P. 1
Pengertian dan Dampak Narkoba

Pengertian dan Dampak Narkoba

|Views: 353|Likes:
PENGERTIAN DAN DAMPAK NARKOBA
(NAPZA) Narkotika Alkohol Psikotropika dan Zat Adiktif, (NARKOBA) Narkotika Psikotropika dan Bahan Adiktif. Dipublikasikan di Website Dinas Sosial Ypgyakarta: www.dinsos.jogjaprov.go.id
Oleh : Bro Eko Prasetyo
PENGERTIAN DAN DAMPAK NARKOBA
(NAPZA) Narkotika Alkohol Psikotropika dan Zat Adiktif, (NARKOBA) Narkotika Psikotropika dan Bahan Adiktif. Dipublikasikan di Website Dinas Sosial Ypgyakarta: www.dinsos.jogjaprov.go.id
Oleh : Bro Eko Prasetyo

More info:

Published by: Feriawan Agung Nugroho on Jun 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

09/09/2015

PENGERTIAN DAN DAMPAK NARKOBA NAPZA

Narkotika Alkohol Psikotropika dan Zat Adiktif

NARKOBA
Narkotika Psikotropika dan Bahan Adiktif Oleh : Bro Eko Prasetyo

Hukum

Kesehatan

Badan Dunia

: Zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, menghilangkan rasa, mengurangi hingga menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan/ adiktif (UU No. 22 Tahun 1997) : Bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/ otak sehingga bilamana disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis/ jiwa dan fungsi sosial (Departemen Kesehatan RI) : Suatu zat yang apabila dimasukkan ke dalam tubuh akan memengaruhi fungsi fisik dan/atau psikologi (kecuali makanan, air dan oksigen) (WHO)

Pengertian umum :
Semua jenis zat kimia baik alami maupun tidak yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman yang berbentuk sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan perubahan kesadaran dalam sifat, pikiran, perasaan dan sikap perilaku/ karakter manusia. Semua jenis narkoba baik itu resmi maupun tidak resmi apabila disalahgunakan dapat menimbulkan efek yang sangat merugikan baik bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat luas. Penyalahgunaan semua jenis narkoba secara terus menerus akan mengakibatkan kecanduan yang nanti pada akhirnya akan menjadi suatu ketergantungan dan ketagihan. Terdapat tiga jenis kategori narkoba menurut efek psikisnya, yaitu : 1) Depresan Obat-obatan ini memperlambat sistem saraf pusat. Obat ini bisa membuat orang merasa santai, kurang tegang, dan kurang menyadari peristiwa sekelilingnya. a. Alkohol b. Heroin c. Inhalants | 1

2)

3)

4)

d. Sleeping Pills e. Ketamine f. Pain killers (obat penghilang rasa sakit) Stimulan Obat ini dapat mempercepat sistem saraf pusat, dapat membantu orang merasa lebih waspada dan meningkatkan kinerja fisik. Stimulan diambil untuk membuat orang merasa senang dan penurunan nafsu makan. a. Nikotin (tembakau) b. Kokain dan kokain jenis bubuk (crack) c. Amphetamine d. Methamphetamine Halusinogen Obat ini kadang-kadang disebut "mengubah pikiran" atau halusinasi. Obat ini dapat meningkatkan kesadaran seseorang dari pandangan, sentuhan, rasa dan pendengaran. Dapat mendengar suara lembut. Halusinogen juga dapat merubah suasana hati seseorang. a. Marijuana (ganja) b. Ecstasy c. LSD (Lysergic Acid Diethylamide) Zat jenis lainnya a. Steroids b. Herbal

Efek Dari Narkoba Tergantung Pada Beberapa Faktor Yaitu Dari : 1) 2) 3) 4) 5) Jenis yang digunakan (depresan ; stimulan ; halusinogen) Jumlah yang digunakan Cara menggunakan (dihisap ; ditelan ; disuntik ; dihirup ; ditempel ; diminum) Lama penggunaan (coba-coba ; kecanduan ; ketergantungan ; ketagihan) Situasi dan suasana saat menggunakan/ mood (senang ; kecewa ; sedih)

Perilaku Yang Terlihat Saat Menyalahgunakan Narkoba : 1) Opiat (heroin, morfin)  Perasaan tenang dan bahagia  Acuh tak acuh (apatis)  Malas bergerak  Mengantuk  Rasa mual  Bicara cadel  Pupil mata mengecil (melebar jika overdosis)  Gangguan perhatian/daya ingat | 2

2)

Marijuana (ganja, hassist)  Rasa senang dan bahagia  Santai dan lemah  Acuh tak acuh  Mata merah  Nafsu makan meningkat  Mulut kering  Pengendalian diri kurang  Sering menguap/ngantuk  Kurang konsentrasi  Depresi 3) Amfetamin (shabu, ekstasi)  Kewaspadaan meningkat  Bergairah  Rasa senang, bahagia  Pupil mata melebar  Denyut nadi dan tekanan darah meningkat  Sukar tidur/ insomnia  Hilang nafsu makan 4) Kokain  Denyut jantung cepat  Agitasi psikomotor/gelisah  Euforia/rasa gembira berlebihan  Rasa harga diri meningkat  Banyak bicara  Kewaspadaan meningkat  Pupil (manik mata) melebar  Tekanan darah meningkat  Berkeringat/rasa dingin  Mual/muntah  Mudah berkelahi  Psikosis  Perdarahan darah otak  Penyumbatan pembuluh darah 5) Alkohol  Bicara cadel  Jalan sempoyongan  Mata dan wajah kemerahan  Banyak bicara  Mudah marah | 3

 Gangguan pemusatan perhatian  Nafas bau alcohol 6) Benzodiazepin (pil nipam, BK, magadon, lexotan)  Bicara cadel  Jalan sempoyongan  Wajah kemerahan  Banyak bicara  Mudah marah  Gangguan pemusatan perhatian Tanda-Tanda Kemungkinan Seseorang Menjadi Penyalahgunaan Narkoba 1) Fisik  Terlihat lesu dan muka sayu ataupun sebaliknya (mudah berminyak)  Kurang bisa menjaga kondisi tubuh (tidak dapat mengatur waktu dengan baik)  Pembicaraan tidak terarah (tanpa dipikir panjang/ ngawur) ataupun sebaliknya (diam)  Kepekaan/ refleks kurang  Tidak bisa tidur ataupun sebaliknya yang akhirnya berat badan menurun  Sering sakit yang tidak biasa atau tanpa sebab yang jelas (pusing, mencret, sesak, demam)  Nafsu makan tidak menentu  Mata merah atau pupil lebih besar/ kecil dari biasanya  Berubahnya penampilan sehari-hari (tidak seperti biasanya atau tidak normal)  Bau pada badan, nafas dan pakaian yang tidak seperti biasa dan tidak wajar  Tremor, pelo/ cadel atau tidak singkronnya antara perkataan, perasaan dan perbuatan 2) Mental dan Emosi  Sangat sensitif dan tidak normatif (terlalu agresif ataupun sebaliknya)  Tidak terorganisirnya antara perkataan, perasaan dan perilaku  Perasaan yang tidak menentu, mudah bingung dan tidak punya prinsip/ tujuan  Ketakutan yang tidak beralasan (paranoid)  Tidak dapat mengontrol rasa marah (menuju ke fisik)  Sering berhalusinasi (mempunyai bayangan-bayangan semu)  Suka menyendiri, mudah stres dan putus asa 3) Perilaku  Kelakuan yang tidak seperti biasanya dan sering melupakan tanggung jawabnya  Menunjukkan sikap tidak peduli dan kurang komunikasi dengan keluarga dan masyarakat  Perubahan kebiasaan saat dirumah, dalam pertemanan, kesenangan dan hobi  Lebih mementingkan teman daripada keluarga ataupun saudara  Perubahan dalam hal pengelolaan keuangan (boros, cepat habis, sering hutang dll)  Sikapnya cenderung manipulatif, sering berbohong dan ingkar janji  Kurang bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitar | 4

 Kurang bersemangat dalam menempuh pendidikan dan berfikir masa depan yang akhirnya prestasi menurun  Lebih sering mendapatkan masalah (berantem, kecelakaan dan hal-hal tidak resmi) Alasan-Alasan Orang Menggunakan Narkoba 1) Untuk kesenangan 2) Demi kebersamaan/ pertemanan 3) Karena keluarga, teman atau orang lain menggunakan 4) Karena menyukai efeknya (energik, euforia) 5) Untuk menenangkan diri, melupakan ataupun lari dari suatu permasalahan 6) Bagian dari suatu upacara (upacara tidak resmi) 7) Untuk menutupi perasaan sepi, bosan dan merasa sendiri 8) Untuk menutupi/ mengobati rasa sakit (tato dll) 9) Karena ingin tau, penasaran, ikut-ikutan dan gengsi Apakah Anggapan Bahwa Penyalahgunaan Narkoba Karena Faktor Dibawah Ini Benar 1) Keturunan/ genetik 2) Penyakit 3) Penyimpangan perilaku 4) Kesalahan didik keluarga 5) Lingkungan pergaulan yang buruk 6) Adat istiadat daerah Narkoba merupakan zat kimia yang bekerja pada darah dan dikontrol oleh otak. Otak kita adalah sentral dari segala macam informasi yang bekerja menerima, memproses dan mengirimkan sinyal-sinyal informasi tersebut ke seluruh tubuh dan tubuh itu sendiri merespon sesuai dengan informasi yang dikirimkan oleh otak kita. Mengingat otak kita adalah perekam terbaik yang pernah diciptakan Tuhan, maka segala macam bentuk informasi yang sampai ke otak secara otomatis akan terekam oleh otak, hal itu juga berlaku bagi narkoba yang masuk ke otak. Semua jenis narkoba mempunyai karakter masingmasing, jadi informasi-informasi yang sampai ke otak baik efek ataupun sifat dan karakter zat yang dinamakan narkoba itu sendiri juga terekam dalam bentuk yang berbeda-beda pula, yang lebih parah adalah bahwa zat-zat tersebut dapat mengendap dalam darah yang mengalir ke otak. Apabila itu berlangsung berulang-ulang apalagi dalam waktu yang lama maka dapat kita bayangkan bagaimana otak kita pada akhirnya, otak dan darah kita akan lebih familiar dengan karakter-karakter zat-zat tersebut dan yang menakutkan adalah bahwa sifat karakter zat yang disebut narkoba itu efeknya sangat jelek apalagi jika dikonsumsi tanpa aturan dan ukuran (disalahgunakan), sampai sekarang ini kita belum menemukan teori yang baku dan manjur untuk mengatasi persoalan otak tersebut. Dari gambar diatas dapat kita ketahui bahwa semua informasi hasil metabolisme narkoba dikirim ke pusat syaraf (otak) dan baru didistribusikan ke seluruh organ tubuh yang diwujudkan dengan sikap mental, perilaku dan perasaan. Berarti pusat kendali dari semuanya adalah otak, | 5

sedangkan apabila otak itu rusak dan terkontaminasi narkoba maka semua perasaan, sikap dan mental individu tersebut otomatis akan rusak pula, maka tidak dapat dipungkiri lagi bahwa pada akhirnya banyak sekali masalah-masalah yang akan timbul baik pada diri sendiri, keluarga maupun lingkungan masyarakat dalam berbagai macam aspek dan sisi. Para peneliti menggunakan hal ini untuk mencari solusi pencegahan dan cara penanganannya. Dari situ kita dapat melihat bahwa penyalahgunaan, kecanduan dan ketergantungan (addiction) adalah penyakit (disease) yang dalam hal ini semua permasalahan bermula pada perubahan dan kerusakan pada otak, sehingga dapat kita katakan juga bahwa semua penyalahgunaan (addiction) termasuk penyalahgunaan narkoba juga dapat dikatakan sebagai Penyakit Otak (brain disease). Menurut survey dari National Institute on Drug Abuse dan National Institute of Health and Human Services menyatakan bahwa penyalahgunaan narkoba adalah penyakit karena menyebabkan perubahan atau kerusakan pada otak dan perilaku. Hal tersebut dapat kita lihat dan ketahui dari berbagai macam faktor diantaranya dari fisik, mental, lingkungan dan sosialnya. Kebanyakan penyalahgunaan narkoba dimulai pada remaja usia 14 tahun, sebab pada usia tersebut remaja sedang mengalami yang dapat diistilahkan dengan pencarian jati diri yang meliputi perubahan fisik, psikologi maupun sosial.

Narkoba
Makan/ Minum Hisap/ Hirup Tempel/ Tabur Suntik

Metabolisme Pembuluh Darah Susunan Saraf Pusat (Otak) Central Nervous System

Narkoba
Sel Saraf Reseptor Bekerja Sesuai Efek Pengaruhi Neurotransmitter Kimiawi Otak Mental, Perilaku, Perasaan

|

6

Faktor-Faktor Penyebab Penyalahgunaan Narkoba 1) Faktor Biologis Orang tua/ keluarga penyalahguna Menurut penelitian para ilmuwan diperkirakan bahwa faktor genetik berperan antara 40 60 % dari kerentanan seseorang terhadap penyalahgunaan narkoba, termasuk efek lingkungan terhadap ekspresi dan fungsi gen. Faktor Psikologis a. Mempunyai perilaku menyimpang tidak sabar ; cepat bosan ; mudah kecewa ; pemalu ; agresif ; berontak ; gengsi ; tidak mau kalah ; anti social ; senang melanggar aturan ; hiperaktif ; suka hura-hura ; dll b. Mempunyai gangguan dalam hal seks senang berhubungan sex diluar nikah ; gangguan psikoseksual ; takut mendekati atau didekati lawan jenis ; kesalahan identifikasi seksual ; dll c. Mempunyai gangguan jiwa stres ; kecemasan ; kekuatiran yang berlebihan ; apatis ; rendah diri ; mudah murung dan putus asa ; keterbelakangan mental ; dll d. Mempunyai anggapan, presepsi dan prinsip yang tidak normatif keyakinan adiktif ; merokok waktu muda itu biasa ; keluarga tidak harmonis ; dll e. Tidak mempunyai semangat/ motivasi untuk berkembang tidak semangat dalam pendidikan ; tidak mempunyai hobi/ kesenangan ; dll f. Berada di lingkungan yang kurang punya dasar religius tidak mendapat pendidikan dan pemahaman agama ; tidak mengenal Tuhan ; dll Faktor Sosial a. Keluarga kurang dinamis ; kurang komunikasi ; tidak dapat menjadi contoh ; dll b. Teman sebaya banyak teman penyalahguna ; pengangguran ; dipaksa/ ditekan ; dll c. Sekolah tidak mempunyai aturan tegas ; dekat tempat hiburan ; tidak aspiratif ; dll d. Lingkungan sekitar adat istiadat yang buruk ; kurang protektif ; kurangnya kebersamaan ; aturan yang lemah ; situasi i-pol-ek-sos-bud-han-kam ; dll

2)

3)

Tahapan Penyalahgunaan Narkoba 1) Tahap Awal a. Coba-coba b. Rekreasi sosial Tahap Toleransi a. Situasional | 7

2)

3)

4)

5)

6)

b. Penyalahgunaan Tahap Adiktif a. Ketergantungan b. Ketagihan Tahap Perubahan a. Kontemplasi b. Persiapan Tahap Puncak/ Stagnasi a. Bertindak/ beraksi b. Memelihara Tahap Kejatuhan Semula a. Zat selain pilihan/ drug choise b. Kembali ke zat terdahulu

Penyalahgunaan narkoba bermula dari kesadaran ataupun kesukarelaan masing-masing individu untuk mulai menggunakannya atau tidak, tetapi apabila seseorang sudah menjadi penyalahguna narkoba maka dia tidak akan menyadarinya dan tidak akan dapat mengontrol pikiran dan dirinya dengan baik yang akhirnya mengakibatkan kerusakan dan kekacauan mulai dari fisik, penyimpangan perilaku, mental, sosial dan kemasyarakatan lainnya. Biasanya kerusakan, kekacauan dan kebingungan dalam diri penyalahguna dan keluarga terjadi dan dapat dilihat/ diketahui pada saat seorang itu berada pada tahap yang disebut tahap adiktif karena pada saat itulah mulai menunjukkan hal-hal negatifnya baik sifat, karakter, perilaku dan sikap sosialnya. Ada individu yang menyalahgunakan narkoba dan ada juga yang tidak. Itu semua disebabkan dari faktor individu tersebut masing-masing baik pola berpikirnya (mempunyai prinsip), perasaannya (takut dosa dan malu), lingkungan sekitarnya (melindungi/ protective) dan faktor-faktor lainnya yang mendukung, begitu juga sebaliknya. Tidak ada faktor tunggal yang dapat menentukan apakah seseorang akan menjadi penyalahguna atau tidak. Risiko keseluruhan untuk terjadinya penyalahgunaan dipengaruhi oleh bentukan dasar biologis/ biological makeup dari seseorang yang dapat dipengaruhi oleh jenis kelamin atau etnis, tahapan perkembangan, dan lingkungan sosial sekelilingnya (didikan, kondisi rumah, sekolah dan lingkungan sekitar). Satu hal yang juga perlu diketahui adalah bahwa salah satu dampak buruk narkoba adalah mengakibatkan pecandu memiliki suatu kevakuman/ retardasi mental dan emosional. Contoh : seorang pecandu pertama kali menyalahgunakan narkoba saat berusia 16 tahun dan saat ia berusia 26 tahun ia berhenti menggunakan narkoba. Memang secara fisik ia berusia 26 tahun, tetapi sebenarnya usia mental dan emosionalnya adalah 16 tahun. Jadi ada 10 tahun yang „hilang‟ saat ia menggunakan narkoba. Ini juga sebabnya mengapa ia tidak memiliki pola pikir dan kestabilan emosi seperti layaknya orang-orang lain seusianya.

|

8

Akibat Yang Ditimbulkan 1) Penyakit individu/ Individual disease a. Fisik, psikis dan sosial terganggu b. Tidak berguna dan tidak punya masa depan (putus asa) c. Terkucil dan tidak diterima Penyakit keluarga/ Family disease a. Mempunyai aib dan malu (nama baik jelek dan menutup diri) b. Beban keluarga (fisik, mental dan finansial) c. Ketidak harmonisan keluarga (sering konflik, codependensi) Penyakit masyarakat/ Community and Social disease a. Kenyamanan, keamanan, ketrentaman dan ketertiban terganggu

2)

3)

Selain hal-hal diatas masih banyak lagi yang akan terkena efek dari penyakit otak penyalahguna narkoba itu misal permasalahan ekonomi, pendidikan, budaya, ketahanan dan keamanan. Gambaran faktor resiko dan faktor pelindung Faktor Resiko Perilaku agresif Kemampuan sosial yang buruk Pengawasan orang tua yang buruk Lingkungan penyalahguna Tidak ada aturan Pelaku Individu Individu Keluarga Teman sebaya Sekolah Faktor Pelindung Kontrol diri Hubungan positif Monitor dan dukungan orang tua Serius dalam menuntut ilmu Aturan pelarangan dan ada tindakan tegas bagi penyalahgunaan narkoba Mempunyai komitmen dalam penolakan penyalahgunaan narkoba

Bebas

Lingkungan

Penyalahgunaan narkoba oleh anak-anak semakin hari menjadi masalah yang semakin memprihatinkan semua orang tua. Dari beberapa penelitian yang sudah dilakukan, disepakati bahwa membangun jalinan komunikasi yang intens antara orang tua dan anak merupakan alat yang ampuh untuk dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Meskipun demikian, banyak orang tua merasa ragu mendiskusikan tentang penyalahgunaan narkoba dengan anak-anak mereka. Sebagian dari kita percaya bahwa anak-anak kita tidak akan terlibat pada hal-hal terlarang tersebut. Sebagian lainnya menundanya karena tidak mengetahui bagaimana mereka mengatakannya

|

9

atau justru menjadi takut dan malas untuk belajar ataupun memikirkan tentang hal itu dan mendorong ke arah yang tidak diinginkan. Dari suatu penelitian menyatakan bahwa banyak kaum muda yang mengikuti program rehabilitasi mengatakan bahwa mereka mengkonsumsi narkoba 2 (dua) tahun sebelum orangtua mereka mengetahuinya dan pada saat mereka telah menjadi pecandu (ketergantungan). Oleh sebab itu, jalinlah komunikasi sedini mungkin dan jangan menunggu sampai anak-anak anda terlibat permasalahan tersebut. Karakter Keluarga Yang Dapat Menjadi Pemicu Adanya Penyimpangan, Diantaranya 1) Penolakan/ denial Menelantarkan secara fisik ; tidak menunjukkan cinta dan kasih sayang ; tak menunjukkan perhatian pada minat dan prestasi anak ; menghukum secara kejam dan sewenang-wenang ; tak meluangkan waktu bersama anak ; tak menghargai hak dan perasaan anak ; memperlakukan atau menyiksa anak secara kejam. Sikap serba mengekang/ over protection Mengawasi anak secara berlebihan ; terlalu melindunginya dari segala risiko ; menyediakan berbagai kemudahan hidup secara berlebihan ; mengambilkan segala keputusan bagi anak ; menerapkan aturan-aturan yang ketat sehingga membatasi otonomi dan kebebasan anak. Menuntut secara tidak realistis Memaksa anak agar memenuhi standar yang sangat tinggi dalam segala hal sehingga menimbulkan rasa tak mampu dari anak. Bersikap terlalu lunak pada anak dan memanjakan Perlakuan ini dapat menjadikan anak egois, serba menuntut, menyepelekan sesuatu dan sebagainya. Disiplin yang salah Penanaman disiplin yang terlalu keras atau terlalu longgar oleh orang tua. Sesungguhnya, yang penting adalah memberikan rambu-rambu dan bimbingan sehingga anak tahu apa yang dianggap baik atau buruk serta apa yang diharapkan atau tidak diharapkan darinya. Komunikasi yang kurang atau komunikasi yang irasional Orang tua terlalu sibuk sehingga kurang menyediakan kesempatan untuk berkomunikasi dengan anak atau tersedia cukup kesempatan untuk berkomunikasi tetapi pesan-pesannya saling disalah tafsirkan karena disampaikan secara tidak jelas dengan cara pesan verbal maupun nonverbal tetapi saling bertentangan atau dari pihak orang tua dengan cara melecehkan pendapat anak. Teladan buruk dari pihak orang tua Orang tua memberikan teladan yang tidak baik kepada anak, misalnya ayah pemabuk, berperangai buruk, pemarah dan kalau marah suka mengeluarkan kata-kata kotor, bersifat kejam dan senang memukul istri maupun anak; sedangkan ibu kurang setia menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga, senang keluar rumah, dansebagainya. | 10

2)

3)

4)

5)

6)

7)

Struktur Keluarga Yang Dapat Melahirkan Gangguan Pada Anggota Keluarganya 1) Keluarga tidak becus Keluarga yang tidak mampu mengatasi problem sehari-hari dalam kehidupan keluarga karena berbagai macam sebab : tidak memiliki cukup sumber atau karena orang tua tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan secukupnya. Keluarga yang anti sosial Keluarga yang menganut nilai-nilai yang bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat luas. Misalnya, orang tua memiliki kebiasaan berperilaku yang sesungguhnya melanggar hukum, seperti mencuri aliran listrik dengan cara menggantol, suka meminjam uang atau barang kepada orang lain dan tidak mengembalikan, suka mengambil barangbarang yang merupakan fasilitas umum, dan sebagainya. Keluarga yang tidak akur dan bermasalah Keluarga yang tidak akur, ayah dan ibu cek-cok melulu. Dalam keluarga yang bermasalah, salah satu dari kedua orang tua atau anggota keluarga lainnya pasti mempunyai perilaku yang abnormal. Keluarga yang tidak utuh Keluarga di mana ayah atau ibu tidak ada di rumah, entah karena sudah meninggal atau karena sebab lain, seperti perceraian, ayah memiliki dua istri, ayah bertugas di kota lain, dan sebagainya.

2)

3)

4)

Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba 1) Pencegahan Primer Selain sosialisasi juga mengenali, memetakan dan melakukan intervensi untuk tidak mendekati narkoba seawal mungkin. Pencegahan Sekunder Membantu, mengobati secara medis dan intervensi agar tidak lagi menyalahgunakannya. Pencegahan Tersier Merehabilitasi di panti-panti Rehabilitasi Sosial narkoba.

2) 3)

Yang Dapat Kita Dilakukan Di Lingkungan Sekitar Kita A. Keluarga 1) Mengasuh anak dengan baik.  penuh kasih sayang  penanaman disiplin yang baik  ajarkan membedakan yang baik dan buruk  mengembangkan kemandirian, memberi kebebasan bertanggung jawab  mengembangkan harga diri anak, menghargai jika berbuat baik atau mencapai prestasi

|

11

Ciptakan suasana yang hangat dan bersahabat, hal ini membuat anak rindu pada rumah. 3) Meluangkan waktu untuk kebersamaan. 4) Orang tua menjadi contoh yang baik. 5) Kembangkan komunikasi yang baik Komunikasi dua arah, bersikap terbuka dan jujur, mendengarkan dan menghormati pendapat anak 6) Memperkuat kehidupan beragama Bukan hanya mengutamakan ritual keagamaan, melainkan memperkuat nilai moral yang terkandung dalam agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari. 7) Orang tua memahami masalah penyalahgunaan narkoba agar dapat berdiskusi dengan anak Orang tua seharusnya mau belajar agar dapat lebih tau sehingga dapat memahamkan ke anggota keluarga lainnya. B. Sekolah 1) Upaya terhadap siswa  Memberikan pendidikan kepada siswa tentang bahaya dan akibat penyalahgunaan narkoba.  Melibatkan siswa dalam perencanaan pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba di sekolah.  Membentuk citra diri yang positif dan mengembangkan ketrampilan yang positif untuk tetap menghidari dari pemakaian narkoba dan merokok.  Menyediakan pilihan kegiatan yang bermakna bagi siswa (ekstrakurikuler).  Menyediakan sarana prasarana untuk mengembangkan bakat dan minat siswa  Meningkatkan kegiatan bimbingan konseling.Membantu siswa yang telah menyalahgunakan narkoba untuk bisa menghentikannya.  Penerapan kehidupan beragama dalam kegiatan sehari – hari. 2) Upaya untuk mencegah peredaran narkoba di sekolah :  Razia dengan cara sidak  Melarang orang yang tidak berkepentingan untuk masuk lingkungan sekolah  Melarang siswa ke luar sekolah pada jam pelajaran tanpa ijin guru  Membina kerjasama yang baik dengan berbagai pihak.  Meningkatkan pengawasan sejak anak itu datang sampai dengan pulang sekolah. 3) Upaya untuk membina lingkungan sekolah :  Menciptakan suasana lingkungan sekolah yang sehat dengan membina huibungan yang harmonis antara pendidik dan anak didik.  Mengupayakan kehadiran guru secara teratur di sekolah  Sikap keteladanan guru amat penting  Mengoptimalkan tugas dan fungsi bimbingan sekolah/ konseling sekolah  Meningkatkan pengawasan anak sejak masuk sampai pulang sekolah. | 12

2)

C. Masyarakat 1) Menumbuhkan perasaan kebersamaan di daerah tempat tinggal, sehingga masalah yang terjadi di lingkungan dapat diselesaikan secara bersama- sama. 2) Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang penyalahguanaan narkoba sehingga masyarakat dapat menyadarinya. 3) Memberikan penyuluhan tentang hukum yang berkaitan dengan narkoba. 4) Melibatkan semua unsur dalam masyarakat dalam melaksanakan pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba. 5) Membuat aturan yang tegas dalam menanggulangi permasalahan narkoba. Tips Berkomunikasi Dengan Anak 1) Mendengarkan dan menjadi pendengar yang baik  Yakinkanlah anak anda merasa „nyaman‟ mengungkapkan masalahnya kepada anda.  Dengarkanlah dengan hati-hati dan penuh perhatian semua yang mereka katakan.  Jangan anda menjadi marah setelah mendengar semuanya, bila perlu berikan jeda 5-10 menit untuk mententeramkan hati anda bila diperlukan.  Bila anak anda tidak menceritakan masalahnya, “pancing” dengan pertanyaanpertanyaan sekitar sekolah dan aktifitasnya yang lain.  Jangan memotong pembicaraan anak  Beri kesempatan anak menanyakan ataupun menanggapi pendapat anda. Menyediakan waktu untuk mendiskusikan hal-hal yang sensitif Penting bagi mereka untuk mengetahui apakah orang tua mereka tahu informasi yang benar tentang apa yang mereka anggap penting. Memperhatikan dan memberikan perhatian - Perhatikan ekspresi /mimik muka dan bahasa tubuh anak - Apakah anak anda gugup atau merasa tidak nyaman (merengut, memainkan tangannya, menggoyang kaki, tidak berani menatap mata anda atau seringkali melihat jam dsb) ataupun sebaliknya (terlihat tenang, tersenyum atau menatap langsung mata anda dsb) - Sepanjang diskusi dengan anak anda ini berlangsung, perhatikan apa yang dikatakannya. - Sering-seringlah melakukan kontak mata. Memotivasi dan memberikan dorongan yang positif Perbanyak dorongan pada hal-hal yang telah dilakukan anak dengan benar dan jangan terlalu fokus pada hal-hal buruk atau kesalahan yang telah dilakukannya. Hal ini akan mendorong anak-anak untuk belajar merasakan hal-hal yang baik bagi mereka, sehingga mereka dapat mengembangkan rasa percaya diri dalam membuat keputusan yang menyangkut dirinya sendiri. Tanggap, menanggapi dan menyampaikan pesan dengan jelas  Saat anda berbicara tentang penggunaan narkoba, yakinkan diri bahwa anda memberikan informasi yang jelas dan benar, sehingga anak mengetahui dengan tepat | 13

2)

3)

4)

5)

6)

apa yang diharapkan dari dirinya. Jika anak anda menyampaikan hal-hal yang sesungguhnya tidak ingin anda dengar, jangan diabaikan. Misal : “ Di dalam keluarga kita dilarang minum minuman yang mengandung alkohol “  Janganlah memberikan nasihat setelah setiap kalimat yang anak anda nyatakan.  Dengarkanlah dengan hati-hati dan penuh perhatian pada hal-hal yang dikatakan dan cobalah untuk mengerti perasaan yang sebenarnya “ Saya sangat tertarik dengan …” atau ” Saya mengerti bahwa hal itu memang sangat sulit …“ adalah ungkapan yang lebih baik dibandingkan “ Seharusnya kamu …“ atau “ Kalau saya seperti kamu …”  Yakinkan bila anda mengerti apa yang dimaksud oleh anak anda, bila perlu bertanyalah untuk konfirmasi. Berilah contoh yang baik Di samping dari yang bersifat pengajaran, anak-anak juga belajar dari contoh-contoh nyata dan apa yang mereka lihat sehari-hari. Banyak tingkah laku anak yang mencontoh orangtuanya. Yakinkan diri bahwa anda sudah bertingkah laku yang benar, seperti yang anda harapkan dari anak anda.

Komunikasi yang efektif antara orang tua dengan anak tidak selalu mudah berlangsung. Anak-anak dan orang dewasa masing-masing memiliki gaya dan cara yang berbeda dalam menanggapi pembicaraan. Di samping itu, waktu dan suasana juga mempengaruhi suksesnya komunikasi yang akan dilakukan. Para orangtua diharapkan dapat secara khusus menyediakan waktunya tanpa ada ketergesaan. Jangan takut untuk mengakui bahwa anda belum mampu ataupun tidak mempunyai jawaban dari semua pertanyaan anggota keluarga anda. Biarkanlah mereka mengetahui yang menjadi perhatian anda dan kemudian anda dapat bekerja sama untuk memperoleh jawaban yang dimaksud. Tips Untuk Para Orang Tua Jika Anak Anda Terlibat Penyalahgunaan Narkoba 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Bersikap tenang, objektif, dan kendalikan emosi/ sabar Bertindaklah secara sportif dan terencana Tidak menimpalkan seluruh kesalahan pada anak Menyelidiki lalu menyelesaikan secara kekeluargaan dan terbuka karena penyalahgunaan narkoba biasanya bermula dan merupakan gejala dari masalah yang sudah berakar/ lama Apabila tidak tahu cari bantuan kepada pihak kedua yang lebih paham Tidak menyembunyikannya/ menutupinya karena akan menyebabkan anak semakin menderita Jujur terhadap diri sendiri dengan mengakui kesalahan, jangan merasa benar sendiri Saling memaafkan untuk setiap kesalahan sikap, kata-kata, dan perbuatan dimasa lalu yang menyakitkan | 14

9) Mengajak untuk berobat atau ke panti-panti rehabilitasi narkoba 10) Jangan menganggap hal ini suatu aib karena siapapun dapat mengalami hal yang sama dan penyalahgunaan narkoba sudah merupakan suatu penyakit masyarakat yang harus diselesaikan bersama-sama

|

15

KESIMPULAN
 Penyalahgunaan narkoba mengakibatkan kerusakan baik fisik, psikis maupun sosial dan kemasyarakatan   Faktor genetik sangat berperan dalam pembentukan karakter adiktif seseorang Kecanduan dan penyalahgunaan narkoba juga merupakan suatu penyakit yang diawali atau bermula dari penyakit otak (brain disease)  Kecanduan dan penyalahgunaan narkoba pasti akan mengakibatkan penyimpangan perilaku (addictive behavior)   Orang menggunakan narkoba karena mereka memilih untuk menggunakannya Apapun alasan orang itu menyalahgunakannya hanya merupakan suatu pembenaran dari apa yang telah mereka lakukan  Tidak ada faktor tunggal yang dapat memastikan bahwa seorang individu itu akan menjadi penyalahguna narkoba ataupun tidak  Kecanduan dan penyalahgunaan narkoba bukanlah aib tetapi merupakan sesuatu masalah yang harus kita sadari, hadapi dan pulihkan bersama-sama  Penyalahgunaan narkoba adalah penyakit yang berakibat sangat buruk terhadap diri sendiri, keluarga, masyarakat dan bangsa  Keluarga adalah pintu awal untuk mencegah, mencetak atau menghentikan anak-anak mereka menjadi penyalahguna narkoba  Lingkungan baik rumah, sekeliling, sekolah maupun bermain ikut berperan serta dalam pembentukan perilaku adiktif seseorang  Perang melawan narkoba adalah sesuatu yang sangat berat, melelahkan,

memebutuhkan waktu lama dan biaya yang sangat besar oleh karena itu dibutuhkan kesadaran yang tinggi dan kebersamaan yang disertai panggilan hati

|

16

KOSAKATA
HONESTY Kejujuran Kejujuran adalah modal utama karena kita dapat terbebas dari segala macam beban hidup

ACT AS IF Keyakinan Yakin adalah kunci dari suatu keberhasilan

TO BE AWARE IS TO BE ALIVE Jika kita perduli dan waspada maka kita akan hidup Keperdulian dan kewaspadaan dapat membuat hidup kita lebih tenang

RESPONSIBLE, LOVE AND CONCERN Tanggung jawab, cinta dan perhatian Manusia dituntut untuk berani bertanggung jawab, mengerti arti cinta dan memperhatikan apapun yang terjadi dilingkungan sekitarnya

WHAT GOES AROUND SHALL CAMES AROUND Kadang kita diatas, kadang kita dibawah Ada kalanya kita berada dalam keadaan yang baik, sukses, bahagia, nyaman tetapi dapat juga sebaliknya

UNDERSTAND RATHER THAN BE UNDERSTOOD Lebih baik mengerti daripada dimengerti Dengan mau mengerti dan memahami orang lain maka kita juga akan lebih dihargai orang lain

BE CAREFUL WHATS YOU ASK FOR, YOU JUST MIGHT GET IT Hati-hati dengan ucapanmu, karena kamu akan mendapatkannya Kata-kata dapat manis dan indah didengar tapi juga dapat menyakitkan dan menyebabkan suatu permasalahan besar

DO YOU THINGS RIHGT, EVERYTHINGS ELSE WILL FOLLOW Jika kita melakukan kebaikan, maka yang lain akan mengikutinya Segala macam kebaikan yang kita lakukan pasti akan membuahkan sesuatu yang baik pula baik untuk diri kita sendiri maupun orang lain

|

17

PERSONAL GROWTH BEFORE VESTED STATUS Kedewasaan seseorang tidak dilihat dari umurnya Ukuran dewasa bukanlah umur yang tua tapi bagaimana seseorang berfikir, bersikap dan bertindak

YOU CAN KEEP IT UNLES YOU GIVE IT AWAY Bila kita mempunyai ilmu maka bagikanlah pada yang lainnya Janganlah kita pelit dan kikir dalam menyebarkan suatu pengetahuan yang baik tapi tugas kita untuk memberitahukan, membagikan dan memahamkannya

TRUST YOUR ENVIRONMENT Percaya pada lingkunganmu Keprcayaan kita pada lingkungan sekitar yang positif akan sangat membantu dan memperingan permasalahan yang kita hadapi

COMPENSATION IS VALID Semua perbuatan pasti ada timbal baliknya Apapun yang kita lakukan pasti mempunyai kompensasi dan konsekuensi

NO FREE LUNCH Tidak ada yang gratis Semua hal yang kita rasakan dan alami pasti membutuhkan suatu pengorbanan dan perjuangan

FORGIVENESS Memaafkan Dengan memaafkan secara tulus dan iklas maka hidup kita akan lebih indah, tenang dan bahagia

- TERIMA KASIH | 18

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->