Daftar Isi

DAFTAR ISI ...................................................................................................................................... I DAFTAR GAMBAR ........................................................................................................................... II KATA PENGANTAR......................................................................................................................... III 1. 1.1. 1.2. 1.3. 1.4. 1.5. 2. 3.1. 3.2. 3.3. 3.4. 3.5. 3. PENDAHULUAN ................................................................................................................ 4 LATAR BELAKANG........................................................................................................................................ 4 RUMUSAN MASALAH / PERTANYAAN PENELITIAN................................................................................. 5 TUJUAN......................................................................................................................................................... 5 KELUARAN .................................................................................................................................................... 5 MANFAAT...................................................................................................................................................... 5 METODOLOGI .................................................................................................................. 5 PENDEKATAN PENELITIAN ......................................................................................................................... 5 JENIS DAN SIFAT PENELITIAN .................................................................................................................. 6 POPULASI PENELITIAN............................................................................................................................... 6 METODE PENGUMPULAN DATA ................................................................................................................. 6 ANALISIS DATA .......................................................................................................................................... 7 HASIL PENELITIAN ......................................................................................................... 8 3.1. GAMBARAN PERMASALAHAN YANG TIMBUL DI LOKASI PENELITIAN .................................................. 8 3.1.1. Jalan Tol Surabaya – Mojokerto ........................................................................................... 9 3.1.2. Jalan Tol Kertosono – Mojokerto ........................................................................................ 9 3.1.3. Permasalahan di Jalan Lintas Selatan Jawa (JLSJ) Ruas Pacitan – Sidomulyo - Hadisuwarno............................................................................................................................................... 11 3.1.4. Permasalahan di Jalan Tol Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi dan Jalan Akses Bandara Kualanamu Non Tol. ................................................................................................... 12 3.2. SISTEM PENILAIAN TANAH BESERTA ASET DI LOKASI PENELITIAN.................................................. 13 3.2.1. Sistem Penilaian dengan pendanaan Swasta............................................................... 13 3.2.1.1. Penilaian Aset terdampak di TOL SUMO..................................................................... 13 3.2.1.2. Penilaian Aset terdampak di TOL MOKER.................................................................. 14 3.2.2. Sistem Penilaian dengan pendanaan Pemerintah...................................................... 15 3.2.2.1. Penilaian Aset terdampak di JLSJ Ruas Pacitan – Sidomulyo Hadisuwarno.................................................................................................................................................. 15 3.3. USULAN KOMPONEN DALAM ALTERNATIF PERHITUNGAN GANTI RUGI ........................................... 18 3.4. SISTEM KOMUNIKASI DI LOKASI PENELITIAN ..................................................................................... 23 24 4. 4.1. 4.2. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI ..............................................................................25 KESIMPULAN.............................................................................................................................................. 25 REKOMENDASI........................................................................................................................................... 25

DAFTAR PUSTAKA .........................................................................................................................27

i

DAFTAR GAMBAR

GAMBAR 1 TRASE JALAN TOL SURABAYA - MOJOKERTO .............................................................. 9 GAMBAR 2 TRASE JALAN TOL KERTOSONO – MOJOKERTO ......................................................... 10 GAMBAR 3 PETA TRASE JLSJ RUAS PACITAN – SIDOMULYO – HADIWARNO................................... 11 GAMBAR 4 MIND MAP USULAN KOMPONEN DALAM PERHITUNGAN GANTI RUGI LAHAN .................... 22 GAMBAR 5 MODEL KOMUNIKASI PEMBEBASAN LAHAN ............................................................. 24

ii

Penelitian ini merupakan salah satu kegiatan penelitian yang dilaksanakan oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Lingkungan Bidang Jalan dan Jembatan pada Tahun Anggaran 2011 pembebasan lahan. yang bertujuan untuk mengidentifikasi proses pengadaan tanah untuk kepentingan umum dan alternatif perhitungan ganti rugi akibat kegiatan Surabaya.KATA PENGANTAR Rinkasan Eksekutif ini merupakan ringkasan kegiatan Penelitian Perhitungan Pemberian Ganti Rugi Kegiatan Pembebasan Lahan Berdasarkan Valuasi Ekonomi. Ringkasan Eksekutif ini secara garis besar menjelaskan proses dan hasil-hasil yang diperoleh dari penelitian. Nopember 2011 Tim Pelaksana iii .

akan mempercepat distribusi barang dan jasa dari suatu kawasan ke wilayah lainnya. 4 . Selama ini besaran ganti rugi lahan yang terkena proyek pemerintah ditetapkan berdasarkan nilai rata-rata NJOP dan harga pasar. Sehingga akan memacu laju pertumbuhan ekonomi regional suatu kawasan. 2005 yang disempurnakan dengan PP No. Sedangkan di lain pihak Panitia Pengadaan Tanah sebagai wakil pemerintah. Latar Belakang Kemajuan suatu kawasan tidak terlepas dari kontribusi kemajuan infrastruktur di daerah tersebut. Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (SUMO) dengan panjang 36. Sebagai contoh.6 Km memerlukan lebih dari 4 (empat) tahun untuk membebaskan keseluruhan lahan yang dibutuhkan (dimulai 2007 – saat ini). Salah satu masalah penghambat pengadaan lahan adalah kesepakatan harga antara pemilik lahan dengan pemerintah. 2006) sebagai payung hukum penyelesaian pembebasan lahan. Banyak pemilik lahan meminta nilai kompensasi lahan lebih tinngi dari harga penawaran pemerintah.hijdinstitute. Hal ini dikarenakan pembangunan infrastruktur merupakan suatu variabel dalam akselerasi pertumbuhan ekonomi suatu kawasan.com Pada era reformasi. 65 Th. banyak pembangunan infratruktur jalan di Indonesia. jika terdapat pembangunan infrastruktur pada suatu kawasan atau wilayah tertentu akan selaras dengan perkembangan (pertumbuhan) ekonomi pada kawasan tersebut.1. 36 Th. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan peraturan (PP No. Tersedianya infrastruktur yang memadai.1. http://www. seringkali dianggap oleh sebagian pemilik tanah belum layak yang berujung keengganan pemilik untuk melepaskan lahan. Sudah merupakan suatu rumusan umum. tidak dapat memenuhi permintaan nilai tanah yang diajukan pemilik lahan karena ketidakadaan acuan. tetapi pelaksanaan dilapangan tetap tidak mudah. baik yang dibiayai oleh pemerintah ataupun investor terhambat penyelesaiannya akibat kesulitan pengadaan lahan. PENDAHULUAN 1. Pada akhirnya akan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Besaran nilai tersebut. yang menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia dan Demokrasi.

4. Memberikan panduan umum bagi Tim Pembebasan Tanah di Lingkungan Kementerian / Dinas Pekerjaan Umum dalam menentukan besaran ganti rugi pembebasan lahan yang diberikan kepada pemilik lahan. Rumusan Masalah / Pertanyaan Penelitian Pertanyaan yang berusaha dijawab dalam penelitian ini adalah : Bagaimana alternatif perhitungan ganti rugi pembebasan lahan berdasarkan valuasi ekonomi? 1.1.5. Manfaat Hasil penelitian secara teoritis : Memberikan gambaran proses pelaksanaan pengadaan tanah untuk proyek pembangunan jalan dan jembatan yang pendanaan oleh swasta maupun pemerintah. Tujuan Tujuan : Menyusun Naskah Ilmiah alternatif perhitungan besaran ganti rugi uang pembebasan lahan 1. METODOLOGI Pendekatan Penelitian Penelitian Perhitungan Pemberian Ganti Rugi Kegiatan Pembebasan Lahan Berdasarkan Valuasi Ekonomi menggunakan pendekatan kualitatif. 2.1. 5 . 3.2. 1.3. Keluaran Keluaran : 1 (Satu) Naskah Ilmiah alternatif perhitungan ganti rugi uang pembebasan lahan proyek pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. yaitu berusaha mendapatkan informasi yang selengkap mungkin mengenai proses pengadaan tanah untuk pembangunan jalan dan jembatan serta informasi alternatif perhitungan ganti rugi yang diterima pemilik lahan yang dilewati trase jalan sebagai akibat kehilangan hak milik.

Data sekunder terdiri atas : Artikel-artikel di media cetak dan internet yang relevan Peraturan yang terkait proses pengadaan tanah untuk kepentingan umum. Panduan rencana kegiatan pembasan tanah dan pemukiman kembali (LARAP). 3. 3. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi : 3.3. praktis dan evaluasi kegiatan proses perhitungan ganti rugi pemebebasan lahan yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan pengadaan tanah untuk Exploratory research (Penelitian Penjajagan) digunakan untuk memperdalam pengetahuan mengenai proses pengadaan tanah dan mendapatkan ide-ide alternatif perhitungan ganti rugi yang dapat diterima oleh kedua belah pihak.2. dilakukan dengan mengumpulkan literatur yang berhubungan dengan proses pengadaan tanah di suatu wilayah. Jenis dan Sifat Penelitian Sifat penelitian ini adalah penelitian terapan yang bertujuan untuk menjawab persoalan/masalah pembangunan.1. 6 . baik yang membutuhkan lahan maupun yang memiliki lahan. Dokumen – dokumen pengadaan tanah untuk kepentingan umum. Populasi Penelitian Unit analisa dari penelitian ini adalah semua pemilik lahan yang terkena dampak pembebasan lahan dan panitia pengadaan tanah yang terlibat dalam suatu pembangunan jalan. Peta rencana trase jalan dan daerah – daerah yang dilewati. Kajian metodelogi dan perhitungan kompensasi pembebasan tanah di negara lain. Pengumpulan data sekunder.3.4.2.

Reduksi data (data reduction) mengacu pada proses memilah. Analisis kualitatif Analisis pada penelitian kualitatif terdiri atas tiga aliran kegiatan yaitu reduksi data.2. Tahap lebih lanjut dari reduksi data adalah menulis lapangan yang telah ringkasan. Dinas Bina Marga d. 1994. memfokuskan. dilakukan dengan menggunakan beberapa teknik. menyederhanakan. penyajian data dan penarikan kesimpulan / verifikasi (Miles and Huberman. Page 1011). digunakan untuk mengetahui gambaran secara umum kondisi sosial. terhadap informan-informan kunci yang memiliki kompetensi untuk mengumpulkan data yang lengkap mengenai permasalahan yang sering terjadi pada kegiatan pengadaan tanah untuk pembangunan jalan dan gambaran proses perhitungan ganti rugi. Wawancara mendalam. tujuan penelitian. coding. 3.3. Analisis Data 3.5.1. dan mengubah data yang muncul dalam catatan tertulis lapangan atau transkrip. Pihak-pihak yang dilibatkan meliputi: a. mengkategori data. Pengumpulan data primer. ekonomi dan lingkungan masyarakat yang terkena dampak pembebasan lahan dalam wilayah studi. Dinas Cipta Karya Focus Group Disscussion (FGD) dilakukan kepada beberapa warga yang terkena pembebasan lahan di wilayah studi untuk mengetahui keinginan mendasar pemilik tanah dalam penentuan besaran ganti rugi. Matrik digunakan untuk mengetahui parameterparameter yang diperlukan dalam menentukan perhitungan ganti rugi suatu lahan dan data 7 . mengintisarikan. membandingkan data dan mengintegrasikan dengan Penyajian data (data display) hasil tinjauan direduksi dalam bentuk matrik dan jaringan. Subdit Pengadaan Tanah Ditjen Bina Marga c. Badan Pertanahan Nasional b. yaitu: Observasi. Berbagai teknik pengumpulan data tersebut dipadukan satu sama lain agar dapat menggali permasalahan studi secara komprehensif.3.2.

konsekuensi kemungkinan kehilangan keuntungan dalam bentuk lain akibat pemilihan suatu keputusan diperlukan satu kriteria yaitu kriteria well-being (kesejahteraan) anggota masyarakat. dianggap sesuai untuk menentukan kompensasi terhadap kehilangan aset tanah. 8 . Analisis valuasi ekonomi Untuk mengetahui konsep opportunity cost. attribute-based method (ABM). Kegiatan valuasi dalam penelitian ini. (4) Legal Formal. Langkah awal metode ABM adalah dengan mengidentifikasi komponen-komponen yang dapat dilakukan valuasi dalam kemungkinan biaya – biaya yang melekat pada suatu aset. 3. Kecenderungan individu mengurutkan barang-barang berdasarkan preferensinya merupakan dasar dari tindakan memilih yang diakibatkan keterbatasan barang dan jasa. 3.3. (5) Koordinasi Antar Instansi. 3. dimaksudkan untuk memperoleh informasi mengenai permasalahan pemberian ganti rugi lahan dan alternatif-alternatif perhitungan ganti rugi pada kegiatan pengadaan tanah untuk kepentingan umum.1. masih pada langkah mencari komponen – komponen yang berkaitan dengan suatu proses pelepasan hak atas tanah dan aset diatasnya. Komponen – komponen tersebut dikembangkan menjadi desain eksperimental untuk dilakukan uji yang bertujuan untuk mengeliminasi masalah. yang dilakukan dengan cara langsung maupun tidak langsung di lokasi penelitian. (2) Sistem Komunikasi.jaringan untuk mengetahui sistem prosedur pengadaan tanah untuk pembangunan jalan dan jembatan.2. Pendekatan yang mengasumsikan penilaian terhadap suatu barang atau jasa berdasarkan karakteristik yang dimiliki. (6) Status Tanah. Penilaian suatu barang atau jasa dalam bentuk uang merupakan konsep valuasi ekonomi. HASIL PENELITIAN Penggalian informasi. Gambaran Permasalahan yang Timbul di Lokasi Penelitian Permasalahan yang pengadaan tanah yang terjadi di lokasi penelitian secara garis besar antara lain : (1) Penentuan Kompensasi. (3) Komitmen Pemerintah Daerah.

Status kepemilikan tanah. antara lain : Proses administrasi pembebasan tanah milik TNI AL. Gambar 1 Trase Jalan Tol Surabaya . baru 9 . Penyelengaraan pengadaan tanah telah dimulai pada tahun 2007 yang mencakup empat wilayah pemerintah daerah. Jalan Tol Surabaya – Mojokerto Jalan TOL SURABAYA – MOJOKERTO adalah jalan tol yang menghubungkan Kota Surabaya dengan Kota Mojokerto. seperti tanah berstatus Letter C dan tanah yang telah diwakafkan oleh pemilik terdahulu hanya melalui lisan tanpa ada perubahan sertifikat. Kabupaten Sidoarjo. Warga / pemilik lahan enggan melepaskan aset yang dimiliki karena besaran harga tanah yang disodorkan oleh pemerintah dianggap kecil. Harga yang diperoleh pemilik tanah tidak memungkinkan untuk memperoleh tanah didaerah yang sama. Kabupaten Gresik dan Kabupaten Mojokerto. Jalan Tol Kertosono – Mojokerto Jalan Tol Mojokerto .Kertosono dengan panjang 41.3. Tanah berstatus Letter C adalah tanah yang belum bersertifikat dan hanya terdaftar dalam peta kelurahan setempat dimana letak tanah tersebut berada. sebagaimana terlihat pada Gambar 1.1.1. tanah milik Dinas Pekerjaan Umum Pengairan dan tanah milik Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA).2. Terhambatnya pengadaan lahan disebabkan oleh beberapa hal.Mojokerto 3.65 Km yang penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) telah dilakukan pada tahun 2006 ini. yaitu Kota Surabaya.1.

5%dari keseluruhan bidang tanah) untuk proses pembebasan. Perbedaan persepsi dalam membaca peraturan tanaha yang berlaku menjadi kendala dilakukan penerapan fisik di lokasi. permasalahan pengadaan tanah juga terjadi di wilayah Mojokerto. Kebijakan Pemerintah Kabupaten Jombang dengan memberikan nilai ganti rugi langsung pada nilai tertinggi dari kisaran nilai tanah disalah-artikan oleh masyarakat sebagai tindakan otoriter pemerintah yang tidak menghendaki adanya musyawarah. dengan membentuk kelompok yang bernama “Jamaah Korban Pembangunan Jalan Tol” atau disingkat menjadi JKPT. Langkah konsinyasi yang diambil oleh Panitia Pengadaan Tanah mengalami kegagalan dalam melakukan penerapan fisik meskipun mendapat pengamanan dari personel TNI . Pelaksana kegiatan pengadaan tanah untuk pembangunan Jalan Tol Kertosono – Mojokerto adalah Pemerintah Daerah Jombang dan Pemerintah Daerah Mojokerto sesuai cakupan wilayah kewenangan.menyelesaikan beberapa lahan (±35.POLRI. Lambatnya proses pembuatan peta bidang dan inventarisasi 10 . Selain di Kabupaten Jombang. Profil lokasi trase jalan tol Kertosono – Mojokerto dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 2 Trase Jalan Tol Kertosono – Mojokerto Salah satu permasalahan yang muncul pada proses pengadaan tanah di proyek pembangunan Jalan TOL MOKER adalah penolakan sejumlah kecil warga di Kabupaten Jombang terhadap besaran ganti rugi yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Jalan Lintas Selatan Jawa Ruas Pacitan – Sidomulyo . Pengadaan tanah didanai oleh APBD Kabupaten Pacitan dimulai pada Th.1 Km yang meliputi 13 Desa. Total panjang penanganan Pembangunan Jalan Pacitan – Sidomulyo – Hadiwarno adalah 30.3. 3. 30. Lokasi pembangunan jalan dapat dilihat pada Gambar 3.menyebabkan terhambatnya pelaksanaan pengadaan tanah. 2002 hingga Th. Gambar 3 Peta Trase JLSJ ruas Pacitan – Sidomulyo – Hadiwarno Permasalahan muncul akibat dari ketidakpuasan salah satu warga terhadap penetapan besaran ganti rugi pada tahun 2006 yang dirasakan terlalu rendah yaitu Rp. Kekurangan personel di pihak BPN Kabupaten Mojokerto ditengarai sebagai penyebab utama.Hadisuwarno merupakan bagian dari Trase Jalan Lintas Selatan.1.5 km. 2008. Pembebasan lahan terkendala di Desa Jetak Kecamatan Tulakan yang masih menyisakan trase sepanjang 2. Peta bidang tanah merupakan data pokok untuk pelaksanaan penilaian tanah beserta aset diatasnya.000/m2 (besaran maksimum). Upaya penyelesaian yang diambil Panitia 9 yaitu 11 . Permasalahan di Jalan Lintas Selatan Jawa (JLSJ) Ruas Pacitan – Sidomulyo .Hadisuwarno Upaya membuka isolasi untuk lebih mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sisi selatan Jawa merupakan alasan pemerintah membangun Jalan Lintas Selatan Jawa.

tetapi mereka ambil uang ganti rugi yang dititipkan di pengadilan dan tetap tidak mengijinkan pelaksanaan fisik diatas lahan yang mereka miliki. Pihak aparat kepolisian pun sulit melakukan tindakan eksekusi lahan karena ketetapan konsinyasi tidak memiliki hukum kuat. antara lain :  Ketidaksepakatan harga tanah. Pendanaan kegiatan pengadaan tanah Jalan Tol Medan – Kualanamu – Tebing jalan akses Bandara Kualanamu non tol. Terdapat 64 persen tanah di Desa Sena. Lahan beserta rumah atau aset lain diatasnya yang telah terbebaskan dan tidak segera digusur memberikan persepsi bahawa lahan tidak tergarap dan memberikan peluang pihak provokator untuk merubah persepsi warga pemilik lahan untuk menolak besaran ganti rugi. Seksi I dilaksanakan oleh Pemda Kabupaten Deli Serdang Tinggi berasal dari APBN. Jalan Tol Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi dengan panjang trase ± 72 Km merupakan jalan penghubung kota Medan menuju tebing Tinggi.4. kemungkinan ditengarai juga menyumbangkan andil menambah permasalahan karena memberikan celah waktu yang memungkinkan pihak ketiga masuk. terkendala adanya ketidaksepakatan harga.1. Permasalahan di Jalan Tol Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi dan Jalan Akses Bandara Kualanamu Non Tol. Masyarakat menginginkan tanah milik mereka dihargai sama dengan tanah di Desa Buntu 12 . Meskipun warga memprotes besaran ganti rugi yang ditetapkan Panitia 9. Permasalahan yang terjadi di Proyek Jalan Tol Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi dan Jalan Akses Bandara Kualanamu Non Tol. Trase jalan tol melewati dua kabupaten yaitu Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Serdang Bedagai.pengukuran ulang terhadap luas lahan dan bangunan yang terkena trase jalan tidak mebuahkan hasil. untuk dasar pengusiran warga dari lahan yang telah dikonsinyasikan. Pelaksanaan konstruksi yang menggunakan sistem paket. untuk dan Seksi II dilaksanakan oleh Pemda Kabupaten Serdang Bedagai. Tuntutan masyarakat sebagai pemilik lahan kepada panitia pengadaan tanah. timbul dari kecurigaan terhadap sikap Panitia 9 yang tidak transparan terhadap daftar normatif (luasan lahan). Konsinyasi ternyata tidak mudah dilakukan. konstruksi bertahap yang dibagi menjadi beberapa segmen/seksi ruas jalan. sehingga kegiatan pengadaan tanah dibagi menjadi dua Seksi. Hal tersebut mengakibatkan pembangunan fisik tetap belum dapat dilakukan. 3.

Permasalahan diatasi dengan Peraturan Gubernur No. 2011 sebagai landasan hukum pemberian santunan bagi masyarakat yang menepati tanah Eks HGU.  Tanah HGU. Tetapi hal tersebut tidak dapat dilakukan karena seluruh UGR yang diterima / ditandatangani PTPN menjadi aset PTPN yang harus dilaporkan kepada Menteri Negara BUMN untuk tujuan pengembalian aset ke Negara.2.  Komitmen Pemerintah Daerah.  Tanah Eks HGU. terdapat ketidaksepakatan atas harga di Desa Buntu Beribar dan Desa Tanjung Morawa B. Pada Tanah HGU yang tercatat sebagai pihak yang berhak adalah PTPN. Tanah Eks HGU adalah tanah bekas perkebunan yang telah habis masa ijin usaha. (b) Lokasi. (c) Bentuk. Ditemukan permasalan masyarakat menempati dan memiliki sertifikat (Sertifikat Hak Milik) atas tanah yang tercatat sebagai aset milik PT.Beribar. pertanian ataupun usaha. Adanya masyarakat yang menempati tanah PTPN untuk permukiman dan tanah garapan.1.1. Penilaian Aset terdampak di TOL SUMO Pelaksanaan penilaian tanah Tol SUMO secara keseluruhan dilakukan oleh KJPP IJR PT. Kurang aktifnya Pemerintah Daerah dalam Pekerjaan Umum untuk selalu aktif berkoordinasi dan berinisiatif melaksanakan kegiatan pengadaan tanah menuntut Tim Pembebasan Tanah dari Pihak Kementerian menyelesaikan kelengkapan setiap tahap pengadaan tanah. Selain di Desa Sena. Masyarakat berkenan pindah dari tanah tersebut dengan syarat diberikan kompensasi atas bangunan yang telah mereka bangun dan tempati.  Tanah Sengketa Masyarakat dengan PT. Sistem Penilaian Tanah beserta Aset di Lokasi Penelitian 3. 62 Th. Sistem Penilaian dengan pendanaan Swasta 3. sehingga pihak yang menandatangani penerimaan UGR adalah PTPN. Mekanisme pembayaran ganti rugi hanya memungkinkan P2T membayarkan uang ganti rugi (UGR) kepada pihak yang tercatat dalam sertifikat. Sucofindo Advisory atas penunjukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur. karena nilai tanah lebih rendah dibandingkan harga pasar. (d) Jalan 13 . Penilaian dilakukan berdasarkan pada nilai pasar dengan menggunakan nilai kesetaraan berdasarkan faktor fisik dengan menggunakan variable : (a) Waktu. Tanah eks HGU didiami oleh masyarakat untuk keperluan permukiman.2.1. 3. KAI berdasarkan surat ground card (peta) jaman Belanda. P2T bermaksud menambahkan uang kompensasi masyarakat penggarap tersebut didalam besaran UGR yang diterima PTPN agar uang tersebut dapat diberikan kepada masyarakat penggarap yang terkena dampak pembangunan jalan. KAI.2.

Penilaian terhadap rumah milik masyarakat terdampak 14 . luas dan faktor faktor yang mempengaruhi nilai tanah. pemukiman atau industri. PLN. Faktor waktu adalah keterangan kapan terjadinya penjualan / transaksi atau masih dalam bentuk penawaran. Penilai tanah melakukan pembagian lahan menjadi empat jenis lahan yaitu : a) b) c) d) tanah sawah/tegalan didalam.1. tanah sawah/tegalan dipinggir jalan. Penilaian Aset terdampak di TOL MOKER Penilaian atas tanah di Kabupaten Jombang telah dilakukan pada tahun 2007 oleh pemenang tender konsultan penilai. Sebagian besar masyarakat yang menolak adalah masyarakat petani yang menopangkan penghidupannya dari hasil tanah yang dimiliki. pasar tradisional. faktor sarana dan faktor waktu. apakah pertanian. tanah yang dimanfaatkan sebagai produksi batu bata yang dapat menghasilkan 500 buah bata untuk setiap luasan satu meter (satu bata dapat dijual dengan harga Rp. dilakukan penilaian ulang pada tanah yang berada di Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik (Seksi III) oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Nanang Rahayu. Metode yang digunakan dalam penilaian tanah adalah metode pendekatan perbandingan data pasar. Telkom. Sebagai contoh. PDAM. Keluhan terhadap penilaian bangunan (rumah) yang terkena trase jalan tol juga diajukan oleh masyarakat.Masuk. tanah pekarangan dipinggir jalan desa tanah pekarangan didalam. Penilai melihat tanah berdasarkan tingkat strategis letak tanah. 1500.2. Koreksi penyesuaian pada metode ini dengan menggunakan faktor lokasi. Faktor sarana adalah kelengkapan sarana yang dimiliki oleh suatu properti yang meliputi jalan masuk (tipe konstuksi jalan dan lebar jalan).2. faktor kegunaan. angkutan umum dan lain-lain. topografi dan kondisi tanah. yaitu Daksana Intra Swadaya.000/m2. kantor pemerintahan. bentuk tanah.-) dinilai Rp. Faktor kegunaan dengan mempertimbangkan peruntukan tanah. 70. dll). (e) Surat tanah. faktor fisik. Faktor fisik meliputi keterangan ukuran. Faktor lokasi adalah status letak suatu tanah pada suatu daerah apakah itu kota atau desa yang menentukan kemudahan pencapaian sebuah properti. jauh-dekatnya lokasi dengan fasilitas umum (tempat ibadah. Pada tahun 2008. kondisi fisik dan (f) Peruntukan. 3.

Penilaian Aset terdampak di JLSJ Ruas Pacitan – Sidomulyo Hadisuwarno Penafsiran atau penilaian tanah pada Proyek JLSJ oleh Tim Penaksir dilakukan berdasarkan nilai NJOP. Nilai HSPGN yang didapat kemudian dikalikan dengan persentase biaya komponen kegiatan. Nilai pasar bangunan merupakan nilai Biaya Penggantian Baru (Replacement Cost New / RCN) bangunan yang dikurangi dengan besaran penyusutan akibat umur efektif bangunan dan tingkat inflasi. HSPGN berasal dari hasil survey pasar yang diperbarui setiap tiga bulan sekali dan dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah. 3. Kabupaten Jombang.2. Biaya langsung (DC) adalah luas per meter persegi fisik suatu bangunan dikalikan dengan total nilai DKPB sedangkan biaya tidak langsung (IC) adalah beberapa persen dari DC. Kekurangan dari sistem perhitungan dengan menggunakan HSPGN adalah bangunan dinilai sama rata berdasarkan luas bangunan.1. Biaya Penggantian Baru bangunan berasal dari biaya langsung (DC) ditambah dengan biaya tidak langsung (IC).2. Sistem Penilaian dengan pendanaan Pemerintah 3. Sedangkan sistem penilaian menggunakan DKPB perlu lebih mencermati komponen – komponen bangunan secara detail agar tidak merugikan warga terdampak. Besaran nilai NJOP dapat 15 . Nilai Pasaran dan Nilai Transaksi. sebagaimana terlihat pada Tabel 1.diklasifikasikan menjadi dua jenis bangunan yaitu rumah tinggal tidak bertingkat dan rumah tinggal bertingkat yang kemudian dikelompokkan menjadi beberapa kelas berdasarkan luas bangunan dan lahan yang dimiliki.2.2.45/PRT/M/2007 Perhitungan tersebut diatas berbeda dengan panduan perhitungan nilai pasar bangunan yang dikeluarkan oleh BPN yang menggunakan Daftar Komponen Penilaian Bangunan (DKPB) sebagai dasar penilaian. Tabel 1 Standar luas Rumah Negara ditentukan sesuai dengan tipe peruntukannya Tipe Khusus A B C D E Luas Bangunan 400 m2 250 m2 120 m2 70 m2 50 m2 36 m2 Luas Lahan 1000 m2 600 m2 350 m2 200 m2 120 m2 100 m2 Sumber : Permen PU No.

000 30. Besaran nilai Taksiran Tim diperoleh dari nilai rata rata penjumlahan nilai NJOP terendah dan nilai Pasaran tertinggi dengan mempertimbangkan nilai transaksi.000 30. Kebonagung Dusun Kaliwaru Desa Sidomulyo Kec. Sumber : Bagian Administrasi Pemerintah Umum – Pemda Pacitan. Kelemahan dari cara pandang terhadap nilai tanah berdasarkan zona lokasi adalah penilai hanya menilai tanah berdasarkan perbandingan tanah yang ditinjau terhadap nilai tanah sejenis tanpa memperhitungkan aspek-aspek sosial ekonomi yang melekat pada tanah sebagai modal ekonomi individu-individu pemilik atau pengguna tanah serta kemungkinan kehilangan keuntungan akibat melepaskan kepemilikan atas tanah tersebut. Nilai pasaran diperoleh dari kisaran harga yang berlaku di masyarakat.000 s/d 100. sehingga metode yang digunakan harus berupa penilaian tanah bidang per bidang.000 s/d 143.150 s/d 8. Kepala Desa/Lurah dan Camat terkadang 16 .000 s/d 40. Perbandingan nilai pasar sangat tergantung pada data – data nilai transaksi yang tercatat dalam buku rekapitulasi transaksi jual beli yang dimiliki oleh pihak kelurahan/kantor desa atau kecamatan. Nilai transaksi adalah nilai penjualan tanah yang tercatat di Kecamatan dan Kelurahan. Lokasi NJOP (Rp) Pasaran (Rp) 40.000 Taksiran Tim (Rp) 35. Penggunaan sistem zona dalam menilai tanah ditemukan tidak tepat digunakan untuk penilaian pengadaan tanah. suatu lahan yang berada di tepi jalan dengan peruntukan sebagai lahan pekarangan produktif yang ditanami dengan pohon pisang memiliki persamaan nilai dengan tanah kosong yang berada di tepi jalan yang sama atau dua tanah pertanian produktif dengan dilengkapi sistem irigasi akan terhitung memiliki persamaan nilai per meter persegi tanah meskipun salah satu lahan terpotong trase jalan sehingga pemanfaatan sisa tanah tidak dapat maksimal. Dusun Gayam Desa Sidomulyo Kec. Semisal.000 s/d 40. Permasalahan kebenaran data di perkotaan.000 s/d 15.000 30.diketahui dari surat pajak tanah dan bangunan pemilik lahan.000 Transaksi (Rp) 40.000 s/d 190.000 s/d 40.000 1. bahwa nilai transaksi yang tercatat. bukan merupakan nilai transaksi nyata dilapangan. Hasil Taksiran Tanah untuk pembangunan pelabuhan di Pacitan (14 – 15 April 2011) No.000 7.150 2. Tabel 2. Kebonagung 14. Kondisi tersebut dapat diatasi dengan mengubah sudut pandang penilaian terhadap tanah sebagai suatu aset properti dan tanah sebagai aset bisnis yang berbeda satu dengan yang lain tergantung peruntukan. Contoh hasil penaksiran harga tanah yang dilakukan Pemda Pacitan dapat dilihat pada Tabel 2 berikut.

3 Th. (b) Lokasi.Th. (e) Surat tanah. 3 Th.Uang Lahan Bangunan Tanaman Utilitas 3. 2007 Th. Sedangkan permasalahan di pedesaan adalah tidak adanya data penjualan tanah pada kurun waktu tertentu. 2006.tidak dikutsertakan dalam perjanjian jual beli sehingga data nilai transaksi hanya berasal dari laporan pelaku jual beli. 36 Th. (d) Jalan Masuk.Perpres No. 3 Th. 5. Kabupaten Jombang) .Keputusan Kepala BPN No. 2007 . 1. 36 Th.Perpres No. 2008 penilaian ulang untuk beberapa desa (Tol Sumo) .Uang Lahan Bangunan Tanaman Utilitas Jalan Tol Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi APBN .Sertifikasi . 2007 (Tol Moker. 65 Th.Metode penilaian dengan membandingkan nilai NJOP. 2005 jo Perpres No. harga pasar dan nilai terakhir penjualan.Perpres No. Tabel 3.Keputusan Kepala BPN No.Th. 2008 . 2006 . 2006 .Lahan . Nilai Pasaran dan Nilai Transaksi untuk memperoleh nilai Taksiran. 17 . Uraian Sumber Dana Mekanisme pengadaan tanah Tahun pelaksanaan penilaian Sistem ganti rugi Aset yang diganti uang JLSJ ruas Pacitan – Hadiwarno APBD dan APBN . 36 Th. Nilai transaksi yang terlaporkan dapat memiliki nilai lebih rendah ataupun lebih tinggi tergantung kebutuhan atau kepentingan pihak pelaku jual beli. Persamaan dan perbedaan sistem penilaian tanah dapat dilihat pada Tabel 3.rata penjumlahan nilai NJOP dan nilai Pasaran dengan mempertimbangkan Jalan Tol Surabaya – Mojokerto – Kertosono Badan Layanan Umum (BLU) . 4. 2006 .Besaran nilai Taksiran Tim diperoleh dari nilai rata . 65 Th.Dasar penilaian yang digunakan adalah Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP). (f) Peruntukan.Koreksi penyesuaian pada . Metode penilaian . luas dan faktor faktor yang mempengaruhi nilai tanah .Metode penilaian perbandingan nilai pasar dengan faktor fisik menggunakan variable sebagai berikut : (a)Waktu. 6. kondisi fisik. 2007 Th. Berbeda dengan nilai transaksi yang terlaporkan lebih tinggi diperuntukkan untuk kebutuhan penyertaan modal dalam pengajuan pinjaman. dan Th. 2. (c) Bentuk. . Nilai transaksi yang dilaporkan lebih rendah bertujuan untuk mengurangi besar pajak yang harus dibayar kepada pemerintah.Keputusan Kepala BPN No. 2005 jo Perpres No.Metode penilaian perbandingan nilai pasar . 2005 jo Perpres No.Bangunan . Matrik Perbandingan Sistem Penilaian Tanah No. 65 Th.Uang . Hal ini dikarenakan perubahan peruntukan tanah di pedesaan tidak secepat perkembangan tanah di perkotaan. 2006 .

hasil diskusi dengan BPN dan Subdit Pengadaan Tanah.Metode zona tanah Lembaga Penilai Tanah (Appraisal /KJPP) . faktor sarana dan faktor waktu. Lembaga Penilai Tanah (Appraisal /KJPP) 3. Usulan Komponen dalam Alternatif Perhitungan Ganti Rugi Sistem perhitungan ganti rugi yang diberikan kepada pemilik tanah. Sistem penilaian Pihak yang melakukan penilaian .Metode zona tanah Tim Penafsir tanah yang dibentuk berdasarkan SK Bupati . Jalan Tol Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi 7. Langkah awal dalam melakukan valuasi ekonomi terhadap suatu barang atau jasa adalah dengan mengidentifikasikan komponen . .Metode zona tanah 8. faktor fisik. Biaya yang ditimbulkan akibat relokasi/biaya pindah ke tempat baru. Nilai non fisik merupakan nilai kehilangan finansial akibat kehilangan aset tanah yang diwakili oleh nilai premium. faktor kegunaan.No. kehilangan finansial akibat pengadaan tanah meiputi : Kerugian akibat nilai tanah yang menurun akibat tanah terbebaskan sebagian. Kerugian akibat kehilangan usaha yang sedang berjalan.3.Dasar penilaian yang digunakan adalah Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP). Biaya yang timbul akibat relokasi / pindah ke tempat baru. (range terendah dan tertinggi) Jalan Tol Surabaya – Mojokerto – Kertosono penilaian ulang dilakukan pada faktor lokasi.komponen perhitungan ganti rugi yang 18 . Penilaian fisik adalah nilai fisik dari hak atas tanah menggunakan berbasis nilai pasar. selama ini telah memperhitungkan penilaian fisik dan penilaian non fisik.6 × ݊݅ ݈ ܽ݅‫ݎܽݏܽ݌‬ Berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) penilaian tanah yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional. harga pasar dan nilai terakhir penjualan. Perumusan perhitungan ganti rugi yang telah dilakukan adalah : ) ‫݅݊ =݅ݏܽݏ݊݁݌ ݉݋ܭ‬ ݈ ܽ݅‫ݎܽݏܽ݌‬+ (ܽ × ܾ݅ ܽ‫ݐ݅ݎܽܿ݊݁ ݉ܽݕ‬ ܽ݊ܽℎ) + (ܾ × ‫݅݌ݏ݋݇݃݊݋‬ ݊݀ܽℎ) + (ܿ× ܾ݅ ܽ‫ݐ݊݁ݏܽݕ‬ ݅ ݉ ݁݊‫ݐ‬ ݅ ݈ ‫ ≤ ݅ݏܽݏ݊݁݌ ݉݋ܭ‬1. nilai selain akibat kehilangan finansial seperti nilai kosmis religious magis atau ikatan emosional yang dimiliki tanah tidak diperhitungkan. Uraian JLSJ ruas Pacitan – Hadiwarno nilai transaksi.

Gambaran komponen – komponen tanah sesuai klasifikasi dapat dilihat pada Gambar 4. KAI. Pengklasifikasi terdiri atas : (1)Permukiman. (4)Tanah Pertanian/Perkebunan.e.i. (7)Tanah Eks HGU.f = nilai pengali Pertokoan / Warung Toko ‫݅ݏܽݏ݊݁݌ ݉݋ܭ‬ = ܺଵ + ܺଶ + gYଵ + hYଶ + iܺହ + jYଷ Warung Keterangan : X1 = nilai pasar tanah X2 = nilai bangunan Y1 = biaya pemulihan pendapatan Y2 = biaya promosi X5 = biaya pindah Y3 = kompensasi jarak tempat usaha ke sumber modal g. (5)Tanah Kehutanan. (3)Pertokoan/Warung.h. (11)Aset Desa. (12)Tanah Wakaf dan (13)Fasus/Fasos.4.c = nilai pengali Perkantoran Keterangan : ‫ݐ݊ܽ݇ݎ݁ܲ݅ݏܽݏ݊݁݌ ݉݋ܭ‬ ‫ܺ = ݊ܽݎ݋‬ଵ + ܺଶ + ݀ܺଷ + ݁ܺସ + ݂ܺହ X1 = nilai pasar tanah X2 = nilai bangunan X3 = faktor kehilangan waktu tempuh untuk beraktivitas X4 = biaya kontrak/sewa X5 = biaya pindah d. (9)Aset PT. Berdasarkan uraian diatas maka dibuat usulan komponen – komponen alternatif perhitungan ganti rugi pembebasan lahan sebagai berikut : Permukiman Keterangan : ‫݅݇ݑ ݉ݎ݁ܲ݅ݏܽݏ݊݁݌ ݉݋ܭ‬ ݉ ܽ݊ = ܺଵ + ܺଶ + ܽܺଷ + ܾܺସ + ܿܺହ X1 = nilai pasar tanah X2 = nilai bangunan X3 = faktor kehilangan waktu tempuh untuk beraktivitas X4 = biaya kontrak/sewa X5 = biaya pindah a. (10)Aset TNI/POLRI. (8)Utilitas PLN/PDAM. (2)Perkantoran.b.diklasifikasikan sesuai peruntukan suatu tanah atau lahan. (6)Tanah HGU.j = nilai pengali 19 .

- Tanah Pertanian / Perkebunan Kompensasi Pertanian = Xଵ + X ଶ + kYଵ + X ଺ + lYଷ Perkebunan Keterangan : X1 = nilai pasar tanah X2 = nilai bangunan Y1 = biaya pemulihan pendapatan X6 = nilai tanaman Y3 = kompensasi jarak tempat tinggal ke tempat aktivitas k.n = nilai pengali Utilitas PLN / PDAM Keterangan : Y6 = biaya relokasi instalasi Y7 = biaya konstruksi instalasi baru Y8 = biaya bongkar instalasi lama Kompensasi PLN/PDAM = Y଺ + Y଻ + Y଼ Kompensasi Eks HGU = X ଶ + mX ହ + X ଺ + nYହ 20 .n = nilai pengali Tanah Eks HGU Keterangan : X2 = nilai bangunan X6 = nilai tanaman X5 = biaya pindah Y5 = biaya pelatihan/modal m.l = nilai pengali Tanah Kehutanan Keterangan : X1 = nilai pasar tanah Y4 = biaya appraisal Tanah HGU Keterangan : Kompensasi HGU = Xଵ + X ଶ + mX ହ + X ଺ + nYହ Kompensasi kehutanan = 2Xଵ + Yସ X1 = nilai pasar tanah X2 = nilai bangunan X6 = nilai tanaman X5 = biaya pindah Y5 = biaya pelatihan/modal m.

21 .- Aset PT. KAI = Xଵ - Aset TNI / POLRI Keterangan : Kompensasi HGU = Xଵ + X ଶ + mX ହ + X ଺ + nYହ X1 = nilai pasar tanah X2 = nilai bangunan Aset Desa Keterangan : X1 = nilai pasar tanah Y4 = biaya appraisal Kompensasi Aset Desa = Xଵ + Yସ - Besaran nilai pengali belum dapat diketahui dengan pasti karena memerlukan proses simulasi yang berulang dan survey lebih detail untuk memperoleh nilai yang tepat. KAI Keterangan : X2 = nilai pasar tanah Kompensasi PT.

Gambar 4 Mind Map Usulan Komponen dalam Perhitungan Ganti Rugi Lahan 22 .

Sistem Komunikasi di Lokasi Penelitian Kabupaten Jombang sebagai lokasi penelitian memiliki konfigurasi sosial yang rumit. diketahui warga saat sidang di pengadilan 4 Kultur Warga Pungutan liar dengan dalih biaya administrasi Bergesernya peran tokoh local kyai 5 Pemetaan Pemerintah belum optimal Hilangnya kepercayaan warga terhadap fungsi kyai sebagai fasilitator Kaburnya batas dan peran dari Warga menjadi ketakutan Warga kecewa atas penetapan harga dan tidak adanya ruang untuk diskusi Warga merasa terintimidasi Muncul Jamaah Korban Pembangunan Jalan Tol Kekecewaan dan kemarahan Konsolidasi Jamaah Korban Pembangunan Jalan Tol 23 . Pembebasan tanah untuk jalan Tol Moker. Masalah Sosialisasi Aspek Perbedaan freqwensi / jumlah sosialisasi antara pemerintah dan warga Perbedaan kualitas dan pemaknaan atas sosialisasi antara pemerintah dan warga Intimidasi dalam sosialisasi Reaksi Minimnya pengetahuan warga atas sosialisasi.4. sekaligus derajat konflik menengah-berat.3. bisa digambarkan dalam matrik sebagai berikut : No 1. sehingga pembebasan lahan tol Mojokerto Kertosono (Moker) tidak berjalan lancar. Ketidakpahaman warga atas manfaat pembanguan jalan tol Ketidakpahaman warga atas jumlah dan perhitungan ganti untung Ketidakpahaman warga atas hak dan kuwajiban mereka Warga tidak memahami timeline tahap-tahap pembangunan 2 Musyawarah Perbedaan persepsi dan makna musyawarah antara warga masyarakat dan pemerintah 3 Administrasi Intimidasi aparat dalam musyawarah Ada oknum memalsukan tanda tangan.

Kementerian PU tidak dapat mencampuri wewenang tersebut.2007. Disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat. Disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat. P2T merupakan kepanitian Ad hoc yang berfungsi sebagai pengesah proses pelepasan hak atas tanah dalam kegiatan pengadaan tanah untuk umum. PEMBERIAN GANTI UNTUNG RELOKASI GANTI UANG ATAU BUKAN UANG Gambar 5 Model Komunikasi Pembebasan Lahan 24 . MEDIA DISEMINASI Bagan alir pengadaan tanah sesuai Perpres No. sebagaimana layaknya Notaris yang memiliki fungsi hukum.Sosial memetakan konfigurasi aktor-aktor sosial dalam pergerakan melawan komunitas Jamaah Korban Pembangunan Jalan Tol masing-masing actor sosial sehingga gagal membaca dan memprediksikan rencana masyarakat Rencana Tahapan Komunikasi (Communication Scenario Planning) Progam Pembebasan Lahan Investor TPT Pemerinta h P2T Warga SATGAS Permen PU No.2006 dan Perka BPN No. SOSIALISASI Masyarakat dijelaskan pemilihan metode penilaian tanah (system zona atau system bidang) saat sebelum pelaksanaan penilaian. 3 Th. MUSYAWARAH Progres pengadaan tanah yang menampilkan bidang tanah mana saja (beserta nama pemilik) yang telah terbebaskan dapat ditempelkan di papan pengumuman di Balai Desa. Menghindarkan teknik sosialisasi yg mengandalkan janji. Tugas Satgas sebaiknya diperjelas menghindari kecurigaan mengintimidasi. dapat ditempelkan pada papan pengumuman di Balai Desa. Pembentukan Satgas terdiri dari pejabat instansi yang terkait pengadaan tanah merupakan wewenang P2T. 65 Th. Fasilitasi Pemerintah desa (camat Kades) POSKO PENGADUAN (INFORMATION CENTRE) Tokoh masyarakat dapat berperan dalam kegiatan sosialisasi dengan dibentuk Satgas kegiatan sosialisasi yang mengikutsertakan tomagada didalamnya. 36 Th. 01/PRT/M/ 2007 mengatur MOU dengan Investor agar pada masa operasional melaksanakan Corporate Social Responsibility. 2005 jo Perpres No.

Pihak swasta akan lebih mudah berkompromi dengan masyarakat dengan pertimbangan sebagai usaha menghindari kerugian yang lebih besar akibat terkendalanya pengadaan tanah.1. Perbedaan. Perhitungan kompensasi untuk kepentingan umum merupakan gabungan antara penilaian faktor fisik dan faktor non fisik. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 4. Faktor non fisik meliputi biaya pindah ke lokasi baru. kompensasi pemulihan pendapatan. ) ‫ݏܽݏ݊݁݌ ݉݋ܭ‬ ݅= ݊݅ ݈ ܽ݅‫ݏܽ݌‬ ܽ‫ݎ‬+ (ܽ × ܾ݅ ܽ‫ݐ݅ݎܽܿ݊݁ ݉ܽݕ‬ ܽ݊ܽℎ) + (ܾ × ‫݅݌ݏ݋݇݃݊݋‬ ݊݀ܽℎ) + (ܿ× ܾ݅ ܽ‫ݐ݊݁ݏ ܽݕ‬ ݅ ݉ ݁݊‫ݐ‬ ݅ ݈ ‫ݏܽݏ݊݁݌ ݉݋ܭ‬ ݅ ≤ 1. hanya terdapat pada pengambilan kebijaksanaan untuk menyelesaikan permasalahan ganti rugi yang diberikan kepada pemilik aset yang disebabkan tingkat flesibelitas aliran dana.4. Rumus perhitungan ganti rugi dapat dilihat pada rumus dibawah ini. Kesimpulan Berdasarkan hasil temuan dilapangan dan analisis dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut : (a) Alternatif perhitungan ganti rugi pembebasan lahan yang diterapkan di lapangan adalah hasil penilaian tanah berbasis nilai pasar yang ditambahkan dengan nilai premium yang diasumsikan sebagai nilai non fisik tanah. dan biaya yang harus dikeluarkan untuk memulai usaha di tempat baru. 25 . 4. biaya sewa/kontrak (jika ada). Rekomendasi Rekomendasi yang diberikan terkait alternatif komponen perhitungan ganti rugi dan sistem komunikasi yang perlu dicermati. biaya kehilangan usaha yang merupakan gambaran ekspektasi tanah (fungsi ekonomis dari tanah tersebut). (a) Perhitungan ganti rugi / komponen perlu memperhatikan klasifikasi kegunaan tanah bidang per bidang tanah yang berujung pada penentuan jenis komponen yang terkandung didalamnya.6 × ݊݅ ݈ ܽ݅‫ݎܽݏܽ݌‬ (b) Proses pengadaan tanah untuk pembangunan jalan dan jembatan yang pendanaan oleh swasta maupun pemerintah secara garis besar tidak memiliki perbedaan dalam alur pelaksanaan ataupun pihak yang berwenang dalam melaksanakan pengadaan tanah dan melakukan penilaian atas tanah beserta aset diatasnya.2.

(b) Diperlukan rencana tahapan komunikasi untuk mencegah benturan yang mungkin terjadi dalam proses pengadaan tanah. 26 . Sistem komunikasi dua arah yang memungkinkan masukan atau pengaduan dari masyarakat terdampak dalam tahap penentuan keputusan sehingga keterlibatan tidak sebatas sebagai penderita adalah penting untuk dicermati mengingat nasib masyarakat setelah melepaskan hak atas tanah yang dimiliki tergantung pada tahapan tersebut.

SAGE Publications. Inc.DAFTAR PUSTAKA - Miles. Handbook for Preparing a Resettlement Action Plan. 15 Juni 2006. Matthew B and Huberman. - Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2005 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum. A. 1994. 3 Mei 2005. 27 .M. Jakarta. Qualitative data analysis. International Finance Corporation. - Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum. Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 2007 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum Sebagaimana Telah Diubah Dengan Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum Anonim. Jakarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful