P. 1
Kuskus

Kuskus

4.0

|Views: 12,009|Likes:
Published by CUTE AKU

More info:

Published by: CUTE AKU on Apr 30, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/10/2013

pdf

text

original

Kuskus, si Lucu dari Papua

BINATANG lucu dan menggemaskan ini masuk dalam jenis hewan yang dilindungi. Masuk dalam ordo Diprotodontia. Pertama kali kuskus diteliti oleh Milne dan Edwards tahun 1877. Habitatnya kini masih bisa ditemui di wilayah Papua dan Papua Nugini. Warna kuskus yang terdiri dari beberapa genus ini beranekaragam. Ada yang putih, cokelat kemerahan hingga cokelat dan abu-abu. Beberapa jenis di antaranya ada yang berwarna tubuh pucat dan berbulu pendek. Walau memiliki banyak genus tapi jumlah kuskus sangat sedikit. Di seluruh dunia hanya terdapat di Papua saja. Beberapa tahun lalu masih bisa dijumpai spesiesnya di Australia, tapi belakangan tak pernah lagi dijumpai. Masuk dalam genus kuskus adalah kuskus sutra (Phalanger sericeus) yang hidup di pegunungan Papua dan bisa ditemukan pada ketinggian 3900 meter. Telinganya pendek, berbulu tebal dan panjang. Mereka biasa berbagi tempat tinggal dengan sesama kuskus genus lain, yaitu kuskus gunung (Phalanger carmelitae) dan kuskus stein (Phalanger vestitus). Kuskus stein adalah jenis kuskus paling langka. Mereka hidup di Papua. Tubuhnya termasuk paling kecil di antara jenis kuskus lain. Panjang tubuhnya antara 325 sampai 600 milimeter. Dengan ekor sepanjang 250 hingga 600 milimeter, seekor kuskus betina berbobot 1800 gram. Lalu ada lagi kuskus tutul (Phalanger muculatus) yang merupakan spesies terbesar. Kuskus jantan jenis ini bisa mencapai bobot enam

1

kilogram. Mereka menyukai hidup di dataran rendah, kurang dari 1200 meter di atas permukaan laut di Papua Nugini. Jenis ini memiliki warna tubuh lebih terang yang dikombinasi dengan tutul hitam. Pupil matanya menyerupai kucing. Beberapa ahli zoologi mengusulkan agar kuskus tutul masuk dalam genus Spilocuscus. Kuskus umumnya menyukai makanan berupa serangga, binatang kecil, hingga telur burung. Bisa bertahan hidup di daerah hutan hujan tropis. Mereka jenis hewan yang suka menyendiri pada waktu memburu makanan. Biasanya mencari makan pada malam hari karena dianggap aman dari incaran musuh. Hidup dari satu dahan pohon ke pohon yang lain, kuskus juga membangun keluarga seperti manusia. Binatang mamalia yang geraknya lambat ini dapat melahirkan tiga ekor anak sekali melahirkan. Kini mereka terdaftar di IUCN dan CITIES sebagai hewan langka dunia yang dilindungi undang-undang. (berbagai sumber/mer) Habitat: Daerah hutan hujan tropis, kadang juga ditemukan di hutan dekat pantai. Maka itu dinamakan kuskus pantai. Di Indonesia bisa dijumpai di Papua, Sulawesi. Sedangkan di luar Indonesia ada di Australia dan Papua Nugini. Ciri-ciri fisik: Kuskus merupakan binatang pengerat dengan ekor yang panjang dan kuat,bisa untuk membantu mereka memanjat pohon. Telinganya kecil dengan mata bulat besar. Bulunya tebal mirip wol dengan warna abu-abu pucat. Kadang ada pula yang berwarna krem atau putih. Tubuh kuskus pantai ini cukup mungil dengan panjang hanya 63,5 sentimeter dan berat hanya 1,35 hingga 4,05 kilogram saja. Populasi: Karena malas ini pula yang menyebabkan kuskus pantai mudah diburu. Penduduk di Papua kerap memburunya untuk sekadar dimakan. Sedangkan pemburu pendatang menangkap mereka untuk dijadikan hewan peliharaan atau dijual. Inilah yang menyebabkan kuskus pantai masuk dalam daftar IUCN di kategori Apendiks II
2

sebagai hewan yang mulai terancam punah.(mer).

Satwa langka jenis kuskus putih (phalanger urinus) yang sebelumnya hidup bebas di hutan kabupaten Manokwari, Irian Jaya Barat, kini populasinya semakin terancam. Faktor penyebab terancamnya satwa ini, adalah masa reproduksi lambat dan habitatnya telah rusak akibat perusakan hutan secara tak terkendali, kata aktivis WWF Manokwari Robert Mandosir, kepada pers di Manokwari, Selasa. Dikatakannya, hasil penelitian beberapa tahun lalu, jenis satwa ini masih bisa dijumpai di hutan belantara kabupaten Manokwari, walaupun hanya satu atau dua ekor namun kini sangat sulit ditemukan satwa yang hanya hidup di tanah Papua tersebut. Meskipun pihak WWF dan instansi terkait berupaya menjaga kelestarian satwa tersebut dengan cara mengimbau warga masyarakat agar melindunginya, tapi karena kurangnya

3

kesadaran dan pembantaian

kepedulian

warga

masyarakat maka dihentikan.

Menurut Mandosir sangat disayangkan aset kekayaan alam langka itu tidak dijaga kelestariannya padahal hewan tersebut indah serta memiliki beberapa keunikan seperti mempunyai kantong layaknya hewan khas benua Australia kanguru serta ekornya dapat berfungsi sebagai alat pengaman di saat akan melompat dari satu dahan pohon ke dahan pohon lain. Meski kuskus putih ini dikhawatir terancam punah, tapi pihak WWF dan instansi terkait, yakin masih ada jenis satwa ini yang hidup terpencar-pencar jauh di tengah hutan belantara Papua. Namun belum dapat dirinci jumlah populasi kuskus putih yang masih ada karenanya perlu penelitian khusus di habitatnya. Masyarakat diimbau membantu pemerintah dalam upaya menjaga kelestarian satwa langka ini dari ancaman kepunahan, sehingga binatang berkantong ini kelak masih dapat dinikmati generasi penerus, generasi anak cucu di masa datang. (sumber: media indonesia)

4

Judul : Hewan Langka Tujuan : mencari tau
melestarikannya.

tentang hewan langka

dan cara

Alat bahan : Cara kerja :

internet & kertas

• cari gambar hewan kuskus • cari tau tentang kuskus dan ketik • lalu jilid

5

ANALISA DATA HASIL PENGAMATAN
1. Tuliskanlah pda artikel yang kamu buat, Beri keterangan

tentang : a.Nama hewan : Kuskus b.ciri – cirinya :

c.jenis makanannya : d.habitat : e.jumlah populasi : f.laju reproduksi : 2. Bagaimanakah cara melestarikan hewan yang langka ? 3. Apa alasan dari usaha pelestarian tersebut ? 4. Apa manfaat dari usaha pelestarian tersebut ?

JAWAB :

Kesimpulan : Hewan langka seperti kuskus harus kita lindungi.

6

7

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->