STRATEGI DAKWAH RASULULLAH SAW

Makalah
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas kelompok Pada mata kuliah MANAJEMEN DAKWAH Disusun oleh: 1. Jaelani 2. Herlianti 3. Beladina 4. Ai Marfuah Sabila Lia Ahmad

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS GARUT
Jalanrayasamarang No. 52 AGarut 44151. tlp (0262) 23639

KATA PENGANTAR
Alhamdullilah penulis bersyukur kepada Allah swt yang telah memberikan ilmu dan kemampuan kepada penulis sehingga terselesaikannya makalah ini, dan penulis banyak mengucapkan terima kasih pada Bapak Dosen Manajemen dakwah yang setiap pertemuan

memberikan arahan yang tak bosan-bosannya sehingga kami banyak termotifasi untuk memaksimalkan pembuatan makalah ini. Harapan penulis semoga usaha dan terselesainya makalah ini menjadi amal jariah dan banyak manfaatnya pada temen-temen dan mahasiswa lain untuk menambah wawasan sekilas materi yang di bahas di makalah ini dan hanya kepada Allah swt kami memohon hidayah dan taufiknya.

27 Nop, 2012 Penulis

DAFTAR ISI
Kata Pengantar…………………………………………………………………….. Daftar Isi…………………………………………………………… ii 1 i

BAB I: PENDAHULUAN…………………………………………………….. BAB II: PEMBAHASAN 2.1 Dakwah Di Mekkah……………………………………………….. 2.2 Dakwah Di Madinah……………………………………………….. 2.3 Strategi Dakwah Rasulullah SAW Secara Umum………… BAB III: PENUTUP 3.1 Kesimpulan………………………………………………… 12 7

3 5

3.2 Saran………………………………………………………………………. Daftar Pustaka iii

13

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Rasulullah Saw adalah contoh terbaik, dalam menggerakkan dan mengelola dakwah. Keberhasilannya dalam mengajak manusia kepada agama Allah, terhitung spektakuler. Bagaimana tidak, hanya dalam waktu 23 tahun beliau berhasil mengajak seluruh bangsa Arab dalam pelukan Islam, yang imbasnya secara alamiah dari generasi ke generasi Islam telah menyebar ke seantero jagad. Jumlah populasi muslim dunia ,kini yang mencapai kurang lebih 1.5 milyar tak lepas dari kiprah beliau selama 23 tahun tersebut. Bahasan di seputar keberhasilan dakwah, tak ada rujukan yang paling pantas kecuali merujuk pada warisan sunnah yang telah ditinggalkan manusia paling agung, yakni Muhammad Saw. Allah berfirman : “Serulah kepada Allah atas dasar basyiroh, aku dan orang-orang yang mengikutiku. Maha suci Allah, aku tiada termasuk orang-orang musyrik “ ( Yusuf ;108 )” Beberapa mufassir memberikan keterangan , yang dimaksud „ala basyiroh pada ayat diatas adalah „ala sunnah atau ala ilmin , maknanya ; dakawah kepada Allah hendaklah berdasar sunnah rasul-Nya. Perintah ini sangatlah logis, sebab telah terbukti dalam lembar sejarah Muhammad Saw sebagai rasul terakhir benar-benar telah berhasil dengan gemilang menjadikn Islam sebagai rahmatan lil alamin. Dan tak berlebihan kalau kemudian seorang peneliti barat Michael Hurt, menempatkan Muhammad Saw pada urutan pertama dari 100 tokoh dunia yang paling berpengaruh. Fakta yang terjadi pada era globalisai ini strategi dakwah yang diguakan para Da‟i dalam menyampaikan materi dakwahnya sama sekali kurang membuat masyarakat menjadi lebih terpesona dengan ajaran islamnya melainkan masyarakat malah menghindarinya dan bahkan jauh dari syari‟at islam dan strategi yang dilakukan oleh Rasulullah ketika berdakwah di Mekkah dan di Madinah.

1.2 RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah: 1. Bagaimana Dakwah Rasulullah saw di Mekkah? 2. Bagaimana Dakwah rasulullah saw di Madinah? 3. Bagaimana dakwah Rasulullah Secara Umum (sirriyah dan jahriyyah)? 1.3 TUJUAN Adapun beberapa tujuan dalam pembahasan makalah ini adalah: 1. Agar Dapat Mengetahui Dakwah Rasulullah saw di Mekkah. 2. Agas Dapat Mengetahui Dakwah Rasulullah saw di Madinah 3. Agar Dapat Mengetahui dakwah Rasulullah Secara Umum (sirriyah dan jahriyyah). BAB II PEMBAHASAN 1. DAKWAH DI MEKAH A. Masyarakat Arab Jahiliyah Periode Makkah Dalam bidang Agama, Bangsa Arab menyimpang dari ajaran agama Tauhid. Mereka ada yang memeluk agama Watsani (penyembah berhala), Yahudi, Nasrani, selain itu ada juga yang menyembah malaikat, bintang seperti yang dilakukan kaum Sabi‟in, matahari, bulan, dan jin yang dilakukan oleh sebagian masyarakat di luar Mekah. Dalam bidang sosial-politik; Ada dua bentuk sistem politik di dunia Arab; 1) kedaulatan politik diperintah oleh raja, seperti Kerajaan Yaman; 2) Tatanan politik kabilah yang menempatkan kepala masing-masing sebagai pemimpin.

- Fanatisme golongan (kabilah). mabuk-mabukkan. Nabi berdakwah kepada keluarga terdekat dan teman-teman yang beliau yakini menerima dakwah beliau. yang kalah akan dijadikan budak oleh kabilah yang menang. Al-Hijr/15:94. Dakwah di kalangan keluarga Setelah turun firman Allah swt QS. Dakwah secara terang-terangan Dakwah ini dilakukan setelah beliau menerima perintah Allah dalam QS. berzina. Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat. bila terjadi peperangan antar kabilah. Yang paling kasar penolakannya adalah paman beliau sendiri yang bernama Abu Lahab. Al-Mudatstsir/75: 1-6). B. mencuri. Di antara mereka ada yang masuk Islam. . Asy-Syu’arā’/26: 214 ÇËÊÍÈ š úüÎ/t•ø%F{$# y7s?uŽ •Ï±tã ö‘ É‹ Rr&ur 214. beliau mengumpulkan keluarga beliau dan mengajak mereka untuk bertauhid kepada Allah swt dan meyakini bahwa beliau Rasul Allah. Dakwah secara diam-diam (sembunyi-sembunyi) Dakwah ini dilakukan setelah beliau menerima wahyu QS. Dalam bidang ekonomi. ada pula yang menolak dengan lembut. - Merendahkan kedudukan perempuan Kebiasaan buruk seperti berjudi. masyarakat Mekah menggantungkan kehidupan ekonominya pada perdagangan. 3. sebagian menolak dengan kasar. Sejarah dakwah Rasulullah pada Periode Makkah 1. 2. merampok dan membunuh bukan merupakan perbuatan yang salah.

Mereka inilah yang meminta Rasulullah dan para sahabatnya untuk berhijrah ke Madinah. Substansi dakwah Rasulullah SAW pada periode Makkah · · · Ajakan Tauhīd (QS. pada mulanya jumlah mereka 6 orang. paman beliau dan Umar bin Khattab ra. Beliau berdakwah dengan menyeru di bukit Shafā. Hari kiamat.Al-Ikhlāsh/112:1-4) Kepercayaan terhadap kerasulan Muhammad saw. Di antara mereka yang bersedia masuk Islam terdapat beberapa orang Anshar di Madinah. 2. C. Akhirat serta pembalasan (QS. beliau berdakwah ke berbagai suku di sekitar Makkah.ÎŽ ô³ßJø9$# Ç`tã óÚÌ•ôãr&ur ã•tB÷sè? $yJÎ/ ÷íy‰ ô¹$$sù 94. kemudian bertambah 12 orang dan disusul kemudian oleh 73 orang laki-laki dan 2 orang perempuan. 4. Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. Al-Qāri’ah/101:1-11) ÇÌÈ èptãÍ‘ $s)ø9$# $tB y71u‘ ÷Š r& !$tBur ÇËÈ èptãÍ‘ $s)ø9$# $tB ÇÊÈ èptãÍ‘ $s)ø9$# ãA$t6Éfø9$# ãbqä3s?ur ÇÍÈ Ï^qèZ÷6yJø9$# ĸ#t•xÿø9$$Ÿ2 â¨$¨Y9$# ãbqä3tƒ tPöqtƒ ’ Îû uqßgsù ÇÏÈ ¼çmãZƒ Η ºuqtB ôMn=à)rO ÆtB $¨Br„sù ÇÎÈ ÂqàÿZyJø9$# Ç`ôgÏèø9$$Ÿ2 ¼çm• Bé„sù ÇÑÈ ¼çmãZƒ Η ºuqtB ôM¤ÿyz ô`tB $¨Br&ur ÇÐÈ 7puŠ ÅÊ#§‘ 7pt±Š Ïã ÇÊÊÈ 8puŠ ÏB%tn î‘ $tR ÇÊÉÈ ÷mu‹ Ïd $tB y71u‘ ÷Š r& !$tBur ÇÒÈ ×ptƒ Ír$yd 1. Dakwah kepada berbagai suku di sekitar Makkah Sejak tahun kesepuluh dari kenabian.ÇÒÍÈ tûüÏ. Apakah hari kiamat itu? . Pada periode ini tokoh besar bangsa Quraisy telah masuk Islam. yaitu Hamzah.

Tahukah kamu Apakah neraka Hawiyah itu? 11. 7. Niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu[1516] sampai kepada waktu yang ditentukan. Dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan. öqs9 ( 㕨zxsムŸw uä!%y` #sŒÎ) «!$# Ÿ@y_r& 4.3. Al-Fatĥ/48:29) Í‘ $¤ÿä3ø9$# ’ n?tã âä!#£‰ Ï©r& ÿ¼çmyètB tûïÏ%©!$#ur 4 «!$# ãAqß™§‘ Ó‰ £Jpt’ C WxôÒsù tbqäótGö6tƒ #Y‰ £Úß™ $Yè©. · Persamaan hak manusia · Persatuan. kalau kamu Mengetahui”. Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran. 5. (yaitu) api yang sangat panas.â‘ öNßg1t•s? ( öNæhuZ÷•t/ âä!$uHxqâ‘ . 9. Maka Dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. 8. Akhlāqul Karīmah (QS. Dan Adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya. Dan Adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya.ö•½jzxsムur ö/ä3Î/qçRèŒ `ÏiB /ä3s9 ö•Ïÿøótƒ ÇÍÈ š cqßJn=÷ès? óOçFZä. Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan. [1516] Maksudnya: memanjangkan umurmu. menggalang persatuan sesama mukmin dan bersikap tegas terhadap orang kafir (QS. Tahukah kamu Apakah hari kiamat itu? 4.Nūĥ/68:4) ¨bÎ) 4 ‘ ‡ K|¡• B 9@y_r& #’ n<Î) öNä. · Kesucian jiwa. 10. 6.

Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih . Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. · · Persaudaraan. tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin).An-Naĥl/16:125) ( ÏpuZ|¡ptø:$# ÏpsàÏãöqyJø9$#ur ÏpyJõ3Ïtø:$$Î/ y7În/u‘ È@‹ Î6y™ 4’ n<Î) äí÷Š $# `tã ¨@|Ê `yJÎ/ ÞOn=ôãr& uqèd y7-/u‘ ¨bÎ) 4 ß`|¡ômr& }‘ Ïd ÓÉL©9$$Î/ Oßgø9ω »y_ur ÇÊËÎÈ tûïω tGôgßJø9$$Î/ ÞOn=ôãr& uqèdur ( ¾Ï&Î#‹ Î6y™ 125. Strategi Dakwah Rasulullah SAW pada periode Makkah (QS. kamu Lihat mereka ruku‟ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. tetapi berkasih sayang sesama mereka.4 ÏŠ qàf•¡9$# Ì•rOr& ô`ÏiB OÎgÏdqã_ãr ’ Îû öNèd$yJ‹ Å™ ( $ZRºuqôÊÍ‘ ur «!$# z`ÏiB È@Š ÅgUM}$# ’ Îû ö/àSè=sVtBur 4 Ïp1u‘ öq-G9$# ’ Îû öNßgè=sVtB y7Ï9ºsŒ 3“ uqtFó™ $$sù xán=øótGó™$$sù ¼çnu‘ y— $t«sù ¼çmt«ôÜx© ylt•÷zr& ?íö‘ t“ x. 3 u‘ $¤ÿä3ø9$# ãNÍkÍ5 xአÉóu‹ Ï9 tí#§‘ – “ 9$# Ü=Éf÷èム¾ÏmÏ%qß™ 4’ n?tã Zot•Ïÿøó¨B Nåk÷]ÏB ÏM»ysÎ=»¢Á9$# (#qè=ÏJtãur (#qãZtB#uä tûïÏ%©!$# ª!$# y‰ tãur ÇËÒÈ $JJ‹ Ïàtã #·•ô_r&ur 29. D. tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud[1406]. Yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah Dia dan tegak Lurus di atas pokoknya. Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil. menebarkan kasih sayang dan menghindari peperangan Melebur kepentingan pribadi ke dalam kepentingan umum. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. [1406] Maksudnya: pada air muka mereka kelihatan keimanan dan kesucian hati mereka.

Bentuk-bentuk Keberhasilan Dakwah Rasulullah saw. [845] Hikmah: ialah Perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil.mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orangorang yang mendapat petunjuk. Di Makkah · · · · · Keimanan dan Akidah Akhlak Persamaan Hak Terbentuknya masyarakat muslim (ummat) Terbentuknya solideritas di antara mereka 2. · · · · · · · · · Sembunyi-sembunyi /rahasia Terang-terangan Keteladanan Ĥikmah Mau’idhah Ĥasanah Mujādalah Tabsyīr dan Tandzīr Targhīb dan Tarhīb Al-Wa’du dan Al-Wa’īd E. DAKWAH DI MADINAH .

Masa Kemenangan. yang terdiri dari dua suku Aus dan Khajraj. tahun 6 H) 2. dengan para pemimpin paganisme (hingga Fathu Makkah pada bulan Ramadhan 8 H) 3. yaitu: 1. Sejarah dakwah Rasulullah pada periode Madinah Tahapan dakwah Rasulullah saw periode Madinah setidaknya ada 3 tahapan. 2. masa disaat manusia berbondong-bondong masuk Islam (hingga wafatnya Nabi saw. 3. Masyarakat yang dihadapi Rasulullah pada periode Madinah Masyarakat di Madinah ada tiga kelompok masyarakat. Yang meliputi 2 kelompok. yaitu: 1) Anshar (penduduk asli Madinah.) C. Masa Perdamaian. Kāffah Menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia . Substansi dakwah dakwah Rasulullah SAW pada periode Madinah · · · Mendirikan pemerintahan & masyarakat Islam Menerapkan hukum-hukum Islam sec. yang kebanyakan tidak membenci Islam dan banyak yang akhirnya berpaling ke Islam. Kelompok musyrik. Masa Rintangan (dimulai dari awal tahun Hijriyah hingga disepakatinya perjanjian Hudaibiyah. namun tetap fanatik dengan ajarannya (yang kebanyakan berbau magis dan pagan) B. yaitu: 1.A. 2) Muhajirin (kaum muslimin yang hijrah ke Madinah). Kelompok Yahudi (komunitas pertama yang menetap di Yatsrib sejak abad pertama Masehi) yang telah berbaur dengan orang Arab. Kaum muslimin yang setia kepada Nabi saw.

Bentuk-bentuk Keberhasilan Dakwah Rasulullah saw. Rahasia Keberhasilan Dakwah Rasulullah saw. E. Adanya konsistensi Nabi saw dengan kode etik dakwah . Dakwah dengan Perjanjian & Bai‟at Perjanjian antar Kaum Muhajirin dan Anshar Perjanjian dengan kaum Yahudi dan Nashrani Perjanjian Hudaibiyah Dakwah dengan Peperangan Dakwah dengan Korespondensi & Utusan dgn Raja-raja Dakwah dengan Penerapan Sendi-sendi Hukum Islam dari segi Politik.· Konsolidasi & pengembangan daulah Islam D. Di Madinah · · · pranata sosial ekonomi pranata politik dan pemerintahan pranata militer F. Ekonomi dan social kemasyarakatan · Dakwah dengan Akhlāqul Karimah dalam Kehidupan Sehari-hari. Strategi dakwah dakwah Rasulullah SAW pada periode Madinah · · · · · · Dakwah dengan Mendirikan Masjid Dakwah dengan membangun pola persaudaraan. 1.

yang imbasnya secara alamiah dari generasi ke generasi Islam telah menyebar ke seantero jagad. Tidak melakukan diskriminasi sosial (QS. Allah berfirman : “Serulah kepada Allah atas dasar basyiroh. Sabā:47. dan surat Hūd:29 dan 51) 5.2. terhitung spektakuler.108 )” . Al-Baqarah/2:44. dalam menggerakkan dan mengelola dakwah. qudwah) yang beliau berikan kepada para sahabat. „Abasa:1-2. 127. Al-An‟Ām/3:108) Tidak melakukan kompromi dalam masalah agama (QS.5 milyar tak lepas dari kiprah beliau selama 23 tahun tersebut. Al-Maidah:78-79) Tidak menyampaikan ha-hal yang tidak diketahui (QS. Keberhasilannya dalam mengajak manusia kepada agama Allah. yakni Muhammad Saw. 145. Jumlah populasi muslim dunia . Bahasan di seputar keberhasilan dakwah.kini yang mencapai kurang lebih 1. 6. 7. Ash-Shaff/:2-3) Tidak mencerca sesembahan lawan (non muslim) (QS. hanya dalam waktu 23 tahun beliau berhasil mengajak seluruh bangsa Arab dalam pelukan Islam. tak ada rujukan yang paling pantas kecuali merujuk pada warisan sunnah yang telah ditinggalkan manusia paling agung. Bagaimana tidak. 2. Al-Isrā‟:36) 3. Al-Kāfirūn:1-6) Tidak memungut imbalan (QS. aku tiada termasuk orang-orang musyrik “ ( Yusuf . Al-An‟ām:52 dan Al-Kahf:28) Tidak mengawani pelaku maksiat (QS. Maha suci Allah. Asy-Syu‟arā‟:109. STRATEGI DAKWAH RASULULLAH SAW SECARA UMUM Rasulullah Saw adalah contoh terbaik. 180. 4. 164. Adanya keteladanan (uswah. Tidak memisahkan antara ucapan dan perbuatan (QS. aku dan orang-orang yang mengikutiku. G. 3. Konsistensi dengan Kode Etik Dakwah 1.

memang menjdi titik strategis dalam menentukan perjalanan dakwah rasulullah berikutnya. disepakati fase dakwah rasulullah secara global ada dua tahapan . yang dimaksud „ala basyiroh pada ayat diatas adalah „ala sunnah atau ala ilmin . akan disajikan secara garis besar bagaimana rasulullah Saw dalam meletakkan strategi dakwah. Fase Dakwah Rasulullah. yang dibidik pertama rasulullah pada masa ini meliputi . Menurut keterangan seorang sejarawan yang bernama Ibnu Ishak. Keberhasilan dakwah rasulullah yang paling menonjol pada masa dakwah sirriyah. Zubair bin Awwam . sementara dakwah jahriyyah diawali setelah Allah memerintahkan beliau dengan turunnya surat Al-Hijr ayat . b). A. Ketiga tokoh ini . Dakwah dengan cara rekruitment ( ad-da‟wah „alal isthifa‟ ). Utsman bin Affan. Dalam catatan para sejarawan. . Dari sekian banyak masyarakat quraisy.Beberapa mufassir memberikan keterangan . Dakwah sirriyah dijalaninya selama kurang lebih 3 tahun di awal masa kenabian. a). dan dari kalangan pemuka dan tokoh masyarakat adalah Abu Bakar As-shidiq. antara lain . antara lain . dari kalangan wanita istrinya sendiri Khadijah. masuk Islamnya Abu Bakar ( Ibnu Qohafah ) tak lama kemudian berhasil digandeng pemukapemuka quraisy ke dalam barisan dakwah rasulullah. Dan tak berlebihan kalau kemudian seorang peneliti barat Michael Hurt. maknanya . dapat diringkas ada 3 strategi penting dan sangat mendasar . Pada season ini. dan peran Abu Bakar yang mampu melebarkan dakwah ke kalangan para elit quraisy. sebab telah terbukti dalam lembar sejarah Muhammad Saw sebagai rasul terakhir benar-benar telah berhasil dengan gemilang menjadikn Islam sebagai rahmatan lil alamin. menempatkan Muhammad Saw pada urutan pertama dari 100 tokoh dunia yang paling berpengaruh. Abdurrahman bin Auf. Perintah ini sangatlah logis. terutama peran Khadijah yang mendukung total dakwah beliau dengan pertaruhan total seluruh harta dan jiwanya. Dakwah dengan memberdayakan kaum wanita. 92. Saad bin Abi Waqas dan Thalhah bin Ubaidillah. hingga pengaruhnya semakin meluas sepanjang zaman. Keenam sahabat inilah yang memiliki peran penting dalam membentuk generasi assabiquunal awwalun ( generasi pertama Islam ). dari kalangan remaja Ali bin Abi Thalib. dakawah kepada Allah hendaklah berdasar sunnah rasul-Nya. dakwah sirriyah dan dakwah jahriyyah.

Dari kedua wanita iilah secara bertahap wanita-wanita terkemuka quraisy . Dakwah kepada kerabat ( da‟watul aqrobin ). Kemudian pada fase dakwah jahriyyah. Media –media umum yang bisa dipergunakan untuk dakwah tak luput dari perhatian rasulullah dalam menegakkan dakwah risalah. Hamzah bin Abdul Mutholib.antara lain . jelas memperkuat posisi dakwah rasul di Makkah saat itu. Ketokohan Hamzah bin Abdul Mutholib dari sisi keparajuritan di mata masyarakat quraisy. beliau inilah yang menjadi palang pintu kedua rasulullah dalam menghadapi intimidasi dari Abu Jahl dan Abu Lahab.wanita di masa awal dakwah terus diberdayakan oleh rasulullah. masuk Islam diantaranya bibi Rasulullah dari jalur bapaknya. Kedua . a). Pada konteks ini. Media pertemuan-pertemuan keluarga dijadikan sarana rasulullah untuk mengajak kaum kerabatnya yang tergolong kelas pemimpin di mata masyarakat quraisy. 12 orang ini membawa 70 orang dari Madinah yang bersedia . karena kaum wanita sesungguhnya memiliki kekuatan dahsyat. namun inilah palang pintu utama rasulullah dalam menghadapi intimidasi kaum quraisy. b). Dakwah dengan menggunakan media umum ( dakwah „ammah ). pertama Abu Thalib . berhasil direkrut dua paman rasulullah yang menjadi pembela dakwah beliau . Pada masa ini yang perlu digaris bawahi adalah dipergunakannya momentum haji oleh rasulullah untuk dakwah. Di rumah ini pulalah Umar bin Khattab diislamkan Rasulullah. hingga berhasil bergabung dalam barisan dakwah beliau 12 orang dari suku Aus dan Khazroj dari Madinah pada musim haji. Inilah tempat pendadaran dan penggemblengan sejumlah sahabat utama rasulullah. di pinggiran kota Makkah. bila ini diperdayakan untuk gerakan dakawah akan menghasilkan hasil yang sangat pesat. c). Pembinaan aqidah pada masa awal risalah difokuskan di rumah salah seorang sahabat yang bernama Arqom bin Abil Arqom. Dakwah difokuskan pada pembinaan aqidah. yang nantinya sahabat ini dipercaya rasullah membuka dakwah di kota Yastrib. meski belum mau menerima ajaran Islam . point-point penting yang mendorong keberhasilan dakwah rasulullah. Pada musim haji berikutnya . mendukung dakwah beliau. yang menjadi titik sentral adalah peran Khadijah yang berhasil mendidik putri-putri Rasulullah . Peran kedua dijalankan oleh Asma binti Abu Bakar . yang menjadi pahlawan pada perjalanan hijrah beliau ke Madinah. selain telah menerima ajaran Islam . Pada masa ini . Di rumah ini pullalah sahabat Mus‟ab bin Umair dididik rasulullah.

karena terbatasnya waktu dan kesempatan. Dakwah dengan tulisan ( surat ) Rasulullah tidak meninggalkan peran dunia tulis menulis dalam dakwahnya. KESIMPULAN Dakwah Rasulullah saw di Mekkah pada awalnya secara sembunyi-sembunyi dan kemudian setelah banyak orang-orang quraisy yang masuk islam maka dakwah Rasulullah saw mulai terang-terangan yang di pelopori melalui Umar bin Khattab r. guna terus menggelorakan dakwah Islam di muka bumi ini. Kegiatan tulis menulis inilah yang dikemudian hari dikembangkan oleh para sahabat beliau dan para tabi‟in untuk menyebarkan dakwah Islam ke seluruh pelosok dunia.a. untuk diajak beriman kepada Allah. Namun yang paling penting bagaimana kita bisa meneladani strategi dakwah beliau . lewat parea sahabatnya beliau menggunakan tulisan untuk menjangkau sasaran dakwah yang sangat jauh. Diantaranya yang berhasil masuk Islam adalah raja Najasi di Habasyah ( Ethiophia – Afrika ). Peristiwa inilah yang dikenal dalam sejarah dengan sebutan Ba‟aitul aqobah pertama dan Ba‟aitul aqobah kedua.masuk Islam dan setia membela rasul dalam perjuangan dakwahnya. hampir semua ulama meninggalkan karya yang bisa dibaca dan diwriskan pada generasi berikutnya. Seperti beliau mengirim surat kepada para raja. Strategi dakwah Rasulullah saw pada periode Mekkah ini ialah sebagai berikut: Sembunyi-sembunyi /rahasia . BAB III PENUTUP A. tentunya tak mungkin kita bahas semua strategi dakwah rasulullah pada kesempatan ini. c). meskipun beliau ditakdirkan sebagai seorarng yang buta huruf. Itulah beberapa point-point penting yang bisa disajikan dalam makalah inii. yang dalam perjalanan dakwah Islam raja Najasyi kontribusinya tidak kecil. Bahkan di kalangan sahabat dan tabi‟in. di era abad informasi ini.

Ekonomi dan social kemasyarakatan .Terang-terangan Keteladanan Ĥikmah Mau’idhah Ĥasanah Mujādalah Tabsyīr dan Tandzīr Targhīb dan Tarhīb Al-Wa’du dan Al-Wa’īd Strategi dakwah dakwah Rasulullah SAW pada periode Madinah Dakwah dengan Mendirikan Masjid Dakwah dengan membangun pola persaudaraan. Dakwah dengan Perjanjian & Bai‟at Perjanjian antar Kaum Muhajirin dan Anshar Perjanjian dengan kaum Yahudi dan Nashrani Perjanjian Hudaibiyah Dakwah dengan Peperangan Dakwah dengan Korespondensi & Utusan dgn Raja-raja Dakwah dengan Penerapan Sendi-sendi Hukum Islam dari segi Politik.

KESIMPULAN . Dakwah dengan tulisan ( surat ) B. Semoga para pembaca dapat mengambil hikmah dari makalah yang kami tulis ini. Dakwah dengan menggunakan media umum ( dakwah „ammah ).Dakwah dengan Akhlāqul Karimah dalam Kehidupan Sehari-hari. Dakwah difokuskan pada pembinaan aqidah. Dakwah dengan memberdayakan kaum wanita. SARAN Alhamdulillah berkat rahmat dan hidayah Allah swt kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Strategi dakwah Rasulullah saw” ini dengan sekemampuan kami. Strategi dakwah secara sembunyi (sirriyyah): Dakwah dengan cara rekruitment ( ad-da‟wah „alal isthifa‟ ). Namun kami selaku penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini banyak kekurangan yang harus segera diperbaiki. Strategi dakwah secara terang-terangan (jahriyyah): Dakwah kepada kerabat ( da‟watul aqrobin ). BAB III PENUTUP C. Maka dari itu kami meminta kepada pembaca untuk menganalisis kembali makalah kami serta menambahkan hal-hal yang kurang dan memberikan saran dan kritik yang membangun agar dalam pembuatan makalah kedepnnya kami bisa lebih berhati serta memiliki banyak pengalaman dari pembaca.

Strategi dakwah Rasulullah saw pada periode Mekkah ini ialah sebagai berikut: Sembunyi-sembunyi /rahasia Terang-terangan Keteladanan Ĥikmah Mau’idhah Ĥasanah Mujādalah Tabsyīr dan Tandzīr Targhīb dan Tarhīb Al-Wa’du dan Al-Wa’īd Strategi dakwah dakwah Rasulullah SAW pada periode Madinah Dakwah dengan Mendirikan Masjid Dakwah dengan membangun pola persaudaraan.a. Dakwah dengan Perjanjian & Bai‟at Perjanjian antar Kaum Muhajirin dan Anshar Perjanjian dengan kaum Yahudi dan Nashrani .Dakwah Rasulullah saw di Mekkah pada awalnya secara sembunyi-sembunyi dan kemudian setelah banyak orang-orang quraisy yang masuk islam maka dakwah Rasulullah saw mulai terang-terangan yang di pelopori melalui Umar bin Khattab r.

Semoga para pembaca dapat mengambil hikmah dari makalah yang kami tulis ini. Dakwah dengan menggunakan media umum ( dakwah „ammah ). Dakwah difokuskan pada pembinaan aqidah. Maka dari itu kami meminta kepada pembaca untuk menganalisis kembali makalah kami serta menambahkan hal-hal yang kurang dan memberikan saran dan kritik yang membangun agar . Strategi dakwah secara sembunyi (sirriyyah): Dakwah dengan cara rekruitment ( ad-da‟wah „alal isthifa‟ ). SARAN Alhamdulillah berkat rahmat dan hidayah Allah swt kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Strategi dakwah Rasulullah saw” ini dengan sekemampuan kami. Namun kami selaku penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini banyak kekurangan yang harus segera diperbaiki. Strategi dakwah secara terang-terangan (jahriyyah): Dakwah kepada kerabat ( da‟watul aqrobin ).Perjanjian Hudaibiyah Dakwah dengan Peperangan Dakwah dengan Korespondensi & Utusan dgn Raja-raja Dakwah dengan Penerapan Sendi-sendi Hukum Islam dari segi Politik. Dakwah dengan tulisan ( surat ) D. Ekonomi dan social kemasyarakatan Dakwah dengan Akhlāqul Karimah dalam Kehidupan Sehari-hari. Dakwah dengan memberdayakan kaum wanita.

ilmu tentang siroh Nabi Shollallahu „Alaihi wa Sallam. serta mengetahui bahwa Islam sangat menekankan pemeluknya untuk selalu menuntut ilmu. PENDAHULUAN ‫ال حمذ هلل ال زْ أس عل س عُل ً ب ال ٍذِ َدٔ ه ال حق ف ؤظٍشي ع لّ ال باطل أٔ ذي هللا ب ى صشي َب ال مؤم ى ٕه‬ ‫هللا ال ٔ خاف ُن ل ُمت الئ م رل ك ف ضل هللا ف كاو ُا م تآل ف ٕه م تحاب ٕه مج تم ع ٕه ٔ جاٌذَن ف ٓ ع ب ٕل‬ ‫ٔ ؤت ًٕ مه ٔ شاء َهللا رَ ال ف ضل ال عظ ٕم َأ شٍذ أن ال إل ً إال هللا َحذي ال ششٔ ك ل ً ال ح ل ٕم ال كشٔ م‬ . Jakarta: Kencana. Di dalamnya mencakup sejarah kehidupan beliau. 1997. ‫[أما ب عد َأ شٍذ أن محمذا ع بذي َس عُل ً ع ل ًٕ أف ضل ال ص الة َال ت غ ل ٕم‬1] : Bagi seorang muslim yang mengakui Allah sebagai Robbnya dan Muhammad sebagai Rosul teladannya. BAB IV DAFTAR PUSTAKA Al-Qur‟an dan Terjemah Syamsuri. Mutiara Kisah 25 Nabi & Rasul Dalam Al-Qur’an. Hamid. orang-orang yang . 2006. Surabaya: CV. 2007. Disusun oleh : David Tugas Setyawan A. M. Pendidikan Agama Islam Untuk Kelas X. sahabat. Jakarta: Penerbit Erlangga. Edisi KTSP. maka termasuk dari ilmu yang cukup penting untuk dipelajari yaitu. mu‟amalah dengan ahli keluarga. Karya Utama Dan beberpa sumber lain yang relevan MAKALAH SIROH INI DITULIS DARI SEGI TINJAUAN DA‟WAH. baik mengenai ibadah. Wahyu Ilahi. Pengantar Sejarah Dakwah.dalam pembuatan makalah kedepnnya kami bisa lebih berhati serta memiliki banyak pengalaman dari pembaca.

Namun ketika terjadi perjanjian Hudaibiyah. Az-Zuhri pernah melukiskan betapa perjanjian Hudaibiyah adalah suatu peristiwa yang benar-benar signifikan dan agung sebagai pijakan ke depan bagi perkembangan da‟wah islamiyah berikutnya. Sungguh telah masuk ke dalam pangkuan Islam pada kedua tahun itu. Al-Ahzab : 21) Salah satu penggalan episode kehidupan Rosululloh yang wajib untuk kita ketahui. Az-Zuhri menyatakan : ‫او الٍذوت ََ ع الحش َ مه الىاط فما فت فٓ ا عال فت بلً ان أعظم مىً إوما ان ال تا حٕ الت ّ الىاط فلما‬ ‫ذ د ل فٓ تٕىك الغىتٕه فتفاَ ُا فٓ الحذٔ َالمىاصعت فلم ٔكلم أحذ با عال ٔع ل شٕ ا إال د ل فًٕ َل بعضٍم بعضا َالت ُا‬ ‫م ل مه ان فٓ ا عال بل رلك أَ أ ش‬. pelajari. maka muncullah gencatan senjata sehingga dari pihak muslimin dan musyrikin pun merasa aman.” (QS. Sebab Nabi Muhammad adalah seorang panutan dan imam. Apabila terjadi pertemuan antara kedua belah pihak. Pada tahapan ini terjadi banyak sekali pertentangan dan pertarungan dari dalam Islam maupun dari luar Islam yang menghendaki tercabutnya akar-akar kekuatan da‟wah kaum muslimin. bahkan lebih banyak lagi. Sampai-sampai tidak ada seorang pun yang berakal diajak untuk masuk Islam.[2] Allah berfirman : ‫ٕشال ذ ان لكم فٓ سعُ هللا أعُة حغىت لمه ان ٔش ُ هللا َالُٕ اٖ ش َر ش هللا‬ “Sungguh. jika terjadi pertemuan (antara pihak muslim dan musyrikin). melainkan dia memeluk Islam. TAHAP PERKEMBANGAN DA‟WAH DAN JIHAD PADA PERIODE MADINAH Syaikh Safiyurrohman al-Mubarokfuri dalam kitabnya memaparkan bahwa perkembangan da‟wah dan jihad pada periode Madinah terbagi menjadi 3 tahapan.”[3] B. telah ada pada (diri) Rosululloh itu terdapat suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharab (rahmat) Allah dan (kedatangan)hari kiamat dan banyak mengingat Allah. . yaitu[4] : 1) Tahap pembentukan masyarakat yang Islami dan pengokohan da‟wah Islam. maka mereka akan saling bertukar pikiran dan informasi. yang semua orang akan memperoleh hidayah dengan menempuh cahaya tuntunan dan sunnahnya. Karena (sebelumnya) yang ada hanyalah peperangan demi peperangan. sejumlah manusia yang sama banyaknya seperti sebelum peristiwa Hudaibiyah. “Tidaklah ada sebuah kemenangan lebih agung daripada perjanjian Hudaibiyah yang telah terjadi sebelumnya. hayati dan amalkan dalam kehidupan sebagai seorang muslim adalah peristiwa perjanjian Hudaibiyah.menolong beliau dan musuh-musuhnya. Tahap ini selesai dengan kemenangan kaum muslimin dalam banyak pertempuran-pertempuran dan terjadinya perjanjian Hudaibiyah pada dzul qo‟dah tahun ke-6 hijriyah.

[7] 1) ‫( عمشة الحذٔبٕت‬Umroh Hudaibiyah) pada tahun ke-6 hijriyah . sisisisinya termasuk perbatasan tanah haram Makkah dan sebagian besar tidak termasuk. 3) Tahap penerimaan utusan-utusan bersamaan dengan masuknya manusia ke dalam agama Allah berbondong-bondong. serta untuk membantah propaganda kaum Quraisy bahwa kaum muslimin tidak mengakui kemuliaan Ka‟bah. Sebab pada saat perjanjian ini terjadi berhentilah pertentangan dan pertarungan yang muncul dari dalam Islam maupun dari luar yang selalu memusuhi kaum muslimin. Tahap ini berlangsung sampai wafatnya Rosululloh Shollallahu „Alaihi wa Sallam pada bulan Robi‟ul Awwal tahun ke-11 hijriyah Bila kita cermati ternyata perjanjian Hudaibiyah memang memberikan suatu dampak yang besar bagi perkembangan da‟wah Islam. Ini untuk menampakkan hakikat syi‟ar kaum muslimin terhadap Ka‟bah dan pengagungan mereka terhadapnya. Tujuan Rosululloh Pergi ke Makkah Rosululloh bermaksud untuk melaksanakan ibadah umroh. iv. dan semuanya dilaksanakan pada bulan Dzul Qa‟dah. Tahapan ini berakhir dengan terjadinya fathu Makah pada bulan romadhon tahun ke-8 hijriyah. KRONOLOGI SINGKAT PERISTIWA PERJANJIAN HUDAIBIYAHi.2) Tahap kesepakatan perjanjian dengan musuh bebuyutan yang paling besar dan penyebaran da‟wah Islam kepada raja-raja di dunia serta penumpasan komplotan-komplotan yang memusuhi Islam. Apa Itu Hudaibiyah : Hudaibiyah adalah nama sebuah sumur yang berjarak 22 km sebelah barat daya Makkah.[5] ii. Kapan Terjadinya Perjanjian Hudaibiyah : Perjanjian Hudaibiyah terjadi pada bulan Dzul Qa‟dah tahun ke-6 hijriyah : iii. Wakil Rosululloh di Madinah : Berkata Ibnu Hisyam Rosululloh mewakilkan kepemimpinan kota Madinah kepada seorang sahabat yang bernama Numailah bin Abdullah al-Laitsi. i. C. Umroh Nabi Muhammad Shollallahu „Alaihi wa Sallam Nabi Muhammad berumroh setelah hijroh ke Madinah sebanyak 4 kali.[6] v.

Peristiwa-peristiwa Yang Terjadi Sejak Sebelum Keberangkatan ke Makkah Hingga Sebelum Terjadi Perjanjian Hudaibiyah  Seruan Rosululloh kepada manusia untuk keluar bersamanya. Anshor dan kabilahkabilah Arab lainnya. vi. Al-Qur an telah mengungkap dan menyingkap apa yang sebenarnya mereka sembunyikan dalam hati dalam surat Al-Fath ayat 1112 : ‫مه ٔملك لكم مه هللا شا ش لتىا أمُالىا َأٌلُوا فاعت فش لىا ٔ ُلُن بؤلغىتٍم ما لٕظ فٓ لُبٍم ل فعٕ ُ لك المخلفُن مه ا ع‬ ‫ُن بٕشا )شٕ ا إن أساد بكم شا أَ أساد بكم وفعا بل ان هللا بما تعمل‬11) ‫بل ظىىتم أن له ٔى ل الشعُ َالمؤمىُن إلّ أٌلٍٕم‬ ) ‫أبذا َصٔه رلك فٓ لُبكم َظىىتم ظه الغُء َ ىتم ُما بُسا‬12) . oleh karena itu dinamai dengan umroh qodhiyyah. karena kata qodho‟(‫ ) ضاء‬di sini berasal dari kata al-muqodhoh (‫[)الم ا اة‬8] sebab Rosululloh bisa mengalahkan penduduk Makkah sehingga beliau dapat melaksanakan umroh. lalu pulang setelah menyempurnakan umrohnya.2) ‫ عمشة ال ضٕت‬/‫( عمشة ال ضاء‬Umroh Qodhiyah/Umroh Qodho‟) pada tahun ke-7 hijriyah. Beliau memasuki Kota Makkah dan tinggal di sana selama 3 hari. 3) Umroh dari Ji‟ronah Ketika beliau Shollallahu „Alaihi wa Sallam telah membagi ghonimah dari Hunain. maka ia berarti umroh pengganti dari umroh yang sebelumnya. Ia berpendapat umroh qodho‟ bukanlah umroh pengganti dari umroh sebelumnya. dan pada umroh qodhiyah ini tidak semua sahabat ikut serta. Bukan berasal dari kata qodho – qodho an ( ّ‫)ضاء ض‬. Ada dua riwayat dari imam Ahmad yang salah satunya mengatakan bahwa itu adalah umroh pengganti. Jumlah mereka sekitar 1400 orang[9]. sehingga mereka menuju Makkah dalam jumlah yang banyak. Para ulama berselisih paham mengenai apakah umroh qodho‟ ini adalah umroh sebagai pengganti umroh pada tahun sebelumnya yang tidak terlaksana atau umroh lain yang bukan merupkan umroh pengganti. Lalu beliau keluar bersama kaum Muhajirin. Alasan kedua. Tetapi banyak dari penduduk desa ini yang merespon panggilan ini dengan lambat bahkan menolaknya. para sahabat yang terhalang dari umroh pertama berjumlah 1400 orang. yang pertama pendapat imam Malik. 4) Umroh yang Rosululloh gabungkan bersama dengan haji (qiron) pada waktu haji wada‟. Sebab beliau khawatir jika orang-orang Quraisy akan menghalangi dan memerangi mereka sebelum tiba di Baitullah. Seandainya ini adalah umroh pengganti. Rosululloh menyeru orang-orang Arab para penduduk desa yang berada di sekitar Madinah untuk keluar bersamanya. Dan ini adalah pendapatnya Abu Hanifah. tentu mereka semua tidak akan tertinggal satu orang pun kecuali dia akan ikut serta bersama Rosululloh dalam umroh kedua ini. Pendapat kedua ini ada dua alasan. Mereka beralasan karena umroh yang kedua ini dinamai dengan umroh qodho‟.

Juhainah.[15] Rosululloh bersama sahabat di Usfan mendirikan sholat Khauf. sikap dan langkah mereka terhadap rombongan Rosululloh. Al-Fath: 11-12) Mujahid dan Ibnu Abbas meyebutkan yang dimaksud A‟rob dalam ayat ini adalah kabilah Ghifar. Sementara itu Kholid bin Walid dan tentaranya sudah menghadang di Kira‟ al-Ghamim. agar mereka minta bantuan kepada Quraisy untuk mempertahankan wilayah dari serangan kaum muslimin.[12] Setelah rombongan sampai di Rauha[13]. bila nanti ada yang menghalangi maka terpaksalah ia dibunuh. Asyja‟ dan ad-Dail. beliau membawa sekitar 700 unta.[16] Rosululloh langsung mengajak para sahabat bermusyawarah. Tetapi kamu menyangka bahwa Rosul dan orang-orang mukmin tidak akan sekali-kali kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan syaitan telah menjadikan kamu memandang baik dalam hatimu persangkaan itu dan kamu telah menyangka dengan persangkaan buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa. karena suasana yang genting di sana.  Rosululloh dan para sahabat dalam perjalanan menuju Makkah Sesampainya rombongan di Dzul Hulaifah mereka berhenti untuk mendirikan sholat dan mulai mengenakan pakaian ihrom. Rombongan kembali melanjutkan perjalanan. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. Rosululloh memasang kalung di sejumlah leher binatang sebagai tanda bahwa binatang itu dipersiapkan untuk korban.[17]  Rosululloh dan para sahabat di Hudaibiyah . Setibanya di Usfan[14] mereka bertemu dengan Basar bin Sufyan al-Khuza‟i. Aslam. kemudian mereka membawa anak istri keluar dari Makkah sambil bertekad untuk tidak mengizinkan beliau memasuki Makkah. Beliau mengusulkan untuk menyerang beberapa perkampungan yang bersekutu dengan Quraisy. Namun Abu Bakar mengingatkan Rosululloh kalau mereka pergi dengan tujuan untuk umroh bukan untuk berperang. maka mohonkanlah ampunan untuk kami. Akhirnya Nabi Muhammad pun menyetujui usul ini.[10] Rosululloh juga membawa sejumlah hewan qurban. lalu ia melapor kepada Rosululloh bahwa orang-orang Quraisy telah mendengar kabar kedatangan beliau.” Mereka mengucapkan dengan lidah mereka apa yang tidak ada pada hati mereka. untuk mencari informasi tentang keadaan. Rosululloh mendapat kabar bahwa musuh siap menyerang. Muzainah. Lalu beliau mengirim beberapa sahabat untuk memastikan hal itu.“Orang-orang Badui yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan mengatakan:”Harta dan keluarga kami telah merintangi kami.[11] Rosululloh menugaskan Basar bin Sufyan al-Khuza‟i melakukan kegiatan spionase terlebih dulu di tengah-tengah pihak Quraisy. agar memberikan rasa aman bagi manusia bahwa umroh ini bertujuan untuk berziarah dan mengagungkan baitullah. Katakanlah:”Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Merekalah orang Arab Badui yang berada di sekitar Madinah.” (QS.

maka sesungguhnya dia melanggar atas (janji) sendiri. Allah berfirman : ‫ّ بما عاٌذ علًٕ هللا فغٕؤتًٕ أ شا علّ وفغً َمه أَفإن الزٔه ٔبأعُوك إوما ٔبأعُن هللا ٔذ هللا فُ أٔذٍٔم فمه وك فئوما ٔىك‬ ‫عظٕما‬. maka Dia akan memberinya pahala yang besar. “Bahwa orang-orang yang berjanji setia kepadamu (Muhammad). Mereka semua berbai‟at untuk membalaskan kematian Utsman sampai titik darah penghabisan. orang-orang Arab akan mempergunjingkan kejadian ini. maka barangsiapa melanggar janji. Rosululloh Shollallahu „Alaihi wa Sallam langsung mengumpulkan para sahabatnya untuk berbai‟at di bawah sebuah pohon yang bernama Sammuroh. dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah. sampai-sampai para tokoh Quraisy mempersilakannya thawaf di Masjidil Haram.” (QS. Bani „Adi tak dapat melindunginya. Mereka takut bila kaum muslimin berhasil masuk Makkah. Para sahabat berkata:”Qaswa mogok dan tidak mau berjalan.” Lalu beliau mengarahkan rombongan untuk terus berjalan dan baru berhenti di ujung wilayah Hudaibiyah. Perkataan ini berakibat ia ditawan oleh Quraisy. Setelah rombongan Rosululloh berhenti di Hudaibiyah. tiba-tiba unta yang dikendarai Nabi yaitu Qashwa menderum tak bergerak. tepatnya di sebuah mata air yang mulai mengering.” Tapi ucapan itu dibantah oleh Nabi:”Qaswa tidak mogok dan itu bukanlah dari kebiasaannya. Tangan Allah di atas tangan-tangan mereka. Namun Rosululloh dengan tegas menyatakan bahwa Utsman tidak akan melakukannya hingga kaum muslimin thawaf bersamanya.[20] Maka terdengarlah isu bahwa Utsman terbunuh di tangan orang-orang Quraisy.[18]  Peristiwa Bai‟at ar-Ridwan Usman bin Affan tak lama kemudian pergi menemui para tokoh Quraisy setelah terlebih dahulu minta jaminan keamanan kepada Abban bin Sa‟ad bin al-„Ash al-Umawi. di samping itu kaumnya yakni. Utsman melakukan tugasnya dengan baik. sesungguhnya mereka hanya berjanji setia kepada Allah. Ketika rombongan ini hampir memasuki Hudaibiyah. maka terjadilah saling kirim mengirim utusan antara kaum muslimin dengan kaum musyrikin. Tetapi Quraisy tampaknya masih keras kepala dan bersikukuh untuk tidak mengizinkan rombongan para sahabat memasuki Makkah. Lalu dengan jaminan perlindungan itu ia menyampaikan maksud dan tujuan Rosululloh kepada tokoh-tokoh Quraisy. Tetapi Utsman menolaknya sebelum Rosululloh mendahului thawaf dulu sebelum dia tawaf di Masjidil Haram. 18-21 surat al-Fath. Rosululloh kemudian ingin mengutus Umar bin Khattab namun diganti oleh Utsman bin Affan.[21] Berkenaan dengan peristiwa tersebut Allah menurunkan ayat 10.Rosululloh dan para sahabat selalu mencari jalan lain di perjalanan untuk menghindari kontak fisik dengan pihak musyrikin. Al-Fath : 10) .[19] Keterlambatan Utsman kembali ke barisan kaum muslimin membuat sebagian kaum muslimin berkata bahwa Utsman telah mendahului mereka thawaf di Baitullah. karena Umar menunjukkan permusuhannya yang hebat terhadap Quraisy dan Quraisy mengetahui hal itu.

perundingan berjalan alot. Maha Bijaksana. tiba-tiba Utsman muncul kembali di tengah-tengah mereka. Seputar peristiwa perjanjian Hudaibiyah Pasca Bai‟at ar-Ridhwan dari pihak Quraisy mulai mengutus beberapa orang utusan untuk melakukan tawar menawar dan perundingan dengan kaum muslimin.(20) Dan kemenangan-kemenangan ) atas negeri-negeri lain yang tidak dapat kamu perkirakan. tepat setelah bai‟at berlangsung.[24] Ada beberapa point yang sebenarnya ingin ditulis dalam kesepakatan tersebut oleh Ali sebagai penulis Rosululloh. yakni Jadd bin Qais. lalu Dia memberikan ketenangan atas mereka dan member balasan dengan kemenangan yang dekat. tapi di ujung perundingan tercapailah kata sepakat dari kedua belah pihak.‫ما فٓ لُبٍم فؤوض الغكٕىت علٍٕم َأ ابٍم فتحا شٔبا ) ل ذ س ٓ هللا عه المؤمىٕه إر ٔبأعُوك تح الشجشة فعلم‬18) ‫َم اوم‬ ) ‫ ٕشة ٔؤ زَوٍا َ ان هللا عضٔضا حكٕما‬19) ‫ٔذْ الىاط عىكم َلتكُن ٔت َعذ م هللا م اوم ٕشة تؤ زَوٍا فعجل لكم ٌزي َ أ‬ ) ‫للمؤمىٕه ٍَٔذٔكم شاطا مغت ٕما‬20) ) ‫َأ شِ لم ت ذسَا علٍٕا ذ أحاط هللا بٍا َ ان هللا علّ ل شٓء ذٔشا‬21) “Sungguh Allah telah meridhoi orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu (Muhammad) di bawah pohon.”Sepertinya ia akan mempermudah perkara kalian!”[23] Terjadilah dialog yang panjang antara Suhail dan Rosolulloh. tetapi sesungguhnya Allah telah menentukannya. Al-Fath : 18-21) Namun ada satu orang munafiq yang membelot dalam bai‟at ini.(18) Dan harta rampasan perang yang banyak yang akan mereka peroleh. vii. Dia mengetahui apa yang ada dalam hati mereka.” Juga ketika mulai memasuki point-point perjanjian. maka Dia segerakan (harta rampasan perang) ini untukmu. dan agar menjadi bukti bagi orang-orang mukmin. tetapi ditolak oleh Suhail. (19) Allah menjanjikan kepadamu harata rampasan perang yang banyak yang dapata kamu ambil. Dan Allah Makha Kuasa atas segala sesuatu. Dan Allah Maha Perkasa. dan agar Dia menunjukkan kamu ke jalan yang lurus. Rosululloh berkata dengan optimis.[22] Tetapi pada saat yang genting itu.[25] . dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan)mu (agar kamu mensyukuri-Nya).” (21) (QS. Di antaranya mengenai kata “ar-Rahman” setelah kalimat “Bismillah”. dan pencantuman kalimat “ Muhammad Rasulullah. Sampai pada akhirnya datanglah Suhail bin Amru.”Mereka harus membiarkan kami berthawaf di Baitullah…” Lagi-lagi Suhail keberatan.

Lalu Rosululloh pun menyetujui penolakan itu. Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) harus balik meninggalkan kami tahun ini. maka Quraisy tidak berkewajiban mengembalikan orang itu kepadanya. Keduanya telah sepakat untuk menghentikan perang selama 10 tahun. dan jangan masuk dengan senjata lain selain itu.  Kisah Abu Jandal dan penyerangan kaum musyrikin kepada kaum muslimin Ada kisah yang menarik yang terjadi di tengah-tengah proses perjanjian sedang disepakati. maka dia bebas masuk ke dalamnya. di mana dalam masa waktu tersebut orang-orang memperoleh keamanan serta sebagian mencegah diri untuk tidak melakukan penyerangan terhadap sebagian yang lain. maka dia harus mengembalikanorang tersebut kepada mereka. sambil menasehati dan memberi semangat kepada Abu Jandal. ingin bergabung ke dalam barisan muslimin. Yakni datangnya Abu Jandal putra dari Suhail bin Amru ke hadapan kaum muslimin dalam keadaan terborgol rantai tangannya. kemudian tinggal di sana selama tiga hari. dan jangan masuk Makkah dan sesungguhnya jika tahun depan tiba. namun permintaan itu ditolaknya. . dan siapa di antara pengikut Muhammad yang datang ke pihak Quraisy. tidak boleh ada pencurian tersembunyi atupun penghianatan dan sesungguhnya barangsiapa ingin masuk dalam satu ikatan persekutuan dan perjanjian dengan Muhammad. Suhail bersikeras tetap meminta agar Abu Jandal adalah orang pertama yang harus dikembalikan kepada walinya (Suhail). Rosululloh pada awalnya meminta pada Suhail agar Abu Jandal bisa masuk ke dalam barisan beliau. maka dia boleh masuk ke dalamnya. Dan sesungguhnya masing-masing pihak saling menahan diri. dan barangsiapa lebih suka masuk dalam ikatan persekutuan dan perjanjian dengan Quraisy. kami akan keluar memberikan keleluasaan padamu bersama pengikutmu masuk Makkah. Teks perjanjian Hudaibiyah[26] Ini hasil perundingan yang dilakukan Muhammad bin Abdullah atas Suhail bin Amru. dan untuk itu engkau boleh membawa senjata pengendara (pedang dalam sarungnya). dengan ketentuan bahwa siapa di antara orang-orang Quraisy yang datang ke pihak Muhammad tanpa memperoleh izin dari walinya.

walaupun sampai beliau ulangi perintah ini sebanyak 3 kali.[27] Ada 80 orang penduduk Makkah yang menipu tentara muslimin. tidak ada seorangpun yang menaatinya. maka dia bebas masuk ke dalamnya. agar Rosululloh terlebih dahulu memperlihatkan di hadapan para sahabat semuanya.[28] viii. kaum muslimin mulai bersegera untuk meniru perbuatan Nabinya untuk menyembelih hewan qurban dan mencukur rambut kepala mereka.” Dimanfaatkan oleh Bani Khuza‟ah untuk bergabung bersama barisan kaum muslimin. Ternyata usulan ini sukses.[29]  Usulan Ummu Salamah Mengetahui fenomena ketaatan yang cukup kritis tersebut. istri Rosululloh yakni Ummu Salamah memberikan usulan kepada beliau. bahwa beliau menyembelih binatang qurban miliknya dan mencukur rambut kepala beliau. dan barangsiapa lebih suka masuk dalam ikatan persekutuan dan perjanjian dengan Quraisy. lalu mereka berhasil ditangkap dan Rosululloh membebaskan mereka. lalu mereka ditangkap dan Rosululloh memaafkan serta membebaskan mereka. Akhirnya ia dibawa kembali ke tengah-tengah kaum musyrikin oleh ayahnya. maka dia boleh masuk ke dalamnya. Demikian pula Bani Bakr dengan terang-terangan menyatakan bergabung dengan pihk Quraisy. Sehingga mendorong dirinya untuk bertnya .  Sikap para sahabat terhadap kesepakatan perjanjian Hudaibiyah Menyaksikan peristiwa-peristiwa di atas ditambah pandangan sebagian besar para sahabat terhadap persyaratan perjanjian yang merugikan dan lebih menguntungkan pihak musyrikin Quraisy. hal ini memicu kemarahan dalam diri para sahabat.[30]  Sikap Umar bin Khotthob terhadap perjanjian Hudaibiyah Umar bin Khottob merasakan ketidakpuasan yang luar biasa terhadap hasil keputusan perundingan antara Rosululloh dan Suhail bin Amru. Bahkan setelah perundingan selesai ada 4 orang musyrikin yang memaki Rosululloh namun beliau memaafkan mereka. Juga ada 30 pemuda Quraisy yang menyerang perkemahan tentara muslimin ketika perundingan berlangsung. setelah sebelumnya mereka menyembunyikan hubungan baik mereka dengan kaum muslimin. Lalu Rosululloh mendoakan bagi orang yang mencukur habis rambut kepalanya 3 kali dan 1 kali bagi yang hanya memendekkan rambutnya. Sampai-sampai perintah Rosululloh kepada mereka untuk menyembelih hewan qurban dan mencukur rambut kepala mereka.Lalu Umar mendekati Abu Jandal dan berdiri di sisinya sambil mengeluarkan pedang dari sarungnya agar Abu Jandal terpancing untuk merebutnya lalu menikam ayahnya. Kejadian-kejadian Setelah Kesepakatan Perjanjian hudaibiyah  Pemisahan kelompok yang jelas Butir kesepakatan yang berbunyi:” sesungguhnya barangsiapa ingin masuk dalam satu ikatan persekutuan dan perjanjian dengan Muhammad.

Maka tetaplah engkau mentaati beliau dalam kondisi apapun.kepada Rosululloh secara langsung mengenai hasil perundingan ini. sesungguhnya beliau berada di jalan yang benar !” ix. Aku tidak akan pernah melanggar perintah-Nya. begitulah adanya .” Umar berkata:”Bukankah kita berada di pihak pembela kebenaran dan musuh kita di pihak pendukung kebatilan ?” Nabi menjawab:”Engkau benar. mengapa kita rela dihinakan dalam persoalan agama kita ?” Beliau menjawab:”Sesungguhnya aku seorang utusan Allah. Di tengah-tengah perjalanan antara Makkah dengan Madinah Allah Subhanahu wa Ta‟ala menurunkan surat AlFath kepada beliau Shollallahu „Alaihi wa Sallam. bukankah sebelumnya Anda telah mengatakan kepada kami bahwa kita akan mengunjungi Baitullah dan thawaf di sana ?” Nabi menjawab:” Benar. Maka Abu Bakar menjawabnya. Dia adalah Penolongku. dan Dia adalah Penolong beliau. Berikut nukilan kisahnya : Umar bertanya kepada Nabi:”Bukankah Anda sungguh-sungguh Nabi Allah ?” Nabi menjawab:”Benar. dan yang akan datang.[31] Allah berfirman : ) ‫إوا فتحىا لك فتحا مبٕىا‬1) ‫شاطا مغت‬ ‫ ٕما )لٕ فش لك هللا ما ت ذ مه روبك َما تؤ ش َٔتم وعمتً علٕك ٍَٔذٔك‬2) “Sungguh. Umar membantah:”Akan tetapi.”Beliau adalah seorang utusan Allah. AlFath : 1-2) .(1) Agar Allah memberikan ampunan kepadamu (Muhammad) atas dosamu yang lalu. Ia mengajukan beberapa pertanyaan yang menunjukkan kegusaran hatinya. Turunnya Surat Al-Fath Para sahabat bersama Rosululloh mulai pergi meninggalkan Hudaibiyah. Beliau tidak akan pernah melanggar perintah-Nya.” Umar lalu mendatangi Abu Bakar dan bertanya kepadanya sebagaimana ia bertanya kepada Rosululloh. serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan menunjukimu ke jalan yang lurus.”(2) (QS. tetapi apakah aku mengabarkan kepada kalian kita akan melakukannya tahun ini ?” Umar menjawab:”Tidak.” Nabi menjawab:”Sesungguhnya engkau pasti akan mendatanginya(Baitullah) dan berthawaf di sekelilingnya.” Umar berkata:”Lalu.” Belum puas dengan jawaban itu. Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata. Demi Allah.

At-Taghobun : 14-15) 6. Sebelum seorang da‟i terjun ke sutu daerah. Terutama bagi seorang da‟i yang ingin meraih keberhasilan dalam da‟wahnya.D. Setiap gerak langkah Rosululloh dalam rangka mengemban. HIKMAH DAN PELAJARAN DA‟WAH 1. budayanya.(14) Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu). ‫ فُس سحٕم )فحُا َت فشَا فئن هللأا أٍٔا الزٔه مىُا إن مه أصَا كم َأَالد م عذَا لكم فاحزسٌَم َإن تعفُا َتص‬14) ) ‫إوما أمُالكم َأَالد م فتىت َهللا عىذي أ ش عظٕم‬15) “Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. mempertahankan dan menyebarkan amanah da‟wah Islam . untuk menegakkan dan memperjuangkan da‟wah menuju Allah. maka berhati-hatilah kamu maafkan dan kamu santuni ampuni(mereka). sebaiknya ia harus mencari tahu situasi dan kondisi daerah itu. pekerjaan masyarakatnya. 4. maka sungguh Allah Maha Pengampun. Istri. . Maha Penyayang. anak dan harta benda dunia adalah faktor penghalang besar yang merintangi jalan bagi seorang muslim secara umum dan da‟i lebih khususnya. baik dari segi geografisnya. ia juga harus berusaha memperoleh dukungan dan bantuan dari masyarakat yang dia da‟wahi. Bagi seorang da‟i hendaklah tidak melewatkan satupun penggalan episode sudut-sudut kisah kehidupan Rosululloh yang tidak ia baca. Untuk kemudian meneladaninya dalam memikul panji-panji da‟wah Islamiyah. bukanlah sekedar nostalgia cerita masa lalu yang indah dan mempesona bagi pembaca dan pendengarnya.”(15) (QS. Siroh beliau merupakan suri teladan yang mesti kita kaji dan dalami. Tetapi lebih dari itu. seperti kesuksesan yang telah dicapai oleh Rosululloh sebagai seorang contoh da‟i yang utama. Memanfaatkan orang-orang yang dalam pandangan manusia termasuk orang yang tidak punya keistimewaan. pahami dan cermati. sejak mulai beliau memancangkan tonggak bendera Islam sampai Allah memanggilnya. 2. yang akan menjadi lahan da‟wah baginya. untuk diajak beriringan bersama dalam partisipasi da‟wah Islamiyah. suasana keagamaan mereka dan aspek-aspek lain yang dapat memberikan pengetahuan awal bagi si da‟i untuk melancarkan jalan da‟wah yang akan ia jalani di daerah tersebut. 3. dan di sisi Allah pahala yang besar. demi kesuksesan da‟wah. Kisah perjalanan Rosululloh Shollallahu „Alaihi wa Sallam. Seorang da‟i selain selalu memohon dukungan dan bantuan dari Allah melalui doa-doa yang ia panjatkan. 5.

Dan dengan musyarah juga. Allah Ta‟ala berfirman : ‫َشاَسٌم فٓ ا مش‬ “Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. 11. yang disebabkan karena antara da‟i dan masyarakat tidak terjalin kecocokan dan kesesuaian. Dengan tidak mengatakan hal-hal yang jelek tentangnya. Dalam pengiriman seorang juru da‟wah ke suatu wilayah tertentu. Sebelum bertemu dengan para tokoh Quraisy di Makkah Utsman terlebih dahulu meminta jamnan perlindungan dari Abban bin Sa‟ad bin al-„Ash al-Umawi.” (QS. maka apa yang diucapkan itu akan kembali kepada yang mengatakan. Supaya hati para sahabat menjadi lebih bersih. Juga penggunaan kalimat-kalimat yang santun yang ditujukan kepada da‟i lain yang mungkin terjatuh dalam suatu kekeliruan. Apalagi bagi seorang da‟i yang sedang menghadapi permasalahan yang rumit dalam aktivitasnya menghadapi umat.[32] Malahan sebaliknya beliau mengumpulkan seluruh pasukan untuk melaksanakan sholat secara berjama‟ah. Dalam kejadian unta Nabi yang mogok tidak mau berjalan terdapat sebuah pelajaran. Dalam kondisi perang dan genting serta takut terhadap kedatangan musuh sholat terutama sholat berjama‟ah tetap harus ditegakkan. Shalat Khouf yang dilaksanakan kaum muslimin di Usfan menunjukkan sangat urgensinya sholat berjama‟ah.”[33] 9.[34] Dari point ini ada satu hal yang patut dipraktekkan seorang da‟i ketika berda‟wah. hendaklah diperhatikan kemampuan dan kesesuaian sang da‟i dengan masyarakat daerah tersebut. Hendaklah ia mengunakan perkataan-perkataan yang baik ketika mengkritisi atau menasehati masyarakat. 10. dan terhadap hasil keputusan musyawarah lebih bersemangat ketika melaksanakannya. Perkara agung ini tentu harus mendapatkan perhatian yang besar bagi seorang da‟i. Ali Imron : 159) Ibnu Katsir berkata:”Rosululloh Shollallahu „Alaihi wa Sallam selalu bermusyawarah dengan para sahabatnya bila muncul suatu masalah. Dalam kejadian ini Rasulullah membela kehormatan makhluk yang tidak mukallaf (hewan). di antaranya dengan jarang melakukan sholat berjama‟ah bersama kaum muslimin yang lain. supaya mereka tidak lari menjauh dari suatu kebenaran yang disampaikan secara salah oleh sang da‟i. Mutlak diperlukan agar ukhuwah dan ta‟awun antar da‟i tidak rusak karena sebuah ucapan yang keluar dari mulut si da‟i.7. sebab jika tidak. bagaimana ia akan mengajak manusia kepada Allah. Musyawarah merupakan salah satu cara untuk mencari solusi yang baik terhadap suatu persoalan yang muncul. Dapat kita ambil pelajaran . 8. maka membela kehormatan makhluk mukallaf (manusia)adalah lebih utama lagi. Yakni tidak mengatakan ucapan yang batil sekalipun kepada makhluk yang bukan mukallaf. akan menghilangkan anggapan rasa terlalu berkuasa pada diri orang-orang di sekitarnya dan menyebabkan orang yang diajak bermusyawarah lebih bersemangat dalam melaksanakan hasil keputusan musyawarah. sedangkan dia sendiri jarang mendekat kepada Allah. Agar tidak muncul suatu masalah di kemudian hari yang terjadi. Rosululloh tidak memberikan keringanan kepada tentara muslimin untuk melakukan sholat secara sendiri-sendiri.

Untuk di kemudian hari. 12. perdamaian itu merendahkan kaum muslimin. Sikap mengalah dalam memperjuangkan da‟wah Islam kadang-kadang perlu bagi seorang da‟i terapkan. Sebagaimana keridhoan Allah yang turun kepada para sahabat yang melakukan Bai‟at ar-Ridhwan. Kita mentolerir amalan-amalan yang berkembang di masyarakat . Seperti sikap penolakan Utsman kepada Quraisy ketika ia ditawari untuk thawaf di Ka‟bah. meski itu adalah salah dan sesat. Secara lahiriyah. tetapi hakikatnya justru memuliakan muslimin. Allah memuji orang-orang mukmin yang menepati janjinya. meski mengakibatkan ia ditawan. hati dan tujuan dalam mengarungi da‟wah Islamiyah akan mendatangkan keridhoan Allah kepada kita. adalah salah satu sifat yang perlu dimiliki seorang da‟i. Dia berirman : ) ‫إوما ٔتز ش أَلُ ا لبا‬19)) ‫الزٔه ُٔفُن بعٍذ هللا َال ٔى ضُن المٕ ا‬20) “Hanya orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran. 13. padahal sebenarnya mereka berharap kemuliaan dan kemenangan menjadi milik mereka. Kepedulian terhadap sesama muslim harus dipupuk dalam hati seorang muslim. Sebagaimana Rosululloh memilih sikap mengalah dan menerima persyaratan dari pihak musrikin. Maka penyimpangan mereka bisa kita luruskan dengan tepat dan jitu. Bisa juga kita terapkan ketika da‟wah sedang berada dalam posisi puncak.Ar-Ra‟d : 19-20) 16. Di medan da‟wah sikap tidak gentar dan tidak takut dalam menghadapi rintangan da‟wah. Bahkan ia adalah salah satu modal dasar kunci suksesnya da‟wah yang ia emban. sikap mengalahpun masih bisa kita terapkan demi meraih maslahat dan kebaikan yang besar. 15. Terutama bagi da‟i yang sedang mengembangkan da‟wahnya di masyarakat umum. padahal ketika itu pihak Rosululloh dan para sahabat sedang berada di atas angin. Dia harus peka dan jeli dengan kondisi lapangan yang sedang dihadapi oleh umumnya masyarakat tempat ia . Orang-orang yang menyembunyikan keislamannya semakin berani menampakkannya terang-terangan. yang dulunya berlangsung dalam suasana tidak aman. Sehingga pada kenyataannya orang-orang musyrikin menjadi kalah. Diskusi tentang Islam bisa berjalan dalam suasana keterbukaan.[35] Sikap mengalah ini bisa kita terapkan ketika da‟wah baru mulai berjalan dimasyarakat. 14. Hal ini jelas terlihat dalam kejadian penyerahan Abu Jandal kepada ayahnya. Al-Qur an dengan tenangnya bisa diperdengarkan oleh seorang muslim kepada orang kafir. untuk mencapai tujuan yang lebih besar dan agung.(Yaitu) orang yang memenuhi janji Allah dan tidak melanggar perjanjian. Karena ia akan bisa memberikan bantuan ketika sang da‟i memerlukan tenaganya dalam berda‟wah. Karena mayoritas pertempuran yang berlangsung antara muslimin dan musyrikin selalu kemenanangan berada di tangan muslimin.dari usaha Utsman tersebut bahwa memiliki kerabat yang mampu membantu seorang da‟i dalam berda‟wah merupakan hal penting. yang wajib dimiliki seorang da‟i. bila sudah mendapatkan waktu yang tepat.” (QS. Menepati janji adalah suatu akhlak terpuji. Persatuan aqidah. Karena dengan adanya gencatan senjata hubungan antara muslimin dan musyrikin menjadi lebih aman dan bebas.

Rosululloh bersabda : ‫د‬ ‫ب‬ ‫د‬ ‫ب‬ ‫ا ا د ا ا‬ ‫ا‬ ‫ا ا‬ ‫ب‬ ‫أ‬ “Seorang wanita dinikahi karena 4 perkara yaitu : hartanya.”[37] 19. Sampai adanya usulan dari Ummu salamah agar Rosululloh melakukan pemotongan rambut dan penyembelihan Qurban lebih dulu dan di hadapan mereka. Kedudukan akal dalam syari‟at Islam harus tunduk di bawah keputusan wahyu dari Allah dan ketetapan Rosululloh Shollallahu „Alaihi wa Sallam.berda‟wah. yang sebelumnya hal itu masih samar-samar dalam pandangannya. Allah Azza wa Jalla berfirman: ٌ‫هللا َسعُلً فَما ان لمؤمه َال مؤمىت إرا ضّ هللا َسعُلً أمشا أن ٔكُن لٍم الخٕشة مه أمش‬ ‫مبٕىا‬ ‫الال م َمه ٔع‬ ‫ل‬ ‫ذ‬ . bahwa seorang da‟i apabila suatu saat menghadapi suatu kejadian besar yang menimpa perjalanan da‟wahnya. keturunannya. Rosululloh bersabda:” ‫ما‬ ‫م أ د‬ “Tidaklah (sempurna) iman seseorang sampai dia mencintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri. maka pilihlah yang baik agamanya niscaya engkau akan beruntung.”[36] 17.[38] 20. Kemudian para sahabat pun mengikuti perbuatan Rosululloh tadi. seorang da‟i harus memperhatikan akhlaknya. Urgensinya memiliki istri yang sholihah dan cerdas. Hal ini sesuai dengan sabda Rosululloh tentang memilih calon istri yang cocok. terutama sebagai pendamping dan penasehat dalam menjalani da‟wah di lapangan. 18. Untuk itulah. sebab hal itu adalh modal da‟wah untuk memberikan keteladanan yang baik bagi orang-orang di sekitarnya. Hal ini ditunjukkan sikap kepedulian Umar terhadap nasib Abu Jandal. Karena keputusan Rosululloh untuk menerima hasil perjanjian Hudaibiyah ternyata menghantarkan kaum muslimin memperoleh kemuliaan dan kemenangan yang gilang gemilang dalam perjalanan da‟wah Islamiyah berikutnya. Ketika Rosululloh menyuruh para sahabat untuk memotong rambut dan menyembelih Qurban mereka mersa enggan untuk melaksanakannya. Ini menunjukkan betapa pentingnya keteladanan yang baik dan hal tersebut dapat memberikan efek pengaruh yang kuat dibandingkan sekadar ucapan. bisa jadi itu adalah salah satu bentuk ujian Allah untuk menunjukkan dan menampakkan kepada sang da‟i siapa sebenarnya orang-orang yang setia dan benar-benar membantu perjuangan da‟wahnya. Pernyataan Bani Khuza‟ah untuk bergabung ke barisan muslimin dan pernyataan Bani Bakr untuk bergabung ke barisan musyrikin adalah suatu pelajaran. kecantikannya dan agamanya.

apabila Allah dan Rosul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan. yaitu ketika pada peristiwa Abu Jandal. Demi Allah aku tidak menemui kebenaran. ‫ىذ‬ ٓ ‫عه ال حق َرل ك ٔ ُ أب‬ “Wahai sekalian manusia.“Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin . dia telah tersesat.” (QS. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rosul-Nya.”[40] Kita bisa mengambil faidah dari point ini yang berkaitan dengan metode seorang da‟ ketika menyampaikan materi da‟wahnya kepada manusia. akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. bahwa cara yang . celalah akal pikiran kalian bila berhadapan dengan agama. Al-Ahzab : 36) Dalam hal ini Umar bin Khottob pernah menyatakan : ٓ ٔ‫لّ هللا ع ل ًٕ َ ع لم ب شأ‬ ‫ٔ ا أٔ ٍا ال ىاط ات ٍمُا ال شأْ ع لّ ال ذٔ ه ف ل ذ سأٔ ت ىٓ أسد أمش س عُ هللا‬ ‫ٌادا ف ُهللا ما ل ُا‬ . maka sungguh. sungguh aku telah melihat (kekeliruanku) pada hari Abu Jandal (Hudaibiyah). ‫أسد أمش سعُ هللا‬ “Wahai manusia celalah pendapatmu bila berhadapan dengan agama. Ia berkata: ‫لّ هللا علًٕ َعلم علًٕ ٔا أٍٔا الىاط اتٍمُا سأٔكم علّ دٔىكم ل ذ سأٔتىٓ ُٔ أبٓ ىذ َلُ أعت ٕ أن‬ ً‫لشددت‬. dengan kesesatan yang nyata. Sungguh aku pernah membantah perintah(keputusan) Rosululloh dengan pendapat ijtihadku.” [39] Seorang sahabat lainnya yakni Sahl bin Hunaif juga menyatakan rasa penyesalan yang sama. seandainya aku mampu membantah perintah (keputusan) Rosululloh (ketika itu) niscaya sungguh akan aku bantah. Sebagian da‟i berpikir dengan akal mereka semata.

pop. Dengan sikap optimisme ia akan bersemangat penuh percaya diri ketika berhadapan dengan masyarakat di lapangan da‟wah.[43] Sebagaimana salah satu ucapan Rosululloh terhadap bantahan Umar kepadanya:”Sesungguhnya engkau pasti akan mendatanginya(Baitullah) dan berthawaf di sekelilingnya. Sikap penolakan dan pembantahan Umar terhadap keputusan yang diambil Nabi untuk menerima semua persyaratan di dalam perjanjian Hudaibiyah bukanlah.ceramah. Bisa lewat kajian. dari para penyanyi ibu kota maupun grup-grup band anak muda. ia wajib membelnya dengan cara apapun. 22.”[41] 21. Rosululloh bersabda : ّ‫ع ال ٔ ع لُ َال ٔ ع ل‬ ‫ا‬ “Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi daripada Islam.” 23. sutera. Namun menurut Umar butir-butir perjanjian Hudaibiyah sangat tidak mengakui kemuliaan Rosululloh dan dirasa tidak adil bagi pihak kaum muslimin. lalu Rosululloh melihatnya dan berkata:” Dia telah memudahkan urusan kalian. kita mendapatkan hikmah di balik suatu persoalan. telah melarang umat agar tidak terjatuh dalam jeratan racun musik ini dengan wasiatnya : ‫َال حشٔ ش َال خمش َال م عاصف ل ٕ كُو ه مه أم تٓ أ ُا ٔ غ تح لُن ال حش‬ “Sungguh. Seperti yang sering kita saksikan dalam acara-acara televisi tanah air.[44] Allah Ta‟ala berfirman : َ ‫أوتم ال تعلمُنَعغّ أن تكشٌُا شٕ ا ٌَُ ٕش لكم َعغّ أن تحبُا شٕ ا ٌَُ شش لكم َهللا ٔعلم‬ .”[42] Inilah salah satu sikap mulia lainnya yang dicontohkan oleh sahabat kepada kita dan dalam konteks kajian ini bagi seorang da‟i. dangdut dan lain-lainnya. dan alat-alat musik. Untuk selalu mendahulukan kecintaan kepada Rosul dan agamanya di atas segalanya.efektif dan manjur untuk menarik banyak masyarakat kepada dakwah Islam. baik itu musik yang beraliran rock. suatu sikap penentangan apalagi pembangan dari diri Umar.” Hal ini mengajarkan kepada kita untuk bersikap optimis. koran. Mereka tak segan-segan menggunakan metode itu yang jelas-jelas bertentangan dengan syari‟at Islam. buletin atau di media internet. Padahal Rosululloh jauh-jauh hari. Pihak penyelenggara acara bekerjasama dengan beberapa ustadz. Bisa jadi seorang muslim tidak menyukai sesuatu yang ternyata membawa kebaikan. Dari sikap mayoritas para sahabat. menulis di majalah. yang merasa tidak puas dan kurang setuju dengan isi dari perjanjian Hudaibiyah. Jadi rasa kecintaan dan pembelaan terhadap agama dan Rosul yang ia imanilah yang menyebabkan Umar berusaha membantah Rosululloh. berupaya menggabungkan tausyiah/ceramah agama dengan pementasan musik. Sikap optimisme dalam memandang masa depan da‟wah harus tertanam di hati sanubari seorang da‟i. Ketika Suhail bin Amru datang. adalah memasukkan unsur musik modern ke dalam dakwah mereka. benar-benar akan ada di kalangan umatku sekelompok orang yang menghalalkan kemaluan (zina). khamr (minuman keras). Seorang da‟I apabila ia menyaksikan dan mengetahui bahwa kemuliaan agamnya diusik dari pihak-pihak yang tak bertanggungjawab.

“Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu. Sedangkan amal-amal buruk yang jiwa manusia itu menyukainya karena di dalamnya dihiasi dengan kelapangan dan kelezatan. pada hari Hudaibiyah bersama Nabi Shollallahu „Alaihi wa Sallam dan 1400 orang. Berkata Ibnu Hisyam:”Rosululloh Shollallahu „Alaihi wa Sallam keluar menuju Hudaibiyah bersama 1400 orang. bahwasanya semua amal-amal baik yang dibenci oleh jiwa manusia karena di dalamnya terdapat banyak kesusahan dan kesulitan. Barro‟ berkata: ‫لّ هللا علًٕ َعلم َ ذ ان فت مكت فتحا َوحه وعذ الفت بٕعت الش ُان ُٔ الحذٔبٕت ىا م الى تعذَن أوتم الفت فت مكت‬ ‫أسب عششة مائت‬ ٓ‫ب‬ “Kalian beranggapan al-fathu(kemenangan) adalah pembebasan Makkah. tidak ada satupun celah yang . akan semakin menambah keyakinan kita bahwa memang Islam adalah agama yang sempurna. hati. padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu . baik dari segi aqidah.”[47] Banyak sekali pelajaran-pelajaran dari peristiwa ini yang patut kita renungkan dan resapi. kemudian beliau keluar dalam rangka Fathu Makkah setelah berselang 2 tahun (dari Peristiwa hudaibiyah) bersama 10000 orang. jiwa dan tujuan dalam bingkai syari‟at Islam yang murni dan suci. strategi da‟wah dan lain-lainnya.”[45] 24. Melalui perjanjian ini penyebaran Islam semakin melesat secepat panah keluar dari busurnya. Sebagaimana para sahabat dengan tangkasnya bersegera untuk membai‟at Rosululloh untuk bersumpah setia berjuang dan bersabar untuk tidak lari dari peperangan sampai titik darah penghabisan dalam rangka membalas kematian Utsman. maka kelapangan dan kelezatan tersebut tanpa ada keraguan itu adalah keburukan. Salah seorang sahabat yakni. sedang kamu tidak mengetahui.”[46] E. namun kami(para sahabat) juga menganggap bahwa al-Fathu (kemenangan) adalah Bai‟at ar-Ridhwan. Allah mengetahui. Al-Baqarah : 216) Syaikh as-Sa‟di berkata:”Ayat ini merupakan suatu kaidah umum yang pasti.fiqih. Di antara bentuk kemenangan sejati ketika berda‟wah adalah dengan bersatunya aqidah.” (QS. maka kesulitan itu tanpa diragukan adalah suatu kebaikan. padahal itu tidak baik bagimu. Dengan menelaah secara teliti penggalan siroh nabawiyah ini pula. mu‟amalat. Agar kita bisa mencontoh dan menerapkannya ke dalam kehidupan kita. KESIMPULAN Perjanjian Hudaibiyah merupakan tonggak sejarah yang agung dalam perjalanan da‟wah Islamiyah. Dan di dalam penggalan siroh nabawiyah ini masih banyak hikmah-hikmah lain yang perlu kita pelajari agar diperoleh suatu khazanah ilmu pengetahuan yang menyeluruh dalam kisah ini. memang pembebasan Makkah adalah kemenangan.

”[48] F. PENUTUP Makalah yang sederhana ini kami tutup dengan sebuah firman Allah Azza wa Jalla yang memberitahukan kepada umat Islam bahwa setiap kisah yang dialami oleh para Nabi dengan kaumnya pasti ada hikmah pelajaran disebaliknya yang bisa dipetik. menjadi pelajaran baik bagi orang yang selalu berbuat kebaikan (ahlul khoir) atau orang yang selalu berbuat keburukan (ahlul syarr). sempurna pulalah nikmat bagi mereka.”(Al Maidah : 3) Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya. “Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu. Ketika Dia menyempurnakan bagi mereka agama mereka. ‫ل ذ ان فٓ صصٍم عبشة َلٓ ا لبا‬ “Sungguh pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal.” Sebagaimana firman Allah Ta‟ala : ‫ذ ا َعذال‬ ‫لمت سبك‬ ‫َتم‬ “Telah sempurnalah kalimat Robb mu sebagai kalimat yang benar dan adil”(Al An‟am: 115) Artinya:”Benar dalam pemberitaan.PT Sygma Examedia Arkanleema.”[49] G. Dan semua yang Rosululloh kabarkan adalah benar.”(QS. juga tidak perlu kepada Nabi selain Rosululloh Shollallahu „Alaihi wa Sallam. Bandung. Allah Sang Maha Sempurna berfirman : ‫الُٕ أ مل لكم دٔىكم َأتمم علٕكم وعمتٓ َس ٕ لكم ا عال دٔىا‬. adil dalam perintah dan larangan. dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.tertinggal. dan tidak ada agama selain apa yang beliau syari‟atkan. Karena itulah Allah menjadikan beliau sebagai penutup para Nabi. Tidak ada yang halal kecuali apa yang dihalalkan oleh Rosululloh.tidak ada yang haram kecuali apa yang diharamkannya. Yusuf : 111) Syaikh as-Sa‟di berkata:”Yakni Kisah-kisah para Nabi dan Rosul bersama kaum mereka. Sehingga mereka tidak memerlukan agama selain agama mereka. . dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku. dan mengutus dirinya kepada manusia dan jin. karena Allah telah menyempurnakan agama mereka. DAFTAR PUSTAKA Al-Qur an Departemen Agama RI. tidak ada sedikit pun kedustaan dan penyimpangan di dalamnya. kecuali Islam telah memberikan solusinya dengan tepat dan mantap. berkata: “Hal ini merupakan nikmat Allah Azza wa Jalla yang terbesar yang dianugerahkan kepada umat ini. jujur.

2. 2010. [5]Akram Dhiya‟ al-Umuri. Mahdi Rizqullah. Beirut. Taisir al-Karim ar-Rahman At-Thabraniy. 1997 M/1417 H. Solo. 2002. al-Umuri. Yessi HM Basyaruddin. 2008. Shahih Sirah Nabawiyah. Juz 3. hal.Pustaka Al Alaq. . Shohih al-Bukhori Al-Jauziyyah. Zaid bin Abdul Karim. I. as-Siroh an-Nabawiyah. Tafsir al-Qurtubi Al-Utsaimin. Al-Mubarokfuri. I. Cet. Zad al-Ma’ad. Biografi Rasulullah. Muhammad bin Sholih.Pustaka as-Sunnah.Pustaka as-Sunnah. Maktabah Syamilah. Ibnu. I. 2010. Dar Ihya‟ at-Turots al-Arobiy. 2009. Beirut. Maktabah Syamilah : Al-Bukhori. Maktabah Syamilah. juz 1. Cet. 2.Qisthi Press. Jakarta Tmur. az-Zaid. hal. Cet. 137. [3]Ibnu Hisyam.al. Jakarta. Ibnu Qoyyim. Jakarta. III. Terj.Ahmad. Sofiyurrohman. 457. Cet. Mahmud Syeit. Rasulullah Sang Panglima. Shahih Sirah Nabawiyah. hal 117. hal. Muhammad Rum et. Tafsir Al-Qur an Al-Adzim [1]Muhammad bin Sholih al-Utsaimin. Cet. Dar Ihya‟ at-Turots al-Arobiy. as-Siroh an-Nabawiyah. 1997 M/1417 H.Terj. ad-Dhiya’ al-Lami’ min al-Khuthob al-Jami’. Akram Dhiya‟. [2]Ibid. Fikih Sirah. Darus Sunnah Press. I. juz 4. ar-Rohiq al-Makhtum Al-Qurtubi. Jakarta. hal 62. Khaththab. 351 [4] Sofiyurrohman al-Mubarokfuri.Ibnu. ar-Rohiq al-Makhtum. Cet. Mu’jam al-Kabir Katsir. ad-Dhiya’ al-Lami’ min al-Khuthob al-Jami’ As-Sa‟di. Hisyam. Cet. Juz 3.

643 [26] Mahmud Syeit Khaththab.Pustaka Al Alaq. hal. juz 2. Darus Sunnah Press. Cet. [14]Usfan adalah nama sebuah tempat yang jaraknya kurang lebih 80 km dari Makkah. hal. Yessi HM Basyaruddin.al. 2009. 642 [25] Ibid. Tafsir al-Qurtubi. 633 [12]Ibid. hal. hal. 54. hal 457. hal. Shahih Sirah Nabawiyah. Fikih Sirah. Jakarta.Qisthi Press. juz 13. Terj. hal 634. Solo. I. Biografi Rasulullah. Fikih Sirah. 86. 3835. 646 . 2008. Maktabah Syamilah. [18] Akram Dhiya‟ al-Umuri. 639 [22] Ibid [23] Ibid. [13]Rauha adalah nama sebuah tempat yang jauhnya sekitar 73 km dari Madinah. [11]Mahdi Rizqullah Ahmad. hal. Bukhori. III. [19] Mahdi Rizqullah Ahmad. Biografi Rasulullah. no. hal. 641 [24] Ibid. hal. 268. Jakarta Timur. hal. Maktabah Syamilah. 232-233 [27] Mahdi Rizqullah Ahmad.Terj. Maktabah Syamilah [8]Mengalahkan [9] HR. hal. Cet.[6]Ibid. [16] Zaid bin Abdul Karim az-Zaid. Bab Ghozwah al-Hudaibiyah. I. Cet. hal. [10]Al-Qurtubi. 463. Zad al-Ma’ad. 465 [21] Ibid. [7]Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah. juz 16. 638 [20] Zaid bin Abdul Karim az-Zaid. 472 [17] Ibid. 2002. hal. [15] Ibid. Muhammad Rum et. Biografi Rasulullah. Rasulullah Sang Panglima. hal. hal.

351-352 [48]Ibnu Katsir. no. [47] Ibnu Hisyam. Bukhori. hal. hal. hal. 470 [30] Ibid. 149. as-Siroh an-Nabawiyah. Maktabah Syamilah. [37]HR. Fikih Sirah. 475 [44] Ibid. 472 [35] Ibid. 96. hal. juz 22. 2123. 479 [36]HR. 33. hal. 470 [29] Ibid. Bab Minal iman an Yuhibba li Akhihi Ma Yuhibbu li Nafsihi. Bab Idza Aslama as-Shobiy Famata Hal Yusholla „Alaihi. Tafsir Al Qur an Al Adzim. 5. Maktabah Syamilah . [43] Zaid bin Abdul Karim az-Zaid. 12. hal. Maktabah Syamilah. hal. hal. [46] HR. Bab al-Akfu fii ad-Din. no. Tafsir Al-Qur an Al-Adzim. Bab Maa yudzkaru min Dzam ar-Ro‟yi wa Takalluf al-Qiyas. [40]HR. Mu’jam al-Kabir. Fikih Sirah. hal. hal. Taisir al-Karim ar-Rahman. hal. [34] Zaid bin Abdul Karim az-Zaid. hal.3835. [38] Zaid bin Abdul Karim az-Zaid. Maktabah Syamilah. 7.[28] Ibid. Bab Ghozwah al-Hudaibiyah. juz 1. 6764. hal. 72. 470 [31] Ibnu Hisyam. 26. no. hal. 478 [45] As-Sa‟di. juz 1. Fikih Sirah. Bukhori. [42] HR. 472 [33] Ibnu Katsir. no. juz 2. juz. juz 3. hal. Maktabah Syamilah. hal. Maktabah Syamilah. 280. Bukhori. Bab Ma ja a fiiman Yastahillu al-Khomr Yusammihi Bighoiri Ismihi. hal 21. Maktabah Syamilah. no. hal. hal. 4700. 476-477 [39]At-Thabraniy. no. Maktabah Syamilah. juz 13. 275. juz 16. juz 5. hal. Bukhori. 349 [32]Zaid bin Abdul Karim az-Zaid. Bukhori. 54. as-Siroh an-Nabawiyah. 5268. Fikih Sirah. Maktabah Syamilah. Bukhori. Maktabah Syamilah [41] HR. hal.

Maktabah Syamilah. hal.[49] As-Sa‟di. Taisir al-Karim ar-Rohman. 407. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful