P. 1
Makalah Turning

Makalah Turning

|Views: 315|Likes:
Published by Iman Fondel Jrs
On this paper ,you can see what is turning.
And you can to learn about turning from here.
On this paper ,you can see what is turning.
And you can to learn about turning from here.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Iman Fondel Jrs on Jun 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/28/2015

pdf

text

original

Sections

LAPORAN SECTION TURNING

Penyusun : “Tim Pejuang Hidup” 1. Poniman 2. Muriono 3. Nur Rofiq Syuhada 4. Oni Radjan Siando 5. Rudi Rosidin 6. Samsul Arifin

Politeknik Manufaktur Astra
Jl. Gaya Motor Raya No 8, Sunter II, Jakarta Utara 14330, Telp. 021 6519555, Fax 021 6519821, email: sekretariat@polman.astra.ac.id

1

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas karunia dan nikmat yang telah dilimpahkan kepada kita semua. Salawat dan salam semoga tercurah kehadiran Rasulullah SAW, yang menjadi rahmat bagi alam semesta. Atas berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaiakan laporan ini. Laporan ini merupakan tulisan yang dibuat guna memenuhi tugas Proses Manufaktur Dasar Turning serta untuk lebih memahami materi yang diberikan. Di dalam laporan ini terdiri dari beberapa pengetahuan tentang turning yang sangat berguna, bagi kita sebagai seorang mahasiswa teknik. Dan dalam pembuatan laporan ini juga tidak lepas dari pengalaman praktek yang sudah saya jalani selama tiga minggu. Pengalaman itu sangat membantu saya dalam pembuatan laporan ini. Oleh sebab itu saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang terlibat ,Mas Satrio selaku instruktur serta teman-teman yang membantu saya dalam praktek kerja bangku yang sangat membantu saya dalam pembuatan laporan ini.

Saya menyadari bahwa laporan yang saya buat ini sangat jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu ,kritik dan saran sangat saya harapkan. Untuk evaluasi saya pribadi ,agar menjadi lebih baik kelak nanti. Semoga laporan ini dapat bermanfaat khususnya bagi saya sendiri dan juga para pembaca. Terima kasih. Wassalamu’alaikum wr.wb.

2

DAFTAR ISI

Halaman Judul.................................................................................................. 1 Kata Pengantar ................................................................................................. 2 Daftar isi ........................................................................................................... 3 Bab I : Pendahuluan ......................................................................................... 4 1. Latar belakang masalah .................................................................. 4 2. Rumusan masalah........................................................................... 4 3. Tujuan Penulisan Laporan.............................................................. 5 4. Manfaat Penulisan Laporan............................................................ 5 Bab II : Sejarah Mesin Turning ........................................................................ 7 Bab III : Mesin Turning ................................................................................... 24 A. Pengertian ............................................................................................. 24 B. Gerakan Utama dalam Mesin Bubut .................................................... 25 C. Tipe Pengerjaan dalam Mesin Bubut ................................................... 26 D. Jenis-jenis Mesin Bubut ....................................................................... 28 E. Bagian-bagian Mesin Bubut................................................................. 38 F. Macam-macam Aksesoris pada Mesin Bubut ...................................... 43 G. Pahat Bubut .......................................................................................... 49 H. Bahan HSS ,Carbide brazed ,Insert ...................................................... 49 I. Jenis-jenis Pahat ................................................................................... 51 J. Cara Setting Pahat ................................................................................ 53 K. Sistem Pencekaman pada Mesin Bubut ............................................... 54 L. Perhitungan Putaran Mesin Bubut ....................................................... 57 M. SOP (Standart Operating Procedure) ................................................... 60 N. Pembersihan (Cleaning) ....................................................................... 62 O. Procedure Keselamatan Kerja .............................................................. 64

3

Bab 4 : Laporan Kegiatan Section Turning...................................................... 67       Tanggal 27 Mei 2013 ........................................................................... 67 Tanggal 28 Mei 2013 ........................................................................... 67 Tanggal 3 Juni 2013 ............................................................................. 68 Tanggal 4 Juni 2013 ............................................................................. 68 Tanggal 10 Juni 2013 .......................................................................... 68 Kritik dan Saran ................................................................................... 71

Bab 5 : Penutup ................................................................................................ 72  Kesimpulan .......................................................................................... 72

4

BAB 1 PENDAHULUAN
Latar Belakang.
Proses pemesinan adalah salah satu metoda dalam proses produksi, yang berada di dalam suatu sistem manufaktur, dengan tujuan untuk membuat produk dengan cara mengambil dan membuang sebagian material benda kerja untuk menghasilkan bentuk yang diinginkan, sementara sebagian material yang diambil dibuang dalam bentuk geram (chips). Proses pemesinan yang termasuk dalam proses produksi dengan metoda pemotongan (cutting) ini memiliki kelebihan dalam hal ketelitian dimensi dan kualitas permukaan yang lebih halus dibandingkan dengan metoda non-cutting. Benda kerja yang belum terselesaikan akan memerlukan proses pemesinan untuk memotong material dan menghasilkan bentuk akhir. Produk akhir harus berupa benda kerja (komponen) yang memenuhi spesifikasi yang dirancang untuk produk yang bersangkutan sesuai dengan gambar teknik atau cetak biru. Pada proses permesinan terbagi menjadi 6 cabang ,hal ini berdasarkan pengerjaan yang biasa dilakukan. Diantanya adalah proses milling ,proses drilling ,proses grinding , proses broaching ,proses sawing ,proses shaping & planning serta proses turning. Pada kesempatan kali ini ,kami dari kelompok Pejuang Hidup akan membahas tentang Proses Turning semampu kami.

Rumusan Masalah
Dalam makalah ini ,kami membuat rumusan masalah sebagai berikut : → Bagaimana sejarah ditemukannya proses dan mesin turning? → Apa saja komponen dan jenis dari mesin turning? → Apa yang saya lakukan selama section turning?

5

Tujuan Penulisan Laporan
Dengan penulisan laporan ini ,kami selaku penulis berharap bahwa laporan ini dapat memenuhi tugas mata kuliah Proses Manufaktur Dasar Turning dan menyelesaikan mata kuliah Semester 2 ini.

Manfaat Penulisan Laporan
Kami penulis berharap ,bahwa laporan ini dapat bermanfaat bagi setiap pembaca ,terutama adik-adik kelas kami dan bisa memperluas pengetahuan mereka tentang Mesin Bubut dan Proses Turning.

6

BAB 2 SEJARAH MESIN TURNING

Henry Maudslay

Maudslay lahir di Woolwich pada 1771. Ia adalah anak seorang prajurit tua yang bekerja di gudang senjata, dan memiliki tapi sekolah kecil. Pada dua belas ia bekerja di gudang senjata, pertama sebagai "monyet bubuk" mengisi kartrid, kemudian di toko tukang kayu dan bengkel. Muda seperti dirinya, ia segera menjadi pemimpin di antara para pekerja. Dia adalah seorang pengrajin lahir dan keahliannya segera kebanggaan seluruh toko. Untuk ketangkasan ia

7

menambahkan kekuatan intuitif analisis mekanik dan rasa proporsi yang dimiliki oleh beberapa orang, dan dari awal ia menunjukkan jenius untuk memilih cara yang paling langsung dan sederhana untuk mencapai tujuannya. Dia adalah favorit besar di antara rekan-rekannya dari penampilan baik pribadinya, terbuka heartedness dan kebebasan penuh dari kesombongan.

Dalam bab tentang Bramah kita telah melihat bagaimana Bramah, mencari orang untuk membantunya menyusun alat-alat untuk memproduksi kunci, berbalik pertama seorang montir Jerman tua di Moodie, AOS toko. Salah satu orang palu di Moodie, AOS toko menyarankan Maudslay, meminta maaf untuk pemuda, tapi menambahkan bahwa, Äúnothing bertaruh dia, Äù Ketika Bramah melihat Maudslay, yang hanya delapan belas tahun, ia hampir malu untuk meletakkan kasusnya di hadapannya.. Maudslay, saran AOS, Namun, begitu tajam dan ke titik bahwa orang tua harus mengakui bahwa anak laki-laki, kepala AOS setidaknya sudah cukup tua. Ia mengadopsi saran dan menawarkan pekerjaan di toko di Pimlico, yang dengan senang hati Maudslay diterima. Saat ia tidak pernah magang, mandor meragukan kemampuannya untuk bekerja di antara tangan berpengalaman. Tanpa sejenak, ragu Maudslay AOS menunjuk wakil bangku usang dan bertanya apakah ia bisa mengambil peringkat di antara para pekerja lain jika ia bisa memperbaikinya seperti baru sebelum akhir hari. Dia diberitahu untuk terus maju. Dia resteeled dan trued rahang, diajukan mereka, recut dan mengeras mereka, dan sebelum waktu yang ditetapkan telah bersamasama, pemangkas dan dalam kondisi yang lebih baik daripada tetangga-

8

tetangganya. Itu diperiksa, dikagumi dan diterima sebagai diploma sebagai seorang pekerja harian.

Kemajuan Nya cepat, dan dalam waktu sekitar satu tahun, sementara masih hanya sembilan belas, ia dibuat mandor umum dan mempertahankan kepemimpinan tanpa kesulitan sedikitpun. Dia tetap dengan Bramah selama delapan tahun, selama waktu dua meletakkan dasar untuk banyak peralatan mesin modern, lebih terutama slide-istirahat dan sekrup pemotong bubut. Kita sudah dianggap Maudslay, AOS kerja yang dilakukan sehubungan dengan Bramah dan sedikit perlu ditambahkan di sini dalam hal itu. Selama waktu ini Bramah menemukan tekan hidrolik, tapi kemasan gelas-kulit yang begitu penting bagian dari itu disarankan oleh Maudslay.

Dia meninggalkan toko Pimlico karena Bramah tidak akan memberinya lebih dari 30 shilling ($ 7,50) per minggu, dan dengan pembantu tunggal mulai Blacksmithing kecil dan toko makelar di akun sendiri dekat Wells dan Oxford jalan-jalan di London.

9

Pelanggan pertamanya adalah seorang seniman yang memberinya perintah untuk kuda-kuda besi. Bisnis makmur dan ia menemukan banyak pekerjaan. Reputasinya didirikan, Namun, sehubungan dengan mesin blok Portsmouth, yang digambarkan dalam bab terakhir. Pembangunan mesin ini ditempati sekitar delapan tahun, 1800-1808. Desain secara substansial itu Brunel, tapi Mr Nasmyth mengatakan bahwa "setiap anggota itu penuh dengan kehadiran Maudslay dan kesempurnaan mekanik rinciannya, kepraktisan dan adaptabilitas menunjukkan hasil kerjanya di setiap kesempatan". Segera setelah pekerjaan ini dilakukan, Maudslay pindah tokonya untuk Margaret Street, dekat Cavendish Square. Selama pembangunan blok mesin Maudslay bertemu Yosua Lapangan, yang telah terlibat sebagai juru di dermaga.

Portsmouth bawah Sir Samuel Bentham dan telah bekerja dengannya dalam pengembangan mesin. Lapangan dipindahkan ke kantor Jenderal Bentham di Angkatan Laut pada 1804, dan setahun kemudian bergabung Maudslay. Lima tahun kemudian mereka pindah ke Lambeth di sisi selatan Sungai Thames dan membeli sebuah sekolah tua di Westminster naik Road pada apa yang sebelumnya rawa rawa. Di sini perusahaan dari Maudslay & Lapangan melanjutkan karir panjang dan terkenal. Beberapa perusahaan telah mempengaruhi perkembangan mekanik lebih, dan selama bertahun-tahun itu adalah salah satu toko mesin terkemuka dunia. Berikut Maudslay melakukan pekerjaan hidupnya sebagai salah satu pemimpin dalam pembangunan tidak hanya alat mesin tetapi dari mesin uap, baik stasioner dan laut. Setelah kematiannya pada tahun 1831 bisnis dilanjutkan oleh Mr Lapangan, yang outlived dia bertahun-tahun, dan oleh putra dan cucu Maudslay, keduanya adalah komponen yang halus dan pria dari pengaruh besar.

10

Itu sehubungan dengan sisa-geser dan sekrup pemotong bubut yang Maudslay paling dikenal. Terlalu banyak nilai tidak dapat ditempatkan pada seluruh slide-dan kombinasi dengan sekrup memimpin, dioperasikan oleh gigi perubahan. Hal ini [hal.36] digunakan dalam beberapa bentuk di hampir setiap alat mesin dan merupakan salah satu penemuan besar dalam sejarah.

Seperti kebanyakan penemuan besar, itu adalah pekerjaan banyak orang. Dalam aplikasi mentah, bagian dari itu tanggal kembali ke Abad Pertengahan. Leonardo da Vinci menangkap firasat itu. Penulis Perancis di abad keenam belas dan ketujuh belas menjelaskan dan menggambarkan perangkat yang melibatkan bagian-bagian itu. Gambar. 13, direproduksi dari sebuah ilustrasi dalam karya lama Besson, pertama kali diterbitkan pada 1569,2 menunjukkan sekrup memimpin. Salinan dari ilustrasi ini yang diambil dicetak dalam bahasa Latin dan di perpustakaan Astor, New York. Poros atas memiliki tiga drum, yang tengah membawa tali yang dimanipulasi oleh operator. Dari drum di ujung, satu di sebelah kiri dioperasikan sekrup memimpin dan yang di sebelah kanan, potongan dipotong. Kedua bobot luar diadakan pengikut melawan sekrup memimpin. Memotong, tentu saja, intermiten, seperti dalam semua jenis mesin bubut sebelumnya. Ide sekrup memimpin terjadi dalam karya-karya Perancis lainnya dari abad ketujuh belas dan kedelapan belas. Dalam bubut yang ditunjukkan pada Gambar. 14, dari sebuah buku yang diterbitkan di Perancis 1741,3 gigi bukan tali yang digunakan untuk menghubungkan rotasi sekrup memimpin dengan yang dari pekerjaan, tetapi jika ide gigi perubahan itu direnungkan, hal itu tidak dikembangkan.

11

Slide-rest juga dikenal. Sebuah ilustrasi dari istirahat geser-Perancis, yang diterbitkan jauh sebelum waktu Maudslay, adalah direproduksi dalam Gambar. 3. Dalam asli Bramah itu "alat geser," adalah ekor-saham dan geser-istirahat [p.38] combined.4 ini dibuat sekitar 1795 oleh Maudslay sementara masih mandornya. Berapa banyak dari desain adalah yang Bramah dan berapa banyak yang Maudslay kita tidak bisa katakan. Ini adalah urusan, cahaya tipis dan sangat berbeda dari Maudslay slide-bersandar itu hanya membuat beberapa tahun kemudian.

Tidak ada satupun dari ini adalah slide-sisanya dikombinasikan dengan gigi perubahan dan sebuah sekrup kabel listrik-driven. Inilah kombinasi yang terbentuk kontribusi besar Maudslay, bersama-sama dengan perbaikan dalam proporsi dan dalam desain mekanis yang mengangkat perangkat dari gerakan mekanis yang cerdik namun rumit untuk instrumen presisi dan kekuasaan. Jesse Ramsden, pembuat instrumen yang terkenal, dikatakan telah membuat bubut kecil di 1775, yang telah roda perubahan dan pemegang alat geser digerakkan oleh sekrup memimpin. Penulis telah tidak mampu menemukan ilustrasi atau deskripsi, dan jika seperti mesin bubut ada, tentu tidak memberikan pengaruh yang sangat luas. Kombinasi telah diantisipasi dalam paten yang terkenal Bentham tahun 1793. Dalam paten Bentham mengatakan: "Ketika gerakan adalah dari jenis pemutaran, kemajuan (dari alat) dapat diberikan dengan tangan, namun keteraturan mungkin lebih secara efektif diasuransikan dengan bantuan mekanisme. Untuk tujuan yang satu ini bijaksana adalah menghubungkan, misalnya, dengan roda bergerigis, dari gerak maju dari potongan dengan gerakan pemutaran alat "5. Paten ini tidak mengandung gambar, dan saran itu tidak, sejauh yang diketahui , diwujudkan dalam konstruksi tertentu.

Banyak pria yang bekerja di masalah menghasilkan sebuah ulir sekrup yang akurat. Penggunaan meninggal cukup terkenal, tapi desain dan pengerjaan adalah dari urutan paling kejam dan produk mereka dari karakter [hal.39] sama, dan mereka tidak memadai untuk pembuatan setiap benang besar. Holtzapffel

12

buku tentang "Menghidupkan dan Manipulasi Teknik," diterbitkan di London, 1847, menjelaskan beberapa upaya dari mekanik sebelumnya untuk menyusun means.8 lainnya Pada bekerja Soho terkenal di Birmingham seorang pekerja dengan nama Anthony Robinson memotong sekrup 7 kaki panjang dan 6 inci dengan diameter benang, persegi tiga.

Setelah silinder telah berubah, kertas dipotong dan dipasang di sekitarnya, dihapus, ditandai dengan garis miring tinta paralel, kemudian diganti pada silinder dan garis-garis sangat terharu melalui dengan pukulan pusat. Makalah ini lagi dihapus dan titik-titik dihubungkan dengan garis-garis halus dengan file. Ruang bergantian antara garis-garis itu kemudian dipotong dengan pahat dan palu dan dihaluskan oleh pengajuan. Sebuah blok dari timah dan timah, sebagai kacang panduan sementara, kemudian dilemparkan sekitar sekrup sebagian terbentuk. Pemotong disesuaikan tertuju pada kacang ini panduan dan itu digunakan sebagai semacam alat-memegang slide-sisanya, yang diputar putar sekrup dengan tuas tangan, sehingga memotong benang selesai. Dengan kata lain, sebuah sekrup timbal dipotong pada bagian itu sendiri dan kacang sementara digunakan sebagai pemegang alat untuk menyelesaikan pekerjaan.

Salah satu metode yang digunakan untuk beberapa tujuan adalah untuk kumparan dua kawat di sekitar inti dalam kontak dekat satu sama lain. Salah satunya adalah kemudian dihapus, meninggalkan ruang yang sesuai dengan lekukan benang. Inti dan kawat yang tersisa kemudian dicelup ke dalam timah meleleh dan disolder bersama. Dalam beberapa kasus mereka benar-benar digunakan dalam bentuk ini sebagai ulir sekrup yang diinginkan. Di lain, kawat heliks digunakan untuk memandu kacang lengan yang dikendalikan alat yang digunakan untuk memotong benang yang terletak jauh di panjang inti.

Metode lain terpaksa adalah bahwa grooving silinder halus dengan berdiri pemotong tajam di sudut [p.40] lapangan yang dibutuhkan dan mengandalkan pada kontak dari tepi pisau untuk menghasilkan melintasi tepat di sepanjang

13

silinder seperti yang diputar , sehingga mengembangkan sekrup. Metode ini tidak begitu kasar karena tampaknya dan merupakan salah satu yang digunakan oleh Maudslay sendiri. Dia juga menggunakan pita luka baja datar sekitar bar silinder, tetapi ia menemukan metode pisau cenderung lebih memuaskan. Perangkat yang digunakan adalah mekanisme perbaikan yang cukup besar. Dia dipekerjakan silinder kayu, timah, kuningan dan logam lunak lainnya secara akurat dipasang berputar antara pusat. Pisau mengeras itu berbentuk bulan sabit, hampir pas silinder, dan tetap pada sudut yang diperlukan dengan presisi besar melalui roda lulus besar dan sekrup tangen. Sebuah alat mengejar dibawa oleh slide, kecil disesuaikan memotong benang sebagai saham bergerak maju di bawah tindakan tajam dari ujung pisau miring. Ratusan sekrup, baik kanan dan kiri, yang dibuat oleh perangkat ini, dan perjanjian mereka satu sama lain adalah dikatakan telah luar biasa. Ini adalah cara di mana Maudslay dihasilkan sekrup memimpin pertama s.

Dengan yang terbaik dari sekrup yang diperoleh Maudslay dibuat pertama sekrup pemotongan mesin bubut beberapa tahun sebelum 1800, ditunjukkan pada Gambar. 15,7 yang memiliki dua bar segitiga untuk tempat tidur, dan sekitar tiga meter. Headstock membawa spindle hidup, yang dihubungkan dengan sekrup memimpin dengan sepasang roda gigi, dan slide-sisanya berlari pada bar segitiga bawah kendali sebuah sekrup memimpin yang memiliki empat benang per inci persegi. Dalam mesin ini dia pada awalnya menggunakan sekrup utama yang berbeda untuk lapangan yang berbeda. Akhir dalam dari poros rendah di headstock memiliki perangkat dua-berahang mengemudi, yang mungkin terputus dan ke dalam mana berbagai sekrup memimpin mungkin dipasang. Kemudian ia menambahkan roda perubahan gigi.

Ide besar menggunakan sekrup memimpin tunggal untuk berbagai lapangan, dengan cara gigi berubah, itu sendiri Maudslay itu. Gambar. 16 menunjukkan seberapa cepat ide tersebut developed.8 Mesin, dibangun sekitar 1800, yang jelas modern di penampilan. Memiliki, yang dirancang dengan baik,

14

substansial besi tempat tidur, sebuah sekrup memimpin dengan 30 benang untuk inci, istirahat kembali untuk memantapkan kerja tersebut, dan dilengkapi dengan 28 roda gigi berubah dengan bervariasi dalam jumlah 15-50. Roda menengah memiliki wajah lebar dan dilakukan di lengan, berayun disesuaikan untuk mesh dengan diameter roda berbagai pusat tetap. Contoh sekrup memiliki 16-100 benang per inch ditampilkan pada rak di depan. Kedua mesin bubut sekarang di South Kensington Museum di London. Dengan mesin bubut dari desain ini, Maudslay memotong sekrup terbaik yang telah dibuat sampai saat itu. Salah satunya adalah 5 kaki panjang, 2 inci diameter, dengan 50 benang untuk inci, dan mur dipasang itu 12 inci panjang, sehingga menarik 600 benang. "Sekrup ini terutama digunakan untuk membagi skala untuk tujuan dangding astronomi dan lain dari kelas tertinggi. Dengan divisi berarti yang diproduksi dengan kecilnya sehingga mereka hanya bisa dibuat visual dengan mikroskop "9.

Beberapa ide seberapa jauh Maudslay di muka waktunya ditunjukkan oleh fakta bahwa kayu tiang-mesin bubut pada Gambar. 2 mewakili cukup keadaan seni pada waktu itu. Formulir ini telah digunakan di banyak negara selama berabad-abad. Salah satu mesin bubut kayu, dibangun pada 1800, tahun yang sama seperti yang Maudslay bubut, Gambar. 16, juga di Museum South Kensington, dan digunakan sebagai akhir [hal.42] 1879. Mesin bubut serupa dikatakan masih digunakan oleh pembuat kursi di bagian-bagian tertentu dari England.

Tentang 1830, tak lama sebelum kematiannya, Maudslay dirancang dan dibangun mesin bubut dengan wajah-piring 9 kaki dalam operasi berdiameter lebih dari sebuah lubang 20 meter. Bubut ini memiliki tempat tidur besar dan digunakan untuk memutar roda gila rims. Itu dilengkapi dengan bar membosankan dan mampu membosankan silinder steam sampai 10 meter dengan diameter. Kami menyesal bahwa tidak ada gambar bubut ini tersedia. Ini akan menarik karena akan menunjukkan dengan cara mencolok pengembangan dari sisa-geser dan bubut di tangan ini mekanik besar.

15

Maudslay bekerja pada thread sekrup tidak terbatas pada mesin bubut. Ia meningkatkan sistem keran dan mati dimana mereka dibuat untuk memotong benang, bukan memeras mereka, dan ia memperkenalkan penggunaan tiga atau lebih memotong edges.11 Dia membuat langkah pertama ke arah sistematisasi ukuran benang dan membuat serangkaian keran dari 6 inci diameter, untuk tapping uap piston, turun ke ukuran terkecil yang digunakan dalam pekerjaan menonton. Diameter dari keran bervariasi oleh perdelapan dan belas inci, dan benang mereka ditentukan oleh kekuatan masing-masing sekrup masing-masing. Dia ditetapkan untuk pitches sendiri menggunakan standar yang pasti. Banyak salinan benang ini menemukan jalan mereka ke toko lain dan mempengaruhi konstruksi alat serupa di tempat lain. Bahkan, Holtzapffel mengatakan: "Saya percaya mungkin cukup maju, bahwa selama periode 1800-1810, Mr Maudslay dilakukan hampir seluruh perubahan dari praktek lama, sempurna, tanpa disengaja membuat sekrup ke modern, tepat, sistematis modus sekarang umumnya diikuti oleh para insinyur, dan ia mengejar subjek sekrup [p.44] dengan semangat lebih atau kurang, dan pada beban yang sangat besar, sampai kematiannya "12.

Meskipun kami tidak akan mengurangi dari kecerdikan orang lain yang dikandung ide dari sisa-geser dan sekrup memimpin, cukup telah diberikan untuk menunjukkan bahwa tidak ada mekanik lain dari hari dihargai kemungkinan mereka seperti dia, dan tidak diwujudkan dalam bentuk sebagai mereka berguna. Kenyataan bahwa selama bertahun-tahun slide-sisanya yang populer dikenal sebagai "pergi gerobak-Maudslay itu" menunjukkan bahwa sezamannya diakui sebagai pencetus.

Bisnis di Lambeth tumbuh terus sampai mempekerjakan beberapa ratus orang, dan memeluk pembuatan melihat-dan tepung-pabrik, mesin dan uap mint mesin dari segala jenis. Dengan intuisi yang tajam mekanik ia melihat bahwa berjalan rumit karakteristik balok kayu dari mesin Newcomen dan Watt itu tidak perlu. Karena itu ia dikeluarkan dengan itu dan melaju langsung dari crosshead

16

mesin untuk engkol, sehingga membuat mesin langsung bertindak pertama, yang diselenggarakan pasar untuk waktu yang lama. Dia membangun mesin kelautan pertama di Inggris, dan kepemimpinan dalam bidang yang tak tertandingi selama bertahun-tahun. Lain dari penemuannya adalah mesin meninju untuk meninju piring boiler dan bekerja besi. Pengaruhnya terasa di berbagai arah di bidang desain mesin. Dia adalah yang pertama untuk menunjukkan kelemahan, sudut tajam dalam coran bersih yang begitu berharga pada waktu itu, dan menganjurkan penggunaan fillet, menunjukkan bahwa mereka sangat meningkat kekuatan.

Untuk akhir hidupnya ia tetap ketangkasan pribadinya baik di landasan dan bangku. Salah satu nikmat yang terbesar adalah pergi ke toko dan "telah pergi" pada bagian dari pekerjaan yang pekerja-rekannya menemukan mustahil untuk dilakukan. Salah satu pekerja lamanya, tahun kemudian, [p.44] berbicara di ranting kebanggaan dia, mengatakan: "Sangat menyenangkan melihat dia menangani alat apapun, tapi dia cukup indah dengan file 18-inci. "Nasmyth menegaskan hal ini, mengatakan:" Untuk menjadi diizinkan untuk berdiri dan mengamati cara sistematis di mana Mr Maudslay pertama akan tanda atau garis yang keluar karyanya, dan cara mengagumkan di mana ia akan menangani dengan bahan, dan menyebabkan mereka mengasumsikan bentuk yang diinginkan, adalah memperlakukan luar ekspresi semua. Setiap stroke pahat, palu, atau file, mengatakan sebagai langkah efektif terhadap hasil yang diinginkan. Itu adalah pernah-to-be-terlupakan pelajaran dalam pengerjaan, dalam arti yang paling mulia dari istilah tersebut. ... Tidak ada satu yang pernah saya bertemu dengan bisa melampaui Henry Maudslay dirinya dalam penggunaan terampil tentang file. Oleh stroke beberapa mengagumkan ia bisa permukaan pesawat sehingga benar bahwa ketika akurasi mereka diuji oleh permukaan pesawat standar kebenaran mutlak mereka tidak pernah ditemukan cacat, baik cembung maupun cekung atau 'silangberliku, "-yaitu, dipelintir" 13.

Whitworth biasanya dikreditkan dengan telah pencetus metode membuat permukaan pesawat tiga sekaligus, menggunakan mereka untuk mengoreksi satu

17

sama lain. Nasmyth, bagaimanapun, mengatakan Maudslay yang digunakan metode ini dan itu sehingga membuat permukaan piring yang digunakan seharihari di tokonya. Kesaksiannya begitu jelas bahwa hal itu diberikan secara penuh: "Pentingnya memiliki Pesawat”.

Standar menyebabkan dia [yaitu, Maudslay] memiliki banyak dari mereka ditempatkan di bangku samping pekerja-Nya, dengan cara yang mereka mungkin sekaligus mudah menguji pekerjaan mereka. Tiga dari masing-masing dibuat pada waktu sehingga oleh saling menggosok masing-masing pada setiap permukaan proyeksi itu dihapuskan. Ketika mendekati permukaan sangat dekat dengan pesawat benar, poin masih memproyeksikan menit hati-hati berkurang pencakar baja keras, sampai akhirnya permukaan pesawat standar telah diamankan. Ketika ditempatkan satu sama lain, mereka [hal.45] akan mengapung di atas lapisan tipis udara antara mereka sampai lepas oleh waktu dan tekanan. Ketika mereka berpegang erat satu sama lain, mereka hanya dapat dipisahkan dengan menggeser masing-masing dari masing-masing.

Ini seni menghasilkan permukaan pesawat adalah mutlak, saya percaya, seorang mekanik yang sangat lama 'menghindar. "Tapi, seperti yang digunakan oleh orang-orang Maudslay, itu sangat berkontribusi pada perbaikan pekerjaan ternyata. Itu digunakan untuk permukaan katup slide, atau di mana pun mutlak permukaan pesawat yang benar sangat penting untuk pencapaian hasil terbaik, tidak hanya dalam mesin ternyata, namun dalam mendidik rasa buahnya menuju kelas pengerjaan. "14 Keberhasilan kemudian Whitworth dengan generasi permukaan pesawat tampak jelas menjadi perbaikan dan hasil dari kerja Maudslay itu. Standar Maudslay dari akurasi membawanya di luar penggunaan kaliper biasa, dan dia mikrometer bangku akurasi besar yang disimpan di bengkel sendiri dan selalu disebut sebagai itu sekitar 16 inci panjang dan memiliki dua pesawat "Kanselir Tuhan." rahang dan sekrup horisontal. Skala ini lulus ke inci dan

18

persepuluh inci; dan disk indeks pada sekrup sampai seratus bagian yang sama. Berbicara dari sudut pandang lima puluh tahun yang lalu, Nasmyth mengatakan: "Tidak hanya ukuran mutlak bisa diperoleh dengan cara ini, tetapi juga jumlah perbedaan menit dapat dipastikan dengan tingkat ketepatan yang pergi cukup melampaui semua persyaratan mekanisme rekayasa; seperti, misalnya, sebagai bagian seperseribu inci "15.

Catatan Maudslay, seperti meninggalkan di belakangnya dalam baja dan besi, akan memberinya tempat yang aman dalam sejarah rekayasa, namun pengaruhnya sebagai pelatih laki-laki cukup sebagai besar. Dia mencintai pekerjaannya baik untuk kepentingan diri sendiri dan terkesan standar yang semua dalam mempekerjakan nya. Clement, Roberts, Whitworth, Nasmyth, Seaward, Muir dan Lewis bekerja untuknya, dan semua menunjukkan sepanjang hidup mereka, dengan cara yang ditandai, pengaruhnya atas mereka. Pekerja lainnya, yang namanya tidak begitu menonjol, menyebar ke berbagai toko Inggris metode dan standar Maudslay & Lapangan (kemudian Maudslay, Sons & Lapangan) dan membuat alat pembangun Inggris pemimpin dunia selama lima puluh tahun.

JG Moon, yang kemudian menjadi manajer Watt James & Perusahaan Soho, penerus Boulton & Watt, adalah magang untuk Maudslay, Sons & Lapangan dan memberikan gambar berikut toko di puncak kemakmurannya. Tidak ada lebih dari selusin mungkin bubut digunakan sana, dengan besi tempat tidur kotak seperti sekarang kita tahu, tapi hampir semua mesin bubut telah dibangun oleh perusahaan itu sendiri dan dibuat tanpa tempat tidur, dengan si kecil atau kembali pusat dan slide-sisanya yang didukung pada bar besi tempa segitiga, bervariasi dalam ukuran dari, katakanlah, 3-in. untuk 6-in. samping. Bar ini didukung pada besi standar, dan mencapai dari kepala bubut tetap untuk panjang yang dibutuhkan dari "tidur." Jika mesin bubut itu bertindak sendiri, ada dua bar segitiga tersebut dengan panduan sekrup berjalan di antara mereka. Keuntungan dari mesin bubut adalah besar, karena jika pekerjaan chuck besar itu

19

di tangan, bar bisa ditarik dari kepala tetap, didukung pada standar, dan apa pun yang akan kehilangan atap atau ayunan di lubang bawah dapat ditangani.

Ada satu mesin meniduri atau bubut yang semua magang di loteng wakil (sebagai toko pas di mana penulis adalah magang dipanggil) harus bekerja selama kurikulum ini mereka double-bar kecil bubut dengan sekrup panduan antara. Kepala tetap berada di sebelah kanan operator, dan bubut itu bekerja dengan tangan dengan alat sebuah roda sangat banyak seperti roda kemudi kapal miniatur itu. Roda ini sekitar 2-ft. diameter, dengan pegangan bulat pinggirannya, dan kami magang adalah [h.47] diletakkan di mesin ini untuk mengembangkan otot-otot lengan kanan. Keuntungan dari memiliki kepala tetap di sebelah kanan (bukan di sebelah kiri, seperti pada mesin bubut biasa) adalah bahwa dalam memotong benang kanan alat surut menjauh dari awal dan akhirnya lari, dan dengan demikian mencegah " akar dalam, "yang mungkin terjadi jika, sementara menariknarik roda, Anda menjadi diserap dalam pembahasan kemampuan musik-aula" bintang "atau topik yang sama menarik lainnya dengan sesama magang.

Penulis ingat menggunakan sepasang kaliper pada waktu itu, yang "poin" sekitar ½ masuk lebar untuk mengukur atas puncak thread. Ini dicap "J. Whitworth, 1830, "dan sebelumnya milik pembaharu sekrup-benang yang besar. Hampir semua mesin bubut bar didorong oleh band-band usus, dan satu bisa mengingat band usus 1-di. diameter yang digunakan.

Sebagian besar mesin perencanaan dibuat dan dipasok oleh Joseph Whitworth & Co, dan kotak-kotak alat adalah dari jenis "Jim Crow", yang digunakan untuk membuat putaran setengah gilirannya dengan sarana kabel ketika sabuk itu bergeser pada akhir setiap stroke, sehingga memotong jalan. Pendahulu ini digunakan untuk kepentingan penulis-mesin di loteng wakil yang disebut juga mesin membentuk dan mesin planing. Hal itu didorong oleh sarana disk sekitar 3ft. diameter, dengan slot di disk untuk berbagai stroke. Sebuah batang menghubungkan dari disk ke kotak alat menyelesaikan ini bagian dari mesin.

20

Kotak alat itu didukung dan dijaga benar oleh dua silinder atau panduan bar di setiap sisi, sehingga seluruh pengaturan seperti kepala silang dari mesin bekerja dengan disk dan menghubungkan batang. Di atas kotak alat itu tetap sektor roda bergigi, dan pada akhir setiap stroke sektor ini terlibat dengan rak, dan dengan cara ini kotak alat mengambil setengah berbalik dan siap untuk memotong pada kembali stroke. Penulis memahami bahwa itu dari mesin yang dikembangkan nya Whitworth "Jim Crow" kotak alat.

Ada juga mesin membentuk besar, yang stroke apapun hingga sekitar 6 kaki, yang hanyalah kotak alat tetap di ujung bar segitiga besar sekitar 12-in. sisi dengan bawah "V". Untuk bagian belakang bar itu terpasang rak, [hal.48] dan ini, gearing dengan sayap itu, memberi gerak. Itu adalah daya tarik besar untuk menonton bar ini lamban dengan kotak alat yang perlahan-lahan maju ke depan keluar dari casing dan melakukan pemotongan besar. Alat lain mesin yang juga digunakan untuk kepentingan penulis adalah mesin untuk mengubah pin engkol engkol padat sangat besar, pin engkol menjadi sekitar 18-in. untuk 20-in. diameter, dan poros engkol sekitar 24-in. untuk 30-in. diameter. Ini poros engkol besar digunakan untuk diatur di tengah mesin, dan alat akan perjalanan putaran pin engkol sampai pekerjaan itu selesai, makan yang bekerja dengan menggunakan ratchet ditekan oleh bobot kelam jatuh ke sana kemari sebagai mesin perlahan revolved.

Maudslay seorang lelaki bertubuh besar, lebih dari 6 kaki 2 inci tinggi, dengan kepala besar, bulat, dahi lebar, wajah periang, dan tajam, mata langsung. Tawanya dering dan cara ramah teman-teman mana-mana dan kebaikan dan tidak berubah integritas menahan mereka. Ini akan membayar siapa saja yang peduli untuk melakukannya untuk mencari rekening dia sebagai diberikan dalam "Autobiography James Nasmyth," yang pergi ke Maudslay sebagai orang muda dan bekerja di sampingnya sebagai asisten pribadinya. Dalam membaca account ini kasih sayang kita dengan mudah dapat melihat mengapa Maudslay dipengaruhi orang-orang tentang dirinya begitu dalam dan mengapa ia mengangkat standar

21

keahliannya. Seperti Nasmyth dan banyak mekanik besar lainnya, Maudslay menjadi tertarik pada astronomi, dan pada saat kematiannya ia berencana untuk membangun sebuah teleskop 24-inci mencerminkan untuk digunakan sendiri. Dia penemuan dipatenkan tetapi sedikit, dan bukan mengandalkan pada reputasi dan pengerjaan untuk melindunginya. Dia penuh maksim kuno dan pernyataan, seperti hari ini benar seperti itu, hasil pengamatan yang tajam dan pengalaman yang luas.

Dia sering berkata: "Jauhkan lookout tajam pada materi Anda" "Singkirkan setiap" Pertama mendapatkan gagasan yang jelas tentang apa yang ingin Anda capai dan kemudian kemungkinan besar Anda akan berhasil dalam melakukan [hal.49] itu. ". pon bahan dapat Anda lakukan tanpa, diajukan kepada diri sendiri pertanyaan, "" Hindari kompleksitas 'Apa bisnis telah ini untuk berada di sana? ". Membuat semuanya sesederhana mungkin”. Tokonya adalah kebanggaan negara, dan Nasmyth bercerita tentang kunjungan intim Faraday, Bentham, Brunel, Chantrey pematung, Barton dari Royal Mint, dan Bryan Donkin insinyur, yang digunakan untuk memanggil dan chatting dengan dia saat bekerja di bangku. Tidak ada penghargaan yang lebih baik untuk Maudslay dan pengaruhnya dapat diberikan daripada Nasmyth, yang mengatakan bahwa "kehidupan berguna nya antusias dikhususkan untuk objek besar menghasilkan karya sempurna dan mesin, untuk dia kita tentu berhutang untuk sisa geser-dan secara tidak langsung sehingga untuk manfaat besar yang dihasilkan dari pengenalan begitu kuat agen dalam menyempurnakan mesin kami dan mekanisme umum. Perawatan kenal lelah yang ia mengambil dalam menanamkan dan menyebarkan di antara pekerja dan orang mekanik pada umumnya, ide suara pengetahuan praktis dan pandangan halus konstruksi, telah dan akan pernah terus mengidentifikasi namanya dengan semua yang mulia dalam ambisi seorang pecinta mekanik kesempurnaan. Hasil besar yang telah muncul dari pikiran mengagumkan itu, adalah monumen yang terbaik dan eulogium "17. dengan perkembangan tehnology semakin pesat Mesin

22

Bubut

bahkan

sekarang

dipadukan

dengan

komputer.

23

BAB 3 MESIN TURNING
A. Pengertian Mesin Bubut adalah suatu Mesin perkakas yang digunakan untuk memotong benda yang diputar. Bubut sendiri merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak umpan. Dengan mengatur perbandingan kecepatan rotasi benda kerja dan kecepatan translasi pahat maka akan diperoleh berbagai macam ulir dengan ukuran kisar yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan menukar roda gigi translasi yang

menghubungkan poros spindel dengan poros ulir. Roda gigi penukar disediakan secara khusus untuk memenuhi keperluan pembuatan ulir. Jumlah gigi pada masing-masing roda gigi penukar bervariasi besarnya mulai dari jumlah 15 sampai dengan jumlah gigi maksimum 127. Roda gigi penukar dengan jumlah 127 mempunyai kekhususan karena digunakan untuk konversi dari ulir metrik ke ulir inci. Sedangkan proses bubut (turning) ialah suatu proses permesinan dengan prinsip benda kerja berputar lalu dipotong oleh alat potong dengan arah gerakan melintang maupun memanjang dengan kedalaman tertentu dan kecepatan pemakanan tertentu baik secara otomatis ataupun manual, biasanya bentuk benda kerja yang dihasilkan silindris. Selanjutnya, perputaran benda kerja pada porosnya ditimbulkan oleh alat pencengkam (chuck) yang diletakan di spindle utama, spindle utama sebagai penerus gerakan poros utama mesin yang dihubungkan dengan elektromotor melalui sabuk antara.

24

Pada umumnya ukuran mesin bubut dapat diperoleh melalui perhitungan jarak terjauh center kepala lepas dengan center kepala tetap dan tinggi sumbu mesin bubut dengan bed mesin.

B. Gerakan Utama dalam Mesin Bubut

Pada proses gerakannya mesin bubut memiliki tiga gerakan utama yang saling berhubungan dan harus terpenuhi ketiga-tiganya, artinya jika salah satu dari gerakan ini tidak terpenuhi maka tidak akan pernah terjadi proses pemakanan pada benda kerja oleh mesin bubut itu sendiri. Berikut 3 gerakan utama mesin bubut : a) Main motion (gerakan berputar) adalah gerakan putaran utama atau gerakan berputarnya benda kerja pada porosnya (rotasi benda kerja) yang memiliki satuan rotation per minutes (RPM). b) Feed motion (gerakan pemakanan) adalah gerakan dari alat potong (cutting tools) yang pada mesin bubut disebut dengan pahat, dimana gerakannya berupa gerakan arah pemakanan dari pahat itu sendiri seperti arah melintang, memanjang dengan kecepatan potong tertentu. c) Adjusting motion (gerakan kedalaman) adalah gerakan pahat yang dapat menentukan kedalaman pemakanan(depth of cut) terhadap benda kerja.

25

C. Tipe Pengerjaan dalam Mesin Turning Pada proses pengerjaannya mesin bubut memiliki dua tipe yang berbeda yakni : a) Inside turning adalah proses pengerjaan mesin bubut pada bagian dalam benda kerja. b) Outside turning adalah proses pengerjaan mesin bubut pada bagian luar benda kerja.

26

Namun kedua tipe pengerjaan ini memiliki hasil bentukan – bentukan yang sama, berikiut ini tipe – tipe pekerjaan yang dapat dikerjakan pada mesin bubut yakni sebagai berikut :    Memanjang ialah proses pembubutan dilakukan dengan gerakan pahat horizontal terhadap titik sumbu benda kerja. Melintang ialah proses pembubutan dilakukan dengan gerakan pahat vertikal terhadap titik sumbu benda kerja. Konus ialah proses pembubutan dilakukan dengan gerakan pahat horizontal dengan kedalaman yang terus berubah selama pengerjaan (makin mengecil / membesar).  Profil ialah proses pembubutan dilakukan dengan menggunakan pahat yang khusus untuk membuat bentukanan – bentukan khusus seperti tapper dan sebagainya.  Ulir ialah proses pembubutan dilakukan dengan menggunakan pahat khusus untuk pembuatan ulir.

27

D. Jenis-Jenis Mesin Bubut Jenis mesin bubut pada garis besarnya diklasifikasikan dalam empat kelompok, yaitu :

a) Mesin bubut ringan Mesin bubut ini dimaksudkan untuk latihan dan pekerjaan ringan. Bentuk peralatannya kecil dan sederhana. Dipergunakan untuk mengerjakan benda-benda kerja yang berukuran kecil. Mesin ini terbagi atas mesin bubut bangku dan model lantai, konstruksinya merupakan gambaran mesin bubut bangku dan model lantai, konstruksinya merupakan gambaran mesin bubut yang besar dan berat.

b) Mesin bubut sedang (Medium Lathe)

Konstruksi mesin ini lebih cermat dan dilengkapi dengan penggabungan peralatan khusus. Oleh karena itu mesin ini digunakan untuk pekerjaan yang lebih banyak variasinya dan lebih teliti. Fungsi utama adalah untuk menghasilkan atau memperbaiki perkakas secara produksi.

28

c) Mesin bubut standar (Standard Lathe)

Mesin ini dibuat lebih berat, daya kudanya lebih besar daripada yang dikerjakan mesin bubut ringan dan mesin ini merupakan standar dalam pembuatan mesin-mesin bubut pada umumnya.

d) Mesin bubut meja panjang (Long Bed Lathe) Mesin ini termasuk mesin bubut industri yang digunakan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan panjang dan besar, bahan roda gigi dan lainnya.

29

Secara prinsip lain mesin bubut dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu: 1. Mesin bubut centre lathe Mesin bubut ini dirancang utnuk berbagai macam bentuk dan yang paling umum digunakan, cara kerjanya benda kerja dipegang (dicekam) pada poros spindle dengan bantuan chuck yang memiliki rahang pada salah satu ujungnya, yaitu pada pusat sumbu putarnya, sementara ujung lainnya dapat ditumpu dengan center lain.

30

2.

Mesin Bubut Sabuk. Poros spindel akan memutar benda kerja melalui piringan pembawa

sehingga memutar roda gigi yang digerakkan sabuk atau puli pada poros spindel. Melalui roda gigi penghubung, putaran akan disampaikan ke roda gigi poros ulir. Oleh klem berulir, putaran poros ulir tersebut diubah menjadi gerak translasi pada eretan yang membawa pahat. Akibatnya pada benda kerja akan terjadi sayatan yang berbentuk ulir.

3.

Mesin bubut vertical turning and boring milling Mesin ini bekerja secara otomatis, pada pembuatan benda kerja yang

dibubut dari tangan, pekerjaan yang tidak dilakukan secara otomatis hanyalah pemasangan batang-batang yang baru dan menyalurkan produk-produk yang telah dikerjakan, oleh sebab itu satu pekerja dapat mengawasi beberapa buah mesin otomatis dengan mudah.

31

4.

Mesin bubut facing lathe. Sebuah mesin bubut terutama digunakan untuk membubut benda kerja

berbentuk piringan yang besar. Benda-benda kerjanya dikencangkan dengan cakar-cakar yang dapat disetting pada sebuah pelat penyeting yang besar, tidak terdapat kepala lepas.

5.

Mesin Bubut Turret. Mesin bubut turret mempunyai ciri khusus terutama menyesuaikan

terhadap produksi. “Ketrampilan pekerja” dibuat pada mesin ini sehingga memungkinkan bagi operator yang tidak berpengalaman untuk memproduksi kembali suku cadang yang identik. Kebalikannya, pembubut mesin memerlukan operator yang sangat terampil dan mengambil waktu yang lebih lama untuk

32

memproduksi

kembali

beberapa

suku

cadang

yang

dimensinya

sama.

Karakteristik utama dari mesin bubut jenis ini adalah bahwa pahat untuk operasi berurutan dapat disetting dalam kesiagaan untuk penggunaaan dalam urutan yang sesuai. Meskipun diperlukan keterampilan yang sangat tinggi untuk mengunci dan mengatur pahat dengan tepat tapi satu kali sudah benar maka hanya sedikit keterampilan untuk mengoperasikannya dan banyak suku cadang dapat diproduksi sebelum pensettingan dilakukan atau diperlukan kembali.

6.

Mesin bubut Turret Jenis Sadel.

Mempunyai turret yang dipasangkan langsung pada sadel yang bergerak maju mundur dengan turret.

33

7.

Mesin bubut turret vertikal. Mesin bubut vertikal adalah sebuah mesin yang mirip Freis pengebor

vertikal, tetapi memiliki karakteristik pengaturan turret untuk memegang pahat. Terdiri atas pencekam atau meja putar dalam kedudukan horizontal, dengan turret yang dipasangkan diatas rel penyilang sebagai tambahan, terdapat paling tidak satu kepala samping yang dilengkapi dengan turret bujur sangkar untuk memegang pahat. Semua pahat yang dipasangkan pada turret atau kepala samping mempunyai perangkat penghenti masing-masing, sehingga panjang pemotongan dapat sama dalam daur mesin yang berurutan. Pengaruhnya adalah sama seperti bubut turret yang berdiri pada ujung kepala tetap. Dan mempunyai segala ciri yang diperlukan untuk memudahkan pemuat, pemegang dan pemesinan dari suku cadang yang diameternya besar dan berat. Pada mesin ini hanya dilakukan pekerjaan pencekaman.

34

Selain jenis-jenis mesin bubut berdasarkan prinsip dan garis besar yang telah disebutkan diatas ,beberapa varian mesin bubut yang lain seperti:

A.

Mesin Bubut Turet Horizontal

B.

Mesin Bubut Turet Horizontal Otomatis

35

C.

Mesin Bubut Turet Vertikal

D.

Mesin Bubut Stasiun Jamak Vertikal Otomatis

36

E.

Mesin Bubut Duplikat

F.

Mesin Ulir Otomatis

37

E.

Bagian-Bagian Mesin Bubut 1. Kepala Tetap (Head Stock)

Kepala tetap atau Head Stock adalah bagian utama dari mesin bubut yang digunakan untuk menyangga poros utama, yaitu poros yang digunakan untuk menggerakkan spindle. Poros utama yang terdapat pada Head Stock tersebut juga digunakan sebagai dudukan roda gigi untuk mengatur kecepatan putaran yang diinginkan. Fungsi rangkaian roda gigi dalam kepala tetap adalah untuk meneruskan putaran motor menjadi putaran spindle.

2. Kepala Lepas (Tail Stock)

Kepala lepas atau Tail Stock adalah bagian dari mesin bubut yang letaknya di sebelah kanan dan dipasang di atas alas atau meja mesin. Bagian ini berfungsi untuk tempat pemasangan senter yang digunakan sebagai penumpu ujung benda kerja dan sebagai dudukan penjepit mata bor pada saat melakukan pengeboran. Tail Stock ini dapat digerakkan atau digeser sepanjang meja mesin, dan dikencangkan dengan perantara mur dan baut atau dengan tuas pengencang. Selain digeser sepanjang alas atau meja mesin, tail stock juga dapat digerakkan

38

maju atau mundur atau arah melintang saat digunakan untuk keperluan pembubutan benda yang konis.

3. Alas Mesin (Bed)

Alas mesin adalah bagian dari mesin bubut yang berfungsi sebagai pendukung serta lintasan eretan (support) dan kepala lepas (head stock). Permukaan alas mesin ini yang rata dan halus dapat mendukung kesempurnaan pekerjaan membubut (kelurusan).

39

4. Eretan (Support)

Eretan adalah bagian mesin bubut yang berfungsi sebagai penghantar pahat bubut sepanjang alas mesin. Ada tiga jenis eretan, yaitu: a) Eretan bawah, eretan ini berjalan sepanjang alas mesin. b) Eretan lintang, eretan ini bergerak tegak lurus terhadap alas mesin. c) Eretan atas, eretan ini digunakan untuk menjepit pahat bubut dan dapat diputar ke kanan atau ke kiri sesuai dengan sudut yang diinginkan, khususnya pada saat mengerjakan benda-benda yang berbentuk konis. Eretan ini dapat digerakkan secara manual maupun otomatis.

5. Sabuk pemutar (belt drive) Suatu tenaga dan putaran dipindahkan oleh gesekan diantara pulley dan belt dari shaft satu ke shaft yang lain. Kekurangan dari penggunaan belt driver (sabuk pemutar) yakni terkadang sabuk yang digunakan bisa slip dari paulinya sehingga rasio kecepatan antara pemutar dan yang diputar berselisih 1 %. Belt yang digunakan pada umumnya berbentuk V dan flat. Bentuk V memiliki tarikan yang bagus dan sangat cocok untuk jarak dekat/pendek. Feed dan adjustment motion dapat dilakukan dengan handel di saddle. Feed otomatis dapat dihubungkan dengan menghubungkan feed shaft yang berputar dari kepala tetap (feed gear box).

40

6. Apron Pada mesin bubut, apron dipasang di saddle. Apron membawa pengontrol seperti lever (pengungkit), handwheel (roda kemudi) dan lain – lain. Apron membawa mekanisme yang mengubah putaran dari feed shaft menjadi gerakan memanjang dan melintang. 7. Lead screw

Gambar 2.g Leadscrew dan feedshaf pada mesin bubut Pada dasarnya lead screw hanya dipakai untuk membuat ulir. Bentuknya dari kepala tetap memanjang hingga tailstock, lead screw digerakan melalui gear box. Apabila half nut (mur setengah) yang mencengkam lead screw dihubungkan oleh engegement lever, maka lead screw menggerakan eretan dengan arah memanjang. 8. Feed shaf Feed shaft terletak dibawah ulir pengarah (lead screw) yang berfungsi untuk menyalurkan daya dari kotak pengubah cepat untuk menggerakan mekanisme apron dalam arah melintang atau memanjang.

41

9. Chip pan Bagian ini berfungsi sebagai tempat pembuangan chip yang dihasilkan dari pemotongan benda kerja. 10. Ways

Gambar 2.h Ways pada mesin bubut Ways merupakan jalur tempat dudukan tailstock dan carriage bergerak memanjang menuju headstock. 11. Tool post Pada mesin bubut digunakan tempat dudukan pahat bubut melalui alat bantu tool holder. Bentukan tool post itu sendiri berupa gabungan dua gear.

42

F.

Macam-macam aksesoris pada mesin bubut:

No 1

Nama aksesoris Centering tool

Fungsi Alat bantu refrensi pada setting tool

Gambar

2

Centre extention

Alat tambahan penumpu pada live center

3

Chip hook

Membersihkan chip di mesin

4

Collet

Mencengkam benda kerja dengan dimensi (ukuran) tertentu

5

Coolant can

Tempat cairan pendingin

43

6

Cover

Pelindung saat proses between centre

7

Dead centre

Menumpu benda kerja pada spindle

8

Drawbar for collet Pengikat collet pada spindle

9

Drill chuck

Mencengkam TD, reamer, CD dll

10

Driver plate

Memutar lathe dog

44

11

Face plate

Mencengkam benda kerja yang tak beraturan

12

Follow rest

Menompang benda kerja yang panjang

13

Lathe dog

Mencengkam benda kerja saat sistem between centre

14

Live centre

Menompang benda kerja pada tailstock

15

Oil gun

Melumasi niple-niple mesin

45

16

Oil tube

Melumasi bagian mesin

17

Quick clamp for tool holder

Mencengkam tool holder pada tool post

18

Rubber

Membersihkan chip pada chip pan

19

Special tool holder

Mencengkam tool square shank yang besar

20

Spanner for tool holder

Mengencangkan baut pada tool holder

46

21

Spanner for universal chuck

Mengencangkan / mengunci jaws pada universal chuck

22

Spanner for quick clamp

Mengencangkan / mengunci baut pada quick clamp

20

Steady rest

Menompang benda kerja yang panjang saat facing

21

Stopper bintang

Alat bantu pada saat refrensi atau pencengkaman

22

Support clamp for ISO 7 HSS

Dikombinasikan dengan tool holder for ISO 7

47

23

Tool holder for ISO 7 HSS

Mencengkam tools bentuk pipih

24

Tool holder for square shank

Mencengkam tool square shank

25

V – Block

Dikombinasikan dengan tool holder for cylindrical shank

48

G.

Pahat Bubut Pahat bubut pada proses pembubutan digunakan untuk memotong atau

mengurangi benda kerja. Pahat bubut yang digunakan dalam proses pemotongan harus sesuai dan tepat, oleh sebab itulah harus dapat dipilih dan dibedakan setiap jenis proses yang dilakukan seperti roughing, finishing, borring, thread cutting dan sebagainya. Selain itu pada umunya setiap kemampuan dan umur pahat bubut berbeda – beda hal ini tegantung dari jenis dasar material, bentuk sisi potong dan pengasahan dari pahat itu sendiri. Jenis material pahat bubut juga akan mempengaruhi kecepatan RPM pada mesin yang akan dibahas pada pembahasan mengenai perhitungan RPM mesin bubut. Untuk menghasilkan pengerjaan yang optimal dan tahan lama maka harus memperhatikan sifat – sifat bahan dasar (material) pahat bubut, berikut beberapa kriteria yang harus dimiliki bahan pahat bubut: Keras, dalam artian bahan material yang digunakan harus lebih keras dari bahan benda kerja yang dipotong supaya sisi potong pahat bubut mampu memotong benda kerja dengan baik. Ulet, supaya sisi potong pahat tidak mudah patah atau gumpil. Tahan panas, supaya ketajaman sisi potong tidak mudah aus ataupun rusak. H. Bahan HSS, Carbide brazed, insert Bahan HSS Pahat bubut jenis HSS (High Speed Steel) dibuat dari bahan baja alloy tool steel, yaitu baja yang mengandung karbon, kromium, vanadium, dan molybdonum. Macam-macam dari alloy tool steel ini ada pada baja paduan tinggi dan juga ada baja paduan rendah. HSS adalah baja paduan tinggi, yang mana akan menghasilkan permukaaan yang halus pada benda kerja untuk pahat finishingnya. Pahat finishing titik dengan sisi potong yang bulat dan pahat finishing datar dengan sisi
49

potong datar. Dalam perlakuannya, pahat finishing selain digerinda pada awal juga harus digosok dengan oil stone secara hati – hati karena hal ini akan mempengaruhi permukaan benda kerja yang di kerjakan. Disamping itu harus diketahui bahwa pahat finishing dengan bahan HSS umumnya mudah dibentuk namun juga tidak tahan panas. Carbide brazed Pada umumnya jenis pahat dengan carbide brazed digunakan untuk proses pemakanan kasar dalam waktu sesingkat mungkin. Oleh sebab itu pahat ini harus dibuat kuat selain itu bentukan pahat ini beragam bisa lurus ataupun bengkok sedangkan menurut letak sisi potong utamanya, pahat dapat dibedakan menjadi dua yaitu pahat kanan dan pahat kiri. Insert Pada dasarnya pahat ini memiliki kesamaan fungsi serta bentuk dengan pahat berbahan carbide brazed hanya saja bahan yang digunakan pada pahat ini merupakan baja paduan antara tungsten dan molybdenum serta cobalt dan carbon. Sedangkan dari ujung penyayatnya hingga tangkainya terbuat dari cermented carbide. Ada dua tipe jenis pahat ini, yaitu : a) Pahat roughing (pahat kasar) dengan bahan carbide brazed Pada umumnya jenis pahat dengan carbide brazed digunakan untuk proses pemakanan kasar dalam waktu sesingkat mungkin. Oleh sebab itu pahat ini harus dibuat kuat selain itu bentukan pahat ini beragam bisa lurus ataupun bengkok sedangkan menurut letak sisi potong utamanya, pahat dapat dibedakan menjadi dua yaitu pahat kanan dan pahat kiri. b) Pahat finishing (pahat halus) dengan bahan HSS HSS adalah baja paduan tinggi, yang mana akan menghasilkan permukaaan yang halus pada benda kerja untuk pahat finishingnya. Pahat
50

finishing titik dengan sisi potong yang bulat dan pahat finishing datar dengan sisi potong datar. I. Jenis pahat Pahat pada mesin bubut merupakan tool utama dalam proses pengerjaan benda karena melalui pahat – pahat inilah akan diadakannya pemotongan pada benda kerja, oleh sebab itulah selain memilki jenis material yang sesuai dengan fungsinya dan beragam, pahat pada mesin bubut yang digunakan untukk memotong atau mengurangi benda kerja juga memilki berbagai jenis yang memilki fungsi dan cara pengguanaan yang berbeda. Berikut ini beberapa jenis pahat bubut beserta fungsi dan gambarnya yang dijelaskan pada tabel 2.b

Tabel 2.b Jenis – jenis pahat beserta fungsi No 1 Jenis Pahat ISO 1 Carbide Fungsi Untuk pembubutan memanjang dengan plan angle 75˚ Gambar

2

ISO 2 Carbide

Untuk pembubutan memanjang dengan plan angle 45˚

3

ISO 3 Carbide

Untuk pembubutan memanjang dan melintang dengan plan

51

angle 93˚

4

ISO 4 Carbide

Untuk pembubutan memanjang dengan kedalaman pemakanan yang kecil dengan plan angle 0˚

5

ISO 5 Carbide

Untuk pembubutan melintang dengan plan angle 0˚

6

ISO 6 Carbide

Untuk pembubutan memanjang dengan plan angle 90˚

7

ISO 7 Carbide

Untuk pembubutan melintang dengan plan angle 0˚

8

ISO 8 Carbide

Untuk memperbesar lubang pada proses pembubutan dengan plan angle 75˚ Untuk lubang tembus

9

ISO 9 Carbide

Untuk memperbesar lubang pada proses pembubutan dengan

52

plan angle 92˚, Untuk lubang tidak tembus

J.

Cara setting pahat Sebelum berbicara jauh tentang mesin bubut, cara penyetelan pahat adalah

salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap hasil dari proses pengerjaan itu sendiri seperti kesentrisan pahat terhadap benda kerja, kecang atau tidaknya tool holder mencengkam pahat dan lain sebagainya. Selain itu hal ini juga berkaitan langsung dengan keselamatan operator mesin karena misalkan pahat tidak dalam kondisi yang erat maka akan menyebabkan gaya yang diberikan benda kerja tidak mampu ditahan oleh pahat menyebabkan pahat terlepas dari tool holder dan melayang. Berikut cara penyetelan (setting) pahat yang benar : Buka pengunci yang ada di tool holder for square shank. Masukan pahat pada tool holder for square shank dan kunci pengikat pahat yang ada di tool holder for square shank. Pasangkan pahat yang sudah siap di tool holder for square shank, pada quick clamp for tool holder. Pasangkan live centre pada tailstock. Samakan titik center centering tool dengan live centre, disebut center apabila kedua ujung tool tersebut bertemu. Centerkan pahat yang telah dipasang dengan centering tool yang sudah center dengan live centre, disebut center apabila kedua ujung tool tersebut bertemu. Yang harus diperhatikan bahwa jangan pernah memasang pahat pada saat mesin sedang beroperasi.

53

K.

Sistem pencengkaman pada bubut

Chuck Pencengkaman dengan sistem chuck adalah sistem pencengkaman dengan menggunakan tools disebut chuck yang ditempelkan langsung pada spindle mesin bubut. yakni: Universal chuck Yakni sistem pencengkaman benda kerja yang memiliki satu titik pusat. Dimana saat mngencangkan maupun mengendurkan chuck, jaws (komponen pada titik sudut pencengkam) bergerak bersama. Hal ini lah yang menyebabkan center pada universal chuck tetap dan tidak bergeser. Keunggulan sistem pencengkaman chuck dengan universal chuck ini adalah benda yang dicengkam langsung pada titik pusatnya, Dalam sistem pencengkaman dengan chuck, terdapat dua pembagian

pencengkaman akan lebih mudah, cepat dan praktis serta memiliki keakurasian yang baik. Sedangkan kelemahannya adalah sistem

pencengkamannya hanya dapat dilakukan pada benda kerja yang dengan satu center saja.

Gambar 2.i Universal dan indefendent chuck pada sistem pencengkaman chuck

54

Indefendent chuck Sistem pencengkaman chuck dengan indefendent chuck ini biasanya digunakan pada proses pembubtan eksentrik (titk sumbu yang lebih dari satu titik pada satu benda kerja), dan benda kerjanya berbentuk kotak, ataupun tak beraturan dan sebagainya. Jaw pencengkam pada indefendent chuck bergerak bebas satu sama lain (tidak bergerak secara bersama). Keunggulannya dibandingkan dengan universal chuck adalah

pencengkamannya sangatlah kuat karena gerakan jaw bisa diatur satu persatu namun indefendent chuck juga memiliki kekurangan yakni pencengkaman benda kerjanya tidak langsung pada centernya dan pennyetelan benda kerja menggunakan waktu yang lama. Chuck center Pencekaman dengan metode chuck centre, biasanya digunakan untuk proses pembubutan benda kerja yang panjang & kesentrisan yang baik, ataupun untuk proses lain yang menghasilkan gaya pemakanan yang besar dan bisa berpengaruh terhadap hasil pembubutan. Dalam melakukan pencengkaman pada chuck center untuk menompang benda kerja tidak hanya menggunakan chuck pada headstock juga menggunakan live centre pada tailstock.

Gambar 2.j Sistem pencengkaman chuck center

55

Between center

Gambar 2.k sistem pencengkaman between center

Pada prinsipnya pencengkaman dengan between center memiliki kesamaaan dengan chuck center yakni pencengkaman dengan menopang benda kerja di headstock dan tailstock hanya saja tool yang digunakan pada between center lebih banyak serta tidak menggunakan chuck dibandingkan dengan chuck center. Berikut alat-alat yang digunakan pada pencengkaman ini yakni driving plate, dead centre sleeve, dead centre, lathe dog dan live centre yang memilki fungsi berbeda-beda dan dapat dilihat di tabel. Adapun keunggulan dari sistem pencengkaman between center yakni menjamin kesentrisan hasil pembubutan hingga 0.02 mm sedangkan

kelemahannya tidak mampu memakan depth of cut yang besar (hanya untuk finishing). Face plate Sistem pencengkaman benda kerja dengan face plate memiliki kelebihan yakni dapat mencengkam benda kerja yang tidak beraturan ataupun benda kerja

56

yang tidak simetris akan tetapi kelemahannya adalah dalam penyetelannya membutuhkan waktu yang lama. Sama halnya pada sistem pencengkaman yang lain, pencengkaman face plate biasanya menggunakan alat bantu, adapun alat – alat tersebut berupa klem, baut pengikat, balancer (angle plate atau rod), pararel block.

Gambar 2.l Contoh sistem pencengkaman dengan face plate

Collet Sistem pencengkaman benda kerja menggunakan collet memiliki kelebihan yakni kesentrisan benda kerja yang dihasilkan cukup baik dan proses pencengkamannya cepat hanya saja memilki kelemahan diameter benda kerja yang dicekam sangat terbatas serta bentuk benda kerja harus silindris. Sedangkan alat bantu yang digunakan sistem pencengkaman collet sesuai dengan namanya yakni collet. L. Perhitungan putaran mesin bubut

Kecepatan putaran mesin Pada saat kita akan menggunakan mesin bubut melakukan pemakanan pada benda kerja banyak hal yang harus kita perhatikan mulai dari hal yang kecil hingga hal yang sangat besar pengaruhnya pada hasil pengerjaan benda kerja. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah kecepatan dari putaran mesin bubut itu sendiri.

57

Kecepatan putaran mesin bubut dapat diketahui dengan melakukan perhitungan pada sebelumnya, untuk dapat melakukan perhitungan maka kita harus mengetahui mulai dari jenis material benda kerja dan alat potong yang akan kita gunakan hingga diameter dari benda kerja tersebut baik yang awal sampai hasilan diameter yang diinginkan. Dari data-data tersebut maka barulah dapat menghitung kecepatan putaran mesin yang diperlukan dengan menggunakan rumus berikut ini :

n Cs d

: kecepatan putaran mesin (rpm) : kecepatan potong (cutting speed) (m/min) : selisih diameter awal dengan diameter yang akan dihasilkan

Kecepatan potong (cutting speed) Kecepatan potong adalah kecepatan benda kerja yang ditunjukan pada suatu titik yang berputar dalam satuan waktu. Artinya jika benda kerja berputar satu kali maka panjang yang dilewati oleh pahat bubut adalah sama dengan keliling dari dari benda kerja tersebut. Kecepatan potong dan kecepatan putaran mesin bubut adalah dua hal yang tak mungkin terpisahkan keduanya akan saling berpengaruh terhadap satu sama lain, hal ini menunjukan bahwa kecepatan potong memiliki pengaruh yang besar terhadap proses pemakan pada mesin bubut. Ketika akan melakukan pemotongan kasar maka harus digunakan kecepatan pemakanan yang besar namun dengan putaran mesin yang lambat,
58

sebaliknya ketika akan melakukan pemakan halus (finishing) maka digunakan kecepatan pemakanan yang lambat namun dengan putaran mesin yang cepat. Selanjutnya, dalam menentukan kecepatan potong yang akan dilanjutkan untuk menentukan putaran mesin, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan karena berpengaruh terhadap kecepatan potong yakni : Kekerasan material benda kerja yang akan diproses pada mesin bubut Jenis alat potong yang akan digunakan Tingkat kehalusan yang dikendaki Ukuran tatal yang terpotong Dalam penetuannya kecepatan potong tidak dapat dipilih secara asal atau sembarangan, oleh sebab itulah kecepatan potong harus ditentukan sesuai dengan tabel yang dikeluarkan oleh ISO sebagai acauan standar dan umum.

Berikut ini adalah kecepatan potong dari beberapa material terhadap logam:
Cutting speed δB kp/mm2 Carbide Description HSS Brazed St. 37, SS41, MS St. 36, S45C, S50C, 760 St. 70 Assab 709, 708, SCM 440 Durex WZ / Assab M4 Sp. K5, XW10 Veresta V, DF2, SK3 Sp. KNL, XW 41 37 – 50 60 – 70 70 – 90 90 – 100 70 75 65 75 Low carbon steel Medium carbon steel High carbon steel High tensile strength Tool steel wrought (shock resistence) Cold work tool steel Cold work tool steel Cold work tool steel Hot work tool steel Grey cast iron 36 – 40 30 – 36 22 – 30 21 – 27 27 – 32 27 – 32 23 – 26 23 – 26 120 110 100 – 125 90 – 100 100 – 130 110 – 130 85 – 97 85 – 97 Insert 145 190 120 – 160 110 – 140 120 – 160 120 – 160 100 – 120 100 – 120

Material

59

Assab 8407, SKD 61 Cast iron 200 HB Cast iron 200-205 HB Brass Al Alloy

60 15 25 35 40

Grey cast iron Pearlitic Non – ferrous Non – ferrous

27 – 32 27 – 42 24 – 36 40 – 80 80 – 150

105 – 125 110 – 130 42 – 100 45 – 100 100 – 200

125 – 160 120 – 160 102 – 123 100 – 120 120 – 220

M.

SOP (standart operation procedure) SOP (standart operation procedure) merupakan langkah – langkah atau

tata cara dasar dan standar yang harus dilaksanakan pada saat sebelum, sedang dan setelah proses penggunaan suatu alat, mesin, benda ataupun barang yang berkaitan dengan keadaan dari alat, mesin benda ataupun barang yang kita gunakan, serta hal – hal yang harus diperhatikan, dilakukan, ataupun tidak dilakukan yang juga berkaitan pada penggunannya. Pada penggunaan mesin bubut banyak hal yang harus dikuti dalam SOP (standart operation procedure) baik berkaitan dengan perawatan mesin bubut, benda kerja, pahat bubut, aksesoris hingga keselamatan pengguna mesin bubut itu sendiri atau sering disebut dengan safety procedure (prosedur keselamatan kerja) yang akan dibahas pada pembahasan selanjutnya. Berikut ini, akan dijelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan SOP pada penggunaan mesin bubut : Proses inventarisasi Proses inventarisasi merupakan salah satu SOP pada saat penggunaan mesin bubut, akan tetapi ineventarisasi ini tidak hanya berkaitan dengan mesin bubut saja karena proses inventarisasi ini secara umunya adalah suatu proses yang berupa mendata alat atau barang yang ada. Hanya saja secara khusus dalam penggunaan mesin bubut proses inventarisasi adalah proses pendataan alat yang ada pada mesin bubut secara terperinci dan jelas didalam bentukan tertulis. Tujuannya agar alat yang digunakan diketahui secara jelas kondisi dan frekuensi

60

penggunaan alat serta ada tidaknya alat yang akan dibutuhkan pada proses (hilang dan lain-lain). Siklus SOP Dalam melaksanakan SOP pada saat menggunakan mesin bubut, selain memperhatikan hal – hal apa saja yang dibutuhkan pada kegiatan tersebut, waktu atau estimasi dari kegiatan tersebut baik secara rutin, berkala ataupun berkelanjutan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan alat dan barang yang digunakan, hal ini juga berkaitan dengan sering atau tidaknya alat yang digunakan karena semakin sering alat tersebut kita gunakan maka harus semakin sering pula alat tersebut kita perlakukan dalam prosedur.

Dalam langkah – langkah SOP pada umumnya dapat dilakukan dalam 3 tahap yakni :  Harian SOP harus dilakukan setiap hari setelah menggunakan mesin dan alat, dapat dilakukan dengan cara melakukan inventarisasi, membersihkan aksesoris mesin, membersihkan kotoran sisa chip, memberikan minyak atau oli pada alat – alat kerja agar tidak berkarat atau korosi.  Mingguan SOP dapat dilakuakan dalam kurun waktu satu kali dalam satu minggu, tahapan ini dilkakukan dengan melakukan pembersihan pada bagian luar mesin, pengecekan mesin seperti baut – baut dan sebagainya.  Bulanan SOP dapat dilakuakan dalam waktu satu bulan sekali, tapan ini dapat berupa membersihkan seluruh bagian dari mesin mulai dari dalam hingga luar mesin, mengecek keadaan roda gigi, mengganti oli atau pelumas pada

61

roda gigi, mengecek keadaan fan belly, mengecek keadaan motor atau dinamo, bagian dalam eretan (carriage) penggantian onderdil dan sebagainya jika diperlukan.

N.

Pembersihan (cleaning) Pembersihan (cleaning) adalah kegiatan yang harus dilakukan untuk

menjaga dan atau merawat mesin maupun alat – alat yang digunakan supaya tidak mengalami kerusakan ataupun korosi serta menjaga mesin dan alat hingga mampu atau memiliki waktu pakai yang lama. Proses pembersihan (cleaning) sebaiknya dilakukan sebelum dan setelah dilakukannya penggunaan mesin dan alat. Pembersihan ini meliputi :  Pembersihan bagian dalam dan luar mesin  Pembersihan alat atau aksesoris yang digunakan  Memberikan pelumas minyak atau oli pada bagian – bagian atau alat yang dianggap penting dan rentan terkontaminasi korosi (karat)

Berikut ini tabel SOP pada penggunaan mesin bubut beserta urutan, standart, siklus dan keterangannya.
No 1 Urutan Lakukan invebtaris Standart Penyimpangan terhadap standart terdata secara aktual 2 Bersihkan mesin dari oli, debu dan chip Meja, eretan, spindel bersih dan kering Siklus Harian, sebelum mengoperasikan mesin Harian, sebelum mengoperasikan mesin 3 Periksa level oli pada headstock Diatas lower level Harian, sebelum mengoperasikan mesin Jenis oli : tellus 46 (penggantian oli dilakukan tiap 6 bulan) 4 Beri pelumas pada niple 3-4 kali hingga muncul Harian, sebelum Jenis oli : tonna 68 Ket Laporkan jika ada penyimpangan, pada instruktur Dengan kain majun

62

rembesan (terdapat 8 niple) 5 Cek kondisi karet transmisi pada spindel Harus memilki ketegangan yang baik dan kering 6 Beri pelumas pada gear dengan grease dan cek kondisi pemasang gear Gear harus terlumasi grease dan terpasang dengan kekocakan yang cukup

mengoperasikan mesin Bulanan

gunakan oli pump

Dengan rabaan tangan dan kain majun

Bulanan

Jenis oli : grease titanium

7

Gunakan clamping sisten yang diperlukan

Pilih sesuai dengan kebutuhan benda kerja Baut – baut pengikat dan pencengkam terikat dengan kuat

Harian, sebelum mengoperasikan mesin

8

Cek ulang kondisi semua baut pengikat maupun pencengkam

Harian, sebelum mengoperasikan mesin Harian, sebelum mengoperasikan mesin

Dengan rabaan jari dan spanner

9

Bersihkan chuck, jaws, tailstock, live centresebelum dipasang

Dengan rabaan tangan

10

Gunakan rpm dan feedrate yang sesuai pada saat pengerjaan benda kerja

Menggunakan rumus perhitungan mesin dengan benar

Harian, sebelum mengoperasikan mesin

Lihat tabel Cs dan diameter yang tepat, puataran mesin maks. 1200 rpm

11

Perhatikan keselamatan dan kerapihan kerja

Gunakan kacamata, sepatu safety dan baju kerja

Harian, selama mengoperasikan mesin

Perhatikan sikap kerja, penempatan alat dan keselamatan kerja

12

Cleaning

Mesin, MTC dan lingkungan sekitar bersih Bagian mesin yang tak dicat harus diberi oli tipis Emergency stop harus dalam kondisi aktif Mesin dalam kondisi mati

Harian, setelah mengoperasikan mesin

Dengan kuas, kain majun dan karet

Dengan kuas dan oli bekas

Dua tombol emergency aktif

Main switch dalam posisi off Harian, setelah mengoperasikan mesin Laporkan hasil inventaris pada instruktur

13

Lakukan inventaris

Penyimpangan terhadap standart terdata secara aktual

63

O.

Prosedur keselamatan kerja (Safety procedure) Prosedur keselamatan kerja adalah prosedur (langkah-langkah / cara) yang

bertujuan untuk menjaga keamanan setiap kegiatan atau kondisi operator atau pengguna mesin, serta menhindarkan dari segala macam bentuk kecelakaan dalam proses produksi karena hal ini akan sangat berpengaruh terhadap proses produksi itu sendiri jika hal – hal yang dapaat membahayakan. Safety procedure tidak hanya berkaitan dengan hal – hal apa saja yang harus digunakan dalam penggunaan mesin bubut juga berkaitan dengan sikap dan cara dalam menggunakan mesin bubut dan alat – alat lainnya. Berkaitan dengan tampilan operator

Hal – hal yang berkaitan dengan tampilan opertor adalah hal – hal yang berupa pakaian dan aksesoris yang digunakan oleh operator serta kondisi tubuh dari operator, yang meliputi :

Gambar 2.m Contoh pakaian dan aksesoris operator

64

Rambut dan kuku operator tidak boleh panjang Rambut yang panjang dapat menyebabkan rambut masuk kedalam putaran, bagi perempuan dengan rambut panjang harus diikat sedang yang menggunakan jilbab, jilbab dimasukan kedalam baju atau di buat ketat. Menggunakan safety shoes Safety shoes digunakan untuk melindungi kaki dari benda – benda yang berat dan atau tajam yang jatuh ataupun kemungkinan tersetrum oleh hubungan arus pendek. Menggunakan pakaian lapangan (kerja / praktek) Pakaian lapangan digunakan untuk melindungi tubuh dari serpihan – serpihan chips yang tajam. Menggunakan kaca mata Kaca mata digunakan untuk melindungi mata dari debu dan serpihan chips yang melayang melalui udara. Berkaitan dengan sikap operator Sikap opertor berkaitan dengan tindakan - tindakan yang tidak boleh dilakukan pada saat menoperasikan mesin bubut, diantaranya : Meninggalkan mesin saat sedang proses Hal ini dapat menyebabkan mesin tidak dapat dikontrol pergerakannya dan dapat menyebabkan bahaya bagi orang berada di sekitar mesin dan dapat menyebabkan kerusakan pada mesin, serta ketidak berhasilan dari pekerjaan. Berdiri diatas mesin saat mesin sedang beroperasi Tindakan ini dapat membahayakan tubuh orang ataupun operator yang berdiri tersebut karena terkena gerakan mesin atau pahat.
65

Menggunakan akesoris tambahan yang dapt membahayakan Tindakan ini dapat menyebabkan aksesoris tersbut masuk dalam mesin menyebabkan mesin rusak, ataupun aksesoris tersebut terkena putaran mesin dan melayang atau masuk kedalam putaran mengakibatkan celaka pada operator dan orang lain. Mengoperasikan mesin bersama seraya mengobrol Tindakan ini dapat membahayakan para operator atau orang tersebut karena kebisingan mesin dapat menyebabkan kegagalan komunikasi diantara operator.

Gambar 2.n Contoh tampilan dan sikap opertor yang salah

66

BAB 4 LAPORAN KEGIATAN SECTION TURNING

Tanggal 27 Mei 2013 12.55 - 13.00 Melakukan P5M bersama Mas Edo. Melakukan absensi dan diiringi berdoa bersama ,serta instruktur memberikan sedikit pengarahan tentang praktek yang akan dilakukan. Dan instruksi selanjutnya akan diteruskan oleh instruktur masing-masing section. 13.00 13.10 Melapor kepada Mas Satrio apa yang akan dikerjakan hari ini. Pemberian tugas essay tentang turning ,sebagai awalan dan perkenalan dengan section turning. 13.10 – 16.10 16.10 16.30 Pengerjaan tugas essay turning Pengumpulan tugas essay turning. Melakukan P5M ,mengevaluasi apa yang dikerjakan hari ini ,bersama section lain. Melakukan absensi dan do’a bersama untuk mengakhiri praktikum yang dipimpin oleh Mas Corda.

Tanggal 28 Mei 2013 12.55 – 13.00 Melakukan P5M bersama Mas Corda. Melakukan absensi dan diiringi berdoa bersama ,serta instruktur memberikan sedikit pengarahan tentang praktek yang akan dilakukan. Dan instruksi selanjutnya akan diteruskan oleh instruktur masing-masing section. 13.00 13.15 Melapor kepada Mas Satrio apa yang akan dikerjakan hari ini. Perkenalan dengan Mas Satrio

67

13.25 15.30 15.35 16.00 1630

Penjelasan materi tentang mesin turning. Penjelasan materi turning selesai. Pengenalan komponen pada mesin bubut. Melakukan inventaris Melakukan P5M ,mengevaluasi apa yang dikerjakan hari ini ,bersama section lain. Melakukan absensi dan do’a bersama untuk mengakhiri praktikum yang dipimpin oleh Mas Corda.

Tanggal 3 Juni 2013 12.55 – 13.00 Melakukan P5M bersama Mas Corda. Melakukan absensi dan diiringi berdoa bersama ,serta instruktur memberikan sedikit pengarahan tentang praktek yang akan dilakukan. Dan instruksi selanjutnya akan diteruskan oleh instruktur masing-masing section. 13.00 13.30 – 14.40 14.40 16.15 16.30 Inventaris dan peminjaman alat Pengenalan komponen mesin bubut dengan Mas Corda. Trialmesin bubut satu per satu. Melakukan cleaning. Melakukan P5M ,mengevaluasi apa yang dikerjakan hari ini ,bersama section lain. Melakukan absensi dan do’a bersama untuk mengakhiri praktikum yang dipimpin oleh Mas Edo

Tanggal 4 Juni 2013 12.55 – 13.00 Melakukan P5M bersama Mas Edo. Melakukan absensi dan diiringi berdoa bersama ,serta instruktur memberikan sedikit pengarahan tentang praktek yang akan dilakukan. Dan instruksi

68

selanjutnya akan diteruskan oleh instruktur masing-masing section. 13.00 13.15 Melapor kepada Mas Satrio apa yang akan dikerjakan hari ini. Melakukan Inventaris dan peminjaman perlengkapan yang diperlukan. 13.45 13.50 14.05 14.35 Pemberian benda kerja dan beberapa instruksi. Menyeting mesin bubut dan perlengkapannya. Melakukan pemakanan muka untuk membalokkan benda kerja. Melakukan pemakanan memanjang ,untuk mengurangi diameter benda. 15.35 16.00 16.15 16.30 Memasukan ukuran benda kerja yang dibubut. Melakukan drilling pada benda kerja. Cleaning dan mengembalikan peralatan. Melakukan P5M ,mengevaluasi apa yang dikerjakan hari ini ,bersama section lain. Melakukan absensi dan do’a bersama untuk mengakhiri praktikum yang dipimpin oleh Mas Corda.

Tanggal 10 Juni 2013 12.55 – 13.00 Melakukan P5M bersama Mas Edo. Melakukan absensi dan diiringi berdoa bersama ,serta instruktur memberikan sedikit pengarahan tentang praktek yang akan dilakukan. Dan instruksi selanjutnya akan diteruskan oleh instruktur masing-masing section. 13.00 Peminjaman perlengkapan yang diperlukan untuk proses

pembuatan ulir. 13.25 Melakukan proses taping secara bergantian.

69

14.30 14.40 16.15 16.30

Pengumpulan benda kerja kepada Mas Satrio. Melakukan pengisian Work Preparation. Pengembalian alat dan cleaning tempat kerja. Melakukan P5M ,mengevaluasi apa yang dikerjakan hari ini ,bersama section lain. Melakukan absensi dan do’a bersama untuk mengakhiri praktikum yang dipimpin oleh Mas Edo.

Tanggal 11 Juni 2013 13.55 Melakukan P5M bersama Mas Edo. Melakukan absensi dan diiringi berdoa bersama ,serta instruktur memberikan sedikit pengarahan tentang praktek yang akan dilakukan. Dan instruksi selanjutnya akan diteruskan oleh instruktur masing-masing section.

Kritik dan Saran. Kurangnya waktu yang di berikan sehingga kami kurang bisa bekerja secara maksimal dan juga masih kurangnya arahan langsung dari instruktur sehingga kita masih kesultian untuk mengatasi masalah yang timbul saya mohon untuk instruktur lebih sering mengontrol dan memberi arahan pada saat kami bekerja sehingga kami bisa lebih mengetahui tentang semua proses di turning.

70

BAB 5 PENUTUP
Kesimpulan Dari penjelasan – penjalasan pada bab 2 maka dapat disimpulakan bahwa mesin bubut adalah mesin yang dapat menghasilkan benda kerja menjadi silindris dengan satu titik center ataupun eksentris dengan memutar benda kerja pada spindel dan dimakan oleh pahat yang bergerak memanjang ataupun melintang dengan kecepatan dan kedalaman tertentu, pergerakan tersebut terdiri dari 3 bagian yakni gerakan main motion, feed motion dan adjusting motion. Dalam prosesnya mesin bubut tidak dapat beroperasi secara maksimal jika tidak di support oleh alat – alat atau aksesoris pada mesin bubut seperti driving plate, live centre, face plate, chuck dan sebagainya yang memiliki fungsi dan kelebihan masing – masing. Sama halnya dengan aksesoris – aksesoris tersebut pahat mesrupakan alat (tools) yang juga tak kalah pentingnya karena melalui gerakan pahat – pahat inilah kelaknya benda kerja akan dimakan, pahat pada mesin bubut memilki berbagai tipe material dan penegrjaan sperti HSS yang pada umumnya digunakan untuk memakan pada pengerjaan halus, carbie brazed yang digunakan pada pengerjaan kasar. Selain itu pahat juga memilki jenis berdasarkan bentuk dan fungsi pemotongannya seperti carbide ISO 1, carbide ISO 2, hingga carbide ISO 9.

71

Benda kerja yang ada di spindel dibantu oleh alat cekam yang disebut dengan chuck yang memiliki berbagai jenis dan cara yang berbeda – beda sesuai dengan kebutuhan dan hasil yang diinginkan pada benda kerja. Selanjutnya bentukan – bentukan yang dapat dihasilkan pada mesin bubut bisa berupa bentukan yang meilintang, memanjang, ulir, radius ataupun profil dengan proses pemakanan dari dalam ataupun dari luar (inside dan outside) serta dengan kecepatan putaran mesin yang dapat diatur sesuai dengan material yang digunakan benda kerja dan pahat serta dengan diameter awalan dan hasil dari benda kerja yang akan dibentuk. Mengoperasikan mesin bubut banyak hal yang harus diperhatikan mulai dari mesin bubut itu sendiri hingga keselamatan dari operator. Oleh sebab itulah dalam mengoperasikan mesin bubut harus memperhatikan prosedur – prosedur standart yang harus dilakukan pada mesin, alat –alat serta keselamatan operator mulai dari tampilan dan tindakan operator itu sendiri.

72

73

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->