i

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat, taufik serta hidayah-Nya sehingga Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian dapat menyelesaikan Buku Pedoman Pengajuan Usulan Kegiatan PPHP Tahun 2013. Buku pedoman ini dirasa sangat diperlukan untuk diterbitkan, sebagai pedoman bagi Daerah berkaitan dengan pengajuan usulan kegiatan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Tahun 2013 khususnya untuk Dana Tugas Pembantuan. Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (Ditjen PPHP) menggariskan bahwa pola perencanaan pembangunan PPHP menganut sinergi antara pola top down dengan bottom up (Pola Pusat dan Daerah). Dengan pola ini sangat diharapkan bahwa tidak hanya untuk meningkatkan rasa memiliki (ownership) bagi pemerintah daerah, gapoktan, pelaku usaha, dan stakeholder lainnya, namun juga diharapkan akan terjadi sinergitas dalam memobilisasi sumberdaya yang ada secara nasional guna mengembangkan industri hilir pertanian yang memang memerlukan investasi yang cukup besar, pola tersebut juga diperkuat dengan pengawalan Perguruan Tinggi. Pembangunan pengolahan dan pemasaran hanya akan diprioritaskan pada beberapa daerah yang menjadi sentra produksi komoditas yang secara teknis dan ekonomi layak untuk dikembangkan usaha pengolahan dan pemasaran hasil pertanian. Disamping itu juga dipilih pada daerah yang punya kesiapan dan komitmen tinggi untuk bersinergi mengembangkan usaha pengolahan dan pemasaran produk unggulan daerah. Dengan kebijakan ini diharapkan peluang dan jaminan keberhasilan kegiatan akan tinggi. Mulai tahun 2011 dan tahun yang akan datang Ditjen. PPHP melaksanakan penerimaan proposal melalui elektronik form yang ada di Website Ditjen. PPHP (E-Proposal). E-Proposal adalah sistem pengirimam proposal melalui elektronik (internet). Isi proposal dari Kabupaten/ Kota akan dimasukan ke dalam form-form yang sudah ditentukan, kemudian dikirim melalui elektronik (internet) ke Server Ditjen. PPHP. Tujuannya jelas, yakni untuk efisiensi biaya, waktu, ruang, tenaga dan produktivitas, menuju kantor dengan informasi yang digitalisasi dan minim kertas, Paperless Office. Buku Pedoman Pengajuan Proposal Kegiatan PPHP ini disusun dan disebarluaskan untuk dijadikan acuan utama bagi Dinas lingkup pertanian di

i

Provinsi dan Kabupaten/ Kota yang ingin mendapatkan alokasi kegiatan dan dana dari sumber APBN Ditjen Ditjen. PPHP tahun anggaran ran 20 2013. Diharapkan dengan gan terbitnya Buku Pedoman ini, daerah dapat menentukan kegiatan pengembangan pengolahan dan pemasaran yang benar benar-benar sesuai dan menjadi prioritas program dan kebutuhan di daerah. Bagi Ditjen. Ditjen PPHP, dengan adanya proposal yang b baik aik dari daerah, maka akan sangat membantu dalam menetapkan kebijakan alokasi anggaran bagi daerah yang tepat sasaran dan tepat guna. . Dengan cara ini diharapkan ada peningkatan kualitas dan sekaligus sinergi antara perencanaan di tingkat pusat dan daerah. Sangat angat diharapkan buku ini akan memberikan inspirasi dan dorongan bagi semua pihak terkait dalam pengembangan bidang pengolahan dan pemasaran hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk unggulan di daerah. Semoga ! Jakarta, November 2011 201

Direktur Jenderal PPHP

Dr. Ir. Zaenal Bachruddin, MSc NIP. 19520428 197803 01 001

ii

DAFTAR ISI
Halaman
Kata Pengantar DAFTAR ISI

i iii

Bab 1.

Pendahuluan
A B. C. D. Arah Pembangunan Nasional Kewenangan Pusat – Daerah Anggaran Berbasis Kinerja Tujuan dan Sasaran 1 2 4 5

Bab 2.

Karakteristik Program dan Kegiatan
A. B. C. D. E. Struktur Program dan Kegiatan PPHP Uraian Program Uraian Kegiatan dan Sasaran Tugas Pembantuan PPHP Fokus Komoditi PPHP Karakteristik Kegiatan Pusat dan Daerah 16 17 7 10 11

Bab 3.

Kriteria Penulisan Proposal
A B C Jenis dan Jumlah Kegiatan Jenis/Rincian Belanja Outline Penulisan 21 22 24

Bab 4

Administrasi Proposal
A B Jadwal Kriteria Seleksi Proposal 27 28

iii

Bab 5

Manual Pengisian E-Proposal 1. 2. 3. 4. Kebutuhan Sistem
Cara memperoleh File Formulir Pengisian Proposal Secara Elektronik Cara Pengisian Formulir e-Proposal Cara Penyimpanan dan Pengiriman Formulir eProposal 36 39 32 33

Bab 6

Penutup LAMPIRAN
1. 2. 3. Alur Proses (Flow Chart) Diagram Pengajuan EProposal Usula Kegiatan PPHP Tahun 2013 Contoh Lembar Pengesahan Bagan Penyusunan Rencana, Program dan Anggaran Berbasis Kinerja Pembangunan Pertanian 4. Lembar RKA-KL 2013

41 42 43 44 45

46

iv

masyarakat dan dunia usaha. dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional secara sinergis. Penerapannya dalam perencanaan jangka menengah (RPJMN) menghendaki adanya perumusan permasalahan. Perumusan indikator kinerja untuk mengukur keberhasilan pencapaian sasaran dari setiap tahap kebijakan pembangunan merupakan bagian yang penting dalam perumusan RPJMN 2010-2014. sasaran serta arah kebijakan pembangunan untuk menyelesaikan permasalahan bangsa dalam periode jangka menengah dengan sistematis dan terstruktur. Dengan demikian. dan merupakan acuan dari setiap tahap RPJMN yang berkesinambungan dan berkelanjutan. ARAH PEMBANGUNAN NASIONAL 2010-2014 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2010 . Sehingga kebijakan pembangunan yang dirancang dapat terukur kinerja pelaksanaannya dan terjamin keberhasilan pencapaiannya. dan saling melengkapi.Bab 1 PENDAHULUAN A. koordinatif. RPJPN 2005-2025 secara garis besar memberikan pedoman dan arah pembangunan dalam visi dan misi untuk periode 20 tahun ke depan. sasaran serta arah kebijakan pembangunan yang akan diambil dalam kurun waktu 5 tahun ke depan. Melalui monitoring dan evaluasi kinerja pelaksanaan pembangunan akan dihasilkan informasi kinerja yang dapat menjadi masukan 1 .2014) merupakan tahapan pencapaian visi Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJPN) 2005-2025. Reformasi penganggaran yang dilakukan melalui penerapan Anggaran Berbasis Kinerja (Performance Based Budgeting) menghendaki struktur program pembangunan yang berbasiskan pada kinerja. RPJMN merumuskan permasalahan. Keberhasilan pencapaian sasaran pada setiap tingkatan dapat diukur dengan menggunakan indikator kinerja dan target yang direncanakan. RPJMN 2010-2014 ini merupakan pedoman bagi seluruh komponen bangsa baik itu pemerintah.

Pembiayaan Petani. daya saing dan ekspor. B. Infrastruktur dan Sarana. KEWENANGAN PUSAT-DAERAH Berdasarkan kewenangan yang telah ditetapkan UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. (2) Peningkatan diversifikasi pangan. Kelembagaan Petani. dan (7). (3) Peningkatan nilai tambah. daya saing dan ekspor. maka fokus utama pembangunan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian adalah untuk mencapai peningkatan nilai tambah. dan sebagai keberlanjutan RPJM sebelumnya (2005-2009). Revitalisasi Lahan. (5). (4). (3). (2). Sejalan dengan hal itu. Ada empat target utama yang ingin dicapai oleh Kementerian Pertanian yakni: (1) Pencapaian swasembada berkelanjutan. (6). Revitalisasi Teknologi dan Industri Hilir. efektif. Kebijakan yang ditempuh oleh Pusat dalam rangka pelaksanaan anggaran pembangunan pertanian khususnya pengolahan dan pemasaran hasil pertanian 2 . pada RPJMN tahap 2 (2010-2014) pembangunan nasional ditujukan untuk lebih memantapkan penataan kembali Indonesia di segala bidang dengan menekankan peningkatan kualitas sumberdaya manusia termasuk pengembangan kemampuan ilmu dan teknologi serta penguatan daya saing perekonomian. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.bagi proses perencanaan dan penganggaran dalam periode berikutnya. Sumberdaya Manusia. disertai dengan akuntabilitas pelaksanaan yang jelas. Pembenihan dan Pembibitan. program dan anggaran pembangunan pertanian tersebut dijabarkan sesuai dengan peta kewenangan pemerintah dengan memberikan peluang lebih banyak kepada partisipasi masyarakat sebagai pelaku pembangunan. Dengan demikian pelaksanaan pembangunan menjadi lebih efisien. Berlandaskan pelaksanaan. pencapaian. dan (4) Peningkatan kesejahteraan petani. yaitu: (1). maka dalam Rencana Strategis Kementerian Pertanian 2010-2014 pembangunan pertanian dijabarkan menjadi 7 Gema Revitalisasi Pertanian.

pembantuan di provinsi dilaksanakan oleh SKPD bupati atau walikota. misi. b. Pemerintah kabupaten/kota menyusun perencanaan program dan kegiatan pembangunan pertanian di wilayahnya dengan fokus komoditas dan fokus lokasi yang mengacu pada kebijakan nasional dan kapasitas sumberdaya wilayah dan serta mengusulkan secara berjenjang dengan pendektan 3 . c. target dan sasaran nasional. Kegiatan tugas yang ditetapkan oleh Gubernur. dengan melibatkan dan memberdayakan kabupaten/kota secara menyeluruh dan terintegrasi dalam pengembangan aspek di hulu sampai hilir. Kegiatan dekonsentrasi di provinsi dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ditetapkan oleh Gubernur.di daerah pada tahun 2013 adalah melalui asas Dekonsentrasi dan asas Tugas Pembantuan. Pemerintah provinsi menjabarkan kebijakan pusat melalui penyusunan program dan kegiatan pengembangan wilayah berbasis komoditas strategis/unggulan di wilayahnya. serta ukuran indikatornya. Kebijakan tersebut tertuang dalam dokumen Renstra Kementerian Pertanian 2010-2014 serta Rencana Kerja Tahunan. dan SKPD tugas pembantuan kabupaten/kota yang ditetapkan oleh Adapun mekanisme perencanaan pembangunan pertanian dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Tugas Pembantuan adalah penugasan dari pemerintah pusat kepada kepala daerah. dan unsur penunjangnya. strategi. Pemerintah pusat menetapkan kebijakan nasional pembangunan pertanian (top-down policy) sebagai acuan makro terhadap implementasi kegiatan di daerah. Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan merupakan bagian anggaran kementerian negara/lembaga yang dialokasikan berdasarkan rencana kerja dan anggaran kementerian/lembaga. Kebijakan tersebut mencakup aspek visi. arah kebijakan. Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat kepada Gubernur sebagai wakil Pemerintah.

bottom-up planning. Untuk mewujudkan penerapan sistem penganggaran ini sangat diharapkan agar daerah dapat berpartisipasi dalam proses perencanaan sehingga akan menumbuhkan rasa ikut memiliki (sense of belonging) terhadap anggaran kinerja. desentralistik. dalam perencanaan anggaran kinerja para perencana harus memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai hubungan program dengan anggaran kinerja khususnya berkaitan dengan: (a) Strategi dan prioritas program yang memiliki nilai taktis strategis bagi pembangunan pertanian. ANGGARAN BERBASIS KINERJA Semenjak tahun 2006 pemerintah telah mulai menerapkan sistem penganggaran berbasis kinerja. kualitas dan karakteristik (sumberdaya alam. Untuk itu. SDM. Penerapan sistem anggaran berbasis kinerja ini muncul didasarkan atas banyaknya temuan permasalahan dan kendala dalam penerapan anggaran melalui pendekatan kegiatan proyek maupun bagian proyek di masa lalu. modal. Upaya penyempurnaan pola penganggaran ini dimulai dengan perumusan program dan penyusunan struktur organisasi pemerintah yang sesuai dengan program tersebut. sehingga sistem perencanaan yang serasi antara bottom up planning dan top down policy dapat diwujudkan. teknologi. Untuk mendukung hal tersebut pemerintah kabupaten/kota terlebih dahulu melakukan identifikasi terhadap: besaran. komprehensif dan berkelanjutan. Sistem penganggaran terpadu berbasia kinerja memerlukan pengaturan sistem dan mekanisme perencanaan pembangunan nasional dan daerah serta mengakomodasi semangat reformasi yang lebih demokratis. (b) Target group (kelompok sasaran) yang akan dituju oleh program dan kegiatan 4 . C. yang kemudian diharapkan meningkatkan efektivitas sekaligus efisiensi pelaksanaan kegiatan. sosial dan budaya). Selanjutnya perencanaan tersebut juga diharapkan tetap dapat menampung sasaran-sasaran perencanaan yang bersifat makro yang ditetapkan oleh Pusat. Kegiatan tersebut mencakup pula penentuan unit kerja yang bertanggung jawab atas pelaksanaan program serta penentuan indikator kinerja yang digunakan sebagai tolok ukur dalam pencapaian tujuan program yang telah ditetapkan. sinergis.

tetapi pada tingkat pemanfaatan anggaran yang tepat sasaran dan efisien. lengkap dengan data dukung yang akurat. dan (c) Sumberdaya dan teknologi yang tersedia dalam rangka peningkatan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat. D. 5 . TUJUAN DAN SASARAN Dalam rangka menghasilkan perencanaan yang baik sesuai yang diamanatkan Undang-undang Pertanian. dan legalitas dari Dinas terkait. Penilaian tingkat keberhasilan kegiatan berdasarkan anggaran berbasis kinerja ini bukanlah pada besarnya jumlah anggaran yang dialokasikan sesuai usulan daerah. Output Keluaran (output) dari kegiatan Penyusunan Pedoman Usulan Kegiatan PPHP adalah Buku petunjuk/pedoman usulan kegiatan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian. Dari hasil evaluasi proposal tahun-tahun yang lalu sebagian besar pengajuan proposal kegiatan PPHP dari daerah yang masuk selama ini lebih banyak berisi shopping list usulan pengadaan barang (procurement–based) bukan berupa aktivitas pengembangan (activity-based) dengan indikator output dan outcome yang terukur dan tingkat keberhasilan tinggi. Untuk mendukung hal tersebut. a. diperlukan proposal yang mampu menjelaskan kebutuhan anggaran yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang ditargetkan. nomor 17 tahun 2003 maka perlu disusun Pedoman Pengajuan Proposal Kegiatan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tujuannya adalah untuk memberikan pedoman teknis dalam pengusulan kegiatan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian bagi institusi pusat dan daerah.yang ditunjukkan oleh indikator dan sasaran kinerja yang terukur. sehingga kegiatan yang diajukan benar-benar mampu menyelesaikan permasalahan pengolahan dan /atau pemasaran yang ada didaerah tersebut.

adanya proposal yang baik dari daerah. serta memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat tani. akan sangat membantu dalam menetapkan kebijakan alokasi kegiatan dan anggaran bagi daerah. Outcome Bagi Ditjen. dan instansi lain. Kabupaten/Kota. Provinsi. Benefit Tersusunnya perencanaan program pembangunan pertanian khususnya kegiatan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian secara lebih baik yang transparan. Impact Diharapkan kegiatan pembangunan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian bersifat spesifik. 6 .b. memiliki efektifitas tinggi untuk memecahkan masalah. PPHP. d. terintegrasi antara institusi Pusat. serta berkelanjutan. c.

Pengembangan Usaha dan Investasi (5). PPHP Kegiatan Utama tersebut selanjutnya dirinci menjadi sub kegiatan yang menjadi prioritas PPHP dalam kegiatan Dana Tugas Pembantuan yang dapat dilihat dalam tabel berikut: 7 . Kegiatan Utama yang akan dilaksanakan dibawah program tersebut adalah: (1). Industri Hilir. Pengembangan Pemasaran Internasional (4). STRUKTUR PROGRAM DAN KEGIATAN PPHP 2013 Sebagai sub-bagian dari pembangunan pertanian secara luas. Pengembangan Mutu dan Standarisasi Pertanian (2). program pembangunan pertanian yang diemban oleh Ditjen.Bab 2 KARAKTERISTIK PROGRAM DAN KEGIATAN A. Daya Saing. Sesuai dengan pedoman dalam Reformasi Perencanaan dan Penganggaran yang dituangkan dalam Rencana Strategis Kementerian Pertanian Tahun 2010 – 2014. Pemasaran dan Ekspor Hasil Pertanian. Dukungan Manajemen dan Teknis lainnya pada Ditjen. maka struktur program dan kegiatan pembangunan PPHP mengacu pada struktur program dan kegiatan yang telah ditetapkan di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kementerian Pertanian. Pengembangan Pemasaran Domestik (3). Pengembangan Pengolahan Hasil Pertanian (6). PPHP adalah Peningkatan Nilai Tambah.

atsiri. Peternakan: 1. Pengembangan pengolahan biogas limbah ternak. Pengembangan mutu kopi 8 .Prioritas Ditjen. Perkebunan: 1. Peternakan. lada. Pengembangan Pengolahan Hasil Pertanian Subkegiatan Tanaman Pangan: 1. Pengembangan agroindustri hasil perkebunan (kelapa. & Perkebunan: 1. 2. kopi. mete. 2. Perkebunan: 1. 3. Pengembangan agroindustri tepung berbasis sumberdaya lokal. 2. Pengembangan agroindustri peternakan . 3. Revitalisasi penggilingan padi . Pengembangan pangan organik. Pengembangan Mutu dan Standarisasi Pertanian Tanaman Pangan. Pengembangan pengolahan pakan ternak . Pengembangan agroindustri hasil hortikultura. Hortikultura. (2). Pengembangan agroindustri hasil tanaman pangan Hortikultura: 1. gula dan lain-lain). PPHP Tahun 2010-2014 Kegiatan (1). Pengembangan mutu kakao fermentasi.

Pengembangan Pemasaran Internasional Tanaman Pangan & Hortikultura: 1. Pengembangan Usaha dan Investasi Subkegiatan Tanaman Pangan & Hortikultura. Pengembangan Sub Terminal Agribisnis (STA) 2. Pengembangan Kemitraan dgn Pola Insentif Two in One 3. Pengembangan sarana dan pemasaran sayuran dan tanaman hias. Pengembangan Pemasaran Domestik (5). Peternakan: 2. Fasilitasi Akselerasi ekspor hasil pertanian . 9 . PPHP Tahun 2010-2014 Kegiatan (3). Pengembangan pengemasan produk tanaman pangan dan hortikultura Perkebunan: 1. Perkebunan dan Peternakan: 1. 3. Revitalisasi/Pengembangan Pasar Ternak.Prioritas Ditjen. dll) 2. Pengembangan pengemasan produk peternakan. (4). Pengembangan usaha hasil samping produk pertanian Tanaman Pangan & Hortikultura: 1. Pengembangan kelembagaan dan kewirausahaan di sektor pertanian (pengeringan dan pergudangan padi jagung. 3. Pengembangan pengemasan produk Perkebunan.

Peningkatan nilai tambah akan difokuskan pada dua hal yakni peningkatan kualitas dan jumlah olahan produk pertanian untuk mendukung peningkatan daya saing dan ekspor. Good Manucfacturing Practices). Peningkatan daya saing akan difokuskan pada pengembangan produk berbasis sumberdaya lokal yang (1) bisa meningkatkan pemenuhan permintaan untuk konsumsi dalam negeri. dan (2) bisa mengurangi ketergantungan impor (substitusi impor). DAN EKSPOR Program Peningkatan Nilai Tambah dan Daya Saing dimaksudkan untuk memfasilitasi: (1) Berkembangnya usaha pertanian produktif dan efisien menghasilkan berbagai produk pertanian yang memiliki nilai tambah dan daya saing yang tinggi baik di pasar domestik maupun internasional. terutama melalui peningkatan devisa dan pertumbuhan PDB. Good Handling Practices. Diperkirakan baru sekitar 80 % produk pertanian diperdagangkan dalam bentuk segar sedangkan 20% sisanya dalam bentuk olahan. Good Agricultural Practices. dan bahan olah karet (bokar) sudah harus tersertifikasi dengan pemberlakuan sertifikasi wajib. Peningkatan kualitas produk pertanian (segar dan olahan) diukur dari peningkatan jumlah produk pertanian yang mendapatkan sertifikasi jaminan mutu (SNI. Untuk mengurangi besarnya importasi gandum/terigu yang mencapai 6. Pada akhir 2014 semua produk pertanian organik. yang ditargetkan pada akhir 2014 sudah bisa mensubstitusi 10 % importasi gandum/terigu. Karena itu pada akhir 2014 produk pertanian yang diperdagangkan dalam bentuk olahan ditargetkan mencapai 50%. sehingga nilai tambahnya masih sangat kecil. kakao fermentasi . DAYA SAING.7 juta ton per tahun akan dikembangkan tepung-tepungan berbasis sumberdaya lokal.B. Upaya peningkatan daya saing akan difokuskan pada peningkatan produksi susu yang selama ini importasinya mencapai 73% untuk memenuhi kebutuhan domestik. Organik. Ukurannya adalah besarnya pangsa pasar (market share) di pasar dalam negeri dan penurunan net impor. Untuk 10 . URAIAN PROGRAM PENINGKATAN NILAI TAMBAH. dan (2) Meningkatkan kontribusi sektor pertanian dalam perekonomian nasional. Peningkatan jumlah olahan diukur dari rasio produk segar dan olahan.

pertumbuhan volume ekspor. (e). Pendampingan operasionalisasi dan perawatan peralatan dan sarana yang diberikan. (b). URAIAN SUB KEGIATAN DAN SASARAN TUGAS PEMBANTUAN DITJEN. dengan cara: (a). Memperbaiki/melengkapi peralatan penggilingan padi kecil (b). Mengembangkan diversifikasi pangan melalui usaha pengolahan pangan berbasis tepung-tepungan lokal. Peningkatan ekspor akan difokuskan pada pengembangan produk yang punya daya saing di pasar internasional. Sasaran kegiatan ini adalah meningkatkan rendemen penggilingan padi minimal 2 %. Penumbuhan/pengembangan kelembagaan dan kemitraan usaha melalui pendampingan untuk meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia pengelolanya dan sekaligus akses pasar dan permodalan. yang kebutuhan di pasar dalam negeri sudah tercukupi. 11 . (c). baik segar maupun olahan. Pendampingan untuk mendapatkan akses modal. Penumbuhan kelembagaan penggilingan padi yang dikelola oleh gabungan kelompok tani (POKTAN) atau GAPOKTAN yang bisa mandiri dan berkelanjutan. Revitalisasi Penggilingan Padi. 2. Pengembangan Agroindustri Tepung Berbasis Sumberdaya Lokal. Pendampingan manajemen usaha penggilingan padi. Indikatornya adalah C.kakao. (d). ditargetkan pada akhir 2014 kebutuhan kakao fermentasi bermutu untuk industri coklat dalam negeri bisa dipenuhi semua dari produksi dalam negeri. PPHP 1. Sasaran kegiatan ini adalah untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat lokal dengan cara: (a).

