Jurusan Teknik Informatika UNG

Praktikum ADSI

MODUL 1 BAGAN ALIR (FLOWCHART)

Overview

Bagian ini menjelaskan mengenai berbagai alat dan teknik yang biasa digunakan dalam pengembangan sistem. Pada modul 1 ini difokuskan pada pembahasan Bagan Alir

(Flowchart) yang nantinya akan digunakan dalam menggambarkan prosedur sistem baik sistem berjalan maupun sistem usulan.

Tujuan

1. Mengetahui alat dan teknik pengembangan sistem 2. Mengetahui jenis bagan alir 3. Mengetahui bagaimana menggambarkan prosedur sistem dengan berbagai jenis bagan alir

1

Jurusan Teknik Informatika UNG 1.1 Alat Pengembangan Sistem

Praktikum ADSI

Alat-alat yang digunakan dalam suatu metodologi umumnya berupa gambar atau diagram atau grafik. Penggunaan diagram atau gambar ini dipandang lebih mengena dan lebih mudah dimengerti. Alat-alat pengembangan sistem yang berbentuk gambar diantaranya adalah sebagai berikut : a. b. c. d. e. f. HIPO diagram, digunakan di metodologi HIPO dan di metodologi yang lainnya Data flow diagram, digunakan di metodologi structured system analysis and design. Structured Chart, digunakan di metodologi structured system analysis and design. SADT diagram digunakan di metodologi SADT Warnier/Orr diagram, digunakan di metodologi Warnier/Orr Jakson’s diagram, digunakan di metodologi Jackson System Development.

Disamping alat-alat berbentuk grafik yang digunakan pada suatu metodologi tertentu, masih terdapat beberapa alat berbentuk grafik yang sifatnya umum, yaitu dapat digunakan di semua metodologi yang ada. Alat-alat ini berupa suatu bagan yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut : a. Bagan untuk menggambarkan aktifitas (activity charting) 1) Bagan alir sistem (system flowchart) 2) Bagan alir program (program flowchart) yang dapat berupa :   Bagan alir logika program (program logic flowchart) Bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flowchart)

Bagan alir kertas kerja (paperwork flowchart) atau disebut juga dengan bagan alir formulir (form flowchart) atau bagan alir dokumen (document flowchart) Bagan alir hubungan database (database relationship flowchart) Bagan alir proses (process flowchart) Gantt chart

2

Jurusan Teknik Informatika UNG b. Bagan untuk menggambarkan tataletak (layout charting)

Praktikum ADSI

c. Bagan untuk menggambarkan hubungan persoil (personal relationship charting) 1) Bagan distribusi kerja (working distribution chart) 2) Bagan organisasi (organization chart)

1.2 Teknik Pengembangan Sistem Teknik yang tersedia untuk pengembangan sistem biasanya tidak khusus untuk suatu metodologi tertentu, tapi dapat digunakan di sema metodologi yang ada. Teknik-teknik yang dapat digunakan adalah: a. Teknik manajemen proyek, yaitu CPM (Critical Path Method) dan PERT (Program Evaluation and Review Technique). Teknik ini digunakan untuk penjadualan proyek. b. Teknik menemukan fakta (fact finding techniques), yaitu teknik yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data dan menemukan fakta-fakta dalam kegiatan mempelajari sistem yang ada (analisis sistem). Teknik ini diantaranya adalah wawancara (interview), observasi (observation), daftar pertanyaan (questioneries), dan pengumpulan sampel (sampling). c. Teknik analisis biaya/manfaat d. Teknik menjalankan rapat e. Teknik inspeksi

1.3 Bagan Alir (Flowchart) Bagan alir adalah bagan-bagan yang mempunyai arus yang menggambarkan langkahlangkah penyelesaian suatu masalah (Ladjamudin, 2005).Bagan alir adalah bagan yang menunjukkan alir (flow) di dalam program atau prosedur sistem secara logika. Bagan alir digunakan untuk menggambarkan prosedur sistem baik sistem berjalan ataupun sistem yang

3

Jurusan Teknik Informatika UNG

Praktikum ADSI

akan diusulkan. Bagan alir dapat digunakan sebagai alat bantu komunikasi dan untuk dokumentasi. Pada saat akan menggambar suatu bagan alir, analis sistem atau programmerdapat mengikuti pedoman sebagai berikut: a. Bagan alir sebaiknya digambar dari atas ke bawah dan mulai dari bagian kiri dari suatu halaman. b. Kegiatan di dalam bagan alir harus ditunjukkan dengan jelas. c. Harus ditunjukkan dari mana kegiatan akan dimulai dan di mana akan berakhirnya. d. Masing-masing kegiatan di dalam bagan alir sebaiknya digunakan suatu kata kerja yaang mewakili suatu pekerjaan, misalnya: “persiapkan” dokumen, “hitung” gaji. e. Masing-masing kegiatan di dalam bagan alir harus di dalam urutan yang semestinya. f. Kegiatan yang terpotong dan akan di tempat lain harus ditunjukkan dengan jelas menggunakan simbol penghubung. g. Gunakanlah simbol-simbo bagan alir yang standar. Ada 5 jenis bagan alir yang akan dibahas dalam modul ini, yaitu: a. Bagan alir sistem (system flowchart) b. Bagan alir dokumen (document flowchart) c. Bagan alir program (program flowchart) d. Bagan alir proses (process flowchart).

1.4 Bagan Alir Sistem Bagan alir sistem (system flowchart) merupakan bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. Bagan ini menjelaskan urut-urutan dari prosedurprosedur yang ada di dalam sistem. Bagan alir sistem menunjukkan apa yang dikerjakan oleh sistem. Bagan alir sistem digambar dengan menggunakan simbol-simbol seperti pada gambar 1. 4

Jurusan Teknik Informatika UNG

Praktikum ADSI Simbol Document untuk menunjukkan data atau informasi yang masuk atau keluar dari sistem Simbol Proses Manual untuk menyatakan suatu tindakan (proses) yang tidak dilakukan oleh computer (manual). Simbol ProsesKomputeruntuk menunjukan

kegiatan proses dari operasi program komputer. Simbol Arus/Flow untuk menyatakan jalannya suatu arus proses. Simbol Manual Input untuk memasukkan data secara manual dengan keyboard. Simbol Harddisk untuk menyimpan data dalam bentuk file Simbol Connector untuk menyatakan sambungan dari satu proses ke proses lainnya dalam

halaman/lembar yang sama. Simbol Offline Connector untuk menyatakan sambungan dari satu proses ke proses lainnya dalam halaman/lembar yang berbeda. File non-komputer yang diarsip urut numerical (N), N alphabetical (A), cronological (C)

Simbol

SquentialAccess input/output

Storage menggunakan

untuk pita

menunjukkan magnetik Simbol

Stored

Data

untuk

menunjukkan

input/output menggunakan disket/flash disk

Simbol Display untuk menunjkkan output yang ditampilkan di monitor Gambar 1.1 Simbol-simbol Bagan Alir

5

baik sistem berjalan maupun sistem usulan. bagian atau bahkan sebuah sistem yang menerima data dari pihak luar utnuk kemudian mengolah data tersebut dan mengeluarkan informasi untuk pihak luar. Susunlah prosedur sistem secara berurut. langkah selanjutnya adalah membuat bagan alir sistem menggunakan simbol-simbol standar. Jadi sebaiknya tentukan terlebih dahulu siapa yang menjadi sistem. Prosedur sistem menggambarkan pekerjaan yang dilakukan oleh sistem. Berikut adalah contoh bagan alir sistem dari sistem pemesanan barang suatu perusahaan. d.Jurusan Teknik Informatika UNG Langkah-langkah Pembuatan Bagan Alir Sistem Praktikum ADSI a. Sistem bisa berupa orang. c. Mulai Selesai Gambar 1.2Bagan Alir Sistem Pemesanan Barang 6 . Bagan alir diawali dengan adanya sebuah prosedur sistem. Setelah prosedur sistem diperoleh. b.

bagan alir dokumen mirip dengan bagan alir sistem. Bagan alir dokumen dibagi menjadi beberapa kolom. Tapi bagan alir dokumen juga menggambarkan bagian lain yang berhubungan dengan sistem.5 Bagan Alir Dokumen Praktikum ADSI Bagan alir dokumen (document flowchart) atau disebut juga bagan alir formulir (form flowchart) merupakan bagan alir yang menunjukkan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusannya.Jurusan Teknik Informatika UNG 1. Secara umum. Gambar 1. Berikut adalah contoh bagan alir dokumen dari sistem pemesanan barang suatu perusahaan. yakni menggambarkan prosedur dari sebuah sistem. Bagan alir dokumen ini menggunakan simbol-simbol yang sama dengan yang digunakan di dalam bagan alir sistem. sesuai dengan banyaknya bagian di organisasi yang terlibat salam sistem.3Diagram Alir Dokumen Pemesanan Barang 7 . Bagian ini bisa memberi data ke sistem atau menerima informasi dari sistem.

2.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI Latihan 1. Berdasarkan prosedur sistem berjalan tersebut. Lakukan survey ke sebuah sistem yang sudah ada. dengan menggunakan aplikasi Microfot Visio atau Flow Chart buatlah: Bagan Alir Sistem Bagan Alir Dokumen 3. 4. dengan menggunakan aplikasi Microfot Visio atau Flow Chart buatlah: Bagan Alir Sistem Bagan Alir Dokumen 8 . kemudian buat prosedur sistem berjalan. Buatlah prosedur sistem usulan. Berdasarkan prosedur sistem usulan tersebut.

Mengetahui simbol-simbol dalam DFD 2. Mengetahui bagaimana menggambar DFD 9 . langkah pembuatan DFD dan aturan-aturan dalam membuat DFD. Tujuan 1.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI MODUL 2 DIAGRAM ARUS DATA (DAD) DATA FLOW DIAGRAM (DFD) Overview Modul 2 ini menjelaskan mengenai alat pengembangan sistem berupa Diagram Arus Data (DAD) atau Data Flow Diagram (DFD). Mengetahui langkah-langkah pembuatan DFD 3. Pada modul ini akan dibahas mengenai alat dalam DFD.

DFD juga dapat dirinci secara hierarkis dari sifatnya secara garis besar sampai dengan tingkat keterincian yang diperlukan. serta aliran data dari satu proses ke proses lainnya. Simpanan data (data store) Kesatuan Luar (External Entity) Setiap sistem pasti mempunyai batas sistem (boundary) yang memisahkan suatu sistem dengan lingkungan luarnya. unsur sumber atau tujuan data. DFD merupakan alat yang digunakan pada metodologi pengembangan sistem terstruktur. Proses (process) d. Selain itu. DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baruyang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik di mana data tersebut mengalir atau disimpan.1 Data Flow Diagram (DFD) Praktikum ADSI Data Flow Diagram (DFD) menampilkan kegiatan sistem lengkap dengan komponenkomponen yang menunjukkan secara tegas file-file yang dipakai. Kesatuan luar (external entity) b. 2. DFD menggambarkan arus data di dalam sistem dengan terstruktur dan jelas.2 Simbol DFD Simbol yang digunakan dalam DFD adalah: a. Arus data (data flow) c. 2005). DFD merupakan diagram yang menggunakan notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem.Jurusan Teknik Informatika UNG 2. Sistem akan menerima input dan menghasilkan output kepada lingkungan luarnya. DFDjuga merupakan dokumentasi sistem yang baik. Kesatuan luar (external entity)merupakan kesatuan (entity) di lingkungan 10 .(Ladjamudin.

departemen atau divisi dalam perusahaan tetapi di luar sistem yang sedang dikembangkan. 4) Sistem informasi lain di luar sistem yang sedang dianalisis atau dikembangkan. 3) Suatu organisasi atau orang yang berada di luar organisasi seperti pemasok. Arus data ditunjukkan dengan arah panah dan garis diberi nama atas arus data yang mengalir. Suatu kesatuan luar dapat disimbolkan dengan suatu notasi kotak atau suatu kotak dengan sisi kiri dan atasnya berbentuk garis tebal sebagai berikut: Gambar 2. organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem. 6) Penerima akhir dari suatu laporan yang dihasilkan oleh sistem. 1) Suatu kantor. Arus data dapat berbentuk sebagai berikut: 1) Formulir atau dokumen yang digunakan di perusahaan 11 .Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI luar sistem yang dapat berupa orang. data store dan menunjukkan arus data dari data yang berupa masukan untuk sistem atau hasil proses sistem. 5) Sumber asli dari suatu transaksi.1 Kesatuan/Entitas Luar Arus Data (Data Flow) Arus data merupakan tempat mengalirnya informasi dan digambarkan dengan garis yang menghubungkan komponen dari sistem. pelanggan. 2) Orang atau sekelompok orang di organisasi tetapi di luar sistem yang sedang dianalisis atau dikembangkan. Kesatuan luar ini kebanyakan adalah salah satu dari berikut ini. Arus data ini mengalir diantara proses.

Jurusan Teknik Informatika UNG 2) Laporan tercetak yang dihasilkan oleh sistem 3) Tampilan atau output di layar komputer yang dihasilkan oleh sistem 4) Masukan untuk komputer 5) Komnikasi ucapan 6) Surat-surat atau memo 7) Data yang dibaca atau direkamkan ke suatu file 8) Suatu isian yang dicatat pada buku agenda 9) Transmisi data dari suatu komputer ke komputer lain Praktikum ADSI Simbol arus data digambarkan dengan garis panah dengan nama arus data dia atasnya: data mahasiswa Gambar 2.3Proses 12 .2Arus Data Proses (Process) Proses merupakan apa yang dikerjakan oleh sistem. Setiap proses memiliki satu atau beberapa masukan serta menghasilkan satu atau beberapa data keluaran. Proses dapat mengolah data atau aliran data masuk menjadi aliran data keluar. Proses berfungsi mentransformasikan satu atau beberapa data masukan menjadi satu atau beberapa data keluaran sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. 1 Proses 1 Proses Gambar 2.

Nama proses diletakkan di bawah identifikasi proses di simbol proses. membandingkan memverifikasi. Keterangan pemroses ini di simbol proses dapat dituliskan di bawah nama proses.berikut adalah berbagai kemungkinan arus data dalam suatu proses. Nama dari proses harus jelas dan lengkap menggambarkan kegiatan prosesnya. mempersiapkan. b) Suatu proses yang menerima lebih dari satu arus data dan menghasilkan sebuah arus data. Umumnya kesalahan proses di DFD adalah: 13 . c) Suatu proses yang menerima satu arus data dan menghasilkan lebih dari sebuah arus data. a) Suatu proses yang menerima sebuah arus data dan menghasilkan sebuah arus data. dan kata kerja lainnya. merekam. 2) Nama proses Nama proses menunjukkan apa yang dikerjakan oleh roses tersebut. Suatu proses terjadi karena adanya arus data yang masuk dan hasil dari proses adalah juga merupakan arus data lain yanag mengalir. 3) Pemroses Pemroses menunjukkan aiapa atau di mana suatu proses dilakukan. Nama dari proses biasanya berbentuk suatu kalimat yangdiawali dengan kata kerjamisalnya menghitung. membuat. Suatu proses harus menerima arus data dan menghasilkan arus data.Jurusan Teknik Informatika UNG Setiap proses harus diberi penjelasan yang lengkap meliputi: 1) Identifikasi proses Praktikum ADSI Umumnya berupa suatu angka yang menunjukkan nomor acuan dari proses dan ditulis pada bagian atas di simbol proses.

Kesalahan ini disebut dengan miracle (ajaib).Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI 1) Proses mempunyai input tetapi tidak menghasilkan output. Gambar 2.4Simpanan Data 14 . karena data masuk ke dalam roses dan lenyap tidak berbekas seperti dimasukkan ke dalam lubang hitam yang dalam sekali. Kesalahan ini disebut dengan black hole (lubang hitam). 2) Proses menghasilkan output tidak tetapi tidak pernah menerima input. Proses dapat mengambil data dari atau memberikan data ke database. karena secara ajaib dihasilkan output tanpa pernah menerima input.Simpanan data dapat berupa: 1) Suatu file atau database di sistem komputer 2) Suatu arsip atau catatan manual 3) Suatu kotak tempat data di meja seseorang 4) Suatu tabel acuan manual 5) Suatu agenda atau buku Simpanan data dapat disimbolkan dengan sepasang dua garis sejajar atau dua garis dengan salah satu sisi samping terbuka. Simpanan Data (Data Store) Simpanan data merupakan tempat penyimpanan data pengikat data yang ada dalam sistem.

yaitu DFD fifik dan DFD logika. a. dan lain sebagainya. file ISAM. Untuk memperoleh gambaran bagaimana sistem yang ada diterapkan. sehingga analis sistem akan dapat memperoleh gambaran nyang jelas bagaimana sistem tersebut bekerja. termasuk proses-proses manual. sehingga ada sebuah data yang harus menunggu di buffer.3 Bentuk Data Flow Diagram Praktikum ADSI Terdapat 2 bentuk DFD. Nama arus data mungkin juga menerangkan tentang waktu mengalirnya (misal harian atau mingguan). Penekanan dari DFD fisik adalah bagaimana proses-proses dari sistem diterapkan (dengan cara apa. 4) Nama dari simpanan data harus menunjukkan tipe penerapannya apakah secara manual atau komputerisasi. misal kotak in/out yang berfungsi sebagai buffer dari proses serentak yang beroperasi dengan kecepatan berbeda. DFD fisik harus memuat hal berikut ini. Secara manual misalnya dapat menunjkkan buku catatan. Dengan menggunakan DFD fisik. nama arus data harus memuat keterangan yang cukup terinci untuk menunjukkan bagaimana pemakai sistem memahami kerja dari sistem. 15 . DFD Fisik DFD fisik lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang ada (sistem lama). file database. Dengan kata lain. DFD fisik lebih menekankan pada bagaimana proses dari sistem diterapkan sedang diagram arus data logika lebih menekankan proses-proses apa yang terdapat di sistem. dan bagaimana). proses yang ada akan lebih dapat digambarkan dan dikomunikasikan kepada pemakai sistem. 3) Simpanan data dapat menunjukkan simpanan non komputer. oleh siapa. 1) proses-proses manual juga digambarkan 2) nama dari arus data harus menunjukkan fakta penerapannya semacam nomor formlir dan medianya (misal telpon atau surat). Sedang secara komputerisasi misalnya menunjukkan file urut.Jurusan Teknik Informatika UNG 2. meja pekerja atau kotak in/out.

departemen. biasanya proses-proses yang digambarkan hanya merupakan proses-proses secara komputer saja. maka penggambaran sistem secara logika terlebih dahulu tanpa berkepentingan dengan penerapannya secara fisik akan lebih mengena dan menghemat waktu penggambarannya dibandingkan dengan DFD fisik. Karena sistem yang diusulkan belum tentu diterima oleh pemakai sistem dan biasanya sistem yang diusulkan terdiri dari beberapa alternatif. b. Untuk sistem komputerisasi. 2. tetapi penekanannya hanya pada logika dari kebutuhan-kebutuhan sistem. DFD Logika DFD logika lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang akan diusulkan (sistem baru). sistem komputer. a. Misalnya untuk sistem penjualan mempunyai kesatuan luar yang terlibat adalah sebagai berikut: Langganan Manajer kredit Bagian gudang Bagian pengiriman 16 . Identifikasikan terlebih dahulu semua kesatuan luar (external entity) yang terlibat dalam sistem. DFD logika tidak menekankan pada bagaimana sistem diterapkan. yaitu proses-proses apa secara logika yang dibutuhkan oleh sistem.4 Pedoman Menggambar DFD Berikut ini akan diberikan pedoman bagaimana menggambar DFD baik DFD fisik maupun DFD logika.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI 5) Proses harus menunjukkan nama dari pemroses. yaitu orang. penggambaran DFD logika hanya menunjukkan kebutuhan proses dari sistem yang diusulkan secara logika. atau nama program komputer yang mengeksekusi proses tersebut.

Dari langkah pedoman no 1 dan 2. Gambarlah terlebih dahulusuatu diagram konteks (context diagram).Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI Kesatuan luar ini merupakan kesatuan (entity) di luar sistem. karena di luar bagian pengolahan data (sistem informasi). Pendekatan terstruktur ini mencoba untuk menggambarkan sistem pertama kali secara garis besar (top level) dan memecahmecahnya menjadi bagian yang lebih terinci (lower level). sehingga merupakan kesatuan di luar sistem informasi. Proses ini mewakili proses dari seluruh sistem. input/output yang terlibat dengan kesatuan luar adalah: Kesatuan Luar Langganan Bagian gudang Bagian pengiriman Manajer kredit Input Order langganan Tembusan jrnal - Output Tembusan permintaan persediaan Faktur. tembusan jurnal Status piutang c. dapat digambarkan context diagram. Tiap proses di level 1 akan digambar lebih terinci lagi dan disebut DFD level 2. diagram inidisebut diagram konteks. 17 . DFD yang pertama kali digambar adalah level teratas (top level). Identifikasikan semua input dan output yang terlibat dengan kesatuan luar. Kesatuan luar ini merupakan sumber arus data ke sistem informasi serta tujuan penerima aruys data hasil dari proses sistem informasi. Suatu context diagram selalu mengandungsatu dan hanya satu proses saja (diberi nomor proses 0). Demikian seterunya sampai tiap-tiap proses tidak dapat digambar lebih terinci lagi. Misalnya untuk sistem penjualan ini. tembusan kredit. b. Context diagram ini menggambarkan hubungan input/output antara sistem dengan kesatuan luarnya. Tiap-tiap proses di overview diagram akan digambar secara lebih terinci lagi dan disebut DFD level 1. DFD merupakan alat untuk structured analysis. Dari diagram konteks ini kemudian akan digambar dengan lebih rinci lagi yang disebut dengan overview diagram (DFD level 0).

semua proses dan semua media penyimpanan (data store) digambarkan. Bagan berjenjang (hierarchy chart) digunakan untuk mempersiapkan penggambaran DFD ke level-level lebih bawah lagi. Proses yang tidak dapat dipecah lagi tidak perlu dibuatkan DFD level 1. g. Gambarlah DFD level 0 (overview diagram) berdasarkan proses di bahan berjenjang. Gambarlah DFD level 1 dari proses-proses yang ada di level 0. Bagan berjenjang dapat digambar dengan menggunakan notasi proses yang digunakan di DFD. Praktikum ADSI Gambarlah bagan berjenjang untuk semua proses yang ada di sistem terlebih dahulu. 18 . Proses yang dibuatkan level 1 adalah proses yang masih dipecah menjadi proses yang lebih terinci lagi. f. e. Untuk level 0 ini.Jurusan Teknik Informatika UNG d. Gambarlah DFD level 2. yang merupakan penjabaran dari proses-proses yang ada di level 1.

dengan menggunakan aplikasi Microfot Visio atau Flow Chart buatlah: Tabel Identifikasi External Entity Diagram Konteks Bagan Berjenjang DFD level 0 DFD level 1. Berdasarkan prosedur sistem berjalan tersebut. kemudian buat prosedur sistem berjalan. dst 3. Berdasarkan prosedur sistem usulan tersebut.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI Latihan 1. Buatlah prosedur sistem usulan 4. 2. Lakukan survey ke sebuah sistem yang sudah ada. dengan menggunakan aplikasi Microfot Visio atau Flow Chart buatlah: Tabel Identifikasi External Entity Diagram Konteks Bagan Berjenjang DFD level 0 DFD level 1. dst 19 .

Mengetahui komponen-komponen penyusun Kamus Data 2. Mengetahui bagaimana membuat Kamus Data 20 . Tujuan 1.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI MODUL 3 KAMUS DATA Overview Modul 3 ini menjelaskan mengenai alat pengembangan sistem berupa Kamus Data (KD) atau Data Dictionary (DD).

Nama Arus Data Karena kamus data dibuat berdasarkan arus data yang megalir di data flow diagram. Apabila didefinisikan. Sedangkan pada tahap perancangan sistem kamus data digunakan untuk merancang input.1 Kamus Data Menurut Sutabri (2004) Kamus data merupakan suatu katalog yang menjelaskan lebih detail tentang data flow diagram yang mencakup proses. maka nama dari arus data juga harus dicatat dikamus data. Selain dapat digunakan untuk menjelaskan suatu model sistem. Untuk keperluan ini maka kamus data harus memuat tentang hal-hal sebagai berikut : a. kamus data adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. data flow dan data store. Kamus data dapat menjelaskan lebih detail atribut maupun metode atau service suatu objek.2 Isi Kamus Data Kamus data harus dapat mencerminkan keterangan yang jelas tentang data yang dicatatnya. kamus data juga berfungsi untuk menghindari penggunaan kata-kata yang sama. Kamus data dapat digunakan pada metodologi berorientasi data dengan menjelaskan lebih detail lagi hubungan entitas. sehingga mereka yang membaca 21 .Pada tahap analisis kamus data digunakan sebagai alat komunikasi antara sistem analis dengan user tentang data yang mengalir pada sistem tersebut serta informasi yang dibutuhkan oleh pemakai sistem (user). output/laporan dan database. Kamus data dibuat dan digunakan baik pada tahap analisis maupun pada tahap perancangan sistem. karena kamus data disusun menurut abjad.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI 3. seperti atribut-atribut suatu entitas. 3.

tetapi mempunyai struktur yang berbeda. variable.Bentuk data seperti ini perlu dicatat dikamus data. Alias perlu ditulis karena data yang sama mempunyai nama yang berbeda untuk orang atau departemen lainnya. maka dapat lebih dijelaskan sebagai tembusan dari faktur penjualan untuk meminta barang dari gudang. laporan tercetak. 22 . dokumen hasil cetakan computer. c. Misalnya bagian pembuat faktur dan langganan menyebut bukti penjualan sebagai faktur.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI DFD dan memerlukan penjelasan lebih lanjut tentang suatu arus data tertentu di data flow diagram dapat langsung mencarinya dengan mudah di Kamus Data. tampilan layar di monitor. b. Sedangkan bagian gudang menyebutnya sebagai tembusan permintaan persediaan. Data yang mengalir ini biasanya dalam bentuk laporan serta dokumen hasil cetakan komputer. Baik faktur dan tembusan permintaan persediaan ini mempunyai struktur data yang sama. Arus Data Arus data menunjukkan dari mana data mengalir dan ke mana data akan menuju. Alias Alias atau nama lain dari data juga harus dituliskan. nama arus data adalahtembusan permintaasn persediaan. Penjelasan Untuk lebih memperjelas makna dari arus data yang dicatat dikamus data. d.Dengan demikian bentuk dari data yang mengalir dapat berupa dokumen dasar atau formulir. maka bagian penjelasan dapat diisi dengan keterangan-keterangan tentang arus data tersebut. e. Keterangan arus data ini operku dicatat di Kamus Data untuk memudahkan dalam mencari arus data di DFD. Bentuk/Tipe Data Telah diketahui bahwa arus data dapat mengalir dari hasil suatu proses ke proses yang lainnya. parameter dan field-field. Misal.

yaitunotasi tipe data dan notasi struktur data. Periode Praktikum ADSI Periode ini menujukkan kapan terjadinya arus data. 3. Notasi Tipe Data Notasi ini digunakan untuk membuat spesifikasi format input maupun output suatu data.Jurusan Teknik Informatika UNG f.Notasi yang digunakan dibagi menjadi 2 macam.Volume rata-rata menunjukkan banyaknya arus data yang mengalir dalam satu periode tertentu sementara volume puncak menunjukkan volume yang terbanyak. Struktur Data Struktur data menunjukkan arus data yang dicatat pada kamus data yang terdiri dari itemitem atau elemen-elemen data. kapan proses program harus dilakukan dan kapan laporan-laporan harus dihasilkan. Volume Volume yang perlu dicatat didalam kamus data adalah volume rata-rata dan volume puncak dari arus data. a.2 Mendefinisikan Struktur Data Kamus data juga mempunyai suatu bentuk notasi. Notasi yang umum digunakan antara lain adalah : 23 . g. h. Periode perlu dicatat dikamus data karena dapat digunakan untuk mengidentifikasikan kapan input data harus dimasukkan kedalam sistem.

Jurusan Teknik Informatika UNG Tabel 3. sebagai pemisah ribuan Koma. sebagai tanda penghubung (contoh : 0217500567 8 / Slash. sebagai pemisah pecahan Praktikum ADSI Hypen. .1Simbol Tipe Data No 1 2 3 4 5 6 7 Notasi X 9 A Z .2Simbol Struktur Data No 1 2 3 4 5 6 7 8 Notasi = + () {} [] | * @ Keterangan Terdiri dari And (dan) Pilihan (boleh Ya atau Tidak) Iterasi/Pengulangan Proses Pilih salah satu pilihan Pemisahan pilihan didalam tanda [ ] Keterangan atau catatan Petunjuk (key field) 24 . Keterangan Setiap karakter Angka numeric Karakter alphabet Angka nol ditampilkan sebagai spasi kosong Titik. Notasi Struktur Data Notasi ini digunakan untuk membuat spesifikasi elemen data di mana notasi yang umum digunakan adalah sebagai berikut : Tabel 3. sebagai tanda pembagi (contoh : 24/11/2001 b.

batas kredit yang menunjukkan jumlah kredit maksimum yang diijinkan. boleh adadan boleh tidak ada). Dari struktur data ini dapat diartikan bahwa arus data langganan mempunyai elemen-elemen data kode langganan. dan jumlah piutang. dan telp (optional).Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI Contoh dari penggunaan notasi ini misalnya adalah arus data langganan yang mempunyai struktur data yang dapat ditulis sebagai berikut: Langganan = kode langganan + nama langganan + alamat + [pengecer|grosir] + batas kredit + jumlah piutang Nama langganan = nama kecil + (nama keluarga) Alamat = jalan + kota + kode pos + (telp) Batas kredit * jumlah kredit maksimum yang diijinkan. jenis langgana apakah salah satu dari pengecer atau grosir. 25 . kode pos. kota. nama langganan yang terdiri dari nama kecil dan nama keluarga (optional. alamat yang terdiri dari jalan.

Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI Latihan 1. Buat notasi struktur data dari setiap data yang ada di Kamus Data tersebut. buatlah kamus data untuk semua data yang ada di DFD. 2. Berdasarkan DFD usulan pada modul 3. 26 .

Membuat ERD sebuah sistem informasi.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI MODUL 4 NORMALISASI Overview Modul 2 ini menjelaskan mengenai alat pengembangan sistem berupa Normalisasi. Mengetahui tahapan pembuatan normalisasi 2. Tujuan 1. 27 . Membuat normalisasi sebuah sistem informasi 3.

yaitu relasi dengan primary key yang terdiri dari dua atau lebih atribut. Tidak ada set atribute yang berulang atau bernilai ganda. a. Suatu relasi yang memiliki single atribute untuk primary keynya secara otomatis pada akhirnya menjadi 2-NF. Syarat normal kedua (2-NF) : 1. Bentuk Normal ke Satu (First Normal Form/1 NF) Pada tahap ini dilakukan penghilangan beberapa group elemen yang berulang agar menjadi satu harga tunggal yang berinteraksi diantara setiap baris pada suatu tabel. dan setiap atribut harus mempunyai nilai data yang atomic. Bentuk Normal Kedua (Second Normal Form/2 NF) Bentuk normal kedua didasari atas konsep full functional dependency (ketergantungan fungsional sepenuhnya). Telah ditentukannya primary key untuk tabel/relasi tersebut. 28 .1 Normalisasi Menurut Ladjamudin (2005) Normalisasi adalah suatu proses memperbaiki/membangun dengan model data relasional. Bentuk normal kedua memungkinkan suatu relasi memiliki composite key. Normalisasi adalah proses pengelompokkan data kedalam bentuk tabel atau relasi atau file untuk menyatakan entitas dan hubungan mereka sehingga terwujud satu bentuk database yang mudah untuk dimodifikasi. data dibentuk dalam satu record demi satu record nilai dari field berupa “atomic value”.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI 4. Setiap data dibentuk dalam flat file. Syarat normal kesatu (1-NF) : 1. 4. b. dan secara umum lebih tepat dikoneksikan dengan model data logika. 2. 3. Bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal kesatu. Tiap atribut hanya memiliki satu pengertian.

2 Entity Relationship Diagram (Diagram Hubungan Antar Entitas) Menurut Ladjamudin (2005) ERD adalah suatu model jaringan yang menggunakan susunan data yang disimpan dalam sistem secara abstrak. Syarat normal ketiga (3-NF) : 1. Bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal kedua. seluruh atribute bukan kunci pada suatu relasi hanya memiliki ketergantungan fungsional terhadap primary key di relasi itu saja. mengubah data dan menghapus data. adalah notasi grafik dari sebuah model data atau sebuah model jaringan yang menjelaskan tentang data yang tersimpan dalam sistem secara abstrak. Diagram hubungan entitas tidak menyatakan bagaimana memanfaatkan data. namun relasi tersebut masih mungkin mengalami kendala bila terjadi anomaly peremajaan (update) terhadap relasi tersebut. Atribute bukan kunci (non-key) haruslah tidak memiliki ketergantungan transitif. membuat data. dengan kata lain suatu atribute bukan kunci tidak boleh memiliki ketergantungan fungsional terhadap atribute bukan kunci lainnya. 4. 29 . 2. Atribute bukan kunci (non-key) haruslah memiliki ketergantungan fungsional sepenuhnya pada kunci utama/primary key. Bentuk Normal Ketiga (Third Normal Form/3 NF) Walaupun relasi 2-NF memiliki redudansi yang lebih sedikit daripada relasi 1-NF. ERD merupakan model jaringan data yang menekankan pada struktur-struktur dan relationship data.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI 2. c. Diagram hubungan entitas atau yang lebih dikenal dengan sebutan E-R diagram.

2. 30 . Berdasarakan normalisasi. buatlah Normalisasi dari data-data tersebut. Berdasarkan DFD dan kamus data. buatlah ERD nya.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI Latihan 1.

Mengetahui tahapan analisis sistem 2. Tujuan 1. analisis kelemahan sistem. analisis kebutuhan sistem dan analisis kelayakan sistem.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI MODUL 5 ANALISIS SISTEM INFORMASI Overview Bagian ini akan membahas mengenai analisis sistem informasi. pendekatan analisis model driven. Melakukan analsisis kebutuhan sebuah sistem 4. Materi yang akan dibahas meliputi definisi analisis sistem. Melakukan analisis kelemahan sebuah sistem 3. Melakukan analisis kelayakan sebuah sistem 31 .

Ketika salah analaisis. Tahap analisis sistem merupakan fase awal dalam pengembanagan sistem informasi yang difokuskan pada permasalahan sistem lama. maka tahapan berikutnya akan ikut salah yang bisa mengakibatkan gagalnya proses pengembangan sistem. Proses pengembangan sistem sangat tergantung pada hasisl analisis sistem. Contoh dari analisis dengan pendekatan model driven adalah: 32 . 3. Menentukan kebutuhan dari sistem baru untuk mengatasi permasalahan pada sistem lama. adalah: 1. dan kebutuhan bisnis sistem. Contoh model yang dipakai adalah flowchart dan DFD. Analisis sistem adalah teknik pemecahan masalah yang menguraikan bagian-bagian komponen tersebut bekerja dan berinteraksi untuk mencapai tujuan mereka (Al Fatta. terlepas dari teknologi apapun yang akan digunakan untuk mengimplementasikan sousi pada masalah tersebut. dan solusi-solusi bisnis. Analisis sistem merupakan tahapan paling awal dari pengembangan sistem yang menjadi fondasi menentukan keberhasilan sistem informasi yang dihasilkan nantinya.Jurusan Teknik Informatika UNG 5.2 Pendekatan-pendekatan Analisis Model Driven Model driven adalah analisis yang menggunakan gambar untuk mengkombinasikan masalah-masalah. dan hukum. Tahapan ini sangat penting karena menentukan bentuk sistem yang harus dibangun. Tujuan utama dari analisis sistem informasi. diantaranya ekonomi. 2. 5. operasional. teknik. 2007). persyaratan-persyaratan. Menentukan tingkat kelayakan kebutuhan sistem baru ditinjau dari beberapa aspek. Menentukan kelemahan dari proses-proses bisnis pada sistem lama.1 Analisis Sistem Praktikum ADSI Analisis sistem merupakan salah satu tahapan penting dalam pengembangan sistem.

Model OOA adalah gambar-gambar yang mengilustrasikan objek-objek sistem dari berbagai perspektif. Analisis Terstruktur Praktikum ADSI Analisis ini terfokus pada aliran data dan proses bisnis dan perangkat lunak yang disebut dengan process oriented.Jurusan Teknik Informatika UNG a. perilaku dan interasi antar objek. Akibatnya analis menggambarkan model data mentah ke dalam hubungan entitas. Para analis menggambarkan serangkaian proses dalam bentuk diagram alir data (data flow diagram) yang menggambarkan proses yang ada atau yang diusulkan bersama-sama dengan input. Rekayasa Informasi dan Pemodelan Data Rekayasa informasi dulu terfokus pada struktur data yang tersimpan pada sebuah sistem yang disebut dengan data centered. Model-model data dalam rekayasa informasi disebut entity relationship. Rekayasa informasi dikatakan berpusat pada data karena menekankan pada pembelajaran dan analisis persyaratan data sebelum persyaratanpersyaratan proses. b. membaca. Analisis Berorientasi Objek Sebagian besar pendekatan pengembangan sistem telah memisahkan pengetahuan (data) dari proses. Satu-satunya cara untuk membuat. c. Analisis terstruktur sederhana dalam konsep. Hal ini didasarkan pada tingkat kepercayaan bahwa data dan pengetahuan adalah sumber daya perusahaan yang harus direncanakan dan dipelihara. Teknik objek muncul untuk memisahkan menghilangkan pemisahan data dan proses ini. memperbaharui atau menghapus data itu diintegrasikan ke dalam konstruksi yang disebut data atau objek. baru kemudian membuat diagram aliran data yang menjelaskan proses-proses yang terjadi. Contoh 33 . Sebaliknya data dan proses spesifik yang membuat. membaca. seperti struktur. output dan file mereka. memperbaharui atau menghapus data adalah dengan cara proses perlekatan (embeded) yang disebut metode OOA adalah teknik yang model driven yang mengintegrasikan data dan proses yang disebut objek.

operasionla. Tahapan analisis sistem terbagi menjadi tahapan analsisis yang lebih terinci. Pada tahap ini kebutuhan untuk sistem informasi baru ditentukan dan diajukan. analis bertugas mendefinisikan masalah. Kebutuhan yang diajukan kemudian diuji kelayakannya dengan beberapa uji kelayakan seperti kelayakan teknis. Identifikasi Masalah Pada tahap ini. Hal ini disebabkan karena pada proses pengembangan sistem.Jurusan Teknik Informatika UNG yang paling terkenal adalah UML (Unified Modelling Language). Terdapat tiga pertanyaan kunci yang harus dijawab pada tahapan ini. Praktikum ADSI 5. ekonomi. yaitu analisis kelemahan sistem. Jika kebutuhan yang diajukan lolos studi kelayakan. dan hukum. langkah selanjutnya adalah menganalisis kebutuhan sistem baru. permasalahan dan kebutuhan sistem tidak terdefinisikan dengan baik. analisis kebutuhan sistem baru. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi kelemahankelemahan pada proses bisnis yang ada dan memastikan sistem baru bisa mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut. maka tahapan desain bisa dilaksanakan.4 Analisis Kelemahan Sistem Lama Tahapan ini dilakukan dengan kegiatan identifikasi masalah. Akhirnya banyak pengguna yang kembali ke sistem lama.3 Tahapan Analisis Sistem Banyak sistem informasi akhirnya ditinggalkan pengguna karena sistem informasi tidak bisa memenuhi kebutuhan pengguna. yaitu: 34 . a. dan analisis PIECES. dan analisis kelayuakan sistem baru. 5. Setelah daftar kelemahan sistem lama disusun. Pada analisis kelemahan sistem lama. titik berat analisis adalah sistem lama yang akan diganti dengan sistem baru.

Jurusan Teknik Informatika UNG    Apa masalahyang harus diselesaikan dengan sistem informasi? Apa penyebab masalah tersebut? Siapa yang menjadi pengguna akhir sistem? Praktikum ADSI Masalah yang diteliti oleh analis sistem adalah masalah yang dihadapi pengguna. misalnya kinerja mengalami penurunan. Biasanya masalah dinyatakan dalam pertanyaan. 35 . maka analis sistem bekerja sama dengan pengguna untuk mendapatkan permasalahan yang dihadapi. Masalah dalam sistem informasi adalah kondisi atau situasi yang menyimpang dari sasaran informasi. misalnya:  Apakah sistem informasi ini dapat meningkatkan kinerja?  Apakah sistem informasi dapat menurunkan biaya?  Apakah sistem informasi bisa meningkatkan keamanan?  Apakah sistem informasi bisa menurunkan pemborosan?  Apakah sistem informasi bisa meningkatkan penjualan?  Apakah sistem informasi bisa meningkatkan pelayanan? Untuk memperoleh jawaban yang diharapkan. informasi tidak efektif. Langkah-langkah yang harus dilakukan analis adalah: 1) Mendefinisikan batasan dan sasaran sistem informasi 2) Mendefinisikan masalah yang dihadapi pengguna 3) Mengidentifikasi penyebab masalah dan titik keputusan 4) Mengidentifikasi pengguna akhir 5) Memilih prioritas penanganan masalah 6) Memperkirakan biaya dan manfaat secara kasar 7) Membuat laporan hasil pendefinisian masalah. atau sistem informasi tidak aman.

ekonomi. Dalam hal ini meningkatkan kualitas informasi tidak dengan menambah jumlah informasi. Analisis Kinerja Masalah kinerja terjadi ketika tugas-tugas bisnis yang dijalankan tidak mencapai sasaran. informasi. harus dilakukan analisis terhadap kinerja. Julah produksi adalah jumlah pekerjaan yang bisa diselesaikan selama jangka waktu tertentu. dan Services). Waktu tanggap adalah keterlambatan rata-rata antara suatu transaksi dengan tanggapan yangdiberikan kepada transaksi tersebut. Eficiency. efisiensi. Panduan ini dikenal dengan analisis PIECES (Performance. Pada bagian pemasaran misalnya. karena terlalu banyak informasi malah akan menimbulkan masalah baru. keamanan aplikasi. Evaluasi terhadap kemampuan sistem informasi dalam menghasilkan informasi yang bermanfaat perlu dilakukan untuk menyikapi peluang dan menangani masalah yang muncul. Analisis PIECES Praktikum ADSI Untuk mengidentifikasi masalah. Hal ini penting karena biasanya yang muncul bukan masalah utama.Jurusan Teknik Informatika UNG b. Economy. Kinerja diukur dengan jumlah produksi dan waktu tanggap. Information. pangsa pasar yang diraih. tetapi hanya gejala dari masalah utama. Situasi yang membutuhkan peningkatan informasi meliputi:    Kurangnya informasi yang relevan Kurangnya informasi yang tepat waktu Terlalu banyak informasi 36 . Analisis Informasi Informasi merupakan komoditas krusial bagi pengguna akhir. dan pelayanan. Control. kinerja diukur berdasarkan volume pekerjaan.

Analisis Ekonomi Alasan ekonomi merupakan motivasi paling umum bagi suatu proyek. Kontrol dipasang untuk meningkatkan kinerja sistem.Jurusan Teknik Informatika UNG  Informasi tidak akurat Praktikum ADSI Informasi juga dapat merupakan fakta dari suatu batasan ataukebijakan. Persoalan ekonomis dan peluangberkaitan dengan masalah biaya. informasi dan kebutuhan. menjamin keamanan data. 37 . Permasalahan yang dihadapi meliputi:   Data yang berlebihan. analisis data meneliti data yang tersimpan dalam sebuah sistem. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:  Biaya 1) Biaya tidak diketahui 2) Biaya tidak dapat dilacak sumbernya 3) Biaya terlalu tinggi  Keuntungan 1) Pasar-pasar baru dapat dieksplorasi 2) Pemasaran saat ini dapat diperbaiki 3) Pesanan-pesanan dapat ditingkatkan Analisis Keamanan Tugas-tugas bisnis perlu dimonitor dan dikoreksi jika ditemukan kinerja yang di bawah standar. atau mendeteksi kesalahan sistem. Sementara analisis informasi memeriksa output sistem. mencegah. Data ditangkap dan disimpan. Data yang sama ditangkap dan disimpan di banyak tempat Kekauan data. tetapi diorganisasikan sedemikian rupa sehingga laporan dan pengujian tidak dapat atau sulit dilakukan.

atau komputer 2) Data diinput atau disalin seara berlebihan 3) Data diproses secara berlebihan 4) Informasi dihasilkan secara berlebihan 5) Usaha yang dibutuhkan untuk tugas-tugas terlalu berlebihan 38 . tidak konsisten pada file-file atau database yang berbeda 5) Pelanggaran peraturan atau panduan privasi data 6) Terjadi error saat pemrosesan 7) Terjadi eror saat membuat keputusan  Keamanan atau kontrol berlebihan 1) Prosedur birokratis memperlambat sistem 2) Pengendalian berlebihan mengganggu para pelanggan atau karyawan 3) Pengendalian berlebihan menyebabkan penundaan pemrosesan Analisis Efisiensi Efisiensi menyangkut bagaimna menghasilkan output sebanyak-banyaknya dengan input yang sekecil mungkin. 1) Banyak waktu yang terbuang pada aktivitas sumber daya manusia . mesin. Berikut adalah indikasi bahwa suatu sistem dapat dikatakan tidak efisien. pencurian) terhadap data 3) Informasi dapat diakses pihak tidak berwenang Praktikum ADSI 4) Data tersimpan secara berlebihan.Jurusan Teknik Informatika UNG Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:  Keamanan atau kontrol lemah 1) Input data tidak diedit dengan cukup 2) Kejahatan (penggelapan.

5 Analisis Kebutuhan Sistem Hasil dokumentasi dari tahap analisis kelemahan sistem digunakan untuk rekomendasi fungsionalitas apa saja yang bisa dilakukan sistem baru. 39 .Jurusan Teknik Informatika UNG 6) Material yang dibutuhkan untuk tugas-tugas terlalu berlebihan Praktikum ADSI Analisis Layanan Analisis terhadap layanan perlu dilakukan untuk mengetahui sejauhmana layanan pada sistem lama. Fungsionalitas ini mencerminkan kebutuhan sistem. yaitu kebutuhan fungsional (functional requirement). Untuk mempermudah analis sistem dalam menentukan keseluruhan kebutuhan secara lengkap. Tujuan dari fase analisis kebutuhan adalah memahami sebenar-benarnya kebutuhan dari sistem baru dan mengembangkan sebuah sistem yang mewadahi kebutuhan tersebut. dan pernyataan tentang karakteristik yang harus dimilik sistem. maka analis membagi kebutuhan sistem menjadi dua jenis. atau memutuskan bahwa sebenarnya pengembangan sistem baru tidak dibutuhkan. dan kebutuhan nonfungsional (nonfunctional requirement). Kebutuhan sistem bisa diartikan sebagai pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh sistem. Berikut adalah beberapa kriteria penilaian di mana kualitas suatu sistem bisa dikatakan buruk: 1) Sistem menghasilkan produk yang tidak akurat 2) Sistem menghasilkan produk yang tidak konsisten 3) Sistem tidak mudah dipelajari 4) Sistem tidak mudah digunakan 5) Sistem tidak fleksibel 5.

 Sistem harus dapat melakukan entri buku yang berhubungan dengan pendataan buku      Sistem harus dapat melakukan endataan anggota Sistem harus dapat melakukan transaksi peminjaman Sistem harus dapat melakukan transaksi pengembalian Sistem harus dapat melakukan laporan keuangan secara otomatis Sistem harus dapat memberikan laporan data buku yang hilang Setiap kebutuhan fungsional harus dijelaskan lebih rinci lagi. Sistem harus dapat melakukan transaksi peminjaman:       Pengguna dapat mencatat semua transaksi peminjaman Pengguna dapat memasukkan data-data dari anggota Pengguna dapat memasukkan jumlah buku yang dipinjam Pengguna dapat memasukkan judul buku. Kebutuhan fungsional juga berisi informasiinformasi apa saja yang harus ada dan dihasilkan oleh sistem. 40 . nama pengarang dan nama penerbit Pengguna dapat menampilkan tanggal kembali buku yang dipinjam Pengguna dapat mengetahui apakah anggota sudah mengembalikan buku yang dipinjam  Pengguna dapat menampilkan anggota yang paling seringgg meminjam.Jurusan Teknik Informatika UNG Kebutuhan Fungsional Praktikum ADSI Kebutuhan fungsional adalah jenis kebutuhan yang berisi proses-proses apa saja yang nantinya akan dilakukan oleh sistem. Contoh berikut menunjukan kebutuhan fungsional pada sistem perpustakaan. seperti contoh berikut.

kinerja. informasi dan keamanan. Microsoft Windows Vista. yang meliputi kebutuhan operasional. Contoh berikut menunjukan kebutuhan nonfungsional pada sistem perpustakaan. 2) Spesifikasi komputer minimal Pentium IV 3) Kebutuhan memori minimal 512 MB RAM 4) Dilengkapi dengan barcode reader 5) Printer untuk mencetak  Kebutuhan kinerja 1) Waktu untuk transaksi peminjaman buku dibatasi 2 menit 2) Waktu untuk transaksi pengembalian buku dibatasi 1 menit 3) Jumlah transaksi peminjaman dan pengembalian  Kebutuhan informasi 1) Informasi apabila username dan password salah 2) Informasi yang menampilkan prosedur pendaftaran anggota baru  Kebutuhan keamanan 1) Sistem aplikasi dan database dilengkapi pasword 2) Dilengkapi dengan kamera CCTV untuk mengawasi anggota yang membaca di ruang baca dan ruang penyimpanan tas yang tersambung ke komputer 41 .  Kebutuhan operasional 1) Digunakan pada sistem operasi Microsoft Windows 7. Microsoft Windows XP.Jurusan Teknik Informatika UNG Kebutuhan Nonfungsional Praktikum ADSI Kebutuhan nonfungsional adalah tipe kebutuhan yang berisi properti perilaku yang dimiliki oleh sistem.

murah dan mudah digunakan. Kelayakan Teknis Kelayakan teknis menyoroti kebutuhan sistem yang telah disusun dari aspek teknologi yang digunakan. dan kelayakan hukum. biasanya digunakan pedoman pertanyaan-pertanyaan berikut:  Apakah teknologi yang dibutuhkan sudah tersedia?  Apakah teknologi yang akan digunakan dapat berintegrasi dengan teknologi yang sudah ada?  Apakah sistem yang sudah ada dapat dikonversikan ke sistem dengan teknologi baru?  Apakah organisasi memiliki orang yang menguasai teknologi baru ini? 42 . Dokumen yang dihasilkan dari tahapan-tahapan sebelumnya dikumpulkan menjadi suatu proposal pendahuluan proyek. Namun tidak semua kebutuhan sistem yang didefinisikan pada tahapan analisis kebutuhan sistem layak untuk dikembangkan pada sistem informasi. Harus ada mekanisme untuk memastikan apakah kebutuhan sistem yang dibuat layak untuk dilanjutkan menjadi sistem atau tidak. kelayakan ekonomi. diantaranya: kelayakan teknis. kelayakan operasional.6 Analisis Kelayakan Sistem Praktikum ADSI Ketika sistem analis selesai menyusun dokumentasi kebutuhan sistem. Tahapan inilah yang sering disebut sebagai tahapan analisis kelayakan atau studi kelayakan. maka tahap desain sistem bisa dimulai.Jurusan Teknik Informatika UNG 5. Untuk mempermudah melakukan studi kelayakan teknis. maka secara teknis usulan kebutuhan sistem baru dinyatakan layak. Jika teknologi yang dikehendaki untuk pengembangan sistem merupakan teknologi yang mudah didapat. Untuk memastikan usulan tersebut bisa diteruskan menjadi proyek yang menguntungkan maka proposal proyek harus dievaluasi kelayakannya dari berbagai segi kelayakan.

Dengan demikian aspek untung rugi menjadi pertimbangan utama dala pengembangan sistem. usulan kebutuhan sistem harus benar-benar bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi pemesan sistem informasi. Suatu proyek yang besar biasanya lebeih menekankan kelayakan ekonomi karena uumnya berhubungan dengan biaya yang terbilang besar. Di samping itu. Beberapa pertanyaan yang bisa menjadi pedoman analaisis kelayakan operasionla ini adalah:  Apakah sistem dapat memenuhi tujuan organisasi untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan?  Apakah sisten dapat diorganisasikan untuk menghasilkan informasi pada saat yang tepat untuk setiap orang yang membutuhkannya? Kelayakan Ekonomi Aspek yang paling dominan dalam pengembangan sistem adalah kelayaka ekonomi. Untuk menganalisis kelayakan ekonomi digunakan kalkulasi yangdinamakan Cost Benefit Analysis atau Analisis Biaya dan Manfaat. Tak dapat disangkal lagi motivasi pengembangan sisten informasi pada perusahaan atau organisasi adalah motif keuntungan. Untuk disebut layak secara operasional. Kelayakan ekonomi berhubungan dengan berapa lama biaya investasi dapat kembali.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI Kelayakan Operasional Kelayakan operasional menyangkut beberapa aspek. informasi yang dihasilkan oleh sistem harus merupakan informasi yang benar-benar dibutuhkan oleh pengguna tepat pada saat pengguna membutuhkannya. Analisis kelayakan ekonomi juga akan mempertimbangkan apakah bermanfaat melakukan investasi ke proyek ini atau harus melakukan sesuatu yang lain. Tujuan dari analisis biaya dan manfaat ini adalah untuk memberikan gambaran kepada pengguna apakah manfaat yang 43 .

Pada analisis biaya dan manfaat. ada beberapa metode kuantitatif yang digunakan untuk menentukan standar kelayakan proyek. 44 .Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI diperoleh dari sistem baru “lebih besar” dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. yaitu: 1) Analisis Payback (Payback Period) 2) Analisis Net Present Value 3) Return On Investment (ROI) 4) Internal Rate of Return (IRR) Kelayakan Hukum Kelayakan hukum diilakukan untuk memastikan apakah sistem baru yang diusulkan tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku. Hal yang dianalisis biasanya berupa software dan hardware yang digunakan apakah legal seara hukum atau tidak.

Lakukan survey terhadap sebuah sistem informasi. 3. 45 . 2. Analsisis kelayakan sistem tersebut. Analisis kebutuhan sistem tersebut.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI Latihan 1. 4. Analsisis kelemahan sistem tersebut.

personil yang terlibat. Mendesain input sebuah sistem informasi 3. Materi yang akan dibahas meliputi tujuan desain sistem. tekanan-tekanan desain. teknik desain secara umum dan desain komponen secara umum. Mendsain database sebuah sistem informasi 46 .Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI MODUL 6 DESAIN SISTEM INFORMASI Overview Bagian ini akan membahas mengenai desain sistem informasi yang memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap. Mendesain output sebuah sistem informasi 4. Tujuan 1. Mengetahui langkah-langkah dalam mendesain sistem 2.

1 Desain Sistem Desain sistem dapat diartikan sebegai berikut :  Menurut Robert J. yang dapat berupa penggambaran. pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional.  Menurut john Burch & Gary Grunitski Desain sistem dapat didefinisikan sebagai penggambaran. perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemenyang terpisah ke dalam suatu kesatuan yang utuh dan berfungsi.Jurusan Teknik Informatika UNG 6. tahap ini menyangkut mengkonfigurasi dari komponenkomponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem sehingga setlah instalasi dari sistem akan bnar-benar memuaskan rancang bangun yang telah ditetapkan pada akhir tahap analisis sistem. 47 . perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi. menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk.  Menurut George M Scott Desian sistem menentukan bagaimana sutu sistem akan menyelesaikan apa yang mesti diselesaikan. menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk. Verzello/ John Reuter III : Praktikum ADSI Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem: pendifinisaian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional dan persiapan untuk rancang bangun implementasi. persiapan untuk rancang bangun implementasi. Dengan demikian desain sistem dapat diartikan sebagai berikut :      tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem.

Desain sistem secara umum merupakan persiapan dari desain terinci. 6. 6. yaitu sebagai berikut: 1) Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem 2) Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat. Bagaiman dengan pemakain sistem (users)? Apakah pemakain sistem juga harus terlibat dalam tahap ini? Hasil dari ketidakterlibatan pemakai sistem akan mengakibatkan kurang puasnya pemakai sistem terhadap cara sistem bekerja (bahkan sistem tidak dapat memenuhi kebutuhan pemakai) maka pemakai sistem seharusnya juga terlibat dalam tahap desian sistem. Tahap 48 . Desian terinci dimaksudhkan untuk pemrograman komputer dan ahli teknik lainnya yang akan mengimplemantasi sistem. Tujuan kedua ini lebih condong pada desain yang terinci.4 Desain Sistem Secara Umum Tujuan dari desain sistem secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru. Desain secara umum mengidentifikasikan komponen-komponen sistem informasi yang akan didesain secara rinci.2 Tujuan Desain Sistem Tahap desain sistem mempunyai dua maksud atau tujuan utama.3 Personil Yang Terlibat Pekerjaan desain sistem dilakukan oleh analis sistem dan personil-personil teknik lainnya. yaitu pebuatan rancang bangun yang jelas dan lengkap unutk nantinya digunakan untuk pembuatan program komputernya.Jurusan Teknik Informatika UNG  Praktikum ADSI termasuk menyangkut mengkonfigurasi dair komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem. 6.

Disamping itu output dapat berupa hasil dari suatu proses yang akan digunakan oleh proses lain yang akan digunakan oleh proses lain dan tersimoan di media seperti tape. Langkah-langkah desian ouput secara umum. disk atau kartu. jumlah tembusannyadistribusinya dan periode output. karena output dapat terdiri dari macam-macam jenis. microfilm) atau hasil di media lunak (berupa tampilan di layar vidio). Parameter ini meliputi tipe dari output. 49 . alat output yang digunakan. media yang digunakan. 2) Menentukan parameter dari output Setelah output-outpu yang akan didesain telah dapat ditentukan. Desain output secara umum ini dapat dilakukan dengna langkah-langkah sebagai berikut : 1) Menentukan kebutuhan output dari sistem baru Output yang akan didesain dari DAD (diagram arus dada) sistem baru yang telah dibuat.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI desain sistem secara umum dilakukan setelah tahap analisis sistem diselesaikan dan hasil analisis disetujui oleh manajemen. fomratnya. Istilah output ini kasang-kasang membingungkan. Output dapat berupa di media kertas (seperti misalnya kerta. maka parameter dari output selanjutnya juga dapat ditentukan. a. Desain output secara umum Output (keluaran) adalah produksi sistem informasi yang dapat dilihat. Output di DAD ditunjukkan oelh arus data dari suatu proses ke kesatuan luar atau dari suatu proses yang lainnya.

Untuk tahap desain input secara umum. yang perlu dilakukan oleh analis adalah mengidentifikasi terlebih dahulu input-input yang akan didesain secara rinci tersebut. proses dari input dapat melibatkan dua atau tiga tahapan utama. Desain Input Secara Umum Tergantung dari alat input yang digunakan. Langkah-langkah ini adalah sebagia berikut. misal kartu plong. Menentukan kebutuhan input dari system baru Input yang akan didesain dapat ditentukan dari DAD sistem baru yang telah dibuat.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI b. Langkah-Langkah Desain Input Secara Umum Yang perlu didesain secara rinci untuk input adalah bentuk dari dokumen dasar yang digunakan untuk menangkap data. 50 . data preparation dan data entry. yaitu data capture. 1) Penangkapan data (data capture). 1. merupakan proses mencatat kejadian nyata yang terjadi akibat transaksi yang dilakukan oleh organisasi ke dalam dokumen dasar. Dokumen dasar merupakan bukti transaksi 2) Penyiapan data (data preparation). Input DAD ditunjukkan oleh arus data dari suatu kesatuan luar ke suatu proses dan bnetuk tampilan input di alat input yang ditunjukkan oleh suatu proses memasukkan data. pita magnetic atau disk magnetic) 3) Pemasukan data (data entry) merupakan proses membacakan atau memasukkan data ke dalam komputer. kode-kode input yang digunakan dan bentuk dari tampilan input di alat input. yaitu mengubah data yang telah ditangkap ke dalam bentuk yang dapat dibaca oleh mesin (machine readable form.

yaitu file induk yang recordnya relative statis. File Induk (master file) File induk dibedakan lagi menjadi :  File induk acuan (reference master file). Praktikum ADSI Setelah input-input yang akan didesain telah dapat ditentukan. file daftar mata kulia.Penerapan database dalam sistem informasi disebut dengan database system. volume input dan periode input c. karena berfngsi sebagai basis penyedia informasi bagi para pemakainya. Parameter ini meliputi:  Bentuk dari input. 51 . Desain Database Secara Umum Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu sama lainnya.Jurusan Teknik Informatika UNG 2. alat input yang digunakan. Menentukan parameter dari input. maka parameter dari input selanjutnya juga dapat ditentukan. Databases merupakan salah satu komponen yang penting di sistem informasi. Contoh dari file ini adalah file daftar gaji. Tipe Dari File 1. Jumlah tembusan untuk input berupa dokumen dasar dan distribusinya. jarnag berubah nilainya. dokumen dasar atau bentuk isian di alat input (dialog layar terminal). tersimpan di simpanan luar komputer dan digunakan perangkat lunak tertentu untuk memanipulasinya.      Sumber input.

File sejarah (history file) 5. File ini digunakan unutk merekam data dari hasil suatu transaksi yang terjadi. file transaksi (transaction file) File transaksi disebut juga dengan nama file input (input file). 4. yaitu file yang berisi dengan informasi yang akan ditampilkan. File laporan (report file) File ini disebut juga dengan nama file output (output file). 3. File kerja (working file) 52 . file induk langganan dan sebagainya. File pelindung (backup file) 6. File ini dibuat untuk mempersiapkan pembuatan suatu laporan dan biasanya dilakukan bila printer belum siap atau masih digunakan oleh proses lain.Jurusan Teknik Informatika UNG  Praktikum ADSI File inudk dinamik (dynamic master file) yaitu file induk yang nilai dari recordrecordnya sering beruah atau sering dimutakhirkan (updated) sebagai akibat dari suatu transaksi. Contoh file ini adalah file induk persediaan. 2.

2. 53 . Buat desain input sebuah sistem informasi.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI Latihan 1. Buat desain input sebuah sistem informasi. Buat desain output sebuah sistem informasi. 3.