Islamisasi di Nusantara (Sejarah Masuk Islam di Nusantara) dan Dakwah Wahabi A.

Pendahuluan Sebelum datangnya Islam ke Nusantara pada umumnya masyarakat menganut agama Hindu-Budha yang telah lebih dahulu berkembang di Indonesia. Datangnya Islam ke Nusantara membawa beberapa perubahan yang membuat Nusantara bisa maju dan berkembang di antaranya, Islam membawa perubahan dalam bidang agama, bidang politik, ekonomi, selain itu Islam juga membawa perkembangan dalam bidang pendidikan, dan juga dalam bidang kesenian. Dalam makalah ini penulis akan menjelaskan beberapa pendapat dari pakar sejarawan tentang teori masuknya Islam ke Nusantara dengan tiga pertanyaan di antaranya, kapan datangnya Islam di Nusantara, dari mana asalnya, dan siapa pembawanya, kemudian dalam makalah ini juga dibahas tentang dakwah Wahabi. Ajaran agama Islam mendapat respon yang baik dari masyarakat Indonesia, sehingga dengan seiringnya waktu agama Islam berkembang pesat di Nusantara. Dalam makalah ini penulis juga akan memaparkan bagaimana Islam bisa berkembang di Nusantara dan sejauhmana perkembangannya tersebut. B. Teori Tentang Masuknya Islam ke Nusantara Masalah tentang kedatangan Islam di Nusantara, terdapat perdebatan panjang di antara para ahli sejarawan. Namun ada tiga teori yang disepakati umumnya oleh para sejarawan tersebut di antaranya: a. Teori Gujarat Kebanyakan sarjana asal Belanda, memegang teori bahwa Islam di Nusantara berasal dari Anak Benua India. Pijnappel merupakan salah seorang sarjana yang mengemukakan teori ini, dia mengaitkan asal-muasal Islam di Nusantara dengan daerah Gujarat dan Malabar. Menurutnya,

1

orang-orang Arab bermazhab Syafi’i yang bermigrasi dan menetap di wilayah India tersebut yang kemudian membawa Islam ke Nusantara.1 Snouck Hurgronje kemudian mengembangkan teori ini, dia berpendapat bahwa ketika Islam berpijak kokoh di beberapa kota pelabuhan Anak Benua India, banyak di antara mereka orang muslim yang tinggal di sana sebagai pedagang perantara dalam perdagangan Timur Tengah dengan Nusantara. Kemudian mereka datang ke dunia Melayu (Indonesia) sebagai para penyebar Islam pertama, setelah itu baru mereka disusul oleh orang-orang Arab. Dia mengatakan bahwa abad ke-12 sebagai periode paling mungkin dari permulaan penyebaran Islam di Nusantara.2 Selain mereka masih ada beberapa sarjana Belanda yang sepakat bahwa Islam di Nusantara datang dari Gujarat dengan alasan bahwa batu nisan yang terdapat di Pasai, salah satunya batu nisan yang terdapat di makam Maulana Malik Ibrahim di Gresik dan juga terdapat di Jawa Timur, ternyata sama bentuknya dengan batu nisan yang terdapat di Cambay, Gujarat.3 Dengan beberapa alasan tersebut mereka menyimpulkan bahwa Islam di Nusantara berasal dari India. b. Teori Arab Salah satu sejarawan yang mendukung teori ini ialah Prof. Hamka. Dia menyatakan bahwa Islam sudah datang ke Indonesia pada abad pertama Hijriah (abad ke-7 sampai 8 M) langsung dari Arab dengan bukti jalur perdagangan yang ramai dan bersifat internasioal sudah dimulai melalui selat Malaka yang menghubungkan Dinasti Tang di Cina (Asia timur), Sriwijaya di Asia Tenggara dan Bani Umayyah di Asia Barat.4 Selain Hamka, Arnold juga berpandangan bahwa, para pedagang Arab juga menyebarkan Islam ketika mereka dominan dalam perdagangan Barat-Timur sejak abad awal Hijriah atau abad ke-7 dan ke-8 Masehi.
Azyumardi Azra, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII, (Jakarta: kencana, 2007), h. 2-3 2 Ibid. 3 Ibid. 4 Ahmad Mansur Suryanegara, Api Sejarah, (Jakarta: Alamadani, 2002), h. 99
1

2

atau jalan Azyumardi Azra. pertama. h. Teori Persia lebih menitikberatkan tinjauannya kepada kebudayaan yang hidup di kalangan masyarakat Islam Indonesia yang dirasakan mempunyai persamaan dengan Persia di antaranya.7 Dengan kenyataan-kenyataan tersebut maka Hoesein menyimpulkan bahwa Islam di Nusantara berasal dari Persia. tetapi ajarannya berkembang terus dalam bentuk puisi. op.5 c. peringatan 10 Muharram atau Asyura sebagai hari peringatan Syi’ah atas kematian Husain. 90 7 Ibid. dengan melewati jalan laut dari Aden menyusur pesisir pantai India Barat dan Selatan. namun ia berasumsi bahwa mereka juga terlibat dalam penyebaran Islam kepada penduduk lokal di Nusantara.(Bandung: Mizan. sehingga memungkinkan Syaikh Siti Jenar yang hidup pada abad ke-16 dapat mempelajarinya.Meskipun tidak terdapat catatan-catatan sejarah tentang kegiatan mereka dalam penyebaran Islam. Menurut Arnold anggota-anggota komunitas Muslim ini juga melakukan –kegiatan-kegiatan penyebaran Islam. sekalipun al-Hallaj sudah meninggal. 6 5 3 . 6 Ahmad Mansur Suryanegara. Asumsi ini diperkuat dengan adanya sumber Cina yang menyebutkan bahwa. Sebagian orang-orang Arab ini dilaporkan melakukan perkawinan dengan wanita lokal. Hasymy dalam bukunya dari hasil kumpulan prasaran pada seminar di Aceh menggambarkan bahwa. dakwah Islamiah itu memang dibawa oleh saudagar-saudagar Arab. h.6 Kedua. Peringatan ini berbentuk pembuatan bubur Asyura dan perayaan tabut. Teori Persia Pembangun teori Persia ini adalah Hoesein Djajaningrat. Menemukan Sejarah: Wacana Pergerakan Islam di Indonesia. Prof. 1996).. menjelang akhir perempatan abad ke-7 seorang pedagang Arab menjadi pemimpin sebuah pemukiman Arab Muslim di pesisir pantai Sumatera. Berdasarkan penjelasan di atas maka timbul pertanyaan teori mana sebenarnya yang benar.cit. adanya kesamaan ajaran antara ajaran Siti Jenar dengan ajaran Sufi Iran yaitu al-Hallaj.

Kerajaan ini muncul sebagai akibat balik peranan pedagang muslim yang melihat porak-porandanya kerajaan Abbasiyah. 2.8 Sedangkan jawaban untuk pertanyaan kapan Islam masuk ke Nusantara. 181 9 Taufiq Abdullah.9 Berdasarkan keterangan di atas para sejarawan sepakat bahwa Islam di Nusantara berasal dari Arab dan di bawa oleh pedagang-pedagang Arab. (PT. kemudian melalui Khutan. padang pasir Gobi. (Jakarta: Majelis Ulama Indonesia. mulai pada abad ke-7 Masehi dan berkembangnya pada abad ke-13 dengan ditandai munculnya kekuatan politik. h. yang mempergunakan sarana pelayaran. Sejarah Umat Islam Indonesia. Mereka berdagang sambil berdakwah. Kanton. Taufiq Abdullah menyimpulkan memang benar bahwa Islam masuk ke Indonesia sejak abad pertama Hijriah atau abad ke-7 Masehi. Sangtu.darat dari Khurasan. 1991). Penyebaran Islam di Nusantara Tersebarnya Islam di Nusantara dengan cara melalui saluran-saluran sebagai berikut: 1. Dakwah Islamiah datang ke Gugusan pulau-pulau Melayu melalui lautan India dan juga lautan Cina Selatan secara langsung dari negeri Arab oleh orang-orang Arab. Perdagangan. Alma’arif: Percetakan Offset. Perkawinan. kemudian menyeberangi laut Cina selatan masuk ke Alam Melayu melalui pesisir pantai Timur Semenanjung Tanah Melayu. Kebanyakan para saudagar yang datang kegugusan pulaupulau Melayu tidak beristri atau tidak membawa istri-istri mereka. Bahkan mereka memiliki kapal dan saham. Hal ini Hasymy. h. tetapi baru dianut oleh pedagang Timur Tengah di Pelabuhan-pelabuhan. Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Indonesia. 1989). dengan berdirinya kerajaankerajaan Islam di Nusantara. C. Nansyau. 38-39 8 4 . Islam masuk secara besar-besaran dan mempunyai kekuatan politik baru pada abad ke-13 dengan berdirinya kerajaan Samudra Pasai. saluran Islamisasi melewati jalur ini sangat menguntungkan karena raja dan para bangsawan turut serta dalam kegiatan perdagangan. Sehingga mereka menyimpulkan bahwa.

4.11 Muslim yang menikah dengan perempuan-perempuan anak negeri itu akan tinggal lebih lama di daerah istri mereka. Pustaka Riski Putra. terj. 2009). Tasawuf. Seperti kesenian pertunjukan wayang yang meluas dalam masyarakat Jawa. Hal ini disebabkan oleh sifat-sifat dan sikap kaum sufi yang lebih kompromis dan penuh dengan kasih sayang. 2001). 182 Fatah Syukur. Kesenian. 13 12 5 . (Semarang: PT. op.cit. walaupun di dalam Islam ada larangan untuk kesenian-kesenian tertentu. h. 183-184 Alwi Shihab. maka Muslim. h. Tasawuf memiliki kecenderungan manusia yang terbuka. dengan membentuk kader mubalig. Orang-orang sebelum menikah mereka di Islamkan lebih dahulu. (Bandung: Mizan. namun para penyiar Islam ketika itu 10 11 Hasymy. para pedagang muslim memiliki status sosial orang yang paling baik dari pada pribumi. Saluran yang banyak sekali dipakai untuk penyebaran Islam terutama di Jawa adalah seni. sehingga dengan mudah dakwah Islamiah disiarkan. Pusat-pusat perekonomian itu berkembang menjadi pusat pendidikan dan pusat penyebaran Islam. Para sufi menyebarkan Islam melalui dua cara yaitu. menulis karya-karya tulis yang tersebar dan dibaca diberbagai tempat. 5. mereka menguasai kekuatan ekonomi di bandar-bandar.10 Dari sudut ekonomi.12 Para sufi tersebut ada yang diangkat menjadi penasehat atau pejabat agama di kerajaan. Sejarah Peradaban Islam. Setelah kedudukan para pedagang mantap. sehingga terjadi penikahan antara pedagang muslim. 3.yang mendorong sebagian di antara mereka menikah dengan perempuan anak negeri. maka memberi peluang kepada Dakwah Islamiyah untuk bergerak lebih maju dan lebih meluas.. Muhammad Nursamad. dan melahirkan masyarakat Islam. dengan Hasil pernikahan ini melahirkan generasi baru anak bangsawan. Di abad ke-17 Aceh adalah pusat perkembangan karya-karya keagamaan yang ditulis oleh para ulama dan para sufi. h. Penyebaran Islam yang berkembang secara meluas di Nusantara berkat peranan dan kontribusi tokoh-tokoh Tasawuf merupakan kenyataan yang diakui oleh hampir mayoritas sejarawan. Al-Tashawwuf Al-Islâmî wa Atsaruhu fî Al-Tashawwuf Al-Indûnîsî AlMu’âshir. Pendidikan.

13 Melalui saluran-saluran ini Islam secara berangsur-angsur menyebar. 6. Selanjutnya politik. Pengaruh politik raja sangat tersebarnya Islam. karena Islam tasawuf dengan segala penafsiran mistiknya terhadap Islam.14 Ini juga disebabkan karena tarekat-tarekat sufi cenderung bersifat toleren terhadap pemikiran dan praktik tradisional. Selain itu ada beberapa faktor lain yang menyebabkan berkembangnya masyarakat Islam di antaranya. cocok dengan latar belakang masyarakat setempat yang dipengaruhi dengan asketisme Hindu-Budha. perhubungan baik antara saudagar-saudagar Arab dengan pihak pemerintah setempat. Kebanyakan rakyat memeluk Islam setelah rajanya memeluk Islam lebih dahulu. 13 15 Hasymy. Perjalanan sejarah menunjukkan saudagar-saudagar Arab Muslim itu terus pulang-pergi ke Fatah Syukur.15 membantu D... op. Tidak lama kemudian Islam mulai memasuki wilayah pesisir lainnya dan pedesaan. 2005).cit. ulama-ulama tarekat (wali di Jawa) dengan muridmurid mereka memegang peranan penting. 183-184 Musyrifah Suananto. (Jakarta: PT. Sejarah Peradaban Islam Indonesia. RajaGrafindo Persada.tidak melenyapkan budaya tersebut melainkan memanfaatkannya untuk menyiarkan dakwah Islamiah. selain itu tidak ada paksaan di dalam berdakwah. saudagarsaudagar Muslim tersebut mempraktekkan ajaran Islam ke atas dirinya dan dalam perhubungan dengan masyarakat. Penyebaran Islam ketika itu sangat diwarnai dengan aspek tasawuf. h. Pada tahap pertama penyebaran Islam masih relative di kota pelabuhan.cit. op. Dan juga karena keindahan ajaran Islam. h. 182 14 13 6 . Pada tahap ini pedagang. Berkembangnya Islam di Nusantara Saudagar-saudagar Arab yang pulang balik ke Nusantara senantiasa berhubungan dengan saudagar-saudagar di Tanah Arab. h.

(Pekanbaru: Zanafa Publishing.. 2011).gugusan pulau-pulau Melayu dan ke negri China.17 Islam sebagai agama yang memberi corak kultur bangsa Indonesia dan sebagai kekuatan politik yang menguasai struktur pemerintahan dapat dilihat dari munculnya kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara di antaranya kerajaan Ta Shi. fase berdirinya kerajaan-kerajaan Islam. selanjutnya diikuti para pembesar istana. adanya komunitaskomunitas muslim dibeberapa daerah Nusantara. Ketiga.. Utara Sumatera adalah salah satu pusat perniagaan yang terpenting di Nusantara di abad ke-7 M. 191-192 Helmiati. Berawal ketika raja setempat memeluk Islam. h. Kedua. Sejarah Islam Asia Tenggara. kaum bangsawan. karena saudagarsaudagar Muslim terpaksa tinggal lama untuk menanti musim angin untuk berlayar pulang ke Selatan Yaman ataupun ke Laut Merah dan Teluk Persia. h. dan kemudian rakyat jelata. Mereka menjalankan dakwah Islamiah di mana saja mereka itu sampai. Perkembangan dalam Bidang Agama dan Politik Perkembangan Islam awal di Indonesia dapat diklasifikasikan menjadi tiga fase. Kerajaan Islam Ta Shi ini telah membuat perhubungan diploma dengan kerajaan 16 17 Ibid. walaupun tidak mendapat keterangan yang jelas dan secara mendetail bagaimana dakwah Islamiah berkembang di Utara Sumatera di abad ke-7 M. Proses Islamisasi di Indonesia tidak terlepas dari peranan kerajaan Islam (kesultanan). dengan demikian dakwah Islamiah dapat peluang untuk bergerak dan berkembang dengan cepat. namun dakwah Islamiah dapat berkembang dengan baik dapat diketahui melalui karangan tua China mencatat bahwa ada sebuah kerajaan di Utara Sumatera yang bernama Ta Shi. 19 7 . maka itu tempat ini merupakan salah satu tempat berkumpulnya saudagar-saudagar Arab Islam. adalah fase singgahnya para pedagang Muslim di pelabuhan-pelabuhan Asia Tenggara. Pertama.16 Berkembangnya Islam di Nusantara terlihat dalam berbagai aspekaspek kehidupan masyarakat di antaranya: 1. Peluang berdakwah lebih terbuka di tempat-tempat.

Menurut hikayat raja-raja Pasai disebutkan gelar Malik Al-Shaleh sebelum menjadi raja adalah Merah Selu. sehingga dari mata uang tersebur dapatlah keterangan tentang nama-nama dan urutan tahunnya. Badri Yatim.. Muhammad Malik Al-Zahir 18 19 20 Hasymy. Sehingga terjadi perkawinan di antara saudagar-saudagar muslim dengan perempuanperempuan anak negeri.cit. merupakan raja pertama dan pendiri kerajaan tersebut. hal ini membawa kepada berdirinya kerajaan Islam Perlak. Semenjak berdirinya kerajaan tersebut maka Islam semakin berkembang di Sumatera Utara.. h. yaitu: Sultan Malik Al-Shaleh yang memerintah sampai tahun 1201 M. 193-195 Ibid. sehingga berkembanglah masyarakat Islam di daerah ini. op. Malik Al. Dari segi politik munculnya kerajaan Samudra Pasai sejalan dengan suramnya peranan maritim kerajaan Sriwijaya. rajanya yang pertama ialah Syekh Maulana Abdul Aziz Shah pada tahun 840 M.China sampai tahun 655. saudagar-saudagar tersebut juga dikawinkan dengan putri-putri Perlak. Sejarah Peradaban Islam. menjadi tempat persinggahan kapal-kapal Arab dan Persia muslim. seorang utusan Syarif Makkah.Shaleh. RajaGrafindo Persada. (Jakarta: PT. Ta Shi ini menurut Istilah China di abad ini diberi kepada orang-orang Islam.19 Berkembangnya Islam selanjutnya di Nusantara ditandai dengan berdirinya kerajaan Islam Samudera Pasai. 206 8 . yang kemudian memberinya gelar Sultan Malik AlShaleh. apalagi semakin ramainya saudagar-saudagar Arab datang ke Nusantara.18 Kemudian kerajaan Islam Ta Shi bersatu dengan kerajaan Perlak dengan memakai nama Ta Jihan. yang sebelumnya memegang peranan penting di kawasan Sumatera dan sekelilingnya. 2008). h. Perlak ketika itu merupakan sebuah pelabuhan perniagaan yang maju dan aman di abad ke8 M.20 Mata uang dirham yang terdapat di Samudra Pasai menggunakan nama-nama rajanya. Ia masuk Islam berkat pertemuannya dengan Syaikh Ismail.

Segala transaksi berada di dalam kekuasaan raja..cit. Perkembangan dalam Bidang Ekonomi Kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara dikatakan sebagai kerajaan Maritim. op. Selain itu Islam juga dapat memperkuat kedudukannya di daerah-daerah sepanjang pantai.?). dan juga dapat berkembang di bagian-bagian lain di Sumatera. 112 9 . Beberapa kerajaan 21 Ibid. Nahrasiyah (1402. Abdullah Malik Al-Zahir (1501-1514 M). Zain Al-Abidin (1477-1500 M). op.21 Pertengahan abad ke-14 M dakwah Islamiah di Samudera telah berkembang di negeri-negeri di sekelilingnya dan telah dapat masuk ke wilayah yang berhampiran dengan Samudera yang mempunyai penduduk yang sangat ramai telah memeluk agama Islam. Abu Zaid Malik Al-Zahir (?-1455).23 Pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. karena ia juga berfungsi sebagai pasar. h. Pusat pelabuhan ini merupakan peranan penting dalam mengembangkan ekonomi kerajaan.. Penghasilan pasar adalah salah satu sumber penghasilan bagi raja atau penguasaan setempat. Penggunaan mata uang sebagai alat pembayaran telah dilaksanankan secara luas dalam fase pertumbuhan dan perkembangan kerajaan Islam. Mahmud Malik Al-Zahir (1455-1477 M). Mahmud Malik Al-Zahir (1326-1345 M). Manshur Malik Al-Zahir (1345-1346 M).22 2. raja berhak memungut pajak dan cukai untuk segala macam barang dagangan.cit. h. karena pusat-pusat kerajaannya berada di kota-kota pelabuhan. walaupun dalam prakteknya sudah didelegasikan kepada pejabat pelabuhan. 208 23 Taufiq Abdullah. kemudian bejalan masuk ke daerah-daerah pedalaman. Zain AlAbidin Malik Al-Zahir (1383-1405 M).. Zain Al-Abidin (1513-1524 M).(1297-1326 M). Aceh mempunyai lembaga peradilan niaga yang merupakan suatu lembaga yang berfungsi menyelesaikan perkara atau sengketa dalam perdagangan. 208 22 Hasymy. setelah itu menyebar ke pesisir pulau-pulau lainnya. Dengan memberikan perlindungan dan jaminan terhadap transaksi itu. Ahmad Malik Al-Zahir (1346-1383 M).

h.24 3.Islam sudah mengeluarkan mata uang tersendiri. Halaqah yang dilakukan oleh kerajaan Islam didalam masjid istana untuk anak-anak.25 2) Masjid dan Langgar Selain Masjid ada juga tempat ibadah yang disebut dengan langgar. bentuknya lebih kecil dari mesjid dan digunakan hanya untuk shalat lima waktu.cit. h. di masjid-masjid lain. Sejarah Pertumbuhan dan Pembaharuan Pendidikan Islam. Sedangkan pengkajian untuk anak-anak berpusat kepada pengkajian Al-Qur’an. Musyrifah Sunanto. Istana juga berfungsi sebagai tempat Mudzakarah masalah-masalah ilmu pengetahuan dan sebagai perpustakaan. Selain tempat beribadah Masjid dan langgar juga berfungsi sebagai tempat pendidikan baik itu untuk orang dewasa dan maupun anak-anak. Namun diduga halaqah sudah dilakukan oleh pedang Islam di pelabuhanpelabuhan.26 3) Meunasah. dengan sistem Halaqah. Pengkajian yang disampaikan untuk orang dewasa adalah penyampaian-penyampaian ajaran Islam oleh mubaliq yang berkenaan dengan bidang akidah. selain itu juga disertai dengan pendidikan shalat. perak. menitik beratkan kepada kemampuan membacanya dengan baik sesuai dengan kaidah-kaidah bacaan. Perkembangan dalam Bidang pendidikan 1) Halaqah Samudra Pasai merupakan tempat studi Islam yang paling tua yang dilakukan oleh sebuah kerajaan. dan Dayah Ibid. Rangkang. Misalnya Pasai mengeluarkan mata uang emas. 2007). dan akhlak. dan surau-surau untuk masyarakat umum. ibadah dan akhlak. 105 26 Haidar Putra Daulay.. juga berfungsi sebagai pusat penerjemah dan penyalinan kitab-kitab ke Islaman. (Jakarta: kencana. op. 20-21 25 24 10 . mengajar di rumah-rumah guru. dan timah dengan mencantumkan nama sultan.

ilmu bumi. sistem pembelajaran di surau banyak kemiripannya dengan sistem pendidikan di pesantren. Sultan mengambil ulama sebagai penasehatnya. merupakan mesjid sebagai tempat berbagai aktifitas umat termasuk pendidikan. yaitu. bahasa Arab. yang terkenal di antaranya adalah Samsudin Al-Sumatrani. berhitung. sejarah. 2006). diselenggarakan disetiap mukim. op.27 Selanjutnya Dayah.h. menulis dan membaca huruf Arab.28 4) Surau Minangkabau memiliki lembaga pendidikan yang disebut Surau. Surau sebelum Islam datang berfungsi sebagai tempat menginap anak laki-laki. Para penuntun ilmu datang dari luar Aceh belajar kepada mereka. (Bandung: Pustaka Setia. akhlak dan sejarah Islam. 150 27 11 . Rukiati. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. masjid-masjid seperti. Materi yang diajarkan. akhlak.Meunasah terdapat disetiap kampung yang berfungsi sebagai sekolah dasar. Materi yang diajarkan di antaranya. sedangkan di Jawa dengan bahasa Jawa atau Sunda. Masjid Baid alRahman di Banda Aceh dan pusat-pusat pendidikan Islam yang di sebut dayah. bahasa melayu. 33 28 Musyrifah Sunanto. merupakan pusat pendidikan yang terkenal di Kerajaan Aceh Darussalam. Hal ini terjadi setelah banyak orang-orang belajar ke negeri Arab. pengajaran. dan tasawuf yang diajarkan oleh ulama besar yang pernah belajar di Makkah. dan pengembangan Islam. Sedangkan Rangkang. murid Enung K. Yang pertama. menghafal ayat-ayat pendek beserta tajwid. Lebih lanjutnya mempelajari persoalan yang berkaitan dengan hukum Islam.cit. ilmu agama. h. Sistem pembelajarannya ialah pengkajian al-Qur’an. Pendidikan Islam mengalami kemajuan pesat setelah para ulama mengarang buku-buku pelajaran keislaman yang menggunakan bahasa melayu di Aceh. Pada tingkat lebih lanjutnya mempelajari kitab-kitab bahasa Arab. dan fiqih. Setelah Islam datang surau digunakan tempat shalat. lafal bacaan huruf hijjaiyah.

30 Berdasarkan uraian di atas dapat dipahami bahwa pendidikan Islam pada masa sebelum datangnya penjajahan Belanda sangatlah berkembang baik itu di Sumatera maupun di Jawa. mula-mula masuk ke Indonesia dalam bentuk batu nisan. Ini dibuktikan dengan munculnya para pemikir Islam seperti. Perkembangan dalam Bidang Seni Kesenian Islam Indonesia sangat minim. Setelah Islam masuk nama itu dijadikan pusat pendidikan agama Islam. Dari lembaga pendidikan inilah menyebar agama Islam keberbagai pelosok Jawa dan wilayah Indonesia bagian Timur. Hamzah al-Fansuri. h. 27-28 Musrifah Sunanto.29 5) Pesantren Di Jawa.tidak terikat dengan sistem administrasi yang ketat.cit. pesantren sudah dikenal sebagai lembaga pendidikan agama Hindu. bentuk gunung. sehingga seni budaya Islam yang ada di Indonesia tidak banyak..cit. dan sebagainya. h. sehingga ada bentuk teratai. Bentuk makam awal permulaan masuknya Islam menjadi contoh model bagi makam Islam kemudian.. op. lembaga pendidikan Islam ini didirikan oleh para penyiar agama Islam. 2) Arsitektur 29 30 Haidar Putra Daulay. keris. Bentunya dipengaruhi oleh kebudayaan setempat. 110 12 . Umumnya nisan itu didatangkan dari Gujarat. Namun nisan ini tidak berkembang lebih lanjut. Muhammad Yusuf alMaqassari. sebelum Islam datang. op. Kesenian Islam yang berkembang pada masa itu di antaranya: 1) Batu Nisan Kebudayaan Islam dalam bidang seni. Hal ini disebabkan karena sebelum Islam tidak ada makam. Inti pelajarannya adalah ilmu-ilmu agama. 4. Surau juga sebagai tempat praktik sufi atau tarekat. Nur al-Din al-Raniri. Abd al-Rauf al-Singkili.

h. Ada kesusastraan yang mempunyai sifat tersendiri disebut suluk. Khusus di Jawa ada pertunjukkan wayang merupakan gabungan seni Islam dan Hindu Indonesia yang tercakup dalam seni ukir. Awal berkembangnya Islam di Nusantara merubah hampir seluruh aspek-aspek yang penting dalam kehidupan bermasyarakat di warnai oleh Islam. di antaranya yang ditulis oleh Hamzah Fansuri. Selain itu gapura-gapura juga banyak diukir dengan pahatan-pahatan indah. Hampir tidak ada bangunan Islam yang menunjukkan keagungan Islam. dan seni lagu.31 Keterangan di atas menunjukkan bahwa kedatangan Islam di Nusantara membawa banyak kemajuan dan perubahan bagi masyarakat Nusantara.. seni tari. sedangkan dimesjid hanya mimbarnya saja yang diperindah dengan ukiran-ukiran. 4) Seni Ukir Karna adanya larangan untuk menggunakan seni ukir didalam ajaran Islam.Seni bangunan yang berjiwa Islam amat miskin. Selain itu kaligrafi Arab merupakan bagian dari seni Khath ketika awal kedatangan Islam digunakan untuk mengukir nama dan menulis ayat Al-Qur’an dimakam-makam terkenal. seni hias biasanya banyak terdapat di makam-makam. 92-104 13 . bentuk masjid di Indonesia pada umumnya banyak dipengaruhi oleh seni bangunan Indonesia-Hindu. Namun penerapan seni kaligrafi di Indonesia tidak berkembang karena penerapan kaligrafi Arab sebagai hiasan sangat terbatas. 3) Seni Sastra Seni sastra Islam di Indonesia berupa syair-syair dan penulis kitab agama. E. yaitu kitab-kitab yang berisi ajaran tasawuf dan juga ada primbon. Riwayat Hidup Muhammad Ibn Abd Wahhab 31 Ibid.

Saat itu mulai berdatangan elemen-elemen pergerakan dakwah Islam dari luar negeri ke Indonesia. Ia berasal dari keluarga ilmuwan yang mampu. Terakhir ia bermukim di Dar’iyah dan berhasil dapat dukungan politik dari Muhammad ibn Sa’ud sebagai pemimpin qabilah atau suku terbesar yang berkuasa di Nejd. Usaha kearah ini. pertamatama ia belajar al-Qur’an kemudian belajar ilmu-ilmu lain seperti Tafsir. Ahsa’ dan Madinah untuk belajar ilmu-ilmu agama. Menurut sejarah. khurafat dan ta’assaub mazhab. IAIN IB Press. ia menggunakan kembali kepada Islam. 2006: h. terjadi perkembangan dakwah yang berbeda di Indonesia.Muhammad ibn Abd al-Wahhab lahir pada tahun 1115 H atau tahun 1703 M di Desa Uyainah Nedj. ia kembali ke ‘Uyainah tempat kelahirannya. Sebelum mencapai usia 20 tahun ia berkunjung ke berbagai kota seperti Basrah. Di Madinah ia mengikuti halaqah ilmiah terutama yang diberikan oleh syaikh Abdullah ibn Saif (ahli Fiqh).Tauhid. 1 33 Ibid. Kasyf al Syubahat. tahun 70-an Saifullah. Semenjak kecil keinginan untuk belajar sudah nampak pada dirinya. F. Ia memulai untuk memberantas bid’ah. Di samping itu ia menekuni karya-karya ibn Taimiyah32. Kitab al-Kabair. Tokoh dan Gerakan Pembaharuan dalam Islam di Kawasan Timur Tengah . Sejarah dan Mata Rantai Salafi di Indonesia Sejak awal tahun 1980-an. Ahadits al-fitan .. Setelah orang tua ia meninggal. Sekembalinya dari perantauan. Padang. Ia wafat pada tahun 1201 H atau 1781M dengan meninggal karya tulis yang cukup banyak antara lain Kitab al. 2 32 14 . Hadits. h. menetap di Huraimila’ bersama orang tuanya yang terlebih dahulu pindah ke desa ini. Sampai kini ajaran-ajarannya tetap hidup dan berkembang dalam bentuk aliran Wahabiah33. dan sebagainya. Tauhid dan Fiqh kepada orang tuanya (Abd al-Wahhab) yang pada waktu itu menjadi hakim di Uyainah. Syaikh Muhammad Hayat al-Sindi (ahli Hadits) dan Syaikh Muhammad Majmu’. ia aktif mengajar dan mengarang serta mengumandangkan terbukanya pintu ijtihad.

dan lain-lain. Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi. berjudul Tarikh Ali Sa’ud. Di tahun 80-an itu mulai muncul ke permukaan kelompok-kelompok dakwah. Oleh mereka berdua. karena pertimbangan strategi dakwah. Nama salafi secara khusus mulai populer di Indonesia pada tahun 1995 bersamaan dengan terbitnya Majalah Salafi yang dibidani oleh Ja’far Umar Thalib dan kawan-kawan. Sejarah kemunculan Wahabi ini banyak dipenuhi dengan pertumpahan darah kaum muslimin. Seiring berkuasanya klan Saud. Hizbut Tahrir (HT). Gerakan ini pun kemudian dinamai Wahabi. 39 Ibid. 34 15 . sebagai tonggak awal perjuangan dakwah Wahabi.. Inggris pun akhirnya dapat semakin menghilangkan dahaga negaranya dengan menyedot sebagian kekayaan negara itu. Wahabi berganti nama menjadi Salafi. Jamaah Islamiyyah (JI). selain menindak tegas setiap penentang faham Wahabi di Jazirah Arab. keluarga Saudi bersama Muhammad ibnu Abdul Wahab juga terus melancarkan aksi ekspansinya ke segenap wilayah-wilayah lain diluar wilayah Saudi. 2011: h. terkhusus pasca kemenangan pemberontakan keluarga Saud yang didukung kolonialisme Inggris. Jamaah Tabligh (JT). Yogyakarta. seperti Tarbiyah (Ikhwanul Muslimin). yang ditandai dengan adanya upacara sumpah penetapan Ibnu Saud sebagai enir dan Muhammad ibnu Abdul Wahab sebagai imam urusan agama pada tahun 1744 M. Salafi sebenarnya adalah nama lain dari Wahabi yang sudah ada sejak sekitar 287 tahun lalu di Dir’iyah Saudi Arabia. Sehingga keluarga Saud mampu berkuasa dan menamakan negaranya dengan nama keluarga Ali Sa’ud (keluarga Saudi). Namun kemudian. hal ini dapat di telaah lebih lanjut kitab tebal yang mengupas tentang sejarah kerajaan Saudi Arabia karya al-ustadz Nashir as-Sa’id.merupakan tahun “internasionalisasi” bagi jamaah-jamaah dakwah tertentu. pemikiran Muhammad Ibnu Abdul Wahab kemudian diangkat resmi menjadi akidah negara tersebut. terkhusus minyak bumi.35 35 Idahram. diambil dari nama pendirinya34.

Sebagaimana pengakuan pendiri al-Irsyad al Islamiyah: Syaikh Ahmad Surkati ketika dia dituduh sebagai Wahabi. begitu juga dengan pendiri 36 Ibid. Bukan karena saya takut terhadap gerakan yang keras itu. Selain gerakan Kaum Padri itu. yang semakin menguatkan keberpihakannya kepada Salafi Haraki. dia membantahnya. yang dikemudian hari menjadi Panglima Laskar Jihad. Dia semula berada di pihak Salafi Haraki. melainkan hanya ada kesamaan semangat (spirit). “Tangan saya gemetar ketika menulis bantahan ini (wahhabiyyah yang dituduhkan kepada saya). akibat persinggungan mereka ketika menunaikan ibadah haji di Makah36. yang salah satu tokoh utamanya adalah Tuanku Imam Bonjol. ada beberapa indikasi yang menunjukkan bahwa perjuangan pemurnian tauhid atau gerakan pembaharuan di Indonesia pada awal abad ke 19 tidak terkait secara langsung dengan faham Wahabi. 04/th. apalagi mengikuti”. Gerakan di Sumatera Barat inilah akar sejarah faham Wahabi pertama di tanah air yang kemudian lebih dikenal dengan gerakan kaum padri. faham Salafi di dunia ini terpecah menjadi dua fraksi.. tetapi sudah mengalami kulturarisasi dengan budaya lokal. diduga “sebagian” faham Wahabi pertama kali masuk ke kawasan Nusantara dibawa oleh beberapa ulama asal Sumatera Barat pada awal abad ke 19 Ulama Sumatera Barat itu tidak menelan mentah-mentah faham Wahabi. melainkan hanya mengambil spirit pembaharuannya saja. Dilihat dari “kemiripan” manhaj dakwahnya dengan beberapa pergerakan Islam di Indonesia. Tokoh perintis Salafi Yamani adalah Ustadz. 16 . Salafi Haraki masuk lebih awal ke Indonesia. sehingga mudah diterima masyarakat. yaitu Salafi Haraki dan Salafi Yamani.1/ Sya’ban Ramadhan 1413 H (pada halaman 1017). ketimbang Salafi Yamani. Ja’far Umar menulis artikel berjudul pokok-pokok Memahami Ikhtilaful Ummah. namun kemudian bergabung ke Salafi Yamani. melainkan karena saya memang tidak mengetahui. Gerakan ini sendiri berlangsung dalam kurun waktu 1803 hingga sekitar 1832.Secara garis besar. Gerakan kaum Padri tidak seperti Wahabi yang keras dan kaku. Hal itu dapat dibuktikan ketika dia menulis artikel di majalah As-Sunnah No. Ja’far Umar Thalib.

beliau itu seorang sufi (tidak seperti pendiri Salafi Wahabi. Ibnu Athaillah asSakandari. serta ajaran dan personifikasi dari para tokoh-tokoh sufi/tarekat dari abad pertengahan hingga yang ada di Nusantara. Ahmad Dahlan juga dibuktikan dengan kitab-kitab yang dia pelajari dari gurunya . 44 17 . Persis. seperti kitab al-Hikam karya tokoh ulama besar Sufi dari Mesir. Pergerakan-pergerakan Islam modern yang lahir lebih awal di Indonesia. KH. dengan harapan agar umat Islam Indonesia bisa lebih jeli dan berhati-hati dalam menjalankan ajaran Islam.Muhammadiyah. dan pengaruh hindu-budha. di mana yang mereka hadapi di jazirah Arab adalah sesama umat Islam yang mengikuti sunnah Rasulullah Saw. Ia sering mengutip ayat alQur’an “Ala bidzikrillahi tathmainnu al-qulub” yang menjadi dasar ajaran tasawuf. KH.. Ibid. Di antara motif yang melatarbelakangi mudahnya spirit pembaharuan Wahabi diterima oleh beberapa ulama Indonesia saat itu adalah medan dakwah Nusantara yang berhadapan langsung dengan ajaran animisme. Realitas ini juga diamini oleh cendekiawan Muhammadiyah. Ahmad Dahlan. h. namun dituduh 37 38 Ibid. sehingga tidak bercampur dengan budaya lokal yang tidak sesuai dengan ajaran Islam38. kondisi Indonesia itu sangat jauh berbeda dengan medan dakwah perjuangan Wahabi di Saudi Arabia pada saat itu. Hamka ia merupakan penganjur dan bahkan menulis sejumlah buku tentang tasawuf. Shalaeh Darat. Ia sangat fasih mengupas sisi kehidupan spiritual Nabi Muhammad dan para Sahabat. Kenyataan tentang sufisme KH. Namun. dan al-Irsyad hanya memiliki kesamaan ide bukan faham dengan kelompok Salafi Wahabi. abdul Munir Mulkhan yang juga seorang Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.. Muhammad bin Abdul Wahab yang mengkafirkan sufi/tasawuf)37. dinamisme. Begitu juga dengan tokoh ke 2 Muhammadiyah. tantangan inilah yang membuat mereka mudah menerima dan memiliki kesamaan ide dengan sekte Wahabi dalam hal pemurnian tauhid. seperti Muhammadiyah. kitab al-Munjiyat yang merupakan saduran dari kitab Ihya Ulum adDin katya imam al-Ghazali.

Persis. dan sesat. baik oleh keluarganya maupun masyarakatnya. Hizbut Tahrir (HT). NU.. dan lain-lain. ath-Thawalib dan lain sebagainya. Negara Islam Indonesia (NII). Lihat pertengkaran yang terjadi antara Salafi Yamani (Salafi yang berafiliasi kepada Syaikh-syaikh Salafi di Yaman dan Saudi Arabia) dengan Salafi Haraki (Salafi yang menerapkan sistem pergerakan atau organisasi (hararki)39. Muhammadiyah. al-Washliyah. Jangankan dengan kelompok semisal itu (yang dianggap oleh sebagian umat Islam sebagai ‘senior’ mereka). Jamaah Islam (JI). Ikhwan Muslimin.musyrik dan kafir. padahal tidak demikian. dan al-Irsyad) adalah senior bagi Salafi Wahabi. h. atau organisasi mana pun40. Persis. Ketiga organisasi lokal Indonesia itu (Muhammadiyah.. Namun. Wahabi atau yang menamakan diri mereka dengan sebutan 39 40 Ibid. madrasah. Jamaah Tabligh. tiada lain untuk tujuan berdirinya negara Klan Saudi yang bersinergi dengan ‘Ustadz’ Ibnu Abdul Wahab yang telah terisolir dan dikucilkan. Salafi Hararki adalah gerakan dakwah Salafiyah yang menerapkan metode pergerakan (harakah). Nahdhatul Wathan. begitu kelompok Salafi Wahabi sama sekali tidak menganggap ketiga pergerakan tersebut memiliki kesamaan ide untuk dapat bersinergi. seperti Hizbut Tahrir. Pola haraki (pergerakan) inilah yang membedakan kelompok ini dengan Salafi Yamani dan Salafi-Salafi independen yang tidak mengikatkan diri dengan jamaah. Mereka justru mengkafirkannya dan mengatakannya sebagai tidak mengikuti sunnah. 46 18 . Singkatnya. Metode tersebut meskipun tidak sama persis. atau bahkan kafir. h. saling menganggap sesat dan bid’ah. ahli bid’ah. 45 Ibid. karena terlahir dari ide yang sama yaitu “pemurnian tauhid”. Jamaah Tabligh (JT). serupa dengan metode yang ditempuh oleh jamaah-jamaah dakwah Islam. seperti Ikhwanul Muslimin (IM). Pergerakan Islam mereka anggap bid’ah. dengan sesama kembaran mereka bertengkar. Di luar perpecahan di antara mereka sendiri. Siasat itu mereka tempuh. sesat.

47 Idahram. Najd. Saudi Arabia tahun 1115 Hijriah (1703 Masehi) dan wafat tahun 1206 Hijriah (1792 Masehi). Wahabi berupaya mengusung platform dakwah yang sangat terpuji yaitu. Namun. h. dan membersihkan Islam dari bid’ah dan khurafat. mereka bukanlah Salafi atau para pengikut Salaf. Wahabi berganti menjadi Salafi atau terkadang “ Ahlussunnah” yang tanpa diikuti dengan kata “waljamaah”. h. Kaum muslimin menamakan mereka dengan Salafi Palsu atau Mutamaslif43. yakni Muhammad ibnu Abdul Wahab. Pendiri Wahabi ini sangat mengagumi Ibnu Taimiyah.‘Salafi’ ini. Hal itu diungkapkan oleh Prof. pengkultusan kuburan. memerangi syirik. karena mereka merasa risih dengan penisbatan tersebut dan mengalami banyak kegagalan dalam dakwahnya. Dr. 24 19 . seorang ulama kontroversial yang hidup di abad ke 8 Hijriyah dan banyak mempengaruhi cara berpikirnya42. satu dari sisi keyakinan dan padu dari segi pemikiran. Sa’id Ramadhan al Buthi dalam bukunya... Sewaktu Jazirah Arab mereka lebih dikenal dengan Wahhabiyah Hanbaliyah. Dia mengatakan bahwa. Mereka lebih tepat jika disebut Salafi Wahabi. h. ‘Salafi’ Nama Lain Dari Wahabi Salafi dan Wahabi kedua istilah ini ibarat dua sisi pada sekeping mata uang. 23 43 Ibid. Wahabi mengubah strategi dakwahnya dengan berganti nama menjadi “Salafi” karena mengalami banyak kegagalan dan merasa tersudut dengan panggilan nama Wahabi yang dinisbatkan kepada pendirinya. mereka mengatasnamakan dirinya dengan ‘Salafi’. dikatakan ‘menyimpang’ karena telah menyalahi al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Saw41. Pada hakikatnya. mereka salah kaprah 41 42 Ibid.cit. yang mereka pandang sebagai ulama ahli hadis. ketika diekspor ke luar Saudi. penyembahan berhala.. yakni pengikut Muhammad ibnu Abdul Wahab yang lahir di Uyainah. khususnya setelah bergabungnya Muhammad Nashiruddin al-Albani. Namun. asSalafiyah Marhalah Zamaniyah Mubarakah La Madzhab Islami . op.

tidak ada yang menyebut dirinya sebagai Salafi44. Hingga para Imam ahli hadis sekalipun seperti Imam Bukhari. Imam Abu Dawud. bahkan dapat dibilang.. sebagaimana terekam dalam sebuah dialognya dengan salah satu pengikutnya. Kesimpulan Sejarah masuknya Islam ke Nusantara tidak bisa dipisahkan dengan peranan para pedagang yang berasal dari Negara Arab. ulama salaf dan imam mujtahid (Imam Abu Hanifah. Adapun awal mula munculnya “Salafi” sebagai istilah adalah di Mesir. dan yang lainnya. penjajahan dan hegemoni Barat atas dunia Islam. saat muncul gerakan pembaruan Islam (al-ishlah addini) yang dipimpin oleh Jamaluddin al-Afghani dan muridnya. Meskipun masih terjadi perdebatan panjang di antara para ahli sejarawan tentang kapan. Tidak ada satu pun riwayat shahih yang sampai kepada kita menerangkan bahwa ada di antara para sahabat Nabi SAW. dan siapa yang membawa Islam ke Nusantara. Imam Malik. Untuk menumbuhkan rasa patriotisme dan fanatik yang tinggi terhadap perjuangan umat Islam saat itu. Nashiruddin al-Albani lah yang pertama kali mempopulerkan istilah ini. Tepatnya. darimana. 25 Ibid. Imam Syafi’i. yaitu Abdul Halim Abu Syuqqah. Istilah Salafi yang menggelari orang yang mengklaim dirinya sebagai satu-satunya penerus ajaran as-salafu ash-shalih. Imam Tsauri dan lainnya) yang menyebut diri mereka dan para pengikutnya sebagai kelompok Salafi. di samping dalam rangka membendung pengaruh sekulerisme. h. 26 20 .dalam penerapannya. yang dikenal dengan gerakan Pan Islamisme. h. pada bulan Juli 1999/Rabiul Akhir 1420 H45. Namun nampaknya para sejarawan sepakat bahwa ada tiga teori yang mendekati tentang 44 45 Ibid.. Imam Muslim. Muhammad Abduh mengenalkan istilah “Salafi”. yakni para sahabat nabi Saw. di akhir abad ke 19 Masehi. Muhammad Abduh. Imam At-Tirmidzi. setelah usainya penjajahan Inggris. Ahmad ibnu Hanbal. dalam banyak hal mereka telah keluar dari ajaran Islam itu sendiri. bukan dari para imam ahli hadis sekalipun.

kerajaan Perlak. bahkan dapat dibilang. di antaranya dalam bidang pendidikan Islam. Perkembangan Islam selanjutnya juga terlihat dalam setiap aspek kehidupan masyarakat. Tidak ada satu pun riwayat shahih yang sampai kepada kita menerangkan bahwa ada di antara para sahabat Nabi SAW. dan membersihkan Islam dari bid’ah dan khurafat.masuknya Islam ke Nusantara di antaranya. Persia. kerajaan Ta Shin. dalam banyak hal mereka telah keluar dari ajaran Islam itu sendiri. ulama salaf dan imam mujtahid (Imam Abu Hanifah. sebagaimana yang telah dipaparkan di atas. dan begitu juga dalam bidang kesenian. Ahmad ibnu Hanbal. Imam Tsauri dan lainnya) yang menyebut diri mereka dan para pengikutnya sebagai kelompok Salafi. Islam sebagai agama yang memberi corak kultur bangsa Indonesia dan sebagai kekuatan politik yang menguasai stuktur pemerintahan. 21 . Imam Malik. mereka salah kaprah dalam penerapannya. dan kerajaan Samudera Pasai. Berkembangnya Islam awal di Nusantara ditandai dengan munculnya kerajaan-kerajaan Islam di Utara Sumatera antara lain. pengkultusan kuburan. Sehingga dengan cepat Islam mulai berkembang hampir di seluruh kepulauan Nusantara. Wahabi mengusung platform dakwah yang sangat terpuji yaitu. Kerajaan-kerajaan ini mempunyai peranan yang sangat penting dalam menyebarkan Islam di Nusantara. selain itu juga terlihat dalam bidang perekonomian. teori India. memerangi syirik. Namun. Imam Syafi’i. penyembahan berhala. dan Arab.

Bandung: Pustaka Setia. 2007 Hasymy. PT. Alma’arif: Percetakan Offset. Jakarta: Majelis Ulama Indonesia. 1989 Helmiati. 2011 22 . PT Lkis Printing Cemerlang. 2006 Idahram. Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana.DAFTAR KEPUSTAKAAN Abdullah. 1991 Azra. Putra. Azyumardi. Taufiq. Sejarah Umat Islam Indonesia. Haidir. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana. 2007 Daulay. Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi. Sejarah Pertumbuhan dan Pembaharuan Pendidikan Islam.

Saifullah. Sejarah Peradaban Islam. Pustaka Riski Putra. 2005 Syukur. IAIN IB Press. Jakarta: PT. 2006 Sunanto. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Sejarah Peradaban Islam Indonesia. Fatah. Musyrifah. 2008 23 . Badri. Sejarah Peradaban Islam. Tokoh dan Gerakan Pembaharuan dalam Islam di Kawasan Timur Tengah. RajaGrafindo Persada. 2009 Yatim. Semarang: PT.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful