• •

Home About

TULISAN PENDIDIKAN
Mari Menulis Untuk Bangsa :)
stay updated via rss
search this site

• o o o o o • o o o o o o • o o o o o o •
M T

LAST POST
Close to you UAS Analisis Kebijakan dan Pengelolaan Pendidikan Dasar Quote of Today Cerita Sedekah 2 Siswa-siswa kelas 6 NF Sarijadi

ARSIP
June 2013 (7) May 2013 (4) April 2013 (5) March 2013 (4) November 2012 (24) September 2012 (2)

KATEGORI
Artikel Pendidikan (6) Gambar Bercerita (1) Makalah (7) Motivasi (14) Musik Positif (4) Uncategorized (14)

KALENDER
W T F S S

« Nov
1 4 1 1 1 8 2 5 6 7 8

Apr »
2 9 3 10

12 13 14 15 16 17 19 20 21 22 23 24 26 27 28 29 30 31

M

T

W

T

F

S

S

« Nov
5

Apr »

March 2013 • • FOLLOW
Error: Please make sure the Twitter account is public.

FOLLOW BLOG VIA EMAIL
Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email. Join 2 other followers

Follow

PERKEMBANGAN KURIKULUM DI INDONESIA
Posted: March 5, 2013 in Makalah

0
PERKEMBANGAN KURIKULUM DI INDONESIA

“Sebuah Perjalanan Panjang Mencari Kesempurnaan”

Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Akhir

Mata Kuliah Kurikulum dan Pembelajaran Pendidikan Dasar

Dosen : Prof. DR. H.Mulyani Sumantri, M.Pd.

DR. Deni Kurniawan, M.Pd.

Disusun Oleh:

MIFTHA INDASARI

NIM: 1200970

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DASAR

SEKOLAH PASCA SARJANA

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

2012

BAB I

PENDAHULUAN

1.

A.

LATAR BELAKANG

Dalam sejarah perjalanan pendidikan di Indonesia, kurikulum sudah menjadi stigma negative dalam masyarakat karena seringnya berubah tetapi kualitasnya masih tetap diragukan.

yaitu pada tahun 1947. 2006 dan tak ketinggalan juga kurikulum terbaru yang akan diterapkan di tahun ajaran 2013/2014. kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan. tetapi dapat pula bersifat keseluruhan yang menyangkut semua komponen kurikulum. Dalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945. pemerintah melakukan uji public untuk menentukan kelayakan kurikulum ini di mata public. Perubahan kurikulum dapat bersifat sebagian (pada kompoenen tertentu). 1994. dan 2004. 1975. serta kejernihan arah serta tujuan yang akan dicapai. Kemudian kesiapan guru dalam “menyongsong” setiap perubahan kurikulum sangatlah diperlukan karena guru sebagai pemegang “otoritas” tertinggi dalam pembelajaran di kelas amatlah urgen untuk diperhatikan. 1964. Sebelum pelaksanaan penerapan kurikulum 2013 ini. 1968.Kurikulum merupakan sarana untuk mencapai program pendidikan yang dikehendaki. Hal ini akan berdampak pada tingkat interpretasi guru dalam mengimplementasikan kurikulum tersebut di sekolah. . kurikulum tidak akan berarti jika tidak ditunjang oleh sarana dan prasarana yang diperlukan seperti sumber-sumber belajar dan mengajar yang memadai. kemampuan tenaga pengajar. Sebagai sarana. 1984. Pelaksanaan suatu kurikulum tidak terlepas dari arah perkembangan suatu masyarakat. Adapun sikap pesimis masyarakat dalam menyikapi setiap perubahan kurikulum yang menganggap bahwa perubahan kurikulum akan memboroskan uang negara dan juga akan memberikan dampak pada buku-buku pelajaran yang akan dipakai siswa. dan evaluasinya. Kemudian pada akhirnya di tahun 2013 akan mulai diberlakukan kurikulum ini secara bertahap. Pembaharuan dikatakan bersifat sebagian bila hanya terjadi pada komponen tertentu saja misalnya pada tujuan saja. atau sistem penilaiannya saja. Pembaharuan kurikulum biasanya dimulai dari perubahan konsepsional yang fundamental yang diikuti oleh perubahan struktural. pelaksanaan. metode saja. metodologi yang sesuai. 1952. Pembaharuan kurikulum bersifat menyeluruh bila mencakup perubahan semua komponen kurikulum. isi saja. Perkembangan kurikulum di Indonesia pada zaman pasca kemerdekaan hingga saat ini terus mengalami perubahan sesuai dengan tuntutan zaman serta terus akan mengalami penyempurnaan dalam segi muatan.

B. SISTEMATIKA PENULISAN . Definisi kurikulum Perjalanan kurikulum di Indonesia pasca kemerdekaan Model apa saja yang dipakai oleh Indonesia dalam setiap kurikulumnya Model manakah yang sesuai dengan system pendidikan di Indonesia 1. 2. RUMUSAN MASALAH Rumusan masalah dalam makalah ini ialah: 1. 5. 4. 1. TUJUAN 1. Apakah kurikulum itu? Bagaimanakah perjalanan kurikulum di Indonesia pasca kemerdekaan? Model apakah yang dipakai oleh Indonesia dalam setiap kurikulumnya? Model manakah yang sesuai dengan system pendidikan di Indonesia? C. 3.Melihat banyaknya pro dan kontra dari setiap perubahan kurikulum di Indonesia pasca kemerdekaan. 3. 2. maka saya akan mencoba membahas perkembangan kurikulum di Indonesia serta lika-likunya dalam mencari kesempurnaan. 4. Tujuan pembuatan makalah ini ialah untuk mengetahui: 1.

BAB II PEMBAHASAN 1. Pada BAB II Pembahasan memaparkan definisi singkat mengenai kurikulum. dan curere yang artinya tempat berlari. kemudian pada rumusan masalah dipaparkan ada empat permasalahan yanga kan dibahas di makalah ini. dan tidak lupa tujuan pembuatan makalh juga dipaparkan sebanyak empat buah. APA ITU KURIKULUM? Secara etimologis. perjalanan perubahan kurikulum di Indonesia. . dengan pengertian sebagai rencana dan pengaturan tentang sejumlah mata pelajaran yang harus dipelajari peserta didik dalam menempuh pendidikan di lembaga pendidikan. kurikulum berasal dari kata dalam Bahasa Latin curir yaitu pelari.Pada BAB I Pendahuluan yang terdiri dari latar belakang yang menjelaskan sekilah perjalanan kurikulum di Indonesia pasca kemerdekaan. Kemudian pengertian kurikulum tersebut digunakan dalam dunia pendidikan. model-model kurikulum yang pernah dipakai di Indonesia. Pada awalnya kurikulum adalah suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari mulai dari garis start sampai dengan finish. serta model manakah yang sesuai untuk Indonesia. A.

K = ∑ MP. 2. K = ∑ MP + KK. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. artinya kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran dan kegiatan-kegiatan dan segala sesuatu yang berpengaruh terhadap pembentukan pribadi . explaining the curriculum as the course of deeds and experiences through which children become the adults they should be. agar kelak sukses dalam masyarakat orang dewasa). “Curriculum as an idea. telah memiliki akar kata Bahasa Latin Race-Source. has its roots in the Latin word for race-course.Dalam Dictionary of Education dikatakan bahwa curriculum is a general overall plan of the content or specific studies of that the school should offer the student by way qualifying him for graduation or certification or for entrance into a professional or a vocational field.Ed. K = ————-. menjelaskan kurikulum sebagai “mata pelajaran perbuatan” dan pengalaman yang dialami anak-anak sampai menjadi dewasa. ∑ MP + KK + SS + TP. 3. artinya kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran dan kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan sekolah yang harus ditempuh oleh peserta didik. Engkoswara. John Franklin Bobbitt (1918) menyatakan bahwa. M. guru besar Universitas Pendidikan Indonesia telah mencoba untuk merumuskan perkembangan pengertian kurikulum dengan menggunakan formulaformula sebagai berikut. 1. sebagai suatu gagasan. Dr. for success in adult society” (kurikulum. artinya kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik. 1. artinya kurikulum adalah jarak yang harus ditempuh oleh pelari. Dalam buku teks pertama In The Curriculum. Pengertian kurikulum dalam Pasal 1 butir 19 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yaitu kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. H. Prof. isi.

Krug (1957) Curriculum is all of the experiences children have under the guidance of teachers A curriculum consists of the means used to achieve or carry out given purposes of schooling A curriculum is a written document which may contain many ingredients. Doll (1974) 10. Beberapa definisi kurikulum yang diambil dari beberapa sumber dapat dilihat dalam tabel berikut. inside of or outside the school The curriculum has changed from content of courses study and list of subject and courses to all experiences whish are offered to learners under the auspices or direction school Curriculum is a plan or program for all experiences when the learner encounters 5. has its roots in the Latin word for race-course. whether it is carried on in groups or individually. Hilda Taba (1962) 3. Johnson 8. Ronald C. John Franklin Bobbit (1918) 2. Saylor and Alexander 7. Caswell and Campbell (1935) 4. explaining the curriculum as the course of deeds and experiences through which children become the adults they should be.peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau sekolah. but basically it a plan for education of pupil during their enrollment in given school The total effort of school to going desired outcomes in school and out school situations A structural series of intended learning outcomes All the learning which is planned or guided by school. Edward A. Kerr (1972) 9. F. J. Olivia (2004) . Beauchamp (1972) 6. Tabel 1 Beberapa Definisi Kurikulum No Pakar Definisi Curriculum as an idea. for success in adult society Curriculum is a plan for learning 1.

dan guru). kelemahan dan hambatan dalam implementasi kurikulum bersumber pada persepsi yang berbeda di antara komponenkomponen pelaksana (kepala dinas. serta kemampuan guru dalam memahami tugas-tugas yang harus ia laksanakan. Keberhasilan dari perubahan kurikulum di sekolah juga akan sangat tergantung pada guru dan kepala sekolah yang dijadikan sebagai kunci yang menentukan serta menggerakkan berbagai komponen dan dimensi sekolah lainnya. serta tugas yang ia emban.under the direction of the school Dari berbagai definisi kurikulum yang telah diuraikan di atas. Sekolah sebagai pelaksana pendidikan berkepentingan dan akan terkena imbas dalam setiap perubahan kurikulum. Tidak jarang kegagalan dalam pengimplementasian kurikulum ini karena kurangnya keterampilan. PERUBAHAN KURIKULUM DI INDONESIA Perubahan kurikulum yang terjadi di Indonesia harus diantisipasi dan dipahami oleh berbagai pihak. Di sisi lain. Di samping itu. pengawas. Kondisi ini antara lain . kepala sekolah. serta kurangnya kemampuan menerjemahkan kurikulum ke dalam operasi pembelajaran. Oleh karena itu. karena kurikulum sebagai rancangan pembelajaran memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam keseluruhan kegiatan pembelajaran. pengetahuan. 1. orang tua serta masyarakat yang “menampung” lulusan. perubahan kurikulum ini harus disikapi secara positif dengan mengkaji dan memahami impelmentasinya di sekolah. B. yang akan menentukan proses dan hasil pendidikan. serta birokrat baik di daerah maupun pusat akan terkena dampak langsung dari perubahan-perubahan kurikulum itu. maka dapat kita simpulkan bahwa definisi kurikulum itu adalah suatu perangkat yang dijadikan acuan dalam mengembangkan suatu proses pembelajaran yang berisi kegiatan-kegiatan siswa yang akan dapat diusahakan untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran khususnya dan tujuan pendidikan secara umum. Keberhasilan implementasi kurikulum ini juga dipengaruhi oleh kemampuan guru terutaman berkaitan dengan pengetahuan dan kemampuan.

3) Mengembangkan fasilitas dan sumber belajar . pihak sekolah bisa mengadakan rapat untuk mendapatkan persetujuan bersama komite sekolah dan tenaga kependidikan agar implementasi kurikulum yang baru dapat terlaksana dengan baik. Sosialisasi yang matang akan dapat menunjang kemudahan dalam memamahami kurikulum yang ditawarkan dan dapat diterapkan secara optimal. bahkan juga terhadap siswa dan orang tua. iklim belajar yang kondusif dapat menjadi faktor pendukung dan memberikan daya tarik tersendiri bagi proses pembelajaran. Setelah sosialisasi. dan pembelajaran yang tepat sesuai dengan kemampuan siswa. hubungan yang harmonis antar siswa dengan guru begitu juga sebaliknya. 2) Menciptakan Lingkungan yang kondusif Lingkungan sekolah yang aman. kesehatan sekolah. Sosialisasi bisa dilakukan oleh kepala sekolah apabila ia telah memahami kurikulum tersebut ataupun bisa mengundak pihak yang telah mengerti tentang kurikulum baru yang akan diterapkan.disebabkan karena pengangkatan mereka dalam posisi tersebut bukan berdasarkan keahlian untuk mengemban tugas yang dituntut oleh kedudukannya. seperti sarana. 1) Mensosialisasikan Perubahan Kurikulum Sosialisasi atas setiap perubahan kurikulum di Indonesia sangatlah urgen dilakukan pemerintah kepada seluruh warga sekolah. Iklim belajar yang kondusif haruslah ditunjang oleh berbagai fasilitas belajar yang menyenangkan. serta penataan organisasi. pengaturan lingkungan. Mulyasa (2004:13). Berikut adalah tujuh cara sukses implementasi sebuah kurikulum yang dimodifikasi dari tulisan E. optimisme dan harapan yang tinggi dari sekulurh warga sekolah. laboratorium. penampilan dan sikap guru. nyaman dan tertib.

6) Memberdayakan tenaga kependidikan Manajemen tenaga kependiidikan harus ditujukan untuk memberdayakan tenaga-tenaga kependidikan secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang optimal. pusat sumber belajar. Hal ini dirasakan perlu karena gurulah yang paling banyak menghabiskan waktu di kelas selama proses pembelajaran. yaitu perencanaan tenaga kependidikna. Pelaksanaan manajemen tenaga kependidikan di Indonesia sedikitnya mencakup tujuh kegiatan utama. dan perpustakaan. dan penilaian tenaga kepdndidikan. kompensasi. tujuan. menggerakkan. dan menyelaraskan semua sumber daya pendidian yang tersedia serta memberikan arahan dalam mengimplementasikan kurikulum yang baru. namun tetap dalam kondisi yang menyenangkan.Fasilitas dan sumber belajar yang perlu dikembangkan dalam menyukseskan suatu kurikulum ialah seperti laboratorium. terutama dalam mengkoordinasikan. Kegiatan ini bisa diadakan oleh pihak sekolah dengan mengundang ahli pendidikan dan kurikulum ataupun dilakukan oleh tenaga kependidikan di lingkungan daerahnya setempat. dan sasaran sekolah melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. pemberhentian tenaga kependidikan. promosi dan mutasi. misi. pengadaan tenaga kependidikan. Kemandirian dan profesionalisme kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan visi. Pendayagunaan fasilitas dan sumber belajar dapat meningkatkan aktivitas dan kreativitas belajar siswa. pembinaan dan pengembangan tenaga kependidikan. yakni tersedianya tenaga kependidikan yang diperlukan kualifikasi dan . 4) Mengembangkan kemandirian sekolah Mengembangkan kemandirian sekolah yakni mengembangkan kemandirian kepala sekolah. 5) Mengubah paradigma (pola pikir) guru Guru perlu diberikan sebuah pelatihan serta penataran khusus mengenai bagaimana pelaksanaan kurikulum yang baru. Semua itu dilakukan dengan baik dan benar agar apa yang diharakan tercapai.

Perubahan ini meninjau struktur mata pelajaran- mata pelajaran yang diberikan kepada siswa termasuk isi dari setiap mata pelajaran. Oleh karena itulah pemberdayaan tenaga kependidikan menjadi salah satu faktor pendukung dalam implementasi kurikulum baru di Indonesia. c.kemampun yang sesuai serta dapat melaksanakan kerja dengan baik. yakni: 1. dan tidak ada petunjuk ke mana pendidikan diarahkan. a.go. Perubahan ini dapat menyangkut isi mata pelajaran. pendidikan keahlian. pengalaman yang harus diberikan kepada anak. d. apakah lebih mengutamakan kegiatan dan pengalaman anak (activity curriculum) atau diadakan pendekatan interdisipliner (correlated curriculum) atau dilihat proporsinya masingmasing jenis . 4. b. 3. mana yang termasuk pendidikan umum. Perubahan ini didasarkan kepada pandangan hidup masyarakat dan falsafah bangsa. Perubahan isi dan struktur. Perubahan strategi kurikulum. perubahan sistem penilaian hasil belajar. perpustakaan. aktivitas belajar anak. tidakaakan membawa perubahan yang berarti. Perubahan dalam tujuan. juga sarana material berupa perlengkapan sekolah seperti laboraturium. Tanpa tujuan yang jelas. Perubahan ini menyangkut pelaksanaan kurikulum itu sendiri yang meliputi perubahan teori belajar mengajar. Menurut Mulyasa (dalam modul PJJ PGSD http://pjjpgsd. Perubahan ini menyangkut ketenagaan baik dari segi kualitas dan kuantitas.id diakses tanggal 8 Januari 2013) pada umumnya perubahan kurikulum terkait dengan komponen-komponennya. perubahan sistem administrasi. 2. pendidikan akademik dan lain-lain.dikti. alat peraga dan lain-lain. bimbingan dan penyuluhan. juga organisasi atau pendekatan dari mata pelajaran-mata pelajaran tersebut. Perubahan sarana kurikulum. Apakah diajarkan secara terpisah-pisah (subject matter curriculum). .

Perubahan ini menyangkut metode/cara yang paling tepat untuk mengukur/menilai sejauh mana kurikulum berjalan efektif dan efesien. yaitu (1) daftar mata pelajaran dan jam pengajarannya. kesadaran bernegara dan bermasyarakat. 1. Dalam bahasa Belanda. Perubahan dalam sistem evaluasi kurikulum. Bentuknya memuat dua hal pokok: . e. Rentjana Pelajaran 1947 boleh dikatakan sebagai pengganti sistem pendidikan kolonial Belanda dan kurikulum ini tujuannya tidak menekankan pada pendidikan pikiran. Jadi untuk kurikulum SD pun masih dipengaruhi dengan kolonial Belanda. Sedangkan materi pelajaran dihubungkan dengan kejadian sehari-hari. perhatian terhadap kesenian dan pendidikan jasmani. lebih popular ketimbang curriculum (bahasa Inggris). Sejumlah kalangan menyebut sejarah perkembangan kurikulum diawali dari Kurikulum 1950. sehingga hanya meneruskan kurikulum yang pernah digunakan sebelumnya oleh Belanda. MACAM-MACAM KURIKULUM DI INDONESIA1 Pasca kemerdekaan. Kurikulum yang dipakai oleh Bangsa Indonesia pada tahun 1947 adalah Rentjana Pelajaran 1947. a) 1. relevan dan produktivitas terhadap program pembelajaran sebagai suatu sistem dari kurikulum. artinya rencana pelajaran. 1. Indonesia telah mengalami beberapa pergantian kurikulum yang dikelompokkan berdasarkan tiga kelompok kurikulum. (2) garis-garis besar pengajaran. yakni rencana pelajaran. C. Rencana Pelajaran 1947 baru dilaksanakan sekolah-sekolah pada 1950. kurikulim berbasis tujuan.5. tetapi yang diutamakan adalah pendidikan watak. KURIKULUM RENCANA PELAJARAN (1947-1968) KURIKULUM TAHUN 1947 (RENTJANA PELAJARAN 1947) Kurikulum pertama yang lahir pada masa kemerdekaan memakai istilah leer plan. Kurikulum pada tahun ini masih dipengaruhi sistem pendidikan kolonial Belanda dan Jepang. Bentuknya memuat dua hal pokok. dan kurikulum berorientasi kompetensi.

Pembentukan Panitia Penyelidik Pengajaran adalah dalam rangka mengubah sistem pendidikan kolonial ke dalam sistem pendidikan nasional. Pendidikan pikiran harus dikurangi Isi pelajaran harus dihubungkan terhadap kesenian Pendidikan watak Pendidikan jasmani Kewarganegaraan dan masyarakat Setelah Undang-Undang Pendidikan dan Pengajaran No. Sebagai konsekuensi dari perubahan sistem itu. Soewandi) untuk mengubah sistem pendidikan dan pengajaran sehingga akan lebihs esuai dengan keinginan dan cita-cita bangsa Indonesia. 5. maka kurikulum pada semua tingkat pendidikan mengalami perubahan pula. serta mengembangkan bakat dan kesukaannya .a) Daftar mata pelajaran dan jam pengajarannya b) Garis-garis besar pengajaran (GBP) b) KURIKULUM 1952 RENTJANA PELADJARAN TERURAI 1952 Usaha yang dilakukan oleh Menteri PP dan K (Mr. 4. 1979:108): 1. dan ketangkasan baik lahir maupun batin. 2. kecakapan. maka: 1. Kurikulum pendidikan rendah ditujukan untuk menyiapkan anak memiliki dasar-dasar pengetahuan. 04 Tahun 1950 dikeluarkan. sehingga yang semula diorientasikan kepada kepentingan kolonial maka kini diubah selaras dengan kebutuhan bangsa yang merdeka. 3. Salah satu hasil panitia tersebut yang menyangkut kurikulum adalah bahwa setiap rencana pelajaran pada setiap tingkat pendidikan harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut (Depdikbud.

Maka. (Tilaar. c) RENTJANA PELADJARAN 1964 Sesuai dengan Keputusan MPRS No. Manusia Indonesia baru yang berjiwa Pancasila Manipol/USDEK dan sanggup berjuang untuk mencapai cita-cita tersebut 2. 1. II/MPRS/1960 telah dirumuskan mengenai manusia sosialis Indonesia sebagai suatu bagian dari sosialisme Indonesia yang menjadi tujuan pembangunan nasional. pelaksanaan keputusan tersebiut di sekolah diimplementasikan ke dalam kurikulum yang dapat menjiwai keputusan MPRS tersebut. serta mendidik tenaga-tenaga ahli dalam pelbagai lapangan khusus. 5. Manpower yang cukup untuk melaksanakan pembangunan Kepribadian kebudayaan nasional yang luhur Ilmu dan teknologi yang tinggi Pergerakan massa aksinya seluruh kekuatan rakyat dalam pembangunan dan revolusi Sesuai dengan Ketetapan MPRS No. sesuai dengan bakat masing-masing dan kebutuhan masyarakat 3. 1. 3. Kurikulum pendidikan tinggi ditujukan untuk menyiapkan pelajaran agar dapat menjadi pimpinan dalam masyarakat. II/MPRS/1960 maka pendidikan berfungsi sebagai berikut. 1995:254). Melalui Kpeutusan Presiden Republik Indonesia No. Pendidikan sebagai Pembina manusia Indonesia baru yang berakhlak tinggi . 145 Tahun 1965 tentang Nama dan Rumusan Induk Sistem Pendidikan Nasional antara lain dirumuskan mengenai pembinaan manusia Indonesia sebagai berikut. dan kemajuan hidup kemasyarakatan. 4. Kurikulum pendidikan menengah ditujukan untuk menyiapkan pelajar ke pendidikan tinggi. yakni tata masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. dan dapat memelihara kemajuan ilmu.2.

baik spiritual maupun material dan yang berjiwa Pancasila. Pada saat itu pendidikan dasar lebih menekankan pada pengetahuan dan kegiatan fungsional praktis. 3. Pendidikan Khusus Pendidikan Luar Biasa Rencana Pendidikan 1964 melahirkan Kurikulum 1964 yang menitik beratkan pada pengembangan daya cipta. d) KURIKULUM 1968 .isi moral pendidikan nasional ilah Pancasila Manipol/USDEK. 5.dikti.2.id diakses tanggal 8 Januari 2013). Pendidikan Menengah. Pendidikan Dasar. 19 Tahun 1965 tentang Pokok-Pokok Sistem Pendidikan Nasional Pancasila menjelaskan sistem pendidikan nasional terdiri atas: 1. Pendidikan sebagai produsen tenaga kerja dalam semua bidang dan tingkatan Pendidikan sebagai lembaga pengembangan kebudayaan nasional Pendidikan sebagai lembaga pengembangan ilmu pengetahuan teknik dan fisik/mental Pendidikan sebagai lembaga penggerak seluruh kekuatan rakyat. Pendidikan Biasa (Pendidikan Pra-Sekolah. dan moral. karsa.go. yang kemudian dikenal dengan istilah Pancawardhana (dalam modul PJJ PGSDhttp://pjjpgsd. yang disesuaikan dengan perkembangan anak. dan Pendidikan Tinggi) 2. adil dan makmur. dan jasmaniah. keprigelan (keterampilan). bertanggung jawab atas terselenggaranya masyarakat sosialis Indonesia. tujuan pendidikan di mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi ialah melahirkan warga negara yang sosialis Indonesia yang susila. Penetapan Presiden Republik Indonesia No. kecerdasan. Kemudian. emosional/artisitk. 3. Disebut Pancawardhana karena lima kelompok bidang studi. Kurikulum 1960 ini erat kaitannya dengan situasi politik di Indonesia pada zaman itu sehingga dirumuskan bahwa “pendidikan sebagai alat revolusi dalam suasana berdikari mengharuskan pembantingan stir dalam segala bidang khususnya bidang pendidikan” (Tilaar. yaitu kelompok perkembangan moral. Maka berdasarkan kebijakan pemerintah tersebut. karya. rasa. 1995:255). 4.

Lahirnya Orde Baru memberikan warna tersendiri dalam sistem pendidikan Indonesia. XXVII/MPRS/1966 tentang Agama. pengetahuan dasar. Berdasarkan TAP MPR ini dan juga hasil dari beberapa percobaan dalam bidang pendidikan . GBHN pertama dilaksanakan sebagai Keputusan MPR No. membina/memperkembangkan fisik yang kuat dan sehat. mempertinggi kecerdasan dan keterampilan. dan sehat jasmani. budi pekerti. kuat. dan kecakapan khusus. dan keyakinan beragama. 1. Kelahiran Kurikulum 1968 bersifat politis: mengganti Rencana Pendidikan 1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama. Kurikulum 1968 merupakan pembaharuan dari Kurikulum 1964. yaitu dilakukannya perubahan struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila. a) 2. pengetahuan dasar. maka dirumuskan mengenai tujuan pendidikan sebagai bentuk manusia Pancasilais sejati berdasarkan ketentuan-ketentuan sesuai dengan Pembukaan UUD 1945 dan isi UUD 1945. Jumlah pelajarannya Sembilan. Dari segi tujuan pendidikan. Pendidikan. Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani. Sesuai dengan ketetapan TAP MPRS No. moral. Kurikulum 1968 menekankan pendekatan organisasi materi pelajaran: kelompok pembinaan Pancasila. KURIKULUM BERORIENTASI PENCAPAIAN TUJUAN (1975-1994) KURIKULUM 1975 Pada tahun 1973. Isi dari kurikulum 1968 ialah mempertinggi mental-moral-budi pekerti dan memperkuat keyakinan beragama. dan Kebudayaan. II/MPR/1973. Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati. Tujuannya pada pembentukan manusia Pancasila sejati. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan. dan kecakapan khusus. serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat.

Adapun ciri-ciri lebih lengkap kurikulum ini adalah sebagai berikut: 1. Kurikulum ini memiliki kelemahan di mana diberlakukan sistem sentralistik dan menganggap bahwa para guru di sekolah-sekolah samapai ke daerah-daerah terpencil mengerti dengan sendirinya tujuan kurikulum. pemerintah tidak mengikutsertakan guru sejak awal padahal guru sebagai pelaksana pembelajaran di kelas. Dalam tiap mata pelajaran. dan berbagai rincian lainnya sehingga jelas apa yang akan dicapai melalui kurikulum tersebut. diberikan pula tujuan instruksional bagi guru dan siswa apa yang harus dicapai. satu hal yang menonjol adalah dengan digunakannya sistem instruksional. harus dicapai oleh siswa. Jadi dalam pengajaran. diberikan tujuan kurikulum. Berorientasi pada tujuan. Siswa dan guru akan cenderung lebih pasif dalam proses belajar mengajar. Sistem yang senantiasa mengarah kepada tercapainya tujuan yang spesifik. 2. dan di tiap bahasan. sudah ditentukan tujuan-tujuan yang setelah proses belajar. 3. Menganut pendekatan sistem instruksional yang dikenal dengan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Dalam kurikulum ini. Hal ini tentu saja membuat bahan ajar tidak bisa berkembang. setiap usaha pembaruan pendidikan.dan pengajaran maka disusun kurikulum 1975. Dari tujuan pendidikan tersebut dijabarkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai yaitu tujuan instruksional umum. Selain itu. dapat diukur dan dirumuskan dalam bentuk tingkah laku siswa. sehingga bukanlah dipandang sebagai objek tetapi subjek. 4. Untuk pertama kalinya kurikulum ini didasarkan pada tujuan pendidikan yang jelas. Menganut pendekatan integratif dalam arti bahwa setiap pelajaran memiliki arti dan peranan yang menunjang kepada tercapainya tujuan-tujuan yang lebih integratif. tujuanj instruksional khusus. Proses belajar ditentukan terlebih dahulu oleh pembuat kebijakan tentang output yang ingin dihasilkan. Menekankan kepada efisiensi dan efektivitas dalam hal daya dan waktu. .

IV/1983. Mengembangkan diri sesuai dengan asas pendidikan hidup Kurikulum1975 hingga menjelang tahun 1983 dianggap sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan masyarakat dan tuntunan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kurikulum 1975 dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan sekolah yang secara umum mengharapkan lulusannya : 1. maka lahirlah Kurikulum 1984 dengan ciri-ciri menonjol menjawab tiga pertanyaan pokok sebagai berikut: a) apa yang akan diajarkan? b) Mengapa diajarkan? c) Bagaimana diajarkan? . Bekerja di masyarakat. dan 3. Sehat jasmani dan rohani.5. begitu pula dengan TAP MPR No. Kurikulum tahun 1968 yang telah dilaksanakan di berbagai sekolah ternyata dipandang kurang sesuai lagi dengan kondisi masyarakat mulai tahun 1975 dikembangkan kurikulum baru yang dikenal dengan Kurikulum SD 1975. keterampilan dan sikap dasar yang diperlukan untuk melanjutkan pelajaran. Memiliki sifat-sifat dasar sebagai warga Negara yang baik 2. Dengan masukan yang sangat berarti dari hasil komisi pembaharuan pendidikan pendidikan nasional. 5. Memiliki pengetahuan. Dipengaruhi psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus respon (rangsang-jawab) dan latihan (drill). b) KURIKULUM 1984 Kurikulum 1984 merupakan penyempurnaan dari kurikulum 1975. 4.

Keterbatasan dana pun menjadi alasan klasikal dalam pelkasanaan kuriukulum ini. intelektual. maupun psikomotor. Materi pelajaran dikemas dengan nenggunakan pendekatan spiral. mental. siswa akan lebih dilibatkan dalam pengembangan proses belajar mengajar. afektif. Kurikulum 1984 ini juga memiliki permasalahan yang sama dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya yang diberlakukan secara sentralistik sehingga memerlukan penyesuaian-penyesuaian di daerah. Berorientasi kepada tujuan instruksional. maka materi yang diberikan akan semakin dalam dan detil. baik dalam ranah kognitif. Salah satu unsur yang mebatasi keberhasilannya antara lain mutu para guru tidak sesuai dengan yang diharapkan. Di sini pusat pembelajaran mulai bergeser dari teacher oriented. .Materi kurikulum 1984 pada dasarnya tidak banyak berbeda dengan materi kurikulum 1975. CBSA adalah pendekatan pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif terlibat secara fisik. Pendekatan pengajarannya berpusat pada anak didik melalui cara belajar siswa aktif (CBSA). Adapun ciri umum kurikulum ini adalah sebagai berikut: 1. CBSA adalah singkatan dari Cara Belajar Siswa Aktif. ada pula sistem spiral yang tiap jenjang pendidikan mata pelajaran akan berbeda dari segi kedalaman materi. 2. yang berbeda adalah organisasi pelaksanaannya sehingga dengan demikian kurikulum 1984 dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan bahan-bahan dan buku-buku yang ada. Pendekatan pengajarannya berpusat pada anak didik melalui cara belajar siswa aktif (CBSA). dan emosional dengan harapan siswa memperoleh pengalaman belajar secara maksimal. 3. Selain itu. Sehingga demikan. Perbaikan yang dilakukan dalam kurikulum ini adalah adanya CBSA dan sistem spiral. Meski isistem instruksional masih tetap dipertahankan. Di sini. ke student oriented. Pendekatan proses belajar-mengajar pada kurikulum sekolah dasar1984 diarahkan guna membentuk keterampilan murid untuk memproses perolehannya. semakin tinggi jenjang pendidikannya. namun siswa diberi kebebasan untuk mengembangkan cara untuk mencapai tujuan tersebut.

02 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 5. KURIKULUM 1994 Menyadari akan kebutuhan pembangunan nasional. keterampilan. 1. Kurikulum ini dilaksanakan dan diberlakukan mulai tahun 1994/1995 secara bertahap. Menggunakan pendekatan keterampilan proses. fisik. baik secara mental. 5. dan kelas 1 SMA. dan sosial. kelas 1 SMP. yaitu yang memberlakukan satu sistem kurikulum untuk semua siswa di seluruh Indonesia. Dengan demikian di dalam jangka waktu seluruh Kurikulum 1994 itu telah dilaksanakan. maka dirasa perlu menyusun suatu kurikulum baru sebagai penyempurnaan dari Kurikulum 1984. 2. 4. Kurikulum 1994 bersifat populis. Sifat kurikulum objective based curriculum Pembagian tahapan pelajaran di sekolah dengan sistem caturwulan.4. c) Menanamkan pengertian terlebih dahulu sebelum diberikan latihan. d) KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) 2004 Mulai tahun 2004 Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) diterapkan di Indonesia. Adapun ciri umum dari kurikulum ini adalah sebagai berikut: 1. demikian pula dengan lahirnya UndangUndang Pokok Pendidikan Naisonal No. guru menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar. Pembelajaran di sekolah lebih menekankan materi pelajaran yang cukup padat (berorientasi kepada materi pelajaran/isi). nilai serta sikap yang ditunjukkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak . 3. Dimulai pada tahun 1994/1995 Kurikulum 1994 diberlakukan untuk kelas 1 dan 4 SD. Sevara singkat dengan KBK ini ditekankan agar siswa yang mengikuti pendidikan di sekolah memiliki kompetensi yang diinginkan. Kompetensi merupakan perpaduan antara pengetahuan. Dalam pelaksanaan kegiatan.

Menekankan pada ketercapaian komoetensi siswa baik secara individual maupun klasikal 2. berdarakan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah telah diberlakukan otonomi daerah bidang pendidikan dan kebudayaan. kemampuan. dan minat siswa agar dapat melakukan sesuatu dalam bentuk keterampilan. 3. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya poenguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.(Mulyasa. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) disusun untuk menjalankan amanah yang tercantum dalam UndangUndang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan . KBK mencakup beberpa kompetensi dan seperangkat tujuan pembelajaran yang harus dicapai siswa. dan berhasil dengan penuh tanggung jawab. Depdiknas mengemukakan karakteristik KBKialah sebagai berikut. tepat. Berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatann dan metode bervariasi Sumber belajar bukan hanya guru tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsure edukatif 5. 2010:37). e) KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) 2006 Sejak tahun 2001. Kegiatan pembelajaran pun diarahkan untuk membantu siswa menguasai kompetensi-kompetensi agar tujuan pembelajaran tercapai. 1. Visi pokok dari otonomi dalam penyelenggaraan pendidikan bermuara pada uaya pemberdayaan terhadap masyarakat daerah untuk menentukan sendiri jenis dan muatan kurikulum. proses pembelajaran dan sistem penilaian hasil belajar. E. sikap. nilai. pemahaman.. Sehingga KBK diharapkan dapat mengembangkan pengetahuan. 4. guru dan kepala sekolah.

dan pengetahuan. Kompetensi guru dalam pemahaman substansi bahan ajar. Adapun ciri kurikulum 2013 yang paling mendasar ialah menuntut kemapuan guru dalam berpengetahuan dan mencari tahu pengetahuan sebanyak-banyaknya karena siswa zaman sekarang telah mudah mencari informasi dengan bebas melalui perkembangan teknologi dan informasi. maupun memiliki kemampuan berpikir kritias. Ir.id) .46 . Tujuannya adalah terbentuk generasi produktif. Muhammad Nuh. yang nilainya pada pelaksanaan uji kompetensi guru (UKG) baru mencapai rata-rata 44. kemampuan interpersonal. Seperti yang dirilis kemdikbud dalam kemdikbud. 2009:1) Otonomi penyelenggaraan pendidikan tersebut pada gilirannya berimplikasi pada perubahan sistem majanemen pendidikan dari pola sentralisasi ke desentralisasi dalam pengelolaan pendidikan (Muhaimin.id ada empat aspek yang harus diberi perhatian khusus dalam rencana implementasi dan keterlaksanaan kurikulum 2013. f) KURIKULUM 2013 Dalam pemaparannya di Griya Agung Gubernuran Sumatera Selatan (kemdikbud. dkk. DEA menegaskan bahwa kurikukulum terbaru 2013 ini lebih ditekankan pada kompetensi dengan pemikiran kompetensi berbasis sikap. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Prof. kreatif.Peraturan Pemerintahan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Muslich. inovatif. 2008:2). Pelajaran IPA ndan IPS diajarkan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Khusus untuk tingkat SD. Sedangkan untuk siswa lebih didorong untuk memeiliki tanggung jawab kepada lingkungan. yang menyangkut metodologi pembelajaran.go. antarpersonal. keterampilan. pendekatan tematik integrative member kesempatan siswa untuk mengenal dan memahami suatu tema dalam berbagai mata pelajaran. Guru memiliki otoritas dalam mengembangkan kurikulum secara bebas dengan memperhatikan karakteristik siswa dan lingkungan di sekolahnya.go. dan afektif. 1.

bertanya. yakni: a) Model Administratif Model pengembangan kurikulum ini merupakan tipe top-down approach.2. Kompetensi manajerial atau kepemimpinan karena guru sebagai seorang yang akan digugu dan ditiru siswa. Kompetensi sosial yang harus dimiliki guru agar tidak bertindak asocial kepada siswa dan teman sejawat lainnya. Kesiapan guru ini akan berdampak pada kegiatan guru dalam mendorong mampu . MODEL-MODEL KURIKULUM Model adalah desain. dan mengkomunikasikan apa yang telah mereka peroleh setelah menerima materi pembelajaran. Artinya. Perhatikan gambar berikut: .ebih baik dalam melakukan observasi. Kompetensi akademik di mana guru harus menguasai metode penyampaian ilmu pengetahuan kepada siswa. D. 1. 3. panduan dari sesuatu yang akan dihasilkan. bahwa pengembangan kurikulum dilakukan oleh kalangan atas praktisi pendidikan kemudian dilaksanakan sepenuhnya oleh guru dan pihak sekolah. Kesiapan guru sangat urgen dalam pelaksanaan kurikulum ini. 4. pola. acuan. contoh. Jika kita hubungkan dengan model pengembangan kurikulum maka dapat diartikan suatu desain atau panduan dari suatu bentuk kurikulum yang akan menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum berikutnya. Ada beberapa tipe model pengembangan kurikulum yang biasa dijadikan acuan. bernalar.

proses pembelajaran. Pembentukan tim pelaksana pengembangan kurikulum. para ahli disiplin ilmu. Sistem monitoring dan evaluasi dari kurikulum yang diujicobakan . dan pihak dunia kerja 3.Berikut langkah-langkah perumusan Tim Penyusun pengembangan kurikulum menurut model administratif: Sekolah 1. tokoh masyarakat. Dilakukanlah uji coba dan pengkajian tingkat validitas ke beberapa sekolah yang beberapa sekolah representative dan melibatkan kepala sekolah dan guru-guru yang tidak dilibatkan dalam pengembangan kurikulum 5. landasan. maupun strategi 2. rujukan. landasan. Semua ide dalam pengembangan kurikulum berasal dari pejabat tingkat atas pembuatan keputusan dan kebijakan mengenai pengembangan kurikulum. yakni yang terdiri dari ahli pendidikan. penyusunan isi/materi pelajaran. Kemudian para tim mengembangkan konsep-konsep umum. maupun strategi pengembangan kurikulum yang merujuk kepada tujuan pendidikan. tim pelaksana pendidikan. ahli kurikulum. mulai dari konsep-konsep umum. dan penilaian hasil belajar 4.

6. b) Model Grass-Roots Model Grass-Roots merupakan kebalikan dari model administratif. Kemudian setelah didapatkan hasil maka akan dilakukan sosialisasi kepada seluruh sekolah di seluruh wilayah dan akan dilakukan seragam dan serentak sehingga bersifat sentralistik 7. Namun. Maka dengan bekerja sama dengan kepala sekolah. yakni model GrassRoots bersifat bottom-up yang berarti mengutamakan peranan dari kalangan bawah ) dalam hal ini guru yang melakukan pengembangan kurikulum karena dirasa bahwa gurulah yang mengetahui kondisi lingkungan di sekolah. pihak stakeholder. . Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kurikulum Berikut alurnya: Model kurikulum ini dianggap kurang efektif untuk diterapkan di Indonesia mengingat sistem pemerintahan negara kita adalah desentralisasi dan juga kemajemukan budaya yang tidak memungkinkan adanya penyamarataan sistem pendidikan di setiap daerah. Perhatikan gambar di bawah. pengembangan kurikulum ini tidak mesti keseluruhan kurikulum melainkan bisa hanya beberapa bagian atau aspek tertentu saja sesuai kebutuhan dan hanya berlaku untuk beberapa bidang studi dan sekolah-sekolah tertentu. kemudian beberapa praktisi pendidikan mereka mengembangkan kurikulum yang akan diimplementasikan.

Adapun langkah-langkah dalam proses Pemerintah pengembangan kurikulum model GrassRoots yaknibottom-up yakni: Sekolah 1. Dilakukannya pengembangan kurikulum secara kooperatif mulai dari tujuan. Kemudian dilakukan uji coba validasi Lalu merevisi dan mengevaluasi dari hasil ujicoba tersebut Setelah didapatkan hasil yang pas maka akan diminta pengesahan hukum dari pemerintah mengenai pelaksanaan kurikulum 6. 5. pemilihan bahan materi. Pelaksanaan kurikulum di lapangan Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kurikulum Secara gamblang alur pelaksanaan model kurikulum Grass-Roots sebagai berikut: Model pengembangan kurikulum Grass-Roots ini baik digunakan jika memang benar-benar berdasarkan sikap kritis guru yang menginginkan adanya perbaikan kurikulum berdasarkan . 4. Guru menentukan ide awal dari hal-hal apa saja yang berkenaan dengan pengembangan kurikulum 2. proses pembelajaran. dan evaluasi hasil belajar 3. 7.

ide pengembangan kurikulum berasal dari pusat tetapi dalam pelaksanaannya guru dan pihak sekolah diberikan keluwesan dalam pelaksanaannya sesuai dengan kebutuhan sekolah. serta tuntutan masyarakat sekitar. penggunaan hak secara demokratis oleh guru dan pihak sekolah dikhawatirkan akan menyebabkan kelalaian dari kebijakan yang diberikan oleh pemerintah pusat. Namun. karakteristik siswa dan lingkungan. yakni ide atas dan ide bawah. Di dalam model ini. Sehingga model ini disebutlah model sentar-desentral karena menggabungkan dua ide. c) Model Sentral-Desentral Adapun model pengembangan kurikulum sentral-desentral ialah model pengembangan kurikulum yang menggabungkan kedua model pengembangan sebelumnya. Sehingga hanya bisa dilakukan oleh guru-guru cakap dan kritis serta mempunyai semangat berinovasi dan kreatif serta profesionalisme yang tinggi. yakni: Model Administratif dan Model Grass-Roots di mana terjadinya kerja sama antara pihak pejabat tinggi pendidikan dengan para guru-guru di lapangan.temuan masalah di lapangan. Guru yang mengetahui kondisi di lapangan dirasa mempunyai otoritas menentukan apa yang akan ia lakukan dalam memfasilitasi pengembangan kemampuan siswa dalam pencapaian tujuan pendidikan yang dirancang oleh pemerintah pusat. .

MODEL KURIKULUM YANG DITERAPKAN DI INDONESIA Dari ketiga jenis model pengembangan kurikulum yang telah dikemukakan di atas maka saya mengambil kesimpulan bahwa kurikulum yang sedang berlaku di Indonesia saat ini. yakni . 1. Jika dirasa masih cocok untuk dilakukan dan sesuai dengan perkembangan zaman maka kurikulum tersebut akan tetap lanjut untuk dilaksanakan. Sekolah Jika dibuat alur pelaksanaan model pengembnagan kurikulum sentral-desentral adalah sebagai berikut: Arus pelaksanaan model sentral-desentral ini berupa siklus di mana setelah evaluasi dari hasil pelaksanaan kurikulum maka pemerintah akan menuangkan ide apa yang harus dilakukan atau tindak lanjut setelah melihat hasil evaluasi.Lahirnya ide model pengembangan kurikulum Pemerintah sentral-desentral karena adanya faktor-faktor kelemahan dari masing-masing model administratif dan model Grass-Rootssehingga model sentral-desentral ini berusaha menutupi kelemahannya dan saling mengisinya dengan menggunakan kelebihankelebihan model-model sebelumnya. Sedangkan jika tidak sesuai dengan hasil dan tujuan pendidikan yang diharapkan serta terkesan out-of-date maka pemerintah kembali memikirkan ide dalam pengembangan kurikulum. E.

sumber. Namun. standar kompetensi. pemerintah sebaiknya tidak menilai secara rata kemampuan siswa melalui Ujian Nasional yang di mana soal diberikan sama tingkatan kesukarannya di seluruh daerah di Indonesia padahal setiap siswa di daerah mempunyai karakteristik yang berbeda. 1. serta evaluasi dilaksanakan oleh guru. Sehingga penting untuk mengembalikan penilaian akhir kepada masing-masing satuan pendidikan atau pihak sekolah yang lebih mengetahui kondisi di lapangan. sehingga pemerintah hanya menerima hasil dan pelaporan pelaksanaannya saja. Kemudian hasil dari pembelajaran tersebut akan dikembalikan lagi ke pemerintah pusat dan penilain akhir akan dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Ujian Nasional. yakni KTSP menggunakan model pengembangan kurikulum sentral-desentral karena seperti yang telah kita ketahui bahwa standar kompetensi lulusan. sumber. MODEL KURIKULUM YANG DISARANKAN Dari ketiga jenis model pengembangan kurikulum yang telah dikemukakan di atas maka saya mengambil kesimpulan bahwa kurikulum yang sedang berlaku di Indonesia saat ini. standar kompetensi.KTSP menggunakan model pengembangan kurikulum sentral-desentral karena seperti yang telah kita ketahui bahwa standar kompetensi lulusan. F. serta kompetensi dasar ditentukan oleh pemerintah pusat tetapi dalam penentuan indicator hasil belajar. serta kompetensi dasar ditentukan oleh pemerintah pusat tetapi dalam penentuan indicator hasil belajar. jika saya menjadi seorang anggota tim pengembangan kurikulum maka saya setuju dengan pelaksanaan kurikulum KTSP tetapi yang perlu diubah ialah pada saat penilaian hasil belajar akhir. serta evaluasi dilaksanakan oleh guru. strategi pembelajaran. strategi pembelajaran. proses pembelajaran. proses pembelajaran. . Kemudian hasil dari pembelajaran tersebut akan dikembalikan lagi ke pemerintah pusat dan penilain akhir akan dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Ujian Nasional.

maka guru menjadi malas untuk berinovasi dalam mengembangkan strategi pembelajaran karena tuntutan untuk menuntaskan semua materi ajar. kemudian penggunaan buku LKS yang hanya memprioritaskan penuntasan aspek kognitif saja dan tidak adanya penanaman nilai dan keterampilan pada generasi penerus bangsa. Pendidikan karakter perlu dan sangat urgen sifatnya untuk dijadikan sebagai suatu kurikulum tersendiri sehingga tidak akan ada lagi kasus kekerasan pelajar atau genk-genk pelajar. metode ceramah. Selanjutnya. tawuran. serta pelecehan seksual yang pelakunya adalah pelajar. Kita dalam merumuskan kurikulum merujuk kepada karakteristik siswa dan perbedaan individu siswa sehingga dengan banyaknya muatan materi yang harus diajarkan guru.Kemudian. saya juga akan mengusulkan pemangkasan materi yang cenderung agak berlebihan untuk “dimakan” oleh siswa. Sehingga metode klasikal catat buku sampai habis. ide lain yang akan saya kemukakan ialah perlu adanya tambahan penganggaran dalam penyediaan kurikulum berbasis karakter. .

BAB III PENUTUP 1. KESIMPULAN Perubahan kurikulum yang dilakukan oleh pemerintah dilakukan untuk perbaikan sistem pendidikan. SARAN Beberapa saran yang bisa saya sampaikan kepada para praktisi pendidikan ialah: . yakni dengan mengganti beberapa komponen di dalam kurikulum ataupun mengganti secara keseluruhan komponen-komponen kurikulum. Pada kurikulum periode 1947 sampai 1994 kurikulum di Indonesia bersifat sentralistik. A. Di Indonesia. Namun. ketika penerapan kurikulum KBK dan KTSP telah diberlakukan kurikulum secara desentralistik di mana sekolah mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan kurikulum untuk diterapkan di setiap satuan pendidikan masing-masing. Setiap kurikulum pastilah memiliki kekurangan dan perlu dievaluasi serta diperbaiki agar tujuan pendidikan tercapai dengan baik. semenjak pasca kemerdekaan tercatat sembilan kali perubahan kurikulum. Perubahan kurikulum dilakukan dengan dua cara. 1. B.

Sharethis: • • • Like this: Twitter Facebook Leave a Reply Ketika Passion tak Tercapai HUBUNGAN PENGUASAAN KOMPETENSI TERHADAP KINERJA GURU PASCA SERTIFIKASI DI SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN INDRALAYA UTARA Blog at WordPress.1. dan harus lebih meningkatkan kompetensi-kompetensi diri sebagai guru yang profesional 1. . Pemerintah Perubahan kurikulum hendaknya ditinjau dulu baik buruknya dari semua aspek. | Theme: Greyzed by The Forge Web Creations. Guru Guru hendaknya mempelajari serta memahami setiap kurikulum-kurikulum baru yang akan diterapkan oleh pemerintah.com. Jika memang harus terjadi perubahan kurikulum maka segeralah mensosialisasikannya kepada semua msyarakat serta memberikan pelatihan kepada guru dan kepala sekolah agar kurikulum yang baru akan berjalan dengan baik. Kepala sekolah Kepala sekolah hendaknya mensosialisasikan setiap perubahan kurikulum agar tidak terjadi salah komunikasi kepada anggota sekolahnya 1.

com . Sign me up Powered by WordPress.Follow Follow “tulisan pendidikan” Get every new post delivered to your Inbox.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful