P. 1
Hepatitis Viral Akut

Hepatitis Viral Akut

|Views: 43|Likes:
Published by Citra Anggar Kasih
Hepatitis viral akut
Hepatitis viral akut

More info:

Published by: Citra Anggar Kasih on Jun 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/10/2014

pdf

text

original

Hepatitis Viral Akut

(Virus Hepatitis A)
Clara Amanda Schram 10.2010.172 Kelompok B5 Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Jl. Terusan Arjuna No.6 Jakarta Barat 11510 Telp. 021-56942061 Fax. 021-5631731 Jakarta clara_schram@hotmail.com

Pendahuluan
Ada tujuh tipe virus hepatitis, antara lain A, B, C, D, E, F (masih dalam penelitian), dan G. Sebagaimana yang kita ketahui tentang pertumbuhan virus hepatitis, maka seperti urutan alphabet, semakin tinggi tipe virus maka semakin lama periode penyakitnya. Adapun, tipe hepatitis yang paling sering terjadi adalah hepatitis A, B, dan C. Namun, ketika hati mengalami peradangan, maka tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik yang akan menimbulkan berbagai gejala dan tanda klinis serta masalah yang berhubungan dengan hepatitis. Manifestasi penyakit hepatitis akibat virus bisa akut (hepatitis A) dan maupun kronik (hepatitis B dan C) dan ada pula yang kemudian menjadi kanker hati (hepatitis B dan C).

Adapun yang di bahas lebih lanjut dalam makalah ini adalah menyangkut tentang Hepatitis viral akut, lebih membahas tentang Hepatitis A maupun Hepatitis C yang merupakan hepatitis yang perjalanan penyakitnya akut dan menular secara enteric maupun bertransmisi melalui darah.

1|Page

Anamnesis
Anamnesis adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan wawancara. Anamnesis dapat dilakukan langsung kepada pasien, yang disebut autoanamnesis, atau dilakukan terhadap orang tua, wali, orang yang dekat dengan pasien, atau sumber lain, disebut sebagai aloanamnesis. Termasuk didalam aloanamnesis adalah semua keterangan dokter yang merujuk, catatan rekam medik, dan semua keterangan yang diperoleh selain dari pasiennya sendiri. Yang perlu dilakukan pada anamnesis, yaitu : 1. Identitas: nama, umur, jenis kelamin, dokter yang merujuk, pemberi informasi (misalnya pasien, keluarga,dll). 2. Keluhan utama: pernyataan dalam bahasa pasien tentang permasalahan yang sedang dihadapinya. 3. Riwayat penyakit sekarang (RPS): jelaskan penyakitnya berdasarkan kualitas, kuantitas, latar belakang, lokasi anatomi dan penyebarannya, waktu termasuk kapan penyakitnya dirasakan, faktor-faktor apa yang membuat penyakitnya membaik, memburuk, tetap, apakah keluhan konstan, intermitten harus dalam susunan yang kronologis, termasuk test diagnostik yang dilakukan sebelum kunjungan pasien. Catat riwayat yang berkaitan termasuk pengobatan sebelumnya faktor resiko dan hasil pemeriksaan yang negatif. Riwayat keluarga dan psykososial yang berkaitan dengan keluhan utama. Masalah lain yang signifikan harus dicantumkan juga dalam riwayat penyakit sekarang dalam bagian yang berbeda. 4. Riwayat Penyakit Dahulu (RPD): pengobatan yang dijalani sekarang, operasi, rawat inap di rumah sakit, trauma dan riwayat penyakit yang dulu. 5. Riwayat Keluarga: umur, status anggota keluarga (hidup, mati) dan masalah kesehatan pada anggota keluarga (tanya apakah ada yang menderita hepatitis, kanker hati, ), penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan.1

2|Page

Pemeriksaan
A. Pemeriksaan Fisik Keadaan umum: sebagian besar sakit ringan. Kulit, sklera ikterik, nyeri tekan di daerah hati, hepatomegali; perhatikan tepi, permukaan, dan konsistensinya. Pada pemeriksaan hati, kita baiknya menggunakan perkusi dan palpasi guna mengetahui kelainan pada hati. Langkah-langkahnya adalaha sebagai berikut: a) Perkusi  Kita dapat mengukur panjang vertical dari hati dengan mendengar dullness pada perkusi di garis midklavikularis kanan. Caranya: mulailah dari daerah sedikit umbilicus (pada daerah yang masih timpani), perkusilah kearah atas. Tentukan batas bawah hati dengan terdengarnya dullness pertama di garis midklavikuler kanan.  Selanjutnya tentukan batas atas hati, dengan perkusi pada garis yang sama dari atas, perhatikan perpindahan suara dari resonan menjadi dull. Hati-hati pada wanita, bila perlu pindahkan buah dadanya sehingga tidak mengganggu perkusi.  Panjang liver dullness meningkat bila terdapat pembesaran hati, dan menurun bila hati berukuran kecil atau udara bebas dibawah diafragma, yang biasa terjadi akibat perforasi hollow viscus. Penurunan panjang liver dullness juga terjadi pada hepatitis ,gagal jantung kongestif atau dengan progresivitas hepatitis.  Liver dullness bisa tergeser ke bawah karena merendahnya diafragma, seperti terjadi pada penyakit paru obstruktif menahun, namun panjang dullness tetap normal.  Sekarnag ukurlah dalam sentimeter jarak antara 2 daerah panjang liver.pada keadaan normal, ukuran hati pria lebih besar dari wanita, juga pada orang yang jangkung di bandingkan yang pendek. Hati-hati bila ada dullness akibat efusi pleural kanan atau concolidated lung, ini akna menyebabkan kesalahan estimasi besar hepar. Sebaliknya adanya udara

3|Page

pada kolon akan menghasilkan bunyi timpani pada kuadran atas kanan, sehingga seolah-olah mengecilkan estimasi ukuran hati. b) Palpasi  Dengan posisi pasien berbaring terlentang kedua kaki ditekuk pada lutu, taruhlah tangan kiri anda di belakang pasien, menyanggah iga ke-11 dan 12. Mintalah pasien untuk relaks pada saat tangan kanan anda melakukan palpasi. Dengan tangan kiri menekan ke atas, hati/liver akan lebih mudah teraba dengan tangan kanan anda.  Mintalah pasien untuk tarik nafas dalam, cobalah meraba tepi bawah liver dengan tepi jari kedua tangan kanan anda, pada saat liver turun karena diafragma bergerak turun pada saat nafa dalam. Bila anda merasakannya, ringankan tekanan pada perabaan, sehingga hati akan terasa bergulir dibawah jari-jari anda dan akan terasa bagian permukaan anterior hati, perhatikan ada/ tidaknya rasa nyeri. Pada keadaan normal liver sukar diraba, tetapi bila teraba tepi bawah hati, umumnya lunak, tajam, regular dengan permukaan licin, tidak nyeri tekan.  Bila liver teraba keras dan kenyal, tepi bulat dan tumpul, dan permukaannya kasar, berbenjol-benjol, mengarah pada kondisi liver yang abnormal (hematoma atau sirosis). c) Perkusi : Hati normal terbentang dari sekitar sela antariga kelima di sebelah kanan garis tengah samapai ke arkus kosta. Pada orang normal hati mungkin sekedar teraba. Kadang, hati dapat terdorong ke bawah sehingga dapat teraba, tetapi ukurannya tetap normal- misalnya bila pasien mengidap lambatan jalan napas- periksa dengan melakukan perkusi batas atas. d) Auskultasi Yang patologis dapat terdengar bruit hepar. 2

4|Page

B. Pemeriksaan Penunjang Tes Fungsi Hati Lebih dari 70% parenkim hati mungkin sudah mengalami kerusakan sebelum tes fungsi hati memperlihatkan hasil yang abnormal.fungsi hati umumnya diukur dengan memeriksa aktivitas enzim serum, konsentrasi serum protein, bilirubin, ammonia, faktor pembekuan dan lipid. Beberapa tes ini dapat membantu mengkaji keadaan penyakit pasien. Serum aminotransferase (yang juga disebut transaminase) merupakan indicator yang sensitive untuk menunjukkan cedera sel hati dan sangat membantu dalam pendeteksian penyakit hati yang akut seperti hepatitis. Alanin Aminotransferase (ALT) yang juga dinamakan Serum Glutamik-Piruvik Transaminase(SGPT) dan Aspartat Aminotransferase (AST) yang juga dinamakan Serum Glutamik-Oksaloasetik

Transaminase (SGOT) merupakan tes yang paling sering dilakukan untuk menunjukkan kerusakan hati. Kadar ALT (SGPT)meningkat pada pasien dengan hepatitis. AST (SGOT) terdapat dalam jaringan yang memiliki aktivitas metabolik yang tinggi; jadi enzim ini dapat meningkat pada kerusakan organ. SGOT ini juga dapat men ingkat pada penyakit hepatitis.3

C. Pemeriksaan Radiologi: Pemeriksaan barium esophagus Untuk varises yang menunjukkan peningkatan tekanan portal Foto roentgen abdomen Pemindaian hati dengan preparat Kolesistogram dan Kolangiogram Untuk menentukan ukuran makroskopis hati Untuk memperlihatkan ukuran dan bentuk hati Untuk melihat kandung empedu dan salurannya

Arteriografi pembuluh darah seliaka Splenoportogram

Untuk melihat hati dan pankreas Untuk menentukan kecukupan aliran darah

5|Page

Pemeriksaan Lain: Laparoskopi Visualisasi langsung permukaan anterior hati, kandung empedu, dan mesenterium Lewat alat trokar Biopsi hati Untuk menentukan perubahan anatomis pada jaringan hati Pengukuran tekanan portal Esofaguskopi/ Endoskopi Meninggi Untuk mencari varises dan abnormalitas

esophagus Elektroensefalogram USG Abnormal pada koma hepatikum Untuk memperlihatkan ukuran organ-organ abdomen CT SCAN dan MRI Untuk mendeteksi neoplasma hepatic.3

Working Diagnosis
Hepatitis virus Istilah "hepatitis" sendiri dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati (liver). Penyebabnya dapat berbagai macam, mulai dari virus sampai dengan obatobatan, termasuk obat tradisional. Virus hepatitis juga ada beberapa jenis, hepatitis A, hepatitis B, C, D, E, F dan G. Manifestasi penyakit hepatitis akibat virus bisa akut (hepatitis A), bisa kronik (hepatitis B dan C) dan bisa juga kemudian menjadi kanker hati (hepatitis B dan C).

Virus yang menyebabkan penyakit ini berada dalam cairan tubuh manusia yang sewaktu-waktu bisa ditularkan ke orang lain. Memang sebagian orang yang terinfeksi virus ini bisa sembuh dengan sendirinya, namun demikian virus ini akan menetap dalam tubuh seumur hidup.

Penyakit hepatitis B dan C sering dialami penduduk. Kedua penyakit ini ditularkan melalui cairan tubuh, seperti lewat hubungan seksual, jarum suntik, dan transfusi darah. Pada umumnya, saat ini transfusi darah sudah aman: darah yang akan
6|Page

diberikan diskrining hepatitis B, hepatitis C, dan HIV. Dengan demikian kemungkinan penularan Hepatitis dan HIV melalui transfusi darah sudah menjadi kecil. 4

Hepatitis A Seringkali infeksi hepatitis A pada anak-anak tidak menimbulkan gejala, sedangkan pada orang dewasa menyebabkan gejala mirip flu, rasa lelah, demam, diare, mual, nyeri perut, mata kuning dan hilangnya nafsu makan. Gejala hilang sama sekali setelah 6-12 minggu. Orang yang terinfeksi hepatitis A akan kebal terhadap penyakit tersebut. Berbeda dengan hepatitis B dan C, infeksi hepatitis A tidak berlanjut ke hepatitis kronik.

Masa inkubasi 30 hari. Penularan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feces pasien, misalnya makan buah-buahan, sayur yang tidak dimasak atau makan kerang yang setengah matang. Minum dengan es batu yang prosesnya terkontaminasi.

Saat ini sudah ada vaksin hepatitis A, memberikan kekebalan selama 4 minggu setelah suntikan pertama, untuk kekebalan yang panjang diperlukan suntikan vaksin beberapa kali. Pecandu narkotika dan hubungan seks anal, termasuk homoseks merupakan risiko tinggi tertular hepatitis A. 4,5

Diffential Diagnosis
 Virus Hepatitis C Manifestasi klinis hepatitis virus C dikenal mulai dari hepatitis akut, fulminan, kronis, yang dapat berkembang menjadi serosis atau kanker hati.

Hepatitis C akut Umumnya secara klinik gejala HCV akut lebih ringan daripadahepatitis virus akut lainnya. Masa inkubasi HCV terletak anatar HAV denganHBV, yaitu sekitar 2 – 26 minggu, dengan rata-rata 8 minggu. Padapenderita hepatitis akut ditemukan Anti HCV positif pada 75,5% HNANBpasca-tranfusi, 35% pada HNANB sporadik dan hanya

7|Page

2,4 pada HBV.Sebagian besar penderita yang terserang HCV akan menjurus jadi kronis.

Hepatitis C kronis Infeksi akan menjadi kronik pada 70 – 90% kasus dan sering kalitidak menimbulkan gejala apapun walaupun proses kerusakan hati erjalanterus. Hilangnya HCV setelah terjadinya hepatitis kronis sangat jarangterjadi. Diperlukan waktu 20 – 30 tahun untuk terjadinya serosis hati yangsering tejadi pada 15 – 20% pasien hepatitis C kronis. Progresivitas hepatitiskronik menjadi sirosis hati tergantung bebrapa faktor resiko yaitu : asupanalkohol, ko-infeksi dengan virus hepatitis B atau Human Immunodeficiency Virus (HIV), jenis kelamin laki-laki dan usia tua saat terjadinya infeksi. Setelah terjadi sirosis hati, maka dapat timbul kanker hati dengan frekuensi 1– 4% tiap tahunnya. Kanker hait dapat terjadi tanpa melalui sirosis hatiwalaupun hal ini amat jarang terjadi.

Hepatitis C Fulminan Hepatitis fulminan jarang terjadi. ALT (alanine amino - transferase)meninggi sampai beberapa kali diatas batas atas normal tetapi umumnyatidak sampai lebih dari 1000 U/L.6,7

8|Page

Virus Hepatitis E HEV merupakan suatu virus RNA untai tunggal yang kecil berdiameter kurang lebih 32-34 nm dan tidak berkapsul. HEV adalah jenis hepatitis non-A, non-B yang ditularkan secara enterik melalui jalur fekal–oral. Adapun penyebarannya melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh virus ini. virus ini lebih mudah menyebar pada daerah yang memiliki sanitasi yang buruk, tanda-tanda orang yang terkena hepatitis E ini mengalami gejala-gejala lebih sering dimiliki orang dewasa dari pada anak-anak. Jika ada, gejala biasanya muncul secara tiba-tiba, seperti demam, rasa letih, hilang nafsu makan, rasa mual, sakit perut, air seni berwarna tua, warna kekuningan pada mata dan kulit. Penyakit Hepatitis E terjadi lebih parah pada wanita hamil, terutama pada 3 bulan terakhir masa kehamilan. Masa inkubasi hepatitis E rata-rata 40 hari (rentang 15-60 hari).3

Tabel 1 : Perbandingan Jenis Hepatitis Virus 8,9
Faktor yang berhubungan dengan Hepatitis HAV
Metode transmisi Enteral(oralfekal) Makanan dan air

Jenis Hepatitis

HBV
Parenteral Intravena Seksual Perinatal

HCV
Parenteral Seksual Perinatal

HDV
Parenteral Seksual Perinatal Ko-infeksi hanya dengan

HEV
Enteral (oralfekal) makanan dan air

hepatitis B Masa inkubasi Awitan tiba; minggu Ikterik Dewasa 80% Anak :10% Karsinoma hepatoseluler Diagnosis Anti-HAV; IgM (stadium dini), IgG (stadium HBsAg, HBeAg diikuti dengan HBsAb Anti-HCV HD Ag, Anti-HDV Anti-HEV Tidak ada Mungkin ada Mungkin ada Mungkin ada Tidak ada :7020% - 40% 10% - 25 % Bervariasi 25% - 60% tiba2-12 Awitan laten : 6-24 minggu Awitan laten : 2-26 minggu Awitan tiba-tiba : 3-15 minggu Awitan tiba-tiba : 2-8 minggu

9|Page

lanjut). Penyakit kronis: penanda serum Status infeksi : Penanda serum Tidak ada (HAV RNA) Tidak ada

dan HBeAb HBs Ag ( + : > 6 bulan) Anti-HCV (50% kasus) Anti-HDV Tidak ada

HBsAg, HBeAg, (HBVDNA)

Anti-HCV (HCV-RNA)

Anti-HDV (HDV-RNA)

Tidak ada (HEV RNA) Rendah

Hepatitis fulminans Carier kronis

Sangat rendah

Sangat rendah

Sangat rendah

Tinggi

Tidak ada

HBsAg (insidens rendah pada dewasa; insidens tinggi pada anak)

Insidens tinggi

Anti-HDV, Insidens HD Ag rendah (10% 15%)

Tidak ada

Imunitas : Penanda serum Laju mortalitas Prognosis

Anti-HAV total

Anti-HBs, AntiHBc total

Tidak ada

Tidak ada

Anti-HEV

< 2% Biasanya sembuh sendiri

< 2% Biasanya sembuh sendiri. 10% diantaranya dapat menjadi hepatitis B kronis atau fulminan.

2% 50% dapat menjadi infeksi kronis

> 30% Meningkatkan kemungkinan perburukan hepatitis B

<2% Biasanya sembuh sendiri, tetapi menimbulkan angka kematian tinggi pada wanita hamil

Etiologi
Hepatitis A Virus: Digolongkan dalam picornavirus, subklasifikasi sebagai hepatovirus Diameter 27-28 mm dengan bentuk kubus simetrik Single Stranded, molekul RNA linier : 7,5 kb Pada manusia terdiri atas satu serotype, tiga atau lebih genotip Mengandung lokasi netralisasi imunodominan tunggal Mengandung 3 atau 4 polipeptida virion di kapsomer

10 | P a g e

-

Replikasi di sitoplasma hepatosit yang terinfeksi, tidak terdapat bukti yang nyata adanya replikasi di usus Menyebar pada primate non manusia dan galur sel manusia. 10

-

Hepatitis virus A ditemukan di tinja ( kotoran ) orang dengan hepatitis A. Hal ini ditularkan ketika seseorang menempatkan sesuatu di mulutnya yang telah terkontaminasi dengan tinja orang yang terkena. Hal ini disebut sebagai transmisi fecal-oral.

Jika makanan atau minum air menjadi terkontaminasi dengan tinja dari orang yang terinfeksi (biasanya karena mencuci tangan yang tidak memadai atau kondisi sanitasi yang buruk), virus dapat dengan cepat menyebar ke siapa saja yang minuman atau menelan makanan yang terkontaminasi atau air.

Virus juga dapat menyebar dengan makan kerang mentah atau kurang matang yang dikumpulkan dari air yang telah terkontaminasi oleh limbah.

Hepatitis virus dapat ditularkan melalui transfusi darah, meskipun hal ini sangat jarang.

Orang yang terinfeksi dapat mulai menyebarkan infeksi sekitar 1 minggu setelah paparan mereka sendiri. Orang yang tidak memiliki gejala masih bisa menyebarkan virus. Infeksi HAV diketahui terjadi di seluruh dunia.

Risiko infeksi terbesar di negara berkembang dengan sanitasi yang buruk atau miskin standar kebersihan pribadi.

Tingkat infeksi juga tinggi di daerah dimana langsung fecal-oral transmisi mungkin terjadi, seperti pusat penitipan anak, penjara, dan lembaga mental.4,5

Kelompok Resiko Tinggi
Orang-orang pada peningkatan risiko untuk hepatitis A
 

Rumah Tangga kontak orang yang terinfeksi HAV Pasangan seksual orang yang terinfeksi HAV
11 | P a g e

 

Internasional wisatawan, terutama untuk negara-negara berkembang Personil militer ditempatkan di luar negeri, terutama di negara-negara berkembang

   

Pria yang berhubungan seks dengan pria lain Pengguna obat terlarang (disuntikkan atau non-disuntikkan) Orang-orang yang mungkin datang ke dalam kontak dengan HAV di tempat kerja Pekerja di profesi seperti perawatan kesehatan, persiapan makanan, dan air limbah dan pengelolaan air limbah tidak berisiko lebih besar infeksi dari masyarakat umum.

Orang-orang yang tinggal atau bekerja dalam jarak dekat, seperti asrama, penjara, dan fasilitas perumahan, atau bekerja di atau menghadiri fasilitas penitipan anak akan meningkatkan risiko hanya jika langkah-langkah yang ketat kebersihan pribadi tidak diamati. 4,5

Patofisiologi
1. Sistem imun bertanggung jawab untuk terjadinya kerusakan sel hati a. Melibatkan respons CD8 dan CD4 sel T b. Produksi sitokin di hati dan sistemik 2. Efek sitopatik langsung dari virus. Pada pasien immunosupresi dengan replikasi tinggi, akan tetapi tidak ada bukti langsung.10

Epidemiologi
Hepatitis virus akut merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting diseluruh dunia. The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memperkirakan setiap tahun terjadi sekitar 300.000 infeksi virus hepatitis B di Amerika Serikat. Walaupun mortalitas penyakit hepatitis rendah, faktor morbiditas yang luas dan ekonomi yang kurang memiliki kaitan dengan penyakit ini. Hepatitis virus akut adalah penyakit infeksi yang penyebaraannnya luas,walaupun efek utamanya pada hati.

12 | P a g e

Walaupun virus – virus ini dapat dibedakan melalui penanda antigeniknya, namun menimbulkan penyakit yang serupa secara klinis dan berkisar dari infeksi subklinik asimtomatik hingga infeksi akut yang fatal. Bentuk hepatitis yang paling dikenal adalah HAV dan HBV, kedua istilah ini lebih suka dipakai daripada istilah lama yaitu hepatitis infeksiosa dan hepatitis serum. Hepatitis yang tidak dapat digolongkan sebagai hepatitis A atau B melalui pemeriksaan serologi disebut hepatitis non- A non-B (NANBH) dan sekarang disebut hepatitis C. Belakangan, banyak ahli menyinggung munculnya virus-virus hepatitis lainnya yakni D, E, F, dan G, walaupun prevalensi kejadiannya masih terbilang langka. Seorang ahli AS menyatakan, perkembangbiakan VHD memerlukan dukungan VHB. Artinya, hepatitis D baru dapat muncul akut bahkan menjadi sirosis pada carrier hepatitis B. Sebab itu, kombinasi hepatitis B dan D dikatakan lebih ganas. Di negara-negara maju, pengidap hepatitis D yang terbanyak di kalangan pemakai obat bius (drugs). Sedangkan hepatitis E masih lebih jarang penderitanya. Tapi sifat virusnya seperti virus hepatitis A yang gampang ditularkan melalui makanan atau minuman tercemar. Di negara-negara sedang berkembang, banyak wanita hamil terserang hepatitis E dan sulit disembuhkan. Seperti hepatitis A, hepatitis E tergolong ringan dan dapat disembuhkan secara total. Namun anehnya, pada wanita hamil sering kali hepatitis E menjadi ganas. Livernya secara mendadak mengkerut seperti mengalami sirosis. Di Indonesia VHE pernah mewabah di Sintang, Kalimantan Barat, pada 1987. Akan halnya virus hepatitis F dan G, belum banyak diteliti dan masih sangat jarang penderitanya di Indonesia. Tapi sifatnya mirip dengan VHB dan VHC, yakni bisa menjadi kronis dan ganas Virus delta atau virus hepatitis D (HDV) merupakan suatu virus RNA yang didetektif menyebabkan infeksi hanya bila sebelumnya telah ada HBV. HDV dapat timbul sebagai infeksi yang bersamaan dengan HBV, atau sebagai suprainfeksi pada seorang karier HBV. 11

13 | P a g e

Manifestasi Klinis
Banyak orang dengan infeksi HAV tidak menunjukkan ringan sehingga gejala mereka sama tidak

sekali. Kadang-kadang

gejala

sangat

diketahui. Orang tua lebih cenderung memiliki gejala daripada anak-anak. Orang yang tidak memiliki gejala masih bisa menyebarkan virus.

Gejala hepatitis A biasanya berkembang antara 2 dan 6 minggu setelah

infeksi.Gejala tersebut biasanya tidak terlalu parah dan pergi pada mereka sendiri, dari waktu ke waktu. Gejala yang paling umum adalah sebagai berikut:
o o o o o o o o o o 

Mual Muntah Diare , terutama pada anak-anak Tingkat rendah demam Kehilangan nafsu makan Ruam Kelelahan , kelelahan Ikterus - Sebuah perubahan warna kuning pada kulit dan putih mata Urin yang coklat warna gelap, seperti cola atau teh kuat. Nyeri di daerah hati - Di sisi kanan perut, tepat di bawah tulang rusuk

Jika muntah yang parah, dehidrasi dapat terjadi. Gejala-gejala dehidrasi

meliputi:
     

Merasa lemah, lelah , atau "bla" Merasa bingung atau tidak mampu berkonsentrasi Detak jantung cepat Sakit kepala Kencing lebih sering dari biasanya Sifat lekas marah

Gejala biasanya berlangsung kurang dari dua bulan, meskipun mereka mungkin bertahan selama sembilan bulan. Sekitar 15% dari orang yang terinfeksi hepatitis A memiliki gejala yang datang dan pergi selama 6-9 bulan. 4,5
14 | P a g e

Penatalaksanaan dan Pencegahan
Tidak ada obat khusus untuk menyembuhkan infeksi hepatitis A. Kebanyakan orang tidak memerlukan pengobatan kecuali untuk menghilangkan gejala. Jika Anda telah terkena kepada seseorang yang terinfeksi HAV, ada pengobatan yang dapat mencegah Anda dari menjadi terinfeksi.Hal ini disebut immune globulin dan lebih mungkin efektif jika diberikan dalam waktu 2 minggu paparan. Langkah-langkah berikut dapat membantu Anda merasa lebih baik saat Anda mengalami gejala.

Tenang; membatasi kegiatan normal Anda dan menghabiskan waktu istirahat di rumah.

 

Minum banyak cairan bening untuk mencegah dehidrasi. Hindari obat-obatan dan zat-zat yang dapat menyebabkan kerusakan pada hati sepertiasetaminofen (Tylenol) dan preparat yang mengandung acetaminophen.

Hindari minuman beralkohol,karena ini dapat memperburuk efek dari HAV pada hati.

Hindari berkepanjangan, olahraga berat sampai gejala mulai membaik.

Hubungi penyedia kesehatan Anda jika gejala memburuk atau gejala baru muncul. Berhati-hatilah tentang kebersihan pribadi untuk menghindari fecal-oral transmisi ke anggota lain dari rumah tangga. Jika Anda menderita hepatitis A kebersihan, pribadi yang ketat dan mencuci tangan membantu mencegah penularan HAV kepada orang lain.

Cuci tangan dengan bersih setiap kali Anda menggunakan kamar mandi, sebelum menyentuh atau menyiapkan makanan, dan sebelum menyentuh orang lain. Cuci hati-hati dengan sabun dan air hangat dan kering benar.

 

Terkontaminasi harus dibersihkan dengan pemutih untuk membunuh virus. Memanaskan makanan atau air hingga 185 ° F atau 85 ° C untuk membunuh virus.

15 | P a g e

Jika Anda tidak terinfeksi HAV, Anda dapat melindungi diri dari terinfeksi.

Cuci tangan Anda dengan hati-hati dengan sabun dan air hangat beberapa kali sehari, termasuk setiap kali Anda menggunakan kamar mandi, setiap kali Anda mengganti popok, dan sebelum menyiapkan makanan.

Jangan makan makanan laut mentah atau kurang matang atau kerang seperti kerang dari daerah sanitasi dipertanyakan (di mana-mana).

Wisatawan ke negara-negara berkembang tidak harus minum air yang tidak diobati atau minuman dengan es di dalamnya. Buah dan sayuran tidak boleh dimakan kecuali dimasak atau dikupas.

Ada vaksin yang bekerja untuk mencegah infeksi HAV.

Vaksin, Havrix dan VAQTA , tidak mengandung virus hidup dan sangat aman.Tidak ada efek samping serius telah dilaporkan. Beberapa orang memiliki beberapa rasa sakit di tempat injeksi selama beberapa hari.

Vaksin diberikan dalam serangkaian 2 tembakan. Kedua diberikan 6-18 bulan setelah pertama. Tembakan dapat diberikan pada waktu yang sama seperti vaksin lainnya.

Perlindungan Anda dimulai sekitar 2-4 minggu setelah tembakan pertama.Dosis kedua adalah diperlukan untuk memastikan perlindungan jangka panjang.

Vaksin yang berpikir untuk melindungi dari infeksi setidaknya selama 20 tahun.

Vaksin harus diberikan sebelum paparan virus. Mereka tidak bekerja setelah paparan.

16 | P a g e

Tidak semua orang perlu memiliki hepatitis A vaksin. Namun, vaksin yang direkomendasikan untuk kelompok berikut:

Semua anak-anak lebih tua dari 2 tahun yang hidup dalam komunitas di mana jumlah infeksi HAV adalah luar biasa tinggi atau di mana ada wabah hepatitis A periodik (Vaksin tidak dianjurkan untuk anak-anak muda dari 2 tahun karena mereka tidak efektif.)

Orang yang mungkin terkena HAV di tempat kerja - Satu-satunya kelompok pekerja terbukti beresiko lebih tinggi daripada populasi umum adalah orangorang yang bekerja di laboratorium penelitian di mana HAV disimpan dan ditangani. Rutin vaksinasi tidak dianjurkan bagi pekerja perawatan

kesehatan, pekerja pelayanan makanan, personil penitipan anak, dan kotoran dan limbah-air pekerja.

Wisatawan ke negara-negara berkembang (harus diberikan setidaknya 4 minggu sebelum perjalanan)

 

Pria yang berhubungan seks dengan laki-laki Orang yang menggunakan obat-obatan terlarang - Kelompok ini memiliki lebih tinggi dari rata-rata tingkat infeksi HAV.

Orang yang cenderung menjadi sakit parah jika mereka terinfeksi HAV - Ini termasuk orang dengan sistem kekebalan yang terganggu atau

kronispenyakit hati .

Orang dengan gangguan pembekuan darah yang menerima faktor pembekuan

17 | P a g e

Jika Anda belum pernah menderita hepatitis A dan yang terkena virus, hubungi dokter Anda segera. Ada pengobatan yang dapat mencegah Anda dari menjadi terinfeksi. Hal ini disebut hepatitis B immune globulin (BayHep B, Nabi-HB).

Globulin imun adalah suatu persiapan antibodi yang dapat melawan virus dalam tubuh.

 

Hal ini diberikan sebagai tembakan satu kali (injeksi). Ini harus diberikan dalam waktu 2 minggu setelah paparan untuk perlindungan yang maksimal.

Immune globulin bisa dengan aman diberikan kepada anak-anak muda dari 2 tahun.

 

Immune globulin dapat diberikan selama kehamilan dan menyusui . Immune globulin dapat memberikan perlindungan jangka pendek terhadap infeksi jika diberikan sebelum paparan. Perlindungan ini berlangsung tidak lebih dari 3 bulan.

Jika Anda memiliki hepatitis A dikonfirmasi dengan tes darah, Anda tidak bisa mendapatkannya lagi. Anda harus terus berlatih langkah-langkah pencegahan, namun, untuk mencegah penularan infeksi lain. 4,5

Prognosis
Hepatitis A gejala biasanya ringan dan pergi pada mereka sendiri.

Jarang akan Anda mengembangkan komplikasi seperti kambuh hepatitis atau gagal hati.

  

Dengan kambuh hepatitis, gejala membaik, tapi kemudian kembali. Kematian dari hepatitis A jarang terjadi. Pada penyakit hati kronis seperti hepatitis C berada pada resiko terbesar untuk komplikasi dari hepatitis A. 4,5

18 | P a g e

Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembelajaran yang dikaji, dapat disimpulkan bahwa hasil hipotesis yang disepakati, bahwa perempuan berusia 28 tahun, dengan keluhan demam, nafsu makan menurun, mual, sejak 3 hari, mata kuning, menderita hepatitis A, adalah benar adanya. Tetapi hipotesis ini masih bisa salah karena hasil pemeriksaan dalam scenario tidak di paparkan secara lengkap. Ada kemungkinan pasien mengidap hepatitis C, hal ini hanya bisa di buktikan kepastian viral nya dengan uji seromarker untuk melihat hasil lab dari virus Hepatitis ini sendiri.

19 | P a g e

Daftar Pustaka
1. Freidman LS, Isselbacher KJ, Indigestion. Dalam: Harrison's Principles of Internal Medicine. Hamburg: Mc. Graw - Hill Book Company. 2000. Hal 171-73. 2. Nah YK, Santoso M, Wati WW, Sumadikarya IK. Buku panduan keterampilan medik. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana;2010.h.769 3. Teirney LM, McPhee SJ, Papadokis MA. Current medical diagnosis and treatment. 44th ed. New York: Mc Graw-Hill; 2005.p.678-712. 4. Bell B, et al. Chronic Hepatitis C. Januari 2010. Diunduh dari

http://digestive.niddk.nih.gov/ddiseases/pubs/chronichepc/#k. 5. Klasco R. Autoimune Hepatitis. 2 Mei 2011. Diunduh dari

http://www.bettermedicine.com/article/autoimmune-hepatitis-1/causes. 6. Foster, Sara RN MPH, Pierce-Smith, Daphne RN. Other Liver Disorders. 1 September 2009. Diunduh dari http://www.bettermedicine.com/article/otherliver-disorders. 7. Eugene RS, Michael FS, Wills CM. Sciff’s Diseases of the Liver. Volume 1. Lippincott Williams & Wilkins : Philadelphia; 2007.p.20-54, 717-20, 807-35. 8. Kee, Joyce L.Pedoman pemeriksaan laboratorium dan diagnostic.Edisi ke6.Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC;2007. 9. Elizabeth J. Corwin. Buku saku patofisiologi.Edisi ke-3.Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC;2009. 10. Sehundro, Nainggolan L, Chen K, Pohan HT. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Hepatitis Viral Akut. Jilid I. Edisi ke-5. Jakarta: InternaPublishing; 2009:hal 644-53. 11. Braunwald, Fauci, Kasper, Hauser, Longo, Jameson. Harrison’s principles of internal medicine. Volume 2. New York: Mc Graw-Hill;2001.p.1733-35.

20 | P a g e

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->