BAB I PENDAHULUAN A.

LATAR BELAKANG Pada dasarnya tidak ada manusia di dunia ini yang tidak terlibat dalam suatu organisasi yang disebut negara. Manusia hidup dalam wilayah dan kesatuan yang berbeda-beda dan wadah itulah yang dimaksud dengan Negara. Dalam pelaksanaanya, sebagian besar Negara memiliki dasar, keyakinan, cita-cita ataupun tujuan untuk mendirikan sebuah Negara yang maju serta terpandang. Secara umum hal tersebut diartikan sebagai sebuah ideologi bagi Negara. Seiring jalannya waktu terjadi perkembangan pola pemikiran tokoh tokoh besar dalam suatu Negara atau juga dengan kemajuan suatu Negara itu sendiri. pengertian-pengertian dasar Ideologi menjadi terbagi atas beberapa macam, diantaranya ialah ideologi Kapitalisme, Sosialisme Komunisme, Fasisme, atau bahkan Pragmatisme (tidak memiliki ideologi/anti ideologi) Setiap Ideologi memiliki cara tujuan, cara tersendiri, sehingga dapat menjalankan Negaranya. Namun pada beberapa ideologi, masih terdapat berbagai pendapat yang pro ataupun kontra terhadap adanya ideologi tersebut salah satu contohnya ialah Ideologi Fasisme. Oleh karena itu makalah ini disusun berdasarkan Judul Ideologi Fasisme untuk lebih memahami ideologi fasisme dalam suatu Negara baik dalam arti maupun pelaksanaanya serta tanggapan masyarakat dalam pelaksanaannya. Fasisme merupakan sebuah paham politik yang mengangungkan kekuasaan absolut tanpa demokrasi. Dalam paham ini, nasionalisme yang sangat fanatik dan juga otoriter sangat kentara. fasisme juga bertujuan membuat individu dan masyarakat berfikir dan bertindak seragam, untuk mencapai tujuan ini fasisme menggunakan kekuatan dan kekerasan bersama semua metode propaganda bahkan melakukan genocide (pemusnahan secara teratur terhadap suatu golongan atau bangsa. Fasisme sebagai ideologi berkembang pada abad ke 20 ia menyebar dengan

kelompok atau partai politik yang mengikuti pola pola fasistik walaupun nama dan taktiknya telah berubah. dan Jepang. mereka masih terus menimbulkan kesengsaraan serupa pada rakyat. . Italia. Pemerintahan yang menganut idiologi fasisme dekat dengan kekerasan diktator dimana kekuatan yang brutal pertumpahan darah dan kekerasan menjadi hukum. Sampai di akhir perang dunia ke 2 ideologi fasisme menjadi salah satu malapetaka terbesar dalam sejarah umat manusia yang merenggut nyawa 55 juta orang. Mereka dirugikan oleh perjanjian-perjanjian yang dibuat oleh blok Sekutu. Untuk itu mereka berusaha bangkit dengan cara yang diktator dan mengembangkan paham ultranasionalisme. Kemerosotan kondisi sosial dapat membuat dukungan terhadap fasisme makin berkembang sehingga fasisme terus menerus menjadi ancaman bagi kemanusiaan. Pada umumnya negara-negara yang terlibat perang mengalami kehancuran ekonomi. Dari paham ultranasionalisme tersebut lahir negara-negara fasis. Suasana diliputi ketegangan dan keinginan balas dendam. Disaat sekarang ini tidak ada satu negarapun yang menyebut diri sebagai fasis atau secara terbuka mempraktikan fasisme. terutama negara-negara yang kalah perang. Situasi Eropa menjelang PD II tidak jauh berbeda dengan situasi menjelang PD I.pesat di seluruh dunia pada perang dunia 1. namun mungkin ada pemerintahan. Negara-negara fasis yang muncul yaitu Jerman.

Untuk mengetahui Negara-negara mana saja yang pernah menganut ideologi fasisme. RUMUSAN MASALAH 1. TUJUAN PENULISAN Adapun beberapa tujuan yang dapat diketahui di dalam penulisan makalah ini antara lain: 1. Apa yang dimaksud dengan Ideologi Fasisme? 2.B. Bagaimana kelebihan dan kekurangan ideologi Fasisme? 3. Untuk memberikan gambaran serta informasi mengenai kelebihan dan kekurangan ideologi fasisme. 2. Untuk mengetahui serta memahami pengertian ideologi fasisme. Negara mana saja yang pernah menerapkan ideologi Fasisme? C. . 3.

pengertian. atau sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat. Dr. yang artinya gagasan. Thomas H: Ideologi adalah suatu cara untuk melindungi kekuasaan pemerintah agar dapat bertahan dan mengatur rakyatnya.BAB II PEMBAHASAN A. sebagai cara memandang segala sesuatu (bandingkan Weltanschauung). . berikut ada beberapa definisi ideologi menurut para ahli: 1. Secara implisit setiap pemikiran politik mengikuti sebuah ideologi walaupun tidak diletakkan sebagai sistem berpikir yang eksplisit. PENGERTIAN IDEOLOGI Ideologi berasal dari kata idea (Inggris). Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang komprehensif. Pemikiran tersebut harus mempunyai metode. secara umum (lihat Ideologi dalam kehidupan sehari hari) dan beberapa arah filosofis (lihat Ideologi politis). Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik. Kata ideologi sendiri diciptakan oleh Destutt de Tracypada akhir abad ke-18 untuk mendefinisikan "sains tentang ide". Hafidh Shaleh: Ideologi adalah sebuah pemikiran yang mempunyai ide berupa konsepsi rasional (aqidah aqliyah). yang meliputi metode untuk mengaktualisasikan ide dan solusi tersebut. Tujuan untama dibalik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran normatif. metode mempertahankannya. Selain definisi di atas. 2. melihat dengan budi. yang meliputi akidah dan solusi atas seluruh problem kehidupan manusia. Kata kerja Yunani oida = mengetahui. Kata “logi” yang berasal dari bahasa Yunani logos yang artinya pengetahuan. serta metode menyebarkannya ke seluruh dunia.

2. seperti gagasan dan formula politik atas setiap kebijakan dan tindakan yang diambil oleh penguasa. Ideologi doktriner ajaran-ajaran yang terkandung di dalam Ideologi itu dirumuskan secara sistematis. keyakinan-keyakinan yang menyeluruh dan sistematis tentang pengertian-pengertian dasar yang menyangkut berbagai bidang kehidupan manusia. kehidupan agama dan sistem politik Ideologi secara struktural diartikan sebagai sistem pembenaran. namun dirumuskan secara umum hanya prinsip-prinsipnya. Karl Marx mengartikan Ideologi sebagai pandangan hidup yang dikembangkan berdasarkan kepenti-ngan golongan atau kelas sosial tertentu dalam bidang politik atau sosial ekonomi 4. dan Ideologi itu disosialisasikan secara fungsional melalui kehidupan keluarga. dan pelaksanaannya diawasi secara ketat oleh aparat partai atau aparat pemerintah. Gunawan Setiardjo mengemukakan bahwa ideologi adalahseperangkat ide asasi tentang manusia dan seluruh realitas yang dijadikan pedoman dan citacita hidup Menurut kelompok kami Ideologi ialah pengetahuan tentang gagasangagasan. Ideologi secara fungsional ini dibagi menjadi dua yaitu 1. . system ekonomi. sistem pendidikan. Sebagai contohnya adalah komunisme. Ideologi pragmatis ajaran-ajaran yang terkandung di dalam Ideologi tersebut tidak dirumuskan secara sistematis dan terinci.3. pengetahuan tentang ide-ide.

termasuk sistem politik dan ekonomi dan dapat dibilang sebagai gerakan politik penindasan. Fascis ini melambangkan otoritas sebuah kaum/golongan. kerajaan yang terkenal sebagai fasisme ialah kerajaan sparta. Nazisme berbeda dengan fasisme Italia karena yang ditekankan tidak hanya nasionalisme saja. fascio. Sedangkan dari bahasa Latin. Saking kuatnya nasionalisme sampai mereka membantai bangsa-bangsa lain yang dianggap lebih rendah. Ada pula yang mengartikan bahwa ideologi Fasisme adalah suatu paham yang mengedepankan bangsa sendiri dan memandang rendah bangsa lain. zaman Kekaisaran merupakan simbol dari fasisme diambil dari bahasa Italia. IDEOLOGI FASISME Fasisme adalah gerakan radikal ideologi nasionalis otoriter politik. yang berarti seikat Romawidibawa tinggi. Nama tangkai-tangkai kayu. Sementara itu di Jerman. Ideologi Fasisme diawali pada masa kekaisaran Roma. Fascis ini kekuasaan pemerintah. juga muncul sebuah paham yang masih bisa dihubungkan dengan fasisme. Fasisme dikenal sebagai ideologi yang lahir dan berkembang subur pada abad ke-20.B. Dari pengertian ideologi dan fasisme diatas dapat disimpulkan bahwa Ideologi Fasisme merupakan sebuah paham politik yang menjunjung kekuasaan absolut tanpa demokrasi.Kemudia pada tahun 1922 (setelah Perang Duni I) Mussolini yang menjadi perdana Menteri Italia kemudian mengaktifkan kembali Ideologi Fasisme. di tengahnya depan pejabat membentuk pejabat dan pada "kelompok politik". pada saat itu para agister (hakim) membawa seikat tongkat yang ditengh tengahnya ditempatkan sebuah kapak yang kepalanya menonjol keluar (fasci) hal tersebut melambangkan kekuasaan mareka serta otoritas mereka. yaitu Nazisme pimpinan Adolf Hitler. dan sistem. fascis. Dalam paham ini. Ia menyebar dengan pesat di seluruh dunia pada permulaan Perang . nasionalisme yang sangat fanatik dan juga otoriter sangat terlihat. Fasis berusaha untuk mengatur bangsa menurut perspektif korporatis. yang berarti Ikatan pada kayu ini. nilai. tetapi bahkan rasialisme dan rasisme yang sangat sangat kuat.

Fasisme sesungguhnya merupakan ideologi yang di bangun menurut hukum rimba. golongan ataupun ciri-ciri fisik umum untuk tujuan tertentu. dan kekerasan menjadi hukum—mengirimkan gelombang teror ke seluruh rakyat melalui polisi rahasia dan milisi fasis mereka. Spanyol. yang melumpuhkan rakyat dengan rasa takut. struktur pemerintah hingga sistem militer. Diktator fasis dan pemerintahannya yang memimpin sistem semacam itu—di mana kekuatan yang brutal. Hal tersebut dikarenakan menurut ideologi fasis. maka negara wajim menggembleng/memaksakan dan mengisi jiwa rakyat.Bila orang kuat sudah membentuk organisasi Negara. mereka hanya dapat gemetar ketakutan. Rasisme Rasisme diartikan sebagai paham yang menerapkan penggolongan atau pembedaan ciri-ciri fisik ( seperti warna kulit ) dalam masyarakat. Berhadapan dengan tekanan dan kekerasan ini. Rasisme juga bisa diartikan sebagai paham diskriminasi suku. Negara bukan ciptaan rakyat merupakan ciptaan orang kuat . yang merenggut nyawa 55 juta orang. tetapi juga di negara-negara seperti Yunani. ras. dan dari organisasi politik hingga kehidupan pribadi rakyatnya. di mana rakyat sangat menderita oleh cara-cara pemerintah yang penuh kekerasan. dengan berkuasanya rezim fasis di Jerman dan Italia pada khususnya. yang dimulai oleh kaum fasis. .Dunia I. Lebih jauh lagi. Perang Dunia II. agama. Fasisme sebagai ideologi berkembang pada abad ke 20 ia menyebar dengan pesat di seluruh dunia pada perang dunia. untuk mencapai tujuan ini fasisme menggunakan kekuatan dan kekerasan bersama semua metode propaganda bahkan melakukan genocide (pemusnahan secara teratur terhadap suatu golongan atau bangsa). Ideologi Fasisme memiliki beberapa sifat yaitu : 1. pertumpahan darah. dari pendidikan hingga budaya. Pada akhirnya. fasisme juga bertujuan membuat individu dan masyarakat berfikir dan bertindak seragam. agama hingga seni. merupakan salah satu malapetaka terbesar dalam sejarah umat manusia. agresi. pemerintahan fasis diterapkan dalam hampir semua tingkatan kemasyarakatan. dan Jepang.

Menurut doktrin fasis. Militerisme Militerisme adalah suatu pemerintahan yang didasarkan pada jaminan keamanannya terletak pada kekuatan militernya dan mengklaim bahwa perkembangan dan pemeliharaan militernya untuk menjamin kemampuan itu adalah tujuan terpenting dari masyarakat. Mitos ras Rasisme adalah karakteristik yang dominan dalam fasisme." Mussolini menyebutkan bahwa kaum Romawi yang memerintah Kekaisaran Roma adalah sebuah "ras unggul".Sehingga mudah sekali memancing pertengkaran/peperangan 4. "Teori ras adalah poros teoritis fasisme Jerman. juga . Ultra Nasionalis Ultra Nasionalis ialah suatu sikap membanggakan suatu Negara (negaranya sendiri) secara berlebihan sehingga sangat merendahkan Negara yang lainnya. Wilhelm Reich. Empat sifat ideologi fasisme tersebut mengakibatkan ideologi fasisme ini dapat manghambat Multikulturalisme yaitu pandangan seseorang terhadap ragam kehidupan seperti kubudayaan. Ideologi fasisme juga memiliki unsurunsur pokok. ras. Mereka yang terlibat dalam dinas militer pun mendapatkan perlakuan-perlakuan istimewa. Imperialisme Imperialisme ialah politik untuk menguasai (dengan paksaan) seluruh dunia untuk kepentingan diri sendiri yang dibentuk sebagai imperiumnya (hak memerintah). agama. asal saja dengan paksaan. "Menguasai" disini tidak perlu berarti merebut dengan kekuatan senjata. sebagai keturunan mereka. agama dan ideologi. 3. Unsur-unsur pokok dalam ideologi fasisme menurut Ebenstein antara lain: 1. dan bahwa orang-orang Italia. tetapi dapat dijalankan dengan kekuatan ekonomi.Sistem ini memberikan kedudukan yang lebih utama kepada pertimbangan-pertimbangan militer dalam kebijakannya daripada kekuatan-kekuatan politik lainnya.2. kultur. dalam suatu negara elit lebih unggul dari kelompok massa dan karena itu dapat memaksakan kehendaknya dengan kekerasan.

Pengingkaran derajat kemanusiaan Manusia tidaklah sama. dan bahwa orang-orang Ethiopia yang berkulit hitam ini harus tunduk kepada orang Italia. 5. Nasionalisme dan Pemuliaan Negara Konsep nasionalisme fasis adalah nasionalisme fanatis yang dikenal juga dengan nasionalisme romantik. Nasionalisme romantik didasarkan pada sejumlah gagasan keliru. militer melampaui sipil. justru pertidaksamaanlah yang mendorong munculnya idealisme mereka. Kode prilaku yang didasarkan pada kekerasan dan kebohongan Negara adalah satu sehingga tidak dikenal istilah “oposan”. Setiap orang akan dipaksa dengan jalan apapun untuk mengakui kebenaran doktrin pemerintah. mereka mengenal adanya indoktrinasi pada kamp-kamp konsentrasi. Terutama pemusnahan nalar digunakan dalam rangka“tabu” terhadap masalah ras. Jadi. yang menonjol diantaranya adalah ide “darah” dan “tanah air”. maka mereka adalah musuh yang harus dimusnahkan. Hitler konon pernah mengatakan. Dalam pendidikan mental. Jika ada yang bertentangan dengan kehendak negara. bangsa yang satu melampaui bangsa yang lain dan yang kuat harus melampaui yang lemah. 3. bukan terletak pada nilai obyektif kebenarannya. Pondasi nasionalisme romantik didasarkan pada “perasaan”. 2.memiliki sifat unggul ini. yang . anggota partai melampaui bukan anggota partai. sesuai dengan apa yang dianggap sebagai hirarki rasial alamiah. bahwa “kebenaran terletak pada perkataan yang berulang-ulang”. Ketidakpercayaan pada kemampuan nalar Keyakinan yang bersifat fanatik dan dogmatic adalah sesuatu yang sudah pasti benar dan tidak boleh lagi didiskusikan. Penaklukan Ethiopia didasarkan pada ide ras unggul ini. 4. pria melampaui wanita. Jadi fasisme menolak konsep persamaan tradisi yahudi-kristen (dan juga Islam) yang berdasarkan aspek kemanusiaan. kerajaan atau pemimpin. dan menggantikan dengan ideologi yang mengedepankan kekuatan. Bagi fasisme. Franco mengemukakan klaim serupa untuk Spanyol.

7. 8. kaum fasis menerapkan pola pengawasan yang sangat ketat. seringkali memperoleh dukungan rakyat. ketika mereka berupaya menaklukan negara-negara lain yang dianggap berperadaban rendah. Prinsip kepemimpinan fasis mencerminkan penekanan yang irrasional dalam politik fasis. Kelompok militer menjadi semakin esensial. Meskipun demikian. tanpa proses pemilihan yang bebas. 6. sementara rakyat hanya mengungkapkan kepentingan dan hasrat individu yang tidak mesti selaras dnegan kebijakan umum. berbeda dari konsep demokrasi yang mendasarkan pada kebebasan. Pemerintahan oleh kelompok elit Konsep pemerintahan elit dalam negara fasis. Totaliterisme Fasisme bersifat total dalam meminggirkan sesuatu yang dianggap “kaum pinggiran”. menjadi alasan pentingnya kelompok . dan memandang pertumpahan darah sebagai perang suci. Hal inilah yang dialami kaum wanita. Militerisme dan imperialism Rezim fasis mempergunakan kekuatan militer dalam setiap aksinya. Prinsip kekerasan untuk mengatasi musuh-musuh mereka. kuche (dapur) dan kirche (gereja). atau oposisi yang berfungsi leluasa. maka totaliterisme dimunculkan dengan aksi kekerasan seperti pembunuhan dan penganiayaan. Bagi anggota masyarakat. Sedangkan bagi kaum penentang. Arus pemikiran ini terkait erat dengan ras kelompok yang dianggap suci. pemimpin dianggap mengetahui yang terbaik untuk seluruh masyarakat (Rousseau menyebutnya “Kehendak Umum”). Pemimpin selalu dianggap benar dan mendapatkan wahyu serta kemampuan mistik. karena tidak memiliki ras yang sama dengan mereka. dalam negara fasis rakyat dilepaskan dari urusan pemerintahan. dimana mereka hanya ditempatkan pada wilayah 3K yaitu: kinder (anak-anak). kebebasan pers.kemudian diidolakan dan menjadi obsesi untuk diikuti secara membabibuta. Pemimpin mewakili kepentingan umum dalam artian cara rakyat berpikir.

.militer ini. Keunggulan Ideologi Fasisme antara lain: 1. maka akan dimusnahkan untuk mempertahankan kesatuan tersebut. kesatuan dalam pemerintahan diktator tidak mengalami gangguan. Imperialisme ini juga terkait dengan keinginan mewujudkan negara/kerajaan “Raya” di dunia. Sisi baik yang menonjol dari Ideologi fasisme ini adalah menguatkan kesatuan dan kesetiakawanan nasional. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN IDEOLOGI FASISME Walaupun ideologi fasisme cenderung menggunakan kekerasan dan tekanantekanan kepada rakyat. kekerasan. Glory. Imperialisme yang diusung oleh fasisme bukanlah imperialisme kuno yang mendasarkan pada Gold. rasialisme. Karena dalam Ideoligi ini memiliki sifat ultra Nasionalis sehingga rasa serta tingkat persatuannya sangat tinggi. Akibatnya. dimana tujuan utamanya adalah memusnahkan ras yang berbeda dari mereka dan dianggap lebih rendah. Memiliki rasa kesatuan nasional. dan imperialisme. dimana negara fasis itulah yang menjadi pemimpinnya. 9. negara-negara fasis menarik diri dari partisipasinya dalam organisasi internasional. C. yaitu pemerintahan atas dasar kekerasan dan paksaan. tetapi dari ideologi fasisme ini ada sebagian kelebihan dan kekuranggan yang membuat ideologi fasisme ini berbeda dari ideologi lainya. internasional mengambil pemerintahan atas dasar konsensus yang bertolak belakang dengan prinsip kaum fasis. Menentang hukum dan ketertiban internasional Perang merupakan Setiap konsekuensi organisasi logis dari keyakinan fasis pada bentuk ketidaksamaan martabat manusia. Negara mengatur semuanya sehingga rakyat tidak perlu susah untuk apapun. jika terdapat hal yang mengganggu kesatuan tersebut. dan Gospel. elitisme. Imperialisme fasis adalah imperialisme berdasarkan pada rasialis.

pertumpahan darah. Didalam pemerintahan fasisme tidak terdapat celah pemogokan dan aksi. maka tidak lain yang memerintah dalam Negara berideologi Fasisme adalah orang yang unggul dan dengan mudah dan sukses. Dalam ekonomi pun Ideologi ini bisa menghapuskan pemborosan dari segi produksi dan administrasi. 3. Dapat mengambil keputusan pemerintahan yang cepat Ideologi Fasisme sangat mudah dan cepat dalam menangani suatu kendala ataupun dalam pengambilan keputusan. serta membasmi korupsi dan menyelenggarakan kedisiplinan pejabat. Dalam pelaksanaannya. Pemerintahan dipegang oleh Orang yang Ahli Dikarenakan pemilihan pemerintahan ini berdasarkan kaum elit dan yang terkuat. Memiliki tingkat pengawasan dan kedisiplinan yang tinggi. Selain itu rakyat harus . berdaya guna. Sedangkan kelemahan dari ideologi fasisme ini adalah berhadapan dengan tekanan dan kekerasan. dan kekerasan menjadi hukum. menggunakan perlengkapan dan menciptakan sistem pemerintahan yang tangkas.aksi demontrasi. Mengirimkan gelombang teror ke seluruh rakyat melalui polisi rahasia dan milisi fasis mereka.2. Ideologi Fasisme juga menentukan semua keinginan badan administrasi dan merangkup segala bidang populasi. bahkan mereka bergerak secara langsung melaksanakan perintah. agresi. yang bisa mempengaruhi sistem pemerintahan maupun ekonomi. Diktator fasis dan pemerintahannya yang memimpin sistem semacam itu di mana kekuatan yang brutal. Karena tidak ada yang akan memberontak pada keputusan pemerintah 4. terutama keadaan darurat daripada Ideologi ini bisa dengan segera mengerahkan seluruh bangsa dalam waktu singkat. Ideologi fasisme ini memiliki sistem pengawasan yang begitu ketan dan mereka menindas hal yang tidak displin dan ketidak tepat gunaan. sehingga membuat rakyat menjadi gemetar ketakutan. Diktator sangat mudah dalam menetapkan satu hukum pemerintahan. yang melumpuhkan rakyat dengan rasa takut. setia. dimana sangat dipatuhi tampa mengalami kendala yang berat.

