P. 1
Standar Box Culvert Single.PDF

Standar Box Culvert Single.PDF

|Views: 2,028|Likes:
Published by Anton Sanjaya
perencanaan standar gorong gorong (box culvert) tunggal
perencanaan standar gorong gorong (box culvert) tunggal

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: Anton Sanjaya on Jun 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/30/2014

pdf

text

original

DIREKTORAT BINAPROGRAM JALAN D I R E K T O R AJ TE N D E R A L B I N AM A R G A D E P A R T E M E NP E K E R J A A N U M U M

STANDAR GE I T ( )B G()Rt)NG.G()P RE ( )R NS GEB NE R T U L A N G CULVERT] tBt)X
Tipe Single
8 T t /S

DAT'TAR ISI

Halaman

BAB I.

PENDAHULUAN l.l |.2 1.3
1 4

I 1 2 2 2 2

Umum.................. Kriteria Perencanaan ................. Dasar-DasarPerencanaan ..........
Pph,,l,no"n

l5

Dasar-dasarPelaksanaan

BAB II.

BAB III.

PERSYARATAN PELAKSANAAN....,......,......,.. 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 PenjelasM Umum Pelaksanaan Cara-Cara Secara Umum Pekerjaan Pemasangan Bekisting ................. PemasanganTulangan Pekerjaan Pengecoran Beton....................... 4 4 5 5 5

BAB IV.

DAFTAR VOLIJME BETON DAN BERAT BESI TULANGAN Y A N G D I G U N A K A N. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Gambar-GambarStandarGorong-Gorong Persegi BetonBertulang

Bab I PENDAHULUAN
l.l

UMUM gorong-gorong paraperencana ini beftujuan mempermudah dan pelaksana Standarisasi gorong-Sorong pembangun:rn persegi rupa, sehingga tercapainya kelancaran sedemikian persegi. yang adadalambuku standar ini adalahKonstruksi gorong-go.ong persegi Konstruksi Tipe Single. Persegi BetonBenulang Gorong-Gorong Pada umumnya stluktur beton bertulang mengalamitegangantarik yang cukup besar gaya-gaya tarik yang ditimbulkanoleh gayaluar yang ada. Tegangan akibatadanya yang ada padastruktur betonbertulang. tulangan tarik gayaluartersebut ditahan oleh Persegi BetonBertulang DimensiGorong-Gorong persegistandar dengandimensi Tipe Single,direncanakan Konstruksigorong-gorong gorong-gorong persegi, merupakan I danTabel L Panjang seperti terlihatpadaGambar jalan tebal dinding sayap. dan dua kali dua kali lebar bahu lebarjalanditambah dapatmenampung persegi ini direncanakan gorong-gorong betonbenulang Konstruksi jalan, panjanggorongpada prinsipnya perkerasan sehingga berbagaivariasi lebar volumedan beratbesi tulangan tetapipadaperhitungan gorongpersegiadalah bebas, jalao yaitu3,5: 4,5, 6 &'7 rr,eter. perkerasan yang umum lebar dengan diambilterbatas Gambar I
h h

Tabel 1
Tipe Single i h t

hj

I
100 100 t00 200 200 200 200 200 300 300 300 300 100 150 200 100 150 200 250 100 150 200 250 300

h l6 t'7 l8 22 23 26 28 28 30 30 30

hi

lh

1,2

KRITERIA PERENCANAAN
Pembebanan

Lalu lintas

: Pedoman perencanaal pembebanan gorong-gorong persegi menggunakan Pembebanan Jembatan danJalanRaya. SKBI 1.3.28.1987 UDC: 624.U2: 624.21 : Beban T 1007o.

1.3

DASAR-DASARPERENCANAAN AnalisisPembebanan ,li8fih padaasumsi disebut tanahlunakyangumumnya sfuktur didasarkan Perhitungan dari kombinasi hasilpembebanan terbesar/maksimum detganmengambil compressible, pembebanan sebagai berikut : persegi betonbenulang a. Beratsendirigorong-gorong (dualwheelload) l0 ton ataumuatan rencana sumbu20 ton b. Bebanrodaganda gorong-gorong persegi setara ini diPerhitungkan kendaraan di atas konstruksi c. Beban setinggi 60 cm. dengan muata!tanah d. Tekanan tanah aktif e. Tekanan air dari luar (qa). hydrostatic f. Tekanan

1,4

PENTJLANGAN
Penulangan gorong-gorong persegi beton bertulang ini diraDcang sedemikian rupa sehingga: 1. Mudah dilaksanakanagar didapat hasil yang rapih dan sesuaidengan perhitungan sertagambar. 2. Diameter tulangan yang digunakan 19 mm, 16 mm, 12 mm dan l0 mm (menghindaripenggunaan yang beragam). tulangandenganukuran/diameter Bentuk-/ukuransegmen penulangar sederhana,praktis, dan dapat dipakai pada beberapa segmen gorong-gotong sefia beratnya pun diperhitungkan sedemikian dan diikat. rupa sehinggamudah dirakit/dipasang direncanakan tulangan(lihat Gambar Penulangan) PembengkokM dan penempatan jalan pemakai penutup beton bila sedemikian.upa sehinggatidak membahayakan pecah karena benturan keras atau aus (ujung tulangan tidak akan menonjol ke permukaanlantai kendaraan).

3.

4.

1.5

DASAR.DASAR PELAKSANAAN Konstruksi gorong-gorong persegi beton bertulang ini dirancang dengan cara pengecorandi tempat, menggunakanperancah sementaradan bekisting yang harus kekuatanbeton tercapaiyaitu umur beton kurang lebih 28 hari. dibongkar segerasetelah

oi.sifat-sifat pengikatan dan pengerasan ataupununtuk maksud-maksud lain. 2.1 BETONBERTULANG . Agregatkasar ini harusbersifatkerasdantidak bemorisertatidak mudahDecalatauhancuroleh penganrh cuaca. Mutu baja tulanganBJ-24.asam. sebagai berikut: yangdipakaidalam campuran betondisyaratkan material Semua . Pembengkokan tulanganharusdilakukandalamkeadaan dingin.bahan-bahan lain yangmerusak betondan/atau bajatulangan. K-225 dengan Berdasarkan kuattekaokarakteistikbetonpadaumur28 hari sesuai (kekuatan pelat mencapai ya[g untuk dinding dan telah dan dlk beton diizinkan) MPa. waktu Bahan pembantu .iaan. MPa. . .untuk memperbaiki mutu beton. garam. bahan-bahan diseruiui lerlebih dahulu olehDireksi. . Moduluselastisitas Es = 2 x 105 MPa. dapat dipakai jenis dan jumlah bahanpembantuyang dipakai harus pembantu. alkali. .harus berupa tidak cuaca. = 240 .2. . organis Air . . Kawat untuk mengikat tulangan harus berupa kawat ika! baja lunak sesuai AASHTO M32 78.Bab II PERSYARATANMATERIAL 2. .2 BESITULANGAN . . ketentuan dansyarat Semen butiranhalusyanStajamdankerassenalidak Agregathalus (pasir).harus dari pemecahan batudengan ukurantidak lebih besardad 20 mm. 22. ataubahan-bahan penger. Agregathalus tersebut pecahatau hancuroleh pengaruh-pengaruh terhadap berat kering) dan lumpur lebih dari 57o (ditentukan boleh mengandung bahan-bahan organis. . untuk baja polos dan ulir dari kelas BJ-24. Kuat leleh tulangan o'u.5 kg/m3 betonsebesar:2500 Density(kepadatan) P o i s oR n atio:0. . yangdiperoleh berupa batupecah Agregat kasar (kerikil dan batu pecah).memenuhi yangditentukan dalarn Nl-8.tidak boleh mengandung minyak. .

Akibat beban tersebutpenncah tidak boleh mengalamilenturanataudeformasiyang berarti.CARA PELAKSANAAN SECARA UMUM yang disyamtkan Cara pelaksanaan dalam buku ini adalahmerupakan suatu sistem pembuatan gorong-gorong persegi yangdimulaidari pembuatan lantaikeda pelatdasar setelahpelat dasar dan dinding selesaidibuat dan siap dan dinding. perancah pekerjaan Setelah siapdipasangkan. . sepeftidiuraikan pasal3. Bila tidak dibuatbendauji.4 danpasal3. selanjutnya dilaksanakan secara berurutan pemasangan perakitan pengecoran padapasal3. Pemasanganbekisting. maka kekuatan K-225 ditunjukkan olehhasilpemeriksaan benda uji. . menerima beban.5. Setelah yatlg disyaratkan.3. tulangan. . Penggalian tanah. Pemadatan tanah. 2. bekerja yangcukuptersebut. Perancah-perancah ini harusdirencanakan mampu menahanbeban yang diperlukan. Perawatan danpembukaan bekisting.BabtrI PERSYARATAN PELAKSANAAN 3. . Perakitan tulangan. . yangdiperlukan. betonmencapai kekuatan kemudian (curing). Pengecora[. Penghamparan betonK-125untuklantaikerja. makacetakan dan acuan beton baru dibongkar setelah berumur 3 minggu. 1 ' CARA. Bagian-bagian konstruksi dimana terjadisarang-sarang kerikil ha-rus diperbaiki . Bila pada saat pengecorardibuat benda-benda uji. Tercapainya kekuatan oleh: ditunjukkan 1. bekisting. . Selanjutnya pelatlantai. . dimulaipembuatan barulah Pelat dasar dan dinding tersebutdi atas berfungsi sebagaipenunjangdisamping perancah-perancah yang diperlukan. pembesian yaitu pemotongan dan pembengkokan besi-besi Persiapan-persiapar tulangan sesuai keperluan.1 PENJELASAN IJMI]M gorong-gorong persegi secaragaris besar dalam pembuatan Langkah pelaksanaan berikut: diuraikan sebagai . dilaksanaka[ perawatar Cetakan dan acuan dibongkarapabila bagian konstruksitersebuttelah mencapai yang cukupuntuk memikulberatsendiridan beban-beban pelaksanaan yang kekuatan padanya. danmaterial Persiapan-persiapan bahan .

Setiapsambungan yang dapatdisetujuiharusdiselangseling sejauh mungkin dan harus terletak pada titik dengan tegangantarik mrnlmum. .permukaan d. Bekistingdibuat dari tripleks yang cukup tebal. b.bekisting harusdibasahi dengan air ataudilapisipada bagian sebelah dalamdengan suatu minyakmineralyangtak akanmembekas. Sebelum pengeco. sehingga tidak pada saat pengecoran dapat bergeser beton dan p€madatan beton. Penahan-penahan te6ebarmerata.u] yang tidak terpakai. c. dengan dengan c. kecualiterlihat padagambar.kotoran dansemua bahan-bahan asingharus dikeluarkan dad bekisting. Penyambungan batangbaja. karat dan kerak pabrik. percikanadukan ataubahanasingyang dapatmengurangi ataumerusak pelekatan dengan betonsebelum betondicor. f. pemadatan diperlukan selama danperawatan.cat. Tulangan harusbersihdari kotoran.lumpur. Sesaat sebelum betondicor.4 PEMASANGAN TULANGAN a.1 1 PEKERJAAN PEMASANGAN BEKISTING a. Bekistingharusdibuat sedemikan rupa sehingga betontidakrusak. Pengelasan padatulanga. padawaktu dibuka. b. Untukitu jarak (betondecking)yang te.buatdari tulangan harusdipasang penahan dengan jarak dapat betondengan mutuminimumK-2?5. 3. Semuabentuk harusdipasang dan dipertahaikan sesuaidengangambarrencana hinggakekuatan betontercapai. e.. beton. Tulangan harus ditempatkan tepatsesuai gambar. Penahan-penahan berbentuk blokyang harusdipasang blok persegiataugelang-gelang sebanyak minimum 4 buah jarak ini harus setiapmeterpersegicetakan atau lantai kerja. d. Bekisting harus dibuat sedemikian rupa sehingga dapat dibersihkan.denganterlebih dahulu dilapisi bahanyalg dapatmeningkatkan ketahanan tripleksterhadap air. Perhatian perludiberikan khusus terhadap ketepatan tebalpenutup beton. dan sambungan kedap terhadap harus adukansertacukup kaku u[tuk mempertahankan posisi yang pengecoran.tidak diizinkan tanpg persetujuan dari Direksi. Tulangan harusdiikat kuat dengan menggunakan kawat ikat baja. Simpul kawat pengikatharus diarahkanmeninggalkan pernukaan beton yang terbuka. batang melingkar ataubeugel Semua tulanganbaja yang disediakanharus sesuai dengan gambar rencana. PEKERIAAN PENGECORANBETON a.minyak.bajatadk utamatidakdiperkenankan.bekas-bekas kawatpengikat tanah.

agarronggabekas lagi dengan adukan. Jarum penggetarharus dimasukkanke dalam adukan secaravenikal. Tinggi slumpyangdiizinkan adalah antara 50 mm . jarum dan pada Lapisanyang digetarkan tidak bolehlebih tebaldari panjang umumnyatidak boleh lebih tebal dari 30 a 50 cm.Karena itu jarum tidak bolehdipasang lebih dekatdari 5 cm dari cetakan ataudari betonyangsudah mengeras. (slump) . Jarum penggetajditadk dari adukanbeton apabilaadukan mulai nampak jarum (air semen mengkilap di sekitar mulai memisahkan di dad agregat). Betonharus dicor dengan caratertentu untukmenghindad pemisahan partikelhalus (segregasi). . dan kasardalamcarnpuran pada gorong-gorong persegiharusdicor secaft terus menerus Lantai kendaraan padapanjang totalbagian struktur. . jarum harusdipilih sedemikian Jarakantarapemasukan rupa hinggadaeraidaerai pengaruhnya saling menurupi. Harus dijaga agarjarum tidak mengenaicetakanataubagian beton yang sudah mulai mengems. . maka pengecoran bagian dinding harus dilakukan lapis demi lapis sehinggatiap-tiap lapis dapat dipadatkan dengan baik. tetapi dalamkeadaan khusus bolehmiring sampai 45 delajat. . d. Untuk mencegah timbulnyarongga-rongga dansarang-sarang kerikil. adukan beton harus dipadatkan selama pengecomn.disyaratkan Konsistensi sesuaidengancara pelaksalaanslump test. jarum tidak boleh digerakkanke arah horizonta. tetapidianjurkan untuk senantiasa menggunakan alatpenggetar mekanis.b.karena Selamapenggetaran pemisahan hal ini akanmenyebabkan bahan-bahan. . c.l. Dalam hal pemadatan beton yang dilakukan dengan alat penggetarharus diperhatikan hal-halsebagai berikut: . c. Pengecoranbeton harus dilaksanakantems menerus sarnpai pekerjaan selesai kecuali dalam keadaanyang tidak memulgkinkan serta dib€rhentik n pada yangdisetujui sambungan konstruksi olehDireksi. . Pemadataniri dapat dilakukan dengan menumbuk-numbuk adukan ataumemukul-mukul cetakan. sehinggatulargan tidak terlepasdari betonnya dan getaran-getamn tidak merambat ke bagian-bagian lain dimana betonsudah mulaimengeaas. Penarikan jarum dapatdiisi penuh tidak bolehdilakukan terlalucepat.80 mm. Jugaharusdiusahakan agar tulalrlgan tidat telkena oleh jarum. jarum rnr yangpadaumumnya tercapai setelah maksimum 15 detik.

. B g 'a t F 9 & Ja 3 5 ? z o o o P a 9 ! i 3 i . : F .3: ! p E E h E : e : ? c : E E : i iE :..! | >.6 . . - z E z tl = 9 s € . 3 . 5 i 3 F g F : 9 " ....:::Fg. - c E q E { .::93 q E g : $ a B i * F g g= g E € ! E '6 3 !EiEgii€R:5F E E z EiqEggEgFigi --€si-iFi E z P g x ^ R r : 9 9 r . 9 : : = t : g . 5 .I E S E E E F E E q F F C i: E F E E g E F F F E E C E . : 9 : = : : X g 3 C S g 9 g 3 : 9 9 € 9 s 6 3 s r . : ? .E : c 9 : t E s ! E : a F F s s d 3 i i E ! E E . : : : : : s a F g : g :. E. g g g g = ! t ^ z z 3 2 Ee 7. x . . € 3 i i ..:. = : i 3 : S . E 5 e 3 g s r F 5 : . g : .. Z ae u ti: a E a = F E3 e .o g : x : x : : t 3 F 3 e 9 e I : = I F K € F R : 9 3 .

.'il oll .L l 'Tt KERB OINOINGPENAHANBAWAH STANDAF GOFONG.d 302 't62 391 92 B B B 256 '127 6 I 10 6 \:/ 8OXCULVEFT 'A | 3 t t .T|PE STNGLE I S 1/1] Imm) Iksl 25 '127 lo0 25 69 16 B c D 16 12 10 l0 10 10 10 t0 10 lo 150 276 too 2a 2A 54 20 I 10 2a 33 5 24 26 19 61 s.GOFONG PERSEG BETON BERTULANG ffi.d 188 0 15 391 36 127 54 33 2A s.a I K-225 I I 8J. OINDING SAYAP ' t l o t l n .lE.24 L1'l Brr I DAFTAA TULANGAN T ] P ES I N G L E ... ! u.

tt.GOFIONG PERSEGI BERTULANG BETON @ DINDING SAYAP T-l I I L I L].t EOXCULVERT o t \J @ll'* STANOAFI GOFIONG..5 ] Ihml {cml 25 2a 129 100 43 62 s.T I P ES T N G L E I S ln.s-z ..8 I PENANAN BAWAH OINOING ffi.d 236 156 0 I k sl 10 B c o E 16 16 l0 '12 10 10 to 37 12 12 71 96 166 191 242 342 100 43 504 408 1o 10 10 3o 6o 20 10 12 25 37 5 37 39 B 10 10 io 10 15 55 33 2 9 B 163 497 256 129 21 6 I B 36 129 92 10 6 @ \.f K-22s I BJ-24 I Brl DAFTAR TULANGAN TIPESINGLE I' |s1/1.

.d.GOBONG PENSEGI BETON EENTULANG --''...----------- ! OINDING PENAHAN BAWAH L J ....al {cml l k sI 10 10 10 68 20 12 B c D E 16 t0 10 12 10 10 16 16 10 63 0 24 231 100 4 9 72 49 1 U 13 13 l8 18 142 232 2AA 488 100 46 29 23 18 42 6 132 244 249 158 s.TIPE STNGLE I S 1/2I B6. L_l KERB @ll't GORONG. K-225 | L 8J-r4 lL slir-3l3 | Bl I DAFTAB IULANGAN TIPE SINGLE . 600 B B 10 10 15 603 55 33 29 164 603 30 30 26 10 36 131 92 256 B a 6 @ "/ @ BOXCULVERT n @ :b \:-/ . SOINDINGSAYAP G.l|.

GORONG PEFSEGI BETON BEFTULANG @ DINDING SAYAP ! DINDING PENAHAN BAWAH ffi. 206 23 124 2 4 2 3 7A 24 1T 244 1S8 512 312 100 57 166 0 3 I l0 10 6a 16 9 B c D E 10 l0 t0 10 10 l0 10 10 t0 10 35 32 19 6 30 2A 27 23 19 12 Dindin9 Sayap B 338 16€ 527 256 239 l0 26 B 15 527 36 239 57 33 31 92 B 12 a o /.s STANDAR GOBONG.T|PE STNGLE I S 2y1 ] Ihnl tkgl 48 48 239 139 100 57 67 s.JG.d.zzs I Bl L BJ'' 4 lL1* I DAFTAR IULANGAN TIPE SINGLE I .\ BOXCULVEFI @ @ @ll'* Ll.I x.

14 K-225 | BTt l DAFTAB TULANGAN TIPE SINGLE L lLszrs-g/gI .:..".d 244 36 r30 2 5 36 105 2 5 18 18 2U 239 518 414 100 60 540 't2 48 B B 15 633 36 241 58 33 32 169 633 32 T 12 33 27 19 12 92 241 B I ro .5 I I c m1 48 48 10 't2 10 10 10 10 t0 10 10 10 68 0 lksl to 10 10 10 76 2A 59 53 32 37 B c D E 191 lo0 60 s..\ BOX CULVEAT " b n " l l ' l l KERB ( A l \ -/ o ti lI ( B ) \-/ .. .s ^:- .GOFIONG PERSEGI BETON BEFTULANG ffiar.:' 16\ --i 'fl | L] /. ( A )l l * ll ..T|PE STNGLE I S 21..Ll DTN'TNGSAYAP D NOINGPENAHAN AAWAH GORONG.\ \7 '-=- vanabte =..t BJ.

T|PE SINGLE I S 22.5 l Imml 48 4A 246 296 100 68 353 322 15 850 36 246 59 33 33 172 850 256 246 12 a t c ml 6 1 133 2A 6 1 r 5 8 28 20 20 298 323 532 632 68 I19l B 19 c o E 10 12 10 10 10 10 10 10 100 2A 66 T2 33 I 2U 227 45 37 19 12 Dinding Sayap B 16 16 lo 0 1a B 10 10 92 B /C\ \:/ @ b n o l l ' l I KEFB @ oll r r-t OINDING SAYAP I I LJJ DINDING PENAHAN BAWAH Ll.s-:/3 i Bl l DAFTAA TULANGAN TIPE SINGLE ."I I K-225 /l L *.GORONG PEFSEGI EETON BEFTULANG G'.G..* | sz2.*.i STANOAR GORONG.

' L_t .3/3 DAFTAR TULANGAN TIPESINGLE . ".""aG.GORONGPEBSEGI BETON BERTULANG G. .".. s DINDINGSAYAP ) K-225 | Brl GOFONG.f KERB BOXCULVEFT @ @llt @ ! DINDING PENAHAN BAWAH L l .TIPE SINGLE I S 2/3] I k9l 48 48 250 350 100 73 72 B 16 10 19 B 19 12 16 10 10 c D E 73 1 3 6 31 73 1 8 6 31 22 22 318 368 100 73 848 776 10 10 10 108 20 29 a2 48 117 61 9 457 503 52 o 15 962 36 250 60 3 3 34 962 92 256 250 13 8 a 10 10 2A 12 B 10 @ o .il I 8J.24 lsz3.

.aE.\ 'J :__ vanabte -j .Ll I DTNDTNGsaYAP PENAHAN BAWAH D NOING PEBSEGI GORONG." . 2 6 9 0 s.5-3/3| DAFTAF TULANGAN TIPE SINGLE .d. d . ril " l tl' l - .14 |Is3. 224 15 762 36 350 60 l c mI c D E 19 12 16 lo 10 10 10 10 10 10 10 35 1 8 6 31 35 1 1 1 31 22 356 281 100 T3 178 0 100 2A 56 63 66 70 62 I 65 69 B 570 472 15 l8 33 34 3a 33 B 92 B 256 350 13 8 2A 1T @ G\ ' '7.5] lksl 10 10 10 10 tmnl 73 73 350 200 100 T3 73 s .D .s r : AOXCULVEFI rA 'T-l o t /'.".'n .:------ t l | u " \J .GORONG BETON SEFTULANG ffi.T|PE STNGLE I S 3/1.o.Ll KERS @ /a) | l's ll .l K-225 | Brl I L BJ.

"| I L rl .1 K-22s I lL s3i.il Er..-r3 ] Br l TULANGAN DAFTAR TIPESINGLE . d .s DINDING SAYAP ! PENAHAN BAWAH OINDING PERSEG] GOAONG.". 672 584 10 10 10 20 13 16 a4 73 88 u 10 162 140 Dinding Sayap B 35 B 10 l0 10 176 874 256 354 1a 8 38 2A 1T 92 @ BOXCULVERT @ @llt Ll.GORONG BETON BERTULANG r.TrPESTNGLEI S 3/2I Imnl I c ml 72 72 354 254 100 79 3?A 2U l5 674 36 3* 61 189 1 3 9 34 {k9l B c D E 19 19 l0 16 1o l0 16 t6 24 24 376 326 756 556 100 T9 1 8 2 s .

T|PE SINGLE I S 3/2. ! OINDINGPENAHANBAWAH DIND NGSAYAP STANDAB GOBONG.GORONG PEFSEGI BETON BEFTULANG E. d 774 688 6l 10 10 10 103 2A 18 Iksl 86 81 6T 103 67 10 257 257 53 B c o E 12 t0 10 B l0 15 33 3 5 B 10 176 974 256 354 18 I 1o B 10 36 92 2a @ @ BOXCULVERT 't t n1 l KEFB @ '6 \J /'..\ @ |j r# : o ll.lE.. 5 .3 /]3 DAFTARTIJLANGAN T I P ES I N G L E .s ] lmml 19 I c ml 72 72 354 3o+ 100 79 365 33 60 1 8 9 34 60 1fr4 24 388 363 756 656 100 79 1 8 8 s .22s BJ-24 I BTi I S 3 / r ..f K.

r 254 2P BOXCULVERT @ i I _. .ln iLt ._-___.79 2A 112 2A 30 33 179 238 69 15 176 5€ 36 3t.. D NJING SAYAP D]ND NG PENAHAN8AV/AB .3 .19 l6 r0 t0 16 16 72 3U loo 2A 756 100 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->