Teknik-teknik untuk Meningkatkan Motivasi 1.

Motivasi verbal Motivasi verbal dapat dilakukan dengan cara pep talks, diskusi (team talks), atau pendekatan individu (individual talks). Supaya efektif, ada beberapa langkah, yang perlu diperhatikan dalam melakukan motivasi verbal ini. Langkah I: berilah pujian mengenai apa yang telah dilakukan oleh staf dan jelaskan peranannya di dalam tim. Hal ini adalah untuk mendorong staf agar dia merasa percaya dan mampu melaksanakan tugasnya. Langkah II: berikan koreksi dan sugesti. Koreksi-koreksi yang diberikan sebaiknya koreksi-koreksi yang membangun, termasuk evaluasi secara objektif terhadap kekurangan-kekurangan staf dan bagaimana sesuatu keterampilan seharusnya dilakukan. Langkah III: berikan semacam petunjuk. Misalnya katakan kepada staf bahwa latihan yang • Pep talks Pep talks yang diberikan bisa berupa teguran atau nasihat-nasihat terakhir sebelum pekerjaan dimulai, atau pada waktu istirahat. Isinya biasanya adalah petunjuk-petunjuk dan pendekatan-pendekatan psikologis, mengarahkan dan memberikan inspirasi, bagaimana mengontrol emosi, menganalisis situasi, kritik mengenai kelemahan-kelemahan staf, sampai dengan berdoa bersama sebelum pekerjaan dimulai, nasihat-nasihat sebaiknya diberikan secara umum dan tidak memusatkan pada hal-hal yang khusus berhubungan dengan pekerjaan. Penting pula diperhatikan bahwa petunjuk-petunjuk dan teguran. Teguran sebaiknya jangan diberikan secara berlebihan dan secara emosional, kecuali mungkin kalau tim sedang down, lesu, tidak ada semangat. Dengan pep talks, tim yang berada dalam keadaan under-aroused (tidak gairah) demikian biasanya akan bersemangat lagi untuk melanjutkan pekerjaan. Pemimpin harus pandai-pandai mengatur kapan dan bagaimana pep talks disampaikan. Menjelang pekerjaan, staf biasanya tegang oleh karena mereka ingin bekerja sebaik-baiknya. Karena itu mereka biasanya berada dalam keadaan overaroused (terlalu bersemangat). Dalam situasi demikian, pep talks akan bermanfaat sekali, asal disampaikan sedemikian rupa sehingga bisa memberikan suasana yang lebih relax kepada staf. Pep talks yang dalam situasi demikian diberikan secara emosional bukan saja tidak ada manfaatnya akan tetapi malah justru bisa destruktif (merusak) bagi kesiapan staf. Pemimpin yang baik biasanya tahu kapan dan tekun akan dapat mengatasi kelemahan-kelemahannya dan meningkatkan prestasinya.

diharapkan para staf akan dapat termotivasi untuk bersikap positif dalam usahanya untuk memberi pelayanan kesehatan yang maksimal pada klien. seringkali mengidentifikasikan dirinya dengan perilaku dan tabiat yang dicerminkan oleh pimpinannya. Demikian pula kalau hadiahnya tidak besar. atau kapan harus membiarkan staf menyendiri. 2. Akan tetapi di lain pihak. apabila terus menerus dipakai. bagaimana menenangkan. fisik. Mereka harus selalu ingat bahwa baik staf-staf.bagaimana cara meningkatkan semangat staf. terutama yang masih muda-muda. 3. Sebab kalau suatu ketika staf tidak diberikan hadiah. maupun mental yang diperlukan oleh staf untuk bekerja telah diberikan selama latihan dan pembinaan staf tersebut. Oleh karena itu tipe personalitas yang baik dan terpuji harus senantiasa tercermin pada seorang pimpinan. Tingkah laku dan tabiat pimpinan haruslah bebas dari cela dan cerca. atau akan menuntut hadiah yang makin lama makin besar. Dengan contoh-contoh behavioral yang baik. Ada orang yang berpendapat bahwa pep talks sebenamya tidak perlu diberikan oleh karena dianggap bahwa segala kemampuan. Pep talks yang diberikan pada saat yang salah juga bisa merusak dan mengacaukan konsentrasi staf. maka staf akan kurang berambisi. Dalam hal ini guru dan pelatih memegang peranan yang penting dalam memberikan contoh-contoh tingkah laku yang positif. Karena itu agar hasilnya efektif. staf harus dibina dan diubah behaviornya menjadi perilaku yang mencerminkan sportivitas yang terpuji dan dedikasi yang tinggi terhadap tugastugas dan latihan-latihan. insentif sebaiknya diberikan pada situasi yang tepat dan jangan berlebihan. staf-staf. Motivasi insentif juga kurang baik apabila merupakan satusatunya cara untuk memotivasi staf. cara ini akan dapat menyebabkan staf bersikap kurang wajar. maupun masyarakat memandang diri mereka sebagai manusia model. sehingga telah terintemalisasi dalam watak staf yang bersangkutan. Motivasi behavioral (perilaku) Untuk mencapai sukses. maka mungkin dia menjadi kurang acuh. Motivasi insentif Motivasi insentif adalah dorongan dengan cara memberikan insentif atau hadiahhadiah. baik teknis. . Oleh karena itu. Tujuan motivasi dengan cara ini adalah: • • Menambah semangat bekerja Menambah gairah dan ambisi untuk berprestasi Di satu pihak cara motivasi ini dapat memberikan dorongan yang kuat kepada staf untuk berlatih dan berprestasi.

sebab kalau tidak begitu. rasanya psikis terganggu. Zidlov. Oleh karena perubahan kebiasaan memang sulit dan memakan waktu lama. dalam mempersiapkan alat perlengkapan sebelum bertanding. Superstisi adalah suatu bentuk kepercayaan kepada sesuatu yang merupakan simbol dan yang dianggap mempunyai daya kekuatan atau daya dorongan mental. 5. Misalnya. berita-berita yang menarik. Kadang-kadang justru akan dapat menimbulkan pengaruh-pengaruh yang negatif. Khayalan mental (mental image) Suatu metode yang banyak dipraktekkan oleh pimpinan di luar negeri dan yang merupakan bagian penting untuk mempercepat belajar dan menumbuhkan semangat staf dalam bekerja adalah penggunaan mental images.wejangan. selalu memakai celana merah kalau bertanding. dan poster-poster yang membangkitkan semangat yang ditempelkan di tempat-tempat yang strategis dapat lebih efektif hasilnya dibandingkan dengan pidatopidato yang terus menerus. 6. lebih ambisius. Di lapangan olahraga kita sering kali melihat contoh-contoh superstisi. selalu mengikuti pola urutan a-b-c-d dan Seterusnya. superstisi demikian sering kali dianggap kurang masuk akal. Di mata orang lain.4. wejangan-. hal ini akan sangat mengganggu barang tersebut. dan lebih besar kemauannya untuk sukses. seorang jago lempar lembing. dan oleh karena bayangan subyektif tersebut sama pentingnya dengan kenyataan. slogan-slogan. Akan tetapi oleh karena setiap orang mempunyai bayangan subyektif masing-masing. kalau mengenakan kaos kaki harus yang kanan dahulu baru yang kiri. maka kalau kita mencoba untuk mengubah bayangan tersebut. Akan tetapi apabila staf terlalu sering dibombardir dengan pidato-pidato semangat yang meluap-luap. maka pidatopidato demikian biasanya lama-kelamaan akan kehilangan daya dan manfaatnya. Superstisi. Dalam keadaan demikian sering kali gambar-gambar. Staf dilatih untuk mampu membentuk khayalan-khayalan mental mengenai suatu gerakan atau keterampilan tertentu atau . Gambar-gambar Nasehat-nasehat. maka kita harus memberikan cukup waktu kepada staf untuk belajar dan berlatih berubah. oieh karena maskotnya tersebut dianggapnya sebagai good luck omen (pembawa keberuntungan) baginya. dan pidato-pidato memang sering kali dibutuhkan untuk membangkitkan semangat para staf. seorang pesenam selalu harus didampingi oleh bonekanya sebagai maskot dalam pekerjaan. seorang pemanah misalnya. Superstisi kadang-kadang dapat mengubah tingkah laku menjadi lebih semangat.

misalnya suatu pola gerak judo yang baru yang masih asing bagi para staf. Mungkin saja dalam diskusi tersebut akan berkembang tanggapantanggapan seperti misalnya teknik itu terlalu rumit. asalkan kita secara intensif dan dengan konsentrasi penuh memikirkan dan mengamati suatu pola gerakan. atau teknik itu baik dan perlu kita latih. Hal ini disebabkan karena ada rangsangan-rangsangan neuromuskular dan hubungan otak-otot dalam tubuh kita. Akhimya mereka disuruh mempraktekkan gerakan teknik tersebut. Dengan demikian maka mental image akan memudahkan orang yang bersangkutan untuk dapat mentransformasikan image tersebut ke dalam tindakan fisik atau gerakan. Caranya adalah dengan menyuruh staf untuk melihat. staf disuruh melakukan apa yang di sebut internal mental rehearsal. Eberspacher menyebut metode ini non-motor training method. dan membayangkan dengan seksama suatu pola gerakan tertentu dan kemudian mengingat-ingat gerakan tersebut. mengamati. misalnya membayangkan pemanah menarik busur. memperhatikan. mengimajinasi gerakan-gerakan yang didemonstrasikan tadi. kita tetap akan dapat memperkembang behavior (perilaku) kita. atau teknik itu hanya merupakan modifikasi dari teknik yang kita pelajari dulu. Metode menyusun mental image merupakan bagian integral yang penting dalam • strategi latihan seorang pimpinan. Staf diminta untuk memperhatikan dan mengamati demonstrasi tersebut dengan seksama dan konsentrasi penuh. Eberspacher dalam kuliahnya pada penataran pelatih panahan di Jakarta menyarankan urutan sebagai berikut : • Mula-mula kepada para staf diperlihatkan suatu pola gerak. Demonstrasi ini dapat diberikan melalui peragaan langsung atau melalui video atau film. kemudian melepaskan anak panah. • Staf kemudian disuruh untuk mendiskusikan masalah teknik baru yang baru saja diperlihatkan itu. membidik. staf yang memiliki berbagai mental images biasanya akan lebih siap dalam mengalami berbagai situasi yang ditemuinya dalam situasi pekerjaan. Dia mengatakan bahwa meskipun kita tidak melakukan gerakan. oleh karena situasi-situasi tersebut kebanyakan sudah berkali- .mengenai apa yang harus dilakukannya dalam suatu situasi terentu (membuat cognitive images). Konsentrasi ini panting sekali oleh karena dengan konsentrasi biasanya akan diperoleh dimensi kognitif yang kuat. • Langkah selanjutnya adalah. atau dengan perkataan lain. • Kemudian diperlihatkan lagi demonstrasi tersebut agar mereka bisa melengkapi kekurangan-kekurangan yang mungkin ada dalam imajiasi mereka. Menurut Sadli. atau dalam bahasa Jerman nichtmotoriches Training (Eberspacher: 1982). Agar efektif hasiInya. membayangkan.

biasanya hasilnya akan kurang efektif. Oleh karena itu kepadanya harus selalu ditekankan untuk menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan porsi atau jatah yang telah ditetapkan. Motivasi Olahraga. diberi tugas-tugas tambahan dan sebagainya. dan disertai dengan contoh tingkah laku yang tepat pula. pimpinan hendaknya berusaha untuk tetap memelihara motivasi pada para stafnya. baik peraturan pekerjaan. Motivasi yang diberikan jauh sebelum pekerjaan hendaknya lebih bersifat umum dan fleksibel. 2012. dan sebagainya. Sedangkan setelah pekerjaan usai. ebih lama. Meskipun fear movitation dapat membangkitkan dorongan pada staf untuk bekerja lebih tekun. singkat. maupun peraturan disiplin tim. Melanggar ketentuan-ketentuan tersebut bisa berakibat hukuman-hukuman berupa misalnya beban pekerjaan yang lebih berat. Motivasi pada musim pekerjaan lebih memperhatikan hal-hal yang khusus menyangkut pekerjaan.kali ia praktekkan di dalam imajinasinya. Penerapan teknik-teknik motivasi janganlah dilakukan secara berlebihan dan harus diberikan pada saat yang tepat. Pidato-pidato panjang yang berlarut-larut apalagi kalau kurang menjamah esensi materi motivasinya.html . maupun pemerintah. Staf harus merasa takut dan malu kalau dia melanggar peraturan-peraturan itu. • Staf supaya merasa takut kalau dia disisihkan dari tim. terutama staf-staf yang masih muda. Dan coach. atau sambil rileks di kereta api atau kapal terbang dalam perjalanan menuju tempat pekerjaan. Ketakutan atau takut terhadap sesuatu dapat merupakan motivasi yang kuat bagi seseorang. Motivasi karena takut (fear motivation). • Staf dibuat supaya takut kalau dia tidak melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. tidak diikutsertakan dalam tim. Mental images ini dapat dilakukan sambil istirahat sebelum pekerjaan dimulai. tanpa raga-ragu akan menindak staf-staf yang t'idak mematuhi ketentuan ketentuan disiplin tim.com/2012/11/motivasi-olahraga. http://thyanaditya. • Staf dibuat takut akan kritik atau kecaman-kecaman apabila dia tidak melakukan tugasnya dengan baik. Membangkitkan motivasi takut dapat dilakukan dengan cara: • Orang/staf ditekankan untuk senantiasa ingat dan mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku. Christian. Demikian pula kata-kata penyampaiannya harus tepat.blogspot. akan tetapi banyak pimpinan masih meragukan efektivitasnya terhadap perkembangan mental para staf. • Staf supaya takut apabila tidak bisa memenuhi harapan-harapan dan sasaran-sasaran yang ditetapkan oleh pimpinan. 7. Kungku. diskors. instansi.

akan membuat pegawai yang bersangkutan menjadi termotivasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh pemimpin. Prinsip pendelegasian wewenang Pemimpin akan memberikan otoritas atau wewenang kepada pegawai bawahan untuk sewaktu-waktu dapat mengambil keputusan terhadap pekerjaan yang dilakukannya. Jakarta: Salemba Medika. sehingga bawahan akan termotivasi bekerja sesuai dengan harapan pemimpin. 2007. Informasi yang jelas akan membuat pegawai lebih mudah dimotivasi kerjanya. 4. 5. Dengan pengakuan tersebut. Prinsip partisipatif Dalam upaya memotivasi kerja. Prinsip mengakui andil bawahan Pemimpin mengakui bahwa bawahan (pegawai) mempunyai andil dalam usaha pencapaian tujuan. pegawai akan lebih mudah dimotivasi kerjanya. . yakni: 1. 3. Nursalam. 2000).Prinsip-prinsip dalam Memotivasi Kerja Pegawai Terdapat beberapa prinsip dalam memotivasi kerja pegawai (Mangkunegara. Prinsip komunikasi Pemimpin mengomunikasikan segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha pencapaian tugas. 2. Manajemen Keperawatan Aplikasi dalam Praktik Keperawatan Profesional. Prinsip memberi perhatian Pemimpi memberikan perhatian terhadap apa yang diinginkan pegawai bawahannya. pegawai perlu diberikan kesempatan ikut berpartisipasi dalam menentukan tujuan yang akan dicapai oleh pemimpin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful