompok pasien di bawah arahan/pimpinan seorang perawat profesional (Marquis & Huston. saat berbagai pemimpin keperawatan memutuskan bahwa pendekatan tim dapat menyatukan perbedaan katagori perawat pelaksana dan sebagai upaya untuk menurunkan masalah yang timbul akibat penggunaan model fungsional. Selain itu ketua group bertugas memberi pengarahan dan menerima laporan kemajuan pelayanan keperawatan klien serta membantu anggota tim dalam menyelesaikan tugas apabila menjalani kesulitan dan selanjutnya ketua tim melaporkan pada kepala ruang tentang kemajuan pelayanan / asuhan keperawatan terhadap klien. 2000). Metode TIM Metode tim adalah pengorganisasian pelayanan keperawatan dengan menggunakan tim yang terdiri atas kelompok klien dan perawat. Penugasan terhadap pasien dibuat untuk tim yang terdiri dari ketua tim dan anggota tim. Pembagian tugas dalam kelompok dilakukan oleh pimpinan kelompok/ ketua group dan ketua group bertanggung jawab dalam mengarahkan anggota group / tim. Keperawatan Tim berkembang pada awal tahun 1950-an.

.5 didasarkan pada keyakinan bahwa setiap anggota kelompok mempunyai kontriibusi dalam merencanakan dan memberikan asuhan keperawatan sehingga timbul motivasi dan rasa tanggung jawab perawat yang tinggi. memberi arahan perawatan untuk klien. mengkoordinasikan aktivitas klien. laporan untuk dan dari pemimpin tim. .Tim bertanggung jawab terhadap perawatan total yang diberikan kepada kelompok pasien.Pemimpin diharapkan menggunakan gaya kepemimpinan demokratik atau partisipatif dalam berinteraksi dengan anggota tim. Komunikasi meliputi: penu!isan perawatan klien.anggota tim dan mengarahkan pekerjaan timnya. Potensi setiap anggota tim saling melengkapi menjadi suatu kekuatan yang dapat meningkatkan kemampuan kepemimpinan serta menimbulkan rasa kebersamaan dalam setiap upaya dalam pemberian asuhan keperawatan. melakukan pendidikan kesehatan. Perawat yang berperan sebagai ketua tim bertanggung jawab untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan semua pasien yang ada di dalam timnya dan merencanakan perawatan klien. . rencana perawatan klien. Menurut Tappen (1995). Tugas ketua tim meliputi: mengkaji anggota tim.Komunikasi di antara anggota tim adalah penting agar dapat sukses. Pelaksanaan konsep tim sangat tergantung pada filosofi ketua tim apakah berorientasi pada tugas atau pada klien. Setiap anggota tim akan merasakan kepuasan karena diakui kontribusmnya di dalam mencapai tujuan bersama yaitu mencapai kualitas asuhan keperawatan yang bermutu.Pemimpin tim didelegasikan/diberi otoritas untuk membuat penugasan bagi . . ada beberapa elemen penting yang harus diperhatikan: . pentemuan tim untuk mendiskusikan kasus pasien dan umpan balik informal di antara anggota tim.

.Memungkinkan pelaksanaan proses keperawatan. . .Ketua tim menghabiskan banyak waktu untuk koordinasi dan supervisi anggota tim dan harus mempunyai keterampilan yang tinggi baik sebagai perawat pemimpin maupun perawat klinik .6 Kelebihan : .Memberi kepuasan anggota tim dalam berhubungan interpersonal. .Peningkatan kerja sama dan komunikasi di antara anggota tim dapat menghasilkan sikap moral yang tinggi.Tidak efisien bila dibandingkan dengan model fungsional karena membutuhkan tenaga yang mempunyai keterampilan tinggi.Memungkinkan meningkatkan kemampuan anggota tim yang berbeda-beda secara efektif. berlindung kepada anggota tim yang mampu.Akontabilitas dari tim menjadi kabur.Konflik antar staf dapat dikendalikan belajar.Akan menghasilkan kualitas asuhan keperawatan yang dapat melalui rapat dan efektif untuk dipertanggungjawabkan . . .Keperawatan tim menimbulkan fragmentasi keperawatan bila konsepnya tidak diimplementasikan dengan total .Metode ini memotivasi perawat untuk selalu bersama klien selama bertugas Kelemahan : . . memperbaiki fungsi staf secara keseluruhan.Rapat tim membutuhkan waktu sehingga pada situasi sibuk rapat tim ditiadakan. . . memberikan anggota tim perasaan bahwa ia mempunyai kontribusi terhadap hasil asuhan keperawatan yang diberikan .Dapat memfasilitasi pelayanan keperawatan secara komprehensif. sehingga komunikasi antar angota tim terganggu.Perawat yang belum trampil dan belum berpengalaman selalu tergantung staf.

.Menciptakan iklim komunikasi yang terbuka dengan semua staf.Melakukan pengkajian.Mengorganisir pembagian tim dan pasien .Mengevaluasi asuhan keperawatan baik proses ataupun hasil yang diharapkan serta mendokumentasikannya.Memberi pengarahan pada perawat pelaksana tentang pelaksanaan asuhan keperawatan.Mengkoordinasikan rencana keperawatan dengan tindakan medik. perencanaan. . .Memberi pengarahan kepada seluruh kegiatan yang ada di ruangannya. . Tanggung jawab ketua tim : . evaluasi asuhan keperawatan bersama-sama anggota timnya.Menjadi nara sumber bagi ketua tim. . pelaksanaan.Mengorientasikan tenaga keperawatan yang baru tentang metode/model tim dalam pemberian asuhan keperawatan. . .Menyelenggarakan konferensi .Membuat penugasan kepada setiap anggota tim dan memberikan bimbingan melalui konferens. . .Melakukan pengawasan terhadap seluruh kegiatan yang ada di ruangannya.Menetapkan standar kinerja yang diharapkan sesuai dengan standar asuhan keperawatan. .Memfasilitasi kolaborasi tim dengan anggota tim kesehatan yang lainnya. .Memberi kesempatan pada ketua tim untuk mengembangkan kepemimpinan. . . .Memotivasi staf untuk meningkatkan kemampuan melalui riset keperawatan. .Mengatur jadual dinas timnya yang dikoordinasikan dengan kepala ruangan. .7 Tanggung jawab Kepala Ruang .Membuat perencanaan berdasarkan tugas dan kewenangannya yang didelegasikan oleh kepala ruangan.Melakukan audit asuhan dan pelayanan keperawatan di ruangannya. kemudian menindak lanjutinya.

Mencatat dengan jelas dan tepat asuhan keperawatan yang telah diberikan berdasarkan respon klien.Melakukan kolaborasi dengan tim kesehatan lainnya dalam pelaksanaan asuhan keperawatan.Menghargai bantuan dan bimbingan dan ketua tim.Memberikan laporan Gambar 1.Melakukan perbaikan pemberian asuhan keperawatan. . .Melakukan audit asuhan keperawatan yang menjadi tanggungjawab timnya. .Melaporkan perkembangan kondisi pasien kepada ketua tim.Berpartisipasi dalam setiap memberiikan masukan untuk meningkatkan asuhan keperawatan . Tanggung jawab anggota tim . .8 . 1998) . .2 : Sistem pemberian asuhan keperawatan tim (Marquis & Huston.Melaksanakan tugas berdasarkan rencana asuhan keperawatan. .

Metode Primer. self direction kemampuan mengambil keputusan yang tepat. menguasai . perawat primer memberikan perawatan langsung secara total untuk klien. mengadakan kunjungan rumah. menggunakan beberapa konsep dan perawatan total pasien. perawat asosiet. Perawatan yang yang diberikan direncanakan dan ditentukan secara total oleh perawat primer. kontak dengan lembaga sosial masyarakat membuat jadual perjanjian klinik. Perawat primer bertanggung jawab untuk membangun komunikasi yang jelas di antara pasien. perawatan diberikan/didelegasikan kepada perawat asosiet yang mengikuti rencana keperawatan yang telah disusuni oleh perawat primer. stafmedik dan staf keperawatan akan mengetahui bahwa pasien tertentu akan merupakan tanggung jawab perawat primer tertentu. dengan perawat kolega yang memberikan perawatan bila perawat primer tidak ada. Ketika perawat primer tidak sedang bertugas. di antaranya dalam menetapkan kemampuan asertif. dokter. Model primer dikembangkan pada awal tahun 1970-an. klien. keluarga. dan anggota tim kesehatan lain. maka dituntut akontabilitas yang tinggi terhadap hasil pelayanan yang diberikan. dan lain sebagainya. umpan balik dari orang lain diperlukan untuk pengkoordinasian asuhan keperawatan klien Dalam menetapkan seseorang menjadi perawat primer perlu berhati-hati karena memerlukan beberapa kriteria. Setiap perawat primer mempunyai 4-6 pasien. Selama jam kerja. Keperawatan primer merupakan suatu metode pemberian asuhan keperawatan di mana perawat primer bertanggung jawab selama 24 jam terhadap perencanaan pelaksanaan pengevaIuasi satu atau beberapa klien dan sejak klien masuk rumah sakit sampai pasien dinyatakan pulang. melakukan dan koordinasi asuhan keperawatan selama pasien dirawat. Pada model ini. yang ditandai dengan adanya keterkaitan kuat dan terus menerus antara pasien dan perawat yang ditugaskan untuk merencanakan. Metode keperawatan primer mendorong praktek kemandirian perawat. Seorang perawat primer mempunyai kewenangan untuk melakukan rujukan kepada pekerja sosial. Tanggung jawab mencakup periode 24 jam. Walaupun perawat primer membuat rencana keperawatan. Dengan diberikannya kewenangan tersebut.9 3.

Perawat primer melakukan pengkajian kebutuhan asuhan keperawatan. . . dari penerimaan sampai pemulangan .Autoritas. . kolaborasi dengan pasien dan professional kesehatan lain. Kepuasan yang dirasakan oleh perawat primer adalah memungkinkan pengembangan diri melalui penerapan ilmu pengetahuan. .Membebaskan manajer perawat klinis untuk melakukan peran manajer operasional dan administrasi . dan menyusun rencana perawatan.Perawat primer mempunyai tanggung jawab untuk asuhan keperawatan pasien selama 24 jam sehari. . akuntabel serta mampu berkolaborasi dengan baik antar berbagai disiplin ilmu.Kepuasan kerja perawat tinggi karena dapat memberiikan asuhan keperawatan secara holistik.10 keperawatan klinik.Memberikan peningkatan autonomi pada pihak perawat.Perawat primer berkonsultasi dengan perawat kepala dan penyelia. tanggung jawab dan tanggung gugat . jadi meningkatkan motivasi.Bersifat kontinuitas dan komprehensif sesuai dengan arahan perawat primer dalam memberikan atau mengarahkan perawatan sepanjang hospitalisasi. . Di negara maju pada umumnya perawat yang ditunjuk sebagai perawat primer adalah seorang perawat spesialis klinik yang mempunyai kualifikasi master dalam bidang keperawatan.Perawat primer mendapat akontabilitas yang tinggi terhadap hasil dan memungkinkan untuk pengembangan diri.Pelaksanaan rencana asuhan keperawatan didelegasikan oleh perawat primer kepada perawat sekunder selama shift lain. Karakteristik modalitas keperawatan primer adalah : .Staf medis juga merasakan kepuasan karena senantiasa informasi tentang kondisi klien selalu mutakhir dan komprehensif serta informasi dapat diperoleh dari satu perawat yang benar-benar mengetahui keadaan kliennya. tanggung gugat dan autonomi ada pada perawat primer Kelebihan : . .

Ketenagaan metode primer .Setiap perawat primer adalah perawat “bedside” . .Penugasan ditentukan oleh kepala bangsal . memiliki akontabilitas dan kemampuan untuk mengkaji serta merencanakan asuhan keperawatan untuk klien.Tidak semua perawat merasa siap untuk bertindak mandiri.Perawat primer dibantu oleh perawat professional lain maupun non professional sebagai perawat asisten . . . .Meningkatnya hubungan antara perawat dan klien.Perawat ditantang untuk bekerja total sesuai dengan kapasitas mereka. . . .Akontabilitas yang total dapat membuat jenuh.Hanya dapat dilakukan oleh perawat profesional .Pasien terlihat lebih menghargai.Perlu tenaga yang cukup banyak dan mempunyai kemampuan dasar yang sama.11 .Biaya relatif tinggi dibanding metode penugasan yang lain. Pasien merasa dimanusiakan karena terpenuhi kebutuhannya secara individu.Menjamin kontinuitas asuhan keperawatan. . .Profesi lain lebih menghargai karena dapat berkonsultasi dengan perawat yang mengetahui semua tentang kliennya.Metode ini mendukung pelayanan profesional.Asuhan keperawatan berfokus pada kebutuhan klien.Rumah sakit tidak harus mempekerjakan terlalu banyak tenaga keperawatan tetapi harus berkualitas tinggi Kelemahan : . . .Waktu yang digunakan lebih sedikit dalam aktivitas koordinasi dan supervisi dan lebih banyak waktu untuk aktivitas langsung kepada klien.Beban kasus pasien 4-6 orang untuk satu perawat primer .

Orientasi dan merencanakan karyawan baru .Mengorganisir pembagian pasien kepada perawat primer .Sebagai konsultan dan pengendalian mutu perawat primer .3 : Diagram system asuhan keperawatan primer (Marquis & Huston.Menyusun jadual dinas dan memberi penugasan pada perawat asisten .Melakukan rujukan kepada dimasyarakat .Membuat tujuan dan rencana keperawatan .Menerima pasien dan mengkaji kebutuhan pasien secara komprehensif .Menyipakan penyuluhan untuk pulang .Mengevaluasi keberhasilan yang dicapai .Mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan pelayanan yang diberikan oleh disiplin lain maupun perawat lain .Merencanakan dan menyelenggarakan pengembangan staff Tanggung jawab perawat primer : . kontak dengan lembaga sosial .Membuat jadual perjanjian klinis . 1998) Tanggung jawab Kepala Ruang dalam metode primer .Melaksanakan rencana yang telah dibuat selama ia dinas .12 Gambar 1.Mengadakan kunjungan rumah pekarya sosial.

Sistem evaluasi da Kekurangan : . Kelebihan : . MPKP dikembangkan beberapa jenis sesuai dengan kondisi sumber daya manusia yang ada. Pada ketenagaan terdapat tenaga perawat dengan kemampuan doktor dalam keperawatan klinik yang berfungsi untuk melakukan riset dan membimbing para perawat melakukan riset serta memanfaatkan hasilhasil riset dalam memberikan asuhan keperawatan b. Metode penugasan kasus biasa diterapkan untuk perawatan khusus seperti isolasi. Pada ketenagaan terdapat tenaga perawat dengan kemampuan spesialis keperawatan yang spesifik untuk cabang ilmu tertentu. Menurut Sudarsono (2000). Metode Kasus Metode kasus adalah metode dimana perawat bertanggung jawab terhadap pasien tertentu yang didasarkan pada rasio satu perawat untuk satu pasien dengan pemberian perawatan konstan untuk periode tertentu. antara lain adalah: a. Model Praktek Keperawatan Profesional III Melalui pengembangan model PKP III dapat berikan asuhan keperawatan profesional tingkat III. perawat kesehatan komunitas.13 4. Model Praktek Keperawatan Profesional II Pada model ini akan mampu memberikan asuhan keperawatan profesional tingkat II. Perawat spesialis berfungsi untuk memberikan konsultasi tentang asuhan keperawatan kepada perawat primer pada area spesialisnya.Belum dapatnya diidentifikasi perawat penanngung jawab . intensive care. Disamping itu melakukan riset dan memanfaatkan hasil- .Perlu tenaga yang cukup banyak dan mempunyai kemampuan dasar yang sama 5. Metode Modifikasi Metode modifikasi adalah penggunaan metode asuhan keperawatan dengan modifikasi antara tim dan primer.Perawat lebih memahami kasus per kasus .

Keperawatan tim tidak digunakan secara murni . Pada model ini adalah kombinasi metode keperawatan primer dan metode tim disebut tim primer. d. Model Praktek Keperawatan Profesional Pemula Model Praktek Keperawatan Profesional Pemula (MPKP) merupakan tahap awal untuk menuju model PKP. metode pemberian asuhan keperawatan dan dokumentasi asuhan keperawatan Menurut Ratna S.14 hasil riset dalam memberikan asuhan keperawatan. Model Praktek Keperawatan Profesional I. Sudarsono (2000). Jumlah perawat spesialis direncanakan satu orang untuk 10 perawat primer (1:10) c. . Jumlah perawat spesialis direncanakan satu orang untuk 10 perawat primer pada area spesialisnya. yaitu : a. karena perawat primer harus mempunyai latar belakang pendidikan SI keperawatan atau setara b. Keperawatan primer tidak digunakan secara murni. karena tanggung jawab asuhan keperawatan pasien terfragmentasi pada berbagai tim c. metode pemberian asuhan keperawatan yang digunakan. Pada model ini terdapat 3 komponen utama yaitu: ketenagaan keperawatan. Model ini mampu memberikan asuhan keperawatan profesional tingkat pemula. Pada model ini perawat mampu memberikan asuhan keperawatan profesional tingkat I dan untuk itu diperlukan penataan 3 komponen utama yaitu: ketenagaan keperawatan. Melalui kombinasi kedua model ini diharapkan komunitas asuhan keperawatan dan akountabilitasnya terdapat pada primer. bahwa penetapan sistem model MAKP ii diasarkan pada beberapa alasan. Disamping itu melakukan riset dan memanfaatkan hasil-hasil riset dalam memberikan asuhan keperawatan.

15 Disamping itu karena saat ini perawat yang ada di rumah sakit sebagaian besar adalah lulusan SPK. Hubungan Profesional ( professional relationship) 4. Nilai-nilai profesional dari penatalaksanaan kegiatan keperawatan diaplikasikan dalam bentuk aktifitas pelayanan profesional yang dipaparkan dalam 4 pilar sebagai berikut : 1. Penghargaan karir ( compensatory rewards ) 3. Sistem pemberian asuhan pasien ( patient care delivery system ) Kegiatan yang ditetapkan pada tiap pilar merupakan kegiatan dasar MPKP yang dapat dikembangkan jika tenaga keperawatan yang bekerja berkualitas.4 Struktur Organisasi Ruangan A . Pendekatan Manajemen (Management Approach ) 2. Gambar 1. maka akan mendapat bimbingan dari perawat primer atau ketua tim tentang asuhan keperawatan.

St.B. Huber. R. W. Swanburg . Concepts and Practice. D. Konsep Model Praktek Keperawatan. B. 11 Desember 1999.B.. Pedoman manajemen sumber daya manusia perawat ruang model praktek keperawatan profesional rumah sakit Marzoeki Mahdi Bogor. Model Praktek Keperawatan di Rumah Sakit. Aplikasi dalam Praktek Keperawatan Proffesional. Davis Company. Cj (1998). Penerbit Buku Kedokteran. Model Praktik Keperawatan Profesional di Rumah Sakit.16 DAFTAR PUSTAKA Achir Yani. 124 Cases Studies.A. Kelompok Pekerja Keperawatan . Model Pemberian Asuhan Keperawatan Makalah.. Leadershi~ and nursing care management Philadelpia: W. Management Decision Making For Nurses. Philadelpia: F. Penataan Struktur dan Proses (Sistem) Pemberian Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat.M. (l 995). Nursing Leadership and Management. (2000). Jakarta : Salemba Medika Sitorus.A. Jakarta Sudarsono. Nursing Management company a Sistem Approach. Berbagai model praktek keperawatan profesional di rumah sakit. Yulia (2006). Saunders Company. The efficacy of primary Nursing as a Foundation For Patient Advocacy Nursing Practic. (2001). Makalah : tidak dipublikasikan Manurung. C. R. (1989) . Second edition. disampaikan pada seminar keperawatan yang diselenggarakan DPD I PPNI. Cobell.. Saunders. LM.S. Pengantar Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Untuk Perawat Klinis. Jakarta : EGC Tappen. . R. (1984) . Konsorsium Ilmu Kesehatan (1995).. Gillies. (3 rd edition).(1994). (2000). BL & Huston. D. Jakarta : tidak dipublikasikan Russel C. tidak dipublikasikan.. Philadelphia : JB Lippincott Nursalam (2007). I. Philadelphia. Makalah seminar dan semiloka MPKP II. Keliat. hal : 2-5 Douglas. the CV Mosby. Jawa timur di Surabaya. Louis. dkk (2000). 3 Ed. Bogor: tidak dipublikasi Marquis. Manajemen Keperawatan. ( 1992) . the Effevtive Nurse Leader and Menager.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful