P. 1
Makalah Akuntansi Perbankan

Makalah Akuntansi Perbankan

|Views: 435|Likes:
Published by Indah_Yuliana94
MAKALAH AKUNTANSI PERBANKAN
Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Ujian Tengah Semester VI
Mata Kuliah Praktik Akuntansi Perbankan
Dosen Pengampu : Agus Susilo,S.Pd
MAKALAH AKUNTANSI PERBANKAN
Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Ujian Tengah Semester VI
Mata Kuliah Praktik Akuntansi Perbankan
Dosen Pengampu : Agus Susilo,S.Pd

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Indah_Yuliana94 on Jun 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/16/2013

pdf

text

original

MAKALAH AKUNTANSI PERBANKAN

Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Ujian Tengah Semester VI Mata Kuliah Praktik Akuntansi Perbankan Dosen Pengampu : Agus Susilo,S.Pd

DI SUSUN OLEH:

INDAH YULIANA A 210 100 197

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2013

1) Perbedaan Akuntansi Perusahaan Jasa, Akuntansi Perusahaan Dagang dan Perusahaan Perbankan A. Akuntansi Perusahaan Jasa Perusahaan jasa adalah suatu perusahaan yang kegiatan usahanya ditujukan untuk memperoleh laba atau keuntungan melalui pelayanan jasa-jasa tertentu. Perusahaan – perusahaan yang digolongkan sebagai perusahaan jasa antara lain adalah: Bisnis jasa (konsultan, keuangan, perbankan), Perdagangan jasa (eceran, pemeliharaan dan perbaikan), Jasa infrastruktur (komunikasi, transportasi), Jasa personal/social (restoran, perawatan kesehatan), Administrasi umum (pendidikan, pemerintah). Karakteristik perusahaan Jasa : 1. Tidak adanya persediaan penyangga 2. Kesulitan dalam pengawasan kualitas 3. Penggunaan tenaga kerja yang insentif 4. Organisasi dengan multi unit Siklus akuntansi perusahaan jasa pada umunmya bisa dikelompokkan sebagai berikut. (1) Tahap pencatatan, meliputi analisis transaksi dan bukti-bukti transaksi penjurnalan, dan pentindabbukuan (posting) dari jurnal ke akun-akun.

(2) Tahap pengikhtisaran, meliputi pembuatan neraca saldo. (3) Tahap pembuatan laporan keuangan, yaitu neraca, laporan laba-rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas.

B. Akuntansi Perusahaan Dagang Perusahaan dagang kegiatan pokok usahanya adalah melakukan transaksi pembelian barang dagang dengan tujuan untuk dijual kembali tanpa mengubah bentuk barang tersebut lebih dahulu. Kalau terjadi pengolahan maka pengolahan itu biasanya terbatas pada pengepakan atau pengemasan supaya barang tersebut menjadi lebih menarik.Perusahaan dapat pula dibedakan menjadi pedagang besar, menengah, dan pedagang kecil. Pedagang besar biasa membeli barang dagang langsung dari pabrik penghasil barang. Sedangkan pedagang kecil ( retailer) membeli barang dari pedagang besar untuk dijual kepada konsumen dengan harga eceran. Karekteristik perusahaan dagang antara lain adalah: 1. Melakukan transaksi pembelian dan penjualan barang dagang baik secara tunai maupun secara kredit. 2. Melakukan penyimpanan barang dagang setelah pembelian dan sebelum barang dagang laku terjual. 3. Melakukan transaksi retur pembelian atau retur penjualan bila diperlukan. 4. Melakukan transaksi pelunasan/pembayaran utang dan penerimaan piutang dagang yang telah terjadi. Transaksi yang terjadi pada perusahaan jasa juga terdapat pada perusahaan dagang. Namun ada transaksi yang terjadi pada perusahaan dagang tetapi tidak terjadi pada perusahaan jasa disinilah perbedaan antara perusahaan jasa dengan perusahaan dagang. Transaksi tersebut adalah yang berhubungan dengan kegiatan utama perusahaan dagang. Seperti transaksi pembelian, biaya angkut pembelian, retur pembelian, potongan pembelian, penjualan, retur penjualan, potongan penjualan, biaya angkut penjualan, persediaan barang dagang.

C. Akuntansi Perusahaan Perbankan Akuntansi bank merupakan seni pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran atas seluruh transaksi yang terjadi di dalam bank yang hasilnya berupa laporan keuangan. Laporan keuangan bank merupakan bentuk pertanggungjawaban manajemen bank terhadap pihak yang berkepentingan dengan kinerja bank. Tujuan laporan keuangan bank adalah untuk memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja, perubahan ekuitasm arus kas, dan informasi lainnya yang bermanfaat bagi pengguna laproan keuangan dalam rangka pengambilan keputusan ekonomi serta menunjukkan pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka Dengan demikian yang di maksud dengan akuntansi perbankan adalah akuntansi yang dipergunakan atau diterapkan dalam usaha perbankan. Secara garis besar tidak ada perbedaan yang mendasar antara Akuntansi pada perusahaan atau perbankan. Ketika asset bertambah, pada akuntansi perbankan juga menaruhnya pada sisi Debet dan begitu pula dengan sebaliknya dan akunakun yang lainnya. Perbedaan yang cukup mencolok hanya pada sisi penghimpunan dana atau pasiva. Pada sisi penghimpunan dana diperbankan umumnya pada sisi Hutang adalah bersumber pada Himpunan dana pihak ketiga atau nasabah, sedangkan pada Akuntansi perusahaan yang bergerak bukan disektor keuangan seperti perbankan pada sisi pasiva yang khususnya pada poisisi Hutang umumnya adalah Hutang Bank. 2) Konsep Penghitungan Bunga Tabungan Dengan Contoh Soal Pemisalan 3 metode penghitungan bunga tabungan, yaitu: a. Berdasarkan saldo terendah Pada metode ini, bunga dalam satu bulan dihitung berdasarkan saldo terendah dalam bulan tersebut. Bunga dihitung dengan rumus : saldo terendah, dikalikan suku bunga tahunan, dikalikan hasil pembagian jumlah hari dalam satu bulan per 365.

b. Berdasarkan saldo rata-rata Pada metode ini, bunga dalam satu bulan dihitung berdasarkan saldo ratarata dalam bulan berjalan. Saldo rata-rata dihitung berdasarkan jumlah saldo akhir tabungan setiap hari dalam bulan berjalan, dibagi dengan jumlah hari dalam bulan tersebut Bunga dihitung dengan rumus : Saldo rata-rata harian, dikalikan suku buga tabungan per tahun, dikalikan hasil penjumlahan hari dalam bulan berjalan per 365. c. Saldo harian. Pada metode ini bunga dihitung dari saldo harian. Bunga tabungan dalam bulan berjalan dihitung dengan menjumlahkan hasil perhitungan bunga setiap harinya. Misalkan bunga tabungan yang berlaku adalah sebagai berikut : Saldo di bawah Rp5 juta, bunga = 2 persen Saldo Rp5 juta ke atas, bunga = 3 persen Cara perhitungan bunga: Tgl 1 : Rp.1 Juta x 2 % x 1/365 = 54,79 Tgl 2 : Rp.1 Juta x 2 % x Tgl 3 : Rp.1 Juta x 2 % x Tgl 4 : Rp.1 Juta x 2 % x 1 /365 = 54,79 1 /365 = 54,79 1 /365 = 54,9

Tgl 5 : Rp.6 juta x 3 % x 1 /365 = 493,15 dan seterusnya 3) Tabungan yang disetor dimasa akhir bulan tidak diperhitungkan dalam penghitungan bunga tabungan karena dalam menjalankan fungsinya, Bank ingin mendapatkan laba dengan cara meminimalkan pemberian bunga pada nasabah sehingga Pihak bank membatasi atau menentukan pemberian bunga dengan nominal terendah dari setoran nasabah tersebut. 4) Transaksi Tunai merupakan transaksi yang berpengaruh pada posisi keuangan yang berkaitan dengan kas yang dilakukan secara tunai atau langsung dalam Buku kas masuk dan Buku kas keluar. Contohnya Penerimaan setoran tabungan dari nasabah.

Sedangkan transaksi non tunai adalah transaksi yang berpengaruh pada posisi keuangan namun tidak berkaitan dengan kas masuk dan kas keluar. Contohnya pada pencatatan Nota Pembukuan Intern 5) Yang termasuk kedalam perhitungan Non tunai adalah Nota Pembukuan intern.yang meliputi : Bunga Tabungan,Pajak terhutang,ABA (Antar Bank Aktiva),ABP (Antar Bank Pasiva), pembentukan CKP (Cadangan Kerugian Piutang), Persekot Sewa, Penyusutan Aktiva Tetap, Pembelian dan penjualan secara kredit. Misalnya diketahui biaya bunga sebesar Rp 100.000,00 Pajak terhutang 16% dari bunga dan sisanya adalah tabungan yang harus ditanggung pihak bank.maka jurnalnya adalah: Biaya Bunga Rp 100.000,00 Pajak Terhutang Rp.16.000,00 Tabungan Rp 84.000,00 6) Menurut kegiatan atau menurut fungsinya bank terbagi ke dalam tiga macam bank, yaitu Bank Sentral, Bank Umum, dan Bank Perkreditan Rakyat. 1. Bank sentral Bank sentral merupakan banknya para bank (the banke’s bank) yang berkedudukan dan berkantor pusat di ibu kota Republik Indonesia dengan kantorkantor cabang di propinsi-propinsi tertentu di wilayah Indonesia. Bank Sentral juga merupakan ‘kasir’ negara Bank Sentral juga harus membina hubungan fengan Bank Sentral negara-negara lain. Maka, Bank Sentral juga mempunyai sejumlah perwakilan dan koresponden di luar negeri. Berdasarkan UU No.23 tahun 1999 tentang Kemandirian Bank Sentral, Bank Sentral (Bank Indonesia) adalah lembaga negara yang

independent/mandiri/bebas dari campur tangan pemerintah dan pihak-pihak lain kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam undang-undang. Tugas pokok atau kegiatan utama Bank sentral adalah melakukan pengawasan terhadap kebijakan pemerintah di bidang keuangan (moneter) yang kegiatannya dilakukan oleh Bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat. Bank sentral juga bertugas

mengatus sistem perbankan di Indonesia, baik bank pemerintah, swasta nasional maupun swasta asing. Bank Sentral dipimpin oleh seorang Gubenur, seorang Deputi Gubenur Senior, dan antara 4 sampai 7 Deputi Gubenur. Bank Sentral mempunyai hak tunggal untuk mengeluarkan uang kertas dan uang logam. Selain itu, Bank Sentral juga merupakan bank sirkulasi, yakni bank yang mengatur peredaran uang.

Ketentuan-ketentuan tentang Bank Sentral diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 1999 tentang Kemandirian Bank Sentral. 2. Bank Umum Bank umum merupakan bank yang dapat memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Pemerintah dapat menugaskan Bank Umum untuk melaksanakan program pemerintah guna mengembangkan sektor-sektor

perekonomian tertentu atau memberikan perhatian yang lebih besar pada koperasi dan pengusah golongan ekonomi menengah ekonomi lemah dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak berdasarkan ketentuan yang diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. Bentuk hukum suatu bank umum dapat berupa salah satu dari yang berikut ini. 1. Perusahaan Perseroan (PERSERO) 2. Perusahaan Daerah. 3. Koperasi 4. Perseroan Terbatas. Bank umum milik negara antara lain: 1. Bank Mandiri (gabungan atau merger dari Bank Dagang Negara (BDN), Bank Bumi Daya (BBD), Bank Ekspor Impor (Bank Exim), dan Bapindo pada tahun 1999). 2. Bank Nasional Indonesia 1946 (BNI 1946). 3. Bank Rakyat Indonesia (BRI).

4. Bank Tabungan Negara (BTN). Bank umum miliki swasta asing antara lain: 1. Bank Central Asia (BCA). 2. Bank Internasional (BII). 3. Bank Niaga. 4. Bank Danamon dan 5. Bank Lippo. Bank milik koperasi antara lain: 1. Bank umum koperasi Indonesia (Bukopin), 2. Bank Umum Koperasi Kehoeripan, 3. Bank Umum Jawa Barat. 3. Bank Perkreditan Rakyat Bantuk hukum Bank Perkreditan Rakyat dapat berupa salah satu dari yang berikut: 1. Perusahaan Daerah. 2. Koperasi. 3. Perseroan Terbatas. 4. Bentuk lain yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah, misalnya Bank Desa, Lumbung Desa dan Badan Kredit Desa. Tugas pokok Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang diatur dalam Pasal 13 Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan antara lain sebagai berikut 1. Menghimpun dan dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan, dan atau bentuk lainnya tang dipersamakan dengan itu. 2. Memberikan kredit.

3. Menyediakan pembiayaan bagi nasabah berdasarkan prinsip bagi hasil sesuai dengan ketentuan yang ditetepakan dalam Peraturan Pemerintahan. 4. Menetapkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Deposito berjangka, sertifikat deposito, dan atau tabungan pada bank lain. Menurut Pasal 14 Undang-Undang No. 17 Tahun 1992 tentang Perbankan, Bank Perkreditan dilarang melakukan kegiatan berikut: 1. Menerima simpanan dalam bentuk giro dan turut serta dalam lalu lintas pembayaran. 2. Melakukan usaha dalam valuta asing. 3. Melakukan penyertaan modal. 4. Melakukan usaha lain di luar kegiatan usaha, seperti yang dimaksud dalam Pasal 13 Undang-Undang No. Tahun 1992 tentang Perbankan. Apabila ditinjau dari segi kepemilikannya, jenis bank terdiri atas bank milik pemerintah, bank milik swasta nasional, dan bank milik swasta asing. 1 ) Bank Milik Pemerintah Bank pemerintah adalah bank di mana baik akta pendirian maupun modalnya dimiliki oleh pemerintah, sehingga seluruh keuntungan bank dimiliki oleh pemerintah pula. Contohnya Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri. Selain itu ada juga bank milik pemerintah daerah yang terdapat di daerah tingkat I dan tingkat II masing-masing provinsi. Contoh Bank DKI, Bank Jateng, dan sebagainya. 2 ) Bank Milik Swasta Nasional Bank swasta nasional adalah bank yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh swasta nasional serta akta pendiriannya pun didirikan oleh swasta, begitu pula pembagian keuntungannya juga

dipertunjukkan untuk swasta pula. Contohnya Bank Muamalat, Bank Danamon, Bank Central Asia, Bank Lippo, Bank Niaga, dan lain-lain. 3 ) Bank Milik Asing Bank jenis ini merupakan cabang dari bank yang ada di luar negeri, baik milik swasta asing atau pemerintah asing. Kepemilikannya dimiliki oleh pihak luar negeri. Contohnya ABN AMRO bank, City Bank, dan lain-lain.

7) PRODUK – PRODUK BANK UMUM Produk – produk Bank Umum adalah antara lain : a. Simpanan Giro (Demand Deposit), Simpanan giro merupakan simpanan pada bank yang penarik¬annya dapat dilakukan dengan menggunakan cek atau bilyet giro. b. Simpanan Tabungan (Saving Deposit), Merupakan simpanan pada bank yang penarikan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh bank. Penarikan tabungan di¬lakukan menggunakan buku tabungan, slip penarikan, kuitansi atau kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM). c. Simpanan Deposito (Time Deposit), Deposito merupakan simpanan yang memiliki jangka wak¬tu tertentu (jatuh tempo). Penarikannya pun dilakukan sesuai jangka waktu tersebut. Dalam praktiknya jenis deposito terdiri dari deposito berjangka, sertifikat deposito dan deposit on call. d. Kredit Investasi, Merupakan kredit yang diberikan kepada pengusaha yang melakukan investasi atau penanaman modal.

e. Kedit Modal Kerja, Merupakan kredit yang digunakan sebagai modal usaha. f. Kredit Perdagangan, Merupakan kredit yang diberikan kepada para pedagang dalam rangka memperlancar perdagangannya. g. Kredit Produktif, Merupakan kredit yang dapat berupa investasi, modal keda atau perdagangan. h. Kredit Konsumtif, Merupakan kredit yang digunakan untuk keperluan pribadi mi¬sainya keperluan konsumsi, baik pangan, sandang maupun papan. i. Kredit Profesi, Merupakan kredit yang diberikan kepada para kalangan profe¬sional seperti dosen, dokter atau pengacara. atau memperluas atau memperbesar kegiatan

8) Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional Bank Syariah adalah sebuah lembaga perbankan yang pada prinsipnya berpegang pada syariat Islam, mempunyai sistem operasi di mana ia tidak mengandalkan pada bunga. sedangkan Bank Konvensional adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. untuk lebih jelas dan tau apa saja bedanya kedua bank tersebut simak pernyataan berikut ini : Perbankan Konvesional : 1. System pendapatan berupa bunga yang sudah ditentukan dimuka oleh bank 2. Hubungan antara nasabah dan bank adalah kreditur – debitur 3. Dana nasabah diinvestasikan pada aset-aset yang sesuai dengan kebijakan

4. Prinsip dasar penghimpunan dana dan penyaluran dana dari masyarakat tidak ada Perbankan Syariah : 1. System pendapatan bukan dengan bunga tetapi dengan prinsip : mudarabah( bagi hasil) waidah (titipan),ijarah ( sewa ), murabahah ( penjualan kembali ) 2. Hubungan antara nasabah dengan bank adalah hubungan kemitraan 3. Dana nasabah diinvestasikan pada aset-aset yang sesuai dengan prinsip syariah ( syariah complaiance ) 4. Prinsip dasar penghimpunan dana dan penyaluran dana dari masyarakat harus sesuai dengan fatwa dewan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->