P. 1
Panduan Penyusunan Materi Pelajaran

Panduan Penyusunan Materi Pelajaran

|Views: 6|Likes:
Published by Ari Masturi

More info:

Published by: Ari Masturi on Jun 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/19/2014

pdf

text

original

Panduan Pengembangan Materi Pembelajaran

DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI ............................................................................ BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. A. Latar Belakang ............................................................................. B. Tujuan ....................................................................................... C. Ruang Lingkup ............................................................................. BAB II MATERI PEMBELAJARAN........................................................................ A. Pengertian Materi Pembelajaran ........................................................ B. Jenis-jenis Materi Pembelajaran ........................................................ BAB III PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN............................... A. Prinsip-prinsip Pengembangan Materi .................................................. B. Penentuan Cakupan dan Urutan Materi Pembelajaran ............................... C. Penentuan Sumber Belajar ............................................................... i 1 1 2 2 3 3 3 5 5 6 9

BAB IV STRATEGI IMPLEMENTASI MATERI PEMBELAJARAN............................................. 10 A. Langkah-langkah Penentuan Materi Pembelajaran ....................................... 10 B. Strategi Urutan Penyampaian .............................................................. 14 C. Strategi Penyampaian Jenis-Jenis Materi ................................................. 14 D. Strategi Mempelajari Materi Pembelajaran........................... .. 17

i

dan (8) standar penilaian pendidikan. (6) standar pengelolaan. (2) standar kompetensi lulusan. minat. Silabus merupakan penjabaran secara umum dengan mengembangkan SK-KD menjadi indikator. Analisis terhadap standar kompetensi dan kompetensi dasar juga merupakan bagian sangat penting dalam mendukung keseluruhan komponen dari materi pembelajaran tersebut. sehingga pada gilirannya mencapai standar kompetensi lulusan (SKL) setelah menyelesaikan pembelajaran pada satuan pendidikan tertentu secara tuntas. Sebagai bagian dari langkah pengembangan silabus. menantang. menyenangkan. inspiratif. Kemampuan guru dan sekolah dalam mengembangkan indikator berpengaruh pada kualitas kompetensi peserta didik di sekolah tersebut. sumber belajar dan penilaian.Panduan Pengembangan Materi Pembelajaran BAB I PENDAHULUAN A. 1 . serta memberikan kesempatan yang cukup bagi prakarsa. telah menerbitkan berbagai peraturan agar penyelenggaraan pendidikan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dapat memenuhi acuan atau standar tertentu. pelaksanaan atau proses pembelajaran perlu diusahakan agar interaktif. materi pembelajaran. Agar peserta didik dapat mencapai SK. pengembangan indikator merupakan langkah strategis yang berpengaruh pada kualitas pembelajaran di kelas. Dalam pencapaian standar isi (SI) yang memuat standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang harus dicapai oleh peserta didik setelah melalui pembelajaran dalam jenjang dan waktu tertentu. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. maupun SKL yang diharapkan. perlu didukung oleh berbagai standar lainnya. (5) standar sarana dan prasarana. dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. dalam hal ini Menteri Pendidikan Nasional. antara lain standar proses dan standar pendidik dan tenaga kependidikan. Pemerintah. (3) standar proses. Penjabaran SK dan KD sebagai bagian dari pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dilakukan melalui pengembangan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Berbagai standar tersebut adalah: (1) standar isi. Latar Belakang Sebagai konsekuensi atas terbitnya Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). KD. (7) standar pembiayaan. dan kemandirian sesuai dengan bakat. kegiatan pembelajaran. (4) standar pendidik dan tenaga kependidikan. Untuk membantu peserta didik mencapai berbagai kompetensi yang diharapkan. kreativitas.

mendorong peningkatan mutu pembelajaran melalui proses pengembangan materi pembelajaran yang efektif. Dengan demikian. 3. B. baik dalam tuntutan kompetensi pedagogik maupun kompetensi profesional. disamping sebagai implementasi dari Permendiknas nomor 25 tahun 2006 tentang Rincian Tugas Unit Kerja di Lingkungan Ditjen Mandikdasmen bahwa rincian tugas Subdirektorat Pembelajaran . baik yang bersifat kompetensi inti maupun kompetensi mata pelajaran. PSMA (yang antara lain disebutkan bahwa melaksanakan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan prosedur pelaksanaan pembelajaran. Oleh karena itu. termasuk penyusunan pedoman pelaksanaan kurikulum) dipandang perlu menyusun panduan bagi guru SMA sehingga dapat dijadikan salah satu referensi dalam pengembangan materi pembelajaran. C. yang antara lain mengatur tentang perencanaan proses pembelajaran yang mensyaratkan bagi pendidik pada satuan pendidikan untuk mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). diisyaratkan bahwa guru diharapkan mengembangkan materi pembelajaran. penentuan cakupan. yang kemudian dipertegas malalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses. berkaitan erat dengan kemampuan guru dalam mengembangkan sumber belajar dan materi pembelajaran. Ruang Lingkup Ruang lingkup panduan ini meliputi konsep dan prinsip pemilihan materi pembelajaran. kriteria dan langkah-langkah pemilihan.Panduan Pengembangan Materi Pembelajaran Dalam PP nomor 19 tahun 2005 Pasal 20. guru diharapkan untuk mengembangkan materi pembelajaran sebagai salah satu sumber belajar dan acuan pembelajaran.Dit. urutan. Salah satu elemen dalam RPP adalah sumber belajar. 2 . Tujuan Penyusunan panduan ini bertujuan : 1. Selain itu. pada lampiran Permendiknas nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. juga diatur tentang berbagai kompetensi yang harus dimiliki oleh pendidik. serta sumber materi pembelajaran. perlakuan/pemanfaatan. memberikan gambaran strategi implementasi pengembangan materi pembelajaran. memberikan pemahaman lebih luas untuk mengembangkan materi pembelajaran. Bagi guru pada satuan pendidikan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). 2.

Pengertian Materi Pembelajaran Keberhasilan pembelajaran secara keseluruhan sangat tergantung pada keberhasilan guru merancang materi pembelajaran. Secara garis besar dapat dikemukakan bahwa Materi pembelajaran (instructional materials) adalah pengetahuan. nama tempat. dituntut memahami berbagai aspek yang berkaitan dengan pengembangan materi pembelajaran. fungsi. Sasaran tersebut harus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai oleh peserta didik. 3 . nama bagian atau komponen suatu benda. baik berkaitan dengan hakikat. lambang. peristiwa sejarah. urutan. dan sikap yang harus dikuasai peserta didik dalam rangka memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan. Agar guru dapat membuat persiapan yang berdaya guna dan berhasil guna. Artinya. B. Hal-hal yang perlu diperhatikan berkenaan dengan pemilihan materi pembelajaran adalah jenis. nama orang. yang harus dipersiapkan agar pelaksanaan pembelajaran dapat mencapai sasaran. materi yang ditentukan untuk kegiatan pembelajaran hendaknya materi yang benarbenar menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Fakta yaitu segala hal yang bewujud kenyataan dan kebenaran. Jenis-Jenis Materi Pembelajaran Jenis-jenis materi pembelajaran dapat diklasifikasi sebagai berikut. prediksi dan proyeksi tentang apa yang akan dilakukan pada saat Kegiatan Pembelajaran. dan sebagainya. Contoh dalam mata pelajaran Sejarah: Peristiwa sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 dan pembentukan Pemerintahan Indonesia. cakupan. prinsip. maupun prosedur pengembangan materi serta mengukur efektivitas persiapan tersebut.Panduan Pengembangan Materi Pembelajaran BAB II MATERI PEMBELAJARAN A. yakni perencanaan. 1. keterampilan. meliputi nama-nama objek. dan perlakuan (treatment) terhadap materi pembelajaran tersebut. Materi Pembelajaran pada hakekatnya merupakan bagian tak terpisahkan dari Silabus. Materi pembelajaran dipilih seoptimal mungkin untuk membantu peserta didik dalam mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar. Materi pembelajaran menempati posisi yang sangat penting dari keseluruhan kurikulum. serta tercapainya indikator .

semangat dan minat belajar dan bekerja. Prinsip yaitu berupa hal-hal utama. dsb. Usahausaha pelestarian keanekargaman hayati Indonesia secara in-situ dan exsitu. 4 . Contoh. kasih sayang. tolong-menolong. hakikat. dsb. inti /isi dan sebagainya. dan memiliki posisi terpenting. yaitu pengertian lingkungan. dsb. misalnya nilai kejujuran. rumus. komponen ekosistem. dalam mata pelajaran Fisika: Hukum Newton tentang gerak. pengertian. meliputi dalil. Hukum 1 Newton. lingkungan hidup sebagai sumberdaya. 5. 4.Panduan Pengembangan Materi Pembelajaran 2. Hukum 2 Newton. Contoh. ciri khusus. 3. dalam mata pelajaran Geografi: Pemanfaatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan. postulat. dalam mata pelajaran TIK: Langkah-langkah mengakses internet. adagium. pokok. serta hubungan antarkonsep yang menggambarkan implikasi sebab akibat. Contoh. Hukum 3 Newton. paradigma. dalam mata pelajaran Biologi: Hutan hujan tropis di Indonesia sebagai sumber plasma nutfah. Sikap atau Nilai merupakan hasil belajar aspek sikap. dsb. pembangunan berkelanjutan. Gesekan Statis dan Gesekan Kinetis. trik dan strategi penggunaan Web Browser dan Search Engine. Contoh. meliputi definisi. teorema. Konsep yaitu segala yang berwujud pengertian-pengertian baru yang bisa timbul sebagai hasil pemikiran. Prosedur merupakan langkah-langkah sistematis atau berurutan dalam mengerjakan suatu aktivitas dan kronologi suatu sistem .

5 . 4. Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik ada empat macam. dan kecukupan (adequacy). 2. bukan Menggambar kurva permintaan dan penawaran dari satu daftar transaksi (materi prosedur). tingkat perkembangan fisik. Materi tidak boleh terlalu sedikit. bukan konsep atau prinsip ataupun jenis materi yang lain. dan pembagian. Misalnya kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik adalah Operasi Aljabar bilangan bentuk akar (Matematika Kelas X semester 1) yang meliputi penambahan. sosial. Jika kemampuan yang diharapkan dikuasai peserta didik berupa menghafal fakta. dan tidak boleh terlalu banyak. Materi pembelajaran hendaknya relevan dengan pencapaian standar kompetensi dan pencapaian kompetensi dasar. 3. 2. maka materi yang diajarkan juga harus meliputi teknik penjumlahan. Adapun dalam pengembangan materi pembelajaran guru harus mampu mengidentifikasi Materi Pembelajaran dengan mempertimbangkan hal-hal di bawah ini: 1. maka materi yang harus diajarkan juga harus meliputi empat macam. struktur keilmuan. Jika terlalu sedikit maka kurang membantu tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Misalnya : kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik adalah ”Menjelaskan hukum permintaan dan hukum penawaran serta asumsi yang mendasarinya ” (Ekonomi kelas X semester 1) maka pemilihan materi pembelajaran yang disampaikan seharusnya ”Referensi tentang hukum permintaan dan penawaran” (materi konsep). emosional. kebermanfaatan bagi peserta didik.Panduan Pengembangan Materi Pembelajaran BAB III PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN A. intelektual. relevansi dengan karakteristik daerah. pengurangan. Sebaliknya. Prinsip-Prinsip Pengembangan Materi Prinsip-prinsip yang dijadikan dasar dalam menentukan materi pembelajaran adalah kesesuaian (relevansi). Relevansi artinya kesesuaian. Konsistensi artinya keajegan. keajegan (konsistensi). 1. pengurangan. Adequacy artinya kecukupan. jika terlalu banyak maka akan mengakibatkan keterlambatan dalam pencapaian target kurikulum (pencapaian keseluruhan SK dan KD). 5. maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta. potensi peserta didik. dan spritual peserta didik. 3. Materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu peserta didik menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. dan merasionalkan pecahan bentuk akar. perkalian. perkalian.

penjualan. Kedalaman materi menyangkut rincian konsep-konsep yang terkandung di dalamnya yang harus dipelajari oleh peserta didik. Sebagai contoh. proses fotosintesis dapat diajarkan di SD. jika dalam pembelajaran dimaksudkan untuk memberikan kemampuan kepada peserta didik di bidang jual beli. prosedur) aspek afektif. rumus menghitung laba dan rugi jika diketahui pembelian dan penjualan. dan aktualitas. Di SD dan SMP aspek kimia disinggung sedikit tanpa menunjukkan reaksi kimianya. juga di perguruan tinggi. B.Panduan Pengembangan Materi Pembelajaran 6. Penentuan cakupan materi pembelajaran Dalam menentukan cakupan atau ruang lingkup materi pembelajaran harus memperhatikan apakah materinya berupa aspek kognitif (fakta. ataukah aspek psikomotor. 7. maka uraian materinya mencakup: a. terlalu sedikit. Cakupan atau ruang lingkup materi perlu ditentukan untuk mengetahui apakah materi yang akan diajarkan terlalu banyak. penerapan/aplikasi rumus menghitung laba dan rugi. atau telah memadai sehingga terjadi kesesuaian dengan kompetensi dasar yang ingin dicapai. c. Semakin tinggi jenjang pendidikan akan semakin luas cakupan aspek proses fotosintesis yang dipelajari dan semakin detail pula setiap aspek yang dipelajari. Keluasan cakupan materi berarti menggambarkan seberapa banyak materi-materi yang dimasukkan ke dalam suatu materi pembelajaran. b. Misalnya. laba. 6 . SMP dan SMA. karena ketika sudah diimplementasikan dalam proses pembelajaran maka tiap-tiap jenis uraian materi tersebut memerlukan strategi dan media pembelajaran yang berbeda-beda. penguasaan atas konsep pembelian. 8. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan. Selain memperhatikan jenis materi juga harus memperhatikan prinsipprinsip yang perlu digunakan dalam menentukan cakupan materi pembelajaran yang menyangkut keluasan dan kedalaman materinya. Penentuan Cakupan dan Urutan Materi Pembelajaran 1. konsep. Di SMA reaksi-reaksi kimia mulai dipelajari dan di perguruan tinggi reaksi kimia dari proses fotosintesis semakin diperdalam. alokasi waktu. dan rugi. prinsip. Memadainya cakupan aspek materi dari suatu materi pembelajaran akan sangat membantu tercapainya penguasaan kompetensi dasar yang telah ditentukan. Kecukupan atau memadainya cakupan materi juga perlu diperhatikan. kedalaman. dan keluasan materi pembelajaran. namun keluasan dan kedalaman pada setiap jenjang pendidikan tersebut akan berbeda-beda.

Pendekatan prosedural.Panduan Pengembangan Materi Pembelajaran Misalnya dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas XI. materi operasi bilangan penjumlahan. Misalnya. cara menginstalasi program computer. pengurangan. Urutan Materi Pembelajaran Urutan penyajian berguna untuk menentukan urutan proses pembelajaran. Jika kita analisis. (4) surat perjanjian jual – beli dan surat berdasarkan struktur kalimat dan EYD. perkalian. dan sebagainya. (3) menulis surat perjanjian jual – beli dan surat kuasa sesuai dengan keperluan . Prosedur instalasi tersebut dapat disajikan dalam materi pembelajaran sebagaimana dalam tabel di bawah ini : 7 . Setelah diidentifikasi. secara garis besar cakupan materi yang harus dipelajari peserta didik agar mampu membuat Surat Dagang sekurangkurangnya meliputi: (1) jenis surat niaga. a. yaitu: pendekatan prosedural dan hierarkis. dalam mengoperasikan peralatan kamera video. Materi pembelajaran yang sudah ditentukan ruang lingkup serta kedalamannya dapat diurutkan melalui dua pendekatan pokok. Peserta didik akan mengalami kesulitan mempelajari pengurangan jika materi penjumlahan belum dipelajari. ternyata materi pembelajaran untuk mencapai kemampuan tersebut termasuk jenis prosedur. Tanpa urutan yang tepat. Misalnya langkah-langkah: dalam menelpon. Contoh : Urutan Prosedural (tatacara) Pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Agar peserta didik berhasil mencapainya. harus melakukan langkah-langkah berurutan mulai dari cara membaca gambar periferal sampai dengan mengetes keberhasilannya. dan pembagian. 2. Urutan materi pembelajaran secara prosedural menggambarkan langkah-langkah secara urut sesuai dengan langkah-langkah melaksanakan suatu tugas. peserta didik harus mencapai kompetensi dasar ” Melakukan setting peripheral pada operating system (OS) komputer”. jika di antara beberapa materi pembelajaran mempunyai hubungan yang bersifat prasyarat (prerequisite) akan menyulitkan peserta didik dalam mempelajarinya. Peserta didik akan mengalami kesulitan melakukan pembagian jika materi perkalian belum dipelajari. (2) jenis perjanjian jual beli dan surat kuasa. salah satu kompetensi dasar yang harus dicapai peserta didik adalah " Menulis surat dagang dan surat kuasa".

modal dasar dalam jual 1. Rumus/dalil menghitung laba. peserta didik terlebih dahulu harus mempelajari konsep/pengertian laba. pembelian. hipotesis. rugi.Panduan Pengembangan Materi Pembelajaran Tabel 1: Contoh Urutan Materi pembelajaran Secara Prosedural Materi Pembelajaran Melakukan setting peripheral pada operating system (OS) komputer Urutan Materi • • • • • • Mengidentifikasi informasi tentang jenis dan fungsi tiap-tiap peripheral Jenis dan fungsi tiap-tiap peripheral Petunjuk pengoperasian peripheral Fungsi driver Instalasi driver peripheral Mempraktikkan setting peripheral (Kecakapan hidup: Identifikasi variabel. penjualan. Materi sebelumnya harus dipelajari dahulu sebagai prasyarat untuk mempelajari materi berikutnya. Pendekatan hierarkis Urutan materi pembelajaran secara hierarkis menggambarkan urutan yang bersifat berjenjang dari bawah ke atas atau dari atas ke bawah. rugi. mengambil keputusan) b.3.2. modal dasar (penguasaan konsep).1. merumuskan. Penerapkan dalil atau prinsip jual beli 8 . Bila disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut. Contoh : Urutan Hierarkis (berjenjang) Soal cerita tentang Perhitungan Laba Rugi dalam Jual Beli Agar peserta didik mampu menghitung laba atau rugi dalam jual beli (penerapan rumus/dalil). Konsep/pengertian laba. pembelian. Selanjutnya peserta didik menerapkan dalil atau prinsip jual beli (penguasaan penerapan dalil). Tabel 2: Contoh Urutan Materi pembelajaran secara hierarkis Materi pembelajaran Urutan Materi 1. Menghitung 1. laba atau rugi penjualan. beli dan rugi 1. Setelah itu peserta didik perlu mempelajari rumus/dalil menghitung laba dan rugi ( penguasaan dalil). menghubungkan variabel.

9 . untuk pengembangan bahan ajar dapat berpedoman dengan panduan pengembangan bahan ajar yang diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan SMA.narasumber Perlu diingat bahwa tidaklah tepat jika seorang guru hanya bergantung pada satu jenis sumber sebagai satu-satunya sumber belajar. laporan hasil penelitian 3. dsb) 11. industri. majalah ilmiah 5. mingguan.Panduan Pengembangan Materi Pembelajaran C. buku kurikulum 8. sosial. ekonomi) 12. karya profesional 7. Video.lingkungan (alam. artinya dari berbagai sumber belajar tersebut seorang guru harus melakukan analisis dan mengumpulkan materi yang sesuai untuk dikembangkan dalam bentuk bahan ajar. hendaknya guru menggunakan sumber belajar maupun Bahan Ajar secara bervariasi. tetapi membantu peserta didik mencapai kompetensi. buku 2. Sumber Belajar adalah rujukan. jurnal (penerbitan hasil penelitian dan pemikiran ilmiah) 4. situs-situs Internet 10. Penentuan tersebut harus tetap mengacu pada setiap standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan.multimedia (TV. kegiatan pembelajaran bukanlah usaha mengkhatamkan (menyelesaikan) keseluruhan isi suatu buku. seni budaya. Beberapa jenis sumber belajar antara lain: 1. Karena itu. dan bulanan 9. kajian pakar bidang studi 6. terbitan berkala seperti harian. Di samping itu. Penentuan Sumber Belajar Berbagai sumber belajar dapat digunakan untuk mendukung materi pembelajaran tertentu. kaset audio. teknik. VCD.

mengoperasikan komputer. dan rutin. karena setiap standar kompetensi dan kompetensi dasar memerlukan jenis materi yang berbeda-beda dalam kegiatan pembelajaran. mengetik. Harus ditentukan apakah standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik termasuk ranah kognitif. dan keterampilan berpikir. Materi pembelajaran yang sesuai untuk ranah afektif ditentukan berdasarkan perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi. dan internalisasi. Materi yang akan dibelajarkan perlu diidentifikasi secara tepat agar pencapaian kompetensinya dapat diukur. internalisasi.  Ranah Kognitif jika kompetensi yang ditetapkan meliputi pengetahuan. aplikasi. dan cara penyesuaian diri.  Ranah Psikomotor jika kompetensi yang ditetapkan meliputi gerak awal. psikomotor ataukah afektif. Materi yang sesuai untuk ranah kognitif ditentukan berdasarkan perilaku yang menekankan aspek intelektual. jenis materi yang sesuai untuk ranah afektif meliputi rasa dan penghayatan. dengan mengidentifikasi jenis-jenis materi yang akan dibelajarkan. Identifikasi Jenis-jenis Materi Pembelajaran Identifikasi dilakukan berkaitan dengan kesesuaian materi pembelajaran dengan tingkatan aktivitas /ranah pembelajarannya. Dengan demikian. jenis materi yang sesuai untuk ranah psikomotor terdiri dari gerakan awal. seperti pemberian respon. Di samping itu. Misalnya tulisan tangan. berenang. apresiasi. penilaian. semirutin. prinsip dan prosedur. pemahaman. maka guru 10 .Panduan Pengembangan Materi Pembelajaran BAB IV STRATEGI IMPLEMENTASI MATERI PEMBELAJARAN A. seperti minat. Dengan demikian. dan penilaian. sintesis. penerimaan. apresiasi. analisis. Identifikasi standar kompetensi dan kompetensi dasar Sebelum menentukan materi pembelajaran terlebih dahulu perlu di identifikasi aspek-aspek keutuhan kompetensi yang harus dipelajari atau dikuasai peserta didik. konsep. Aspek tersebut perlu ditentukan. seperti pengetahuan. Dengan demikian. jenis materi yang sesuai untuk ranah kognitif adalah fakta.  Ranah Afektif jika kompetensi yang ditetapkan meliputi pemberian respons. 2. dan rutin. Materi pembelajaran yang sesuai untuk ranah psikomotor ditentukan berdasarkan perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik. pengertian. semirutin. mengoperasikan mesin dan sebagainya. dan penilaian. sikap. Langkah-Langkah Penentuan Materi Pembelajaran 1.

b. aspek sikap. berarti materi pembelajaran yang harus diajarkan termasuk dalam kategori “prinsip”. Seorang guru Kimia mengajarkan bagaimana membuat sabun mandi. d. atau keterampilan motorik. atau menerapkan hubungan antara berbagai macam konsep? Bila jawabannya “ya”. Sebab. prosedur. Dengan mengacu pada kompetensi dasar. media. menuliskan ciri khas sesuatu. konsep. Cara yang paling mudah untuk menentukan jenis materi pembelajaran yang akan dibelajarkan adalah dengan cara mengajukan pertanyaan tentang kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik. mengklasifikasikan atau mengelompokkan beberapa contoh objek sesuai dengan suatu definisi? Kalau jawabannya “ya” berarti materi yang harus diajarkan adalah “konsep”. Apakah kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik berupa menentukan hubungan antara beberapa konsep.Panduan Pengembangan Materi Pembelajaran akan mendapatkan ketepatan dalam metode pembelajarannya. Berikut adalah pertanyaan penuntun untuk mengidentifikasi jenis materi pembelajaran. “jembatan ingatan” (mnemonics). Apakah kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik berupa menjelaskan atau melakukan langkah-langkah atau prosedur secara urut atau membuat sesuatu? Bila “ya” maka materi yang harus diajarkan adalah “prosedur”. Contoh: Nama dan lambang zat kimia. sedangkan metode pembelajaran materi prosedur dengan cara “demonstrasi”. Contoh : 11 . simbol atau suatu peristiwa? Kalau jawabannya “ya” maka materi pembelajaran yang harus diajarkan adalah “fakta”. Contoh : • Seorang guru Pendidikan Kewarganegaraan membelajarkan bagaimana proses penyusunan langkah-langkah untuk mengatasi permasalahan dalam mewujudkan persamaan Hak Asasi Manusia. prinsip. kita akan mengetahui apakah materi yang harus kita belajarkan berupa fakta. dan sistem evaluasi yang berbeda-beda. nama-nama organ tubuh manusia. Misalnya metode pembelajaran materi fakta atau hafalan bisa menggunakan “jembatan keledai”. Contoh : Seorang guru Biologi menunjukkan beberapa tumbuh-tumbuhan kemudian peserta didik diminta untuk menglasifikasikan atau mengelompokkan mana yang termasuk tumbuhan berakar serabut dan mana yang berakar tunggang. Apakah kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik berupa mengingat nama suatu objek. c. setiap jenis materi pembelajaran memerlukan strategi. Apakah kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik berupa kemampuan untuk menyatakan suatu definisi. • Seorang guru Fisika menjelaskan tentang bagaimana membuat magnet buatan. a. metode.

Panduan Pengembangan Materi Pembelajaran Seorang guru Matematika menjelaskan cara menghitung luas segitiga menggunakan aturan Trigonometri. f. Jika permintaan naik sedangkan penawaran tetap. Contoh: Budi memilih tidak menaati rambu-rambu lalulintas daripada terlambat ke sekolah walau telah dibelajarkan pentingnya menaati peraturan lalu lintas. Apakah kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik berupa memilih berbuat atau tidak berbuat berdasar pertimbangan baik buruk. e. • 12 . aspek afektif dan aspek psikomotorik. peserta didik diharapkan mampu melompati mistar setinggi 125 centimeter. Rumus luas segitiga adalah setengah dari perkalian dua sisi berdekatan kali sinus sudut yang diapit . Agar menjadi lebih jelas dalam mengidentifikasi materi pembelajaran apakah termasuk aspek kognitif (fakta. indah tidak indah? Jika jawabannya “Ya”. maka materi pembelajaran yang harus diajarkan berupa aspek sikap atau nilai. • Seorang guru Ekonomi menjelaskan hubungan antara penawaran dan permintaan suatu barang dalam lalu lintas ekonomi. diagram di bawah ini juga menunjukkan kata-kata kunci untuk menentukan jenis atau tipe materi pembelajaran dalam hubungannya dengan perumusan kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik. Materi pembelajaran yang harus diajarkan adalah teknik lompat tinggi. Contoh: Dalam pelajaran lompat tinggi. konsep. maka materi pembelajaran yang harus diajarkan adalah aspek motorik. prinsip. berikut disajikan bagan alur (flowchart) langkah-langkah penentuan materi pembelajaran. Apakah kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik berupa melakukan perbuatan secara fisik? Jika jawabannya “Ya”. dan prosedur). Selain menggambarkan langkah-langkah yang menunjukkan cara berpikir. suka tidak suka. maka harga akan naik.

ciri-ciri. pencak silat. postulat Hubungan. menjauhi perbuatan tercela. Contoh: Cara mengukur suhu badan menggunakan termometer. Materi Pembelajaran Prosedur. minat belajar besar. jenis. tinju. sebab-akibat. dsb. Proses Pemilihan Materi Pembelajaran Materi Pembelajaran Fakta Contoh: Jenis-jenis binatang memamah biak. Contoh : Jika permintaan naik. Contoh : Bujur sangkar adalah persegi panjang yang keempat sisinya sama panjang Kata kunci Definisi. rumus.lompat galah. tempat.. identifikasi. Kata kunci Dalil. nama-nama bulan dalam setahun. jika. mengklasifikasikan ? Materi Pembelajaran Konsep. lambang. sebabakibat? Materi Pembelajaran Prinsip. berenang.Panduan Pengembangan Materi Pembelajaran Diagram 1. lari 100 meter. maka harga akan naik. Kata kunci: Langkah-langkah mengerjakan tugas secara urut/prosedural Y Apakah kompetensi dasar berupa menjelaskan langkah-langkah mengerjakan sesuatu prosedur tertentu? T Y Materi pembelajaran aspek afektif/sikap Contoh: Sikap jujur. menjelaskan. tanaman berbiji tunggal. motivasi tinggi. Kata kunci: Kegiatan fisik 13 .. maka…. dsb. klasifikasi. Kata kunci: Y Nama. aksioma. Y T Pilih kompetensi dasar yang akan diajarkan Apakah kompetensi dasar berupa menjelaskan hubungan antara berbagai konsep. sedangkan penawaran tetap. jumlah. Kata kunci: Sikap atau nilai Apakah peserta didik diminta untuk memilih sikap tertentu terhadap suatu obyek kejadian? Apakah peserta didik diminta melakukan kegiatan menggunakan anggota badan? Materi pembelajaran aspek psikomotorik Contoh: Lompat tinggi. Apakah kompetensi dasar berupa mengingat fakta? Y T Apakah kompetensi dasar berupa mengemukakan definisi.

Ikatan Logam. Ikatan Logam. sepanjang tidak menyalahi kaidah-kaidah yang telah dijelaskan pada bab-bab sebelumnya. peristiwa sejarah. Ikatan Kovalen dan seterusnya. sebuah materi satu demi satu disajikan secara mendalam baru kemudian secara berurutan menyajikan materi berikutnya secara mendalam pula. Senyawa Kovalen Polar dan Non-Polar.). Langkah-langkah dan strategi yang dijabarkan dalam panduan ini adalah masih dalam taraf minimal. Strategi Urutan Penyampaian 1. baru kemudian menyajikan jenis berikutnya yaitu Ikatan Ion. seorang guru mata pelajaran Kimia akan menyampaikan materi tentang Ikatan Kimia yang terdiri dari beberapa macam ikatan. Struktur Lewis. 14 . Pengembangannya. Strategi urutan penyampaian suksesif Jika guru harus menyampaikan materi pembelajaran lebih daripada satu. 2. maka menurut strategi urutan penyampaian simultan. Kestabilan Unsur. nama orang. Ikatan Ion dan Ikatan Kovalen. Kestabilan Unsur. Strategi urutan penyampaian simultan Jika guru harus menyampaikan lebih dari satu materi pembelajaran. C. materi secara keseluruhan disajikan secara serentak. Strategi Penyampaian Fakta Jika guru harus manyajikan materi pembelajaran jenis fakta (nama-nama benda.Panduan Pengembangan Materi Pembelajaran B. seorang guru mata pelajaran Kimia akan menyampaikan materi tentang Ikatan Kimia yang terdiri dari beberapa macam Ikatan. Contoh yang sama. dsb. Strategi Penyampaian Jenis-Jenis Materi Secara garis besar. Struktur Lewis. Senyawa Kovalen Polar dan Non-Polar. diserahkan pada kreativitas guru. kemudian diperdalam satu demi satu (metode global). nama lambang atau simbol. nama tempat. Pertamatama Guru menyajikan gambaran umum sekaligus secara garis besar. maka menurut strategi urutan panyampaian suksesif. Setelah jenis ikatan pertama disajikan secara mendalam. langkah-langkah menyampaikan materi pembelajaran sangat bergantung kepada jenis materi yang akan disajikan. Langkah-langkah membelajarkan materi pembelajaran jenis “Fakta”: (a) Sajikan fakta (b) Berikan bantuan untuk materi yang harus dihafal (c) Berikan soal-soal mengingat kembali (review) (d) Berikan umpan balik (e) Berikan tes. Misalnya. Ikatan Ion dan Ikatan Kovalen. 1. kemudian setiap jenis ikatan disajikan secara mendalam.

dapat menggunakan pasangan asosiasi KACA dengan KECIL (fokus pada huruf K dan C). yaitu untuk intan dan kaca. Langkah 3 : Soal-soal Review Berikan soal-soal penerapan yang berkaitan dengan kerapatan susunan molekul. intan mempunyai indeks bias lebih besar dibanding kaca.Panduan Pengembangan Materi Pembelajaran Contoh : Strategi penyampaian materi Fisika Kelas X tentang Indeks Bias Cahaya. membedakan. Untuk membantu menghafalnya. Gunakan lisan. lisan dan gambar atau slide presentasi. dapat menunjukkan ciri-ciri. 15 . membandingkan. Langkah-langkah mengajarkan atau menyampaikan materi pembelajaran jenis ”Konsep”: (a) Sajikan Konsep (b) Berikan bantuan (berupa inti isi. Langkah 5: Tes Berikan tes untuk menilai apakah peserta didik benar-benar telah memahami perbedaan indeks bias medium. contoh dan bukan contoh) (c) Berikan soal-soal latihan dan tugas (d) Berikan umpanbalik (e) Berikan tes. Langkah 4 : Memberikan Umpanbalik Berikan umpanbalik atau informasi apakah jawaban peserta didik benar atau salah. Jika benar berikan konfirmasi. sedangkan untuk INTAN diambil nilai kebalikannya. Soal tes hendaknya berbeda dengan contoh kasus yang telah diberikan pada saat penyampaian fakta. Dengan demikian. Tujuan mempelajari konsep adalah agar peserta didik paham. ciri-ciri pokok. dan sebaliknya. unsur. Strategi penyampaian konsep Materi pembelajaran jenis konsep adalah materi berupa definisi atau pengertian. Jika suatu medium mempunyai susunan molekul yang rapat maka akan mempunyai indeks bias yang besar. jika salah berikan koreksi atau pembetulan. Langkah 2 : Memberi Bantuan Bantuan menghafal perbedaan indeks bias antara intan dan kaca. Langkah 1 : Penyajian Fakta Sajikan materi tentang indeks bias medium. dsb. 2. yaitu BESAR. menggeneralisasi.

uangnya untuk membeli makanan. hukum (law). melainkan penggelapan. (b) barang itu milik orang lain. Contoh positif. rumus. peserta didik diminta menghafal dengan kalimat sendiri (hafal parafrase) Kemudian peserta didik diminta memberikan contoh kasus pencurian lain selain yang dicontohkan oleh guru untuk mengetahui pemahaman peserta didik terhadap materi tindak pidana pencurian. (d) dengan maksud dimiliki (mengambil uang untuk jajan). jika salah berikan koreksi atau pembetulan. tetapi ada satu unsur yang tidak terpenuhi. 3. Langkah 3: Latihan Pertama.Panduan Pengembangan Materi Pembelajaran Contoh: Penyajian konsep tindak pidana pencurian Langkah 1: Penyajian konsep Sesuai pasal 362 KUHP. tidak harus hafal verbal terhadap konsep yang dipelajari (dalam hal ini Pasal pencurian). yaitu “melawan hukum”. Karena itu perbuatan tersebut bukan termasuk tindak pidana pencurian. 16 . yaitu: (a) mengambil barang (bernilai ekonomi). Langkah 4: Umpan balik Berikan umpan balik atau informasi apakah peserta didik benar atau salah dalam memberikan contoh. unsur-unsur “sengaja mengambil barang milik orang lain dengan maksud dimiliki” terpenuhi. “ Barang siapa dengan sengaja mengambil barang milik orang lain dengan melawan hukum dengan maksud untuk dimiliki dihukum dengan hukuman penjara sekurang-kurangnya … tahun. Wawan malam hari masuk pekarangan Ali dengan merusak pintu pagar (sengaja) mengambil (melawan hukum) material bangunan berupa besi beton (barang milik orang lain). Strategi penyampaian materi pembelajaran prinsip Termasuk materi pembelajaran jenis prinsip adalah dalil. postulat. Dari contoh negatif atau contoh yang salah ini. Langkah 5: Tes Berikan tes untuk menilai apakah peserta didik benar-benar telah paham terhadap materi tindak pidana pencurian. Badu meminjam sepeda Gani tidak dikembalikan melainkan dijual. Soal tes hendaknya berbeda dengan contoh kasus yang telah diberikan pada saat penyampaian konsep dan soal latihan untuk menghindari murid hanya hafal tetapi tidak paham. Kedua tunjukkan unsur-unsur pokok konsep tindak pidana pencurian. teorema. ” Langkah 2: Pemberian bantuan Pertama peserta didik dibantu untuk memahami konsep dengan kalimat sendiri. Jadi pengambilan barang seizin yang empunya. karena “meminjam”. kemudian dijual. Contoh negatif/salah (bukan contoh tapi mirip). uangnya untuk membeli beras (dengan maksud dimiliki). dsb. Jika benar berikan konfirmasi. (c) dengan melawan hukum (tanpa seizin yang empunya).

sinus. tulisan. tangen. Jika benar berikan konfirmasi. misalnya menggunakan cara berpikir tertentu untuk membantu menghafal. Contoh: Strategi penyampaian materi Nilai Fungsi Trigonometri di berbagai Kuadran Sudut. jembatan ingatan (mnemonics) menjadi ASTAKO atau YASTAKO (semua. asosiasi berpasangan. Langkah 5: Tes Berikan tes untuk menilai apakah peserta terhadap nilai fungsi Trigonometri di hendaknya berbeda dengan contoh kasus penyampaian fakta dan soal latihan untuk tetapi sebenarnya tidak paham. Langkah 1 : Penyajian Materi Prinsip Sajikan materi dengan lisan. jembatan keledai. Bentuk penyampaian secara bermakna. menggunakan jembatan ingatan. Soal tes yang telah diberikan pada saat menghindari murid hanya hafal 17 . bisa juga diberi bantuan untuk menghafal. Sebagai contoh. Guna menghafal tanda-tanda bilangan dari setiap nilai fungsi Trigonometri di tiap kuadran. Langkah 3 : Soal-soal Review Berikan soal-soal penerapan yang berkaitan dengan penentuan nilai fungsi Trigonometri di berbagai kuadran Langkah 4 : Memberikan Umpan Balik Berikan umpan balik atau informasi apakah jawaban peserta didik benar atau salah. oleh siapa.Panduan Pengembangan Materi Pembelajaran Langkah-langkah mengajarkan atau menyampaikan materi pembelajaran jenis “prinsip” (a) Berikan prinsip (b) Berikan bantuan berupa contoh penerapan prinsip (c) Berikan soal-soal latihan (d) Berikan umpan balik (e) Berikan tes. didik benar-benar telah paham berbagai kuadran. dengan menggunakan bahan. (Ingat! Bantuan penyampaian materi secara bermakna. sehingga diperoleh tanda bilangan positif atau negatif untuk setiap fungsi sinus. cosinus dan tangen di setiap kuadran. teknik. alat. atau mnemonics. kosinus). gambar ataupun slide presentasi. jika salah berikan koreksi atau pembetulan. bantuan mengingat-ingat tanda-tanda nilai fungsi trigonometri tersebut menggunakan jembatan keledai. dsb ). Langkah 2 : Memberi Bantuan Berikan bantuan kepada peserta didik untuk menerapkan rumus yang diberikan. untuk menghafal tanda-tanda nilai fungsi trigonometri digunakan cara berpikir: apa. Tunjukkan nilai fungsi trigonometri di setiap kuadran melalui perbandingan dengan sudut lancip. dan lingkungan seperti apa? Berdasar kerangka berpikir tersebut.

memberikan umpanbalik e. 5. dan koreksi jika salah.Panduan Pengembangan Materi Pembelajaran 4. Misalnya langkah-langkah menghidupkan televisi. penerimaan suatu nilai. pemodelan atau contoh. Langkah 3: Memberikan latihan Tugasi peserta didik melakukan praktik berlatih dengan atau tanpa melakukan crimping untuk satu jenis sambungan. cara memegang konektor RJ-45 dan menggunakan tang crimping. penyampaian ajaran atau dogma. 18 . bukan sekedar paham atau hafal. misalnya crossover. Langkah 1: Menyajikan prosedur Sajikan langkah-langkah atau prosedur memasang kabel UTP pada konektor RJ-45 dengan menggunakan gambar atau slide presentasi. Langkah 2: Memberikan bantuan Beri bantuan agar peserta didik hafal tentang warna kabel. pemberian bantuan dengan jalan mendemonstrasikan bagaimana cara melaksanakan prosedur c. Beberapa strategi mengajarkan materi aspek sikap antara lain: penciptaan kondisi. internalisasi. Mata Pelajaran TIK: Prosedur memasang kabel UTP pada konektor RJ-45 pada jaringan lokal. Strategi penyampaian materi aspek sikap (afektif) Termasuk materi pembelajaran aspek sikap (afektif) menurut Bloom (1978) adalah pemberian respons. memberikan tes. Contoh. Langkah-langkah mengajarkan prosedur meliputi: a. Langkah 4: Memberikan umpan balik Beritahukan apakah yang dilakukan peserta didik dalam praktik sudah betul atau salah. memberikan latihan (praktik) d. menghidupkan dan mematikan komputer. demonstrasi. Langkah 5: Memberikan tes Berikan tes memasang kabel dengan jenis sambungan yang berbeda. dan penilaian. urutan sesuai jenis sambungan. menyajikan prosedur b. Termasuk materi pembelajaran jenis prosedur adalah langkah-langkah mengerjakan suatu tugas secara urut. Strategi Penyampaian Prosedur Tujuan mempelajari prosedur adalah agar peserta didik dapat melakukan atau mempraktekkan prosedur tersebut. simulasi. Beri konfirmasi jika betul. misalnya straight.

Panduan Pengembangan Materi Pembelajaran Contoh: pada mata pelajaran Sosiologi kelas X yaitu memberikan contoh peran nilai dan norma dalam masyarakat. D. Yang penting peserta didik paham atau mengerti. dan memilih. nama tempat. Penjelasan dan contoh berikut adalah minimal. 2) Menggunakan/Mengaplikasi Materi pembelajaran setelah dihafal atau dipahami kemudian digunakan atau diaplikasikan. definisi saham. misalnya paham inti isi Pembukaan UUD 1945. menggunakan. perlakuan terhadap materi pembelajaran berupa mempelajari atau berinteraksi dengan materi pembelajaran (learning activity). Strategi Pemodelan atau Contoh: Disajikan contoh atau model seseorang yang tidak memiliki sikap normatif. Guru dipersilakan melakukan pengembangan disesuaikan dengan metode-metode lebih mutakhir yang dimiliki: 1) Menghafal Ada dua jenis menghafal. menemukan. nama zat. peristiwa sejarah. Terdapat materi pembelajaran yang memang harus dihafal persis seperti apa adanya. setengah jadi. Contoh. Sebaliknya. tungku. Strategi Penciptaan Kondisi: Agar memiliki sikap normatif dalam kehidupan bermasyarakat. perlakuan (treatment) terhadap materi pembelajaran berupa kegiatan guru menyampaikan atau membelajarkan kepada peserta didik (teaching activity). Jadi dalam proses pembelajaran peserta didik perlu memiliki kemampuan untuk menggunakan. dalil Archimedes. berdasar hasil penggalian ditemukan fakta terdapatnya emas perhiasan yang sudah jadi. lambang. dsb. bahan emas batangan di bekas peninggalan 19 . Menghafal verbal adalah menghafal persis seperti apa adanya. perhiasan yang telah rusak. ditinjau dari sisi peserta didik. dsb. Sebaliknya ada juga materi pembelajaran yang tidak harus dihafal persis seperti apa adanya tetapi dapat diungkapkan dengan bahasa atau kalimat sendiri (hafal parafrase). kegiatan peserta didik dapat dikelompokkan menjadi menghafal. Strategi Belajar Ditinjau dari sisi guru. yaitu seseorang yang tidak mau tertib dalam antrean. menerapkan atau mengaplikasi materi yang telah dipelajari. nama-nama bagian atau komponen suatu benda. misalnya nama orang. di depan loket dipasang jalur untuk antre berupa pagar besi yang hanya dapat dilalui seorang demi seorang secara bergiliran. Penggunaan fakta atau data adalah untuk dijadikan bukti dalam rangka pengambilan putusan. Secara khusus dalam belajar. yaitu menghafal verbal ( remember verbatim) dan menghafal parafrase (remember paraphrase).

Contoh. Seperti diketahui. Contoh. model. Penggunaan materi prosedur adalah untuk dikerjakan atau dipraktikkan. Sebagai contoh. 20 . 3) Menemukan Penemuan di sini adalah menemukan cara memecahkan masalah-masalah baru dengan menggunakan fakta. peserta didik dapat mengendarai sepeda motor setelah menguasai langkah-langkah atau prosedur mengendarai sepeda motor. prinsip. Jawa Tengah. Selain itu. Contoh lain. dan prosedur yang telah dipelajari. atau maket sumur kincir angin untuk mendapatkan air tanah. Seorang peserta didik yang telah menguasai cara dan berlatih mengendarai sepeda motor. dapat menyimpulkan bahwa benda tersebut adalah jam. Penggunaan materi konsep adalah untuk menyusun proposisi. Misalnya. penguasaan atas suatu konsep digunakan untuk menggeneralisasi dan membedakan. setelah mempelajari hukum bejana berhubungan seorang peserta didik dapat membuat peralatan penyiram pot gantung menggunakan pipa-pipa paralon. konsep. untung. Penggunaan prosedur (psikomotorik) adalah untuk mengerjakan tugas atau melakukan suatu perbuatan. dan konsep “lebih besar”. Gagne (1987) menyebutnya sebagai penerapan strategi kognitif. peserta didik berhemat air dalam mandi dan mencuci setelah mendapatkan pelajaran tentang pentingnya bersikap hemat. Penggunaan materi sikap adalah berperilaku sesuai nilai atau sikap yang telah dipelajari. Misalnya. Menemukan. seorang anak yang telah memahami konsep “jam adalah alat penunjuk waktu”. biaya modal. dapat menentukan luas persegi panjang di mana pun dan berapa pun besarnya panjang dan lebar persegi panjang yang harus dihitung luasnya. dalil. atau rumus. Konsep-konsep dalam jual beli tersebut meliputi penjualan. Penerapan atau penggunaan prinsip adalah untuk memecahkan masalah pada kasus-kasus lain. Misalnya.Panduan Pengembangan Materi Pembelajaran sejarah di Desa Wonoboyo. Dengan menggunakan fakta tersebut. dapat mengendarai sepeda motor tersebut. setelah mempelajari sifat-sifat angin yang mampu memutar baling-baling peserta didik dapat membuat prototipe. akan dapat menggeneralisasi bahwa bagaimanapun berbeda-beda bentuk dan ukurannya. Klaten. dalil atau rumus merupakan hubungan antara beberapa konsep. seorang peserta didik yang telah mampu menghitung luas persegi panjang setelah mempelajari rumusnya. dalam berdagang “Jika penjualan lebih besar daripada modal maka akan terjadi laba atau untung”. laba. ahli sejarah menyimpulkan bahwa lokasi tersebut adalah bekas tempat pengrajin emas. merupakan hasil belajar tingkat tinggi.

dsb. Misalnya memilih membaca novel daripada membaca tulisan ilmiah. 21 . Memilih mentaati peraturan lalu lintas tetapi terlambat masuk sekolah atau memilih melanggar tetapi tidak terlambat.Panduan Pengembangan Materi Pembelajaran 4) Memilih Memilih di sini menyangkut aspek afektif atau sikap. Yang dimaksudkan dengan memilih di sini adalah memilih untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->