Selain itu juga menganut totaliterisme yaitu paham yang melaksanakan prinsip bahwa semua diutus oleh negara. Fasis merupakan produk dari masyarakatmasyarakat prademokrasi dan pasca industri.patuh penuh terhadap pemerintah sehingga aspirasi mereka tidak di perdulikan. petani atau kelas menengah atas sepserti kaum cendikiawan. Namun. Italia dan Jerman. NEGARA YANG MENGANUT IDEOLOGI FASISME Fasis muncul dan berkembang di negara-negara yang relatif lebih makmur dan secara teknologi lebih maju. kaum industialis. Berkembangnya negara-negara fasis tersebut membuat situasi politik di kawasan Eropa semakin menghangat. di bawah kepemimpinan Adolf Hittler Jerman mulai bangkit. Jerman menganut paham Chauvinisme yaitu paham yang menganggap dirinya lebih unggul dari ras lainnya. Italia merupakan negara pertama yang menjadi Fasis (1922) menyusul jerman tahun 1933 dan kemudian Spanyol melalui perang saudara yang pecah tahun 1936. Rakyat tidak memiliki kebebasan. Di Asia Jepang berubah menjadi fasis dalam tahun 1930-an melalui perubahan secara perlahan ke arah lembaga-lembaga yang totaliter setelah menyimpang dari budaya aslinya. maupun pemilik modal. Perancis. besarnya tingkat pengangguran baik dikalangan kelas bawah seperti buruh. Fasisme di Jerman Dalam PD I Jerman mengalami kekalahan dan penderitaan yang hebat. Adolf Hittler membangun Jerman kembali. . Inggris. ini adalah lahan yang subur bai gerakan fasis untuk melancarkan propagandanya Negara-negara yang pernah menganut Ideologi Fasisme adalah Amerika Serikat. D. dan diwarnai dengan ketegangan yang mendorong terjadinya Perang Dunia II 1. terbentunya monopoli dan oligopoli dibidang ekonomi. kemudian demokrasi dan hak asasi manusia di abaikan. Melalui Partai Nazi. Pengalaman negara demokrasi yang dirasakan semu oleh masyarakat bahkan mengalami kegagalan dengan indikator adanya proses sentralisasi kekuasaan pada segelintir elit penguasa.

b. d. Jerman mulai berani melakukan politik ekspansi kembali. Jerman melaksanakan politik Lebensraum (ruang untuk hidup) yaitu gagasan perluasan wilayah melalui perang. Menduduki Ethiopia dan Albania. d. Membentuk polisi rahasia yang disebut Gestapo. Karena kekecewaannya tersebut. 2. Seiring dengan perkembangan yang dialaminya. Mengobarkan semangat anti-Yahudi dengan membunuh dan mengusir orang-orang Yahudi. a. Berkat Restorasi Meiji. Jepang berkembang menjadi negara industri yang kuat. a.Berikut ini beberapa tindakan yang dilakukan Hittler untuk mewujudkan kejayaan Jerman. Menolak isi Perjanjian Versailes. c. c. 3. Membangun angkatan perang yang kuat. Majunya industri tersebut membawa Jepang menjadi negara . b. Mengobarkan semangat Italia Irredenta untuk mempersatukan seluruh bangsa Italia. Misalnya dengan menduduki Austria dan Cekoslovakia. Memperkuat angkatan perang. e. Italia berkembang menjadi negara fasis. Meskipun menang. Berikut ini usaha-usaha Benito Mussolini untuk mengembangkan fasisme di Italia. Italian merasa kecewa sebab tuntutannya dalam Perjanjian Versailes tidak terpenuhi. Fasisme di Jepang Munculnya fasisme Jepang tidak dapat dipisahkan dari Restorasi Meiji. Italia mulai bangkit di bawah pimpinan Benito Mussolini . Menguasai seluruh Laut Tengah sebagai Mare Nostrum atau Laut Kita. Membangun hubungan kerja sama politik dan militer dengan Jepang dan Italia (Poros Roberto). Fasisme di Italia Italia adalah salah satu negara pemenang dalam Perang Dunia I.

dan Cina. . Mengagungkan semangat bushido. Untuk memperkuat kedudukannya sebagai negara fasis. d. masa pemerintahan Kaisar Hirohito dan dikembangkan oleh Perdana Menteri Hideki Tojo. e. Memodernisasi angkatan perang. Fasisme di Jepang dipelopori oleh Perdana Menteri Tanaka. Menyingkirkan tokoh-tokoh politik yang anti militer.imperialis. c. Melakukan perluasan wilayah ke negara-negara terdekat seperti Korea. Manchuria. a. Kaisar Hirohito melakukan beberapa hal berikut. b. Mengenalkan ajaran shinto Hakko I Chiu yaitu dunia sebagai satu keluarga yang dipimpin oleh Jepang. Jepang menjadi negara fasis dan menganut Hakko I Chiu.

diharapkan dapat lebih memahami mengenai ideologi fasisme ini. 2. pemerintahan dipegang oleh orang yang ahli. Sehingga kita tidak hanya paham tentang kekurangan dari ideologi fasisme ini. Ideologi adalah pengetahuan tentang gagasan-gagasan. . keyakinan-keyakinan yang menyeluruh dan sistematis tentang pengertian-pengertian dasar yang menyangkut berbagai bidang kehidupan manusia. Negara-negara yang pernah menganut Ideologi Fasisme adalah Amerika Serikat. nasionalisme yang sangat fanatik dan juga otoriter sangat terlihat. Keunggulan ideologi fasisme antara lain: memiliki rasa kesatuan nasional. KESIMPULAN Berdasarkan pemaparan isi dan pembahasan. dapat ditarik beberapa kesimpulan diantaranya: 1. tetapi juga paham bahwa sebenarnya dalam ideologi fasisme ini terdapat kelebihan-kelebihan yang bisa kita manfaatkan. dapat mengambil keputusan pemerintahan yang cepat. sehingga membuat rakyat menjadi gemetar ketakutan.BAB III PENUTUP A. Selain itu diharapkan dengan adanya pembahasan tentang ideologi fasisme ini dapat menambah wawasan dan perbendaharaan ilmu pengetahuan kita tentang macam-macam ideologi yang ada didunia ini. Sedangkan kelemahan dari ideologi fasisme ini adalah berhadapan dengan tekanan dan kekerasan. Ideologi Fasisme adalah suatu paham yang mengedepankan bangsa sendiri dan memandang rendah bangsa lain. B. Italia dan Jerman. Dalam paham ini. Inggris. 3. SARAN Dengan mengetahui pengertian ideologi fasisme. pengetahuan tentang ide-ide. 4. Perancis. memiliki tingkat pengawasan dan kedisiplinan yang tinggi.

(2009). Surbakti.com/2009/05/pendahuluan-ideologi-adalahkumpulan.blogspot. dari http://eaznotalone. (2012).html.com/2010/06/09/pengertian-ideologi-2/ Saputra. Ramlan. Wisnu. Gramedia Widiasarana Indonesia Wangsadhika. . Jakarta: PT. Diperoleh pada 20 April 2012. (2008).com/2012/08/pengertian-fasisme-dan-negarafasisme. dari http://wisnumengger. Pengertian Fasisme Dan Negara Fasisme. Diperoleh pada 20 April 2013.blogspot.html Evriza. Diperoleh pada 20 April 2013.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Memahami Ilmu Politik. Pengertian Ideologi.shvoong.wordpress. 1992. Diperoleh pada 20 April 2013. PENGERTIAN DAN KONSEP DASAR FASISME. Tiyas Ardian. Meta. dari http://metakalasari. dari http://id. 2008.com/2012/03/pengertiandan-konsep-dasar-fasisme.com/humanities/theory-criticism/1818181-fasisme/. Lealy.blogspot. Fasisme. Depok: ALFABETA Bandung Kalasari. (2012). 2008 Army.html. dari http://laelyarmy. (2010). Ilmu Politik. Diperoleh pada 20 April 2013. IDEOLOGI.