BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Aspek – aspek perkembangan dan tahapan perkembangan normal sesuai usia pada anak perlu diketahui dan dipahami karena sangat penting untuk mengetahui tumbuh kembang anak berjalan normal atau tidak, baik dilihat dari segi fisiologis maupun dari segi psikologis. Pertumbuhan anak akan dipengaruhi oleh banyak faktor baik dari dalam diri anak itu sendiri maupun dari luar , apabila hal ini mengalami masalah maka akan berpengaruh pada pertumbuhan anak.1 Perkembangan anak akan berjalan dengan baik, apabila faktor yang mempengaruhinya tidak mengalami gangguan. Anak akan mulai

menampakkan perkembanganya (skill) sesuai dengan tahapa usianya, dan itu akan terus bertambah sampai dewasa. Untuk mengetahui perkembangan anak harus tahu aspek apa saja dalam perkembangan dan tahapan perkembangan sesuai usia anak, dan itu diperlukan parameter – parameter tertentu, dan semua itu akan dibahas dalam makalah ini. 1

1.2

Tujuan Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah mampu memahami apa saja perkembangan (skill) yang seharusnya dimiliki oleh anak sesuai usianya.

Tumbuh Kembang

1

organ-organ. organ maupun individu.2. yang bisa diukur dengan ukuran berat (gram. sedangkan perkembangan merupakan bertambah sempurnanya fungsi alat tubuh yang dapat dicapai melalui tumbuh kematangan dan belajar. tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan. intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungan. umur. pound. ukuran atau dimensi tingkat sel. jaringan tubuh. Termasuk juga perkembangan emosi.3 Istilah tumbuh kembang mencakup dua peristiwa yang sifatnya berbeda.3 Pertumbuhan merupakan bertambah jumlah dan besarnya sel di seluruh bagian tubuh yang secara kuantitatif dapat diukur. sebagai hasil dari proses pematangan.3 2. dan keseimbangan metabolic (retensi kalsium dan nitrogen tubuh). Disini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh. dan system organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Disini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh.BAB ll PEMBAHASAN 2. yaitu pertumbuhan dan perkembangan. sebagai hasil dari proses pematangan. meter). kilogram).1 Definisi Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan. organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Pertumbuhan (growth) berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar. Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan. Sedangkan pengertian mengenai apa yang dimaksud dengan pertumbuhan dan perkembangan per defenisi adalah sebagai berikut: 1. Termasuk juga Tumbuh Kembang 2 . jumlah. 2. jaringan tubuh. 2. ukuran panjang (cm.

Pertumbuhan dan perkembangan pada anak terjadi mulai dari pertumbuhan dan perkembangan secara fisik.3 Sehingga dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan mempunyai dampak terhadap aspek fisik. sedangkan perkembangan berkaitan dengan pematangan fungsi organ/individu. 2. membaca. 2 Untuk mengetahui tumbuh kembang anak. Pertumbuhan dan perkembangan secara intelektual anak dapat dilihat dari kemampuan secara symbol maupun abstrak seperti berbicara. Peristiwa pertumbuhan pada anak dapat terjadi perubahan tentang besarnya. Masa tersebut akan berlainan dalam suatu organ tubuh. dan lain-lain. intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya. Interaksi antara genetik dan pengalaman dini akan menentukan tatanan arsitektur otak yang sedang berkembang. Sedangkan perkembangan secara emosional anak dapat dilihat dari perilaku social di lingkungan anak. jumlah. organ maupun individu. Adapun konsep tersebut adalah sebagai berikut: 2 a. Walaupun demikian. emosional. Otak terbentuk berkesinambungan sepanjang waktu hidupnya dan substansi dasarnya dirancang selama masa awal kehidupan. ukuran di dalam tingkat sel. dan intelektual. berhitung. b. bermain. kedua peristiwa itu terjadi secara sinkron pada setiap individu. maupun emosional. terdapat suatu peristiwa yang dialaminya yaitu masa percepatan dan perlambatan. Peristiwa pertumbuhan dan perkembangan secara fisik dapat terjadi dalam perubahan ukuran besar kecilnya fungsi organ mulai dari tingkat sel hingga perubahan organ tubuh. 2 Dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. intelektual. ada beberapa konsep yang perlu diketahui.perkembangan emosi. sedangkan peristiwa perkembangan pada anak dapat terjadi pada perubahan bentuk dan fungsi pematangan organ mulai dari aspek social. Percepatan dan perlambatan tersebut merupakan suatu kejadian yang berbeda dalam setiap organ tubuh akan tetapi masih saling berhubungan satu dengan yang lain. dengan komponen aktifnya adalah suasana “memberi dan menerima” alamiah ketika anak aktif Tumbuh Kembang 3 .

dengan sirkuit – sirkuit untuk kemampuan awal yang sederhana akan menentukan pembentukan sirkuit dan kemampuan selanjutnya yang lebih kompleks.1 Gerak halus atau motorik halus Adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan pergerakan dan sikap tubuh yang melibatkan otot – otot besar seperti Tumbuh Kembang 4 . 2. dan lain – lain. hal yang dapat dilakukan pertama kali adalah melakukan wawancara tentang faktor kemungkinan yang menyebabkan gangguan dalam perkembangan tes skrining perkembangan anak dengan DDST. seperti pemeriksaan neurologis. juga dapat dilakukan tes seperti evaluasi dalam lingkungan anak. evaluasi fungsi penglihatan.3 2. tes IQ dan tes psikologis. dan kapabilitas personal – sosial saling terkait kuat satu sama lain sepanjang hidup. yaitu interaksi anak selama ini. d. Aspek kognitif. emosi. Untuk menilai perkembangan anak. atau pemeriksaan lainnya. pendengaran. f. e. Arsitektur otak dan kompetisi untuk berkembang dibentuk secara “dari bawah” . Stres yang bersifat toksik pada awal kehidupan anak mempunyai efek yang persisten pada susunan saraf pusat dan sistem hormonal yang dapat merusak arsitektur otak dan menjadi penyebab berbagai permasalahan jangka panjang di dalam proses belajar dan perilaku baik secara fisik atau mental. serta melakukan pemeriksaan fisik lainnya.2 Aspek-Aspek Perkembangan Pada Anak 2.membina hubungan dengan orangtua dan pengasuh dalam suatu lingkungan keluarga atau masyarakat. bahasa. c. metabolik.bicara. Prinsip dasar pengetahuan modern tentang otak memberi gambaran kepada kita bahwa menciptakan kondisi yang kondusif untuk tumbuh kembang anak pada usia dini merupakan langkah yang lebih efektif dan murah dibanding mengatasi berbagai permasalahan perkembangan anak diusia yang lebih tua.2. Selain itu.

Proses adaptasi dari organ tersebut dimulai dari akrivitas pernapasan yang disertai pertukaran gas dengan frekuensi pernapasan antara 35-50 x/menit. Respons yang diberikan berbeda terhadap apa yang dilihat. seringlah memberikan senyuman serta suara riang gembira pada bayi. 2. 6) Dapat memberi respons dengan mengoceh atau tersenyum pada orang dewasa yang mengajaknya bercanda. b. Masa neonatus (0-28) Pada masa neonatus (0-28 hari) adalah awal dari pertumbuhan dan perkembangan setelah lahir. suara-suara ramah maupun yang menunjukkan amarah. terjadi aktivitas bayi yang mulai meningkat. Selanjutnya diikuti perkembangan fungsi organorgan tubuh lainnya. 4) Perkembangan Sosial-Emosi 5) Bayi mulai memunculkan berbagai suara sebagai ekpresi rasa senang atau tidak senang ketimbang menangis. 2) Telapak tangannya sudah membuka sehingga orangtua bisa memegang kedua tangannya dan membantu si kecil untuk bertepuk tangan. Tumbuh Kembang 5 . Masa bayi (28 hari -1tahun) 1) Bayi sudah mencoba meraih mainan yang digerak-gerakkan di depan pandangannya atau yang ditaruh di dadanya. masa ini merupakan masa terjadi kehidupan yang baru dalam ekstra uteri dengan terjadi proses adaptasi semua sistem organ tubuh. dan sebagainya. penyesuaian denyut jantung antara 120-160x/menit dengan ukuran jantung lebih besar apabila dibandingkan dengan rongga dada. 3) Sudah bisa memerhatikan suatu objek yang berjarak. Maka itu. Ia akan tersenyum ketika melihat bayangannya di cermin. baik bermain sendiri dengan suatu objek atau bermain social misalnya bermain cermin. Perkembangan motorik halus pada tiap tahap perkembangan anak adalah sebagai berikut.duduk. 8) Dapat menikmati permainan.3 a. 7) Bisa membedakan wajah-wajah yang tersenyum. berdiri.

dan sebagainya. mampu menjepit benda. Masa anak (1-3 tahun) Perkembangan motorik halus pada usia ini dapat ditunjukan dengan adanya kemampuan dalam mencoba menyusun atau membuat menara pada kubus. 3 2. menempatkan objek ke dalam wadah. serta membuat coretan di atas kertas. Tumbuh Kembang 6 . main ludah atau melambungkan badannya ke atas-ke bawah. makan dengan jari. melepas objek dengan jari lurus. yaitu mulai memiliki kemampuan menggoyangkan jari – jari kaki. menulis. menggambar dua atau tiga bagian. melambaikan tangan menggunakan tangannyauntuk bermain. Masa prasekolah (3-5 tahun) Perkembangan motorik halus dapat dilihat pada anak. Masa neonatus (0-28 hari) Perkembangan motorik kasar yang dapat dicapai pada usia ini diawali dengan tanda gerakan seimbang pada tumbuh dan mulai mengangkat kepala. menggunakan sendok denganbantuan. Seperti dengan menendang-nendangkan kaki. tetapi memerlukan koordinasi yang cermat seperti mengamati sesuatu.9) Mengulurkan tangan minta digendong ibu atau orang yang sudah dikenalnya.2 Gerak kasar atau motorik kasar Adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan gerakan yang melibatkan bagian – bagian tubuh tertentu dan dilakukan oleh otot – otot kecil. c. memilih garis yang lebih panjang dan menggambar orang. d. minum dari cangkir dengan bantuan. biasanya ia memberikan respons untuk menarik perhatian. Perkembangan motorik kasar pada tiap tahap perkembangan anak adalah sebagai berikut a. makan sendiri. 10) Jika ada bayi lain. tertawa.2. menjimpit.

Pada akhir tahun ke-2 sudah mampu berlari – lari kecil. Sekitar usia 18 bulan anak mampu menaiki tangga dengan cara satu tangan dipegang. 2) Usia 4-8 bulan Perkembangan motorik kasar awal bulan ini dapat dilihat pada perubahan dalam aktivitas. mencoba duduk sebentar dengan ditopang. mampu duduk dengan kepala tegak. jatuh terduduk di pangkuan ketika disokong pada posisi berdiri. Pada masa ini anak sudah mampu melangkah dan berjalan dengan tegak. duduk dengan kepala tegak. berguling dari telentang ke telengkup. seperti posisi telungkup pada alas dan sudah mulai mengangkat kepala dengan melakukan gerakan menekan kedua tangannya. posisi lengan dan tungkai kurang fleksi. bangkit lalu berdiri. menendang bola. kontrol kepala sempurna mengangkat kepala sambil berbaring telentang. berdiri 2 detik. 3) Usia 8-12 bulan Perkembangan motorik kasar dapat diawali dengan duduk tanpa pegangan. dan mulai mencoba melompat.b. 4) Masa anak (1-3 tahun) Dalam perkembangan masa anak terjadi perkembangan motorik kasar secara signifikan. dan berdiri sendiri. serta duduk dengan bantuan dalam waktu yang singkat. Tumbuh Kembang 7 . Pada bulan ke-4 sudah mampu memalingkan kepala ke kanan dan ke kiri. dan berusaha untuk mengangkat. Masa bayi (28 hari -1tahun) 1) Usia 1-4 bulan Perkembangan motorik kasar pada usia ini dimulai dengan kemampuan mengangkat kepala saat tengkurap. menumpu badan pada kaki dengan lengan berayun ke depan dan ke belakang. membalikan badan. berguling dari telentang ke miring. berdiri dengan pegangan. bangkit dengan kepalategak.

menoleh ke arah suara atau sumber bunyi. mengucapkan huruf hidup. 1) Masa neonatus (0-28 hari) Perkembangan bahasa masa neonatus ini dapat ditunjukkan dengan adanya kemampuan bersuara (menangis) dan bereaksi terhadap suara atau bel. dan sebagainya. 2.3 2. berbicara. menjerit. tertawa. Berikut ini akan disebutkan perkembangan bahasa pada tiap tahap usia anak. berceloteh. mengikuti perintah. 2) Masa bayi (28 hari -1tahun) a) Usia 1-4 bulan Perkembangan bahasa pada usia ini ditandai dengan adanya kemampuan bersuara dan tersenyum. membuat posisi merangkak. mengucapkan kata “ooh/ahh”. melompat dengan satu kaki. mengoceh spontan. menjelajah. berjalan dengan tumit ke jari kaki. menggunakan vokalisasi semakin banyak serta menggunakan kata yang terdiri atas dua suku kata dan dapat membuat dua bunyi vokal yang bersamaan seperti “ba-ba”.3 Kemampuan bicara dan bahasa Adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan untuk memberikan respon terhadap suara. berkomunikasi. Tumbuh Kembang 8 .2. tertawa dan berteriak.5) Masa prasekolah (3-5 tahun) Perkembangan motorik kasar masa prasekolah ini dapat diawali dengan kemampuan untuk berdiri dengan satu kaki selam 1-5 detik. c) Usia 8-12 bulan Perkembangan bahasa pada usia ini adalah mampu mengucapkan kata “papa” dan “mama” yang belum spesifik. serta bereaksi dengan mengoceh. dan berjalan dengan bantuan. b) Usia 4-8 bulan Perkembangan bahasa pada usia ini adalah dapat menirukan bunyi atau kata – kata.

Perkembangan perilaku pada tahap tumbuh kembang tiap usia adalah sebagai berikut. 3) Masa anak (1-3 tahun) Perkembangan bahasa masa anak ini adalah dicapainya kemampuan bahasa pada anak yang mulai ditandai dengan anak mampu memiliki sepuluh perbendaharaan kata. tingginya kemampuan meniru. menyebutkan kegunaan benda. Masa neonatus (0-28 hari) Perkembangan adaptasi sosial atau perilaku masa neonatus ini dapat ditunjukan dengan adanya tanda – tanda tersenyum dan mulai menatap muka untuk mengenali seseorang. memahami arti larangan. dan sebagainya. menirukan berbagai bunyi kata. Tumbuh Kembang 9 . serta dapat mengucapkan 1-2 kata. membereskan mainan selesai bermain). mengerti beberapa kata sifat dan jenis kata lainnya.2.mengoceh hingga mengatakannya secara spesifik. mengerti empat kata depan. 3 2. menggunakan bunyi untuk mengidentifikasi objek. mengenal. mengartikan dua kata. orang. berpisah dengan ibu/pengasuh anak. mampu mengkombinasikan kata – kata. 4) Masa prasekolah (3-5 tahun) Perkembangan bahasa diawali dengan adanya kemampuan menyebutkan hingga empat gambar. dan responsif terhadap orang lain. serta merespon panggilan orang dan anggota keluarga dekat. menghitung. bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. dan aktivitas. menyebutkan satu hingga dua warna. serta mulai mampu menunjukkan lambaian anggota badan. a.4 Sosialisasi dan kemandirian Adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri anak (makan sendiri. mampu menunjukkan dua gambar.

serta mencoba mengenakan baju sendiri. menunjukan peningkatan kecemasan terhadap perpisahan. Masa bayi (28 hari – 1 tahun) 1) Usia 1-4 bulan Perkembangan adaptasi sosial pada usia ini dapat diawali dengan kemampuan mengamati tangannya. mengenal ibunya dengan penglihatan. membedakan wajah – wajah yang dikenal dan tidak dikenal. Masa prasekolah (3-5 tahun) Perkembangan adaptasi sosial pada masa prasekolah adalah adanya kemampuan bermain dengan permainan sederhana. pendengaran. 3) Usia 8-12 bulan Perkembangan adptasi sosial pada usia ini dimulai dengan kemampuan bertepuk tangan. senang menatap wajah – wajah yang dikenalnya. serta mengenali anggota keluarga. tersenyum spontan dan membalas senyum bila diajak tersenyum. waktu tidur dalam sehari lebih sedikit daripada waktu terjaga. mulia menggosok gigi.3 Tumbuh Kembang 10 . sudah mulai minum dengan cangkir. penciuman. 2) Usia 4-8 bulan Perkembangan adaptasi sosial pada usia ini antara lain anak merasa takut dan terganggu dengan keberadaan orang asing. menangis bila terjadi sesuatu yang aneh. serta terdiam bila ada orang yang tak dikenal (asing). Masa anak (1-3 tahun) Perkembangan adaptasi sosial masa anak dapat ditunjukan dengan kemampuan membantu kegiatan di rumah. serta memukul mukul lengan dan kaki jika sedang kesal. membuat permintaan sederhana dengan gaya tubuh. mulai bermain dengan mainan. d. menangis jika dimarahi. c. tersenyum pada wajah manusia. menirukan kegiatan orang. bermain bola atau lainnya dengan orang lain. dan kontak. menyuapi boneka. mudah frustasi. menyatkan keinginan. membentuk siklus tidur bangun.b. 2.

5 bulan bisa tersenyum secara spontan. Beberapa masalah tumbuh kembang anak yang perlu dijadikan acuan dalam pendeteksian di antaranya : 4 1. pada usia 2 tahun anak belum bisa menyebut nama sendiri.5 tahun anak belum bisa bercerita. pada usia 15 bulan anak belum mampu mengucapkan -5 kata.3 Masalah Yang Terjadi Dalam Tumbuh Kembang Bayi Masalah tumbuh kembang anak merupakan masalah yang perlu diketahui atau dipahami sejak konsepsi hingga dewasa yang menurut WHO sampai usia 18 tahun sedang menurut Undang-undang Kesejahteraan Anak RI No. maka perilaku di atas perlu dilakukan pendeteksian untuk mengenal berbagai masalah yang berhubungan dengan tumbuh kembang anak di antaranya: 4 2. anak usia 3 bulan masih menggenggam dan belum bersuara. 4 Tahun 1979 sampai dengan usia 21 tahun sebelum menikah.2. pada usia 15 bulan belum berjalan. pada usia 7-8 bulan anak belum bisa didudukkan tanpa bantuan. 50 % anak akan mencapai kemampuan kemudian 3. pada usia 3.5 tahun anak belum bisa mengenal warna. dan 5. pada usia 3 tahun anak belum bisa berpakaian. 10 % anak akan mencapai kemampuan pada usia dini 2. 90 % anak akan sudah harus dapat mencapai kemampuan pada batas usia paling lambat masih dalam batas normal. pada usia 12 bulan belum bisa menjinjit. 10 % anak dimasukkan dalam katagori terlambat apabila belum bisa mencapai kemampuannya. akan tetapi dalam pertumbuhan dan Tumbuh Kembang 11 . pada usia 30 bulan anak belum bisa menggambar. pada usia 4 tahun anak belum bisa menggambar orang 3 bagian dan pada usia 4. usia 4-5 bulan belum tengkurap dengan kepala diangkat.3. 75 % anak akan mencapai kemampuan lebih kemudian 4.1 Gagal tumbuh (Failure to Thrive) Merupakan kegagalan untuk tumbuh di mana sebenarnya anak tersebut lahir dengan cukup bulan. Secara umum terdapat beberapa ciri anak yang memiliki kelainan dan perlu pendeteksian di antaranya apabila pada usia 1-1.

gangguan makan pada anak yang sering kita temukan seperti penolakan makan. kemudian orang tua atau pengasuh tidak sabar dalam memberikan makan atau dalam hal ini orang tua atau pengasuhnya terlalu merasa khawatir atau kecemasan kalau anak tidak makan maka anaknya akan mengalami kekurangan gizi sehingga kadang-kadang selalu disiapkan makan yang bergizi tanpa memperdulikan selera pada anak atau kesukaan anak. 4 2. dan bulimia. artinya cara pemberian ini yang sering kali menyebabkan gangguan makan seperti adanya paksaan dalam memberikan makan. suasana yang tegang. dan lain-lain. rambut. gangguan regurgitasi pada masa bayi. Penolakan makan merupakan gangguan makan pada anak yang dapat diakibatkan beberapa faktor di antaranya anak tidak menyukai terhadap pemberian secara memaksa dalam makan atau tidak menyukai cara pemberiannya atau tidak menarik perhatian pada anak.2 Gangguan makan Gangguan makan pada anak seringkali dijumpai pada masyarakat awam yang belum memahami prosedur pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak dan memahami pentingnya nutrisi pada anak.perkembangan selanjutnya mengalami kegagalan pertumbuhan fisik dengan malnutrisi dan retardasi perkembangan social atau motorik. dan lain-lain. Faktor cara pemberian makan pada anak adalah salah satu bagian penting dari faktor pengaruh gangguan makan pada anak. kotoran yang dipungut dari lantai. mainan. Factor yang mempengaruhi terjadinya gagal tumbuh adalah gangguan psikososial di mana anak tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tua sehingga banyak dijumpai pada panti-panti. anoreksia nervosa. Pika ini dapat menimbulkan anemia atau keracunan apabila yang Tumbuh Kembang 12 .3. Berikut ini adalah contoh kasus gangguan makan pada anak : 4 1) Pika merupakan keadaan anak berulang kali makan yang tidak bergizi seperti kapur tembok yang terkupas. Cirri gagal tumbuh yang lain adalah secara organic tidak ditemukan adanya kelainan dan secara anamnesa anak ditelantarkan dalam perawatannya. kertas. kancing.

gangguan ini dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada anak apabila gangguan ini berlangsung lama dan terus-menerus. kondisi demikian merupakan salah satu penyebab gangguan makan pada anak. Gangguan tidur dalam hal ini adalah gangguan tidur terror dan gangguan tidur berjalan (somnambulisme). dengan ditandai mengejan. kondisi tersebut kadangkadang kita jumpai pada anak. menjerit. punggung melengkung ke belakang. akan tetapi hal tersebut bila berlangsung terus akan mengganggu tugas-tugas perkembangan anak.3 Gangguan tidur Gangguan tidur merupakan gangguan yang dialami anak selama tidur.dimakan mengandung zat yang dapat memberikan dampak keracunan seperti zat timah dan lain-lain. Gangguan tidur di atas yang dapat menyebabkan gangguan dalam tumbuh kembang adalah gangguan tidur dari tempat tidur dan berjalan sewaktu tidur. mulutnya terbuka. Gangguan tidur terror ditandai dengan anak kadang-kadang sering menangis pada tengah malam. dan lain-lain. Kadang-kadang hal tersebut tidak akan menjadi masalah. 4 2. hal tersebut apabila berlangsung lama maka mempengaruhi perkembangan pada anak.3. 2) Terjadinya regurgitasi atau mengeluarkan kembali makanan kedalam mulut tanpa disertai perasaan mual atau gangguan gastrointestinal. kondisi demikian apabila terlalu banyak makanan yang dimuntahkan maka akan terjadi kehilangan berat badan sehingga dapat menimbulkan malnutrisi. 4 Tumbuh Kembang 13 . 3) Anoraksia nervosa dan bulimia merupakan gangguan makan yang sering dijumpai pada anak remaja wanita yang ditandai adanya penurunan berat badan secara disengaja atau gangguan psikologis yang spesifik. merintih. kepalanya menengadah dan disertai gerakan-gerakan menghisap.

Keadaan demikian disebabkan oleh gangguan psikologis pada anak.2. 4 Tumbuh Kembang 14 . 4 2. Kondisi ini terdapat pada anak umur empat tahun ke atas mengingat pada umur tersebut kondisi sfingter eksterna vesika urinaria sudah mampu dikontrol akan tetapi pada usia demikian tetap belum bias.3.5 Enkopresis fungsional Enkopresis fungsional merupakan gangguan dalam pengeluaran tinja yang tidak terkontrol pada anak yang terjadi secara berulang-ulang tanpa adanya konstipasi atau tanpa adanya penyebab organic pada anak yang berumur lebih dari empat tahun. Kondisi tersebut apabila dibiarkan terlalu lama dapat mengganggu dalam proses pertumbuhan dan perkembangan pada anak.3.6 Mutisme efektif Merupakan gangguan bicara pada anak yang ditandai dengan menolak untuk berbicara pada situasi social seperti di sekolah ataupun di tempat-tempat umum. Kondisi demikian dapat disebabkan karena kondisi psikologis pada anak sehingga menyebabkan kegagalan dalam melakukan buang air besar. hal tersebut dapat disebabkan beberapa factor di antaranya kegagalan dalam toilet training pada anak dan adanya negative reinforcement (pemberian hukuman lebih ditekankan dari pada pujian) sehingga terjadi kegagalan dalam proses berkemih sehingga dapat terjadi enuresis fungsional.4 Enuresis fungsional Merupakan gangguan dalam pengeluaran urine yang involunter pada waktu siang atau malam hari pada anak yang berumur lebih empat tahun tanpa adanya kelainan fisik maupun penyakit organic. tetapi ada juga yang digunakan sebagai penarik perhatian agar selalu diperhatikan. Beberapa ahli mengatakan bahwa mutisme efektif digunakan anak dalam rangka mengurangi perasaan takut.3. 4 2. Keadaan demikian apabila berlangsung lama dan panjang maka akan mengganggu tugas dalam perkembangan anak.

Terjadinya retardasi mental dapat disebabkan beberapa factor.3. berperilaku berulang-ulang. dan lain-lain.4 2. Kesemuanya dapat dipicu oleh lingkungan yang ada di Tumbuh Kembang 15 . dan kemauan atau gangguan pervasive. secara fisik atau emosional pada anak atau resiko terhadap sakit atau cedera. penganiayaan emosional.3.2. gangguan perkembangan berhitung.10 Penganiayaan dan pengabaian anak Merupakan tindakan yang disengaja yang dapat menimbulkan sakit.9 Autism Autism atau dikenal dengan sindrom keanner dengan memiliki gejala tidak mampu bersosialisasi. Terdapat empat jenis penganiayaan pada anak di antaranya penganiayaan secara fisik.8 Reterdasi mental Merupakan gangguan dalam perkembangan dimana terjadi gangguan dalam fungsi intelektual yang sub normal adanya perilaku adaptif social dan timbul pada masa perkembangan yaitu di bawah umur 18 tahun. gangguan perkembangan motorik yang spesifik. 4 2. mengalami kesulitan menggunakan bahasa. Dapat secara singkat dikatakan bahwa autism merupakan suatu keadaan anak dapat berbuat semaunya sendiri baik secara berfikir atau berperilaku. diantaranya factor genetic atau juga kelainan dalam kromosom. gangguan perkembangan berbahasa.3. ensefalitis. gangguan perkembangan artikulasi. intelektual.3. penganiayaan seksual dan pengabaian. factor ibu selama hamil dimana terjadi gangguan dalam gizi atau penyakit pada ibu seperti rubella. pada anak autism dapat terjadi kelainan emosi. atau adanya virus lain atau juga factor setelah lahir dimana dapat terjadi kerusakan otak apabila terjadi infeksi seperti meningistis.7 Gangguan perkembangan spesifik Gangguan perkembangan spesifik pada anak tersebut dapat meliputi gangguan perkembangan membaca dan menulis. Dengan kata lain. serta bereaksi tidak biasa terhadap rangsangan sekitarnya. 4 2.

dan lain-lain. serta adanya kehamilan dan gejala pada pengabaian adalah kurangnya perawatan pada diri anak dapat terjadi kegagalan untuk tumbuh. Tumbuh Kembang 16 . kemudian penganiayaan seksual terjadi iritasi atau leserasi pada genital eksterna. apabila penganiayaan jenis emosional dapat terjadi keguncangan pada jiwa anak dan juga dapat menimbulkan kekacauan mental. Gejala dari jenis penganiayaan tersebut adalah apabila jenis penganiayaan fisik maka dapat terjadi cedera. 4 gangguan makan.sekitar anak. keterlambatan perkembangan. infaksi saluran kemih atau penyakit genital. kurang perawatan diri.

berkomunikasi. berdiri.BAB lll PENUTUP 3. dan sebagainya. dan sebagainya 4. membereskan mainan selesai bermain). Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan 2. Kemampuan bicara dan bahasa adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan untuk memberikan respon terhadap suara. menjimpit. dan sebagainya Tumbuh Kembang 17 . tetapi memerlukan koordinasi yang cermat seperti mengamati sesuatu.1 Kesimpulan 1. Gerak halus atau motorik halus adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan gerakan yang melibatkan bagian – bagian tubuh tertentu dan dilakukan oleh otot – otot kecil. Gerak kasar atau motorik kasar adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan pergerakan dan sikap tubuh yang melibatkan otot – otot besar seperti duduk. berbicara. menulis. dan sebagainya 3. berpisah dengan ibu/pengasuh anak. 5. Sosialisasi dan kemandirian adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri anank (makan sendiri. mengikuti perintah. bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya.

6.d. 4.( 2003). Jakarta. Soetjiningsih. 3. (2008). Tumbuh Kembang Anak. Tumbuh Kembang 18 . Jakarta : ECG. SpAK. Pengantar Ilmu Kesehatan Anak Untuk Pendidikan Kebidanan. Ahmad Suryawan.E. A. 2. Irwan. (2008). Jakarta : ECG. Selemba Medika. Deteksi Dini Tanda dan Gejala Penyimpangan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak. Dr.Aziz Alimun Hidayat. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik. Surabaya :UK Tumbuh Kembang Anak dan Remaja IDAI Jawa Timur. Wong / Donna L.DAFTAR PUSTAKA 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful