P. 1
Makalah Donor Darah Dalam Perspektif Islam

Makalah Donor Darah Dalam Perspektif Islam

|Views: 902|Likes:
Published by ricamalia

More info:

Published by: ricamalia on Jun 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2014

pdf

text

original

Makalah DONOR DARAH DALAM PERSPEKTIF ISLAM

PENGANTAR Pada zaman sekarang kita melihat adanya donor darah yang merupakan bagian dari tubuh manusia, telah merata dinegara-negara kaum muslim tanpa ada seorang ulama pun yang mengingkarinya, bahkan mereka menganjurkannya atau ikut serta menjadi donor. Maka ijma sukuti (kesepakan ulama‟ secara diam-diam) ini menunjukkan bahwa donor darah dapat diterima secara syara‟. Islam tidak melarang seorang muslim atau muslimah menyumbangkan darahnya untuk tujuan kemanusiaan, bukan komersialisasi, baik darahnya disumbangkan secara langsung kepada orang yang memerlukannya, misalnya untuk anggota keluarga sendiri, maupun diserahkan pada palang merah atau Bank Darah untuk disimpan sewaktu-waktu untuk menolong orang yang memerlukannya. Penerima sumbangan darah tidak disyari‟atkan harus sama dengan donor darahnya mengenai agama atau kepercayaan, suku bangsa dan sebagainya. Karena menyumbangkan darah dengan ikhlas adalah termasuk amal kemanusiaan yang sangat dihargai dan dianjurkan (mandub) oleh islam, sebab dapat menyelamatkan jiwa manusia, sesuai dengan firman Allah : “dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah ia memelihara kehidupan manusia semuanya” (Q.S. Al-Maidah : 32) Jadi boleh saja mentransfusikan darah seorang muslim untuk orang kafir begitupun sebaliknya, demi menolong dan saling menghargai harkat sesama umat manusia. Sebab, Allah sebagai Khaliq alam semesta termasuk manusia berkenan memuliakan manusia, sebagaiman firman-Nya : “dan sesungguhnya kami memuliakan anak cucu adam (manusia)” (Q.S. Al-Isra‟ : 70)

A. Donor Darah Donor darah adalah proses dimana penyumbang darah secara sukarela diambil darahnya

sekolah dan universitas. Dan setiap beberapa waktu. termasuk organ-organ vital seperti otak. Pada acara ini. Berat badan minimum 45 kg. Jika darah yang beredar didalam tubuh sangat sedikit oleh karena berbagai hal. para donorer dapat menyempatkan datang dan menyumbang tanpa harus pergi jauh atau dengan perjanjian. Temperatur tubuh : 36. Bertato atau bertindik. Menderita tuberkulosa secara klinis. akan dilakukan acara donor darah ditempat-tempat keramaian. . measles. sifilis. II. Dalam jangka waktu 72 jam sesudah operasi gigi. ginjal. jantung. cholera. thalasemia. Donor darah biasa dilakukan rutin di pusat donor darah lokal. paru-paru. epilepsi dan sering kejang. influenza. menyusui atau kekurangan gizi. Pendonor Tidak Boleh pada Keadaan Haidh. Dalam jangka waktu 12 bulan sesudah operasi besar. dan sewaktu-waktu dapat dipakai pada transfusi darah. polibetemiavera. atau profilaksis. tetanus dipteria. tetanus toxin. Akibatnya. Dalam jangka waktu 1 tahun sesudah transpalantasi kulit. Keadaan ini harus sesuai dengan keadaan umum donor. Syarat-Syarat Tekhnis Menjadi Seorang Pendonor Darah Dalam keadaan sehat. Menderita hepatitis B. Dalam jangka waktu 24 jam sesudah operasi vaksinasi polio.6-37. yaitu : Sistole :110-160 mm Hg Diastole : 70-100 mm Hg Denyut nadi teratur 50-100 kali/menit. Selain itu sebuah mobil darah juga dapat digunakan untuk dijadikan tempat menyumbang. Mempunyai kecenderungan pendarahan atau penyakit darah seperti defisiensi. Hemoglobin Wanita minimal :12 gr % Pria minimal :12. dibutuhkan pasokan darah dari luar tubuh. hamil. dengan jarak penyumbangan sekurang-kurangnya 3 bulan. Pecandu alkohol akut atau kronis dan narkotik.5 gr % Jumlah penyumbangan pertahun paling banyak 5 kali. dalam waktu singkat terjadi kerusakan jaringan dan kegagalan fungsi organ. dan hati. HIV). Untuk mencegah hal itu. Umur 17-60 tahun. misalnya dipusat berbelanja. tempat ibadah. Dalam jangka waktu 1 tahun sesudah injeksi terakhir imunisasi rabies therapeutis. I. GGPD. Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah operasi kecil. yang berujung pada kematian. Dalam jangka waktu 2 minggu sesudah vaksinasi virus hidup parotitis epidemica. Darah merupakan komponen tubuh yang berperan membawa nutrisi dan oksigen kesemua organ tubuh.50 C (Oral ) Tekanan darah baik. maka organ-organ itu akan kekurangan nutrisi dan oksigen.untuk disimpan di Bank Darah. kantor perusahaan besar. Mempunyai infeksi yang bisa ditularkan melalui transfusi darah (malaria. Mempunyai penyakit kulit pada vena yang akan ditusuk.

Kesimpulannya ada 2 macam antigen A dan B disel darah merah yang disebut golongan A dan B. Hasilnya adalah 2 macam reaksi dan satu macam tanpa reaksi. Pemeriksaan ini mutlak harus dilakukan walaupun golongan darah pasien dengan golongan darah donor sama. atau sama sekali tidak ada reaksi yang disebut golongan O. yang memakan waktu kurang dari 1. leukosit. Dengan kemajuan tekhnologi kedokteran. Pemakaian Darah Pemecahan Darah Menjadi Komponen Darah terdiri dari bagian-bagian atau komponen darah dengan fungsinya masing-masing. Von Decastello dan Sturli pada tahun 1901 yang menemukan golongan darah AB dimana kedua antigen A dan B ditemukan secara bersamaan pada sel darah merah. Bila dalam pemeriksaan silang tidak terdapat kelainan maka . golongan darah dibagi : GOL Sel Darah Merah Plasma A Antigen A Antibodi B B Antigen B Antibodi A AB Antigen A dan B Tidak ada antibodi O Tidak ada antigen Antibodi anti A dan anti B Landsteiner adalah orang yang menemukan 3 dari 4 golongan darah dalam ABO sistem pada tahun 1900 dengan cara memeriksa golongan darah beberapa teman sekerjanya. Dalam sistem ABO yang ditemukan Lansdteiner tahun 1900. V. plasma dan faktor pembekuan darah.5 jam. Formulir dan contoh darah tersebut dikirim ke Bank Darah di rumah sakit atau labotarium UTDC PMI setempat. trombosit. Darah dapat pula disimpan dalam bentuk komponenkomponen darah. Pengguna Darah Sesuai Komponen Keuntungan terapi komponen darah bagi penderita jelas oleh karena hanya menerima komponen darah yang dibutuhkan. Golongan Darah Golongan darah ditentukan adanya suatu zat atau antigen yang terdapat dalam sel darah merah. Bagaimana Mendapatkan Darah Prosedur Permintaan Darah Dokter yang merawatlah yang menentukan pasien membutuhkan darah atau tidak. Atas dasar permintaan dokter di RS tersebut UTDC melakukan pemeriksaan reaksi silang antara contoh darah donor dengan contoh darah pasien. Komponen-komponen darah yang penting adalah eritrosit. Membawa formulir khusus rangkap 4 atau 6 untuk permintaan darah yang telah diisi oleh dokter yang merawat disertai contoh darah pasien dengan identitas yang jelas. yaitu : eritrosit. IV. Percobaan dilakukan dengan melakukan reaksi antara sel darah merah dan serum dari donor. plasma dan faktor-faktor pembekuan darah dengan proses tertentu yaitu dengan Refrigerated Centrifuge. leukosit. trombosit.III. komponen-komponen darah tersebut dapat dipisah-pisahkan dengan suatu proses. sedangkan pada serum tidak ditemukan antibodi.

pemeriksaan golongan darah. sehingga darah yang dihasilkan adalah darah yang keamanannya terjamin. pengambilan. Demikian juga dengan donornya. Reagensia untuk memeriksa uji saring. VI. dan penyampaian darah kepada pasien. Biaya yang dibutuhkan untuk proses kegiatan tersebut adalah biaya pengelolaan darah (service cost). Pemeriksaan golongan darah. dan sistem penggelolaannya yang hakikatnya kesemuanya itu membutuhkan biaya. Kegiatan ini mencakup antara lain pengerahan donor penyumbangan darah. Penarikan service cost atau biaya pengelolaan darah untuk pemakaian darh dilakukan semata-mata sebagai penggantian pengelolaan darah sejak darah diambil dari donor sukarela sampai darh ditransfusikan pada orang sakit dan bukan untuk membayar darah. yang mencakup antara lain : Rekruitmen donor. Pemeriksaan uji saring. Pengambilan darah donor. PMI menetapkan perlunya biaya pengolahan darah (service cost). Hukum Donor Darah I. Peranan ketersediaan prasarana diatas sangat menentukan berjalannya proses pengolahan darah.barulah darah donor diberikan kepada pasien. Pengelolaan Darah dan Biaya Penggantian Pengelolaan Upaya kesehatan transfusi darah adalah upaya kesehatan yang bertujuan agar penggunaan darah berguna bagi keperluan pangobatan dan pemulihan kesehatan. Untuk melaksanakan tugas tersebut dibutuhkan sarana penunjang tekhnis dan personil seperti : Kantong darah. Kelancaran pelaksanaan upaya kesehatan transfusi darah diatas sangat terkait dengan dukungan faktor ketenagaan. Kegiatan tersebut harus dilakukan dengan sebaik-baiknya sesuai standar yang telah ditetapkan. Personil PMI yang melaksanakan tugas tersebut. pendonor yang menyumbang harus tetap selalu sehat. peralatan. pengolahan. dana. Pemisahan darah menjadi komponen darah. Untuk itu pengadaan dana menjadi sangat penting dalam rangka menjamin ketersediaan prasarana tersebut. Alat-alat untuk menyimpan dan alat pemisah darah menjadi komponen darah. Peralatan untuk pemeriksaan proses tersebut. Hukum Transfusi Darah Menurut Agama . Penyimpanan darah disuhu tertentu. Pemeriksaan kecocokan darah donor dengan pasien. Peralatan untuk mengambil darah. B. yang pada prakteknya manfaatnya ditujukan kepada pengguna darah di rumah sakit. Pasokan daya listrik untuk proses tersebut. kecocokan darah donor dan pasien. Pengelolaan darah Yang dimaksud dengan pengelolaan darah adalah tahapan kegiatan untuk mendapatkan darh sampai dengan kondissi siap pakai. penyimpanan. Bila pada pemeriksaan ditemukan kelainan atau ketidakcocokan perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk mencari sebab kelainan atau ketidakcocokan tersebut. pengamanan.

berdasarkan kaidah hukum fiqih Islam yang berbunyi: “Al-Ashlu Fil Asyya‟ al-Ibahah Hatta Yadullad Dalil „Ala Tahrimihi” (bahwasanya pada prinsipnya segala sesuatu itu boleh hukumnya. guna menyelamatkan jiwa sesama manusia. Namun pendapat yang paling kuat adalah bahwa jual beli darah manusia itu tidak etis disamping bukan termasuk barang yang diboelhkan untuk diperjual belikan karena termasuk bagian manusia yang Allah muliakan dan tidak pantas untuk diperjual belikan. baik bagi donor darah maupun bagi penerima sumbangan darah. serta darah tersebut tidak diperjual belikan. Namun untuk memperoleh maslahah (efektifitas positif) dan menghindari mafsadah (bahaya/risiko). Penyakit ini bisa menular melalui transfusi darah. Mengingat semua jenis darah termasuk darah manusia itu najis berdasarkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Jabir. maka tidak ada dosa baginya”. maka tidak ada larangan untuk mendonorkannya dan di dalamnya ada pahala yang besar. Islam membolehkan jual beli barang najis yang ada manfaatnya seperti kotoran hewan. “Allah senantiasa menolong hambanya selama hamba itu menolong saudaranya”. maka berarti transfusi darah diperbolehkan. bahkan donor darah itu ibadah. dan tidak timbul mudharat yang parah pada dirinya ketika darahnya dihisap. 6:119) Masalah transfusi darah tidak dapat dipisahkan dari hukum menjual belikan darah sebagaimana sering terjadi dalam parkteknya di lapangan. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas. seperti AIDS dan HIV." (QS. yaitu amal kemanusiaan semata. Menurut madzhab Hanafi dan Dzahiri. Jika maslahat pasti terhasilkan. suntikan narkoba. Adapun dalil syar‟i yang menjadi dasar untuk membolehkan transfusi darah. kecuali barang najis yang ada manfaatnya bagi manusia. darah. berdasarkan firman Allah Ta‟ala. kecuali ada dalil yang mengharamkannya). . melarang transfusi darah. yang memerlukan transfusi darah. dan binatang (yang ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Padahal tidak ada satu ayat dan hadits pun yang secara eksplisit atau dengan nash yang sahih. dll. daging babi. (QS. terutama kesehatan pendonor darah. dan barangsiapa yang beramal dengan kebaikan walaupun sekecil semut niscaya dia akan melihat (balasan) nya”. “Dan sungguh telah dijelaskan kepadamu apa-apa yang diharamkan atasmu kecuali yang terpaksa kamu memakannya.Islam memperbolehkan donor darah selama hal itu tidak membahayakan jiwa dan kesehatan pendonor darah." Allah pun berfirman. 2:173). dengan dalil AL-Kitab dan As-Sunnah. Rasulullah bersabda dalam hadist Ibnu Abbas ra : “Sesungguhnya jika Allah mengharamkan sebuah kaum untuk memakan sesuatu maka Allah akan haramkan harganya. Syaikh Zaid bin Muhammad Al-Madkhali menjawab ketika ditanya soal donor darah . jika dilakukan dengan niat mencari keridhaan Allah dengan jalan menolong jiwa sesama manusia. sudah tentu transfusi darah itu harus dilakukan setelah melalui pemeriksaan yang teliti terhadap kesehatan keduanya. “Barangsiapa yang berbuat kebaikan walaupun sekecil semut maka dia akan melihat (pahala)nya. ”Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai. Maka secara analogi (qiyas) madzhab ini membolehkan jual beli darah manusia karena besar sekali manfaatnya untuk menolong jiwa sesama manusia. harus benar-benar bebas dari penyakit menular. karena bertentangan dengan tujuan dan misi semula yang luhur. seperti kotoran hewan untuk keperluan pupuk. Juga sebagaimana hasilnya Nabi SAW bersabda.

II. AllahSWT berfirman: “Barangsiapa yang beramal dengan sebiji debu kebaikan maka dia akan melihatnya. sampai 700 kali lipat. Sebab mendonorkan darah kepada orang yang membutuhkan merupakan kesenangan bagi keluarga pasien. Menimbang: a) Bahwa usaha transfusi darah adalah merupakan bagian dari tugas Pemerintah di bidang pelayanan kesehatan rakyat dan merupakan suatu bentuk pertolongan yang sangat berharga kepada umat manusia. sebagaimana yang termaktub dalam kitabullah dan sunnah Rasul-Nya. sudah gugur kewajibannya. Al-Maidah: 32). Bahkan beliau menyatakan tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa hukum donor darah itu sampai kepada hukum fardhu kifayah.Fatwa Syeikh Husamuddin bin Musa „Ufanah Beliau berfatwa bahwa donor darah merupakan praktek yang sangat penting untuk dilakukan. (QS. Sebagaimana firman Allah SWT: “Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia. tidak untuk diperjual-belikan. Hukum Transfusi Darah Menurut Negara Tentang : TRANSFUSI DARAH Presiden Republik Indonesia. Fatwa Dr. selama hamba Nya selalu menolong saudaranya” Maka tidak boleh menjual-belikan darah dan juga memakan hasil dari penjualannya itu. Termasuk juga darahnya. maka donor darah tidak terlarang. maka Allah akan membebaskannya dari bebannya di hari kiamat”. Tentunya bila sudah ada muslim yang melakukannya. Namun ulama Palestina yang menjadi guru besar Ilmu Syariah di Universitas Al-Quds ini menyatakaan haramnya jual beli darah. Bertabarru‟ atau menyumbang darah sebagai donor adalah sebuah amal yang disunnahkan. Karena tubuh manusia itu mulia. b) Bahwa berdasarkan ilmu pengetahuan kedokteran. Bahkan padanya terdapat pahala dan keutamaan. Fatwa Syaikh Zaid Bin Muhammad Al-Madkholi Apabila terdapat padanya maslahat dan tidak menimbulkan kemudharatan yang dapat membahayakan dirinya. (HR Bukhari dan Muslim) Maka menurut beliau orang yang mendonorkan darah akan mendapat pahala yang berlipat ganda bilangannya. Az Zalzalah: 7-8) Juga Rasulullah SAW bersabda: “Dan Allah akan selalu menolong hamba-Nya. Yusuf Al-Qardhawi Ulama asal Mesir yang kini menetap di Qatar ini malah menyatakan bahwa donor darah adalah bentuk sedekah yang paling utama di zaman sekarang ini. satu-satunya sumber darah yang paling aman untuk keperluan transfusi darah adalah darah manusia. yang dapat membahayakan kesehatan baik terhadap para penyumbang . maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya”. dan barangsiapa yang beramal dengan sebiji debu kejelekan maka dia akan melihatnya” (QS. c) Bahwa pada waktu ini banyak diselenggarakan usaha transfusi darah dengan pola yang bermacam-macam. Di dalam hadits shahih Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang membebaskan seorang muslim dari bebannya di dunia.

c) Undang-undang Nomor 6 Tahun 1963 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1963 Nomor 79. Tambahan Lembaran Negara Nomor 2576). d) Undang-undang Nomor 7 Tahun 1963 tentang Farmasi (Lembaran Negara Tahun 1963 Nomor 81. BAB IV PENGELOLAAN DAN BIAYA Pasal 6 1) Pengelolaan dan pelaksanaan usaha transfusi darah ditugaskan kepada Palang Merah Indonesia. pengolahan.maupun pemakai darah. d) Menteri adalah Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Tambahan Lembaran Negara Nomor 2068). Mengingat : a) Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945. Pasal 5 Larangan tersebut dalam Pasal 4 tidak berlaku untuk : a) Keperluan penelitian ilmiah dan atau dalam rangka kerjasama antara Perhimpunan Palang Merah Indonesia dengan Perhimpunan Palang Merah lain atau badan-badan lain yang tidak bersifat komersial dengan terlebih dahulu mendapat persetujuan Menteri. Pasal 7 1) Cara pengolahan darah harus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh . atau Instansi lain yang ditetapkan oleh Menteri. BAB II PENGADAAN DARAH Pasal 2 Pengadaan darah dilakukan secara sukarela tanpa pemberian penggantian berupa apapun. d. dan penyampaian darah kepada orang sakit. BAB III PERBUATAN YANG DILARANG Pasal 3 Dilarang memperjual belikan darah dengan dalih apapun.Penyumbang darah adalah semua orang yang memberikan darah untuk maksud dan tujuan transfusi darah. d) Bahwa oleh karena itu perlu ditetapkan Peraturan Pemerintah tentang Transfusi Darah. c) Darah adalah darah manusia atau bagian-bagiannya yang diambil dan diolah secara khusus untuk tujuan pengobatan dan pemulihan kesehatan. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan : a) Transfusi Darah adalah tindakan medis memberikan darah kepada seorang penderita. b) Usaha transfusi darah adalah segala tindakan yang dilakukan dengan tujuan untuk memungkinkan penggunaan darah bagi keperluan pengobatan dan pemulihan kesehatan yang mencakup masalah-masalah pengadaan. MEMUTUSKAN: Menetapkan: PERATURAN PEMERINTAH TENTANG TRANSFUSI DARAH. b) Keperluan lain berdasarkan kebijaksanaan Menteri. yang darahnya telah tersedia dalam botol atau kantong plastik. b) Undang-undang Nomor 9 Tahun 1960 tentang Pokok-pokok Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1960 Nomor 131. Pasal 4 Dilarang mengirim dan menerima darah dalam semua bentuk ke dan dari luar negeri. Tambahan Lembaran Negara Nomor 2580). 2) Penyelenggaraan usaha transfusi darah harus disesuaikan dengan kebutuhannya dalam menunjang pelayanan kesehatan.

Pasal 4. 2) Pemerintah dapat memberikan subsidi. 2) Dalam pengolahan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) termasuk plasma pheresis dan pembuatan fraksi-fraksi plasma. maka ini tidak membatalkan puasanya baik diambil sebagai penghalalan. SOEHARTO. BAB VII KETENTUAN PIDANA Pasal 14 1) Barangsiapa melanggar ketentuan Pasal 2. 3) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berlaku juga bagi setiap pelanggaran terhadap ketentuan peraturan pelaksanaan Peraturan Pemerintah ini. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 19 April 1980 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Pengurus Besar Palang Merah Indonesia bertanggungjawab kepada Menteri. Pasal 10 Biaya pengolahan dan pemberian darah kepada si penderita ditetapkan dengan keputusan Menteri atas usul Palang Merah Indonesia dengan memperhitungkan biaya-biaya untuk pengadaan. Diundangkan di Jakarta pada tanggal 19 April 1980 MENTERI/SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA. 2) Perbuatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah pelanggaran.(tujuh ribu lima ratus rupiah). dan pengangkutan tanpa memperhitungkan laba. Hukum Mengambil Darah pada Orang Yang Berpuasa Jika seseorang mengambil sedikit darahnya yang tidak memberikan efek kepada badannya seperti membuat dia lemah. atau bersedekah kepada seseorang yang . SUDHARMONO. penyimpanan. atau donor untuk seorang yang sakit. 2) Tanda penghargaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur dengan peraturan perundang-undangan. yang pelaksanaannya diatur oleh Menteri. dan Pasal 8 diancam dengan pidana kurungan selama-lamanya 3 (tiga) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp 7.Menteri.500. Agar supaya setiap orang mengetahuinya. Pasal 3. Pasal 8 1) Pengolahan darah harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang berwenang menurut ketentuan yang ditetapkan oleh Menteri. Pasal 9 1) Biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) menjadi tanggungjawab Palang Merah Indonesia. BAB VI TANDA PENGHARGAAN Pasal 13 1) Palang Merah Indonesia dapat memberikan tanda penghargaan kepada penyumbang darah. 2) Tanggungjawab pengolahan darah yang dilakukan oleh tenaga kesehatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus di bawah pengawasan dokter. memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. BAB V BIMBINGAN DAN PENGAWASAN Pasal 11 Bimbingan dan pengawasan penyelenggaraan usaha transfusi darah ditetapkan oleh Menteri. pengolahan. SH III. BAB VIII KETENTUAN PENUTUP Pasal 15 Hal-hal yang belum cukup diatur dalam Peraturan Pemerintah ini akan diatur lebih lanjut oleh Menteri. Pasal 12 Dalam pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11. Pasal 16 Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Kecuali jika di sana ada keperluan yang darurat (mendesak). maka dalam keadaan seperti ini boleh baginya untuk menyedekahkan darahnya untuk menolak/mencegah darurat tadi. Syeikh Al-‟Allamah Jadil Haq Ali Jadil Haq. Lalu dia harus mengganti puasanya yang dia tinggalkan/berbuka. Manfaat Donor Darah bagi Pendonor Donor darah dapat menjaga kesehatan sistem peredaran darah dalam tubuh dengan mengurangi penumpukkan zat besi." (QS. Hukum Donor Darah dari dan untuk Orang Kafir "Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. C. Itulah sebabnya darah yang didonorkan kepada pasien tidak mengakibatkan berubahnya status kemahraman antara donor dan penerima darah. Al-Mumtahanah : 8) V. adalah bahwa transfusi darah itu tidak membawa akibat hukum adanya hubungan kemahraman. Diqiyaskan seperti berbekam yang telah datang riwayatnya dari sunnah bahwa berbekam adalah termasuk salah satu dari pembatal-pembatal puasa. misalnya hubungan antara seorang dengan mertuanya atau anak tiri dan istrinya yang telah disetubuhi dan sebagainya. Sedangkan karakter darah tidak seperti susu ibu. Qiyas seperti itu merupakan Qiyas ma‟al-Fariq. yang menjadikan badan lemas. makanya bisa mengakibatkan kemahraman antara wanita yang menyusi dengan bayi yang disusuinya. Di mana penyusuan bayi mengakibatkan kemahraman. dsb. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Susu ibu adalah makanan buat bayi. Memang ada sebagian kalangan yang berusaha mengqiyaskan antara donor darah dengan penyusuan bayi. Hubungan Antara Penerima dan Pendonor dari Segi Syari‟ah Adapun hubungan antara donor dan penerima. seperti puasa pada bulan Ramadhan. namun efek tersebut mungkin tidak berlaku pada mereka yang berusia lanjut. Mahram karena adanya hubungan persusuan (radhaah). oksigen dan lainnya. Sebab faktor-faktor yang dapat menyebabkan kemahraman sudah ditentukan oleh Islam sebagaimana tersebut dalam AnNisa : 23. maka dia berbuka dengannya (donor itu telah menjadi sebab sehingga dia berbuka atau tidak berpuasa lagi). misalnya hubungan antara seorang dengan wanita yang pernah menyusuinya atau dengan orang yang sesusuan dan sebagainya. melainkan darah menjadi media pengantar makanan. IV. Karena adanya hubungan pernikahan (mushaharah). yaitu : Mahram karena adanya hubungan nasab.membutuhkan. Sehingga tidak ada proses pertumbuhan dari darah yang ditransfusikan ke dalam tubuh seseorang. Dengan demikian. Namun ulama besar Mesir yang pernah mengunjungi Indonesia ini tegas menyatakan alasan tidak bisa diqiyaskan antara susu yang diminum bayi yang mengakibatkan kemahraman dengan darah yang didonorkan kepada pasien namun tidak mengakibatkan kemahraman. darah bukan makanan bagi orang yang menerima donor darah. . Menurut beliau karena karakter yang ada pada darah berbeda dengan karakter yang ada pada susu ibu yang diisap bayi. lalu mereka mengqiyaskan antara keduanya. Syeikhul Azhar di masa lalu menyatakan bahwa donor darah sama sekali tidak bisa dijadikan sebab terjadinya kemahraman antara seorang donor dengan penerimanya. Dengan demikian dia berbuka dengan makan dan minum. maka tidak boleh bagi seseorang untuk menyedekahkan darahnya yang sagat banyak dalam keadaan dia sedang berpuasa wajib. Sedangkan donor darah tidak bisa diqiyaskan dengan penyusuan. Misalnya hubungan antara anak dengan ibunya atau saudaranya sekandung. Adapun jika darahnya diambil dengan jumlah yang banyak.

denyut nadi. secara acak dilakukan pengambilan darah pada beberapa partisipan untuk memicu penurunan kadar zat besi. Mencegah timbulnya penyakit jantung. atau penyakit lain. sedangkan pada sekelompok partisipan lainnya tidak dilakukan. ia tidak menyarankan orang untuk melakukan donor darah dilakukan hanya dengan tujuan untuk menurunkan kadar zat besi. Manfaat lainnya adalah : Mengetahui golongan darah. Namun. ketika dilakukan analisa terhadap hasil pada pasien yang lebih muda saja.Hal tersebut diungkapkan berdasarkan suatu penelitian yang dilakukan di White River Junction. Mengetahui beberapa penyakit tertentu yang sedang di derita. . sampai ada penelitian lain yang dapat mengkonfirmasikan hasil penelitian mereka. dsb. yaitu yang berusia 43 sampai 6 tahun. stroke. Namun. Secara keseluruhan tidak ditemukan perbedaan yang bermakna pada kedua kelompok tersebut dalam hal kematian. Selain itu. Kemudian dalam rentang waktu enam bulan. Hal ini terutama bagi yang baru pertama kali mendonorkan darahnya. seperti pengukuran tekanan darah. Dr. malaria.277 wanita dan laki-laki berusia antara 43 sampai 87 tahun yang mengalami penyakit arteri perifer. hepatitis C. tim peneliti menemukan bahwa lebih sedikit serangan jantung non fatal. dan bila dilakukan secara rutin dapat meningkatkan kesehatan pembuluh darah. serangan jantung. Pada penelitian yang berlangsung selama 6 tahun tersebut para peneliti memeriksa 1. suatu penyakit yang menyebabkan berkurangnya aliran darah ke tungkai akibat menyempitnya pembuluh darah arteri. dan kematian yang terjadi pada kelompok yang menjalani reduksi zat besi. Pemeriksaan tersebut antara lain HIV/AIDS. Leo Zacharski mengatakan bahwa donor darah adalah cara yang aman dan murah. Mendapat pemeriksaan fisik sederhana. Vermont oleh para peneliti dari Veteran Affairs Medical Center dan Dartmouth Medical School. sifilis. dan pernapasan. ia juga mengatakan bahwa pengurangan kadar zat besi juga dapat dicapai dengan cara terapi obat atau restriksi dalam diet. Setidaknya setiap darah yang didonorkan akan melalui 13 pemeriksaan (11 diantaranya untuk penyakit infeksi).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->