TUGAS FISIOANATOMI PROSES PEMBENTUKAN URINE

ANTIKA NAVYA EDIYATI P27833112021 / SWADANA

KEMENTERIAN KESEHATAN RI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN PROGRAM STUDI D III KAMPUS SURABAYA MARET 2013

kalium. asam amino.  Proses pembentukan urin diawali dengan penyaringan darah yang terjadi di kapiler glomerulus. bikarbonat dan urea dapat melewati saringan dan menjadi bagian dari endapan. K+. asam amino. a.yang mengandung asam amino. di glomelurus juga terjadi penyerapan kembali sel-sel darah. Reabsorbsi ( penyerapan kembali zat yang masih berguna ) Reabsorbsi terjadi di tubulus kontortus proksimal dan lengkung Henle serta menghasilkan urin sekunder (filtrate tubulus). Proses Pembentukan Urine Dalam pembentukan urine mengalami 3 proses yaitu: Filtrasi (penyaringan). Cl-.A. kalium. Proses ini dilakukan oleh sel-sel epitelium di seluruh tubulus ginjal. dan sebagian besar protein plasma. Ca. natrium. Definisi Urine Urine atau air seni adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. glukosa. Zat-zat yang direabsorpsi antara lain adalah: glukosa.  Hasil penyaringan di glomerulus disebut filtrat glomerolus atau urin primer. seperti glukosa. 2+. . klorida. ion-ion Na+. natrium. Reabsorbsi (penyerapan kembali zat yang masih berguna). HCO3-. Eksreksi urin diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostasis cairan tubuh. dan HbO42-. tekanan dan permeabilitas yang tinggi pada glomerulus mempermudah proses penyaringan. dan garam-garam lainnya b. Augmentasi (pembuangan zat sisa). B. Sel-sel kapiler glomerulus yang berpori (podosit). Bahan-bahan kecil yang terlarut di dalam plasma darah. Filtrasi ( penyaringan ) Filtrasi terjadi di badan Malpighi yang di dalamnya terdapat glomerulus yang dikelilingi sangat dekat oleh kapsula Bowman dan menghasilkan urin primer (filtrate glomerulus).  Selain penyaringan. keping darah.

garam. urin akan menuju rongga ginjal. sedangkan air melalui peristiwa osmosis. Proses reabsorbsi yaitu bahan-bahan yang masih diperlukan di dalam urin pimer akan diserap kembali di tubulus kontortus proksimal. konsentrasi zat-zat sisa metabolisme yang bersifat racun bertambah. obat-obatan seperti penisilin. kelebihan garam dan bahan lain pada filtrat dikeluarkan bersama urin. zat-zat yang masih diperlukan tidak akan ditemukan lagi. sedangkan di tubulus kontortus distal terjadi penambahan zat-zat sisa dan urea.  Meresapnya zat pada tubulus ini melalui dua cara.  Substansi yang masih diperlukan seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke darah. Penyerapan air terjadi pada tubulus proksimal dan tubulus distal. .  Proses augmentasi melalui tubulus-tubulus ginjal. Gula dan asam amino meresap melalui peristiwa difusi. Jika kantong kemih telah penuh terisi urin. selanjutnya menuju kantong kemih melalui saluran ginjal. Augmentasi ( pembuangan zat sisa ) Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa dan urea yang terjadi di tubulus kontortus distal. misalnya urea. misalnya pigmen empedu yang berfungsi memberi warna dan bau pada urin.  Setelah terjadi reabsorbsi maka tubulus akan menghasilkan urin sekunder. urea dan sisa substansi lain. Urin akan keluar melalui uretra.  Komposisi urin yang dikeluarkan melalui uretra adalah air. c. Sebaliknya. dinding kantong kemih akan tertekan sehingga timbul rasa ingin buang air kecil. Zat amonia.

akibatnya penyerapan air meningkat sehingga urin yang terjadi pekat dan jumlahnya sedikit. c. maka ADH akan banyak disekresikan ke dalam ginjal. Hormon anti diuretik (ADH) Hormon ini dihasilkan oleh kelenjar hipofisis bagian belakang. Hal ini menyebabkan permeabilitas tubulus kontortus menurun dan reabsorpsi terhambat sehingga jumlah urin meningkat. Factor . b. Jika darah sedikit mengandung air. Sebaliknya.Gambar proses pembentukan urine C. sekresi ADH akan terhambat. saraf Stimulus pada saraf ginjal akan menyebabkan penyempitan duktus aferen. Hasilnya urin yang diproduksi meningkat. Hal ini menyebabkan aliran darah keglomerulus menurun dan tekanan darah menurun sehingga filtrasi kurang efektif. sehingga urin yang terjadi akan encer dan jumlahnya banyak. maka ADH yang disekresikan ke dalam ginjal berkurang. .factor yang mempengaruhi proses pembentukan urine a. apabila darah banyak mengandung air. akibatnya penyerapan air berkurang pula. jumlah air yang diminum Semakin banyak air yang diminum.

biasanya tekanan darahnya akan meningkat sehingga banyak darah yang menuju ginjal. maka tubuh akan berusaha untuk menjaga suhunya dengan mengurangi jumlah darah yang mengalir ke kulit sehingga darah akan lebih banyak yang menuju organ tubuh. atau alkohol dapat menghambat reabsorpsi ion Na+. di antaranya ginjal. Akibatnya dari keadaan ini terjadi gangguan reabsorbpsi didalam tubulus distal. Proses keluarnya urine Setelah proses Augmentasi di saluran tubulus distal. urine akan keluar melalui saluran kecing (uretra).d. D. kemudian mengalir ke rongga ginjal (pelvis renalis). Selanjutnya. Gejolak emosi dan stress Jika seseorang mengalami stress. Jika kantong kemih telah penuh dengan urine. kopi. Dengan demikian. selanjutnya menuju ke kantong kemih melalui ureter sebagai saluran ginjal. maka dinding sebelah dalam kantong kemih akan tertekan. maka pengeluaran air kencing pun banyak. sehingga kadar gula dalam darah akan tinggi. pada saat orang berada dalam kondisi emosi. g. Selain itu. urin tersier ‒ urin yang sesungguhnya dan siap untuk dibuang ‒ dikumpulkan di tubulus pengumpul. Suhu Lingkungan Ketika suhu sekitar dingin. Hormon insulin Hormon insulin adalah hormon yang dikeluarkan oleh pulau Langerhans. maka timbullah hasrat ingin buang air kecil. Apabila darah yang menuju ginjal jumlahnya samakin banyak. Penderita kencing manis (diabetes mellitus) memiliki konsentrasi hormone insulin yang rendah. . sehingga dalam urin masih terdapat glukosa. Zat-zat diuretik Misalnya teh. Akibatnya ADH berkurang sehinggar reabsorpsi air terhambat dan volume urin meningkat. Hormone insulin berfungsi mengatur gula dalam darah. yang menyebabkan dinding luar dan otot pada kantong kemih merenggang yang mengakibatkan timbul rasa ingin buang air kecil. maka kandung kemih akan berkontraksi. e. f.

TUGAS FISIOANATOMI PROSES PEMBENTUKAN KERINGAT ANTIKA NAVYA EDIYATI P27833112021 / SWADANA KEMENTERIAN KESEHATAN RI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN PROGRAM STUDI D III KAMPUS SURABAYA MARET 2013 .

Pada keadaan ini darah tidak membuang sisa metabolisme dan air. Lapisan spinosum berfungsi menahan gesekan dari luar. Epidermis Epidermis tersusun atas lapisan tanduk (lapisan korneum) dan lapisan Malpighi. akibatnya penguapan sangat berkurang. dan urea. Penguapan mengakibatkan suhu di permukaan kulit turun sehingga kita tidak merasakan panas lagi. pelindung terhadap kerusakan fisik.000 ml setiap hai. . mengantikan lapisan sel-sel pada lapisan korneum. Kulit manusia terdiri atas epidermis dan dermis. Lapisan Malpighi terdiri atas lapisan spinosum dan lapisan germinativum. Lapisan korneum merupakan lapisan kulit mati. ujung syaraf. dan kelenjar minyak. saat suhu lingkungan rendah.A. garam. Keringat mengandung air. tergantung pada kebutuhan tubuh dan pengaturan suhu. Lapisan germinativum mengandung sel-sel yang aktif membelah diri. sehingga suhu tubuh tetap dan tubuh tidak mengalami kendinginan. dan bibit penyakit. yang dapat mengelupas dan digantikan oleh sel-sel baru. Fungsi lain sebagai alat ekskresi adalah sebgai organ penerima rangsangan. Sebaliknya. Lapisan Malpighi mengandung pigmen melanin yang memberi warna pada kulit. suhu lingkungan tinggi (panas). a. serta untuk pengaturan suhu tubuh. Aktifnya kelenjar keringat mengakibatkan keluarnya keringat ke permukaan kulit dengan cara penguapan. Melebarnya pembuluh kapiler akan memudahkan proses pembuangan air dan sisa metabolisme. kelenjar keringat tidak aktid dan pembuluh kapiler di kulit menyempit. Kelenjar keringat menghasilkan keringat. Banyaknya keringat yang dikeluarkan dapat mencapai 2. kelenjar keringat menjadi aktif dan pembuluh kapiler di kulit melebar. penyinaran. Definisi kulit Merupakan lapisan terluar tubuh manusia dan merupakan pelindung bagian dalam tubuh. akar rambut. b. Keluarnya keringat dikontrol oleh hipotamulus. kelenjar keringat. Kulit berfungsi sebagai alat ekskresi karena adanya kelenjar keringat (kelenjar sudorifera) yang terletak di lapisan dermis. Dermis Lapisan ini mengandung pembuluh darah.

. Keringat yang keluar membawa panas tubuh. Bila suhu tubuh kita meningkat atau suhu udara di lingkungan kita tinggi. pembuluhpembuluh darah di kulit akan melebar. Hal ini mengakibatkan banyak darah yang mengalir ke daerah tersebut. Kemudian air bersama larutannya keluar melalui pori-pori yang merupakan ujung dari kelenjar keringat. misalnya berupa perubahan suhu pada pembuluh darah. Proses pengeluaran keringat Proses pengeluaran keringat diatur oleh hipotalamus (otak). Selanjutnya kelenjar keringat akan menyerap air garam dan sedikit urea dari kapiler darah dan kemudian mengirimnya ke permukaan kulit dalam bentuk keringat. kuman. Karena pangkal kelenjar keringat berhubungan dengan pembuluh darah maka terjadilah penyerapan air. Jika hipotalamus mendapat rangsangan. sehingga sangat penting untuk menjaga agar suhu tubuh tetap normal. Hipotalamus dapat menghasilkan enzim bradikinin yang bekerja mempengaruhi kegiatan kelenjar keringat.B. maka rangsangan tersebut diteruskan oleh saraf simpatetik ke kelenjar keringat. panas dan zat kimia Mengatur suhu tubuh Menerima rangsangan dari luar Mengurangi kehilangan air Menyimpan kelebihan lemak Tempat pembuatan vitamin D dari pro vitamin D dengan bantuan sinar matahari yang mengandung ultraviolet C. garam dan sedikit urea oleh kelenjar keringat. Fungsi kulit : Mengeluarkan keringat Melindungi bagian dalam tubuh dari gesekan. penyinaran.

Gambar mekanisme pengeluaran keringat .