BAB IV PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK

4.1

Gambaran Secara Umum Selama lebih kurang 1 bulan , penulis telah melaksanakan kerja praktek di

PT. Indonesia Comnets Plus (ICON+) wilayah Pekanbaru dengan mengambil judul “Konfigurasi Jaringan Metronet di PT. ICON+”. PT. ICON+ yang merupakan anak dari perusahaan PLN pada awalnya bertanggung jawab untuk menjamin konektifitas antar PLN cabang dan PLN pusat. Koneksi yang dibangun oleh PT.ICON+ menggunakan kabel fiber optic (FO) sebagai media penyampaian informasi. Dengan memanfaatkan aset-aset PLN seperti tiang SUTT/SUTET, tiang JTM/JTR, PT. ICON+ pun melakukan penyebaran kabel FO jenis figure 8 dan ADSS di udara,, sehingga terbentuklah koneksi kesetiap cabang PLN. Hingga saat ini Coverage Area PT. ICON+ sudah meliputi pulau Jawa, Bali dan Sumatra dengan platform Fiber Optic Backbone (FOBB) yang terdiri dari 6 ring utama di Jawa dan Bali serta 5 ring di Sumatra. Untuk kawasan Sumatra khususnya daerah Pekanbaru terdapat 9 Point of Presence (POP) yang terhubung menggunakan teknologi Multi Protocol Label Swtiching (MPLS) membentuk jaringan Metronet untuk wilayah Pekanbaru.

4.2

Pengenalan Jaringan Metronet PT. Indonesia Comnets Plus Wilayah Pekanbaru Metronet adalah layanan komunikasi data yang terintegrasi dan merupakan

kombinasi sempurna teknologi Optical Transport, Giga Ethernet Switching, dan IP Network yang secara khusus diperuntukan untuk daerah Metropolitan dan High Rise Building (HRB). Metronet pada PT. ICON+ merupakan layanan komunikasi data dengan system dedicated connection antara satu lokasi ke lokasi lainnya (point to point) berbasis fiber optic dengan menggunakan teknologi Ethernet in The First Mile

21

22

(EFM) sehingga mampu memberikan layanan berkapasitas Giga Ethernet (10,100,1000 Mbps) sampai kepada titik akses konsumen. Dengan teknologi MPLS based transport penggunaan jaringan backbone yang bersifat sharing tidak akan menyebabkan terjadinya percampuran data antara pelanggan satu dengan pelanggan lainnya karena adanya system pemberian label pada masing-masing paket. Di wilayah pekanbaru jaringan metronet tersusun dari 9 PoP dan 8 diantaranya adalah ODC (Optical Distribution Cabinet) yang terletak di masingmasing cabang PLN pekanbaru sedangkan 1 PoP lagi merupakan shelter yang berada di Gardu Induk (GI) Garuda Sakti.

Gambar 4.1 MPLS backbone di pekanbaru Shelter merupakan suatu rak tempat terminasi fiber optic. Shelter digunakan oleh PT. ICON+ sebagai tempat peletakan perangkat telekomunikasi seperti cisco catalyst 3750 (switch), cisco catalyst 2960 (switch), RICI E1 (PDH), ODF, surpass hit 7300 (DWDM), surpass hit 7080 (SDH), cisco 7606-S (Router), catu daya, Converter. Pada dasarnya ODC dan shelter adalah sama, hanya berbeda dari segi ukuran saja, ODC itu relative lebih kecil dibandingkan Shelter, dan perangkat yang ditempatkan didalam ODC juga lebih sederhana hanya berupa switch, converter, yang juga dilengkapi dengan beberapa batrai yang berguna sebagai sumber daya cadangan.

yaitu layer 2 dan layer 3.23 Untuk koneksi antara ODC ke shelter dan antar ODC digunakan kabel FO jenis Figure 8 dan topologi ring. Gambar 4. kecuali untuk ODC PLN Rayon Rumbai. ICON+ menggunakan switch cisco catalyst 3750 metro series yang merupakan Multi Layer Switch (MLS) karena memiliki 2 fungsi Layer sekaligus. Sedangkan untuk koneksi antar GI yang menghubungkan metronet pekanbaru dengan metronet Palembang dan padang sebagai kawasan Metronet tetangga terdekat digunakan kabel FO jenis ADSS (All-Dielectric Self-Supporting) yang ditarik antar tiang-tiang SUTT. Dengan kemampuan ini cisco catalyst 3750 metro series yang berlokasi di setiap ODC mampu membentuk jaringan MPLS antar ODC dan dapat menyediakan layanan Triple Play.2 Peta lokasi metro di seluruh Indonesia Metronet PT. .

ICON+ sebesar 1 Gbps dan dengan system Sharing penggunaan resource yang ada akan lebih effisien.4 Konfigurasi jaringan Metronet .3 Metronet ICON+ Untuk koneksi antar jaringan metronet yang berbeda kota di gunakan jaringan backbone yang sudah ada. Gambar 4.24 Gambar 4. Dengan bandwidth backbone PT.

Berikut adalah gambar dari Standalone dan Slot converter. switch. ICON+ Wilayah Pekanbaru Dalam bagian ini penulis akan membahas mengenai perangkat telekomunikasi yang digunakan untuk aktivasi atau instalasi jaringan metronet untuk pelanggan. Perangkat-perangkat tersebut ada yang berlokasi di sisi user atau pun penyedia layanan dalam hal ini PT. Indonesia Comnets Plus. Pada converter terdapat port 100BASE-TX dengan konektor RJ-45 yang dapat dikoneksikan langsung ke PC dan port 100BASE-FX yang merupakan masukan sekaligus keluaran bagi sinyal optic. Lalu kabel FO Figure 8 untuk koneksi kepelanggan. ODF. 4. Setelah sinyal optic dikonversi kesinyal listrik. maka keluarannya terdapat pada port 100BASE-TX yang dapat digunakan langsung oleh pelanggan karena sudah menggunakan konektor RJ-45. Untuk aktivasi di sisi pelanggan terlihat lebih simple karena peralatan yang digunakan hanya Optical Distribution Frame (ODF) dan converter sebagai titik Optical Network Terminal (ONT) ditambah lagi sebuah rak tempat peletakan 2 perangkat tersebut.3 Pengenalan Perangkat Pendukung Jaringan Metronet PT. .1 Converter Converter berfungsi untuk mengubah sinyal berupa cahaya menjadi sinyal listrik. Converter dan kesemuanya diletakkan pada Shelter/ODC. pigtail untuk koneksi antar perangkat serta terdapat beberapa aksesoris lain yang nanti akan kita bahas lebih jelas lagi.25 4. Indonesia Comnets Plus yaitu converter standalone dan Slot converter. Terdapat 2 jenis converter yang digunakan di PT. SDH/DWDM.3. Sedangkan di sisi penyedia layanan perangkat yang digunakan antara lain Router . hanya saja untuk stand alone digunakan disisi User dan diberikan casing tersendiri sedangkan slot converter digunakan pada ODC atau Shelter dengan rack unit yang dapat memuat banyak slot converter. dan kabel patchcord. Konektor yang digunakan adalah konektor LC-Multimode Fiber dengan panjang gelombang 1300nm. Pada dasarnya standalone dan Slot converter itu sama perangkat nya. 100BASE-FX terdiri dari 2 port masing-masing adalah TX dan RX.

Triple play service adalah istilah untuk layanan yang dapat membawa semua jenis komunikasi dalam satu media pembawa. Cisco Catalyst 3750 Metro Series yang berada di ODC dan shelter pada setiap cabang-cabang PLN di pekanbaru bersama-sama membentuk sebuah jaringan MPLS backbone untuk wilayah riau. Port 10/100 dan (SFP)-based Gigabit Ethernet dapat memberikan layanan dengan kecepatan 10/100/1000 Mbps sedangkan SFP-based Enhanced Services . teks. video. tidak peduli apakah itu suara.5 Standalone Gambar 4. data. grafik.2 Cisco Catalyst 3750 Metro Series Cisco Catalyst 3750 Metro Series merupakan sebuah Multi Label Switch (MLS) yang memiliki fungsi layer 2 dan layer 3 di dalamnya. dan lainnya. dan 2 port SFP-based Enhanced Services (ES).26 Gambar 4. Cisco Catalyst 3750 Metro Series terdiri dari 24 port 10/100 . Cisco Catalyst 3750 Metro Series digunakan untuk membentuk jaringan metronet di sisi pelanggan.6 Slot Converter 4. Dengan menggunakan perangkat ini dapat memberikan layanan Triple play service dan MPLS pada metronet.3. 2 port Small Form-Factor Pluggable (SFP)-based Gigabit Ethernet.

7 Cisco Catalyst 3750 Metro Seri 4. Gigabit Ethernet.8 ODF 4. . Gambar 4.3. Cisco 7606-S yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan kinerja MPLS dihubungkan ke ODC Rayon Kota Barat dan ODC Rayon Panam sebagai ring kaki kiri dan kaki kanan dari Shelter. Di dalam ODF digunakan kabel pigtail yang disambung / splicing dengan tarikan kabel optic yang glondongan (Loose tube cable).3. ODF memiliki 24 port sebagai titik terminasi core dari loose tube FO jenis Fig 8 atau ADSS. STM-4 dan STM-16 pada teknologi Fiber Optic (SDH/DWDM) dan modul Ethernet LAN 10/100 Mbps. Gambar 4.3 Optical Distribution Frame (ODF) ODF adalah tempat penyambungan fisik kabel fiber optic yang biasanya diletakkan di dalam ODC/Shelter dan juga bias terdapat di rak pada sisi pelanggan. Perangkat ini mampu mentransmisi data berkecepatan tinggi yang compatible dengan modul STM-1. dan 10-Gigabit Ethernet. SFP merupakan sebuah port yang berfungsi sebagai transceiver optic.4 Cisco 7606-S Cisco 7606-S merupakan sebuah router yang digunakan PT ICON + yang diletakkan di shelter.27 (ES) hanya mampu memberikan layana dengan kecepatan 1000 Mbps.

3. Gambar 4. SDH ini dimanfaatkan untuk menghubungkan antar jaringan metro sebagai contoh untuk menghubungkan jaringan metro Pekanbaru dengan metro Padang dan metro Palembang.11 Perangkat SDH Surpass hit 7080 .28 Gambar 4.10 Jaringan MPLS dengan menggunakan Router 4.5 Surpass hit 7080 Surpass hit 7080 adalah perangkat multiplexer SDH yang merupakan keluaran nokia siemens network.9 Router Cisco 7606-S Gambar 4.

12 Joint Box 4. Berikut adalah langkah-langkah crimping untuk kabel jenis straight : a. Cable Tester iv.6 Joint Box Joint box adalah tempat titik sambung dari fiber optic yang pada umumnya terletak di luar ( outdoor ) yaitu pada tiang – tiang listrik PLN Gambar 4.29 4. Tank Krimping iii.4 Crimping kabel UTP RJ-45 Kabel UTP dengan konektor RJ-45 sangat diperlukan untuk koneksi antar perangkat pada ODC atau Shelter. Konektor RJ-45 Gambar 4. . Untuk koneksi antar perangkat pada ODC dan Shelter digunakan kabel jenis straight. Kabel UTP ii. Siapkan alat-alat dan bahan crimping diantaranya : i.3. Proses pemasangan konektor RJ-45 pada kabel UTP dinamakan crimping.13 Alat dan Bahan crimping.

Gambar 4. putih-hijau.16. orange. Gambar 4. Lepaskan pilinan kabel dan luruskan seperti gambar berikut e. Potong kabel UTP sesuai kebutuhan c. Kupas jacket kabel pada bagian ujung sepanjang lebih kurang 2 cm. . Untuk kabel jenis straight urutkan warna kabel mulai dari kiri seperti berikut putih-orange. biru.14 Kabel UTP yang sudah dikupas d. Masukkan kabel tadi kedalam konektor RJ-45 dengan posisi seperti gambar 4.15 Urutan warna kabel straight f. hijau. coklat sehingga tampak seperti gambar di bawah ini . putih-coklat.30 b. Gunakan pisau pada tank crimping untuk mengupas jacket. putih-biru.

apabila semuanya menyala secara bergantian. jika tidak ulangi kembali proses dari awal.16 Posisi kabel di dalam konektor RJ-45 g. Selanjutnya tinggal melakukan pemasangan Slot converter mengukuti alur tempat yang disediakan langkah terakhir adalah mengencangkan baut agar converter tidak terlepas dari tempatnya.17 Pengetesan kabel i. 4. Lalu gunakan tank crimping untung menjepit UTP pada RJ-45 h. Perhatikan 8 lampu indikator pada tester. Pastikan kabel sudah benar-benar terpasang dengan melakukan pengetesan menggunakan cable tester. artinya kabel telah terpasang sempurna.5 Pemasangan Modul Baru Pada saat pelaksanaan kerja praktek penulis mengamati pemasangan modul baru pada ODC. Pemasangan slot converter terbilang cukup mudah. langkah pertama adalah membuka penutup slot pada casing yang terdapat di dalam ODC dengan mengendorkan baut nya kemudian melepas penutup. .31 Gambar 4. Gambar 4. Modul tersebut adalah slot converter.

Indonesia Comnets Plus. ICON+ merupakan OTDR keluaran EXFO.6 Penggunaan OTDR dan OPM Pada saat melaksanakan kerja praktek penulis diajari cara menggunakan Optical Time Domain Reflectometer (OTDR) dan Optical Power Meter (OPM) oleh teknisi di PT.1 Cara menggunakan OTDR Perangkat OTDR yang digunakan PT. 4.32 Gambar 4. Berikut adalah cara menggunakan OTDR : a. dan OPM digunakan untuk pengukuran daya yang sampai ke Shelter. Nyalakan OTDR dengan menekan tombol ON. OTDR dan OPM saat itu digunakan untuk memastikan koneksi dari Shelter yang berlokasi di GI Garuda sakti ke hotel ibis yang berlokasi di jalan Soekarno Hatta. b.18 Bagian slot converter di ODC dan cara pemasangan modul baru 4. Di sini penulis akan mencoba memaparkan secara singkat cara menggunakan OTDR dan OPM yang telah saya pelajari selama Kerja praktek.6. . Kemudian hubungankan OTDR dengan salah satu port di ODF menggunakan kabel patchcord ke port di bagian atas OTDR.

tentukan waktu pengirim pulsa dan lama pengiriman pada bagian pulse dan time.33 Gambar 4. Setting OTDR . tentukan jarak perhitungan pada bagian distance dengan nilai harus lebih panjang dari kabel yang sebenarnya. lakukan pemilihan jenis mode perambatan dan panjang gelombang pada bagian wavelengths. Lalu tekan tombol start untuk memulai. .20 Posisi patchcord pada OTDR c.19 OTDR EXFO Gambar 4.

22 Grafik hasil perhitungan OTDR . kemudian pada event terakhir yang ditunjukkan dengan angka 10 pada grafik memperlihatkan atenuasi yang cukup besar juga dengan nilai mencapai 30 dB pada jarak 22 km. nilai ini merupakan loss yang disebabkan oleh connector pada OTDR. Hasil dari OTDR ditampilkan dalam bentuk grafik dengan sumbu-X menunjukkan jarak dalam km dan sumbu-Y menunjukkan attenuation dalam dB.21 Tampilan setting OTDR d. Berikut adalah hasil dari OTDR. Gambar 4. 22 km adalah jarak dari GI ke hotel ibis. Dapat kita lihat pada awal grafik menunjukkan nilai atenuasi hingga 40 dB. artinya nilai ini menunjukkan bahwa akhir dari system yang kita ukur.34 Gambar 4.

23 OPM EXFO Berikut adalah cara menggunakan OPM : a. 4. Apabila induksi ini terjadi maka perlu dilakukan pergantian kabel FO figure 8 yang baru. Kemudian hubungankan OPM dengan salah satu port di ODF menggunakan kabel patchcord ke port di bagian atas OPM. selain dari itu induksi yang terjadi pada kawat penyangga kabel Figure 8 menghasilkan panas yang dapat melelehkan jacket dari FO nya sendiri. Hasil pengukuran daya yang pada core akan terlihat pada layar OPM. d. c. Indonesia Comnets Plus karena permasalahan yang sering dialami di lapangan biasa nya adalah kabel FO yang retak sehingga menghasilkan Loss yang berada di atas nilai seharusnya.7 Splicing Fiber Optik Kemampuan splicing sangat dibutuhkan bagi teknisi dan para kontraktor yang bekerja di PT. Tidak ada setting-an khusus yang dilakukan dalam proses pengukuran.35 4. . Putus atau retaknya kabel ini sering terjadi karena benturan dari mobil-mobil tinggi seperti truk kontainer dan sebagainya.6. Gambar 4. Nyalakan OPM dengan menekan tombol ON. ICON+ merupakan OPM keluaran EXFO.2 Cara menggunakan OPM Perangkat OPM yang digunakan PT. b.

tube cutter. Pastikan sebelum melakukan pemotongan menggunakan cleaver blade kabel optik telah dibersihkan dengan tisu beralkohol. serat cleaver blade. Hidupkan fusion splicer dan pilih mode automatic untuk menentukan single . Gambar 4. 2. Pada salah satu kabel masukkan sleeve yang berguna untuk melindungi bagian serat optik yang akan disambung agar tidak mudah putus kembali. 5. Hindari segala jenis benturan setelah melakukan pemotongan.25 Cleaver Blade Fiber Optik 6. Kupas cladding serat optik dengan menggunakan lubang terkecil pada serat cleaver. 3. dan tisu basah beralkohol. Berikut adalah langkah-langkah melakukan splicing : 1.36 Adapun alat-alat yang dibutuhkan untuk proses splicing antara lain fusion splicer. Gambar 4. Potong core yang telah di bersihkan dengan menggunakan cleaver blade dengan panjang 18 mm. Kupas jaket terluar kabel optik dengan menggunakan tube cutter sepanjang 10 cm pada dua kabel optik yang akan disambung.24 Tube cutter 4.

Setelah penyambungan selesai maka akan tertera besarnya loss hasil penyambungan. Sekali lagi penting untuk diingat bahwa dalam proses peletakan harus dihindari benturan agar tidak terjadi keretakan pada core kabel serat optic. .26 Fusion Splicer 7. Gambar 4. Gambar 4. Nilai ini tidak boleh melebihi 0. Tutup penjepit dan penutup fusion splicer lalu tekan tombol set untuk memulai penyambungan fiber optik.37 mode atau multi mode.27 Letak core diantara jarum fusion splicer 8.05 dB. Lalu letakkan kabel tadi pada tempat yang telah tersedia di fusion splicer.

Proses aktivasi dilakukan setelah tercapai kesepakan antara pihak konsumen dan PT.8 Aktivasi Metronet Untuk Gudang Perusahaan X di Rumbai Aktivasi adalah proses intalasi layanan sesuai permintaan konsumen. Proses aktivasi dimulai dengan penarikan kabel dari Joint Box yang berlokasi didekat gedung konsumen. Selesainya proses pemanasan menandakan kita telah berhasil melakukan splicing.29 Tube Heater 11. 10. Gambar 4. Aktivasi biasanya dilakukan . Masukkan hasil splicing pada tempat yang tersedia di tube heater lalu tutup tube heater yang berada pada bagian atas fusion splicer. Tekan reset sebelum membuka penutup fusion splicer.28 Loss hasil splicing 9. Tube heater berfungsi untuk memanaskan hasil splicing. Indonesia Comnets Plus.38 Gambar 4. 4. setelah penyambungan berhasil maka posisikan sleeve ditengah hasil splicing.

net. Node ini berupa titik tempat joint box terdekat dengan lokasi pelanggan berada. pengalokasian bandwidth sesuai permintaan konsumen. Kemudian tes speed download dan upload menggunakan fitur speedtest pada website speedtest. Gambar 4. terlebih dahulu dilakukan survey lokasi node PT. Jika hasil speedtest tidak sesuai dengan permintaan pelanggan maka kosultasikan dengan MT. Penarikan kabel FO figure 8 dilakukan dari joint box ke gudang perusahaan X. Sebelum dilakukan penarikan kabel FO jenis figure 8 ke pelanggan. Penentuan core yang akan digunakan untuk gudang perusahaan X. 4. Hubungkan port cisco catalyst 3750 metro series dan laptop dengan menggunakan kabel UTP RJ-45. Konfigurasi cisco catalyst 3750 metro series dilakukan secara remote oleh divisi manjemen trafik (MT) di gandul. Setelah menentukan node terdekat.30 Tampilan website speedtest. Berikut penulis akan memaparkan secara singkat proses aktivasi yang dilakukan pada gudang perusahaan X yang berlokasi di palas : 1. Konfigurasi yang dilakukan adalah pemberian IP address pada salah satu port di perangkat cisco catalyst 3750 metro series. selanjutnya lakukan pengecekan data core yang masih belum digunakan dan dapat diberdayakan untuk perusahaan X. 3. 5. ICON+.net.39 oleh pihak kontraktor. 2. Lakukan proses ping ke server icon di tangerang melalui cmd. Konfigurasi cisco catalyst 3750 metro series. Penarikan kabel FO ke pelanggan. Tes konektifitas. Survey lokasi Joint Box terdekat dengan gudang perusahaan X. .

Kemudian hubungkan ke standalone menggunakan kabel patchcord. Gambar 4. dan cisco catalyst 3750 metro series.31 Perangkat pendukung metronet di ODC 7. Koneksikan ODF. Instalasi perangkat ODF dan Standalone pada pelanggan. Gunakan kabel pigtail untuk disambungkan dengan core pada kabel figure 8 di dalam ODF.40 6. Slot converter. Gunakan kabel patchcord untuk menghubungkan port ODF yang masih idle dengan slot converter dan kabel UTP konektor RJ-45 dari slot converter ke salah satu port pada cisco catalyst 3750 metro series yang sebelumnya telah dikonfigurasi MT. dan cisco catalyst 3750 metro series. . Langkah berikutnya adalah mengkoneksikan perangkat di ODC terdekat yang akan digunakan yaitu ODF. Slot converter.

9.41 Gambar 4. 2. 3. Quality control adalah suatu tahapan yang dilakukan oleh teknisi PT. apakah sudah rapi.32 Instalasi perangkat ODF dan converter di sisi user 8. Rekap penggunaan perangkat berupa aksesoris. ODF. Gambar 4. Adapun kegiatan Quality Control antara lain adalah : 1.33 Dokumentasi QC . Dokumentasi hasil pengerjaan yang telah dilakukan kontraktor yang digunakan sebagai pembuatan laporan. Indonesia Comnets Plus setelah proses aktivasi selesai dilakukan oleh kontraktor. converter dan lain sebagainya yang digunakan untuk aktivasi. Lakukan Quality Control (QC). Berikut adalah beberapa gambar yang penulis ambil saat melakukan Quality Control bersama salah satu teknisi ICON+. Lakukan tes konektifitas seperti pada langkah 5. sudah sesuai SOP atau masih ada perlu perbaikan. Kemudian crooscheck pengerjaan .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.