P. 1
bagan alir

bagan alir

|Views: 51|Likes:
Published by hutomofunkot
tentang simbol simbol diagram alir
tentang simbol simbol diagram alir

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: hutomofunkot on Jun 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/07/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1 Alat Pengembangan Sistem
  • 1.2 Teknik Pengembangan Sistem
  • 1.3 Bagan Alir (Flowchart)
  • 1.4 Bagan Alir Sistem
  • 1.5 Bagan Alir Dokumen
  • 2.1 Data Flow Diagram (DFD)
  • 2.2 Simbol DFD
  • 2.3 Bentuk Data Flow Diagram
  • 2.4 Pedoman Menggambar DFD
  • 3.1 Kamus Data
  • 3.2 Mendefinisikan Struktur Data
  • 4.1 Normalisasi
  • 4.2 Entity Relationship Diagram (Diagram Hubungan Antar Entitas)
  • 5.1 Analisis Sistem
  • 5.2 Pendekatan-pendekatan Analisis Model Driven
  • 5.3 Tahapan Analisis Sistem
  • 5.4 Analisis Kelemahan Sistem Lama
  • 5.5 Analisis Kebutuhan Sistem
  • 5.6 Analisis Kelayakan Sistem
  • 6.1 Desain Sistem
  • 6.2 Tujuan Desain Sistem
  • 6.3 Personil Yang Terlibat
  • 6.4 Desain Sistem Secara Umum

Jurusan Teknik Informatika UNG

Praktikum ADSI

MODUL 1 BAGAN ALIR (FLOWCHART)

Overview

Bagian ini menjelaskan mengenai berbagai alat dan teknik yang biasa digunakan dalam pengembangan sistem. Pada modul 1 ini difokuskan pada pembahasan Bagan Alir

(Flowchart) yang nantinya akan digunakan dalam menggambarkan prosedur sistem baik sistem berjalan maupun sistem usulan.

Tujuan

1. Mengetahui alat dan teknik pengembangan sistem 2. Mengetahui jenis bagan alir 3. Mengetahui bagaimana menggambarkan prosedur sistem dengan berbagai jenis bagan alir

1

Jurusan Teknik Informatika UNG 1.1 Alat Pengembangan Sistem

Praktikum ADSI

Alat-alat yang digunakan dalam suatu metodologi umumnya berupa gambar atau diagram atau grafik. Penggunaan diagram atau gambar ini dipandang lebih mengena dan lebih mudah dimengerti. Alat-alat pengembangan sistem yang berbentuk gambar diantaranya adalah sebagai berikut : a. b. c. d. e. f. HIPO diagram, digunakan di metodologi HIPO dan di metodologi yang lainnya Data flow diagram, digunakan di metodologi structured system analysis and design. Structured Chart, digunakan di metodologi structured system analysis and design. SADT diagram digunakan di metodologi SADT Warnier/Orr diagram, digunakan di metodologi Warnier/Orr Jakson’s diagram, digunakan di metodologi Jackson System Development.

Disamping alat-alat berbentuk grafik yang digunakan pada suatu metodologi tertentu, masih terdapat beberapa alat berbentuk grafik yang sifatnya umum, yaitu dapat digunakan di semua metodologi yang ada. Alat-alat ini berupa suatu bagan yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut : a. Bagan untuk menggambarkan aktifitas (activity charting) 1) Bagan alir sistem (system flowchart) 2) Bagan alir program (program flowchart) yang dapat berupa :   Bagan alir logika program (program logic flowchart) Bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flowchart)

Bagan alir kertas kerja (paperwork flowchart) atau disebut juga dengan bagan alir formulir (form flowchart) atau bagan alir dokumen (document flowchart) Bagan alir hubungan database (database relationship flowchart) Bagan alir proses (process flowchart) Gantt chart

2

Jurusan Teknik Informatika UNG b. Bagan untuk menggambarkan tataletak (layout charting)

Praktikum ADSI

c. Bagan untuk menggambarkan hubungan persoil (personal relationship charting) 1) Bagan distribusi kerja (working distribution chart) 2) Bagan organisasi (organization chart)

1.2 Teknik Pengembangan Sistem Teknik yang tersedia untuk pengembangan sistem biasanya tidak khusus untuk suatu metodologi tertentu, tapi dapat digunakan di sema metodologi yang ada. Teknik-teknik yang dapat digunakan adalah: a. Teknik manajemen proyek, yaitu CPM (Critical Path Method) dan PERT (Program Evaluation and Review Technique). Teknik ini digunakan untuk penjadualan proyek. b. Teknik menemukan fakta (fact finding techniques), yaitu teknik yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data dan menemukan fakta-fakta dalam kegiatan mempelajari sistem yang ada (analisis sistem). Teknik ini diantaranya adalah wawancara (interview), observasi (observation), daftar pertanyaan (questioneries), dan pengumpulan sampel (sampling). c. Teknik analisis biaya/manfaat d. Teknik menjalankan rapat e. Teknik inspeksi

1.3 Bagan Alir (Flowchart) Bagan alir adalah bagan-bagan yang mempunyai arus yang menggambarkan langkahlangkah penyelesaian suatu masalah (Ladjamudin, 2005).Bagan alir adalah bagan yang menunjukkan alir (flow) di dalam program atau prosedur sistem secara logika. Bagan alir digunakan untuk menggambarkan prosedur sistem baik sistem berjalan ataupun sistem yang

3

Jurusan Teknik Informatika UNG

Praktikum ADSI

akan diusulkan. Bagan alir dapat digunakan sebagai alat bantu komunikasi dan untuk dokumentasi. Pada saat akan menggambar suatu bagan alir, analis sistem atau programmerdapat mengikuti pedoman sebagai berikut: a. Bagan alir sebaiknya digambar dari atas ke bawah dan mulai dari bagian kiri dari suatu halaman. b. Kegiatan di dalam bagan alir harus ditunjukkan dengan jelas. c. Harus ditunjukkan dari mana kegiatan akan dimulai dan di mana akan berakhirnya. d. Masing-masing kegiatan di dalam bagan alir sebaiknya digunakan suatu kata kerja yaang mewakili suatu pekerjaan, misalnya: “persiapkan” dokumen, “hitung” gaji. e. Masing-masing kegiatan di dalam bagan alir harus di dalam urutan yang semestinya. f. Kegiatan yang terpotong dan akan di tempat lain harus ditunjukkan dengan jelas menggunakan simbol penghubung. g. Gunakanlah simbol-simbo bagan alir yang standar. Ada 5 jenis bagan alir yang akan dibahas dalam modul ini, yaitu: a. Bagan alir sistem (system flowchart) b. Bagan alir dokumen (document flowchart) c. Bagan alir program (program flowchart) d. Bagan alir proses (process flowchart).

1.4 Bagan Alir Sistem Bagan alir sistem (system flowchart) merupakan bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. Bagan ini menjelaskan urut-urutan dari prosedurprosedur yang ada di dalam sistem. Bagan alir sistem menunjukkan apa yang dikerjakan oleh sistem. Bagan alir sistem digambar dengan menggunakan simbol-simbol seperti pada gambar 1. 4

Jurusan Teknik Informatika UNG

Praktikum ADSI Simbol Document untuk menunjukkan data atau informasi yang masuk atau keluar dari sistem Simbol Proses Manual untuk menyatakan suatu tindakan (proses) yang tidak dilakukan oleh computer (manual). Simbol ProsesKomputeruntuk menunjukan

kegiatan proses dari operasi program komputer. Simbol Arus/Flow untuk menyatakan jalannya suatu arus proses. Simbol Manual Input untuk memasukkan data secara manual dengan keyboard. Simbol Harddisk untuk menyimpan data dalam bentuk file Simbol Connector untuk menyatakan sambungan dari satu proses ke proses lainnya dalam

halaman/lembar yang sama. Simbol Offline Connector untuk menyatakan sambungan dari satu proses ke proses lainnya dalam halaman/lembar yang berbeda. File non-komputer yang diarsip urut numerical (N), N alphabetical (A), cronological (C)

Simbol

SquentialAccess input/output

Storage menggunakan

untuk pita

menunjukkan magnetik Simbol

Stored

Data

untuk

menunjukkan

input/output menggunakan disket/flash disk

Simbol Display untuk menunjkkan output yang ditampilkan di monitor Gambar 1.1 Simbol-simbol Bagan Alir

5

Berikut adalah contoh bagan alir sistem dari sistem pemesanan barang suatu perusahaan. Sistem bisa berupa orang. bagian atau bahkan sebuah sistem yang menerima data dari pihak luar utnuk kemudian mengolah data tersebut dan mengeluarkan informasi untuk pihak luar. b.2Bagan Alir Sistem Pemesanan Barang 6 . Jadi sebaiknya tentukan terlebih dahulu siapa yang menjadi sistem. Mulai Selesai Gambar 1. baik sistem berjalan maupun sistem usulan. langkah selanjutnya adalah membuat bagan alir sistem menggunakan simbol-simbol standar. Setelah prosedur sistem diperoleh. Susunlah prosedur sistem secara berurut.Jurusan Teknik Informatika UNG Langkah-langkah Pembuatan Bagan Alir Sistem Praktikum ADSI a. c. d. Bagan alir diawali dengan adanya sebuah prosedur sistem. Prosedur sistem menggambarkan pekerjaan yang dilakukan oleh sistem.

Gambar 1. Berikut adalah contoh bagan alir dokumen dari sistem pemesanan barang suatu perusahaan. Bagian ini bisa memberi data ke sistem atau menerima informasi dari sistem.3Diagram Alir Dokumen Pemesanan Barang 7 . bagan alir dokumen mirip dengan bagan alir sistem.Jurusan Teknik Informatika UNG 1.5 Bagan Alir Dokumen Praktikum ADSI Bagan alir dokumen (document flowchart) atau disebut juga bagan alir formulir (form flowchart) merupakan bagan alir yang menunjukkan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusannya. yakni menggambarkan prosedur dari sebuah sistem. Secara umum. Bagan alir dokumen dibagi menjadi beberapa kolom. sesuai dengan banyaknya bagian di organisasi yang terlibat salam sistem. Bagan alir dokumen ini menggunakan simbol-simbol yang sama dengan yang digunakan di dalam bagan alir sistem. Tapi bagan alir dokumen juga menggambarkan bagian lain yang berhubungan dengan sistem.

2. Berdasarkan prosedur sistem usulan tersebut. kemudian buat prosedur sistem berjalan. 4. dengan menggunakan aplikasi Microfot Visio atau Flow Chart buatlah: Bagan Alir Sistem Bagan Alir Dokumen 3. dengan menggunakan aplikasi Microfot Visio atau Flow Chart buatlah: Bagan Alir Sistem Bagan Alir Dokumen 8 .Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI Latihan 1. Buatlah prosedur sistem usulan. Berdasarkan prosedur sistem berjalan tersebut. Lakukan survey ke sebuah sistem yang sudah ada.

langkah pembuatan DFD dan aturan-aturan dalam membuat DFD. Mengetahui langkah-langkah pembuatan DFD 3.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI MODUL 2 DIAGRAM ARUS DATA (DAD) DATA FLOW DIAGRAM (DFD) Overview Modul 2 ini menjelaskan mengenai alat pengembangan sistem berupa Diagram Arus Data (DAD) atau Data Flow Diagram (DFD). Pada modul ini akan dibahas mengenai alat dalam DFD. Mengetahui simbol-simbol dalam DFD 2. Tujuan 1. Mengetahui bagaimana menggambar DFD 9 .

Selain itu. Kesatuan luar (external entity) b.2 Simbol DFD Simbol yang digunakan dalam DFD adalah: a.Jurusan Teknik Informatika UNG 2. DFD juga dapat dirinci secara hierarkis dari sifatnya secara garis besar sampai dengan tingkat keterincian yang diperlukan. Proses (process) d. serta aliran data dari satu proses ke proses lainnya. DFDjuga merupakan dokumentasi sistem yang baik. DFD merupakan alat yang digunakan pada metodologi pengembangan sistem terstruktur. 2. 2005).1 Data Flow Diagram (DFD) Praktikum ADSI Data Flow Diagram (DFD) menampilkan kegiatan sistem lengkap dengan komponenkomponen yang menunjukkan secara tegas file-file yang dipakai. DFD menggambarkan arus data di dalam sistem dengan terstruktur dan jelas. DFD merupakan diagram yang menggunakan notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem. Arus data (data flow) c. unsur sumber atau tujuan data.(Ladjamudin. Simpanan data (data store) Kesatuan Luar (External Entity) Setiap sistem pasti mempunyai batas sistem (boundary) yang memisahkan suatu sistem dengan lingkungan luarnya. DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baruyang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik di mana data tersebut mengalir atau disimpan. Kesatuan luar (external entity)merupakan kesatuan (entity) di lingkungan 10 . Sistem akan menerima input dan menghasilkan output kepada lingkungan luarnya.

organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem. 4) Sistem informasi lain di luar sistem yang sedang dianalisis atau dikembangkan. 5) Sumber asli dari suatu transaksi. 1) Suatu kantor.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI luar sistem yang dapat berupa orang. Arus data ini mengalir diantara proses.1 Kesatuan/Entitas Luar Arus Data (Data Flow) Arus data merupakan tempat mengalirnya informasi dan digambarkan dengan garis yang menghubungkan komponen dari sistem. data store dan menunjukkan arus data dari data yang berupa masukan untuk sistem atau hasil proses sistem. Kesatuan luar ini kebanyakan adalah salah satu dari berikut ini. Arus data dapat berbentuk sebagai berikut: 1) Formulir atau dokumen yang digunakan di perusahaan 11 . departemen atau divisi dalam perusahaan tetapi di luar sistem yang sedang dikembangkan. pelanggan. Suatu kesatuan luar dapat disimbolkan dengan suatu notasi kotak atau suatu kotak dengan sisi kiri dan atasnya berbentuk garis tebal sebagai berikut: Gambar 2. 2) Orang atau sekelompok orang di organisasi tetapi di luar sistem yang sedang dianalisis atau dikembangkan. 3) Suatu organisasi atau orang yang berada di luar organisasi seperti pemasok. 6) Penerima akhir dari suatu laporan yang dihasilkan oleh sistem. Arus data ditunjukkan dengan arah panah dan garis diberi nama atas arus data yang mengalir.

3Proses 12 . Proses dapat mengolah data atau aliran data masuk menjadi aliran data keluar. Setiap proses memiliki satu atau beberapa masukan serta menghasilkan satu atau beberapa data keluaran. Proses berfungsi mentransformasikan satu atau beberapa data masukan menjadi satu atau beberapa data keluaran sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.Jurusan Teknik Informatika UNG 2) Laporan tercetak yang dihasilkan oleh sistem 3) Tampilan atau output di layar komputer yang dihasilkan oleh sistem 4) Masukan untuk komputer 5) Komnikasi ucapan 6) Surat-surat atau memo 7) Data yang dibaca atau direkamkan ke suatu file 8) Suatu isian yang dicatat pada buku agenda 9) Transmisi data dari suatu komputer ke komputer lain Praktikum ADSI Simbol arus data digambarkan dengan garis panah dengan nama arus data dia atasnya: data mahasiswa Gambar 2. 1 Proses 1 Proses Gambar 2.2Arus Data Proses (Process) Proses merupakan apa yang dikerjakan oleh sistem.

c) Suatu proses yang menerima satu arus data dan menghasilkan lebih dari sebuah arus data. b) Suatu proses yang menerima lebih dari satu arus data dan menghasilkan sebuah arus data. merekam. Suatu proses terjadi karena adanya arus data yang masuk dan hasil dari proses adalah juga merupakan arus data lain yanag mengalir. 2) Nama proses Nama proses menunjukkan apa yang dikerjakan oleh roses tersebut. mempersiapkan. Nama proses diletakkan di bawah identifikasi proses di simbol proses. Suatu proses harus menerima arus data dan menghasilkan arus data. membandingkan memverifikasi. Nama dari proses biasanya berbentuk suatu kalimat yangdiawali dengan kata kerjamisalnya menghitung.Jurusan Teknik Informatika UNG Setiap proses harus diberi penjelasan yang lengkap meliputi: 1) Identifikasi proses Praktikum ADSI Umumnya berupa suatu angka yang menunjukkan nomor acuan dari proses dan ditulis pada bagian atas di simbol proses. Keterangan pemroses ini di simbol proses dapat dituliskan di bawah nama proses. 3) Pemroses Pemroses menunjukkan aiapa atau di mana suatu proses dilakukan. membuat. a) Suatu proses yang menerima sebuah arus data dan menghasilkan sebuah arus data. dan kata kerja lainnya.berikut adalah berbagai kemungkinan arus data dalam suatu proses. Nama dari proses harus jelas dan lengkap menggambarkan kegiatan prosesnya. Umumnya kesalahan proses di DFD adalah: 13 .

Gambar 2. 2) Proses menghasilkan output tidak tetapi tidak pernah menerima input.Simpanan data dapat berupa: 1) Suatu file atau database di sistem komputer 2) Suatu arsip atau catatan manual 3) Suatu kotak tempat data di meja seseorang 4) Suatu tabel acuan manual 5) Suatu agenda atau buku Simpanan data dapat disimbolkan dengan sepasang dua garis sejajar atau dua garis dengan salah satu sisi samping terbuka.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI 1) Proses mempunyai input tetapi tidak menghasilkan output. karena data masuk ke dalam roses dan lenyap tidak berbekas seperti dimasukkan ke dalam lubang hitam yang dalam sekali. karena secara ajaib dihasilkan output tanpa pernah menerima input. Proses dapat mengambil data dari atau memberikan data ke database. Simpanan Data (Data Store) Simpanan data merupakan tempat penyimpanan data pengikat data yang ada dalam sistem. Kesalahan ini disebut dengan miracle (ajaib).4Simpanan Data 14 . Kesalahan ini disebut dengan black hole (lubang hitam).

Penekanan dari DFD fisik adalah bagaimana proses-proses dari sistem diterapkan (dengan cara apa. Dengan kata lain. DFD fisik harus memuat hal berikut ini. oleh siapa. dan bagaimana). 3) Simpanan data dapat menunjukkan simpanan non komputer. Nama arus data mungkin juga menerangkan tentang waktu mengalirnya (misal harian atau mingguan). file database. misal kotak in/out yang berfungsi sebagai buffer dari proses serentak yang beroperasi dengan kecepatan berbeda. DFD Fisik DFD fisik lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang ada (sistem lama). DFD fisik lebih menekankan pada bagaimana proses dari sistem diterapkan sedang diagram arus data logika lebih menekankan proses-proses apa yang terdapat di sistem. nama arus data harus memuat keterangan yang cukup terinci untuk menunjukkan bagaimana pemakai sistem memahami kerja dari sistem. dan lain sebagainya. meja pekerja atau kotak in/out. Untuk memperoleh gambaran bagaimana sistem yang ada diterapkan. Secara manual misalnya dapat menunjkkan buku catatan. Dengan menggunakan DFD fisik.3 Bentuk Data Flow Diagram Praktikum ADSI Terdapat 2 bentuk DFD. termasuk proses-proses manual. Sedang secara komputerisasi misalnya menunjukkan file urut. proses yang ada akan lebih dapat digambarkan dan dikomunikasikan kepada pemakai sistem.Jurusan Teknik Informatika UNG 2. 1) proses-proses manual juga digambarkan 2) nama dari arus data harus menunjukkan fakta penerapannya semacam nomor formlir dan medianya (misal telpon atau surat). 15 . yaitu DFD fifik dan DFD logika. file ISAM. sehingga ada sebuah data yang harus menunggu di buffer. sehingga analis sistem akan dapat memperoleh gambaran nyang jelas bagaimana sistem tersebut bekerja. a. 4) Nama dari simpanan data harus menunjukkan tipe penerapannya apakah secara manual atau komputerisasi.

b. Karena sistem yang diusulkan belum tentu diterima oleh pemakai sistem dan biasanya sistem yang diusulkan terdiri dari beberapa alternatif. yaitu orang. Misalnya untuk sistem penjualan mempunyai kesatuan luar yang terlibat adalah sebagai berikut: Langganan Manajer kredit Bagian gudang Bagian pengiriman 16 .4 Pedoman Menggambar DFD Berikut ini akan diberikan pedoman bagaimana menggambar DFD baik DFD fisik maupun DFD logika. Identifikasikan terlebih dahulu semua kesatuan luar (external entity) yang terlibat dalam sistem. penggambaran DFD logika hanya menunjukkan kebutuhan proses dari sistem yang diusulkan secara logika. sistem komputer. maka penggambaran sistem secara logika terlebih dahulu tanpa berkepentingan dengan penerapannya secara fisik akan lebih mengena dan menghemat waktu penggambarannya dibandingkan dengan DFD fisik. yaitu proses-proses apa secara logika yang dibutuhkan oleh sistem. atau nama program komputer yang mengeksekusi proses tersebut. departemen. tetapi penekanannya hanya pada logika dari kebutuhan-kebutuhan sistem. DFD logika tidak menekankan pada bagaimana sistem diterapkan. Untuk sistem komputerisasi. a. biasanya proses-proses yang digambarkan hanya merupakan proses-proses secara komputer saja.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI 5) Proses harus menunjukkan nama dari pemroses. DFD Logika DFD logika lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang akan diusulkan (sistem baru). 2.

Identifikasikan semua input dan output yang terlibat dengan kesatuan luar. Demikian seterunya sampai tiap-tiap proses tidak dapat digambar lebih terinci lagi. sehingga merupakan kesatuan di luar sistem informasi. diagram inidisebut diagram konteks. input/output yang terlibat dengan kesatuan luar adalah: Kesatuan Luar Langganan Bagian gudang Bagian pengiriman Manajer kredit Input Order langganan Tembusan jrnal - Output Tembusan permintaan persediaan Faktur. 17 . DFD merupakan alat untuk structured analysis. DFD yang pertama kali digambar adalah level teratas (top level). dapat digambarkan context diagram. karena di luar bagian pengolahan data (sistem informasi).Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI Kesatuan luar ini merupakan kesatuan (entity) di luar sistem. Suatu context diagram selalu mengandungsatu dan hanya satu proses saja (diberi nomor proses 0). Tiap-tiap proses di overview diagram akan digambar secara lebih terinci lagi dan disebut DFD level 1. Gambarlah terlebih dahulusuatu diagram konteks (context diagram). Tiap proses di level 1 akan digambar lebih terinci lagi dan disebut DFD level 2. Context diagram ini menggambarkan hubungan input/output antara sistem dengan kesatuan luarnya. b. Proses ini mewakili proses dari seluruh sistem. tembusan kredit. Pendekatan terstruktur ini mencoba untuk menggambarkan sistem pertama kali secara garis besar (top level) dan memecahmecahnya menjadi bagian yang lebih terinci (lower level). Kesatuan luar ini merupakan sumber arus data ke sistem informasi serta tujuan penerima aruys data hasil dari proses sistem informasi. Dari diagram konteks ini kemudian akan digambar dengan lebih rinci lagi yang disebut dengan overview diagram (DFD level 0). tembusan jurnal Status piutang c. Dari langkah pedoman no 1 dan 2. Misalnya untuk sistem penjualan ini.

Gambarlah DFD level 2. e. semua proses dan semua media penyimpanan (data store) digambarkan. Untuk level 0 ini. Bagan berjenjang dapat digambar dengan menggunakan notasi proses yang digunakan di DFD. Praktikum ADSI Gambarlah bagan berjenjang untuk semua proses yang ada di sistem terlebih dahulu.Jurusan Teknik Informatika UNG d. Bagan berjenjang (hierarchy chart) digunakan untuk mempersiapkan penggambaran DFD ke level-level lebih bawah lagi. Gambarlah DFD level 0 (overview diagram) berdasarkan proses di bahan berjenjang. Proses yang dibuatkan level 1 adalah proses yang masih dipecah menjadi proses yang lebih terinci lagi. Gambarlah DFD level 1 dari proses-proses yang ada di level 0. Proses yang tidak dapat dipecah lagi tidak perlu dibuatkan DFD level 1. yang merupakan penjabaran dari proses-proses yang ada di level 1. 18 . f. g.

dengan menggunakan aplikasi Microfot Visio atau Flow Chart buatlah: Tabel Identifikasi External Entity Diagram Konteks Bagan Berjenjang DFD level 0 DFD level 1.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI Latihan 1. dst 3. 2. Berdasarkan prosedur sistem berjalan tersebut. Lakukan survey ke sebuah sistem yang sudah ada. kemudian buat prosedur sistem berjalan. dengan menggunakan aplikasi Microfot Visio atau Flow Chart buatlah: Tabel Identifikasi External Entity Diagram Konteks Bagan Berjenjang DFD level 0 DFD level 1. Buatlah prosedur sistem usulan 4. Berdasarkan prosedur sistem usulan tersebut. dst 19 .

Mengetahui bagaimana membuat Kamus Data 20 . Mengetahui komponen-komponen penyusun Kamus Data 2.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI MODUL 3 KAMUS DATA Overview Modul 3 ini menjelaskan mengenai alat pengembangan sistem berupa Kamus Data (KD) atau Data Dictionary (DD). Tujuan 1.

Pada tahap analisis kamus data digunakan sebagai alat komunikasi antara sistem analis dengan user tentang data yang mengalir pada sistem tersebut serta informasi yang dibutuhkan oleh pemakai sistem (user).Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI 3. data flow dan data store. seperti atribut-atribut suatu entitas. Selain dapat digunakan untuk menjelaskan suatu model sistem. maka nama dari arus data juga harus dicatat dikamus data.2 Isi Kamus Data Kamus data harus dapat mencerminkan keterangan yang jelas tentang data yang dicatatnya. kamus data adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. sehingga mereka yang membaca 21 . Untuk keperluan ini maka kamus data harus memuat tentang hal-hal sebagai berikut : a. 3. Kamus data dapat digunakan pada metodologi berorientasi data dengan menjelaskan lebih detail lagi hubungan entitas. kamus data juga berfungsi untuk menghindari penggunaan kata-kata yang sama.1 Kamus Data Menurut Sutabri (2004) Kamus data merupakan suatu katalog yang menjelaskan lebih detail tentang data flow diagram yang mencakup proses. Kamus data dibuat dan digunakan baik pada tahap analisis maupun pada tahap perancangan sistem. Kamus data dapat menjelaskan lebih detail atribut maupun metode atau service suatu objek. karena kamus data disusun menurut abjad. Apabila didefinisikan. Sedangkan pada tahap perancangan sistem kamus data digunakan untuk merancang input. output/laporan dan database. Nama Arus Data Karena kamus data dibuat berdasarkan arus data yang megalir di data flow diagram.

Misal.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI DFD dan memerlukan penjelasan lebih lanjut tentang suatu arus data tertentu di data flow diagram dapat langsung mencarinya dengan mudah di Kamus Data. variable. Penjelasan Untuk lebih memperjelas makna dari arus data yang dicatat dikamus data. dokumen hasil cetakan computer. Keterangan arus data ini operku dicatat di Kamus Data untuk memudahkan dalam mencari arus data di DFD. Baik faktur dan tembusan permintaan persediaan ini mempunyai struktur data yang sama. tetapi mempunyai struktur yang berbeda. c. Sedangkan bagian gudang menyebutnya sebagai tembusan permintaan persediaan. e.Bentuk data seperti ini perlu dicatat dikamus data. Bentuk/Tipe Data Telah diketahui bahwa arus data dapat mengalir dari hasil suatu proses ke proses yang lainnya. parameter dan field-field. maka bagian penjelasan dapat diisi dengan keterangan-keterangan tentang arus data tersebut. nama arus data adalahtembusan permintaasn persediaan. laporan tercetak. b. 22 . Data yang mengalir ini biasanya dalam bentuk laporan serta dokumen hasil cetakan komputer. maka dapat lebih dijelaskan sebagai tembusan dari faktur penjualan untuk meminta barang dari gudang. Alias Alias atau nama lain dari data juga harus dituliskan.Dengan demikian bentuk dari data yang mengalir dapat berupa dokumen dasar atau formulir. d. Arus Data Arus data menunjukkan dari mana data mengalir dan ke mana data akan menuju. Misalnya bagian pembuat faktur dan langganan menyebut bukti penjualan sebagai faktur. Alias perlu ditulis karena data yang sama mempunyai nama yang berbeda untuk orang atau departemen lainnya. tampilan layar di monitor.

Notasi Tipe Data Notasi ini digunakan untuk membuat spesifikasi format input maupun output suatu data. Notasi yang umum digunakan antara lain adalah : 23 .yaitunotasi tipe data dan notasi struktur data. Struktur Data Struktur data menunjukkan arus data yang dicatat pada kamus data yang terdiri dari itemitem atau elemen-elemen data. Volume Volume yang perlu dicatat didalam kamus data adalah volume rata-rata dan volume puncak dari arus data.Volume rata-rata menunjukkan banyaknya arus data yang mengalir dalam satu periode tertentu sementara volume puncak menunjukkan volume yang terbanyak. a. g. kapan proses program harus dilakukan dan kapan laporan-laporan harus dihasilkan. Periode perlu dicatat dikamus data karena dapat digunakan untuk mengidentifikasikan kapan input data harus dimasukkan kedalam sistem. 3.Jurusan Teknik Informatika UNG f.2 Mendefinisikan Struktur Data Kamus data juga mempunyai suatu bentuk notasi. h. Periode Praktikum ADSI Periode ini menujukkan kapan terjadinya arus data.Notasi yang digunakan dibagi menjadi 2 macam.

2Simbol Struktur Data No 1 2 3 4 5 6 7 8 Notasi = + () {} [] | * @ Keterangan Terdiri dari And (dan) Pilihan (boleh Ya atau Tidak) Iterasi/Pengulangan Proses Pilih salah satu pilihan Pemisahan pilihan didalam tanda [ ] Keterangan atau catatan Petunjuk (key field) 24 . sebagai pemisah pecahan Praktikum ADSI Hypen. Keterangan Setiap karakter Angka numeric Karakter alphabet Angka nol ditampilkan sebagai spasi kosong Titik. sebagai tanda pembagi (contoh : 24/11/2001 b.Jurusan Teknik Informatika UNG Tabel 3.1Simbol Tipe Data No 1 2 3 4 5 6 7 Notasi X 9 A Z . sebagai pemisah ribuan Koma. sebagai tanda penghubung (contoh : 0217500567 8 / Slash. Notasi Struktur Data Notasi ini digunakan untuk membuat spesifikasi elemen data di mana notasi yang umum digunakan adalah sebagai berikut : Tabel 3. .

alamat yang terdiri dari jalan. batas kredit yang menunjukkan jumlah kredit maksimum yang diijinkan. dan jumlah piutang. kode pos. dan telp (optional). jenis langgana apakah salah satu dari pengecer atau grosir. 25 . kota. Dari struktur data ini dapat diartikan bahwa arus data langganan mempunyai elemen-elemen data kode langganan. boleh adadan boleh tidak ada). nama langganan yang terdiri dari nama kecil dan nama keluarga (optional.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI Contoh dari penggunaan notasi ini misalnya adalah arus data langganan yang mempunyai struktur data yang dapat ditulis sebagai berikut: Langganan = kode langganan + nama langganan + alamat + [pengecer|grosir] + batas kredit + jumlah piutang Nama langganan = nama kecil + (nama keluarga) Alamat = jalan + kota + kode pos + (telp) Batas kredit * jumlah kredit maksimum yang diijinkan.

Berdasarkan DFD usulan pada modul 3. Buat notasi struktur data dari setiap data yang ada di Kamus Data tersebut. buatlah kamus data untuk semua data yang ada di DFD.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI Latihan 1. 26 . 2.

Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI MODUL 4 NORMALISASI Overview Modul 2 ini menjelaskan mengenai alat pengembangan sistem berupa Normalisasi. Mengetahui tahapan pembuatan normalisasi 2. Membuat ERD sebuah sistem informasi. Membuat normalisasi sebuah sistem informasi 3. Tujuan 1. 27 .

Setiap data dibentuk dalam flat file.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI 4. Telah ditentukannya primary key untuk tabel/relasi tersebut. Suatu relasi yang memiliki single atribute untuk primary keynya secara otomatis pada akhirnya menjadi 2-NF. dan setiap atribut harus mempunyai nilai data yang atomic. Bentuk Normal Kedua (Second Normal Form/2 NF) Bentuk normal kedua didasari atas konsep full functional dependency (ketergantungan fungsional sepenuhnya). 4. 28 . Tiap atribut hanya memiliki satu pengertian. 3. Tidak ada set atribute yang berulang atau bernilai ganda. 2. Syarat normal kedua (2-NF) : 1. Bentuk normal kedua memungkinkan suatu relasi memiliki composite key. a. Syarat normal kesatu (1-NF) : 1. data dibentuk dalam satu record demi satu record nilai dari field berupa “atomic value”.1 Normalisasi Menurut Ladjamudin (2005) Normalisasi adalah suatu proses memperbaiki/membangun dengan model data relasional. dan secara umum lebih tepat dikoneksikan dengan model data logika. yaitu relasi dengan primary key yang terdiri dari dua atau lebih atribut. b. Bentuk Normal ke Satu (First Normal Form/1 NF) Pada tahap ini dilakukan penghilangan beberapa group elemen yang berulang agar menjadi satu harga tunggal yang berinteraksi diantara setiap baris pada suatu tabel. Normalisasi adalah proses pengelompokkan data kedalam bentuk tabel atau relasi atau file untuk menyatakan entitas dan hubungan mereka sehingga terwujud satu bentuk database yang mudah untuk dimodifikasi. Bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal kesatu.

Atribute bukan kunci (non-key) haruslah memiliki ketergantungan fungsional sepenuhnya pada kunci utama/primary key. Diagram hubungan entitas tidak menyatakan bagaimana memanfaatkan data. membuat data. dengan kata lain suatu atribute bukan kunci tidak boleh memiliki ketergantungan fungsional terhadap atribute bukan kunci lainnya. Syarat normal ketiga (3-NF) : 1.2 Entity Relationship Diagram (Diagram Hubungan Antar Entitas) Menurut Ladjamudin (2005) ERD adalah suatu model jaringan yang menggunakan susunan data yang disimpan dalam sistem secara abstrak. Bentuk Normal Ketiga (Third Normal Form/3 NF) Walaupun relasi 2-NF memiliki redudansi yang lebih sedikit daripada relasi 1-NF. c. Atribute bukan kunci (non-key) haruslah tidak memiliki ketergantungan transitif. ERD merupakan model jaringan data yang menekankan pada struktur-struktur dan relationship data. mengubah data dan menghapus data.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI 2. 4. Diagram hubungan entitas atau yang lebih dikenal dengan sebutan E-R diagram. Bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal kedua. 29 . namun relasi tersebut masih mungkin mengalami kendala bila terjadi anomaly peremajaan (update) terhadap relasi tersebut. seluruh atribute bukan kunci pada suatu relasi hanya memiliki ketergantungan fungsional terhadap primary key di relasi itu saja. adalah notasi grafik dari sebuah model data atau sebuah model jaringan yang menjelaskan tentang data yang tersimpan dalam sistem secara abstrak. 2.

buatlah Normalisasi dari data-data tersebut. buatlah ERD nya. Berdasarakan normalisasi.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI Latihan 1. Berdasarkan DFD dan kamus data. 30 . 2.

Materi yang akan dibahas meliputi definisi analisis sistem. Melakukan analisis kelemahan sebuah sistem 3. pendekatan analisis model driven. Melakukan analsisis kebutuhan sebuah sistem 4. Mengetahui tahapan analisis sistem 2. Tujuan 1. analisis kelemahan sistem. Melakukan analisis kelayakan sebuah sistem 31 . analisis kebutuhan sistem dan analisis kelayakan sistem.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI MODUL 5 ANALISIS SISTEM INFORMASI Overview Bagian ini akan membahas mengenai analisis sistem informasi.

Menentukan tingkat kelayakan kebutuhan sistem baru ditinjau dari beberapa aspek. persyaratan-persyaratan.2 Pendekatan-pendekatan Analisis Model Driven Model driven adalah analisis yang menggunakan gambar untuk mengkombinasikan masalah-masalah. Contoh dari analisis dengan pendekatan model driven adalah: 32 . diantaranya ekonomi. dan hukum. Tahap analisis sistem merupakan fase awal dalam pengembanagan sistem informasi yang difokuskan pada permasalahan sistem lama. adalah: 1. terlepas dari teknologi apapun yang akan digunakan untuk mengimplementasikan sousi pada masalah tersebut. 2. Menentukan kelemahan dari proses-proses bisnis pada sistem lama. maka tahapan berikutnya akan ikut salah yang bisa mengakibatkan gagalnya proses pengembangan sistem. Analisis sistem merupakan tahapan paling awal dari pengembangan sistem yang menjadi fondasi menentukan keberhasilan sistem informasi yang dihasilkan nantinya. 2007). 5. Menentukan kebutuhan dari sistem baru untuk mengatasi permasalahan pada sistem lama. 3. Ketika salah analaisis. dan kebutuhan bisnis sistem. Analisis sistem adalah teknik pemecahan masalah yang menguraikan bagian-bagian komponen tersebut bekerja dan berinteraksi untuk mencapai tujuan mereka (Al Fatta. Contoh model yang dipakai adalah flowchart dan DFD. Tujuan utama dari analisis sistem informasi. Proses pengembangan sistem sangat tergantung pada hasisl analisis sistem. teknik.Jurusan Teknik Informatika UNG 5. dan solusi-solusi bisnis.1 Analisis Sistem Praktikum ADSI Analisis sistem merupakan salah satu tahapan penting dalam pengembangan sistem. operasional. Tahapan ini sangat penting karena menentukan bentuk sistem yang harus dibangun.

Teknik objek muncul untuk memisahkan menghilangkan pemisahan data dan proses ini. Satu-satunya cara untuk membuat.Jurusan Teknik Informatika UNG a. c. Contoh 33 . membaca. b. Model-model data dalam rekayasa informasi disebut entity relationship. perilaku dan interasi antar objek. Akibatnya analis menggambarkan model data mentah ke dalam hubungan entitas. Model OOA adalah gambar-gambar yang mengilustrasikan objek-objek sistem dari berbagai perspektif. Analisis terstruktur sederhana dalam konsep. Analisis Terstruktur Praktikum ADSI Analisis ini terfokus pada aliran data dan proses bisnis dan perangkat lunak yang disebut dengan process oriented. Para analis menggambarkan serangkaian proses dalam bentuk diagram alir data (data flow diagram) yang menggambarkan proses yang ada atau yang diusulkan bersama-sama dengan input. Sebaliknya data dan proses spesifik yang membuat. Hal ini didasarkan pada tingkat kepercayaan bahwa data dan pengetahuan adalah sumber daya perusahaan yang harus direncanakan dan dipelihara. Rekayasa informasi dikatakan berpusat pada data karena menekankan pada pembelajaran dan analisis persyaratan data sebelum persyaratanpersyaratan proses. membaca. Analisis Berorientasi Objek Sebagian besar pendekatan pengembangan sistem telah memisahkan pengetahuan (data) dari proses. memperbaharui atau menghapus data itu diintegrasikan ke dalam konstruksi yang disebut data atau objek. Rekayasa Informasi dan Pemodelan Data Rekayasa informasi dulu terfokus pada struktur data yang tersimpan pada sebuah sistem yang disebut dengan data centered. baru kemudian membuat diagram aliran data yang menjelaskan proses-proses yang terjadi. output dan file mereka. seperti struktur. memperbaharui atau menghapus data adalah dengan cara proses perlekatan (embeded) yang disebut metode OOA adalah teknik yang model driven yang mengintegrasikan data dan proses yang disebut objek.

maka tahapan desain bisa dilaksanakan. Setelah daftar kelemahan sistem lama disusun. Identifikasi Masalah Pada tahap ini. Akhirnya banyak pengguna yang kembali ke sistem lama. Terdapat tiga pertanyaan kunci yang harus dijawab pada tahapan ini.Jurusan Teknik Informatika UNG yang paling terkenal adalah UML (Unified Modelling Language). yaitu: 34 . analisis kebutuhan sistem baru. Praktikum ADSI 5.4 Analisis Kelemahan Sistem Lama Tahapan ini dilakukan dengan kegiatan identifikasi masalah. titik berat analisis adalah sistem lama yang akan diganti dengan sistem baru. Kebutuhan yang diajukan kemudian diuji kelayakannya dengan beberapa uji kelayakan seperti kelayakan teknis. a. yaitu analisis kelemahan sistem. Pada analisis kelemahan sistem lama. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi kelemahankelemahan pada proses bisnis yang ada dan memastikan sistem baru bisa mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut.3 Tahapan Analisis Sistem Banyak sistem informasi akhirnya ditinggalkan pengguna karena sistem informasi tidak bisa memenuhi kebutuhan pengguna. operasionla. Hal ini disebabkan karena pada proses pengembangan sistem. langkah selanjutnya adalah menganalisis kebutuhan sistem baru. permasalahan dan kebutuhan sistem tidak terdefinisikan dengan baik. 5. dan analisis PIECES. ekonomi. dan analisis kelayuakan sistem baru. Tahapan analisis sistem terbagi menjadi tahapan analsisis yang lebih terinci. Jika kebutuhan yang diajukan lolos studi kelayakan. analis bertugas mendefinisikan masalah. dan hukum. Pada tahap ini kebutuhan untuk sistem informasi baru ditentukan dan diajukan.

Masalah dalam sistem informasi adalah kondisi atau situasi yang menyimpang dari sasaran informasi. Biasanya masalah dinyatakan dalam pertanyaan. 35 . misalnya:  Apakah sistem informasi ini dapat meningkatkan kinerja?  Apakah sistem informasi dapat menurunkan biaya?  Apakah sistem informasi bisa meningkatkan keamanan?  Apakah sistem informasi bisa menurunkan pemborosan?  Apakah sistem informasi bisa meningkatkan penjualan?  Apakah sistem informasi bisa meningkatkan pelayanan? Untuk memperoleh jawaban yang diharapkan. informasi tidak efektif. Langkah-langkah yang harus dilakukan analis adalah: 1) Mendefinisikan batasan dan sasaran sistem informasi 2) Mendefinisikan masalah yang dihadapi pengguna 3) Mengidentifikasi penyebab masalah dan titik keputusan 4) Mengidentifikasi pengguna akhir 5) Memilih prioritas penanganan masalah 6) Memperkirakan biaya dan manfaat secara kasar 7) Membuat laporan hasil pendefinisian masalah. atau sistem informasi tidak aman.Jurusan Teknik Informatika UNG    Apa masalahyang harus diselesaikan dengan sistem informasi? Apa penyebab masalah tersebut? Siapa yang menjadi pengguna akhir sistem? Praktikum ADSI Masalah yang diteliti oleh analis sistem adalah masalah yang dihadapi pengguna. maka analis sistem bekerja sama dengan pengguna untuk mendapatkan permasalahan yang dihadapi. misalnya kinerja mengalami penurunan.

ekonomi. tetapi hanya gejala dari masalah utama. harus dilakukan analisis terhadap kinerja. Information.Jurusan Teknik Informatika UNG b. kinerja diukur berdasarkan volume pekerjaan. Analisis Informasi Informasi merupakan komoditas krusial bagi pengguna akhir. Waktu tanggap adalah keterlambatan rata-rata antara suatu transaksi dengan tanggapan yangdiberikan kepada transaksi tersebut. pangsa pasar yang diraih. Eficiency. Evaluasi terhadap kemampuan sistem informasi dalam menghasilkan informasi yang bermanfaat perlu dilakukan untuk menyikapi peluang dan menangani masalah yang muncul. Economy. Julah produksi adalah jumlah pekerjaan yang bisa diselesaikan selama jangka waktu tertentu. Analisis Kinerja Masalah kinerja terjadi ketika tugas-tugas bisnis yang dijalankan tidak mencapai sasaran. Kinerja diukur dengan jumlah produksi dan waktu tanggap. karena terlalu banyak informasi malah akan menimbulkan masalah baru. dan Services). informasi. Pada bagian pemasaran misalnya. Hal ini penting karena biasanya yang muncul bukan masalah utama. Situasi yang membutuhkan peningkatan informasi meliputi:    Kurangnya informasi yang relevan Kurangnya informasi yang tepat waktu Terlalu banyak informasi 36 . dan pelayanan. Control. keamanan aplikasi. efisiensi. Panduan ini dikenal dengan analisis PIECES (Performance. Analisis PIECES Praktikum ADSI Untuk mengidentifikasi masalah. Dalam hal ini meningkatkan kualitas informasi tidak dengan menambah jumlah informasi.

Data yang sama ditangkap dan disimpan di banyak tempat Kekauan data. Persoalan ekonomis dan peluangberkaitan dengan masalah biaya. mencegah. Kontrol dipasang untuk meningkatkan kinerja sistem. atau mendeteksi kesalahan sistem. analisis data meneliti data yang tersimpan dalam sebuah sistem.Jurusan Teknik Informatika UNG  Informasi tidak akurat Praktikum ADSI Informasi juga dapat merupakan fakta dari suatu batasan ataukebijakan. Permasalahan yang dihadapi meliputi:   Data yang berlebihan. Analisis Ekonomi Alasan ekonomi merupakan motivasi paling umum bagi suatu proyek. menjamin keamanan data. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:  Biaya 1) Biaya tidak diketahui 2) Biaya tidak dapat dilacak sumbernya 3) Biaya terlalu tinggi  Keuntungan 1) Pasar-pasar baru dapat dieksplorasi 2) Pemasaran saat ini dapat diperbaiki 3) Pesanan-pesanan dapat ditingkatkan Analisis Keamanan Tugas-tugas bisnis perlu dimonitor dan dikoreksi jika ditemukan kinerja yang di bawah standar. 37 . Sementara analisis informasi memeriksa output sistem. tetapi diorganisasikan sedemikian rupa sehingga laporan dan pengujian tidak dapat atau sulit dilakukan. informasi dan kebutuhan. Data ditangkap dan disimpan.

atau komputer 2) Data diinput atau disalin seara berlebihan 3) Data diproses secara berlebihan 4) Informasi dihasilkan secara berlebihan 5) Usaha yang dibutuhkan untuk tugas-tugas terlalu berlebihan 38 . pencurian) terhadap data 3) Informasi dapat diakses pihak tidak berwenang Praktikum ADSI 4) Data tersimpan secara berlebihan. mesin.Jurusan Teknik Informatika UNG Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:  Keamanan atau kontrol lemah 1) Input data tidak diedit dengan cukup 2) Kejahatan (penggelapan. 1) Banyak waktu yang terbuang pada aktivitas sumber daya manusia . tidak konsisten pada file-file atau database yang berbeda 5) Pelanggaran peraturan atau panduan privasi data 6) Terjadi error saat pemrosesan 7) Terjadi eror saat membuat keputusan  Keamanan atau kontrol berlebihan 1) Prosedur birokratis memperlambat sistem 2) Pengendalian berlebihan mengganggu para pelanggan atau karyawan 3) Pengendalian berlebihan menyebabkan penundaan pemrosesan Analisis Efisiensi Efisiensi menyangkut bagaimna menghasilkan output sebanyak-banyaknya dengan input yang sekecil mungkin. Berikut adalah indikasi bahwa suatu sistem dapat dikatakan tidak efisien.

dan pernyataan tentang karakteristik yang harus dimilik sistem. dan kebutuhan nonfungsional (nonfunctional requirement). atau memutuskan bahwa sebenarnya pengembangan sistem baru tidak dibutuhkan. Fungsionalitas ini mencerminkan kebutuhan sistem.Jurusan Teknik Informatika UNG 6) Material yang dibutuhkan untuk tugas-tugas terlalu berlebihan Praktikum ADSI Analisis Layanan Analisis terhadap layanan perlu dilakukan untuk mengetahui sejauhmana layanan pada sistem lama. Berikut adalah beberapa kriteria penilaian di mana kualitas suatu sistem bisa dikatakan buruk: 1) Sistem menghasilkan produk yang tidak akurat 2) Sistem menghasilkan produk yang tidak konsisten 3) Sistem tidak mudah dipelajari 4) Sistem tidak mudah digunakan 5) Sistem tidak fleksibel 5. yaitu kebutuhan fungsional (functional requirement).5 Analisis Kebutuhan Sistem Hasil dokumentasi dari tahap analisis kelemahan sistem digunakan untuk rekomendasi fungsionalitas apa saja yang bisa dilakukan sistem baru. 39 . Tujuan dari fase analisis kebutuhan adalah memahami sebenar-benarnya kebutuhan dari sistem baru dan mengembangkan sebuah sistem yang mewadahi kebutuhan tersebut. maka analis membagi kebutuhan sistem menjadi dua jenis. Kebutuhan sistem bisa diartikan sebagai pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh sistem. Untuk mempermudah analis sistem dalam menentukan keseluruhan kebutuhan secara lengkap.

Jurusan Teknik Informatika UNG Kebutuhan Fungsional Praktikum ADSI Kebutuhan fungsional adalah jenis kebutuhan yang berisi proses-proses apa saja yang nantinya akan dilakukan oleh sistem. Contoh berikut menunjukan kebutuhan fungsional pada sistem perpustakaan. nama pengarang dan nama penerbit Pengguna dapat menampilkan tanggal kembali buku yang dipinjam Pengguna dapat mengetahui apakah anggota sudah mengembalikan buku yang dipinjam  Pengguna dapat menampilkan anggota yang paling seringgg meminjam.  Sistem harus dapat melakukan entri buku yang berhubungan dengan pendataan buku      Sistem harus dapat melakukan endataan anggota Sistem harus dapat melakukan transaksi peminjaman Sistem harus dapat melakukan transaksi pengembalian Sistem harus dapat melakukan laporan keuangan secara otomatis Sistem harus dapat memberikan laporan data buku yang hilang Setiap kebutuhan fungsional harus dijelaskan lebih rinci lagi. 40 . Sistem harus dapat melakukan transaksi peminjaman:       Pengguna dapat mencatat semua transaksi peminjaman Pengguna dapat memasukkan data-data dari anggota Pengguna dapat memasukkan jumlah buku yang dipinjam Pengguna dapat memasukkan judul buku. seperti contoh berikut. Kebutuhan fungsional juga berisi informasiinformasi apa saja yang harus ada dan dihasilkan oleh sistem.

Microsoft Windows Vista.Jurusan Teknik Informatika UNG Kebutuhan Nonfungsional Praktikum ADSI Kebutuhan nonfungsional adalah tipe kebutuhan yang berisi properti perilaku yang dimiliki oleh sistem. Microsoft Windows XP.  Kebutuhan operasional 1) Digunakan pada sistem operasi Microsoft Windows 7. kinerja. 2) Spesifikasi komputer minimal Pentium IV 3) Kebutuhan memori minimal 512 MB RAM 4) Dilengkapi dengan barcode reader 5) Printer untuk mencetak  Kebutuhan kinerja 1) Waktu untuk transaksi peminjaman buku dibatasi 2 menit 2) Waktu untuk transaksi pengembalian buku dibatasi 1 menit 3) Jumlah transaksi peminjaman dan pengembalian  Kebutuhan informasi 1) Informasi apabila username dan password salah 2) Informasi yang menampilkan prosedur pendaftaran anggota baru  Kebutuhan keamanan 1) Sistem aplikasi dan database dilengkapi pasword 2) Dilengkapi dengan kamera CCTV untuk mengawasi anggota yang membaca di ruang baca dan ruang penyimpanan tas yang tersambung ke komputer 41 . informasi dan keamanan. Contoh berikut menunjukan kebutuhan nonfungsional pada sistem perpustakaan. yang meliputi kebutuhan operasional.

Kelayakan Teknis Kelayakan teknis menyoroti kebutuhan sistem yang telah disusun dari aspek teknologi yang digunakan. Harus ada mekanisme untuk memastikan apakah kebutuhan sistem yang dibuat layak untuk dilanjutkan menjadi sistem atau tidak. maka secara teknis usulan kebutuhan sistem baru dinyatakan layak. kelayakan operasional. Namun tidak semua kebutuhan sistem yang didefinisikan pada tahapan analisis kebutuhan sistem layak untuk dikembangkan pada sistem informasi. maka tahap desain sistem bisa dimulai. Untuk mempermudah melakukan studi kelayakan teknis. Untuk memastikan usulan tersebut bisa diteruskan menjadi proyek yang menguntungkan maka proposal proyek harus dievaluasi kelayakannya dari berbagai segi kelayakan. kelayakan ekonomi.6 Analisis Kelayakan Sistem Praktikum ADSI Ketika sistem analis selesai menyusun dokumentasi kebutuhan sistem. murah dan mudah digunakan. Jika teknologi yang dikehendaki untuk pengembangan sistem merupakan teknologi yang mudah didapat. dan kelayakan hukum. Tahapan inilah yang sering disebut sebagai tahapan analisis kelayakan atau studi kelayakan. diantaranya: kelayakan teknis.Jurusan Teknik Informatika UNG 5. biasanya digunakan pedoman pertanyaan-pertanyaan berikut:  Apakah teknologi yang dibutuhkan sudah tersedia?  Apakah teknologi yang akan digunakan dapat berintegrasi dengan teknologi yang sudah ada?  Apakah sistem yang sudah ada dapat dikonversikan ke sistem dengan teknologi baru?  Apakah organisasi memiliki orang yang menguasai teknologi baru ini? 42 . Dokumen yang dihasilkan dari tahapan-tahapan sebelumnya dikumpulkan menjadi suatu proposal pendahuluan proyek.

informasi yang dihasilkan oleh sistem harus merupakan informasi yang benar-benar dibutuhkan oleh pengguna tepat pada saat pengguna membutuhkannya. Dengan demikian aspek untung rugi menjadi pertimbangan utama dala pengembangan sistem. usulan kebutuhan sistem harus benar-benar bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi pemesan sistem informasi. Beberapa pertanyaan yang bisa menjadi pedoman analaisis kelayakan operasionla ini adalah:  Apakah sistem dapat memenuhi tujuan organisasi untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan?  Apakah sisten dapat diorganisasikan untuk menghasilkan informasi pada saat yang tepat untuk setiap orang yang membutuhkannya? Kelayakan Ekonomi Aspek yang paling dominan dalam pengembangan sistem adalah kelayaka ekonomi. Di samping itu. Untuk disebut layak secara operasional.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI Kelayakan Operasional Kelayakan operasional menyangkut beberapa aspek. Untuk menganalisis kelayakan ekonomi digunakan kalkulasi yangdinamakan Cost Benefit Analysis atau Analisis Biaya dan Manfaat. Suatu proyek yang besar biasanya lebeih menekankan kelayakan ekonomi karena uumnya berhubungan dengan biaya yang terbilang besar. Analisis kelayakan ekonomi juga akan mempertimbangkan apakah bermanfaat melakukan investasi ke proyek ini atau harus melakukan sesuatu yang lain. Tak dapat disangkal lagi motivasi pengembangan sisten informasi pada perusahaan atau organisasi adalah motif keuntungan. Kelayakan ekonomi berhubungan dengan berapa lama biaya investasi dapat kembali. Tujuan dari analisis biaya dan manfaat ini adalah untuk memberikan gambaran kepada pengguna apakah manfaat yang 43 .

ada beberapa metode kuantitatif yang digunakan untuk menentukan standar kelayakan proyek.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI diperoleh dari sistem baru “lebih besar” dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. yaitu: 1) Analisis Payback (Payback Period) 2) Analisis Net Present Value 3) Return On Investment (ROI) 4) Internal Rate of Return (IRR) Kelayakan Hukum Kelayakan hukum diilakukan untuk memastikan apakah sistem baru yang diusulkan tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku. 44 . Pada analisis biaya dan manfaat. Hal yang dianalisis biasanya berupa software dan hardware yang digunakan apakah legal seara hukum atau tidak.

3. Analsisis kelayakan sistem tersebut. Analisis kebutuhan sistem tersebut. 4.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI Latihan 1. 45 . Lakukan survey terhadap sebuah sistem informasi. 2. Analsisis kelemahan sistem tersebut.

tekanan-tekanan desain. Mendesain output sebuah sistem informasi 4. Materi yang akan dibahas meliputi tujuan desain sistem. teknik desain secara umum dan desain komponen secara umum. Tujuan 1. Mengetahui langkah-langkah dalam mendesain sistem 2.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI MODUL 6 DESAIN SISTEM INFORMASI Overview Bagian ini akan membahas mengenai desain sistem informasi yang memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap. Mendesain input sebuah sistem informasi 3. Mendsain database sebuah sistem informasi 46 . personil yang terlibat.

persiapan untuk rancang bangun implementasi.  Menurut George M Scott Desian sistem menentukan bagaimana sutu sistem akan menyelesaikan apa yang mesti diselesaikan. perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemenyang terpisah ke dalam suatu kesatuan yang utuh dan berfungsi. yang dapat berupa penggambaran.1 Desain Sistem Desain sistem dapat diartikan sebegai berikut :  Menurut Robert J. pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional. Verzello/ John Reuter III : Praktikum ADSI Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem: pendifinisaian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional dan persiapan untuk rancang bangun implementasi. Dengan demikian desain sistem dapat diartikan sebagai berikut :      tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem. perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi. 47 . tahap ini menyangkut mengkonfigurasi dari komponenkomponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem sehingga setlah instalasi dari sistem akan bnar-benar memuaskan rancang bangun yang telah ditetapkan pada akhir tahap analisis sistem. menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk.Jurusan Teknik Informatika UNG 6. menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk.  Menurut john Burch & Gary Grunitski Desain sistem dapat didefinisikan sebagai penggambaran.

yaitu pebuatan rancang bangun yang jelas dan lengkap unutk nantinya digunakan untuk pembuatan program komputernya.4 Desain Sistem Secara Umum Tujuan dari desain sistem secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru. Tahap 48 . Desian terinci dimaksudhkan untuk pemrograman komputer dan ahli teknik lainnya yang akan mengimplemantasi sistem. Bagaiman dengan pemakain sistem (users)? Apakah pemakain sistem juga harus terlibat dalam tahap ini? Hasil dari ketidakterlibatan pemakai sistem akan mengakibatkan kurang puasnya pemakai sistem terhadap cara sistem bekerja (bahkan sistem tidak dapat memenuhi kebutuhan pemakai) maka pemakai sistem seharusnya juga terlibat dalam tahap desian sistem. yaitu sebagai berikut: 1) Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem 2) Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat. Desain sistem secara umum merupakan persiapan dari desain terinci.2 Tujuan Desain Sistem Tahap desain sistem mempunyai dua maksud atau tujuan utama. Tujuan kedua ini lebih condong pada desain yang terinci. 6.Jurusan Teknik Informatika UNG  Praktikum ADSI termasuk menyangkut mengkonfigurasi dair komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem. 6. Desain secara umum mengidentifikasikan komponen-komponen sistem informasi yang akan didesain secara rinci.3 Personil Yang Terlibat Pekerjaan desain sistem dilakukan oleh analis sistem dan personil-personil teknik lainnya. 6.

Parameter ini meliputi tipe dari output. Output di DAD ditunjukkan oelh arus data dari suatu proses ke kesatuan luar atau dari suatu proses yang lainnya. maka parameter dari output selanjutnya juga dapat ditentukan. disk atau kartu. alat output yang digunakan. Desain output secara umum ini dapat dilakukan dengna langkah-langkah sebagai berikut : 1) Menentukan kebutuhan output dari sistem baru Output yang akan didesain dari DAD (diagram arus dada) sistem baru yang telah dibuat. Langkah-langkah desian ouput secara umum. Desain output secara umum Output (keluaran) adalah produksi sistem informasi yang dapat dilihat. jumlah tembusannyadistribusinya dan periode output. microfilm) atau hasil di media lunak (berupa tampilan di layar vidio). Istilah output ini kasang-kasang membingungkan. fomratnya. Output dapat berupa di media kertas (seperti misalnya kerta. 2) Menentukan parameter dari output Setelah output-outpu yang akan didesain telah dapat ditentukan. Disamping itu output dapat berupa hasil dari suatu proses yang akan digunakan oleh proses lain yang akan digunakan oleh proses lain dan tersimoan di media seperti tape. a. media yang digunakan. 49 . karena output dapat terdiri dari macam-macam jenis.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI desain sistem secara umum dilakukan setelah tahap analisis sistem diselesaikan dan hasil analisis disetujui oleh manajemen.

Langkah-langkah ini adalah sebagia berikut. Langkah-Langkah Desain Input Secara Umum Yang perlu didesain secara rinci untuk input adalah bentuk dari dokumen dasar yang digunakan untuk menangkap data. pita magnetic atau disk magnetic) 3) Pemasukan data (data entry) merupakan proses membacakan atau memasukkan data ke dalam komputer. yaitu data capture. Menentukan kebutuhan input dari system baru Input yang akan didesain dapat ditentukan dari DAD sistem baru yang telah dibuat.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI b. kode-kode input yang digunakan dan bentuk dari tampilan input di alat input. misal kartu plong. Dokumen dasar merupakan bukti transaksi 2) Penyiapan data (data preparation). Desain Input Secara Umum Tergantung dari alat input yang digunakan. 50 . 1. yaitu mengubah data yang telah ditangkap ke dalam bentuk yang dapat dibaca oleh mesin (machine readable form. Input DAD ditunjukkan oleh arus data dari suatu kesatuan luar ke suatu proses dan bnetuk tampilan input di alat input yang ditunjukkan oleh suatu proses memasukkan data. yang perlu dilakukan oleh analis adalah mengidentifikasi terlebih dahulu input-input yang akan didesain secara rinci tersebut. Untuk tahap desain input secara umum. merupakan proses mencatat kejadian nyata yang terjadi akibat transaksi yang dilakukan oleh organisasi ke dalam dokumen dasar. 1) Penangkapan data (data capture). data preparation dan data entry. proses dari input dapat melibatkan dua atau tiga tahapan utama.

alat input yang digunakan. Menentukan parameter dari input. Praktikum ADSI Setelah input-input yang akan didesain telah dapat ditentukan. jarnag berubah nilainya. File Induk (master file) File induk dibedakan lagi menjadi :  File induk acuan (reference master file). Desain Database Secara Umum Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu sama lainnya. file daftar mata kulia. Databases merupakan salah satu komponen yang penting di sistem informasi. Contoh dari file ini adalah file daftar gaji. Tipe Dari File 1.Jurusan Teknik Informatika UNG 2.Penerapan database dalam sistem informasi disebut dengan database system. maka parameter dari input selanjutnya juga dapat ditentukan. Jumlah tembusan untuk input berupa dokumen dasar dan distribusinya. tersimpan di simpanan luar komputer dan digunakan perangkat lunak tertentu untuk memanipulasinya. dokumen dasar atau bentuk isian di alat input (dialog layar terminal). volume input dan periode input c. 51 . yaitu file induk yang recordnya relative statis. karena berfngsi sebagai basis penyedia informasi bagi para pemakainya. Parameter ini meliputi:  Bentuk dari input.      Sumber input.

Jurusan Teknik Informatika UNG  Praktikum ADSI File inudk dinamik (dynamic master file) yaitu file induk yang nilai dari recordrecordnya sering beruah atau sering dimutakhirkan (updated) sebagai akibat dari suatu transaksi. file induk langganan dan sebagainya. Contoh file ini adalah file induk persediaan. file transaksi (transaction file) File transaksi disebut juga dengan nama file input (input file). 2. File ini digunakan unutk merekam data dari hasil suatu transaksi yang terjadi. File kerja (working file) 52 . File pelindung (backup file) 6. 4. 3. File laporan (report file) File ini disebut juga dengan nama file output (output file). File ini dibuat untuk mempersiapkan pembuatan suatu laporan dan biasanya dilakukan bila printer belum siap atau masih digunakan oleh proses lain. yaitu file yang berisi dengan informasi yang akan ditampilkan. File sejarah (history file) 5.

Buat desain input sebuah sistem informasi.Jurusan Teknik Informatika UNG Praktikum ADSI Latihan 1. Buat desain input sebuah sistem informasi. 53 . Buat desain output sebuah sistem informasi. 3. 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->