P. 1
Pp_no.41-2011 Pengembangan Kewirausahaan Dan Kepeloporan Pemuda

Pp_no.41-2011 Pengembangan Kewirausahaan Dan Kepeloporan Pemuda

|Views: 4|Likes:
Published by cakmatt
Pengembangan Kewirausahaan dan Kepeloporan Pemuda
Pengembangan Kewirausahaan dan Kepeloporan Pemuda

More info:

Published by: cakmatt on Jun 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/17/2014

pdf

text

original

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2011 TENTANG PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN DAN KEPELOPORAN PEMUDA, SERTA PENYEDIAAN

PRASARANA DAN SARANA KEPEMUDAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 27 ayat (4), Pasal 29 ayat (5), dan Pasal 35 ayat (4) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang serta Penyediaan Pengembangan Kewirausahaan dan Prasarana dan Sarana Kepemudaan; Mengingat : 1. 2. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang 40 Dasar Negara Republik Indonesia tentang Kepemudaan Tahun 1945; Undang-Undang Nomor Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 148 Tahun 2009, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5067); MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN DAN KEPELOPORAN KEPEMUDAAN. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 PEMUDA, SERTA PENYEDIAAN PRASARANA DAN SARANA Kepeloporan Pemuda,

Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan: 1. Pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun. 2. Kepemudaan pemuda. 3. Pelayanan pemuda. 4. 5. Pengembangan kewirausahaan pemuda adalah kegiatan mengembangkan potensi keterampilan dan kemandirian berusaha. Pengembangan kepeloporan pemuda adalah kegiatan mengembangkan potensi 6. Kemitraan dalam adalah merintis jalan, melakukan untuk terobosan, menjawab pemuda tantangan, dan memberikan jalan keluar atas pelbagai masalah. kerjasama membangun potensi dengan prinsip saling membutuhkan, saling memperkuat, dan saling menguntungkan. 7. 8. 9. Organisasi kepemudaan adalah wadah pengembangan potensi pemuda. Prasarana kepemudaan adalah tempat atau ruang termasuk lingkungan yang digunakan untuk pelayanan kepemudaan. Sarana kepemudaan adalah peralatan dan perlengkapan yang digunakan untuk pelayanan kepemudaan. 10. Masyarakat adalah warga negara Indonesia yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang kepemudaan. 11. Pemerintah Republik Pusat, selanjutnya disebut Pemerintah, adalah Presiden Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara kepemudaan adalah penyadaran, pemberdayaan, kewirausahaan, serta dan pengembangan kepemimpinan, kepeloporan adalah berbagai hal yang berkaitan dengan potensi, tanggung jawab, hak, karakter, kapasitas, aktualisasi diri, dan cita-cita

Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 12. Pemerintah daerah adalah gubernur, bupati, atau walikota, dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. 13. Menteri adalah menteri yang bertanggung jawab menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kepemudaan. BAB II TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

bentuk pemerintah menyediakan daerah provinsi. Pemerintah provinsi memfasilitasi pengembangan kewirausahaan dan kepeloporan pemuda lintas kabupaten/kota dan tingkat provinsi. serta dan penyediaan prasarana dan sarana kepemudaan merupakan tugas dan jawab Pemerintah. Pemerintah daerah provinsi menyediakan prasarana dan sarana kepemudaan tingkat provinsi. Pasal 5 (1) (2) Pemerintah menyediakan prasarana dan sarana kepemudaan tingkat nasional. prasarana dan dan sarana pemerintah daerah kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat dilakukan dalam kepemudaan. Pasal 3 (1) (2) (3) Pemerintah memfasilitasi pengembangan kewirausahaan dan kepeloporan pemuda lintas provinsi. pengembangan kewirausahaan dan kepeloporan . Tugas Pemerintah. (3) Tanggung (1) jawab Pemerintah. pemerintah pemerintah daerah kabupaten/kota.Pasal 2 (1) Pengembangan tanggung (2) kewirausahaan dan kepeloporan pemuda. dapat dilaksanakan melalui kerjasama antara Pemerintah dengan pemerintah daerah atau antarpemerintah daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. dan internasional. tingkat nasional. Pasal 4 Fasilitasi pengembangan kewirausahaan dan kepeloporan pemuda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3. dan pemerintah daerah kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam bentuk memfasilitasi pemuda. Pemerintah kabupaten/kota memfasilitasi pengembangan kewirausahaan dan kepeloporan pemuda lintas kecamatan dan tingkat kabupaten/kota. pemerintah daerah provinsi. daerah provinsi.

kepeloporan pemuda. (3) Tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) dan Pasal 5 ayat (3) dilaksanakan oleh bupati/walikota. Pasal 7 (1) Menteri dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya berwenang: a. melakukan kewirausahaan (2) syarat pemuda. menetapkan melaksanakan rencana strategis nasional mengenai pengembangan dan norma. sebagaimana serta penyediaan pada prasarana ayat dan sarana kepemudaan dimaksud (1) huruf c diatur dengan Peraturan Menteri. standar. serta penyediaan prasarana dan sarana kepemudaan. serta penyediaan dan kriteria kewirausahaan serta dan sarana dan prasarana dan sarana kepemudaan. c. kewirausahaan dan serta penyediaan atas prasarana sarana kepemudaan. tanggung jawab. Tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) dan Pasal 5 ayat (2) dilaksanakan oleh gubernur. prosedur. dan kewenangannya mengoordinasikan kebijakan dan program pengembangan kewirausahaan dan . dan pengawasan dan pelaksanaan pengembangan kepeloporan pemuda.(3) Pemerintah daerah kabupaten/kota menyediakan prasarana dan sarana kepemudaan tingkat kabupaten/kota. kebijakan pengembangan kepeloporan pemuda. serta penyediaan prasarana dan dalam pengembangan kepemudaan secara nasional. Pasal 8 Menteri dalam melaksanakan tugas. menetapkan kepeloporan d. Pasal 6 (1) (2) Tugas dan tanggung jawab Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) dan Pasal 5 ayat (1) dilaksanakan oleh Menteri. Ketentuan lebih lanjut mengenai syarat pengembangan kewirausahaan dan kepeloporan pemuda. menetapkan kewirausahaan b.

menetapkan rencana strategis kabupaten/kota mengenai pengembangan kewirausahaan dan kepeloporan pemuda. d. menetapkan syarat dalam penyediaan prasarana dan sarana kepemudaan tingkat provinsi. c. dan melakukan pengawasan atas pelaksanaan pengembangan kewirausahaan dan kepeloporan pemuda. dan/atau pemerintah daerah serta unsur terkait lainnya. b. dan melakukan pengawasan atas pelaksanaan pengembangan kewirausahaan dan kepeloporan pemuda. Pasal 10 Bupati/walikota dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya berwenang: a. melaksanakan menetapkan kebijakan kebijakan provinsi dan kebijakan nasional serta pengembangan kabupaten/kota mengenai kewirausahaan dan kepeloporan pemuda. . pengembangan kewirausahaan dan kepeloporan pemuda. serta penyediaan prasarana dan sarana kepemudaan. serta penyediaan prasarana dan sarana kepemudaan tingkat provinsi. serta penyediaan prasarana dan sarana kepemudaan dengan kementerian atau lembaga pemerintah nonkementerian. serta penyediaan sarana dan prasarana kepemudaan tingkat provinsi. Pasal 9 Gubernur dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya berwenang: a. serta penyediaan prasarana dan sarana kepemudaan tingkat kabupaten/kota. d. serta penyediaan prasarana dan sarana kepemudaan tingkat kabupaten/kota.kepeloporan pemuda. melaksanakan kebijakan nasional dan menetapkan kebijakan provinsi mengenai c. b. menetapkan syarat dalam penyediaan prasarana dan sarana kepemudaan tingkat kabupaten/kota. lembaga nonpemerintah. serta penyediaan prasarana dan sarana kepemudaan. menetapkan rencana strategis provinsi mengenai pengembangan kewirausahaan dan kepeloporan pemuda.

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi. Pasal 9 huruf d. serta penyediaan prasarana dan sarana kepemudaan ke dalam: a. b. c. dan evaluasi pengendalian sesuai dengan internal. koordinasi. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten/Kota. (2) kepeloporan pemuda. b. b. dengan berpedoman pada perencanaan pembangunan nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) encantumkan perencanaan pengembangan kewirausahaan dan kepeloporan pemuda. c. dan Rencana Pembangunan Tahunan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. daerah kabupaten/kota.Pasal 11 Pengawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf d. dan dengan berpedoman perencanaan pada pembangunan nasional perencanaan pemuda. BAB III PERENCANAAN Pasal 12 (1) Pemerintah mencantumkan perencanaan pengembangan kewirausahaan dan a. pengembangan kewirausahaan prasarana dan serta penyediaan kepemudaan ke dalam: Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten/Kota. . serta penyediaan prasarana dan sarana kepemudaan ke dalam: Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. dan Rencana Pembangunan Tahunan Pemerintah Daerah Provinsi. dan Pasal 10 huruf d dilakukan melalui pelaporan. monitoring. dan Rencana Pembangunan Tahunan Nasional. perundang-undangan. pembangunan dan sarana (3) Pemerintah perencanaan daerah provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) mencantumkan kepeloporan a. c. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi. ketentuan peraturan Pemerintah daerah provinsi.

inventarisasi dan identifikasi kebutuhan penyediaan prasarana dan sarana kepemudaan secara proporsional. Pasal 15 Dalam rangka mendukung perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 dan Pasal 14. Pasal 14 Pemerintah prasarana tertulis dari atau dan pemerintah daerah dapat dan dalam menerima masyarakat menyusun serta masukan rencana secara pengembangan kewirausahaan dan kepeloporan pemuda. (2) Dalam menetapkan rencana strategis sebagaimana dimaksud pada ayat (1). terarah. Pemerintah dan pemerintah daerah melakukan: a. berkesinambungan.(4) Perencanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan ayat (3) disusun secara sistematis. Pemerintah dan pemerintah daerah Pembangunan Jangka masing. inventarisasi dan identifikasi minat. bakat. . serta penyediaan prasarana dan sarana kepemudaan. (3) (4) (5) Rencana strategis Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan oleh Menteri. bupati/walikota strategis pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (4) harus selaras dan sinergis dengan rencana strategis Pemerintah. pengkajian. pedoman. Pasal 13 (1) Pemerintah dan pemerintah daerah menetapkan rencana strategis yang memuat pengembangan kewirausahaan dan kepeloporan pemuda. b. d. dan penetapan standar. ayat (2). terpadu. sarana kepemudaan kepemudaan organisasi penyediaan Menengah sesuai berpedoman dengan pada Rencana kewenangan masing- dan/atau melalui konsultasi publik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta potensi pemuda. dan bimbingan teknis secara berjenjang. c. Rencana Gubernur strategis atau pemerintah daerah dalam sebagaimana dimaksud menetapkan rencana pada ayat (2) ditetapkan oleh gubernur atau bupati/walikota. dan memperhatikan perkembangan dan perubahan lingkungan.

.

bakat. pelatihan. pemagangan. b. promosi. masyarakat pemerintah melakukan daerah. pendampingan. kemitraan. potensi pemuda. dan arah pembangunan nasional.BAB IV PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN PEMUDA Bagian Kesatu Umum Pasal 16 Pengembangan kewirausahaan pemuda dilaksanakan sesuai dengan minat. d. Pasal 18 (1) (2) Pemerintah melakukan pemetaan potensi nasional dalam rangka pengembangan kewirausahaan pemuda. f. serta potensi pemuda. pembimbingan. Pasal 17 Pemerintah. Pemerintah daerah melakukan pemetaan potensi daerah dalam rangka pengembangan kewirausahaan pemuda. . e. bakat. c. potensi daerah. dan/atau bantuan akses permodalan. organisasi kepemudaan dan/atau penelusuran dan identifikasi terhadap minat. Bagian Kedua Fasilitasi Pengembangan Kewirausahaan Pemuda Pasal 19 Pengembangan kewirausahaan pemuda dilaksanakan melalui: a. g.

Pasal 21 (1) Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan masing-masing memfasilitasi kemitraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 huruf e antara pemuda dengan dunia usaha. penyediaan prasarana dan sarana. pengembangan sumber daya manusia. dan kalangan profesional dalam rangka memperluas jaringan kewirausahaan. baik lokal. dan tenaga pendamping. pembimbingan. c. (2) Fasilitasi kemitraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui: a. b. penyelenggaraan pameran wirausaha muda. d. lembaga pendidikan. pengembangan kurikulum. maupun internasional. regional. pendampingan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 huruf a. e. huruf b. maupun internasional. f. nasional. . pemberian bantuan manajemen.Pasal 20 Pemerintah masing dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan masingdan memfasilitasi pelatihan. regional. dan akses penguatan permodalan. b. pengalihan teknologi dan dukungan teknis. perluasan akses pasar. penyediaan pendanaan. d. Pasal 22 Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan masingmasing memfasilitasi promosi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 huruf f melalui: a. penyediaan instruktur atau b. huruf c. akses peluang usaha. pengembangan jaringan kemitraan pemuda lokal. dan huruf d melalui: a. dan/atau penyediaan akses informasi. pemagangan. nasional. fasilitator. pengenalan produk atau promosi penggunaan barang dan jasa. dan e. pendirian inkubator kewirausahaan pemuda. c.

dan media luar ruang. sosialisasi gagasan atau penemuan-penemuan baru serta kemudahan pengurusan hak kekayaan intelektual. Pasal 26 Pelaku usaha dapat memfasilitasi pengembangan kewirausahaan pemuda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 melalui penyelenggaraan program tanggung jawab sosial perusahaan serta program kemitraan dan bina lingkungan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. dan/atau gelar karya atau demonstrasi produk. Pasal 24 Organisasi kepemudaan dan/atau masyarakat memfasilitasi pengembangan kewirausahaan dengan rencana daerah. (2) Pembentukan lembaga permodalan kewirausahaan pemuda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 23 (1) Pemerintah dimaksud dan pemerintah 19 daerah g sesuai dengan dengan kewenangan membentuk lembaga masing-masing memfasilitasi bantuan akses permodalan sebagaimana dalam Pasal huruf permodalan kewirausahaan pemuda. Pasal 27 pemuda sebagaimana strategis yang dimaksud dalam Pasal 19. Pasal 25 Pelaksanaan pemberian fasilitasi pengembangan kewirausahaan pemuda oleh organisasi kepemudaan dan/atau masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 dilakukan secara terkoordinasi dengan Pemerintah dan pemerintah daerah. pengembangan jaringan promosi dan pemasaran bersama melalui media cetak.c. sesuai ditetapkan Pemerintah dan pemerintah . d. elektronik. e.

hukum. politik. c.Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemberian fasilitasi pengembangan kewirausahaan pemuda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19. Pasal 29 Pengembangan kepeloporan pemuda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 dilaksanakan melalui: a. BAB V PENGEMBANGAN KEPELOPORAN PEMUDA Pasal 28 (1) Pengembangan kepeloporan pemuda dilaksanakan untuk mendorong kreativitas. Pasal 21. dan kecepatan mengambil keputusan sesuai dengan arah pembangunan nasional. dan/atau forum kepemimpinan pemuda. penyediaan prasarana dan sarana. dan Pasal 25 diatur dengan Peraturan Menteri. (2) Pengembangan kepeloporan pemuda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup aspek ideologi. b. (2) Instruktur atau fasilitator sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a wajib memiliki kompetensi di bidangnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. . penyediaan pendanaan. Pasal 20. dan/atau d. pelatihan. baik domestik maupun global serta mencegah dan menangani risiko. Pasal 30 (1) Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 huruf a. sosial. b. Pasal 24. inovasi. pendampingan. budaya. pertahanan dan keamanan serta ilmu pengetahuan dan teknologi dalam memahami dan menyikapi perubahan lingkungan strategis. difasilitasi oleh Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan masing-masing melalui: a. ekonomi. Pasal 22. keberanian melakukan terobosan. pengembangan kurikulum. penyediaan instruktur atau fasilitator sesuai standar kompetensi. c.

penyediaan tenaga. difasilitasi oleh Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan masing-masing melalui: a. difasilitasi Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan masing-masing melalui: a. c.Pasal 31 Pendampingan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 huruf b. Pasal 32 Forum kepemimpinan pemuda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 huruf c. c. lokakarya. dan/atau penyediaan pendanaan. Pasal 33 Organisasi kepemudaan dan/atau masyarakat memfasilitasi pengembangan kepeloporan pemuda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 sesuai dengan rencana strategis yang ditetapkan Pemerintah dan pemerintah daerah. b. Pasal 34 Pelaksanaan pemberian fasilitasi pengembangan kepeloporan pemuda oleh organisasi kepemudaan dan/atau masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 dan Pasal 33 dilakukan secara terkoordinasi dengan Pemerintah dan pemerintah daerah. dan/atau penyediaan pendanaan. nasional. penyediaan prasarana dan sarana. koordinasi. e. temu konsultasi. b. dan sinkronisasi dengan pemangku kepentingan. dan/atau internasional. pengembangan aksesibilitas bagi pemuda. d. penyediaan prasarana dan sarana. dan pertemuan kepemudaan lainnya tingkat daerah. konsolidasi. Pasal 35 . aksesibilitas bagi pemuda untuk berinteraksi dalam organisasi kepemudaan. d. studi pengembangan kepeloporan pemuda. f. seminar.

(2) Sarana kepemudaan untuk terdiri atas peralatan dan perlengkapan yang digunakan menunjang prasarana kepemudaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Bagian Kedua Penyediaan Pasal 38 . prasarana lain yang diperlukan bagi pelayanan kepemudaan.Pelaku tanggung usaha jawab memfasilitasi sosial perusahaan pengembangan serta program kepeloporan kemitraan pemuda program bina sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 melalui penyelenggaraan dan lingkungan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. sentra pemberdayaan pemuda. koperasi pemuda. pondok pemuda. gelanggang pemuda atau remaja atau mahasiswa. d. dan Pasal 32 diatur dengan Peraturan Menteri. c. pusat pendidikan dan pelatihan pemuda. e. Pasal 36 Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemberian fasilitasi pengembangan kepeloporan 29. b. atau f. BAB VI PENYEDIAAN PRASARANA DAN SARANA KEPEMUDAAN Bagian Kesatu Umum Pasal 37 (1) Prasarana kepemudaan terdiri atas: a. Pasal 30. pemuda sebagaimana dimaksud dalam Pasal Pasal 31. sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal.

dan kepeloporan pemuda. dan pengembangan kepemimpinan. Pasal 40 (1) (2) Organisasi kepemudaan dan/atau masyarakat dapat menyediakan prasarana dan sarana kepemudaan. b.(1) Penyediaan prasarana dan sarana kepemudaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 dilakukan dengan memperhatikan potensi. (2) Penyediaan prasarana dan sarana kepemudaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan memperhatikan kebutuhan pelayanan pemuda penyandang cacat. (4) Organisasi kepemudaan dan/atau pemerintah masyarakat daerah yang menyediakan pelaksanaannya prasarana dan sarana kepemudaan dapat diberikan fasilitas kemudahan oleh Pemerintah dan/atau yang dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. pemberdayaan pemuda. kewirausahaan. Pasal 41 . Pasal 39 Penyediaan pemerintah prasarana daerah dan sarana kepemudaan sesuai dengan oleh Pemerintah dan peraturan dilaksanakan ketentuan perundang-undangan. Penyediaan dan/atau pembangunan prasarana dan sarana kepemudaan oleh sarana (3) organisasi kepemudaan dan/atau berdasarkan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan standar prasarana dan kepemudaan ketentuan peraturan perundangundangan. penyadaran pemuda. dan jenis serta standar prasarana dan sarana pada masing-masing kegiatan yang meliputi: a. c. Penyediaan prasarana dan sarana kepemudaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) harus dikoordinasikan dengan pemerintah daerah setempat. jumlah.

dan c. b. (2) Pemanfaatan dan budaya. pemeliharaan. Pasal 45 prasarana dan sarana kepemudaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan memperhatikan fungsi sosial . pemerintah daerah. pemanfaatan. Bagian Ketiga Pengelolaan Pasal 42 Pengelolaan prasarana dan sarana kepemudaan meliputi: a. (3 Pemanfaatan prasarana dan sarana kepemudaan selain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan sepanjang tidak mengganggu kegiatan pelayanan kepemudaan dan tidak merusak prasarana dan sarana kepemudaan. efisien. Pasal 43 (1) Pemanfaatan prasarana dan sarana kepemudaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 huruf a bertujuan untuk meningkatkan upaya pengembangan pelayanan kepemudaan. optimal. organisasi saling ayat bekerja sama dalam kepemudaan dan/atau masyarakat dapat (2) Kerjasama dalam sebagaimana perjanjian dimaksud yang penyediaan prasarana dan sarana kepemudaan.(1) Dalam hal dibutuhkan Pemerintah. Pasal 44 Pemanfaaatan prasarana dan sarana kepemudaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 huruf a dilaksanakan secara efektif. dan profesional. pada (1) harus dinyatakan dengan bentuk sah dan mengikat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. pengawasan.

b. (2) Pemeliharaan prasarana kepemudaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilaksanakan sesuai dengan standar yang ditetapkan dan dilakukan secara efektif. (2) Organisasi kepemudaan dan/atau masyarakat dapat berperan serta dalam pengawasan pemanfaatan dan pemeliharaan prasarana dan sarana kepemudaan. pemanfaatan prasarana dan sarana kepemudaan dilakukan secara efektif. dan berkesinambungan dengan menyediakan antara lain: a. Bupati/walikota bertanggungjawab sarana kepemudaan tingkat kabupaten/kota. kepemudaan tingkat provinsi. Pasal 46 (1) Pengawasan prasarana dan sarana kepemudaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 huruf c menjadi tanggung jawab Pemerintah. dukungan pendanaan. optimal. (3) Pengawasan atas prasarana dan sarana kepemudaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditujukan untuk menjamin: a. dan pemeliharaan prasarana dan sarana kepemudaan dilakukan sesuai dengan standar yang ditetapkan. dan profesional. kelengkapan sarana pemeliharaan sesuai standar. efisien. dan pemerintah daerah kabupaten/kota. b. pemerintah daerah provinsi. efisien. dan c. tenaga pemelihara yang kompeten. Pasal 47 (1) (2) (3) Menteri Gubernur bertanggungjawab bertanggungjawab atas atas pengawasan prasarana dan sarana pengawasan prasarana dan sarana atas pengawasan prasarana dan kepemudaan tingkat nasional.(1) Pemeliharaan dimaksud prasarana Pasal 42 dan huruf dan sarana kepemudaan sebagaimana agar prasarana dan dalam b ditujukan sarana sarana kepemudaan dapat digunakan sesuai dengan fungsinya. Pasal 48 .

BAB VIII KETENTUAN PENUTUP Pasal 51 . dan b. saran. BAB VII PENDANAAN Pasal 50 (1) Sumber pendanaan bagi kegiatan pengembangan kewirausahaan dan kepeloporan dialokasikan (2) Selain pemuda. sumber pendanaan sebagaimana dimaksud pada dan pendanaan kegiatan pengembangan kewirausahaan kepeloporan pemuda. masyarakat. kepemudaan diperoleh dari Pemerintah dan pemerintah daerah yang Anggaran Negara ayat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. dan sumber lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. kepada instansi Pemerintah dan/atau pemerintah daerah. dalam serta penyediaan Pendapatan prasarana dan Belanja dan sarana dan (1). dan/atau usulan.(1) Organisasi kepemudaan. Pasal 49 Pengelolaan prasarana kepemudaan yang telah menjadi barang milik negara atau milik daerah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. pendapat. kepemudaan dan/atau masyarakat dapat melakukan pengawasan atas pemanfaatan dan pemeliharaan prasarana dan sarana (2) Pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan cara menyampaikan: a. serta penyediaan prasarana dan sarana kepemudaan dapat diperoleh dari organisasi kepemudaan. laporan dan/atau pengaduan.

Agar setiap orang mengetahuinya. memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. DR. ttd. ttd. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Diundangkan di Jakarta pada tanggal 9 September 2011 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 9 September 2011 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. H. PATRIALIS AKBAR LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2011 NOMOR 87 .

serta penyediaan prasarana dan sarana kepemudaan. Pemuda merupakan kekuatan moral. dan wawasan jauh ke depan. Pemerintah Nomor tersebut pemuda telah 40 mengesahkan 2009 dan mengundangkan Kepemudaan. pembaruan. progresif.PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2011 TENTANG PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN DAN KEPELOPORAN PEMUDA. dan agen perubahan yang memiliki semangat idealis. aktualisasi diri. kesempatan Undang-Undang Tahun tentang Undang-Undang kepada untuk setiap memberikan jaminan perlindungan dan kepastian hukum atas eksistensi. . sifat kritis. dinamis. reformis. pembangunan inovatif. Menyadari akan peran penting dan potensi pemuda bagi pembangunan dan kemajuan bangsa tersebut. mengamanatkan mengatur lebih lanjut kewirausahaan dan kepeloporan pemuda. UMUM peran yang sangat dan penting dan strategis dalam proses Sejarah perjuangan bangsa Indonesia telah membuktikan bahwa pemuda mempunyai perjuangan. memperkuat posisi. dan memberi untuk mengembangkan potensi. bangsa. SERTA PENYEDIAAN PRASARANA DAN SARANA KEPEMUDAAN I. kontrol sosial. dan cita-citanya. kejuangan. Undang-Undang mengenai tersebut pengembangan kapasitas.

berkapasitas. potensi daerah. penyediaan prasarana dan sarana kepemudaan. prasarana sarana kepemudaan jawab Pemerintah dan pemerintah daerah. dan tanggung jawab. Sejalan dengan tugas pendanaan mengenai: a. kepemudaan ditujukan untuk melaksanakan pelayanan kepemudaan. Pengembangan kepeloporan pemuda bertujuan untuk mendorong kreativitas. bakat. dan berdaya saing. pemerintah Organisasi kepeloporan organisasi pemuda difasilitasi daerah. perencanaan. inovasi. serta penyediaan Peraturan prasarana dan sarana kepemudaan. Peraturan Pemerintah ini dimaksudkan untuk melaksanakan perintah UndangUndang Nomor pengembangan Pemerintah ini 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan. khususnya dan hal tersebut dalam kewirausahaan mengatur kepeloporan pemuda. kewirausahaan. II. dan c. keputusan keberanian sesuai melakukan dengan terobosan arah dan kecepatan mengambil nasional dan dengan sarana oleh prasarana pembangunan Penyediaan memperhatikan Pengembangan Pemerintah. kepemudaan. b. pengembangan kewirausahaan pemuda. pengembangan kepeloporan pemuda. masyarakat. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Cukup jelas. Selanjutnya Penyediaan tanggung dan untuk memberikan dan dukungan dalam pelayanan kepemudaan tersebut merupakan diperlukan prasarana dan sarana yang memadai. serta . Hal ini sangat disadari bahwa Pemerintah dan pemerintah daerah mempunyai keterbatasan. potensi pemuda. dan/atau diberikan pemuda kepemudaan dan/atau masyarakat dan kepeloporan kesempatan yang luas bersama-sama Pemerintah dan pemerintah daerah pengembangan kewirausahaan sehingga diharapkan dapat menciptakan pemuda yang maju. dan arah pembangunan bertujuan untuk nasional. berkarakter.Pengembangan kewirausahaan dan kepeloporan dilaksanakan sesuai dengan minat. Pengembangan kewirausahaan pemuda mengembangkan potensi keterampilan dan kemandirian berusaha. namun demikian organisasi kepemudaan dan/atau masyarakat dapat menyediakan prasarana sarana kepemudaan. melaksanakan karateristik daerah.

Huruf c Cukup jelas. Pasal 9 Huruf a Cukup jelas. Pasal 4 Cukup jelas. bupati/walikota nasional dan kebijakan provinsi berpedoman pemuda. Pasal 3 Cukup jelas. dan/atau pemerintah daerah serta unsur terkait lainnya dilaksanakan sejak perencanaan. Pasal 8 Koordinasi dengan kementerian atau lembaga nonkementerian. sampai dengan monitoring dan evaluasi. Pasal 10 Huruf a Cukup jelas. Pasal 5 Cukup jelas. Huruf d Cukup jelas. pelaksanaan. Huruf b Dalam menetapkan kebijakan provinsi.Pasal 2 Cukup jelas. Pasal 6 Cukup jelas. Huruf b Dalam menetapkan pada kebijakan kebijakan kabupaten/kota. gubernur berpedoman pada kebijakan nasional mengenai serta pengembangan kewirausahaan dan kepeloporan kepemudaan. lembaga nonpemerintah. Pasal 7 Cukup jelas. penyediaan prasarana dan sarana .

Pasal 15 Cukup jelas. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. Pasal 14 Cukup jelas. Huruf d Cukup jelas. Pasal 12 Ayat (1) Cukup jelas. b. Rencana Pembangunan Jangka Menengah. Rencana Pembangunan Tahunan Pemerintah Daerah. Rencana Pembangunan Jangka Panjang. dan c. Ayat (2) Yang dimaksud dengan meliputi: a. b. dan c. Rencana Pembangunan Tahunan. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah. Ayat (3) Yang dimaksud dengan “perencanaan pembangunan daerah provinsi” meliputi: a.mengenai pengembangan kewirausahaan dan kepeloporan pemuda. Huruf c Cukup jelas. serta penyediaan prasarana dan sarana kepemudaan. Pasal 16 Yang dimaksud dengan “arah pembangunan nasional” dalam ketentuan ini adalah arah pengembangan kewirausahaan pemuda yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah. Pasal 17 Cukup jelas. Pasal 11 Cukup jelas. Pasal 13 Cukup jelas. “perencanaan pembangunan nasional” .

Pasal 27 Cukup jelas. Pasal 26 Cukup jelas. Pasal 24 Fasilitasi pengembangan dan fasilitasi kewirausahaan harus pemuda oleh dengan organisasi rencana kepemudaan pemberian Pasal 25 Cukup jelas. Pasal 19 Cukup jelas. Pasal 28 Cukup jelas. Pasal 23 Cukup jelas. Pasal 31 Cukup jelas.Pasal 18 Cukup jelas. Pasal 21 Cukup jelas. Pasal 33 Cukup jelas. masyarakat disesuaikan strategis yang ditetapkan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah agar pengembangan kewirausahaan pemuda tersebut selaras dan sinergis sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal. Pasal 22 Cukup jelas. Pasal 32 Cukup jelas. Pasal 30 Cukup jelas. Pasal 20 Cukup jelas. . Pasal 29 Cukup jelas.

pagelaran kesenian. Pasal 37 Cukup jelas.Pasal 34 Cukup jelas. Pasal 38 Cukup jelas. Pasal 35 Cukup jelas. Pasal 47 Cukup jelas. Pasal 43 Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Yang dimaksud dengan “memperhatikan fungsi sosial dan budaya” bahwa pemanfaatan prasarana dan sarana kepemudaan digunakan untuk Ayat (3) Cukup jelas. Pasal 42 Cukup jelas. Pasal 39 Cukup jelas. Pasal 45 Cukup jelas. Pasal 40 Cukup jelas. Pasal 41 Cukup jelas. Pasal 44 Cukup jelas. dan pameran kerajinan. Pasal 46 Cukup jelas. kepentingan kegiatan masyarakat misalnya bakti sosial. Pasal 36 Cukup jelas. . pertemuan.

Pasal 51 Cukup jelas. TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5238 . Pasal 50 Cukup jelas. Pasal 49 Cukup jelas.Pasal 48 Cukup jelas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->