P. 1
Korelasi Product Momen

Korelasi Product Momen

|Views: 19|Likes:
Published by ndcan
KPM
KPM

More info:

Categories:Types, Presentations
Published by: ndcan on Jun 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/16/2013

pdf

text

original

Korelasi Product Momen; Contoh Uji Statistik

INTERPRETASI 1. Jika nilai r observasi ( ) lebih besar atau sama dengan r tabel ( ), maka Hipotesa Alternatif (Ha) yang menyatakan ada hubungan antara variabel X dengan Y diterima. Berarti ada hubungan yang signifikan antara variabel X dengan Y. Untuk uji hipotesa juga bisa digunakan uji t. 2. Jika nilai r observasi ( ) lebih kecil dengan r tabel ( ), maka Hipotesa Alternatif (Ha) yang menyatakan ada hubungan antara variabel X dengan Y ditolak, yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan. Berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel X dengan Y 3. Untuk mengetahui kuat lemahnya hubungan antara variabel X dengan Y dapat dilihat pada Angka Indeks Korelasi ”r”, antara 0 s/d 1. 4. Untuk mengetahui sumbangan atau kontribusi Variabel X terhadap Y, dapat dicari dengan rumus: Koefisien Determinan=

APLIKASI UJI PRODUCT MOMENT
Contoh sebuah penelitian dengan judul “ Hubungan antara Motivasi dengan Kinerja Guru SD 01 Samarinda” Rumusan Masalah: 1. Apakah ada hubungan yang signifikan antara motivasi dengan kinerja guru di SD 01 Samarinda? 2. Seberapa besar sumbangan (kontribusi) motivasi dengan kinerja guru di SD 01 Samarinda ? Hipotesa Alternatif Ada hubungan yang signifikan antara motivasi dengan kinerja guru SD 01 Samarinda Berikut data yang diperoleh dari angket yang diberikan kepada 20 orang guru, X (motivasi), Y (Kinerja) No. Resp 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Jumlah X Y 60 450 70 475 75 450 65 470 70 475 60 455 80 475 75 470 85 485 90 480 70 475 85 480 ∑X=885 ∑Y=5640 X² Y² XY 3600 202500 27000 4900 225625 33250 5625 202500 33750 4225 220900 30550 4900 225625 33250 3600 207025 27300 6400 225625 38000 5625 220900 35250 7225 235225 41225 8100 230400 43200 4900 225625 33250 7225 230400 40800 ∑X²=66325 ∑Y²=2652350 ∑XY=416825

228. maka perlu uji t : . Untuk mengatahui signifikansi hubungan antara motivasi dengan kinerja guru di SD 01 Samarinda. jika kita konsultasikan dengan tabel angka kasar. Angka korelasi berkisar antara -1 s/d +1. KORELASI PRODUCT MOMENT PEARSON A.684). Sugiyono (2007)     0 0. atau sebaliknya.199 0. Artinya ada hubungan yang signifikan antara motivasi dengan kinerja guru di SD 01 Samarinda atau Hipotesa Alternatif DITERIMA 4.79% dalam menciptakan kinerja guru di SD 01 Samarinda.Penyelesaian: Rumus : = Dari penghitungan rumus tersebut di atas. Berarti motivasi memberikan kontribusi sebesar 46. Untuk mengetahui sumbangan motivasi terhadap kinerja guru. berarti 2. pada taraf signifikansi 5% (0. Arah hubungan yang positif menandakan bahwa pola hubungan searah atau semakin tinggi A menyebabkan kenaikan pula B (A dan B ditempatkan sebagai variabel) Interprestasi angka korelasi menurut Prof. diperoleh nilai r : 0. maka r hitung lebih besar dari r tabel.799 : Sangat lemah : Lemah : Sedang : Kuat .599 0.963 > 2.684² x 100 %) = 46. Sementara nilai negative dan positif mengindikasikan arah hubungan.79%. maka Ha diterima. Pendahuluan Analisis korelasi digunakan untuk menjelaskan kekuatan dan arah hubungan antara dua variabel. maka perlu menggunakan rumus KP=r²x 100% (0. Semakin mendekati 1 maka korelasi semakin mendekati sempurna.399 0. Apabila dikonsultasikan dengan tabel r. Korelasi bersifat undirectional yang artinya tidak ada yang ditempatkan sebagai predictor dan respon (IV dan DV).40 0. hubungan antara motivasi dengan kinerja dosen KUAT. 2.576). Jika t hitung ≥ t tabel.228.20 0. 3. Berdasar hasil penghitungan tersebut (0. atau Ha diterima (ada hubungan yang signifikan antara motivasi dengan kinerja guru di SD 01 samarinda.60 - 0.684 Interpretasi: 1. Nilai t tabel pada df= N-2 (122=10) pada taraf signifikansi 5% sebesar 2.

Contoh Kasus Pak Ali ingin mengetahui apakah ada hubungan antara pengawasan (Control). Kendall. abaikan yang lain lalu klik “OK” .. Penyelesaian Kasus dengan SPSS: Langkah 1.80 - 1. dan Rank Spearman. kepuasan kerja (Job Satisfaction). korelasi yang umum digunakan adalah Pearson. Korelasi dengan Pearson ini mensyaratkan data berdistribusi normal.0 : Sangat kuat Dalam Bivariate model. Masukkan variabel yang akan dikorelasikan ke dalam variable list. data dapat diambil CONTOH DATA KORELASI Jumlah data 37. namun yang dibahas kali ini adalah Pearson r Correlation aja. Pearson r correlation: Pearson r correlation biasa digunakan untuk mengetahui hubungan pada dua variabel. 0. Pada menu Analyze pilih “correlate bivariate” . dan kinerja (Performance). Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut : B. Click on “option” and select “descriptive statistics”. Setelah itu akan ada tampilan sbb: Langkah 2. Instrumen : angket C. Disiplin kerja (discipline).

05 yang menandakan bahwa hubungan yang terjadi adalah signifikan. Perolehan p hitung = 0.668. Nilai korelasi adalah positif 0.772. Dicipline – Performance. Besaran angka korelasi menunjukkan bahwa korelasi antara Control dan Performance berada dalam kategori “Kuat”.000 < 0.05 yang menandakan bahwa hubungan yang terjadi adalah signifikan.749. Besaran angka korelasi menunjukkan bahwa korelasi antara Job satisfaction dan Performance berada dalam kategori “Kuat”. sementara nilai positif mengindikasikan pola hubungan antara dicipline dengan Performance adalah searah (semakin tinggi Control maka semakin tinggi pula Performance). Perolehan p hitung = 0.Interprestasi Arti angka Korelasi 1. . Job Satisfaction – Performance. Control – Performance. Perolehan p hitung = 0. 2. sementara nilai positif mengindikasikan pola hubungan antara Control dengan Performance adalah searah (semakin tinggi Control maka semakin tinggi pula Performance). Nilai korelasi adalah positif 0. 3. sementara nilai positif mengindikasikan pola hubungan antara adalah searah (semakin tinggi Job Sat maka semakin tinggi pula Performance).05 yang menandakan bahwa hubungan yang terjadi adalah signifikan.000 < 0.000 < 0. Nilai korelasi adalah positif 0. Besaran angka korelasi menunjukkan bahwa korelasi antara Dicipline dan Performance berada dalam kategori “Kuat”.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->