HAKIKAT BELAJAR Dalam proses pengajaran, unsur proses belajar memegang peranan yang penting/vital.

Mengajar adalah proses membimbing kegiatan belajar, dan kegiatan mengajar hanya berinakna bila terjadi kegiatan belajar siswa. Oleh karena itu, adalah penting sekali bagi setiap guru memahami sebaik-baiknya tentang proses belajar siswa, agar ia dapat memberikan bimbingan dan menyediakan lingkungan belajar yang tepat dan serasi bagi siswa. 1. a. PENGERTIAN BELAJAR Pengertian Belajar yang Populer Hampir semua ahli telah mencoba merumuskan dan mernbuat tafsirannya tentang "belajar". Seringkali pula perumusan dan tafsiran itu berbetla satu sama lain. Dalam uraian ini kita akan berkenalan dengan beberapa perumusan saja, guna melengkapi dan memperluas pandangan kita tentang mengajar. Belajar adalah rnodifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman. (learning is defined as the modification or strengthening of behavior through experiencing). Menurut pengertian ini, belajar adalah merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas daripada itu, yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan, melainkan perubahan kelakuan. Pengertian ini sangat berbeda dengan pengertian lain tentang h. ..tjar, yang menyatakan bahwa belajar adalah memperoleh pengetahuan; belajar adalah latihan-latihan pembentukan kebiasaan secara otomatis, dan seterusnya. Sejalan derigan perumusan di atas, ada pula tafsiran lain tentang belajar, yang menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan. Dibandingkan dengan pengertian pertama, maka jelas, tujuan belajar itu prinsipnya sama, yakni perubahan tingkah laku, hanya berbeda cara atau usaha pencapaiannya. Pengertian ini menitikberatkan pada interaksi antara individu dengan lingkungan. DI dalam interaksi inilah terjadi serangkaian pengalaman belajar. William Burton mengemukakan bahwa : A good learning situation consist of a rich and varied series of learning experiences unified around a vigorous purpose, and carried on in interaction with a rich, varied and provocative environment. Dari pengertian-pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa : a). Situasi belajar harus bertujuan dan tujuan-tujuan itu diterima balk oleh masyarakat. Tujuan merupakan salah satu aspek dari situasi belajar. b). Tujuan dan maksud belajar timbul dari kehidupan anak sendiri. c). Di dalam mencapai tujuan itu, siswa senantiasa akan menemui kesulitan, rintanganrintangan dan situasi-situasi yang tidak nlenyenangkan. d). Hasil belajar yang utama adalah pola tingkah laku yang bulat. e). Proses belajar terutama mengerjakan hal-hal yang sebenarnya. Belajar apa yang diperbuat dan mengerjakan apa yang dipeIajari. Kegiatan-kegiatan dan hasil-hasil belajar dipersatukan dan dihubungkan dengan tujuan dalam situasi belajar. Siswa memberikan reaksi secara keseluruhan. Siswa mereaksi sesuatu aspek dari lingkungan yang bermakna baginya. i). Siswa diarahkan dan dibantu oleh orang-orang yang berada dalam lingkungan itu.

keterampilan. sedangkan unsur subjektifnya tidak tampak kecuali berdasarkan tingkah laku yang tampak itu. Perubahan tingkah laku dimulai dari dalam organisme yang bermotivasi. sikap. Tingkah laku merniliki unsur objektif dan unsur subjektif. Ini berarti. dapat dilakukan perulaian terhadap perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar. Seseorang mau berbuat sesuatu karena adany2 tujuan yang hendak dicapainya. hubungan sosial. dan keadaan ini timbul berkat kebutuhan pada organisme tersebut. Lingkungan menyediakart kesempatan untuk bertingkah laku tertentu. Hasil belajar akan tampak pada setiap perubahan pada aspek-aspek tersebut. Persepsi. jasmani. emosionai. lingkungan sebagai situasi stimulus dalam satu sisi dapat memuaskan kebutuhan. Tingkah laku yang bermotivasi adalah tingkah laku yang sedang terarah pada tujuan. Kalau seseorang telah melakukan perbuatan belajar. clan kesadaran bahwa tercapainya tujuan akan mengurangi ketegangan itu. Berdasarkan prinsip-prinsip tersebut. pencapaian tujuan adalah pengurangan ketegangan dan pemuasan kebutuhan seseorang. Motivasi apa yang mendasari perubahan tingkah laku itu? c). ialah : 1. Misalnya. Unsur objektif adalah unsur motorik atau unsur jasmaniah. Apakah lingkungan menyediakan kesempatan untuk melakukan tingkah laku tertentu? . Ini berarti. Seseorang mampu melakukan suatu perbuatan sesuai dengan tingkat kapasitasnya sendiri. maka terjadi perubahan pada salah satu atau beberapa aspek tingkah laku tersebut. yang sebelumnya tidak ada atau tingkah lakunya tersebut masih lemah atau kurang. dan/atau membatasi tingkah laku seseorang. kebiasaan. Tingkah laku manusia terdiri dari sejumlah aspek. 5. 2. Sese orang memilih perbuatanJtindakan yang hanya rnengacu ke arah pencapaian tujuan yang dapat memuaskan kebutuhannya. yakni adanya keadaan tegang (tension) atau ketakpuasan dalam din seseorang. Motivasi mengandung dua aspek.Siswa diarahkan ke tujuan-tujuan lain. Tujuan apa yang mempengaruhi tingkah laku seseorang? d). Adapun aspek-aspek itu adalah : pengetahuan. Tujuan yang disadari oleh seseorang mempengaruhi tingkah lakurrya dalam upayanya mencapai tujuan tersebut. sedangkan proses berpikirnya itu sendiri tidak tampak. Kapasitas itu berupa inteligensi clan abilitas sesuai dengan tingkat perkembangannya. pemahaman. 3. clan di sisi lainnya dapat membatasi pemuasan kebutuhan dengan cara tertentu. Konsekuensinya ialah tingkah laku bersifat selektif dan regulatif. Tingkah laku dipengaruhi oleh proses proses dalam organisme. Prinsip prinsip Perubahan Tingkah Laku Ada sejumlah unsur yang menjadi cir-i setiap perubahan tingkah laku. balk yang berkaitan maupun yangtidak berkaitan dengarl tujuan utama dalam situasi belajar. Tingkah laku dimotivasi. Kebutuhan-kebutuhan apa yang ada pada din' organisme yang memungkinkan tumbulurya tingkah laku yang bermotivasi? b). dan lain-lain. yakni : a). Unsur objektif inilah yangtampak. seorang yang sedang berpikir dapat kita lihat pada raut mukanya bahwa dia sedang berpikir. Perubahan Tingkah Laku Sebagai Bukti/Indikatar Belajar Bukti bahwa seseorang telah melakukan kegiatan belajar ialah adanya perubahan tingkah laku pada orang tersebut. sedangkan unsur subjektif adalah unsur roharuah. 6. Tingkah laku ditentukan oleh kapasitas dalam diri organisme manusia. budi pekerti (etika). 4. apresiasi. misalnya sikap terhadap orang/individu lain. pengalaman dan konsepsi yang dimiliki seseorang mempengaruhi tingkah laku terhadap aspek-aspek tertentu dari lingkungannya.

yang berpikir. Kita mengembangkan kekuatan mencipta. yang terikat dengan hukum-hukum mekanis. Jadi. tujuan dan kehendak. frustasi. (2). yang merupakan hasil aktivitas yang kreatif. Sedangkan jiwa merupakan fakta-fakta tersendiri. kita akan mengenal beberapa aliran psikologi. Jiwa dapat mengakibatkan sistem syaraf memperkaya pengalaman. (4). ingatan. yang ada di dalam badan. Pemikiran semaeam itu disebut Rational Knowledge. bahkan dapat menstimulir proses zat itu. Penger>tian Belajar Menurut Beberapa Aliran Psikologi Dalam sejarah perkembangan psikologi. ada juga pengetahuan kita yang tidak bersumber dari pengalarnan. artinya merupakan satu kesatuan tersendiri. Jiwa merupakan suatu substansi. misalnya : pengettian tentang niang dan waktu. mengontrol kegiatan badan. berdasarkan hasil pemik-iran bahwa hal-lial itu tidak ada sesuatu yang menyebabkannya. Teori psikologi daya. Teori psiko 38 39 logi klasik. tetapi mempunyai sumber tersendiri dalam realita yang berbeda. yang tak terbatas. melainkan berkenaan dengan proses-proses material. Dengan kata lain pendidikan adalah suatu proses dari dalam atau inner development. Pandangan°pandangan itu umumnya berbeda satu sama lain dengan alasan-alasan tersendiri. aspirasi. namun kita yakin. Zat sifatnya terbatas dan bukan suatu keseluruhan realita. dalam arti tidak dapat melepaskan dari zat. yakni : (1). Konsepsi-konsepsi itu adalah merupakan abstraksi dari empiris (John Locke). beroperasi secara bebas dari zat. Dalam hal ini. konsepsillconsepsi ada yang diperoleh dari aktivitas kreatif (rational knowledge) yang mumi dan ada pula yang berasal dari empiris (sense of experience). menurut pandangannya masingmasing. kita akan meninjau beberapa aliran psikologi saja. Tujuan pendidikan adalah self-development atau self-cultivation atau self-realization. (3). berkeinginan. seperti : rasa sakit. dapat menemukan hukum-hukum alam dan menguasainya. sesuatu yang tak terbatas. Belajar Menurut Psikologi Daya . apresiasi. serta bertanggung jawab. Realita ini disebut mind substansi. konsepsi yang diperoleh secara langsung berasal dari dunia luar melalui sense of experience. Teori psikologi behaviorisme. merasa. Konsepsi demikian adalah suatu konstruksi dari jiwa itu. (5). Tuhan. mempunyai kekuatan untuk berinisiatif. Menurut teori ini. dan pikiran. sedangkan jiwa adalah suatu realita yang non material. manusia terdiri dari jiwa (mind) dan badan (body) atau zat (matter). Dalam uraian ini. itu semua bukan hasil daripada zat. Selain dari itu. Jiwa bersifat permanen. keinginan. dengan melatihnya.dalam hubungarrnya dengan teori belajar.Proses-proses apa yang mempengaruhi tingkah Iaku itu? Kapasitas dan abilitas apa yang mempengaruhi tingkah laku seseorang? b. Tiap aliran psikologi tersebut rnemiliki tafsiran sendiri-sendiri tentang "belajar'°. yang mempunyai hak berbicara dan secara relatif bebas dari hukum-hukum mekanis. Pengalaman-pengalaman ini bergantung pada mind substansi. Kita belajar melihat objek dengan menggunakan substansi dan sensasi. metupakan jiwa yang hidup (living soul). Teori psikologi gestalt. Jiwa dan zat ini berbeda satu sama lain. sehingga menghasilkan pengalaman baru. hakikat belajar adalah all learning is a process of developing or training of mind. Belajar Menurut Psikologi Klasik Menurut teori ini. Badan adalah suatu objek yang sampai ke alat dria. Hal ini bersifattransenden seperti: Yang absolut. Teori mental state.

Teori irv bersifat materiaiistis. Kesan-kesan itu akan mudah diungkapkan kembali (reproduksi) apabila kesan-kesan itu tertanam dengan kuat dalam ruang kesadaran. yang penting ialah kerja keras. merasakan. Dengan demikian terdapat karakteristik mental individual. Lebih banyak latihan dan ulangan. teori ini sangai mempengaruhi dengan metodenya yang disebut "Formal Step". Tap daya mempunyai fungsinya sendiri-sendiri. maka akan lebih dan lebih lama pengalaman dan peng:aahuan itu tinggal dalam kesadaran dan ingatan seseorang. Teori ini bersifat formal. Karena itu cara belajar yang balk ialah dengan jalan memperbanyak hafalan dan dengan menggunakan lrukiun asosiasi reproduksi. Tiap fungsi mempunyai pusatnya masing-masing dan mengandung kesatuan fungsional. Daiam pengajaran. . maka secara tidak langsung akan mempengaruhi daya-daya lainnya dan seseorang dapat melakukan transfer of learning terhadap situasi lain. jivva manusia terdiri dari kesankesanltanggapan-. Phrenologi adalah kombinasi antara psikologi daya dan fisiologi yang pada prinsipnya menyatakan bahwa 40 41 otak kita terbagi menjadi beberapa daerah dan tiap daerah mempunyai fungsi yang berbeda-beda.Karena itu latihan memegang peranan penting. maka daya-daya itu perlu dilatih. Kurikulum terorganisir dan diperuntukkan bagi semua anak. hanya berbeda kekuatannya saja. dengan faktor ingatan sangat merronjol. Anggapan ini sama halnya dengan daya-daya pada badan. Herbart yang pada prinsipnya.Jiwa yang balk apabila bahan yang diterima adalah balk. jiwa manusia terdiri dari berbagai daya. minat anak tidak diperhatikan. jar Menurut Teori Mental State Teori 'in] berpangkal pada psikologi asosiasi yang dikembangkan oleh J. karena mengutamakan pembentukan daya-daya. Kesan-kesan itu berasosiasi satu sama lain dan membentuk mental atau kesadaran. Kebudayaan ditanamkan pada anak untuk mempersiapkannya ke tujuan masyarakat. Pendidikan dengan latihan petnilihan mata pelajaran dilakukan atas dasar pembentukan daya-daya secara efisien dan ekonomis. berpikir. maka muncullah teori-teori baru yang disebut "Phrenologi". belajar adalah memperoleh petzgetahuan melalui alat dria yang disampaikan dalam bentuk perangsang-perangsang dari luar. Kesankesan itu berasosiasi satu sama lain dan membentuk mental atau kesadaran manusia. dan sebaliknya kurang ulangan dan latihan maka pengalaman/pengerahuan akan cepat terlupakan. Untuk itulah maka kurikulum harus menyediakan mata pelajaranmata pelajaran yang dapat mengembangkan daya-daya tadi. Tekanannya bukan terletak pada isi materinya. Jadi yang penting menunzt teori ini ialah bahan-bahan atau materi yang disampaikan kepada seseorang. dan kurang mementingkan isi. Berkat kemajuan dalam psikologi. mengutamakarr bahan. Apabila suatu daya telah dilatih. melainkan pada pembentukannya.Menurut teori ini.anggapan yang rnasuk melalui penginderaan. dalam arti sesuai dengan norma-norma etis. Agar daya-daya itu berkembang (terbentuk). sehingga dapat berfungsi. Pengalaman-pengalaman berasosiasi danbereproduksi. kemauan dan sebagainya. Tambah kuat asosiasi itu tambah lama kcsan-kesan itu tinggal di dalam jiwa kita. maka akan lebih mudah lupa. Jiwa masrusia terdiri dari unsur-unsur atau elemen-elemcys misal : . Bela. Dan sebaiiknya apabila kesankesan itu lemah. Tiap orang mempunyai/memiliki semua daya-daya itu. Menurut teori ini. mengingat. Tiap fungsi itu terletak pada bagian tertentu pada otak.

guhnya tidak tepat. Dengan tingkah laku segala sesuatu tentang jiwa dapat diterangkan. Hukum pengaruh (The law of effect).apan seorang manusia pada hakikatnya sama dengan 10. masalah matter (zat) menempati kedudukan yang utama. sedangkan satuan 10 adalah hasil asosiasi yang membentuk mental state manusia. Kelakuan tadi akan dapat ditransferkan ke dalam situasi baru menurut hukum transfer tertentu pula. TEORI BELAJAR Teori Conectionisme dan Hukum-hukum Belajar Apa yang telah dikemukakan dl atas kemudian menjadi dasar dari teori Conectionisme. Jadi pada dasamya kelakuan anak adalah terdiri atas respons-respons tertentu terhadap stimulusstimulus tertentu. Karena ada yang berang. Sebabnya ialah karena aliran-aliran terdahulu hanya menekankan pada segi kesadaran saja. . Hubungan-hubungan diperkuat atau diperlemah tergantung pada kepuasan atau ketidaksenangan yang berkenaan dengan penggunaannya. Karena itu harus dicari metode yang objektif dan ilmiah. Timbulnya aliran ini disebabkan rasa tidak puas terhadap teori Psikologi Daya dan teori Mental State. Dengan memberikan rangsangan (stimulus). Berkat pandangan dalam psikologi dan naturalisnae science maka timbullah aliran baru ini. Belajar Menurut Psikologi Behavioristik Behaviorisme adalah suatu studi tentang kelakuan manusia. Hubungan stimulus-respons ini akan menimbulkan kebiasaan-kebiasaan otomatis pada belajar.2 + 5 + 3 = 10. Dar] uraian tersebut. dan pandangan ini mempengaruhi timbulnya Behaviorisme. Metode introspeksi sesung. Ikatan-ikatan (Bond) atau koneksi-koneksi dapat diperkuat atau diperlemah serasi dengan banyaknya penggunaan dan pengaruh-pengaruh dari penggunaan itu. ialah karena teori ini menekankan pada refleks dan otomatisasi dan melupakan kelakuan yang bertujuan (a purposive behavior). Behaviorisme dapat menjelaskan kelakuan manusia secara saksama dan menyediakan program pendidikan yang efektif. Dalam behaviorisme. sebab menimbulkan pandangan yang berbeda-beda terhadap objek luar. padahal sebenarnya justna menjadi titik pangkal bertolak. yakni hubungan antara stimulus dan respons. Dan' eksperimen menunjukkan. ternyata konsepsi behaviorisme besar pengaruhrrya terhadap masalah belajar. bahwa tikus dapat membedakan antara wama hijau dan wama merah dan dapat pula dilatih. 5. 2. Jadi kesadaran itu tiada gunanya. Satuan-satuan angka 2. 3. Keberatan terhadap teori ini. adalah unsur-unsur. Natural science melihat sernua realita sebagai gerakan-gerakan (movement). Dengan latihan-latihan maka hubunganhubungan itu akan semakin menjadi kuat. Hukum latihan (The law exercise). Jiwa atau sensasi atau image tak dapat diterangkan melalui jiwa itu sendiri karena sesungguhnya jiwa itu adalah respons-respons psikologis. Aliran lama memandang badan adalah skunder. lnilah yang disebut S-R Bond 42 43 Theory. asosiasiasosiasi dibuat antara kesankesan pengadaan dan dorongan-dorongan untuk berbuat. maka anak akan mereaksi dengan respons. b. Thomdike dengan S-R Bond Theorynya menyusun hukum-hukum belajar sebagai berikut : a.000 butir telur ayam. Teori ini mempunyai doktrin pokok. Belajar ditafsirkan sebagai latihan-latihan pembentukan hubungan antara stimulus dan respons.

yang mengetahui alternate routes illustratis cognitive structure. Sesuai dengan pandangan mengenai pertumbuhan kognitif. Belajar Menurut Psikologi Kognitif Teori kognitif berpijak pada tiga hal. maka la akan menjadi kuat (Fixed). misalnya ingatan atau ekspektasi merupakan integrator tingkah laku yang bertujuan. Pendapat ini berdasarkan pada inferensi tingkah laku yang tampak (diamati). Preferensi yang digunakan adalah the contemporary structuring of the problem. 3. kita mengetahui di mana adanya. 2. Apabila suatu ikatan (Bond) slap untuk berbuat. Siswa harus mampu membuat berbagai jawaban terhadap stimulus (multiple responses). Hukum-hukum yang dikemukakan oleh Thorndike itu. Perantara sentral (central intermdiaries). 2.Atau prinsip use and disuse. maka organisasi pengetahuan tergantung pada tingkat perkembangan siswa. perbuatan itu memherikan kepuasan. Siswa dapat mereaksi secara selektif terhadap faktor-faktor yang esensial di dalam situasi (prepotent element) itu. Pemahaman dalam pernecahan masalah. Belajar dengan pemahaman (understanding) adalah lebih permanen (menetap) dan lebih memungkinkan untuk ditransferkan. sebagai berikut : 1. Hukum kesediaan/kesiapan (The law of readiness). c. Jawaban-jawaban terhadap situasi-situasi baru dapat dibuat apabila siswa melihat adanya analogi dengan situasi-situasi terdahulu. ialah : 1). Variabel tingkah laku nonhabitual adalah struktur kognitif sebagai bagian dari apa yang dipelajari. Susunannya dari yang sederhana ke yang kompleks. 4. Pertanyaan tentang apa yang dipelajari? Jawabannya adalah struktur kognitif. 3. Gambaran perseptual sesuai dengan masalah yang dipertunjukkan kepada siswa adalah kondisi belajar yang penting. sebaliknya apabila tidak slap maka akan menimbulkan ketidalqpuasan/ketidaksenangan/terganggu. dibandingkan dengan rote learning atau belajar dengan formula. . Masalah bagian keseluruhan adalah masalah organisasi. lebih dilerrgkapi dengan prinsipprinsip. Pernecahan suatu masalah ialah dengan cara menyajikan pengalaman lampau dalam bentuk struktur perseptual yang mendasari terjadinya insight (pemahaman) di mana adanya pengertian mengenai hubunganhubungan yang esensial. Organisasi pengetahuan harus merupakan sesuatu yang niur 44 45 dasar bagi guru atau perencana pendidikan. Suatu masalah belajar yang terstruktur dan disajikan upaya gambaran-ganrbaran yang esensial terbuka terhadap inspeksi dari siswa. Berbeda dengan teori Stimulus Respon. 2). 3). Apabila hubungan itu sering dilatih. Proses-proses pusat otak (central brain). Belajar dibimbing/diarahkan ke suatutingkatan yangpenting melalui sikap siswa itu sendiri. dan tidak bertalian dengan teori pola kompleksitas. teori yang menitikberatkan pada pentingnya kebermaknaan dalam belajar dan mengingat (retention). yang oleh Thorndike disebut dengan "Perubahan Asosiatif' (associative shifting). Prinsip prinsip Belajar Teori Kognitif l. dalam arti dar-i keseluruhan yang sederhana ke keseluruhan yang lebih kompleks. 5. bahwa yang dipelajari adalah fakta. Suatu jawaban yang telah dipelajari dengan baik dapat digwurkan juga terhadap stimulus yang lain (bukan stimuli yang sennila).

Dan' keseluruhan organisasi mata pelajaran menuju tugas-tugas harian . Beberapa pokok yang perlu mendapat perhatian antara lain ialah : 1). telinga. Pada struktumya masing-masing itulah bagian-bagian dapat berfungsi sebagaimana mestinya. di mana individu menemukan dirinya. 5. wholistic. hidung. 5). Keseluruhan yang nmn . benda. dan bagian-bagiav hanya bermakna dalam keseluruhan itu. di mana unsur-unsur tadi terletak pada struktumya masing-masing. Timbulnya kelakuan adalah berkat interaksi antara individu dan lingkungan di mana faktor apa yang telah dimiliki (natural endowment) lebih menonjol. Umpan balik kognitif mempertunjukkan pengetahuan yang benar dan tepat dan mengoreksi kesalahan belajar. baru menuju ke bagian-bagian. Bagianbagian itu hanya bermakna dalam hubungan keseluruhan itu. rambut. 2). Yang utama dan pertama ialah keseluruhan. Belajar Menurut Psikologi Gestalt Dalam aliran ini ada beberapa istilah yang artinya sama ialah : field. Keberhasilan dan kegagalan menjadi hal yang menentukan cara menetapkan tujuan untuk waktu yang akan datang.I1 jadi permulaan. tetapi teori kognitif cenderung menempatkan titik beratnya pada pengujian hipotesis melalui umpan balik. Karena itu psikologi gestalt sering disebut psikologi organisme atau field theory. dagu. jiwa manusia adalah suatu keseluruhan Yang berstruktur. Penetapan tujuan (goal-setting) penting sebagai motivasi belajar. dan gestalt. hidung tidak mungkin terletak di tengah-tengah dada dan seterusnya. Siswa menerima atau menolak sesuatu berdasarkan konsekuensi dari apa yang telah diperbuatnya. perbuatan. Suatu keseluruhan bukan terdiri dari bagian-bagian atao unsur-unsur. 6. Pandangan ini sangat berpengaruh terhadap tafsiran tentang belajar. Menekankan kepada adanya situasi sekarang. Mata tidak mungkin terletak di ibu Jan. dan sebagainya. pattera. Bahwa individu berada dalam keadaan keseimbangan dinamis. Lagi pula sesuatu hal. organisme. 46 Menurut aliran ini. mulut. adanya gangguan terhadap keseimbangan itu akan mendorong timbulnya kelakuan. melainkan kepala itu adalah suatu keseluruhan yang bermakna. 3). Misalnya : emas (perhiasan) hanya bermakna dalam situasi di mana ada pesta. Belajar dimulai dar-i suatu keseluruhan. Prinsip prinsip Belajar Gestalt (Field Theory) 1). Berpikir devergen menuju ke ditemukaiiiiya pemecahan masalah atau ke terciptanya produk yang bernilai dan menyenangkan. Unsur-msur itu berada dalam keseluruhan menura struktur yang telah tertentu dan saling berinteralisi satu sama lav Contoh : Kepala manusia bukan merupakan penjumlahan daripad. 4}. integration. dan lain-lain hanya bermakna dalam hubungan dengan situasi tertentu. configuration. Dalam hal in] kognitif setara dengan penguatan (reinforcement) pada S-R theory.4. para tamu umumnya memakai perhiasan yang indah-indah. closure. Dan' hal-hal yang kompleks menuju ke halhal yang sederhana. Berbeda dengan berpikir konvergen yang menuju ke mendapatkan jawaban jawaban yang benar secara logika. mata. akan tetapi akan tidak bermakna dalam situasi padang pasir di mana seseorang sedang mengalami rasa haus dan dahaga. Mengutamakan segi pemahaman (insight). Berpikir devergen menuntut dukungan (umpan balik) bagi upaya tentatif seseorang yang orisinal agar supaya dia dapat mengamati dirinya sebagai kreatif potensial.r batok kepala.

3). sebuah tiang kayu hanya bermakva sebagai tiang kalau menjadi satu dari sebuah rumah dan sebagainya. 17). Bagian-bagian dilihat dalam hubungan fungsional dengan keseluruhan. maka berarti prosedur tersebut bukan penyebab yang penting dan perubahan-perubahan tak dapat diklasifikasikan sebagai belajar. disebabkan oleh terjadinya perubahan pada fisik dan mental karena melakukan suatu perbuatan berulangkali yang mengakibatkan badan menjadi letih/lelah. deferensiasi pengetahuan dan kecakapan. 2). Bila serangkaian tingkah laku matang melalui secara wajar tanpa adanya pengaruh dari latihan. h. mana hidung ibu. CLRI-CIRL BELAJAR Berdasarkan pengertian belajar di atas. Sakit atau kurang gizi juga dapat menyebabkan tingkah laku berubah. Sebuah papan tulis hanya bennakna sebagai papan tulis kalau ia berada dalam kelas. 4). kematangan atau keadaan temporer dari subjek (misalnya keletihan. Bagian-bagian itu hanya bermalaia dalam rangka keseluruhan tadi. atau menarik dan sebagainya. Anak belajar dengan menggunakan pemahaman atau insight. 2). Memang banyak perubahan tingkah laku yang disebabkan oleh kematangan. sebagai roda. misal : sebuah ban mobil hanya bermakna kalau mmjadi bagian dari mobil.. 1975. Tetapi lambat laun ia mengadakan deferensiasi bagian-bagian itu dari keseluruhan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil atau kesatuan yang lebih kecil. kemudian berkat pengaruh percakapan masyarakat di sekitarnya. dan sebagainya)" (Hilgard dan Gordon. atau karena mengalami kecelakaan tetapi hal ini tak dapat dinyatakan sebagai hasil perbuatan belajar. . Keseluruhan memberikan makna kepada bagian-bagian. Belajar dimulai clan satu unit yang kompleks menuju ke hal-hal yang mudah dimengerti. Belajar dibedalurn dari perubahan fisik dan mental Perubahan tingkah laku juga dapat terjadi. kemudian la melihat bahwa wajah ibunya itu cantik atau jelek. Bila prosedur latihan (training) tidak secara cepat mengubah tingkah laku. tetapi juga tidak sedikit perubahan tingkah yang disebabkan oleh interaksi antara kematangan dan belajar.. Mula-mula anak melihat sesuatu sebagai keseluruhan. yang berlangsung dalam proses yang rumit. maka pada hakikatnya "Belajar menunjuk ke perubahan dalam tingkah laku si subjek dalam situasi tertentu berkat pengalamannya yang berulang-ulang. clan perubahan tingkah laku tersebut tak dapat dijelaskan atas dasar kecenderungan-kecenderungan respons bawaan. Pemahaman adalah kemampuan melihat hubungan-hubwlgan antara berbagai faktor atau unsur dalam situasi yang problematis. Belajar berbeda dengan kematangan Pertumbuhan adalah saingan utama sebagai pengubah tingkah laku. Dengan pengertian tersebut.yang beruntun. mana telinga ibu. maka dikatakan bahwa perkembangan itu adalah berkat kematangan (maturation) dan bukan karena belajar. anak mengalami kematangan untuk berbicara. Lambat laun dia dapat memisahkan mana mata ibu. Misalnya. seperti simpanse dapat melihat hubungan antara beberapa buah kotak menjadi sebuah tangan untuk mengambil buah pisang karena la sedang lapar. Dengan demikian keseluruhan yang memberikan makna terhadap suatu bagian. lndividuasi bagian-bagian dari keseluruhan. 3. Bagiaqbagian terjadi dalam suatu keseluruhan. maka temyata belajar sesungguhnya memiliki ciri-ciri (karakteristik) tertentu : 1). maka dia dapat berbicara tepat pada waktunya. Contoh : mula-mula anak melihat/mengenal wajah ibunya sebagai satu keseluruhan/kesatuan.

karena dapat berubah-ubah. Kedinamisan ini dipengaruhi oleh kondisi-kondisi yang ada dalam din' siswa dan yang ada di luar diri siswa bersangkutan. kondisi subjek yang belajar. menjadi bingung. buatan atau tindakan tertentu. (4). Bahan-bahan yang bertalian dengan tujuan itu telah digariskan daiam silabus dan GBPP. Proses itu sendiri sulit diamati. Grnsur-unsur tersebut dikatakan dinamis. (3). Jadi perubahan tingkah laku yang disebabkan oleh penzbahan fisik dan mental bukan atau berbeda dengan belajar dalam arti sebenarnya. semua dapat menyebabkan terjadinya perubahan tingkah laku. berupa topik-topik inti. Motivasi yang timbul karena kebutuhan dari dalam din' siswa dianggap lebih baik dibandingkan dengan motivasi yang disebabkan oleh rangsangan dari luar. Perbuatan belajar terjadi karena adanya motivasi yang mendorong seseorang untuk metalcukan perbuatan belajar. Dengan kata lain. UNSUR-UNSUR DINAMIS DALAM PROSES BELAJAR Perbuatan belajar adalah suatu proses yang kompleks. Kelima unsur inilah yang bersifat dinamis itu. penentuan bahan belajar mesti berdasarkan tujuan yang hendak dicapai. Karena itu. konsentrasi menjadi kurang. (5). atau dorongan yang timbul karena rangsangan dari li~ar sehingga subjek melakukan perbuatan belajar. Ciri belajar yang hasilrrya relatif menetap 4. motivasi siswa. untuk memahami suatu perbuatan belajar diperlukan kajian terhadap perbuatan itu secara unsuriah.gan dari luar sehing. Keadaan ini memeriukan rangsar. Bahan Belajar Bahan belajar merupakan suatu unsur belajar yangpenting mendapat perhatian oleh guru. namun perbuatan atau tindakan belajar dapat diamati berdasarkan perubahan tingkah laku yang dihasilkan oleh tindakan belajar tersebut. atau belum timbul. melemahnya ingatan. Dalam silabus dan GBPP telah dirumuskan secara rinci materi belajar yang ditentukan untuk dipelajari oleh siswa. alat bantu belajar. suasana belajar. dalam hal ini adalah hasil-hasil yang diharapkan. rasa kegagalan. serta uraian deskripsi dan bahan kajian lainnya. dan pengalaman lainnya. Dorongan itu dapat timbul dari dalam diri subjek yang belajar yang bersumber dari kebutuhan tertentu yang ingin mendapat pemuasan. bahan belajar. terjadinya kejenuhan. dalam arti dapat menjadi lebih kuat atau menjadi lemah. yang sering berubah. Mo6vasi Siswa. Alat Bantu Belajar . Unsur-unsur yang terkait dalam proses belajar terdiri dari (1). dan yang mempengaruhi proses belajar tersebut. rnenguat atau melemah. sering motivasi dari dalam itu tidak ada. sikap. topik buku inti. Motivasi adalah dorongan yang menyebabkan terjadi suatu per 50 belajar. Rincian yang lebih terurai terdapat dalam buku sumber/sumber rujukan. Tetapi perubahan tingkah laku tersebut tak dapat digolongkan sebagai 48 3).Gejala-gejala seperti kelelahan mental.a timbul motivasi belajar. dan sebagainya. Perubahan unsur-unsur tersebut sudah tentu ada pengaruhnya terhadap kegiatan belajar dan hasil yang diperoleh. Dengan bahan itu. misalnya berhenti belajar. Karena itu. yang sifatnya dinamis. setiap perbuatan belajar mengandung beberapa unsur. para siswa dapat mempelajari hal-hal yang diperlukan dalam upaya mencapai tujuan belajar. misalnya berupa pengetahuan. (2). keterampilan. Narnun dalam praktiknya.

menjadi konkrit. Dengar. hemat waktu dan tenaga. sehingga kegiatan belajar menjadi lebih efisien dan efektif. maka pelajaran akan lebih inenarik. mudah dipahami. Alat bantu belajar disebut .Alat bantu belajar merupakan semua alat yang dapat digunakan untuk membantu siswa melakukan perbuatan belajar. dan hasil belajar lebih bermakna. bantuan berbagai alat.

misalnya dalam bentuk bahan tercetak. dan pengalaman yang bertaiian dengan pelajaran. Kondisi Subjek Belajar Kondisi subjek belajar turut menentukan kegiatan clan keberhasilan belajar. Siswa yang sakit/kurang sehat. yang mana perubahan yang disebabkan oleh belajar bersifat menetap secara relatif. alat-alat yang dapat dilihat (media visual). Belajar adalah modifikasi atau memperkuat tingkah iaku melalui pengalaman dan latihan. sudah tentu tidak mermojang kegiatan belajar yang efektif. perubahan fisik dan mental. 3. ialah keadaan jasmani dan mental untuk melakukan kegiatan belajar. Siswa dapat belajar secara efisien clan efektif apabila berbadan sehat. seseorang bukan hanya mengetahui sesuatu yang perlu diperbuat. belajar adalah melatih daya-daya agar dapat berfungsi dengan baik. kiranya akan mempengaruhi kelancaran kegiatan dan mutu hasii belajarnya. Suasana Belajar Suasana belajar penting artinya bagi kegiatan belajar. yakni alat yang digunakan untuk membantu siswa melakukan kegiatan belajar. Yang dapat didengar clan dilihat (Audio-Visual Aids). memiliki inteligensi yang memadai. (5). slap untuk melakukan kegiatan belajar. (2). menantang dan menggairahkan. tidak berbakat untuk mempelajari sesuatu. bahwa perilaku itu dikuasai secara mantap. sedangkan suasana yang kacau. alat bantu belajar. dan tidak memiliki pei:~? _alaman appersepsi yang memadai. dan alat-alat Hasil belajar dalam bentuk perubahan tingkah laku. Hal iru berarti bahwa suasana belajar turut menentukan motivasi. dan banyak gangguan. belajar adalah suatu proses pengem bangan dan latihan jiwa (mind). inteligensi rendah. . Misalnya. Menurut psikologi daya. (3). bahan belajar. Kemantapan ini berkat latihan dan pengalaman. belajar adalah membentuk hubungan stimulus-respons dengan latihan-latihan. Karena itu. belajar adalah akibat interaksi antara individu dengan lingkungan berdasarkan keseluruhan dan pemahaman. kondisi subjek belajar. Tingkah laku yang dihasilkan bersifat menetap dan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan. ramai. Menurut psikologi gestalt. belum slap belajar. Tingkah laku itu berupa perilaku (performance) yang nyata dan dapat diamati. Belajar berbeda dari kematangan. RANGKiJMA1f. keberhasilan belajar siswa. suasana belajar. PERTANYAAN DAN TUGAS Rangkuman 1. yakni materi yang dipelajari. Menurut psikologi behavioristik. guru dan siswa smantiasa dituntut agar menciptakan suasana lingkungan belajar yang balk clan menyenangkan. 2. yakni keadaan lingkungan fisik clan psikologis yang menunjang belajar. (4). 5. alat yang dapat didengar (media audio).juga alat peraga atau media belajar. Jadi istilah menetap dalam hal ini. Suasana yang menyenangkan dapat menumbuhkan kegairahan belajar. Belajar berlangsung dalam bentuk latihan (practice) dan pengalaman (experience). belajar adalah proses-proses pusat otak atas struktur kognitif (fakta) dalarn bentuk pemaharnan dan pemecahan masalah. melainkan juga melakukan perbuatan itu sendiri secara nyata. tak tenang. serta memiliki minat untuk belajar. Unsur-unsur dinamis dalam proses belajar terdiri dari (1). Menurut psikologi kognitif. serta sumbersumber masyarakat yang dapat dialanu secara langsung. memiliki bakat khusus. motivasi yakni dorongan untuk berbuat. Menurut psikologi klasik. Belajar juga diartikan sebagai suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungannya. kegiatan.

Selidiki bagaimana mereka memberiican petun_ juk tentang kegiatan belajar kepada siswanya. 5. 2. Sebutkan clan jelaskan sekurang-kurangnya dua buah definisi "belajar". Sebutkan perbedaan antara kedua pendapat tersebut berdasarkan prinsip-prinsipnya. Jelaskan perbedaan antara psikologi behavioristik dan psikologi kognitif. 4. dengan alasan apa prinsip itu digunakan. Lakukan serangkaian observasi terhadap sejumlah guru yang sedang mengajar. 7. Sebutkan prinsip-prinsip belajar psikologi gestalt dan connectionisme theory. 3. Ber-ikan dengan sebuah contoh konkrit. 52 53 . Uraikan pengertian belajar menurut psikologi klasik dan psikologi daya. Pertanyakan pins' apa yang mereka berikan kepada siswanya. Sebutkan clan jelaskan ciri-ciri belajar. dari segi pengertiannya dan pr-insip-prinsip belajamya. 6. Berikan masingmasing sebuah contoh.Pertanyaan dan Tugas 1. Lakukan serangkaian wawancara dengan sejumlah guru yan g dianggap telah berpengalaman luas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful