P. 1
LAPORAN PENDAHULUAN

LAPORAN PENDAHULUAN

|Views: 661|Likes:
Published by Galindra
lp
lp

More info:

Published by: Galindra on Jun 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2014

pdf

text

original

LAPORAN PENDAHULUAN STROKE (CVD

)

A.

DEFINISI

Stroke/CVD (Cerebro Vaskuler Disease) merupakan gangguan suplai oksigen ke sel-sel syaraf yang dapat disebabkan oleh pecahnya atau lebih pembuluh darah yang memperdarai otak dengan tiba-tiba. (Brunner dan Sudart, 2002) Stroke merupakan cedera otak yang berkaitan obstruksi aliran darah otak. Stroke dapat menjadi akibat pembentukan trombus ke otak/di suatu arteri serebrum, akibat embolus yang mengalir ke otak dari tempat lain ke tubuh atau akibat perdarahan otak. (Corwin, 2001) Sroke merupakan penyakit neurologis yang sering dijumpai dan harus di tangani secara tepat dan cepat. Stroke merupakan kelainan fungsi otak yang timbul mendadak yang disebabkan karena terjadinya gangguan peredaran darah otak dan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. (Muttaqin, 2008)

B.

ETIOLOGI

Ø Trombosit stroke yang disebabkan oleh bekuan darah di dalam pembuluh darah otak. Ø Embolisme serebral yang disebabkan oleh bekuan darah atau material lain ke otak dari bagian tubuh lain. Ø Iskemia penurunan aliran darah ke otak terutama karena kontriksi pada arteri yang mensuplai darah ke otak tidak stabil. Ø Hematology, serebral pecahnya pembuluh darah serebral dengan perdarahan ke jaringan ruang sekitar otak.

C.

FAKTOR RESIKO STROKE

Menurut Muttaqin, A (2008) antara lain: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Hipertensi merupakan faktor resiko pertama Penyakit cardiovaskuler-embolisme serebral berasal dari jantung Kolesterol tinggi Obesitas Peningkatan hematokrit, meningkatkan resiko infark serebral Kontrasepsi oral (khusunya dengan hipertensi, merokok, kadar estrogen tinggi) Merokok Penyalahgunaan obat (khususnya kokain)

D.

ANATOMI FISIOLOGI

Anatomi fisiologi sistem persyarafan (otak)

Penjelasan: 1. Otak

Berat otak manusia sekitar 1400 gram dan tersusun oleh ± 100 triliun neuron-neuron terdiri dari 4 bagian besar yaitu serebrum (otak besar), sereblum (otak kecil), brain (batang otak), dan diense falon. (Satya negara, 1998) Serebrum terdiri dari 2 hemisfer serebri, korpus kolosum dan korteks serebri. Masing-masing serebri terdiri dari lobus frontalis yang merupakan area motorik primer yang bertanggung jawab dengan pergerakan. Oksipitalis yang mengandung korteks penglihatan.

2.

Sirkulasi darah otak

Otak menerima 17% (darah jantung dan menggunakan 20% konsumsi O2 total manusia untuk metabolisme aerobiknya). Otak diperdarai oleh dua arteri yaitu karotis intern dan arteri vertebralis, dalam rongga kranium. Keempat ini saling berhubungan (sistem anatomi sirkulasi). E. TANDA DAN GEJALA

Menurut Soekarto (2004) tanda dan gejala stroke adalah sebagai berikut: 1. Bila muncul kehilangan rasa atau lemah pada muka, bahu atau kaki terutama terjadi

pada separuh badan. 2. 3. 4. 5. Merasa bingung, sulit bicara, atau sulit menangkap pengertian. Sulit melihat sebelah mata/dengan sebelah mata ataupun kedua mata. Tiba-tiba sulit berjalan, pusing dan kehilanga keseimbangan atau koordinasi. Sakit kepala yang amat sangat tanpa diketahui penyebab yang jelas.

F.

JENIS STROKE

Dalam Nationan Stroke Association-USA (NSA) menjelaskan bahwa stroke dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu: 1. Stroke iskemik (Ischemic Stroke)

Ex: Terdapatnya timbunan flak atau pecahnya arteri dapat menimbulkan stroke dengan kata lain stroke adalah gangguan suplai darah pada bagian otak. 2. Dan otak lebih peka. Setiap darah arteri menyuplai area yang spesifik dari otak. Bila terjadi gangguan fungsi otak. Stroke karena perdarahan mendadak atau stroke hemoragi Lebih kurang 82% dari stroke adalah iskemik. dan beberapa area tersebut mendapatkan suplai lebih dari satu pembuluh arteri. bicara. H. . atau gerakan dapat terpengaruhi. MANIFESTASI KLINIS Daerah otak yang mengalami iskemia menentukan gambaran klinis. 1. PATOFISIOLOGI Pada otak banyak terdapat pembuluh darah arteri dan cabang-cabang yang menyuplai darah ke otak. Otak berfungsi sebagai pusat pengendalian badan untuk mengarahkan setiap pemikiran dan gerakan fisik. Stroke hemoragik sering di sertai oleh nyeri kepala hebat dan hilangnya kesadaran. srtoke karena perdarahan lebih bahaya. meskipun lebih jarang terjadi. banyak kelainan yang bersifat ireversibel. gejalanya tampak apabila pada tingkah laku dan gerakan orang yang bersangkutan. Kekurangan darah segar yang disebabkan oleh gangguan. G. Tidak ada bagian dari badan dapat mempertahankan atau bertahan hidup bila ada gangguan suplai darah dalam jangka waktu yang lama karena darah membawa oksigen dan bahan makanan lain untuk kehidupan. emosi. kemampuan mental.2.

3. reumatik. gangguan penglihatan. 3. Aktivitas/istirahat : Merasa kesulitan dalam melakukan aktivitas karena kelemahan kehilangan Gejala sensasi atau paralysis (Hemiplagia). ASUHAN KEPERAWATAN Pengkajian: 1. J. GJK Gejala endokarditis bacterial. dan gangguan tingkat kesadaran. Semua stroke di terapi dengan tirah barih dan penurunan rangsang eksternal untuk mengurangi kebutuhan oksigen serebrum. Stroke hemoragik di obati dengan penekanan pada penghentian perdarahan dan pencegahan kekambuhan. Tanda : Gangguan tonus otot (flaksid. Sirkulasi : Adanya penyakit jantung (Mi. Stroke embolik dapat di terapi dengan antikoagulasi. efek stroke pada pusat vasomotor. polisitemia. Integritas . riwayat hipotensi post ural). Tanda : Hipertensi arterial (dapat ditemukan/terjadi pada CSV) sehubungan dengan adanya embolisme/malformasi vaskuler. spatis) paralitik (Hemiplagia) dan terjadi kelemahan umum.I. Dapat dilakukan tindakan-tindakan untuk menurunkan tekanan dan edema intrakranium. penyakit jantung vaskuler. KOMPLIKASI Individu yang menderita stroke berat pada bagian otak yang mengontrol respons pernafasan atau kardiovaskuler dapat meninggal. Penatalaksanaan Medis: 1. 2. mungkin diperlukan tindakan bedah. 2. obat-obatan. Nadi dapat berfariasi (kerena ketidakstabilan fungsi jantung).

gangguan tingkah laku. 7. akan sangat berat dengan adanya perdarahan Gejala intraserebral dan subaraknoid. Neurosensori : Sinkope/pusing sakit kepala. ketidaksadaran biasanya akan tetap sadar jika penyebabnya adalah trombosis yang bersifat alami. Pernafasan : Merokok (faktor resiko) : Ketidakmampuan menelan/batuk/hambatan jalan nafas. sulit dalam mengekspresikan diri. gelisah. : Tingkah laku yang tidak stabil. 4. pipi dan tenggorokan disfagia. 6. dll. 9. bising usus negatif (ileus paralitik) 5. mual muntah selama akut (peningkatan TIK). Eliminasi : Perubahan pada berkemih seperti inkotenensia urine. Makanan/cairan : Nafsu makan hilang. kehilangan Gejala sensasi (rasa kecap) pada lidah. Tanda : Kesulitan menelan (gangguan pada refleks palatum dan faringeal). sedih dan gembira. Nyeri/kenyamanan : Sakit kepala dengan intensitas yang berbeda-beda (karena arteri karotis terkena). obesitas (faktor resiko). distensi abdomen Gejala (kandung kemih berlabihan). perasaan putus asa. : Emosi yang labil dan ketidaksiapan untuk marah. Keamanan .Gejala Tanda : Perasaan tidak berdaya. Tanda : Status mental/tingkat kesadaran biasanya terjadi koma pada tahap awal hemoragik. Gejala Tanda 8. anuria. Ex: latergi apatis. timbulnya pernafasan Gejala Tanda sulit dan/tak teratur. ketegangan pada otot/fasia. suara nafas terdengar ronki.

berbelanja. perawatan diri dan tugas-tugas rumah. K. 10. Ex: Perdarahan atau obstruksi arteri adanya titik oklusi atau ruptur. . 11. penyiapan makanan. Rencana pemulangan: Mungkin memerlukan obat/penanganan terapeutik. ketidakmampuan untuk berkomunikasi.7 hari.Tanda : Motorik/sensorik masalah dengan penglihatan perubahan persepsi terhadap orientasi dengan tubuh stroke kanan kesulitan dalam menelan tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi sendiri. kecanduan alkohol faktor resiko. iskemia. Ø Fungsi Lumbal: Menunjukkan adanya tekanan normal dan biasanya ada trombus emboli serebral dan TIA. bantu dalam hal transportasi. hemoragik. stroke faktor resiko. Ø EEG: Mengidentifikasi masalah pada gelombang otak dan mungkin memperlihatkan daerah lesi yang spesifik. Penyuluhan/pembelajaran Gejala : Adanya riwayat hipertensi pada keluarga. Ø Ultrasonogravi doppler: Mengidentivikasi penyakit arteriovena. dan adanya infark. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK Ø Angiografi serebral: Membantu menentukan penyebab stroke secara spesifik. Ø Sinar X tengkorak: Menggambarkan perubahan kelenjar lempeng pineal daerah yang berlawanan dari masa yang meluas. hematoma. Pertimbangan: DKC menunjukan rata-rata lama di rawat 3. malfarmasi arteriovena (MAV). Ø MRI: Menunjukkan darah yang mengalami infark. Ø CT Scan: Memperlihatkan adanya edema. Interaksi Sosial Tanda : Masalah bicara. pemakaian kontrasepsi oral.

kecenderungan tingkat kesadaran dan potensi peningkatan TIK dan mengetahui lokasi luas dan kemajuan/ resolusi catat ukuran bentuk.L. · Mendemonstrasikan tanda- tanda stabil dan tak adanya tandatanda peningkatan TIK. Perubahan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan interupsi aliran darah: gangguan oklusif. INTERVENSI. 4. Mengetahui kesadaran biasanya membaik. Mempengaruh faktor yang berhubungan dengan keadaan penyebab khusus selama koma/ penurunan perfusi serebral dan potensial terjadinya peningkatan TIK. Evaluasi pupil. 3. DAN RASIONAL NO DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. DIAGNOSA KEPERAWATAN. Tentukan faktorRASIONAL 1. kesamaam dan reaksinya terhadap cahaya. neurologist sesering mungkin dan membandingkan dengan keadaan normal/ standar. Letakkan kepala dengan posisi agak di kerusakan SSP. Hasil: · Mempertahankan tingkat INTERVENSI 1. fungsi kognitif dan motorik/ sensorik. 2. Monitor status i tingkat penetapan intervensi kerusakan neurologist atau kegagalan memperbaiki setelah fase awal memerlukan tindakan pembedahan atau dipindahkan ke ruang ICU. 2. . nasospasme edema serebral. hemoragik.

5. Menurunkan hipoksia yang dapat . 4.tinggikan dan dalam posisi anatomis (netral). 6. Cegah terjadinya 3. valsava dapat meningkatkan TIK dan memperbesar resiko terjadi perdarahan. Kolaborasi tekanan arteri dengan meningkatkan drainase dan meningkatkan sirkulasi perfusi jaringan serebral. 5. Menurunkan mengejan saat defekasi dan pernafasan yang memaksakan batuk terus menerus. Reaksi pupil di atur oleh saraf cranial okumolator dan berguna dalam menentukan apakah batang otak tersebut masih baik. Manuver dengan tim medis untuk pemberian oksigen. 6.

· Mempertahankan/meningkatka Ubah posisi minimal setiap 2 jam (terlentang. Menurunkan resiko terjadi trauma/iskemia jaringan daerah yang mengalami kerusakan sirkulasi yang lebih jelek dan menurunkan sensasi dan besar meminimalkan dekubitus. Perestaria: Flaksid/paralysis hipotonik awal paralysis spatis. 2 Kerusakan mobilitas fisik b. n kekuatan dan fungsi bagian tubuh yang terkena atau kompensasi. Hasil: · Mempertahankan posisi Kaji kemampuan secara fungsional/luasnya kerusakan awal dengan cara teratur.menyebabkan vasodilatasi serebral. kelemahan dan dapat memberikan informasi menjalani pemulihan. klasifikasikan melalui skala 0-4. Mengidentifikasi kekuatan.d keterlibatan neuromuskuler kelemahan. Letakkan pada posisi telungkup satu kali Membantu mempertahankan . optimal dari fungsi yang dibuktikan oleh tak adanya kontraktur footdrop. miring) dan jika memungkinkan bisa lebih sering jika diletakkan dalam posisi yang terganggu.

atau dua kaki sehari jika penderita dapat mentoleransinya. sesuai indikasi. ekstensi pinggul fungsional. Selama paralysis flaksid penggunaan penyangga dapat menurunkan resiko terjadinya . Sokong ekstremitas dalam posisi fungsional. mempertahankan posisi kepala netral. Gunakan penyangga lengan ketika penderita berada dalam posisi tegak. Mencegah kontraktur (foot drop) dan memfasilitasi kegunaanya jika berfungsi kembali. gunakan papan kaki (food board) selama periode paralysis flaksid. atrofi otot meningkatkan sirkulasi membantu mensegah kontraktur. Meminimalkan Lakukan latihan rentang gerak aktif dan pasif.

Posisi lutut dan panggul dalam posisi ekstensi. 3 Kerusakan komunikasi verbal b. Kolaborasi/konsultas i dengan ahli fisioterapi secara aktif latihan resistif dan ambulasi. koordinasi dan kekuatan.subluksasio lengan dan sindrom bahu lengan. Hasil: memahami kata atau mengalami kesulitan untuk . Program yang khusus dapat dikembangkan untuk menentukan/ menemukan kebutuhan yang berarti/mencegah kekurangan tersebut dalam keseimbangan.d kerusakan sirkulasi serebral Kaji tipe fungsional seperti penderita Membantu menentukan daerah dan derajat kerusakan serebral yang terjadi dan kesulitan dalam kerusakan neuromuskuler. kehilangan tidak tampak tonus/ control otot fasia/oral kelemahan/kelelahan umum. Mempertahankan posisi fungsional.

. · Menggunakan sumber-sumber Minta penderita untuk menulis nama atau kalimat yang pendek. Menilai kemampuan menulis (agratia) dan kekurangan dalam membaca yang benar (aleksia) yang juga merupakan bagian dari afasia sensorik dan afasia motorik.· Mengindikasikan pemahaman berbicara/membuat pengertian sendiri. beberapa tahap proses komunikasi. Berikan metode komunikasi alternative. Kolaborasi pada ahli Bermanfaat menurunkan frustasi. dengan tepat. tentang masalah komunikasi. · Membuat metode komunikasi dimana kebutuhan dapat diekspresikan. Memberikan komunikasi tentang kebutuhan berdasarkan keadaan/deficit yang mendasarinya. Antisipasi dan penuhi kebutuhan penderita. Ex: menulis dipapan tulis dan berikan petunjuk visual.

A (2008). Jakarta: EGC Doengus.terapi wicara.A. Rencana Asuhan Keperawatan. J. Jakarta: Salemba Medika ASUHAN KEPERAWATAN PADA TUAN “F” DENGAN GANGGUAN SISTEM PERSYARAFAN (STROKE) DI RUANG PDL (Penyakit Dalam) RS MUHAMMADIYAH PALEMBANG IDENTITAS MAHASISWA Nama Nim : Febriansyah : 0508127 Tgl Praktek : 04 Juli 2011 IDENTITAS KLIEN Nama No MR : Tn “F” : 022346 Umur : 42 Tahun Jenis Kelamin : Laki-laki . S dan Suddarnth. Jakarta: EGC Hidayat. Jakarta: Salemba Medika Muttaqin.A (2006). Kolaborasi pada ahli terapi wicara. Berfungsi untuk mengidentifikasi kebutuhan terapi. Pengantar Ilmu Keperawatan Anak. (2002). M. DAFTAR PUSTAKA Brunner. Drs (2002) Buku Ajaran Keperawatan Medical Bedah Vol2 Jakarta: EGC Carwin. Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Persyarafan. I. E (2001) Buku Saku Patofisiologi.

klien mengalami kelemahan pada tungkai kanan disertai penurunan kesadaran dengan tiba-tiba. di sertai penurunan kesadaran dengan tibatiba. Mulut mengot (-). sakit kepala (+). Masalah atau Dx medis pada saat MRS. Keluhan yang dirasakan saat ini: Klien mengatakan nafsu makannya berkurang. Kep Abdullah : Islam Hari Rawat Ke : 13 (tiga belas) Status BB : JSS :- Alamat Rumah Agama Diagnosa Medis: Post Stroke Ringan 1. pemeriksaan penunjang dan tindakan yang telah dilakukan mulai dari pasien MRS (UGD/poli).Tanggal Alergi : 26 Juni 2011 :: Jl. RIWAYAT PENYAKIT Keluhan utama saat masuk rumah sakit: Klien di rawat di ruang penyakit dalam. Riwayat penyakit dahulu: Hipertensi (+) Diagnose medic pada saat MRS. Riwayat penyakit sekarang: Klien mengalami kelemahan pada tungkai kanan. beraktivitas masih di bantu keluarga. kejang (-). CVD (Cerebro Vaskuler Desease) . sampai diambil kasus kelolaan.

Tindakan yang telah dilakukan di poliklinik atau UGD · · · · · IVFD kaen 3b gtt 20x/menit. Tgl 26 juni 2011: · · · · IVFD gtt 20x/menit. 1 ampul perdipine gtt 20x/menit Piracetam 4x3 gr dosis (06-12-18-24) Citicolin 2x1 gr dosis (08-20) As. · PENGKAJIAN KEPERAWATAN Persepsi kesehatan-manajemen kesehatan Klien mengetahui sakit yang dideritanya Klien merasa terganggu dengan sakitnya Klien mengatakan sakit yang dideritanya tergolong sakit yang berat Nutrisi-metabolisme Klien mengatakan selama di rawat di RS klien mengalami penurunan nafsu makan . O2 2-3 liter/mnt Piracetam 4x3 gr dosis (06-12-18-24) Citicolin 2x1 gr dosis (08-20) As. Travix 3x500 dosis (08-20) Tgl 07 juli 2011: · · · As. IVFD kaen drip. a. Travix 3x500 dosis (08-20) IVFD RL gtt 20x/menit Piracetam 4x3 gr dosis (08-20) 2. Travix 3x500 dosis (08-16-24) Catatan penanganan kasus (dimulai saat pasien di rawat diruang rawat sampai pengambilan kasus kelolaan). · · · b.

normal. Eliminasi Klien mengatakan tidak ada keluhan pada BAK dan BAB nya BAB 1x/hari. klien tidur 8-10 jam/hari. i. g. f. Persepsi diri-konsep diri Harga diri: klien mengatakan tidak malu pada penyakitnya. warna kuning tua. Koping-manajemen stress Klien mengatakan setiap ada masalah klien cerita dan bertukar pikiran/pendapat dengan istrinya. Seksualitas-reproduksi Klien mengatakan tidak ada keluhan pada system reproduksinya. frekuensi ±500 ml/hari Aktivitas-latihan Klien mengatakan tidak mampu beraktivitas mandiri. Ideal diri: klien semangat ingin cepat sembuh. klien hanya mneghabiskan setengah porsi c. Peran-hubungan Klien mengatakan selama di rawat di RS karena sakitnya. e. Dalam beraktivitas klien masih dibantu keluarga. Kognitif-persepsi Klien mengatakan sakit yang dideritanya sangat berpengaruh aktivitasnya seharihari/kebiasaan sehari-hari. frekuensi normal BAK 4-5x/hari. Tidur dan istirahat Klien mengatakan tidak ada keluhan/gangguan pada pola tidurnya.· Klien makan 3x1. klien sering mengeluh pada istrinya bahwa peran klien sebagai kepala keluarga dan tulang punggung keluarga menjadi terganggu. j. h. · · · d. . klien tidak pernah menghabiskan porsi makan yang disediakan RS.

Nilai kepercayaan Klien rutin menjalankan ibadah sholat jama’ah di masjid sekitarnya.2 : 12. System imun dan hematologi : 16. System muskuluskeletal Kekuatan otot 4 4 3 3 Aktivitas menurun e.000 : 49 System urinaria . a. Hb Leukosit Trombosit Hematokrit f.k.100 : 220. 3. System respirasi Tidak ada masalah c. System pencernaan : Kembung (-) : Nyeri(-) : Pekak (+) : Bising usus (+) Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi d. PEMERIKSAAN FISIK (REVIEW OF SYSTEM) System cardiovaskuler Tidak ada masalah b.

000 L: 40-54% Hematrokit 49 P: 35-47% CAUSE/SIGNIFIKAN 5.000 4000-11.2-17.5 9/l Leukosit Trombosit 12. O2 2-3 liter/menit Cefriaxone3x500 gr dosis (08-20) .2 P: 11. · · THERAPY IVFD RL gtt 20x/menit. : 4-5x/hari : cair : ±500 ml/hari : kuning tua System endokrin Tidak ada keluhan h.000-400.100 220.7-15.000 150. System persepsi sensori Pendengaran : normal Penglihatan : normal Pengecapan : normal Peraba : normal 4.3 g/l Hemoglobin 16.BAK Konsistensi Frekuensi Warna g. PEMERIKSAAN PENUNJANG (LAB/RADIOLOGI): TEST VALUE NORMAL RANGE L: 13.

ANALISA DATA DATA PENUNJANG DS: Keluarga klien mengatakan klien tidak dapat menggerakkan tungkai kanan.· · As. Travix 3x500 dosis (08-16-24) Anti hipertensi 6. Gangguan pemenuhan . Kehilangan volunteer DO: · · · · Hemiplagi dextra Reflex (+) Kekuatan oto 3 Tungkai 3 Kerusakan mobilitas fisik Hemiplegic Deficit neurologist PENYEBAB CVD MASALAH Kerusakan mobilitas fisik DS: Klien mengatakan selama ia di rawat di RS nafsu makannya menurun. Klien mengatakan makanan Nafsu makan menurun Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan Intake output inadekuat dari RS tidak menarik.

PRIORITAS MASALAH I.DO: · Porsi makan yang nutrisi kurang dari kebutuhan disediakan tidak pernah habis · Berat badan menurun 7. II.35 . Gangguan mobilitas fisik Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan Diposkan oleh Daryadi di 01.

stroke dikelompokan sebagai berikut : 1.disebabkan oleh pecahnyanya pembuluh darah otak pada daerah tertentu 2. Aliran / suplai darah tidak menjangkau daerah tersebut karena arteri yang bersangkutan tersumbat atau pecah. Faktor Predisposisi . Kejang –kejang 3. Stroke Non Hemoragik Dapat disebabkan karena sumbatan atauy penyempitan pembuluh darah otak ( Hudak & Gallo. Kehilangan kesadaran 2. Faktor Presipitasi .Usia lanjut .1996 ) Berdasarkan jenis dan lamanya gejala. Serangan Iskemik sementara ( TIA ) 2. Pengertian stroke adalah disfungsi neurology akut yang di sebabkan oleh gangguan aliran darah yang timbul secara mendadak dengan tanda-tanda dan gejala sesuai dengan daerah fokal pada otak yang terganggu ( WHO. Bila aliran darah ke otak berkurang sampai 24 – 30 ml/ 100gram jaringan.Perdarahan cerebral ( Long.1995 ) 3. Sebagai akibat keadaan tersebut dapat terjadinya anoksio atau hipoksia. Complet stroke ( CS ) ( Engram. Sebagai akibat pecahnya pembuluh darah arteri otak.Hypertensi .Anuerisma cerebral . Karena ini pada umumnya terjadi pada usia di atas 50 tahun.perembesan darah ke dalam parenkim otak yang dapat meyebabkan penekanan.Obesitas 2.sub kortikal ataupun infark regional dibatang otak terjadi karena daerah perdarahan suatu arteri tidak / kurang mendapat aliran darah. akan terjadi iskemia untuk jangka waktu yang lama suplai darah kurang dari 16 ml / 100 gram jaringan otak.CVD/STROKE CVD / STROKE 1.menyebabkan infark jaringan otak tyang permanen. Khusus pada stroke hemoragik.stroke dapat dibagi menjadi 2 golongan 1. Gangguan Respiratori 4. Hal ini terjadi karena anterosklorosis dan hipertensi.1998 ) Stroke juga dapat didefinisikan sebagai deficit neuorologi yang mempunyai awitan mendadak dan berlangsung 24 jam sebagai akibat dari CVD ( Hudak & Gallo. iskemia jaringan otak yang terjadi adalah karena perdarahan intraserebral oleh karena pecahnya pembuluh darahotak.1996 ) 2. pergeseran dan pemisahan jaringan otak internal tetekan sehingga menyebabkan infark otak. Gambaran Klinis Stroke Hemoragik 1. Kekakuan leher . Patofisiologi Infark regional kortikal. Etiologi 1.Perokok . Defisit Neuorologis Iskemik dapat pulih ( RIND ) 3.1995 ) 4. Stroke hemoragik Stroke yang terjadi karena perdarahan subrakhonoid.edema danmungkin terjadi hermiasi otak ( Depkes . Pecahnya pembuluh darah otak akan menyebabkan penekanan.1998 ) Sedangkan menurut jenisnya. Stroke In Evolusion ( SIE ) 4.

Patways . Dan pengobatan selanjutnya dengan fisioterapi. MRI 4. Pemeriksaan penunjang 1.Hemisfer Cerebri. Tindakan ini terutama di perlukan bagi pasien yang menderita perdarahan cerebellum ( otak kecil ). CT scan 2. Blood ( darah ) Oasien di infuse dengan RL ini akan bermanfaat untuk membantu pengobatan intravena 3. dan apabila pasien memakai gigi palsu maka harus segera dilepas 2. Bowel Agar mudah BAB maka perlu diberi Dulcolak Pengobatan khusus antara lain : 1. Fotopobia 6.1999 ) 6. Breating ( ernafasan ) yaitu dengan memberikan O2 bila sesak. Pembedahan mungkin diperlukan untuk mengatasi perdarahan cerebral yang meluas dengan cepat. Shock 5. EEG ( Doenges. Neorotropik Vitamin 4. Bladder Pasien perlu dipasang kateter untuk mengontrol vesika urinaria 5. Angiografi 3. Lumbal pungsi 5. Transemik Acid 3. Pemberian Adona 2. bila terdapt secret berlebih pada jalan nafasmaka perlu di suction. Serta obat-obatan yang memperlancar metabolisme otak. Pengobatan Pengobatan umum mengunakan rumus 5 B 1. Brain Apabila terdapt kejang maka perlu diberi Diazepam / valium 4.dan Trombosis.5.

7. Rencana asuhan keperawatan 1. Perubahan perfusi jaringan serebral b / d gg oklusif,hemoragi,vasospasme, serebral edema otak Tujuan : Fungsi neurologist normal,sirkulasi otak normal Kriteria hasil : 1. Pasien akan mempertahankan tingkat kesadaran biasanya / membaik,fungsi kognitif,dan motorik / sensori 2. Mendemontrasikan TTV stabil dan tidak adanya tanda –tanda peningkatan TI Intervensi 1. Pantau / catat status neurologist sesering mungkin dan bandingkan dengan

keadaan normalnya 2. Pantau tanda- tanda vital 3. Lertakkan kepala dengan posisi agak di tinggikan dan dalam posisi netral 4. Kaji fungsi-fungsi yang lebih tinggi,seperti fungsi bicara,jika klien sadar. 5. Pertahankan keadaan tirah baring,ciptakan lingkungan yang tenang 6. Cegah terjadinya mengejan saat defikasi dan pernafasan yang memaksa. 7. Berikan O2 8. Berikan obat sesuai indikasi 9. Pantau pemeriksaan laborat.

2. Kerusakan mobilitas fisik b / d kelemahan ,parestesia Tujuan : Klien akan melakukan aktifitas fisik tanpa bantuan Kriteria hasil 1. Pasien akan mempertahankan posisi optimal dari fungsi yang di buktikan tidak adanya kontraktur,footdrop 2. Mempertahankan / meningkatkan kekuatan dan fungsi bagian tubuh yang terkena atau kompensasi 3. Mempertahankan integritas kulit. Intervensi 1. Kaji kemampuan secara fungsional / luasnya kerusakan awal dan dengan cara yang teratur 2. Ubah posisi minimal setiap 2 jam 3. Mulailah melakukan latihan rentang gerak aktif dan pasif pada semua ekstremitas saat masuk, Anjurkan melakukan latihan seperti latihan quadrisep/gluteal,meremas bola karet, melebarkan jari- jari dan kaki/telapak. 4. Tempatkan bantal dibawah aksilla untuk melakukan abduksi pada tangan.

5. Tinggikan tangan dan kepala 6. Posisikan lutut dan panggul dalam posisi ektensi 7. Bantu untuk keseimbangan duduk dan keseimbangan berdiri. 8. Inspeksi daerah kulit yang menonjol secara teratur,lakukan massage secara hati-hati pada daerah yang kemerahan 9. Kerjasama dengan tim kesehatan lain ( Fisioterapi ) 10. Berikan Obat relaksan otot,anti spasmodic sesuai indikasi

3. Kerusakan komunikasi verbal dan atau tertulis b / d kerusakan sirkulasi serebral Tujuan : Pasien dapat berkomunikasi dengan tepat sesuai dengan keadaannya dan dapat mengemukakan kebutuhannya. Kriteria hasil 1. Mengidentifikasi pemahaman tentang masalah komunikasi 2. Membuat mtode komunikasi dimana kebutuhan dapat diekpresikan 3. Mengunakan sumber-sumber dengan tepat. Intervensi 1. Kaji tipe / derajat disfungsi,seperti pasien tidak tampak memahami kata atau mengalami kesulitan berbicara atau membuat pengertiaan sendiri 2. Bedakan antara afasia dengan disatria 3. Perhatikan kesalahan dalam komunikasi dan berikan umpan balik 4. Mintalah pasien untuk mengikuti perintah sederhana 5. Tunjukkan obyek dan minta pasien untuk menyebutkan nama benda tersebut 6. Mintalah pasien untuk mengucapkan suara sederhana seperti “ Sh” atau “Pus” 7. Konsultasikan atau rujuk kepada ahli terapi wicara. 4. Kurang Perawatan diri b / d Penurunan kekuatan dan ketahanan

Tujuan : Pasien dapat menolong diri sendiri sesuai kondisinya.Klien tidak kelihatan kesakitan dan gelisah Intervensi . Berikan makanan dengan kadar serat yang tinggi. Identifikasi kebiasaan defikasi sebelumnya dan kembalikan pada kebiasaan pola normal tersebut.Klien tidak mengeluh pusing dan mual . Kaji kemampuan klien untuk kberkomunikasi tentang kebutuhannya 6. 4.beri pasien waktu yang cukup untuk mengerjakan tugasnya 4. Berikan umpan balik yang positif untuk setiap usaha yang dilakukan atau keberhasilannya 5. Kerjasama dengan tim kesehatan lain ( Fisioterapi ). dapat mengungkapkan kebutuhannya Kriteria hasil : 1. Pertahankan dukungan.sikap yang tegas. Melakukan aktifitas perawatan diri dalam tingkat kemampuan sendiri Intervensi 1. Kaji kemampuan dan tingkatkan kekurangan untuk melakukan kebutuhan sehari-hari 2. Pasien akan mendemontrasikan teknik / perubahan gaya hidup untuk memenuhi kebutuhan perawatan diri 2. 7.anjurkan untuk minum banyak dan tingkatkan aktifitas. Gangguan perfusi jaringan otak B/D Peningkatan TIK dampak dari edema otak Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan dalam waktu 2 x 24 jam gangguan perfusi jaringan otak dapat di atasi Kriteria hasil: . Hindari melakukan sesuatu untuk pasien yang dapat dilakukan oleh pasien sendiri 3.

Regester : 0330 Agama : Islam Alamat : Pacitan Pendidikan : SPG Pekerjaan : Pensiunan Guru Tanggal MRS : 11 – 1 . Saat Pengkajian : Bicara pelo komunikasi sulit diterima 111.dan bicara pelo 2.05 Diagnosa Medis : CVD 11. Kolaborasi dalam pemberian obat-obatan 7. Monitoring TTV dan status neurologist tiap 2 jam sekali 5. IDENTITAS KLIEN Nama : Tn S Umur : 66 Tahun No. Anjurkan klien untuk memiringkan kepala ke kiri atau ke kanan bila mana mau muntah 4. Observasi Intake dan Output 6. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG . Instruksikan klien untuk puasa kalau perlu 1.1. Saat MRS : Kaki kanan terasa lemah. KELUHAN UTAMA 1. Berikan suasana yang nyaman dan tenang 3. Berikan posisi datar 2.

Keluarga Klien mengatakan klien merasa pusing dan lemah kemudian klien dibawah berobat ke tenaga kesehatan dengan tekanan darah 200 mmhg karena belum ada perubahan setelah berobat oleh keluarga dibawah ke dokter spisialis di ponorogo sampai dengan sebuh.Dalam keluarga tidak ada yang ada sakit seperti yang dialami oleh klien .Inj Kalmetason 4 x 1 amp. Inj Nikolin 3 x 1. Persepsi dan harapan klien terhadap masalahnya . T : N S N Mendapatkan terapi Infus PZ. V.Infus monitol. RIWAYAT PSIKOSOSIAL a.Keluarga tidak ada yang menderita penyakit menular : batuk darah ataupun sakit kuning V1.Persepsi klien terhadap masalah Tidak terkaji karena klien sulit untuk diajak komunikasi ( Bicara pelo) .Klien tidak pernah menderita penyakit menular : batuk darah ataupun sakit kuning . RIWAYAT KESEHATAN DAHULU .Harapan klien terhadap masalahnya Tidak terkaji karena klien sulit untuk diajak komunikasi ( Bicara pelo) b.Inj Acran 3 x 1 amp.flu biasa. Sampai 4 bulan kemudian klien pada tanggal 10 Januari klien jatuh dikamar mandi dan kaki kanan tersa lemah dan berbicaranya pelo kemudian klien dibawa ke puskesmas Bandar Pacitan Kemudian oleh Puskesmas di rujuk Ke RSUD Dr. 1V. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA .Klien hanya sakit batuk.Klien mengalami sakit darah tinggi 4 bulan yang lalu tapi tidak separah ini . Persepsi dan harapan keluarga terhadap masalah klien . Soedono Madiun pada saat pengkajian dir RS klien kaki kanan dan tangan kanan lemah dan bicara pelo.

Keadaan Umum Klien Keadaan umum klien lemah \. Pengkajian Konsep diri Tidak terkaji karena klien sulit untuk diajak komunikasi ( Bicara pelo) VIII.Persepsi keluarga terhadap masalah klien Keluarga sangat khawatir dengan sakit yang dialami oleh klien . f.GCS 456 C R 24 x / mtTD: 140 / 80 mmhg N 84 x / mt S: 36 BB.kesadaran Composmentis. Pola Pertahanan Saat ditanya tentang keluhan klien hanya bisa membaca Istigfar saja ( Allahu akbar ) e. PEMERIKSAAN FISIK a.Harapan keluarga terhadap masalah klien Keluarga sangat berharap keadan klien cepat pulih dan cepat sembuh c. Pola Interaksi dan komunikasi Tidak terkaji karena klien sulit untuk diajak komunikasi ( Bicara pelo) d. Pola nilai dan kepercayaan Klien beragama islam taat menjalankan ibadah seperti sholat lima waktu dan puasa wajib maupun sunah.TB tidak terkaji ..

tidak ada polip. klien nampak pucat.tidak ada cairan.Cornea tidak keruh.Bulu mata tidak rontok e.Muka : Hidung semetris ada secret. fungsi pendengaran berkurang. Pemeriksaan Mata . Pemeriksaan Kepala dan muka .b. . f.tidak ada nafas cuping hidung.Kepala : tidak ada benjolan rambut panjang lurus beruban. d. Pemeriksaan Telinga .tidak ada pebesaran vena jugularis. .tidak ada pembesaran tonsil dan dapat menelan. tidak ada ketombe.Kunjuktiva tidak anemis.Bentuk kedua daun telinga simetris .seklera tidak ekterus. Pemeriksaan leher Tidak ada pembesaran kelenjar thyroid.tidak ada serumen. Pemeriksaan Mulut dan Farink Bentuk mulut tidak semetris ( Perot) mukosa nampak pucat.Fungsi penglihatan baik dapat membaca . c.

1. Pemeriksaan Thorak h. Pemeriksaan Abdoment Inspeksi : Bentuk datar tidak ada pembesaran hepar.Tidak ada benjolan pada mamae dan nyeri tekan.tidak acitess Auscultasi : Bising Usus : 5 x mt Palapasi : Tidak ada nyeri tekan . Periksaan Jantung Auscultasi : Suara jantung S 1dan S2 Tredengan tunggal dan teratur : T 140 / 80 mmHg Inspeksi : Terlihat ictus cordis pada ICS V mel kiri Perkusi : Sonan Palpasi : N= 84 x/mtkuat dan teratur i.g. Pemeriksaan Payudara dan Ketiak .2.Kembung . . Pemeriksaan Paru Inspeksi : Bentuk dada simetris RR 20 x/mt Auscultasi : tidak ada wheezing atau ronchi Palpasi : Vocal premitus teraba simetris Percusi : Sonor h.Tidak ada pembesaran kelenjar axilla h.

Pemeriksaan saraf cranial N1( Olvaktorius) :Tidak ada kelainan dapat membedakan bau N 11 ( Opticus) : Tidak ada kelainan .Kesadaran : Composmentis GCS 456 . Pemeriksaan Angota Gerak ( ekstremitas ) Tangan kanan : Tidak bisa untuk digerakkan Tangan kiri : Bisa digerakkan . j. Pemeriksaan integument Warna kulit : Cokllat pucat tidak sianosis CTemperatur : Hangat S 36 Edema : Tidak edema Lesi : Tidak ada Keadaan : kulit bersih k.tidak edema.terpasang : infusPz drip Trrentral 2 Amp Kaki kanan : Tidak bisa untuk digerakkan. Pemeriksaan Status Dan Neorologis .fungsui penglihatan baik N 111( okulamotorius ) : Tidak ada kelainan reflek cahaya + .Percusi : Hypertimpani. l. Pemeriksaan Genetalia dan sekitar anus Tidak terkaji klien terpasang pampers dan DC m.tidak edema Kaki kiri : Bisa digerakkan .

V6 = Myocardinal Ishemia I.Vf.V6 = Posibel myocardinal injury I. PENATALAKSANAAN 12/ 1 /05 Infus PZ drip trentral 2 Amp Monitol = 100cc/ 4 jam Inj Nikolin = 4 x 1 Amp Inj Kalmetason = 3 x 1Amp .parieto.N 1V ( Troklerius) : Tidak ada kelainan Dapat mengerakkan bola mata berputar N V (Trigeminus ) : Tidak ada kelainan dapat mengerakkan bola mata kesamping N V1 (Abdusen ) : Tidak ada kelainan Dapat mengerakkan rahang N V11 ( Fasialis ) : Bicara pelo dan saat bicara mulut tidak simetris ( perot) V111( Vestibulo Koklearis ) : Pendengaran berkurang N1X( Glosofaringeus) : dapat menelan makan / minuman dengan baik NX ( Vagus ) :Terjadi perubahan suara saat bicara ( pelo) NX1 ( Aksesorius) : Tidak ada kelainan dapat memalingkan kepala NX11( Hipogloserius) : Tidak dapat bicara dengan normal Pemeriksaan ECG 11-1.II.occipital sinistra.V5.II = Left atrial Overload Pemeriksaan CT scan 13 – 1 -05 Kesimpulan Ifarct luas daerah tempora.V5.05 Kesimpulan : II. X.

Kriteria hasil 1. Mengunakan sumber-sumber dengan tepat. Mengidentifikasi pemahaman tentang masalah komunikasi 2. .Inj Acrain = 3x 1 amp MASALAH KEPERAWATAN Kerusakan komunikasi verbal B / D kerusakan sirkulasi serebral Kerusakan mobilitas fisik B / D Kerusakan mobilitas fisik Kurang Perawatan diri B / D Penurunan kekuatan dan ketahanan RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN DIAGNOSA KEPERAWATAN Kerusakan komunikasi verbal B / D kerusakan sirkulasi serebral TUJUAN / KRETERIA HASIL Tujuan : Pasien dapat berkomunikasi dengan tepat sesuai dengan keadaannya dan dapat mengemukakan kebutuhannya. Membuat mtode komunikasi dimana kebutuhan dapat diekpresikan 3.

INTERVENSI 1. Melakuakn penilaian terhadap adanya kerusakan sensorik 5.dan menulis bahasa tetapi mengalamimkesulitan mengucapkan kata-kata sehubungan dengan kelemahan dan paralysis dari otot-otot daerah oral 3. Bicaralah dengan nada normal dan hindari percakapan yang cepat RASIONAL 1.seperti pasien tidak tampak memahami kata atau mengalami kesulitan berbicara atau membuat pengertiaan sendiri 2.membaca.seperti pasien mungkin mengenalinya tetapi tidak apt menyebutnya . Umpan balik membantu pasien merealisasikan dan memberi kesempatan megklarifikasikan makna yang terkandung dalam ucapan 4. Seseorang dengan disatria dapat memahami. Tunjukkan obyek dan minta pasien untuk menyebutkan nama benda tersebut 6. Mintalah pasien untuk mengikuti perintah sederhana 5. Bedakan antara afasia dengan disatria 3. Katakan secara langsung dengan pasien bicara perlahan dan dengan tenang 9. Dapat membantu menentukan daerah kerusakan serebral yang terjadi 2. Perhatikan kesalahan dalam komunikasi dan berikan umpan balik 4. Melakukan penilaian terhadap kesalahan motorik. Kaji tipe / derajat disfungsi. Berikan metode komunikasi alternative 8. Mintalah pasien untuk mengucapkan suara sederhana seperti “ Sh” atau “Pus” 7.

8. NOC. terhadap embolisme berasal dari tempat lain dalam tubuh. 1995). . Memberikan komunikasi tentang kebutuhan berdasarkan keadaannya. Pasien tidak perlu merusak pendengaran dan meninggikan suara dapat menimbulkan marah pasien ASUHAN KEPERAWATAN STROKE DENGAN NANDA. 9. biasanya sekunder terhadap arterisklerosis.6. Mengidentifikasi adanya disatria sesuai komponen motorik dari bicara. NIC DEFINISI Cedera serebrovaskular atau stroke meliputi awitan tiba-tiba defisit neurologis karena insufisiensi suplai darah ke suatu bagian dari otak. atau terhadap perdarahan akibat ruptur arteri (aneurisma)(Lynda Juall Carpenito. Menurunkan kebingungan selama proses komunikasi dan berespon pada informasi yang lebih banyak pada satu waktu tertentu. Insufisiensi suplai darah disebabkan oleh trombus. 7.

Hal ini dapat terjadi karena penurunan aktivitas simpatis dan penurunan tekanan darah yang dapat menyebabkan iskemi serebral. Etiologi Beberapa keadaan dibawah ini dapat menyebabkan stroke antara lain : 1.Tanda dan gejala neurologis seringkali memburuk pada 48 jam setelah thrombosis. Thrombosis ini terjadi pada pembuluh darah yang mengalami oklusi sehingga menyebabkan iskemi jaringan otak yang dapa menimbulkan oedema dan kongesti di sekitarnya. Thrombosis Cerebral.Thrombosis biasanya terjadi pada orang tua yang sedang tidur atau bangun tidur. Beberapa keadaan dibawah ini dapat menyebabkan thrombosis otak : a.Oklusi mendadak pembuluh darah karena terjadi thrombosis.Lumen arteri menyempit dan mengakibatkan berkurangnya aliran darah. Atherosklerosis Atherosklerosis adalah mengerasnya pembuluh darah serta berkurangnya kelenturan atau elastisitas dinding pembuluh darah. . (1989) Stroke adalah disfungsi neurologi akut yang disebabkan oleh gangguan aliran darah yang timbul secara mendadak dengan tanda dan gejala sesuai dengan daerah fokal pada otak yang terganggu. . Kerusakan dapat terjadi melalui mekanisme berikut : .Menurut WHO. Manifestasi klinis atherosklerosis bermacam-macam.

. 3. Arteritis( radang pada arteri ) 2. c. b. Akibat pecahnya pembuluh darah otak menyebabkan perembesan darah kedalam parenkim otak yang dapat mengakibatkan penekanan. Keadaan aritmia menyebabkan berbagai bentuk pengosongan ventrikel sehingga darah terbentuk gumpalan kecil dan sewaktu-waktu kosong sama sekali dengan mengeluarkan embolus-embolus kecil. d. kemudian melepaskan kepingan thrombus (embolus) Dinding arteri menjadi lemah dan terjadi aneurisma kemudian robek dan terjadi perdarahan. pergeseran dan pemisahan . Hypercoagulasi pada polysitemia Darah bertambah kental . Perdarahan ini dapat terjadi karena atherosklerosis dan hypertensi.Merupakan tempat terbentuknya thrombus. c. peningkatan viskositas /hematokrit meningkat dapat melambatkan aliran darah serebral. Emboli Emboli serebral merupakan penyumbatan pembuluh darah otak oleh bekuan darah. menyebabkan terbentuknya gumpalangumpalan pada endocardium. Katup-katup jantung yang rusak akibat Rheumatik Heart Desease. Endokarditis oleh bakteri dan non bakteri. Pada umumnya emboli berasal dari thrombus di jantung yang terlepas dan menyumbat sistem arteri serebral. Emboli tersebut berlangsung cepat dan gejala timbul kurang dari 10-30 detik. lemak dan udara. Haemorhagi Perdarahan intrakranial atau intraserebral termasuk perdarahan dalam ruang subarachnoid atau kedalam jaringan otak sendiri.(RHD) Myokard infark Fibrilasi. Beberapa keadaan dibawah ini dapat menimbulkan emboli : a. b.-.

b. Hypoksia Umum a. b. yairtu usia. c.biasanya defek kongenital. Vasokontriksi arteri otak disertai sakit kepala migrain. Aneurisma myocotik dari vaskulitis nekrose dan emboli septis. sehingga darah arteri langsung masuk vena. e. terjadi hubungan persambungan pembuluh darah arteri. . Cardiac Pulmonary Arrest Cardiac output turun akibat aritmia 5. Hipoksia setempat a. Hipertensi yang parah. d. Aneurisma fusiformis dari atherosklerosis.jaringan otak yang berdekatan . FAKTOR RESIKO Faktor-faktor resiko stroke dapat dikelompokan sebagai berikut :: 1. Penyebab perdarahan otak yang paling lazim terjadi : a. 4.sehingga otak akan membengkak. c. yang disertai perdarahan subarachnoid. jaringan otak tertekan. Akibat adanya kerusakan pada arteri. Ruptur arteriol serebral. akibat hipertensi yang menimbulkan penebalan dan degenerasi pembuluh darah. Aneurisma Berry. Malformasi arteriovenous. Spasme arteri serebral . oedema. hipertensi dan DM. dan mungkin herniasi otak. b. sehingga terjadi infark otak.

. Namun dalam penelitian tersebut tidak ada bukti yang menyatakan hal tersebut berkaitan secara langsung. pengobatan dengan anti koagulan ) 5.Stroke dapat diklasifikasikan menurut patologi dan gejala kliniknya. Penyebab emboli MCI. Walaupun memang latihan yang terlalu berat dapat menimbulkan MCI. adalah: 1. Seks dan seksual intercouse. aneurisma pada arteri dan penurunan faktor pembekuan darah (leukemia. yaitu : a. TIA. pria dan wanita mempunyai resiko yang sama terkena serangan stroke tetapi untuk MCI jelas pria lebih banyak daripada wanita. Latihan. Bukti-bukti yang menyatakan telah terjadi kerusakan pembuluh darah arteri sebelumnya : penyakit jantung angina. Klasifikasi: 1. Obesitas. suplai darah menurun pada ektremitas.. memang merokok dapat merusak arteri tetapi tidak ada bukti kaitan antara keduanya itu. 3. Kelainan katup. 4. Dinyatakan kegemukan menimbulkan resiko yang lebih besar. Penyebab haemorhagic. 4. Stroke Haemorhagi.2. heart tidak teratur atau jenis penyakit jantung lainnya. polisitemia. 5. 3. 2. Kemudian ada yang menunjukan bahwa yang selama ini dianggap berperan dalam meningkatkan prevalensi stroke ternyata tidak ditemukan pada penelitian tersebut diantaranya. namun tidak ada bukti secara medis yang menyatakan hal ini. tekanan darah terlalu tinggi. orang mengatakan bahwa latihan dapat mengurangi resiko terjadinya stroke. Riwayat keluarga. Penyebab timbulnya thrombosis. Merokok.

b. Gejala yang timbul akan hilang dengan spontan dan sempurna dalam waktu kurang dari 24 jam. c. baru bangun tidur atau di pagi hari. Luasnya infark bergantung pada faktor-faktor seperti lokasi dan besarnya pembuluh darah dan adekuatnya sirkulasi kolateral terhadap area yang disuplai oleh pembuluh darah yang tersumbat. Stroke Non Haemorhagic Dapat berupa iskemia atau emboli dan thrombosis serebral. Kesadaran umummnya baik. Stroke komplit: dimana gangguan neurologi yang timbul sudah menetap atau permanen . Proses dapat berjalan 24 jam atau beberapa hari. Atherosklerotik sering/cenderung sebagai faktor penting . TIA ( Trans Iskemik Attack) gangguan neurologis setempat yang terjadi selama beberapa menit sampai beberapa jam saja. 2. Menurut perjalanan penyakit atau stadiumnya: a. b. perdarahan dan spasme vaskuler) atau oleh karena gangguan umum (hipoksia karena gangguan paru dan jantung). Tidak terjadi perdarahan namun terjadi iskemia yang menimbulkan hipoksia dan selanjutnya dapat timbul edema sekunder .Merupakan perdarahan serebral dan mungkin perdarahan subarachnoid. Sesuai dengan istilahnya stroke komplit dapat diawali oleh serangan TIA berulang. biasanya terjadi saat setelah lama beristirahat. namun bisa juga terjadi saat istirahat. Stroke involusi: stroke yang terjadi masih terus berkembang dimana gangguan neurologis terlihat semakin berat dan bertambah buruk. Kesadaran pasien umumnya menurun. Suplai darah ke otak dapat berubah (makin lmbat atau cepat) pada gangguan lokal (thrombus. Biasanya kejadiannya saat melakukan aktivitas atau saat aktif. Disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak pada daerah otak tertentu. emboli. Patofisiologi Infark serbral adalah berkurangnya suplai darah ke area tertentu di otak.

Jika sirkulasi serebral terhambat. Thrombus dapat pecah dari dinding pembuluh darah terbawa sebagai emboli dalam aliran darah. Karena thrombosis biasanya tidak fatal. Anoksia serebral dapat terjadi oleh karena gangguan yang bervariasi salah satunya cardiac arrest. thrombus dapat berasal dari flak arterosklerotik . Perbedaan antara infark dan perdarahan otak sebagai berikut : Gejala(anamnesa) Infark Perdarahan . Perdarahan pada otak lebih disebabkan oleh ruptur arteriosklerotik dan hipertensi pembuluh darah. Iskemia jaringan otak yang disuplai oleh pembuluh darah yang bersangkutan. Perubahan irreversibel bila anoksia lebih dari 10 menit. Thrombus mengakibatkan .CVA. jika tidak terjadi perdarahan masif. 2. 1. Oklusi pada pembuluh darah serebral oleh embolus menyebabkan edema dan nekrosis diikuti thrombosis. dimana aliran darah akan lambat atau terjadi turbulensi. Dengan berkurangnya edema pasien mulai menunjukan perbaikan. atau jika sisa infeksi berada pada pembuluh darah yang tersumbat menyebabkan dilatasi aneurisma pembuluh darah. Jika terjadi septik infeksi akan meluas pada dinding pembukluh darah maka akan terjadi abses atau ensefalitis . dapat berkembang anoksia cerebral. Hal iniakan me yebabkan perdarahan cerebral. Area edema ini menyebabkan disfungsi yang lebih besar daripada area infark itu sendiri.. Edema dapat berkurang dalam beberapa jam atau kadang-kadang sesudah beberapa hari.terhadap ortak. jika aneurisma pecah atau ruptur. Perubahan disebabkan oleh anoksia serebral dapat reversibel untuk jangka waktu 4-6 menit. atau darah dapat beku pada area yang stenosis. Perdarahanintraserebral yang sangat luas akan menyebabkan kematian dibandingkan dari keseluruhan penyakit cerebro vaskuler. Edema dan kongesti disekitar area.

Massa intrakranial densitas bertambah. massa intra Densitas berkurang hemisfer/vasospasme. Sub akut Bangun pagi + 50% TIA Kadang sedikit Infark +/- Sangat akut Lagi aktifitas + ++ +++ Perdarahan ++ ++ + + + + + Kemungkinan glandula pineal pergeseran Oklusi.Permulaan Waktu Peringatan Nyeri Kepala Kejang Kesadaran menurun Gejala Objektif Koma Kaku kuduk Kernig pupil edema Perdarahan Retina Pemeriksaan Laboratorium Darah pada LP X foto Skedel Angiografi CT Scan. stenosis Aneurisma AVM. Perbedaan perdarahan Intra Serebral (PIS) dan Perdarahan Sub Arachnoid (PSA) Gejala PIS PSA .

d. Penilaian buruc. Perilaku lambat dan sangat hati-hati c. 2. Kelainan bidang pandang sebelah kanan. Mengalami hemiparese kanan b. Rontgen kepala dan medula spinalis Elektro encephalografi ( CT. Stroke hemisfer Kanan a. 2. Hemiparese Gangguan saraf otak Dalam 1 jam Hebat Menurun Umum rangsangan +/- 1-2 menit Sangat hebat Menurun sementara Sering fokal +++ ++ + +/+++ Jika dilihat bagian hemisfer yang terkena tanda dan gejala dapat berupa: 1. Disfagia global e. Mudah frustasi Pemeriksaan Diagnostik 1. Computerized Tomografi Scanning 6. Angiografi 5. 3. Magnetic Resonance Imaging Penatalaksanaan Stroke Untuk mengobati keadaan akut perlu diperhatikan faktor-faktor kritis sebagai berikut .Timbulnya Nyeri Kepala Kesadaran Kejang Tanda Meningeal. Afasia F.Mempunyai kerentanan terhadap sisi kolateral sehingga kemungkinan terjatuh ke sisi yang berlawanan tersebut. Stroke yang Hemifer kiri a. Scan) Punksi lumbal 4. Hemiparese sebelah kiri tubuh. b.

sedapat mungkin jangan memakai kateter. 3. 3. Mempertahankan saluran nafas yang paten yaitu lakukan pengisapan lendiryang sering. harus dilakukan secepat mungkin pasien harus dirubah posisi tiap 2 jam dan dilakukan latihan-latihan gerak pasif. papaverin intra arterial. Anti agregasi thrombosis seperti aspirin digunakan untuk menghambat reaksi pelepasan agregasi thrombosis yang terjadi sesudah ulserasi alteroma. membantu pernafasan. kalau perlu lakukan trakeostomi. Endosterektomi karotis membentuk kembali arteri karotis . asetazolamid. Berusaha menstabilkan tanda-tanda vital dengan : a. Vasodilator meningkatkan aliran darah serebral ( ADS ) secara percobaan. 5. 3. Menempatkan pasien dalam posisi yang tepat. termasuk usaha memperbaiki hipotensi dan hipertensi. Pengobatan Konservatif 1.1. oksigenasi. 2. tetapi maknanya pada tubuh manusia belum dapat dibuktikan. Berusaha menemukan dan memperbaiki aritmia jantung. Komplikasi . 2. Evaluasi bekuan darah dilakukan pada stroke akut Ugasi arteri karotis komunis di leher khususnya pada aneurisma. 4. yaitu dengan membuka arteri karotis di leher. Pengobatan Pembedahan Tujuan utama adalah memperbaiki aliran darah serebral : 1. 2. Merawat kandung kemih. Revaskularisasi terutama merupakan tindakan pembedahan dan manfaatnya paling dirasakan oleh pasien TIA. Dapat diberikan histamin. aminophilin. b. Mengontrol tekanan darah berdasarkan kondisi pasien.

Kebutuhan sehari-hari terpenuhi baik oleh dirinya maupun orang lain. 4. pengobatan dan kebutuhan rehabilitasi. 5. Berhubungan dengan immobilisasi . Mencegah dan meminimalkan komplikasi dan kelumpuhan permanen. Berhubungan dengan paralisis: nyeri pada daerah punggung. HidrocephalusY Prioritas Keperawatan 1. nyeri pada daerah tertekan. 2.Setelah mengalami stroke pasien mungkin akan mengalmi komplikasi . 3. 5. 4. prognosis. Memberikan dukungan terhadap proses mekanisme jkoping dan mengintegrasikan perubahan konsep diri. 2. konstipasi dan thromboflebitis. Meningkatnya fungsi serebral dan menurunnya defisit neurologis. 4. Memberikan informasi tentang proses penyakit. Mencegah/meminimalkan komplikasi. Tujuan Akhir keperawatan 1. Mekanisme koping positip dan mampu merencanakan keadaan setelah sakit Mengerti terhadap proses penyakit dan prognosis. 2. deformitas dan terjatuh 3. infeksi pernafasan. 3. Berhubungan dengan kerusakan otak : epilepsi dansakit kepala. Meningkatkan perfusi serebri dan oksigenasi yang adekuat. dislokasi sendi. Membantu pasien untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul: . komplikasi ini dapat dikelompokan berdasarkan: 1.

d faktor biologis 3. Kerusakan mobilitas fisik b. Kerusakan komunikasi verbal b. Sindrom defisit self-care: b.d kelemahan.d imunitas tubuh primer menurun.d neurology meningkat. Kelemahan berkurang Status neurology:Kesadaran meningkat. 4. prosedur invasif Kurang pengetahuan keluarga tentang penyakit dan perawatannya b/d kurang paparan dan keterbatasan kognitif 6. Risiko infeksi b. Gangguan eliminasi BAB b/d imobilisasi Gangguan menelan berhubungan dengan kerusakan neuromuskuler otot menelan 7. kerusakan mobilitas fisik 5.Fungsi motorik meningkat. 2. gangguan neuromuskuler.d penurunan sirkulasi ke otak.d kerusakan neuromuskuler.1. kerusakan persepsi sensori. penurunan kekuatan otot. Fungsi .TIK dbn. Perfusi jaringan tidak efektif: cedera b.d gangguan sirkulasi darah ke otak Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d ketidakmampuan pemasukan b. Risiko trauma/injuri berhubungan dengan penurunan kesadaran RENPRA STROKE No 1 DIAGNOSA Perfusi TUJUAN Setelah dilakukan tindakan keperawatan …… INTERVENSI Peningkatan perfusi serebral Kaji klien Monitor respirasi Kolaborasi obatstatus kesadaran jaringan tidak jam diharapkan perfusi jaringan efektif dg KH: efektif: cedera gangguan sirkulasi darah ke otak Perfusi jaringan cerebral: Fungsi b.

Tanda vital stabil obatan untuk memepertahankan status hemodinamik. sensorik babinski) kaji tanda-tanda keadekuatan perfusi ( persepsi respon . kesimetrisan.Komunikasi kognitif meningkat.. Ukur vital sign Kaji peningkatan kemampuan motorik. reaksi pupil Monitor kesadaran.orientasi. GCS dan status pupil: memori. Monitor laboratorium status AGD utk oksigenasi: Monitor neurology Monitor gerakan.persepsi sensorik meningkat.

jam terjadi Managemen nutrisi Kaji pola makan klien Kaji makan makanan kesukaannya Anjurkan keluarga pada untuk kebiasaan klien dan peningkatan status nutrisi dg KH: Mengkonsumsi nutrisi yang adekuat.jaringan cerebral Hindari aktivitas yg dapat meningkatkan TIK Laporkan pada dokter ttg perubahan kondisi klien 2 Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d ketidakmamp uan pemasukan b.. Identifikasi kebutuhan nutrisi.d biologis faktor Setelah dilakukan askep . meningkatkan intake nutrisi dan cairan kelaborasi dengan tentang kalori makanan dibutuhkan tingkatkan intake ahli gizi kebutuhan dan tipe yang . Bebas dari tanda malnutrisi.

lewat Nutritional terapi kaji untuk NGT berikan makanan kebutuhan pemasangan melalui NGT k/p berikan lingkungan yang nyaman dan tenang untuk mendukung makan monitor penurunan dan peningkatan BB monitor kalori dan gizi intake 3 Kerusakan Setelah dilakukan Askep …. jam diharapkan Latihan : gerakan . zat besi dan vit c monitor intake nutrisi dan kalori Monitor pemberian masukan cairan parenteral.protein.

Fungsi motorik meningkat.d Level mobilitas: Peningkatan fungsi dan kekuatan otot ROM aktif / pasif meningkat Perubahan pposisi adekuat. Beri reinforcement ppositif kemajuan setipa . dengan criteria: b. terjadi peningkatan mobilisasi.mobilitas fisik kerusakan neuromuskul er. kerusakan persepsi sensori. ADL optimal sendi (ROM) Kaji kemampuan klien dalam melakukan mobilitas fisik Jelaskan kepada klien dan keluarga manfaat latihan Kolaborasi fisioterapi program latihan Kaji lokasi nyeri/ ketidaknyamanan selama latihan Jaga klien Bantu klien utk mengoptimalkan gerak sendi pasif keamanan dg utk manpun aktif. penurunan kekuatan otot.

.d komunitas verbal meningkat. kemamapuan Mendengar aktif: komunikasi verbal b.dg criteria: Kaji kemampuan penurunan sirkulasi ke Kemampuan komunikasi: berkomunikasi otak.Terapi latihan : kontrol otot Kaji kesiapan klien utk melakukan latihan Evaluasi sensorik Berikan privacy klien saat latihan kaji dan catat klien keempat ukur fungsi kemampuan utk ekstremitas. vital sign sebelum dan sesudah latihan Kolaborasi dengan fisioterapi Beri reinforcement ppositif kemajuan setipa 4 Kerusakan Setelah dilakukan askep …. jam.

Kemampuan interprestasi meningkat Jelaskan interaksi tujuan Perhatikan tanda nonverbal klien Klarifikasi pesan bertanya feedback. gambar Peningkatan bahasa lisan Komunikasi : kemampuan penerimaan. Hindari halangan komunikasi barrier/ dan Peningkatan komunikasi: Defisit bicara Libatkan keluarga memahami klien Sediakan petunjuk sederhana Perhatikan bicara klien dg cermat Gunakan sederhana pendek kata dan utk pesan .Penggunaan isyarat nonverbal Penggunaan bahasa tulisan.

Berdiri di depan klien saat bicara. self-care Self-care assistant. kerusakan mobilitas fisik . gangguan neuromuskul er. self. ADL mampu yang untuk dalam denga 5 Sindrom defisit care: kelemahan. Kebersihan badan terjaga kebutuhan sehari-hari (ADL) terpenuhi Kaji kemampuan klien pemenuhan kebutuhan sehari – hari Sediakan kebutuhan diperlukan ADL Bantu sampai mandiri. isyarat gunakan tangan.d Mandi teratur.optimal dg kriteria : b. Beri reinforcement positif Dorong keluarga utk selalu mengajak komunikasi klien Setelah dilakukan askep … jam.

Anjurkan. prosedur invasif risiko infeksi pada Tidak ada tanda-tanda infeksi status imune klien adekuat V/S dbn. dan keluarga membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari Berikan reinforcement positif atas usaha klien latih jika libatkan untuk yang telah dilakukan klien.d imunitas terdapatfaktor tubuh primer dengan KH: menurun. bila . Batasi pengunjung perlu. AL dbn dipakai pasien lain. 6 Risiko infeksi Setelah dilakukan askep … jam tidak Konrol infeksi : klien Bersihkan lingkungan setelah b. Pertahankan teknik isolasi.Latih klien untuk mandiri memungkinkan.

Gunakan baju dan sarung sebagai pelindung. Lakukan dresing infus. hari. Gunakan sabun anti miroba untuk mencuci tangan. Tingkatkan intake nutrisi dan cairan DC setiap . Lakukan cuci tangan sebelum dan sesudah tindakan keperawatan.Intruksikan kepada untuk keluarga mencuci tangan saat kontak dan sesudahnya. Pertahankan lingkungan aseptik yang selama tangan alat pemasangan alat.

Dorong yang cukup.berikan antibiotik sesuai program. Pertahankan teknik aseptik untuk setiap tindakan. panas. Proteksi terhadap infeksi Monitor tanda dan gejala infeksi sistemik dan lokal. Pertahankan teknik isolasi bila perlu. Inspeksi kulit dan mebran mukosa hitung dan terhadap kemerahan. Monitor perubahan tingkat istirahat . Monitor granulosit WBC.

perlunya pe dan memahami perawatan proses penyakit Kaji pengetahuan keluarga tentang minum sesuai dan penyakit dan ngobatan perawatannya b/d kurang paparan dan proses penyakit Jelaskan tentang patofisiologi penyakit dan tanda gejala penyakit Beri gambaran Keluarga kooperativedan mau kerjasama saat dilakukan tindakan keterbatasan kognitif . 7 Kurang pengetahuan keluarga tentang Setelah dilakukan askep … jam pengetahuan Mengajarkan keluarga klien meningkat dg KH: Keluarga menjelaskan tentang penyakit. Laporkan kecurigaan infeksi. Dorong peningkatan mobilitas latihan.energi. Ajarkan keluarga/klien tentang tanda dan gejala infeksi. Instruksikan klien untuk antibiotik program.

Diskusikan tentang therapy keluarga rasional pilihan pada dan therapy yang diberikan. komplikasi penyakit. Jelaskan pada lain pada untuk atau . Berikan dukungan keluarga memilih mendapatkan pengobatan yang lebih baik.tentaang gejala kalau memungkinkan Identifikasi tanda penyakit penyebab penyakit Berikan informasi keluarga keadaan pada tentang pasien.

jam pasien tdk Konstipation atau mengalami konstipasi dg KH: Pasien mampu BAB lembek tanpa kesulitan impaction management Monitor tanda dan gejala konstipasi Monitor pergerakan usus. frekuensi.keluarga tentang persiapan / tindakan yang akan dilakukan 8 Gangguan eliminasi BAB berhubungan dengan imobil Setelah dilakukan askep .. konsistensi Identifikasi diet penyebab konstipasi Anjurkan pada pasien untuk makan buah-buahan makanan tinggi Mobilisasi bertahab Anjurkan pasien u/ intake dan cairan meningkatkan makanan dan berserat .

.. jam status menelan Mewasdai aspirasi pasien dapat berfungsi monitor kesadaran monitor paru-paru monitor nafas posisikan 30-400 berikan makan / NGT memungkinkan hindari memberikan makan peroral jika terjadi penurunan kesadaran siapkan peralatan suksion k/p tawarkan jika jalan status tingkat .Evaluasi makanan minuman intake dan Kolaborasi medis u/ pemberian laksan kalau perlu 9 Gangguan menelan berhubungan dengan kerusakan neuromuskul er menelan otot sete lah dilakukan askep .

makanan atau cairan yang dapat dibentuk menjadi bolus sebelum ditelan potong makanan kecil-kecil gerus obat sebelum diberikan atur posisi kepala 30-450 setelah makan Terapi menelan Kolaborasi dengan tim dalam merencanakan rehabilitasi klien Berikan privasi Hindari menggunakan sedotan minum Instruksikan klien membuka menutup untuk dan mulut persiapan memasukkan .

10 Risiko trauma/injuri berhubungan dengan Setelah dilakukan askep … jam terjadi Manajemen kejang peningkatan Status keselamatan Injuri fisik Dg KH : Klien dalam posisi yang aman dan bebas dari monitor tidur klien Pertahankan posisi mulut sisa kalori dan .makanan Monitor tanda dan gejala aspirasi Ajarkan klien dan keluarga memberikan makanan Monitor BB Berikan perawatan mulut Monitor hidrasi tubuh Bantu untuk cara mempertahankan intake cairan Cek adakah makanan Berikan makanan yang lunak.

prosesi kejang) Kelola medikasi sesuai order Manajemen lingkungan Identifikasi kebutuhan keamanan klien Jauhkan yang membahayakan klien pasang bed plang benda .penurunan kesadaran injuri Klien tidak jatuh kepatenan nafas Beri oksigen Monitor neurologi jalan status Monitor vital sign Catat lama dan karakteristik kejang (posisi aktifitas tubuh. motorik.

Sediakan khusus ruang Berikan lingkung an tenang Batasi pengunjung Anjurkan keluarga pada untuk menunggu/berada dekat klien .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->