Pengembangan kelembagaan dan kemitraan usaha pengolahan bawang merah di sentra-sentra produksi. Gula). Mete. melalui: (a). (b). (b). dan pendapatan petani di sektor perkebunan. Fasilitasi akses pasar dan permodalan. (c). dengan fasilitasi penyediaan sarana dan pendampingan usaha. serta mencegah turunnya harga saat panen raya. dengan fasilitasi penyediaan sarana dan pendampingan usaha. arang kelapa. Kopi. Fasilitasi pembangunan usaha pengolahan pakan ternak skala kecil di pedesaan berbasis sumberdaya lokal. Pengembangan kelembagaan dan kemitraan usaha pengolahan minyak nilam berbasis jaminan mutu. melalui: (a). Pengembangan kelembagaan dan kemitraan usaha pengolahan jus dan keripik buah di sentra produksi berbasis sistem jaminan mutu. (c). dengan fasilitasi penyediaan sarana dan pendampingan usaha. kopra. 4. Lada. melalui: (a). Pendampingan teknis produksi dan manajemen usaha.3. desicated coconut. (b). Sasaran kegiatan ini adalah untuk meningkatkan nilai tambah. daya saing. Atsiri. Sasaran kegiatan ini adalah untuk menjamin ketersediaan pakan ternak sehingga mendorong pengembangan peternakan di pedesaan dan sekaligus menciptakan lapangan kerja baru. Pengembangan Agroindustri Hortikultura Sasaran kegiatan ini adalah untuk meningkatkan nilai tambah. daya saing. Pengembangan kelembagaan dan kemitraan usaha pengolahan kelapa terpadu (menjadi VCO. Pengembangan Pengolahan Pakan Ternak . Pengembangan kelembagaan dan kemitraan usaha pengolahan kopi di sentra produksi berbasis sistem jaminan mutu. dengan fasilitasi penyediaan sarana dan pendampingan usaha. 12 . 5. Pengembangan Agroindustri Hasil Perkebunan (Kelapa. dll) dengan fasilitasi penyediaan sarana dan pendampingan usaha.

7. (b). melalui: (a). Pengembangan Mutu Biji Kakao Fermentasi. manajemen usaha. Pengembangan Mutu Bahan Olah Karet (Bokar) Bersih Sasaran kegiatan ini adalah meningkatkan daya saing karet nasional di pasar luar negeri. Sasaran kegiatan ini adalah untuk meningkatkan nilai tambah biomassa dan limbah ternak dalam rangka mendukung ketersediaan pupuk dan bahan bakar di pedesaan. Penguatan kelembagaan dan kemitraan usaha peternak. (b).6. Fasilitasi sarana pemerahan. nilai tambah dan daya saing komoditas kakao. Pengembangan Pengolahan Biogas Limbah Ternak. Meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia kelompok tani untuk menghasilkan kakao fermentasi bermutu tinggi sesuai SNI melalui pendampingan. Fasilitasi perbaikan/ pengembangan sarana fermentasi dan penanganan pasca panen dan pengolahan kakao berbasis jaminan mutu untuk menghasilkan high quality fermented cocoa bean. 8. melalui: (a). dengan jalan: (a). memperbaiki dan membangun kondisi mutu bokar dan menghasilkan bokar bersih dan bermutu sesuai dengan persyaratan teknis 13 . pengumpulan. daya saing dan posisi tawar kelompok peternak susu sapi perah. (c). Pendampingan teknis. Memperkuat kelembagaan dan kemitraan usaha kelompok tani melalui pendampingan 9. dan pengolahan susu dan daging sesuai sistem jaminan mutu. Sasaran kegiatan ini adalah meningkatkan nilai tambah. Pendampingan teknis produksi dan manajemen usaha. (c). Fasilitasi bangunan pengolahan susu skala perdesaan. Daging). dan pemasarannya. Fasilitasi alat dan bangunan biogas (b). Sasaran kegiatan ini adalah meningkatkan mutu. (d). Pengembangan Agroindustri Hasil Peternakan (seperti Susu.

12. kuantitas dan kontinuitas produk. Pendampingan operasionalisasi dan perawatan peralatan dan sarana yang diberikan. (c). (e). Memperkuat kelembagaan dan kemitraan usaha kelompok tani 10.dan atau standar mutu yang berlaku serta pemenuhan akan kualitas. Pendampingan manajemen pergudangan. Pengembangan Pengemasan Produk Pertanian 14 . Sasaran kegiatan ini adalah untuk meningkatkan mutu gabah/beras. (c). (d). Pengembangan Usaha Pengeringan dan Pergudangan dan Kemitraan Padi. Memperbaiki/melengkapi peralatan pengering (dryer) dan sarana pergudangan/penyimpanan. GMP. Insentif sertifikasi pangan organik bagi POKTAN/ GAPOKTAN. dll) sistem pangan organik. (b). Jagung. (d). (b). Penyusunan best practices (GAP. (b). 11. untuk memenuhi standar yang diminta pasar. Meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia kelompok tani untuk menghasilkan bahan olah karet bermutu tinggi sesuai SNI melalui pendampingan. (c). Pengembangan Pangan Organik Sasaran kegiatan ini adalah untuk mendorong peningkatan pengembangan produk pangan organik melalui: (a). termasuk memperbaiki/membangun sarana lumbung desa yang dikelola oleh masyarakat. Fasilitasi sarana penunjang lainnya. Pendampingan penerapan sistem pangan organik dan pencatatannya (recording) pada keseluruhan proses produksi. dengan cara (a). Fasilitasi sistem informasi dan public awareness. Mengembangkan kemitraan dalam penyediaan dan pemasaran hasil. Fasilitasi perbaikan/ pengembangan sarana penanganan pasca panen karet berbasis jaminan mutu. jagung. dengan cara: (a). GHP.

13. Fasilitasi kapasitas usaha kelembagaan kelompok tani melalui dan dan pendampingan penerapan teknologi tepat guna dan peningkatan pengeringan dan sarana pergudangan. dengan cara: (a). 14. dan meningkatkan posisi tawar petani (sehingga meningkatkan pendapatannya). dengan jalan: (a). operasionalisasi peralatan. 15 . memperpendek rantai pasar. Pendampingan dalam merancang kemasan yang berkualitas dan memenuhi standar pasar sasaran. (d). (b). pengeringan pendampingan untuk mendapatkan akses pasar dan permodalan. Menerapkan Supply-Chain Management untuk meningkatkan akses pasar dan posisi tawar. nilai tambah. perbaikan/pengembangan pergudangan. melalui: (a). Memfasilitasi sarana (peralatan dan bangunan) yang diperlukan untuk mengembangkan pengemasan produk. Pengembangan Usaha dan Kemitraan Pengeringan dan Pergudangan Bawang Merah dan Biofarmaka. Revitalisasi dan pemanfaatan sarana pemasaran di lokasi produksi (on-farm) yang digunakan dan dikelola langsung oleh kelompok tani dalam menjual produknya. Pengembangan Sub Terminal Agribisnis (STA). Pendampingan untuk menumbuhkan dan memperkuat kelembagaan dan kemitraan. Fasilitasi sarana penanganan atau pengemasan serta pergudangan untuk menghasilkan produk bermutu. penerapan sistem jaminan mutu. Sasaran kegiatan ini adalah untuk meningkatkan mutu. Meningkatkan manajemen (b). Sasaran kegiatan ini adalah untuk meningkatkan akses pasar bagi petani. (b).Sasaran kegiatan ini adalah untuk meningkatkan nilai tambah dan pendapatan kelompok tani. (c). dan daya saing komoditi bawang merah dan biofarmaka.

gula. Pendampingan sistem usaha dan pemasaran. dan perkandangan sesuai sistem jaminan bermutu. memperpendek rantai pasar. 16 . (b). karet. (d). mete. Revitalisasi/Pengembangan Pasar Ternak Sasaran kegiatan ini adalah untuk meningkatkan akses pasar bagi peternak. tepung dan jeruk. 4) Komoditi substitusi impor yaitu susu. daging sapi. melalui: (a). rempah dan teh. beras specialty. Fasilitasi sarana sistem informasi pasar. 2) Komoditi utama orientasi ekspor yaitu kakao. kelapa. Pengembangan Sarana dan Pemasaran Sayuran dan dan Tanaman Hias Sasaran kegiatan ini adalah untuk meningkatkan sarana yang baik dan benar pada rantai pengemasan dan pengangkutan sebagai jaminan untuk mendapatkan mutu yang diinginkan konsumen. tanaman hias tropika. 3) Komoditi potensi pasar domestik dan ekspor yaitu buah tropika. FOKUS KOMODITI KEGIATAN PPHP Pada kegiatan tahun 2013. dan meningkatkan posisi tawar peternak (sehingga meningkatkan pendapatannya). fokus komoditi kegiatan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian adalah: 1) Komoditi pangan utama yaitu beras.(c). jagung. Fasilitasi sarana pengujian kesehatan. kedelai. penimbangan. 16. sawit. Fasilitasi sarana sistem informasi pasar. Revitalisasi sarana pemasaran yang digunakan dan dikelola langsung oleh kelompok peternak dalam menjual produknya. 15. kopi. (d). sistem usaha dan pemasaran. atsiri. daging ayam. Pendampingan jaminan mutu. D. biofarmaka. (c).

Pembinaan. Pembinaan LM3 dll. 3. Monitoring. Pelayanan Informasi Pasar (PIP). Propinsi. 5. monitoring dan evaluasi. 4. dan Kabupaten / Kota mempunyai karateristik sebagai berikut: Karakteristik Kegiatan Pusat: 1. dan public awareness. 8. 3. 6. promosi.E. sosialisasi. Pelayanan teknis/ bisnis. 7. bimbingan. 7. 2. implementasi dan pelaporan Pengawasan dan pengendalian pembangunan pertanian Pembinaan dan pengawalan kegiatan di daerah. Pembinaan Teknologi Pengolahan Hasil. Pembinaan kewirausahaan dan kelembagaan usaha. 5. Manajemen pembangunan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian Penyusunan dan pelaksanaan kebijakan Regulasi pembangunan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian Koordinasi perencanaan. 6. Pengembangan sistem Informasi dan data base Fasilitasi kegiatan Lembaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat (LM3) dll. pendampingan. Koordinasi perencanaan dan evaluasi (lintas Kabupaten/Kota) Pengawalan. dll. Pelatihan dan Sosialisasi Program Fasilitasi promosi produk pertanian Penyusunan Juklak kegiatan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Pembinaan mutu hasil pertanian. Karakteristik Kegiatan Dana Dekonsentrasi di Provinsi: 1. 8. Evaluasi dan Pelaporan (Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan) Supervisi. 9. Diutamakan untuk kegiatan non fisik. pelatihan. Sekolah Lapang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (SLPPHP). 4. 17 . apresiasi. 2. KARAKTERISTIK KEGIATAN PUSAT DAN DAERAH Pada tahun 2013 kegiatan yang akan dilaksanakan di tingkat Pusat.

Pedampingan kepada Poktan/ Gapoktan. yakni yang dapat mendorong percepatan pengembangan industri hilir di bidang pertanian. 2.Karakteristik Kegiatan Dana Tugas Pembantuan Kegiatan Dana Tugas Pembantuan terdiri dari Tugas Pembantuan Provinsi dan Dana Tugas Pembantuan Kabupaten/ Kota. pihak inti yang akan menetapkan kuantitas. Kegiatannya diutamakan untuk kegiatan fisik. Kegiatan Dana Tugas Pembantuan : 1. Jenis teknologi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan kedua belah pihak. Pola Umum: Pola umum yang diberikan bagi tumbuhnya industri perdesaan meliputi bantuan dalam bentuk alat dan mesin. 5. Pola Kegiatan Dana Tugas Pembantuan : 1. monitoring. modal usaha kelompok dengan penguatan kelembagaan usaha yang dibutuhkan dalam kegiatan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian. evaluasi dan pelaporan. Sebagai pihak yang berhubungan langsung dengan pasar. perencanaan. Penguatan modal usaha kelompok. Hal ini perlu dilakukan karena tugas Inti adalah menjadi penjamin (AVALIS) bagi Plasma. 2. Untuk mengetahui kebutuhan tersebut maka pihak plasma dan inti diharapkan dapat mengajukan proposal dengan melampirkan nota kesepahaman yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. seleksi CP/CL. serta membina plasma dalam sistem produksi. Inti juga yang selanjutnya akan membeli produk plasma untuk dipasarkan langsung atau diolah dan kemudian dipasarkan dengan harga yang disepakati (berkeadilan). 18 . kualitas dan kontinyuitas produk yang harus dihasilkan plasma. Pengadaan sarana/ alat pengolahan dan pemasaran hasil. Kegiatan operasional yang mencakup: koordinasi. pedampingan. Pola Khusus (Pola Insentif Two in One) Insentif teknologi diberikan kepada plasma yang dikelola oleh inti. 3. 4.

dan lain-lain). kontinyuitas dan harga yang telah disepakati. perbaikan mutu) untuk memasok produk ke Inti. BHMN. dan akses pendanaan. (b) Membantu merancang Business Plan Inti-Plasma yang terpilih. (c) Melakukan pendampingan manajemen. (c) Melakukan kerjasama dengan Plasma lain. (d) Transfer teknologi (know how) dari hasil R & D untuk mengembangkan usaha Inti-Plasma. (b) Mengembangkan kegiatan usaha (on-farm. yang mempunyai tugas: (a) Menjadi penjamin (AVALIS) bagi Plasma. (d) Membina Plasma dalam sistem produksi. pemasaran. pangolahan. BUMD. kualitas dan kontinyuitas produk yang harus dihasilkan oleh Plasma. PT. Plasma mempunyai tugas : (a) Memasok produk kepada Inti sesuai dengan kuantitas. Plasma adalah Kelompok Tani atau Gabungan Kelompok Tani yang di utamakan sudah berbadan hukum dan bankable/ feasible untuk mendapat pinjaman skim kredit. (b) Membeli produk Plasma untuk dipasarkan langsung atau diolah dan kemudian dipasarkan dengan harga yang telah disepakati (berkeadilan). Pendukung adalah Pendukung adalah Perguruan Tinggi/ lembaga penelitian yang bertugas: (a)Membantu Ditjen PPHP dan Dinas Daerah untuk memilih Inti-Plasma yang akan mendapat insentif. (e) Melaporkan kegiatan kepada Ditjen PPHP dan Dinas Daerah secara berkala. teknik produksi.Inti adalah industri pengolahan/ pasca panen/ eksportir (swasta. (c) Menetapkan kuantitas. pasca panen. 19 . kualitas.

1. Skim Insentif 20 . Strategi Implementasi Pola Insentif (2 in 1) Gambar 2.Gambar 2.2.

JENIS DAN JUMLAH KEGIATAN Jenis kegiatan yang boleh diusulkan adalah kegiatan tugas pembantuan yang termasuk dalam jenis kegiatan prioritas Ditjen PPHP tahun 2013 (lihat Bab 2). Agar anggaran yang terbatas bisa digunakan seoptimal mungkin untuk menyelesaikan satu kegiatan hingga dapat beroperasi. Jumlah kegiatan PPHP yang boleh diajukan oleh setiap Dinas lingkup pertanian Kabupaten/ Kota dalam satu tahun anggaran adalah 1 (satu) atau 2 (dua) kegiatan/komoditi yang dipandang sangat prioritas untuk segera dilakukan. Ada beberapa alasan yang mendasari kebijakan ini. sehingga secara cepat bisa menghasilkan output dan outcome yang diinginkan. adalah: (1). (2). (3). antara lain 21 . perkebunan dan peternakan).Bab 3 KRITERIA PENULISAN PROPOSAL A. Usulan yang diajukan seyogyanya mengacu pada hasil pertemuan kick-off meeting Perencanaan PPHP Tahun 2013 PAD TANGGAL 7 – 9 Desember 2011 di Bandung. Khusus untuk kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Usaha Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian di LM3 akan ada Pedoman Pengajuan Proposal tersendiri yang dikeluarkan oleh Ditjen PPHP. Adanya keterbatasan sumberdaya anggaran yang dimiliki oleh Ditjen PPHP yang harus memfasilitasi semua sub-sektor (pertanian tanaman pangan. hortikultura.

Komponen biaya ini digunakan untuk rehabilitasi/pembangunan gedung yang dibutuhkan untuk kegiatan penanganan pengolahan atau pemasaran hasil pertanian. kapasitas produksi). Jumlah tenaga pendamping adalah 1 (satu) orang berkualifikasi sarjana (S1) untuk setiap kegiatan. Perlu diingat bahwa masing-masing investasi bukan berdiri sendiri namun harus terkait secara logis dengan kegiatan dan program pengembangan yang diusulkan. Termasuk dalam komponen biaya ini adalah biaya untuk Jasa Konsultan. atau pemasaran yang sudah ada sehingga dapat berfungsi secara optimal. Komponen biaya ini digunakan untuk membayar tenaga pendamping yang secara khusus dipilih dan ditugaskan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan POKTAN/ GAPOKTAN. (2) Perlu dilengkapi dengan RAB (Rencana Anggaran dan Biaya) sesuai dengan harga satuan yang berlaku. (2) Rehabilitasi/pembangunan gedung. Tenaga pendamping bertugas secara full time untuk meningkatkan kemampuan teknis usaha. Pengadaan peralatan baru diperkenankan asalkan sesuai dengan desain kegiatan yang diusulkan. management usaha. Spesifikasi peralatan dan unit cost (harga satuan) perlu diuraikan dalam proposal.B. Jenis belanja yang BOLEH DIUSULKAN antara lain adalah: (1) Pengadaan peralatan/ bahan. Pengusulan komponen biaya ini: (1) Perlu dilengkapi dengan gambar arsitek yang sesuai dengan standar yang disyaratkan (mutu. dan akses pasar/kemitraan usaha dan 22 . JENIS/RINCIAN BELANJA Jenis belanja yang boleh diusulkan adalah biaya yang boleh digunakan yang terkait secara logis dengan kegiatan yang diusulkan. Komponen biaya ini diutamakan untuk perbaikan dan perawatan peralatan pengolahan. (3) Pendampingan.

Masa kerjanya adalah 10 bulan dalam satu tahun anggaran. Komponen biaya yang TIDAK BOLEH DIUSULKAN antara lain adalah: a. Pengadaan kendaraan yang boleh diusulkan adalah kendaraan yang benar-benar sangat terkait dengan operasionalisasi kegiatan yang diusulkan. monitoring dan evaluasi . pengembangan kegiatan PPHP yang memerlukan pengadaan tanah memerlukan sinergi antara pendanaan dari sumber daerah (pemerintah daerah atau masyarakat tani) dengan pendanaan dari pusat (Ditjen PPHP). Pengadaan tanah. 23 . (d) Belanja perjalanan lokal dalam rangka koordinasi. (e) Penyusunan. diusulkan komponen biaya untuk pengadaan mobil box berpendingin untuk pengangkutan daging ayam higienis dari RPU (rumah potong unggas) ke tempat pemasaran. baik roda 2 (dua) atau 4 (empat) tidak boleh diusulkan. Misalnya. Karena itu. Pengadaan kendaraan operasional dinas. b. penggandaan dan pengiriman laporan. Pengadaan kendaraan operasional Dinas.akses permodalan kepada anggota kelompok tani. (4) Manajemen penyelenggaraan kegiatan. (c) Administrasi lelang dan rapat koordinasi. Biaya pengadaan tanah harus ditanggung oleh POKTAN/ GAPOKTAN atau oleh Pemerintah Daerah setempat. Termasuk dalam hal ini adalah untuk: (a) Honor pelaksana kegiatan: (b) Pengadaan ATK . Komponen biaya ini digunakan untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan kegiatan. dalam usulan pembangunan RPU (rumah potong unggas).

Sangat diharapkan bahwa ruang lingkup kegiatan yang diusulkan adalah mulai dari kegiatan pasca panen/pengolahan hingga pemasarannya. Tujuan Penjelasan apa yang ingin dihasilkan dari usulan kegiatan ini dan jelaskan manfaat yang diperoleh jika hasil yang diharapkan ini tercapai c. perkebunan. dan Sub Kegiatan Bagian ini memuat informasi tentang usulan komoditi. Cakupan Kegiatan Menjelaskan kira-kira pekerjaan yang harus dilakukan secara rinci dan menentukan perangkat keras dan perangkat lunak yang terlibat dan sifat yang tepat dari pekerjaan yang harus dilakukan. hortikultura. e. nama nomenklatur satker/nama dinas) BAGIAN ISI (DETAIL USULAN) Dalam bagian ini disajikan informasi tentang: a. Komoditi. kegiatan/sub kegiatan pengolahan dan pemasaran yang di usulkan dinas terkait. kode satker. Permasalahan • Permasalahan (dan faktor penyebabnya) yang akan di selesaikan dari usulan kegiatan. OUTLINE E-PROPOSAL Outline e-proposal dan isi sebagai berikut: BAGIAN INFORMASI UMUM a. atau peternakan). Subsektor. b.C. Penerima Manfaat • Uraikan profil singkat kelompok/gabungan kelompok tani (nama. sub sektor (tanaman pangan. kabupaten/kota. dan nama ketua kelompok) yang berpotensi menjadi pengguna 24 . Lembar ini berisi informasi instansi pengusul (provinsi. • Penjelasan tentang ketersediaan dan sumber bahan baku bagi kegiatan pengolahan dan pemasaran d. alamat lengkap. Kegiatan.

Kebutuhan Anggaran Tahun 2013 (Rp. 25 . Rencana Anggaran Jelaskan dengan rinci besarnya dana yang dibutuhkan beserta dengan penggunaannya secara wajar dengan ketentuan sebagai berikut : Tidak tersedia dana untuk pembelian tanah.• • • Perkirakan potensi jumlah pengguna/penerima manfaat langsung dari bantuan Jumlah tenaga kerja yang akan terlibat dalam rencana kegiatan yang di usulkan Modal yang telah dimiliki calon penerima bantuan. tanda tangan pimpinan instansi pelaksana. serta tanda tangan atasan pimpinan instansi pelaksana.000) APBN Pusat APBD Catatan: Tabel ini harus diikuti dengan Lampiran yang menguraikan secara rinci setiap kegiatan/sub-kegiatan/jenis belanja (lihat Lampiran 3 ) BAGIAN LAMPIRAN Lampiran yang diperlukan adalah. antara lain: (1). jumlah biaya. tanggal dan tempat dibuatnya usulan. g. computer. f. Kegiatan/ SubKegiatan/ Jenis Belanja 1. n. nama/alamat/nomor telepon/e-mail instansi pelaksana. lokasi kegiatan. Strategi Proses untuk membantu organisasi dalam mengidentifikasi apa yang ingin di capai. Target Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai h. gedung. dan bagaimana seharusnya mencapai hasil yang bernilai. Lembar pengesahan. kendaraan roda empat dan dua. 2. berisi: judul kegiatan.

volume dan rincian harganya. (3). 26 . Hasil Feasibility Study (FS/ Pra-FS) sangat diharapkan sekali. Data pendukung lain yang diperlukan.(2). (6). Gambar spesifikasi bangunan (jika ada kegiatan pembangunan gedung/bangunan) dan rincian anggarannya. (4). Pernyataan dukungan oleh pemerintah daerah setempat. Spesifikasi peralatan. serta pengesahan dari PU (5).

go.Bab 4 ADMINISTRASI PROPOSAL A. JADWAL Sesuai dengan Jadwal Agenda Perencanaan RKP. serta kegiatan yang dilaksanakan khusus atau berkaitan dengan pertemuan lainnya baik atas inisiasi Ditjen. Desember 2011 – Februari 2012: Penyebarluasan dan sosialisasi Panduan Pengajuan Proposal Kegiatan PPHP (e-proposal). Proposal harus diajukan secara resmi oleh Kepala Dinas Kabupaten/ Kota yang telah mendapat persetujuan dari Dinas lingkup Pertanian Provinsi. 27 . PPHP maupun oleh Dinas lingkup Pertanian Provinsi. 10 April 2012: e-Proposal sudah harus diterima oleh Sekretariat Ditjen PPHP. melalui http://agribisnis. Dokumen ini selanjutnya akan dievaluasi dan dijadikan bahan pembahasan dalam MUSRENBANG tingkat Nasional di BAPPENAS dan Kementerian Pertanian yang diagendakan akan dilaksanakan pada minggu ke-2 bulan April 2012. maka jadwal pemrosesan proposal adalah sebagai berikut: (1). Kegiatan ini direncanakan akan dilakukan bersamaan dengan penyerahan POK (Petunjuk Operasional Kegiatan) dan sosialisasi Pedoman Umum kegiatan PPHP Tahun 2012. DIPA APBN Tahun 2013 Kementerian Pertanian.id/ (Web Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian. (2).deptan. RKA-KL. Kementerian Pertanian).

peternakan dan perkebunan. dan berkelanjutan. Kegiatan yang diusulkan harus benar-benar sesuai dengan prioritas kegiatan yang telah ditetapkan oleh Ditjen PPHP (lihat Bab 3). Karena itu kegiatan PPHP yang diusulkan harus menyatu di lokasi sentra produksi bahan bakunya(daerah cluster) baik komoditi tanaman pangan. hortikultura. Sangat diharapkan bahwa kegiatan yang diusulkan akan didanai juga oleh daerah baik dari sumber APBD maupun oleh masyarakat. Keterkaitan Hulu-Hilir Keterkaitan hulu-hilir sangat diperlukan karena kegiatan pengolahan harus didukung oleh pasokan bahan baku dalam jumlah yang cukup. Keterpaduan anggaran. Kegiatan yang diusulkan juga harus sesuai dengan kebijakan pengembangan komoditi unggulan yang ditetapkan oleh Daerah. terbatas. Adanya keterpaduan ini sangat keterpaduan anggaran akan diperlukan karena anggaran dari Ditjen PPHP (APBN) sangat mencerminkan komitmen yang tinggi dari daerah untuk mensukseskan kegiatan yang diusulkan. berkualitas. KRITERIA SELEKSI PROPOSAL Setiap proposal yang diajukan akan diseleksi kelayakan pendanaannya berdasarkan kriteria sebagai berikut: (1). dalam hal pengadaan tanah. Keterpaduan kegiatan dan komoditas. dll. sehingga memenuhi skala ekonomi usaha. bangunan. Disamping itu. (b).B. (2). Disamping dalam bentuk anggaran rupiah murni. daerah juga dapat berkontribusi 28 . Keterpaduan Pusat-Daerah Keterkaitan Pusat-Daerah akan dilihat dari: (a).

nasional. Dalam proposal harus dijelaskan tentang pasar yang akan dituju (lokal. Karena itu. (5). Produk yang dikembangkan harus mempunyai prospek dan potensi pasar yang baik. namun difokuskan pada hanya POKTAN/GAPOKTAN. lokasi/alamat. Kejelasan Desain dan Pengelolaan Kegiatan Proposal yang baik akan menjelaskan secara rinci tentang bagaimana setiap kegiatan akan diimplementasikan. Disamping itu. regional. (4). bahwa penerima bantuan adalah bukan individu petani. dalam proposal juga harus dijelaskan kesiapan POKTAN/GAPOKTAN dalam melaksanakan kegiatan yang diusulkan serta upaya yang akan dilakukan untuk mengelola aset agar terjamin keberlanjutannya. ekspor) serta besarnya peluang yang ada. Demikian juga masalah pengelolaan dari setiap usulan kegiatan/sub-kegiatan/belanja yang akan dilakukan. Sangat diharapkan bahwa ruang lingkup kegiatan yang diusulkan adalah mulai dari kegiatan pasca panen/pengolahan hingga pemasarannya. jenis usaha yang telah/sedang dilakukan.(3). Kejelasan POKTAN/ GAPOKTAN Calon Penerima dan Kesiapan Kelembagaannya. Keterkaitan Dengan Potensi dan Peluang Pasar serta Adanya Kemitraan Usaha. dll. Sesuai dengan kebijakan Kementrian Pertanian. dalam proposal harus dijelaskan tentang karakteristik POKTAN/GAPOKTAN yang akan menerima bantuan (nama. 29 .).

perlu dilengkapi dengan gambar bangunan dan rancangan anggaran biayanya (RAB). Untuk peralatan perlu dilengkapi dengan spesifikasi dan harga. (7). f. Proposal yang telah diseleksi dengan kriteria seperti tersebut di atas kemudian disinkronkan dengan usulan dari Eselon I terkait lingkup Kementerian Pertanian. Untuk itu ketaatan azas dalam pelaporan kegiatan dan pelaporan keuangan (SAI) tahun sebelumnya (T-1) akan digunakan untuk menentukan reward and punishment. maka prestasi kinerja tahun sebelumnya akan menentukan diterima atau ditolaknya usulan kegiatan dari suatu daerah. Indikator harus bisa dan mudah diukur. Kelengkapan Data Pendukung Setiap proposal perlu dilengkapi dengan data pendukung yang menjelaskan secara rinci tentang setiap sub-kegiatan/ jenis belanja yang diusulkan. a. baik output dan outcomenya. Prestasi Kinerja Tahun Sebelumnya Sesuai dengan paradigma anggaran berbasis kinerja. harus dirinci tempat tujuannya. atau Instansi lain di luar Kementerian Pertanian. Hasil Feasibility Study (FS/ Pra-FS) sangat diharapkan sekali. Untuk ATK. Untuk perjalanan dinas. serta bersifat kuantitatif.(6). b. harus dirinci penggunaannya. Untuk bangunan. Kejelasan Indikator Keberhasilan (Output dan Outcome) Proposal harus menjelaskan indikator keberhasilan dari setiap kegiatan yang diusulkan. e. Data-data lainnya. c. d. keberhasilan ini akan digunakan sebagai alat Indikator ukur/evaluasi keberhasilan kegiatan. (8). 30 .

2013 berbasis web dapat digambarkan sebagai berikut: Secara umum mekanisme penentuan usulan kegiatan pembangunan PPHP tahun Gambar 3: Mekanisme penentuan usulan kegiatan pembangunan PPHP tahun 2013 31 .serta disesuaikan dengan kebijakan Menteri Pertanian dan DPR.

perangkat lunak (software) browser (internet explorer 7+. di bawah ini setelah di klik icon eproposal : Gambar 5. MANUAL PENGISIAN E-PROPOSAL A.1. Pengguna disarankan untuk menggunakan software yang telah diberikan dalam paket CD atau mendownload dari website Ditjen. Kebutuhan Sistem Untuk mengisi formulir proposal secara elektronik (e-proposal) dibutuhkan sistem sebagai berikut : koneksi ke internet. seperti pada Gambar 5. 1. mozila firefox 2+. dan Safari 2+) .Bab 5. PPHP. Tampilan awal e-proposal 32 . Opera 9+.

2.B. Bagi Dinas Kab/Kota/Provinsi yang telah memiliki user ID yang telah disetujui oleh Pusat. petugas dari Kab/Kota diwajibkan untuk registrasi profil Dinas (KAB/KOTA dan PROVINSI) untuk mendapatkan username dan password yang digunakan untuk mengirim dan memonitor status proposal yang telah dikirim ke database melalui aplikasi berbasis web. Sebelum pengisian e-proposal. 33 . Cara memperoleh File Formulir Pengisian Proposal Secara Elektronik 1. Informasi yang dikirim pada halaman registrasi harus informasi yang sebenarnya dan dapat dipertanggungjawabkan seperti tampilan pada gambar 5. Tampilan form untuk registrasi 2. dapat mengirim dan memonitor status proposal setelah Login terlebih dahulu.2 berikut: Gambar 5. Setelah registrasi di admin e-proposal.

Propinsi danPusat) untuk melihat perkembangan proposal 34 . Admin Control Panel (Petugas Kab/Kota. Login untuk memasukan username dan password Gambar 5.3.Gambar 5.4.

Gambar 5. Tampilan status proposal yang masuk 3.6. PPHP http://agribisnis. Tampilan website Ditjen. dengan tampilan seperti Gambar 5. file formulir pengisian proposal secara elektronik akan dibagikan dalam CD kepada peserta sosialisasi Pengisian e-Proposal. dengan alamat http://agribisnis.deptan.id 35 . Selanjutnya.5.go. File tersebut juga dapat diunduh dari situs resmi Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian.go. 6. Gambar 5.deptan.id.

berikut ini : Gambar 5. Cara Pengisian Formulir e-Proposal 1.4. Tampilan e-form proposal Formulir ini dapat diisi secara offline (tidak terkoneksi dengan internet) dan disimpan. Pada halaman tersebut pengguna dapat mengunduh file formulir pengisian proposal secara elektronik. C. Klik menu ‘Download file Formulir Proposal Tugas Pembantuan ‘ .7. 36 . Awal pengisian proposal adalah melengkapi bagian Pendahuluan. lokasi. 5. Pada menu Kegiatan. Keterangan tentang cara penyimpanan dan pengiriman file akan dijelaskan lebih lanjut.7. Lengkapi masing-masing pop up menu tersebut. yaitu berisi tentang kegiatan. subkegiatan. Tampilan formulir pengisian proposal secara elektronik yang telah diunduh seperti pada gambar 5. kode satker dan nama satker.

Khusus untuk Kode Satker dan Nama Satker. Tampilan Pop Up Menu Sub Kegiatan dari Kegiatan yang Dipilih Begitu pula dengan Menu Kabupaten/Kota. Selanjutnya lengkapi menu Sub Kegiatan. maka sistem hanya akan menampilkan kelompok kabupaten/kota dari provinsi yang telah dipilih.).8. dapat diketik langsung. secara otomatis sistem hanya akan menampilkan kelompok sub kegiatan yang bersesuaian dengan Kegiatan yang telah dipilih (Gambar 5.klik tombol scroll down. Gambar 5.8. maka klik kegiatan yang dipilih. 37 . maka akan tersedia pilihan kegiatan. Pada tombol pop up menu Sub kegiatan. setelah memilih menu Provinsi.

pengisian selanjutnya adalah pengisian data pada kotak-kotak dengan cara mengetik langsung pada kotak yang telah disediakan atau dapat menggunakan fasilitas seperti pada word.9. sehingga akan tampil jendela browsing untuk mencari file gambar tersebut. cara memasukkan gambar dengan mengklik select a file . tombol mouse sebelah kiri Khusus untuk LAMPIRAN (data pendukung) yang berisi file gambar atau hasil scan.2. Disarankan file gambar dalam format .gif dengan resolusi yang tidak terlalu tinggi. Pada setiap kotak telah disediakan fasilitas tool tip. Memasukkan gambar ke dalam kotak melalui jendela browsing 38 . Setelah bagian pendahuluan selesai diisi.jpeg atau . yakni penjelasan mengenai data yang harus diisi. agar tidak memberatkan file saat akan dikirim (max width 500 kb). Penjelasan akan muncul bila kursor diletakkan pada kotak tersebut dan akan hilang setelah pengguna menekan Gambar 5.

Untuk pengiriman e-proposal dapat di klik tombol Kirim Proposal ke Server (Gambar 5. maka sistem akan memberi peringatan bahwa kotak tersebut harus diisikan terlebih dahulu (Gambar 5. Cara Penyimpanan dan Pengiriman Formulir e-Proposal Formulir e-proposal yang telah diisi. diedit dan diprint untuk dilakukan pengkoreksian dan penyempurnaan isinya. Termasuk perlu dicek untuk kotak-kotak yang harus diisikan atau tidak boleh dikosongkan.10. Jika kotak tersebut dikosongkan. dapat di simpan di lokal dan dapat di kirim ke server. Gambar 5. Untuk menyimpan file. Cara menyimpan dan pengiriman e-form yang telah diisi File dapat dibuka kembali.10).D. klik tombol Simpan Proposal di Lokal. 39 .10).

barulah file dapat dikirimkan secara online ke server pusat. Karena file dikirim secara online.Jika formulir proposal telah diisi dengan sempurna. maka pastikan bahwa komputer pengguna telah terkoneksi dengan internet. dikoreksi dan telah disetujui oleh pihak yang mengesahkan. 40 .

waktu.go.deptan. Pengajuan usulan kegiatan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian berbasis web keseragaman adalah untuk mewujudkan keterpaduan.id 41 . maka kerjasama yang harmonis secara lintas instansi sangat dibutuhkan. Paperless Office. tenaga dan produktivitas. keserasian dan dalam hal pengelolaan data dan informasi melalui peningkatan kemampuan petugas dengan meningkatkan pendayagunaan sarana.Bab 6 PENUTUP Pedoman Pengajuan proposal kegiatan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ini masih bersifat umum dan belum sempurna. ruang. Melalui kerjasama yang efektif dan bersifat saling mendukung diharapkan program-program yang telah dirumuskan dapat direalisasikan dan mencapai tujuan serta sasaran yang diinginkan. Dukungan para pelaku usaha agribisnis. sehingga perlu dilengkapi dan dijabarkan lebih lanjut ke dalam kegiatan-kegiatan operasional berdasarkan anggaran kinerja sesuai dengan potensi dan karakteristik di daerah. Dokumen ini dapat dilihat dan diunduh (download) di website Ditjen PPHP: http://agribisnis. Menuju kantor dengan informasi yang digitalisasi dan minim kertas. efisiensi biaya. Pembangunan dibidang pengolahan dan pemasaran hasil pertanian melibatkan aspek yang sangat luas dan terkait dengan kewenangan instansi lain di dalam dan di luar lingkup Kementrian Pertanian. Diharapkan dengan buku pedoman ini daerah dapat menentukan kegiatan pengembangan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian yang benar-benar sesuai kebutuhan dan prioritas daerah. pemerintah daerah dan masyarakat luas yang merupakan komponen utama didalam sistem agribisnis nasional juga sangat dibutuhkan.

LAMPIRAN 42 .

Lampiran 1 : Alur Proses (Flow Cart) Diagram Pengajuan Proposal Usulan Kegiatan PPHP TA. 2013 43 .

………..... <kepalaDinas > (......……………) *) Ket: Lampiran Lembar Pengesahan dapat di Fax ke 021-78837929 atau e-mail ke: programpphp@gmail..........> Disampaikan oleh........... Bupati/ Wali Kota < Tempat.... Contact Ditunjuk Nama Jabatan Alamat Telepon Fax e-mail HP Person Yang Mengetahui.....) (..... tanggal………….Lampiran 2 : Contoh Lembar Pengesahan Judul Usulan Kegiatan Jumlah Usulan Anggaran (Dana Dekonsentrasi / Tugas Pembantuan) Rp..com 44 ....

Lampiran 3 : Bagan Penyusunan Rencana. Program dan Anggaran Berbasis Kinerja Pembangunan Pertanian RANCANGAN PROGRAM KEMENTRIAN KEBIJAKAN KEMENTRIAN TERKAIT KEBIJAKAN NASIONAL RANCANGAN KEGIATAN PEMBANGUNAN PERTANIAN RANCANGAN KEGIATAN PROPINSI RANCANGAN KEGIATAN KABUPATEN / KOTA IDENTIFIKASI SUMBERADAYA ANALISIS PELUANG / MANFAAT PRIORITAS MUSRENBANGTAN TINGKAT KABUPATEN / KOTA MUSRENBANGTAN TINGKAT PROPINSI MUSRENBANGTAN NASIONAL 45 .

Lampiran 4: Contoh Rincian Usulan Kegiatan (RKA-KL) Satker Kegiatan MAK : : Dinas . . . Belanja Modal Gedung Bangunan Pembangunan / rehab . Belanja Barang Non Operasional Lainnya Rapat koordinasi.000. . Jenis Belanja/ Rincian Belanja Volume Harga Satuan (Rp) 5. . . . Belanja Modal Peralatan dan Mesin Pengadaan alat . dan 1 thn 521213 10 OB 400. .000 4. . ………. .000 521211 Belanja Bahan Atk dan Komputer supplies Honor yang terkait dengan output kegiatan Honor ………….000.000 Jumlah (Rp) 5. .000 521219 524119 532111 533111 573119 Belanja Lembaga Sosial Lainnya Penguatan Modal Usaha Kelompok TOTAL 46 . . . .. .000. . . .. pembinaan. Belanja Perjalanan Lainnya (DN) Dalam rangka identifikasi.

Bagian Perencanaan – Sekretariat Ditjen Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian Telp/Fax.id 47 . 021 – 78837929 Email: programpphp@gmail.deptan.com http://agribisnis.go.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful