P. 1
Pemeriksaan Fisik Pada Abdomen

Pemeriksaan Fisik Pada Abdomen

|Views: 18|Likes:
Published by Aminudin Harahap

More info:

Published by: Aminudin Harahap on Jun 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/02/2014

pdf

text

original

PEMERIKSAAN FISIK PADA ABDOMEN

PENDAHULUAN

Pemeriksaan fisik atau pemeriksaan klinis adalah sebuah proses dari seorang ahli medis memeriksa tubuh pasien untuk menemukan tanda klinis penyakit (Wikipedia. 2010). Hasil pemeriksaan akan dicatat dalam rekam medis. Rekam medis dan pemeriksaan fisik akan membantu dalam penegakkan diagnosis dan perencanaan perawatan pasien. Biasanya, pemeriksaan fisik dilakukan secara sistematis, mulai dari bagian kepala dan berakhir pada anggota gerak. Setelah pemeriksaan organ utama diperiksa dengan inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi, beberapa tes khusus mungkin diperlukan seperti test neurologi. Untuk bisa melakukan pemeriksaan fisik yang tapat dan akurat maka diperlukan suatu pengetahuan tentang bagaimana anatomi dan fisiologi fisik. Dengan demikian nantinya bisa ditentukan apakah pemeriksaan fisik yang dilakukan itu memberikan hasil yang normal ataukah abnormal. Dengan petunjuk yang didapat selama pemeriksaan riwayat dan fisik, ahli medis dapat menyususn sebuah diagnosis diferensial, yakni sebuah daftar penyebab yang mungkin menyebabkan gejala tersebut. Beberapa tes akan dilakukan untuk meyakinkan penyebab tersebut. Sebuah pemeriksaan yang lengkap akan terdiri diri penilaian kondisi pasien secara umum dan sistem organ yang spesifik. Dari berbagai bagian pemeriksaan fisik yang biasa dilakukan kepada pasien, makalah ini memfokuskan untuk membahas bagaimana pemeriksaan fisik khususnya pada abdomen. Makalah ini membahas entang bagaimana anatomi dan fisiologi tubuh khususnya pada abdomen, kemudian pemeriksaan apa saja yang bisa dilakukan pada abdomen, serta abnormalitas yang mungkin ditemukan dalam abdomen.

BAB I ANATOMI DAN FISIOLOGI ABDOMEN

Abdomen merupakan suatu bagian tubuh yang menyerupai rongga tempat beberapa organ-organ penting tubuh yaitu lambung, usus, pankreas, hati, limpa serta ginjal. Abdomen merupakan lokasi dari beberapa sistem yang dimiliki tubuh, diantaranya Sistem Pencernaan, Sistem Perkemihan, Sistem Endokrin, serta Sistem Reproduksi. Dalam melakukan pengkajian atau pemeriksaan, perawat harus memahami struktur anatomi perut yang meliputi daerah-daerah/ bagian dan batas-batas perut. 1.1 Pembagian Abdomen Untuk memudahkan kita mengenali letak topografi dari perut dan dada, Dr. Djoko Setijadji Rahardjo. DTMH (2001) menjelaskan adanya garis-garis yang dijadikan pedoman antara lain : 1. Linea Media Anterior Yakni garis imajiner yang ditarik dari ujung sternum (lekuk supra sternum/sulcus jugularis), lurus ke bawah sampai ke symphisis melalui umbilicus ke atas ke kepala tepat lewat glabella terus ke atas sampai vertex. 2. Linea Mamilaris (Linea Medio Clavicularis) Yakni garis imaginer yang ditarik dari pertenggahan clavicula lurus terus kebawah sampai pada lipatan pangkal paha. 3. Linea Sternalis Yakni garis imajiner yang ditarik dari tepi pertemuan tulang costa dengan sternum, dari atas ke bawah pada arcus costae. 4. Linea Para Sternalis Yakni garis imajiner yang ditarik dari atas kebawah yang berada dari pertengahan antara linea mamilaris dengan linea sternalis. 5. Linea Maxilaris Yakni garis imajiner yang ditarik lurus dari atas kebawah dimulai dari tepi depan ketiak sampai ke spina iliaka superior anterior. 6. Bidang Trans Pylorik Yakni bidang imajiner yang ditarik dari kedua ujung arcus costae kanan dan kiri. 7. Bidang Trans Tuberkuler

sebelah bawah oleh bidang trans pylorik. Regio Umbilikalis Yakni region yang dibatasi oleh sebelah atas bidang trans pylorik. f. Sehingga dengan demikian bila kita mencermati tubuh kita ( thorax dan abdomen ). Regio Hypochondrica Sinistra Regio yang dibatasi sebelah kiri oleh linea maxilaris sinistra dan kanan oleh linea mamillaris/linea medio clavicularis sinistra. c. sebelah atas oleh bidang trans tuberkularis. sebelah kanan oleh linea medio clavicularis dextra dan bagian bawah dibatasi oleh bidang tuberkularis. e. b. diantaranya : a. bawah oleh bidang trans pylorik. . Regio Epigrastica Yakni region yang dibatasi oleh linea mamillar/linea medio clavicularis dextra dan linea mamillaris sinistra.Yakni bidang imajiner yang ditarik dari kedua spina illiaka superior anterior. sebelah atas oleh bidang trans pylorik. Regio Inguinalis Dextra Yakni region yang dibatasi oleh kanan spina illiaca superior anterior dextra. g. bagian bawah oleh bidang trans pylorik. Regio Lateralis Sinistra Regio yang dbatasi oleh sebelah kanan linea medio clavikularis dextra. jadi bentuk region ini adalah berbentuk segitiga. disebelah kiri dibatasi oleh linea medio clavicularis sinistra. Regio Lateralis Dextra Regio yang dibatasi oleh sebelah kanan linea maxillaris dextra. akan terbagi menjadi 9 bagian atau biasa disebut dengan region. bagian bawah dibatasi oleh bidang trans tuberkularis. sebelah kiri oleh linea medio clavicularis dextra. sebelah bawah oleh tepi dari lipatan paha. d. kiri oleh linea mamillare/linea medio clvicularis dextra. sebelah kiri oleh linea medio clavicularis dextra. Regio Hypochondrica Dextra Yakni regio yang dibatasi oleh kanan linea maxillaris dextra. sebelah kiri dibatasi oleh linea maxilaris sinistra. sebelah atas oleh bidang trans pylorik dan pada bagian bawah oleh bidang transtuberkuler.

sebelah bawah sepanjang lipatan paha dan melintas pubis. Lapisan lambung jumlahnya sedikit memecah lemak menjadi asam lemak yang merangsang sekresi getah lambung. Regio Pubica Yakni region yang dibatasi oleh bidang trans tuberkularis. Terletak dibawah diafragma didepan pancreas dan limpa. menempel disebelah kiri fundus uteri. i.2 Organ-organ yang terdapat di dalam Abdomen 1. lebar 5cm mulia dari duodenum sampai ke limpa. c. Asam garam (HCL).2. Menampung makanan. sebelah atas oleh bidang trans tuberkularis sinistra. Regio Inguinalis Sinistra Yakni region yang dibatasi oleh sebelah kanan oleh linea medio clavicularis sinistra. fundus. Fungsi Lambung 1. dan beratnya rata-rata 60-90 gram. Lambung biasanya memiliki bentuk J. . fungsinya mengasamkan makanan sebagai antiseptic dan disinfektan dan membuat suasana asam pada pepsinogen sehingga menjadi pepsin. Terdiri dari 3 bagian yaitu: kardia.h. Pepsin. d. 1. dan antrum.dan terletak di kuadran kiri atas abdomen. Getah cerna lambung yang dihasilkan : a. Renin. fungsinya memecah putih telur menjadi asam amino atau albumin dan pepton. panjangnya kira-kira 15cm. fungsinya sebagai ragi yang membekukan susu dan membentuk kasein dari kasinogen (kasinogen dan protein susu). menghaluskan dan menghaluskan makanan oleh peristaltic lambung dan getah lambung. sampai kekiri dibatasi oleh linea medio clavicularis sinistra.2 Pankreas Pankreas merupakan sekumpulan kelenjar yang strukturnya sangat mirip dengan kelenjar ludah. 1.2. 2. b. bagian kiri oleh spina illiaca superior anterior sinistra.1 Lambung Merupakan organ otot berongga yang besar dan berbentuk seperti kandang keledai. Pankreas terbantang pada vertebra lumbalis I dan II di belakang lambung.

membentuk getah pancreas yang berisi enzim dan elektrolit. Pankreas juga melepaskan sejumlah besar sodium bikarbonat. 2. . Enzim proteolitik memecah protein ke dalam bentuk yang dapat digunakan oleh tubuh dan dilepaskan dalam bentuk inaktif. Sel-sel yang memproduksi getah pancreas ini termasuk kelenjar eksokrin. Fungsi sekresi eksternal. yang berfungsi melindungi duodenum dengan cara menetralkan asam lambung. Hormone ini langsung dialirkan kedalam darah tanpa melewati duktus. Kumpulan sel ini berbentuk seperti pulau-pulau.Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama yaitu menghasilkan enzim pencernaan serta beberapa hormon penting seperti insulin. 3. yang mengsekresikan insulin. Sekresi Pankreas 1. sekelompok kecil sel epithelium yang berbentuk pulau-pulau kecil atau pulau langerhans yang bersama-sama membentuk organ endokrin. cairan pancreas dialrkan ke duodenum yang berguna untuk proses pencernaan makanan di intestinum. sekresi yang dihasilkan oleh pulau-pulau langerhans sendiri langsung dialirkan ke dalam peredaran darah. Enzim ini hanya akan aktif jika telah mencapai saluran pencernaan. 4. Fungsi sekresi internal. Fungsi eksokrin. Pankreas terletak pada bagian posterior perut dan berhubungan erat dengan duodenum (usus dua belas jari). Fungsi Pankreas : 1. Enzim yang dilepaskan oleh pankreas akan mencerna protein. Getah pancreas. Fungsi endokrin. Sekresinya disebut hormone insulin dan hormone glucagon. Getah pancreas dikirim kedalam duodenum melalui duktus pankreotikus yang bermuara pada papilla vateri yang terletak pada dinding duodenum. Hormon Insulin. karbohidrat dan lemak. Sel-sel kelenjar yang menghasilkan insulin ini termasuk sel kelenjar endokrin. Pankreas melepaskan enzim pencernaan ke dalam duodenum dan melepaskan hormon ke dalam darah. yang disebut pulau langerhans 2. Hormon tersebut dibawa kejaringan untuk membantu metabolism karbohidrat.

Usus halus terbagi atas 3. pada lengkungan ini terdapat pancreas. hati menerima asam amino yang kemudian diubah menjadi ureum. Dinding duodenum mempunyai lapisan mukosa yang banyak megandung kelenjar. Mengubah zat makanan yang diabsorbsi dari usus dan yang disimpan disuatu tempat dalam tubuh. berbentuk sepatu kuda melengkung kekiri.1.2. 2. dikeluarkan dari darah oleh ginjal dalam bentuk urine. Letaknya bagian atas dalam rongga abdomen. yang berfungsi untuk memproduksi getah intestinum. Menghasilkan enzim glikogenik glukosa menjadi glikogen. Menyiapkan lemak untuk pemecahan terakhir asam karbonat dan air. tempat proses pencernaan dan absorbs hasil pencernaan yang terdiri dari lapiasan usus halus. Hati berbentuk baji dengan dasarnya pada sisi kanan dan apek pada sisi kiri. 3. Duodenum Duodenum disebut juga usus duabelas jari.2. Pembentukan ureum.5 kg. disebelah kanan bawah diafragma. 5. yang dilindungi oleh kartilago kostalis. 1. garam empedu dibuat dihati.3 Hati Hati atau hepar adalah organ yang paling besar didalam tubuh.4 Usus Usus terdiri atas : 1. Fungsi Hati: 1. ±1. panjangnya ± 25cm. Usus Halus Usus halus adalah bagian dari system pencernaan makanan yang berpangkal pada pylorus dan berakhir pada sekum. . merupakan saluran paling panjang. Pada bagian kanan duodenum ini terdapat selaput lender yang membukuit disebu papilla vateri. yang disebut kelenjar brunner. Sekresi empedu. Pada papilla vateri ini ermuara disaluran empedu dan saluran pancreas. yaitu a. dengan berat sekitar 1300-1550 gram. 4. Warnanya merah kecoklatan sangat vascular dan lunak. dikeluarkan sesuai dengan pemakaiannya dalam jaringan. 6. dibentuk dalam system retikulo endothelium. Panjangnya ± 6m. Organ ini terletak pada kuadran kanan atas abdomen. Mengubah zat buangan dan bahan racun untuk diekskresi dalam empedu dan urine. dialirkan ke empedu.

mudah bergerak walaupun tidak mempunyai mesenterium dan dapat diraba melalui dinding abdomen pada orang yang masih hidup. lapisan submokosanya mengandung banyak jaringan limfe. Seluruh bagiannya ditutupi oleh peritoneum. Apendiks Apendiks disebut juga sebagai umbai cacing. b. garam dan vitamin 5) Menerima empedu dan getah pancreas 6) Sekresi cairan usus 2. Usus Besar Usus besar atau intestinum mayor panjangnya ± 1. Dua perlima bagian atas adalah jejunum dengan panjang ± 2-3m dan ileum dengan panjang ± 4-5m. Lekukan jejunum dan ileum melekat pada dinding abdomen posterior dengan perantaraan lipatan peritoneum yang berbentuk kipas dikenal sebagai mesentrium. Jejunum dan Ileum Jejunum dan ileum mempunyai panjang ± 6m. Fungsi Usus Halus 1) Menerima zat-zat makanan yang sudah dicerna untuk diserap melalui kapiler darah dan saluran limfe 2) Menyerap protein dalam bentuk asam amino 3) Karbohidrat diserap dalam bentuk monosakarida 4) Absorbsi air. c.. lapisan otot memanjang.5cm dibawah katup ileo sekal. jaringan ikat.b. Usus Besar terbagi atas: a. Sekum Sekum adalah kantung lebar terletak pada fosa illiaka dextra. Dibawah sekum terdapat apendiks vermiformis yang berbentuk seperti cacing sehingga disebut juga sebagai umbai cacing. Lapisanlapisan usus besar dari dalam keluar : selaput lender.5 m lebarnya 5-6cm. Apendik memiliki lumen yang sempit. Colon Asendens . panjangnya 18cm dan membuka pada sekum sekitar 2. lapisan otot melingkar.

f. yang berada dibawah abdomen. terletak di bagian bawah abdomen bagian kiri membujur dari atas kebawah dan fleksura linearis sampai kedepan ileum kiri. Gimjal kiri lebih besar dari ginjal kanan dan pada umumnya ginjal laki-laki lebih panjang dari ginjal wanita.5cm. Colon Transfersum Colon Transfersum panjangnya ± 38cm. bentuknya menyerupai huruf S. terletak dibawah abdomen sebelah kanan membujur ke atas dari ileum kebawah hati melengkung kekiri. h. lengkungan ini disebut fleksura hepatica. Setiap ginjal memiliki panjang sekitar 12cm. Terletak dalam rongga pelvis didepan os skrum dan os koksigeus. sebelah kanan terdapat fleksura hepatica. Colon Dsendens Colon ini panjangnya ± 25cm. 1. Memegang peranan ppenting dalam pengeluaran zat-zat toksik atau racun 2.2. yang letaknya ada pada kiri dan kanan. d.5 Ginjal Ginjal merupakan suatu kelunjar yang terletak dibagian belakang kavum abdominalis dibelakang peritoneum pada kedua sisi vertebra lumbalis III.Panjangnya 13cm.Bentuk ginjal seperti biji kacang. membujur dari colon asenden sampai ke colon desenden. Mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh . e. Anus Anus adalah bagian dari saluran pencernaan yang menghubungkan rectum dengan dunia luar/ udara luar. melekat langsung pada dinding belakang abdomen. Fungsi ginjal : 1. Rektum Rektum terletak dibawah kolomsigmoid. lebar 7cm dan tebal maksimal 2. ujung bawahnya berhubungan dengan rectum. Colon Sigmoid Colon ini merupakan lanjutan dari colon desenden terletak miring dalam rongga pelvis sebelah kiri. dan sebelah kiri terdapat fleksura linearis. jumlahnya ada 2buah. bersambung dengan colon sigmoid. g. Mempertahankan suasana keseimbangan cairan 3. yang menghubungkan intestine mayor dengan anus.

terletak didalam pelvis antara rectum dan kandung kemih. 6. Pembuahan ovum secar normal terjadi didalam tuba uterina. dan ovum tertanam dalam endometrim. kreatinin dan amoniak. Lapisan dinding ureter mengalami gerakan peristaltic yang nantinya akan membuat ureter mampu mendorong urine dari ginjal ke vesika urinaria. Bentuk kandung kemih seperti kerucut yang dikelilinggi oleh otot yang kuat. Fungsi uterus adalah untuk menahan ovum yang telah dibuahi selama perkembangan. Panjang uterus ±7. beratnya 30-60gram.6 Ureter Ureter merupakan tabung dari ginjal yang menuju ke vesika urinaria. ovum yang telah keluar dari ovarium dihantarkan melalui tuba uterine ke uterus.5cmlebar 5cm. Berperan dalam produksi vit D 1.2. Ototnya disebut miometrium. Ureter dimulau dari bagian pelvis ginjal.8 Uterus Uterus adalah organ yang tebal.4. masing2 berada di kanan dan kiri. Pada waktu hamil uterus bertambah besar. Mengeluarkan sisa-sisa metabolism hasil akhir dari protein ureum.5cm. endometrium disiapkan untuk menerima ovum yang telah dibuahi. melewati dindingnya ureter berjalan secara oblik. Kemudian berjalan ke bawah di bagian posterior didnding abdomen di belakang peritoneum. Setiap ureter panjangnya sekitar 25cm. Uterus terapaung didalampelvis dengan jaringan ikat dan ligamen. 1.bagian yang berdilatasi melekat pada hilum ginjal. tebal 2. dengan berat 50gram.7 Vesika Urinaria Vesika urinaria atau yang biasa disebut dengan bllader atau kandung kemih merupakan suatu organ dalam system pencernaaa yang mempunyai fungi menampung urine yang telah disalurkan dari ginjal melalui ureter. Ketika kosong kandung kemih terletak pada pelvis.2. Pada rahim wanita dewasa yang belum pernah menikah (bersalin) panjang uterus adalah 5-8cm. Mempertahankan keseimbangan garam-garam dan zat-zt lain dalam tubuh 5. berotot dan berbentuk buah peer. Terdapat 2 ureter dalam tubuh manusia.2. dindingnya menjadi tipis tetapi . Didalam pelvis. sedangkan ketika lebih dari setengah bagiannya terisi. 1. kandung kemih menempati abdomen di tas pubis. ureter membelok ke depan dan ke belakang untuk memasuki vesika urinaria.

1 Anamnesa Anamnesa adalah metode atau cara untuk mendapatkan informasi dengan menanyakan pertanyaan tertentu pada pasien (Wikipedia. dalam prakteknya tidah hanya cukup menggunakan pemeriksaan fisik saja namun juga pengkajian secara utuh. BAB II PEMERIKSAAN ABDOMEN Pemeriksaan fisik. Pada saat melahirkan uterus berkontraksi mendorong bayi dan plasenta keluar. Contoh auto anamnesa :  Jenis makanan apa yang membuat Anda diare ? . 2.kuat dan besar samai keluar pelvis masuk kedalam rongga abdomen pada masa pertumbuhan janin. Auto anamnesa Anamnesa yang dilakukan secara langsung kepada pasien. Dimana pengkajian yang bisa dilakukan untuk abdomen seperti halnya pada pengkajian secara keseluruhan adalah anamnesa atau wawancara serta pemeriksaan fisik. Anamnesa yang dilakukan ini adalah menyangkut tentang :  Biodata pasien  Keluhan-keluhan pasien  Penyakit sekarang  Riwayat Kesehatan yang lalu  Status Kesehatan Terakhir  Riwayat Keluarga  Riwayat Psikososial Terdapat 2 kriteria Anamnesa diantaranya : 1. 2010).

misalnya anamnesa pada keluarga pasien. Aktivitas apa yang dapat menyebabkan Anda nyeri ?  Aktivitas apa saja yang dapat mengurangi nyeri pada perut Anda ?  Aktivitas apa saja yang dapat menambah nyeri pada perut Anda ?  Di daerah mana Anda merasakan nyeri ?  Apakah nyeri yang Anda rasakan menyebar ?  Seberapa Anda merasakan nyeri ?  Apa yang Anda lakukan ketika perut Anda terasa sakit ?  Kapan Anda merasakan nyeri pertama kali?  Nyeri itu dating secara tiba-tiba ataukah bertahap?  Bagaimana Frekuensinya ?  Apakah Anda sering terbangun pada malam hari karena nyeri pada perut Anda ?  Bagaimana pola defekasi Anda ?  Apakah sekarang Anda sedang mengalami Stress ?  Apa yang menyebabkan Anda Stress ?  Apakah Anda mempunyai kebiasaan merokok ?  Apakah Anda mempunyai kebiasaan minum alkohol ?  Apakah Anda sedang mengkonsumsi obat?  Apakah Anda suka mengkonsumsi kafein (kopi) ?  Bagaimana kondisi feses Anda ?  Apakah Anda merasakan kesulitan ketika menelan ?  Apakah Anda pernah mengalami tindakan pembedahan ? 2. Contoh allo anamnesa :  Apakah pasien baru datang dari luar negeri ?  Terapi apa saja yang sudah diberikan pada pasien ini?  Bagaimana kondisi pasien sebelumnya?  Apa yang paling dikeluhkan pasien?  Bagaimana riwayat kesehatan yang dimiliki pasien?  Apakah pasien memiliki riwayat penyakit menular? . atau tenaga medis yang merujuk pasien. Allo anamnesa Anamnesa yang dilakukan tidak secara langsung kepada pasien.

Palpasi. Palpasi dibagi atas : • Palpasi Dangkal . kekuatan. bila hal ini dicermati maka akan didapatkan informasi-informasi tentang pasien tersebut.1 Inspeksi Saat bertemu dan melihat pasien. Perkusi.2 Palpasi Palpasi ialah metode pemeriksaan di mana penguji merasakan ukuran. Palpasi dilakukan dengan menggunakan kedua tangan. diantaranya meliputi : a. Teknik Pemeriksan yang dilakukan pada abdomen. 2010). jika ada yang mengalami sakit ? 2. dimana telah kita pahami bahwa ujung jari adalah bagian tubuh yang relative paling sensitive dalam berfungsi sebagai indra perabaan.2. Palpasi dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ukuran. Kulit Abdomen Pada pemeriksaan kulit di daerah abdomen ini yang perlu diperhatikan : • Kebersihan kulit • Warna kulit • Ada tidaknya luka atau bekas luka termasuk jaringan parut • Adanya benjolan b. serta konsistensi organ yang ada di dalam abdomen. dan utamanya dengan ujung jari.2. diantaranya : 2. tentunya akan terbersit kesan keadaan umum pasien tersebut dalam pikiran kita. Aukskultasi). bentuk. atau letak sesuatu dari bagian tubuh pasien (di mana penguji ialah praktisi kesehatan) (Wikipedia. Apakah sebelumnya pasien pernah mengalami gejala ini?  Bagaimana pola hubungan/kekerabatan masing-masing anggota keluarga anda. tidak terjadi penumpukan cairan/ lemak yang berlebihan. Inspeksi yang dilakukan pada abdomen. 2.2 Pemeriksaan Abdomen Pemeriksaan fisik dilakukan dengan melakukan 4 teknik pemeriksaan fisik yang bias disingkat dengan IPPA ( Inspeksi. Bentuk Abdomen Bentuk abdomen yang dimaksudkan disini adalah datranya abdomen.

Yaitu merupakan palpasi yang dilakukan dengan menggunakan tekanan dengan berat jari tangan. adanya perlekatan dengan sekitar atau tidak. ataupun bergesekan dengan yang lain. Cripitasi : pada saat palpasi kita merasakan/ seras ada seperti sesuatu yang bergesekan. Permukaan Abdomen Palpasi pada permukaan abdomen ini dimaksudkan untuk mengetahui • adanya benjolan atau kerusakan kulit • ada tidaknya nyeri dan nyeri tekan • tekstur kulit abdomen • turgor kulit abdomen • konsistensi abdomen • suhu abdomen . dimana kita posisikan ujung-ujung jari kita pada tepi organ atau benjolan yang diperiksa. serta tekstur permukaaan objek tadi. • Palpasi Dalam Yaitu merupakan palpasi yang dilakukan dengan meletakkan jari-jari tangan yang sebelah/satunya dari tangan yang lain tepat diatas jari tangan yang terdahulu. Palpasi yang dilakukan pada abdomen meliputi: a. • Palpasi Khusus Yaitu palpasi yang dilakukan dengan menggunakan ujung-ujung jari telunjuk saja atau jari telunjuk dengan jari tengah. seperti ada barang yang hancur. sehingga kita akan mendapatkan kesan pengkajian yang lebih baik dari semula. konsistensi. Sebagai contoh yaitu pada Rectal Toucher dan Vaginal Toucher. • Palpasi Bimanual Yaitu palpasi yang dilakukan dengan menggunakan kedua belah jari tangan kanan dan kiri sekaligus. yang kita kenal dengan Toocher. hanya saja pergerakan jari hanya dilakukan secara bergantian. Dengan menggerakkan kedua jari tangan secara bergantian atau bersamaan akan diperoleh kesan tentang ukuran. • Palpasi Ballotement Mirip dengan palpasi Bimanual. sehingga diperoleh kesan apakah objek tadi mengapung dalam suatu wadah ataukah melekat pada bagian tubuh yang lain.

palpasi limpa baru teraba bila terjadi abnormalitas. lakukan palpasi di batas bawah tulang rusuk kanan. • Bila hepar membesar. lakukan penekanan ke dalam 4-5cm ke arah bawah pada batas tulang rusuk. Bila hepar tak terasa/teraba minta pasien untuk mebarik nafas dalam sementara posisi tangan tetap dipertahankan atau lebih sedikit diberi tekanan lebih dalam. Ginjal kanan normalnya lebih mudah dipalpasi daripada ginjal kiri. Langkah melakukan palpasi limpa pada intinya sama dengan hepar. • Letakkan tangan kiri ke atas sehingga sedikit mengangkat dinding dada. Ginjal Secara anatomis. langkah-l2ngkah palpasi ginjal adalah: . Palpasi limpa dilakukan pada batas bawah tulang rusuk kiri dengan menggunakan pola seperti pada palpasi hepar.b. • Pada pasien ekhalasi. Ginjal kanan terletak sejajar dengan tulang rusuk ke-11. Limpa Pada orang dewasa yang normal limpa tak teraba. Hepar/hati Palpsi hepar dilakukan dengan palasi bimanual. lobus atau kedua ginjal menyentuh diafragma dan ginjal turun sewaktu inhalasi. yang membedakan hanya tempat melakukan palpasi. • Jaga posisi tangan dan suruh pasien inhalasi (menarik napas dalam). pasien diatur pada posisi supinasi dan perawat berada pada sisi kanan pasien. • Letakkan tangan kanan pada batas bawah tulang rusuk sisi kanan. sudut kira-kira 450 dengan otot rektus abdominal atau parallel terhadap otot rektus abdominal dengan jari-jari kea rah tulang rusuk. Langkah palpasi hepar : • Letakkan tangan kiri pada dinding thorak posterior kira-kira pada tulang rusuk ke 11 atau 12. hal ini dimaksudkan dengan tujuan terutama untuk mengetahui bila ada pembesarab hepar. karena ginjal kanan terletak lenih bawah dari ginjal kiri. c. • Rasakan batas hepar bergerak menentang tangan anda yang secara normal terasa dengan kontur regular. d. Dalam melakukan palpasi ginjal.

• Untuk melakukan palpasi ginjal kiri lakukan di sisi seberang tubuh pasien. • Tekankan tangan kanan secara langsung ke atas sementara pasien menarik nafas panjang. dan salah satu jari tangan dari tangan yang lainnya menjadi pengetuk. • Bila ginjal teraba. . dimana salah satu dari jari tangan berfungsi sebagai dasar. bagian bawah ginjal kanan dapat dirasakan. • Letakkan tangan kanan pada dinding perut anterior pada garis midclavicularis dari tepi bawah batas costa. serta usus yang kembung. Pantulan suara/ suara perkusi yang biasadijumpai diantaranya : • Sonor Yaitu suara menggema. rasakan mengenai kontur (bentuk). hypermeteorisme) serta bagian tubuh yang menggandung udara.• Dalam melakukan palpasi ginjal kanan.3 Perkusi Teknik pemeriksaan ini menggunakan prinsip pantulan getaran gelombang suara. ginjal tidak teraba tetapi pada orang yang sangat kurus. biasanya dijumpai pada paru-paru dengan kelainan (emphysema. e. • Tympani Yaitu suara yang keras. pneumothoraks. dari ketukan-ketukan yang akan kita lakukan dengan menggunakan jari tangan. dan adanya nyeri tekan. ukuran. dan letakkan tangan kiri di bawah panggul kemudian lakukan tindakan seperti pada palpasi ginjal kanan. biasanya didapati pada daerah paru pada orang yang normal. Pada orang dewasa normal. Kandung Kemih Palpasi kandung kemih dapat dilakukan dengan menggunakan satu atau dua tangan. 2.2. letakkan tangan kiri di bawah panggul dan elevasikan ginjal ke arah anterior. biasanya ditemukan pada lambung yang penuh dengan udara. bernada tinggi. • Hypersonor Yaitu suara menggema yang keras. Kandung kemih teraba terutama bila mengalami distensi akibat penimbunan urin.

Usus Pada pemeriksaan perkusi usus pada orang normal didapatkan suara tympani. klinken.2. Frekuensi suara bergantung pada status pencernaan ada/tdk nya makanan pada saluran pencernaan. murmur. wheezing. 2. Kandung Kemih Perkusi pada kandung kemih yang normal didapatkan suara sonor. Hepar Didapatkan suara pekak c. Selain digunakan untuk kedua hal tersebut diatas. pada pasien yang sedang mengalami kehamilan aukskultasi pada abdomen dilakukan untuk mengetahhui DJJ dan kondisi rahim yang dikandung pasien.4 Aukskultasi Aukskultasi adalah salah satu cara pemeriksaan fisik dengan mendengarkan organ atau bagian tubuh pasien menggunakan stetoskop. Bila bising usus terdengar jarang sekali/tidak ada. normalnya bising usus adalah 5-12kali permenit. d. Langkah aukskultasi pembuluh darah : . friksi.• Dullnes Suara pekak/tumpul yang biasa dijumpai pada objek yang padat seperti hepar. Langkah aukskultasi bising usus adalah: Letakkan diafragma pada tekanan ringan pd tiap kuadran abdomen dan dengarkan suara peristaltik aktif dan gurgling tiap 5-20 detik. rochelen. Istilah-istilah yang sering digunakan dalam pemriksaan ini diantaranya : ronchi. Pemeriksaan perkusi pada abdomen diantaranya : a. dengarkan 3-5 menit sebelum dipastikan. Bising usus merupakan suara yang terjadi saat peristaltik yang disebabkan oleh perpindahan gas atau makanan sepanjang mediastinum. Lambung Pada orang normal didapatkan suara sonor sampai tympani b. dan gallop. Pemeriksaan aukskultasi pada abdomen yaitu bertujuan untuk mendengarkan bising usus serta pembuluh darah. Banyak atau sedikitnya bising usus yang didengarkan saat aukskultasi tergantung dari pergerakan atu motalitas usus.

Bila ada luka. BAB III ABNORMALITAS Abnormalitas abdomen merupakan suatu kelainan yang muncul pada abdomen. Hyperpigmentasi kulit abdomen . serta organ-organ yang ada didalam abdomen. Auskultasi aorta dari arah superior ke umbilikus. Abnormalitas abdomen dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan fisik baik anamnesa maupun melalui IPPA. Dari abnormalitas ini nantinya akan bisa ditelusuri apa yang menyebabkab terjadinya abnormalitas pada daerah tersebut untuk kemudian dicarikan solusi. perawatan dan terapi yang bagaimana yang akan cocok untuk mengatasi masalah tersebut. Abnormalitas yang mungkin terjadi pada abdomen sesuai dengan cara pemeriksaan fisik yang dilakukan diantaranya : 3. arteri renalis. Nodul atau massa pada abdomen mungkin merupakan suatu tumor baik ganas ataupun tak ganas. Selain itu juga bisa merupakan suatu hernia. yang ada hanya detak heart rate dari arteri. adakah pus atau serum Adanya pus mengartikan bahwa telah terjadi peradangan pada daerah luka. Pada orang normal aukskultasi pembuuh darah tidak didapatkan suara. Adanya luka atau luka bekas operasi hingga timbulnya jaringan parut 2. 4.Letakkan bagian bel stetoskop diatas aorta.1 Inspeksi Abnormalitas yang mungkin terjadi pada abdomen adalah: 1. Auskultasi arteri renalis dg meletakkan stetoskop pada garis tengah abdomen ke arah kanan kiri garis abdomen bagian atas mendekati panggul. Nodul atau massa yang muncul dipermukaan abdomen. 3. arteri iliaka.

namun bila hal ini terjadi pada pasien yang tidak sedang mengalami kehamilan. BAB yang tak lancer. Bentuk abdomen Pada pasien dengan marasmus perutnya akan terlihat sangat kurus dan cekung.2 Palpasi Pemeriksaan palpasi abnormal yang mungkin terjadi diantaranya : 1. Adanya gelombang peristaltic menandakan adnya obstruksi di GI 6. Selain itu juga bisa merupakan suatu hernia. Nodul atau massa pada abdomen mungkin merupakan suatu tumor baik ganas ataupun tak ganas. yang nantinya akan mempengaruhi pendiagnosaan serta perawatan dan pemberian terapi atas nyeri yang dirasakan. yang kesemuanya itu akan meningkatkan resiko penyakit bagi orang tersebut terlebih resiko PJK. maka hal ini terjadi pada pasien yang mengalami asites. Kwadran kanan atas  Cholecystitis acute  Perforasi tukak duodeni  Pankreatitis acute  Hepatitis acute  Acute Congestive Hepatomegali  Pneumonia dan pleuritis  Phyelonefritis Acute  Abses Hepar . Teraba nodul atau massa yang muncul dipermukaan abdomen. 5. Selain itu pada pasien dewasa biasanya juga dapat dijumpai perut yang buncit. biasanya terjadi asites pada perut karena penumpukan cairan yang berlebihan. 3. Sebaliknya pada pasien-pasien yang mengalami sirosis hepatis. Nyeri dan nyeri tekan Letak nyeri menjadi pengaruh dari masalah yang terjadi di daerah tersebut. dari penumpukan lemak. Diagnosis banding nyeri : a. hyperpigmentasi atau yang biasa disebut dengan striae ini wajar terjadi.Pada pasien yang sedang hamil. 2. Adanya pulsasi menandakan adanya peningkatan pada aneurisme aortik 7. banyak factor yang mempengaruhinya.

Kwadran kiri atas  Ruptura Lienalis  Perforasi Tukak Lambung  Pencreatitis Acute  Rupture Aneurisma Aorta  Perforasi Colon  Pneumonia daan Plieuritis  Phyelonefritis  Infark Miokard Acute c. Kwadran kanan bawah  Appendicitis  Salphingitis Acute  Graviditas Axtra Uterin yang pecah  Hernia Inguinalis Incarserata/ Strangulata  Diverculitis Meckel  Ileus Regionalis  Psoas Abses  Batu Ureter (Colic) e. Kwadran para umbilical  Ileus Obstruksi  Appendicitis  Pankreatitis Acute  Trombosis Arteri /Vena Mesentrial  Hernia Inguinalis Strangulata  Aneurisma aorta yang pecah  Diverculitis d.b. Kwadran kiri bawah  Sigmoid Diverkulitis  Salphingitis Acute .

apabila terjadi pembesaran kemungkinan terjadi hidronefrosis. 3. kanker. disebabkan karena hepatomegali ataupun slenomegali. Bising usus meningkat pada saat seseorang mengalami diare. bila ujung teraba keras.3 Perkusi Perkusi abnormal yang mungkin ditemukan dalam pemeriksaan fabdomen adalah: 1. Raba ginjal. kista. dapat ditemukan pada pasien dengan sirosis hepatis yang asites. Friction rubs menandakan adanya tumor hear. Adanya desiran menandakan adanya stenosis arteri renalis. Bunyi pekak pada sebagian besar abdomen terlebih pada bagian atas. bila jarak meningkat kemungkinan terjadi hepatomegali. 3. menandakan sirosis. 4. disebabkan karena adanya retensi urine dalam vedika urinaria. dan menurun pada saat seseorang konstipasi. 2. Raba hepar saat pasien menghirup nafas. Graviditas Axtra Uterin yang pecah  Torsi Ovarium Tumor  Hernia Inguinalis Incarserata/ Strangulata  Perforasi Colon Dedenden (Tumor. 2. Periksa nyeri tekan terhadap sudut kostovertebra kemungkinan bila terjadi nyeri tekan pada infeksi ginjal. Ukur jaraknya dari margin costae pada garis midclavicular. Penurunan atau peningkatan bising usus. 7. 5. 6. Sisebabkan karena arteri renalis mengalami perforasi 3. Corpus Alineum)  Psoas Abses  Batu Ureter (Colic) 3. Pada Vesika Urinaria terdaengar sonor. Pada daerah lambung terdengar pekak. Adanya kekauan otot pada daerah yang nyeri 3.4 Aukskultasi 1. . infark splenikus.

wordpress. Anatomi Fisiologi untuk Mahasiswa Keperawatan Edisi 3. John. 1998.blogspot. Jakarta: EGC.files.pdf http://anam56. Jakarta: EGC. Pengkajian Fisik Keperawatan. Barbara.html http://koaskamar13.com/2009/01/auskultasi-dan-perkusi-abdomen.org/wiki/Palpasi .DAFTAR PUSTAKA Bates. Rahardjo. Gibson. Buku Saku Pemeriksaan Fisik & Riwayat Kesehatan Edisi 2. Priharjo. http://fkunmul04.wordpress. Djoko Setijadji. Robert.org/wiki/Riwayat_kesehatan http://id. 2001.wikipedia. Surabaya: Cipta Usaha Makmur.com/2007/09/21/asites/ http://id.com/2008/10/akut-abdomen. Fisiologi & Anatomi Modern untuk Perawat Edisi 2. 2003. 2006. Jakarta : EGC. Syaifiddin. 1995.wikipedia. Pedoman Praktis Pengkajian Fisik Secara Umum. Jakarta: EGC.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->