DIREKTORAT BINAPROGRAM JALAN D I R E K T O R AJ TE N D E R A L B I N AM A R G A D E P A R T E M E NP E K E R J A A N U M U M

STANDAR GE I T ( )B G()Rt)NG.G()P RE ( )R NS GEB NE R T U L A N G CULVERT] tBt)X
Tipe Single
8 T t /S

DAT'TAR ISI

Halaman

BAB I.

PENDAHULUAN l.l |.2 1.3
1 4

I 1 2 2 2 2

Umum.................. Kriteria Perencanaan ................. Dasar-DasarPerencanaan ..........
Pph,,l,no"n

l5

Dasar-dasarPelaksanaan

BAB II.

BAB III.

PERSYARATAN PELAKSANAAN....,......,......,.. 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 PenjelasM Umum Pelaksanaan Cara-Cara Secara Umum Pekerjaan Pemasangan Bekisting ................. PemasanganTulangan Pekerjaan Pengecoran Beton....................... 4 4 5 5 5

BAB IV.

DAFTAR VOLIJME BETON DAN BERAT BESI TULANGAN Y A N G D I G U N A K A N. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Gambar-GambarStandarGorong-Gorong Persegi BetonBertulang

Bab I PENDAHULUAN
l.l

UMUM gorong-gorong paraperencana ini beftujuan mempermudah dan pelaksana Standarisasi gorong-Sorong pembangun:rn persegi rupa, sehingga tercapainya kelancaran sedemikian persegi. yang adadalambuku standar ini adalahKonstruksi gorong-go.ong persegi Konstruksi Tipe Single. Persegi BetonBenulang Gorong-Gorong Pada umumnya stluktur beton bertulang mengalamitegangantarik yang cukup besar gaya-gaya tarik yang ditimbulkanoleh gayaluar yang ada. Tegangan akibatadanya yang ada padastruktur betonbertulang. tulangan tarik gayaluartersebut ditahan oleh Persegi BetonBertulang DimensiGorong-Gorong persegistandar dengandimensi Tipe Single,direncanakan Konstruksigorong-gorong gorong-gorong persegi, merupakan I danTabel L Panjang seperti terlihatpadaGambar jalan tebal dinding sayap. dan dua kali dua kali lebar bahu lebarjalanditambah dapatmenampung persegi ini direncanakan gorong-gorong betonbenulang Konstruksi jalan, panjanggorongpada prinsipnya perkerasan sehingga berbagaivariasi lebar volumedan beratbesi tulangan tetapipadaperhitungan gorongpersegiadalah bebas, jalao yaitu3,5: 4,5, 6 &'7 rr,eter. perkerasan yang umum lebar dengan diambilterbatas Gambar I
h h

Tabel 1
Tipe Single i h t

hj

I
100 100 t00 200 200 200 200 200 300 300 300 300 100 150 200 100 150 200 250 100 150 200 250 300

h l6 t'7 l8 22 23 26 28 28 30 30 30

hi

lh

1,2

KRITERIA PERENCANAAN
Pembebanan

Lalu lintas

: Pedoman perencanaal pembebanan gorong-gorong persegi menggunakan Pembebanan Jembatan danJalanRaya. SKBI 1.3.28.1987 UDC: 624.U2: 624.21 : Beban T 1007o.

1.3

DASAR-DASARPERENCANAAN AnalisisPembebanan ,li8fih padaasumsi disebut tanahlunakyangumumnya sfuktur didasarkan Perhitungan dari kombinasi hasilpembebanan terbesar/maksimum detganmengambil compressible, pembebanan sebagai berikut : persegi betonbenulang a. Beratsendirigorong-gorong (dualwheelload) l0 ton ataumuatan rencana sumbu20 ton b. Bebanrodaganda gorong-gorong persegi setara ini diPerhitungkan kendaraan di atas konstruksi c. Beban setinggi 60 cm. dengan muata!tanah d. Tekanan tanah aktif e. Tekanan air dari luar (qa). hydrostatic f. Tekanan

1,4

PENTJLANGAN
Penulangan gorong-gorong persegi beton bertulang ini diraDcang sedemikian rupa sehingga: 1. Mudah dilaksanakanagar didapat hasil yang rapih dan sesuaidengan perhitungan sertagambar. 2. Diameter tulangan yang digunakan 19 mm, 16 mm, 12 mm dan l0 mm (menghindaripenggunaan yang beragam). tulangandenganukuran/diameter Bentuk-/ukuransegmen penulangar sederhana,praktis, dan dapat dipakai pada beberapa segmen gorong-gotong sefia beratnya pun diperhitungkan sedemikian dan diikat. rupa sehinggamudah dirakit/dipasang direncanakan tulangan(lihat Gambar Penulangan) PembengkokM dan penempatan jalan pemakai penutup beton bila sedemikian.upa sehinggatidak membahayakan pecah karena benturan keras atau aus (ujung tulangan tidak akan menonjol ke permukaanlantai kendaraan).

3.

4.

1.5

DASAR.DASAR PELAKSANAAN Konstruksi gorong-gorong persegi beton bertulang ini dirancang dengan cara pengecorandi tempat, menggunakanperancah sementaradan bekisting yang harus kekuatanbeton tercapaiyaitu umur beton kurang lebih 28 hari. dibongkar segerasetelah

bahan-bahan diseruiui lerlebih dahulu olehDireksi.untuk memperbaiki mutu beton. . Kuat leleh tulangan o'u. ataubahan-bahan penger. sebagai berikut: yangdipakaidalam campuran betondisyaratkan material Semua . Agregathalus tersebut pecahatau hancuroleh pengaruh-pengaruh terhadap berat kering) dan lumpur lebih dari 57o (ditentukan boleh mengandung bahan-bahan organis. . = 240 . ketentuan dansyarat Semen butiranhalusyanStajamdankerassenalidak Agregathalus (pasir). . .harus berupa tidak cuaca. yangdiperoleh berupa batupecah Agregat kasar (kerikil dan batu pecah).1 BETONBERTULANG . . garam.2 BESITULANGAN . 2. K-225 dengan Berdasarkan kuattekaokarakteistikbetonpadaumur28 hari sesuai (kekuatan pelat mencapai ya[g untuk dinding dan telah dan dlk beton diizinkan) MPa.harus dari pemecahan batudengan ukurantidak lebih besardad 20 mm. dapat dipakai jenis dan jumlah bahanpembantuyang dipakai harus pembantu. 22.iaan. Pembengkokan tulanganharusdilakukandalamkeadaan dingin.tidak boleh mengandung minyak. . Kawat untuk mengikat tulangan harus berupa kawat ika! baja lunak sesuai AASHTO M32 78.bahan-bahan lain yangmerusak betondan/atau bajatulangan.memenuhi yangditentukan dalarn Nl-8.5 kg/m3 betonsebesar:2500 Density(kepadatan) P o i s oR n atio:0. Mutu baja tulanganBJ-24.Bab II PERSYARATANMATERIAL 2. . Agregatkasar ini harusbersifatkerasdantidak bemorisertatidak mudahDecalatauhancuroleh penganrh cuaca. waktu Bahan pembantu . .2. oi. alkali. Moduluselastisitas Es = 2 x 105 MPa. . untuk baja polos dan ulir dari kelas BJ-24. . MPa. . organis Air .asam.sifat-sifat pengikatan dan pengerasan ataupununtuk maksud-maksud lain.

maka kekuatan K-225 ditunjukkan olehhasilpemeriksaan benda uji. Penghamparan betonK-125untuklantaikerja. danmaterial Persiapan-persiapan bahan . tulangan. . bekerja yangcukuptersebut. Pemasanganbekisting. betonmencapai kekuatan kemudian (curing). menerima beban. Setelah yatlg disyaratkan. . selanjutnya dilaksanakan secara berurutan pemasangan perakitan pengecoran padapasal3. . Pengecora[. Bila pada saat pengecorardibuat benda-benda uji. Pemadatan tanah. .1 PENJELASAN IJMI]M gorong-gorong persegi secaragaris besar dalam pembuatan Langkah pelaksanaan berikut: diuraikan sebagai . perancah pekerjaan Setelah siapdipasangkan.3. Bagian-bagian konstruksi dimana terjadisarang-sarang kerikil ha-rus diperbaiki . yangdiperlukan. sepeftidiuraikan pasal3. Akibat beban tersebutpenncah tidak boleh mengalamilenturanataudeformasiyang berarti. Perawatan danpembukaan bekisting.BabtrI PERSYARATAN PELAKSANAAN 3. 1 ' CARA. Perancah-perancah ini harusdirencanakan mampu menahanbeban yang diperlukan. Bila tidak dibuatbendauji.4 danpasal3. 2. Selanjutnya pelatlantai. pembesian yaitu pemotongan dan pembengkokan besi-besi Persiapan-persiapar tulangan sesuai keperluan.5. Perakitan tulangan. makacetakan dan acuan beton baru dibongkar setelah berumur 3 minggu. .CARA PELAKSANAAN SECARA UMUM yang disyamtkan Cara pelaksanaan dalam buku ini adalahmerupakan suatu sistem pembuatan gorong-gorong persegi yangdimulaidari pembuatan lantaikeda pelatdasar setelahpelat dasar dan dinding selesaidibuat dan siap dan dinding. bekisting. Penggalian tanah. . Tercapainya kekuatan oleh: ditunjukkan 1. dilaksanaka[ perawatar Cetakan dan acuan dibongkarapabila bagian konstruksitersebuttelah mencapai yang cukupuntuk memikulberatsendiridan beban-beban pelaksanaan yang kekuatan padanya. dimulaipembuatan barulah Pelat dasar dan dinding tersebutdi atas berfungsi sebagaipenunjangdisamping perancah-perancah yang diperlukan. .

c. Sesaat sebelum betondicor. beton.permukaan d. PEKERIAAN PENGECORANBETON a.. 3. . Perhatian perludiberikan khusus terhadap ketepatan tebalpenutup beton. Bekistingdibuat dari tripleks yang cukup tebal. percikanadukan ataubahanasingyang dapatmengurangi ataumerusak pelekatan dengan betonsebelum betondicor. Tulangan harus ditempatkan tepatsesuai gambar. sehingga tidak pada saat pengecoran dapat bergeser beton dan p€madatan beton.4 PEMASANGAN TULANGAN a. Pengelasan padatulanga.denganterlebih dahulu dilapisi bahanyalg dapatmeningkatkan ketahanan tripleksterhadap air.u] yang tidak terpakai. e. padawaktu dibuka. Untukitu jarak (betondecking)yang te. Penyambungan batangbaja. Simpul kawat pengikatharus diarahkanmeninggalkan pernukaan beton yang terbuka. dan sambungan kedap terhadap harus adukansertacukup kaku u[tuk mempertahankan posisi yang pengecoran. pemadatan diperlukan selama danperawatan.minyak. Bekistingharusdibuat sedemikan rupa sehingga betontidakrusak. dengan dengan c. karat dan kerak pabrik.bekas-bekas kawatpengikat tanah.bekisting harusdibasahi dengan air ataudilapisipada bagian sebelah dalamdengan suatu minyakmineralyangtak akanmembekas. f. Semuabentuk harusdipasang dan dipertahaikan sesuaidengangambarrencana hinggakekuatan betontercapai. Sebelum pengeco. Bekisting harus dibuat sedemikian rupa sehingga dapat dibersihkan.bajatadk utamatidakdiperkenankan. Penahan-penahan te6ebarmerata.kotoran dansemua bahan-bahan asingharus dikeluarkan dad bekisting.lumpur.cat. batang melingkar ataubeugel Semua tulanganbaja yang disediakanharus sesuai dengan gambar rencana. b. b. Tulangan harusbersihdari kotoran. Setiapsambungan yang dapatdisetujuiharusdiselangseling sejauh mungkin dan harus terletak pada titik dengan tegangantarik mrnlmum. kecualiterlihat padagambar. Penahan-penahan berbentuk blokyang harusdipasang blok persegiataugelang-gelang sebanyak minimum 4 buah jarak ini harus setiapmeterpersegicetakan atau lantai kerja. Tulangan harusdiikat kuat dengan menggunakan kawat ikat baja. d.tidak diizinkan tanpg persetujuan dari Direksi.buatdari tulangan harusdipasang penahan dengan jarak dapat betondengan mutuminimumK-2?5.1 1 PEKERJAAN PEMASANGAN BEKISTING a.

disyaratkan Konsistensi sesuaidengancara pelaksalaanslump test.karena Selamapenggetaran pemisahan hal ini akanmenyebabkan bahan-bahan. d. Untuk mencegah timbulnyarongga-rongga dansarang-sarang kerikil.Karena itu jarum tidak bolehdipasang lebih dekatdari 5 cm dari cetakan ataudari betonyangsudah mengeras. . (slump) . Pengecoranbeton harus dilaksanakantems menerus sarnpai pekerjaan selesai kecuali dalam keadaanyang tidak memulgkinkan serta dib€rhentik n pada yangdisetujui sambungan konstruksi olehDireksi. Tinggi slumpyangdiizinkan adalah antara 50 mm . Jarum penggetajditadk dari adukanbeton apabilaadukan mulai nampak jarum (air semen mengkilap di sekitar mulai memisahkan di dad agregat). Dalam hal pemadatan beton yang dilakukan dengan alat penggetarharus diperhatikan hal-halsebagai berikut: . . jarum harusdipilih sedemikian Jarakantarapemasukan rupa hinggadaeraidaerai pengaruhnya saling menurupi. Jarum penggetarharus dimasukkanke dalam adukan secaravenikal. tetapidianjurkan untuk senantiasa menggunakan alatpenggetar mekanis. jarum dan pada Lapisanyang digetarkan tidak bolehlebih tebaldari panjang umumnyatidak boleh lebih tebal dari 30 a 50 cm. tetapi dalamkeadaan khusus bolehmiring sampai 45 delajat. . jarum rnr yangpadaumumnya tercapai setelah maksimum 15 detik. jarum tidak boleh digerakkanke arah horizonta. maka pengecoran bagian dinding harus dilakukan lapis demi lapis sehinggatiap-tiap lapis dapat dipadatkan dengan baik. Pemadataniri dapat dilakukan dengan menumbuk-numbuk adukan ataumemukul-mukul cetakan. Harus dijaga agarjarum tidak mengenaicetakanataubagian beton yang sudah mulai mengems. dan kasardalamcarnpuran pada gorong-gorong persegiharusdicor secaft terus menerus Lantai kendaraan padapanjang totalbagian struktur. c. . agarronggabekas lagi dengan adukan. Betonharus dicor dengan caratertentu untukmenghindad pemisahan partikelhalus (segregasi).l.80 mm. Jugaharusdiusahakan agar tulalrlgan tidat telkena oleh jarum. . . Penarikan jarum dapatdiisi penuh tidak bolehdilakukan terlalucepat. sehinggatulargan tidak terlepasdari betonnya dan getaran-getamn tidak merambat ke bagian-bagian lain dimana betonsudah mulaimengeaas.b. c. adukan beton harus dipadatkan selama pengecomn.

3 . g g g g = ! t ^ z z 3 2 Ee 7. .E : c 9 : t E s ! E : a F F s s d 3 i i E ! E E . 5 . g : . - z E z tl = 9 s € . x . : ? .I E S E E E F E E q F F C i: E F E E g E F F F E E C E ..:.. : 9 : = : : X g 3 C S g 9 g 3 : 9 9 € 9 s 6 3 s r .. .. 9 : : = t : g . E. : : : : : s a F g : g :.! | >. .6 . : F . € 3 i i .3: ! p E E h E : e : ? c : E E : i iE :. B g 'a t F 9 & Ja 3 5 ? z o o o P a 9 ! i 3 i .o g : x : x : : t 3 F 3 e 9 e I : = I F K € F R : 9 3 . E 5 e 3 g s r F 5 : . = : i 3 : S .. Z ae u ti: a E a = F E3 e . - c E q E { . 5 i 3 F g F : 9 " .::93 q E g : $ a B i * F g g= g E € ! E '6 3 !EiEgii€R:5F E E z EiqEggEgFigi --€si-iFi E z P g x ^ R r : 9 9 r ..:::Fg.

L l 'Tt KERB OINOINGPENAHANBAWAH STANDAF GOFONG.. OINDING SAYAP ' t l o t l n .24 L1'l Brr I DAFTAA TULANGAN T ] P ES I N G L E .a I K-225 I I 8J.d 188 0 15 391 36 127 54 33 2A s.GOFONG PERSEG BETON BERTULANG ffi.T|PE STNGLE I S 1/1] Imm) Iksl 25 '127 lo0 25 69 16 B c D 16 12 10 l0 10 10 10 t0 10 lo 150 276 too 2a 2A 54 20 I 10 2a 33 5 24 26 19 61 s..d 302 't62 391 92 B B B 256 '127 6 I 10 6 \:/ 8OXCULVEFT 'A | 3 t t .lE.. ! u.'il oll .

d 236 156 0 I k sl 10 B c o E 16 16 l0 '12 10 10 to 37 12 12 71 96 166 191 242 342 100 43 504 408 1o 10 10 3o 6o 20 10 12 25 37 5 37 39 B 10 10 io 10 15 55 33 2 9 B 163 497 256 129 21 6 I B 36 129 92 10 6 @ \.5 ] Ihml {cml 25 2a 129 100 43 62 s.T I P ES T N G L E I S ln.s-z .8 I PENANAN BAWAH OINOING ffi..f K-22s I BJ-24 I Brl DAFTAR TULANGAN TIPESINGLE I' |s1/1.tt..t EOXCULVERT o t \J @ll'* STANOAFI GOFIONG.GOFIONG PERSEGI BERTULANG BETON @ DINDING SAYAP T-l I I L I L].

K-225 | L 8J-r4 lL slir-3l3 | Bl I DAFTAB IULANGAN TIPE SINGLE ...l|. L_l KERB @ll't GORONG..----------- ! OINDING PENAHAN BAWAH L J ..GOBONG PENSEGI BETON EENTULANG --''.al {cml l k sI 10 10 10 68 20 12 B c D E 16 t0 10 12 10 10 16 16 10 63 0 24 231 100 4 9 72 49 1 U 13 13 l8 18 142 232 2AA 488 100 46 29 23 18 42 6 132 244 249 158 s.d... SOINDINGSAYAP G.TIPE STNGLE I S 1/2I B6. 600 B B 10 10 15 603 55 33 29 164 603 30 30 26 10 36 131 92 256 B a 6 @ "/ @ BOXCULVERT n @ :b \:-/ .

JG.GORONG PEFSEGI BETON BEFTULANG @ DINDING SAYAP ! DINDING PENAHAN BAWAH ffi.s STANDAR GOBONG. 206 23 124 2 4 2 3 7A 24 1T 244 1S8 512 312 100 57 166 0 3 I l0 10 6a 16 9 B c D E 10 l0 t0 10 10 l0 10 10 t0 10 35 32 19 6 30 2A 27 23 19 12 Dindin9 Sayap B 338 16€ 527 256 239 l0 26 B 15 527 36 239 57 33 31 92 B 12 a o /.\ BOXCULVEFI @ @ @ll'* Ll.I x.d.zzs I Bl L BJ'' 4 lL1* I DAFTAR IULANGAN TIPE SINGLE I .T|PE STNGLE I S 2y1 ] Ihnl tkgl 48 48 239 139 100 57 67 s.

:' 16\ --i 'fl | L] /.GOFIONG PERSEGI BETON BEFTULANG ffiar.\ BOX CULVEAT " b n " l l ' l l KERB ( A l \ -/ o ti lI ( B ) \-/ . ( A )l l * ll .\ \7 '-=- vanabte =.14 K-225 | BTt l DAFTAB TULANGAN TIPE SINGLE L lLszrs-g/gI .t BJ...".s ^:- .Ll DTN'TNGSAYAP D NOINGPENAHAN AAWAH GORONG.. .:...5 I I c m1 48 48 10 't2 10 10 10 10 t0 10 10 10 68 0 lksl to 10 10 10 76 2A 59 53 32 37 B c D E 191 lo0 60 s..d 244 36 r30 2 5 36 105 2 5 18 18 2U 239 518 414 100 60 540 't2 48 B B 15 633 36 241 58 33 32 169 633 32 T 12 33 27 19 12 92 241 B I ro .T|PE STNGLE I S 21.

T|PE SINGLE I S 22.GORONG PEFSEGI EETON BEFTULANG G'.G.*."I I K-225 /l L *.5 l Imml 48 4A 246 296 100 68 353 322 15 850 36 246 59 33 33 172 850 256 246 12 a t c ml 6 1 133 2A 6 1 r 5 8 28 20 20 298 323 532 632 68 I19l B 19 c o E 10 12 10 10 10 10 10 10 100 2A 66 T2 33 I 2U 227 45 37 19 12 Dinding Sayap B 16 16 lo 0 1a B 10 10 92 B /C\ \:/ @ b n o l l ' l I KEFB @ oll r r-t OINDING SAYAP I I LJJ DINDING PENAHAN BAWAH Ll.* | sz2.s-:/3 i Bl l DAFTAA TULANGAN TIPE SINGLE .i STANOAR GORONG..

f KERB BOXCULVEFT @ @llt @ ! DINDING PENAHAN BAWAH L l .. ' L_t . .".""aG.3/3 DAFTAR TULANGAN TIPESINGLE .il I 8J.TIPE SINGLE I S 2/3] I k9l 48 48 250 350 100 73 72 B 16 10 19 B 19 12 16 10 10 c D E 73 1 3 6 31 73 1 8 6 31 22 22 318 368 100 73 848 776 10 10 10 108 20 29 a2 48 117 61 9 457 503 52 o 15 962 36 250 60 3 3 34 962 92 256 250 13 8 a 10 10 2A 12 B 10 @ o . s DINDINGSAYAP ) K-225 | Brl GOFONG.GORONGPEBSEGI BETON BERTULANG G.24 lsz3. ".

d.GORONG BETON SEFTULANG ffi.'n .5] lksl 10 10 10 10 tmnl 73 73 350 200 100 T3 73 s . 224 15 762 36 350 60 l c mI c D E 19 12 16 lo 10 10 10 10 10 10 10 35 1 8 6 31 35 1 1 1 31 22 356 281 100 T3 178 0 100 2A 56 63 66 70 62 I 65 69 B 570 472 15 l8 33 34 3a 33 B 92 B 256 350 13 8 2A 1T @ G\ ' '7.14 |Is3. ril " l tl' l - .:------ t l | u " \J . 2 6 9 0 s.".5-3/3| DAFTAF TULANGAN TIPE SINGLE .o.D ..s r : AOXCULVEFI rA 'T-l o t /'. d .Ll I DTNDTNGsaYAP PENAHAN BAWAH D NOING PEBSEGI GORONG.l K-225 | Brl I L BJ.aE.\ 'J :__ vanabte -j ." .T|PE STNGLE I S 3/1.Ll KERS @ /a) | l's ll .

TrPESTNGLEI S 3/2I Imnl I c ml 72 72 354 254 100 79 3?A 2U l5 674 36 3* 61 189 1 3 9 34 {k9l B c D E 19 19 l0 16 1o l0 16 t6 24 24 376 326 756 556 100 T9 1 8 2 s .. d .-r3 ] Br l TULANGAN DAFTAR TIPESINGLE .s DINDING SAYAP ! PENAHAN BAWAH OINDING PERSEG] GOAONG.". 672 584 10 10 10 20 13 16 a4 73 88 u 10 162 140 Dinding Sayap B 35 B 10 l0 10 176 874 256 354 1a 8 38 2A 1T 92 @ BOXCULVERT @ @llt Ll.GORONG BETON BERTULANG r.il Er."| I L rl .1 K-22s I lL s3i.

. ! OINDINGPENAHANBAWAH DIND NGSAYAP STANDAB GOBONG. 5 .GORONG PEFSEGI BETON BEFTULANG E.f K...3 /]3 DAFTARTIJLANGAN T I P ES I N G L E .lE.\ @ |j r# : o ll.s ] lmml 19 I c ml 72 72 354 3o+ 100 79 365 33 60 1 8 9 34 60 1fr4 24 388 363 756 656 100 79 1 8 8 s .T|PE SINGLE I S 3/2. d 774 688 6l 10 10 10 103 2A 18 Iksl 86 81 6T 103 67 10 257 257 53 B c o E 12 t0 10 B l0 15 33 3 5 B 10 176 974 256 354 18 I 1o B 10 36 92 2a @ @ BOXCULVERT 't t n1 l KEFB @ '6 \J /'.22s BJ-24 I BTi I S 3 / r .

19 l6 r0 t0 16 16 72 3U loo 2A 756 100 ..ln iLt .3 ._-___.79 2A 112 2A 30 33 179 238 69 15 176 5€ 36 3t. D NJING SAYAP D]ND NG PENAHAN8AV/AB . .r 254 2P BOXCULVERT @ i I _.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful